Tugas Hak Kekayaan Intelektual

³ SENGKETA CYBERSQUATTING ANTARA SONY AK VS SONY CORP JAPAN DI TINJAU DARI UNDANG-UNDANG ITE ´

Disusun Oleh : Nama : Yudistira Aditya warman NPM : B1A008141

Fakultas Hukum Universitas Bengkulu 2010

Kesimpulan 2.Pembahasan .II.Penutup 1.BAB.BAB.Pendahuluan 1.DAFTAR .BAB.Latar belakang 2.Masalah .III.I.Saran .

com. baik bag i pelaku usaha maupun bagi konsumen. yang tidak lagi ada keharusan untuk bertemu secara langsung antara penjual dan pembeli.BAB I Pendahuluan 1. juga dikenal di Indonesia misalnya banyak situs-situs internet yang berkedudukan di Indonesia melakukan layanan pembelian secara on -line misalnya www. Kemudahan -kemudahan dalam bertransaksi tersebut bukannya tanpa resiko.sanur.com. www. karena ternyata perkembangan teknologi internet juga menimbulkan bentuk kejahatan yang berdimensi baru misalnya penipuan dengan menggunakan kartu kredit (carding) .Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi sejak akhir 1990 -an telah membawa perubahan terhadap hubungan antar manusia. Penggunaan sarana internet dalam perdagangan secara on -line. Penggunaan sarana internet dalam bertransaksi telah membawa dimensi baru dalam perdagangan . perusakan sistem pengaman situs (hacking).com dan sebagainya.com. pembajakan nama domain (cyberpiracy). Timbulnya berbagai kejahatan berdimensi baru tersebut terjadi selain disebabkan oleh perkembangan teknologi internet.florist. penggunan nama domain yang mirip atau hampir sama ( typosquatting).klikbca. Selain melakukan transaksi perdagangan biasa ada juga situs -situs yang memberikan kemudahan melakukan transaksi perbankan misalnya www.tokolg. juga belum adanya undang -undang yang . penyerobotan nama domain (cybersquatting). www. akan tetapi cukup menggunakan sarana internet maka transaksipun b isa dilakukan.

9 e-buy. Ketentuan tersebut dikenal juga sebagai azas legalitas yang penerapannya secara kaku sering kali membuat hu kum pidana selalu tertinggal dari kejahatan. 2002 h.com. Misalnya pada kasus mustikaratu. Hal ini dapat dicermati dari banyaknya kasus penyalahgunaan sarana internet misalnya Kas us carding (penipuan dengan menggunakan kartu kredit) kasus kopitime. dan perusakan situs nama POLRI domain (hacking).(Warta mustikaratu. Ekonomi. karena ketiadaan norma akan sangat merugikan bagi masyarakat pengguna interne t apalagi bagi korban kejahatanini. .com. Penentuan suatu tindakan dapat dikategorikan sebagai tindak pidana di Indonesia disandarkan pada pasal 1 ayat 1 KUHP yang menyata kan: tiada suatu perbuatan dapat dipidana tanpa ada ketentuan aturan pidana dalam perundang -undangan yang telah ada sebelum perbuatan dilakukan .(Imam Syahputra. Sedangkan kerugian yang diderita oleh korban secara nyata telah terjadi.Edisi 2001) penyerobotan Dari kasus-kasus yang terjadi. Ketentuan asas legalitas yang pada dasarnya menyatakan bahwa tidak ada pidana tanpa ada tindak pidana.158 -199).com ternyata aturan hukum yang ada dalam KUHP maupun UndangUndang nomor 5 tahun 19 99 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha tidak sehat tidak dapat diterapkan. penerapan pasal -pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana maupun Undang -Undang Khusus di luar hukum pidana tampaknya belum mampu menyelesaikan kasus-kasus tersebut. undang -undang tidak boleh berlaku surut serta tidak boleh ananya penafsiran secara analogis membuat hukum pidana Indonesia tidak berdaya dalam menghadapi kejahatan di dunia maya (cyber space).com. Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan.secara substansial dapat menjangkau kejahatan tersebut.

Bagaimanakah penyelesaian kasus antara Sony AK dengan Sony corp Jepang Menurut UU ITE. h. (Rebecca Rohan.Masalah Adapun masalah yang akan dibahas dalam penulisan karya tulis ini adalah : 1.S.serta pengaturan Cybersquatting dan Cyberpiracy menurut Hukum Positiv di Indonesia ? . Sedangkan di Indonesia belum ada Undang -undang yang dapat dipakai dasar gugatan ataupun tuntutan bagi pelaku kejahatan yang menggunakan sarana internet ini. Penelitian ini akan difokuskan hanya pada penyalahgunaan merek sebagai nama domain yang biasa dikenal dengan istilah cyberpiracy dan cybersquatting. 2.C sub section 1129 atau yang lebih dikenal dengan Anti cybersquatting Consumer Protection Act 1999 (ACPA) yang berlaku efek tif pada tanggal 29 November 1999.Apakah pengertian dari nama Domein (Domein name) ? 2. misalnya Amerika Serikat telah ada Undang -Undang yang mengatur tentang kejahatan ini yang termuat dalam the Lanham Act 15 U.Apakah pengertian dari Cybersquatting dan Cyberpiracy ? 3.Dibeberapa nega ra.60-62).

akan tetapi sekarang juga digunakan untuk situs yang tidak memiliki kekhususan . <org> untuk berbagai organisasi . b. <edu> atau <. <. Misalnya <com>.detik> .ac> untuk institusi pendidikan .Pengertian Nama Domein (Domain Name) Yang dimaksud dengan domain name adalah nama yang mudah di ingat dan digunakan pengguna internet untuk menemukan situs sebagai pengganti internet protocol addresses yang menyediakan akses ke suatu situs dan biasanya terdiri dari suatu serial angka-angka 1. <.2000 . adalah nama yang unik yang menunjukkan alamat situs .The second level domein yaitu nama yang muncul setelah www. <. perusahaan atau merupakan singkatan nama perusahaan pemilik situs.gov> untuk institusi pemerintahan .rudihadisuwarno> .mil> untuk institusi militer. Nama domein terdiri dari 3 komponen yaitu : a.edu.au .The Generic Top Level Domein (gTLD) adalah huruf yang menunjukkan jenis organisasi dari pemilik situs. misalanya : <.trademarks and domein names cyberlaw resources. http ://www.bii> dll.austlii.BAB II Pembahasan A. biasanya merupakan nama orang . 1 patrick gunning. <net> untuk penyedia layanan jaringan . <. Untuk orga nisasi komersial .

akan tetapi modus operndinya dari internet.c.Pengertian Cybersquatting dan Cyberpiracy Sampai saat ini belum ada istilah yang disepakati untuk menyebut perkara pidana maupun perdata yang menggunakan sarana internet .Merupakan tindak pidana konvensional artinya sudah dari dulu.<. ada yang menyebut cyber crime atau computer related crime. Misalnya penipuan dengan menggunakan kartu kredit . <jp> untuk jepang . Internet and Trademark Law . 2000. 2001 .au Barda Nawawi Arif. http://wwwlaw. 3 Jenis-jenis tindak pidana yang menggunakan sarana internet ini pada umumnya digolongkan dalam dua kelompok: 1.murdoch. Yang dimaksud dengan cyberpiracy atau domein name hijacking adalah penggunaan merek terkenal atau mirip -mirip merk terkenal sebagai nama domein 2 3 Michael Handler .8 . misalanya : <id> untuk indonesia .ne> untuk bela nda dan sebagainya. pornografi melalui internet .The country code Top Level Domein (ccTLD) adalah huruf yang mengacu pada lokasi negara tempat pendaftaran nama domein tersebut.edu.Tindak pidana atau perbuatan melawan hukum yang memang baru berkaitan dengan perkembangan internet baik yang menyangkut sistem pengamanan maupun database dari suatu situs dan penyalahgunaan merek sebagai nama domein. h. <my> untuk malaysia . penjualan barang -barang terlarang melalui e -commerce. 2 B. 2.

al. 1998. 4 Sedangkan yang dimaksud dengan cybersquatting penyerobotan nama domein adalah mendaftarkan situs dengan memakai nama atau merek orang lain secara tanpa hak sebelum pemilik yang sah mendaftarkan. 6 4 5 Brian Firtzgerald et. 1998. hal.24. hal.4 Brian Firtzgerald et. kemudian berusaha untuk menawarkan situs tersebut kepada orang atau pemilik merek yang bersangkutn dengan harga yang sangat tinggi. 6 . 5 Makarim mendefinisikan penyerobotan nama domein adalah tindakan seseorang (yang tidak berhak atau bukan pemilik sebenarnya) mendahului mendaftarkan nama-nama populer yang diketahuinya dengan tujuan untuk menjual kembali kepada pihak yang berkepentingan atas nama tersebut diatas harga perolehannya. 2001.al.5 Edmon Makarim. h.oleh orang yang tidak berhak yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan ekonomis.

Penyelesaian kasus antara Sony AK dengan Sony corp Jepang Menurut UU ITE. terlihat bahwa nama domain hanyalah sekedar penunjuk lokasi t ertentu dalam internet dan tidak selalu digunakan dalam kegiatan barang atau jasa seperti merek. badan usaha. Ketiga. orang. pendaftaran nama domain tidak membutuhkan serangkaian pemeriksaan seperti halny a pendaftaran merek. Sedang untuk mendapatkan nama domain. baik di dalam maupun di luar negeri. Nama domain adalah alamat internet penyelenggara negara. nama. yaitu pihak yang melakukan pendaftaran pertama kali akan dianggap sebagai pemiliknya.serta pengaturan Cybersquatting dan Cyberpiracy menurut Hukum Positiv di Indonesia Sebelumnya. angka-angka.C. dan/a tau masyarakat. huruf-huruf. Namun. yaitu: Pertama. atau kombinasi dari unsur -unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. merek adalah tanda yang berupa gambar. berupa kode atau susunan karakter yang bersifat unik untuk menunjukkan lokasi tertentu dalam internet. mungkin perlu dipahami perbedaan prinsip antara merek dan nama domain menurut peraturan perundang -undangan di Indonesia. seseorang dapat membelinya melalui pengelola nama domain. yang memiliki otoritas sebagai pengelola nama domain. susunan warna. . atau memastikan pendaftaran merek dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian. Departemen Hukum dan HAM RI (Dirjen HKI). yang dapat digunakan dalam berkomunikasi melalui internet. pendaftaran merek dilakukan melalui Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Dengan demikian terlihat bahwa rezim pendaftaran merek dan nama domain berbeda. Kedua. kata. Dirjen HKI melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap pendaftaran merek untuk memastikan bahwa merek yang didaftarkan tidak sama secara keseluruhan atau pada pokoknya dengan merek yang telah didaftarkan sebelumnya. pendaftaran merek dan nama domain sama-sama menganut prinsip pendaftar pertama (first file).

membuat suatu panduan dalam menyelesaikan perselisihan dalam pemanfaatan nama domain. Nama domain dapat dimohonkan pembatalan apabila dianggap telah didaftarkan dengan itikad buruk (bad faith). dapat dipahami apabila pemilik merek tidak dapat secara otomatis memiliki nama domain yang sama dengan mereknya. memindahkan. yaitu: Pertama. pemegang nama domain mendaftarkan nama domain dengan tujuan untuk menjual. pendaftaran merek punya kemungkinan ditolak apabila merek yang didaftarkan sama secara keseluruhan atau pada pokoknya dengan merek yang telah didaftarkan sebelumnya. . sebuah organisasi non-profit yang bertugas mengatur dan mengawasi sistem registrasi dan pemanfaatan nama domain. sepanjang belum ada orang yang mendaftarkan nama domain yang sama. menyewakan. a tau menjualnya kepada pesaing dari pemilik merek terdaftar. Menurut UDRP. yaitu Uniform Domain Name Dispute Resolution Policy (UD RP) yang berlaku efektif sejak 26 Agustus 1999. atau pendaftaran me rek dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sedang untuk nama domain. karena adanya putusan atau peri ntah dari lembaga pengadilan maupun forum arbitrase yang berwenang. Sehubungan dengan perbedaan prinsip di ata s. serta mengubah nama domain yang telah didaftarkan oleh pihak pemegang nama domain.Keempat. UDRP memberikan panduan sebagai langkah awal untuk menilai apakah nama domain te lah didaftarkan dengan itikad buruk ( bad faith). suatu pihak dapat meminta pengelola nama domain untuk membatalkan. Inilah yang kemudian menimbulkan perselisihan dalam prakteknya. atau memindahkan nama domain tersebut kepada pemilik merek terdaftar dengan sejumlah imbalan tertentu. Oleh karena itu. setiap orang dapat memperoleh nama domain yang diinginkannya. Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) .

Namun. Suatu pihak dapat mengajukan permohonan pembatalan nama domain melalui lembaga -lembaga yang dibentuk oleh ICANN. melalui kuasa hukumnya mengajukan somasi kepada Sony AK berkenaan dengan nama domain ak. seperti tuntutan ganti rugi misalnya. Sony AK sebenarnya telah melakukan beberapa hal yang dapat memperkuat posisi hukumnya dalam menghadapi upaya hukum berkenaan dengan nama domain yang dimilikinya itu. Oleh karena itu.Kedua. pemegang nama domain secara sengaja berusaha untuk menarik perhatian publik dengan mendaftarkan nama domain yang sama atau mirip d engan merek yang didaftarkan pihak lain. jika materi gugatan menyangkut hal -hal lain diluar permohonan pembatalan nama domain. dan harus dapat membukt ikan bahwa Sony AK melakukan pendaftaran nama domain dengan itikad buruk. sehingga membingungkan konsumen dari merek tersebut.com sony - yang dimilikinya. harus memahami dulu perbedaan prinsip antara merek dan nama domain. pemegang nama domain mendaftarkan suatu nama domain dengan tujuan untuk mengganggu bisnis yang dijalankan oleh pesaing bisnisnya. yaitu: . Penyelesaian melalui mekanisme UDRP tidak menutup kemungk inan bagi para pihak untuk menyelesaikan sengketa melalui pengadilan. Sony Corp. pemegang nama domain dengan sengaja mendaftarkan suatu nama domain untuk menghalangi pemilik merek terdaftar memiliki nama domain sesuai dengan merek yang dimilikinya. sebenarnya sah saja Sony Corp. arbitrase atau mekanisme penyelesaian lain. Keempat. Putusan dari lembaga tersebut dapat dieksekusi s etelah lewat 10 (sepuluh) hari sejak tanggal putusan dan tidak ada putusan pengadilan atau lembaga arbitrase yang bertentangan dengan putusan lembaga tersebut dalam waktu 10 (sepuluh) hari tersebut. Ketiga.

sehingga kecurigaan bahwa Sony AK ingin menangguk keuntungan dari kemiripan nama domain dengan merek milik Sony Corp. isi situs yang beralamat di sony-ak.Pertama. Keempat. . Sony AK memasang disclaimer pada situsnya yang pada pokoknya menyatakan bahwa situs itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan Sony Corp. dugaan dia memiliki itikad buruk ketika mendaftarkan nama domain telah gugur dengan sendirinya. Ketiga. Kedua. Sony AK tidak bermaksud mengkomersil kan situs tersebut dengan memasang iklan atau bentuk -bentuk komersialisasi lainnya. merek atau produk-produk yang dijual oleh Sony Corp. dan produk-produknya. Dengan begitu. Dengan begitu. keberadaan situs itu tidak akan membingungkan konsumen Sony Corp. itu telah gugur dengan sendirinya.com itu sama sekali tidak menampilka n logo. Sony AK mendaftarkan nama domain sesuai dengan namanya sendiri. dan tidak juga menampilkan produk yang dijual oleh pesaing Sony Corp.

BAB III Penutup 1. .Saran Perlu adanya pengaturan khusus untuk cybersquatting dan cyberpiracy mengingat hal ini mulai dijadikan prospek bisnis .Undang-undang ITE setidaknya telah mengatur tentang cybersquatting dan cyberpiracy walaupun perlu beberapa penyempurnaan . dikarenakan kasus seperti ini jarang terjadi dan kasus sony ak adalah kasus pertama di indonesia. perbedaan prinsip antara mer ek dengan nama domein 3. 2.Aturan perundang-undangan yang berlaku saat ini di indonesia belum terlalu tegas menjerat pelaku cybersquatting dan cyberpiracy. terutama sistem pendaftaran yang lebih diperkuat objektifitas mengingat hal ini menganut sistem First file. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan konsep dasr huku m yang berlaku di dunia nyata dengan di dunia maya.Harus dipahami.Kesimpulan Setelah mengkaji permasalahan yang timbul berkaitan dengan cybersquatting dan cyberpiracy maka simpulannya sebagai berikut : 1. 2.

Daftar Pustaka Agus Rahardjo . Antisipasi Penanggulangan Cybercrime Dengan Hukum Pidana. 2002 . Pemahaman dan Upaya Pencegahan Kejahatan berteknologi Tinggi.H. . Barda Nawawi Arif. Prehallindo . LLM . Citra aditya Bakti .S. Jakarta Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik Yuliati . Problematika Hukum Internet di Indonesia . Citra Aditya Bakti Imam Syahputra.Bandung. Analisa pe rbuatan Cybersquatting dan Cyberpiracy di indonesia dan Amerika Serikat . 2002 .Cyber Crime .