You are on page 1of 4
Tentang persahabatan BY: indah an-Nawawi
Tentang
persahabatan
BY: indah an-Nawawi

ketika salah satu dari temanmu marah kepadamu sampai tiga kali, namun dalam kemarahannya tidak sekalipun ia berkata jelek padamu, maka jadikanlah ia teman setiamu (ja’far bin Muhammad)”

Persahabatan yang sebenarnya adalah persahabatan yang didasari cinta karena dapat menumbuhkan kasih sayang. Persahabatan yang sebenarnya akan dilandasi dengan kejujuran dan keikhlasan murni yang akan melahirkan kesetiaan dan pembelaan. Nabi

bersabda , “ bersahabatlah dengan orang yang jujur , sesungguhnya sahabat yang jujur akan menjadi hiasan di waktu senang dan tempat berlindung di waktu susah”.

ikatan persahabatan yang di dasari oleh kasih sayang takkan pernah lekang oleh

waktu, karena dimanapun kita berada dia akan menjadi bagian yang tak terlupakan. Sayangnya hal ini tidak dapat kita temukan pada semua teman yang kita miliki. Menurut Al-Makmun, ada tiga tingkatan dalam sebuah persahabatan: pertama, seperti makanan pokok yang selalu diperlukan; kedua, seperti obat yang hanya kadang-kadang saja diperlukan, ketiga; seperti penyakit yang selamanya tidak dibutuhkan. Yang mesti kita waspadai adalah tingkatan ketiga, hal ini dikarenakan mereka seperti duri dalam tubuh kita. Mereka membungkus sifat tercela dan permusuhan mereka dengan kasih sayang untuk menutupi niat jahat dan menjaga rahasia mereka. Seorang sahabat yang sejati takkan pernah menjerumuskan sahabatnya yang lain dalam keterpurukan, atau perilaku tercela. Sayangnya hal ini banyak kita jumpai disekitar kita, alih-alih sebagai sebuah simbol persahabatan tak jarang mereka mengajak kita ke hal-hal negatif, sebut saja, minum bersama, merampok bersama, berkelahi bersama, membunuh bersama atau

memperkosa bersama. Na’udzubillah ...

berdasarkan realita diatas, ada beberapa tipe manusia yang masuk kedalam teman kita: tipe orang yang membantu dan meminta bantuan, tipe orang yang tidak mau membantu dan tidak meminta bantuan, tipe orang yang hanya minta bantuan namun tidak mau membantu, dan tipe orang yang hanya membantu dan tidak meminta bantuan.

Tipe yang pertama; tipe orang yang membantu dan meminta bantuan adalah orang yang biasa ada disekitar kita 1:1, dia orang yang mau membalas jasa dan berlaku adil. Pada saat kita membutuhkan seseorang, dia datang mengulurkan tangan pada kita, dan pada saat sebaliknya, dia akan menemui kita untuk meminta bantuan kita, sehingga semua berjalan adil.

Tipe yang kedua; tipe orang yang tidak mau membantu dan tidak meminta bantuan, tipe ini cenderung dijauhi oleh kita. Ia bukan seorang teman yang diharapkan. Karena dia masuk dalam kategori orang acuh yang kurang peduli pada situasi di sekitarnya. Ada atupun tidak, semua terasa sama.

Tipe yang ketiga;

tipe

orang yang hanya minta

bantuan namun tidak mau

membantu, ini adalah tipe yang paling tidak disukai

dan kita hindari.

Dia tidak lagi

punya empati ataupun simpati. Dia akan mendatangi kita pada saat dia butuh uluran tangan kita, pada saat dia mengalami kesedihan atupun hal lain yang membutuhkan pertolongan kita, akan tetapi pada saat kita mengalami kesedihan, ataupun membutuhkan pertolongannya dia tidak akan mempedulikan kita dan cenderung menjauhi kita. Istilah populernya adalah “tambal butuh”. Dia cenderung membebani orang lain dengan permasalahan-permasalahannya. Orang seperti ini tentunya akan membuat kita lelah.

Tipe yang keempat; tipe orang yang hanya membantu tapi tidak meminta bantuan, tipe ini dalah tipe yang patut dipuji. tipe ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki watak yang mulia. Dia akan menjadi orang pertama yang ada disamping kita pada saat kita membutuhkan bantuan, akan tetapi dia tidak pernah mau membebani kita dengan permasalahnnya. dia adalah teman yang paling berharga dan jumlahnya pun sangat sedikit. Kita tentunya tidak akan menyia-nyiakan teman yang seperti ini, karena dia ibarat berlian yang sangat berharga.

Dalam sebuah persahabatan tentunya kita memiliki perbedaan pendapat, meskipun begitu, tidak patut bagi kita menjauhi sahabat atau teman kita karena kekurangan yang dia miliki, kecuali jika memang dia memiliki sifat atau perilaku yang bisa membuat pengaruh negatif bagi kita. Salah satu kewajiban dalam berkasih sayang adalah memberi maaf pada teman dan menutup mata dari kekurangan yang ada padanya.

Ada beberapa hak persahabatan yang harus kita penuhi, diantaranya adalah familiar padanya, mempercayai kasih sayangnya, memberikan nasehat baik secara tersembunyi maupun terang-terangan, meringankan bebannya, membantunya saat ia tertimpa musibah dan memaafkan kesalahan serta menutupi kekurangannya. Seorang

sahabat pernah bertanya kepada Rosululloh, “Wahai Rosulullah, manakah sahabat yang paling baik?” beliau menjawab “ Yang jika kamu menceritakan (kesusahanmu), ia membantumu dan lemah lembut kepadamu, dan yang lebih baik dari ini adalah bila

kamu lupa, ia akan mengingatkanmu”. Jika ada sahabat yang paling baik, tentunya juga ada sahabat yang paling jahat, menurut Shalih bin Abdul Quddus “ sahabat yang paling jahat adalah yang hanya datang kepadamu saat kamu dalam keadaan senang dan meninggalkanmu saat kamu dalam keadaan susah.

Yang mesti kita renungkan adalah, termasuk dalam kategori manakah kita dalam menjalin sebuah persahabatan? Sudahkah kita memberikan hak2 persahabatan yang harus kita berikan pada sahabat-sahabat kita....

Persahabatan sejati takkan pernah lekang oleh waktu

I