EGERI SN SE TA

SI

M

UNIVER

PEMBELAJARAN ALAT MUSIK DRUM DI SANGGAR MUSIK DIMAZ PRATAMA SEMARANG

AR
ANG

SKRIPSI Dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata 1 Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Disusun Oleh : Nama NIM : Ahmad Samsul Fajari : 2501401043

Program Studi : S1 / Seni Musik Jurusan : Sendratasik

FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2005

HALAMAN PENGESAHAN Telah dipertahankan dihadapan Panitia Ujian Skripsi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang pada: Hari : Selasa

Tanggal : 18 Oktober 2005 Panitia Ujian: Ketua Sekretaris

Prof. Dr. Rustono, M.Hum NIP. 131281222

Drs. Agus Cahyono, M.Hum NIP. 132058805 Anggota Penguji 1. Penguji 1 Drs. Eko Raharjo, M.Hum. NIP. 131993874 2. Penguji II

Pembimbing I Drs. Suharto, S.Pd. NIP. 131902385 Pembimbing II

Drs. Udi Utomo, M.Si. NIP. 132041240

Drs. Suharto, S.Pd. NIP. 131902385 3. Penguji III

Drs. Udi Utomo, M.Si. NIP. 132041240 Mengetahui Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang

Prof. Dr. Rustono, M.Hum. NIP. 131281222 ii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Allah SWT memberikan ilmu kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa mendapatkan ilmu pengetahuan, sesungguhnya dia telah mendapatkan kebajikan yang banyak. Dan tidak ada orang yang mendapat peringatan kecuali orang-orang yang berakal (Q. S. Al-Baqarah: 269).

PERSEMBAHAN Skripsi ini kami persembahkan untuk: 1. Ibu sebagai rasa baktiku 2. Keluargaku yang selalu mendukung aku berjuang 3. Fitri yang begitu sabar menemaniku dalam pembuatan skripsi ini 4. Teman-teman seperjuangan yang

selalu memotivasiku 5. Almamater

iii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirrobil’alamin, penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan ridhoNya kepada manusia. Penulis menyadari bahwa segala kuasa dan kehendakNyalah yang mampu mewujudkan segala keinginan dan kehendak manusia. Tidak terkecuali juga, dengan segala izin Allah, penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini dapat terselesaikan berkat adanya bantuan dari berbagai pihak informan yang sangat dibutuhkan partisipasinya. Oleh karena itu, dengan ketulusan hati penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada: 1. Rektor Universitas Negeri Semarang Dr. H. A.T. Soegito, SH.MM, yang telah memberi kesempatan menyelesaikan skripsi Jurusan Sendratasik Semarang. 2. Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Rustono, M.Hum, yang telah memberikan izin penelitian dan kesempatan menyelesaikan studi jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri

Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang. 3. Ketua Jurusan Sendratasik, Drs. Syahrul Syah Sinaga, M.Hum, yang telah memberikan kemudahan perijinan dan dorongan pada peneliti untuk menyusun skripsi.

iv

4. Dosen Pembimbing I, Drs. Suharto, S.Pd, yang dengan tulus ikhlas memberikan bimbingan dan pengarahan dalam

penyusunan skripsi ini. 5. Dosen Pembimbing II, Drs. Udi Utomo, M.Si, yang telah

memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan skripsi ini. 6. Dosen Penguji, Drs. Eko Raharjo, M.Hum, yang telah memberikan saran dan bersedia menguji sehingga terlaksananya ujian skripsi ini. 7. Semua pihak yang telah memberikan motivasi dan bantuan dalam penyusunan skripsi ini. Tiada yang dapat penulis persembahkan kepada beliau selain doa semoga amal dan jasa baiknya mendapatkan imbalan dari Tuhan Yang Maha Esa. Penulis menyadari skripsi ini masih banyak kekurangan namun harapan penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukan.

Semarang,

Oktober 2005

Penulis v

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................... HALAMAN PENGEAHAN .............................................................. MOTTO DAN PERSEMBAHAN ..................................................... KATA PENGANTAR ...................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................. DAFTAR LAMPIRAN .................................................................... SARI ........................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ................................................ B. Masalah peneitian ......................................................... C. Tujuan Penelitian .......................................................... D. Manfaat Penelitian ........................................................ E. Sistematika Skripsi ....................................................... BAB II. LANDASAN TEORI A. Pembelajaran ................................................................ 1. Pengertian Belajar .................................................... 2. Pengertian Mengajar ................................................. 3. Pengertian Pembelajaran .......................................... B. Komponen Pembelajaran ............................................... 1. Kurikulum ............................................................... 2. Metode ..................................................................... vi

i ii iii iv vi ix x

1 4 5 5 6

8 8 10 11 13 14 14

3. Pengembangan Materi .............................................. 4. Sarana dan Prasarana .............................................. 5. Evaluasi ................................................................... C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan

15 16 17

Pembelajaran ................................................................ 1. Faktor Jasmaniah .................................................... 2. Faktor Psikologis ...................................................... 3. Faktor Kematangan Fisik maupun Psikis ................. D. Metode Pembelajaran Seni Musik .................................. E. Alat Musik Drum .......................................................... 1. Jenis alat musik drum dan fungsinya....................... 2. Teknik bermain drum ............................................... BAB III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian ................................................... B. Lokasi Penelitian Sasaran Penelitian ............................. C. Sumber Data................................................................. D. Teknik Pengumpulan Data ............................................ E. Teknik Analisis Data ..................................................... F. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data ........................... BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian .............................. B. Kurikulum Pembelajaran Drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang ............................................. vii

18 18 18 19 22 23 23 26

28 30 30 30 33 35

38

43

C. Pembelajaran Alat Musik Drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang ............................................. D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dalam Keberhasilan Pembelajaran Drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang...................................................................... BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan ................................................................... B. Saran ............................................................................ DAFTAR PUSTAKA ...................................................................... LAMPIRAN - LAMPIRAN............................................................... 74 75 77 79 68 45

viii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1.Pedoman Observasi .................................................. Lampiran 2.Pedoman Wawancara ............................................... Lampiran 3.Gambar Penelitian .................................................... Lampiran 4.Materi ...................................................................... Lampiran 5.Surat Permohonan Ijin Penelitian ............................. 79 80 83 84 86

ix

SARI

Ahmad Samsul Fajari. 2005. Pembelajaran Alat Musik Drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang. Skripsi: Sendratasik Universitas Negeri Semarang. Pembelajaran alat musik drum pada dasarnya memerlukan pendidikan yang baik yang bisa membawa seseorang menuju kedewasaan dalam hidup bermasyarakat. Oleh karena itu permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran alat musik drum dan faktor apa saja yang mempengaruhi pembelajaran drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendiskripsikan pembelajaran alat musik drum dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran alat musik drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang. Penelitian ini diharapkan secara praktis dapat bermanfaat bagi pelatih atau guru dalam pembelajaran alat musik drum secara jelas dan mudah dengan penerapan materi yang dapat di tangkap siswa sehingga bisa di jadikan pedoman selanjutnya oleh pihak pengelola Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang yang beralamatkan di Jl. Karangrejo I No. 112, Telp. (024) 8416469 Semarang. Sasaran penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran alat musik drum dan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan metode pembelajaran alat musik drum. Data-data yang diperlukan diperoleh dengan menggunakan teknik observasi (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis dengan tahap-tahap sebagai berikut reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran alat musik drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang terdiri dari dua tingkatan yaitu grade 1 dan grade 2. Dari kedua grade tersebut pembelajaran baik metode, pemilihan dan pengembangan materi, pemilihan media dan sumber media, serta evaluasi ada perbedaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam pembelajaran alat musik drum yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung meliputi guru, siswa, kurikulum, sarana dan prasarana, masyarakat dan orang tua. Sedangkan faktor yang menghambat yaitu siswa dan guru.

x

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, saran yang dapat penulis berikan guna meningkatkan pembelajaran alat musik drum dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pembelajaran alat musik drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang adalah agar Pada saat pembelajaran guru lebih serius, serta lebih bersikap tegas kepada siswa, dan tidak terlalu cepat dalam menyampaikan materi. Bagi Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang agar lebih meningkatkan kualitas pendidikan dengan harapan menghasilkan lulusan siswa yang berkualitas.

xi

PERNYATAAN Dengan ini saya, Nama NIM Prodi/ Jurusan Menyatakan : Ahmad Samsul Fajari : 2501401043 : PSDTM/ Seni Musik sesungguhnya bahwa skripsi yang

dengan

berjudul “Pembelajaran Alat Musik Drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang” saya tulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, yang saya hasilkan setelah melalui penelitian, pembibingan diskusi dan pemaparan atau tujuan semua kutipan, baik yang langsung maupun tidak langsung, baik yang diperoleh dari sumber kepustakaan, wahana elektronik, wawancara langsung maupun sumber lainnya, telah disertai keterangan

mengenai identitas sumbernya dengan cara sebagaimana yang lazim dalam penulisan skripsi. Dengan demikian tim penguji maupun pembimbing penulisan skripsi ini membubuhkan tanda tangan sebagai tanda keabsahannya. Seluruh isi skripsi ini tetap menjadi tanggung jawab saya sendiri jka kemudian ditemukan ketidak beresan saya bersedia menerima akibatnya. Demikian, harap pernyataan ini dapat digunakan seperlunya.

Semarang, Oktober 2005 Yang membuat pernyataan

Ahmad Samsul Fajari NIM: 2501401043 xii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya manusia sejak lahir telah mendapat

pendidikan yang berlangsung di lingkungan keluarga. Pendidikan ini sering disebut pendidikan informal yang merupakan dasar bagi pendidikan selanjutnya yaitu pendidikan di lingkungan sekolah (formal) dan pendidikan di lingkungan masyarakat atau (non formal). Berkaitan dengan masalah pendidikan (Dewantara, 1962: 14) mengemukakan pendapat bahwa: Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan pertumbuhan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran/ intelektual dari tubuh anak kita agar anak kita dapat memajukan kesempurnaan hidup dan selaras bagi penghidupan yang kita didik selaras dengan dunianya. Ia menyatakan lebih lanjut bahwa pendidikan adalah: usaha sadar memanusiakan Pendidikan intelektual, manusia proses moral atau membudayakan menuju manusia. kedewasaan dan

adalah sosial,

sosialisasi sesuai

dengan

kemampuan

martabatnya sebagai manusia. Pendidikan formal adalah pendidikan yang terorganisasi di dalam sistem sekolah, yang diselenggarakan secara terpadu dan 1

2

mempunyai kurikulum dan mempunyai tujuan akhir kurikuler (Sumarno, 1997 : 208). Sedangkan pendidikan secara non formal adalah pendidikan yang terorganisasi di luar sistem

persekolahan, baik yang di selenggarakan

di secara terpisah

maupun terpadu untuk kegiatan-kegiatan yang amat penting dalam rangka untuk melayani warga belajar. Untuk mencapai tujuan belajar materi pendidikan non formal biasanya bersifat praktis dengan maksud agar dapat segera dimanfaatkan.

Pendidikan non formal dapat dilakukan di dalam gedung maupun di luar gedung Lama surat sekolah, serta tidak relatif mempunyai singkat, ada jenjang ujian di

pendidikan. (berijasah/

pendidikan keterangan).

Dalam

pelaksanaan

selenggarakan pemerintah maupun swasta. Metode mengajar tidak selalu ditentukan, pengajar tidak selalu berijasah, sistem administrasi ada walaupun tidak begitu uniform (Sukasno dan Satmoko, 1989: 13-14). Di dalam pendidikan non formal biasanya diselenggarakan pendidikan yang sifatnya melatih ketrampilan tertentu antara lain ketrampilan komputer, ketrampilan merias dan ketrampilan bermain musik. Salah satu jenis pendidikan non formal adalah kursus. Kursus adalah satu pendidikan luar sekolah yang terdiri atas sekumpulan warga masyarakat yang memberikan

pengetahuan ketrampilan dan sikap mental tertentu dari warga

3

yang belajar (Sumarno, 1997: 208). Bentuk kursus ketrampilan ada bermacam-macam salah satu diantara kursus ketrampilan tersebut yaitu bermain musik. Tujuan kursus musik adalah untuk memupuk serta meningkatkan bakat dan ketrampilan siswa dalam memainkan alat musik. Untuk tujuan tersebut perlu adanya strategi yang tepat dalam proses pembelajaraaan tersebut. Strategi dalam proses pembelajaran musik meliputi: tujuan serta proses pencapaianya, siswa, guru, materi pelajaran, metode mengajar, alat bantu mengajar evaluasi (Mudjiono, 1994: 34). Dalam hal ini pembelajaran yang diterapkan pada satu kursus musik tersusun dan diprogram sesuai dengan program

pengajaran yang telah ditetapkan. Dalam pembelajaran musik ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Suatu kursus musik mempunyai program pengajaran yang telah tersusun secara rapi dalam kurikulum dan siap diajarkan pada siswa. Sarana dan prasarana alat musiknya telah terpenuhi dengan lengkap. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pembelajaran Drum ada bermacam-macam. Faktor-faktor inilah yang mempengaruhi baik guru yang mengajar maupun siswa yang diajar. Dari sinilah guru dapat menentukan permasalahan bagaimana pembelajaran yang harus mereka tempuh, khususnya pembelajaran tentang instrumen musik drum.

4

Dalam hal ini penulis berasumsi bahwa pembelajaran drum yang diterapkan di Sanggar Musik Dimaz Pratama

Semarang dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mendukung dan menghambat dalam pembelajaran instrumen musik drum. Dalam proses belajar mengajar siswa diprioritaskan untuk menguasai dahulu tentang sifat dan karakter alat musik drum yang akan digunakan. Kesempatan belajar siswa di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang sangat memadai dan

mendukung sekali. Bertumpu dari permasalahan tentang, penulis tertarik untuk dapat memahami serta dapat mendeskripsikan tentang pembelajaran drum beserta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dalam teknik pembelajaran drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang, maka penelitian akan dilakukan di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang.

B. Masalah Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dapat

dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut : 1. Bagaimana pembelajaran alat musik drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang ? 2. Faktor apa saja yang mempengaruhi pembelajaran alat musik drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang ?

5

C. Tujuan Penelitian Berdasarkan pada latar belakang dan rumusan masalah diatas yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui dan mendiskripsikan pembelajaran drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang. 2. Untuk mengetahui dan mendiskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang.

D. Manfaat Penelitian Dengan dilaksanakanya penelitian ini penulis berharap banyak manfaat yang dapat diambil. Adapun manfaat tersebut adalah sebagai berikut : 1. Manfaat Praktis a. Sebagai bahan masukan bagi guru/pengajar pengampu alat musik drum supaya adanya perbaikan sistem pembelajaran sehingga dapat mudah dipahami oleh siswa. b. Sebagai bahan masukan guna mengupayakan dan

meningkatkan pembelajaran alat musik drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang. c. Dapat dijadikan bahan masukan untuk perbaikan kualitas pada Program Studi Pendidikan Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.

6

2. Manfaat Teoritis a. Bagi mahasiswa dapat menambah kekayaan khasanah perbendaharaan kepustakaan tentang pembelajaran seni musik. b. Memberikan sumbang pemikiran bagi lembaga pendidikan tinggi Universitas Negeri Semarang khususnya mahasiswa

jurusan musik untuk lebih mengenal teknik pembelajaran alat musik drum.

E. Sistematika Skripsi Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai isi keseluruhan skripsi, berikut ini dikemukakan sistematika skripsi sebagai berikut: 1. Bagian awal skripsi yang berisi judul skripsi, halaman persetujuan, halaman pengesahan, halaman motto,

persembahan, kata pengantar, daftar isi, dan sari. 2. Bagian isi yang terdiri dari: Bab I: PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan tentang: a) latar belakang

masalah b) rumusan masalah c) tujuan penelitian d) manfaat penelitian e) sistematika penelitian.

7

Bab II: LANDASAN TEORI Bab ini berisikan landasan teori yang mendukung dan relevan dengan masalah penelitian. Dalam landasan teori ini akan diuraikan mengenai: a) Hakekat c) Faktor-

Pembelajaran b) Komponen Pembelajaran

faktor yang mempengaruhi dalam pembelajaran d) Alat Musik Drum e) Metode Pembelajaran Seni Musik. Bab III: METODE PENELITIAN Bab ini berisikan tentang: a) Pendekatan Penelitian b) Lokasi dan Sasaran Penelitian c) Sumber Data d) Teknik Pengumpulan Data e) Teknik Analisis Data f)

Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data. Bab IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisikan diskripsi hasil penelitian dan pembahasannya. Bab V: PENUTUP Bab ini berisikan simpulan dan saran terhadap hasil penelitian. 3. Bagian akhir skripsi yang berisi tentang daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

BAB II LANDASAN TEORI

A. Pembelajaran Pembelajaran tidak akan terlepas dari pokok bahasan mengenai hakekat belajar mengajar, karena dalam setiap proses pembelajaran pembelajaran terjadi tidak peristiwa dapat belajar mengajar. dari kegiatan Kegiatan belajar

dipisahkan

mengajar karena pembelajaran pada hakekatnya adalah aktivitas belajar antara guru dan siswa (Utuh, 1987: 9). 1. Pengertian Belajar Hakekat belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seorang. Perubahan sebagai hasil belajar dapat terwujud dalam berbagai bentuk

antara lain: perubahan pengetahuan, pemahaman, persepsi, ketrampilan, kecakapan, kebiasaan dan perubahan aspekaspek yang lain yang ada dalam diri individu. Perubahan tersebut terbagi dalam diri individu. Perubahan tersebut bersifat konstan dan berbekas (Winkel, 1989: 36). Belajar

terbagi dalam dua (2) pandangan, yaitu pandangan Tradisional dan Modern (dalam Hamalik, 1985 : 27). Menurut pandangan Tradisional, belajar adalah usaha untuk memperoleh sejumlah ilmu pengetahuan, maka ia akan 8

9

mendapat kekuasaan. sebaliknya siapa yang tidak mempunyai pengetahuan atau Pandangan ini juga bodoh, ia akan dikuasai orang lain. disebut pandangan Intelektualitas.

Intelektualitas, terlalu menekankan pada perkembangan otak. Untuk memperoleh pengetahuan siswa harus mempelajari berbgai pengetahuan. Dalam hal ini buku pelajaran atau buku bacaan, menjadi sumber pengetahuan yang utama. Sehingga sering ditafsirkan bahwa belajar berarti mempelajari buku bacaan, sedangkan pada pandangan modern, proses

perubahan tingkah laku karena adanya interaksi dalam lingkunganya. Maksudnya adalah bahwa seseorang dinyatakan dalam kegiatan belajar setelah ia memperoleh hasil, yaitu perubahan tingkah laku contohnya dari tidak tahu menahu, menjadi tahu, dari yang tidak mengerti, menjadi mengerti. Pada prinsipnya perubahan tingkah laku tersebut adalah perubahan kepribadian pada diri seorang. Menurut (Syah, 1995: 93) Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggarakan jenis dan jenjang pendidikan. Teori belajar menurut Syah berarti perubahan yang terjadi dalam proses belajar adalah berkat pengalaman atau praktik yang dilakukan dengan sengaja dan disadari atau dengan kata lain bukan secara kebetulan (1996: 115).

10

2. Pengertian Mengajar Mengajar dan mendidik merupakan tugas yang mulia, karena itu sebagai seorang guru atau pengajar harus

mempunyai cinta kasih terhadap sesama dan mempunyai kesenangan serta kemampuan bekerja sama dengan orang

lain. Hal ini disebabkan karena siswa terlalu membutuhkan bantuan. Artinya siswa tidak boleh dibiarkan begitu saja, sehingga akan berkembang dan tumbuh seorang diri. Mereka perlu dibimbing oleh kearah kedewasaan. dalam Hal ini seperti 72)

diungkapkan

(Bernadip

Subroto,

1995:

Mendidik adalah membawa siswa dalam tanggung jawab kearah kedewasaan. Hal ini menunjukan bahwa siswa perlu diberi motivasi-motivasi dengan cara memberikan contoh, penjelasan-penjelasan, serta tuntunan-tutunan yang baik agar siswa dapat dengan mudah meniru dan merasakanya. Mengajar adalah suatu usaha guru untuk memimpin siswa kearah perubahan, dalam arti kemajuan proses

perkembangan jiwa dan sikap pribadi pada umumnya (Ahmadi, 1985: 32), menurut Alvin (dalam Roestijah, 1986: 13) mengajar merupakan aktivitas guru yang membimbing siswa untuk dapat mengubah dan mengembangkan appreciation, dan knowledge. skiil–attitude, idea,

11

Secara lebih terperinci menurut Tarigan dalam (Iswaji dan Purwanto, 1989: 148) mengemukakan unsur yang

berperan dalam belajar mengajar yaitu unsur tujuan, materi, metode, media, dan evaluasi.

siswa, guru,

Mengajar pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar (Sardiman, 1989: 46). Mengajar juga dapat diartikan sebagai aktivitas untuk menolong atau membimbing sseorang untuk mendapatkan, mengubah, atau mengembangkan skiil attitude, appreciation,

idea, dan knowledge (Alvin W.dalam Roestijah, 1982: 131). Mengajar bukan lagi suatu penyampaian pengetahuan belaka, namun lebih luas lagi bahwa mengajar merupakan suatu aktivitas memadukan secara integrative dari sejumlah komponen yang terkandung dalam perbuatan mengajar dalam rangka membimbing anak didik kearah perubahan tingkah laku sesuai kebutuhan individu atau kebutuhanya sebagai anggota masyarakat. 3. Pengertian pembelajaran Arti pembelajaran menurut (Darsono dkk, 2000: 24) dapat dibedakan menjadi dua yaitu pembelajaran secara

umum dan pembelajaran secara khusus.

12

Pengertian pembelajaran secara umum adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku siswa berubah kearah yang lebih baik. Pengertian pembelajaran secara khusus (Darsono dkk,

2000: 24 – 25) dapat dilihat dari beberapa aliran psikologis seperti dibawah ini: a. Aliran Behavioristik Pembelajaran adalah usaha guru membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan (stimulus). Agar terjadi hubungan stimulus degan respon (tingkah laku yang diinginkan) perlu latihan, dan setiap latihan yang berhasil perlu diberi hadiah atau reinforcement (penguatan). b. Aliran kognitif Pembelajaran kesempatan kepada adalah siswa cara untuk guru berfikir memberikan agar dapat

mengenal dan memahami apa yang sedang dipelajari. Ini sesuai dengan aliran belajar menurut aliran kognitif yang menekankan pada kemampuan kognisi (mengenal) pada individu yang belajar. c. Aliran Gestalt Pembelajaran menurut Gestalt adalah usaha guru untuk memberikan materi pembelajaran sedemikian rupa,

13

sehingga siswa lebih mudah mengorganisirnya menjadi suatu gestalt (pola bermakna). Bantuan guru diperlukan untuk mengaktualkan potensi mengorganisir yang terdapat dalam diri siswa. d. Aliran Humanistik Pembelajaran adalah memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih bahan pelajaran dan cara

mempelajarinya sesuai dengan minat dan kemampuannya. Pada dasarnya, pembelajaran adalah proses yang

diselenggarakan oleh guru untuk membelajarkan siswa dalam belajar, bagaimana belajar memperoleh dan

memproses pengetahuan, ketrampilan dan sikap (Dimjati & Mudjiono, 1994: 2). Pembahasan akan terlepas mengenai dari hakekat

pembelajaran

tidak

pembahasan

mengenai belajar dan mengajar. Pendapat tersebut sesuai dengan pendapat (Utuh, 1987: 9) yang menyatakan bahwa pembelajaran hakekatnya adalah aktivitas belajar dan mengajar antara guru dan siswa dibawah interaksi edukatif. B. Komponen Pembelajaran Dalam pembelajaran ada beberapa komponen yang sangat mempengaruhi sekali dalam proses pembelajaran. Komponen Pembelajaran tersebut adalah:

14

1. Kurikulum Kurikulum adalah sejumlah pengalaman belajar yang diberikan dalam usaha mencapai suatu tujuan tertentu. Menurut (William B. Ragan Dalam Soetopo, 1982: 56 – 57) kurikulum tidak hanya berupa hal-hal yang ada dalam buku teks, dalam mata pelajaran atau dalam rencana guru, kurikulum meliputi lebih dari pada isi bahan pelajaran, hubungan kemanusiaan dengan kelas, metode mengajar, prosedur penilaian, yang kesemuanya itu tercantum dalam kurikulum. 2. Metode Metode mengajar adalah cara atau pendekatan yang digunakan oleh guru untuk mencapai pembelajaran yang akan direncanakan, baik dengan menggunakan sarana media,

dengan melibatkan siswa sepenuhnya tanpa sarana media maupun keterlibatan secara pasif (Harto Martono, 1995: 4). Dalam mempengaruhi kegiatan proses belajar mengajar tujuan. metode Seperti akan yang

pencapaian

dikemukakan oleh (Jamalus, 1981: 30) yang dimaksud metode dalam kegiatan belajar mengajar adalah seperangkat upaya yang dilaksanakan dan disusun dengan tujuan menciptakan suasana belajar mengajar yang menguntungkan. Hal ini mengandung arti bahwa dalam suatu kegiatan belajar

15

mengajar guru/ dosen hendaknya mempersiapkan segala sesuatunya dengan sedemikian rupa sehingga nantinya dapat tercipta situasi belajar mengajar yang menguntungkan. 3. Pengembangan Materi Dalam penyampaian materi pembelajaran guru

hendaknya perlu memperhatikan secara sistematis dengan mempertimbangkan urutan keluasan materi dan kedalaman materi (Ekosiswoyo, 1996: 49). Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi guru/dosen pada waktu menyajikan materi pembelajaran. Beberapa hal yang dimaksud adalah: Materi pembelajaran hendaknya disajikan dalam

penggalan-penggalan kecil sehingga suatu penggalan dapat dikuasai oleh siswa sebelum mereka melanjutkan penggalan lain. Beberapa variasi contoh teknik ketrampilan atau konsep baru diberikan. Guru hendaknya memodelkan dan memberikan tugas belajar yang tertulis, dengan menghindari pimbicaraan yang ngelantur dan menghentikan pembicaraan hanya pada topik saja. Jika terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami penggalan materi pembelajaran, guru hendaknya menjelaskan kembali.

16

Menurut

(Caroll

dalam

Ekosiswoyo,

1996:

10),

“kemampuan siswa menguasai materi”. Dalam arti, jika siswa diberi waktu dengan tingkat kesulitan materi pembelajaran yang dipelajari, dan berpartisipasi didalam kegiatan yang direncanakan untuk mempelajari materi pembelajaran

tersebut, maka siswa akan mempelajari materi pembelajarn tersebut sesuai dengan tingkat yang diinginkan. 4. Sarana dan Prasarana Suatu ruangan yang luas dan bagus sebagai tempat belajar, tanpa adanya sarana yang memadai tidak akan dapat menunjang keberhasilan siswa dalam belajar karena dalam suatu proses belajar mengajar yang perlu digunakan adalah tempat, siswa, guru dan sarana yang memadai. Penggunaan alat atau sarana yang akan dipakai dalam suatu pembelajaran tidak harus bagus dan mahal, namun sebaliknya yang mudah didapat oleh siswa baik itu dirumah ataupun di sekolah dan yang paling terpenting adalah tercapainya tujuan pembelajaran (Yuniarti, 2002). Berkaitan dengan proses pembelajaran merupakan salah satu prosedur yang ditempuh untuk memperoleh pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yang berkenaan dengan seni. Oleh karena itu, tidaklah mungkin membicarakan suatu pembelajaran tanpa mengetahui tujuan yang hendak dicapai,

17

karena tujuan menjadi sasaran dan pengarah bagi tindakan guru dan juga berfungsi sebagai kriteria penentuan alat dan metode yang digunakan. 5. Evaluasi Evaluasi merupakan bagian integral dari proses

pendidikan, karena dalam proses pendidikan guru perlu mengetahui seberapa jauh proses belajar dan mengajar telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Tim MKDK IKIP Semarang, 1996: 63). Dalam kegiatan belajar mengajar evaluasi digunakan untuk mengetahui seberapa jauh materi yang diberikan pada siswa dapat dipahami, dengan harapan penggunaan evaluasi ini dapat memberikan laporan hasil pembelajaran pada siswa itu sendiri dan pada orang tua. Evaluasi ini dapat di pakai menilai metode mengajar untuk mendapatkan gambaran

komperehensif tentang siswa sebagai perseorangan dan dapat juga sebagai pembawa siswa pada taraf belajar yang lebih baik (Slameto, 1991: 132). Menurut (Sardiman, 1986: 36), evaluasi dalam fungsinya sebagai penilaian hasil belajar siswa yang diberikan oleh guru secara terus menerus mengikuti hasil-hasil pembelajaran yang telah dicapai siswa dari waktu ke waktu. Dengan demikian proses pembelajaran akan terus menerus ditingkatkan untuk

18

hasil

yang

optimal.

Jadi

evaluasi

belajar

dan

evaluasi

pembelajaran jika dikaitkan dengan tujuan pengajaran maka salah satu komponen pembelajaran.

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran Ahmadi, (Abu dan Supriono, 1992: 131) mengungkapkan bahwa prestasi belajar yang dicpai seseorang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dalam diri (foktor internal) maupun dari luar diri (foktor eksternal)

individu. Yang tergolong faktor internal adalah : 1. Faktor jasmaniah (fisiologis) baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh. Yang termasuk faktor ini adalah penglihatan, pendengaran, struktur tubuh, dan sebagainya. 2. Faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh yang terdiri atas : a. Faktor-faktor intelektif yang meliputi : 1) Faktor potensial yaitu kecerdasan dan bakat. 2) Faktor kecakapaan nyata yaitu prestasi yang telah dimiliki. b. Faktor non intelektif yaitu unsur-unsur kepribadian trtentu seperti sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi, emosi, dan penyesuain diri.

19

3. Faktor kematangan fisik maupun psikis Yang tergolong faktor eksternal adalah : a. Faktor sosial terdiri atas lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, lingkungan kelompok. b. Faktor lingkungan fisik seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar, dan iklim c. Faktor adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian d. Faktor lingkungan spiritual dan keamanan Kecerdasan merupakan faktor yang penting yang ikut menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam belajar. Menurut Stern dalam (Ahmadi, 1988: 87) kecerdasan

(intelegensi) berasal dari kata “intelligere” yang berarti menghubungkan atau menyatukan satu sama lain. Menurut penelitian istilah paedagogik yang dimaksud dengan

intelegensi adalah daya penyesuaian diri dengan keadaan baru dengan mempergunakan alat-alat berfikir menurut tujuanya. Orang yang intelegen akan lebih cepat dan lebih cepat didalam menghadapi masalah-masalah baru

dibandingkan dengan orang yang kurang intelegen. Menurut mendefinisikan (Wanaputra motivasi dan sebagai Rosita, 1995 : 102) yang

dorongan

dasar

menggerakan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan

20

dorongan dalam diri, oleh karena itu perbuatan seseorang yang didasarkan atas motivasi tertentu mengandung tema sesuai dengan motivasi yang mendasarinya. Motivasi tidak lepas dari adanya rangsangan yang baik dalam bentuk hadiah maupun hukuman. Jenis motivasi ada dua, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik (motivasi murni)

merupakan motivasi yang mencakup didalam situasi belajar yang memenuhi kebutuhan siswa. Motivasi intrinsik datang dari anak sendiri seperti keinginan untuk mendapatkan ketrampilan tertentu, keinginan untuk memperoleh

informasi, keinginan diterima orang lain, sedangkan motivasi ekstrinsik merupakan motivasi yang disebabkan faktorfaktor dari luar situasi belajar seperti bentuk pujian, hadiah, persaingan, hukuman. Bakat memungkinkan seseorang cakap dalam ilmu tertentu dan dapat berkembang melalui belajar. Bakat adalah dasar (kepandaian, sifat dan pembawaan) yang

dibawa dari lahir (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1996: 81). Sesungguhnya bakat adalah istilah yang acapkali diartikan secara berbeda-beda. Seringkali bakat dipakai untuk

menunjukan arti kemampuan yang tinggi, minat yang sesuai, motivasi, talenta, yang tinggi, jenius, potensi dan

21

sebagainya apa yang disebut sebagai bakat dalam psikologi disebut attitude. Jadi bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang dengan suatu latihan khusus

memungkinkanya mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan ketrampilan khusus. Misalnya kemampuan berbahasa kemampuan bermain musik, dan lain-lain (Utami Munandar, 1982: 6). Bakat menurut peneliti dapat didefinisikan sebagai kapasitas seseorang atau potensi yang masih bersifat

hipotesis atau perkiraan, untuk penguasaan pola sifat tertentu yang diketahui kelebihan atau kekurangan yang tercakup dalam ketrampilan sempurna mengerjakanya pada ketrampilan individu tersebut memiliki sedikit atau tanpa pelatihan terlebih dahulu. Djamarah & Zain (1995: 73) mendefinisikan emosi sebagai gejala kegiatan yang ada dalam diri seseorang. Emosi akan memberikan tanggapan (respon) bila ada rangsangan (stimulus) dari luar diri seseorang. Baik rangsangan verbal maupun non verbal mempengaruhi kadar emosi seseorang. Rangsangan verbal misalnya ceramah, sindiran, pujian, ejekan, berita, dialog, anjuran, perintah dan sebagainya. Sedangkan rangsangan non verbal dalam bentuk sikap dan perbuatan emosi mempunyai peranan yang penting dalam

22

pembentukan

kepribadian

seseorang.

Emosi

anak-anak

kadang tidak stabil sehingga dapat mempengaruhi belajar.

D. Metode Pembelajaran Seni Musik Pelaksanaan pembelajaran seni musik sangat bergantung pada komponen-komponen yang mempengaruhi proses

pembelajaran, antara lain: siswa, guru, tujuan yang hendak dicapai, materi yang diajarkan, metode penyampaian, media dan evaluasi. Teori-teori dalam sub bidang studi seni musik selain dapat menambah pengetahuan siswa juga dapat melatih kepekaan rangsangan terhadap keindahan, sebagai bagian dari pendidikan sikap dalam mengapresiasikan suatu karya seni. Dalam mengajarkan materi-materi seni musik, guru

menggunakan metode yang beraneka ragam, antara lain: ceramah, tanya jawab, latihan, praktek, eksperimen, dan bermain peran. Metode-metode tersebut akan lebih efektif apabila digabung menjadi satu dalam metode analisis sintetis. Secara konseptual, pengertian metode analisis sintetis berdasarkan pada pengertian analisis dan sintetis secara umum. Analisis merupakan cara pemeriksaan salah satu soal dengan tujuan untuk menemukan semua unsur dasar dan hubungan antara unsur-unsur tersebut. Sedangkan sintesis adalah

penggabungan berbagai bagian yang semula merupakan perihal

23

tersendiri, sehingga hasilnya tidak lagi sekedar penjumlahan bagian tersebut, melainkan sebagai kesatuan yang serba baru dalam bentuk dan kualitasnya (Sadily, 1980: 2).

E. Alat Musik Drum 1. Jenis alat musik drum dan fungsinya Drum adalah alat musik berbentuk silinder yang terbuat dari kayu atau fiberglass, dan bagian atas-atasnya ditutup dengan membran yang terbuat dari mika atau kulit. Alat musik drum dibunyikan dengan cara dipukul dan sebagai sumber suaranya adalah membran yaitu getaran dari mika atau kulit dan memukulnya menggunakan alat yaitu stik yang terbuat dari kayu, ada juga yang terbuat dari fiber. Fungsi alat musik drum adalah sebagai pemegang ritmik. Sepintas alat ini sangat sederhana tetapi sebenarnya tidak seederhana pikiran kita, karena untuk mengetahui secara tepat dibagian mana dan bagaimana alat ini harus ditabuh agar bunyi yang terpencar sesuai dengan keiginan penabuhnya bersih dan tajam diperlukan banyak latihan dan ketrampilan (Suharto, 1995: 61). Alat musik drum terdiri dari beberapa bagian, diantaranya adalah cymbal, hi-hat, tom-tom, snare drum, pedal, dan bass drum. Alat musik drum termasuk jenis alat musik perkusi.

24

Adapun penjelasan dari bagian-bagian dari alat musik drum adalah sebagai berikut: a. Cymbal Cymbal merupakan nyawa bagi drum, karena hampir tidak mungkin bermain drum tanpa cymbal. Cymbal juga terdiri dari empat jenis yaitu: 1) Hi-hat cymbal merupakan “jantungnya” cymbal pada drum. Berguna untuk menjaga waktu atau tempo. Terdiri atas sepasang cymbal berukuran 8” sampai 15” dan untuk ukuran standartnya adalah 14”. 2) Ride Cymbal fungsinya hampir sama dengan hi-hat tetapi dengan bentuk dan suara yang berbeda. Hanya terdiri dari satu cymbal tetapi berukuran besar yaitu 18” sampai 22”. Ukuran standartnya adalah 20”. 3) Crash Cymbal fungsinya untuk memberi phrase atau nada pada suatu lagu. Berukuran 13” sampai 22”. 4) Efek Cymbal terdiri atas splash, bell, china dan swiss. Berguna untuk memberi warna khusus pada suatu lagu. Splash dan bell biasanya berukuran 6” sampai 12” dan untuk china dan swiss biasanya berukuran 16” sampai 22”.

25

b. Hi-hat Hi-hat merupakan dua buah cymbal yang dapat membuka dan menutup kedua cymbal itu dan fungsinya memberi warna pada alat musik drum. c. Tom-tom Tom-tom memiliki berbagai macam ukuran baik dalam kedalamannya atau diameternya. Ukuran suatu tomtom biasanya ditulis 12x10 yang maksudnya adalah

kedalamannya 12 inchi dan diameternya 10 inchi. Diameter tom-tom bervariasi, biasanya tom-tom paling kecil

berdiameter 6”, berlanjut ke 8”, 10”, 12”, 13”, 14”, 15”, 16”, 18” dan 20”. Ukuran tom-tom 14” keatas dapat digolongkan sebagai floor tom-tom. d. Snare drum Snare drum merupakan drum yang paling berbeda diantara lainnya (dari bentuk dan suaranya). Snare drum merupakan unsur utama dari drumset (yang paling sering dipukul). Biasanya berukuran 10” sampai 15” ukuran standartnya adalah 14”. e. Pedal Pedal berguna untuk memukul bass drum. Pedal juga tersedia double pedal yaitu, pedal yang menggunakan dua

26

pedal dan dua pemukul atau beater untuk mendapatkan suara yang lebih pada bass drum. f. Bass drum Bass drum tidak terlalu berbeda dengan tom-tom, hanya bass drum mempunyai diameter yang lebih besar, 16”, 18”, 20”,22”, 24” dan bahkan 26” atau lebih. Dan bass drum dipukul dengan menggunakan pedal dan posisinya berada dibawah. 2. Teknik bermain drum a. Teknik memegang Stik Ada dua cara memegang stik: 1) Matched grip Terdiri mempunyai dua cara memegang yaitu: a) Close hand adalah posisi tangan tertutup dimana pukulan sangat mengandalkan lengan dan

pergelangan tangan sehingga pukulan menjadi kaku dan tangan cepat lelah. b) Open hand adalah posisi tangan terbuka dimana ibu jari dan telunjuk yang digunakan untuk menjepit stik, sedangkan ketiga jari lainya seperti jari tengah, jari manis dan kelingking berperan untuk mendorong stik.

27

2) Traditional Grip Traditional grip merupakan cara memegang stik dengan menaruh snare drum dan mengikatnya (seperti tas) dan talinya dilingkarkan di bahu, sehingga posisi snare drum miring ke arah kanan, maka tangan kiri memakai grip yang berbeda dengan tangan kanannya guna meraih snare drum tersebut (tangan kiri seperti memegang pensil, tetapi stik ditaruh diantara dua pasang jari dan dijepitkan di ibu jari). b. Teknik pukulan Rimshot Teknik pukulan rimshot merupakan cara untuk

menghasilkan suara yang nyaring, penuh dan tajam, dengan pukulan seperti ini maka drumhead, rim, dan sheel akan bersuara sehingga akan lebih terdengar karakter snare drumnya. Biasanya digunakan dalam permainan musik rock, fusion, funk, latin, jazz (http:/klinikdrum.com).

BAB III METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini mengkaji masalah pembelajaran instrumen alat musik drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang yang terdiri atas rangkaian sub sistem atau komponen pembelajaran yang dimiliki dalam keterkaitan hubungan fungsional sebagai suatu sistem. Masalah ini dilihat dari substansinya merumuskan masalah bersifat kualitatif, oleh karena itu untuk mengkaji masalah tersebut digunakan pendekatan kualitatif, alasannya pendekatan kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang berusaha menjelaskan secara sistematis dan sistematik melalui uraian deskriptif terhadap suatu obyek fenomena yang diamati. Tujuan pendekatan ini adalah supaya obyek tersebut dapat diketahui kebenarannya dengan jelas dan dapat dipergunakan untuk kepentingan peneliti pada khususnya dan pada masyarakat pada umumnya. Menurut (Hadi, 1987: 4), peneliti adalah suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji

kebenaran suatu ilmu pengetahuan. Bila suatu penelitian yang mencapai optimal dan sesuai dengan maksud yang diinginkan, maka perlu suatu metode penelitian yang sesuai dan dapat

28

29

dipertanggungjawabkan

kebenarannya,

yaitu

dengan

menggunakan metode ilmiah. Metode penelitian menurut (Ali, 1984: 21) adalah suatu cara untuk memperoleh pengetahuan dan memecahkan suatu

permasalahan yang dihadapi. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa metode penelitian adalah suatu langkah atau cara yang ditempuh dalam sutu penelitian untuk mencapai tujuan. Berhasilnya penelitian berdasarkan metode penelitian tersebut, penelitian akan dapat mengetahui langkah atau cara yang ditempuh dalam suatu penelitian untuk mencapai tujuan. Dengan penelitian akan dapat mengetahui permasalahan yang terkandung didalam obyek penelitian dan hasil penelitian tersebut dapat diterima oleh akal sehat. Guna mencapai tujuan dalam penelitian ini, penulis telah mempersiapkan langkah, cara atau metode supaya pendekatan ini dapat berjalan dengan baik, penelitian ini menggunakan pendekatan deskritif kualitatif.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena yang perlu dibahas penelitian ini tidak berkenaan dengan angka-angka tetapi bertujuan untuk mengembangkan atau menguraikan

tentang hal-hal yang berhubungan dengan keadaan atau status fenomena (Rahman, 1993: 108).

30

B. Lokasi Penelitian Sasaran Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di sebuah kursus musik yaitu Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang. Sasaran penelitian ini adalah pembelajaran alat musik drum, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran alat musik drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang.

C. Sumber Data Untuk memperoleh data atau informasi yang diperlukan maka ditentukan sumber data atau informasi yang terdiri dari narasumber yang dipandang memiliki pengetahuan atau wawasan yang memadai tentang informasi yang diperlukan. Narasumber yang dimaksud adalah guru pengajar alat musik drum, muridmurid, dan kepala Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang.

D. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian yang dimaksud untuk memperoleh bahan-bahan, keterangan atau informasi yang benar dan dapat dipercaya. Dengan kata lain pengumpulan data bertujuan untuk memperoleh data yang akurat, relevan, reliable. Data yang dimaksud adalah data yang diperoleh sesuai dengan tujuan ini. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka penelitian ini menggali mengenai pembelajaran drum di Sanggar Musik

31

Dimaz Pratama Semarang dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. 1. Observasi Observasi atau pengamatan adalah kegiatan perhatian pada subyek dengan menggunakan seluruh indra, jadi

observasi dapat dilakukan dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap (Arikunto, 1991: 145). Observasi dilakukan dengan langsung. Yang dijadikan sasaran observasi itu terutama perilaku guru, dan perilaku siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran alat musik drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang. 2. Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan menggunakan maksud tertentu, percakapan dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan pihak yang diwawancarai (interview) yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut (Moleong, 1986: 115). Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah interview bebas terpimpin yaitu pewawancara membawa

pedoman yang merupakan garis besar tentang hal yang akan diteliti. Pernyataan ini secara khusus ditujukan kepada

informan peneliti, yakni pelatih musik (guru) dan siswa beserta karyawan Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang juga

32

dengan orang tua siswa. Dengan teknik wawancara ini diharapkan menghasilkan data yang sebanyak-banyaknya

tentang: pembelajaran alat musik drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang, dan dengan teknik wawancara tersebut juga diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih lengkap dan terperinci dari hal-hal yang diperlukan sesuai dengan masalah penelitian. 3. Dokumentasi Menurut (Arikunto, 1983: 188) yang dimaksud dengan dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal yang berasal dari catatan, buku, transkrip, surat kabar, majalah, notulen, dan agenda yang berhubungan dengan obyek yang diteliti. Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang berhubungan dengan dokumen, baik dalam bentuk laporan, statistik, surat-surat resmi, maupun catatan harian dan semacamnya baik yang diterbitkan maupun yang tidak

diterbitkan (Ali, 1982: 41). Kemudian ditaambahkan oleh (Arikunto, 1992: 41), bahwa dokumentasi biasa juga berasal dari catatan majalah, surat kabar, serta benda-benda tertentu. Teknik dokumentasi digunakan untuk menjaring data yang berkaitan dengan pembelajaran seni musik khususnya alat musik drum. Dokumen yang digunakan antara lain

33

program-program yang direncanakan dalam pembelajaran seni musik laporan kegiatan pembelajaran dan lain-lain.

E. Teknik Analisis Data Pengertian Koentjoroningrat, analisis 1991: data 268) menurut menjadi Subroto macam (dalam yaitu

dua

kuantitatif, perbedaan ini menurutnya tergantung dari sifat data yang dikumpulkan. Data yang bersifat monografis disebut analisis kuantitatif statistik, sedangkan yang berdasarkan uraian pada data yang terkumpul disebut analisis kualitatif. Agar penelitian ini mempunyai simpulan yang benar, data yang diperoleh dari observasi dan wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis lebih lanjut sesuai dengan masalah yang diteliti. Teknik analisis data merupakan upaya untuk mengolah data yang telah didapat melalui observasi, wawancara, atau dokumentasi. Dari hasil perolehan data tersebut, maka hasil penulisan dianalisa secara tepat pula. Proses analisa data yang berlangsung selama penelitian ditempuh melalui serangkaian proses kegiatan secara bersamaan yaitu reduksi data, pengkajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (Rohidi, 1992: 1619). Proses analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif model air, yaitu mencakup

34

tiga komponen pokok yaitu, (1) reduksi data, (2) sajian data dan, (3) penarikan kesimpulan atau verifikasi (Miles dan Huberman, terjemahan Rohidi, 1992: 27-28). Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data serta verifikasi. 1. Reduksi data Reduksi data adalah proses seleksi, pemfokusan

penyederhanaan dari abstraksi data dari catatan lapangan. Proses ini berlangsung terus menerus selama penelitian. Reduksi data merupakan bagian analisis data yang dapat mempertegas, memperpendek, membuat focus dan membuang yang tidak penting agar kesimpulan akhir dapat ditarik secara lebih valid. 2. Sajian data Sajian data merupakan susunan informasi yang dapat memungkinkan kesimpulan dapat ditarik. Dalam penelitian ini akan disajikan data secara lengkap, baik data yang diperoleh secara observasi, interview, maupun melalui dokumentasi, kemudian dianalisis antara kategori dan permasalahan yang ada guna mendapat sajian yang jelas dan sistematis sehingga kegiatan mengumpulkan data dapat tersaji dengan baik.

35

Data

yang

telah

terorganisasi

dan

diabstraksikan,

kemudian disajikan secara deskriptif, dalam bentuk gambar, diagram, table maupun foto. Dalam mendeskripsikan data dilakukan secara sistematis dan dalam kesatuan bentuk pokok masalah yang terperinci yang didasarkan pada karakteristik sasaran penelitian yaitu pembelajaran drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang. 3. Penarikan kesimpulan/ Verifikasi Penarikan kesimpulan merupakan langkah yang terakhir dalam analisis data, yaitu dengan memahami apa yang ada di lapangan, setelah direduksi dan dideskripsikan dalam bentuk sajian data. Selanjutnya data diinterprestasikan dalam setiap bab atau bagian dalam mendapatkan susunan dari

kesimpulan akhir yang sistematis.

F. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Merupakan unsur yang tidak terpisahkan dari tubuh penelitian kualitatif sebagai upaya untuk mendapatkan hasil penelitian yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dari segala segi. Untuk menetapkan keabsahan (trust worthiness) data

diperlukan teknik pemeriksaan, pelaksanaan teknik pemeriksaan

36

didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Teknik yang dipakai dalam penelitian ini memakai kriterium derajat kepercayaan (credibility), yaitu pelaksanaan inkuiri dengan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti sehingga tingkat kepercayaan penemuan dalam kriterium ini dapat dicapai. Adapun beberapa teknik pemeriksaan keabsahan data yang dapat digunakan dalam penelitian, antara lain: triangulasi, review informan, memberikan chek, penyusunan data dasar, dan

penyusunan semua materi, bukti penelitian. Untuk menguji validitas data dalam penelitian ini digunakan teknik pengujian data yaitu dengan menggunakan sumber, metode, penyidik, dan teori (Moleong, 1989: 159). Dari keempat triangulasi yang sering digunakan pengujian melalui sumber lainnya. Oleh karena itu dalam penelitian ini digunakan dan

triangulasi

sumber

penulis

melakukan

perbandingan

pengecekan baik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh pada waktu dan alat yang berbeda. Pengujian ini dilakukan penulis dengan cara yaitu: a. Membandingkan data observasi dengan data hasil wawancara b. Membandingkan data yang dikatakan informan dengan

informan yang lain.

37

c. Membandingkan apa yang dikatakan informan dengan apa yang dilakukan proses pembelajaran. d. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang yang memiliki latar belakang yang berlainan e. Membandingkan hasil wawancara dengan suatu dokumen.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang Dari hasil penelitian bahwa Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang yang menjadi lokasi dan sasaran penelitian ini, berada di Jl. Karangrejo I No. 112, Telepon (024)8416469 Semarang. Dalam kegiatan aktifitas kerja karyawan Sanggar Musik Dimaz Pratama ini dalam kesehariannya dimulai dari pukul 12.30 sampai pukul 17.00 untuk hari senin sampai jumat sedang hari sabtu dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 12.30. Sanggar Musik Dimaz Pratama bertempat di sebuah rumah yang terdiri dari 3 ruang kelas yaitu 1 ruang studio lengkap, 1 ruang kelas keyboard, 1 ruang kelas vokal dan juga terdapat 1 ruang kantor. Sanggar Musik Dimaz Pratama dikelola secara optimal oleh 6 tenaga pengajar dibawah pimpinan ibu Ir. Hj. Wien Isnanto sekaligus pemilik Sanggar Musik Dimaz Pratama. Sanggar Musik Dimaz Pratama berdiri pada tanggal 10 April 2003. Sanggar Musik Dimaz Pratama merupakan salah satu pendidikan non formal dengan 38 misi utama membantu

39

mengembangkan minat, hobi, bakat dan kemampuan anak dalam bermain alat musik. Dengan adanya fasilitas penunjang dan penggunaan pembelajaran yang tepat anak dididik agar dapat belajar dan memainkan alat musik dengan baik. Dalam proses pembelajaran, Sanggar Musik Dimaz Pratama

menekankan pada pengembangan potensi berdasarkan pada kebutuhan, minat serta kepribadian anak didiknya yang pada akhirnya anak dapat terampil dalam memainkan alat musik maupun berolah vokal sehingga mampu menampilkannya dalam berbagai situasi maupun event. 2. Sejarah Singkat Berdirinya Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang berdiri sejak 10 April 2003. Sebenarnya pemilik Sanggar Musik Dimaz Pratama awalnya ingin membuka studio musik yang nantinya dapat disewakan, tetapi masyarakat sekitar banyak yang

mengusulkan supaya dibuka tempat kursus untuk belajar musik yang akan digabungkan menjadi sekelompok band anakanak yang nantinya dapat ditampilkan dalam berbagai event. Setelah menempuh proses perjalanan akhirnya barulah

dibentuk keorganisasian yang jelas karena dengan semakin banyaknya peserta kursus musik, Sanggar Musik Dimaz Pratama Tersebut semakin lama semakin berkembang, maka barulah struktur organisasi Sanggar Musik Dimaz Pratama

40

ditetapkan. Direktur dari Sanggar Musik Dimaz Pratama tersebut adalah Ir. Hj. Wien Isnanto dan di bantu karyawankaryawan lainnya. 3. Struktur Organisasi Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang Struktur organisasi dan staff pengajar Sanggar Musik Dimaz Pratama sebagai berikut: Pimpinan : Ir. Hj. Wien Isnanto Wakil : Agus Muhammadiyah S.Pd : Rully Ristiawan S.Sos

Sekretaris

Bendahara : Ir. Hj. Wien Isnanto Para guru/ pelatih yang mengajar di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang adalah sebagai berikut: 1) Agus Muhammadiyah, pengajar bass 2) Rully Ristiawan, pengajar vokal 3) Atmo Purnomo, pengajar keyboard 4) Listyo Tri Agung, pengajar drum 5) Arfin Khoirul Rizka, pengajar gitar 6) Bharata, pengajar vokal 4. Jenis Kursus dan Pesertanya Di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang ada 6 jenis kursus yang diadakan. Jenis kursus yang diadakan tersebut adalah: kursus drum, kursus keyboard, kursus bass, kursus vokal, kursus gitar, dan kursus band. Peserta yang mengikuti

41

kursus berjumlah 67 siswa. Adapun data siswa yang mengikuti kursus tersebut adalah: peserta kursus keyboard peserta kursus drum peserta kursus gitar peserta kursus bass peserta kursus vokal peserta kursus band : 13 siswa : 15 siswa : 8 siswa : 5 siswa : 14 siswa : 12 siswa

jadi total keseluruhan peserta kursus berjumlah 67 siswa. Para siswa yang mengikuti kursus musik mulai dari siswa SD, SMP, SMU. Jumlah siswa yang mengikuti kursus drum ada 15 siswa. Di bawah ini daftar nama-nama yang mengikuti kursus drum adalah: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Siswa Ari Diaz Ezra Nino Papung Dhito Egar Erlin Noeva Aulia Edo Thius Theon Ancarel Winona Tingkat I I I I II II I II II II II I I II II Pendidikan SD SD SD SD SD SD SD SMP SMP SMP SMP SMP SMP SMU SMU

42

5. Sarana dan prasarana Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang mempunyai sarana dan prasarana yang standart sebagai berikut: a. Keyboard b. Gitar c. Drum d. Bass e. Ruangan : 2 Unit : 2 Unit : 1 Unit : 1 Unit : AC

6. Tata tertib di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang a. Jam pelajaran dimulai dan diakhiri tepat waktu sesuai dengan jam yang telah ditentukan. b. Jika siswa mengalami keterlambatan dalam pelajaran hanya dapat diberikan pada sisa waktu yang masih ada c. Jika terjadi perubahan jam atau hari dalam mengikuti kursus siswa diwajibkan memberitahu dahulu kepada guru yang mengajar. d. Jika guru yang mengalami halangan dalam mengajar atau memberikan materi maka siswa akan memperoleh ganti jam pelajaran. e. Jika siswa yang mengalami halangan hadir dalam

memperoleh materi siswa tidak akan memperoleh ganti jam pelajaran.

43

f. Siswa yang akan minta cuti diperbolehkan dalam kurun waktu 2 bulan serta diwajibkan memberitahu dahulu pada guru yang mengajar 2 minggu sebelumnya. g. Modul yang dipakai dalam proses belajar diberikan oleh Sanggar Musik Dimaz Pratama. h. Guru memberikan pelajaran hanya 1 kali pertemuan dalam seminggu dan 4 kali dalam sebulan. i. Dalam mengikuti ujian siswa dikenakan biaya ujian yang besarnya telah ditentukan oleh Sanggar Musik Dimaz Pratama dan menyerahkan foto 4*6 sebanyak 2 lembar. j. Pelaksanaan ujian hanya dapat dilakukan jika siswa telah menempuh waktu kegiatan belajar mengajar selama 6 bulan dan ujian selanjutnya selama 1 tahun. k. Bagi siswa yang dapat menyelesaikan ujian dengan baik akan mendapat sertifikat atau ijasah dari Sanggar Musik Dimaz Pratama.

B. Kurikulum Pembelajaran Drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Kurikulum pembelajaran drum yang terdapat di Sanggar Musik Dimaz Pratama mempunyai 2 tingkatan (grade) dalam pembelajaran yaitu: grade dasar (tingkat satu), grade dua (tingkat

44

dua). Berikut materi Sanggar Musik Dimaz pratama untuk pembelajaran drum: Grade 1: Pengenalan Instrumen Cara memegang stik dan menginjak pedal Pengenalan notasi drum dasar Membaca notasi I Irama Dasar • • • • Irama 8 beat Irama Disco Irama Waltz Irama Cha-cha

Praktek berman stiking • • Single Stroke Double Stroke

Grade 2: Membaca notasi II Irama Lanjut • • • • Irama Shuffle Irama Bossanova Irama Rock Irama Salsa

45

Praktek bermain stiking lanjut • • Paradidle Double Paradidle

C. Pembelajaran Alat Musik Drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang Dari hasil pengamatan peneliti, berkaitan dengan

pembelajaran alat musik drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama pelatih atau guru mempunyai cara tersendiri dalam memberikan materi yaitu: metode, pemilihan dan pengembangan materi, pemilihan media dan sarana, serta evaluasi. Berikut adalah cara pelatih dalam memberikan

pembelajaran alat musik drum yaitu: 1. Grade 1 (tingkat pertama) a. Metode Setiap proses pembelajaran alat musik drum dimulai dengan pendahuluan yang berupa pengenalan alat musik drum, hal tersebut dimaksudkan agar siswa dapat mengenal setiap bagian dari alat musik drum. Setelah siswa dapat memahami dan mengenal nama-nama bagian alat musik drum secara keseluruhan, guru menjelaskan teknik dasar bermain alat musik drum yang baik, meliputi: posisi badan, posisi duduk, posisi memegang stick, cara memukul snare

46

drum, cara menginjak pedal bass. Aspek-aspek tersebut tidak mungkin diajarkan dalam satu kali pertemuan, tetapi sedikit demi sedikit dan berkelanjutan.

(Gambar 1: Drum set)

(Gambar 2: Siswa dengan posisi badan)

47

(Gambar 3: Cara memegang stick dengan pola Matched Grip)

(Gambar 4: Cara memegang stick dengan pola Traditional Grip

48

b. Pemilihan dan pengembangan materi Pemilihan materi menjadi tujuan utama dalam

pembelajaran alat musik drum. Materi disesuaikan dengan kurikulum dan minat siswa yang mengikuti kursus alat musik drum, adapun tingkat dasar untuk mengawali kursus pembelajaran alat musik drum yaitu pelatih dalam satu minggu pertemuan pertama memberikan materi pengenalan alat musik drum. Pada saat menjelaskan dasar bermain alat musik drum, guru memberikan contoh atau menyuruh siswanya untuk mempraktekkan langsung apa yang sedang

diajarkan, misalnya tentang cara pukulan, cara menginjak pedal bass. Dengan demkian siswa ikut aktif memahami apa yang sedang dipelajari. Materi dilanjutkan dengan pengenalan notasi balok. Cara penulisan notasi balok untuk alat musik drum di tulis dengan lima garis paralel (garis paranada). Untuk berfikir dan

mempermudah dalam penulisan notasi balok, selalu dimulai dengan kunci perkusi. Sedangkan dalam setiap garis paranada terdapat garis tengah yang memotong pada garis paralel yang disebut dengan garis birama, birama atau garis bar adalah ruang diantara garis birama dan garis paralel. Untuk tanda ulang terdapat titik dua pada garis penutup.

49

Setelah kita menulis kunci perkusi jangan lupa kita menuliskan tanda sukat seperti 4/4, 2/4 dan lain-lain. Tanda 4/4 biasanya ditulis dengan tanda C.

(Gambar 5: Notasi Paranada) Berikut nama nada (not) menurut nilainya: = Not utuh bernilai 4 hitungan berjarak sama = Not ½ bernilai 2 hitungan berjarak sama = Not ¼ bernilai 1 hitungan berjarak sama = Not 1/8 bernilai ½ hitungan not perempatan = Not 1/16 bernilai ½ hitungan not perdelapanan = Not 1/32 bernilai ½ hitungan not perenambelasan = istirahat 4 hitungan = istirahat 2 hitungan = istirahat 1 hitungan = istirahat ½ hitungan = istirahat ¼ hitungan = istirahat 1/8 hitungan 1) Pengenalan notasi alat musik drum Siswa juga diwajiban harus dapat membaca notasi drum yang berguna untuk mempermudah dalam proses pembelajaran alat musik drum.

50

(Notasi Drum 1) 2) Praktek permainan drum Tahapan-tahapan sebelum siswa memainkan irama dasar adalah sebagai berikut: a) Pola permainan memukul hihat Adalah sebelum siswa masuk kedalam pola irama dasar pertama-tama siswa diharuskan melatih pukulan dengan menggunakan tangan kanan yang pertama yaitu memukul hihat secara berulang-ulang dimulai dari hitungan satu sampai dengan hitungan keempat dengan tujuan agar siswa memahami

karakter suara hihat. Berikut gambar siswa sedang memukul hihat:

(Gambar 6: Pola permainan pukulan Hihat)

51

b) Pola permainan memukul snare drum Setelah siswa berulang-ulang memukul hihat dan sudah bisa memainkannya secara konstan

kemudian materi diteruskan dengan siswa memainkan snare drum dengan cara dipukul menggunakan

tangan kiri. Pola itu dilakukan sampai siswa benarbenar dapat merasakan karakter snare drum, dimulai dari hitungan pertama sampai dengan hitungan

keempat. Berikut gambar siswa sedang memukul snare drum:

(Gambar 7: Pola permainan pukulan Snare Drum) c) Pola Menginjak pedal bass Setelah materi snare drum dapat siswa kuasai kemudian dilanjutkan dengan pola permainan

52

menginjak

pedal

bass

yaitu

siswa

diharuskan

menginjak pedal bass secara berulang-ulangdengan posisi telapak kaki bagian belakang agak jinjitdengan hitungan satu sampai dengan empat. Berikut gambar siswa sedang menginjak pedal bass:

(Gambar 8: Pola permainan menginjak Pedal Bass) d) Pola memukul ride Cymbal Siswa dengan posisi tangan kanan memukul ride cymbal pada bagian tengah dengan pola hitungan satu sampai dengan empat dan dilakukan secara terus menerus dengan tempo tetap atau konstan, dimana siswa diharapkan dapat memainkannya dengan baik dan benar. Berikut gambar siswa sedang memukul ride cymbal:

53

(Gambar 9: Pola permainan pukulan Ride Cymbal) e) Pola pukulan Rimshoot Pola pukulan snare drum dimana siswa

menggunakan tangan kiri memukul

snare drum

bersama-sama mengenai bagian samping dari samping snare drum. Berikut gambar siswa sedang melakukan pukulan rimshoot:

(Gambar 10: Pola permainan pukulan Rimshoot)

54

Setelah tahap permainan drum dikuasai oleh siswa, dilanjutkan dengan materi sebagai berikut: a) Irama Dasar Untuk mempermudah siswa dalam menguasai alat musik drum dan menciptakan rasa yang terdapat dalam jiwa siswa, serta dari hasil pengamatan peneliti guru atau pelatih mempraktekan atau memainkan drum dengan pola irama 8 beat seperti berikut:

(Notasi Drum 2 Irama 8 Beat) Setelah irama 8 beat selesai dilanjutkan dengan pola permainan irama disco.

(Notasi Drum 3 Irama Disco) Yaitu: pola permainan drum dengan irama disco pada hitungan pertama memainkan hihat dan bass, pada hitungan ke dua memainkan hihat, snare, bass secara bersama-sama begitu juga dengan

55

hitungan tiga dan empat, sedangkan simbol (+) memainkan hihat dengan cara open hihat.

(Notasi Drum 4 Irama Waltz) Yaitu: Pola permainan waltz pada hitungan pertama memainkan hihat dengan bass, pada hitungan dua dan tiga memainkan hihat dengan snare, sedangkan simbol (+) memainkan hihat atau ride cymbal.

(Notasi Drum 5 Irama Cha-cha) Yaitu: Pola permainan drum dengan irama cha-cha pada hitungan pertama memainkan ride cymbal dengan bass, pada hitungan dua memainkan ride cymbal, snare, bass secara bersama-sama begitu juga pada hitungan tiga, sedangkan hitungan empat memainkan ride cymbal, small tom-tom dan bass.

56

b) Permainan sticking pada drum Setelah siswa mampu memainkan irama 8 beat sendiri, guru kemudian memberikan waktu pada siswa untuk belajar sendiri memainkan materi yang sudah dipraktekan oleh guru dengan pola permainan sticking dimana fungsi pola agar permainan setiap sticking ini siswa

mempunyai

pukulan

mempunyai kekuatan dengan aturan R adalah tangan kanan dan L adalah tangan kiri. Simbol tersebut digunakan untuk memudahkan siswa dalam pola permainan sticking seperti dengan materi sebagai berikut:

(Notasi Drum 6 Single Stroke) Yaitu: Not bernilai seperempat, dimana not

seperempat adalah satu ketuk dalam sukat 4/4. Serta memukul snare drum dengan tangan kanan (R) dan tangan kiri (L) dengan tempo permainan dari lambat sampai cepat.

57

(Notasi Drum 7 Double Stroke) Yaitu: Not bernilai seperempat, dimana not

seperempat adalah satu ketuk dalam sukat 4/4. Serta memukul snare drum dengan tangan kanan (R) dua kali dan tangan kiri (L) dua kali dengan tempo permainan dari lambat sampai cepat. Pola permainan double stroke sangatlah bagus siswa kuasai karena permainan ini

mengutamakan kekuatan pergelangan tangan dan dimainkan mulai dari pelan hingga cepat. Posisi tangan kanan memukul snare drum dua kali diikuti dengan tangan kiri dua kali dan seterusnya. c. Pemilihan media dan sumber media Media yang digunakan dalam pembelajaran alat musik drum meliputi: papan tulis, buku atau modul drum. Pemilihan media untuk mengajar sangat penting dalam pembelajaran alat musik drum, untuk dapat mencapai tujuan yang di harapkan seorang guru atau pelatih dalam pembelajaran harus dapat memilih serta menentukan media yang sesuai dengan materi yang diberikan dan kemampuan

58

siswanya. Siswa yang mengikuti kursus alat musik drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama harus menggunakan sumber media buku atau modul yang diberikan oleh Sanggar Musik Dimaz Pratama. Pada hakekatnya pemilihan media yang diterapkan dalam pembelajaran alat musik drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama adalah: 1) Papan Tulis Pada media ini pelatih menyampaikan materi dan memberikan penjelasan tentang materi yang ada dalam buku panduan yang telah disesuaikan dengan

kurikulum. Media papan tulis merupakan sarana yang tepat bagi pelatih dalam menerangkan tentang tingkat dasar membaca notasi alat musik drum. 2) Buku panduan Pada awal kegiatan bermain drum, siswa diberikan buku panduan untuk mempermudah proses bermain alat musik drum, isi dalam buku itu sudah terdapat

penjelasan tentang bagian-bagian alat musik drum. Buku panduan tersebut dimaksudkan untuk mempermudah siswa dalam belajar membaca notasi drum baik pada saat proses belajar di Sanggar Musik Dimaz Pratama atau proses belajar di rumahnya sendiri. Biasanya terdapat siswa yang sengaja membawa contoh buku

59

panduan notasi drum dari rumah, selanjutnya siswa tersebut berusaha untuk menanyakan pada pelatih dan mencoba memainkannya dengan bimbingan guru atau pelatih. d. Evaluasi Pelaksanaan evaluasi yang dilaksanakan dalam

pembelajaran drum adalah berorientasi pada ketrampilan pola permainan drum terutama pada tingkat grade 1. Penilaian dilaksanakan dari sumber buku yang pernah diajarkan oleh guru atau pelatih dan dimainkan oleh siswa sesuai dengan teori yang baik dan benar. Dimana pola pembelajaran drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang mempunyai pola individual (privat) yaitu satu orang murid didampingi oleh satu guru atau pelatih. Waktu dalam proses pembelajaran berlangsung selama enampuluh menit dan dilaksanakan satu kali pertemuan dalam satu minggu. Berikut contoh materi yang diberikan pada siswa untuk penilaian:

(Notasi Drum 8) Yaitu: Not bernilai seperempat, dimana not seperempat adalah satu ketuk atau hitungan dalam tanda sukat

60

4/4. Serta memukul snare pada hitungan pertama menggunakan tangan kanan begitu juga sebaliknya hitungan kedua menggunakan tangan kiri dan

seterusnya. Untuk hitungan tanda istirahat yaitu memukul stick dengan stick (kanan dan kiri).

(Notasi Drum 9) Yaitu: Pola permainan sticking dengan nilai not seperempat, dilanjutkan dengan memainkan secara bersama yaitu pada hitungan pertama menggunakan tangan kanan memukul snare drum dan menginjak bass drum. Diteruskan dengan hitungan kedua dengan

menginjak bass drum.

(Notasi Drum 10) Yaitu: Setelah siswa mampu memainkan pola permainan drum diteruskan dengan memukul snare drum dan hihat, baru siswa di suruh mempraktekan drum dengan tangan kanan memukul hihat dengan tempo permainan tetap atau konstan.

61

(Notasi Drum 11) Yaitu: Jika semua pola permainan drum antara snare dan hihat sudah dipahami oleh siswa, baru pola

permainan digabungkan dengan bass drum dan dimainkan dengan bersama-sama dengan tempo

permainan tetap atau konstan. 2. Grade 2 (Tingkat Kedua) a. Metode Dalam proses pelaksanaan pembelajaran alat musik drum terutama dalam grade 2 pelatih atau guru lebih menekankan materi lanjutan pada grade 1, yaitu bermain drum dengan model iringan, guru atau pelatih selalu mengiringi siswanya dalam belajar baik menggunakan keyboard, sehingga diharapkan siswa mampu untuk

mengembangkan praktek bermain drum dengan model iringan musik.

62

(Gambar 11: Siswa bermain drum dengan iringan guru) b. Pemilihan dan pengembangan materi 1) Irama lanjut Berkaitan dengan pemilihan dan pengembangan materi lanjutan dari grade 1 guru atau pelatih

memberikan materi pada grade 2 dengan penjelasan tentang irama Shuffle yaitu dengan contoh pola bermain drum dengan irama shuffle seperti berikut:

(Notasi Drum 12 Irama Shuffle) Yaitu: Dimana pada hitungan pertama memainkan hihat dengan bass drum diteruskan dengan hitungan kedua

63

memainkan hihat dengan snare drum begitu juga dengan hitungan ketiga dan keempat. Untuk simbol (+) siswa diharuskan hanya memainkan hihat.

(Notasi Drum 13 Irama Bosanova) Yaitu: Pola permainan drum dengan irama bossanova dimana pada hitungan pertama siswa memainkan hihat, snare drum dan bass drum. Dilanjutkan pada hitungan kedua hanya memainkan hihat, tetapi simbol (+) berbeda ada yang hanya menggunakan hihat ada juga yang manggunakan snare drum, hihat dan bass drum. Semua dimainkan oleh siswa dengan tempo permainan sedang.

(Notasi Drum 14 Irama Rock) Yaitu: Setelah siswa mampu memainkan pola irama

bossanova materi dilanjutkan dengan pola irama rock. Pada hitungan pertama siswa memainkan hihat dengan bass drum dilanjutkan dengan hitungan

64

kedua memainkan hihat dengan snare drum begitu juga pada hitungan ketiga dan keempat. Sedangkan tempo yang digunakan dalam pola irama rock adalah tempo cepat.

(Notasi Drum 15 Irama Salsa) Yaitu: Setelah siswa mampu memainkan pola irama rock materi dilanjutkan dengan irama salsa, siswa

memainkan dengan tangan kanan memukul ride cymbal pada hitungan pertama memainkan ride cymbal dengan bass drum, pada hitungan kedua memainkan ride cymbal dengan snare drum

dilanjutkan dengan bass drum, pada hitungan ketiga hanya memainkan ride cymbal sedangkan pada hitungan keempat siswa memainkan ride cymbal dengan bass drum diteruskan dengan memukul snare drum. 2) Permainan sticking lanjut Pada permainan alat musik drum di grade 2 guru atau palatih melanjutkan materi sticking lanjut dengan pola permainan sebagai berikut:

65

a) Paradidle

(Notasi Drum 16) Yaitu: Pola permainan sticking dimana pada hitungan pertama menggunakan tangan kanan (R),

hitungan kedua menggunakan tangan kiri (L), selanjunya hitungan ketiga dan keempat

menggunakan tangan kanan (R) begitu pula dengan selanjutnya menggunakan tangan kiri. b) Double Paradidle Setelah memainkan pola permainan sticking paradidle kemudian materi dilanjutkan dengan pola permainan double paradidle

(Notasi Drum 17) Yaitu: Pola permainan sticking dimana tangan hitungan (R)

pertama

menggunakan

kanan

hitungan kedua menggunakan tangan kanan (R) begitu pula dengan hitungan selanjutnya juga menggunakan tangan kanan (R).

66

c. Pemilihan Media dan Sumber Media Pada grade 2 media yang digunakan sama dengan grade 1 yaitu menggunakan papan tulis dan buku panduan, tetapi pada grade 2 ini ditambah dengan keyboard. Fungsi dari keyboard ini yaitu sebagai media pengiring siswa dalam memainkan alat musik drum dengan pola permainan solo drum. d. Evaluasi Berkaitan dengan pelaksanaan evaluasi untuk materi pada grade 2 berbeda dengan grade 1. Untuk materi evaluasi siswa diwajibkan untuk dapat memainkan solo drum dengan model permainan drum dengan baik dan benar. Oleh karena itu pada grade 2 ini siswa diwajibkan untuk dapat mengikuti pola iringan media keyboard yang dilakukan oleh guru atau pelatih dengan pola permainan solo drum. Berikut materi yang digunakan untuk ujian akhir pada grade 2 sebagai berikut:

67

Drum solo

(Notasi Drum 18: Materi evaluasi)

Dalam

setiap

pembelajaran

diperlukan

adanya

pendekatan individual. Karena pendekatan individual sangat penting dimana antara guru dan siswa yang dibimbingnya. Pendekatan guru dengan siswa sangat diperlukan sekali karena bertujuan agar siswa dapat memahami apa yang diharapkan oleh guru dan siswa mempunyai semangat dalam belajar. Biasanya sebelum pelajaran dimulai

terkadang guru bertanya sedikit pada siswa mengenai materi yang selama ini sudah disampaikan pada siswanya. Hal ini bertujuan supaya guru dapat mengetahui sejauh mana siswa dapat memahami atau menangkap materi yang telah diberikan.

68

Guru (pelatih) juga bisa memahami siswa apakah siswa sudah siap atau tidak untuk mengikuti pelajaran drum, karena itu semua akan berdampak pada diri siswa positif dan negatif. Setelah guru mengetahui dan memahami siswanya barulah guru memberikan materi pelajaran drum. Selama proses pembelajaran berlangsung guru bisa

berkomunikasi dengan siswanya sehingga siswa senang karena merasa diperhatikan, guru juga dapat membedakan dalam memberikan materi dimana antara siswa yang satu dengan siswa yang lainya tidak sama. Sebab daya serap pikir siswa yang satu dengan siswa yang lainya berbedabeda, ada siswa yang cepat dalam penyerapan materi ada pula siswa yang lambat atau sulit dalam penyerapan materi. Guru dapat membedakan materi yang tepat untuk diberikan pada siswanya karena bertujuan agar pembelajaran dapat tercapai dengan hasil yang baik.

D. Faktor–faktor Pembelajaran Semarang Segala keberhasilan

yang Drum

Mempengaruhi di Sanggar

Dalam

Keberhasilan Pratama

Musik

Dimaz

usaha

dan

ikhtiar pasti

dalam ada

mencapai

suatu yang

tertentu,

faktor-faktor

mempengaruhinya, baik itu bersifat mendukung ataupun bersifat

69

menghambat.

Demikian

juga

dalam

pembelajaran

drum

di

Sanggar Musik Dimaz Pratama yang ingin bisa memainkan drum. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama adalah sebagai berikut: 1. Faktor Pendukung a. Faktor Guru Dedikasi dan sifat profesionalisme guru yang tinggi dalam tertentu membelajarkan merupakan drum. drum faktor dengan yang latar pendidikan dalam yang

fundamental diri guru

pembelajaran demikian

Sifat-sifat

dalam guru

sangat

mempengaruhi

drum

berusaha

menguasai alat musik drum, memilih jenis metode yang tepat, serta membelajarkan anak didiknya secara maksimal. Guru pengajar membuat persiapan pengajaran yang baik, seperti menyusun materi yang akan disampaikan serta menggunakan metode yang tepat dan mengadakan evaluasi untuk memotivasi siswa dalam belajar mengajar. Sehingga materi yang disampaikan dapat diterima siswa dengan baik, dan siswa tidak merasa bosan serta tidak menyepelekan materi yang diajarkan. Berdasarkan pengamatan, guru drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang telah melaksanakan hal tersebut, walaupun belum sempurna seperti yang

70

diharapkan. Hal tersebut dapat dilihat dalam mengajarkan materi drum, apabila guru tidak pandai memotivasi siswa dapat dimungkinkan materi yang diajarkan mudah

disepelekan siswa. b. Faktor Siswa Keadaan psikologis siswa yang baik seperti kecerdasan dan bakat serta keadaan jasmaniah seperti penglihatan, pendengaran dan struktur tubuh yang baik akan mendorong tercapainya tujuan pembelajaran ini semua merupakan faktor siswa untuk mendukung belajar drum. Ada kalanya terdapat siswa yang kurang mampu dalam memainkan alat musik drum, namun bersemangat sekali untuk mengikuti pelajaran drum. Hal inilah yang sering menjadi kendala bagi seorang guru dalam

membelajarkan siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu adanya ekstra keras dengan cara terus menerus mempraktekan alat musik drum sambil membaca notasi dan guru harus selalu memantau perkembanganya. Karena antara siswa yang satu dengan siswa yang lain berbeda-beda ada siswa yang cepat dalam menangkap materi ada juga yang lambat. Hal tersebut terus dilaksanakan sampai siswa mampu memainkan alat musik drum dengan baik.

71

c. Sarana dan prasarana Hasil pengamatan peneliti, bahwa pelaksanaan

pembelajaran drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang dilakukan di ruang studio dengan sarana dan prasarana yang standart dan ideal, sebab sudah memiliki ruangan kedap suara secara khusus untuk pembelajaran instrumen alat musik drum. d. Kurikulum Kurikulum sangat mendukung bagi proses

pembelajaran drum. Hal ini di sebabkan karena kurikulum menjadi pokok acuan yang dipakai pada saat pembelajaran, di Sanggar Dimaz Pratama Semarang mempunyai kurikulum dari tingkat 1 sampai tingkat 2. Dimana kurikulum materi grade 2 lebih ditekankan pada permainan alat musik drum dengan pola iringan lagu yang menggunakan keyboard dan di praktekkan guru atau pelatih. e. Masyarakat dan orang tua Berdasarkan pengamatan peneliti menyimpulkan,

bahwa masyarakat di lingkungan Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang bukanlah masyarakat seni, namun mampu memahami dan menghargai pembelajaran seni di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang. Hal ini terlihat dari banyaknya orang tua siswa yang mengantarkan putra-

72

putrinya untuk mengikuti kursus drum, masyarakat yang berada di jalan karangrejo sangat mendukung adanya pelatihan Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang Karena bersifat mendidik siswa dan tidak mengganggu lingkungan sekitar. 2. Faktor Penghambat a. Faktor Siswa Faktor penghambat datang dari siswa hal ini

disebabkan karena ada beberapa siswa yang memiliki tingkat kemampuan kurang. Pada saat guru menjelaskan dan mempraktekkan materi drum siswa tersebut menerima dengan lamban. Sehingga guru berusaha mengulang-ulang materi yang disampaikan agar siswa dapat mengikuti pembelajaran drum walaupun waktunya agak lama. Dari hasil penelitian kebanyakan dari siswa masih belum bisa memahami dalam membaca notasi dengan lancar terkadang siswa lebih senang dengan praktek dari pada membaca notasi sehingga siswa dalam melakukan praktek permainan alat musik drum harus secara pelanpelan. Terkadang siswa masih bingung terhadap bentukbentuk notasi dan harga nilai not serta tempo dalam membaca notasi.

73

b. Faktor guru Terlalu seringnya bergurau dengan siswa atau terlalu akrab dengan siswa sehingga siswa kurang maksimal dalam menangkap materi yang diberikan oleh guru atau pelatih, hal ini merupakan penghambat dalam proses pembelajaran alat musik drum.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan

kesimpulan bahwa pelaksanaan pembelajaran alat musik drum di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang menggunakan dua grade yaitu grade 1 dan grade 2. Pembelajaran dari kedua grade tersebut adalah sebagai berikut: 1. Metode Dalam pelaksanaan pembelajaran alat musik drum

terutama pada grade 1 dan grade 2 ada perbedaan. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ceramah dan demonstrasi. 2. Pemilihan dan pengembangan materi Pada pemilihan dan pengembangan materi, grade 2 merupakan lanjutan materi dari grade 1. 3. Pemilihan media dan sumber media Pada pemilihan media dan sumber media, grade 1 dan grade 2 tidak ada perbedaan namun pada grade 2 ada pengembangan media yaitu alat musik keyboard. Keyboard ini berfungsi sebagai pengiring siswa dalam bermain alat musik

74

75

drum dengan pola iringan lagu yang di praktekkan oleh guru atau pelatih. 4. Evaluasi Untuk evaluasi antara grade 1 dan grade 2 terdapat perbedaan materi. Materi untuk evaluasi grade 2 lebih di tekankan pada pola permainan lagu dan solo drum. Faktor pendukung yang mempengaruhi dalam pembelajaran alat musik drum yaitu guru mempunyai dedikasi dan sifat profesionalisme yang tinggi, siswa mempunyai keadaan psikologis yang baik seperti kecerdasan dan bakat yang sangat mendorong dalam belajar alat musik drum, sarana dan prasarana yang standar dan ideal, kurikulum yang lengkap, serta masyarakat dan orang tua. Sedangkan faktor penghambat yaitu siswa yang kurang dapat memahami bentuk-bentuk notasi dan harga notasi, serta memiliki daya serap pikir yang lamban. Guru yang sering bergurau dengan siswanya dan terlalu akrab sehingga materi kurang dipahami oleh siswa.

B. Saran Berdasarkan simpulan di atas, saran yang peneliti

kemukakan dan tujukan kepada Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang adalah sebagai berikut:

76

1. Dalam

pelaksanaan guru

pembelajaran lebih tegas

alat

musik

drum,

diharapkan siswanya.

harus

dalam

menghadapi

2. Dalam pelaksanaan pembelajaran alat musik drum, pada saat guru mempraktekkan alat musik drum sebaiknya jangan terlalu cepat. Sehingga diharapkan siswa dapat mencapai tujuan yang diharapkan yaitu mampu bermain drum dengan baik dan benar.

77

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, dkk. 1985. Psikologi Umum. Yogyakarta : Rineka Cipta. Arikunto. 1991. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT. Bima Aksara. Darsono, dkk. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang : CV. IKIP Semarang Press. Dimjati & Mudjiono. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Depdikbud. Djamarah & Zain. 1995. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta : Rineka Cipta. Depdikbud. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. Ekosiswoyo, R. 1996. Manajemen Kelas Suatu Upaya Untuk Memperlancar Kegiatan Belajar. Semarang : IKIP Semarang Press. Hamalik, Oemar. 1985. Metode Belajar dan Kesulitan Belajar. Bandung : Tarsito. Http:\KlinikDrum.Com. Ismadji & Puwanto. 1989. Proses Belajar Mengajar dan Prinsip-prinsip Belajar. Semarang : IKIP Semarang Press. Jamalus. 1981. Musik dan Praktek Pengembangan Buku Sekolah Pendidikan Guru. Jakarta : CV. Titik Terang. Moleong. 1986. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya. Mudjiono. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Proyek Pembinaan Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan. Jakarta : Depdikbud. Racman, Maman. 1993. Strategi dan Langkah-langkah Penelitian Pendidikan. Semarang : IKIP Press.

78

Roestijah. 1982. Masalah-masalah Ilmu Keguruan. Jakarta : Bina Aksara. Rohidi. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta : Universitas Indonesia Press. Sadily, Hasan. 1980. Ensiklopedi Indonesia A-Cer. Jakarta : Ichtiar Baru Van Hoeve. Sardiman, N. M. 1989. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Rajawali Press. Slameto. 1991. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Bandung : Rineka Cipta. Soetopo, H. 1982. Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan. Surakarta : Usaha Nasional. Suharto, dkk. 1995. Serba-serbi Keroncong. Jakarta : Musika. Sukasno & Satmoko. 1989. Konsepsi Pendidikan dalam Satwoko (Ed). Dasar-dasar Pendidikan. Semarang : IKIP Press. Sumarno, D. 1997. Pedoman Pelaksanaan Program Pendidikan Dasar 9 Tahun. Jakarta : CV. Mini Jaya Abadi. Syah, M. 1995. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Remaja Rosda Karya. Tim MKDK IKIP Semarang. 1996. Belajar Semarang : IKIP Semarang Press. dan Pembelajaran.

Utuh, H. 1987. Proses Belajar Mengajar. Surabaya : Usaha Nasional. Wana Putra & Rosita. 1995. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Depdikbud. Winkel, W. S. 1992. Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT. Gramedia.

79

Lampiran 1 PEDOMAN OBSERVASI

1. Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang a. Letak geografis b. Sejarah c. Tujuan d. Latar Belakang e. Jenis Kursus f. Pelatih/ Guru 1) Jumlah 2) Pendidikan 2. Materi a. Alat Musik Drum b. Teks book alat musik drum c. Membaca notasi drum d. Belajar teknik bermain drum 3. Strategi pembelajaran alat musik drum 4. Metode pembelajaran 5. Grade

80

Lampiran 2 PEDOMAN WAWANCARA

1. Pimpinan Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang a. Keberadaan Sanggar Musik Dimaz Pratama S b. emarang. c. Sejarah berdirinya Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang. d. Tujuan didirikannya Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang. e. Latar belakang didirikannya Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang. f. Jenis kursus musik yang ada di Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang. g. Jumlah pelatih atau guru yang ada serta pendidikan pelatih tersebut. h. Jumlah peserta atau siswa yang mengikuti kursus. 2. Pelatih atau guru drum a. Cara pendekatan pelatih atau guru. b. Metode pembelajaran apa yang dipakai dalam mengajar atau melatih alat musik drum. c. Metode pendekatan apa yang dilakukan pelatih atau guru kepada siswa. d. Materi apa saja yang diberikan pelatih atau guru kepada siswa. e. Buku apa yang digunakan untuk bahan ujian.

81

3. Peserta atau siswa a. Hal apa saja yang mendukung dalam pembelajaran alat musik drum. b. Hal apa saja yang menghambat dalam pembelajaran alat musik drum.

82

Lampiran 3

Gambar 12: Ruang Kantor Sanggar Musik Dimaz Pratama Semarang

Gambar 13: Media Penunjang Pembelajaran Drum

83

Gambar 6: Pembelajaran Drum Tingkat 1

Gambar 14: Pembelajaran Drum Tingkat 1

84

Lampiran 4 Materi Grade 1

85

Materi Grade 2

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful