PBI NO.

8/19/PBI/2006

(5 Oktober 2006)

TENTANG KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF DAN PEMBENTUKAN PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA PRODUKTIF BPR
Malang, Mei 2008

• • • • • •

Jenis dan Kualitas Aktiva Produktif PPAP Restrukturisasi Kredit Agunan Yang Diambil Alih (AYDA) Hapus Buku (HB) dan Hapus Tagih (HT) Kewajiban dan Sanksi

Bank Indonesia Malang

mingguan dan bulanan maka perlu penyempurnaan ketentuan mengenai penentuan kolektibilitas dari yang sebelumnya dihitung berdasarkan lamanya tunggakan saja (pokok maupun bunga) menjadi dihitung berdasarkan frekuensi dan/atau lamanya tunggakan.LATAR BELAKANG 1. penilaian agunan. restrukturisasi kredit dan tambahan ketentuan mengenai agunan yang diambil alih (AYDA). Bank Indonesia Malang . Perubahan menyangkut penilaian kolektibilitas atas penempatan BPR pada bank lain. 2. judgement kolektibilitas. Sesuai dengan karakteristik kredit BPR yang umumnya berjangka waktu pendek dengan angsuran harian.

KREDIT a. 3.1. Kredit tanpa angsuran -> debitur hanya membayar angsuran bunga. sementara pokok dilunasi sekaligus saat jatuh tempo. SERTIFIKAT BANK INDONESIA PENEMPATAN DANA ANTAR BANK Bank Indonesia Malang . Kredit dengan angsuran KPR c. Kredit dengan angsuran non KPR • Angsuran kurang dari 1 bulan (harian atau mingguan) • Angsuran 1bulan atau lebih b. termasuk: • Kredit yg pencairannya dpt dilakukan secara bertahap atau sekaligus • Debitur dpt membayar sebagian atau seluruh pokok kredit dan menarik dana kembali sepanjang fasilitas kredit masih tersedia dan belum jatuh tempo. 2.

Untuk kredit dengan grace period.  M -> tunggakan AP/AB lebih dari 5 hk. KL.PRINSIP UMUM KUALITAS AP 1. Bank Indonesia Malang . dan kredit non angsuran dihitung berdasarkan frekuensi tunggakan AP dan/atau AB (kali angsuran) 2. dan M  Kredit angsuran harian/mingguan dihitung berdasarkan lamanya tunggakan AP dan/atau AB (bulanan)  Kredit angsuran 1 bulan/lebih. kredit angsuran KPR. Kualitas Penanaman Dana AB -> L. Kualitas Kredit -> L. Kualitas SBI -> selalu Lancar 3. D. KL. TP/TB dihitung setelah tenggang waktu yang ditetapkan dalam PK berakhir. M  L -> tidak terdapat tunggakan AP/AB  KL -> tunggakan AP/AB maksimum 5 hk. bank partner DPKlikuidasi 4.

 BPR wajib melakukan penyesuaian kualitas AP dalam setiap laporan kepada BI paling lambat 14 hari sejak tanggal pemberitahuan BI (termasuk exit meeting). kualitas AP yang berlaku adalah sesuai ketetapan BI. Bank Indonesia Malang .PRINSIP UMUM KUALITAS AP  Kualitas AP yang ditetapkan BPR dapat diturunkan BI dengan professional judgement apabila :  Debitur tidak diketahui lagi keberadaannya  Usaha debitur bangkrut  Dalam hal terjadi perbedaan.

. KURANG LANCAR  Terdapat tunggakan AP/AB 1 bln < t =< 3 bln  Kredit telah JT tidak lebih dari 1 bln DIRAGUKAN  Terdapat tunggakan AP/AB 3 bln < t =< 6 bln  Kredit telah JT 1 bln < t =< 2 bln MACET  Terdapat tunggakan AP/AB lebih dari 6 bln  Kredit telah JT lebih dari 2 bln  Kredit telah diserahkan kepada BUPN  Kredit telah diajukan ganti rugi kepada perusahaan asuransi kredit.LANCAR  Tidak terdapat tunggakan AP/AB  Tidak terdapat tunggakan AP/AB tidak lebih dari 1bln dan belum JT.

LANCAR  Tidak terdapat tunggakan AP/AB  Tidak terdapat tunggakan AP/AB tidak lebih dari 3x angsuran dan belum JT. . KURANG LANCAR  Terdapat tunggakan AP/AB 3x < t =< 6x angsuran  Kredit telah JT tidak lebih dari 1 bln DIRAGUKAN  Terdapat tunggakan AP/AB 6x < t =< 12x angsuran  Kredit telah JT 1 bln < t =< 2 bln MACET  Terdapat tunggakan AP/AB lebih dari 12 x angsuran  Kredit telah JT lebih dari 2 bln  Kredit telah diserahkan kepada BUPN  Kredit telah diajukan ganti rugi kepada perusahaan asuransi kredit.

. KURANG LANCAR  Terdapat tunggakan AP/AB 6x < t =< 9x angsuran  Kredit telah JT tidak lebih dari 1 bln DIRAGUKAN  Terdapat tunggakan AP/AB 9x < t =< 30x angsuran  Kredit telah JT 1 bln < t =< 2 bln MACET  Terdapat tunggakan AP/AB lebih dari 30 x angsuran  Kredit telah JT lebih dari 2 bln  Kredit telah diserahkan kepada BUPN  Kredit telah diajukan ganti rugi kepada perusahaan asuransi kredit.LANCAR  Tidak terdapat tunggakan AP/AB  Tidak terdapat tunggakan AP/AB tidak lebih dari 6x angsuran dan belum JT.

LANCAR  Tidak terdapat tunggakan AP/AB  Tidak terdapat tunggakan AP/AB tidak lebih dari 3x angsuran dan belum JT. KURANG LANCAR  Terdapat tunggakan AP/AB 3x < t =< 6x angsuran  Kredit telah JT tidak lebih dari 1 bln DIRAGUKAN  Terdapat tunggakan AP/AB 6x < t =< 12x angsuran  Kredit telah JT 1 bln < t =< 2 bln MACET  Terdapat tunggakan AP/AB lebih dari 12 x angsuran  Kredit telah JT lebih dari 2 bln  Kredit telah diserahkan kepada BUPN  Kredit telah diajukan ganti rugi kepada perusahaan asuransi kredit. .

Minimal 100% dari AP tergolong M dikurangi agunan. Minimal 50% dari AP tergolong D dikurangi agunan.1. b. 2. PPAP UMUM Minimal 0.5% dari AP tergolong Lancar kecuali SBI. Minimal 10% dari AP tergolong KL dikurangi agunan. c. PPAP KHUSUS a. Bank Indonesia Malang .

b. Agunan selain di atas dinilai 0% (tidak diperhitungkan sebagai pengurang dlm pembentukan PPAP). c.AGUNAN Agunan yang diperhitungkan sebagai pengurang PPAP a. 50% dari nilai jual objek pajak untuk agunan berupa tanah berdasarkan kepemilikan surat Girik (letterC/petok D) dilampiri Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) terakhir. dan e. bangunan dan rumah bersertifikat (SHM atau SHGB). 100% dari agunan yang bersifat likuid. Bank Indonesia Malang . 50% dari nilai pasar utk agunan berupa kendaraan bermotor yg disertai bukti kepemilikan dan diikat sesuai ketentuan yg berlaku (terdaftar pada lembaga Fiducia). bangunan dan rumah bersertifikat (SHM atau SHGB) yg diikat dengan hak tanggungan. hak pakai tanpa hak tanggungan. d. 60% dari nilai jual objek pajak utk agunan berupa tanah. 80% dari nilai hak tanggungan untuk agunan berupa tanah.

 BPR wajib menilai agunan untuk mengetahui nilai ekonomisnya berupa taksiran dan pendapat penilai intern BPR atas nilai ekonomis agunan berdasarkan analisis thd fakta-fakta obyektif dan relevan menurut metode dan prinsip-prinsip umum (MAPPI). apabila tidak dilakukan penilaian secara benar. Bank Indonesia Malang .  BI dapat melakukan perhitungan kembali atas nilai agunan yang diperhitungkan sebagai pengurang PPAP.  BPR wajib menyesuaikan perhitungan PPAP sesuai ketetapan BI dalam setiap laporan kepada BI paling lambat 14 hari sejak tanggal pemberitahuan BI (termasuk exit mtg).  Agunan tidak diperhitungkan sebagai pengurang PPAP.

RESTRUKTURISASI KREDIT Upaya perbaikan yang dilakukan BPR terhadap debitur yang mengalami kesulitan memenuhi kewajibannya. melalui : • Penjadualan kembali • Persyaratan kembali • Penataan kembali Bank Indonesia Malang .

Dapat dilakukan apabila: a. penghentian pengakuan pendapatan bunga secara akrual.RESTRUKTURISASI KREDIT 1. dan b. Dilarang apabila hanya untuk menghindari: a. Debitur memiliki prospek usaha yang baik dan diperkirakan mampu memenuhi kewajiban setelah kredit direstrukturisasi. Bank Indonesia Malang . penurunan kualitas Kredit. peningkatan pembentukan PPAP. dan/atau c. Debitur mengalami kesulitan pembayaran pokok dan/atau bunga kredit. b. 2.

Selama grace period.KUALITAS KREDIT YG DIRESTRUKTURISASI 1. b. 4. Bank Indonesia Malang . Setinggi-tingginya KL untuk kredit yg sblm direstrukturisasi D atau M. sama dengan kualitas kredit sebelum direstrukturisasi. Kualitas tidak berubah untuk kredit yang sebelum direstrukturisasi tergolong L atau KL. Setelah grace period. 2. 5. apabila tdk terjadi TP/TB selama 3 kali periode angsuran scr berturut-turut. kualitas mengikuti angka 1 s. Restrukturisasi kredit dengan menggunakan grace period : a. 3. apabila debitur tidak dapat memenuhi kondisi angka 3. Sama dengan kualitas kredit sebelum direstrukturisasi. Kualitas dpt menjadi L.d. 4.

 BPR wajib memiliki kebijakan/sistem & prosedur restrukturisasi kredit secara tertulis yang disetujui oleh komisaris.  Komisaris wajib melakukan pengawasan aktif. termasuk pengakuan kerugian yang timbul sesuai SAK/PAPI. BPR wajib menerapkan perlakuan akuntansi restrukturisasi kredit. Bank Indonesia Malang .

Debitur tidak melaksanakan perjanjian/akad restrukturisasi kredit. Restrukturisasi dilakukan secara berulang dgn tujuan utk memperbaiki kualitas kredit tanpa memperhatikan prospek usaha debitur. Restruktuirisasi bertujuan hanya untuk penurunan kualitas kredit. Bank Indonesia Malang . peningkatan pembentukan PPAP dan/atau penghentian pengakuan pendapatan secara akrual. b.KOREKSI KUALITAS KREDIT YG DIRESTRUK… BI berwenang mengkoreksi penetapan kualitas kredit yg direstrukturisasi dan pendapatan bunga yg telah diakui secara akrual. apabila: a. c.

BPR wajib melakukan upaya penyelesaian terhadap AYDA paling lama 2 tahun sejak pengambilalihan.AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH (AYDA) 1. Apabila setelah jangka waktu 2 tahun belum dapat diselesaikan maka BPR wajib membiayakan dicatat pada pos “beban non operasional” dengan rekening lawan “AYDA” Bank Indonesia Malang . baik melalui lelang atau di luar lelang berdasarkan penyerahan secara sukarela oleh pemilik agunan dan berdasarkan surat kuasa untuk menjual dari pemilik agunan dalam hal debitur telah dinyatakan macet. AYDA adalah aktiva yang diperoleh BPR. 3. 2.

yaitu sebesar nilai pasar agunan dikurangi estimasi biaya yang dibutuhkan untuk menjual. Nilai agunan yg diambilalih adalah net realizable value. Penetapan nilai AYDA diatas Rp500 juta wajib oleh penilai independen. maksimum sebesar baki debet Kredit yang akan diselesaikan dengan AYDA.4. 5. Bank Indonesia Malang .

Persyaratan c. Kewenangan dan tanggung jawab e. BPR wajib memiliki kebijakan & prosedur tertulis mengenai AYDA. HB dan HT. dan HT 2. Tata cara AYDA. Komisaris wajib mengawasi pelaksanaan kebijakan AYDA. HB dan HT yang telah disetujui komisaris yang mencakup minimal : a. HB. Limit d.1. Kriteria b. Bank Indonesia Malang .

2. HB&HT dpt dilakukan BPR (setelah dilakukan upaya penagihan) thd penyediaan dana dgn kualitas Macet. Bank Indonesia Malang . HB tidak dapat dilakukan terhadap sebagian penyediaan dana (partial write off). 4. 3. HT dapat dilakukan terhadap sebagian atau seluruh penyediaan dana.1. HT terhadap sebagian penyediaan dana hanya dapat dilakukan dalam rangka restrukturisasi/penyelesaian kredit (d/r transparansi kepada debitur).

Bank Indonesia Malang .PELANGGARAN KETENTUAN DIMAKSUD DIKENAKAN SANKSI ADMINISTRATIF : Teguran tertulis Penurunan nilai kredit dalam perhitungan TKS Pencantuman pengurus/PS dalam daftar TL dalam penilaian fit n proper.

26/22/KEP/DIR tanggal 29 Mei 1993 tentang kualitas AP dan PPAP SK Direksi BI No. 26/167/KEP/DIR tanggal 29 Maret 1994 tentang penyempurnaaan SK di atas. Bank Indonesia Malang .PBI ini mulai berlaku 1 Desember 2006 PBI ini mencabut ketentuan : SK Direksi BI No.

TERIMA KASIH Bank Indonesia Malang .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful