P. 1
Makalah-tindakan Aborsi Di Indonesia

Makalah-tindakan Aborsi Di Indonesia

|Views: 917|Likes:

More info:

Published by: Nusaibah Nadia Juliafina on Nov 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2012

pdf

text

original

TINDAKAN ABORSI DI INDONESIA

Oleh
Nusaibah Nadia JuliaIina
1006684900
Kelas MPKT E


Makalah untuk
Mataaiar Pengembangan Kepribadian Terintegrasi



FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS INDONESIA
2010

KATA PENGANTAR

Puii dan syukur penulis paniatkan kehadirat Allah Swt karena berkat rahmat dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah dengan iudul 'Tindakan
Aborsi di Indonesia¨ untuk memenuhi tugas Mata Aiar Pengembangan
Kepribadian Terintegrasi (MPKT).
Terima kasih penulis ucapkan kepada:
1. Dra. Endarti Apt., M.Si , atas bimbingannya selama proses pembelaiaran
MPKT
2. Orang tua, yang telah mendukung serta membimbing penulis selama proses
pengeriaan makalah ini.
3. Teman-teman kelas MPKT E, atas dukungan dan bantuannya dalam
menyelesaikan penulisan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberi manIaat bagi pembaca. Kritik dan saran yang
membangun dengan tangan terbuka penulis terima demi perbaikan makalah ini.

Jakarta, 18 November 2010


Penulis









AFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
DAFTAR TABEL .............................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah dan Ruang Lingkup Masalah ........................................... 1
1.3 Tuiuan .......................................................................................................... 1
BAB II ISI ........................................................................................................... 2
2.1 Pengertian dan Macam-Macam Aborsi .......................................................... 2
2.2 Statistik Aborsi ............................................................................................. 3
2.2.1 Statistik Keiadian Aborsi ........................................................................ 3
2.2.2 Statistik Pelaku Aborsi ........................................................................... 3
2.3 Alasan Tindakan Aborsi ............................................................................... 4
2.4 Aborsi dalam Pandangan Hukum dan Agama................................................ 5
2.4.1 Aborsi dalam Pandangan Hukum ............................................................ 5
2.4.2 Aborsi dalam Pandangan Agama ............................................................ 7
2.5 Prosedur Aborsi ............................................................................................ 8
2.6 Risiko Aborsi ................................................................................................ 9
2.7 Solusi untuk Menghindari Aborsi ................................................................ 10
BAB III PENUTUP ........................................................................................... 11
3.1 Kesimpulan ................................................................................................. 11
3.2 Saran........................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 12

AFTAR TABEL

Tabel 1. Statistik Pelaku AborsiŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦ
Tabel 2. Statistik Aborsi Berdasarkan Usia JaninŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦŦ

BAB I
PENAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Tindakan aborsi atau menggugurkan kandungan yang teriadi di Indonesia
telah mencapai taraI yang sangat mengkhawatirkan. Bahkan sebuah penelitian
menyatakan bahwa pada tahun 2000 teriadi sekitar 2,3 iuta tindakan aborsi di
Indonesia (Kompas, 3 Maret 2000). Lebih dari separuh atau tepatnya 57° dari
pelaku aborsi ini adalah wanita muda berusia kurang dari 25 tahun.
1.2 Rumusan Masalah dan Ruang Lingkup Masalah
1. Apa pengertian aborsi dan macam-macamnya?
2. Bagaimanakah statistik keiadian dan pelaku aborsi di Indonesia?
3. Apa saia alasan seseorang melakukan tindakan aborsi?
4. Bagaimana pandangan hukum dan agama terhadap tindakan aborsi?
5. Bagaimana prosedur aborsi yang umum dilakukan?
6. Apa saia risiko dari aborsi?
7. Apakah ada solusi untuk mengatasi tingginya tingkat aborsi di Indonesia?
1.3 Tujuan
Tuiuan dari penulisan makalah mengenai tindakan aborsi yang teriadi di
Indonesia ini adalah untuk mengetahui dan mengenali tindakan aborsi serta kasus-
kasus aborsi yang marak teriadi serta mencoba menyaiikan solusi dari
permasalahan aborsi yang teriadi di Indonesia.






BAB II
ISI

2.1 Pengertian dan Macam-Macam Aborsi
Istilah aborsi dalam dunia kesehatan menurut Fact About Abortion, InIo
Kit on Women`s Health oleh Institute Ior Social, Studies, and Action, Maret 1991,
dideIinisikan sebagai penghentian kehamilan setelah tertanamnya sel telur (ovum)
yang telah dibuahi dalam rahim (uterus) sebelum usia ianin (Ietus) mencapai 20
minggu. Sedangkan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia aborsi dideIinisikan
sebagai teriadi keguguran ianin; melakukan abortus sebagai melakukan
pengguguran (dengan sengaia karena tidak menginginkan bakal bayi yang
dikandung itu). Secara umum, istilah aborsi diartikan sebagai pengguguran
kandungan, yaitu dikeluarkannya ianin sebelum waktunya, baik itu secara
disengaia maupun tidak dan biasanya dilakukan ketika ianin masih berusia muda
(sebelum bulan ke empat masa kehamilan).
Di dunia kedokteran dikenal tiga ienis aborsi, yaitu:
1. Aborsi spontan atau alamiah. Aborsi spontan adalah aborsi yang teriadi
dengan sendirinya tanpa adanya tindakan apapun, biasanya teriadi karena
kualitas sel telur dan sel sperma yang kurang baik.
2. Aborsi buatan atau sengaia. Aborsi buatan adalah pengakhiran masa
kehamilan sebelum usia kandungan 28 minggu sebagai suatu akibat
tindakan yang disengaia dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana
aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau dukun beranak).
3. Aborsi terapeutik atau medis. Aborsi terapeutik adalah pengguguran
kandungan secara buatan/sengaia yang dilakukan atas indikasi medis.
Sebagai contoh, seorang calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai
penyakit darah tinggi menahun atau penyakit iantung yang parah yang
dapat membahayakan diri calon ibu maupun ianin yang dikandungnya.
Tetapi aborsi ini hanya dilakukan atas pertimbangan medis yang matang
dan tidak tergesa-gesa.

2.2 Statistik Aborsi
2.2.1 Statistik Kejadian Aborsi
Jumlah keiadian aborsi yang dilakukan sangatlah sulit untuk dihitung
secara akurat karena sangat banyak aborsi yang dilakukan secara gelap atau tanpa
dilaporkan. Berdasarkan perkiraan dari BKKBN, teriadi sekitar 2 iuta kasus aborsi
setiap tahunnya di Indonesia. Hal ini sangatlah menyedihkan karena berarti setiap
tahunnya 2 iuta nyawa tak berdosa telah dibunuh secara keiam.
Berdasarkan penilitian yang dilakukan oleh dua badan utama yang
menangani masalah aborsi di Amerika Serikat, yaitu Federal Centers Ior Disease
Control (CDC) dan Alan Guttmacher Institute (AGI), iumlah nyawa yang dibunuh
dalam kasus aborsi melebihi iumlah nyawa yang terbunuh dalam perang manapun
yang pernah teriadi di negara tersebut. Sebagai contoh, iumlah nyawa yang hilang
dalam Perang Vietnam adalah 58.151 iiwa, dalam Perang Korea 54.246 iiwa,
dalam Perang Dunia I 116.708 iiwa, dalam Perang Dunia II 407.136 iiwa, dan
dalam Perang Sipil sebanyak 498.332 iiwa. Bahkan secara total, dalam seiarah
dunia, iumlah kematian karena aborsi iauh melebihi iumlah orang yang meninggal
dalam semua perang yang pernah teriadi iika digabungkan sekaligus.
Jumlah kematian dalam kasus aborsi iuga melebihi iumlah kematian dari
kasus kecelakaan, bunuh diri, pembunuhan, bahkan penyakit. Jumlah total
kematian karena aborsi di seluruh dunia bahkan melebihi kematian karena kanker
dan penyakit iantung yang disebut-sebut sebagai penyebab utama kematian
manusia.
2.2.2 Statistik Pelaku Aborsi
Belum ada badan atau lembaga yang dapat menghitung statistik pelaku
aborsi di Indonesia secara pasti, namun iumlah ini diperkirakan hampir sama
dengan statistik pelaku aborsi di Amerika Serikat karena iumlah tindakan aborsi
yang teriadi pertahunnya iuga hampir sama dengan di Indonesia. Berikut adalah
tabel statistik iumlah tindakan aborsi berdasarkan usia pelakunya:


Tabel 1. Statistik Pelaku Aborsi
Usia Jumlah %
Dibawah 15 tahun 14.200 0.9%
15-17 tahun 154.500 9.9%
18-19 tahun 224.000 14.4%
20-24 tahun 527.700 33.9%
25-29 tahun 334.900 21.5%
30-34 tahun 188.500 12.1%
35-39 tahun 90.400 5.8%
40 tahun keatas 23.800 1.5%

Dari tabel tersebut dapat terlihat bahwa sebagian besar tindakan aborsi
dilakukan oleh wanita muda yang berusia dibawah 30 tahun. Bahkan di Amerika
Serikat, dari keseluruhan tindakan aborsi yang teriadi, 82° diantaranya dilakukan
oleh wanita muda yang belum menikah. Dengan pertimbangan bahwa dalam adat
timur kehamilan di luar nikah merupakan suatu aib dan merupakan suatu hal yang
tidak bisa diterima oleh masyarakat, maka diperkirakan bahwa iumlah tindakan
aborsi yang dilakukan wanita yang belum menikah di Indonesia iauh lebih tinggi
dari yang teriadi di Amerika Serikat.
2.3 Alasan Tindakan Aborsi
Sebenarnya secara umum alasan utama dilakukannya tindakan aborsi
adalah karena teriadinya kehamilan yang tidak diinginkan. Namun, terdapat
banyak hal yang melatarbelakangi tindakan seseorang untuk memilih aborsi,
diantaranya adalah karena kontrasepsi yang gagal, sudah memiliki terlalu banyak
anak, korban perkosaan, pertimbangan ekonomi, ienis kelamin bayi yang tidak
sesuai keinginan, hamil di luar nikah, atau alasan medis.
Seperti yang kita ketahui, tindakan aborsi karena alasan medis sudah pasti
hanya sebagian kecil saia dari 2 iuta kasus aborsi yang teriadi setiap tahunnya. Di
Indonesia, belum ada lembaga atau badan yang menghitung secara persis berapa
banyak iumlah kasus aborsi berdasarkan tiap-tiap alasan yang ada. Sebagai bahan
pertimbangan, persentase kasus aborsi berdasarkan alasan dilakukannya yang
teriadi di Amerika Serikat adalah sebagai berikut:

1. Tidak ingin memiliki anak karena khawatir mengganggu karir, sekolah
atau tanggung iawab lain (75°)
2. Tidak memiliki cukup uang untuk merawat anak (66°)
3. Tidak ingin memiliki anak tanpa ayah (50°)
Data mengenai persentase kasus aborsi berdasarkan alasan dilakukannya
tindak aborsi di Amerika Serikat ini didukung oleh penelitian dari Aida Torres
dan Jacqueline Sarroch Forrest (1998) yang menyatakan bahwa hanya 1° kasus
aborsi karena perkosaan atau incest (hubungan intim satu darah), 3° karena
membahayakan nyawa calon ibu, dan 3° karena ianin akan bertumbuh dengan
cacat tubuh yang serius. Hal ini menuniukkan bahwa 93° dari kasus aborsi yang
teriadi adalah karena keegoisan pribadi manusia.
2.4 Aborsi dalam Pandangan Hukum dan Agama
2.4.1 Aborsi dalam Pandangan Hukum
Dalam dunia hukum di Indonesia, aborsi termasuk tindakan kriminal dan
dikenal dengan istilah '-47tus P74;4catus C7iminalis¨. Dalam sebuah kasus
aborsi, yang dikenai hukuman bukan hanya sang ibu yang menggugurkan
kandungannya, tetapi iuga dokter atau bidan atau dukun yang membantu
melakukan aborsi serta orang-orang disekitar yang mendukung terlaksananya
tindak aborsi.
Hukum-hukum mengenai aborsi telah diatur dengan cukup ielas dalam
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana diantaranya dalam pasal 229 dan pasal
346-349. Pasal-pasal tersebut berbunyi sebagai berikut:
Pasal 229
1. Barang siapa dengan sengaia mengobati seorang wanita atau
menyuruhnya supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan
harapan, bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan, diancam
dengan pidana peniara paling lama empat tahun atau denda paling banyak
tiga ratus ribu rupiah.

2. Jika yang bersalah, berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau
meniadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau iika dia
seorang tabib, bidan atau iuru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga.
3. Jika yang bersalah, melakukan keiahatan tersebut, dalam menialani pencarian
maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu.
Pasal 346

Seorang wanita yang sengaia menggugurkan atau mematikan kandungannya
atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana peniara paling
lama empat tahun.
Pasal 347
1. Barangsiapa dengan sengaia menggugurkan atau mematikan kandungan
seorang wanita tanpa persetuiuannya, diancam dengan pidana peniara paling
lama dua belas tahun.
2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana
peniara paling lama lima belas tahun.
Pasal 348
1. Barangsiapa dengan sengaia menggugurkan atau mematikan kandungan
seorang wanita dengan persetuiuannya, diancam dengan pidana peniara
paling lama lima tahun enam bulan.
2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan
pidana peniara paling lama tuiuh tahun.
Pasal 349
Jika seorang tabib, bidan atau iuru obat membantu melakukan keiahatan yang
tersebut pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu
keiahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang
ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat
dicabut hak untuk menialankan pencarian dalam mana keiahatan dilakukan.

Sementara itu, tindakan aborsi dengan alasan medis mendapat dukungan
dari pasal 15 ayat 1 Undang-Undang Kesehatan Nomor 23/1992 yang
menyebutkan bahwa: 'dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk
menyelamatkan iiwa ibu hamil dan atau ianinnya, dapat dilakukan tindakan
medis tertentu¨. Namun, dalam ayat kedua dari pasal tersebut tidak disebutkan
bentuk dari tindakan medis tertentu yang dimaksud, tetapi hanya menyebutkan
syarat untuk melakukan tindakan medis tertentu itu. Selain itu, pasal 15 UU
Kesehatan ini iuga belum menielaskan apa yang dimaksud tindakan medis
tertentu dan kondisi bagaimana yang dikategorikan sebagai keadaan
darurat. Hal ini menimbulkan pengertian yang sangat rancu dan
membingungkan masyarakat dan kalangan medis.
2.4.2 Aborsi dalam Pandangan Agama
Dalam agama Islam, tindakan aborsi sangatlah dilarang. Terdapat
beberapa ayat dalam Alquran serta hadits Nabi yang secara tidak langsung
membahas mengenai hukum aborsi, diantaranya:
1. Manusia, betapapun kecilnya, tetap adalah ciptaan Allah yang mulia. (QS
17:70)
2. Membunuh satu nyawa sama artinya dengan membunuh semua orang.
Menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan menyelamatkan semua
orang. (QS 5:32)
3. Umat Islam dilarang melakukan aborsi dengan alasan tidak memiliki uang
yang cukup atau takut akan kekurangan uang. (QS 17:31)
4. Aborsi adalah membunuh. Membunuh berarti melawan terhadap perintah
Allah. (QS 5:36)
5. Seiak kita masih berupa ianin, Allah sudah mengenal kita. (QS 53:32)
6. Tidak ada kehamilan yang merupakan 'kecelakaan¨ atau kebetulan. Setiap
ianin yang terbentuk adalah merupakan rencana Allah. (QS 22:5)
7. Nabi Muhammad SAW tidak pernah menganiurkan aborsi. Bahkan dalam
kasus hamil diluar nikah sekalipun, Nabi sangat meniuniung tinggi
kehidupan.

Selain menurut aiaran Islam, aiaran agama mana pun tidak ada yang
memperbolehkan dilakukannya aborsi dengan alasan yang berupa keegoisan
manusia.
2.5 Prosedur Aborsi
Tindakan aborsi secara umum dapat dilakukan dengan dua cara, yakni
dilakukan sendiri atau dilakukan oleh orang lain. Aborsi yang dilakukan sendiri
umumnya dilakukan dengan cara mengonsumsi obat-obatan yang membahayakan
ianin atau melakukan perbuatan-perbuatan yang dengan sengaia dapat
menggugurkan ianin. Sedangkan aborsi yang dilakukan oleh praktisi medis dapat
dilakukan dengan berbagai cara dan berbeda-beda sesuai usia kandungan, yakni:
O Usia kehamilan dibawah 1 bulan: ianin masih sangat muda dan berukuran
sangat kecil. Aborsi dilakukan dengan menggunakan alat penghisap
(sucti4n), saat dikeluarkan ianin berbentuk gumpalan-gumpalan darah dan
cairan berwarna kemerahan.
O Usia kehamilan 1-3 bulan: bagian tubuh ianin sudah mulai terbentuk.
Aborsi dilakukan dengan cara menusuk ianin kemudian memotong-
motong bagian tubuh ianin menggunakan tang khusus untuk aborsi
(cunam a-47tus). Setelah itu, potongan-potongan tubuh ianin tersebut
dikeluarkan satu persatu.
O Usia kehamilan 3-6 bulan: bagian tubuh ianin sudah dapat terlihat dengan
ielas dan iaringan saraInya sudah terbentuk dengan baik sehingga ia sudah
bisa merasakan sakit. Pada tahap ini aborsi dilakukan dengan cara
membunuh bayi dalam kandungan terlebih dahulu dengan cara
menyuntikkan cairan maut (saline) ke dalam air ketuban. Cairan ini akan
menyebabkan kulit bayi terbakar dan menyesakkan pernapasannya.
Dibutuhkan waktu beriam-iam sampai satu hari hingga ianin meninggal.
Setelah itu, baru tubuh ianin yang sudah tidak bernyawa ini dikeluarkan.
O Usia kehamilan 6-9 bulan: pada usia ini, tubuh bayi sudah dengan
sempurna terbentuk dan Iungsi-Iungsi tubuhnya telah bekeria. Aborsi
dilakukan dengan cara mengeluarkan bayi hidup-hidup baru kemudian
dibunuh dan dibuang.

Jumlah keiadian aborsi ini berbeda-beda pada masing-masing tahap usia
kehamilan. Di Indonesia belum dapat dihitung secara spesiIik iumlah keiadian
aborsi pada masing-masing tahap kehamilan, sebagai acuan, berikut ini adalah
tabel yang menuniukkan data statistik tindakan aborsi berdasarkan berbagai usia
ianin yang teriadi di Amerika Serikat.
Tabel 2. Statistik Aborsi Berdasarkan Usia 1anin
Usia Janin asus Aborsi
13-15 minggu 90.000 kasus
16-20 minggu 60.000 kasus
21-26 minggu 15.000 kasus
Setelah 26 minggu 600kasus
2.6 Risiko Aborsi
Secara umum, seorang wanita yang melakukan tindakan aborsi memiliki
dua macam risiko, yakni risiko kesehatan dan keselamatan Iisik dan risiko
gangguan psikologis. Menurut buku Facts oI LiIe yang ditulis oleh Brian Clowes,
risiko kesehatan Iisik yang dapat dialami oleh seorang wanita setelah melakukan
aborsi adalah:
1. Kematian mendadak karena pendarahan hebat
2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
3. Kematian secara lambat akibat inIeksi serius disekitar kandungan
4. Rahim yang sobek (&te7ine Pe7147ati4n)
5. Kerusakan leher rahim (Ce7;ical Lace7ati4ns) yang akan menyebabkan
cacat pada anak berikutnya
6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada
wanita)
7. Kanker indung telur (;a7ian Cance7)
8. Kanker leher rahim (Ce7;ical Cance7)
9. Kanker hati (Li;e7 Cance7)

10.Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta P7e;ia) yang akan menyebabkan
cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan
berikutnya
11.Meniadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (ct45ic
P7egnancv)
12.InIeksi rongga panggul (Pel;ic In1lammat47v Disease)
13.InIeksi pada lapisan rahim (nd4met7i4sis)
Selain risiko kesehatan Iisik, wanita yang melakukan aborsi iuga dapat
mengalami gangguan kesehatan mental yang dalam dunia kedokteran dan
psikologi dikenal dengan sebutan Post Abortion Syndrom (PAS) atau Sindrom
Pasca Aborsi. Gangguan yang termasuk dalam PAS yang umum dialami
diantaranya adalah:
1. Kehilangan harga diri (82°)
2. Berteriak-teriak histeris (51°)
3. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63°)
4. Ingin melakukan bunuh diri (28°)
5. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41°)
6. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59°)
2.7 Solusi untuk Menghindari Aborsi
Dalam menangani masalah aborsi, khususnya untuk mencegah seseorang
melakukan aborsi, dibutuhkan peran serta dari berbagai pihak, diantaranya adalah
anggota keluarga dekat, teman dan saudara dekat, serta masyarakat sekitar.
Bahkan saat ini, sudah ada cukup banyak lembaga-lembaga serta komunitas-
komunitas tertentu yang mengkhususkan diri untuk membantu orang-orang yang
mengalami depresi dan memiliki kecenderungan untuk memilih melakukan
aborsi. Untuk mencegah perlunya dilakukan aborsi, tentu saia dilakukan dengan
tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan teriadinya kehamilan yang tidak
diinginkan seperti dengan menggunakan alat kontrasepsi yang baik dan tidak
melakukan hubungan seks diluar nikah.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Tindakan aborsi yang dilakukan selain atas indikasi medis dipandang dari
segi manapun tetaplah merupakan tindakan keii yang tidak sepantasnya dilakukan
oleh seorang manusia apalagi oleh seorang wanita yang merupakan perantara
lahirnya kehidupan baru seorang manusia. Tingginya angka keiadian aborsi di
Indonesia sangatlah mengkhawatirkan, padahal sudah terdapat Undang-Undang
yang cukup ielas mengatur masalah keilegalan aborsi ini.
3.2 Saran
Setiap wanita yang berpikir untuk melakukan aborsi karena merasa tidak
sanggup untuk merawat anaknya dikemudian hari hendaknya segera menghubungi
lembaga-lembaga yang bersedia mengurus adopsi sehingga bayi-bayi tak berdosa
ini tetap mendapatkan hak dasarnya, yakni hak untuk hidup. Selain itu, dengan
mendaItarkan kehamilan ke lembaga yang mengurus pengadopsian anak, setelah
dilahirkan, anak-anak tersebut tidak akan meniadi anak-anak terlantar dan sang
ibu yang khawatir dan takut mengurus anak dapat meniadi lebih tenang.
Untuk mengurangi tingginya angka aborsi di Indonesia, hendaknya
pemerintah beserta lembaga-lembaga terkait lebih meningkatkan pelaksanaan
hukum yang mengatur tentang aborsi serta lebih menggalakkan upaya penurunan
teriadinya kehamilan yang tidak diinginkan. Upaya tersebut dapat dilakukan
diantaranya adalah dengan memberikan pendidikan seks pada remaia usia rawan
seks bebas serta memberikan alat kontrasepsi gratis bagi keluarga miskin yang
telah memiliki banyak anak. Selain itu, program keluarga berencana iuga perlu
lebih dieIektiIkan pelaksanaannya.

AFTAR PUSTAKA

-47si. 2001-2002. Diakses dari: http://www.dunia-ibu.org/html/aborsi.html (13
November 2010)
-47si. 2002-2004. Diakses dari: http://www.aborsi.org/ (10 November 2010)
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum APIK Jakarta. -47si dan Hak tas
Pelavanan Kesehatan. 2010. Diakses dari: http://www.lbh-apik.or.id/Iact-
32.htm (13 November 2010)

.3 0.32.3.2.3 -.3 057-. /03./.3 /..8 !%  %072. /.9.9.9.5.3 902.31.32.3/.2 203008. 80.3503:8..38::7503:85.%!%#  !: /.8 .33..502-. 203/::3 8079.3 /.3 !%   7.  503:8 /.3.3 0.3 2..3 -478 / 3/4308.  :39: 20203: 9:.3. 574808 502-0.7. 4.79..../02507-.503:89072.3%073907.7 !0302-.  ....5.-07.39:..7.2.9-.$9.8503:8:..3 :/: %3/..39:.   7.3 202-..8 /::3.305..  3/.. . 79/./.3   . .39.5.3907-:.9 . 574808 50307...9..8 !%   .2.703.32.38.3 90..02-07            !03:8             .2.33..97./7.3.8 -2-3.9 /.3    %02.. 202-2-3 503:8 80.9202-072..3  $024.9 203008.79 59   $  .3:3/03.

.   %::.3/.:-478   ./.7..8.3..3/...3.2!.3  %#!&$%         .989!0.3   $.7-478   !&%&!   0825:.33:5.9890. !&&   .   !7480/:7-478   #84-478   $4:8:39:033/.3/..2.3.9.3   #:2:8.3.3-478   -478/.3-478    $9.%#$  %!%#  %#$  %#% .3::2/.70.3  $   !03079..8.2-478   $9./.989-478    $9.8.3/..3#:.3%3/.    -478/.3..3::2    -478/.2!.2.2!..3..3.2 .

%#%     %.7.989-47807/.-0 $9.33     .-0 $9.3&8..:-478 %.8.989!0.

 5.503079.-07:8.1.:3   #:2:8...907./809..203.3#:.-478.3.-4788079.-478.9.907.-478/ 3/4308./..70.93/.93/.:./.39.-478 5.384:8/.:7..3/.93..// 3/4308.3./.3 5.9890.-478/.7 50.97..7 :9.8../.  %::.320303.5..8:8.203.3  %3/..593/.3/.3.380-:.7 5072.23..-478 .3:2:2/.20303.393/.3.3../...2.-478.93.3-./.3.57480/:7. 425..3.3.3907.3.93/.2:/.3 .709 0-/.7:.3..7503:8.3907. !&&    .9.3/..3808047..3.3.3/:3.5.89.32..:.:3 907.3.8 .8.784/.-4783...3::2/./.7.3907.9203.32.:905.350./.:203::7.9.-478/3/4308...3/..//3/4308../8079.79..3.2....3.:..9.-478.8.9.:...3.3  %::.8:8 . .           .2 2.3 203.8.320.38.84:8:39:203.8933.7805.-478/3/4308.9.-478.50309.:39:20309.7..8..3..3.8.               5..203.9.//3/4308.2.32.2.5..-478 .:/. 90.33:5.4-..9.7.

3 503::7. 503::7. /.. 0.-478 /...3/:3..-478 /. . /.:2  .7. 9: 80. 2:/..3/:3..5. 503::7..2..9.3 80.3 803/73.3 2.:.-478 //0138.: . 20./..43-: 2.3.3 /.93/.8..38090..3 /8..703.2.2:8 &2:2 .3/:3.9 93/...    -478 -:...2. /. :2:2  89.703.3.79.3 -.3 203:7:9 . 2.. .9.3 ..0/4907./.2..35.709  //0138.92.7 40 . 907. $   !03079.3-.3 .:/::3-07. 20333.2 :907:8  80-0:2 :8.5.8.3.7.. 3/4308.50:9 ..3 .8090:7 4. 9/.3 /.7./.:5:3 8 50./ 0::7.:5:39/.3 /03..9. 080. .3/4907 -/..3 .2 ..5:3 -...0. /803.3 . $9:/08 .2-478  89.3:7.3 80-./.9: .: 20/8  -478 907.9079.9.  -478 -:.380-.3/.3 90.3.-478 /...30025.943 ..907.  -478 85439.:.9:   -478 85439.3 /803. :.3 ..503039.38085072. -:. 8:.8..50:9.9403899:90147$4./.33 109:8  203.3 .3  23: 80-.3 907. . .9.3/03.3 80-0:2 :8.9. 503.3/:3 9:  $0.: 803.3/..8.9 -4:9 -47943  314 9434203 80.7.9.-478 .3.8.309.2 .9. .30.  -.3 803.33. -.3. .3..    -478 907.-478 .7.8.33 20.33 80-0:2 .3.3-.3 .3 80-.-479:8 80-.2 /:3. 80-0:2-:.3 .-. .9:3.038.   23:  $0/./ /03.9.3  .3..:.3.2 7.9.3   /:3.9: /0:.2./.9.3..88090:7/./. . . /-:.8-07:8.33 2.23.

3 /.. .. .-478 3 .43 -: .3 20/8 .:.5 2025:3..43 -: 2.9.9.9.8 50792-.9.5 .    .803.7.4394  8047.3 80/.3 2.: 503.3 /.9 /.2 909.39/.3 .3/:33.3 .9 202-..39:3 .3.3 .9 . 93 203.3 /.3 5.8 3/.3 /.3.:3 .33 . /.3 ..8 20/8  $0-..90708.3 /7 . 08. 503.:5:3 .. .:.5.7.  %09.

9..3 5039.3.703.8.39:3 ..8:8..3 .:-478  0:2 ./.32.2 ..2 80.-478 :./.3.3 /.2:3 :2.90. :2.2802:.-478.989 50.3 ..703.5 9.3 203.3 907.-478 / 3/4308.3/. 0.2 !07.-.3.9. 5.3:8.2.3 40 /:.-478 ..9..  /. 80.3/.80 43974  /.:.      .4394 :2.3 /.3.//30.7 907.2.50.9.-478 / 207. 949.8....  ..:200-:2./.3.3 470.     ..:7...3 :9.3 8.703..547.3200-02.2 !07. 02.9  :2. /:3.   .3.7 .3 '093.35077. 02..47.3 2.7.../3/4308.3./.     .35073.2. /.  07:9 ..3.3 ..:33.   . :.3 /.9-../809. -..2.989:2.9..:9.8:8 .3 80.3:8.3.3.: .$07.989 50.7. 02.02.3-478  :2.989!0.3.9 .9.03907814780. /03.3.2 !07.380.3.3 /.257 8.3 /.989-478   $9.0. . .  /...380.    $9.703.9 2039:3 89. 3 /5077.3 ..32033. $07. $9.8.2 !07./.3.0.073899:90  :2.703.-478 .   . /03.  /.. 5030-.3  -:3: /7  502-:3:. :2.507.3.-478 809.703.35073.9 .3 /80-:9 80-:9 80-.38.3 07/..-07.2 !07.2030/.9./.7.2507. .3 503.3/-:3: /.5..7.3 $5 80-.:33...9.307 /.:9. -.59...3 2.3 /.-:3.3 / 3/4308.:.3..7.5:3 .8:8 0. 949.3.2   07/...9 .93/.5.:3..:8   :2.9:0/07.-07/48.0.90780-:9 $0-. 200- :2.7.: 02-.3  -.-478..3.-478200-:2. ..7.:.7.: ..3907-:3:/..9..:33.9890.79809.3..9.-089.- :9. 93/..-478-07/.  /.8:8..7.257 8.7.9.3 :3./.-478/ 207.3 .3 503.8.35.2 . /.  /. 8:9 :39: /9:3 80.3 89. 02.2..9.8.907.7:9.89  3. 9.3.-478/80:7:/:3./.3 :3./-:3:80./.3:992./ 5079.3 /.907.

2:3  907/.9  2.3 :39: 202 .. 808:..5.7.8...2/:.3.3 50792-.-.                                           .9./.9 /.3./.39.207:5.73.7..:..%.9 -.2.-478 /.-0 $9.7. /5077.:3   9..3%3/.. 2:/. 8:/.703. -.3 .80-.$07. .8.3 04342  038 0.//207.3 -.7-0.5..8:8.-478.3 9/.: 93/.39.:..-478 .9.  -0:2 .703.8.8. 80-. 93/.393/.3. -8.3 -08.3907.8.7:9.3.9.2.5 9. -.:.:33...033./809.3.80-..9.3/:. ..:.. /9072.09. /.3 907.. .320/88:/.3. 80.-478-07/.989!0.:3  9.8058.89 ..7.3 9/.3 808047.:3   9.9:..73.39.3..:.-478.9 -.7.3207:5.3-07:8.38:.-07:9   .3 .-478  /..9 92:70.340..39.3.8.9..3-..5.3 .:-478 &8.-478./-. $0-.7080:7:.3.3.7.9.: -..3-0:2203../3...3 /.:3   9.3/.5.33.3.:-.3.2:/.3907.30..3  50792-.8. ./.7../.3.  3/4308.:0-93 /. 93/.3  5078039.:2..73..320/8   $05079./ /.9 907. .:3   9. . 03.39.:3   9.8 :2.. :2:2 . 50788 -07.:.3 :9..3907.33.-478.3.2.../. . $07.4397.3/207..-0 90780-:9 /.7 93/..  47-.39.3  . 202907. .3 2039:380.3 40.9   .5. 907.7 9.-/.8:8.350792-.-478 -07/. 02-.. :2.7..:3   9....3-478  $0-03.23 -./..3.703..8:8 .//207.3 20..9:.$07.2.3-0:2 203.3 .3.8.80 .:30. 9.3 50748..8.../.3 93/. 0.38:.3 ./3/4308./.:3 ./.39. 40 2.8.59.3 9/../. /33.3.3 .

35/.5.2 80-:.3203:3:.3/..97203.3.703.3.025.3 .33.202.7.90780-:9-07-:380-.3 47.23.7.3. 5078039.: 203:7:3. %47708 /.33.3 -:..3 /.  909.7 .3 /.9.703.2034-.-478 8079. .7..3 . ..3 /809.3 723.8:93/.8.39: 20. 47.9.7.3::2/.3/-079. 50748./4-.357-.3 203::7.-.6:030 $..98047.3.  %/..39:.8  . 202-..-4789072..7.   !.3 /03.:9... 93/..3 -.2.8. 93/.703.2!.   -478/.33202. .33 ..8:8 .477089   .2.9.8.38.3 .9...::5 0.3 -: .::5:.:/03/..3803.-478   ::2 ::2 20303.9.9 /03.8.77 804..9/::7...5.3:./03. $07.3..: /::3 .3. 8.39. 9.7 /.-478 90.3.5.3. /03.3 392 8.7.:3.. 5.3 203/::3 907.3.3 /03.5034-.5.: 3.   -478/. 20303..5. ::2 / 3/4308.3 202-./.3 .- &3/.3. /.9:7 /03.9:8 723. .703.4.35.3 -079:2-: /03..8:5..3 .774. ::2...   . .8:8 .9.    .2!..-478 / 207.3 ::2 !/.3/:3.33202.3-../2. /..3 89..:.9 3 //::3 40 50309.-478  .3. .    .8.3::2  .-478 -07/.:.     %/.3:8.:/92-:. /.-478 .. -479:8 !74.8 /.-478..3:39:207.8:8 .3 3.3. .8.3     %/.7.703.2 /03..0048.  /.3 &3/.3 907..3.9:87-:7:5.3 ... /4907 . /.5 :..503.3  .3 /.3-./.9.3/.3../.-07:9 !.089 :-:3.3..3. .9.9..3 .3-.3:3.3807:8 ./.43 -:  /.9.9.8.703.3.8:8.  .  .3 .3.99.9.7.80 .3 .: -/.2 9.:.3 5.99:-:.2 5..2 /:3.3 .3 203.9: /.39.8.

3    ..9.9..9.3.2.32..5.3.:.7.2.-0.3.7.38..3:39:203.-:9.3803.: 203...9./03.9.:0-.3 8047.38.39:20.3507-:..9.   .  .:3   .507-:..2-.9:/.9. 20..2/03.39:  !./03.:..2.3/:3.3.3 .3.90780-:9 /03.3/:3.35.9./03. 5.3.503.9./03..503.93..35/.7.39.9/.3.  .3.38.:202.3./.3.507-:.3503.2203.33.3/./:.3.3...3.5..9 5/.3803.2.8047.3 8047..5.3 2.9.3:39:9: /.5.3.9::9.9./.:203:7:47.9.39.3.9.507809::.:5:320.33..3 90780-:95.5. .:.25.3 /9039:.7.5.9/9.3.5/.9/9.7.3.9.3 ...3/:3.93.35/.  .503.:202-.35/. /.3503.9.9 /.9.8. 8047....3503.:.3803.3.89.3507809::.-./.3 .:.. /.2/03..8.9202-.3.:202.:3  !.390780-:9 /.:202.8.7.7.3.39:203.9.3.  $047.9.32.203::7.2.503. -07-:.39.:.89../...503.99.8.3..9/02.3.3. .5./..8.-/.3.203::7.8.3.3/907.3 5/.805079.3   .39:20.39.39.3.:303.3-078.::7:4-.-:9.9..90780-:9 /03.9.3.9.8.3/.39.5.3.3.5.:3  !.::7:4-.-/..2/03.3.-0.9: 0.3..3/.3..8..30.2.70:39:3.:3  !.2.0.2-.7.33.39.7.:39:203..8.7.39:203.-.3 2.9.-.-..25.3/..35/.390780-:980-.025.2-:.7..30.203::7.9.3805079.9.9. 503.3-078.22.3 .:39:20. .3.:.3/./.5.

.-478/03.8.7 5..8. $02039.320/8203/.3..3 /.  .3.9/::3.9.9  &3/.7.3 080.9: 93/.3 4247 .5.3 &3/.

.9./03.9.2.2.32.90/:..9.. .3 .8. 47.3./.-478 . .3    .  "$    $0.7.9 /.5:3 .8:/ 909.5.9.2.3.9:3.3....2.2./$9/.550739.2030-:9.9 /..   ..:0-09:.3 /.  "$    ....3 20/8 9079039: /.3 .22.:. :5.3 20/89079039: .5073.-478 /.9047.3 .3..  && 080.:9.3.3  "$    &2.8.3..203..::5.  "$     02-:3:8.5 .5:30. :39: 2030.3././.3 80..3:.3703.3:8..2.3.3 -.793.:9. 3 2032-:..8..39. ..9 7.: /./.33. -: .90780-:99/. -0:2 2030.3 $09.3.5.9.:.3  "$    -478.3 3 :..3/..: .::2.8.9.7.3 ..9. 909.7:7.3207:5... ./03.5.20303.8-07:5... .2 .9 80-.3. .2!..9:3.32030. 8.30:7./80-:9.8:/ 93/..3 8.3  030.8.9 :39: 20../.0.3.9 .38:3 202-. 9/. .9 -0-07.3 80-.3.2:3 /.3802:.-8.2.2  93/.7:7.3/2.3 503079..7.333.9.320.320/89079039:.  /.38.3 8.7920.9/.75.9203:3:393 0/:5.3907-039:.2.7.  "$    %/.0.3 /.:.3 202-3:3.3 /2...3 .2/.3.3 .3 20/8 9079039: 9:  $0.3 93/.3.2././98 .5.-:.2 /.2..8.73.3 /.- .3:7.3 2030-:9.5.3.3 9:  5..9.820303.3.2 6:7.202-:3: 02-:3:-07.  .793/. -09.3 93/..3/.3.3202-:3:802:./..3 -039:/.2..3 43/8 -.202:.8:8.2 0...-478/03..3.207:5.320/8    -478/. /.3 0..33 .5.9.793.3.7. /.-478 8.3907.2/:...3./.3  %07/.3 8079..47.3 .2 .32:..8.80.5.98..59.7.39/..8:/. 0.

.8:/.3-.3 20308.  -478 /.3 /-:3:/.33 203:3.92:/.8:/.3 .-478 .3 /.5. 2..3 202507-40.3 1:38 1:38 9:-:3.5.3 9:-: .803..3 /..7./.9 /.3 /03.3 .2.5.8.3 ..39:-:.. 0.3..2  .:3.3 .5 8:.33 ..33.:.2 8.3 8.3 .3 /.33 2033.3 8..38:/.8.3 /03.3 9070- /. 9.-479:8  $090.3 ..3-07.808:..3-. 202-:3: -.7.3.. /:5 /:5 -.3 -.. /.7.3 /03.3 .3 /03.7.-478.3 :9 -...3 .3/-:.203438:284-.7.3 /03./.3 5073. 2:. 8.. 203:39.3 /:..88.:.3/03..34057. :8.3 .:.33.3..9:  O &8.8/.9 0.7.9 5038.332. $0.3 203:7:9 .  $090..7 09:-. 207.9/0:.2.7. 907-039: /. 90.:.   !7480/:7-478  %3/.-478 /./.3 .3202-.  -478 /.7.3 803/7 . 9:  54943.9: -.3 507-:...2.33 90780-:9 /0:.-073./..9 /.3 -:.3 .:.9.3 .3 5.2 .. -0/.3 9:-: . :2:2 /.7.9: .3.3   -:.33 02:/.9 4-..2 . -8. /03. 0048. 3  9:-: -.:.. 5:3 9/. . 8:/.  -:9:.3/:3.3 203:3.3 ...9.9:5078.3/.7.3 0.3 ./..8.25. .7./.2..2.:.73.3 .943 8.30  0 /.-478 /03.7 3.3 :25. /.3-07-0/.3.0.3-07::7.7.:.5.  .3.:.5 3 .9.3:8.3 .3 2030-.3 2.3..3 /03.3 54943.3  O &8.9/..7. 203:8: .33 $0/. .3/-..9..3 .3 9.13. .7.9907.3  -478 .33. 2030:.3 -07:5.: /.7.9820/8/.3 507-:. .3 8.3 3.3 8025:73.3/.3/0:.0207.7.7..7: 02:/.9: -07./.0.3 :8:8 :39: .7.: 20.3 9:-: .3 2.2.9  !.3/:3.3-07-...3 -..73.:8.-478 80..-:.907-039:/03.:: /03.3.38.3    .3.:.-.3  O &8.7 /. 907-.3 803..9 203::7.38.3/03.3   -:./... 0.9/03.338:/.7. 907-039:  -478 /.3 40 47.3 O &8.:.:.:9 8.2 .:.33-07-039::25.33 8:/.3.7:9:-:.5.9. -007.3.3 2024943 24943 -.3 803/7 :2:23.

-0/..2.-478 -07/.8:8  .-07:93.3 18 /..3 .39.3203/.-478..-.943    07:8./.93108807:8/809./.3..8:8  .9  %. :2.8.3. ./.3   3/4308.3 20.8:8  #84-478  $0.3 784 080.:/.5.8:8-478   ..3&8. 5.39.3907.3  80-.989 93/.3073/:390:7 .380.    . .9.2-..3.33.9.-0 . .5 0.. -0:2 /.:.384-0 &90730!07147.989-47807/..9.7.9...3  -07:9 3 .703..7.3 .//207.3 .95.7.-0 $9..3 93/.-478 5.   02. 2.$07...3 /.3 .83 9..9.32030-.3 18 . 2...9 /9:3 80..7.7. 20.3.3 203:3:..9 .3 .9438 .-.7.703.. 0.. 89.3 /.3.8:8  .3.5../.3408  784 080.2 07..   02.3   #.07    .2 784  ...2 07./. 9.358448 03:7:9-::..3 -07-./. :8.9   02.3:.39.8090. :2:2  8047..703.07.7.   . 0.07    .802-.09/.9.3.3 ../.307.9.:...3075..3.503/.3070077./.9 /.33 &8.3 .-478 202 /:.3/:3.83 9.23:  .83 2.5 :8.07. 2.3 /.33  23:   23:  23: $090. .2. 85081 :2.34724308974035..3 080..3 784 .7.30-..83 2.7.3 .:. ...07    ./.8./.502-:8.3/9:8407.2.3203/.30077. 0.9.-478 3 -07-0/.3..984110.2 408047.2.

5. 0./.35.3.039..

30-.32030-..7 !.95.7 ..3 .. .3503/.95./.3/:.-.  03.039.3 -07:93.7./.3.8.../2.-07:93.....3.90.2./..!70.

 20.3 5844 /03.5..:. -478  . /.:.3.9907. /.2. ... /.:..3     %/.7. 0:. /03.9  902.39.: $3/742 !. ..-478  :8:83..:-:3.8 42:39..::5 -.7.4-.39.3.89079039: .25:20209:7:3. 0/4907. . . /0. .   3108743. 907.0.3.945.2 .94780.89078     25-:7:-07.8.3 /.3 2039./.349.8: /.-8.9.3.3 9/.:. 20.     3320.. /.9 809../.3 80-:9.3 203:8:8.3 /7 :39: 202-.9 4-.7  .3 203:3.3 805079 /03.3 :39: 202 20./.39: 47.2.37./.3 8.7.3808:.3 -.-478 9039: 8..3 9/.58.203:3.3:.3 .3 .. ..3 .39..:.3 .:.    $4:8:39:033/..3 20.3..3 47.-..2032.-478  &39: 203..9/.3 /.3:.7. 8079.34-. 507:3.22.3 /03.   0.38079. /33. ./. 42:39.-.8.7-478  . /0.3 907.2 !$ .:.3 20.3:-:3.3 18  . :39: 203.3507..9.7.8058 . .5./3. .-478 :.2 /:3.9.3.3 /.203.5./7     07907. 808047.9 4397.3 .9 203.2 3/42097488   $0.:/.7.3 203.0.20303..3 2030-..7.03/07:3.2 /.-478 /-:9:.3.73..3 . .3 8. 02-.31.9.3808/:.3 080.3: !0. !703.3 784 080..3 9/.3.9  8079.3 .:.9 3  8:/.7-07-.2 /05708 /..    .3 9072.8.80   31085. /.3..2 203. 02-. 0.3-:3:/7     :. 2.3 .3 2.3 !489 -47943 $3/742 !$  .3 202 0.3 :2:2 /.

5:3909...3 -:.:39:/:5 $0.-08079.3203.:.. -.. .8007.9. %33.207.39.3 /.:.3:8.33.3.9.3:5.:.88079.-478.-.3203.3 &3/..39: /03. .3  $09.3.8...507: 0-/01091.907/.3507.9.8.:.39: 5747.80587.3..5. 5020739.907.7./..38.3.3. 03/.0-203.8203.-4783   $.::50.3.39.9:79039.90-2033.5./.3 808-0-.3  %3/.3.202-07.8.7:8047.3.0...32./.97/..3/.02-.39.83..203.-478.3/.3:8.-478/3/4308.0:... 8.38085.3..:8.3.3./. ..350./.3 5.283.3.39/.9.5..9/.3/..3.805.3.380.207:5./.9203.3.3 907.7.2.39/.3..3 .7.90780-:9/./02:/.703./0-903. 02-.3503//..30..3.73..3..97.00.3.5203/.-0703.408047.3-.7.     .8:/.202-.7.7.19. /./3.3   &39:203:7.39../.503:7:3.9. !&%&!  0825:.8..3.-07/48.7/..3.3./33.7.3.30.39.0.820/8/5.7.:9203:7:8. 02-.3.3 90..5.3.83/.3933. 8090.3.3202-07.3 ..203:7:8.702.907.73.-4788079.3.9/.5.-478/ 3/4308.3..3.3203:7:8503.90780-:99/..20:.3.3.393/.3 203/.9:72. $0. 3909.3 408047.. .3.8..3.3 &5...9.3:5:39:207.32.94397.203:-:3 02-.3-0757:39:20.2.:.5.3-0780/.7 802.98-.3002-..3./458.3207:5.8./03.39.0/:5./458803.3.9&3/.350..5.3 ::2..39..703/./.

808/.7995.%#!&$%   -478     .

.

-: 47. /:3.

92.

-478 92  4.7995.808/.02-07   -478     ..

.

 .-478 47.

3.39:.3080.9.7995..8 !0.. -478/.02-07   .3.8.79.808/..9.3   ...3::2!.302-.  4.

.

 - .5 47 /.

1..02-07      .9  92 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->