You are on page 1of 8

ASTEROID

(PENULISAN KARYA ALAMIAH)

OLEH : ASTER PERTIWI ( 41210189 ) 1 DA 04

UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS EKONOMI KOTA BEKASI 2010

Kata Pengantar

Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas kehendakNya makalah ini dapat diselesaikan pada waktunya, tak lupa pula penulis mengucapkan terima kasih kepada Bpk. Yusman Rianto selaku dosen mata kuliah. Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar, mengenai “ASTEROID” Penulis berharap dengan adanya makalah ini mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan dan mengetahui asteroid 2. Mampu mengenali asteroid 3. Mampu menjelaskan kembali mengenai asteroid

4. Mampu memperluas wawasan tentang teori dan fakta yang berhubungan dengan topik penulisan Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, khususnya para mahasiswa dalam memahami mata kuliah. Bekasi, 03 Desember 2010

Penulis

BAB I PENDAHULUAN 1.1 . LATAR BELAKANG MASALAH

Kita sebagai manusia yang telah tinggal di planet bernama bumi telah mengenal betul apa – apa saja yang terdapat dalam bumi, tapi terpikirkah oleh kalian untuk mengenal sesuatu yang diluar bumi? Sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata kita sesuatu yang jauh keberadaaanya dan juga banyak macamnya, mari telaah dan menambah wawasan mengenai hal yang belum pernah kita ketahui sesuatu yang belum pernah terlihat secara langsung tetapi ini semua akan menambah materi pada diri kita untuk suatu ilmu mengenai alam kita yang tercinta ini. Pengenalan mengenai asteroid adalah topic penulisan yang saya angkat pada makalah pertama saya untuk mata kuliah ilmu alamiah dasar ini, materi yang cukup unik dan sangatn bermanfaat bagi khalayak banyak. Dan selain itu saya mengambil topic penulisan mengenai hal ini yaitu adalah karma nama asteroid mengandung dari nama depan saya yaitu aster. Dan dengan mengenal asteroid kita akan di harapkan untuk lebih menjaga segalanya yang berada di alam tercinta jangan sampai karma ulah kita ala mini akan gampang rusak. Mari lestarikan alam semesta!!!

Pengertian Asteroid
Asteroid adalah planet-planet kecil yang beredar mengelilingi matahari. Asteroid (artinya “seperti bintang”) disebut juga planetoid (artinya “planet kecil”). Tempat peredaran asteroid menyebar di antara lintasan peredaran planet Mars dan Yupiter, dan membentuk sabuk yang bagian tengahnya berjarak lebih kurang 2.8 satuan astronomi (sa) dari matahari. Asteroid, kadang disebut juga sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripadameteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit Planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma sementara asteroid tidak. Sudah sebanyak ratusan ribu asteroid di dalam tatasurya kita diketemukan, dan kini penemuan baru itu rata-rata sebanyak 5000 buah per bulannya. Pada 27 Agustus, 2006, dari total 339.376 planet kecil yang terdaftar, 136.563 di antaranya memiliki orbit yang cukup dikenal sehingga bisa diberi nomor resmi yang permanen. Di antara planet-planet tersebut, 13.350[1] memiliki nama resmi (trivia: kira-kira 650 di antara nama ini memerlukan tanda pengenal). Nomor terbawah tetapi berupa planet kecil tak bernama yaitu (3360) 1981 VA; planet kecil yang dinamai dengan nomor teratas (kecuali planet katai 136199 Eris serta 134340 Pluto) yaitu 129342 Ependes [2]. Kini diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km dalam sistem tatasurya tatasurya berjumlah total antara 1.1 hingga 1.9 juta[3]. Astéroid terluas dapam sistem tatasurya sebelah dalam yaitu 1 Ceres, dengan diameter 900-1000 km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta; keduanya memiliki diameter ~500 km. Vesta merupakan asteroid sabuk paling utama yang kadangkadnag terlihat oleh mata telanjang (pada beberapa kejadian yang cukup jarang, asteroid yang dekat dengan bumi dapat terlihat tanpa bantuan teknis; lihat 99942 Apophis). Massa seluruh asteroid Sabuk Utama diperkirakan sekitar 3.0-3.6×1021 kg[4][5], atau kurang lebih 4% dari massa bulan. Dari kesemuanya ini, 1 Ceres bermassa 0.95×1021 kg, 32% dari totalnya. Kemudian asteroid terpadat, 4 Vesta (9%), 2 Pallas (7%), dan 10 Hygiea (3%), menjadikan perkiraan ini menjadi 51%; tiga seterusnya, 511

Davida (1.2%), 704 Interamnia (1.0%), dan 3 Juno (0.9%), hanya menambah 3% dari massa totalna. Jumlah asteroid berikutnya bertambah secara eksponensialwalaupun massa masing-masing turun. Dikatakan bahwa asteroid ida juga memiliki sebuah satelit yang bernama Dactyl. untuk pertama kalinya, sampel asteroid berhasil dibawa ke Bumi. Contoh asteroid itu tentunya yang belum terbakar atmosfer. Sampel asteroid tersebut diyakini berhasil dibawa oleh pesawat luar angkasa buatan Jepang, Hayabusa. Satelit buatan Badan Antariksa Jepang atau Japanese Aerospace Exploration Agency itu mendarat di Adelaide, Australia, Senin (14/06/2010). Hayabusa telah melakukan perjalanan selama tujuh tahun sejauh 6 miliar kilometer dari Bumi. Hayabusa menjelajah asteroid 25143 Itokawa sejak 2005. Dengan adanya sampel itu, manusia kini berharap teka teki mengenai asteroid dapat terjawab. Seiichi Sakamoto dari Japan Aerospace Exploration Agency menyatakan, material di dalam asteroid diyakini mampu menjelaskan asal usul tata surya. Posisi sabuk asteroid yang terletak di antara planet-planet dan gas raksasa di luar tata surya kemungkinan bisa memberi petunjuk mengapa planet-planet yang ada di tata surya memiliki ciri dan sifat yang beragam. “Sampel dari asteroid dianggap sebagai asal usul bangunan planet, ini juga dapat memberikan penerangan tentang asal usul Bumi,” katanya. Para ilmuwan sekarang berupaya mempelajari bagaimana dan kapan asteroid dibentuk. Bagaimana sifat fisiknya serta bagaimana angin dan radiasi matahari telah mempengaruhi sifat dari asteroid itu. Hayabusa diluncurkan pada 2003 dan awalnya dijadwalkan kembali ke Bumi pada 2007. Tetapi serangkaian masalah teknis – termasuk kerusakan mesin, roda kontrol yang rusak, dan gangguan fungsi penyimpan baterai listrik – membuat pesawat baru tiba di Bumi tahun ini.

Asteroid Mengancam Bumi
Asteroid 2005 YU55 tertangkap kamera saat mendekati Bumi. Berpotensi

Sebuah asteroid yang masuk daftar berpotensi membahayakan Bumi, tertangkap kamera mendekat ke Bumi, baru-baru ini. Ukurannya, lebih besar dari yang diperkirakan para astronom. Asteroid yang dikenal sebagai 2005 YU55, melintas di dekat Bumi pada 19 April 2010, dengan jarak 1,5 juta mil atau 2,4 juta kilometer -- enam kali jarak antara Bumi dan Bulan. Para Astronom menggunakan sistem radar planet pada teleskop radio Arecibo di Puerto Riko untuk menangkap gambaran asteroid itu selama empat hari, mulai tanggal 19 April lalu. Foto yang dihasilkan teleskop menunjukan, 2005 YU55, sebagai batu setengah terang yang terbang melalui tata surya. "Benda ini masuk dalam daftar 'asteroid paling berbahaya', ia terus diawasi oleh Minor Planet Centre dari Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian, Cambridge," kata salah satu astronom Arecibo, seperti dimuat laman Space.com, 29 April 2010. Para astronom menemukan bahwa Asteroid itu berukuran 1.300 kaki atau 400 meter, dua kali lebih panjang dari yang diperkirakan. Asteroid 2005 YU55 ditemukan oleh astronom Robert McMillan, anggota tim deteksi Spacewatch pada 28 Desember 2005. Meski tak mengakibatkan kehancuran di Bumi, ancaman belum berakhir. Asteroid 2005 YU55 akan kembali melintas, tepatnya pada 8 November 2011. Saat itu, batu angkasa itu akan menyelesaikan perjalanan mengelilingi Matahari. Dia akan mampir lagi ke Bumi, melalui orbit Bulan, dalam jarak 191.120 mil atau 307.577 kilometer, sekitar delapan per sepuluh jarak Bumi dan Bulan. Meski diperkirakan tak akan menimbulkan resiko bagi Bumi, astronom tetap waspada. ***

Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, secara rutin melacak asteroid dan komet yang terbang dekat dengan Bumi -- melalui teleskop baik yang berada di langit maupun Bumi. Mengantisipasi tubrukan. Sejauh ini, program NASA telah menemukan 85 persen asteroid besar yang melayang dekat Bumi. Namun, sayangnya, tak cukup mampu menemukan batu luar angkasa yang ukurannya lebih kecil. Program ini hanya mendeteksi sekitar 15 persen dari asteroid yang lebarnya 460 kaki atau 140 meter. Asteroid-asteroid ini, menurut laporan National Academy of Science, bisa menyelonong masuk ke Bumi dan menghantam Bumi. Akibatnya adalah kehancuran. Lebih kecil ukuran asteorid, lebih sulit dideteksi. Hanya sekitar lima persen dari asteroid berukuran lebar 164 kaki atau sekitar 50 meter yang terdeteksi. Perlu dana besar agar Bumi bisa mendeteksi ancaman asteroid kecil yang bisa mematikan. Paham bahaya makin dekat, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama telah mengusulkan kenaikan anggaran NASA untuk melacak asteroid. Obama juga mengumumkan proyek ambisius, petualangan luar angkasa di asteroid pada 2025. Tak hanya ingin mendirikan tonggak penjelajahan langit, misi ini juga bertujuan mempelajari sifat-sifat dan kondisi asteroid. Diharapkan, misi ke asteroid bisa membantu para astronom menemukan cara untuk membelokkan batu ruang sebelum mereka mengancam seluruh kehidupan di Bumi. (hs)

Kesimpulan
Jagalah alam semesta dengan sepenuh hati. Stop global warming, agar bumi kita yang tercinta ini tetap terlindungi, dengan begitu kita tak perlu khawatir akan ada berita seperti asteroid yang mengancam bumi ini, dengan menjaga bumi, dan menjaga atas atmosphere tetap stabil dengan cara menstop segala aktifitas global warming akan membuat semua mahluk hidup tetap tenang, terus pelajari segala seustu yang belum pernah kalian pelajari, mari bersama membangun waswasan

Daftar Pustaka
http://www.dapunta.com/pertama-kali-sampel-asteroid-berhasil-dibawa-ilmuwan-kebumi.html http://rayhandsight.blogspot.com/2009/03/asteroid-dari-wikipedia-bahasa.html http://www.g-excess.com/id/pengertian-serta-arti-komet-dan-asteroid.html http://dunia.vivanews.com/news/read/147810asteroid_kecil_bisa_masuk_dan_menghantam_bumi