You are on page 1of 7

ALDNP / Anak Langit di Negeri Pelangi 26

NOW POWERED BY:

“Persis seperti yang saya pikirkan.” kata Jaira. “Saya sudah


menjanjikannya begitu agar ia mau mengakui sebagai kaki tangan
pemuda setan itu.”
Dan itulah yang terjadi. Hakim wilayah yang sudah menerima suap
dari Jaira dan mendapatkan bukti dari Sukadu tentang tewasnya Paldrino
dan keluarganya memutuskan terpidana di hukum penjara dua puluh
tahun dan dipenjara di Buntung demi penyelidikan lebih lanjut.
Sebulan setelah peristiwa itu Tamakir terpilih mejadi Wedana
Buntung. Hal itu berkat kekuatan uang suap, dan cara-cara licik sehingga
banyak pemilih tidak punya pilihan lain selain mencoblos tanda gambar
Tamakir. Selain itu, para saksi dan petugas Pilkadal (Pemilihan Kepala
Daerah Langsung) Buntung setelah makan suap berlaku curang dalam
perhitungan suara atau mengganti bukti coblosan lawan dengan bukti
coblosan yang menusuk tanda gambar Tamakir. Agar lawan tidak protes,
mereka juga disuap atau diancam secara halus maupun kasar.

Salah satu cara yang dilakukan dengan jitu yaitu dengan


menggunakan metode Serangan Fajar yang dilakukan tiga hari menjelang
Pilkadal. Dini hari sebelum penduduk turun ke sawah, orang-orang
Tamakir membuka lebar saluran air dan membelokkan aliran air yang
menuju sawah milik lawannya tanpa menyisakan sedikitpun aliran air
menuju sawah-sawah milik penduduk lainnya. Padahal sudah menjadi
ketentuan umum pengaturan air dilakukan secara musyawarah dan
dilakukan bersama-sama. Saat para petani mendapati sawah mereka

Publisher may contact andraldri@reborn.com to publish this ALDNP


great story.
ALDNP / Anak Langit di Negeri Pelangi 26

kehabisan air, mereka beramai-ramai mencari


SUPPORTED BY: penyebabnya dan menutup saluran yang
menuju sawah milik lawan Tamakir.
“Belum jadi wedana saja sudah
sewenang-wenang, bagaimana kalau sudah
jadi nanti?” keluh seorang petani.
“Eh, tunggu dulu! Rasanya tidak
mungkin kalau dia yang melakukan. Itu
tindakan bodoh. Ini lebih mungkin dilakukan
oleh lawannya si Tamakir itu biar kita
membenci lawannya dan memilih dia,” kata
petani yang lebih tua.
Dini hari berikutnya kejadian serupa
terjadi lagi, tetapi kali ini mereka dipergoki
oleh tiga orang petani yang sengaja
menunggui saluran air itu.
“He! Kenapa kalian membelokkan air itu
kesana? Siapa kalian?”
Para pembobol air yang tidak lain para
tukang pukul Lurah Brangin menghampiri
penegurnya dengan garang sambil siap
menghunus golok.
“Kami anak buah Tamakir, mau apa
kalian!” tantang mereka.
Para petani itu menjadi kecut hatinya,
mereka tak berani menjawab. Mereka tahu
betul perangai para tukang pukul Tamakir dan
kekuatan uang lurah serakah itu.
“Ini peringatan buat kalian! Jika juragan
kami Tamakir tidak terpilih menjadi wedana
kalianlah penyebabnya karena tidak mencoblos Tamakir. Sawah kalian
akan kami buat selalu kekeringan, atau hewan kalian akan selalu hilang
dicuri orang. Ingat itu!”

Publisher may contact andraldri@reborn.com to publish this ALDNP


great story.
ALDNP / Anak Langit di Negeri Pelangi 26

Para petani itu hanya diam, takut.

“Kalau orang-orang tahu ini perbuatan Tamakir, kalianlah yang biang


keroknya dan akan tahu sendiri akibatnya. Kami tidak akan segan-segan
mencelakakan anak istri atau keluarga kalian! Mengerti?!” bentak
pimpinan tukang pukul.
“Tapi... ka..mi..”
“Diam! Kau!! Dan Dengar ini baik-baik!!” bentak seorang dari
tukang pukul itu.
“Mulai pagi ini kami harus mendengar pembicaraan orang di pasar
bahwa lawan Tamakir telah berbuat jahat merampas jatah air kalian,
mengerti?! Sekarang kalian pulang dan ceritakan itu kepada anak istri
kalian. Awas kalau sampai terjadi sebaliknya. Leher kalian akan jadi
taruhannya!”
Ketiga petani itu pulang dengan lesu.
Dan memang benar dmikian yang terjadi. Siang harinya tersebar
gosip lawan Tamakir telah mencuri air jatah para petani lainnya. Meski
banyak dari mereka yang meragukan berita itu, tetapi mereka dengan
‘arif’ memilih meneruskan berita itu sebagaimana aslinya.
Lawan Tamakir tentu saja mencoba membantah, tetapi gosip telah
begitu deras menyebar. Ia bahkan didatangi oleh Jaira dan Sukadu yang
menekannya dengan isu tuduhan palsu.
“Kalau saudara membantah berita itu, itu sama saja berarti menuduh
Lurah Brangin lawan saudara sebagai pelakunya. Ia bisa menuntut
saudara dengan tuduhan pencemaran nama baik,” kata Sukadu.

Publisher may contact andraldri@reborn.com to publish this ALDNP


great story.
ALDNP / Anak Langit di Negeri Pelangi 26

SUPPORTED BY:
“Sebagai Pamong Negeri, saya harus bisa
menjawab pertanyaan orang banyak. Karena
itu saya hanya akan menjawab bahwa
peristiwa itu sedang kami selidiki, dan
kemungkinannya bisa macam-macam. Bisa
saja Tamakir yang melakukan untuk
menjelekkan nama saudara, tetapi bisa juga
saudara yang melakukan untuk menjelekkan
Tamakir dengan alasan saudara tidak mungkin
berbuat sebodoh itu,” lanjut Sukadu.
“Saya kira sebaiknya saudara tidak perlu
membantahnya. Biarlah kalah kali ini, karena
kita akan punya mainan lain untuk saudara
nanti. Bagaimana?” tanya Jaira.
Lawan Tamakir hanya bisa mengangguk
diam. Ia jelas tidak punya pilihan lain.
Kalaupun ia menang, pemerintahannya pasti
akan selalu diganggu oleh Lurah Brangin dan
kedua komplotannya ini yang juga memiliki
jabatan tinggi di kawedanan Buntung.
Lawan Tamakir ini terpaksa menurut saja
apa yang diminta oleh Jaira dan Sukadu. Ia
memilih menutup mulut alias diam seribu
basa. Bahkan seribu tiga.Bukankah pepatah
bilang diam itu emas?
Namun begitu di dalam hatinya ia selalu
bertanya-tanya: “benarkah Diam itu emas?”
Bukankah dengan diamnya itu si Tamakir
yang mendapatkan emas itu! Sedangkan rakyat Buntung akan
medapatkan kerugian akibat ‘emas’ mereka akan dirampas oleh lurah
tamak beserta kedua kroninya itu. Adapun dirinya hanya akan gigit jari
tak mengecap apapun dari ke’diaman’nya itu, selain terhindar dari
ancaman Sukadu dan Jaira. Bagi dirinya diam yang terpaksa dipilihnya

Publisher may contact andraldri@reborn.com to publish this ALDNP


great story.
ALDNP / Anak Langit di Negeri Pelangi 26

kali ini sama sekali bukan emas. Diam yang menyengsarakan rakyat.
Benar-benar Diam itu Loyang !!

Akhirnya, hari pemilihan pun tiba. Rakyat datang berombongan ke


tempat pencoblosan tetapi bukan karena gairah melainkan lebih karena
merasa terpaksa daripada sesuatu yang buruk menimpa mereka dan
keluarganya. Kalau biasanya orang ramai berceloteh menyambut pesta
demokrasi seperti ini, disini tidak demikian. Penduduk diam lesu sambil
menunggu gilirannya dipanggil untuk mencoblos.
Saat mencoblos pun menjadi waktu yang menyiksa. Meskipun bilik
itu tertutup, tak terlihat dari luar, tetapi para pencoblos merasa seakan
ada banyak mata melotot kepada mereka dengan pandangan mengancam
kalau-kalau mereka tidak mencoblos Tamakir. Karena itu banyak yang
berulang kali melihat kembali hasil coblosan mereka untuk memastikan
mereka tidak ‘salah pilih’ sebelum melangkah keluar. Bahkan banyak
diantara mereka yang tetap tidak yakin setelah keluar dari bilik neraka
itu, apakah mereka sudah ‘benar’ atau keliru saat mencoblos tadi.
Mereka menjadi linglung. Mereka yakin kalau sampai salah pilih maka
orang-orang Tamakir akan tahu pasti merekalah pelakunya. Banyak yang
tidak bisa tidur nyenyak sebelum kemenangan diraih oleh Tamakir. Ajaib
tapi ironis, orang yang membencinya justru berharap dialah yang
menjadi pemenang dan pemimpin mereka. Sungguh-sungguh dunia yang
ganjil.
Tidak syak lagi, Tamakir dinyatakan sebagai pemenangnya dengan
selisih suara yang mencolok. Banyak yang kecewa tetapi sekaligus juga
merasa lega.

Publisher may contact andraldri@reborn.com to publish this ALDNP


great story.
ALDNP / Anak Langit di Negeri Pelangi 26

Meskipun hasil pemilihan membuat heran dan kecewa masyarakat


banyak, mereka hanya bisa mengurut dada menelan kekecewaan, sambil
membayangkan masa depan yang semakin suram. Korupsi tentu akan
semakin merejalela demi mengumpulkan harta untuk menyuap lagi saat
nanti mengejar jabatan yang lebih tinggi.
Tidak lama kemudian, Jaira benar-benar menjadi Adipati tetapi tidak
di Megalung sebagaimana keinginannya semula. Tetapi bagaimana nasib
Sukadu? Akankah ia diangkat menjadi Kepala Pamong Negeri
Megalung? Itu akan diceritakan nanti.

(…….BERSAMBUNG……)

VIDEO INSPIRASIONAL

Sambil menanti lanjutan kisah ALDNP silakan cari inspirasi disini. Duduk
santai, dan biarkan hati dan pikiran anda mengembara melintas batas
yang selama ini mengungkung cakrawala anda.

Selamat Menikmati!

Publisher may contact andraldri@reborn.com to publish this ALDNP


great story.
ALDNP / Anak Langit di Negeri Pelangi 26

_________________________________________

T H I S W O R K I S L I C E N S E D U N D E R A C R E AT I V E C O M M O N S AT T R I B U T I O N -
N O N C O M M E R C I A L - N O D E R I VAT I V E W O R K S 3 . 0 U N P O R T E D L I C E N S E

Publisher may contact andraldri@reborn.com to publish this ALDNP


great story.