JAWABAN UJIAN TENGAH SEMESTER MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGAAN (CIVIC EDUCATION) Nama Nim : Usep Nurdin : 1210

302 173

Jur/Smt./kelas : Muamalah D/1 Dosen : Dr. Subhan Subhana, M.Pd.

1. Dalam sejarah konstitusi Indonesia telah terjadi beberapa kali perubahan atsa UUD 1945. Sejak proklamasi 1945, telah ter jadi perubahan-perubahan atas UUd nagara Indonaesia, yaitu : a. Undang-Undang Dasar 1945 yang masa berlakunya sejak 18 agustus1945 ± 27 Desember 1949. b. Konstitusi Republik Indonesia Serikat yang lazim dikenal dengan sebutan konstitusi RIS dengan masa berlaku sejak 27 desember 1949 ± 17 Agustus 1950. c. Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) Republik Indonesia 1950 yang masa berlakunya 17 Agustus 1950 ± 5 Juli 1959. d. Undang-Undang Dasar 1945 yang merupakan pemberlakuan kembali konstitusi pertama Indonesia dengan masa berlakunya sejak Dekrit Presiden 5 juli 1959 sampai sekarang. e. Undang-Undang Dasar 1945 dan perubahan I (19 Oktober 1999 ± 18 agustus 2000). Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia mengubah Pasal 5 Ayat (1), Pasal 7, Pasal 9, Pasal 13 Ayat (2), Pasal 14, Pasal 15, Pasal 17 Ayat (2) dan (3), Pasal 20 dan Pasal 21. f. Undang-Undang Dasar 1945 dan perubahan I dan II ( 18 Agustus - 9 November 2001). Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia mengubah dan/atau menambah Pasal 18, Pasal 18A, Pasal 18B, Pasal19, Pasal 20 Ayat (5), Pasal 20A, Pasal 22A, Pasal 22B, Bab IXA, Pasal 25E, Bab X, Pasal 26 Ayat (2) dan Ayat (3), Pasal 27 Ayat (3), Bab XA, Pasal 28A, Pasal 28B, Pasal 28C, Pasal 28D, Pasal 28E, Pasal 28F, pasal 28G, Pasal

Partisipasi rakyat terhadap kehidupan bnernagara. Pasal 28I. Aturan Peralihan Pasal I. III dan IV (10 agustus 2002). Bab XII. (2). Pasal 37 ayat (1). (5) dan (6). g. ayat (3). Pasal 36B. (3). Undang-Undang Dasar 1945 dan perubahan I. dan Pasal 36C. Pasal 34 ayat (1). (3). e. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia pengubahan dan/atau penambahan Pasal 2 ayat (1). Pasal 23D. Pasal 32 ayat (1) dan ayat (2). Pasal 28J. (5). Pelaksanaan hak politik warga Negara. dan ayat (4). 2. Bab VIIB. Pasal 23E Ayat (1). ayat (2). II dan III ( 9 November ± 10 Agustus 2002 ). ayat (4). (4). (2). (3) dan (4). d. Pasal 22C Ayat (1). f. ayat (3). Pasal 31 ayat (1). Pasal 22E ayat (1). Pasal 3 Ayat (1). Pasal 11 ayat (1). (2). dan III. Pasal 33 ayat (4) dan ayat (5). Bab XV. (3). (2) dan (3). Pasal 30. Terwujudnya sukses kepemimpinan secara wajar. Pasal 16. Pasal 8 ayat (3). (2). Pasal 22D Ayat (1). Pasal 24 ayat (3). Pasal 7A. yaitu : a. dan ayat (5).Pasal 23 Ayat (1). Bab VIIA. Pasal 24A Ayat (1). (5) dan (6). h. (3) dan (4). Pasal 24B Ayat (1). (2) dan (3). dan ayat (5). Pasal 23C. b. (2). Pasal 17 Ayat (4). ayat (2). Aturan Tambahan Pasal I dan II. (3). Pasal 7C. Sarana mewujudakan cita-cita bangsa dan tujuan nasional. Pasal 6 Ayat (1) dan Ayat (2). Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia mengubah dan/atau menambah Pasal 1 Ayat (2) dan (3). (4). Pemilihan umum secara langsung peran dan makna yang penting baik basgi warga Negara maupun bagi bangsa dan Negara. Pasal 8 Ayat (1) dan (2). Pasal 23G Ayat (1) dan (2). (2). II. Pasal 7B Ayat (1). g.28H. (3) dan (5). (3) dan (4). Pasal 23B. Pelakanaan pemilu diIndonesia sebaga sarana pelaksanaan demokrasi pancasila dilaksanakan berdasarkan peraturan yang berlaku yaitu sebagai berikut : . demokratis dan aman. Pasal 36A. Sebagai wujud nyata pelaksanaan kedaulatan rakyat. (3) dan (4). (6) dan (7). Undang-Undang Dasar 1945 dan perubahan I. Sebagai wujud nyata pelaksanaan demokasi. (2). Pasal 23A. Pasal 6A ayat (4). Pasal 23F Ayat (1) dan (2). Bab VIIIA. (4) dan (5). Bab XIV. Pasal 11 Ayat (2) dan (3). Bab XIII. (2). dan Pasal 24C Ayat (1). ayat (3). Menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. c. ayat (2). Pasal 6A Ayat (1). II. Pasal 24 Ayat (1) dan (2). (4).

Dalam pelaksanaannya presiden dibantu oleh materi-materi Negara. Berdasarkan pada undang-Undang No.2). dan kesehaan jasmani maupun rohani.2. Presiden menyatakan perang. pasal 3. pasal 5. 7 A dan 7B. yang diangkat dan diberhentikan oleh presiden (pasal 17). presiden memperhatikan pertimbangan DPR (pasal 13 ayat (2. 15 dan 16 sebagai presiden selaku kepal negara. dan DPRD pasal 12. Yang sesuai dengan UUD 1945 pasal 10. 5 (1. Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintah menurut UUD dan dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh salah satu orang Wakil Presiden (pasal 4 ayat 1 dan 2).3). 14 (1. agama. Presiden mengangkat duta dan konsul (pasal 13 ayat (13).2). Dalam penyelenggaraan negara. 6. pasal 6. Presiden berhak mengajukan rancangan UU sebagaimana mestinya (pasal 5 ayat 1.2). dan/atau mengharuskan perubahan dan pembentukan Undang-undang harus dengan persetujuan DPR (pasal 11 ayat (1. Dalam hal mengangkatan duta dan penetapan duta negara lain. dan pasal 4 (1. Presiden membentuk dewan pertimbangan untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden 9pasal 160. dan udara (pasal 10). .2. 10 Tahun 2008 tentang pemilu anggota DPR. Pelaksanaan dan lembaga penyelenggaraan pemilu anggota legeslatif terdapat pada UU No. 16. UUD 1945 pada bab VII B pasal 22 E ayat 1. pasal 4. 8 (1. Presiden memberi grasi dan rehabililasi dengan memperhatika pertimbangan MA dan memberi amnesty dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR (pasal 14 (1. 2. 3.2). 4.2). yaitu sistem negera dipimpin oleh presiden sebagai kepela negara sekaligus kepala pemerintahan. 5 dan 6. 4. 13. DPD. Pancasiala khusus nya sila ke empat b. 17 (1. 11. presiden memegang kekuasaan tertinggal atas angkatan darat. 10 tahun 2008 pasal 2. Indonesia dalam menjalankan negara menggunakan sistem presidensial. laut. Dalam penyelelenggaraan pemerintah.2).3).30 9. 6A (1. yang menjadi persyaratan calon legeslatif / caleg pada pemilu 2009 sudah terpenuhi oleh para calon baik dari pendidikan.a. warga. 12.2). Dan pada pemilu 2009 kemarin berjalan cukup efesien meskipun sebagian calon yang tak terpilih tak begitu menerima hasil yang diterima sehingga tidak baik untuk jadi anggota bila terpilih. 3. membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain terkait dengan beban keuangan negara.

e. keijakan tentang perencanaan nasional dan pengadilan pembangunan nasional secara makro. ti. Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang atas segala urusan yang menyangkut pemerintahan kepada tingkat pusat. maupun di zaman kemerdekaan. bentuk penyelenggaraan pemerintah yang wewenangnya di pegang oleh pemerintah pusat mencakup kewenangan dalam bidang politik luar negeri. serta kewenanga lainnya seperti. Bahkan pada zaman kerajaan. Pemerintahan Umum Bentuk sentralisasi yaitu. dan pemerataan.Istilah sentralisasi sendiri sering digunakan dalam kaitannya dengan kontrol terhadap kekuasaan dan lokasi yang berpusat pada satu titik. tumbuh dan hidup. dan berkembang didaerah. yait peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik.. Dewasa ini. menentukan nilai uang. . agama.5. moneter dan fiskal. urusan. nyata dan bertaggung jawab. Otonomi daerah yang diterapkan di Indonesia bersifat luas. pengembangan kehidupan demokrasi.urusan yang bersifat sentral adalah : a. serta peliharaan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah dan antar daerah. peradilan. keadilan. Hanka Moneter dalam arti mencetak uang.keijakan tentang perencanaan nasional dan pengadilan pembangunan nasional secara makro. Peradilan d. dan sebagainya. dan disebut bertanggungjawab karena kewenangan yang diserahkan yaitu harus di selenggarakan demi pencapaian tujuan otonomi daerah. pertahanan dan keamanan. Disebut luas karena kewenagan sisa justru berbeda pada pemeritah pusat. Luar Negri c. disebut nyata karena kewenagan yang diselenggarakan itu menyangkut yang di perlukan. pemerintahan kolonial. pendayagunaan suber daya alam serta teknologi tinggi strategis dan standardisasi nasional. pendayagunaan suber daya alam serta teknologi tinggi strategis dan standardisasi nasional. f. Sentralisasi banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi daerah.

Strategi pembangunan masyarakat madani di Indonesia dapat dilakukan dengan ingrasi nasional dan politik. repormasi system politik demokrasi. dan agama. 4) Pluralisme.6. kebebasan. hukum. kemajemukan (pluralisme). 2) Demokratisasi. dengan mewujudkan dan penegakan memberlakukan jaminan nilai-nilai keadilan. dan perlindungan terhadap kaum minoritas.civil society merupakan amunisi yang kuat dan merupakan faktor penentu dalam penegakan demokrasi. pendidikan dan penyadaran politik. 7) Supremasi hukum. 5) Keadilan sosial (social justice). Kesimpulan hasil tugas kelompok saya mengenai ³masyarakat madani´ yaitu: Masyarakat madani adalah suatu komunitas masyarakat yang memiliki "kemandirian aktivitas warga masyarakatnya" yang berkembang sesuai dengan potensi budaya. Dalam hubungannya. setelah Negara dan ekonomi. . kesejahteraan. 3) Toleransi. adat istiadat. prinsip kesetaraan (persamaan). Karakteristik masyarakat madani adalah sebagai berikut : 1) Free public sphere. 6) Partisipasi social.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful