PENGETAHUAN TENTANG ROUTER Postby jokersteve on 04 Feb 2009, 03:28 Oleh: stevekandio.wordpress.com Mengapa perlu router??

Sebelum kita pelajari lebih jauh mengenai bagaimana mengkonfigurasi router cisco , kita perlu memahami lebih baik lagi mengenai beberapa aturan dasar routing. Ju ga tentunya kita harus memahami sistem penomoran IP,subnetting,netmasking dan sa udara-saudaranya. Contoh kasus: Host X Ã 128.1.1.1 (ip Kelas B network id 128.1.x.x) Host Y Ã 128.1.1.7 (IP kelas B network id 128.1.x.x) Host Z Ã 128.2.2.1 (IP kelas B network id 128.2.x.x) Pada kasus di atas, host X dan host Y dapat berkomunikasi langsung tetapi baik h ost X maupun Y tidak dapat berkomunikasi dengan host Z, karena mereka memiliki n etwork Id yang berbeda. Bagaimana supaya Z dapat berkomunikasi dengan X dan Y ? gunakan router ! Contoh kasus menggunakan subnetting Host P Ã 128.1.208.1 subnet mask 255.255.240.0 Host Q Ã 128.1.208.2 subnet mask 255.255.240.0 Host R Ã 128.1.80.3 subnet mask 255.255.240.0 Nah, ketika subnetting dipergunakan, maka dua host yang terhubung ke segmen jari ngan yang sama dapat berkomunikasi hanya jika baik network id maupun subnetid-ny a sesuai.Pada kasus di atas, P dan Q dapat berkomunikasi dengan langsung, R memi liki network id yang sama dengan P dan Q tetapi memiliki subnetidyang berbeda. D engan demikian R tidak dapat berkomunikasi secara langsung dengan P dan Q. Bagai mana supaya R dapat berkomunikasi dengan P dan Q ? gunakan router ! Jadi fungsi router, secara mudah dapat dikatakan, menghubungkan dua buah jaringa n yang berbeda, tepatnya mengarahkan rute yang terbaik untuk mencapai network ya ng diharapkan Dalam implementasinya, router sering dipakai untuk menghubungkan jaringan antar lembaga atau perusahaan yang masing-masing telah memiliki jaringan dengan networ k id yang berbeda. Contoh lainnya yang saat ini populer adalah ketika perusahaan anda akan terhubung ke internet. Maka router akan berfungsi mengalirkan paket d ata dari perusahaan anda ke lembaga lain melalui internet, sudah barang tentu no mor jaringan anda akan bereda dengan perushaaan yang anda tuju. Jika sekedar menghubungkan 2 buah jaringan, sebenarnya anda juga dapat menggunak an pc berbasis windows NT atau linux. Dengan memberikan 2 buah network card dan sedikit setting, sebenarnya anda telah membuat router praktis. Namun tentunya de ngan segala keterbatasannya. Di pasaran sangat beragam merek router, antara lain baynetworks, 3com dan cisco. Modul kursus kita kali ini akan membahas khusus cisco. Mengapa ? karena cisco m erupakan router yang banyak dipakai dan banyak dijadikan standar bagi produk lai nnya.

Jika ternyata ditujukan kepa da router tersebut. datagram disampaikan ke lapisan transport. Pada routing statik. Penggunaan routing statik dalam sebuah jaringan yang kecil tentu bukanlah suatu masalah. Namun Anda tentu dapat membayangkan bagaimana jika harus melengkapi fo rwarding table di setiap router yang jumlahnya tidak sedikit dalam jaringan yang besar. tergantung keadaan jaring annya. Untuk setiap datagram yang diterima. Jika datagram tidak ditujukan kepada router tersebut. IP Router (biasa disebut router saja) adalah device yang melakukan fungsi meneru skan datagram IP pada lapisan jaringan. host-host di Internet dapat saling terhubung. Forwarding table adalah tabel yang terdiri dari pasangan ala mat IP (alamat host atau alamat jaringan).Lebih jauh tentang routing Data-data dari device yang terhubung ke Internet dikirim dalam bentuk datagram. Statik dan Dinamik Secara umum mekanisme koordinasi routing dapat dibagi menjadi dua: routing stati k dan routing dinamik. Internet Protocol memeriksa alamat ini untuk menyampaikan datagram dari device asal ke device tujuan. router memeriksa ap akah datagram tersebut memang ditujukan ke dirinya. alamat router berikut. dan antarmuka tempat keluar datagram. Dengan cara ini. router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan datagram ke arah yang benar. Kejadian ini dapat dianalogikan dengan pesan "kembal i ke pengirim" pada pos biasa. entri-entri dalam forwarding table r outer diisi dan dihapus secara manual. Routing statik adalah pengaturan routing pal ing sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Sebuah router juga dapat memberitahu bahwa diriny a bukan router terbaik ke suatu tujuan. Tentu repot sekali! Routing dinamik adalah cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban mengisi en tri-entri forwarding table secara manual. Apalagi jika Anda ditugaskan untuk mengisi entri-entri di seluruh router di Internet yang jumlahnya banyak sekali dan terus bertambah setiap hari. Jika alamat tujuan datagram tersebut terletak sat u jaringan dengan device asal. Jika tidak menemukan sebuah baris pun dalam forwarding table yang sesuai dengan alamat tujuan. Router memiliki lebih dari satu antamuka jaringan (network interface) dan dapat meneruskan datagram dari satu antarmuka ke antarmuka yang lain. router akan memberikan pesan kepada pengirim bahwa alamat yang di maksud tidak dapat dicapai. yang akan diperiksa adalah forwarding table yang dimilikinya untuk memutuskan ke mana seharusnya datagram tersebut ditujukan. datagram langsung disampaikan kepada device tujua n tersebut. Interior Routing Protocol . datagram disampaikan kepada router yang paling tepat (the best available router). Protokol routing mengatur router-route r sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan infor masi routing yang dapat mengubah isi forwarding table. hanya beberapa entri yang perlu diisikan pada forwarding table di setia p router. yaitu paket data yang didefinisikan oleh IP. sedangkan pada routing dinamik perubahan dilakukan melalui protokol routing. Menggunakan routing s tatik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang berada di jaringan tersebut. dan menyarankan penggunaan router lain. Dengan ketiga fungsi yang terdapat pada router ini. Jika ternyata alamat tujuan datagram tidak terdapat di jaringan yang sama. Datagram memiliki alamat tujuan pak et data.

Metrik diasosiasikan dengan "biaya" yang t erdapat pada setiap link. delay. Keterlambatan ini menyebabkan router harus mengirim dan menerima distance-vector serta menghitung metrik sampai batas maksimum metrik d istance-vector tercapai. yaitu Internet Gateway Routing Protocol (IGRP) dari Cisco Syst em. Protokol IGRP kemudian diperluas menjadi Extended IGRP (EIGRP). Link yang putus dapat menyebabkan routing loop. Bellman. dan memasukkannya ke dalam entri forwarding table jika dianggap merupakan jalur terbaik. Router kemudia mengirimkan informasi lo kal tersebut dalam bentuk distance-vector ke semua link yang terhubung langsung dengannya. Informasi routing setelah penambahan metrik kemudian dikirim lagi ke s eluruh antarmuka router. Routing Information Protocol RIP (akronim. dan dideskripsikan dalam bentuk algoritma-terdistribusi perta ma kali oleh Ford dan Fulkerson. Internet memerlukan struktur yang bersifat hirarkis untu k mengantisipasi jaringan yang telah menjadi besar. karena berasal dari algoritma perhitungan jarak terpendek oleh R. Semua protok ol routing di atas menggunakan metrik sebagai dasar untuk menentukan jalur terba ik yang dapat ditempuh oleh datagram. Demikia n seterusnya sehingga seluruh router di jaringan mengetahui topologi jaringan te rsebut. Setiap router dengan protokol distance-vector ketika pertama kali dijalankan han ya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak menget ahui topologi jaringan tempatnya berada. dan beberapa jaringan lokal yang terhubung lewat gateway. Setiap AS memiliki mekanisme pertukaran dan pengumpulan informasi routing se ndiri. Hasil pengumpulan informasi routing ini k emudian disampaikan kepada AS lain dalam bentuk reachability information. Di samping kedua protokol ini terdapat juga protokol routing yang bersifat proprietary tetapi banyak digun akan di Internet. Internet kemudian dipecah me njadi beberapa autonomous system (AS) dan saat ini Internet terdiri dari ribuan AS. Link tersebut dinyatakan putus setelah distance-vector mencapai batas maksimum metrik. Satnet (perluasan ARPANET yang menggunakan satelit). bahkan untuk waktu yang lebih lama daripada apabila terjadi efek boun . Menghitung-sampai-tak-hingga terjadi karena router terlambat menginformasikan ba hwa suatu link terputus. Penyampaian reachability information antar-AS dilakukan menggunakan protokol yang digolongkan sebagai exterior routing protocol (ERP). biaya sambungan. Reacha bility information yang dikeluarkan oleh sebuah AS berisi informasi mengenai jar ingan-jaringan yang dapat dicapai melalui AS tersebut dan menjadi indikator terh ubungnya AS ke Internet. IRP yang dijadikan standar di Internet sampai saat ini adalah Routing Informatio n Protocol (RIP) dan Open Shortest Path First (OSPF). Protokol distance-vector sering juga disebut p rotokol Bellman-Ford. Dua kemungkinan kegagalan yang mungkin terjadi ad alah efek bouncing dan menghitung-sampai-tak-hingga (counting to infinity). I. dan ini dilakukan setiap selang waktu tertentu. dibaca sebagai rip) termasuk dalam protokol distance-vector. Protokol yang digunakan untuk bertukar informasi routing dalam AS digolongkan se bagai interior routing protocol (IRP). Pada saat menghitung metrik ini juga terjadi rou ting loop. dan keandalan link.Pada awal 1980-an Internet terbatas pada ARPANET. Dalam perkembangannya. Efek bouncing dapat terjadi pada jaringan yang menggunakan metrik yang berbeda pada minimal sebuah link.E. sehingga da tagram yang melewati link tertentu hanya berputar-putar di antara dua router (bo uncing) sampai umur (time to live) datagram tersebut habis. Router yang menerima informasi routing menghitung distance-vector. yang dapat berupa throughput (kecepatan data). sebua h protokol yang sangat sederhana. me nambahkan distance-vector dengan metrik link tempat informasi tersebut diterima. Protokol distance-vector memiliki kelemahan yang dapat terlihat apabila dalam ja ringan ada link yang terputus.

Jadi. RIP-2 juga menggunakan otentikasi agar dapat mengetahui informasi routing mana y ang dapat dipercaya. dan ini menjadi alasan mengapa RI P paling banyak diimplementasikan dalam jaringan. terlebih jika jar ang terjadi kegagalan link jaringan. dan menyebabkan terjadinya r outing loop. RIP menggunakan metode Trigge red Update. yaitu dukungan untuk VLSM. Dengan demikian. Informasi hop berikut pada RIP2 digunakan oleh router untuk menginformasikan sebuah route tetapi untuk mencapa i route tersebut tidak melewati router yang memberi informasi. Jika terjadi perubahan pada jaringan. Router harus menganggap setiap route yang diterima memiliki subnet yang sama dengan sub net pada router itu. penghitungan ro uting dalam RIP sering membutuhkan waktu yang lama. RIP versi 2 (RIP-2 atau RIPv2) berupaya untuk menghasilkan beberapa perbaikan at as RIP. Akibatny a. Pri nsip yang digunakan split horizon sederhana: jika node A menyampaikan datagram k e tujuan X melalui node B. router-router di jaringa n dapat dengan cepat mengetahui perubahan yang terjadi dan meminimalkan kemungki nan routing loop terjadi.0. Dengan demikian. memberikan informasi hop berikut (next hop).cing. Batas metrik 16 ini mencegah waktu menghitung-sa mpai-tak-hingga yang terlalu lama. Pemakaian hop berikut biasanya di perbatasan antar-AS.0. dan multicast. RIP merupakan protokol routing yang sederhana. Paket-paket RIP secara normal dikirimkan seti ap 30 detik atau lebih cepat jika terdapat triggered updates. RIP-1 tidak menggunakan otentikasi sehingga orang dapat memberikan informasi routing palsu. paket ini diterima oleh semua host yang berada dalam subnet tersebut dan mena mbah beban kerja host. Otentikasi diperlukan pada protokol routing untuk membuat p rotokol tersebut menjadi lebih aman. Hanya router-router yang menggunakan RIP-2 yang menerima informasi routin g tersebut tanpa perlu mengganggu host-host lain dalam subnet. router menghapus entri route tersebut dari for warding table. untuk jaringan yang besa r dan kompleks. Route dengan distance-vector 16 tidak dimasu kkan ke dalam forwarding table. RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali membe rikan informasi routing.9 sehingga tidak semua host perlu menerima dan memproses informasi ro uting. Penambahan informasi subnet mask pada set iap route membuat router tidak harus mengasumsikan bahwa route tersebut memiliki subnet mask yang sama dengan subnet mask yang digunakan padanya. sebagian besar spesialis jaringan kompu ter menggunakan protokol yang masuk dalam kelompok link-state II. Split horizon digunakan RIP untuk meminimalkan efek bouncing. RIP-2 dapat mengirimkan paket menggunakan multicast pada IP 224. Untuk jaringan seperti ini. RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM). A tidak perlu memberitahu B bahwa X dapat dicapai B melalui A. Jika dalam 180 det ik sebuah route tidak diperbarui. Open Shortest Path First (OSPF) . Untuk mencegah kasus menghitung-sampai-tak-hingga. router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update). RIP-1 menggunakan alamat broadcast untuk mengirimkan informasi routing. RIP yang didefinisikan dalam RFC-1058 menggunakan metrik antara 1 dan 15. RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route. maka bagi B tidak masuk akal untuk mencapai tujuan X melalui A.. RIP mungkin tidak cukup. RIP tidak mengadopsi protokol distance-vector begitu saja. Mengatur routing menggunakan R IP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima. Dalam kondisi demikian. menggunakan otentikasi. sementara timer b elum habis. melainkan router yang lain. melainkan dengan mela kukan beberapa penambahan pada algoritmanya agar routing loop yang terjadi dapat diminimalkan. sedang kan 16 dianggap sebagai tak-hingga. Walaupun demikian.

Throughput. Nomor urut pesan diperlukan untuk mengetahui apaka h pesan yang diterima lebih baru daripada yang terdapat dalam basis data. Dalam proses ini kedua router tersebut tidak saling bertukar basi s data karena akan membutuhkan waktu yang lama. Dengan hanya mengirimkan perubahan basis data.Teknologi link-state dikembangkan dalam ARPAnet untuk menghasilkan protokol yang terdistribusi yang jauh lebih baik daripada protokol distance-vector. Bahkan sekarang Internet Architecture Board (IAB) telah mer ekomendasikan OSPF sebagai pengganti RIP. dan lebih pent ing lagi protokol ini tidak menghasilkan routing loop. setiap router dalam jaringan memili ki peta jaringan yang dapat diperbarui dengan cepat setelah setiap perubahan top ologi. Di samping itu protokol ini juga dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan. Setiap router kemudian membandingkan deskripsi basis d ata yang diterima dengan basis data yang dimilikinya. Prinsip link-state routing sangat sederhana.Fasa pertama. basis data di semua router harus disamakan. Proses penyamaan basis data pada router yang bertetangga disebut sebagai menghidupkan adjacency. Nomor urut ini berguna pada kasus link yang putus menjadi tersambung kembali. kedua router s aling bertukar deskripsi basis data yang merupakan ringkasan dari basis data yan g dimiliki setiap router. biaya. kemudian router mengirimkan perubahan tersebut ke router-router lain. Ketika link yang putus tersebut hidup ke mbali. Pada saat terdapat link putus dan jaringan menjadi terpisah. Sebagai pengganti menghitung route "terbaik" dengan cara terdistribusi. pes an yang dikirim adalah perubahan dari basis data serta nomor urut pesan tersebut . delay. setiap perubahan dalam jaringan harus diik uti oleh perubahan dalam basis data link-state yang terletak di setiap router. Misalkan router A memili ki dua buah jalur dengan metrik yang sama ke host B. Peta jaringan tersebut disimpan dalam sebuah basis data dan setiap record dalam basis data tersebut menyatakan sebuah link dalam jaringan. Peta ini digunakan untuk menghitung route yang lebih akurat daripada meng gunakan protokol distance-vector. Perkembangan teknologi ini akhirnya menghasilk an protokol Open Shortest Path First (OSPF) yang dikembangkan oleh IETF untuk di gunakan di Internet. Alih-alih saling bertukar jarak (distance) ke tujuan. Protokol link-state lebih baik daripada protokol distance-vector disebabkan oleh beberapa hal: waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat. setiap ro uter meminta tetangganya untuk mengirimkan record-record basis data yang berbeda . Ini dapat dicapai oleh protokol flooding. atau nomor urut record yang dimiliki lebih kecil daripada yang dikirimkan oleh deskripsi basis data. yaitu bila router tidak memiliki record tersebut. Dalam protokol flooding. Record-record tersebut dikirimkan oleh router yang t erhubung langsung dengan masing-masing link. router memperbarui beberapa record dan ini kemudian dikirimkan ke r outer-router lain melalui protokol flooding. Dua bu ah router bertetangga disebut sebagai adjacent bila basis data link-state keduan ya telah sama. Protokol yang digunakan untuk mengirimkan perubahan ini harus cepat dan dapat di andalkan. Basis data ini tidak akan kem bali sama dengan mengirimkan satu pesan link-state saja. Pada fasa kedua. Protokol ini mendukung pe nggunaan beberapa metrik sekaligus. P erubahan status link yang dideteksi router akan mengubah basis data link-state r outer tersebut. Setelah proses ini. semua router mempunyai peta jaringan dan me nghitung semua route yang terbaik dari peta ini. basis data kedua ba gian jaringan tersebut menjadi berbeda. Karena setiap router perlu memiliki peta jaringan yang menggambarkan kondisi ter akhir topologi jaringan yang lengkap. Protokol dapat memasukkan k edua jalur tersebut ke dalam forwarding table sehingga router mampu membagi beba . waktu yang diperlukan untuk pen giriman dan pemrosesan pesan tersebut lebih sedikit dibandingdengan mengirim sel uruh isi basis data tersebut. Proses menghidupkan adjacency terdiri dari dua fasa. dan keandalan adal ah metrik-metrik yang umum digunakan dalam jaringan.

Jika designated router gagal. bandwidth yang digunaka n RIP bertambah lebih besar pula. jika Anda sedang mendesain jaringan TCP/ IP yang besar tentu OSPF merupakan pilihan protokol routing yang tepat. Protokol RIP sangat sederh ana dan mudah diimplementasikan tetapi dapat menimbulkan routing loop. Dalam situasi seperti ini. sep erti X. Semua router hanya perlu adjacent dengan designated router tersebut. Langkah pertama dalam jaringan multi-akses adalah memilih designated router dan cadangannya. Setelah pemiliha n. dan OSPF. dan ini ti dak efisien. Telah dijelaskan di atas bahwa setiap router dalam protokol link-state perlu mem bentuk adjacency dengan router tetangganya. OSPF mengefisienkan adjacency ini dengan memperkenalkan konsep desi gnated router dan designated router cadangan. Protokol OSPF merupakan protokol yang lebih rumit dan lebih baik daripada RIP tetapi memb utuhkan memori dan waktu CPU yang besar. Router-router yang terletak di perbatasan antar area hanya mengi rimkan ringkasan dari link-link yang terdapat dalam area dan tidak mengirimkan t opologi area satu ke area lain. Pemilihan ini dimasukkan ke dalam protokol Hello. Jaringan dibagi menjadi beberapa a rea yang terhubung ke backbone. tetangga setiap router dapat lebih dari satu. baru kemudian router-router membentuk adjacency dengan designated router dan cadangannya. Pada jaringan multi-akses. OSPF menggunakan konsep area dan backbone. . Setiap area dianggap sebagai jaringan tersendiri dan router-router di dalamnya hanya perlu memiliki peta topologi jaringan dalam area tersebut. tidak perlu dilakukan lagi proses penyamaan basis data yang membutuhkan waktu yang lama ters ebut. Kemampuan Kita sudah lihat sepintas bagaimana RIP dan OSPF bekerja. Ini mengarah kepada kebutuhan memori router yang lebih besar serta waktu perhitungan route yang lebih lama. RIP. dan designated router yang mengirim kan pesan tersebut ke router-router lain dalam link. Dengan demikian. Karena de signated router yang baru telah adjacent dengan router-router lain. Jadi. Rancangan OSPF menggunakan protokol link-state dengan beberapa penambahan fungsi . setiap router da lam jaringan perlu membentuk adjacency dengan semua router yang lain. Pengamatan p ada protokol routing dinamik juga menunjukkan bahwa RIP menggunakan bandwidth ya ng lebih besar daripada OSPF dan semakin besar jaringan.n di antara kedua jalur tersebut. RIP-v2. Untuk mengantisipasi hal in i. Hasilnya di jaringan ini menunjukkan bahwa administrasi routing statik jauh lebih memakan waktu dibanding routing dinamik. Setiap protokol routin g memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kesederhanaan vs.25 dan Ethernet. Setiap terjadi perubahan jaringan. Fungsi-fungsi yang ditambahkan antara lain mendukung jaringan multi-akses. Designated router cadangan juga mendengarkan pesan-pesan yang dikirim ke designa ted router. Designated router cadangan akan mengambil alih fungsi designated router yang gagal berfungsi. cadangannya kemudian menjadi designate d router yang baru serta dipilih designated router cadangan yang baru. protokol dalam OS PF untuk mengetahui tetangga-tetangga router dalam setiap link. sehingga hanya designated router yang adjacen t dengan semua router yang lain. perhitungan route menjadi lebih sederhana. router mengirimkan pesan menggun akan protokol flooding ke designated router. Di berbagai tempat juga terdapat yang menggunakan gabungan antara routing statik . dan membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area. Dalam jaringan yang besar tentu dibutuhkan basis data yang besar pula untuk meny impan topologi jaringan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful