You are on page 1of 4

PERAN EKSPERIMEN FISIKA DI SEKOLAH

D
I
S
U
S
U
N
OLEH :

NAMA : M. IMAM FADILLAH (408321036 )


JURUSAN : PENDIDIKAN FISIKA
M.KULIAH : ESPERIMEN FISIKA SEKOLAH

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2010

PERAN EKSPERIMEN FISIKA DISEKOLAH


Fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang ilmu alam, fenomena dan mekanisme yang
terjadi di dalamnya. Jadi ilmu ini berpijak pada realitas yang diimplementasikan melalui
observasi (pengamatan) serta eksperimen (percobaan)

Contoh:
Pada abad 16, yaitu era mekanika klasik, Newton menjelaskan dinamika benda. Menurut
cerita, yang mengilhaminya untuk mengemukakan teori tersebut, ketika ia melihat apel jatuh.
Realitasnya apel jatuh ke bumi, mengapa tidak sebaliknya? Melalui pengamatan yang
intensif Newton kemudian menyimpulkan bahwa sebuah benda diam atau bergerak lurus
beraturan dengan percepatan nol, jika tak ada gaya yang bekerja pada benda tersebut.
Selanjutnya, jika ada gaya-gaya yang bekerja padanya, maka benda mengalami percepatan
yang sebanding dengan jumlah gaya. Setiap gaya yang ada selalu berpasangan yang disebut
pasangan aksi-reaksi. Dengan hukum di atas dan dilengkapi dengan hukum gravitasi
Newton, pada saat itu orang merasa mampu menjelaskan dan memprediksi semua gerak
benda.

Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan berikut. Para ilmuwan tersebut memulai dengan
pengamatan atau observasi terhadap gejala alam. Melalui ketekunan dan kesabaran yang
tinggi, mereka mengamati gejala-gejala tersebut dalam kurun waktu yang lama. Kemudian
mengabstraksikannya melalui proses induksi menjadi formula yang lebih umum. Yang lebih
penting, ada unsur kesukaan mereka pada pekerjaannya.

Ketika belajar fisika, siswa akan dikenalkan tentang produk fisika berupa materi, konsep,
asas, teori, prinsip dan hukum-hukum fisika.

Tujuan Eksperimen Fisika


Eksperimen fisika disekolah adalah untuk membuktikan suatu prinsip yang telah diajarkan,
dan tidak hanya itu tetapi juga untuk melihat apa yang terjadi kemudian membandingkannya
dengan teori yang telah diajarkan kepada anak

Peran Eksperimen Fisika di Sekolah


• Sebagai wahana untuk mengembangkan keterampilan dasar
Mengamati atau mengukur dan keterampilan proses lainnya (science process
skills) seperti mencatat, membuat tabel, membuat grafik, menganalisis data, menarik
kesimpulan, berkomunikasi, dan bekerjasama dalam tim (kelompok). Dengan
melakukan eksperimen berarti siswa melakukan kegiatan yang mencakup
pengendalian variabel, pengamatan, melibatkan membanding atau kontrol, dan
penggunaan alat-alat praktikum. Dalam proses belajar mengajar dengan eksperimen
fisika ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri.

• Sebagai wahana untuk membuktikan konsep


(verification experiment) atau hukum-hukum alam sehingga dapat lebih
memperjelas konsep yang telah dibahas sebelumnya. Eksperimen banyak
dihubungkan dengan metode pemecahan masalah antara lain dengan penggunaan
laboratorium. Pada umumnya berkenaan dengan pelajaran science. Melalui proses
pemecahan masalah dalam rangka siswa menemukan konsep sendiri (inquiry
experiment).

• Sebagai wahana mengembangkan keterampilan berpikir


Hal ini didasarkan pada tujuan pembelajaran fisika sebagai proses yaitu
meningkatkan kemampuan berpikir siswa, sehingga siswa tidak hanya mampu dan
terampil dalam aspek psikomotorik saja, melainkan juga mampu berpikir sistematis,
objektif, dan kreatif dalam segala hal. Untuk memberikan penekanan lebih besar pada
aspek proses, siswa perlu diberikan keterampilan seperti mengamati,
menggolongkan, mengukur, berkomunikasi, menafsirkan data, dan bereksperimen
secara bertahap sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir siswa dan materi
pelajaran yang sesuai dengan kurikulum

• Menjadikan Fisika tak membosankan


Fakta di negeri kita, pelajaran fisika belumlah merupakan pelajaran yang
disukai. Banyak argumentasi yang diajukan untuk menjelaskannya, di antara alasan
tersebut adalah fisika ilmu yang kering dan sulit. Selain itu, masalah yang dibahas tak
menyentuh aspek kehidupan yang ada di sekelilingnya (lingkungannya). Walaupun
sesuai dengan sifatnya bahwa pelajaran fisika diberikan berulang secara spiral
(misalnya hukum Newton di tingkat Sekolah Lanjutan Pertama akan dibahas lebih
mendalam di tingkat berikutnya), tetapi tak mampu mengatasi masalah di atas.
Bahkan, kadang-kadang membuat siswa makin bosan.

• Meningkatkan daya abstraksi dan daya tarik siswa


Karena ilmu fisika mempelajari realitas dan fenomena alam, sebelum
membahas suatu hukum (misalnya hukum Newton), berilah dahulu ilustrasi dan
contoh yang ada di sekitar kita untuk mendukung observasi gejala fisika dan
penerapannya. Siswa dapat melakukan tugas-tugas tersebut dengan asyik. Harus ada
unsur "fun", sehingga siswa tidak merasa tertekan. Sangat penting untuk mengambil
contoh eksperimen yang dibahas berkaitan dengan hal-hal yang ada di lingkungannya

Hal-hal yang Perlu di perhatikan dalam melakukan Eksperimen Fisika


1. Persiapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang di butuhkan
2. Usahakan siswa terlibat langsung sewaktu mengadakan eksperimen
3. Sebelum di laksanakan eksperimen siswa terlebih dahulu di berikan penjelasan dan
petunjuk-petunjuk seperlunya
4. Lakukan pengelompokan atau masing-masing individu melakukan percobaan yang telah
di rencanakan bila hasilnya belum memuaskan dapat di ulangi lagi untuk membuktikn
kebenaranya
5. Setiap kelompok atau individu dapat melaporkan hasil percobaanya secara tertulis.

Langkah-langkah melakukan eksperimen fisika


1. Menerangkan Eksperimen
2. Membicarakan terlebih dahulu permasalahan yang seknifikasi untuk di angkat
3. Sebelum guru menetapkan alat yang di perlukan langkah-langkah apa saja yang harus di
catatdan variebel-variebel apa yang harus di control
4. Setelah eksperimen di lakukan guru harus mengumpulkan laporan, memproses kegiatan,
dan mengadakan tes untuk menguji pemahaman siswa