P. 1
Lutviah-Faktor Pendorong Penggunaan Facebook

Lutviah-Faktor Pendorong Penggunaan Facebook

|Views: 785|Likes:
Published by Via Cheria

More info:

Published by: Via Cheria on Dec 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2012

pdf

text

original

Penggunaan Facebook oleh Mahasiswa dan Dosen di Universitas Paramadina

Lutviah, Ika Karlina Idris, dan Wahyutama Universitas Paramadina

Abstract Recently social networking site is experiencing rapid growth. One of the popular social networking site in Indonesia today is Facebook. Currently Facebook is used by people as a medium of online communication. The existence of these social networking sites affect the social lives for its users. In this case, will be studied the effect of Facebook on lecturer and student as educational practitioners. Research is needed to determine what factors that encourage lecturers and students in using Facebook. Moreover, it also compares how Facebook is used by both of them as a medium of communication. Overall, there are similarities in terms of factors that affect lecturer and students in using Facebook. The difference occurs at the level of needs they want to fullfil. Basic theories used to support this research is the uses and gratification theory. Keywords: facebook, uses and gratification theory Abstrak Situs jejaring sosial saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satu situs jejaring sosial yang populer di Indonesia saat ini adalah Facebook. Saat ini Facebook digunakan oleh kalangan akademis sebagai media komunikasi online. Keberadaan situs jejaring sosial tersebut memberikan pengaruh terhadap kehidupan sosial para penggunanya. Dosen dan mahasiswa sebagai praktisi pendidikan dijadikan obyek dalam penelitian ini. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendorong para dosen dan mahasiswa dalam menggunakan Facebook. Selain itu juga untuk membandingkan bagaimana Facebook digunakan oleh keduanya sebagai salah satu media komunikasi. Secara keseluruhan, terdapat kesamaan dalam hal faktor yang mempengaruhi dosen dan mahasiswa dalam menggunakan Facebook. Perbedaan terjadi pada tingkat kebutuhan yang ingin mereka penuhi. Landasan teori yang digunakan untuk mendukung penelitian ini adalah uses and gratification theory. Kata Kunci: facebook, uses and gratification theory

1

Selain itu. Salah satu jenis situs jejaring sosial yang saat ini sedang populer di Indonesia adalah Facebook. Penelitian ini juga akan menganalisa apakah ada persamaan atau perbedaan terkait dengan faktor-faktor pendorong penggunaan Facebook bagi masing-masing pihak. dapat kita lihat bahwa antusiasme pengguna internet di Indonesia terhadap situs jejaring sosial Facebook sangat besar. Teori 2 . diantaranya adalah Facebook. Penggunaan situs jejaring sosial Facebook di lingkungan akademis khususnya mahasiswa dan dosen menjadi menarik untuk diteliti. 2009) Situs jejaring sosial seperti Facebook. & Roodt. Bebo. Mazer dkk (Mazer. Gurevitch. dan MySpace merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa sehari-hari. Menurut data Alexa. Friendster. MySpace. Facebook bukan hanya melanda pengguna non akademis tapi juga pengguna akademis. Facebook juga digunakan oleh dosen untuk tujuan sosial (Colete. 2010) Berdasarkan data diatas. 2005). Murphy. dan lain-lain. mengingat latar belakang mereka yang memiliki latar belakang pendidikan yang cukup tinggi dan merupakan praktisi pendidikan aktif. Situs jejaring sosial juga merupakan kegiatan yang paling banyak dilakukan orang (Boyd & Ellison. Selain itu. Facebook menjadi media penting yang digunakan untuk berinteraksi terutama dikalangan mahasiswa (Gross & Acquisti. Facebook telah menarik perhatian sebagian besar pengguna internet di Indonesia. penelitian ini menggunakan uses and gratification theory dari Blumler. Twitter. Dimana penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendorong para dosen dan mahasiswa dalam menggunakan Facebook. Tidak hanya dari sisi jenis namun juga dari sisi kuantitas pengguna. Untuk menjawab pertanyaan tersebut. dan Katz sebagai acuan. Villiers. Penelitian ini dimaksudkan untuk membandingkan bagaimana Facebook digunakan oleh dosen dan mahasiswa sebagai media baru. Perkembangan Facebook yang begitu pesat menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pengunjung Facebook terbanyak se-Asia Pasifik dengan traffic rank yang terus meningkat dari waktu ke waktu (Top Sites Alexa. penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan faktor pendorong penggunaan Facebook tersebut bagi dosen dan mahasiswa. saat ini Facebook menduduki peringkat ke dua di deretan top sites di seluruh dunia. Facebook juga merajai deretan top sites di Indonesia. & Simonds. Saat ini terdapat banyak situs jejaring sosial. Lebih jauh lagi. 2005). Cyworld. hal ini dibuktikan dengan jumlah penggunanya yang sangat besar.Pendahuluan Perkembangan situs jejaring sosial di dunia maya berjalan dengan sangat cepat. 2007) melontarkan pertanyaan berikut: “Apa yang memotivasi para anggota fakultas untuk menggunakan situs jejaring sosial sebagai salah satu dari media komunikasi?” Pertanyaan inilah yang hendak dijawab dalam penelitian ini. 2008) karena lingkungan online dapat menciptakan kesempatan untuk belajar (Sandars.

Rata-rata waktu yang mereka habiskan dalam mengakses Facebook adalah 15 menit (42%) diikuti dengan kurang dari 5 menit (35%). Facebook digunakan oleh penggunanya sebagai media untuk „mengintip‟ data privasi teman-teman mereka. a break from working”. Rasa ingin tahu. dan Cori menyebutkan beberapa alasan mengapa orang-orang menggunakan Facebook (Hart. Wawancara yang dilakukan terhadap 26 responden menunjukkan bahwa 77% responden menyatakan bahwa mereka mengunjungi Facebook setiap hari. Kesenangan Sosial. 2008) Hart. Privasi. Taher. 2. 2006). Ridley. 5. Karena itulah teori tersebut dianggap cocok dijadikan landasan teori dalam penelitian ini. (Hart. Facebook memfasilitasi interaksi sosial masyarakat sebagai salah satu kebutuhan jaringan sosial. Salah satu responden menjelaskan penggunaannya sebagai berikut: “I usually have Facebook open in the background. Pengekspresian diri. ditemukan pula bahwa para responden sering mengakses Facebook beberapa kali sehari dan mengakses Facebook sambil melakukan aktivitas lain (biasanya aktivitas online) dan secara berkala mengakses Facebook. Facebook digunakan sebagai media untuk mencari tahu tentang teman-teman mereka. Facebook memungkinkan para penggunanya untuk membuat profil mereka sendiri yang dapat mereka bagi pada teman-temannya 4. sementara yang lainnya menyatakan tidak setuju (Hewitt & Forte. you know when I’m doing uni work and then every now and then I’ll. 2008): 1. Facebook menyediakan fasilitas untuk mencari orang-orang tertentu sehingga memungkinkan penggunanya bertemu dengan teman-teman jauh dan teman-teman lama mereka. Kejutan. like. 2009). Kebanyakan dari mereka menggunakan Facebook sebagai media untuk berinteraksi secara sosial (Colete. Taher. Villiers. like… go and check for updates or just have a look around… do a quiz or something… just as. Ridley. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada responden berdasarkan teori tersebut untuk kemudian ditarik kesimpulan mengenai faktor-faktor apa saja yang mendorong para dosen dan mahasiswa dalam menggunakan Facebook. & Cori. Penelitian yang Berkaitan Penelitian yang dilakukan Hewitt dan Forte menunjukkan bahwa dua pertiga dari mahasiswa yang di wawancara setuju dengan dosen mereka yang menjadi anggota Facebook.ini menjelaskan bahwa manusia secara aktif memilih media yang digunakan berdasarkan motif dan tujuan tertentu. Sementara penelitian yang dilakukan terhadap dosen ICT di Afrika Selatan menunjukkan bahwa sebagian besar dosen tidak menggunakan Facebook sebagai media pembelajaran. Selain itu. Ridley. 3 . & Roodt. Taher. & Cori. 3.

asumsi-asumsi dasar uses and gratification theory adalah: 1. Blumler. pengekspresian diri. 104). Jay G. Teori ini menyatakan bahwa orang-orang menggunakan media sebagai alat untuk memenuhi kebutuhannya. mencari teman baru. dan menimbulkan pemenuhan kebutuhan dan akibat-akibat lain. Khalayak dianggap aktif 2. Media berkompetisi dengan sumber lainnya untuk kepuasan kebutuhan 4 . dan mengasyikan. bergabung dalam grup dan jaringan. mengecek dan membuat profil. Inisiatif dalam menghubungkan kepuasan kebutuhan pada pilihan media tertentu terdapat pada anggota khalayak 3. yang membawa pada pola terpaan media yang berlainan (atau keterlibatan pada kegiatan lain). Dari penelitian tersebut didapatkan hasil tentang pengalaman positif para pengguna dalam menggunakan fitur-fitur Facebok seperti terlihat pada gambar 1. Gurevitch. Taher. hal. 205) uses and gratification theory menjelaskan asal mula kebutuhan secara psikologis dan sosial. yang menimbulkan harapan tertentu dari media massa atau sumber-sumber lain. 2008) Landasan Teori Landasan teori yang digunakan untuk mendukung penelitian ini adalah uses and gratification theory. dan Gurevitch dalam (Rakhmat. rasa ingin tahu. dan Katz dalam (West & Turner.Penelitian diarahkan ke pengalaman para pengguna Facebook dalam menggunakan fitur-fitur Facebook. Pengalaman positif tersebut terdiri dari rasa menyenangkan. membaca dan menulis di wall. Pendiri teori ini adalah Elihu Katz. Ridley. Menurut Blumler. seperti melihat dan berbagi foto. Menurut Katz. menghibur. & Cori. 2007. Blumler. hal. dan Michael Gurevitch. dan menggunakan aplikasi. 2007. barangkali termasuk juga yang tidak kita inginkan. Gambar 1: Rating Pengalaman Positif dalam Penggunaan Fitur-fitur Facebook Sumber: Exploring the Facebook Experience: A New Approach to Usability (Hart.

media massa dapat berfungsi sebagai sahabat. yang menciptakan (3) harapan-harapan terhadap (4) media massa atau sumber-sumber lain. teman. media massa dapat memberikan hiburan. Saat kita kesepian. dan motif sehingga dapat memberikan sebuah gambaran yang akurat mengenai kegunaan tersebut kepada para peneliti 5.4. hal. yaitu untuk memperoleh informasi. Data tersebut akan dibandingkan 5 . yaitu untuk meningkatkan hubungan dengan keluarga. yaitu untuk pelarian dan pengalihan Kuesioner pada penelitian ini dibuat berdasarkan pembagian kebutuhan diatas untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan apa saja yang ingin para dosen dan mahasiswa penuhi dalam menggunakan Facebook. atau estetis 3. menyenangkan. 2009). Teori ini memandang bahwa penggunaan media massa didorong oleh motifmotif tertentu. Orang mempunyai cukup kesadaran diri akan penggunaan media mereka. dan status 4. Gurevitch. yaitu untuk mendapatkan pengalaman emosional. Integrasi personal. dan Haas dalam (West & Turner. dan khalayak dianggap sebagai perantara: mereka tahu kebutuhan mereka dan bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut. Kognitif. yaitu untuk meningkatkan kredibilitas. Integrasi sosial. Dimana ada berbagai kebutuhan yang dapat dipuaskan oleh media massa. Selain itu juga untuk mengetahui sejauh mana para dosen dan mahasiswa menggunakan Facebook sebagai salah satu media komunikasi online. Dalam pandangan ini. minat. hal. pengetahuan. 105) membagi kebutuhan manusia yang dipuaskan oleh media menjadi lima bagian: 1. Khalayak bertanggung jawab dalam memilih media yang hendak digunakan berdasarkan kebutuhan mereka sendiri. Saat kita ingin mencari kesenangan. 2007. Pelepasan ketegangan. dan lainnya 5. Saat kita mengalami goncangan batin. Seseorang memilih menggunakan media massa tertentu berdasarkan motif-motif pribadi yang ada dalam dirinya. media massa dapat memberikan kesempatan untuk melarikan diri dari kenyataan. media dianggap sebagai satu-satunya faktor yang mendukung bagaimana kebutuhan terpenuhi. dan pemahaman 2. 2009. Penilaian mengenai nilai isi media hanya dapat dinilai oleh khalayak Katz dalam (Rohim. Uses and gratification theory menganggap khalayak sebagai khalayak yang aktif dan diarahkan oleh tujuan (Littlejohn. termasuk yang tidak diharapkan sebelumnya. Katz. Afektif. yang membawa kepada (5) perbedaan pola penggunaan media (atau keterlibatan dalam aktivitas lainnya) yang akhirnya akan menghasilkan (6) pemenuhan kebutuhan dan (7) konsekuensi lainnya. percaya diri. 188) menggambarkan logika yang mendasari penelitian mengenai media uses and gratification sebagai berikut: (1) Kondisi sosial psikologis seseorang akan menyebabkan adanya (2) kebutuhan.

yaitu memiliki akun Facebook dan menggunakannya secara berkesinambungan. 1-2 jam (24.untuk mengetahui apakah ada persamaan atau perbedaan faktor yang mendorong para dosen dan mahasiswa dalam menggunakan Facebook. sebagian besar mengakses internet lebih lama dari 3 jam per hari (39. dan lebih sedikit dari 1 jam (2. Berdasarkan hasil analisa kuesioner yang diterima. Mahasiswa Sample mahasiswa terdiri dari mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi (34%). Berdasarkan teknik penarikan sampel ini. Falsafah dan Agama. Teknik Informatika. di rumah (24. 1.3%). Mahasiswa terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 15 tahun sampai usia lebih dari 25 tahun. Kuesioner dibagikan kepada sejumlah responden yang dijadikan sebagai sampel penelitian. obyek yang dipilih adalah dosen dan mahasiswa Universitas Paramadina yang memenuhi kualifikasi tertentu. Psikologi.9%). digunakan metode purposive sampling. Analisis dan Interpretasi Hasil Penelitian Survei dilakukan pada 69 orang mahasiswa dan 24 orang dosen. Manajemen.3%). Teknik Informatika (8%). Rata-rata responden telah terdaftar di situs jejaring sosial Facebook selama 1-2 tahun.6%). Mahasiswa dan dosen Universitas Paramadina tersebut terdiri dari Program Studi Ilmu Komunikasi. ternyata lebih dari setengah jumlah responden (52. Metodologi Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode pengumpulan data kuesioner/ angket. dimana sampel dipilih secara non probability melalui mekanisme penyaringan oleh peneliti. di warnet (4. Berikut hasil analisa dan interpretasi penelitian. Dalam hal ini. dan Hubungan Internasional. dan Desain Komunikasi Visual (8%). dan sebanyak 36.1%).9%) hanya menggunakan Facebook sebagai situs jejaring sosial 6 .6%).8%). terpilih mahasiswa dan dosen Universitas Paramadina sebanyak 93 orang. Manajemen (9%). Falsafah dan Agama (9%). Desain Komunikasi Visual. Dari masing-masing jurusan dipilih siapa saja yang ditemui akan dipilih untuk dijadikan sampel berdasarkan kualifikasi yang ditetapkan olehj peneliti di atas. Dalam proses pemilihan sampel. Psikologi (16%). Sebagian besar responden mengakses Facebook dengan menggunakan PC (Personal Computer) atau laptop (76. yang terdiri dari 69 orang mahasiswa dan 24 orang dosen.2% responden mengakses FB dimana saja. Lebih dari setengah jumlah responden mengakses Facebok di kampus (58%). Dari keseluruhan responden. Hubungan Internasional (16%). 2-3 jam (33.

situs jejaring sosial lain yang digunakan oleh responden selain Facebook adalah Twitter (29. dan dimana saja (33. Lebih dari setengah jumlah responden mengakses Facebook di rumah (58.3%). 2-3 jam (20. Meskipun begitu. Selain itu. lebih dari setengah jumlah responden (64%) juga melakukan kegiatan lain pada saat mengakses Facebook.3%). ternyata setengah dari jumlah responden (62.8%).3%). Hal ini berarti. Teknik Informatika (8%). Falsafah dan Agama (4%).5%).mereka. Koprol. para dosen juga menggunakan Facebook untuk memenuhi kebutuhan integrasi sosial dan integrasi personal mereka. 2. Selain itu. dan Linkedin (8.4%) dan situs jejaring sosial lain seperti Friendster. di warnet (4. Manajemen (4%). mengakses Facebook hanya merupakan kegiatan selingan dan tidak begitu sering dilakukan.2%). Friendster (12. Dosen Sample dosen terdiri dari dosen program studi Ilmu Komunikasi (54%). Psikologi (8%). Responden dosen memiliki waktu yang bervariasi dalam mengakses Facebook perhari. Hal ini berarti. Paling banyak responden (42%) mengakses Facebook sebanyak 1-2 kali sehari.8%). Paling banyak responden responden (25%) mengakses Facebook selama 10-30 menit perhari. di kantor (20. Fitur-fitur Facebook yang digunakan oleh mahasiswa bermacam-macam. 7 .4%). Berdasarkan hasil analisa kuesioner yang diterima. dan Desain Komunikasi Visual (13%). Hal ini berarti mahasiswa lebih banyak menggunakan Facebook untuk memenuhi kebutuhan integritas personal dan integrasi sosial mereka. Facebook bukan merupakan kegiatan primer yang dilakukan dan hanya dijadikan kegiatan selingan di sela-sela kegiatan mahasiswa. situs jejaring sosial lain yang digunakan oleh mahasiswa selain Facebook adalah Twitter (41.7%). dan kurang dari 1 jam (8. Ini berarti. sebagian besar mengakses internet lebih lama dari 3 jam per hari (50%). Mulai dari kurang dari 10 menit perhari. Hubungan Internasional (9%). Fitur-fitur Facebook yang paling banyak digunakan oleh responden adalah fitur status updates dan message. hingga lebih dari 3 jam perhari. Dengan demikian. Hal ini berarti Facebook merupakan situs jejaring sosial yang primer dan paling banyak digunakan oleh dosen. Dosen terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 25 tahun sampai usia lebih dari 40 tahun. lebih dari setengah jumlah responden (61%) mengakses situs lain pada saat mengakses Facebook dan juga sambil melakukan kegiatan lain (39%). 1-2 jam (16. Selain itu. Facebook merupakan situs jejaring sosial utama yang digunakan oleh responden mahasiswa.3%).3%). dan Linkedin (1.2%). Kuantitas mengakses Facebook pada mahasiswa bervariasi dengan perbedaan jumlah responden yang tidak signifikan.5%) hanya menggunakan Facebook sebagai situs jejaring sosial mereka. namun yang paling banyak digunakan adalah fitur status updates dan message. Rata-rata responden telah terdaftar di situs jejaring sosial Facebook selama 1-2 tahun. Sebagian besar responden mengakses Facebook melalui PC (Personal Computer) atau laptop (83. Selain itu. paling banyak responden (35%) mengakses Facebook setiap saat jika keadaan memungkinkan. Dari keseluruhan responden.

dan lain-lain. yaitu selama 10-30 menit perhari. Berdasarkan analisa fitur-fitur Facebook yang paling banyak digunakan responden. Sedangkan mahasiswa menghabiskan waktunya sebanyak 31-60 menit perhari untuk mengakses Facebook. dosen merupakan pengguna internet yang lebih aktif daripada mahasiswa. ternyata dosen lebih banyak mengakses internet daripada mahasiswa. Facebook dijadikan kegiatan pada saat kuliah atau disela-sela waktu kuliah. dan status. 8 . Hasil tersebut memperkuat kesimpulan sebelumnya yang menunjukkan bahwa Facebook memang lebih menarik bagi mahasiswa daripada bagi dosen. Meskipun menggunakan internet lebih lama. Mahasiswa dan dosen juga memiliki frekuensi mengakses Facebook yang berbeda-beda. Facebook menjadi pilihan utama bagi dosen dan mahasiswa dalam menggunakan situs jejaring sosial. sedangkan lebih dari setengah jumlah responden dosen mengakses Facebook ketika sedang berada di rumah. Sebanyak 52% mahasiswa mengakses Facebook setiap saat jika keadaan memungkinkan. Hal ini dikarenakan pengaksesannya dapat dilakukan dengan lebih mudah dibandingkan dengan menggunakan alat lain.1%. Sedangkan bagi dosen. Jika dilihat berdasarkan teori uses and gratification. sedangkan 42% dosen hanya mengakses Facebook 1-2 kali perhari. Hal ini berarti. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa sebanyak 50% dosen mengakses internet selama lebih dari 3 jam. namun terdapat beberapa kesamaan antara dosen dan mahasiswa dalam menggunakan Facebook. dosen hanya meluangkan sedikit waktunya untuk mengakses Facebook. Lebih dari setengah jumlah responden mahasiswa mengakses Facebook ketika sedang berada di kampus. Linkedin. Hal ini berarti. rasa percaya diri. sedangkan mahasiswa hanya 39. yakni untuk meningkatkan kredibilitas.3. yakni untuk membina hubungan dengan orang lain. Bagi mahasiswa. Facebook lebih menarik bagi mahasiswa dibandingkan bagi dosen. Meskipun memiliki banyak perbedaan. Dengan kata lain. Perbedaan lokasi tersebut menunjukkan adanya perbedaan kepentingan menggunakan Facebook antara dosen dan mahasiswa. diperoleh hasil bahwa ternyata fitur message dan status merupakan fitur yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa dan dosen. Mayoritas dosen dan mahasiswa lebih banyak menggunakan PC (Personal Computer) pada saat mengakses Facebook. Namun lebih dari setengah jumlah responden dosen dan mahasiswa hanya memiliki satu akun situs jejaring sosial yaitu di Facebook. fitur message merupakan fitur yang digunakan untuk memenuhi integrasi sosial. Sedangkan fitur status terkait dengan pemenuhan integritas personal. Facebook dijadikan kegiatan selingan yang dilakukan pada saat santai di rumah. Sejumlah responden memiliki akun di situs jejaring sosial lainnya seperti Twitter. Analisa Penggunaan Facebook Berdasarkan hasil kuesioner yang diterima. Friendster.

4. Seperti terlihat pada Tabel 1. dan pemahaman. Berdasarkan fitur yang paling banyak digunakan.33% 47 50. Hal ini terlihat dari tingginya persentase kedua aspek ini.38% 16 17. yaitu 84.Mahasiswa dan dosen memiliki kesamaan dalam hal ini. baik dosen maupun mahasiswa. Hal ini berarti. pemenuhan kebutuhan kognitif tersebut dapat berupa mengetahui informasi atau berita 9 . pemenuhan kebutuhan kognitif tersebut dapat berupa mengetahui berita terbaru serta meng-update dan memaksimalkan bidang keilmuan yang digeluti.95% untuk kebutuhan afektif dan 65. yang digolongkan berdasarkan kelompok kebutuhan dan responden.59% 27 29. Tabel 1: Kebutuhan Komunikasi yang Dipenuhi Responden Melalui Penggunaan Facebook Kebutuhan Kognitif Afektif Integrasi Personal Integrasi Sosial Pelepasan Ketegangan Rendah 6 6.68% 58 62.54% Tinggi 30 32. ternyata kebutuhan afektif lebih banyak dipenuhi daripada kebutuhan integritas sosial. 1.43% Sedang 57 61. Kognitif Kebutuhan kognitif merupakan kebutuhan untuk memperoleh informasi.08% 19 20. secara umum ternyata responden lebih banyak menggunakan Facebook untuk memenuhi kebutuhan afektif dan integrasi sosial.43% 61 65. Bagi dosen.45% 5 5.20% 1 1.03% Total 93 100% 93 100% 93 100% 93 100% 93 100% Berikutnya juga dianalisis kebutuhan komunikasi yang dipenuhi responden melalui penggunaan Facebook. Facebook lebih dianggap sebagai media hiburan dibandingkan media sosial bagi dosen dan mahasiswa. untuk kebutuhan integrasi sosial.29% 9 9.95% 19 20. Bagi mahasiswa. karena meskipun posisi Facebook sebagai situs jejaring sosial yang membantu orang untuk berhubungan dan berkomunikasi. Analisis terutama difokuskan pada kebutuhan komunikasi yang dipenuhi para dosen dan mahasiswa tersebut ketika menggunakan Facebook. pengetahuan. Facebook digunakan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan integritas sosial dan integritas personal mereka. Ini merupakan temuan menarik.26% 79 84. Analisa Faktor Pendorong Penggunaan Facebook Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mengetahui faktorfaktor apa saja yang mendorong para dosen dan mahasiswa dalam menggunakan Facebook.59%.37% 31 33.

Sedangkan pada dosen hanya sebanyak 25% yang memiliki skor tinggi pada variabel kognitif. pemenuhan kebutuhan afektif dapat berupa mencari hiburan. menyenangkan. Berdasarkan Tabel 2. maupun bidang ilmu lain. mendapatkan pengalaman menyenangkan. menyalurkan ide kreatif. Dimana mahasiswa yang memiliki skor tinggi pada variabel kebutuhan afektif berjumlah 89.8% mahasiswa memiliki skor tinggi untuk variabel kebutuhan kognitif. kebutuhan akan penggunaan informasi di Facebook lebih tinggi pada mahasiswa daripada dosen. Berdasarkan Tabel 3.9% sedangkan dosen 70. menambah pengetahuan tentang bidang ilmu yang sedang dipelajari. 10 . Sebanyak 34.8%. mahasiswa memiliki skor lebih tinggi pada variabel kebutuhan afektif dibandingkan dengan dosen. Bagi dosen dan mahasiswa. atau estetis. Hal ini menunjukkan bahwa Facebook lebih dijadikan sebagai media hiburan bagi mahasiswa dibandingkan bagi dosen. mahasiswa memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk menggunakan Facebook sebagai sarana pemenuhan kebutuhan kognitif mereka. dan hiburan pada saat suntuk. Afektif Kebutuhan afektif merupakan kebutuhan untuk mendapatkan pengalaman emosional. Dosen. mungkin saja. mencari informasi di tempat lain seperti situs berita atau perpustakaan online.terbaru. Tabel 2: Pemenuhan Kebutuhan Kognitif bagi Dosen dan Mahasiswa 2. Ini berarti.

pemenuhan kebutuhan integrasi personal dapat berupa meningkatkan kredibilitas sebagai orang berpendidikan. Tabel 4: Pemenuhan Kebutuah Integrasi Personal bagi Dosen dan Mahasiswa Seperti terlihat pada Tabel 4. 11 .7%. Integrasi Personal Kebutuhan integritas personal merupakan kebutuhan untuk meningkatkan kredibilitas.Tabel 3: Pemenuhan Kebutuhan Afektif bagi Dosen dan Mahasiswa 3. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak menganggap Facebook sebagai sarana untuk meningkatkan integritas dirinya. lebih banyak mahasiswa yang memiliki skor tinggi pada variabel integritas personal daripada dosen. Bagi dosen dan mahasiswa. dan status. Dimana mahasiswa berjumlah 21. percaya diri dalam berhubungan dengan orang lain. rasa percaya diri. dan mendapatkan pengakuan dari teman dan kerabat.7% sedangkan dosen 16.

7% dosen memiliki skor yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan integritas sosial mereka. Pelepasan Ketegangan Kebutuhan pelepasan ketegangan merupakan kebutuhan untuk pelarian dan pengalihan dari masalah maupun hal-hal lain.3% sedangkan dosen hanya 16. serta meningkatkan hubungan antara dosen dengan mahasiswa. Facebook memang dijadikan sebagai media komunikasi dan sosial untuk berhubungan dengan orang lain.2% mahasiswa dan 66. 12 . Berdasarkan Tabel 5.7%. rekan kerja. Hal ini berarti. bagi dosen dan mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki skor tinggi pada variabel ini berjumlah 33. pemenuhan kebutuhan integritas sosial ini dapat berupa meningkatkan komunikasi dan mengakrabkan diri dengan keluarga. Seperti terlihat pada Tabel 6. terdapat perbedaan yang cukup besar antara mahasiswa dan dosen yang memiliki skor tinggi pada variabel kebutuhan pelepasan ketegangan. bagi dosen dan mahasiswa. teman. teman. Sebanyak 65. Bagi dosen dan mahasiswa. dan kerabat lainnya. Tabel 5: Pemenuhan Kebutuhan Integritas Sosial Bagi Dosen dan Mahasiswa 5.4. Integrasi Sosial Kebutuhan integritas sosial merupakan kebutuhan untuk meningkatkan hubungan dengan keluarga. terlihat bahwa baik dosen maupun mahasiswa memiliki kecenderungan skor yang tinggi pada variabel kebutuhan integritas sosial. Sementara banyak mahasiswa yang menggunakan Facebook sebagai media pelepas ketegangan. Hal ini menunjukkan bahwa dosen memiliki media atau hal-hal lain yang digunakan untuk melepaskan ketegangan mereka. pemenuhan kebutuhan pelepasan ketegangan ini dapat berupa mengalihkan perhatian dari beban kuliah atau pekerjaan yang menumpuk dan keluar dari rutinitas sehari-hari.

Secara umum. dan membina hubungan dengan orang lain. Mayoritas dosen dan mahasiswa menggunakan Facebook untuk memenuhi kebutuhan integritas sosialnya. Ada 5 faktor yang mendorong mahasiswa dan dosen dalam menggunakan Facebook. 4. yakni untuk berhubungan dengan orang lain. kecenderungan dosen lebih tinggi daripada mahasiswa. Baik dosen maupun mahasiswa menggunakan Facebook sebagai media hiburan untuk memenuhi kebutuhan afektifnya. Dalam hal ini. mahasiswa memiliki kecenderungan lebih tinggi dalam menggunakan Facebook sebagai media informasi daripada dosen. yaitu kebutuhan kognitif. kecenderungan mahasiswa lebih tinggi daripada dosen. Hal ini berarti. Namun demikian. kecenderungan mahasiswa lebih tinggi daripada dosen.Tabel 6: Pemenuhan Kebutuhan Pelepasan Ketegangan Bagi Dosen dan Mahasiswa Kesimpulan Setelah menganalisis dan menginterpretasi hasil penelitian. Mayoritas dosen dan mahasiswa tidak menggunakan Facebook untuk memenuhi kebutuhan kognitif mereka. faktor dominan yang mendorong dosen dan mahasiswa dalam menggunakan Facebook adalah kebutuhan afektif dan integritas sosial. Namun demikian. mayoritas responden memandang Facebook sebagai media untuk menghibur diri. 3. menyalurkan emosi. 2. kebutuhan afektif. yaitu: 1. ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil. kebutuhan integrasi sosial. 5. kebutuhan integrasi personal. Hanya sedikit mahasiswa dan dosen yang menggunakan Facebook untuk memenuhi kebutuhan integritas personalnya. Namun demikian. dan kebutuhan pelepasan ketegangan. 13 . 6.

untuk menemukan potensi-potensi yang dapat dioptimalkan dari Facebook sebagai media komunikasi untuk kepentingan peningkatan kualitas diri penggunanya. Namun kecenderungan mahasiswa jauh lebih tinggi daripada dosen. Sehingga. Dosen mengakses Facebook lebih sedikit daripada mahasiswa. Hal ini menunjukkan mahasiswa merupakan pengguna Facebook yang lebih tinggi dibandingkan dosen. Baik dosen maupun mahasiswa menggunakan Facebook sebagai media pelepas ketegangan. setidaknya di kalangan kampus. ditemukan bahwa ternyata Facebook terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan afektif dan sosial. hasil penelitian ini diharapkan dapat pula dijadikan rujukan. Saran Penelitian ini baru melakukan pemetaan awal terhadap pola penggunaan situs jejaring sosial seperti Facebook oleh kalangan akademisi. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat memberi deskripsi tentang potensi Facebook dalam mendorong produktivitas ataupun peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa. Selain itu. Sebagai pelaku pendidikan. 8.7. 9. Perbedaan terjadi pada tingkat kebutuhan yang ingin mereka penuhi lewat penggunaan Facebook. baik dosen maupun mahasiswa. atau pun memperluas jaringan sosial. baik dosen maupun mahasiswa sesungguhnya diharapkan dapat menggunakan media komunikasi online seperti Facebook untuk hal-hal yang bersifat produktif seperti meningkatkan kredibilitas. Untuk itu. baik dari segi durasi maupun frekuensi. berdasarkan penelitian ini. terutama dalam konteks akademik. penggunaan Facebook. 14 . Secara keseluruhan. dapat diarahkan pada aktivitas yang lebih produktif. menambah pengetahuan. dapat dimaksimalkan sebagai media informasi dan penunjang kegiatan akademik seperti belajar mengajar. Penggunaan Facebook sebagai media komunikasi misalnya. dosen dan mahasiswa memiliki kesamaan dalam hal faktor-faktor yang mendorong mereka dalam menggunakan Facebook. tentunya diperlukan penelitian lanjutan untuk memahami dampak Facebook secara lebih komprehensif bagi penggunanya. Hal ini tentu bukan sesuatu yang terlalu menggembirakan. Namun.

Alexandria: ACM Press. I'll See You On „Facebook‟: The Effects of Computer-Mediated Teacher Self-Disclosure on Student Motivation. N. R. (2009). A. J. CSCW. Sandars. Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi.com West. & Turner. & Cori.. Proceedings of the ACM Conference on Computer Supported Cooperative Work. and Scholarship. (2008). Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2010. R. (2010. S. Proceedings of the 2009 Annual Conference of the Southern African Computer Lecturers' Association (pp. Facebook as an Academic Tool for ICT lecturers. Theories of Human Communication. & Ellison. C. (2009). Ragam. Retrieved April 2. Information Revelation and Privacy in Online Social Networks. Work based learning: a social network perspective. and Classroom Climate. Taher.. Radcliffe Publishing Ltd. Affective Learning. Rakhmat. Hart. C.. J. Exploring the Facebook Experience: A New Approach to Usability. Proceedings of the 2005 ACM workshop on Privacy in the electronic society (pp. & Roodt.. & Forte. Mazer. Communication Education . S. D.. Gross. & Acquisti.. F.alexa. Proceedings of the 5th Nordic conference on Humancomputer interaction: building bridges (p. Littlejohn. Social Network Sites:Definition. Journal of Computer-Mediated Communication .Referensi Boyd. (2007).. J. 71-80). & Simonds. Rohim. (2006). (2008). (2007). A. (2005). Jakarta: Rineka Cipta.. Hewitt.. L. from Alexa. Villiers. Sweden: ACM. Crossing Boundaries: Identity Management and Student/Faculty Relationships on the Facebook. 472). C. Top Sites Alexa. (2009). S. A. W. Ridley. d. 16-22). R. & Aplikasi.. ACM. April 2). S.. Murphy. History. Psikologi Komunikasi. J. Colete. 15 . H.Com: http://www. Jakarta: Salemba Humanika. Teori Komunikasi Perspektif. (2007). (2005). Jakarta: Salemba Humanika.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->