suara pemberdayaan

Bulletin

Edisi Oktober 2010

Opini dan Pendapat Anda SMS-kan ke 0819877136 akan langsung Kami muat di http://menuju-sejahtera.blogspot.com

Content
Kecintaan Kepada Agama Tidak Perlu Disertai Kebencian Kepada Sesama

Redaksi
Kang Warsa Opick Iwan Andi Komo Jahidin Hawhaw Iwenk Avediz

Bulletin Suara Pemberdayaan Terbit 1 (satu) bulan sekali. Menginformasikan kegiatan-kegiatan pemberdayaan di Kelurahan Sudajayahilir Kecamatan Baros Kota Sukabumi. Website: http://menuju-sejahtera.blogspot.com, Radio Komunitas : SPM FM 88.0 Mhz (Setiap Pukul 18.00-20.00) SMS Center : 0819877136

KECINTAAN KEPADA AGAMA TIDAK PERLU DISERTAI KEBENCIAN KEPADA SESAMA
(SUDAJAYAHILIR) Lebih awal saya ingin mengajak anda untuk membaca sejarah. Tentu saja mengenai etika dakwah dalam Islam. Rasulullah SAW, sepengetahuan saya merupakan seorang figur yang patut diteladani dalam mendakwahkan sebuah ajaran kebenaran. Tahapan-tahapan dakwah beliau begitu mencengangkan jika kita pelajari lebih detil. Mengapa selama tiga tahun Rasulullah SAW dalam mendakwahkan Agama Islam harus secara sembunyi-sembunyi? Takutkah dengan intimidasi? Takutkah dengan ancaman dari kaum Quraisy? Jelas, ini merupakan strategi dakwah. Ketika Rasulallah SAW lebih mengedepankan perdamaian dan menghindari sikap “INILAH AKU, INILAH AJARAN AKU” ketika mendakwahkan ajaran. Dan, seingat saya, setelah mempelajari sejarah di bangku sekolah, selama 23 tahun dalam dakwah serta menyebarkan Agama Islam, Rasulullah SAW tidak pernah menggunakan kekerasan. Jalan-jalan yang tidak manusiawi. Lihatlah kepada kaum Quraisy Nabi tidak mengecap langsung jika mereka adalah kaum yang akan dibinasakan oleh Allah. Nabi tidak memarjinalkan keyakinan mereka. Nabi lebih senang berdialog. Duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Argumen-argumen ilahiyahlah yang disodorkan oleh Rasullah kepada mereka, Kaum Quraisy. Saya berbeda dengan mereka. Kaum Fundamentalis yang mengkotakkan cara dakwah Rasulullah pada satu sudut. Mereka (Kaum Fundamentalis) menyebut lebih tepatnya menafsirkan, jika Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah duduk satu meja dengan kaum Quraisy. Justru sebaliknya. Silahkan anda pelajari bagaimana cara dakwah Rasul. Strategi dakwah rasul, andai saja Rasul menggunakan caracara kekerasan di dalam menyebarkan Islam, membasmi kemaksiatan dengan mengacungkan pedang, maka orang-orang Quraisy waktu itu akan lebih senang menjauhi Rasulullah daripada harus mengikuti ajarannya. Pernahkah anda membaca, di dalam sejarah, Rasulullah mengerahkan pasukan, sahabatsahabatnya untuk memerangi dan memaksa sebuah kaum, agar kemaksiatan di muka bumi ini benarbenar steril dalam kehidupan? Sama sekali tidak. Rasul hanya memberi peringatan bahwa kebenaran tidak akan pernah berbaur dengan kebathilan. Saya selalu miris melihat kelompok-kelompok radikal di negeri ini yang selalu mengatasnamakan agama di

dalam perjuangan mereka namun kecintaan mereka terhadap agama berbanding terbalik dengan nilainilai kemanusiaan. Berbanding terbalik dengan etika dakwah, dan berbanding terbalik dengan cara mereka mengubah tatanan sosial. Lihatlah oleh Anda, apakah cara dakwah dengan mengangkat tombak, mata melotot, air muka kasar, dan ucapan menggelegar, akan memalingkan para pelaku kejahatan kemudian memilih jalan benar? Salah. Mereka akan semakin benci kepada ajaran. Mereka akan semakin sulit menerima ajaran karena ajaran belum pernah mengajarkan mendirikan sholat harus disertai dengan tamparan, berwudhu dengan simbahan darah! Sama sekali tidak. Alasan kelompok-kelompok Fundamentalis dalam melalukan setiap aksinya adalah kemaksiatan harus diberangus dan dilenyapkan di muka bumi. Ya, saya sependapat. Namun, strategi melenyapkan kemaksiatan bukan dengan cara kekerasan. Lagi pula kemaksiatan, dari zaman Nabi Adam hingga kiamat nanti bentuk dan variannya akan semakin kompleks. Sampai kapan pun kemasiatan di muka bumi akan semakin banyak. Itulah pentingnya ada ajaran. Agar kita bisa meningkatkan kapasitas dan keyakinan kita. Saya lebih cenderung kepada Hadits Rasul. Perangilah hawa nafsumu, perangilah emosimu, sebelum kita masuk ke kancah peperangan yang sama sekali tidak mengetahui siapa dan apa yang harus kalian perangi! Menghancurkan tempat-tempat kemasiatan, dengan cara dibom atau dibagaimana pun sudah menunjukkan, jika kita belum bisa memerangi amarah dan nafsu yang ada dalam diri kita. Kecintaan kita kepada ajaran Islam tidak perlu dibarengi dengan kebencian kita kepada sesama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful