You are on page 1of 540

TEMPO Interaktif, Ponorogo: Panitia Pengawas Pemilu Ponorogo tengah menyelidiki dugaan praktik politik uang yang dilakukan

tim sukses Edhie Baskoro Yudhoyono. Sejumlah warga mengaku menerima uang sebesar Rp 10 ribu agar memilih anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu. Menurut Edi Waluyo, anggota panitia pengawas, aksi bagi-bagi uang itu dipergoki di Kecamatan Jambon, pada Jumat (3/4). Salah seorang anggota tim sukses Edhie Baskoro yang diketahui bernama Samuji, warga Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Ponorogo kepergok menebar uang kertas Rp 10.000 kepada warga . Kepada penerima, dia meminta untuk memberikan suaranya kepada anak Presiden Yudhoyono ini. “Dia tidak bisa mengelak lagi karena pemberian uang itu disertai gambar caleg yang bersangkutan,” kata Edi Wiyono kepada Tempo, Sabtu (4/4). Atas temuan itu, Panitia Pengawas Pemilu Ponorogo mengumpulkan bukti pendukungan dan memeriksa beberapa saksi. Di antaranya adalah Samuji, perangkat Desa Blembem, serta warga yang menerima uang. “Kami akan memplenokan kasus ini bersama anggota lainnya untuk menentukan sanksi yang dijatuhkan,” kata Edi. Sementara itu anggota Tim Carta Politika--tim sukses calon legislatif Edhie Baskoro-Lutfie Triadi mengatakan tuduhan yang dilontarkan kepada calon legislator Partai Demokrat Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini yang juga putra bungsu Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono membagi-bagi uang menjelang hari tenang merupakan black campaign atau kampanye hitam. "Tidak cukup alasan Mas Ibas melakukan itu, dia kan kondisinya leading," kata Lutfie saat dihubungi, Selasa (7/4).

17 Potensi Kecurangan Pemilu 2009 Kecurangan dalam Pemilu adalah segala upaya atau cara untuk mengambil, mendapatkan suara pemilih dengan cara yang ilegaldan bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku dengan sengaja. Yang mana suara tersebut dijadikan untuk pemenangan dirinya atau kelompok dan parpol tertentu. Kenapa orang berbuat curang, di dalam Pemilu 2009; Pertama, karena ingin mendapatkan kehormatan (post power syndrom) di tengah-tengah masyarakat. Di mana ketika terpilih menjadi wakil rakyat, sosok ia langsung melejit, dikenal luas dan dihormati oleh keluarga, kolega dan masyarakat luas. Untuk mendapatkan rasa terhormat itu maka berbagai cara pun dilakukan, termasuk dengan menghalalkan cara-cara yang curang.

Kedua, karena selama mengikuti proses pemilu telah mengeluarkan dana yang sangat besar. Mulai pendaftaran, tes kesehatan dan berbagai tahapan lain, berikut kampanye tertutup dan kampanye terbuka telah mengeluarkan dana yang sangat besar. Karena telah mengeluarkan dana besar, muncul kekhawatiran tidak akan terpilih. Bila kemungkinan buruk itu terjadi sementara, utang telah menumpuk dan banyak harta benda telah habis terjual, maka alternatif yang menjadi pilihan adalah dengan melakukan kecurangan dalam tahapan pemilu. Bila terpilih, tentu utang dan segala harta benda yang digadai dan dijual dapat diganti dan utang dibayarkan kembali. Ketiga, niat melakukan kecurangan didorong oleh keinginan besar untuk berkuasa. Apalagi selama ini telah pernah menjabat posisi tertentu, lalu jabatan itu hilang, lepas atau sudah pensiun. Sementara rasa haus terhadap kekuasaan sangat menggebu-gebu. Jika hanya dengan cara-cara biasa, kekuasaan itu sulit dicapai, maka melakukan kecurangan pemilu akhirnya menjadi salah satu pilihan. Berikut, banyak hal yang menjadi pemicu sehingga orang-orang tertentu melakukan kecurangan di dalam pelaksanaan Pemilu 2009. Ada penyebab karena merasa tenaga dan pikiran sudah terkuras habis sehingga memasang target harus terpilih. Berikut ada caleg yang telah dari jauh hari memasang target berlebihan, sementara peluang untuk terpilih sangat kecil. Akhirnya melakukan kecurangan agar target tersebut dapat tercapai. Kecurangan juga dapat didorong karena memiliki sifat yang korup, ingin mendulang harta ketika mendapat kekuasaan. Praktik kecurangan juga bisa disebabkan karena tidak siap menerima kekalahan di Pemilu. Selain itu juga disebabkan karena adanya peluang dan kesempatan, seiring dengan keinginan untuk melakukan kecurangan itu sendiri. Bila ditinjau dari pendekatan waktu, potensi kecurangan dapat terjadi pada tiga zona waktu pelaksanaan Pemilu. Pertama, waktu pemutakhiran data pemilih, yakni dari daftar pemilih sementara ke pemilihan daftar pemilih tetap. Potensi kecurangan ini dapat terjadi dari tanggal 5 April s/d 05 Oktober 2008. Berikutnya dari Oktober hingga 9 April 2009. Kedua, diwaktu pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS), hari Kamis 9 April 2009. Waktu kemungkinan potensi kecurangan itu terjadi dari pukul 06.30 – 24.00 WIB.

Ketiga, diwaktu melakukan rekapitulasi suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan terakhir di KPU. Potensi kecurangan dengan cara ini terjadi dari tanggal 9 April sampai dengan 5 Mei 2009. Kita akan membedah potensi kecurangan saat pemutahiran data pemilih. Ada upaya pihak tertentu melakukan infiltrasi terhadap anggota petugas pendapatan daftar pemilih (PPDP) dengan menguasai personal anggota PPDP sebagai ujung tombak pemutakhiran data pemilih. Dengan begitu bisa menjadi awal untuk mengakses dan mengintervensi data, seperti merekayasa, dan memodifikasi data. Berikut dengan mengeliminir pemilih yang teridentifikasi sebagai partisan partai lain. Dengan berbagai upaya dilakukan cara licik meminimalisir agar orang-orang dari anggota parpol lain, dari suku/agama lain tidak terdata atau tidak masuk di dalam daftar pemilih. Selanjutnya, memobilisasi pemilih tertentu agar terdaftar di dalam DPT tersebut bisa terkondisikan maksimal pemilih partisan dari kelompok tertentu (partai, agama, suku) yang akan memberikan suaranya di Pemilu 2009. Dengan cara me-mark up data pemilih, ini adalah cara untuk mendapatkan modal awal untuk bermain atau melakukan kecurangan pemilu. Di dalam teori kemungkinan mark up data pemilih itu dilakukan dengan cara memasukan data pemilih ganda dan tidak menghapus pemilih yang sebenarnya tidak ada, karena sudah di-PHK, pindah, meninggal dan penyebab lainnya. Zona potensi kecurangan pemilu 2009 juga sangat besar kemungkinan terjadi pada saat pemungutan suara. Indikasinya adalah dengan cara mendatangkan pemilih siluman. Pemilih siluman sengaja diset untuk memilih di tempat yang sudah terkondisikan. Dengan memanfaatkan DPT yang kacau, form A 5, dan sebagainya. Pemilih siluman ini bisa memilih berkeliling ke beberapa TPS untuk memberikan suaranya. Potensi kecurangan juga dapat dilakukan dengan menggunakan pemilih versi A 5. Pemilih versi A 5, adalah formulir tambahan bagi calon pemilih yang tidak terdata di DPT. Dan ini spesifikasinya adalah untuk saksi, peninjau, atau penduduk transit di atas 6 bulan. Peluang ini, sangat rentan dijadikan dalih untuk memasukan pemilih dadakan untuk kepentingan tertentu. *** Kecurangan juga dapat dilakukan dengan mengadakan TPS bodong. TPS yang sengaja direkayasa berdasarkan skenario penyebaran penduduk per wilayah. Dan TPS ini bisa dimunculkan di perumahan-perumahan yang sepi, tapi

direkayasa punya pemilih yang banyak untuk syarat diadakannya TPS tersebut. Potensi kecurangan juga bisa dilakukan dengan cara KPPS tidak memberikan sertifikat surat suara (C 1). Petugas KPPS yang orang partisan, dengan sengaja tidak memberikan form C 1. Di mana form ini adalah bukti utama untuk rekapitulasi suara apabila ada sangketa. Dengan berbagai alasan seperti: lupa, hilang, tidak cukup, dan berbagai alasan lain. Potensi kecurangan dan kekacauan hasil pemilu juga dapat dilakukan dengan cara KPPS tidak menandatangani sertifikat Form C 1. KPPS yang pintar tapi culas biasanya banyak memanfaatkan ketidak tahuan saksi. Petugas KPPS dengan sengaja tidak menandatangani form C 1. Secara hukum jelas form tersebut akan kehilangan kekuatan hukumnya. Alasan petugas KPPS bisa berbagai macam, seperti: sibuk, stempel hilang, dijanjikan tapi tiba-tiba menghilang. Potensi kecurangan dan kekacauan terhadap hasil pemilu juga dapat dilakukan dengan membuat form C 1 ganda. Peluang akan munculnya C 1 ganda ini sangat terbuka. Dan hal ini sangat berbahaya. Karena apa bila cukup 5 partai dan KPPS kongkalingkong dengan skenario ini. C 1 ganda digunakan untuk mem-back up hasil rekapitulasi rekayasa oknum tertentu. Baik di persidangan maupun tingkat pleno KPU. Potensi kecurangan berikutnya juga dapat terjadi dengan memanfaatkan saldo suara. Dengan sistem rekapitulasi yang rumit sangat berpeluang bisa dimanfaatkan oknum tersebut. Untuk memanfaatkan hal ini sebagai pintu masuk permainan. Apa lagi dari beberapa pengalaman yang ada. Banyak saksi yang bekerja hanya asal-asalan. Terima uang selesai. Setelah itu banyak mengabaikan tingkat akurasi hasil suara. Pada kesempatan ini maka akan terjadi jual beli, dan kongkalingkong terhadap saldo suara. Jika ingin Pemilu 2009 ini menghasilkan wakil rakyat yang betul-betul pilihan rakyat, maka mau tak mau peluang dan potensi kecurangan pemilu 2009 sebagaimana yang diuraikan tadi harus diantisipasi supaya tidak terjadi. Pemilih harus memastikan suara yang diberikan tidak menguap atau hilang. Begitu juga dengan saksi harus mengawal hasil suara dengan teliti. Pemantau juga harus melaksanakan tugas pemantauan dengan prinsip independen. Penyelenggara pemilu mulai dari tingkat TPS, PPS, PPK hingga KPU yang telah disumpah, haruslah bekerja dengan jujur. Jangan pula menjadi alat kepentingan caleg, parpol atau pihak-pihak tertentu. Sementara halnya dengan pengawas pemilu dan pihak kepolisian harus mengambil tindakan tegas ketika terjadi kecurangan dan pelanggaran pemilu. **

um'at, 26 Juni 2009, 16:47 WIB Siswanto, Mohammad Adam

Warga mengecek Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu Presiden 2009 (Antara/ FB Anggoro) BERITA TERKAIT
• • • • •

Ketua KPU ke Surabaya Periksa DPT Fiktif DPT Pilpres Dinilai Tetap Bermasalah Demokrat: Pansus Hak Angket DPT Salah Alamat Demokrat Yakin Hak Angket Tak Ganggu Komitmen DPT Bantul Belum Ditetapkan

VIVAnews – Tim kampanye nasional pasangan presiden dan wakil presiden, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, melaporkan indikasi kecurangan daftar pemilih tetap yang digunakan untuk pemilihan presiden di Jawa Timur ke Badan Pengawas Pemilu, Jumat 26 Juni 2009. “Sekarang masih adanya masalah DPT yang sama seperti kasus pemilu legislatif lalu,” kata Arif Wibowo, Koordinator Teknologi Informasi tim kampanye nasional duet Mega-Prabowo di Bawaslu. Bentuk indikasi kecurangan yang dilaporkan ke Bawaslu, antara lain, adanya nama pemilih ganda yang jumlahnya mencapai 2.200.287 orang. Arif berharap pengaduan ini segera ditindaklanjuti dan diselesaikan. Sebab, jika tidak cepat-cepat selesai, dikhawatirkan mengganggu keabsahan hasil pemilihan presiden. Dugaan kecurangan itu didapatkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Timur. Ketua DPW Jawa Timur, La Nyala, mengaku data itu merupakan bocoran yang diberikan orang dalam KPU sendiri. Data kemudian mereka olah lalu mencocokkannya dengan hasil rekapitulasi yang

dilakukan di seluruh kecamatan di Jawa Timur, kecuali Kabupaten Lumajang dan Jombang. Laporan indikasi kecurangan itu diterima oleh anggota Bawaslu, Bambang Eka Cahya. • VIVAnews
KECURANGAN PILPRES 2009

Mega-Pro Akan Menggugat
Kamis, 23 Juli 2009

JAKARTA (Suara Karya): Pasangan capres dan cawapres Megawati SoekarnoputriPrabowo Subianto (Mega-Pro) dan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Wiranto) mempertimbangkan untuk menggugat hasil Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 karena ditemukan banyak kecurangan dan manipulasi. Bahkan pasangan Mega-Pro berniat mengadukan pelanggaran Pemilu 2009 ke Mahkamah Internasional. Berbagai pelanggaran ini dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. "Kalau MK (Mahkamah Konstitusi) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) tidak merespons laporan kami, kami akan mengajukan ini sebagai tindak kejahatan kemanusiaan dan mengajukannya ke Mahkamah Internasional sebagai langkah terakhir," kata tim hukum pasangan Mega-Pro, Artiria Dahlan, di Jakarta, Rabu (22/7). Artiria menambahkan, pasangan Mega-Pro juga akan melakukan koordinasi dengan tim JK-Wiranto untuk menunda rekapitulasi suara jika temuan pelanggaran yang ada tidak ditindaklanjuti. "Kita juga akan mendesak Fraksi PDIP untuk mepertanyakan kinerja KPU dan meminta klarifikasi Polri terkait dikeluarkannya SP3 terhadap proses penyelidikan tindak pidana pemilu," katanya. Sekretaris Tim Kampanye Nasional Mega-Pro, Fadli Zon, menambahkan, pihaknya siap mengajukan gugatan hukum bila hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU seolah melegalkan kecurangan dan manipulasi yang terjadi selama pemilihan presiden berlangsung. "Bahan-bahan untuk materi pelanggaran pada penghitungan suara pilpres sudah ada. Bukti itu siap untuk dipublikasikan pada waktunya," katanya. Fadli mengatakan, temuan bukti pelanggaran akan dipresentasikan pada Jumat (24/7) di Teuku Umar oleh Megawati dan Prabowo. "Ini menunjukkan bahwa kami sangat serius dalam usaha menegakkan dan menciptakan pilpres yang jujur, adil, dan demokratis, yang saya kira menjadi komitmen kita selama ini," katanya. Sekretaris Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, Iskandar Mandji, menjelaskan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti tentang adanya kecurangan pilpres. Data-data itu dinilai valid dan diharapkan bisa menjadi bukti kuat di dalam persidangan. "Kami menemukan 153 dugaan kecurangan pilpres. Sekarang ini masih dalam proses mengumpulkan bukti tambahan sambil mempertimbangkan soal itu (gugatan)," katanya. Sementara itu, proses rekapitulasi perolehan suara nasional Pilpres 2009 hari pertama yang digelar KPU, Rabu (22/7), sempat diwarnai penyampaian keberatan dari saksi pasangan calon JK-Wiranto dan Megawati-Pro terkait daftar pemilih tetap (DPT). Dalam pernyataan keberatan yang disampaikan saksi Tim JK-Wiranto, Chairuman Harahap, KPU diharapkan memberikan jumlah pemilih dalam DPT yang telah diperbaiki. Sebab, ternyata KPU berulang kali melakukan

penetapan DPT pilpres sehingga membingungkan tim kampanye capres dan cawapres. Pertama, pada 31 Mei 2009, KPU menetapkan DPT berjumlah 176.367.056 pemilih. Kedua, pada 8 Juni 2009 berjumlah 176.395.015 pemilih. Dua hari sebelum pemungutan suara pada 6 Juli 2009, KPU menetapkan DPT sebesar 176.411.434 pemilih. Chairuman mengatakan, pihaknya tidak menerima salinan data DPT untuk penetapan tertanggal 6 Juli 2009. Dia menjelaskan, pihaknya hanya mendapatkan soft copy DPT Riau yang jumlahnya 2.577.932. Jumlah ini berbeda dengan data DPT dari KPU Riau yang jumlah 3.647.420. "Ternyata ada DPT lain yang ditetapkan tanggal 6 Juli. Dan ternyata data tersebut ada yang tidak bisa kita akses. Bahkan data soft copy yang diberikan pada 7 Juli adalah DPT per 31 Mei 2009," ujarnya. Chairuman mengatakan, data yang diberikan KPU kepada tim kampanye pasangan calon saat 6 dan 7 Juli 2009 untuk dilakukan penyisiran merupakan data lama, yakni DPT per 31 Mei 2009. Karena itulah, menurut dia, hal ini menimbulkan pertanyaan yang ditujukan kepada KPU. Dalam kesempatan yang sama, saksi dari pasangan Mega-Pro, Arif Wibowo, meragukan kinerja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Hal itu terkait dengan tidak ditemukannya selisih jumlah suara dalam laporan berita acara pemungutan suara. "Dengan adanya persoalan DPT dan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang bermasalah, serta banyaknya pelanggaran yang terjadi seperti masalah spanduk atau surat suara yang telah dicontreng terlebih dahulu pada kolom pasangan nomor 2, seharusnya tercermin dalam kacaunya administrasi surat di KPPS. Tapi, kok ini sangat rapi seolah administrasi surat suara itu dibuat sebelum pilpres berlangsung. Ini aneh, kan," ujarnya. Arif juga mengakui, DPT hasil perbaikan 6 Juli 2009 baru diterimanya saat proses rekapitulasi berlangsung. Sementara itu, Koordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampow menilai, KPU dapat dipidanakan terkait tindakannya yang melakukan perubahan berkali-kali dalam penetapan DPT pilpres. "Perubahan penetapan DPT secara berulang-ulang itu tidak diatur dalam ketentuan ataupun undang-undangnya. Secara subtansi, seharusnya DPT tidak boleh dilakukan perubahan sampai beberapa kali seperti yang terjadi sekarang. Apalagi sampai tidak diketahui oleh tim kampanye pasangan capres dan cawapres," ujarnya. Dia menambahkan, sejumlah hal terutama menyangkut persoalan DPT dapat menjadi bukti secara tertulis pengakuan formal untuk memidanakan KPU karena kinerjanya yang sangat amburadul. Sementara itu, anggota KPU Andi Nurpati menjelaskan, pemberitahuan mengenai DPT hanya disampaikan kepada penyelenggara dan saksi di tingkat TPS. "Kewajiban kami memberikan DPT hanya kepada panitia pengawas dan saksi di tingkat TPS," ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengakui adanya perubahan terhadap jumlah DPT yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) KPU pada 6 Juli 2009. Dia menjelaskan, KPU telah melakukan penetapan DPT pada 31 Mei 2009, tetapi dilakukan perubahan pada 8 Juni 2009, dan yang terakhir pada 6 Juli 2009. Terkait hal ini, Abdul Hafiz mengatakan, perubahan dilakukan karena banyaknya laporan yang menyebutkan pemilih yang belum tercantum dalam DPT. "Kami sebenarnya tidak akan mengubah DPT yang ditetapkan 31 Mei, tapi dari masyarakat mengatakan bahwa ada banyak yang tidak terdaftar, bahkan ada yang mengatakan sampai 49 juta. Malam 6 Juli kami

merampungkan DPT, tapi itu pun baru keputusan tapi perapian tanggal 7 Juli," katanya. Sementara itu, berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara yang telah dilakukan KPU di 12 provinsi, Rabu (22/7), pasangan capres dan cawapres nomor urut dua Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono menempati posisi pertama dengan 26.215.083 suara (59.73 persen). Sementara, pasangan capres dan cawapres nomor urut satu Mega-Pro meraih 11.361.355 suara (25.88 persen), dan pasangan nomor 3 JK-Wiranto memperoleh 6.316.178 suara (14.39 persen). (Tri Handayani/Feber Sianturi)

Kalla-Wiranto Waspadai Kecurangan Penghitungan Suara
Senin, 06 Juli 2009 | 21:28 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim kampanye Jusuf Kalla-Wiranto mewaspadai kecurangan pada Pemilihan Umum Presiden saat proses penghitungan suara. Kecurangan itu rentan terjadi di tingkat Panitia Pemungutan Suara dan Panitia Pemungutan Suara Kecamatan. "Kecurangan (ada) di penjumlahan atau rekapnya. Karena itu harus dikawal terus," kata Jusuf Kalla dalam jumpa pers di rumah dinas Wakil Presiden di Jalan Diponegoro No 1, Jakarta Pusat, Senin (6/7). Kasus kecurangan dalam penghitungan suara harus diwaspadai setelah ditemukannya ketidakakuratan daftar pemilih tetap. Sebelumnya, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu dan tiga ini bertemu Komisi Pemilihan Umum dan meminta lembaga itu memperbaiki Daftar Pemilih Tetap atau DPT. Tim kampanye Kalla-Wiranto dan Megawati-Prabowo menemukan sejumlah data ganda dan pemilih yang tidak terdata dalam Daftar Pemilih. Selain itu, kedua pasangan tersebut mendatangi Mahkamah Konstitusi sebelum lembaga itu memutuskan gugatan soal mekanisme memilih. Mahkamah akhirnya memutuskan pemilih yang tidak tercantum dalam Daftar Pemilih bisa memberi suara dengan membawa kartu tanda penduduk atau KTP maupun paspor. Menurut Kalla, langkah politik pasangan Kalla-Wiranto dan Mega-Prabowo bertujuan mengembalikan hak konstitusi warga negara. Kekeliruan Daftar Pemilih saat pemilu legislatif berakibat sejumlah warga negara tak bisa memilih. "Kami berterima kasih atas hal tersebut," ujarnya. Dia menegaskan, tuntutannya untuk memperbaiki Daftar Pemilih tak semata untuk kemenangan Kalla-Wiranto. Namun, ketidakakuratan Daftar Pemilih berakibat hasil pemilu tidak sah secara hukum. "Kami tidak ingin pemerintahan terpilih tidak legitimate dan pemilu tidak damai. Ini untuk menjaga kesatuan bangsa dan kami ingin pemilu legitimate," ucapnya. Keputusan Mahkamah yang memungkinkan pemilih tak terdata tetap memiliki hak

suara tak serta merta meniadakan Daftar Pemilih. Apalagi, Daftar Pemilih dapat menunjukkan jumlah pemilih di Indonesia. Dia mengusulkan panitia pemungutan suara menahan KTP maupun paspor pemilih di TPS setelah pemilih menggunakan hak pilih. Penahanan itu dilakukan hanya satu hingga dua jam. Tujuannya, menghindari penggunaan hak di tempat pemungutan suara lain. "Itu teknis, tahan dulu satu atau dua jam. KTP ditahan supaya tidak memilih di dua tempat," ujarnya. Dia menegaskan penggunaan KTP maupun paspor tidak akan berdampak penggunaan hak suara lebih dari satu kali secara masif. Apalagi, undang-undang mengatur soal pemberian hak pilih itu. "Pemilih memilih lebih dari sekali akan masuk penjara. Boleh saja coba," katanya. Saat ini, sejumlah fraksi di DPR mengajukan usul penggunaan hak angket terkait Daftar Pemilih. Tujuannya, menyelidiki penyebab puluhan juta pemilih tak terdaftar dan data pemilih ganda dalam Daftar Pemilih pada pemilu legislatif April lalu. Dia optimistis Komisi Pemilihan menyelesaikan perbaikan Daftar Pemilih hingga satu hari menjelang pemilu presiden pada 8 Juli mendatang. "Memang berat tapi diupayakan. Ini baru mulai berjalan," ujarnya. Kalla meminta Badan Pengawas Pemilu dan Panitia Pengawas Pemilu proaktif menjalankan tugasnya. Sehingga, kasus-kasus kecurangan pemilu dapat diantisipasi. Dia menyatakan pasangan Kalla-Wiranto tak pernah mewacanakan pengunduran jadwal pemilu presiden. Namun, pasangan itu meminta Komisi Pemilihan merevisi Daftar Pemilih. Kecurangan Pemilu Bisa Dibuktikan, Bergantung pada Keseriusan Kalangan Parpol OPINI Mas Zen | 15 April 2009 | 06:51 724 2 Nihil. Pesta penyentangan telah usai, namun rakyat kembali terabaikan hak-hak politiknya. Bagaimana tidak, proses pemilu legislatif belum selesai, elit politik sudah disibukkan oleh isu koalisi untuk pemilihan presiden 2009. Partai politik sebaiknya memfokuskan diri proses pemilu yang belum berakhir terutama proses penghitungan suara. Sangatlah naïf bila kalangan partai politik tidak memperhatikan suara kontituen yang telah diamanahkan padanya. Penyikapan sejumlah partai politik (parpol), yang merasa yakin telah terjadi berbagai bentuk kecurangan dalam proses pemilihan umum (pemilu) legislatif terbuka dan mendominasi dalam pemberitaan media baik media cetak, cyber maupun elektronik perlu mendapatkan dukungan yang lebih luas untuk meraih kembali kepercayaan

masyarakat pemilih. Setidaknya hal ini untuk menjernihkan permasalahan Pemilu 2009 yang sangat ruwet. Postulate Machiavelli yang mengatakan, politik akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan kekuasaan; mulai dari cara-cara yang sesuai dengan norma-norma, hingga cara-cara yang buruk yang melanggar norma, bahkan cara-cara yang kejam dan tidak manusiawi. Praktek semacam ini, bisa dibuktikan tidak menjadi stiqma setiap penyelenggaraan politik di Indonesia. Hal patut diprihatinkan bila kekacauan-kekacauan yang terjadi pada pemilu 2009 seperti, kesalahan DPT yang sangat massif, tertukarnya surat suara pada dapil yang tidak sesuai, manipulasi nama pemilih yang begitu merata disetiap TPS (Data DPT tidak akurat), Banyaknya masyarakat yang hilang hak pilih karena belum tercatat dalam DPT dsb, merupakan kecurangan yang dilakukan secara sistimatis. Hal ini harus bisa dicarikan akar permasalahannya, kalangan partai politik harus serius menangani dan membuktikan kecurangan-kecurangan ini. Pembuktian dari kalangan partai politik sangat penting untuk mencegah potensi konflik yang terjadi pada pemilihan presiden Juli mendatang. Penjernihan kecurangan-kecurangan pemilu setidaknya memberikan sedikit tawaran harapan baru dari partai politik untuk rakyat dalam pilpres nanti. Dan bila terjadi kecurangan yang sifatnya sistematis hal ini merupakan bentuk kampanye dari kalangan partai politik yang mengusung capres. Banyak celah untuk membuktikan kecurangan pemilu 2009 apa dilakukan secara sistematis atau dilakukan secara sporadis oleh oknum-oknum partai. Hal ini merupakan tantangan bagi kalangan partai politik terutama partai-partai politik yang menggagas pernyataan sikap bersama untuk menindaklanjuti kecurangan pemilu 2009. Kalangan partai politik diharapkan tidak omong doang agar tidak menambah keruwetan. Sinyalemen adanya kecurangan secara sistematis banyak diungkapkan oleh para akademisi dan peneliti. Salah satunya adalah pernyataan Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti di kompas.com (14/1), kecurangan itu bisa dicari akarnya, apakah dilakukan secara sistematis atau tidak. Misalnya, apakah penggembosan terjadi di daerah tertentu macam wilayah yang bukan daerah kekuatan Partai Demokrat, namun menjadi basis kekuatan parpol lain. Dengan begitu dapat diketahui, daerah mana saja yang paling banyak mengalami kekacauan DPT sekaligus bagaimana kondisi itu kemudian berdampak menguntungkan atau merugikan perolehan suara parpol tertentu. Terutama jika hal itu dikaitkan dengan fakta suatu daerah sebelumnya dipahami sebagai basis massa parpol tertentu. Partai politik juga harus memperhatikan jebakan pola kecurangan pemilu 2009 yang paling massif adalah melalui rekayasa DPT. Dari sinilah semua kecurangan yang besar dalam proses pemilu dimulai. Data adalah sumber informasi paling awal dan paling penting dalam seluruh proses pemilu, kemudian dimanipulasi sedemikian rupa sehingga lembaga pengawas pemilu dan

com Jakarta . Namun hal ini bukan merupakan hambatan bagi partai politik namun harus dijadikan tantangan dengan mengerahkan berbagai sumber daya dan jaringan." tegas tim hukum Mega-Prabowo. langkah manipulasi DPT hanya dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki otoritas atas lembaga yang melakukan pendataan dalam hal ini adalah pemerintah. "Kita juga akan melayangkan gugatan baik secara pidana dan perdata. yang nyata-nyata sudah terbukti dilakukan KPU terkait banyak rekomendasi ini bukan tindak pemilu atau tim. Keberhasilan pembuktian merupakan bentuk sikap perlawanan yang positif dan merangsang iklim oposisi pemerintah yang seimbang bila partainya nanti tidak mendapat jatah kekuasaan di pemerintah. Penelusuran sampai ke akar juga bisa dilakukan dengan meminta penjelasan Depdagri terkait data awalnya daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4). Karena masih ada celah yakni. berbagai pelanggaran tersebut dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. banyaknya pelanggaran Pemilu memang memprihatinkan." tandasnya.partai-partai akan kehilangan jejak untuk menemukan bukti-bukti kecurangan. maka kami akan mengajukan ini sebagai tindak kejahatan kemanusiaan dan mengajukannya ke Mahkamah Internasional sebagai langkah terakhir. jika temuan-temuan pelanggaran yang ada tidak ditindaklanjuti. Rabu (22/7)." paparnya. SP3 yang dilakukan polisi. Ia mengemukakan. Pasalnya." tambahnya. . Data tersebut yang kemudian disusun oleh KPU menjadi data daftar pemilu tetap dengan pemutahiran ala kadarnya. akan tetapi pembuktian secara hukum dan penyelesaiannya akan membutuhkan waktu yang relatif lama dan seringkali tidak memiliki signifikasi dengan hasil pemilu. Penyikapan kalangan partai politik untuk menindaklanjuti kecurangan-kecurangan akan mendapat animo positif masyarakat bila kalangan partai politik bisa membuktikan secara konkrit dan mempunyai kekuatan hukum. Untuk Tim Kampanye Nasional (Timkamnas) Mega-Prabowo merekomendasikan untuk mengajukan gugatan perdata untuk KPU. Menurut Arteria. kita juga merekomendasikan untuk mengajukan gugatan perdata melawan hukum ke pengadilan negeri. Rabu. Meskipun bukti dapat diketemukan. Langkah lain yang akan diambil pasangan Mega-Prabowo adalah mengajukan gugatan Pemilu ke MK (Mahkamah Konstitusi). Arteria Dahlan.Tim kampanye Mega-Prabowo berniat mengadukan pelanggaran Pemilu 2009 ke Mahkamah Internasional (MI). "Kita juga akan mendesak Fraksi PDIP untuk mepertanyakan kinerja KPU dan meminta klarifikasi Polri terkait dikeluarkannya SP3 terhadap proses penyelidikan tindak pidana pemilu. Tim Mega-Prabowo juga akan melakukan koordinasi dengan tim JK-Wiranto untuk menunda rekapitulasi suara. 22/07/2009 | 17:31 WIB Jakarta press. "Terkait perbuatan melawan hukum. "Kalau MK dan Bawaslu tidak merespon laporan kami. Sebagaimana kita ketahui bahwa sumber data awal pemilu 2009 adalah berasal dati Departemen Dalam Negeri (Depdagri).

lebih mengutamakan agar KPU menunda proses hasil penghitungan suara. Kita sedang konsentrasi untuk pilpres ini. Masak kita punya data tidak kita apa-apakan. dari awal pasangan Mega-Prabowo sudah siap untuk kalah. Ya kita tunggu dulu itu. Kalau sudah lengkap. tapi catatan kelam tentang penyelenggaraan Pemilu 2009 masih terus bergulir. baru kita persiapkan (Muspim). Tetapi. Karena itu. . Sekarang ini masih proses untuk mengumpulkan bukti tambahan sambil mempertimbangkan soal itu (gugatan). Ke MK ada dua hal. dan KPU sudah memutuskan." ujar Mandji. Kedua terkait dengan pelangaran atau kecurangan yang berakibat langsung pada perolehan suara pasangan kami. Kalau sudah tuntas. Menurutnya. "Sekarang kan masih proses. KPU sudah dinyatakan melanggar kode etik. gugatan pilpres merupakan kewenagan mutlak dari pasangan JKWiranto dan Timkamnas. Terkait dengan itu. pihaknya sudah memperoleh pernyataan Bawaslu. sampai ditindaklanjuti semua temuan pelanggaran. dimana kita menemukan kesalahan hitung dari KPU. pihaknya sudah melakukan langkah-langkah koordinatif dengan tim pasangan JK-Wiranto." seru Arteria." tukas Wakil Sekjen DPP Partai Golkar ini. maka kami akan ajukan sebagai tindak kejahatan kemanusiaan maka kami akan membawa hal ini ke Mahkamah Internasional. Iskandar Mandji. Karena itu." tegasnya. Sebabnya. "Jadi. baru kita akan bergerak. selama proses pilpres belum selesai. Saat ini seluruh kekuatan Partai Golkar sedang berkonsentrasi menyiapkan data-data lapangan selama pilpres berlangsung. Sementara Tim JK-Wiranto juga sedang mempertimbangkan secara matang rencana menggugat hasil Pilpres 8 Juli lalu. jika gugatannya ke Bawaslu ataupun Mahkamah Konstitusi nanti tidak dilanjutkan. Timkamnas Mega-Prabowo mengancam. KPU tidak hanya melanggar hukum. "MK dan Bawaslu tidak mampu merespon laporan kami.Tim Mega-Prabowo ini mengungkapkan. Ia menegaskan. Golkar belum mempersiapkan agenda musyawarah pimpinan (Muspim) yang rencananya digelar pada tanggal 8-9 Agustus mendatang. Iskandar menjamin tidak akan ada intervensi dari pihak manapun terkait kebijakan soal menggugat atau tidak. Ia mengaku. (*/KSN) Hajatan Pemilu 2009 memang sudah lewat." papar Timkamnas JK-Wiranto. "Kita kan ada 153 temuan soal itu (dugaan kecurangan pilpres). kami tidak menolak tapi demi demokrasi kami meminta agar semua temuan-temuan itu ditindaklanjuti terlebih dahulu. enta itu sengaja atau tidak. Selain itu. Tim Kampanye Nasional pasangan nomor urut 2 ini telah memegang data-data valid terkait dugaan kecurangan pilpres. terkait selisih penghitungan suara." beber tim hukum Mega-Prabowo ini. maka pelanggaran yang dilakukan KPU akan diajukan ke Mahkamah Internasional. bahwa apa yang dilakukan ini tidak semata-mata menolak hasil pemilu. "Kira-kira ada 20 perbuatan hukum yang terkait dengan itu. tetapi KPU sudah direkomendasikan terkena atau terindikasi tindak pidana. dan apa yang dilakukan tim Mega-Prabowo semata-mata menjaga demokrasi serta memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik. "Proses pilpres dan penghitungannya kan belum selesai semua.

dan tentunya pengawalan. catatan buruk pernah dilontarkan oleh sebagian kalangan. Apa jadinya jika KPU dan Bawaslu justru menjadi sumber kebobrokan pemilu itu? Buku Sisi Gelap Pemilu 2009. Institusi sebesar Mahkamah Konstitusi. setidaknya bisa menjadi bahan refl eksi dan evaluasi untuk penyelenggaraan pemilu mendatang. entah parpol atau institusi KPU. di Pemilu 2009 banyak sekali muncul suara hantu (orangnya sudah meninggal tapi suaranya masih ada). Diawali dari kasus di Pilgub Jatim yang sempat menjadi isu nasional dan berdampak pada penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2009. Kinerja KPU dan Bawaslu dinilai sangat tidak memuaskan. Pada bagian jual-beli suara. Buku ini menjadi acuan data dan fakta tentang gambaran bagaimana kebobrokan Pemilu 2009. Komnas HAM. Transparansi. Pemilu 2009 diwarnai dengan banyak masyarakat yang tidak terdaftar dalam DPT. Kelemahan dalam DPT ini sering menjadi sumber kecurangan berbagai oknum. Terbukti. keadilan. pengamat. catatan kelam Pemilu 2009 yang dihadirkan dalam buku ini jauh lebih komplet dan dalam karena didasarkan pada kekayaan data dan fakta di lapangan. Masalah DPT juga menjadi sorotan khusus buku ini. Meski kehadiran buku ini tidak berpengaruh pada hasil pemilu. politisi. Potret Aksesori Demokrasi Indonesia berusaha secara detail mengungkap fakta kecurangan dan kebobrokan Pemilu 2009. Ramdansyah mengistilahkan dengan jual beli “eceran atau grosiran”. Semu lapisan masyarakat mencsata Pemilu 2009 syarat dengan kecurang dan sikap pimpinan Bawaslu tidak bergerak cepat. pun para peserta pemilu. keterbukaan. yang ditulis oleh orang yang langsung terlibat di dalam penyelenggaran Pemilu 2009. dan keterbukaan atas pemilu berada pada lembaga atau institusi yang bertanggung jawab menyelenggarakan pemilu. proses berlangsungnya demokratisasi tentu saja membutuhkan kejujuran. dan LSM menyuarakan nada yang sama. kejujuran. keadilan. transparansi.Beberapa hari setelah penyelenggaraan Pemilu 2009. Jual-beli suara tidak hanya berlaku antarparpol. Dalam kondisi yang demikian. Berbeda dengan buku-buku tentang pemilu lainnya yang lebih berkutat pada tataran idealitas. dalam hal ini tentu saja KPU dan Bawaslu. Mereka menyuarakan nada sumbang bahwa penyelenggaraan Pemilu 2009 merupakan pemilu terburuk sepanjang sejarah. melainkan juga antarcaleg dengan berbagai modus. Ramdansyah memberikan saran konkret tentang penyelenggaraan pemilu mendatang .

Untuk membahas hal tersebut. Yang lucu. Lalu dibagi sesuai daftar nama yang mereka pegang. berikut wawancara Suara Merdeka dengan Wakil Koordinator Badan Pekerja Kontras Danang Widoyoko di kantor ICW. mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah. Hampir dalam waktu bersamaan juga terbongkar ”kasus jalan-jalan” anggota Komisi VIII DPR RI ke Korea dan Hong Kong yang dibiayai Pertamina. Begitu menerima uang lalu nama sang penerima ditandai. Kalibata Jakarta Selatan. Selain itu kami pertegas dengan laporan tertulis yang digali di sekitar tempat kami merekam gambar terjadinya praktik itu. umumnya jumlah yang diberikan tergantung kondisi masyarakat. Jadi. saat kami merekam gambar. jadi mereka nggak merasa melakukan kesalahan.berdasarkan catatan dan pengalaman penyelenggaraan Pemilu 2009. Ini terlihat jelas dengan tindakan nyangoni mereka yang datang dengan jumlah lumayan untuk ukuran masyarakat setempat. Kami melihat terjadi mobilisasi massa untuk meramaikan kampanye capres-cawapres. mereka tetap saja berteriak-teriak mengabsen nama-nama yang akan mendapat jatah uang. praktik yang seperti ini jelas merupakan pembelian dukungan. Apa saja yang dilaporkan TII dan ICW berkaitan dengan politik uang dalam kampanye capres? Kami melaporkan berdasarkan fakta di lapangan. kemarin. Sebagian besar berhasil direkam gambarnya. 20 Juni 2004 BARU-BARU ini Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Transparency International Indonesia (TII) melaporkan hasil penelitian mereka tentang politik uang dalam Kampanye Calon Presiden ke Panitia Pengawas Pemilu. Kalau di wilayah Jakarta dan Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi selain ”membeli” massa. Mungkin karena sudah terbiasa begitu. Nggak perlu harus pakai tanda tangan segala. Di antaranya merekomendasikan atau mengusulkan amendemen UU dan keterlibatan KPK hingga tingkat bawah untuk melawan aksi politik uang atau kejahatan kerah putih yang menggurita di setiap penyelenggaraaan pemilu. Uang itu didrop kepada orang-orang yang menggerakkan massa. Jakarta Minggu. tim . Menurut saya mereka itu tidak tahu kalau hal itu tidak boleh dilakukan. Peresensi adalah Lailatul Tarwiyati. Kalau di pedesaan atau kota-kota kecil tentu jumlahnya lebih kecil daripada yang di Jakarta. Ya.

tetapi juga partai atau tim sukses lain dengan capresnya. Selain sudah mempunyai pengalaman bertahun-tahun untuk menyukseskan pemilu dengan cara ini. sesuai hati nurani. Agar proses rekruitment tersebut bisa berjalan baik harus diatur. memang dari awal kami memperhitungkan sebagai pihak yang paling siap untuk melakukan hal ini. pemilu itu merupakan proses rekruitment politik secara berkala. Itu berarti melanggar Pasal 42 UU Pilpres. Adalah sangat mungkin kalau terjadi pemotongan di sana-sini sebelum sampai kepada massa yang dibayar. Setelah TII bersama kami melaporkan adanya praktik tersebut. PDI-P mungkin punya dana yang cukup baik. kami berharap Panwaslu segera bertindak sepat dan tegas. bisa-bisa dana yang dikucurkan juga tidak jelas ke mana larinya he he he. Kita lihat misalnya aturan penayangan iklan di televisi yang membatasi para calon untuk waktu tertentu. sopir angkot dan sebagainya. Tapi bukankah itu sudah menjadi hal yang wajar. Seperti kaos kerah yang bahannya adem. Ini masuk tindak pidana pelanggaran Pemilu. Ada yang Rp 50 ribu dan ada pula yang hanya Rp 25 ribu. Kembali ke Partai Golkar. Sudah ada ketegasan larangan untuk hal semacam itu? Perlu diketahui yang dikategorikan praktik money politics tersebut adalah yang bertujuan untuk memengaruhi pemilih dengan iming-iming uang atau barang. mengingat politik itu di mana saja tidak bisa dilepaskan dari ”gizi” atau uang? Dalam kampanye itu kan harus ada keseimbangan partisipasi politik masyarakat. Bukankah yang terbesar dilakukan pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid. ya sulit bagi media menolak godaan-godaan untuk menayangkan lebih dari ketentuan. Karena faktor uang itu tadi. PDI-P juga ada.kampanye juga banyak melibatkan tukang ojek. Minimal dua bulan sampai dengan maksimal satu tahun penjara dan atau denda Rp 1 hingga Rp 10 juta. Dan itu harus dilakukan secara wajar. Apalagi momen seperti ini kan hanya lima tahun . Bagaimana sebenarnya? Gambar yang kita miliki bukan hanya Golkar dengan Wirantonya. KPU pun berwenang untuk membatalkan mereka yang terlibat hal itu sebagai peserta Pemilu Presiden. Semua partai mempunyai kesempatan sama. Karena kalau jaringannya masih kacau atau tidak profesional. maka itu selain membahayakan pemberi dana. Kalau sudah berpengalaman kan selain ngasih uang juga memberi kaos yang sangat pantas bahkan bagus. Kita belum bisa mengetahui sebenarnya dana untuk itu besarnya seberapa. Namun. juga mereka mempunyai sumber dana dan jaringan yang solid. maupun penanggung jawab tim kampanye yang terbukti melakukan hal itu bisa diganjar pidana penjara. kalau ditanya pengalaman maupun jaringan mungkin belum bisa diacungi jempol. Ada yang bagi-baginya sampai Rp 100 ribu. Begitu juga Partai Demokrat dan lain-lain. Jadi. Pasangan caprescawapres.

Dalam hal ini ya kolusi dengan yang diawasi itu tadi. Kasus Pertamina ini jelas ketara keanehannya. sehingga mereka jadi mudah dibeli. sebelum kasus dengan Pertamina kami sudah mendengar kasus divestasi Bank Niaga. Sudah aturan tentang sumbangan perorangan dan korporasi yang dibatasi besarnya. Penegakkan hukum di negeri kita itu lemah.sekali. Apalagi kalau itu nantinya mendorong upaya untuk meciptakan ketidakberdayaan ekonomi rakyat. Mereka khawatir kalau menindak bakal mendapatkan imbas dari pertikaian politik. alasan menjual. Mengenai kasus di DPR. Bagaimana tanggapan Anda? Ini jelas lucu. Ngapain harus pergi jauh-jauh ke Hongkong dan Korsel segala sampai bawa istri. Ya karena selama bertahun-tahun tidak dikoreksi. Karena bila hanya untuk mengecek alasan penjualan tanker berukuran besar kan cukup dengan meneliti dokumen-dokumen yang ada di kantor pusat Partamina. serta siapa saja pembelinya. Akhirnya terbongkarlah kasus tersebut dan dilaporkan ke Polri. Karena penegakkan hukum yang lemah itu. bahkan oleh penguasa malah terus ditumbuhsuburkan ya jadilah budaya atau suatu kewajaran. di mana saja di negeri ini yang namanya aspek pengawasan itu terbuka peluang untuk korupsi. ya janganlah dilakukan. Baru-baru ini juga terungkap ”jalan-jalan” anggota Komisi VIII beserta sebagian istri ke Korsel dan Hongkong yang dibiayai Pertamina. kita tahu. Kalau menurut saya hal yang ”wajar” tersebut harus segera diakhiri. Jelas kan di sana ada harga jual. Kami mendengar pertemuan di Hotel tertentu kemudian bagi-bagi uang kepada anggota DPR. Aspek pengawasan DPR ini justru peluang untuk terjadinya korupsi. Uang itu ditolak oleh Meliono Suwondo dan Indira Damayanti. Namun kami tidak tahu kelanjutan kasus itu. di sini terlihat jelas beda praktik korupsi di DPR dan DPRD. Reaksi tokoh parpol dan tim kampanye capres sepertinya adem-adem saja? Ya. Kalau praktik korupsi di DPR pusat justru di aspek pengawasan. Menariknya itu. kita patut acung jempol untuk Meliono dan Indira. Apalagi yang diawasi adalah instansi yang basah dan sering terjadi praktik korupsi. Tidak hanya di DPR. Celakanya lagi media massa berhasil mengungkap bahwa yang membiayai itu Pertamina. Karena yang namanya membeli dukungan rakyat itu budaya kekuasaan kita yang jelek. Baru-baru ini kita mendengar begitu banyak anggota DPRD yang menjadi tersangka korupsi bahkan yang di Padang sudah sampai pengadilan. Karena janganlah kita terus menerus memelihara budaya yang jelek. Kalaupun sekarang muncul alasan dari kalangan DPR bahwa itu pinjam sementara atau . Yang jelas. mereka yang seharusnya menegakkan hukum jadi menunggu saja. Tapi yang prinsipil kan kita berpegang pada aturan. Praktik korupsi di DPRD terkait penganggaran atau budgeting. UU nya melarang kita untuk melakukan itu.

Ini dugaan saya lo. Misteri Pemilu…Mengapa Laporan Bawaslu Tidak Ditanggapi Polisi? April 19. Jadi. Celakanya lagi saat ini ditengarai anggota DPR itu sulit dipegang. tidak mudah dikontrol lagi. Alasannya belum tentu anggota DPR lain sekomisi bahkan sefraksi menyetujui hal itu. Bukan langsung turun ke masalah tanker segala. dari mana uang tak terhitung jumlahnya itu berasal mengingat perekonomian kita lagi lesu.. Pertanyaannya. Kalau sama kawan sendiri. Menurut Anda bagaimana peran Meneg BUMN dalam hal ini? Sebenarnya fungsi pengawasan BUMN ini berada di bawah Meneg BUMN. Juga untuk mengurus SPJ itu ada prosedur yang harus dilalui. DPR itu kan instansi terhormat. Yang namanya mau berangkat itu harus ada uangnya terlebih dahulu. Karena kami menengarai begitu banyak uang bersliweran. Pemilu 2009 oleh nusantaraku Aduh…. Masa DPR ”gampang-gampangan” begitu saja pinjam dulu Pertamina lalu diganti. lembaga tinggi negara. Dan perlu diketahui Pertamina itu tahun lalu untung Rp 3. Kasus ini sempat masuk dalam ranah . mengapa DPR malah panggil Direksi Pertamina bukan panggil Laksamana Sukardi.9 triliun. Masa sekarang sudah rugi begitu besar hingga harus jual tanker ukuran besar segala?. Ini kan DPR. 2009 tags: bawaslu. juga Pertamina. Seharusnya fungsi pengawasan DPR itu pada Meneg BUMN. BUMN besar. Pertanyaanya.ditalangi dulu oleh Pertamina untuk kemudian diganti DPR ya nggak masuk akal. Ibaratnya sudah diservis pun belum otomatis permintaan si penyuap terkabul. Bookmark the permalink. Aneh kan? (Hartono Harimurti72) Berita Utama | Bincang – Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA This entry was posted in Lain-lain. Karena kebobrokan lembaga KPU mulai tercium sejak Pilkada Jatim dimana KPUD Jatim tidak menjalankan tugas secara profesional dan secara tidak langsung tercium indikasi KPUD Jatim mendesain pilkada untuk memenangkan salah satu pasangan Gubernur. Kalau praktik seperti ini tidak dihentikan maka BUMN akan digerogoti untuk membiayai atau menservis anggota DPR atau birokrat lain. baru hal itu bisa dilakukan. ada sesuatu di balik ini semua yang terkait pemilu mulai dari legislatif maupun presiden. saya bingung mau menulis apa untuk prestasi yang “luar biasa” KPU pada penyelenggaran Pemilu 2009 ini. Wong ayah saya yang PNS biasa saja kalau mau pergi ada SPJ yang jelas.

kasus pengelembungan DPT Pilkada Jatim bak ditelan bumi. "Dari 90 PPS yang kita datangi di Jakarta. "Ada yang berkurang ada yang bertambah.. di salah satu kelurahan di Jakarta Selatan.Tudingan bahwa telah terjadi kecurangan sistematis dalam penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pileg tampaknya tidak main-main. maka KPU kembali menunjukkan kegagalan terbesar dalam menetapkan DPT……. ada beberapa modus dalam aksi kecurangan sistematis tersebut. angkanya berubah menjadi 34. Dan 2 hari menjelang 9 April 2009. tampaknya kekuatan politik di Pusat lebih kuat dan segera menggantikan Pak Herman dengan Anton yang mana langsung menurunkan status ketua KPUD Jatim dari tersangka menjadi saksi. saat dihubungi melalui telepon. semua mengakui DPT pileg kemarin adalah rekayasa KPU. Menurut Said.247. Rabu (20/5/2009). KPU Gelagat yang tidak profesional dan terkesan korup pun dilakukan KPU Pusat menjelang 9 April 2009 yakni pada 27 Maret 2009 KPU mengeluarkan Surat Edara 612/KPU/III/2009 perihal penjelasan teknis peraturan KPU No. KPU dengan arogan mengatakan TIDAK ADA MASALAH DPT. Padahal dari mana KPU kota bisa menambah atau mengurangi? Mereka kan hanya merekap dan menetapkan. Kapolda Jatim Pak Herman SS dengan menetapkan ketua KPUD Jatim sebagai tersangka. Said Salahudin. Begitu data tersebut diserahkan ke KPU Kota Jaksel dan dikembalikan lagi ke PPS. PPS Akui KPU Merekayasa DPT Pileg Jakarta . Pertama.hukum penyelidikan oleh eks. bertambah 67 . Akhirnya. Namun.180 orang. bukan untuk mengubah. meskipun Pak Herman menyatakan mengundur diri karena kekecewaannya." kata Said." kata Koordinator Divisi Pemilu SIGMA. Mereka (PPS) sudah menyusun data DPT per TPS. PPS telah mencatat jumlah pemilih sebanyak 34. lalu dikirim ke KPU kota. Begitu dikembalikan lagi ke mereka datanya sudah berubah. 01/2009 mengenai audit laporan dana kampanye yang membolehkan seseorang menyumbang bermiliarmiliar rupiah padahal ini bertentangan dengan UU 10 tahun 2008. Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan mengakui bahwa kecurangan itu benar-benar terjadi. Proses keadilan dan kebenaran tampaknya kandas. Pas pemungutan suara 9 April. Misalnya. mengubah jumlah pemilih dalam DPT di tiap PPS.

pasti mudah dilakukan di daerah-daerah. Modus kedua adalah dengan cara mengubah nama pemilih. Modus ketiga. Tapi sebaliknya." kata Said. adalah dengan cara mengacak daftar nama pemilih di tiap TPS sehingga membingungkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).com/read/2009/05/20/062208/1134222/700/pps-akui-kpumerekayasa-dpt-pileg Kira2 siapakah yang pantas untuk bertanggung jawab? KPU-kah? Pemerintah? Atau orang2 dibalik KPU yang jauh lebih mengerikan? Siapa pula yang paling diuntungkan atas itu? Kalau berhasil. Dari pengalaman empiris politik Indonesia. ada yang tadinya tidak terdaftar malah namanya jadi muncul. pemilu kemarin memang benar2 biadab. Itu terlalu utopis untuk disematkan kepada KPU pasca 1999 dan segenap kinerjanya. pemilu 1999 dapat kita tunjuk sebagai pemilu Indonesia yang relatif lebih jujur dan adil.orang. Rekomendasi 2009 Usai Pemilu 2009. ‘nBASIS merekomendasikan pembubaran KPU dengan solusi pembentukan KPU baru yang akan diisi oleh orang-orang yang diutus partai politik.baik dipandang secara . http://pemilu. Ada orang yang sebelumnya telah terdaftar. konsep independen dan apapula konsep kredibilitas dan konsep martabat. pada rebutan dan saling klaim. giliran gagal." tutur Said.lebih baik memberi pola keterukuran kepada semua stakeholder untuk menjalankan syahwat (politik) secara bersama-bersama. Kalau boleh ngomong sedikit kasar.detiknews.. Sekarang saya meyakini betul. namun begitu data diserahkan ke KPU kota dan dikembalikan lagi ke PPS. "Ini pasti ada rekayasa sistematis. seolah mereka semua membisu. lanjut Said. ternyata nama ini nggak dikenal. "Begitu yang 67 orang ini dicek.. Dengan cara ini petugas KPPS menjadi kerepotan jika diharuskan mengecek lagi satu per satu daftar pemilih yang telah dikembalikan dari KPU kota.!! Walkout Fraksi Partai Demokrat pada awal pembahasan revisi paket Undang-Undang Politik kemaren.rupanya harus diterima dengan lapang dada bahwa tidak ada resep yang dapat difahami di negeri ini tentang apa yang dimaksud dengan konsep mandiri. menunjukkan ”belang” mereka yang amat konservatif dan bertanggungjawab atas keluh-kesah tentang ketidak-mandirian serta masalah akuntabilitas KPU selama ini. namanya hilang. Lagi pula setelah pemilu 1955. Ketimbang berharap utopi independensi dan kredibilitas.. Kalau ini terjadi di ibu kota negara. yang di dalamnya pasal yang mengatur keanggotaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) boleh diisi orang dari partai politik.

‘nBASIS amat percaya dengan kembali ke pola 1999. Apa yang menyebabkan kebobrokan itu ialah bahwa di dalam proses dan insttitusi politik Indonesia secara inheren terdapat apa yang oleh ‘nBASIS disebut sebagai Si Bolis Na Burju (iblis yang selalu berpura-pura baik hati). maka tak ada lagi masalah yang lebih besar dari itu sepanjang sejarah demokrasi di dunia ini. itu keliru. kejujuran dan martabat.Pemerintah disebut-sebut sebagai salah satu yang paling bertanggung jawab dalam masalah pemilu. Siapa saja boleh tuding-tudingan. "Bagaimana mungkin pemerintah melakukan kecurangan. Itu kan sesuatu keanehan luar biasa.kualitatif maupun kuantitatif. Hanya saja suply and demand transaksi suara akan berbeda sekali antara KPU parpol dan KPU non parpol. waktu dan perasaan keterampasan (rakyat) yang demikian besar. dan UU apa pun tidak bisa mensiasati itu. dan ia meicu kolaborasi kekuatan-kekuatan destruktif negara-bangsa untuk suatu pembangunan jahatokrasi. bahkan beberapa kalangan menilai pemerintah berada di balik kecurangan pemilu. —————————————– AKARTA .demokrasi Indonesia bisa ditolong untuktidak separah yang sekarang. Siapa yang mau suara partainya dicuri? Tentu wakil partai itu akan marah dan melakukan perlawanan. Si Bolis Na Burju mengalahkan perasaan keadilan. . Kecuali memang jika sesuatu partai tertentu ingin “menyumbangkan” suaranya kepada partai lain dan dengan bayaran tertentu. jangan mengklaim kebobrokan pemilu itu adalah kebobrokan presiden. karena itu relatif transaksi suara tidak akan terjadi. pemilu dimaksudkan untuk meminta suara rakyat justru tingkat partisipasi rakyat tak begitu diperdulikan. Itu soal lain. Lebih dari itu. Omong kosonglah jika orang masih suka mengucapkan istilah itu hari ini." ujarnya kepada wartawan. Parpol saling curi suara? Keuntungan yang jelas jika orang parpol yang akan mengisi KPU ialah bahwa di antara sesama mereka ada kewajiban yang sama untuk mempertahankan suara partai masing-masing. Sibolis Na Burju Kebobrokan perhelatan politik di Indonesia secara halus sering dianggap hanyalah rutinitas prosedural yang tidak menghasilkan apa-apa meski dengan pengorbanan material. Jumat (2/5/2009). apakah ini kesalahan eksekutif atau kesalahan KPU. KPU itu tidak pernah merasa dirinya bersalah jika angka partisipasi politik rendah by design atau secara administratif. Namun dengan tegas hal tersebut dibantah oleh pakar hukum dan tata negara Irman Putrasidin. Tetapi jika KPU tidak ngotot memperjuangkan tersalurnya aspirasi rakyat secara substantif. Secara kelembagaan KPU itu diisi oleh orang-orang tidak boleh tidak mesti memiliki faktor ketidak-independensian.

karena nanti akan ada api dalam sekam." pungkasnya. tetapi tak urung juga mencuatkan tanda tanya di benak kita. dan santun dalam segenap perilakunya? Mengapa tiba-tiba saja mereka berubah beringas. rentan terhadap aksi kebrutalan dan begitu mudah larut dalam arus emosi “purba” yang sebenarnya kurang menguntungkan itu? . Irman menjelaskan pemerintah tidak ada intervensi dalam hal pendataan. lugu. Melalui jalur hukum dulu jangan jalur politik. Aksi unjuk rasa.Irman menambahkan." tuturnya. bentrok antarpendukung calon. ulah perusakan rumah tinggal penduduk yang dianggap menjadi “lawan politik”-nya. "Saya menyarankan agar KPU saja yang harus dibenahi. "Memang kami setuju tapi seharusnya kita bikin tatanannya dulu jangan langsung ke hak angket. pemerintah bukan malaikat yang turun dari langit dalam arti pasti memiliki kesalahan juga. Saya sarankan kasus kecurangan pemilu harus dibawa ke MK. Hak angket. dengan cara mengganti orang-orangnya dengan mengganti orang yang baru dengan tidak menghabiskan waktu panjang. 29 April 2008 (05:13) | 34 komentar | Print this Article S uasana tegang. Meski tidak semua daerah/kota yang tengah melangsungkan hajat demokrasi itu ditingkahi aksi kekerasan. Mengenai hak angket daftar pemilih tetap (DPT) yang diajukan sejumlah fraksi di DPR. dan amuk massa terhadap fasilitas umum milik masyarakat nyaris menjadi “irama” khas yang menggema di sela-sela pesta demokrasi itu. dan mencekam (hampir) selalu mewarnai proses pemilihan kepala daerah/walikota (pilkada) belakangan ini. kerusuhan. manutan. seperti dengan cara langsung menunjuk siapa orang yang tepat dan kredibel. karena angket ditujukan kepada pemerintahan seperti misalnya pemerintah melanggar undang-undang. lanjutnya. (lsi) Tuesday. tidak tepat digunakan dalam hal ini. panas. pemerintah juga harus melihat potret yang ada dan memang harus diakui pemerintah kurang maksimal dalam penanganan masalah kisruh pemilu. Ada apa gerangan di balik ulah sebagian warga yang cenderung destruktif dan menjurus ke tingkah anarkhi itu? Bukankah selama ini rakyat selalu disanjung puji sebagai warga bangsa yang polos. Namun menurutnya.

Para pendukung masing-masing calon menjelang hari “H” pelaksanaan pilkada sibuk menarik simpati massa dengan berbagai macam cara. akhirnya musnah dalam sekejap. aman. Warga yang tak berdosa. Ada yang mengobral janji. mulai saat sang calon menjaring massa hingga proses . dan acapkali dijadikan sebagai sumber informasi bagi warganya. bisa dibilang. tidak sedikit warga yang memiliki cukup “modal” siap bersaing untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di daerah/kotanya. Betapa tidak? Fasilitas umum yang dibangun bersama dengan susah-payah. tak tahu lor-kidul pun tak luput terkena imbasnya. dan makmur. Kepala daerah/kota terpilih yang seharusnya sudah siap terjun ke lapangan memaksimalkan kemampuannya menjadi terhambat. Yang menarik. Ada semacam “keharusan” bahwa calonnya harus keluar sebagai pemenang. dihormati. Yang jelas. proses pilkada di berbagai daerah/kota menampakkan kecenderungan untuk membersihkan praktek-praktek yang tidak jujur. Selain menjanjikan naiknya status sosial. kasak-kusuk. dan dendam. bahkan terus-menerus menaburkan benih kebencian. Jika kondisi semacam ini tak teratasi. Cara yang ditempuhnya pun bervariasi. Ia menjadi figur yang dianggap masyarakat memiliki “kelebihan” tersendiri. “memanjakan” calon pemilih dengan pesta. setiap kali siklus demokrasi ini diputar. upaya masing-masing kubu untuk menarik simpati massa menimbulkan situasi panas dan tegang. Tak dapat dipungkiri. Seiring dengan terbukanya kran demokrasi. tentu semakin mempersulit posisi daerah/kota dalam upaya mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih demokratis. Sangatlah beralasan. seorang kepala daerah/kota juga memegang posisi kunci (key position) dalam “menghitam-putihkan” corak dan warna dinamika daerah/kota yang dipimpinnya. curang. damai. atau tidak adil. disegani. Tidak jarang terjadi. atau membeli suara calon pemilih dengan sejumlah uang. masing-masing kubu merasa calonnyalah yang paling pantas menjadi kepala daerah/kota.Fenomena kekerasan yang mewarnai setiap hajatan demokrasi jelas sangat tidak kondusif dalam upaya mendinamisir dan memberdayakan daerah/kota dari sentuhan kemajuan. jabatan kepala daerah/kota memang cukup strategis. Bahkan. daerah/kota yang bersangkutan akan mengalami set-back (langkah mundur) yang semakin jauh dari substansi ideal. Yang mengkhawatirkan. dukungan yang diberikan oleh warga kepada calon yang dijagokan masing-masing tampak penuh greget dan antusias. kalau pihak-pihak yang saling berseteru tidak bisa saling menahan diri. adil.

kian menyuburkan nyali warga untuk menggugat praktik-praktik penyimpangan. dan berbagai ulah amoral yang dilakukan oleh aparat daerah/kota. berbobot. Apalagi. atau anti-Pancasila –julukan yang acap kali dilontarkan penguasa Orde Baru kepada rakyat yang suka mengkritik penguasa. tentu saja hal itu dapat dimaklumi dan ditolerir. Akan tetapi. dan memiliki komitmen kuat untuk memajukan daerah/kota. lantaran ambisi calonnya tidak tercapai. Mereka bebas menyuarakan pendapat. kejadian itu patut kita sayangkan. begitu rezim Orde Baru tergusur dari panggung kekuasaan. Sepanjang tuntutan yang disuarakan warga lewat unjuk rasa itu wajar dan murni mengingat adanya praktek kecurangan dalam pilkada. penyelewengan. mereka tak segan-segan melancarkan protes dan unjuk rasa. dan adil. PKI. dan amuk massa. kalau sudah menjurus pada tindakan pemaksaan kehendak ditingkah dengan ulah perusakan. Esensi demokrasi yang sebenaraya ialah kesediaan untuk bersikap jujur dan ksatria menerima kekalahan. Fenomena pilkada yang diwarnai berbagai aksi kekerasan di era reformasi ini setidaknya dilatarbelakangi oleh terciptanya suasana euforia massa setelah lebih dari tiga dasawarsa kebebasannya dibelenggu oleh rezim Orde Baru. korup. Tidak berlebihan kalau di beberapa daerah/kota terjadi pengulangan pilkada lantaran prosesnya dinilai tidak berlangsung demokratis. Ada keinginan kuat dari warga untuk menampilkan figur kepala daerah/kota yang benar-benar mumpuni. Bagaikan kuda liar yang lepas dari kandang. Derasnya arus reformasi yang diwarnai dengan berbagai aksi unjuk rasa seperti yang mereka lihat di layar televisi. serta masih ditemukan adanya unsur kecurangan. para warga merasa mendapatkan kembali kedaulatannya yang terampas. mengkritik. Tidak mengherankan kalau banyak kepala daerah/kota yang diduga melakukan penyimpangan harus tergusur dari kursi kepejabatannya akibat gencarnya aksi unjuk rasa warga. sekaligus mengakui kemenangan pihak “lawan”. memiliki integritas kepribadian yang tinggi. kalau calon yang jadi ternyata bukan figur yang dikehendaki oleh sebagian besar warga.penghitungan suara. padahal tidak ditemukan adanya unsur kecurangan dalam pilkada. bahkan melakukan unjuk rasa. tanpa takut lagi dicap sebagai pembangkang. . jujur. pembakaran. Tindakan seperti itu sebenarnya mengingkari makna hakiki demokrasi itu sendiri.

sekarang kepada rakyat. Quo-Vadis? » Catatan Sawali Tuhusetya http://sawali. Pemilihan kepala daerah langsung dianggap juga sangat strategis dan patut mendapat perhatian kita semua karena pilkada ini dilaksanakan pada masa transisi dan masih bersifat “trial dan error” juga terdapat perbedaan dalam tata aturan penyelenggaraan maupun tujuan politik yang hendak dicapai. ketenteraman. memang hal yang wajar di era keterbukaan ini. *** ooo Sumber: Pilkada Pasca-Reformasi. partisipasif dan transparan sesuai . dan adil. dan kerukunan. risikonya pun harus ditebus dengan harga yang cukup mahal. Siapa pun orangnya. dan bar-bar yang mewarnai siklus demokrasi ini. berbangsa. mestinya dijadikan cermin berharga untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. tiba-tiba menjadi rusak dan porak-poranda oleh konflik antarkelompok kepentingan. dan mampu menahan diri sesuai dengan idaman Ibu Pertiwi. Akan tetapi. tanpa mengurangi makna penting dari pemilihan kepala daerah sebelumnya pilkada langsung dianggap sebagai obat mujarab untuk menjawab berbagai persoalan antara pusat dan daerah baik kewenangan dan juga persoalan lainnya. berbagai aksi unjuk rasa warga yang menuntut ulang pelaksanaan pilkada lantaran ditemukan bukti-bukti kecurangan. bertanggungjawab.Bagi warga. jelas tak menginginkan suasana daerah/kota yang begitu kuyup oleh sentuhan kedamaian. mengajak kita semua untuk bisa menjadi “aktor” demokrasi yang jujur. dan bernegara. Fenomena vandalistis. Karena itu posisi politik rakyat dalam pilkada langsung memiliki makna penting dalam menentukan corak politik dan kepemimpinan di daerah. Pilkada langsung hakekatnya adalah sebuah proses untuk melahirkan dinamika politik lokal yang lebih demokratis. anarkhis. pilkada benar-benar ingin dijadikan sebagai momentum untuk memilih seorang pemimpin yang dinilai mampu membawa kemajuan daerah/kota melalui proses pemilihan yang benar-benar demokratis. Tindak kerusuhan dan aksi kekerasan bukanlah solusi arif untuk menuntaskan masalah. patut disayangkan memang kalau situasi dan iklim semacam itu lantas dimanfaatkan untuk melampiaskan “dendam” dari kubu calon yang kalah dengan cara-cara yang kurang fair dalam berdemokrasi. Ini artinya. jujur. Di negara mana pun yang menganut paham demokrasi mustahil “mengalalkan” caracara “purba” yang vulgar itu dalam menegakkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat.info/2008/04/29/pilkada-pasca-reformasi-quo-vadis/#ixzz16p5zmaQG Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike Pergeseran perubahan format politik dari otoritarian-sentralistik menuju demokratisasi desentralistik. telah membawa konsekwensi terhadap format pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah dari sebelumnya pemilihan melalui DPRD. ksatria. Bahkan. Dari sisi ini.

tidak ada yang salah dengan kedua cara pandang tersebut. Kekerasan-kekerasan yang terjadi akibat pemilihan langsung kepala daerah ini baik kekerasan langsung maupun kekerasan tidak langsung menyebabkan ekses negative menimbulkan dimensi baru yang sangat menghawatirkan yaitu timbulnya perpecahan antar masyarakat di daerah. Latar belakang seperti etnisitas. Kalkulasi kalkulasi mereka mempunyai andil besar mengantarkan pasangan calon tersebut untuk sampai ke kursi kepala daerah. Ber-aneka ragamnya karakter masyarakat yang ada di daerah akan mempengaruhi pola preferensi politik masyarakat yang akan diperebutkan suaranya itu. tetapi kinerja bisa dikorbankan demi persetujuan. mengembalikan kedaulatan dari kedaulatan negara menjadi kedaulatan rakyat. Pilkada langsung di mata masyarakat lokal akan menentukan siapa yang akan terpilih menjadi kepala dan wakil kepala daerah dan akan mulai melakukan abstraksi terhadap pasangan calon tersebut. mengkategorisasikan pola preferensi politik menjadi yang rasional dan yang emosional. Resonansi adalah sebuah getaran yang terjadi atau ditimbulkan akibat dari adanya getaran dari orang lain atau benda lain sehingga menimbulkan implikasi terhadap kejadian berikutnya. biaya yang dikeluarkan teramat tinggi. legitimasi membutuhkan kinerja. hal yang paling penting Demokrasi membutuhkan persetujuan. Dalam konteks demokrasi. para calon kepala dan wakil kepala daerah dengan berbagai cara akan lebih giat berusaha memainkan bidak-bidaknya untuk menggali dukungan masyarakat. Dalam rangka mencapai hal tersebut. Tapi dewasa ini proses ini mulai banyak dipermasalahkan bahkan banyak kalangan menilai dan meminta agar pemilihan langsung kepala daerah sebaiknya dihapus saja hal ini dikarenakan begitu banyak kesalahan dan kekurangan dari pilkada yang telah dilaksanakan sebelumnya seperti konflik yang terjadi baik sebelum pemilihan maupun setelah pemilihan. Wawasan politik masyarakat lokal yang variatif dalam melihat dan memilih kriteria kepala daerah akan sangat menentukan kepemimpinan daerah Secara teoretis ada beberapa keuntungan pilkada langsung yaitu mendekatkan negara (state) kepada masyarakat (society). Hal tersebutlah yang kemudian menjadikan alasan mengapa pilkada secara langsung oleh beberapa kalangan diminta untuk dihapus / ditiadakan dan kembali pada sistim pemilihan sebelumnya yang diakibatkan oleh adanya resonansi dari kekerasan dan konflik yang terjadi dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah secara langsung.dengan nilai nilai politik lokal yang tumbuh dan berkembang di daerah. antar penduduk mayoritas dan minoritas. (Larry Diamond) untuk dikhawatirkan adalah keikutsertaan masyarakat dalam kaidah dan kancah politik akan menimbulkan resonansi yang berlebihan terhadap wujud pembangunan. baik biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun dana yang keluar selama proses pemilihan itu sehingga di khawatirkan nantinya akan menimbulakan budaya korupsi. Hanya saja bobot dari kedua preferensi tersebut bila dibedah secara menyeluruh akan menunjukkan substansi kualitas yang berbeda juga dalam hal pandangan tentang pemimpin yang ideal bagi mereka. Masyarakat lokal akan menjadi praktisi politik bagi dirinya sendiri. memberikan . status sosial ekonomi dan golongan agama. suku mayaoritas dan suku minoritas dan banyak lainnya sehingga menimbulkan kerentanan terhadap disintegrasi bangsa. Setiap individu berhak memiliki perspektif masing-masing. persetujuan membutuhkan legitimasi. antar agama yang satu dengan yang lainnya.

Keempat. Kelima. Di luar kemungkinan adanya upaya mobilisasi massa dari pihak yang . pilkada langsung akan menyisakan sakit hati kepada kelompok yang kalah atau tidak puas dalam pilkada. intervensi dari DPP parpol. KONFLIK DALAM PILKADA LANGSUNG Dalam implementasi pilkada langsung sering sekali kita menemukan dan terjadi konflik yang diakibatkan oleh pemilihan kepala daerah langsung tersebut. Ketiga. Kedua. kepala daerah/wakil kepala daerah terpilih kurang memiliki moralitas dan self-control yang kuat bahkan cenderung akan menyalahgunakan kekuasaan. sebagai contoh dalam hal perencanaan.pembelajaran politik kepada masyarakat. suku. loyalitas buta pemilih yang mengabaikan pertimbangan rasionalitas. secara psikologis pilkada langsung meningkatkan rasa harga diri dan otonomi masyarakat di daerah. Eksklusivitas ini akan melahirkan klaim-klaim yang dapat merugikan kelompok lain. kekerabatan. pilkada langsung memberikan legitimasi yang kuat kepada kepala daerah dan wakilnya untuk memerintah. dan agama/ideologi. banyaknya tumpang-tindih peraturan perundang-undangan menyebabkan terjadinya miss-interpretasi terhadap peraturan tersebut di daerah. Amanat rakyat tersebut jangan disiasiakan. penegakan hukum yang tidak berjalan dengan baik. Untuk menghindari konflik dan resistensi seharusnya ketika menjabat si pemenang harus mampu merengkuh pihak yang kalah untuk bersama-sama membangun daerah. Masalah ini muncul karena tidak adanya calon independen ( meskipun ada tetapi aturan untuk calon independen sedemikian ketatnya sehingga sulit untuk dipenuhi). Oligarki baru di tingkat lokal akan lahir (atau menguat bila yang terpilih adalah pejabat-pejabat lama/incambent) dengan terpilihnya kepala daerah/wakil kepala daerah baru. Pada konsep ini. UU 32 tentang pilkada dimana program pembangunan dikaitkan pada janji politik pilkada sementara UU 25 Tahun 2004. di mana perasaan diperlakukan secara tidak adil merupakan penyebab timbulnya konflik.). pembangunan dikaitkan dengan program perencanaan nasional. dsb. Dalam conflict fuctionalism terdapat konsep deprivation dan sense of injustice. Di daerah masih terlihat jelas "garis-garis" pengelompokan sosial menurut tempat kelahiran. Beberapa hal ideal dari pilkada langsung dalam realitasnya dihadapkan pada bias-bias dan distorsi praktik penyelenggaraan pilkada langsung. Keenam.). dll. kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih memperoleh mandat langsung dari rakyat untuk memerintah dan membangun daerah. Ketujuh. kenyataan mengenai rendahnya tingkat partisipasi masyarakat di beberapa daerah dalam pilkada. karena distorsi dalam seleksi di tingkat parpol (politik uang. atau karena faktor lain-lain (sosialisasi yang tidak memadai sehingga masyarakat "salah pilih". Pertama kenyataan bahwa tidak semua yang terpilih dalam pilkada langsung adalah putra-putri terbaik yang dimiliki daerah bersangkutan. atau karena munculnya kesadaran kritis masyarakat di daerah terhadap pesta demokrasi lokal di tengahtengah kesulitan ekonomi yang akut. Jumlah golput yang cukup banyak merupakan bukti kelelahan politik (political fatigue). Program-program pembangunan yang realistis dan penyusunan RAPBD yang berbasis pada pemecahan permasalahan lokal memerlukan kompetensi yang tinggi dari birokrasi lokal. civil society dan pemerintah pusat. kecurangan yang sistematis. kejenuhan. dan pilkada langsung berkontribusi terhadap pengembangan demokrasi ditingkat lokal. tanpa adanya pengawasan kuat dari DPRD. adalah faktor klaim.

memiliki kepentingan-kepentingan tertentu. Bahkan ukuran kesuksesan dan kepemimpinan seorang tokoh sekarang adalah seberapa besar isi koper dan kekayaan yang dimiliki oleh seorang yang akan menjadi calon pemimpin dalam pilkada tersebut. KEKERASAN PASCA PILKADA Kekerasan pasca-pemilu adalah kekerasan yang terjadi setelah proses pemilihan umum tersebut dilaksanakan (pasca pilkada). mengakui dalam pengembangan kebijakan otonomi daerah yang bertujuan membangkitkan kemampuan daerah. peserta. KEKERASAN PRA PILKADA Kekerasan pra-pilkada adalah kekerasan yang sering terjadi sebelum dilaksanakannya proses pilkada atau kekerasan pra-pilkada berlangsung. banyak daerah yang menutup diri bagi daerah lain atau menimbulkan eksklusifisme yang tidak peduli terhadap daerah lain. dalam proses itu sering bakal calon yang diusulkan oleh masyarakat banyak tidak diakoomodir oleh partai yang mewakili mereka sehingga terjadilah benturan-benturan antar kepentingan dalam pemilihan bakal calon dari masing-masing elemen tersebut. semakin besar kekayaan dan uang yang dimiliki maka besarlah kemungkinan khan-nya untuk memenangkan pilkada yang dilangsungkan sehingga pilkada yang kita jalani sekarang ini sering disebut PILKADA SEMBAKO dimana setiap melakukan kompaye dalam pemilihan kepala daerah maka tim sukses dari masing-masing akan datang untuk membagiakan berbagai jenis sembako kepada masyarakat yang akan memilih mereka. Bahkan. Ketidaksiapan kontestan dalam menerima kekalahan dituding sebagai penyebab . Banyak sekali koflik yang terjadi pada pemilihan kepala daerah langsung terjadi akibat daripada proses setelah pilkada tersebut berlangsung. Justru dengan otonomi. Berikut kita akan membedah ragam konflik yang terjadi berdasarkan siklus / latar kejadiannya menjadi dua macam yakni kekerasan pra pilkada dan pasca pilkada. kekerasan ini sering terjadi saat penjaringan bakal calon yang akan mewakili suatu partai politik tertentu. agama. ras dan suku dari masyarakat (baik yang menjadi peserta pilkada maupun masyarakat yang akan memilih mereka). selain itu maka tim-tim tersebut kemudian melakukan provokasi kepada pihak lain sebagai lawan calon tersebut sehingga tak jarang konflik terjadi karena kompanye-kompaye dari arus bawah yang sama sekali tidak tersentuh dengan visi dan misi dari calon mereka masing-masing sehingga Black compaigne sering terjadi. ternyata belum menunjukkan hasil yang memuaskan. parpol. konflik juga sering terjadi diakibatkan oleh kompanye-kompanye yang dilakukan oleh parpol / peserta pilkada bahkan oleh tim-tim dari pasangan yang akan ikut bertarung dalam pilkada tersebut sehingga masyarakat mulai dikotak kotakkan menjadi berbagai bagian bahkan ulama sekalipun terjadi kristalisasi figure-figur tersebut sehingga pengikutnyapun menjadi saling curiga dan akhirnya terciptalah konflik (black compigne) serta masih banyak lagi konflik yang diakibatkan oleh beradunya kepentingan antar pengikut. semakin banyak sembako yang dikeluarkan dan diterima oleh masyarakat maka semakin besar peluang untuk memenangkan pilkada tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa pilkada merupakan bukti dari egaliternya capitalism. mantan Mendagri Mohammad Ma'ruf.

menang atau gagalkan pilkada.. propagandapropaganda anti otonomi yang dilakukan oleh sebagian orang anggaplah sebagai suatu masukan untuk dipikirkan (perbaikan). Terlihat. Pilihan mereka. Pendeknya. namun tanggung jawab atas tidak akuratnya data adalah ditangan KPUD. kerusuhan bila dipicu oleh ketidakpercayaan terhadap pelaksanaan berbagai aturan. KPUD harus independen. dan tegas terhadap batasan dan kewenangan sehingga tidak tumpang tindih dan menimbulkan penafsiran yang ganda. Selain itu. diperlukan kontrol kuat dari simpul-simpul masyarakat. KPUD tidak bekerja serius dalam mendata pemilih. Pertama. banyak warga tidak terdata sebagai pemilih. Pertama. Mereka tahu kompetisi selalu melahirkan pihak menang dan kalah. Dangkalnya rasionalitas para pendukung menjadikan amarah berkembang menjadi amuk massa. Dugaan adanya perilaku curang dan manipulatif ditengarai sebagai penyebab tidak berwibawanya penyelenggara dari kontestan tertentu. Untuk itu. Kedua.. Apabila semuanya terpenuhi dan semua aturan dijalankan secara baik maka kekhawatiran akan timbulnya anarkisme / konflik tidak akan terjadi sehingga disintegrasi bangsa yang dijadikan alasan ketakutan pemerintah tidak akan terjadi sebaliknya jika semua aturan dan perubahan-perubahan menuju perbaikan tidak dilakukan maka tidak menutup kemungkinan dis-integrasi bangsa yang dikhawatirkan pasti akan terjadi cepat atau lambat dan akhirnya mekanisme pilkada secara langsung dalam demokrasi-desentralisasi akan ditinjau kembali dan bahkan mungkin diganti atau kembali pada sistim awal.. KPUD di beberapa daerah ditenggarai curang. Jika unjuk rasa tidak direspon dengan baik oleh pejabat. tidak netral.utama munculnya berbagai kerusahan pascapilkada. ZAINUL Direktur Yayasan “SANTOANA” Nusantara BAQRI an 25 2000 . . Meski data adalah hasil kerja sama KPUD dengan dinas kependudukan. Agar konflik tidak terjadi perlu perubahan-perubahan mendasar.10:08:49 MST Kapan ke Jakarta. egoisme pribadi yang amat tinggi menutup kesadaran itu. Ketiga.telah dijajagi untuk pemanasan(belum all out). Panwas harus benar-benar berdaya. mereka tidak mendapat pendidikan politik yang baik. dan memihak salah satu pasangan. Kedua.??????Telah uji coba. Selain itu beberapa hal yang perlu diperhatikan juga adalah kekuasaan yang diperoleh kepala daerah harus melalui kompetisi politik yang sehat dan terbuka dan menumbuhkan swadaya politik masyarakat. peran panwas harus dioptimalkan. unjuk rasa muncul karena kontestan dan pendukungnya tidak siap kalah. terutama saat pencalonan dan penghitungan hasil pilkada. gabungan ketidakpercayaan atas pelaksanaan hukum dan ketidaksiapan menerima kekalahan mengakibatkan munculnya aksi unjuk rasa. Ketidakpercayaan muncul karena tidak kredibelnya penyelenggara pilkada di mata masyarakat. Namun. Mereka tidak mampu menemukan titik ekuilibrium (keseimbangan) tempat segala hal dikompromikan.. perubahan partai politik yakni dengan membentuk UU politik yang jauh lebih baik. Akibatnya. akan meledak menjadi kerusuhan.

ketika perlawanan pro-demokrasi kepada Suharto/pro status quo semakin menguat.Makassar terus di panas panasin.yang tujuannya dalam rangka melemahkan perlawanan pro demokrasi. sampai demo2/apel2 an.demo2 anti judi/maksiat. Dizaman orde baru/rezim Soeharto..Tasikmalaya.realitas mekanisme pelaksanaan pemerintahan itu berjalan sesuai selera penyelenggaranya yang penuh dengan KKN.Ambon telah hampir setahun dipelihara dan dikembangkan keseluruh pelosok Maluku baik Utara.Kupang. Ketentuan/perundang2an/hukum positif yang ada .Ambon.pelaksanaan pemerintahan 'pro reformasi' yang diinginkan rakyat belum berjalan.pematangan dari daerah2.akan ke Jakarta.. Garut. Jika ditelusuri lebih jauh. Maka dalam penyelenggaraan pemerintahan republik ini. Lampung.Medan terus digoyang sampai meledak dan kemudian bila telah matang.Aceh terus dipelihara diseluruh pelosok daerah.Malah realitas penyelenggaraan pemerintahan itu masih sarat dengan budaya2 penyelenggaraan pemerintahan masa orde baru/rezim Soeharto. percikan2 kecil di jakarta terus diadakan agar tetap hangat a.Riau/Batam.masa Gus Dur.Mataram telah diledakkan.. Jadi Soeharto itu sangat paham benar dengan teori Mao itu.Surabaya. Pontianak. Tengah.yaitu masa tahun 1997 ketika merebak ninja2 di kota2 di Jawa a. Tapi jauh sebelum ini ketika Soeharto masih berkuasa.kerusuhan2 telah mulai merebak kemana2.budaya KKN ini yang sengaja atau tidak sengaja dikembangkan oleh Sorharto. Sesudah pro status quo/rezim Soeharto/Habibie tumbang.adalah dilatarbelakangi kehausan Suharto beserta keluarga menjadi raja di raja di 'kerajaan Mataram'.dan diupayakan terus dipelihara didaerah itu.yang didominasi oleh penyelenggaraan atas dasar budaya KKN.Pelangka raya.Pada masa Habibie kerususan di Aceh.Pontianak. yang resultantenya terhimpun dalam kekuasaan yang otoriter.Papua tetap digosok2. yang sadar atau tidak sadar sudah menjadi obsesinya.KSADnya si Hartono..Selatan/Tenggara. Rengasdengklok.teori 'desa mengepung kota'-nya Mao.l peristiwa Istiqlal. Makassar dst.Akan matangkah? Hal ini tergantung antisipasi dan counter pemerintahan Gus Dur dan pro demokrasi lainnya.tawur anak sekolah.lanjutan narkoba.l di Situbondo. Doulos. kata cerdik pandai baru2 ini di koran..Papua terus dipelihara.ketika ulubalangnya masih si Feisal Tanjung.. Bali.Depok.dia bersama kroninya menjalankan pemerintahan disatu pihak dengan cara2 feodal dengan memanipulasi budaya kejawen 'manunggaling kawulo gusti' itu yang ditambah dengan trik2 pembenaran diri sendiri dan dipoles oleh privilis karena merasa paling berjasa menyelamatkan negara.maka Soeharto telah menuduhkan teori 'Mao' itu kepada lawan2nya. pengembangan narkoba.Pangkostrad-nya si mantu-nya. Masa2 sekarang ini.. padahal perangkat peraturan/ perundangannya sebagai pedoman yang menyemangati dan menjiwai mekanisme penyelenggaraannya telah banyak tersedia untuk itu.yang sangat jauh menyimpang dari kehendak/semangat dan jiwa dasar negara ini serta peraturan/ perundangan yang tersedia.

peranan personil sangat menentukan.semua tergantung dan ditentukan pemerintah pusat/presiden dari Jakarta. Tidak ada artinya perjuangan penumbangan kekuasaan lama yang otoriter/KKN itu.adalah suatu momentum yang harus terus dijaga keberadaannya untuk dapatnya semangat dan perilaku penyelenggaraan pemerintahan itu dirombak dari sistem kekuasaan otoriter/KKN ke sistem kekuasaan yang berdemokrasi/kedaulatan rakyat.yang sudah terpaku pada pola pikir serba sentralistik.bukan hanya sekedar pergantian kepala Negara/ Pemerintahan. mahasiswa dll) yang bila tidak hati2 bisa berkembang kepada anarkhisme dan dapat dibelokkan untuk penumbangan atas pemerintahan yang ada . Suatu hal yang terlupakan dalam pergantian personil ini ialah terpukaunya seluruh pihak kepada pergantian personil di pemerintahan tingkat pusat saja (Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara) dan melupakan tingkat Daerah. Maka. Mekanisme penyelenggaraan pemerintahan pro reformasi itu termasuk mekanisme kontrol tidak berjalan.justru yang sangat dominan adalah peranan social kontrol rakyat (NGO.jajahan yang tidak perlu diperhitungkan/dianggap.Daerah adalah merupakan hinterland.kembali kepada Negara dan pemerintahan yang didasarkan pada sistem demokrasi/kedaulatan rakyat. Jika kita menghimpun seluruh peraturan/ ketentuan umum (UU) yang telah ada termasuk yang dibuat rezim Suharto selama 32 tahun itu dan membacanya. karena yang dilaksanakan biasanya suatu ketentuan spesifik berupa Kepres yang senaknya dikeluarkan.hanyalah untuk kawulo saja.yang mau tidak .tetapi kenyataannya berbeda.tetapi adalah sekaligus penumbangan suatu sistem kekuasaan otoriter yang telah menjajah rakyat Indonesia itu .yang kebanyakan sudah terkontaminasi pola pikir /sistem nilai / budaya pemerintahan dengan paradigma lama yang pasti susah dirombak. Pergantian pemerintahan sekarang dari rezim Orde Baru/Suharto ke era pro reformasi adalah pergantian pemerintahan yang tidak biasa. Ini adalah hasil dari pembentukan pola pikir (mind set) dari rakyat Indonesia oleh rezim Orde Baru/Status quo/Soeharto. maka sebenarnya tidak ada alasan lagi untuk Negara ini tidak makmur dan maju apabila ketentuan pelaksanaanya yang lebih rendah sejalan dengan ketentuan yang lebih tinggi (UU).bila personil atau paling tidak pimpinan2 penyelenggara pemerintahan sampai yang level terendah itu masih menggunakan personil rezim yang sebelumnya. Pergantian personil dibidang legislatif mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah telah jalan dengan melalui mekanisme pemilihan umum.bila perlu untuk pembenaran perbuatannya dia dengan kroninya mengeluarkan ketentuan2 spesiifik baru untuk mendukungnya.tidak mempan untuk mereka.yang tidak boleh dan tidak pernah diuji oleh MA terhadap UU nya. ormas.Maka perggantian yang telah terjadi itu.

Walaupun anggota2 DPRDnya sudah hasil pemilu reformasi.jika secara teoritis bahwa legislatif itu adalah sumber legitimasi atas lembaga .DPR dan Presiden) sudah diisi wajah2 baru yang diperoleh atas dasar kompromi/dagang sapi kekuatan politik/ elit politik yang ada.maka sebenarnya yang ditumbangkan itu adalah personil2 pejabat Negara/ Politis yang lama diganti dengan yang baru.yang bisa kontra produktif kepada semangat reformasi yang mengawali perobahan pemerintahan itu.Gubernur KDH tk I dan Bupati/Walikota KDH tk II. walaupun masih terkandung unsur2 yang pro status quo/Suharto disana. tetapi tidak dominan lagi.Ternyata personil2 di pemerintahan daerah baik tk.I maupun tk. Dengan telah tumbangnya pemerintahan Orde baru/Suharto. Seharusnya pergantian personil di bidang eksekutif juga. Presiden dan Menteri serta Panglima TNI dan pergantian pejabat Negara/ Politis ditingkat Daerah yaitu anggota DPRD tk I&II beserta pimpinan2nya.Akibatnya.mau harus diterima sebagai suatu kenyataan.tetapi reformasi kelembagaan dan personilnya masih tersendat sendat.dan bisa menjadi penghambat atas keberhasilan Gus Dur dalam mengadakan reformasi disatu pihak dan menyelenggarakan pemerintahan sesuai harapan rakyat dipihak lainnya. yang tentu memperkuat posisi eksekutif yang warisan rezim status quo didaerah itu. paling tidak unsur pimpinan untuk lembaga yang paling strategis (MPR.II. malah sebaliknya posisi menentukan (sentral) Gubernur .DPA. Khusus lembaga kabinetnya.malah menjadi penengah faksi2 itu .yang berarti pergantian seluruh pejabat Negara/Politis baik ditingkat Pusat yaitu anggota DPR/MPR dan pimpinan2nya. Lebih2 kedalamnya y. Hal diatas baru menyangkut Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara atau sering disebut Pemerintah Pusat.belum pemerintahan di daerah.minimal yang disebut pejabat Negara itu tidak hanya ditingkat pemerintah pusat saja tetapi juga yang ditingkat Daerah.dengan mengakomodasikan seluruh kekuatan2 yang ada (baik yang pro status quo maupun yang pro reformasi) terwakili didalam kabinet Gus Dur itu. pimpinan2nya sudah diisi dengan pendekatan/model Gus Dur yang kompromis (balas jasa)juga.karena tidak terdapatnya kekuatan atau koalisi kekuatan yang jadi mayoritas di DPRD itu.demikian halnya personil2 pendukung/birokrasinya.personil2 pimpinannya/pejabat negaranya masih 95 % adalah warisan pemerintahan Soeharto/status quo.MA.personil dan kinerja eksekutif itu.pimpinan lembaga tinggi Negara BPK. Lembaga2 Tertinggi Negara dan Tinggi Negara.ternyata lembaga DPRD itu tidak mempunyai suatu kekuatan yang cukup mengadakan reformasi atas personil yang berada di eksekutif.agar dapat bekerja bersinergy keatas. Pemerintahan 'Pro Reformasi' sudah hampir berjalan 100 hari.BPK dan DPA yang masih warisan Soeharto/ Habibie. Malah sebaliknya faksi2 yang ada di DPRD justru saling menjegal/tidak bersynergi. disamping MA.i unsur2 pendukung/birokrasi (Dirjen/Sekjen kebawah) masih banyak personil2 yang harus diganti/ dibersihkan yang telah karatan dengan nilai lama.kebawah dan kesamping sesuai harapan reformasi yang diinginkan. kenyataanya bahwa legislatif/DPRD yang ada tidak mampu melakukan perombakan eksekutif.

Seharusnya pada saat dimulainya sidang umum MPR dimana personil2 Presiden (Habibie) dan Menterinya dinyatakan demisioner. Demikian halnya personil Gubernur (dan Bupati/Walikota). kenyataannya ./Bupati/Walikota warisan Soeharto/ Status quo itu masih tetap tak tergoyahkan sebagaimana pada zaman rezim Orde baru.juga DPRD2 Daerah.tetapi personil2 pendukungnya mulai dari Sekjen/Dirjen masih personil2 warisan reziim lama yang kebanyakan sarat dengan sistem nilai/pola pikir paradigma yang lama.karena keberadaan mereka disana adalah sebagai pejabat Negara/politis yang merupakan bagian dari rezim Orde baru.Memang anggota2 DPRD Daerah yang pro reformasi itu masih gamang dalam menjalankan tugas pengabdiannya.maka juga jabatan pejabat negara/politis di daerah juga.dan tidak mustahil mereka sering terpengaruh dan terjinakkan oleh eksekutif dengan berbagai cara a. Keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan oleh eksekutif/Presiden itu sangat ditentukan oleh personil2 yang menyelenggarakan. .DPR.l masih sarat dengan cara2 penyelenggaraan pemerintahan yang otoriter/ sentralistik dan yang berbau KKN atau malah sebagian personil2 warisan rezim lama itu yang terancam posisinya secara diam2 mendukung kembalinya kekuasaan lama yang dapat melindungi mereka.maka Kepala Daerah tk I dan II itu mutlak ditentukan oleh DPRD.minimal pimpinan2/ pejabat negara pada posisi yang strategis mulai dari atas sampai kebawah.yang merupakan kepanjangan tangan presiden sesuai UU 5/74 didaerah itu yaitu Gubernur/Bupati/Walikota. Ini adalah pekerjaan yang terlupakan dari.yang penetapannya/persetujuan orangnya mutlak oleh Presiden/Pemerintah Pusat.maka mereka2 itu juga ikut turun.l fasilitas2 dan wang. Memang Presiden dan menteri yang di level pemerintah pusat telah terdiri atas orang2 'baru'.dinyatakan demisioner hingga terpilihnya Gubernur/Bupati/Walikota oleh DPRD berdasarkan UU 22/99.mulai dari atas hingga yang paling rendah.yang menurut UU 5/74 dan kenyataan proses penunjukannya adalah merupakan kepanjangan tangan/bawahan langsung Presiden di daerah dan bertanggung jawab langsung ke Presiden .Maka realitas yang kita lihat bahwa penyelenggaraan pemerintahan pusat itu masih sarat dengan paradigma lama a.Lebih2 penyelenggaraan pemerintahan yang hendak mengganti sistem pemerintahan lama ke sistem pemerintahan yang baru.maka mutlak diperlukan personil2 yang baru.95 % masih warisan rezim Orde baru/Soeharto.MPR. Dengan diberlakukannya UU no 22 mengenai pemerintahan Daerah pengganti UU no5/74.Presiden (Gus Dur) atau Pemerintah Pusat.Maka dengan demikian Gubernur/Bupati/Walikota warisan rezim Soeharto yang pengangkatannya berdasarkan UU 5/74. yang tidak ada bedanya dengan keberadaan Menteri.atas dasar pertimbangan politis dan atas dasar ketentuan/ peraturan UU 5/74 itu.Seharusnya dengan tumbangnya sistem pemerintahan Orde Baru. seharusnya sudah demisioner dan sudah harus diganti.

Komandan Kodim adalah satpam/ centengnya di daerah. Karena adalah sangat masuk akal bahwa para pejabat di daerah yang masih kroninya Orde Baru/Status quo/Soeharto-Habibie akan memfasilitasi mereka baik secara langsung maupun tidak langsung atau secara sembunyi2. Kita mengetahui bersama bahwa para pejabat Negara (Gubernur/Bupati/ Walikota).Makanya muncul suatu istilah pada waktu itu bahwa Gubernur/Bupati/Walikota di daerah adalah merupakan mandor2nya Soeharto/kroni/ keluarganya di daerah. Bagaimana hiruk pikuk kasus ijasah palsu calon Gubernur/pencalonan Gubernur NTB yang sekarang dilanda kerusuhan di Mataram. atau karena terpaksa karena rahasia2nya sebagai senjata penekan oleh pihak provokator/pro status quo itu.atau sebaliknya pelaksanaan pemerintahan yang didasarkan kepada reformasi dan paradigma baru itu selalu sulit dan terhambat/digagalkan oleh tangan2 jahat yang pro rezim Orde Baru/status quo/Soeharto. Tidak terkecuali di daerah2.setelah Presiden&Wk.main mata.presiden itu terpilih dan membentuk kabinetnya.Jambi.bagaimana di Riau.apakah ketakutan atau kesetiaan karena balas jasa atau karena rahasia2 mereka yang tersimpan ditangan Soeharto/pengikut Soeharto. Tidak mengherankan apabila para provokator/tangan2 jahat mempunyai akses yang mudah keseluruh daerah di Indonesia ini dalam rangka menciptakan kerusuhan. Bagaimana di Sumatera barat. Tentu kita masih ingat bagaimana hiruk pikuk kasus Bupati Bantul. Sampai sekarang ini mereka2 itu takut dan setia kepada Soeharto.dengan masih adanya juga personil menteri Kabinet Gus Dur yang diakomodir dari pihak pro status quo itu.sedangkan para Panglima Kodam.maka tidak mengherankan bahwa pelaksanaan pemerintahan ini baik menyangkut kebijakan dan operosionalnya disatu sisi maupun menyangkut hal politis atau teknis masih sarat dengan paradigma lama. dan masih sangat banyaknya (95 %) personil birokrasi Menteri2/Lembaga dibawah Presiden juga warisan rezim Orba/Status Quo/Soeharto-Habibie.pejabat tinggi birokrasi di Pemerintah Pusat/Kabinet Gus Dur maupun di Daerah yang warisan rezim Orde Baru/Staus Quo itu dapat menduduki posisinya pada waktu itu adalah berdasarkan praktek2 KKN dan suap. .Selanjutnya.Jawa Tengah dst yang sempat bermunculan kasus pencalonan Gubernurnya tapi dapat diredam/tidak diperdulikan karena kekuatan kroni Soeharto itu. maka DPRD Daerah itu berdasarkan UU 22/99 mulai bekerja memilih Gubernur/Bupati/ Walikotanya secepatnya.dimana untuk mendapat jabatan Bupati yang kedua harus menyediakan wang milyaran rupiah. yang berpusat kepada kesetiaan tanpa kecuali kepada Soeharto sebagai pusat kekuasaan.Habibie. Dengan masih bercokolnya Gubernur/Bupati/Walikota dengan aparatur birokrasinya yang warisan rezim Orba/Status quo/Soeharto didaerah daerah.tapi dapat diredam dengan KKN dan suap melalui kroni/keluarga Suharto.baik karena rela/bersedia memfasilitasi untuk kembalinya pro status quo/Soeharto-Habibie kembali berkuasa.

"Kerusuhan pasca pilkada akibat kecurangan-kecurangan terstruktur dan massive. terlupakan oleh anggota2 MPR pro reformasi. kerusuhan yang terjadi pasca pemilihan umum kepala daerah terutama disebabkan adanya kecurangan yang terstruktur.terlupakan oleh para menteri pro reformasi ini .detikNews | 16:33 Akibat WIBSenin." ujarnya.terlupakan oleh anggota2 DPR pro reformasi. Mahfud mengatakan sikap netral dari para aparat sangat diperlukan untuk menghindari konflik yang mungkin terjadi. Jakarta . seperti ketidaknetralan aparat. Senin (12/7). Penyebab lainnya. 12 Juli 2010 Kerusuhan Pilkada Andi Saputra . "Itu bisa menimbulkan konflik sosial kalau tidak netral. Mahfud mengatakan secara garis besar pemilukada yang dilaksanakan di Indonesia sudah berjalan baik.kekuasaan. Namun.terlupakan/ sengaja dilupakan Mendagri/ Menteri Otonomi Daerah ini. tidak pro aktif dan tidak secepatnya menyelesaikan pekerjaan yang terlupakan diatas. "Sebenarnya kalau kandidatnya menerima kekalahan dengan cepat rakyat juga tidak akan bergerak apa pun.Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan." katanya. "80 persen kan tidak dikabulkan. Ajakan Gus Dur dengan hanya mengatakan agar 'tangan2 jahat itu sudah saya ketahui. menurut Mahfud.Maka tugas yang terlupakan oleh Presiden Gus Dur ini. terlupakan oleh anggota2 DPRD pro reformasi." ujar Mahfud di Jakarta. KPUD 12/07/2010 Tak 23:01 Netral WIB TEMPO Interaktif." katanya.kalau tidak menginginkan daerah2 itu baik tingkat I maupun tingkat II. Memang ada ketidaknetralan tapi kecil. baik KPU maupun pemerintah daerah.harkat. agar kawan2 itu sadar dan tidak membuat kerusuhan lagi'. . keamanan sendiri maupun keluarga yang perlu diperjuangkan dan dipertahankan.tetap memfasilitasi provokator2/tangan2 jahatnya didaerahnya.karena hal yang mereka perjuangkan tidaklah sederhana melainkan sangat kompleks menyangkut eksistensi. itu artinya pemilukada sudah berjalan dengan baik. Tidak mustahil bila Gus Dur dan pro reformasi hanya sekedar bertahan. adalah suatu ajakan yang tidak akan diperdulikan. adalah karena para calon Kepala Daerah yang tidak siap kalah. Senin.maka strategi Mao 'desa mengepung kota' akan benar2 dapat terjadi sampai ke Jakarta.harus segera diselesaikan secepatnya.

belum teregistrasi 22 perkara. “Ini memperlihatkan polisi tidak paham hukum pidana pemilu seperti apa. itu justru kewajiban polisi. Sementara itu. 36 perkara ditolak. pasti surat .Berdasarkan data yang diperoleh dari bagian administrasi MK. saya merasakan ada “sinyal” konspirasi politik antara KPU. Padahal!! Berdasarkan UU 10/2008. pihak penyidik dengan kewenangan yang dimilikinya dapat mengupayakannya melalui pengadilan. “Tidak mungkin karena sedang proses rekapitulasi suara. Dan perasaan curiga saya semakin menguat tatkala Polisi menolak menindaklanjuti laporan Bawaslu tentang tertukarnya surat suara di sejumlah daerah karena kurang bukti [bawaslu]. dengan rincian total perkara yang telah teregistrasi 69 perkara. salah satunya berupa surat edaran KPU Nomor 676 dan 684 yang intinya menganggap surat-surat suara yang tertukar di berbagai daerah itu dianggap sah. bukti awal pihak Bawaslu sudah cukup untuk Polri menanggapi laporan Bawaslu karena: 1. bukan tugas Bawaslu mencarikan barang bukti. Jeirry merasa heran dengan permintaan polisi supaya surat suara yang tertukar dihadirkan sebagai barang bukti. Pihak kepolisian meminta supaya Bawaslu memberikan bukti surat suara tertukar yang sudah dicontreng tersebut. Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk mendapatkan surat suara yang sudah dicontreng tersebut. Kepolisian dan Pemerintah. ” Polisi salah. 10 perkara tidak diterima.”. MK sudah memutus 58 perkara dengan rincian 9 perkara dikabulkan. Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow. 2. berkas tidak dilengkapi. polisi harusnya lebih bisa proaktif. telah menyerahkan 34 bukti awal. Jika penyidik Polri membutuhkan bukti surat suara tersebut. dan 3 ditarik kembali. hingga saat ini MK telah menerima pendaftaran perkara Pemilukada sebanyak 95 perkara. Wahida Suaib. Jelas. sepertinya polisi tidak mau menerima laporan kalau tidak ada bukti yang kuat” [Bawaslu/detik]. karena UU no 10/2008 mengatakan bahwa Surat suara tersebut harus tetap berada di dalam kotak suara yang tersegel. Permintaan itu. dan bukan kewenangan MK. dinilai Jeirry. Menurut ahli hukum pidana UGM Eddy OS Hiariej. Mabes Pori menolak berkas tersebut dengan alasan bahwa belum cukup bukti. Melihat gelagat sejak Pilkada Jatim. yaitu dengan memasukkan suara ke suara partai yang mengakibatkan suara yang diberikan kepada caleg menjadi sia-sia [kompas]. Padahal pihak Bawaslu seperti dilansir anggota Bawaslu. Anehnya.… Polisi jangan seperti ini. susah untuk dikabulkan. dan yang tidak diregistrasi 4 perkara dengan alasan permohonan ditarik kembali oleh pemohon. untuk mendapatkan alat bukti lebih lanjut bukan merupakan tugas Bawaslu.

apakah landasan Polisi (khususnya Bareskrim Mabes Polri) menolak laporan dugaan tindak pidana dengan bukti-bukti awalnya karena tidak paham mengenai mekanisme Pemilu atau karena ingin melindungi kepentingan penguasa atau karena apa? Karena selama ini dan hingga tahun 2008. Saya pun merasa sangat janggal.suara itu di jaga. [bawaslu/detik] ***** Perlu dicatat bahwa Bawaslu telah berusaha mengungkap pelanggaran hukum sejak 9 April 2009. Mari kita berandai sehat: (1) Jika sejak awal perumusan rancangan UU yang melandasi pileg 2009 tidak mengandung masalah besar (ingat inilah uu yang paling banyak dijudicial review dalam waktu singkat). atau koruptif? Inilah misteri Pemilu 2009…. laporan Bawaslu telah ditolak polisi sebanyak 3 kali. ech for nusantaraku – 19 April 2009 Kronologis Lengkap : Press Release Bawaslu Terkait Upaya Tindak Pidana Pemilu terhadap KPU kepada Mabes Polri EMBILAN partai berhasil lolos parliamentary treshold adalah dengan catatan pemilu legislatif-nya (pileg) bermasalah terutama soal prinsip Jujur dan Adil (jurdil).. Benarkah penolakan laporan Bawaslu oleh lembaga kepolisian (khususnya Bareskrim Mabes Polri) merupakan skenario penguasa.”. ketidakprofesional. lembaga kepolisian selalu mendapat rangking nomor 1 dalam survei Lembaga Publik Terkorup. yakinkah hasil pileg serupa dengan yang sekarang? . namun hingga 17 April 2009. Setiap hari Bawaslu Polri konsern terhadap masalah ini. bukti itu bisa dihadirkan. Justru dengan kewenangan polisi.

karena persoalan legitimasi hanya akan dipentingkan di negara yang masyarakatnya sudah memiliki standar moral/etika yang tinggi hingga dengan standar itu pasti merasa malu jika mencacatkan diri dalam proses suksesi. aspek referensi pengalaman buruk dalam rangkaian pemilukada sejak tahun 2005. trend budaya politik yang machiavellis dalam berebut apa yang dimaui. Apa gerangan yang amat perlu dilakukan dalam keadaan seperti ini? Sri Bintang Pamungkas sudah memulai kampanye Golput. apakah hasil pileg 2009 akan serupa dengan yang sekarang? (3) Jika tidak tidak ada money politic. Purifykasi atau pemurnian atau katakanlah pemikiran ulang tentang konsepsi-konsepsi politik yang mewarnai ambisi kekuasaan para elit amat perlu. Tidak ada masalah legitimasi dalam hal ini. apakah hasil pileg akan seperti yang sekarang? (6) Jika jual beli suara tidak terjadi. apakah hasil pileg 2009 akan serupa dengan hasil yang terpaksa kita terima sekarang? Tampaknya terdapat paling tidak 5 faktor utama penyebab kebobrokan pileg 2009. Keempat. Pemerintahan gagal membangun iklim yang menumbuhkan harapan untuk memperoleh taraf hidup lebih layak bagi rakyat. Kebobrokan pileg adalah tabungan untuk kualitas yang amat diragukan untuk pilpres. Kedua. Ketiga. apakah hasil pileg akan seperti yang sekarang? (4) Jika tidak ada penggolputan warga secara by design. Tabungan masalah itu sendiri mungkin bisa diklasifikasi menjadi tabungan masalah moral dan etika. Bukan cuma penuh masalah. Sebagai gantinya pemerintah hanya membagi-bagi uang dengan dalih membantu rakyat yang menderita (BLT). Kelemahan dari segi ini sesungguhnya bukan soal profesionalitas. Sebagai contoh. untuk mengejar target sosialisasi di luar negeri. Kelima. aspek perundangundangan yang mengatur pileg. aspek penyelenggara. dan tabungan masalah bersifat teknis elektoral. Rakyat tidak sampai mengetahui apakah ini sebuah kebijakan atau kebaikan hati seseorang. orangorang KPU buru-buru mengemasi travel bag masing-masing. Seburuk-buruk pengalaman demokrasi di Indonesia sudah diperagakan dalam peristiwa-peristiwa perebutan kekuasaan tingkat lokal itu. tahun 2004 24. kalau bukan sekadar membuat berita-berita kutipan dari media. 38). dan entah kenapa tahun 2009 banyak lagi.(2) Jika tidak ada “policy” yang mendorong lahirnya partai-partai baru (ingat tahun 1999 parpol peserta pemilu 48. Pertama. Ini bisa menyangkut . kiranya Sri Bintang Pamungkas pantas diacungi jempol. Website KPU malah lebih banyak menampilkan pengumuman tender daripada informasi pemilu. apakah hasil pileg 2009 akan seperti yang sekarang? (5) Jika ada komitmen dan kredibilitas dari jajaran pelaksana dan pihak-pihak terkait. Untunglah Indonesia punya seorang Sri Bintang Pamungkas. melainkan lebih pada masalah integritas. tetapi memang terdapat iklim pembiaran untuk kelangsungan berbagai pelanggaran yang ditoleransi oleh hukum. aspek sosial ekonomi. sementara sosialisasi di dalam negeri sendiri centang prenang. Sebagai sebuah interupsi politik yang amat mendidik.

. Akhirnya harus juga mencakup pemikiran ulang tentang produksi dan distribusi barang dan jasa secara berkeadilan. instrumentasi dan artikulasi peran negara sebagai sesuatu yang tidak sekadar ajang perebutan belaka di antara pihak-pihak serupa yang berbeda retorika. menimpakan kemiskinan berstruktur. Keempat faktor itulah masalah politik yang mestinya menjadi perenungan bagi setiap warga negara. Juga harus menyangkut penegakan wewenang yang sah. Jika tidak ada kemauan. jangan dibukukan atas nama si Paino. termasuk pencurian suara. struktur-struktur politik. Paling parah Tuhan pun tak jarang membiarkan manusia benar-benar tak tahu membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. Catatan: Posting ini didasarkan pada bahan Dialog di Binagraha Sumut (Medan) beberapa hari lalu. Pengorganisasian alat-alat kekuasaan yang efektif sesuai pola kemajuan zaman dan memberdayakan. maka tidak mengapa. agenda perenungan kembali atas makna kebangsaan. Terkadang Tuhan berbicara dengan bahasa yang mencemaskan manusia. menimpakan penyakit beruntun. bahwa di tengah kebobrokan ini masih belum putus asa untuk berharap agar KPU dan jajarannya serta pihak-pihak terkait benar-benar jujur dan adil. Itu dosa besar selain pasti akan meruntuhkan bank (negaramu)”. standar ketokohan dan kenegarawanan. Perbaikan Daftar Pemilih tetap (DPT) tidak akan mengurangi kerugian moral bangsa atas pilpres 2009 mendatang. Meneguhkan dan memelihara identitas bersama yang modern dan berwawasan serta berpereferensi pada sejarah dan kepribadian bangsa. memunculkan bencana dimana-mana. dan juga agenda dan kebijakan yang mengakar pada kepentingan rakyat. Tak salah jika berharap. Kekhawatiran akan neo lib justru berakar dari prinsip ini. bayangkan saja dirimu tak ubahnya sebuah bank. dan juga membiarkan semua kesenangan terbatas dan ad hock meruntuhkan kadar keimanan. Selain itu.keniscayaan peninjauan atas keyakinan-keyakinan politik. Semua setoran (suara) harus diadministrasikan dengan sebaik-baiknya. Tuhan pasti tahu bangsa-bangsa yang bengal dan bebal. Jangan lagi ada masalah. Jika si Sugeng menyetor hari ini. Mungkin orang KPU itu harus diberi analogi begini : “wahai KPU. terlepas ia seorang pentinggi atau sekadar buruh upahan di ladang pendodosan kebun sawit para kapitalis. metode dan implementasinya secara bermartabat.

menurut penghitungan hampir mencapai 200 trilyun. lembaga swadaya masyarakat (LSM). Bursah Syarnubi (PBR). kalau partai— partai yang merasa tidak puas dengan hasil pemilu. dan perorangan yang terdiri dari para caleg. dan bahkan kehilangan harapan masa depan. Patriot. dan meminta diulang? Padahal.Pemilu 2009 ini adalah terburuk sepanjang sejarah Indonesia. tidak memberikan arti apa-apa bagi masa depan demokrasi di Indonesia. keterpurukan. Syahrir MS (Republikan). karena banyaknya rakyat tidak bisa melaksanakan hak pilihnya yang dilindungi UU. Diantara tokoh politik. dan sudah lebih 10 partai politik. membahas dan mengavaluasi hasil-hasil pemilu 2009. Gus Dur (Ketua Dewan Syuro PKB). ada 15 parpol yang menyatkan keberatan terhadap hasil pemilu 2009. dan tidak terselesaikan dan mereka membuat gerakan. yang menurut mereka dipenuhi dengan kecurangan. karena gagal terpilih. PBB. Apakah gerakan ini akan sampai membuat hasil pemilu itu. ‘ongkos’ dari para peserta pemilu. Belum lagi. dan pimpinan partai ramai-ramai menggugat hasil pemilu 2009. . yang menyedihkan ada diantara caleg itu. banyaknya kecurangan. biayanya dari APBN. karena mereka kehilangan harta. Kedua. Sehingga. Pertemuan yang berlangsung di rumah Ketua Umum PDIP itu. Barnas. Rusdi Hanafi (PPP). banyak caleg yang gagal mengalami ‘gangguan jiwa’ alias mengalami ‘mental disorder’. dan menyatakan adanya kecurangan. Ada sekitar 15 tokoh partai dan LSM. pemilu 2009 ini. mendesak KPU. PPRN. Melebihi bencana ‘tsunami’ yang terjadi di Aceh. Ketiga. menyisakan kesedihan. Yusril Ihza Mahendra (PBB). pemilu 9 April yang lalu adalah pemilu terburuk . karena tidak masuk dalam DPT. Pertama. Misbach Hidayat (PKB). PPNUI. itulah yang namanya pesta demokrasi. Bahkan. justru tidak melahirkan sebuah harapan bagi perbaikan kehidupan rakyat. Rizal Ramli (KBI). Hanura. terjadinya potensi konflik dan ‘social disorder’. 15 parpol itu (PDIP. karena sistemnya yang amburadul. sehingga hal itu melanggar hak asasi manusia. karena membela kepentingan politik tertentu. Amelia Yani (PPRN). yang mencapai lebih 45 persen dari jumlah pemilih.yang tidak akurat. Merdeka. antara lain. dan harus menanggung malu. Yaitu. yang jumlah sangatlah fantastis. Pemilu 2009 ini tidak akan memberikan legitimasi politik yang kuat. yang melakukan bunuh diri. yang harganya ‘cost’ sangat mahal. yang menginginkan pemilu di ulang. serta mengundang kerawanan dan instabilitas. Zulvan Lindan (PNBKI). bukan hanya akan menimbulkan ‘political damage’. diwarnai banyak kecurangan dan kesalahan administrasi. harapan. mereka tolak. partai-partai politik. Golkar. yang berkumpul di rumah Mega. pemilu yang merupakan produk demokrasi ini. pemilu 9 April yang lalu. yang mencapai 21. Hal itu diperparah dengan sikap KPU dan KPUD yang tidak netral . Gerindra. dan tuan rumah Megawati. nyaris hasil pemilu 2009. Pemilu 2009 ini. Sehingga. Sebauh ‘pesta’ yang tidak berakhir dengan ‘happy ending’. ekses psychologis dari pemilu 2009. dan pemerintah untuk menindak lanjuti semua laporan kecurangan pemilu dan menegakkan hukum terhadap pelanggaran/kecurangan yang terjadi.7 trilyun rupiah. Sekarang para tokoh politik. Semuanya. PKDI dan Buruh). karena gagal terpilih menjadi anggota legislative. PKNU. maka inilah yang menyuramkan masa depan. Banwaslu. dan akan melahirkan ‘political damage’ (kehancuran politik) bagi Indonesia. Belum lagi. PDS. PIS. Setidaknya. mulai dari DPT (daftar pemilih tetap). Idham Cholid (PKNU). tapi justru mengakibatkan ‘damage’ yang dahsyat di masa depan. dan tingginya angka Golput. Prabowo (Partai Gerindra).

Kontestasi antar berbagai aspirasi politik diwadahi oleh sebuah pemilihan umum yang bersifat jujur dan adil. Itu sebabnya hak memilih menjadi hak yang bersifat asasi. Beberapa sengketa dan keberatan dibawa ke Mahkamah Konstitusi. Pada tahun 1999 KPU adalah representasi dari wakil-wakil partai. Pemilu 2009 yang baru saja berlalu meninggalkan banyak kekisruhan. Dimulai dari presiden yang membentuk tim seleksi calon anggota KPU yang terdiri dari lima orang. diaturlah sebuah proses yang adil dan terbuka. dan pada tahun 20042007 KPU diisi oleh para akademisi dan aktivis LSM. Seleksi Awal dan Konflik Kepentingan Kualitas pemilu yang jujur dan adil tentunya sangat dipengaruhi oleh penyelenggaranya. sebelum tahun 1999. seseorang berkesempatan agar suara atau aspirasi dirinya didengarkan oleh otoritas politik. Dan akhirnya. Meneruskan lembaga KPU seperti periode kedua. Aktivitas memilih atau menentukan aspirasi politik itu menjadi penting karena di dalamnya melekat hak politik warga dan sekaligus suatu pengakuan kedaulatannya sebagai individu. Panitia ini membuka pendaftaran. pemilu di Indonesia lebih sebagai etalase kepada dunia luar bahwa negara Indonesia adalah negara yang demokratis. Mereka adalah Ridwan Nazir (ketua). Besar harapan bahwa apa yang sudah dicapai pada pemilu tersebut dapat menjadi modal bagi pemilu berikutnya. Jalaluddin. Purnaman Natakusumah. Prinsip LUBER yang didengungkan pada era sebelumnya.22/2007) sebagai penyelenggara pemilu di Indonesia.Selubung Kebobrokan KPU dan Kisruh Pemilu 2009 Tidak ada demokrasi tanpa pemilihan umum. KPU telah melakukan kesalahan prosedur dan berlaku tidak profesional. Seperti di kebanyakan negara totaliter. disengaja dan masif berkenaan dengan buruknya pelaksanaan Pemilu. melakukan proses seleksi dan terakhir menyerahkan 21 nama kepada presiden untuk . kondisi fisik atau status sosial. tahun 2009. Dengan memiliki hak pilih. dan Balthasar Kambuaya. Tidak ditemukan adanya upaya-upaya secara sistematis. baru benarbenar dapat diwujudkan pada Pemilu 2004. yang paling utama adalah masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan interpretasi penghitungan suara pembagi. Pada masa itu dunia memberi apresiasi positif atas pesta demokrasi yang telah berlangsung. Pemilu dipahami sebagai praktik mengambil keputusan (voting) berskala luas dan masif karena umumnya berkaitan dengan penentuan pemimpin politik. pada tanggal 12 Agustus 2009 Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa berkaitan dengan masalah DPT. dipandang setara tanpa dibeda-bedakan asal-usul diri. Harapan tinggal harapan. Adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang ditunjuk oleh undang-undang (UU No. Sarlito Wirawan Sarwono. yakni mengupayakan anggota KPU yang independen dan kompeten.

Dalam perjalanannya tim seleksi ini menerima 545 pendaftar. tapi sepertinya benar-benar diterapkan.diajukan kepada DPR guna menjalani proses uji kelayakan. dan harus dinyatakan secara tertulis. Selain Ridwan Nazir adalah Purnaman Natakusumah yang menjabat sebagai Rektor IAIN Raden Patah Palembang. tes psikologi.B-VII/2009 tentang “Perselisihan Hasil Pemilu Capres” yang diajukan oleh pasangan MegawatiPrabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto. Seharusnya sejak awal Theofilus tidak bisa lolos menjadi anggota KPU. maka tidak heran jika kemudian kinerja KPU pada periode ini tidak profesional. Bahkan Ketua Panitia Seleksi Ridwan Nazir. Ini yang juga kemudian dinyatakan dalam unsur menimbang keputusan MK No. Sri Nuryanti. Kita ambil satu contoh masalah . Jenis tes yang diberikan pun tidak berkaitan langsung dengan deskripsi pekerjaan yang akan dijalankan oleh anggota KPU. beberapa nama yang dianggap punya cukup pengetahuan dan pengalaman di bidang pemilu tidak lolos. Inkompetensi Jadi. Andi Nurpati. maka syarat pendaftar adalah orang-orang yang pernah terlibat dalam penyelengaraan pemilihan umum. seperti tes kecerdasan. yang ternyata tersangka dalam kasus penyimpangan dana kontrak pengawasan Kawasan Industri Gula Milik Masyarakat yang merugikan negara sebesar Rp3. terpilih 7 orang: Abdul hafiz Anshary Az. yang adalah Rektor IAIN Sunan Ampel. tiga orang adalah alumni dan sivitas akademika IAIN/ UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Abdul Hafiz Anshary. Namun. Endang Sulastri. maka mengapa nama Theofilius Waimuri yang tercatat sebagai anggota Partai Demokrat dapat lolos dalam daftar 21 nama yang disodorkan kepada DPR? Padahal dalam UU No.elshinta. Memang tidak ada bau korupsi yang tercium sejauh ini. yakni bahwa KPU kurang profesional. Kalau memang panitia seleksi bekerja dengan serius. Sayangnya. mengapa nama Syamsul Bahri lolos fit and proper test sebagai anggota KPU bahkan sempat dilantik. dan Abdul Aziz. pada saat itu tidak ada akademisi yang menguji kadar ilmiah dari alat tes yang dipakai. di antaranya Didik Supriyanto (mantan anggota Panwaslu).com). Ramlan Surbakti (Anggota KPU) dan Hadar Gumay (Cetro). tes integritas dan tes kesetiaan pada NKRI dan Pancasila.22/2007 menegaskan bahwa anggota KPU tidak pernah menjadi anggota parpol sekurangnya dalam jangka waktu lima tahun. Syamsul Bahri. dan harus menjalani serangkaian tes. Andi Nurpati. terutama di bidang agama (lihat: www. yang dibacakan pada 12 Agustus 2009. selain tidak korupsi kita juga butuh individu yang cakap dalam menjalankan pekerjaan yang diembannya. I Gusti Putu Artha.108-109/PHPU. yang lolos seleksi administratif 270 orang. Akibatnya. Mungkin nilai agama pula yang membuat ada preferensi akan figur yang “sealiran” tercium menyengat. Abdul Aziz). Sebuah syarat yang tak tercantum dalam UU. seperti yang terjadi pada KPU periode sebelumnya. yang lolos tes tertulis dan rekam jejak 45 orang.02 miliar. Demi mendapatkan figur yang kredibel. sebab dari tujuh orang anggota KPU. menambahkan tafsir sendiri bahwa calon anggota KPU 2009 harus benar-benar bermoral. jika sedari awal pemilihan anggota KPU memiliki konflik kepentingan dan tidak mendahulukan kecakapan pengetahuan dan pengalaman. Demikian pula dengan anggota DPR. dari 21 orang yang mengikuti fit and proper test.

Angka partisipasi warga dalam menggunakan hak pilihnya cukup tinggi. di antaranya pilkada Sulawesi Selatan dan DKI Jakarta pada tahun 2007 dan pilkada Jawa Timur tahun 2008. dan bukan sedari awal mempermasalahkannya. ternyata daftar isian proyek anggaran bagi KPU baru terbit pada Juni 2008. KPU periode ini masih bertugas hingga 2012. beberapa hari sebelum masuk tahapan pemilu. dan DPRD. maka sempat terbersit kecemasan akan minimnya partisipasi aktif warga. tahun depan akan ada . dari pilkada hingga pilpres persoalan yang sama yang terus berulang. Persoalan DPT setidaknya muncul beberapa kali di berbagai pemilihan kepala daerah (pilkada) sebelum Pemilu 2009. Jika KPU 2004 punya waktu 3 tahun membuat persiapan pemilu karena dibentuk sejak tahun 2001. perlu juga dibuat catatan bahwa ada faktor eksternal yang semakin memperparah output dari KPU. Pemilu yang baik dan akuntabel adalah salah satu cara melembagakan demokrasi. maka KPU 2009 baru menerima SK pada 3 April 2008. Adalah Depdagri yang membuat daftar pemilih yang sama sekali tidak mutakhir. artinya KPU tidak melakukan evaluasi diri dan mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi. Jika permasalahan yang sama muncul dalam tiga pilkada. dan pada pemilu presiden meningkat menjadi 72 persen. Kepedulian mereka datang pada hari itu. Selain itu. UU ini disahkan lima hari sebelum tahapan pemilu legislatif dimulai. Ini betul-betul jauh dari sikap profesional. Berkaitan dengan anggaran. dan tetap muncul dalam pemilu di tingkat nasional. Dengan partisipasi aktif warga. Jika warganegara memahami bahwa hak pilihnya terjamin dan berlangsung kontestasi politik yang adil dan jujur.KPU. Akankah kita membiarkan modal nilai demokrasi yang ada sekarang tergerus terusmenerus oleh inkompetensi dan problem teknis? Jika sejak tahun 2007 sampai 2009. Nilai-nilai yang mendukung demokrasi harus terus dikembangkan dan diseminasinya dapat dilakukan jika dimapankan melalui pelembagaan. maka usulan mengganti anggota KPU adalah sebuah kepatutan. 10/ 2008 tentang Pemilu Anggota DPR. DPD. maka kepercayaan pada demokrasi akan terus ada.menunjukkan kecenderungan bahwa partisipasi politik dipengaruhi oleh situasi lingkungan. sementara itu ke depannya diperkirakan akan ada ratusan pilkada. seharusnya tidak terjadi warga yang kehilangan hak pilihnya. Untuk itu perbaikan-perbaikan yang signifikan mesti dilakukan. yakni persoalan verifikasi DPT. KPU yang secara efektif bekerja sejak Januari 2008. Optimisme akan potensi demokrasi di Indonesia semakin tinggi jika kita memperhatikan hasil pemilu bahwa para pemilih cenderung meninggalkan politik aliran. tetap ada optimisme bagi para penggiat demokrasi di Indonesia. Belajar dari pemilu belakangan ini. Partisipasi Politik Kehidupan demokrasi yang sehat dapat terwujud jika ada partisipasi atau kepedulian yang tinggi dari warga negara. Meskipun demikian. Hal ini penting guna memberi efek pembelajaran bagi penyelenggara lembaga publik. Pada pemilu legislatif tercatat 70 persen pemilih dari jumlah yang terdaftar pada DPT yang menggunakan hak pilihnya. kita menjadi mahfum bahwa hambatan-hambatan teknis dapat menggagalkan pelembagaan demokrasi. lalu DPR yang telat mengesahkan UU No. Meskipun demikian. Jika kita melihat pemberitaan pada pemilu legislatif bahwa ada banyak warga yang mempermasalahkan hak pilihnya pada hari pencontrengan.

Sensus Penduduk Nasional. "Padahal polisi menyatakan berkas itu lengkap tapi jaksa bilang tidak relevan. tapi kami akan buktikan kejaksaan juga melakukan rekayasa kasus Gayus." kata Arafat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.Komisaris Polisi Arafat Enanie menyatakan telah mempersiapkan bukti keterlibatan jaksa Cirus Sinaga dalam kasus mafia pajak Gayus Tambunan." ujar Arafat yang juga adalah terdakwa kasus suap Gayus ini. Kamis. Penyidik kasus Gayus itu pun siap membeberkannya di persidangan dengan terdakwa Gayus. denda Rp150 juta subsider . sampai peroalan NIK disempurnakan. indikasi keterlibatan kejaksaan terlibat terlihat dari keputusan kejaksaan yang tidak juga menyatakan berkas Gayus lengkap. "Saya punya alat bukti. Kamis. 16 September 2010. 16 September 2010. Demi keberlangsungan demokrasi di Indonesia. "Marwan Effendy selalu bilang tidak ada bukti Cirus menerima suap. 18:45 WIB Arry Anggadha. karenanya KPU dan Depdagri dapat menumpangi kegiatan ini untuk memperbaiki akurasi data pemilih." Menurut Arafat. Arafat dituntut empat tahun penjara. Pilihan lain yang terbuka adalah merevisi undang-undang pemilu dengan mengembalikan penyusunan daftar pemilu kepada Panitia Pemilih Setempat atau KPU. Dalam kasus ini. Iwan Kurniawan Terdakwa Komisaris Polisi Arafat Enanie (ANTARA/Reno Esnir) BERITA TERKAIT • • • • • AKP Sri Sumartini Dituntut 2 Tahun Penjara Alif Kuncoro Minta Pindah Tahanan Brigjen Edmon dan Erizman Jadi Saksi Syahril Buyung: Ada Tebang Pilih Dalam Kasus Gayus Gayus Terancam Dipenjara 20 Tahun VIVAnews . Bukti ini bukan hanya omongan orang.

Brimob. Bambang Soesatyo mendesak jajaran Kepolisian RI untuk membongkar tuntas kelompok yang selama ini berada di belakang terdakwa kasus mafia pajak. tanya Kapuspen saja. . Dikatakannya. apakah ia benar-benar ’Kapolri rakyat’ atau ’Kapolri Istana’. Perundangan dan Kepolisian Negara serta KPK itu. "Kapolri harus berani menuntaskan kasus Gayus ini. Selengkapnya.enam bulan penjara. Aburizal Bakrie. karena inilah batu ujian atau pertaruhan bagi Timur Pradopo selaku Kapolri baru. karena diduga menyuap para sipir. klik di sini. Hal tersebut terkait dengan pemberitaan yang dinilainya bernuansa sensasional dan insinuatif oleh pihak media tertentu. Cirus tak dapat dihubungi." katanya di Jakarta. HAM. Ia mengatakan hal itu terkait berbagai pemberitaan di balik "bebasnya" Gayus Tambunan keluar masuk Rumah Tahanan (Rutan) Kelapa Dua. Selama ini dia selalu menolak berkomentar tentang kasus ini. seolah keluarnya Gayus Tambunan dari Rutan Mabes Polri lalu menuju Bali karena bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar. karena kasus ’Gayus Plesiran’ telah dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memojokkan partai dan Ketua Umum DPP partainya. Membidik Golkar Bambang Soesatyo menduga kuat. kader Partai Golkar mendesak Kapolri Jenderal Timur Pradopo melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengungkap pihak yang selama ini menjadi ’beking’ Gayus." kata Cirus ketika ditanya soal ini." tegas anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum. Senin (15/11). "Karenanya cukup beralasan jika kader Partai Golkar curiga bahwa kasus ’Gayus plesiran’ merupakan rekayasa pihak tertentu untuk membidik Partai Golkar. Bambang Soesatyo yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut kemudian menantang setiap upaya pihak mana pun yang ingin merusak citra partainya. (kd) • VIVAnews Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar. Depok. terkait kasus penyuapan Gayus Tambunan terhadap para sipir rutan itu. pihaknya merasa sangat dirugikan. ada pihak tertentu yang melakukan rekayasa tingkat tinggi untuk membidik Partai Golkar dan Ketua Umum-nya." katanya. "Nggak bisa saya. "Karena itu. kendati kelompok tersebut diduga sangat dekat dengan ’Istana’. Arafat dinilai terbukti menerima suap saat menjadi ketua penyidik kasus pajak Gayus Tambunan." tandasnya lagi. 6 April 2010 lalu. "Penuntasan kasus ini juga penting. Gayus HP Tambunan.

" katanya. "Adanya peran unsur tertentu dari luar Polri terlihat pada kacaunya pola komando pengawalan Gayus selama dia di luar Rutan.Rekayasa ini." kata Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD). Kalau hakimnya minta didalami ya kita dalami." tanya Bambang bertubi-tubi." ungkapnya. harus diperjelas agar Partai Golkar tidak dijadikan korban dari rekayasa kasus ’Gayus Plesiran’. 05/08/2010 14:13 WIB Kapolri Bantah Ada Rekayasa BAP Gayus Tambunan Nograhany Widhi K ." katanya . "Nanti. "Silahkan dengar di persidangan. Jawa Barat. "Tidak ada rekayasa. diduga melibatkan unsur kekuasaan dari luar Polri. Karenanya.detikNews Jakarta . Kamis (4/8/2010). Semua kejanggalan ini. BHD mempersilakan publik menilainya dari persidangan. "Pertanyaan yang membutuhkan jawaban berikutnya ialah mengapa pengawal Gayus tidak memaksa Gayus kembali ke rutan ketika batas yang ditentukan sudah habis? Lalu mengapa Gayus begitu ’powerfull’?. Bambang Soesatyo kembali mendesak penyelidikan internal Polri hendaknya menemukan jawaban tentang mengapa Gayus Tambunan berani berada di luar Rutan melampaui batas waktu yang diizinkan. Mengenai tudingan adanya aliran dana ke para jenderal. menurutnya. semua sesuai proses dan bisa kita pertangungjawabkan. demikian Bambang Soesatyo. sampai saat ini belum ada langkah untuk melakukan penyelidikan internal terkait dugaan aliran dana itu.Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri membantah adanya rekayasa dalam pembuatan BAP Gayus Tambunan. Menurutnya semua sudah sesuai prosedur. Ini kan masih dalam proses. Benarkah karena Gayus memiliki hubungan baik dengan Satgas Mafia Hukum. Hal itu disampaikan BHD di sela-sela Rapat Kerja III Presiden SBY dengan para menteri dan gubernur se-Indonesia di Istana Bogor. (luc/Ant) Kamis. nanti. BHD menjelaskan.

dalam peresmian rumah sakit. kedatangannya juga untuk meresmikan toko grosir dan pusat perbelanjaan di wilayah Kediri dan sekitarnya. seperti kasus Bank Century yang hingga kini belum ada kejelasan. Pihaknya sangat prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia." katanya saat membuka kegiatan tablig akbar menyongsong musyawarah daerah ke-4 Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri di kantor PDM Muhammadiyah Desa Gurah. Hadir dalam kegiatan itu.Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan hingga saat ini proses penegakan hukum di Indonesia masih sebatas retorika. beberapa muspida Kabupaten Kediri. Walaupun begitu. Ia juga mengaku. Busyro Muqoddas yang dipilih oleh DPR menggantikan Antasari Azhar adalah salah satu kader yang terbaik. pihaknya tidak ingin terlena dan lalai. Itu adalah dua kapasitas yang diperlukan.14:17 wib . Masyarakat sudah kehilangan kehilangan kepercayaannya pada institusi Polri dan Kejagung. termasuk juga dengan penunjukan Basrief Arief menjadi Jaksa Agung. (ANT-073/K004) Senin. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Ketua DPRD Kabupaten Kediri. KH Muamal juga datang dalam kegiatan tersebut. Pihaknya juga tidak segan segan memberi sanksi. Selain itu. tidak memandang keluarga dan saudara. Kecamatan Gurah. Kabupaten Kediri. Ia juga yakin.masalah yang melibatkan lembaga penegakan hukum baik di Polri maupun Kejagung. Sepak terjangnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Kunjungan pertama tahun lalu. sementara yang kedua ini adalah kunjungan untuk tablig akbar menyongsong musyawarah daerah. terlalu muluk sehingga perlu sosok pemimpin yang tegas. 19 Juli 2010 . serta masalah kasus suap Gayus Tambunan." jelasnya. Sabtu malam. Pihaknya juga mempunyai mekanisme tersendiri untuk memberi sanksi bagi kadernya yang melakukan pelanggaran hukum seperti korupsi. Kunjungan Din Syamsuddin ke Kabupaten Kediri ini adalah yang kedua kali. Busyro akan mampu membawa lembaga penegakan hukum ini menjadi lebih baik. "Ia punya kemampuan dan pengalaman di bidang hukum serta mempunyai keberaniaan dan kejujuran. Pihaknya menyambut dengan baik keputusan tersebut sebagai manifestasi dari "good will" serta "political will" dari pemerintah. sangat mengapresiasi keputusan Presiden untuk memilih kader Muhammadiyah sebagai pejabat. "Penegakan hukum di Indonesia juga masih sebatas retorika belaka. Jawa Timur. Pihaknya tetap menegaskan agar kader Muhammadiyah yang mendapatkan amanat untuk bekerja dengan baik. Ketua KPK baru. Masih banyak masalah . serta tamu undangan lainnya.

“Terdakwa (Arafat) lalu memberi arahan kepada Haposan. Senin (19/7/2010). Gayus dan Haposan meminta bantuan Andi Kosasih untuk mengakui bahwa uang bernilai Rp28 miliar itu milik Andi. yakni bisnis apa saja yang penting jangan bisnis batu bara.Okezone Arafat saat disidang di PN Jakarta Selatan (Foto: Heru H/okezone) JAKARTA . (lsi) MONDAY. Haposan.000 atau setara Rp28 miliar yang sudah diblokir penyidik menjadi seolah-olah bukan milik Gayus lagi. Atas arahan Arafat lalu diputuskan bahwa bisnis yang digunakan sebagai alasan menyiasati uang milik Gayus itu ialah bisnis property. Haposan selaku pengacara Gayus lantas menghubungi Arafat selaku penyidik untuk meminta bantuan.” tandas JPU meniru ucapan Afarat kala itu. “Seolah-olah terjadi kerja sama antara Andi kosasih dan Gayus Tambunan dalam rangka proyek pengadaan tanah di daerah Jakarta Utara. Haposan menghubungi terdakwa Arafat dan meminta petunjuk bisnis apa yang bisa digunakan untuk menyiasati uang milik Gayus.810. karena bisnis batu bara pernah dipakai dalam kasus lain. 19 JULY 2010 Total View : 464 times . Untuk melancarkan aksinya. yang dalam pertemuan itu khusus dibicarakan cara menyiasati uang milik Gayus yang berada di rekening Panin Bank dan BCA sejumlah USD2.Frida Astuti . untuk pembangunan Ruko. dan Arafat menginstruksikan agar jangan memakai bisnis batu-bara. dilakukan pertemuan antara Gayus.” beber JPU. Lambertus. “Pada akhir Agustus 2009 bertempat di Hotel Sultan Jakarta Pusat. jaksa penuntut umum (JPU) juga menyebut Kompol Arafat sebagai otak dalam bisnis rekayasa Gayus.Selain membantu tersangka Gayus Tambunan untuk menghentikan perkara korupsi dan money laundering yang menjeratnya. Asep menambahkan. Hal tersebut sebagaimana disampaikan dalam dakwaan yang dibacakan JPU Asep M Mulyana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.” tandas JPU Asep. James Purba serta Andi Kosasih. yang sudah diblokir. untuk menyiasati uang tersebut. Selanjutnya rekayasa tersebut dituangkan dalam surat perjanjian antara Gayus dan Andi dan perjanjian tersebut dibuat mundur.

dan berita acara (BAP) hasil penyidikan ke Kejaksaan. Lambertus (anak buah Haposan). Kalau yang rekayasa sudah pemberkasan tahap dua dan dinyatakan lengkap atau P-21. Soal rekayasa kasus dan penggelapan pajak. Pria yang sehari-hari menjabat Kasat Jatanras Ditreskrimum PMJ itu mengungkapkan tersangka dalam kasus tersebut tetaplah sama. "Kasus Gayus ada dua." ujar pria yang akrab dipanggil Boli. dan Ali Kuncoro (konsultan pajak). Andi Kosasih. masih tujuh orang. Ketujuh orang tersangka yang dimaksud oleh Nico Afinta ialah Gayus Tambunan. Semangat mengungkapkan keadilan dan kebenaran kiranya ada di dalam hati para jaksa. Menurut Tifaona.Pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang menghebohkan Indonesia beberapa waktu lalu. Source : metrotvnews Kasus Gayus Tambunan. Mudah-mudahan saja persidangan mengenai kasus rekayasa hukum Gayus ini tidak ada rekayasa-rekayasa kembali. berkas kasus mengenai rekayasa penyidikan dan tuntutan terhadap Gayus telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan. Gayus Tambunan. 04 August 2010 09:24 administrator . Rencananya. Rekayasa Kasus Sudah Jadi Modus Umum Aparat Hukum Wednesday. AKP Sumartini." jelasnya. Keterangan Boli ini diamini dan dipertergas oleh penyidik Gayus yang lain yaitu AKB Nico Afinta. kasus rekayasa penyidikan dan tuntutan terhadap Gayus akan disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Adapun pemberkasan tahap dua. Boli mengatakan bila semua kelengkapan administrasi sudah dipenuhi maka dalam minggu-minggu ini atau bulan-bulan ini persidangan sudah dapat digelar. Demikian pernyataan penyidik independen kasus Gayus. pengacara dan hakim kali ini. Minggu (18/7). Kompol Arafat. Haposan Hutagalung. menurut Boli. akan segera menjalani proses persidangan. "Tersangkanya masih sama. adalah penyerahan tersangka. barang bukti. Ajun Komisaris Polisi Daniel Tifaona di Jakarta.

"Bagusnya bisnis apa? Batubara? Arafat bilang. Dengan pembentukan daerah otonom baru. sejak tahun 2001 ICW dalam risetnya telah menemukan rekayasa berbagai kasus. desakan masyarakat dan pemerintah daerah pada berbagai wilayah untuk membentuk daerah otonom baru (baik Provinsi. Tujuan akhirnya adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah." ujar wakil koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Juntho kepada detikcom. "Kalau itu sudah modus. Saat itu Arafat menilai skenario yang dibuat Haposan terlalu sederhana. berbagai hal bisa dilakukan mulai dari barang bukti yang disita hingga membuat kesepakatan untuk menentukan jerat hukum yang akan diberikan. Menurut Emerson. Selama . kata Emerson. "Rekayasa kasus itu kalau tidak untuk mengurangi hukuman atau membebaskannya dan ini tentunya nggak gratis. Akhirnya alibi yang dipilih untuk menutupi kasus Gayus adalah bisnis pengadaan tanah untuk ruko. nggak meyakinkan (skenario yang dibuat Haposan). Keinginan seperti itu didasari oleh berbagai dinamika yang terjadi di tingkat masyarakat daerah." jelas pria berkacamata tersebut. sosial maupun budaya. baik dinamika politik. dibuat berlaku surut seolah sudah lama. kalau kata anak muda sekarang cemen. Gayus dalam kesaksiannya juga menyatakan hal yang serupa. karena sudah menjadi modus umum dalam penanganan kasus. "Seingat saya ngomong batu bara di KC (Hotel Kartika Chandra) kepada mereka (Gayus." ungkap Gayus. ekonomi. Rabu (3/8/2010). bukan sesuatu yang baru. www.com Sejak kebijakan desentralisasi pemerintahan digulirkan. Batubara baru keren. nilai kontraknya USD 6 juta. kabupaten maupun kota) terus meningkat seperti jamur yang tumbuh di musim hujan.Tersangka kasus mafia pajak Gayus Tambunan mengaku Haposan Hutagalung merekayasa kasus agar dirinya bebas dari jerat hukum. by. Haposan cs).Jakarta .detik. kalau batubara sudah dipakai di kasus sebelumnya. Desentralisasi dimaksud adalah penyerahan wewenang pemerintahan dari pemerintah pusat kepada daerah otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kompol Arafat mengaku sudah ada skenario rekayasa kasus untuk membebaskan Gayus yang dibuat Haposan. yang saat ini telah berjalan selama 5 tahun. Ternyata ini bukanlah hal baru. sehingga usulan pemekaran wilayah menjadi bagian yang tak terelakkan. masyarakat diwilayah tersebut berharap dapat menggali dan memanfaatkan peluang yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya daerah. Sebelumnya dalam kesaksiannya untuk AKP Sri Sumartini. Dalam rekayasa tersebut." ujar Kompol Arafat Enanie. Saya menanggapi surat perjanjian kerja yang sudah dibuat. saya bilang itu terlalu sederhana. "Bisnis pengadaan tanah untuk ruko. dari sekitar Juni 2008." cetus Gayus.

hasil ini tercapai dengan mengabaikan aspirasi masyarakat/kelompok masyarakat di daerah. Hal ini terjadi karena eforia reformasi dan peluang yang sangat besar yang diberikan oleh undang-undang nomor 22 tahun 1999 pada masyarakat untuk mengusulkan pembentukan daerah baru. namun sejak tahun 1950. Dalam masa orde baru. namun demikian masih membutuhkan serangkaian usaha perbaikan yang tidak mudah agar penyelenggaraan pemerintahan daerah menjadi optimal. Pada zaman orde baru. dan provinsi pertama yang ditetapkan adalah Jawa Barat (1926). Jawa Timur (1929) dan Jawa Tengah (1930). khusus untuk pembentukkannya. setelah saat itu. sehingga total daerah otonom yang ada di Indonesia saat ini adalah 467 (tidak termasuk 5 kotamadya dan 1 kabupaten administratif di DKI Jakarta) yang terdiri dari 33 provinsi. 348 kabupaten dan 86 kota. 114 kabupaten. Perkembangan jumlah daerah ini masih lebih rendah laju pertumbuhan penduduk. Kesimpulannya. yang nota bene membesar dua kali lipat selama orde baru (dari kira-kira 100 juta menjadi 200 juta). Namun jika dilihat kembali undang-undang pemerintahan daerah pada masa Belanda bahwasanya pada zaman Belanda hanya mengenal tingkat pemerintahan Pemerintah Belanda baru pemerintah kabupaten dan kota (Undang-undang desentralisasi tahun 1903). Pada zaman ini 76 Kabupaten dan 32 kota ditetapkan di Jawa. instrumen yang digunakan untuk menata daerah. Pembentukan Provinsi dan Kabupaten/Kota sampai dengan 2004 Periode Provinsi Kabupaten/Kota 1950 – 1955 6 99 1956 – 60 16 145 1961 – 1965 3 16 1966 – 1970 1 11 1971 s/d 1998 1 (-1)* 33 (-5)* 1999 s/d 2004 7 141 Total 33 440**) Ket : *) Timor-Timur **) Termasuk 5 Kotamadya dan 1 Kabuapten administrasi yang bukan daerah otonom di DKI Jakarta Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa provinsi dan kabupaten/kota dibentuk dengan jumlah yang lebih besar di tahun-tahun 1950an. rezim orde baru mampu mengerem kecenderungan pemekaran. beberapa daerah dipertahankan dan beberapa dihilangkan. jumlah daerah mulai tumbuh pesat. dan 27 kota. dan 13 kota di luar Jawa. Secara keseluruhan jumlah daerah otonom yang dibentuk dari tahun 1999 hingga tahun 2004 yaitu 148 daerah otonom. adalah kriteria umum yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1974 (pasal 4 (1)) tentang Pokok- . dalam konteks dimana pemerintah mendorong masyarakat di bagian tertentu di Indonesia untuk mempertahankan visi Indonesia. Pada tahun 1922 lahir pula undang-undang pemerintahan daerah yang dikenal dengan Bestuurshervormingswet yang kemudian melahirkan tingkat pemerintahan baru yang dikenal dengan nama provinsi. yang terdiri 7 provinsi. dengan hanya 2 provinsi dan 38 kabupaten/kota baru. untuk beberapa tahun.kurun waktu tersebut telah banyak kemajuan yang dihasilkan. tatanan daerah menjadi lebih stabil. Struktur ini dipertahankan setelah kemerdekaan. Di lain pihak keinginan sebagian masyarakat untuk membentuk daerah tetap tinggi.

Hal ini terjadi karena eforia reformasi dan peluang yang sangat besar yang diberikan oleh Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 pada masyarakat untuk mengusulkan pembentukan daerah baru. pemekaran di Indonesia mengakibatkan birokrasi yang kurang efisien. pembinaan kestabilan politik dan kesatuan bangsa dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab”.000 mempunyai gaji PNS yang dua kali lipat (per kapita) daerah yang berpenduduk 500. dan perlu mengacu pada konteks politis yang lebih luas serta peluang untuk mengemukakan aspirasi masyarakat lokal selama orde baru dibatasi. Pengalaman di negara lain juga mendorong suatu peninjauan kembali kebijakan dan peningkatan kapasitas daerah untuk mendorong suatu penataan daerah yang sejalan upaya optimalisasi pelayanan publik agar tujuan utama desentralisasi/pemerintahan daerah dapat tercapai. yaitu “Daerah dibentuk dengan memperhatikan syarat-syarat kemampuan ekonomi. muncul juga daerah istimewa Aceh dan Yogyakarta. Ketentuan pasal diatas mengakibatkan pemekaran yang tidak secepat laju pertumbuhan penduduk. Peraturan Pemerintah (PP) ini menjadi pedoman pembentukan daerah sejak tahun 1999 sampai tahun 2004. kemudian aceh dan papua diberikan status “otonomi Khusus” yang bersifat Adhoc. Selain itu tidak ada peraturan pelaksanaan yang lebih rinci. yaitu desentralisasi yang asimetris. pertahanan dan keamanan nasional dan syarat-syarat lain yang memungkinkan daerah melaksanakan pembangunan.000 orang. Pasal 6 Undang-undang nomor 22 tahun 1999 mengatur bahwa daerah dapat dimekarkan (tidak berbeda dengan undang-undang nomor 5 tahun 1974) dengan penambahan bahwa. Setelah kemerdekaan. Namun sejak tahun 2004 telah diupayakan untuk meredam pembentukan daerah baru dan hanya 1 (satu) daerah otonom baru yang dibentuk yaitu provinsi Sulawesi Barat serta tahun 2005 tidak ada pembentukan daerah otonom baru sampai dikeluarkannya pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 yang semangatnya masih dengan Undang-undang nomor 22 Tahun 1999.pokok Pemerintahan di Daerah. Ketentuan teknis penilaian tentang persyaratan pembentukan dan kriteria pemekaran. yaitu penambahan 7 (tujuh) provinsi dan 141 (seratus empat puluh satu) kabupaten/kota. jumlah penduduk. sehingga kondisi saat ini terdiri dari 33 (tiga puluh tiga) provinsi. 349 (tiga ratus empat puluh sembilan) kabuapten dan 91 (sembilan puluh satu) kota. Sunday. luas daerah. Daerah yang hanya mempunyai penduduk kurang dari 100. Setelah era reformasi tahun 1999 s/d 2004 terjadi lagi penambahan provinsi dan kabupaten/kota dalam jumlah yang cukup besar. “daerah yang tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah dapat dihapus dan atau digabung dengan daerah lain”. Temuan ini menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pembinaan terhadap daerah otonom baru dan lebih mendorong ke arah konsilidasi (penggabungan) daripada pemekaran. Menurut studi Bank Dunia. Bicara lebih lanjut mengenai penataan daerah. yaitu kesejahteraan masyarakat. yang segera akan diganti dengan Peraturan Pemerintah (PP) pengganti sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 32 tahun 2004. Kebijakan diterapkan karena adanya tekanan politis baik dari dalam maupun dari luar negeri dan belum dikembangkan dalam bentuk kebijakan yang utuh. 09 May 2010 10:28 | Written by Administrator | . pengahapusan dan penggabungan daerah.

dapat disebut pula penyerahan penuh kepada daerah otonom untuk melaksanakan urusan rumah tangga. Keempat ditinjau dari sudut pembangunan. Pertama. Ketiga. ditinjau dari sudut kultural adanya perhatian terhadap keberadaan atau kekhususan daerah. otonomi tidak saja merupakan penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada daerah untuk melaksanakan pemerintahan yang sifatnya technical administration atau pratical administration saja tetapi terdapat adanya kebebasan daerah dalam melaksanakan desentralisasi kewenangan berdasarkan aspirasi dari rakyat dalam wilayah territorial otonomi. nomus = pemerintahan) yang mempunyai makna kemandirian untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. hal mana yang diinginkan tidak hanya demokrasi pada tingkat nasional dalam suasana sentralistik. Proses tersebut merupakan suatu process of political interaction. Tetapi juga sebagai tindakan pendemokrasian untuk melatih diri dalam mempergunakan hak-hak demokrasi. Kedua.Quo Vadis Pemekaran Daerah? Oleh Saldi Isra A. Salah satu cara untuk menjalankan otonomi daerah tersebut adalah melalui pembentukan daerah. ditinjau dari sudut politik sebagian permainan kekuasaan yang dapat mengarah kepada penumpukan kekuasaan yang seharusnya kepada penyebaran kekuasaan (distribution or dispersion of power). Lebih jauh lagi. Dalam negara kesatuan. ”Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran dari . ditinjau dari sudut teknis organisatoris sebagai cara untuk menerapkan dan melaksanakan pemerintahan yang efisien. hal ini berarti bahwa otonomi sangat erat kaitannya dengan demokrasi. otonomi dapat dilihat dari empat sudut pandang. Otonomi Dan Pemekeran Daerah Pengertian otonomi berarti pemerintahan sendiri (auto = Sendiri. desentralisasi atau otonomi secara langsung memperhatikan dan melancarkan serta meratakan pembangunan. melainkan juga demokrasi ditingkat lokal (local democracy) yang arahnya kepada pemberdayaan (empowering) atau kemandirian daerah. Kemudian Pasal 4 ayat (3) UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah berbunyi. UUD 1945 mengatur bahwa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerahdaerah provinsi dan daerah provinsi dibagi atas kabupaten/kota yang masing-masing mempunyai pemerintahan daerah untuk menjalankan otonomi daerah seluas-luasnya.

Adapun faktor lain tersebut meliputi pertimbangan kemampuan keuangan. Kabupaten Lanny Jaya. tahun 2004 sebanyak 1 DOB. Pemekaran paling banyak terjadi di Papua. sudah ada 483 kabupaten/kota dari 33 provinsi yang terbentuk. dan prasarana pemerintahan. . pemekaran daerah jauh lebih mendapat perhatian dibandingkan penghapusan ataupun penggabungan daerah. (1) Persyaratan administratif didasarkan atas aspirasi sebagian besar masyarakat setempat untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan melakukan kajian daerah terhadap rencana pembentukan daerah. B. Penambahan daerah ini dimulai pada tahun 1999. Kabupaten Yalimo. tetapi kepentingan elite nasional dan elite lokal. Mengacu kepada PP 78 Tahun 2007 tersebut. Penghapusan. dan tahun 2009 sudah ada 2 DOB. yakni administratif. sarana. Penggabungan Daerah. Praktiknya selama ini. sudah ada penambahan 191 Daerah Otonom Baru (DOB). sosial politik. tahun 2000 sebanyak tiga DOB. Sampai tahun 2008. Namun dalam praktiknya. Selama 2008 telah lahir delapan daerah baru.satu daerah menjadi dua daerah atau lebih”. tahun 2003 sebanyak 49 DOB. Kabupaten Nduga. tahun 1999 sebanyak 45 DOB. (2) Persyaratan secara teknis didasarkan pada faktor kemampuan ekonomi. tahun 2001 sebanyak 12 DOB. yang meminta pemekaran adalah daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan (daerah induk) dan tidak mendapatkan pemerataan pelayanan pubik. Rinciannya. Sehingga yang terjadi pertimbangan pemekaran sekarang menjadi bukan pertimbangan pelayanan publik atau pemerataan pembangunan. dan faktor lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah. Pemekaran Daerah di Era Reformasi Sampai saat. luas daerah. dan rentang kendali penyelenggaraan pemerintahan. lokasi calon ibukota. yang menggantikan PP No 129/2000. tingkat kesejahteraan masyarakat. tahun 2002 sebanyak 38 DOB. pada tahun 2007 sebanyak 25 DOB dan tahun 2008 sebanyak 18 daerah pemekaran. sosial budaya. dan fisik kewilayahan. Yaitu. Kabupaten Mambremo Tengah. keamanan. teknis. kependudukan. Ketentuan ini kemudian lebih teknis diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan. potensi daerah. pertahanan. (3) Persyaratan fisik kewilayahan dalam pembentukan daerah meliputi cakupan wilayah. proses pembentukan daerah didasari pada 3 (tiga) persyaratan.

dan Aceh). Di tahun 2009 ini. Selain itu. Disusul Sumatera Utara sebanyak lima daerah. Papua Barat. Kepulauan Riau. 396 kabupaten. Dalam regulasi itu disebutkan bahwa saat ini otsus meliputi dua provinsi. Maluku Utara. Papua Barat. Dengan demikian. serta Bengkulu dan Banten. Yakni. pemerintah mengalokasikan dana otsus Rp 8. disahkan UU Nomor 35/2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1/2008 menjadi UU tentang Perubahan atas UU Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Keenam kabupaten tersebut berada di Papua. di Indonesia sekarang terdapat 33 provinsi. Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.7 triliun pada 2009. DPR sudah mengesahkan dua Undangundang pembentukan daerah. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. dan Kabupaten Dogiyai. Undang-undang No. Jumlah Kabupaten/Kota dan Propinsi Sejak Pemberlakuan UU 22/1999 C. Pemekaran yang Salah Sasaran . 12 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti di Propinsi Riau dan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Maybrat di Propinsi Papua Barat. untuk otsus di tiga provinsi (Papua.Kabupaten Puncak. Papua dan Papua Barat. dan 93 kota. Sebagai catatan. Provinsiprovinsi yang memiliki satu daerah baru adalah Jambi. Kemudian tiga daerah baru lahir di Lampung dan dua daerah masing-masing di Sulawesi Utara dan Maluku.

Peralatan. Personil. kondisi daerah otonom baru masih berada di bawah kondisi daerah induk dan daerah kontrol. Berdasar hasil studi tersebut. Terdapat empat bidang kajian. Studi tersebut juga menemukan. Kondisi ini memberikan pesan kepada pemerintah pusat untuk membuat kriteria yang jelas dan tegas dalam menyetujui pemekaran pemerintah daerah baru. sekitar 76 di antaranya masih bermasalah. Hasil evaluasi UNDP dan Bappenas menyebutkan.48 persen daerah induk belum memberikan dukungan dana kepada daerah otonomi baru. 84. keuangan daerah. dari mulai aset daerah induk yang belum diserahkan ke daerah pemekaran sampai letak ibu kota yang masih belum pasti. Suatu pertumbuhan pemerintah daerah yang sangat fantastis terutama pada jumlah kabupaten/kota baru. Selanjutnya. jumlah kabupaten/kota di Indonesia 336 (di luar DKI Jakarta) dengan 30 provinsi (bertambah 4 provinsi baru). 79 persen daerah otonomi baru belum memiliki batas wilayah yang jelas. Hasil penelitian yang dirilis Juli 2008 menyimpulkan tentang kegagalan pemekaran daerah.71 persen daerah induk belum menyelesaikan P3D (Pembiayaan. 89. beberapa persoalan yang muncul diantaranya. Kemudian. selama kurun waktu 2008.Pada 2001. Penduduk miskin menjadi terkonsentrasi di daerah otonom baru. UNDP dan Bappenas meminta pemerintah menghentikan sementara . Kemudian.UNDP) dan Bappenas menemukan setelah lima tahun dimekarkan. Departemen Dalam Negeri dalam evaluasinya menyebutkan 104 daerah (lima provinsi dan 97 kabupaten) pemekaran yang terjadi dari tahun 2000 sampai 2004. Jumlah ini terus meningkat hingga pada awal 2004 terdapat 32 provinsi dengan 434 kabupaten/kota. Berbagai macam masalah yang timbul. Hasil penelitian Badan Dunia untuk Program Pembangunan (United Nations Development Program . pelayanan publik. Tak dapat dipungkiri bahwa pemekaran pemerintah daerah ini telah menimbulkan tekanan terhadap APBN akibat adanya sejumlah dana yang harus ditransfer kepada pemerintah daerah baru. Jumlah ini akan terus meningkat seiring masih berkembangnya tuntutan daerah untuk dapat dimekarkan. ada 87. Penjelasan pada awal 2005 dari Depdagri. kondisi daerah-daerah pemekaran lebih buruk dibandingkan dengan daerah induk. dan Dokumen). yaitu ekonomi daerah. penyebab kondisi tersebut didominasi keterbatasan sumber daya alam dan manusia daerah pemekaran. Riset itu dilakukan terhadap enam provinsi dan 72 kabupaten/kota di Indonesia selama 2002-2007. Hingga awal tahun 2009 ini Departemen Dalam Negeri telah menerima usulan pembentukan sebanyak 21 provinsi baru dan 94 kabuapaten/kota. dan aparatur di daerah.2 persen pegawai negeri sipil (PNS) sulit dipindahkan dari daerah induk ke daerah pemekaran.

Komponen terbesar dalam dana transfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah adalah DAU. Kondisi ketenagakerjaan setelah pemekaran provinsi justru lebih buruk dibanding sebelum pemekaran. Akibatnya. Lebih jauh lagi hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan ekonomi menurun dan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi. serta Dana Bagi Hasil baik bagi hasil pajak maupun bagi hasil sumber daya alam. skala produksi mengecil. kerja sama ekonomi masyarakat justru melemah. bentuk dana transfer ini dikenal sebagai dana perimbangan yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU). serta Maluku dan Maluku Utara. Dampak dari adanya pemekaran daerah terhadap alokasi DAU dan akhirnya membebani APBN sebenarnya lebih bersifat tidak langsung. dan persaingan antardaerah menguat. Aliran dana inilah yang akan ditransfer kepada pemerintah daerah termasuk pemerintah daerah baru berdasarkan kriteria dan formula tertentu. Sebagai perbandingan. Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2005 mengungkapkan pemekaran daerah berdampak pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. serta pengeluaran lain yang berkaitan dengan belanja pegawai. rumah dinas. Jawa Barat dan Banten. penerimaan DAU tersebut lebih diarahkan pada pembangunan prasarana pemerintah seperti kantor pemerintahan. Penyebabnya. sehingga secara politis memberikan motivasi untuk memekarkan daerah. Hal tersebut menyebabkan adanya kepastian daerah menerima DAU ini. Dalam era desentralisasi ini. biaya ekonomi membesar dan lokasi geografis kurang mendukung kegiatan ekonomi. Motivasi untuk membentuk daerah baru tidak terlepas dari adanya jaminan dana transfer dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. setelah pemekaran. . Berdasarkan penelitian pemekaran empat provinsi menjadi delapan provinsi. Hal ini dikarenakan DAU yang dialokasikan didasarkan pada perhitungan daerah induk dan baru kemudian dibagikan berdasarkan proporsi tertentu antara daerah induk dan daerah pemekaran. Tentunya sebagai daerah baru. Sulawesi Utara dan Gorontalo.Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan pemekaran daerah berdampak pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. Dana Alokasi Khusus (DAK). Kesejahteraan masyarakat juga menurun akibat perlambatan kegiatan ekonomi masyarakat. terjadi perbedaan struktur ekonomi daerah baru dan lama. Provinsi yang dimekarkan tersebut adalah Sumatera Selatan dan Bangka-Belitung.pemekaran daerah hingga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Provinsi dan Kabupaten Hasil pemekaran 10 tahun terakhir.

Namun. mengandung potensi yang besar pula untuk suatu tindakan manipulasi. serta pertimbangan lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah.Pemekaran daerah pun makin melenceng dari tujuan awal. uang menjadi faktor dominan pertimbangan politik masih menjadi acuan utama pemekaran sebuah wilayah otonom. sosial politik. Posisi dan jabatan ini tentunya tidak terlepas dari adanya aliran dana dari pemerintah pusat (APBN) kepada pemerintah daerah. Namun. Dalam nuansa politik yang kental itu. Bila dibaca Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007. Semua kriteria yang sudah terukur jelas menjadi kabur ketika prosesnya menjadi sangat politis. potensi daerah. dinyatakan bahwa daerah dapat dibentuk atau dimekarkan jika memenuhi syarat-syarat antara lain: kemampuan ekonomi. semestinya pemerintah menetapkan kebijakan yang tegas menyangkut masalah pemekaran. maka akan timbul posisi dan jabatan baru. D. jumlah penduduk. Realitas ini semestinya menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk meninjau ulang pemekaran daerah. sosial budaya. Lemahnya dasar penentuan kriteria ini telah menimbulkan celah terjadinya potensi kerja sama antara daerah yang ingin dimekarkan dan aparat pemerintah pusat termasuk DPR. Moratorium Pemekeran Daerah Pasca tragedi meninggalnya Ketua DPRD Sumut Azis Angkat setelah dikeroyok para demonstran. “Tragedi . Selain itu. Penghapusan. Sehingga yang terjadi selama ini pemekaran daerah otonom (yang dilaksanakan sejak 1999) disebabkan sentimen etnis dan tidak meratanya pembagian kue pembangunan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dengan adanya pemekaran pemerintah daerah. Misalnya. dalam bentuk standardisasi berapa besar nilai setiap indikator sehingga suatu daerah layak untuk dimekarkan. Dan. dan Penggabungan Daerah sudah sangat jelas mengatur tata cara pemekaran. Kerangka normatif yang menjadi prasyarat pembentukan daerah otonom baru justru terabaikan. luas daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. yaitu untuk mengembangkan daerah dan pada akhirnya mewujudkan kesejahteran masyarakat. prosedur pemekaran yang berdasarkan hasil penelitian yang dibuat oleh daerah yang ingin dimekarkan tersebut. aturan itu tidak berjalan simetris dengan proses politik yang terjadi. ini berimplikasi lebih jauh lagi dengan munculnya sistem birokrasi baru yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. kriteria tersebut dirasakan kurang bersifat operasional.

Mudahnya pengajuan aspirasi pemekaran wilayah membuat banyak pihak berlomba-lomba memanfaatkannya dengan tujuan mencari keuntungan. . Eforia demokrasi juga mendukung. Dari berbagai hasil penelitian yang dijelaskan di atas. ada baiknya pemerintah menghentikan dulu pemekaran pada 2009 sampai selesai dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan otda dan pemekaran. Di sisi lain. Pemekaran ternyata tidak cukup sampai di sini.demokrasi” tersebut adalah momentum tepat untuk melakukan moratorium pemekaran daerah baru. dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada 22 Agustus 2008 Presiden SBY menyampaikan perlunya dilakukan evaluasi terhadap pemekaran. pemekaran membuka peluang untuk terjadinya bureaucratic and political rentseeking. belum sekali pun pemerintah mengevaluasi daerah-daerah hasil pemekaran. konsekuensi pemekaran jelas makin memberatkan beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk membiayai daerah-daerah baru tersebut. Hal ini bermuara kepada upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang pada gilirannya menghasilkan suatu perekonomian daerah berbiaya tinggi. Sebab. Partai politik. Tingginya konflik yang terjadi selama ini disebabkan oleh lemahnya kontrol pemerintah pusat dan luasnya ”partisipasi” masyarakat terhadap pemekaran daerah. yang memang sedang tumbuh. pemerintah daerah dituntut untuk menunjukkan kemampuannya menggali potensi daerah. termasuk untuk mendorong pemekaran daerah. baik dana dari pemerintah pusat maupun dari penerimaan daerah sendiri. DPR dan pemerintah harus berani mengambil keputusan politik menetapkan moratorium. yakni kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari pemekaran wilayah. sebagai sebuah daerah otonom baru. ataupun anggaran pelayanan publik. Meski. Yang terjadi adalah sebaliknya. infrastruktur seperti perkantoran baru. sejak dilakukan kali pertama pada 1999. Baik untuk pembiayaan aparatur baru. Moratorium atau penghentian itu diperlukan untuk membenahi rancangan dasar kebijakan pemekaran daerah yang selama ini telah melenceng dari tujuan awal dan kerap memicu konflik yang tak teredam. Ini jelas berseberangan dengan tujuan dari otonomi itu sendiri. Pemekaran juga dianggap sebagai bisnis kelompok elit di daerah yang menginginkan jabatan dan posisi. tampak helas bahwa pemekaran bukanlah jawaban utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. menjadi kendaraan kelompok elit ini menyuarakan aspirasinya. Lebih jauh lagi. Karena itu. Dengan kejadian di Medan itu.

pemerintah sudah mengeluar PP 6/2008 tentang Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD). Bahkan. Makalah dipersiapkan dalam rangka Seminar “Quo Vadis Pemekaran Daerah”. (4) meningkatkan kualitas aparatur pemerintah daerah. 14 Juli 2009 hambatan otoda dalam pembangunan daerah . Apakah daerah pemekaran layak tetap menjadi daerah otonom ataukah harus dilakukan penghapusan dan kemudian digabungkan dengan daerah lain. Kalau kedua regulasi itu dilaksanakan. juga menjadi tetap relevan untuk melihat upaya pemerintah menata atau melakukan moratorium pemekaran. dan Penghapusan Daerah. Revitalisasi tersebut diarahkan untuk: (1) memperjelas pembagian kewenangan antar tingkat pemerintahan. Padang. maka relevan juga soal tuntutan adanya evaluasi daerah otonom. (2) mendorong kerjasama antar pemerintah daerah. Padang 14 April 2009. pemerintah tak perlu ragu untuk menggabung daerah yang memang gagal melakukan otonomi daerah.Padahal. Dalam situasi pemekaran yang begitu marak ini. utamanya daerah otonom baru. Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) dan Pengajar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas Selasa. serta (6) menata daerah otonom baru (DOB). sebab juga sudah berlangsung sejak tahun 1999. pemerintah sebenarnya sudah membuat dua instrumen evaluasi. (5) meningkatkan kapasitas keuangan pemerintah daerah. diadakan oleh Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas. Memang. Penggabungan. bila dibaca Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 menempatkan revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah ini sebagai satu prioritas dalam pembangunan nasional. di Hotel Bumiminang. Selain PP 78/2007 tentang Pembentukan. 14 April 2009. akan bisa dibuat pertimbangan. Selain itu. berbagai pemekaran daerah yang terjadi tak mesti ditimpakan begitu saja kepada pemerintah saat ini. (3) menata kelembagaan pemerintah daerah agar lebih efektif dan efisien. Padang bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Tapi.

serta kehutanan dan pertambangan. dan pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah) yang masih belum sesuai dengan tujuannya. Sejak dilaksanakannya undang-undang tersebut. antara lain: belum jelasnya pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah. yaitu antara lain dalam hal kewenangan. pertahanan keamanan. peradilan. masih terbatas dan rendahnya kapasitas aparatur pemerintah daerah. pertanahan. Hal ini mengakibatkan muncul berbagai permasalahan. penanaman modal. Persepsi yang belum sama antar para pelaku pembangunan baik di jajaran pemerintah pusat. yang telah dimulai dengan mengganti kedua undang-undang tersebut menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. baik di dalam maupun di luar negeri. pekerjaan umum. Berbagai permasalahan tersebut diperbaiki melalui revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah. Kebijakan ini dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan keadaan. misalnya tentang pendidikan. pengaturan pembagian hasil sumberdaya alam dan pajak. Belum jelasnya pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. fiskal moneter. Hal demikian mengakibatkan berbagai permasalahan dan konflik antar berbagai pihak dalam pelaksanaan suatu peraturan. tenaga kerja. Selain itu juga menimbulkan tumpang tindih kewenangan antara pusat dan daerah. dan antara provinsi dan kabupaten/kota. karena dalam ketentuan Pasal 4 ayat (2) UndangUndang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa . pengelolaan APBD. pemerintah daerah. dan lainnya. Kebijakan ini merubah sistem penyelenggaraan pemerintahan dari yang sebelumnya bersifat terpusat menjadi terdesentralisasi meliputi antara lain penyerahan kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah (kecuali politik luar negeri. yang efektif berlaku 1 Januari 2004. dan para pelaku pembangunan lainnya telah menimbulkan berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan. masih ditemukan berbagai permasalahan. Kebijakan tersebut merupakan pelaksanaan dari salah satu tuntutan reformasi yang muncul pada tahun 1998. pengelolaan suatu kawasan atau pelayanan tertentu.Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. masih terbatasnya kapasitas keuangan daerah. berbedanya persepsi para pelaku pembangunan terhadap kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Belum optimalnya proses desentralisasi dan otonomi daerah yang disebabkan oleh perbedaan persepsi para pelaku pembangunan terhadap kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. belum terbentuknya kelembagaan pemerintah daerah yang efektif dan efisien. masih rendahnya kerjasama antar pemerintah daerah. dan kewenangan bidang lain) dan perubahan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Hal ini ditandai antara lain dengan lemahnya peran Gubernur dalam koordinasi antar kabupaten/kota di wilayahnya. agama. Kewenangan daerah masih banyak yang belum didesentralisasikan karena peraturan dan perundangan sektoral yang masih belum disesuaikan dengan undangundang tentang Pemerintahan Daerah. Melalui kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah maka pengambilan keputusan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan penyediaan pelayanan publik diharapkan akan menjadi lebih sederhana dan cepat karena dapat dilakukan oleh pemerintah daerah terdekat sesuai kewenangan yang ada.

pertanian. yang ditandai dengan lambatnya kinerja pelayanan. dan hasil-hasil pembangunan maupun penyelenggaraan pemerintahan tidak dikoordinasikan dan dilaporkan kepada Gubernur namun langsung kepada Pemerintah Pusat. hutan. baik pada pemerintah provinsi maupun kabupataen/kota. baik dari segi jumlah dan penempatan. serta pada pengelolaan dan pemanfaatan bersama sungai. Pada sisi lain hubungan hirarki secara langsung antara pemerintah kabupaten/kota dengan Pemerintah Pusat akan memperluas rentang kendali manajemen pemerintahan dan pembangunan. Hal lainnya yang menjadi masalah adalah masih kurangnya etika kepemimpinan di jajaran pemerintahan daerah. Juga dalam hubungan kerja antar lembaga. Belum efisiennya prioritas alokasi belanja daerah secara proporsional. termasuk antara Pemerintah Daerah. Bahkan menimbulkan berbagai penafsiran ketentuan peraturan perundangundangan dalam mengimplementasikan kewenangan otonomi khusus. dan perikanan termasuk pengolahan pasca panen dan distribusi. Masih rendahnya kerjasama antar pemerintah daerah. Berbagai hal tersebut berpotensi menimbulkan ketidakefisienan dan ketidakefektifan pemanfaatan sumber daya. Masih terbatasnya dan masih rendahnya kapasitas aparatur pemerintah daerah. serta profesionalisme. serta sumber daya laut yang melintas di beberapa daerah yang berdekatan. dan lain-lain. menyebabkan tingkat pelayanan publik tidak berjalan optimal. Struktur organisasi pemerintah daerah umumnya masih besar dan saling tumpang tindih. sumberdaya air. Selain itu prasarana dan sarana pemerintahan masih minim dan penetapan dan pelaksanaan standar pelayanan minimum belum jelas. tidak adanya kepastian waktu.masing-masing daerah berdiri sendiri dan tidak mempunyai hubungan hierarki satu sama lain. pendidikan. maupun segi profesionalisme. tidak berjalannya prinsip transparansi. Seringkali kebijakan. dan wilayah dengan tingkat urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. dan optimalisasi pemanfaatan sumber-sumber penerimaan daerah. perbatasan antar daerah. perencanaan. masyarakat. Belum efektif dan efisiennya penyelenggaraan kelembagaan pemerintah daerah. Hal ini ditunjukkan masih terbatasnya ketersediaan aparatur pemerintah daerah. serta terbatasnya kemampuan pengelolaannya termasuk dalam melaksanakan prinsip transparansi dan akuntabilitas. tambang dan mineral. dan dalam perdagangan. Ini kemudian dipersepsikan bahwa antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota tidak ada hubungan hirarkinya. dan terbatasnya kesejahteraan aparat pemerintah daerah. dan kurang responsif terhadap permasalahan yang berkembang di daerahnya. serta tidak proporsionalnya distribusi. beberapa peraturan perundangan masih belum sejalan antara satu dengan lainnya. efisiensi. Pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah) yang masih belum sesuai . perkebunan. kesehatan. dan organisasi non pemerintah belum berjalan secara optimal. Sehubungan dengan pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Selain itu belum terbangunnya sistem dan regulasi yang memadai di dalam perekrutan dan pola karir aparatur pemerintah daerah menyebabkan rendahnya berkualitas SDM aparatur pemerintah daerah. Hal ini ditandai dengan terbatasnya penerapan prinsip efektivitas. Masih terbatasnya kapasitas keuangan daerah. Kerjasama antar pemerintah daerah masih rendah terutama dalam penyediaan pelayananan masyarakat di wilayah terpencil. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Ketertinggalan pembangunan suatu wilayah karena rentang kendali pemerintahan yang sangat luas dan kurangnya perhatian pemerintah dalam penyediaan pelayanan publik. politik uang. serta terminimalisirnya pelanggaran pemilu Dalam undang-undang no 22 tahun 2007 pasal 70 ayat (1) Pengawasan penyelenggaraan Pemilu dilakukan oleh Bawaslu. fungsi. perguruan tinggi. maupun pelangaran lainnya. Jalannya pemilu tahun 2009 bisa berjalan dengan baik. dan pers. Diposkan oleh daulah. tidak dirasakan oleh masyarakatnya. Pelayanan publik yang semestinya meningkat setelah adanya pembentukan daerah otonom baru (pemekaran wilayah). dalam pelaksanaannya proses pembentukan daerah otonom baru lebih banyak mempertimbangkan aspek politis.alfarisi di 16. terbentuknya daerah otonom baru setiap tahunnya akan membebani anggaran negara karena meningkatnya belanja daerah untuk keperluan penyusunan kelembagaan dan anggaran rutinnya sehingga pembangunan di daerah otonom lama (induk) dan baru tidak mengalami percepatan pembangunan yang berarti. dan kewenangan tidak dirumuskan secara jelas. Siapa yang yang berhak melakukan tindakan untuk menegakan aturan pemilihan umum dan kepada siapa pihak-pihak yang terlanggar haknya melakukan laporan. dan Pengawas . bahkan di beberapa daerah kondisinya tetap seperti semula. Panwaslu Kabupaten/Kota. Yang anggotannya terdiri dari anggota kepolisian. tokoh masyarakat. dan wewenang pengawas pemilui diatur dalam undangundang no 23 tahun 2002 demi meningkatnya kualitas dari pemilu tahun 2004. sering menjadi alasan untuk pengusulan pembentukan daerah otonom baru sebagai solusinya. Dewan Perwakilan daerah. kemauan sebagian kecil elite daerah. Pengawas Pemilu Lapangan. Undang-undang no 2 tahun 2008 tentang partai politik. yaitu kesejahteraan masyarakat. Namun demikian. dan belum mempertimbangkan aspek-aspek lain selain yang disyaratkan melalui peraturan perundang-undangan yang ada. tugas.dengan tujuannya. terutama apabila terjadinya pelanggaraan terhadap pelaksanaan pemilihan umum. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilu indonesia mencantuntumkan dengan jelas kedudukan.yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri dan Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemungutan Suara (Panwaslakpus) -sekarang kedudukannya sama dengan Badan Pengawasa Pemilihan Umum. Diharapkan dengan adanya Undang-undang no 22 tahun 2007 tentang penyelengaraan pemilu. kejaksaan.dipimpin oleh Jaksa Agung . dan Undang-undang no 24 tahun 2004 tentang Makhkamah Konstitusi.47 0 komentar pengawasan pemilu dan demokrasi Sejak bergulirnya pemilu pertama di Indonesia memang sudah ada konsep dan implimentasi dari kegiatan pengawasaan terhadap jalannnya pemilihan umum. lancar. Panwaslu Provinsi. Meski dalam pelaksanaannya pemilu tahun 2004 berjalan dengan lancar dan tertib namun tetap saja masih meninggalkan beberapa macam catan besar yang mendasar dalam pemilihan umum yakni berupa pelanggaran pemilu baik curi start kampaye. namum pada pelaksanaannya pengawasan terutama pada masa orde baru bertindak tidak indefenden karena secara Lembaga Pemilihan Umum (LPU) -kalau sekarang kedudukannya sama dengan Komisi Pemilihan Umum. Apa lagi dalam pelaksanaannya kedudukan. Panwaslu Kecamatan. Undang-undang no 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Selain itu.

pengawasan terhadap tahapan pemilu tidak dapat optimal . dan kecamatan dalam melakukan pengawasan terhadap tahapan penyelenggaran pada tingkat nasional.Pemilu Luar Negeri. Mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu. KPU Provinsi. Sebenarnya yang menjadi masalah sebenarnya adalah bagaimana tugas dan wewenang itu dilaksanakan. 6. Ketiga. kabu[aten/kota. Tugas dari pengawas pemilu (Bawaslu) diatur dalam pasal 74 ayat (1) yakni: 1. Menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU untuk ditindaklanjuti. Pertama. sekretaris KPU Kabupaten/Kota. Kedua. Meneruskan temuan dan laporan yang bukan menjadi kewenangannya kepada instansi yang berwenang. Akan muncul berbagai macam peyataan. kabupaten/kota. provinsi. sekretaris KPU Provinsi. PanwasKabupaten/Kota dan Panwas Kecamatan Hubungan pengawas pemilihan umum dengan Komisi Pemilihan Umum. dengan tidak adanya kewajiban melakukan investigasi dan tindakan langsung tanpa menunggu laporan masyarakat . bisa dikatakan lengkap. 19 tahun 2008. Walaupun sudah diatur mengenai panitia pengawas sampai pada pengawas lapangan tapi jumlah personil yang ada saat ini sangat terbatas. Inilah yang harus diatur oleh badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu). Sekretaris Jenderal KPU. Menetapkan standar pengawasan tahapan penyelenggaraan Pemilu sebagai pedoman kerja bagi pengawas Pemilu di setiap tingkatan. Yang tidak kalah penting ialah bagaimana sengketa diselesaikan oleh panitia pengawas pemilu yakni dari pangawas pemilu yang kedudukannya paling tinggi (bawaslu) sampai kepaling bawah sesuai dengan kompetensinya. dalam pasal 66 ayat (2) dan (3) Peraturan KPU no. 2. pembagian tugas yang jelas oleh badan pengawas pemilihan umum kepada panitia pengawas provinsi. dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung. 7. Mengawasi pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi pengenaan sanksi kepada anggota KPU. dan kecamatan. Aturan ini sangat penting agar pembantu panitia baik dari tingkat pusat sampai tingkat daerah agar tidak terjadi perebutan kompetensi pelaksanaan tugas dan kewenangan . 3. Panwas Provinsi. KPU Provinsi. Yang mana Laporan pelanggaran ketentuan yang bersifat administratif diteruskan kepada KPU. di mana satu pengawas bertanggungjawab untuk mengawasi 9 TPS. atau KPU Kabupaten/Kota. 8. KPU Kabupaten/Kota. pegawai Sekretariat Jenderal KPU. Komisi Pemilihan Umum Provinsi kedudukannya lebih tinggi dari pada Panitia Pengawas Pemilihan Umum Provinsi . Dengan keterbatasan ini. Menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundangundangan mengenai Pemilu. pegawai sekretariat KPU Provinsi. Dan Sengketa Pemilu diselesaikan oleh Bawaslu. namun kalau dilihat secara mendetail maka peran pengawas pemilu hanya berperan pasif saja. Mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu. Pertama. sedangkan laporan pelanggaran ketentuan yang mengandung unsur pidana diteruskan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai tingkatannya. dan 9. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang ditetapkan oleh undang-undang. Mengawasi pelaksanaan penetapan daerah pemilihan dan jumlah kursi pada setiap daerah pemilihan berdasarkan peraturan perundang-undangan. 5. memang undang-undang penyelengaraan pemilihan umum no 22 tahun 2007 dan undang-undang no 10 tahun 2008. 4.

Dan memberikan rekomendasi kepada KPU untuk menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan sanksi administratif atas pelanggaran sebagaimana yang dilakukan sanksi kepada anggota KPU. Pasal 87 ayat (1)Undang-undang no 22 tahun 2007 sudah mengatur hubungan dari belum terbentuknya bawaslu yakni KPU membentuk tim seleksi untuk membentuk bawaslu. sementara penyelanggra pelaksanaan pemilu provinsi. pasal 1 angka 6 meyatakan bahwa KPU sebagai penyelengara pemilu. 1. kabupaten/kota. Yang jelas bahwa bawaslu dengan KPU maupun Panwaslu provinsi. dalam menyampaikan temuan (pelanggaran yang bersifat administratif) dan melaporan kepada KPU untuk ditindaklanjuti (pasal 74 ayat (1) huruf c). KPU Kabupaten/Kota. Panwaslu Kabupaeten/Kota. Panwaslu Kecamatan. Kedua. Bawaslu (pengawas pemilu secara umum) mengawasi seluruh tahapan penyelenggaraan pemilihan umum. hubungan antara Bawaslu dengan KPU harus intensif tetapi ”jangan terlalu dekat”. yang tugasnya melakukan pengawasaan terhadap seluruh proses penyelengaraan. pegawai Sekretariat Jenderal KPU. Panwaslu Daerah bukan bawahan dari KPU Daerah Benarkah pendapat atau sikap yang menyatakan bahwa Bawaslu bawahan dari KPU atau Panwaslu daerah adalah bawahan dari KPU daerah? Dalam pasal 70 ayat (1) UU no 22 tahun 2007 tentang penyelengaraan pemilihan umum. . pegawai sekretariat KPU Provinsi. serta KPU Provinsi. serta KPU sendiri yang mengusulkan 15 nama calon Bawaslu (pasal 88 ayat (3) huruf h). Disamping itu setelah terbentuknya Bawaslu. Yang kerap mengemuka adalah peryataan bahwa adalah KPU dari pusat hingga daerah tidak dapat diawasi oleh pengawas pemilu. Kpu kabupaten/kota tidak ada hubungan hirarki (atasan dan bawahan) karena masing-masing supra suktur pemilu ini bekerja dengan terpisah dan mandiri. kabupaten/kota adalah KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota (angka 7). Panwaslu Provinsi. Sehingga dalam pertanggung jawaban juga sendiri tidak ada pertanggung jawabannya. Panwaslu kabupaten/kota dengan KPU provinsi. Sekretaris Jenderal KPU. Panwaslu kabupaten/kota dengan KPU provinsi. sekretaris KPU Kabupaten/Kota. yang mana. 2. sekretaris KPU Provinsi. Menyatakan bahwa Panitia Pengawas Pemilu adalah Bawaslu. dengan Panwaslu provinsi.kedudukanan. Lalu bagaimana hubungan antara KPU dengan Bawaslu. bahwa KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota tidak dapat diawasi oleh Panwaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota. pola hubungannya hampi sama dengan antara Bawaslu dengan KPU. Dan Panwaslu Luar Negeri. kabupaten/ kota. Lalu siapa penyelengaraan pemilu. Panwaslu Lapangan. Peryataan ini agak kontras dengan pernyataan lainnya yang mengatakan bahwa Pengawas Pemilu bertugas mengawasi KPU. KPU Provinsi. begitu juga KPU kabupaten/kota juga lebih tinggi dari Panwaslu Kabupaten/Kota atau Panwaslu Kabupaten/Kota bertanggung jawab kepada Panwaslu Provinsi atau KPU kabupaten/kota. Kedua peryataan ini perlu di jernihkan agar tidakmenimbulkan pertanyaan yang berkepanjangaan. Untuk menjawab dan menjernihkan peryataan diatas kita perlu kembali kepada UU pemilu berkenaan dengan pada tugas dan kewenangan pada pasal 74. dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung Sementara hubungan antara Panwaslu provinsi. Bawaslu terpisah dari KPU dan bersifat Mandiri. KPU kabipaten/kota.

warga Korea.. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Misalnya pelanggaran administratif harus diteruskan kepada KPU.detikNews "Penanganan kasus ini dimulai dari pengiriman SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) dari Mabes Polri ke Kejagung. itu 2 kali dalam 2 tahap. Kejagung membeberkan kronologi bagaimana dakwaan disusun hingga alasan pasal korupsi dihapus. jaksa tidak menyebut setoran uang dari Roberto Antonious. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Dengan demikian jelaslah bahwa tidak ada satu perundangan dan keputusan KPU manapun yang menyatakan bahawa panwaslu provinsi. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . dan Ika Syafitri. dan penggelapan. Jakarta. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. berdasarkan hasil penelitian jaksa. Saat itu dengan sangkaan korupsi. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Pengawas pemilu berwenang menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan penyelenggaraan pemilu.Setelah Polri.detikNews Cirus menyatakan. Terhadap uang itu tersangka menyatakan uang itu untuk mengurus pajak PT Megah." ujar jaksa yang juga menangani kasus Antasari Azhar ini. hanya terbukti penggelapan..alfarisi di 16. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Eka Kurnia Sukmasari. Senin (22/3/2010). "Setelah dilimpahkan ke pengadilan. dalam jumpa pers di Kejagung. pasal korupsi tidak disangkakan dengan pertimbangan uang Rp 370 juta masih dalam rekening. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. money laundering. kini giliran Kejagung yang membantah ada rekayasa dalam kasus Gayus Tambunan. Memang tidak semua pelanggaran atas peraturan perundang-undangan dapat diselesaikan oleh pengawas pemilu. tidak tahu berada di mana. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. hanya 2 pasal yang terbukti yaitu pencucian uang dan penggelapan. baik dalam rekayasa kasus ataupun dugaan suap.. Cirus Sinaga."Terhadap penanganan perkara i. tapi setelah dicek. Jl Sultan Hasanuddin. sementara kasus pidana harus diteruskan kepada penyidik.detikNews Selain Cirus. . Tapi uang masuk ke rekening Gayus." terangnya.detikNews "Terhadap penanganan perkara ini tidak ada permainan. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.Dengan demikian dapat diartikan bahwa setiap pelanggaran peraturan perundangundangan yang terjadi pada setiap tahapan harus diproses oleh pengawas pemilu. Jakarta .Setelah Polri. panwaslu kabupaten/ kota adalah bawahan dan bertanggung jawab kepada KPU provinsi.detikNews Uang itu tidak digunakan dan dikembalikan. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri ." ungkap Cirus. warga yang berhak memilih bahkan penyelenggara pemilu sekalipun." kata jaksa peneliti kasus Gayus. Tapi berbeda dengan Polri. pemiliknya Mr Sun. siapa pun yang melakukannya. Diposkan oleh daulah. jaksa peneliti berkas perkara tersebut adalah Fadil Regan.07 0 komentar [html] Jakarta . Kejagung membeberkan kronologi bagaimana dakwaan disusun hingga alasan pasal korupsi dihapus. Jaksa mengajukan tuntutan 1 tahun dan masa percobaan 1 tahun.. Uang itu setoran pajak dari PT Megah Citra Jaya Garmindo. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .detikNews Namun. Anggota pengawas pemilu pun tidak luput dari ketentuan .detikNews "Uang itu berasal di transfer PT Megah Citra Jaya Garmindo. Baik itu peserta pemilu. KPU kabupaten/ kota. jadi hanya diam di rekening Gayus. kini giliran Kejagung yang membantah ada rekayasa dalam kasus Gayus Tambunan.

Seharusnya masalah rentutnya dulu yang diselesaikan baru perkara Pak Asnun. hakim Muhtadi Asnun didakwa menerima uang sebesar US$ 40 ribu untuk membebaskan Gayus dari perkara pencucian uang pada 2009. Sidang dilanjutkan pekan depan untuk penyampaian pembelaan terdakwa dan penasihat hukumnya.detiknews. Uang diserahkan di rumah orang tua istri Gayus.detikNews Sumber: us. bukan money laundering. jaksa berani mengambil sikap untuk menuntut Gayus dengan pasal 372 KUHP dengan pidana penjara 1 tahun dan percobaan 1 tahun. lengkap dengan kwitansinya.detikNews (ndr/nrl) Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus.8 juta. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Bukan korupsi.Jaksa juga berkesimpulan hal itu bukan money laundering. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Sebelumnya. 22/03/2010 16:47 WIB Jakarta-Yustisi. setelah diteliti berdasarkan alat bukti.” tuturnya usai sidang. Perjanjian ditandatangani 25 Mei 2008. Total US$ 2.detikNews Terkait uang Rp 24. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .detikNews "Karena takut hilang. Firman Wijaya mengatakan. uang tersebut milik Andi Kosasih." tutupnya. Senin (8/11). Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri .com I Senin." imbuhnya. 10 Desember US$ 500 ribu. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Andi adalah pengusaha properti di Batam. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Atas tuntutan ini. 10 November US$ 200 ribu. tapi penggelapan pajak murni.detikNews Selain itu. Menurut Jaksa Penuntut Umum Yori Rowando. kliennya merupakan korban rekayasa kasus ini." tegas Cirus. bukan menyuap." jelasnya. biaya yang dibutuhkan mencapai US$ 6 juta dolar dan Andi baru menyerahkan uang secara tunai dalam 6 tahap. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . Cirus menjelaskan. yah KAJIAN . 31/1999 jo UU No 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.detikNews Karena itu. Yang pertama 1 Juni 2008 US$ 900 ribu.detikNews "Gayus diberi kepercayaan Andi untuk pengadaan properti ruko seluas 2 hektar di Jakarta Utara.6 miliar yang ada di rekening Gayus. uang dimasukkan Gayus ke Bank Panin. Itu mengurus pajak dalam jabatan Gayus sebagai pegawai.com: Hakim Muhtadi Asnun. Tepis Ada Rekayasa oleh Novi Christiastuti Adiputri . dan 16 februari US$ 13 ribu.detikNews "Uag Rp 370 juta bukan tindak pidana karena perjanjian mengurus pajak.detikNews "Dan di Pengadilan Tangerang Gayus tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan. 15 September 2008 US$ 650 ribu. pengacara Asnun. dituntut hukuman penjara tiga tahun enam bulan dan denda Rp250 juta di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. “Kan sudah jelas dalam kasus ini ada rekayasa yaitu rencana tuntutan. Jaksa Beberkan Kronologi Kasus Gayus. 27 Oktober 2008 US$ 260 ribu. terdakwa kasus suap saat menangani perkara pajak Gayus H Tambunan. terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur Pasal 6 ayat 2 UU No. Uang itu akan digunakan untuk membangun ruko.

Dimotivasi oleh percepatan pertumbuhan demokrasi (lokal). Melalui metode kajian yang bersifat kualitatif dan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam di 14 (empat belas) provinsi dan 28 (dua puluh delapan) kabupaten/kota. dan Daerah Otonom dapat dimekarkan menjadi lebih dari satu daerah jika dipandang sesuai dengan perkembangan daerah?. tetapi pada kenyataannya daerah yang bersangkutan tidak menunjukkan kemajuan (progress) sebagaimana yang diharapkan. Sementara. Dalam hubungan ini. Sebuah pertumbuhan . jumlah daerah otonom baru sebanyak 7 provinsi dan 162 kabupaten/kota. kajian ini telah memperoleh temuan-temuan lapangan yang menarik. Penggabungan Dan Penghapusan Daerah EXECUTIVE SUMMARY Era reformasi yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan untuk melakukan pemekaran daerah berjalan seiring dengan regulasi pembentukan daerah otonom baru yang dianggap lebih mudah daripada waktu sebelumnya. Penghapusan dan Penggabungan Daerah memang memberikan ruang yang lebih leluasa bagi terbentuknya daerah otonom baru. dan kriteria-kriteria yang dapat ditawarkan dalam melakukan pemekaran daerah di Indonesia. dan (3) Kriteria-kriteria yang digunakan untuk melakukan pemekaran telah mengacu pada PP No. Sampai awal 2007. pembentukan daerah atau dalam hal ini pemekaran daerah tidak bisa dilakukan secara serampangan. Pada Pasal 6 ayat (1) dan (2) UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan ?? Daerah dapat dihapus dan digabung dengan daerah lain. Pemekaran. Secara legal formal. implikasi yang ditimbulkannya. pada Pasal 5 ayat (1) disebutkan: ?Pembentukan daerah sebagaimana dimaksud pada pasal 4 harus memenuhi syarat administratif. teknis dan fisik kewilayahan?. telah menambah beban anggaran pemerintahan negara. UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah jo PP Nomor 129 Tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. bukan rasional. tentunya dapat ditelusuri hadirnya berbagai faktor yang melatarbelakangi pemekaran daerah. Fakta bahwa pemekaran daerah telah menjadi euforia di era otonomi daerah pasca reformasi menjadi tidak terbantahkan. perihal pemekaran daerah diatur pada Pasal 46 ayat (3) dan (4). sebagai berikut: ?Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau lebih?. Di dalam UU Nomor 32 Tahun 2004. di antaranya: (1) Alasan utama pemekaran daerah ternyata lebih didasarkan pada faktor emosional. terbukti adanya berbagai persyaratan dan kriteria yang harus dipenuhi dalam melakukan pemekaran. (2) Implikasi pemekaran daerah. sehingga total provinsi sebanyak 33 dan kabupaten/kota sebanyak 473. Pada ayat (4) disebutkan bahwa pemekaran dari satu daerah menjadi dua daerah atau lebih sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dilakukan setelah mencapai batas maksimal usia penyelenggaraan pemerintahan.Model Evaluasi Pembentukan. 129 Tahun 2000.

1. terdapat alasan-alasan yang mendasari dilaksanakannya pemekaran daerah adalah: 1. Alasan historis. terutama jika dibandingkan dengan masa Orde Baru. Berdasarkan hasil kajian. antara lain : o Pembentukan kelembagaan baru : Pemekaran daerah menimbulkan implikasi bagi kelembagaan daerah. Alasan anggaran. dimana Raja Ternate (Alm. Implikasi pemekaran daerah terhadap daerah. kemudian Provinsi Gorontalo dengan Sulawesi Utara. pemekaran daerah diharapkan akan menciptakan keadilan dalam hal pengisian jabatan pubik dan pemerataan pembangunan. 3. 2. Hal ini dijadikan alasan utama karena adanya kendala geografis. pemekaran daerah dilakukan untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah. Alasan kultural atau budaya (etnis). Sulawesi Tenggara (Konawe Selatan). Kondisi seperti ini terutama terjadi di Indonesia Timur seperti Papua (Keerom) dan Irian Jaya Barat (Kabupaten Sorong). yang meliputi organisasi perangkat daerah dan organisasi pusat di daerah. Provinsi Bangka Belitung. Sebagai contoh: Penduduk Bangka Belitung dengan penduduk Sumatera Selatan. demikian pula Kabupaten Minahasa Utara yang merasa berbeda budaya dengan Kabupaten Minahasa. dan pemekaran yang terjadi di daerah lainnya seperti Kalimantan Timur (Kutai Timur). seperti terjadi pada pemekaran Provinsi Bangka Belitung (pemekaran dari Provinsi Sumatera Selatan) dan Provinsi Irian Jaya Barat (pemekaran dari Provinsi Papua) serta pemekaran Kabupaten Keerom (pemekaran dari Kabupaten Jayapura). 4. infrastruktur dan sarana perhubungan yang minim.pemerintahan daerah yang luar biasa. Sebagai contoh: Provinsi Maluku Utara sebelumnya pernah menjadi ibukota Irian Barat. Alasan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. dan Lampung (Tanggamus). dimana pemekaran daerah diharapkan dapat mempercepat pembangunan di daerah. 5. Zainal Abidin Syah) dinobatkan sebagai Gubernur pertama. Sebagaimana diketahui daerah yang dimekarkan akan mendapatkan anggaran dari daerah induk selama 3 tahun dan mendapatkan dana dari pemerintah pusat (DAU dan DAK). baik bagi pemerintahan daerah maupun pemerintahan pusat. dimana pemekaran daerah terjadi karena menganggap adanya perbedaan budaya antara daerah yang bersangkutan dengan daerah induknya. Alasan ekonomi. Alasan keadilan . Disamping itu di Pulau Movotai pada Perang Dunia II merupakan ajang penghalau udara Amerika Serikat. dan Provinsi Sulawesi Tenggara. Contoh: pemekaran Provinsi Kepulauan Riau. pemekaran suatu daerah dilakukan karena alasan sejarah. bahwa pemekaran dijadikan alasan untuk mendapatkan keadilan. yaitu bahwa daerah hasil pemekaran memiliki nilai historis tertentu. Artinya. Sumatera Utara (Serdang Bedagai). Pembentukan daerah otonom baru telah menimbulkan berbagai implikasi yang terjadi pada semua level pemerintahan. 6. Dari sisi implikasi. .

Apabila tidak dikelola dengan baik. Penyebab ketidakharmonisan hubungan tersebut antara mengenai proses penyerahan P3D (penganggaran. namun jika terbentuknya daerah baru menimbulkan egosentris suatu masyarakat maka hal ini tentunya sangat merugikan bagi daerah yang bersangkutan. baik itu mengenai demeografinya maupun kualitas dan komposisinya. ternyata pemekaran daerah juga berpotensi menimbulkan kemiskinan atau dapat dikatakan pemekaran daerah berpotensi menimbulkan terjadinya pemiskinan. o Kemiskinan : Selain meningkatnya pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah yang secara nyata mempunyai daya saing sebagai daerah otonom baru. maka pemekaran berimplikasi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di daerah tersebut. o Politik lokal : Pemekaran daerah berimplikasi terhadap dinamika politik di daerah. Terbitnya berbagai Peraturan Daerah (Perda) yang berorientasi peningkatan PAD telah memberatkan masyarakat dan pada tataran yang lebih luas telah menimbulkan ekonomi biaya tinggi (high cost economy). peralatan. o Pola Hubungan Kerja di Daerah Pemekaran : Hubungan pemerintahan daerah dengan lembaga lainnya akan dapat berjalan dengan baik jika kondisi internal pemerintahan daerah tersebut telah berjalan baik dikarenakan pemerintahan daerah telah mampu menyelesaikan sebagian besar persoalan yang dihadapinya. Hal ini dapat bernilai positif jika itu ditunjukkan untuk meningkatkan kesejahteraan daerah. implikasi yang terjadi adalah penambahan jumlah kelembagaan vertikal di daerah. antara lain : o Dalam aspek kelembagaan pemerintahan pusat. dan kewajiban-kewajiban lain yang harus diselesaikan oleh daerah induk selama masa pembinaan serta persoalan batas wilayah. maka terbentuk kelembagaan daerah yang meliputi organisasi perangkat daerah (Dinas dan Lembaga Teknis Daerah). 2. . DPRD. Implikasi pemekaran daerah terhadap pemerintahan pusat. bukan saja mengenai penentuan ibukota daerah otonom baru dan penentuan batas wilayah. o Sumber daya manusia : Pemekaran secara nyata telah membawa implikasi bagi dinamika sumber daya manusia di daerah otonom baru. tetapi juga mengenai sumber-sumber kekuasaan dan tarik-menarik kepentingan di antara elit politik di daerah otonom baru. o Pemberdayaan Ekonomi: Pemekaran daerah yang telah memperhitungkan potensi dan kesiapan daerah serta dilakukan dengan mekanisme yang tepat. dan BUMD.Sebagai konsekuensi logis pemekaran daerah. baik berkenaan dengan politik anggaran maupun proses demokratisasi di daerah. o Lingkungan Hidup : Pemekaran daerah selain membawa implikasi positif juga dapat berdampak positif. terutama dalam hal pemanfaatan sumber daya alam. pemekaran daerah justru dapat menyebabkan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi darerah yang berlebihan. personel dan dokumen) yang tidak tuntas.

sehingga daerah otonom baru langsung memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan daerah induknya. sehingga 7 (tujuh) syarat/kriteria tersebut seolah-olah terpisah satu sama lain. Sebagai contoh: dalam syarat/kriteria potensi daerah. pemekaran daerah lebih banyak berasal dari inisiatif DPR. Pemekaran daerah hendaknya didasarkan pada alasan-alasan yang rasional. Prosedur: untuk prosedur pemekaran daerah telah dirumuskan dengan cukup baik. indikator dan sub indikator tersedia. o Persyaratan/kriteria tersebut sebagian besar masih mengacu pada PP No. Pada indikator potensi daerah juga terdapat ’sarana pendidikan’ tetapi isinya bukan mengukur sarana tetapi kinerja. 2. Tim merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: 1. 129/2000. implikasi yang terjadi adalah penambahan alokasi keuangan/anggaran untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dari tabel dapat dilihat pelayanan yang dimakud adalah pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan. sebagaimana terdapat pada rekomendas kajian poin 2. Tim mengusulkan persyaratan/kriteria untuk melakukan pemekaran daerah. dengan menambahkan beberapa perubahan khususnya untuk kriteria pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. 3. tetapi tidak ada penekanan pada tahap implementasi. pemerintah pusat – yang menangani urusan Pemerintah Pusat dan depertemen teknis – harus menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penyerahan kewenangan tersebut. model evaluasi pemekaran daerah yang dilakukan berdasarkan PP 129/2000. tercantum sub indikator ”jumlah hotel/akomodasi lainnya. Prosedur pemekaran yang terjadi selama ini tidak melalui model ’transisi’. o Indikator dan sub indikator tersebut lebih mengukur potensi. bukan output. Dalam aspek hubungan keuangan dengan pemerintah pusat. Faktanya.o o Dalam aspek kewenangan. jumlah restoran/rumah makan. jumlah obyek wisata”. indikator sarana pariwisata. adalah sebagai berikut: 1. Persyaratan dan kriteria: persyaratan dan kriteria yang ditetapkan lebih cenderung mengukur potensi/input. dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kemampuan daerah yang akan dimekarkan. o Pada indikator luas wilayah dan jumlah penduduk dibedakan . Mencermati uraian pada kesimpulan di atas. Hal ini sekaligus dapat menjadi alat untuk meminimalisir implikasi negatif yang ditimbulkan akibat pemekaran. sehingga banyak terjadi penyimpangan dari prosedur yang telah ditetapkan. Untuk itu. Dari syarat/kriteria dan indikator tersebut dapat disimpulkan hal-hal berikut: o Tidak ada kejelasan kluster yang memayungi syarat/kriteria. Menurut hasil kajian. dalam bentuk DAU maupun DAK. Secara garis besar dapat dikatakan terdapat dua prosedur pemekaran yakni pemekaran melalui jalur pemerintah (eksekutif) dan jalur DPR (legislatif).

pemekaran. Terlebih lagi jika penilaian dilakukan melalui self-assesment. hal ini ditempuh guna mengurangi terjadinya in-efisiensi. o Namun. penghapusan dan penggabungan daerah (Pasal 5 s/d 8). pemerintah daerah yang memenuhi persyaratan akan dimekarkan menjadi ’daerah persiapan’ dimana untuk provinsi dengan nomenklatur ’provinsi persiapan’ dan ’kabupaten/kota persiapan’ untuk kabupaten/kota.antara Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali. Perlu dilakukan pentahapan dalam melakukan pemekaran daerah. Secara bertahap. Dalam hal ini reformasi desentralisasi mempunyai fokus pada perbedaan lokalitas dan mencoba mengembangkan kapasitas pemerintah daerah dalam memecahkan permasalahan-permasalahan di tingkat lokal. tetapi belum menyentuh pengaturan tentang pemekaran daera 3-2. persyaratan dan kriteria seketat apapun pada akhirnya tidak akan bermanfaat jika tim penilai (evaluator) tidak memiliki integritas (: kejujuran) yang memadai. Pada tataran yang lebih tinggi dan skala yang lebih luas. tetapi mengalami keterbatasan-keterbatasan yang mengakibatkan tidak memenuhi persyaratan. Mengapa Desentraliasi dan Tata Pemerintahan Lokal? Latar belakang dan asal muasal reformasi desentralisasi adalah tidak berfungsi dan gagalnya sistem pembuatan keputusan yang sentralistis dimana pemerintah pusat tidak dapat menyediakan solusi-solusi bagi tiaptiap komunitas di tiap-tiap lokalitas yang beragam. Sistem alokasi yang tersentralisasi telah gagal dalam memberikan hasil yang . maka faktor integritas menjadi kunci utama apakah sebuah daerah layak dimekarkan. maka daerah persiapan tersebut dapat diubah statusnya menjadi daerah otonom. maka dapat dilakukan penguatan (strengthtening) Kecamatan untuk mendekatkan pelayanan publik. Penetapan daerah persiapan ditungkan dalam bentuk Perpres. apabila dinilai memenuhi persyaratan yang ditetapkan. yaitu daerah tidak langsung dimekarkan menjadi daerah otonom. Bagi pemerintah daerah yang tidak memenuhi persyaratan. Revisi UU No. 3. 4. o Pemekaran daerah dilakukan secara berjenjang. 2. 32 tahun 2004 yang terkait dengan pengaturan pembentukan. o Setelah 5 (lima) tahun menjadi daerah otonom. tetapi dibentuk dalam ’daerah persiapan’. Selain itu adalah tidak efisiennya konsumsi sumberdaya lokal. daerah tersebut dapat dipertimbangkan untuk dimekarkan kembali. o Setelah menjadi daerah persiapan selama dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun dan dilaksanakan penilaian oleh tim penilai. Pemerintah perlu merevisi UU No. 32 Tahun 2004 memang pernah diwacanakan.

salah satu mekanisme sentralisasi kekuasaan oleh pemerintah pusat berpusat pada pengontrolan alokasi dana untuk pembangunan daerah. Di setiap daerah. Pajak yang ditarik secara terpusat oleh pemerintah pusat dan sistem konsumsi sumberdaya lokal merupakan sistem yang sangat menguntungkan bagi pemerintah pusat untuk mengontrol pengeluaran lokal dan pembuatan kebijakan di daerah. Jalan yang terbaik untuk meminimalisasi persoalan yang diakibatkan gagalnya sistem yang tersentraliasi adalah reformasi desentralisasi. Asumsi dasar desentralisasi yaitu mendekatkan pelayanan dengan rakyat. Terlebih lagi mengingat bentuk negara Indonesia sebagai negara kepulauan yang sulit dijangkau dan setiap wilayah memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Namun demikian. contohnya adalah sistem alokasi penerimaan pajak. Tidak mengherankan apabila pada masa orde baru. 22/1999 dan amandemennya UU No. Hasilnya adalah kegagalan dalam alokasi sumberdaya lokal bagi masyarakat lokal itu sendiri. pelayanan publik menjadi mudah direalisasikan mengingat adanya kedekatan antara penyedia layanan dan pengguna layanan. tingkat kepuasan masyarakat akan aktivitas pemerintah daerah akan semakin berkurang seiring ketidakmampuan pemerintah daerah membiayai pelayanan publik yang diinginkan oleh masyarakat lokal. Desentralisasi dan otonomi diharapkan menjadi solusi yang tepat untuk berbagai persoalan yang ada di daerah. dengan adanya tradisi mengenai tata pemerintahan lokal. sistem tersebut dapat merusak hubungan antara penerimaan dan pengeluaraan di daerah dan masyarakat lokal tidak dapat mengawasi dan mengontrol keuangan pemerintah daerahnya masingmasing. Dengan diberlakukannya UU No. 32/2004 Indonesia memasuki tahapan baru kepemerintahan. Yang terakhir adalah kematangan sistem pemerintahan daerah dan masyarakat sipil di daerah. .efisien dan efektif dalam hal pengeluaran pemerintah pusat dan daerah. Dengan sistem desentralisasi. Ketika masyarakat lokal cenderung untuk meminta banyak dari pemerintah daerah sehubungan dengan pelayanan publik dan lain sebagainya tanpa kesadaran akan biaya yang akan dikeluarkan oleh pemerintah daerah. pemerintah daerah dan masyarakat lokal memiliki pengalaman akan praktik tata pemerintahan yang baik seseuai dengan kondisi khusus masing-masing. Sangatlah wajar jika kemudian tiap daerah telah mempunyai modal yang cukup mengenai pelaksanaan dan strategi tata pemerintahan lokal untuk kemudian memperkaya konsep otonomi daerah.

Prinsip rule of law termasuk di dalamnya due process of law dan prinsip keadilan. Penciptaan demokrasi lokal adalah yang utama dimana dalam hal ini mencakup lembaga 2. Justru inilah yang harus dilihat sebagai esensi pokok dari kebijakan otonomi daerah itu dalam arti yang sesungguhnya. dan lainnya. Di era desentralisasi. 5. kemudian berevolusi menjadi tata .Oleh karena itu. tata pemerintahan yang baik mengacu pada konsep sebagaimana yang sering ditekankan oleh World Bank selama dua dekade belakangan ini. tata pemerintahan yang baik adalah standar minimum bagi pemerintah daerah. hak pilih bagi masyarakat lokal. tata pemerintahan lokal mempunyai tahapan perubahan selayaknya evolusi dalam tiga tingkatan yaitu tata pemerintahan lokal responsif. Otonomi daerah berarti otonomi masyarakat di daerahdaerah yang diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang keprakarsaan dan kemandiriannya dalam iklim demokrasi dewasa ini. Pemerintah daerah sendiri akan sulit untuk mereformasi dirinya sendiri. 4. Mengutip Nikawa (2006). tetapi juga menyangkut pengalihan kewenangan dari pemerintahan ke masyarakat. tata pemerintahan lokal yang menjalankan desentralisasi membutuhkan lebih banyak kapasitas dan kapabilitas karena tata pemerintah lokal dalam bentuk ini mempunyai kewenangan dan sumber daya yang besar dan untuk memberdayakan kewenangan dan sumber daya tersebut dibutuhkan kapasitas dan kapabilitas Untuk itu diperlukan pembangunan dan reformasi dalam pemerintahan lokal dan masyarakat lokal. terdapat beberapa prinsip utama yang harus diperhatikan. 3-3. Pemberantasan korupsi. oleh karena itulah diperlukan suatu hubungan saling membangun antara pemerintah daerah dan masyarakat lokal dalam penciptaan tata pemerintahan lokal yang baik. Untuk mencapai tata pemerintahan lokal yang baik. Efisiensi dan efektifitas dari pemerintah daerah. Selain itu. 3. 1. sementara itu pembangunan masyarakat lokal sendiri sangat sulit dicapai jika hanya mengandalkan usaha sendirisendiri. partisipasi publik. Perwakilan lokal yang dipilih oleh masyarakat lokal. kebijakan otonomi daerah itu tidak hanya perlu dilihat kaitannya dengan agenda pengalihan kewenangan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah. Perubahan Tata Pemerintahan Dalam tulisan ini.

harus terdapat pengembangan kapasitas pemerintah daerah yang mencakup reformasi pemerintah daerah. and NGOs are the actors. private company. privatisasi. . In the network governance. The network governance is composed of the cooperation and responsiveness of local actors. Lebih lanjut Nikawa (2006) menjelaskan: “The responsive local governance means the good governance of local government. This network functions in the participative decision-making process of local government. the cooperation of provision of public services among them. and provide the chance of citizen participation.pemerintahan network. Local actors are mutually networked and exchange their information among them. kondisi finansial pemerintah daerah yang stabil dan baik. Dalam menuju tata pemerintahan lokal. Pemerintah daerah merupakan elemen penting dalam kehidupan masyarakat terutama pada era desentralisasi dan harus di tranformasikan untuk mencapai tata pemerintahan lokal yang sesuai dengan tuntutan desentralisasi. dan tahapan terakhir adalah tata pemerintahan lokal kemitraan. which attain more effective and efficient policy outcome. The community action group. which operate to organize the network issue and then policy network in specialized areas. Reformasi pemerintah daerah dalam beberapa hal mengadopsi beberapa langkah berikut yaitu pemangkasan biaya. is characterized by the equal partnership between local actors and government. and the effective and efficient use of local resources though this cooperation. 3-4. restrukturisasi. Also there is networking among local government and many local actors. local governance begins to change to the network governance. pemerintah daerah dan masyaraka lokal harus mengubah dirinya sendiri. providing that the local people acquire maturity as an owner and user of power and control in locality. The governance partnership will keep and secure the sustainability of community. the actors learn and grow in the governance partnership. While citizen participation is increasing. dan pembangunan kapasitas dari pegawai negeri daerah. Reformasi Pemerintah Daerah. peningkatan kemampuan organisasional dalam perumusan pengambilan kebijakan dan pelayanan publik. Responsive local governance ought to carry out its duty of responsibility and accountability for local people. Untuk mencapai tata pemerintahan lokal oleh pemerintah daerah.

tidak dapat dipungkiri bahwa kelahiran demokrasi di Indonesia membawa cerita yang tidak selalu manis. Proses desentralisasi itu sendiri merupakan proses yang sangat penting dan menentukan masa depan Indonesia. Dalam reformasi demikian. Pengembangan kapasitas dua element tersebut sangat menentukan dalam berfungsinya tata pemerintahan lokal. Namun demikian. elemen yang harus diperhatikan adalah pegawai negeri daerah dan masyarakat lokal. dan evaluasi kebijakan.indikator pelaksanaan tugas. Saat ini semua kalangan masyarakat sudah menjadi partner dan stakeholder dalam demokratisasi Indonesia. Tujuh tahun penyelenggaraan Desentraliasi di Indonesia setidaknya memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati angin demokrasi lokal yang disebut Pilkada ini. Pilkada Langsung dan Konsolidasi Demokrasi Satu peristiwa paling dramatis di akhir abad 21 adalah pergerakan Indonesia menuju demokratisasi. 32 Tahun 2004 mengenai Pemerintahan Daerah. Keberhasilan dan kegagalan kebijakan ini akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan bangsa terutama kehidupan demokrasi di Indonesia. Indonesia memulai kembali proses desentralisasi yang terhenti sejak digagas pertama kali tahun 1933 oleh Hatta dalam tulisannya “Autonomi dan Centralisasi dalam Partai” dan selama tujuh tahun ini kebijakan desentralisasi memberikan banyak warna terhadap perjalanan berbangsa dan bernegara di Indonesia. keterbukaan politik yang dirasakan belakangan ini. Demi mencapai pengembangan kapasitas mereka. sampai gedung pemerintahan. harus diberikan kesempatan untuk berpastisipasi dalam skema kemitraan di tata pemerintahan lokal. Perubahan dan transisi terjadi dimanamana di seluruh penjuru negeri. Hal ini terlihat dari dinamika masyarakat Lampung menyambut Pilkada yang akan diselenggarakan dalam waktu yang tidak lama lagi. kampus. Pilkada sebagaimana diketahui bersama merupakan bentukan dari proses desentralisasi di Indonesia dengan dasar hukum UU No. Sejak 2001. kebebasan media dan tuntutan akuntabilitas pemerintah telah menjadi warna demokrasi Indonesia. 3-5. pertumbuhan civil society. Pembicaraan mengenai pilkada sudah menjadi bagian dari dinamika masyarakat lampung hari-hari belakangan ini dan sudah menjadi suatu yang awam dibicarakan berbagai kalangan masyarakat mulai dari pasar. .

Kebijakan desentralisasi bukanlah tanggung jawab pemerintah pusat atau daerah semata namun juga merupakan tanggung jawab masyarakat lokal sebagai pihak yang memiliki hak utama dalam penyelenggaraan kehidupan lokal. kepala daerah yang akan memimpin daerah dalam mencapai tujuan desentralisasi akan terpilih melalui tangantangan masyarakat lokal secara langsung. Perubahan demokrasi juga bergerak menuju arah yang berbeda. perbaikan kesejahteraan rakyat. bisa menjadi semakin demokratik dan bisa juga semakin tidak demokratik. Bagi calon . masa depan demokrasi adalah adalah tiada henti. Oleh karena itulah demokrasi harus selalu diperkuat baik dengan penguatan institusi maupun penguatan civil society. Hal ini akan tercapai melalui lembaga perwakilan masyarakat lokal dalam wadah yang DPRD melalui proses pemilu yang bebas. Demokratisasi di Indonesia kemudian diperkuat dengan adanya pemilihan kepala daerah secara langsung atau yang lebih dikenal dengan Pilkada mulai tahun 2005. penyediaan pendidikan dasar dan layanan kesehatan. di lampung sendiri. Di titik inilah desentralisasi dengan perwujudan otonomi daerah memiliki peran yang sangat penting dalam konsolidasi demokrasi. Peran desentralisasi dalam konsolidasi demokrasi tersebut berasal dari adanya proses demokrasi yang memotivasi otoritas lokal dalam menjawab aspirasi dan kebutuhan konstituennya. Tantangan bagi penguatan demokrasi atau konsolidasi demokrasi ini adalah bagaimana memberikan akses demokrasi kepada masyarakat dan pembentukan serta penguatan institusi-institusi demokrasi. mereka memiliki akses yang lebih baik terhadap informasi. geliat Pilkada akhir-akhir ini semakin dinamis. Desentralisasi bukan hanya persoalan pengaturan hubungan antar berbagai tingkatan pemerintahan namun juga merupakan persoalan mengenai hubungan antara negara dan rakyatnya. elemen-elemen demokrasi akan muncul dan berkembang dalam berbagai tingkatan dan tahapan dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda di setiap negara.Demokrasi menurut Diamond harus dipandang sebagai fenomena yang berkelanjutan (Diamond: 1999). Dipandang dari perspektif ini. penerapan prinsip tata pemerintahan yang baik dan lain sebagainya. Pilkada merupakan institusi demokrasi lokal yang penting karena dengan Pilkada. Kepala daerah terpilih inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin dalam pembangunan di daerah termasuk di dalamnya penguatan demokrasi lokal. Selain itu salah satu pemikiran diterapkannya desentralisasi adalah institusi demokrasi lokal akan lebih memahami dan merespon aspirasi lokal karena jika dilihat dari asfek jarak institusi dan masyarakat lokal yang dekat.

incumbent yang maju untuk kedua kalinya.). Daftar Pustaka Delay. 2006. Evaluasi dan Proyeksi. Indra J. N. ‘Funding System for Daerah Percontohan’. nada pesimis dan pandangan negatif dari berbagai kalangan tentang pelaksanaan pilkada di Indonesia tidak meniadakan arti pentingnya institusi ini dalam konsolidasi demokrasi di era desentralisasi ini. perubahan yang significan banyak terjadi di tataran pemerintahan daerah. swasta dan pemerintah daerah. Selain itu. Namun demikian tata pemerintahan partnership ini tampaknya masih jauh dari harapan untuk diwujudkan di Indonesia dalam waktu dekat. D. S. “Decentralization And Local Governance: Reinforcing Democracy And Effectiveness Of Local Government”. (1997). ‘Indonesia: What Do We Mean by Decentralization?’ Public Administration and Development. Report to the Government of Indonesia. Paper presented in Regional Forum on Reinventing Government in Asia Building Trust in Government: Innovations to Improve Governance 6-8 September 2006. 1999. N.. Larry. IV. 17(3): 251-68. Lamb. Developing Democracy toward Consolidation. dkk (ed. Yayasan Harkat Bangsa bekerjasama dengan Partnership Governance Reform in Indonesia. Piliang. Baltimore and London: The John Hopkins University Press. Perubahan tersebut adalah perubahan dari tata pemerintahan sentralistik ke tata pemerintahan lokal menuju ke arah tata pemerintahan partnership antara masyarakat lokal. Development Administration Group. Seoul. 1995. Jakarta. University of Birmingham Devas. Republic of Korea. Diamond. Tatsuro. Otonomi Daerah. Saat ini bagi masyarakat lokal yang terpenting adalah memilih kepala daerah yang dinilai mampu untuk memimpin daerah. 2003. Nikawa. Kesimpulan Meskipun banyak kritikus menyebut desentralisasi di Indonesia merupakan reformasi yang tidak selesai. Pilkada menjadi sarana masyarakat lokal untuk mengevaluasi kinerja calon selama yang bersangkutan menjabat sebagai kepala daerah. and Devas. lembaga swadaya masyarakat. dengan demikian sedikit banyak akan semakin memupuk dan memperkuat demokrasi yang beranjak dewasa. .

Sementara pemerintah propinsi juga banyak dikritik karena gagal melakukan pemerataan. Public Administration in Indonesia. memang isu kesejahteraan menjadi sentral.Rohdewohld. Ini ironis mengingat pemerintah propinsi kerap mengkritik Jakarta yang kelewat membangun Jawa. Kejadian ini tentu membuat miris semua pihak. Di banyak daerah. Biasanya yang sangat terasa adalah pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah Propinsi (Pemprop) yang lebih banyak dilakukan di sekitar ibu kota propinsi. Indonesia. Indonesia. dan di Nanggroe Aceh Darussalam yang mengalami isu pemekaran. R. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Betapa upaya pemekaran wilayah yang niatnya untuk kepentingan rakyat agar lebih sejahtera namun diperjuangkan dengan cara kasar. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Dampak infrastruktur yang lengkap ialah semakin berkembangnya daerah tersebut . (1995). Melbourne: Montech Pty Ltd. Undang Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah Indonesia. Unjuk rasa itu terkait desakan pendukung bakal propinsi Tapanuli terhadap DPRD agar segera mengeluarkan rekomendasi pemekaran. contohnya Provinsi Kepulauan Riau dan Banten yang sudah lama berdiri. February 6 Meninjau Ulang Urgensi Pemekaran Propinsi Batam Pos. Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Ditulis dalam Decentralization « Preman Makan Bakery Looking up Japan Local Amalgamation: Strategy for Decentralization Reform in Indonesia » Friday. Undang Undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Indonesia. Sabtu 7 Februari 2009 Selasa (3/2) lalu kita dikejutkan peristiwa unjuk rasa rusuh yang berujung kematian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat.

kendaraan dinas. Maka pemekaran wilayah ibarat menambah mesin bajak baru dengan luas ladang yang tak bertambah. Dengan pengeluaran yang banyak tadi. dan persaingan antar daerah menguat. biaya ekonomi membesar dan lokasi geografis kurang mendukung kegiatan ekonomi. Akibatnya. Sejak tahun 1999. kunjungan kerja. dan masih banyak lagi. Ini sekaligus membantah pendapat yang menyatakan suatu daerah perlu dimekarkan dengan alasan etnis dan agama. Namun sayang. perihal kemampuan daerah inilah yang tidak benar-benar jadi pertimbangan. kue yang dihasilkan propinsi malah jauh lebih besar. otonomi daerah memang dihajatkan untuk bertumpu pada kabupaten dan kota. industri dan perkebunan. Pengalaman banyak daerah menunjukkan nilai tambah lebih dirasakan elit yang mendapat jabatan-jabatan baru. Nah. Namun aturan ini tidak dibuat dengan kesadaran betapa niat pemekaran tak selalu lurus. Jika dirunut dari masalah tadi. PAD kabupaten dan kota palinglah hanya dari pajak hotel dan restoran. Akan jadi aneh jika potensi daerah yang masih jauh dari kesiapan dijadikan bakal sumber pendapatan. hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2006 menunjukkan justru daerah baru mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.karena penanaman modal terus berdatangan. Sementara propinsi mendapat PAD salah satunya pajak kendaraan bermotor yang jumlahnya sungguh besar. Sementara wilayah barat masih berkutat pada masalah menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sulawesi Utara dan Gorontalo. serta Maluku dan Maluku Utara. Penghapusan. skala produksi mengecil. Saat itu LIPI meneliti Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Pesisir timur tumbuh pesat menjadi kawasan niaga. Singkatnya. perjalanan dinas. Ini bergulir pada penyerapan lapangan kerja. Buktinya. Wajar pula lantas di banyak kabupaten kota muncul retribusi resmi maupun tak resmi yang aneh-aneh untuk mendatangkan PAD. Hal sama dialami Sumut. Dan jalan pintas pasti selalu mahal. Ada posisi gubernur. . maka seharusnya kemampuan daerah membiayai diri dari berbagai sector menjadi sangat penting. Jawa Barat dan Banten. maka pemekaran wilayah dapat dibaca sebagai upaya instan untuk menyelesaikan masalah. tapi juga pengadaan kantor. anggota DPRD. Ini perlu dibiayai tidak hanya penghasilannya. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang perlu diisi. Tak Harus Pemekaran Memang betul bahwa peluang pemekaran dimungkinkan oleh Undang Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran. pemekaran berarti ada lembaga-lembaga baru. penulis ingin menjelaskan bahwa ketimpangan sentra dan pinggir ini murni soal struktur. Daerah sekitar ibu kota sebagai sentra terus tumbuh. Yang muncul ya inefisiensi. Setelah pemekaran. peralatan. serta pajak galian C yang agak lumayan. Buntutnya daya saing daerah sebagai tujuan investasi sulit didongkrak. sebagian besar tempat malah kerja sama ekonomi masyarakat melemah. Dari sini. Maka penyelesaian yang dilakukan harusnya juga bersifat struktur. Hitung saja. Sementara daerah pinggiran semakin tak terurus. perlengkapan. otonomi daerah memperbesar kewenangan tanpa memperkuat struktur keuangan kabupaten dan kota. dan Penggabungan Daerah. Toh negara ini dibangun bukan untuk membangun sekat primordial.

Mau dimekarkan seperti apapun. perlu harmonisasi dalam hal kewenangan yang dimiliki propinsi dengan kabupaten dan kota. Sebagai contoh kecil di banyak propinsi masih mengeluarkan izin bagi praktek bidan. maka perlu menyusun kebijakan yang berpihak ke daerah pinggir. Demikian juga sebaliknya. Contoh lain. namun juga bagi daerah yang berniat untuk memekarkan diri. Ini hal yang sering dipandang sepele namun sensitive. berbagai upaya publikasi tidak mendidik dilancarkan partai-partai besar. Dan ini patut jadi contoh tak hanya bagi daerah yang sudah dimekarkan. Kebijakan yang berpihak ini juga bisa dikawal dengan rencana strategis jangka menengah dan jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi selalu di atas 6% yang berarti di atas angka pertumbuhan nasional. pertama. sehingga masyarakat kecil tertipu bahkan menjadi objek eksploitasi. Kuncinya adalah inovasi yang dilakukan pimpinan daerah. Maka kalau ada ketimpangan anggaran yang patut dipertanyakan adalah sejauh mana kontribusi legislator benar-benar mewakili konstituennya dalam menyusun APBD. penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin daerah yang mampu menjawab tantangan ini.Lalu. mau daerah itu dimekarkan atau tidak. Ini aneh karena izin praktek dokter malah sudah dikeluarkan kabupaten dan kota. Toh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selalu disahkan oleh DPRD. mana pilihan yang tepat pada 9 April mendatang. Anggota DPRD yang berkepentingan harus lebih ngotot memperjuangkan kepentingan daerahnya. dengan pimpinan daerah yang kuat. jika pimpinan daerahnya berbuat biasabiasa saja. yang mengantor di Senayan dan telah menikmati berbagai fasilitas uang rakyat selama ini. Agar kekuasaan mereka di legislatif tetap eksis hingga 2014. baru muncul seolah-olah “malaikat penyelamat” menjelang Pemilu. Partai-partai yang menang dalam Pemilu 2004. di NAD saya temui ada kabupaten di Aceh yang mengeluarkan izin pendirian Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU). Aksi saling klaim keberhasilan sepihak dengan mengabaikan dukungan kerja keras dari pihak (tim) serta membom-bardir data-data yang didesain sedemikian rupa. Artinya. maka jangan harap daerah bisa tumbuh. Inikah hal yang dianggap “positif” oleh partai besar yang perlu ditiru oleh masyarakat kita? . maka daerah itu bakal lekas berkembang. Gorontalo patut menjadi positive deviant. padahal propinsi juga membuat aturan yang sama. Meskipun mereka orang-orang yang dianggap besar dalam kekuasaan. Kedua. Jadi tak usah heran jika ada SPBU yang mengantongi izin dari propinsi dan ada pula yang dapat dari pemerintah kabupaten. inovatif dan tidak korup. Maka. Ketiga. namun sikap dan sifat mereka bak anak TK di hutan rimba. solusi apa yang bisa dilakukan? Mengacu pada kelemahan daerah induk yang relative gagal melakukan pemerataan. Membludaknya partai yang ikut dalam Pemilu 2009 dengan janji-janji dan iklan-iklan yang mengelitik sel saraf untuk mencerna secara cerdas membuat masyarakat akan semakin binggung.

gaji. Ketika rakyat kecil berhutang di Bank dan telat membayar bunga dan cicilan utang. mengapa begitu besarnya tendesius orang-orang untuk menjadi caleg baik di DPR maupun DPRD akhir-akhir ini meskipun mereka belum memiliki cukup kapasitas sebagai dewan yang terhormat. kehebatan. Kasus Korupsi Senayan (Terbukti) . Ditengah kemiskinan masyarakat yang tidak kunjung berkurang (bahkan jumlahnya meningkat). maka seorang dewan yang pemalas (hadir rapat) pun. kepemimpinan” yang dikatakan tanpa cacat. anggota dewan tega meminta (menerima) uang gratifikasi dan tambahan gaji. semakin memberkikan jarak pisah baik secara psikologis. biaya komunikasi. biaya rapat. Disparitas antara kekayaan dan kemewahan hidup anggota DPR dengan rakyat. biaya legislasi UU yang menyedot uang pajak rakyat. masih meminta kenaikan tunjangan kesejahteraan. dan tidur dikala rapur. Saya tidak akan memaparkan bagaimana perasaan sebagian besar rakyat Indonesia melihat skandal dan pelecehan oleh perusahaan-perusahan tambang Batubara (sebagiannya milik Menko Kesra Kabinet SBY-JK) kepada konstitusi RI dengan tidak membayar pajak (royalti). yang sering ngawur ketika membahas agenda rapat. Hmm……meskipun sampai saat ini. maka datadata dan objektivitas masyarakatlah yang dapat mematahkan “keberhasilan. Kita dapat mengira-ngira. Setelah menjabat 1 periode (5 tahun). maka kekayaan mereka tetap meningkat minimal 1 miliar rupiah. akan menjadi miliarder-miliarder baru. Seorang dewan yang harusnya bisa merasakan penderitaaan rakyat karena berbagai kesulitan ekonomi.Masih segar diingatan bagaimana anggota dewan terhormat kita di Senayan yang sering bolos dikala sidang. Dengan penghasilan rata-rata di atas 40-an juta per bulan. kesucian. Data-Data Referensi Data-data ini saya kutip dari berbagai media massa online yang memberitakan perilaku korup dan skandal seks yang harusnya tidak dilakukan orang-orang terhormat yang terpilih langsung melalui mekanisme partai dan pemilu. bagaimana skandal-skandal di istana luput dari pembersihan praktik Orba (KKN). para politisi negeri ini tidak memiliki mental mengakui kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan pada rakyat. biaya perjalanan.4 miliar rupiah. sosial. Baik di Senayan maupun di Istana. maka selama 1 periode. maka hal ini dapat ditolerir dengan sangat lembut sekali. lebih lembut dari kain sutra oleh “Bapak Antikorupsi” SBY. minimal mereka mengantongi lebih 2. maka agunan si rakyat tersebut langsung disita. kini tampaknya “jauh api dari panggangan”. yang menjadi preman pasar berdasi ketika berurusan anggaran negara dan daerah. pranata sosial maupun ekonomi hidup. Namun. suasana adem-adem saja. Jika mereka cukup berhemat dan menyetor 10-15% penghasilan mereka ke partai. bagi saya fenomena ini bak Petir di tengah hari bolong. biaya aspirasi ditambah gaji pokok. karena para “toke” atau bos perusahaan tersebut (BUMI Resource) dimiliki oleh lingkaran dalam pemerintah (Bakrie Brothers). akses administrasi. tidak lain tidak bukan adalah “rupiah” ataupun ketenaran.

tetapi bebas. dan terpilih kembali jadi anggota DPR periode 2004-2009 Jaka Aryadipa Singgih (PDI-P) : Tersangka kriminal penyerangan/penyerobotan. dan yang Bermasalah (tersangka) • • • • • M Yahya Zaini (Golkar) : Skandal seks dan selingkuh dengan Maria Eva Max Moein (Partai PDI P) : Skandal Seks dan Foto Syur H. Dharmono K Lawi (PDI-P) : Mantan buronan kasus pidana korupsi APBD Banten dan akhir ditangkap Kejagung Theo Syafei (PDI-P) : Pernah terjerat kasus korupsi di tahun 2002.com/2009/03/05/daftar-anggota-dprbermasalah-beserta-partainya/ . dan pernah merampas kamera yang digunakan satpam keamanan di kawasan perkantoran Sumber: http://nusantaranews.wordpress. Kekerasan. Pelecehan. Saleh Djasit (Golkar) : kasus pengadaan Damkar Hamka Yandhu (Golkar) : kasus aliran dana BI Agus Condro (PDI-P) : kasus uang gratifikasi BI Sarjan Taher (Partai Demokrat) : kasus alih fungsi hutan Al-Amin Nasution (PPP) : kasus alih fungsi hutan Yusuf Emir Faishal (PKB) : kasus alih fungsi hutan Bulyan Royan (Partai Bintang Reformasi) :kasus pengadaan kapal Dephub Antony Zeidra Abidin (Golkar) : kasus aliran dana BI Adiwarsita Adinegoro (Golkar) : kasus dana kehutanan Abdul Hadi (PAN) : tersangka kasus korupsi pembangunan daerah tertinggal Skandal Seks.• • • • • • • • • • H.

Keputusan MA yang dimaksud adalah keputusan pada 18 Juni yang memenangi permohonan hak .45 miliar 7. Jeffrey Tongas Lumban (JT) Rp500 juta 11. Agus Condro Prayitno (ACP) Rp500 juta 2. 26 Mantan anggota DPR itu adalah: Golkar 1. Engelina Pattiasina (EP) Rp500 juta 8. Boby Suhardiman (BS) Rp500 juta 5. Fraksi PDI Perjuangan. Williem Tutuarima (WMT) Rp500 juta 6. saya hanya merasa aneh karena Keputusan Mahkamah Agung (MA). Mereka diduga menerima suap terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004. secara tidak langsung melegalkan “korupsi kursi” untuk Partai Demokrat. dan Fraksi PPP. Asep Ruchimat Sudjana (ARS) Rp150 juta 8. Pada tulisan saya sebelumnya. KPK pun menyangkakan para mantan anggota DPR itu melanggar ketentuan mengenai penyuapan yakni Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sutanto Pranoto (SP) Rp600 juta 13. atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) kesatu Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Reza Kamarullah (RK) Rp500 juta 9. Hengky Baramuli (HB) PDIP 1.Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan 26 mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebagai tersangka. yakni Fraksi Golkar. Poltak Sitorus (PS) Rp500 juta 5. Marthin Bria Seran (MBS) Rp250 juta 3. Panda Nababan (PN) Rp1. Max Moein (MM) Rp500 juta 3. Antony Zeidra Abidin (AZA) Rp600 juta 6. PDIP dan Golkar. Sofyan Usman (SU) Rp250 juta 2. Ni Luh Mariani Tirtasari (NLM) Rp500 juta 12. TM Nurlif (MN) Rp550 juta 7. Soewarno (S) Rp500 juta 14. Baharuddin Aritonang (BA) Rp350 juta 10. Daniel Tandjung (DT) Rp500 juta. Rusman Lumbantoruan (RL) Rp500 juta 4. disisi lain mengembosi suara partai kecil. Budiningsih (B) RP500 juta 10. Matheos Pormes (MP) Rp350 juta PPP 1. Paskah Suzetta (PSz) Rp600 juta 4. 26 Mantan anggota DPR itu berasal dari tiga fraksi. Ahmad Hafiz Zawawi (AHZ) Rp600 juta 2. Muhammad Iqbal (MI) Rp500 juta 9.

200. partai nonpenguasa. Demokrat yang hanya mendapat 20. yakni keputusan senilai Rp 244 milyar. Hal ini terjadi juga pada Golkar.510.000 Tunjangan Komunikasi 12. Sementara Hanura yang mendapat 3. sebelumnya MA sudah pernah menolak total permohonan uji materiil peraturan KPU yang diajukkan oleh Hasto Kristiyanto yang berasal dari PDI Perjuangan. saya akan menjabarkan ringkas dari tulisan saya sebelumnya. Kekeliruan 1: MA tidak konsisten dan bahkan diskriminatif dalam penerapan hukum. Secara umum. Maret 2009] Pendapatan Anggota DPR RI Pendapatan Rutin Bulan Gaji Pokok 15. sebab Majelis Hakim hanya menerima gugatan uji materi peraturan KPU dari Zaenal Maarif cs yang berasal dari Partai Demokrat. tepat dan benar? Dari diskriminasi memberi keadilan dari dua pihak yang berbeda (Demokrat vs PDIP). Mari kita telusuri gaji yang akan diperoleh oleh seorang anggota DPR RI [data Kabarinews.000. PAN. Dari dua kekeliruan di atas. Kok bisa? Keputusan MA.8% suara nasional digembosin menjadi 1.000 Tunjangan Aspirasi 7.952.000 Tunjangan Listrik 5. timbul pertanyaan besar? Mengapa bisa terjadi kekeliruan tersebut? Bukankah Mahkamah Agung adalah lembaga Pengadilan Negara Tertinggi yang menjadi sumber terakhir untuk mengayomi keadilan hukum secara formal di negeri ini? Bukankah MA merupakan lembaga yang bertugas dan digaji oleh uang negara untuk menjagar agar semua hukum dan undang-undang diseluruh wilayah negara RI diterapkan secara adil.496. Keputusan yang bernilai Rp 244 miliar Darimanakah saya mendapat angka Rp 244 miliar? Angka ini saya dapat dari gaji yang akan diperoleh oleh seorang anggota DPR selama 5 tahun dengan total kursi yang berubah yakni 66 kursi (versi Cetro). PKB (mark-up) dan PPP. Gerindra.000 144.000.1% kursi di DPR. Mungkinkah keputusan MA sarat dengan perilaku korup? Terlebih keputusan MA merupakan keputusan yang sangat mahal. PDIP. khususnya Pasal 22 huruf c dan Pasal 23 Ayat 1 dan 3. Kekeliruan 2: Keputusan MA tersebut mengkhianati sistem pemilu proporsional yang dianut oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang pemilu.1% kursi di DPR. Padahal. sebab putusan tersebut menyebabkan disproporsionalitas antara perolehan suara dan perolehan kursi.000 Tahun 186.000 86.120. partai penguasa/incumbent.000 65.400.000 .uji materiil yang diajukan oleh beberapa caleg DPR dan Partai Demokrat yang dimotori oleh Zaenal Maarif terhadap peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2009. PKS (digembosin). Adapun opini saya dan pendapat dari Direktur Eksekutif Cetro Hadar N Gumay dapat saudara baca di sini.8% suara nasional di’mark-up’ menjadi 32. keputusan yang menghianati proporsional demokrasi hingga gegabah dalam mengadili arena hukum.

000 3.400.472.000 Dari tabel di atas. dana insentif pembahasan RUU dan honor uji kelayakan RUU. Partai Demokrat Golkar PDIP PKB Kursi (+) 30 18 16 2 Aliran Gaji 5 Tahun Rp 111.000 1.7 miliar = Rp 244 miliar.360.400. Dari keputusan ini.000 Rp 742. PDIP 16 kursi dan PKB 2 kursi. bila keputusan MA diberlakukan maka ada 66 kursi yang akan mengalami perubahan yang mana Demokrat akan dimark-up 30 kursi.900.000.000 16.4 juta per bulan.100.000.000 Rp 3.000 545. kita hanya akan membicarakan pendapatan/gaji ratarata minimum seorang anggota DPR yang malas sekalipun akan mengantongi Rp 742 juta per tahun atau Rp 3.872.400.7 miliar untuk 5 tahun.000 45. Maka nilai keputusan ini secara materiil bernilai 66 kursi * Rp 3. ketua panja.714.000 16.000 197. Dan bagi mereka yang menjabat wakil/ketua komisi.000 Tahun 126.000 37.000 15. maka seorang anggota DPR yang suka pembolos pun mengantongi Rp 742 juta per tahun.456. Golkar 18 kursi.000 5.Tunjangan Pengawasan Dana Kehormatan Total Rutin Bulanan Pendapatan Agenda Tahunan Dana penyerapan (reses) 4X Gaji ke-13 (Juni) Dana Legislasi per UU (40 UU) Dana insentf RUU dan Honor Uji RUU Total Non Rutin Bulanan Pendapatan Jabatan *) Ketua/Wakil Ketua Komisi Ketua Panja RUU Tunjangan Studi LN Pendapatan Total Per Tahun Pendapatan Total 1 Periode (5 tahun) 2. Namun dalam perhitungan ini.000 Per Term 31.4 miliar Rp 7. Berikut daftar partai yang akan mengalami kerugian materiil dari gaji dewan selama 5 tahun.150. gaji ke-13. dapat kita perhatikan bahwa seorang anggota DPR yang malas (jarang hadir di rapat) akan tetap mengantongi gaji Rp 45. Dan berdasarkan perhitungan Cetro.4 miliar Ada yang mendapat keuntungan.000.500. maka Demokrat akan mendapat gratis keuntungan materi terbesar yakni senilai Rp 111 miliar dari gaji 30 anggota DPR “mark-up” selama 5 tahun.000 0 0 0 25. Dari dua jenis sumber pendapatan. Angka ini belum ditambah pendapatan agenda tahunan yakni 4 kali dana reses.000.200.4 miliar Ro 66. tapi saya hanya ambil ada 40 UU tiap tahun). anggota DPR tersebut dapat mengantongi Rp 1 miliar per tahun. ketua hak angket dll. Sementara 3 partai lainnya dapat Anda lihat dibawah ini.000 40.800. maka pasti ada yang mendapat kerugian.9 miliar Rp 59.000. dana legislasi UU (tahun 2008 ada 55 UU. .000 53.

452 Gerindra 4.486 PKB 5. yang menjadi referensi utama adalah BPP yang telah memasukkan kriteria sedikit lebih adil. PKS (8 kursi). MA yang mendesak agar membatalkan keputusan kursi DPR yang ditetapkan KPU dengan paradigma bahwa keadilan kursi ditinjau dari perbandingan suara partai kecil terhadap suara partai besar merupakan perbandingan yang saya kira salah alamat. sementara Golkar dan Demokrat akan memperoleh 11 kursi di DPR. Bayangkan untuk mendapat sebuah kursi di DPR.139 PAN 6.580 28 223.7 miliar Rp 44. Padahal.646.757 125 120. dengan perolehan suara yang sama (misalnya 135 ribu) oleh masing-masing partai.955 50 164.Partai Gerindra PPP PAN Hanura PKS Kursi (-) 16 16 15 12 7 Aliran Gaji 5 Tahun Rp 59.091 111 131.532 PKS 8. . Hanura harus mengumpulkan rata-rata 653 ribu suara.378 PPP 5. maka secara substansi dan keadilan. Analisis Kemungkinan di Balik Keputusan MA Keputusan MA yang sangat tergesa-gesa dalam mengadili keputusan KPU dan bahkan ditemukan kesalahan dokumen tergugat yang menyebut Komisi Pemilihan Umum sebagai Komisi Penyiaran Indonesia menimbulkan tanda tanya besar saya.4 miliar Rp 59.573 Golkar 15.137 180 120. Perbandingan yang digunakan adalah jumlah suara terhadap BPP.302 PDIP 14.600.122 29 177. jumlah kerugian tersebar merata seperti Gerindra. PKB (8 kursi). Artinya. Mari kita cermatin persfektif keadilan secara general (asumsi tidak 100% tepat) kursi DPR terhadap perolehan suara nasional partai tersebut. Hanura dan PKS.214 21 263. sementara Demokrat dan Golkar dengan mudah memperoleh sebuah kursi dengan berbekal 120 ribu.146.4 miliar Rp 55.812 Dengan berlakunya keputusan MA atas sistem perhitungan kursi DPR. PPP yang masing-masing dirugikan Rp 59.641 Hanura 3.6 miliar Rp 26 miliar Untuk partai yang dirugikan.037. keputusan tersebut MA yang harusnya adil menciptakan distorsi ketidakadilan dengan menciptakan disparitas yang tinggi. PPP (5 kursi).406 10 464.870 6 653. maka Hanura hanya mendapat 2 kursi. Partai Suara Nasional Kursi “Harga” Kursi Demokrat 21.703.533. Standar BPP atau bilangan pembagi pemilih menjadi syarat utama keadilan suara yang diterima oleh setiap partai.206. PDIP (10 kursi). dan bukan jumlah suara suatu partai menengah terhadap suara partai yang memperoleh suara terbesar.4 miliar disusul PAN.922.254. Gerindra (3 kursi).

Aparat Hukum. Paling berbahaya . suara nasional dari Demokrat+Golkar+PDIP yang hanya 49%. Bupati. dan BPK.95 persen.89 persen).Indonesia Corruption Watch menyatakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada 2009 ini menempati urutan pertama pejabat yang menjadi tersangka korupsi. BUMN. Duta besar/pejabat konsulat/imigrasi (13. Jika tidak…. kronisme. dan pembentukan kelas baru. tapi menolak gugatan dari caleg PDIP padahal sebagian besar materi gugatan adalah sama? Salah satu menjadi tolak ukur adalah dengan dimenangkannya gugatan materi caleg dari Demokrat.63 persen). Jakarta. Bagaimana keadilan demokrasi bisa memberi ‘kursi korup” sebesar 25%??? Ataukah keputusan Majelis hakim MA sarat dengan perilaku korup? Mungkinkah majelis hakim MA mendapat kucuran sekian persen keuntungan materiil Demokrat sebesar Rp 111 miliar? Ataukah hakim-hakim MA ini bermental kolusi. dan Kepala Daerah seperti Gubernur. maka partai Demokrat akan mendapat keuntungan materiil sebesar Rp 111 miliar dari 30 anggota dewan tambahannya. Hanya omong kosong merayakan 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan apalagi tidak ada keadilan hukum serta perlakuan diskriminatif dari aparat hukum! Salam Perubahan. prosesntase sebaran tersangkanya hanya dibawah 10 persen. Bayangkan saja. anggota DPR/DPRD yang menjadi tersangka atau terpidana korupsi sebanyak 18. Bisa berlanjut kepada tahap berikutnya yaitu nepotisme. Kamis 27 Agustus 2009. Dewan Gubernur. Sisanya ada pejabat di level Komisi Negara. Angka ini belum termasuk keuntungan kekuatan politik di parlemen untuk menguasai dan membuat berbagai aturan yang akan menguntungkan partai dan kekuasaannya. Walikota (12. 27 Juli 2009 VIVAnews . Kemudian disusul oleh Pejabat Eselon/pimpro (17. maka selamat datang kembali “hukum orba” di negeri ini! Selamat tinggal keadilan dan kebenaran hukum bagi rakyat Indonesia.Apakah majelis hakim di MA tidak bisa melihat hal ini? Apakah MA tidak bisa mengambil nilai filosifis dibalik sebuah Undang-Undang khususnya UU 10/2008? Lalu." kata peneliti ICW Febri Diansyah dalam seminar bertajuk 'Mengkaji Modus Korupsi dan Upaya Pemberantasannya' di DPD RI. "Kasus suap yang paling banyak menjadi modus korupsi. Menurut data ICW. ada apa dibalik itu semua? Mengapa MA justru mengabulkan gugatan dari caleg Partai Demokrat. Suap dan pemerasan merupakan lapis korupsi pertama.68 persen). namun di mark-up secara legal menjadi 74% di DPR (416 dari 560 kursi). Setelah itu disusul oleh pejabat departemen. ketakutan atau ketidaktahuan?? Semoga prasangka saya tidak benar.

"Jika tidak ada pengadilan korupsi sama saja kita tidak memberantas sebab di pengadilan umum kan banyak yang diputus bebas. Babul sedikit curhat mengenai kondisi para koleganya di Kejagung." ujar Babul.adalah lapis korupsi tingkat ketiga . . yaitu jejaring." kata Febri. Ia berjanji pihaknya akan merilis nama-nama yang terlibat korupsi selama satu semester ini. Selain itu RUU Pengadilan harus segera disahkan.9 miliar. Kapuspenkum Kejagung Babul Khoir Harahap mengatakan berdasrkan data yang sudah dilaksanakan selama kurun waktu Januari sampai Juni 2010. “Kami telah melakukan penyidikan terhadap 81 kasus dan penuntutan terhadap 12 kasus dan berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp76. jejaring ini yang mengakibatkan korupsi amat potensial dilakukan secara masal dan besar-besaran. emakin hari kelakuan anggota dewan semakin memperihatinkan. Menurut Febri. tadi malam seraya menambahkan bahwa penyidikan kasus tersebut dapat melebihi 100 kasus hingga Agustus ini. meski tidak seluruhnya. Maka dari itu. Semakin terlihat bahwa anggota dewan kita tidak bermoral dan tidak bermanah terhadap rakyat. Mereka hanya memikirkan perut mereka sendiri tanpa memikirkan nasib rakyat yang mereka bawa untuk menaikkan popularitas saat mereka melakukan kampanye. tawaran strategis ICW dalam pemberantasan korupsi adalah dengan mempertahankan KPK yang sudah eksis dan mampu melakukan penyidikan sekaligus penuntutan. Data Kejaksaan Agung mengungkapkan bahwa 75 persen dari 81 kasus korupsi melibatkan pejabat dan anggota dewan. Dipenghujung kalimatnya.

Masa Sidang III (5 April 2010-18 Juni 2010) sebanyak 9 kali persidangan: 1. Akbar Faizal (keduanya dari Fraksi Hanura). Inilah daftar anggota yang paling bolos (sumber :tempo) : A. Agus Gumiwang Kartasasmita. Abdul Malik Haramain. Abdul Kadir Karding (keduanya Fraksi PKB) – Semua tak hadir tanpa keterangan: 4 kali . Arif Wibowo (keduanya Fraksi PDI Perjuangan). Alexander Litay. Nusyirwan Soejono (Fraksi PDI Perjuangan). jika anak sekolah saja dikeluarkan karena sering membolos mengapa anggota dewan tidak?seharusnya mereka dipecat dari anggota dewan karena tidak amanah terhadap rakyat Indonesia. Jeffrie Geovanie (Fraksi Partai Golkar)– Tak hadir tanpa keterangan: 6 kali 2. Ferdinand Sampurna Jaya. Nur Cahyo Anggorojati (Fraksi Partai Demokrat) – Tak hadir tanpa keterangan: 5 kali 3. Nurcahyo Anggoro Jati (keduanya dari Fraksi Partai Demokrat).Anggota DPR bolos Makin banyak anggota dewan yang bolos ketika rapat yang menetukan nasib rakyat Indonesia dengan alasan yang tidak jelas. Ibnu Munzir (keduanya Fraksi Partai Golkar). dan Ahmad Dese Sere (Fraksi PPP) — Semua tak hadir tanpa keterangan: 3 kali B. Masa Sidang II (4 Januari-5 Maret 2010) sebanyak 10 kali persidangan: 1. Ratu Munawaroh (Fraksi PAN) — Tak hadir tanpa keterangan: 9 kali 2. mereka hanya sanggup memakan uang rakyat tetapi tidak mampu membela nasib rakyat Indonesia. Gondo Radityo Gambiro. Agus Sulistiyono (Fraksi PKB) — Tak hadir tanpa keterangan: 4 kali 3.

Anggota dpr tidur Yang lebih mengecewakan banyak anggota dewan yang tertidur saat sidang. Maka tidak heran jika rakyat tidak peduli lagi dengan pemerintah khususnya pada anggota dewan yang bisanya hanya mencaci maki. tidur. ketika seluruh rakyat Indonesia bahkan seluruh rakyat didunia menyaksikan jalannya sidang yang diputuskan untuk arah nasib rakyat indonesia yang lebih baik sebagia anggota dewan malah tertidur pulas. sehingga sidang pun minim interupsi. sungguh bejat sekali para anggota dewan tersebut. . minta tunjangan. Lihat saja keadaan ruang sidang anggota dewan. sungguh benar-benar hal yang memalukan dan memprihatinkan bagi bangsa Indonesia. Jika anggota dewan dipilih oleh rakyat maka sepantasnyalah rakyat juga berhak untuk memberhentikan wakilnya yang tidak amanah. serta korupsi.

Fenomena Suap Korupsi yang terjadi di DPR sudah menjadi cerita biasa dan terjadi secara tidak langsung melalui modus opereandi yang sangat rapi. Kenyataan ini memang pahit buat masyarakat Sulsel karena dari sebagian banyak anggota dewan. meruntuhkan kepercayaan masyarakat dan membangun sikap pesimistik terhadap para wakilnya di DPR ataupun calon anggota dewan yang bertarung pada pemilu april 2009 mendatang. mantan Ketua Komisi IV. Biasanya hal ini terjadi ketika pembahasan rancangan undang-undang. studi banding ke luar negeri. Tapi hal ini mampu membangun kesadaran masyarakat jika di gedung DPR tersebut masih terjadi praktek suap menyuap. pengam bilan suatu kebijakan oleh DPR atau komisi. Pasalnya ini terkait dengan harkat dan martabat masyarakat Sulsel yang terkenal dengan budaya siri na pacce dan sangat menjunjung nilai budaya itu sebagai norma yang mengikat dalam sendi-sendi kehidupan. Sarjan Taher Fraksi Partai Demokrat ditahan KPK dalam kasus dugaan korupsi alih fungsi hutan bakau menjadi Pelabuhan Tanjung Api Api di Kabupaten Banyuasin. tentunya merasa terpukul dengan kejadian ini. . Fraksi FKB karena terlibat dalam kasus alih fungsi hutan lindung Tanjung Api-Api. Penangkapan AHD ini menambah catatan politisi asal Sulsel di DPR yang berurusan dengan KPK. dan dari tangannya disita oleh KPK sejumlah uang yang diduga hasil suap. niat mulia tersebut belum sepenuhnya terinstalasi ke dalam jiwa setiap anggota partai. Kemudian wakil rakyat yang duduk di dewan sekarang ini tak semuanya bersih dan belum mampu memaknai budaya lokal sebagai salah satu prinsip hidup. kunjungan kerja ke suatu tempat atau daerah. Jadi ada benarnya juga jika setiap bupati yang ingin meloloskan proyek untuk daerahnya mesti menyiapkan minimal 500 juta untuk dana awal demi kebagian ‘kue’. persiapan rapat dengar pendapat dengan BUMN atau instansi swasta. atau proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and propert test) pejabat public. Ia ditangkap KPK bersama Darmawati.Begitupula dengan tender proyek yang melibatkan pengusaha dan uang milyaran rupiah masuk ke kantong pribadi anggota dewan. Politisi asal Sulsel Abdul Hadi Jamal (AHD) dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) kembali berurusan dengan KPK. Namun. penanganan kasus. politisa dari daerah ini memiki jumlah terbanya. Sebagai orang Sulsel. pegawai negeri sipil Bagian Tata Usaha Direktorat Jendral Perhubungan Laut Departemen Perhubungan. pembahasan anggaran. Sumatra Selatan dan Yusuf Amir Faisal.Sungguh mulia niat partai politik untuk menyatakan perang terhadap korupsi dan segalam macam yang merugikan negara. Sebelumnya seperti Hamka Yandhu dari Fraksi Partai Golkar bermasalah akibat aliran dana Bank Indonesia. Kasus yang menimpa AHD ini sejalan dengan Survei korupsi yang dilansir Transparency Internasional Indonesia menyebutkan. parlemen dan partai politik adalah lembaga paling korup sejak dua tahun berturut-turut. Belum usai deklarasi Antikorupsi di Gedung Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) 29 Februari lalu. Sumatra Selatan. pemekaran wilayah. Kejadian ini tentunya mencoreng institusi lembaga legislatif. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat sedikitnya ada 10 legislator di Senayan yang sedang tersandung kasus korupsi.

Polri juga tidak segan-segan untuk menindak oknum penyidik polri yang terbukti terlibat dalam mafia peradilan. pemberantasan korupsi merupakan agenda 100 hari Polri. akan kami tindak. “Apabila ada oknum penyidik Polri baik dari tingkat Polsek sampai Mabes Polri yang terlibat kasus mafia peradilan. dan Jaksa Agung.” jelas Bambang. Rabu (18/11).” ujar Gayus. Pihak Polri juga telah melakukan kerjasama dengan pihak Kejaksaan Agung dan KPK dalam rangka pemberantasan korupsi di Indonesia. Benny Kabur Harman (F-PD) meminta ketiga institusi hukum yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua Komisi III DPR RI. Sementara itu dari data ICW disebutkan terdapat 1. Ketiag instansi penegak hukum tersebut juga diminta untuk membuat kerjasama teknis dalam melakukan penegakan hukum. dan Kejaksaan Agung untuk berkoordinasi dalam memberantas korupsi di Indonesia. maka yang akan tertawa lebar adalah para koruptor.437 anggota DPRD dari seluruh Indonesia telah diproses hukum akibat kasus korupsi. Hal yang sama diungkapkan oleh Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun (F-PDIP). dan KPK dalam pengambilan tindakan terhadap tersangka korupsi. Kapolri. di mata masyarakat terdapat pernyataan yang menyatakan bahwa ada ketidaksamaan antara Kejaksaan Agung. Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menjelaskan. Sebab prilaku para wakil rakyat tetap saja melakukan praktek haram tersebut. . “Jika terjadi konflik diantara ketiga instansi penegak hukum kita. Sementara rakyat jelata makin miskin dan tak berdaya dengan tingginya biaya sosial. Padahal Isu pemberantasan korupsi yang jadi semangat reformasi 1998 dalam menumbangkan kepemimpinan orde baru yang korup. harus ada sebuah system koordinasi penegakan hukum di ketiga instansi penegak hukum Indonesia. Gayus mengatakan. Polri. Hal tersebut ditegaskan Benny saat memimpin Rapat Kerja antara Komisi III DPR dengan KPK.” tegas Benny. Data ini sungguh membuat ironis karena negara masih belum stabil akibat krisis berkepanjangan. karena itu harus ada koordinasi yang baik diantara ketiga lembaga ini untuk sama-sama memberantas korupsi. Namun itu ternyata hanya jargon dan mimpi belaka. “Jangan lembaga hukum kita berkelahi. di DPR. sementara para koruptor bebas berkeliaran di mana-mana. Benny beranggapan. Hal tersebut menurut Bambang dapat dilihat dari adanya beberapa kesepakatan yang telah ditanda tangani oleh pimpinan masingmasing institusi dalam menangani kasus korupsi.Lain halnya dengan Badan Kehormatan (BK) DPR yang merilis 70 orang anggota dewan yang yang diadukan masyarakat karena terlibat kasusu hukum sejak Desember 2005Juni 2007 (ICW). Kapolri. Mabes Polri.

yang mengantor di Senayan dan telah menikmati berbagai fasilitas uang rakyat selama ini. Aksi saling klaim keberhasilan sepihak dengan mengabaikan dukungan kerja keras dari pihak (tim) serta membom-bardir data-data yang didesain sedemikian rupa. berbagai upaya publikasi tidak mendidik dilancarkan partai-partai besar. karena para penyidik KPK berasal dari kedua institusi tersebut. Agar kekuasaan mereka di legislatif tetap eksis hingga 2014. Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean. yang sering ngawur ketika membahas agenda rapat. Kejaksaan Agung juga telah melakukan langkah-langkah kongkrit berupa pengawasan melekat & fungsional terhadap sumber daya manusia di lingkungan Kejaksaan Agung. namun sikap dan sifat mereka bak anak TK di hutan rimba. mengatakan. sebenarnya KPK sudah berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri dan Kejaksaan Agung dalam rangka pemberantasan korupsi. dalam penjelasannya kepada Komisi III DPR. Jaksa Agung Hendarman Supanji dalam Raker tersebut mengatakan. yang menjadi preman pasar .(ol) Membludaknya partai yang ikut dalam Pemilu 2009 dengan janjijanji dan iklan-iklan yang mengelitik sel saraf untuk mencerna secara cerdas membuat masyarakat akan semakin binggung. Hendarman menjelaskan. pihaknya telah menandatangani pakta kerjasama dengan pihak Mabes Polri dan KPK seperti penanganan tindak pidana korupsi dengan gelar perkara. serat melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK secara periodik. baru muncul seolah-olah “malaikat penyelamat” menjelang Pemilu. dalam memberantas korupsi. Inikah hal yang dianggap “positif” oleh partai besar yang perlu ditiru oleh masyarakat kita? Masih segar diingatan bagaimana anggota dewan terhormat kita di Senayan yang sering bolos dikala sidang. mana pilihan yang tepat pada 9 April mendatang. sehingga masyarakat kecil tertipu bahkan menjadi objek eksploitasi.Sementara itu. Partai-partai yang menang dalam Pemilu 2004. Kejaksaan Agung telah melakukan pembaharuan birokrasi yang tidak akan dimasuki oleh mafia peradilan. KPK juga akan memperkuat pengawasan internal agar para penyidik KPK tidak terlibat kasus mafia peradilan. Meskipun mereka orang-orang yang dianggap besar dalam kekuasaan. Sedangkan mengenai koordinasi.

masih meminta kenaikan tunjangan kesejahteraan. mengapa begitu besarnya tendesius orang-orang untuk menjadi caleg baik di DPR maupun DPRD akhir-akhir ini meskipun mereka belum memiliki cukup kapasitas sebagai dewan yang terhormat. maka kekayaan mereka tetap meningkat minimal 1 miliar rupiah. biaya aspirasi ditambah gaji pokok. Disparitas antara kekayaan dan kemewahan hidup anggota DPR dengan rakyat. para politisi negeri ini tidak memiliki mental mengakui kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan pada rakyat. Baik di Senayan maupun di Istana. Kita dapat mengira-ngira. Seorang dewan yang harusnya bisa merasakan penderitaaan rakyat karena berbagai kesulitan ekonomi. kesucian. Dengan penghasilan rata-rata di atas 40-an juta per bulan. Saya tidak akan memaparkan bagaimana perasaan sebagian besar rakyat Indonesia melihat skandal dan pelecehan oleh perusahaanperusahan tambang Batubara (sebagiannya milik Menko Kesra Kabinet SBY-JK) kepada konstitusi RI dengan tidak membayar pajak (royalti). minimal mereka mengantongi lebih 2. Ditengah kemiskinan masyarakat yang tidak kunjung berkurang (bahkan jumlahnya meningkat). Jika mereka cukup berhemat dan menyetor 10-15% penghasilan mereka ke partai. Namun. maka selama 1 periode. Ketika rakyat kecil berhutang di Bank dan telat membayar bunga dan cicilan utang. akan menjadi miliarder-miliarder baru. kehebatan. Setelah menjabat 1 periode (5 tahun). biaya rapat. sosial. kepemimpinan” yang dikatakan tanpa cacat. akses administrasi.berdasi ketika berurusan anggaran negara dan daerah. pranata sosial maupun ekonomi hidup.4 miliar rupiah. karena para “toke” atau bos perusahaan tersebut (BUMI Resource) dimiliki oleh lingkaran . kini tampaknya “jauh api dari panggangan”. biaya legislasi UU yang menyedot uang pajak rakyat. dan tidur dikala rapur. maka data-data dan objektivitas masyarakatlah yang dapat mematahkan “keberhasilan. maka agunan si rakyat tersebut langsung disita. gaji. biaya komunikasi. maka seorang dewan yang pemalas (hadir rapat) pun. biaya perjalanan. tidak lain tidak bukan adalah “rupiah” ataupun ketenaran. semakin memberkikan jarak pisah baik secara psikologis. anggota dewan tega meminta (menerima) uang gratifikasi dan tambahan gaji.

maka hal ini dapat ditolerir dengan sangat lembut sekali. Kasus Korupsi Senayan (Terbukti) * H.dalam pemerintah (Bakrie Brothers). Kekerasan. bagi saya fenomena ini bak Petir di tengah hari bolong. Data-Data Referensi Data-data ini saya kutip dari berbagai media massa online yang memberitakan perilaku korup dan skandal seks yang harusnya tidak dilakukan orang-orang terhormat yang terpilih langsung melalui mekanisme partai dan pemilu. suasana adem-adem saja. dan yang Bermasalah (tersangka) * M Yahya Zaini (Golkar) : Skandal seks dan selingkuh dengan Maria Eva * Max Moein (Partai PDI P) : Skandal Seks dan Foto Syur * H. bagaimana skandal-skandal di istana luput dari pembersihan praktik Orba (KKN). Hmm……meskipun sampai saat ini. Saleh Djasit (Golkar) : kasus pengadaan Damkar * Hamka Yandhu (Golkar) : kasus aliran dana BI * Agus Condro (PDI-P) : kasus uang gratifikasi BI * Sarjan Taher (Partai Demokrat) : kasus alih fungsi hutan * Al-Amin Nasution (PPP) : kasus alih fungsi hutan * Yusuf Emir Faishal (PKB) : kasus alih fungsi hutan * Bulyan Royan (Partai Bintang Reformasi) :kasus pengadaan kapal Dephub * Antony Zeidra Abidin (Golkar) : kasus aliran dana BI * Adiwarsita Adinegoro (Golkar) : kasus dana kehutanan * Abdul Hadi (PAN) : tersangka kasus korupsi pembangunan daerah tertinggal Skandal Seks. Dharmono K Lawi (PDI-P) : Mantan buronan kasus pidana . Pelecehan. lebih lembut dari kain sutra oleh “Bapak Antikorupsi” SBY.

suap. Sehingga apakah KPK memang kesulitan mengungkap kasus ini karena harus menghadapi banyak partai atau ADA APA INI? Melalui kejadian demi kejadian di Senayan. “berhasil”. “hebat” dan “bersih” dibanding yang lain. skandal seks. Bahkan ironisnya. dan pemerasan. hanya sebagian kecil partai yang sedikit bebas dari kasus korupsi (Namun masih belum bebas dari ketidakempatian anggota dewan atas kemiskinan rakyat yang ngotot mendesak kenaikan tunjangan dan gaji. KPK belum berhasil mengungkap pengakuan Agus Condro yang mengaku banyak anggota DPR di komisi IX yang menerima gratifikasi BI masingmasing 500 juta. sampai saat ini. . Sampai saat ini (hampir 1/2 tahun).korupsi APBD Banten dan akhir ditangkap Kejagung * Theo Syafei (PDI-P) : Pernah terjerat kasus korupsi di tahun 2002. kader Pak SBY-pun. Dari data sementara yang saya himpun. saya hanya berharap tulisan ini menjadi masukan kita untuk menjadi semakin cermat dan tidak begitu saja mempercayai iklan-iklan yang sok lebih “suci”. ternyata hampir sebagian partai di DPR 2004-2009 berpenyakitan. KPK masih belum menindaklanjuti kasus pelaporan Agus Condro yang mengatakan sebagian besar anggota Komisi IX menerima uang gratifikasi BI dengan total nilai korupsi Rp 31.5 miliar. Saya jadi khawatir jika KPK masih tebang pilih kasus dalam upaya pemberantasan korupsi di negeri ini. dan terpilih kembali jadi anggota DPR periode 2004-2009 * Jaka Aryadipa Singgih (PDI-P) : Tersangka kriminal penyerangan/penyerobotan. dari kurang berempati dengan kesulitan hidup masyarakat hingga rajin bolos. Sayang. yang tetap membolos rapat penting meskipun telah mendapat 40-an juta per bulan dari uang rakyat). tetapi bebas. Karena kita tahu bahwa dalam komisi IX DPR. dan pernah merampas kamera yang digunakan satpam keamanan di kawasan perkantoran Penutup Untuk mengakhiri topik ini. terdapat sekitar 40-an anggota dewan yang terdiri dari kader-kader tiap partai.

Saya hanya mencantumkan nama-nama politisi tersebut dari sumber-sumber online yang terpercaya (kompas. masih kelas anak kakap atau bahkan teri. inilah. dan media-media yang dapat dipercaya). tempointeraktif.id. Jangan sampai masyarakat terkecoh dan memilih caleg yang hanya mencari uang dan kekuasaan yang setelah terpilih. mediaindonesia. bukan popularitas (sekadar tampang). uang.Pak Sarjan Taher terlibat dalam korupsi alih fungsi hutan. Kasus korupsi Bulyan Royan. hanya saja apakah pemimpin partai dan kader-kader partai memiliki komitmen untuk menberangus kasus korupsi kelas kakap. silahkan Anda mengecek di Google. surya. Ismunarso yang tidak lain tidak bukan adalah Ketua DPC Partai Demokrat Situbondo yang tersanjung kasus korupsi merugikan negara Rp 45.? Sebelum partai-partai asyik berjanji ria di iklan. Artinya apa? Setiap partai di Indonesia masih sedang sakit. Al Amin Nasution.co. Dan beranikah pemimpin negeir ini mengusut orang internalnya (ring dalam) yang telah memberikan dana kampanye di tahun 2004 yang jelas-jelas telah melecehkan hukum negara…. detiknews. atau kerabat. Inilah yang luput dari perhatian besar para wakil rakyat di daerah (DPRD) maupun DPR ketika mereka telah berkuasa dan mendapat puluhan juta meskipun sering bolos rapat. pendidikan. Mereka hanya bisa merintih dan seraya bekerja keras untuk dapat makan keesokan harinya.com. kesehatan bahkan kematian. pikiranrakyat. Pilihlah orang-orang yang berkompenten dalam pencalegan partai. Belum lagi kasus Bupati Situbondo. skandal royalti batubara. kelas pembuat kebijakan yang merugikan masyarakat dalam jangka panjang. lebih baik perbaiki dulu mental dan tabiat buruk caleg-caleg yang bermasalah. mereka lupa dan tanpa berhati perut tetap meminta kenaikan tunjangan dan sebagainya.7 miliar. dan skandal UU titipan kepentingan Amerika dan kroninya. . belum ada apa-apa jika dibanding skandal BLBI. waspada. ditengah-tengah 40 juta orang miskin Indonesia diambang kekurangan gizi. Untuk mengecek validitas data.

Cikini. Apakah pansel bermain atau tidak. Dengan tegas. pansel KPK sudah memiliki trik untuk menangkal calon yang diduga kuat titipan koruptor. “Kami memiliki pengalaman dan pengetahuan. . Anggota panitia seleksi pimpinan KPK.” ungkap Denny. “Tentunya.com/2009/03/05/daftaranggota-dpr-bermasalah-beserta-partainy Banyaknya pendaftar calon pimpinan KPK tidak menutup kemungkinan adanya calon titipan koruptor agar bisa mengendalikan lembaga pemberantas korupsi itu. Rhenald Kasali mengaku. dengan demikian ada kekosongan di tubuh pimpinan KPK. Dalam hal ini. Pansel KPK Punya Trik Ketahui Calon Titipan Koruptor Corruptor fight back! Istilah itu marak setelah sejumlah tersangka korupsi melakukan perlawanan untuk melemahkan lembaga antikorupsi melalui gugatan ke pengadilan. “Jika praperadilan Anggodo dimenangkan. Rhenald pun menjamin pihaknya tidak akan kecolongan. Kini diendus. tetapi saya tidak tahu siapa preferensi beliau. KPK jilid ke dua ini punya tantangan yang sangat besar. Menurut Denny. Presiden secara pribadi punya preferensi.wordpress. Salah satunya melalui calon yang diduga titipan para koruptor. tapi juga mencoba masuk ke dalam internal pimpinan KPK. Menurut Denny. maka Bibit dan Chandra menjadi tersangka. menolak calon pimpinan KPK titipan koruptor ini. Karena preferensi presiden pun tidak bisa menentukan lolosnya di DPR. Dua pimpinan KPK itu sedang bermasalah terkait kasus Anggodo Widjojo. Namun demikian. dirinya tidak tutup mata akan hal tersebut. Sabtu (29/5/2010). Ini yang paling penting di pansel.” jelasnya.” tegas Rhenald usai acara diskusi “Polemik” Trijaya FM di Warung Daun.” ujarnya dalam diskusi “Polemik” yang digelar Trijaya FM di Cikini. “Cirinya ada permainan uang di situ. Sabtu (29/5/2010). cirinya pun mudah dikenali.Sumber : http://nusantaranews. Jakarta. Untuk itu menjadi pimpinan KPK tidak cukup dengan keberanian saja. dan saya pikir beban berat itu ada di pansel. yaitu kasus Bibit dan Chandra. Staf Khusus Kepresidenan bidang hukum Denny Indrayana. Presiden pun memberikan perhatian besar untuk calon pimpinan KPK. para koruptor bukan hanya melakukan perlawanan dari luar.

khususnya kejaksaan. Penelitian ICW di enam kota besar di Indonesia menemukan bahwa praktek kolusi. Meskipun demikian. penyidikan. posisinya dapat dikatakan hampir tenggelam. Padahal sejauh ini ada dua institusi yang khusus mengawasi perilaku dan kinerja jaksa. Terungkapnya praktek mafia peradilan di atas cukup memberikan penilaian bahwa institusi penegak hukum. Pengalihan tahanan. Denny Indrayana. memiliki permasalahan besar dengan sistem integritasnya. hingga eksekusi suatu perkara. bahkan sudah menjadi rahasia umum. Dalam sejarahnya. penggelapan dan penghentian perkara. Ibarat kapal. pengalihan dari perkara pidana menjadi perkara perdata. tapi kami akan mempelajari mereka bahkan menelpon orang yang kenal dengan calon untuk diketahui bagaimana latar belakangnya. Terungkapnya praktek korupsi ini kenyataannya berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap kejaksaan ke tingkat yang paling rendah. negosiasi dakwaan dan tuntutan. memperkuat pendapat bahwa korupsi di kejaksaan bukan isapan jempol belaka.Salah satu cara yang akan dilakukan pansel adalah dengan menelusuri rekam jejak calon yang diduga titipan koruptor tersebut. Institusi kejaksaan saat ini mengalami krisis kepercayaan. Komisi Kejaksaan sejak 1 Januari hingga 14 Desember 2007 menerima 422 laporan . 02 Juli 2008 | 17:24 WIB Bukti rekaman antara Artalyta Suryani dan pejabat tinggi Kejaksaan Agung yang diperdengarkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sungguh memukul dan membuat kecewa seluruh jajaran korps Adhiyaksa. Dia menaruh kecurigaan ada beberapa calon yang sebenarnya ingin melemahkan posisi KPK. penuntutan. praktek korupsi di tubuh kejaksaan bukanlah hal baru. yaitu Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan dan Komisi Kejaksaan.” urai Rhenald. [okezone] Membersihkan Korupsi Kejaksaan Rabu. penghilangan barang bukti. Hasil penelitian Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 2001-2002 mengenai pola-pola korupsi di lingkungan peradilan. Hal ini terbukti dari semakin meningkatnya laporan masyarakat mengenai perilaku jaksa yang menyimpang tersebut. dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa biasanya terjadi pada proses penyelidikan. korupsi. keberadaan dua institusi ini juga tidak mengurangi praktek menyimpang yang dilakukan oleh oknum kejaksaan. Wacana mengenai adanya calon pimpinan KPK titipan koruptor dilontarkan pertama kali oleh Sekretaris Satgas Antimafia Hukum. khususnya di kejaksaan. dan penundaan eksekusi merupakan pola yang umum dilakukan oleh oknum jaksa yang tidak bertanggung jawab. “Rekam jejak bukan hanya tertulis.

Hal demikian dapat dilihat dari sejumlah dugaan pemerasan atau gratifikasi yang dilakukan oleh oknum jaksa. Dapat dipastikan akan selalu muncul oknum-oknum jaksa yang kembali melakukan tindakan serupa di masa yang akan datang. yang disayangkan hanya sebatas pada pemeriksaan ada atau tidak adanya pelanggaran kode etik atau disiplin pegawai negeri sipil. yang diteruskan ke Jaksa Agung sebanyak 204 laporan. kenyataannya persoalan korupsi di jajaran kejaksaan tetap saja tak kunjung usai. Dalam pantauan ICW selama 2005-2007. Ketiga.masyarakat tentang kinerja dan perilaku jaksa. sering kali terjadi praktek kolusi dalam proses pemeriksaan sehingga melahirkan kesimpulan dugaan penyimpangan tak terbukti. Dari jumlah tersebut. pada akhirnya tidak memberikan efek kejut (shock therapy) bagi jaksa-jaksa nakal lainnya. Pertama. terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan kalangan internal kejaksaan gagal menyelesaikan persoalan korupsi yang dilakukan oleh oknum jaksa. Tindakan pemeriksaan yang dilakukan oleh kalangan internal kejaksaan. khususnya yang melibatkan jaksa. Terdapat kondisi di mana adanya keengganan (ewuh pakewuh) di kalangan jaksa untuk memeriksa sesama rekan seprofesi dan semangat untuk melindungi korps (espirit de corps) yang berlebihan. Pemberian sanksinya juga terbatas hanya bersifat administratif. sebanyak 202 laporan dilanjutkan ke Jaksa Agung. Meski sudah ada tindakan yang diambil. Ironisnya. dan 13 jaksa dikenai sanksi berat seperti penurunan pangkat. hingga pemberhentian secara tidak hormat. Artinya. persoalan kultural. gaji. meski dengan kategori berat berupa pencopotan jabatan. sanksi tersebut tidak akan memutus mata rantai praktek mafia peradilan. saat ini baru jaksa Cecep dan Burdju yang telah diproses hingga ke pengadilan dan akhirnya dijatuhi vonis bersalah oleh hakim. hingga non-job dan penurunan pangkat serta penundaan kenaikan gaji. Selain karena faktor kesejahteraan jaksa yang rendah. khususnya melakukan korupsi. Pada sisi lain. Harusnya ada sinergi antara bidang pengawasan dan bidang pidana khusus di lingkungan kejaksaan. penjatuhan sanksi administratif terhadap jaksa-jaksa yang dinilai bermasalah. setelah menjalani masa tahanan selama 2 tahun. Pada 2006. kedua orang ini dapat kembali berdinas di lingkungan kejaksaan. mutasi. apabila dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian pengawasan ditemukan adanya indikasi . sangat langka kasus yang berlanjut ke proses hukum. laporan masyarakat yang masuk ke Komisi Kejaksaan sebanyak 398. meskipun perlu mendapat respons positif. jaksa yang bersangkutan justru akan menerbitkan bibit penyakit (epidemi) korupsi baru di daerah yang ditempati. Dari laporan tersebut. Jumlah yang masuk pada 2007 meningkat dibanding tahun sebelumnya. dari 10 kasus suap yang melibatkan oknum jaksa. 51 jaksa dijatuhi sanksi sedang berupa sanksi administrasi. Meski hasil pemeriksaan menyatakan terbukti adanya pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa tersebut. Tindakan yang tidak tegas dari pimpinan kejaksaan juga akan melahirkan aktor-aktor korupsi baru di lingkungan kejaksaan. Total jaksa yang diberi sanksi pada 2007 adalah 89 jaksa yang terdiri atas 25 orang dijatuhi sanksi ringan. Jika sanksinya hanya mutasi. Kedua.

hal ini seharusnya ditindaklanjuti oleh bagian pidana khusus untuk memproses secara pidana. dan komitmen dalam pemberantasan korupsi. Jika langkah tegas tidak juga dilakukan. Ketua Tim 9 yang memeriksa rentut ganda Gayus Tambunan yang juga inspektur pada Pidum Kejaksaan Agung.suap atau pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa. Dalam rangka memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan dan membersihkan dari oknum-oknum jaksa yang tidak bertanggung jawab. Widyo Pramono. 28 Oktober 2010 12:13:21 | Berita | (70 view) JAKARTA (Suara Karya): Setelah terombang-ambing tidak menentu. dalam jumpa pers yang digelar pada Rabu di Jakarta menyatakan. Cirus. Bukan sebaliknya. Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menyerahkan kasus pemalsuan rentut yang diduga dilakukan dua orang jaksa dan Haposan Hutagalung itu ke pihak kepolisian. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri dalam amanat memperingati Hari Adhyaksa pada 2006 bahkan telah memerintahkan Jaksa Agung agar tidak segan-segan menindak tegas sesuai dengan hukum tanpa diskriminasi terhadap oknum-oknum jaksa yang tidak terpuji dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. . kualitas. Fadil. Persoalannya adalah apakah Jaksa Agung punya keinginan kuat untuk membersihkan institusi kejaksaan dari praktek korupsi? Rentetan peristiwa suap atau pemerasan atau kolusi yang dilakukan oleh sejumlah oknum jaksa seharusnya dapat menjadi momentum bagi kejaksaan untuk memperbaiki diri. dan jaksa Ika Syafitri tergabung dalam jaksa penuntut (P16A) dalam berkas perkara Gayus. hal yang harus dilakukan oleh Jaksa Agung adalah berani bertindak tegas untuk meminimalkan praktek korupsi di lingkungan kejaksaan. khususnya memperbaiki mekanisme pengawasan dan penjatuhan sanksi disiplin bagi jaksa yang dinilai bermasalah. akhirnya Kejaksaan Agung mengakui bahwa jaksa Cirus Sinaga dan jaksa Fadil Regan diduga terlibat dalam penyusunan rencana tuntutan (rentut) ganda yang menyebabkan Gayus Tambunan divonis bebas. Pernyataan Presiden ini sesungguhnya memberikan kewenangan penuh bagi Jaksa Agung untuk membersihkan jaksa-jaksa nakal di seluruh jajaran kejaksaan. sebaiknya Presiden SBY perlu mempertimbangkan untuk mencopot Jaksa Agung Hendarman Supandji dan menggantinya dengan orang yang memiliki integritas. Emerson Yuntho. melindungi jaksa-jaksa nakal hingga berdampak negatif sebagai "pelindung jaksa nakal". keberanian. Upaya pembersihan dan menyelamatkan institusi kejaksaan saat ini sudah tidak dapat ditawar lagi dan harus segera dilakukan. Selanjutnya. anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch Kejagung Kehilangan Kepercayaan Kamis.

menilai kondisi penegakan hukum di Indonesia." katanya. B dihubungi oleh F yang merupakan anggota jaksa P16 perkara Gayus. untuk mengirimkan faks juktut ke Kejati Banten. terlihat dari Surat Juktut Nomor R431 dan R455. Atas temuan itu. Hal itu sekaligus membuktikan bahwa Kejaksaan Agung tidak mampu menyelesaikan kasus yang menyita perhatian publik. "Sebelum dikirimkan ke Kejati Banten. Jaksa F diperintahkan oleh C dan perintahnya untuk mengirim faks ke Kejari Jaksel. dugaan keterlibatan Cirus Sinaga dkk dalam kasus Gayus Tambunan." katanya. Masing-masing kelompok berusaha saling menjatuhkan. Bambang Soesatyo. Achmad Yani mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera melantik Jaksa Agung yang baru agar rivalitas di internal Kejaksaan Agung tidak berlarut-larut. "Selanjutnya juktut bernomor R455 diserahkan ke H dan diserahkan ke Gayus. yakni Plt Jaksa Agung Darmono dan Jampidsus M Amari perihal tindak lanjut penyelesaian perkara Bibit-Chandra." katanya. Menurut Bambang. dari waktu pengiriman faksnya sama. Ketua Dewan Pengurus Transparency International Indonesia (TII). Kemudian. kembali membuka tabir bahwa kejaksaan kerap "bermain-main" dengan kasus yang ditangani. tim akan melaporkan pemalsuan itu ke pihak berwenang karena ada dugaan pelanggaran Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP. .Berdasarkan pemeriksaan tim. Karena itu." katanya. juga dalam kasus Bibit-Chandra dan sisminbakum. Kemudian. F meminta staf TU di Kejari Jaksel untuk menyerahkan faks Jukut tersebut yang selanjutnya diserahkan kepada jaksa C. sehingga tidak lagi memedulikan kepentingan bangsa. Sementara itu. Namun. padahal tidak lazim karena biasanya menggunakan ballpoint. rivalitas internal menuju kursi Jaksa Agung yang berlangsung begitu telanjang dan sarat intrik. saat ini makin kehilangan kepercayaannya. menurut Widyo. kasus itu berawal dari surat petunjuk penuntutan (juktut) tanggal 25 Februari 2010 yang memerintahkan kasubbag tata usaha bernama Emo untuk mengirimkan juktut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Surat Juktut Nomor 431 sanksi hukumannya dihapus yang semua satu tahun penjara menjadi 6 bulan masa percobaan. terutama terhadap Kejaksaan Agung. Indikasi pemalsuan dalam rentut tersebut. Selanjutnya. "Surat juktut yang palsu menggunakan sanksi hukuman untuk terdakwa narkoba Thio Ben Tjai. B. Todung Mulya Lubis. Pohan Laspy memerintah stafnya. "Penulisan nomor surat pada R431 menggunakan spidol. Todung menunjuk aksi saling bantah dua pejabat teras kejaksaan. pengirimannya error dan B melaporkan hal itu ke Pohan. Pemalsunya H. Anggota Komisi II DPR Achmad Yani menyatakan. Hal senada juga dikemukakan anggota Komisi III DPR lainnya.

Jakarta . Dalam pembacaan petisi ini. (Jimmy Radjah/Sugandi/Nefan Kristiono) http://www. menurut Todung.Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat membacakan petisi berjudul "Kembalikan Negara Hukum. Pembacaan petisi dilakukan oleh Taufik Basari. "Kami meminta presiden SBY mencopot petinggi kepolisian yang terlibat praktek mafia peradilan dan rekayasa proses hukum.com/news. pekerja profesional." ujarnya.html?id=264956 Sumber : Suarakarya Online Masyarakat Sipil Sampaikan Petisi Minggu. Taufik meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengambil tindakan tegas dalam mereformasi Kepolisian Republik Indonesia. dan perorangan. Padahal. Penurunan kepercayaan ini dilatarbelakangi oleh .suarakarya-online. TEMPO/Eko Siswono Toyudho TEMPO Interaktif. 22 Agustus 2010 | 17:37 WIB Besar Kecil Normal Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Koalisi Sipil Indonesia saat melakukan aksi damai di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). serta sekitar 50 aktivis. Imbasnya. Selamatkan Polri. Minggu (22/). pengacara Bibit S Rianto dan Chandra Hamzah. Ia juga meminta kepada SBY untuk membenahi struktur Polri secara menyeluruh. proses penegakan hukum membutuhkan sikap yang tegas. menurutnya disusun berdasarkan keprihatinan para aktivis LSM dan masyarakat sipil terhadap semakin menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum ini. Jakarta. justru mencerminkan ketidakpastian hukum.Sikap seperti itu. kepercayaan masyarakat terhadap jajaran kejaksaan pun akan menurun." di halaman gedung Mahkamah Konstitusi. Petisi ini. Minggu (22/8). Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki menengarai adanya masalah internal yang kompleks di Kejaksaan Agung. Todung menilai sikap seperti itu juga merupakan cermin dari tidak tegasnya kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

jabatan dan profesi di Indonesia sekarang belum professional. dia tidak boleh mengambil. rekening gendut polri. dan Transparansi Internasional Indonesia. Tetapi kalau kewajiban tidak boleh kurang dari kewajibannya. lagi pula belum ditopang dengan ekonomi yang mapan. semua bisa melihatnya. ternyata korupsi dan suap masih melanda birokrasi dan lembaga penegak hukum. Mereka saling menjelekkan. Seluruh hakim MK sama kedudukannya. Bahwa jabatan adalah amanah dan tidak selayaknya dinimati. Markus dan mantan semakin marak karena orang mau menikmati jabatan. bahwa ini hanyalah sebuah awal dari upaya membersihkan sistem hukum di Indonesia. Jika kurang dari kewajibannya. kita diberi tahu dalam kenyataannya ada praktek-praktek yang sangat tidak terpuji dalam lingkungan lembaga penegak hukum. otomatis terbuka. angtara lain Indonesia Corruption Watch (ICW). M Mahfud MD ? Tidak ada konflik MK vs Polri. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). tetapi semua pekerjaan. semestinya itu dilarang. Jadi kalau ada orang menikmati amanah. melalui internet video streaming maka seluruh dunia bisa menyaksikannya. Presiden sebagai kepala negara tentu dapat menyusun agenda bagaimana memperbaiki persoalan ini. Jadi sekarang sudah zaman keterbukaan. polisi. maka di kejaksaan dan seterusnya juga baik. selanjutnya petisi yang sama juga akan ditujukan kepada kejaksaan dan pengadilan. Bagi saya ini sesuatu yang enteng dan biasa saja. Bagaimana pemberatasan korupsi di Indonesia pasca konflik KPK vs Polri ? Konflik yang memutuskan hakim. tidak boleh menerima dan tidak boleh mengambil lebih dari yang seharusnya. Pemberantasan korupsi di Indonesia sepertinya berjalan di tempat." ujarnya. "Seperti kasus mafia hukum. Ia menambahkan. Hanya menikmati jabatan untuk kepentingannya sendiri. Terbukti adanya penarikan pengawalan Polri terhadap Ketua MK.sejumlah kasus yang mencoreng nama Polri. Tidak ada putusan MK diluar putusan 9 orang hakim MK atau minimal 7 orang hakim MK. Terbukti pernah ada beberapa personilnya yang terlibat praktek korupsi dan suap sehingga mereka diadili dan dipecat dari KPK. Menurut anda. Jadi perilaku seorang meskipun Ketua MK tidaklah menentukan. karena kami harap jika dari Polri nya sudah baik. Barangkali ada orang yang kurang enak dengan pemutaran rekaman. rekayasa kasus pimpinan KPK. jabatan itu biasa saja. Itulah para makelar yang berkolaborasi untuk memperjuangkan orang agar dapat jabatan yang kelak dapat ikut menikmati jabatan tersebut. pengumpulan dukungan untuk petisi ini akan terus dilakukan. Apa perlu ada lembaga pengawas KPK. Itu melanda semua lembaga penegak hukum termasuk KPK. PNS. Padahal ada forum beradab untuk menyelesaikan semunya yakni pengadilan. Jadi seorang yang menduduki jabatan apa saja. ya salah. Jadi peristiwa sekarang harus disyukuri. Pengumpulan dukungan ini direncanakan sampai Kamis minggu depan. tidak boleh bicara diluar putusan apalagi yang menyerempet-nyerempet perkara yang menyangkut kewenangan orang lain. paling-paling orang marah karena Mahfud banyak ngomong. sampai saat ini pendukung petisi ini berjumlah sekitar 540 orang. Mantan ketua KPK. "Kenapa ini ditujukan kepada Polri. dan banyak lagi. menunjukkan sistim penegakan hukum di Indonesia masih kacau. bagaimana mengatasi maraknya makelar kasus (markus) dan makelar jabatan (mantan) di pengadilan dan kejaksaan ? Semua orang harus berusaha untuk menjadi teladan dengan akhlaqul karimah. Apakah konflik kali ini serupakan usaha untuk melemahkan KPK yang selama ini dikenal sebagai lembaga pemberantasan korupsi? Sekarang citra penegakan hukum sedang menurun. Kalau mengambil lebih dari seharusnya. maka haram hukumnya yang berarti korupsi juga. Konflik antara KPK vs Polri yang berimbas pada pembentukan Tim 8 oleh Presiden. kasus Gayus. ustad dan termasuk di lingkungan ormas Islam. Seharusnya hakim merupakan jabatan pendiam. Kehakiman bahkan Mahkamah Agung (MA) belum mampu di reformasi. maka kita perlu memperbaiki diri." ujarnya. padahal seharusnya itu tidak boleh. jangan menduduki jabatan. legislatif dan yudikatif. Kalau negara sedang berkembang. Berikut ini wawancara Abdul Halim dari Tabloid Suara Islam dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia. sehingga kalau ada alat bukti yang diajukan ke forum sidang MK. dosen. Sebaliknya. berarati korupsi dan haram hukumnya. namun ternyata birokrasi dan lembaga penegak hukum seperti Polisi. Menurutnya. karena begitu kuatnya perlawanan para koruptor yang bercokol di eksekutif. yang diadili adalah UU yakni kepentingan publik sehingga rakyat perlu mengetahuinya. Meski kita telah memasuki era reformasi selama 10 tahun. sistimnya sudah terbentuk video conference dan video streaming. tetapi pribadi Mahfudnya. dan kehakiman. maka mereka berjuang apa saja dikerjakan supaya dapat jabatan. "Selanjutnya akan diserahkan kepada Presiden. bagaimana tanggapan anda dengan adanya pemutaran kaset hasil penyadapan KPK di MK baru-baru ini ? MK tidak bisa tidak harus terbuka. zaman Gus Dur keluar Istana. Apakah ini menunjukkan aparat penegak hukum belum professional ? Bukan hanya aparat penegak hukum. Dulu zaman Habibie kita berkuasa. Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH seputar penegakan hukum di Indonesia. maka orang tidak boleh meminta-minta jabatan. bundaran HI atau televisi. Erry Ryana Hardjapamengkas. Kejaksaan. Polri marah karena statemen yang ingin memecat Kapolri dan sebagainya. Apakah itu hakim. Amanah tidak boleh dinikmati sendiri oleh orang yang diberi amanah. baik kekuasaan politik maupun ekonomi. Sebab MK berbeda dengn PN yang menyangkut kepentingan orang perorang. mereka masing-masing memiliki argumentasi yang benar menurut versinya sendiri-sendiri. Pasalnya. itu prinsipnya. "Bagi teman-teman yang ingin bergabung bisa gabung di grup facebook dan tweeter kami. Kita belum terbiasa menyelesaikan konflik di pengadilan. Semua orang yang mengaku beriman. Itu yang menjadi masalah bukan lembaganya. Selain itu meski sudah ada KPK sejak 6 tahun lalu. Nanti siapa pengawasnya pengawas ? Sebagai mantan Ketua MK. supaya tidak terjadi sengketa antar lembaga negara. Menurut Taufik. Pemutaran rekaman itu bukan kesalahan MK. Bahkan di semua daerah dimana ada 34 Perguruan Tinggi. Itulah sebabnya Islam melarang meminta-minta jabatan. itulah konflik. Bagi saya. Seharusnya konflik diselesaikan di pengadilan atau diajukan ke MK meski belum tentu menang." ujarnya. Nanti dibawa ke pengadilan siapa yang benar. . Konflik biasanya diselesaikan di forum politik. yang juga turut dalam pembacaan ini mengatakan. Jadi bukan MK sebagai institusi. memang sistimnya sudah terbuka. Jadi semuanya sedang mengalami penurunan kepercayaan dari masyarakat. Alhamdulillah. jaksa. advokad. Karena tingkat perkembangan masyarakat masih belum terlalu maju. Bukan cuma itu. maka wajib baginya menjadikan dirinya teladan dalam etika yang mulia dan akhlaqul akrimah. keluar masuk Istana biasa saja. Kalau logika itu diikuti. Petisi ini juga didukung sejumlah lembaga swadaya masyarakat. Ketua MK hanyalah tukang memimpin sidang dan ketok palu. dia tidak mengerjakan kewajibannya." ujarnya. masih primitif cara membangun mekanisme penegakan hukum dan masih banyak dipengaruhi para preman. Mereka ada yang menduduki jabatan resmi atau diluar jabatan resmi. Jabatan sekecil apapun adalah amanah dan amanah berisi tanggungjawab. Jelas sekarang kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi sedang menurun. Borok sistim penegakan hukum kita menjadi terbuka dan sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi. jadi ini mafia. Jadi kalau tidak sanggup. Bahkan KPK sendiri disinyalir tidak bersih seratus persen. sehingga sidang-sidang MK bisa dilihat di seluruh dunia melalui internet. berarti semua pengawaspun diawasi. Tinggal kita menjaga kualitas iman dan akhlaq. Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan (Kontras). Karena ini pula lembaga negara diatur dalam UU. Kemudian menjadi Ketua MK dan keluar lagi. Sebagai mantan Ketua MK. Nanti kalau sudah dapat jabatan. Jabatan tidak boleh dinikmati. karena kekuasaannya yang sedemikian besar ? Nanti pengawasnya diawasi siapa lagi. bagaimana tanggapan anda dengan adanya konflik terselubung antara MK vs Polri. apalagi markus lebih haram lagi karena diluar aturan. dia harus menunaikan tanggung jawabnya bahkan lebih dari seharusnya. semua itu akibat dari keterbukaan MK. Karena itu mantan haram hukumnya. itu kuncinya.

termasuk memperbaiki kejaksaan.Namun terungkapnya praktek . karena ada Pengadilan Khusus Tipikor. yaitu Kementerian Keuangan dan Luar Negeri. follow-up nya baru sekarang. Itu kan hanya nasehat kepada presiden. kejaksaan. Jadi sebenarnya Kapolri dan Jaksa Agung tidak perlu mundur. maka jumlah hakim agung tidak perlu banyak-banyak. Polri tidak mau koordinasi dengan Menteri. Kalau bagi saya. Sesudah itu muncul kasus Bibit-Chandra. Menteri adalah pejabat politik. dan remunerasi. maka masyarakat membelanya. koordinasi dengan Departemen. sehingga kita perlu memperkuat PT. maka tanpa disadari ada usaha untuk melemahkan KPK. Selain itu MA harus diperbaiki. Meski sebagai professor. sumber daya aparatur. sedangkan Kapolri. TNI tidak berada dibawah Dephan tetapi Presiden. Menurut anda. akuntabel. Mengenai MA. Polri dan Kejaksaan semuanya berada dibawah Presiden sebagai lembaga eksekutif. Saya sebagai dosen terpaksa mengamen kesana kemari karena memang penghasilannya belum mencukupi sebagai guru besar. ketua program studi ilmu politik fisip universitas brawijaya Agenda reformasi birokrasi bergulir sejak 2001. Kalau sudah merasa cukup mengabdi. Apalagi kalau melakukan kesalahan. banyak dlihat terjadi overlaping dimana keputusan satu hakim agung dianulir hakim agung lainnya. Jadi seolah-olah berhadapan antara negara dan rakyat dalam isyu pemberantasan korupsi. saya sudah mencetak 50 doktor. tetapi pejabatnya tidak mengerti peta jalan perbaikan kearah mana. Apa ini tidak menjadi sumber masalah hukum dikemudian hari ? Sistem penegakan hukum kita sekarang lagi kacau. Setelah reformasi pertahanan dan keamanan dipisah. Hubungan TNI dengan Dephan bukan atasan dan bawahan.sehingga materi menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan. Pemerintah dan DPR hampir sepakat wewenang KPK dikurangi sehingga tidak memiliki kewenangan menuntut. Namun karena sudah menjadi isyu nasional. Kemudian diikuti beberapa lembaga setingkat kementerian lainnya. Perubahannya hanya tambal sulam seperti soal usia dan gaji hakim agung. Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI Tahun 2001 mengamanatkan kepada presiden agar mulai memperbaiki birokrasi. cukup seperti MK dengan 9 orang hakim konstitusi. KPK cukup mengawasi kejaksaan. Bahkan banyak perkara yang sudah diperiksa sejak zaman Taufiqurrahman Ruki. Jadi tidaklah benar jika TNI berada dibawah Dephan. Polisi tidak mau karena tidak merasa dibawahnya. sekarang tinggal menangkap saja. Jadi banyak orang yang marah. Jadi Kapolri dan Jaksa Agung tidak menangganinya. Percuma. bukan hanya eksekutif tetapi juga legislatif dan hakim agung. Tetapi kalau keadilan. hakim dan advokad. Birokrasi diharapkan menjadi pelayan masyarakat. Tegaknya hukum tidak bisa dihitung dari berapa jumlah orang yang ditangkap. Tetapi jaksanya harus diawasi supaya tidak melakukan suap dan tidak ada lagi mafia. Jadi di kalangan pejabat. mulai dari presiden sampai camat mau diakses semua. kalau sistem hukum dan politik di Indonesia masih kacau seperti sekarang ini. Mulai dari Antasari yang dituduh membunuh. dan bertanggung jawab. Saya kira KPK harus diperbaiki. Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI. Polisi koordinasi dengan Menko Polkam. Mengapa tidak ada pejabat di Indonesia yang melakukan kesalahan seperti Kapolri dan Jaksa Agung. Jadi yang begitu kasusnya tidak bermutu dan hanya menimbulkan perasaan tidak adil bagi masyarakat. serta Kejaksaan Agung. cukup ditanggani polisi dan jaksa. Seperti kejaksaan. tetapi sistimnya belum dibenahi. seperti di Eropa dan AS ? Tanya saja sama yang bersangkutan. polisi. Memperbaiki KPK dengan mengevaluasi kekurangannya. Jadi kasus-kasus besar terjadi di zaman Antasari. masak semua harus ditanggani Jaksa Agung. (Abdul Halim) Implikasi Politik Markus 28 Apr 2010 • • Koran Tempo Opini Wawan Sobari. tetapi koordinasi. Bagaimana tanggapan anda ? UU KPK harus disempurnakan. ini sesuatu yang mutlak harus dikerjakan. Sudah 10 tahun reformasi dan yang lain sudah di reformasi. Jadi kita harus membangun sistim hukum. Seluruh mekanisme penegakan hukum harus ditata kembali. legislatif dan yudikatif serta semua lembaga penegak hukum tidak suka sama KPK. itu kan proses hukum yang normal. Jadi seharusnya hanya kasus berskala besar saja yang ditanggani KPK. tetapi dia kena getahnya karena harus bertanggungjawab. Beberapa upaya kebijakan strategis diambil untuk menjalankan target reformasi tersebut. maka koordinasinya dulu era Orba dengan Dephan. Kalau jumlah perkaranya terbatas. berdasarkan keputusan MK. Semuanya tergantung pada Presiden SBY sebagai policy maker. Karena dia hanya memperoleh keputusan politik dari Presiden untuk perang atau damai. Terdapat empat upaya penting reformasi birokrasi. Kapolripun demikian. Karena semua tidak suka. lantas dengan perasan malu mengundurkan diri. Saya kira Kapolri dan Jaksa Agung tidak merasa bersalah. gara-gara Kabareskim Mabes Polri merasa disadap secara tidak mendasar melawan hukum menurut persepsi polisi. itu salah juga. maka harus menyampaikannya ke DPR. Jika mereka melakukan tindak pidana suap dan korupsi. Sekarang ditambah lagi kasus Antasari yang dikaitkan dengan pembunuhan dan wanita. atau kedua-duanya dimana aspek keamanan koordinasinya dengan Depdagri dan hukum dengan Depkumham. Jadi jabatan digunakan untuk mendapatkan keuntungan materi. yaitu perbaikan kelembagaan. karena menganggap sudah langsung koordinasi dengan Presiden. Dalam sejarah. dikira Polri langsung dibawah Presiden. Jadi kalau perkaranya tidak berkualitas seperti kasus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri yang kualitasnya kecil hanya kasus beberapa ratus juta rupiah dan hanya kesalahan administrasi. MPR memandatkan kekuasaan untuk menciptakan birokrasi yang transparan. perencanaan penegakan hukum pertahun dan anggarannya. yang penting mendorong tegaknya hukum untuk memperbaiki keadaan. bukan Menhan. berarti akan terjadi perubahan besar-besaran. pengadilan akan memeriksa perkara tindak pidana korupsi. bersih. Tetapi KPK jangan dibubarkan. Sedangkan yang lainnya. Apa tidak bisa perkara ke MA dibatasi jangan terlalu banyak. bagaimana komentar anda ? Polisi dan TNI dibawah Presiden. Misalnya. KPK cukup menanggani tindak pidana korupsi dan suap terhadap penegak hukum seperti jaksa. harusnya sekarang koordinasinya dengan Depdagri atau Depkumham. sehingga usaha untuk mengurangi peran KPK memang sudah ada. Semua cabang kekuasaan eksekutif. Tetapi karena KPK dikeroyok ramai-ramai. sedangkan lainnya dapat ditanggani Kejaksaan. itu berlaku buat semua termasuk peneliti dan dosen seperti saya. Karena itu ada kecemburuan TNI terhadap Polri. Kalau memang hal itu dapat dilaksanakan. Jadi ada semacam ketidaksukaan atau kebencian umum kepada KPK. Apa KPK harus menanggani semua perkara seperti sekarang. Selama ini dikatakan KPK terlalu berkuasa dan menjadi lembaga superbody sehingga membuat gerah lembaga penyidik lain seperti Polri dan Kejaksaan. ketata laksanaan. Beberapa lembaga dilibatkan sebagai obyek reformasi tahap awal. cuma koordinasinya dengan Menteri. Sebenarnya bisa kalau dibenahi. tetapi sepertinya dalam pembuktian tidak menyuruh membunuh. tetapi birokrasi seperti polisi. barulah KPK turun tangan. Sudah selama 6 tahun KPK dianggap lembaga superbody. Misalnya waktu pembahasan UU Pengadilan Tipikor di DPR. Koordinasi bukan berarti bawahan. kehakiman dan kepolisian. Kalau jumlah adalah cara berfikir demokratis dimana makin banyak makin baik. Tetapi karena Menko Polkam tidak memiliki aparat teknis. bukan berapa jumlah tetapi kualitas perkara. Mahkamah Agung. KPK menakutkan dan harus diubah. sebaiknya mundur saja. Jaksa Agung dan Panglima TNI pejabat teknisnya. Manajemen pemerintahan seharusnya dibagi habis dimana koordinasinya dengan Menteri. Makanya jabatan itu jangan dinikmati. Karena ada kasus seperti ini maka menjadi terbuka. pembangunan dengan janji pertumbuhan ekonomi tidak akan berhasil. Kalau mengundurkan diri mungkin tidak baik juga. supaya jangan terlalu banyak perkara yang ditangganinya. sebab ini kebobrokan lama. dan MA belum direformasi dan belum substantif perubahannya. Tim 8 tidak mempunyai hak untuk merekomendasikan pemberhentian keduanya. TNI. Mestinya orang mundur dari jabatan tidak perlu harus bersalah. Panglima TNI berada dibawah Presiden. sehingga disebut professor biasa diluar bukan professor luar biasa. dan teladan masyarakat. tetapi mekanisme pemberantasan korupsi secara menyeluruh harus ditata kembali. Jadi ke depan lebih baik Polisi koordinasi dengan Depdagri untuk keamanan dan Depkumham untuk penegakan hukum. KPK dimasa depan jangan lagi menanggani tindak pidana korupsi bagi semua orang. Tetapi masyarakat dan LSM marah. siapakah dalang kasus KPK vs Polri yang semakin ruwet seperti sekarang ini ? Saya tidak percaya ada dalangnya. Misalnya masalah logistik. KPK hanya khusus menanggani pemeriksaan tindak pidana korupsi keempat lembaga tadi. abdi negara. Kalau ada yang mengatakan polisi menjadi arogan karena langsung dibawah presiden. Seharusnya ada agenda yang harus diperbaiki. Munculnya permasalahan sekarang ini seharusnya dapat dimanfaatkan untuk penataan kembali sistim hukum dan peradilan di Indonesia.

dan Ditjen Pajak telah mengalami perbaikan remunerasi. Di satu sisi para legislator dan pembuat kebijakan lainnya berupaya menciptakan tujuan-tujuan ideal ke dalam peraturan. Scott (1997) menyebut dua faktor lain yang men-determinasi para birokrat bawahan untuk melakukan diskresi. Karya seminal Iipsky (1980) menjelaskan bahwa birokrasi bawahan mempraktekkan pemberian diskresi atas dispensasi manfaat atau alokasi sankksi. Maka diskresi peraturan yang dipraktekkan birokrat bawahan menjadi lazim. gaji besar bukan merupakan faktorfrustratif yang menjadikan para markus tersebut melakukan diskresi bagi pihak-pihak yang beperkara. Bila sumber daya yang dimaksud berkaitan dengan fasilitas institusi dan gaji. Reformasi birokrasi dianggap tidak membuahkan hasil. Terjadi konflik antara pembuat kebijakan dan birokrasi bawahan sebagai pelaksana kebijakan. Apalagi dalam kenyataannya permintaan peningkatan pelayanan seperti tidak pernah berhenti (Nielsen. Artinya. Faktanya. MA. praktek diskresi birokrasi bawahan tidak hanya terjadi di pusat. yakni sebagai upaya untuk keluar dari situasi frustratif antara besarnya permintaan pelayanan dan keterbatasansumber daya yang dimiliki. fakta markus merupakan bagian dari praktek birokrasi bawahan [street-level bureaucracy). Hal terakhir cukup relevan menjelaskan praktek markus karena pihak yang be-perkara memiliki karakteristik yang khusus. pegawai Kejaksaan. Masih ada faktor lain yang menyebabkan mereka berbuat demikian. namun terjadi pula di daerah. keberadaan inspektorat di masing-masing lembaga itu tidak berhasil mencegah dan mendeteksi praktek diskresi tersebut.Lipsky kemudian berargumen bahwa praktek birokrasi bawahan tersebut merupakan mekanisme untuk mengatasi situasi yang sulit {coping mechanism). dan kepolisian dapat mencegah praktek birokrasi bawahan yang menyimpang. Artinya. Kejaksaan. Faktor kontrol internal organisasi kini menjadi pertanyaan. yakni karena tingkat kontrol organisasi dan karakteristik klien. serta kepolisian. Kementerian Keuangan. MA. Mereka berada dalam situasi oportunistik membutuhkan kepastian hukum yang menguntungkan dirinya. yang melibatkan aparat Direktorat Jenderal Pajak. Di sisi lainnya birokrasi bawahan berjalan dengan kepentingannya sendiri untukmemanfaatkan akses langsungnya terhadap klien. Kejaksaan. Menariknya. meman tik keraguan publik. Ada persoalan yang perlu dicari penyebab dan jalan keluarnya sehingga lembaga kontrol internal MA. Hanya. Gaji seorang pegawai Ditjen Pajak setelah perbaikan remunerasi jumlahnya berkali-kali lipat lebih besar dari gaji pegawai di daerah yang berposisi sama dan sebagai ujung tombak pelayanan publik pula. Bahkan telah menegasikan perbaikan remunerasi yang dianggap obat mujarab untuk menekan penyimpangan. pengembangan sumber daya manusia. Birokrasi bawahan Dalam kajian teoretis. dan reformasi ketatalaksanaan dalam beberapa tahun terakhir. Praktek markus terjadi dalam sebuah relasi tidak sehat antara pelayan dan yang dilayani (klien). klien yang mereka layani bukan hanya kalangan . teori tersebut relatif gagal menjelaskan fenomena markus.makelar kasus (markus). 2006).

karena publik tidak percaya pada perubahan-perubahan mendasar untuk memperbaiki birokrasi. Ia berasumsi bahwa kumpulan individu yang merasa dirugikan oleh praktek diskresi birokrat bawahan bisa mengorganisasi aksi bersama.masyarakat bawah yang membutuhkan pelayanan. Para birokrat bawahan tersebut melakukannya dalam dua modus. Apalagi ditunjang pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memudahkan antarindividu untuk saling terkoneksi senasib-sepenanggungan.Lebih jauh lagi. Kemudian birokrasi bawahan berupaya menerjemahkan sendiri kebijakan tersebut. Entitas terkaitAgenda | Apalagi | Bahaya | Birokrasi | Dikhawatirkan | Faktor | Gaji | Gejala | Iipsky | Karya | Kebijakanyang | Kejaksaan | Kementerian | Kepercayaan | Lipsky | Mahkamah | Memasuki | Modus | MPR | Padahal | . yakni timbulnya persepsi massal yang menganggap bahwa perubahan birokrasi tidak ada hasilnya. Kepercayaan politik Bahaya politik yang mengancam kegagalan reformasi birokrasi yang dibanggakan pemerintah adalah munculnya gejala nihilisme pada masyarakat. Modus lainnya berupa pengumpulan dukungan secara langsung. Pertama. publik semakin menurunkan kepercayaannya {distrust) terhadap pemerintah. Meski belum terorganisasi. Saat ini mulai terungkap praktek pegawai negeri yang mengumpulkan dukungan bagi para keluarga incumbent yang mencalonkan lewat jalur perseorangan. Sayangnya dilakukan secara menyimpang. Para pegawai negeri sipil yang semestinya netral terlibat dalam aksi saling dukung para pejabat kepala/wakil kepala daerah {incumbent) atau bahkan keluarganya yang mencalonkan diri.Memasuki masa pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010. di daerah terjadi praktek makelar politik. Gejala menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah mulai terlihat dari seruanseruan sejumlah pihak untuk memboikot kewajiban membayar pajak. Kebijakanyang tidak antisipatif dan prospektif terhadap kondisi di lapangan menyebabkan kegagalan implementasinya. praktek diskresi para birokrat bawahan merupakan buah dari konflik kebijakan antara pembuat dan pelaksana kebijakan. Meskipun belum terakumulasi secara massal. Mereka setia untuk mendampingi dan membantu para incumbent menjalankan kampanye politik secara tidak langsung. termasuk didaerah. pemerintah perlu mengantisipasi merosotnya kepercayaan politik (political distrust) publik. potensi aksi-aksi kolektif tersebut sudah diperkirakan oleh Lipsky (1980). Tidak dimungkiri. Setiap upaya perubahan yang dilakukan dianggap hanya tambal sulam. Padahal belum tentu demikian karena masih ada beberapa kemajuan atas upaya-upaya reformasi tersebut. para pegawai negeri ikut memposisikan diri dan mendukung setiap kebijakan dan program kepala daerah atau wakil kepala daerah guna mendapat kredit politik dari publik. tapi juga para elite yang membutuhkan dukungan politik. Dikhawatirkan akan terjadi penarikan legitimasi publik terhadap pemerintah (legitimacy rush) secara cepat Terutama bila publik tidak melihat perbaikan signifikan terhadap persoalan ketidakadilan yang dilakukan para markus dan praktek menyimpang birokrasi bawahan lainnya.

maksimal yang bisa dijatuhkan hakim adalah 20 tahun penjara atau seumur hidup. Rp 1 miliar. pada satu sisi. pengembangan sumber daya manusia. di daerah terjadi praktek makelar politik. Padahal. dalam sidang 22 Agustus 2008. Ada persoalan yang perlu dicari penyebab dan jalan keluarnya sehingga lembaga kontrol internal MA. vonis 20 tahun penjara merupakan pemecahan rekor sebagai vonis tertinggi di Pengadilan Tipikor. Vonis yang dijatuhkan. Menariknya. . dan reformasi ketatalaksanaan dalam beberapa tahun terakhir. Bila sumber daya yang dimaksud berkaitan dengan fasilitas institusi dan gaji. sangat melegakan dan memberi angin segar bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. yakni sebagai upaya untuk keluar dari situasi frustratif antara besarnya permintaan pelayanan dan keterbatasansumber daya yang dimiliki. Reno Iskandarsyah. yakni timbulnya persepsi massal yang menganggap bahwa perubahan birokrasi tidak ada hasilnya. tapi juga para elite yang membutuhkan dukungan politik. Sebagaimana diketahui. vonis yang dijatuhkan hakim Pengadilan Tipikor itu patut mendapat apresiasi.Memasuki masa pemilihan kepala daerah (pilkada) 2010. Kepercayaan politik Bahaya politik yang mengancam kegagalan reformasi birokrasi yang dibanggakan pemerintah adalah munculnya gejala nihilisme pada masyarakat.Praktek | Reformasi | Sayangnya | Scott | Terdapat | Terutama | Wawan | Direktorat Jenderal | Ditjen Pajak | Kementerian Keuangan | Implikasi Politik Markus | Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VI Tahun | Ringkasan Artikel Ini Maka diskresi peraturan yang dipraktekkan birokrat bawahan menjadi lazim. Dikhawatirkan akan terjadi penarikan legitimasi publik terhadap pemerintah (legitimacy rush) secara cepat Terutama bila publik tidak melihat perbaikan signifikan terhadap persoalan ketidakadilan yang dilakukan para markus dan praktek menyimpang birokrasi bawahan lainnya. pegawai Kejaksaan. Kejaksaan.000 dan dari Glenn Muhammad Surya Jusuf melalui pengacaranya. Vonis untuk Urip Tri Gunawan Jumat. dan kepolisian dapat mencegah praktek birokrasi bawahan yang menyimpang. dan Ditjen Pajak telah mengalami perbaikan remunerasi. Vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan hakim lebih tinggi daripada tuntutan jaksa yang hanya 15 tahun penjara. Pada sisi lain.Lipsky kemudian berargumen bahwa praktek birokrasi bawahan tersebut merupakan mekanisme untuk mengatasi situasi yang sulit {coping mechanism). Urip dinyatakan terbukti menerima uang terkait dengan jabatannya sebagai anggota tim jaksa penyelidik perkara BLBI. Juga denda Rp 500 juta untuk mantan ketua tim jaksa penyelidik perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Kementerian Keuangan. klien yang mereka layani bukan hanya kalangan masyarakat bawah yang membutuhkan pelayanan. JPU menuntut Urip 15 tahun penjara. vonis tertinggi yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor adalah 10 tahun penjara dalam kasus pengadaan helikopter dengan terdakwa Abdullah Puteh (gubernur nonaktif NAD). termasuk didaerah. 05 September 2008 Pintu Masuk Usut Sjamsul Nursalim Jaksa terdakwa penyuapan dan pemerasan Urip Tri Gunawan divonis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan hukuman 20 tahun penjara. Selain itu. Dia dinilai menerima uang dari Artalyta Suryani USD 660. MA. Sebelumnya.

serta sejumlah petinggi Kejaksaan Agung. bandingkan dengan pengadilan umum yang hanya 1. kejaksaan merupakan tulang punggung upaya pemberantasan korupsi yang sedang diusung pemerintah. berdampak pada menurunnya kepercayaan publik kepada kejaksaan pada tingkat yang paling rendah. bukan sebaliknya justru menjadi pelanggar hukum dan pelaku korupsi. khususnya yang melibatkan Sjamsul Nursalim. Contohnya. hakim tidak terikat terhadap jumlah tuntutan hukuman yang diajukan jaksa penuntut umum. Terungkapnya praktik penyuapan yang melibatkan ketua tim BLBI itu. vonis rata-rata di Pengadilan Tipikor adalah 4. Layak Meski mengundang perdebatan. khususnya jaksa. Urip tetap bersikukuh bahwa uang dari Artalyta itu merupakan pinjaman untuk usaha perbengkelan. berbeda dari pengadilan umum yang telah menjatuhkan vonis bebas terhadap 438 pelaku korupsi. Urip tidak kooperatif dan berbelit-belit. Jusuf (mantan ketua BPPN).Namun. ketidakpercayaan publik terhadap kejaksaan harus diartikan pula sebagai ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah yang dipimpin SBY-Kalla. mantan menteri kelautan. selama tidak melebihi ancaman pidana sebagaimana pasal UU Korupsi yang didakwakan oleh jaksa. Nama baik institusi kejaksaan menjadi sangat tercemar akibat praktik suap-menyuap yang dilakukan Urip. Pintu Masuk Selain penjatuhan hukuman terhadap Urip. satu-satunya harapan penuntasan korupsi BLBI hanya ada pada KPK. Penjatuhan vonis hakim yang lebih tinggi daripada tuntutan jaksa merupakan suatu hal yang biasa dalam praktik penanganan perkara korupsi di pengadilan (umum maupun tipikor). Setiawan Haryono dalam kasus korupsi BLBI yang awalnya dituntut enam bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan justru divonis lima tahun penjara. hingga sidang akan berakhir. Urip juga terkesan menutupi keterlibatan petinggi di Kejaksaan Agung. Meski fakta-fakta dalam sidang menyebutkan adanya komunikasi antara Artalyta dengan Urip dan pemberian uang suap terkait dengan pemeriksaan kasus korupsi BLBI. Dalam pemeriksaan dan sidang.4 tahun penjara. Selain itu.6 tahun penjara untuk pelaku korupsi. Keempat. tapi merupakan imbalan yang berhubungan dengan penghentian penyelidikan kasus BDNI-BLBI II. kenyataannya. Pertama. sidang terhadap Urip (dan Artalyta Suryani) menegaskan banyak sinyalemen publik tentang indikasi permainan di balik penanganan korupsi BLBI. Adanya fakta suapmenyuap yang dilakukan Urip dengan Artalyta terkait dengan penanganan korupsi BLBI Sjamsul Nursalim telah memenuhi alasan bagi KPK (sebagaimana diatur dalam pasal 9 dan 68 UU No 30 Tahun . untuk tidak melakukan tindakan menyimpang serupa pada masa mendatang. Sebab. Atau.000 itu bukanlah pemberian yang berdiri sendiri. Fakta-fakta hukum yang terungkap dalam sidang dengan kedua terdakwa tersebut seharusnya dilihat sebagai poin penting bahwa suap USD 660. vonis yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor itu cukup memberikan efek jera dan rata-rata lebih tinggi daripada vonis perkara korupsi yang dijatuhkan pengadilan umum. namun akhirnya divonis hakim Pengadilan Tipikor tujuh tahun penjara. yang dituntut jaksa enam tahun. Faktafakta sidang dan penjatuhan vonis bersalah terhadap Urip setidaknya bisa menjadi pintu masuk bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangani kasus korupsi BLBI yang melibatkan Glenn M. tidak ada ketentuan yang dilanggar bila vonis yang dijatuhkan hakim lebih berat daripada tuntutan jaksa. secara keseluruhan. vonis 20 tahun penjara sudah selayaknya diberikan terhadap Urip didasarkan pada beberapa alasan. Saat ini. secara lebih luas. Kedua. Pemberian vonis yang berat bagi Urip diharapkan bisa menjadi terapi kejut (shock therapy) bagi aparat penegak hukum lainnya. Sjamsul Nursalim (pemegang saham BDNI). sebagai aparat penegak hukum. belum ada koruptor yang divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor. Ketiga. perbuatan terdakwa telah mencermarkan institusi kejaksaan. Dalam sejarahnya. Dengan demikian. Catatan Indonesia Corruption Watch (ICW) selama dua tahun terakhir (2007-2008). Urip seharusnya mengerti hukum (dan tindakan korupsi) serta menjadi teladan bagi masyarakat. selama sidang. Rokhmin Dahuri.

anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) di Jakarta Kepuasan terhadap Kinerja Menteri Merosot11 Oktober 2010 OLEH PALUPI PANCA ASTUTI Meskipun sudah hampir setahun para menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu jilid II bekerja. Sebenarnya. Meski demikian. Beberapa menteri. Menteri Riset dan Teknologi. hasil evaluasi kabinet yang dilakukan oleh Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan atau UKP4 menyatakan kinerja 25 persen kementerian mengecewakan. Hasil evaluasi UKP4 itu tampaknya akan mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan evaluasi kinerja para menterinya. Bahkan. Menteri Sosial. serta Pemuda dan Olahraga. dan Menteri Perhubungan. serta Menteri Lingkungan Hidup. Menteri Pertanian. walaupun ada yang mengalami kenaikan. Menteri Luar Negeri. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sempat mengatakan bahwa evaluasi yang akan dilakukan Presiden nanti tidak selalu berarti adanya reshuffle atau penggantian menteri. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. kecuali terhadap menteri-menteri seperti Perdagangan. terutama bertepatan dengan setahun masa pemerintahannya pada 20 Oktober mendatang. Menteri-menteri lain yang juga dipandang merosot adalah Menteri Kesehatan. secara umum kepuasan masyarakat terhadap kinerja menteri-menteri tersebut cenderung turun. belum tampak tanda-tanda mereka mampu mengatasi berbagai persoalan krusial yang dihadapi bangsa ini. Hal itu dikatakan Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto. terdapat kecenderungan menurunnya kepercayaan kepada para menteri. Pada bulan Juli 2010. Emerson Yuntho. Jika dibandingkan dengan jajak pendapat untuk hal yang sama pada bulan Juli 2010. yang ditandai dengan merosotnya kepuasan responden. di antaranya Menteri Dalam Negeri. Tidak buru-buru . Menteri Perindustrian. hasil evaluasi UKP4 tersebut sejalan dengan hasil jajak pendapat Litbang Kompas yang menyiratkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja menteri secara umum. tidak cukup signifikan dan rata-rata masih berada di bawah kisaran 50 persen dukungan kepuasan publik. Menteri Pertahanan. Kebudayaan dan Pariwisata. Menteri Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Hanya Menteri Perdagangan yang tak mengalami perubahan. Pendidikan Nasional. Agama. Kelautan dan Perikanan.2002 tentang KPK) untuk mengambil alih kasus korupsi BLBI. Rata-rata kepuasan terhadap kinerja menteri-menteri berada di bawah 50 persen (lihat grafik). Beberapa menteri tercatat mengalami penurunan kepuasan publik yang cukup signifikan. Menteri Komunikasi dan Informatika.

Ekonomi dan keamanan Setelah satu tahun berjalan. Perombakan kabinet yang dilakukan SBY pada tahun pertama pemerintahannya pada waktu itu adalah reshuffle terbatas dengan merotasi dan mengganti beberapa menteri. Meskipun sikap publik belum mengkristal menjadi tuntutan terhadap adanya perombakan kabinet saat ini. Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin. Setidaknya. sebulan sebelum reshuffle dilakukan. Tiga nama yang keluar dari kabinet adalah Jusuf Anwar (Menteri Keuangan). Di antara menteri yang dianggap perlu diganti saat itu adalah Menteri Pendidikan Nasional.2 persen) jajak pendapat Litbang Kompas. perombakan anggota kabinet terjadi lagi. ketidakpuasan publik atas kinerja pemerintahan Presiden SBY masih menjadi batu sandungan yang cukup berarti. Empat menteri yang dicopot dalam perombakan kabinet kedua adalah Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra. Kepuasan yang menurun adalah pertanda yang lebih nyata akan adanya persoalan. problem di bidang perekonomian. . tiga nama diberhentikan. dan tiga nama dirotasi posisinya. sikap publik pun mungkin saja berubah. Alwi Shihab (Menko Kesra). saat ini wacana tuntutan penggantian menteri tidak terlalu kencang berembus ke masyarakat. tiga nama masuk menjadi menteri. serta Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. Kenaikan tarif dasar listrik yang mengakibatkan kenaikan harga bahan pokok berlanjut dengan rutinitas kenaikan harga pada bulan puasa dan Lebaran. khususnya kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. masih menjadi kekhawatiran terbesar publik. apakah hal yang sama akan terjadi pada anggota Kabinet Indonesia Bersatu II? Bisa ya bisa tidak. pada Mei 2007. Empat menteri dan satu pejabat setingkat menteri dicopot serta dua menteri dirotasi. Jika reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu I terjadi dua kali dalam lima tahun. Apabila kondisi yang dikeluhkan masyarakat tidak kunjung membaik. Tampaknya. Penggantian beberapa anggota kabinet menjelang tiga tahun pemerintahan SBY itu juga didukung masyarakat. Namun. mayoritas responden (80 persen) jajak pendapat Litbang Kompas menyatakan setuju adanya penggantian menteri. Menteri Perindustrian. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dua tahun kemudian. dan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf. Ketika itu sebagian besar responden (69.Meskipun opini negatif dialamatkan ke hampir semua menteri. Kondisi berbeda terjadi menjelang akhir tahun 2005. Saat itu. bukan tidak mungkin untuk mengganti menteri. setahun pertama Kabinet Indonesia Bersatu I bekerja. publik cenderung tidak terburu-buru ”menghukum” dengan mengusulkan penggantian sosok baru sebagai pengganti menteri-menteri saat ini. Menteri Negara BUMN Sugiharto.2 persen) dalam jajak pendapat Litbang Kompas menginginkan terjadinya reshuffle atau penggantian menteri-menteri kabinet. dan Andung Nitimihardja (Menteri Perindustrian). Ungkapan tersebut disampaikan sebagian besar responden (43. Hingga tiga bulan terakhir. serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

wakil Ketua MA : “Pengadilan Dibenci. Di antara nama-nama yang muncul. Dialah Marianna Sutadi yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua MA. Selain bidang ekonomi. Negara dianggap lengah dan lalai dalam menjaga keamanan warga negaranya. May 21. tapi di rindu” Belakangan. Kasus kekerasan horizontal antarwarga di beberapa daerah dan ibu kota negara menjadi sorotan tajam belakangan ini. khususnya yang menangani masalah perekonomian. kredit unit usaha masih sulit didapat dan bunganya cukup tinggi. Marianna justru menolak. Mahkamah Agung terus menjadi sorotan. peluang pergantian kepemimpinan juga makin terbuka. Meskipun industri semakin berkembang. diajukan sebagai calon pengganti Bagir. Bila itu terjadi. 2007 Wawancara Marianna Sutadi. . Kondisi itu membuat sebagian masyarakat meragukan kemampuan kinerja para pembantu presiden. kinerja para menteri di bidang politik dan keamanan juga menyiratkan ketidakefektifan. Ketidaknyamanan terkait persoalan keamanan pada akhirnya melahirkan rasa gundah dan ketakutan publik akan terjadinya peristiwa yang sama pada waktu mendatang. setidaknya akan dapat menghapus keraguan terhadap kemampuan para penggawa negara dalam menjamin rasa aman di masyarakat. ada seorang wanita.sebulan setelah masa Lebaran. khususnya di bidang politik dan keamanan. Meskipun operasi pasar bahan pokok digelar di mana-mana. Perempuan berdarah Batak ini mengajukan alasan.2 persen) merasa tidak puas dengan kinerja para menteri. Terlebih setelah adanya usulan Komisi Yudisial tentang kocok ulang hakim agung dengan alasan lembaga tertinggi yudikatif ini dianggap sudah darurat. tak berambisi menjadi Ketua MA. Publik pantas kecewa dengan kinerja menteri di bidang perekonomian. Oleh karena itu. Nyatanya. Apalagi periode kepemimpinan Bagir Manan sebagai Ketua MA bakal segera berakhir. FORUM memperkenalkan sejumlah hakim agung yang berpeluang menggantikan Bagir Manan. Jika dapat segera dibenahi. persoalan kedua setelah ekonomi yang paling mendesak segera ditangani menurut responden adalah masalah keamanan. harga bahan pokok tetap tidak banyak turun.4 persen) menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja para menteri perekonomian. meski bunga acuan Bank Indonesia rendah. Efektivitas pengawasan dan penjagaan keamanan yang kurang memadai membuat mayoritas responden (61. masyarakat masih bisa merasakan beberapa harga bahan pokok yang tetap tinggi. masih banyak angkatan kerja yang tidak terserap pasar tenaga kerja. Namun. persoalan ekonomi dianggap sebagai masalah yang paling mendesak harus ditangani. wakil Ketua Mahkamah Agung Marianna Sutadi. Sebagian besar responden (65. Edisi lalu. Oleh sebab itu.(Litbang Kompas) Monday.

Pasalnya pucuk pimpinan MA saja sudah melestarikan penggunaan hak jawab dalam menyelesaikan sengketa pemberitaan pers.. Tapi. Buat apa itu? Karena memang pengadilan itu konvensional. untuk saya. Karena itu. Marianna juga menceritakan "dapurnya" selama mengabdi di MA. Terus terang. Rabu pekan lalu.. Fakta ini tentu menggembirakan. Kalau seorang Ketua MA tidak memenuhi persyaratan itu. Dituakan karena semua lama. . 40 tahun 1999 tentang Pers. Mengapa? Lihat saja pengadilan di Inggris. Termasuk perkembangan terakhir yang terjadi di lembaga benteng terakhir keadilan itu. Semoga ini bisa menjadi ‘jurisprudensi' bagi penyelesaian sengketa pers kedepannya. Tapi MA sebagai badan peradilan. Jabatan Ketua MA adalah jabatan primes interpares. baru sayalah yang pertama. Bahkan untuk badan peradilan.38 hal.sudah siap dana dan dukungan dari para hakim agung lain untuk menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung".Sebagai salah satu penguasa yudikatif. Mungkin orang lain tidak tahu. Wakil Ketua MA itu memilih menggunakan hak jawab. Marianna tentu saja mengerti keberatannya itu bisa saja dilampiaskannya lewat jalur pidana maupun perdata.. Ternyata. Negaranya sudah maju. Mengapa dituakan? Karena kemampuannya. sejak Indonesia merdeka. ternyata dia lebih mengikuti mekanisme yang tertuang dalam UU no.. kata-kata 'dengan menyiapkan dana' itu sangat menyinggung sekali. Termasuk jabatan Wakil Ketua MA ini. Karena ini memang jabatan yang sulit. tapi hakimnya tetap pakai wig. integritasnya. Tapi kini telah mengundurkan diri. Orang melihat bahwa jabatan itu banyak. Amerika sendiri belum pernah ada pimpinannya yang perempuan. sumbangan Marianna tak hanya itu saja.13) ". keberatan itu disampaikan dalam wawancara dengan Irawan Santoso dari FORUM. perilakunya. Untuk duduk menjabat posisi wakil Ketua MA saja. Di Amerika juga hakimnya tetap pakai toga. saya tidak pernah bertemu siapa pun yang menunjukkan saya berambisi menjadi Ketua MA. Sempat memang mereka memiliki satu orang hakim agung perempuan. pasti dia tidak akan dihormati anggotanya. dia agak konvensional. Berikut petikan wawancaranya: Anda keberatan dengan poin mana? Tentang tulisan (FORUM edisi No.

Seperti itulah yang jadi mimpi saya. Keduanya itu orang kulit putih. wong suami saya sudah pensiun kok. ini yang penting agar publik tahu. apa saja yangAnda lakukan? Saya memang sempat pergi ke Jepang. Sekarang sudah ada PERMA (Peraturan MA. masih diragukan juga integritasnya? Masa sih masih cari dana. Hanya itu saja. sampai ke akhir masa jabatan. Mobil yang saya pakai. Anda mengorbankan hari libur untuk bekerja? Nah. Jadi. apakah orang yang sampai hari liburnya dikorbankan. advokat. Karena kesepakatan mediasi itu kan dibuat para pihak. Hari libur. profesionalitas ditingkatkan. Saya tinggal di JI.Dengan jabatan seperti ini. Tentu saya ingin agar hakim-hakim kita itu betul-betul dapat menjadi hakim yang dihormati karena putusannya.Toyota Camry. Nah. Jadi tak ada lagi yang perlu diurus. kasus ini yang ingin saya ambil. Kalau para pihak sudah setuju. Anak-anak saya sudah berdiri sendiri. Orang kulit hitam yang didakwa membunuh mantan istrinya dan pacar mantan istrinya. Hari libur saya itu sengaja saya pakai. terjadi keributan antara orang kulit hitam dan kulit putih. Bahkan Sabtu pekan ini saya berangkat ke Kalimantan. Oleh pengadilan di sana dibebaskan. Menyelesaikan perkara dengan singkat. kondisi itu bisa dicapai di sini. jangan dikira kalau saya ke luar negeri itu untuk berjalan-jalan belaka. red) yang mewajibkan para pihak yang berperkara untuk mengutamakan mediasi. Kuncinya. saya sangat mensyukuri ini dari Allah SWT. Tapi presiden mereka berkata. betapa pentingnya mediasi itu. tidak akan ada yang bilang itu putusan direkayasa. Di sana bertemu dengan seluruh hakim se-Kalimantan. Jakarta Itu rumah jabatan kompleks menteri. Secara tidak langsung akan membatasi perkara-perkara kasasi. tapi juga akademisi. Konsep itu memang banyak juga yang menolak. Kabarnya Anda sering berpergian ke luar negeri. LBH dan lainnya. bisa menyelesaikan tugas saya yang saya impiimpikan ini. Tapi memang itu belum berjaIan. Karena putusan itu. Karena saya memang menangani bidang yudisial. Saya mau apa lagi? Saya tidak punya pikiran lain-lain lagi kecuali bekerja. Dalam kasus OJ Simpson di Amerika. Di sana melakukan sosialisasi terhadap sistem mediasi itu. Makelar perkara juga bisa dihindari. lalu dibuat putusan perdamaian. Itu setara dengan mobil jabatan yang dipakai menteri. bagaimana sebenarnya keseharian Anda? Menduduki posisi Wakil Ketua MA. uang bermain dan lainnya. hari Minggu lalu saya pergi ke Semarang. Bukan hanya untuk hakim. Waktu itu sebenarnya tidak pantaslah pimpinan MA untuk ikut. . Sebenarnya mimpi-mimpi saya banyak. Itu bukan pekerjaan gampang. Kenapa? Karena membicarakan mediasi. bayangkan! Mengapa saya bisa begitu. kita harus tunduk pada putusan pengadilan. Saya hanya memikirkan agar bisa selamat. Itu kan berarti menggunakan waktu keluarga. tidak usah banding atau kasasi. Yaitu antara Wakai dan Chotei. Tujuannya untuk mendamaikan pihak yang berperkara di pengadilan. Untuk merangkul agar kita punya pandangan sama. Para pihak juga pasti senang. maka saya khusus menjadikan putusan hakim agar benar-benar memenuhi rasa keadilan. Nah. Kita lihat di negara lain misalnya. Nah. Denpasar Raya. Itulah terobosan yang saya inginkan sekarang ini. Untuk itu pula. Tujuannya untuk dibahas guna dibuat sebuah peraturan MA. Jadi secara alamiah akan menurun. LSM.

ketika petugas pengadilan sedang mengambil kunci. Karena di sana kan ada penjagaan. Jumlah perkara yang masuk ke PN senantiasa meningkat. Begitu ada polusi. Tapi bukan karena saya ingin menyelamatkan orang lain. Bukan dengan menghujat atau membakarnya. kalau seandainya gedung pengadilan kita kecil. Karena sudah terlalu banyak orang berkomentar. buruk juga bisa. kepercayaan terhadap pengadilan menurun.. Sebetulnya sasaran utamanya bukan pengadilan. tidak ada manusia yang menghargai udara. Karena memang risikonya besar. Tapi kok jumlah perkara naik. Mestinya kan turun. Jadi hilanglah. Kemarin saya ke Semarang.. bagaimana komentarnya tentang pemeriksaan Ketua MA? Selalu saya menjawab. Itu kan seperti udara (Marianna menghirup udara dalam-dalam). Pengadilan Negeri (PN)-nya dirusak orang.Apa agenda Anda pergi ke sana? Karena di sana ada masalah. 38 hal. 14red) di atasnya dikatakan. Jadi semua orang memerlukan pengadilan. intinya satu. Jadi untuk apa? Wong yang diminta komentar kok.. Saya katakan. memberikan penjelasan pada pers misalnya? Banyak wartawan yang datang kepada saya. Pada waktu normal. Anda terkesan sama sekali tidak melakukan pembelaan. hakim PN Jakarta Selatan. judulnya benci tapi rindu. "Saya tidak berkomentar". ternyata massa masuk keruangan pengadilan. Ada diskusi panel. saya agak bingung. Bisa dititipkan di kejaksaan atau di polisi. Sebelumnya Anda mengatakan. Padahal waktu itu. Tidak ada yang bisa memutus suatu sengketa selain pengadilan. apa tanggapan Anda terhadap hal ini? Saya senang sekali menjawabnya. Memang tidak gampang kan jadi hakim? Ada yang mengatakan. dengan lagu. Maka mereka berteriakteriak meminta agar truk-truk itu dikembalikan dan terdakwa dibebaskan. Pembicaranya dari beberapa kalangan. Terhadap kondisi hukum kita sekarang. Fenomena apa ini. Ini kan kontradiksi. banyak yang malah tidak percaya lagi terhadap pengadilan. memang menghindar. ditangkap . Tidak barus. mengapa bukan samasama kita memperbaikinya. kalau saya tarik kesimpulan dari penanya-penanya itu. Hanya. Karena tidak bisa. hanya untuk meluruskan keadaan. Hasilnya juga bukan malah meluruskan keadaan. Anda tidak mengakar di kalangan hakim agung MA. Penilaiannya dari mana? Ha . mengapa barang bukti seperti itu mesti kita yang simpan. Lalu di bawahnya dicantumkan bahwa saya tidak mengakar. Tapi bukan dibakar pengadilan itu. bahwa kepercayaan kepada pengadilan menurun jumlahnya. Padahal kalau di tulisan itu (FORUM edisi No. pengadilan tidak bisa melakukan itu. Herman Allositondi. Ketika masuk. Tapi mari kita lihat. Nah. Waktu MA diserang terus-menerus. saya tidak wajar berkomentar. Karena itulah saya ke sana. ha. ha .. Marilah kita sama-sama memperbaiki kekurangan. Jadi kondisi ini mirip. Kebetulan massa yang sambil berjalan itu melewati PN. mereka mengambil barang bukti kasus lain. di PN itu lagi disimpan truk-truk illegal logging. maka kaca-kaca pengadilannya dipecahkan. tapi kantor polisi. Semua orang berduyun-duyun bagaimana mengatasi pencemaran itu. Makin mericuhkan keadaan. Orang bisa mengatakan saya cantik. Beberapa pekan lalu.. Nah. "Saya sebelumnya didaulat oleh para hakim agung untuk jadi wakil Ketua MA". Itu sah-sah saja. Saya ingin sampaikan. baru orang-orang repot. Kalau saya dibilang cenderung menghindar. benarkah begitu? Tidak mengakar? Seyogianya terhadap penilaian seperti itu. kalau itu yang kita rasakan sekarang.. Semua manusia perlu udara.

Mereka ditekan dari kiri-kanan. Hasil rekaman jelas petunjuknya (Herman terlibat). tolong buat surat penangkapannya segera. nanti dikira orang tidak bekerja. saya usulkan kepada Pak Ketua MA. Karena itu Jaksa Agung mohon agar petunjuk Ketua MA untuk memeriksa Herman. Kan cepat prosesnya. Karena kita perlu public trust. saya yang memerintahkan. Nah. tapi MA malah membiarkannya? Sebenarnya saya yang memerintahkan agar dilakukannya pemeriksaan itu. petinggi Badan Intelijen Negara yang ditengarai terlibat kasus Munir. dari keterangan KPN. Karena memang kalau ada kejadian begini. Kita semua tahu: BHD hendak menangkap Muchdi Pr. saya bilang ini tidak bisa tidak. Saya usulkan kepada Ketua MA. Mereka menanyakan nasib investigasi kasus Muniraktivis hak asasi manusia yang tewas diracun dalam perjalanan Jakarta-Amsterdam pada 2004. Saya bilang. Polisi kabarnya sempat akan menyerah. Setelah mendengar penjelasan dia. Usman Hamid Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) SEKELOMPOK aktivis dan wartawan suatu hari pada Juni 2008 datang menemui Bambang Hendarso Danuri (BHD). Hanya masalah itu saja. lalu perintah dikeluarkan. Ketua PN Semarang yang sudah ditindak itu. Bambang dan beberapa perwira bawahannya mendapat teror serius. Setelah itu saya langsung press conference. Karena itu konsekwensinya luas. KPN berkata. Tapi masalah lain kita memang tidak umumkan. Karena dia akan segera berangkat meninjau PN di Lampung. Berarti MA perlu public trust juga dong? Memang butuh. Lalu. Saya juga bilang. Hakimnya belum ada cerita. Cuma selama ini tidak kita lakukan terbuka seperti itu. red). hakim anggotanya kita jadikan ketua. saya setuju. Lalu Pak Ketua memanggil saya. Tersangka pembunuh sudah ada. kok. Maka. Kemudian Jaksa Agung menelepon saya lagi siangnya. Entah oleh siapa. waktu kejadian di PN Jaksel. apa tidak ketuanya saja. Esoknya Jaksa Agung menelepon Ketua MA. Waktu itu kebetulan kita sedang rapat pimpinan.Kejaksaan. . Saya minta dia supaya sore itu agar datang untuk melaporkan. kami tidak mengumumkannya. Karena kita juga menghormati azas praduga tidak bersalah. tidak. ini (hakimnya) pasti terkait. Kalau kita tidak bertindak. saya langsung menelepon Ketua PN Jaksel (Seodarto.. yang ketika itu Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia. Saya bilang. Tapi. tapi tak tersentuh. ganti majelis hakimnya. Lho. Yang baru tertangkap tangan kan paniteranya. Namun kondisi sekarang sudah berubah. Harus semuanya diganti. Malam itu juga perintah Ketua MA kepada Ketua PN Jaksel adalah tarik semua perkara dari hakim tersebut. sebenarnya itu proses standar saja. majelis harus diganti semuanya.

Kita tahu ada klimaks dari cerita itu: BHD diangkat menjadi Kepala Kepolisian RI. Penggunaan senjata api lebih terkontrol kecuali dalam kasus perburuan teroris. BHD ada di sana dengan wajah berkeringat dan senjata siap menyalak. Masaro. termasuk tidak melakukan penyiksaan dalam pemeriksaan. Dibekap polisi. Dia membuktikannya. Tapi yang terjadi. polisi kini menuding kasus itu berkaitan dengan konflik .Kepada para aktivis. Belum lagi kasus Bank Century. Kita juga ingat kasus pencopotan Komisaris Jenderal Susno Duadji dari jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal dan kehadiran Susno sebagai saksi dalam sidang kasus pembunuhan pengusaha Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Ketua KPK Antasari Azhar dan perwira polisi Wiliardi Wizar. Konon. kemajemukan. Akuntabilitas juga mendapat perhatian penting. BHD mengesahkan seperangkat kebijakan maju. terutama atas keberhasilannya mengungkap kasus Munir. memperbaiki kinerja reserse dan petugas pelayanan masyarakat. Semua bernasib sama: menggantung. Ada pula kasus rekomendasi kerja Tim 8 untuk mereposisi sejumlah pejabat kepolisian. sosok BHD yang tengah menunggu masa pensiun. Di bawah kepemimpinan BHD. juga kejaksaan dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Setahun terakhir. Muchdi tak melawan. Namun sekarang kepercayaan itu menurun tajam dan jatuh pada titik terendah. lll SETIAP kali ada kesempatan bertemu dengan pegiat masyarakat sipil. Bank Indover. misalnya Peraturan Kepala Polri Nomor 8 Tahun 2009 tentang implementasi hak asasi manusia yang memaksa petugas menghormati HAM. Tentu saja niat itu positif meski penekanan kebijaksanaan mestinya bukan semata kehendak hati. Inilah kemunduran terbesar dari reformasi kepolisian. alih-alih menangkap pelaku pelemparan bom molotov. Kelapa Dua. Lihat saja misalnya penanganan kasus penahanan dua pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi. BHD berjanji akan mengambil risiko berat. dan mafia pajak. Wajah para anggota tim polisi yang membekuknya tegang. Di awal kepemimpinannya. Paradigma peraturan ini adalah menjunjung tinggi prinsip demokrasi. dan hak asasi manusia. BHD selalu menekankan apresiasinya atas dorongan LSM agar polisi mereformasi diri. kepercayaan masyarakat kepada kepolisian sempat naik. Ketika berniat menangkap pelaku serangan terhadap aktivis antikorupsi Tama Langkun dan pelaku pelemparan bom molotov di kantor majalah Tempo. Depok. mata publik terus menyoroti sepak terjang kepolisian. yang diakibatkan kasus Anggodo. ia digelandang menuju markas Brigade Mobil. BHD bukan sosok yang tanpa visi. Suatu petang. Tak lupa pula ia menegaskan kehendaknya mewujudkan harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang adil. melainkan perlu sikap nyata. Muchdi ditangkap saat keluar dari lobi sebuah hotel. seharusnya BHD mengambil tindakan nyata. Lebih spesifik lagi. yang berlarut-larut. Juga rekayasa kasus Aan dan dugaan rekening gendut milik perwira tinggi yang berakhir antiklimaks. Ada juga Peraturan Kepala Polri Nomor 7 Tahun 2008 yang meminta publik menjadi subyek aktif membantu polisi mengatasi persoalan hukum di masyarakat. Jawa Barat. Adapun kisah Muchdi antiklimaks: ia dibebaskan pengadilan pada akhir 2008. Bibit-Chandra. ada usaha keras membenahi mindset perwira tinggi.

etika kebijaksanaan mementingkan tindakan yang bijaksana. Jika program itu dijalankan. melainkan makin memburuk. negara harus memiliki batas waktu yang jelas kapan kepolisian dapat memperoleh 100 persen anggaran belanja bagi kebutuhan kerjanya. Perang memberantas teroris memproduksi teroris baru. mana lawan. termasuk dengan membangun lobi politik di luar markas polisi. polisi kini malah memusuhi mereka. Perubahan yang utama adalah menghapuskan off budget. Genderang perang yang telah lama ditabuh kini redup. Jika BHD memang berkomitmen mengusut dugaan kepemilikan rekening gendut. Semangat dua dokumen itu bertolak belakang dengan grand strategy Polri 2005-2025 yang disusun Jenderal Sutanto. arah kebijakan kepolisian ke depan bukan membaik. Mengutip Franz Magnis-Suseno. yang . bukan sekadar sikap batin. Di pihak lain. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat. Saya berharap dua dokumen itu bukan merupakan sikap resmi Polri. Siapa yang menyusun dokumen ini? Barangkali ada perwira-perwira yang memiliki niat hitam. Cara yang terakhir ini dipercaya telah membuat sejumlah perwira senior kecewa sehingga melakukan perlawanan diam-diam. Perang melawan koruptor dan mafia peradilan. Sehingga tak ada lagi jalur "A" alias Asiong dan Aliong ataupun "parman" alias partisipasi teman. jika ya. Perang melawan penyerang aktivis tak terdengar. Sistem pembinaan karier seharusnya dilaksanakan agar promosi perwira-misalnya untuk jabatan kepala kepolisian daerah-sepenuhnya didasari kinerja. tahun ini mestinya Polri masuk fase membangun kepercayaan (trust building). Cara ini dipercaya juga dilakukan untuk mencari celah agar mereka terpilih menggantikan BHD. ibarat pedang makan tuan. Dua dokumen "rahasia" tersebut merupakan potret yang bisa berbicara tentang mengapa dan dari mana sumber kekacauan kepolisian. yang akan pensiun Oktober tahun ini. menghasilkan perlawanan balik dan memukul mundur pasukan yang awalnya menyerang. Dokumen "Program Kerja 2010 tertanggal 11 Juni 2010" dan "Rencana Strategis 2010-2014" yang diterbitkan pada Januari tahun lalu bahkan menyebutkan nama beberapa LSM yang dianggap merusak citra kepolisian. Sebab. Polisi mestinya segera berbenah. Tak lagi jelas mana kawan. praktek mencari dana untuk kebutuhan kerja polisi-sesuatu yang tak lain adalah korupsi-akan terus merajalela. masyarakat sipil harus memastikan bahwa soal anggaran kepolisian segera diatasi. yang merujuk pada praktek permintaan dana dari pengusaha untuk memenuhi anggaran kepolisian. Pemimpin politik formal harus aktif memantau dan mencarikan jalan reformasi polisi. Dalam hal ini. Kepercayaan publik kian menurun dan hubungan kepolisian dan masyarakat sipil menjadi kian diametral. Alih-alih merangkul kawan dari elemen masyarakat sipil. Kepala Polri sebelum BHD. Perang melawan judi dan penyelundup kehabisan logistik dan bahan bakar. seharusnya ada perwira yang dibawa ke pengadilan. bukan karena faktor "kedekatan" dengan pimpinan.internal Tempo. Gugus kerja seperti Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan tak boleh pasif. Selama polisi dibiarkan bekerja dengan anggaran yang cekak.

Integritas dan profesionalitasnya dipertanyakan.membawahkan bidang kepolisian. Sabtu malam. dan illegal mining. Pengaduan. Menurut dia. illegal fishing. Perihal itu perlu mendapat perhatian Timur Pradopo terkait dengan maraknya "perilaku miring" yang dilakukan oknum yang berada di lembaga kepolisian di Indonesia. Lutfi mengatakan. Timur di antarannya menyebutkan penyelesaian kasus-kasus yang menonjol. pada 2009 melonjak menjadi 277 kasus dan 175 kasus di antaranya dilakukan aparat polisi. katanya di Jambi. . Lutfi menyebutkan di Makasar juga ada anggota polisi terkait kasus narkoba. hal ini pada akhirnya nanti tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut menurun dan upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat sipil melemah. Kasus itu meningkat 57. Ini yang perlu diselesaikan di institusi Polri. Jambi (ANTARA News) . pembrantasan illegal logging.4 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Presiden harus mengambil bagian agar Kepala Kepolisian tak merasa seperti "komandan yang kehilangan komando". Dia memberi contoh yang baru terjadi di Jambi (11/10)." katanya. "Adanya kejadian seperti itu dengan sendirinya membentuk opini di masyarakat bahwa rendahnya moral aparat. Jika pada 2008 pelanggaran HAM di provinsi itu tercatat 176 kasus. pembrantasan preman dan kejahatan. Jangan pula mereka melanggar hukum. "Mereka itu penegak hukum. menangkap anggota Samapta Polrestabes terkait kasus yang sama. tak boleh dibiarkan lapuk digerogoti kepentingan jangka pendek.Presiden Partai Keadilan Sejahterah (PKS) Lutfi Hasan Ikhsan menekankan Timur Pradopo membina mental dan akhlak anggotanya bila kelak dilantik sebagai Kapolri." kata Lutfi Hasan Ikhsan. Kejadian tersebut memperburuk citra Polri dalam menjalankan tugasnya selaku penegak hukum. Ini menjadi tanggung jawab Kapolri untuk melakukan pembinaan terhadap aparatnya. dan Penegakan Disiplin Polrestabes Makassar. Timur Pradopo saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di DPR RI memaparkan 10 program kepolisian ke depan. Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumut (Bakumsu) serta Security Sector Reform Community (SSRC) tercatat kasus kekerasan dan pelanggaran hak azasi manusia (HAM) pada 2009 banyak dilakukan oknum kepolisian di Sumatera Utara. Lebih jauh. Satuan Narkoba bersama Unit Pelayanan. Oknum polisi berpangkat Bripda dengan inisial AR nyaris melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap remaja putri daerah tersebut. Hasil monitoring Kontras.

Malaysia (4. Sementara itu. katanya. implementasi struktur Polri.5). itu berarti kita telah melewati waktu setahun dengan sia-sia.Selain itu. Kasus dugaan mafia pajak yang melibatkan Gayus Tambunan juga tak bisa dilepaskan dari keterlibatan aparat penegak hukum di kepolisian maupun kejaksaan. . dan Kosovo. Mengapa Stagnan? Paling tidak. harus diakui KPK merupakan salah satu faktor yang dapat mendongkrak peringkat pemberantasan korupsi Indonesia di mata internasional. 5 November 2010 Stagnasi Pemberantasan Korupsi OLEH: ADNAN TOPAN HUSODO* TRANSPARANSI Internasional Indonesia (TII) baru saja melansir hasil survei indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia 2010.4). pada level Asia Tenggara. Indonesia masih kalah jauh oleh Singapura (9. Data pengaduan masyarakat terhadap dugaan penyimpangan oleh aparat kepolisian di 32 entitas setingkat polda dan Mabes Polri menunjukkan bahwa 1. semakin sulit bagi Indonesia meraih peringkat yang lebih baik pada tahun-tahun menda tang. dan Myanmar. Laporan mengenai rekayasa perkara. (ANT-263/K004) Jumat. Faktor pelemahan KPK dan nasib yang tidak menentu atas kasus Bibit dan Chandra selama periode 2009–2010 menjadi salah satu pemicu stagnasi pemberantasan korupsi di Indonesia.0 poin sebagaimana target Presiden SBY pada 2015. nilai terhadap kinerja pemberantasan korupsi di Indonesia tidak berubah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Indonesia hanya disejajarkan dengan negara seperti Bolivia. Di sisi lain. penolakan laporan masyarakat. Brunei Darussalam (5. kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum lain tidak kunjung pulih. Kamboja. Timor Leste. Sebab.199 keluhan masyarakat berada pada satuan reskrim. Demikian halnya dengan ongkos serta energi yang telah dialokasikan untuk mendorong pemberantasan korupsi.3). Indonesia hanya berada di atas negara lemah. Dengan peringkat itu. Kepulauan Solomon. lantas. program pembrantasan korupsi. seperti Vietnam. Data statistik tersebut bisa diartikan bahwa dalam fungsi penegakan hukum yang diwakili reskrim. apalagi sampai 5. Stagnasi prestasi pemberantasan korupsi pada 2010 tentu saja merugikan. Hasilnya bisa dikatakan mengecewakan.8 poin atau sama dengan tahun sebelumnya. Skor yang diperoleh Indonesia hanya 2. Sisanya merupakan keluhan pada fungsi samapta. dan Thailand (3. dan kriminalisasi terhadap kasus perdata –yang semua itu dikategorikan sebagai unfair trail– juga telah menjadi catatan tersendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada 2010. Filipina. hanya sanggup menjaga posisi Indonesia pa da level yang sama dengan tahun sebelumnya tanpa bisa mendongkraknya ke tingkat yang lebih tinggi.106 di antara 1. kinerja Kepolisian RI masih dikategorikan buruk. dan bina mitra. Sebab.5). manipulasi alat bukti. Bagaimanapun. Dengan IPK itu. Lambannya program reformasi pada tubuh penegak hukum dapat dilihat juga dalam laporan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) per September 2010. pembenahan reserse. Gabon. Tahun ini Indonesia berada di peringkat ke-110 di antara 178 negara dunia yang disurvei. intelijen. penguatan kemampuan Densus 88 bekerja sama dengan TNI dan BNPT. kepolisian dan kejaksaan justru selama ini dituding sebagai pihak yang berada di belakang kriminalisasi terhadap pimpinan KPK tersebut. ada beberapa persoalan krusial yang mengakibatkan skor IPK Indonesia tak beringsut naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebaliknya.

00 dari skala 0–10. perizinan. menurunnya tingkat korupsi dapat ditandai dengan semakin efektif nya penerimaan dan penggunaan ang garan negara di pusat maupun daerah. program remunerasi yang dicanangkan pemerintah sebagai pemicu bagi perbaikan sektor birokrasi sudah diaplikasikan pada beberapa instansi pemerintah. Pada tiga hal tersebut. Karena itu. apakah strategi menaikkan remunerasi merupakan solusi yang efektif untuk mempercepat agenda reformasi birokrasi. Kegiatan itu melibatkan responden pengguna layanan sebanyak 12. khususnya penegak hukum. agenda pemberan tasan korupsi bertumpu pada agenda reformasi birokrasi. 6 instansi vertical. Besar .763 responden di tingkat pusat. dan 2. kegagalan reformasi birokrasi dapat dilihat dari masih buruknya kualitas pelayanan publik. Hasilnya. Sebaliknya. instansi ver tikal.00 sebagai nilai tertinggi. perlu menjadi catatan yang serius bagi presiden. maupun pengurusan hal lain. survei integritas sektor publik yang dilansir KPK pada awal November 2010 menunjukkan belum membaiknya mutu pelayanan publik secara umum.00. Sementara itu. Indeks integritas nasional merupakan nilai rata-rata dari sektor publik di tingkat nasional. Mendongkrak Citra Positif Selain pekerjaan rumah untuk memoles citra positif penegak hukum yang masih berat. naik sepuluh la poran jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 34. Sebab. semoga IPK Indonesia pada masa yang akan datang meningkat signifikan.616 orang.Rasio Polisi adalah jumlah polisi dibandingkan dengan jumlah penduduk suatu wilayah atau negara. ditemukan beberapa hal positif. dan 22 pemerintah kota.123 responden di tingkat pemerintah kota. Dengan perbaikan pada sektor itu. agenda pemberantasan korupsi berada pada garis komandonya. Dengan strategi itu. Pertimbangannya. Artinya. yang mendapatkan predikat disclaimer turun. Menurut PBB Rasio Polisi yang ideal adalah 1 : 400. IPK Indonesia dipertaruhkan. Survei yang berlangsung pada April–Agustus 2010 tersebut dilakukan terhadap 353 unit layanan yang tersebar di 23 instansi pusat. Seluruh responden merupakan pengguna langsung layanan publik yang disurvei dalam setahun terakhir. strategi pemberantasan korupsi harus diarahkan demi terciptanya pemulihan kepercayaan publik terhadap penegak hukum. Barangkali perlu ada evaluasi ulang. Masalahnya. Mulai pelayanan dasar. KPK menggunakan ukuran standar minimal integritas sebesar 6. Mereka terdiri atas 2. perbaikan kualitas pelayanan publik. Membaiknya pelayanan publik menandakan keberhasilan reformasi pada sektor birokrasi. semakin baik integritasnya.42 atau separo dari skala 10. Padahal. Sebaliknya. Salah satunya adalah bertambahnya jumlah laporan keuangan di tingkat pemerintah pusat maupun daerah yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Sebanyak 44 di antara 78 laporan keuangan kementerian/lembaga (LKKL) di tingkat pusat mendapatkan opini WTP. indeks integritas nasional tahun ini hanya berada pada level 5. publik akan secara langsung menikmati pelayanan yang lebih baik.IPK 2010 harus menjadi kritik sekaligus masukan yang berharga bagi Presiden SBY.730 responden di tingkat instansi vertikal. semakin besar nilai. 7. itu bisa diartikan sebagai kegagalan presiden dalam mengawal perbaikan pada lembaga penegak hukum. Lambannya –untuk tidak mengatakan stagnan– agenda reformasi pada berbagai sektor. serta semakin efisien dan efektifnya penerimaan dan penggunaan anggaran negara. Terakhir. Berdasar laporan hasil pemerik saansemester I 2010 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (*) Jakarta . dan pemerintah kota. delapan laporan mendapatkan opini disclaimer atau turun sepuluh laporan dari tahun sebelumnya.

Lane. kejahatan transnasional. Senada dengan berbagai hasil studi meningkatnya Rasio Polisi Indonesia ternyata tidak menurunkan angka kriminalitas.2004 Rasio Polisi mencapai 1 : 750. dan 128. Rasio Polisi tidak dapat dijadikan ukuran keberhasilan dalam menekan kriminalitas.282 per 100. 1985.000). bukan pada berapa banyak anggota polisi lapangan (operasional) yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Sayangnya Rasio Polisi tersebut dibentuk berdasarkan pada jumlah total anggota polisi. Dalam hal penyelesaian perkara (clearing rate). Diharapkan pada akhir tahun 2009.89 pada tahun 2007. Dalam kurun waktu 2005 . maka sampai dengan akhir tahun 2008 Polisi Rasio telah mencapai 1 : 578. dan Walker. Di antara kota-kota yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa. dan kejahatan berimplikasi kontijensi.000) dan yang terendah adalah Kansas City. khususnya kejahatan konvensional cenderung stagnan pada kisaran 50 persen. 1989 (dalam Bayley. Data dari Bureau of Justice Statistics 1987 (dalam Bayley. yaitu pada level Bintara. Krahn and Kennedy. Sebaliknya semakin besar Rasio Polisi akan menyebabkan pengaduan masyarakat tidak tertangani dengan baik. 104 pada tahun 2006. kejahatan terhadap kekayaan negara. intensitas patroli rendah. Studi yang dilakukan oleh Lotfin and McDowall. tetapi kedua kota tersebut memiliki jumlah personil polisi per kapita yang hampir sama yaitu 2. Jika pada akhir Program Pembangunan Nasional (Propenas) 2000 . Gurr. 1994) menunjukkan bahwa analisa yang dilakukan berulang kali tidak menemukan hubungan antara jumlah personil kepolisian dengan angka kejahatan.789 per 100. atau kehadiran polisi di tempat kejadian perkara (quick response) tidak tepat waktu. 1970. Logikanya semakin kecil Rasio Polisi semakin efektif pelayanan kepolisian kepada masyarakat. 1979.000).kecilnya Rasio Polisi menentukan efektivitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. 1980. Reiner. sasaran Rasio Polisi 1 : 500 dapat tercapai. tetapi memiliki angka kejahatan serius tertinggi. Missouri (3. Hal ini berarti bahwa semakin besar jumlah personil polisi tidak selalu menekan angka kejahatan. 1994) menyebutkan bahwa kota-kota Amerika Serikat yang berpenduduk lebih dari satu juta jiwa memiliki rasio polisi tertinggi (320 per 100.3 per 1000 di Dallas dan 2. 1985. Dallas memiliki angka kejahatan tertinggi (16. 1978. 1991. 1983.4 per 1000 di Kansas City. Silberman. *** Di lembaga kepolisian kejahatan dikelompokkan dalam 4 jenis kejahatan yaitu kejahatan konvensional. Emsley.81 pada tahun 2008.2008 semua jenis kejahatan cenderung meningkat dengan indeks kriminalitas secara berturut-turut 110 pada tahun 2005. Semenjak dipisahkannya Polri dari TNI pada tahun 2000 Rasio Polisi Indonesia semakin membaik (mengecil). Karena pada dasarnya tindak kejahatan dapat terjadi karena ada kemauan dan kesempatan yang didukung oleh adanya gab kondisi sosial ekonomi suatu masyarakat. Laurie. penyidikan berlarut-larut. 140. Padahal seharusnya dengan semakin . 1982. Koenig.

Dengan demikian setiap unit reserse kinerjanya diukur dari pencapaian target yang telah ditetapkan. penipuan. Tanpa laporan dari masyarakat polisi tidak dapat melakukan langkah penyelidikan dan penyidikan terhadap suatu kasus kejahatan yang menimpa masyarakat. sampai saat ini masih melekat di sebagian masyarakat. Hal ini ditunjukkan oleh masih banyaknya kasus main hakim terhadap penyelesaian kejahatan di masyarakat atau dengan cara menyewa pengamanan swasta yang seringkali bertindak bengis dan anarkhis. Sementara dari kinerja penyidikan masih banyak hasil penyidikan yang dibantah oleh terlapor ketika berperkara di pengadilan karena proses investigasi diwarnai intimidasi dan penyiksaan. Citra Polisi juga masih dibayangi oleh masih banyaknya anggota Polisi yang melakukan tindakan menyimpang dari tugas pokok dan fungsinya. Bahkan mendekati ke angka 100 persen. adalah seberapa besar partisipasi masyarakat dalam melaporkan tindak kejahatan yang dialaminya. Tentunya dengan sejumlah persyaratan yang kadangkala memberatkan tersangka. sampai dengan pembunuhan yang dianggap sebagai pekerjaan rutin dan bersifat lokal kurang memiliki nilai politis sehingga keberhasilannya kurang terapresiasi. kinerja penyelesaian perkara relatif cukup baik. Sementara itu. Pelanggaran kode etik dan berbagai tindak pidana yang pada tahun 2008 kasusnya mencapai hampir 2. Sayangnya sampai saat ini lembaga kepolisian belum sepenuhnya mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. pemerkosaan. Pandangan bahwa "melapor kehilangan ayam malah kehilangan kambing". terutama dalam hal penanganan tindak kriminalitas.menurunnya Rasio Polisi kinerja penyelesaian perkara akan meningkat. Akibatnya banyak kasus-kasus yang dianggap tidak berbobot terpaksa tidak ditindaklanjuti dan dilepas begitu saja. perampasan. untuk jenis kejahatan transnasional seperti terorisme yang bersifat lintas negara. Kondisi tersebut menyebabkan para penyidik tidak dapat melakukan improvisasi secara bebas dan terpaksa tebang pilih kasus yang dianggap menonjol dan dapat memoncer-kan kariernya. untuk 3 jenis kejahatan lainnya. penjambretan. Namun. regional. Hal ini cukup logis jika ditinjau dengan volume dan bobot suatu kasus. Artinya jika dalam satu tahun ditargetkan sebanyak 40 kasus maka maksimal kasus yang diselesaikan sebanyak 40 kasus.5 persen dari total anggota Polri menjadikan lembaga kepolisian belum sepenuhnya menjadi andalan masyarakat dalam mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. makan waktu yang lama. maupun global memiliki bobot politis yang tinggi. Kasus-kasus kejahatan konvensional seperti pencurian. Jika melebihi target atau terlalu berprestasi justru akan dipertanyakan "dapat biaya dari mana". Stagnasi clearing rate kejahatan konvensional pada kisaran 50 persen diduga terkait dengan keterbatasan anggaran penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Salah satu keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi kepolisian. Seringkali masyarakat (pelapor) merasa tidak nyaman bila berhubungan dengan lembaga kepolisian karena proses yang berbelit-belit. . dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Setiap kasus tindak pidana telah ditetapkan besaran biayanya. sehingga keberhasilan dalam penanganannya sangat signifikan mempengaruhi kinerja kepolisian.

KabariNews. Minggu (21/11). Minimal mencapai kondisi ideal yang ditetapkan PBB dan untuk mengatasi kesenjangan cakupan pelayanan.com Jakarta. ICW menilai Polri tidak serius dalam menangani kasus Gayus tersebut. Secara umum kualitas pendidikan anggota Polri sudah cukup baik. Persyaratan pendidikan minimal SLTA telah terpenuhi dan secara alamiah level tamtama akan terhapus di lembaga kepolisian dalam beberapa tahun ke depan. sehingga masyarakat semakin mempertanyakan keseriusan Polri untuk menyelesaikan kasus korupsi. Namun demikian pemahaman terhadap hukum. Jawa Barat. dan hak asasi manusia perlu terus ditingkatkan. Gunarta Perencana Bappenas ABOUT THE AUTHOR Nugroho Email: Info@KabariNews. Tetapi. Polisi ada ketika masyarakat membutuhkan (quick response) serta masyarakat merasa nyaman dan aman beraktivitas.com . Jakarta. Langkah ini diperlukan untuk menekan angka penyimpangan dan pelanggaran profesi yang mengarah pada penistaan hak asasi manusia. Donal Faris.Kasus "bebas"nya terdakwa penggelapan pajak Gayus Halomoan Tambunan dari Rumah Tahanan Markas Komando Brigade Mobil (Rutan Mako Brimob) Polri di Kelapa Dua. kondisi sosial ekonomi masyarakat. Depok. saat menggelar konfrensi pers di kantor ICW. Beberapa kalangan menilai. .Menilik dari kondisi di atas ke depan diperlukan updating kebijakan dan regulasi secara terus-menerus untuk meningkatkan profesionalisme Polri. yang tidak kalah penting adalah kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat harus lebih baik. bebeberapa waktu lalu kembali membuat institusi Kepolisian Republik Indonesia mendapat sorotan publik. Salah satunya disampaikan oleh Indonesian Corruption Watch (ICW) yang mendesak Polri untuk segera menyerahkan kasus Gayus Tambunan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). saat ini kepercayaan publik terhadap Polri semakin menurun. Menurunkan Rasio Polisi masih tetap diperlukan. Hal ini disampaikan oleh peneliti hukum ICW. Indikatornya adalah masyarakat merasa nyaman berhubungan dengan polisi.

baik berbeda perguruan tinggi maupun sesama mahasiswa pada perguruan tinggi yang sama. APA yang sebenarnya terjadi pada mahasiswa kita? Kriminolog dari Universitas Indonesia Erlangga Masdiana menyatakan." ucap Julian. masyarakat sekarang juga begitu kritis. Begitu pun dengan kekerasan yang terjadi pada mahasiswa. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kepresidenan. kekerasan hampir selalu mewarnai kegiatan perpeloncoan. Julian menegaskan. Sementara itu. Sekarang. katanya.KabariNews. Julian Alrdin Pasha. pers dan aparat kepolisian waktu itu sangat sulit masuk ke kampus untuk urusan intern. Pers begitu banyak dan akses ke sumber-sumber berita begitu mudah. kekerasan juga sering terjadi dalam tawuran antarmahasiswa. "Presiden percaya dengan sistem hukum saat ini. bahwa kasus "bebas"nya Gayus beberapa waktu lalu terjadi karena ulah beberapa oknum petugas saja. kejadian kecil saja di dalam kampus bisa terekspos. mari kita tunggu bersama-sama. kekerasan dalam dunia kemahasiswaan sebenarnya tidak hanya terjadi akhir-akhir ini." pungkas Donal. Akan tetapi. kekerasan dalam perpeloncoan itu jarang terekspos ke masyarakat luas. Untuk share artikel ini klik www. bisa kaburnya Gayus Tambunan dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok telah menunjukkan bahwa kepolisian tidak 100% serius menangani kasus Gayus ini.com/?35973 Untuk melihat artikel Jakarta lainnya. Di pihak lain. Sesuatu yang menyimpang dari kewajaran begitu menarik perhatian. Selasa (23/11). Namun demikian. Kasus Gayus masih ditangani secara intensif oleh Polri. Dengan demikian. Selain kematian Wahyu Hidayat. Tak jarang perpeloncoan mengakibatkan mahasiswa sakit atau meninggal. . Dan Polri juga telah berkomitmen untuk menuntaskan kasus itu. Sebab. Dari dulu. mengenai kekhawatiran masyarakat akan kinerja kepolisian. zaman telah berubah. Klik di sini Klik di sini untuk Forum Tanya Jawab Mereka Tumbuh dalam Generasi Tawuran KEKERASAN tampaknya sudah semakin akrab dengan dunia mahasiswa kita. mahasiswa STPDN. Jakarta."Sudah terlihat jelas. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih tetap mempercayai penyelesaian kasus hukum tersebut ditangani Polri. saat ditemui wartawan di Gedung Manggala Wanabhakti Kementerian Kehutanan.

nilai sendiri yang bisa jadi berbeda dengan norma yang ada sebelumnya. di kampus selalu saja ada individu-individu yang mempunyai kecenderungan berperilaku menyimpang. Itu berarti mereka berada di lingkungan SMU pada tahun 1999-2003 dan berada di lingkungan SLTP tahun 1997 hingga 2000. tawuran tidak lagi antarsekolah kemudian berkembang menjadi antarbasis. jika ada kesempatan. Selama 1997-1999. baik yunior maupun seniornya. Dalam menyelesaikan persoalan. tawuran pelajar yang semula hanya melibatkan sebagian kecil sekolah di Jakarta kemudian meluas. perilaku mereka bisa mengganggu kehidupan kampus. tawuran pelajar itu kemudian menjadi modus baru kejahatan di Jakarta. tetapi juga di daerah-daerah. Adapun mahasiswa senior di perguruan tinggi saat ini kira-kira duduk di SMU antara tahun 1997 dan 2002. Apalagi jika mereka mendapat peluang untuk "berkuasa". Maka. Pemberitaan yang gencar akhirnya membuat tawuran pelajar seolah menjadi tren pelajar di berbagai kota. menurut Erlangga. Salah satunya adalah . tawuran juga terjadi hampir setiap pagi ketika akan berangkat sekolah. Warga yang muak dengan ulah para pelajar itu akhirnya bangkit melawan. yaitu pelajar yang naik bus nomor tertentu melawan pelajar lain yang naik bus dengan nomor lain. Awalnya. sementara segerombolan remaja berpakaian seragam merampasi harta benda milik para penumpang. Akan tetapi. Selain itu. Perkembangan lain. tetapi tak jarang mereka melakukan tindak kejahatan. kemudian merambat ke Bekasi. ada suatu masa di mana tawuran pelajar akhirnya berkembang menjadi tawuran antara pelajar dan warga. Seperti halnya perilaku menyimpang lainnya. Dalam keseharian.Masyarakat awam membayangkan mahasiswa sebagai intelektual calon pewaris bangsa mestinya mempunyai pola pikir dan pola tindak yang intelektual. hampir setiap hari terjadi tawuran pelajar di jalan-jalan Ibu Kota. Dalam perkembangannya. Seperti efek domino. Tangerang. mereka sangat sulit memahami kenapa mahasiswa kita lebih senang tawuran atau bahkan menggunakan kekerasan fisik untuk yuniornya.kata Erlangga sebenarnya tidaklah mudah. Itu masih ditambah dengan dunia pergerakan kampus yang kerap turun ke jalan atas nama reformasi yang dalam aksinya juga sering memancing kekerasan. Sebab. Mahasiswa baru yang sekarang baru masuk dunia kampus adalah mereka yang lulus SMU pada tahun 2003. Akibatnya. Bukan hanya di siang hari ketika mereka pulang sekolah. individu-individu menyimpang itu bergabung dalam satu kelompok.individu menyimpang itu mungkin tidak berpengaruh pada kelompok mahasiswa keseluruhan. Mereka naik bus dengan berpura-pura mencari lawannya. bahwa mereka dibesarkan dalam subkultur delinquency (kenakalan anak-anak) itu pada akhirnya memunculkan nilai. Tidak jarang awak bus dipaksa terus melaju. baik terhadap penumpang maupun awak bus. Menurut Erlangga. dan Bogor. tawuran juga dilakukan anak-anak SMP. Periode 1997-2002 adalah periode di mana perkelahian antarpelajar begitu sering terjadi. meskipun jumlahnya tidak besar. MENGAITKAN begitu saja kebiasaan tawuran di kalangan pelajar dengan kekerasan di lingkungan kampus-khususnya masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek). kekerasan di dunia kampus sebenarnya bisa dilakukan oleh mahasiswa sebagai individu atau kelompok. Akan tetapi. individu. tawuran pelajar itu memang hanya terjadi di Jakarta. tidak sewajarnya mereka menggunakan kekerasan dan kekuatan fisik. Bukan hanya di sekitar Jakarta. ada kecenderungan baru mengajak serta siswa dari sekolah lain untuk bergabung melawan siswa dari sekolah yang dianggap sebagai lawannya. Mereka yang biasa tawuran itulah yang kini menjadi mahasiswa.

. Segala bentuk kegiatan yang hanya mengandalkan fisik harus dilarang dan diganti dengan kegiatan untuk memperkenalkan tradisi-tradisi ilmiah di dalam kampus. kemudian dianggap lazim. Itulah sebabnya. Ospek atau perpeloncoan adalah ajang paling mudah untuk menanamkan pengaruh dari senior ke yuniornya. konsep. "Jati diri bisa hilang.tiba berubah keras dan ganas ketika berada di dalam kelompok yang sudah terkooptasi kekerasan itu. untuk menaikkan posisi tawar dalam dinamika kehidupan kampus yang pada akhirnya juga menaikkan posisi tawarnya di masyarakat nantinya. berbeda fakultas maupun lokasi kampus. Dalam jumlah. Untuk itu. diperlukan berbagai kegiatan yang sifatnya fun dan menyenangkan tanpa harus memberikan sanksi-sanksi yang hanya untuk memuaskan seniornya. Pemimpin universitas juga harus terlibat di dalamnya dan bertanggung jawab terhadap semua persoalan yang muncul akibat ospek. kekerasan dalam masa ospek seolah terus berulang. Penyelenggaraan ospek yang dalam banyak kampus belum juga berubah dari pola lama yang tak ubahnya sebagai perpeloncoan itu pada akhirnya menyuburkan budaya kekerasan yang "secara alami" sudah biasa melingkupi para mahasiswa sejak masih SMU atau bahkan SLTP." kata Erlangga. budaya kekerasan yang sebenarnya menyimpang itu justru sering dianggap benar dan bahkan menjadi tradisi yang harus dipertahankan atau diwariskan kepada yuniornya. atau berbeda angkatan. Identitas kelompok itu bisa sangat terasa dalam perkelahian antarmahasiswa yang berbeda perguruan tinggi. Meski sebagian besar mahasiswa tidak terlibat dalam tawuran semasa SMU. penyelenggaraan ospek tidak bisa lagi diserahkan begitu saja kepada mahasiswa (senior). menurut Erlangga. UNTUK menghentikan tindakan kekerasan selama masa ospek yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi dilakukan. Kekerasan tak terkontrol biasa terjadi jika ada yunior yang dianggap melawan atau menentang kehendaknya. Membangun disiplin dengan cara-cara militer seperti banyak dilakukan selama ini sudah saatnya dihentikan dan diganti dengan memberikan sanksi yang mendidik kepada yunior yang melanggar aturan main yang telah disepakati sebelumnya. dan ilmu pengetahuan maupun teknologi. Erlangga melihat kenyataan bahwa kampus selalu cenderung menjadi ajang perebutan "kekuasaan" dari individu-individu di dalamnya. penyelenggaraan ospek harus menjadi tanggung jawab seluruh sivitas akademika.nilai tentang kekerasan yang sebenarnya merupakan penyimpangan itu. dalam suatu kelompok. Berkaitan dengan kekerasan yang timbul sebagai ekses ospek dan sejenisnya. budaya kekerasan bisa saja menjadi dominan ketika mereka sudah berbaur dalam satu kelompok atas nama senioritas. Akan tetapi. Tujuannya. Untuk membangun hubungan lebih akrab antarsivitas akademika. nilai-nilai pribadi yang baik itu akan sangat mudah terkooptasi. dalam tata pergaulan. Budaya kekerasan lalu menonjol. tidak jarang upaya menanamkan pengaruh itu dilakukan dengan cara-cara kekerasan yang tak terkontrol. Sayangnya. Yang ada adalah identitas kelompok. Persoalannya. Tak heran kalau kemudian seorang mahasiswa yang di rumah begitu manis perilakunya tiba. mereka yang berperilaku menyimpang sebenarnya tidak banyak. soalnya. Materi yang diberikan kepada para yunior pun harus sesuatu yang dapat membangun kehidupan kampus sebagai institusi yang melahirkan pemikiran. hanya bisa dilakukan dengan cara tidak memberi peluang kepada mereka yang mempunyai perilaku menyimpang itu untuk menunjukkan "kekuasaannya". Artinya.

• Bentuk penyimpangan menurut Sifatnya: o Penyimpangan bersifat positif: Penyimpangan ini terarah pada nilai sosial yang berlaku dan dianggap ideal dalam masyarakat dan mempunyai dampak yang bersifat positif. Akan tetapi. Contohnya: pemerkosaan.Pemimpin universitas harus menegaskan bahwa penggunaan kekerasan fisik sungguhsungguh dilarang. o Penyimpangan bersifat negatif: Penyimpangan ini berwujud dalam tindakan yang mengarah pada nilai-nolai sosial yang dipandang rendah dan dianggap tercela dalam masayarakat. Jika ada pelanggaran yang bisa dikategorikan sebagai perbuatan kriminal. Tidak mudah memang mengubah tradisi yang sudah bertahun-tahun eksis.kompas. Contohnya adalah: Bermunculan Wanita karier yang sejalan dengan emansipasi wanita. . Contoh: orang yang melanggar lalu lintas dengan tidak membawa SIM dan perbuatannya itu tidak diulangi lagi. upaya ke arah sana harus secara serius dilakukan lewat sosialisasi dan pendekatan kepada mahasiswa. Penyimpangan ini biasanya dilakukan di lingkungan keluarga. Pelanggaran terhadap larangan itu harus secara serius ditangani dengan sanksi yang keras. (msh) URL Source: http://www. Cohen. Cara yang dilakukan seolah-olah menyimpang dari norma padahal tidak. pencurian. Departemen Pendidikan Nasional lewat Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) seharusnya tidak tinggal diam menyaksikan jatuhnya korban-korban kekerasan selama masa ospek. Sebab. ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini masih diterima di masyarakat. dalam kenyataannya. Menurut Bruce J. sudah banyak universitas berhasil mengembangkan ospek menjadi sebuah kegiatan yang benar-benar menunjang kehidupan kampus tanpa harus diwarnai kekerasan.htm Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Ospek yang selama ini lebih bersifat ritual inisiasi seorang mahasiswa baru harus dirombak menjadi kegiatan yang melahirkan mahasiswa dengan pemikiran yang futuristik. o Penyimpangan kelompok: dilakukan oleh kelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. o Penyimpangan Primer: merupakan penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan biasanya tidak diulangi lagi. Untuk keperluan pemberian sanksi tersebut. pemimpin universitas harus bisa bekerja sama dengan polisi untuk menangani pelakunya. • Bentuk penyimpangan menurut Lemert (1951). perjudian dan pemakaian narkotika. Contoh kelompok yang melakukan penyimpangan adalah kelompok pengedar narkotika. benar atau salah menurut pengertian umum. ϖ Bentuk-bentuk penyimpangan sosial • Bentuk pentimpangan menurut pelakunya: o Penyimpangan Individu: penyimpangan yang dilakukan oleh Individu yang berlawanan dengan Norma. pembunuhan. Dikti bahkan harus membuat standardisasi kegiatan ospek agar tidak lagi menyimpang. pemimpin universitas juga tidak boleh menutup diri terhadap aparat kepolisian sebagai penegak hukum.com/kompas-cetak/0309/14/Fokus/560673.

Penyimpangan juga dapatΨ terjadi apabila seseorang sejak masih kecil mengamati bahkan meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Pertentangan antar agen sosialisasiΨ Pesan-pesan yang disampaikan antara agen sosialisasi yang satu dengan agen sosialisasi yang lain kadang bertentangan. jenis kelamin dan kedudukan seseorang dalam keluarga. Contoh : masyarakat yang hidup di daerah kumuh sibuk dengan usahanya memenuhi kebutuhannya. di diskotik dll. sementara iklan rokok begitu menarik. Ψ Hubungan seks diluar nikah. lama-lama anak tersebut akan menjadi perokok Pertentangan antara norma kelompok dengan norma masyarakatΨ Kelompok masyarakat tertentu memiliki norma yang bertentangan dengan norma masyarakat pada umumnya. Artinya individu tersebut tidak mampu mendalami norma. Namun hal tersebut bagi masyarakat umum merupakan hal yang menyimpamg. Latar Belakang/sebab-sebab terjadinyaϖ penyimpangan Sosial : Proses sosialisasi yang tidak sempurna atauΨ tidak berhasil karena seseorang mengalami kesulitan dalam hal komunikasi ketika bersosialisasi. pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama. Ψ Terbentuknya perilaku menyimpang juga merupakan hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang yang di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi dan faktor agama. Faktor dari luar adalah kehidupan rumah tanggaΨ atau keluarga. Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. media elektronik. pergaulan dan media massa. Misalnya: seseorang yang tidak normal dan pertambahan usia. ϖ Faktor-faktor Penyebab Penyimpangan Sosial Faktor dari dalam adalahΨ intelegensi atau tingkat kecerdasan. kebanyakan mereka menganggap pengucapan kata-kata kotor. Ψ Penyalahgunaan narotika. pemerkosaan pencurian. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini biasanya tidak akan diterima lagi di masyarakat. misalnya : orang tua mengajarkan merokok itu tidak baik. Misalnya: seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan atau narkoba. membuang sampah sembarangan. media cetak. Contoh karena kekurangan biaya seorang pelajar mencuri dan seseorang yang tidak memiliki dasar agama hidupnya tanpa arah dan tujuan. Pergaulan individu yang berhubungan teman-temannya. usia. dan anak memiliki kelompok teman sebaya yang pada umumnya merokok. perampokan. pendidikan di sekolah. ϖ Jenis-jenis penyimpangan sosial terdiri dari 5 jenis: Tawuran atauΨ perkelahian antar pelajar. Contoh: Pemabuk yang seringa mabuk-mabukan dipasar.obat-obat terlarang dan minuman keras. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan. media massa. . sehingga jika ia mengikuti pesan orang tuanya ia akan menyimpang dari norma kelompoknya. membunyikan radio dengan keras merupakan hal biasa.norma masyarakat yang berlaku.o Penyimpangan Sekunder:merupakan penyimpangan sosial yang nyata dan dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan menunjukkan ciri khas suatu kelompok. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan.

Langkah pencegahan agar tidak terpengaruh akibat media massa adalah apbila kamu ingin menonton acara di televisi pilih acara yang bernilai positif dan menghindari tayangan yang dapat membawa pengaruh tidak baik. Menurut teori ini seseorang menjadi menyimpang karena proses Labeling.Ψ Tindak kriminal adalah tindak kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum. ϖ Teori mengenai penyampangan sosial. orang yang dianggap melakukan kejahatan dan terkena hukuman pidana umumnya berasal dari kalangan rakyat miskin. Ψ Teori Labeling. Media Massa baik cetakΨ maupun elektronik merupakan suatu wadah sosialisasi yang dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. norma sosial dan norma agama.norma yang berlaku. Lingkungan tempat tinggal dan teman sepermain. Bahwa kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak mungkin terjadi karena setiap orang berbeda satu sama lainnya tergantung faktor keturunan.dll. Teori penyimpangan iniΨ bersumber dari struktur sosial. MerupakanΨ awal proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi. Seseorang yang tinggal dalam lingkungan tempat tinggal yang baik. cap. Menurtu teori ini apa yang merupakan perilaku menyimpang hanya dalam pandangan kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka.Ψ Lingkungan tempat tinggal juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang untuk melakukan penyimpangan sosial. Teori konflik. Ψ Teori Fungsi Durkheim. Menurut Merton terjadinya perilaku menyimpang itu sebagai bentuk adabtasi terhadap situasi tertentu. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal Penyimpangan seksual. Karl Mark. penberian julukan. Teori Differential Association. ϖ Pencegahan penyimpangan sosial. Windu at 12:02 AM . peradilan pidana pun lebih memihak pada kepentingan mereka.warganya taat dalm melakukan ibadah agama dan melakukan perbuatan2 yang baik maka keadaan ini akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi baik sehingga terhindar dari penyimpangan sosial begitu sebaliknya. Oleh sebab itu. Labels: Sosiologi Posted by Mr. Dengan demikian.Ψ Menurut pandangan teori ini. Misalnya: mencuri. agar moralitas dan hukum itu berkembang secara formal.menodong. DianggapΨ menyimpang karena melanggar norma. penyimpangan sosial bersumber pada pergaulan yang berbeda yang terjadi melalui proses alih budaya. menjambret membunuh. Teori Merton. Antara lain: Keluarga. etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. mengemukakan bahwa kejahatan erat terkait dengan perkembangan kapitalisme. Menurut Durkheim kejahatan itu perlu. Kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila ia lahir dan tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang baik begitu sebaliknya.

mulai dari aksi rusuh. Seolah-olah melekatnya status mahasiswa tak berbanding lurus dengan kebiasaan tak terpuji saat siswa. 24 April 1996 Terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat. Militansi mahasiswa harus berhadapan dengan ketegasan Kepala Poltabes Yusuf Manggabarani. kontroling terhadap kebijakan pemerintah. Malah mencetak anak didik berwatak barbar. Peristiwa ini dipicu oleh penolakan mahasiswa terhadap kenaikan tarif angkutan kota. Sebagai pertanda maraknya aksi Bentrokan Mahasiswa UMI vs Aparat Keamanan. Kamis sore (10/5). Hingga berbuntut aksi lempar batu yang dimulai oleh para mahasiswa jurusan Planologi sebagai aksi balas dendam bentrokan. kekerasan fisik. memang diakui atau tidak bentrokan antara mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan aparat keamanan (Sabtu. kekerasan yang terjadi di IPDN dengan meninggalnya Wahyu Hidayat (2003) dan Chliff Muntu. tapi memiliki sejarah yang amat panjang dan kelam. Aparat sempat menyerbu ke dalam kampus UMI. seks bebas. ada beberapa perguruan tinggi yang tak luput dari perbuatan lalim tersebut. Betapa tidak. Unhas (Universitas Hasanauddin). tawuran. Catatan Kelam Bentrokan Mahasiswa Tengok saja. Hampir setiap tahunya selalu kedapatan tawuran antar jurusan. (11/5) gara-gara tolak ajak demo. Walhasil. fakultas. 01 Mei 2004) bukanlah yang pertama. menuntut ilmu tak bisa menciptakan manusia seutuhnya dengan budi pekerti yang arif. Selogan wajib menempuh pendidikan sembilan tahun hanya selogan semata. September 2000 Mahasiswa UMI beraksi menolak . UISU (Universitas Islam Sumatra Utara). Kini. membuat sebagian masyarakat tertentu mencibir peranan kaum pelajar. 1998 Hampir sepanjang 1998 aksi mahasiswa UMI nyaris semuanya berakhir dengan bentrokan versus polisi. Tak hanya itu. Ironis memang. Makasar dan UMI (Universitas Muslim Indonesia) Makasar. kasus Mei itu. Universitas 45 Makasar Sulawesi Selatan (10/05 dan 14/05) antara mahasiswa Jurusan Planologi dan Teknik Sipil serta arsitektur Fakultas Teknik kisruh dari aksi ditikamnya (Syamsuddin dan Saleh) rekannya dari jurusan Teknik Sipil. Universitas atau dengan pihak keamanan. Sebut saja. perang menjadi jurus pamungkas yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Namun.Mengeja "Rapot Merah" Mahasiswa Penulis : Ibn Ghifarie Maraknya aksi bentrokan antar mahasiswa di pelbagai Kampus. Peristiwa itu dikenal dengan nama Amarah atau April Makassar Berdarah yang diperingati setiap tahun dan disebut-sebut sebagai peringatan atas kebrutalan polisi dan militer. hampir setiap hari golongan intelek acapkali berbuat ganjil. Pasalnya. aborsi sampai tradisi menghilangkan nyawa orang lain. Bentrokan terjadi di IAIN Ambon. Medan (09/10) akibat perseteruan dua kubu antara Helmi Nasution dan Saryani. jargon mahasiswa sebagai agen pengubah sosial. di tengah-tengah keterpurukan bangsa dan meroketnya biaya penididikan. Kedua. Ketiga. pembaharu. mendobrak kemapanan dan panutan dalam soal moral ikut punah seiring derasnya arus baku hantam di kalangan kaum pelajar. Terlebih lagi saat pencitraan sekolah sudah diinjak-injak oleh sekolah lain. penjualan narkoba. Tiga mahasiswa UMI tewas dan puluhan mahasiswa serta aparat luka-luka. Padahal. Pertama. tergolong yang paling parah semenjak 1996. Adalah budaya tawuran dan adu fisik dalam menyelesaikan segala persoalan yang sedang dihadapainya.

puluhan mahasiswa luka-luka dan di rawat di rumah sakit. Kelima. Keempat. Kedua. 18 Februari 2004 Mahasiswa bentrok dengan aparat karena memprotes Mahkamah Agung yang memvonis bebas Akbar Tandjung. peristiwa serupa pun terjadi di IKIP Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram.fajar. tujuh korban luka. 14 April 2004 Tawuran terjadi antara Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Pelaku penyerangan melakukan pembakaran dan menghanguskan empat ruangan lembaga kemahasiswaan di fakultas tersebut. 14 Desember 2003 Tujuh mahasiswa dan seorang satuan pengaman (Satpam) luka parah menyusul bentrokan antar mahasiswa di Unhas. (www. Juni 2001 Mahasiswa menuntut penghapusan Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya. Lima korban di antaranya berasal dari FISIP dan dua lainnya dari Fakultas Teknik. (www. Kasus ini menyebabkan Kapolda Sulses Irjen Pol. berdarah di Kampus Unhas antara Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Keenam. Nusatenggara Barat. serta puluhan lainnya dari pihak mahasiswa dan pihak aparat mengalami luka-luka.indymedia. perkelahian mahasiswa yang berbuntut pembakaran kampus di Unhas pernah terjadi pada 1992 lalu. Aksi pemblokiran jalan di depan Kampus Universitas Cendrawasih Abepura (16/03/06) oleh masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Parlemen Jalanan dan Front Pepera PB Kota Jayapura. sekitar 14. Aparat sempat menerobos ke dalam kampus. meninggal sekitar pukul 19. Sekadar mengingatkan. Ridwan. Ketiga. Pertama. Karena tawuran ini. 31 Agustus 2005 di Pelataran Baruga Unhas. Kejadian itu kemudian dikenang sebagai \'Black September\' dari tahun 2003-2005.com) Lagi Makasar.masuknya beras impor ke Sulawesi Selatan. Dalam aksi tawuran tiga korban dilarikan ke RS Wahidin.tempointeraktif. tawuran melibatkan hampir sebagian besar mahasiswa Fakultas Teknik dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.45 Wita setelah menjalani perawatan di ruang ICU RSU Mataram. Sementara tiga mahasiswa lainnya masing-masing Zainal Mutakin. 12 Desember 2003 Bentrokan antar mahasiswa di Kampus Unhas antara Fakultas Teknik (FT) dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Akibatnya. Kelima. meninggal dunia. 31 Agustus 2005 Terjadi tawuran antar fakultas di Unhas masing-masing FISIP dan Teknik. Sebab. Mahasiswa UMI unjuk rasa di DPRD. Keempat. yaitu Surya dan almarhum Nasrullah. menyebabkan 3 orang Brimob dan 1 intelijen TNI AU tewas.00 Wita. Akibatnya. mengakibatkan seorang mahasiswa. (www.jakarta. Mahasiswa ngotot menutup jalan. bukan memakai kekerasan.org) Tertutupnya Ruang Dialog Mencermati ketidakberdayaan sekaligus tumpulnya akal dalam menuntaskan segala persoalan dengan arif. Mahasiswa Fakultas Teknik. 1 Mei 2004 Polisi menyerbu ke dalam kampus UMI. 16 Desember 2004 Dua kelompok mahasiswa Fakultas Teknik dan FISIP di kampus Unhas Tamalanrea bentrok. Jusuf Manggabarani dicopot dan polisi menuai kecaman dari banyak kalangan. Albertu.id) Di penghujung tahun 2006. Dua di antaranya adalah mahasiswa FISIP dan lainnya adalah mahasiswa Fakultas Teknik. sementara aparat perintis berkeras membuka jalur jalan. mahasiswa semester V Fakultas MIPA jurusan Kimia.co. Bentrokan bermula di gedung DPRD Sulsel dan merembet ke depan kampus UMI di Jalan Urip Soemoharjo. empat orang mahasiswa dikabarkan mengalami luka ringan akibat terkena lemparan saat terjadi tawuran. Heru dan Asmani mengalami luka-luka. Sejatinya . Dua mahasiswa UMI disel. Ridwan meninggal dengan luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan di bawah ketiak kanan. M. Ridwan (21) asal Lombok Timur. pada Selasa (22/8/06) siang. Akibatnya. Jurusan Arsitektur tertikam di punggung sebelah kirinya dan dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo. berakhir dengan bentrokan berdarah. seorang ibu mengalami luka tembak. Rektorat terpaksa membatalkan pelaksanaan ujian akhir. Tiga mahasiswa ditangkap dan sebuah sepeda motor milik mahasiswa rusak. Mahasiswa sempat diburu anjing milik aparat dan disiram gas air mata.

seorang Kepala Sekolah rela membocorkan lembaran jawaban saat Ujian Nasional beberapa pekan yang lalu. 10/05. Kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei . Tak hanya itu.34 WIB *Mahasiswa Studi Agama-Agama Fakultas Filsafat UIN SGD Bandung dan Koordinator Post Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK) Bandung. maka tunggu keseragaman ide akan menjadi buahnya. banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia. Lebih parah lagi. juga . 23. yang masih seorang siswi SMU berusia 18 tahun. khususnya di ibu kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. [Ibn Ghifarie] Cag Rampes. pakar pendidikan menilai perlakuan tak wajar itu hadir karena lunturnya budaya toleran. Bandung. Bila ruangruang tukar gagasan saja. Pojok Sekre Kere. Thus. seorang aktivis relawan kemanusiaan yang bergerak di bawah Romo Sandyawan. sang pendidik memberikan contoh tak layak. Alhasil. Cita-cita mulia pendidikan sebagai upaya memanusiakan manis pun harus rela raib ditelan kepongkahan dan keserakahan kita dalam mendidik anak. bahkan hilang. Apalagi saat berselisih pendapat. Apalagi. bernama Ita Martadinata Haryono. harus mengamini pernyataan Arif Rahman. tapi rahmat. kemudian dibunuh. dan Surakarta. kebiasaan bogem pula akan terus melekat dalam sanubari kaum terpelajar. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998. Konsentrasi kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta. Dengan demikian. Seperti yang terjadi di Ngawi. Pasalnya. Alih-alih pencitraan supaya sekolahnya termasuk ke dalam deretan sekolah unggulan dan percontohan pula menjadi pemicu aksi tak beradab tersebut. Menjamurnya bentrokan antar mahasiswa bukan saja dikategorikan sebagai kekerasan dalam pendidikan. dianiaya secara sadis. kita harus mencoba mengarifi segala kemelut yang menimpa diri kita dengan lapang dada. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai. Terdapat ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut[2][3]. sederetan rapot merah mahasiswa pun tak akan disandang lagi oleh kaum terpelajar. harus kita junjung lebih tinggi.15 Mei 1998. dan tertutupnya ruang dialog dalam menyelesaikan permasalahan. Keragaman merupakan sesuatu yang tak bisa kita nafikan. Mestinya perbedaan bukan dijadikan sebagai laknat. tapi sudah termasuk pada kategori premanistik. Namun. melunturnya budaya dialog tercermin dari seberapa jauh kita bisa menerima perbedaan dalam soal pendapat. Dalam kerusuhan tersebut. sudah tak nyaman. Pada kerusuhan ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa — terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa[1].kita. kemajemukan pertanda hukum alam.

Walaupun tidak bisa dipungkiri memang Bung Karno pada periode 1959-1965 sangat terlihat lebih condong memberi angin kepada golongan komunis. dan golongan yang berideologi komunis. Ini menjadi suatu indikasi bahwa kasus pemerkosaan dalam Kerusuhan ini digerakkan secara sistematis. Bung Karno sampai dengan akhir hayatnya tetap bertahan terhadap ide Nasakom yang mengatakan bahwa kekuatan politik di Indonesia pada saat itu terdiri dari tiga golongan ideologi besar yaitu: golongan yang berideologi nasionalis. Namun demikian umumnya orang setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia. santri. berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian terhadap orang Tionghoa. Hal yang memalukan ini mengingatkan seseorang kepada peristiwa Kristallnacht di Jerman pada tanggal 9 November 1938 yang menjadi titik awal penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi dan berpuncak pada pembunuhan massal atas mereka di hampir seluruh benua Eropa oleh pemerintahan Jerman Nazi. disiksa. Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. Yang bisa diterjemahkan . Bahkan pemerintah mengeluarkan pernyataan berkontradiksi dengan fakta yang sebenarnya yang terjadi dengan mengatakan sama sekali tidak ada pemerkosaan massal terhadap wanita keturunan Tionghoa disebabkan tidak ada bukti-bukti konkret tentang pemerkosaan tersebut. terutama pihak Tionghoa. Tiga-tiganya merupakan kekuatan yang diharapkan tetap bersatu untuk menyelesaikan masalah bangsa secara bersama-sama. Apakah dengan punya ide Nasakom tersebut bisa dikatakan bahwa Bung Karno adalah seorang Marxis yang lebih dekat dengan golongan komunis pada saat itu? Setiap orang boleh punya persepsi dan pendapatnya sendiri untuk hal ini.diperkosa. tak hanya sporadis. sementara beberapa pihak. dan abangan. dan dibunuh karena aktivitasnya. Tapi buat penulis Bung Karno adalah seorang Nasionalis yang ide Nasakom semata-mata dicetuskan melihat realitas masyarakat pada saat itu demi persatuan Indonesia menginginkan suatu kolaborasi total semua anasir bangsa dari semua golongan ideologi yang ada termasuk golongan komunis untuk berama-sama bahu membahu membangun Indonesia. Barangkali juga ide Bung Karno tentang Nasakom berkaitan dengan pendapat Clifford Geertz yang dalam bukunya The Religion of Java yang membagi masyarakat Jawa dalam tiga varian: priyayi. Sampai bertahun-tahun berikutnya Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apapun terhadap nama-nama besar yang dianggap provokator kerusuhan Mei 1998. Amuk massa ini membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan "Milik pribumi" atau "Pro-reformasi". golongan yang berideologi dengan latar belakang agama.

Realitas sejarah memang berkata lain setelah terjadi peristiwa 30 September 1965 yang sampai sekarang masih menyimpan misteri dan banyak versi diceritakan dari berbagai pihak bagaimana kejadiannya sampai terjadi pembunuhan para Jendral dan PKI dituduh yang telah melakukan semua ini dan tentara melakukan pembalasan dengan menumpas PKI sampai dengan akar-akarnya. kaum komunis. dan kaum militer. kaum militer tidak pernah mengakui bahwa mereka adalah satu kekuatan politik yang telah mendominasi Indonesia selama 32 tahun. Dalam realitasnya setiap golongan kekuatan politik yang pernah mendominasi kekuasaan dan menjalankan pemerintahan Republik Indonesia belum ada yang mampu mengantarkan Indonesia menuju cita-cita bangsa untuk menjadi negara yang adil. kaum agamis. hanya kaum agamis yang belum pernah . kata beberapa analis ini adalah salah satu diplomasi model Bung Karno untuk meredam ambisi dan kekuatan militer untuk berkuasa. dan kaum militer (dan motor politik pendukungnya). Walaupun dengan segala dalih. kaum agamis. maka kekuasaan mutlak ada di tangan Bung Karno yang lebih memberikan angin pada kaum komunis untuk mendominasi kancah politik di Indonesia (atau terbawa oleh strategi kaum komunis) pada periode 1959 s/d 1965. santri adalah kaum Agamis. Setelah terjadi peristiwa 30 September 1965. Masing-masing kekuatan politik pernah mengalami jaman keemasan dan juga pernah terhempas dalam kancah politik di Indonesia. Setelah kaum komunis terhapus dalam kancah politik Indonesia. Jadi dari empat kekuatan politik di Indonesia: kaum nasionalis. Pada awal kemerdekaan kaum nasionalis dengan motor politiknya PNI (Partai Nasional Indonesia) pernah memegang dominasi pemerintahan sampai pada sekitar tahun 1959. Bung Karno walaupun bukan orang militer. Setelah Bung Karno membuat dekrit pada tanggal 1 Juli 1959 untuk kembali ke UUD ’45. selalu memakai pakaian lengkap militer Panglima Tertinggi – Jendral Bintang Lima – dengan segala atribut kebesarannya. serta merta ide Nasakom musnah dan aneh bin ajaib kekuatan kaum komunis serta merta digantikan oleh satu kekuatan politik baru di Indonesia yaitu kaum militer. makmur dan sejahtera. kaum militer yang mendominasi kancah politik Indonesia dengan pemerintahan orde baru Pak Harto dengan motor partai politiknya Golkar pada periode 1966 s/d 1998. Mereka selalu mengatakan bahwa militer berdiri dibelakang semua golongan. Suatu realitas yang mungkin Bung Karno tidak pernah menyangka ataupun mimpipun mungkin tidak bahwa ada satu golongan kekuatan dalam peta politik di Indonesia yang tidak pernah terpikirkan menjadi suatu kekuatan penting dalam peta perpolitikan Indonesia yaitu kaum militer. dan abangan adalah kaum Komunis. Kesimpulannnya bahwa realitas politik di Indonesia semenjak jaman kemerdekaan sampai dengan saat ini pernah ada empat golongan kekuatan politik: kaum nasionalis. kaum komunis.priyayi adalah kaum Nasionalis.

Makanya jangan heran kalau Golkar yang pada masa orde baru menjadi motor politik militer telah ancang-ancang lebih merapat ke PDIP yang sudah jelas berhaluan nasionalis. dengan kejatuhan rejim orde baru dan dengan adanya amandemen UUD ’45. golongan kaum bepolitik di Indonesia tinggal dua golongan yaitu: golongan Nasionalis dan golongan Agamis atau kalau mengacu ke analisa varian dari Clifford Geertz yang teringgal adalah: kaum priyayi dan kaum santri. Jadi saingan utama partai dari kalangan yang berhaluan nasionalis adalah dari kalangan partai yang berhaluan agamis yang saat ini ada partai dengan deretan panjang: PPP. PAN. tapi dimasa mendatang kelihatannya persaingan dua golongan ideologi ini akan makin menajam. dan semuanya gagal mengantarkan negara ini menuju cita-cita bangsa menjadikan negara Indonesia negara yang adil. tentu saja mereka mencoba punya pengaruh juga pada kantong-kantong kaum agamis yang belum dikuasai oleh partai-partai Islam yang ada. kaum professional. makmur dan sejahtera dari kaum agamis? Nasakom telah menjadi Nasa setelah reformasi 1998. dan golongan menengah keatas sebagai pendukungnya. Yang menjadi pertanyaan apakah satu-satunya harapan bangsa Indonesia untuk bisa mengantar bangsa Indonesi menuju masyarakat adil. Karena Islam adalah agama mayoritas. PKB. makmur dan sejahtera. Yang masing-masing merepresentasikan berbagai golongan yang ada di Islam itu sendiri. karena dianggap kaum abangan sudah punah. Oleh karena itu Nasakom sekarang sudah jadi Nasa atau hanya ada golongan yang berideologi nasionalis dan berideologi agamis (agama disini lebih cenderung ke agama Islam karena penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam. Dan ini tercermin dengan munculnya berbagai organisasi politik atau partai politik yang secara garis besar terbagi jadi dua golongan varian: kaum nasionalis dan kaum agamis. dll. dengan beberapa kegagalan-kegagalan yang telah dialami kaum nasionalis . sedangkan PDIP lebih fokus pada pendukung kelas menengah kebawah atau lapisan grass root. PBB. Walaupun dalam realitas selama ini selalu ada suatu usaha untuk melakukan kolaborasi ataupun koalisi antara partai yang berhaluan nasionalis dengan yang berhaluan agamis. Apakah Golkar betul-betul berhaluan nasionalis? Kalau melihat yang melahirkan Golkar adalah kaum militer (kaum militer karena doktrin yang diajarkan adalah bela negara pada umumnya mereka bahkan bisa dikatakan sebagai ultra nasionalis) kemungkinan memang mereka berhaluan nasionalis dengan mefokuskan kalangan pengusaha. Setelah masa reformasi 1998. sedangkan rakyat yang beragama non-muslim lebih mendekat ke kaum nasionalis). golongan militer di kembalikan ke fungsi semula sebagai kekuatan pertahanan & keamanan saja seperti laiknya di negara-negara demokrasi lainnya diseluruh dunia (walaupun sebetulnya dikalangan militer sendiri masih ada yang punya mimpi untuk berkuasa terus). PBR.mendominasi kancah dunia politik di Indonesia. PKS. Sebagai akibatnya kalau kita mengacu pada analisis Nasakom dari Bung Karno. Kalau tiga kekuatan politik yang telah pernah mendominasi dan memegang tampuk kekuasaan dalam pemerintahan di Indonesia.

36%). Pada akhirnya karena dukungan SBY di legislatif hanya dari partai Demokrat (10. Kebijakan PDIP ini sebetulnya justru malahan memberikan amunisi tambahan buat Golkar dan mengurangi dukungan terhadap PDIP itu sendiri.33%) dan Golkar (25. Kronologi perubahan peta politik di jaman reformasi.27%) yang juga mendapatkan kursi wakil presiden.82. Kebijakan PDIP yang salah pada saat diberi kepercayaan memerintah di eksekutif mengakibatkan peta politik berubah pada pemilu ke 2 pada jaman reformasi tahun 2004 dengan justru dimenangkan kembali Gokar dengan memegang kursi legislatif sebesar 23.27% di pemilu legislatif dan PDIP jatuh di posisi ke 2 dengan memegang kursi 19. Setelah PDIP memegang pimpinan eksekutif. Pemilu legislatif tahun 1999 telah dimenangkan oleh PDIP (33. Bisa saya sarikan sebagai berikut: 1.% jauh lebih rendah dari posisi 33. dimenangkan oleh SBY yang didukung oleh partai baru yaitu partai Demokrat (10.04%). PDIP terpaksa berkoalisi dengan Golkar dan partai-partai lainnya. Yang lebih mengejutkan pada pemilu ekskutif yang pertama kali dilaksanakan secara langsung oleh rakyat tahun 2004 sesuai dengan amandemen UUD ’45. terutama dengan Golkar (23. 2. Ditengah jalan Gus Dur dilengserkan oleh MPR dengan alasan melanggar UUD ’45 dan pemerintahan digantikan oleh PDIP (yang waktu itu memegang kursi Wakil Presiden).36%) dengan wakil presiden dari partai Golkar (23.97%). Usaha Gus Dur untuk membentuk pemerintahan PKB di eksekutif ternyata telah gagal karena dukungan yang lemah dari legislatif karena tentangan dari dua partai besar yang menguasai legislatif yaitu PDIP (33. Bahkan beberapa partai berhaluan agamis tidak sepenuhnya mendukung Gus Dur. 4. Untuk mempertahankan pemerintahannya mau tidak mau SBY harus berkoalisi membentuk pemerinhan dengan parta-partai lain. Dengan dukungan minimal di legislatif dari . 3. Suatu kemunduran yang cukup significant. Demi mempertahankan kekuasaan di eksekutif. Walaupun pemilihan umum secara demokratis paska rejim Suharto baru dilakukan dua kali tapi telah banyak peristiwa yang dramatis terjadi dalam kancah peta politik nasional yang mau tidak mau telah terjadi proses timbal balik dari kinerja partai politik maupun persepsi masyarakat terhadap kinerja tersebut yang pasti akan mempengaruhi pilihan-pilhana yang akan dilakukan masyarakt luas pada pemilu-pemilu yang akan dating.33%) tapi eksekutif yang waktu itu masih dipilih oleh MPR jatuh ketangan Gus Dur yang didukung oleh PKB (11. ternyata realitas politik tidak memungkinkan PDIP menjalankan pemerintahan tanpa dukungan partai lain apalagi Golkar. Disini awal distorsi para pendukung awal pendirian PDIP karena para pimpinan PDIP lebih senang mendekat ke Golkar – yang pada pra-reformasi telah mati-matian dilawan. 5.33% di pemilu 1999.27%).memecahkan masalah bangsa terutama berkaitan dengan korupsi dan maupun representasi dalam mewujudkan pemerinthan yang bersih dan berwibawa.

tidak terkontaminasi penyakit korupsi (masalah utama bangsa kita). Mungkin momentumnya telah tiba. Jelas peta politik akan berjalan. kalau mereka malahan memilih partai-partai berhaluan agamis. . perdamaian abadi dan keadilan sosial. dan golongan militer hanya golongan agamis yang belum pernah menonjol dalam menjalankan pemerintahan eksekutif. golongan agamis. mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagaimana hasilnya? Kita lihat saja nanti pada tahun 2009. premium dibeberapa daerah juga harus antri.36%) – seperti waktu Gus Dur memerintah dengam dukungan legislatif minimal dari PKB (11. rakyat tidak mungkin terus menerus dibohongi. rasionalitas pemilih pasti akan mengevaluasi apa kontribusi yang telah diberikan partai-partai besar pada lima tahun yang telah berlalu. Partai-partai besar yang berkuasa selama lima tahun terakhir ini ternyata tidak mampu mengangkat kesejahteraan rakyat seperti yang diharapkan. minyak goreng harus antri. bergulir dan berubah pada pemilu ke 3 tahun 2009 pada masa reformasi ini yang akan makin menguatnya kekuatan partai yang berhaluan agamis.partai Demokrat (10. apabila memang golongan agamis bisa menunjuknan dirinya sebagai partai yang bersih. pasti akan cari alternatif seperti pada pilihan pilkada Jawa Barat dan pilkada Sumatera Utara yang partai berideologi agama telah memenangkan hati rakyat. Mungkin partai dengan haluan agamis akan menjadi pilihan alternatif dikarenakan partai-partai besar yang ada saat ini telah gagal mengantarkan Indonesia menjadi negara yang seperti diamanatkan pada pembukaan UUD ’45: suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Kemudian tergantung persepsi pemilih terhadap tingkah laku partai Golkar yang terus mengingatkan kembali tingkah lakunya pada masa orde baru. Kesimpulan NASAKOM telah menjadi NASA yang pada waktu antaranya kom-nya telah musnah dan pernah digantikan kaum militer. Kalau harapan-harapan rakyat tidak ter-realisasi sesuai dengan janji-janji yang telah pernah dikemukakan pasti akan terjadi pergeseran dukungan. bahkan memperbanyak orang yang jatuh dibawah garis kemiskinan.27% jadi sama saja pemerintahan SBY ini adalah penjelmaan kembali dari orde baru. pemerintahan SBY sangat sulit untuk tidak mengetengahnya kembali pengaruh Golkar yang memegang kursi legislatif 23. Memang dari empat golongan ideologi yang pernah ada di Indonesia: golongan nasionalis. Kalau pemilih lebih memilih alternatif partai yang relatif lebih bersih. 6. golongan komunis. untuk memperoleh minyak tanah harus antri. siapa yang harus disalahkan. Ini dikarenakan makin berlanjutnya distorsi PDIP yang berhaluan nasionalis dengan kebijakan pimpinannya yang tidak begitu jelas apa betul-betul membela grass root. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Perubahan pasti akan terjadi pada pola pemilih pada pemilu 2009 yang akan datang.04%) – apalagi wakil presiden di pegang oleh Golkar.

pelarangan dan atau penekanan agar hak masyarakat untuk memperoleh informasi terjamin. dijelaskan bahwa Organisasi pers ialah organisasi wartawan. Hal ini berbeda dengan fungsi Pers. hiburan dan kontrol sosial. peranannya dalam pembangunan. organisasi grafika pers dan organisasi media periklanan. pendidikan. dari tindakan pencegahan. meluaskan komunikasi dan partisipasi masyarakat serta melakukan kontrol sosial yang konstruktif. meluaskan komunikasi dan partisipasi masyarakat. . pers dan masyarakat. Dalam hal ini perlu dikembangkan interaksi positif antara Pemerintah. serta melakukan kontrol sosial yang konstruktif. Fungsi pers sebagai lembaga ekonomi mempunyai makna bahwa dalam menjalankan fungsinya pers harus menerapkan prinsip-prinsip ekonomi agar kualitas pers dan kesejahteraan para karyawan media penerbitan pers semakin meningkat dan tidak meninggalkan kewajiban sosialnya. penyalur aspirasi rakyat. menurut pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. pers juga berfungsi menyebarkan informasi yang objektif. Yang dimaksud dengan "kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara" adalah bahwa pers bebas. maka pers berfungsi sebagai penyebar informasi yang objektif. yang demokratis. organisasi perusahaan pers. pers mempunyai fungsi yang penting yaitu: sebagai media infrmasi. Pelaksanaan fungsi pers tersebut sangat penting dalani kehidupan bermasyarakat. sebagai lembaga ekonomi. yang disetujui oleh Pemerintah. Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. 07 Januari 2010 Fungsi PERS & Peranan PERS Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982. menyalurkan aspirasi rakyat.(Note: % adalah presentasi representasi partai tersebut di kursi DPR pada pemilu 1999/2004) Kamis. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982 dijelaskan bahwa dalam rangka meningkatkan. berbangsa dan bernegara. Kemerdekaan pers adalah kemerdekaan yang disertai kesadaran akan pentingnya penegakan supremasi hukum yang dilaksanakan oleh pengadilan. Di samping itu. dan tanggung jawab profesi yang dijabarkan dalam kode etik jurnalistik serta sesuai dengan hati nurani insan pers.

memperjuangkan terwujudnya tata international baru di bidang informasi dan komunikasi atas dasar kepentingan nasional dan percaya pada kekuatan diri sendiri dalam menjalin kerjasama regional. serta e. Menegakkan. b. membantu meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa serta menggairahkan partisipasi rakyat dalam pembangunan. melestarikan dan memasyarakatkan Pancasila sebagaimana termaktub di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dengan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. serta menggairahkan partisipasi rakyat dalam pembangunan. memperjuangkan kebenaran dan keadilan atas dasar kebebasan pers yang bertanggung jawab. yaitu: a. mempertebal rasa tanggung jawab dan disiplin nasional.Dengan demikian dapat kita lihat peranan pers sangat penting dalam memperjuangkan terwujudnya tatanan baru di bidang informasi dan komunikasi atas dasar kepentingan nasional dan percaya pada kekuatan diri sendiri dalam menjalin kerjasama regional. b. memperjuangkan pelaksanaan amanat penderitaan rakyat berlandaskan Demokrasi Pancasila. dan intemasioal. khususnya di bidang pers. Pers Nasional melaksanakan peranan sebagai berikut a. antar regional dan international khususnya di bidang pers. memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional. dan hak asasi manusia serta menghormati kebhinekaan. . antar golongan. nilai-nilai dasar demokrasi. d. Pers Nasional memiliki lima tugas dan kewajiban yang harus dipenuhi. c. memperkokoh kesatuan dan persatuan nasional. membantu meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982. menggelorakan semangat pengabdian perjuangan bangsa. Dimana kegiatan pers ini dapat menggelorakan semangat pengabdian perjuangan bangsa. mendorong terwujudnya supremasi hukum. Menurut pasal 6 Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi. Hal ini akan mendorong ditegakkannya keadilan dan kebenaran. dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. koreksi. Sehubungan dengan hal itu pemerintah juga harus memberikan perlindungan hukum. serta diwujudkannya supremasi hukum untuk menuju masyarakat yang tertib. d. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Masalah Kebebasan Pers Di Indonesia 1. yang tepat. Kebebasan itu merupakan prasyarat utama bagi demokratisasi. akurat dan benar. Dalam hal ini yang dimaksud dengan perlindungan hukum itu "adalah jaminan perlindungan pemerintah dan/atau masyarakat kepada wartawan atau pekerja pers dalam melaksanakan fungsi. kritik. Oleh karena itu peranan pers nasional. . sekjen PBB Kofi Annan menyatakan bahwa media massa dunia kini berperan utama dalam memajukan kebebasan dan pertukaran informasi dan gagasan dalam skala global. kewajiban dan peranannya sesuai dengan ketentuan peraturan. Bahkan kebebasan informasi merupakan investasi melawan – dan mencegah lahirnya kembali-tirani. Kebebasan Pers Sebagai Prasyarat Penyiaran Instrumen Kontrol Dalam Negara Demokrasi Dalam wawancara dengan The World Association of Newspapers berkaitan dengan hari Kebebasan Pers se-Dunia.c. e. Melakukan pengawasan. pembangunan. sangat penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum dengan menyampaikan informasi yang tepat. hak. akurat dan benar. perundang-undangan yang berlaku". serta perdamaian.

07 April 2009 Persoalan substansial dari demokrasi kita adalah pendidikan politik dan kemauan untuk meng-enganged diri dalam arena publik. tidak bisa diselesaikan lewat hitungan 50 persen + 1. Baik sebagai peserta aktif maupun pasif. Yang . Apakah kita akan mengikuti "bisikan" demokrasi di masa mendatang. karenanya. seperti kemiskinan. Pemilu tampaknya menyisakan berjuta harapan bagi konstruksi demokrasi di masa yang akan datang.umat. yakni oligarki. Kita menganggap persoalan kebangsaan. kemelaratan. 50 persen + 1 adalah cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan problem kebangsaan itu. bahwa kita akan segera secara perlahan-lahan menuju fase lanjutan siklus. sebagai limit agar menegaskan posisi kita untuk melakukan perubahan. maka kita akan menghentikan persoalan substansial dari demokrasi kita. Demokrasi kuantitatif memang tidak sepenuhnya salah. Pemilu 2009 ini bagi sebagian besar pengamat menganggap sebagai puncak terakhir untuk menguji "kelayakan" proses transisi demokrasi untuk dievaluasi secara menyeluruh. dalam arti keterlibatan itu. Partai tidak berpikir untuk bekerja untuk membangun kaderdisasi dan pendidikan politik. karenanya amat mahal. bahwa demokrasi kita saat ini amat sangat kuantitatif. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Harian Fajar. namun juga memilih kontestan. Akan tetapi kalau kita berhenti pada hitungan-hitungan kuantitatif. kebodohan dan kepandiran kita sebagai bangsa bisa diselesaikan dengan angka-angka. 17 April 2009 GOLPUT. problem epistemik kita sebagai bangsa amat berbahaya apabila itu yang kita jadikan ukuran untuk melakukan proses pembangunan. Persoalan substansial seperti kemiskinan dan keterbelakangan. tidak harus menjadi kontestan. atau malah kita akan menghentikan proses transisi ini sebagai titik episetrum untuk kembali melakukan rekonsolidasi ke kutub otoritarianisme. DPT DAN MALAPETAKA DEMOKRASI Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur EKsekutif Pusat Kajian Politik. pada angka-angka seperti 50 persen 1. Tampaknya pertanyaan apapun di masa kini. atau Dahl mengatakan demokrasi prosedural (procedural democracy). sehingga tidak ada satupun partai di Indonesia yang bisa disebut sebagai partai ideologis. keterbelakangan. Sebelumnya Robert Dahl mengingatkan. Atau kita mengikuti siklus Polybios. SUARA BATAL. Demokrasi kita terlalu materialistis. Batasan-batasan kuantitatif memang perlu untuk menegaskan diri sebagai bangsa yang teratur. hanya akan bisa dijawab setelah Pemilu 9 April mendatang.

sekalipun itu Fatwa yang agak "menyebalkan" dan bukan fatwa teologis. Juga menjadi alasan. Pilgub Sulsel 33 persen.69 persen. Jatim 39. baik Pilbup. Sumatera Utara 41 persen. Suara Batal. seolah-olah dalam ceramah tak ada masalah. telah menyimpan sejumlah persoalan bagi demokrasi kita. Kalbar 37.33 persen. sampai Pilgub: . 22 persen. Jawa Barat 34.07 persen. Sukoharjo 42.2 persen. Wonogiri 39. Ada dua problem besar bagi masyarakat yang tidak berpendidikan apabila melihat surat suara. Pertama. juga sekaligus betapa demokrasi kita di ambang petaka. Pilwalkot. namun apabila jumlah pemilih tidak mencapai 50 persen.67 persen. Kepri 46 persen.19 persen. DKI Jakarta 36. Semua perangkat telah disiapkan dan prasyarat hajatan demokrasi telah ada. Sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa haram Golput. Sumbar 37 persen. Jika pemilu tahun 2004 pemilih hanya memilih partai. Kalsel 40 persen. maka akan menjadi alasan bagi kelompok oposisi untuk mengatakan bahwa kinerja partai politik untuk meyakinkan rakyat telah gagal. Ukuran kertas yang selebar 84 x 63 sentimeter. sama menakutkannya negara Orde Baru bagi civil Society di masa Soeharto berkuasa. Kedua. Golput telah menjadi hantu yang amat menakutkan bagi partai politik dan para caleg. Komisi ini belakangan bekerja amburadul dibanding pada tahun 2004. di Pekalongan dan Solo masing-masing 50 persen. Ada beberapa masalah yang akan segera muncul dan akan menjadi ancaman serius bagi proses transisi demokrasi kita. dan (2) Di dalam kotak partai itu. Banten 39. Golput. Sebuah angka yang amat menakutkan bagi proses konsolidasi demokrasi. sebagai tahap ujian untuk menentukkan sikap dalam intaian ancaman. Bandung 30. maka Pemilu 2009. sungguh ngeri bagi kualitas demokrasi. yakni (1) Jumlah partai yang banyak dengan warna partai yang sama untuk beberapa gambar. maka Golput akan mencapai angka dramatis. akan berkisar 35-45 persen. sehingga agak mudah bagi mereka untuk membedakan. Pilbup Pati 50 persen. Itulah lembaga Pemilihan Umum kita yang bernama KPU. selain . Dengan harapan dan dada membusung mengaku telah bekerja keras demi suksesnya ritual suksesi politik dan hajatan demokrasi. Jambi 34 persen. tinggal menunggu detik-detik suksesi itu dimulai. Golput atau golongan putih ini akan menjadi momok bagi eksistensi mereka.28 persen. Tampaknya angka ini adalah merupakan angka yang luar biasa. Dalam kaitannya dengan pemilu dan harapan yang terlalu besar akan demokrasi. sekalipun memang tidak akan mendelegitimasi mereka secara hukum. juga seolah-olah semuanya tak ada masalah.2 persen. dan jumlah partai yang banyak akan menyulitkan bagi pemilih. Kaltim 42. namun lebih pada fatwa politik. sedangkan angka golput tertinggi tercatat di Pilwalkot Pontianak yang mencapai 61 persen. Seolah-olah dalam pidato telah bekerja maksimal. ada urutan nama caleg. Pilbup Cirebon 38.Golput di Pilgub Jateng 45. bahwa demokrasi kita. Wajo 32 persen. yaitu partai yang seluruhnya bekerja membangun kekuatan untuk merebut kekuasaan. Letak dasar persoalannya bukan pada surat suara. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan suara terbanyak.05 persen. Dari beberapa hasil Pilkada berikut data Golput di masing-masing Pilkada. Bogor 45 persen. Kita lihat angka Golput di beberapa Pilkada.3 persen. Jika kita melihat ukuran kertas suara yang akan dicoblos di bilik suara pada tanggal 9 April nanti.bertebaran dalam arena demokrasi kita adalah partai massa. tetapi kesiapan voters (pemilih) untuk melakukan pencontrengan. ada beberapa persoalan teknis yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh negara/kekuasaan dalam upaya untuk menciptakan demokrasi.

Bagi masyarakat awam. Mungkin saatnya memang mereka harus dihukum. Jadi. suara batal dalam Pemilu 2009 ini akan mencapai angka 2025 persen. Di Jatim ada sekitar 43. Mereka telah berkhianat kepada rakyat dalam rantai sejarah yang amat panjang. Karena itu. Jadi yang sah untuk merepresentasikan suara rakyat hanya 70 persen. Kecuali partai bekerja dan memulai untuk selanjutnya menjalankan tugas-tugas wajibnya. maka problem demokrasi kita akan tambah rumit. jumlah partai juga banyak. Sungguh ini akan menjadi malapetaka bagi demokrasi. Lalu. apabila keadaan politik hanya untuk upper class. tidak bisa dilanjutkan dengan menempatkan rakyat sebagai yang berdaulat. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia . akan sangat banyak yang tidak bisa terlibat dalam pemilu. Selama ini partai politik tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagaimana layaknya seorang muslim yang menjalankan kewajiban menjalankan salat lima waktu. Karena itu. jika engangement masyarakat beserta tetek bengek yang lain bisa mencapai angka di atas 50 persen? Ini impossible untuk melanjutkan agenda transisi demokrasi dengan mengabaikan hak-hak rakyat yang paling asasi.52 0 komentar Selasa. juga sekaligus tidak adanya taktik untuk memberi ruang bagi yang tidak terdaftar sebagai pemilih untuk memilih pada tanggal 9 April. Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menjadi wacana hangat belakangan ini. tangan mereka gemetar ketika memegang pulpen. Kita berharap ada perubahan mendadak dalam hitungan empat hari ke depan. ketika masuk bilik. memilih caleg dan cara mencontreng.639 nama. di mana hitungan kuantitatif itu bisa dilakukan. 24 Maret 2009 PARTAI POLITIK PREDATOR MENUJU PEMILU 2009 Oleh: Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. agar segera menyadari kesalahannya. meramalkan demokrasi sebagai suatu harapan di masa yang akan datang adalah tidak masuk akal dengan melihat infrastruktur politik seperti ini.088 DPT bermasalah. karena apabila dikalikan tidak sampai limitasi demokrasi. menegosiasikan masa depan demokrasi pasca Pemilu 2009.kertas suara banyak. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 06. Di Sulsel saja jumlah DPT bermasalah berjumlah 67. Sehingga kita tidak mengalami kemunduran yang mengerikan di atas bertabuh harapan akan kemajuan demokrasi kita. (3) Metode Contreng. Diperkirakan mereka yang tidak bisa memilih pada pemilu ini akibat birokrasi negara yang bernama UU Pemilu. Katakanlah Golput 38 persen Suara batal 27 persen dan yang tidak bisa memilih 13 persen. Jika demikian. Apalagi hitungan kuantitatif tidak mencapai limit yang tercantum dalam prosedur demokrasi. Begitu juga mungkin di tempat-tempat lain. Hitungan 50 persen + 1 tidak mencapai ambang batas. 38+23+9=70 persen. menemukan kesulitan pemilih memilih partai. dan yang sangat menyulitkan nanti adalah mencari nama para caleg yang akan dipilih. Pengalaman beberapa fungsionaris PuKAP-Indonesia yang terlibat dalam proses pendidikan politik arus bawah di beberapa daerah di Sulsel. Karenanya. Ketiga. Ini akan berpengaruh secara psikologis ketika mencoblos.

sebagaiman tujuan utamanya. Masih mewarisi sistem dan mekanisme politik masa lalu yang . namun partai yang hanya menjadikan ideologi sebagai tumbal. 2009 adalah merupakan awal bagi mereka melakukan revitalisasi orientasi dan keberpihakannya bagi masyarakat. adalah merupakan saran untuk menampung dan mengartikulasikan kepentingan rakyat. belum memiliki basis kekuatan buruh. Partai sudah menjadi sebuah perkumpulan para “gerombolan” politik yang mencari kekuasaan dengan ’rakus’ dimana mereka adalah merupakan aliansi oligarki “nakal” yang sudah tidak lagi bisa diharapkan menjadi penopang tegaknya demokrasi. ia telah menjadi virus demoralisasi massal dalam sebuah sindikat demokrasi. Partai-partai raksasa seperti Golkar dan PDIP. ia tidak lagi sebagai sarana untuk mengagregasikan kepentingan rakyat. Partai buruh. namun PKS telah “melacurkan diri” dalam pragmatisme dan oportunisme politik. memperjuangkan kepentingan rakyat dan berkhidmat untuk rakyat. ia telah merumuskan gaya baru pemikiran Islam yang inferior dalam berpolitik. Partai PDIP yang mengaku diri sebagai partai wong cilik. suka atauidak suka harus diakui baik secara yuridis maupun secara sosiologis dan politik. partai telah menjadi penentang demokrasi yang paling sah. Partai telah menyebabkan rakyat hidup dalam “pintalan-pintalan” harapan yang sulit untuk mereka pahami. yang mau tak mau. yang tentu berbeda dengan Labour Party di Inggris. paling tidak. sebagaimana tujuan awal partai di dirikan. Apalagi sekarang PKS sudah tidak lagi menjadi partai Islam yang berideologi. partai telah menjadi alat untuk menciptakan konflik komunal bagi perkumpuan sebagian para “bandit” politik. ada harapan yang menggebu dari banyak masyarakat Indonesia. Partai. namun mereka adalah merupakan bagian dari pilar demokrasi. PKS sudah mendeklarasikan diri sebagai partai Islam yang berideologi inklusif. Parta-partai politik. namun perilaku orang-orang di dalamnya telah menyebabkan fungsi-fungsi penting partai politik tidak dijalankan. Indonesia selama dan pasca Orde Baru tidak ada yang terlalu banyak berubah.Menjelang pemilu 2009. Di saat orang terlalu banyak berharap agar PKS menjadi penegak ajaran moral bagi simbol Islam Politik. Itulah partai. Namun harapan itu pupus ditengah kemelut yang melanda partai politik kita. Belum ada partai yang benarbenar memiliki keberpihakan pada komunitas tertentu yang diatasnamakan. karena partai sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. bahwa partai-partai politik akan mampu memberi harapan baru bagi masa depan Indonesia. partai-partai Islam seperti PKS justru menambah beban moral umat Islam. Terlalu banyak orang yang menaruh harapan pada partai politik. namun tidak sedikit rakyat yang kecewa dengan perilaku partai politik. sekalipun pasca reformasi usai mereka tak punya kontribusi besar bagi pembangunan demokrasi. juga bukan sarana untuk memperjuangkan hak-hak rakyat. namun tidak jelas perjuangan kerakyatannya. yang sekalipun telah lama dalam kubangan pragmatisme. partai telah menjadi perkumpulan orang-orang yang sedang menegakkan “ajaran dusta”. Partai politik secara institusional memang tidak salah.

dari ideologi mananapun dan atas tujuan apapun serta identitas yang bagaimanapun juga yang ia gunakan. layaknya dalam tradisi Negara yang menganut paham demokrasi liberal. hingga mereka menjadi “kepala botak” hanya memikirkan dan mengharapkan janji-janji palsu partai politik. Pesta demokrasi bukan hanya sekedar acara rutin lima tahunan dengan menghadirkan kontestan partai politik yang begitu banyak. bukan Indonesia “mereka”. tetapi merupakan sebuah pesta untuk memikirkan tentang masa depan Indonesia Kita.dibangun di atas mentalitas para “Predator”. yakni sebagai “alat untuk mencapai kekuasaan” bukan “alat untuk memperjuangkan kepentingan kemanusiaan”. dimana partai politik menjadi bagian yang determinan. jika partai politik masih mempertahankan identitas mereka seperti saat ini. Tetapi sekaligus partai politik telah mengajarkan mentalitas “predator”. tetapi untuk membangun bangsa kita. apapun alasannya. namun partai begitu penting adanya di dunia modern. yakni mentalitas menerabas dan jalan pintas dengan memangsa hak-hak rakyat. . bahwa partai politiklah yang dianggap sebagai jalan terbaik bagi tegaknya demokrasi yang sehat. tanpa mempertimbangkan lagi mekanisme “ontologisnya”. namun lebih disebabkan pada artikulasi peran dan fungsi partai politik yang telah melenyapkan “moral demokrasi” untuk merebut kekuasaan dengan mempertaruhkan beruta-juta rakyat jelata yang selalu menjadi korban pikiran-pikiran “palsu” dalam partai politik. bahwa partai politik adalah tetap menjadi kekuatan penopang demokrasi yang visible. Mentalitas inilah yang telah menyebabkan sistem politik Indonesia masuk dalam jebakan pramatisme dan oportunisme. tetapi Indonesia “miliki kita”. hanya harapan yang menumpuk dalam pikiran rakyat. Rakyat hidup dalam “kubangan” harapan akan janji-janji yang tak pernah ditepati dalam setiap episode rutinitas demokrasi. Dari “pesta demokrasi” yang satu ke pesta demokrasi yang lain. tidak ada satupun yang mampu keluar dari mekanisme predator masa lalu tersebut. atau Indonesia “dia”. janji dan keyakinan politik yang diberikan kepada rakyat. partai politik tidak didirikan untuk membangun “distingsi” antara “aku” dan “mereka”. Sesungguhnya kita punya harapan yang besar. Jika memang partai politik masih merupakan jalan terbaik untuk menegakkan demokrasi. Mekanisme dimana seluruh urat nadi dan karakter sistem yang digunakan telah menciptakan polarisasi. yang bernama Indonesia. Partai telah menjadi “berhala” yang dianggap “sakral” untuk mengatakan demokratis atau tidak demokratisnya sebuah Negara. Dengan demikian. maka lebih arif dan dewasa partai-partai politik itu di “tiadakan” demi dan atas nama “kemanusiaan/kerakyatan”. “Peniadaan” ini bukan karena tidak suka dengan partai politik. Sekalipun bukan satu-satunya jalan untuk membangun demokrasi. Sekalipun itu memang bukan harga mati. Partai politik. maka seharusnya partai-partai besar maupun kecil yang hadir dalam setiap perhelatan “akbar demokrasi” mempertahankan identitas. Karena kita harus jujur mengatakan. sekalipun tidak menjadi satu-satunya perkumpulan untuk menegakkan demokrasi. bukan “Indonesia siapa-siapa”. determinasi. Namun. dan bahkan alienasi “epistemologis” dan “aksiologis”. Partai.

Untuk apa kekuasaan ada. pikiran baru. Berbagai pencarian bentuk sistem politik. tetapi justru banyak diantara mereka yang mewarisi mentalitas politik “masa lalu”. yang dengan modernisasi itu pula mereka berubah menjadi liberal. Partai-Partai yang berkuasa dan yang hidup di “pinggiran” kekuasaan saat ini adalah partai yang tidak memiliki karakter dan komitmen keberpihakan. Mereka semua adalah sama. tanpa mengubah komitmen. sehingga menghalalkan segala cara dalam upaya menciptakan teror politik yang melanda negeri transisi yang pongah ini. Pertanyaan ini terus muncul disetiap zaman dan di setiap episode peradaban. makam pahlawan dibangun diberbagai kota. dan mentalitas baru. Partai pendatang baru harus bisa memberikan yang “berbeda” dari partai-partai lama yang telah masuk dalam kubangan pragmatisme tingkat tinggi. Kekuasaan memang selalu meminta korban. selama ini. tetapi merupakan awal “peperangan” politik yang dahsyat bagi partai-partai yang ikut dalam kompetisi ini. Pemilu 2009 bukan hanya sekedar ajang perebutan kekuasaan antar partai. untuk siapa kekuasaan berguna. masa Orde Baru. aktor baru.Dalam konteks inilah partai politik kita tidak bisa menempatkan diri pada posisi yang wajar. semuanya bermuara pada satu soal: yakni bagaimana mencari bentuk kekuasaan. 01-02-2007 Media Centre -. Mereka adalah anak kandung modernisasi. suksesi di Indonesia diwarnai dengan ritual mistisisme elit-elit politik yang meminta kepada dunia abstrak dengan pertapaan dan bersemedi untuk mendapatkan “wahyu kemenangan” dengan ritual . inilah saat yang tepat seharusnya bagi partai politik untuk mengubah diri. tidak diikuti dengan mentalitas aktor politik yang berjiwa demokratis. Padahal. narasi baru. yang menyebabkan “hampir” gagalnya proses transisi demokrasi yang sedang kita hadapi. kepada siapa kekuasaan berkhidmat?. yakni para “predator” yang hendak merebut. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Kamis. Atas nama kekuasaan. perjuangan baru. agar “citra diri” partai tidak selalu jelek dimata masyarakat. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. tumbuh dan tenggelamnya peradaban. Di saat krisis kepercayaan atas Partai Politik saat ini. mengolah dan mengutak-atik kekuasaan untuk kepentingan partai dan individu. Inilah menurut penulis. Partai besar bekerja dengan “rakus” untuk mencari keuntungan agar bisa memegang kekuasaan pada Pemilu 2009. Bukan mentalitas “predator”. Liberalisasi politik pasca Orde Baru. sementara partai kecil mengaca diri sambil mengubah nama dan platform.Tulisan ini hendak menguji keabsahan suksesi politik sebagai sebuah agenda negara demokrasi dengan kebiasaan ritual suksesi di Indonesia yang berakhir dengan radikalisme dan anarkisme yang disebabkan oleh ambisi kekuasaan yang terlampau besar. Mereka harus hadir dengan ide baru. seharusnya semua pengurus Partai melakukan “tobat politik” untuk segera merevitalisasi diri.19 0 komentar SUKSESI POLITIK DAN RITUAL ANARKI Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. sistem dan mekanisme “permainan” dalam Partai. konsep baru. lahirnya dan matinya suatu negara. gagasan baru.

atau ditransfer. bahwa suksesi berjalan dengan baik. Seakan-akan anarki adalah merupakan salah satu syarat. Dalam proses suksesi. bahwa suksesi berlangsung dengan sukses jika dibarengi dengan anarki. yang menghendaki bahwa konstruksi politik yang telah dirintisnya. ritual anarki dan radikalisme adalah merupakan “persembahan” suksesi politik Indonesia yang telah lama menghiasi dunia politik kita. kekerasan dan anarki adalah merupakan simbol. yang tentu saja kemampuan seseorang untuk mengapresiasi gagasan yang telah dirintis sebelumnya akan berbeda. Provokasi elit kultural jauh lebih memiliki daya tarik kental dibanding dengan provokasi yang dimainkan oleh siapapun. pemerintah atau rezim. dari seorang individu. suksesi seperti ini hanyalah merupakan ritual suksesi yang tidak membawa perubahan. di Jawa Timur. akibatnya situasi politik dan pergeseran kekuasaan tidak menyebabkan terjadinya pergeseran kebijakan dan karakter atas sistem politik yang ada. karena yang ditransfer adalah “posisi kekuasaan” dan “otoritas kekuasaan” kepada orang lain. Tanpa pembedahan yang tajam. Akibatnya dalam proses transisi diwarnai dengan restu politik dan keterlibatan aktor-aktor lama yang sedang berkuasa untuk menyukseskan kader ideologisnya. Bahkan ada ulama yang kemudian dimitoskan. Sehingga anarki adalah merupakan ritual yang bersamaan dengan ritual suksesi itu sendiri. pemerintah atau rezim lain. Antara “kekuatan” dan “jabatan” dalam suksesi harus benar-benar diterjemahkan secara simultan. Hampir setiap proses suksesi politik. hingga kemudian dianggap sebagai pembawa wahyu. suatu pikiran irasional masyarakat tradisional yang masih bisa disaksikan dalam masyarakat Indonesia. Disinilah sesungguhnya akan terbangun satu rezim politik ideologis. Jadi. Ulama adalah pusat segala-galanya. Tingkat emosi sosial ditentukkan oleh dukungan politik yang diberikan oleh mereka atas orang-orang tertentu yang menjadi calon penguasa politik dalam proses suksesi tersebut. karena pertarungan antara kekuatan politik yang saling merebut kekuasaan bisa menyebabkan terjadinya mobilitas massa politik meningkat. ke individu. untuk meneguhkan dirinya sebagai salah satu indikator keberhasilan sebuah negara dalam melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses-proses politik yang berjalan.kekerasan militer yang menjaga kamar-kamar pencoblosan dan proses-proses kampanye politik yang mewarnainya. sementara elit yang diatas mengakomodasi tokoh-tokoh kultural untuk mendukungnya dalam menyukseskan agenda politik yang diusungnya. karena dalam kultur masyarakat Islam Jawa. tanpa ada rasa bersalah dari aktor-aktor pemain politik yang ada ditingkat elit. Antara ritual anarki dan ritual suksesi sebagai proses politik tidak bisa . sehingga ritual kekerasan. seorang ulama dianggap sebagai mesin penggerak massa yang efektif. Emosi sosial ini dapat bangkit jika terjadi gesekan kencan ditingkat elit. bahkan melabrak kekuatan politik yang mapan demi melancarkan agenda politik yang di usungnya. yang terjadi biasanya adalah gesekan politik yang sedikit memanas. paling tidak bisa dilanjutkan oleh pewaris ideologis setelahnya. Misalnya. Bagi komunitas yang anti kemapanan. Menurut Alan Brier suksesi politik didefinisikan sebagai cara kekuatan politik disampaikan. Lahirlah kekuatan politik yang lain yang akan mengancam posisi kekuasaan yang mapan ini. suksesi politik Indonesia akan selalu diwarnai dengan korba-korban akibat ritual “sesat” dan ritual “sadis” tersebut. Suksesi politik adalah menyangkut upacara demokrasi.

yang selalu menjadi korban persembahan adalah “manusia-manusia kecil” yang hidup dalam ketergantungan penuh atas permainan kekuasaan yang ada diatas mereka. Akhirnya politik dan suksesi politik di Indonesia dipenuhi oleh berbagai cerita-cerita dusta. yang selalu menjadi korban adalah “manusia-manusia kecil”. yang selalu menjadi korban persembahan ritual adalah masyarakat. dalam ritual ini. Pilkada telah menambah rentetan korban atas ritual anarki ini. tanpa ada yang dikorbankan. utamanya bagi pemain-pemain politik yang haus akan kekuasaan. Ritual anarki kemudian diperparah dengan kehadiran UU No. 32 tahun 2004 tentang otonomi daerah dan pemilihan kepala daerah secara langsung. dan penghancuran institusi-institusi negara adalah merupakan korban-korban ritual anarki. tanpa ada janji-janji dusta seperti dulu. Karena kehausan akan kekuasaan menyebabkan “laku bejat” untuk menukarkan darah orang lain dengan kekuasaan yang glamour. bahwa proses politik ditengah transisi demokrasi akan berjalan secara partisipatoris. korban-korban ritual anarki dan ditingkat yang lain pemain politik yang tak pernah merasa berdosa dengan tingkah laku bejatnya. Ritual anarki terakhir yang dipersembahkan oleh Soeharto adalah pada tanggal 27 juli 1996. 22 tahun 1999 yang diganti dengan UU No. radikalisme massa. bahwa proses suksesi yang selama 32 tahun dibawah kendali rezim Soeharto dibajak secara “sadis” oleh kekuatan massa yang tak bisa dipahami sepenuhnya kemauan mereka. Dan para korban atas tumbal tersebut bertebaran dimana-mana. Ritual anarki dalam proses suksesi politik memang sudah menjadi semacam kewajiban politik yang harus dijalani oleh masyarakat Indonesia. Tetapi ritual anarki menjadi semakin gila. Soeharto mempertahankan kekuasaan yang begitu lama diatas suksesi politik dengan ritualritual anarki yang sangat sistematik. sementara pemimpin-pemimpin ritual tidak terkena kecipratan atas persembahan ritual tersebut. Bahkan perjalanan kekuasaannya dipertahankan dengan persembahan atas “manusia-manusia kecil” ini sebagai tumbal. Dan celakanya.dipisahkan. inilah ritual anarki terakhir yang termasuk dalam kategori sadis sepanjang kekuasaan Soeharto setelah tahun 1990-an. setahun sebelum Pemilu 1997. Perayaan ritual anarki yang paling besar dalam dunia perpolitikan Indonesia terjadi ketika proses penurunan Soeharto tahun 1998. Ritual anarki yang secara serentak terjadi di seantero negeri ini adalah pasca Pemilu tahun 2004 dan Pilkada Langsung sepanjang tahun 2005. konflik horizontal. Pilkada Langsung telah menambah intensitas suksesi politik lokal. pada saat yang sama juga ditandai dengan meningkatnya korban-korban ritual anarki. dan gilanya. tanpa ada anarki lagi. korban-korban anarki bertambah kuantitasnya dan tukang-tukang janji dusta semakin menganggap bahwa dusta adalah “berkah politik” yang harus diucapkan. bejat dan penuh dusta-dusta. Suksesi politik di Indonesia selalu diwarnai oleh ritual-ritual anarki. Karena kekuasaan logikanya selalu meminta korban. .J Habibie. melahirkan satu catatan politik terpenting bagi proses suksesi politik Indonesia. dan diganti oleh B. Karena ritual anarki terjadi berbarengan dengan suksesi politik yang terjadi disuatu wilayah. Anarki massal yang telah menerabas menghancurkan kekuasaan Orde Baru yang hegemonik dan tuntutan politik massa brutal ditahun itu. banyak pengamat politik yang bermimpi. Akhir cerita kekuasaan Soeharto ini.

Salah satu lembaga Negara yang diamanatkan dalam amandemen ketiga UUD 1945 adalah Mahkamah Konstitusi. elit-elit adat. yakni "Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji UU terhadap UUD. Semenjak Pemilu 2004 dan rantai Pilkada secara langsung sebagai akibat dari "hasutan" demokrasi liberal. Juga tersebarnya Baleho dan brosur salah satu calon di seluruh daerah di Sul-Sel padahal kampanye belum dimulai.15 0 komentar Mahkamah Konstitusi Menghukum Tanpa Batas Oleh: Fajlurrahman Jurdi Fajar Kamis. sementara pasal 24A dan 24B adalah masingmasing tentang Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial. Korban dari ritual anarki ini adalah “manusia-mansuai kecil” yang dimanfaatkan oleh tangan-tangan “iblis” kekuasaan dan pemain-pemain politik yang ingin menghalalkan segala cara. memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD. Kekerasan politik dan ambivalensi demokrasi itu. terutama posisi Mahkamah Konstitusi yang merupakan lembaga hukum terpenting di negeri ini. Sulawesi Selatan akan diperhadapkan dengan proses suksesi politik. Juga sebagai bentuk dari komitmen. Ditambah lagi munculnya produk legislatif yang banyak bertentangan dengan UUD 1945. dan kekerasan mewarnai ritual demokrasi di Indonesia. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. . yang sejatinya juga akan melahirkan ritual anarki. persis seperti anjuran Machiavelli. Dalam pasal 24C ayat (1) UUD 1945 ditegaskan. memutus pembubaran partai politik. Namun di dalamnya juga mengidap penyakit legitimasi dan hierarkis yang menjadi rantai panjang persoalan konstitusi hingga sekarang. Berikut ini hasil kajian itu. Ini tercantum dalam Bab IX yang berkaitan dengan kekuasaan kehakiman pasal 24C. sehingga persoalan hukum kemudian menjadi tambah rumit. dan ini menjadi problem lanjutan dari putusan-putusan Mahkamah Konstitusi. karena tokoh-tokoh primordial. 19-03-09 Hasil kajian PuKAP-Indonesia beberapa minggu terakhir tentang konstitusi. Demokrasi dan Kapitalisme menemukan berbagai problem bangsa kita. Semangat reformasi mewarnai aroma perubahan UUD mulai dari perubahan pertama sampai perubahan keempat. Indikasi kearah ritual anarki menganga lebar dalam proses suksesi pilkada Sul-Sel nanti. Keberadaan Mahkamah Konstitusi dalam struktur ketatanegaraan RI adalah merupakan bentuk dari tuntutan reformasi peradilan agar MA tidak berkuasa sewenang-wenang sebagaimana di masa Orde Baru. Pemilu. dan tokoh-tokoh kunci mistik telah banyak diakomodasi oleh para pemain politik untuk dijadikan mesin mengendali massa. Salah satunya dalam tulisan ini mengenai UUD kita. dan memutus sengketa tentang hasil Pemilu. politik. berbarengan dengan tuntutan terhadap lembaga hukum untuk menyelesaikan perkara. Mudah-mudahan suksesi Pilkada di Sul-Sel terjadi tanpa ritual anarki. adalah indikasi akan rentan terjadinya ritual anarki yang berbahaya bagi masa depan demokrasi di Sul-Sel. persoalan hukum.Memasuki tahun 2007 ini. agar UUD 1945 sebagai dasar bernegara tidak dilecehkan sebagaimana masa lalu.

Bukankah keputusan itu melanggar hukum?. posisi MK ada di atas UUD. dan keputusan itu amat berani. 22 tahun 2004 tentang Komisi Yudisial. Otoritas penafsiran konstitusi sepenuhnya ada di pundak mereka. 24 tahun 2003. Jika UUD memberikan kewenangan kepada MK melampaui UUD. Ada dugaan bahwa putusan itu adalah putusan politik. MK memutuskan agar KPUD Jawa Timur (Jatim) melakukan pemungutan suara ulang di Kabupaten Bangkalan dan Sampang. bukan menghitung ulang. Di sinilah "banci"-nya DPR hasil pemilu 1999. terutama mengenai kata "hakim". tidak ada pembagian kata "Hakim Agung" atau "Hakim Konstitusi". KY sampai sekarang tidak memiliki fungsi yang jelas pasca keputusan MK. tidak termasuk Hakim Agung dan Hakim Konstitusi. Tampaknya ini sudah diluar konteks UUD dan MK melewati kewenangan UUD. Tetapi yang terjadi kemudian adalah memilih ulang.Salah satu Putusan yang amat kontroversial adalah putusan MK pada tanggal 16 Agustus 2006. dan celakanya itu dibenarkan oleh UUD. Katakata ini menutup upaya hukum selanjutnya bagi pihak yang dirugikan. MK . tetapi. UU No. UU No. Mungkin ini merupakan bagian dari cek and balances. Padahal dalam UUD baik dalam batang tubuh maupun penjelasannya. 22 tahun 2004. maka dengan alasan hukum. Kasus kedua. akan tetapi yang ada hanya "menghitung ulang suara". Tiga orang dari MA. Melalui Putusan No 41/PHPU. Setelah selesai putusan ini. Apabila terjadi penafsiran hukum yang salah oleh MK.D-VI/2008. Sementara baik dalam UU No. tiga orang dari presiden hingga jumlahnya sembilan orang. sementara pada konteks lain. tetapi juga kondisi psikologis hakim yang diproses secara politis dalam pengangkatannya merupakan masalah yang sulit untuk dibuktikan. juga sekaligus "banci"-nya UUD yang kita miliki. bahwa kata hakim dibagi. Ini dikaitkan dengan posisi ketua MK dan pertimbangan cost politik. maka langkah hukum apa yang akan diambil?. Disamping secara tidak langsung. Sebab UUD memberi ruang "nalar" yang sungguh amat merdeka pada MK. Persoalannya MK tidak mengenal kata "melanggar" hukum dalam putusannya. MK dan hakim PT dan dibawahnya. Akibatnya. Sementara dalam klausul pasal di atas dikatakan "Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final�". 005/PUU-IV/2006 atas UU No. maka sebenarnya pada bagian-bagian tertentu MK adalah pengadilan politik. tiga orang dari DPR. tidak ada klausul yang menyuruh untuk "memilih ulang". serta pertimbangan hukum. Dalam UU Pemilu maupun UU MK. MK akan mudah menegosiasikan keputusan-keputusan politis. Di dalamnya berkecamuk berbagai kepentingan yang hiruk-pikuk. Inilah upaya "menghukum" tanpa batas. Ini menjadi suatu penyakit dalam demokrasi kita. sekaligus mungkin inilah yang disebut dengan "kagagapan" demokrasi itu. Bagi MK. kata "hakim" yang tercantum dalam UU KY. MK: Mahkamah Politik Apabila kita merujuk konteks ini. Siapa yang akan menindaklanjuti keputusan tersebut?. lalu siapa yang akan menjadi eksekutor (yang menjalankan keputusan tersebut?). bukan pengadilan hukum. ada pertanyaan yang hingga saat ini yang belum bisa dijawab. agar bisa saling mengontrol. 5 tahun 2004 masing-masing yang mengatur ketiga institusi kehakiman tidak memberikan instrumen hukum kepada lembaga mana yang akan menjadi eksekutor bagi putusan MK. Juga pertanyaan selanjutnya. Tetapi oleh MK. adalah putusan MK mengenai Pilkada Jawa Timur. keanggotaan hakim di MK adalah merupakan hasil kolaborasi kuasa politik. No. Padahal seharusnya posisi MK harus dikontrol oleh konstitusi. namun dalam kenyataanya. menjadi hakim MA.

Untuk provinsi dan pusat juga jumlahnya bervariasi. MA. KY dan KPU. bahwa Pemilu 2009 ini akan membuat MK bekerja ekstra keras. Sengketa Pemilu 2009 ini. Karena itu. menghukum tanpa kendali dan memutus tanpa kontrol. Dengan melihat dan menduga akan muncul problem seperti ini. Dengan berdasar dan berpijak atas UUD. Antara calon anggota legislatif dengan partai 3. institusi mana yang akan menjadi eksekutor dari hasil putusan tersebut?. Inilah persoalan penting yang akan segera menghadang Pemilu 2009 yang berkaitan dengan MK. Antar calon anggota legislatif 2. Harus segera dibentuk lembaga atau intitusi yang akan menjadi eksekutor bagi keputusan MK. misalnya mengabulkan 3-5 persen dari jumlah secara keseluruhan gugatan sengketa Pemilu. cukup datang di tempat universitasuniversitas yang telah ditunjuk oleh MK dan memiliki fasilitas teleconference. Kasus ini tidak akan sedikit jumlahnya nanti. akan terjadi anarki politik yang berbarengan dengan ritual demokrasi. Presiden. yaitu: 1. Antar partai kontestan Pemilu. Tergantung dinamika yang terjadi di suatu daerah. ruang sidang tersebut bertempat di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. akan terjadi antara pihak-pihak dibawah ini. Di kabupaten lain juga berkisar antara 25 sampai 50 orang dalam satu Dapil untuk kapubaten/kota. Tampaknya disinilah kegagapan instrument hukum kita. Bayangkan. kalau dalam satu Daerah Pemilihan (Dapil) saja untuk Caleg DPRD di Kota Makassar jumlah Caleg berkisar antara 100 sampai 150 orang. maka untuk apa keputusan itu dikeluarkan?. Maka dipersiapkan ruang sidang teleconference di berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia agar bagi para pihak yang terlibat dalam sengketa Pilkada maupun Pemilu tidak harus ke Jakarta. karena ada asumsi. 10 persen saja yang bermasalah. MK harus menjaga independensi dalam mengambil keputusan. sedangkan secara politis. Dari jumlah secara keseluruhan itu. Tidak ada upaya hukum yang bisa menjerat MK apabila keputusan mereka melanggar nalar konstitusi. Untuk Sulsel. Juga hukuman-hukuman tanpa batas yang dimiliki oleh lembaga ini. Tidak kah keputusan itu akan menambah masalah baru bagi MK dan bagi demokrasi?. . dalam konteks cek and balances keberadaan MK adalah representasi dari trias politica. lembaga yang pada awalnya secara filosofis membawa semangat perubahan justru masuk dalam jurang arogansi konstitusional. Jika MK. 3. Pada akhirnya lembaga ini menjadi absolut dan otoriter. Lembaga/institusi tersebut harus segera dikonsolidasikan dengan DPR.yang mengendalikan UUD. yaitu: 1. dan UU No 24 tahun 2003 tentang MK. Satu-satunya alasan hukum adalah pasal 1 UUD 1945. harus segera ada instrumen yang membatasi kekuasaan MK agar tidak terlalu absolut. MK bertindak tanpa batas. maka harus ada tawaran alternatif yang harus segera diambil. Karenanya. kecuali dengan alasan menjaga otoritas konstitusi. Jika tidak ada eksekutor. maka MK harus bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan kasus ini. Persiapan MK menjelang Pemilu 2009 Sudah diduga oleh banyak kalangan. 2. juga tidak ada ruang untuk memperbaiki keputusan.

tentu semua orang sadar. dipadukan dengan Mohammad Natsir. 18/12) membuat saya tergelitik sekaligus terkekeh.disamakan dengan Ahmad Dahlan. sebagaimana yang menghinggapi sebagian besar anak bangsa yang lain. Dalam konteks ini. Padahal ada di tengah hanya ada satu yang pasti. tentu merupakan keresahan akan fenomena penyakit Amnesia yang tidak memiliki obat untuk menyembuhkannya dengan baik. juga bukan partai massa. terutama bagi mereka yang berkuasa dan dikuasai di negeri yang hampir "biadab" saat ini. Yaitu bukan partai kader. Cadre Party and Mass Party". Inilah yang disinyalir oleh Duverger dalam "A Caucus and Brand. Tulisan ini menohok menurut saya.14 0 komentar PKS Disamakan Soeharto Sebuah Fantasi Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. tentang Islam. yaitu: Fantasi. ide yang dibangun serta gagasan yang lontarkannya. "PKS: Partai Kroni Soeharto" (Tribun. . Tulisan ini ditanggap oleh Irwan (Tribun. bahwa seorang Aswar tidak mengalami penyakit amnesia akan sejarah masa lalu. yaitu partai ideologis atau kader dan partai massa.oleh PKS . Demokrasi dan Perubahan Sosial Indonesia. sehingga kita harus mengatakan. disetarakan dengan Soekarno. 27-12-2008 Soeharto . suatu penempatan yang luar biasa disaat Indonesia tidak memiliki satupun partai Ideologi. tumbuh menjadi partai besar dan diharapkan sebagai alternatif bagi Indonesia dengan komitmen ideologinya. karena sedang membela PKS yang memiliki "narasi besar" untuk membangun bangsa ini. tetapi partai yang ada ditengah sebagaimana kata Irwan. Ini kemudian betul dengan gaya politik PKS yang suka berfantasi ria tentang Indonesia. Ingatan masa lalu yang melekat dalam dirinya masih segar. Betul-betul sebuah fantasi yang penuh godaan. PKS sebagai partai baru yang lahir dari jerih payah reformasi. persis seperti tulisan saudara irwan. PKS pada awalnya adalah partai kader. Kacamata berpikir yang digunakan. tentang simbol politik. Aswar masih punya ingatan yang tajam akan apa yang telah diikrarkan disaat Soeharto mengalami delegitimasi dan di usir dari panggung politik secara sadis dan menggelikan. Political Parties (1963). Sebagai partai baru yang lahir dari rahim reformasi. anak muda yang menurut saya sedang mengalami penyakit amnesia sebagaimana kebanyakan anak muda yang lain. namun itu adalah khayalan-khayalan yang menjijikan Membaca tulisan Aswar Hasan. Duverger hanya mengakui dua kategori partai. sebuah harapan bagi siapa saja yang hidup dalam ketidakjelasan transisi demokrasi yang penuh ambisi dan nafsu. Saya tahu siapa Aswar Hasan dan kenal siapa Irwan.Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. bahwa pandangan Aswar terhadap citacita reformasi masih belum kabur. bahwa PKS sedang ingin menata Indonesia yang ambruk tidak berdaya menghadapi sirkulasi demokrasi liberal yang penuh gagap dengan pesona gilanya. tetapi lama kelamaan berubah haluan menjadi partai "fantasi". yakni partai yang "dianggap" banyak orang sebagai partai "ideologis". PKS memiliki ciri khas. Selain partai baru. 22/12). Di saat sebagian besar anak bangsa mengidap penyakit "gila" ini. termasuk obyek dalam tulisannya. Tribun Timur Sabtu.

Di saat yang sama ia tetap tampil sebagai kekuatan ideologis. jika tidak di rem dengan keyakinan ideologis yang kuat. tidak ke-kiri. melebihi PBB dan PPP. Memaafkan masa lalu adalah untuk menjadi arif agar bisa belajar dari dosa-dosa masa lalu. juga tidak harus dijadikan sebagai dendam. celana bergantung. dibesarkan. Inilah tingkah laku politik partai. dididik dengan kepongahan. dan berkoalisi dengan partai-partai sekular. sama dengan tidak berdayanya Fajroel Rahman yang dipenjarakan oleh rezim yang hampir tidak waras itu. menurut hemat saya sebagai orang awam. namun itu adalah khayalan-khayalan yang menjijikan. ini terbukti dengan keinginannya menjadi partai yang terbuka. takut tidak menang di Pemilu 2009. harta dikumpul dengan keringat rakyat. mereka yang mengkritik dihancurkan dengan gaya Fir'aun. Sebagai partai reformasi seharusnya PKS sadar diri.Ia ingin seperti pelangi. oligarki dibangun dengan megah sambil menindih rakyat. berubah dalam ketidakpastian. disetarakan dengan Soekarno. adalah betul-betul tindakan yang "tidak waras". bukan memaafkan masa lalu. Pemilik otoritas partai mengalami kegagapan serius ke mana reformasi hendak dibawa. sama dengan ketidakpastian Indonesia yang sedang berfantasi. demi massa ia lari dari keyakinannya. ingin meniadakan simbol demi pemilu 2009. membuka sekat-sekat ideologi. serta hendak berpisah dari ideologi yang dianutnya. namun di sisi lain. ia telah hidup di dalamnya. dengan demikian. tetapi menghadirkan Soeharto beserta segala kebusukan yang dibangunnya dimasa lalu. Ketakutan ini. juga tidak hendak ke-kanan. Dan inilah yang sedang . Di satu sisi secara faktual ia adalah partai kanan konservatif. tetapi bukan berarti "memberhalakan" masa lalu yang dipercayainya. dipadukan dengan Mohammad Natsir. PKS sudah mulai tidak percaya dengan keyakinannya. bahwa masa lalu tidak boleh dilupakan. saudara Irwan menafikkan ideologi. namun tidak berdaya. kopiah menempel di kepala ke mana-mana sebagai simbol politik. Tingkah laku PKS belakangan ini. Di Indonesia pasca Orde Baru. Karena PKS meragukan keyakinan dan hendak menjadi partai "tengah".disamakan dengan Ahmad Dahlan. menghapus diri dalam hingar-bingar politik aliran. Ini bisa dilihat dalam tulisan dan keyakinannya. Soeharto . tetapi tetap mengaku PKS sebagai partai yang berideologi Islam. yang dalam kajian ilmu politik disebut perilaku politik (political behavior). Demi massa. baik otoritas negara maupun pemilik otoritas partai. sebab pada masa itu. Aswar adalah seorang intelektual yang masih konsisten dengan moralitas Islam.oleh PKS . tanpaknya adalah problem yang menimpa pemilik otoritas. telah terpisah dari akar persoalan masa lalu. padahal di dalam PKS mereka yang taat beragama. Utang negara menumpuk. mungkin ia berguru pada teksteks klasik Fir'aun. Ia juga masih percaya akan masa lalu. citacita reformasi dan problem-problem yang dihadapinya. bahkan demi massa barangkali PKS dan saudara Irwan akan keluar dari Islam. maka akan terseret arus pragmatisme yang betul-betul menjijikkan. ia setara dengan fasisme. Soeharto adalah benar-benar seperti cerita Hannah Arend yang mengungkap kejahatan Nazi. Aswar masih memiliki keterkaitan dengan kekuasan Soeharto. adalah melupakan masa lalu. masa lalu beserta kesalahannya harus dimaafkan. Betul-betul sebuah fantasi yang penuh godaan. maka perilaku politiknya menjadi ambivalen. Namun menempatkan Soeharto sebagai guru bangsa dan pahlawan nasional.

bahwa Aswar Hasan dengan segenap kelemahan dan kelebihannya. Selama rezim itu berkuasa. kekangan rezim yang terlalu tiran dan kekerasan politik yang menjadi ritual yang tak bisa dihindari. adalah sikap naïf orang-orang tidak sehat cara berpikirnya. Jika anak muda kita mengidap penyakit "gila" ini. betul-betul gila dan tidak waras lagi kita sekarang. PKS sebagai partai yang baru lahir "kemarin sore". maka oleh orang-orang yang mengidap penyakit amnesia. bahwa Orde Baru adalah merupakan nama yang harus tetap melekat dalam . bahkan negara-negara di dunia. resistentif dan kolaboratif dengan rezim pasar seperti Orde Baru. Ada pembelaan terhadap partai yang begitu kuat. Karena itu. STUDI ATAS KEGAGALAN PERUBAHAN SOSIAL DI INDONESIA Fajlurrahman Jurdi Salah satu tim Deklarator dan Inisiator Central Study Resistance (CSR)-Jakarta Tahun 1998 adalah merupakan tahun yang sulit untuk dilupakan bagi mereka yang hidup di akhir Abad XX di Indonesia. Karena hari ini seorang tokoh koruptor dipenjara dan tahun depan keluar dari jeruji itu. 18 November 2007 PREDATOR REFORMASI. sedang mengalami penyakit amnesia yang berbahaya. Kalau ini yang terjadi. (Tribun) Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 09. sekalipun selama sekian puluh tahun itu demokrasi masih menjadi alat penindasan bagi pemerintah. Keruntuhan kekuasaan rezim yang sangat langgeng berkuasa selama 32 tahun dan memiliki ideologi represif. PDIP dan PPP sebagai partai lama. otoriter dan mempunyai kehendak represif atas demokrasi.menubruk PKS sekarang. bahkan berani memposisikan partai sama dengan "Islam". Berbeda dengan saudara Irwan yang masih muda belia seperti muda dan belianya PKS. adalah sikap orang-orang "munafik" sebagaimana yang disinyalir dalam Al Quran. secara telanjang anak bangsa yang hidup di dalamnya mengalami resistensi kekuasaan yang sangat rentan.06 0 komentar Minggu. Lupa akan segala jerih payah mereka yang telah meruntuhkan Soeharto dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Indonesia diperintah oleh rezim politik yang tidak normal cara berpikirnya. Sikap politik yang mudah berubah seperti bunglon. sang tokoh koruptor ini juga akan dinobatkan sebagai guru bangsa dan pahlawan nasional. Saya menganggap. Selama 32 tahun. hendak mengatakan kegelisahannya melihat tingkah laku politik PKS yang mulai mengalami tua renta. Kekuasaan rezim yang terlampau otokratik. adalah satu catatan tersendiri bagi suatu proses politik. secara tiba-tiba dan mengejutkan lupa akan dosa-dosa Soeharto. maka tunggulah kehancuran Indonesia. melewati renta-nya Golkar. ternyata telah mampu menjalankan pilihan-pilihan politik yang sangat dilematis. perlu ada pemisahan dan tidak mencampuradukkan partai sebagai kendaraan politik dan Islam sebagai suatu keyakinan.

politik. Di dalam tubuh Orde Baru. penindasan dan pemiskinan. “firman-firman” politiknya cenderung menggerakan aparatus untuk patuh pada kehendak-kehendak personalnya. juga bersamaan dengan tertanamnya perasaan eksesif dari gerakan sosial yang ingin merubah kepatuhan itu menjadi modal perlawanan. akan tetapi dari bangunan modernisasi yang di gerakkan dibawah komando kekuasaan itu. tidak mampu menyelamatkan negara Birokratik tersebut dari kemarahan yang berpintal-pintal tadi. “mulut” Soeharto sebagai pelakon tunggal kekuasaan Orde Baru adalah “mulut singa” yang lapar. Tekanan. Kemarahan anak muda Indonesia yang di desain oleh modernisasi selama kekuasaan Soeharto. Soeharto telah menjadi “nabi” kalau tidak bisa disebut sebagai “tuhan” bagi masyarakat. Soeharto sebagai simbol Orde Baru beserta pendukung setia dibelakangnya mengalami delegitimasi yang begitu serius di tahun 1998. Pada konteks inilah. dengan dukungan ideologi pancasila dan di apresiasi secara patuh oleh Aparatus represif sebagaimana yang di katakan oleh Althuser. menekan sikap korektif. Sebagai aktor tunggal. Generasi muda yang dibesarkan dalam budaya pop Jakarta. bukan jaminan untuk menciptakan dukungan tanpa reserve kepada kekuasaan. tertanam di kepala aparatus negara yang juga otaknya di ciptakan secara represif. menindas kekuatan-kekuatan oposisi di Indonesia. Orde Baru adalah menjadi simbol kekerasan. pengkhianatan dan pembusukan politik adalah pilihan-pilihan politik yang dianggap segar oleh elit kekuasaan. benihbenih perlawanan itu tercipta secara genuine. bukan jaminan bagi langgengnya kepatuhan. karena Orde Baru adalah sekaligus sebagai pembawa bencana dan pelaku kekerasan dalam dunia politik. Pidato-pidato kekuasaan menandakan pidato yang bernuansa kekerasan. Akan tetapi kepatuhan yang berpintal-pintal itu. yang membunuh kreatifitas. represi dan penindasan yang di agungkan secara terus-menerus ternyata bukanlah jalan keluar untuk menyelamatkan Soeharto dengan dinasti yang dibangunnya. sehingga di dalam tubuh Orde Baru melekat pintalan-pintalan penyakit sosial. Orde Baru terlalu percaya diri dalam membawa bangsa ini menjadi baik sebagaimana yang di improvivasi.pikiran anak bangsa yang hidup di akhir abad XX tersebut. moral dan kekuasaan yang berlebihan. . Orde Baru adalah simbol pelapukan moral bangsa ini. selalu meminta korban. Orde Baru adalah simbol keserakahan. karena di dalam Orde Baru. Orde Baru adalah simbol “pelacuran” kekuasaan yang harus selalu di ingat dalam pikiran anak bangsa ini. bahkan pontang-panting menghadapi kemarahan generasi yang mereka didik di bawah ideologi kepatuhan tersebut. bahkan mereka menjadi bagian dari kelompok yang menghancurkan “ayah kandung” yang membesarkan mereka yang bernama modernisasi tersebut. Soeharto telah mampu mentransendensikan diri sebagai “Nabi” politik yang selalu di takuti. bertemu penyakit moral dan etik yang “merogoh” kemanusiaan. menjadi marah terhadap negara yang mendidik dan mengajarkan serta memfasilitasi budaya pop bagi mereka. tentu saja Soeharto telah berubah menjadi ideologi yang menakutkan. ekonomi. Mereka yang di besarkan dalam ruang modernisasi dan sekaligus menjadi anak kandung rezim industrialisasi Orde Baru.

yang tidak pernah terjadi selama Soeharto berkuasa. korupsi yang dijalankan secara kolaboratif antara pemiliki modal dan keluarga Soeharto. telah secara kasar mengusir otonomi Negara dibawah ketiak Soeharto tersebut. yang telah sekian lama mengandalkan kepatuhan dan ketundukan. Rezim yang menyesakkan dada. Dan tumbal-tumbal itu telah menjadi korban bagi kelanggengan dan mempertahankan rezim otoriter yang ganas tersebut. kutukan. pertama. protes. Sebuah masa yang menurut Guillermo O’Donnell (1986) dipenuhi oleh ketidakpastian. rakyat Indonesia di semua lapisan saat ini masih mengalami gejala yang dikenal dengan istilah “euphoria” politik. Kemarahan. Semenjak Soeharto lengser dari kekuasaannya. demokrasi yang ditelikung oleh apparatus represif. Lengsernya Soeharto dari kekuasaan pada tahun 1998 adalah merupakan bentuk kejengkelan. dinamika kehidupan politik rakyat jauh lebih tinggi ketimbang dalam masa kekuasaan rejim otoriter. maka di penghujung tahun 90-an adalah merupakan tahun kemenangan bagi mereka atas negara. Ketiga. satu dekade yang lalu. bahkan untuk menyelamatkan kejahatan-kejahatan tersebut harus menjalankan ritual pengorbanan. demonstrasi dan sebagainya. hukum yang menjadi hamba penguasa. dan kemarahan masyarakat yang sudah tidak ingin lagi hidup dalam kepenatan rezim yang menyesakkan nafas tersebut. Dekade 70an hingga akhir 90-an adalah merupakan dekade dimana personalitas kekuasaan . Dalam khasanah ilmu politik sendiri. pada saat yang sama perubahan yang berjalan secara timpang sepanjang 32 tahun harus berakhir. Kedua. akumulasi kekecewaan. ideologi yang ditafsirkan secara tunggal. kebebasan harus di intimidasi adalah pengorbanan yang sangat mahal bagi masyarakat Indonesia hanya untuk menyelamatkan kekuasaan. menekan kebebasan dan membiarkan masyarakat menghirup “udara busuk yang diproduksi oleh rezim” tersebut. mimpi yang tidak tercapai dari generasi muda Indonesia yang sempat mengamuk tahun 1998. tidak adanya political will dan keseriusan terhadap pelaksanaan agenda-agenda reformasi (Mada Sukmajati: 2004).Orde Baru yang congkak. Hal ini disebabkan. Kemiskinan yang di tutup-tutupi dengan penindasan. hingga awal dan pertengahan 90-an adalah tahun-tahun bencana bagi gerakan sosial. Dalam masa transisi ini juga. dan hampir menjadi “tuhan” tersebut dihancurkan oleh generasi yang mereka besarkan sendiri. Reformasi hanyalah cerita yang tak bermakna. adanya tarik menarik yang sangat kuat antara kekuatan-kekuatan pendukung status quo dengan kekuatan-kekuatan pendukung perubahan. Desakan-desakan oposisional yang menjelma menjadi kemarahan itu telah menimbulkan perlawanan yang tak terbendung. Jika sepanjang episode tahun 1970-an. adalah representasi begitu jahatnya rezim Orde Baru. masa ini disebut sebagai masa transisi dari rejim otoritarianisme ke sebuah pembentukan rejim yang lebih demokratis. sebuah kekuasaan yang di besarkan dengan retorika politik yang penuh nafsu kekerasan. karena peluang untuk kembali mundur ke kutub otoritarianisme sama besarnya dengan peluang maju ke kutub demokrasi (Mada Sukmajati: 2004). Nyawa manusia harus melayang tanpa beban. Indonesia telah memasuki apa yang dikenal dengan sebutan “Masa Reformasi”. 80-an. terkait dengan dua point sebelumnya. mau tak mau harus di sebut sebagai pelaku yang melawan kekuasaan otokratisme negara tersebut. Mereka yang berlomba-lomba menghancurkan Soeharto.

bahkan telah menambah beban sosial politik yang makin berat. otonomi daerah. budaya demokrasi yang rasional dan egaliter. maka kutukan tak terhindarkan. Kehancuran Soeharto bisa dimengerti adalah merupakan bentuk protes mereka terhadap negara yang begitu jahat atas kebebasan masyarakat. mencabut dwifungsi TNI/Polri. telah mendorong Indonesia pada sebuah fase politik yang disebut oleh berbagai pengamat dengan transisi demokrasi. melacuri demokrasi dan mengkhianati pancasila yang di tafsirkan secara sewenangwenang oleh mereka. Reformasi. karena pada masa ini kebebasan di belenggu oleh kehendak politik yang personal. Tetapi secara tiba-tiba. Gerakan reformasi atau semi-revolusi tersebut adalah sebuah gerakan yang muncul dalam suatu konteks yang tidak di kehendaki oleh kekuasaan. di saat-saat Soeharto mengalami puncak kemapanan kekuasaannya yang bersamaan dengan usianya yang tua renta. juga tidak diduga oleh hampir saja semua kepala anak bangsa yang hidup di bawah komando Soeharto. Akan tetapi semua itu mengalami delegitimasi secara serius di penghujung abad XX. Beberapa Indonesianis merasa kaget dengan situasi Indonesia yang penuh dengan emosi. Sekalipun di awali dengan krisis kurs rupiah terhadap dolar. Kekerasan atas kemanusiaan menjadi kenyataan politik yang hidup bersama dengan anak bangsa tersebut. Soeharto bersama aparatur represifnya telah melakukan proses pembusukan atas karakter kemanusiaan. supremasi hukum. Sebuah fase yang menurut penulis penuh dengan intrik. perubahan sosial yang kebetulan di beri nama reformasi itu kemudian mengalami disorientasi. Reformasi tahun 1998 sebagaimana yang penulis katakan di atas adalah merupakan satu bentuk semi-revolusi yang begitu dahsyat.Soeharto masih di anggap mitos yang sulit untuk di tembus daya keramatnya. Pada titik yang paling nadir. di gugat keabsahannya. sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. dengan segala resiko yang telah bersama-sama dengannya. membongkar secara telanjang kekecewaan rakyat atas Orde Baru. dan belum menampakkan hasil sedikitpun. Menurut Eep Saifullah Fattah (2000: xxix-xxxiii) ada beberapa substansi perubahan mendasar bisa diidentifikasi dalam proses reformasi. dilema dan pilihan-pilihan yang amat sulit untuk di dijalankan. serta pertanggungjawaban Orde Baru masih sebatas agenda. Perubahan sosial yang tersumbat akibat kepemimpinan tersebut dibuka selebar mungkin dan perjalanannya dipercepat. yaitu: . serta kelompok oportunis di belakangnya tidak lagi mendukungnya. Enam visi reformasi yang terdiri dari amandemen UUD 1945. Reformasi bukan hanya sekedar menghancurkan mitologi kekuasaan Soeharto yang birokratis dan represif itu. akan tetapi juga adalah untuk mendorong perubahan sosial politik yang hampir tidak pernah berjalan selama tiga dekade kepemimpinan Soeharto. Pada akhirnya kekuasaan yang tua renta itu. muncul sporadisme dan kekerasan yang sangat serius untuk melakukan delegitimasi atas kehendak negara Orde Baru. represif dan pada saat-saat tertentu sewenang-wenang. akan tetapi kemarahan itu adalah bentuk kutukan mereka terhadap negara yang terlalu birokratis. sehingga bagi mereka yang mencoba menembus mitologi kekuasaan yang keramat tersebut.

Peranan-peranan yang dimainkan . Demitologisasi pembangunan di satu sisi merupakan hal positif. sebaik apapun yang dilakukan oleh lembaga-lembaga itu. Orde Baru diagungkan secara heroik. pembangunan ala Orde Baru terbukti gagal menjalankan humanisasi. Kelima. sebelumnya. Jika sebelumnya pembangunan di mitoskan sebagai sesuatu niscaya yang mendatangkan kebaikankebaikan bagi masyarakat. Reformasi juga telah mengubah persepsi banyak orang tentang “pembangunan”. Namun jika proses desakralisasi ini berlangsugn tanpa batas. Orde Baru mengalami degradasi kredibilitas. Saat ini. Di masa Orde Baru. Ini merupakan salah satu gejala dalam kerangkan terjadi redefinisi (pendefinisian ulang) hak-hak politik rakyat. pembangunan mengalami proses demitologisasi. Daftar hak politik rakyat pun bertambah panjang secara dramatis. Bersamaan dengan berjalannya proses reformasi. Pengakuan seimbang seperti inilah yang seyogyanya dikembangkan dalam masyarakat. belakangan ini justru di gugat peranannya dalam G-30-S/PKI. saat ini pembangunan banyak di kritik sebagai salah satu sumber dari banyak malapetaka sosial-politik-ekonomi yang dihadapi rakyat. sejarah mengalami penafsiran ulang. Desakralisasi menunjang tumbuhnya kekuasaan yang sehat dan bertanggung jawab. hak dan kewajiban rakyat mengalami redefinisi. rakyat seolah-olah boleh menentukkan sendiri hak-hak politik yang harus dinimatinya. Namun di sisi lain. Saat ini proses desakralisasi itu sedang berlangsung. Sebegitu hebatnya reinterpretasi ini berlangsung sehingga mantan Presiden Soeharto yang pada awalnya dipahami dalam sejarah sebagai penyelamat negara darikudeta komunis tahun 1965-1967. Ini merupakan salah satu gejala umum dimana-mana. Saat ini banyak orang berbicara mengenai pembangunan sebagai sebuah kekeliruan. Di satu sisi desakralisasi adalah positif. Ketiga. di tengah reformasi. Segera setelah pergantian presiden. banyak kalangan seperti menjadi kuda liar yang baru dilepaskan dari istal. Kebebasan menjadi suasana umum dimana-mana. Proses reformasi juga ditandai dengan turunya secara drastis kredibiltas Orde Baru. Kedua. Salah satu hakikat reformasi yang penting adalah terciptanya desakralisasi (pengakhiran kesakralan) kekuasaan beserta perangkat-perangkatnya. Jika di masa sebelumnya sangat sedikit hak politik yang bisa dinikmati rakyat. sekalipun mesti diakui bahwa secara umum. namun juga benar bahwa pembangunan telah mendatangkan banyak kemajuan fisik di tengah masyarakat. sejarah mengalami reinterpretasi. yang mungkin muncul justru sebuah bahaya: lembaga-lembaga pemerintahan yang berfungsi mengelola kehidupan bermasyarakat dan bernegara di tolak secara permanen. Adalah tidak sehat terlalu mengagung-agungkan pembangunan dengan pendekatan kacamata kuda (hanya melihat aspek keberhasilannya dengan menutup mata pada aspek-aspek kegagalannya). hampir tidak ada orang yang bersedia di identikkan dengan Orde Baru. menafikkan sepenuhnya hasil konkret pembangunan. kekuasaa cenderung disakralkan sehingga kritik atau penentangan atas kekuasaan tidak dimungkinkan. Orde Baru menjadi sesuatu yang tidak laku. Keempat. menjaga dan meningkatkan martabat manusia.Pertama. Bahkan setiap kali ada aturan – sedikit apapu aspek pengendalian dalam aturan itu – banyak orang sertamerta berteriak bahwa hak-hak rakyat akan dipasung kembali. Padahal. Pendeknya degradasi kredibilitas Orde Baru terjadi secara tegas di tengah proses reformasi. kekuasaan mengalami proses desakralisasi.

informasi mengalami pluralisasi. anggapan serupa itu mulai melemah sejalan dengan menguatnya legitimasi pemerintahan baru. Reformasi masih harus di dorong hingga tuntutan-tuntutan reformasi dijalankan secara konsisten. sebuah proses yang memiliki akar genealogi yang kuat dengan tradisi yang tak mungkin di hindari begitu saja dalam arus modernisme kultural. Reformasi dengan segala variannya. pemerintah melemah dan seolah-olah dilemahkan. selepas Pemilu dan SU MPR 1999. mulai dari perubahan mentalitas aktor politik hingga kultur .oleh Soeharto dalam perjalanan sejarah bangsa pun – misalnya dalam peristiwa serangan umum 1 Maret di Yogyakarta – mengalami gugatan dan reinterpretasi serupa. Ketika Soeharto menjadi “pemenang” selama masa Orde Baru. pemerintah telah mengeluarkan sangat banyak surat izin usaha penerbitan pers baru. Peranan Sukarno dalam banyak hal. Pendekatan sejarah yang tidak normatif memang sebuah dictum: sejarah ditulis oleh mereka yang menang. Apalagi terjadi pertarungan kepentingan yang tanpa akhir. Tidak ada lagi sekarang sumber informasi yang cenderung tunggal dan jenis informasi yang cenderung seragam. terkonsolidasinya demokrasi dengan merapatnya kelompok-kelompok yang berpikiran reformis. Untungnya. yaitu: Pertama. Setidaknya anggapan-anggapan semacam ini berkembang begitu tegas selama masa pemerintahan Habibie. Kehancuran transisi akan terjadi jika elemen-elemen sipil yang memiliki akar pikiran yang demokratis tidak secara serius mengelola transisi ini menjadi lebih demokratis. Pada konteks ini. dan konflik antar kekuatan pro demokrasi memperebutkan kekuasaan. Negara yang mengalami transisi seperti Indonesia hanya memiliki dua pilihan yang sangat dilematis. Reformasi pun ditandai oleh berkembangnya kebebasan pers serta peningkatan lalu lintas informasi. demokrasi akan gagal diterjemahkan dalam konteks sosial yang nyata. Kedua. akan menambah legitimasi bagi kekuatan anti demokrasi untuk mengambil alih kekuasaan. reinterpretasi sejarah yang dilakukan di tengah proses reformasi memang bisa dimaklumi. sehingga reformasi yang dikerjakan dengan pengorbanan yang sangat besar satu dekade silam hanyalah menjadi cerita untuk menambah emosi semata. Kecenderungan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat pasca reformasi adalah merupakan satu kenyataan yang paling penting untuk ditengok. terjadi penelikungan transisi demokrasi untuk di tutup rapat prosesnya dan di geser kembali ke otoritarianisme. Semenjak pergantian presiden pada 21 Mei 1998. interpretasi atas sejarah telah dibuat sesuai dengan selera kekuasaannya. tentu tak mungkin di pisahkan dari proses transisi. misalnya tidak terlampau di tonjolkan. reformasi meniscayakan perubahan-perubahan sistemik dalam konteks politik negara. Informasipun mengalami peragaman (pluralisasi). dikaji dan di prediksi masa depannya. Ketujuh. Jumlah media massa mengalami pembengkakan secara sangat cepat dan dramatis. Sebagai bagian dari proses politik. Dalam kaitan ini. Reformasi juga ditandai oleh melemah dan dilemahkannya pemerintah. bahkan berkembang anggapan bahwa segala sesuatu yang datang dari pemerintah pasti salah adanya. Ada anggapan yang saat ini berlaku umum bahwa pemerintah yang terbaik adalah pemerintahan yang bisa dibuat selemahlemahnya. Keenam. Reformasi sampai saat ini masih berproses untuk meneguhkan dirinya. Dalam kaitan ini.

(3) karena semuanya di bangun di atas kebebasan. politik dan kultural menuju kesejahteraan sosial. Dan jika konsensus tercapai. karena telah melanggar konsensus. Karena itu. maka reformasi telah merubah itu menjadi sangat bebas. negara yang sedang mengalami transisi politik harus menciptakan keteraturan sosial. Produk politik yang hampir saja setiap hari di keluarkan. memikirkan konsensus yang memiliki masa depan dan tidak . maka rakyat berhak merebut kekuasaan itu atau paling tidak mengkritik keberadaan kekuasaan tersebut. Kereta demokrasi yang hidup itu adalah merupakan kereta demokrasi yang harus di bangun di atas kehendak arus bawah yang dijalankan secara eksesif bagi pertumbuhan ekonomi. mekanisme dan model pengambilan kebijakan di dasarkan atas partisipasi masyarakat sebagai pelaku. di tandai dengan. Soeharto. dan melakukan apa saja yang bisa dilakukanya. bebas untuk mengartikulasikan diri di atas titah demokrasi yang bisa di tafsirkan secara “liar” oleh hampir semua orang. Indonesia yang dulunya semasa Orde Baru adalah negara pancasila yang mengalami proses penipuan akibat kokohnya rezim itu menempatkan dirinya di atas segala kepentingan bangsa dan negara. (2) ambruknya sistem kekuasaan dengan sistem politik yang “buas”. akan tetapi di khianati di tengah jalan. (4) situasi Indonesia pasca Orde Baru yang bernama reformasi ini disebut sebagai proses transisi politik atau transisi demokrasi. Hampir semua orang bisa berbicara tentang apa saja yang ingin dibicarakanya. Antara diskursif yang satu bertemu dengan diskursif yang lain. (1). teatrikal kekerasan yang mengatasnamakan demokrasi yang hampir setiap hari di pertontonkan. maka di sinilah kita baru menemukan Indonesia yang betul-betul dibangun di atas liberalisasi.masyarakat merupakan “khayalan-khayalan” yang harus tetap hidup dalam benak masyarakat. Yaitu situasi yang mengandaikan perubahan politik itu terjadi manakala seluruh sistem. Jika konsensus itu tidak mencapai kesepakatan. Reformasi. Bebas untuk melakukan langkah eksesif bagi perubahan sosial. sehingga muncul kegaduhan diskursif. yang hampir saja di nobatkan sebagai “nabi” bangsa bagi Indonesia. dan baru menemukan ruangnya di saat-saat reformasi baru mulai. aset-aset negara banyak di privatisasi. proses suksesi yang mengalami peningkatan partisipasi dengan adanya Pemilihan Kepala daerah secara langsung adalah bentuk-bentuk dari proses liberalisasi yang berjalan beiringan dengan reformasi. telah hancur berkeping-keping di atas gumpalangumpalan kemarahan massa yang mengamuk terhadap rezim tersebut. Hancurnya legitimasi kekuasaan negara Orde Baru yang birokratis. antara wacana yang satu bertabrakan dengan wacana yang lain dalam suasana yang timpang. sementara hubungan luar negeri yang pada masa Orde Baru yang dibangun di atas perasaan inferioritas tidak pernah mengalami perubahan. Semuanya serba bebas dan serba boleh. maka tidak boleh menjalankan sesuatu. akan tetapi semuanya harus dibangun dengan konsensus bersama antara penguasa dan yang dikuasai. Pada saat yang sama. bisa mengatakan apa saja yang ingin di katakannya. Kegaduhan itu adalah akibat tersumbatnya saluran politik yang di tutup rapat selama Orde Baru. bersamaan dengan demitologisasi atas Soeharto yang menakutkan sepanjang sejarah kekuasaannya. telah membawa Indonesia pada proses bertabrakannya diskursif. sehingga bersama-sama mendorong “kereta” demokrasi agar lebih terarah dan bertanggungjawab. aturan hukum yang selalu tidak pernah memiliki efek jera. Jadi yang berhak menentukkan nasib dan masa depan sebuah bangsa bukan lagi berdasarkan atas kehendak bebas penguasa politik sebagaimana yang terjadi sepanjang kekuasaan Orde Baru. telah membawa Indonesia pada situasi yang serba gamang dan bingung.

Salah satu ciri negara otokratik adalah menciptakan penindasan. Di tengah kegaduhan dan intrik politik yang saling bertabrakan ini. Mereka yang dibesarkan di atas suasana yang mapan. . Bagi sebuah negara yang mengalami proses transisi politik. dan preferensi politik itu harus dibangun di atas pertanggungjawaban. Plato. Aristoteles. bukan berarti keteraturan itu diciptakan dengan penindasan. harus di tegakkan hukum untuk mengatur kegaduhan itu supaya tidak terjadi chaos dalam masyarakat. yang tentu saja akan membuat demokrasi menjadi tidak terdorong ke arah yang lebih baik. seringkali terjadi benturan kepentingan yang bisa saja membawa perubahan itu pada arah yang determinis. 1962: 78. Mereka yang memiliki spirit perubahan dan konsensus politik untuk mendorong proses transisi politik yang berlangsung harus memiliki i’tikad baik agar transisi tidak dipenuhi oleh pertarungan kepentingan yang terlalu bias. Thomas Hobbes. Kenyataan inilah yang menyebabkan transisi menjadi dilema. harus memikirkan tentang preferensi politik masyarakat. Arif Budiman. tentu akan sangat sulit menerima suasana baru yang serba bebas itu. Perubahan yang determinis akan melahirkan sebuah anomali ketika proses itu menuju kearah kemajuan. karena negara memiliki alat-alat yang bisa digunakan untuk meredam kegaduhan. akan tetapi akan membawa demokrasi pada titik nadir bahkan akan menuju lonceng kematian. negara perlu melakukan pengaturan atas berbagai tindakan yang sporadis dan tiranik dari negara. negara adalah satu-satunya lembaga yang memiliki keabsahan untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap warganya (Gerth dan Mills. melakukan represi atas intrumen demokrasi dan menjalankan kekuasaan secara birokratis yang Max Weber menyebutkan bahwa birokrasi yang rasional itu harus dibangun di atas pertanggung jawaban. 1997: 6). Pergumulan antara kepentingan kelompok pro demokrasi dengan status quo yang keras akan mengancam proses konsolidasi yang berlangsung jika tidak dibarengi dengan dorongan-dorongan kuat dari kekuatan pro demokrasi. Karl Marx. Keberpihakan politik suatu rezim. negara harus tetap aman dari rivalitas fisik dari penguasa dan karenanya. Akan tetapi perlu ditegaskan di sini. tanpa itu demokrasi hanyalah sekedar alat represi kekuasaan. Sebab itu. kekuasaan itu tidak bisa diciptakan dengan kekerasan. Hegel.terjebak pada intrik politik yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. sehingga mereka mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan kenyataan-kenyataan baru itu. Hampir semua analis memprediksikan dan mengajukkan beberapa kenyataankenyataan penting diberbagai negara betapa demokrasi menjadi korban ketika proses transisi itu berlangsung. Anak kandung rezim politik sebelumnya merasa terancam dengan kehadiran suasana yang baru tersebut. pernah hidup dalam sebuah kondisi politik yang tertutup dan menyesakkan dada. Dalam konteks ini. Menurut Max Weber. dan Max Weber menganggap negara sebagai arena untuk menciptakan keteraturan sosial. sekalipun negara juga menjadi alat bagi sekelompok orang untuk melakukan tindakan kekerasan kepada kelompok masyarakat tertentu. Birokrasi rasional itu hanya ada dalam negara demokrasi. Mereka inilah yang disebut sebagai kekuatan penghalang demokrasi atau disebut sebagai kekuatan status quo yang selalu menghambat laju pertumbuhan demokrasi.

dan menjadi praktik bernegara di Indonesia pada masa Orde baru telah mengalami berbagai perubahan. akan tetapi harus oleh kekuatan oposisi murni yang tidak pernah menginginkan imbalan material dan tidak mengharapkan berbagai konsesi dari tindakannya. Menurut Aprinus Salam (2006. karena negara telah di anggap sebagai sebuah entitas raksasa yang mampu menjawab persoalan-persoalan mereka dan melindungi serta mengamankan situasi sosial. menertibkan. sehingga ada ketakutanketakutan dan ketidakpercayaan diri. Jika pada masa Orde Baru negara memiliki mitologi tersendiri dalam ‘lembaran cerita sosial’.Anak-anak rezim yang di didik di bawah suasana dan kondisi yang patuh. bahwa kuasa negara mengalami reduksi yang cukup serius semenjak Soeharto tersingkir dari panggung kekuasaan. negara dan transisi demokrasi yang menyertainya menjadi sebuah huru hara yang menakutkan. Tiba-tiba saja negara tidak mampu mengendalikan gugatan komunitas yang selama ini percaya kepadanya. Inilah yang melahirkan kultus atas negara yang berlebihan. 4-5) ada beberapa hal yang menyebabkan negara tidak mampu memainkan peranan penting dalam mengatur. sehingga membutakan mata hati untuk tidak pernah melihat ‘sisi lain’ dari negara. agar tidak megulangi kesalahan yang sama. Apa yang menyebabkan negara demikian tidak berdaya menghadapi masyarakatnya?. kolusi. Menentang negara adalah tabu bagi mereka. karena negara bagi mereka sudah ditempatkan menjadi mitos. Tak dapat di sangkal lagi oleh siapapun. Sebab itulah. kutukan dan ‘celoteh sosial’ yang muncul bersamaan dengan desakan kuat untuk menegakkan demokratisasi. Atau dengan kata lain. negara (dan dalam hal ini khususnya pemerintah yang diberi mandat) berdiri dalam satu krisis sejarah politik pasca Orde Baru yang digugat. Orde Baru harus diakui telah mampu mensistematiskan perangkat-perangkat politik yang determinan atas semua pilihan politik rasional dari rakyat yang menyebabkan seluruh komunitas rakyat dari berbagai latar belakang merasa bahwa negara adalah merupakan penyelamat mereka. maka negara pasca Orde Baru adalah negara yang justru mengalami demitologisasi atas seluruh mitologi itu. kecuali untuk mendorong demokrasi agar lebih baik. akan tetapi yang bisa dilakukan adalah membersihkan ingatan atas apa yang menjadi kenyataan masa lalu. tidak dianggap sebagai kejahatan dan kesalahan. . Konsep negara seperti yang diteorikan oleh Weber. Pertama. Sejarah tidak mungkin digulung kembali seperti benang. Akan tetapi ada yang ‘aneh’ dari negara pasca Orde Baru. Negara tidak bisa mengendalikan emosi. Korupsi. manipulasi. dan mendisiplinkan masyarakat. tentu saja akan protes pada kenyataan-kenyataan yang ada. Tentu saja reduksi kuasa negara itu tidak salah jika mengingat kembali artikulasi politik Soeharto yang demikian gigantis dan sekaligus penuh dengan pesona kekerasan dan dominasi. yakni satu institusi yang berhasil memiliki monopoli hukum untuk menggunakan kekerasan fisik di suatu wilayah tertentu. pengkhianatan. Pada akhirnya. negara sudah tidak punya legitimasi sosial untuk mengajak masyarakat agar selalu patuh pada kuasa politiknya. penindasan dan kekerasan yang dilakukan oleh negara meskipun berulang-ulang. demokrasi menjadi penting untuk di dorong bukan oleh kelas yang mapan dan status quo. Negara dipandang sebagai pusat dari sirkulasi kebenaran yang tak pernah cacat sehingga diskursif apa saja yang ‘muncrat’ dari ‘tenggorokan’ negara tidak pernah dianggap sebagai sebuah kesalahan.

kita bisa menghancurkan Soeharto beserta seluruh keluarganya dari panggung kekuasaan hingga tidak satupun tersisa. Berulang kali penulis mengatakan. entah dengan alasan yang tidak masuk akal sekalipun. maka hiruk-pikuk dan diskusi menjadi gosip yang selalu dibicarakan. Fenomena Hartono adalah merupakan indikasi kuat bahwa Soehartoisme itu masih segar dalam tubuh sebagian aparatus ideologisnya di tengah arus transisi yang sedang berjalan. Soehartoisme menjadi sebuah keyakinan yang tak mungkin terhindarkan. Ini menandakan bahwa masih banyak antek-antek Soeharto yang siap untuk menjadi penerus kekuasaannya yang sebenarnya tidak di sadari oleh kebanyakan elemen gerakan sosial dan kekuatan pro demokrasi di Indonesia. akan tetapi Soehartoisme tetap akan hidup bersamaan dengan upaya penghancuran itu. Di sana kita bisa menemukan secara konprehensif bahwa negara yang kita maksud memiliki basis material dan otoritas sah untuk melakukan kekerasan. Ketika orang meneriakkan demokrasi. bagi sebagian besar orang tidak ada yang mengalami perubahan signifikan. Partai Golkar juga ikut meneriakkan . Akan tetapi dikala keretakan rezim itu muncul. Jika mengingat Partai Golkar.” Demikianlah ajakan Hartono. Ajakan yang terus menerus diulangnya dan kemudian menjadi simbol bagi partai politik yang dalam pemilu legilstaif lalu akhirnya mendapatkan 2. Soeharto sudah bukan sekedar pemimpin personal. Di samping itu adalah reproduksi diskursif yang dilakukan berulang-ulang telah mendorong Orde Baru menjadi kekuatan politik dominatif dan sekaligus sebagai negara otoriter terpanjang di Asia. Ketua Umum DPP Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). hampir tidak pernah ada yang mendiskusikannya. dalam beberapa kesempatan di kampanye pemilu legislatif yang lalu kepada masa pemilihnya.399. Fase Indonesia pasca Soeharto yang dikenal dengan fase transisi demokrasi. Suatu prestasi yang tentu saja tidak terlalu mengecewakan untuk sebuah partai politik baru. sebuah fase yang mengajukan gugatan-gugatan serius atas legitimasi personal masa lalu.11%) dan mendapatkan 2 kursi di DPR RI. kecuali hanya perubahan slogan. masih mewariskan sejumlah dosa masa lalu yang tidak mungkin terelakkan. karena partai ini menjadi alat untuk mendorong secara terus-menerus dominasi politik yang dijalankan oleh Soeharto. Selama Orde Baru berkuasa. yang berubah menjadi partai Golkar. akan tetapi Soeharto telah berubah menjadi sebuah ideologi yang tidak mudah untuk dihadapi. Tesis itu juga tidak salah jika melihat jumlah suara di Partai Golkar. “… Marilah jadi antek Soeharto. sehingga mereka tidak mampu berbuat lebih banyak dan bebas untuk mengontrol kekuasaan. hingga kejatuhannya. tentu saja tidak mungkin dipisahkan dari Soeharto. Kisah menarik yang dilakukan oleh Hartono ketika kampanye Pemilu tahun 2004 yang mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadi antek-antek Soeharto adalah merupakan pertanda betapa kukuhnya legitimasi Soehartoisme itu menancap dan hidup di dalam tubuh sebagian kader Soeharto.290 suara sah (2. Sukses Orde Baru adalah sukses dominasi politik dan kemampuan manajemen politik Soeharto yang menelikung seluruh oposisi untuk di singkirkan dari hiruk-pikuk politik Indonesia. yang dulu merupakan mesin politik bagi kekuasaan Soeharto. Golkar dulu. karena rezim ini adalah sempurna di bawah kendali kepemimpinan personal.dikala Orde Baru hidup. Fase transisi ini harus diakui. Bukti kesuksesan itu bisa dilihat bahwa dengan ajakan itu Hartono masih bisa mendapatkan kursi di parlemen sekalipun cuma hanya dua.

480. Hanya ada dua kemungkinan dalam konteks ini. Kondisi ini tentu saja tidak mudah untuk diubah dengan cepat. mengaduk-aduk sebuah keyakinan yang akan menghambat proses transisi demokrasi. Tidak ada yang menduga kemudian akhirnya Golkar muncul sebagai partai pemenang dalam Pemilu legislatif 5 April 2004 yang lalu. fenomena Indonesia yang seperti ini adalah merupakan kenyataan yang tak terhindarkan. bahwa betapa masa lalu tidak penting sama sekali atau bahkan bagi mereka bahwa masa lalu Golkar adalah baik. betul Golkar telah menanamkan tipuan-tipuan kebenaran kepada masyarakat. bahwa memang sejumlah tokoh kunci dan penting pada pemerintahan pasca Orde Baru masih merupakan bagian panjang dari tradisi politik yang diwariskan oleh pemerintahan Orde Baru. maka apa yang kemudian ditakutkan oleh sebagian besar komponen bangsa ini. Bagi saya. bahwa masyarakat kita sedang mengidap penyakit amnesia adalah tak terhindarkan. Atau justru anggapan kedua. Kita harus akui. atau memaafkan dosa dan kesalahan itu. Memilih Golkar adalah pilihan sadar. ketika orang berbicara tentang kebebasan. sistem politik ideologis. akan tetapi mereka cepat melupakannya. Manajemen konflik dan kesabarannya telah membuat partai Golkar eksis dengan keadaannya. Kemungkinan pertama adalah bahwa masyarakat kita mengidap penyakit lupa sebagaimana yang penulis katakan di atas. Jika saja ingatan masa lalu tidak lagi menjadi penting bagi masyarakat Indonesia. tetapi watak dasar sebagai antek Orde Baru seperti Birokratis Otoriter.demokrasi. Inilah yang disebut sebagai aktor politik ’diaspora’. juga benar bahwa Orde Baru tidak salah dimata rakyat. Dengan mengumpulkan 24. Perilaku yang di tunjukkan ke ruang publik adalah sama dengan mereka yang telah mati-matian memperjuangkan demokrasi. Golkar melaju melampau partai-partai politik yang lain (Sukmajati: 2004). yakni mereka yang meneriakkan demokrasi dan mengajukkan gugatan atas sistem politik otoritarian. yakni bahwa Golkar masa lalu bagi masyarakat kita justru telah membawa perubahan-perubahan penting bagi mereka.58%) dan mendapat 128 dari 550 total kursi di DPR. bahwa Soeharto mampu mendidik kader-kader politik ideologis. nalar politik kepatuhan dan partai yang pintar memainkan tipuan-tipuan kebenaran. padahal yang menciptakan sistem yang otoritarian itu adalah mereka.757 suara (21. . pikiran dan keyakinan itu tidak mampu direduksi. akan tetapi tingkah lakunya tidak mengalami perubahan. Segala kesalahan dan kejahatan masa lalu adalah benar sesungguhnya bagi mereka. karena harus membongkar tirani wacana. maka betul Soeharto sukses menjadi pemimpin ideologis. Jika pilihan ini yang digunakan. bahan tertawaan dan hanya menghabiskan energi jika perasaan. ia adalah kader Golkar dan kader Orde Baru yang sukses memimpin partainya di tengah hantaman dan hujatan berjuta-juta orang di negeri ini. Korupsi dan manipulasi tidak bisa dilupakan. Kita bisa membuktikan kasus yang menimpa Akbar Tanjung yang menjadi mantan terpidana kasus korupsi dana non bujeter BULOG. Mereka adalah kelompok elit yang bersikap pura-pura sebagai kelompok demokrasi yang kemudian merubah citra dirinya ketika kondisi politik mengalami perubahan. partai inipun ikut berbicara tentang kebebasan. Transisi hanya akan menjadi humor. Penulis masih sangat yakin. Mereka berteriak lantang untuk menegakkan demokrasi. pilihan Golkar adalah pilihan terbaik karena telah memberikan keamanan dan ketentraman bagi mereka. sehingga pilihan mereka atas Golkar adalah akibat dari penyakit amnesia yang melanda mereka.

Di satu sisi tergantung pada negara-negara ekonomi liberal. Kita bisa melihat. bahwa segala aturan yang dibuat oleh negara seringkali berhadap-hadapan dengan masyarakat.Sadar atau tidak. karena sulit untuk menemukan aktor yang bisa dipercaya pada tingkat decision. Mesin kekuasaan sekuat apapun dan sehebat bagaimanapun aktor yang memimpin sebuah transisi. artikulasi politik rakyat adalah menuntut perubahan untuk mendapatkan kesejahteraan bagi mereka. Konstruksi tentang negara sebenarnya tidak bisa dilihat pada sisi politik semata. Di samping itu. tentu akan berhadapan dengan situasi politik yang dilematis. Dilema itu menjadi pintalan yang sulit untuk di pilah satu-persatu. sedangkan pada sisi lain tidak bisa menjelaskan ke arah mana kondisi politik itu di arahkan. Pemerintah yang diberi mandat dikondisikan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan insidental dan darurat. rendahnya integritas dan kualitas SDM yang berposisi sebagai aparatus negara. Keberhasilan sebuah transisi demokrasi pada negara-negara yang pernah mengalami kondisi politik yang otoriter adalah sangat tergantung pada keadaan ekonomi negara yang bersangkutan. Kegagapan negara dalam menjalankan roda kekuasaan itu di tunjukkan oleh negara pasca Orde Baru. tentu saja adalah merupakan satu perspektif yang mungkin saja akan di gugat oleh kelompok lain yang mampu menemukan sisi lain tentang Indonesia. karena jika pilihan itu keliru dan salah kaprah. yang bisa saja membuat seseorang untuk mengambil keputusan yang tidak dikehendaki oleh masyarakat. kecenderungan politik yang biasa terjadi adalah politik jalan pintas dan cari aman. dan mungkin juga tidak terlalu banyak disinggung dalam buku ini. seperti kepolisian. pemerintahan transisi adalah pemerintahan yang penuh dilema dalam mengambil pilihan-pilihan politik. Negara Transisi dan Anomali Demokrasi Pertumbuhan dan perkembangan politik negara Indonesia sebagaimana dalam pembahasan di atas. kejaksaan dan peradilan. Karena itu. Apa yang terjadi pada negara yang mengalami kehilangan legitimasi sosial. kapasitas. Jatuh bangunnya sebuah negara yang hendak menegakkan demokrasi ternyata lebih . tidak lain adalah berupaya untuk melakukan kompromi-kompromi politik yang menyebabkan pemerintah yang diberi mandat tidak mampu mengambil kebijakan-kebijakan yang tegas dan berwibawa. akan tetapi yang tidak kalah pentingnya juga adalah sisi ekonomi dan budaya yang cenderung di abaikan oleh banyak kalangan. sebagaimana yang terjadi pada masa Orde Baru. Inilah yang disebut dengan negara yang mengalami kehilangan legitimasi sosial. sehingga tidak terbantu untuk berpikir panjang dalam membangun negara yang kuat. atau kebijakan yang diambil tidak begitu berpengaruh pada tingkat operasional. Politik jalan pintas inilah yang menyebabkan transisi demokrasi mengalami persoalan serius. dan kompetensi negara menjadi sangat berkurang. negara Indonesia pasca Orde Baru mengalami kegagapan dalam memilih cara dan gaya mengelola kekuasaan sehingga karena kegagapan tersebut otoritas. Pada akhirnya. Karena itu. ataupun instrumen politik lainnya. merupakan masalah krusial yang hingga hari ini masih menjadi salah satu problem utama negeri ini. Akibatnya. tanpa didasari dengan pikiran yang matang. maka protes dan kutukan akan tetap terjadi. aparat pendidikan. masyarakat tidak taat dan takut lagi kepada negara.

maka kita akan terjebak pada wilayah demokrasi posedural dan pemenuhan-pemenuhan atas tuntutan material demokrasi. akan tetapi kenyataan politik telah memperlihatkan bahwa kondisi ini adalah sebuah kenyataan yang harus diterima. Taiwan. Perangkat keras terpenuhi dengan kehadiran lembaga pendukung demokrasi yang begitu banyak dengan alokasi akuntabilitas yang mungkin secara universal bisa dikategorikan baik. legitimasi kekuasaan Soeharto mengalami krisis. Pada awalnya kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara “diejawantahkan” di dalam model demokrasi representatif semata. Mereka yakin bahwa kalau terdapat lingkungan struktural yang sangat tidak menguntungkan bagi demokratisasi. Schmitter dan beberapa ilmuwan lain yang menekankan variabel perilaku elit itu juga sepakat untuk mengikuti jalan yang dirintis oleh Dahl. 28) dalam paham negara demokratis modern. kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara merupakan terjemahan yang sempurna dari asas kedaulatan rakyat. akan tetapi yang lebih penting adalah mendorong aparatus politik negara untuk menyadari posisinya sebagai penguasa.banyak di pengaruhi oleh faktor krisis ekonomi dibandingkan dengan faktor lain. agar tidak terjadi penelikungan atas transisi yang berputar. maka tetap diperlukan kontrol politik dari kekuatan oposisi. yang yakin bahwa gradualisme. Apa yang terjadi di Filipina. Akan tetapi jika berhenti pada pelembagaan institusi saja. apalagi perangkat lunak sebagaimana yang dikatakan Oleh Eep Saifullah Fatah seperti yang penulis kutip pada bab lain di buku ini tidak terpenuhi. Lipset. Mendemokratiskan kembali kekuasaan yang otoriter bukanlah persoalan yang mudah untuk ditembus. Menurut Hendardi (2002. Dalam konteks ketidakjelasan kemana demokrasi itu melaju. Walaupun keduanya tidak mengatakan bahwa kendala struktural tidak penting. akan tetapi kesiapan mental masyarakat dan elit yang telah lama terbiasa dengan kultur politik birokratis cenderung menghalangi laju pertumbuhan demokrasi. Di saat itu pula. O’Donnell. Diamond. moderasi dan kompromi adalah kunci menuju keberhasilan transisi ke arah demokrasi. Linz. tetapi dengan mencurahkan perhatian pada perilaku elit atau kepemimpinan mereka. Korea dan Indonesia pada tahun 1998 adalah merupakan ‘drama’ krisis ekonomi yang menyakitkan. Ini dianggap tindakan politik yang bijaksana untuk mendemokratiskan kembali pemerintahan yang otoriter. Sekalipun demokrasi prosedural dan segala tuntutan materialnya adalah penting untuk mengevaluasi jalan terjal demokrasi yang dilewati. Hancurnya kondisi ekonomi yang bersamaan dengan melemahnya legitimasi negara otoriter adalah merupakan sebuah kenyataan yang tak terhindarkan untuk melihat bahwa betapa negara otoriter itu sulit ditembus basis kekuasaannya. Namun dalam perkembangannya demokrasi repesentatif dapat terjerumus ke dalam . Tentu saja kita bisa memberikan pandangan bahwa krisis ekonomi yang berbarengan dengan delegitimasi kekuasaan Soeharto itu adalah merupakan pertunjukkan yang tidak bagus. Linz dan Stepan mencoba menjelaskan kejatuhan dan kebangkitan kembali demokrasi tidak dengan menelaah variabel-variabel konflik kelas atau kendala ekonomi. Pelembagaan demokrasi adalah penting sebagai instrumen untuk menilai baik atau tidaknya proses politik yang sedang dilewati. seringkali itu terjadi sebagian karena ketidakmampuan para politisi untuk menghasilkan reformasi ekonomi dan inovasi pelembagaan yang diperlukan bagi tumbuhnya demokrasi.

mampukah negara melewati transisi dengan melibatkan aktor-aktor penguasa tertentu yang berselingkuh dengan kekuatan kapitalisme global. Kasus Bank Bali dan dan non-budgeter Bulog yang melibatkan ketua Golkar Akbar Tanjung ditengah-tengah euforia reformasi (Hendardi: 2002. di mana keputusan-keputusan penting hanya diambil oleh segelintir orang saja. yaitu ”kemungkinan”. keberhasilan demokratisasi yang ditandai dengan adanya proses kenegaraan yang transparan dan accountable. yang harus di dorong secara terus-menerus sehingga transisi demokrasi dengan harapan-harapan yang menyertainya menjadi tercipta dan terkonsolidasi. bisakah transisi dilewati dengan liberalisasi asetaset negara. akan tetapi boleh jadi adalah suatu gugatan atas tesis-tesis mengenai masa depan politik Indonesia yang masih dalam keadaan gamang dan dalam bahasa penulis anomali. Oleh karenanya. 28) berpendapat bahwa dalam masa transisi politik. Terdesak. Mungkinkah transisi dilalui dengan modelmodel demokrasi yang diajukkan. Secara sekilas dan dengan menggunakan premis umum. Apa yang sesungguhnya terjadi di tahun 1998. Karena partai politik merupakan organ terpenting dalam proses pembentukan masyarakat sipil yang demokratis.pemerintahan elitarisme. Oleh karena itu. Reformasi hanyalah merupakan kondisi yang terdesak untuk dilakukan dan sifatnya sangat gradual. Anomali itu adalah situasi yang serba mungkin dan serba tidak mungkin. proses reformasi yang bergulir dan dipelopori oleh gerakan mahasiwa baru hanya berhasil menjatuhkan rezim otoritarian Orde Baru. Hendardi (2002. Dengan demikian partai politik bertanggung-jawab atas kepercayaan masyarakat terhadap terciptanya clean governance. penuh dengan pilihan-pilihan yang mungkin saja sulit untuk dipahami. Tarikan-tarikan kekuasaan dan desakan kepentingan telah menyebabkan transisi menjadi bergerak kearah suatu pertanyaan besar. partai politik adalah merupakan pendorong demokrasi. Karena itu. Dalam konteks ini. sangat rawan terhadap praktek-praktek penyelewengan kekuasaan. sedangkan gradual. karena harus segera mengakhiri kekuasaan otoriter Soeharto dengan memaksa dia turun dari kekuasaan. moral politik dalam kehidupan bernegara harus menjadi perhatian besar bagi para partai politik. tuntutan reformasi telah berhasil dibelokkan oleh kekuatan status quo yang seolaholah hanya menjadi soal pergantian penguasa politik belaka. penyelewengan kekuasaan yang tampaknya di era reformasi tidak kalah dahsyatnya dengan apa yang terjadi di jaman Orde Baru. Semuanya adalah pertanyaan-pertanyaan yang sulit untuk disebut sebagai pertanyaan sebenarnya. Tetapi apakah partai politik itu masih layak untuk menjadi pendorong demokrasi?. sangat bergantung dengan kegiatan partai politik. Salah saru pilar negara demokrasi adalah partai . Transformasi nilai-nilai baru sebagai akar dari suatu proses perubahan fundamental menuju negara demokratis justru tidak sepenuhnya terjadi. karena memang reformasi itu hanyalah perubahan tambal sulam. Kondisi inilah yang menyebabkan transisi ini mengalami anomali. Ini berbeda dengan revolusi yang perubahannya sangat dahsyat yang memang tentu saja akan banyak melahirkan korban jiwa tetapi dengan keyakinan akan melahirkan perubahan yang totalitas. perlahan-lahan. Di sini rakyat harus merupakan bagian integral dari proses kontrol terhadap penyelenggara negara. Terbukti kemudian. 28).

dan persatuan bagi semua elemen masyarakat Indonesia. Sebab itu. Kelompok oposisi dalam negara juga harus bekerja secara cepat untuk menghindari terjadinya pelacuran keadaan yang tengah terjadi untuk menunjang proses demokrasi yang berjalan. Hampir sebagian pemikir yang menulis tentang negara menekankan betapa besarnya peranan negara dan betapa absahnya lembaga ini melakukan tindakan atas warganya. karena yang muncul adalah apa yang kita kenal dengan oligarki partai. bahwa negara merupakan wakil dari kepentingan umum atau publik. akan tetapi satu hal yang paradoks yang tidak mungkin dihindari adalah terjadinya apa yang disebut Robert Michel sebagai “hukum besi oligarki”. sehingga perjuangan untuk mewujudkan demokrasi dengan mengharapkan terlalu besar keterlibatan partai politik adalah berlebihan. Karena di dalam partai politik itu menurut Sutoro Eko (2004. di Indonesia justru tidak terwujud sama sekali. kalau tidak. negara harus bekerja menurut hukum besi keadaan. bahwa kekuasaan negara begitu penting. hingga menjarah harta rakyat sekalipun. Di sinilah kita tetap memandang negara sebagai instrumen penting untuk menetralisir keadaan dengan alat-alat yang dimilikinya. Partai politik dipercaya sebagai instrumen utama demokrasi. 53) pasti menjanjikan demokrasi. ia juga bicara tentang oligarki (Sutoro Eko: 2004. demikian Robert Michel. artikulatif dan lebih bermakna. negara bersama semua aparatusnya tidak boleh berdiam diri. ternyata gagal menjalankan tugastugasnya. kedamaian. Sebab yang terjadi di dalam tubuh partai politik adalah memperjuangkan kelompok mereka sendiri. Dalam konteks ini Budiman mengajukan hipotesa. para warga akan saling berkelahi dalam memperjuangkan kepentingan mereka (Budiman. yakni cepat mengendalikan proses diskursif yang terjadi di saat persilangan berbagai kepentingan bertemu dalam titik yang berseberangan. yang tentu saja sebagai bentuk ekspresi dari pemerintahan yang berkuasa selama ini tidak tunduk pada prinsip-prinsip yang baik itu. Dalam hal ini Hobbes menegaskan. sedangkan masyarakat hanya mewakili . keamanan. 55). Partai politik yang diharapkan untuk menyokong terwujudnya perangkat lunak demokrasi. Di tengah situasi politik yang gamang dan tidak terarah. Barang siapa orang bicara organisasi. 1997: 7). Partai-partai politik yang ada hanyalah menambah kukuhnya dominasi penguasa atas rakyat yang menyebabkan kepentingan rakyat teralienasi dari perjuangan partai. Fungsi-fungsi penting dari partai politik seperti sebagai sarana pendidikan dan agregasi hampir tidak berjalan sama sekali. Sebuah hukum sosiologi paling fundamental dan sekaligus paradoksal adalah bahwa organisasi (baik partai maupun negara) adalah sebuah entitas yang melahirkan dominasi oleh minoritas terpilih atas pemilih. kesejahteraan. Yakni kecenderungan dominasi (penguasaan) sekelompok kecil orang (minoritas) yang tidak mewakili kepentingan mayoritas rakyat.politik. tetapi khusus konteks Indonesia harapan itu barangkali sulit untuk diwujudkan. oleh utusan atas orang yang mengutus. Sehingga harapan bahwa partai sebagai kekuatan politik untuk mendorong demokrasi adalah mesti ditinjau ulang. Filosofi bahwa partai politik akan memperjuangkan kepentingan rakyat. Sekalipun secara teoritik dan praktik bisa kita temukan bahwa partai politik adalah faktor yang sangat penting bagi tumbuh berkembangnya sebuah negara demokrasi. keadilan. oleh pemegang mandat atas pemberi mandat. membangun kesadaran masyarakat agar memahami demokrasi secara lebih konsepsional.

demokrasi terkubur ditengah retorika kekuasaan . Kita harus menghidari apa yang dikatakan oleh Plato dan Aristoteles yang melihat teori kekuasaan negara dengan menyatakan bahwa negara memerlukan kekuasaan yang mutlak. Budiman. Segala keinginan untuk mementingkan diri sendirti harus dihilangkan dahulu bilamana kehidupan negara yang sungguh-sungguh sempurna akan dicapai. Transisi itu penting untuk di desak secara terus-menerus agar tercipta kondisi politik yang benar-benar demokratis sehingga kekuasaan negara tidak bersifat mutlak sebagaimana yang terjadi pada masa Orde Baru. akselerasi publik atas negara dibatasi. sementara negara sendiri tidak bisa diharapkan untuk merekayasa masa depan demokrasi Indonesia. Orde Baru itu langgeng dan aman adalah karena ruang-ruang diskusi ditutup rapat. 28) bahwa. Jika partai politik telah gagal mengagregasi kepentingan rakyat. Individu akan menjadi liar. 1997: 8). Dalam negara tersebut akan berkuasa akal (rasio) sebagai ganti Tuhan. dengan demikian rakyat dapat secara nyata menuntut pertanggungjawaban atau akuntabilitas publik terhadap penyelenggara negara. tak dapat dikendalikan. misalnya melalui pemberitaan pers yang bebas dan pembentukan opini publik. bila negara tidak memiliki kekuasaan yang besar. 1965: 26. Negara Orde Baru adalah negara yang gagal mengkonstruksikan perubahan sosial karena pada konteks ini negara gagal melahirkan rekayasa sosial yang bersifat terbuka bagi terciptanya demokrasi bagi rakyat. Negara harus menjinakkan mereka dan mengajarkan nilai-nilai moral yang rasional (Budiman. 1997: 8). Bagi penulis.kepentingan pribadi atau kelompok secara terpecah-pecah (Budiman. Akibatnya. Penyelenggara negara tidak dapat mengelak dari tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik. sebagaimana ditunjukan oleh Orde Baru. Karena model itu telah gagal melahirkan negara yang sejahtera dan berkeadaban. 1997: 7). Hal tersebut sejalan dengan pendapat Plato dan Aristoteles yang mengatakan. maka harapan kemudian harus bertumpu pada kekuatan basis sosial dalam masyarakat. tradisi kekuasaan yang personal justru akan bersikukuh pada kontekstualisasi negara yang birokratis. tidak ada partai oposisi yang terbentuk serta yang muncul adalah oligarki partai. Untuk menghindari terjadinya personalitas pada pemegangan kekuasaan negara. dimana di dalamnya harus tercipta basis politik yang bisa diandalkan untuk mendorong demokrasi yang partisipatif dengan tetap menghargai kepentingan lokal. Persoalan ini dipertegas kembali oleh Hendardi (2002. sehingga rakayasa sosial atas negara yang sedang berubah akan kesulitan. maka tawaran yang diajukan oleh hampir semua orang untuk konteks transisi adalah tetap terciptanya kontrol sosial yang seimbang dalam masyarakat. Kontrol rakyat terhadap penguasa hanya dapat berjalan efektif bila penyelenggara negara tidak dapat memaparkan program dan kebijakannya secara transparan. Tegasnya Plato memberikan kerangka berpikirnya sendiri. Individu harus sama sekali tunduk pada keseluruhan (kolektitet) (Schmid. bahwa kekuasaan yang besar pada negara merupakan hal yang sepatutnya. kontrol rakyat terhadap penyelenggara negara harus dapat bersifat langsung dan nyata. sehingga rakyat akan kesulitan untuk menerjemahkan entah kemana proses politik itu di arahkan. sehingga negara merasa menang diatas rakyat dengan mengalienasi peranperan politik mereka.

apa sumbangan negara dalam konteks ini. karena peran negara dominan. . walaupun negara merupakan yang utama dalam komunitas politik. ketiga. negara pada dasarnya mempunyai tujuan utama adalah moral. Jadi. Keterjebakan ini ditandai dengan sistem politik yang tidak berubah. Jika demikian yang terjadi sudah bisa dipastikan. Pada sisi ini. demokrasi akan di tunggu oleh dua kemungkinan. serta dukungan institusi-institusi represif seperti militer. Kecenderungan memandang negara sebagai basis perubahan sosial serta sebagai alat untuk mendorong demokrasi tidak sepenuhnya salah. Desakan demokrasi yang kemudian digelar oleh semua elemen kebangsaan akan sulit untuk menyesuaikan diri di atas problem-problem politik dan konstitusional yang dialami. ada juga yang disebut dengan negara fasis sebagaimana yang dikatakan oleh Budiman (1997:18-19). Akan tetapi. yaitu terjebak kembalinya demokrasi kedalam perangkap politik birokratis. sehingga ketika terjadi ‘kecelakaan’ politik yang menyebabkan kekukuhan negara itu berantakan. Artinya negara sangat percaya diri atas bekerjanya seluruh sistem yang sangat prosedural dan birokratis itu. dan kemungkinan kedua. mempunyai fungsi sendiri di dalam organisasi secara keseluruhan. padahal penguasa atau elit pemegang kendali adalah aparatus negara sebagaimana yang disebutkan oleh Althusser?. negara memiliki sifat yang kuat dan intervensionis. negara mempunyai peran yang relatif otonom dalam proses-proses politik. Rakyat adalah konsumen dari reproduksi kuasa wacana dari negara. Kukuhnya dominasi negara atas rakyat serta suksesnya relasi kuasa wacana dalam tubuh negara otoriter birokratis adalah karena semua elemen pendukungnya bekerja secara massinis yang kemudian mendorong negara lebih mandiri dan tidak terkooptatif oleh elemen-elemen lain dari luar. sekalipun beberapa aktor mengalami pergantian. yaitu mengokohkan kekuasaan sehingga bisa menimbulkan tirani atas rakyat. Apa yang dimaksud dengan negara organis?. yaitu suksesnya transisi itu dengan terbentuknya perangkat demokrasi. baik secara prosedural maupun secara kultural. Di saat yang seperti inilah perubahan sosial itu mengalami hambatan untuk bekerja secara maksimal dalam mendorong demokrasi. penulis ingin mengajukan apa yang disebut dengan negara organis. serta kultur yang tidak bergeser dari kondisi sebelumnya. pertama. Tentu mendedah konsep kenegaraan ini. maka transformasi menjadi sulit tercipta. kedua. keempat. yang terkadang kuasa wacana itu dibangun diatas kepalsuankepalsuan ideologi dan politik. keluarga.yang justru mempertunjukkan sikap represivitas atas rakyat. selain negara organis ini. Sehingga transisi demokrasi harus melewati jalan terjal dan menghalau ‘hutan belantara’ dengan ‘duri epistemik’ rezim masa lalu. asosiasi-asosiasi pribadi. Akan tetapi jika saja optimisme itu berlebihan sehingga menyebabkan kita lupa akan esensi negara yang sesungguhnya. Stepan mengemukan lima prinsip dasar negara organis-statis (Alfred Stepan. dan kelima. tujuan moral itu merupakan kebaikan bersama (common good) yang diarahkan dan diwujudkan kedalam komunitas politik (political community). 1978: 26-45) yaitu. tetapi komponen dari negara seperti individu. bahwa transisi demokrasi tidak terbentuk dan gagal. common good merupakan prinsip yang berbeda dalam mengontrol setiap kepentingan yang ada. sementara rakyat minimal. Rakyat dipandang sebagai kelas yang inferior atas kekuatan politik negara.

mengarahkan perubahan dan sebagainya. negara Fasis mengajak masyarakat untuk percaya dan patuh kepada apa yang diperbuat oleh negara. bentuk negara ini menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat. menyejahterakan rakyat. Bagi seorang penguasa di negara totaliter seperti Musolini. mengembangkan dan memberikan tenaga bagi seluruh kehidupan seorang manusia. terutama kebutuhankebutuhan rakyat. negara totaliter dan otoriter tidak akan mungkin membiarkan demokrasi hidup. negara Fasis merasa merekalah yang tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk memperkuat realisasi gagasan ini Benito Mussolini seperti dikutip Christenson et al. Kata fasisme dimaksudkan sebagai sebuah ikatan yang kuat. Merujuk kembali pandangan Mussolini. dan Negara Fasis – sebuah sintesis dan sebuah lembaga yang menggabungkan semua nilai – memberikan penafsiran. dengan kekuatan itu negara dapat memberikan kebaikan kepada warganya. kecuali organisasi yang di bentuk negara. 1997: 20). Dengan demikian. (1971: 37) mengatakan. Sekalipun negara organis seperti yang digagas oleh Hegel masih terdapat nilai-nilai positifnya. sehingga peluang-peluang kemungkinan untuk tumbuh berkembangnya demokrasi akan selalu dihadang dengan pilihan-pilihan politik birokratis. Negara Fasis adalah sebuah negara totaliter. Reproduksi wacana . Negara harus mengendalikan seluruh apa yang menjadi basis epistemik rakyat. mengukuhkan dominasi negara adalah penting. tapi bagian lain dari bentuk ekstrem negara organis adalah negara fasis. ikatan yang erat. demokrasi di bunuh atas dasar kepentingan negara. apalagi punya nilai. Dengan kata lain. sementara rakyat harus lemah. bukan sekadar otoriter. yang tentu saja bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Dalam konsep negara fasis. konsep negara dalam fasisme adalah bahwa negara itu meliputi keseluruhan. tidak diperkenankan organisasi lain apapun tumbuh. Artinya. Demokrasi harus dikubur dari panggung politik. 1971: 70). Tidak boleh ada nilai yang berkembang kecuali yang diperkenankan negara. semboyan kaum Fasis adalah “Percaya! Patuh! Berjuang! (Budiman. bangsa dan negara. Bentuk-bentuk lain yang mengikuti varian negara modern di lakukan pula dalam konteks negara Indonesia terutama yang dikembangkan oleh Orde Baru. Karena itu. negara harus kuat. Karena dalam konteks ini negara harus dominan mengartikulasikan kepentingan-kepentingan politiknya. maka bisa di sederhanakan. “Pendeknya. Negara memiliki otoritas yang besar untuk membangun. Karena itu. nilai dan kebebasan. Dalam merealisasikan konsep kenegaraan yang dipahaminya. sehingga demokrasi dialienasi dari persinggungan diskursif negara. Kata fasis berasal dari bahasa Latin yang berarti “seikat”. di luar negara tidak ada kemanusiaan atau kejiwaan yang bisa tumbuh. persatuan yang kokoh dari sebuah bangsa. karena ia akan mengancam represivitas diskursif yang dikembangkan. Negara menegasikan kepentingan rakyat. tidak pihak lain dalam negara yang berhak untuk menerapkan prinsip. Christenson menegaskan. sehingga pengendalian diskursif menjadi sangat urgen bagi pengembangan wacana dominasi dari negara. negara pun harus menegakkan disiplin. bahwa negara harus kuat. Pada akhirnya. “Negara menekankan haknya untuk membangun kembali masyarakat – ‘membentuk’ manusia dan memperingatkan akibat yang buruk bagi mereka yang mau membangkang” (Christenson et al. ekonomi.Menurut Budiman. Kalau dalam totaliter masih memungkinkan pluralisme terbatas. bahwa rakyat harus bersedia berkurban dan patuh. dengan negara sebagai pimpinannya. dalam sebuah negara totaliter. dan moral”. Fasisme bersifat totaliter. Negara menguasai semuanya – politik.

akan tetapi mereka tidak ingin bersikap demokratis kepada rakyat. Pada tingkat praksis. Mereka melakukan “pembajakan” atas tesis demokrasi untuk memenuhi hasrat dan kepentingan pribadi/kelompoknya. yakni dikala sejumlah kalangan elit tidak mau . Transisi demokrasi yang dialami Indonesia adalah merupakan transisi yang panjang. apa yang kita saksikan saat ini adalah merupakan minimalisme demokrasi yang direduksi secara vulgar oleh perilaku elit dalam pertunjukan keseharian mereka. Seorang demokrat dalam situasi transisi seperti ini adalah merupakan penyelamat dan penyambung lidah kebenaran bagi masyarakat. demokrasi telah berubah menjadi mesin kekuasaan bagi orangorang tertentu untuk diteriakkan agar bisa disebut sebagai seorang demokrat. Publik nanti akan menangkap isu itu. Indonesia yang demikian adalah merupakan potret Indonesia dimasa Orde Baru. sehingga isu demokrasi adalah merupakan isu yang sangat sensitif untuk dilempar ke ruang publik. Teriakanteriakan demokrasi ini di ikuti dengan melakukan perubahan pada perangkat keras demokrasi. Pada akhirnya. demokrasi sudah bukan lagi persoalan penting untuk ditegakkan apalagi diperjuangkan. dimana kekuasaan dijalankan secara otoriter dengan kendali penuh kekuasaan. adalah mereka yang memiliki keinginan kuat untuk mendorong reformasi yang belum selesai diperdebatkan. akan tetapi demokrasi inilah yang menjadi persoalan hingga saat ini. bahwa bangsa dan negara adalah jauh lebih penting dibandingkan dengan apa yang tengah dilakukannya. akan tetapi tidak menginjeksi secara lebih memadai dan jujur tesis demokrasi ini kepada rakyat. kecuali hanya kekecewaan yang berpintal-pintal dari masyarakat atas perilaku politik sebagian elit yang belakangan ini tambah “buas” lebih buas dari Orde Baru. reformasi lembaga-lembaga negara yang merupakan instrumen demokrasi. akan tetapi mereka tidak mau bersikap demokratis kepada rakyat. baik pada tingkat diskursif maupun pada tingkat praksis. Mereka mengharapkan agar rakyat mau bersikap demokratis kepada mereka. Pada konteks inilah. tentu saja harapan untuk mengubur masa lalu itu adalah merupakan keinginan semua orang. Padahal pada saat yang sama. kegagalan terciptanya perangkat lunak demokrasi itu tak terhindarkan. Mereka ini telah mengeruk tesis demokrasi dari wilayah substansial-nya untuk dipraktekkan secara artifisial dan “banal” hanya untuk memenuhi hasrat-hasrat maksimal bagi kelompok/pribadi tertentu dan meminimalkan praksisisme demokrasi. seperti perubahan konstitusi. lalu menebarlah virus-virus demokrasi kepada rakyat yang di suarakan oleh seorang/sekelompok orang yang ingin disebut sebagai pahlawan demokrat. Artinya hanya rakyat yang di suruh untuk memahami secara demokratis apa yang mereka lakukan. Karena itu. Pasca Soeharto. Demokrasi menjadi sebuah kenyataan untuk ditegakkan. Mereka yang hidup di abad XXI. akan tetapi lupa. Inilah yang disebut dengan tirani wacana dan represi aparatus yang kemudian melahirkan negara otoriter. demokrasi bagi mereka amat dibenci dan kebencian mereka atas demokrasi ini ditunjukkan pada keseharian mereka.dilakukan berulang-ulang dan aparatus negara yang patuh tadi siap menjaga seluruh proses berputarnya diskursif itu di dalam masyarakat. Demokrasi telah menjelma menjadi perilaku politik pragmatis yang dipertontonkan oleh aktor-aktor demokrat yang minimalis yang menyebabkan demokrasi di ‘kocak’ dengan pendekatan oportunisme politik. belum ada tanda-tanda baik dari transisi ini.

Jr. Dahl. Bingham Powel. paling tidak terdapat dua partai politik yang mempunyai kesempatan untuk menang sehingga pilihan tersebut benar-benar bermakna. karena harus ada skenario lanjutan yaitu. tata sosio ekonomi dan ideologi yang berlaku. Selain perangkat keras seperti partai politik. sebagian besar orang dewasa dapat ikut serta dalam proses pemilihan. Biasanya yang memiliki tugas seperti ini adalah partai politik. Kelima. Akan tetapi tidak berhenti sampai di situ. mereka ingin menjebak transisi yang berkembang ke arah pemerintahan otoritarian. Kedua. Ketiga. dan pemilih dapat memilih diantara beberapa alternatif calon. Kontekstualisasi demokrasi sebagaimana yang di katakan Oleh Robert A. pengaturan yang mengorganisir bargaining untuk memperoleh legitimasi dilaksanakan melalui pemilihan umum yang kompetitif. misalnya akan tercermin bukan hanya pada perangkat lunak saja. Ketujuh. rezim. meskipun batas umur untuk dipilih mungkin lebih tinggi dari batas umur untuk memilih. para penjabat yang dipilih selalu berasal dari proses pemilihan yang dilakukan secara jujur. Ketiga. kontrol atas keputusan-keputusan pemerintah tentang kebijaksanaan secara konstitusional dibebankan pada pejabat-pejabat yang dipilih. Dalam prakteknya. Dahl ingin menyampaikan bagaimana idealnya demokrasi itu dibangun dan ditegakkan. (1982: 3. termasuk yang disebut di atas. pura-pura menjadi seorang pejuang reformasi. Artinya klaim pemerintah untuk patuh kepada aturan hukum didasarkan pada penekanan bahwa apa yang dilakukannya merupakan kehendak rakyat. secara praktis semua orang dewasa mempunyai hak untuk dipilih sebagai penjabat resmi dalam pemerintahan. pemerintahan. lembaga-lembaga negara dan beberapa institusi lain yang membantu mendorong demokrasi lebih maju. secara praktis. Pemimpin dipilih dengan interval yang teratur. warganegara mempunyai hak untuk mendapatkan sumber-sumber informasi alternatif. pertama.bergeser dari pragmatisme dan oportunisme politik. warga negara mempunyai hak untuk mengeluarkan pendapat tanpa ancaman akan dihukum. Mereka pura-pura menjadi seorang demokrat. Afan Gaffar: 1989) mengemukakan pemahaman yang lazim digunakan dalam Ilmu Politik mengenai “political performance” sebagai indikator kehidupan politik yang demokratis adalah sebagai berikut. baik sebagai . rakyat berhak untuk mendapatkan pendidikan politik dari perangkat lunak tadi. termasuk partai-partai politik dan kelompok kepentingan yang bebas. setiap unsur paksaan dianggap sebagai suatu hal yang sangat memalukan. termasuk melancarkan kritik terhadap para penjabat. Dahl (1986: 17-18) menyebutkan terdapat tujuh lembaga khusus yang berkembang yang membedakan rezim-rezim politik negara-negara demokrasi modern dari semua rezim lainnya. akan tetapi dibalik itu. Pertama. Kedua. setiap warga negara juga mempunyai hak untuk membentuk perkumpulan-perkumpulan atau organisasi yang relatif independen. akan tetapi juga pada perangkat keras demokrasi tersebut. mengenai soal-soal politik yang ditentukan secara luas. karena memang sumber-sumber dimaksud ada dan dilindungi hukum. Keempat. untuk mencapai berbagai hak mereka. Keenam. maka harus disediakan juga ruang ekspresi bagi rakyat untuk mengajukan gugatan dan protes atas praktek-praktek kekuasaan. legitimasi pemerintah berdasarkan atas klaim bahwa pemerintah tersebut mewakili keinginan rakyatnya. semua orang dewasa mempunyai hak dalam memilih penjabat-penjabat resmi.

akan tetapi ada yang pesimis bahwa transisi demokrasi yang kita lewati saat ini akan gagal. Indonesia dalam masa persilangan waktu yang serba tidak jelas saat ini. sehingga keinginan untuk mendorong demokrasi bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. kedua. masyarakat dan pemimpin menikmati hak-hak dasar. pertama. Linz dan Lipset. Tumbuh sumburnya sejumlah partai politik baru. Kondisi dimana demokrasi memerlukan bangunan yang kuat dengan perangkat keras yang memadai yang di dukung oleh perangkan lunak yang cerdas. ketiga. kemerdekaan mengeluarkan pendapat/berorganisasi. berorganisasi. Ada yang begitu optimis dengan keadaan Indonesia akan sukses menuju transisi demokrasi. kebebasan pers. karena antara satu lembaga dengan yang lain saling tumpah tindih fungsi dan kewenangan yang kemudian melahirkan perebutan wilayah kekuasaan. kegagalan demokrasi itu disebabkan oleh. kontestasi dan partisipasi –Larry Diamond. Namun. kebebasan membentuk dan bergabung dalam organisasi yang cukup untuk menjamin integritas kompetisi dan partisipasi politik (Jurdi & Irianto: 2006). kompetisi yang sungguh-sungguh dan meluas diantara anggota masyarakat dan kelompok-kelompok kepentingan didalam memperebutkan jabatan pemerintahan yang punya kekuasaan dalam jangka waktu yang teratur dan tidak menggunakan daya paksa. yang disertai pelaksanaan desentralisasi melalui pemberlakukan Undang-Undang Nomor 22 Tahun . Baik partai politik yang lama maupun yang baru dapat berusaha untuk memperoleh dukungan. Lembaga Demokrasi Belum Menjadi Alat Demokrasi yang Baik: Harus diakui bahwa proses demokratisasi di Indonesia sejak runtuhnya kekuasaan represif Orde Baru 1998 lalu memang berlangsung cukup dramatis hingga ada yang menganggap Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga terbesar (third largest democracy in the world) setelah India dan Amerika Serikat. Apa yang disebutkan oleh Bingham di atas adalah merupakan salah satu pendekatan yang ideal mengenai sebuah kondisi untuk mencapai posisi demokratis.pemilih maupun sebagai calon untuk menduduki jabatan penting. tingkat kebebasan sipil dan politik yaitu kebebasan berbicara. partisipasi politik yang melibatkan sebanyak mungkin warga negara dalam pemilihan pemimpin atau kebijakan lewat pemilihan umum yang diselenggarakan secara adil dan teratur sehingga tidak satupun kelompok sosial (warga negara dewasa) tanpa kecuali. Jika merujuk pada pandangan Elizabeth Santi Kumala Dewi (2005). mendifinisikan demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan yang memenuhi tiga syarat pokok yaitu: pertama. dan kebebasan pers. Keempat. berkumpul. adanya kebebasan pers. penduduk memilih secara rahasia dan tanpa dipaksa. terbukanya ruang demokrasi (democracy space) yang sangat luas selama masa transisi ini belum menunjukkan adanya kerangka kuat untuk mewujudkan kemapanan budaya demokrasi. serta jabatan-jabatan kekuasaan yang diisi oleh orang-orang lama yang dulu juga berkuasa pada masa Orde Baru. Pada sisi yang lain perangkat keras demokrasi tidak bisa menjamin terbentuknya situasi demokrasi yang sukses. Kelima. telah melahirkan sebuah kondisi politik yang transisional. Kegagalan itu terindikasi dengan bangunan politik pasca Soeharto yang rapuh. Reformasi dan Kegagalan perubahan sosial di Indonesia Prediksi tentang demokrasi di Indonesia telah sangat banyak dilakukan oleh para pakar. seperti misalnya kebebasan berbicara. Pada waktu yang berbeda dalam rangka memaknai demokrasi yang berisikan kompetisi.

. dan integritas individu. Akibatnya. kapabilitas. Bahkan. Karena aliansi kelas menengah oposisi tidak terkonsolidasi secara lebih baik. Sementara pendidikan kewarganegaraan (civic education) selama masa transisi demokrasi ini belum diikuti peningkatan partisipasi politik masyarakat yang cukup signifikan dalam mendorong terwududnya Good Governance di pemerintahan lokal. jika melihat sepak terjang aktor-aktor keterwakilan dalam lembaga parlemen dan partai politk di Jawa Tengah selama masa transisi ini. sistem kepartaian di Indonesia yang dibangun selama masa transisi ini belum kokoh yang memiliki kapasitas dalam melancarkan partisipasi politik masyarakat melalui jalur partai hingga dapat mengalihkan segala bentuk aktivitas politik anomik dan kekerasan. dan rendahnya tingkat pendidikan serta kondisi perokonomian masyarakat Jawa Tengah masih menjadi penghambat upaya pembangunan kekuatan civil society sebagai pilar demokrasi. Artinya. Hadiz (2005: xvii) yang tampaknya menampik kemungkinan adanya semacam aliansi lintas kelas yang mampu menyusun dan mendesakkan agendaagenda transformatif di era pasca-Soeharto. Kedua. kemungkinan terjadinya tarik-menarik kepentingan di tingkatan internal partai politik bisa menciptakan kerwanan akan terjadi konflik yang bisa menimbulkan konflik kekerasan di tingkat massa pedukung partai. tidak terarah dan memiliki konstruksi demokrasi yang dilacurkan demi kepentingan kekuasaan. sehingga transisi hanyalah menjadi alat analisis sebagian elit.1999 serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999. masih terkesan masih carut marut atau mengalami ketimpangan dan cenderung menegasikan aspirasi publik. partai politik justru masih bersifat sentralistik hingga para pengurus partai di tingkat lokal tetap terhegemoni oleh kepentingan sempit pengurus partai di tingkat nasional. Ketika pemerintah pusat sudah mulai membagikan kewenangannya kepada pemerintah daerah melalui pelaksanaan Otonomi Daerah. Di sini Vedi R. Justru perubahan yang terjadi adalah perubahan yang tambal sulam. ternyata belum bisa membangkitkan pilar-pilar demokrasi yang kokoh. Pengaruh budaya Jawa. seperti ewuh pakewuh (sungkan) dalam mengeluarkan pendapat atau kritik. Padahal. tingkat partisipasi politik masyarakat yang benar-benar belum otonom hanya akan mewujudkan bentuk-bentuk partisipasi politik yang dimobilisasi. Perlu dicatat bahwa yang mendorong pembangunan politik bukanlah banyaknya jumlah partai politik yang muncul. Transisi demokrasi bisa diramalkan dengan melihat kondisi politik Indonesia yang penuh dengan harapan-harapan yang terlampau optimis. lembaga-lembaga demokrasi yang tumbuh subur di Indonesia sejak runtuhnya Orde Baru lalu belum bisa menjadi alat demokrasi yang baik. akan tetapi tidak diiringi dengan perubahan-perubahan yang signifikan dari semua aspek. Tapi. melainkan tergantung kekokohan dan adaptabilitas sistem kepartaian dalam menyerap dan menyatukan semua kekuatan sosial baru yang muncul sebagai akibat modernisasi. bahkan hampir tidak terbentuk sama sekali. Hal ini jelas sangat berpotensi menjadi sasaran manipulasi atau rekayasa pihak tertetu yang bisa menimbulkan konflik horizontal antar kelompok politik. Sifat Partisipasi Politik Masyarakat Masih Tradisional: Pemerintahan sentralistik-militeristik dan kebijakan massa menggambang yang diterapkan Orde Baru selama 32 tahun rupanya benar-benar telah melumpuhkan wacana demokrasi dalam kehidupan masyarakat hingga menyingkirkan praktik-praktik seleksi kepemimpinan secara fair yang berdasarkan kompetensi.

Gus Dur adalah merupakan seorang intelektual proreformasi dan prodemokrasi sebelum menjadi presiden. Sehingga siapapun yang berkuasa di Indonesia akan gagal membangun demokrasi sebagaimana i’tidak awal mereka di saat-saat kampanye politik dilakukan. Jenis-jenis kekuatan lama yang menopang otoriterisme Soeharto kini menjadi bagian penopang demokrasi Indonesia pasca-Orde Baru (2005: xxv). karena mereka tidak bisa menarik diri dari kekuatan yang menggenggam mereka. tidak mampu mendorong perubahan Indonesia untuk menuju ke arah situasi demokratis. dengan vulgar Vedi mengatakan. Tetapi yang lebih parah. Siapapun yang berkuasa pasca Soeharto. Penjualan aset negara seperti Satelindo dan pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia. Hampir semuanya terjebak pada premis-premis kekuasaan “predator” yang menyeret mereka pada banalitas kekuasaan. adalah kebijakan politik yang tidak bisa menghindar dari tesis “predator” tadi. Habibie. bahwa pada dasarnya perangkat kelembagaan kehidupan demokrasi di Indonesia telah ‘dibajak’ oleh kaum ‘penjarah’ politik. walaupun akhirnya dia kalah. Konsekuensinya. kerangka institusional kekuasaan dapat berubah – misalnya kearah yang lebih demokratis dan terdesentralisasi sebagaimana di Indonesia setelah jatuhnya Soeharto – tetapi relasi kekuasaan yang menopangnya mungkin saja bertahan dalam konteks institusional yang baru. Megawati. relasi kekuasaan yang dimaksud adalah yang melekat pada semacam predatory capitalism yang masih bercokol dengan kuat sebagai warisan utama era Orde Baru yang panjang. sehingga yang terjadi pada rezim pasca Orde Baru adalah transplantasi “penyakit” yang kukuh berkuasa selama 32 tahun itu tanpa mengalami perubahan fundamental. baik itu system politik maupun kapitalisme yang memaksa mereka untuk secara terus-menerus patuh. Tentu demokrasi tidak mungkin diharapkan dari para “predator politik”. Vedi mencoba untuk melihat Gus dur sebagai contoh.Vedi percaya. sang kiai liberal pun harus menggunakan taktik yang kurang lebih sama dengan lawan-lawannya. Pada akhirnya komunikasi politik elit di hadapan Negara-negara “kapitalisme rente” seperti AS adalah komukasi inferior. sulit untuk keluar dari kukuhnya hegemoni system dan ideology politik masa lalu. Untuk melihat konteks bahwa “predator politik” sulit untuk dihindari di dalam permainan politik pasca Orde Baru. hingga SBY. Untuk survive. karena terlalu banyaknya kader ideologis yang dihasilkan oleh Soeharto serta kuat pengukuhan system politik sentalistik selama rezim ini berkuasa. Sehingga transformasi – baik dalam bentuk system maupun institusi – sebagaimana yang awalnya diprediksikan gagal akibat dari tidak terjadinya pergeseran aktor dan mentalitas para aktor. kepemimpinan Megawati yang mengaku sebagai pelindung wong cilik juga tidak jauh berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya. Dalam hal ini. Karena terlalu banyaknya ranjau . ternyata harus tersedot juga ke dalam logika predatory politics. sebagaimana janji dan komitmen politik yang mereka tawarkan kepada publik. Dari empat presiden Indonesia pasca Orde Baru. Relasi Soeharto yang telah menanamkan benih-benih ideologi politik konservatif tidak selamanya mudah untuk dihancurkan sekaligus. tidak ada yang berani memutus hubungan dengan IMF dan mampu menyelesaikan utang-utang Negara. bahwa sifat dari relasi kekuasaan (power relations) yang menopang rezim yang lama tidak mengalami perubahan yang fundamental. Gusdur. Mereka yang berkuasa pasca Soeharto sulit untuk melepaskan diri dari cengkeraman masa lalu. Inilah yang disebut oleh Vedi dengan “predator capitalism”.

Penyerahan pengelolaan pertambangan Blok Cepu kepada AS sebagai operator sebagaimana yang dibahas sekilas di bab selanjutnya adalah menjadi salah satu tanda bahwa SBY tidak lebih dari ”predatory capitalism” sebagaimana yang disebutkan oleh Vedi. telah mendorong militer menjadi pelaku bisnis dari pada menjalani profesionalisme sebagai pasukan negara. dimana situasi politik serba tidak jelas. SBY yang dipundaknya hendak mendorong perubahan penting bagi transisi demokrasi yang tengah terjadi. Dan ini merupakan awal dari kegagalan untuk membangun demokrasi Indonesia dengan komitmen kebangsaan yang lebih mandiri. yaitu antara memasuki wilayah banalitas politik dengan terlibatnya aktor lama yang tidak menghendai perubahan terjadi pada sistem politik Indonesia pasca Orde Baru. yaitu terjebak pada tipuan-tipuan sistem politik ”predator”. justru gagap untuk bersikap konsisten. dimana di dalamnya adalah juga SBY. jika melihat kebijakan-kebijakan dan perilaku politiknya. adalah akibat terlalu kuat dan kukuhnya hegemoni politik Orde Baru yang diwariskan melalui aparatus ideologisnya yang kemudian berganti muka di dalam sistem dan institusi-institusi demokratis. Itu juga yang sedang menimpa Susilo Bambang Yudoyono (SBY) saat ini. tentu sulit untuk keluar dari perangkap sistem dan ideologi politik konservatif yang begitu kukuh berkuasa selama 32 tahun dibawah Soeharto. juga prinsip oligarki militer yang dikembangkan oleh Soharto – dimana SBY adalah bagian dari pelakunya – masih melekat bersama-sama dengannya. Karena mereka mampu meyakinkan investor asing bahwa Indonesia aman. maka injeksi modal kapitalisme yang masuk. Karena SBY yang pada awalnya merupakan harapan untuk mengembalikan posisi Indonesia yang pincang dan mendorong demokrasi. tidak mampu berbuat banyak. karena harus tetap berada dibawah kendali politik dan . Karena perangkap yang dibangun menyulitkan orang untuk mengelak dari kenyataankenyataan politik yang ada. selain karena dia adalah merupakan kader politik Soeharto yang dibesarkan dalam tradisi kepemimpinan militer. Kepemimpinan politik yang hendak mendorong kereta demokrasi yang kemudian semuanya berakhir dengan gagal. Gelombang balik otoritarianisme ini akan berpeluang besar terjadi jika melihat Indonesia yang sedang terjadi saat ini. Oligarki militer yang kemudian menguasai kantong-kantong ekonomi Indonesia selama masa Soeharto.yang harus dilalui oleh aktor-aktor tersebut. sehingga keinginan untuk melakukan perubahan serat keinginan untuk membangun demokrasi sebagaimana keinginan kuat di awal-awal kehancuran Orde Baru akan selalu gagal. juga ikut dinikmati oleh elit-elit militer. tentu saja transisi demokrasi akan gagal bahkan bisa jadi akan muncul faksionalisme politik untuk menghancurkan transisi menuju kekuasaan otoritarian baru yang jauh lebih ganas dari masa lalu. SBY tidak lebih dari ”budak” kapitalisme rente yang juga sama dengan mereka yang sebelumnya. Tidak ada yang menjamin jika saja Amien Rais sempat menjadi presiden. Dalam konteks ini. Tidak salah memandang politik Indonesia pada aras yang tumpang tindih. Di sinilah kita mesti melihat apakah Indonesia cukup kondusif untuk di dorong menuju transisi demokrasi ataukah justru demokrasi hanyalah menjadi isu elit belaka yang tidak mungkin bisa terwujud sama sekali?. Bukan mustahil Amien Rais akan menjadi “predator politik” yang juga sama dengan presiden yang lain. Fakta bahwa SBY tidak bisa keluar dari cengkeraman masa lalu dan sekaligus sebagai pemimpin yang patuh pada kehendak penguasa kapitalis adalah tak terhindarkan.

Karena itu. Indonesia yang masih terjajah. serta keperluannya terhadap dukungan pemodal. birokrasi negara. sosialisasi politiknya dalam ideologi Orde Baru. harapan untuk mendorong demokrasi dan pemerintahan yang mandiri pasca Orde Baru adalah merupakan harapan yang terlampau gigantis. sebagaimana mungkin diharapkan oleh para pendukungnya. Di mana tempat Yudhoyono didalam konstelasi tersebut?. yang sering diwakili melalui tekanan dari lembaga-lembaga internasional seperi Bank Dunia atau IMF. yang selalu juga harus . Sebagaimana aktor politik manapun. Liberalisme politik Indonesia pasca Soeharto. sebagaimana juga aktor politik lainnya. sama dengan dibawah kolonialisme Belanda. ekonomi dan politik secara lebih holistik. Oleh karena itu. Mereka berkompetisi untuk memenangkan akses dan kontrol terhadap sumber daya dan institusi negara. tidaklah mengherankan kalau gebrakannya terhadap korupsipun. dan warisan kesejarahan. Karena itu.ekonomi negara-negara satelit seperti Amerika. Bush (presiden AS) ke Indonesia tahun 2006 yang mendapat kritik dari berbagai kalangan. Tetapi pilihan dan kemungkinan yang tersedia untuknya dibatasi pula oleh faktor-faktor seperti konstelasi kepentingan. serta kepentingan institusional aparat militer dan keamanan. Bush bagaikan ”tuhan” disambut dengan sangat meriah. apakah itu Yudhoyono atau pemimpin yang lain. yang memungkinkan pembentukan dan pelanggengan jaringa-jaringan patronase yang pada dasarnya bersifat predatoris. Yudhoyono adalah politisi-jenderal – dibesarkan pada masa Orde Baru – yang harus menavigasikan dirinya di antara berbagai ’karang’ berupa sejumlah kepentingan yang saling berkompetisi untuk mendapatkan tempat yang aman dan menentukan dalam masyarakat dan politik Indonesia pasca-Soeharto. Sebagaimana diketahui. Sehingga menurut Vedi (2005: xxix) posisi Yudhoyono harus dilihat dalam konteks struktur sosial. sehingga perjalanan panjang transisi demokrasi melalui jebakanjebakan terjal yang sangat berbahaya. pusat maupun lokal. Fakta yang lain adalah persiapan SBY pada saat kunjungan Josh W. lanjut Vedi. Belum lagi kepentingan investor asing. Kedatangan Bush sebagai kepala negara penjajah. Belum lagi anak kandung Orde Baru masih tumbuh subur diberbagai institusi politik yang hendak di dorong ke arah demokrasi. karena sebagai ”predator capitalism” ia harus mematuhi kehendak negara satelit itu. yang digembar gemborkan pada awal masa pemerintahannya. kita perlu mempertimbangkan latar belakangnya seorang jenderal Orde Baru yang senior. SBY tentu saja adalah biang keladi dari semua itu. Mewakili kepentingan atau koalisi kepentingan macam apakah dia?. diterima oleh Indonesia yang terjajah dengan cara-cara yang tidak masuk akal. masa depan Indonesia tidak semata-mata tergantung niat baik seorang pemimpin. Dalam hal ini. struktur kekuasaan. Yang harus kita pahami adalah sifat dari konstelasi kekuatan dan kepentingan sosial yang ada. Karena itu sudah menyangkut tradisi kerangka politik yang sulit untuk diajak kompromi dalam jangka waktu yang pendek. Tentu dia tidak bisa dipandang semacam Ratu Adil. yang resmi maupun setengah-resmi. mahal dan yang paling menyakitkan sepertinya Indonesia sedang di jajah. mengingat posisi politik Indonesia berada dibawah kendali negara-negara raksasa itu. dalam kenyataannya tidak menghasilkan buah yang terlalu hebat sampai saat ini. Fenomena itu menandakan Indonesia yang inferior. tidak serta merta menghancurkan karakter dasar rezim ini dari praktek-praktek keseharian. dia dihadapi oleh berbagai pilihan.

karena mereka adalah agen komprador dari rezim sebelumnya yang bersilangan dengan kekuatan kapitalisme yang tentu saja akan memerangkap Indonesia pada tipuan gradualisme. Ketua Kajian Strategis Komunitas Mahasiswa Bima (KMB)-Makassar 2004-2005. Menulis buku antara lain: Membalut Luka Demokrasi dan Islam (2004). akan tetapi kesemuanya terbukti gagal mendorong perubahan tersebut. [2]. Deputi Lembaga Kajian Sosial dan Agama (LEKSA) Makassar 2004-2009. serta mengutuk agen-agen “jahat” kapitalisme yang hidup di kampus-kampus. Makalah yang di sampaikan pada saat Diskusi Publik yang dilaksanakan oleh kelompok studi Eka Prasetya di Kampus UI Depok pada tanggal 3 November 2007. PC. yaitu revolusi. jika engkau paksa aku diam. redaktur ahli jurnal Profetik. Korankoran kampus liberal. Centre For Research. Mereka itu telah menjadi parasit yang handal dalam upaya untuk menjebak demokrasi agar masuk pada premis-premis agen komprador dengan jalan legitimasi intelektual. Mantan Sekum IMM Kom. professor-profesor liberal. Aib Politik Muhammadiyah (2007). Pengurus Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Sul-Sel 2004-2006. Atau boleh jadi mereka adalah buruk intelektual yang menciptakan tipuan-tipuan kebenaran. mengalienasi rakyat dari hak-hak politik mereka. IMM Makassar Perintis periode 2003-2005. Sekarang sedang menjalani studi perbandingan di Universitas Indonesia. jalan yang akan penulis tawarkan hanyalah satu untuk menuju Indonesia yang merdeka. Peneliti lapangan pada Lingkaran Survei Indonesia (LSI)-Jakarta. meramalkan perubahan sosial di Indonesia dimasa depan tidak bisa lagi diharapkan kepada elit kekuasaan. [1] . pernah singgah di KAMMI Unhas. membenarkan kepalsuan-kepalsuan dan mengajak kompromi pikiran-pikiran jahat mereka untuk menghancurkan demokrasi. akan kusiapkan untukmu pemberontakan. Janji-janji perubahan hampir didendangkan oleh empat presiden Indonesia pasca Soeharto. dan mereka bagaikan buruh di pabrik-pabrik industrialisasi. Mereka mendapatkan upah yang tinggi atas “kejahatan” yang dilakukannya. radio-radio kampus liberal yang belakangan mereka itu disebut sebagai kekuatan civil society. dengan mengerahkan kekuatan massa. Delegitimasi Terhadap Komisi Yudisial (Kreasi . FIS UNHAS Periode 2003-2004. Ketua Kajian strategis Komunitas Intelektual Muda Muslim FIS UNHAS 2003-2004. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia. Koordinator bidang Provokasi Publik Lembaga Peduli Pembangunan Bangsa (LP2B)-Makassar. disana bersemayam kemerdekaan. doctor-doktor liberal. Menghancurkan seluruh agen komprador. Mereka adalah dosen-dosen liberal. Sekretaris DPD IMM Sul-Sel periode 2005-2007.dipertimbangkan oleh Yudhoyono karena keterperosokan Indonesia dalam krisis ekonomi sebelumnya (2005: xxx). Karena itu. Wakil Ketua Majelis Tinggi Mahasiswa (MTM) Fakultas Hukum Unhas 2004-2005. Adakah civil society yang menjadi budak liberalisasi pasar. mendesak demokrasi agar segera di tegakkan. Popular Education and Empowerment–Indonesia. hamba kapitalisme dan dan melakukan pengingkaran atas demokratiasi?. dan melakukan tipuan-tipuan massal atas kebenaran-kebenaran yang otoritatif. Ketua Badan Kehormatan Mahasiswa (BKM) Fakultas Hukum Unhas periode 2006-2007. Sebab itu. dan sekarang menjabat Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. Project Officer pada Prophetic Institute. Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan. anggota Lembaga Pers DPD IMM Sul-Sel Periode 20032005.

Pembersihan MPR. Apalagi dengan membandingkannya dengan beberapa factor yang sangat bertolak belakang. tentunya sangat menarik kita bahas dalam gagasan penyelenggaraan system pemerintahan di Indonesia. Inilah awal kengerian system pemerintahan yang kekuasaan mulai saat itu dipegang oleh Presiden Soeharto. Predator-Predator Politik. Apalagi militer yang bekerjasama dengan intelektual sipil meletakkan pembangunan ekonomi sebagai substansi dari pembangunan Orde Baru. Membongkar Sindikat kekuasaan (Naskah Siap Terbit). Meski pada tahun 1971 diadakan pemilu. Surat perintah tersebut disalah artikan Soeharto untuk mengambil legitimasi dari Soekarno untuk akhirnya mendepak SOekarno dari singasana kepresidenan. Orde baru lahir dengan pusat kekuasaan di tangan Soeharto sebagai pemegang kekuasaan “tertinggi” di Indonesia. Yogyakarta). Karena keduanya mempunyai kepentingan yang sama yaitu tidak suka parpol. MPRS melantik Soeharto menjadi Presiden RI. Juga karena saat itu MPRS yang dipegang oleh Nasution. Feminisme Profetik (editor) (Kreasi Wacana: 2007): Oposisi Lintas Kelas Mengukuhkan Demokrasi (Naskah Di Juxtapose. dan bisa dikatakan pada tahun 1969 Indonesia berada dalam genggaman Soeharto.2007). membenci . Setelah menerima SUPERSEMAR. Kita flashback sebentar pada masa Orde Baru. sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Tentunya prose itu sangat rumit dan tidak beraturan. Sebuah Pengkhianatan Intelektual (Naskah di Kreasi Wacana. Sporadisme Oposisi. tetapi pemilu tersebut sangat jauh dari demokrasi karena penataan struktur politik saat itu telah direkayasa dan hanya menguntungkan partai beringinkuning saja. Mengambil tema dispersion of power pada masa Orde Baru versus Reformasi.08 0 komentar ALDINO W PUTRA 08/267761/SP/23058 TUGAS MID-TERM EXAM SIPI ORDE BARU VS REFORMASI Dispersion of power berarti pembagian kekuasaan agar terjadi saling check and balance antar lembaga. Juga peralihan yang significant dari status Indonesia yang Government menjadi Gorvernance. juga mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia-kembali masuk PBB-juga bekerjasama dengan IMF. HP: 085299262424 Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 08. Maret 1968. meratifikasi SUPERSEMAR dan semakin memojokkan Soekarno dari jabatan Presiden seumur hidupnya.Wacana. Soeharto mengambil langkah-langkah antarlain: Membubarkan PKI. tentara dan parpol dari unsur komunis dan Soekarnois. awal kekuasaan Soeharto sebagai pemimpin terlama di Indonesia diawali oleh diterimanya SUPERSEMAR oleh Soeharto yang diangkat sebagai pemimpin tertinggi di AD. Yogyakarta).

Jawanisasi. sementara aktor di luarnya. Dari penjelasan diatas dapat saya simpulkan Karakter Orba saat itu adalah: Kekuasaan Negara/Pemerintah yang sangat dominan. Pergeseran ini bisa disebut juga perubahan dari goverment menjadi governance. Gus Dur sempat membuat heboh dengan ide pencabutan UU tentang PKI. dan Presiden. mengakibatkan tergerogotinya sendi-sendi pemerintahan yang berujung gagalnya pembangunan ekonomi Indonesia. Nepotisme). hanya dapat diserta sejauh negara mengijinkannya. karena partai-partai kecil kala itu berkoalisi dan memutuskan Gus Dur sebagai presiden RI dan Mega sebagai wakilnya (1999-2001). seharusnya proses tersebut juga melibatkan aktor nonnegara misal LSM terkait. Inilah yang membedakan dengan aturan sebelum amandemen UUD 1945. Proses kebijakan public didominasi sepenuhnya oleh pemerintah. Lalu pada pemilu 2004 memutuskan bahwa pasangan SBY-JK terpilih sebagai presiden dan capres pilihan rakyat langsung. Tampilan negara sebagai rule and regulation juga negara yang terlalu dominan dan kuat mengakibatkan rakyat yang seharusnya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi menjadi seperti terbelenggu aspirasinya. Perjalan reformasi terjadi dari tahun 1998 yang kala itu pada akhir 1997 krisis moneter menerpa Indonesia. Yang terdiri dari beberapa event penting seperti pecahnya elit-elit politik karena desakan dari demo mahasiswa yang mengakibatkan mundurnya penguasa 32 tahun Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia. Proses pembentukan bangsa melalui top down. Juga memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik. Lalu juga tidak adanya check and balance yang menjadi ciri dari pemerintahan yang baik. dan ideologi komunis diakui. Kembali ke pambahasan dalam membandingkan dispersion of power masa Orba tentunya sangat jauh dari kata demokrasi. Dispersion of power saat itu lebih mengarah pada Internal lembaga-lembaga pemerintahan. Rakyat langsung memilih secara langsung anggotan DPD. Sehingga meskipun pembangunan disentralkan pada perekonomian. Proses pembentukan negara orde baru melalui instrumen kekerasan. tanpa dialog. DPR. Peregeseran makna dispersion of power dari orde baru ke reformasi menjadi sangat significant karena apa yang dijalankan pada masa orde baru sangat bertolak belakang dari pengertian dispersion of power yang sebenarnya. Selain perubahan system pemilu. government . Masyarakat yang sangat termarginal.kaum komunis dan sangat mendambakan pembangunan ekonomi. Kenapa langsung? Karena pada pemilu 2004 diperkenalkan system baru dalam pemilu.J Habibie (1998-1999) yang mengakibatkan Indonesia kehilangan Timor-timor karena referendum dari Presiden Habibie kala itu memutuskan bahwa rakyat Tim-tim lebih suka pecah dari NKRI. menjadikan pada masa Orde Baru banyak sekali timbulnya KKN (Korupsi. hukuman. Pada masa reformasi ini. dll. Pada masa kepemimpinannya. Keadaan ini juga semakin diperkuat dengan dukungan teoritik yang saat itu sedang populer yaitu Seymor Martin Lipset (pembangunan demokrasi harus didahului dengan pembangunan ekonomi). uniformalitas. Karena kasus itulah Gus Dur di berhentikan dan di ganti oleh pasangan MegaHamzah. Kolusi. Kemudian pemerintahan diserahkan kepada wakilnya B. Konsep government sangat mengakar kuat saat itu. Akan tetapi presiden RI bukan dari wakil PDI-P. dll. Lalu pemilu 1999 (pemilu terdemokratis sejak pemilu tahun 1971) memenangkan suara PDI-P sebagai pemenang pemilu. juga adanya dispersion of power yang melibatkan tidak hanya 3 ranah trias politica saja. yang berarti PKI boleh berdiri lagi sebagai salah satu parpol. tetapi karena maraknya KKN di setiap badan pemerintahan.

pelaku bisnis (privatisasi). 17 April 2009 GOLPUT. DPT DAN MALAPETAKA DEMOKRASI Oleh Fajlurrahman Jurdi Direktur EKsekutif Pusat Kajian Politik. namun juga memilih kontestan. Membangun Konsensus. Negara tetap pemain kunci dlm Mekanisme Formal Governance yaitu penjamin kesetaraan (levelisasi kompetisi) dan penjamin ketaatan. Tetapi negara juga memfasilitasi mekanisme informalantara lain rujukan nilai dan negosiasi. tapi sebagai kemampuan fasilitasi. Transparansi. dan Visi Strategis. Responsif/cepat tanggap. masyarakat local (desentralisasi). SUARA BATAL. koordinasi dan control. Dispersion of power juga merupakan komponen yang musti diperhatikan untuk menuju pemerintahan yang baik. 07 April 2009 Persoalan substansial dari demokrasi kita adalah pendidikan politik dan kemauan untuk meng-enganged diri dalam arena publik. Pemilu tampaknya menyisakan berjuta harapan bagi konstruksi demokrasi di masa yang akan datang. Negara harus berbagi kekuasaan dan peran pada tiga level: “keatas” pada organisasi transnasional. Efektifitas dan Efisiensi. Negara bukan lagi sebagai penguasaan politik. Proses ini melibatkan struktur formal (negara) dan struktur non formal (masyarakat). Kegiatan lembaga negara dapat dikontrol oleh actor non-negara. Otomatis kapasitas negara otomatis memudar. dan actor multi-nasional (globalisasi). Negara bukan lagi sentrum “kekuasaan formal” tetapi sebagai sentrum kapasitas politik. Baik sebagai peserta aktif maupun pasif. tidak harus menjadi kontestan. Supremasi Hukum. Kekuasaan negara harus ditransformasikan dari “kekuasaan atas” (power over) menuju “kekuasaan untuk” (power to). Governance menuntut negara berbagi kekuasaan dengan civil society (demokrasi). Governance juga terkait dengan proses pembuatan kebijakan yang melibatkan unsur non-negara secara lebih luas. Pemerintah hanya menjadi salah satu aktor saja dalam proses governance. Pemilu 2009 ini bagi sebagian besar pengamat menganggap . tetapi negara adalah aktor setara (primus inter pares) yang mempunyai kapasitas untuk memobilisasi aktor-aktor masyarakat dan pasar untuk mencapai tujuan besar. Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Harian Fajar.digantikan oleh governance yang mementingkan actor non negara dalam proses politik dan pemerintahan. dalam arti keterlibatan itu. Adapun beberapa prinsip dasar good governance adalah Partisipasi. Kesetaraan. Sehingga negara akan bisa menjalankan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN. Posted by dinotheevil@yahoo. Juga negara tetap menjadi pemain kunci bukan dalam pengertian dominasi dan hegemoni. Pembagian kekuasaan yang tidak hanya di satu ranah saja memang didesain untuk menjaga lembaga satu dengan lainnya agar tidak saling over lap. serta proses formal dan non formal. “kesamping” pada NGO dan swasta’ serta “kebawah” pada daerah dan masyarakat lokal.com at 22:21 0 comments Jumat. Akuntabilitas.

atau malah kita akan menghentikan proses transisi ini sebagai titik episetrum untuk kembali melakukan rekonsolidasi ke kutub otoritarianisme. juga seolah-olah semuanya tak ada masalah. 50 persen + 1 adalah cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan problem kebangsaan itu. maka kita akan menghentikan persoalan substansial dari demokrasi kita. Sebelumnya Robert Dahl mengingatkan. sehingga tidak ada satupun partai di Indonesia yang bisa disebut sebagai partai ideologis. Komisi ini belakangan bekerja amburadul dibanding pada tahun 2004. Demokrasi kita terlalu materialistis. sekalipun memang tidak akan mendelegitimasi mereka secara hukum. Akan tetapi kalau kita berhenti pada hitungan-hitungan kuantitatif. Persoalan substansial seperti kemiskinan dan keterbelakangan. sebagai limit agar menegaskan posisi kita untuk melakukan perubahan. seolah-olah dalam ceramah tak ada masalah. Sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa haram Golput. ada beberapa persoalan teknis yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh negara/kekuasaan dalam upaya untuk menciptakan demokrasi. Itulah lembaga Pemilihan Umum kita yang bernama KPU. tidak bisa diselesaikan lewat hitungan 50 persen + 1. Yang bertebaran dalam arena demokrasi kita adalah partai massa. Batasan-batasan kuantitatif memang perlu untuk menegaskan diri sebagai bangsa yang teratur. . Dalam kaitannya dengan pemilu dan harapan yang terlalu besar akan demokrasi. Atau kita mengikuti siklus Polybios. keterbelakangan. Ada beberapa masalah yang akan segera muncul dan akan menjadi ancaman serius bagi proses transisi demokrasi kita. kebodohan dan kepandiran kita sebagai bangsa bisa diselesaikan dengan angka-angka. Golput telah menjadi hantu yang amat menakutkan bagi partai politik dan para caleg. Golput. sama menakutkannya negara Orde Baru bagi civil Society di masa Soeharto berkuasa. Juga menjadi alasan. tinggal menunggu detik-detik suksesi itu dimulai. Tampaknya pertanyaan apapun di masa kini. karenanya. hanya akan bisa dijawab setelah Pemilu 9 April mendatang. Dengan harapan dan dada membusung mengaku telah bekerja keras demi suksesnya ritual suksesi politik dan hajatan demokrasi. maka akan menjadi alasan bagi kelompok oposisi untuk mengatakan bahwa kinerja partai politik untuk meyakinkan rakyat telah gagal. Kita menganggap persoalan kebangsaan. Pertama. Partai tidak berpikir untuk bekerja untuk membangun kaderdisasi dan pendidikan politik. Semua perangkat telah disiapkan dan prasyarat hajatan demokrasi telah ada. yakni oligarki. Demokrasi kuantitatif memang tidak sepenuhnya salah. seperti kemiskinan. bahwa demokrasi kita. Seolah-olah dalam pidato telah bekerja maksimal. atau Dahl mengatakan demokrasi prosedural (procedural democracy). Golput atau golongan putih ini akan menjadi momok bagi eksistensi mereka. kemelaratan. problem epistemik kita sebagai bangsa amat berbahaya apabila itu yang kita jadikan ukuran untuk melakukan proses pembangunan. karenanya amat mahal. Apakah kita akan mengikuti "bisikan" demokrasi di masa mendatang. namun apabila jumlah pemilih tidak mencapai 50 persen.sebagai puncak terakhir untuk menguji "kelayakan" proses transisi demokrasi untuk dievaluasi secara menyeluruh. bahwa demokrasi kita saat ini amat sangat kuantitatif. sebagai tahap ujian untuk menentukkan sikap dalam intaian ancaman. pada angka-angka seperti 50 persen 1. yaitu partai yang seluruhnya bekerja membangun kekuatan untuk merebut kekuasaan. bahwa kita akan segera secara perlahan-lahan menuju fase lanjutan siklus.

Apalagi hitungan kuantitatif tidak mencapai limit yang tercantum dalam prosedur demokrasi. apabila keadaan politik hanya untuk upper class. selain kertas suara banyak.33 persen. Wajo 32 persen. Karenanya. sedangkan angka golput tertinggi tercatat di Pilwalkot Pontianak yang mencapai 61 persen.05 persen. maka problem demokrasi kita akan tambah rumit. Bandung 30. sampai Pilgub: . Kita lihat angka Golput di beberapa Pilkada. Letak dasar persoalannya bukan pada surat suara.69 persen. yakni (1) Jumlah partai yang banyak dengan warna partai yang sama untuk beberapa gambar. sungguh ngeri bagi kualitas demokrasi. Bagi masyarakat awam. Kepri 46 persen. Ada dua problem besar bagi masyarakat yang tidak berpendidikan apabila melihat surat suara. Pilbup Cirebon 38. Lalu.088 DPT bermasalah. juga sekaligus betapa demokrasi kita di ambang petaka. juga sekaligus tidak adanya taktik untuk memberi ruang bagi yang tidak terdaftar sebagai pemilih untuk memilih pada tanggal 9 April. Pilwalkot. Sumbar 37 persen.2 persen.07 persen. (3) Metode Contreng. Di Jatim ada sekitar 43. maka Golput akan mencapai angka dramatis.67 persen.639 nama. Jatim 39. menemukan kesulitan pemilih memilih partai.sekalipun itu Fatwa yang agak "menyebalkan" dan bukan fatwa teologis. Jambi 34 persen. Suara Batal. di mana hitungan kuantitatif itu bisa dilakukan. Jika pemilu tahun 2004 pemilih hanya memilih partai. menegosiasikan masa depan demokrasi pasca Pemilu 2009.28 persen. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan suara terbanyak. 22 persen. Dari beberapa hasil Pilkada berikut data Golput di masing-masing Pilkada. Jawa Barat 34. . Ketiga. tangan mereka gemetar ketika memegang pulpen. memilih caleg dan cara mencontreng. Begitu juga mungkin di tempat-tempat lain. Jika kita melihat ukuran kertas suara yang akan dicoblos di bilik suara pada tanggal 9 April nanti.19 persen. dan yang sangat menyulitkan nanti adalah mencari nama para caleg yang akan dipilih. Di Sulsel saja jumlah DPT bermasalah berjumlah 67. ketika masuk bilik. Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menjadi wacana hangat belakangan ini. maka Pemilu 2009. Kalsel 40 persen. Sebuah angka yang amat menakutkan bagi proses konsolidasi demokrasi. baik Pilbup. Pilbup Pati 50 persen. Pengalaman beberapa fungsionaris PuKAP-Indonesia yang terlibat dalam proses pendidikan politik arus bawah di beberapa daerah di Sulsel.3 persen. Ini akan berpengaruh secara psikologis ketika mencoblos. Karena itu. DKI Jakarta 36. di Pekalongan dan Solo masing-masing 50 persen. Kalbar 37. telah menyimpan sejumlah persoalan bagi demokrasi kita. sehingga agak mudah bagi mereka untuk membedakan. Ukuran kertas yang selebar 84 x 63 sentimeter. Jika demikian. namun lebih pada fatwa politik. suara batal dalam Pemilu 2009 ini akan mencapai angka 2025 persen. Kaltim 42. ada urutan nama caleg. jumlah partai juga banyak.2 persen. Pilgub Sulsel 33 persen. Wonogiri 39. tidak bisa dilanjutkan dengan menempatkan rakyat sebagai yang berdaulat. akan berkisar 35-45 persen. akan sangat banyak yang tidak bisa terlibat dalam pemilu. Sukoharjo 42. Kedua. tetapi kesiapan voters (pemilih) untuk melakukan pencontrengan. Banten 39.Golput di Pilgub Jateng 45. Diperkirakan mereka yang tidak bisa memilih pada pemilu ini akibat birokrasi negara yang bernama UU Pemilu. Bogor 45 persen. dan jumlah partai yang banyak akan menyulitkan bagi pemilih. Sumatera Utara 41 persen. Tampaknya angka ini adalah merupakan angka yang luar biasa. dan (2) Di dalam kotak partai itu. jika engangement masyarakat beserta tetek bengek yang lain bisa mencapai angka di atas 50 persen? Ini impossible untuk melanjutkan agenda transisi demokrasi dengan mengabaikan hak-hak rakyat yang paling asasi.

asumsi ini perlu dibuktikan lewat historiografi yang ada selama ini sehingga mempunyai dasar kuat adanya korelasi yang kuat pula bahwa hubungan sipil-militer itu . Demokrasi dan Perubahan Sosial (PuKAP)Indonesia Tindak Kekerasan Dalam Hubungan Sipil Militer HUBUNGAN SIPIL-MILITER: TINJAUAN HISTORIOGRAFIS 1945-1998 POLA. Tentu tema ini mempunyai daya tarik tersendiri. karena apabila dikalikan tidak sampai limitasi demokrasi. Sehingga kita tidak mengalami kemunduran yang mengerikan di atas bertabuh harapan akan kemajuan demokrasi kita. Jadi. 38+23+9=70 persen. Karena itu. Katakanlah Golput 38 persen Suara batal 27 persen dan yang tidak bisa memilih 13 persen. Mungkin saatnya memang mereka harus dihukum.52 0 komentar Selasa. meramalkan demokrasi sebagai suatu harapan di masa yang akan datang adalah tidak masuk akal dengan melihat infrastruktur politik seperti ini. Selain historiografi formal yang merupakan karya para elite birokrat. Sungguh ini akan menjadi malapetaka bagi demokrasi. lebih-lebih pada masa pemerintahan sampai dengan jatuhnya Presiden Soeharto yang merupakan representasi golongan militer. Jadi yang sah untuk merepresentasikan suara rakyat hanya 70 persen. Historiografi dengan tema itu dapat dikatakan banyak sekali karena tema ini cukup menarik di panggung Sejarah Indonesia. Namun.Hitungan 50 persen + 1 tidak mencapai ambang batas. Kita berharap ada perubahan mendadak dalam hitungan empat hari ke depan. agar segera menyadari kesalahannya. 24 Maret 2009 PARTAI POLITIK PREDATOR MENUJU PEMILU 2009 Oleh: Fajlurrahman Jurdi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik. DAN PERSPEKTIF Oleh: Suhartono PENGANTAR Mempelajari historiografi Hubungan Sipil-Militer di Indonesia dalam kurun waktu 1945-1998 berarti melakukan stock opname tentang karya-karya sejarah militer umumnya dan sejarah hubungan sipil-militer khususnya. tema ini banyak ditulis oleh para pakar dalam maupun luar negeri. serta diminati oleh para pemerhati masalah militer. Diperkirakan bahwa kejatuhannya ada kaitannya dengan ketidakserasian hubungan sipil-militer selama ini. ARAH. Kecuali partai bekerja dan memulai untuk selanjutnya menjalankan tugas-tugas wajibnya. Selama ini partai politik tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagaimana layaknya seorang muslim yang menjalankan kewajiban menjalankan salat lima waktu. Mereka telah berkhianat kepada rakyat dalam rantai sejarah yang amat panjang. Diposkan oleh Fajlurrahman Jurdi di 06.

ekonomi. Disharmonisasi hubungan terjadi dan berkembang karena keduanya menjaga jarak dengan memonopoli previlegenya. hubungan semacam ini dapat dikatakan tidak wajar dan tidak imbang sebagaimana akan tampak pada hubungan sipil-militer di Indonesia selama ini. sedangkan yang dihasilkan para birokrat sipil maupun militer akan menghasilkan historiografi yang memperkuat legitimasi penguasa. Jika dibandingkan sipil hanya mempunyai status tunggal sedangkan militer setidak-tidaknya mempunyai tiga status. Dengan demikian historiografi macam ini lebih bermakna daripada sekedar penulisan masa lampau yang hanya merupakan antikuariat. dan kekuatan. Yang menjadi subyek adalah sipil dan militer yang tidak dapat dipisah baik kedudukan dan perannya. Dalam hal ini dapat juga terjadi perubahan hubungan dari setingkat ke hirarkis yang mengakibatkan subordinasi dan bahkan tereksploitasi. Hubungan sipil-militer yang berlangsung dari dua belah pihak dapat terjadi karena hubungan setingkat atau hirarkis. Historiografi Indonesia umumnya dan historiografi militer khususnya mengalami perkembangan pesat setelah tahun 1960-an. Pada awal sejarahnya. Historiografi pada mulanya lebih merupakan ekspresi kultural. yang berusaha menangkap dan memahami histoire recit_. Setiap status dimainkan dalam peran ganda atau majemuk. Hasil pengerjaan sejarah akademik dan kritis ini berusaha mengungkap kebenaran historis dari setiap fakta. histoire recit_. tetapi kemudian berkembang makin kompleks ke disiplin sosial. Namun. meneguhkan dinasti dan mempertahankan dasar nilai yang menjadi sandaran ideologis dari kekuasaan. politik. Karena itu terjadi tradisi kesejarahan yang berbeda-beda dari kelompok kultural. sejarah sebagaimana yang terjadi. status dan peran keduanya tidak terpisah. Merekalah yang nantinya akan menghasilkan historiografi yang bervariasi dengan sudut pandang yang bervariasi pula. dll. Dan menampakkan hasilnya. lembaga. terbentuk secara organis dan alamiah sehingga sebenarnya sulit dipisahkan. Dalam perjalanan yang sangat panjang setelah proklamasi kemerdekaan sampai sekarang mengalami pergeseran dan perubahan .signifikan sekali dalam menentukan arah dan perkembangan sosio-politik Indonesia. Historiografi yang dihasilkan para pakar akan cenderung pada objektifitas. Historiografi atau historical writing adalah puncak segalanya. Monopoli ini hanya dinikmati golongan superordinasi. Historiografi adalah pantulan keprihatinan sosio-kultural masyarakat yang pencipta historiografi. Dengan datangnya para pakar hasil pembelajaran negeri orang maka mereka mulai menapak ke arah historiografi Indonesia. yaitu status sebagai kelompok. Sebelumnya historiografi Indonesia baru ada pada taraf yang setingkat dengan negara-negara lain yang belum berkembang karena historiografi moderen yang kritis masih dalam taraf pertumbuhan. Bukan hanya yang mengajar di perguruan tinggi tetapi juga di lembaga kesejarahan pemerintah dan swasta adalah pencipta historiografi. yaitu sejarah yang dikisahkan. karena yang ditulis itu adalah sejarah.

Pada waktu Pendudukan Militer Jepang. Kedua golongan besar sipil dan militer ini saling berkompetisi. Di sini sebenarnya ada keseimbangan antara badan perjuangan dengan BKR atau TKR. Setelah proklamasi. Jadi. Mereka akhirnya membentuk golongan militer di satu pihak dan kelompok partai politik di pihak lain. Pemuda dan pemudi direkrut dalam seinendan. termasuk Peta dan heiho. Di dalam masyarakat kerajaan pada tingkat awal prajurit adalah rakyat atau masyarakat sipil yang bersenjata. Perlu dikemukakan terminologi masing-masing pihak serta dalam hubungan mana keduanya terjalin sehingga dapat diketahui fluktuasi hubungan keduanya. Pergeseran dan perubahan itu terjadi secara historis dengan interes masing-masing yang belum dapat dipertemukan. yaitu Koninklijk Nederlandsch-Indicsh Leger (KNIL). fujinkai. Rekrutmennya berasal dari rakyat atau sipil. keibodan. lebih-lebih nanti secara bersamaan lahir badan atau laskar perjuangan. Selama tiga bulan pertama setelah proklamasi hubungan mereka ekual dan harmonis tetapi setelah itu terjadi kompetisi. Akan tetapi setelah pemerintah mengembangkan profesionalisme maka dilakukan reorganisasi yang mengarah pada militer profesional. preparasi ke arah physical training makin intensif sebagai side effect dari keterlibatan penduduk Indonesia dalam Perang Pasifik. sedangkan yang terseleksi harus mundur menjadi sipil. Mereka sama-sama berkewajiban menjaga lestarinya negara RI. Namun dalam hubungan kenegaraan keduanya seharusnya seimbang tetapi dalam kenyataannya hubungan ini makin renggang dan bahkan vis-_-vis. Kelompok politik yang direpresentasikan dalam partai politik adalah manifestasi masyarakat sipil. kerajaan-kerajaan itu membentuk pasukan profesional yang direkrut dari beberapa etnik. barisan pelopor.hubungan karena faktor internal maupun eksternal. Kedudukan para mercenaries ditingkatkan menjadi pasukan organis pemerintah. Tentu saja kemenangan dipegang oleh militer karena ia . dll. sebagai kekuatan pembela tanah air waktu itu. Sejak berdirinya partai-partai politik beberapa bulan setelah proklamasi lahir juga organisasi massa sebagai onderbouwnya partai politik berupa badan perjuangan yang berafiliasi pada organisasi induk masing-masing. Jelas kiranya bahwa mereka adalah rakyat atau warga sipil yang tentunya memiliki full consciousness pula sebagai warga negara untuk mempertahankan eksistensi RI dari rongrongan musuh. Latihan militer dilakukan untuk membentuk kelompok militer dan semi militer. RI sebagai negara perlu menjaga keamanan yang kemudian dibentuk BKR. Dalam setiap ekspedisi mercenarieslah yang diadu dengan sesama pasukan pribumi dari kerajaan lain. Sejak itu sebenarnya militer mulai mengembangkan jati diri sebagai military group yang terpisah dengan societal group. Bela "negara" merupakan tanggung jawab keduanya. Akan tetapi setelah mendapat pengaruh kolonial. ada kesamaan tanggung jawab baik untuk masyarakat biasa maupun yang sudah dilatih sebagai militer. Bahkan pemerintah Belanda pun memanfaatkan model ini yang digunakan sebagai mercenaries atau pembantu prajurit pribumi.

Perangkat lunak dari birokrasi sampai perangkat keras.H. Dari awal perlu dikorek karya A. Tentara Nasional Indonesia. Bandung Angkasa. heiho sangat akrab dengan penduduk sipil. Benar-benar militer berasal dari rakyat (Sihombing. Pembagian periode lebih cocok mengikuti pergantian sistem pemerintahan yang berlaku di republik ini. 1982-1989). Sekitar Perang Kemerdekaan. Anderson. Indonesian Islam under the Japanese Occupation. PERKEMBANGAN. Melihat perkembangan hubungan sipil-militer sampai kini perlu difahami historiografi dengan pola. 1958). The Pemuda Revolution: Indonesian Politics. The Hague: van Hoeve. Nasution. Ia . dan perspektifnya sehingga ditemukan ciri-ciri khas setiap periode. arah.R. Jakarta: Haji Masagung. Jakarta: Sinar Jaya. "Bapak Sejarah Militer" Indonesia yang menghasilkan banyak historiografi yang berjilid-jilid. yang juga tidak jauh berbeda dengan karya-militernya (Nugroho Notosusanto. B.dilengkapi berbagai perangkat untuk menaklukkan musuh. 1945-1949 Periode ini merupakan awal hubungan sipil-militer setelah proklamasi. Nasution. Jakarta: Pembimbing. Ini dilakukan berdasarkan historiografi yang ada sampai kini dengan pola-pola kuat setiap periode. anggota masyarakat umumnya. 1942-1945. 1962. Memenuhi Panggilan Tugas. Mereka direkrut dari pemuda dan dilatih serta kembali ke daerah asal masing-masing dan membaur dengan sesama rakyat pada zaman Pendudukan Militer Jepang. Embrio hubungan sipil-militer digambarkan oleh Sihombing. 1955.H. yaitu senjata dan amunisi jelas dengan mudah menguasai sipil yang bukan tandingannya dan lagi tak bersenjata. Ia menjelaskan bahwa rekrutmen militer dan semi militer diambil dari para pemuda. Disertasi. POLA. Demikian pula arah dan gejalanya juga akan tampak dalam setiap historiografi itu. Ego-sentrismenya memang tinggi dengan pusat perhatian pada peran kelompok militer saja sebagaimana terlihat dalam karya besarnya (A. 1978) yang juga diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Pemuda Indonesia menantang Fasisme Jepang. H. meski di sela-sela atau dalam masa pemerintahan itu terdapat interupsi-interupsi sistem pemerintahan. Jejak Nasution diikuti oleh Nugroho Notosusanto. Hubungan mereka masih sangat murni meski untuk kepentingan penguasa Jepang. 1967. Sebenarnya hubungannya sudah berlaku sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda dan zaman Pendudukan Militer Jepang. Meski demikian banyak karyanya tetapi pertautan dengan sipil toh juga tidak pernah dibahas secara memadai. Anggota peta. 1945-1946. Seorang militer-intelektual yang belum tampak penggantinya banyak mengemukakan peran militer di panggung Sejarah Indonesia sejak awal proklamasi sampai Orba.O'G. Untuk dapat melihat hubungan sipil-militer harus dilakukan seperti mengail ikan. DAN KECENDERUNGAN PERIODE AKSI. Benda The Crescent and the Rising Sun. Pemberontakan Peta di Blitar. Kepala Pusat Sejarah ABRI. sebab kedudukan sipil sering dilupakan dan tidak diperhitungkan meski kedudukannya sebagai penyangga militer. 1977-1979.J. Jakarta: Gramedia.

Kalau dari sini dijadikan starting pointnya maka sudah sewajarnya jika militer ada di jajaran paling depan dalam menghadapi semua rongrongan. Belanda dalam Perang Kemerdekaan I dan II. Namun. pada akhir periode ini militer mulai menempatkan diri pada posisi berkompetisi dengan sipil yang diwakili partai-partai politik. 1970). Jakarta: Sinar Harapan. Ia juga membahas secara konsepsional Dwifungsi ABRI sebagai wacana legitimasi fungsi rangkap ABRI (Nugroho Notosusanto. Sebenarnya ia adalah seorang sastrawan yang dengan bahasa yang cair menceritakan perjuangannya dan perjuangan militer umumnya. Hubungan sipil-militer makin renggang sebab militer menuju jati dirinya sendiri.sebenarnya berdiri pada dua kaki karena ia juga seorang dosen Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. "Civil-Military Relation in the Third World: Introductory Taxonomy" Prisma. karena medan joang ada di tengah masyarakat. ia menulis tentang Pemberontakan G 30 S PKI (Nugroho Notosusanto. 1991). Hubungan Sipil-Militer. March 1981). Hal ini juga disebabkan oleh Kabinet Syahrir yang tidak percaya pada . Tidak diragukan lagi bahwa TNI memang berprestasi besar dalam mempertahankan RI dari intervensi asing maupun infiltrasi domestik. meski kemudian akan menjauh dari kandungan rakyat sipil. Jakarta: Leknas. tetap si "anak kembar" ini mulai memisahkan diri pada masa kedewasaannya. Namun waktu itu masyarakat dengan jelas memback up militer. 20. Defence and Security. Untuk itu di masa kemudian fungsi rangkap dalam masyarakat dan pertahanan ini harus diformulasikan. The Coup Attemp of the September ini Indonesia. dan juga perannya dalam menumpas Pemberontakan PKI/Madiun (1948). Dalam periode 1945-1949 historiografi sipil-militer lebih banyak ditandai oleh Ekafungsi yang taat azas untuk berjuang bersama sipil-militer. Si anak rakyat ini sudah mulai dewasa tetapi malahan makin menjauh dari ibu kandungnya. Hubungan Sipil-Militer dan Dwifungsi ABRI. Pejuang dan Prajurit: Konsepsi dan Implementasi Dwifungsi ABRI. Konfidensi kelompok atau golongan makin membesar seperti yang dilukiskan Alfian (Alfian. meski juga tidak salah karena fenomena sejarah memang membenarkan. Dari judulnya dapat diketahui bahwa pejuang dan prajurit berasal dari "satu bumi". Jakarta: Dephankam Pusjarah ABRI. Jakarta: Dept. Karir militernya makin menonjol semasa revolusi Fisik yang menghadapi Sekutu. Militer masa ini masih mengakui sebagai anak rakyat dan sehubungan prestasinya itu ia mulai menapak dan mengokohkan statusnya sebagai pembela negara dan pengawal keamanan. Meski benar apa yang dilakukan militer tetapi tidak tepat karena sipil mulai ditinggalkan dan bahkan tidak dipercaya. Konsekuensi sebagai pejuang-militer dituangkan dan pelestarian Dwifungsi ABRI (Nugroho Notosusanto. 1978) dan Taufik Abdullah (Taufik Abdullah. Ia tidak dapat mengingkari dirinya karena ia juga anak rakyat. Kiranya sulit militer berjuang sendirian. Sebagai penanggung jawab dan sebagai Kepala Pusat Sejarah ABRI. Dari sini militer mulai menuntut jasa dan mulai menapak bagaimana kedudukan yang proporsional menurut kamus militer. 1974).

J. "The Political Role of the Army" dalam Wilson C. KSAD Jenderal Nasution mengusulkan untuk kembali ke UUD 1945 dan diterima oleh Presiden Sukarno dengan memberlakukan Demokrasi Terpimpin. memberi keyakinan pada militer bahwa mereka telah memenangkan "revolusi" atau "pemegang saham revolusi". Mengenai hal ini Pauker menyoroti meningkatnya peran militer (Guy Pauker. 1967). Garrison and Governments: Politics and the Military in the New States. Road to Power: Indonesian Military Politics. 1945-1967. Inilah benih awal saling ketidakpercayaan antara elit sipil dan militer. Rupanya pemerintah tidak tanggap terhadap keinginan militer yang ditandai keengganan parlemen untuk tidak dapat menerima standar profesional militer maka muncullah Peristiwa 17 Oktober 1952 sebagai tanda kekesalan militer. Karya Nasution di atas masih relevan untuk memperkuat posisi TNI sebagai pengawal keamanan. McWilliams (ed. Johnson (ed. bahkan reputasinya dapat dibanggakan dalam menumpas PRRI/PERMESTA (1957/1958). Ithaca: Cornell University Press. dengan aksi gerilya militer setelah serangan ke ibukota Yogyakarta (19 Desember 1948). Sebagaimana kelaziman di negara yang sedang berkembang militer mulai memposisikan dirinya dalam pemerintahan. Kedudukan militer di negara baru yang beranjak makin mencari pijakan yang lebih kuat menjadi perhatian Lev (D."perwira bayaran" dan "perwira fasis".).Lev. 1966).). 1962). San Fransisco: Chandler. "The Role of the Military in Indonesia" dalam J. sedang militer sebenarnya mendukung upaya pembangunan demokrasi parlementer yang pada waktu yang bersamaan akan terbentuk profesionalisme militer yang otomatis terpisah dari aktifitas politik kepartaian. Akhirnya. 1957-1958. Lewat TNI gerakan-gerakan itu dipadamkan. PERIODE AKOMODASI. The Role of the Military in Underdeveloped Countries. The Transition to Guided Democracy: Indonesian Politics. Ini menjadi bukti bahwa militer sebagai penyelamat negara. Di satu pihak sipil membuat divisi-divisi dalam militer dan menentang usaha-usaha militer membentuk standar profesional. N. selain berhasil menyelesaikan problem . Kedudukan militer dikembalikan ke masa awal proklamasi dalam hubungan seimbang karena diberlakukannya UUDS 1950 yang menempatkan sipil di atas militer atau dengan kata lain militer ada di bawah sipil sebagai manifestasi demokrasi liberal Barat. 1949-1959 Periode ini RI diguncang oleh gangguan gerakan separatisme dan di sana-sini timbul gerakan lokal. Setelah penyerahan kedaulatan dari RIS ke Negara Kesatuan RI peran politik militer dibatasi. 1967). Selanjutnya Lev terus mengamati perubahan politik dari Demokrasi Liberal ke Terpimpin yang dalam banyak hal karena reposisi militer dalam menangkap masa depan (D. "Road to power" sebagaimana ditulis Sundhaussen mulai dilakukan (Ulf Sundhaussen. Kualalumpur: Oxford University Press. Lev. Hubungan sipil-militer makin renggang dan tidak stabil. Princeton University Press. Presiden Sukarno tidak berdaya menghadapi permainan parlemen dan Konstituante yang dibentuk (1955) dan gagal menyusun konstitusi baru serta menyelesaikan kemelut politik. Princeton. Sebaliknya.

Preparasi dilakukan untuk menyongsong demokrasi yang mereka dukung meski pelaksanaannya lain dan bahkan sebaliknya. Crouch (eds. "Bapak Militer Indonesia". 12 Desember 1981). Counteraction dari militer (AD) berlangsung cepat dan berhasil menyelamatkan negara dari ancaman komunisme. Namun. Dephankam mengeluarkan "surat perintah" Dwifungsi untuk jajaran militer yang juga harus dimengerti sipil (Dephankam. adalah apakah Dwifungsi akan dijadikan "harga mati" atau fleksibel terhadap perubahan Belveer Singh memberi jalan ke luar . Yang sangat menarik mengenai ketahanan Dwifungsi dalam era perubahan. Crouch. Prisma. Anjakan ke Demokrasi Terpimpin.regionalisme dan fundamentalisme. Selanjutnya Presiden Sukarno tidak merengkuh partai oposan (termasuk Masyumi dan PSI) malahan merangkul PKI sebagai pengimbang militer. Jakarta: Idayu. yang termasuk kelompok elite militer.B. Sajidiman Surjohadiprojo. Di sini pula militer mengatur pemantapan pelaksanaan dan mengatur siasat Dwifungsi dan ia dilegitimasikan baik konseptual maupun aplikasinya.Simatupang. "Dwifungsi ABRI". Singapore: Oxford University Press. Masa depan tetap merupakan conditio sine qua non bagi militer. Peranan ABRI dalam Politik. 1959-1965 Demokrasi terpimpin gagal menjalankan fungsinya karena lebih mengedepankan keterpimpinan daripada demokrasi yang lebih menunjukkan eksperimen sipil-otoritarian. 1981).Crouch. Laporan dari Banaran. Jakarta: Dephankam. aktor intelektualis mengingatkan bahwa peran mendatang ditentukan juga peran masa lalu (T. Nasution juga tak kalah terampilnya untuk memperkuat Dwifungsi ABRI yang selalu relevan dengan setiap situasi (A. Hubungan Sipil-Militer dan Dwifungsi ABRI: Suatu Pembahasan Konsepsionil. 1988). militer makin "melek politik" karena diperkirakan bahwa dalam masa mendatang untuk massa aman politik akan lebih dominan. 1974). Ithaca: Cornell University Press. Nugroho Notosusanto mengawali Dwifungsi dalam kaitannya dengan hubungan sipil-militer (Nugroho Notosusanto. seperti Hasnan Habibi. 1985). PERIODE DOMINASI. Prisma 20 Maret 1981). Jakarta: Dephankam.H. Runtuhnya ekonomi menjadi umpan makin besarnya pengaruh PKI sehingga terjadi Pemberontakan G 30 S/PKI. Dwifungsi ABRI: Peran ABRI sebagai Kekuatan Sosial Politik. Crouch menambahkan diperlukannya berbagai aspek yang mendukung hubungan sipil-militer (H. Djatikusumo. Subiyakto.). 1962. 1993). Dari kalangan militer sendiri muncul banyak tulisan sebagai penguatan Dwifungsi. Crouch mengamati ambisi militer di bidang politik makin tampak (H. dll. Military-Civilian Relations in Southeast-Asia. "Indonesia" dalam Ahmad Zakaria dan H. Subiyono. The Army and Politics in Indonesia. Nasution. Rusli Karim. sebab tanpa menelusuri politik masa depan eksistensi militer menjadi kurang dominan. juga "Reexamining the Role of the Idonesian Army: Historical Reflections and Future Perspectives". Simatupang. Demikian pula Rusli Karim menyatakan bahwa politiklah yang menjadi panglima untuk mendominasi pemerintahan (M.

Jakarta: Gramedia. 1966). Kepemimpinan ABRI dalam Sejarah dan Perjuangannya. Demikian pula Soebijono.1998 Krisis ekonomi yang diikuti krisis politik mempercepat pergantian kekuasaan dari Presiden Sukarno ke Suharto. Hal ini segera dapat ditunjukkan dengan banyaknya jabatan sipil yang diganti oleh militer secara top down. Dwifungsi ABRI. Lebih-lebih setelah TNI AD berhasil menumpas Pemberontakan G 30 S/ PKI. Vatikiotis menyoroti pemerintahan Suharto yang melakukan pembangunan di bawah tekanan (Michael R. A. Memang benar bahwa Dwifungsi bukan hanya faktor pertahanan dan keamanan saja yang diemban tetapi juga faktor sosial dan politik. Visi ABRI Menatap Masa Depan. ia makin ada di atas angin untuk merealisasikan Dwifungsi.S. Djoko Subroto menatap masas depan ABRI dengan optimis sambil berbenah diri dalam menghadapi perubahan situasi. Jakarta.J. Yogyakarta: LKIS. 1997). 1965 . Kepemimpinan ABRI tetap menjadi teladan generasi militer baru (Djoko Subroto. tetapi sekarang memberlakukan Dwifungsi yang berarti mengefektifkan militer sebagai alat pertahanan dan keamanan serta kekuatan sosial politik. Konsep "Jalan Tengah" (1958). 1996). Suharto and his . Vatikiotis. menyatakan bahwa AD menjalankannya tanpa mendominasi goplongan lain. dan Roekmini Koesoemo Astoeti menggarisbawahi Dwifungsi ABRI yang tetap memegang peran penting dalam kehidupan politik Indonesia (Soebijono. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Sampai sekarang militer tetap mendukung keberlanjutan kekuasaan pemerintahan Orde Baru. Selanjutnya perbaikan ekonomi menempati prioritas utama yang memerlukan waktu 25 tahun di atas persoalan politik. 1998). Di sini secara sistematis mengikat militer dalam posisi yang harus mendukung namun tanpa memberi input yang memadai dalam pengambilan keputusan. Indonesia Politics under Suharto. Hidayat Mukmin. et. 1998). 1994). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Najib Azca. Dwifungsi ABRI. London: Routledge. Hegemoni Tentara. Tambunan. Sajidiman Surjohadiprodjo menengarai kepemimpinan ABRI yang sangat lekat dengan perjuangannya (Sajidiman Suryohasdiprodjo. TNI makin percaya diri untuk mandiri dengan bukti empirik sebagai domain aktor.dengan alternatif meski akhirnya tetap berpendapat bahwa Dwifungsi akan tetap relevan serta fungsional untuk jangka waktu yang lama (Belveer Singh. Jalan menuju kekuasaan yang telah dirintis makin dimantapkan dengan keberhasilan militer yang merasa self stadig ada di luar pemerintahan seperti yang dibuktikan Jenderal Sudirman dalam bergerilya sampai di pelosok pedesaan Jawa Timur selama enam bulan. Dwifungsi makin memberi peluang militer untuk menjadi kekuatan dominan dalam masyarakat. dari presiden sampai petite bureaucrat di pedesaan.al. Jadi. Penuturan Jenkins membuktikan betapa kuatnya pemerintahan militer Suharto yang dikelilingi para jenderalnya (David Jenkins. periode ini memiliki pola pemantapan dwinfungsi sebagai conditio sine qua non kehidupan ABRI di masa depan jika tidak ingin kena supremasi sipil. PERIODE HEGEMONI.S. Babak baru telah dilakukan oleh militer di panggung politik Indonesia yang diberi istilah oleh Najib Azca "dari dominasi ke hegemoni" (M.

Selanjutnya Mochtar Mas'oed menambahkan bahwa bukan hanya masalah politik. Militer dan Golkar. Hasnan Habib. sekjen. Dominasi militer ditunjukkan oleh banyaknya jabatan pemerintahan yang dipegang militer. dan krisis (John Bresnan. Disadari oleh Hasnan Habib bahwa pembangunan nasional adalah pembangunan manusia. "Konstruksi Relasi Sipil Militer dalam Sinema Indonesia. Ithaca: Cornell University. 1945 . "Janur Kuning". . Presiden. Indonesia: The Rise of Capital. Managing Indonesia. Orde Baru 1966 . dirjen. tetapi ekonomi Orde Baru memberi peluang besar pada monopoli dan kapitalisme pada kelompok militer. 1989). Format yang demikian jelas tidak demokratis dalam arti tidak memberi kesempatan bagi perkembangan posisi sipil dalam pemerintahan. Meski tujuan utamanya adalah sebagai hiburan masyarakat tetapi sebenarnya merupakan representasi hegemoni militer. yaitu rezim otoriter-birokratik (Mochtar Mas'oed. Robison. . New York: Columbia University Press.1983. yaitu nilai-nilai manusia dan kemanusiaan (A. Skripsi S1. Leo Suryadinata memperkuat asumsi kolusi militer dan Golkar (Leo Suryadinata. Hegemoni ABRI tampaknya sudah berlangsung lama dan melembaga yang oleh Budi Susanto dikatakan membudaya (Budi Susanto SJ dan A. Karena penetrasi militer dalam lembaga-lembaga sipil dapat dikatakan mirip created warlords yang mengisi hampir semua jabatan strategis dalam pemerintahan Orde Baru. 1987). Menurutnya. malapetaka. Jakarta: Sinar Harapan. menteri-menteri. ABRI: Siasat Kebudayaan. 1996). dan "Serangan Fajar". 1995). Kajian Simiotik tentang Representasi Relasi Sipil-Militer dalam Film "Enam Jam di Yogya". Jakarta: LP3ES.1995. Made Tony Supriatma. dan Alwi Dahlan (eds). "Pengembangan Kepemimpinan Masa Depan" dalam Sofian Effendi. camat. Jakarta: Sinar Harapan. UGM. Akumulasi kapital ada pada kelompok bisnis militer (R. Jadi. gubernur. 1993). dan "Serangan Fajar". tiga buah film itu merupakan historiografi Orba yang melegitimasikan patriotisme kelompok militer.1971. North Sydney: Allen & Unwin. 1993). bupati. 1984: Harold Crouch. 1995). mengulas supremasi militer atas masyarakat sipil sebagaimana terdapat dalam Fil "Enam Jam di Yogya". tetapi sebagaimana dalam aplikasi Dwifungsi ABRI maka kolusi dengan Golkar untuk memenangkan dalam kompetisi dengan sipil harus didukung sepenuhnya. Sjafri Sairin. Budi Irawanto. Karya Sarjana S1 Universitas Gadjah Mada. Bresnan menangkap bahwa pembangunan ekonomi Indonesia ternyata juga tidak luput dari insiden. Yogyakarta: Kanisius. Ekonomi dan Struktur Politik. "Janur Kuning". Militer dan Politik di Indonesia. Karena itu terdapat hubungan asimitris dan determinatif sebagai corak pretorianisme. watak otoritarian dan totalitarian dari rezim Orde Baru bakal menghadapi tantangan yang tidak sederhana dalam waktu tiga tahun setelah skripsi ini diujikan (Budi Irwantono. Meski dominasi militer sendiri sudah kuat. Keunggulan militer terhadap sipil direproduksi sebagai upaya pembenaran sejarah di satu pihak dan peminggiran sipil di pihak lain.Generals: Indonesian Military Politics 1975 .

1995). CATATAN KESIMPULAN . 6. Dominasi militer di wilayah sipil yang ditunjukkan dalam tindakan koersif bertentangan dengan pemulihan hak asasi dan proses demokratisasi. 1999).). ABRI seharusnya mengarah pada proses demokrasi dan bersikap transparan sebagaimana harapan rakyat (Rudini. antara lain Rudini. tidak akan langgeng (AS Hikam. "Tantangan Dwifungsi ABRI". Jakarta: Gramedia. Dari para elite militer sebagian berpendapat bahwa mereduksi peran ABRI yang berarti meningkatkan peran sipil di atasnya adalah anutan di negara liberal Barat. lingkungan dan sejenisnya. Periode 1965 . Akses Rakyat". Hikam menguatkan bahwa rakyat mempunyai akses. pemerintahan otoriter. St. Sistem politik yang ditekankan dari atas (imposed form above) dan cenderung mengasingkan (alenating) rakyat.Membangun Martabat Manusia. kekerasan. 1990). Gelombang pasang dari masyarakat sipil makin keras sejalan dengan tuntutan demokrasi maka di masyarakat timbul resistensi terhadap pemerintah yang otoriter. 1998). A Nation in Waiting. Bandung: Mizan. Monash Papers on Southeast Asia. Sumartana. bukan hanya ABRI. ABRI dan Kekerasan. 1997). Menuju Masyarakat Mada. namun antara lain Rudini. 1993). Yogyakarta: P3PK. Ini semua sudah semestinya dipakai sebagai bekal oleh Orde Reformasi agar pengalaman pahit yang menyebabkan hubungan sipil-militer yang tidak harmonis tidak terulang lagi. 1992. ABRI dan Demokratisasi. Masyarakat sipil menanti lahirnya demokrasi baru Indonesia. dalam Selamat Ginting. di Yogyakarta yang menghasilkan buku yang telah disunting oleh Loekman (Loekman Soetrisno et al. Soerjanto Poespowardojo. Jakarta. demokrasi. Selanjutnya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.). Masyarakat yang cenderung ekstrim menuntut bahwa ABRI harus back to barracks. dan militeristis yang mengakibatkan pelanggaran hak sipil. Menelaah Kembali Format Orde Baru. Sumartana (Th. masyarakat madani yang menjadi tujuan masyarakat sipil didiskusikan. 1990). State and Civil Society in Indonesia. Strategi dan Agenda Reformasi. Strategi Kebudayaan. Ada yang menuntut bahwa sudah saatnya ABRI secara bertahap menarik personilnya dari jabatan sipil dan DPR dan ada yang masih mempertahankan status quo. Itulah sebabnya Syamsuddin Haris dan Riza Sihbudi menegaskan bahwa diperlukan telaah terhadap penyimpangan Orde Baru (Syamsuddin Harris dan Riza Sihbudi (eds. No. yang rasional dan tanggap terhadap perkembangan zaman. Prisma.1998 berfokus pada aplikasi Dwifungsi yang melebihi porsi sehingga terjadi sentralisasi kekuasaan. Leonards: Allen & Unwin. 1994). (eds). Hal ini menjadi bahan diskusi yang dibukukan oleh Th. Sejalan dengan arus reformasi masyarakat sipil menggugat kekerasan yang dilakukan ABRI. 22. Mereduksi implementasi Dwifungsi ABRI di satu pihak berarti menciptakan masyarakat madan (civil society) yang aman tanpa tekanan (Arief Budiman (ed. et al (eds). Melihat keadaan akhir-akhir ini Adam Schwarz menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia melaksanakan proses demokratisasi dan sipilisasi (Adam Schwarz. et al. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

3. dan sejahtera. yaitu secara gradual dan melihat situasi dan kondisi yang kondusif terhadap perubahan yang diinginkan bersama agar tercipta masyarakat madani.1998 akhirnya dapat ditarik beberapa kesimpulan. aman. Reformasi terus bergulir untuk menghapus faktor dominan ABRI agar memulihkan hak sipil dan ABRI kembali pada posisi pertahanan dan keamanan minus sosial politik. Universitas Indonesia. 1949 . Kompetisi sipil dan militer mulai tampak dalam panggung politik Indonesia. Kecenderungan historiografi dapat dilihat dari hubungan sipil-militer yang mula-mula seimbang tetapi dalam perjalanan sejarahnya menjadi berat sebelah pada posisi militer yang dominan. timbul resistensi yang diperkuat dengan keberhasilan gerakan reformasi menjatuhkan Orde Baru pemerintahan Presiden Suharto pada tanggal 21 Mei 1998. 1. TNI mulai mencari jalan untuk melegitimasi prestasi di bidang pertahanan dan keamanan. Pada periode berikutnya. Periode 1965 .1959. Hubungan sipil-militer perlu difahami bersama dan saling mengerti posisi masing-masing merupakan prasyarat utama terciptanya negara demokratis. ----. Fenomena historis menguatkan posisi TNI untuk mendominasi sipil.Menelusuri hubungan sipil-militer selama kurun waktu 1945 . Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik. Realisasinya sedang ditunggu oleh masyarakat. Dalam periode 1945 1949 berlangsung hubungan ekual dan beranjak berubah.End of forwarded message from John A MacDougall ----- . tanggal 24-25 Mei 1999. Periode 1959 . Tentunya pelaksanaan sangat fleksibel. Dengan berbagai argumentasi ABRI membenarkan Dwifungsi beserta implikasinya yang mengakibatkan pelanggaran hak sipil. * Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional "Mencari Format Baru Hubungan Sipil-Militer di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Politik. Masyarakat sipil perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna menyongsong masyarakat demokratis. Oleh karena itu. adil.1998 merupakan periode militer-otoritarian yang menciptakan warldordism guna melakukan total control terhadap sipil meski akhirnya membawa lengsernya pemerintahan Suharto.1965 TNI mengkongkretkan legitimasi Dwifungsi. Pola historiografi sipil-militer memiliki fokus sesuai dengan tekanan dan jiwa zaman yang berlaku waktu itu. 2. ABRI sudah semestinya tanggap terhadap perubahan ke arah masyarakat madani yang sesuai dengan jiwa zaman yang dengan sendirinya mengurangi campur tangannya secara gradual terhadap hak-hak sipil. Dengan kata lain proses demokratisasi untuk menciptakan masyarakat madani terhalang.

8. Upaya reshuffle kabinet Dwikora pada 21 Februari 1966 dan Pembentukan Kabinet Seratus Menteri tidak juga memuaskan rakyat sebab rakyat menganggap di kabinet tersebut duduk tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.KASI. 6. Rakyat melakukan demonstrasi menuntut agar PKI berserta Organisasi Masanya dibubarkan serta tokoh-tokohnya diadili. . Upaya menuju pemerintahan Orde Baru : .KAPI. Maka Presiden mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (SUPERSEMAR) yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi keadaan negara yang semakin kacau dan sulit dikendalikan. 4. Kesatuan Aksi “Front Pancasila” pada 10 Januari 1966 di depan gedung DPR-GR mengajukan tuntutan”TRITURA”(Tri Tuntutan Rakyat) yang berisi : 1) Pembubaran PKI berserta Organisasi Massanya 2) Pembersihan Kabinet Dwikora 3) Penurunan Harga-harga barang.Mengoreksi total penyimpangan yang dilakukan pada masa Orde Lama. Reaksi keras dan meluas dari masyarakat yang mengutuk peristiwa pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh PKI.KAPPI. Wibawa dan kekuasaan presiden Sukarno semakin menurun setelah upaya untuk mengadili tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak berhasil dilakukan meskipun telah dibentuk Mahkamah Militer Luar Biasa(Mahmilub).dsb) yang ada di masyarakat bergabung membentuk Kesatuan Aksi berupa “Front Pancasila” yang selanjutnya lebih dikenal dengan “Angkatan 66” untuk menghacurkan tokoh yang terlibat dalam Gerakan 30 September 1965. 3. Orde baru lahir sebagai upaya untuk : . dan negara Indonesia.Menyusun kembali kekuatan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa. . Sidang Paripurna kabinet dalam rangka mencari solusi dari masalah yang sedang bergejolak tak juga berhasil. Terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965. 5. . 9. LATAR BELAKANG LAHIRNYA ORDE BARU Orde baru merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk memisahkan antara kekuasaan masa Sukarno(Orde Lama) dengan masa Suharto. Sebagai masa yang menandai sebuah masa baru setelah pemberontakan PKI tahun 1965. Latar belakang lahirnya Orde Baru : 1.Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau karena peristiwa Gerakan 30 September 1965 ditambah adanya konflik di angkatan darat yang sudah berlangsung lama. Keadaan perekonomian semakin memburuk dimana inflasi mencapai 600% sedangkan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dan kenaikan harga bahan bakar menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat. Kesatuan aksi (KAMI. 2. 7. bangsa.Penataan kembali seluruh aspek kehidupan rakyat.I.

*Konflik Dualisme inilah yang membawa Suharto mencapai puncak kekuasaannya karena akhirnya Sukarno mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Suharto. *Pada Sidang Umum bulan Maret 1968 MPRS mengangkat Jendral Suharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Menyusun kembali kekuatan bangsa menuju stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan menuju masyarakat adil dan makmur. Langkah yang diambil pemerintah untuk penataan kehidupan Politik : A. *12 Maret 1967 Jendral Suharto dilantik sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia. KEHIDUPAN POLITIK MASA ORDE BARU Upaya untuk melaksanakan Orde Baru : Melakukan pembaharuan menuju perubahan seluruh tatanan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Melaksanakan Pemilu secara teratur serta penataan pada lembaga-lembaga negara. ---Perkembangannya. Penataan dilakukan di dalam lingkungan lembaga tertinggi negara dan pemerintahan. MPRS menyelenggarakan sidang istimewa untuk mengukuhkan pengunduran diri Presiden Sukarno dan mengangkat Suharto sebagai pejabat Presiden RI. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan dimulainya kekuasaan Orde Baru. II. *Dikeluarkannya Supersemar berdampak semakin besarnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah karena Suharto berhasil memulihkan keamanan dan membubarkan PKI.Yudikatif.*Setelah dikelurkan Supersemar maka mulailah dilakukan penataan pada kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Menetapkan Demokrasi Pancasila guna melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. *Munculnya konflik dualisme kepemimpinan nasional di Indonesia. Pelaksanaan Orde Baru : ---Awalnya kehidupan demokrasi di Indonesia menunjukkan kemajuan. *Pada tanggal 23 Februari 1967. PENATAAN POLITIK DALAM NEGERI . Dengan Tap MPRS No. XXXIII/1967 MPRS mencabut kekuasaan pemerintahan negara dan menarik kembali mandat MPRS dari Presiden Sukarno . Hal ini disebabkan karena saat itu Soekarno masih berkuasa sebagai presiden sementara Soeharto menjadi pelaksana pemerintahan. kehidupan demokrasi di Indonesia tidak berbeda dengan masa Demokrasi Terpimpin. Legislatif) tetapi itupun tidak diperhatikan/diabaikan. ---Untuk menjalankan Demokrasi Pancasila maka Indonesia memutuskan untuk menganut sistem pemerintahan berdasarkan Trias Politika(dimana terdapat tiga pemisahan kekuasaan di pemerintahan yaitu Eksekutif.

+ Pada tanggal 8 Maret 1966 dilakukan pengamanan 15 orang menteri yang dianggap terlibat Gerakan 30 September 1965. merupakan fusi dari PNI.Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Hal ini disebabkan muncul keraguan bahwa mereka tidak hendak membantu presiden untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. yaitu : . Penggabungan tersebut menghasilkan tiga kekuatan sosial-politik. dan Partai Islam Perti yang dilakukan pada tanggal 5 Januari 1973 (kelompok partai politik Islam) . + Dikeluarkan pula keputusan yang menyatakan bahwa PKI sebagai organisasi terlarang di Indonesia. yang meliputi : _-_Penciptaan stabilitas politik dan ekonomi _-_Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun Tahap pertama _-_Pelaksanaan Pemilihan Umum _-_Pengikisan habis sisa-sisa Gerakan 3o September _-_Pembersihan aparatur negara di pusat pemerintahan dan daerah dari pengaruh PKI. Selanjutnya setelah sidang MPRS tahun 1968 menetapkan Suharto sebagai presiden untuk masa jabatan 5 tahun maka dibentuklah kabinet yang baru dengan nama Kabinet Pembangunan dengan tugasnya yang disebut dengan Pancakrida. ketenangan. 3. 1. Memperbaiki kehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan. Pembentukan Kabinet Pembangunan Kabinet awal pada masa peralihan kekuasaan (28 Juli 1966) adalah Kabinet AMPERA dengan tugas yang dikenal dengan nama Dwi Darma Kabinet Ampera yaitu untuk menciptakan stabilitas politik dan ekonomi sebagai persyaratan untuk melaksanakan pembangunan nasional. Sehingga pelaksanaannya kepartaian tidak lagi didasarkan pada ideologi tetapi atas persamaan program. Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. PSII. Parmusi. Program Kabinet AMPERA yang disebut Catur Karya Kabinet AMPERA adalah sebagai berikut. Pembubaran PKI dan Organisasi masanya Suharto sebagai pengemban Supersemar guna menjamin keamanan. 3. 2. Partai . Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif untuk kepentingan nasional.. Penyederhanaan dan Pengelompokan Partai Politik Setelah pemilu 1971 maka dilakukan penyederhanakan jumlah partai tetapi bukan berarti menghapuskan partai tertentu sehingga dilakukan penggabungan (fusi) sejumlah partai. IX Tahun 1966. 2.1. Melaksanakan pemilihan Umum dalam batas waktu yakni 5 Juli 1968. Partai Katolik. 4.Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan fusi dari NU. serta kestabilan jalannya pemerintahan maka melakukan : + Pembubaran PKI pada tanggal 12 Maret 1966 yang diperkuat dengan dikukuhkannya Ketetapan MPRS No.

Partai Nahdlatul Ulama (58 kursi). Hasilnya perolehan suara Golkar secara nasional meningkat. Hasilnya perolehan Golkar menurun dari 299 kursi menjadi 282 kursi.Organisasai politik yang dapat ikut pemilu adalah parpol yang pada saat pemilu sudah ada dan diakui mempunyai wakil di DPR/DPRD. Hasil dari Pemilu 1977 yang diikuti oleh 3 kontestan menghasilkan 232 kursi untuk Golkar. Partai Kristen Indonesia (7 kursi). _ PDI memperoleh kenaikan 40 kursi karena PDI berhasil membentuk DPP PDI sebagai hasil kongres tahun 1986 oleh Menteri Dalam Negeri Soepardjo Rustam. Pemilihan Umum Selama masa Orde Baru telah berhasil melaksanakan pemilihan umum sebanyak enam kali yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. 1977. 5) Pemilu 1992 Pemilu tahun 1992 diselenggarakan pada tanggal 9 Juni 1992 menunjukkan perubahan yang cukup mengagetkan. sedangkan PPP memperoleh 62 kursi dan PDI meningkat menjadi 56 kursi. 99 kursi untuk PPP dan 29 kursi untuk PDI. Partai Murba dan Partai IPKI (tak satu kursipun). 4) Pemilu 1987 Pemilu tahun 1987 dilaksanakan pada tanggal 23 April 1987. 3) Pemilu 1982 Pelaksanaan Pemilu ketiga pada tanggal 4 Mei 1982.Diikuti oleh 10 organisasi peserta pemilu yaitu Partai Golongan Karya (236 kursi).776pemilih untuk memilih 460 orang anggota DPR dimana 360 orang anggota dipilih dan 100 orang diangkat. . _ Sementara Golkar memperoleh tambahan 53 kursi sehingga menjadi 299 kursi.Pejabat negara harus bersikap netral berbeda dengan pemilu 1955 dimana para pejabat negara termasuk perdana menteri yang berasal dari partai peserta pemilu dapat ikut menjadi calon partai secara formal. .3 tahun 1975 yang mengatur mengenai penyederhanaan jumlah partai sehingga ditetapkan bahwa terdapat 2 partai politik (PPP dan PDI) serta Golkar. 1992. Golkar gagal memperoleh kemenangan di Aceh tetapi di Jakarta dan Kalimantan Selatan Golkar berhasil merebut kemenangan dari PPP.Murba. . 1987. Partai Muslimin Indonesia (24 kusi). Partai Islam Perti (2 kursi). Hasil dari Pemilu 1987 adalah: _ PPP memperoleh 61 kursi mengalami pengurangan 33 kursi dibanding dengan pemilu 1982 hal ini dikarenakan adanya larangan penggunaan asas Islam (pemerintah mewajibkan hanya ada satu asas tunggal yaitu Pancasila) dan diubahnya lambang partai dari kabah menjadi bintang. yaitu: tahun 1971. Golkar berhasil memperoleh tambahan 10 kursi sementara PPP dan PDI kehilangan 5 kursi.Pemilu 1971 diikuti oleh 58. 1) Pemilu 1971 . dan 1997. 2) Pemilu 1977 Sebelum dilaksanakan Pemilu 1977 pemerintah bersama DPR mengeluarkan UU No. 1982. IPKI. Partai Nasional Indonesia (20 kursi). .Golongan Karya (Golkar) 4.558. Partai Katolik (3 kursi). dan Parkindo (kelompok partai politik yang bersifat nasionalis). .

dan Rahasia).51 % dengan perolehan kursi 325 kursi. Melalui penegasan tersebut maka opini rakyat akan mengarah pada dukungan yang kuat terhadap pemerintah Orde Baru. Peran ini dilandasi dengan adanya pemikiran bahwa TNI adalah tentara pejuang dan pejuang tentara. Perimbangan tersebut memungkinkan Suharto menjadi Presiden Republik Indonesia selama enam periode pemilihan. dan usulan lainnya dari pemerintah selalu mendapat persetujuan dari MPR dan DPR tanpa catatan. Pelaksanaan Penataran P4 tersebut menunjukkan bahwa Pancasila telah dimanfaatkan oleh pemerintahan Orde Baru. Umum. Penyelenggaraan Pemilu yang teratur selama Orde Baru menimbulkan kesan bahwa demokrasi di Indonesia sudah tercipta. Guna mendukung program Orde baru yaitu Pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen maka sejak tahun 1978 diselenggarakan penataran P4 secara menyeluruh pada semua lapisan masyarakat. Apalagi pemilu itu berlangsung secara tertib dan dijiwai oleh asas LUBER(Langsung. PPP mengalami peningkatan perolehan suara sebesar 5. Bebas. Pemasyarakatan P4 Pada tanggal 12 April 1976. Selain itu. Kemenangan Golkar yang selalu mendominasi tersebut sangat menguntungkan pemerintah dimana terjadi perimbangan suara di MPR dan DPR. Pertimbangan pengangkatannya didasarkan pada fungsi stabilisator dan dinamisator. sistem budaya.6) Pemilu 1997 Pemilu keenam dilaksanakan pada 29 Mei 1997. Peran Ganda ABRI Guna menciptakan stabilitas politik maka pemerintah menempatkan peran ganda bagi ABRI yaitu sebagai peran hankam dan sosial. Gagasan tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai Ketetapan MPR dalam sidang umum tahun 1978 mengenai “Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila” atau biasa dikenal sebagai P4. Sehingga peran ABRI dikenal dengan Dwifungsi ABRI. PDI mengalami kemerosotan perolehan suara karena hanya mendapat 11 kursi di DPR. Hal ini disebabkan karena adanya konflik internal dan terpecah antara PDI Soerjadi dan PDI Megawati Soekarno Putri. Rancangan Undang-undang. Presiden Suharto mengemukakan gagasan mengenai pedoman untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila yaitu gagasan Ekaprasetia Pancakarsa. Hasilnya: Golkar memperoleh suara mayoritas perolehan suara mencapai 74. Tujuan dari penataran P4 adalah membentuk pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila sehingga dengan pemahaman yang sama diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara. Penataran P4 merupakan suatu bentuk indoktrinasi ideologi sehingga Pancasila menjadi bagian dari sistem kepribadian. dan sistem sosial masyarakat Indonesia.43 % dengan perolehan kursi 27 kursi. Hal ini tampak dengan adanya himbauan pemerintah pada tahun 1985 kepada semua organisasi untuk menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal. . 6. Kenyataannya pemilu diarahkan pada kemenangan peserta tertentu yaitu Golongan Karya (Golkar) yang selalu mencolok sejak pemilu 1971-1997. 5. Kedudukan TNI dan Polri dalam pemerintahan adalah sama di lembaga MPR/DPR dan DPRD mereka mendapat jatah kursi dengan pengangkatan. setiap Pertangungjawaban.

B. Kembalinya Indonesia mendapat sambutan baik dari sejumlah negara Asia bahkan dari pihak PBB sendiri hal ini ditunjukkan dengan ditunjuknya Adam Malik sebagai Ketua Majelis Umum PBB untuk masa sidang tahun 1974. Untuk itu maka MPR mengeluarkan sejumlah ketetapan yang menjadi landasan politik luar negeri Indonesia. Akhirnya pemerintah Singapurapun menyampikan nota jawaban kesediaan untuk mengadakan hubungan diplomatik. Australia. dan sejumlah negara lainnya yang sempat remggang akibat politik konfrontasi Orde Lama. Kembalinya Indonesia menjadi anggota PBB dilanjutkan dengan tindakan pemulihan hubungan dengan sejumlah negara seperti India. kebenaran. Indonesia secara resmi akhirnya kembali menjadi anggota PBB sejak tanggal 28 Desember 1966. #Peresmian persetujuan pemulihan hubungan Indonesia-Malaysia oleh Adam Malik .7. seperti permbangunan nasional. serta keadilan. 1) Kembali menjadi anggota PBB Indonesia kembali menjadi anggota PBB dikarenakan adanya desakan dari komisi bidang pertahanan keamanan dan luar negeri DPR GR terhadap pemerintah Indonesia. Mengadakan Penentuan Pendapat Rakyat (Perpera) di Irian Barat dengan disaksikan oleh wakil PBB pada tanggal 2 Agustus 1969. Filipina. politik luar negeri Indonesia diupayakan kembali kepada jalurnya yaitu politik luar negeri yang bebas aktif. yang berisi: #Rakyat Sabah diberi kesempatan menegaskan kembali keputusan yang telah mereka ambil mengenai kedudukan mereka dalam Federasi Malaysia. (2) Pemulihan hubungan dengan Malaysia Normalisasi hubungan Indonesia dan Malaysia dimulai dengan diadakan perundingan di Bangkok pada 29 Mei-1 Juni 1966 yang menghasilkan perjanjian Bangkok. Pada tanggal 3 Juni 1966 akhirnya disepakati bahwa Indonesia harus kembali menjadi anggota PBB dan badan-badan internasional lainnya dalam rangka menjawab kepentingan nasional yang semakin mendesak. 2) Normalisasi hubungan dengan beberapa negara (1) Pemulihan hubungan dengan Singapura Sebelum pemulihan hubungan dengan Malaysia Indonesia telah memulihkan hubungan dengan Singapura dengan perantaraan Habibur Rachman (Dubes Pakistan untuk Myanmar). Thailand. Dimana politik luar negeri Indonesia harus berdasarkan kepentingan nasional. Pemerintah Indonesia menyampikan nota pengakuan terhadap Republik Singapura pada tanggal 2 Juni 1966 yang disampikan pada Perdana Menteri Lee Kuan Yew. #Pemerintah kedua belah pihak menyetujui pemulihan hubungan diplomatik. Keputusan untuk kembali ini dikarenakan Indonesia sadar bahwa ada banyak manfaat yang diperoleh Indonesia selama menjadi anggota PBB pada tahun 1950-1964. PENATAAN POLITIK LUAR NEGERI Pada masa Orde Baru. Tindakan permusuhan antara kedua belah pihak akan dihentikan. kemakmuran rakyat.

1) Jangka panjang mencakup periode 25 sampai 30 tahun 2) Jangka pendek mencakup periode 5 tahun (Pelita/Pembangunan Lima Tahun). merupakan jabaran lebih rinci dari pembangunan jangka panjang sehingga tiap pelita akan selalu saling berkaitan/berkesinambungan. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia. perumahan rakyat. Tindakan pemerintah ini dilakukan karena adanya kenaikan harga pada awal tahun 1966 yang menunjukkan tingkat inflasi kurang lebih 650 % setahun. Perbaikan prasarana. Hal ini dilanjutkan dengan penempatan perwakilan pemerintahan di masing-masing negara. pada permulaan Orde Baru program pemerintah berorientasi pada usaha penyelamatan ekonomi nasional terutama pada usaha mengendalikan tingkat inflasi. Sasaran Pelita I : Pangan. Pelita II Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1974 hingga 31 Maret 1979. Kerja Sama Luar Negeri 3. Sandang. Selama masa Orde Baru terdapat 6 Pelita. dan kesejahteraan rohani.. . sandang. 1. negara bersama aparat ekonominya mendominasi seluruh kegiatan ekonomi sehingga mematikan potensi dan kreasi unit-unit ekonomi swasta. Oleh karena itu pemerintah menempuh cara sebagai berikut. karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. Pelaksanaan Pelita II cukup berhasil pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 7% per tahun. sarana dan prasarana. Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi 2. Terjadilah pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang. mensejahterakan rakyat dan memperluas kesempatan kerja. penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. III. Titik Berat Pelita I : Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. Selanjutnya pada tahun keempat Pelita II. Sehingga. Hal itu menjadi penyebab kurang lancarnya program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah. Pada awal pemerintahan Orde Baru laju inflasi mencapai 60% dan pada akhir Pelita I laju inflasi turun menjadi 47%. Pembangunan Nasional Pelaksanaannya pembangunan nasional dilakukan secara bertahap yaitu. Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia. perluasan lapangan kerja. yaitu : 1.perumahan. 2.dan Tun Abdul Razak dilakukan di Jakarta tanggal 11 agustus 1966 dan ditandatangani persetujuan Jakarta (Jakarta Accord). Pelita I Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan Orde Baru. inflasi turun menjadi 9. KEHIDUPAN EKONOMI MASA ORDE BARU Pada masa Demokrasi Terpimpin.5%. Sasaran utamanya adalah tersedianya pangan. Tujuan Pelita I : Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya.

” kata Emil Salim. Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. 4. Indonesia memiki kondisi ekonomi yang cukup baik dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6.3. \Pemerataan pembagian pendapatan \Pemerataan kesempatan kerja \Pemerataan kesempatan berusaha \Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum perempuan \Pemerataan penyebaran pembagunan di seluruh wilayah tanah air \Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan. Suharto berusaha keras membenahi ekonomi Indonesia yang terpuruk. 5. KONDISI EKONOMI INDONESIA PADA AWAL MASA ORDE BARU Di awal Orde Baru. Kondisi ekonomi Indonesia ketika Pak Harto pertama memerintah adalah keadaan ekonomi dengan inflasi sangat tinggi. Pelita III pembangunan masih berdasarkan pada Trilogi Pembangunan dengan penekanan lebih menonjol pada segi pemerataan yang dikenal dengan Delapan Jalur Pemerataan. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh. Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan. Pelita V Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1989 hingga 31 Maret 1994. Pelita IV Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1984 hingga 31 Maret 1989. mantan menteri pada pemerintahan Suharto. Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. 6.8 % per tahun. yaitu: \Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat. Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal sehingga kelangsungan pembangunan ekonomi dapat dipertahankan. Terjadi resesi pada awal tahun 1980 yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. . dan berhasil untuk beberapa lama. Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya. 650% setahun. Titik beratnya pada sektor pertanian dan industri. Titik beratnya adalah sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. khususnya sandang. \Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan. Pelita VI Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1994 hingga 31 Maret 1999. Pelita III Dilaksanakan pada tanggal 1 April 1979 hingga 31 Maret 1984. pangan. dan perumahan.

Pemerintah lalu melakukan Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang (25-30 tahun) dilakukan secara periodik lima tahunan yang disebut Pelita(Pembangunan Lima Tahun) yang dengan melibatkan para teknokrat dari Universitas Indonesia. Inilah yang sejak awal dipertanyakan oleh Kwik Kian Gie. Menurut Emil Salim. dia berhasil memperoleh pinjaman dari negara-negara Barat dan lembaga keuangan seperti IMF dan Bank Dunia. Suharto membuat kebijakan yang berbeda jauh dengan kebijakan Sukarno. menertibkan sektor perbankan. seperti : a. 1. 1.XXIII/MPRS/1966 tentang Pembaruan Kebijakan ekonomi. pendahulunya. yang menilai kebijakan ekonomi Suharto membuat Indonesia terikat pada kekuatan modal asing. adalah mengendalikan inflasi dari 650% menjadi di bawah 15% dalam waktu hanya dua tahun. Mengadakan operasi pajak 2. mengembalikan ekonomi pasar. yang bisa dikatakan berhasil. Debirokratisasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Setelah itu di keluarkan ketetapan MPRS No. Berorientasi pada kepentingan produsen kecil. 1. Untuk melaksanakan langkah-langkah penyelamatan tersebut maka ditempuh cara: 1. 2. Terlalu banyak dan tidak produktifnya ekspansi kredit bank d. Terlalu banyak tunggakan hutang luar negeri penggunaan devisa bagi impor yang sering kurang berorientasi pada kebutuhan prasarana. Untuk menekan inflasi yang begitu tinggi. dan merangkul negara-negara barat untuk menarik modal. memperhatikan sektor ekonomi. Lalu Kabinet AMPERA membuat kebijakan mengacu pada Tap MPRS tersebut adalah sebagai berikut. keuangan dan pembangunan. Ini dia lakukan dengan menertibkan anggaran.Orang yang dulu dikenal sebagai salah seorang Emil Salim penasehat ekonomi presiden menambahkan langkah pertama yang diambil Suharto. Tinggi dan tidak efisiennya pengeluaran Negara c. Suharto menerapkan cara militer dalam menangani masalah ekonomi yang dihadapi Indonesia. yaitu dengan mencanangkan sasaran yang tegas. Rendahnya penerimaan Negara b. Mendobrak kemacetan ekonomi dan memperbaiki sektor-sektor yang menyebabkan kemacetan. Pelita berlangsung dari Pelita I-Pelita VI. 1. Pelita I (1 April 1969 – 31 Maret 1974) . Cara pemungutan pajak baru bagi pendapatan perorangan dan kekayaan dengan menghitung pajak sendiri dan menghitung pajak orang. Liberalisasi perdagangan dan investasi kemudian dibuka selebarnya.

Di bidang industri juga terjadi kenaikna produksi. • Tujuan Pelita I : Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. Peristiwa ini merupakan kelanjutan demonstrasi para mahasiswa yang menuntut Jepang agar tidak melakukan dominasi ekonomi di Indonesia sebab produk barang Jepang terlalu banyak beredar di Indonesia. Sandang. Pelita III (1 April 1979 – 31 Maret 1984) Pelita III lebih menekankan pada Trilogi Pembangunan yang bertujuan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pelita II (1 April 1974 – 31 Maret 1979) Sasaran yang hendak di capai pada masa ini adalah pangan.Dilaksanakan pada 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974 yang menjadi landasan awal pembangunan Orde Baru. Terjadilah pengrusakan dan pembakaran barang-barang buatan Jepang. dan kesejahteraan rohani. Inti dari kedua pedoman tersebut adalah kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat dalam suasana politik dan ekonomi yang stabil. 2. sarana dan prasarana. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Perbaikan prasarana. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Perbaikan dalam hal irigasi. mensejahterakan rakyat. sandang. Pelita II berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata penduduk 7% setahun. . • Sasaran Pelita I : Pangan. 3. 1. 1. 3. Lalu banyak jalan dan jembatan yang di rehabilitasi dan di bangun. Pedoman pembangunan nasionalnya adalah Trilogi Pembangunan dan Delapan Jalur Pemerataan. perluasan lapangan kerja. dan memperluas lapangan kerja . Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. perumahan. Isi Trilogi Pembagunan adalah sebagai berikut. 1. • Titik Berat Pelita I : Pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. perumahan rakyat. 2. Muncul peristiwa Marali (Malapetaka Limabelas Januari) terjadi pada tanggal 15-16 Januari 1947 bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka ke Indonesia. Arah dan kebijaksanaan ekonominya adalah pembangunan pada segala bidang.

6. Keberhasilan Pak Harto membenahi bidang ekonomi sehingga Indonesia mampu berswasembada pangan pada tahun 1980-an diawali dengan pembenahan di bidang politik. Pelita V adalah akhir dari pola pembangunan jangka panjang tahap pertama. pada Pelita IV juga dilakukan Program KB dan Rumah untuk keluarga.1. sehingga pemasukan negara dari migas meningkat dari $0.8 ton. Selain swasembada pangan. Kebijakan perampingan partai dan penerapan azas tunggal ditempuh pemerintah Orde Baru. bisa dihitung sebagai kasus sukses pembangunan ekonomi. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh. Pelita IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989) Pada Pelita IV lebih dititik beratkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan ondustri yang dapat menghasilkan mesin industri itu sendiri. Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negaranegara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan. 5. yaitu dengan mengadakan Pelita VI yang di harapkan akan mulai memasuki proses tinggal landas Indonesia untuk memacu pembangunan dengan kekuatan sendiri demi menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Gaya kepemimpinan tegas seperti yang dijalankan Suharto pada masa Orde Baru oleh Kwik Kian Gie diakui memang dibutuhkan untuk membenahi perekonomian Indonesia yang berantakan di akhir tahun 1960. Disamping itu Suharto sejak tahun 1970-an juga menggenjot penambangan minyak dan pertambangan. 4. Lalu dilanjutkan pembangunan jangka panjang ke dua. Hasil-nya Indonesia berhasil swasembada beras. hal ini merupakan prestasi besar bagi Indonesia. lebih menitik beratkan pada sektor pertanian dan industri untuk memantapakan swasembada pangan dan meningkatkan produksi pertanian lainnya serta menghasilkan barang ekspor. Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999) Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. kesuksesan ini mendapatkan penghargaan dari FAO(Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada tahun 1985. 1. Pelita V (1 April 1989 – 31 Maret 1994) Pada Pelita V ini. .6 miliar pada tahun 1980. Dengan kebijakan itu. Indonesia di bawah Orde Baru.6 miliar pada tahun 1973 menjadi $10. Hasil yang dicapai pada Pelita IV antara lain swasembada pangan. Pada tahun 1984 Indonesia berhasil memproduksi beras sebanyak 25. 1. dilatari pengalaman masa Orde Lama ketika politik multi partai menyebabkan energi terkuras untuk bertikai. Puncaknya adalah penghasilan dari migas yang memiliki nilai sama dengan 80% ekspor Indonesia.

hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat. yang sempat dapat dipertahankan antara 6%-7% per tahun. Faktor inilah yang selantunya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997. Penurunan angka kemiskinan yang diikuti dengan perbaikan kesejahteraan rakyat. 2. Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial). Penurunan angka kematian bayi dan angka partisipasi pendidikan dasar yang semakin meningkat. malah menjadi gagal landas dan kapal pun rusak. dan sosial yang demokratis dan berkeadilan. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik. Perbedaan ekonomi antar daerah.. semua kekuatan yang berseberangan dengan Orde Baru kemudian tidak diberi tempat. dengan menstabilkan politik demi pertumbuhan ekonomi. dan Irian. Namun Pelita VI yang diharapkan menjadi proses lepas landas Indonesia ke yang lebih baik lagi. Pelita VI pun kandas di tengah jalan. Kondisi ekonomi yang kian terpuruk ditambah dengan KKN yang merajalela.. Pembagunan yang dilakukan. Indonesia dilanda krisis ekonomi yang sulit di atasi pada akhir tahun 1997. Kondisi Ekonomi Indonesia Pada Akhir Masa Orde Baru Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999) Pada masa ini pemerintah lebih menitikberatkan pada sektor bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena setiap program pembangunan pemerintah terencana dengan baik dan hasilnyapun dapat terlihat secara konkrit. Kalimantan Timur. tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh. Namun pembangunan ekonomi pada masa Orde Baru merupakan pondasi bagi pembangunan ekonomi selanjutnya. Indonesia mengubah status dari negara pengimpor beras terbesar menjadi bangsa yang memenuhi kebutuhan beras sendiri (swasembada beras). Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau. Karena pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata.Namun. Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam. Meskipun perekonomian Indonesia meningkat. antar golongan pekerjaan. Semula berawal dari krisis moneter lalu berlanjut menjadi krisis ekonomi dan akhirnya menjadi krisis kepercayaan terhadap pemerintah. 4. Pembangunan ekonomi ini berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. antar kelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam. 3. . ekonomi.membuat perekonomian Indonesia gagal menunjukan taringnya. Dampak Positif Kebijakan ekonomi Orde Baru : 1.

antarkelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam.wikipedia. Kali ini. 7. Prof Ing BJ Habibie sebagai wakil presiden. Soeharto menyatakan bahwa reformasi akan dipersiapkan mulai tahun 2003. Presiden Soeharto menyatakan bersedia mundur kalau memang rakyat menghendaki dan tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan kekuatan senjata. Menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang erat dengan KKN (Korupsi. ia menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangannya sebagai presiden dan meminta kerelaan para pejabat tinggi lainnya untuk menyerahkan gaji pokoknya selama satu tahun dalam rangka krisis moneter. pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata. dan sosial yang demokratis dan berkeadilan.indonesiaindonesia. 8. Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial) 4. dan Irian. Presiden meminta bantuan IMF dan Bank Dunia untuk memperkuat sektor keuangan dan menyatakan badai pasti berlalu. MPR mengesahkan Soeharto sebagai presiden untuk ketujuh kalinya. Kolusi dan Nepotisme) 5. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik. Pada 8 Oktober 1997. Bahkan. Pada 17 Maret 1998. pada 1 Mei 1998. krisis itu menerjang juga sektor krisis ekonomi. 3. Krisis moneter dan ekonomi benar-benar . Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang justru menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau.friendster. Presiden minta seluruh rakyat tetap tabah dalam menghadapi gejolak krisis moneter (29 November 1997). Meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh. Menghadapi tuntutan untuk mundur.Dampak Negatif Kebijakan ekonomi Orde Baru : 1.blog. pada 10 Maret 1998. ekonomi. antargolongan pekerjaan.org/wiki/Soeharto http://www. Ketika di Mesir pada 13 Mei 1998.com/2008/11/indonesia-masa-orde-baru/ http://id. Pembagunan yang dilakukan hasilnya hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat. Faktor inilahh yang selantunya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997. Kalimantan Timur. 6. Di tengah krisis ekonomi yang parah dan adanya penolakan yang cukup tajam. Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam 2. Sebelas menteri bidang ekonomi dan industri (ekuin) Kabinet Pembangunan VII mengundurkan diri (20 Mei 1998). DAFTAR PUSTAKA • • • http://rinahistory. Perbedaan ekonomi antardaerah.com/f/2390-indonesia-era-orde-baru/ Upaya mengatasi krisis dan meredam oposisi Krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1997 menerpa juga ke Indonesia.

Tanggal 12-20 Mei 1998 menjadi periode yang teramat panjang. terdengar siaran berita meninggalnya empat mahasiswa Trisakti. ibukota negara (Jakarta) dilanda kerusuhan hebat. Mereka yang tewas adalah dua mahasiswa angkatan 1995 dan dua mahasiswa angkatan 1996. Menteri Pariwisata. Peserta aksi mulai keluar dari halaman kampus dan memasuki jalan artileri serta berniat datang ke Gedung MPR/DPR yang memang sangat stategis. Soeharto terpaksa mundur dari jabatannya sebagai presiden. Hanya berselang 70 hari setelah diangkat kembali menjadi presiden untuk periode yang ketujuh kalinya. dan surat kabar. Mahasiswa Trisaksi. televise. Presiden mengadakan serangkaian pertemuan termasuk berkonsultasi dengan unsure pimpinan DPR. Ribuan mahasiswa menggelar aksi keprihatinan di berbagai tempat. Dampaknya. Soeharto membangun dan memperluas konsep "Jalan Tengah"-nya Jenderal Nasution menjadi konsep dwifungsi untuk memperoleh dukungan basis teoritis bagi militer untuk memperluas pengaruhnya melalui pejabat-pejabat pemerintahan. Tepat pukul 09. Sehari kemudian.00 WIB pagi di pangkalan udara utama TNI AU Halim Perdanakusuma dari kunjungan ke Kairo. Layar kaca televisi saat itu menyiarkan secara langsung detik per detik proses pengunduran dirinya. Mahasiswa yang hadir menyanyikan lagu Gugur Bunga. pesawat yang membawa Presiden Soeharto dan rombongan mendarat menjelang pukul 05. Bagaimanapun. Aksi tersebut berakhir seiring dengan mundurnya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. Seni. Tanggal 12 Mei 1998 sore. 14 Mei 1998.menggerogoti sistem kepemimpinannya.10 WIB (Waktu Indonesia Barat). Soeharto tidak bisa bertahan di pucuk kepemimpinan negeri. termasuk cadangan alokasi kursi di parlemen dan pos-pos utama dalam birokrasi sipil. Tewasnya keempat mahasiswa seakan sebagai ledakan suatu peristiwa yang lebih besar. Sedang. masa-masa itu kekuasaannya semakin tergerus oleh berbagai aksi dan peristiwa. Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai presiden. Tewasnya para mahasiswa disiarkan secara luas melalui pemberitaan radio. mahasiswa yang tewas angkatan 1996 adalah Elang Mulia Lesmana (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur) dan Hendriawan Sie (Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen) . Angkatan 1995 terdiri dari Hery Hartanto (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin) dan Hafidhin Alifidin Royan (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin). Mesir untuk mengikuti Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 15 (Group 15/G15). Tanggal 17 Mei 1998. ribuan mahasiswa mendatangi Gedung MPR/DPR. Tanggal 18 Mei 1998. Peran dwifungsi ini adalah peran militer di bidang politik yang permanen. jenasah keempat mahasiswa yang tewas diberangkatkan ke kediaman masing-masing. tanggal 13 Mei 1998. Kamis. Aksi mahasiswa menyebar ke seantero negeri. Tanggal 16 Mei 1998. . Jakarta mengelar aksinya tidak jauh dari kampus mereka. dan Budaya Abdul Latief mengajukan surat pengunduran diri sebagai menteri. Presiden Soeharto lengser tepat 21 Mei 1998. Tanggal 15 Mei 1998.

Industri dan Keuangan Indonesia. khususnya dalam kasus Timor Timur pasca Insiden Dili. Dalam bidang ekonomi juga. Indonesia mendapat bantuan dari lembaga internasional lainnya yang berada dibawah PBB seperti UNICEF. yang tergabung dalam Petisi 50. Presiden Soeharto menetapkan pertumbuhan ekonomi sebagai pokok tugas dan tujuan pemerintah. Kemudian pada tahun 1979-1980 muncul sekelompok purnawirawan perwira tinggi angkatan bersenjata dan tokoh-tokoh sipil yang dikenal kritis. Peran IGGI ini digantikan oleh lembaga donor CGI yang disponsori Perancis. Sebagai balasannya. 12 tahun 1982. Dia mengangkat banyak teknokrat dan ahli ekonomi yang sebelumnya bertentangan dengan Presiden Soekarno yang cenderung bersifat sosialis. kegagalan manajemen ekonomi yang bertumpu dalam sistem trickle down effect (menetes ke bawah) yang mementingkan pertumbuhan dan pengelolaan ekonomi pada segelintir kalangan serta buruknya manajemen ekonomi perdagangan industri dan keuangan (EKUIN) pemerintah. UU ini mengisyaratkan adanya restriksi atau peringatan mengenai isi pemberitaan ataupun siaran. Selain itu. Mulut pers pun dibungkam dengan lahirnya UU Pokok Pers No. UNESCO dan WHO.Sepak terjang Ali Murtopo dengan badan inteligennya mulai mengancam Soeharto. Indonesia mendapatkan bantuan ekonomi dan keuangan dari negara-negara donor (negara-negara maju) yang tergabung dalan IGGI yang diseponsori oleh pemerintah Belanda. Namun Sumitro pun segera ditarik dari jabatannya dan kendali Kopkamtib dipegang langsung oleh Soeharto karena dianggap potensial mengancam. IGGI dihentikan oleh pemerintah Indonesia karena dianggap turut campur dalam urusan dalam negeri Indonesia. Kelompok ini pun gagal serta tak pernah mampu tampil lagi sebagai kelompok oposisi yang efektif terhadap pemerintahan Orde Baru. Namun prestasi itu . Hubungan kegiatan mahasiswa dengan pihak kampus hanyalah kepada mereka yang diperbolehkan pemerintah lewat mekanisme kontrol dekanat dan rektorat. Beberapa bulan setelah peristiwa Malari sebanyak 12 surat kabar ditutup dan ratusan rakyat Indonesia termasuk mahasiswa ditangkap dan dipenjarakan. Namun pada tahun 1992. tercatat Indonesia mengalami swasembada beras pada tahun 1984. pemerintah mencekal mereka. Persaingan antara Ali Moertopo dan Sumitro dipergunakan untuk menyingkirkan Ali. [sunting] Puncak Orde Baru Pada masa pemerintahannya. membuat Indonesia akhirnya bergantung pada donor Internasional terutama paska Krisis 1997. mengeluarkan serial selebaran yang mengeluhkan sikap politik pemerintah Orde Baru yang menjadikan Angkatan Darat sebagai pendukung kemenangan Golkar. Sehingga organisasi massa tak lebih dari wayang-wayang Orde Baru. Organisasi massa yang terbentuk harus memperoleh izin pemerintah dengan hanya satu organisasi profesi buatan pemerintah yang diperbolehkan berdiri. Pada masanya. Teknokrat-teknokrat yang umumnya berpendidikan barat dan liberal (Amerika Serikat) diangkat adalah lulusan Berkeley sehingga mereka lebih dikenal di dalam klik ekonomi sebagai Mafia Berkeley di kalangan Ekonomi. Pada 1978 untuk mengeliminir gerakan mahasiswa maka segera diberlakukannya NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan). serta menuntut adanya reformasi politik. Namun sayangnya. Kebijakan ini ditentang keras oleh banyak organisasi mahasiswa.

Walaupun begitu. namun dapat diredam oleh sistem pada masa itu. melarang penggunaan tulisan Tionghoa tertulis di berbagai material tertulis. [sunting] Beberapa catatan atas tindakan represif Orde Baru Presiden Soeharto dinilai memulai penekanan terhadap suku Tionghoa. sosial dan politik memunculkan kalangan yang tidak puas dan menuntut perbaikan. selain Singapura. Namun dalam perjalanannya.ternyata tidak dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. Pada 1970 Soeharto melarang protes pelajar setelah demonstrasi yang meluas melawan korupsi. Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dalam upayanya menyederhanakan kehidupan berpolitik di Indonesia sebagai akibat dari politik masa presiden Soekarno yang menggunakan sistem multipartai yang berakibat pada jatuh bangunnya kabinet dan dianggap penyebab mandeknya pembangunan. 1993. termasuk enam anaknya. Dia juga terus memainkan faksi berlainan di militer melawan satu sama lain. 1983. Kesenjangan ekonomi. Kemudian pada masa pemerintahannya. Filipina dan Thailand. Seiring dengan naiknya taraf pendidikan pada masa pemerintahannya karena pertumbuhan ekonomi. Di bidang politik. dan 1998. Kemudian dikeluarkannnya UU Politik dan Asas tunggal Pancasila yang mewarnai kehidupan politik saat itu. Sebuah komisi menemukan bahwa korupsi sangat umum. 1988. dan menutup organisasi Tionghoa karena tuduhan simpati mereka terhadap komunis. selain memang karena ketidakpuasan dari masyarakat. Dia memerintah melalui kontrol militer dan penyensoran media. . muncullah berbagai kritik dan ketidakpuasan atas ketimpangan ketimpangan dalam pembangunan. Soeharto menyetujui hanya dua kasus dan kemudian menutup komisi tersebut. Dia menguasai finansial dengan memberikan transaksi mudah dan monopoli kepada saudarasaudaranya. tercatat muncul peristiwa kekerasan di masyarakat yang umumnya sarat kepentingan politik. dimulai dengan mendukung kelompok nasionalis dan kemudian mendukung unsur Islam. Republik Cina. Soeharto terlibat persahabatan yang akrab dengan Lee Kuan Yew yang pernah manjadi Perdana Menteri Singapura yang beretnis Tionghoa. Kemudian kemajuan ekonomi Indonesia saat itu dianggap sangat signifikan sehingga Indonesia sempat dimasukkan dalam negara yang mendekati negara-negara Industri Baru bersama dengan Malaysia. terjadi ketimpangan dalam kehidupan politik di mana muncullah istilah "mayoritas tunggal" di mana GOLKAR dijadikan partai utama dan mengebirikan dua parpol lainnya dalam setiap penyelenggaraan PEMILU. Pada 1973 dia memenangkan jangka lima-tahun berikutnya melalui pemilihan "electoral college". Korupsi kemudian menjadi sebuah endemik. Berbagai ketidakpuasan muncul. dan Korea Selatan. Presiden Soeharto melakukan penyatuan partai-partai politik sehingga pada masa itu dikenal tiga partai politik yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP). dan juga terpilih kembali pada 1978.

Soeharto mengubah UU Pemilu dengan mengizinkan hanya tiga partai yang boleh mengikuti pemilihan, termasuk partainya sendiri, Golkar. Oleh karena itu semua partai Islam yang ada diharuskan bergabung menjadi Partai Persatuan Pembangunan, sementara partai-partai non-Islam (Katolik dan Protestan) serta partai-partai nasionalis digabungkan menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Pada 1975, dengan persetujuan bahkan permintaan Amerika Serikat dan Australia, ia memerintahkan pasukan Indonesia untuk memasuki bekas koloni Portugal Timor Timur setelah Portugal mundur dan gerakan Fretilin memegang kuasa yang menimbulkan kekacauan di masyarakat Timor Timur Sendiri, serta kekhawatiran Amerika Serikat atas tidakan Fretilin yang menurutnya mengundang campur tangan Uni Soviet. Kemudian pemerintahan pro integrasi dipasang oleh Indonesia meminta wilayah tersebut berintegrasi dengan Indonesia. Pada 15 Juli 1976 Timor Timur menjadi provinsi Timor Timur sampai wilayah tersebut dialihkan ke administrasi PBB pada 1999.

Soeharto dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat William Cohen pada tahun 1998. Korupsi menjadi beban berat pada 1980-an. Pada 5 Mei 1980 sebuah kelompok yang kemudian lebih dikenal dengan nama Petisi 50 menuntut kebebasan politik yang lebih besar. Kelompok ini terdiri dari anggota militer, politisi, akademik, dan mahasiswa. Media Indonesia menekan beritanya dan pemerintah mecekal penandatangannya. Setelah pada 1984 kelompok ini menuduh bahwa Soeharto menciptakan negara satu partai, beberapa pemimpinnya dipenjarakan. Catatan hak asasi manusia Soeharto juga semakin memburuk dari tahun ke tahun. Pada 1993 Komisi HAM PBB membuat resolusi yang mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia di Indonesia dan di Timor Timur. Presiden AS Bill Clinton mendukungnya. Pada 1996 Soeharto berusaha menyingkirkan Megawati Soekarnoputri dari kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), salah satu dari tiga partai resmi. Di bulan Juni, pendukung Megawati menduduki markas besar partai tersebut. Setelah pasukan keamanan menahan mereka, kerusuhan pecah di Jakarta pada tanggal 27 Juli 1996 (peristiwa Sabtu Kelabu) yang dikenal sebagai "Peristiwa Kudatuli" (Kerusuhan Dua Tujuh Juli).

[sunting] Pengunduran diri Presiden Soeharto

Pada 21 Mei 1998, setelah tekanan politik besar dan beberapa demonstrasi, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di televisi. Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden Republik Indonesia, 21 Mei 1998 Pada 1997, menurut Bank Dunia, 20 sampai 30% dari dana pengembangan Indonesia telah disalahgunakan selama bertahun-tahun. Krisis finansial Asia di tahun yang sama tidak membawa hal bagus bagi pemerintahan Presiden Soeharto ketika ia dipaksa untuk meminta pinjaman, yang juga berarti pemeriksaan menyeluruh dan mendetail dari IMF. Mekipun sempat menyatakan untuk tidak dicalonkan kembali sebagai Presiden pada periode 1998-2003, terutama pada acara Golongan Karya, Soeharto tetap memastikan ia terpilih kembali oleh parlemen untuk ketujuh kalinya di Maret 1998. Setelah beberapa demonstrasi, kerusuhan, tekanan politik dan militer, serta berpuncak pada pendudukan gedung DPR/MPR RI, Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 untuk menghindari perpecahan dan meletusnya ketidakstabilan di Indonesia. Pemerintahan dilanjutkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, B.J. Habibie. Dalam pemerintahannya yang berlangsung selama 32 tahun lamanya, telah terjadi penyalahgunaan kekuasaan termasuk korupsi dan pelanggaran HAM. Hal ini merupakan salah satu faktor berakhirnya era Soeharto. Di Credentials Room, Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Presiden Soeharto membacakan pidato yang terakhir kali, demikian: Sejak beberapa waktu terakhir, saya mengikuti dengan cermat perkembangan situasi nasional kita, terutama aspirasi rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Atas dasar pemahaman saya yang mendalam terhadap aspirasi tersebut dan terdorong oleh keyakinan bahwa reformasi perlu dilaksanakan secara tertib, damai, dan konstitusional. Demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa serta kelangsungan pembangunan nasional, saya telah menyatakan rencana pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII. Namun demikian, kenyataan hingga hari ini menunjukkan Komite Reformasi tersebut tidak dapat terwujud karena tidak adanya tanggapan yang memadai terhadap rencana pembentukan komite tersebut.

Dalam keinginan untuk melaksanakan reformasi dengan cara sebaik-baiknya tadi, saya menilai bahwa dengan tidak dapat diwujudkannya Komite Reformasi, maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII menjadi tidak diperlukan lagi. Dengan memperhatikan keadaan di atas, saya berpendapat sangat sulit bagi saya untuk dapat menjalankan tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik. Oleh karena itu, dengan memperhatikan Pasal 8 UUD 1945 dan secara sungguh-sungguh memperhatikan pandangan pimpinan DPR dan pimpinan fraksifraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari Kamis, 21 Mei 1998. Pernyataan saya berhenti dari jabatan sebagai Presiden RI saya sampaikan di hadapan saudara-saudara pimpinan DPR dan juga adalah pimpinan MPR pada kesempatan silaturahmi. Sesuai Pasal 8 UUD 1945, maka Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Ing. BJ Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan Presiden/Mandataris MPR 1998-2003. Atas bantuan dan dukungan rakyat selama saya memimpin negara dan bangsa Indonesia ini saya ucapkan terima kasih dan minta maaf bila ada kesalahan dan kekurangan-kekurangannya semoga bangsa Indonesia tetap jaya dengan Pancasila dan UUD 1945. Mulai hari ini pula Kabinet Pembangunan VI demisioner dan kepada para menteri saya ucapkan terima kasih. Oleh karena keadaan tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan pengucapan sumpah di hadapan DPR, maka untuk menghindari kekosongan pimpinan dalam menyelenggarakan pemerintahan negara, kiranya saudara wakil presiden sekarang juga akan melaksanakan sumpah jabatan presiden di hadapan Mahkamah Agung RI. Sesaat kemudian, Presiden Soeharto menyerahkan pucuk pimpinan negeri kepada Prof. Dr. Ing. BJ Habibie. Setelah melaksanakan sumpah jabatan, akhirnya BJ Habibie resmi memangku jabatan presiden ke-3 RI. Ucapan selamat datang mulai dari mantan Presiden Soeharto, pimpinan dan wakil-wakil pimpinan MPR/DPR, para menteri serta siapa saja yang turut dalam pengucapan sumpah jabatan presiden ketika itu. Tak berselang terlalu lama, Menteri Pertahanan Keamanan merangkap Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto membacakan pernyataan sikap, demikian: pertama, memahami situasi yang berkembang dan aspirasi masyarakat, ABRI mendukung dan menyambut baik permintaan berhenti Bapak Soeharto sebagai Presiden RI serta berdasarkan konstutusi mendukung Wakil Presiden Bapak BJ Habibie sebagai Presiden RI. Kedua, ABRI yang tetap kompak dan satu berharap dan mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menerima kehendak pribadi Presiden Soeharto tersebut yang telah sesuai dengan konstitusi, yakni Pasal 8 UUD 1945. Ketiga, dalam hal ini, ABRI akan tetap berperan aktif guna mencegah penyimpangan dan hal-hal lain yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Keempat, menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa, ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan Presiden/Mandataris MPR termasuk Bapak

Soeharto beserta keluarganya. Kelima, ABRI mengajak semua pihak agar bersikap tenang, mencegah terjadinya kerusuhan dan tindak kekerasan yang akhirnya akan merugikan masyarakat sendiri.

[sunting] Kasus dugaan korupsi
Artikel utama: Kasus dugaan korupsi Soeharto Setelah Soeharto resmi mundur dari jabatannya sebagai presiden, berbagai elemen masyarakat mulai menuntut agar digelar pengusutan dan pengadilan atas mantan presiden yang bekuasa paling lama di Indonesia itu. Pada 1 September 1998, tim Kejaksaan Agung mengumumkan adanya indikasi penggunaan uang yayasan di bawah pemerintahan mantan Presiden Soeharto. Melalui Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) pada 6 September 1998, Soeharto muncul dan menyatakan bahwa dia tidak mempunyai kekayaan di luar negeri. Jaksa Agung AM Ghalib dan Menko Wasbang/PAN Hartarto menemuinya di Jalan Cendana (Jakarta) untuk mengklarifikasi penyataan tersebut (21 September 1998). Pada 21 November 1998, Fraksi Karya Pembangunan (FKP) mengusulkan kepada pemerintah agar menetapkan mantan Presiden Soeharto sebagai tahanan kota. Ini merupakan tindak awal pengusutan harta dan kekayaan Soeharto yang diduga berasal dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN). Pada 3 Desember 1998, Presiden BJ Habibie menginstruksikan Jaksa Agung AM Ghalib segera mengambil tindakan hukum memeriksa mantan Presiden Soeharto. Pada 9 Desember 1998, Soeharto diperiksa tim Kejaksaan Agung di Kejaksaan Tinggi Jakarta sehubungan dengan dana yayasan, program mobil nasional, kekayaan Soeharto di luar negeri, dan kasus Tapos. Majalah Time melansir berita tentang kekayaan Soeharto di luar negeri yang mencapai US$15 miliar (22 Mei 1999). Pada 27 Mei 1999, Soeharto menyerahkan surat kuasa khusus kepada Jaksa Agung AM Ghalib untuk menelisik kekayaannya di Swiss dan Austria, seperti diberitakan Majalah Time. Pada 2 Juni 1999, Soeharto mengadukan Majalah Time ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia atas tuduhan memfitnah pada pemberitaannya. Soeharto menuntut ganti rugi sekitar 27 miliar dollar AS. Soeharto memiliki dan mengetuai tujuh buah yayasan, yaitu Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Supersemar, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais), Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, Yayasan Trikora. Pada 1995, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 90 Tahun 1995. Keppres ini menghimbau para pengusaha untuk menyumbang 2 persen dari keuntungannya untuk Yayasan Dana Mandiri. Hasil penyidikan kasus tujuh yayasan Soeharto menghasilkan berkas setebal 2.000-an halaman. Berkas ini berisi hasil pemeriksaan 134 saksi fakta dan 9 saksi ahli, berikut ratusan dokumen otentik hasil penyitaan dua tim yang pernah dibentuk Kejaksaan Agung, sejak tahun 1999.

Menurut Transparency International, Soeharto menggelapkan uang dengan jumlah terbanyak dibandingkan pemimpin dunia lain dalam sejarah dengan perkiraan 15–35 miliar dolar A.S. selama 32 tahun masa pemerintahannya.[4] Pada 12 Mei 2006, bertepatan dengan peringatan sewindu Tragedi Trisakti, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) perkara mantan Presiden Soeharto, yang isinya menghentikan penuntutan dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto pada tujuh yayasan yang dipimpinnya dengan alasan kondisi fisik dan mental terdakwa yang tidak layak diajukan ke persidangan. SKPP itu dikeluarkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Mei 2006, namun SKPP ini lalu dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 12 Juni 2006.

[sunting] Kasus perdata

BELANDA, JEPANG, ORDE BARU DAN NASIB PEMIKIRAN EMAS Robert B. Baowollo, Institut fuer Erziehungswissenschaft, Universitas Hamburg Pendahuluan Ada pengulangan sejarah -- atau lebih tepat: pengulangan tragedi sejarah -khususnya sejarah perkembangan pemikiran atau dunia intelektualisme dan kontribusinya dalam membentuk, menyertai dan mewarnai sejarah perjalanan kita sebagai bangsa. Pengulangan itu melahirkan bentuk-bentuk "excuse" secara sadar atas sebuah fase yang dianggap salah dan merupakan kesalahan tersendiri karena menemukan "another failure" terjalankan yang baru. Demikianlah, doktrin dan semangat (tidak sekedar isi buku sejarah!) nasionalisme memaksa orang harus memakai kacamata nasionalisme untuk memandang eksistensi kolonial Belanda dan Jepang di tanah air. Kacamata itu sedemikian pekatnya sehingga setiap pemakainya hanya bisa melihat dua hal: hitam dan putih. Kolonialisme itu jahat, biadab, tidak manusiasi. Bangsa penjajah terpaksa diidentikan dengan cara seperti itu. Jadilah Belanda dan Jepang itu adalah negara yang jahat, biadab, tidak manusiawi. Mengapa kita tidak mampu atau tidak bisa melihat sisi lain dari Belanda atau Jepang? Jawabannya sederhana: kita diajarkan untuk memakai kacamata indoktrinasi anti imperialisme-kolonialisme dalam membaca "sejarah masa lalu kitan". Pada suatu saat, ketika si Belanda tinggi-putih atau si Nipon pendek-coklat masih nyata bisa berdiri di depan rumah kita dengan sangkur terhunus di depan batang hidung, kacamata semacam itu menjadi sangat berguna, handal dan efektif untuk menarik garis antara musuh dan kawan. Siapa yang harus dimusuhi, mengapa mereka harus dimusihi, dan untuk apa mereka perlu dimusihi - semuanya adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan saat itu!

Dewasa ini Belanda, Jepang dan Orde Baru bergantian (sesuai perjalanan waktu sejarah) dipakai sebagai penyelamat sekaligus kambing hitam untuk ketidak mampuan kita menciptakan sejarah sendiri yang lebih baik dari jaman Belanda, Jepang maupun Orde Baru itu. Di jaman Orde Baru semua kesalahan bawaan (baik yang secara kultural terwariskan maupun karena ketidak-mampuan sendiri) selalu menjadikan kolonial Belanda dan Jepang sebagai pihak yang paling bertanggungjawab. Manusia Orde Baru tak pernah bersalah. Yang bersalah justru si Belanda atau si Nipon. Ketika Suharto turun semua pihak beramai-ramai menyepakati bahwa Orde Baru-lah yang bertanggungjawab atas praktek korupsi, kolusi, nepotisme, main kuasa, mau menang sendiri, masyarakat yang tidak transparan, oportunisme. Arwah kolonialisme mungkin akan bangkit dan berterimakasih kepada Suharto, sebab kebencian terhadap Suharto-Orde Baru telah membersihkan nama Belanda dan Nipon dari tumbal proyek nasionalisme -- sebagai pihak yang bersalah secara historis. Singkatnya, dalam lakon sejarah manusia Indonesia, yang bersalah dan harus, bahkan terus dipersalahkan adalah masa lalu. Kita enggan mengoreksi dan bila perlu mempermasalahkan dan mempersalahkan kita sendiri, baik sebagai gugus kesatuan sosial maupun sebagai penentu wacana kekinian kita. Belanda dan Nipon sebagai "kolonial almarhum" tak akan bangkit menuntut pemulihan nama baik, atau setidak-tidaknya penilaian yang seimbang. Tetapi seorang Suharto yang masih hidup tentu tidak akan mau begitu saja disebut sebagai sumber, biang, dalang dari semua kebangkrutan, kesemrawutan dan kebobrokan situasi saat ini. Wacara moral, nasionalisme, kebangsaan -- semuanya tidak bisa disederhanakan dalam bentuk Suharto dan Orde Baru yang bersalah dan "anggota sosietas yang sisa" adalah pihak yang benar atau bahkan paling benar. Kenyataan yang tidak bisa dihindari adalah bahwa Suharto, orang-orang Orde Baru dan KITA SEMUA masih hidup! Kalau memang demikian, apakah KITA SEMUA (minus Suharto, Orde Baru, Belanda dan Nipon) tidak mempunyai kontribusi dalam menciptakan wajah Indonesia yang bopeng, babak-belur hari ini? Tentu saja kita tidak sekedar membutuhkan sebuah jawaban yang jujur tetapi terutama suatu kejujuran untuk menjawab. Tidak tanpa konsep Orde Baru sebagai ide awal memiliki asumsi dan muara proyeksi yang sangat jelas. Para sejarahwan, pengamat masalah sosial dan politik sepakat, bahwa adalah Suharto dan rejimnya yang menyempitkan paham Orde Baru dan mereduksinya sebagai sebuah praksis manajemen pemerintahan pragmatis menyangkut kekuasaan dan mekanisme membangun dan mempertahankan kekuasaan -walau masih tetap dalam arah tujuan yang sama (setidaknya secara konseptual). Sebuah analisis yang lebih ketat akan menemukan kesimpulan berikut ini: Suharto meyakini konsep pembangunan yang disodorkan oleh para pakar sebagai konsep yang mulia, menarik, baik dan perlu tetapi ia sendiri tidak mengerti sepenuhnya apa yang dimaksudkan oleh para pakar yang bergelar Professor,

Doktor itu. Dengan kewenangan yang ada di tangannya ia sebagai tentara mengarahkan mekanisme politik untuk mengamankan pembangunan dengan visi dan misi agung yang digali dan dirumuskan oleh para pemikir bangsa. Tentara dijadikan satpam pembangunan. Siapapun yang setuju, sepikiran dan sejalan dengan tujuan pembangunan akan ditarik sebagai sahabat. Siapa yang berpikir lain, apalagi yang berpikir lain dan kritis terhadap pekerjaan pemerintah akan dengan mudah dikategorikan sebagai "pihak yang membahayakan pembangunan". Alergi terhadap kritik dengan tameng Pancasila adalah cerita lain lagi. Padahal para para pemikir yang melahirkan ide visi dan misi pembangunan nasional itu lahir dan besar dalam tradisi budaya kritis yang mengenal kritik, kritik dan kritik. Memang ada segelintir pemikir yang tergoda membonceng kereta kekuasaan sehingga tidak kritis lagi terhadap penyimpangan dan bias di lapangan. Lebih malang kalau mereka ini lalu terbeli oleh kekuasaan karena basis idealisme dan moralitas ilmuwan tidak cukup tertanam. Dalam praksis kita menemukan bahwa jurang antara penghasil konsep pembangunan, terutama pada tataran filosofis, dengan pelaksana pembangunan menjadi teramat sangat besar dan tak terjembatani. Yang satu menganggap pembangunan sebagai sesuatu yang sangat kompleks, tidak pernah selesai, dan tak bisa diukur -- karena menyangkut proses memanusiakan manusia (proses humanisasi), sementara yang lain memandang pembangunan sebagai sebuah proses pragmatis, sesuatu yang bisa digerakkan dengan managemen model MBO, bisa diukur dalam bentuk PDB/PDRB, devisa, daya beli dan daya saving, pendapatan per kapita, indeks inflasi yang rendah, dll. Benar, sebagaimana kata Driyarkara, semua proses fisik yang dikedepankan itu sebagai proses homonisasi yang mampu menjadikan manusia lebih kaya, lebih sehat dan montok badannya, lebih kekar ototnya, lebih tebal dompetnya, lebih berkilap sepatunya dan lebih halus deru mesin mobilnya, lebih cantik orangnya. Tetapi kita tiba-tiba sadar bahwa setelah sebagian anak negeri ini lulus proses homonisasi (walau yang miskin secara kuantitatif dan kualitatif semakin memprihatinkan), kita toh berhadapan dengan kenyataan yang paling keras, yaitu KOEKSISTENSI KITA terus mencari-cari jiwanya karena secara historis-sistematis ia didepak keluar dari praksis upaya memperebutkan dan mempertahankan kekuasaan atas nama pembangunan. Dan wacana-wacana humanisme pembangunan hanya hidup di buku teks karya monumental para pemikir besar bangsa ini. Nasib Pemikir dan Pikiran Mereka Tiba-tiba terasa seolah bangsa ini berjalan tanpa tuntunan para pemikirnya. Tetapi kesan ini juga segera kita bantah karena hal itu tidak benar. Cukup banyak bukti di rak buku, map seminar dan lokakarya, jurnal dan catatan lepas bahwa para pemikir bangsa ini telah memberi kontrbusi luar biasa bagi wacana pembangunan, sosial dan politik kita. Apakah pemikiran-pemikiran itu dihargai, artinya ditangkap dan dimanfaatkan dalam praktek pengambilan keputusan -- itu adalah sebuah pertanyaan yang teramat sulit dijawab. Sulit karena birokrat kita bukannya orang yang tidak lulus sekolah dasar: mereka menghadiri seminar, mendengar si Magnis mengoceh, si Kleden menggugat,

Syahrir mengoreksi, Ramli mengulas, Sujatmiko menggagas, Hatta mendasar etc. and so on. Mereka mengangguk-angguk kepala tanda kagum, tanda puas .. entah mengerti atau tidak, lalu pulang bawa sertifikat untuk kredit point naik pangkat,.atau keuntungan lainnya adalah bertambahnya relasi di forum seminar, bahkan sempat salaman dengan Pak Menteri Hikam yang rada kocak itu. Namun demikian, pemikir tidak pernah berniat untuk mencuci otak audiens-nya. Mereka hanya membuka horizon wawasan audiens, menggugat konsep yang mapan dan/atau yang melenceng dan menawarkan alternatif. Adalah tanggungjawab audiens untuk memperlakukan input tadi. Para pemikir tahu diri, bahwa panggilan profesinya adalah memberi pencerahan. Karya pikir mereka tetap hidup dalam dinding dan aturan akademik: bisa benar, bisa salah, bisa diterima bisa ditolak .. pendeknya pemikiran mereka siap diuji-ulang setiap saat oleh siapapun juga. Maka karya para pemikir di tanah air kita -- untuk saat ini -- adalah warisan tak ternilai bagi generasi pemikir berikutnya. Pemikiran mereka tidak akan hanyut-hilang bersamaan dengan perginya sebuah Orde. Relevansi Pemikiran Apa relevansi menggugat perlakuan pemikiran para pemikir bangsa kita? 1. Menghujat Orde Baru sebagai rejim "ein fuer allemal" dapat diterima, tetapi menihilkan semua pemikiran yang melandasi lahirnya Orde Baru adalah sebuah kenaifan tersendiri. Perlu ada upaya menghimpun semua pemikiran yang didengar bagus oleh Suharto dan rejimnya tetapi tidak dimengerti sepenuhnya oleh mereka sehingga perlakukan mereka terhadap pemikiran para pemikir bangsa ini menjadi proses pengurusan. 2. Belanda dan Nipon itu jelek sebagai penjajah, tetapi lewat penjajah itu pula kita menginjak anak tangga menuju pencerahan menyadari diri sebagai manusia merdeka yang menuntut bebas dari pejajahan. Majapahit dan Sriwijaya menaklukkan, bukan memerdekakan. Mari kira bertanya pada Mataram dan lainnya. Orde Baru menjajah kita, memasung intelektualisme, kreativisme dan kritisisme. Tetapi Orde Baru memberi pelajaran berharga, betapa rapuhnya barisan intelektual kita: ada yang setia pada lini pemikir, ada yang terbeli penjadi pemasok ide dan pemberi warna ilmiah pada ucapan birokrat, bahkan ikut menyusun studi kelayakan menggunduli hutan Yamdena (Tanimbar), Kalimantan, menyusun konsep rekayasa manusia untuk memenangkan kepentingan kelompok atau tokoh politik tertentu, bahkan membela para Jenderal yang diduga membunuh kemerdekaan orang yang berjuang untuk menjadi manusia merdeka. 3. Era baru dengan paradigma baru tidak cukup sekedar slogan tanpa kita mengerti apa itu paradigma, mengapa kita harus berpindah dari paradigma yang satu ke paradigma yang lain, innovasi baru mana yang menggugat kebenaran atau kekokohan paradigma lama. Jangan-jangan kita hanya berputar ditempat dengan cerita yang sama. Banyak pejabat menyampaikan pidato yang disusun oleh orang pintar penuh dengan jargon globalisasi, tetapi dari uraian selanjutnya nampak kerancuan pemahaman tentang globalisasi, globalisme,dan

globalitas. Orang berbicara tentang pluralisme, tetapi yang dimaksudkan adalah pluralitas. Orang berbicara tentang "das Sein" tetapi yang dimaksud adalah "Dasein". Orde Baru telah memberi peluang lahirnya berbagai konsep rumit pembangunan yang tidak mudah dicerna oleh para pelaksana dan pelaku pembangunan sehingga salah satu produk Orde Baru lainnya adalah "salah kaprah". 4. Kita semua dipanggil untuk kembali menggali, mencermati dan mendudukkan kembali pemikiran besar para pemikir bangsa sekaliber Sujatmiko, Driyarkara dan lain-lain, agar kita tidak terus-menerus menjadi bangsa penerima resep instan pembangunan yang diproduksi di laboratorum pemikiran Bank Dunia, UNESCO, dll. yang belum tentu mengenal dengan benar manusia Indonesia. (Gagasan orang Bank Dunia biasanya WAJIB dijalankan oleh pemerintah setempat karena gagasan mereka bernilai proyek yang ditunggu-tunggu banyak orang dalam negeri). Pemahaman yang tepat tentang Indonesia, juga berdasarkan renungan dan pemikiran anak bangsa ini, akan sangat menolong mengkritisi pemikiran dari luar dan menjadikan konsep pembangunan pedesaan Indonesia yang diajukan Bank Dunia misalnya, mengakar dan bisa jalan. Hamburg, 9 Februari 2000 Robert B. Bowollo

Kebijakan Untuk Pemiskinan Rakyat
27/05/2008

Kekuasaaan adalah amanah, yaitu amanah untuk mampu membimbing, memajukan, mencerdaskan, memberadapkan dan mensejahterakan rakyat atau bangsa yang dipimpin. Pemimpin datang untuk mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara, karena itu mereka sebesar-besarnya memberikan hidupnya, harta, tenaga dan pikirannya untuk kemajuan dan kemakmuran bangsanya. Dengan kemakmuran bangsa dan negaranya itu kemakmuran pribadinya akan terbawa dengan sendirinya. Ini prinsip kepemimpinan yang amanah, sangat berbeda dengan pemimpin yang melihat kepemimpinan atau kekuasaan sebagai lapangan kerja, seperti seorang professional, direktur sebuah perusahaan. Pada umumnya para elite yang menjadi pemimpin saat ini adalah pekerja politik, bukan aktivis politik, jadi niat dan tujuan serta seluruh pertimbangannya adalah dagang untuk mencari keuntungan pribadi, karena itu setiap langkahnya mesti ada fasilitas dan bayarannya. Bahkan tipe kepemimpinan seperti ini melihat seluruh aset negara sebagai hutan bebas yang boleh dijarah untuk kepentingan pribadi. Inilah yang dianggap sebagai kreatif dan kompetitif. Ini yang terjadi saat ini, pemimpin baik yang ada di pemerintahan, partai, perusahaan maupun organisasi kemasyarakatan, menggunakan

posisinya untuk memperoleh keuntungan pribadi, bukan untuk memajukan lembaga yang dipimpinnya. Sering lembaga dan anggotanya diterlantarkan, tetapi para pemimpin secara pribadi kaya raya. Seperti itulah kepemimpinan yang kita alamai saat ini, pemimpin seperti ini mengabaikan nasib rakyat banyak, hanya memperhatikan nasib sedikit kelompok yang selalu mengelilinginya, sehingga kebijakannya membuat rakyat semakin sengsara. Saat ini berbagai usaha kecil dan menengah dalam berbagai sektor telah tuitup karena kelangkaan bahan baku, dan karena kenaikan bahan bakar, sehingga produknya jadi mahal dan tak terjangkau oleh konsumen. Kebangkrutan usaha itu terutama akan dirasakan sangat pedih oleh buruh yang ada di berbagai industri dan usaha kecil itu, karena mereka dipecat dengan tanpa memiliki cadangan dana untuk hidup. Memang bahwa kemiskinan itu bukan nasib, bukan pula karena kemalasan, tetapi kemiskinan terjadi akibat kesalahan para pemimpin dalam mengambil kebijakan. Kebijakan yang diambil untuk menguntungkan kelompok kecil mafia bisnis berakibat mematikan ribuan usaha kecil dan menegah. Kebijakan ini selalu terjadi di tengah sistem yang penuh korupsi. Hanya sering kali kebijakan yang menyengsarakan itu dimanipulasi dengan berbagai santunan yang justeru sangat mematikan, sehingga masyarakat tidak bisa melihat secara jernih watak para pemimpinnya. Mereka telah menghancurkan dengan sistematis struktur perekonomian rakyat, tetapi kalau terjadi bencana, mereka segera datang pada rakyat seolah peduili pada rakyat, padahal seluruh kebijakan politiknya telah menyingkirkan kepedulian pada rakyat, menyengsarakan dan memiskinkan rakyat. Satu hal yang tidak bisa dipungkiri dari kebijakan ini adalah jumlah kemiskinan yang terus meningkat, sementara hutang luar negeri semakin menumpuk. Bagi pemimpin yang produktif semestinya bisa menggunakan dana utangan itu untuk usaha yang produktif, sehingga rakyat kaya, bangsa makmur dan negara berkecukupan, mampu membayar hutang dan tidak meminjam lagi. Ribuan sarjana politik diwisuda ribuan sarjana ekonomi dipekerjakan, tetapi tidak memiliki kempuan sedikitpun memperbaiki perekonomian rakyat dan negara. Ini tidak lain karena memang mereka tidak berorientasi pada rakyat dan Negara. Memang mustahil negeri ini bisa makmur walaupun sumber kekayaan alamnya melimpah, kalau para pemimpinnya bukan pemimpin yang bisa memikul amanah, tetapi hanya terdiri dari para pencari kerja, yang cita-citanya hanya mendapatkan gaji besar, tetapi tidak memiliki cita-cita untuk membangun bangsanya. Sekedar bercitacita bahkan mengeluarkan pernayaan sikap banyak. Tetapi mereka tidak berani bertindak. Sebab tindakan mengandung risiko. Seorang pemimpian yang amanah mesti memihak kepada rakyat dan bangsa sendiri, sementara prmimpin yang ada karena hanya pencari kerja mereka menjadi sangat oportunis, mengikuti arus, tanpa berani melawan arus perdagangan bebas yang didorong oleh liberalisasi dan swastanisasi. Kecenderungan itu diikuti begitu saja, padahal untuk dapat mensejahterakan rakyat dan menjadikan bangsa jaya dan negara mencapai kemegahannya hanya dengan membangun kedaulatan sendiri baik secara

Ingatlah yang menjadi musuh kalian itu bukan umat Muslim atau Kristen tetapi adalah orang-orang dari rezim Orba dengan para simpatisannya yang doyan mengacau demi kepentingan politik mereka. Sementara. Sadarlah bahwa kalian itu semuanya sedang menjadi barang mainan oleh para pentolan-pentolan Orba yang tidak rela tergusur oleh gerakan reformasi. mengingat sudah begitu banyak korban yang berjatuhan terutama dari pihak Muslim. Di bawah ini adalah berita-berita yang saya ambil dari Kompas seputar masalah Poso. Saya begitu khawatir jika Poso akan dijadikan oleh elemen Orba menjadi ladang pembantaian manusia seperti yang sudah terjadi di Ambon dan sekitarnya. Saya tetap yakin bahwa sumber utama konflik bukanlah masalah keagamaan mengingat bahwa sejak dulu baik di Ambon maupun di Poso umat Muslim dan Kristen sudah hidup saling berdampingan secara damai tanpa ada rasa permusuhan. negara berdaulat dan bangsa memiliki martabat. begitu menggetarkan hati semua warga. Kabar duka dari Desa Togolu. Kecamatan Lage. Karena itu saya himbau kepada seluruh umat Muslim dan umat Kristen untuk saling menahan diri untuk tidak terprovokasi. Di situlah rakyat akan berkuasa. Bila sudah demikian tidak lagi usaha pemiskinan yang terjadi. Untuk memiliki kedaulatan politik dan ekonomi. Jika di Ambon terkenal dengan semangat Pela-Gandong atau Salam Sarani maka di Poso terkenal dengan semangat Sintuwu Maroso sebagai tali pengikat persaudaraan dan kegotongroyongan antar warga. Seluruh sistem politik ketatanegaraan harus kembali pada filosofi nasional dan kepentingan nasional. belum lagi mereka yang luka-luka dan melarikan diri penuh dengan ketakutan. walau agama kalian berbeda namun jangan jadikan perbedaan sebagai pemicu rasa permusuhan. telekomunisasi. Seluruh perusahaan strategis di sektor energi.politik. justru jadikanlah semua perbedaan sebagai bukti dari khazanah budaya kita yang penuh warna. Jadi jelaslah saya dapat mengindikasikan bahwa selama ini beberapa konflik yang kerap meletus di berbagai daerah di Indonesia adalah bagian dari skenario busuk atau permainan intrik dari orang-orang Neo Orba dengan mengadu domba umat Muslim dan Kristen. transportasi dan pangan yang sekarang berada di tanagan swasta. maka kedua sektor itu harus dinasionalisasi secara tuntas. . maupun secara ekonomi. (Abdul Mun’im DZ) Konflik Poso adalah Permainan Intrik Orba Tergeraklah hati saya untuk mengangkat berita tentang konflik Poso ke permukaan. tetapi menjadi langkah pemakmuran rakyat. Sesunggunya kalian sebenarnya adalah saudara sebangsa dan setanah air. harus segera dinasionalisiasi. semoga saja bermanfaat bagi para pembaca: Kompas: Kota Poso sedemikian mencekamnya. Poso. Ratusan nyawa telah melayang di pesantren Wali Songo yang terletak di wilayah itu.

namun beberapa di antaranya berhasil menyelamatkan diri lari ke hutan-hutan di sekitar pasantren itu. mengenai tidak adanya pembantaian terhadap wanita dana anak-anak saat pecah kerusuhan bernuansa SARA fase ketiga melanda Poso sejak 23 Mei lalu. Para pengungsi asal desa Sintuwulembah itu tak merinci angka korban tewas yang dibantai di desa mereka." kata sejumlah saksi mata. Sejumlah saksi mata yang ditemui Antara di Palu dan Poso--205km timur Palu Senin mengatakan. Andreas: Ini mungkin bukti sebagian dari kebiadaban para perusuh terhadap umat Muslim. "hilang" dan diduga kuat lari menyelamatkan diri saat Kelompok perusuh melakukan penyerangan tanggal 28 Mei 2000. Kabupaten Donggala. "Tak sedikit wanita ditelanjangi dan diperlakukan secara tidak senonoh sebelum dibantai hingga tewas. membakar pesantren. sesali pernyataan Waka Polda Sulteng Kolonel (Pol) Drs Zainal Abidin Ishak. Menurut beberapa pengungsi yang bermukim di sekitar Pondok Pesantren Wali Songo di desa Sintuwulemba (9 kilometer Selatan Poso) itu." kata mereka. "Pernyataan pimpinan Polri ini mengada-ada.Kantor Berita Antara menuturkan. ratusan penghuni pesantren Wali Songo di Kilometer Sembilan (Desa Togolu) Kecamatan Lage Kabupaten Poso. Namun kini kitapun harus bertanya apakah “kelompok merah” yang disebut-sebut tersebut benar-benar mewakili umat Kristen sebenarnya ataukah hanya sekumpulan orang-orang Kristen gadungan yang dibayar oleh pentolan Orba untuk mengacau . penyerangan kelompok perusuh hari Minggu itu di pondok pesantren tersebut mengakibatkan banyak korban tewas. bahkan hingga perkosaan terhadap beberapa wanita. Sekali lagi saya tegaskan bahwa ini bukanlah perbuatan kekristenan tetapi adalah perbuatan dari para setan yang sedang menyamar menjadi “murid Kristus”. Mereka yang tidak sempat mengungsi itulah yang menjadi sasaran pembantaian dan perkosaan." kata sejumlah pengungsi kerusuhan Poso di Parigi. Selasa. anak-anak. dan manula telah diperintahkan mengungsi ke Markas Kompi 711-B Poso. menyusul adanya intimidasi dari pasukan Kelompok Merah kepada warga muslim setempat. atau menyerang tempat ibadah seperti masjid. Sulawesi Tengah. Saya memang tidak bisa mengelak bahwa yang melakukannya adalah mungkin saja dari “kelompok merah” atau pihak Kristen namun sekali lagi saya tegaskan bahwa sesungguhnya yang melakukannya adalah tidak lebih dari umat setan/iblis yang mendompleng nama Kristen. mereka sendiri sempat menyaksikan bahkan merasakan perbuatan sadis dan brutal yang dilakukan pasukan Kelompok Merah di desa mereka selama beberapa hari sejak pecah kerusuhan. Para pengungsi ini mengakui bahwa sehari sebelum meletusnya kerusuhan Poso fase ketiga (23/5). sebab di depan mata kami peristiwa pembantaian itu dilakukan. Kompas: Warga Poso yang berada di sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Parigi. Andreas: Kita memang tidak bisa membantah bahwa ternyata “kelompok merah” atau kelompok Kristenlah sebagai pelaku semua kebiadaban. namun menyatakan jumlahnya mencapai ratusan orang. Sebab yang namanya orang Kristen atau pengikut Kristus sejati tidak mungkin sampai hati untuk membantai manusia lain yang berbeda agamanya. para wanita.

setelah melalui penyelidikan sementara diduga terlibat langsung dalam kerusuhan di Poso.00 WIB. katanya. Kompas: Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) HB Paliudju mengatakan yang mengacaukan situasi di Kabupaten Poso pasca pertikaian berdarah Mei-Juni 1999 adalah orang dari luar kabupaten itu dengan motif balas dendam. Dan tragisnya “bahan bakar” reformasi kini sudah di ambang kehabisan terutama jika Gus Dur dapat diturunkan secara paksa oleh para politisi di tubuh DPR yang memang sudah “bau bangkai”. jam 15. Sabtu. Sudirman Panigoro. Senin (29/1). namun orang dari luar memperkeruh lagi suasana dengan memancing emosi masyarakat agar beramai-ramai melakukan aksi balas dendam. 6 anggota Kodim Poso terlibat langsung. Sabtu. Andreas: Kini terbukti bahwa memang ada orang luar yang turut “bermain api” untuk ikut memperkeruh Poso. Dan ketika stabilitas nasional tersebut goyah maka orang-orang Orba akan mempunyai alasan yang cukup kuat untuk menggoyahkan pemerintahan Gus Dur sambil berteriak bahwa karena Gus Durlah situasi dan kondisi di Indonesia menjadi tidak aman alias rusuh. Ketika dihubungi KCM melalui telepon. Ia mengatakan pada dasarnya masyarakat Poso sudah jenuh dengan pertikaian dan mau hidup berdampingan seperti dulu. di Sampit."Tertangkapnya dua orang warga sipil pelaku kekacauan di Poso pasca kerusuhan Mei tahun lalu ternyata dari hasil penyelidikan pihak keamanan. Ingatlah bahwa pentolan Orba sudah mahir puluhan tahun untuk “bermain api” dengan rakyat dan cerdik dalam memainkan strategi “lempar batu sembunyi tangan”. Pemeriksaan sementara oleh Pomdam VII Wirabuana menunjukkan." katanya di Palu. Kompas: Dugaan keterlibatan sejumlah oknum TNI Kodim Poso dalam kasus Poso tak dipungkiri oleh Komandan Kodim 1307 Poso. Hal ini memang sudah menjadi strategi andalah atau jurus pamungkas dari para pentolan Orba untuk menghancurkan setiap gerakan reformasi yang kini sedang limbung karena kehabisan “bahan bakar”." kata Komandan Pomdam VII/Wirabuana Kol. Letkol Budiardjo. membenarkan adanya pemeriksaan oleh . katanya kepada Antara di sela-sela acara HUT Bayangkara Ke 54 di Makassar. Letkol Budiardjo. Siapapun sesungguhnya orang luar itu kalau bukannya lagi orang-orang bayaran yang memang sudah diperkerjakan secara profesional dengan tujuan untuk memecah belah dan mengadu domba antar umat beragama. Dari hasil pemeriksaan 28 orang anggota TNI yang terlibat dalam kerusuhan Poso untuk sementara ada indikasi enam orang diduga terlibat. Komandan Kodim 1307 Poso. ternyata berasal dari luar Sulawesi. "Enam dari 28 orang oknum TNI Kesatuan Kodim Poso.di Poso? Mengingat bahwa semua kerusuhan yang terjadi di negara kita baik itu di Ambon. merupakan bukti bahwa yang melakukannya bukan warga Poso. atau di Poso selalu saja melibatkan oknum-oknum pemerintahan dan para aparat yang turut bermain pula sebagai bidak Orba dengan maksud untuk menggoyahkan stabilitas nasional. tapi orang luar yang mencoba memperparah lagi keadaan yang berangsur-angsur mulai kondusif itu. Peristiwa yang terjadi di desa Sepe Kecamatan Poso Pesisir tanggal 23 Desember 2000.

Sekedar menyinggung Sintuwu Maroso (kerjasama dan tolong menolong antar-sesama manusia) yang menjadi semboyan warga Poso. warga Poso harus mengingat kembali semboyan "Sintuwu Maroso" (kerjasama dan tolong menolong antar-sesama manusia) sebab falsafah yang diwariskan oleh nenek-moyang ini memiliki arti penting dalam menapaki masa depan bersama yang lebih baik. pihaknya telah melaporkan kepada pimpinan TNI/Polri setempat mengenai masalah tersebut. ternyata semboyan ini bukanlah semboyan yang baru “diciptakan” namun sudah merupakan falsafah yang diwariskan oleh nenek moyang selama ratusan tahun. bahkan sejumlah saksi mata mengatakan sempat melihat para desertir bergabung dengan salah satu kelompok yang bertikai."Banyak pihak melaporkan hal itu kepada kami. Kompas: Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju mengajak semua warga Poso yang berada di dalam dan luar kota itu segera menghilangkan perbedaan SARA (suku. Apakah mungkin semboyan Sintuwu Maroso yang sudah beratus tahun tertanam di dalam hati sanubari dapat hilang menguap begitu cepat tanpa ada faktor lain sebagai penyebabnya? Penyebab apa lagi kalau bukan karena “sebab intrik Orba” yang bisa dijadikan alasan kuat untuk menjawab mengapa semboyan Sintuwu Maroso dapat hilang dengan begitu cepat? Ataukah pembaca punya alasan lain yang lebih logis? Kompas: Pihak MUI (Majelis Ulama Indonesia) Sulawesi Tengah menilai bahwa kasus pertikaian berdarah di Kabupaten Poso meluas dan menimbulkan banyak korban jiwa akibat beberapa oknum aparat keamanan (TNI/Polri) di daerah itu melakukan desersi. Namun pada akhir artikel saya. Andreas: Mungkin sampai saat ini kita masih harus “terpaksa” memegang asumsi bahwa kerusuhan di Poso itu murni bermuatan SARA. Semoga bukan hanya aparat “kelas teri” saja yang tertangkap tetapi para politisi besar yang sedang asyik bermain di “belakang layar”pun bisa ditangkap dan diadili. mengingat pertikaian berkepanjangan selama ini telah menelan korban jiwa dan harta benda luar biasa besar.Menurut Paliudju.Denpom Palu terhadap anggota Kodim Poso yang diduga terlibat dalam aksi kerusuhan Poso. Jumat.Menurut Tangkaderi. ras dan antar-golongan). Semoga." kata Wakil Ketua MUI Sulteng KH Drs Dahlan Tangkaderi di Palu. Rabu. segera menghilangkan perbedaan SARA." kata Gubernur di Palu. baik yang masih bertahan di daerah itu maupun di lokasi pengungsian. saya akan menyodorkan suatu berita yang mengejutkan yang ternyata menegaskan bahwa kerusuhan di Poso itu bukanlah karena SARA."Saya minta semua warga Poso. sekaligus mengambil tindakan tegas bagi mereka yang membelot dari tugas . agama. Andreas: Kini tabir tersebut tersingkap dengan sendirinya bahwa aparatpun ikut “bermain api” guna meramaikan tragedi Poso. yang penanganannya kini sudah sampai pada Pomdam VII Wirabuana. guna mencegah munculnya kembali tindak kekerasan yang dapat meningkatkan jatuhnya korban jiwa dan harta benda.

apakah memang benar bahwa mereka adalah benar-benar prajurit sejati dan pengayom rakyat ataukah hanya terdiri dari sekelompok provokator bermuka tembok dan pengecut yang hanya bisa bersembunyi di ketiak para elite politik. pembelotan kepada musuh). (Ket: desersi berarti lari dari dinas ketentaraan." ujarnya. "Saya yakin kerusuhan Poso ini bukan karena SARA. Penyebab lainnya adalah faktor kenakalan remaja. Andreas: Ada desersi toh rupanya. penyebab terjadinya kerusuhan itu sebanyak 12 variabel antara lain merajalelanya peredaran minuman keras sehingga masyarakat menjadi terpengaruh dan mengkonsumsinya secara berlebihan. bukan dipicu masalah SARA. Kamis Ketua DPRD Poso. "Tapi alhamdulillah kami sudah melarang masyarakat untuk memasukkan. Ternyata memang perlu dipertanyakan kualitas sebagian besar dari anggota TNI/Polri. Ia menjelaskan. Semoga berita ini bisa memberikan sedikit kesejukan di tengah-tengah situasi dan konsidi bangsa yang sekarang lagi serba panas. menjual dan meminumnya. Karena itu damailah kalian wahai umat Muslim dan Kristen karena berperang itu tidak ada gunanya! Marilah kita galakkan semangat persaudaraan dan cinta kasih dan buang jauh-jauh rasa dendam dan permusuhan! Jangan lupa teruslah nyalakan api reformasi yang kini hampir-hampi padam dan gilas Orba dengan kekuatan rakyat! Kerusuhan Poso Bukan SARA Poso. sebab antar-desa berpenduduk Muslim dan Kristen yang bertetangga tidak saling menyerang. bahwa kerusuhan di Poso itu sebenarnya bukan karena SARA. Andreas: Di bawah ini adalah berita yang telah saya janjikan itu. Silahkan para pembaca nilai sendiri berita di bawah ini. mengingat orang-orang semacam Bimantoropun pernah melakuan hal yang serupa yakni melawan atasannya dalam hal ini adalah presiden dengan menolak untuk dinonaktifkan. Dan saya tidak terkejut ketika melihat kasus ini. Akibatnya masyarakat mulai bertindak di luar batas dan mengganggu sesama mereka. Ikhwal kerusuhan di sini dipicu oleh perkelahian pemuda antar-kampung di terminal Lombogia lalu . Sampai di sinikah mental seorang prajurit di negara kita? Rupanya para anggota TNI/Polri perlu lagi dibina secara lebih serius supaya kasus Bimantoro atau kasus desersi di Poso tidak perlu terulang lagi di masa yang akan datang." katanya di Poso. Drs Akram Kamaruddin mengatakan kerusuhan di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah yang menelan korban jiwa yang meninggal dunia lebih 200 orang.kedinasan dan ikut bergabung dengan kelompok yang bertikai untuk melakukan penyerangan terhadap warga sipil di Poso. tapi saling membantu. Kamis (31/5).

tanpa harus mengacu kepada substansi “kebenaran�? suara-suara itu. namun terkendala oleh perang kemerdekaan. Kemerdekaan Indonesia sejak 17 Agustus 1945 telah membuka kesempatan luas ke arah pemerintahan yang demokratis. dan Sutan Syahrir adalah contoh dari nama-nama yang terkikis oleh . tetap dipertahankan pada kursi kekuasaannya. telah dengan sangat kritis menyampaikan pembelaan atas pikiran-pikirannya. serta membangun pemerintahan berdasarkan sistem yang seringkali campur baur. yakni antara presidensial dan parlementer. Ia menambahkan. sementara simbol negara. Tetapi. yang menunjukkan kedaulatan rakyat dilaksanakan dalam level tertinggi. pada gilirannya memupuk dendam antara sesama pejuang. 1996). yakni Presiden Soekarno. sebagai perintis jalan bagi penentuan nasib sendiri dan sekaligus hak membentuk pemerintahan. Lewat Volksraad. masyarakat telah berteriak tentang betapa pentingnya penolakan atas “pajak tanpa perwakilan�?. Sutan Syahrir. penolakan atas kebijakan raja di tanah Jawa yang dianggap merugikan rakyat dilakukan dengan cara menjemur diri di depan alun-alun Istana Raja. antara lain dengan gerakan Indonesia Berparlemen. Tan Malaka. Anak-anak revolusi itu pun dimakan oleh arus cepat perubahan. lanjut Kamaruddin. Tokoh beraliran sosialis. Amir Syarifuddin. Ketua Dewan Pengurus Yayasan Harkat Bangsa Indonesia Latar Belakang Demokrasi lahir bukan tanpa korban. Kemudian kesenjangan pendidikan baik formal maupun informal juga punya andil besar. Luka-luka zaman revolusi kemerdekaan." ungkapnya. Dalam model-model yang sederhana. Wakil Presiden Muhammad Hatta bahkan pernah menduduki kursi Perdana Menteri. Dalam peristiwa Perang Kamang (1908) di Sumatera Barat. Kaum bangsawan memang dengan sangat cerdik telah memanipulasi demokrasi demi keberlanjutan kekuasaan yang mereka miliki. yakni dengan pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan KNIP Daerah. Pendidikan yang diterapkan orang tua di rumah dan guru di sekolah terkadang tidak sejalan dan ada kecenderungan kelompok warga tertentu tidak menikmati pendidikan formal seperti kelompok warga yang lain. dipicu oleh kesenjangan sosial yang kian mencolok antara penduduk asli dan warga pendatang. Demokrasi datang ke Indonesia juga bukan tanpa korban. sekalipun terbatas dalam hak dan wewenang. sehingga suara orang awam pun bisa mereka wakili. Ada kehendak dalam penjelasan UUD 1945 untuk mengadakan pemilihan umum. Demokrasi Khas Indonesia: Riwayat Singkat dan Masa Depannya Kamis. Jakarta.dimasuki oleh provokator kemudian membesar hingga tak terkendali dan menyebabkan salah satu kelompok warga terusir dari Kota Poso. Korban-korban pun berjatuhan. Sejumlah manifesto juga dikeluarkan. ketika politik aliran beranjak dari meja diskusi kepada sejumlah perang terbuka yang juga bermuara kepada pembunuhan. "Warga sudah menguasai perekonomian sehingga lahirlah kecemburuan dari penduduk pribumi yang mereka ekspresikan dengan membabat pohon coklat dan kelapa milik pendatang. ketika berhadapan dengan keputusan demokratis yang menyatakan ia bersalah dan meminta meminum racun. Upaya paling maksimal adalah menempuh jalan kekerasan lewat pemberontakan bersenjata. rendahnya kesadaran hukum dan pendidikan politik kemudian dibalut oleh sentimen pribadi dan gencarnya provokasi juga merupakan penyebab lain dari kerusuhan Poso. 21 Juni 2007 Indra J. Socrates yang menjadi filsuf paling berpengaruh dalam era Yunani. walaupun berlangsung secara inkonsistusional demi tujuan-tujuan politik dan diplomasi internasional. Kerusuhan Poso. Aristoteles dan filsuf-filsuf selanjutnya menjadi kehilangan kepercayaan kepada demokrasi yang memenangkan suara orang awam (Fuad Hassan. Piliang Analis Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS). adalah pengusung adanya parlemen yang tidak dipilih dalam pemilihan umum itu. telah dimulai suara-suara yang mewakili kepentingan tanah jajahan. bukan tidak ada demokrasi. Plato.

sifatnya hanya ritual belaka dengan intervensi yang kuat dari pemerintah. termasuk dengan mendatangkan dalam bentuk lengkap beragam jenis kendaraan. peluru dan penjara revolusi. karena cenderung hanya mementingkan diri sendiri. melainkan juga berisi kaum intelektual. Demokrasi parlementer (1955-1959) dalam DPR dan Dewan Konstituante begitu rapuh oleh orasi-orasi dan sidang-sidang yang penuh argumentasi. Tetapi. bertahan lama dengan energi yang begitu kuat berhadapan dengan kolonialisme dan kapitalisme. Pemilu 1955 yang bisa jadi menjadi barometer ideal dari proses pemilihan wakil rakyat dengan membolehkan partai lokal dan perseorangan sebagai kandidat. Perubahan-perubahan politik internasional pun menggiring kepada perubahan di tingkat nasional. Tanpa disadari – atau memang didesain dengan sempurna – puncak kekuasaan ekonomi-politik berpindah dari lembaga-lembaga negara menjadi usaha rumah-tangga. Padahal. Cara mengendalikan politik lewat penjara ini adalah duplikasi atas kebijakan serupa yang ditempuh oleh pemerintahan kolonial.terjangan debu. bukan berarti tidak ada demokrasi. terutama dengan mengambil bagian-bagian penting dalam masyarakat desa di Jawa. namun pemerataan malah tertinggal jauh di belakang. dan dilanda begitu banyak rakyat jelata yang miskin. surat kelakuan baik. kekayaan alam dan posisi geografis dalam simpang jalan jalur laut internasional. Teori-teori Marxisme. Turki. Sebagai satu kekuatan negara dunia ketiga yang cukup diperhitungkan. seperti pemuda. Selain itu juga bergerombol organisasi sosial kemasyarakatan yang berafiliasi dengan Golkar. mulai dari pengarahan agar memilih Golkar. Aparatur militer juga menjadi mesin pengumpul suara yang maksimal. berhadapan dengan kota-kota lain yang kehabisan uang untuk sekadar memelihara koridor jalan dan selokan. sampai Uni Sovyet kala itu telah menjadi menu yang menjadi santapan harian. alat-alat kantor dan benda-benda yang menjadi bagian kehidupan masyarakat lainnya. Stabilitas dan pertumbuhan berhasil dicapai. lalu perlahan maju lebih jauh lagi dengan pemenuhan akan papan (perumahan). militer dan birokrasi. mulai dari penjara Glodok yang dekat dengan area perdagangan. Pancasila ditafsirkan menjadi 36 butir dan ditambah menjadi 45 butir. partai politik digambarkan sebagai sosok yang asing. sampai bintara pembina desa (babinsa). apapun yang terjadi pastilah menarik perhatian dunia luar. Pengembirian politik ini ditujukan untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan. Perubahan itu dimulai dengan cara memenuhi kebutuhan akan pangan dan sandang. sampai ke Bandaneira yang berair jernih dan Tanah Merah di Papua yang masih berupa rimbabelantara. Terdapat puluhan Widya Iswara dalam lembaga-lembaga . Filsafat Barat dan Timur berkumpul di atas meja makan dan tulisan-tulisan di media massa. bayaran mahal atas kemajuan material itu adalah hilangnya kebebasan pers dan kebebasan politik. penjara-penjara tidak hanya diisi oleh pelaku tindakan kriminal. dihiasi oleh rumahrumah gubuk yang reot. Rujukan ke Eropa. para pendiri republik adalah orang-orang yang sangat paham dengan beragam literatur tentang demokrasi. selain memiliki perwakilan tetap dalam parlemen lokal dan nasional tanpa dipilih. Sampai bertahun-tahun kemudian. Upaya pemujaan diri yang berlebihan menyebabkan pemerintah Orde Baru terlalu terpaku kepada pertumbuhan ekonomi dan pemaksimalan pembangunan fisik dengan sarana hutang luar negeri. yakni stabilitas. terutama dari segi jumlah penduduk. kelaparan. yakni keluarga Cendana. nelayan. Kota Jakarta yang bersolek. Perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet yang menjadi konteks geopolitik global ikut menyeret Indonesia. perempuan. Kalaupun diadakan pemilihan umum. Peminggiran Peran Partai Politik Dalam buku-buku sejarah yang ditulis selama Orde Baru (1966-1998). Republik pun dikepung oleh pemberontakan daerah. pertumbuhan dan pemerataan. misalnya. Gedung-gedung pencakar langit yang menjulang. Tetapi. Investasi asing pada industri-industri strategis. sampai penyelenggaraan pemilu sendiri yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri. nama sebuah jalan tempat rumah tinggal pribadi Soeharto dan keluarganya. telah menghilangkan dengan sistematis keunggulan komparatif produk dan teknologi dalam negeri. kesadaran seperti itu tidak muncul di kalangan elite. Nama yang dikenakan adalah demokrasi Pancasila yang berbentuk indoktrinasi lewat jalur-jalur pendidikan formal dan sertifikat Penataran P-4. kelangkaan minyak tanah. barang-barang rumah tangga. ketika politik menjadi panglima dan ekonomi tertinggal dalam keangkuhan nasionalisme. Bangsa yang pernah mengalami kelaparan bertahun lewat beragam perang dan proyek kolonialisasi tiba-tiba berubah menjadi bangsa yang gandrung akan materi. masa-masa kebangkitan Islam. Politik hanya berkisar di sekitar Soekarno yang dikitari oleh orang-orang yang mengagungkannya sebagai pemimpin besar revolusi dan memberikan jabatan sebagai presiden seumur hidup. Hanya saja. Kekuasaan berpusat kepada sekelompok orang di Jakarta yang melibatkan Golkar. mengingat terlalu asyik dengan kepentingan masing-masing. seperti tenggang-rasa dan tepa-selira. tetapi gagal mencapai kesepakatan. petani. Keadaan ini berlanjut dalam masa Demokrasi Terpimpin (1959-1966). politisi. dan tipologi sosial-politik lainnya. pada akhirnya tidak melahirkan kestabilan pemerintahan. juga mantan-mantan pejabat penting pemerintahan. Tokoh-tokoh penting kemerdekaan Indonesia bisa dipastikan tumbuh dan berkembang di penjara-penjara yang dekat dan jauh dari pusat pemerintahan.

sampai penahanan. dengan sangat terpaksa terpilah menjadi dua. sampai penangkapan dan penahanan. Doktrin-doktrin juga disalurkan lewat radio. selalu saja mencoba memasuki dan mengubah agenda-agenda kerjanya. baik berbentuk yayasan atau juga lembaga-lembaga advokasi dan penelitian. yakni lewat pemilihan umum. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. yakni pemilihan kepala desa atau kepala kampung. benteng pertahanan terpenting dari demokrasi yang tanpa intimidasi masih tersedia. pembubaran. sebagai contoh. sekalipun para aktivisnya terus mencoba membangun langkahlangkah alternatif yang dengan sendirinya harus mengikuti kehendak pemerintah. penduduk diusir dengan mendatangkan gajah. Bahkan. Dewan Pertahanan Nasional (Wantanas). satu-satunya referensi utama yang melawan arus dominasi pemikiran dan jurnal-jurnal resmi pada instansi pemerintah. untuk menghadapi mesin besar negara Orde Baru yang menggilas apa saja. bahkan panggung-panggung pertunjukkan. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia terpaksa fokus di kampus-kampus Institut Agama Islam Negeri. intelektual. Namun. Satu sebutan yang terdengar manis selama Orde Baru. bahkan hanya dengan modal uniform. .pelatihan resmi seperti BP-7 Pusat yang sudah bubar. Muhammadiyah harus mencari jalan tengah untuk mencegah politik belah bambu. sampai kepada buruh-buruh yang sedang memperjuangkan kenaikan upah. organisasi masyarakat sipil ini tidak berkembang. sebagaimana dulu juga pernah dipraktekkan oleh Presiden Soekarno. pemilihan ketua-ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia menghadapi himpitan serius. agar “nafas demokrasi Pancasila�? tetap bisa dirasakan. wartawan. demokrasi tinggal nama. Nahdlatul Ulama. sulit kita melihat organisasi lain menyediakan ruang demokratis yang baik. Kaum intelektual pantas mensyukuri keberadaan PRISMA ini. Aparatus negara berubah menjadi begitu menakutkan. hanya datang sekali dalam lima tahun. bahkan kematian yang tidak diduga. Benteng Pertahanan Bahkan yang berkembang adalah organisasi kelaskaran pemuda yang mengasosiasikan diri dengan rezim. tetapi sebagian mampu memajukan perspektif yang berlainan atas paradigma pembangunan Orde Baru. seperti Himpunan Mahasiswa Islam. lewat tangan-tangannya dan aparatus intelijen yang kuat. arisan-arisan keluarga dan tetangga. kelas-kelas pedagogi yang menihilkan peran sekolah. Sejumlah tokoh besar lahir dari sini. dalam bentuk yang sangat sederhana. Hal itu dapat dimengerti. tindas-menindas. Selain organisasi-organisasi kecil dan organisasi masyarakat sipil. terus berupaya membela kepentingan masyarakat kecil yang butuh perlindungan hukum. adalah satu organisasi yang terusmenerus diganggu dengan pelbagai bentuk intervensi. Terdapat juga organisasi masyarakat sipil. suap-menyuap. Negara yang coba menaungi semua organisasi. baik yang masih bergerak dalam ranah masyarakat sipil atau sudah mengikuti arus zaman dengan menjadi bagian dari penyelenggara negara (baik di wilayah ekskutif. pemilihan ketua-ketua Dewan Mahasiswa sebelum dibubarkan. Sesedikit apapun gerakan pembangkangan dilakukan. Begitu pula Lembaga Penelitian. Penyingkiran memang tidak dilakukan. tuduhan tentang organisasi tanpa bentuk. Perbedaan pendapat berarti perlawanan atas pemerintah. Di luar itu. ruang-ruang diskusi. karena tidak mampu lagi diterbitkan ketika zaman kebebasan datang. sebagian berasal dari kalangan masyarakat sipil ini. akibat-akibat yang ditimbulkan tidak bisa ditebak dan ditanggung. sekalipun jumlah kelompok oposisi terus bertambah secara diam-diam. Demokrasi. Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang melahirkan majalah PRISMA. Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). sulit untuk mengatakan bahwa demokrasi juga hidup dalam ranah masyarakat sipil ini. Patut disadari bahwa kalangan intelektual yang punya nama dalam era reformasi. Yang ada hanyalah pembenaran. setelah Soeharto tumbang. penuh rekayasa. Secara umum. terutama dengan pakaian loreng-loreng. juga masuk ke dalam organisasi sosial kemasyarakatan dan agama. namun dalam bentuk pemeliharaan atas ceruk-ceruk wilayah dan kanal-kanal pikiran yang mudah dikendalikan. sebagai contoh lagi. sekalipun tidak semua bisa digeneralisasi. legislatif atau yudikatif). yakni “aktor intelektual�?. terdapat indikasi betapa tokohtokoh penting itu justru berubah menjadi “Soeharto-Soeharto kecil�? dengan menjadikan perlawanan masa lalu sebagai latar.1 Lembaga swadaya masyarakat atau organisasi non-pemerintah ini ternyata juga mampu menjadi “tempat persembunyian�? atau bahkan “tempat magang�? bagi para aktivis yang tidak hendak masuk dalam skema besar pemerintah yang menyediakan lapangan kerja terbatas. atau proses pemilihan pengurus organisasi profesi dan keilmuan. Sebuah desa bisa saja ditenggelamkan dengan air bah. Para seniman. Sekalipun begitu. Partai-partai politik tidak berkembang. Negara. Organisasi ekstra universitas yang mencoba mempertahankan azas. karena dirasa mewarisi pemikiran kalangan Soekarnois. dan ujungujungnya adalah prosesi kebulatan tekad yang mengusung kembali Soeharto sebagai presiden. serta kantor menteri pemuda dan olahraga. mengingat organisasi masyarakat sipil memerlukan pola keketatan dan kedisiplinan sendiri. sekaligus juga menangisi. bukan kebenaran. televisi dan koran-koran nasional. telanjur dimasuki oleh aparatus negara lewat izin pertunjukan. terutama dalam pemilihan pimpinannya.

Kehadiran lembaga-lembaga donor di Indonesia yang berjumlah banyak memang memicu LSM-LSM kian profesional. The Indonesian Institute. bahkan perseberangan antara profesi (militer atau sipil) dan bahkan wilayah (Jawa dan Luar Jawa) diangkat ke permukaan dengan cara yang sangat usang. ditunjuk sebagai pengganti.2 Selain lembaga-lembaga riset kuantitatif. The Lead Institute Universitas Paramadina. ketika melakukan aksi-aksi yang kejam. Bisa jadi memang demikian. rezim yang semula dianggap sangat liat itu. dan terutama karena usia yang menua ditimpa zaman yang dihadapi oleh Soeharto. apalagi kalau tokohtokohnya sudah cukup dikenal. terutama Aceh. Persaingan antar kelompok. Kemajuan yang dialami oleh lembaga-lembaga riset itu menunjukkan juga arah perubahan ilmu-ilmu politik. Pembunuhan Marsinah. Tetapi. tanpa harus melewati prosedur pemilihan langsung yang sebenarnya. Semaraknya pembentukan dan kiprah lembaga-lembaga itu menunjukkan arah individualisasi politik atau personalisasi pemikiran. tetapi sekaligus juga memberikan kepada publik pilihan-pilihan yang beragam. Para aktor politik dengan segala cara mencoba terus mempertahankan dan meningkatkan dukungan. justru mereka sendiri yang mengotak-otakkan masyarakat ke dalam sekat-sekat yang mereka bangun. Era kemerdekaan media ini tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang baik. seorang tokoh yang sangat berpengaruh dalam upaya industrialisasi teknologi tinggi di Indonesia. Nusantara Center. langsung mengambil alih keadaan ketika demoralisasi melanda kalangan serdadu. perang di Timor Timur. BJ Habibie. Lembaga swadaya masyarakat juga berkembang secara masif. justru mendorong Soeharto mengambil langkah-langkah yang secara kental memicu lahirnya istilah Korupsi. Penanggulangan daerah-daerah bencana. satu aliran politik. pihak donor yang naif �? dan kadang-kadang kolutif�?. terutama mengingat kelumpuhan yang nyaris permanen yang dihadapi oleh partai-partai politik dalam menyalurkan aspirasi publik. Pendekatan ini membuat pilihan-pilihan ideologi yang semarak pada tahun 1950-an menjadi tidak lagi penting. Reform Institute. aliran politik. Di balik itu. bermuara kepada pengunduran diri yang disambut sorak-sorai para mahasiswa. Tidak heran kalau LSM tumbuh bak jamur di musim hujan. klan. agenda LSM telah bergeser dari perlawanan terhadap negara menjadi komplemen kebijakan demokratisasi negara. melahirkan oligarki “industri�? LSM (Benny Subianto. Tekanan dari dunia internasional. elite LSM yang sarat kepentingan. The Habibie Center. persaingan petinggi-petinggi militer. Kolusi dan Nepotisme (KKN). seandainya pemilu atau pilkada terjadi pada waktu survei itu diadakan. Fauzi Bowo Center. Dr. mulai menunjukkan kerapuhannya. kekejaman di Aceh. pengusaha dan birokrat Orde Baru. Mega Center. Demokrasi yang Tersebar Kelompok yang paling tidak disukai Soeharto – dan juga kurang diminati kaum intelektual �?. mengingat dihilangkannya pemberian kartu wartawan dengan lebih dahulu mengikuti . sampai peristiwa 27 Juli 1996. Opini publik langsung bisa dihitung. kejatuhan nilai tukar. Dalam bahasa Benny Subianto. Pemerintah tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya lembaga yang layak mengurus dana-dana yang digelontorkan pihak asing itu. Perubahan yang juga penting adalah munculnya lembaga-lembaga survei yang dengan jitu mampu memprediksi pihak mana yang bisa memenangkan pemilu. Soeharto. Hampir sembilan tahun lalu. yakni dari penggunaan metode kualitatif ke arah penggunaan metode kuantitatif. Menurut Benny.pada kenyataannya menyimpan kebencian dan kebengisan yang dalam kepada kaum intelektual. Freedom Institute. juga mensyaratkan keterlibatan LSM. perkembangan lain adalah pembentukan sejumlah kelompok-kelompok pemikiran yang bermuara kepada satu tokoh. Lembaga-lembaga itu ada yang memang bergerak menuju pengentalan ideologi tertentu. atau malahan juga kepada utopia tertentu yang coba terus dilakukan. Sebutan-sebutan yang melecehkan seperti itu menjadi kosa kata yang ampuh untuk menundukkan rakyat di bawah sepatu lars para penguasa. Tetapi. juga masih terdapat ribuan LSM yang masih hidup Senin-Kamis. baik di Jakarta ataupun di daerah-daerah. Yang diperbaiki hanya proses mendapatkan kekuasaan. para politikus ini juga datang dari orang-orang yang sudah malang melintang dalam kenyamanan kekuasaan Orde Baru. termasuk pemilihan langsung kepala daerah (pilkada). Sikap pesta-pora dengan mengabaikan demokrasi dalam ritual pemilihan presiden dan wakil presiden. Demokrasi dalam bentuk pengarus-utamaan permasalahan rakyat juga terjadi dalam pertumbuhan media massa. termasuk yang melakukan kartelisasi atas dana-dana asing. Prof. Kompas. “LSM sebagai Sebuah Industri�?. sehingga menciptakan profesi baru yang cukup memberi pengaruh. dan beragam lembagalembaga kajian lainnya mengisi lembaran-lembaran berita media massa. termasuk dengan mengerahkan para artis. aksi-aksi demonstrasi mahasiswa. Amien Rais Center. 04 Mei 2007). Lembaga-lembaga ini secara berkala mengeluarkan hasil survei menyangkut posisi partai-partai politik dan tokoh-tokoh politik penting. tetapi juga ada yang hanya sebagai kamuflase sementara sebelum memasuki kancah formal kampanye-kampanye politik. aboriginisasi di Papua. lama-kelamaan membuka borok-borok kerapuhan rezim. sebagaimana dikatakan kepada Daoed Joesoef (2006). yakni para politikus. Mereka hanya bersalin rupa dengan cara membentuk partai-partai politik. Sementara para politikus itu berbicara atas nama nasionalisme dan kesejahteraan. Ma’arif Institute. pada 21 Mei 1998. tetapi belum mengarah kepada tujuan menggunakan kekuasaan itu. menepati janji untuk menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada kaum ilmuwan.

Perkembangan yang juga patut dicatat adalah komponen-komponen masyarakat tidak lagi bersifat pasif. Provinsi Papua diatur lewat UU No. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. guru. Terbunuhnya seorang praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh. dekonsentrasi dan tugas perbantuan. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. Homogenitas budaya. implementasi masih sangat terbatas. Aceh dan Papua adalah dua daerah yang paling bergejolak. keterbatasan informasi memicu keseragaman. sehingga memicu perlawanan bersenjata yang mengarah kepada separatisme (kemerdekaan). masih terdapat daerah-daerah lain yang mencoba menawarkan model otonomi khusus. yakni keberadaan pressure groups. kepala-kepala desa. seperti lembaga kepresidenan dalam masa Orde Baru. terutama keterlambatan pemerintah pusat dalam mengeluarkan peraturan-peraturan perundang-undangan sebagai turunan dari undang-undang yang mengatur tentang otonomi daerah. tetapi juga berakibat pada persaingan antar wartawan dalam mendapatkan berita. 2002). moneter dan fiskal nasional. pemunculan Mbah Marijan sebagai ikon dalam mengantisipasi Gunung Merapi yang (hendak) meletus. dan Sambas (lihat S. Dalam banyak pemberitaan akhirakhir ini. terlihat bagaimana agenda media mengendalikan agenda pemerintah dan parlemen. Riau. Persebaran lain demokrasi muncul dalam bentuk otonomi daerah lewat desentralisasi. negosiasi aktif atas persoalan-persoalan yang berhubungan dengan kepentingan warga. 32/2004 justru menjadikan bawahan kepala desa. pengawasan terhadap media bukan berarti tidak ada. seperti Bali dan Sumatera Barat. Akan tetapi. dan lingkungan hidup. bisa diartikan dengan adanya kebebasan wartawan. kesehatan. Bahkan murid-murid sekolah juga dengan gagah tidak lagi . Di sejumlah daerah. Aceh diatur lewat UU No. konflik meletus akibat penanganan negara yang kacau dalam mengelola kejadian-kejadian yang semula hanya melibatkan individu. pertahanan. Yang tidak kalah penting adalah kemunculan daerah-daerah khusus dan istimewa yang mempunyai struktur pemerintahan yang berbeda dengan daerah-daerah yang diatur lewat UU No. Selain keempat daerah itu. serta agama. media massa justru menjadi aktor berpengaruh dengan cara sentralisasi pemberitaan. kesadaran itu masih komunal. walaupun masih berasal dari kandidat yang diajukan oleh partai politik atau gabungan partai-partai politik. Kaum buruh. “Hubungan pendek�? kekerasan itu memaparkan kepada dunia kekejaman-kekejaman khas kanibal. Guru-guru di Kabupaten Kampar. Sementara. Pemilihan langsung kepala daerah ini. dan korban lumpur Sidoarjo menjadi komponen yang pantas mendapatkan tempat sebagai perwakilan warga yang paling gigih dan dalam beberapa hal berhasil menjalankan fungsi negosiasi dengan pemerintah. sampai reshuffle kabinet yang berdasarkan opini publik. telah terus-menerus dijadikan sebagai agenda penting media yang lalu tampil sebagai agenda elite dan dijadikan asumsi sebagai agenda banyak orang. Pemerintah pusat memiliki kewenangan (urusan) yang dibatasi dalam politik luar negeri. telah memberi jalan bagi kemunculan pemimpin-pemimpin daerah yang populer. Sinansari Ecip. namun bukan dilakukan oleh pemerintah. Kekerasan juga meletup dalam upaya membentuk atau menolak pemekaran wilayah. Semula. dalam level media. yakni pemerintah (an) provinsi. yakni Sekretaris Desa. Ketika demokrasi digerakkan dengan cara meletakkan kekuasaan tidak pada satu lembaga yang kuat. Pelbagai operasi militer yang dirancang dan dijalankan Jakarta bermuara kepada dendam menahun. Namun. tanpa melibatkan calon independen. ketenagarakerjaan. Hanya saja. Dengan model otonomi khusus. yakni UU No. seperti di Poso. sekalipun media berjumlah banyak. urusan-urusan lain dikelola secara bersama-sama oleh pemerintah (-an) daerah. Latar belakang pembentukan model pemerintahan daerah yang berbeda itu berasal dari sejarah pemerintahan yang berlainan pada empat daerah itu. yustisi. Mereka berhasil melakukan tekanan politik. yakni pembentukan organisasi-organisasi berbasis etnis dan sub-etnis. melainkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia. agama dan perbedaan sistem pemerintahan tradisional dengan sistem pemerintahan nasional telah menstimulasi upaya elite dan masyarakatnya untuk menekan pemerintah pusat agar mengakui perbedaan-perbedaan atas masing-masing daerah itu. terdapat pilihan pemerintahan lokal yang tidak lagi seragam. 32/2004 itu. Pergolakan-pergolakan itu banyak disebabkan oleh kekeliruan kebijakan oleh pemerintah nasional yang mengutamakan pendekatan keamanan untuk mencapai stabilitas politik dan pemerintahan. lewat foto-foto dan video-video amatir yang dikemas menjadi begitu mengerikan dengan narasi yang kelewat batas.pelatihan-pelatihan khusus. daerah istimewa dan daerah khusus ini. atau bahkan juga aksi-aksi anarkisme terutama yang bertalian dengan politik. ketika UU No. keamanan. Kaum buruh berhasil mempertahankan UU No. Ambon. Semakin banyak keterlibatan masyarakat dalam mengubah kebijakan pemerintah. Keterlibatan itu berupa aksi-aksi unjuk rasa. Kepala-kepala desa mengajukan tuntutan peningkatan kesejahteraan. 13/2003 tentang Ketenagarakerjaan yang semula ingin direvisi oleh negara. 21/2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua. sebagai bagian yang penting dalam era demokrasi. Dewan Pers dan LSMLSM yang bergerak khusus di bidang media. kabupaten dan kota yang antara lain meliputi pendidikan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta sedang bergulat dengan rancangan perubahan undang-undang tersendiri. konsolidasi berupa pembentukan organisasi. sebagai pegawai negeri sipil. sekaligus juga menyebabkan pembentukan faksi-faksi politik di daerah yang bisa jadi mengarah kepada oligarki. termasuk pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil. sekalipun dalam proses hukum berikutnya sang Bupati kembali menempati jabatan semula. Kepala dan wakil kepada daerah bahkan dipilih secara langsung sejak 1 Juni 2005. mampu menjungkalkan bupati dari kursi kekuasaannya. Demokrasi.

sementara pada masa Soeharto adalah pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai oleh demokrasi. baik materiil. atau bahkan feodalisme dan favoritisme. tetapi juga dipicu oleh orang-orang yang pernah menjalankan pemerintahan dan kecewa dengan pemerintahan yang sedang berkuasa. dan mengeluarkan petisi-petisi yang ditujukan kepada pihak sekolah. sampai ke tingkatan pemerintahan daerah dan nasional. Tugas kita sekarang adalah menggabungkan sisi-sisi positif pada masing-masing era itu. dan ribuan negative list lainnya yang bisa ditemukan dalam setiap catatan sejarah bangsa ini. tetapi digerakkan untuk mencapai tujuan-tujuan bernegara. Kelompokkelompok itu berasal dari gerakan-gerakan internasional yang bertarung di tingkat nasional. Keabsahan pengendalian pemerintahan kurang mendapatkan gangguan berarti. termasuk dalam mengembangkan kebudayaan dan peradaban yang terkait dengan demokrasi dalam tataran apapun. maupun spirituil. .menjadikan jalanan sebagai arena perkelahian. publik bisa melibatkan diri dengan cara mengajukan para kandidat yang dijamin lewat undang-undang. demokrasi bukan hanya sekadar melegitimasikan kekuasaan secara konstitusional. Presiden Yudhoyono memperlihatkan dukungan positif atas demokrasi. krisis representasi terjadi. tetapi pada sisi yang lain terlihat betapa efisiensi penyelenggaraan pemerintahan belum berjalan maksimal. terasa sekali ada kebutuhan untuk menjaga agar dinamika demokrasi berlangsung stabil. Masa depan demokrasi akan sangat ditentukan oleh keberadaan dan kinerja pranata-pranata demokrasi formal. ketertutupan informasi di kalangan penyelenggara negara. Indonesia. Demokrasi tidak akan berjalan tanpa makan pagi dan makan siang. Sembari itu. seperti legislatif. apalagi kalau disengaja. yayasan. juga memayungi negara-negara di planet bumi ini dalam hubungan antar bangsa. misalnya kembalinya militer ke kancah politik. pemerintahan dan pranata demokrasi harus menjamin agar daftar negatif itu tidak kembali dalam bentuk tertutup atau terbuka. maka demokrasi saja tidak akan cukup. diperlukan ikatan yang lebih luas antara publik dengan partai-partai politik. pengadilan atas pikiran. Resolusi atau rekomendasi yang ditelorkan dalam pertemuan antara negara-negara di dunia juga terus mencoba membuka selubung ketertutupan negara-negara non-demokratis. Potret perjalanan demokrasi dalam wilayah yang luas itu menunjukkan bahwa tidak ada lagi ruang untuk kembali kepada teokrasi. Mulai masuknya unsur-unsur perseorangan dalam proses kontestasi demokrasi juga memungkinkan keberadaan alternatif-alternatif kepemimpinan yang tidak hanya berasal dari partai-partai politik. Hanya saja. Kemajuan teknologi informasi. Dalam level yang luas. tentu sudah harus memantapkan diri. Upaya meruntuhkan demokrasi juga terjadi dengan kemunculan kelompok-kelompok teroris dan fundamentalis. Meretas Masa Depan Banyak yang mulai menyebut bahwa demokrasi akan kehilangan pesona. ketika aktor-aktor dan lembaga-lembaga demokrasi tidak lagi bekerja demi publik. Metode penjaringan yang dipilih mengarah kepada inklusifitas dan ekslusifitas. otokrasi. dan pengelola pendidikan. dan perubahan iklim menyebabkan ketergantungan satu negara dengan negara lain begitu tinggi. Dengan pelbagai capaian yang sudah diraih oleh Indonesia. Unsur-unsur negatif dalam perkembangan demokrasi layak dicegah. Journal of Democracy. perhubungan. sebagai negara demokrasi baru. Pada satu sisi. serta gerakan-gerakan politik yang mendefinisikan suara publik dengan sekehendak hati. sembari menghilangkan kemiskinan dan juga bentuk-bentuk diktatorisme yang tanpa penghormatan atas hakhak asasi manusia. sehingga mengganggu capaian-capaian keberhasilan program yang sudah ditetapkan. Uniknya. baik dalam wilayah yang sangat kecil seperti sekolah dan kampung. eksekutif dan yudikatif. Kekurangan selama era Soekarno adalah perkembangan pesat demokrasi yang kemudian juga memicu kekecewaan. tidak ada undangundang yang mengikat partai politik tentang bagaimana memilih kandidatnya dan setiap partai politik memiliki kebebasan untuk membuat peraturan sendiri (Gideon Rahat. dengan cara memberikan jawaban atas keberadaan kelompok-kelompok yang hendak mengganti pemerintahan secara non-demokrasi. termasuk dalam menangani bencana alam yang turun dalam skala besar dalam beberapa tahun terakhir. yakni menumbuhkan demokrasi dan memaksimalkan pembangunan. tidak sengaja. Memang pada sebagian besar negara-negara demokrasi. Volume 18: January 2007). melainkan untuk kepentingan diri sendiri. dari sisi kinerja. Untuk itu. dalam soal penjaringan calon-calon anggota legislatif dan eksekutif yang diajukan. mengusung spanduk. Demokrasi mengaliri setiap urat nadi pergerakan masyarakat. demokrasi membutuhkan partai-partai politik moderen dan profesional yang sekarang masih terlihat gagu dan hanya memikirkan diri sendiri. perdagangan. Tanpa peningkatan kesejahteraan. Akan tetapi. pelarangan buku. Demokrasi juga membutuhkan kaum demokrat. demi kepentingan yang lebih luas. cita-cita negara kesejahteraan layak terus-menerus diusung dan dicarikan padanannya oleh setiap penyelenggara negara dan warga negara. Sistem politik. Dalam banyak aspek. pengebirian pers. melainkan mulai mencorat-coret dinding. kekuatan itu muncul dari kalangan partai-partai politik. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga bertarung pada level serendah ini. Kalaupun terdapat usaha untuk mendukung atau mengoposisi pemerintah. misalnya.

SBY dan SBY. 22 Januari 2003. mereka juga ikut-ikutan melakukannya di Poso. Tetapi PD seolah meminta belas kasihan pada mitra koalisi sehingga SBY terpilih menjadi presiden tahun 2004. dan iming-imingan akan di naikan kembali gaji PNS . (Ant/ima) Oleh : uvie lutha Suara SBY yang mencapai lebih dari 60%. rakyat kecil yang tahunya hanya BLT. Jelas sudah kenapa suara SBY bisa mencapai lebih dari 50%. tentu saja memciptakan kesenangan besar bagi para pendukungnya. Jakarta: The Indonesian Institute. Rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa hanya bisa berbangga dan bersenang hati saat mendapatkan BLT yang di berikan SBY di masa pemerintahannya. Tak hanya rakyat indonesia yang senang akan kemenangan SBY. PD . "Di saat masyarakat Poso menonton berita ada pembakaran dan pembunuhan di Jakarta. Terutama bagi rakyat kecil yang mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT). Artis. 2 Lihat Indra J.____________________________ Diskusi soal perjalanan LSM. SBY. Piliang. 1 Selain itu. Tetapi kenaikan gaji PNS khususnya guru. Pengaruh situasi nasional seperti itu tak bisa dihindari sebagai konsekuensi dari reformasi dan kuatnya desakan globalisasi. Bahkan JKWIN yang di prediksi mendapat suara terbesar kedua setelah SBY. baik di tingkat infrastruktur maupun suprastruktur. halaman 61-79. secara otomatis akan kembali memilih SBY sebagai presiden. “Soetrisno. Tentu saja hal ini sangat memberikan efek bagi pilpres mendatang . Dari pemilu 2004 PD hanya mendapat suara 7%. tetapi amerika juga turut merayakan kemenangan SBY yang merupakan pentolan partai demokrat (PD) ini. Ini hanya sebagian tipis analisis saya (penulis) tentang kemenangan SBY-Boediono. Kompas. membuat kurang lebih 4jt jiwa PNS khususnya guru menyuarakan hatinya kepada SBYboediono. ternyata pasangan pentolan golkar-hanura ini kalan dengan suara Mega-Prabowo." demikian Akram Kamaruddin. lihat “Organisasi Non-Pemerintah di Tengah Gugatan dan Hujatan�?. dan Politik�? dalam Zaim Uchrowi (Ed). kerusuhan Poso ini juga disebabkan oleh kuatnya pengaruh situasi nasional dan adanya jaringan komunikasi yang tersumbat. BLT dan BLT. Soetrisno Bachir : Solusi untuk Bangsa. Kemenangan SBY tidak hanya di dukung oleh sebagian rakyat miskin yang jumlahnya kurang lebih 40% dari jumlah penduduk indonesia.

Tetapi jika intervensi asing khususnya amerika malah banyak memberikan kerugian bagi negara. Hubungan indonesia yang makin akrab dengan amerika. Dan Jika partai islam naik menguasai indonesia tentu saja amat sulit bagi amerika untuk kepentingan politik hegemoni Amrik dan kelangsungan projek korporat-korporat raksasa Amrik di nusantara. soal kepemihakan dan bahkan Bisa jadi soal kepentingan. tentu saja kehadiran partai islam seperti PKS yang mengusung wacana “ islamisasi di segala bidang”. dia tidak mempunyai kesempatan menghadapi keadaan yang nyata. tak pelak SBY pun di tuding sebagai antek-antek amerika. Bahkan SBY di tuding terlalu nurut dengan amerika. Tidak ada salahnya memang menjalin hubungan dan meminta dukungan dengan negara asing. Mengapa amerika senang? tentu saja dengan naiknya SBY. Dampaknya. mudah-mudahan menjadikan negara ini lebih baik. tentu saja ini ada hubungannya dengan kepentingan amerika. Menurut Mayor jendral saurip dari awal. Sedangkan negara kecil seperti thailan dan malaisya saja bisa menghapuskan hutangnya secara singkat. Apapun yang menjadi pertimbangan SBY. Padahal indonesia ini negara kaya. Mengapa begitu? Memang SBY pernah mengatakan kepada International Herald Tribune (8-8-2003): “I love USA. ini bukan sekedar soal hubungan biasa. karena dia tahu beresnya saja. yang sulit-sulit. Label: kopinews . tetapi lebih mendasar lagi. realitas yang tidak selalu mulus. mengingat SBY pun pernah bersekolah di amerika. Salah satunya waktu tahun 2004 SBY terpilih Georg bush mempunyai kepentingan dg mitra TNI yg mampu sapu bersih anasir-anasir teroris Islam ekstrim Asia Tenggara yg sebagian sedang bersemi dan bersarang di Indonesia. lalu mengapa SBY menolak kenaikan cawapres dari PKS? . Yang saya takutkan ketika negara ini sudah di naikkan oleh asing. di samping indonesiapun memiliki kepentingan sendiri dengan amerika. with all its faults.yang mengusung demokrasi dan nasionalis.Bush. Amerika makin leluasa untuk melaksanakan kepentingannya. itu sama saja menggantungkan diri terhadap asing. Dan SBY adalah figur yg tepat di mata Mr. Yakni soal pilihan mazhab. maka siap-siap untuk di jatuhkan pula oleh asing. mengapa itu harus di pertahankan ? . soal ideologi. menjadi halangan besar badi PD khususnya amerika yang mempunyai kepentingan – kepentingan tertentu. I consider it my second country”. dengan alasan unsur islam merupakan penghambat demokrasi. SBY sudah terbiasa dimanjakan oleh sekelilingnya. (di kutip dari hasil wawancara Khusus Mayor Jenderal Saurip Kadi oleh Faizal Assegaf (Pemimpin Redaksi Majalah EXPAND) Dari situ bisa terlihat seberapa dekat hubungan SBY dengan amerika.

tidak mendapatkan prioritas bahwa cenderung untuk diabaikan. Pasal 28 I UUD secara tegas memberlakukan azas non retroaktif sebagai HAK Azasi Manusia. yang dalam pasal 43 menentukan bahwa pengadilan atas pelanggaran HAM masa lalu harus diusulkan oleh DPR dan ditetapkan dengan Keppres. terlihat negara secara sistematis berupaya menolak pertanggungjawaban terhadap pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi.iaran Pers No 61/Kontras/SP/XII/2000 Tentang Tahun 2000. Indikasi penolakan tersebut ialah: Amademen terhadap pasal 28 UUD. Aceh sampai Papua. Respon negara terhadap berbagai pengaduan pelanggaran HAM masa lalu dan berbagai pelanggaran HAM yang tengah terjadi di Aceh dan Papua. Dengan cerdiknya negara telah membangun benteng kontitusi untuk menghilangkan pertanggungjawaban masa lalu. Sikap tersebut berlanjut dengan ke luarnya UU tentang Pengadilan HAM. dan kekerasan yang masih berlangsung di Aceh dan Papua. Tahun Impunitas : Catatan Pelanggaran HAM di Indonesia Menyambut Peringatan Hari HAM Se-dunia. 10 Desember 2000 Tahun 2000 sesudah hampir berakhir. Konflik Maluku yang sudah berlangsung dua tahun lebih. serta diabaikannya pengaduan korban-korban kekerasan negara di Aceh menunjukan adanya penolakan itu. bahkan pemerintah tidak memberikan komentar atas korban jiwa yang terus berjatuhan. Peristiwa tersebut adalah merupakan puncak dari pergulatan negara atas desakan untuk mempertanggungjawabkan berbagai peristiwa kejahatan HAM masa lalu. menandai keprihatinan menjelang akhir tahun 2000 ini. Hal ini terlihat kasus Tanjung Priok. . Dari beberapa peristiwa yang tercatat oleh Kontras. Tidak ada tindakan pemerintah untuk menghentikan segala bentuk kekerasan yang di lakukan aparatnya yang berlindung atas nama hukum. namun pelanggaran HAM tetap terjadi di Indonesia mulai dari ujung barat hingga ke ujung timur.

sehingga perilaku aparat kepolisian tidak pernah berubah. Kepolisian juga belum melakukan perubahan doktrin dan sikap dalam menangani persoalan di masyarakat.selama bulan Januari . Korban-korban tersebut tercatat dalam peristiwa penghilangan orang secara paksa dalam 58 peristiwa dengan 74 korban. angka pelanggaran HAM tertinggi terjadi di Aceh. Kecilnya angka pelanggaran HAM yang dilakukan oleh TNI bukan berarti TNI tidak lagi melakukan pelanggaran HAM. sebagai daerah yang tertinggi angka pelanggaran HAMnya.7 Desember 2000. yaitu 910 kali. Dari keseluruhan data tersebut di atas.Konflik sosial yang terus terjadi di beberapa daerah. Di Aceh. Polri melakukan 735 pelanggaran. sehingga kepolisian seringkali menjadi tidak terkontrol dalam melakukan aksi dan tugas di lapangan. dalam periode yang sama. TNI ketika melakukan tugas bersama dengan kepolisian juga melakukan pelanggaran HAM dalam bentuk tindakan yang sama dengan kepolisian. Kontras mencatat terjadi 57 peristiwa penghilangan orang secara paksa dengan jumlah korban 73 jiwa. Tentang Peristiwa dan Korban Sepanjang Tahun 2000 (Januari . Polri telah menjadi pelaku pelanggaran HAM terbanyak di Indonesia dengan melakukan pelanggaran HAM terbanyak. . Tentang Pelaku Dari sisi pelaku. 185 peristiwa pembunuhan di luara prosedur dengan korban 310 jiwa dan 376 peristiwa penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya dengan jumlah korban 439 jiwa. sedangkan TNI melakukan 29 pelanggaran HAM. di Aceh.7 Desember} Kontras mencatat telah terjadi 1216 kasus pelanggaran HAM dengan jumlah korban 2119 jiwa. Tingginya angka pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Polri dalam banyak peristiwa disebabkan karean kepolisian selama ini menjadi institusi yang seringkali menjadi perpanjangan tangan dan alat pengamanan dari kebijakan. TNI juga melakukan pelanggaran HAM sebagai pelaksana dari kebijakan negara dengan kondisi doktrin dan ajaran yang masih bernuansa kekerasan. pembunuhan di luar presedur hukum dalam 279 peristiwa dengan 457 korban. penahanan semena-mena dalam 450 peristiwa dengan 710 korban dan penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya dalam 429 peristiwa dengan 878 korban. karena tidak disertakan konsep yang memadai. terutama yang terjadi di Maluku. bersama dengan TNI Polri malakukan 76 pelanggaran dan TNI sendiri melakukan 29 pelanggaran. Selama ini penggunaan pendekatan keamanan dan peningkatan status keamanan daerah tidak bisa menyelesaikan konflik tersebut. Kasus aksi dan sweeping dalam pencarian GAM di Aceh yang dilakukan kepolsian sebagai pelaksana tugas pengamanan sering disertai dengan tindakan kekerasan. tidak pernah diupayakan untuk bisa di selesaikan secara cepat dengan metode yang non violence.

penerapan UU Peradilan HAM dan UU PKB yang akan melanggengkan praktek poltik militeristik. Pembiaran itu tampaknya masih terus berlanjut dengan tidak adanya pernyataan dari negara untuk melakukan klarifikasi terhadap pendekatan yang dilakukannya. Militerisme terhadap konflik didua wilayah tersebut ditunjukkan juga di Ambon . Negara telah jelas-jelas melakukan pembiaran terjadinya pelanggaran HAM secara terus menerus sepanjang tahun 2000. Masih berlangsungnya konflik sosial di Kepulauan Maluku dan beberapa tempat lainya.Pandangan Kontras Terhadap Kondisi Kemanusiaan Ke Depan Di Indonesia Melihat kondisis kemanusiaan di Indonesia saat ini. Jakarta. Kemenangan politik otoritarian tersebut berupaya dijustikasi melalui system hukum seperti misalnya perubahan konstitusi. Praktek politik otoritarian telah ditunjukkan oleh negara dalam menangani persoalan Aceh dan Papua. negara telah melegalkan sejumlah tindakan penyelesaian persoalan-persoalan yang menggunakan metode kekerasan seprti yang terjadi di Aceh dan Papua. dan dilakukan oleh aparaturnya. Berlarut-larutnya konflik Maluku menujukkan bahwa negara tidak pernah membangun konsep penyelesaian. 9 Desember 2000 Munarman Koordinator Kontras Tabulasi Pelanggaran HAM di Aceh dan Papua Periode bulan Desember 2000 Peristiwa di Aceh Tanggal Peristiwa 3 4 5 0 2 0 0 15 0 1 2 1 0 0 0 Total 6 0 0 0 0 7 0 1 0 0 5 19 4 1 Penghilangan paksa Pembunuhan di luar proses hukum Penahanan semena-mena Penyiksaan dan perlakuan tidak 1 3 1 0 0 2 0 2 0 1 . ada rasa pesimis dari sejumlah kalangan terhadap perbaikan kondisi HAM di masa yang akan datang. Di samping membiarkan aparaturnya melakukan pelanggaran HAM. Kecemasan ini dilatarbelakngi dengan kenyataan bahwa : Terjadi arus balik politik otoritarian yang dipraktekan negara dalam menangani problem ketimpangan struktural yang terjadi. pemerintah seakan-akan mencoba melarikan diri dari tanggung jawab penyelesaian. semakin menunjukkan ketidakmampuan pemerintah menyelesaikan konflikkonflik yang terjadi. Dengan meyerahkan persoalan Maluku sepenuhnya kepada masyarakat Maluku.

2006 Tinjauan Kecerdasan Spiritual (SQ) Terhadap Permasalahan Sosial di Indonesia . October 06.manusiawi lainnya Total TNI/POLRI TNI POLRI GAM Tak diketahui Total Peristiwa di Papua 4 3 0 0 1 0 4 3 0 0 0 0 3 3 1 0 0 1 0 0 1 19 11 7 0 1 0 19 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 29 15 8 1 2 3 29 Penghilangan paksa Pembunuhan di luar proses hukum Penahanan semena-mena Penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi lainnya Total TNI/POLRI TNI POLRI GBPK Tak diketahui Total Catatan : 1 0 2 0 1 3 3 0 0 0 0 3 Tanggal Peristiwa 2 3 4 5 0 0 0 0 8 0 0 0 0 47 0 0 2 0 0 0 10 9 0 0 1 0 10 47 0 0 47 0 0 47 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Total 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0 6 80 0 86 84 0 0 2 0 86 0 16 127 3 146 96 0 47 3 0 146 Data di atas dihitung berdasarkan korban bukan peristiwa. Data di atas diambil dari hasil invetigasi Kontras Aceh dan Kontras Papua Friday.

Melalui Sidang Istimewa MPR RI Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri diangkat menjadi presiden. Korea. Philipina dan Singapura dapat cepat membawa hasil. main hakim sendiri hingga pertumpahan darah. agama. politik dan sosial di Indonesia. pada bulan April 1997 telah terpuruk menjadi 50 Bath. diputuskan adanya pemilihan umum dipercepat. Melalui Sidang Istimewa MPR RI. Kemelut dalam bidang politikpun terjadi. dilanjutkan dengan penarikan dana yang sangat besar dari Bank Indonesia dalam bentuk BLBI untuk penyehatan sektor perbankan.Oleh : Rahmat Ismail Ketua Umum PP Himpunan Psikologi Indonesia AbstrakKrisis moneter yang menimpa beberapa negara di Asia Tenggara pada tahun 1997 telah membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan ekonomi. Malaysia. karena krisis yang mereka alami hanya menyangkut moneter saja. Kerusuhan dengan latarbelakang kesukuan. Presiden Suharto setelah berkuasa lebih dari 32 tahun terpaksa harus meletakkan jabatan. Singapura dan Indonesia. telah membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan bangsa-bangsa menjelang diberlakukannya Zona Perdagangan Bebas. Dimulai dengan adanya guncangan ekonomi di Kerajaan Gajah Putih Thailand. Akan tetapi justru yang terjadi adalah maraknya perdagangan valuta asing sehingga nilai tukar rupiah jatuh ke titik yang terendah. PendahuluanKrisis moneter yang diawali sejak pertengahan tahun 1997 dan terjadi di Asia Tenggara. Perbaikan yang dilakukan di negara-negara Thailand. Philipina. BJ Habibie. Di Indonesia sangat dirasakan adanya krisis ekonomi yang dimulai dari kehancuran sektor perbankan. Hasilnya terpilih Presiden baru Abdurrachman Wahid. Pendekatan yang memanfaatkan Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence) diharapkan dapat menjadi alernatif pemecahan masalah konflik sosial yang saat ini sedang terjadi di Indonesia. dimana terjadinya krisis moneter telah diikuti pula oleh krisis politik yang pada akhirnya menjadi sebuah krisis sosial. yang juga tidak dapat bertahan lama karena dianggap sering mengambil keputusan yang kontroversial. dimana nilai tukar mata uang Bath yang selama 40 tahun terakhir berkisar sekitar 24 Bath untuk 1 dollar Amerika. Muncul berbagai permasalahan sosial di hampir seluruh wilayah Indonesia. Malaysia. Krisis multi dimensi di IndonesiaKrisis ekonomi di Indonesia diawali sejak dilakukannya praktik perdagangan monopoli yang dilakukan oleh elit tertentu dan . politik dan ekonomi telah memicu berbagai unjuk rasa. Wakil Presiden saat itu. diangkat menjadi Presiden. Jatuhnya mata uang Bath ini menjadi pemicu dimulainya krisis ekonomi di Korea. Berbeda dengan di Indonesia.

BCA / Soedono Salim Rp. 4. likwiditas perbankan menjadi sangat lemah. BDNI / Sjamsul Nursalim Rp. 3. BHS / Hendra Rahardja Rp.000 pada saat BLBI dilakukan. Suatu nilai tukar yang tidak pernah terbayangkan akan terjadi menimpa ekonomi Indonesia.000 untuk 1 dollar Amerika. DANAMON / Usman Atmadjaja Rp.250 untuk 1 dollar Amerika telah merosot ke Rp. Kekuatan ekonomi yang dibentuk dan ditentukan oleh kekuasaan politik ini telah mendorong tumbuh suburnya korupsi di pelbagai lini birokrasi pemerintahan dan militer. Untuk mengatasi permasalahan ini sekelompok pengusaha perbankan mengajukan permohonan bantuan likwiditas dari Bank Indonesia dan terjadilah penarikan uang negara secara besar-besaran yang diberikan kepada sekelompok pengusaha perbankan yang dikenal sebagai kasus Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) pada bulan Nopember 1997. melainkan dipindahkan ke luar negeri dipakai untuk spekulasi valuta asing.050 milyar 4.040 milyar 2. maka perbankan harus memikul beban kerugian yang sangat berat. 23. 37. tidak dapat dicairkan oleh bank-bank di luar negeri. BIRA / Bambang Winarso Rp. Oleh karena seringnya perbankan kalah kliring. lembaga perbankan lahir dengan mudah karena persyaratan pendirian yang sangat ringan. Dalam bidang keuangan. 12.596 milyar 3. Karena sebagian besar dari usaha ini gagal. 4. Di perkirakan dana BLBI tersebut sebagian besar tidak digunakan untuk menyehatkan keuangan perbankan di dalam negeri. 26.068 milyar 5. Akan tetapi dalam perkembangannya. Fuad Bawazier.866 milyar . 2. Akibatnya. nilai tukar rupiah justru merosot empat kali lipat hingga mencapai titik terendahnya pada pertengahan Februari 1998 senilai Rp 16. dana yang dikumpulkan oleh perbankan di Indonesia lebih banyak digunakan hanya untuk membiayai usaha dari kelompok pemilik bank itu sendiri. Akan tetapi hanya dalam waktu 45 hari setelah BLBI dikucurkan. BUN / Bob Hasan Rp. mantan Menteri Keuangan yang pernah memeriksa BLBI menyebut kasus ini sebagai "perampokan bank terbesar di dunia yang dilakukan secara terang-terangan di siang hari bolong" Nilai tukar rupiah yang sebelum masa krisis masih bisa bertahan pada posisi sekitar Rp. L/C yang sudah dibuka dan jatuh tempo untuk dibayarkan.didukung oleh kekuatan politik yang ada.018 milyar 6. NAMA BANK PENERIMA JUMLAH POKOK 1. mereka meminjam dari bank yang lain dengan bunga yang sangat tinggi.

khususnya . semakin menyebabkan rasa ketidak percayaan rakyat terhadap pemerintahan yang ada. Maluku Utara terjadi pembantaian di dalam masjid pada bulan puasa Desember 1999 dan di Poso ditemukan ratusan mayat terapung di suangai Poso pada Mei 2000 menjelang pelaksanaan MTQ ke 19. Konflik sosial di pelbagai daerah di Indonesia. Dipicu oleh pengunduran diri sejumlah Menteri Kabinet Pembangunan 2 bidang Ekonomi. Di Ambon terjadi pula kerusuhan antar agama pada tanggal 19 Januari 1999 terjadi tepat pada pada hari raya ‘Idul Fitri . seolah berubah menjadi bangsa yang brutal dan bengis. Bangsa Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai bangsa yang ramah dan memiliki tata krama yang sangat tinggi. Pemerintahan Soeharto yang telah berkuasa lebih dari 32 tahun berakhir dengan dibacakannya pengunduran diri Suharto sebagai presiden dan dilantiknya B. Terjadi konflik antara lembaga eksekutif dan legislatif. terutama di tangan pejabat negara dan militer yang korup. Kerusuhan antar agama yang tidak dapat dibuktikan siapa pelakunya terjadi di Situbondo pada tanggal 10 Oktober 1996. Habibie sebagai Presiden Indonesia ke tiga pada pagi hari Kamis 21 Mei 1998. Sidang Istimewa MPR RI kemudian diadakan dan menetapkan dipercepatnya pelaksanaan pemilihan umum agar para wakil rakyat dapat memilih Presiden yang legitimate. di Pontianak 29 Januari 1997 dan 25 Oktober 2000. serta di Sungaikunyit Hulu 18 Pebruari 1997.J. ternyata tidak mampu untuk bisa membendung kehancuran perekonomian. Konflik antar suku terjadi beberapa kali di Kalimantan antara suku Dayak dan Madura. Wahid yang seringkali mengambil keputusan yang kontroversial pada akhirnya mengeluarkan dekrit pembubarkan MPR RI. Hal ini menyebabkan reaksi MPR RI mencabut mandat yang telah diberikan kepada Wahid dan mengaangkat Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden ke lima Indonesia. Konflik antar suku ini telah menyebabkan terjadinya arus pengungsi etnis Madura ke Surabaya dan Pulau Madura secara besar-besaran. terjadinya penguasaan perekonomian di tangan sekelompok pengusaha besar dan penumpukan kekayaan pada sekelompok orang saja. Demikian pula di Tasikmalaya pada tanggal 26 Desember 1996 terjadi kerusuhan yang dipicu oleh adanya penganiayaan dua orang santri oleh polisi setempat. Lima besar penerima BLBI (Sumber BI dan BPK) Sebagai dampak dari merosotnya nilai tukar rupiah. Kejadian paling parah terjadi di Palangkaraya pada 18 Pebruari 2001 dan berkembang hingga ke Sampit. di Galela. Akan tetapi usia kepemimpinan Wahid inipun tidak dapat bertahan lama. Rezim Orde Baru yang telah berkuasa dengan sangat kokoh di Indonesia. di 13 wilayah Jawa dan Madura.Bersamaan dengan terjadinya krisis ekonomi dan politik. Melalui hasil pemilu inilah kemudian MPR RI memilih Abdurrachman Wahid menjadi Presiden RI ke empat. Di Sanggauledo pada tanggal 29 Desember 1996. konflik sosialpun bermunculan di berberbagai daerah. Sejak bulan Januari hingga Oktober 1998. Keuangan dan Industri yang diprakarsai oleh Ginanjar Kartasasmita.Tabel 1.

Situbondo dan Probolinggo ditemukan korban tewas dan luka-luka parah. Fasilitas umum diluluh lantakkan. Hal ini dimungkinkan apabila seseoang itu memiliki Kecerdasan Spiritual yang tinggi. dimana kita dapat melihat dengan lengkap seluruh keterkaitan permasalahan dan mampu untuk bersikap secara luwes. tertangkapnya pencuri. konflik politik hingga konflik antara mahasiswa dan tentara/polisi yang menyebabkan meninggalnya 3 orang martir mahasiswa Universitas Trisakti. Elang Mulia. Hafidin Royan dan Hery Hertanto pada tanggal 12 Mei 1998. Konflik yang terjadi hampir di seluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia ini menyebabkan terjadinya pergeseran nilai-nilai. Antara lain mulai dari perebutan lahan parkir.di daerah Tapal Kuda Jawa Timur terjadi pembunuhan massal yang bermula dari isu pembersihan dukun santet. nilai-nilai baru sudah berlaku di masyarakat. konflik antar kampung/suku. Kejadian yang paling mencolok adalah korban pembantaian yang tewas di Banyuwangi yaitu 85 orang. Di Jakarta juga terjadi berbagai konflik sosial dengan latar belakang permasalahan yang beraneka ragam. Di Aceh telah terjadi konflik sosial yang pada akhirnya tidak diketahui lagi siapa yang memulainya. Danah Zohar dan Ian Marshal memberikan batasan tentang Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence) ini sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai. sehingga tidak jarang terjadi pengeroyokan hingga mati terhadap pencuri yang tertangkap basah. di Jember 17 orang. rakyat membunuh tentara. Di Bekasi. di Pasuruan 13 orang dan di Pamekasan 5 orang. saat ini sudah hampir tidak ada lagi. Dapat dilihat dari sopan santun di jalan raya bagi pengendara kendaraan. Dalam kondisi anomi ini. Serang. anggota legislatif dan eksekutif diculik dan dibunuh. Bangkalan. Tentara membunuh rakyat. Kecerdasan Spiritual sebagai alternatif pemecahan masalah konflik sosialMenghadapi bebagai permasalahan konflik sosial yang saat ini sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia dan bahkan telah mulai menjurus kepada kemungkinan terjadinya disintegrasi bangsa. Rektor sebuah universitas dibantai. Para ustadz dan kiai menjadi korban pembunuhan yang polanya mirip dengan pembunuhan yang dilakukan oleh PKI menjelang meletusnya G30S. masyarakat hidup dengan penuh ketidak jelasan. diperlukan kemampuan untuk dapat melihat permasalahan yang ada secara holistik. Sikap main hakim sendiri juga sudah merupakan kejadian sehari-hari. Demak. Dalam kondisi sedemikian ini. Kendaraan-kendaraan terutama yang besar-besar. di Sumenep 23 orang. Sementara nilai-nilai yang lama masih belum dapat ditinggalkan. Lumajang. Pemerintah pada akhirnya menyetujui untuk memberikan Otonomi Khusus bagi Aceh melalui Undang-undang Nanggroe Atjeh Darussalam. sejak bulan Januari hingga Oktober 1998. melaju dengan sesuka hati mereka tanpa memperhitungkan bahaya yang mungkin bisa terjadi bagi pengendara lain. . diharapkan kita dapat memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai permasalahan ini dengan baik dan memecahkan persoalanpersoalan tersebut dengan mengetahui makna dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Dengan demikian penguasaan agama akan membantu kita dalam mempermudah meningkatkan Kecerdasan Spiritual. informasi. namun tantangan untuk mencapai kecerdasan spiritual yang tinggi sama sekali tidak bertentangan dengan agama. yaitu titik pertemuan antara tatanan dan kekacauan. Tetap diperlukan adanya kerangka acuan dari agama untuk dapat mempermudah kita dalam memahami makna dan nilai dalam kehidupan ini. Kecerdasan Intelektual yang sangat dikenal sejak awal abad ke 20 dengan IQ (Intelligence Quotient). berwawasan jauh membuat dan bahkan mengubah aturan. Tanda-tanda dari SQ yang telah berkembang dengan baik adalah : Kemampuan bersikap fleksibel Tingkat kesadaran yang dimiliki tinggi Kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan Kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa sakit Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai Keengganan untuk mengalami kerugian yang tidak perlu Kemampuan untuk melihat keterkaitan berbagai hal Memiliki kecenderungan bertanya "mengapa" atau "bagaimana jika" dalam rangka mencari jawaban yang mendasar Memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri. dan pengaruh yang manusiawi. logis dan taat asas. adalah kemampuan merasakan.Apabila dikaitkan dengan teori chaos. Kecerdasan ini digunakan untuk memecahkan masalah logika maupun strategis. IQ merupakan hasil dari pengorganisasian saraf yang memungkinkan kita untuk berpikir rasional. Sekalipun SQ tidak sama dengan beragama. koneksi. Sedangkan SQ memungkinkan kita untuk berfikir secara kreatif. SQ dengan demikian merupakan landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif dan merupakan jenis pemikiran yang memungkinkan kita menata kembali dan mentransformasikan dua jenis pemikiran yang dihasilkan IQ dan EQ. yang didapat melalui nilai test psikologi) dibagi dengan Usia Kalender (CA. yang didapat dari usia kelahiran). dan secara aktif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi. Ditinjau dari ilmu saraf. sehingga kita dapat menangkap makna dan nilainilai dengan lebih baik. Daniel Goleman pada pertengahan 1990-an mempopulerkan Kecerdasan Emosional atau EQ (Emotional Quotion). Untuk itulah diharapkan agar kita memiliki kemampuan untuk dapat membaca makna dan nilai yang tekandung di dalamnya. tidak harus berhubungan dengan agama dan beragama itu tidak menjamin dimilikinya SQ yang tinggi. Antara yang diketahui dan yang tidak diketahui. adalah merupakan perkalian 100 atas Usia Mental (MA. maka saat ini kita sedang berada pada titik "ujung". . EQ merupakan persyaratan dasar untuk dapat menggunakan IQ secara efektif. memahami. EQ yang memungkinkan kita untuk bepikir asosiatif yang terbentuk oleh kebiasaan dan memampukan kita untuk dapat mengenali pola-pola emosi.

himpsi. Diperlukan pula adanya seseorang pemimpin yang penuh dengan pengabdian. & Ayman S (1997) .H. egoisme diri yang sempit. Oleh karena itu ajaran-ajaran agama akan sangat membantu kita untuk dapat meningkatkan SQ agar dapat menjadi tinggi dan dapat keluar dari konflik sosial yang saat ini telah sampai pada "ujung"nya. EXECUTIVE EQ. Manusianya berada dalam budaya yang secara spiritual bodoh yang ditandai oleh materialisme. Kita harus dapat melepaskan diri dari pengaruh budaya masyarakat modern yang saat ini sangat dipengaruhi oleh humanisme barat. mampu untuk melepaskan dirinya dari kepentingan-kepentingan sempit kelompok.C. Great Britain: Psychology Press Ltd. ternyata menurut Danah Zohar dan Ian Marshall memiliki SQ kolektif yang rendah.Dengan dapat terpenuhinya tanda-tanda SQ yang telah berkembang ini. pertama-tama sangat diperlukan adanya kemampuan untuk dapat melihat keterkaitan dari setiap permasalahan yang sedang dihadapi. aliran atau partai politik yang dianutnya dan kemudian menjadikan kepentingan mayoritas dari bangsa ini sebagai acuan sikapnya. bertepatan dengan 1 Syawal 1419 H.diharapkan seseorang akan mampu untuk selalu membuka diri terhadap setiap pengalaman yang ditemuinya dan kemudian dapat menangkap makna yang terkandung di dalamnya. diharapkan kita dapat menjadi lebih fleksibel dalam menentukan etika baru yang akan kita pergunakan untuk menggantikan etika lama yang penuh dengan kekerasan dan kekejaman. kehilangan makna dan komitmen. Great Britain: Blomsbury Robert K. SQ: Spiritual Intelligence – The Ultimate Intelligence.org posted by Lukman Nul Hakim at 4:00 AM Bab 12 Jendral dibalik Pembantaian Umat Islam di Ambon-Maluku 12-01 Kerusuhan dan Perrkembangannya 12-02 Perlawanan Ummat Islam 12-03 Kerugian Ummat Islam Bab 12 JENDERAL DI BALIK PEMBANTAIAN UMMAT ISLAM DI AMBONMALUKU KERUSUHAN yang terjadi hampir di selu-ruh Maluku. NY: Advanced Intelligence Technologies Thomas M. KepustakaanDanah Zohar & Ian Marshall (2000). Seseorang akan menjadi tegar untuk menghadapi setiap permasalahan dan membuka diri untuk memandang kehidupan dengan cara yang baru. Sumber : http://www. KesimpulanDi dalam menghadapi berbagai konflik yang timbul sebagai akibat dari tidak segera diatasinya krisis multi dimensi yang saat ini sedang dihadapi bangsa Indonesia. Dengan dimilikinya kemampuan untuk melihat permasalahan secara holistik. (2000). termasuk Maluku Utara telah berlangsung setahun lebih dimulai pada tanggal 19 Januari 1999. yaitu saatnya ummat Islam merayakan hari Idul Fitri setelah berhasil . kelayakan. Studying Psychology. Emotional Intelligence in Leadership and Organizations.

Sejak Januari 2000. Kerusuhan ini telah berkembang ke beberapa pulau di sekitar Ambon seperti pulau Kei. pada tahun 1950 telah ikut bersama TNI menggagalkan berdirinya RMS. penghinaan terhadap Rasulullah Saw.menunai-kan ibadah Puasa sebulan penuh. Haruku. ummat Islam adalah penghalang utama bagi berdiri-nya RMS karena itu harus dipukul dengan keras.J. Karena itu konflik yang amat sensitif ini cepat menjalar ke seluruh Maluku. Konflik antar masyarakat Kristen dan Islam ini selalu ditutup-tutupi dengan mengangkat permasalahan horizontal yaitu konflik sosial kemasyarakat sebagai penyebab. Banda. maka konflik ini tidak akan dapat selesai begitu saja. memang mem-buat keadaan sedikit terkendali. Seram. Pihak RMS yang menghantam ummat Islam pada sendi-sendi keaga-mannya seperti pembakaran masjid. Ummat Islam ternyata tidak dapat dikalahkan semudah yang diperkirakan. . Halmahera dan Obi. untuk merdeka dan berdiri sendiri. Habibie rapuh karena dinilai tidak legitimated dan tidak sah.5 tahun. Akan tetapi. kota Ambon dapat dikatakan mulai tenang. Jika aparat keamanan yang besar ini (16 yon) ditarik. Terlepasnya Tim-Tim dengan sutau proses yang di-dukung dunia internasional telah ikut merangsang pihak RMS untuk melepaskan diri dari Negara Kesa-tuan Republik Indonesia. dan sebagainya telah menyulut konflik ini ke arah Perang Agama. Republik Maluku Selatan (RMS) telah digunakan untuk mencapai tujuan politik tersebut sekaligus mencapai cita-cita RMS untuk melepaskan Maluku Selatan dari Negara Kesatuan RI. Perluasan konflik seperti itu terjadi karena tidak segera diatasi pada akar permasalahannya. sebab mereka bangkit melakukan perlawanan dan mampu bertahan sehingga kerusuhan terus berkecamuk walau berlangsung sudah hampir 1. Kerusuhan yang oleh pihak Kristen ini telah direncanakan dengan matang untuk mencapai tujuan politik Kristen di Indonesia di mana diperkirakan Negara Boneka buatan Belanda pada tahun 1950. maka tidak mustahil kerusuhan berikut akan terjadi lagi. Banyaknya aparat keamanan. Pemerintahan Soeharto dijatuhkan sedang-kan Pemerintahan B. Namun dikhawatirkan kalau akar perma-salahannya tidak diselesaikan terutama bila RMS yang diduga sebagai otak dan penggerak kerusuhan tidak ditangani. tetapi pulau-pulau lain terutama di Maluku Utara masih terus bergolak dalam bentuk perkelahian massal. Pembunuhan dan pembakaran terhadap ummat Islam yang tidak siap menghadapi ancaman itu mem-buat ummat Islam harus eksodus dari Maluku demi menyelamatkan diri dan keluarganya. Isu separatis ini muncul kembali karena suasana dalam negeri RI yang sedang dalam proses reformasi menunjukkan kekacauan hampir di seluruh wilayah Nusantara. Sanana dan pulau-pulau lain yang kini termasuk Maluku Utara seperti Ternate. Bab 12-01 Kerusuhan dan Perrkembangannya Kerusuhan yang bertujuan memperkecil jumlah masyarakat Islam di Maluku dilakukan dengan amat keji. Saparua. seba-gai upaya memperkecil jumlahnya hingga mencapai titik minoritas yang tidak berarti. Bagi mere-ka. Pekerjaan besar ini dilakukan dengan menghancur-kan ummat Islam yang.

berupa perawatan kepada belasan ribu mujahidin dari luar daerah itu. Semangat sebesar itu telah mengakibatkan pukulan moril besar terhadap pihak Kristen. Pihak Kristen yang memang merencanakan kerusuhan untuk mencapai tujuan politik tertentu. Suatu kenyatan yang sulit dipercaya adalah menggeloranya semangat Jihad Fie Sabilillah yang amat dahsyat. maka dengan kemampuan seada-nya. Kekuatan besar yang dikonsentrasikan. dihantamkan kepada ummat Islam yang tengah merayakan Idul Fitri. inilah awal offensif ummat Islam setelah bertahan terus menerus selama enam bulan. ummat Islam mendapat kemajuan yang berarti. Karena itu pihak Kristen mulai mengalihkan kerusuhan ke luar Ambon. jauh hari sebelumnya telah mempersiapkan kekuatan. menjangkau beberapa desa di Seram dan seterusnya. baik personil maupun persenjataan. Karena itu mereka mampu secara sistematik melakukan penyerangan walau dalam skala kecil sampai dengan akhir Juli 1999 yang telah menimbulkan kerugian terus-menerus di pihak Islam. Menghadapi serangan demikian. sehingga September 1999 dapat dikatakan kondisi kekuatan dan kerugian kedua belah pihak menjadi relatif seimbang. termasuk senjata api rakitan dan organik militer. puluhan ribu mujahidin telah memasuki kota Ambon. Walaupun berat beban perawatan ini ternyata masyara-kat kota Ambon dengan segala keterbatasannya mampu menanggulangi bersama-sama sampai menjelang setahun mereka di kota Ambon. karena itu dalam waktu satu minggu pertama keselamatan ummat Islam terletak pada bagaimana mereka mampu bertahan dengan kekuatan yang tersedia. dampaknya lebih besar dan berakibat jangkauan ke depan . tetapi kerugian yang dialami ummat Islam. sedangkan ditiap pedesaan telah mengorganisir kekuatan tambahan. Dalam keadaan demikian. Namun demikian semangat jihad itu juga membawa dampak lain di pihak Muslim. ummat Islam melakukan pembelaan diri sebagai upaya penyela-matan. Bab 12-03 Kerugian Ummat Islam Walaupun kerugian kedua belah pihak dapat dinilai seimbang. telah memberikan perlindungan-Nya dengan membangkitkan semangat perlawanan ummat Islam yang tampak dengan berduyun-duyunnya masyarakat pedesaan di sekeliling kota Ambon bahkan dari berbagai pulau sekitar Ambon datang ke kota Ambon untuk menghadapi ancaman pihak Kristen ini. dan tidak terkoordinasikan. dan pada Desember 1999 mencapai Maluku Utara dengan konflik fisik yang cukup dahsyat. sehingga tidak gampang melakukan serangan-serangan seperti minggu pertama kerusuhan. menunjukkan adanya suatu perencanaan melalui suatu organisasi yang solid. walaupun terpaksa dilakukan oleh kampung demi kampung secara mandiri. Aparat keamanan yang juga terdesak tidak dapat berbuat banyak. Allah swt. tidak mungkin dapat dilakukan begitu tiba-tiba tanpa perencanaan yang matang. Ternyata dengan semangat Jihad Fie Sabilillah yang luar biasa.Bab 12-02 Perlawanan Ummat Islam Serangan mendadak yang dilakukan pihak Kristen. ummat Islam di akhir Juli 1999 itu bangkit melakukan serangan balasan. Bangkitnya ummat Islam melakukan pembelaan sesungguhnya hal yang terpaksa karena mereka belum cukup kuat untuk melakukan aksi pembelaan.

Salah satu di antaranya adalah kekerasan antardesa. konflik horizontal pada 2003 relatif berkurang. Perekonomian dalam skala besar dengan investasi ummat Islam terutama yang dari luar Maluku terpukul sehingga kini mereka menarik diri. Tidaklah berlebihan bila para tokoh memperkirakan akibat kerusuhan ini. Pada sektor pendidikan boleh dikatakan terhenti 90 % karena letak sekolah-sekolah pada umumnya di luar sektor yang dikuasai ummat Islam. Kerugian pada rata-rata kebutuhan hidup masyarakat Islam cukup besar tetapi dampak kerugian itu akan dapat diatasi dalam waktu 2 atau 3 tahun ke depan.karena hancurnya sendi-sendi dasar perekonomian serta pendidikan bagi puluhan ribu pelajar dan mahasiswa. yaitu perselisihan antara sopir angkutan pedesaan dari Desa Ujunggading dan pengemudi becak motor dari Desa Airbangis. baik dilihat dari intensitasnya maupun jumlah korban yang jatuh. Papua. lima orang tewas dan puluhan orang luka berat dan ringan. awal September lalu. seperti yang terjadi di kota Timika. begitu juga penanam modal lainnya yang memberikan lapangan kerja bagi ummat Islam. pertengahan Januari lalu. 3000 mahasiswa telah tertutup sama sekali bagi mahasiswa Islam. bentuk-bentuk konflik tidak baru. Selain itu. UGM Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. warna yang diberikan sebagai pengenal bagi pihak Kristen dan untuk Islam dikenal dengan putih. sedangkan sektor perekonomian pada lingkup besar dan pendidikan akan memerlukan waktu lebih panjang dan akibat yang ditimbulkan besar. ummat Islam akan kehilangan sumber daya berpendidikan selama satu generasi. Bentuk lainnya adalah kekerasan antara warga pendatang dan warga setempat. melainkan sudah akrab di telinga masyarakat. Dalam kerusuhan yang melibatkan dua desa yang bertetangga itu. Sumatera Barat. khususnya sejak 1999. Oleh karena itu. Unpatti yang didanai 70 persen kekuatan Kristen telah dimanipulasi untuk menendang kepentingan Islam. Dosen dan Karyawan Islam. Rizal Panggabean DIREKTUR MAGISTER PERDAMAIAN DAN RESOLUSI KONFLIK. Walaupun potensinya tetap besar. Pemicu kerusuhan. benturan keras antarkelompok masyarakat cenderung menurun. seperti biasanya. seperti di Pasaman. Dua orang tewas dalam kerusuhan yang antara lain dilatari pemekaran wilayah berupa pembentukan provinsiprovinsi baru. adalah insiden kecil. Konflik yang menimbulkan dendam horizontal mendalam ini akan sangat berpengaruh pada proses belajar mengajar yang dilaksanakan secara terpadu. Unpatti kini telah menjadi Kampus merah. Lebih fatal lagi untuk perguruan tinggi khususnya Universitas Patti-mura (Unpatti) tempat menimba ilmu calon sarjana dan calon pemimpin masa depan. kondisi-kondisi strategis kerugian ummat Islam ini perlu mendapatkan penanganan khusus dari Pemerintah. .

kombinasi perbedaan afiliasi kepartaian dengan perbedaan banjar atau desa bisa menjadi bahan mentah bagi benturan horizontal yang keras dan berdarah. seperti yang terjadi di Maluku. dan antarpendukung partai mengisyaratkan beberapa ciri yang perlu diperhatikan dalam konflik horizontal di Indonesia. yaitu integrasi sosial pendatang dan penduduk asli. Buleleng. etnisitas biasanya menjadi ciri pembeda yang menjadi basis mobilisasi konflik. Karenanya. Pengalaman menunjukkan beberapa sumber identitas yang sering menjadi basis mobilisasi adalah agama dan etnisitas. Selain di Sumatera Barat. khususnya menangkap dan kemudian mengadili perusuh yang dianggap bertanggung jawab. Dalam kasus-kasus seperti ini. pengerahan kelompok-kelompok masyarakat yang berbenturan. Akhirnya. kesukuan. Yang perlu dicermati lagi adalah apabila afiliasi kepartaian ini ditopang dengan pemilahan yang lain. kemudian. dengan kata lain. Selama ini. cerita dari Pasaman di atas menunjukkan bagaimana satuan teritori yang kecil seperti desa semakin sering menjadi basis pembentukan dan pengerahan kelompokkelompok yang bertikai. Kalimantan Tengah. benturan antardesa pakraman di Bali juga sering terjadi. Kalimantan Barat. afiliasi kepartaian dapat menjadi basis mobilisasi juga seperti tampak pada kisah dari Singaraja. Walaupun jarang sekali menimbulkan korban jiwa. Benturan antardesa.Bentuk lainnya lagi adalah benturan antarpendukung partai yang terjadi di Singaraja. Bukan rahasia lagi bahwa dalam usaha mereka memulihkan keamanan dan ketertiban. dan syukur-syukur diadili. aparat keamanan cenderung mengikuti refleks mereka dan serta-merta berbicara mengenai provokator atau aktor intelektual di balik setiap insiden konflik horizontal. jarang diperhatikan sehingga dapat meletus sewaktu-waktu. Seringkali perbedaan etnis penduduk asli dan pendatang ini ditopang pula dengan perbedaan agama. keagamaan. provokator atau aktor intelektual memang sungguh sesuai karena dapat ditangkap. antara penduduk asli dan pendatang. keadaan dianggap telah "aman terkendali". Seperti halnya kombinasi perbedaan etnis dengan perbedaan agama. pemerintah daerah dan polisi akan terfokus pada usaha penegakan hukum. kondisi yang lebih mendasar adalah persaingan antarpartai besar dalam memperebutkan suara dan dukungan yang sering dianggap langka dalam konteks kompetisi kepartaian. Bali. misalnya konflik antardesa atau antarbanjar. . Provokator dan aktor intelektual. menjadi kambing hitam yang mudah didapat di mana saja. dan kepartaian. konflik antardesa adat di Bali cukup membuat pusing polisi dan tokoh adat setempat. Tentu saja. Maluku Utara. benturan antara pendukung Partai Golkar dan PDI Perjuangan menimbulkan dua korban tewas dan banyak lagi yang luka-luka. Dalam definisi tugas dan tanggung jawab seperti ini. Dalam konflik antara pendatang dan penduduk asli. Tetapi. masalah yang lebih mendasar. dipukuli. Buleleng. Yang pertama adalah yang menyangkut unsur-unsur identitas yang melandasi pembentukan dan. pemerintah dan masyarakat perlu memberikan perhatian yang lebih serius terhadap afiliasi kedesaan. Setelah ditangkap dan diadili. dan Sulawesi Tengah. Pada 26 Oktober.

Di lain pihak. kepartaian. Bali. Masalah-masalah mendasar yang melatari konflik horizontal perlu mendapat perhatian yang semestinya. Artikel 006_ 2001 Masalah Cina 3 MASA ORDE BARU . Hadapilah kenyataan bahwa desa-desa bisa terdiri dari kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang satu sama lain bertentangan. konflik horizontal tidak hanya potensial menimbulkan kekerasan. konflik kepentingan antara pendukung dan penentang pemekaran wilayah tidak dapat "ditangkap" atau "diburu" aparat. perbedaan tujuan dan kepentingan pihak-pihak yang bertikai. Berhentilah berpikir bahwa desa-desa di Sumatera Barat. Sebagai contoh. kiranya perlu sekali apabila aparat keamanan dan masyarakat mengubah orientasi dalam menangani konflik horizontal. Masalah-masalah mendasar di atas tidak dapat ditangani dengan pendekatan menangkap provokator dan memulihkan keamanan dan ketertiban yang biasanya menekankan respons yang represif. dan dominasi penguasaan suatu sumber daya yang langka. Penduduk dua desa dikawal. Masalah itu bisa berupa ketidakselarasan antardesa. atau Papua terdiri dari masyarakat yang homogen dengan tetangga dan warga yang selalu rukun. masyarakat juga perlu mengubah cara berpikir dan bertindak.Akan tetapi. misalnya dengan mengirim dan menempatkan kompi-kompi polisi dan tentara. Bisakah aparat "memukuli" ketidakselarasan antara pendukung satu partai dan pendukung partai lainnya--lebih-lebih jika kedua kelompok berasal dari dua desa yang telah bermusuhan karena alasan lain? Jangan lupa pula bahwa tidak jarang pendekatan agresif dan represif yang dilakukan aparat justru memperparah polarisasi di masyarakat. antara penduduk asli dan pendatang. Sadari juga bahwa partai-partai adalah cerminan konflik kepentingan dan pemilahan di masyarakat dan karenanya perlu dikelola melalui aturan main kampanye. dan antara partai-partai politik. tetapi juga dapat menjadi awal bagi kemitraan dalam mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan menyelesaikan masalah-masalah mendasar di masyarakat. dua suku yang bertikai dipisahkan dengan mentransfer salah satu di antara keduanya ke tempat lain. Dari pergeseran cara berpikir seperti di atas. dan barikade-barikade memisahkan dua komunitas beda agama. Ketidakselarasan itu bisa jadi terkait dengan kelangkaan sumber daya yang diperebutkan. mengingat potensi konflik horizontal yang secara luas diakui sangat besar di Indonesia. dan pemilu yang melembaga.

Memang usaha-usaha yang selama ini menjadi monopoli orang-orang Cina kemudian mulai diisi pula dengan orang-orang Pribumi. Yang terakhir ini relatif masih kecil jumlahnya.5% saat itu). (4) WNI yang beragama Budha/Konghucu (yang mempunyai ikatan premordial dengan tanah leluhur dan masih berbahasa mandarin) . Namun. Untuk mengikis sikap eksklusivisme itu. baik berupa surat kabar maupun penggunaan bahasa Cina dimuka umum. Disinilah mulai ada tuduhan kolusi (KKN) antara pejabat dan WNI keturunan Cina yang kemudian kita lihat menghasilkan ekonomi pertumbuhan gaya orde baru yang memang hebat tetapi menghasilkan produk sampingan berupa kesenjangan sosialekonomi yang makin lebar antara beberapa pengusaha Cina + Pribumi pejabat dengan rakyat orang-orang Pribumi pada umumnya. (2) WNA Cina-Taipeh. dan menganjurkan agar WNI keturunan Cina dapat membuka kran usahanya bersama orang Pribumi. Peran mereka yang sangat besar mendorong pemerintah Orde Baru untuk segera mengambil tindakan. dan umumnya lebih banyak terjadi dari 'Ali' pejabat dengan 'Baba' pengusaha. memang tidak mudah bagi orang-orang Cina yang secara tradisi budaya memiliki perasaan eksklusif dan superioritas untuk bisa menempatkan diri dalam konteks kemerdekaan. padahal sebagian besar dari mereka tidak berstatus warganegara Indonesia dan nasionalisme ke-Indonesia-annya diragukan. yaitu (1) WNA Cina-RRC. Dari sikap sosialisasi yang makin bertumbuh. tetapi pengaruhnya terhadap ekonomi sangatlah besar karena sebagian besar ekonomi RI ditengarai dimainkan aktor orang-orang Cina (sekitar 60-70%).MASALAH Cina memang merupakan salah satu pekerjaan rumah berat bagi Pemerintahan Orde Baru yang mulai beroperasi pada tahun 1966. (5) WNI yang beragama Kristen/Katolik (yang berorientasi Belanda/Barat). pemerintah melarang penggunaan simbol-simbol Cina. . apalagi ketika dijaman Belanda diangkat sebagai warganegara hampir setingkat dengan Belanda dan dibuat lebih tinggi statusnya dari orang-orang Pribumi. Sekalipun demikian. kemudian masyarakat orang-orang Cina Indonesia dapat dibagi setidaknya menjadi tujuh golongan. Pada tahun itu pula dikeluarkan peraturan untuk tidak menggunakan nama 'tionghoa' karena konotasi keterkaitannya dengan 'tiongkok' negeri leluhur ras ini. Untuk meredam konflik lebih besar pemerintah Orde Baru memandang orang-orang Cina yang menjadi WNI sebagai berhak dan berkewajiban sama dengan yang Pribumi. soalnya jumlah orang-orang Cina tergolong kecil dibandingkan seluruh penduduk Indonesia (hanya sekitar 1. (3) WN-Stateless. Program Pembauran Orang-orang Cina kemudian di tahun 1967 dianjurkan untuk mengganti namanya dengan nama Indonesia untuk memperkecil perbedaan antara WNI keturunan Cina dengan WNI asli. dan kemudian BAPERKI dinyatakan terlarang. lebih lagi keunggulan dalam perdagangan dan pendidikan waktu itu menyebabkan program ganti nama seakan-akan hanya berganti baju dengan badan dengan bau yang sama juga. Konsulat dan Kedutaan RRC ditutup menyusul kecurigaan keterlibatan mereka pada G-30-S di tahun 1965. dan (7) WNI yang beragama Islam. (6) WNI yang beragama Kristen/Katolik (yang berorientasi nasionalisme Indonesia). Indonesia yang baru merdeka dan baru dirongrong pemberontakan 'Madiun' cukup berat menghadapi masalah sebagian orang Cina yang terlihat lebih memihak Belanda pada waktu revolusi dan kemudian bersimpati pada waktu pada G-30-S. Kerjasama Ali-Baba ini memang saling menguntungkan kedua pihak. dibalik itu dalam kehidupan ORBA kemudian sebenarnya banyak generasi muda Cina mulai bersosialisasi dan berintegrasi dengan yang Pribumi dan makin banyak yang kemudian melakukan kawin-campur dengan yang Pribumi terutama yang beragama sama.

Situasi di atas mendorong makin banyak orang Cina bergerak dalam sektor bisnis dan makin dominanlah mereka. Sektor mikro seperti Koperasi umumnya dimasuki pedagang Pribumi. Banyak usaha koperasi hancur. adalah berlebihan kalau peraturan-peraturan pelarangan menerbitkan surat kabar berbahasa mandarin dan pelarangan penggunaaan istilah 'Tionghoa' dijadikan alat stigmatisasi keburukan Orde-Baru. Masalah rasial yang kembali timbul dalam bentuk baru sebagai konsekwensi ekonomi pertumbuhan secara bebas yang dianut pemerintah ORBA yang kemudian berkembang sebagai masalah SARA (Suku. disektor-sektor lainnya kesempatan itu kecil sekali. Dan Pemerintah secara terbuka lebih memberi kebebasan dalam perkembangan usaha-usaha konglomerasi demikian. Jelas perbedaan demikian menimbulkan kesenjangan sosial yang makin parah yang menjurus pada terjadinya kerusuhan-kerusuhan dan huru-hara kota yang cenderung menjadikan rumah. Ras dan Antar-golongan) lebih diperparah lagi dengan usaha-usaha pemerintah RRC yang sekarang dalam alam demokrasinya kembali membuka diri dan secara aktip mulai lagi merangkul pengusaha-pengusaha Cina di perantauan. Sektor pasar tradisional dan pedagang asongan non-formal yang umumnya dikuasai Pribumi sekarang dihantui supermal-supermal yang dimiliki non-pri seperti jaringan supermal Matahari yang juga masuk ke kota-kota kabupaten.Pertumbuhan Ekonomi Orba Pertumbuhan ekonomi gaya Orde Baru memang cenderung bersifat pasar bebas dimana modal besar diuntungkan dan jelas bersifat kapitalistis. Kurangnya kesempatan masuk di Sekolah dan Perguruan Tinggi Negeri tidak menghalangi kemajuan pendidikan non-pri. Apalagi Presiden ORBA Suharto mempunyai hubungan dekat dengan Liem Sioe Liong dan Bob Hasan. pabrik maupun supermal milik non-pri menjadi sasaran amuk massa. sebab kenyataannya dibalik itu justru pada waktu OrdeBarulah kesempatan ras-Cina untuk berkembang kembali meningkat pesat setelah sebelumnya pada masa Orde-Lama dibatasi kegiatan dagangnya. Jadi. Ternyata pertumbuhan ekonomi ORBA lebih membuka peluang tumbuhnya sektor ekonomi makro dan menghasilkan konglomerat-konglomerat yang sebagian besar dari etnis Cina/Tionghoa. hanya sekarang timbul lagi masalah baru karena umumnya sekolah-sekolah swasta banyak yang kemudian diisi dengan mayoritas siswa/mahasiswa non-pri. Sempitnya kesempatan itu juga terjadi pada Sekolah Negeri dan Perguruan Tinggi Negeri dimana porsi untuk non-pri dibatasi. Karena kurangnya pengalaman dan keunggulan dalam sektor perdagangan dapat dimaklumi kalau usaha konglomerasi yang melibatkan mayoritas Cina lebih unggul dan berkembang dan usaha Koperasi makin terpuruk. dan lainnya. toko. bahkan oleh pihak tertentu pengusaha Cina itu dijadikan sapi perahan. Sekalipun WNI keturunan Cina diakui hak hidupnya oleh pemerintah ORBA dan istilahnya diperlunak menjadi 'Non-Pri' dan memperoleh kembali kebebasan bergerak di sektor ekonomi. Itulah sebabnya dalam setiap amuk yang melibatkan massa selalu arah perusakan akan kembali terarah pada minoritas ini. sebab banyaknya sekolah-sekolah swasta yang berbasis agama atau tidak memberi peluang cukup pada non-pri untuk menambah ilmu. dan pamor industri batik rakyat tradisional yang sempat jaya malah sekarang hancur diterjang usaha-usaha non-pri yang mendirikan pabrik batik raksasa seperti Batik Keris dan Batik Semar. Agama. . Dalam karier di ABRI maupun menjadi Pegawai Negeri kesempatan itu kecil apalagi memang dari kalangan keturunan sendiri dorongan untuk memasukinya juga kecil. Hampir semua sektor perdagangan dari hulu sampai hilir terutama perbankan sekarang dikuasai oleh non-pri atau kolusi pri-non-pri.

