You are on page 1of 19

ALIRAN-ALIRAN POKOK PENDIDIKAN

DI INDONESIA

MAKALAH
Untuk memenuhi tugas matakuliah
Bahasa Indonesia Keilmuan
yang dibina oleh Bapak Didin Widyartono, S.S., S.Pd, M.Pd

Oleh
Anjar Agus Setiawan
100151400142

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN KSDP

Apakah asas dan tujuan aliran pokok pendidikan di Indonesia? 3.2. Apakah upaya serta hasil yang dicapai aliran pokok pendidikan di Indonesia? \ . Apakah aliran pokok pendidikan di Indonesia? 2. Desember 2010 BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Sebagian besar dari kita tidak mengetahui bahwa aliran pokok pendidikan di Indonesia juga ada yang asli buatan Indonesia.1. Rumusan Masalah 1. Sebagai anak bangsa kita sering melupakan apa yang telah diperjuangkan oleh pendahulu-pendahulu kita. entah apa yang terjadi dengan bangsa ini. Penulis beruasaha untuk mengungkap seluk-beluk aliran pokok pendidikan made in Indonesia tersebut. Namun apakah kita tahu bahwa Indonesia sendiri memiliki aliran pokok pendidikan yang original buatan Indonesia. Jika hal itu terjadi. Kita sibuk sendiri mempelajari aliran-aliran pendidikan yang berasal dari luar negeri. Latar Belakang Banyak aliran pokok pendidikan di Indonesia.

.1. 2. 3. Mengetahui upaya serta hasil yang dicapai aliran pokok pendidikan di Indonesia.1. Mengetahui aliran pokok pendidikan di Indonesia. Tujuan 1. Mengetahui asas dan tujuan aliran pokok pendidikan di Indonesia.

1. INS pada mulanya dipimpin oleh bapaknya. dan pendidikan tinggi. BAB II PEMBAHASAN 2. serta masuk sekolah bergantian karena gurunya hanya satu yakni . selanjutnya Taman Muda (SD). Kemudian digantikan oleh Moh. Yakni dalam bentuk yayasan. di susul Taman Dewasa Merangkap Taman Guru (MULO Kweekschool). dari pendidikan pra sekolah. Taman Siswa telah meliputi semua jenjang persekolahan. Ruang Pendidikan INS Kayu Tanam Ruang Pendidikan INS (Indonesia Nederlandsche School) di dirikan oleh Mohammad Sjafei (lahir di Matan. 2. pendidikan dasar. Perguruan Kebangsaan Taman Siswa Perguruan Kebangsaan Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Dimulai dengan 75 orang murid. pendidikan menengah. Aliran Pokok Pendidikan di Indonesia 1. Kalimantan Barat tahun 1895) pada tanggal 31 Oktober 1926 di Kayu Taman (Sumatera Barat). Prasarjana dan Sarjana Wiyata. Sekarang ini telah dikembangkan sehingga meliputi pula Taman Madya. Sjafei sendiri. dibagi dalam dua kelas. selanjutnya mulai didirikan Taman Indria (Taman Kanak-Kanak) dan kursus guru.

Pada Tahun 1952. Asas kodrat alam berarti. Kelima dasar Taman Siswa tsb (Ki Mangunsarkoro. 1952.2.1. Baru pada Bulan Mei 1950 Ruang Pendidik INS Kayu Tanam bangkit kembali dan Moh Sjafei mulai lagi dengan 30 siswa. Asas kemerdekaan harus diartikan disiplin pada siri sendiri oleh diri sendiri atas dasar nilai hidup yang tinggi.2. Maka dari itu kemerdekaan menjadi alat mengembangkan pribadi yang kuat dan sadar dalm suatu perimbangan dan keselarasan dengan masyarakat tertib damai di tempat keanggotaanya. termasuk Ruang Pendidikan. 1982: 153-154) adalah: 1. Asas dan Tujuan Taman Siswa Asas Taman Siswa disebut “Dasar-dasar 1947” yang disebut juga dengan “Panca Dharma”. Sekolah ini mengalami pasang surut sesuia dengan keadaan indonesia saat itu. 2. Sjafei sendiri. dari Wawasan Kependidikan Guru. baik hidup sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. bahkan pada bulan Desember 1948 sewaktu Belanda Menyerang ke Kayu Tanam. Moh. Ia tidak bisa lepas dari . Pengajaran dan Kebudayaan di Padang Panjang. bahwa pada hakekatnya manusia itu sebagai makhluk adalah satu dengan kodrat alam ini. INS mendirikan percetakan Sridharma yang menerbitkan majalah bulanan Sendi dengan sasaran khalayak adalah anak-anak. seluruh gedung INS di bumi hanguskan. 2. Asas dan Tujuan Aliaran Pokok Pendidikan di Indonesia 2.

kehendaknya. melainkan mengandung rasa satu dengan bangsa sendiri. dan juga bahwa kemajuan kemanusiaan yang tinggi itu dapat dilihat pada kesucian hati orang dan adanya rasa . dengan keyakinan. 4. tetapi akan mengalami bahagia jika bisa menyatukan diri dengan kodrat alam yang mengandung kemajuan yang dapat kita gambarkan sebagai bertumbuhnya tiap-tiap benih suatu pohon yang kemudian berkembang menjadi besar dan akhirnya berbuah dan setelah menyebarkan benih biji yang baru mengakhiri hidupnya. 3. bahwa dharma tiap-tiap manusia itu adalah mewujudkan kemanusiaan. Asas Kebangsaan Taman Siswa tidak boleh bertentangan dengan kemanusiaasn. rasa satu dalam suka dan duka. kemajuan dunia dan kepentingan hidup rakyat lahir dan batin tiap-tiap jaman dan keadaan. 5. bahwa dharmanya akan dibawa hidup terus dengan tumbuhnya lagi benih-benih yang disebarkan. yang berarti kemajuan manusia lahir dan batin yang setinggi-tingginya. Asas Kemanusiaan menyatakan. malahan harus menjadi bentuk dan fiil kemanusiaan yang nyata dan oleh karena itu tidak mengandung arti permusuhan dengan bagsa lain. Asas Kebudayaan Taman Siswa tidak berarti asal memelihara kebudayaan kebangsaan itu ke arah kemajuan yang sesuai dengan kecerdasan jaman. rasa satu dalam kehendak menuju kepada kebahagiaan lahir dan batin seluruh bangsa.

cinta-kasih terhadap sesama manusia dan terhadap makhluk Tuhan seluruhnya. Tujuan yang pertama itu (pasal 8) adalah: 1. secara sama rata. Tertib sebenarnya tidak akan ada. 2. jika tidak ada damai antara manusia. Sedangkan tujuan pendidikan ialah membangun anak didik menjadi manusia yang merdeka lahir batin. luhur akal budinya serta sehat jasmaninyauntuk menjadi anggota masyarakat yang berguna dan . Tujuan Taman Siswa sebagai badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat tertib dan damai. Sebagai yang dinyatakan kedalam keterangan “Asas Taman Siswa” tahun 1922 pasal 1. yang menghilangkan segala rintangan oleh manusia terhadap sesamanya dalam sarat-sarat hidupnya. yakni tujuan yayasan atau keseluruhan perguruan dan tujuan pendidikan. tetapi cinta-kasih yang tidak bersifat kelembekan hati. Dan damai antara manusia itu hanya mungkin ada dalam keadilan sosial sebagai wujud berlakunya kedaulatan adab manusia. Karena dasar cintakasih kemanusiaan itu harus tampak pula sebagai kesimpulan untuk berjuang melawan segala sesuatu yang merintangi kemajuan selaras dengan kehendak alam. melainkan bersifat keyakinan adanya hukum kemajuan yang meliputi alam semesta. serta menjami terbaginya sarat-sarat hidup lahir batin. Tujuan Perguruan Kebangsaan Taman Siswa dapat dibagi dua jenis.

Ke-Tuhanan Yang Maha Esa 2.2. 1981: 57-69) sebagai berikut: 1. Dasar-dasar tersebut dikembangkan dengan mengintegrasikan asas-asas Ruang Pendidik INS. Keaktifan atau kegiatan 3. Berpikir logis dan rasional 2. Ruang Pendidik INS mempunyai asas-asas sebagai berikut: 1. Memperhatikan pembawaan anak 5.2. Menentang intelektualisme Setelah Kemerdekaan Indonesia. sila-sila Pancasila. Dasar-dasar pendidikan tersebut (Mohammad Sjafei. tanah air serta manusia pada umumnya. 2. Kemanusiaan 3. Asas dan Tujuan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam Pada awal didirikan. bertanggung jawab atas keserasian bangsa. Sjafei mengembangkan asas-asas pendidikan INS menjadi dasar-dasar pendidikan Republik Indonesia. dan hasil analisis alam dan masyarakat Ondonesia. Kesusilaan 4. Moh. serta pengalaman sebagai guru sekolah Kartini di Jakarta (1914-1922) dan sebagai pemimpin INS. Kerakyatan . 1973: 31-86: dan Said. Pendidikan Masyarakat 4.

Emosional atau terharu 17. Sanggup mengerjakan sesuatu pekerjaan dengan alat serba kurang 21. berani karena benar. . Dimana hal ini tidak mungkin jika guru menjadi subyek dan murid menjadi obyeknya. Diusahakan supaya para pelajar mempunyai darah ksatria. 24. Percaya pada diri sendiri di sebelah pada Tuhan 8. Bertanggung jawab akan keselamatan Nusa dan Bangsa 10. Cerdas. Sebanyak mungkin waktu mengajat para guru menjadi obyek. 23. logis dan rasional 13. Gigih atau ulet yang sehat 15. halus dan estetis 14. Berperasaan tajam. Bahasa Indinesia. Correct atau tepat 16. Sebanyak mungkun memakai kebudayaan nasional waktu mendidik 22. Gabungan natara pendidikan ilmu umum dan kejuruan 7. Sanggup hidup sederhana dan bersusah payah 20. Jasmani sehat dan kuat 18. Mempunyai daya cipta 12. Kebangsaan 6.5. Dan muri sebagai subyek. Bejiwa aktif positif dan aktif negatif 11. Sebanyak mungkin para guru menyontohkan pelajaran-pelajarannya tidak hanya pandai menyuruh saja. Inggris dan Arab 19. Berakhlak (Bersusila) setinggi mungkin 9.

dan sebagainya. Pemeliharaan (perwatan) suatu usaha 27. Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan berani bertanggung jawab 5. Sjafei. Sebelum pekerjaan dimulai dibiasakan menimbangnya dulu sebaik- baiknya b. Hemat Demikianlah dasar-dasar pendidikan menurut Moh. tujuan yang ingin dicapai. Memberi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat 3. Mendidik para pemuda agar berguna untuk masyarakat 4. Kewajiban harus dipenuhi 29. yang mencakup berbagai hal. Mengusahakan mandiri dalam pembiayaan . A. Sejak didirikan. tujuan Ruang Pendidikan INS Kayu Tanam adalah : 1. Mempunyai jiwa konsentrasi 26. Mendidik rakyat ke arah kemerdekaan 2. Menepati janji 28. 25. seperti syarat-syarat pendidikan yang efektif.

Mengikuti. serta memberi pendidikan itu serba isi yang baik yang berguna untuk keperluan hidup dan penghidupan masyarakat sesuai dengan asas. Upaya-upaya Pendidikan yang dilakukan Taman Siswa serta Hasil yang capai Peraturan Dasar Persatuan Taman Siswa menetapkan berbagai upaya yang dilakukan Taman Siswa. Menyelenggaraan tugas pendidikan dalam bentuk perguruan dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi. baik di lingkungan perguruan maupun di luar lingkungan perguruan itu. sehingga dapat terbentuk wadah yang nyata bagi jiwa Taman Siswa. Menumbuhkan dan memasakkan lingkungan hidup keluarga Taman Siswa.2. dasar tujuan pendidikan Taman Siswa dangan selalu mengingat atau menyesuaikan dengan kecerdasan jaman dan kemajuan dunia 2. untuk diambil faedah sebaik-baiknya. agar dengan demikian ada pengaruh timbal balik antara perguruan .3. baik yang brsifat umum mapun yang bersifat kejuruan. untuk mencapai tujuannya Taman Siwa berusaha dengan jalan sebagai berikut: 1. Di lingkungan Perguruan . 4. sehingga tampak benar wujud masyarakat Taman Siswa yang dicita-citakan. Meluaskan kehidupan ke-Taman Siswaan di luar lingkungan masyarakat Perguruan.3. 3. Upaya-upaya serta Hasil yang dicapai Oleh Aliran Pokok Pendidikan di Indonesia 2.1. mempelajari perkembangan dunia di luar Taman siswa yang ada hhubungannya dengan bidang-bidang kegiatan Tman Siswa.

Mengusahakan tebentuknya pusat-pusat kegiatan kemasyarakatan dalam berbagai bidang kehidupan dan penghidupan masyarakat dengan inti-inti kejiwaan Taman Siswa. Menyelenggarakan usaha pendidikan kader pembangunan yang tenaganya dapat disumbangkan kepada masyarakat untuk pembangunan. baik yang bersifat umum untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat maupun pendidikan karya untuk meningkatkan kecakapan dan kemampuan hidupnya. . Disamping upaya-upaya dalam lingkungan Perguruan. Taman Siswa berusaha di luar lingkungan Perguruan dengan jalan sebagai berikut: 1. Menyelenggarakan usaha-usaha kemasyarakatan dalam masyarakat dalam bentuk-nentuk badan sosial ekonomi yang dapat memberi bimbingan dan dorongan kegiatan masyarakat dalam perjuangannya menuju masyarakat yang bahagia. Bersama-sama dengan instansi-instansi pemerintahan menyelenggarakan usaha-usaha pembentukan kesatuan hidup kekeluargaan sebagai pola masyarakat baru Indonesia. 3. atau keluarga dan masyarakat sekitarnya pada khususnya. untuk mencapai tujuan Taman Siswa. 5. dan masyarakat luas pada umumnya. 4. 2. tertib dan damai. Menjalankan kerja pendidikan untuk masyarakat umum dengan dasar- dasar dan hidup Taman Siswa.

Seperti diketahui. Ki Mangun kasworo. Ketiga pencapaian itu merupakan pencapaian sebagai suatu yayasan pendidikan. persatuan dan kesatuan itu sangat diperlukan oleh setiap bangsa yang Bhinneka agar Tunggal Ika. maka Taman Siswa telah tampil sebagai pelopor persatuan dan kesatuan Indonesia berdasarkan asas kebamgsaan dan kebudayaan Indonesia. antara lain Ki Hajar Dewantara. Hasil yang telah dicapai oleh Perguruan Kebangsaan Taman Siswa Yayasan Perguruan Kebangsaan Taman Siswa yang didirikan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) pada tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta sampai kini telah telah mencapai berbagai hal seperti gagasan atau pemikiran tentang pendidikan nasional. Akhirnya perlu dikemukakan harapan seperrti yang tercermin dalam Tajuk Rencana Harian Kompas menyambut Kongres ke-16 dan hari jadi ke70 Taman Siswa dengan judul “Menyegarkan Kembali Semangat Humanisme Ki Hajar Dewantara” takni perlunya penyegaran untuk mengantisipasi pearkembangan . lembaga-lembaga pendidikan dari Taman Indria sampai dengan Sarjana Wiyata. namun Taman Siswa menduduki ttempat khusus dalam peran perjuanganny itu. dan Ki Suratman). dadan sejumlah besar alumni perguruan (banyak yang menjadi tokoh nasional. seperti Indonesia. yang mungkin juga dicapai oleh yayasan pendidikan lainnya. Sebagai mana tercermin pada namanya dengan encantumkan “kebangsaan” pada tahun 1922 (jadi sebelum Sumpah Pemuda tahun 1928). Meskipun hampir semuan upaya pendidikan yang dilakukan oleh orang Indonesia di zaman penjajahan adalah sebagai sarana perjuangan kemerdekaan Indonesia.

semua penyegaran dan diamisasi itu akan terus berkembang agar Taman Siswa dapat maju terus. namum mulai meredup. Beberapa hal yang perlu dikemukakan adalah memantapakan dan memnyebarluaskan gagasan-gagasannya tentang pendidikan nasional. kita punya kesan tidak ada lagi “barang baru” dari Taman Siswa (Menyegarkan Kembali. Secara berturut-turut asas itu disempurnakan oleh Ki Sarmidi menjadi Pancadarma. Harapan kita. baik yang berkaitan dengan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam maupun tentang pendidikan dan perjuangan atau perkembangan abngsa Indonesia pada umumnya. Seperti diketahui. . Terdapat berbagai upaya yang dilakukan oleh Mohammad Sjafeidan kawan-kawan dalam mengembangkan gagasan dan berupaya mewujudakannya. Ki Moch Tauhid dengan konsep penerapannya di bidang ekonomi. dapat terjadi Taman Siswa sebagai “Indonesia kecil” itu bisa mengikuti “sesama Taman Siswa” yakni perguruan kebangsaan yang bersamangat nasionalisme itu satu persatu mati. hari jadi pendiri Taman Siswa itu (2 Mei) telah ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.2. 2. 1992: 4). demikian Kompas. Karena tanpa penyegaran dan dinamisasi itu. Upaya-upaya yang dilakukan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam serta Hasil yang dicapai.masyarakat yang serba cepat dan tak terduga. dan terakhir Ki Sarino dalam pendidikan kedesaan. Ki Mohammad Said dengan filsafat kekeluargaan. Seperti dikemukakan dalam Tajuk itu. Penyegaran itu telah lama berlangsung dalam Taman Siswa.

dan lain-lain. 1979: 87-117). upaya-upaya dari Ruang Pendidik INS tersebut dilakukan sebagai usaha mandiri. Terdapat pula program khusus untuk menjadi guru yakni tambahan satu tahun setelah Ruang Dewasa untuk pembekalan kemampuan mengajar dan praktek mengajar (Said. buku bacaan dalam rangka pemberantasan buta huruf dan angka dengan judul Kunci 13. penerbitan majalah anak-anak. setara sekolah dasar). pekerjaan tangan dan. Beberapa usaha yang dilakukan Ruang Pendidik Kayu Tanam dalam bidang kelembagaan antara lain menyelenggarakan berbagai jenjang pendidikan. dengan mengutamakan menggambar. sejenisnya (Mohammad Sjafei. serta sekolah menengah) dan sebagainya. Di samping bidang kelembagaan itu. mencetak buku-buku pelajaran. Ruang Pendidik INS Kayu Tanam juga menyelenggarakan usaha lain sebagai baguan mencerdaskan khidupan bangsa. praktis . upaya pemberantasan buta huruf.Pengembangan Ruang Oendidik INS. (Soejono. yakni Sendi (majalah anak-anak). dan lain-lain. Hasil-hasil yang dicapai Ruang Pendidik INS Kayu Tanam Ruang Pendidik INS Kayu Tanam mengalami masa pasang surut sirama dengan pasang-surutnya perjuangan bangsa Indonesia. dan menolak bentuan yang mungkin akan membatasi kebebasannya. 1958:46). seperti Ruang Rendah (7 tahun. 1981: 57-69). Seperti diketahui. Perlu ditekankan bahwa program pendidikan INS tersebut sangant mengutamakan pendidikan keterampilan-kerajinan. Seperti telah dikemukakan bahwa akibat bumi hangus pada penyerangan Belanda tahun 1948. Ruang Dewasa (4 tahun sesudah Ruang Rendah.

dan sejumlah alumni. beberapa ruang pendidik (jenjang persekolahan). Ruang Pendidik INS Kayu Tanam juga diharapkan melakukan penyegaran dan dinamisasi. (utamanya pendidik keteranpilan atau kerajinan). Di samping itu. dan baru dimulai kembali pada tahun 1950. Seperti harapan kepeda Taman Siswa. yaitu mencerdaskan seluruh rakyat Indonesia. Sebagaiman Taman Siswa. seiring dengan perkembangan masyrakat dan IPTEK. Perkembangannya berlansung lambat. Uang Pendidik INS Kayu Tanam juga mengupayakan gagasan-gagasan tentang pendidikan nasional. upaya-upaya pemgembangan Ruang Pendidik INS tersebut seyogyanya dilakukan dalam kerangka pengembanga Sistem Pensisikan Nasional. yang ditulis pada tahun 1968 (cetakan kedua tahun 1979). sebagai bagian dari usaha mewujudkan cita-cita Ruan Pendidik INS. Beberapa orang alumni telah berhasil menerbitkan salah satu tulisan Moh. Sjafei yakni Dasar-dasar Pendidik (1976). tetapi yidak mati seperti beberapa perguruan kebangsaan lainnya. .kegiatan nyata dari INS terhenti.

BAB III PENUTUP 3. 4) Banyak upaya-upaya serta hasil yang dicapai oleh Taman Siswa dan INS Kayu Tanam untuk mengembangkan gagasan dan berupaya mewujudkannya. Ketujuh asas tersebut secara singkat disebut “asas 1922”. 2) Perguruan Kebangsaan Taman Siswa mempunyai tujuh asas perjuangan untuk menghadapi pemerintahan kolonial Belanda serta sekaligus untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan sifat nasional dan demokrasi. yaitu Taman Siswa dan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam. Namun setelah kemerdekaan sesuai asas tersebut dikembangkan menjadi 29 asas. Dan tujuan Taman Siswa sebagai badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat tertib dan damai.1. baik yang berkaitan dengan kegiatan perguruan maupun di luar kegiatan perguruan. 3) Pertama kali didirikan INS Kayu Tanam memiliki 5 asas pokok. . Kesimpulan 1) Aliran pokok di Indonesia ada dua.

siapa lagi yang akan melestarikannya. 3.2. sebaiknya kita terus melestarikan apa yang telah dicapai oleh kedua aliran tersebut. . Oleh karena itu kita tidak boleh menyia-nyiakan apa yang telah ditorejkan oleh kedua aliran tersebut. Perjuangan yang dilakukan kedua aliran tersebut tidaklah gampang. namun sangatlah terjal. Saran Sebagai generasi muda penerus bangsa. Karena jika bukan kita.

Pengantar Pendidikan. Karya Ki Hadjar Dewantara. DAFTAR RUJUKAN Tirtahardja. Jakarta: Harapan Masa (Penulisan ejaan disesuaikan) . 1981. Mohammad. Ki Hadjar Dewantara. 1979. S. Jakarta: Mutiara Soeonjono. Jakarta: Yayasan Proklamasi CSIS Said. Yogyakarta: Majelis Luhur Taman Siswa. Sjafei.L. 1958. & La Sulo. Ag. 2005. Jakarta: Rineka Cipta. Pendidikan Abad Keduapuluh dengan Latar Belakang Kebudayaannya. Muh. Dasar-dasar pendidikan. U. 1962. Aliran Baru dalam Pendidikan dan Pengajaran.