P. 1
Daftar SNI

Daftar SNI

|Views: 725|Likes:
Published by Maliki Yaumiddin

More info:

Published by: Maliki Yaumiddin on Dec 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2014

pdf

text

original

Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009

DAFTAR STANDAR NASIONALNDONESIA (SNI) BIDANG KONSTRUKSI DAN BANGUNAN DAFTAR STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

No. A. 1. 1.

Judul Standar Umum Tanah Metoda Uji Metode pengujian CBR lapangan Judul direvisi menjadi : Cara uji CBR (California Bearing Ratio) lapangan Cara uji kepadatan ringan untuk tanah

Nomor Standar

Ruang Lingkup

Jumlah Hal

Standar Asing yang terkait

SNI 03-1738-1989 Sedang direvisi

2.

SNI 1742 : 2008

3.

Cara uji kepadatan berat untuk tanah

SNI 1743-2008

4.

Metode pengujian CBR laboratorium

SNI 03-1744-1989

Metode ini digunakan untuk mengetahui nilai CBR (California Bearing Ratio) langsung di tempat (in place) atau bila diperlukan dapat dilakukan dengan mengambil contoh tanah asli dengan cetakan CBR (undisturb). Cara uji ini dimaksudkan untuk menentukan hubungan antara kadar air dan kepadatan tanah yang dipadatkan di dalam sebuah cetakan berukuran tertentu dengan penumbuk 2,5 kg yang dijatuhkan secara bebas dari ketinggian 305 mm. Cara uji ini dimaksudkan untuk menentukan hubungan antara kadar air dan kepadatan tanah yang dipadatkan di dalam sebuah cetakan berukuran tertentu dengan penumbuk 4,54 kg yang dijatuhkan secara bebas dari ketinggian 457 mm. Metode ini digunakan untuk menentukan CBR (California Bearing Ratio) tanah dan campuran tanah agregat yang dipadatkan di laboratorium pada kadar air tertentu. Standar ini menetapkan prosedur uji untuk menentukan berat jenis tanah lolos saringan 4,75 mm (No. 4) menggunakan alat piknometer. Apabila tanah mengandung partikel lebih besar saringan 4,75 mm (No. 4), maka bagian yang tertahan saringan 4,75 mm (No. 4) diuji sesuai dengan SNI 03-1969-1990. Apabila tanah merupakan gabungan dari partikel yang lebih besar dan lebih kecil dari saringan 4,75 mm (No. 4), maka contoh tanah harus dipisahkan menggunakan saringan 4,75 mm (No. 4). Standar ini menetapkan prosedur uji di laboratorium tentang penentuan kadar air untuk tanah, batuan dan material sejenisnya berdasarkan beratnya. Penggunaan kata material yang sering diterapkan di sini juga mengacu salah satu material tanah atau material batuan. Metode ini digunakan untuk menentukan batas plastis tanah dalam perencanaan jalan. Dalam cara uji penentuan batas plastis dan indeks plastisitas tanah ini metode penggelengan terdiri dari 2 prosedur yaitu penggelengan menggunakan telapak tangan dan penggelengan menggunakan alat geleng batas cair (sebagai prosedur alternatif). Cara uji ini menetapkan prosedur penentuan batas cair tanah meliputi metode A dan metode B. Cara uji ini dilakukan terhadap tanah, baik berbutir halus maupun berbutir kasar yang lolos saringan No.40 (0,425 mm). Cara A disebut uji banyak titik sedangkan cara B disebut uji satu titik.

10

AASHTO T-193-81 Standar method for test for the California bearing ratio AASHTO T 99 – 01 , Moisture-Density Relation of Soils Using 2.5 kg (5.5 lb) Rammer and a 305 mm (12 in) Drop. AASHTO T 180 – 01 , Moisture-Density Relation of Soils Using 4,54 kg (10 lb) Rammer and a 457 mm (18 in) Drop. AASHTO T-193-81 Standard Method for test for the california bearing ratio AASHTO T 100 Specific gravity of soils.

18

18

7

5.

Cara uji berat jenis tanah

SNI 1964 : 2008

12

6.

