TINJAUAN SISTEM PERNAPASAN

Fungsi Sistem Pernapasan Sistem pernapasan berfungsi sebagai pendistribusi udara dan penukar gas sehingga oksigen dapat disuplai ke dan karbon dioksida dikeluarkan dari sel-sel tubuh. Karena sebagian besar dari jutaan sel tubuh kita letaknya terlalu jauh dari tempat terjadinya pertukaran gas, maka udara pertamatama harus bertukaran dengan darah, darah harus bersirkulasi, dan akhirnya darah dan sel-sel harus melakukan pertukaran gas. Peristiwa ini membutuhkan fungsi dari dua sistem, yaitu sistem pernapasan dan sistem sirkulasi. Semua bagian dari sistem pernapasan (kecuali sakus mikroskopis yang disebut alveoli) berfungsi sebagai pendistribusi udara. Hanya alveoli dan saluran kecil yang terbuka ke dalam alveoli berfungsi sebagai penukar gas. Selain sebagai pendistribusi dan pertukaran gas, sistem pernapasan secara efektif menyaring, menghangatkan, dan melembabkan udara yang kita hirup selama bernapas. Organ pernapasan juga mempengaruhi pembentukan suara, termasuk berbicara yang kita gunakan dalam komunikasi verbal. Jaringan epitel khusus dalam saluran pernapasan memungkinkan berfungsinya indera penghidu (olfaktori). Sistem pernapasan juga membantu dalam pengaturan, atau homeostasis pH dalam tubuh. Sketsa Struktur Sistem Pernapasan Secara sistematis sistem pernapasan dibagi menjadi saluran pernapasan atas dan saluran pernapasan bawah. Organ saluran pernapasan atas terletak di luar toraks, atau rongga dada, sementara saluran pernapasan bawah terletak hampir seluruhnya di dalam toraks (Gbr. 1-1).

Saluran pernapasan atas terdiri atas hidung, nasofaring, orofaring, laringofaring, dan laring (Gbr. 1-2). Saluran pernapasan bawah, atau biasa disebut divisi, terdiri atas trakhea, semua segmen dari percabanganbronkus, danparu-paru. Berdasarkan fungsi, sistem pernapasan juga mencakup beberapa struktur aksesori, termasuk rongga mulut, sangkar iga, dan diafragma.

setiap segmen dilanjutkan oleh segmen lainnya. faring dapat dibagi menjadi tiga segmen. dan imun. menimbulkan tekanan yang terasa sangat nyeri. dan setiap bakteri yang ada akan dihancurkan oleh asam hidroklorida dalam getah lambung. Bakteri dan partikel polusi udara akan terjebak dalam lendir. Secara deskriptif. Untuk memahami homeostasis dalam semua sistem organ tubuh diperlukan pemahaman tentang hubungan antara struktur sistem pernapasan dan fungsinya. nasofaring.Anatomi Sistem Pernapasan Anatomi komponen sistem pernapasan memungkinkan terjadinya pendistribusian udara dan pertukaran gas pernapasan. Udara masuk dan keluar sistem pernapasan melalui hidung. yang terbentuk dari dua tulang hidung dan beberapa kartilago. yaitu sinus paranasal yang fungsinya adalah untuk meringankan tulang tengkorak dan memberikan resonansi suara. Lapisan mukosa hidung adalah sel epitel bersilia. Fungsi ganda ini pada akhirnya memungkinkan terjadinya pertukaran gas antara udara di lingkungan dan darah dalam paru-paru. Kondisi ini disebut sinusitis. yang terletak di belakang rongga nasal. dan pertukaran gas antara darah dan sel-sel tubuh. Fungsi pernapasan tidak hanya bergantung pada organisasi struktural dari bagian-bagian sistem tetapi juga pada inter-relasi dari komponennya dengan sistem tubuh yang lain. Terdapat dua pintu pada dasar hidung-nostril (lubang hidung). Bagian paling atas (superior) adalah nasofaring. . Rongga nasal berhubungan dengan beberapa rongga lain yang terdapat dalam tulang tengorak. Saluran Pernapasan Atas HIDUNG Hidung merupakan pintu masuk pertama udara yang kita hirup. orofaring. dan laringofaring. Sebagian besar lendir ini pada akhirnya akan tertelan. maka ia mudah tersumbat selama proses inflamasi dan infeksi. dengan sel goblet yang menghasilkan lendir. silia pada lapisan mukosa secara kontinu menyapu lendir ke arah faring. termasuk sistem persarafan. Karena saluran ini sempit. Udara yang melewati rongga hidung dihangatkan dandilembabkan. muskular. sirkulasi. Lendir dan cairan lainnya menjadi terperangkap dan menumpuk di dalam sinus yang tersumbat. atau nares eksternal yang dipisahkan oleh septum nasal di bagian tengahnya. Rongga ini berhubungan dengan rongga nasal melalui saluran kecil yang juga dilapisi oleh membran mukosa. FARING Faring atau tenggorok adalah tuba muskular yang terletak di posterior rongga nasal dan oral dan di anterior vertebra servikalis.

yaitu berbicara adalah saluran pendek yang menghubungkan faring dengan trakhea. Kartilago laring terdiri atas sembilan buah yang tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk struktur seperti kotak (Gbr. tetapi bagian faring lainnya dapat dilalui baik oleh udara maupun makanan. Laringofaring merupakan bagian paling inferior dari faring. dilanjutkan dengan epitel yang terdapat pada rongga mulut. LARING Laring sering disebut kotak suara. (Pada pria kartilago ini membesar yang disebut Adam¶s apple atau buah jakun). Kontraksi dinding muskular orofaring dan laringofaring merupakan bagian dari refleks menelan. Laring menjadi tempat pita suara. Selama bernapas. terletak di belakang mulut. Laring memungkinkan udara mengalir di dalam struktur ini. yang memanjang ke telinga tengah. laring bergerak ke atas dan epiglotig tertekan ke bawah menutup glotis. Gerakan ini mencegah masuknya makan atau cairan ke dalam laring. Pada dinding lateralnya terdapat tonsil palatin yang juga nodulus limfe. yaitu nodulus limfe yang mengandung makrofag. namun tidak untuk keduanya pada saat yang bersamaan. nama yang menunjukkan salah satu fungsinya. Tonsil adenoid dan lingual pada dasar lidah. Adenoid atau tonsil faringeal terletak pada dinding posterior nasofaring. bentuknya seperti lidah dan keseluruhannya dilapisi oleh membran mukosa. Selama berbicara otot-otot instrinsik laring menarik pita suara menutupi glotis. Laringofaring membuka ke arah anterior ke dalam laring dan ke arah posterior ke dalam esofagus. dan udara yang dihembuskan akan . Nasofaring adalah saluran yang hanya dilalui oleh udara. yang teraba pada permukaan anterior leher. Dinding laring terutama dibentuk oleh tulang rawan (kartilago) dan bagian dalamnya dilapisi oleh membran mukosa bersilia. Bagian faring yang dapat anda lihat ketika anda bercermin dengan mulut terbuka lebar adalah orofaring. Kartilago laring yang terbesar adalah kartilago tiroid. Selama menelan. Pita suara terletak di kedua sisi glotis. Epiglotis atau kartilago epiglotik adalah kartilago yang paling atas. dan mencegah benda padat agar tidak masuk ke dalam trakhea. membentuk cincin jaringan limfatik mengelilingi faring untuk menghancurkan patogen yang masuk ke dalam mukosa. pita suara tertahan di kedua sisi glotis sehingga udara dapat masuk dan keluar dengan bebas dari trakhea. 1-3) dan satu sama lainnya dihubungkan oleh ligamen. mukosa orofaring adalah epitel skuamosa bertingkat.Nasofaring berhubungan dengan nares internal dan ostium ke kedua tuba auditorius. dengan demikian laring menjadi sarana pembentukan suara.

Di dalam paru-paru. Seperti halnya pada laring. silia pada trakhea juga menyapu ke arah atas raengarah ke faring. Cincin kartilago memberikan bentuk kaku pada trakhea. Lapisan mukosa ini banyak mengandung sel yang menyekresi lendir disebut PSCC. Bagian dalam trakhea dilapisi oleh membran mukosa bersilia. Ujung terbuka dari cincin ini dihubungkan oleh otot polos dan jaringan ikat. kaku tepat di permukaan anterior leher.menggetarkan pita suara untuk menghasilkan bunyi yang selanjutnya diubah menjadi kata-kata (Gbr. mencegahnya agar tidak kolaps dan menutup jalan udara. masing-masing bronkhus primer sedikit memanjang dari trakhea ke arah paru-paru membentuk cabang menjadi bronkhus sekunder. otot polos. 1-5). Trakhea terletak di depan esofagus dan saat palpasi teraba sebagai struktur yang keras. pseudostratified ciliated columnar. dan serat elastik. meski perpanjangan ini tidak simetris: cabang bronkhus kiri mempunyai sudut yang lebih tajam dibanding dengan cabang bronkhus kanan (Gbr. Saraf kranial motorikyangmempersarafi faring untuk berbicara adalah nervus vagus dan nervus aksesorius. mukus biasanya tertelan atau dikeluarkan sebagai sputum. BRONKHIAL DAN ALVEOLI Ujung distal trakhea membagi menjadi bronkhi primer kanan dan kiri yang terletak di dalam rongga dada. .5 cm. Dinding trakhea disangga oleh cincin-cincin kartilago. 1-4). Ketika mencapai faring. memungkinkan pelebaran esofagus ketika makanan ditelan. Trakhea memanjang dari laring ke arah bawah ke dalam rongga toraks tempatnya terbagi menjadi bronkhi kanan dan kiri. Cincin kartilago ini berujung terbuka yang menghadap belakang seperti huruf C yang banyaknya sekitar 16 sampai 20 buah. Saluran Pernapasan Bawah TRAKHEA Pipa udara atau trakhea adalah saluran udara tubular yang mempunyai panjang sekitar 10 sampai 13 cm dengan lebar sekitar 2.

Sangat penting artinya untuk menjaga agar jalan udara ini tetap terbuka dan bersih. Surfaktan normalnya melapisi permukaan dalam dinding alveolar. Air dalam cairan ini mengeluarkan tenaga atraktif yang kuat disebut tekanan permukaan. Brokhiolus yang paling kecil berakhir dalam kumpulan alveoli-kantung udara di dalam paru-paru.) Pada dinding bronkhiolus tidak terdapat kartilago. keadaan ini menjadi penting secara klinis dalam asma. Setiap alveolus terdiri atas ruang udara mikroskopik yang dikelilingi oleh dinding yang tipis. bersamaan dengan selapis tipis cairan encer. Contoh dalam kasus ini adalah bayi prematur yang lahir sebelum mencapai kehamilan bulan ketujuh dimana paruparu bayi tersebut belum cukup matur sehingga bayi yang dilahirkan ini mengalami kesulitan bernapas (tidak dapat bernapas spontan). (Bayangkan trakhea sebagai sebatang pohon yang terbalik dengan cabang-cabangnya yang menjalar yang makin lama makin kecil.Sebagai akibat dari perbedaan anatomi ini adalah bila benda asing secara tidak sengaja terhirup biasanya akan tersangkut pada bronkhus kanan. Fungsi percabangan bronkhial untuk memberikan saluran bagi udara antara trakhea dan alveoli. percabangan yang paling kecil ini disebut bronkhiolus. Di antara sel epitel terdapat sel-sel khusus yang menyekresi lapisan molekul lipid seperti deterjen yang disebut surfaktan. Cairan ini dibutuhkan untuk menjaga agar permukaan alveolar tetap lembab. yang penting untuk terjadinya difusi gas melalui dinding alveolar. Unit fungsi paru atau alveoli berjumlah sekitar 300 sampai 500 juta di dalam paru-paru pada rata-rata orang dewasa. Fungsinya adalah sebagai satu-satunya tempat pertukaran gas antara lingkungan eksternal dan aliran darah. dengan memungkinkan alveoli mengembang kembali dengan cepat setelah ekspirasi. Surfaktan melawan tekanan ini. Jumlah alveoli yang sangat banyak memberikan area permukaan yang sangat luas sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran gas ini. Dinding ini terdiri atas satu lapis epitel skuamosa. setiap paru mempunyai area permukaan internal sekitar 80 kali lebih besar dari luas permukaan tubuh eksternal atau sekitar 70 m2 (Thibodeau & Patton. yang memisahkan satu alveolus dengan alveolus lainnya. Struktur alveoli sangat efisien untuk mendukung terjadinya difusi gas. 1996). PARU-PARU . tekanan permukaan akan menjadi demikian besar sehingga membutuhkan upaya muskular yang sangat besar untuk mengembangkan kembali alveoli. yang menyebabkan dinding alveolar tertarik dan kolaps ketika udara meninggalkan bilik alveolar selama ekspirasi. Tanpa surfaktan. dan dari kapiler didekatnya.

dan pembuluh limfatik. Setiap paru dibagi menjadi kompartemen yang lebih kecil. Jaringan fibrosa membentuk dinding sekeliling mediastinum. Bagian kanan dan kiri paru terdiri atas percabangan saluran yang membentuk pohon bronkhial. Setiap lobus dipasok oleh cabang utama percabangan bronkhial dan diselaputi oleh jaringan ikat. akan terjadi suatu kondisi yang disebut pleurisi dan terasa sangat nyeri karena membran pleural saling bergesekan satu sama lain ketika bernapas. 1-6). yang merupakan tempat dari paru kiri. Sebagai organ. Pada permukaan tengah dari setiap paru terdapat identasi yang disebut hilus. diafragma akan . jutaan alveoli dan jaring-jaring kapilernya. tempat bronkhus primer dan masuknya arteri serta vena pulmonari ke dalam paru. bagian apeks paru (ujung superior) terletak setinggi klavikula. yang masing-masing mempunyai bronkhiole. Toraks mempunyai peranan penting dalam pernapasan. arteriole. Lapisan dalamnya disebut pleura viseral yang mengelilingi paru dan dengan kuat melekat pada permukaan luarnya. TORAKS Rongga toraks terdiri atas rongga pleura kanan dan kiri dan bagian tengah yang disebut mediastinum. Cairan pleural melicinkan permukaan kedua membran pleura untuk mengurangi gesekan ketika paru-paru mengembang dan berkontraksi selama bernapas. venula. Rongga pleural ini mengandung cairan yang dihasilkan oleh sel-sel serosa di dalam pleura. Pembagian pertama disebut lobus. Jika cairan yang dihasilkan berkurang atau membran pleura membengkak. Lapisan terluar disebut pleura parietal yang melapisi dinding dada dan mediastinum. Satu-satunya organ dalam rongga toraks yang tidak terletak di dalam mediastinum adalah paru-paru. dan dari rongga pleura kiri. Dua lapis membran serosa mengelilingi setiap paru dan disebut sebagai pleurae. Setiap segmen terdiri atas banyak lobulus. Karena bentuk clips dari tulang rusuk dan sudut perlekatannya ke tulang belakang. Bagian dasar setiap paru terletak di atas diafragma. Lobus kemudian membagi lagi menjadi kompartemen yang lebih kecil dan dikenal sebagai segmen. Bahkan perubahan yang lebih besar lagi terjadi ketika diafragma berkontraksi dan relaksasi. fungsi paru-paru adalah tempat terjadinya pertukaran gas antara udara atmosfir dan udara dalam aliran darah.Paru-paru terletak di kedua sisi jantung di dalam rongga dada dan dikelilingi serta dilindungi oleh sangkar iga. dan jaringan ikat. toraks menjadi lebih besar ketika dada dibusungkan dan menjadi lebih kecil ketika dikempiskan. yang secara sempurna memisahkannya dari rongga pleura kanan. Paru kanan terdiri atas tiga lobus dan lebih besar dari kiri yang hanya terdiri atas dua lobus (Gbr. Saat diafragma berkontraksi. Lapisan yang membatasi antara lobus disebut fisura. dimana terletak paru kanan.

Ketika diafragma rileks. sistem pernapasan terdiri atas serangkaian proses ³teratur´ yang terintegrasi yang mencakup ventilasi pulmonal (bernapas). Proses ini sangat rumit. transpor gas oleh darah. yaitu mengalir dari satu tempat ke tempat lainnya karena adanya perbedaan tekanan. Fisiologi Pernapasan Fisiologi pernapasan adalah serangkaian proses interaksi dan koordinasi yang kompleks yang mempunyai peranan sangat penting dalam mempertahankan kestabilan. Ventilasi Pulmonal Ventilasi pulmonal adalah istilah teknis dari bemapas. Mekanisme Ventilasi Pulmonal Udara mengalir masuk dan keluar dari paru-paru dengan dasar hukum yang sama seperti halnya cairan. dan metabolisme. Cairan selalu mengalir dari tempat dengan tekanan yang tinggi ke tempat dengan tekanan yang lebih rendah. Itulah sebabnya pada titik ini. udara atmosfir mengeluarkan tekanan 760 mm Hg. Fungsi yang kompleks ini tidak mungkin berjalan lancar tanpa adanya integrasi antara berbagai sistem kontrol fisiologi yang mencakup keseimbangan asam-basa. Salah satu fase dari ventilasi pulmonal sadalah inspirasi yaitu gerakan perpindahan udara masuk ke dalam paru-paru dan fase lainnya adalah ekspirasi yaitu gerakan perpindahan udara meninggalkan paru-paru. Perubahan dalam ukuran toraks inilah yang memungkinkan terjadinya proses inspirasi dan ekspirasi. sirkulasi. dan regulasi pernapasan secara keseluruhan. Adanya perbedaan tekanan ini (tekanan gradien) menyebabkan cairan mengalir atau berpindah. pertukaran gas dalam paru-paru dan jaringan. . Mekanisme yang menyebabkan ventilasi pulmonal adalah mekanisme yang menimbulkan tekanan gradien antara udara atmosfir dan udara alveolar.mendatar keluar dan dengan demikian menarik dasar rongga toraks ke arah bawah sehingga memperbesar volume toraks. Dalam kondisi standar. Mekanisme ventilasi disajikan secara singkat pada Gambar 17. udara tidak memasuki dan tidak meninggalkan paru-paru. sehingga mekanisme kontrol harus dapat memastikan terpeliharanya homeostasis sepanjang kondisi lingkungan dan kebutuhan tubuh yang terus berubah. atau homeostasis lingkungan internal tubuh kita. Sistem pernapasan yang berfungsi dengan baik dapat menjamin jaringan memperoleh pasokan oksigen yang adekuat dan pembuangan karbon dioksida yang cepat. baik dalam bentuk cair maupun gas. Udara dalam alveoli pada akhir satu ekspirasi dan sebelum dimulai inspirasi berikutnya juga mengeluarkan tekanan 760 mm Hg. Pengaturan pertukaran gas antara sel-sel tubuh dan darah yang bersirkulasi adalah ³inti´ dari fisiologi pernapasan. air dan elektrolit. diafragma kembali ke bentuk awalnya yang seperti kubah sehingga memperkecil volume rongga toraks. Secara fungsional.

diafragma berkontraksi. Masuknya udara terus berlanjut sampai tekanan intrapulmonal sama dengan tekanan atmosfir. Skema mekanisme inspirasi disajikan pada Gambar 1-8. Tekanan intrapleura menjadi makin negatif karena terbentuk isapan singkat antara membran pleura. sehingga memungkinkan masuknya udara lebih banyak. dan mengembangkan rongga dada dari atas ke bawah. dan hal ini juga mengembangkan paru-paru. tekanan intrapulmonal turun di bawah tekanan atmosfir. Otot-otot interkosta eksternal menarik iga ke atas dan ke luar. dan udara memasuki hidung dan terus mengalir melalui saluran pernapasan sampai ke alveoli. Pada napas dalam diperlukan kontraksi yang lebih kuat dari otot-otot pernapasan untuk lebih mengembangkan paru-paru.INSPIRASI Tepatnya proses inspirasi adalah sebagai berikut. . Dengan mengembangnya paru-paru. ini merupakan inhalasi normal. yang mengembangkan rongga dada ke arah samping kiri dan kanan serta ke depan dan ke belakang. Dengan mengembangnya rongga dada. yang disebut sebagai napas dalam. Tentu saja inhalasi dapat dilanjutkan lewat dari normal. memungkinkan pleura viseral untuk mengembang juga. bergerak ke arah bawah. pleura parietal ikut mengembang. Perlekatan yang diciptakan oleh cairan serosa.

tetapi ekshalasi yang normal adalah proses yang pasif. Perhatikan bahwa inhalasi merupakan proses yang aktif yang memerlukan kontraksi otot. Dengan meningkatnya tekanan intrapulmonal di atas tekanan atmosfir. . dan jaringan ikat elastiknya yang meregang selama inhalasi. Namun begitu kita juga dapat mengalami ekshalasi diluar batas normal. paru-paru terdesak. bernyanyi.EKSPIRASI Ekspirasi atau yang juga disebut ekshalasi dimulai ketika diafragma dan otot-otot interkosta rileks. seperti ketika sedang berbicara. mengerut dan juga mendesak alveoli. atau meniup balon. bergantung pada besarnya regangan pada elastisitas normal paru-paru yang sehat. Gambar 1-9 meringkaskan tentang mekanisme ekspirasi. Karena rongga dada menjadi lebih sempit. Ekshalasi yang demikian adalah proses aktif yang membutuhkan kontraksi otot-otot lain. udara didorong ke luar paru-paru sampai kedua tekanan sama kembali. Dengan kata lain. dalam kondisi yang normal kita harus mengeluarkan energi untuk inhalasi tetapi tidak untuk ekshalasi.

. Banyak faktor yang mempengaruhi jumlah udara yang masuk dan keluar dari paru-paru. Kapasitas paru-paru bervariasi sesuai dengan ukuran dan usia seseorang.Volume Pulmonal Volume udara yang masuk dan keluar dari paru-paru dan yang tetap berada dalam paru-paru mempunyai arti penting secara fisiologis. Metoda yang umum untuk memeriksa ftmgsi paru adalah dengan mengukur volume pernapasan dalam kondisi yang berbeda dan hasilnya dibandingkan dengan nilai rata-rata normal. grafik yang merekam perubahan volume pulmonal yang diamati selama pernapasan disebut spirogram (Gbr. Makin kita tua kapasitas paru-paru kita juga menurun karena paru-paru kehi-langan day a elastisitasnya dan otot-otot pernapasan menjadi kurang efisien. Gerakan masuk dan keluar udara ini harus sedemikian normal sehingga pertukaran oksigen dan karbon dioksida dapat terjadi secara adekuat antara udara alveolar dan darah kapiler pulmonal. Makin tinggi individu makin besar paru-parunya jika dibandingkan dengan individu yang lebih pendek. Alat yang digunakan disebut spirometer.

tetapi banyak orang sering mempunyai volume tidal yang lebih rendah karena napas cepat. yaitu merupakan jumlah dari keempat volume paru: TLC = TV + IRV + ERV + RV (Tabel 1-1). bahkan di antara saat bernapas. 1996) . 2.1. Kapasitas residu fungsional adalah jumlah udara yang tersisa dalam paru-paru pada akhir ekspirasi normal: FRC = ERV + RV. cadangan inspirasi. MRV dihitung dengan mengalikan volume tidal dengan jumlah pernapasan per menit (rata-rata 12 sampai 20 kali per menit). Ratarata volume tidal adalah 500 ml. rata-rata berkisar 1000 sampai 1500 ml. Dengan kata lain kapasitas vital adalah jumlah udara yang terlibat dalam inhalasi paling dalam diikuti dengan ekshalasi yang paling kuat. Kapasitas inspirasi dan kapasitas residu fungsional mempunyai makna penting dalam mendiagnosa kelainan paru-paru. Minute Respiratory Volume (MRV)-jumlah udara yang dihirup dan diembuskan dalam 1 menit. Udara residu sangat penting untuk memastikan bahwa selalu terdapat udara di dalam paru-paru sehingga pertukaran gas-gas tetap dapat terjadi. Volume Tidal-jumlah udara yang terlibat dalam satu kali inhalasi dan ekshalasi normal. dan cadangan ekspirasi. Volume dan Kapasitas Pulmonal (Thibodeau & Patton. normalnya berkisar dari 1000 sampai 1500 ml. Table 1. Misalnya jika pernapasan per menit adalah 12 kali dan volume tidal 500 ml maka MRV adalah 6000 ml atau 6 liter udara per menit yang merupakan MRV rata-rata.1-10): 1. 3. normalnya berkisar 2000 sampai 3000 ml. Residual Volume-jumlah udara yang tetap berada di dalam paru-paru setelah ekshalasi yang paling kuat. 5. Jumlah volume udara total yang dapat ditahan oleh paru-paru disebut kapasitas paru total (TLC. 4. Rata-rata kapasitas vital berkisar 3500 sampai 5000 ml. Kapasitas pernapasan (1C) adalah jumlah udara maksimal yang masih dapat dihirup oleh klien setelah ekspirasi normal : IC = TV + IRV. Inspirator? Reserve-cadangan inspirasi adalah jumlah udara di luar volume tidal yang dapat diambil dengan inhalasi sedalam mungkin. 6. Vital Capasity-jumlah dari volume tidal. Expiratory Reserve-cadangan ekspirasi yaitu jumlah udara di luar volume tidal yang dapat dikeluarkan dengan ekshalasi yang paling kuat.

Pertukaran Gas Pulmonal Pertukaran gas mencakup dua proses yang independen. (Scanlon. 1-11). Kecepatan perpindahan gas ini bergantung pada konsentrasi (kepekatan) atau pada tekanan yang dikeluarkan oleh gas (tekanan parsial). 1995). 0. dan 78% nitrogen.04% karbon dioksida. . Secara umum udara yang kita hirup (dari atmosfir bumi) sebenarnya merupakan campuran yang mengandung kira-kira 21% oksigen. pernapasan eksternal ¢ pertukaran gas antara alveoli dengan aliran darah dan pernapasan internal¢ pertukaran gas antara kapiler dalam tubuh (selain dalam paru-paru) dengan sel-sel tubuh (Gbr. Kedua proses tersebut mencakup perpindahan gas melalui difusi ¢ perpindahan gas dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi lebih rendah.

Darah arteri yang mencapai kapiler sistemik mempunyai kandungan PO2 yang tinggi dan PCO2 yang rendah. Udara di dalam alveoli mempunyai kandungan PO2 tinggi dan PCO2 rendah. mempunyai kandungan PO2 rendah dan PCO2 tinggi. Jadi dengan demikian tekanan parsial oksigen 21 % adalah 159. Itulah sebabnya. dan (4) ventilasi alveolar. (2) area permukaan fungsional total membran pernapasan. dalam pernapasan internal.Tekanan parsial (yang juga dikenal dengan hukum Dalton) adalah tekanan yang dikeluarkan oleh salah satu dari sembarang gas dalam suatu campuran gas-gas yang secara langsung berhubungan dengan konsentrasi gas tersebut dalam campuran dan dengan tekanan total campuran gas. dalam pernapasan eksternal oksigen akan berdifusi dari udara di dalam alveoli ke dalam darah. yaitu dalam pernapasan eksternal seperti pada edema pulmonal dan pneumonia.6 mm Hg. Besarnya oksigen yang berdifusi ke dalam darah setiap menit bergantung pada faktor: (1) gradien tekanan oksigen antara udara alveolar dan darah pulmonal yang masuk (PO2 alveolarPO2 darah). maka tekanan parsial oksigen [PO2] adalah 21 % x 760 mm Hg = 159. Apa saja yang menurunkan PO2 alveoli cederung akan menurunkan . kadang cukup disebut tension mempunyai simbol P dan satuan mm Hg. Darah di dalam kapiler pulmonal.6 mm Hg. Darah yang kembali dari jantung sekarang mempunyai kandungan PO2 yang tinggi dan PCO2 yang rendah dan dipompakan oleh ventrikel kiri ke dalam sirkulasi sistemik. oksigen berdifusi dari darah ke cairan jaringan (sel-sel). Sel tubuh dan cairan jaringan mempunyai PO2 rendah dan PC02 tinggi karena selsel secara kontinu menggunakan oksigen dalam pernapasan sel (pembentukan energi) dan menghasilkan karbon dioksida. Itulah sebabnya. Tekanan parsial suatu gas dapat dihitung dengan mengalikan persentase gas dimaksud dengan tekanan total atmosfir dalam kondisi standar (760 mm Hg). Kelainan pertukaran gas yang sering melibatkan paru-paru. yang berasal langsung dari tubuh. Perhatikan contoh berikut konsentrasi gas oksigen dalam atmosfir adalah 21 %. Darah yang memasuki vena sistemik untuk kembali ke jantung sekarang mempunyai kandungan PO2 rendah dan PCO2 tinggi dan dipompakan oleh ventrikel kanan ke dalam paru-paru untuk turut serta dalam pernapasan eksternal. Tekanan parsial. Keempat faktor tersebut mempunyai hubungan langsung dengan difusi oksigen. dan karbon dioksida berdifusi dari darah ke dalam udara di dalam alveoli. (3) volume pernapasan satu menit. dan karbon dioksida berdifusi dari cairan jaringan ke dalam darah.

Keluarnya ion-ion negatif ini (HCO3~) dari sel-sel darah merah diimbangi oleh masuknya ion negatif lain yaitu ion klorida (Cl~). dan oksigen dilepaskan ke dalam jaringan. Lebih dari dua pertiga CO2 yang diangkut oleh darah terbawa dalam bentuk ion bikarbonat (HCO3~). Hemoglobin adalah protein quarterner yang terbentuk dari empat rantai polipeptida yang berbeda yaitu dua rantai alfa (a) dan dua rantai beta (P) yang masing-masing berikatan dengan ³kelompok heme´ yang mengandung zat besi. dengan demikian meningkatkan kapasitas pengangkutan CO2 darah. Hasil akhirnya adalah molekul-molekul CO2 yang berdiftisi ke dalam plasma akan terus menerus dibuang dari larutan dan diubah menjadi bikarbonat. makin banyak CO2 yang akan diubah menjadi asam karbonat. Sesuai dengan hukum kecepatan kimia di atas. Ketika CO2 larut dalam air (seperti dalam plasma darah). yang membuat sistem bergerak ke arah bikarbonat. ikatan tersebut pecah. 459) Dari Gambar 1-12 dapat dilihat bahwa makin banyak CO2 yang ditambahkan ke dalam plasma. sebagian dari molekul H2C03 berdisosiasi membentuk ionion H+ dan bikarbonat (HCO3-). Gbr. 1994. Ikatan oksigen-hemoglobin dibentuk dalam paru-paru dimana P02 tinggi. Dengan demikian. Makin rendah konsentrasi oksigen dalam jaringan. kecepatan aktual pada setiap arah diatur oleh konsentrasi relatif setiap molekul. Transpor karbon dioksida (CO2) sedikit lebih rumit. sehingga meningkatkan kecepatan pembentukan bikarbonat. Penurunan konsentrasi asam karbonat kemudian mendorong perpindahan ke arah pengubahan bikarbonat menjadi asam karbonat. 1-12. Hal ini memungkinkan tempat yang lebih banyak untuk CO2 terlarut dalam plasma. Karbon dioksida bereaksi dengan air membentuk asam karbonat. Sebagai akibat konsentrasi asam karbonat meningkat. Panah ganda menunjukkan bahwa setiap reaksi bersifat reversibel. reaksi yang mengubah asam karbonat untuk membebaskan CO2 menjadi dominan. (Sumber: Wingerd. sebagian dari molekul CO2 berasosiasi dengan H2O membentuk asam karbonat (H2C03). Ikatan relatif takstabil. Pengaturan Pernapasan Pusat Kontrol Pernapasan . makin banyak oksigen hemoglobin yang akan dilepaskan. dan ketika darah melewati jaringan dengan PO2 yang rendah. Asam karbonat kemudian berdisosiasi membentuk ion bikarbonat dan hidrogen. ketika CO2 dikeluarkan dari plasma maka keseluruhan sistem berpindah ke arah yang berlawanan.gradien tekanan oksigen darah alveolar dan karenanya cenderung menurunkan jumlah oksigen yang memasuki darah. Transpor ion negatif yang saling berlawanan ini disebut sebagai perpindahan klorida. Transpor Gas dalam Darah Sebagian besar oksigen yang diangkut dalam darah berikatan dengan hemoglobin. Proses ini dikatalis oleh enzim karbonat anhidrase yang terdapat dalam sel-sel darah merah (Gbr 1-12). yang reaksinya dikatalis oleh enzim SDM karbonat anhidrase. ion-ion tersebut berdifusi searah dengan gradien konsentrasinya ke dalam plasma. Ketika ion-ion bikarbonat dibentuk. Ketika terbentuk. Faktor lain yang meningkatkan pelepasan oksigen dari hemoglobin adalah PCO2 yang tinggi (pH yang rendah) dan suhu yang tinggi. him. Hal ini menjamin bahwa jaringan aktif menerima oksigen sebanyak yang diperlukan untuk dapat melanjutkan pernapasan sel. Pembentukan bikarbonat.

(Sumber: Bulock. yang dapat berdifusi ke dalam darah untuk memperbaiki keadaan hipoksik. impulsnya makin menekan pusat inspirasi. darah (seperti pada hipoksia) akan dideteksi oleh kemoreseptor pada korpus karotis dan aortik. pusat ekspirasi menjadi lebih aktif.Berbagai mekanisme beroperasi untuk mempertahankan kekonstanan relatif PO2 dan PCO Homeostasis gas-gas darah ini dipertahankan oleh perubahan ventilasi yaitu frekuensi dan kedalaman pernapasan. Pada pernapasan normal inhalasi berlangsung sekitar 1 sampai 2 detik. karena O2 penting untuk . Keunikan dari refleks menguap ini adalah sifatnya yang menular. dan sebagian impuls ini akan menekan pusat ekspirasi. dan yang kemudian diselingi oleh impuls dari pusat pneumotaksik.. yang membantu mencegah overinflasi paru-paru. Gambar 1-14 secara skematis meringkaskan proses tersebut. 1-13). misal ketika kita takut sehingga kita menahan napas atau berteriak. Meski demikian. Kebanyakan dari kita akan menguap jika lelah atau mengantuk. seperti kurangnya oksigen atau penumpukan karbon dioksida. kadar O. Pusat pernapasanpadabatang otak. sebagian dari impuls tersebut akan menjalar di sepanjang saraf ke otot-otot pernapasan untuk menstimulasi kontraksi. Terdapat beberapa kemungkinan. Ketika pusat inspirasi membangkitkan impuls. Impuls sensori yang dicetuskan oleh reseptor ini menjalar di sepanjang nervus vagus dan glosofaring sampai ke medulla. impuls ini mulai menekan pusat inhalasi. Pusat pernapasan dalam batang otak mengontrol saraf yang mempersarafi otot-otot inspirasi dan ekspirasi (Gbr. mana yang paling penting sebagai pengatur pernapasan? Secara spontan anda pasti akan menjawab O2. 1996). Pernapasan dapat juga dipengaruhi oleh emosi. dan CO. 1996). Penurunan kadar 0. yang relaksnya akan menyebabkan ekshalasi. Gbr 1-14. Respons ini akan membawa lebih banyak udara ke dalam paru-paru sehingga akan lebih banyak 0. Dengan mengembangnya paru-paru. Hasilnya adalah inhalasi. yang berespons dengan meningkatkan frekuensi atau kedalaman pernapasan (atau keduanya). Kontrol pernapasan secara kimiawi dipengaruhi oleh pH darah. BL. Menurut Anda. diikuti dengan ekshalasi yang sedikit lebih lama (2 sampai 3 detik). 1-13. Kedua pusat pernapasan pada pons bekerja dengan pusat medullar untuk menghasilkan irama pernapasan yang normal. Tahukah anda bahwa refleks pernapasan lainnya adalah menguap. Proses ini disebut refleks inflasi Hering-Breuer. dari kedua gas tersebut (O2 dan C02). (Sumber: Thibodeau & Patton. yang menyebabkan ekshalasi. darah. Pusat apneustik memperpanjang inhalasi. Kemudian pusat inspirasi menjadi lebih aktif kembali untuk memulai siklus pernapasan berikutnya. Area ini terdiri atas dua pusat kontrol yang saling berhubungan: pusat inspirasi dan pusat ekspirasi. Anda bahkan mungkin menguap saat membaca paragraf ini. masih mungkin terdapat variasi. Melihat seseorang menguap secara tidak disadari kita akan ikut menguap pula. Dengan tertekannya pusat inspirasi. menghasilkan batasan frekuensi pernapasan yang normal sekitar 12 sampai 20 kali per menit. tetapi stimulus dan tujuan menguap itu sendiri tidak diketahui dengan pasti. dan marah biasanya membuat frekuensi pernapasan lebih cepat. baroreseptor yang terdapat di dalam jaringan paru mendeteksi regangan ini dan mencetuskan impuls sensori ke medulla. Gbr. Irama dasar siklus pernapasan (inspirasi dan ekspirasi) tampaknya dibangkitkan oleh area medullatory rhytmicity. Hasilnya adalah penurunan impuls ke otot-otot pernapasan. Skema pengaturan pernapasan.

semuanya mempengaruhi area medullatory ritmicity. Oksigen ini tidak masuk ke dalam darah tetapi tersedia kapan saja oksigen ini dibutuhkan. Otot-otot efektor meningkatkan siklus kontraksi dan rileksasinya. (2) stimuli dingin mendadak yang diberikan pada kulit menyebabkan refleks apnea. Informasi umpan-balik disalurkan ke integrator dalam batang otak yang berespons terhadap peningkatan PCO2 di atas nilai normalnya dengan mengirimkan signal koreksi melalui saraf kepada otot-otot pernapasan. Hal ini membuat PCO2 kembali ke nilai tetapnya. Penurunan pH yang disebabkan oleh penumpukan C02 akan dikoreksi oleh ginjal. Dengan meningkatnya frekuensi pernapasan. Gbr. juga dari pusat kontrol lainnya. yang terdeteksi oleh kemoreseptor pusat dalam otak dan kemungkinan kemoreseptor perifer pada sinus karotis dan aorta. Gambar 1-15 meringkaskan respons umpan-balik ini. tubuh akan segera mengompensasi dengan meningkatkan pernapasan untuk mengeluarkan CO2 yang berlebih. Sebagai contoh perubahan dalam PC02. kecepatan pelepasan CO2 dari tubuh meningkat dan sebagai hasil PC02 menurun. tetapi stimuli nyeri hebat yang berkelanjutan menyebabkan respirasi lebih cepat dan lebih dalam. misalnya pada penderita penyakit paru kronis seperti emfisema yang mengalami penurunan pertukaran baik O2 maupun CO2 dalam paru-parunya. Sebaliknya C02 merupakan pengatur penting dalam pernapasan. dan (3) stimuli faring dan laring oleh iritan kimia atau sentuhan menyebabkan apnea temporer. dengan demikian meningkatkan frekuensi pernapasan. alasannya bahwa CO2 mempengaruhi pH darah (jika kadar CO2 darah berlebih. Simpul umpan-balik bekerja untuk meningkatkan frekuensi pernapasan dalam merespons kadar PCO2 plasma yang tinggi. 1-15. refleks bersin. akan menurunkan pH darah yang akan membahayakan tubuh). Berbagai Faktor yang Mempengaruhi Pernapasan Pernapasan secara tidak langsung juga dipengaruhi oleh refleks seperti refleks batuk. (Sumber: Thibodeau & Patton. Tahukan anda bahwa sistem pernapasan dapat mempertahankan kadar O2 darah meski frekuensi pernapasan turun sampai setengah dari normal atau terhenti beberapa saat. Ingat juga bahwa udara residu dalam paru-paru mensuplai O2 ke dalam darah meski ketika frekuensi pernapasan melambat. 1996) . Itulah sebabnya setiap terjadi peningkatan kadar CO2 dalam darah. Dengan demikian. Kontrol umpan-balik negatif pernapasan. Berbagai faktor lain juga mempengaruhi pernapasan diantaranya suhu darah dan impuls sensori dari reseptor termal kulit dan dari reseptor nyeri profunda atau superfisial: (1) stimuli nyeri hebat mendadak menghasilkan refleks apnea. peranan O2 dalam pengaturan pernapasan tidak terlalu penting. yang bertindak sebagai efektor. tetapi kadar O2 darah akan tetap menurun dan pada akhirnya kadar O2 akan turun terlalu jauh sehingga menyebabkan stimulus yang terlalu kuat untuk meningkatkan frekuensi dan kedalaman pernapasan. PO2> dan pH dari darah arteri sistemik. Peningkatan pernapasan selular selama olah raga menyebabkan peningkatan dalam PCO2 plasma. Refleks apnea ini merupakan alat yang sangat berguna untuk mencegah aspirasi selama menelan. Informasi umpan balik pada area medullatory ritmicity berasal dari sensor seluruh sistem persarafan. Ingat bahwa udara yang diekshalasi mengandung 16% O2.pembentukkan energi dalam pernapasan sel. Namun demikian ada keadaan dimana O2 menjadi pengatur penting dalam pernapasan. cegukan dan menguap.

yang selanjutnya akan meningkatkan pH. Asidosis metabolik dapat disebabkan oleh diabetes yang tidak diobati (ketoasidosis) penyakit ginjal. Kompensasi pernapasan yang terjadi adalah penurunan pernapasan untuk menahan CO2 dalam tubuh sehingga meningkatkan pembentukan ion H¬¬¬¬+ yang selanjutnya akan menurunkan pH ke batas normalnya. Secara umum respirasi alkalosis bukan merupakan kejadian yang lazim. Berada di tempat yang sangat tinggi seperti di gunung (dimana O2 atmosfir rendah) dapat menyebabkan peningkatan frekuensi pernapasan sementara sebelum terjadi kompensasi (peningkatan pembentukan sel-sel darah merah). Alkalosis dan Asidosis Respiratorik Asidosis respiratorik terjadi jika frekuensi atau efisiensi pernapasan menurun sehingga terjadi penumpukan CO2 dalam cairan tubuh. Dalam kondisi ini konsentrasi ion H¬¬¬¬+ cairan tubuh menurun. akan menyebabkan pernapasan alkalosis ringan. perubahan pH akan merangsang perubahan pernapasan yang dapat membantu memulihkan pH cairan tubuh kembali normal. ini disebut asidosis atau alkalosis metabolik. Pada kedua keadaan tersebut. Dalam situasi tersebut. Kompensasi pernapasan yang terjadi adalah dengan meningkatkan frekuensi dan kedalaman pernapasan yang ditujukan untuk menghembuskan lebih banyak CO2 sehingga menurunkan pembentukan ion H¬¬¬¬+. Kelebihan CO2 ini mengakibatkan pembentukan ion hidrogen lebih banyak. yang akan terionisasi menjadi ion H+ dan ion HCO3~. bila kita bernapas lebih cepat dari biasanya. atau diare hebat. dan C02 diembuskan dengan sangat cepat. namun dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan alkalin yang berlebihan seperti yang digunakan untuk menghilangkan gangguan lambung. konsentrasi ion H+ cairan tubuh meningkat. Kompensasi Pernapasan Jika ketidakseimbangan pH disebabkan oleh suatu sebab selain perubahan dalam pernapasan. Kompensasi pernapasan untuk ketidakseimbangan pH metabolik tidak dapat dilakukan dengan sempurna. Sistem pernapasan dapat menjadi sebab ketidakseimbangan pH sebaliknya dapat pula memperbaiki ketidakseimbangan pH yang diakibatkan oleh penyebab lain. atau asma berat yang semua merusak pertukaran gas dan menyebabkan kelebihan CO2 dalam cairan tubuh. akan makin rendah pH. Penyebab asidosis respiratorik antara lain adalah pneumonia dan emfisema. Status mental tertentu dan/atau ansietas emosional dapat disertai dengan hiperventilasi dan juga mengakibatkan respirsi alkalosis. Ingatlah bahwa C02 bereaksi dengan air membentuk asam karbonat (H2CO3). Alkalosis respiratorik terjadi jika frekuensi pernapasan meningkat. Contoh untuk keadaan ini adalah. Alkalosis metabolik bukan kejadian yang umum. karena keterbatasan jumlah C02 yang mungkin dihembuskan atau ditahan.Pernapasan dan Keseimbangan Asam-Basa Pernapasan mempengaruhi pH cairan tubuh karena pernapasan mengatur CO2 dalam cairan tubuh. Secara keseluruhan kompensasi pernapasan hanya efektif 75 % saja. . yang selanjutnya akan menurunkan pH. yang selanjutnya akan meningkatkan pH ke batas normalnya. Atau bila bayi menangis dalam waktu yang cukup lama akan mengalami pernapasan alkalosis. dan makin sedikit ion hidrogen akan makin tinggi pH. Makin banyak ion hidrogen terdapat dalam cairan tubuh. Kurangnya CO2 menurunkan pembentukan ion hidrogen.

Area yang sensitif terhadap zat kimia dari medulla sangat sensitif terhadap kadar PCO2 plasma. Ventilasi ini mencakup inspirasi dan ekspirasi. Oksigen berdifusi dari kapiler sistemik ke dalam sel-sel jaringan dan karbon dioksida berdifusi dari sel-sel jaringan ke dalam kapiler sistemik. Oksigen berdifusi dari alveoli ke kapiler pulmonal dan karbon dioksida berdifusi dari darah dalam kapiler pulmonal ke dalam alveoli. faring. š Sistem pernapasan membantu mempertahankan homeostasis dengan menjaga agar kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah relatif konstan. Ekshalasi membuang CO2 yang merupakan hasil pernapasan sel. meskipun terjadi perubahan kondisi dalam tubuh. pernapasan eksternal. Ventilasi didefinisikan sebagai perpindahan udara ke dalam dan ke luar paru-paru. dan laring. Kontrol setempat dari pertukaran gas yang adekuat mencakup efek dari kadar karbon dioksida terhadap bronkhiolus dan kadar oksigen terhadap arteriole pulmonal. š Sistem pernapasan terdiri atas sejumlah jalan udara dan paru-paru. Pusat pernapasan otak terletak di medulla dan pons.Rangkuman Bab š Proses pernapasan lebih dari sekadar aksi mekanik sederhana dari bernapas.Volume dan kapasitas pulmonal merupakan ukuran klinis penting dalam mengevaluasi abnormalitas pernapasan. dan pernapasan internal. Saluran pernapasan atas terdiri atas hidung. Bernapas juga mengatur kadar CO2 di dalam tubuh. Pernapasan dikontrol oleh faktor instrinsik dan ekstrinsik. Saluran pernapasan bawah terdiri atas trakhea. Inhalasi memberi tubuh oksigen yang diperlukan untuk pembentukan ATP dalam proses pernapasan sel. Ekspirasi adalah perpindahan udara ke luar paru-paru dan merupakan akibat relaksasi otot-otot pernapasan serta perubahan dalam tekanan toraks. dan hal ini mempunyai kontribusi untuk mempertahankan keseimbangan asam basa dari cairan tubuh. bronkhial dan alveoli. Proses ini mencakup tiga peristiwa: ventilasi pulmonal. Perpindahan oksigen dan karbon dioksida antara lingkungan eksternal dengan selsel disebut pernapasan. perannya dalam pengaturan kadar kimia penting untuk fungsi tubuh pada setiap tingkatan. Pernapasan internal adalah pertukaran gas antara darah kapilari sistemik dengan sel-sel jaringan. Mekanisme pengaktifannya melalui ion-ion H . Inspirasi adalah perpindahan ke dalam paru-paru akibat kontraksi otot-otot pernapasan dan perubahan dalam tekanan toraks. yaitu organ pernapasan fungsional. Pernapasan eksternal adalah pertukaran gas antara udara dalam alveoli dan darah dalam kapiler pulmonal. Meskipun gas-gas pernapasan tidak membentuk komponen struktural tubuh. dan paru-paru.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful