You are on page 1of 14

.

.

‡ Transformasi memiliki definisi perubahan yang terjadi pada suatu hal kedalam bentuk yang berbeda dari sebelumnya. terjadi perubahanperubahan unsur yang tidak dapat dielakkan. bagus. Dalam proses perubahan ini. ‡ Dapat disimpulkan bahwa transformasi seni adalah perubahan bentuk seni dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Oleh karena itu nilai apresiasi dari sebuah seni bersifat relatif tergantung dari sudut pandang mana individu memandangnya. Nilai tersebut memiliki sifat yang subjektif tergantung dari tiap orang yang menilai sebuah karya seni. maupun cantik. baik. . ‡ Sedangkan seni itu sendiri merupakan sebuah nilai yang mengukur sesuatu bisa disebut indah. ‡ Seni dalam bahasa Inggris adalah art. ‡ Kata seni berasal dari bahasa Melayu (atau Melayu-Tinggi untuk membedakannya dengan bahasa Melayu-Rendah di zaman kolonial). yang berarti µkecil¶.

‡ Pertama: Sudut pandang penceritaan ± Dalam novel lebih banyak menggunakan sudut pandang orang pertama. Sisanya menggunakan sudut pandang pelaku ketiga. dan lain-lain. . menjelaskan peristiwaperistiwa yang terjadi yang tidak bisa diceritakan dalam film. sedangkan dalam film sudut pandang orang pertama dipergunakan untuk menjelaskan keterangan-keterangan flashback di adegan-adegan awal film.

± Tokoh Sahara yang diperankan oleh Dewi Ratih Ayu Safitri tampak sederhana dan biasa-biasa saja. . jilbab yang dalam novel diceritakan selalu dikenakannya pun dalam film justru cenderung diperlakukan seperti sebuah scarf.‡ Kedua: Ciri-ciri tokoh dalam novel dan film ‡ Dalam Film: ± Tokoh A Kiong yang diperankan oleh Suhendri memiliki karakteristik fisik seperti anak-anak keturunan Cina pada umumnya.

Ia ramping. satu-satunya hawa di kelas kami. yaitu atasan para Kepala Parit. siapapun akan maklum kenapa nasibnya berakhir di SD kampung ini. Walaupun diancam akan dicampakkan ke dalam lautan api yang berkobar-kobar. Wajahnya seperti baru keluar dari bengkel ketok magic. Kebalikan dari A Kiong. matanya tertarik ke atas seperti sebilah pedang. Sahara sangat skeptis. orang-orang lapangan di PN. atau burung punai lenguak. Maka tak ada yang berani bikin gara-gara dengannya karena ia tak pernah segan mencakar. dan sedikit lebih beruntung.‡ Dalam Novel: ± Tapi jika melihat A Kiong. Seluruh giginya tonggos dan hanya tinggal setengah akibat digerogoti phyrite dan markacite dari air minum. Guru manapun yang melihatnya akan tertekan jiwanya. Jika marah ia akan mengaum dan kedua alisnya bertemu. berjilbab. membayangkan betapa susahnya menjejalkan ilmu ke dalam kepala alumuniumnya itu. Bapaknya seorang Taikong. alias menyerupai Frankenstein. (Laskar Pelangi:75) . tak satu pun dusta akan keluar dari mulutnya. Sahara sangat temperamental. dan ia hampir tidak punya alis. dan tidak mudah dibuat terkesan. Sifatnya yang utama: penuh perhatian dan kepala batu. susah diyakinkan. tapi ia pintar. Dia secantik grey cheeked green. Peringkatnya bersaing ketat dengan Trapani. Sifat lain Sahara yang amat menonjol adalah kejujurannya yang luar biasa dan benar-benar menghargai kebenaran. Ia memang memiliki penampilan akan ditolak dimana-mana. Mukanya lebar dan berbentuk kotak. (Laskar Pelangi:68) ± Lalu ada Sahara. rambutnya serupa landak. Ia pantang berbohong.

Ia tak bergerak. Air masuk melalui hidungku. kuraba-raba dan benjolan kecil-kecil bermunculan. dan ada rasa pening di bagian kepala sebelah kanan yang menjalar ke mata. air menggenangi setengah tubuhnya dalam parit. Ia terbanting agak jauh dariku. Rasa itu hanya sebentar.‡ Ketiga: Pemotongan dan penambahan adegan ‡ Dipotong: ± Kepalaku terasa berat. Lalu aku mencari Syahdan. (Laskar Pelangi:172-173) ‡ Ditambah: ± Adegan saat Pak Mahmud (Tora Sudiro) mencintai Bu Mus. tergeletak tak berdaya. Aku tersedak-sedak kecil seperti kambing batuk. suaraku jadi aneh. . seperti robot. biasa kita alami kalau air memasuki hidung. Tubuhnya telentang.

‡ Contoh dari novel: ³Superb! Anak pesisir. ke mana kau bersembunyi selama ini«?´ (Laskar Pelangi:107) . termangu-mangu menggenggami lidi. ³651.952!´ ³Purnama! Lintang. superb!´ puji Bu Mus. tanpa ketergesa-gesaan. ³18 kali 14 kali 23 tambah 11 tambah 14 kali 16 kali 7!´ Kami berkecil hati. tanpa keraguan. bulan purnama di atas Dermaga Olivir.‡ Keempat: Penggunaan kata-kata ± Dalam novel bahasa yang digunakan dalam memiliki kesan lebih puitis ketimbang bahasa dalam film yang lebih berkesan biasa. bahkan tanpa berkedip. Beliau pun tergoda untuk menjangkau batas daya pikir Lintang. tanpa membuat catatan apa pun. lalu kurang dari tujuh detik. Lintang berkumandang. indah sekali! Itulah jawabanmu.

jarang diperlihatkan ± Penggambaran keadaan sekolah PN Timah yang disederhanakan ± Tidak ada pohon besar yang menaungi bangunan SD Muhammadiyah Belitong .‡ Kelima: Detil dalam latar ‡ Dalam Film: ± Gedong. kompleks hunian elit milik PN Timah.

Di setiap kelas ada patung anatomi tubuh yang lengkap. Ruangan kelasnya dicat berwarna-warni dengan tempelan gambar kartun yang edukatif. jam dinding. (Laskar Pelangi:43) ± Gedung-gedung sekolah PN didesain dengan arsitektur yang tak kalah indahnya dengan rumah bergaya Victoria di sekitarnya. white board. tabel pemetaan unsur kimia. thermometer. temaram. Di sana. Rumah-rumah itu diletakkan pada kontur yang agak tinggi sehingga kelihatan seperti kastil-kastil kaum bangsawan dengan halaman yang terpelihara rapih dan danau-danau buatan. globe yang besar. dan sejuk. poster operasi dasar matematika.‡ Dalam Novel: ± Kawasan warisan Belanda ini menjunjung tinggi kesan menjaga jarak dan kesan itu diperkuat oleh jajaran pohon-pohon saga tua yang menjatuhkan butir-butir buah semerah darah di atas kap mobil-mobil mahal yang berjejal-jejal sampai keluar garasi. peta dunia. (Laskar Pelangi:58) . rumah-rumah mewah besar bergaya Victoria memiliki jendela-jendela kaca lebar dan tinggi dengan tirai yang berlapislapis laksana layar bioskop. dan ada kapstok topi. dan alat peraga konstelasi planet-planet. foto para ilmuwan dan penjelajah yang member inspirasi. Di dalamnya hidup tenteram sebuah keluarga kecil dengan dua atau tiga anak yang selalu tampak damai.

± Meski adegan-adegan yang dimunculkan di film hanyalah adegan-adegan yang merupakan peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di novel. Zulfanny (Ikal). ± Penggunaan bahasa percakapan yang tidak seindah novel membuat pesona film agak berkurang. Ferdian (Lintang). dan Verrys Yamarno (Mahar) yang bagus membuat penonton dapat turut merasakan emosi karakter yang mereka perankan. dan lain sebagainya memberikan nilai tambah. ‡ .‡ Kekurangan ± Terdapat beberapa detil menarik yang tidak dimasukkan ke dalam film. ± Penjiwaan para aktor dan aktris dalam film seperti Cut Mini Theo (Ibu Muslimah). pembuatan adegan tersebut yang total mampu memesona para penonton yang belum pernah membaca novelnya sekalipun. tata artistik. ± Pengambilan gambar dalam film dengan latar belakang alam Belitong yang tepat dan memesona membuat film ini memikat. Kelebihan ± Penambahan unsur-unsur baru ke dalam versi film seperti tata musik dan suara. Ikranagara (Pak Harfan).

Sastra dan Ilmu Sastra.com/2009/12/02/unsur-unsur-dalam-film/ (data diambil tanggal 17 November 2010 pukul 14:35) . 2005. Dr. Andrea. Melani. Jakob. Unsur-Unsur dalam Film. A. Laskar Pelangi. Prof. 1984.blogspot. Jakarta: Pustaka Jaya Andie. Bandung: Penerbit ITB Teeuw.html (data diambil tanggal 17 November 2010 pukul 14:40) ‡ Vaynatic. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka Budianta.‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Hirata. 2003. Filsafat Seni. Tentang Film« dari http://indonext27. dkk. Depok: Indonesiatera Sumarjo. Membaca Sastra.wordpress.com/2007/09/tentang-film. 27 September 2007. 2000. 2 Desember 2009. Dari http://vaynatic.