PENGELOLAAN KAWASAN EKOSISTEM PESISIR

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

URGENSI PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN LAUTAN SECARA TERPADU
1. Kawasan pesisir memiliki produktifitas hayati tertinggi.
- 85% kehidupan biota laut tropis bergantung pada ekosistem pesisir (Odum and Teal, 1976; Berwick,1982) - Coastal zone (6%of the world’s surface) comprising the nearshore marine environments (i.e estuaries, coastal wetlands, mangroves, coral reefs, continental shelves) provides 43% of the world’s ecosystem goods and services (Costanza, et.al, 1997) - 90% hasil tangkap ikan berasal dari laut dangkal/pesisir (FAO, 1998) - Lumbung pangan pada umumnya terdapat di lahan pesisir (coastal lands), seperti pantai timur sumatera, pantura, dan sulsel.

Table. Primary Productivity of some major coastal and marine ecosystems. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Mangroves Alga, Seagrass beds Coral reefs Estuaries Upwelling zones Continental shelf waters Open Ocean Ecosystem Type Primary Productivity (Grams carbon/m2/year) 430 - 5,000 900 - 4,650 1,800 - 4,200 200 - 4,000 400 - 3,650 100 - 600 2 - 400

Source : Whittaker (1975) Note : The Primary Productivity of tropical rain forests : 800 – 2,500 gram carbon/m2/year

5X 0.1 Sumber : • Martosubroto dan Naamin (1979) • Turner (1985) Luas hutan mangrove (Ha) .Hasil Tangkapan Udang (ton/th) Y = + 06 0.

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Dinamika (Kelestarian) Stok Ikan .EMIGRASI (E) HAMA+PENYAKIT KEGIATAN PEMBANGUNAN IKLIM PREDATOR PENANGKAPAN (F) KEMATIAN ALAMIAH (M) (-) (+) REKRUTMEN (R) HIDROLOGI KONDISI HABITAT (NURSERY+ SPAWNING GROUNDS) PERTUMBUHAN (G) IMIGRASI (I) (-) (-) KUALITAS AIR PAKAN ALAMI So St OSEANOGRAPI (+) (+) Gambar.

3. degradasi fisik habitat. sedimentasi. . Pengalaman empiris di berbagai negara menunjukkan bahwa pengelolaan wilayah pesisir secara sektoral cenderung mengarah pada pembangunan yang tidak berkelanjutan (unsustainable development) / gagal yang dicirikan oleh: pencemaran. 4.Relatif mudah dan murah sebagai pembuangan limbah . abrasi.Lahan darat dan perairan yang subur .Kemudahan akses mendapatkan water cooling untuk industri . overeksploitasi SDA. Lanjutan… Kawasan pesisir merupakan multiple-use zone : . dan perubahan regim hidrologi akibat aktivitas manusia & pembangunan di daratan. dll. 1993)  2/3 kota-kota besar dunia terdapat di wilayah pesisir (Cicin-Sain dan Knecht.Kemudahan akses transportasi .2.Keindahan Panorama Oleh karena itu :  50%-70% dari jumlah penduduk dunia (5.3 milyar) tinggal di kawasan pesisir (Edgren. 1998) Kawasan pesisir menerima dampak negatif berupa pencemaran.

WILAYAH PESISIR SEBAGAI A MULTIPLE-USE ZONE .

POTENSI DAN TINGKAT PEMANFAATAN PESISIR DAN LAUTAN .III.

9 juta km2 = 190 juta ha (25%) Luas Laut 5.500 Pulau • Garis pantai terpanjang kedua di dunia (81.8 juta km2 (75%) Lahan Darat 136 juta ha (72%) Perairan Tawar (danau. rawa) 54 juta ha (28%) . sungai.000 km) Luas Darat 1. waduk.INDONESIA NEGARA BAHARI DAN KEPULAUAN TERBESAR DI DUNIA • Lebih dari 17.

seperti di pesisir Pulau Kalimantan.KLASIFIKASI WILAYAH PESISIR DAN LAUT INDONESIA BERDASARKAN INTENSITAS PEMBANGUNAN DAN TINGKAT KERUSAKAN LINGKUNGAN 1. 3. laut KTI. tingkat kepadatan penduduknya relatif rendah. Sulawesi Utara. khususnya di pantai Utara Jawa dan sebagian pantai timur Sumatera . NTB. Wilayah pesisir dan laut dengan sumberdaya yang masih melimpah. seperti di pesisir pulau-pulau di Indonesia Bagian Barat yang telah padat pembangunannya. NTT. seperti ZEE. Maluku dan Papua. dan intensitas pembangunan rendah. Wilayah pesisir dan laut yang belum dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan nasional. dan wilayah laut perbatasan. Wilayah pesisir dan laut yang telah dimanfaatkan secara intensif dan eksploitasi berlebihan. sehingga sebagian sumberdaya tersebut dimanfaatkan pihak asing secara illegal. sehingga mengalami kerusakan dan deplesi. 2.

VI. Kerjasama Regional dan Internasional dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir . Penerapan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan C. Penerapan Prinsip Keterpaduan D. Rehabilitasi Kerusakan Ekosistem Pesisir B. KEBIJAKAN PENGELOLAAN PEMBANGUNAN WILAYAH PESISIR DAN LAUTAN A. Desentralisasi Pengelolaan Pembangunan Wilayah Pesisir secara Bertanggung jawab E. Pemberdayaan dan Pelibatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir F.

Pembangunan Terumbu Karang Buatan 7. COREMAP (Coral Reef Rehabilitation and Management Program) 2.A. Pengendalian Pencemaran 5. Rehabilitasi Kerusakan Ekosistem Pesisir 1. Penanaman Mangrove 6. MCRMP ( Marine and Coastal Resources Management Program) 3. Bersih Pantai 4. Restocking dan Stock Enhancement .

1987).  Tiga dimensi Pembangunan Berkelanjutan : 1. Penerapan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan  Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan untuk memenuhi kebutuhan saat ini.B. Ekonomi 2. Ekologi 3. Sosial . tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya (WCED.

 Pembangunan berkelanjutan dalam konteks pengelolaan pembangunan kelautan secara teknis didefinisikan sebagai berikut: “Suatu upaya pemanfaatan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang terdapat di dalam kawasan pesisir dan lautan untuk kesejahteraan manusia. sehingga laju (tingkat) pemanfaatan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan termaksud tidak melebihi daya dukung (carrying capacity) kawasan pesisir dan laut untuk menyediakannya”. . sedemikian rupa. terutama stakeholders.

Pemantauan & Evaluasi Sistem Alam (Ekosistem Pesisir dan Lautan) Ekstraksi SDA Pemanfaatan Ruang Pemanfaatan Jasling Limbah Overeksploitasi Sumberdaya Alam Degradasi Fisik Habitat Modifikasi Bentang Alam Kebijakan & Program Pembangunan • Ekonomi • Ekologi • Sosial • Barang Kelembagaan Aktivitas Pembangunan Jasa Sistem Sosial (Manusia) Pencemaran Tangkap Lebih Kepunahan Jenis Erosi/sedimentasi Gambar Hubungan Timbal Balik Antara Ekosistem Alam dan Sistem Sosial di Wilayah Pesisir dan Lautan Dalam Konteks Pembangunan Berkelanjutan .

1 Secara ekologi ada 5 persyaratan agar pembangunan suatu wilayah (pesisir dan laut) baik pada tingkat kabupaten/kota. propinsi. berlangsung secara berkelanjutan : Pertama adalah perlu adanya keharmonisan ruang (spatial harmony) untuk kehidupan manusia dan kegiatan pembangunan yang dituangkan dalam peta tata ruang Suatu wilayah hendaknya dipilah menjadi 3 zona : Preservasi : Konservasi : Pemanfaatan (20 %) : (20 %) : (60 %) . negara atau dunia.

KONDISI KAWASAN PESISIR HIPOTETIK .DAERAH BERBUKIT AN M G R VE O TELUK DALAM PANTAI PASIR PUTIH RUMPUT LAUT LAUT PULAU PENGHALANG A.

A ON Z K E NS O G R S VA R I VE O DAERAH BERBUKIT INDUSTRI KOTA PADAT PENDUDUK AN M PEMUKIMAN DENGAN PENDUDUK JARANG ZONA PRESERVASI REKREASI TELUK DALAM PANTAI PASIR PUTIH LAUT PULAU PENGHALANG B. ALTERNATIF PENATAAN RUANG (ZONASI) KAWASAN PESISIR .

kemampuan pulih termaksud lazim disebut potensi lestari (Maximum Sustainable Yield. Dalam terminologi pengelolaan sumberdaya perikanan. MSY).2 Kedua adalah bahwa tingkat/laju (rate) pemanfaatan sumberdaya dapat pulih (seperti sumberdaya perikanan dan hutan mangrove) tidak boleh melebihi kemampuan pulih (renewable capacity) dari sumberdaya tersebut dalam kurun waktu tertentu. sedangkan dalam pengelolaan hutan mangrove biasanya dinamakan sebagai jatah tebangan yang diperbolehkan (Total Allowance Harvest. TAH). .

3 • • • Ketiga. produk industri rumah tangga (home industries) berbasis sumberdaya dapat pulih Replanting . jika kita mengeksploitasi bahan tambang dan mineral (sumberdaya tidak dapat pulih) harus dilakukan dengan cara-cara yang tidak merusak lingkungan agar tidak mematikan kelayakan usaha (viability) sektor pembangunan (ekonomi) lainnya. pertanian. Sebagian keuntungan (economic rent) dari usaha pertambangan tersebut hendaknya diinvestasikan untuk: mengembangkan bahan (sumberdaya) substitusinya dan kegiatan-kegiatan ekonomi yang berkelanjutan (sustainable economic activities)  perikanan. industri pengolahan perikanan dan pertanian. pariwisata.

4 Keempat. tetapi jenis limbah yang dapat diuraikan di alam (biodegradable) termasuk limbah organik dan unsur hara. tetapi harus diolah di fasilitas Pengolahan Limbah B3.  Jumlah limbah non-B3 yang dibuang ke laut . ketika kita membuang limbah ke lingkungan pesisir dan lautan. tidak boleh melebihi kapasitas asimilasi lingkungan laut.  Semua limbah B3 tidak diperkenankan dibuang ke lingkungan alam (termasuk pesisir dan lautan). maka :  jenis limbah yang dibuang bukan yang bersifat B3 (Bahan Berbahaya Beracun).

seperti pola arus. pelabuhan laut. serta sifat biologis dan kimiawi. manakala kita memodifikasi bentang alam pesisir dan lautan untuk membangun dermaga (jetty). sifat geologi dan geomorfologi (sediment budget). hotel. pemecah gelombang (breakwaters). dan infrastruktur lainnya. anjungan minyak (oil rigs). pasang surut.  merancang dan membangun kawasan pesisir dan laut sesuai dengan kaidah-kaidah alam (design and construction with nature) . maka : Harus menyesuaikan dengan karakteristik dan dinamika alamiah lingkungan pesisir dan lautan.5 Kelima. marina.

Pembangunan Berkelanjutan dari perspektif sosial-ekonomi adalah : “Bagaimana kita mengelola permintaan total (agregate demand) manusia terhadap sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan agar tidak melampaui kemampuan suatu wilayah (pesisir dan lautan) untuk menyediakan dalam kurun waktu tertentu” Secara konsepsional (filosofis) perlu reorientasi (penyempurnaan) konsep ekonomi konvensional dalam 3 aspek : 1. Pengertian hubungan antara barang modal (capital) dengan pembangunan ekonomi 2. Green accounting dan Genuine saving . Keadilan antar generasi 3.

C. Penerapan Prinsip Keterpaduan Dalam Pengelolaan  Keterpaduan antar sektor  Keterpaduan antar level pemerintahan  Keterpaduan ekosistem darat dan laut  Keterpaduan sains dan manajemen  Keterpaduan antar daerah / negara .

PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN PESISIR TERPADU Keterpaduan Antar Pemerintahan/ Kewenangan Keterpaduan Antar Lembaga/Sektor Keterpaduan Antar Ekosistem Darat dengan Laut Keterpaduan Antar Disiplin Ilmu Pengakuan terhadap Hak Masyarakat Pengelolaan Pesisir Terpadu Desentralisasi Pengelolaan Pranata dan Penegakan hukum Pranata Kelembagaan Konsistensi Perencanaan Konsistensi Pembiayaan .

penataan ruang.  Indikator keberhasilan (kinerja) PEMDA hendaknya tidak hanya berdasarkan pada pencapaian pertumbuhan ekonomi.D. pengendalian pencemaran. tetapi juga harus mencakup pemerataan kesejahteraan (social equity) antar kelompok masyarakat . tetapi juga harus melakukan kewajibannya yang mencakup inventarisasi dan penyusunan basis data potensi pembangunan. Desentralisasi Pengelolaan Pembangunan Wilayah Pesisir secara Bertanggung jawab  Pemerintah dan masyarakat daerah jangan hanya menuntut hak (keuntungan) ekonomi dari pengelolaan pembangunan wilayah pesisir. capacity building dan pemberdayaan masyarakat.

 Sebagian besar pelaksanaan aspek-aspek pengelolaan pembangunan sektor kelautan dan perikanan sudah didesentralisasikan kepada daerah . kecuali pengelolaan wilayah laut 12 mil ke atas. Desentralisasi Pengelolaan Pembangunan secara Bertanggung jawab  Kepentingan nasional (bangsa) harus dijadikan sebagai acuan utama didalam desentralisasi pengelolaan pembangunan .Lanjutan…… D. dan aspek lainnya sesuai UU No. pelabuhan perikanan tipe A dan B. 22/1999 . perijinan kapal ikan diatas 30 GT.

Program Mitra Bahari (Sea Grant Program) 4. Siswasmas (Sistem Pengawasan Masyarakat) . COFISH (Coastal Fisheries) 3. Pemberdayaan dan Pelibatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir 1.E. PEMP (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir) 2.

Kondisi Sekarang .

Tewas di Dallas Texas 1963) . Presiden USA. Ask what can you do for your country (John F. Kennedy.Ask not what your country can do for you. 1961.

MELALUI PENERAPAN ICM A Keterangan : B D C E F A B C D E G H I F G H I = Hutan konservasi = Industri agro = Persawahan = Pemukiman = Kawasan Pelabuhan & Industri ramah lingkungan = Tambak = Mangrove = Perikanan tangkap = Pulau Wisata WILAYAH PESISIR DAN LAUTAN MASA DEPAN .

Selandia Baru berumur ± 150 tahun  negara Maju 1. 1 di dunia 1.PERBEDAAN ANTARA NEGARA MISKIN (BERKEMBANG) DAN NEGARA KAYA (MAJU)  Bukan Karena Faktor-Faktor Berikut: 1. Australia. dan Singapura miskin SDA  negara maju  Swiss tidak punya perkebunan coklat  negara maju penghasil coklat dengan kualitas no. Korsel. Umur:  India dan Mesir berumur > 2000 th  negara berkembang  Kanada. Sumberdaya Alam (SDA)  Indonesia Kaya SDA  masih negara berkembang  Jepang. Warna Kulit (Race)  Imigran dikenal malas di negara asalnya  menjadi kekuatan produktif di negara-negara maju Eropa .

Strive for saving & investment 8. Will of super action WHAT IS THE DIFFERENCE BETWEEN POOR COUNTRIES AND RICH COUNTRIES ? . Respect to the rights of other citizens 6. The difference is the attitude of the people. as a basic principle 2. Integrity 3. Respect to the laws & rules 5. Work loving 7.  The great majority of people in developed (rich) countries apply the following principles in their lives: 1. Ethics. Responsibility 4. framed along the years by the education & the culture.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful