MUI Temukan Fakta Makam Mbah Priok - KOMPAS.

com

Kamis, 9 Desember 2010

Selamat Datang | In

Register | Sign

cari

KOMPAS.comCetakePaperBolaEntertainmentGamesTeknoOtomotifFemaleHealthPropertiForumKompasianaImagesMobileKompasKarierPasangIklanGramediaShop

q

Home Nasional Regional Internasional Megapolitan Bisnis & Keuangan Olahraga Sains Travel Oase Edukasi English Archive Video More Pariwisata & Kuliner Kehidupan Jakarta Tonite Crime Story News Urban Life

q

q

q

q

q

q

q

q

q

q

q

q

q

q

MUI Temukan Fakta Makam Mbah Priok
Senin, 9 Agustus 2010 | 20:20 WIB

Terpopuler
q

Makhluk Jejadian Ini Kebal Senjata
q

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengkaji Kasus Makam Eks TPU Dobo yang dibentuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) menemukan beberapa fakta keliru tentang keberadaan Makam Mbah Priok. KH Ma’ruf Amien sebagai pengarah tim pengkajian MUI dan Ketua tim MUI DKI Jakarta, DR KH M
http://megapolitan.kompas.com/read/2010/08/09/20205971/MUI.Temukan.Fakta.Makam.Mbah.Priok (1 of 5)12/9/2010 9:10:59 PM

Okto, Si Pembawa Keceriaan
q

Filipina Tantang Indonesia di...
q

MUI Temukan Fakta Makam Mbah Priok - KOMPAS.com

Syafi’i Mufid, MA di Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Senin (9/8/2010) sore membeberkan kajian kasus bekas makam Dobo. Fakta keliru itu diketahui setelah tim tersebut melakukan penelitian secara menyeluruh mulai dari sisi sejarah, keagamaan dan keberadaan makam tersebut. Kekeliruan tersebut telah disebarkan oleh ahli waris makam yang tercantum dalam Risalah Manaqub kepada peziarah yang datang. Pembentukan tim ini dilakukan atas dasar permintaan yang diberikan PMI, yang telah lebih dulu mengumumkan hasil investigasinya. Menurut Ketua Tim Pengkaji Safii Mufid, penelitian dilakukan berdasarkan prinsip ilmiah yang ketat dalam menyaring informasi dan verifikasi, sehingga dapat meminimalisir kesalahan yang terjadi. "Tapi tidak ada masukan dari pihak ahli waris karena setiap diundang tidak pernah hadir," katanya. Salah satu kesalahan yang dalam manuskrip yang sudah tersebar di masyarakat serta media massa sejak peristiwa Koja 14 April lalu, yang paling mendasar terdapat pada tahun kelahiran dan kematian Habib Hasan Al Hadad yang tertulis tahun 1927 dan meninggal dunia pada 1756. "Sedangkan yang benar adalah lahir pada 1874 dan meninggal dunia pada 1927," bebernya kepada wartawan. Sementara mengenai riwayat hidupnya dikatakan pada risalah sebagai seorang da’i atau mubaligh serta turut menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Namun berdasarkan data yang didapatkan adalah seorang yang bekerja sebagai awak kapal dagang milik pelaut bernama Sayyud Syech bin Agil Madihij. "Jadi penyebutannya tidak didasari oleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan," ucapnya. Dari sudut keyakinan dan praktik keagamaan yang dilakukan yang berlangsung di komplek eks pemakaman TPU Dobo selama ini, Mufid menyatakan ada beberapa penyimpangan yang dilakukan oleh para pengelola (juri kuncen) terhadap ajaran agama Islam dengan menyebutkannya sebagai wali Allah. "Sehingga ada kultus yang berlebihan terhadap makam Habib Hasan bin Muhammmad Al Hassan," ungkapnya. Salah satunya, dengan melarang para peziarah untuk berpakaian serba putih dan dilarang menggunakan celana panjang.
http://megapolitan.kompas.com/read/2010/08/09/20205971/MUI.Temukan.Fakta.Makam.Mbah.Priok (2 of 5)12/9/2010 9:10:59 PM

Jinakkan "Singa",...
q

Lawan Indonesia, Filipina Tak...
q

Ajax Permalukan Milan
» Selengkapnya

Terkomentari Terekomendasi Kabar Palmerah

MUI Temukan Fakta Makam Mbah Priok - KOMPAS.com

Bahkan, ketika meninggalkan makam pengunjung diharuskan melangkah mundur dan dilarang memalingkan wajahnya dari lokasi makam yang berada di hadapannya. "Selain itu juga soal keyakinan air mineral yang dibawa ke dalam makam dapat membawa berkah dan air dalam makam nilainya sama dengan zam-zam di Makkah," tuturnya. Bahkan beberapa materi ceramah yang diperdengarkan kepada pengunjung dengan mengungkapkan kalau Mbah Priok akan hadir bersama dengan para jamaah di tengah kematiannya. Pernyataan tersebut dinilai lebih memuliakan keberadaan makam tersebut dibandingkan dengan Ka’bah di Makkah, Arab Saudi. "Bahkan kalau kita mati kita akan dijemput oleh Habib Hasan dan Rasulullah SAW," sahutnya dalam Konferensi Pers pengumuman Tim Kajian Eks TPU Dobo. Karena itu, agar tidak lagi terjadi kesalahpahaman di masyarakat, pihaknya meminta kepada peerintah untuk segera melakukan penjernihan sejarah. Mulai dari tahun kelahiran dan kematian Habib Hasal Al Hadad hingga sebagai salah satu penyebar agama Islam di Batavia mesti ditegaskan. Termasuk penyebutan toponomi Tanjung Priok yang bukan saja asing dalam mitologi orang Betawi tetapi juga secara historis kebenaran faktualnya tidak dapat diterima. Rekomendasi yang paling utama dengan melakukan penulisan ulang dan mensosialisasikannya kepada masyarakat ke dalam sebuah tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga dapat menggantikan risalah yang disebarkan oleh pengelola makam dan memasukkan kandungan faktual dibandingkan dengan mitos. "Ini perlu dijernihkan, dan ke depan kami akan menerbitkan buku putih dari MUI," tambahnya. Atas pengumuman tersebut, Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Jose Lino menyatakan akan segera menjalankan rekomendasi yang diberikan MUI. Di antaranya membangun monumen Habib Hasan Al-Hadad di atas lahan Eks TPU Dobo, Koja, Jakarta Utara serta membangun TPU Semper sebagai tempat berziarah. "Semua akan dibiayai Pelindo II baik monumen maupun TPU Semper," pungkasnya usai mendengarkan pengumuman MUI di Islamic Center, Koja, Jakarta Utara.
http://megapolitan.kompas.com/read/2010/08/09/20205971/MUI.Temukan.Fakta.Makam.Mbah.Priok (3 of 5)12/9/2010 9:10:59 PM

MUI Temukan Fakta Makam Mbah Priok - KOMPAS.com

Sumber : ANT Editor: bnj Dibaca : 2728

Sent from Indosat BlackBerry powered by
Font: A A

A

Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. Kirim Komentar Anda
q

Selasa, 10 Agustus 2010 | 12:37 WIB

Kurban di pihak satpol dan masyarakat sudah telanjur jatuh.

mikoyan gurevich
q

Balas tanggapan

Selasa, 10 Agustus 2010 | 07:47 WIB

hadi tresna

ini namanya membohongi atau membuat kebohongan untuk mencari dunia dengan sengaja, membohongi masyarakat , astagfirullah ini sma dengan kriminal. seharusnya hal2 begini itu tidak terjadi kalau para penyebar agama berpendidikan Balas tanggapan

q

Selasa, 10 Agustus 2010 | 02:55 WIB

mui hrs jelas jgn nanti karna di bayar pelindo ygbaik biarkan situsnya di perbaiki, makam itu peringatan untuk yg masih hidup bahwa kita juga aKAn mati,

joko tole

Balas tanggapan

q

Senin, 9 Agustus 2010 | 21:33 WIB

saya harap berita ini disebarluaskan ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia...bravo kompas.com

ardji rahardjo

Balas tanggapan

Kirim Komentar Anda
http://megapolitan.kompas.com/read/2010/08/09/20205971/MUI.Temukan.Fakta.Makam.Mbah.Priok (4 of 5)12/9/2010 9:10:59 PM

MUI Temukan Fakta Makam Mbah Priok - KOMPAS.com

Silakan login untuk kirim komentar Anda. Komentar

KirimBatal Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
More: Index Berita Info Kita Surat Pembaca Berita Duka Seremonia DKK Matahati Tanah Air Kompas Kita Kompas AR Kompas Dakode Kompas Widget Kompas Apps Kabar Palmerah RSS Feed Site Map

About Kompas.com | Advertise with us | Info iklan | Privacy policy | Terms of use | Karir | Contact Us | Kompas Accelerator For IE 8 © 2008 - 2010 KOMPAS.com — All rights reserved

http://megapolitan.kompas.com/read/2010/08/09/20205971/MUI.Temukan.Fakta.Makam.Mbah.Priok (5 of 5)12/9/2010 9:10:59 PM

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful