DESAIN PENGATURAN OTOMATIS POMPA AIR LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51

HALAMAN JUDUL SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Mencapai derajat Sarjana S-1

Diajukan oleh : MARSUDI 06519038

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA 2009

i

HALAMAN P ERSETUJUAN

Skripsi Desain Pengaturan Otomatis Pompa Air Listrik Berbasis Mikrokontroller AT89S51 Dipersiapkan dan disusun oleh Marsudi (06519038)

Telah dipertahankan di depan tim Penguji Pada tanggal Juni 2009

Susunan Tim Penguji Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

Supatman, S.T., M.T. Penguji

Yudianingsih, S.T., M.T.

Nama Penguji Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan Untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik

Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer,

Dr. Ir. Sasongko Pramono Hadi, DEA.

ii

HALAMAN PERSEMBAHAN

Persembahanku… Aku Bersembah sujud hanya kepada-Mu Hanya Engkau yang patut disembah… Allah SWT Untukmu… Ayah dan Ibunda tercinta...yang selalu mengasihi dan menyanyangiku

iii

HALAMAN MOTO Tingkatan ilmu seseorang Dapat dilihat dari perilakunya Bukan dari kata-katanya Bangkit dan lakukanlah Karena kewajiban kita adalah tanggungjawab kita Bukan orang lain Dimana ada usaha Di situ pasti ada jalan Hambatan bukanlah sesuatu yang harus kita hindari Melainkan tantangan yang harus kita hadapi iv .

otomatis. Alat bantu Desain Pengaturan Otomatis Pompa Air Listrik Berbasis Mikrokontroller AT89S51didesain dengan operasional yang sederhana sehingga mudah pengoperasiannya Setelah kabel konektor AC dihubungkan ke jala-jala listrik 220Volt AC maka alat ini akan bekerja yaitu mengendalikan secara otomatis mesin listrik pompa air. Berbagai macam peralatan dengan sistem pengoperasian secara manual semakin ditinggalkan beralih pada peralatan yang serba otomatis. sehingga peralatan otomatis lebih mendominasi dalam kehidupan manusia. Kata Kunci : mikrokontroller. Teknologi elektronika merupakan salah satu teknologi yang telah melekat di dalam kehidupan manusia. jika air pada bak penampung kosong maka alat ini akan menghidupkan mesin listrik pompa air dan jika air pada bak penampung airnya penuh maka alat ini akan mematikan mesin listrik pompa air. Alat ini berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan mesin listrik pompa air. jika saklar pada posisi Half maka mesin listrik pompa air akan mengisi bak penampung air 50% saja. pompa air v .INTI SARI Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berperan mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Dengan alat yang merupakan Desain Pengaturan Otomatis Pompa Air Listrik Berbasis Mikrokontroller AT89S51diharapkan mesin listrik pompa air dapat bekerja secara otomatis. Alat ini dilengkapi dengan saklar Full Half. berbagai alat elektronika praktis dan fleksibel telah banyak diciptakan sehingga membantu memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhannya. jika saklar pada posisi Full maka mesin listrik pompa air akan mengisi air sampai bak penampung penuh. hal ini diperlukan pada saat musim kemarau yang biasanya debit air menurun.

penulis mendapatkan banyak bantuan dan bimbingan serta saran dari berbagai pihak.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. 3. Bapak Supatman. selaku Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Yogyakarta.Sasongko Pramono Hadi. Dr. vi . 2. M. Dalam penulisan laporan proyek akhir ini. puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat melaksanakan dan menyusun laporan Tugas Akhir Skripsi dengan judul “ Desain Pengaturan Otomatis Pompa Air Listrik Berbasis Mikrokontroller AT89S51” dengan baik. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan program S-1 di Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Yogyakarta. 4..T.. S. ST.Si. selaku dosen pembimbing utama Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Yogyakarta. DEA. Bapak Dr. Apt.T.. Ibu Yudianingsih. MT. Ir. Bapak Prof... maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Djoko Wahyono. selaku dosen pembimbing pendamping Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Yogyakarta. selaku Rektor Universitas Mercu Buana Yogyakarta. M.

Mei 2009 Penulis vii . akan penulis terima dengan senang hati untuk kesempurnaan laporan ini.5. yang telah membantu dalam penelitian dan dalam penyusunan skripsi. maka kritik dan saran yang konstruktif dari semua pihak. Seluruh Dosen dan karyawan pada Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini tidak lepas dari kesalahan dan kekurangsempurnaan. Semua pihak yang tidak mampu penulis sebutkan. Dan tidak lupa semua rekan mahasiswa pada Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Yogyakarta. 6. Amien. Yogyakarta. yang telah memberikan dukungan dan motivasi kepada penulis. 7. Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis dan semua pihak yang membutuhkan serta dapat menjadi amal ibadah yang diterima di sisi-Nya.

....4........5............................1...............................................................................................................................................2........... 3 Manfaat yang Diharapkan ...........................................1.......DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................. 7 2.....2..........................1........................................................... 3 Tujuan Penelitian ......................1........................... Permasalahan ....... 14 Sistem Timer AT89S51 ..............................1...... ii HALAMAN PERSEMBAHAN .............. 7 2....................................... Latar Belakang Masalah ..............2.............................3............................... 2 1...3.................................................... 6 2....................................................................... xiii BAB I PENDAHULUAN ....................................................1................................................... 1 1................. 15 2......... iv INTI SARI ........................................... Tinjauan Pustaka ...........1................................ viii DAFTAR GAMBAR ............................................................................2.........1........... Mikrokontroller ........2............. i HALAMAN PERSETUJUAN ........ 1.......2......1.......4................................................ Hardware Mikrokontroller ................... 1 1..................... 20 viii ...... 4 Sistematika Penulisan ...........2.................................... 2............................................................. Keaslian Penelitian .................. 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................ vi DAFTAR ISI ....2.................................... 1................................................................ v KATA PENGANTAR.................................. 11 Sistem Interupsi AT89S51 .............. 2 1................... 8 Instruksi MCS-51.......................2................... Saklar dan Rile ................................................ xi DAFTAR TABEL ................................................................................................ 6 Landasan Teori ..................................................................... iii HALAMAN MOTO ...................1..................................... 1..................... Batasan Masalah .......................................... 2..................... xii DAFTAR LAMPIRAN ............................................. 2.....................2..........................................................................1............................2........................................................ 2..................

.............................................. 3.......... Realisasi Sistem ..... Flow Chart..................................... 3................4....2... Alat Penelitian ............................................ 4................ 48 ix ........... 24 2...................2...1...............................................................1.........1...............2....... 29 Saklar ........................... 4....... 2.. 29 3...................3...... Hasil Pengujian ..............................................2. Perancangan Hardware .......... LED ... 32 Perancangan Software .....1...........2.....1............. 31 Multimeter ........5.2.................2................................. 3............ 46 Saklar Mode .......................3...1.....2............................................................ 30 Pompa Air .........2.......................................1............2...........................2............. 3...............1......................1...........1..... 32 3............................... Komputer ...... 21 2.............................4........3........................................ Bahan dan Alat Penelitian ...... 32 3.........2............ 31 Langkah Penelitian ....2............................................. 29 Transistor ...........................................1....1...............................................................1...........2................... Transistor Sebagai Saklar .. 30 Catu Daya Teregulasi .....................1.................1....2................................1........ 3. 29 3..........................................2..... 47 Pembahasan ..................... Sistem Minimum Mikrokontroller AT89S51 ... 44 BAB IV PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN .......... 3....1.................................1...................................5.... 28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 4... 4.............1...........1........ 3..3..................1... Hipotesis..................... 40 3... 20 Rile .................................................... 30 Kabel ISP Programmer ........... 3............ Bahan Penelitian .................................... 29 Rile ...... 4........... 45 4...........3..........................................1.....................................1. 3.............................................................2..........2.................... 29 3...1........ 30 3....................................................1...................... 25 2......................................1...............2............1........................ 45 Water level Sensor . 45 Sistem Minimum AT89S51 dan Output Rile ............................................................................4.6.........................................2................1...................2..2.. 27 2..................... Perancangan Alat .............2.1................................1...................................1. 46 Pengujian Sistem ...... 30 3..... Saklar ......................................................2...............1..................................

................................................1................................. Kesimpulan ...1.. 5........................ 48 4............2.......... Analisis Perangkat Keras ...... 4................................................3.2..... 48 4.............. Sistem Minimum dan Output Rile ..................................................... 48 Water Level Sensor dan Saklar Mode .................1........ 55 5.........2...........................2...........1.......................2........ 55 Saran.....2............... Analisis Sistem Keseluruhan ....................... 49 4...... Analisis Program ......................2................................................................................................1................................................................... 56 x ................. 55 DAFTAR PUSTAKA ......... 53 BAB V KESIMPULAN .....4.........2..............

. 26 Gambar 2....... Bentuk fisik salah satu saklar push button ..... Diagram Blok Pemanfaatan Mikrokontroller AT89S51 ......... Transistor pada daerah cut off (Malvino. 1985:124) ...................... Water level Sensor... 37 Gambar 3............3.......................10.. (a) Transistor pada daerah saturasi...... Simbol dan Prinsip Kerja Rile SPDT ........6................ 23 Gambar 2......... Simbol-simbol Flow Chart ............................................................................8............12................1................ Diagram Blok Mikrokontroller AT89S51 .........................7. Bentuk fisik salah satu Saklar ....................................... Sistem Minimum AT89S51 .........4..... Bentuk Program Assembler ............................ 21 Gambar 2..................... 27 Gambar 3......... Sistem Kontrol Pemanfaatan Mikrokontrol AT89S51 Sebagai Pengendali Otomatis Mesin Listrik Pompa Air ....... 41 Gambar 3................11........2....................... Flow Chart Program Pengatur Otomatis Pompa Air Listrik Berbasis Mikrokontroller AT89S51 ......................... 37 Gambar 3...3............ 33 Gambar 3..........8.......... 34 Gambar 3... (a) Simbol push button saat OFF dan (b) Simbol push button saat OFF ON .5.................. 23 Gambar 2...2.......................... 21 Gambar 2................................................................................... 21 Gambar 2............ Rangkaian reset ................................ 32 Gambar 3...... (b) Ekuivalen transistor sebagai saklar on (Malvino............................................................. 10 Gambar 2......................5......7....................... Konfigurasi Pena AT89S51 (40-lead PDIP) .................. Rangkaian Output Rile ....................... 35 Gambar 3........................... 20 Gambar 2.........10........................... 39 Gambar 3..........9......... Denah susunan bit dalam register TCON..................... Simbol dan Prinsip Kerja Rile DPDT ....................... 26 Gambar 2.... 24 Gambar 2........... Denah susunan bit dalam register TMOD ....................... 18 Gambar 2.................4.............6.....................DAFTAR GAMBAR Gambar 2...................... Saklar Mode Pengisian (Full / Half) ..... 35 Gambar 3.. Bentuk fisik dan simbol lampu LED ............. 1985: 123) ................. Rangkaian regulator Catu Daya +12V dan +5V ............... 19 Gambar 2................................ 9 Gambar 2.....9.....................13. 42 xi ....... Simbol Saklar ..1...............................14........................

............... 46 Tabel 4......3.. 46 Tabel 4. Titik Kerja Transistor Sensor 3 Q3 ...... Kebenaran Kontrol Pompa Air Otomatis { f(input) = output }............ Titik Kerja Transistor Sensor 2 Q2 ............1......4............2........... Titik Kerja Transistor Sensor 1 Q1 . 46 Tabel 4............................................................................DAFTAR TABEL Tabel 4........ 49 xii ...............

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.................................. Lay out Komponen dan PCB Sistem Kontrol ... 59 Lampiran 5........................ 58 Lampiran 3................ Source Code Program Assembly Mikrokontroller AT89S51 ................................... Datasheet AT89S51 ......................... 57 Lampiran 2... Gambar Rangkaian Sistem Kontrol ... 60 xiii ........................

dengan menghidupkan dan mematikan saklar manual. sehingga dapat meringankan tenaga dan menghemat waktu untuk memenuhi kebutuhan air dalam rumah tangga.1. alat bantu dalam rumah tangga biasanya sangat sederhana. maka perlu diusahakan suatu alat Penerapan Mikrokontroller AT89S51 sebagai pengendali otomatis mesin listrik pompa air. 1 . Pada implementasinya teknologi yang sederhana sudah banyak merambah pada alat-alat rumah tangga. Latar Belakang Masalah Kebutuhan teknologi tepat guna dan sepadan tidak hanya di industri.. dengan menggunakan peralatan yang otomatis dan sederhana dalam mengoperasikan. tetapi juga pada alat-alat rumah tangga. seiring dengan kemajuan teknologi.BAB I PENDAHULUAN 1. Pada mesin listrik pompa air yang digunakan untuk mengambil air tanah dalam sumur. biasanya dioperasikan secara manual. kemungkinan air yang dimasukkan dalam bak penampung dapat tumpah karena melebihi kapasitas. Mesin listrik pompa air ini sebenarnya bisa dioperasikan secara otomatis dengan sedikit sentuhan teknologi. Kebutuhan peralatan yang dapat dioperasikan secara otomatis sangat diperlukan dalam rumah tangga. Proses ini tentu cukup merepotkan disamping memerlukan tenaga juga membutuhkan waktu. misalnya dengan menambahkan sistem otomasi pada alat tersebut. dengan sentuhan teknologi sedikit alat yang sangat sederhana bisa mempunyai kemampuan yang sangat besar.

1. Untuk keperluan tersebut diperlukan waktu dan tenaga.2 1.1. kecuali sumber lain yang digunakan sebagai referensi terdapat dalam daftar pustaka.1. 4. hal ini termasuk dalam kategori pemborosan. 3. Jika bak penampung sudah tidak mempu menampung air dan mesin tidak segera dimatikan maka air akan meluap. Mesin listrik pompa air yang dioperasikan secara manual jika dihidupkan akan mengisi bak penampung air secara terus menerus. Permasalahan Berdasarkan latar belakang di atas permasalahan yang dapat dirumuskan adalah : 1.2. sehingga harus menghidupkan mesin listrik pompa air terlebih dahulu sebelum menggunakan air. 2. Hal ini dikarenakan bak penampungan air kosong. Keaslian Penelitian Desain Pengaturan Otomatis Pompa Air Listrik Berbasis Mikrokontroller AT89S51yang akan dilaksanakan belum pernah dilakukan. . Kebanyakan mesin listrik pompa air yang ada di pasaran dioperasikan secara manual. Mesin listrik pompa air yang dioperasikan secara manual untuk mengambil air tanah. 1. dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga kadang-kadang pada saat dibuka kran air tidak mengalir. Di pasaran belum ada alat yang menerapkan mikrokontroller AT89S51 sebagai pengendali otomatis pompa air.

Manfaat yang Diharapkan Jika penelitian ini berhasil dengan baik dan dikembangkan. dapat digunakan sebagai salah satu bahan pembelajaran bagi para mahasiswa dan siswa dalam perancangan peralatan otomatis berbasis mikrokontrol untuk industri kecil. Perancangan perangkat keras pada penerapan mikrokontroller AT89S51 sebagai pengendali otomatis mesin listrik pompa air 2. Perancangan perangkat lunak pada penerapan mikrokontroller AT89S51 sebagai pengendali otomatis mesin listrik pompa air 1.3. untuk alat bantu rumah tangga dan industri kecil.3 1. menengah dan industri rumah tangga.2. Batasan Masalah Batasan masalah dari penelitian ini adalah : 1. keberhasilan penelitian Penerapan Mikrokontroller AT89S51 sebagai pengendali otomatis mesin listrik pompa air. Untuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Penerapan Mikrokontroller AT89S51 sebagai pengendali otomatis mesin listrik pompa air. manfaat yang bias diharapkan adalah sebagai berikut : 1. Untuk pembangunan negara. . dapat digunakan sebagai salah satu bahan referensi dalam perancangan peralatan otomatis berbasis mikrokontrol. 2.

pembuatan perangkat keras dan pembuatan perangkat lunak.4. .5. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. faedah yang dapat diharapkan. proses pengoperasian mesin listrik pompa air 1. batasan masalah. metodologi. teori penunjang yang berkaitan dengan pembuatan alat dan teori mikrokontrol AT89S51. Mengetahui proses pengoperasian mesin listrik pompa air menggunakan peralatan yang otomatis akan berpengaruh terhadap penyediaan kebutuhan air dalam rumah tangga. latar belakang. tujuan penelitian. dan sistematika penulisan. 2. keaslian penelitian. permasalahan. Mengetahui unjuk kerja secara manual.4 1. Sistematika Penulisan Pembahasan skripsi ini menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Pada bagian ini membahas. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Pada bagian ini membahas. BAB III : PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT Pada bagian ini membahas.

5 BAB IV : PENGUJIAN DAN ANALISA Pada bagian ini membahas. pengujian alat secara keseluruhan yang meliputi perangkat keras. BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN Pada bagian ini membahas berdasarkan hasil pengujian dan analisa data kemudian diambil kesimpulan dari kinerja alat tersebut. perangkat lunak dan menganalisa data pengujian alat. .

sedang Bahasa Pemrograman Assembler sebagai perangkat lunaknya.1. mengganti air. Penelitian yang dilakukan oleh Samsu Rizal pada tahun 2005 dengan judul Pemanfaatan Mikrokontroler AT89C51 Sebagai PLC (Programable Logic Controller) salah satu aplikasi yang merupakan perpaduan antara perangkat keras dan parangkat lunak. Sistem ini memberi keuntungan bagi mereka yang sibuk bekerja namun senang memelihara ikan dalam aquarium. Memelihara ikan dalam aquarium merupakan hal yang biasa dan mudah. Rangkaian elektronik yang berbasis mikrokontroler adalah perangkat kerasnya. menjaga suhu air dan lain-lain. Tinjauan Pustaka Penelitian yang dilakukan oleh Djunanda Mieke pada tahun 2003 dengan judul Sistem Pengendalian Aquarium Berbasis Mikrokontroler Dengan Menggunakan SMS dari Hand Phone. tetapi akan memerlukan waktu khususnya bagi orang yang sibuk tetapi mempunyai hobi memelihara ikan terutama dalam proses perawatan ikan mulai dari pemberian makan. Penelitian yang dilakukan oleh Imron Muhammad pada tahun 2007 dengan judul Sistem Pengamanan Tambak Ikan Berbasis Mikrokontroler merupakan suatu peralatan pengamanan yang digunakan untuk mengamankan 6 .BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Oleh karena itu dikembangkan metode pemeliharaan ikan dalam aquarium dari jarak jauh yang dapat dikontrol melalui SMS dari Hand Phone.

Rile dan alarm yang dihubungkan ke mikrokontroler. sehingga alat ini dapat menjadi sistem pengamanan yang efektif 2. diperlukan beberapa komponen elektronika seperti LED. transistor. CPU dan I/O. LDR yang merupakan komponen detektor cahaya ditempatkan di sekeliling tambak. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa alat ini dapat bekerja dengan baik.2. Hal tersebut membuat mikrokontroller dapat langsung dibuat sistem dengan menambahkan sedikit peripheral lain. Mikrokontroller Mikrokontroller merupakan perkembangan dari mikroprosesor. Landasan Teori Untuk membuat suatu sistem pemanfaatan mikrokontroller AT89S51 sebagai pengendali otomatis mesin listrik pompa air. Berikut ini merupakan teori dasar dari masing-masing komponen yang diperlukan. . Peralatan sistem ini terdiri dari detektor atau sensor.1. rile dan mikrokontroler.7 tambak ikan. Sifat mikrokontroller yang mampu diprogram (programmable) menyebabkan mikrokontroller mempunyai kemampuan aplikasi yang sangat luas. 2. saklar. Mikrokontroler yang merupakan rangkaian utama pada alat ini dihubungkan ke telepon seluler yang akan mengirim teks singkat kepada pemilik tambak. Dalam sebuah chip mikrokontroller telah terintegrasi memori.2. jika ada obyek yang melewati detektor pada waktu tertentu maka mikrokontroler akan mengaktifkan rile yang dihubungkan ke lampu dan alarm sehingga lampu akan menyala dan alarm akan berbunyi.

3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Cakupan tegangan operasi 4. 256 X 8-bit RAM internal.1. Spesifikasi AT89S51 adalah salah satu jenis mikrokontroller buatan Atmel dan merupakan keluarga MCS-51.1. 13) Mempunyai 2 data pointer 14) Power-Off flag 15) Pemrograman yang cepat .0Volt – 5.1.2. Hardware Mikrokontroller 2.1. Dua buah 16 bit Timer/Couters.2.5Volt Beroperasi secara penuh pada frekuensi 0 sampai 33 MHz Memiliki tiga tahap penguncian program. Memiliki delapan sumber interupsi. 11) Pengembalian interupt dari mode daya rendah 12) Memiliki Watchdog Timer. Memiliki jalur I/O 32 bit yang dapat diprogram. AT89S51 merupakan mikrokontroller 8-bit dengan spesifikasi sebagai berikut : 1) 2) Kompatibel dengan produk MCS-51 8 Kbytes memori flash internal yang dapat diprogram ulang sampai 1000 kali tulis/hapus. 10) Memiliki serial UART yang dapat diprogram.8 2.1.

9 Gambar 2. Diagram Blok Mikrokontroller AT89S51 (http://www.com) .1.atmel.

1. dan P1. port ini menjadi bus data dan alamat multipleks. Port ini dipakai untuk port I/O. Pin-pin ini dirancang sebagai P1. . 4) Port 3 (kaki 10-17).P1.5 (MOSI). 3) Port 2.7 (SCK).1.0 .2. Konfigurasi Pena AT89S51 (40-lead PDIP) (http://www.0/AD0 – port 0.10 2. Port ini dipakai untuk I/O tujuan umum atau untuk fungsi khusus.0/A8 – port 2.com) 1) Port 0. 2) Port 1 (kaki 1-8).7/AD7 (kaki 32-39).7/A15 (kaki 21-28). Port ini dipakai untuk I/O atau sebagai bus byte tinggi alamat untuk rancangan dengan memori luar.atmel.6 (MISO). P1. port ini dapat digunakan untuk port I/O tujuan umum. Untuk perancangan yang lebih besar (dengan memori luar).2.7 untuk antarmuka dengan peralatan luar dan jalur Flash-Programer pada P1. Pada perancangan komponen minimum. Konfigurasi Pin Gambar 2.2.

8) RST (Reset. 7) EA (External Access. Secara keseluruhan MCS-51 memiliki 255 macam instruksi yang dibagi menjadi 5 kelompok meliputi: instruksi aritmatika. kaki 31). Jika port 0 digunakan sebagai bus data dan bus byte rendah alamat. Masing-masing kelompok akan dijelaskan sebagai berikut: . instruksi manipulasi bit variabel dan instruksi percabangan. kaki 9). maka register internal akan diisi dengan harga tertentu untuk kondisi awal sistem. kaki 29). PSEN merupakan keluaran untuk sinyal kendali yang mengijinkan memori program (kode) luar dan biasanya dihubungkan dengan kaki (Output Enable) EPROM yang mengijinkan pembacaan byte-byte program. ALE mengunci alamat ke register luar selama setengah pertama siklus memori. Selanjutnya selama setengah kedua siklus memori. instruksi transfer data. Untuk eksekusi program dari memori luar maka kaki ini harus diberi tegangan rendah.2. Instruksi MCS-51 Seperti pada mikrokontroller pada umumnya. Jika diberikan tegangan tinggi selama paling sedikit 2 siklus mesin.11 5) PSEN (Program store enable. 6) ALE (Address Latch Enable.2. instruksi logika. Sinyal keluaran ALE untuk demultiplexing bus data dan alamat. 2. AT89S51 mempunyai instruksi MCS-51 dan beberapa fasilitas yang berguna untuk pemrograman. kaki 30).1. jalur-jalur port 0 disediakan untuk data masukan atau keluaran ketika perpindahan data sedang dilakukan.

perkalian (kode operasi MUL) dan pembagian (kode operasi DIV). penjumlahan dengan menyertai sisa/carry (kode operasi ADDC). negasi akumulator (kode operasi CPL). Kelompok Instruksi Logika Kelompok perintah ini dipakai untuk melakukan operasi logika. Operasi logika yang dapat dilakukan adalah operasi OR (kode operasi ORL). operasi Exclusive OR (kode operasi XRL). pengurangan satu (kode operasi DEC).1. penyetelan desimal pada akumulator (kode operasi DA). antara akumulator dengan .2.1. operasi AND (kode operasi ANDL). pejumlahan satu (kode operasi INC).1.2. Kelompok Instruksi Aritmatika Kelompok perintah ini dipakai untuk melakukan operasi aritmatika yang meliputi penjumlahan (kode operasi ADD). memori eksternal dengan akumulator (kode operasi MOVX) dan pemindahan data langsung (direct byte) ke stack/tumpukan (PUSH dan POP). menghapus akumulator (kode operasi CLR). RLC. pergeseran bit akumulator (kode operasi RL. Operasi pemindahan data yang dapat dilakukan adalah pemindahan data antara register dengan register (kode operasi MOV). Kelompok Instruksi Transfer Data Kelompok perintah ini dipakai untuk memindahkan dan penukaran (exchange) data.2. 2. 2. RR.1. register dengan memori (kode operasi MOV). Operasi penukaran data yang dapat dilakukan adalah penukaran data antara akumulator dengan register (kode operasi XCH) .2.2. memori dengan memori (kode operasi MOV).2.12 2. pengurangan dengan menyertai pinjaman/borrow (kode operasi SUBB).2.3. RRC dan SWAP).

13

internal RAM (kode operasi XCH), nible rendah (D0–D3) akumulator dengan nible rendah (D0–D3) internal RAM (kode operasi XCHD). 2.2.1.2.4. Kelompok Instruksi Manipulasi Bit Operasi manipulasi bit yang dapat dilakukan adalah menghapus carry dan bit (kode operasi CLR), mengeset carry dan bit (kode operasi SETB), mengkomplemen carry dan bit (kode operasi CPL), operasi AND antara carry dan bit (kode operasi ANL), operasi OR antara carry dan bit (kode operasi ORL), dan memindahkan data dari bit ke carry atau sebaliknya (kode operasi MOV). 2.2.1.2.5. Kelompok Intruksi Percabangan Instruksi ini dapat digunakan saat program yang sedang dilaksanakan akan melompat ke suatu alamat tertentu. Instruksi percabangan dapat dibedakan atas percabangan bersyarat dan percabangan tanpa syarat. 1) Instruksi percabangan bersyarat, yang termasuk kelompok ini adalah:
CJNE @Rn,#data,alamat kode CJNE A,#data,alamat kode CJNE A,alamat data,alamat kode CJNE Rn,#data,alamat kode DJNZ Rn,alamat kode DJNZ alamat data,alamat kode JB alamat bit,alamat kode JNB alamat bit,alamat kode JBC alamat bit,alamat kode JC alamat kode JNC alamat kode JZ alamat kode JNZ alamat kode

2) Instruksi percabangan tanpa syarat, yang termasuk kelompok ini adalah:
ACALL alamat kode LCALL alamat kode SJMP alamat kode AJMP alamat kode LJMP alamat kode JMP @A+DPTR RET RETI

14

2.2.1.3. Sistem Interupsi AT89S51 Setiap mikrokontroller biasanya memiliki saluran interupsi. Interupsi adalah peristiwa perangkat keras yang dipakai untuk mengatur kerja dari perangkat lunak mikrokontroller. AT89S51 mempunyai 8 sumber interupsi, yakni Interupsi Eksternal (External Interrupt) yang berasal dari kaki INT0, INT1 dan T2 Ext, Interupsi Pewaktu (Timer Interrupt) yang berasal dari Timer 0 , Timer 1, maupun Timer 2, Interupsi Port Seri (Serial Port Interrupt) yang berasal dari bagian penerima dan bagian pengirim Port Seri. Semua sumber permintaan interupsi yang dibahas di atas, masing-masing bisa diaktifkan atau di-nonaktifkan secara tersendiri lewat bit-bit yang ada dalam register IE (Interrupt Enable Register). Bit EX0 dan EX1 untuk mengatur interupsi eksternal INT0 dan INT1, sedangkan bit ET0 dan ET1 untuk mengatur interupsi timer 0 dan timer 1, bit ES untuk mengatur interupsi port seri. Di samping itu ada pula bit EA yang bisa dipakai untuk mengatur semua sumber interupsi sekaligus. Setelah reset, semua bit dalam register IE bernilai “0”, artinya sistem interupsi dalam keadaan non-aktif. Untuk mengaktifkan salah satu sistem interupsi, bit pengatur interupsi bersangkutan diaktifkan dan juga EA yang mengatur semua sumber interupsi. Misalnya instruksi yang dipakai untuk mengaktifkan interupsi ekternal INT0 adalah SETB EX0 disusul dengan SETB EA. Saat AT89S51 menanggapi permintaan interupsi, Program Counter diisi dengan sebuah nilai yang dinamakan sebagai vektor interupsi. Vektor interupsi

15

merupakan nomor awal dari memori-program yang menampung ISR (Interrupt Service Routine) untuk melayani permintaan interupsi tersebut. Vektor interupsi itu dipakai untuk melaksanakan instruksi LCALL, ACALL, AJMP atau LJMP yang diaktifkan secara perangkat keras. Vektor interupsi untuk interupsi eksternal INT0 adalah 0003H, untuk interupsi timer 0 adalah 000BH, untuk interupsi ekternal INT1 adalah 0013H, untuk interupsi timer 1 adalah 001BH dan untuk interupsi port seri adalah 0023H. Jarak vektor interupsi satu dengan lainnya sebesar 8, atau hanya tersedia 8 byte untuk setiap ISR. Jika sebuah ISR memang hanya pendek saja, tidak lebih dari 8 byte, maka ISR tersebut bisa langsung ditulis pada memori-program yang disediakan untuknya. ISR yang lebih panjang dari 8 byte ditulis ditempat lain, tapi pada memori-program yang ditunjuk oleh vektor interupsi diisikan instruksi JUMP ke arah ISR bersangkutan. 2.2.1.4. Sistem Timer AT89S51 Timer 0 dibentuk dengan register TL0 (timer 0 low byte, alamatnya pada RAM internal adalah 6AH) dan register TH0 (timer 0 high byte, alamatnya 6BH). Sedangkan timer 1 dibentuk dengan register TL1 (timer 1 low byte, alamatnya 6CH) dan register TH1 (timer 1 high byte, alamatnya 6DH). Untuk mengatur kerja timer/counter dipakai 2 register tambahan yang dipakai bersama oleh timer 0 dan timer 1. Register tambahan tersebut adalah register TCON (timer control register, alamatnya 88H dan bisa dialamat secara bit) dan register TMOD (timer mode register, alamatnya adalah 89H).

dengan maksud rancangan alat yang dibuat dengan MCS48 bisa dengan mudah diadaptasikan ke MCS5 1. bisa disusun menjadi 4 macam mode (mode 0. Susunan TLO. Pada Mode 3 TLO. Pada Mode 0.16 TLO. TL1 dan TH1 merupakan SFR (Special Function Register) yang dipakai untuk membentuk pencacah biner Timer 0 dan Timer 1. .1. TL1 dan TH1 dipakai bersama-sama untuk menyusun sistem timer yang tidak bisa dikombinasi lain.2. limpahan dan pencacah biner 5 bit ini dihubungkan ke THx (maksudnya bisa THO atau TH1) membentuk sebuah untaian pencacah biner 13 bit. THO. Mode ini tidak banyak dipakai lagi. Kapasitas keempat register tersebut masing-masing 8 bit. TL1 dan TH1 pada masing-masing mode sebagai berikut: 2.4. mode 1. Mode 1 dan Mode 2 Timer 0 dan Timer 1 masing-masing bekerja sendiri. Mode ini meneruskan sarana timer yang ada pada mikrokontroller MCS48 (mikrokontroller pendahulu MCS51). THO. mode 2 dan mode3) pencacah biner. THO.1. artinya bisa dibuat Timer 0 bekerja pada Mode I dan Timer 1 bekerja pada Mode 2. limpahan dan pencacah 13 bit ini ditampung di flip-flop TFX (maksudnya bisa TFO atau TF1) yang berada di dalam register TCON. Mode 0 Pencacah Biner 13 bit Pencacah biner dibentuk dengan TLX (maksudnya bisa TLO atau TL1) sebagai pencacah biner 5 bit (meskipun kapasitas sesungguhnya 8 bit). atau kombinasi mode lainnya sesuai dengan keperluan.

2.2. Seiring dengan sinyal denyut. Yang kedua adalah TL0 yang dipakai sebagai pencacah biner 8 bit dengan TF0 sebagai sarana pemantau limpahan.3. 2. sedangkan THx dipakai untuk menyimpan nilai yang diisikan ulang ke TLx setiap kali kedudukan TLx melimpah (berubah dan FFH menjadi 00H).1. Yang pertama adalah untaian pencacah biner 16 bit tanpa fasiltas pemantau sinyal limpahan yang dibentuk dengan TL1 dan TH1. Mode 2 Pencacah Biner 8 bit dengan isi ulang TLx dipakai sebagai pencacah biner 8 bit.17 2.. hanya saja register TLX dipakai sepenuhnya sebagai pencacah biner 8 bit.4. kedudukan pencacah biner 16 bit ini akan bergerak dari 0000H (biner 0000 0000 0000 0000). 0001H. TH0. sehingga kapasitas pencacah biner yang tersbentuk adalah 16 bit. 0002H .2.4..4. Mode 3 Gabungan Pencacah Biner 16 bit dan 8 bit Pada Mode 3 TL0.2.4. Dengan cara ini bisa didapatkan sinyal limpahan yang frekuensinya ditentukan oleh nilai yang disimpan dalam TH0.1. Mode 1 Pencacah Biner 16 bit Mode ini sama dengan Mode 0. TL1 dan TH1 dipakai untuk membentuk 3 untaian pencacah.1. 2. sampai FFFFH (biner 1111 1111 1111 1111). . Pencacah biner ketiga adalah TH0 yang dipakai sebagai pencacah biner 8 bit dengan TF1 sebagai sarana pemantau limpahan. kemudian melimpah kembali menjadi 0000H.

Jika C/T* = 0 sinyal denyut diperoleh dari osilator kristal yang frekuensinya sudah dibagi 12.d.3.htm) Pemakaian dari register TMOD adalah: 1) Bit M0/M1 dipakai untuk menentukan Mode timer seperti yang terlihat dalam tabel.d. TMOD bit 7) dipakai untuk mengatur Timer 1. Denah susunan bit dalam register TMOD (http://alds-stts. Bila bit . Gambar 2. bit 4 sampai 7 register TMOD (TMOD bit 4 s. TMOD (Timer Mode Register) Register TMOD dibagi menjadi 2 bagian secara simetris. TMOD bit 3) dipakai untuk mengatur Timer 0. a. 3) Bit GATE merupakan bit pengatur saluran sinyal denyut. bit 0 sampai 3 register TMOD (TMOD bit 0 s. Bila bit GATE = 0 saluran sinyal denyut hanya diatur oleh bit TRx (maksudnya adalah TR0 atau TR1 pada register TCON). sedangkan jika C/T* = 1 maka sinyal denyut diperoleh dari kaki T0 (untuk Timer 0) atau kaki T1 (untuk Timer 1).edu/digital/timer.18 Register TMOD dan register TCON merupakan register pembantu untuk mengatur kerja Timer 0 dan Timer 1. kedua register ini dipakai bersama oleh Timer 0 dan Timer 1. 2) Bit C/T* dipakai untuk mengatur sumber sinyal denyut yang diumpankan ke pencacah biner.

sebagai berikut: 1) Bit TFx (maksudnya adalah TF0 atau TF1) merupakan bit penampung limpahan. Bit TFx dinolkan dengan instruksi CLR TFO atau CLR TF1. bit 7) dibagi menjadi 2 bagian secara simetris yang dipakai untuk mengatur Timer 0 dan Timer 1. bit 3) dipakai untuk keperluan mengatur kaki INT0 dan INT1. TRx dinolkan saat MCS51 menjalankan rutin layanan interupsi (ISR – Interupt Service Routine). TFx akan menjadi „1‟ setiap kali pencacah biner yang terhubung padanya melimpah (kedudukan pencacah berubah dari FFFFH kembali menjadi 0000H). Jika sarana interupsi dari interupsi dari Timer 0/Timer 1 dipakai. TCON (Timer Control Register) Register TCON dibagi menjadi 2 bagian.4. 2) Bit TRx (maksudnya adalah TR0 atau TR1) merupakan bit pengatur saluran sinyal denyut.d. Gambar 2.edu/digital/timer. Denah susunan bit dalam register TCON (http://alds-stts. bila bit ini = 0 sinyal denyut tidak disalurkan ke pencacah biner sehingga pencacah berhenti . b.d. 4 bit pertama (bit 0 s.htm) Sisa 4 bit dari register TCON (bit 4 s.19 GATE = 1 kaki INT0 (untuk Timer 0) atau kaki INTl (untuk Timer 1) dipakai juga untuk mengatur saluran sinyal denyut.

2. Saklar Saklar adalah piranti elektronika yang berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan sumber (ON/OFF) dengan efek mekanik. Push On Saklar ini apabila ditekan maka akan menghasilkan pulsa 1. Bila bit GATE pada register TMOD = 1.20 mencacah. Pegas tersebut apabila dilepaskan maka akan kembali ke posisi semula.2.2. dan kemudian apabila dilepaskan maka akan kembali nol. antara lain : 1. Push Off Saklar ini apabila ditekan maka akan menghasilkan pulsa 0.2. 2 macam jenis saklar push button.1. (a) (b) Gambar 2. didalam ilmu elektronika.2. dan kemudian apabila di lepaskan maka akan kembali 1. 2. (a) Simbol push button saat OFF dan (b) Simbol push button saat OFF ON . maka saluran sinyal denyut ini diatur bersama oleh TRx dan sinyal pada kaki INT0/INTl. Konstruksi dari saklar ini adalah dengan menghubungkan pegas yang terdapat didalam saklar tersebut.5. Saklar dan Rile 2.

7. rile mempunyai variasi aplikasi yang luas baik pada rangkaian listrik maupun elektronis.21 Gambar 2. Bentuk fisik salah satu saklar push button Selain saklar di atas juga masih ada lagi skalar ON/OFF berbentuk switch.2. Simbol Saklar Gambar 2.2.8. Rile Rile adalah saklar magnetis yang dapat menghubungkan rangkaian beban ON dan OFF dengan memberi energi elektromagnetis. (Frank D Petruzella 2001:371). Prinsip dari saklar ini adalah saklar yang jika ditekan akan berubah keadaan dari OFF menjadi ON. dan untuk mengembalikan keadaan menjadi OFF lagi perlu dilakukan penekanan lagi. yang akan membuka atau menutup kontak pada rangkaian. inti besi lunak akan dimagnetisasi. Bentuk fisik salah satu Saklar 2. Sewaktu arus kontrol melewati kumparan. Gambar 2.6.2. .

Jangkar atau armatur bertumpu pada sebuah batang yang ujungnya tajam dan dengan bantuan sebuah pegas ringan dan baut. Apabila kumparan dialiri arus maka akan menimbulkan medan magnet. Fungsi utama rile adalah mengontrol arus yang lebih besar dalam rangkaian dengan arus kecil yang melewati kumparan. sehingga jangkar dapat bertahan pada tumpuannya.22 Armature ditarik oleh inti yang dimagnetisasi. Pada pengoperasian dari rile ini tidak membutuhkan tegangan dan arus yang besar apabila tidak disertai beban. Penggunaan rile disesuaikan dengan keperluan.9 dibawah). kontak NO tertutup. pole) dan banyaknya . Ujung jangkar yang lain akan mendorong pegas kontak sehingga kontak terhubung. Terdapat beberapa variasi rile baik bentuk. ( Frank D Petruzella 2001:372). dengan kata lain gerakan armature tadi telah mengubah posisi kontak 3 (lihat gambar 2. Rile terdiri dari kawat penghantar yang digulung pada silinder berinti. Kontak–kontak ini dapat digunakan mengontrol arus yang lebih besar dalam rangkaian. sebaliknya kontak NC terbuka. jangkar akan dilepas dan kontak terputus. Simbol rile terdiri atas sebuah kumparan dan 2 set kontak. ukuran maupun konfigurasi pensaklaran (kontak). Sewaktu arus lewat kumparan. Bila kemudian arus menghilang dari kumparan. dalam rile mempunyai 2 keadaan yaitu pada saat terbuka (Normally Open atau NO) dan tertutup (Normally Close atau NC). Gaya magnetis akan menarik jangkar untuk mendekati inti. Konfigurasi atau tipe pensaklaran diidentifikasi sesuai jumlah kutub (p. Gerakan armature ini akan menutup kontak 3 dan 4 dan akan membuka kontak 3 dan 5.

Jumlah kutub dan posisi ini dapat didahului dengan huruf (S. untuk single dan D untuk double) atau dengan angka. SPDT (satu kutub dua posisi) yaitu rile yang mempunyai dua posisi kontak. Simbol dan Prinsip Kerja Rile SPDT 2. throw).10. 12V.9. Simbol dan Prinsip Kerja Rile DPDT Tegangan kerja kumparan rile biasanya 6V. hubungan kontak akan berpindah ke kaki 3 dengan kaki 4. Secara umum ada dua buah konfigurasi rile yaitu : 1. Gambar 2. Tipe ini mempunyai hubungan kontak kaki 3 dengan kaki 5 dan ketika kumparan diberi arus. Tegangan tersebut menunjukkan kerja yang diperlukan untuk menggerakkan rile.23 posisi saklar (T. DPDT (dua kutub dua posisi) yaitu tipe rile yang mempunyai dua kontak terpisah dari tipe pemindah hubungan (kontak). 24V. dan digerakkan oleh jangkar melalui batang isolator. . Gambar 2.

Warna ini disebabkan oleh bahan pembuatnya.2.3. LED ini digunakan sebagai indikator keluaran pada pemrograman mikrokontroller. tetapi kelemahan simulator adalah tidak bisa dilihat secara langsung hasilnya. Sebenarnya keluaran juga bisa dilihat pada simulator ketika melakukan simulasi program. hal ini bisa juga disebabkan karena hardware yang dibuat ada kesalahan. LED LED (Light Emitting Diode) merupakan sebuah lampu yang mempunyai daya kecil dan biasanya digunakan sebagai lampu indikator. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan baik mengenai warna. karena antara hasil praktik dengan teori jauh berbeda. Daya yang kecil inilah yang menjadi alasan mengapa LED digunakan sebagai lampu indikator pada modul mikrokontroller.24 2. Bahkan sekarang ini telah muncul beberapa lampu LED yang dapat menampilkan nyala yang berwarna-warni. Bentuk fisik dan simbol lampu LED Bentuk-bentuk lampu LED bermacam-macam warnanya dan ukurannya. ukurannya maupun dayanya.11. Gambar 2. Artinya bahwa program belum tentu jalan ketika dimasukan ke dalam memori mikrokontroller walaupun telah disimulasikan dengan baik. .

Di bawah ini adalah rumus untuk menentukan peggunaan resistor sebagai pembatas tegangan.25 Untuk menyalakan LED diperlukan arus yang cukup. Pada daerah saturasi arus mengalir tanpa halangan dari terminal kolektor menuju emitor (VCE = 0) dan arus kolektor jenuh IC sat = VCC / RC.. 1) 2. Besarnya arus yang melewati LED menentukan intensitasnya. .4 V. Untuk membuat transistor induksi diperlukan arus basis yang minimal besarnya IB > IC / . Sedangkan penurunan tegangan LED sebesar 1. Kondisi seperti ini menyerupai saklar mekanik dalam keadaan tertutup (on). R= Dimana : VCC VLed ILed R = Sumber tegangan = Tegangan kerja LED = Arus kerja Led = Nilai resistansi Vcc  Vled I led (Persamaan 2.2 V sampai 2. Transistor ini bekerja pada daerah jenuh (saturasi) sebagai saklar tertutup (on) dan daerah mati (cut off) sebagai sklar terbuka (off). Umumnya arus yang mengalir pada LED sebesar 2 sampai 20 mA.2. Komponen ini memiliki impedansi yang tinggi saat bersifat sebagai penghantar.4. Transistor Sebagai Saklar Transistor adalah salah satu komponen yang dapat digunakan sebagai saklar elektronik.

RC karena IC = 0 Maka VVE = VCC Besar arus basis IB adalah : IB = IC /  karena IC = 0. IC = 0.13. 1985: 123) pada saat transistor bersifat bukan penghantar (cut off) berlaku ketentuan VCE = VCC. maka IB = 0 A (Persamaan 2.26 (a) (b) Gambar 2. dalam hal ini transistor menyerupai saklar mekanik dalam keadaan terbuka (off). 2) . (b) Ekuivalen transistor sebagai saklar on (Malvino. (a) Transistor pada daerah saturasi. Gambar 2. Kondisi demikian dapat direalisasikan dengan memberikan bias basis IB = 0 atau pada terminal basis diberi tegangan mundur terhadap emitor.12. Transistor pada daerah cut off (Malvino. 1985:124) Analisis perhitungan untuk kondisi saklar secara teori adalah sebagai berikut :  Kondisi cut off VCE = VCC – IC .

4) (Persamaan 2.14.5. 5) 2. Simbol-simbol Flow Chart . PROSES INPUT SUB ROUTIN START KEPUTUSAN TERMINAL KONEKTOR KONEKTOR AKHIR HALAMAN Gambar 2. maka IC = VCC / RC (Persamaan 2.2. Untuk menyajikan jenis operasi sebuah program digunakan simbol-simbol. 3)  Besar tahanan basis RB untuk mendapatkan arus basis IB pada kondisi benarbenar saturasi adalah : RB = (VBB – VBE) / IB sat adalah  . IB > IC atau IB sat > IC /  (Persamaan 2. Flow Chart Flow Chart atau diagram alir adalah suatu cara yang sangat sederhana untuk mensistemkan aliran proses sebuah program.27  Kondisi saturasi (jenuh) VCE = VCC – IC . Ada delapan simbol yang sering digunakan untuk menyusun Flow Chart. RC karena VCE = 0.

. Hipotesis Berdasarkan tinjauan pustaka dan landasan teori.3. Penggunaan peralatan yang otomatis akan memudahkan manusia terhadap proses pengisian tangki air.28 2. Mikrokontroller dapat digunakan sebagai pengendali otomatis mesin listrik pompa air. maka pemanfaatan mikrokontroller AT89S51 sebagai pengendali otomatis mesin pompa air dapat diambil hipotesis sebagai berikut : 1. 2.

1.1.1. Fungsi utama adalah mengolah data dari hasil pembacaan water level sensor untuk mengatur rile. 3.3. Saklar yang digunakan adalah saklar dip switch. Sistem Minimum Mikrokontroller AT89S51 Sistem minimum Mikrokontroller AT89S51 digunakan untuk pengendali utama dari alat ini. 29 . Bahan Penelitian 3. Transistor yang digunakan adalah transistor D400 berjenis NPN. Saklar Saklar digunakan untuk pemilihan mode pengisian.1. 3.1.2. Bahan dan Alat Penelitian Pada penelitian yang berjudul Pemanfaatan Mikrokontroller AT89S51 Sebagai Pengendali Otomatis Mesin Listrik Pompa Air ini memerlukan beberapa bahan dan alat pendukung yang digunakan.1.1. yaitu mode full dan half. Transistor Transistor pada rangkaian ini digunakan sebagai saklar untuk mengendalikan rile dan sensor water level.1.1.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. antara lain : 3.1.

Pompa Air Pompa air aquarium AC 220V digunakan untuk memompa air ke dalam tangki penampungan air. Rile Rile SPDT (satu kutub dua posisi) DC 12 Volt berfungsi sebagai penghubung atau pemutus tegangan 220V AC dengan mesin listrik pompa air. Komputer Komputer digunakan untuk perancangan sistem meliputi desain rangkaian. Catu Daya Teregulasi Catu daya teregulasi digunakan sebagi sumber tegangan untuk mencatu rangkaian. c.1.1. Tegangan yang diperlukan adalah +5V dan +12V. Alat Penelitian 3. digunakan catu daya teregulasi menggunakan IC LM7805 dan LM7812 sehingga diperoleh tegangan yang stabil.4.1. Processor AMD Athlon X2 RAM (Random Acces Memory ) 1 Gbyte Harddisk 80 Gbyte .1. Pompa air inilah yang dikendalikan secara otomatis oleh alat yang dibuat. 3. dan Program Pemanfaatan Mikrokontroller AT89S51 Sebagai Pengendali Otomatis Mesin Pompa Air.1.  Spesifikasi : a.2. 3.6. 3. b.30 3.1.1.1.5.1.2. PCB.

. Software yang digunakan adalah MCS51.  Compiller Assembler kompatible ASM51 Compiller Assembler adalah software untuk mengubah set instruksi dalam bahasa assembly ( *.  Program Downloader Program downloader adalah Software untuk mentransfer program dalam bahasa mesin ( *.1.hex ). e.2.  Sistem Operasi Windows XP Tersedia DB-25 Parallel Port Text Editor Text editor berfungsi sebagai media penulisan teks program yang akan dimasukkan ke dalam mikrokontroller AT89S51. Kabel ISP Programmer Kabel programmer digunakan untuk menghubungkan antara komputer dan rangkaian Mikrokontroller AT89S51.3.2.hex ) dari komputer ke mikrokontroller. 3. Multimeter Multimeter Sanwa YX-360TRE digunakan untuk menguji komponen dan mengukur tegangan dari rangkaian baik catu daya maupun rangkaian pengendali.asm ) menjadi bahasa mesin ( *.2. Mikrokontroller diprogram secara in system programming sehingga program dapat langsung didownload pada rangkaian tanpa menggunakan programmer. 3.31 d.1. Software yang digunakan adalah Aec_ISP. Text editor ini telah tersedia pada fasilitas yang disediakan Windows berupa notepad.

Perancangan sesuai dengan diagram blok pada Gambar.3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram blok dibawah ini. . dan pengujian.2. Perancangan Alat 3.1. realisasi sistem. Perancangan Hardware Perancangan hardware adalah penentuan rangkaian yang akan digunakan dalam alat Pemanfaatan Mikrokontroller AT89S51 Sebagai Pengendali Otomatis Mesin Listrik Pompa Air.1. AC 220V Pompa Air Water level Sensor Sistem Minimum AT89S51 (Kontrol Utama) Mode Pengisian Catu Daya Teregulasi Output Relay M Gambar 3.2.32 3.2.1. Diagram Blok Pemanfaatan Mikrokontroller AT89S51 Sebagai Pengendali Otomatis Mesin Pompa Air 3. Secara prinsip alat Pemanfaatan Mikrokontroller AT89S51 Sebagai Pengendali Otomatis Mesin Pompa Air dapat dipisahkan menjadi beberapa bagian yaitu : Rangkaian input berupa water level sensor dan switch mode pengisian.1. rangkaian kontrol utama berupa mikrokontroller AT89S51.1. Langkah Penelitian Penelitian terdiri dari perancangan alat. dan rangkaian output berupa rile untuk mengatur hidup dan matinya pompa air.

Untuk menghasilkan tegangan yang stabil.1. IC LM 7805 berfungsi untuk menghasilkan tegangan output sebesar 5V hal ini dikarenakan pada sistem mikrokontroller membutuhkan tegangan kerja antara 4V – 5. terlebih dahulu tegangan AC 220V AC diturunkan menjadi 12 V dengan menggunakan transformator step down kemudian disearahkan dengan menggunakan dioda bridge (jembatan).2. Catu Daya Teregulasi Rangkaian Pemanfaatan Mikrokontrol AT89S51 sebagai Pengendali Otomatis Mesin Listrik Pompa Air ini tentu saja membutuhkan sumber tegangan.1. Agar tidak terjadi perubahan tegangan yang dapat merugikan mikrokontroller AT89S51. tegangan ripple akan kapasitor polar (2200uF/25V).5 V. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada rangkaian dibawah ini : Gambar 3.1.2. IC LM 7812 berfungsi untuk menghasilkan tegangan output sebesar 12 Volt untuk mencatu rile sehingga dapat bekerja.33 3. diratakan dengan menggunakan . Rangkaian regulator Catu Daya +12V dan +5V Sebelum tegangan AC 220V AC masuk ke rangkaian regulator. maka catu daya-nya menggunakan IC regulator seri LM 7812 dan LM 7805.

Water level Sensor Water level sensor adalah rangkaian untuk mendeteksi ketinggian air dalam tangki. tengah dan atas) pada tangki. Sensor water level tersusun dari tiga buah transistor yang difungsikan sebagai saklar.1. dan penuh (full) sehingga diperlukan tiga buah sensor. Pada dasar air diberi tegangan +12V DC sebagai tegangan sumber.34 U2 LM 7812 adalah IC regulator tegangan 12V DC dan U3 LM 7805 adalah IC regulator (penstabil) tegangan 5 VDC tegangan kerja yang dibutuhkan oleh mikrokontroller. sedangkan basis dari masing-masing diletakan pada titik – titik tertentu (dasar. setengah (half).1.2. Sensor didesain untuk mendeteksi tiga level ketinggian air yaitu kosong (empty). Water level Sensor . 3. Gambar 3.2.3.

1. Menggunakan prinsip transistor sebagai saklar dihubungkan dengan P0. 3.2 sebagai sensor dasar tangki (empty). Rangkaian Output Rile .2.2.0 sebagai sensor level atas (full).0.4. Gambar 3.1. Output Rile Rangkaian output rile berfungsi sebagai saklar pompa air. Saklar dihubungkan ke Port 1.3. Gambar 3. Saklar Mode Pengisian Saklar mode pengisian. Output sensor dua dihubungkan dengan Port 1.35 Output sensor satu dihubungkan ke Port 1. Saklar Mode Pengisian (Full / Half) 3.1. berfungsi untuk mengatur jika diinginkan pengisian setengah tangki atau penuh.4.3.1.1 sebagai sensor level tengah (half). Output sensor tiga dihubungkan dengan Port 1.5.

Untuk rangkaian power on reset ini diperlukannya 1 buah resistor 10 kΩ.1. Hal ini sesuai dengan hukum ekonomi. Penggunaan AT89S51 pada sistem ini karena mikrokontroller jenis ini banyak beredar di pasaran dan harganya relatif lebih murah dari mikrokontroller jenis lainnya.5. AT89S51 membutuhkan sinyal detak (clock) yang dalam rangkaian ini memanfaatkan osilator internal. Agar dapat bekerja. Rangkaian ini dapat menggunakan kristal 0 MHz–33 MHz dan 2 buah kapasitor  30 pF. 1 buah kapasitor 10 µF elektrolit dan tombol berupa mikroswitch yang dipasang paralel dengan kapasitornya dan Vcc.1. . Untuk menanggapi reset tersebut. dimana semakin banyak barang yang beredar di pasar.2. Untuk perancangan sistem ini menggunakan kristal 11. maka semakin murah harga barang tersebut.36 3. Selain hal tersebut juga dikarenakan pemrogramannya mudah serta tersedianya alat (emulator) yang digunakan untuk mengisikan (up-load) program ke dalam flash memori-nya.0592 MHz dan 2 buah kapasitor 30 pF yang terhubung ke pin 18 (XTAL2) dan pin 19 (XTAL1). Sistem Minimum AT89S51 Mikrokontroller AT89S51 digunakan sebagai pengendali utama motor listrik pompa air. Sistem minimum mikrokontroller AT89S51 mempunyai 4 buah port yang dapat digunakan sebagai masukan atau keluaran. sehingga jika saklar ditekan maka rangkaian akan memberi interupsi reset untuk kembali ke keadaan awal. Tombol reset ini dihubungkan ke kaki RST ( pin 9 ). pada pin 9 menerima pulsa transisi dari rendah ke tinggi.

5 5e10t   t / RC = 51 e 1.5 Volt.37 VCC + 10 uF RESET Vc Vrst R1 10 K Reset Gambar 3.35667 35.6. yaitu : Vcc 5V Vc Vc 1.7 Vcc atau sebesar 3.5 = 5 1 e Jadi waktu tunda yang dibutuhkan untuk pengosongan kapasitor adalah sebesar 35. Sistem Minimum AT89S51 .    e 10t t / 104.5 V = v 1 e 1.7 ln 0.5 0.5 V = 1.105 10t   -10 t -10 t t = = = = = = 5  5e10t 3. sehingga diperoleh besarnya waktu reset. Rangkaian reset Tegangan reset minimal adalah sebesar 0.7.5 = Vc + Vrst = Vc + 3.667 ms Gambar 3.667 ms.7 -0.

2.0 b. yaitu : Rangkaian kontrol utama dan rangkaian catu daya teregulasi.3 dihubungkan dengan saklar mode pemilih.2 dihubungkan dengan ouput sensor 3.8 menunjukkan rangkaian keseluruhan dari sistem kontrol pemanfaatan mikrokontrol AT89S51 sebagai pengendali otomatis mesin listrik pompa air. . Port 0 digunakan untuk output rile terhubung dengan P0.1.1. 3. P1. dan P1.0 dihubungkan dengan ouput sensor 1.38 Perancangan sistem ini menggunakan 3 buah port. yaitu : a.6.1 dihubungkan dengan ouput sensor 2 . P1. P1. Port 1 digunakan untuk input water level sensor dan saklar mode pengisian. Gambar 3. Sistem Keseluruhan Dari semua bagian diatas disusun menjadi dua buah rangkaian.

8. Sistem Kontrol Pemanfaatan Mikrokontrol AT89S51 Sebagai Pengendali Otomatis Mesin Listrik Pompa Air .39 Gambar 3.

Perancangan Software Perangkat lunak adalah program yang diperlukan untuk mengatur sistem kerja dari perangkat keras (Hardware).40 3. c.2.2. Program merupakan urutan instruksi untuk melaksanakan tugas tertentu. Representasi kerja program Sekuen atau formula kerja yang digunakan untuk mengendalikan mesin listrik pompa air sehingga dapat digunakan untuk mengisi tangki air secara otomatis ini disebut Algoritma program. Flow Chart atau diagram alir adalah cara yang sangat sederhana untuk menunjukkan aliran proses sebuah program. yaitu menggunakan empat langkah sbb : a. Dalam hal ini permasalahan yang akan diselesaikan adalah membuat program untuk mengendalikan mesin listrik pompa air sehingga dapat digunakan untuk mengisi tangki air secara otomatis.1. b. urutan proses yang dijalankan dituliskan dalam bentuk-bentuk grafis sehingga lebih mudah dalam melihat urutan proses yang harus dijalankan. Algoritma berisi urutan-urutan pekerjaan yang harus dijalankan sehingga tujuan dari pembuatan program dapat tercapai dengan baik. Pendefinisian permasalahan Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memikirkan secara cermat permasalahan yang ingin diselesaikan menggunakan program. Dalam pembuatan program pemanfaatan mikrokontrol AT89S51 sebagai kendali otomatis mesin listrik pompa air ini menggunakan metode Douglas. Penemuan instruksi – instruksi yang benar .

9. merupakan pemberi keterangan pada instruksi program. 4. 2. Penulisan program Program yang dimengerti oleh mikrokontroller dan dieksekusi secara langsung adalah program bahasa mesin. Alur berpikirnya adalah sebagai berikut : . Program pada perancangan rangkaian Pemanfaatan mikrokontrol AT89S51 sebagai pengendali otomatis mesin listrik pompa air merupakan program yang menjalankan fungsi mikrokontroller AT89S51 sebagai pengendali utama. 3.41 d. merupakan simbol operasi dari suatu instruksi. dengan bentuk umum semua instruksinya adalah : 1. Label. Gambar 3. Mnemonic. Bentuk Program Assembler Mikrokontroller memiliki bahasa assembler khusus. Instruksi tersebut di-compile kedalam bentuk bilangan hexa-decimal yang disebut op-code (operation code). Instruksi ditulis dalam bahasa assembly MCS-51. merupakan suatu simbol dapat berupa suatu tanda yang mensistemkan nama dari suatu alamat. merupakan penyedia informasi yang dibutuhkan operasi untuk melakukan fungsinya. Comment. Operand.

Baca Water level Sensor dan Saklar Mode Pengisian Step 4. Seting kondisi awal (default) Step 3. Algoritma Step 1. Apakah Mode Half.42 a. dan sensor bawah dan sensor tengah terendam Step 11.10. Kembali ke step 3 Step 15. Flow Chart START P 0. Apakah Mode Half. Matikan Pompa Air Step 16. Jika ya lompat ke step 15 Step 10. Apakah semua sensor terendam Step 9. Jika ya. Stop b. Lompat ke step 15 Step 12. Kembali ke step 3 Step 13. Hidupkan Pompa Air Step 14. Jika ya lompat ke step 13 Step 6. Flow Chart Program Pengatur Otomatis Pompa Air Listrik Berbasis Mikrokontroller AT89S51 . Apakah semua sensor tidak terendam Step 5. lompat ke step 13 Step 8. Start Step 2.0 = RELAY BACA P1 SIMPAN DI REG A AND KAN DENGAN 00001111 A ≠ 00001111 Y Y A ≠ 00000111 A ≠ 00001001 N N Y A ≠ 00000000 N Y N HIDUPKAN RELAY MATIKAN RELAY STOP Gambar 3. Jika ya. dan semua sensor tidak terendam Step 7.

AKTIF HIGH . OLEH : MARSUDI .===================================================== . Source Code .SETING KONDISI AWAL (DEFAULT) .P1 ANL A.FUNGSI MENGHIDUPKAN POMPA AIR .----------------------------------------------------.===================================================== .PROGRAM UTAMA .PIN IC .------------------------------------------------------HIDUPKAN: SETB RILE SJMP START END .#00001111B CEK1: CJNE A. #00000000B. CEK4 SJMP MATIKAN CEK4: CJNE A.43 c. INISIALISASI PIN . SEBAGAI PENGENDALI OTOMATIS MESIN LISTRIK POMPA AIR . START SJMP MATIKAN .0 .-----------------------------------------------------START: MOV A.----------------------------------------------------ORG 00H MATIKAN: CLR RILE .-----------------------------------------------------.------------------------------------------------------. PEMANFAATAN MIKROKONTROLLER AT89S51 . MATIKAN RILE .----------------------------------------------------. #00001111B. #00000111B. CEK2 SJMP HIDUPKAN CEK2: CJNE A. CEK3 SJMP HIDUPKAN CEK3: CJNE A.----------------------------------------------------RILE BIT P0. #00001001B.

Mencetak layout yang telah dirancang ke transparasi 3. 11. Pengeboran PCB. pemasangan. Manganalisa hasil pengujian 14.2. Pengujian komponen – komponen yang diperlukan 7. penyolderan. Membuat software (program) dengan bahasa assembly 9.2. Melarutkan tembaga PCB dengan menggunakan larutan Ferry Clorida 5. Pemasangan rangkaian ke dalam box. dan pengawatan 8.5 2. Realisasi Sistem Dalam penyelesaiannya rancang bangun Pemanfaatan Mikrokontroller AT89S51 Sebagai Pengendali Otomatis Mesin Listrik Pompa Air ini melalui beberapa langkah kerja sebagai berikut : 1. Membuat laporan . Uji coba keseluruhan alat untuk kinerja alat sampai sesuai dengan yang diharapkan. Membuat layout dalam PCB dengan menggunakan setrika 4. Uji coba tiap blok rangkaian untuk mengetahui karakeristik fungsinya 10. 12. Mengamati cara kerja rangkaian 13.44 3. Mengumpulkan komponen dan bahan-bahan yang diperlukan 6. Merancang layout pada komputer menggunakan PCB Designer 1.

$ R1. Adapun program dalam mikrokontroller sebagai berikut : .#10 R1.----------------------------------------------------------------. 45 .----------------------------------------------------------------ORG 0H MULAI: SETB P0.#255 R2.0 CALL DELAY JMP MULAI DELAY:MOV DEL1 : MOV DEL2 : MOV DJNZ DJNZ DJNZ RET R0.1.1.#255 R2. Hasil Pengujian 4.DEL2 R0. PROGRAM UJI RILE .0.0 CALL DELAY CLR P0. Sistem Minimum AT89S51 dan Output Rile Pengujian sistem minimum dengan memberi program sederhana pada mikrokontroller berupa flip-flop untuk mengatur rile yang terhubung dengan P0.DEL1 Setelah program dijalankan pada mikrokontroller maka rangkaian output rile yang terhubung dengan pompa air aquarium menyala selama beberapa saat kemudian mati beberapa saat.1. Dari hasil pengujian itu telah didapatkan kesimpulan rangkaian sistem minimum AT89S51 dan output rile dapat digunakan untuk mengendalikan pompa air. Pengujian output rile dilakukan dengan mengontrol lama hidup dan lama mati pompa air.BAB IV PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN 4.

2.0 V Dari hasil pengukuran titik kerja transistor dan tegangan output sensor dapat diambil kesimpulan water level sensor sudah bekerja dengan memberi nilai logika digital untuk mikrokontroller. Dari hasil pengukuran dapat disimpulkan rangkaian input sudah bekerja.46 4.3. Titik Kerja Transistor Sensor 1 Q1 Kondisi Menggantung Terendam VB 0V 2V VRC 0.1.1.15 mA V out 4V 0.5 V IC 0.3 adalah sama sebesar 0 Volt dan pada saat saklar ON tegangan sama dengan 5 Volt. . Titik Kerja Transistor Sensor 3 Q3 Kondisi Menggantung Terendam VB 0V 2V VRC 0.5 V VC 11.5 V 11. 4.05 mA 1.5 V VC 11.3.5 V 11.1. sehingga untuk melakukan pengujian sensor ini harus dilakukan pengukuran titik kerja masingmasing transistor.2.5 V 0. Setelah dilakukan pengukuran saat kondisi saklar OFF tegangan dari Port 1.5 V 0. Saklar Mode Rangkaian input ini hanya terdiri saklar sehingga hanya perlu mengukur tegangan pin yang terhubung dengan saklar.5 V IC 0.05 mA 1.5 V 0.05 mA 1.15 mA V out 4V 0. Titik Kerja Transistor Sensor 2 Q2 Kondisi Menggantung Terendam VB 0V 2V VRC 0.0 V Tabel 4. Water level Sensor Water level sensor memanfaatkan transistor sebagai saklar. Tabel 4.0 V Tabel 4.5 V 11.5 V VC 11.5 V IC 0.15 mA V out 4V 0.

catu daya dihidupkan. volume air pada bak penampung semakin naik.4.1. Jika kran dihidupkan air akan mengalir dari bak penampung. bak belum terisi air. Dari hasil pengujian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem pemanfaatan mikrokontroller AT89S51 sebagai pengendali mesin listrik pompa air sudah bekerja sesuai dengan perencanaan. Pompa air hidup dan air mengalir dan mengisi bak penampungan air. sehingga sensor bawah akan terendam. Pompa air hidup dan air mengalir dan mengisi bak penampungan air. Jika kran dihidupkan air akan mengalir dari bak penampung. sehingga volume air akan berkurang ketika sensor tengah tidak terendam mesin listrik pompa air masih tetap mati dan ketika semua sensor tidak terendam pompa air menyala. volume air pada bak penampung semakin naik. Ketika ketinggian air mencapai sensor 2 (tengah) mesin listrik pompa air mati. Ketika ketinggian air mencapai sensor tengah mesin listrik pompa air tetap menyala dan ketika semua sensor terendam mesin listrik pompa air mati. Pengujian Sistem Pada saat saklar mode posisi half.47 4. . sehingga sensor 3 (bawah) akan terendam. catu daya dihidupkan. sehingga volume air akan berkurang ketika sensor tengah tidak terendam mesin listrik pompa air tetap mati dan ketika sensor bawah tidak terendam pompa air menyala. Pada saat saklar mode posisi full. bak belum terisi air.

1. Dengan memanfaatkan program yang telah disusun dan diterapkan pada mikrokontroler yang berupa lampu flip-flop. Hal ini diketahui dari hasil pengukuran output sensor yang sudah dapat memberi logika digital mewakili keadaan sensor terendam air dan tidak terendam air.1. Hal ini diketahui dari hasil percobaan mengendalikan mesin listrik pompa air menghidupkan dan mematikan beberapa saat.2. Ternyata maksud yang diinginkan penulis berhasil sesuai dengan rencana 4. hal ini dibuktikan dari hasil pengujian bahwa saklar mode sudah dapat memberi logika digital mewakili pemilihan mode full/half.2. .2.2. Pembahasan 4. Water Level Sensor dan Saklar Mode Water level sensor digunakan untuk mendeteksi ketinggian air dalam bak penampungan air.48 4.1. Analisis Perangkat Keras Berdasarkan hasil pengujian alat baik pengujian perbagian maupun secara keseluruhan maka dapat diuraikan beberapa permasalahan yang berhubungan dengan kinerja alat : 4. Dari hasil pengujian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa sensor sudah bekerja sesuai dengan rencana.1.2. Sistem Minimum dan Output Rile Sistem minumum yang sudah terhubung dengan interface output rile sudah bekerja sesuai dengan rencana. Saklar mode sudah bekerja sesuai dengan rencana. Ketika sensor terendam maka sensor memberi logika 0 dan ketika tidak terendam akan memberi logika 1.

2  Sensor water level bawah P1. Tabel 4. konfigurasinya sbb:     P1. Port yang digunakan sebagai input adalah Port 1. Analisis Program Pada sistem pemanfaatan mikrokontrol sebagai pengendali mesin pompa air.0  Sensor water level atas P1. dari 32 pin AT89S51 yang tersedia hanya ada 5 pin yang digunakan yaitu 4 pin sebagai input dan 1 pin sebagai output.2. Kebenaran Kontrol Pompa Air Otomatis { f(input) = output } Input NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Saklar Mode 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 Water level Sensor Bawah 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 Tengah 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 Atas 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Output Pompa Air 0 x x x x x x 1 x 0 x x x x x 1 keterangan  Saklar Mode : 0 = Mode Full 1 = Mode Half  Sensor : 0 = Terendam 1 = Menggantung  Pompa Air : 0 = Mati 1 = Hidup x = Tidak tentu .3  Saklar mode pengisian Sehingga dari kombinasi input sensor dan saklar mode dapat disusun tabel kebenaran sistem kontrol pemanfaatan mikrokontrol sebagai pengendali otomatis mesin listrik pompa air dibawah ini. Semua input diletakkan pada Port yang sama bertujuan agar dalam mengakses input lebih mudah.49 4.1  Sensor water level tengah P1.2.4.

3 dan 4 ) Pengambilan keputusan (menghidupkan/mematikan Pompa air) Untuk lebih jelasnya program dapat dijelaskan sebagai berikut : Program didahului dengan deklarasi fungsi Pin P0. Definisi awal program ( kondisi default ) Pembacaan input ( sensor ) Pengujian ( Pengujian 1.50 Dari 16 kemungkinan input mikrokontrol hanya ada empat kemungkinan yang akan mengubah kondisi pompa air. yaitu : 1. Agar didapatkan sistem pengendalian sesuai tabel kebenaran diatas. Secara prinsip program control pemanfaatan mikrokontroller sebagai pengendali mesin listrik pompa air secara otomatis dapat dibagi menjadi empat bagian. program dibuat program yang tercantum di bab 3 pada perancangan software. Mengeset alamat memori awal program ORG 00H jadi program dimulai dari alamat memori 00H.  Kondisi Default Seting kondisi awal adalah pengaturan keadaan mikrokontrol. Kondisi pompa air harus dipastikan mati sehingga tidak terjadi kesalahan kontrol pada saat dihidupkan. 2. Empat kemungkinan tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu : kondisi input yang menyebabkan mesin pompa air hidup dan mati. 2. 3. Hal ini dilakukan agar rile mudah diakses tanpa harus mengingat alamat pin rile. ORG 00H MATIKAN : CLR RILE .0 sebagai output rile. MATIKAN RILE . 4.

4 bit MSB dapat dipastikan nol sedangkan 4 bit LSB tidak akan berubah sesuai dengan pembacaan.  Pembacaan Input Pembacaan input dilakukan dengan membaca Port 1.P1 ANL A. START: MOV A. tangki mulai mengisi. Sehingga nilai pembandingnya adalah . CEK2 SJMP HIDUPKAN . Disinilah program akan mengolah data input dari water level sensor dan saklar mode untuk memberi keputusan. karena yang dibutuhkan hanya 4 bit terakhir maka dilakukan operasi logika AND dengan 00001111b. CEK1: CJNE A. #00001111B. Jika datanya tidak sama program akan melanjutkan ke fungsi pengujian kedua (label CEK2). Pembacaan input . Sehingga nilai pembandingnya adalah 00001111b. Memastikan data  Fungsi Pengujian Pertama Pengujian pertama dilakukan apakah mode half dan air kosong ( semua sensor dalam kondisi menggantung ).51 Setelah melalui seting kondisi awal program masuk ke program utama. Data di Accumulator menjadi 0000 XXXXb. Data yang didapat adalah data 8 bit. Jika datanya sama. Pengujian : Pengambilan Keputusan  Fungsi Pengujian Kedua Pengujian kedua dilakukan apakah mode full dan air kosong ( semua sensor dalam kondisi menggantung ). program akan menuju fungsi menghidupkan mesin pompa air. hasil akan disimpan di register Accumulator. #00001111B .

Pengujian . CEK4: CJNE A. Sehingga nilai pembandingnya adalah 00001001b. tangki mulai mengisi. #00000000B. Pengambilan Keputusan  Fungsi Pengujian ketiga Pengujian ketiga dilakukan apakah mode full dan air penuh ( semua sensor dalam kondisi terendam ). tangki berhenti mengisi. Jika datanya tidak sama program akan mengulangi pembacaan input sensor dan saklar. Jika datanya sama. CEK2: CJNE A. program akan menuju fungsi mematikan mesin pompa air. CEK3: CJNE A. #00000111B. Sehingga nilai pembandingnya adalah 00000000b. Pengujian . Jika datanya sama. Jika datanya tidak sama program akan melanjutkan ke fungsi pengujian ketiga (label CEK3). #00001001B. Jika datanya sama. Pengambilan Keputusan . program akan menuju fungsi menghidupkan mesin pompa air. CEK3 SJMP HIDUPKAN .52 00000111b. Jika datanya tidak sama program akan melanjutkan ke fungsi pengujian keempat (label CEK4). Pengambilan Keputusan  Fungsi Pengujian Keempat Pengujian keempat dilakukan apakah mode half dan air 50% ( sensor bawah dan tengah terendam ). tangki berhenti mengisi. CEK4 SJMP MATIKAN . program akan menuju fungsi mematikan mesin pompa air. Pengujian . START SJMP MATIKAN .

Pada posisi ini mikrokontrol akan melakukan scaning sensor kembali. Secara prinsip kerja dari mikrokontrol adalah sebagai berikut : ketika semua water level sensor tidak terendam (tangki kosong) mikrokontrol akan menghidupkan pompa air sehingga tangki akan terisi air.0. HIDUPKAN: SETB RILE SJMP START . Plant berupa mesin listrik pompa air yang mempunyai tujuan mengisi air ke tangki. Menghidupkan Pompa Air . Mikrokontrol akan mengolah hasil koreksi dari water level sensor yang nantinya akan memberikan keputusan untuk menghidupkan atau mematikan mesin pompa air. dan menunggu sampai air dalam tangki habis (semua . Setelah menghidupkan rile program akan kembali membaca input sensor dan saklar. dengan adanya water level sensor sebagai sensor yang akan memberi koreksi kepada kontrol (plant) sehingga didapat pengendalian secara otomatis. Sistem akan terus melakukan scaning sensor dan menunggu sampai semua sensor terendam (tangki penuh). Kontrol ini dapat digolongkan ke dalam sistem kontrol tertutup (close loop).2. Bersamaan dengan terendamnya semua sensor.3. mikrokontrol akan mematikan mesin pompa air. Analisis Sistem Keseluruhan Mikrokontroller AT89S51 berfungsi sebagai pengendali dari seluruh sistem mesin listrik pompa air. Kembali membaca input 4.53  Fungsi Menghidupkan Mesin Pompa Air Fungsi menghidupkan mesin pompa air akan menghidupkan rile dengan memberi logika satu pada Pin P0.

. Jika saklar dipasang pada mode Full tangki air akan selalu terisi penuh.54 water level sensor tidak terendam). Proses ini akan dilakukan terus menerus sehingga air dalam tangki tidak akan pernah habis ataupun meluap. Sedangkan pada mode Half maka tangki air akan terisi setengahnya. Pengendali otomatis mesin listrik pompa air juga menyediakan menu Mode Pengisian (Full / Half).

jika posisi saklar pada half pengisian air pada bak penampung berhenti setelah volume air 50%.1. Saklar mode pengisian berfungsi untuk menghentikan pengisian air sesuai posisi saklar. Menambah Indikator yang lebih baik sehingga hasil pengukuran dapat ditampilkan dengan jelas dan menarik. Saran Untuk pengembangan lebih lanjut atau penelitian berikutnya yang akan mengacu pada penelitian ini disarankan : 1. 2.BAB V KESIMPULAN 5. 5. Mikrokontroller dapat digunakan sebagai pengatur otomatis pompa air listrik. Kesimpulan Berdasarkan data hasil pengujian Pemanfaatan Mikrokontroller AT89S51 Sebagai Pengendali Otomatis Mesin Listrik Pompa Air. 3. 2. Sensor dilapisi dengan bahan anti karat 55 .2. Memodifikasi Sensor water level sehingga volume air dapat diketahui. dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. 4. Menambah Sensor water level sehingga didapat hasil pengukuran yang presisi dan lebih banyak mode pengisian. jika saklar mode pada posisi full pengisian air berhenti setelah volume air 100% (penuh).

htm . FMIPA Universitas Jember. 2004: Rancangan dan Implementasi Prototipe Sistem Kendali Jarak Jauh Berbasis Mikrokontroller AT89S51 dan SMS GSM. 5 Mei 2009 Budhy Sutanto.com/literature .htm . Efendy. http://alds. 5 Mei 2009 Istiyanto. Jurnal Ilmu Dasar. www. Gava Media.edu/digital/timer.stts. 5 Mei 2009 Budhy Sutanto. 2005 : 8-bit Microcontroller with 4K Bytes In-Sistem Programmable Flash AT89S51. dan Y. Menghubungkan MCS51 ke dunia Analog. Yogyakarta Atmel.edu/DIGITAL/DA-ADC. 2001: Timer dan Counter dalam MCS51. 2001.56 DAFTAR PUSTAKA Agfianto .stts. J. http://alds.atmel. 2002 : Belajar Mikrokontroller AT89S51/52/55 (Teori dan Aplikasi).E.Eko Putra. .

Lampiran 1. Gambar Rangkaian Sistem Kontrol 57 .

Lampiran 2. Lay out Komponen dan PCB Sistem Kontrol 58 .

MATIKAN RILE .===================================================== .-----------------------------------------------------START: MOV A.FUNGSI MENGHIDUPKAN POMPA AIR .59 Lampiran 3.CEK4 SJMP MATIKAN CEK4: CJNE A.----------------------------------------------------RILE BIT P0.#00001111B CEK1: CJNE A. PEMANFAATAN MIKROKONTROLLER AT89S51 .SEBAGAI PENGENDALI OTOMATIS MESIN LISTRIK POMPA AIR . OLEH : MARSUDI .------------------------------------------------------HIDUPKAN: SETB RILE SJMP START END .SETING KONDISI AWAL (DEFAULT) .PIN IC . AKTIF HIGH . Source Code Program Assembly Mikrokontroller AT89S51 . #00001001B.-----------------------------------------------------. INISIALISASI PIN .----------------------------------------------------.------------------------------------------------------. #00000000B. #00001111B.----------------------------------------------------ORG 00H MATIKAN: CLR RILE .CEK2 SJMP HIDUPKAN CEK2: CJNE A.START SJMP MATIKAN .0 . #00000111B.CEK3 SJMP HIDUPKAN CEK3: CJNE A.----------------------------------------------------.P1 ANL A.PROGRAM UTAMA .===================================================== .

Datasheet AT89S51 .60 Lampiran 4.