DAFTAR ISI

1. 2. 3. PENDAHULUAN .......................................................................................... 1 TUJUAN ......................................................................................................... 2 DATA YANG TERSEDIA............................................................................. 2 3.1. 3.2. 3.3. Outcrop (Singkapan) ............................................................................... 2 Data Bor .................................................................................................. 2 Peta Dasar ............................................................................................... 5

4.

3.3.1. Peta Topography ............................................................................. 5 3.3.2. Peta Geologi .................................................................................... 5 KONDISI GEOLOGI ..................................................................................... 6 4.1. 4.2. 4.3. Regional .................................................................................................. 6 Morfologi ................................................................................................ 6 Data Analysis .......................................................................................... 8

5. 6.

4.3.1. Downdip Line 1 .............................................................................. 8 4.3.2. Downdip Line 2 .............................................................................. 9 PERHITUNGAN SUMBERDAYA BATUBARA ...................................... 12 RENCANA EKSPLORASI .......................................................................... 13 6.1. 6.2. 6.3. Validasi Data Yang Ada........................................................................ 13 Pemetaan Geologi ................................................................................. 13 Pemboran Pandu (Scout Drilling) ......................................................... 14

7.

KESIMPULAN DAN SARAN..................................................................... 15

Propinsi Kalimantan Timur.00 1 0 116 58 20.61 50.12 9.00 20.52 1 1 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Second 50.86 Tinjauan Awal Potensi Batubara KPN 1 .00 1 0 116 57 56.94 0. Koordinat wilayah IUP PT.92 1 1 116 57 35. Kecamatan Samboja.00 30. desa Margomulyo.93 1 0 116 57 56.34 1 0 116 59 10.93 1 0 116 57 50.14 1.00 1 0 116 58 10.89 1 0 116 57 46. KPN ditampilkan pada tabel berikut : Table 1.92 54.92 1 1 116 57 40.04 1.12 6.14 6.00 10.86 9. Multi Dimensi Energindo (MDE) memperoleh mandat dari Bapak Tugus selaku investor untuk melakukan tinjauan awal potensi batubara di wilayah Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi PT.89 1 0 116 57 50.32 1 0 116 57 44.00 20. yang berlaku dari tanggal 14 April 2010 hingga 14 April 2013.56 1 0 116 59 10. PENDAHULUAN PT.85 1 0 116 57 44.32 1 0 116 57 46.Jl.61 59.com 1.00 1 0 116 58 15.00 1 0 116 58 10.56 1 0 116 58 20.00 30.92 49.85 1 1 116 57 40.34 1 1 116 59 44.00 1 0 116 58 15. Koordinat Wilayah IUP PT. KPN terletak di dalam desa Sungai Merdeka.52 1 1 116 57 35. dengan luas mencapai 1037. Wilayah IUP PT. KPN dapat ditempuh melalui jalan darat ± 30 Km dari Balikpapan.49 58. raya joglo 55 Komplek Migas No 44 joglo kembangan telp 021 28041178 Email mde_Energy@yahoo. desa Sungai Seluang.52 1 1 116 59 44.04 58. Kabupaten Kutai Kartanegara.8 Ha.00 49.52 1 1 116 57 24. KPN Easting Southing Degrees Minutes Second Degrees Minutes 116 57 24.37 0.49 54. Lokasi IUP PT.37 10. Kutai Permata Nusantara (KPN) dengan nomor registrasi : 540/0801/IUP-Er/MB-PBAT/IV/2010.94 59.

Data Bor Terdapat 5 (lima) data borelog yang tersedia dengan koordinat sebagaimana ditampilkan dalam tabel 3 berikut ini: Table 3.45 56.7 2 19. ditemukan 3 buah singkapan yang semuanya terletak di luar wilayah IUP PT. mempelajari potensi sumber daya batubara berdasarkan data – data awal yang tersedia. dengan arah jurus (strike). membuat rencana eksplorasi lanjutan jika berdasarkan data awal. KPN. Kelima titik bor tersebut hanya menyebutkan tentang kedalam dari top batubara dan ketebalannya.9 1 55. TUJUAN Tujuan dari dilakukannya tinjauan awal potensi sumber daya batubara di wilayah IUP PT.2 1 1 1 Southing 2 24. KPN  Code B1 B2 B3 116 116 116 Coordinates Easting 58 58 59 26. Koordinat Titik Bor Borehole ID Easting Northing Total Depth 1A 2 2A 3 5 499393 499253 499916 498928 497450 9886185 9886449 9886078 9886561 9886712 52. 2. kecuali pada titik BR-8.55 40.85 49. dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa sumber daya batubara di wilayah ini dapat dikembangkan lebih lanjut 3.1. dan thickness (ketebalan) sebagaimana ditampilkan pada tabel berikut: Table 2.25 > 1.7 3.Jl. KPN adalah: 1.75 43.43 6 (enam) data bor lainnya diperoleh dari gambar posisi titik – titik data (gambar 2) yang diperoleh dari laporan sebelumnya. DATA YANG TERSEDIA Data yang digunakan untuk melakukan tinjauan awal potensi sumber daya batubara di wilyah ini bersumber dari laporan eksplorasi sebelumnya dan dari sumber – sumber lain yang akan dibahas dalam sub-bab berikut ini: 3.5 Strike 225 230 Dip 10 10 Thickness (m) 0. Singkapan yang ditemukan di sekitar wilayah IUP PT.2. Outcrop (Singkapan) Berdasarkan laporan terdahulu. raya joglo 55 Komplek Migas No 44 joglo kembangan telp 021 28041178 Email mde_Energy@yahoo. dip (kemiringan).5 26 45.com 2. sehingga diasumsikan pada titik ini tidak ditemukan batubara Tinjauan Awal Potensi Batubara KPN 2 .

Table 4. o B-1 dan B-2 tidak terlihat pada peta pada gambar 1.1 9887294 J-2 495929.titik bor pada table 1. raya joglo 55 Komplek Migas No 44 joglo kembangan telp 021 28041178 Email mde_Energy@yahoo. menunjukkan bahwa: • • Batas wilayah KP: menunjukkan kesesuaian Singkapan: o B-3 sesuai dengan SP-KPN-01. sehingga posisi koordinat dari 5 (lima) titik – titik bor yang lain dapat diketahui dan ditampilkan dalam tabel 4. Tinjauan Awal Potensi Batubara KPN 3 . Peta posisi titik – titik data (bor dan singkapan) dari laporan sebelumnya Gambar tersebut kemudian didigitasi berdasarkan data koordinat titik . dan singkapan.Jl. borelog.9 9888174 - Overlay posisi titik – titik data peta gambar 1 terhadap posisi posisi koordinat dari batas wilayah IUP (lihat gambar 2).com Gambar 1.5 9887130 BR-7 496087. Koordinat Titik Bor lain hasil digitasi Borehole ID Easting Northing Total Depth BR-4 498459 9886516 BR-6 496744.6 9887406 BR-8 495411 9888385 J-1 496186.

maka paling tidak perlu dilakukan pengecekan ulang dilapangan karena : paling tidak ada 5 buah singkapan di bagian Barat Laut dari wilayah IUP (diluar batas IUP) yang belum terdata arah strike. dip. dan singkapan Tinjauan Awal Potensi Batubara KPN 4 . Overlay Koordinat titik bor dan singkapan dengan peta pada gambar 1 yang telah didigitasi berdasarkan data koordinat batas wilayah IUP. dan ketebalannya. Untuk itu perlu dilakukan pengecekan ulang di lapangan o Perlu dilakukan pengecekan ulang di lapangan terhadap posisi titik bor BR-2. sedangkan pada peta gambar 1 posisi dari titik bor BR-2A terletak di dalam wilayah KP.com o Jika Kode SP-KPN-XX pada peta gambar 1 merupakan kode dari singkapan. karena terjadi perbedaan yang cukup signifikan dari hasil overlay (gambar 2) Gambar 2. koordinat data bor BR-2A sama dengan posisi dari SP-KPN-02.Jl. titik bor. koordinat data bor BR-2A sama dengan posisi dari SPKPN-02 • Titik Bor : o Dari hasil overlay. raya joglo 55 Komplek Migas No 44 joglo kembangan telp 021 28041178 Email mde_Energy@yahoo.

Peta Topography Topography yang merupakan titik – titik ketinggian di permukan bumi.com 3. terutama untuk menghitung overbuden pertama dari sebuah lapisan batubara. Peta formasi batuan daerah Kalimantan. Peta Geologi Lembar Balikpapan.3.3. sudah dalam bentuk grid file sehingga dapat langsung digunakan dalam modelling untuk analisa data. Overbuden akan digunakan untuk menghitung stripping ratio yang akan menentukan keekonomian dari sumber daya batubara yang akan ditambang. sangat diperlukan untuk membuat model dari distribusi batubara.3. dan belum dalam bentuk grid file. Peta Geologi Ada 2 (dua) lembar peta geologi yang digunakan dalam tinjauan awal ini yaitu: 1. Sumber dari Konsultan (yg berafiliasi dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi) Kedua peta di atas memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut : • Peta Geologi Lembar Balikpapan juga mencakup ciri – ciri struktur sedangkan peta formasi batuan belum mencantumkan ciri – ciri struktur. Peta dari bakosurtanal menyatakan bahwa peta topography dengan skala terbesar di wilayah IUP PT. Peta Dasar 3.000. Hasil pengukuran ketinggian dari sebuah alat GPS sangat tidak akurat. raya joglo 55 Komplek Migas No 44 joglo kembangan telp 021 28041178 Email mde_Energy@yahoo. Peta Geologi Lembar Balikpapan adalah peta terbitan tahun 1994 dan tidak terupdate. sehingga untuk dimasukkan ke dalam model perlu processing lebih lanjut. Digital Elevation Model (DEM) dari SRTM.000 • • Kedua peta digunakan sebagai referensi awal dan bersifat saling melengkapi. KPN adalah 1: 50. kecuali titik ketinggian pada titik bor koordinat pada tabel 3 yang diukur menggunakan GPS. Pengembangan Geologi tahun 1994 dari Pusat Penelitian dan 2. Tidak ada data titik ketinggian di wilayah IUP PT.2.1. Tinjauan Awal Potensi Batubara KPN 5 . untuk itu diperlukan data ketinggian dari sumber lain. sedangkan peta formasi batuan adalah hasil update dari berbagai macam penelitian Kedua peta adalah peta regional dalam skala 1 : 250. 3. KPN.Jl.

dimana kemungkinan besar akan terjadi genangan air (rawa – rawa) jika terjadi hujan dalam waktu yang cukup lama di daerah perbukitan. Tinjauan Awal Potensi Batubara KPN 6 . KPN dan menjadi pedataran dengan elevasi semakin rendah ke arah Timur Laut yang berujung pada genangan air permanen (danau kecil. Gambar 3. Morfologi Berdasarkan analis peta Topography. raya joglo 55 Komplek Migas No 44 joglo kembangan telp 021 28041178 Email mde_Energy@yahoo. Formasi – formasi tersebut memiliki arah penyebaran secara umum ke arah Barat Daya – Timur Laut. KPN termasuk dalam Morfologi Pedataran – Perbukitan Beergelombang Lemah dengan elevasi berkisar 10 m – 40 m dpl dengan puncak tertinggi berada di bagian Tenggara. Regional Wilayah IUP PT. Peta Geologi dan Formasi Batuan di sekitar wilayah IUP PT. Perbukitan terletak di mengelilingi wilayah IUP PT. KPN 4. Karena Formasi Balikpapan berumur lebih tua dari Formasi Kampung baru. KONDISI GEOLOGI 4. Arah dari perubahan elevasi ini dapat diinterpretasikan sebagai arah dari surface water run-off. lihat gambar 4).Jl.rawa. yaitu formasi kampung baru yang diapit oleh formasi balikpapan di bagian Barat Laut dan Tenggara (Gambar 3).com 4. KPN terletak sebagian besar di atas formasi – formasi batuan pembawa lapisan batubara. wilayah IUP PT.2.1. maka secara teoritik struktur umum yang bekerja di wilayah ini adalah Lipatan Sinklin (Cekung).

raya joglo 55 Komplek Migas No 44 joglo kembangan telp 021 28041178 Email mde_Energy@yahoo. Digital Elevation Model and Contour Lines IUP PT.com Gambar 4. KPN dan sekitarnya Tinjauan Awal Potensi Batubara KPN 7 .Jl.

Downdip Line 1 Profil Downdip Line 1 ditarik memanjang dari outcrop B3 dengan arah N 320o E. Di lubang bor lain seam ini tidak ditemukan karena pemboran yang kurang dalam. Gambar 5. Profil Penampang untuk melihat model dari endapan batubara 4.com 4. KPN.3.1.Jl.3. Data Analysis Asumsi awal yang digunakan adalah semua data yang tersedia adalah benar (koordinat dan data bor). maka dibuat 2 (dua) profil penampang searah downdip sebagaimana ditampilan dalam gambar 5. Seluruh titik bor di tarik ke dalam line ini sehingga terbentuk sebuah penampang seperti terlihat dalam gambar 6. Untuk memahami model dari pengendapan batubara. raya joglo 55 Komplek Migas No 44 joglo kembangan telp 021 28041178 Email mde_Energy@yahoo. Tinjauan Awal Potensi Batubara KPN 8 .5 m yang dimasukkan dalam perhitungan sumber daya. hingga ke batas wilayah IUP PT. dan hanya lapisan batubara dengan ketebalan >0. Lapisan batubara terdalam (seam-1) dengan ketebalan 1 m ditemukan pada lubang bor B-3 pada kedalaman 36.45 m.

J1. KPN. raya joglo 55 Komplek Migas No 44 joglo kembangan telp 021 28041178 Email mde_Energy@yahoo. 4.7 m – 2. Batubara dengan ketebalan 1 m yang ditemukan pada lubang bor J-2 diperkirakan merupakan seam ke-3.Jl. Seam ke-3 (tiga) dengan ketebalan 1.4 meter ditemukan berturut – turut pada lubang bor BR-1A dan BR-2A.7 m dan semakin menebal hingga 1.5 m ditemukan pada lubang bor BR1A. Pada lubang BR-2 seam ini terpecah menjadi 2 bagian masing masing dengan ketebalan 0.3 m tidak ditemukan pada lubang bor J1 dan BR-7. dan J-1. Sisipan batubara setebal 0. dan BR-2. Seam ke-4 (empat) dengan ketebalan 1. dan BR-4. dan BR-7 ditarik kedalam profil line tersebut sebagaimana tampak dalam gambar 7. Seam ini juga ditemukan pada lubang bor J-1 dan BR-7 di bagian kea rah Barat Laut dengan ketebalan 1 m. J1. BR-6.3 m . Di bagian tengah (BR-4. Dengan asumsi tersebut maka batubara dengan ketebalan 1. Begitu pula tidak ditemukaannya batubara seam ke-5 dengan ketebalan 1. diperkirakan karena pemboran kurang dalam sehingga tidak mencapai seam ini. karena erosi terhadap permukaan (bentuk topografi yang berundulasi).1.3.7 m ditemukan pada lubang bor B-2. Downdip Line 2 Profil Downdip Line 2 ditarik memanjang dari batas wilayah IUP bagian selatan dengan arah N 320o E.6 m dan 0. BR-6.2 m dan 1. dan BR-2. B-6. Sisipan batubara/lempung karbonan setebal 0. Seam ke-5 (lima) dengan ketebalan 0. BR-2A. Tidak ditemukannya seam ini pada lubang bor B-1A.8 m. Dari gambar tersebut terlihat jelas bahwa sebagaimana dijelaskan pada bagian sebelumnya seam ke-3 (tiga) telah mengalami erosi sehingga tidak ditemukan pada lubang bor BR-5 dan BR-6. dan BR-7 diakibatkan oleh kejadian geologi yang sama. BR-7.2 m pada lubang bor BR-6. BR-5.com Seam ke-2 (dua) dengan ketebalan 1. B-5. Tinjauan Awal Potensi Batubara KPN 9 .2 m pada lubang bor BR-5 diduga merupakan seam ke-5. Profil ini untuk memperjelas model di bagian Barat wilayah IUP.4 m antara seam ke-4 dan seam ke 5 pada lubang bor tersebut di atas di duga juga terdapat (terkorelasi) pada lubang bor BR-4.2 m – 0. dimana titik bor BR-5.2. BR-5. sedangkan seam ke-4 tidak ditemukan karena sudah tererosi. BR-2A. dan BR-2. yang diduga akibat terjadinya erosi. BR-6) seam ini tidak ditemukan.2 meter ditemukan di lubang bor BR-1A. hingga ke batas wilayah IUP PT. BR-2A.

Bagian atas profil memanjang dengan arah N 320o E) dengan skala horizontal : skala vertical = 1:10.com Gambar 6. raya joglo 55 Komplek Migas No 44 joglo kembangan telp 021 28041178 Email mde_Energy@yahoo.Jl. Profil Penampang Downdip Line 1 (gambar 5). Bagian Bawah perbesaran dari gambar bagian atas (NE) dengan skala horizontal : skala vertical = 1:3 Tinjauan Awal Potensi Batubara KPN 10 .

com Gambar 7. Profil Penampang Downdip Line 2 (gambar 5). dengan skala horizontal : skala vertical = 1:4 Tinjauan Awal Potensi Batubara KPN 11 . raya joglo 55 Komplek Migas No 44 joglo kembangan telp 021 28041178 Email mde_Energy@yahoo.Jl.

Gambar 8. Perhitungan sumberdaya dilakukan berdasarkan data – data bor yang tersedia. maka sumberdaya terhitung termasuk diklasifikasikan sebagai sumber daya batubara hypothetic. dapat di lokalisasi pada 6 daerah prospect seperti ditampilkan pada gambar 9.Jl. Tinjauan Awal Potensi Batubara KPN 12 . maka prospek batubara dengan perkiraan maksimum stripping ratio 1 : 10 – 12. raya joglo 55 Komplek Migas No 44 joglo kembangan telp 021 28041178 Email mde_Energy@yahoo. dengan asumsi posisi koordinat dan data bor adalah benar. Total Sumber Daya Batubara di wilayah IUP PT.897.387. PERHITUNGAN SUMBERDAYA BATUBARA Perhitungan Sumber Daya dilakukan untuk mengambil keputusan awal apakah perlu dilakukan kegiatan eksplorasi lanjutan. Dengan menggunakan model geologi yang dikembangkan sebagaimana dibahas pada bab 4. KPN diperkirakan mencapai 7.com 5. Prospect Batubara sebagai dasar perhitungan sumber daya Berdasarkan jarak titik bor dan kondisi geologinya.62 MT. Sedangkan perhitungan dari sumber daya batubara hypothectic ditampilkan pada tabel 5.

4 2.20 978092 2.04 315.Jl.16 3. dalam kegiatan pemetaan geologi juga berupaya untuk mencari dan memetakan singkapan – singkapan lain.673.175.151.85 464747 2.603.80 242563 1 242.051.3 1.680. pemetaan satuan batuan lain juga diperlukan untuk membentuk sebuah penampang stratigrafi sehingga model geologi yang diperoleh akan lebih baik lagi. maka diperlukan eksplorasi lanjutan yang akan dibahas dalam sub-bab berikut: 6.90 7. RENCANA EKSPLORASI Untuk menambah tingkat keyakinan geologi terhadap model pengendapan dan distribusi batubara di wilayah IUP KPN. Selain pemetaan singkapan batubara. raya joglo 55 Komplek Migas No 44 joglo kembangan telp 021 28041178 Email mde_Energy@yahoo.387. Pemetaan Geologi Selain validasi data titik bor dan singkapan yang tersedia.98 1.120.045.25 1.647.95 299. Validasi Data Yang Ada Sebagaimana telah dibahas dalam bab 3.331.3 1.com Table 5. terlihat bahwa seharusnya ada beberapa singkapan yang datanya belum diperoleh. Beberapa test pit untuk melihat posisi dari lapisan batubara dengan lebih pasti dan untuk mengambil contoh batubara untuk mengetahui kualitas batubara.563.1. 5 2 2 5 2 3 Surface Area Thickness Cubic Meter (m) (m3) (m2) 275458 3.75 718061 1. Untuk itu diperlukan pengecekan langsung ke lapangan tentang posisi titik bor dan singkapan sehingga model yang dibentuk sebagaimana di bahas pada bab 4 dapat dipastikan. Lokasi test pit akan ditentukan kemudian tergantung dari situasi dan kondisi lapangan.62 6.897.57 153643 1.22 886. Untuk itu data – data singkapan tersebut harus diperoleh di lapangan.347.00 Total Resource Density (ton/m3) 1.873.3 1. KPN untuk melihat dan memvalidasi perkiraan model geologi sebagaimana dibahas pada bab 4. akan dilakukan selama pemetaan geologi.3 Tonnage (MT) 1.3 1.359. Tinjauan Awal Potensi Batubara KPN 13 .384. bahwa terjadi ketidak sesuaian antara posisi titik – titik data pada gambar peta (gambar 1) dengan titik data berdasarkan koordinat (lihat overlay gambar 2).01 1.2 861. Perhitungan Sumber Daya Hypothetic Prospect Area 1 2 3 4 5 6 Seam 3.056.420.485.54 389.3 1. jika dilihat dari peta gambar 1. 6. baik di dalam maupun diluar wilayah IUP PT. Selain mencari data singkapan sebagaimana terlihat dalam peta gambar 1. 4.2.

Posisi pasti dari dari titik – titik bor ini akan ditentukan oleh geologist di lapangan selama kegiatan pemetaan geologi sedang berjalan. Pemboran sebelumnya dilakukan dengan metoda touch coring (coring baru dilakukan setelah mencapai top batubara) tanpa geophysical logging. raya joglo 55 Komplek Migas No 44 joglo kembangan telp 021 28041178 Email mde_Energy@yahoo.3.com 6. Gambar 9 Rencana pemboran (titik biru) untuk memperoleh korelasi dan model perlapisan batubara ke arah kemiringan lapisan Tinjauan Awal Potensi Batubara KPN 14 .Jl. Untuk itu titik – titik bor yang diusulkan didesain selain untuk melakukan validasi terhadap data bor yang ada juga untuk mengisi kekosongan data antar lubang bor (terlalu jauh) yang telah ada (lihat gambar 8). Pemboran Pandu (Scout Drilling) Keputusan dimulainya kegiatan pemboran dilakukan ketika pemetaan geologi sudah mulai mendapatkan hasil atau setelah pemetaan geologi paling tidak sudah mencapai 50 – 75%. Pemboran dilakukan untuk memvalidasi data yang sudah ada dan untuk menambah data bawah permukaan sehingga diperoleh model yang lebih baik. sehingga terdapat ambiguitas data litologi yang cukup besar. Pola penyebaran titik – titik bor sebelumnya cenderung ke arah kemiringan lapisan. sehingga urut – urutan satuan litologi dapat terdeskripsi dengan lebih baik. Untuk itu program pemboran eksplorasi yang diusulkan pada eksplorasi ini adalah pemboran dengan menggunakan metoda full coring.

387. Dengan menerapkan skala prioritas diharapkan biaya eksplorasi dapat menjadi lebih cost effectives. BRD-3. dan BRD-4 menyatakan bahwa data bor sebelumnya memang valid.Jl. maka desain pemboran sebagaimana dalam gambar 9. maka pemboran dapat dilanjutkan ke titik BRD-5 dan atau ke arah utara dari prospect 1 untuk memastikan potensi dari daerah prospect 2 dan 3.com 7. Berdasarkan data bor daerah prospect 1 merupakan daerah yang diperkirakan memiliki stripping ratio paling rendah. Mengingat aktivitas pemboran merupakan aktivitas yang membutuhkan biaya yang cukup tinggi. maka dapat dilanjutkan dengan pemboran lebih mendetail ke arah strike di bagian Utara dari titik – titik bor sebelumnya (elevasi lebih rendah) untuk melihat apakah ada kemungkinan terjadinya erosi permukaan yang intensive sehingga menyebabkan hilangnya lapisan batubara. yang tentunya juga dapat merubah luasan daerah prospect (lihat gambar 8).897. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan data yang ada dan dengan asumsi bahwa data yang tersedia atau valid. KPN mencapai 7. Jika hasil pemboran positive. raya joglo 55 Komplek Migas No 44 joglo kembangan telp 021 28041178 Email mde_Energy@yahoo. sehingga layak untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk dapat diambil keputusan apakah sumber daya batubara di wilayah ini dapat dikembangkan hingga ke tahap operasi produksi. sehingga semakin luas daerah prospect yang dapat dikerjakan secara ekonomis. Jika hasil pemboran BRD-1. sumber daya batubara hypothetic di wilayah IUP PT. Semakin tinggi kualitas batubara semakin besar batas stripping ratio. Validasi data yang tersedia dan pemetaan geologi untuk melihat kecenderungan arah strike dan dip. KPN harus dilakukan sebelum dilakukan pemboran. Setelah daerah prospect 1 diketahui memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Tinjauan Awal Potensi Batubara KPN 15 . agar dapat diperoleh desain titik bor yang paling oprimum. dapat juga dimodifikasi sesuai dengan skala prioritas. Dalam aktivitas pemetaan geologi juga dilakukan sampling untuk mengetahui kualitas batubara yang diperoleh baik melalui outcrop ataupun test pit. maka daerah prospect 1 menarik untuk dikembangkan ke arah kegiatan operasi produksi. serta ciri dan kejadian geologi yang terjadi di dalam wilayh IUP PT. Hasil dari kualitas batubara ini akan sangat berpengaruh terhadap batas dari stripping ratio ekonomis.62 MT. BRD-2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful