You are on page 1of 67

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting bagi kehidupan manusia.

Melalui pendidikan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik dapat dikembangkan

secara optimal. Selain itu pendidikan juga merupakan salah satu faktor yang menentukan

maju mundurnya pembangunan suatu negara.

Menyadari pentingnya pendidikan, Departemen Pendidikan Nasional

(Depdiknas, 2003:6) telah melakukan berbagai usaha untuk memperbaiki mutu

pendidikan. Diantaranya adalah dengan meningkatkan kemampuan guru dan

menyempurnakan kurikulum serta pedoman pelaksanaannya. Akan tetapi, meskipun

kemampuan profesional guru sudah ditingkatkan dan kurikulum sudah disempurnakan,

namun kunci keberhasilan tidak terlepas dari berbagai cara pendidik yang

melaksanakannya.

Disamping penguasaan materi, seorang guru dituntut memiliki ketrampilan

dalam menyampaikan materi yang akan diberikan. Cara guru menciptakan suasana di

kelas sangat berpengaruh pada reaksi yang ditampilkan siswa dalam kegiatan

pembelajaran. Apabila guru berhasil menciptakan suasana yang membuat siswa

termotivasi dan aktif dalam belajar, kemungkinan meningkatnya hasil belajar siswa

sesuai dengan yang diharapkan. Dimyati (2002:62) mengatakan, “Guru dapat

menggunakan metode dan tehnik mengajar secara bervariasi sehingga dapat menarik
2

perhatian siswa dalam proses pembelajaran.” Dari pernyataan tersebut dapat

disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode yang sesuai dengan materi yang

diajarkan dan disukai oleh siswa maka kegiatan belajar mengajar akan berlangsung

secara efektif, efesien dan mengena pada tujuan yang diharapkan.

Banyak usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran

ekonomi, salah satunya adalah meningkatkan pemahaman guru tentang penggunaan

metode dan sistem penyampaian bahan pelajaran kepada siswa. Dalam proses belajar

mengajar ekonomi terdapat beberapa metode yang digunakan seperti metode Ceramah,

Tanya Jawab, Diskusi, Brain Storming, Discovery, dll. Untuk memilih salah satu atau

lebih metode yang digunakan dalam mengajar materi–materi ekonomi terlebih dahulu

harus diperhatikan kemampuan siswa, tujuan dan fungsi metode sarana dan prasarana

metode tersebut. Hal ini sesuai dengan pernyataan Johar, dkk (2006:101) “Efektivitas

penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuaian antara metode dengan semua

komponen pengajaran yang telah diprogramkan dalam satuan pelajaran”.

Pada umumnya dalam kegiatan belajar mengajar banyak siswa yang tidak

berani atau takut menyampaikan gagasan, ide ataupun pertanyaan kepada guru terhadap

meteri yang tidak dipahami, siswa takut pendapatnya akan dianggap salah dan tidak

percaya diri pada gagasan yang diungkapkannya sehingga pada saat proses pembelajaran

siswa hanya terpaku pada apa yang diberikan oleh guru dan proses belajar mengajar

tidak dapat berjalan dengan efesien. Oleh karena itu seorang guru hendaknya memilih

metode pembelajaran yang dapat menjadikan siswa aktif dalam menemukan konsep dan
3

menyelesaikan masalah seperti penggunaan metode Brain Storming (sumbang saran atau

curah pendapat).

Metode Brain Storming (sumbang saran) adalah suatu metode mengajar yang

memberikan suatu masalah kepada siswa, kemudian siswa memberikan gagasan untuk

menjawab masalah tersebut sehingga berkembang menjadi masalah baru seperti

dikemukakan Roestiyah (2001:73) “Metode Brain Storming adalah cara mengajar yang

dilaksanakan oleh guru didalam kelas yang melontarkan suatu masalah, kemudian siswa

menjawab, menyatakan pendapat atau komentar sehingga masalah tersebut berkembang

menjadi masalah yang baru”. Metode Brain Storming juga dapat mendorong siswa

merangsang pikirannya untuk berpikir kreatif dengan adanya masalah yang diberikan

oleh guru. Munandar (2004:196) mengatakan, “Metode Brain storming bertujuan untuk

menguras habis apa yang dipikirkan para siswa dalam menanggapi masalah yang

diajarkan guru dikelas”. Akhir dari proses pembelajaran ini diharapkan akan dapat

meningkatkan prestasi belajar siswa, pada prinsipnya semua siswa memiliki kemampuan

yang sama dan bisa belajar apa saja. Hanya waktu yang diperlukan untuk mencapai

kemampuan tertentu yang berbeda.

Hasil observasi di SMA N 1 Idi Rayeuk Aceh Timur menunjukkan bahwa

dalam penerapan pembelajaran ekonomi, para guru masih banyak yang menggunakan

metode ceramah, hal ini membuat siswa merasa jenuh dalam belajar sehingga dapat

mempengaruhi prestasi belajarnya. Mengingat persoalan yang timbul akibat masalah

mengajar pada guru dalam memberikan materi kepada siswa maka perlu dilakukan

kegiatan belajar dengan menggunakan metode lain agar terbentuk siswa yang mandiri
4

dalam belajar, dalam berfikir dan memotivasi dirinya sehingga kegiatan pembelajaran

berlangsung dengan efektif. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode

brain storming. Namun metode ini harus diuji dan diteliti dulu untuk memperoleh hasil

yang baik.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti ingin mengetahui bagaimana pengaruh

penggunaan metode pembelajaran Brain Storming terhadap prestasi belajar siswa pada

pokok bahasan ketenagakerjaan dan pengangguran pada siswa kelas XIIPS di SMA N 1

Idi Rayeuk Aceh Timur dan apakah guru melakukan mekanisme metode Brain storming

dengan tepat pada siswa kelas XIIPS di SMA N 1 Idi Rayeuk Aceh Timur. Untuk

menjawab permasalahan tersebut maka penulis ingin melakukan penelitian dengan judul

“Pengaruh Metode Pembelajaran Brain Storming Terhadap Prestasi Belajar Siswa

pada Pokok Bahasan KetenagaKerjaan dan Pengangguran di Kelas XI IPS SMA

Negeri 1 Idi Rayeuk Aceh Timur.”

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini

adalah:

1. Apakah terdapat pengaruh penggunaan metode Brain Storming terhadap prestasi

belajar siswa pada materi ketenagakerjaan dan pengangguran di kelas XI IPS

SMA N 1 Idi Rayeuk Aceh Timur.


5

2. Bagaimana tanggapan siswa dalam proses belajar mengajar dengan

menggunakan metode Brain Storming pada materi ketenagakerjaan dan

pengangguran di kelas XI IPS SMA N 1 Idi Rayeuk Aceh Timur.

1.3 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pengaruh prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode

Brain Storming pada materi ketenagakerjaan dan pengangguran di kelas XI IPS

SMA N 1 Idi Rayeuk Aceh Timur.

2. Untuk mengetahui tanggapan siswa dalam penerapan metode Brain Storming

pada materi ketenagakerjaan dan pengangguran di kelas XI IPS SMA N 1 Idi

Rayeuk Aceh Timur.

1.4 Manfaat Penelitian

1. Bagi peneliti sendiri dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan

dalam proses belajar mengajar.

2. Akan dapat memperkaya pengembangan pengetahuan proses belajar

mengajar yang berbasis pada ilmu pendidikan, khususnya mengenai kajian

penggunaan metode Brain Storming dalam proses belajar mengajar.

3. Sebagai informasi dan masukan kepada pendidik terutama para guru ekonomi

agar dapat berperan aktif untuk berusaha meningkatkan prestasi belajar siswa

dalam proses belajar mengajar.


6

1.5 Anggapan Dasar

Anggapan dasar merupakan pegangan segala pandangan atau kegiatan terhadap

masalah yang akan diteliti. Menurut Arikunto (2002:17) mengemukakan: “Anggapan

dasar merupakan dasar berpijak yang kokoh bagi masalah yang sedang diteliti serta

merupakan dasar menentukan hipotesis”. Yang menjadi anggapan dasar dalam

penelitian ini adalah“metoda adalah cara guru melaksanakan proses pembelajaran untuk

mencapai tujuan.”

1.6 Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara yang harus diuji kebenarannya. Arikunto

(2002:25) mengatakan bahwa, “Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara

terhadap pemasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.” Yang

menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah “Penggunaan metode Brain Storming

dapat berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa di kelas XI IPS SMA N 1 Idi

Rayeuk Aceh Timur.”

1.7 Ruang lingkup Penelitian dan Definisi Operasional

Ruang lingkup penelitian ini adalah kegiatan belajar mengajar, kajiannya

dibatasi pada prestasi atau hasil belajar siswa yang diajarkan dengan metode Brain

Storming pada pokok bahasan ketenagakerjaan dan pengangguran. Penelitian ini

dilakukan pada siswa kelas XI IPS semester 1 di SMA N 1 Idi Rayeuk Aceh Timur.
7

Untuk mempermudah pemahaman skripsi ini, maka didefenisikan istilah-istilah

penting yang menjadi pokok bahasan utama, yaitu:

1. Metode mengajar adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan (Djamarah,
2002:85). Secara operasional metode mengajar yang dimaksud adalah suatu cara
untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2. Metode Brain Storming adalah suatu cara mengajar di mana guru memberikan

suatu masalah yang mampu merangsang pikiran siswa sehingga siswa tersebut

dapat menanggapi dengan mengeluarkan ide-idenya (Roestiyah, 2001:74).

3. Prestasi adalah suatu bukti keberhasilan yang dicapai oleh seorang individu

melalui proses belajar.


8

BAB II

LANDASAN TEORETIS

2.1 Prestasi Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya

2.1.1 Pengertian Belajar

Belajar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia.

Untuk mencapai cita-citanya siswa harus belajar dengan giat. Meskipun demikian

banyak faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa.

Slameto (2003:2) mengatakan “belajar adalah suatu proses usaha yang

dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara

keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan

lingkungannya”. Sedangkan Winkel (1996:115) mendefinisikan “belajar adalah suatu

proses mental yang mengarah pada penguasaan pengetahuan, kecakapan/skill, kebiasaan

atau sikap yang semuanya diperoleh, disimpan dan dilaksanakan sehingga menimbulkan

tingkah laku yang progresif dan adaptif”.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu

perubahan pada diri manusia baik berupa perubahan pengetahuan. Tingkah laku maupun

keterampilan dengan berbagai kegiatan misalnya dengan membaca, mendengar,

mengamati dan sebagainya.

2.1.2 Pengertian Prestasi Belajar

Setelah suatu proses belajar mengajar selesai dilaksanakan, maka perlu

diadakan evaluasi untuk melihat hasil dari pelaksanaan proses tersebut. Melalui hasil
9

evaluasi tersebut akan diperoleh data tentang prestasi belajar siswa, hal ini sesuai dengan

Winkel (1996:162) “Prestasi belajar adalah bukti keberhasilan usaha yang dapat

dicapai.” Istilah prestasi belajar juga sering disingkat dengan indeks prestasi. Slameto

(2003:2) mengartikan “Indeks prestasi adalah nilai kredit rata-rata yang merupakan

satuan nilai akhir yang menggambarkan mutu penyelesaian suatu program belajar.”

Nasution (2005:67) mengemukakan pengertian prestasi belajar, yakni “prestasi

adalah hasil belajar yang merupakan gambaran kualitas pencapaian tujuan yang telah

ditetapkan atau ukuran derajat penguasaan siswa atas materi yang diajarkan yang

dinyatakan dengan angka-angka atau kualitas tertentu yang menggambarkan tingkatan

tertentu.”

Dari kutipan diatas, adanya hubungan antara belajar dan prestasi belajar,

dimana hasil dari pada belajar dinyatakan dengan prestasi. Maka dapatlah disimpulakan

bahwa prestasi belajar siswa keseluruhan adalah hasil belajar siswa yang diperoleh dari

kegiatan yang dilakukan, yaitu belajar seperti kelompok belajar yang merangsang

pengetahuan baru, ketrampilan dan sikap yang menimbulkan tingkah laku bagi siswa

yang melaksanakan kegiatan belajar dalam penilaian ini yang menjadi prestasi anak

didik adalah nilai dari daftar kumpulan nilai yang diberikan pihak sekolah atau raport.

Untuk melihat sejauh mana kemampuan prestasi yang dicapai oleh seseorang,

maka perlu diadakan perbandingan dengan prestasi orang lain. Prestasi belajar dapat

dicapai oleh seseorang dikatakan lebih dari presatasi orang lain apabila prestasi

seseorang itu lebih bearti dari prestasi orang yang didasari pada hal kriteria yang sama.
10

2.1.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar

Dalam proses belajar mengajar, baik disekolah maupun dirumah , guru dan

orang tua selalu mengharapkan agar anaknya dapat memperoleh hasil yang sebaik-

baiknya sesuai dengan tujuan pendidikan. Namun dalam kenyataannya tidaklah semua

anak didik dapat mencapai hasil belajar sebagaimana yang diharapkan, hal ini

disebabkan karena anak didik sering mengalami kesulitan dalam belajar yang

disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Sesuai dengan yang

dikemukakan oleh Slameto (2003:54) bahwa: “Faktor-faktor yang mempengaruhi

prestasi belajar dapat digolongkan menjadi dua yaitu faktor intern dan faktor ekstern.”

2.1.3.1 Faktor-faktor Internal

Yang dimaksud faktor intern adalah faktor yang menyangkut seluruh pribadi,

termasuk fisik maupun mental yang ikut menentukan berhasil atau tidaknya seseoran

dalam belajar. Munandar (2004:18) menegaskan bahwa: “orang yang berbakat dalam

bidang studi diperkirakan akan mampu mencapai prestasi yang tinggi dalam bidang itu.”

Faktor intern terbagi tiga faktor yaitu sebagai berikut:

1. Faktor fisiologis (jasmani), merupakan suatu faktor yang menunjukkan tahap

perkembangan seseorang.

2. Faktor psikologis (rohani), merupakan faktor kejiwaan siswa antara lain

terdiri dari minat dan bakat siswa.

3. Faktor kelelahan. Kelelahan pada seseorang dapat dilihat dari kondisi

tubuhnya seperti lemah atau bosan


11

2.1.3.2 Faktor Eksternal

1. Faktor keluarga.

Keluarga merupakan tempat pertama seorang anak memperoleh pendidikan.

Keluarga mempunyai peran yang sangat besar dalam menentukan usaha memberikan

dorongan belajar pada siswa, sehingga tercapai prestasi yang baik sesuai dengan yang

diharapkan. Sehubungan dengan halitu Slameto (2003:62) mengemukakan “Keluarga

adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama.”

2. Faktor sekolah

Belajar disekolah merupakan cara belajar formal dan mempunyai kurikulum

tertentu, dimana pada tempat tersebut berlangsungnya prosesbelajar. Eksistensi sekolah

sudah sudah tentu sangat besar pengaruhnya terhadap kemejuan siswa dalam

pendidikan. Slameto (2003:66) menyebutkan bahwa: “Faktor sekolah yang

mempengaruhi prestasi siswa antara lain kurikulum dan standar pelajaran di atas ukuran

dan lain-lain.” Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang diberikan kepada

siswa, khisusnya menyangkut dengan proses belajar mengajar.

3. Faktor masyarakat

Selain dari faktor keluarga, mutu belajar juga dipengaruhi oleh lingkungan

(masyarakat). Kemampuan anak dalam menyesuaikan diri dengan masyarakat bisa saja

berpengaruh baik, dan bisa saja buruk. Menurut Slameto (2003:70) “Ada beberapa

faktor masyarakat yang mempengaruhi prestasi belajar siswa seperti kegiatan siswa

dalam masyarakat dan teman bergaul.”


12

2.2 Metode Brain Storming

Metode adalah suatu cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk

mencapai tujuan kegiatan, oleh karena itu dalam memilih suatu metode yang akan

digunakan oleh seorang guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang

mendukung pemilihan metode tersebut, seperti karakteristik tujuan kegiatan dan

karakteristik anak yang diajarkan.

Johar,dkk (2006:148) mengemukakan, “Metode mengajar merupakan suatu


pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau
instruktur, metode sebagai alat motivasi ekstrinsik dalam kegiatan belajar
mengajar merupakan motif-motif yang aktif dan berfungsi sebagai perangsang
dari luar yang juga sebagai suatu alat untuk mencapai tujuan pembelajaran
atau kegiatan.”

Djamarah (2002:82), “metode merupakan alat motivasi ekstrinsik sebagai

strategi pengajaran dan sebagai alat mencapai tujuan kegiatan”. Contoh metode dalam

pembelajaran ekonomi antara lain metode Ceramah, Tanya Jawab, Brain Storming dan

sebagainya.

Hamalik (2001:101) menyatakan bahwa dalam mengklasifikasikan metode-

metode mengajar perlu memperhatikan:

1. Komposisi kelompok siswa

2. Karakteristik kelompok

3. Cara anggota kelompok melakukan interaksi

4. sifat sumber material yang tersedia

5. cara menggunakan sumber

6. faktor waktu
13

Metode Brain Storming adalah metode mengajar yang berupa pemberian

masalah-masalah, soal-soal kepada sekelompok siswa kemudian siswa mengeluarkan

ide-ide apapun sehingga membentuk masalah yang baru (Roestiyah, 2001:73). Segala

sesuatu yang dikerjakan pasti memiliki tujuan, demikian pula guru memberkan masalah

pada siswanya, adapun tujuan metode Brain Storming, Roestiyah (2001:74)

mengemukakan, “Tujuan penggunaan metode Brain Storming adalah untuk menguras

habis apa yang dipikirkan oleh siswa dalam menanggapi masalah yang di ajarkan guru

dikelas.’’ Dengan demikian siswa belajar dan melatih mengemukakan pendapatnya

dengan bahasa dan kalimat yang baik. Siswa yang kurang aktif perlu dipancing dengan

pertanyaan dari guru agar turut berpartisipasi aktif dan berani mengemukakan

pendapatnya.

2.3 Aturan-aturan Dasar Metode Brain Storming


Ada empat aturan dasar metode Brain Storming yang dikemukakan oleh
Munandar (2004:196) adalah sebagai berikut:
1. Tidak memberikan Kritikan
Asas pertama dari berfikir divergen ialah meniadakan sensor untuk kala waktu
tertentu. Hal ini lebih mudah di katakan dari pada di laksanakan, karena pada
umumnya kita cenderung kritis dan berhati-hati, kita di ajarkan untuk selalu
mempertimbangkan, selektif dan lebih menghargai kualitas dari pada kuantitas.
Kecenderungan untuk kritis itu menyebabkan bahwa kita lebih memperhatikan
apa yang salah, apa yang lemah, apa yang keliru pada gagasan yang di berikan
orang lain dari pada memperhatikan apa yang baik. Kritik yang di berikan terlalu
cepat tanpa memberikan kesempatan mengembangkan suatu gagasan baru dapat
mematikan kreativitas. Kritik yang sering di dengar terhadap suatu gagasan yang
di berikan adalah:
- Hal itu sudah sering di akukan
- Hal itu belum pernah dil akukan
- Rasanya tidak ada jalan
14

- Gagasan itu aneh sekali


Dan masih banyak lainnya memang tidak mudah untuk tidak memberikan kritik.
Setiap anggota kelompok yang menggunakan teknik sumbang saran harus di
latih atau di ingatkan untuk lebih bersifat terbuka terhadap gagasan orang lain
(dan terhadap gagasan itu sendiri), dan dapat menangguhkan pemberian kritik.
2. Kebebasan dalam memberi gagasan (Freewheeling)
Di perlukan keadaan tertentu agar seseorang bebas dalam mementukan gagasan,
yaitu keadaan di mana dia merasa aman, di akui dan di hargai, apalagi jika siswa
belum biasa untuk bebas berbicara, hal inipun memerlukan latihan.
3. Memberi banyak gagasan
Di sini berlaku asas quantity breeds quality, dengan memberikan banyak
gagasan, makin besar kemungkinan bahwa di antara sekian banyak gagasan ada
beberapa yang baik dan berkualitas. Jika dalam sidang sumbang saran, 10 persen
dari gagasan adalah gagasan yang baik yang dapat di kerjakan, maka jika ada
100 gagasan bearti ada 10 gagasan yang baik, sedangkan bila yang diberikan 10
gagasan saja maka yang termasuk baik hanya satu. Dengan menekankan kualitas
disamping kemungkinan memilih yang lebih besar, peserta untuk lebih berusaha
lebih keras dalam menyumbangkan saran.
Karena tuntutan akan kuantitas ini maka gagasan sebaiknya di nyatakan dengan
singkat, elaborasi dapat menyusul yang dicatat hanya inti pemikiran karena
sidang sumbang saran yang baik berlangsung begitu cepat dengan peserta aktif
dan bersemangat memberiakan gagasan yang sama diberikan lebih dari satu kali,
yang penting bahwa semua gagasan di catat dengan cepat, baru kemudian yang
sama di keluarkan. Lagi pula ada kemungkinan bahwa suatu gagasan
kedengarannya sama tetapi sebetulnya yang di maksud lain karena di berikan
oleh peserta yang berbeda. Dengan mengatakan “Gagasan itu tadi sudah di
berikan ” kita dapat menghambat kelancaran pencetusan ide bearti menghambat
proses kreativitas.
4. Gabungan dan perbaikan ide
Dalam sidang sumbang saran tidak jarang terjadi bahwa gagasan yang di berikan
seseorang menyambung pada gagasan yang lain. Ini merupakan salah satu
manfaat terbesar dari teknik sumbang saran bahwa peserta sidang saling memacu
dalam memberi gagasan. Biasanya suasananya menyenangkan dan
mencerminkan keasyikan, memberikan pengalaman positif bekerja sama untuk
mencapai tujuan memecahkan masalah.

2.4 Langkah-langkah Metode Brain Storming


Pembelajaran dengan metode Brain Storming mengikuti pokok yang ditetapkan
Langkah-langkah pokok metode Brain Storming yang dikemukakan oleh Johnson
(dalam Gulo, 2002:117), adalah sebagai berikut:
15

1. Guru memberikan masalah kepada siswa, baik melalui bahan tertulis


maupun secara lisan.
2. Guru meminta kepada setiap siswa untuk merumuskan masalahnya dalam
suatu kalimat sederhana.
3. Kemudian guru menampung semua pendapat mereka dengan menulisnya
dipapan tulis tanpa mempersoalkan tepat atau tidaknya benar atau salahnya
pendapat tersebut.
4. Setiap pendapat ditinjau kembali dengan meminta penjelasan dari siswa
yang bersangkutan.
5. kemudian guru memperkuat penjelasan yang disampaikan siswa atau
menjelaskan kembali apa yang dimaksud oleh siswa tersebut. Dengan
demikian dapat dicoret beberapa rumusan yang kurang relevan atau dipilih
rumusan yang lebih tepat.
6. Akhirnya kelas memilih satu perumusan yang paling tepat yang dapat
dipakai oleh semua.

Berdasarkan langkah tersebut diatas, maka dalam pelaksanaanya guru

memberikan masalah yang mampu merangsang pemikiran siswa, sehingga siswa

menanggapi dan guru tidak boleh memberikan kritikan juga tidak perlu menyimpulkan.

2.5 Kelebihan dan Kekurangan Metode Brain Storming


Metode Brain Storming (sumbang saran) mempunyai kelebihan seperti yang

dikemukakan Roestiyah (2001:74), yaitu:

1. Anak-anak aktif berfikir untuk menyatakan pendapat.


2. Melatih siswa berfikir dengan cepat dan tersusun logis.
3. Merangsang siswa untuk selalu siap perpendapat yang berhubungan
dengan masalah yang diberikan oleh guru.
4. Meningkatkan prestasi siswa dalam menerima pelajaran.
5. Siswa yang kurang aktif mendapat bantuan dari temannya yang pandai
atau dari guru.
6. Terjadi persaingan yang sehat.
7. Anak merasa bebas dan gembira.
8. Suasana demokratis dan disiplin dapat ditimbulkan.

Disamping ada kelebihan, metode ini juga mempunyai kekurangan antara lain

dikemukakan Roestiyah (2001:75):


16

1. Guru kurang memberi waktu yang cukup kepada siswa untuk


berfikir yang baik.
2. Anak yang kurang selalu ketinggalan.
3. Kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh anak pandai
saja
4. Guru hanya menampung pendapat tidak pernah merumuskan
kesimpulan
5. Siswa tidak segera tahu apakah pendapatnya itu benar atau salah
6. Tidak menjamin hasil pemecahan masalah
7. Masalah bisa berkembang kearah yang tidak diharapkan.

Berdasarkan kekurangan dalam penggunaan metode Brain Storming, seorang

guru harus bisa mengarahkan siswa-siswa yang memerlukan waktu yang lama untuk

berfikir (inkubasi) yang dapat menimbulkan frustasi bagi siswa. Dalam hal ini guru

dapat memudahkan proses dengan memberikan kerangka berfikir yang berkaitan dengan

masalah.

2.6 Ketenagakerjaan dan Pengangguran

Salah satu persoalan sulit sebagaimana sering dihadapi oleh pemerintah di

berbagai negara adalah penyediaan kesempatan kerja bagi pendudukanya. Itulah

mengapa keberhasilan pemerintah dari suatu negara sering diukur dari kemampuannya

dalam menyediakan lapangan kerja atau menekankan tingkat pengangguran bagi

penduduknya. Menurut Ritongga (2004:11) ”Tenaga kerja merupakan salah satu faktor

produksi yang penting, bukan hanya karena peranannya pada proses produksi, tetapi

juga karena menyangkut kesejahteraan masyarakat. Selain itu untuk menciptakan, untuk

menciptakan hasil produksi perlu keterpaduan antara tenaga kerja atau angkatan kerja

dan kesempatan kerja”.


17

2.6.1 Tenaga Kerja, Angkatan Kerja, dan Pengangguran

Alam (2004:15) mengatakan ”Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja

yang siap melakukan perkejaan, antara lain mereka yang sudah bekerja, mereka yang

sedang mencari perkerjaan, mereka yang bersekolah, dan mereka yang mengurus rumah

tangga. Angkatan kerja adalah mereka yang mempunyai pekerjaan, baik sedang bekerja

maupun yang sementara tidak sedang bekerja karena suatu sebab. Di samping itu,

mereka yang tidak mempunyai pekerjaan tetapi sedang mencari perkerjaan disebut

pengangguran”.

2.6.2 Kesempatan Kerja

2.6.2.1 Pengertian Kesempatan Kerja

Alam (2004:12) mengungkapkan ”Kegiatan ekonomi di masyarakat

membutuhkan tenaga kerja.kebutuhan akan tenaga kerja itu juga dapat disebut sebagai

kesempatan kerja. Selain itu, kesempatan kerja juga dapat didefinisikan sebagai suatu

keadaan yang menggambarkan tersedianya lapangan kerja (pekerjaan) untuk diisi

pencari kerja. Kesempatan kerja dapat juga diartikan sebagai permintaan akan tenaga

kerja atau seberapa banyak tenaga kerja yang terserap ke dalam dunia kerja”.

2.6.2.2 Pasar Tenaga Kerja

Pasar tenaga kerja menurut Ritongga (2004:10) ”adalah keseluruhan aktivitas

yang mempertemukan penawaran tenaga kerja (pencari kerja) dengan permintaan tenaga
18

kerja (lowongan kerja). Penawaran tenaga kerja datang dari sektor rumah tangga.

Sementara itu, permintaan tenaga kerja datang dari perusahaan atau unit-unit usaha dan

kantor-kantor pemerintah”.

Berikut adalah sejumlah informasi sebagaimana dibutuhkan oleh pencari kerja

Ritongga (2004:13)

1. Jenis usaha dan gambaran umum dari perusahaan di mana lowongan pekerjaan

itu berada.

2. kecocokan pekerjaan tersebut dengan pendidikan atau latar belakang si pencari

kerja.

3. tingkat upah atau gaji dan lingkungan pekerjaan.

4. keuntungan-keuntungan di luar gaji (fringe benefits), seperti tunjangan

kesehatan, hari tua, libur, dan lain-lain.

5. prospek masa depan seperti kemungkinan naik pangkat, kesempatan menjadi

menjadi anggota pimpinan, kesempatan latihan di dalam dan di luar negeri.

2.6.3 Jenis-jenis Pengangguran dan Penyebabnya

Jenis-jenis penganguran dan penyebabnya menurut Alam (2004:12) adalah:

1. jenis pengangguran menurut lama waktu kerja

 pengangguran terbuka

 setengah menganggur

 pengangguran terselubung

2. jenis pengangguran menurut penyebab


19

 pengangguran struktural

 pengangguran siklikal

 pengangguran musiman

 pengangguran friksional

2.6.4 Cara-cara Mengatasi Pengangguran

Berikut ini cara mengatasi pengangguran pada beberapa jenis pengangguran,

Alam (2004:15):

1. Peningkatan mobilitas tenaga kerja dan modal.

2. Pengelolaan permintaan masyarakat

3. Penyediaan informasi tentang kebutuhan tenaga kerja

4. Pertumbuhan ekonomi

5. Program pendidikan dan pelatihan kerja

6. Pengiriman tenaga kerja ke luar negeri

7. Wiraswasta
20

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, Sugiono (1999:15)

menyatakan bahwa “Pendekatan kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data

kualitatif yang diangkakan (skoring).” Pendekatan kuantitatif digunakan atas dasar

bahwa penelitian ini merupakan suatu penelitian yang pembahasan hasilnya akan

dijelaskan dalam bentuk angka.

Berdasar judul dan rumusan masalah, maka penelitian ini digolongkan dalam

jenis penelitian eksperimental, Arikunto (2002:78) “Studi eksperimental adalah

mengusahakan timbulnya variabel-variabel dan selanjutnya dikontrol untuk dilihat

pengaruhnya terhadap prestasi belajar.”

Peneliti memilih untuk mengambil pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian

eksperimental adalah untuk melihat prestasi belajar siswa dan membandingkan antara

siswa yang pembelajarannya menggunakan metode brain storming dengan siswa yang

menggunakan pengajaran secara langsung. Dengan cara ini kita dapat melihat

perbandingan prestasi belajar dari nilai tes yang diadakan.

3.2 Lokasi Penelitian

Penelitian ini di lakukan di SMA Negeri I Idi Rayeuk Aceh Timur, yang

berlokasi pada Jalan Medan-Banda Aceh, Desa Tanoh Anou, Kec.Idi Rayeuk, Kab.Aceh
21

Timur. Jadwal penelitian akan dilaksanakan awal tahun ajaran baru 2009/2010 pada

semester pertama (jadwal penelitian, terlampir).

3.3 Populasi dan sampel Penelitian

Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA N 1

Idi Rayeuk Aceh Timur yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah siswa seluruhnya 92

siswa. Sampel yang diambil adalah kelas XIIPS-2 yang berjumlah 30 siswa sebagai

kelompok eksperimen dan kelas XIIPS-3 yang berjumlah 30 siswa sebagai kelas kontrol.

Pemilihan kelas eksperimen dan kontrol dilakukan dengan metode sampling purposif.

Ekonomi merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan dijenjang SMA

memiliki banyak pokok bahasan yang diatur dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan

(KTSP). Peneliti memberi materi pelajaran yang telah telah dikonsultasikan/disepakati

dengan guru yang mengajar bidang study ekonomi khususnya kelas XI yang ada pada

SMA Negeri I Idi Rayeuk Aceh Timur.

3.4 Pelaksanaan penelitian

Sebelum dilaksanakan penelitian kedua kelas tersebut (kelas kontrol dan

eksperimen) diberikan materi yang sama dengan perlakuan yang berbeda yaitu Pada

kelas eksperimen pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode Brain Storming

dan pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran secara langsung. Proses

belajar mengajar akan berlangsung selama tiga kali pertemuan dan pada setiap akhir

pertemuan akan diberikan evaluasi. Evaluasi yang diberikan pada kelas eksperimen
22

menggunakan Snowball Throwing (lempar bola salju) sedangkan pada kelas kontrol

akan diberikan evaluasi yang berbentuk kuis. Pada akhir proses pembelajaran pertemuan

ketiga juga akan diberikan tes akhir dimana soal dalam tes tersebut sudah terlebih dahulu

penulis konsul kepada yang lebih ahli yaitu guru ekonomi di SMA Negeri 1 Idi Rayeuk.

Jumlah soal 15 butir, 10 pilihan ganda dengan setiap jawaban yang benar akan diberi

skor 5, dan 5 essay dengan setiap jawaban yang benar akan diberi skor 10, dengan waktu

yang tersedia 1 x 45 menit.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

1. Observasi

Observasi digunakan untuk mendapat informasi yang berkaitan dengan

pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, meliputi pengamatan aktivitas guru dan aktivitas

siswa selama kegiatan belajar mengajar.

2. Tes

Test merupakan suatu cara untuk memperoleh data penelitian tentang hasil

perbedaan prestasi belajar yang dicapai siswa, test diberikan setelah materi

ketenagakerjaan dan pengangguran diajarkan dengan menggunakan metode Brain

Storming di kelas eksperimen dan pembelajaran secara langsung di kelas kontrol.

3.6 Teknik Pengolahan data

Dalam pengolahan data alat analisis yang penulis gunakan dalam penelitian ini

adalah uji-Z, menurut Sudjana (2005:239) mengatakan bahwa “Apabila suatu penelitian

memiliki sampel besar (30 sampel) maka sebaiknya membandingkannya dengan


23

menggunakan uji-Z” dengan rumus sebagai berikut:

x1 − x2
z=
1 1
σ +
n1 n2

Terlebih dahulu ditentukan rata-rata ( X ) dan simpangan baku (σ) dari masing-

masing kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan rumus:

X =
∑ fi x i
(Sudjana, 2005:67)
∑f i

n ∑ f i xi2 − (∑ f i xi )
2

σ =
2
(Sudjana, 2005:95)
n ( n −1 )

Keterangan:
X 1 = Nilai rata-rata siswa kelas eksperimen
X 2 = Nilai rata-rata siswa kelas kontrol
σ = Simpangan baku
n1 = Jumlah siswa kelas ekserimen
n2 = Jumlah siswa kelas kontrol
f1 = Frekuensi yang sesuai dengan tanda kelas
xi = Tanda kelas interval

sedangkan mencari nilai gabungan (kelas eksperimen dan kelas kontrol) dapat

dihitung dengan rumus:

(n1 − 1)σ 12 − (n 2 − 1)σ 22


σ2 = (Sudjana, 2005:239)
n1 + n 2 − 2

Keterangan :
σ12 = Varians kelas eksperimen
σ22 = Varians kelas kontrol
Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Ho: μ1 = μ2 : prestasi siswa yang diajarkan dengan metode Brain Storming lebih
24

rendah atau sama dengan siswa yang diajarkan dengan pembelajaran secara langsung.

H1: μ1 ≠ μ2 : prestasi belajar siswa yang telah diajarkan dengan metode Brain

Storming lebih tinggi dari pada siswa yang diajarkan dengan pembelajaran secara

langsung. Dengan kriteria yang berlaku adalah terima Ho jika –Ztabel < Zhitung < Ztabel, yaitu

(-Z½(1-α)<Z<Z½(1-α)) dalam hal lainnya Ho ditolak. Pada taraf kepercayaan 95% atau α=
5%.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


25

4.1 Hasil Penelitian

Untuk mengetahui perbedaan penggunaan metode Brain storming dalam

pembelajaran dibandingkan dengan metode ceramah, maka peneliti secara langsung

melakukan pengajaran terhadap dua kelas yang dijadikan sampel penelitian. Kelas

pertama diberi nama kelas ekperimen dan kelas ke dua diberi nama kelas kontrol.

Terhadap kelas eksperimen metode pembelajaran menggunakan brain srtorming

sedangkan kelas kontrol melalui metode ceramah. Materi yang diberikan adalah

ketenagakerjaan dan pengangguran. Sebelum melakukan proses pembelajaran maka

peneliti mempersiapkan RPP untuk metode brain storming dan RPP untuk metode

ceramah. RPP diperlukan sebagai bahan persiapan guru dalam melakukan

pembelajaran. RPP disesuaikan dengan silabus dan kurikulum yang sedang berlangsung

agar materi yang diajarkan sesuai dengan materi sebelumnya.

Berikut ini adalah RPP dengan metode Brain Storming: (halaman berikutnya)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1


(kelas eksperimen)

Tingkat Sekolah : SMA


26

Mata Pelajaran : Ekonomi


Kelas/Semester : XI (sebelas)/I (satu)
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

I. STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap pembangunan
ekonomi

II. KOMPETENSI DASAR


1.1 Mengklasifikasi ketenagakerjaan

III. INDIKATOR
1. Mendeskripsikan angkatan kerja, tenaga kerja, dan kesempatan kerja
2. Membedakan angkatan kerja, tenaga kerja, dan kesempatan kerja

IV. TUJUAN PEMBELAJARAN


Setelah mempelajari materi ini siswa dapat:
 Mendeskripsikan angkatan kerja, tenaga kerja, dan kesempatan kerja
 Membedakan angkatan kerja, tenaga kerja, dan kesempatan kerja

V. MATERI PEMBELAJARAN
• Pengertian angkatan kerja, tenaga kerja, kesempatan kerja dan
pengangguran

VI. STRATEGI PEMBELAJARAN


• Metode : Brain Storming, diskusi, snowball
throwing.
• Strategi : Pembelajaran kooperatif
27

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN


LANGKAH- AKTIVITAS
GURU SISWA
LANGKAH
Pendahuluan - Kesiapan mengajar. - Kesiapan belajar
(15 menit)
- Menyampaikan tujuan - mendengar penjelasan
pembelajaran yang akan dari guru.
dicapai siswa.
a. Apersepsi: - Mengajukan pertanyaan - Menjawab pertanyaan
Pernakah sebagai prasyarat yang diajukan guru.
mendengar sebutan pengetahuan dan untuk
pengangguran? memotivasi siswa.
b. Motivasi:
Kenapa sekarang
ini banyak kali
yang menganggur?
Kegiatan inti - Membagi siswa dalam 4 - Menduduki kelompok
(105 menit) kelompok mengajar. masing-masing.
- Dapat menjelaskan - Menyampaikan pada - memperhatikan dan
pengertian siswa tentang pokok yang mendengarkan penjelasan
angkatan kerja, akan dipelajari dengan dari guru..
tenaga kerja, melibatkan siswa.
kesempatan kerja
dan pengangguran
- Dapat - Memberikan atau - Memberi gagasan terhadap
menyebutkan melontarkan masalah masalah yang diberikan
penyebab tentang angkatan kerja, oleh guru.
terjadinya tenaga kerja, kesempatan
pengangguran kerja dan pengangguran
- Dapat - Menampung semua - Memperhatikan gagasan
Membedakan jawaban/gagasan siswa yang ada di papan tulis.
angkatan kerja, dengan menuliskan di
28

tenaga kerja, dan papan tulis tampa


kesempatan kerja. mempersoalkan tepat atau
tidaknya, benar atau
salahnya pendapat
tersebut.
- Membimbing siswa dalam - Melakukan diskusi
melakukan diskusi.
- Meninjau kembali - Menanggapi pertanyaan
pendapat siswa dengan yang diberikan oleh guru.
meminta penjelasan dari
siswa yang bersangkutan.
- Menjelaskan kembali
penjelasan dari siswa
- Meminta siswa menarik - Menarik kesimpulan yang
kesimpulan terhadap mana rumusan masalah
rumusan masalah yang yang paling tepat.
paling tepat.
- Evaluasi - Meminta siswa membuat - Membuat pertanyaan.
pertanyaan pada sehelai
kertas mengenai materi
yang sudah dipelajari.
- Meminta siswa untuk - Melakukan apa yang
membuat kertas dianjurkan oleh guru.
pertanyaan tersebut seperti
bola dan dilemparkan
kesiswa yang lain.
- Meminta siswa yang lain
menjawab. - Menjawab pertanyaan.

Penutup - Menilai hasil kerja


(15 menit) kelompok dan memberi
penghargaan.
- Membimbing siswa untuk - Menyimpulkan materi
29

menyimpulkan materi pembelajaran dan


pelajaran dan mencatat dibuku catatan.
Menyampaikan materi
pelajaran pertemuan
selanjutya.

VIII. MEDIA PEMBELAJARAN


• Buku Ekonomi SMA (KBK) untuk kelas X, Erlangga.
• Buku Ekonomi SMA (KTSP) untuk kelas XI, PT Phibeta Aneka Gama.

IX. PENILAIAN
Jenis penilaian : tugas kelompok, tugas individu.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 2


(kelas eksperimen)
30

Tingkat Sekolah : SMA


Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI (sebelas)/I (satu)
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

I STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap pembangunan
ekonomi

II. KOMPETENSI DASAR


1.1 Mengklasifikasi ketenagakerjaan

III. INDIKATOR
1. Mengidentifikasi upaya peningkatan kulitas kerja
2. Mengidentifikasi macam-macam sistem upah

IV. TUJUAN PEMBELAJARAN


Setelah mempelajari materi ini siswa dapat:
 Mengidentifikasi upaya peningkatan kulitas kerja
 Mengidentifikasi macam-macam sistem upah

V. MATERI PEMBELAJARAN
• Upaya peningkatan kualitas kerja
• Sistem upah

VI. STRATEGI PEMBELAJARAN


• Metode : Brain Storming, diskusi, snowball
throwing.
• Strategi : Pembelajaran kooperatif
31

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN


LANGKAH- AKTIVITAS
GURU SISWA
LANGKAH
Pendahuluan - Kesiapan mengajar. - Kesiapan belajar.
(15 menit) - Menyampaikan tujuan - Mendengar penjelasan
pembelajaran yang akan dari guru.
dicapai siswa.
a. Apersepsi: - Mengajukan pertanyaan - Menjawab pertanyaan
Apakah yang sebagai prasyarat yang diajukan guru.
dimaksud dengan pengetahuan dan untuk
kulitas kerja? memotivasi siswa.
b. Motivasi:
Tahukah kalian apa
upaya untuk
mencegah adanya
pengangguran?
Kegiatan inti - Membagi siswa dalam 4 - Menduduki kelompok
(105 menit) kelompok mengajar. masing-masing.
- Dapat mengetahui - Menyampaikan pada - memperhatikan dan
upaya peningkatan siswa tentang pokok yang mendengarkan
kualitas kerja. akan dipelajari dengan penjelasan dari guru.
melibatkan siswa.
- Dapat menyebutkan - Melakukan Tanya jawab - Menanyakan tentang
upaya-upaya yang tentang upaya upaya peningkatan
harus dilakukan peningkatan kualitas kerja kualitas kerja .
pemerintah
- Dapat menyebutkan - Memberikan atau - Memberi gagasan
32

macam-macam melontarkan masalah terhadap masalah yang


sistem upah tentang macam-macam diberikan oleh guru.
sistem upah
- Menampung semua
jawaban/gagasan siswa - Memperhatikan gagasan
dengan menuliskan di yang ada di papan tulis.
papan tulis tampa
mempersoalkan tepat atau
tidaknya, benar atau
salahnya pendapat
tersebut.
- Membimbing siswa - Melakukan diskusi
dalam melakukan diskusi. kelompok.
- Meninjau kembali - Menanggapi pertanyaan
pendapat siswa dengan yang diberikan oleh
meminta penjelasan dari guru.
siswa yang bersangkutan.
- Menjelaskan kembali
penjelasan dari siswa
- Meminta siswa menarik - Menarik kesimpulan
kesimpulan terhadap yang mana rumusan
rumusan masalah yang masalah yang paling
paling tepat. tepat.
- Evaluasi - Meminta siswa membuat - Membuat pertanyaan.
pertanyaan pada sehelai
kertas mengenai materi
yang sudah dipelajari.
- Meminta siswa untuk - Melakukan apa yang
membuat kertas dianjurkan oleh guru.
33

pertanyaan tersebut
seperti bola dan
dilemparkan kesiswa
yang lain.
- Meminta siswa yang lain - Menjawab
menjawab. pertanyaan.

Penutup - Menilai hasil kerja - Menyimpulkan materi


(15 menit) kelompok dan memberi pembelajaran dan
penghargaan. mencatat dibuku
- Membimbing siswa untuk catatan.
menyimpulkan materi.
- Menyampaikan materi
pelajaran pertemuan
selanjutya.

VIII. MEDIA PEMBELAJARAN


• Buku Ekonomi SMA (KBK) untuk kelas X, Erlangga.
• Buku Ekonomi SMA (KTSP) untuk kelas XI, PT Phibeta Aneka Gama.

IX. PENILAIAN
Jenis penilaian : Tugas kelompok, tugas individu.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 3


(kelas eksperimen)
34

Tingkat Sekolah : SMA


Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI (sebelas)/I (satu)
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

I STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap pembangunan
ekonomi

II. KOMPETENSI DASAR


1.1 Mengklasifikasi ketenagakerjaan

III. INDIKATOR
1. Mendeskripsikan pengangguran
2. Mengidentifikasi jenis-jenis pengangguran dan sebab-sebabnya.

IV. TUJUAN PEMBELAJARAN


Setelah mempelajari materi ini siswa dapat:
 Mendeskripsikan pengangguran
 Mengidentifikasi jenis-jenis pengangguran dan sebab-sebabnya.

V. MATERI PEMBELAJARAN
• Jenis-jenis pengangguran dan sebab-sebabnya
• Dampak dan cara mengatasi pengangguran

VI. STRATEGI PEMBELAJARAN


• Metode : Brain Storming, diskusi, snowball
throwing.
• Strategi : Pembelajaran kooperatif

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN


35

LANGKAH- AKTIVITAS
GURU SISWA
LANGKAH
Pendahuluan - Kesiapan mengajar. - Kesiapan belajar
(10 menit) - Menyampaikan tujuan - mendengar penjelasan
pembelajaran yang akan dari guru.
dicapai siswa. - Menjawab pertanyaan
a. Apersepsi: - Mengajukan pertanyaan yang diajukan guru.
Ada berapa jenis sebagai prasyarat
pengangguran? pengetahuan dan untuk
b. Motivasi: memotivasi siswa.
Apa saja penyebab
pengangguran?
Kegiatan inti - Membagi siswa dalam 4 - Menduduki kelompok
(65 menit) kelompok mengajar. masing-masing.
- Dapat menjelaskan - Menyampaikan pada - memperhatikan dan
sebab-sebab siswa tentang pokok yang mendengarkan
terjadinya akan dipelajari dengan penjelasan dari guru.
pengangguran melibatkan siswa.
- Dapat menyebutkan - Melakukan Tanya jawab - Menanyakan tentang
sebab-sebab tentang sebab-sebab penyebab terjadinya
terjadinya terjadinya pengangguran pengangguran
pengangguran
- Dapat menyebutkan - Memberikan atau - Memberi gagasan
dampak dan cara melontarkan masalah terhadap masalah
mengatasi tentang dampak dan cara yang diberikan oleh
pengangguran. mengatasi pengangguran guru.
- Semua jawaban/gagasan
siswa dengan menuliskan
di papan tulis tampa - Memperhatikan gagasan
36

mempersoalkan tepat atau yang ada di papan tulis.


tidaknya, benar atau
salahnya pendapat
tersebut.
- Membimbing siswa - Melakukan diskusi
dalam melakukan diskusi. kelompok.
- Meninjau kembali - Menanggapi pertanyaan
pendapat siswa dengan yang diberikan oleh
meminta penjelasan dari guru.
siswa yang bersangkutan.
- Menjelaskan kembali
penjelasan dari siswa
- Meminta siswa menarik - Menarik kesimpulan
kesimpulan terhadap yang mana rumusan
rumusan masalah yang masalah yang paling
paling tepat. tepat.
Penutup - Menilai hasil kerja - Menyimpulkan materi
(15 menit) kelompok dan memberi pembelajaran dan
penghargaan. mencatat dibuku
- Membimbing siswa untuk catatan.
menyimpulkan materi
pelajaran.
- Menyampaikan materi
pelajaran pertemuan
selanjutya.
(45 menit) - Memberikan tes akhir - Mengerjakan tes akhir

VIII. MEDIA PEMBELAJARAN


• Buku Ekonomi SMA (KBK) untuk kelas X, Erlangga.
• Buku Ekonomi SMA (KTSP) untuk kelas XI, PT Phibeta Aneka Gama.
37

IX. PENILAIAN
Jenis penilaian : Tugas kelompok, tes akhir.

Selama melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode brain storming

pada kelas eksperimen terlihat antusias siswa dalam menyampaikan pendapat dan

masukan. Peneliti mencoba ”melemparkan” masalah pengangguran yang ada di provinsi

aceh pasca berakhirnya tugas BRR Aceh dan Nias. Terlihat berbagai tanggapan-

tanggapan yang disampaikan siswa. Setidaknya hampir 75% siswa didalam kelas

mengeluarkan pendapat. Suasana kelas menjadi ruang diskusi yang menarik. Sebagai

seorang guru yang berperan sebagai fasilitator didalam kelas peneliti berusaha agar

pembicaraan tidak keluar terlalu jauh terhadap marteri pembelajaran.

Setelah melakukan pembelajaran di kelas eksperimen maka peneliti juga

melakukan pembelajaran pada kelas kontrol. Metode yang digunakan adalah metode

ceramah. Berikut ini adalah RPP yang digunakan pada kelas kontrol (halaman

berikutnya)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1


(kelas kontrol)
38

Tingkat Sekolah : SMA


Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI (sebelas)/I (satu)
Alokasi Waktu : 3x45 menit

I STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap pembangunan
ekonomi

II. KOMPETENSI DASAR


1.2 Mengklasifikasi ketenagakerjaan

III. INDIKATOR
3. Mendeskripsikan angkatan kerja, tenaga kerja, dan kesempatan kerja
4. Membedakan angkatan kerja, tenaga kerja, dan kesempatan kerja

IV. TUJUAN PEMBELAJARAN


Setelah mempelajari materi ini siswa dapat:
 Mendeskripsikan angkatan kerja, tenaga kerja, dan kesempatan kerja
 Membedakan angkatan kerja, tenaga kerja, dan kesempatan kerja

V. MATERI PEMBELAJARAN
• Pengertian angkatan kerja, tenaga kerja, kesempatan kerja dan
pengangguran

VI. STRATEGI PEMBELAJARAN


• Metode : Konvensional, tanya jawab.
• Strategi : Pembelajaran langsung

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJAR


LANGKAH- AKTIVITAS
LANGKAH GURU SISWA
39

Pendahuluan - Kesiapan mengajar - Kesiapan belajar


(15 menit) - Menyampaikan tujuan - Mendengar penjelasan
pembelajaran yang akan dari guru.
dicapai siswa.
a. Apersepsi: - Mengajukan pertanyaan - Menjawab pertanyaan
Pernakah mendengar sebagai prasyarat yang diajukan guru.
sebutan pengetahuan dan untuk
pengangguran? memotivasi siswa.
b. Motivasi:
Kenapa sekarang ini
banyak kali yang
menganggur?
Kegiatan inti
(105 menit)
- Dapat menjelaskan - Guru menjelaskan tentang - Siswa mendengar
pengertian angkatan pokok bahasan yang pengarahan dan
kerja, tenaga kerja, dibahas. penjelasan yang
kesempatan kerja
- Guru merincikan sub diberikan oleh guru.
dan pengangguran
pokok bahasan tentang
- Dapat menyebutkan
penyebab terjadinya materi yang disajikan.
pengangguran - Guru menyuruh siswa - Siswa mendengar dan
- Dapat Membedakan untuk mendengarkan dan mencatat penjelasan
angkatan kerja, mencatat materi yang yang diberikan oleh
tenaga kerja, dan telah dijelaskan oleh guru. guru.
kesempatan kerja. - Guru memberi - Siswa mengajukan
kesempatan kepada siswa pertanyaan tentang
untuk bertanya. materi yang belum
- Guru menjawab dimengerti.
pertanyaan yang diajukan - Siswa mendengar
40

siswa. pengarahan dan


- Guru mengarahkan dan penjelasan yang
membimbing siswa yang diberikan oleh guru.
belum mengerti.
- Evaluasi - Memberi latihan - Mengerjakan latihan.
Penutup - Guru membuat - Siswa menyimak dan
(15 menit) kesimpulan materi dan mencatat kesimpulan
memberikan masukan dari dari guru.
hasil penjelasan.
- Guru memberi tugas - Siswa mencatat tugas
rumah. rumah.
- Guru menyarankan agar - Siswa mendengarkan.
siswa yang tidak aktif
agar dapat mendalami
materi dengan baik
sehingga untuk materi
selanjutnya lebih aktif.
- Guru menutup pelajaran.

VIII. MEDIA PEMBELAJARAN


• Buku Ekonomi SMA (KBK) untuk kelas X, Erlangga.
• Buku Ekonomi SMA (KTSP) untuk kelas XI, PT Phibeta Aneka Gama.

IX. PENILAIAN
Jenis penilaian : tugas rumah, kuis.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 2


(kelas kontrol)

Tingkat Sekolah : SMA


41

Mata Pelajaran : Ekonomi


Kelas/Semester : XI (sebelas)/I (satu)
Alokasi Waktu : 3x45 menit

I STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap pembangunan
ekonomi

II. KOMPETENSI DASAR


1.2 Mengklasifikasi ketenagakerjaan

III. INDIKATOR
3. Mengidentifikasi upaya peningkatan kulitas kerja
4. Mengidentifikasi macam-macam sistem upah

IV. TUJUAN PEMBELAJARAN


Setelah mempelajari materi ini siswa dapat:
 Mengidentifikasi upaya peningkatan kulitas kerja
 Mengidentifikasi macam-macam sistem upah

V. MATERI PEMBELAJARAN
• Upaya peningkatan kualitas kerja
• Sistem upah

VI. STRATEGI PEMBELAJARAN


• Metode : Konvensional, Tanya jawab
• Strategi : Pembelajaran langsung

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJAR


LANGKAH-LANGKAH AKTIVITAS
GURU SISWA
Pendahuluan - Kesiapan mengajar - Kesiapan belajar
42

(15 menit) - Menyampaikan tujuan - Mendengar penjelasan


pembelajaran yang akan dari guru.
dicapai siswa.
a. Apersepsi: - Mengajukan pertanyaan - Menjawab pertanyaan
Apakah yang dimaksud sebagai prasyarat yang diajukan guru.
dengan kulitas kerja? pengetahuan dan untuk
b. Motivasi: memotivasi siswa.
Tahukah kalian apa
upaya untuk mencegah
adanya pengangguran?
Kegiatan inti - Guru menjelaskan - Siswa mendengar
(105 menit) tentang pokok bahasan pengarahan dan
- Dapat mengetahui yang dibahas. penjelasan yang
upaya peningkatan - Guru merincikan sub diberikan oleh guru.
kualitas kerja. pokok bahasan tntang
- Dapat menyebutkan materi yang disajikan.
upaya-upaya yang - Guru menyuruh siswa - Siswa mendengar dan
harus dilakukan untuk mendengarkan mencatat penjelasan
pemerintah dan mencatat materi yang diberikan oleh
- Dapat menyebutkan yang telah dijelaskan guru.
macam-macam sistem oleh guru.
upah. - Guru memberi - Siswa mengajukan
kesempatan kepada pertanyaan tentang
siswa untuk bertanya. materi yang belum
- Guru menjawab dimengerti.
pertanyaan yang
diajukan siswa.
- Guru mengarahkan dan - Siswa mendengar
membimbing siswa pengarahan dan
43

yang belum mengerti. penjelasan yang


diberikan oleh guru.
- Guru membuat - Siswa mencatat
kesimpulan akhir dari kesimpulan akhir.
materi yang telah
disampaikan.
- Evaluasi - Memberi latihan - Mengerjakan latihan
Penutup - Guru membuat - Siswa menyimak dan
(15 menit) kesimpulan materi dan mendngarkan
memberikan masukan pengarahan dari guru.
dari hasil penjelasan.
- Guru memberi PR - Siswa mencatat PR
- Guru menyarankan agar
siswa yang tidak aktif
agar lebih mendalami
materi dengan baik..
- Guru menutup
pelajaran.

VIII. MEDIA PEMBELAJARAN


• Buku Ekonomi SMA (KBK) untuk kelas X, Erlangga.
• Buku Ekonomi SMA (KTSP) untuk kelas XI, PT Phibeta Aneka Gama.

IX. PENILAIAN
Jenis penilaian : Tugas rumah, latihan.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 3


(kelas kontrol)

Tingkat Sekolah : SMA


Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/ Semester : XI (sebelas)/ I (satu)
44

Alokasi Waktu : 3x45 menit

I STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap pembangunan
ekonomi

II. KOMPETENSI DASAR


1.2 Mengklasifikasi ketenagakerjaan

III. INDIKATOR
3. Mendeskripsikan pengangguran
4. Mengidentifikasi jenis-jenis pengangguran dan sebab-sebabnya.

IV. TUJUAN PEMBELAJARAN


Setelah mempelajari materi ini siswa dapat:
 Mendeskripsikan pengangguran
 Mengidentifikasi jenis-jenis pengangguran dan sebab-sebabnya.

V. MATERI PEMBELAJARAN
• Jenis-jenis pengangguran dan sebab-sebabnya
• Dampak dan cara mengatasi pengangguran

VI. STRATEGI PEMBELAJARAN


• Metode : Konvensional, Tanya jawab
• Strategi : Pembelajaran langsung

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJAR
LANGKAH-LANGKAH AKTIVITAS
GURU SISWA
Pendahuluan - Kesiapan mengajar - Kesiapan belajar
(15 menit) - Menyampaikan tujuan - Mendengar penjelasan
45

pembelajaran yang akan dari guru.


dicapai siswa.
a. Apersepsi: - Mengajukan pertanyaan - Menjawab pertanyaan
Ada berapa jenis sebagai prasyarat yang diajukan guru.
pengangguran? pengetahuan dan untuk
b. Motivasi: memotivasi siswa.
Apa saja penyebab
pengangguran?
Kegiatan inti - Guru menjelaskan - Siswa mendengar
(70 menit) tentang pokok bahasan pengarahan dan
- Dapat menjelaskan yang dibahas. penjelasan yang
sebab-sebab terjadinya - Guru merincikan sub diberikan oleh guru.
pengangguran pokok bahasan tntang
- Dapat menyebutkan materi yang disajikan.
sebab-sebab terjadinya - Guru menyuruh siswa - Siswa mendengar dan
pengangguran untuk mendengarkan mencatat penjelasan
- Dapat menyebutkan dan mencatat materi yang diberikan oleh
dampak dan cara yang telah dijelaskan guru.
mengatasi oleh guru.
pengangguran - Guru memberi - Siswa mengajukan
kesempatan kepada pertanyaan tentang
siswa untuk bertanya. materi yang belum
- Guru menjawab dimengerti.
pertanyaan yang - Siswa mendengar
diajukan siswa. pengarahan dan
- Guru mengarahkan dan penjelasan yang
membimbing siswa diberikan oleh guru.
yang belum mengerti.
- Guru membuat - Siswa mencatat
46

kesimpulan akhir dari kesimpulan akhir.


materi yang telah
disampaikan.
Penutup - Guru membuat - Siswa menyimak dan
(15 menit) kesimpulan materi dan mendengarkan
memberikan masukan pengarahan dari guru.
dari hasil penjelasan.
- Guru menyarankan dan
mengajukan agar siswa
yang tidak berperan
aktif agar dapat
mendalami materi
dengan baik.
- Guru menutup pelajaran
dan mengingatkan siswa
agar lebih giat belajar.
(45 menit) - Memberikan tes akhir - Mengerjakan tes akhir.

VIII. MEDIA PEMBELAJARAN


• Buku Ekonomi SMA (KBK) untuk kelas X, Erlangga.
• Buku Ekonomi SMA (KTSP) untuk kelas XI, PT Phibeta Aneka Gama.

IX. PENILAIAN
Jenis penilaian : Tes akhir

Pada proses pembelajaran dengan metode ceramah awalnya terlihat para siswa

sangat antusias mendengarkan materi yang dijelaskan oleh guru, namun setelah

tigapuluh menit terlewati terlihat siswa nampak bosan dan jenuh dalam mendengarkan

penjelasan guru. Pada saat guru memberikan kesempatan untuk bertanya hanya dua

orang saja yang mengemukakan pertanyaan.


47

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan tes

kepada kedua kelas sampel setelah proses belajar mengajar berlangsung, dengan

penerapan metode brain storming pada kelas eksperimen dan metode ceramah pada

kelasa kontrol, tes tersebut dalam bentuk multiple choice dan essey. Adapun pada kelas

ekperimen juga diberikan angket yang memuat tentang tanggapan siswa terhadap

penerapan metode brain storming.

Nilai prestasi siswa yang diperoleh adalah sebagai berikut:

A. Nilai Kelas Eksperimen

75 80 90 95 75 85 80 75 85 75

90 85 90 70 80 90 70 75 80 60

90 90 60 90 70 85 80 65 70 75

B. Nilai Kelas Kontrol

55 65 60 60 90 45 65 65 70 70

60 60 60 70 70 60 60 60 45 60

90 55 65 45 50 45 50 65 55 65

(Data lengkap terlampir)

4.1.1 Ketuntasan Hasil Belajar


Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ketuntasan hasil belajar

dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.1 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa


SAMPEL Nilai Ketuntasan Kelas Eksperimen Nilai Ketuntasan Kelas Kontrol
Nilai Tuntas Nilai Tuntas
48

YA TIDAK YA TIDAK
E1/K1 75  55 
E2/K2 80  65 
E3/K3 90  60 
E4/K4 95  60 
E5/K5 75  90 
E6/K6 85  45 
E7/K7 80  65 
E8/K8 75  65 
E9/K9 85  70 
E10/K10 75  60 
E11/K11 90  60 
E12/K12 85  60 
E13/K13 90  60 
E14/K14 70  70 
E15/K15 80  70 
E16/K16 90  60 
E17/K17 70  60 
E18/K18 75  60 
E19/K19 80  45 
E20/K20 60  60 
E21/K21 90  90 
E22/K22 90  55 
E23/K23 60  65 
E24/K24 90  45 
E25/K25 70  50 
E26/K26 85  45 
E27/K27 80  50 
E28/K28 65  65 
E29/K29 70  55 
E30/K30 75  65 
Sumber: SMA N 1 Idi Rayeuk A. Timur 2009

Tuntas tidaknya siswa dilihat berdasarkan nilai Kriteria Ketuntasan Mimimal

(KKM) pada standar kompetensi yang didasarkan pada tiga komponen, yaitu intake

siswa, kompleksitas, dan daya dukung. Dari hasil penilaian diperoleh nilai KKM
49

sebesar 65. Sehingga siswa dinyatakan lulus apabila memperoleh nilai lebih atau sama

dengan 65.

A. Ketuntasan Hasil Belajar Kelas Eksperimen


Berdasarkan data yang diperoleh, maka dapat diketahui bahwa:

- Jumlah siswa kelas eksperimen yang tuntas secara individual : 28 orang

- Jumlah siswa kelas eksperimen yang belum tuntas secara individual : 2 orang

- Jumlah siswa kelas eksperimen yang tuntas secara klasikal adalah:

Jumlah Siswa Yang Tuntas


P= X 100 %
Jumlah Siswa Seluruhnya

28
= x 100 %
30

= 93 %

Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan, diperoleh hasil belajar siswa

kelas eksperimen pada pokok bahasan ketenagakerjaan dan pengangguran telah

mencapai ketuntasan secara klasikal. Berdasarkan hasil tes diperoleh 93% dari jumlah

siswa telah mencapai nilai standar yaitu 75% dari jumlah siswa mendapat nilai ≥ 65.

B. Ketuntasan Hasil Belajar Kelas Kontrol.

Berdasarkan tabel 4.1, maka dapat diketahui bahwa:

- Jumlah siswa kelas kontrol yang tuntas secara individual : 11 orang


50

- Jumlah siswa kelas kontrol yang belum tuntas secara individual : 19 orang

- Jumlah siswa kelas kontrol yang tuntas secara klasikal adalah:

Jumlah Siswa Yang Tuntas


P= X 100 %
Jumlah Siswa Seluruhnya

11
= x 100 %
30

= 37%

Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan, diperoleh hasil belajar siswa

kelas kontrol pada pokok bahasan ketenagakerjaan dan pengangguran belum mencapai

ketuntasan secara klasikal. Bersdasarkan hasil tes yang diperoleh 37% dari jumlah siswa,

hasil tes pada kelas kontrol belum mencapai nilai standar ketuntasan secara klasikal

karena masih banyak siswa yang mendapat nilai ≤ 65, sedangkan nilai ketuntasan secara

klasikal yang harus dicapai yaitu 75% dari jumlah siswa mendapat nilai ≥ 65.

Dari perhitungan diatas, diperoleh P1> P2 (persentase kelas eksperimen lebih

besar dari pada kelas kontrol, yaitu 93% > 37%. Berdasarkan hal ini maka dapat

disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup besar antara ketuntasan kelas

eksperimen yang diajarkan dengan metode brain storming dengan ketuntasan kelas

kontrol yang tidak diajarkan dengan metode brain storming.

4.1.2 Perbedaan Prestasi Belajar Siswa


Untuk melihat adanya perbedaan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan

ketenagakerjaan dan pengangguran yang menggunakan metode brain storming dan yang

tidak menggunakan metode brain storming di kelas XIIPS SMA Idi Rayeuk Aceh Timur,
51

perlu menghitung rata-rata dan varians. Untuk memudahkan dalam menghitung rata-rata

prestasi belajar siswa, maka data terlebih dahulu disusun dalam daftar distribusi

frekuensi. Sudjana (2005:47) menyatakan bahwa untuk menyusun tabel distribusi

frekuensi dengan panjangnya kelas yang sama, terlebih dahulu harus ditentukan:

a. Rentang, ialah data terbesar dikurangi data terkecil

b. Banyak kelas interval, dalam hal ini ditentukan dengan menggunakan aturan

sturge, yaitu:

K = 1+(3,3) log n

c. Panjang kelas interval P, ditentukan oleh aturan:

Re n tan g
P = Banyakkela s

d. Ujung bawah kelas interval pertama. Untuk ini bisa diambil data terkecil atau

nilai terkecil dari nilai terkecil dari tetapi selisihnya harus kurang dari panjang

kelas yang telah ditentukan.

A. Pengolahan Data Kelas Eksperimen

Untuk menyusun tabel distribusi frekuensi, maka terlebih dahulu ditentukan:

- Rentang = data terbesar – data terkecil

= 95 - 60

= 35

- Banyaknya kelas = 1 + 3,3 log n


52

= 1 + 3,3 log 30

= 1 + 3,3 (1,4771)

= 1 + 4, 8744

= 5,87 (diambil k = 6)

Re n tan g
- Panjang interval kelas (p) = Banyakkela s

35
=
6

= 5,8 (diambil p = 6)

Tabel 4.2 Daftar Distribusi Frekuensi Skor Tes Kelas Eksperimen

Nilai Tes fi Xi xi 2 fi.xi fi .xi 2

89 - 95 8 92 8464 736 541696


82 - 88 4 85 7225 340 115600
75 - 81 11 78 6084 858 736164
68 - 74 4 71 5041 284 80656
61 - 67 1 64 4096 64 4096
54 - 60 2 57 3249 114 12996
Jumlah 30 2396 1491208
Sumber: SMA N 1 Idi Rayeuk A. Timur 2009

Dari data diatas diperoleh rata-rata dan standar deviasi sebagai berikut:

X1 =
∑ fi x i

∑f i

2396
=
30

= 79,87

n ∑ f i xi2 − (∑ f i xi )
2

σ1 =
2

n ( n −1 )
53

30 (1491208 ) − (2396 ) 2
=
30 (30 −1)

44736240 −5740816
=
30 (29 )

38995424
=
870

σ1 2 = 44822 ,33

σ1 = 44822 ,33 σ1 =211 ,71

Berdasarkan perhitungan diatas, diperoleh skor rata-rata ( X 1) : 79,33 varians

(σ 1 ) : 44822,33 dan standar deviasi (σ1 ) : 211,71


2

B. Pengolahan Data Kelas Kontrol

Untuk menyusun tabel distribusi frekuensi, maka terlebih dahulu ditentukan:

- Rentang = data terbesar – data terkecil

= 80 - 45

= 35

- Banyaknya kelas = 1 + 3,3 log n

= 1 + 3,3 log 30

= 1 + 3,3 (1,4771)

= 1 + 4, 8744

= 5,87 (diambil k = 6)

Re n tan g
- Panjang interval kelas (p) = Banyakkela s
54

35
=
6

= 5,8 (diambil p = 6)

Tabel 4.3 Daftar Distribusi Frekuensi Skor Tes Kelas Kontrol

Nilai Tes fi Xi xi 2 fi.xi fi .xi 2

74 - 80 2 77 5929 154 23716


67 - 73 3 70 4900 210 44100
60 - 66 16 63 3969 1008 1016064
53 - 59 3 56 3136 168 28224
46 - 52 2 49 2401 98 9604
39 - 45 4 42 1764 168 28224
Jumlah 30 1806 1149932
Sumber: SMA N 1 Idi Rayeuk, A.Timur 2008 (data diolah)

Dari data diatas diperoleh rata-rata dan standar deviasi sebagai berikut:

X2 =
∑ fi x i

∑f i

1806
=
30

= 60,2

n ∑ f i xi2 − (∑ f i xi )
2

σ2 =
2

n ( n −1 )

30 (1149932 ) − (1806 ) 2
=
30 (30 −1)

34497960 − 3261636
=
30 ( 29 )

31236324
=
870
55

σ 2 2 = 35903 ,82

σ2 = 35903 ,82 σ2 =189 ,48

Berdasarkan perhitungan diatas, diperoleh skor rata-rata ( X 2) : 60,17 varians

(σ 2 ) : 35903,82 dan standar deviasi (σ 2 ) : 189,48


2

4.1.3 Pengujian Hipotesis

Statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji-z, adapun rumusan

hiotesis yang akan diuji sebagai berikut:

Ho: μ1 = μ2 : Prestasi belajar siswa yang diajarkan dengan metode brain storming

lebih rendah atau sama dengan siswa yang diajarkan dengan pembelajaran secara

langsung.

H1: μ1 ≠ μ2 : Prestasi belajar siswa yang telah diajarkan dengan metode brain

storming lebih tinggi dari pada siswa yang diajarkan dengan pembelajaran secara

langsung.

Langkah-langkah yang akan dibahas selanjutnya adalah menghitung atau

membandingkan kedua hasil perhitungan tersebut. Dari hasil perhitungan sebelumnya

diperoleh nilai rata-rata dan varians pada masing-masing yaitu:

X 1= 79,33 σ1 = 211,71

X 2= 60,17 σ 2 = 189,48

Sehingga diperoleh:
56

(n1 − 1)σ 12 − (n 2 − 1)σ 22


σ2 =
n1 + n 2 − 2

(30 −1) 211 ,71 + (30 −1)189 ,48


=
30 + 30 − 2

( 29 ) 211 ,71 + ( 29 )189 ,48


=
60 − 2

6139 ,59 + 5494 ,92


=
58

11634 ,51
=
58

σ 2 = 200,59

σ= 200 ,59

σ = 14,16
Untuk σ = 200,91 maka nilai Z diperoleh:

X1 − X 2
z=
1 1
σ +
n1 n 2

79 ,33 − 60 ,17
=
1 1
14 ,16 +
30 30

19 ,16
=
14 ,16 0,033 +0,033

19 ,16
=
14 ,16 0,066

19 ,16
=
14 ,16 (0,26 )
57

19 ,16
=
3,46

z = 5,54

Pada taraf signifikan α = 0,05 diperoleh ztabel = 1,96. kriteria yang digunakan

adalah terima Ho jika –Ztabel < Zhitung < Ztabel, sebaliknya tolah Ho jika z mempunyai harga

yang lain. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa –Ztabel < Zhitung > Ztabel yaitu

-196 < 5,54 > 1,96, sehingga Ho ditolak dan diterima H1. dengan demikian dapat

disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa yang diajarkan dengan metode brain storming

lebih tinggi dari pada siswa yang diajarkan dengan pembelajaran secara langsung.

4.1.4 Tanggapan Siswa Terhadap Penerapan Metode Brain Storming

Untuk memperoleh respon atau masukkan dari para siswa terhadap

pembelajaran dengan metode brain storming pada kelas eksperimen maka peneliti

melakukan observasi dengan memberikan angket setelah berlangsungnya pembelajaran

seluruhnya.

Menurut Bungin (2004:134) ”observasi dapat dilakukan dengan menggunakan

skala rating. Penggunaan skala rating dalam pengamatan sebagai instrumen,

mengharuskan pengamat menetapkan subjek pada katagori atau kontinum dengan

memberi nomor atau angka pada katagori-katagori tersebut seperti amat senang, senang,

tidak senang dan amat tidak senang”.

Adapun respon siswa terhadap penerapan metode brain storming dapat dilihat

pada tabel-tabel pernyataan berikut ini:

Tabel 4.4 Menggunakan Metode Brain Storming


58

No Alternatif Jawaban F Bobot ni.fi


A Sangat Menyenangkan 17 4 4x17 = 68
B Menyenangkan 10 3 3x10 = 30
C Tidak Menyenangkan 3 2 2x3 = 6
D Sangat Tidak Menyenangkan - 1 1x0 = 0
Jumlah 30 104
Skor Rata-rata 3,47
Sumber: SMA N 1 Idi Rayeuk A. Timur 2009

Tabel ini memperlihatkan sebagian besar siswa menjawab sangat

menyenangkan dengan pernyataan diatas, sebagian juga menyatakan menyenangkan,

hanya sedikit sekali yang menjawab tidak menyenangkan dan tidak ada yang menjawab

sangat tidak menyenangkan.

Dengan skor rata-rata 3,47 maka pendapat siswa dalam hal ini sangat Positif

Mayoritas siswa menyatakan sangat menyenangkan dengan pertanyaan bahwa belajar

ekonomi dengan penerapan metode brain storming. Artinya, metode brain storming

dapat membuat siswa senang dalam belajar ekonomi karena dengan metode ini siswa

dapat leluasa mengeluarkan pendapatnya dengan ketentuan yang berlaku.

Tabel 4.5 Materi Ketenagakerjaan dan pengangguran yang Diajarkan dengan Metode
Brain Storming
No Respo Siswa F Bobot ni.fi
A Sangat Mudah dipahami 7 4 4x7 = 28
B Mudah dipahami 22 3 3x22 = 66
C Tidak Mudah dipahami 1 2 2x1 = 2
D Sangat Tidak Mudah dipahami - 1 1x0 = 0
Jumlah 30 96
Skor Rata-rata 3,2
Sumber: SMA N 1 Idi Rayeuk Aceh timur, 2009 (data diolah)

Tabel ini memperlihatkan sebagian besar siswa menyatakan belajar dengan

menggunakan metode brain storming mudah dipahami, sebagian ada yang menjawab
59

sangat mudah dipahami, hanya satu orang yang menjawab tidak mudah dipahami dan

tidak ada yang menjawab sangat tidak mudah dipahami.

Dengan skor rata-rata 3,2 maka dalam hal ini respon siswa sangat Positif.

Sebagian besar siswa menyatakan bahwa belajar ekonomi dengan metode brain storming

itu lebih mudah memahaminya. Artinya, belajar dengan metode brain storming dapat

membuat siswa bisa memahami materi yang diajarkan karena mereka bisa bebas

berpendapat tampa ada rasa takut dikomentari.

Tabel 4.6 Cara Penyajian Materi dengan Metode Brain Storming


No Alternatif Jawaban F Bobot Skor ni.fi
A Sangat Baik 10 4 4x10 = 40
B Baik 17 3 3x17 = 51
C Tidak Baik 3 2 2x3 = 6
D Sangat Tidak Baik - 1 1x0 = 0
Jumlah 30 97
Skor Rata-rata 3,23
Sumber: SMA N 1 Idi Rayeuk,A. Timur, 2009 (data diolah)

Tabel ini memperlihatkan sebagian siswa mengatakan Baik cara penyajian

materi dengan metode brain storming, sebagian menjawab sangat baik, hanya sedikit

sekali yang menjawab tidak baik dan tidak ada yang menjawab sangat tidak baik.

Dengan skor rata-rata 3,23 maka dalam hal ini respon siswa sangat Positif.

Sebagian siswa mengatakan bahwa cara penyajian materi ketenagakerjaan dan

pengangguran dengan penerapan metode brain storming itu baik. Artinya, cara penyajian

materi dengan metode brain storming sangat tepat dan ini juga dapat membuat siswa

lebih menyukai pembelajaran ekonomi.

Tabel 4.7 Keinginan Belajar dengan Metode Brain Stoming


No Respo Siswa F Bobot ni.fi
60

A Sangat Ingin 5 4 4x5 = 20


B Ingin 24 3 3x24 = 72
C Tidak Ingin 1 2 2x1 = 2
D Sangat Tidak Ingin - 1 1x0 = 0
Jumlah 30 94
Skor Rata-rata 3,13
Sumber: SMA N 1 Idi Rayeuk Aceh timur, 2009 (data diolah)

Tabel ini memperlihatkan sebagian besar siswa ingin belajar dengan metode

brain storming setiap masuk pelajaran ekonomi, sebagian menjawab sangat ingin, ada

juga yang menjawab tidak ingin dan tidak ada yang menjawab sangat tidak ingin.

Dengan skor rata-rata 3,13 maka respon siswa dalam hal ini sangat Positif.

Mayoritas siswa menyatakan ingin belajar ekonomi materi yang lain dengan

menggunakan metode brain storming. Artinya, metode brain storming merupakan salah

satu metode yang cocok diterapkan dalam pembelajaran ekonomi karena dapat

memotivasi belajar siwa..

4.2 Pembahasan

4.2.1 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan, diperoleh hasil belajar

siswa kelas eksperimen pada pokok bahasan ketenagakerjaan dan pengangguran terdapat

nilai dibawah 65 hanya 2 orang, sedangkan yang memperoleh nilai diatas 65 sebanyak

28 orang. Dengan pengolahan data ini dapat diambil kesimpulan bahwa kelas

eksperimen yang menggunakan metode brain Storming mempunyai ketuntasan belajar

secara klasikal sangat baik.


61

Sedangkan untuk kelas kontrol diperoleh nilai dibawah 65 sebanyak 14 orang,

dan yang memperoleh nilai diatas 65 sebanyak 11 orang, ini memperlihatkan bahwa

kurang dari 75 % siswa memperoleh nilai 65 keatas. Dari pengolahan data dapat

disimpulkan bahwa kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran secara langsung

mempunyai ketuntasan belajar secara klasikal kurang memuaskan.

Pengolahan data signifikan ketuntasan belajar siswa pada kelas eksperimen

secara klasikal diperoleh 93 % dan kelas kontrol memperoleh ketuntasan secara klasikal

37 % ini memperlihatkan bahwa P1 > P2 (ketuntasan kelas eksperimen lebih besar dari

kelas kontrol). Dengan demikian dapat dianalisa bahwa adanya perbedaan ketuntasan

belajar siswa kelas XIIPS SMA Negeri 1 Idi Rayeuk, A. Timur yang menggunakan

metode Brain Storming dan yang tidak menggunakan metode Brain storming, dan

perolehan nilai ini membuktikan bahwa penggunaan metode Brain Storming sangat tepat

untuk memperoleh ketuntasan belajar yang ingin dicapai.

Dengan penerapan metode Brain Storming pada siswa dapat menunjukkan

perkembangan yang sangat bagus, siswa dapat lebih aktif, agresif dan mampu

mengemukakan ide-ide yang brilian dalam mengikuti pelajaran ekonomi yang diajarkan,

sehingga siswa dapat lebih memahami inti dari mata pelajaran ekonomi yang diberikan

oleh guru. Penerapan metode Brain Storming juga mampu meningkatkan daya

nalarsiswa dan terciptanya ide-ide baru dalam setiap sub pokok bahasan ketenagakerjaan

dan pengangguran, dengan penggunaan metode ini siswa lebih menguasai permasalah

yang ingin dipecahkan bersama-sama.


62

4.2.2 Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan diperoleh nilai rata-rata

kelas kontrol 60,17 dengan standar deviasi 189,48 dan nilai rata-rata rata-rata kelas

eksperimen 79,33 dengan standar deviasi 211,71. Hal ini menunjukkan ada perbedaan

yang bearti antara hasil tes kelas eksperimen dengan hasil tes kelas kontrol. Dengan

perolehan data ini dapat diambil kesimpulan bahwa kelas eksperimen dengan penerapan

metode brain storming lebih unggul dibandingkan kelas kontrol. Hasil ini dapat

dikatakan bahwa terdapat kaitan yang erat antara hasil belajar siswa dengan penerapan

metode brain storming.

Setelah diadakan pengujian hipotesis diperoleh –Ztabel < Zhitung > Ztabel yaitu -196

< 4,88 > 1,96, sehingga H1 diterima dan Ho ditolak. Ini berarti bahwa metode brain

storming lebih efektif dari pada pembelajaran secara langsung.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, ternyata hipotesis penelitian diterima.

Hasil pengujian tersebut memberikan keterangan bahwa prestasi belajar siswa yang

diajarkan dengan menggunakan metode brain storming sangat efektif dan signifikan

dibandingkan dengan metode pembelajaran secara langsung. Hasil ini tidak terlepas dari

peran guru yang mampu melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik, setiap

proses dan langkah-langkah pembelajaran yang berorientasi pada metode pembelajaran

brain storming.

Pembelajaran dengan metode brain storming tidak hanya meningkatkan hasil

belajar siswa, tapi juga menumbuhkan keberanian, keaktifan dan rasa percaya diri yang

tinggi. Kemampun siswa dalam menggungkapkan ide-ide sangat mempengaruhi


63

keingginan belajar yang tinggi sehingga perolehan prestasi belajar akan diperoleh secara

maksimal seperti yang diharapkan.

Dari pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran dengan

menggunakan metode brain storming sangat membantu siswa dalam menguasai materi-

materi yang diberikan dengan cara membangun sendiri ide-ide dan pengertian yang

memiliki makna pribadi, sehingga siswa lebih mudah memahami materi-materi yang

diajarkan guru serta aplikasinya didalam masyarakat.

BAB V

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

Bedasarkan hasil penelitian yang telah diolah dapat diambil kesimpulan :

1. Adanya perbedaan prestasi belajar siswa kelas XIIPS SMA Negeri 1 Idi Rayeuk Aceh

Timur pada pokok bahasan ketenagakerjaan dan pengangguran, yang menggunakan

metode Brain Storming dan yang tidak menggunakan metode Brain storming, hal ini
64

dapat dilihat dari ketuntasan yang diperoleh siswa kelas XIIPS 1 lebih baik dari siswa

kelas XIIPS 2, yaitu 93% > 37%.

2. Hasil perhitungan data diperoleh Zhitung = 5,54 sedangkan Ztabel = 1,96, ini

menunjukan bahwa -1,96 < 5,54 > 1,96, maka Ho ditolak pada taraf signifikan α=

0,05 dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode brain

storming sangat tepat karena dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

3. Pengaruh positif penerapan metode brain storming terhadap peningkatan prestasi

belajar siswa SMA Negeri 1 Idi Rayeuk Aceh timur, diantaranya minat belajar siswa

bertambah, prestasi atau kompetensi meningkat dan aktif dalam menyelesaikan tugas

yang diberikan oleh guru ekonomi.

5.2 SARAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah disimpulkan diatas, dalam upaya

meningkatkan mutu pendidikan perlu dikemukakan beberapa saran sebagai berikut:

1. Untuk mencapai kualitas proses belajar mengajar, diharapkan kepada guru untuk

melatih ketrampilan proses pada siswa dengan memberikan kesempatan kepada

siswa untuk berperan lebih dominan dalam waktu ideal yang telah ditentukan dalam

rencana pembelajaran, sedangkan guru hanya berperan sebagai fasilitator.

2. Untuk memilih pendekatan pembelajaran, metode brain storming merupakan

salah satu pendekatan yang layak digunakan oleh guru untuk meningkatkan prestasi

belajar siswa.

3. Bagi pihak yang ingin menerapkan pembelajaran metode brain storming, sedapat

mungkin terlebih dahulu membuat perencanaan yang matang dengan menyesuaikan


65

beberapa kondisi, terutama dalam hal pembagian waktu, fasilitas pendukung dan

kesiapan guru pengajar disekolah.

4. Dengan adanya beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, kepada peneliti lain

diharapkan untuk mengadakan penelitian sejenis lebih lanjut dengan mengambil

wilayah penelitian yang lebih luas, sampel yang lebih banyak dan menggunakan

rancangan penelitian yang lebih komplek dengan metode dan pengumpulan data

yang lebih detail pada pelajaran-pelajaran yang lain, juga mengadakan penelitian

pada tingkat yang lain seperti pada MI/SD, SMP/MTs sehingga dapat ditemukan

hasil yang lebih dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, dapat

digeneralisasikan secara tepat dan tindak lanjut hasil penelitian dapat dirumuskan

dengan sempurna.

DAFTAR PUSTAKA

Alam, S. 2004. Ekonomi SMA Untuk Kelas X. Jakarta: Erlangga.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

_________________2001. Dasar-dasar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Bungin, Burhan. (2004). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta:Kencana

Depdiknas. 2008. Perangkat Pembelajaran KTSP SMA. Jakarta: Balai Pustaka.

_________2004. Kurikulum 2004, Standar Kompetensi Sekolah Menengah Atas dan


Madrasah Aliyah. Jakarta: Balai Pustaka.
66

Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, Saiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Gulo, W. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Grasindo.

Hamalik, Umar. 2001. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

_____________2003. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Johar, Rahmah. Dkk. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Banda Aceh: Universitas Syiah
Kuala Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Munandar, Utami. 2004. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka


Cipta

Nasution, S. 2005. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT


Bumi Aksara

Ritongga, Dkk. 2004. Ekonomi SMA Untuk Kelas X.Jakarta: Erlangga.

_____________2007. Ekonomi SMA Untuk Kelas XI. Jakarta: PT Phibeta Aneka


Gama.

Roestiyah, N K. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Sitanggang, Cormentyna. Dkk. 2003. Kamus Pelajar SLTA. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.

Sudijiono, Anas. 2003. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo


Persada.
Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung. Tarsito.

Sugiono. 1999. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV.Alfabeta

Sukardi. 2004. Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Suryosubroto, B. 2002. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Sutan, Suriya. 2006. Paduan Menulis skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya-karya
Ilmiah. Yogyakarta: Pustaka Pena.

Winkel, W.S. 1996. PsikologiPendidikan Dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.


67