You are on page 1of 31

| |  | 

 


   
 

‡
JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas)     ! "  #! $""%#.
Program itu sebagai salah satu syarat bagi calon dokter yang nantinya akan mengajukan surat tanda registrasi (STR). Surat itu sendiri bakal dipakai untuk mengajukan izin
praktik kedokteran.

Wakil Mendiknas, Fasli Jalal mengatakan, pendidikan kedokteran saat ini bakal ditekankan berbasis kompetensi pembelajaran (competence based learning).
Sesuai standar internasional dan amanat UU Sisdiknas, program based learning (PBL) wajib diterapkan. Salah satunya, melalui kurikulum berbasis kompetensi.

Sebelumnya, kata Fasli, ada empat mata pelajaran wajib yang harus dipelajari mahasiswa kedokteran. Yaitu, pra klinik dasar (kimia, fisika, biologi, dan matematika),
pre klinik (anatomi, biokimia), para klinik (farmakologi, klinik patologi), dan klinik (berbagai ilmu tentang penyakit). Mata pelajaran tersebut diberikan secara terpisah. "Namun,
dengan PBL semua ilmu itu dilebur menjadi satu paket," katanya.

Dengan program itu, pembelajaran lebih singkat. Dari normalnya empat tahun bisa dipersingkat tiga tahun. Fasli menyebut, saat ini ada 69 fakultas kedokteran di
seluruh Indonesia. Sejatinya, kata dia, hampir semua FK telah menerapkan PBL. "Hanya saja, ada yang baru memulai. Ada yang separo jalan dan ada yang hampir selesai,"
terangnya.

Yang telah melaksanakan PBL dengan tuntas ada 14 FK. Artinya, kata Fasli, 14 FK itulah yang nantinya wajib memulai program internship. Karena FK yang sudah
ada PBL yang bisa melaksanakan internship. Program itu sendiri mulai diberlakukan tahun ini. "Nantinya akan disusul semua FK di seluruh Indonesia seiring dilaksanakannya
PBL secara tuntas," ujarnya.

Fasli mengatakan, jika satu FK rata-rata meluluskan 100 calon dokter, maka akan ada 1.400 lulusan yang wajib ikut program internship. Mereka bisa ikut internship
di puskesmas maupun berbagai rumah sakit daerah. "Selama magang, mereka akan didampingi dokter senior," ujar mantan dirjen dikti itu.

Fasli mengatakan, kebutuhan dokter di Indonesia kurang lebih mencapai 20 ribu orang. Tiap tahun, diprediksikan ada 3.000 sampai 5.000 lulusan kedokteran.
Artinya, kebutuhan dokter di Indonesia baru bisa dipenuhi sekitar 6-7 tahun.

Selain itu, kata dia, rasio dokter-pasien di Indonesia idealnya 1:10 ribu. Di negara maju, rasionya sudah 1:5.000. Untuk mencapai rasio 1:10 ribu, diperlukan 210
ribu dokter. "Kalau untuk mencapai formasi ideal, kebutuhannya akan semakin tinggi. Karena kita baru memiliki 80 ribu dokter," sebutnya.

Kendati demikian, kata Fasli, Kemendiknas bersama Kemenkes tidak akan buru-buru mencetak lulusan dokter secara masif. Kuantitas dokter yang dihasilkan harus
berbanding lurus dengan kompetensi yang dimiliki. "Untuk itulah internship harus jalan. Sehingga ada balancing antara kebutuhan ideal dengan kebutuhan masyarakat,"
terangnya.

Fasli menambahkan, internship sendiri sebagai syarat bagi calon dokter untuk memperoleh STR dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Setelah mendapat STR,
calon dokter baru bisa mengajukan izin praktik.

1

„ 
#!&
Pendidikan Profesi Dokter di Republik Indonesia telah memasuki lembaran baru dalam sejarah dengan diberlakukannya program Internsip
Dokter Indonesia pada tahun 2010 berdasarkan Permenkes No.299/MENKES/PER/II/2010 dan Peraturan KKI No.1/KKI/PER/I/2010. Program ini adalah
hasil dari studi orientasi proyek HWS (2  

  .

melatih peserta untuk lebih bertanggung jawab dan percaya diri dalam menghadapi kasus yang ditanganinya. memberikan wadah untuk para peserta melatih   dan seni dalam berkomunikasi dengan tenaga kesehatan lainnya. menerbitkan STKID. 2 . evaluasi dan perencanaan perbaikan. Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri telah bersepakat untuk mensukeskan program Internsip ini. aturan pelaksanaan intern. memberikan kemudahan peserta dalam bekerja di wahana internsip dengan adanya pendampingan dalam pelaksanaan oleh dokter umum yang telah ditunjuk. Dari segi positif. Berbagai opini pun bermunculan dari para peserta program Internsip ini baik positif maupun negatif. peserta difasilitasi forum diskusi kasus dengan pendamping yang telah ditunjuk oleh pelaksana program. Belanda. Di bagian hulu telah dibentuk Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI) yang mengatur tentang penetapan peserta. kegiatan ilmiah medis dan non medis dengan target kompetensi yang telah ditentukan. Program ini merupakan tahap pelatihan keprofesian praregistrasi berbasis kompetensi pelayanan primer guna memahirkan kompetensi yang telah dicapai oleh mahasiswa kedokteran setelah memperoleh kualifikasi sebagai dokter melalui pendidikan kedokteran dasar. Adalah Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang Sumatera Barat yang pertama kali menjalankan program Internsip Dokter Indonesia pada bulan Februari 2010. Tujuan umum program ini yakni memberikan kesempatan kepada dokter yang baru lulus pendidikan kedokteran untuk memakhirkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan ke dalam pelayanan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga. Dalam bidang ilmiah di program internship. Australia dan Singapura dan hasil dari studi orientasi ini kemudian dijadikan masukan bagi Kolegium Dokter Indonesia. Adapun di bagian hilir telah dilakukan sosialisasi tentang program Internsip ini kepada mahasiswa kedokteran oleh institusi pendidikan dokter di Indonesia. pembinaan wahana dan pendamping. Dalam pelaksanaannya para peserta program ini akan ditempatkan di beberapa Rumah Sakit dan Puskesmas serta dibimbing oleh para dokter pendamping dalam kurun waktu satu tahun. Peserta akan melaksanakan kegiatan layanan primer. program internsip: dapat mengembangkan pengalaman klinis peserta dengan variasi ragam kasus yang ditemukan di RSUD ataupun di Puskesmas. mengenalkan lebih dekat bidang keilmuan tertentu bagi peserta yang memiliki kecenderungan terhadap bidang keilmuan tertentu. konsultasi dan rujukan. Berbagai persiapan telah dilaksanakan mulai dari hulu hingga hilir. Kementerian Pendidikan Nasional. Para peserta pun dapat mengikuti perkembangan serta perjalanan dari kasus yang menurut peserta menarik sambil berkonsultasi dengan dokter spesialis yang ada di wahana tersebut. Adanya alokasi dana dari pusat dalam bentuk uang saku internship dirasakan sangat membantu sekaligus hiburan atas sebuah apresiasi kerja interns di tempat.   dijalankan oleh Dikti ke 4 negara yaitu Inggris. Apabila kompetensi belum dapat dicapai sesuai ketentuan maka dapat diperpanjang sesuai waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya.

   ÷  L/O/G/O .

  ÷ ÷.

 .

Ô         Ô   .

   Ô                    Ô     .

 .

  .

 ‡ Program Internship M tahap pelatihan keprofesian pra-registrasi berbasis kompetensi pelayanan primer guna memahirkan kompetensi yang telah dicapai # ! #  "  ' .

.

 ( .

Wajib mempunyai STR yg dikeluarkan oleh KKI. ‡ STR M ³jaminan kompetensi´ ‡ u/ lebih meningkatkan kompetensi.| ‡ UU no 29 th 2004 ttg praktik kedokteran M seorang dokter yg ingin ber-praktek di Ind. dilakukan oleh team „. KKI M INTERNSHIP. ‡ Penyelenggaraan oleh KIDI M selama KIDI belum terbentuk.

 6 .

‡ Peserta Internship (Interns) M tidak boleh praktik di tempat lain kecuali di wahana yang telah ditentukan. sampai mendapatkan STR dan SIP. 7 .

) vMemberikan kesempatan kepada dokter baru lulus program studi pendidikan profesi dokter berdasarka kurikuum berbasis kompetensi untuk menerapkan serta mempraktikkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan dalam rangka penyelarasan antara pendidikan dan praktik di lapangan. .

)| v Mengintegrasikan pengetahuan. pribadi dan profesi yang menjadi dasar praktik kedokteran primer v Memikul tanggung jawab pelayanan pasien/ keluarga/ masyarakat sesuai dengan kewenangan yang diberikan v Bekerja dalam batas kewenangan hukum dan etika . keterampilan dan sikap yang diperoleh selama pendidikan dan mengaplikasikannya dalam pelayanan kesehatan primer v Mengembangkan keterampilan teknis. klinis.

.2 juta M dikaji ulang sesuai UMR. ‡ Bantuan Biaya Hidup (BBM) bukan Honoranium!M 1 tahun pertama M wacana: 1. maks 2 tahun M *++ ‡ Pre-klinik M klinik M UKDI + OSCE M STR dan SIP Internship M    M STR dan SIP.‡ KBK M INTRENSHIP (bukan pemagangan! Tetapi proses pemandirian) M s#.

‡ Dalam 1 tahun. harus bisa menyelesaikan min 400 kasus. ‡ Peserta Internship (Interns) M akan didampingi oleh 1 orang pendamping (1 pendamping bisa mendampingi 5-10 orang peserta dalam waktu bersamaan). Dengan kriteria: ± Berdasarkan umur: ‡ Bayi ± anak 25`40% ‡ Dewasa (15`60 th) 40`60% ‡ Lansia (>60 th) 15`25% ± Berdasarkan jenis kelamin: ‡ kasus laki`laki dan perempuan 50% ± 10% ± Berdasarkan kelompok: ‡ Medik 50`60% ‡ Bedah 40`50% ‡ Kegawat`daruratan 5`20% ‡ Kejiwaan 1` 5% 11 .

3.1.5. Pencegahan dan penanggulangan gizi buruk ‡ E. paling sedikit setiap 3 bulan dilaporkan kepada dan ditandatangani oleh dokter Pendamping.7.6. makanan dan minuman. Manajemen bencana ‡ E. Manajemen kasus ‡ (semua poin dilakukan minimal 1x) ± Semua data tersebut dicatat dalam buku log peserta internsip. Promosi kesehatan ‡ E. Sanitasi lingkungan (tempat tinggal. Manajemen Puskesmas ‡ E.2. ± Upaya Kesehatan masyarakat (UKM) dengan kode kegiatan: ‡ E. 12 .4. pelayananumum) ‡ E. Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular/ tidak menular ‡ E.

‡ HONORANIUM tdk diberikan M DEPKES tdk sanggup membiayai M tergantung dari wahana peserta Internship M ??? .  ...

   '''|(|- | . .

‡ KONVENSIONALM2012M FK UMM melaksanakan internshipM ??? .

±             5. ±   !   ±         . ±                2. Badan PPSDM Kes Depkes RI. ±            4. 1. Badan PPSDM Kes Depkes RI. Badan PPSDM Kes Depkes RI. Badan PPSDM Kes Depkes RI. Badan PPSDM Kes Depkes RI. (|    . ±             3.

|     .

        .

 |.

   PANITIA AD HOC PROGRAM INTERNSHIP DOKTER INDONESIA PROVINSI JAWA TIMUR L/O/G/O .

' .

( 0 5'112  #04* | #05++'+2*  8 . |   )/  01**  0234   05*6 05'516  0 04'21+ !' 02+1 (0s53 !'055* 70**'244 '0s'*35 ($%0s5'2ss (06'6s* .

059 (0s5 '0s36 RS KLS B : 25 RS KLS C : 20 RS KLS D : 5 .

   |  )    .   .

 .

.

 .

  |(|  .

|       1. AIRLANGGA 2010 2011 2. BRAWIJAYA 2011 2012 3 JEMBER 2012 2012 4 WIJAYA KUSUMA 2012 2012 5 HANG TUAH 2012 2012 9  : 5+s5 5+s5 7 ISLAM MALANG 2012 2012 .

Asosiasi Pendidikan Kedokteran .Organisasi Profesi .Asosiasi Perumahsakitan .DinKes . PENYELENGGARAAN PROGRAM INTERNSHIP DOKTER KIDI Prov Jatim Mterdiri 5 orang dari unsur : .

Ali Imron Rosyadi.Ketua : Dr. MPH . M.Sekretaris : Drs. MM .v Sebelum KIDI terbentuk . dengan unsur : .Pengarah : Sekretaris Daerah Jatim . Adi Wirachjanto.Penanggung Jawab : Kadinkes Prov.Wakil Ketua : Dr. Budi Rahaju. Jawa Timur .Kes . pengorganisasian dilakukan oleh Tim Ad Hoc .H.

MPH ( Ketua ARSADA Jatim) 3. MARS (Ketua PERSI Jatim) 5. dr.R. dr. SH ( Kasubag Tata Usaha ) 10. Jatim) 8. Retnowati. dr. Prijono Satyabhakti. Anggota Teknis : 1. dr. Sp.dr. SKM. Slamet Riyadi Yuwono. Apt. M. Christina Ariyani ( Staf Seksi P3SDMK ) . Hendra Wijaya. Esti Martiana Rahmi (Ketua ADINKES Jatim) 4.Kes ( Staf Seksi P3SDMK ) .. MHA (Kabid P2KM Dinkes Prov. dr.PD(K) (FK Unair) 2.Sekretariat / Anggota : Dra. Msi (Kepala Seksi P3SDMKes Dinkes Jatim) 9. H. Dwi Sumuljo. Prof. drg. dr. Kes ( Kabid Yankes Dinkes Prov. Dr. Hertanto. Herlin Ferliana . ME. Suharto. MS ( IDI Jatim ) 6. DTMH. Jatim) 7. Heru Ariyadi. M.

diutamakan jumlah dokter > 1 orang .jumlah disesuaikan dengan jumlah peserta internship Seleksi dilakukan oleh Tim Ad Hoc dan Dinkes Kab 2010 : 1 Kabupaten M 1 RSUD dan 1 Puskesmas SIKLUS INTERNSHIP DI WAHANA . : / ‡ RS Kelas C ‡ Puskesmas ± perawatan .Puskesmas 4 bulan .RS : UGD 4 bulan IRJ IRNA 4 bulan .

/  .

5+s+  |(   |  1 KAB.JEMBER RSUD BALUNG RAMBIPUJI 2 SAMPANG RSU SAMPANG BANYUANYAR 3. PACITAN RSU PACITAN PUNUNG 4 MAGETAN RS DR SAYIDIMAN PLAOSAN 5 MADIUN RS CARUBAN MEJAYAN 6 NGAWI RSUD DR SOEROTO NGRAMBE 7 PASURUAN RSUD BANGIL PANDAAN 8 NGANJUK RSUD KERTOSONO NGRONGGOT 9 SITUBONDO RSUD DR ABDUR PANARUKAN RAHEM .

  .

| / (    ‡ Dasar : daftar calon peserta program dalam 1 periode ‡ Mekanisme : undian oleh Tim Ad Hoc/ KIDI Pusat .

selama pendampingan tdk boleh mengikuti pendidikan atau tugas keluar lebih dari 12 hari kerja ‡ Ratio pendamping 1 : 5 ‡ Komposisi pendamping : 2 org dokter RS & 1 org dokter Puskesmas .dokter umum aktif praktik yang memahami dan menerapkan prinsip-prinsip kedokteran keluarga dan prinsip praktik kedokteran keluarga .  :        ‡ Syarat : .SIP masih berlaku .

 :        ‡ Mekanisme seleksi : MPanitia Ad Hoc bersurat ke Dinas Kesehatan dan RS Kab M Kadinkes dan Direktur RS mengusulkan nama M Seleksi sesuai pedoman dan kepatutan M Konfirmasi oleh Kadinkes dan Direktur RS .

Pasca Ujian : jumlah mahasiswa yang lulus dokter . Pilih koordinator untuk : a.Dokter : jumlah dokter yang lulus UKDI b.Berkoordinasi dgn Panitia Ad Hoc/KIDI .        1.Masa pendidikan : jumlah mahasiswa yang akan mengikuti ujian . Mengajukan STR ke KKI ( tidak usah menunggu sertifikat kompetensi . asal sudah ada nomor ser kom ) dengan surat pengantar dari KIDI provinsi .

Mengajukan SIP internship ke Kabupaten dengan surat pengantar KIDI Provinsi . Mengambil undian penempatan internship M SK Menkes 4. Mengajukan rekomendasi IDI 5. Mengikuti pembekalan internship 2 hari 3.        2.

pengurusan SIP internship . ( :      Semua pembiayaan yang meliputi : .uang bulanan selama internship -M ditanggung Pemerintah .pembekalan program internship .pendaftaran STR internship .

.

31 .