CARA MENGHITUNG RAP (Rencana Anggaran Pelaksanaan) PEMBANGUNAN RUMAH By : Denawi Usman Yang dimaksud dengan RAP (Rencana

Anggaran Pelasanaan ), adalah kebutuhan material dan tenaga secara detail untuk menyelesaikan suatu bangunan, atau dapat juga dimaksud dengan penjabaran dari RAB (Rencana Anggaran Biaya). Pada umumnya RAB digunakan untuk mengajukan penawaran pekerjaan borongan, sedangkan RAP digunakan untuk menentukan jumlah material dan tenaga dalam pelaksanaan pembangunan. RAB dihitung berdasarkan Analisa BOW sedangkan RAP dihitung dengan kombinasi antara analisa BOW dan kebutuhan sesungguhnya. Contoh Perhitungan RAP.

1. Fondasi Batu kali

Pertama-tama hitung total panjang Fondasi, misal didapat panjang fondasi 75 meter, kemudian hitung luas penampang yaitu dg cara (0,7 + 0,3)/2 x 0,7 = 0,35 m2, sehingga didapat Volume pasangan fondasi = 0,35 m2 x 75 m = 26,25 m3. Maka material yang dibutuhkan adalah : Campuran 1 semen : 3 Pasir a. Batu kali = 26,25 m3 x 1,2 = 31,5 m3 b. Semen = 26,25 m3 x 202 kg = 5.302,5 kg (pc 40kg = 132,6 zak atau pc 50 kg = 106 zak). Campuran 1 semen : 4 Pasir. a. Batu kali = sama seperti diatas b. Semen = 26,25 m3 x 163 kg = 4.278,75 kg (pc 40 kg = 107 zak pc 50 kg = 86 zak). Campuran 1 semen : 5 Pasir. a. Batu kali = sama seperti diatas. b. Semen = 26,25 m3 x 136 kg = 3.570 kg (pc 40 kg = 89,25 zak, pc 50 kg = 71,4 zak). Campuran 1 semen : 6 Pasir. a. Batu kali = sama seperti diatas. b. Semen = 26,25 m3 x 117 kg = 3.071,25 kg (pc 40 kg = 77 zak, pc 50 kg = 61,4 zak). Campuran 1 semen : 8 Pasir a. Batu kali = sama seperti diatas. b. Semen = 26,25 m3 x 91 kg = 2.388,75 kg (pc 40 kg = 60 zak, pc 50 kg = 48 zak )

untuk menyelesaikan pekerjaan pemasangan fondasi ditentukan waktu 10 hari kerja.25 m3 x 0.5 = 39. bila merencanakan untuk membangun rumah pelaksanaannya menggunakan tenaga harian.6 = 16 OH c. Tukang = 26. Kep.9 = 4 orang.06= 1.Tkg = 26. kita dapat menentukan berapa waktu yang dibutuhkan dan jumlah tenaga. sehingga dalam pelaksanaan tidak harus dipenuhi semua. untuk menyelesaikan pekerjaan Pemasangan Fondasi tersebut.4 OH b.25 m3 x 0. jumlah tenaga tersebut adalah jumlah tenaga maksimum.075=2 OH Dari analisa kebutuhan tenaga seperti diatas.bisa tenaga belum ahli dibindangnya atau cara kerjanya terlalu pelan. Pekerja = 26.25 m3 x 0. kita dapat memperkirakan berapa jumlah pekerja dan tukang yg digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam waktu yg sudah ditentukan. a.6/10 = 2 orang.6 OH d. Mandor = 26. maka pekerja yang dibutuhakan 39.6=19. melihat kondisi lapangan. Dan analisa diatas dapat digunakan sebagai pedoman biaya untuk patokan harga borongan. bila tenaga sesuai dengan hitungan diatas waktu penyelesaiannya lebih dari 10 hari perlu ditinjau cara kerja tenaga tersebut. Contoh : Dari perhitungan analisa diatas.25 m3 x 1.4/10 = 3. Cara Menghitung Kebutuhan Material dan Upah Pekerjaan Sloof 15/20 .Kebutuhan Tenaga. 2. apabila hal itu yang terjadi sebaiknya tenaga pelaksananya diganti. Tukang 16+2+1.

pertama-tama hitung total panjang sloof.593.35 kg (Bj = 1. material besi. semen = 2. Kebutuhan Material : 1. Pasir = 2.55 m3. 2.K 150.45 kg (Bj =1.45 kg ( pc 40 kg = 19.3 m3 3.017 kg = 2. Beton campuran dg mutu K 150 Untuk mutu beton ada beberapa macam mulai dari B0.06 zak). sedangkan untuk mutu diatasnya harus dengan pengawasan yg teliti.9)= 1.55 m3 x 299 kg = 762. kemudian cari volume yaitu 0.15 m x 85 m = 2.2 m x 0. material begesting.55 m3 x 1.K 300. a.037.K100.55 m3 x 799 kg = 2. misal didapat 85 meter.Gambar sloof diatas. krn untuk pembuatan beton dengan cara manual lebih mudah mencapai K 150. Untuk menghitung kebutuhan material sloof ada 3 item pekerjaan yaitu : Material beton. Disini penulis menggunakan mutu beton K 150. Krikil = 2.K 125.6) = 1.K 225.4 m3 .K175.

33 batang x 7.55 m3 x 0.083 = 0.33batang atau 28. 20 cm tinggi sloof kiri kanan . 1.55 m3 x 0.275= 0.55 m3 x 1. Pekerja = 2. Pembesian (perhitungan dg besi polos) KebutuhanMaterial : 1.212 OH b. Panjang 1 bh besi begel = {(2×15)+(2×20)}-{(2×2)+(2×2)}+5cm = 67 cm.Tukang = 2.9=380 meter/12 = 32 batang x 4.4 kg = 209. Tulangan pokok 4 d 10.7 OH 3. Kep. Total kebutuhan panjang besi untuk begel = 567 bh x 0.15 = 566.65 = 4. Kebutuhan Tenaga : . Mandor = 2.7 kg Kebutuhan kawat bindrat 10% dari berat besi beton = 3.7 = 152 kg.Kebutuhan Tenaga : 1.74 kg = 151. Tukang = 2.7 kg.55 m3 x 0. Angka 15 cm adalah lebar sloof atas bawah.67 m = 379. Total kebutuhan besi beton untuk membuat sloof sepanjang 85 meter = 209.61 kg = 4 kg. Pajang total sloof 85 meter Besi beton yang diperlukan 4 bh x 85 meter = 340 meter /12 meter (panjang 1 batang besi beton standar 12 meter) = 28. 2 cm selimut beton atas bawah kiri kanan.7 =567 bh. 5 cm pembengkokan ujung.7 kg + 152 kg = 361. Tulangan begel/pembagi d 8 ± 15 Panjang Total sloof 85 meter Jumlah begel yg diperlukan 85/0.08 OH 4.21 OH 2.03 = 0.

25 OH 3. Mandor = 361. Papan 2/20x3m = 34 x 1.145 OH c.68 OH 2. tidak harus dipenuhi semua cukup 50% dari kebutuhan total. Kebutuhan Tenaga : 1.3 kg = 10. . Kep.7 lbr = 57.2 m)x 2 = 34 m2 Kebutuhan Material : 1. karna pengerjaan sloof biasanya tidak dikerjakan serentak. Tukang = 34 m2 x 0. Kebutuhan Material : Luas begesting = (85 m x 0.7 kg x 0. PC (semen 40 kg/zak) = 19 zak .007 = 2. 2. Mandor = 34 m2 x 0.0004 = 0.025OH 4.52 OH = 17. Paku 2´-5´ = 34 x 0. sehingga papan yg sudah dipakai dapat digunakan kembali.84 OH 3.7 kg x 0. Tukang = 361. Pekerja = 361.026 OH = 0.884OH Total kebutuhan untuk membuat sloof sepanjang 85 meter : Material : 1.2 kg Untuk material papan dari kebutuhan 57.7 kg x 0.026 OH = 0.7 kg x 0.Tukang = 361.5 OH.0007 = 0.8 lbr.26 OH = 8.884OH 4.8 lbr 2.1. Kep.Tukang = 34 m2 x 0.00007 = 0. Pekerja = 34 m2 x 0. Begesting.

Besi Beton d 8mm = 0. Tukang = 9. Kep. Bindrat = 4. Besi beton d 10 mm = 0. Pekerja = 24.224 zak .037.29 OH 2. Mandor = 0. Mandor = 1. Split (koral/krikil) = 0.8 lbr 8.02 m3 3. Kep.Tukang = 0.377 batang 6. Pasir = 2.989 OH 4. Papan 2/30x3m = 0.39 OH 2.33 btg/ 29 batang 5. Paku = 10. Pekerja = 0. Papan 2/30x3m = 57. Pasir = 0.79 OH 3. PC (semen 40 kg/zak) = 0.593.68 lbr 8.333 batang 5.0141 OH .12 kg Upah : 1.2.0116 OH 4.94 OH 3.2 kg Upah : 1.3 m3) 3.25 kg (1.2 OH Maka untuk setiap 1 m sloof dengan dimensi dan penulangan seperti gambar diatas kebutuhan Material dan upah adalah : 1.4 m3) 4.3 kg 7.02 m3 4.45 kg (1. Besi beton d 10 mm = 28. Paku = 0. Besi Beton d 8mm = 32 batang 6.Tukang = 0.051 kg 7. Tukang = 0. 2. Bindrat = 0. Split (koral/krikil) = 2.

Saran untuk membeli material alam sebaiknya pendatangan tdk sekaligus. hitung pajang total sloof. sedangkan untuk split mencapai 25% maka kebutuhan split 0.kemudian kalikan kebutuhan material atau upah setiap 1 meter sloof.hampir sama dengan cara menghitung kebutuhan material beton lainnya.Bila pembaca akan membuat sloof dengan ukuran seperti gambar diatas.02 m3 menjadi 0. Tetapi untuk kebutuhan material alam biasanya lebih dari perhitungan sampai dengan 75% karna pengaruh pada pengukuran dibak truck. 3.dan akan banyak yg tercecer.035 m3. . sehingga untuk pasir dari kebutuhan 0. karna bila terlalu banyak material dapat mempersulit gerak pekerja. usahakan bertahap.02 m3 = 0. Cara Menghitung Kebutuhan Material dan Upah Pekerjaan Kolom 15/15 Cara mencari kebutuhan material kolom.025 m3.

Tulangan pokok 4 d 10.5 = 105 meter ( panjang total kolom).36 m3 x 1.071 OH 4.3 m3 Kebutuhan Tenaga : 1.12 kg (Bj = 1.36 m3 x 0.36 m3 x 0. Pasir = 2.8944OH 2.K 150.65 = 3.36 m3 x 799 kg = 1.Tukang = 2. Pajang total kolom 105 meter .7 OH 3. sedangkan untuk mutu diatasnya harus dengan pengawasan yg teliti. Krikil = 2. Volume kolom = 0. Tukang = 2. krn untuk pembuatan beton dengan cara manual lebih mudah mencapai K 150. Kep.64 za k). Pekerja = 2.36 m3 x 299 kg = 705.5 meter dan jumlah kolom 30 buah. 2.15 x 105 = 2.275 = 0.083 = 0.36 m3 x 0.K175.15 x 0.K 300.36 m3 x 1.K 125. Disini penulis menggunakan mutu beton K 150.K100. Kebutuhan Material : 1.K 225. Pembesian (perhitungan dg besi polos) KebutuhanMaterial : 1. semen = 2.64 kg (Bj = 1.03 = 0. maka 30 x 3.400. Beton campuran dg mutu K 150 Untuk mutu beton ada beberapa macam mulai dari B0.017 kg = 2. Mandor = 2.36 m3.6) = 1.885.196 OH b. contoh tinggi kolom 3.Tentukan tinggi kolom (perhitungan tinggi kolom diukur mulai dari permukaan sloof sampai dengan bawah ringbalk) kemudian hitung jumlah kolom.9)= 1. a.64 kg ( pc 40 kg = 17.2 m3 3.

1. 1.25 batang x 4. Mandor = 518kg x 0. Total kebutuhan panjang besi untuk begel = 700 bh x 0. 5 cm pembengkokan ujung.Besi beton yang diperlukan 4 bh x 105 meter = 420 m /12 m = 35 btg atau 35 batang x 7. Kep.15 m)x 2 = 31.0007 = 0.21 OH c. Total kebutuhan besi beton untuk membuat kolom sepanjang 105 meter = 259 kg + 158 kg = 518 kg Kebutuhan kawat bindrat 10% dari berat besi beton = 5.5 m2 .15 = 700 bh. Angka 15 cm adalah lebar/panjang. Kebutuhan Material : Luas begesting = (105 m x 0.18 kg = 5 kg.74 kg = 157. Pekerja = 518 kg x 0. 2 cm selimut beton atas bawah kiri kanan.6 = 158 kg.57 m = 399= 400 meter/12 = 33.0326OH 3.326 OH 2.007 = 3. Tulangan begel/pembagi d 8 ± 15 Panjang Total 105 meter Jumlah begel yg diperlukan 105/0. Panjang 1 bh besi begel = {(4×15)}-{(2×2)+(2×2)}+5cm = 57 cm.63 OH.4 kg = 259 kg. Kebutuhan Tenaga : 1. Begesting.00007 = 0. Tukang = 518 kg x 0.0004 = 0.Tukang = 518kg x 0.

tidak harus dipenuhi semua.38 OH 2.5 m2 x 0. Besi Beton d 8mm = 33. Paku 2´-5´ = 31. Kebutuhan Tenaga : 1. PC (semen 40 kg/zak) = 17.26 OH = 8.52 OH = 16. lihat kondisi lapangan apakah begesting bekas sloof masih dapat digunakan kembali.5 m2 x 0.026 OH = 0.55 lbr 2. tetapi bila kolom utama untuk bangunan 2 lantai begesting dihitung empat sisi. karena dua sisi yang lain begesting tidak dihitung sebabkan adanya pasangan bata. Mandor = 31. Split (koral/krikil) = 1.026 OH = 0. Papan 2/30x3m = 31.Perhitungan luas begesting hanya dua sisi.5 x 0.19 OH 3.3 kg = 9. tetapi dalam perhitungan Anggaran tetap dimaksukan. 2.45 kg Untuk material papan kebutuhan 63 lbr. Bindrat = 5 kg 7. Pekerja = 31. Tukang = 31. Pasir = 1.55 lbr 8. Kebutuhan Material : 1. Besi beton d 10 mm = 35 batang 5.819OH Total kebutuhan untuk membuat kolom sepanjang 105 meter : Material : 1. Kep.20 m3 3. Paku = 9.45 kg .25 batang 6.64 zak .819OH 4.30 m3 4.5 x 1.5 m2 x 0.5 m2 x 0.Tukang = 31. Papan 2/30x3m = 53.7 lbr = 53.

20 zak .216 OH 3. Split (koral/krikil) = 0.317 batang 6. PC (semen 40 kg/zak) = 0.91 OH 2. Besi Beton d 8mm = 0. kemudian kalikan kebutuhan material atau upah setiap 1 meter kolom. Mandor = 0. dan yg tercecer.Upah : 1.333 batang 5. Bindrat = 0.050 kg 7.Tukang = 0. Papan 2/30x3m = 0.23 OH Maka untuk setiap 1 m kolom dengan dimensi dan penulangan seperti gambar diatas kebutuhan Material dan upah adalah : 1. Tetapi untuk kebutuhan material alam biasanya lebih dari perhitungan sampai dengan 75% karna pengaruh pada pengukuran dibak truck .09 kg Upah : 1. Tukang = 9.09 OH 3. Besi beton d 10 mm = 0. 2.02 m3 3. Kep.23 OH 2.51 lbr 8.923 OH 4. Pekerja = 23. Paku = 0.02 m3 4. . hitung pajang total kolom. Tukang = 0.0117 OH Bila pembaca akan membuat kolom dengan ukuran seperti gambar diatas.009 OH 4. Pekerja = 0.Tukang = 0. Kep. Mandor = 1. Pasir = 0.

Luas bidang yang tidak dipasangi bata. luas jendela. 1 semen : 8 pasir. 1 semen : 3 kapur : 10 pasir. Kebutuhan Material dan Upah Pasangan Trasram : Hitung luas pasangan Trasram dengan cara total keliling dinding dikalikan dengan 30 cm (tinggi pasangan Trasram dapat diambil lebih). maka didapat luas bersih pasangan bata. maka luas bidang yang dipasangi bata = 90 ± 10 = 80 m2. campuran yang digunakan 1 semen : 3 Pasir ( untuk lebih jelas lihat postingan terdahulu). karna bila terlalu banyak material dapat mempersulit gerak pekerja. Misal luas kusen total 10 m2. kemudian cari luas pintu. 4. atau luas-luas bidang lain yg tidak ada pasangan batanya. Hitung keliling dinding.dan akan banyak yg tercecer. Sedangkan campuran untuk dinding diatas trasram. pasangan trasram yaitu pasangan bata 30 cm diatas sloof. misal panjang dinding 30 meter tinggi 3 meter. campuran yang biasa digunakan adalah. Bata merah 5 x 11 x 22 : 20 m2 x 70 bh = 1400 bh . kemudian luas kotor dinding dikurangi dengan luas bidang yang tidak ada pasangan bata. luas bidang-bidang yang tidak ada pasangan bata dijumlah. kalikan dengan tinggi didapat luas kotor. misal didapat luas pasangan trasram 20 m2 : Kebutuhan Material Campuran 1 semen : 3 Pasir : 1. usahakan bertahap. Jenis Pasangan bata ada 2. Contoh :Luas dinding kotor. Kurangi luas yang tidak ada pasangan trasram.Saran untuk membeli material alam sebaiknya pendatangan tdk sekaligus. Cara Menghitung Kebutuhan Materail dan Upah Dinding Pasangan ½ bata. campuran 1 semen : 6 pasir. maka luas dinding kotor 30 x 3 = 90 m2.

149. Semen : 20 m2 x 14.04 m3 = 0. Kepala tukang : 80 m2 x 0.2 zak (40kg) 3. tiap tiap item dibagi 20 m2 Kebutuhan Material dan Upah Pasangan Bata diatas Pasangan Trasram : Seperti contoh diatas dianggap luas pasangan ½ bata bersih 80 m2 .8 m3 Upah : 1.01 OH = 0.37 kg = 1.37 kg = 287. Pekerja : 80 m2 x 0.6 kg=28. Pasir : 80 m2 x 0.2. 1.10 OH = 0.6 OH 2.2 OH 3.30 OH = 24 OH 2.01 OH = 0.015 OH = 0.8 OH . Semen : 80 m2 x 14. Kebutuhan Material Campuran 1 semen : 6 Pasir.10 OH = 8 OH 3.30 OH = 0.2 m3 Upah : 1.2 OH 4.74 zak (40kg) 3. Pasir : 20 m2 x 0. Tukang Batu : 80 m2 x 0.3 OH Untuk mendapatkan kebutuhan material pasangan trasram 1 m2 .4 kg=7.04 m3 = 3. Tukang Batu : 20 m2 x 0. Pekerja : 20 m2 x 0. Bata merah 5 x 11 x 22 : 80 m2 x 70 bh = 5600 bh 2. Mandor : 20 m2 x 0. Kepala tukang : 20 m2 x 0.

Bata merah 5 x 11 x 22 : 80 m2 x 70 bh = 5600 bh 2. 5. Untuk hasil yang baik plesteran pada trasram gunakan campuran 1 semen : 3 pasir.8 OH 4.2 OH Kebutuhan Material Campuran 1 semen : 6 Pasir.4 m3 Upah : 1. Cara mencari berapa jumlah material dan upah sama seperti diatas. Semen : 80 m2 x 7. Pekerja : 80 m2 x 0. Tukang Batu : 80 m2 x 0.37 zak (40kg) 3.30 OH = 24 OH 2.01 OH = 0.015 OH = 1.10 OH = 8 OH 3.015 OH = 1. Pasir : 80 m2 x 0.2 OH Untuk campuran perbandingan yang lain dapat dilihat pada analisa pekerjaan.8 kg=14. mulai dari campuran 1 semen : 3 Pasir .4. misalkan luas dinding bata 80 m2 maka luas plesteran adalah 80 m2 x 2 = 160 m2. Mandor : 80 m2 x 0. Mandor : 80 m2 x 0. 1 semen : 5 pasir. Kebutuhan material dan upah pekerjaan plesteran trasram (1 semen : 3 pasir) . Kepala tukang : 80 m2 x 0. 1.185 kg = 574. sedangkan yang diatasnya dapat mengunakan campuran yang lainnya.08 m3 = 6. Sedangkan campuran plesteran ada beberapa macam . 1 semen : 2 kapur : 8 pasir. Cara menghitung Kebutuhan Material & Upah Pekerjaan Plesteran Perhitungan luas bidang plesteran adalah dua kali dari luas pasangan dinding bata.

contohnya : 1. Semen = 40 m2 x 7.satuan pekerjaan m2 5.satuan pekerjaan m2 7. batu bata .satuan pekerjaan m2 10. Pekerjaan pas. Pekerjaan pas. tenaga dan biaya persatuan pekerjaan.satuan pekerjaan m3 4.satuan pekerjaan m3 . Pekerjaan genteng . Pekerjaan plesteran . Pekerjaan cat catan . Pekerjaan rangka atap .satuan pekerjaan m2 9.satuan pekerjaan m2 8.Perhitungan luas sama dengan seperti mencari luas pada pasangan bata.satuan pekerjaan m3 6. Analisa Harga Satuan Pekerjaan berfungsi sebagai pedoman awal perhitungan rencana anggaran biaya bangunan yang didalamya terdapat angka yang menunjukan jumlah material. Pekerjaan beton struktur .023 m3 = 0. misal didapat pasangan bata luas 20 m2 maka plesteran trasram 20 m2 x 2 = 40 m2. Pekerjaan lantai keramik . tapi bagi mereka yang awam memperkirakan jumlah material merupakan pekerjaan yang cukup sulit dan memusingkan. Kebutuhan Material : 1. Pasir = 40 m2 x 0. untuk mereka sudah terbiasa dengan gambar struktur dan angka koefisien pada analisa satuan pekerjaan hal tersebut bukan pekerjaan sulit.satuan pekerjaan m2 2. pondasi batu kali . 18 September 2010 Analisa harga satuan dan rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi Perkiraan jumlah material dan kebutuhan tenaga dalam proses pekerjaan bangunan memegang peranan cukup penting untuk kontrol kualitas dan kuantitas pekerjaan.776 kg = 310. Pekerjaan plafon . Pekerjaan reng usuk .76 zak ( 40 kg) 2.satuan pekerjaan m2 3.4 kg = 7.92 m3 Sabtu.

Pekerjaan kusen .2450 Oh Oh Oh Oh Oh Pekerja Tukang batu Tukang kayu Tukang besi Kepala tukang m3 Kayu begesting kg Paku biasa 2" .4000 200. dll Daftar diatas adalah contoh satuan pekerjaan yang biasa dipakai dalam pekerjaan gedung ( bisa diperoleh pada analisa SNI ) Contoh analisa 1 m3 beton bertulang campuran 1Pc : 2Ps : 3Kr ( besi 200 kg + bekisting ) Bahan 0.5" Ltr Minyak begesting kg kg Besi beton polos Kawat beton zak Semen portland m3 Pasir beton m3 Koral beton 2/3 .2000 1.3500 1.9000 0.satuan pekerjaan m3 12.0750 0.5200 0.11.00 2.0500 0.0400 1.5000 0.7800 Tenaga 3.2500 8.

. harga pasir per-m3 Rp.000.000.5200 m3 x Rp.000.66 lonjor ( kebutuhan besi harus dicek dengan memperhitungkan pemotongan dan pembengkokan tulangan sesuai kebutuhan ) Angka koefisien pasir 0.5200 m3 x 10 m3 = 5.x 10 m3 = Rp..= Rp. 0.000. 2.harga besi per m3 beton 200 kg x Rp. 150.000. 780. contoh perhitungan untuk 10 m3 beton.1650 Oh Mandor Keterangan : Angka koefisien besi beton 200 kg = jumlah besi yang dibutuhkan dalam 1 m3 beton.0.66 = 187.000. 78. harga besi per-kg Rp..5200 m3 = jumlah pasir yang dibutuhkan dalam 1 m3 beton contoh perhitungan untuk 10 m3 beton.000.000/10.0074 x d x d kg/lonjor contoh berat besi diameter 12 mm per-lonjor ( 12 m ).harga pasir untuk 10 m3 beton Rp.bahan yang butuhkan 0.harga pasir per m3 beton 0.harga besi untuk 10 m3 beton Rp. 10.000.. 150.000.= Rp.000 kg besi berapa kebutuhan besi dalam lonjor ? cara praktis perhitungan kg besi perlonjor = 0.0074x12x12 = 10.66 kg/ljr Jumlah total besi 2. 20.2 m3 . 10.x 10 m3 = Rp.000.bahan yang butuhkan 200 kg x 10 m3 = 2. 78.000.000.000. 2.

contoh pekerja 3. caranya dengan meneliti kebutuhan bahan. dst Melihat standar perusahaan pada perusahaan konstruksi/konsultan biasanya menentukan koefisien analisa harga satuan tersendiri sebagai pedoman kerja. jika kita menggunakan harga satuan ini maka kita tidak memerlukan koefisien analisa harga . koefisien analisa harga satuan perusahaan ini biasanya merupakan rahasia perusahaan.Angka koefisien tenaga. untuk memudahkan mengetahui edisi yang terbaru. SNI 2002 . hasilnya akan mendekati ketepatan karena diambil langsung dari pengalaman kita dilapangan. Pengamatan dan penelitian langsung dilapangan. waktu dan tenaga pada suatu pekerjaan yang sedang dilaksanakan. sudah jarang digunakan karena adanya pembengkakan biaya pada koefisien tenaga. diantaranya adalah : Melihat buku Analisa BOW Koefisien analisa harga satuan BOW ini berasal dari penelitian zaman belanda dahulu.9000 Oh ( orang per hari ) = kebutuhan tenaga kasar dalam 1 m3 beton ( terkait dengan upah dan waktu kerja ) untuk menentukan koefisien analisa satuan Pekerjaan bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. SNI 2007. Melihat standar Harga satuan per wilayah Harga satuan ini dikeluarkan per wilayah oleh pemerintah / perusahaan. Melihat Standar Nasional Indonesia ( SNI ) Standar Nasional ( SNI ) ini di keluarkan resmi oleh Badan Standarisasi Nasional secara berkala sehigga SNI tahun terbaru merupakan revisi edisi SNI sebelumya. Cara ini dilakukan oleh orang yang ahli dan berpengalaman. SNI ini diberi nama sesuai tahun terbitnya misal : SNI 1998.

satuan karena untuk menghitung rencana anggaran biaya kita hanya perlu mengalikan volume pekerjaan dengan harga satuan. .