Landasan Teori Fotosintesis Suatu sifat fisiologi yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan adalah kemampuannya untuk

menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasikan di dalam tubuh tanaman. Peristiwa ini hanya berlangsung jika ada cukup cahaya dan oleh karena itu maka asimilasi zat karbon disebut juga fotosinetesis. Fotosintesis atau asimilasi zat karbon merupakan suatu proses di mana zat-zat organik H2O dan CO2 oleh klorofil diubah menjadi zat organik karbohidr at dengan bantuan sinar. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Secara umum, fotosintesis dinyatakan dengan persamaan reaksi kimia sebagai berikut : 6 CO2 + 6 H2O C6H12O6 + 6 O2

Peristiwa ini hanya berlangsung jika ada klorofil dan ada cukup cahaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju Fotosintesis 1. Intensitas Cahaya Cahaya mempunyai dua sifat yaitu sifat gelombang dan sifat partikel. Sifat partikel cahaya biasanya dinyatakan terdapat pada foton dan kuanta, yaitu suatu paket energi yang mempunyai ciri tersendiri; masing-masing foton mempunyai panjang gelombang tertentu. Energi dalam tiap foton berbanding terbalik dengan panjang gelombang, jadi panjang gelombang cahaya ungu dan biru mempunyai energi foton yang lebih tinggi dari panjang gelombang cahaya jingga (orange) dan merah (Sasmitamihardja, 1990). Menurut Dwidjoseputro (1994), spektrum dari sinar yang tampak oleh mata kita dapat digambarkan dengan gelombangnya dinyatakan dengan mµ.

Panjang gelombang yang ditangkap daun menentukan lebar mulut stomata. maka molekul itu kemudian akan berada dalam keadaan tereksitasi. dan foton ini menyebabkan tereksitasinya hanya satu elektron. 1990): y y Energi dapat hilang sebagai panas atau kalor. biasanya 10-9 detik atau malahan kurang dari itu. yaitu (Sasmitamihardja. Fotosintetsis adalah hasil dari proses yang ketiga. dinamakan fluoresensi. Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa cahaya biru dan merah akan memberikan pelebaran mulut stomata yang tinggi sedangkan cahaya hijau dan kuning memberikan pelebar. Jika yang menyerap energi foton itu adalah mplekul klorofil atau pigmen yang lain. dipindahkan menjahui keadaan dasarnya (orbit tersebut) dengan jarak (ke orbit lain) sesuai dengan energi foton yang diabsorpsinya.   . dan energi eksitasi inilah yang digunakan dalam fotosintesis. semakin rendah laju fotosintesis karena energi yang diserap tidak mencukupi untuk fotosintesis. Klorofil atau pigmen yang lain itu akan tetap dalam keadaan tereksitasi untuk waktu yang singkat. Energi dapat sebagian hilang sebagai panas dan sisanya sebagai cahaya tampak dengan panjang gelombang lebih panjang dari panjang gelombang yang diabsorpsi. Energi eksitasi yang diinduksi dalam suatu molekul atau atom oleh satu foton dapat hilang menurut tiga cara. Semakin rendah intensitas cahaya. y Energi dapat dilakukan untuk melakukan suatu reaksi kimia.Ungu 390 mµ Nila 430 470 Biru 500 Hijau Kuning 560 600 Jingga Merah 650 760 mµ Suatu prinsip mendasar dari absorpsi cahaya disebut hukum Stark Einstein yang menyatakan bahwa setiap molekul setiap kali hanya dapat menyerap satu foton. energi eksitasi akan hilang pada waktu elektron kembali ke orbitnya semula. Elektron yang dalam keadaan dasar (ground state) stabil pada suatu orbit biasanya tereksitasi. Konsentrasi karbon Dioksida .

Cahaya. yang mengandung kurang 2 atom H. Suhu Semakin tinggi suhu. faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan klorofil: a. bahan dasarnya disebut stroma. seperti tanaman jagung yang albino tidak dapat hidup lama. Tanaman lain yang ditumbuhkan di dalam gelap tidak berhasil membentuk klorofil. Larutan klorofil yang dihadapkan kepada sinar kuat tampak berkurang hijaunya. Kandungan klorofil Klorofil terdapat sebagai butir-butir hijau di dalam kloroplas. menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis. 3. 5. Kadar Air Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup. Akan tetapi. 4. klorofil dapat terbentuk tanpa memerlukan cahaya. sedang butir-butir yang terkandung di dalamnya disebut grana. bila kadarnya terlalu tinggi dapat meracuni atau menyebabkan stomata tertutup.Laju fotosintesis dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kadar CO 2 udara. terlalu banyak sinar berpengaruh buruk kepada kepada klorofil. semakin tinggi pula laju fotosintesis. Jika gen ini tidak ada maka tanaman akan tampak putih belaka (albino). Pada umumnya kloroplas itu berbentuk oval. mereka pucat (klorosis) kekuning-kuningan. Menurut Dwidjoseputro (1994). b. Hal ini juga dapat . disebabkan karena adanya protoklorofil yang mirip dengan klorofil -a. sehingga laju fotosintesis terganggu. Pada beberapa kecambah tanaman Angiosperma. Pembentukan klorofil seperti halnya pembembentukan pigmen-pigmen lain seperti hewan dan manusia yang di bawakan oleh suatu gen tertentu di dalam kromosom. Faktor pembawaan.

Air. warna mereka menjadi hijau kekuning-kuningan. Kekurangan air mengakibatkan desintegrasi dari klorofil seperti terjadi pada rumput dan pohon-pohonan di musim kering. 6. 30 ² 480 C merupakan suatu kondisi yang baik untuk pembentukan klorofil pada kebanyakan tanaman. Untuk membuat pigmen klorofil tumbuhan memerlukan unsur Besi (Fe). Cu.kita lihat pada daun-daun yang terus-menerus kena sinar langsung. Unsur Mn. akan tetapi yang paling baik ialah antara 260 ² 300 C. Kadar Fotosintat (hasil fotosintesis) Jika kadar fotosintat seperti gula berkurang. laju fotosintesis akan naik. Terutama dalam bentuk gula ternyata membantu pembentukan korofil dalam daun-daun yang mengalami tumbuh etiolasi. Tahap pertumbuhan . Daun yang menguning menunjukkan kadar korofil berkurang. d. e. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh. jika tidak diberi oksigen. g. Meskipun jumlahnya hanya sedikit dalam pembentukan klorofil. Oksigen. Temperatur. laju fotosintesis akan berkurang. Kecambah yang ditumbuhkan di dalam gelap. Karbohidrat. Besi yang menjadi pembentuk bahan klorofil sudah tentu merupakan suatu condition sine qua non (keharusan). kemudian ditempatkan di cahaya tak mampu membentuk klorofil. f. Kekurangan akan salah satu dari zat-zat tersebut mengakibatkan klorosis pada tumbuhan. Nitrogen. daun-daun tersebut tidak mampu menghasilkan klorofil. jika tiada unsur-unsur tersebut maka tanaman mengalami klorosis juga. Zn. Magnesium. 7. c. Dengan tanpa pemberian gula. Magnesium (Mg) dan Nitrogen (N). h. Hal ini akan menurunkan laju fotosintesis.

tepatnya pada bagian stroma. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). seperti fisika. Reaksi ini memerlukan molekul air. maupun biologi sendiri. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. kimia. Reaksi terang Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksiNADPH2. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh. Proses fotosintesis sangat kompleks karena melibatkan semua cabang ilmu pengetahuan alamutama. Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna biru (400-450 nanometer) dan merah (650-700 nanometer) dibandingkan hijau (500-600 nanometer). Namun secara umum. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. Pada dasarnya. meskipun sudah sangat banyak yang diketahui tentang proses vital ini. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai a ntena.Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Proses fotosintesis Hingga sekarang fotosintesis masih terus dipelajari karena masih ada sejumlah tahap yang belum bisa dijelaskan. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi . Pada tumbuhan.

Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosfor ilasi yang menghasilkan ATP. van Neil yang mempelajari bakteri fotosintetik pada tahun 1930-an. cahaya juga mengionisasi fotosistem I. melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH. Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan panjang tertentu. Pendapat ini pertama kali diungkapkan oleh C. Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis. Di dalam daun. seperti dua baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat. Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau kekurangan elektron yang harus segera diganti. membuatnya melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor elektron. Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II. Tumbuhan memiliki dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer. Oksigen dari proses fotosintesis hanya dihasilkan dari air. sedangkan fotosistem I 700 nanometer. Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen. Pada tumbuhan dan alga. Pada tumbuhan proses biokimia yang terpicu adalah siklus Calvin yang mengikat karbon dioksida untuk membentuk ribulosa (dan kemudian menjadi gula seperti glukosa). cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusat-pusat reaksi. Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II. menggunakan menghasilkan menggunakan ionisasi sulfida atau hidrogen. Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi. Reaksi gelap ATP dan NADPH yang dihasilkan dalam proses fotosintesis memicu berbagai proses biokimia. bukan dari karbon dioksida. satuan pertukaran energi dalam sel.B. tidak Bakteri fotosintetik. Reaksi ini disebut . oksigen selain karena sianobakteri. kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil.bahwa daun berwarna hijau.

2010. Dwidjoseputro. 2009. [Desember 2010] . Bandung : UPI. Sisa sukrosa diubah menjadi gula. ke sel-sel batang dan sel-sel akar untuk keperluan tumbuhan itu sendiri. 1978. D. sukrosa diangkut ke sel-sel daun yang tidak berfotosintesis. [online]: tersedia: http://lovelytikachan.blogspot. Fotosintesis.html. tetapi ada juga yang disimpan dalam daun. Jakarta : Penerbit Gramedia Atika. Melalui floem.com/2009/ 02/fotosintesis-fotosintesisadalah-suatu.reaksi gelap karena tidak bergantung pada ada tidaknya cahaya sehingga dapat terjadi meskipun dalam keadaan gelap (tanpa cahaya). Hasil lain dari fotosintesis adalah oksigen yang dilepas ke lingkungan melalui stomata yang digunakan oleh makhluk hidup lain untuk bernafas. protein dan lipid sebagai cadangan makanan. Cadangan makanan terutama disimpan dalam akar dan batang. Hasil akhir Fotosintesis Hasil akhir fotosintesis adalah gula sederhana. DAFTAR PUSTAKA Tim Dosen Fisiologi Tumbuhan. Senyawa ini perlu diubah menjadi gula lain yang lebih kompleks (misalnya sukrosa) sebelum diangkut karena mudah bereaksi. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan.Pengantar Fisiologi Tumbuhan.