Cara Menerbitkan Buku (wow, nggak nyangka artikel ini banyak yang ngeakses euy..

soalnya emang di search google muncul di halaman pertama.. yah mudah-mudahan bisa bermanfaat.) Banyak di antara kita yang sangat gemar menulis. Banyak yang sebenarnya ingin mempublikasikan karyanya kepada umum. Tentu dengan cara menerbitkan buku tersebut. Namun sayangnya banyak yang kurang memahami bagaimana langkah-langkah untuk menerbitkan buku. Hal-hal apa saja yang harus diketahui jika seseorang ingin menerbitkan buku? Kami mencoba membeberkan hal-hal yang perlu diketahui untuk menerbitkan buku. Ini dia …! A. Langkah Awal Jika kita memiliki buku yang sudah siap diterbitkan tentunya kita harus mengetahui langkahlangkah apa saja yang harus dilakukan untuk menerbitkan buku tersebut. Secara garis besar ada dua alternatif untuk menerbitkan buku. 1. Menyerahkan naskah kita ke penerbit. Jadi, buku kita akan diterbitkan oleh mereka. 2. Menerbitkan sendiri (self publishing). Kelebihannya, seseorang bisa bebas menerbitkan apa saja. Kelemahannya, soal-soal lain terkait dengan penerbitan buku seperti pemasaran, promosi, administrasi, cetak-ulang jika laku, dll. menjadi tidak terkendalikan.Terbit perdana biasanya (untuk ukuran normal) 3.000 eksemplar. Cara menjual dan memasarkannya jelas perlu bantuan orang lain, tidak bisa dilakukan sendiri. Terkait dengan penjualan, kita harus berhubungan dengan distributor, agen, kemudian toko-toko buku. Terkait dengan pemasaran, kita harus berhubungan dengan pameran buku dan sarana-sarana promosi B. Mengirim Naskah Ke Penerbit Tampaknya mengirim naskah ke penerbit memang lebih mudah dilakukan. Umumnya hampir semua penulis menempuh jalur ini. Dengan mengirimkan naskah kita ke penerbit seluruh biaya produksi akan ditanggung sepenuhnya oleh penerbit. Kita tidak perlu memikirkan biaya percetakan, distribusi, promosi, dan sebagainya. Yang harus kita lakukan hanyalah meyakinkan penerbit bahwa buku kita layak untuk diterbitkan. Untuk mengirim naskah ke penerbit tentunya kita harus menghubungi penerbit terlebih dahulu. Yang pertama kita lakukan adalah mencari alamat penerbit. Jika kita ingin menerbitkan novel remaja atau teenlit belilah buku dari berbagai penerbit seperti Gramedia, Gagasmedia, Puspa Swara dan sebagainya. Di dalam buku tersebut pasti ada alamat penerbitnya. Kita bisa mencatat nomor teleponnya kemudian menghubungi penerbit tersebut. Atau jika kita malas menghubungi penerbit kita bisa coba melalui email. Biasanya penerbit sekarang punya email. Kalau alamat email tak ada di buku yang mereka terbitkan coba cari tahu. Agar email mendapat jawaban dari orang yang tepat, sebaiknya gunakanlah email pribadi dari si editor, bukan email umum yang dibaca oleh entah siapa. Misal email pribadi editor Mizan Learning Centre, Hernowo adalah hernowo@mizanlc.com Carilah alamat email pribadi si editor, sapalah ia dengan bahasa sopan dan personal. Insya Allah ia dengan senang hati akan menjawab pertanyaan kita. C.Mengetahui Karakter Penerbit Hal yang tak boleh dilupakan jika kita mengirim naskah ke penerbit adalah mempelajari karakter penerbit tersebut. Hal ini sangat penting diketahui karena setiap penerbit memiliki karakter yang berbeda-beda. Walaupun Gagasmedia dan Gramedia sama-sama menerbitkan teenlit, pasti ada karakter yang berbeda pada buku-buku terbitan mereka. Sebagai contoh MQS Publishing menginginkan buku-buku terbitan mereka tidak bertentangan dengan keislaman, gagasan orisinal dan menarik atau bentuk lain gagasan yang lebih inovatif, ditulis dengan bahasa yang gamblang atau mudah dicerna serta dinalar dan terutama marketable.(www.pembelajar.com) Nah, sudah jelas kan setiap penerbit memiliki selera yang berbeda-beda. Jika kita mengirim buku bergaya metropolis dan hedonis ke MQS tentu akan ditolak mentah-mentah tapi mungkin berbeda jika kita mengirimkannya kepada penerbit lain. Untuk itulah sebelum mengirim naskah kepada suatu penerbit, kita harus mengetahui terlebih dahulu karakter dari penerbit tersebut. Tujuannya jelas, agar naskah kita terkirim kepada penerbit yang tepat. Jika naskah kita ditolak alasannya tentu bukan karena naskah yang tidak sesuai dengan selera serta misi dan visi penerbit. Jika memang ini alasannya kita tidak perlu sedih dan kecewa.

terutama yang kontroversial model Da Vinci Code atau novel yang mengisahkan "kelainan" (seperti 24 Wajah Billy). beberapa penulis novel remaja (serial "teenlit"). Cara yang paling ampuh tentu saja dengan membaca buku-buku yang mereka terbitkan.tidak mudah. Bagaimana dengan peluang penulis pemula? Apakah penerbit lebih menyukai tulisan yang pemula atau yang lebih ternama? Sebagai gambaran. Sebenarnya penulis pemula boleh saja menerbitkan buku nonfiksi karena memang tidak ada larangan dalam berkarya. EYD.Editorial (kualitas naskah dari segi bahasa. Naskah novel secara utuh. Alasan lain karena naskah tersebut ditulis dengan cara yang tidak tertata sehingga membutuhkan pengolahan di redaksi yang sangat sulit.Peluang potensi pasar = 50 % . Jadi. D. ada juga yang memang menerbitkan sebuah karya yang lain daripada yang lain. Tapi sebelum kita mengirimkan naskah kita harus tahu kelengkapan apa saja yang harus kita kirim pada penerbit. . Ada pengarang yang sebelumnya tak dikenal yang melejit gara-gara punya komunitas. Biasanya buku-buku yang diterbitkan oleh penulis pemula adalah buku-buku fiksi. tiba-tiba bukunya sangat laku.Karena masih banyak penerbit lain yang memiliki selera serta visi dan misi yang sama dengan kita. Agak sulit meramal tren untuk masa sekarang karena perubahan begitu sangat cepat. Secara umum. E. Jadi. Kalau kita amati tahun 2006. Buku agama juga masih memiliki pasar. Sebuah penerbit yang jeli dalam melihat potensi pasar dapat menghasilkan buku yang kita kenal dengan sebutan best seller. berikut adalah kebijakan yang diterapkan oleh penerbit Andi Publisher. Hanya biasanya mereka mempertimbangkan laku-tidaknya. Bagaimana mengetahui selera penerbit? Ada banyak caranya. temanya tidak diminati pasar. terutama yang terkait dengan terapi. Jangan Jadi Orang Gajian Seumur Hidup. atau penyibakan misteri. Lantas. penerbit dalam menerbitkan naskahnya sangat melihat potensi pasar atau tren yang sedang berkembang. Kelengkapan Naskah Setelah kita tahu akan mengirim naskah ke penerbit mana langkah selanjutnya tentu saja mengirimkan naskah tersebut. Misalnya. Sebenarnya apa kriteria buku dikatakan best seller? Mengapa saat ini banyak penerbit yang mengklaim bukunya sebagai best seller? Hal ini sangat wajar karena menurut kesepakatan buku yang terjual 7000 eksemplar sebelum setahun sudah bisa dikatakan sebagai best seller. buku model Detik-Detik Menentukan karya Pak Habibie juga masih akan laku jika seorang tokoh atau siapa saja bisa menguak hal-hal yang membuat orang penasaran. Pada tahun 2005. jangan hanya mengirim bab 1 atau daftar isinya saja. Saat ini banyak penulis pemula yang tak dikenal melejit gara-gara bukunya dikemas dengan judul yang unik dan menarik perhatian orang. Dari sana biasanya kita akan mendapat gambaran yang memadai. Atau kita bisa juga bertanya kepada penulis atau siapa saja yang sudah mengenal karakter penerbit. Masalah tren ini memang sangat cepat berubah. Saat ini ada banyak milis penulisan yang dapat digunakan untuk mencari informasi seperti ini. dst) = 10 % . novel masih mendominasi. Karena menulis buku –baik fiksi maupun nonfiksi. Untuk Naskah Novel. Hal ini sangat wajar karena buku fiksi lebih mudah dijual dan pasarnya lebih besar daripada nonfiksi. tentu. Yogyakarta: . Bisa saja karena tidak sesuai dengan visi dan misi mereka. kemukjizatan. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya jika naskah kita ditolak di suatu penerbit bukan berarti tulisan kita jelek.Reputasi penulis = 10% Jadi jelas suatu penerbit akan menolak atau menerbitkan suatu naskah bergantung pada menarik tidaknya naskah itu. Melihat Potensi Pasar Setiap penerbit tentunya memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap buku yang akan mereka terbitkan.Keilmuan (khususnya untuk naskah nonfiksi) = 30 % . sebuah naskah ditolak karena naskah tersebut diprediksi tidak laku. yang harus dikirim adalah: 1.

Masalah desain dan lain sebagainya akan ditangani oleh penerbit. Segmentasi naskah cukup diuraikan dalam kalimat singkat. Memang ini tidak wajib. lebih baik mengirim lewat pos karena memudahkan penerbit untuk menilainya meski cukup merepotkan penulis. Surat pengantar. ceritakan apa keunggulan buku kita dibanding buku-buku tersebut. Perlu diketahui. Bagaimana dengan buku komik? Ada penulis yang bisa menggambar.jika buku kita punya tema yang mirip dengan buku-buku lain yang sudah terbit. Namun. para tokohnya adalah anak SMA dan mahasiswa. Berapa lama naskah kita akan diterbitkan? Bergantung konteksnya.apa keunggulan utama dari buku ini. Pada naskah nonfiksi cukup penting bagi kita untuk menyertakan sebuah halaman yang berisi: . Ada juga buku yang membentuk opini atau lingkungan sehingga bisa diterbitkan kapan pun. Sinopsis cerita. Ini digunakan untuk membantu ilustrator dalam membuat gambar-gambar dalam novel kita.tujuan penulisan buku tersebut . Ini digunakan sebagai bahan pertimbangan tim marketing di penerbit tersebut. 3. Jenis pertama adalah biodata yang tujuannya sebagai arsip si penerbit saja. jadi gambar dan naskah ditulis sendiri. biasanya penulis yang membayar ilustrator. Bisa juga diadakan kerja sama dalam bentuk royalti. Sedangkan Untuk Kumpulan Cerpen. Pada biodata ini. . Biodata penulis. Ada juga yang diserahkan ke ilustrator. nomor telepon. Biasanya biodata ini dibagi menjadi dua jenis. Data seperti ini diperlukan untuk kepentingan administrasi dan komunikasi antara anda dengan si penerbit. Kita bisa mengirimkannya lewat pos atau mungkin lewat e-mail. Ini berfungsi sebagai bahan pertimbangan si penerbit untuk menerima atau menolak naskah kita. penerbit akan menyerahkan pada editor yang berkompeten. Biodata inilah yang nantinya akan dimuat pada buku kita. kelengkapan naskah tak jauh beda dengan novel. misalnya: Novel ini ditulis dengan bahasa sehari-hari. Biasanya kalau sebuah tema sedang ramai-ramainya dibicarakan masyarakat dan tema itu cocok dengan buku yang akan diterbitkan saatnyalah buku itu diterbitkan. alamat lengkap. tapi diperlukan sebagai sopan santun terhadap penerbit.Jadi jangan heran jika satu bulan itu sudah bisa dikatakan jangka waktu yang sangat cepat. Bagaimana prosedur dalam sebuah penerbitan? Setelah menerima naskah kita. Yang tidak wajib kita sertakan hanyalah nomor 2 (sinopsis) dan 6 (karakter para tokoh). Masa Tunggu dan Proses Penerbitan Setelah naskah kita dikirimkan ke penerbit. untuk naskah nonfiksi kita bisa mengirim daftar isi saja tidak perlu mengirim naskahnya secara utuh. apakah saatnya tepat atau tidak. 6. Mana yang lebih baik? Memang saat ini mengirim lewat e-mail akan jauh lebih praktis. penulis hanya menulis naskahnya.. Kita dapat menceritakan semua poin ini di dalam satu atau dua halaman kuarto. Namun menurut Hernowo. Novel ditujukan bagi remaja usia 12-20 tahun yang beragama Islam. Jika naskah kita adalah buku keagamaan. . tentunya kita akan mengirimnya ke penerbit. Kita juga bisa mengirim bab satu atau mungkin sinopsisnya saja. 5. Jika ada pembagian honor.2. Untuk Naskah Nonfiksi. Karakter para tokoh. jika diterbitkan. Semuanya tergantung pada keputusan dan juga kebijakan penerbit tentunya. dan sebaiknya kedua-duanya kita kirim. nomor rekening bank.konsep utama buku kita . 4. Ini sangat penting agar penerbit memiliki gambaran yang jelas mengenai isi novel kita sebelum mereka membacanya. Setelah merasa naskah kita lengkap. naskah kita cukup diketik dengan format biasa di MS Word. bukan untuk dipublikasikan. . kita harus mencantumkan nama asli. Segmentasi naskah. kita menunggu naskah kita untuk diterbitkan. CEO Mizan Learning Centre. F. hampir sama dengan fiksi.misi dan visi apa yang anda emban di dalam buku ini. Hal itu karena sebuah penerbit dapat mengetahui gambaran isi dari naskah nonfiksi hanya dengan membaca daftar isinya. maka akan diserakan pada editor yang menangani buku keagamaan. dan sejumlah data penting lainnya. Jenis kedua adalah biodata yang isinya lebih kurang sama dengan biodata penulis yang biasa kita temukan pada buku-buku yang telah diterbitkan. Memang tidak ada salahnya jika kita mengirim naskah yang utuh dan siap diterbitkan.

Jika sudah begini.Nah. Sebaliknya sistem beli putus juga memiliki kelemahan. setelah penerbit menentukan harga jual buku. Beli Putus Pada sistem ini jika buku akan diterbitkan. Waktu yang normal untuk proses pencetakan adalah sekitar tiga minggu. dan seterusnya. Jika buku kita menjadi best seller. dan juga harga naskah (jika dibeli tanpa royalti). ilustrator akan membuatkan cover yang bagus untuk naskah kita termasuk gambar-gambar dalam naskah jika diperlukan. Penerbit yang baik tentunya akan memberikan jawaban yang pasti. siapa tahu ada yang salah ketik. intinya. penerbit akan menentukan terlebih dahulu harga jual buku tersebut. Kita sebagai penulis sangat dianjurkan untuk terlibat dalam proses penerbitan. . Jika yakin tidak ada yang salah kita serahkan naskah tersebut ke penerbit. Selanjutnya kita tidak mendapat royalti apapun. dsb. Variable cost misalnya kertas. Bagaimana penerbit menentukan harga jual buku? Harga buku biasanya ditentukan dua biaya-utama oleh biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel. si editor akan membaca naskah kita. G. Seputar Royalti Di dalam penerbitan buku honor yang kita terima dari penerbit biasa disebut royalti. tentunya kita akan merasa lebih tenang karena sudah memiliki gambaran sampai berapa lama harus menunggu. editor akan mengedit naskah kita.Dari seluruh biaya tersebut. Kiat-kiat mempromosikan buku intinya adalah bagaimana memberitahukan ke pelanggan bahwa sebuah buku itu menarik untuk dibaca dan bermanfaat. Yang tetap meliputi. kemudian dikalikan 4 atau 5. Hal yang pertama dilakukan adalah editing. misalnya. maka siap didistribusikan dan dijual kepada umum. Setelah naskah kita sudah siap untuk diterbitkan. Sistem ini sangat baik digunakan jika kita mengirim naskah ke penerbit baru yang belum jelas reputasinya. setting. misalnya. Sebelum naskah kita dicetak ada proses yang dinamakan proof reading. kasarnya. bobot tulisan). Mereka akan mulai mencetaknya. Namun sebelum memutuskan sistem royalti yang akan diterima oleh penulis. Bagian distribusi dan pemasaran jelas berbeda dengan bagian redaksi. Marketing lebih ke penyusunan strategi dan biasanya bekerja sama dengan bagian promosi. Bagian distribusi. Itulah harga jual buku. Penerbit akan mencetak satu eksemplar buku kita (dengan printer biasa) kemudian kita dipersilakan untuk mengoreksi naskah kita. Kita bisa memberikan masukan mengenai desain buku. Pemasaran berbeda dengan distribusi. Dilihat dari sistem pembayarannya ada dua jenis royalti yang biasa digunakan oleh penerbit: 1. dan sebagainya yang berhubungan dengan buku kita. maka proses penerbitan pun dimulai. kita boleh menanyakan pada penerbit akan berapa lama kita harus menunggu. maka naskah kita siap untuk dicetak. dan beberapa staf lainnya. Rp6juta. Waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan proses pracetak. adalah sekitar 1 atau 2 bulan. Setelah semua proses selesai. Jika keadaan tidak normal karena terjadi masalah atau kendala waktu yang diperlukan bisa lebih lama lagi. cover. dalam keadaan normal. Nah. sementara distribusi lebih ke penjualan. Pemasaran biasanya dipadankan dengan marketing. memperbaiki bahasanya. adalah menyebar buku ke banyak tempat dan mendeteksi di mana sebuah buku mendapatkan konsumen terbesar. Biasanya ia tidak bekerja sendirian. Selanjutnya desainer akan mendesain buku kita sebagus dan semenarik mungkin. staf marketing (mempertimbangkah apakah naskah memiliki nilai jual tinggi). Tim yang terdiri dari editor (bertugas mempertimbangkan naskah dari segi bahasa. Setelah naskah kita selesai dicetak. penerbit akan membeli buku kita dan dibayar di muka. ada tim yang bertugas untuk menyeleksi naskah yang masuk. biaya desain. Ketika naskah kita masih dalam proses seleksi. Posisi kita akan sangat aman di sini karena tak perlu berurusan lama dengan penerbit. Kemudian. penerbit dan penulis akan mendiskusikan sistem royalti mana yang akan digunakan. Tujuannya agar buku yang diterbitkan nantinya sesuai dengan keinginan kedua belah pihak. Misalnya. Maka inilah harga dari buku kita.

Jadi royalti masih dipotong pajak 15 persen.000. Biasanya akan dirundingkan sehingga menguntungkan kedua belah pihak.500 eksemplar. Sisa ini akan dicicil secara berkala misalnya 5 bulan sekali.750. Jika kita berhadapan dengan penerbit baru sistem ini kurang aman. Harga jual buku adalah Rp25000. kita memperoleh royalti tidak sekaligus. Untuk memudakan di sini digunakan 10 persen) Royalti Zlatan tidak diterima sekaligus.500. Mengenai prosedur dan lain sebaginya biasanya tertuang dalam perjanjian.000 = Rp75. Kita akan terus memperoleh royalti selama buku kita dibeli orang sampai kapan pun.000. Perjanjian ini tentunya harus menguntungkan kedua belah pihak. India.00. Ketika pertama terbit ia mendapat royalti Rp750. Buku Terjemahan Saat ini selain buku asli keluaran Indonesia banyak sekali buku-buku asing yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Biasanya penerbit tidak bersedia menggunakan sistem ini untuk penulis pemula atau buku-buku yang tidak terlalu laku.000.00.00 X 10% = Rp7. Maka royalti yang didapatkan: Rp25. Misalnya jika penerbit dan penulis memutuskan mitra/sharing sehingga pembiayaan produksi ditanggung kedua belah pihak. Kita cukup rugi namun tak bisa protes apapun. Surat perjanjian penerbitan buku meliputi banyak hal seperti hak cipta yang tetap ada pada penulis apa pun yang terjadi atau bagaimana pembagian royalti jika penulis lebih dari satu. apakah jujur dalam melaporkan hasil penjualan. .000 X 1. Sistem royalti juga bisa tertuang dalam perjanjian.00.000. Kelemahannya.500) X 10 % = Rp3. Dalam menentukan sistem royalti biasanya tergantung posisi tawar menawar antara penerbit dan penulis.750. H.000. Kalau buku ini laku semua penerbit akan menerima uang penjualan sebesar 3000 X Rp25. 2. dsb. Sistem beli putus ini bisa berlaku seumur hidup dan bisa juga berlaku dalam jangka waktu tertentu. Misalnya selama 5 bulan pertama buku Zlatan terjual 1. Kita tidak tahu apakah mereka disiplin dalam membayar royalti. dari 5 hingga 15 %. sudah sepatutnyalah diadakan perjanjian tertulis di antara kedua belah pihak.000. Hal lain yang bisa diatur dalam perjanjian misalnya jika penulis tidak puas dengan suatu penerbit dan ingin berganti penerbit.000.00 Misalnya Zlatan mendapat royalti 10 persen dari total penjualan = Rp75. Kalau penulisnya terkenal dan yakin bukunya akan laku di pasaran penerbit akan dengan senang hati menggunakan sistem beli putus. Bagi mereka sistem ini memiliki risiko tinggi karena belum tentu laku di pasaran.000. Sebenarnya menerbitkan buku terjemahan merupakan kegiatan transfer ilmu. (Angka di sini hanya contoh. Sistem royalti yang digunakan apakah bagi hasil dan sebagainya bisa dicantumkan dalam perjanjian.penerbit akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dari harga buku kita. Royalti Berkala Sistem lain yang biasa digunakan adalah sistem royalti berkala. Dahulu pada zaman awal Islam para sarjana Muslim menerbitkan buku-buku dari Yunani. Bahkan buku-buku terjemahan sangat diminati seperti Harry Potter misalnya. I. Sistem royalti berkala ini mempunyai keunggulan jika buku kita menjadi best seller. Setelah masa tujuh tahun berakhir kita bisa menerbitkan kembali buku tersebut di penerbit lain.00 (royalti yang diterima bervariasi sesuai kesepakatan penerbit dan penulis. Perjanjian Penerbitan Buku Karena hubungan antara hubungan antara penerbit dan penulis adalah mitra kerja. Untuk lebih melihat contoh surat perjanjian penerbitan buku bisa diklik di sini. dan Persia.00 Biasanya penerbit membebankan pajak penghasilan kepada penulis. Sebagai contoh: Zlatan menerbitkan buku di penerbit CDE dan dicetak 3.000 eksemplar. Misalnya buku dibeli Rp15 juta untuk jangka waktu tujuh tahun. biasanya penerbit mempunyai perhitungan tersendiri untuk uang muka royalti) Penerbit CDE masih memiliki utang kepada Zlatan sebesar Rp6.

Untuk royalti penulis meski ada yang mengurus sendiri. Biasanya dalam perjanjian ada penyebutan soal jika sebuah buku diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Hal Lain Seputar Penerbitan J Pada saat apa buku dikatakan tidak laku? Buku dikatakan tidak laku jika dalam setahun 3000 eksemplar tidak habis terjual. Biasanya saat ini ada katalog yang disebut ISSN dan ISBN. Syaratnya : 1. Bagaimana dengan honor penerjemah? Honor penerjemah dihitung per halaman. belum pernah dipublikasikan oleh penerbit lain. Kapan penerbit menerbitkan buku terjemahan? Buku terjemahan jelas lebih mudah diterbitkan dibandingkan buku asli Indonesia. sertakan sinopsis dan biodata penulis. semoga bermanfaat. Syarat lain yaitu tidak boleh menyinggung soal SARA. J Akhir-akhir ini ada tren yang dikenal dengan penerbitan elektronik (e-Book) Namun agaknya di Indonesia ini belum terlalu memasyarakat. ISSN digunakan untuk katalog jurnal dan ISBN untuk buku. laku-tidaknya tergantung apakah buku terjemahan atau buku asli Indonesia itu memenuhi selera orang Indonesia.Pada umumnya buku terjemahan yang ada di Indonesia diterjemahkan dari bahasa Inggris (Amerika Serikat) dan bahasa Arab (Mesir). J Bagaimana dengan buku referensi asing? Buku referensi asing harus izin karena ada hak cipta. Kita tidak perlu menjadi anggota IKAPI untuk menerbitkan buku. J. Namun mereka tak kenal menyerah sehingga menghasilkan buku yang bermanfaat jika dibaca. naskah harus karya asli. Jika Anda masih memiliki pertanyaan jangan sungkan untuk bertanya pada kami. Asal menunjukkan sumbernya biasanya tak perlu izin. J Bagaimana dengan izin jika ingin menerbitkan sendiri? Kita tidak perlu izin. Jadi. hanya menyerahkan ke Departemen Kehakiman. J Apakah kita harus izin jika ingin mengutip dari buku lain? Syarat kutipan ini diatur oleh tata cara penulisan karya ilmiah. Saran saya. 5. Redaksi tidak melayani pengiriman naskah lewat email. Selain buku asing yang diterjemahkan ke Indonesia ada juga buku Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa asing dan kebanyakan karya sastra seperti karya alm Parmoedya Ananta Thoer. Namun buku-buku asli Indonesia semisal AyatAyat Cinta karya Habbiburrahman AL-Shirazy dan Terapi Shalat Tahajjud karya Mohammad Soleh juga masih mempunyai pasar. Penulis terkenal seperti JK Rowling untuk fiksi atau Rhenald Kasali dan Jalaluddin Rahmat untuk nonfiksi juga pernah mereka kegagaln. maksimal 150 halaman. Kejaksaaan atau Penerangan satu kopi begitu karya itu jadi. Lantas dengan berkembangnya buku terjemahan di Indonesia apakah buku-buku asli Indonesia menjadi tersaingi? Memang ada buku terjemahan yang sangat laku seperti Da Vinci Code karya Dan Brown dan La Tahzan karya Aidh al-Qarni. Mungkin sekian dulu artikel dari saya. kertas A4 8. panjang naskah minimal 70 hal. jangan pernah berputus asa untuk menerbitkan buku Anda. Untuk buku terjemahan pengurusan hak cipta dan pembayaran royalti biasanya melalui literary agent yang ditunjuk si penerbit. 2. Boleh tidaknya tergantung pada besaran royalti yang dibayar. 7. Mungkin lima atau sepuluh lagi e-Book ini akan lebih dikenal. kebanyakan diwakili penerbit. naskah diprint 4. Diskon biasanya dilakukan jika pergerakan buku lambat dan sudah melewati masa-masa emasnya. Biasanya penerbit memutuskan untuk menjualnya dengan diskon agar modalnya kembali dalam waktu cepat. Jadi penerbit yang mau cepat berkembang dan memperbanyak produksinya akhirnya menerbitkan buku terjemahan. Kirim ke : . font times new roman 12pt. Yang tidak dibolehkan apabila mengutip dan mengaku-aku miliknya. 3. Ini syarat-syarat mengirimkan novel ke GagasMedia. Jika bukunya diterjemahkan ke dalam karya asing penerbit akan memperoleh royalti yang dibagi dengan penulis buku tersebut. jarak huruf 1 spasi 6.

Harap maklum ya. Jl. redaksi akan menghubungimu untuk pembahasan lebih lanjut. sertakan sinopsis lengkap novelmu. Haji Montong No. Kategori nonfiksi yang dicari: . Harap maklum ya. tentunya). jangan lupa untuk menyertakan pula form pengiriman naskah yang bisa kamu download di sini! SURAT KUASA Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Agus Firman Tempat/Tgl. Banjaran Kab. Kirimkan dalam bentuk print out (dijilid rapi) ke: REDAKSI GAGASMEDIA Jl. Bila naskahmu menarik. Waktu yang diperlukan sekitar 4 bulan. Jakarta Selatan 12630 . 1.Atau. Siapa pun yang mempunyai minat menulis bakal kita dukung deh! Nah. Jakarta Selatan 12630 . Montong No. cari tahu dulu persyaratannya.Panjang naskah 70-150 halaman A4.Memoar-inspiratif .Redaksi GagasMedia.Kirimkan dalam bentuk print out (yang sudah dijilid rapi. Non Fiksi Syarat umum: . mengingat banyaknya naskah masuk setiap harinya. 57. Times News Roman 12. sebelum kamu mengirimkan naskahmu ke GagasMedia. H.CLIQUE*LIT 2.Lifestyle .netThis e-mail address is being protected from spambots. Adapun jenis fiksi yang dicari adalah: . Haji Montong No. 57. plus form pengiriman naskah ke: REDAKSI GAGASMEDIA Jl. 57 Ciganjur .TEEN ROMANCE .Jagakarsa Jakarta Selatan 12630 Syarat Pengajuan Naskah Jangan ragu untuk mengirimkan naskahmu ke GagasMedia. Bandung Memberikan kuasa pengambilan gaji untuk bulan Juli. Berikut adalah dua kategori naskah yang bisa kamu kirimkan. .Setiap naskah akan diproses langsung oleh redaksi. mengingat banyaknya naskah masuk setiap harinya.CLASSIC ROMANCE . spasi 1. Times News Roman 12 .199 Rt.DOMESTIC DRAMA . You need JavaScript enabled to view it .Pengetahuan populer Nah.Setiap naskah akan diproses langsung oleh redaksi. Waktu yang diperlukan sekitar 4 bulan. Lahir : Bandung 20 Desember 1980 Tanda Pengenal : KTP/SIM No. oleh sebab itu saya memberikan kuasa kepada : Nama : Dani . Ciganjur Jagakarsa.Pengembangan diri (self improvement) . 32 0413 201280 0009 Alamat : Jl.MAINSTREAM ROMANCE .Traveling . Ciganjur Jagakarsa. spasi 1.Panjang naskah 70-150 halaman A4. kirimkan proposal naskah via e-mail ke redaksi@gagasmedia. jika kamu sudah menentukan kategori naskah yang akan dikirimkan. Fiksi Syarat umum: .How to . Tarajusari No. dikarenakan orang yang bersangkutan Nama : Agus Firman mengalami halangan (sakit). 01/07 Kec.

untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Kami selaku staf bagian pemasaran mengajukan permohonan penambahan sarana kerja berupa komputer kepada bapak budi selaku Manajer PT. Bandung Demikian Surat Kuasa ini dibuat. Lahir : Bandung 12 Desember 1985 Tanda Pengenal : KTP/SIM No. INDO IT. 32 0413 121285 0019 Alamat : Jl. 01/07 Kec. Tarajusari No.( Agus Firman ) Mengetahui Kepala Desa ( ) SURAT PERMOHONAN PENGADAAN KOMPUTER Bandung. INDO IT dan bertambahnya karyawan di bagian pemasaran. INDO IT Di tempat Dengan hormat Mengingat semakain meningkatnya promosi dan publikasi produk di PT. Bandung 29 .199 Rt. INDO IT. Komputer yang kami perlukan sebanyak 10 unit. agar menjadi pertimbangan bapak budi selaku Manajer PT. Juli 2009 Penerima Kuasa ( Dani ) Pemberi Kuasa Meterai 6.Tempat/Tgl. Banjaran Kab. Hal tersebut kami perlukan untuk memenuhi kebutuhan di bagian pemasaran dalam peningkatan kinerja karyawan Demikianlah surat ini kami buat. 28 Juli 2009 Nomor : A/SPromosi/2009/1 Hal : Surat Permohonan Penambahan Komputer Lam : _ Kepada Yth Manajer PT.000. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih Asisten Staf Pemasaran Dani Hendra .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful