P. 1
tugas pak orie

# tugas pak orie

|Views: 1,010|Likes:

See more
See less

01/23/2013

pdf

text

original

## Sections

• 1.1 Dimana motor digunakan
• 1.2 Bagaimana sebuah motor bekerja
• 2.1.1 Motor DC sumber daya terpisah/ Separately Excited
• 2.1.2 Motor DC sumber daya sendiri/ Self Excited: motor shunt
• 2.1.3 Motor DC daya sendiri: motor seri
• 2.1.4 Motor DC Kompon/Gabungan
• 2.2.1 Motor sinkron
• 2.2.2 Motor induksi
• 3.1 Efisiensi motor lisrik
• 3.2.1 Mengapa mengkaji beban motor
• 3.2.2 Bagaimana mengkaji beban motor
• 3.2.3 Pengukuran daya masuk
• 3.2.4 Contoh
• 4.1 Mengganti motor standar dengan motor yang energinya efisien
• 4.2 Menurunkan pembebanan yang kurang (dan menghindari motor yang
• 4.3 Ukuran motor untuk beban yang bervariasi
• 4.4 Memperbaiki kualitas daya
• 4.5 Penggulungan Ulang
• 4.6 Koreksi faktor daya dengan memasang kapasitor
• 4.7 Meningkatkan perawatan
• 4.8.1 Motor dengan beberapa kecepatan
• 4.8.2 Penggerak kecepatan variable/ Variable Speed Drives (VSDs)
• 4.8.3 Penggerak arus searah (DC)
• 4.8.4 Penggerak motor AC dengan gulungan rotor (motor induksi cincin geser)
• 5. DAFAR PERIKSA OPSI
• 6. LEMBAR KERJA

# Diagram P ± V

A pressure volume diagram (or P-V diagram, or volume-pressure loop)[1]) is used to describe a thermal cycle involving the following two variables:
y y

Volume (on the X axis) Pressure (on the Y axis)

This is in fact enough information to fully describe a simple system from a thermodynamic standpoint. The diagrams are useful when one wants to calculate the work done by the system, the integral of the pressure with respect to volume. One can often quickly calculate this using the PV diagram as it is simply the area enclosed by the cycle. In cardiovascular physiology, the diagram is often applied to the left ventricle, and it can be mapped to specific events of the cardiac cycle. PV loop studies are widely used in basic research and preclinical testing, to characterize the intact heart's performance under various situations (effect of drugs, disease, characterization of mouse strains)

The sequence of events occurring in every heart cycle is as follows. The figure shows a PV loop from a real experiment; letters refer to points.
y

y

y y y y

y y

A is the end-diastolic point; this is the point where contraction begins. Pressure starts to increase, becomes rapidly higher than the atrial pressure, and the mitral valve closes. Since pressure is also lower than the aortic pressure, the aortic valve is closed as well. Segment AB is the contraction phase. Since both the mitral and aortic valves are closed, volume is constant. For this reason, this phase is called isovolumic contraction. At point B, pressure becomes higher than the aortic pressure and the aortic valve opens, initiating ejection. BC is the ejection phase, volume decreases. At the end of this phase, pressure lowers again and falls below aortic pressure. The aortic valve closes. Point C is the end-systolic point. Segment CD is the isovolumic relaxation. During this phase, pressure continues to fall. The mitral valve and aortic valve are both closed again so volume is constant. At point D pressure falls below the atrial pressure and the mitral valve opens, initiating ventricular filling. DA is the diastolic filling period. Blood flows from the left atrium to the left ventricle. Atrial contraction completes ventricular filling.

As it can be seen, the PV loop forms a roughly rectangular shape and each loop is formed in an anti-clockwise direction. Very useful information can be derived by examination and analysis of individual loops or series of loops, for example:
y

the horizontal distance between the top-left corner and the bottom-right corner of each loop is the stroke volume[2]

y

the line joining the top-left corner of several loops is the contractile or inotropic state[3].

See external links for a much more precise representation. Perbedaan Diesel dan Otto Perhitungan secara teori pada siklus ideal akan mencakup 4 proses ialah kompresi, ekspansi, pemanasan, dan pendinginan. Gambar berikut adalah diagram tekananvolume (P-V) siklus ideal motor 4 langkah volume tetap (siklus Otto).

3. Proses pembakaran (garis 2-3) dianggap sebagai pemasukan (pengisian) kalor pada volume konstan. 4. Langkah kerja (3-4) dianggap juga berlangsung adiabatik. Penjelasan sama dengan nomor 2. 5. Proses penurunan tekanan karena pembukaan katup buang (garis 4-1) dianggap sebagai pengeluaran (pembuangan) kalor pada volume tetap. 6. Fluida kerja dianggap gas ideal sehingga memenuhi hukum-hukum gas ideal. Sesuai hukum 1 termodinamika, kesetaraan panas dan gerak dapat dituliskan sebagai persamaan energi sebagai berikut: Q = ( U + W «««««««..(9) Dengan Q = panas yang keluar atau masuk sistem (joule) U = perubahan energi dalam( (joule) W = kerja yang diberikan sistem (joule). Rancangan motor bakar diinginkan agar mampu mengubah sebanyak-banyaknya energi panas menjadi gerak. Untuk itu diperlukan pengetahuan teori mengenai efisiensi sistem tersebut. Dalam hal ini, efisiensi dari siklus Otto ialah: e = W / Qin«««««««.(10) dengan Qin ialah panas yang dimasukkan ke dalam sistem. Pada siklus di atas ( U = 0, karena pada akhir siklus posisi grafik kembali ke titik semula (atau keadaan fluida pada akhir siklus sama seperti pada awal siklus), sehingga W = Qin ± Qout ««««««..(11) dengan Qout ialah panas yang dikeluarkan dari sistem. Dengan demikian, efisiensi siklus akan sebesar

tetepi hanya busi pemanas saja. 2.dan yang terakhir gas tersebut di buang keluar seiring pisto n akan naik kembali k TMA. Mobil dan sepeda motor berbahan bakar bensin (Petrol Fuel) adalah contoh penerapan dari sebuah siklus Otto.Pada siklus diatas di jelaskan langkah pertama yaitu langkah kompresi. siklus diesel Siklus diesel sebenarnya prosesnya hamper mirip dengan mesin otto Cuma yang membedakan pada diesel tidak ada busi.-Siklus otto Siklus Otto adalah siklus thermodinamika yang paling banyak digunakan dalam kehidupan manusia. Secara thermodinamika. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat diagram tekanan (p) vs temperatur (V) berikut: .kemudian hasil dari pembaka ran tersebut menghasilkan tenaga atau gaya yang di gunakan untuk menendang piston turun ke TMB.setelah kompresi langkah kedua ialah memasukan bahan bakar selanjutnya langkah ketiga proses pembakaran yang di picu oleh spark plug/busi.dan pada mesin diesel umumnya menganut komresi yang jauh lebih tinggi dari mesin otto. siklus ini memiliki 4 buah proses thermodinamika yang terdiri dari 2 buah proses isokhorik (volume tetap) dan 2 buah proses adiabatis (kalor tetap).

Kerja Siklus 5. Kelvin) V = Volume gas (m^3) r = Rasio kompresi (V1 ± V2) Cv = Panas jenis gas pada volume tetap ( kj/kg K) k = Rasio panas jenis gas (Cp/Cv) f = Rasio bahan bakar / udara Q = Nilai panas bahan bakar (kj/kg) W = Kerja (Joule) n = Putaran mesin per detik (rps) i = Index pengali.5 untuk 4 tak z = Jumlah silinder P = Daya ( Watt ) .Siklus diesel 2 tak Motor diesel dikategorikan dalam motor bakar torak dan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Proses Ekspansi / Langkah Kerja 4. i=1 untuk 2 tak dan i=0. dan dalam satu silinder dapat terdiri dari satu atau dua torak. Proses Kompresi Adiabatis 2. Tekanan Efektif Rata-rata (Mean Effective Pressure) 6.Proses yang terjadi adalah : 1-2 : Kompresi adiabatis 2-3 : Pembakaran isokhorik 3-4 : Ekspansi / langkah kerja adiabatis 4-1 : Langkah buang isokhorik Beberapa rumus yang digunakan untuk menganalisa sebuah siklus Otto adalah sebagai berikut : 1. sehingga torak dapat bergerak bolak -balik . Pada motor diesel ruang bakarnya bisa terdiri dari satu atau lebih tergantung pada tujuan perancangan. energi kimiawi tersebut diperoleh dari proses pembakaran antara bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar. Penggunaan motor diesel bertujuan untuk mendapatkan tenaga mekanik dari energi panas yang ditimbulkan oleh energi kimiawi bahan bakar. Daya Indikasi Motor Dimana parameter ± parameternya adalah : p = Tekanan gas (Kg/m^3) T = Temperatur gas (K. Proses Pembakaran Isokhorik 3. Tekanan gas hasil pembakaran akan mendorong torak yang dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang torak.

sudah lama ada sepeda motor yang menggunakan fan cooling atau air injection sistem kedalam exhaoust manifold untuk menurunkan emisi gas buang.2 tak tidak terlalu sulit dan mahal. W = Kerja per siklus di Joules P = Power dalam Watts pmep = berarti tekanan efektif Pa Vd = perpindahan volume dalam m3 . mungkin dianggap sebagai tekanan rata-rata lebih dari satu siklus dalam ruang pembakaran mesin. sehingga secara teknologi sudah dikuasai. Jadi kira-kira tambahan komponen seperti itulah yang diperlkan untuk inovasi sistim pembilasan. tidak ada yang baru. maka kita dapat kembali menggunakan motor 2 tak namun dengan kateristik baru yaitu tidak boros bahan bakar. Secara partial semua teknologi yang saya kemukakan tersebut sudah pernah diaplikasikan oleh produsen sepeda motor. Jadi apakah sekarang ini memang sudah waktunya kita ucapkan sayonara pada motor 2 tak? Padahal dengan inovasi kita masih bisa mempertahankannya! BMEP (Brake Mean Effective Pressure) Tekanan efektif rata-rata adalah jumlah yang terkait dengan pengoperasian mesin pembakaran internal dan merupakan ukuran berharga kapasitas mesin untuk melakukan kerja yang independen dari mesin perpindahan [1]. Dengan dua inovasi tersebut yaitu penggunan Fuel injection dan Super charge. biaya produksi murah dan harga jual dapat ditekan. kapasitas silinder motor 2 tak baru ini kira-kira hanya setengah dari motor 4 tak. Keuntungan lainnya adalah untuk tenaga dan putaran kerja yang sama. Ketika mengutip ditunjukkan berarti sebagai tekanan efektif atau imep (didefinisikan di bawah). Membiarkan. desain dan konstruksi sederhana sehingga hemat material. tingkat emisi gas buangnya rendah dan konstruksi tet ap sederhana.

dan n_c adalah jumlah putaran per siklus. Karena torsi T terkait dengan kecepatan sudut (yang baru N 2 ) dan kekuasaan yang dihasilkan oleh P = TN2 Maka persamaan untuk MEP dalam hal torsi menjadi. Brake Mean Effective Tekanan atau bmep adalah. jumlah siklus per detik hanya rasio mereka. Kita dapat menulis Menurut definisi: W = pmep * Vd Sehingga. yaitu: volume tekanan integral dalam kerja per siklus persamaan. Jika N adalah jumlah putaran per detik. Berarti tekanan efektif juga berguna untuk perhitungan desain awal. Perhatikan bahwa kecepatan telah menurun dari persamaan dan satu-satunya variabel torsi dan perpindahan volume. Kadang-kadang istilah fmep (gesekan berarti tekanan .meskipun kedua tentu terkait . seperti biasa. penting untuk diingat bahwa tekanan yang efektif berarti tidak mencerminkan tekanan-tekanan aktual di dalam ruang pembakaran individu .nc = jumlah putaran / siklus (untuk mesin 4-stroke nc = 2) N = jumlah putaran per detik T = Torque di Nm Daya yang dihasilkan oleh mesin adalah sama dengan kerja yang dilakukan per siklus operasi kali jumlah siklus operasi per detik. Karena jangkauan maksimum tekanan rem berarti efektif untuk desain mesin yang baik sudah terbentuk dengan baik. dihitung dari torsi diukur dynamometer. yaitu diberi torsi. Namun. kita dapat menggunakan nilai MEP standar untuk memperkirakan perpindahan mesin yang dibutuhkan. sekarang kita memiliki perpindahan mesin ukuran independen torsi kapasitas menghasilkan desain mesin (torsi tertentu macam).dan berfungsi hanya sebagai pengukur kinerja nyaman. Ditunjukkan berarti tekanan atau imep efektif dihitung dengan menggunakan kekuasaan yang ditunjukkan. Hal ini berguna untuk membandingkan perpindahan mesin yang berbeda.

nilai-nilai bmep biasanya 10 hingga 15% lebih rendah. kita dapat menggunakan nilai MEP standar untuk memperkirakan perpindahan mesin yang dibutuhkan. Perhatikan bahwa kecepatan telah menurun dari persamaan dan satu-satunya variabel torsi dan perpindahan volume.5 bar (~ 125-150 lb/in2). Ditunjukkan berarti tekanan atau imep efektif dihitung d engan menggunakan kekuasaan yang ditunjukkan. seperti biasa. Namun. Pada rated kekuasaan. Brake Mean Effective Tekanan atau bmep adalah. Karena torsi T terkait dengan kecepatan sudut (yang baru N 2 ) dan kekuasaan yang dihasilkan oleh P = TN2 Maka persamaan untuk MEP dalam hal torsi menjadi. sekarang kita memiliki perpindahan mesin ukuran independen torsi kapasitas menghasilkan desain mesin (torsi tertentu macam).510. Karena jangkauan maksimum tekanan rem berarti efektif untuk desain mesin yang baik sudah terbentuk dengan b aik. Berarti tekanan efektif juga berguna untuk perhitungan desain awal. yaitu: volume tekanan integral dalam kerja per siklus persamaan.5-17 . penting untuk diingat bahwa tekanan yang efektif berarti tidak mencerminkan tekanan-tekanan aktual di dalam ruang pembakaran individu . pada kecepatan mesin di mana torsi maksimum diperoleh.dan berfungsi hanya sebagai pengukur kinerja nyaman. Hal ini berguna untuk membandingkan perpindahan mesin yang berbeda.  turbocharged percikan pengapian mesin otomotif: bmep maksimum dalam 12.Kita dapat menulis Menurut definisi: W = pmep * Vd Sehingga. Nilai-Nilai BMEP  Tentu saja percikan-penyalaan disedot mesin: nilai maksimum dalam kisaran 8. yaitu diberi torsi. dihitung dari torsi diukur dynamometer.meskipun kedua tentu terkait . Kadang-kadang istilah fmep (gesekan berarti tekanan efektif) digunakan sebagai indikator tekanan efektif rata-rata kehilangan gesekan (atau gesekan torsi) dan hanya perbedaan antara imep dan bmep.

bar kisaran (180-250 lb/in2).  Tentu disedot empat-tak mesin diesel: bmep maksimum dalam 7-9 bar rentang (100130 lb/in2). yang BMEP lebih rendah pada kekuatan penuh.  Dua-stroke sebanding mesin diesel memiliki nilai-nilai. tapi sangat besar kecepatan rendah seperti mesin diesel Wartsila-Sulzer RTA96-bmep C dapat memiliki hingga 19 bar. empat-stroke memproduksi motor 160 N  m dari 2 liter perpindahan akan memiliki bmep dari (4 ) (160 N  m) / (0. Jika mesin yang sama menghasilkan 76 kW pada 5400 rpm (90 Hz).002 m ) = 10. diesel The test engine can be connected to the brake unit quickly and easily.42 bar. Seperti mesin piston selalu memiliki torsi maksimum pada kecepatan rotasi yang lebih rendah daripada output maksimum. The CT 400 load mechanism essentially consists of an adjustable air-cooled eddy current brake. dengan torsi 134 N  m dan bmep adalah 8. Engine test bed CT 400 Gas / Diesel Engine Test Bed and Brake The CT 400 equipment series offers a wide range of experiments on industrial engines with a power output of up to 75 kW. The complete test stand is made up of the CT 400 brake unit and a test engine.  otomotif turbocharged empat-tak mesin diesel: bmep maksimum dalam 14-18 bar jangkauan. gas 4 cylinder in-line engine. Sebagai contoh. The engines can be investigated in two modes: .05 bar). A choice of two water-cooled engines is available: y y 4 cylinder in-line engine.

Torque control: Manual adjustment of braking torque.Exhaust gas analysis with CT 159. An indicating system with PC data acquisition for the pressure curves in the engines and an exhaust gas analysis unit are available as accessories. while the engine torque is increased.17) . amount of heat in exhaust gas losses. Speed control: A controller keeps the speed constant. Electronic indication (CT 400.the following can also be studied: y y y y y p-V diagram p-t diagram Pressure curve over gas cycle Determination of indicated power Determination of mechanical efficiency .09) with appropriate set of sensors for engine (CT 400.16 /. heat losses due to radiation and convection o Representation in Sankey diagram Comparison of diesel and gas engines In conjunction with other accessories . effective usable power.02. This allows different load points to be approached and measurements are carried out depending on the load. The characteristic curve for the brake is changed. Learning content/Exercises: y y y y y y Familiarization with a 4-cylinder gas engine Familiarization with a 4-cylinder diesel engine Characteristic curves depending on speed: o Plotting of torque and power curves o Specific fuel consumption o Volumetric efficiency o Excess air factor Characteristic curves depending on power output: o Specific fuel consumption o Volumetric efficiency o Excess air factor Creation of heat balances at full load: o Determination of imparted energy. amount of heat in cooler. different full load points are approached and measurements are carried out depending on the speed.

MUSIC cylinder head design layout The prototype 4-cylinder engine Engine on the test bed .

dan dijelaskan lebih lanjut dibawah ini : . Gambar 3 memperlihatkan motor listrik yang paling umum. 2005) JENIS MOTOR LISTRIK Bagian ini menjelaskan tentang dua jenis utama motor listrik: DC dan motor. dan mekanisme operasi.directindustry.com/find/electricmotor.Gambar 1. konstruksi. Prinsip Dasar dari Kerja Motor Listrik (Nave.html. Motor tersebut dikategorikan berdasarkan pasokan input. Dafar parabpemasok motor listrik tersedia di www.

Secara sederhada digambarkan bahwa interaksi dua kutub magnet akan menyebabkan perputaran pada motor DC. Dinamo yang berbentuk silinder. arusnya berbalik untuk merubah kutub-kutub utara dan selatan dinamo. Motor DC sederhana memiliki dua kutub medan: kutub utara dan kutub selatan. Gambar 3 memperlihatkan sebuah motor DC yang memiliki tiga komponen utama:1 Kutub medan. Motor Listrik Motor Arus Bolakbalik (AC) Motor Arus Searah (DC) Sinkron Induksi Satu Fase Tiga Fase Self Excited Separately Excited Seri Campuran Shunt Keuntungan utama motor DC adalah sebagai pengendali kecepatan. Motor DC digunakan pada penggunaan khusus dimana diperlukan penyalaan torque yang tinggi atau percepatan yang tetap untuk kisaran kecepatan yang luas. maka arus ini akan menjadi elektromagnet. Motor DC memiliki kutub medan yang stasioner dan dinamo yang menggerakan bearing pada ruang diantara kutub medan. Elektromagnet menerima listrik dari sumber daya dari luar sebagai penyedia struktur medan. Untuk motor yang lebih besar atau lebih komplek terdapat satu atau lebih elektromagnet. Dinamo. dihubungkan ke as penggerak untuk menggerakan beban. Kegunaannya adalah untuk membalikan arah arus listrik dalam dinamo. 2005. Untuk kasus motor DC yang kecil. Commutator juga membantu dalam transmisi arus antara dinamo dan sumber daya. Commutator. Bila arus masuk menuju dinamo. Garis magnetik energi membesar melintasi bukaan diantara kutub-kutub dari utara ke selatan. yang tidak . sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi. Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC. 1 Diambil dari Komponen Motor Listrik dengan ijin dari Biro Efisiensi Energi India.langsung/direct-unidirectional. Jika hal ini terjadi. dinamo berputar dalam medan magnet yang dibentuk oleh kutub-kutub.

T. Oleh karena itu total arus dalam jalur merupakan penjumlahan arus medan dan arus dinamo.1. Motor DC tersedia dalam banyak ukuran. Motor DC juga relatif mahal dibanding motor AC. 1997): .E. motor tersebut dibatasi hanya untuk penggunaan di area yang bersih dan tidak berbahaya sebab resiko percikan api pada sikatnya. namun penggunaannya pada umumnya dibatasi untuk beberapa penggunaan berkecepatan rendah.1. penggunaan daya rendah hingga sedang seperti peralatan mesin dan rolling mills. Sebuah motor DC (Direct Industry. Motor ini dapat dikendalikan dengan mengatur: Tegangan dinamo ± meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan kecepatan Arus medan ± menurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan. Hubungan antara kecepatan..org ©UNEP 5 Berikut tentang kecepatan motor shunt (E.mempengaruhi kualitas pasokan daya. gulungan medan (medan shunt) disambungkan secara paralel dengan gulungan dinamo (A) seperti diperlihatkan dalam gambar 4. 2005) Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia ± www.1 Motor DC sumber daya terpisah/ Separately Excited Jika arus medan dipasok dari sumber terpisah maka disebut motor DC sumber daya terpisah/ separately excited. Gambar 3.energyefficiencyasia. 2. flux medan dan tegangan dinamo ditunjukkan dalam persamaan berikut: Gaya elektromagnetik: E = K N Torque: T = K Ia Dimana: E =gaya elektromagnetik yang dikembangkan pada terminal dinamo (volt) = flux medan yang berbanding lurus dengan arus medan N = kecepatan dalam RPM (putaran per menit) T = torque electromagnetik Ia = arus dinamo K = konstanta persamaan 2. Juga.2 Motor DC sumber daya sendiri/ Self Excited: motor shunt Pada motor shunt. sebab sering terjadi masalah dengan perubahan arah arus listrik mekanis pada ukuran yang lebih besar.

dan penyalaan sendiri. Sejauh ini motor ini merupakan jenis motor yang paling umum digunakan dalam peralatan rumah tangga. Klasifikasi motor induksi Motor induksi dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama (Parekh. jaringan listrik . Motor tersebut memiliki kemampuan daya yang tinggi. pompa. d. Stator. kompresor. belt conveyor. dan motor tersebut dinamakan ³motor cincin geser/ slip ring motor´. 2005. Diperkirakan bahwa sekitar 70% motor di industri menggunakan jenis ini. Kecepatan motor induksi Motor induksi bekerja sebagai berikut. Medan magnet ini bergerak dengan kecepatan sinkron disekitar rotor. 2003): Motor induksi satu fase. Gambar 7. Gulungan ini dilingkarkan untuk sejumlah kutub yang tertentu. memiliki sebuah rotor kandang tupai. Motor ini hanya memiliki satu gulunga n stator. Tersedia dalam ukuran 1/3 hingga ratusan Hp. sebagai contoh. Listrik dipasok ke stator yang akan menghasilkan medan magnet. yang berusaha untuk melawan medan magnet stator. dan untuk penggunaan hingga 3 sampai 4 Hp. Terjadinya perbedaan antara dua kecepatan tersebut disebabkan adanya ³slip/geseran´ yang meningkat dengan meningkatnya beban. 2005. dan memerlukan sebuah alat untuk menghidupkan motornya. Gulungan diberi spasi geometri sebesar 120 derajat c. yang menyebabkan rotor berputar. Slip hanya terjadi pada motor induksi. Stator dibuat dari sejumlah stampings dengan slots untuk membawa gulungan tiga fase. 2003): % Slip = Ns ± Nb x 100 . Persamaan berikut dapat digunakan untuk menghitung persentase slip/geseran (Parekh. Motor Sinkron dalamnya dan ujung yang lainnya dihubungkan ke cincin kecil yang dipasang pada batang as dengan sikat yang menempel padanya. dapat memiliki kandang tupai atau gulungan rotor (walaupun 90% memiliki rotor kandang tupai).2 Diambil dari Komponen Motor Listrik dengan ijin dari Biro Efisiensi Energi India. Untuk menghindari slip dapat dipasang sebuah cincin Gambar 8. Arus rotor menghasilkan medan magnet kedua. Walaupun begitu. Medan magnet yang berputar dihasilkan oleh pasokan tiga fase yang seimbang. beroperasi dengan pasokan daya satu fase. Motor induksi tiga fase. mesin cuci dan pengering pakaian. 3 Untuk informasi lebih rinci pada induksi motor direkomendasikan untuk membaca Dasar-dasar Motor Induksi oleh Parekh (2003) 4 Diambil dari Komponen Motor Listrik dengan ijin dari Biro Efisiensi Energi India. didalam prakteknya motor tidak pernah bekerja pada kecepatan sinkron namun pada ³kecepatan dasar´ yang lebih rendah. seperti fan angin. dan grinder. Motor Induksi (Automated Buildings) geser/ slip ring.

Beban ditentukan dengan membandingkan slip yang terukur bila motor beroperasi dengan slip untuk motor dengan beban penuh. dan metode analisis. 3. Juga direkomendasikan untuk menggunakan metode ini bila persen pembebanan kurang dari 50% Metode Slip. 3. Terdapat tiga metode untuk menentukan beban motor bagi motor yang beroperasi secara individu: Pengukuran daya masuk. survei terhadap motor dapat dilakukan untuk menentukan beban. yang juga memberi indikasi kinerja motor. Beban ditentukan dengan membandingkan amper terukur (diukur dengan alat analisis daya) dengan laju amper. Pengukurann jalur arus.7457 Dimana.Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia ± www. Hal ini diterangkan dalam bagian berikut.2 Bagaimana mengkaji beban motor Persamaan berikut digunakan untuk menentukan beban: Beban = Pi x HP x 0. faktor daya dan efisinsi motor bertambah sampai nilai optimumnya pada sekitar beban penuh.2. Ketelitian metode ini terbatas . Hasilnya digunakan untuk mengidentifikasi motor yang terlalu kecil. Metode ini menghitung beban sebagai perbandingan antara daya masuk (diukur dengan alat analisis daya) dan nilai daya pada pembebanan 100%. = Efisiensi operasi motor dalam % HP = Nameplate untuk Hp Beban = Daya yang keluar sebagai % laju daya Pi = Daya tiga fase dalam kW Survei beban motor dilakukan untuk mengukur beban operasi berbagai motor di seluruh pabrik.2 Beban motor 3. metode perangkat lunak.2.org ©UNEP 12 Lembar fakta juga menjelaskan tiga kategori metode yang lebih canggih untuk mengkaji efisiensi motor: peralatan khusus. US DOE merekomendasikan untuk melakukan survei beban motor yang beroperasi lebih dari 1000 jam per tahun.energyefficiencyasia. Dengan kata lain. (mengakibatkan motor terbakar) atau terlalu besar (mengakibatkan ketidak efisiensian). Dengan meningkatnya beban.1 Mengapa mengkaji beban motor Karena sulit untuk mengkaji efisiensi motor pada kondisi operasi yang normal. beban motor dapat diukur sebagai indikator efisiensi motor. Metode ini digunakan bila faktor daya tidak dketahui dan hanya nilai amper yang tersedia.

org ©UNEP 13 3. Ksrena pengukuran daya masuk merupakan metode yang paling umum digunakan. Pi = Daya tiga fase dalam kW V = RMS (akar kwadrat rata-rata) tegangan.3 Pengukuran daya masuk Beban diukur dalam tiga tahap. arus dan faktor daya untuk menghitung daya yang masuk.2. Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia ± www.7457 Dimana.energyefficiencyasia. nilai tengah 3 fase PF = Faktor daya dalam desimal Alat analisis daya dapat mengukur nilai daya secara langsung. Tahap 2. nilai tengah garis ke garis 3 fase I = RMS arus. Menentukan daya masuk dengan menggunakan persamaan berikut: 1000 Pi = V x I x PF x 3 Dimana. maka hanya metode ini yang dijelaskan untuk motor tiga fase. Pr = Daya masuk pada beban penuh dalam kW HP = Nilai Hp pada nameplate r = Efisiensi pada beban penuh (nilai pada nameplate atau dari tabel efisiensi motor) x 100% P Beban Pi r = Dimana. Industri yang tidak memiliki alat analisis daya dapat menggunakan multi-meters atau tong-testers untuk mengukur tegangan. Tahap 1.namun dapat dilakukan dengan hanya penggunaan tachometer (tidak diperlukan alat analisis daya). Menentukan nilai daya dengan mengambil nilai pelat nama/ nameplate atau dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: r r P hp x = 0. Beban = Daya keluar yang dinyatakan dalam % nilai daya Pi = Daya tiga fase terukur dalam kW .

dengan demikian merendahkan tahanan konduktor (R) dan kehilangan yang diakibatkan oleh aliran arus (I) 4 Gesekan & Pegulungan Menggunakan rancangan fan dengan kehilangan yang rendah menurunkan kehilangan yang diakibatkan oleh pergerakan udara 5. Kehilangan beban yang menyimpang Menggunakan rancangan yang sudah dioptimalkan dan prosedur pengendalian kualitas yang ketat akan meminimalkan kehilangan beban yang menyimpang. 4. Hal ini akan menurunkan tahanan (R) dari penggulungan dan mengurangi kehilangan karena aliran arus (I). pengguna sangat jarang membutuhkan kapasitas penuh ini. Beban yang kurang mungkin merupakan penyebab yang paling umum ketidakefisiensian dengan alasan-alasan: Pembuat peralatan cenderung menggunakan faktor keamanan yang besar bila memilih motor.org ©UNEP 15 mengganti dengan motor yang efisien energinya hanya jika motor-motor tersebut sudah rusak. Area Perbaikan Efisiensi yang digunakan pada Motor yang Efisien Energinya (BEE India. Tabel 2. pembuat peralatan mesin memberikan nilai motor untuk kapasitas alat dengan beban penuh. Sebagai contoh.2 Menurunkan pembebanan yang kurang (dan menghindari motor yang ukurannya berlebih/ terlalu besar) Sebagaimana dijelaskan dalam bab 3.energyefficiencyasia. . 2. Dalam prakteknya. Besi Digunakan gauge yang lebih tipis sebab kehilangan inti baja yang lebih rendah menurunkan kehilangan arus eddy. 2004) Area Kehilangan Energi Peningkatan Efisiensi 1. 3 Rotor I2R Penggunaan batang konduktor rotor yang lebih besar meningkatkan potongan lintang. Peralatan kadangkala digunakan dibawah kemampuan yang semestinya. Inti lebih panjang yang dirancang menggunakan baja akan mengurangi kehilangan karena masa jenis flux operasi yang lebih rendah. beban yang kurang akan meningkatkan kehilangan motor dan menurunkan efisiensi motor dan faktor daya.(Biro Standar Indian) Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia ± www. Stator I2R Menggunakan lebih banyak tembaga dan konduktor yang lebih besar meningkatkan luas lintang penggulungan stator.

akan mengurangi kehilangan stator sehingga akan meningkatkan efisiensi. Tabel 7. efisiensi bahkan dapat ditingkatkan dengan cara mengubah desain pegulungan. direkomendasikan untuk menjaga desain motor orisinil selama pegulungan ulang.mempengaruhi kesetimbangan tegangan: beban fase tunggal pada setiap satu fase. jika dilakukan dengan benar.energyefficiencyasia. Walau begitu. ukuran slot yang diperbolehkan. sehingga meningkatkan kehilangan arus eddy. bila panas diterapkan pada pita gulungan lama maka pengisolasi diantara laminasinya dapat rusak. kinerja pengisolasi. Jumlah motor yang sudah digulung ulang di beberapa industri lebih dari 50% dari jumlah total motor.0 Kenaikan suhu (oC) 0 30 40 * Persen ketidakseimbangan tegangan = (penyimpangan maksimum dari tegangan tengah/ tegangan tengah) x 100 Ketidakseimbangan tegangan dapat diminimalisir dengan: Menyeimbangkan setiap beban fase tunggal diantara seluruh tiga fase Memisahkan setiap beban fase tunggal yang mengganggu keseimbangan beban dn umpankan dari jalur/trafo terpisah 4. Pegulungan ulang dapat mempengaruhi sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap memburuknya efisiensi motor: desain slot dan gulungan.30 2. atau kegagalan pada sirkuit. Dampak dari pegulungan ulang pada efisiensi motor dan faktor daya dapat dikaji dengan . Walau demikian. 2004) Contoh 1 Contoh 2 Contoh 3 Persentase ketidakseimbangan dalam tegangan* 0.5 Penggulungan Ulang Penggulungan ulang untuk motor yang terbakar sudah umum dilakukan oleh industri. Pegulungan ulang motor yang dilakukan dengan hati-hati kadangkala dapat menghasilkan motor dengan efisiensi yang sama dengan sebelumnya. Dengan menggunakan kawat yang memiliki penampang Peralatan Energi Listrik: Motor Listrik Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia ± www.30 5. ukuran kabel yang berbeda. dan suhu oper asi. Sebagai contoh. Perubahan dalam celah udara dapat mempengaruhi faktor daya dan keluaran torque. dan dalam beberapa kasus. Ketidakseimbangan sistim meningkatkan kehilangan pada sistim distribusi dan menurunkan efisiensi motor.org ©UNEP 18 lintang yang lebih besar.7 40.40 Ketidakseimbangan arus (%) 0. kecuali jika ada alasan yang berhubungan dengan beban spesifik untuk mendesain ulang. Pengaruh Ketidakseimbangan Tegangan dalam Motor Induksi (BEE India. bahan gulungan.4 17. efisiensi motor dapat terjaga setelah dilakukan pegulungan ulang.