You are on page 1of 3

ISLAM SEBAGAI ILMU

Oleh : Kiki Kurniawan S. Psi

”Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu” (Qs Ath thalaaq 65:12).

Islam merupakan agama yang punya perhatian besar kepada ilmu pengetahuan. Sejarah islam membuktikan banyaknya para cendikiawan Muslim yang banyak memberikan Kontribusi dalam pengembangan ilmu di percaturan ilmu pengetahuan dunia. Yang ilmunya tidak kalah dengan para ilmuwan barat, yang keberadaannya tidaklah seterkenal ilmuwan barat. Pada abab pertengahan hidup para pakar-pakar cendikiawan muslim seperti Ibnu Sina yang terkenal dengan bukunya Qanun Fi Attib (the Canon) yang disebut-sebut sebagai inspirator utama kebangkitan barat dalam ilmu kedokteran, sampai sekarang pun keberadaan Avicenna nama lain dari Ibnu Sina (750 – 1450 M) masih fenomenal, di internat pun ada situs yang khusus membahas kehidupan dan pemikiran ibnu Sina. Selain itu Islam juga mengenal Penemu Gaya Gravitasi Al-Biruni, Bapak Sosiologi Politik Ibnu Khaldun, Jabir ibnu Hayyan sebagai penemu Ilmu Kimia, Ada Ibnu Zuhr bapak Parasitologi dan pelopor Tracheotomi, Ibnu Majid penemu Kompas dan Navigator. Al-Khawarizmi (bapak aljabar dan geografi), Abu Al-Zahrawi (bapak bedah, penemu hemofilia), Ibnu Haitham (penemu teknik fotografi, optik dan energi solar), Ibnu Rusyd (perintis ilmu jaringan tubuh), Ibnu Nafis (penemu peredaran darah paru-paru), dan lain-lain. Namun kadang mereka jarang disebut-sebut dalam khazanah pendidikan kita, kalau sekarang murid-murid menengah pertama ditanya siapakah penemu peredaran darah , mereka akan menjawab William harvey1. Islam sangat menekankan umatnya untuk terus menuntut ilmu. Dalam surat ArRahman, Allah menjelaskan bahwa diri-Nya adalah pengajar (‘Allamahu al-Bayan) bagi umat Islam. Dalam agama-agama lain selain Islam kita tidak akan menemukan bahwa
1 Muqaddimah Ibn khaldun penerjemah Ahmadie Thoha, Pustaka Firdaus jakarta tahun 2000.

Pustaka Firdaus jakarta tahun 2000. dan "Islam sebagai ilmu" adalah tiga istilah yang menjadi trademark pemikiran-pemikiran mengenai perkembangan pengetahuan dan sains kontemporer. Iman hanya akan bertambah dan menguat. Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 Pertama. maka tinta ulama dilebihkan dari darah syuhada3. Peran Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan Keberadapan Islam 3 Muqaddimah Ibn khaldun penerjemah Ahmadie Thoha. Islam juga menganjurkan kepada seluruh umatnya untuk bersungguh-sungguh dalam mempelajari setiap ilmu pengetahuan. "Paradigma Islam". Hal ini dikarenakan Al-qur’an merupakan sumber dan rujukan utama ajaran-Nya memuat semua inti ilmu pengetahuan. ketika selesai Allah memberi tutor kepada Adam nama-nama benda seluruhnya . Ayatullah Sayyid Hasan Sadat Mustafawi. Dalam Islam. Ilmu merupakan salah satu perantara untuk memperkuat keimanan. Karena dalam pandangan islam. Ajaran Islam tidak pernah melakukan dikotomi antar ilmu satu dengan yang lain. ilmu agama dan umum sama-sama berasal dari Allah.lintasberita. maka diperintahkan malaikat untuk bersujud kepada Adam.wahyu pertama yang diturunkan adalah perintah untuk belajar. maka "Islam sebagai ilmu" adalah proses dan hasil sekaligus. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Sementara "Pengilmuan Islam" adalah proses dan "Paradigma Islam" sebagai hasil. Dan Pada hari kiamat ditimbanglah tinta ulama dengan darah syuhada.com/Dunia/Berita-Dunia/Islamisasi_Ilmu_Pengetahuan 5 www. Memahami setiap misi ilmu pengetahuan pada dasarnya adalah memahami prinsip-prinsip Al-quran4 "Pengilmuan Islam". 4 http://www. "Pengilmuan Islam" merupakan ikhtisar metodologis untuk mengganti kecenderungan sejumlah intelektual dan akademisi yang menggunakan semboyan "Islamisasi pengetahuan". Ayat pertama yang diturunkan Allah adalah Surat Al-‘Alaq. baik yang menyangkut ilmu umum maupun ilmu agama. Allah mengajarkan kita dengan qalam – yang sering kita artikan dengan pena2.com . di dalam ayat itu Allah memerintahan kita untuk membaca dan belajar. Paradigma inilah yang seharusnya 2 Prof. jika disertai ilmu pengetahuan.mizan. Mencari Ilmu adalah kewajiban sebagai umat muslim. Ini penting untuk menghindari bias setiap pihak dari sikapsikap reaktif menjadi proaktif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi5. Dr. Alquran menempatkan orang yang berilmu dalam derajat yang tinggi.

menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari.org . bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan.dimiliki umat Islam. maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya. jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. Peran Islam Dalam Perkembangan Ilmu dan Tekhnologi: http://www. Standar syariah ini mengatur. bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. Shiddiq Al Jawi. wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia6. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam. sedang yang bertentangan dengannya. Umat Islam boleh memanfaatkan iptek. melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. Kedua.khilafah1924. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah. Ini bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan. bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). 6 M.