1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi sekarang ini begitu pesat yang diiringi dengan perkembangan sistem informasi yang berbasis teknologi. Hal ini telah menyebabkan terjadinya perubahan yang begitu cepat di dalam berbagai bidang. Teknologi informasi dalam hal ini merupakan salah satu tiang penopang keberhasilan dalam era globalisasi. Kemunculan teknologi mainframe pada dekade 1960-an telah membawa perubahan mendasar pada proses pengolahan data, yaitu dari proses manual ke proses bacth (batch processing). Dengan dukungan komputer yang semakin baik, tahun 1970 proses pengolahan data mulai bergerak menjadi sistem on-line data processing. Perkembangan dari sistem informasi itu sendiri perlu didukung dengan banyak faktor yang diharapkan bisa memberikan keberhasilan dari sistem informasi itu sendiri yang dapat dilihat melalui kepuasan dari pemakai sistem informasi. Suatu sistem dapat dikatakan berhasil apabila didukung oleh beberapa faktor pendukungnya, seperti partisipasi pemakai (Suryaningrum, 2003). Teknologi informasi yang dapat diakses dengan mudah memberikan arus informasi yang sangat cepat dan besar. Hal ini akan memacu kecepatan perubahan sosial dalam lingkungan kerja sehingga menjadi lebih dinamis dan lentur. Informasi harus aktual, jelas, handal, tepat waktu, dan dapat dipercaya. Semuanya dapat diperoleh dari sumber media informasi yang didukung peralatan pengolahan informasi yang baik. Kemudahan akses informasi ini akan

2

menumbuhkan transparansi dalam masyarakat pekerja tersebut. Perkembangan selanjutnya menunjukkan dunia informasi bukan lagi menjadi tuntutan bagi

perusahaan atau organisasi, melainkan sebagai kebutuhan untuk menunjukkan kerja entitas perusahaan atau organisasi tersebut. Dalam lingkup sistem informasi, kebutuhan pengguna terhadap sistem informasi harus dapat dideteksi dengan baik oleh perancang sistem, agar sistem yang akan diterapkan di dalam suatu organisasi dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang bersangkutan. Pemenuhan kebutuhan pengguna tersebut nantinya akan dapat memberikan kepuasan kepada para pengguna jasa sistem informasi dan memotivasi mereka untuk melakukan pekerjaan mereka secara optimal. Perkembangan teknologi sistem informasi dalam organisasi menjadi penting artinya berkaitan dengan ketepatan waktu dan kebenaran penyediaan informasi yang dibutuhkan pemakai. Perkembangan sistem informasi tersebut perlu didukung banyak faktor yang diharapkan dapat memberikan kesuksesan dari sistem informasi itu sendiri yang tercermin melalui kepuasan pemakai sistem informasi. Selain itu dengan adanya sistem informasi, permasalahan yang terjadi pada organisasi dapat diketahui dengan cepat sehingga organisasi bisa mengambil tindakan dengan tepat. Sistem informasi adalah salah satu cara agar organisasi bisnis dapat memberikan keunggulan kompetitif dan mampu bersaing dengan para kompetitornya. Rockart (1995) dalam Jumaili (2005) menyatakan bahwa teknologi informasi merupakan sumber daya keempat setelah sumber daya manusia, sumber daya uang, dan sumber daya mesin yang digunakan untuk membentuk dan mengoperasikan perusahaan.

3

Teknologi informasi saat ini memainkan peranan penting dalam mendukung pengambilan keputusan oleh manajemen. Hal ini mendorong adanya suatu kebutuhan penting untuk melakukan evaluasi secara obyektif tentang keberhasilan atau kegagalan sistem yang berguna dalam mendukung pembuatan keputusan yang tepat. Evaluasi yang dilakukan tersebut akan berguna dalam membantu tercapainya keberhasilan atas pengembangan sistem informasi Dalam bidang akuntansi, perkembangan teknologi informasi memiliki dampak yang sangat signifikan, terutama terhadap sistem informasi akuntansi dalam suatu organisasi bisnis. Dampak yang nyata dirasakan adalah pemrosesan data yang mengalami perubahan dari sistem manual digantikan oleh komputer sebagai alat pemrosesan data. Demikian juga yang dialami oleh para akuntan yang seharusnya melakukan pengendalian dan pemantauan terhadap efiensi dan efektivitas dalam mengelola keuangan. Sistem informasi akuntansi berbasis komputer dirancang untuk mengubah data akuntansi menjadi informasi. Sistem informasi akuntansi merupakan sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan dan diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada para pemakai. Informasi adalah salah satu sumber daya bisnis yang vital untuk kelangsungan dan kontinuitas hidup perusahaan. Dalam dunia bisnis, informasi dapat berasal dari intern maupun ekstern perusahaan. Setiap saat informasi diperlukan baik oleh manajemen maupun pengguna lainnya dalam rangka untuk pengambilan keputusan Perkembangan dalam mengolah informasi akuntansi ini juga pada akhirnya berdampak pada jasa yang diberikan oleh seorang auditor internal. Dulu,

4

auditor tidak harus ahli dalam bidang komputer untuk keperluan auditnya. Namun sekarang dengan kemajuan teknologi, seorang auditor tidak hanya harus ahli dalam bidangnya tetapi juga harus memiliki kemampuan tertentu di bidang komputer. Auditor internal dalam suatu perusahaan berperan penting dalam memeriksa sistem informasi akuntansi yang ada di dalam suatu perusahaan apakah sistem informasi tersebut sudah dijalankan sesuai kebijakan perusahaan atau malah melenceng dari kebijakan perusahaan. Dalam melaksanakan tugasnya, auditor internal berperan sebaik mungkin melaksanakan tugas utamanya, yaitu melakukan penilaian dan evaluasi terhadap sistem dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan. Berperannya auditor internal yang optimal diharapkan akan berpengaruh terhadap proses manajemen agar lebih objektif dan tujuan perusahaan tercapai. Laporan evaluasi dan penilaian auditor internal terhadap pencapaian tujuan perusahaan merupakan umpan balik kepada para manajer dalam melaksanakan tugasnya. Sistem informasi akuntansi merupakan bagian penting dari auditor internal. Informasi dapat dikatakan berkualitas jika dapat memberikan suatu gambaran yang utuh dari suatu permasalahan, atau pemecahan masalah. Para auditor internal harus menggunakan sistem informasi akuntansi untuk memudahkan dalam mengaudit perusahaan. Dengan berkembangnya teknologi informasi dan berdampak pula pada perkembangan sistem informasi akuntansi maka auditor internal harus memiliki keahlian untuk dapat memahami dan mengevaluasi atas sistem informasi akuntansi perusahaan yang telah

terkomputerisasi.

5

Keberhasilan suatu sistem informasi akan tergantung pada kemudahan dan pemanfaatan pemakai sistem terhadap teknologi yang ada dalam sistem karena teknologi akan membantu individu dalam menyelesaikan tugasnya Goodhue (1995) dalam Jumaili (2005). Satu hal penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan atau pelaku bisnis yang menerapkan teknologi informasi adalah sejauhmana keberhasilan sistem tersebut membawa dampak positif dalam peningkatan kinerja baik individual maupun organisasi secara keseluruhan. Konstruk evaluasi pemakai diri sendiri merupakan suatu konstruk yang sangat luas dan evaluasi pemakai merupakan suatu evaluasi atau pengukuran tentang sikap dan kepercayaan individu terhadap sesuatu, baik barang ataupun jasa. Jumaili (2005) mengajukan hubungan kecocokan tugas teknologi untuk dijadikan sebagai acuan evaluasi pemakai dalam sistem informasi. Dalam model ini dinyatakan bahwa pemakai akan memberikan nilai evaluasi yang tinggi (positif) tidak hanya dikarenakan oleh karakteristik sistem yang melekat, tetapi lebih sejauhmana sistem tersebut dipercaya dapat memenuhi kebutuhan tugas mereka dan sesuai dengan kebutuhan tugas mereka. Evaluasi pemakai atas kecocokan tugas teknologi menjadi penting artinya berkaitan dengan pencapaian kinerja individual yang tinggi sehingga mengarahkan individu untuk mencapai kinerja yang lebih baik selain itu Jumaili (2005) juga mengungkapkan bahwa secara umum, efektivitas penggunaan atau penerapan teknologi sistem informasi dalam suatu perusahaan dapat dilihat dari kemudahan pemakai dalam mengidentifikasi data, mengakses data dan menginterpretasikan data tersebut. Data dalam sistem informasi tersebut seharusnya merupakan data yang

Model yang dimaksud adalah model rantai teknologi-kinerja (technology to performance chain). Kepercayaan adalah hal yang diperlukan oleh pemakai teknologi sistem informasi akuntansi agar dia merasa bahwa teknologi sistem informasi akuntansi yang diterapkan dapat meningkatkan kinerja auditor internal dalam menjalankan tugasnya di organisasi perusahaan. Agar dapat memahami dengan baik hubungan antara teknologi informasi dan kinerja individu diperlukan model teoritis komprehensif yang kuat. Dalam model ini dinyatakan bahwa pemakai akan memberikan nilai evaluasi yang tinggi (positif) tidak hanya dikarenakan oleh karakterisitik sistem yang melekat. Model TPC merupakan model rantai kinerja teknologi dimana teknologi sistem informasi (TSI) merupakan suatu rantai aktivitas yang meningkatkan kinerja individu dan organisasi.6 terintegrasi dari seluruh unit perusahaan atau organisasi sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan tugas dalam perusahaan.variabel yang secara signifikan menjadi prediktor langsung maupun tidak langsung bagi kinerja individual. Goodhue dalam Jumaili (2005) mengajukan konstruk hubungan kecocokan tugas teknologi untuk dijadikan acuan evaluasi pemakai dalam sistem informasi. Model ini dikembangkan oleh Goodhue dan Thomson (1995) yang merupakan kombinasi dari dua model terdahulu (model yang berfokus pada pemanfaatan teknologi dan kecocokan tugas-teknologi) yang di dalamnya mencakupi variable l. Kepercayaan adalah hal yang diperlukan oleh pemakai teknologi sistem informasi akuntansi agar dia merasa bahwa teknologi sistem informasi akuntansi yang diterapkan dapat meningkatkan kinerja auditor internal dalam menjalankan tugasnya di organisasi perusahaan. tetapi lebih kepada sejauh .

Trisnaningsih (2007) menjelaskan bahwa. Adapun tujuan pokok dalam penelitian kinerja menurut Mulyadi (1997) dalam Sari (2008) adalah memotivasi karyawan dalam memenuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan. sedangkan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan teknologi sistem informasi akuntansi terhadap kinerja auditor internal sebagai pemakai teknologi sistem informasi tersebut berdasar model sebelumnya (Goodhue. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang pernah dilakukan Jumaili (2005) dan Sari (2008) dengan mengacu pada penelitian Sari (2008). dan ketepatan waktu adalah kesesuaian waktu yang telah direncanakan. pengalaman dan kesungguhan waktu yang diukur dengan mutu kerja yang dihasilkan. Penilaian kinerja pada dasarnya merupakan penilaian perilaku manusia dalam melakukan peran yang dimainkannya untuk mencapai tujuan organisasi. kinerja (prestasi kerja) adalah suatu hasil karya yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugastugas yang dibebankan kepadanya didasarkan atas kecakapan. 1995) . Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sari (2008) didapat bahwa efektivitas penggunaan dan kepercayaan teknologi sistem informasi memilikii pengaruh positif terhadap kinerja individual pada pasar swalayan di Kota Denpasar.7 mana sistem tersebut dipercaya dapat memenuhi kebutuhan tugas mereka dan sesuai dengan kebutuhan tugas mereka. Standar perilaku dapat berupa kebijakan manajemen atau rencana formal yang dituangkan dalam anggaran. sedangkan kuantitas adalah jumlah hasil kerja yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu.

Identifikasi Masalah Dalam hal ini penulis membahas variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja auditor internal secara spesifik dengan melihat fenomena. maka peneliti akan membatasi masalahpada pengaruh efektivitas penggunaan dan kepercayaan atas teknologi sistem informasi akuntansi terhadap kinerja auditor internal. fakta dan data yakni mengenai pembahasan khususnya teknologi sistem informasi akuntansi di lembaga perbankan yang ada di kota Padang. Pembatasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah diatas. B. .8 dan untuk mengetahui apakah tingkat kepercayaan terhadap teknologi sistem informasi akuntansi akan meningkatkan kinerja auditor internal. Apakah kepercayaan atas teknologi sistem informasi akuntansi berpengaruh terhadap peningkatan kinerja auditor internal? C. dengan studi empiris pada lembaga perbakan yang ada di kota Padang. maka penulis mengidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut : 1. Apakah efektivitas penggunaan teknologi sistem informasi akuntansi berpengaruh terhadap kinerja auditor internal? 2. Berdasarkan latar belakang tersebut . maka penulis merasa tertarik untuk membahas dan melakukan penelitian serta mengetahui lebih lanjut kedalam bentuk skripsi yang berjudul : ”Pengaruh Efektivitas Penggunaan Dan Kepercayaan Atas Teknologi Sistem Informasi Akuntasi Terhadap Kinerja Auditor Internal”. Bertitik tolak dari latar belakang masalah diatas.

Pengaruh efektivitas penggunaan atas teknologi sistem informasi akuntansi terhadap kinerja auditor internal di lembaga perbankan yang ada di kota padang. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. . Bagi Penulis Adanya penelitian ini penulis dapat memperoleh banyak pengetahuan mengenai pengaruh teknologi sistem informasi akuntansi dan kepercayaan teknologi sistem informasi akuntansi terhadap kinerja auditor internal. maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1. 2. Sejauh mana pengaruh kepercayaan atas teknologi sistem informasi terhadap kinerja auditor internal di lembaga perbankan di kota Padang? E. Sejauh mana pengaruh efektivitas penggunaan atas teknologi sistem informasi terhadap kinerja auditor internal di lembaga perbankan di kota Padang? 2. F. Pengaruh kepercayaan atas teknologi sistem informasi akuntansi terhadap kinerja auditor internal di lembaga perbankan yang ada di kota padang. 1.9 D. Manfaat Penelitian Penelitian yang dilakukan ini diharapkan dapat memberi manfaat antara lain. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: 1.

. Bagi Perusahaan Hasil penelitian ini dapat membantu penerapan teknologi sistem informasi akuntansi dan membantu penyediaan informasi dengan cepat sesuai dengan kebutuhan manajer dalam pengambilan keputusan. sehingga dapat meningkatkan kinerja auditor internal. Bagi Peneliti Lebih Lanjut Sebagai bahan informasi bagi peneliti yang melakukan penelitian berikutnya yang sejenis. 3. Bagi Pengembangan Ilmu Pengetahuan Sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan prosedur penelitian terutama dalam bidang keahlian kosentrasi akuntansi keuangan. 4.10 2.

yang mampu meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam pemrosesan informasi serta mengarahkan perusahaan untuk meraih keunggulan bersaing. Pengertian Teknologi Informasi Menurut Amir (1996) dalam Sudarsono (2004). Pemanfaatan Teknologi Informasi . Teknologi Informasi a. Selanjutnya.11 BAB II KAJIAN TEORI. perangkat lunak. KAJIAN TEORI 1. teknologi informasi merupakan sistem yang meliputi perangkat keras. b. basis data. prosedur. database. teknologi informasi dipakai dalam sistem informasi suatu organisasi untuk menyediakan informasi bagi para pemakai dalam rangka pengambilan keputusan. sumber daya manusia dan fasilitas-fasilitas untuk memproses informasi pada suatu organisasi. perangkat lunak. KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS A. dan peralatan telekomunikasi lainnya. teknologi jaringan. Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi merupakan suatu perpaduan antara teknologi komputer dan telekomunikasi dengan teknologi lainnya seperti perangkat keras.

(2008) Sistem adalah sekelompok elemenelemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Pengertian Sistem Suatu perusahaan dikatakan baik jika mampu membentuk organisasi yang rapi dan rasional. Maharsi (2000) menyatakan bahwa kehadiran teknologi informasi memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Selain itu efisiensi operasi perusahaan dapat ditingkatkan. lengkap. yaitu telah memiliki sistem dan prosedur yang memadai. relevan. dan pengambilan keputusan manajemen. Pengguna sistem dan prosedur yang tepat dapat mendukung kelancaran operasi perusahaan. Sistem Informasi Akuntansi a. Jr. pengendalian. pengukuran berdasarkan intensitas pemanfaatan. Menurut Mc Leod. Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen yang sama. Akibatnya dapat tetap bertahan dalam era informasi serta mampu menghadapi pasar global. dan teruji dalam rangka perencanaan. Sistem dan prosedur sangat penting peranannya karena membantu manajemen untuk memperoleh informasi tentang tingkat efisiensi dan efektivitas perusahaan. frekuensi pemanfaatan.12 Pemanfaatan teknologi informasi merupakan sesuatu yang diharapkan oleh pengguna sistem informasi dalam melaksanakan tugasnya. dapat dipahami. 2. . tepat waktu. dan jumlah aplikasi atau perangkat lunak yang digunakan. teknologi informasi mampu untuk meringankan aktivitas bisnis yang kompleks serta menghasilkan informasi yang dapat dipercaya.

Sedangkan menurut Subari (2004) mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan tugas pokok perusahaan. transformasi. Dibawah ini adalah pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya yaitu : Menurut Subari (2004) informasi adalah sebagai berikut: “Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat”. yang masingmasing melakukan fungsi khusus yang penting untuk mendukung bagi sistem yang lebih besar. output.13 tapi susunan dasar adalah: input. . Informasi menunjukkan hasil dan pengolahan data yang telah diorganisasikan dan berguna bagi orang yang menerimanya. mekanisme kontrol dan tujuan Mulyadi (2008) mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan. Dari beberapa pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem hampir selalu terdiri dari beberapa subsistem kecil. Menurut Hall (2007:14) informasi adalah suatu proses dan pemakai yang melakukan suatu tindakan yang dapat dilakukan atau tidak dilakukan. tempat mereka berada. Pengertian Informasi Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam mengambil keputusan. b.

Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadiankejadian nyata (fakta) yang digunakan dalam pengambilan keputusan. menyimpan. Suatu sistem yang kurang dapat informasi akan menjadi kerdil dan kurang berguna karena masukan-masukan dari data kurang berfungsi dengan baik. dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pembuatan keputusan dan pengawasan dalam organisasi”. manajemen dan pengambilan keputusan (Decision making). Dengan kata lain. Data merupakan angka. Informasi berbeda dengan data.14 Informasi sangat penting dalam suatu organisasi. tulisan. Menurut Laudon dan Laudon (2008) sistem informasi adalah sebagai berikut : ”Sistem informasi merupakan seperangkat komponen yang saling berhubungan yang berfungsi mengumpulkan. Pengertian Sistem Informasi Definisi sistem informasi secara umum adalah suatu sistem manusia atau mesin yang terpadu (integrated) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi. memproses. informasi adalah fakta yang mempunyai arti dan berguna untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan data merupakan bahan yang akan diolah oleh sistem informasi. dan bahkan simbol. karena informasi merupakan hasil akhir atau keluaran sistem informasi. informasi mengarahkan dan memperlancar kegiatan sehari-hari. c. . gambar.

perangkat keras (hardware). software (program dan prosedur). penyimpanan dan aktivitas pengendalian yang mengubah sumber daya data menjadi produk informasi. Menurut Suwardjono (2005:7) menyatakan bahwa akuntansi adalah seperangkat pengetahuan yang mempelajari perekayasaan penyediaan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif unit-unit organisasi dalam suatu lingkungan negara tertentu dan cara penyampaian (pelaporan) informasi tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan ekonomis. d. serta jaringan (media komunikasi dan dukungan jaringan) untuk melakukan input. dan sumber data yang mengumpulkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah sistem yang memberikan informasi kuantitatif bisnis ekonomi. mengubah. Warren. perangkat lunak (software). akuntansi adalah sebagai berikut: ”Akuntansi adalah sistem informasi yang memberikan laporan kepada pihakpihak berkepentingan mengenai kegiatan ekonomi dan kondisi perusahaan”.orang. pengertian sistem informasi adalah sebagai berikut: ”Sebuah sistem informasi adalah suatu kombinasi yang teratur dari orang . Suatu sistem bergantung pada sumber daya manusia (pemakai akhir dan pakar sistem informasi).15 Menurut O’Brien (2005). terutama sifat-sifat . Reeve dan Fees (2006:6). jaringan komunikasi. hardware (mesin dan media). Pengertian Akuntansi Menurut Niswonger. proses output. data (dasar data dan pengetahuan). dan menyebarkan informasi di dalam suatu organisasi.

teknologi. Pengertian Audit Pengertian audit menurut Arens. prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditunjukkan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting. media. and S. Audit Internal a. memproses tipe transaksi rutin tertentu. e. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Jogiyanto (2003:225) sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut : “Sistem informasi akuntansi merupakan sistem informasi yang merekam dan melaporkan transaksi bisnis aliran dana dalam organisasi. et al (2009) “Audit adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti tentang informasi ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian informasi ekonomi tersebut . Bodnar. dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organsasi yang merupakan kombinasi dari manusia. George H. Berdasarkan definisi tersebut.16 keuangan yang ditujukan untuk digunakan dalam pengambilan keputusannekonomis. dan menghasilkan laporan keuangan”. Hopwood William (2005:1) mendefinisikan sistem informasi akuntansi sebagai berikut : “Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya yang dirancang untuk menyediakan data bagi beragam pengambil keputusan sesuai dengan kebutuhan dan kewenangan mereka”. fasilitas. memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal. 3.

17 dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Beberapa ciri penting yang ada dalam definisi menurut Report of the Committee on Basic Auditing Concepts of the American Accounting Assocation” (Accounting Review. Auditing menurut Agoes (2004:3) adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematais. oleh pihak yang independen. . terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen. dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya serta penyampaian hasilhasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan”. dan melaporkan hasil pemeriksaan tersebut”. Boynton (2006:5) menurut Report of the Committee on Basic Auditing Concepts of the American Accounting Assocation” (Accounting Review.47) dapat diuraikan sebagai berikut: a. vol.47) memberikan definisi auditing sebagai berikut: “Auditing adalah suatu proses sistematis untuk memperoleh serta mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi. Auditing Standards Board (Dewan Standar Auditing) menerbitkan Generally Accepted Auditing Standards (Standar Auditing yang Berlaku Umum) yang digunakan sebagai professional berkaitan dengan proses audit. Suatu proses sistematis. dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut. berupa serangkaian atau prosedur yang logis. beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya. dan terorganisir. vol. terstruktur.

Bahkan mulai tahun 2000-an kegiatan internal audit sudah mencakup konsultasi . Hal ini menunjuk pada kedekatan di mana asersi dapat diidentifikasi dan dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan.18 b. tetapi sudah meluas ke bidang lainnya. Dalam lingkungan bisnis mereka adalah para pemegang saham. kreditor. e. g. audit lingkungan hidup. Derajat kesesuaian. sosial audit dan lain-lain. Asersi tentang kegiatan dan peristiwa ekonomi merupakan representasi yang dibuat oleh perorangan atau entitas. f. b. Memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif. seperti manajemen audit. diperoleh melalui laporan tertulis yang menunjukkan derajat kesesuaian antara asersi dan kriteria yang ditetapkan. Pengertian Auditor Internal Audit internal yang modern tidak lagi terbatas fungsinya dalam bidang pemeriksaan finansial. d. berarti memeriksa dasar asersi serta mengevaluasi hasil pemeriksaan tersebut tanpa memihak dan berprasangka. c. Asersi ini merupakan subjek pokok auditing. Pihak-pihak yang berkepentingan adalah mereka yang menggunakan atau mengandalkan temuan-temuan auditor. baik untuk atau terhadap perorangan atau entitas yang membuat asersi tersebut. dan masyarakat luas. Kriteria yang telah ditetapkan adalah standar-standar yang digunakan sebagai dasar untuk menilai asersi atau pernyataan. Penyampaian hasil. pemerintah. manajemen.

proses dan teknologi informasinya. Beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa auditor internal merupakan sebuah profesi yang dinamis yang mengantisipasi perubahan dalam lingkungan operasinya sangat beradaptasi terhadap perubahanperubahan struktur. Menurut Mulyadi dan Puradiredja (2002). serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian dalam organisasi”. Auditor internal membantu suatu organisasi untuk mencapai tujuannya dengan membawa pendekatan yang sistematis dan disiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan keefektifan sistem informasi akuntansi. Auditor jenis ini melibatkan diri dalam suatu kegiatan penilaian independen. Menurut Boynton (2006:8) mendefinisikan auditor internal sebagai berikut: “Auditor internal adalah pegawai dari organisasi yang diaudit. menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi. Auditor internal adalah: “Auditor yang bekerja di dalam perusahaan (perusahaan negara maupun perusahaan swasta) yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi. menentukan efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan organisasi.19 yang didesain untuk menambah nilai dan meningkatkan kegiatan operasi suatu organisasi. Dan bertujuan untuk membantu manajemen organisasi dalam memberikan pertanggung jawaban yang efektif”. dalam lingkungan organsiasi sebagai suatu bentuk jasa bagi organisasi. . yang dinamakan audit internal.

kejadian masa lalu yang dinyatakan dalam laporan keuangan .20 Auditor internal membantu perusahaan dengan memeriksa sistem informasi akuntansi tersebut. auditor yang sebelumnya hanya melakukan pemeriksaant terhadap laporan keuangan historis. Auditor juga diharapkan mampu memberikan sarana dan kontribusi bagi manajemen perusahaan atas keputusan yang akan diambilnya di masa yang akan datang serta dilibatkan dalam perencanaan keputusan strategis perusahaan. (Sawyer’s. meskipun fungsinya harus dikelola perusahaan Fokus pada kejadian-kejadian di masa depan dengan mengevaluasi kontrol yang dirancang untuk meyakinkan pencapaian tujuan organisasi Audit Eksternal Merupakan orang yang independen di luar perusahaan Melayani pihak ketiga yang memerlukan informasi keuangan yang dapat diandalkan Fokus pada ketepatan dan kemudahan pemahaman dari kejadian . 2005) Tabel 2.2 Perbedaan Auditor Internal dan Auditor Eksternal No 1 2 3 Audit Internal Merupakan karyawan perusahaan Melayani kebutuhan organisasi. berkaitan dengan posisi serta fokus perhatian dari seorang auditor internal dibandingkan dengan auditor eksternal. perusahaan mampu menyesuaikan dirinya terhadap lingkungan yang berubah. Tidak hanya itu. kini auditor berkepentingan untuk memberikan nilai yang berguna bagi perusahaan untuk masa sekarang ataupun untuk masa yang akan datang. c. Auditor internal diharapkan mampu untuk membantu mengantisipasi perubahan di dalam lingkungan usahanya terutama dalam bidang perkembangan teknologi komputer dan melalui peran mereka. Perbedaan Auditor Internal dan Auditor Eksternal Terdapat perbedaan antara auditor internal dengan auditor eksternal.

