1

KEMENTERIAN PEDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Gedung D Kampus Sekaran- Gunungpati- Semarang 50229, Telp. (024)8508112

PROPOSAL SKRIPSI
NAMA NIM PROGRAM STUDI JURUSAN/FAK. : NUR MUZAQI PAMBUDIARTO : 4250406036 : FISIKA S1 : FISIKA/MIPA

A. JUDUL RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR KADAR GARAM (SALINITAS) BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51. B. LATAR BELAKANG Air merupakan habitat untuk biota air. Sebagaimana makhluk hidup lainnya, biota air membutuhkan lingkungan yang nyaman agar dapat hidup sehat dan tumbuh optimal. Apabila lingkungan tersebut tidak memenuhi syarat, biota air dapat mengalami stres, mudah terserang penyakit yang akhirnya akan menyebabkan kematian. Untuk itu, pengukuran parameter kualitas air menjadi syarat mutlak dalam keberhasilan budidaya biota air. Dalam budidaya biota air, parameter pengukuran kualitas air dapat dilihat dari besaran fisis dan besaran kimia. Viskositas, kapasitas panas, kerapatan, suhu merupakan contoh dari besaran fisis. Sifat-sifat fisis air berhubungan dengan medium tempat hidup tumbuh-tumbuhan dan hewan. Hal inilah yang memisahkan lingkungan air dan lingkungan udara. Besaran kimia meliputi

2

jumlah zat-zat yang terlarut dalam air. Sifat-sifat kimia air berhubungan dengan pembawa zat-zat hara yang diperlukan bagi pembentukan bahanbahan organik bagi tumbuhan. Salinitas adalah konsentrasi seluruh larutan garam yang terdapat di dalam air laut. Salinitas juga didefinisikan sebagai tingkat keasinan atau kadar garam yang terlarut dalam air. Kualitas air laut dipengaruhi oleh tingkat keasinan atau kadar garam. Salinitas air berpengaruh terhadap tekanan osmotik air. Semakin tinggi salinitas disuatu perairan, maka akan semakin besar pula tekanan osmotiknya. Salinitas berpengaruh penting terhadap kelangsungan hidup biota air. Hal ini dikarenakan setiap biota air memiliki toleransi terhadap salinitas terkait dengan tekanan osmotik. Salinitas diukur dengan menggunakan alat yang disebut salinometer. Alat merupakan suatu benda yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu: perkakas, perabotan, yang dipakai untuk mencapai yang dimaksud (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2005 hal: 30). Salinometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tingkat keasinan atau kadar garam suatu larutan. Ada beberapa metode yang digunakan untuk menentukan salinitas yaitu konduktivitas, hydrometri, argentrometri dan refaktometri. Pada penelitian ini pembuatan alat pengukur salinitas menggunakan metode konduktivitas. Mengingat pentingnya tingkat keasinan (salinitas) dapat mempengaruhi kualitas air yang dapat berdampak pada kelangsungan hidup biota air maka penulis melakukan penelitian yang berkaitan dengan rancang bangun alat pengukur kadar garam (salinitas) berbasis mikrokontroler AT89S51. C. RUMUSAN MASALAH Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah:
1. Rancang bangun (desain) alat yang dapat mengukur tingkat kadar garam

(salinitas) suatu larutan (air laut) berdasarkan konduktivitasnya. 2. Menentukan korelasi antara salinitas, konduktivitas dan densitas.

3 D. SISTEMATIKA SKRIPSI Secara garis besar penulisan skripsi dibagi menjadi tiga bagian. MANFAAT Manfaat penelitian ini adalah: 1. Bagian awal dari skripsi memuat halaman judul. kata pengantar. halaman persembahan. Mengetahui salinitas air laut berdasarkan pengukuran konduktivitasnya. Ketiga bagian ini akan dijelaskan sebagai berikut: 1. Salinitas merupakan besaran kimia yang perlu diukur tingkat konsentrasinya. E. bagian isi dan bagian akhir. daftar gambar dan daftar lampiran. Tersedianya alat pengukur salinitas yang nantinya dapat diaplikasikan dalam bidang perikanan. 2. 3. 2. daftar isi. sebab hal ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan biota laut. Melakukan rancang bangun suatu alat instrumentasi yang dapat digunakan untuk mengukur kadar garam (salinitas). Memberikan informasi mengenai tingkat kadar garam (salinitas) air terkait dengan dominasi suatu spesies tertentu terhadap toleransi spesies tersebut terhadap salinitas yang ada. 3. TUJUAN Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. . F. Pengukuran salinitas air laut terkait dengan air laut yang dapat menjadi sumber hara alternatif bagi tanaman mengingat air laut mengandung ion yang dibutuhkan tanaman. halaman pengesahan. yaitu bagian awal. halaman motto.

BAB III : Metodologi penelitian yang menguraikan mengenai tempat penelitian. permasalahan. yaitu: BAB I : Pendahuluan. manfaat. alat dan bahan yang digunakan serta langkah kerja yang dilakukan dalam penelitian ini. . BAB IV : Berisi tentang hasil-hasil penelitian dan pembahasannya. sistematika skripsi.4 2. Bagian isi dari skripsi terdiri dari lima bab. Bagian akhir dari skripsi memuat tentang daftar pustaka yang digunakan sebagai acuan dari penulisan skripsi. BAB V : Simpulan dan saran yang berisi tentang kesimpulan hasil penelitian yang telah dilakukan serta saran-saran yang berkaitan dengan hasil kesimpulan penelitian. BAB II : Landasan Teori. meliputi alasan pemilihan judul. batasan permasalahan. 3. meliputi teori-teori yang mendukung penelitian.

hal ini disebabkan karena sifat penghantar arus listrik disebabkan oleh adanya zat terlarut. 2008).5 G. Pada umumnya larutan dibagi menjadi dua menurut sifatnya. Sifat hantaran listrik akibat adanya partikel-partikel bermuatan listrik yang diberi nama ion-ion. Ca(OH)2. TINJAUAN PUSTAKA 1. Larutan terdiri atas zat terlarut (solut) dan pelarut (solven). HC103. yaitu: a. Air murni tidak dapat menghantarkan arus listrik. . Hal ini disebabkan karena zat terlarut akan terurai sempurna menjadi ion-ion (derajat ionisasi =1). Yang tergolong elektrolit kuat adalah: a) Asam-asam kuat. H2SO4. Larutan dapat menghantarkan arus listrik yaitu larutan elektrolit dan pada larutan tertentu tidak dapat menghantarkan arus listrik yang disebut larutan non elektrolit. Larutan elektrolit Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. HNO3 dan lain-lain. sedangkan komponen yang jumlahnya lebih sedikit disebut zat terlarut (Kasmadi. yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah seperti : NaOH. seperti : HCl. Larutan Larutan adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik. Ba(OH)2 dan lain-lain. maka larutan elektrolit dibagi menjadi dua yaitu: 1) Elektrolit kuat Larutan elektrolit kuat dapat menghantarkan arus listrik dengan baik meskipun konsentrasinya kecil. KOH. b) Basa-basa kuat. Komponen yang jumlahnya lebih banyak daripada yang lain disebut sebagai pelarut. Berdasarkan daya hantarnya.

2. 2) Elektrolit lemah Larutan elektrolit lemah tidak dapat menghantarkan arus listrik dengan baik meskipun konsentrasinya tinggi. senyawa-senyawa organik yang berasal dari organisme hidup dan gas-gas terlarut. b. b) Basa-basa lemah seperti : NH4OH. Fraksi . Yang tergolong elektrolit lemah adalah: a) Asam-asam lemah. HCN. Menurut Boyd (1982). Larutan non elektrolit Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Salinitas Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam yang terlarut dalam air. seperti CH3COOH. Yaitu jumlah gram garam yang terlarut untuk setiap liter larutan biasanya dinyatakan dalam satuan 0/00 (parts per thousand). CaCrO4. salinitas adalah kadar seluruh ion-ion yang terlarut dalam air (tancung. Hal ini disebabkan karena zat terlarut akan terurai sebagian menjadi ion-ion sehingga dalam larutan tersebut sedikit mengandung ion (derajat ionisasi <1). PbI2 dan lain-lain. Zat-zat yang terlarut meliputi garam-garam anorganik. Contoh: Larutan urea. KI. larutan glukosa. Oleh karena itu suatu sampel air laut yang seberat 1000 gram yang mengandung 35 gram senyawasenyawa terlarut mempunyai salinitas 350/00. seperti : AgCl. seperti : NaCl. larutan alkohol. c) Garam-garam yang sukar larut. dan lain-lain. 2007). Al2(SO4)3 dan lain-lain.6 c) Garam-garam yang mudah larut. larutan sukrosa. H2S dan lain-lain. Ni(OH)2 dan lain-lain.

Ion Klorida (Cl-) Natrium (Na+) Sulfat (SO42-) Magnesium (Mg2+) Kalsium (Ca2+) Kalium (K+) Sub total Total: 99.10 0.71 Tabel1. MgSO4.69 1.16 1. 27. 0. Klorinitas ini sudah termasuk klorida. sulfat. 0. berturut-turut: Fe2O3. Di dalam air laut mengandung bermacam-macam senyawa oksida/garam.5 0. CaSO4. karbonat. bromida dan iodida. CaCO3. 0.0 Salinitas (ppt) <0. Secara empiris hubungan salinitas dan klorinitas adalah sebagai berikut: Salinitas (ppt) = 0.642.04 30.03 + 1.805 x (klorinitas) ppt Menurut klasifikasi tinggi rendahnya salinitas.0 .99%).1172.5-3. Sebutan/ Istilah Air tawar Fresh water Oligohaline Air payau Mesohaline 3. 0.68 3. Jumlah ion Pengukuran salinitas berhubungan dengan klorinitas. MgCl2. air payau dan air laut. 1.1172. 2001). maka salinitas terbagi menjadi tiga bagian yaitu air tawar.2224 gram/liter (Sugiyo. NaCl. natrium.7 terbesar dari bahan-bahan terlarut terdiri garam-garam anorganik yang berwujud ion-ion(99.0-16. NaBr mengandung jumlah endapan: 0.61 7.1074.99 Berat (%) 55.1532. Ion-ion yang terkandung di dalam air laut didominasi oleh ion-ion tertentu seperti kloraida. kalium dan magnesium.003.

0-40. penguapan. Semakin tinggi salinitas disuatu perairan. Salinitas juga berpengaruh terhadap tekanan osmotik air. dan bergerak dengan resistansi lebih melalui air murni (konduktivitas rendah). Semakin tinggi konsentrasi suatu larutan maka semakin tinggi pula daya serap garam tersebut untuk menyerap air. Konduktivitas Listrik Konduktivitas listrik adalah kemampuan suatu larutan untuk menghantarkan arus listrik. konsentrasi zat terlarut dan pelarut. 3. banyak sedikitnya sungai yang bermuara di laut tersebut.8 Polyhaline Air laut Marine 16.0 30. curah hujan. Menurut Lesmana osmoregulasi berasal dari kata osmosis dan regulasi.0-30. Osmoregulasi merupakan pertukaran air dari dan ke dalam tubuh hewan air. Osmosis adalah difusi atau aliran substansi-substansi melalui membran. Menurut Syafei osmoregulasi adalah upaya hewan air untuk mengontrol keseimbangan air dan ion antara tubuh dan lingkungannya. atau suatu proses pengaturan tekanan osmose.0 Tabel 2. Biota yang hidup di perairan yang asin. Sedangkan regulasi adalah pengaturan oleh organisme atau makhluk hidup. Tinggi rendahnya salinitas juga menentukan dominasi spesies yang hidup di suatu perairan. harus mampu menyesuaikan dirinya terhadap tekanan osmotik dari lingkungannya. Klasifikasi air berdasarkan salinitas Tinggi rendahnya salinitas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu suhu. maka semakin besar pula tekanan osmotiknya. Konduktivitas listrik juga mengindikasikan berapa banyak garam yang terlarut dalam suatu sampel. Salinitas juga berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah. Arus listrik bergerak dengan efisien melalui air yang mempunyai kadar garam tinggi (konduktivitas elektrik tinggi). Konduktivitas listrik dalam logam berkaitan dengan hukum ohm .

E Dengan: J= Kerapatan arus listrik (ampere per meter persegi. Input tegangan analog VIN = VIN(+) – VIN(-). Arus yang dihasilkan akan sebanding dengan kecepatan rata-rata elektron tersebut (sugianto). dikenal luas dengan istilah ADC yang merupakan Analog to Digital Converter. V beda potensial. dan korosifitas. Ketika medan listrik diberikan pada benda padat. tegangan input harus dihubungkan dengan VIN(+). Dari konduktivitas listriknya. banyak digunakan sebagai antarmuka antara rangkaian-rangkaian analog dengan mikroprosesor atau divais-divais digital yang lainnya (Clayton. 4. dan R hambatan kawat. Jika input tegangan analog berupa tegangan tunggal. maka bahan dapat dibedakan menjadi superkonduktor. Elektron-elektron tersebut akan kehilangan energi kinetiknya karena adanya tumbukan di dalam permukaan atomnya. A/Vm) E= Kuat medan listrik (volt per meter. A/m2) σ= Konduktivitas listrik (ampere per volt-meter. ADC yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADC0804 yang mempunyai dua input analog. ADC adalah sebuah piranti yang dirancang untuk mengubah sinyal-sinyal analog menjadi sinyal digital. ADC Konverter analog ke digital. pemanfaatan air baku. konduktor. kerapatan arus selalu berkaitan dengan kuat medan. 2002). VIN(+) dan VIN(-). sedangkan VIN(-) digroundkan.9 I=V/R dengan I adalah arus. V/m) Daya Hantar Listrik (DHL)/konduktivitas dapat dipakai sebagai indikator tingkat pencemaran parameter anorganik (terutama mineral terlarut). Pada bahan-bahan yang dapat menghantarkan arus listrik. dan semikonduktor. elektron bebas didalamnya akan bergerak dipercepat. DHL juga merupakan parameter yang menunjukkan tingkat salinitas dari suatu badan air yang berpengaruh terhadap kehidupan akuatik. Untuk . J= σ. isolator.

jangkauan input analog mulai dari 0 Volt sampai 5 Resolusi = (Tegangan skala penuh)/(2n-1)= 5 Volt/ 255= 19. Oleh karena itu.6 mVolt Generator clock internal diaktifkan dengan menghubungkan sebuah resistor eksternal (R) antara pin CLK IN dan CLK R serta sebuah kapasitor eksternal antara CLK IN dengan ground. Frekuensi clock yang diperoleh di pin CLK R sama dengan: f= 0. karena resolusinya akan sama dengan: sebagai tegangan referensi.91/RC ADC yang digunakan adalah jenis ADC0804. ADC0804 menggunakan VCC = +5V Volt (skala penuh). Pin 1 2 3 4 5 CS RD WR CLK IN INTR Nama Fungsi Baris pilihan Chip dari kendali mp Baris baca dari kendali mp Baris tulis untuk kendali mp Detak Baris instrupsi menjadi masukan instrupsi mp 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Vin(+) Vin(-) A GND VREF/2 D GND DB7 (MSB) DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 Voltase analog (masukan positif) Voltase analog (masukan negatif) Pembulatan analog Referensi voltase Pembulatan digital Keluaran data Keluaran data Keluaran data Keluaran data Keluaran data Keluaran data Keluaran data .10 operasi normal.

Memori program tidak akan hilang ketika catu daya dihilangkan. Mikrokontroler yang digunakan dalam pembuatan alat ini adalah mikrokontroler AT89S51 yang merupakan salah satu keluarga dari MCS51 keluaran dari Atmil. Mikrokontroler jenis ini pada prinsipnya dapat digunakan untuk mengolah data per bit maupun data 8 bit secara bersamaan. 6. Memori program dapat dihapus dan diisi berkali-kali. transformator. Komponen yang digunakan dalam penyusunan catu daya berupa dioda. Catu Daya Rangkaian cayu daya digunakan untuk mensuplay tegangan yang dibutuhkan oleh masing-masing rangkaian. Dimana nilai-nilai dari komponen tersebut disesuaikan dengan kebutuhan tegangan yang akan digunakan. Sumber tegangan yang digunakan sebagai catu daya adalah tegangan AC yang diubah menjadi tegangan DC dengan menggunakan komponen. Mikrokontroler bekerja . IC yang digunakan adalah LM 7805 dan LM 7812 yang berfungsi sebagai regulator untuk menghasilkan tegangan keluaran sebesar 5 Volt DC dan 12 Volt DC. memori internal serta sarana input/output (I/O). Mikrokontroler mempunyai memori yang dapat menyimpan program. Mikrokontroler dilengkapi dengan Central Processing Unit (CPU). kapasitor. Mikrokontroller merupakan sebuah chip yang dapat melakukan Mikrokontroler pemprosesan data secara digital serta pengontrolan rangkaian elektronik sesuai dengan perintah bahasa assembly yang disimpan pada IC. transistor.11 18 19 DB0 (LSB) CLK R Keluaran data Resistor eksternal dihubungkan untuk detak 20 VCC (OR VREF) +5V Tabel 3. dan IC regulator. Konfigurasi pin IC ADC0804 5.

7 XTAL2 XTAL1 Masukan Riset Masukan Output inverting oscillator amplifier Input inverting oscillator Fungsi . Pada dasarnya program pada mikrokontroler dijalankan secara bertahap. Diagram pin IC mikrokontroler AT89S51 Pin 1-8 9 10-17 18 19 Nama P1. Serangkaian instrupsi dari program disusun secara runtut agar dapat dieksekusi oleh mikrokontroler.0-P3. hhhhhhhh 1 hhhhhhhh hhh 40 AT89S51 20 21 Gambar 1.0-P1.7 RST P3.12 berdasarkan instruksi-instruksi program yang diisikan ke memori internalnya.

serta memerlukan sumber cahaya baik internal ataupun eksternal untuk beroperasi. Walaupun memiliki waktu hidup (life time) yang lebih singkat. dengan 16 pin konektor yang didefinisikan sebagai berikut: Pin 1 2 3 4 Nama VSS VCC VEE RS Ground Voltage +5 Volt Constant Voltrage Register Select 0= Instruction Register 1= Data Register Fungsi . dan warna). LCD memiliki keunggulan dibandingkan LED yaitu memerlukan daya/power yang lebih rendah dan display mode yang lebih lengkap (huruf. angka. Diagram pin IC AT89S51 7.7 PSEN ALE/ PROG EA/ VPP P0.0-P2. Display LCD berfungsi untuk menampilkan suatu nilai kuat induksi medan elektromagnetik yang terukur oleh alat. waktu tanggap yang lebih besar (lebih lambat).13 20 21-28 29 30 31 32-39 40 GND P2.7 VCC Ground Voltage Masukan Program Store Enable Address Latch Enable External Access Enable Masukan +5 Volt Tabel 4. LCD yang digunakan dalam penelitian ini adalah display LCD 2x16 yang mempunyai lebar display 2 baris dan 16 kolom atau biasa disebut sebagai LCD karakter 2x16. LCD LCD (Liquid Crystal Display) merupakan material yang akan mengalir seperti cairan tapi memiliki struktur molekul dengan sifat-sifat yang bersesuaian dengan padatan (solid).0-P0.

dan karakter kedua berada pada posisi baris kedua menempati alamat 40h. Intruksi set posisi kursor adalah 80h. daerah yang berwarna biru (00 s/d 0F dan 40 s/d 4F) adalah display yang tampak. Sehingga . Jumlahnya sebanyak 16 karakter per baris. Diagaram pin LCD karakter 2x16 Modul LCD terdiri dari sejumlah memori yang digunakan untuk display. Peta memori LCD karakter 2x16 Pada peta memori di atas. Semua teks yang dituliskan ke modul LCD akan disimpan di dalam memori dan modul LCD secara berturutan akan membaca memori ini untuk menampilkan teks ke modul LCD.14 5 R/W Read/ Write. Agar dapat menampilkan karakter pada display maka posisi kursor harus diset. to choose write or read mode 0= Write mode 1= Read mode Enable 0= Start to lacht data to LCD character 6 E 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1= disable DB0 LSB/ Output0 DB1 Output1 DB2 Output2 DB3 Output3 DB4 Output4 DB5 Output5 DB6 Output6 DB7 MSB/ Output7 BPL Back Plane Light GND Ground Voltage Tabel 5. Angka pada setiap kotak adalah alamat memori yang bersesuaian dengan posisi dari layar. Karakter pertama pada posisi baris pertama menempati alamat 00h. 0 0 0 0 4 0 0 1 0 1 4 1 0 2 0 2 4 2 0 3 0 3 4 3 0 4 0 4 4 4 0 5 0 5 4 5 0 6 0 6 4 6 0 7 0 7 4 7 0 8 0 8 4 8 0 9 0 9 4 9 10 11 12 13 14 15 16 0A 0B 0C 0D 0E 0F 10 4A 4B 4C 4D 4E 4F 50 Gambar 2.

Perangkat Lunak (software) Reads51.terdapat dalam jumlah yang besar. Tempat Penelitian a. Voltmeter. AEC. Workshop Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Semarang. b. F. Langkah Kerja Pada rancang bangun alat pengukur kadar garam (salinitas) berbasis mikrokontroler AT89S51 didasarkan pada konduktivitas dari air laut. Transistor. Tranformator. 3. Konsentrasi ion Na+ dan Cl. LCD. Hasil perancangan selanjutnya dikalibrasi dengan menggunakan alat salinometer dan pengukuran manual salinitas karena salinitas merupakan berat total (gr) material yang terkandung dalam 1000 gram air laut. Express PCB. 1. . Hal ini dikarenakan air laut mengandung ion-ion yang merupakan larutan elektrolit. Perangkat Keras (hardware) PCB. Sistem Minimum. IC. Hidder. Resistor. b. Kabel Jamper. Alat dan Bahan a. Konektor. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah merancang suatu alat yang dapat mengukur kadar garam air laut menggunakan mikrokontroler AT89S51. Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Semarang.15 untuk menampilkan karakter nilai yang terdapat pada memori harus ditambahkan dengan 80h. protoboard. 2. c. Laboratorium Fisika Dasar jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Semarang.

panas. rangkaian ADC. Jenis-jenis sensor antara lain: sensor cahaya. Semakin besar/baik konduktivitas suatu larutan maka semakin besar pula salinitasnya. Sensor ADC LCD Mikrokontroler Gambar 3. Daya hantar listik larutan inilah yang kemudian akan diukur dengan menggunakan voltmeter. sensor bunyi. rangkaian LCD. Frank D. magnetis. Sensor yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensor konduktivitas yaitu 2 plat sejajar yang dicelupkan pada air laut dan kemudian dialiri arus listrik. rangkaian mikrokontroler. sinar. dan lain-lain. . 2002: 157). Langkah kerja Skema rancang bangun alat digunakan untuk menentukan langkah kerja dalam penelitian pembuatan alat ukur. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari rangkaian sensor. dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. sensor suhu. sensor gerak.16 Rancang bangun alat pengukur kadar garam (salinitas) berbasis mikrokontroler AT89S51 mencangkup beberapa langkah kerja yang ditunjukkan pada gambar 3. dan rangkaian catu daya. a. Tranduser adalah alat yang dapat merubah energi dari satu bentuk ke bentuk yang lain (Petruzella. Sensor Sensor adalah jenis tranduser yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis.

ADC yang digunakan adalah ADC0804 yaitu ADC 8 bit. Sensor Konduktivitas b. Rangkaian mikrokontroler akan mengolah data masukan dari ADC0804 yang kemudian mengendalikan keluaran data .17 Gambar 4. Data keluaran ADC 0804 dihubungkan dengan P1 pada rangkaian mikrokontoler. ADC membutuhkan tegangan referensi sebesar 5 volt. Untuk mengaktifkan ADC maka Pin 3 (WR) pada ADC dihubungkan dengan P2. ADC0804 mempunyai dua masukan yaitu VIN(+) dan VIN(-). c. ADC ADC digunakan untuk mengubah data analog pada sensor konduktivitas menjadi data digital yang akan diolah lebih lanjut oleh mikrokontroler.1 pada mikrokontroler untuk memberikan detak pada ADC. Mikrokontroler Rangkaian mikrokontroler digunakan sebagai pengendali rangkaian pada peneltian ini.

Modul LCD M1632 mempunyai lebar display 2 baris dan 16 kolom (LCD karakter 2x16).7 dihubungkan dengan LCD yaitu sebagai data keluaran dari mikrokontroler. Modul ini terdiri dari 8 bit masukan data. e. yaitu sebagai data masukan pada mikrokontroler. Pada rangkaian mikrokontroler terdapat 4 port data yang dapat digunakan. IC 7805 digunakan untuk mensupply daya 5 volt dan IC 7812 untuk mensupply daya 12 volt.0-P0. Pembagian port dimaksudkan untuk mengatur masukan dan keluaran data. LCD LCD digunakan sebagai media penampil informasi dari data yang diperoleh.18 yang akan ditampilkan pada LCD. IC yang digunakan dalam pembuatan rangkaian catu daya adalah IC 7805 dan IC 7812. P0. . f.0-P1. Data yang akan ditampilkan berupa daya hantar listrik/ konduktivitas air laut (volt) dan salinitas (gram/liter). P1. Mikrokontroler yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mikrokontroler AT89S51. Diagram alir penelitian Pada rancang bangun alat dan penelitian ini akan dilakukan dalam beberapa tahap yang ditunjukkan seperti diagram alir dibawah ini. d. Jenis LCD yang digunakan adalah jenis M1632 yang berfungsi sebagai tampilan. Catu Daya Catu daya digunakan untuk mensuplay tegangan pada tiap-tiap rangkaian.7 dihubungkan dengan rangkaian ADC0804.

19 Mulai Persiapan pembuatan software dan hardware Pembuatan hardware Pembuatan software Kalibrasi alat Skala laboratorium Pengambilan data Analisis data Hasil dan pembahasan Kesimpulan Selesai Gambar 5. Skema Alir Penelitian .

Jurnal FT UI vol. W dan Wijayanti.20 DAFTAR PUSTAKA IS.. Jurnal Littri vol. Kejernihan dan Salinitas Perairan Tambak setelah Penambahan Rumput Laut. Operasional Amplifier. dan Abdurrakhman. Kimia Dasar II. Upik. Emy. 2002. Semarang: UPT UNNES Press Tancung. Roger L. Perancangan Demplot dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Garam Rakyat di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Kasmadi dan Gatot Luhbandjono. Elektronika Digital. Fisika Zat Padat. 6: 1-16 Clayton. Jurnal BIOMA UNDIP vol. 2004. Jurnal FMIPA UNNES vol. Ghufran H Kordi K. Jakarta: erlangga . Jakarta: Erlangga Saksono. N. 2002. 26: 103-117 Sugianto dan Upik Nurbaiti. Andi baso dan M. Sumarti. Jakarta: Rineka Cipta Sugiyo. Pengelolaan Kualitas Air Dalam Budidaya Perairan. Studi Pengaruh Proses Pencucian Garam terhadap Kompososi dan Stabilitas Yodium Garam Konsumsi. 2001. 2007. 10: 53-56 Sulistyowati. Munifatul. Toleransi 60 Aksesi Kapas terhadap Cekaman Salinitas pada Fase Vegetasi. S. 2010. 1995. 2006. G. Semarang: UNNES Izzati. Steve Winder. 2005. Nelson. 16: 20-26 Tokheim.

21 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times