Persatuan Cina Sedunia Lee Kuan Yew." Karuan saja jaringan kerjasama yang berbau rasialis ini menggoncang nasionalisme Pribumi di negara-negara khususnya ASEAN. diskriminasi dalam upah dan sebagainya." (Jhon K. Tanpa orangorang keturunan Cina seperti Mochtar Riady atau Soedono Salim dari Indonesia. sudah lama pemerintah RRC sendiri menganjurkan pengusaha-pengusaha Cina perantauan untuk menanamkan modal mereka secara besar-besaran ke RRC. sebab mereka tidak memberi komentar tetapi melakukan perusakan dan pembakaran obyek-obyek milik orang-orang non-pri secara massal. tidak banyak modal yang akan masuk ke daratan Cina untuk investasi. Naveront. Pertemuan ini kembali membangkitkan premordialisme para pengusaha Cina bahwa keberhasilan mereka dalam bidang ekonomi tidak lepas dari kesamaan mereka yang mewarisi tradisi budaya super yaitu Cina. Indonesia diwakili 40 konglomerat non-pri. Reaksi premordialisme ini bisa dilihat dari reaksi pengusaha Probosutedjo yang sekalipun sejak tahun 1980 pemerintah sudah menganjurkan untuk meninggalkan istilah pri dan non-pri yang menyebabkan usaha HIPPI berubah arti menjadi 'Himpunan Pengusaha Putera Indonesia'. 91) Kerusuhan Rasial Reaksi massa mengambang lain lagi. antara yang Pri dan Non-pri. maunya cuma bergaul antara mereka. mereka yang menjadi pengusaha membuat diskriminasi dalam penerimaan buruh (karyawan). Konvensi ini dihadiri 800 pengusaha besar Cina yang datang dari 30 negara termasuk dari Indonesia. dan khususnya Indonesia yang sedang berusaha keras untuk mempersatukan non-pri ke dalam kesatuan dengan yang pri sangat dibuat marah dengan perilaku Konvensi yang dihadiri banyak pengusaha non-pri dari Indonesia itu. soalnya. Reaksi ini memang patut dimaklumi. sulit bagi RRC untuk bisa mewujudkan suatu pertumbuhan ekonomi yang begitu tinggi. bahkan ditekankan kembali Confucianisme sebagai etos pengikat orang-orang Cina. Reaksi juga datang dari Siswono Yudohusodo yang menyebut ada sembilan dosa orangorang keturunan Cina di Indonesia. persatuan dan saling membantu. pengrusakan-pengrusakan . 12). Konvensi ini kemudian disusul dengan Konvensi serupa yang diadakan di Hongkong pada bulan November 1993 yang dihadiri 1000 pengusaha besar Cina dari seluruh dunia. Timbulnya Reaksi Dampak pertemuan-pertemuan itu telah membangkitkan kembali reaksi kesadaran kaum Pribumi di negara-negara ASEAN terutama Malaysia dan Indonesia untuk mewaspadai gerak langkah para pengusaha Cina dinegara-negara itu. mantan Perdana Menteri Singapura pada bulan Agustus 1991 memprakarsai diadakannya Konvensi Cina Sedunia di Singapura untuk mengumpulkan pengusahapengusaha Cina perantauan (Overseas Chinese) dari seluruh dunia. Reaksi itu dapat dimaklumi karena persatuan Cina Sedunia demikian ditakuti sebagai usaha melarikan modal Indonesia ke luar negeri (capital flight) yang berarti merusak ekonomi dalam negeri. Sejak peristiwa 10 Mei 1963 yang menimpa kota Bandung dan kota-kota lainnya dan disusul dengan sepuluh tahun kemudian di kota yang sama. segregasi dalam kehidupan sosialnya. Robert Kuok dari Malaysia atau Charoen Pokphan dari Thailand. Para pengamat memperkirakan bahwa 60% investasi asing didaratan Cina ini dibawa oleh para pengusaha keturunan Cina. Ini kemudian dikaitkan dengan sifat-sifat tradisi budaya itu untuk bersikap hemat. mengutamakan pendidikan. yaitu antara lain: "mereka hidup secara eksklusif. kerja keras. "Tanpa orang-orang keturunan Cina ini. reaksi keras menyebabkan HIPPI kembali diartikan menjadi 'Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia' seperti semula." (Ibid. Tujuan Konvensi ini adalah untuk "membentuk jaringan kerjasama ekonomi masyarakat bisnis internasional Cina untuk memanfaatkan berbagai peluang bisnis. Jaringan Masyarakat China.

65 bank. Di Medan 30% penduduknya adalah orang Cina dan ekonomi kota memang dikuasai orang-orang Cina. kerugian akibat kerusuhan itu Rp. Inipun masih sering disusul dengan pembakaran pabrik atau penjarahan toko.5 trilyun. padahal penyebabnya anak polisi yang dihukum di pesantren. padahal kita mengetahui bahwa hanya sebagian masyarakat Cina. dihancurkan dan dibakar massa (termasuk 27 gedung gereja) padahal pencetusnya tidak ada hubungannya dengan orang Cina maupun Kristen. Pantai Utara Jawa dan dibanyak kota terjadi penjarahan. dan 1.119 mobil dan motor. Tahun 1998 makin banyak diisi dengan kerusuhan dan huru-hara karena masalah sembako.479 ruko. Huruhara besar yang menimpa toko-toko orang Cina terjadi juga di Banjarmasin dan Ujung Pandang. 1. dua kecamatan. 40 mal/plaza. dan dalam tahun-tahun berikutnya memasuki tahun 2000 ada puluhan kota mengalami huru-hara yang sama yang menimpa etnis Cina. 45 bengkel. 11 polsek. Di tahun yang sama konflik PDI dalam peristiwa 27 Juli di Jakarta merembet ke pembakaran obyek-obyek ekonomi orang Cina. pengrusakan dan pembakaran toko orang Cina. Peristiwa Jakarta merupakan puncak kemarahan massa pada etnis Cina karena dosa-dosa mereka. Sebenarnya kota Medan sudah beberapa kali mengalami kerusuhan rasial. Baik di Jawa Timur.604 toko." (Kompas. banyak kota seperti di Jabotabek. Palembang.terhadap obyek-obyek harta milik orang-orang Cina makin sering terjadi lebih-lebih dalam dasawarsa terakhir abad ke-20. Nilai itu berkaitan terbakar dan rusaknya 13 pasar. Jawa Timur dan Madura dan kota-kota lain mengalami kerusuhan dan selalu merembet pada pengrusakan dan pembakaran toko-toko milik orang Cina. Tahun 1997 lebih banyak diisi dengan kerusuhan seperti di Rengasdengklok dimana kesalahan sikap seorang wanita Cina menyebabkan seluruh toko-toko Cina dihancurkan dan dibakar massa termasuk gereja dan vihara. gudang dan tambak milik orang-orang Cina secara sporadis di banyak . dan kerusuhan rasial anti-Cina di bulan Mei 1998 ini bahkan menyerang rumah orang Cina dan pemerkosaan 168 wanita Cina (152 di antaranya di Jakarta. Kerusuhan Mei di Jakarta dan kota-kota lain itu diikuti larinya lebih dari 100. Ini memuncak dengan kerusuhan berdarah yang terjadi di bulan Mei di Medan. Beberapa kerusuhan terjadi di tahun 1995 seperti di Purwakarta dimana seorang gadis yang dicurigai mencuri sepotong coklat dan dihukum menyebabkan banyak toko Cina dirusak massa. 3 Juli 1998) Selain itu ada sekitar 80 sinema dibakar. Tasikmalaya juga mengalami hal yang sama dimana supermal Matahari dibakar dan mal Yogya dirusak dan ratusan toko milik orang Cina dan gereja dibakar massa. delapan bis kota/metromini. Di kota Pekalongan pada bulan Nopember 1994 seorang Cina yang diisukan menyobek Al Quran menyebabkan toko-toko Cina dirusak dan dibakar. Di tahun yang sama di seputar Pemilu.2. 24 restoran. Di tahun 1996 di Situbondo banyak toko-toko milik orang Cina dirusak. Apapun penyebabnya selalu tokotoko batik milik orang Cina dirusak dalam kerusuhan Massa. Solo dan memuncak di Ibukota Jakarta yang mengakibatkan: "Versi pemerintah mengatakan. tetapi menurut versi Tim Gabungan Pencari Fakta hanya sepertiga angka itu) dimana beberapa di antaranya dilaporkan terbunuh. bahkan di tahun 1997 ketika ada kerusuhan Pemilu kembali obyek ekonomi Cina di kota ini dijadikan sasaran.000 orang-orang Cina ke luar negeri dengan membawa uang banyak di tengah ekonomi dan kelaparan massa yang sudah terjadi menambah kepedihan konflik rasial yang sudah ada. yang bermental begitu. Pada bulan April 1994 terjadi pembakaran puluhan pabrik dan ratusan toko di Medan dengan korban jiwa seorang pengusaha. 383 kantor swasta. 12 hotel. sembilan pompa bensin. Padang. 2. yang umumnya pengusaha.

Melihat kondisi perekonomian yang makin terpuruk. dan yang jelas masyarakat Indonesia sendiri ikut menjadi korban bila terjadi anarki kerusuhan rasial. Apalagi. Emas pertama dan kedua Olympiade yang ikut mengharumkan negara yang direbut Indonesia diperjuangkan oleh atlet-atlet non-pri. banyak pengangguran dan korban PHK. Kolusi dan Nepotisme. rusaknya jaringan distribusi." Sekalipun reaksi itu pantas ditujukan pada pelaku ekonomi yang orientasinya memang ke daratan Cina dan melakukan KKN yang memberatkan rakyat banyak. Lalu Bagaimana? Dari Bab-Bab sebelum ini kita melihat begitu dalam jurang kesenjangan yang sudah terpupuk di antara ras Cina dengan Pribumi yang terjadi dalam perjalanan sejarah yang keliru. Orang-orang Cina umumnya disamaratakan dan dianggap memiliki banyak sifat negatip oleh umumnya orang-orang Pribumi karena stigma praktek-praktek eksklusif. Memang tepat kata pepatah: "karena nila setitik rusak susu sebelangga. Kenasionalan mereka cukup tinggi karena banyak di antaranya menjadi pegawai negeri. sayang sekali bahwa banyak orang non-pri yang sudah tidak merasa punya kaitan apa-apa dengan negeri leluhur dan banyak yang bukan lagi menjadi pedagang kakap.tempat di seluruh Indonesia. kemewahan dan KKN sebagian dari ras itu. bulan madu konglomerat Cina dengan para pejabat Orba yang menghasilkan kebencian massal yang sering meletus dalam kerusuhan-kerusuhan di kotakota itu. dari pembahasan pada Bab-bab sebelum ini. namun kesesakan sosial yang tidak tertahankan dan kehadiran mereka di bumi Indonesia yang dirasakan tidak disukai. bahkan faktanya sudah berakibat fatal membuat negara Indonesia menuju kebangkrutan yang jelas membuat massa rakyat makin menderita. soalnya kebencian rasial itu bukan saja berdampak kepada mereka yang memang ikut salah. masih berlakunya praktek Korupsi. Apalagi kemerdekaan dan era reformasi menyebabkan massa mengambang ingin cepat-cepat menikmati kemakmuran bukan dengan kerajinan dan berusaha keras tetapi dengan merusak harta benda orang lain. sehingga kerusuhan-kerusuhan massal itu seakanakan mendapat legitimasi selama tidak merugikan pemerintah. mereka terdorong mencari alternatif hidup yang lebih baik. . besar kemungkinan kerusuhan-kerusuhan dan huru-hara anti Cina akan terus terjadi selama sumber-sumber konflik dan kesenjangan sosial ekonomi belum terpecahkan dan diperbaiki dengan serius. sekarang disamaratakan dan ikut menjadi korban. sehingga mereka yang mampu dan memiliki harta cenderung kemudian banyak yang hijrah ke negara-negara Barat. Namun. kita patut berkaca diri dan berjuang keras untuk mencari jalan keluar yang terbaik. dan berusaha dengan jujur dan telah membaur. Yang lebih memperparah yang menyebabkan kerusuhan massal makin berlarut-larut itu adalah sikap pemerintah sendiri yang cenderung tidak pernah menghukum kelompokkelompok masa yang beringas yang telah mengorbankan segolongan ras tertentu yang juga menimpa banyak masyarakat rakyat kecil. naiknya harga-harga Sembako yang belum bisa diatasi oleh Pemerintah dan dengan tidak adanya pemecahan tuntas dari kerusuhan-kerusuhan anti Cina yang terjadi selama ini. euforia premordialisme budaya tanah leluhur Cina kembali bangkit dalam keterbukaan era Reformasi di akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 tentu dapat mempertebal eksklusifisme sebagian ras ini dan berdampak pada sikap antipati yang lebih besar. padahal lebih banyak dari ras ini yang menunjukkan kesungguhan dalam membangun negara Indonesia. tetapi ras Cina yang mayoritas yang tidak ikut ber-KKN juga kena batunya. dan penghakiman massal sudah terjadi di puluhan kota dan korban yang didatangkan bukan saja menimpa orang-orang Cina yang bersalah tetapi juga diarahkan pada yang tidak bersalah. masuknya ke Indonesia dan perlakuan istimewa kolonialisme Belanda khususnya pada orang-orang Cina tertentu. mulai dari sejarah tradisi budaya Cina.

Dalam sebuah konperensi UNDP di Bangkok mengenai 'Pembangunan Desa'. Harian Sharq ditutup oleh Badan Pengawas Pers. persaudaraan yang kuat. Republik Indonesia diwakili secara resmi oleh dua ahli non-pri. ini berarti 50%. dan sifat-sifat kalangan tertentu yang oportunis dan hanya mencari untung perlu diubah dengan mentalisme kebangsaan Indonesia yang lebih baik.I. dan agar stigmatisasi tidak ditujukan secara merata kepada semua orang non-pri. kerja keras. Kita tidak perlu jauh-jauh 'mencari pengetahuan ke negeri Cina'. untuk pemecahan masalah ini secara proporsional. persentasi mereka dalam mewakili pemerintah RI di forum-forum Internasional tidak sedikit. pada 2007 karena menerbitkan wawancara dengan penyair "kontra-revolusi" di luar negeri. agar tidak lagi terjebak premordialisme masa lalu. Memang benar 'non-pri' yang tinggal di Indonesia diharapkan tidak eksklusif dan lebih punya rasa tenggang-menenggang dengan lingkungan disekelilingnya. bukankah lebih berguna bila kita juga melihat potensi positip orang Cina demi pembangunan tanah air dan tidak sekedar meng'kambing hitam'kan mereka? Gaya hidup yang hemat. adalah merupakan dambaan semua orang agar solusi yang tepat diberikan oleh semua pihak. khususnya generasi muda. Semoga! Salam kasih dari Herlianto/YBA.' untuk konperensi itu. ulet. namun misi ini perlu dicapai oleh semua pihak khususnya oleh Pemerintah RI. Sebuah misi yang sulit memang. sebab kalau tidak 'Masalah Cina di Indonesia' tidak akan pernah terselesaikan dan ujung-ujungnya masyarakat mengambanglah yang akan menjadi korban. dan professionalisme dalam bisnis dan bidang-bidang lain yang tidak tanggung-tanggung dari sebagian ras Cina. di banyak kalangan sebenarnya kesempatan yang sama bagi yang 'pri' dan 'non-pri' sudah terbuka. 11 April 2010 23:50 WIB | Mancanegara | Asia/Pasifik | Dibaca 597 kali Teheran (ANTARA News/Reuters) . dapat menjadi asset yang menguntungkan semua pihak. [ YBA Home Page | Artikel sebelumnya] Iran Cabut Larangan Terbit Harian Pro-reformasi Minggu. Dan bagi yang 'pri' daripada hanya menyalahkan aspek-aspek negatip non-pri. dari 6 penulis 'Laporan Resmi Pemerintah R. yang satu mewakili LSM dan lainnya mewakili Pemerintah RI (=100%). Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa dibalik kecurigaan dimana ras Cina di anak tirikan. dan yang tidak bersalah dihargai sebagai layaknya warga negara dan penduduk Indonesia. tetapi agar memang yang bersalah karena warisan tradisi dan sejarah kolonialisme di Indonesia benar-benar dapat di adili dan dihukum. di Indonesia pengetahuan itu ada di sekeliling kita. yang berada di bawah Kementerian Bimbingan Islam dan Kebudayaan. 3 orang adalah dari kalangan non-pri. Dari berbagai fakta demikian.Sekalipun jumlah orang Cina di Indonesia ditaksir sekitar 3% saja. . Dalam konperensi PBB tentang Permukiman dan Perkotaan di Istambul (1996). dan banyak contoh lainnya bisa disebutkan.Sebuah harian pro-reformasi terkenal Iran terbit lagi Minggu setelah larangan tiga tahun yang dianggap oleh para reformis sebagai upaya penguasa garis keras untuk membungkam pengecam Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Para pengecam mengatakan. Dua calon presiden yang kalah. mantan ketua parlemen yang berhaluan reformis. Sharq. Protes besar berkobar sejak pemilihan presiden Juni dan sejumlah besar orang ditangkap. serta tidak menghormati Ahmadinejad dalam gambar karton. yang dalam bahasa Parsi berarti "Timur".. bersikeras bahwa pemilihan Juni itu dicurangi untuk mendudukkan lagi Mahmoud Ahmadinejad ke tampuk kekuasaan. dan puluhan wartawan moderat hingga kini masih berada di dalam penjara."Surat kabar Sharq terbit lagi Minggu. Iran dilanda pergolakan besar setelah pemilihan umum tahun lalu. para pendukung oposisi berulang kali memanfaatkan acara-acara umum untuk turun ke jalan. Sejumlah reformis senior. Termasuk yang diadili adalah pegawai-pegawai kedutaan besar Inggris dan Perancis .. Ratusan reformis ditangkap dan diadili dalam penumpasan terhadap oposisi proreformasi setelah pemilihan umum presiden Juni lalu yang dipersoalkan. Pemerintah menolak tuduhan pengecam dan menyatakan tidak menyensor media. Koran itu terutama akan memperhatikan permasalahan sosial dan budaya. Surat kabar itu juga menghadapi tuduhan-tuduhan lain seperti menerbitkan iklan untuk organisasi oposisi. Delapan orang tewas dan ratusan pendukung oposisi ditangkap dalam demonstrasi paling akhir pada 27 Desember. Sedikitnya empat penerbitan pro-reformasi dilarang sejak terpilihnya kembali Ahmadinejad sebagai presiden pada Juni tahun lalu dalam pemilihan umum yang dipersoalkan. Oposisi mengecam persidangan itu. penutupan surat kabar pro-reformasi itu merupakan bagian dari penekanan bertahap terhadap penentang politik dan penggencetan kegiatan kebudayaan yang oleh pemerintah dianggap sebagai mendorong nilai-nilai "korup" Barat. menunjukkan rasa tidak hormat pada Islam dan pemimpin agama. Meski ada larangan protes dan penindakan tegas dilakukan oleh aparat keamanan. yang disusul dengan kerusuhan terbesar dalam kurun waktu 31 tahun." kata surat kabar setengah resmi ILNA mengutip pemimpin redaksi harian itu Ahmad Gholami. dulu biasa menerbitkan pandanganpandangan kebijakan luar negeri dan ekonomi Ahmadinejad. Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi. aktivis. ketika ribuan pendukung oposisi melakukan pawai semacam itu. wartawan dan yang lain yang ditangkap setelah pemilu Juni itu dikabarkan masih berada di dalam penjara dan beberapa telah disidangkan atas tuduhan mengobarkan kerusuhan di jalan.

Kartaprawira *) . namun sumber-sumber oposisi menyebutkan jumlah kematian 72. Kubu garis keras di Iran menuduh para pendukung oposisi. khususnya AS serta Inggris.D. telah mengobarkan kerusuhan di Iran. yang turun ke jalan-jalan untuk memprotes pemilihan kembali Ahmadinejad sebagai presiden. Mailing List "NASIONAL" Diskusi bebas untuk semua orang yang mempunyai perhatian terhadap Kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. BERCERAI KITA RUNTUH ---------------------------------------------------------------------SELAMATKAN DAN KEMBANGKAN PROSES REFORMASI DIATAS REL DEMOKRASI DAN KONSTITUSI Oleh :M. Presiden Mahmoud Ahmadinejad. khususnya AS dan Inggris. Sejauh ini sudah sejumlah orang yang dijatuhi hukuman mati dan puluhan orang divonis hukuman penjara hingga 15 tahun. (M014/K004) COPYRIGHT © 2010 Ikuti berita terkini di handphone anda http://m. Para pemimpin Iran mengecam "campur tangan" negara-negara Barat. dinyatakan sebagai pemenang dengan memperoleh 63 persen suara dalam pemilihan tersebut. produsen minyak terbesar keempat dunia. ---------------------------------------------------------------------BERSATU KITA TEGUH. menurut data resmi. didukung dan diarahkan oleh kekuatan-kekuatan Barat. Para pemimpin dunia menyuarakan keprihatinan yang meningkat atas kerusuhan itu.antaranews. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam protes pasca pemilu itu dan memberikan dukungan tanpa syarat kepada Ahmadinejad dan mengumumkan bahwa pemilihan itu sah.serta seorang wanita Perancis yang menjadi asisten dosen universitas. dan menuduh media asing. yang telah membawa Iran ke arah benturan dengan Barat selama masa empat tahun pertama kekuasaannya dengan slogan-slogan antiIsrael dan sikap pembangkangan menyangkut program nuklir negaranya. yang telah mengguncang pilar-pilar pemerintahan Islam dan meningkatkan kekhawatiran mengenai masa depan negara muslim Syiah itu. Delapan orang lagi tewas selama protes anti-pemerintah pada 27 Desember.com Simpan dan akses berita ini dari HP anda dengan kode QR dibawah ini. Sejumlah pejabat Iran mengatakan bahwa 36 orang tewas selama kerusuhan itu. meski dipersoalkan banyak pihak. yang sudah menghadapi pembatasan ketat atas pekerjaan mereka.

percikan nilai-nilai demokrasi masih nampak di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat dan bernegara: kebebasan berpendapat. yang nota bene adalah rezim orba minus Soeharto. kebebasan pers. yang akan menyelamatkan Negara dan bangsa dari kehancuran. Apalagi sejak semula perjuangan reformasi sudahterkena batu sandungan. sehinggaperjuangan reformasi yang kita lakukan tidaklah mudah mencapai sukses sebagai yang kita idealkan. Dewasa ini agaknya telah terjadipembalikan pandang yang sengaja direkayasa oleh kelompok-kelompok tertentu. Meskipun demikian. menurut hemat saya. dan tokoh Megawati sendiri. sebab telah terbentuk pemerintahan Habibie yang dijajakan sebagai pembawa aspirasi muslim (untuk mempertentangkan dengan Soeharto yang dianggap sebagai muslim abangan). yang mereka pandang sebagai sumber segala macam kesulitan di Indonesia. Pepatah Jawa mengatakan “Entek amek” (Habis. Pemerintahan Habibie. yang kekuatannya masih tetap utuh di mana-mana dengan sumber daya-manusia dan sumber daya-logistik yang kuat (juga sampai sekarangini). yang terpenggal dengan ilusi pendukungan rezim Habibie. Di satu pihak menghendaki terus dituntaskannya perjuangan melawan Orba. Di pihak lainnya menghendaki dihentikannya gerakan mahasiswa/pemuda tersebut. apapun agama yang disandang tidak mungkin melaksanakan cita-cita reformasi. kesalahan mendasar gerakan reformasi. sebab pemerintahan tersebut merupakan rezim neo-orba. Sehingga pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Megawati mereka jadikan sasaran serangan frontal. Batu sandungan perjuangan reformasi tersebut ditengarai dengan pecahnya gerakan mahasiswa/pemuda ketika melancarkan aksinya melawan kekuasaan rezim Soeharto di MPR/DPR pada th. mencari) artinya kalau sudah tidak ada lagi hal-hal yang bisa dijelekjelekkan. kehidupan kepartaian dan lembaga-lembaga negara. 1998. Paradigma demikianlah yang kini sedang dianut oleh lawan-lawan politik Pemerintah . Inilah. dicari alasan apa saja yang bisa dipakai untuk menjelek-jelekkan lawannya. Mereka mengincar semua langkah-langkah pemerintahan Mega-Hamzah agar bisadijadikan penyulut ketidak puasan rakyat dengan maksud untuk menjatuhkan nama pemerintahan MegaHamzah. dll. meskipun diktator Soeharto sudah lengser dari tahtanya.Kesulitan yang kita hadapi akibat pemerintahan rezim Soeharto besar sekali. yang mempersulit gerakannya.

pemerintah Mega-Hamzah sesungguhnya adalah “pemerintahan cuci piring” sehabis pesta ria dari pemerintah-pemerintah pendahulunya. yang dosanya terhadap rakyat dan negara memang besar sekali. Sebab dalam kenyataannya dengan diciptakannya BLBI (oleh Soeharto!) pemerintah telah memberikan ’subsidi’ kepada konglomerat-nakal dalam jumlah yang luar biasa . sesungguhnya masalah BLBI inilah yang harus dinomor satukan penyelesaiannya. kas negara yang kosong karena dijarah oleh penguasa orba. melaksanakan pembenahan negara dan bangsa. Secara singkat: siapa saja pemerintahnya tidak akan bisa menanggulangi akibat musibah tersebut di atas secara cepat. Menurut pendapat penulis. seperti telah dikatakan di atas. kerusuhan etnis dan suku-bangsa yang merupakan akibat kekuasaan orba dan masih banyak lagi kotoran-kotoran yang harus dibersihkan. budaya KKN yang sudah mengakar di dalam kehidupan masyarakat terutama di lembaga-lembaga negara. Memang harus diakui adanya ketidak tepatan kebijakan pemerintah dalam menetapkan mana yang harus lebih diprioritaskan. yang sukar dibayangkan sampai generasi ke berapa bisa dilunasi. PDI Perjuangan dan Megawati sendiri.kekayaan alam yang ludes karena dijual kepada asing. timbulnya masalah disintegrasi. Memang harus diakui. yangtidak mudah dibersihkan oleh siapa saja pemerintahnya. bahwa pemerintahan Megawati tidak banyak memperbaiki keadaan krisis di Indonesia. Apalagi. Tapi seharusnya memaklumi bahwa pemerintahan Megawati adalah “pemerintahan cuci piring” setelah pesta ria pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Tapi kitapun seharusnya berkepala dingin meskipun hati mendidih supaya bisa menilai kenyataan secara proporsional dan obyektif. sehingga tidak menumpahkan segala kesalahan hanyalah kepada pemerintah Mega-Hamzah saja. Menyadari hal tersebut di atas tidak berarti kita harus menimpakan segala kegagalan perjuangan dalam era reformasi selalu dan terus menerus kepadaOrde Baru. demi kepentingan politik mereka. kita pun tidak luput dari kegagalan dan kekurangan yang mungkin bahkan menambah kesulitan rakyat yang sudah sulit. BLBI yang diciptakan oleh orba untuk menyelamatkan konglomerat. Sebab dalam proses melaksanakan reformasi.Megawati. Utang luar negeri yang menggunung.

besarnya. KKN) yang bersangkutan harus dihadapkan kemuka pengadilan pidana. Asal Bayar. Maka seyogyanya Inpres No. Bebas Pidana dan Perdata”. Tapi sebaliknya status “Pencuci piring” di atas tidak dapat selalu dijadikan alat pembenaran dan alat berlindung dari ketidaktepatan/kesalahan . SUARA PEMBARUAN. tidak menghapuskan delik bersangkutan. sebagaimana peninjauan kembali terhadap masalah BBM. Baru setelah ada vonis hakim pidana barulah Presiden bisa memberikan kemurahan hati (pembebasan) yang berwujud grasi atau amnesti sesuai pasal14 ayat 1 dan ayat 2 UUD 1945. Pemerintah tidakpunya wewenang untuk menerapkan R&D di bidang pidana. Hal itu diperkuat dengan UU Kejaksaan Nomor 5 Tahun 1991 di mana presiden tidak dapat memberi perintah Kejaksaan untuk membebaskan seseorang yang terdapat cukup bukti untuk diduga melakukan tindak pidana korupsi. Jadi jaksa harus tetap melimpahkan tersangka debitur BPPN ke pengadilan. 6/2/2003 ) Jadi pencabutan “subsidi” BLBI inilah yang seharusnya diprioritaskan penyelesaiannya. edisiKamis. kalau ternyata ada bukti bahwa yang bersangkutan melanggar norma hukum pidana (mis. dibanding dengan subsudi untuk BBM. Kita tidak boleh mengulangi praktek-praktek jaman rezim Soeharto. TLD dan Telepon.8 Tahun 2002 tentang Release and Dischaarge (R&D) ditinjau kembali. walaupun sudah mendapatkan R&D dari BPPN. (Lihat: Elly Burhaini Faizal “Release and Discharge. sebab bukan merupakan delik aduan. di mana menteri-menteri yang terindikasi dan jelas melakukan korupsi (tindak pidana). TDL dan Telepon. yang bisa menyinggung rasa keadilan dan merusak sistem hukum di Indonesia. Dalam kaitan masalah keputusan R&D tampak ketidak-tepatan kebijakan pemerintah. dibebaskan oleh presiden Soeharto dengan alasan kesalahan administrasi yang sudah diselesaikan oleh presiden. Pemerintah tidak bisa bermurah hati membebaskan mereka dari tuntutan pidana. Prinsip hukum pidana tersebut dengan tegas secara tekstual diterapkan dalam Pasal 4 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang menyebutkan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara. Dus. Penerapan R&D seharusnya hanya pada bidang perdata saja.

TDL dan Telepon tersebut untuk kepentingan politiknya. pembentukan “presidium” yang dicanangkan akan mengganti pemerintahan sekarang ini. Tapi tuntutan pendemo telah jauh melenceng dari masalah BBM. yang pada zaman era Soeharto tidak mungkin terjadi. atau dianggap bertentangan atau merugikan kepentingan rakyat. masalah pencabutan subsidi dan kenaikan harga BBM. . diprotes.Kebijakankebijakan pemerintah yang dirasakan. Semuanya harus dilihat secara obyektif dan proporsional. Menyinggung masih maraknya aksi-aksi demonstrasi saat ini. tapi telah menjurus kepada menempuh cara-cara kekerasan dan anarkhis. Tapikita tidak boleh menghancurkan hasil-hasil positif proses reformasi yang tercermin dari nilai-nilai demokrasi dan konstitusi yang kini berjalan. Tidak mengherankan kalau ada kalangan yang mempertanyakan mengapa pemerintah sampai kecolongan dengan kebijakan yang tidak tepat demikian. Di samping itu pemerintah pun tampak responsive atas tuntutan rakyat agar mengubah kebijakan semula. R&D dan sebagainya. menyebarkan isu revolusi sosial. BLBI. Apakah tidak terpikirkan. Mereka menyerukan penggulingan Pemerintahan Mega-Hamzah. agaknya ada skenario kotor dari kelompok KN (Kebelet Naikkuasa) yang tak segan-segan menggunakan dan menunggangimasalah kenaikan BBM. Dalam hubungan ini ada beberapa masalah yang perlu mendapat perhatian. adalah disayangkan seruan-seruan untuk menggulingkan Pemerintahan Mega-Hamzah. Hal itu tidak saja menunjukkan bahwa tidak memahami bahwa kita hidup bernegara dan berbangsa dengan dasar konstitusi. TLD dan Listrik menuju kepada gerakan inkonstitusional. Misalnya. Adalah suatu keberhasilan reformasi bahwa dewasa ini semua penyelenggara negara (eksekutif. legislatif dan yudikatif) dapat diawasi dan dikontrol langsungoleh rakyat. Apakah adamusuh dalam selimut di dalam pemerintahan Mega-Hamzah? Lepas dari itu. Pertama.kebijakan-kebijakan tertentu pemerintahan sekarang ini. bisadikritisi. TDL dan Telepon. bahkan kalau perlu didemonstrasi dsb. adalah wajar saja selama dilakukan di atas rel demokrasi dan sesuai konstitusi. sesungguhnya aksi-aksi demonstrasi yang menentangkebijakan pemerintah tsb. Agaknya situasi demikian itulah yang lama ditunggu-tunggu oleh lawan-lawan politik Megawati/PDIP.

apalagi dengan cara-cara menunggangi situasi kesulitan rakyat. Jadi bukan barang baru apa yang diserukan oleh Megawati tersebut. yang penting bertujuan menjatuhkan pemerintahan Mega-Hamzah. yang mana setiap politisi dan mereka yang menamakan diri golongan intelektual/mahasiswa seharusnya mengetahui bahwa pemerintahan presidensial Mega-Hamzah tidak dapat digulingkan. bukan jalur kekuatan. berilah kritik dan pengawasan terhadap kebijakannya berdasarkan aturan main yang konstitusional. Inilah aturan main yang demokratis dan konstitusional yang berlaku di negara-negara demokrasi. berilah penilaian atau putusan/vonis kepadanya dalam pemilu yang akan datang. .siapakah yang akan mengganti setelah Pemerintahan Mega-Hamzah jatuh? Membentuk Pemerintahan Rakyat? Apa ini bukan omong kosong? Apakah tidak dimengerti oleh kelompok-kelompok “revolusioner” bahwa presiden/pemerintah bisa jatuh hanya sesuai ketentuan yang tercantum dalamkonstitusi? Agaknya “ politisi” Indonesia dewasa ini sudah kehilangan pegangan bagaimana melakukan perjuangan untuk reformasi dalam atmosfer demokrasi dan konstitusional. dengan unjuk kekuatan dan unjuktenggorokan.Sejak semula PDIP telah mencanangkan perjuangannya melalui jalur hukum. Atau mungkin sudah sengaja meninggalkannya. hanya mengandalkan kekuatannya”( Ini juga termasuk dalam “Entek amek”!). nama Megawati dan PDI Perjuangan. Tapi toh mereka terus berteriak “Gulingkan Pemerintahan MegaHamzah”. selain berdasarkan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam UUD 45. Kita sudah mempunyai konstitusi (UUD 45 yang telah diamandemen). Dan yang juga sangat penting. Bukan anarkhisan. Dan akhirnya. Berilah pemerintah kesempatan untuk melaksanakan tugasnya. Padahal seharusnya tantangan Mega diartikan sebagai ajakan berkompetisi melaksanakan proses demokrasi dalammemperjuangkan aspirasi rakyat untuk menegakkan/melaksanakan reformasi di atas rel konstitusional. Apakah tidak menyadari bahwa tindakan mereka adalah inkonstitusional? Menunggangi rakyat (yang dalam keadaan sulit) untuk menimbulkan kerusuhan dan instabilitas politik di dalam negara. Tantangan Mega untuk beradu di pemilu pun diartikan sebagai tindakan jelek yang kata mereka “Mega tidak mawas diri. berilah rakyat kesempatan atau bahkan kita sendiri untuk “belajar berdemokrasi”.

tapi di dalamnya tetap tidak berubah. Seandainya pemerintah Mega-Hamzah ini terguling. maka akan terbakarlah. Apalagi sebentar lagi akan ada pemilihan umum untuk presiden dan anggota DPR/DPD. siapakah yang akan menggantikannya? Padahal sebagian besar parpol-parpol tidak menghendaki dijatuhkannya pemerintahan saat ini. Apakah mereka yang berteriak-teriak tersebut sudah percaya diri akan bisa menjadi penggantinya? Tentu saja jauh tidak mungkin.Sungguh sangat tidak masuk akal seruan penggulingan Pemerintah MegaHamzah.Ibaratnya rumput kering di musim kemarau. Langsung atau tidak langsung mereka itu ingin membakar rakyat untuk melakukan kerusuhan. yang masalahnya tidak semudah mengumbar suara.Sungguh suatu tindakan sangat tercela. Keadaan tanah air yang sudah begitu sulit kini terus dipersulit dengan ulah sekelompok pseudo-revolusioner sok pembela rakyat yang agaknya tak malu-malu berkoalisi dengan kekuatan orba yang ingin revance dengan tujuan menjatuhkan pemerintahan Mega-Hamzah. Mereka hanya melakukan taktik licik dengan menggunakan Habibie yang berbaju reformasi sebagai pelanjutnya dengan teriakan-teriakan reformasi. Jangan dikira bahwa kekuatan rezim Soeharto pada waktu itu sudah lenyap. Bukankah kalau sudah ada kerusuhan nasional mesti ada “golongan kuat” yang akan bertindak sebagai “penyelamat” negara dan bangsa? Nah di sinilah kita harus waspada siapa yang berkoar-koar tersebut. tanpa melihat faktor-faktor lainnya. . apabila disulut dengan api apa saja wujudnya. Sama sekali tidak. sesungguhnya mereka perlu belajar pada Pemimpin-pemimpin Revolusi Dunia. dikoar-koarkannya isu revolusi oleh sementara oknum atau kelompok adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. kalau kita mau melihat peta politik di Indonesia dewasa ini. Jadi maunya apa? Hanya sekedar membikin situasi tambah resah di dalam masyarakat yang sedang ketimpa kesulitan? Kedua. Pengalaman gerakan mahasiswa/pemuda tahun 1998 di gedung MPR/DPR janganlah dijadikan ukuran. Demikian kira-kira gambaran rakyat Indonesia yang menderita kesulitanyang selalu disulut untuk meramaikan gerakan mereka. Kalau ada oknum/kelompok revolusioner merasa sok tahu revolusi.

yang harus digulingkan. Orangpun tidak tahu “binatang apa gerangan” Presidium yang akan menggantikan Pemerintahan Mega-Hamzah. masih ada lembaga-lembaga negara lainnya sebagai penyelenggara kenegaraan di mana tetap penuh kekuataan orba seperti dulu. bertentangan dengan UUD. Ketiga. berdasarkan pengalaman sejarah (misalnya pada zaman Soekarno)bahwa kelompok-kelompokyang itu-itu sajalah yang selalu mendalangi kerusuhan dengan menunggangi gerakan mahasiswa. Rakyat terus menerus digiring kepada pemikiran-pemikiran dan tindakantindakan yang inkonstitusional. menyusul diteriakkannya penggulingan Pemerintahan Mega-Hamzah. kalau konstitusi dan demokrasi terus menerus dilanggar? Mengapa gagasan pembentukan “Presidium” tidak mereka perjuangkan (setidaktidaknya . dipakainya jalan pintas membakar rakyat untuk “berevolusi” menumbangkan pemerintah yang ada: Pemerintah MegaHamzah. Mereka telah salah memilih kacamatasehingga tampak pemerintah Mega-Hamzah sebagai musuh nomor satu. Agaknya lawan-lawan politik Megawati tersebut sudah nekad melahirkan kerusuhan dengan segala cara dan bentuknya. Jelas tindakan tersebut adalah inkonstitusional. digelindingkannya isu pembentukan Presidium sebagai pengganti Pemerintahan Mega-Hamzah adalahjuga suatu cara sengaja untuk menimbulkan situasi instabilitas politik di Indonesia. sebab sudah tidak mendapat dukungan lagi dari Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya. Lepas siapa tokoh-tokohnya yang tersangkutdalam isu masalah pembentukan presidium. Karena mereka tidak bisa dan tidak mampu bertarung dalam arena demokrasi. Persoalannya jelas mengapa rezim orba lengser. Kita akan sangat kerdillah kalau mengatakan gerakan mahasiswa yang disusul dengan peristiwa pelengseran Soeharto tersebut sebagai revolusi. Pada hal di samping lembaga eksekutif /Presiden(pemerintah). Jadi gerakan mahasiswa bukan satu-satunya penyebab mengapa Soeharto lengser. Pemunculan isu revolusi sosial oleh kalangan tertentu juga menunjukkan keputus-asaan akan cara-cara demokratik dan konstitusional untuk mengatasi kesulitan-kesulitan negara dan bangsa. Sesudah isu pembentukan Presidium digulirkan.Jangan dikira rezim orba pada tahun 1998 tidak bisa membuat “peristiwa Tian An Mien” di Jakarta. Kapan kita mulai belajar berdemokrasi. yang sudah bosan melihat tingkah Soeharto yang otoritarian dan KKN.

dilontarkan) di MPR ketika proses amandemen berjalan? Tentu menunggu momentum yang dapat ditunggangi! Sudah tersebar kabar angin baik di media massa maupun media internet bahwa di belakang gerakan-gerakan demo menentang Pemerintah tersebut berdiri Wiranto (jenderal kader Soeharto). baik sebelum atau sesudah di amandemen. Gerakan kaum nasionalis di Indonesia dewasa ini tampak menghadapi rival yang cukup memerlukan perhatian yang serius. Fuad Bawazir (mantan menteri Keuangan rezim Soeharto). Dus pembentukan Presidium merupakan tindakan yang inkonstitusional. Apakah itu termasuk makar atau bukan. Yang sangat ajaib dalam era reformasi kini isu Presidium tersebutdidukung oleh unsur-unsur kelompok ekstrem kanan. sehingga merupakan suatu koktail yang aneh “ingredient”nya dan sangat mencurigakan kelezatannya. sebab mereka telah menggunakan modus-modus yang bertentangan dengan nilai demokrasi dan konstitusi. kekuatan orba legal dan illegal. Adi Sasono (ketua ICMI dan mantan menteri rezim neo-orba Habibie)dan Eros Jarot (bekas tokoh PDIP. yang nyempal). ekstrem kiri. PDIP dan Megawati sendiri. dan kelompok sakit-hati/iri-hati. Juga sangat disayangkan sekali mereka gagal melihat prioritas dan menentukan sasaran pokok perjuangan kaum nasionalis dewasa ini. tapi jelas lembaga Presidium tersebut tidak dikenal di dalam UUD 1945. Tunggu saja tanggal mainnya siapa yang berani minum pertama kali. biarlah hal tersebut menjadi obyek kajian bagi para peneliti dan pakar hukum. sebagai jalan pintas untuk mencapai kekuasaan dengan menghindari aturan main yang telah ditentukan dalam UUD 1945. UUD 1945 dan kerukunan dalam kehidupan beragama. Bisa dipertanyakan. Lepas apakah mereka jugaterkait dengan isu pembentukan Presidium atau tidak. Tapi yang sangat disayangkan kubu nasionalis sendiri telah mengalami keretakan dan sebagian menghanyutkan diri ke dalam gerakan inkostitusional dalam melawan Pemerintah Megawati. Tapi mereka satu persatu mengingkari keterlibatannya dalam demo-demo tersebut. Sangat disayangkanbahwa di antara kita yang konsekuen pada Pancasila. betulkah . sehingga salah memilih siapa kawan siapa lawan. NKRI. antar suku dan etnik tidak cermat melihat peta politik Indonesia dewasa ini.

bahwa pemerintah Mega-Hamzah adalah “pemerintahan cuci piring” setelah pesta ria pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. penjeblosan ribuan orang tanpa proses hukum di pulau Buru.bahwa seruan-seruan untuk menggulingkan Pemerintah Mega-Hamzah. NKRI. bahasa. . UUD 1945 yang tak tergoyahkan. Maka mereka yang konsekuen akan Pancasila. Marilah kita curahkan tenaga kita untuk menyelamatkandan mengembangkan proses reformasi agar . Perlu dicamkan instruksi Megawati yang menghimbau agar kader PDIP tidak terprovokasi oleh penyebaran informasi. . .bahwa seruan-seruan tersebut tidak saja inkonstitusional.bahwa pemerintah dibawah pimpinan Presiden Megawati (yang juga adalah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan) adalah merupakan benteng penegakkan Pancasila. dan budaya di dalam mengontrol dan mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah hendaknya tidak terperosok kepada tindakan-tindakan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan konstitusi yang akan berakibat timbulnyaanarkhisme yang akan mengacaukan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. UUD 1945 dankerukunan masyarakat pluralis dalam agama. isu dan tindakan yang dilakukan oleh orangorang tidak bertanggung jawab untuk merusak situasi sosial politik negara. menjadikan Indonesia negara miskin karena hutangnya menggunung? Tanpa mengingkari kekurangan-kekurangan pemerintah Mega-Hamzah. Sebaliknya kita harus lebih waspada dan bersatu menghadapi situasi sulit dan kompleks dewasa ini. etnik. revolusi sosial dan pembentukan Presidium adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab yang bisa menimbulkan instabilitas bangsa dan negara. NKRI. Cilacap dan lain-lainnya). tapi juga tidak memberikan pendidikan kepada rakyat untuk hidup bermasyarakat dan bernegara yang demokratik dan konstitusional. yang antara lain telah melakukan pelanggaran-pelanggaran HAM besar (misalnya seperti pembunuhan massal 1965-1966. sekali lagi kita perlu menyadari: . suku.pemerintahan Megawati ini sudah sejelek pemerintahan Soeharto. kotorannya tidak mudah dibersihkan dengan cepat olehpemerintah Mega-Hamzah dan siapapun yang memerintah kemudian.

‘memotret’ situasi. pers harus berpihak dan bertanggung-jawab kepada publik. Benarkah pers. Jika pers mengkhianati publik.berjalan di atas rel demokrasi dan konstitusi. adil. seolah-olah sedikit banyak pers punya andil sebagai (salah satu) pemicu kerusuhan. pers ikut . hingga kerusuhan semakin merebak. sebagian (besar) pers merupakan corong partai politik alias pers partisan. untuk disampaikan kepada publik. beberapa pejabat dan politisi serta-merta menuding pers ‘memanas-manasi. yang karena gampang terbakar lantas disebut sebagai ‘akar rumput kering’ itu? Sesungguhnyalah. dengan sendirinya akan ditinggalkan oleh masyarakat pembaca. membakar-bakar keadaan hingga benar-benar membakar massa grass root. Pers bebas. terutama tabloid. yang layak kita syukuri. dan cukup bijak. Maka. Ketika itu. pers haruslah bersikap independen. pers dibelah [Taufiq Ismail] / Budiman S. tanpa memahami kodrat pers. meskipun ada juga beberapa di antaranya yang independen. mengipas-ngipas. seperti yang kita nikmati sekarang. sering pula menurunkan berita utama dengan judul yang ‘keras’. jujur. Artinya. merupakan salah satu buah terpenting dari era reformasi (yang dipelopori mahasiswa). Sejalan dengan itu. Hartoyo MARAKNYA penerbitan pers dewasa ini — dan bersamaan dengan itu juga sering terjadinya konflik sosial — rupanya membentuk asumsi di kalangan beberapa orang. yang lebih mengutamakan kepentingan partai ketimbang kepentingan publik. sengaja atau tidak. membakar-bakar’ situasi. Di samping itu. menyampaikan fakta secara obyektif. pers juga berperan mensosialisasikan gagasan untuk membantu mendorong perubahan sosial ke arah yang lebih baik. pers juga berperan untuk melakukan social control dan oleh karena itu harus independen. Ketika itu. berimbang. bahwa pers bebas di era reformasi sekarang sangat berbeda dengan pers bebas di era tahun 1950-an yang lazim disebut (secara kurang benar) sebagai ‘zaman liberal’. Oleh karena itu. 01 Februari 2003 Buruk muka. Perlu dicatat. peran pers pertama-tama ialah (sekedar) memberitakan fakta. Nederland. Apalagi (sebagian) penerbitan.

Di era Orde Baru di tahun 1970-an. baik yang independen maupun yang berafiliasi kepada partai politik. ‘reaksioner’. saling jorjoran manipolis. Sejalan dengan itu pers. Dalam UU tersebut tercantum satu ayat yang sangat penting (”bagi pers nasional tidak dikenai breidel”). dan harus berpedoman kepada Manipol-Usdek. hingga Bung Karno menjuluki zaman itu (secara salah kaprah) sebagai zaman ‘demokrasi liberal’. Yang dimaksud dengan masa transisi ialah sampai dengan terbentuknya pemerintahan baru hasil pemilihan umum 1971. Persis seperti P4 yang merupakan tafsir Pancasila ala Soeharto. Menjelang tahun 1960-an. Benarkah pers bebas saat ini membahayakan pendidikan politik. termasuk media massa. Seperti halnya semua parpol dan ormas. ketika itu media massa diwajibkan menjadi ‘alat revolusi’. tepatnya memasuki zaman ‘demokrasi terpimpin’. ikut meramaikan konflik politik. yaitu tafsir Pancasila ajaran ‘Pemimpin Besar Revolusi’ Bung Karno. Dan anehnya. pers tak lagi bebas. tercermin dari upaya sejumlah tokoh pers. beberapa waktu lalu juga khawatir kalaukalau kebebasan pers saat ini. bahkan juga konflik antarpartai. antara lain (almarhum) H. yang berhasil merumuskan UU Pokok Pers (1966). Mahbub Djunaedi. Wajah pers bebas ternyata cukup membikin keder sebagian kaum birokrat sebagai wakil kekuasaan negara. ‘kontra revolusi’ — seperti halnya stempel ‘subversif’ di zaman Orde Baru. Himbauan telepon. Yang tidak manipolis digulung dan dituding sebagai ‘musuh revolusi’. dan sebagai konsekwensinya dicantumkan pula satu ayat pendukungnya yang menyebutkan bahwa SIT (Surat Izin Terbit) hanya berlaku selama masa transisi. sebagaimana tertulis dalam acuan diskusi. Ketika itu perbedaan pendapat. misalnya. di tahun 1950-an juga merupakan era multipartai. bahkan penyelenggara sebuah diskusi publik di Jakarta. cukup tajam. bahkan mungkin punya andil dalam memperkeruh keadaan hingga mendorong timbulnya konflik? Seperti halnya masa kini. Partai oposisi sering mampu menggoyang dan menjatuhkan kabinet (yang didominasi oleh partai yang berkuasa). rezim Orde Baru telah mengkhianati UU yang telah dilahirkannya sendiri. Bung Karno menganjurkan agar semua kekuatan politik. “menimbulkan bayang-bayang yang mengancam proses pendidikan politik masyarakat ke arah yang tidak edukatif”. briefing dan peringatan kepada . dan sebagai jawaban Bung Karno terhadap ‘demokrasi liberal’.mengambil bagian dalam pertikaian politik antarpartai yang oleh Bung Karno disebut gontok-gontokan. pers yang mulai bangkit dari trauma ‘demokrasi terpimpin’ benar-benar ingin bebas. yang lahir berkat Dekrit Presiden 5 Juli 1959 untuk kembali ke UUD 1945. Hal itu. Celakanya.

bahkan breidel tetap saja berlangsung. tapi tetap saja terbentur pada ketentuan SIUPP. Tabloid Demokrat (PDI). tak ada ancaman bom di masyarakat. Tabloid Amanat (PAN). Berbeda dari ‘zaman liberal’ yang tidak melahirkan konflik horisontal. Memang (dulu) ada Harian Duta Masyarakat (NU). Kecuali jika menyiarkan berita tentang konflik dan kerusuhan sudah dilarang. sementara yang diizinkan hanyalah peristiwa yang ‘baik-baik’ saja. Pers berusaha menggeliat menggapai kebebasan. untuk kedua kalinya — setelah berjarak hampir satu generasi — kita kembali mengalami sistem multipartai. memberitakan fakta sebagai fakta. dan benar-benar bebas. tapi justru dilestarikan bahkan diperkuat sebagai lembaga SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) oleh mantan Menteri Penerangan Harmoko — yang ironisnya tetap mengaku ‘berjiwa wartawan’ dan ‘kerakyatan’. hampir tidak ada konflik sosial secara horisontal dan spektakuler seperti sekarang. di era Orde Baru — sejalan dengan pertumbuhan konglomerasi bidang ekonomi — tumbuh menjadi ‘pers industri’. baik di era tahun 1950-an (‘demokrasi liberal’).pemimpin redaksi. mengapa di era reformasi ini konflik horisontal seolah-olah merupakan ‘anak zaman’? Beberapa orang. Hal lain yang juga menarik. di era reformasi ini pers tampil (relatif) lebih independen. melainkan Grup Jawa Pos. Bedanya. di tahun 1950-an dan 1960-an hampir tak ada pejabat yang menuduh pers ikut ‘memanas-manasi’ atau ‘memancing-mancing’ situasi. konflik tersebut sudah terjadi sebelum pers memberitakannya. dan Harian Abadi (PBB). yang ‘ngipas-ngipasi’. tidak ada kerusuhan disertai pembakaran pusat-pusat perdagangan. Padahal. Pers sekedar meliput. Saat ini. keempat media massa tersebut tidak murni pers partisan. Tapi. Tak ada konflik SARA (suku-agama-ras-antargolongan). Bahkan SIT bukannya dicabut. Apa yang disebut Bung Karno sebagai gontok-gontokan tak sampai berdampak secara luas. jika di zaman ‘demokrasi liberal’ (sebagian besar) pers cenderung partisan. dan jangan harap publik akan membacanya. menuduh konflik horisontal tersebut garagara pers yang ‘memanas-manasi’. tidak ada satu pun pers yang tampil sebagai pers partisan murni. Selama 32 tahun . konflik yang merebak di masyarakat sekarang ini sangat jelas merupakan letupan dari kemampetan yang selama ini diderita oleh manusia Indonesia.Yang menarik. pers yang semula merupakan ‘pers perjuangan’ kemudian menjadi ‘pers partisan’ (kalau bisa disebut demikian). tahun 1960-an (‘demokrasi terpimpin’ alias Orde Lama). Tulis saja semua hal yang serba baik. sebab pemilik modalnya bukan 100% partai yang bersangkutan. Dan buat kedua kalinya pula kita menikmati kebebasan pers. maupun di tahun 1970-1980-an (Orde Baru). memotret. seperti halnya di zaman Orde Baru dan di zaman transisi sekarang. Satu hal yang selama ini dilupakan ialah.Kini. Di lain pihak. sementara di zaman ‘demokrasi terpimpin’ dan di zaman Orde Baru pers kurang bebas karena represi kekuasaan. umumnya para pejabat dan juga politisi yang tidak mengerti demokrasi.

hal itu tidak otomatis lantas menjadi alasan menolak pers bebas. mahasiswa dan pemuda yang kini berusia 25 sampai 30 tahun — yang secara kodrati progresif dan memiliki daya nalar kritis — merupakan korban represi tersebut. Dengan multipartai dan pers yang bebas. percayalah. ketika kran dibuka air bah pun membludak tak terbendung. Konflik sosial. yaitu provokator (sementara pers dituding ‘manas-manasi’). Mereka cukup kritis. Sementara pers yang tidak memperjuangkan kepentingan publik. tapi sang provokator tak kunjung tertangkap. Bahkan sebagian besar pers terkesan konservatif. Pers yang bebas menyajikan sejumlah pilihan. Kita memang tengah belajar berdemokrasi. Sangat tepat penyair Taufiq Ismail yang menulis puisi yang hanya terdiri dari satu baris yang berbunyi: Buruk muka pers dibelah. begitu sejumlah partai lahir dan pers tampil bebas. Toh selama ini belum (tidak) ada kriteria tentang apa yang disebut kebablasen itu. sementara nalar kritis terpasung secara perlahan-lahan. lambat-laun akan ditinggalkan oleh pembacanya. dan publik bebas pula menentukan pilihan mereka. Tingkat pendidikan dan kecerdasan masyarakat memang relatif masih rendah. Kalaupun pers kita saat kini sudah kebablasen (dengan kriteria yang tak jelas). Sebab.terkungkung tanpa penyaluran. Allahu a’lam bish-shawab. tapi hal itu tidak dengan sendirinya lantas menolak demokrasi. hidup bersama orang lain yang sikap dan pendapatnya berbeda. dan semacamnya. Kalaupun ada yang kebablasen (sekali lagi . Memang ada kambing hitam yang dengan mudah dan aman dituding-tuding. satu dan lain hal karena ingin ‘menjaga harmoni’ dengan kekuasaan. Dan yang disalahkan (lagi-lagi) pers. orang bingung. apalagi jika kita percaya bahwa hati nurani dan akal sehat (common sense).Pers bebas merupakan salah satu alat pendidikan (dan pendewasaan) sikap dan perilaku berpolitik. dengan atau tanpa pers bebas.Apakah pers kita saat ini sudah kebablasen? Menurut saya. Tapi. Dan kini dengan gampang dan enak orang bicara tentang demokrasi. Tapi. mereka niscaya akan bangkit membebaskan diri. transparansi. Sebagian besar pelajar. tidak kritis. hal itu bukan pula bisa menjadi alasan untuk membatasi kebebasan pers. merupakan hal yang seharusnya kita perhitungkan. Padahal. belajar toleran dalam sebuah masyarakat yang multikultur. rakyat — yang tingkat pendidikan dan kecerdasannya rendah sekalipun — bukanlah orang-orang bodoh. Dan merekalah pula yang kini tampil sebagai pelopor pendobrakan untuk membuka kran reformasi. takut. Entah bersembunyi di balik azimat apa. Yang tumbuh hanyalah apatisme. tidak lagi diselesaikan di bawah tekanan kekuasaan negara. terbuka. persoalan-persoalan negara dan masyarakat bisa diselesaikan secara publik. sesungguhnya semata-mata merupakan ‘buah’ dari penyakit kronis yang diidap masyarakat yang selama 32 tahun terinjak hak-haknya. prasyarat demokrasi ialah multipartai dan pers yang bebas. kebebasan. Tapi. menjadi pers partisan atau sensasional misalnya. tanpa mengerti apa yang mereka omongkan. belum.

Sangat ironis. moral. setelah 32 tahun tanpa absen kebagian jatah cekokan resep Orde Baru. setelah Menteri Penerangan Mohamad Natsir di tahun 1950-an. melainkan kepada nilai-nilai: kebenaran. meskipun SIUPP masih dipertahankan. *) Makalah ini dibacakan dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Komite Pendidikan Pemilih (KPP) di Gedung YTKI. Bagaimana dengan si wartawan? Mereka tak cukup hanya belajar jurnalistik hingga mampu trampil dan lihai mewawancarai. Dalam konteks pers bebas. tidak ada pembatasan memperolehnya. beberapa bulan sebelum pemilihan umum 1999. termasuk keberanian untuk menolak amplop. belajar menimbang dan mengukur tulisan dengan nilai dan moral. adalah Yunus Yosfiah yang dalam konteks pers bebas berpikiran sangat progresif. dan itu sah-sah saja. hukum. bahwa ratusan media massa yang terbit saat ini belum memadai bagi rakyat Indonesia yang jumlahnya lebih dari 200 juta. Sangat menarik. dan menulis dengan bahasa dan gaya yang memikat. bahwa di dalam kebebasan itu sendiri secara implisit ada rasa tanggung-jawab. memiliki dedikasi dengan integritas tinggi. bahwa pers kita saat ini belum kebablasen. melakukan investigative reporting. Cuma yang jadi masalah bertanggung-jawab kepada siapa? Yang pasti bukan kepada penguasa. Dalam hal ini. bahwa dewasa ini upaya ‘perjuangan’ untuk kebebasan pers (kalau bisa disebut demikian) justru datang dari pemerintah. tapi secara keseluruhan pers kita cukup baik dan dewasa. Barangkali. sebab dalam pengertian ‘bebas’ sudah terkandung rasa ‘tanggungjawab’. pejabat atau politisi yang menuding pers kita kebablasen itu tiada lain karena belum terbiasa dengan pers bebas. Besar dugaan. Padahal. Menteri Penerangan Mohamad Yunus Yosfiah. memotret. bahwa pers bebas merupakan tolok ukur bagi demokrasi. bahwa Yunus Yosfiah pula — dan justru bukan para tokoh pers yang terhormat — yang menyatakan. dengan singkat bisa dijelaskan.dengan kriteria yang tak jelas) hal itu bukanlah merupakan main stream. Dan kini. Tapi. bahkan dari rancangan PWI (Orde Baru) sendiri. mereka juga harus independen. Mungkin ada beberapa tabloid yang bisa dikategorikan sebagai yellow paper. seringkali orang berasumsi bahwa pengertian ‘bebas’ seolah-olah bebas sebebas-bebasnya. Tak perlu disebutkan ‘pers yang bebas dan bertanggungjawab’. Ia merancang UU Pokok Pers yang sangat progresif. kepentingan umum. dan memiliki idealisme untuk membela kepentingan publik. keadilan. Jakarta Pusat. Juga tidak ada breidel. Jalan Jenderal Gatot Soebroto. « Perawan yang Menangis itu Bernama Toba . jauh lebih liberal ketimbang rancangan DPR-RI.

.

.

Agama Bukan Pe .

.

.

Jumat. Kini perjalanan reformasi telah mencapai 10 tahun. Gelombang reformasi pun menumbangkan rezim Soeharto yang telah berkuasa lebih 30 tahun. sungguh mengerikan reformasi hanya . 25 Juli 2008 ARTIKEL Reformasi Telah Mati Tags: Reformasi Wacana reformasi dan demokratisasi total. telah membius rakyat Indonesia dan menjelma menjadi kekuatan dahsyat menjelang Mei 1998.

Menjadi Bius Memabukkan Setelah sepuluh tahun reformasi berlalu. Walau kondisi bangsa Indonesia se-makin terpuruk. minyak tanah. hakikatnya bangsa Indonesia bisa mengambil pelajaran sangat faktual sepanjang perjalanan reformasi ini. bupati-walikota pun telah digelar di seluruh wilayah Indonesia dan menghasilkan belasan gubernur baru . demokratis menggantikan rezim dikta-torial yang dijalankan presiden Soeharto lebih tiga dasawarsa. Angka-angka kemiskinan semakin membengkak jum-lahnya. Bagaimana membaca secara konkrit dan obyektif hasil reformasi sepuluh tahun terakhir ini (Mei 1998-Mei 2008)? Apa yang terjadi sejak presiden Soeharto berhasil ditumbang-kan. Tapi empat presiden ini ternyata tidak mampu mengenyahkan dan menyembuhkan penyakit kronis bernama: Krisis Multidimensi. Padahal fakta yang berlaku sebenar-nya justru diagonal terbalik. baik eksekutif. dimulai dengan krisis minyak goreng. meningkat dan membaik. perta-hanan dan keamanan selalu dilaporkan serba maju. Angka kemis-kinan dan pengangguran terus-menerus meningkat. Capaian-capaian ekonomi. beras. sungguh ironis kini pun telah mengimpor garam. Abdurrahman Wahid. Lebih dari itu Pilkada Gubernur. yudikatif. Megawati dan kini Susilo Bam-bang Yudhoyono) pun telah silih berganti naik ke kursi kekuasaan dengan meng-usung sistem politik yang reformis. Contoh paling nyata adalah ketidakmandirian bangsa di bidang pangan. minyak goreng dan beras ini menjadi pemandangan set-back seperti setengah abad yang lalu di zaman orde lama. Inilah fakta ironis dan menyakitkan.membukukan kehancuran demi kehancuran bangsa ini. Namun ironisnya Indonesia yang telah menjalankan kehidupan politik yang sangat demokratis itu. Harga-harga kebutuhan bahan pokok terus melejit tak terkendali bahkan bahan baku yang semakin mahal itu sulit dicari di pasaran dan bisa diperoleh dengan antre. kedelai. Indonesia yang dikenal teritorialnya 70 persen terdiri lautan. Indonesia sebagai negara agraris dan maritim terbesar di dunia. Indonesia sebagai penghasil minyak bumi. hingga hari ini? Perjalanan era refor-masi ini niscaya amat dibanggakan para pelaku dan penyelenggara Negara. rakyatnya setiap hari antre minyak tanah (kerosine) sekadar untuk men-dapatkan dua liter minyak. Misalnya pemerintah terus-menerus melaporkan kema-juan ekonomi. ekonomi Indonesia terus terpuruk. Rakyat Indonesia bagai terjebak dalam sistem demokrasi yang telah men-jeratnya dalam sistem Kapitalisme Global yang terus mengisapnya habis-habisan. padahal yang terjadi kini bangsa Indonesia justru mengalami pun-cak krisis ekonomi yang telah berlangsung lebih 10 tahun terakhir ini. Pemilihan presiden secara langsung (2004) telah menghasilkan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Empat presiden (Habibie. namun rakyat Indonesia terutama para penguasanya seringkali mendapat pujian dari negara-negara Barat. Indonesia disebut sebagai negara demokratis terbesar di dunia setelah AS dan India. kini (2008) rakyatnya bergejolak dalam krisis susul-menyusul. sosial politik. dan legislatif terdiri parlemen parpol dan politisi. Kemandirian bangsa di segala bidang mengalami kemerosotan yang sangat mengenaskan. Pemandangan antre minyak tanah. Bahkan krisis ini berkobar menjadi-jadi.

pemaksaan swatanisasi . Ratusan anggota parlemen daerah telah diadili dalam kasuskasus korupsi. Inilah jawaban yang merata. telah menyurutkan optimisme Indonesia bisa melanjutkan model politik ini. Biaya Pilkada bupati disebut-sebut sedikitnya Rp 200 milyar. Mulai pembekuan bank. Maraknya pendirian partai politik baru sebagai peserta Pemilu 2009.puluhan bupati-walikota (hampir mencapai seratus orang). belum lagi ekses Pilkada dengan kerusuhan yang dikobarkan pihak yang kalah. Apa yang didapat setelah rakyat Indonesia kini dipimpin oleh presiden dan kepala daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat itu? Negatif. sekaligus menerap-kan oligarki partai politik yang justru ? membunuh? aspirasi di luar partai politik. Eksistensi mereka sejatinya hanya ?dagelan? yang sangat tidak lucu karena mempermainkan nasib bangsa Indonesia yang terus terpuruk. Model Pilkada langsung memang telah menyeret bangsa ini pada pusaran bahaya di masa dekat yang akan menghancurkan seluruh sendi-sendi kehidupan rakyat Indonesia. Dimulai dengan campur tangan IMF dengan berbagai formula yang dipaksakan menjelang dan awal reformasi dan justru menghancur-kan ekonomi negeri ini. Dipastikan partai-partai baru itu dibentuk oleh pengurus partai-partai gurem yang telah terpuruk sebelumnya. Kini masyarakat luas dengan caranya sendiri ?menolak? sistem yang ternyata justru membuat rakyat menderita. Model politik era reformasi ini secara pasti telah menempatkan partai politik menjadi ?panglima?. Bersamaan dengan itu perfor-mance partai politik semakin terpuruk di mata rakyat secara luas. Jumlah golput semakin membengkak mendekati angka 50 persen. Pelajaran satu dekade perjalanan reformasi ini sejatinya amat gamblang dan mudah untuk disimpulkan. Hal ini karena perilaku politisi khususnya di parlemen yang amat koruptif dan tidak peduli kendati kritik bertubi-tubi diarahkan ke parlemen. Sementara penelitian sebuah koran nasional di ibukota menegaskan bahwa kepemimpinan baru hasil pilkada ternyata tidak mengubah prestasi yang dicapai kepala daerah sebelumnya yang dihasilkan dengan mekanisme lama (dipilih melalui DPRD). bukan mencerminkan meningkatnya gai-rah rakyat menyongsong Pemilu 2009. Membayangkan ekses Pilkada dengan politik uangnya memang mengerikan. Praktek Pilkada yang sarat dengan politik uang. melainkan ? kehebohan? orang-orang yang itu-itu juga dan selama ini selalu mengail di pusaran ? bisnis partai?. sedangkan biaya untuk gubernur mencapai Rp 500 milyar. Adalah PBNU melalui Ketua Umum Hasyim Muzadi menyentak dengan imbauannya agar Pilkada dihentikan di Indonesia dan kembali ke sistem lama. kini bahkan anggota DPR pusat pun mulai dijebloskan ke penjara KPK. Agenda asing (Barat) telah mendikte perubahan yang kini terjadi di Indonesia dan terus terulur hingga hari ini. maka catatan statistiknya hampir setiap hari akan di-gelar Pilkada di suatu daerah di Indonesia. Pusaran dan tarikannya telah mencip-takan politik uang yang membawa konsekuensi koruptif dan menghalalkan tujuan dengan segala cara. Bahkan jika Pilkada kelak sudah digelar secara keseluruhan. Pil-kada semakin banyak diikuti partisipan golput alias memboikot.Pejabat baru yang terpilih niscaya akan mengem-balikan modal yang telah ia keluarkan karena sebagian justru diperoleh dari sumbangan dan utang.

Tekanan kehidupan sehari-hari menyebabkan semakin sering ter-dengar kabar keluarga-keluarga yang bunuh diri bersama-sama antara bapak-ibu dan anak-anaknya. Sungguh mengerikan nasib bangsa Indonesia di tangan rezim reformasi. Perjanjian utang sebesar itu diterapkan dengan rente ala ribawi yang sangat eksploitatif jauh dari adil dan dipaksakan para ?penjajah? baru. Tepat di usia reformasi memasuki dekade pertama (Mei 2008). Sampai-sampai kantor berita AP . Bersamaan dengan itu. kehidupan yang mengagungkan kebebasan tumbuh subur.34 milyar ditambah obligasi AS $ 90. Padahal ini bukan ranah hukum semata. Reformasi yang mengagung-agung-kan HAM (hak asasi manusia) seperti memberi angin bagi upaya perusakan Islam.8 juta jiwa.68 juta jiwa. Kekacauan diprediksi bakal mengiringi kenaikan BBM sekitar Juni 2008 mendatang. Sangat menge-rikan. Di zaman Gus Dur.85 persen atau 36. Negara dan bangsa ini akan terus diseret ke jurang kehancuran oleh rezim refor-masi. Baha'i dilegal-kan. Dengan bunga 8 persen setahun. kondisi bangsa Indonesia di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono justru meng-alami kesulitan kehidupan yang kian menghimpit. jumlah angka kemiskinan akan bertambah meroket sekitar 15. Pornoaksi dan pornografi marak di mana-mana. dan yang paling vital adalah perubahan UUD 45 yang kini berubah 125 persen menjadi liberalistis. tapi sudah menyangkut aqidah yang konsekuensinya dunia akhirat. dengan menjual aset-aset strategis milik Negara. Di bidang sosial keagamaan.95 milyar. rezim Kapitalis Global. Muncul aliran-aliran sesat.dengan kenaikan BBM 30 persen ini akan mendorong inflasi 26. Konsep reformasi seperti ini ternyata hanya menjadi ?jembatan? menuju kehancuran bangsa Indonesia. Padahal ketika pemerintah menaikkan BBM 125 persen pada Oktober 2005. Bahkan sejumlah politisi meyakini akan terjadi suasana yang kacau (chaos) disusul terjadi instabilitas negara. pemerintah tegas-tegas menjanjikan tidak akan menaikkan BBM sampai 2009. Bisa dibayangkan rencana kenaikan BBM ini niscaya belaka akan menjebol seluruh daya tahan rakyat Indonesia. Kini utang pemerintah seperti diumumkan Depkeu adalah AS$ 155.BUMN. Alqiyadah Al Islamiyah-nya Ahmad Moshadeq. Yang jelas catatan dalam perhitungan statistik dengan kenaikan BBM Juni 2008. dan aliran-aliran sesat lokal lainnya. Ahmadiyah.29 milyar terdiri pinjaman dengan perjanjian utang sebesar AS $ 63.94 persen. pemerintah Indonesia setiap tahun harus membayar bunga sebesar AS$ 12. Kondisi semakin parah karena pemerintah ?nekad? menaikkan BBM sampai 30 persen.Pemretelan kekuasaan presiden dengan dibentuknya puluhan komisi-komisi. Pemerintah reformasi tak mampu melindungi umat dari penye-baran aliran sesat tersebut. Pemerintah hanya sekadar menyelesaikan persoalan ini secara hukum. kerusak-an seolah dibiarkan. Yang paling mengerikan adalah rezim Susilo Bambang Yudhoyono idem-ditto belaka dengan tiga presiden sebelumnya di era reformasi yakni tak bisa mengubah status utang Indonesia.4 milyar atau sebesar Rp 114 trilyun.Angka resmi pemerintah jumlah rakyat miskin mencapai selama ini adalah 16. Selanjutnya muncul ke permukaan aliran Salamullah-nya Lia Aminudin. Padahal utangnya tak berubah alias tak berkurang satu dolar pun.

mungkin karena takut dengan Amerika. Indonesia mendu-kung sanksi terhadap Iran dalam kasus pengembangan energi nuklir Iran. Malah dalam masa pemerintahan SBY sekarang. yang langsung ataupun tidak langsung diskriminatif terhadap masyarakat Tionghoa. Mereka seolah membiarkan rakyat tersiksa akibat krisis berkepanjangan. tercatat dua peristiwa yang dirasakan sebagai pukulan yang sangat menyakitkan bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia. Reformasi di Indonesia secara resmi dimulai tanggal 21 Mei 1998. Reformasi tsb merupakan akhir dari rentetan berbagai peristiwa anarkis sejak tahun 1997 yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Selama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tanggal 17 Agustuis 1945. Dalam politik luar negeri. Pembahasannya berlarut-larut. bertepatan dengan lengsernya mantan Presiden Suharto dari kursi kepresidenan Indonesia yang telah didudukinya selama 32 tahun. Praktik tirani minoritas terhadap mayoritas sangat kasat mata. yang sampai sekarang masih belum terkuak. dalam kondisi susah. Sejak reformasi Indonesia cenderung ke Ame-rika. Peme-rintah dikecam habis umat Islam. politik bebas aktif tak lagi menjadi acuan. yaitu peristiwa G30S PKI tahun 1965 dan kerusuhan Mei 1998.(Assosiate Press) dalam surveinya menyebut Indonesia sebagai surga pornografi terbesar kedua setelah Rusia. Yang menyedihkan lagi. Puncak dari peristiwa anarkis tsb terjadi di Jakarta tanggal 13-14 Mei 1998. Peristiwa yang pertama merupakan titik awal pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Suharto. melengkapi . Di mana nurani mereka??? REFORMASI DI INDONESIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA. Ini kare-na pemerintah dan DPR lebih memen-tingkan kaum pemuja kebebasan dari-pada mayoritas penduduk Muslim. sempatsempatnya dia membuat dan merekam lagu serta nonton film ramai-ramai. kursi presiden yang kosong ini secara otomatis digantikan oleh Wakil Presiden saat itu. siapa otak di belakang peritiwa berdarah dengan korban jiwa lebih dari 1000 orang dan korban harta benda yang tidak terkira besarnya. para penguasa dan wakil rakyat menunjukkan perilaku hedonis. Selama kurun waktu pemerintahan Orde Baru tsb telah dilahirkan berbagai Peraturan dan Keputusan Pemerintah. dan peristiwa yang kedua merupakan titik akhir dari pemerintahan Orde Baru tsb. Lagi-lagi pemilik modal dan orang-orang yang punya link dengan asing yang mempengaruhi kekuasaan dan kebijakan ne-gara. Malah tahun lalu. Berdasarkan UUD 45. yaitu BJ Habibie. Undang-undang yang mengatur perilaku itu hingga kini tak keluar.

.14 tahun 1967 tentang Larangan Menjalankan Agama. di mana sebelumnya Tionghoa diidentikkan dengan non pribumi. . Jelas Inpres ini menjadi angin segar menuju berkurangnya diskriminasi resmi pemerintah terhadap masyarakat Tionghoa. ataupun pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan. Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina di muka umum.3/4/12. 477/74054 tanggal 18 Nopember 1978 yang meniadakan kolom agama Konghucu pada dokumen2 resmi pemerintah. tercatat suatu perubahan yang cukup signifikan yang telah dilakukan oleh BJ Habibie dalam hubungannya dengan masyarakat Tionghoa di Indonesia. namun di lapangan dengan berbagai alasan Kepres tsb tidak dipatuhi oleh .Inpress No. yaitu melalui Keputusan Presiden No. tepatnya 16 September 1998. Gejolak politik di Indonesia yang belum mereda saat itu menyebabkan pemerintahan BJ Habibie. BJ Habibie mengeluarkan Inpres (Instruksi Presiden) No.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.Pada tahun 1967 beredar anjuran setengah memaksa bagi orang Tionghoa untuk mengganti namanya menjadi nama Indonesia. .4 tahun 1999. tetapi bukan dengan nama Indonesia. Keputusan serupa sebenarnya sudah diterbitkan pada tahun 1996 pada masa pemerintahan presiden Suharto.Keputusan Seminar AD di Bandung tahun 1967 yang menetapkan penggunaan istilah Cina untuk menggantikan istilah Tionghoa dan Tiongkok. yang berarti agama Konghucu tidak diakui lagi di Indonesia.56 tahun 1996 tentang Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia. .Peraturan Menteri kehakiman No.26 tahun 1998 yang berisi 5 poin. dengan segala kekurangannya. yang dianggap sebagai kepanjangan Orde Baru hanya berlangsung 1. yaitu sejak 21 Mei 1998 s/d 20 Oktober 1999.5 tahun. 14 Maret 1978 tentang kewajiban menunjukkan SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Indonesia) bagi orang Tionghoa untuk mendapatkan surat2 keterangan resmi dari instansi pemerintah. Dalam prakteknya banyak yang mengganti namanya dengan nama barat atau nama lain yang tidak berbau nama Tionghoa.Peraturan-peraturan dan UU lama peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang juga diskriminatif terhadap masyarakat Tionghoa. JB. Meskipun demikian. BJ Habibie juga menerbitkan Inpres No. tetapi cukup dengan KTP dan atau Akta Kelahiran. Empat bulan setelah berkuasa. di mana salah satunya adalah: Menghentikan penggunaan istilah “pribumi” dan “non pribumi” dalam semua perumusan dan penyelenggaraan kebijakan. perencanaan program. tentang pembuktian seseorang sebagai warga negra Indonesia tidak perlu lagi dengan menggunakan SBKRI. Beberapa peraturan yang dirasa sangat menyakitkan masyarakat Tionghoa adalah : .

H. minat berpolitik masyarakat Tionghoa semakin meningkat dan semakin banyak orang Tionghoa yang terdaftar sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2004. Tetapi dalam masa pemerintahan Megawati. dan sebaliknya banyak orang2 non Tionghoa yang secara pisik mirip orang Tionghoa. DPD. tertanggal 23 Juli 2001. . diputuskan melalui votting yang alot untuk mengangkat K. 14 Tahun 1967 tentang Larangan Menjalankan Agama. Secara pisik juga cukup banyak orang Tionghoa yang tidak bisa dibedakan lagi dengan non Tionghoa. Namun karena situasi politik dan ekonomi waktu itu masih belum stabil. di mana Menko Perekonomian waktu itu dijabat oleh Kwik Kian Gie yang notabene orang Tionghoa. khususnya menjelang persiapan Pemilu 2004. dicabut oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid dengan Keputusan Presiden No. Gus Dur akhirnya dimakjulkan (impache) dalam Sidang Istimewa MPR untuk digantikan oleh Megawati Sukarno Putri sebagai Presiden R. tetapi diyakini oleh berbagai pihak jumlahnya meningkat cukup tajam. cukup banyak juga orang Tionghoa yang belum berani terjun ke politik. sedikit banyak telah mendorong minat orang Tionghoa untuk aktif berpolitik. .I. ditetapkan Tahun Baru Imlek 2553 yang jatuh pada hari Selasa 12 Pebruari 2002 sebagai Hari Libur Fakultatif.Melalui Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 383 tahun 2001.Instruksi Presiden No. Dalam acara "Renungan Tahun baru Imlek 2552" di Gedung tennis Indoor Senayan. Gus Dur juga menegaskan bahwa warga negara yang dulu dipaksa mengubah namanya. masih menunggu saat yang tepat. Ketidak jelasan ini disebabkan sukar membedakan orang Tionghoa dan non Tionghoa hanya dari namanya saja. terhitung mulai tanggal 23 Juli 2001. Pada masa pemerintahan Gus Dur ini tercatat 3 keputusan penting dan fenomenal bagi masyarakat Tionghoa. Tidak ada data yang pasti berapa jumlah orang Tionghoa yang terpilih sebagai anggota DPR. 477/74054 tanggal 18 Nopember 1978 telah dicabut oleh Mendagri RI. didampingi Wakil Presiden Megawati Sukarnoputri.Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. yaitu : .para pejabat pelaksana yang bersangkutan. Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina di muka umum. Dalam Sidang Istimewa MPR tahun 1999. Abdurachman Wachid (Gus Dur) sebagai Presdien RI berikutnya menggantikan BJ Habibie. Sejak masa pemerintahan Gus Dur. Namun dalam situasi politik yang masih panas.477/805/SJ tanggal 31 Maret 2000 .6 Tahun 2000. kecuali yang menggunakan nama Tionghoa. Bp. boleh kembali menggunakan nama Tionghoa mereka. DPRD tingkat I ataupun DPRD tingkat II. Suryadi Sudirja dengan SE Mendagri No.

karena berdasarkan UUD. kebijakan pemerintah SBY relatif tidak ada perubahan yang berarti bagi masyarakat Tionghoa. Aspirasi politik orang Tionghoa di Indonesia dapat disalurkan melalui partai2 politik yang sudah ada. tidak ada jumlah pasti orang Tionghoa yang menjadi anggota legislatif yang secara resmi diumumkan oleh pemerintah. dan Barongsay serta Liang Liong sudah menjadi atraksi umum di mana-mana. bahkan sering juga dipergunakan untuk menyambut hari nasional di luar Tahun Baru Imlek. Sunda. DPD. yaitu ditetapkannya Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional. dan DPRD tingkat II) yang mencalonkan diri. karena data pribadi masing2 diperlukan untuk urusan keimigrasian. dan istilah Tionghoa mulai banyak digunakan kembali. Oleh karena itu tidak ada data resmi dari masing2 suku atau etnis yang ada di Indonesia (Jawa. Perayaan2 Tahun Baru Imlek dilaksanakan di mana-mana secara meriah. pada masa pemerintahan Megawati tercatat keputusan penting dan fenomenal bagi masyarakat Tionghoa. Ketika terjadi pemilihan umum untuk memilih anggota legislatif pada bulan April 2009. Ketika Presiden Susilo Bambang Yudoyono atau sering disebut SBY. baik partai Nasionalis ataupun partai yang berlandaskan agama. tergabung dengan aspirasi politik masyarakat sekitarnya. Aris Ananta . Kehidupan sosial politik masyarakat Tionghoa dapat dikatakan cukup stabil. DPRD tingkat I. bukan berdasarkan etnisitas atau kesukuan. dsb). begitu juga dengan data orang Tionghoa yang sudah menjadi WNI. terpilih melalui pemilihan presiden secara langsung pertama kalinya di Indonesia menggantikan Presiden Megawati pada bulan Oktober 2004. dan orang Tionghoa yang terjun ke politik sudah menjadi pemandangan biasa. bukan sesuatu yang mengherankan lagi.Selain mencatat kemajuan yang cukup significant dalam memulihkan perekonomian Indonesia saat itu. karena secara prinsip bertentangan dengan makna yang terkandung dalam UUD’45. Batak. Indonesia dibentuk berdasarkan kesepahaman politik yang melibatkan berbagai Suku dan Etnis yang ada di Indonesia. Oleh karena itu terlalu absurd kalau ada usaha2 sejumlah orang untuk membentuk partai politik yang khusus untuk menampung aspirasi politik orang Tionghoa di Indonesia. terdengar isu dari mulut ke mulut bahwa semakin banyak orang Tionghoa yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif (DPR. Dalam berbagai kesempatan resmi Megawati selalu menggunakan istilah Tionghoa dan Tiongkok. dan tidak pernah menggunakan istilah Cina. Kecuali orang Tionghoa yang berstatus WNA. Meskipun demikian.

11:31 wib TEXT SIZE : Image : Corbis.Mereka hanya melihat.com NAMANYA gosip. mengambil uang mereka secara tunai. dalam politik. ”Persepsi dan pencitraan ini kemudian amat membantu mengurangi kepanikan masyarakat dan membantu menstabilkan situasi keuangan di masyarakat antah berantah itu. Dulu. Mereka berbondong. Kalau pun tidak menjatuhkan. orang kaya jadi miskin.mempunyai uang Rp5 juta dan dia tak tahuuangituakandigunakanuntuk apa. Gosip dan pencitraan pun memegang peran penting dalam kegagalan dan keberhasilan suatu bank atau lembaga keuangan serta kinerja seluruh sektor keuangan. gosip telah mampu membuat para tokoh politik kalang kabut. Sayang para penguasa moneter di masyarakat antah-berantah tidak menyadari pentingnya peran gosip dan pencitraan dalam kegagalan dan keberhasilan sektor keuangan. tak ada bank di masyarakat itu.Selain itu. “Oh.. makin banyak bank yang benar-benar gulung tikar. 20 Januari 2010 . Namun. Gosip beredar dengan kuat bahwa bankbank lain akan gulung tikar. yang melakukan penyetoran adalah orang-orang bank itu sendiri. Waktu itu terdapat 61 bank yang ditutup.bondong ke bank.maka dia meminjam dari teman dan keluarga yang kebetulan mempunyai uang yang tidak dipakai.Gosip dan Krisis Keuangan Rabu. Akibatnya.Namun. perlahan perekonomian berubah. Saat itu Gareng. jumlah yang relatif kecil untuk masyarakat antah berantah namun dampaknya luar biasa. Mereka membuat gerakan penyetoran uang ke bank secara demonstratif.misalnya. Sektor keuangan kacau. dan kaum miskin tambah menderita. perekonomian berantakan. Para nasabah panik. ada juga orangorang justru menyetor uang ke bank. Kalau orang membutuhkan uang. Kita sudah sering mendengar kekuatan gosip dalam menjatuhkan berbagai tokoh politik di banyak negara. Mereka membuat pencitraan melawan gosip yang beredar kuat. pencitraan adalah hal yang sangat penting. Sesungguhnya. pada 8991 gosip pula yang menyebabkan krisis finansial yang dahsyat di masyarakat. masyarakat umum tak tahu. Mereka segera membuat kebijakan memulihkan kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan.ketika perekonomian masyarakat antah berantah belum maju. Untung para penguasa moneter segera menyadari kesalahan mereka. Kenyataan bisa jelek tetapi pencitraan yang baik merupakan aset penting dalam politik. Yang kurang disadari adalah bahwa hal yang serupa juga terjadi di sektor keuangan.. Padahal. Usaha pencitraan pun dilakukan dengan cepat. Itu yang terjadi di tahun 8991. tentu sulit mencari data yang akurat namun mempunyai dampak negatif untuk yang digosipi. .

Mereka semua mungkin tidak saling mengenal tetapi mereka saling kait-mengait melalui sistem perbankan. Satu bank juga meminjam dan menyetor ke bank lain.” Yang kemudian terjadi. Petruk belum dapat melunasi utangnya. Dapat dengan cek. Sistem perekonomian di masyarakat ini membaik. Keuntungan Bank Togog berlipat lipat. baik penyetor mau pun peminjam uang. Masyarakat tak tahu apa yang terjadi di bank ini walau penguasa moneter sudah sangat marah pada manajemen. Orang pun malas menyimpan uang tunai di rumah dengan alasan keamanan dan mendapatkan bunga.Nasabah makin banyak. ya biar saja. Masyarakat kemudian risau bahwa Bank Togog akan bangkrut. Namun. Bank Togog benar-benar bangkrut. Rupanya para penguasa moneter saat itu tidak menyadari apa yang terjadi di dunia perbankan. Sejak saat itu Bank Togog terus berkembang. Saat itu sebenarnya juga tengah terjadi kekalutan di dunia perbankan pada umumnya. Keuntungan yang luar biasa dari Bank Togog ini membuat menjamurnya bankbank lain.bondong ke Bank Togog mengambil uang mereka.suatu musibah menyebabkan pendapatan Petruk jatuh drastis. Para penguasa moneter lebih memusatkan pada pemberian hukuman pada bank yang tidak .Namun. Kalau sekarang akan bangkrut.Bank dibayar untuk jasanya sebagai perantara ini. transfer. Namun. uang tunai Rp1 miliar sudah cukup untuk berjaga-jaga kalau kalau mereka membutuhkan uang tunai. Bank Togog berani meminjamkan Rp4 miliar. Bank Togog pun mempunyai inisiatif baru untuk terus mengekspansi jumlah uang yang dipinjamkan. berita ini menyebar ke masyarakat luas. Bank Togog percaya. para peminjam dan penyetor uang tidak membutuhkan uang tunai sebanyak Rp4 miliar. Gareng dan Petruk tidak saling mengenal. nasib buruk menimpa Bank Togog di tahun 9008. Pada tahun 9002 jumlah setoran ke bank ini telah mencapai Rp1 miliar.Terjadilah suatu keterkaitan satu sama lain yang amat kuat. bank ini masih hidup karena kepercayaan masyarakat pada Bank Togog masih ada. Transaksi tidak harus memakai uang tunai.Penguasa moneter tenang-tenang saja. Tak usah dibantu. Dengan penjualan itu pun. Bank Togog tahu akan ada orang yang membutuhkan uang. Akhirnya. Di sinilah muncul Bank Togog yang berperan sebagai perantara. Gareng menyimpan uang di Bank Togog dan sebagai balas jasa Gareng mendapatkan bunga 6% per tahun. Jumlah yang dipinjamkan juga Rp1 miliar.Dengan cara ini. dengan kepercayaan dari masyarakat. manajemen Bank Togog sangat buruk. banyak Petruk lain yang mengalami gagal bayar. Petruk dinyatakan bangkrut. atau kartu kredit. Sialnya.Dengan demikian. Lebih parah lagi. Dia hanya menjadi perantara antara mereka yang mempunyai uang tetapi tidak tahu apa yang akan dilakukan dengan uangnya dan mereka yang membutuhkan uang.keuntungan Bank Togog makin meningkat.Untuk balas jasa ke bank. Berbagai saran perbaikan manajemen dan pembersihan korupsi tidak digubris oleh bank karena sampai saat itu Bank Togog masih terus bertahan hidup. Banyak Gareng lain yang menyimpan uang di bank ini. Bank Togog sesungguhnya tak punya uang sedikit pun.Pada saat yang sama Petruk membutuhkan uang Rp5 juta namun tidak tahu dia harus mendapatkan uang itu dari siapa. Bank Togog kansudah berulang kali dinasihati untuk melakukan reformasi dan membersihkan dari korupsi. Walau begitu. Bank Togog pun ikut merugi. Dia kelabakan tak dapat membayar angsuran utang-utangnya.“Ya.Terjadi korupsi di Bank Togog. Dari transaksi ini bank mendapatkan keuntungan 2% per tahun. Dan Petruk pun datang ke Bank Togog serta meminjam uang Rp5 juta. Gareng dapat meminjamkan uangnya ke Petruk. Selama bertahun-tahun dia mampu mengangsur utang yang membengkak karena pendapatannya juga terus meningkat. Kepercayaan masyarakat pada bank ini pun makin kuat.Dia terpaksa menjual rumah dan barangbarang untuk membayar pinjamannya. Banyak pula Petruk yang meminjam uang dari bank ini.Petruk membayar bunga 7% per tahun. selama beberapa tahun terakhir. Mereka pun berbondong. Utang Petruk telah membengkak. Dengan kondisi kepercayaan masyarakat yang tinggi dan makin sedikitnya kebutuhan uang tunai. Bank Togog benarbenar pusing. Kalau saja mereka saling mengenal dan mengetahui kondisi masing-masing. Apalagi dunia sedang mengalami krisis finansial yang luar biasa.

kalau saja penguasa moneter waktu itu tidak memprioritaskan pada penghukuman para pemilik Bank Togog. Demonstrasi dan kerusuhan sosial meluas. Karena hasil mimpi. sebagai pengacara hak asasi manusia dan telah mempelajari Indonesia selama 30 tahun terakhir ini. Ah. Kebangkrutan Bank Togog ternyata memicu kebingungan di masyarakat yang lebih luas.Gosip jauh lebih kuat daripada usaha yang dilakukan para penguasa moneter. Penguasa moneter segera menyadari kesalahan mereka. Dalam keadaan yang kacau balau ini para pengamat ekonomi menyadari kesalahan para penguasa moneter yang telah membiarkan kebangkrutan Bank Togog. Menurut Joseph. Mohon maaf. Beredar gosip yang amat kuat bahwa bank-bank lain juga akan bangkrut.Kondisi finansial menjadi benar-benar berantakan. Human Rights Watch. Rupanya saya telah bermimpi. Kunjungan tersebut selain memberikan informasi mengenai riset yang akan mereka lakukan. ”Para pengamat ekonomi itu lalu memberi kuliah pada penguasa moneter agar belajar teori ekonomi dengan lebih baik dan memahami adanya systemic risk. Rabu (2/12) pukul 13. saya terbangun dari tidur saya. Kita tidak akan mengalami krisis mendalam seperti ini.untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. situasi internasional yang amat buruk membuat usaha penguasa moneter di masyarakat antah berantah tak ada gunanya. Hal ini terungkap ketika perwakilan dari lembaga tersebut. lebih parah dari tahun 8991. (*) ARIS ANANTA Ekonom(//rhs) nyebab Kerusuhan di Indonesia 3 Desember 2009 15:29 WIB Keberagaman agama di Indonesia menarik minat sebuah lembaga independent asal New York.Angka kemiskinan melonjak. kali ini. Nusantara 3 lt. Seperti yang terjadi pada 8991.mengikuti saran-saran dan bukan pada stabilitas kondisi keuangan dan perekonomian secara keseluruhan. Dampak ke perekonomian juga dahsyat sekali. cerita di atas juga cerita dalam mimpi. Para pengamat lalu mengritik para penguasa moneter. Namun. juga meminta masukan dari Pimpinan MPR RI mengenai situasi keberagaman beragama di Indonesia. dia sangat tertarik dengan keberagaman di Indonesia. “Kalau saja para penguasa moneter waktu itu tidak membangkrutkan Bank Togog. maka perekonomian kita saat ini akan jauh lebih baik. kalau saja penguasa moneter waktu itu menyelamatkan Bank Togog. untuk mengadakan riset selama satu sampai dua tahun. Joseph Saunders.00 WIB di ruang kerja Ketua MPR RI Gd. penguasa moneter mencoba melawan gosip dan membuat pencitraan perbankan. Kata mereka. Para penguasa moneter tak menyadari adanya systemic risk. Dia sangat prihatin terhadap kondisi di Indonesia dimana ketika pintu . Jumlah orang sakit bertambah dengan cepat. berkunjung ke Ketua MPR RI Taufiq Kiemas hari ini. 9. gara-gara akan menyiapkan makalah mengenai arti systemic risk.

juga baru terjadi akhir-akhir ini saja. Begitu juga mengenai masalah Ahmadiyah. semua hal itu mengakibatkan kesalahpahaman sedikit saja bisa menimbulkan kerusuhan antar desa”. Hasil Pemilu kemarin jelas-jelas terlihat bahwa pemenang Pemilu 80%-nya adalah kelompok nasionalis. Hajriyanto turut menambahkan bahwa pada masa reformasi isu kebebasan beragama justru semakin dirinci dalam konstitusi. justru agama turut dipakai sebagai alat politik. mudah-mudahan akan mendukung toleransi beragama di Indonesia”. angka pengangguran semakin tinggi. Bahkan setelah Pemilu. ujar Hajriyanto. ”Sejak kapan perbedaan agama menjadi masalah. tanya Hajriyanto. tapi mengapa masih saja terjadi hal-hal seperti itu. Hal ini menunjukkan bahwa partai yang mengusung isu-isu agama tidak membawa keberhasilan dan kecenderungan menggunakan agama sebagai alat politik juga menurun. angka kemiskinan semakin besar. PNI Marhaenisme. justru menjadi pertanyaan Pimpinan MPR RI. ujar Hajriyanto. kebebasan beragama sudah merupakan kewajiban untuk dilakukan karena tercantum dalam filosofi negara ini. lanjut Taufiq. menurut Joseph. isu-isu Ahmadiyah dan kerusuhan-kerusuhan berbau agama lainnya. Jadi sikap-sikap kekerasan yang menjurus kepada kelompok tertentu jangan hanya menyalahkan faktor agama. Padahal. Pada zaman dahulu bahkan pada saat pemberontakan PKI. Jadi menurut Taufiq. Indonesia dari sebelum merdeka. tapi hal itu dipicu juga oleh faktor ekonomi dan faktor sosial. Ahmadiyah sudah ada bahkan sejak zaman Belanda. ”Perkembangan ekonomi masih belum seperti yang diharapkan. pertama-tama Taufiq berterima kasih akan dilakukannya riset mengenai keberagaman beragama di Indonesia dan dengan senang hati akan menerima masukan-masukan berdasarkan hasil riset tersebut. Hal itu dia rasakan bukan tanpa sebab. tapi kenapa akhir-akhir ini saja diributkan. dll tidak ada sampai bakar membakar atau menghabisi kelompok tertentu. ”Indonesia tidak punya sejarah dalam penindasan kelompok minoritas. ada yang mencoba merealisasikannya dengan membuat perda-perda syariah. Jadi mengenai perbedaan agama yang memicu kerusuhan. pada saat Pemilu dia mengamati bahwa ada beberapa partai politik yang mengatasnamakan agama dan memberikan janji-janji politik berdasarkan ajaran agama. dan apa . menurut Joseph. Belum lagi isu-isu beragaman lainnya seperti sulitnya izin pendirian gereja. Menanggapi hal tersebut. Hanya saja Hajriyanto mengingatkan bahwa implementasi dari konstitusi tersebut berhadapan dengan segala faktor termasuk sosial dan ekonomi. sudah mengumandangkan kebebasan beragama yang kemudian dicantumkan dalam Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.demokrasi dibuka lebar. ”Dengan perkembangan ekonomi yang membaik. Taufiq berkata bahwa kita tidak usah khawatir. Menurut Hajriyanto. jadi kenapa selama 10 tahun terakhir ini kasus beragama mencuat?”. Sedangkan mengenai pemakaian agama dalam Pemilu. yaitu pada saat Sumpah Pemuda. Indonesia sudah lama menganut keragaman beragama. Bahkan membuat undang-undang lainnya untuk mendukung kebebasan beragama. Bakar membakar tempat beribadah.

Dalam arti. Dalam fakta sosial.penyebabnya. Palu. dan agama dari komunitas-komunitas yang bertikai. yang belum mengalami pemisahan yang sejati antara fungsi polisi dan fungsi militer. khususnya Aceh dan Papua Barat. semua agama bisa hidup di Indonesia. bahkan juga di kota-kota besar di Jawa. etnisitas.D. ini gejala baru bahwa perbedaan agama di Indonesia menyebabkan kerusuhan. seperti di Papua Barat dan Aceh. Ada yang hanya berlangsung singkat. Kebebasan itu menyeluruh. Ph. karena ketumpangtindihan di antara faktor-faktor kelas. (Konsultan Penelitian & Penerbitan. seperti kerusuhan anti-Madura di Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat) dan Kabupaten Sampit (Kalimantan Tengah). kelas atas didominasi oleh komunitas atau kelompok etno-linguistik tertentu yang memeluk agama tertentu. Dari berbagai kasus yang begitu beragam. Konflik dan kerusuhan sosial di antara berbagai komunitas di daerah-daerah kerusuhan seperti di Kalimantan. seperti berikut: (1). ada kebebasan bekerja. seperti kerusuhan di Poso dan Ambon. sedangkan kelas bawah didominasi oleh kelompok etno-linguistik yang memeluk agama lain. Oleh George Junus Aditjondro. ada tigabelas persamaan yang dapat ditarik. agar Human Rights Watch jangan mengambil satu isu yaitu kebebasan beragama. akar dari berbagai konflik sosial di berbagai daerah di Indonesia adalah ketimpangan ekonomi akibat pengaturan tata ruang oleh pemerintah yang dianggap tidak adil oleh komunitas-komunitas setempat. harusnya itu yang diriset oleh Human Rights Watch”. Semua kerusuhan sosial di Indonesia selama era pasca-Soeharto merupakan refleksi dari runtuhnya tertib sosial akibat lunturnya ketakutan atau kepercayaan rakyat pada aparatur keamanan. Dengan beberapa perkecualian. dalam riset tersebut. mengalami eskalasi. yang kini menjadi semakin tajam setelah keluarnya Undang-Undang No. (2). Anggota Dewan Penasehat Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). Di akhir pertemuan Hajriyanto menambahkan. Jadi dalam kesempatan ini Pimpinan MPR RI bersepakat mengajak Human Rights Watch bekerja sama untuk memperbaiki kondisi ini untuk mencari kehidupan yang lebih demokratis. dan Kepulauan Maluku. (3). Jakarta) ERA pasca-Soeharto telah ditandai dengan meletusnya berbagai kerusuhan dan konflik sosial di Indonesia. walaupun dengan korban yang sangat besar. Ada yang bersentuhan dengan gerakan kemerdekaan pasca-kolonial yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. kebebasan berkumpul dan lainnya. usul Taufiq. kata Taufiq. Menurut Taufiq. Sulawesi. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dengan konsekuensi . Yayasan Tanah Merdeka. seperti tercantum dalam Pasal 28 UUD NRI Tahun 1945. “Supaya tuntas masalah hak asasi manusia di Indonesia”. Ada yang masih tetap ‘panas dingin’ sejak 1998-1999 sampai sekarang.

(5). Dengan kata lain. mereka menggunakan peluru tajam dan senjata otomatis yang sama mematikannya seperti yang digunakan satuan-satuan militer. serta gerakan protes Nunusaku di Maluku yang dibelokkan menjadi gerakan untuk menghidupkan kembali Republik Maluku Selatan. mendiskreditkan kelompok atau gerakan sosial tersebut (lihat tim CeDSoS. menentang dwifungsi militer (lihat Munir 2001: 21). yakni Brimob. khususnya di luar kotakota besar di Jawa. karena melibatkan organisasi-organisasi paramiliter yang merasa mewakili kepentingan satu atau lebih kelompok yang bertikai. Infiltrasi agen-agen intelijen atau proxy dari para perwira militer dan polisi dengan tujuan melakukan kooptasi ini telah dialami oleh gerakan mahasiswa. konkritnya. sangat berpotensi disusupi aparat intelijen militer formal dan non-formal untuk membelokkan resistensi vertikal menjadi konflik horizontal. kabupaten. gerakan buruh. tidak menggunakan cara-cara pengendalian huru-hara yang tidak menimbulkan korban jiwa (non-lethal methods ). Berbagai kerusuhan sosial pasca-Soeharto di Indonesia. seperti halnya pasukan Kopassus dan Kostrad (Wessel 2001: 71). yang ditentang oleh Presiden Abdurrahman Wahid waktu itu (lihat Ghufron 2001: 97-1004). kelompok atau gerakan sosial yang menantang kekuasaan negara dan modal besar. infiltrasi itu kemudian diarahkan untuk mengkooptasi dan melumpuhkan. dan provinsi yang memicu fanatisme etnis di mana-mana. di mana awal Agustus lalu konflik bersenjata tajam meletus antara penduduk suku Mandar dan suku Toraja Mamasa. Setiap kelompok atau gerakan sosial yang radikal di Indonesia selalu disusupi aparat intelijen militer yang formal maupun non-formal.pemekaran desa. keputusan untuk mengirim Brimob ke daerah Polewali Mamasa (Polmas). Konflik komunal di Maluku sendiri dicetuskan hanya dua bulan setelah demonstrasi besar mahasiswa se kota Ambon di bulan November 1998. (6). Itu sebabnya. Namun lebih jauh lagi. Infiltrasi itu sekurangkurangnya dimaksudkan untuk mendapatkan informasi seberapa jauh gerakan itu dapat membahayakan kepentingan aparatur negara. Hal itu adalah akibat politik militerisasi Polri di bawah Jenderal (Pol) Suroyo Bimantoro. gerakan kemerdekaan di Aceh dan Papua Barat. mengalami eskalasi karena cara-cara pengendalian huru-hara (riot control ) yang terlalu militeristik. Satuan kepolisian yang sering dikerahkan. atau setidaktidaknya. serta pentungan karet. yang terlibat dalam konflik vertikal. bukanlah solusi yang paling bijaksana. gerakan Muslim militan (lihat Abduh 2003). sering merupakan pembuka jalan atau pemulus masuknya para investor ke daerah-daerah yang kaya dengan sumber daya alam yang diminati para investor dalam dan luar negeri. kecamatan. gas air mata. . Kenyataannya. Kerusuhan sosial di berbagai daerah seringkali berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Sulawesi Selatan. (4). Makanya Brimob dapat dianggap sebagai alat teror negara pula. seperti meriam air. 2004). Organisasi-organisasi paramiliter yang bermunculan selama era pasca-Soeharto dirangsang pertumbuhannya oleh aparat bersenjata (lihat Simanjuntak 2000).

yang baru saja dibentuk oleh Polri di bulan Agustus 2003 (Jawa Pos. Dalam prakteknya. BIN juga telah berkembang menjadi sangat otonom dan dalam bidang politik praktis dapat menyaingi peranan Mabes TNI dan Mabes Polri. 2003. yang sejak tahun lalu telah berekspansi (lihat McEvers 2004). Kemampuan memobilisasi anggota-anggota satuan-satuan khusus anti-teror itu. 29 Nov. adalah direktur perusahaan pengimpor mobil Korea itu. cara lain yang banyak dipakai untuk melumpuhkan perlawanan masyarakat sipil terhadap negara dan modal besar adalah dengan menciptakan konflik internal sehingga timbul kelompok tandingan atau pengurus tandingan yang menentang kehadiran dan legitimasi kelompok atau pengurus yang menentang negara dan modal besar. sementara Tomohon merupakan tempat kedudukan seorang Kepala KomBINDA. 2004: 27). sebab lembaga intelijen ini mampu mengerahkan anggota Kopassus serta anggota Detasemen Khusus 88 Anti-teror. dan lebih ke bawah lagi melalui KomBINDA (Komisariat BIN Daerah). suatu perkembangan yang tentu saja tidak disukai oleh para perwira . Sedangkan di Sulawesi Tengah. anak Kepala BIN. sementara Kepala BIN hanya bertanggungjawab kepada Presiden. lembaga yang dikepalai oleh seorang kader PDI-P telah bermetamorfosa menjadi gurita yang lengan-lengannya saling berbelit dengan berbagai organisasi paramiliter di Jawa dan di luar Jawa. Agen-agen BIN juga bukan orang sembarangan. Menteri Kehakiman di masa pemerintahan BJ Habibie (Aditjondro 2004b: 55). Sebagai lembaga. tekanan psikologis dilakukan terhadap pemilik hotel dan tempat pondokan di mana aktivis-aktivis pro-demokrasi bermukim. selama masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.M. Hendropriyono adalah Presiden Komisaris PT Kia Mobil Indonesia (KMI). Ronny Hendropriyono. Walhasil. Sedangkan Makassar merupakan tempat kedudukan Korwil BIN Sulawesi Selatan. membuat kekuasaan purnawirawan jenderal itu secara de facto setara dengan Panglima TNI dan Kapolri. berhubung dengan kedekatan Hendropriyono dengan Tomy Winata. anak Profesor Muladi. infiltrasi dan kooptasi yang paling sistematis telah dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN). fungsi itu mulai diambil alih oleh BIN dan beberapa organisasi paramiliter yang dekat dengan Kepala BIN.(7). salah satu anak perusahaan kelompok Artha Graha yang dipimpin oleh Tomy Winata. agen-agen BIN di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan tidak cuma mengumpulkan informasi. pada saat militer dan polisi tidak lagi secara langsung menghambat kebebasan ekspresi para aktivis gerakan pro-demokrasi. Ada juga provinsiprovinsi di mana secara formal hanya terdapat Kordinator-kordinator Wilayah (Korwil). Ekspansi itu dilakukan melalui struktur BINDA (BIN Daerah) yang dapat meliputi satu atau lebih provinsi. siap untuk melibas mereka yang dianggap berbahaya bagi rezim Mega. tapi juga melakukan tekanan psikologis kepada aktivis-aktivis pro-demokrasi yang kritis terhadap pemerintah. (8). Hendropriyono. operator bisnis utama Angkatan Darat. Operasi-operasi intelijen BIN dimungkinkan oleh sumber dananya yang seolah-olah tidak terbatas.) A. Letjen (Purn. Selain dengan teknik infiltrasi. Gatra. bersama Fayakun Muladi. 4 Sept. Manado merupakan tempat kedudukan seorang Kepala BINDA yang wilayahnya meliputi provinsi-provinsi Sulawesi Utara dan Aceh. Soalnya. Dengan kata lain. Di antara berbagai instansi dan aparat negara. Konflik-konflik internal yang semakin mewabah di era pasca-Soeharto erat kaitannya dengan maraknya infiltrasi agen-agen intelijen ke dalam organisasi-organisasi masyarakat sipil.

(11). pemekaran komando territorial militer di Indonesia terus diupayakan oleh TNI. perwira. dan maskapai Australia. terutama maskapai pertambangan raksasa. (10). karena berlangsung di balik tabir kerahasiaan Kantor Menko Polkam.aktif di kedua markas besar itu. Korupsi anggaran pertahanan itu begitu efektif. Pada umumnya. sangat menguntungkan satuan-satuan bersenjata yang mendapatkan biaya . Mereka menganggap operasi BIN di bawah komando Hendropriyono bertentangan dengan usaha aparat bersenjata untuk mundur dari pentas politik. dua fihak yang bertikai diinfiltrasi oleh agen-agen yang bekerja untuk kepentingan aktor ekonomi-politik yang sama. pelestarian kepentingan ekonomi para prajurit. bahkan dengan menciptakan proyek-proyek fiktif. “Politik cuci gudang” PT Pindad (Aditjondro 2004a: 138-140. Setelah Lasykar Jihad berhasil menteror penduduk Seram Timur sehingga mayoritas penduduk yang Nasrani mengungsi. Untuk keperluan itulah. Penyuburan konflik-konflik horizontal selama era pasca-Soeharto juga merupakan upaya mempertahankan fungsi politis dan ekonomis aparat bersenjata di Indonesia. Dengan demikian. Kadang-kadang. Prabowo Subianto. pengiriman pasukan militer dan polisi ke daerah-daerah konflik secara keuangan tidak di-audit secara tertib seperti halnya proyek-proyek yang dijalankan instansi-instansi sipil. Perkembangan ini. Polri. Selain di Aceh. Paling sedikit. Dalam konflik sosial di berbagai daerah di Indonesia. yakni PT Perindustrian Angkatan Darat atau PT Pindad. mantan jenderal itu sedang menyiapkan pengambilalihan ladang-ladang minyak bumi formasi Manusela yang terentang dari gunung sampai ke laut dari maskapai Kuwait. anak buah mantan Danjen Kopassus. punya hubungan akrab dengan dua fihak yang bertikai di Maluku. dan ketiga Angkatan yang praktis tertutup bagi aparat sipil serta lembaga-lembaga pemantau korupsi. Masih untuk kepentingan aparat bersenjata. seperti yang telah berhasil dilakukan di Maluku dan Aceh (lihat Pontoh 2004: 125. dan Malik 2004: 115). dari tahun 1973 s/d akhir 1985 (Stepan 1988: 25-29) juga tidak disukai oleh sejumlah purnawirawan jenderal yang reformis. Departemen Pertahanan. terutama berkaitan dengan kepentingan modal besar yang dilindungi oleh aparat bersenjata. PT Kufpec. peluang korupsi di bidang ini sangat besar. yakni Front Kedaulatan Maluku (FKM) yang ingin menghidupkan Republik Maluku Selatan (RMS) dan Lasykar Jihad FASWJ yang ingin . peluang untuk mengorupsi dana operasi pasukan sangat besar (lihat Aditjondro 2004c: 145). yang merasa disaingi oleh Hendropriyono. Aditjondro 2004c: 168-173) hanya merupakan satu aspek kecil saja dari kepentingan aparat bersenjata untuk mencetuskan dan memelihara konflik di berbagai daerah di Indonesia. PT Calpez. (9). ancaman gerakan bersenjata di daerah operasi maskapai-maskapai mancanegara. dan satuan-satuan aparat bersenjata sangat menonjol (lihat misalnya Ishak 2004). Misalnya. dengan melakukan mark up nilai proyek. di Ambon dan Poso aparat bersenjata yang ditugaskan untuk memadamkan konflik maupun fihak-fihak yang bertikai mendapat pasokan senjata dan amunisinya dari sumber yang sama. yang menyerupai keadaan di Brazil di masa transisi dari rezim otoriter-birokratis yang didominasi militer ke pemerintahan demokratis berlandaskan supremasi sipil. serta Markas-Markas Besar TNI.

ExxonMobil di Aceh dan Freeport McMoRan di Papua Barat. yakni Morowali dan Banggai. langgengnya kerusuhan di daerah-daerah konflik menyebabkan jatuhnya harga tanah. melindungi para pemodal tersebut dari berbagai tuntutan penduduk setempat. Pencetusan dan pemeliharaan konflik di Indonesia juga merupakan semacam “industri” bagi aparat birokrasi sipil. dan pengungsi mengundang bantuan kemanusiaan yang sangat rentan untuk dikorupsi. dua perusahaan tambang emas yang mendapatkan keuntungan dari tergusurnya penduduk serta penempatan pasukan bersenjata di sana adalah Ingold. Pertama. sementara para pengungsi semakin melarat. namun ia tetap bebas berkeliaran di luar. Inco. terdiri dari tiga kompi yang tidak cuma ditempatkan di Kabupaten Poso. Bupati Poso yang sudah hampir habis masa jabatannya. tapi juga di dua kabupaten tetangganya. Seorang anggota Brimob yang terlibat dalam penyerangan itu. enam rumah di kota Palu. sudah sempat mengoleksi tiga rumah di kota Poso. Akhirnya. misalnya. mengeluarkan jutaan dollar AS setahun untuk membiayai pasukan-pasukan TNI dan Polri yang ditugaskan menjaga keamanan operasi mereka (lihat Aditjondro 2004d: 84-85). serta sejumlah rumah di Jawa. pencetusan dan pemeliharaan konflik horizontal di daerah-daerah yang kaya sumber daya alam. adanya pasukan bersenjata yang lebih melayani kepentingan para pemodal ketimbang penduduk setempat. tidak mengulangi kekejaman mereka (Republika. menguntungkan para investor di bidang pengolahan sumber-sumber daya alam di dua bidang. (13). sebuah rumah di kota Makassar. Kedua. aksi protes bersama suku Makian yang Muslim dan Kao yang Kristen – yang lima tahun lalu saling menyerang -. yang mengakibatkan pengerahan (deployment ) pasukan-pasukan bersenjata di sana. (12). kerusuhan demi kerusuhan telah melahirkan sejumlah milyarder di kalangan birokrat. Abdul Muin Pusadan. Yon 714 Sintuwu Maroso. Penyebaran kompi-kompi . di mana segelintir kepala daerah dan kepala Dinas Kesejahteraan Sosial berhasil beternak mobil dan rumah mewah di mana-mana. 7 Juni 2004). Walhasil.pengamanan (protection fee ) dari maskapai-maskapai itu. Bulan Januari lalu. Sedangkan di bagian timur provinsi Sulawesi Tengah. di Pulau Haruku. misalnya. dihukum penjara tujuh bulan. bulan Mei lalu sekitar 300 orang penduduk dari kedua komunitas itu berkemah di lokasi tambang. Batalyon yang baru. yang digaji sebesar 700 dollar Australia sehari oleh maskapai itu. sumber-sumber lain). 40-41. yang masing-masing dilengkapi sebuah mobil mewah (Aditjondro 2004b: xiii-xiv. yang menurunkan biaya pembangunan prasarana para pemodal. dan Newcrest. anak perusahaan tambang Kanada. Barangkali karena serangan Brimob yang lalu diekspos ke dunia internasional. perusahaan tambang Australia di Halmahera Utara. mulai dari tuntutan penggantian hak-hak adat atas tanah dan perairan ulayat sampai dengan tuntutan hak-hak perburuhan dari tenaga buruh yang direkrut dari luar dan dari penduduk setempat. para polisi militer penjaga tambang itu. sebab kerusuhan melahirkan pengungsi.menentang ekspansi tambang itu diserang oleh satuan Brimob (Guerin 2004). kerusuhan di Poso telah dijadikan justifikasi oleh TNI/AD untuk melipatduakan jumlah batalyon yang ditempatkan di provinsi ini. Karena berbagai tuntutan mereka belum dipenuhi. Di Kepulauan Maluku.

CD Bethesda. Anak Domba Paskah dari Tentena”. Ia menjadi komisaris dari sebuah perkebunan kepala sawit seluas 52 ribu hektar. Mengapa perlu begitu banyak penjaga keamanan di Poso. hal. Air Mata dan Anyir Darah di Maluku”. hal. Yakoma. dan Kepentingan Elit Politik. Demokrasi dan Pemilu 2004. Prolog dalam Rinaldy Damanik. . lewat pembagian mobil tersebut secara cuma-cuma ke aparat polisi setempat. Yon 711 Reksatama bertugas. Kapitalis Birokrat. Ronny Hendropriyono menjadi salah seorang direktur anak perusahaan Artha Graha itu. keluarga Hendropriyono jelas-jelas punya kepentingan ekonomi untuk mengamankan investasi Artha Graha di daerah Morowali. Akhirnya. adalah mitra bisnis Tomy Winata.). xviii-lii. Hendropriyono adalah Presiden Komisaris PT Kia Mobil Indonesia (KMI).l. Dalam Stanley (peny. Morowali. di mana Artha Graha menanam modalnya. Keamanan. yang dilindungi kepentingannya oleh aparat bersenjata dan aparat intelijen negara kita. --------------. tidak kebetulan pula bahwa di daerah di mana batalyon yang lama. George Junus (2001). Jakarta: Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). Hartati Murdaya.). “Di Balik Asap Mesiu. yang juga membangun asrama kompi mereka di setiap kabupaten. 131-176. Konspirasi Intelijen & Gerakan Islam Radikal. yang meliputi kabupaten-kabupaten Buol dan Toli-Toli. Jakarta & Yogya: PBHI. sementara anaknya. Aditjondro. 109-155. Umar (peny. Ronny Hendropriyono juga punya kepentingan bisnis. ketua Fraksi PDI-P di MPR yang berniat menambang minyak dan gas bumi di Kabupaten-Kabupaten Banggai dan Morowali. Dari contoh-contoh ini dapat dilihat bagaimana pelestarian konflik Poso dan Morowali. Perkebunan PT Hardaya Inti Plantation itu adalah milik Ny. Makanya.tentara di ketiga kabupaten itu juga diikuti oleh Brimob. salah seorang Bendahara Golkar di era Presiden Soeharto (Aditjondro 2004b: 53-54). Jangan dilupakan pula Kepala BIN. “Kerusuhan Poso dan Morowali: Akar Permasalahan dan Jalan Keluarnya”. Makanya. Yakni kelompok Medco milik Arifin Panigoro. Tragedi Kemanusiaan Poso: Menggapai Surya Pagi melalui Kegelapan Malam. Sibolangit.(2003). di situ mobil Kia dipromosikan. hal. akhirnya menguntungkan para pemodal besar.) (2003). dan Banggai? Tidak kebetulan bahwa di kedua kabupaten tetangga Poso telah masuk dua investor domestik dengan backing politik yang cukup kuat. Epilog dalam Zairin Salampessy dan Thamrin Husain (peny. Begitulah tigabelas tesis yang dapat diturunkan dari data empiris dari sejumlah kerusuhan dan konflik sosial pasca-Soeharto di Indonesia. 10 Agustus 2004 Kepustakaan: Abduh. ---------------(2004a). a. Ketika Semerbak Cengkih Tergusur Asap Mesiu: Tragedi Kemanusiaan Maluku di balik Konspirasi Militer. “Renungan buat Papa Nanda. serta kelompok Artha Graha milik Tomy Winata dan Yayasan Kartika Eka Paksi. Jakarta: TAPAK Ambon. yang berniat menambang marmer di Morowali (Aditjondro 2004a: 135-137). Jakarta: ProPatria.

etnic riot. Ghuffron. hal. Bill (2004). Membedah Kembar Siam Penguasa Politik & Ekonomi Indonesia: Metodologi Investigasi Korupsi Sistemik Bagi Aktivis dan Wartawan. Rodjil (2001). Konflik. Konspirasi Gerakan Islam & Militer di Indonesia. Wacana. Wessel. No. Wacana. 64-81. No.” Asia Times Online. McEvers.” Dalam Ingrid Wessel & Georgia Wimhoefer (peny. madura. Togi (peny. hal. “Indonesia’s Expanding Spy Network Alarms Reformers. 2 Juni. Amis Darah dan Mesiu: Mengurai Keterlibatan Militer dalam Konflik Maluku”. Violence in Indonesia. Tahun III. Munir (2001). Malik. Violence and the Integration Problem. “Dari Gaharu ke Bom Waktu HIV/AIDS Yang Siap Meledak: Ekonomi Politik Bisnis Tentara di Tanah Papua”. Jakarta: Institut Studi Arus Informasi (ISAI). Tahun III. Skandal Politik SI MPR RI 2001.). hal. “The Politics of Violence in New Order Indonesia in the Last Decade of the 20th Century. “Bedil. Guerin. Diposkan oleh kristianus atok di 10:44 Label: Dayak. Tahun III. 17. Hamburg: Abera. 83112. Jakarta: Lembaga Studi Pers & Pembangunan (LSPP). 4 Februari.(2004c). Ingrid (2001).” Dalam Ingrid Wessel & Georgia Wimhoefer (peny. sampit SIARAN PERS NO. No. hal. Violence in Indonesia. hal. CeDSoS.(2004d). Coen Husain (2004).--------------. 113-120. Bisnis Pos Penjagaan.” Christian Science Monitor. “Kayu Hitam. Kalimantan.). Premanisme Politik. Wacana. Alfred (1988). “Indonesia. Hamburg: Abera. Jakarta: Factual Analysis Forum. Ichsan (2004). “Bisnis Militer di Wilayah Konflik Maluku”. “The Search for Safety in the Spice Islands. Stepan. 13 / SP – KONTRAS / III / 99 KOMSI UNTUK ORANG HILANG DAN KORBAN TINDAK KEKERASAN ( KONTRAS ) Tentang : .). Tahun III. hal. 17-24. Perdagangan Senjata dan Proteksi Modal Besar: Ekonomi Politik Bisnis Militer di Sulawesi Bagian Timur”. 121-136. Princeton. 137-178. 17. Tim Peneliti (2004). --------------. 17. NJ: Princeton University Press. ---------------. No. Simanjuntak. Wacana. Jakarta: Center for Democracy and Social Justice Studies (CeDSoS). Kelly (2004). Pontoh. 17.(2004b). Rethinking Military Politics: Brazil and the Southern Cone.

pertentangan antar sesama warga masyarakat. seakan tak kunjung selesai. Medium dari amuk massa ini pertama. Dari sini terbentuklah semacam kebencian sebagai situasi psikologis massa rakyat yang pada gilirannya mendorong berbagai amuk massa yang terjadi cenderung dialamatkan kepada mereka dengan perusakan terhadap simbol – simbol dan aset – aset milik ketiga kelompok tersebut seperti sentra ekonomi. Dalam wujudnya yang nyata ia tampil di dalam amuk – amuk massa. Ambon dan terakhir Sambas. peristiwa Semanggi. sehingga dicap sebagai bangsa yang kurang beradab. Tidak mengherankan ketika kemudian terjadi provokasi. Ketapang. pendatang dan penduduk asli. Medium kedua ini terjadi akibat gagalnya upaya pembangunan integrasi sosial yang kuat oleh penyelengara negara. Medium kedua. bangsa Indonesia berada dalam kondisi yang paling memprihatinkan dalam sejarahnya. Banyuwangi. amarah demi amarah termanifestasi dalam bentuk ledakan – ledakan kekecewaan yang tak terkendali. yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai awal dari pembaharuan sistem. agama satu dengan yang lain. Penyelenggaraan negara yang demikian kacau telah menempatkan bagian terbesar rakyat pada posisi yang lemah dan terpinggirkan. dan bahkan dengan menahan amarah. adalah bukti dari semua itu. Tasikmalaya. Di sisi lain.HUBUNGAN KERUSUHAN DENGAN PERKEMBANGAN POLITIK NASIONAL Kondisi Stuktural dan Kerusuhan Kurun waktu tiga tahun terakhir ini. atau berbagia kondisi yang sering kali bahkan didorong oleh berbagai kebijakan yang memunculkan polarisasi kelompok. Peristiwa kerusuhan dan perkosaan massal pada Mei 1998. antara warga masyarakat dengan aparat negara baik sipil maupun militer. Kerawang. masyarakat dengan mudah terpelintir ke arah pertentangan antar sesama mereka dalam konflik terbuka. kantor birokrasi dan aparat keamanan. Berbagai kerusuhan terjadi dari tahun 1996 seperti peristiwa – peristiwa Sabtu Kelabu 27 Juli 1996 di Jakarta. Pergantian pemimpin pemerintahan di tengah krisis nasional. pada akhirnya memposisikan dua pihak yang saling berhadapan seperti pribumi dan non – pribumi. Aliansi ketiga kelompok inilah yang selama ini begitu dikenal oleh rakyat sebagai pihak yang paling bertanggunjawab atas kekerasan dan ketertindasan mereka. Selama ini Orde Baru ternyata telah membangun sebuah sruktur masyarakat yang amat rapuh sebagai akibat dari kesalahan strategi pembangunan yang dipilih maupun buruknya kinerja birokrasi yang menindas dan dilumuri oleh korupsi. ternyata justru menanpilkan dirinya hanya sebagai rezim pemerintahan yang tidak mampu memenuhi harapan seluruh rakyat yang sedang menunggu tindakan kepastian hukum. Kupang. bersama pemodal besar telah tampil sebagai pihak yang amat berkuasa. Dan ketika pemerintahan yang hadir kemudian terbukti tidak pernah benar – benar menjadi bagian yang berkehendak terhadap pembaruan yang dinantikan itu. Sanggau-Ledo. kolusi dan nepotisme. Sampai akhirnya krisis ekonomi semakin membuktikan bobroknya sistem kemasyarakatan yang selama 30 tahun dibangun Orde Baru. . Aceh dan seterusnya. Krisis ekonomi – politik kemudian semakin memperburuk keadaan hingga kita terpuruk ketitik yang paling rendah. Situbondo. birokrasi baik sipil dan terutama sekali militer yang korup. tumapang tindihnya segrasi tempat tinggal berdasarkan etnis/ ras dengan basis ekonomi. Abepura.

Dugaan ini muncul dari berbagai temuan lapangan dan kaitan – kaitan logis dari rangkaian peristiwa dan pembuatan kebijakan – kebijakan baru sebagai jawaban atas krisis dan kerusuhan yang terjadi. Dalam situasi yang serba tidak menentu dengan kerusuhan yang meledak dimana – mana. Secara struktural ini merupakan sebuah keniscayaan dalam sistem ekonomi yang sedang bertransisi untuk semakin terintegrasi ke dalam sistem kapitalisme global dengan segala prasyaratnya.Lemahnya Negara Kekacauan politik dan sosial semacam yang terjadi di Indonesia saat ini sesungguhnya bukanlah khas dan satu – satunya. Kerusuhan dan gejolak amuk massa yang selalu dihadapi dengan represi oleh aparat hanya semakin menunjukan watak asli rezim yang militeristik. Logika ini menjadi alasan yang cukup bagi adanya dugaan bahwa kekuatan rejim lama di Indonesia memiliki kepentingan yang besar tetap eksis sebagai kekuatan yang dominan di dalam sistem politik di masa – masa yang akan datang. Dari pandangan di atas KONTRAS khawatir bahwa berbagai kerusuhan massal yang terjadi akhr – akhir ini justru dapat dijadikan alasan pembenar terhadap pembentukan rejim repressif untuk semakin ketat mengontrol rakyat. melalui alat – alatnya. Dua kecenderungan ini adalah menguatnya kembali kekuatan – keuatan konservatif oleh kebosanan menghadapi situasi transisi yang tidak menentu. Ambon. tidak satupun pihak bertanggungjawab dan mampu secara . Konsekuensinya adalah bahwa sisa – sisa kekuatan rezim lama di dalam tubuh negara saat ini. atau minimal terkesan membiarkan berlangsungnya kerusuhan. Banyuwangi. Pranata dan peran – peran sosial dalam struktur masyarakat yang dibentuk Orde Baru tidak lagi berfungsi sebagaimana dibutuhkan. Kedenderungan kedua adalah munculnya kembali rejim yang tetap akan melestarikan sistem otoritarianismenya sebagai instrumen yang akan mengganggu perputaran modal. Dalam kerangka ini pula kiranya Indonesia memiliki posisinya di dalam kondisi transisional yang terjadi akhir – akhir ini. merupakan bagian yang tidak terpisah dari skenario pembentukan kekuasaan yang baru. dan lain – lain memberi indikasi yang kuat bahwa aparat keamanan yang seharusnya bertugas menjamin keamanan masyarakat justru terlibat dalam melakukan provokasi maupun penggerak massa. Sebagian peristiwa seperti kerusuhan Ambon bahkan memperlihatkan turut berperannya konflik elit politik di tingkat pusat sebagai salah satu pemicu dan menjadi penggerak yang mampu membelokan potensi konflik di tingkat lokal yang memang sudah ada menjadi terbuka dan termanifestasi dalam pertikaian horisontal dalam masyarakat. Kewibawaan pemerintah pun jatuh terpuruk hingga titik nadirnya dihadapan rakyat sendiri oleh ketidakmampuannya. Sebagaimana umumnya terjadi negara – negara dunia ketiga. • • • • • Beberapa temuan lapangan dari investigasi atas peristiwa Mei 1998. Dalam masa transisi tersebut. Alat – alat negara. minimal terdapat dua kecenderung yang muaranya akan diarahkan pada penyiapan infrastruktur yang mampu menjamin kelangsungan investasi dan beroperasinya modal internasional. juga dapat menjadi bagian dari konflik yang timbul. kekuatan kapitalisme internasional memanfaatkan rejim otoriter sebagai alat penjamin kepentingannya. Ketapang.

Jakarta. Doktrin ABRI dalam operasi teritorial yang dimanifestasikan dalam bentuk Komando Daerah Militer adalah ditujukan sebagai upaya terhadap pertahan wilayah negara dari ancaman keamanan yang datang dari luar. penghidupan kembali Kodam – Kodam berimplikasi pada bertambahnya peran politik ABRI dalam kehidupan sipil. sebagaimana diungkapkan oleh ABRI bukanlah jawaban tepat atas tuntutan terhadap tanggung jawab mereka. SH Badan Pekerja Koordinator MM BILLAH Badan Penasehat Anggota . Pendirian Kodam baru bukanlah jawaban yang pas untuk meredam kerusuhan Upaya militer dalam menghidupkan kembali Kodam – Kodam yang pernah dilikuidasi. 5. Dalam kondisi negara porak poranda dan terus bergerak ke arah yang semakin mengkhawatirkan. 23 Maret 1999 M U N I R. KONTRAS melihat kejanggalan – kejanggalan atas pendirian Kodam baru tersebut sebagai berikut : 1. Langkah yang ditempuh ABRI dengan meningkatka status wilayah dalam operasi teritorialnya dengan justifikasisebagai peredam kerusuhan. Melihat pengalaman strtuktur pemerintahan Orde Baru. 4.• efektif mengendalikan situasi. Sehingga penambahan pasukan dan peningkatan status daerah militer adalah sebuah jawaban yang sangat tidak tepat sebagai solusi yang ditawarkan. justru menunjukan kesan bahwa ABRI mengambil manfaat dari terjadinya kerusuhan yang terjadi selama ini. Sehingga syarat pertama dalam upaya ini adalah terpisahnya secara jelas POLRI dari ABRI. atau lebih parah bahkan pemerintah tidak bertanggungjawab terhadap negara yang mereka pimpin. 3. Ini bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan oleh pemerintah dan ABRI serta tuntutan masyarakat yang luas untuk mengurangi peran sospol ABRI. 2. Ia lebih terlihat sebagai manuver ABRI untuk kembali memperkuat pengaruhnya dalam kehidupan sosial dan politik sipil seperti pada masa Orde Baru. tidak terlihat upaya yang sungguh – sungguh dari Pemrintah Habibie untuk menyelesaikan persoalan. Aparat keamanan terbukti tidak pernah sanggup menghadapi kerusuhan dan meredakan keadaan dalam menjamin keamanan. Ini memberikan kesan terhadap lemahnya pemerintahan Habibie. Penanganan berbagai peristiwa kerusuhan selama ini telah membuktikan kepada kita bahwa aparat militer tidak mampu bertanggung jawab atas terjaminnya keamanan rakyat. Yang lebih masuk akal. seharusnya yang dimekarkan dan ditambah kapasitasnya adalah aparat kepolisian aparat pemilihara ketertiban umum di dalam masyarakat sipil. Pasukan militer kita tidak dilatih dan disiapkan secara khusus untuk menghadapi kerusuhan – kerusuhan. Bahkan birokrasi militer tidak jarang menjadi bagian dari masalah yang terjadi sebagai konsekuensi dari keterlibatan mereka dalam melakukan tindakan yang memarginalisasi rakyat.

" tutupnya. Tangerang. sejatinya bukanlah konstruksi sosial masyarakat Indonesia. "SETARA Institute mengingatkan aparat pemerintahan DKI Jakarta untuk menciptakan sistem penyelesaian ketegangan sosial di akar rumput. praktik politisasi identitas haruslah tidak ditolerir. 01 Juni 2010 | 09:46 WIB Politisasi Identitas Ciptakan Ketegangan Sosial Baru (Vibizdaily-Polhukam) Bentrokan yang melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) kembali terjadi. . Peristiwa ini juga menyiratkan bahwa masyarakat Jakarta memiliki kelemahan dalam menyelesaikan ketegangan di akar rumput." paparnya. Selasa (1/6/2010)." ujar Ketua SETARA Institue Hendardi dalam rilis yang diterima. sejumlah mobil hangus. Menurutnya. Oleh karena itu Hendardi meminta aparat kepolisian untuk bertindak tegas terhadap pelaku yang patut diduga terlibat aksi kekerasan yang menimbulkan nyawa seseorang dan kerusuhan yang berujung pada pembakaran rumah dan aset pribadi masyarakat." kata Hendardi. "Eksploitasi politik identitas bukan hanya menunjukkan kelemahan kapital politik para elit negara. dan Cipondoh. Jakarta Barat. Cakung (Juli 2002) dan Kebayoran Lama (Maret 2001 dan Mei 2007). Kerusuhan etnisitas adalah buah dari para elit dan penyelenggara negara yang gemar melakukan politisasi identitas untuk memupuk dukungan politik publik. Tapi berbagai fakta mutakhir justru menunjukkan kecenderungan yang sebaliknya. "Kerusuhan yang diikuti dengan kekerasan. Hendardi mengatakan berbagai forum dan organisasi masyarakat yang selama ini sering menggunakan kekerasan dalam mengatasi persoalan sosial awalnya adalah cara-cara elit politik untuk kepentingan tertentu. tapi juga mengorbankan rakyat. Budaya kekerasan yang terjadi di masyakat memerlukan perhatian sehingga sistem sosial dapat berjalan dinamis dan menghargai keberagaman. SETARA Institute mencatat setidaknya kerusuhan serupa telah terjadi di kawasan Pasar Kramat Jati (Mei 2002).Selasa. dan satu orang tewas akibat bentrokan yang terjadi di kawasan Duri Kosambi. "SETARA Institute menyesalkan adanya korban meninggal dunia dan kerugian material dari peristiwa kerusuhan etnis seraya menilai bahwa keberagaman suku bangsa haruslah menjadi nilai kohesi sosial. kerusuhan hanya akan memutus jalinan kohesi sosial. Kerusuhan sosial bernuansa primordial tersebut hanya akan memutus jalinan kohesi sosial. Puluhan lapak dibakar.

Artinya bisa bergotong royong dalam berbagai kegiatan. Dalam hal ini perlu pemikiran positive dari pihak yang satu. khususnya yang sudah beberapa generasi lahir di Indonesia. Mereka sering dicap sebagai orang yang apatis. bahkan di luar negeri sekalipun ada gotong royong. Secara berseloroh kita sering mendengar istilah Cina Sunda. untuk bisa mengerti pola pikir pihak yang lainnya. yang tidak berani menentang diskriminasi rasial terhadap . Dalam proses adaptasi tersebut. tidak akan ada keturunannya sampai sekarang. dsb. Kebiasaan ini seringkali dianggap "negative" oleh kelompok orang Tionghoa yang tinggal di daerah lain yang kental dengan agama non-Islam. dsb. Siskamling adalah salah satu bentuk kegiatan gotong royong. Astagfirullah.(ma/MA/dtc) Herry Analisis Kondisi Sosial Budaya dan Sosial Politik Tionghoa Indonesia Gotong royong ada di mana-mana. dsb. Amerika. Begitu juga dengan orang Tionghoa yang tinggal di daerah-daerah lain. karena yang membedakan mereka hanya raut mukanya saja. termasuk juga yang tinggal di Eropa. Cina Padang. Dalam kenyataannya. PERKEMBAGAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA Nenek moyang orang Tionghoa Indonesia. terbentuk dalam pola yang berbeda-beda mengikuti pola sosial budaya lingkungan masyarakat sekitarnya. Tidak jarang pula pandangan negative datang dari orang Tionghoa yang tinggal di negara-negara maju yang "menjunjung tinggi demokrasi". Cina Jawa. Di Jawa. dan sekaligus sebagai sarana adaptasi bagi anggota baru masyarakat tersebut. Kalau tidak. bahwa orang Tionghoa Indonesia tidak mempunyai keberanian untuk menegakkan hak azasinya sendiri. Gotong royong merupakan salah satu sarana komunikasi sosial masyarakat yang paling efektif. Setelah sekian generasi beradaptasi dengan kelompok masyarakat sekitarnya. orang Tionghoa yang sehari-hari bergaul dengan masyarakat setempat yang kental ke-Islamannya. Bukan suatu yang aneh jika ada orang Tionghoa di daerah tertentu yang sering mengucapkan kata-kata : Isnya Allah. Australia. Assalam'mualaikum. tidak hanya di Bali. sejak kedatangannya dahulu bisa beradaptasi dengan masyarakat setempat. yang hanya mencari selamat sendiri. yang tidak mempunyai rasa kebersamaan. tentunya dengan pola yang berbeda-beda. di Sumatra. kehidupan sosial budaya orang Tionghoa Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. dsb. Wassalam'mualaikum. sulit untuk membedakan kehidupan sosial budaya Cina Sunda dengan orang Sunda asli. di Kalimantan. ucapan-ucapan yang berasal dari agama Islam menjadi kebiasaan sehari-hari. oleh karena itu orang yang tidak mau ikut siskamling sering dianggap tidak mau bersosialisasi.

Oleh karena itu muncul sindiran first class. Ini merupakan salah satu alasan. maka pandangan politik orang Tionghoa juga berkembang menjadi sangat beragam. khususnya pada masa Orde baru yang melarang semua kegiatan sosial budaya yang berasal dari Cina. Sejak munculnya larangan tsb. Di sini juga perlu pemikiran positive dengan kepala dingin.dirinya. mengapa cukup banyak orang Tionghoa yang tidak setuju dengan pembentukan parpol berbasis keTionghoa-an di Indonesia. yaitu yang berlandaskan Katolik dan yang berlandaskan Protestan bersama sekte-sekte di bawahnya. meskipun secara tekhnis cukup banyak orang-orang dari ras minorotas yang lebih mampu. jabatan publik yang penting hampir semuanya dipegang oleh ras mayoritas. di dalamnya penuh dengan pertentangan pendapat satu sama lain. dlsb. dan hanya sebagian kecil yang memilih agama Islam. Dalam masa pemerintahan Bung Karno. Istilah Kristen sendiri di Indonesia menjadi rancu. sehingga berpengaruh pula pada kekuatan politik yang berlandaskan agama Kristen di Indonesia dan sekaligus merubah pandangan politik sebagian orang Tionghoa Indonesia. bahwa diskriminasi rasial ada di mana-mana. Sebagian besar orang Tionghoa Indonesia adalah keturunan campuran dari pria Cina yang datang dari Tiongkok dengan wanita setempat. yang tidak bisa diperbandingkan langsung dengan Malaysian Chinese. Fakta membuktikan. umumnya berasal dari Cina Belandis (orang Tionghoa yang berpendidikan Belanda). termasuk di negara yang "menjunjung tinggi demokrasi". Sejalan dengan perkembangan politik di Indoensia. di samping alasan-alasan lain berdasarkan pandangan politik masing-masing individu. Secara garis besar dikenal ada tiga macam bentuk parpol Tionghoa saat itu. second class. Singaporean Chinese. di mana Kristen identik dengan . telah terjadi pergeseran yang siginificant dalam agama-agama orang Tionghoa Indonesia. PERKEMBAGAN SOSIAL POLITIK MASYARAKAT TIONGHOA INDONESIA Akibat perkembangan kehidupan sosial budaya yang berbeda-beda tsb. orang Tionghoa Indonesia adalah kelompok masyarakat yang unik. Pergeseran ini telah mendorong perkembangan agama Kristen yang cukup pesat pada masa Orde Baru. dengan orientasi politik yang berbeda-beda bahkan cenderung bertentangan. orang Tionghoa yang beragama Kristen (Katolik dan Protestan + sekte-sekte di bawahnya). Australian Chinese. sebagian secara diam-diam tetap bertahan dengan agama-agama Sam Kaw. Secara garis besar kekuatan politik yang berlandaskan agama Kristen di Indonesia dapat dibagi dua. Sejarah membuktikan bahwa organisasi sosial politik orang Tionghoa di Indonesia sejak pra kemerdekaan sangat rapuh. dan third class citizen. dsb. agama Kristen menjadi pilihan utama Tionghoa Indonesia. Juga adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri.

UU hanya bisa dihapus dengan UU yang baru. Dalam proses penyerahan kedaulatan. Sehingga muncul pemikiran praktis agar pandangan politik orang Tionghoa disalurkan ke partai-partai politik yang sudah ada. Oleh karena itu banyak sekali UU dan Peraturan di Indonesia yang secara de facto masih berlaku adalah sisa-sisa peninggalan Belanda. dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Persoalan baru muncul jika berhubungan dengan isntansi pemerintah. Selama masa Orde Baru. USAHA-USAHA UNTUK MENGHAPUS TINDAKAN DISKRIMINATIF RASIAL Persoalan utama yang dihadapi orang Tionghoa Indonesia adalah tindakan diskriminatif rasial yang dilakukan SEBAGIAN KECIL anggota masyarakat. tentunya dengan beberapa pengecualian. Dengan demikian. termasuk pula UU dan Peraturan yang bersikap diskriminatif rasial terhadap Tionghoa Indonesia. oknum-oknum pejabat tsb banyak yang bersahabat baik dengan orang-orang Tionghoa. Dalam kenyatannya ada perbedaan yang significant antara paham politik berlandaskan Katolik dan Protestan. UU dan Peraturan yang rasialistis ini bukannya dihapuskan. Tapi di lain pihak ada pula yang beranggapan bahwa Katolik dan Protestan adalah sama saja. sehingga sering muncul pertanyaan apakah sebenarnya oknum pejabat tsb rasialis atau hanya sekedar korupsi. Namun dalam kenyataannya. Oleh karena itu. Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum birokrat dengan semangat korupsi yang tinggi untuk memeras orang Tionghoa. seolah-olah Katolik bukan Kristen. a. usaha-usaha untuk mempersatukan orang Tionghoa dalam suatu wadah politik menjadi semakin kabur dan nyaris mustahil.Protestan. Dengan pergeseran agama tersebut. oknumoknum pejabat tsb juga memeras kalangan non-Tionghoa yang dianggap kaya. orang Tionghoa Indonesia nyaris tidak mengalami masalah yang berarti dengan masyarakat sekitarnya. . yang secara kebetulan di kota-kota besar umumnya relatif lebih makmur dari kehidupan masyarakat sekitarnya. Dalam hal ini harus dibedakan antara diskriminatif resmi yang dilakukan pemerintah melalui UU & Peraturan. yaitu pendekatan hukum dan pendekatan sosial. Pendekatan Hukum. Dalam kehidupan pribadi sehari-hari. pandangan politik orang Tionghoa menjadi lebih beragam dibandingkan masa sebelumnya. bukan semuanya. malah ditambah dengan berbagai UU dan Peraturan lain yang lebih rasialis. Fakta lain. dan disktriminatif sosial yang dilakukan oleh sebagian kecil anggota masyarakat. usaha-usaha untuk menghapus tindakan diskriminatif rasial dapat dibagi dalam 2 macam pendekatan. di mana UU yang baru harus disyahkan DPR. semua UU dan Peraturan ex Nederlansche Indie diambil alih oleh pemerintah RI. Inilah salah satu keunikan lain dari masyarakat Tionghoa Indonesia. Berdasarkan hukum Ketatanegaraan Indoensia. ataupun dengan sekelompok masyarakat tertentu.

Pada prinsipnya. tanpa pandang bulu. Dalam hal ini pola pendakatan yang dimaksud ibarat pepatah : memberi kail. di samping sibuk mengisi kantong pribadinya. pola pendekatan sosial yang dimaksud adalah cooperative persuasif untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Murid-muridnya hampir semua berasal dari kalangan miskin. Pola pendekatan sosial. untuk mengapus UU dan Peraturan tsb bukan pekerjaan yang mudah. dalam usaha-usaha untuk menghapus tindakan diskriminatif rasial terhadap orang Tionghoa Indonesia. Sesuai dengan hukum Ketatanegaraan di Indonesia. baik Tionghoa maupun non Tionghoa. semua murid disuruh bekerja membuat barang tertentu.Simon Tan di Medan. diharapkan akan muncul pemikiran baru yang mematahkan pemikiran lama yang menganggap bahwa orang Tionghoa selalu hidup exclusive. Di kalangan orang Tionghoa moderat. namun mereka tetap melaksanakan protes terhadap pemerintah. Melalui berbagai macam pendekatan tersebut. UU dan Peraturan lama tsb walaupun de facto masih berlaku. Dengan bergotong royong. muncul usaha-usaha untuk menghapus 62 macam UU dan Peraturan yang bersifat rasialistis. yang hasilnya untuk membiayai sekolah mereka sendiri. Di luar kegiatan sekolah. b. bukan memberi ikan. termasuk sisa-sisa UU dan Peraturan ex Nederlandsche Indie. Dengan cara ini akan terjalin suatu rasa kebersamaan antara murid-murid Tionghoa dan non Tionghoa. Kail yang dimaksud bisa bermacammacam jenisnya. sebenarnya sudah sejak lama dilakukan oleh kalangan Tionghoa Indonesia pada masa pemerintahan Bung Karno. antara lain melalui pendidikan. diharapkan secara bertahap akan muncul pandangan positif terhadap kalangan Tionghoa yang selama ini cenderung dicap hanya mau mencari untung semata-mata. tidak mudah untuk menghapus UU sedemikian banyaknya.Dalam masa reformasi. Di mata para akhli hukum. yang kelak setelah terjun ke masyarakat . sehingga muncul nada-nada sumbang terhadap tuntutan mereka. baik formal maupun informal. Para akhli hukum juga tahu. Dalam bidang sosial kemasyarakatan. Dalam kenyataannya. kondisi ini memungkinkan birokrat mempunyai kesempatan untuk bersikap rasialis terhadap orang Tionghoa. Sampai sekarang tidak jelas kemajuan tuntutan tsb sampai di mana. perbaikan kampung. Salah satu contoh yang dapat dikemukakan adalah sekolah yang didirikan oleh dr. agar lebih efektif dan efisien sejalan dengan kondisi saat ini. karena DPR saat ini masih sibuk menangani persoalan-persoalan baru yang muncul selama masa trasisi. gotong royong dalam membangun sarana umum. dan lain-lain. bisa disebutkan antara lain : pelayanan rumah sakit dengan subsidi silang untuk membantu pihak yang kurang mampu. Pendekatan Sosial. Pemikiran baru yang muncul hanya merubah strategi pendekatan. muncul pemikiran untuk mengintensifkan kembali pendekatan sosial. tapi dalam kenyataannya banyak yang sudah tidak dipakai lagi. dan kerja sama usaha yang saling menguntungkan. gotong royong dalam menghadapi bencana alam.

KESIMPULAN. e. dan secara tekhnis lebih mudah dilaksanakan. Padahal Bandung saat itu sudah dijadikan target kerusuhan berikutnya setelah Solo.dr. bahwa pendekatan sosial ternyata lebih efektif dalam usaha mengeliminir tindakan diskriminatif rasial. meskipun secara psychologis bukan sesuatu yang mudah. Contoh lain adalah usaha yang dilakukan alm. informasi tentang dr.com/group/tionghoa-net/messages/ ) sekitar 2 bulan yang lalu . a. Sangat ideal jika semua UU dan Peraturan rasial bisa dihapus. Sekian dan terima kasih. dr. sedangkan pokok deposito dikembalikan kepada pemiliknya masingmasing. Pandangan politik masyarakat Tionghoa. Beberapa kasus menunjukkan. tapi lebih tergantung pada pribadi oknum birokrat yang terlibat.yahoo. Pola pikir sosial politik "pihak luar" dengan latar belakang sosial budaya yang berbeda. sesaat setelah kerusuhan Mei 98 di Jakarta.Simon Tan sangat terbatas sekali. b. bertentangan dengan paham sekularisme yang didukung hampir seluruh masyarakat Tionghoa Indonesia.Tan menghimpun dana untuk pembagian sembako tsb hanya dari bunga deposito para donaturnya. tapi tindakan diskriminatif rasial tidak tergantung ada tidaknya UU dan Peraturan yang bersifat diskriminatif. akan sangat sulit diterima kelompok masyarakat Tionghoa di masing-masing daerah.dapat diharapkan akan menjadi pionir-pionir yang bebas dari sikap diskriminatif. c.Tan Tjin Hong di Bandung pada tahun 1998. jika dikombinasikan dengan pandangan politik berdasarkan agama tertentu.Tan bisa melakukan diplomasi sembako kalau tidak ada hubungan baik sebelumnya. Uniknya. Pendekatan hukum dalam usaha menghapus tindakan diskriminatif rasial.Tan yang melakukan diplomasi sembako ke berbagai pihak yang mampu mengendalikan massa yang potensial melakukan kerusuhan ala kerusuhan Mei 98. Mustahil dr. sejalan dengan banyaknya suku-suku di Indonesia yang berpengaruh dalam terhadap kehidupan sosial budaya masing-masing. Tidak banyak orang yang tahu. bahwa Bandung saat itu aman berkat jasa dr. Masyarakat Tionghoa Indonesia merupakan masyarakat yang sangat heterogen. Bandung 11 November 2002 Herry Antono Catatan: Tulisan di atas pada awal November 2002 pernah dimuat di milis tionghoanet ( http://groups. Sayangnya. d. secara tekhnis tidak mudah dilaksanakan dan akan memakan waktu lama.

lepas dari induknya. Kata Kunci:Kerusuhan sosial. No. Itulah istilah yang paling pantas diberikan bagi perekonomian Indonesia sepanjang tahun 1998. Subur Tjahjono. Senin (21/12) dan Selasa. Tragedi tak Terlupakan PENGANTAR REDAKSI "KEAJAIBAN yang hilang". dan Yovita Arika. 21 Desember 1998 LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Krisis Ekonomi 1998. Mungkin dia akan selalu diingat. dengan mengumpulkan harta benda rakyat. Isyarat ini semakin kuat denyutnya dalam detak jantung kehidupan politik bangsa Indonesia akhir-akhir ini . Semua dituliskan oleh wartawan ekonomi Kompas. Pieter P Gero. Laporan akan dituangkan dua hari berturut-turut. 3/2000 Abstrak:Akhir-akhir ini terlihat semacam isyarat yang mengarah kepada kemungkinan akan terjadinya disintegrasi dalam kehidupan bangsa . Pada awal kemerdekaan dengan mengerahkan segala potensi yang ada padanya. Tjahja Gunawan. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Dedi Muhtadi. Banu Astono. tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi begitu hebat. masyarakat Aceh telah menunjukkan dukungan mutlak terhadap kemerdekaan yang diproklamasikan Bung Karno dan Bung Hatta. Republik Indonesia . Sejumlah orang Aceh dan Papua secara transparan telah menunjukkan keinginannya untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setelah berpuluh-puluh tahun terbuai oleh pertumbuhan yang begitu mengagumkan. Disintegrasi Senin. padahal dulu mereka sendiri turut mendukung berdirinya negara kesatuan Indonesia itu . membeli dan menyerahkan sebuah pesawat terbang yang diberi nama Seulawah menjadi milik negara yang baru merdeka itu .DISINTEGRASI SOSIAL : SEBUAH TINJAUAN BUDAYA Oleh: Sjafri Sairin Artikel di Jurnal Humaniora Volume XII. Namun. Sri Hartati Samhadi. Laporan akhir tahun ekonomi akan mengungkap semua persoalan itu dan mencoba menggambarkan keadaan untuk tahun mendatang. sebagaimana kita selalu mengingat black Tuesday yang menandai awal . Unsur kedaerahan. di Rubrik UTAMA dan Rubrik OPINI. Ninuk M Pambudy. Begitu pula masyarakat Papua yang memilih menjadi bagian dari Republik Indonesia pada awal 1960 an . Ferry Irwanto. sekarang mereka seolah-olah merasa kecewa. Yosef Umar Hadi. Andi Suruji. dan ingin berdiri sebagai negara mandiri. Simon Saragih. Ini adalah pesawat terbang pertama yang dimiliki negara ini . TAHUN 1998 menjadi saksi bagi tragedi perekonomian bangsa. menjadikan negara mandiri yang merdeka.

dalam tahun 1998 dengan cepat berkembang menjadi krisis ekonomi. yang menjadi pemicu semua itu. bagai layang-layang yang putus talinya.850/dollar AS pada tahun 1997.resesi ekonomi dunia tanggal 29 Oktober 1929 yang juga disebut sebagai malaise. Dana Moneter Internasional (IMF) mulai turun tangan sejak Oktober 1997. Terpuruknya kepercayaan ke titik nol membuat rupiah yang ditutup pada level Rp 4. tenggelam begitu saja. Bahkan situasi seperti lepas kendali. Prestasi ekonomi yang dicapai dalam dua dekade. perubahan dramatis terjadi. dia juga berkembang menjadi krisis total yang melumpuhkan nyaris seluruh sendi-sendi kehidupan bangsa. Mungkin Soeharto. sektor apa di negara ini yang tidak goyah.44 milyar dollar AS. Selama periode sembilan bulan pertama 1998. juga sebagai reaksi terhadap angka-angka RAPBN 1998/ 1999 yang diumumkan 6 Januari 1998 dan dinilai tak realistis. Rupiah yang melayang. selain akibat meningkatnya permintaan dollar untuk membayar utang. di mana sekitar 20 milyar dollar AS akan jatuh tempo dalam tahun 1998. berlanjut lagi krisis sosial kemudian ke krisis politik.5 milyar dollar AS adalah utang swasta yang dua pertiganya jangka pendek. Sementara pada saat itu cadangan devisa tinggal sekitar 14. Katakan. Akhirnya. sikap plin-plan pemerintah dalam pengambilan kebijakan. Dia juga sekaligus membalikkan semua bayangan indah dan cerah di depan mata menyongsong milenium ketiga. . meluncur dengan cepat ke level sekitar Rp 17. Efek bola salju Faktor yang mempercepat efek bola salju ini adalah menguapnya dengan cepat kepercayaan masyarakat. krisis yang semula hanya berawal dari krisis nilai tukar baht di Thailand 2 Juli 1997. selama sisa hidupnya akan mengutuk devaluasi baht.000/dollar AS pada 22 Januari 1998. Krisis yang sudah berjalan enam bulan selama tahun 1997. atau terdepresiasi lebih dari 80 persen sejak mata uang tersebut diambangkan 14 Agustus 1997. Dari total utang luar negeri per Maret 1998 yang mencapai 138 milyar dollar AS. dunia usaha. dan bencana alam La Nina yang membawa kekeringan terburuk dalam 50 tahun terakhir. memburuknya kondisi kesehatan Presiden Soeharto memasuki tahun 1998.berkembang semakin buruk dalam tempo cepat. situasi perdagangan internasional yang kurang menguntungkan. ketidakpastian suksesi kepemimpinan. namun terbukti tidak bisa segera memperbaiki stabilitas ekonomi dan rupiah. besarnya utang luar negeri yang segera jatuh tempo. Seperti efek bola salju. Bahkan kursi atau tahta mantan Presiden Soeharto pun goyah. Dampak krisis pun mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Krisis ekonomi Indonesia bahkan tercatat sebagai yang terparah di Asia Tenggara. Hanya dalam waktu setahun. tak pelak lagi merupakan periode paling hiruk pikuk dalam perekonomian. dan akhirnya dia tinggalkan. sekitar 72.

Di sisi lain. khawatir harga akan terus melonjak. Pendapatan per kapita yang mencapai 1. Sementara si kaya sibuk menyerbu toko-toko sembako dalam suasana kepanikan luar biasa.155 dollar/kapita tahun 1996 dan 1.5 persen kuartal II 1998.088 dollar/kapita tahun 1997. bank-bank nasional dalam kesulitan besar dan peringkat internasional bank-bank besar bahkan juga surat utang pemerintah terus merosot ke level di bawah junk atau menjadi sampah. mulai dari skala kecil hingga konglomerat. bertumbangan.1 persen dibandingkan periode . perekonomian yang masih mencatat pertumbuhan positif 3.87 persen dan 14.12 poin. Sektor yang paling terpukul terutama adalah sektor konstruksi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) anjlok ke titik terendah. Sementara kapitalisasi pasar menciut drastis dari Rp 226 trilyun menjadi Rp 196 trilyun pada awal Juli 1998.4 persen pada kuartal ketiga 1997 dan nol persen kuartal terakhir 1997. Akibat PHK dan naiknya harga-harga dengan cepat ini. Perbankan mengalami negative spread dan tak mampu menjalankan fungsinya sebagai pemasok dana ke sektor riil. kesulitan trade financing. Puluhan. Data Badan Pusat Statistik juga menunjukkan.9 persen kuartal III 1998. ketergantungan besar pada komponen impor.75 persen pada awal krisis). yakni sekitar 20 juta orang atau 20 persen lebih dari angkatan kerja. sehingga melahirkan gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK).9 persen pada kuartal I 1998. menyebabkan kesulitan bank semakin memuncak. Di pasar uang.54 persen. dinaikkannya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) menjadi 70. jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan juga meningkat mencapai sekitar 50 persen dari total penduduk.339 pada awal krisis 1 Juli 1997. Pengangguran melonjak ke level yang belum pernah terjadi sejak akhir 1960-an. Demikian pula laju inflasi hingga Agustus 1998 sudah 54. 16. dan perbankan.67 persen. menciut menjadi 610 dollar/kapita tahun 1998. dari 467. ternyata sama terpuruknya dan tak mampu memanfaatkan momentum depresiasi rupiah. ekspor migas anjlok sekitar 34. Anjloknya rupiah secara dramatis.8 persen dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) menjadi 60 persen pada Juli 1998 (dari masing-masing 10.Krisis yang membuka borok-borok kerapuhan fundamental ekonomi ini dengan cepat merambah ke semua sektor. Selama periode Januari-Juni 1998. menyebabkan pasar uang dan pasar modal juga rontok. dan 17. 292. sektor ekspor yang diharapkan bisa menjadi penyelamat di tengah krisis. Sekitar 70 persen lebih perusahaan yang tercatat di pasar modal juga insolvent atau nota bene bangkrut. manufaktur. dengan angka inflasi Februari mencapai 12. pada 15 September 1998. dan dua dari tiga penduduk Indonesia disebut Organisasi Buruh Internasional (ILO) dalam kondisi sangat miskin pada tahun 1999 jika ekonomi tak segera membaik. bahkan ratusan perusahaan. Di pasar modal. terus menciut tajam menjadi kontraksi sebesar 7. dan persaingan ketat di pasar global. akibat beban utang.

telah sempat menghilangkan berbagai momentum atau kesempatan untuk mencegah krisis yang berkelanjutan.36 persen. sosial. Kesulitan perbankan di satu sisi bisa tertolong karena tidak lagi harus dicecer nasabah panik. Namun demikian. Soeharto sempat menyampaikan konsep "IMF Plus". yang dikeluarkan pemerintah awal tahun 1998 juga. Tragedi berdarah ini memicu pelarian modal dalam skala yang disebut-sebut mencapai 20 milyar dollar AS. juga dalam tekanan akibat surutnya penerimaan. dan IMF sempat menangguhkan bantuannya. membuat dukungan IMF dan internasional mengalir lagi. yakni IMF plus CBS (Currency Board System) di depan MPR. Antrean panjang nasabah menyambut industri perbankan awal tahun 1998. Ditinggalkannya rencana CBS dan janji pemerintah untuk kembali ke program IMF. kerusuhan dan bentrokan berdarah di Ibu Kota dan berbagai wilayah lain. dan ditangguhkannya banyak rencana investasi asing di Indonesia. Letter of Intent ketiga ditandatangani. Pada 4 April 1998.sama 1997. terputusnya pembiayaan luar negeri. bahkan kuartal ketiga 1998. Munculnya pemerintahan baru yang tidak memiliki legitimasi. tidak banyak menolong keadaan. jaminan itu tak kunjung bisa mengakhiri krisis perbankan yang sudah . yang sebelumnya terbilang tenang menjadi beringas. menjadi awal dari semua prahara perbankan itu. Akan tetapi kelimbungan Soeharto. Mereka benar-benar telah menempatkan kepercayaan pada bank di bawah telapak kaki. sektor fiskal yang diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi. karena memperoleh keberatan di sana-sini bahkan sempat memunculkan ketegangan dengan IMF.* LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Era Bank-bank Bangkrut INDUSTRI perbankan selama tahun 1998 begitu hiruk-pikuk. Sementara di sisi lain. Pemburukan kondisi ekonomi. segera berubah menjadi aksi protes. Kemarahan rakyat atas ketidakberdayaan pemerintah mengendalikan krisis di tengah harga-harga yang terus melonjak dan gelombang PHK. Bahkan memicu adrenali masyarakat. rusaknya jaringan distribusi nasional. sebelum akhirnya ide tersebut ditinggalkan sama sekali tanggal 20 Maret. Situasi yang terus memburuk dengan cepat membuat pemerintah seperti kehilangan arah dan orientasi dalam menangani krisis. Di tengah posisi goyahnya. Begitulah. dan politik dengan cepat ini setidaknya terus berlangsung hingga kuartal kedua. yang menuntun ke tumbangnya Soeharto pada 21 Mei 1998. Anomali Krisis kepercayaan ini menciptakan kondisi anomali dan membuat instrumen moneter tak mampu bekerja untuk menstabilkan rupiah dan perekonomian. kita telah menyaksikan episode terburuk perekonomian sepanjang tahun 1998. dan lebih sibuk dengan manuvernya untuk merebut hati rakyat. sementara ekspor nonmigas hanya tumbuh 5. Tindakan likuidasi tanpa memperhitungkan kepanikan nasabah. gelombang hengkang para pengusaha keturunan. Untung ada jaminan atas simpanan nasabah.

Meski demikian. Bahkan sebagian besar saham-saham bank swasta telah dicengkeram oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). jauh dari memadai. juga tak menyelesaikan masalah. karena kredit yang disalurkan ke kelompok sendiri. Tambahan pula.berkembang menjadi kronis. pemilik bank sendiri harus menyuntikkan modal untuk memberi roh pada perbankan. Akan tetapi pengambilalihan Bank Indonesia atas saham-saham perbankan nasional. telah membuat mereka lari tunggang langgang. telah pula menjadikan pemilik menghadapi beban yang terus bertambah. Kebijakan di bidang keuangan dan perbankan seringkali direvisi. BI harus menanggung semua beban yang ada di perbankan. Akan tetapi angka itu dianggap terlalu moderat. Pertama adalah warisan dari kepanikan nasabah yang mengakibatkan sumber pendanaan kosong melompong. Bisa dikatakan. ada beberapa karakter yang membantai industri perbankan selama tahun 1998. Secara de facto. Beban bankir semakin bertambah saja. Resesi ekonomi telah mencampakkan semua kredit yang disalurkan menjadi sampah. Akan tetapi itu tidak dapat dilakukan. kebijakan yang dikeluarkan pun-untuk menyehatkan perbankan-seperti anak-anak bermain tali. Ironisnya. Selain warisan dari penyakit masa lalu. Kredit bermasalah bank sendiri pun mencapai kurang lebih Rp 300 trilyun. tiba-tiba dihadapkan pada beban dashyat akibat borok-borok industri perbankan. sebagaimana di berbagai negara. Pemilik bank juga bangkrut. ** SEBELUM rencana rekapitalisasi. Tarik ulur hampir selalu mewarnai kebijakan pemerintah atas perbankan. terjerat kredit macet. Akibatnya. Kekhawatiran akan bisnis yang tidak nyaman di Indonesia. Bank Indonesia memang menyuntikkan likuiditas berupa BLBI. pola pengembalian . Pemerintah memang merencanakan rekapitalisasi dengan penerbitan obligasi. Namun pemerintah pun kini bagai tunggang langgang. yakni suku bunga kredit yang lebih tinggi ketimbang suku bunga simpanan nasabah. Diperkirakan akan ada Rp 257 trilyun untuk menyuntikkan modal perbankan. pemilik saham mayoritas perbankan nasional adalah pemerintah melalui Bank Indonesia. sebagian kredit itu telah menguap dan sebagian besar menjadi simpanan pemilik bank yang ada di sistem perbankan internasional. Ada lagi faktor lain yang mewarnai. bank-bank kita sudah tinggal gedung-gedung saja tanpa isi. pemerintah menjadi penolong mayoritas kesulitan perbankan. Akibatnya terjadi negative spread. Borok-borok itu. Idealnya. Idealnya. ada sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menyehatkan perbankan. sangat jelas terlihat pada peringkat perbankan yang mayoritas berkategori B (modal sudah menjadi negatif 25 persen terhadap aset) dan C (modal sudah negatif di bawah 25 persen) terhadap aset. Akan tetapi pengenaan suku bunga BLBI. angka Rp 257 trilyun itu juga bukan hal mudah untuk dipenuhi. Ambil contoh.

belum memperjelas arah kebijakan pemerintah yang hendak ditempuh dalam dunia perbankan. *** DI tengah kebingungan itu. Sampai akhirnya setelah melalui bebagai perdebatan. Maka itu. kita bertanya. Sebenarnya kebingungan dan kepanikan dalam masyarakat secara tidak langsung diciptakan sendiri oleh pemerintah melalui kebijakan yang tidak utuh. Akan tetapi jumlah bank yang bisa bertindak seperti hanya dalam bilangan jari tangan. Bagaimana pun. termasuk yang dalam kategori investasi portofolio-berbentuk saham obligasi atau produk di pasar uang lainnya. itu hanyalah bank-bank asing atau campuran. Bagaimana menyehatkan perbankan.dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang berubah-ubah. Lalu bagaimana prospektif perbankan nasional? Hingga saat ini tak ada yang bisa memberikan jawaban tuntas. hal itu sudah terjadi. juga masih merupakan langkah sumir. Namun yang jelas. domestik maupun dunia internasional di berbagai seminar. dan sekaligus juga perbankan satu negara. Mereka belum cukup mampu mengucurkan kredit. Berbagai kalangan. tahun 1999. Kalaupun ada yang bisa beroperasi normal. Aliran modal itu. mengamati industri perbankan sepanjang tahun 1999 adalah sesuatu yang mereka nantikan. adalah yang juga disebut sebagai foreign direct investment (aliran investasi asing langsung). Untuk kawasan Asia Pasifik. atau bankbank swasta yang selama ini cukup berhati-hati menyalurkan dananya. peran aliran modal sudah menjadi penyangga perekonomian. jangan heran jika masyarakat terus bingung. termasuk Indonesia. Aliran modal lainnya. . Sebagaimana diketahui. Maka itu. hal itu mutlak diperlukan. kemudian diubah lagi menjadi satu tahun. likuidasi adalah suatu yang tak terhindarkan. juga sangat kebingungan melihat endemik penyakit perbankan. akan masih terus dilanjutkan dengan sejumlah pertanyaan bagaimana menyelesaikan perbankan. tetapi untuk menyehatkan industri perbankan. kebijakan pemerintah yang plintat-plintut bisa membingungkan pelaku pasar dan mengurangi kepercayaan masyarakat pada dunia perbankan. dalam dunia yang sudah terintegrasi ini. yang bisa dikatakan. Sebelumnya pemerintah menentukan batas waktu pengembalian BLBI selama lima tahun. Dengan rekapitalisasi perbankan pemerintah berobsesi menciptakan perbankan yang sehat dan kuat serta mampu bertarung di pasar global. Tahun 1999. sekarang muncul program rekapitalisasi (penambahan modal) perbankan yang merupakan bagian dari kebijakan restrukturisasi perbankan nasional. industri perbankan belum bisa diharapkan beroperasi seperti sediakala. Itu merupakan bagian dari reformasi perbankan. Setelah kebijakan pengembalian BLBI sudah agak terang dan jelas. pemerintah menetapkan batas waktu empat tahun bagi pemilik lama saham mayoritas bank beku operasi (BBO) dan bank take over (BTO) untuk menyelesaikan kewajibannya. Sebenarnya ada hal paling urgen yang kelihatannya tak punya korelasi. Hingga kini semua itu masih menjadi tanya besar? Maka itu. Namun keunikan Indonesia. Kebijakan yang hendak dilaksanakan itu pun.

Suksesnya pemilu dan Sidang Umum di tahun 1999 tidak serta merta terjadi begitu saja. Apabila demikian.tidak bisa segera membalikkan arus modal keluar menjadi arus modal masuk. pemerintahan yang demokratis dan didukung rakyat. Artinya perekonomian nasional berada di persimpangan jalan antara kemungkinan terjadi recovery dan kehancuran. mengingat intensitas kekerasan dan kejadian perampokan dan penjarahan yang membuat masyarakat merasa tidak aman masih sering terjadi. Karena itu. Sebaliknya tokoh-tokoh nasional juga harus berani mengakui pemerintahan yang sekarang. Melalui dialog nasional tersebut. maka pemulihan ekonomi sulit diharapkan dalam waktu cepat. Korea Selatan dan Thailand. apabila diinginkan ekonomi akan segera pulih. keinginan seluruh rakyat Indonesia yang menghendaki agar pemilu berlangsung jujur. Jangankan untuk berbinis. rencana pegelaran dialog nasional sangat penting. ketenangan politik. tertib dan sesuai dengan aspirasi sebagian besar rakyat merupakan keharusan. Sebaliknya. meski dipandang menarik. Mulai saat ini harus dipersiapkan. Menurut dia. bila kerusuhan sosial terus meningkat dan pemilu tidak dapat dilaksanakan. apakah pemilu akan berjalan jujur dan adil. karena investor pasti akan datang kembali ke Indonesia. kondisi perekonomian di tahun 1999 berada dalam situasi yang kritis. serta demokratis harus benar-benar dilaksanakan dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. *** MELIHAT pentingnya faktor penyelesaian politik. adanya kepastian hukum dan sistem peradilan yang independen. maka dengan cepat ekonomi Indonesia akan pulih. Namun bayangan kegagalan masih berkecamuk. bahwa dirinya bersifat transisi dan hanya mempersiapkan pemerintahan yang akan datang. Kita sama-sama menghendaki. Pemerintah sekarang berani mengakui. serta menyadari pentingnya kembali arus modal masuk itu. pembenahan sektor ekonomi terutama moneter juga sangat penting. transparan. apabila . Selain masalah politik. adalah hal mutlak yang harus didengarkan otoritas. tetapi kerusuhan berdarah telah membuat investor ngeri untuk masuk ke Indonesia. masuknya aliran modal asing sebagai jalan terbaik dalam pemulihan ekonomi hanya bisa terjadi kalau ada pemerintahan yang bersih. LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Pemulihan Ekonomi Tergantung Penyelesaian Agenda Politik PELAKSANAAN agenda politik secara aman. Laksamana Sukardi menilai. Investor bersikap menunggu. Peluangnya separuh-separuh. Oleh karena itu. serta demokratis. adalah negara yang paling jitu dan lihai. Untuk Indonesia. Kedua hal itu menjadi syarat pembentukan pemerintahan yang bisa dipercaya rakyat. adil. lancar. untuk berkunjung pun mereka sudah enggan. didukung rakyat. diharapkan tokoh-tokoh yang terlibat menyamakan persepsi bahwa pemilu harus berhasil dan sesuai aspirasi rakyat.

Sebab. Kabut tebal (situasi sosial politik-Red) menyebabkan pengendara (baca: pengusaha) tidak bisa memandang jauh ke depan. maka tidak akan ada kegiatan ekonomi. Kalau penyelesaian politiknya baik.* LAPORAN AKHIR TAHUN BIDANG EKONOMI Rupiah dan Saham. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. Pengusaha tidak mungkin mengandalkan pasar domestik. bank-bank BUMN harus juga selesai. Yang terjadi. karena tidak ada kodal kerja dan perdagangan. mengakhiri krisis perbankan kepercayaan dunia internasional terhadap pemerintah tergantung dari penyelesaian utang tersebut. Apabila persoalan bank ini tidak diselesaikan. yaitu restrukturisasi perbankan dan utang luar negeri. para pengusaha hanya meningkatkan volume dan penjualan dari yang sudah ada. Meliuk-liuk Bagai Ular . tetapi intensitas kekerasan sudah cukup tinggi. maka pengendara itu tidak punya pilihan lain kecuali menghentikan perjalanannya dan menunggu sampai kabut itu berlalu. restrukturisasi perbankan harus berhasil. masyarakat mendukung pemerintahan yang baru. dunia usaha melihat kondisi perekonomian nasional di tahun 1999 ibarat seseorang yang sedang mengendarai mobil di tengah "kabut tebal". Sebelum mengatasi perbankan swasta. Haryadi B Sukamdani mengatakan. Oleh karena itu sikap para pengusaha di tahun 1999 ini sudah pasti akan menunggu. tetapi luar negeri. maka yang ada hanya rasa waswas dan gamang. apalagi nanti kalau mendekati kampanye dan pemilu. Kedua. Dua persoalan mendasar yang harus diselesaikan. Pertama.kita mengharapkan pemulihan ekonomi. Yang dikhawatirkan ialah kalau terjadi gejolak sosial akibat kegagalan pemilu yang tidak menampung aspirasi rakyat. Investasi tidak akan ada. Dengan pertimbangan-pertimbangan seperti itu. masalah utang luar negeri pemerintah dan swasta. Atas dasar pertimbangan keselamatan. Seberapa jauh masalah utang LN ini bisa diselesaikan. sebagai pengusaha pihaknya memang harus optimis. pemerintah harus berani melakukan penutupan bank-bank yang memang tidak solvent. Rencana rekapitalisasi kemungkinan besar tidak akan berhasil. maka kredibilitas turun dan investor enggan masuk ke Indonesia. dengan demikian hanya tinggal sedikit bank yang kuat dan profesional. Sebab pemilu masih jauh. Oleh karena itu. Tetapi kalau melihat di lapangan terutama perkembangan politik yang ada. maka ekonomi akan cepat sekali kembalinya. Bila default.

Bursa saham pun demikian halnya. setelah mata uang yen Jepang mengalami depresiasi tajam 12 Juni 1998.000. Menjelang tutup tahun 1998. Kondisi ekonomi yang mengalami kontraksi hingga minus 13 persen. *** MENGIKUTI perjalanan kurs rupiah dan indeks saham selama tahun 1998 ibarat naik turun gunung dengan lembah dan ngarai yang terjal.000 sampai Rp 8. Hal itu diikuti gelombang kerusuhan dan aksi politik yang sepertinya tidak habis-habisnya setelah mundurnya Soeharto. bergejolak dan jika digambar terlihat seperti ular yang meliukliuk. suku bunga bank yang melambung memberikan dampak buruk bagi perusahaan-perusahaan termasuk yang sudah terdaftar di bursa.RUPIAH pun tak mau ketinggalan telah menorehkan tinta merah dalam sejarah perekonomian. mengakhiri krisis perbankan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) bulan September lalu akhirnya mencapai titik terendah 254 poin. inflasi yang tinggi. Masih ingat ketika kurs rupiah hampir menembus Rp 17.000. Kecenderungan pelemahan rupiah pasar. terus menjadi-jadi sejak aksi penembakan mahasiswa Trisakti tanggal 12 Mei dan aksi penjarahan 14 Mei di Jakarta. "Batas rupiah adalah langit.000 per dollar AS. Kurs rupiah selanjutnya terjun bebas mencapai Rp 17. Pukulan bertubi-tubi atas rupiah mencapai gongnya.000 bulan Juni lalu." ujar pengamat ekonomi Hartojo Wignjowijoto ketika kurs rupiah terus melemah mendekati Rp 17. .000 per dollar AS pada 17 Juni 1998? Begitu Soeharto menyatakan diri mundur sebagai Presiden ke-2 RI tanggal 21 Mei 1998-yang diinginkan pasar dan diperkirakan bisa meredakan gelombang-tak juga menolong rupiah. Hal serupa juga dialami rupiah yang cenderung membaik sejak September lalu dan kini terus bertengger pada level Rp 7. Tingkat suku bunga yang mulai menurun akibat inflasi yang mulai terkendali dan aksi spekulasi pada valuta asing yang mulai mereda ikut membantu. Rupiah masih sekitar Rp 11. indeks saham sedikit menapak naik melampaui tingkat 400 poin. tingkat paling rendah selama sejarahnya.

000 per dollar AS pada bulan Februari. harga-harga saham juga kembali melonjak. Manuver-manuver politik semakin memperburuk kepercayaan pasar atas perekonomian Indonesia. Kurs rupiah segera kembali menguat hingga di bawah Rp 10. Bukan hanya itu. Revisi atas RAPBN 1998/ 1999. kepercayaan akan perekonomian Indonesia secara perlahan . Kondisi negatif ini semakin diperparah dengan perkembangan global seperti jatuhnya kurs yen. Kehadiran calon wakil presiden BJ Habibie pada waktu itu. Akan tetapi kondisi ekonomi dalam negeri ternyata tidak bisa lagi diharapkan untuk mendukung rupiah agar tetap stabil sejak Bank Indonesia (BI) melepaskan rentang intervensi 14 Agustus 1997 dan menutup 16 bank swasta bulan November. membuat pasar berkeyakinan bahwa Indonesia masih akan tetap dengan ekonomi biaya tinggi. Setelah sempat melambung melampaui 700 poin pada bulan Juni 1997. krisis keuangan Indonesia ternyata sudah melebar menjadi krisis ekonomi. juga menunjukkan sikap serius pemerintahan menghadapi krisis. suatu tindakan revisi pertama yang dilakukan pemerintahan selama ini. Kurs rupiah setahun yang lalu masih bergerak antara Rp 4. Beruntung. Akibatnya.000.000 per dollar AS. Sikap pemerintah yang juga tarik ulur dalam mencapai kesepakatan program bantuan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) semakin mempersulit keadaan.Rp 8. Kesepakatan dengan IMF juga memberikan sentimen positif krisis ekonomi Indonesia akan segera membaik. Intervensi BI di pasar valas ikut membantu. *** SEBAGAIMANA dikatakan banyak pengamat. krisis juga mulai masuk ke politik yang selama ini praktis menjadi "kawasan tabu". indeks saham terus terjun bebas hampir mendekati 300 poin pada bulan Desember dan Januari 1998.000. Indeks terus naik melampaui 500 poin pada Februari 1998. Tidak terlalu "buruk" apabila dikaitkan dengan keadaan saat ini yang bergerak antara Rp 7.000 . para investor asing mulai mengincar saham-saham unggulan Indonesia yang ketika itu sudah sangat murah. Menurut pengamat pasar modal Jasso Winarto saat itu. Di bursa saham. Bahkan sempat berada di bawah Rp 8.Pasar memang tidak bisa kompromi dengan perkembangan politik.Rp 5.000 . Hal serupa juga terlihat pada harga-harga saham di BEJ. penandatanganan letter of intent pemerintah dengan IMF tanggal 15 Januari membuat pasar valas dan saham bereaksi positif pada membaiknya perekonomian.

Sayangnya. there are the revival of ethno-nationalism in the provinces of Aceh (in the northern Sumatra). Letter of credit (L/C) dari Indonesia tidak lagi diterima semua pihak di luar negeri. Harga rokok ataupun air mineral jauh di atas harga per lembar saham. Jerman. Tidak jarang. mulai pupus. langkah pemulihan ini belum terlihat di bursa saham. secara perlahan mulai membaik. Itu berarti. harus mulai diselesaikan dari diri sendiri. diperkirakan sekitar 9. Akibatnya. apakah kurs rupiah dan indeks saham ini masih akan stabil pada tingkat ini saat memasuki tahun 1999? Penghujung tahun 1998. dan cepat diperlukan.000). Tekanan terhadap rupiah mulai melemah. persoalan yang dihadapi seseorang atau sebuah negara. Sejumlah negara sahabat juga mulai memperlihatkan sikap mendukung program ekonomi Indonesia.* MIGRATION AND CONFLICT IN INDONESIA By. Waktu itu. rupiah yang mencapai kurs paling rendah. Unfortunately in the same time. tegas. sejak itu kurs rupiah terus anjlok hingga mendekati Rp 17. Pasar valas maupun bursa saham seperti telah patah arang terhadap pemerintah RI. Jangan sampai malah menimbulkan kebingungan dan ketidakjelasan. Indeks harga saham juga mulai menunjukkan tendensi merosot menembus angka 400 poin dengan beberapa kali naik sedikit sekadar koreksi kecil. tekanan terhadap rupiah semakin bertubi-tubi. Sejak Juni dan Juli 1998. Transparan. pihak peminjam di luar negeri mendesak para penerima pinjaman di dalam negeri agar segera membayar utangnya. Akan tetapi sebagaimana dikemukakan. harga saham di BEJ sudah senilai harga permen. Harga-harga saham terus berjatuhan. Tri Nuke Pudjiastuti♦ Since 1998 the political uncertainties and acute economic crisis have result of the long ruling authoritarian regime of President Suharto and design the installation of a new democratic system. Seperti telah diungkapkan di atas. setelah sejumlah perundingan bagi penyelesaian utang luar negeri pihak swasta dicapai kesepakatan di Frankfurt. IMF juga mulai mengucurkan dana bantuannya.8 milyar dollar AS utang jangka pendek pihak swasta Indonesia yang jatuh tempo. pemerintah sejak sekarang harus bisa menyelesaikan semua persoalan ekonomi dan politik yang di dalam negeri. jelas. rupiah dan bursa agak pulih. Pertanyaannya. which was started with East Timor to be independent.namun pasti. Lebih kalut lagi. ethnic and violence ignited at many places in Indonesia.000 (di Singapura sudah mencapai Rp 17. Irian Jaya and “religious” violence between the majority Muslims and minority Christians on the eastern Maluku . Indeks saham pun terus turun hingga bulan September mencapai titik terendah 254 poin. Then.

April 2001: <http:www. economy and political problem of ethnic. 10-13 June 2002 ♦ Researcher at the Centre for Political Studies. VAM Unit Jakarta. New Issues In Refugee Research. race and among groups) which actually it created negative impact for harmonize of civil society. It is potential in Indonesia and the seed of conflict were planted more than 30 years ago. but also from Sumatra. One of big real effect is in the grassroots population which directly faces the violence and the hard time in the shelters and tents as internally displacement persons (IDPs). when the complex process of state making was not creating political space for pluralism. Http://www. the government is also still weak and ineffectual in dealing with the situation.idpproject. as Susan F Martin remains that their flow is caused more of push factors in their home communities which is fuelled by conflicts. In the recent years Indonesia still continues to suffer. it seems no real government effort to solve the IDPs problems. not only from Kalimantan and Ambon.ch/refworld/pubs/pubon. human right abuses and political repression that displace people from their home communities. Martin.3 million persons. Ethnic violence . Since the crisis started the structure Indonesian society faces many social. 3 It could be detected from stigma of Indonesian and Chinese minority. it will focus on what actually the reason was behind the movement and how to create the solution. Surabaya and Palembang. It was more in the SARA concepts (ethnic.Islands and Poso (Central Sulawesi). 1 IDP actually is a part of forced migration.unhcr. Since 1998 the flow of IDPs is already more than 1. such as among social relationships or political cooperation. See Susan F. However. the Indonesian Institute of Sciences (P2P-LIPI). Sulawesi. today in the social-political transition there is changing pattern and more complicate. Moreover social commitment was so fragile. Discussing IDPs in Indonesia. which the stronger indication has shown on 13-14 May 1998 tragedy at Medan Jakarta. Solo.1 This flow of them becomes recent phenomenon around regions in Indonesia. 2 1998.htm> 2 See the data of WFP. religion. Resistance of Ethnics Ethnic tension actually is not a recent phenomenon.2 Although there are some actions from many kinds of local. national and international organizations since This paper will be presented at 2002 IUSSP Regional Population Conference in Bangkok. Remaining the IDPs problem that will be discussed.org/database/. but more uniforms. when a sustainable economy recovery is so slowly and looks un-focusing. Even many the violence remains linked to elements of the military. Working Paper 41: Global Migration Trends and Asylum. Irian Jaya dan Nusa Tenggara.

such as at Situbondo (East Java). These three regions had long histories of resistance to central authority in Java. communal and seed of ethnic consciousness. Papua dan Riau. Rangkas Dengklok (West Java).ignited with East Timor’s drive to independence. That was such as what happened in Maluku 1999. The suffer continues and secular nationalism which based on region and largely on the sidelines. in January of that year Ambonese Christians mobilized anti-new settlers feeling against the Bugis (ethnic from Sulawesi) and Butonese minorities.4 The main reason of conflict actually related with the history of new settlers came and the reason why they live there. This pattern is also showed in Waikabubak. . and Pekalongan (Central Java). to their cause. First. Sumbawa and Bima ethnics. which are Moslem. but there are some those dominated. These social conflicts phenomenon is interested in term of friction and transformation pattern from Indonesian and Chinese minority pattern to the local people and the new settlers and the other things. the revival of ethnonationalism in the provinces of Aceh (in northern Sumatra) and Irian Jaya. Bara Dalam Sekam: Identifikasi 3 dimensional and latent. there are Sasak. East Nusa Tenggara. Maluku. From this phenomenon of conflicts. Unfortunately at the same time government recruited employees. the economic and political conflict multi dimensional and latent pattern grows particularly in the regions which actually had religion harmony. West Nusa Tenggara. Sumba. which mostly the Moslem and usually they should be the ICMI member. Central Lombok and Senggagi Tour region. between local ethnic and Maduras in East Kalimantan. Beside that.al.6 In Mataram the composition of ethnic are so heterogenic. as usually in other region in Indonesia. which the majority is Christian. All are the economical reasons. such as violence between the majority Muslims and minority Christians on eastern Maluku islands and Poso–Central Sulawesi. have consequences the ethnics conflicts. social. as their identity. the violence dispread to West Lombok district. Tasikmalaya. economic and political dimension. whereas in fact from the people composition. When social violence was trigger by government recruitment employees (Pegawai Negeri Sipil= PNS) at East Nusa Tenggara. (2) Political conflict movement and nationalism. Look Riza Sihbudi et. as occurred at Ambon and Mataram. Akar Masalah dan Solusi atas Konflik-konflik Lokal di Aceh. the new settlers are much less than local people. Those situation causes the widespread of conflict have succeeded in attracting religious matter.5 This condition really disappointed and discriminated the Ambon Christian indirectly. Religion becomes tool of pressure the mass movement. there are three general patterns of conflicts: (1) Economic and political conflict multi 3 Since 1996 there were the big and wide riots with religious. and (3) Natural resources struggle.

because cultural differences that usually divide ethnic groups. February 1999. 7 restaurants. This organization spread to all of Indonesian Provinces through PNS. and 14 cars were burnt. Republika. and Media Indonesia. The Sambas conflict was so unique. 2001 and Syamsuddin Haris. The Asian Foundation and Erlangga Publisher. Bandung. The violence fights and murder. Dayak and Chinese with Madurese. Indonesia di Ambang Perpecahan. this political conflict ethnic movement and nationalism kind of conflict actually grows on the region which has good and rich natural resources. even genocide could not be avoidable. the local people feel on the discrimination position. Anatomi Kerusuhan Sosial Di Indonesia (The Anatomy of Social Conflict in Indonesia). Therefore. Kerjasama Kantor Menteri Negara Riset dan Tehnologi RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Riau and Irian Jaya. 8 March 2001. He remains that there are conception of the role of cultural differences in the politics 7 See Riza Sihbudi et al. 4 Second. it was among Malay. Even though the base of conflict is economic interest. in Syamsuddin Haris et. 1999: 314. Although the base of conflict much more of economic interest. communal and seed of ethnic consciousness pattern is showed such as in Sambas. Suara Pembaruan. such as even the Madurese in Kalimantan does not adapt easily with other Madurese in Madura Island – East Java. January 2001: 9-11. West Kalimantan. 77 houses.al. such as churches. the straightforward relationships between economic competition and ethnic conflict are difficult to establish. Then they took revenge by burning houses. preferences and imputed aptitudes and environment. 29 shops. 6 In the first case shows a lot of places burnt. Started from the armed robbery have been done by Maduras to Melayu on 17 January 1999 on Paritsetia village. The political power which is base on PNS is use to be on the new order regime. history. but the economic problem explains much more at the top than at the bottom of developing societies. See P2P-LIPI research. which is called ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia. . separatist movements are the best way for them. 4 Kompas. but not the extent of the emotion invested in ethnic conflict. Yayasan Insan Politika. 5 Around the end of 1995. The national government has controlled them to much and exploited their natural resources all. such as in Aceh. that involves as the parts of managing these resources. under Suharto power.Kerjasama LIPI. but the local people do not have enough power and resource sharing. 8 Kompas. the Jakarta Post. 8 June 2001. economic theories can explain it as a part of conflict interest. the former Vice President BJ Habibie developed the new Moslem organization. Mizan. Menristek RI dan Pustaka Mizan. 2 May 2001. Potensi Disintegrasi Nasional: Kasus Empat Dearah. Every ethnic or a part of ethnic usually has difference in culture.8 Much more obviously. Indonesian Academic Moslem Community). As Horowitz points out that ethnic conflict are often labelled cultural conflicts.Kerjasama PPW-LIPI. Such relationships are not wholly absent. 7 Third. this natural resources struggle. 2002.

Http://www. It really becomes the fuse factor of conflict.000 IDPs from Central and West Kalimantan of the recent outbreaks of violence living in appalling in tents and shelters in Pontianak. Respiratory diseases were not the only problem. Ethnic Groups in Conflict. Sampit. especially in . 1985: 135-136. West Kalimantan. They have lost everything. 10 Http://www. In Aceh.9 In spite of this. which are in widespread from many conflict places in Indonesia.html/ 11 Source: WFP. Thus the core of problem is marginalization of local communal that is related with the self of ethnic identity. Left at lease 200 dead and an estimated 60.10 AS seen in the map one. Sambas.12 People who have been forced to leave their homes because of conflict are put in an extremely vulnerable situation. many after having been threatened by rebels. Such as scores of IDPs now live in camps or shelters along with conflict of many areas in Aceh. University of California Press.000 people temporarily displaced. The Flow of Internally Displacement Persons (IDPs) Nothing expression in discussing the situation and condition can say just “becoming stranger at their own house”. but the culture of new settler or the government. 6 In July 2001 the approximately 60.321. the main camps of IDPs are widespread in almost all Indonesian islands. As seen in map two. many in the face of violent police and military “sweeps” for suspected rebels. the number of persons displaced by the conflict ebbed and flowed. California. VAM Unit Jakarta. but tens of thousands fled their homes over the course of the year. 9 Donald L.idpproject. Poso and Irian Jaya.org/database/. The worse ethnic conflict affects the flow of displacement population in many places in Indonesia. Thousands of non-Acehnese migrated to other provinces in Sumatra and Java.5 of ethnic relations. the dominate culture does not come from the local community. which make the society has many cultural sections and one of them dominates the others.hrw. It is so hard to establish the exact figure. This has evoked frustration among the displaced. the intention of population flow recently around 1. which includes internal as well as across borders. but the available information shows that large IDPs do not find enough shelters in organized camps or protected areas.org/wr2k1/asia/indonesia. Central Sulawesi had first emerged in a 1998 fight over a local political appointment. Ambon. or military barracks with very limited infrastructure. There was also a scarcity of clean water. which resulted in sharp increases in the number of people suffering from diarrhea and skin disease. which lives day-to-day in temporary camps. Horowittz.136 people (30 November 2001)11. such as: The eruption of a separate Christian and Muslim conflict in Poso.

Kompas. Children. Medan. because neither the provincial nor national government has provided meaningful 12 Koran Tempo 16 July 2001 7 June 2001. but many of them face another conflict with local people. In actual fact both the local people and IDPs of Maluku originate from Button Island. Madura. In Sampang Madura. IDPs seem have taken some chance of land for working. Suara Pembaruan. The worse situation is the psychical condition among IDPs. Since 1998 there is some Crisis Centre that . they have found themselves treated as aliens by the local. It is possibly.13 Beside that.15 Although it looks can run in the daily time. for example. Most of them came with little more than the clothes they were wearing. It is interested.17 After that. are struggling to suppress the growing strain of accommodating thousands of IDPs Madurese from conflict in Central Kalimantan.14 Most of them are the responsibility of feeding and houses on the local villagers in Sampang. 22 October 2001. Life in the various camps is actually fraught with suffering. actually the Button ethnic. Although the IDPs only left the island around two generations ago. Nusa Tenggara and Central Sulawesi. Until on 8 October 2001 IDPs in their camp have been involved in deadly bawls with local community. in some places there are potential conflict with the local people. particularly when they work as a vendor or labourer. which come from not only local and national NGOs but also international NGOs and other countries governments. which live at Sampang district. because they promote the new conflict with local population in the new place. because trauma to threaten far away with their parents. It seems that both the local Buton ethnic and the Butan IDPs have had difficulties to find to integrate themselves after the long separation. for example they are from Sampit. Some of them have to shuffle from one place to another as manual labourer to make ends meet. maybe because the IDPs have been exposed to different cultures in Ambon. 7 assistance so far. but the local community of Buton is reluctant to accept them. These all go to show that they really need the humanitarian assistance. Central Kalimantan. 25-30 April 2001 13 Republika. such job which does not easily create new opportunities in the camps where they live. Maluku Island.000 IDPs from Sampit are spread on 40 villages are in psycho-social trauma. 14 The Jakarta Post. actually IDPs’ flow or displacement population in Indonesia is still far from reducing the conflict. There are the small example.the economic sense. they have been virtual prisoners in their camp and have not been allowed to go outside the camp. More than 55. which can find in many places IDPs camps or shelters such as in West Kalimantan. one of the examples. for examples. IDPs from Maluku in Buton. do not want to go to school and develop social live.16 The local residents always corner and portray the Maluku IDPs as trouble-makers and frequently have been violence to them.

special for social conflicts in Indonesia. There are around 800 IDPs families resettled to transmigration settler unit (Unit Pemukiman Transmigrasi: UPT) Donggala district – South-east Sulawesi. but still no really effort of government to maintain a sense of unity and domestic security. This concept means that every citizen can stay and live in all other places in Indonesia. the government and police should not blame ethnic Madurese. Kompas 8 March 2001. but again. 9 Sampit. This physical rehabilitation project actually has some serious weakness that should be understood. Although at that time the National Board Coordination (Badan Koordinasi Nasional = Bakornas) created for tacking the natural disaster and refugee (or IDPs) and now under the State Minister of Social Welfare participate dealing with natural disaster and IDPs. normalization and resettlement back. 8 government. These policies are in the three kinds of project: transmigration. The concept of resettlement is in contradiction with the concept of Indonesian nation building and state building. there is no real government effort to prosecute anyone to stop the conflict and offer the humanitarian aid for IDPs. Sulawesi. 17 Ibid. such as Suara Karya 27 August 2001. Resettlement policy is as the one of solving problem in many places for IDPs looks a good point for them. Koran Tempo 12 May 2001. transmigration project already did to some of IDPs in Sulawesi. See many new about IDPs in Sampang. However . They are active to providing humanitarian assistance. Kalimantan. The Unclear Government Policies Since the government of President Abdurrahman Wahid. without concerning with what ethnic they are. when they did not want to do resettlement. IDPs from Aceh resettled from Medan to Bengkulu. 16 The Jakarta Post. At the side of that. 22 December 2001. there is not sense of urgency of the Government. Through the Social Welfare Minister Bachtiar Chamsyah tried to adopt a part of the policy of transmigration. which usually they work together with international organisation and many other NGOs and sometimes with 15 Many local family of five are now having to accommodate and feed as many as 20 50 IDPs. from food. Therefore. space and help send children of IDPs to local schools also. the national government and police exploited their power to push Madurese to move other places. Ambon and Irian jaya. It means also one ethnic group can not claim their land is their ethnic land. 12-13 and 19-20 October 2001.18 And. Actually there are policies of the IDPs. Media Indonesia and Koran Tempo. particularly in many places in Sumatra. which it has to have for encouraging sense of belonging among societies. but there are some fragile problems come out. in the case of Madurese in 18 Kompas. Media Indonesia 19 July 2001. it was not causes directly by inter-group differences. which try to give solution of displacement. First. a closer examination of the conflicts and the causes of conflict. They share all.

using and highlighting their ethnic diversity as a justification for mobilization support. the state is weakened. with a single predominant ethnic group. 10 Now this kind of people movement has gone down. Lake and Rothchild remain that there are some push and pull factors. whether they are majority or not within their respective communities. such as problems of commitment.the ethnicity merely becomes an excuse for using of state force to quell violence and historically the Indonesian government has been quick to seek IDPs behind the veil of only ethnic conflict without addressing the real issues. This pattern of misery has been replicated in other parts of Indonesia. 19 David A Lake and Donald Rothchild. Princeton University Press. Most of ethnics or religious violence has happened in areas or regions where there is a diverse mix of ethnicity. New Jersey. institutions and infrastructure that guaranteed equitable distribution and protected and respect the indigenous peoples’ sensitive in promoting real growth. the International Spread of Ethnic Conflict: Fear Diffusion. there is a number of conflict pattern cannot be ignored. Historically the first Madurese arrived in Kalimantan in 1930s in the transmigration program which was initially started by the Dutch colonial. No chance for them to share in the exploitation of their traditional resources.20 The case in a point is one episode of ethnic violence in Kalimantan. which are an inextricable part of the Dayak way of life. Spread Fear: The Genesis of Transnational Ethnic Conflict. being replaced by palm oil and coconut plantations. but the exercise can prove that in the recent picture many local people is anger and violence to the arrival people dealing with ethnic or religion reasons actually is more the existence of identity. Second. Even though this pattern could not use generally. Under transmigration program the government hoped to ease the pressure of the growing population in Java and populate those areas of Indonesia that were less densely populated and the abundance of natural resource. cultural domination and polarize society. The transmigration program in Kalimantan resulted in rainforests. and Escalation. was a recipe for disaster. security dilemma. Word “normalization” actually is the ideal idea for solving the problems. but the hardest to be implemented. The combatants in the several ethnic conflicts are around Indonesia. but the process of mix diverse cultures without supporting of adequate policies or delivery mechanisms. normalization of the riot places.19 Although statistic can mislead. 1998: 4. This situation made the Dayaks soon found them at the bottom of the economic without pursuing their traditional means of exercise. there has been a long history of conflict between the Dayaks (the indigenous people of Kalimantan) and the Madurese (the new settlers). The numbers increased dramatically in the 1970s as a direct consequence of Indonesian government’s transmigration plan. Case .

Although they could not be generalized. . informal leader of both ethnic should in the same understanding to the root of conflict and the facilitated factors. Normalization means returning the situation normally but because of the lack of professionalism among military and police raises concern over out of control abuses of human rights. Some places in conflict areas indicated that the excesses of the security approach highlighted by events in Aceh. many factors should be taken into account to normalize the situation. not more try to catch the rioters. there are some main things need to be consider. It is so important. because the main risk to develop again the societies without infrastructure create the new problem and conflict with local people. but nothing other than for security on region. Ambon and Irian Jaya. So. government need to impose a state of 20 Sidhesh Kaul. thus the normalization starts with the preventive situation.21 The infrastructure and other financial capital for IDPs should be developed first. 11 civilian emergency. 9 March 2001. Talking normalization. It needs good and fast effort of police or government to anticipate them. Moreover. On one hand. Historically. the mechanism of reconciliation between them is needed. Firstly. which local and new settlers communities feel safety and not necessary displaced. but as long as it is implemented properly and the operation is under good control of them. Actually the condition will not much better than resettlement through transmigration. Indonesian government did not have an experience dealing with making situation in the regency is deemed to have returned to normal from the societies perspective.by case of ethnic conflict indicates that the government and police reacted to the situation slowly. “normalization” in the Indonesian government or police’s way of action mostly has contradiction meaning. They should be responsibility for protecting the people got violence. mosques and churches have been burn down in a wave of violence. On the other hand. Third. resettlement back the IDPs is not always a fair solution. but the most important is normalization when the violence happened. normalization should not to the point after the riot. Secondly. houses. they seem take no responsibility for the situation and give this problem to the communities. There are a lot of constrain that should be accounted. with in same understanding each other will be expected they have sense of belonging to their IDPs and it can easier to find the way out of solving the IDPs problems. Actually. the role of local government. such as in Central Sulawesi. when they so reactive their approaches. Government sometimes do not take into account the financial things which have lost. Sometimes. Ethnic Conflict or Policy Failure? The Jakarta Post.

28 March 2001. because effort to solve the conflict and the IDP problems has been so slow. 22 Bob 12 living in the diversity ethnics and should be respect each other. the most important is the process of normalization should not for the stability of region. 1-5 March 2001. Such as in Sambas. 5 December 2001 Sugeng Hawinata.22 It is not easy for both ethnics to be cooled down and understand each other soon. Global 8/2001: 28. and way too late. such as: Media Indonesia.Additionally. considerable authority has been passed directly to districts and municipalities. Suara Pembaruan. Beside suffering and ethnicity conflicts. 24 March 2001. Thousands of them are in need of medical care. Suara Karya. When government already try delegated the task of solving the conflict and to look after the IDPs to the provincial government. In 1999 Indonesian parliament approved legislation number 22/1999 and 25/1999 which shifted political and economic power from centre to the 23 See many newsletters in Indonesia. They need more time to understand that they are 21 The Jakarta Post. Kompas. Under new legislation. food and shelter. the Malay community has remained unwilling to accept the Madurese IDPs. 6 March 2001. 13 region. The Local Authority as the Alternative Many people have begun to suspect that there is an unexplained grand design to destroy the Indonesian nation building. Too much blood has already been split for there to be any chance of reconciliation in the near future and the government has insufficient legitimacy to exercise any sort of moral authority over local population. but for building understanding and sense of mix diversity ethnics. Still the statement of local and national government are more uniform and distortion dealing with human tragedy. delegating to solve the conflict problem and IDPs actually really close to the new policy that dealing with decentralization region in Indonesia. 13 March 2001. Kontan.24 Mac Donald . by passing provincial governments.23 Megawati is not really sensitive with the conflict and IDP camps. while officials are making excuses about some obstructions to peace. Republika. also IDP problems could also destabilize society. Hakekat dan Dinamika Konflik Domestik di Negara Berkembang. Whatever steps the government decides to take now will be far too little. The autonomy province and district should see as a challenge as their authority to develop their-own societies. 12 March 2001. A responsible government would be marshalling resources for providing humanitarian aid for IDPs. Therefore these problems should be minimized with supposing considerable challenges to Indonesian cohesion and corporation among provinces.

it should be in emergency period and temporary. April 2001:181. building the integrated pattern of settlement is dealing with the level of ability to buy it. 23 March 2001. it has not been smooth. Among ethnic can learn and develop their respect each other. Actually government and NGOs have been learning about how to deal with conflicts and IDPs today. they can take their all responsibility in their region. Even though the implementation of legislation number 22/1999 does not yet clear. Indonesia: Living Dangerously. This condition has emerged which not only causes the destroyed regions. 30 percent of earnings from natural gas. Differences root of conflict and level of conflict have shown the intensity of the conflict itself and the effect to their societies. Second. In the frame of decentralization it does not mean they should solve by themselves. 25 Scoot B. include the Province and Districts can play their own role. 14 the uncontrolled IDPs to many places and regions in Indonesia. but also 24 The distribution is districts will receive 80 percent of income from most mining and logging operations. especially since the end of Soeharto’s era. See Thamrin Amal Tomagola. and 15 percent from oil. Conclusion Conflicts between people of different ethnic background have spread of and mushroomed in many places in Indonesia in the last few years. The settlement should not be compartmentalized as before the riot. If the military still involve the local riot. Suara Pembaruan. also 20 percent of local income-tax and at least 25 percent of special fund of centrally collected revenue.26 there are the main stream that could be consider. Current History.and Lemco discuss that although an effort has been made to implement meaningful decentralization. particularly to Java Island. As Indonesian sociologic Tomagola recommended for Sampit conflict. Undang-Undang (Legislation) Number 22 and 25 /1999. but how they together manage the conflict and the IDPs. MacDonald and Jonathan Lemco. The last one is how local government and communities get their power and resources sharing with national government. Weak economies and turbulent politics have effect such as raising regional or province tensions and reducing national integrity. there are some positive thing that can be done by local government and community. he gives some suggestion that give the solution for resolution of conflict and also for to manage the IDPs get their settlement. Even increasing friction is not only among ethnic itself but also between national and local government. 26 Thamrin Amal Tomagola wrote that after knowing the root of conflict.25 Uncertain has grown that the new legislation risks failure. particularly to make decision about solving IDP problems. In this case national and local Governments. First. They need social and political . education and cultural facility. Anatomi Konflict Sampit. Many conflicts and that kind of displaced people have the possibility of undermining stability of state and Indonesian security treat. with doing strengthened the local police.

Sidhesh. Syamsuddin. New Issues in Refugee Research. 16 July. P2P-LIPI research. Yayasan Insan Politika. Hakekat dan Dinamika Konflik Domestik di Negara Berkembang. Horowittz. 12-13 and 19-20 October 2001. The Indonesian government – in the central or in the province and district – should take this chance. in Syamsuddin Haris et. but also their community in term of the nation building and the pluralism society in Indonesia. Princeton University Press. February 1999.html/ Kaul. 24 March. 1999. Kerjasama LIPI. Indonesia di Ambang Perpecahan. Kerjasama Kantor Menteri Negara Riset dan Tehnologi RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Bandung. Maluku. 12 March 2001. Republika. Donald L. Menristek RI dan Pustaka Mizan. 13 March 2001. Current History. New Jersey. Anatomi Kerusuhan Sosial Di Indonesia (The Anatomy of Social Conflict in Indonesia). Mizan. Kontan.al.unhcr. . Kompas.htm> Media Indonesia. Lake. Http://www. Working Paper 41: Global Migration Trends and Asylum. 19 July. Bob Sugeng. which is dealing with pluralism society. Indonesia: Living Dangerously. Scoot B. Global 8/2001: 27-39. This proposal appears to be somewhat premature. and Escalation.Kerjasama PPW-LIPI. David A and Rothchild. Martin. California. Donald. Potensi Disintegrasi Nasional :Kasus Empat Dearah. Jonathan .org/wr2k1/asia/indonesia. if not they will lose their legitimacy worse. 12-13 and 19-20 October 2001. January 2001. Koran Tempo 12 May. Then they can build the new pattern of settlement. 1985: 95-140. 9 March 2001.al. but steps need to be taken to begin to seriously consider the most meaningful forum or mechanism for a regional dialogue in Indonesia. April 2001: <http:www. Susan F. Therefore. Ethnic Groups in Conflict. February 1999. Ethnic Conflict or Policy Failure? The Jakarta Post.Riza et. 2002. local government and local communities should work together and open their main that decentralization actually is not only on the context of region building. 25-30 April. 15 References Haris. MacDonald. Papua dan Riau.ch/refworld/pubs/pubon.hrw.dialogues among them. Hawinata. the International Spread of Ethnic Conflict: Fear Diffusion. Sihbudi. 7-8 June 2001. Spread Fear: The Genesis of Transnational Ethnic Conflict. and Lemco. 1998: 3-32. 12-13 and 19-20 October 2001. Bara Dalam Sekam: Identifikasi Akar Masalah dan Solusi atas Konflik-konflik Lokal di Aceh. University of California Press. 1-5 and 8 March. The Asian Foundation and Erlangga Publisher. April 2001.

Suara Pembaruan.org/database/ Teori dan Kerusuhan di Dua Kota Kolom. Anatomi Konflik Sampit. sedangkan yang “segelintir kalangan" adalah kaum non-Islam dan non-pri.idpproject. 16 Map 1. 5 and 22 December 2001.mengumbar nafsu angkara murka serta berkelakuan seperti binatang. 28 March.meminjam kata Kiai Makmun. Jika potensi demikian sudah muncul. Perimpitan semacam inilah yang melahirkan potensi kecemburuan sosial yang sangat tajam. jawaban paling populer yang diberikan para pengamat.idpproject. 11 Januari 1997 Tanggal dimuat: 11 January 1997 Kerusuhan di Tasikmalaya dan Situbondo sudah selayaknya membuat kita menarik napas dalam-dalam. bagi teori ini.Suara Karya. akar persoalan kerusuhan sosial di dua kota itu adalah kesenjangan sosial-ekonomi yang makin melebar. The Estimated of IDP’s Flow in Indonesia on 2001 19 Source: WFP. 6 March. Internally Displacement Persons Champs Source: Many sources in The Jakarta Post. Dalam teori ini. VAM Unit Jakarta. WFP. hasil pembangunan hanya dinikmati segelintir kalangan. tokoh pesantren di Tasikmalaya -. Ini berarti kesenjangan sosial-ekonomi yang melebar itu berimpitan dengan perbedaan etnik dan religius. Mayoritas masyarakat hanya mendapat tetesannya. dan pejabat terhadap kedua pertanyaan ini. http://www. Menurut teori ini. nuansa dan pengungkapan etno-religius dari kerusuhan di Situbondo dan Tasikmalaya . dapat disebut sebagai teori kesenjangan. GATRA. 2 May.Thamrin Amal. 23 March 2001 Undang-Undang (National Legislation) Number 22 and 25 /1999. Tapi. VAM Unit Jakarta. 2001 18 Map 2. The Jakarta Post. menurut teori ini. 27 August 2001. Http://www. Dengan demikian. sederhananya. 22 October 2001. February 1999. Dalam peristiwa ini ribuan orang menggelar "pengadilan jalanan" dan -. maka kita tinggal mencari faktor pemicu kecil bagi lahirnya kerusuhan besar. Tomagola. Suara Pembaruan. "mayoritas" yang tersisih itu adalah umat Islam dan pribumi. Mengapa kerusuhan "primitif ' ini muncul berturut-turut justru pada saat pertumbuhan ekonomi berlangsung pesat? Apakah kerusuhan ini menandakan memburuknya hubungan etno-religius di negeri kita? Seperti terbaca di berbagai media.org/database/. aktivis. Pembangunan ekonomi di bawah Orde Baru memang sangat berhasil. Selama beberapa jam di dua kota ini situasi sosial berubah menjadi "situasi alamiah" ala Hobbes: manusia yang satu menjadi serigala bagi manusia lainnya.

asumsi semacam ini patut diragukan. misalnya. kalau teori ini benar. Tentu. kita jangan terpaku sepenuhnya pada sebuah penjelasan yang tampaknya "sudah benar". Kedua. Pertama. Dua alasan ini memang belum memadai untuk menolak sama sekali teori kesenjangan itu. akibat pertumbuhan ekonomi yang pesat. Akar persoalannya terletak pada realitas "objektif': pada kondisi sosial-ekonomi kita yang makin timpang.34 %. untuk memahami peristiwa penting seperti di Situbondo dan Tasikmalaya itu. Singkatnya. Dalam hal ini teori lain yang patut dipikirkan adalah teori yang lebih bersifat psikologis-kultural. karena itu sangat gampang menjadi teori yang dominan.hanyalah bentuk luarnya. terlebih Jakarta. maka kita bisa bertanya: kenapa kerusuhan itu justru terjadi di Situbondo dan Tasikmalaya? Kenapa bukan di Jakarta dan Surabaya? Di dua kota ini. dan agamanya. ekses-ekses ketimpangan hidup berdampingan sangat ekstrem. Setidaknya ada beberapa hal yang membuat saya ragu atas teori ini. kelompoknya. Buat saya. atau paling tidak diperdebatkan lebih-jauh. kalau teori kesenjangan benar. Kita belum memandang seseorang sebagai individu. kota utopia yang bersih dari keserakahan. teori ini bersandar pada sebuah asumsi yang akhir-akhir ini jarang dipertanyakan lagi.34%. melainkan sebagai "keturunan asing" atau "Islam" atau "pribumi".33%. Tapi justru karena itu pula kita harus hati-hati dan melontarkan beberapa pertanyaan. teori ini memang cukup mudah dimengerti sesuai dengan popular sentiment yang ada dalam masyarakat kita. kalau memakai ukuran yang berbeda. Lebih jauh lagi. Sebaliknya. Pada 1969-1970. akhir-akhir ini melalui kebijaksanaan publik dalam beberapa bidang kehidupan (misalnya . maka Jakarta mestinya sudah lama porak-poranda dilanda kerusuhan massa. Kita masih memandang manusia lain berdasarkan asal-usulnya. Yang penting adalah. kesimpulan berbeda dapat pula dimunculkan. Kita tak lebih timpang. Kalau dibandingkan dengan Jakarta. sebagai si Ruly atau si Tuti. Kita mungkin akan tiba pada angka-angka yang sedikit lebih kecil atau sedikit lebih besar. rasionya 0. dengan cuaca pegunungannya yang sejuk. dalam realitas ketimpangan kita tak terjadi perubahan berarti selama 20 tahun ini. dan pada 1993 0. Dari fakta yang ada. angka-angka yang tampak tak banyak berubah. maka Tasikmalaya. Teori ini menerima kenyataan babwa memang ketegangan etnoreligius masih hidup subur dalam masyarakat kita. Ini berarti. sukunya. bahkan mungkin berlawanan dengan apa yang ingin kita percayai. Namun saya kira akan sangat sulit mencari dukungan faktual dan dapat diuji secara akademis bagi asumsi bahwa realitas ketimpangan kita „meningkat tajam”. Jakarta adalah "surganya" ketimpangan dan keberlebihan dalam sega1a hal. yaitu bahwa kesenjangan sosial-ekonomi dalam masyarakat kita meningkat tajam. Kita juga harus membuka diri pada teori yang berbeda. dari ukuran tertentu (dalam hal ini indeks pengeluaran rumah tangga dari hasil survei nasional). atau lebih merata. mungkin dapat disebut sebagai civitas del-nya Santo Agustinus. Kalau kita amati kecenderungan dalam Index Gini sejak 1969 hingga 1993. pada 1981 0.

Pandangan umum yang beredar di Indonesia adalah bahwa konflik itu murni timbul karena persaingan antara kedua kelompok agama . penjelasan lain akan muncul dan secara empiris lebih meyakinkan.perkawinan dan distribusi ekonomi). atau karena ulah 'sisa-sisa kelompok separatis RMS' di sana. . Kita harus mengerti apa yang terjadi. lalu mengalami eskalasi setelah kedatangan ribuan anggota Lasykar Jihad dari Jawa. Intensitas konflik dipelihara oleh satu jaringan militer aktif dan purnawirawan. dan dari situ kita baru bisa mengambil langkah untuk mengatasinya. dalam dogmatisme pendidikan agama. Dalam makalah ini. kita cenderung mendorong terjadinya proses institusionalisasi bagi cara pandang semacam ini. --Kini Direktur Freedom Institute.di Maluku. ORANG-ORANG JAKARTA DI BALIK BERBAGAI KERUSUHAN Pengantar --------Tragedi kerusuhan sosial di Maluku. dalam dua setengah tahun terakhir telah menelan lebih dari 9000 korban jiwa. Mungkin setelah kita teliti dan diskusikan. Kalau semua ini tak kita lakukan. untuk melindungi kepentingan mereka. penulis akan menggambarkan bagaimana konflik itu dipicu dengan bantuan sejumlah preman Ambon yang didatangkan dari Jakarta. dalam pencarian legitimasi bagi sebuah negara nasional. Jakarta.Kristen dan Islam . penulis juga akan mengungkapkan agenda militer dalam memelihara kerusuhan-kerusuhan itu. yang terentang dari Jakarta sampai ke Ambon. Ichsan Malik. Berbeda dengan pandangan umum itu. yang bisa merontokkan dasar-dasar kebangsaan kita? *Mahasiswa S3 Jurusan Ilmu Politik. haruskah kita menunggu peristiwaperisiwa lain yang lebih besar. 30 Maret 2001). Bagi teori ini. menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Karena itu pula saat ini kita sangat membutuhkan perdebatan dan diskusi-diskusi publik yang terbuka terhadap berbagai persoalan mendasar dalam masyarakat kita. Ia menyebutnya sebagai 'tragedi kemanusiaan terbesar di Indonesia' belakangan ini (Kompas. akar persoalan kerusuhan sosial seperti di Situbondo dan Tasikmalaya harus dicari pada dimensi yang lebih bersifat subjektif. dengan kata lain. Dalam hal ini kita harus melihat bagaimana pendidikan civic diberikan dalam bentuk indoktrinasi yang membosankan sejak SD hingga universitas. penelitian kepustakaan dan wawancara-wawancara penulis dengan sejumlah sumber di Maluku dan di luar Maluku menunjukkan bahwa tragedi itu secara sistematis dipicu dan dipelihara oleh sejumlah tokoh politik dan militer di Jakarta. dan masih banyak lagi. Selanjutnya. dalam retorika yang digunakan pemimpin. Semua ini tentu saja tak harus benar dan relevan. The Ohio State University.

Akhirnya, dalam kesimpulan penulis akan mengajukan beberapa usul untuk penyelesaian kasus Maluku. Jaringan Preman Ambon ---------------------Pada tahun 1980-an, seorang preman Ambon beragama Kristen di Jakarta, Ongkie Pieters membangkitkan rasa hormat dan ketakutan di kalangan kaum muda Ambon, tanpa menghiraukan agama mereka. Meskipun penghidupan mereka didapatkan lebih dengan menggunakan otot ketimbang otak, para preman Ambon di Jakarta masih menghormati tradisi pela (persekutuan darah antara kampung Kristen dan kampung Islam). Kalau berkelahi, mereka sering memakai ikat kepala merah, yang lebih merupakan simbol ke-Ambon-an yang berakar dalam kultur Alifuru ketimbang lambang agama Samawi yang mereka anut. Hal ini secara radikal berbeda dengan makna yang kini diberikan terhadap 'merah' sebagai simbol Kristen dan 'putih' sebagai simbol Islam. Tidak berapa lama, seorang preman Ambon yang lain, Milton Matuanakotta muncul ke tengah-tengah gelanggang. Ia memiliki banyak pendukung di kalangan kaum muda baik di kalangan Ambon Kristen maupun Muslim, dan dengan cepat menjadi lebih populer di kalangan preman Ambon di Jakarta daripada pendahulunya. Pada saat itu, orang-orang Ambon Muslim beranggapan perlu memiliki 'pahlawan' mereka sendiri, maka mereka memilih Dedy Hamdun, seorang Ambon keturunan Arab. Figur ini agak kontroversial, sebab di satu sisi ia aktif berkampanye untuk PPP, tetapi di sisi lain suami artis Eva Arnaz itu juga bekerja untuk membebaskan tanah bagi bisnis properti Ibnu Hartomo, adik ipar bekas Presiden Soeharto. Entah karena aktivitas politik atau bisnisnya, di awal 1998 Deddy Hamdun diculik bersama sejumlah aktivis PRD, Aldera, dan PDI-P oleh satu reguKopassus bernama Tim Mawar yang berada di bawah komando Jenderal Prabowo Subianto, menantu Presiden Soeharto waktu itu. Hilangnya Hamdun setelah 3 1/2 bulan dalam tahanan Tim Mawar (Siagian 1999: 20-21) mengubah peta politik preman Ambon di Jakarta. Kepemimpinan pemuda Muslim Maluku diambilalih oleh Ongen Sangaji, seorang preman Maluku Muslim yang juga anggota Pemuda Pancasila. Secara ironis, dalam bersaing untuk loyalitas di kalangan kaum muda Maluku di Jakarta kedua pemimpin preman itu juga bersaing dalam mendapatkan akses ke bisnis keamanan pribadi anak-anak Soeharto. Milton memperoleh akses ke mereka melalui Yorris Raweyai, wakil ketua Pemuda Pancasila yang berasal dari Papua Barat dan dekat dengan Bambang Trihatmodo. Selain itu, Milton adalah ipar Tinton Soeprapto, pimpinan arena pacuan mobil milik Tommy Soeharto di Sentul, Bogor. Sementara itu, Ongen lebih dekat ke Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut melalui Abdul Gafur, bekas Menteri Pemuda dan Olahraga di zaman pemerintahan Soeharto. Anak buah Ongen terutama berasal dari desa-desa Pelauw dan Kalolo di Haruku. Menjelang Sidang Istimewa MPR November 1998, ketika B.J.Habibie berusaha mencari mandat untuk melegitimasi kepresidenannya, sejumlah politisi, jendral dan usahawan menciptakan kelompok paramiliter baru untuk menangkal aksi-aksi demonstrasi mahasiswa yang menentang pencalonan kembali Habibie.

Kelompok Pam Swakarsa ini antara lain terdiri dari preman-preman Ambon Muslim yang direkrut oleh Ongen Sangaji. Dukungan keuangan untuk kelompok ini berasal dari keluarga Soeharto dan seorang pengusaha keturunan Arab, Fadel Muhammad, yang dekat dengan keluarga Soeharto. Sementara dukungan politis untuk kelompok itu berasal dari Jenderal Wiranto, Menteri Pertahanan waktu itu, Mayor Jenderal Kivlan Zein, Kepala Staf KOSTRAD waktu itu, Abdul Gafur, Wakil Ketua MPR waktu itu, dan Pangdam Jaya Mayjen Djadja Suparman. Untuk meningkatkan militansi para milisi yang miskin dan berpendidikan rendah itu, mereka diindoktrinasi bahwa para aktivis mahasiswa adalah "orang-orang komunis" yang didukung oleh jendral dan pengusaha Kristen. Dengan demikian banyak anggota PAM Swakarsa beranggapan bahwa mereka ber'jihad' melawan "orang kafir". Kenyataan bahwa bentrokan yang paling sengit antara para mahasiswa dan tentara terjadi di kampus Universitas Katolik Atmajaya, hanya karena kedekatan kampus itu dengan gedung parlemen, memberikan kesan kredibilitas dari propaganda sektarian dan anti komunis ini. Dalam kerusuhan Semanggi menjelang Sidang Istimewa MPR itu, empat orang anak buah Ongen yang berasal dari Kailolo (Haruku), Tulehu dan Hitu (Ambon), dan Kei (Maluku Tenggara), dibunuh oleh penduduk setempat yang berusaha melindungi para aktivis mahasiswa dari serangan kelompok milisi Muslim itu. Maka terbukalah peluang untuk menghasut preman-preman Ambon Islam itu untuk melakukan balas dendam. Konyolnya, balas dendam itu tidak diarahkan terhadap para aktivis mahasiswa, tetapi terhadap sesama preman Ambon yang beragama Kristen. Kesempatan itu timbul ketika terjadi kerusuhan di daerah Ketapang, Jakarta Pusat, pada hari Minggu dan Senin, 22-23 November 1998. Apa yang dimulai adalah percekcokan antara para satpam Ambon Kristen yang menjaga sebuah pusat perjudian dan penduduk setempat segera berkembang menjadi kerusuhan anti Kristen di mana lusinan gereja, sekolah, bank, toko, dan sepeda motor dihancurkan. Ternyata, kekuatan-kekuatan dari luar dikerahkan untuk mengubah konflik lokal itu menjadi konflik antar-agama. Kekuatan-kekuatan luar ini mencakup sekelompok orang yang mirip orang Ambon, yang menyerang lingkungan Ketapang pada jam 5.30 pagi. Mereka dibayar Rp 40.000 ditambah makan tiga kali sehari untuk menteror orang-orang Muslim setempat. Meskipun salah seorang dari mereka yang tertangkap adalah orang Batak yang kemudian disiksa dan dibunuh oleh penduduk setempat, namun mayoritas preman ini adalah orang Ambon anggota PAM Swakarsa bentukan Gafur. Mereka yang menyerang semua penduduk setempat yang terlihat melintas di sekitarnya dan membakar semua sepeda motor yang diparkir di depan mesjid setempat yang menyebabkan jendela-jendela mesjid itu pecah. Dipicu oleh kabar angin bahwa sebuah mesjid telah dibakar oleh 'orang-orang kafir', penduduk Muslim setempat balik menyerang orang-orang luar tadi dengan dukungan para anggota Front Pembela Islam (FPI) yang didatangkan dari berbagai tempat di Jakarta. Selama kerusuhan ini, enam orang meninggal korban main hakim sendiri oleh penduduk Muslim setempat dan para anggota FPI. Tiga orang dari korban itu adalah orang-orang Kristen dari Saparua dan Haruku.

Memang tidak jelas apakah rangkaian pembunuhan terhadap para preman Ambon di Senayan dan Ketapang itu telah dipersiapkan oleh sekutu-sekutu politik Soeharto. Yang jelas, kerusuhan di Ketapang mengukuhkan monopoli sebuah pusat perjudian lain di jalan Kunir, Jakarta. Pusat perjudian itu dikelola oleh Tomy Winata, mitra bisnis Bambang Trihatmodjo dan teman dekat Yorris Raweyai dari Pemuda Pancasila. Terlepas dari motif di balik pembakaran pusat perjudian di Ketapang, pembunuhan terhadap para preman Ambon Muslim dan Kristen itu mengakibatkan kedua kelompok itu bertekad melakukan balas dendam terhadap satu sama lain di kampung halaman mereka di Maluku. Dengan menggunakan kerusuhan Ketapang sebagai alasan, aparat keamanan di Jakarta menangkap semua orang Maluku yang tidak memiliki KTP, dan menaikkan mereka ke kapal penumpang sipil maupun Angkatan Laut yang berlayar ke Ambon. Menurut seorang sumber penulis yang berlayar dengan KM Bukit Siguntang ke Ambon pada bulan Desember 1998, sekelompok preman Ketapang yang menumpang di geladak kapal dengan suara keras menggembar-gemborkan niat mereka untuk membalas dendam terhadap musuh mereka di Ambon. Di mata orang awam, langkah-langkah aparat keamanan ini tidak tampak mencurigakan, karena banyak orang Ambon Kristen pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Natal, sementara banyak orang Ambon Muslim juga merencanakan untuk melalui bulan puasa dan liburan Idul Fritri bersama sanak keluarga di kampung mereka. Baru kemudian tersebar berita bahwa antara 165 dan 600 pemuda Ambon telah berlayar pulang ke Ambon selama akhir tahun 1998. Di antara mereka terdapat preman Ambon Kristen yang terlibat dalam serangan fajar di Ketapang, maupun Sadrakh Mustamu, kepala keamanan di pusat perjudian Ketapang. Ongen Sangaji dan Milton Matuanakotta juga termasuk preman Ambon yang pulang ke Ambon pada akhir tahun 1998, untuk menyulut kerusuhan di sana. Preman Ambon yang datang dari Jakarta, segera melebur ke dalam kalangannya masing-masing. Di kotamadya Ambon yang berpenduduk hampir 350 ribu jiwa itu, dunia preman dikuasai oleh dua orang tokoh yang berbeda kepribadiannya, Berty Loupati yang masih muda lebih merupakan seorang preman profesional, serta Agus Wattimena yang tua, seorang penatua (anggota Majelis Gereja) yang juga jago berkelahi. Berty Loupati adalah pemimpin kelompok 'Coker' yang didirikannya awal 1980-an di daerah Kudamati dekat RS Dr. Haulussy setelah ia pulang dari "berguru" ilmu kriminalitas kelas teri (petty crime) di Surabaya. Kelompok ini adalah hasil peleburan kelompok-kelompok preman yang lebih kecil di Ambon, seperti Van Boomen, Papi Coret, Sex Pistol. Anggota kelompok preman gabungan itu kurang lebih seratus orang, Nasrani maupun Muslim. Walaupun anggotanya ada juga yang perempuan, Coker semula merupakan kepanjangan dari "Cowok Keren" ('Handsome Boys'), walaupun kemudian ada yang mempelesetkan arti Coker menjadi Cowok Kerempeng ('Skinny Boys'), karena kebanyakan anggotanya memang kurus kerempeng. Di kemudian hari, setelah konflik antar-agama mulai berkecamuk di kota Ambon, majalah mingguan Tajuk (April

1999) mengubah arti Coker menjadi 'Cowok Keristen' ('Christian Boys'). Singkatan "Cowok Kristen" itu kemudian dipopulerkan oleh media massa yang mendukung kehadiran Lasykar Jihad di Maluku. Di luar struktur Coker, Agus Wattimena mendirikan Lasykar Kristus, khusus dibentuk untuk berperang melawan kelompok milisi Islam asli Ambon sertaLasykar Jihad yang datang dari luar Ambon. Jagoan yang sering menyandang pistol Colt kaliber 45 mengaku punya 60 ribu anak buah (Hajari 2000). Tidak jelas seberapa jauh kebenaran klaim Agus itu. Yang jelas, adanya dua kelompok yang sama-sama mengklaim membela kepentingan masyarakat Ambon Kristen menimbulkan rivalitas yang sangat tajam antara Berty dan Agus, apalagi setelah beredar kabar burung bahwa Berty mulai condong ke kepentingan penguasa dari Jakarta. Tidak lama setelah nama Agus Wattimena diumumkan sebagai "Pimpinan Akar Rumput" (Grassroots Leader ) Front Kedaulatan Maluku (FKM), yang diproklamasikan oleh dokter Alex Manuputty dan kawan-kawannya pada tanggal 18 Desember 2000, riwayat Agus tampaknya sudah tamat. Hari Selasa malam, 20 Maret 2001, Agus Wattimena tewas tertembak di rumahnya sendiri, dengan dua lubang tembakan di jidat dan lengan kirinya (Jakarta Post, 22 Maret 2001). Menurut sumber-sumber Lasykar Jihad (Laskarjihad.or.id, 21 Maret 2001), "Agus ditembak oleh pesaingnya, Berty Loupatty, kepala geng Coker (Cowok Kristen), yang satu daerah dengan Agus. Berty dan Agus memang akhir-akhir ini sudah tidak akur dan pernah terlibat baku tembak melibatkan seluruh anak buah mereka di kawasan Kudamati beberapa bulan lalu". Namun melihat pola adu domba antara sesama kelompok sipil yang semakin sering dilakukan oleh kelompok-kelompok militer di berbagai penjuru Nusantara, bisa saja Agus Wattimena ditembak mati oleh seorang sniper profesional. Soalnya, ia baru dibunuh setelah melibatkan diri secara langsung dalam sebuah organisasi yang terangterangan memperjuangkan kedaulatan rakyat Maluku yang diproklamasikan oleh RMS tahun 1950. Jadi saat itu ia bukan lagi sekedar panglima satu kelompok milisi yang semata-mata memperjuangkan keselamatan separuh penduduk kota Ambon yang beragama Kristen. Kendati demikian, buat kebanyakan orang Ambon yang beragama Kristen, kematian laki-laki setengah ompong berumur 50 tahun itu tetap dihargai sebagaimana layaknya gugurnya seorang pahlawan. Ia dikuburkan di tengah-tengah 400 orang anakbuahnya yang telah meninggal terlebih dahulu di kota Ambon. Kematiannya tidak hanya diperingati di kota Ambon, tapi juga oleh masyarakat Ambon Kristen di Jakarta, dihadiri oleh sejumlah artis terkenal. Sementara itu, Ongen Sangaji dan Milton Matuanakotta sudah sama-sama bersembunyi untuk menghindarkan diri dari kemarahan masyarakat Ambon di Jakarta. Ongen kabarnya telah bersumpah untuk tidak akan terlibat lagi dalam proyek kerusuhan di tempat-tempat lain di Indonesia, sedangkan Milton kabarnya disembunyikan atas perintah Jenderal (Purn.) Wiranto, yang peranannya akan dibahas kemudian dalam makalah ini.

Eskalasi dua tahap ------------------Setelah dipicu oleh para preman Ambon dari Jakarta, konflik di Maluku dapat dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama mulai Januari 1999 sampai dengan akhir April 2000, dan ditandai oleh saling menyerang antara penduduk Kristen dan Muslim yang sebagian besar menggunakan senjata primitif buatan sendiri, termasuk bom rakitan. Ada keseimbangan kekuatan antara kedua belah fihak. Selanjutnya, fase kedua mulai dari bulan Mei 2000, yang ditandai oleh kedatangan orang non-Maluku, yang sebagian besar adalah orang Muslim dari Jawa, Sulawesi, dan Sumatera, yang dikenal sebagai Lasykar Jihad. Mereka membawa senjata modern dan bersekutu dengan personil militer Muslim yang berjumlah 80% dari pasukan yang ditempatkan di kepulauan rempah-rempah itu. Perkembangan ini secara total menghancurkan keseimbangan sebelumnya, dan menciptakan perimbangan kekuagan yang menguntungkan orang Muslim. Selama tahap pertama, ketika secara relatif jumlah orang yang terbunuh masih sedikit dan tingkat kebencian antaragama belum mencapai klimaksnya, maka operasi intelijen direncanakan secara cermat untuk mengkondisikan kedua komunitas menerkam leher satu sama lain, segera setelah kerusuhan sosial dipicu. Operasi-operasi intelijen ini mencakup penyaluran pamflet-pamflet provokatif di kalangan penduduk dan penyaluran handie-talkie di kalangan pemimpin kelompok-kelompok setempat agar kerusuhan dapat dipicu secara simultan dalam jangkauan yang luas. Beberapa pamflet tanpa nama yang disebarkan di Ambon menjelang kerusuhan bulan Januari dan Februari 1999, memperingatkan kedua belah pihak, bahwa pihak lain sedang merencanakan untuk membakar rumah-rumah ibadah mereka, dan memperingatkan sebuah kelompok etnik bahwa kelompok etnik lain sedang merencanakan untuk membinasakan mereka. Pamflet-pamflet serupa disebarkan di kalangan kaum Muslim di Maluku Utara, menjelang kerusuhan bulan Agustus dan November 1999. Ditandatangani oleh para pemimpin gereja Protestan di Ambon, isi pamflet-pamflet itu mendesak orang Kristen untuk membinasakan semua orang Muslim. Salah satu pamflet jatuh ke tangan aparat desa di Tidore. Sebuah pertemuan diadakan dan ketika pendeta setempat, Ari Risakotta, tidak muncul untuk menjelaskan isi surat itu, ia diserang dan dibunuh di rumahnya. Mengingat bahwa pertarungan yang masih berlangsung di Ambon, rasanya sangat tidak mungkin bahwa ada pemimpin gereja menginginkan konflik itu merambat ke daerah lain di kepulauan itu. Jadi dapat disimpulkan bahwa pamflet-pamflet ini dibuat oleh para agitator yang sangat profesional, yang mengenal masyarakat Maluku Utara dengan sangat baik. Akhirnya, setelah perang saudara berlangsung beberapa bulan dan kedua belah fihak telah banyak saling membunuh, seruan jihad dikumandangkan oleh organisasiorganisasi militan Muslim yang didukung oleh sejumlah politisi Muslim dalam tablig akbar pada tanggal 7 Januari 2000 di Lapangan Monas Jakarta, yang menjadi platform untuk memobilisasi kekuatan-kekuatan Lasykar Jihad, untuk dikirim ke Maluku. Sepintas lalu, semua perkembangan ini tampak berlangsung secara spontan. Tetapi di

bawah permukaan, ada dua jaringan yang saling berhubungan, yakni jaringan militer dan jaringan Muslim militan, yang masing-masing punya agenda sendiri, tetapi dipersatukan oleh tujuan bersama untuk menyabot tujuan pemerintah untuk menurunkan kekuasaan militer dan untuk menciptakan masyarakat yang terbuka, toleran, dan bebas dari dominasi suatu agama. Jaringan Militer -----------------Jaringan militer yang menjembatani kedua tahap itu terentang dari Jakarta sampai ke Ambon, dan terdiri dari perwira-perwira aktif maupun purnawirawan yang bekerja keras untuk memprovokasi orang-orang Muslim dan Kristen untuk bertarung. Mereka termasuk dalam faksi militer yang dengan kuat menentang pengurangan politik dan kepentingan bisnis militer, atau ikut dalam jaringan ini untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dari sorotan dan kemungkinan pengadilan atas pelanggaran hak-hak asasi manusia serta kejahatan melawan kemanusiaan. Dua orang jendral purnawirawan, tiga orang jendral aktif, dan seorang pensiunan perwira TNI/AU, terlibat dalam jaringan ini. Mereka terdiri dari Jendral (Purn.) Wiranto, Mayor Jenderal Kivlan Zein, Letjen (Purn.) A.M. Hendropriyono, Letjen Djadja Suparman, Letjen Suaidy Marasabessy, Mayjen Sudi Silalahi, dan Mayor TNI/AU (Purn.) Abdul Gafur. Wiranto adalah Penglima Angkatan Bersenjata yang bertanggungjawab atas pestapora kekerasan dan kehancuran pasca referendum di Timor Lorosa'e pada bulan September 1999, dan juga bertanggungjawab atas pecahnya kekerasan di Ambon, delapan bulan kemudian. Nama Kivlan Zein, pernah dikemukakan sekali oleh Abdurrahman Wahid, walaupun dengan secara agak tersamar, yakni "Mayjen K" (Tempo, 29 Maret 1999: 32-33). Menurut informasi yang saya peroleh, Kivlan Zein, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf KOSTRAD, memang ditugaskan oleh Wiranto untuk mengamankan Sidang Istimewa MPR bulan November 1998. Tugas itu antara lain dilaksanakan dengan pembentukan PAM Swakarsa, yang sebagian besar beragama Islam. Untuk melakukan tugas-tugas counter-insurgency semacam itu, Kivlan Zein punya satu sumber dana yang luarbiasa, yakni kelompok perusahaan Tri Usaha Bhakti (TRUBA), di mana ia duduk sebagai komisaris (Kompas, 3 November 2000). Awal November tahun lalu, anggota Komisi I DPR, Effendi Choirie dari Fraksi Kebangkitan Bangsa mendesak Departemen Pertahanan dan Markas Besar TNI agar secara serius menindaklanjuti hasil auditing BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terhadap sejumlah yayasan milik TNI, yang baru saja dilaporkan ke DPR. Di situ termasuk bisnis Yayasan Kartika Eka Paksi, pemilik seluruh saham TRUBA itu. Sayangnya, seruan politisi PKB itu tidak ditanggapi oleh pemerintah maupun para anggota DPR yang lain. Djadja Suparman adalah Pangdam Jaya yang ikut bertanggungjawab atas pembentukan PAM Swakarsa. Setelah dipromosikan menjadi Pangkostrad, ialah yang memerintahkan pasukan Kostrad di Makassar untuk terbang ke Ambon, hanya satu

jam setelah bentrokan antara seorang pengendara angkutan umum Ambon Kristen dan seorang penumpang Bugis Muslim pecah di Ambon pada tanggal 14 Januari 1999. Belakangan ini ada sinyalemen di Jakarta, bahwa korupsi sebesar Rp 173 milyar di lingkungan yayasan-yayasan Kostrad ketika kesatuan militer elit itu masih berada di bawah Djadja Suparman (Tempo, 24-30 April 2001, Laporan Utama), ada hubungan dengan kerusuhan di Maluku. Sebagian dana itu digunakan untuk membiayai pelatihan dan pengiriman 6000 orang anggota Lasykar Jihad ke Maluku. Paling tidak, begitulah yang dipercayai oleh para anggota Kongres AS, yang menolak normalisasi kerjasama militer antara AS dan Indonesia. Seperti yang telah disinggung di depan, Abdul Gafur yang mantan Menteri Pemuda dan Olahraga di bawah Soeharto itu ikut terlibat dalam pembentukan pasukan PAM Swakarsa tersebut, khususnya kelompok preman Maluku Muslim yang diketuai oleh Ongen Sangaji. Di kalangan orang Maluku di Jakarta, ia dikenal sangat tekun berusaha memecahbelah masyarakat Maluku berdasarkan garis agama. Pada 15 Mei 1995, ketika komunitas Ambon di Jakarta memperingati pemberontakan Pattimura melawan Belanda pada tahun 1817, Gafur memboikot perayaan orang Maluku di Gedung Joang di lingkungan Menteng di mana dua pemuka agama -- Kristen dan Muslim -memanjatkan doa mereka. Ia sebaliknya mengorganisir perayaan eksklusif bagi orang Maluku Muslim di Taman Mini Indonesia Indah dengan mengorganisir lari membawa obor. Pada kesempatan lain, Gafur mengatakan bahwa Pattimura beragama Islam, bertentangan dengan pandangan umum bahwa pahlawan nasional itu, yang sesungguhnya bernama Thomas Matulessy, beragama Kristen. Setelah kerusuhan meletus di Ambon, dan propinsi Maluku dipecah dua menjadi Maluku Utara dan Maluku, Gafur yang beradarah campiran Ternate dan Acheh itu segera berkampanye untuk menjadi kandidat Gubernur Maluku Utara, memanfaatkan koneksi-koneksi Golkarnya. Ketua DPP Golkar yang juga ketua DPR-RI, Akbar Tanjung, mendukung pencalonan Gafur oleh Golkar, yang menguasai kursi terbanyak di DPRD Maluku Utara (Gamma, 17-23 Jan. 2001, hal. 39; Mandiri, 28 Febr. 2001), namun sejumlah cendekiawan asal Maluku Utara menentang pencalonan orang yang selama ini sangat bersikap menjilat pantat Soeharto dan keluarganya. Tidak lama setelah kerusuhan meletus di kota Ambon, mulai beredar kabar-kabar burung bahwa kerusuhan itu didalangi oleh orang-orang Maluku Nasrani, yang ingin menghidupkan kembali 'Republik Maluku Selatan' (RMS) yang pernah dicetuskan di Ambon pada tanggal 25 April 1950, dan meneruskan perjuangan mereka lewat gerilya bersenjata di Pulau Seram hingga tahun 1964. Tuduhan itu, di mana cap 'RMS' selanjutnya dipelesetkan menjadi 'Republik Maluku Serani', yang akan dibahas tersendiri di bagian ini, sejak dini ikut disebarluaskan oleh Letjen (pur) A.M. Hendropriyono, mantan Menteri Transmigrasi dalam pemerintahan Habibie. Dalam sebuah pertemuan publik pada tanggal 19 Maret 1999 dengan gubernur Maluku, para pemimpin agama dan informal lain, serta para mahasiswa dan pemuda di Ambon, Hendropriyono melontarkan tuduhan itu. Seorang jendral purnawirawan lain, Feisal Tanjung, yang pernah menjadi Pangab dalam kabinet Soeharto, segera menggarisbawahi tuduhan Hendropriyono itu.

Hendropriyono, memang punya kepentingan praktis untuk menyebarluaskan tuduhan itu. Soalnya, setelah Soeharto dipaksa turun dari takhta kepresidenannya, peranan Hendropriyono dalam tragedi Lampung yang menewaskan sekitar 250 jiwa – termasuk perempuan dan anak-anak - pada tanggal 7 Februari 1989, mulai dibongkar oleh berbagai kelompok hak asasi manusia di Indonesia. Kolonel Hendropriyono waktu itu adalah Komandan Korem 043 Garuda Hitam Lampung yang memimpin operasi gabungan tentara, polisi, dan Angkatan Udara, ke sebuah perkampungan para migran dari Jawa, yang dicap sebagai Islam fundamentalis (Awwas 2000).Cap itu, oleh berbagai pengamat, telah dianggap terlalu berlebihan. Sebab konflik antara pemerintah dan perkampungan Islam itu, lebih berakar pada permasalahan pembebasan tanah, yang lebih jauh lagi berakar pada sejarah pembukaan daerah Lampung oleh Belanda untuk kepentingan para transmigran dari Jawa (Wertheim 1989). Dengan mengalihkan perhatian ke Maluku, dengan cara-cara yang seolah-olah merangkul kepentingan umat Islam, Hendropriyono untuk sementara waktu berhasil mengurangi sorotan para korban tragedi Lampung. Suaidy Marasabessy, seorang veteran dari perang Timor yang kemudian menjadi Pangdam Hasanuddin di Sulawesi Selatan, yang menyetujui pengiriman pasukan Kostrad dari Makassar ke Ambon, kendati mereka secara emosional berpihak untuk menentang Ambon Kristen dan membela para migran Bugis dan Makasar di Ambon, karena didorong oleh solidaritas etnik. Sebagai konsekuensinya Marasabessy dipindahkan ke Markas Besar Angkatan Darat dan dipromosikan menjadi Kasum TNI oleh Presiden Abdurahman Wahid. Baik promosi Marasabessy maupun Djadja Suparman didasarkan pada rekomendasi dari Wiranto, waktu itu masih menjadi Menko Polkam. Wiranto kemudian mengangkat Marasabessy untuk mengepalai Team 19 yang terutama terdiri dari para perwira Maluku untuk mengadakan investigasi latar belakang dari kekerasan di Maluku dan menyarankan cara-cara penyelesaian persoalan itu. Selama kedua fase konflik itu, Sudi Silalahi menjadi Pangdam Brawijaya di Jawa Timur, dan telah bertanggungjawab atas pengiriman pasukan Brawijaya berdampingan dengan pasukan Kostrad - yang ikut meningkatkan kekerasan antaragama di Maluku. Dalam kapasitasnya sebagai Pangdam Brawijaya, ia juga membiarkan ribuan anggota Lasykar Jihad untuk berlayar dari Surabaya ke Ambon, meskipun Presiden Wahid menghimbau kepada seluruh jajaran TNI dan Polri untuk menghalanginya. Harap diingat bahwa di awal bulan-bulan kekerasan, seluruh Kepulauan Maluku masih berada di bawah Kodam Trikora yang bermarkas di Jayapura, Papua Barat. Berarti sebenarnya Wiranto dapat mengirim pasukan Trikora dari Papua Barat ke Ambon, ketimbang mengirim pasukan dari Jawa dan Sulawesi Selatan, yang kebanyakan beragama Islam, untuk menghadapi kerusuhan di Maluku. Baru pada tanggal 15 Mei 1999, setelah puluhan batalion tentara tersebar di

Kepulauan Maluku, status Korem Pattimura ditingkatkan menjadi Kodam. Di Maluku sendiri, dua orang kolonel yang waktu itu berkedudukan di Ambon ikut mengipas-ngipas api kebencian antara orang Kristen dan Islam. Asisten Teritorial Pattimura, Kol. Budiatmo, memupuk hubungan dengan para Preman Kristen, khususnya Agus Wattimena, untuk mempertahankan kemarahan mereka terhadap para tetangga mereka yang Muslim, sementara Asisten Intelijen Kodam Pattimura, Kol. Nano Sutarmo, menjaga agar api tetap menyala di kalangan perusuh Muslim. Dua orang kolonel itu, yang sudah ditempatkan di Ambon ketika Suaidy Marasabessy menjadi Komandan Korem Pattimura, juga memiliki teman-teman di kalangan atas di Jakarta. Saudara laki-laki Nano Sutarno, Brigjen Marinir Nono Sampurno, adalah komandan pengawal keamanan Wakil Presidan Megawati. Ini membuat Megawati secara praktis "tertawan" oleh agenda militer, meskipun ia justru adalah orang yang ditugaskan Presiden Wahid untuk menyelesaikan masalah Maluku. Selain kedua orang kolonel itu, yang di akhir tahun 2000 telah dipindahkan dari Maluku, beberapa orang purnawirawan dan perwira aktif dan masih tinggal di Ambon juga memainkan peran dalam mengipas-ngipas api permusuhan antaragama. Mereka adalah Brigjen (Purn) Rustam Kastor dan Letkol (Pur) Rusdi Hasanussy. Lahir di Ambon pada tanggal 9 Juli 1939, Rustam Kastor adalah mantan Komandan Korem Pattimura, mantan Kepala Staf Kodam Trikora (Papua Barat), dan telah ditempatkan di Markas Besar di Jakarta. Barangkali dialah yang paling tepat dijuluki sebagai 'bapak ideologis' dari kekerasan Maluku. Ia memberikan pembenaran 'pseudo-ilmiah' untuk mengundang Lasykar Jihad ke Maluku, konon untuk menyelamatkan orang Muslim dari pembinasaan yang dilakukan oleh orang-orang Maluku Kristen, dengan menuduh orang-orang Kristen mencoba menghidupkan kembali pemberontakan 'RMS' tahun 1950 s/d 1964. Tidak hanya Gereja Protestan Maluku, tetapi juga PDI-P Megawati Sukarnoputri cabang Maluku dituduh terlibat dalam pemberontakan itu, yang bertujuan untuk menciptakan negara Maluku yang berasas Kristen, di mana tidak ada tempat bagi orang Maluku yang beragama Islam, menurut buku Rustam Kastor (2000) yang menjadi best-seller di kalangan pendukung Lasykar Jihad di Jawa. Sesungguhnya, teori konspirasi ini pertama kali dikemukakan pada 28 Januari 1999 dalam konperensi pers yang diorganisir oleh dua organisasi militan Muslim, KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) dan PPMI (Persatuan Pekerja Muslim Indonesia). Teori konspirasi ini segera disebarluaskan oleh Letjen (pur) A.M. Hendropriyono, seperti yang telah dijelaskan di depan. Seorang jendral purnawirawan yang lain, Feisal Tanjung, bekas Pangab dalam kabinet Soeharto dan terakhir menjabat sebagai Menko Polkam dalam kabinet Habibie, ikut menggarisbawahi tuduhan Hendropriyono. Teori ini kemudian menyebar seperti api yang membakar ranting-ranting kering setelah disiarkan oleh sebagian media massa di Indonesia, di mana singkatan RMS diplesetkan menjadi 'Republik Maluku Serani'. Plesetan itu mendistorsi kenyataan seolah-olah semua orang Ambon Kristen mengambil bagian dalam mendirikan

gerakan kemerdekaan ini, dan seolah-olah orang Ambon Islam semuanya menolak pemberontakan itu. Disertasi Richard Chauvel tentang pemberontakan itu (1990) menunjukkan ketidakbenaran pelesetan 'Republik Maluku Serani', dan bahwa RMS bukan bertujuan membentuk negara Kristen. Chauvel jelas-jelas membeberkan bagaimana salah seorang pemimpin RMS yang diperiksa oleh TNI setelah pemberontakan di Ambon berhasil ditumpas adalah Ibrahim Ohorella. Raja (kepala desa) Tulehu itu malah menjadi tuan rumah rapat-rapat persiapan proklamasi RMS, mengerahkan sebagian besar warga desanya untuk menghadiri proklamasi RMS di alun-alun kota Ambon yang dihadiri sekitar 9000 orang, dan memasok kebutuhan sagu senilai Rp 25 ribu (waktu itu) untuk makanan para serdadu Angkatan Perang RMS sebelum Tulehu diduduki oleh TNI. Sebaliknya, masyarakat Kristen di Ambon serta orang Ambon Kristen di luar Ambon juga tidak sepenuhnya mendukung proklamasi RMS. Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) sendiri, bersikap netral terhadap proklamasi itu. Seorang tokoh Ambon di Jakarta yang kemudian menjadi Wakil Perdana Menteri, Dr. J. Leimena, dipercayai oleh Sukarno untuk berunding dengan pencetus RMS untuk mengakhiri gerakan mereka. Setelah hampir setahun disebarkan oleh berbagai media di Indonesia, teori ini diabadikan oleh Rustam Kastor ke dalam bentuk buku (2000), yang telah menjadi paling laku, tidak hanya di lingkungan Muslim tertentu di Maluku, Jawa dan Sulawesi. Selain dari bahasa Provokatifnya tentang orang Kristen, buku itu menuding aksi demonstrasi mahasiswa Ambon secara besar-besaran pada bulan November 1998, sebagai tahap 'pematangan situasi' bagi pemberontakan RMS yang didukung oleh GPM dan PDI-Perjuangan cabang Maluku. Menurut Kastor, demonstrasi itu merupakan upaya yang sadar untuk memperlemah militer, sehingga mereka tidak akan dapat menghancurkan 'pemberontakan RMS' selanjutnya yang bertujuan untuk membersihkan Maluku dari penduduk Muslimnya. Kastor juga menuduh orang-orang Kristen memanipulasi gerakan reformasi yang dipimpin mahasiswa untuk menghancurkan perekonomian Indonesia, dan dengan demikian mempromosikan disintegrasi Republik dengan memisahkan provinsiprovinsi yang didominasi Kristen di Indonesia bagian Timur -- termasuk Timor Lorosa'e --, yang kemudian dapat membentuk negara baru yang didominasi Kristen dengan sumber-sumber daya alami yang fantastik, karena negara itu akan meliputi Papua Barat dan provinsi Maluku yang sekarang. Apa yang diabaikan Kastor dalam bukunya adalah kenyataan bahwa gerakan kemerdekaan Timor Lorosa'e dan Papua Barat ikut dipimpin oleh tokoh-tokoh Muslim setempat, seperti Mar'i Alkatiri yang kini menjadi Menteri Ekonomi dan sumberdaya Alam dalam pemerintahan transisi di Timor Lorosa'e, serta Thaha Mohamad Alhamid, Sekjen Presidium Dewan Papua yang kini sedang ditahan oleh pemerintah Indonesia di Papua Barat. Alkatiri dan Alhamid tentu saja tidak berjuang untuk menciptakan suatu aliansi negara Kristen di Timur Indonesia. Di samping itu, kehendak untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah

sersan polisi yang secara fatal dilukai oleh penembak gelap pada hari Rabu. Dengan begitu banyak tokoh militer yang terlibat dalam menghasut kekacauan di Maluku. H. yang telah didokumentasikan dengan baik oleh para jurnalis asing. 17 Mei. Keterlibatan Kopassus tidak begitu kentara sebagaimana tiga kesatuan lain. yakni pasukan-pasukan Kostrad. Kastor terlibat aktif mempersiapkan kedatangan Lasykar Jihad di Maluku.merupakan monopoli Kristen sebagaimana ditunjukkan oleh rakyat Aceh. yang sering bertindak secara tenang dan berhatihati untuk menetapkan jumlah korban yang setara bagi kedua komunitas. Alfian ("Eki") Hassanusi (10). Kopassus dan Brimob. Ambon. maka tidaklah mengherankan jika para serdadu itu dapat beroperasi dengan bebas di kedua provinsi kembar itu. Tokoh selanjutnya. Lasykar Jihad sendiri pada tanggal 21-22 juni 2000 tidak mungkin menghancurkan markas Brimob di Tantui. 2000. Pada dasarnya. Selain menulis buku untuk membenarkan perang antaragama di Maluku. dan memupuk fanatisme mereka melalui khotbah-khotbah yang membakar. Memang tembakan kepala yang fatal tidak merupakan monopoli anggota Kopassus. sebagaimana terjadi ketika empat orang tentara Kopassus berambut panjang ditahan di atas kapal KM Lambelu. ketua MUI Maluku itu pergi ke Makassar untuk merekrut enampuluh orang anggota Muhammadiyah dan mengapalkan mereka ke Ambon untuk bergabung dengan milisi Muslim lokal (TPG. mungkin merupakan satu-satunya perwira polisi aktif yang memimpin sebuah cabang Majelis Ulama Indonesia.seperti menembak dan melempar granat dari dalam drum minyak yang kosong yang digelindingkan oleh anggota Lasykar Jihad ketika menyerang kampus UKIM (Universitas Kristen Indonesia Maluku) -. dan telah dikuasai pula oleh pasukan-pasukan khusus Angkatan Darat memiliki waktu dan kesempatan yang lebih lama untuk mengembangkan keterampilan yang mematikan ini selama masa tugas mereka di Timor Lorosa'e dan berkat latihan bersama para penembak jitu SAS di Australia.atau dengan kelaziman dari para penembak gelap. ia kehilangan anaknya. Para tentara Kopassus sering menyamarkan dengan menggunakan jubah Arab dan jenggot palsu sebagai ciri Lasykar Jihad. tiga kesatuan tentara dan satu kesatuan polisi telah mengambil bagian dalam pembunuhan besar-besaran itu. pada 5 Agustus 2000. di mana sampai Mei 2000. 70% dari para korban di kedua belah pihak dibunuh atau dilukai dari tembakan senjata organik militer dan polisi. Pada bulan Juli 1999. Kehadiran para anggota Kopassus di Ambon itu sudah diketahui oleh para jurnalis sejak Januari 1999. Beberapa orang dari mereka ditangkap sebelum mencapai Ambon. Kehadiran Kopassus di antara Lasykar Jihad dapat disimpulkan dari ketrampilan tempur mereka yang khas -. Rusdi Hassanusi. Brawijaya. 1999). Tanpa dukungan militer ini. dalam setiap konfrontasi antaragama. Mereka memakai seragam loreng. kira-kira 70 orang perwira Kopassus dilihat oleh para jurnalis dan para relawan kemanusiaan meninggalkan Ambon dengan menumpang pesawat terbang militer Hercules. atau menggunakan kaos-kaos Lasykar Maluku sebagai ciri dari milisi Kristen. membakar asrama yang . Secara ironis. lengkap dengan lencana Kopassusnya. dengan mendorong sebuah peti kayu besar yang berisi perlengkapan mereka ke dalam pesawat terbang.

untuk mengirimkan enam ribu orang pemuda Muslim ke Kepulauan Maluku diharapkan dapat 'membebaskan saudara laki-laki dan perempuan Muslim mereka dari para penindas Kristen mereka'. para politisi Islam itu mengkampanyekan "demokrasi proposional" dalam sistem politik dan ekonomi Indonesia. 8. Golkar dan militer. untuk membedakan mereka dari gerakan bawah tanah yang pernah dihubungkan dengan operasi intelijen almarhum Jendral Ali Murtopo. Gerakan itu dinamai dengan nama pendirinya. Sikap itu justru bertolakbelakang dengan sikap politik Abdurrahman Wahid. karena itu mereka juga dikenal sebagai gerakan 'neo-NII'. termasuk KISDI. dan ekonomi Indponesia. Hamzah Haz. yang menurut mereka saat itu masih didominasi oleh golongan minoritas Kristen dan Tionghoa (Hefner 2000: 141-142. Tabligh akbar yang menghimbau agar orang Muslim berjihad ke Amdon dihadiri oleh Amien Rais. seperti ITB. 147-148. karena umat Islam merupakan mayoritas penduduk Indonesia.000 Orang di Monumen Nasional Jakarta pada tanggal 7 Januari 2000. 212). yang mengikuti ajaran gerakan Wahhabi. 150. mantan menteri dalam kabinet Soeharto. Di Indonesia. dan mencuri 832 pucuk senjata. Gerakan internasional ini bertujuan untuk kembali kepada Islam dari generasi awal yang didanai oleh para anggota dinasti Saud.. maka mereka harus mendominasi pemerintahan.Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah -. Wahid pun menganjurkan rekonsiliasi dengan . Muhammad bin Abdul-Wahab (1705-1787). dan lusinan seragam Brimob. mereka berkembang pesat di luar dua organisasi Muslim yang paling besar -. Maksudnya. ketua MPR. Fuad Bawazier.000 sampai 10. Keterlibatan dari tokoh-tokoh politisi Poros Tengah seperti Amien Rais. Sikap itu dilanjutkannya setelah dipilih menjadi Presiden dengan dukungan Poros Tengah. menghancurkan dua gudang amunisi. tentara.000 orang anggota Polri dan anggota keluarga mereka. Dirintis melalui ICMI di bawah pimpinan BJ Habibie. yang bekerjasama dengan jaringan militer yang diuraikan sebelumnya. Makanya ia menampik tawaran masuk ICMI dan sebaliknya ikut mendirikan Forum Demokrasi (Fordem) bersama sejumlah cendekiawan non-Muslim (Hefner 2000: 162). FPI dan Asosiasi Muslim Maluku yang dipimpin oleh Ongen Sangaji. parlemen. Seorang aktivis 'neo NII' adalah Al-Chaidar. tidak terlepas dari perbedaan pendapat mereka dengan Presiden Abdurrahman Wahid soal peranan Islam dalam kehidupan bernegara di Indonesia. yang membentuk jamaah salaf di kalangan mahasiswa di beberapa universitas negeri yang bergengsi.000 butir peluru. Tujuannya adalah untuk mendirikan negara Islam.dihuni kira-kira 2. Jaringan Muslim -------------------Berbicara tentang Lasykar Jihad membawa kita pada jaringan Muslim militan. Hamzah Haz. mantan menteri dalam kabinet Wahid. dan Fuad Bawazier itu.dalam gerakan Tarbiyah. Kebanyakan pemimpin massa yang direkrut untuk mengobarkan Jihad di Maluku berasal dari arus kaum militan Muslim baru. PPMI. berasal dari Aceh. yang ajarannya diterapkan oleh Ibnu Saud. serta 22 organisasi Muslim militan. yang mengorganisir tabligh akbar yang dihadiri antara 40. ketika ia mendirikan monarki Saudi pada tahun 1925. Tak ketinggalan.

Abdi Sumaiti alias Abu Rido. orang . Meskipun Presiden Wahid memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk mencegah pasukan Lasykar Jihad meninggalkan Jawa. membiarkan saja mereka berlayar dengan kapal Pelni. bukan di pelabuhan Angkatan Laut di Halong. Gerakan militan Muslim ini juga menikmati dukungan diam-diam dari berbagai faksi di Polri dan Angkatan Laut. Di Ambon. H. para anggota Lasykar Jihad juga dibiarkan mengapalkan senjata mereka dengan kapal lain. Laksamana Widodo (Fealy 2001). KM Tanto Sakti. Drs. tidak di seluruh Indonesia. Majalah Sabili yang dimulainya ketika gerakan 'neo-NII'-nya masih di bawah tanah. Mantan dosen agama Islam ITB itu. Abu Rido juga menentang sekte-sekte Islam lain yang dirasakannya tidak mengajarkan doktrin yang benar. Keterlibatan Lasykar Jihad berperang melawan kaum Kristen di Maluku itu karena turunnya sebuah fatwa. aparat keamanan membiarkan saja peti-peti kemas penuh senjata itu diturunkan di pelabuhan Yos Sudarso yang dikuasai komunitas Muslim di Waihoang. dan dari sana bergabung dengan gerilyawan Taliban di Afghanistan (1987-1989). Pakistan. ada ikatan yang kuat antara Lasykar Jihad dan Partai Keadilan. KM Rinjani. Fatwa itu dikeluarkan khusus untuk berjihad di Maluku. yang disembunyikan dalam kotak-kotak sabun dalam 200 buah peti kemas. pernah kuliah di Universitas Madinah. Agenda Militer --------------Dilihat dari langgengnya pembunuhan antaragama di Kepulauan Maluku. keberfihakan sejumlah besar anggota TNI dan Polri dengan fihak-fihak yang bertikai. Ja'far Umar Thalib. 25 Tahun 1966 yang melarang penyebaran faham Marxisme-Leninisme di Indonesia. Mayjen Da'i Bahtiar. dukungan politis bagi Lasykar Jihad di dalam Angkatan Bersenjata tidak hanya berasal dari faksi Wiranto di TNI/AD.kaum kiri di Indonesia dengan mengusulkan pencabutan Ketetapan MPR No. Golkar dan militer mendorong munculnya aliansi untuk mendongkel Wahid dari kursi kepresidenannya dengan antara lain menggunakan kerusuhan Maluku sebagai tongkat pendongkel. awal 2000 yang lalu. Ustadz Ja'far Umar Thalib. Sementara itu. yang kini Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan. yang mengklaim punya 'hotline' langsung ke Panglima TNI. Berbagai 'penyimpangan' ini . merupakan salah satu corong Lasykar Jihad. di mana ia bergabung dengan gerakan Wahhabi. penyebaran Lasykar Jihad yang cepat di kedua provinsi kembar itu. yang mencapai Ambon setelah kedatangan pasukan itu. juga berasal dari gerakan Wahhabi.di mata para politisi Poros Tengah. serta ketegaran para perwira dari faksi Wiranto. dari Surabaya ke Ambon. patut digarisbawahi bahwa komandan Lasykar Jihad di Maluku. Ini barangkali ada hubungannya dengan pernyataan komandan Lasykar Jihad. namun Kapolda Jawa Timur waktu itu. Di Maluku Utara yang dominan Muslim. di mana tidak seorang pun telah diajukan ke pengadilan atau bahkan diselidiki keterkaitannya dengan konflik berkepanjangan di Maluku. Ia adalah imam gerakan Salafi di Indonesia yang berkiblat ke Arab Saudi. Kenyataannya. melalui ideolog partai itu. dari salah seorang Imam Salafi di Yaman yaitu Syaikh Muqbil Bin Had Al Wadi'. Kembali ke mereka yang bergerak di garis depan. Alumnus pesantren Persis di Bangil itu melanjutkan sekolah ke Maududi Institute di Lahore.

di Indonesia pada umumnya. di Timor Lorosa'e. Pertama-tama. Dengan menganalisis data dan mengkaji cara berfikir dan operasi militer. Selain dari putusnya rantai pertahanan geo-strategis akibat lepasnya setengah pulau Timor dari wilayah NKRI.tidak dapat lagi mempercayai retorika resmi di Indonesia bahwa yang terlibat hanyalah "oknum-oknum pembangkang" (rogue elements). yang didominasi oleh angkatan bersenjata Australia. khususnya Angkatan Darat. Dari sudut militer perlu penyesuaian demografik strategik di Maluku berupa . agenda yang kedua adalah mempertahankan konsep Wawasan Nusantara. khususnya ancaman yang dirasakan oleh TNI dengan kehadiran ribuan pasukan PBB. Kedua. pemicuan konflik horisontal di Maluku dan di tempat-tempat lain di Indonesia sengaja dilakukan oleh militer untuk membelokkan perhatian jauh dari tuntutan para mahasiswa untuk penghapusan dwifungsi ABRI. dan dalam tingkat tertentu. Maluku. Maka. agenda yang keempat adalah mempertahankan kepentingan bisnis militer. penarikan diri aparatur negara Indonesia secara terpaksa dari Timor Lorosa'e telah meninggalkan satu lubang yang rawan dalam rantai pertahanan di wilayah Indonesia timur. dapatlah dikatakan bahwa ada lima agenda militer dalam melanggengkan konflik di Maluku. sedangkan agenda yang kelima yang tidak kalah pentingnya ketimbang semua agenda di atas adalah mencegah pemeriksaan dan peradilan para perwira tinggi dan purnawirawan ABRI yang dituduh terlibat kejahatan korupsi serta pelanggaran hakhak asasi manusia. Menurut doktrin pertahanan TNI yang dikenal dengan istilah Wawasan Nusantara. dengan lepasnya Timor Lorosa'e. agenda yang ketiga adalah mempertahankan struktur teritorial TNI. Agenda yang pertama dan paling langsung adalah membalas oposisi para mahasiswa terhadap dwifungsi ABRI dengan mengalihkan konflik vertikal menjadi konflik horisontal. Ini telah dicapai. yang terletak di sebelah utara Timor Lorosa'e. karena diyakini bahwa mereka mungkin memiliki kecenderungan separatis yang sama sebagaimana rakyat Timor Lorosa'e yang mayoritas beragama Katolik. tetapi juga dengan menimbulkan perpecahan agama antara para mahasiswa Muslim dan Kristen di provinsi itu. secara langsung berhadapan dengan ancaman potensial dari Selatan. di mata TNI rantai kepulauan untuk pertahanan negara di kawasan timur Indonesia telah diperlemah secara serius. tidak hanya dengan penghancuran dua kampus di mana para mahasiswanya berada di front depan dalam gerakan reformasi di Maluku. Makanya. penjelasan mengenai kerusuhan yang berkesinambungan di Kepulauan Maluku harus