Masing-masing auditor harus mempunyai latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja di bidang akuntansi. manajemen dan komputer. e. namun akan memberikan perhatian lebih bila kecurangan tersebut akan mempengaruhi laporan keuangan secara material Menelaah catatan-catatan yang mendukung laporan keuangan secara periodik. Tujuan dan Tanggung Jawab Auditor Internal. Staf audit harus selalu melakukan Continuing Professional Education (Pendidikan Profesi Berkelanjutan). Keduanya harus membuat rencana pemeriksaan (audit plan). sebagai pedoman dalam melaksanakan pemeriksaannya dan harus memiliki kode etik serta sistem pengendalian mutu. b. Persamaan Auditor Internal dan Auditor Eksternal Menurut Agoes (2004: 225). c. . keuangan. persamaan auditor internal dan auditor eksternal adalah sebagai berikut: a. Baik auditor internal maupun auditor eksternal harus mempunyai audit manual. Semua prosedur pemeriksaan dan hasil pemeriksaan harus didokumentasikan secara lengkap dan jelas dalam kertas pemeriksaan (audit working papers). program pemeriksaan (audit programme) secara tertulis. d. perpajakan. biasanya satu tahun sekali d.21 4 Langsung berkaitan dengan pencegahan kecurangan dalam segala bentuknya atau perluasan dalam setiap aktivitas yang ditelaah Menelaah aktivitas secara terus menerus 5 Sekali-kali memperhatikan pencegahan dan pendeteksian kecurangan secara umum. e.

prosedur. tanggung jawab auditor internal adalah sebagai berikut: a. serta harus menentukan apakah organisasi telah mencapai kesesuaian dengan hal-hal tersebut. Melakukan review berbagai operasi atau program untuk menilai apakah hasilnya akan konsisten dengan tujuan dan sasaran yang telah . dan informasi sehubungan dengan kegiatan yang sedang diperiksa. memverifikasi keberadaan harta-harta tersebut. d. b. informasi tersebut. dan melaporkan memastikan kesesuaiannya dengan berbagai kebijaksanaan. e. Auditor internal akan memberikan berbagai analisis. Melakukan review berbagai cara yang dipergunakan untuk melindungi harta dan bila dipandang perlu. hukum. Melakukan review keandalan (reliabilitas dan integritas) informasi finansial dan operasional serta cara yang dipergunakan untuk mengidentifikasi. Berdasarkan kelima standar lingkup audit Institute of Internal Auditor (2001). petunjuk. mengklasifikasi. c. dan peraturan yang dapat berakibat penting terhadap kegiatan organisasi. Menilai keekonomisan dan keefisienan penggunaan berbagai sumber daya. tujuan pelaksanaan audit internal adalah membantu para anggota organisasi agar mereka dapat melaksanakan tanggung jawabnya secara efektif. rencana. Melakukan review berbagai sistem yang telah ditetapkan untuk mengukur. penilaian. rekomendasi.22 Menurut Tugiman (2006).

Pengertian Efektivitas. Efektivitas Penggunaan Teknologi Sistem Informasi .23 ditetapkan dan apakah kegiatan atau program tersebut dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan. Efektivitas organisasi merupakan suatu konsep yang penting untuk melihat gambaran suatu organisasi karena dapat menunjukkan tingkat keberhasilan organisasi dalam mencapai sasarannya. baik secara kualitas maupun waktu. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa efektivitas adalah upaya suatu organisasi untuk mencapai tujuan dengan tepat waktu dan hasil sesuai dengan yang diharapkan menggunakan sumberdaya dan sarana yang ditetapkan. Handoko (1999) dalam Jumaili (2005) mengemukakan bahwa efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Efektivitas a. menyangkut bagaimana melakukan pekerjaan yang benar. Pengukuran efektivitas organisasi merupakan suatu hal yang sangat rumit karena dalam organisasi yang sangat besar dengan banyak bagian yang sifatnya berbeda dan mempunyai sasaran yang berbeda antara satu sama lain. orientasinya adalah pada keluaran (output) yang dihasilkan. Yamit (1998) dalam Jumaili (2005) mendefinisikan efektivitas sebagai suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat tercapai. b. f. 4.

maka akan semakin memudahkan pemakai mengakses data yang dibutuhkan untuk penyelesaian tugas individu dalam perusahaan atau organisasi. Data dalam sistem informasi tersebut seharusnya merupakan data yang terintegrasi dari seluruh unit perusahaan atau organisasi sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan tugas dalam perusahaan. Efektivitas penggunaan atau pengimplementasian teknologi sistem informasi dalam suatu perusahaan dapat dilihat dari kemudahan pemakai dalam mengidentifikasi data. Dengan lebih banyak fasilitas pendukung yang disediakan bagi pemakai. 5. individu dari perusahaan atau organisasi yang merupakan pemakai sistem tersebut dapat menghasilkan output yang semakin baik dan kinerja yang dihasilkan tentu akan meningkat. mengakses data dan menginterpretasikan data tersebut. Diharapkan dengan penggunaan teknologi sistem informasi.24 Irwansyah (2003) dalam Jumaili (2005) mengemukakan bahwa penggunaan teknologi dalam sistem informasi perusahaan hendaknya mempertimbangkan pemakai. Jumlah sarana komputer dalam perusahaan juga sangat mempengaruhi dalam pencapaian efektivitas penggunaan teknologi sistem informasi dalam perusahaan. sehingga sistem informasi kurang memberikan manfaat dalam meningkatkan kinerja individual. Kepercayaan . Tidak jarang ditemukan bahwa teknologi yang diterapkan dalam sistem informasi sering tidak tepat atau tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh individu pemakai sistem informasi.

Kepercayaan adalah sesuatu yang diberikan karena adanya rasa percaya. 2001. Kepercayaan adalah hal yang diperlukan bagi pemakai sistem informasi agar dia merasakan teknologi sistem informasi yang baru dapat meningkatkan kinerja individu dalam menjalankan kegiatan organisasi atau perusahaan. yaitu: (1) rasa percaya sebagai afeksi. Pendapat lain mengenai kepercayaan adalah harapan positif bahwa orang lain tidak akan melalui kata-kata. dan (2) rasa percaya sebagai aspek kognisi. Lau dan Lee (1999) dalam Nazar dan Syahran (2008) mendefinisikan kepercayaan sebagai kesediaan individu untuk menggantungkan dirinya pada pihak lain dengan resiko tertentu. dalam Listyan. Ada dua konseptualisasi yang dominan mengenai rasa percaya. Istilah harapan positif ini mengandaikan pengenalan dan keakraban dengan pihak lain. 2008). tindakan. adanya harapan pihak lain akan memberikan sumbangan yang positif (walaupun ada juga kemungkinan pihak lain memberikan sumbangan yang negatif). Kesediaan ini muncul karena adanya pemahaman individu tentang pihak lain yang didasarkan pada masa lalunya.25 Dalam penggunaan sistem informasi. atau keputusan bertindak msecara oportunistik (Robin. Gefen (2002) dalam Nazar dan Syahran (2008) mendefinisikan kepercayaan sebagai kesediaan untuk membuat dirinya peka kedalam tindakan yang diambil oleh pihak yang dipercaya yang didasarkan kepada keyakinan. kepercayaan terhadap sistem informasi itu sendiri sangatlah penting karena dengan adanya kepercayaan itu individu akan merasa yakin dalam melakukan pekerjaannya dan akan mendapat hasil yang maksimal. Afeksi .

Menurut pendapat Mink 1993 dalam Dalmy (2009) terdapat lima karakteristik karyawan yang mempunyai kinerja tinggi. Kinerja a. 1994. Aspek kognisi merupakan ekspresi nonverbal yang berupa keyakinan. Dalam hal ini kepercayaan adalah hal yang diperlukan individu pemakai sistem informasi agar ia merasa bahwa sistem informasi tersebut dapat meningkatkan kinerja individual dalam menjalankan kegiatan organisasi atau perusahaan. yaitu keyakinan yang berhubungan dengan manfaat suatu objek. 6. Gerek memusatkan pada suatu konsep keterpaduan dari kepercayaan dalam penggunaan rancang bangun komunikasi internet dimana kepercayaan diperlukan dalam konteks ini. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Mangkunegara (2005) dalam Ratih (2009) bahwa istilah kinerja berasal dari kata job performance atau prestasi sesungguhnya yang dicapai seseorang yaitu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. 2008). dalam Listyan. yaitu: . dan (2) keyakinan evaluasi. 2003). kinerja berasal dari kata prestasi kerja (performance). Model konsep kepercayaan lebih banyak dipakai dalam konteks komunikasi (Gerek.26 berkaitan dengan perasaan dan emosi (Partanto dan Yuwono. yaitu: (1) keyakinan yang berhubungan dengan atribut yang dimiliki oleh suatu objek. Kepercayaan dipertimbangkan sebagai sesuatu yang utama dapat disampaikan dengan aturan yang spesifik untuk komunikasi. Pengertian Kinerja Secara etimologi. Keyakinan pada dasarnya ada dua.

tanggung jawab yang diberikan oleh organisasi pada periode tertentu dan relatif dapat digunakan untuk mengukur prestasi kerja atau kinerja organisasi. karyawan mampu mengembangkan kemampuan spesifik kompetensi berprestasi dalam pilihan mereka. karyawan mempunyai piranti kerja yang didukung oleh suasana psikologis dan bekerja keras untuk mencapai tujuan. Kinerja dipengaruhi oleh tiga faktor. Kinerja karyawan merupakan suatu ukuran yang dapat digunakan untuk menetapkan perbandingan hasil pelaksanaan tugas. Kompetensi. b. 4. 5. Percaya diri. . Karyawan ingin lebih maju dan apa yang telah dicapainya saat ini. Faktor individual yang terdiri dari: kemampuan dan keahlian. sedangkan kinerja organisasi adalah gabungan dari kinerja individu dengan kinerja kelompok. dalam hal ini pengendalian diri karyawan harus mempunyai rasa displin diri yang sangat tinggi. Berorientasi pada prestasi. Pengendalian diri. 3. latar belakang. 2. Dimensi-Dimensi Kinerja Mangkunegara (2005) mengatakan bahwa kinerja dibedakan menjadi dua. Kinerja individu adalah hasil kerja karyawan baik dari segi kualitas maupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang telah ditentukan. karyawan harus mempunyai sikap mental yang positif yang mengarahkannya untuk bertindak dengan tingkat percaya diri yang tinggi. yaitu: a. dan demografi.27 1. yaitu kinerja individu dan kinerja organisasi. Persisten.

kepribadian. Oleh sebab itu data-data mengenai hasil tugas individu dari karyawan tersebut dapat diperoleh secara langsung melalui wawancara dengan atasan langsung. seperti laporan harian hasil kerja. dan sebagainya. seperti sopan santun. Penilaian diatas dilakukan oleh atasan atau pimpinan langsung dari karyawan. kepemimpinan. ramah. Faktor psikologis yang terdiri dari: persepsi. Perilaku (Behavior) Melihat adanya hubungan antara perilaku seorang karyawan terhadap hasil kerja yang diharapkan oleh perusahaan. b. umumnya berlangsung lama dan tetap sepanjang waktu. kemampuan karyawan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja. yaitu: a. penghargaan. c. dan motivasi. Ciri atau sifat (Traits) Ciri atau sifat yang dimiliki karyawan.28 b. sikap. Menurut Robbins (1996) dalam Duma (2004:9) terdapat tiga dimensi untuk mengetahui kinerja seseorang. Hal itu terutama dilihat ketika karyawan tersebut bekerja didalam suatu kelompok dan hasil kerja kelompok tersebut merupakan salah satu ukuran kinerja karyawan tersebut. . struktur dan job design. Faktor Organisasi yang terdiri dari: sumber daya. pembelajaran. c. Hasil tugas individu (Individual task outcomes) Menilai hasil tugas karyawan dapat dilakukan pada suatu badan usaha yang sudah menetapkan standar kinerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang dinilai berdasarkan periode waktu tertentu.

. Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian karyawan secara maksimum. seperti promosi. jasa. e. Menurut Mulyadi (2001) manfaat yang dapat diambil dari adanya pengukuran kinerja adalah: a. Dengan adanya pengukuran kinerja maka dapat diketahui secara tepat ada yang sedang dihadapi dan target apa yang harus dicapai. transfer dan pemberhentian. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dengan pengembangan karyawan dan menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan. Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan. c.29 c. Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan. b. Melalui pengukuran kinerja dapat disusun rencana. dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambil sehubungan dengan pencapaian tujuan karier yang diinginkan. Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai kinerja mereka. strategi. Manfaat Pengukuran Kinerja Menurut Larry D. d. ataupun suatu proses.Stout dalam Bastian (2001:329) yang dimaksud dengan pengukuran kinerja adalah proses mencatat dan mengukur pencapaian pelaksanaan kegiatan dalam arah pencapaian misi (mission accomplishment) melalui hasil-hasil yang ditampilkan berupa produk.

diri sendiri. Goodhue dan Thompson (1995) dalam Jumaili (2005) mengungkapkan bahwa kinerja yang dihasilkan akan kecocokan tugas teknologi berimplikasi pada efisiensi. Pada intinya. Sistem dengan task-technology fit yang lebih tinggi mengantarkan pada kinerja yang lebih baik karena memenuhi kebutuhan individu untuk melaksanakan dan menyelesaikan tugas yang dibebankan. efektivitas dan kualitas yang lebih tinggi terhadap pemanfaatan teknologi serta implikasi kinerja yang lebih baik pada sistem informasi. perusahaan harus yakin bahwa para personil benar-benar melakukan aktivitas yang benar dan dengan cara yang tepat pula. Menurut Kalbers dan Forgarty (1995) dalam Trisnaningsih (2007:8) mengemukakan bahwa kinerja auditor sebagai evaluasi terhadap pekerjaan yang dilakukan atasan. Kinerja Auditor Kinerja auditor merupakan tindakan atau pelaksanaan tugas pemeriksaan yang telah diselesaikan oleh auditor dalam kurun waktu tertentu. rekan kerja. Kinerja auditor dapat ditingkatkan atau dapat menjadi maju (improved) dan mencapai tingkat yang paling baik (excellent) dengan mengidentifikasi dan menganalisis aktivitas kerja. dan bawahan langsung. Kinerja akuntan khususnya auditor menggunakan sistem informasi pada saat mereka membutuhkan dan mengambil informasi serta .30 d.

auditor internal berperan penting dalam perusahaan untuk memeriksa sistem informasi akuntansi yang ada diperusahaan apakah sistem informasi akuntansi tersebut telah dijalankan sesuai dengan kebijakan perusahaan atau malah melenceng dari kebijakan perusahaan.31 menyiapkan laporan kepada manajemen dan laporan keuangan kepada pihak luar. Hubungan Sistem Informasi Akuntansi dengan Auditor Internal Sistem informasi akuntansi merupakan proses mengumpulkan. lalu menganalisis. Dalam hal ini. mengolah data transaksi. Pengenalan dan pemahaman komputer dalam dunia kerja menjadikan sistem informasi menjadi sangat penting terhadap profesi auditor. Para akuntan terutama auditor internal diasumsikan merancang sistem informasi pada saat mereka bekerja dengan menggunakan bagan akun. mengolongkan. Budiasih (2002) menjelaskan bahwa auditor dalam melaksanakan pekerjaannya sebenarnya melakukan pemeriksaan terhadap data yang telah diproses oleh manajemen. software maupun . dan dikomunikasikan hasilnya dalam bentuk laporan keuangan perusahaan. Karena auditor memeriksa data dan data yang diperiksa tidak hanya sekedar data. 7. akan tetapi data untuk memeriksa laporan keuangan juga harus diperiksa. sehingga terbentuk suatu rancangan sistem informasi yang berisikan segala bentuk laporan dan informasi tentang keadaan perusahaan yang pada akhirnya memudahkan stakeholder perusahaan untuk mengontrol perusahaannya. Sehingga pekerjaan seorang auditor memerlukan keahlian khusus baik di bidang hardware.

Auditing Around The Computer Audit terhadap suatu penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer tanpa menggunakan kemampuan dan peralatan itu sendiri. Tujuan audit dengan pendekatan ini adalah memeriksa kebenaran software aplikasi yang digunakan.32 brainware yang merupakan perangkat keras ataupun lunak dari komputer. Ada tiga pendekatan utama terhadap auditing berdasarkan komputer. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa jika sistem pemrosesan ternyata mengandung . Auditing Trough The Computer Audit terhadap suatu penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer dengan menggunakan fasilitas komputer yang sama dengan yang digunakan dalam pemrosesan data. Kebenaran ini dapat berupa kebenaran perhitungan dan memastikan keandalan kendalikendali aplikasi yang terdapat pada program aplikasi. Audit terjadi sebelum dilakukan pemeriksaan secara langsung terhadap data ataupun program yang ada di dalam itu sendiri. Pendekatan ini memfokuskan pada input dan output. maka operasi pemrosesan transaksi dianggap benar. yaitu : 1. sehingga yang digunakan auditor jika dalam memeriksa output menunjukkan hasil yang benar dari seperangkat input pada sistem pemrosesan. 2. sehingga tidak perlu memperhatikan pemrosesan komputer karena pada prinsipnya input yang benar akan menghasilkan output yang benar. Pendekatan ini dapat menggunakan perangkat lunak dalam bentuk Specialized Audit Software (SAS) dan Generalized Audit Software (GAS).

Selain itu Listyan (2008) meneliti mengenai pengaruh teknologi sistem informasi baru dan kepercayaan terhadap teknologi sistem informasi baru dalam kinerja individual. yang akan membantu auditor dalam mengumpulkan dan mengevaluasi data yang sebagian besar data berupa elektronik. Dengan pendekatan ini audit memfokuskan secara langsung pada tahap pemrosesan. 3. dalam penelitiannya mengenai kepercayaan terhadap teknologi sistem informasi baru dalam evaluasi kinerja individual menyimpulkan bahwa kepercayaan terhadap sistem informasi baru dan teknologi sistem informasi baru terhadap peningkatan kinerja individu menunjukkan hasil yang positif. maka kesalahan dan penyimpangan tidak mungkin luput dari pendeteksian. Salah satu software ini adalah teknik audit berbantuan komputer (Computer Assisted Techniques / CAATS). 8. pengeditan dan pemrograman.33 pengendalian yang memadai. Jenis audit ini menggunakan software audit. Auditing With The Computer Audit terhadap suatu penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer dengan menggunakan komputer yang telah dilengkapi dengan software yang dapat membantu auditor untuk menghasilkan output yang digunakan dalam proses audit. akibatnya keluaran secara layak dapat diterima sebagai andal. Penelitian Terdahulu Penelitian yang membahas tentang pengaruh efektivitas penggunaan dan kepercayaan teknologi sistem informasi akuntansi terhadap kinerja auditor internal diantaranya adalah Jumaili (2005). Dalam penelitian Listyan (2008) menunjukkan .

Penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh efektivitas penggunaan dan kepercayaan teknologi sistem informasi akuntansi terhadap kinerja individual.34 bahwa teknologi sistem informasi baru dan kepercayaan terhadap teknologi sistem informasi baru berpengaruh terhadap kinerja individual. Sampel terdiri dari auditor internal. Dalam hasil penelitiannya. Dalam hasil penelitiannya. Penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh efektivitas penggunaan dan kepercayaan teknologi sistem informasi akuntansi terhadap kinerja individual. efektivitas penggunaan dan kepercayaan teknologi sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap kinerja individual.2 Perbandingan Penelitian Terdahulu dan Sekarang Perbandingan Objek dan sampel Penelitian Terdahulu Maria (2008) penelitian 13 pasar swalayan diwilayah kota Denpasar. efektivitas penggunaan dan kepercayaan teknologi sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap kinerja individual Sedangkan penelitian yang hampir sama mengenai efektivitas penggunaan dan kepercayaan teknologi sistem informasi akuntansi dilakukan oleh Maria (2008). . Sedangkan penelitian yang hampir sama mengenai efektivitas penggunaan dan kepercayaan teknologi sistem informasi akuntansi dilakukan oleh Maria (2008). Sampel terdiri dari 78 responden pengguna teknologi sistem informasi. Penelitian Sekarang (2010) Perusahaan swasta atau perusahaan pemerintah yang memiliki auditor internal dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Tabel 2.

Irwansyah (2003) dalam Jumaili (2005) menggunakan model TPC (Technology to Performance Chain) yang dikembangkan oleh Goodhue yang mencoba keberhasilan teknologi sistem informasi yang diimplementasikan dalam organisasi atau perusahaan dengan menggunakan evaluasi pemakai. kemudahan sistem itu bagi para pemakainya. Hubungan Antara Efektifitas Penggunaan Teknologi Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kinerja Auditor Internal. Keberhasilan sistem informasi suatu perusahaan tergantung bagaimana sistem tersebut dijalankan. Penggunaan teknologi informasi dalam menunjang sistem informasi memberikan pengaruh terhadap hampir semua aspek dalam pengelolaan bisnis. Jika teknologi informasi yang tersedia cocok dengan tugas yang harus diselesaikan dan kemampuan individu pemakai.35 Variabel independen Variabel dependen Metode Analisa a) Efektivitas penggunaan teknologi sistem informasi akuntansi b) Kepercayaan akan teknologi sistem informasi akuntansi Kinerja Individual Regresi Linear Berganda a) Efektivitas penggunaan teknologi sistem informasi akuntansi b) Kepercayaan akan teknologi sistem informasi akuntansi Kinerja Auditor Internal Regresi Linear Berganda 9. dan pemanfaatan teknologi yang digunakan. Model tersebut digunakan untuk menganalisa hubungan evaluasi pemakai dari kecocokan tugas dan teknologi terhadap kinerja. maka pemakai akan memanfaatkan teknologi sistem informasi dalam menjalankan tugas yang dibebankannya. Hal ini akan berpengaruh pada . Hubungan Antar Variabel a.

Hubungan Efektivitas Penggunaan dan Kepercayaan atas Teknologi Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kinerja Auditor Internal Jumaili (2005) melanjutkan penelitian yang telah dilakukan oleh Irwansyah (2003) dengan menambahkan variabel kepercayaan yang . Mengetahui tren bahwa perkembangan teknologi dalam sistem informasi akuntansi akan membantu manajemen dalam penyusunan strategi untuk bersaing. Melihat akan hal itu. Dengan melihat keadaan ini. Kegunaan sistem informasi baru di perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi. maka perusahaan atau organisasi tanpa ragu untuk menanamkan investasi pada pengaplikasian teknologi informasi. Seperti dalam urusan keuangan sampai dengan urusan paperworks (manajemen dokumentasi).36 pencapaian kinerja individual yang diharapkan. Kepercayaan individu dalam sebuah organisasi kepada teknologi informasi akan memudahkan tugas maupun pekerjaannya. jelas terlihat bahwa kebutuhan baru akan sistem informasi bagi perusahaan atau organisasi. c. tetapi juga untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif. yaitu teknologi yang mampu adaptif terhadap perubahan sehingga hal itu akan menambah kepercayaan individu pengguna teknologi informasi. semakin baik teknologi yang diterapkan maka pencapaian kinerja individual akan semakin tinggi. Hubungan Kepercayaan atas Teknologi Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kinerja Auditor Internal Perkembangan teknologi yang begitu cepat telah membawa dunia memasuki era baru yang lebih cepat dari yang pernah dibayangkan sebelumnya. b.

37 didasarkan pada karakteristik teknologi dan kinerja individual dengan teknologi sistem informasi baru yang diterapkan dan digunakan oleh pemakai sistem tersebut. Hasil yang diperoleh Jumaili (2005) melalui model teknis analisis analisa regresi sederhana mendukung hasil penelitian-penelitian sebelumnya bahwa penggunaan teknologi sistem informasi baru akan meningkatkan kinerja individu. Keberhasilan sistem informasi suatu perusahaan tergantung bagaimana sistem itu dijalankan. Konstruk evaluasi pemakai diri sendiri merupakan suatu konstruk yang sangat luas dan evaluasi pemakai merupakan suatu evaluasi atau pengukuran tentang sikap dan kepercayaan individu terhadap sesuatu. ] Goodhue dalam Jumaili (2005) mengemukakan bahwa kepercayaan terhadap teknologi sistem informasi dalam mengevaluasi kinerja individual diperlukan oleh manajemen untuk memastikan bahwa sistem informasi yang berbasis komputer tersebut dapat digunakan untuk mengendalikan kinerja bawahan. kemudahan sistem itu bagi para pemakainya dan pemanfaatan teknologi yang digunakan. Goodhue mengajukan konstruk hubungan kecocokan tugas teknologi untuk dijadikan sebagai acuan evaluasi pemakai dalam sistem informasi. baik barang maupun jasa. Evaluasi pemakai atas kecocokan tugas teknologi menjadi penting artinya berkaitan dengan pencapaian . Dalam model ini dinyatakan bahwa pemakai akan memberikan nilai evaluasi yang tinggi (positif) tidak hanya dikarenakan oleh karakteristik sistem yang melekat. tetapi lebih kepada sejauh mana sistem tersebut dipercaya dapat memenuhi kebutuhan tugas mereka dan sesuai dengan kebutuhan tugas mereka.

Perkembangan sistem informasi akuntansi memberikan dampak pada proses audit. Adapun kerangka pemikiran dari penelitian ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Efektivitas Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi (x1) Kepercayaan Atas Teknologi Sistem Informasi Akuntansi (X2) Kinerja Auditor internal (Y) . Goodhue menemukan kecocokan tugas teknologi akan mengarahkan individu untuk mencapai kinerja yang lebih baik. Sehingga penelitian ini dimaksudkan untuk meneliti bagaimanakah pengaruh penggunaan dan kepercayaan teknologi sistem informasi akuntansi terhadap kinerja auditor internal.38 kinerja individual yang tinggi. Salah satu faktor tersebut yaitu kemampuan auditor internal dalam pengggunaan sistem informasi akuntansi dalam menjalankan tugasnya serta kepercayaan akan teknologi sistem informasi akuntansi tersebut. KERANGKA KONSEPTUAL Kinerja auditor internal dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. B.

. Hipotesis Berdasarkan pada kerangka konseptual diatas dan bertitik tolak dari permasalahan yang diajukan dan tujuan penelitian serta kajian teori mengenai penelitian diatas. H2 : Kepercayaan akan teknologi sistem informasi secara signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja kinerja auditor internal di lembaga perbankan dikota padang.39 C. H3 : Efektivitas dan kepercayaan akan teknologi sistem informasi secara signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja auditor internal di lembaga perbankan dikota padang. maka hipotesis yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah : H1 : Efektivitas penggunaan teknologi sistem informasi secara signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja auditor internal di lembaga perbankan dikota padang.

Sampel adalah wakil populasi dan sebagian jumlah dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Irawan. 1999:72). . Jenis Penelitian Berdasarkan karakteristik masalah yang diteliti. yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh auditor internal. Penelitian ini menguji sejauh mana ”Pengaruh Efektivitas Penggunaan Dan Kepercayaan Atas Teknologi Sistem Informasi Akuntasi Terhadap Kinerja Auditor Internal’’ di lembaga perbankan yang ada dikota Padang. sebab menurut Arikunto (2004:120) jika jumlah populasi dibawah 100 orang. Populasi dan Sampel Populasi adalah keseluruhan elemen yang akan dijelaskan oleh seorang peneliti dalam penelitiannya (Irawan. Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah seluruh auditor internal di lembaga perbankan di kota Padang. maka keseluruhan populasi akan dijadikan sampel. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non-probabilistik atau non acak dengan teknik total sampling yaitu metode pemilihan sampel yang diaplikasikan pada seluruh anggota populasi. 1999:73). B.40 BAB III METODE PENELITIAN A. maka penelitian yang dilakukan merupakan penelitian empirisdimana peneliti terlibat langsung didalamnya.

Pengamatan akan dapat mendeteksikan ataupun menerangkan variabel dalam variabel terikat beserta perubahannya yang terjadi kemudian.41 C. D. E. Variabel Dependen Variabel dependen (variabel terikat) adalah variabel yang menjadi perhatian utama dalam sebuah pengamatan. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Efektivitas dan Kepercayaan. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer. Variabel Penelitian Variabel-variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Jenis Data dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data subjek yaitu jenis data penelitian yang berupa opini. . Reseponden meliputi keseluruhan auditor internal yang ada di lembaga perbankan. Data primer adalah data penelitian yang diperoleh secara langsung berdasarkan kuesioner. Kuisioner diberikan langsung kepada auditor intern dan begitu pula halnya dengan pengembaliannya. Data untuk penelitian ini dikimpulkan cara memberikan atau menyebarkan kuisioner kepada auditor intern pada lembaga perbankan yang ada dikota padang. pengalaman. Teknik Pengumpulan Data. atau karekteristik dari seseorang atau sekelompok orang yang menjadi responden.

Variabel Independen Variabel independen (variabel bebas) adalah variabel yang dapat mempengaruhi perubahan dalam variabel dependen dan mempunyai pengaruh positif ataupun negatif bagi variabel dependen nantinya. 2005:88). Untuk variabel Kepercayaan Atas Teknologi Sistem Informasi Akuntansi mengacu pada item – item Jumaili. Alternatif Jawaban Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Kurang Setuju(KS) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (TS) Variabel Efektivitas Sifat Pernyataan Positif Negatif 5 1 4 2 3 3 2 4 1 5 Penggunaan Teknologi Sistem Informasi Akuntansi mengacu kepada item-item Ratih. Skala ini meminta responden menunjukkan tingkat persetujuannya terhadap serangkaian pernyataan tentang suatu objek (likert. dalam istijanto. Instrumen Penelitian Alat Pengumpulan data yang digunkan yaitu angket dan kuisioner yang disebarluaskan kepada responden. F.42 2. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Kinerja Auditor Intern. Sedangkan variabel Kinerja auditor internal mengacu pada item – item yang dikembangkan oleh Mink Adapun kisi – kisi instrumennya sebagai berikut: . Kuisioner tersebut diukur dengan menggunkan skala likert dengan skor 1 sampai 5.

Mudah dalam informasi akuntansi memberikan penilaian 3. Mendapatkan pelatihan dalam menggunakan teknologi sistem informasi akuntansi 4. Kara kteristik kepercayaan terhadap teknologi sistem informasi akuntansi Peningkatan kinerja individual Kewenangan dalam mengakses data Skala Likert 1-5 2. Berkeingi nan untuk lebih maju dari yang telah dicapai sekarang 2. Kemajuan dalam pengembangan sistem 1. Memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi sistem 4. enangan dalam menggunakan teknologi sistem infoormasi akuntansi c. Ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas 3. faat teknologi sistem informasi b.1 Kisi-kisi Instrumen Penelitian No 1 Variabel Sub Variabel Indikator Efektivitas Penggunaan Teknologi Sistem Informasi Akuntansi (X1) Sumber : Ratih (2009) Kemudahan 1. Memiliki kemampuan bahasa asing Skala Pengukuran Skala Likert 1-5 2 Kepercayaan Atas Teknologi Sistem Informasi Akuntansi (X2) Sumber: Jumaili (2005) a. Kew 1. Berusaha keras untuk mencapai target yang telah Skala Likert 1-5 3 Kinerja auditor internal (Y) Sumber: Mink (1993) daloam a. Mudah dalam penggunaan mengoperasikan teknologi sistem 2.43 Tabel 3. Man 1. Bero rientasi pada prestasi .

isten Disi Ko Pers ditetapkan 3. Jika r0 > r tabel : intrumen dikatakan valid Jika r0 < r tabel : intrumen dikatakan tidak valid . Profesiona lisme tinggi 7. Uji validitas ini dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer melalui program SPSS (Statiscal Product Service Solution) versi 15.00 untuk n = 30.44 Dalmy (2009) b. Mematuhi aturan yang berlaku diperusahaan 6. plin d. α = 0. p mental Sika c. Ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas 5. maka dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Adanya dampak positif terhadap psikologis Penggunaan setelah menggunakan computer 4. Pengujian Kualitas Data Sebelum menggunakan instrumen terlebih dahulu dilakukan uji coba untuk mendapatkan butir pernyataan yang valid dan handal. Lingkunga n kerja yang memadai G. mpeten e. 1. Afanya piranti kerja yang memadai 9.361 dengan Kriteria. Sertufikasi 8.005 sehingga rtabel = 0. Uji Validitas Uji Validitas untuk mengetahui sejauh mana validitas data yang didapat dari penyebaran kuisioner.

0 2  k   ∑ Si   k − 1 1 − Si 2       r 11 = dimana : r11= Koefisien reliabilitas k = banyaknya jumlah item . kestabilan atau konsistensi alat tersebut dalam mengungkapkan gejala tertentu atas sekelompok individu walaupun dilakukan dalam waktu yang berbeda Untuk Mengetahui reliabilitas atau kendala instrumen digunakan rumus alpha Cronbach yaitu dengan menggunakan bantuan komputer melalui program SPSS versi 15. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui apakah alat pengumpul data pada dasarnya menunjukkan tingkat ketepatan. 2001:19) dimana : rxy = Koefisien Korelasi n = jumlah responden x = Variabel bebas y = variabel terikat 2.45 Untuk mengetahui validitas instrumen juga dapat digunakan rumus koefisien korelasi sederhana sebagai berikut : rxy = ( ∑ y )( ∑ x ) {n ∑ x − ( ∑ x ) } { n ∑ y − ( ∑ y ) } 2 2 2 2 n ( ∑ xy ) − (Saifuddin. keakuratan.

2004:66). Uji Multikolinearitas Sebelum dilakukan analisis data dengan menggunakan regresi berganda maka dilakukan uji multikolinearitas. dengan melihat nilai signifikansi pada 0. b. H.46 = Jumlah Varians Skor item ∑ Si 2 Si2 = varians skor total Kriteria keputusan adalah sebagai berikut : a.05 maka data berdistribusi normal (Idris. Uji Asumsi Klasik a. Analisis ini dapat dilakukan dengan menggunakan SPSS Versi 12. r tabel mengacu tabel r untuk uji satu arah.05. b. untuk melihat apakah dalam regresi .0. Alpha < Standardized item alpha = reliabel Alpha > Standardized item alpha = tidak reliabel Atau alpha rtable = reliabel dan alpha rtable = tidak reliabel maksudnya jika rtt ≥ rtabel berati reliabel. sebaliknya jika rtt < rtabel berarti tidak reliabel. Data yang baik adalah data yang pola distribusinya normal (tidak menceng ke kiri dan ke kanan). Uji normalitas dapat dilakukan dengan metode kolmogorov smirnov. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal. Jika nilai signifikansi yang dihasilkan > 0. Multikolinearitas adalah kejadian yang menginformasikan terjadinya hubungan antara varaibelvariabel bebas (X) yang berarti.

Untuk mendeteksi adanya heterokedastisitas dapat menggunakan metode grafik. dengan ketentuan sebagai berikut: a. sehingga seakan-akan sekelompok data yang mempunyai error yang berbeda-beda. Model yang baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas. 2000:206) menyatakan bahwa deteksi adanya multikolinearitas dapat dilihat dari besaran VIF dan tolerance. I.47 ditemukan adanya korelasi diantara variabel bebas.1 dan VIP > 5. Menurut (Singgih.1 dan VIF < 5. Seperti yang telah dijabarkan di atas bahwa heterokedastisitas bila variansnya berbeda. Jika nilai tolerance>0. Analisis Deskriptif Verifikasi Data . Jika varians dari suatu pengamatan ke pengamatan lain disebut homogenitas dan jika berbeda disebut heterokedastisitas. Prinsip ini adalah memeriksa pola residual terhadap taksiran Y. Uji Heterokedastisitas Untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual atas suatu pengamatan ke pengamatan lain. tidak terjadi multikolinearitas c. bila diplotkan dengan nilai Y akan membentuk suatu pola. a. Pola yang terbentuk tersebut menunjukkan adanya heterokedastisitas. Teknik Analisis Data Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. terjadi multikolinearitas. b. Jika nilai tolerance < 0.

maka dapat dihitung dengan menggunakan rumus: TCR = RS x100 n xi = ∑ h= 1 n n 4) . 1) Menghitung nilai jawaban Menghitung frekuensi dari jawaban yang diberikan responden atas setiap item pertanyaan yang diajukan. 2) rumus: 5S + 4SR + 3P + 2 KD + 1TP 15 Menghitung rata-rata skor total item dengan menggunakan Dimana: S Pernah SR 3) = Selalu = Sering P = Pernah K = Kadang-kadang TP = Tidak Menghitung nilai rerata jawaban responden dengan menggunakan rumus: Mean Dimana: Xi n = Skor Total = Jumlah Responden Menghitung nilai TCR masing-masing kategori jawaban dari deskriptif variabel. b.48 Verifikasi data yaitu memeriksa kembali kuesioner yang telah diisi oleh responden untuk memastikan apakah semua pertanyaan sudah dijawab lengkap oleh responden.

(c) Interval jawaban responden <56% kategori jawaban kurang baik. (b) Interval jawaban responden 56-75% kategori jawaban cukup baik. Persamaan regresi yang digunakan adalah : Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e Dimana: Y = Efektivitas Pelaksanaan Standar Pengendalian Mutu X1 = Manajemen Kepegawaian X2 = Pemantauan Praktik (peer review) a = Konstanta b1. 2. Metode Analisis Data Analisis data menggunakan regresi berganda (multiple regression) untuk menguji pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen. b2.49 Dimana: TCR Rs n = Tingkat Capaian Responden = Rata-rata skor jawaban responden = Nilai skor jawaban Nilai persentase dimasukkan ke dalam kriteria sebagai berikut: (a) Interval jawaban responden 76-100% kategori jawaban baik. b3 = Koefisien regresi e = Error atau variabel gangguan .

Uji t (t-test) Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat. Uji F (F-test) Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Statistik t dihitung dari formula sebagai berikut: tk = bk S bk (Agus.05. maka H0 diterima b. maka H0 diterima Dengan tingkat kepercayaan (α) untuk pengujian hipotesis (α) = 0.. maka H0 ditolak Jika thitung < ttabel. Nilai F statistik F dihitung dari formula sebagai berikut: R2 / k F= (1 − R 2 ) /(n − k − 1) Jika Fhitung > Ftabel. maka H0 ditolak Jika Fhitung < Ftabel.] . Uji Hipotesis a. 2004:204) (Agus.123..50 J.k (∑ x 2 k ) − (1 − Ri ) 2 Jika thitung > ttabel. 2004:207) Dimana: bk adalah koefisien regresi ke k S bk = S y .

.N. Salemba Empat. 2005. “Modern Auditing”. “Sistem Informasi Akuntansi”.Indeks. Yogyakarta. Solo. dan Kell. Edisi Kedelapan. Johnson. Skripsi Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara.51 DAFTAR PUSTAKA Bastian. 2001. Erlangga. and S. 2002. George H. Jogiyanto. 2005. Penerbit Andi. W.C.G. Jumaili. Yogyakarta. Motivasi Terhadap Kinerja Auditor dan Reward Sebagai Variabel Moderating Pada Inspektorat Provinsi jambi”. 2006. Jilid 1. PT. Jakarta.Hopwood William. Budiasih. 2003. Bodnar. Jilid 1. Dalmy. James A. Jakarta. Komitmen. Hall. “Sistem Teknologi Informasi”. “Dampak Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Sistem Informasi Akuntansi”. Medan. Salman “Kepercayaan Terhadap Teknologi Sistem Informasi Baru Dalam Evaluasi Kinerja Individual”. Buku Satu. BPFE. ”Sistem Informasi Akuntansi”. Jakarta. Edisi Ketujuh. Darlisman ”Pengaruh SDM. 2002. R. No 3. Simposium Nasional Akuntansi VIII. 2009. Jilid 7. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Indra ”Akuntansi Sektor Publik”. W. Boynton.

Universitas Udayana. Raymond. 2. “Kepercayaan Terhadap Teknologi Sistem Informasi Baru Dalam Evaluasi Kinerja Individual”. 2006 Romney. No. 2008. 2008 . Alfonsus Sirait dan Helda Gunawan. “Prinsip-Prinsip Akuntansi”. Sari. James m. Marshall. 2008. Hal:127-137 November 2000 Mc Leod. Jakarta. Maharsi. Doni Listyan. Salemba Empat. Edisi Kesembilan. Cetakan Kesatu. 2008. Edisi 10. Edisi Indonesia. “Sistem Informasi Akuntansi”. Pontianak. Salemba Empat. 2008. Ratna “Pengaruh Efektivitas Penggunaan dan Kepercayaan Terhadap Teknologi Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Individual Pada Pasar Swalayan Di Kota Denpasar”. Salemba Empat. Salemba Empat. Philip E Fees. 2. Sri. Edisi keenam. 2001 Nazar. Rafki dan Syahran. Jilid 1. Keamanan Kepercayaan. “Pengaruh Privasi. Jakarta. Kenneth.C dan Jane. Jakarta. M. Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol. “Sistem Informasi Manajemen”. Skripsi S1 program Akuntansi Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.52 Laudon. Erlangga.“Pengaruh Perkembangan Teknologi InformasiTerhadap Bidang Akuntansi Manajemen”. Jakarta. Edisi ke-19. 2006. Mulyadi dan Kanaka Puradiredja. Jakarta. Reeve. Simposium Nasional Akuntansi XI. Carl S Warren. “Auditing”. Rollin C. P Laudon. Buletin Studi Ekonomi. Maria M. “Sistem Informasi Manajemen”. Niswonger.B dan Paul John Steinbart. dan Pengalaman Terhadap Niat Untuk Bertransaksi Secara Online”.

Trisnaningsih. Sri “Independensi Auditor dan Komitmen Organisasi Sebagai Mediasi Pengaruh Pemahaman Good Governance. 2009.53 Sawyer B.dan Scheiner H. Kanisius. Jakarta. Suwardjono. Lawrence. Makassar. Yogyakarta. Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Auditor”. Yogyakarta. 2005. James. Ratih “Analisis Technology Acceptance Model (TAM) Terhadap Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Nasabah Terhadap Layanan Internet Banking (Studi Empiris Terhadap Nasabah Bank Di Depok)”. Sudarsono. 2003. Tata “Sistem Informasi Akuntansi”. Oktober. BPFE. Skripsi S1 Program Akuntansi Universitas Gunadarma. 2005. Jakarta. Simposium Nasional Akuntansi X. 2006. KOMMIT2004.” SNA VI. Yogyakarta. 2004. Suryaningrum. Dittenhofer A. Depok. Wijayanti.. Buku 1. Edisi 1. . Hiro “Standar Profesional Audit Internal”. “Internal Auditing”. Mortimer. Salemba Empat. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jenis Evaluasi Teknologi Informasi Dalam Aktivitas Auditor Internal”. “The Relationship between User Participation and System Succes: Study of Three Contingeny Factors on BUMN In Indonesia. Penerbit Andi. Subari. Diah Hari. 2004. “Akuntansi Pengantar”. Dharma Tintri E. 2007. Tugiman.

54 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.