Cara uji penentuan kadar air untuk tanah dan batuan

SNI 1965 : 2008

14

ASTM D 2216-92 Standar test method for laboratory determination of water (moisture) content of soil and rock AASHTO T 90-000 Standard methods of test for determining the plastic limit and plasticity index of soil

7.

Cara uji penentuan batas plastis dan indeks plastisitas tanah

SNI 1966 : 2008

13

8.

Cara uji penentuan batas cair tanah

SNI 1967 : 2008

15

AASHTO T 89-92 Standard methods of testi : determining the liquid limit soil.

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

1

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup

Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
No. 9. Judul Standar Metode mempersiapkan contoh tanah dan tanah mengandung agregat Nomor Standar SNI 03-1975-1990 Ruang Lingkup Metode ini digunakan dalam mempersiapkan contoh tanah dan tanah mengandung agregat secara kering untuk memperoleh benda uji sebagai penyiapan pengujian selanjutnya. Jumlah Hal 14 Standar Asing yang terkait AASHTO T 87-80, Washington D.C., 2001 Standard methods of smapling and testing : dry preparation of disturbed soil aggregate samples for test. AASHTO T 146-79 Wet preparation of disturbed soil sample for test AASHTO T 224-86 Correction for coarse particles in the soil compaction test

10.

Cara uji koreksi kepadatan tanah yang mengandung butiran kasar

SNI 1976 : 2008

11.

Cara uji kelulusan air bertekanan di lapangan

SNI 2411 : 2008

12.

13.

Cara uji kelulusan air benda uji tanah di laboratorium dengan tekanan tetap Tata cara pencatatan dan identifikasi hasil pengeboran inti

SNI 2435 : 2008

Metode ini digunakan untuk mengoreksi nilai kepadatan maksimum yang didapat dari pengujian pemadatan yang dilakukan berdasarkan: SNI 03-1743-1989 dan SNI 031741-1989, yaitu jika bahan berbutir kasar yang tertahan saringan No. 4 berbeda dengan pengujian kepadatan di lapangan. Standar ini menetapkan cara uji kelulusan air bertekanan di lapangan, untuk memperoleh koefisien kelulusan air dan nilai Lugeon suatu lapisan tanah dan batuan dengan cara injeksi air ke dalam lubang bor, termasuk perhitungan dan penentuan hasil pengujian. Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya koefisien kelulusan air dengan tekanan konstan pada contoh tanah. Standar ini menetapkan tata cara pencatatan dan identifikasi hasil pengeboran inti untuk melakukan pencatatan pelaksanaan dan hasil pengeboran inti yang dilaksanakan dengan menggunakan mesin bor putar serta memberi identifikasi tanah dan batuan atau butiran jenis perlapisan serta data lapangan tanah atau batuan secara langsung di lapangan bagi keperluan perencanaan bangunan teknik sipil. Metode ini digunakan sebagai acuan dalam uji geser trisumbu tekan terkonsolidasi tanpa drainase untuk tanah berkohesi.

15

27

ASTM D 2113-99 : Standard practice for rock core drilling and sampling of rock for site investigation ASTM D 2434-68 (2000) Standard Test method For Permeability of granular soils (constant head) ASTM D 2488-00 : standard practice for description and identification of soils (visual-manual procedure)

18

SNI 2436 : 2008

18

14.

15.

16.

Metode pengujian SNI 03-2455-1991 Triaxial A Sedang Direvisi Judul direvisi menjadi : Cara uji triaksial untuk tanah dalam keadaan terkonsolidasi tidak terdrainase (CU) dan terkonsolidasi terdrainase (CD) Metode pengujian lapangan SNI 03-2487-1991 kekuatan geser baling pada Sudah revisi tanah berkohesi (Proses penetapan) Judul direvisi menjadi : Cara uji kuat geser baling pada tanah kohesif di lapangan Metode pengujian konsolidasi SNI 03-2812-1992 tanah satu dimensi Sudah revisi Judul direvisi menjadi : (Proses penetapan) Cara uji konsolidasi tanah satu dimensi

39

ASTM D 4767-88 Standard test method for consolidated-undrained triaxial compression test on cohesive soils

Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter kekuatan geser tanah lembek berkohesi yang jenuh air pada kondisi tanpa drainase.

14

ASTM D 2573-72 (78) Test method for field vane shear test in cohesive soil

Metode ini digunakan dalam pengujian beban titik pada benda uji batu berbentuk silinder, balok dan tak teratur. Tujuan untuk mendapatkan indek kekuatan batu dengan beban titik untuk menentukan klasifikasi batu secara cepat.

33

ASTM D 2435-90 test method for one dimensional consolidation properties of soils

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

2

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup

Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
No. 17. Judul Standar Cara uji kuat geser langsung tanah terkonsolidasi dan terdrainase Nomor Standar SNI 2813 : 2008 Ruang Lingkup Metode pengujian ini digunakan sebagai pegangan dan acuan dalam pengujian laboratorium triaksial tekan pada batu tanpa konsolidasi dan tanpa drainase (Triaksial B), hasil yang diperoleh adalah parameter kekuatan geser (sudut geser dalam, kohesi) dan modulus elastisitas batu (modulus young). Metode ini digunakan dalam pengujian laboratorium geser dengan cara uji langsung terkonsolidasi dengan drainase pada benda uji tanah. Hasil yang diperoleh adalah parameter kekuatan geser tanah terganggu yang terkonsolidasi. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar bahan organik dalam tanah dengan pembakaran. Jumlah Hal 29 Standar Asing yang terkait ASTM D 3080-90 Method for direct shear test of soils under consolidated drained conditions

18.

Metode pengujian SNI 03-2815-1992 Triaxial b. Sudah revisi Judul direvisi menjadi: (Proses penetapan) Cara uji tekan triaksial pada laboratorium Metode pengujian kadar bahan organik dalam tanah dengan pembakaran SNI 03-2816-1992

24

19.

8

ASTM D 2664-86 Test method For triaxial Compressive strength of undrained Rock core specimens without pore pressure measurement AASHTO T 267-1980 Standard method of test for determination of organic content in soil by loss on ignation ASTM, 1982 D2974-87 Soil and rock building stones FAO of the UN, 1984. Guidelines for predicting crop water requirement; World climatology, 1974, An environmental approach, lockwood ASTM D 3441-86 Method for deep, quasistatic, cone and friction cone penetration test of soil AASHTO T 191-86 Density of soil in place by the sand cone method

20.

Metode perhitungan evapotrans-pirasi potensial dengan panci penguapan kelas-A Cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir

SNI 03-2821-1992

Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya evapotranspirasi potensial menggunakan panci penguapan kelas-A.

10

21.

SNI 2827 : 2008

Metode ini digunakan untuk mendapatkan parameter-parameter perlawanan konus (qc), perlawanan geser (rf), dari suatu lapisan tanah di lapangan. Metode ini digunakan untuk menentukan angka kepadatan lapangan dengan alat konus pasir

22

22.

23. 24.

Metode pengujian SNI 03-2828-1992 kepadatan lapangan Sedang direvisi dengan alat konus pasir Judul direvisi menjadi : Cara uji kepadatan lapangan dengan alat konus pasir Metoda pengujian kotoran SNI 03-2831-1992 organik dalam tanah dengan pembakaran Metode pengujian untuk SNI 03-2832-1992 mendapatkan kepadatan tanah maksimum dengan kadar air optimum

19

Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar bahan organik dalam tanah dengan pembakaran. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kepadatan tanah maksimum dengan kadar air optimum, untuk memperoleh kepadatan tanah basah maksimum dan selisih kadar air secara cepat serta dipakai sebagai standar kualitas kepadatan di lapangan.

11 17

AASHTO T 267-1980 ASTM 1978 D 698, 1557 - Test method for laboratory compaction characteristics of soil using standar efford (12,400 ft-lbf/ft3 (600 kN.m/m3). Test method for laboratory compaction characteristics of soil using standar efford (56,000 ft-lbf/ft3 (2.700 kN.m/m3). ASTM D 4647-87 Test method for identification and classification of dsversive clay soils by the pinhole

25.

Metode pengujian sifat dispersif tanah dengan alat pinhole

SNI 03-3405-1994

Metode ini digunakan untuk mengetahui sifat dispersi tanah.

15

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

3

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup

Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal test 26. Metode pengujian kuat geser langsung tanah tidak terkon-solidasi tanpa drainase SNI 03-3420-1994 Metode ini digunakan untuk memperoleh data parameter mengenai kuat geser langsung tanah yang tidak terkonsolidasi tanpa drainase. 7 AASHTO T 236-72 Direet shear test of soils under consolidated drained condition ASTM, 1982 D 3080-72 Method for Direct shear test of soils under consolidated drained condition Soil and rock building stones ASTM D 4943 Test Method for Shrinkage Factors of Soils by Wax Method AASHTO T 88-00 Sttandar Methods of test for particle size analysis of soils ASTM D 2937 Density of soil in place by the drive cylinder method Standar Asing yang terkait

27.

Cara uji penentuan batas susut tanah Cara uji analisis ukuran butir tanah

SNI 3422 : 2008

28.

SNI 3423 : 2008

Cara uji ini menyediakan suatu prosedur untuk mendapatkan data yang digunakan dalam menghitung batas susut, rasio susut, susut volume dan susut linier. Cara uji ini merupakan prosedur untuk mendapatkan jumlah dari distribusi ukuran butir tanah. Metode ini digunakan untuk menentukan berat isi tanah halus dengan cetakan benda uji.

17

32

29.

30.

Metode pengujian berat isi tanah berbutir halus dengan cetakan benda uji Judul direvisi menjadi : Cara uji berat isi tanah berbutir halus dengan cetakan benda uji Metode pengujian kuat tekan bebas tanah kohesif

SNI 03-3637-1994 Sedang direvisi

5

SNI 03-3638-1994

Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan bebas tanah kohesif.

15

31.

32.

Metode pengukuran kelulusan air pada tanah zone tak jenuh dengan lubang auger Metode pengujian susut linier tanah

SNI 03-3968-1995

Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya nilai kelulusan air pada tanah zone tak jenuh. Metode ini digunakan untuk pengujian susut linier tanah.

17

SNI 03-4143-1996

11

33. 34.

Metode pengujian perubahan volume susut tanah Cara uji penetrasi lapangan dengan alat SPT Metode pengujian triaksial untuk tanah kohesif dalam keadaan tanpa konsolidasi dan drainase Judul di revisi menjadi : Cara uji triaksial untuk tanah kohesif dalam keadaan tidak terkonsolidasi dan tidak

SNI 03-4144-1996 SNI 4153 : 2008

Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya perubahan volume susut tanah. Metode ini adalah untuk memperoleh jumlah pukulan terhadap penetrasi dari splitbarrel sampler dan untuk keperluan identifikasi. Metode ini digunakan untuk menentukan kekuatan contoh uji berbentuk silinder dalam keadaan tanpa konsolidasi dan drainase dari tanah kohesif baik tidak terganggu, cetak ulang maupun yang dipadatkan pada kecepatan deformasi yang tetap dari beban kompresi dimana benda uji tersebut diberi tekanan cairan semua arah di dalam sel triaksial.

13 15

AASHTO T 208 -70 Unconfined Compressive Strength of cohesive Soil ASTM D 2166-85, 1916 Unconfined compressive strenght of cohesive oil ASTM D 1452-80 (90) Practice for soil investigation and sampling by auger BS. 1377 (75) Determination of the linear shrinkage. Test 5 methods of test for soils for civil engineering purposes AASHTO T 92-68 Determining the shrinkage factors of soils ASTM D 1586-84 Standard penetration test and split barrel sampling of soil ASTM D 2850-87 : Standard method for unconsolidated undrained compresive strength of cohesive soil in triaksial compression

35.

SNI 03-4813-1998 Sedang Direvisi

25

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

4

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup

01 M.go. Metode ini meliputi ketentuan dan prosedur pengujian untuk mengetahui kadar semen dari semen tanah yang sudah mengeras. 9 ASTM D 4544-86 (2002) : Standard practice for estimating peat deposit thickness 12 JIS A. Pengujian ini digunakan untuk menentukan derajat keasaman atau kebasaan bahan gambut. Standar ini menetapkan cara uji kepadatan tanah di lapangan dengan cara selongsong untuk menentukan kepadatan tanah tidak berkohesi atau tanah yang sebagian besar terdiri dari tanah berbutir kasar yang 23 8 ASTM D 4972-89 : Standard test method for pH of Soils 10 ASTM D 2976-71 (2004) : Standard test method for pH of peat materials. lingkungan dan sumber alam. 21 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Metode ini memuat pengertian. yang tersuspensi dalam air dan dalam larutan kalsium khlorida (CaCl2) 0. SNI 03-6458-2000 8 38. Metode uji ini dapat diterapkan pada seluruh jenis pondasi dalam yang mempunyai fungsi serupa dengan pondasi tiang tanpa meninjau metode pemasangannya Metode ini membahas pengertian.01 M. Metode pengujian PH bahan SNI 13-6788-2002 gambut dengan alat PH meter 41. Metode penyiapan benda uji dari contoh tanah terganggu SNI 13-6790-2002 Metode uji ini mencakup prosedur pengujian satu buah pondasi tiang tegak atau miring dan pondasi kelompok tiang tegak untuk menentukan perilakunya akibat pembebanan tekan statis yang bekerja pada sumbu tiang atau kelompok tiang. Untuk lapisan tanah pondasi dengan cara pemompaan di lapangan Metode pengujian kuat lentur tanah semen menggunakan balok sederhana dengan pembebanan titik ke tiga Metode uji pondasi tiang dengan beban statis tekan aksial Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal 13 Standar Asing yang terkait BS-5930. SNI 03-6475-2000 39. bahan. 37. Pengujian ini digunakan untuk menentukan derajat keasaman atau kebasaan tanah yang tersuspensi dalam air dan dalam larutan kalsium khlorida (CaCl2) 0.1201-1990 : Practice for preparing disturbed soil samples for soil testing ASTM D 806-89: Standard test method for cement content of soil-cement mixture. hortikultura. Metode pengukuran tebal endapan gambut SNI 13-6789-2002 42.id/satminkal/balitbang/sni ) 5 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . ASTM D 4564-02a : Standar test method for density of soil in place by the sleve methods 43. dan prosedur pengujian pH tanah sesuai penggunaannya meliputi: peralatan. Metode ini mencakup tentang ketentuan dan cara pengerjaan penyiapan benda uji dari contoh tanah terganggu dengan ukuran butir kurang dari 75 mm untuk uji tanah di laboratorium. kecuali korosi. Hasil pengukuran ini dapat digunakan untuk maksud energi. 36. Metode ini digunakan untuk penentuan kuat lentur tanah-semen menggunakan balok sederhana dengan pembebanan titik ketiga.pu. atau geoteknik. dengan cara Analisis Kimia di laboratorium yang dapat digunakan untuk kendali mutu pada waktu pelaksanaan konstruksi.1 Safety Code for Jacks. Metode ini mencakup cara pengukuran menggunakan teknik pendugaan stang baja untuk memperkirakan tebal endapan gambut di permukaan yang menutupi tanah mineral atau lapisan batuan dasar. 1981 : section 25. dan prosedur pengukuran pH secara elektrokimia dari bahan gambut. pumping test ICOLD 54-1996 ASTM D 1635-87 Standard Test Method for Flexural Strength of SoilCement Using Simple Beam With Third-Point Loading ASTM D 3689 Method of Testing Individual Piles Static Axial Tensile Load ANSIS B 30. Judul Standar terdrainase (UU) Metode pengujian kelulusan air.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. cara pengujian dengan alat pH meter serta meliputi pengukuran pH tanah untuk keperluan pertanian. ketentuanketentuan. SNI 03-6453-2000 Metode ini digunakan untuk pengujian kelulusan air untuk lapisan tanah pondasi menggunakan peralatan pompa di lapangan. ketentuanketentuan. Metode pengujian kadar SNI 03-6791-2002 semen pada campuran semen tanah dengan analisis kimia Cara uji kepadatan tanah di lapangan dengan cara selongsong SNI 6792 : 2008 10 44. Metode pengujian PH tanah dengan alat PH meter SNI 03-6787-2002 40.

KH Head. Metode Pengujian ini meliputi penentuan kadar air. Metode ini digunakan untuk penentuan kelulusan hidraulik (permeabilitas) pada benda uji gambut dalam keadaan jenuh air (benda uji gambut berbentuk silinder untuk dengan kelulusan hidrauliknya lebih besar dari 1 x 10 –5 cm/ detik. Metode pengujian ini untuk menentukan tanah yang ekspansif dan untuk memperkirakan besarnya pengembangan. lanau dan lumpur. Untuk membatasi pengaruh konsolidasi selama pengujian. Metode pengujian ini untuk memperkirakan daya dukung tanah dengan cara uji pembebanan di lapangan. Metode uji kelulusan hidraulik SNI 13-6800-2002 khususnya gambut jenuh air (tinggi tekan tetap) Metode pengujian berat volume kapasitas mengikat air dan kapasitas udara bahan gambut jenuh air Metode pengujian kadar kapur dalam tanah stabilisasi kapur secara titrasi Cara uji kelulusan air di laboratorium untuk tanah berbutir halus dengan tinggi tekan menurun Cara uji kelulusan air di laboratorium untuk tanah berbutir kasar dengan tinggi tekan tetap SNI 13-6801-2002 10 ASTM D 4511-00 : Standard test method for hydraulic conductivity of essentially saturated peat ASTM D 2980-04 : Standard test method for volume mass. Pekerjaan ini memberikan informasi tentang tanah hanya sampai kedalaman hingga sekitar dua kali diameter pelat dukung. kemampuan menahan air dari bahan gambut sesuai kondisi lapangan dalam keadaan jenuh air.2. SNI 03-6803-2002 11 52. and porocity of saturated peat AASHTO T232-90 Determination of lime content in lime-treated soils by titration Manual of soil laboratory testing.pu. SNI 03-6871-2002 21 54. penetrasi air. baik contoh tanah tidak terganggu maupun contoh yang dipadatkan kembali. moistureholding capacity. 46. 200). SNI 03-6870-2002 29 53. dapat pula digunakan untuk tanah organik bukan gambut. prosedur ini dibatasi untuk tanah berbutir kasar terganggu tidak lebih dari 10 % yang melewati saringan ukuran 75 μm (No. vo.go. Cara uji kepadatan tanah dan SNI 03-6872-2002 batuan di lapangan dengan 31 ASTM D 5030-04 : Standard test method for Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Cara uji ini meliputi penentuan koefisien kelulusan air dengan metode tinggi tekan tetap untuk aliran laminar dari air tanah yang melalui lapisan tanah berbutir kasar. terasi. dan merupakan bagian dari prosedur penyelidikan tanah yang diperlukan untuk desain pondasi. Metode pengujian untuk menentukan tanah ekspansif Metode pengujian untuk menentukan daya dukung tanah dengan beban statis pada pondasi dangkal SNI 03-6795-2002 SNI 03-6796-2002 18 12 AASHTO T 258-90 AASHTO T 235-90 49. SNI 13-6793-2002 kadar abu dan bahan organik dari tanah gambut dan tanah organik lainnya Metode pengujian untuk SNI 13-6794-2002 penentuan kadar serat dari contoh gambut dengan cara kering di laboratorium 11 ASTM D 2974 8 ASTM D 1997-91 Standar Test Method for laboratory Determination of the Fiber Content of Peat Samples by Dry Mass 47. 10 51. kadar abu dan bahan organik dalam tanah gambut serta tanah organik lainnya seperti lempung organik.  Cara uji ini mencakup penentuan kepadatan tanah dan batuan di lapangan dengan cara Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 45.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Cara uji ini mencakup cara uji kelulusan air di laboratorium untuk tanah berbutir halus yang mempunyai kelulusan air sedang sampai dengan rendah. Metode ini digunakan untuk mengevaluasi sifat. 48. Metode ini digunakan untuk penentuan kadar kapur dalam % yang terdapat dalam tanah atau agregat yang telah diolah dengan kapur padam.id/satminkal/balitbang/sni ) 6 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . misalnya tanah lanauan atau lempengan. Chapter 10 Permeability and erodibility test “Falling head permeability tests” ASTM D 2434-68 (2000) : Standard test method for permeability of granular soils (constant head) ASTM D 2049 Test method for Relative Density of Cohesionless Soils 50. Metode pengujian kadar air. Prosedur ini menetapkan koefisien kelulusan yang mewakili tanah berbutir kasar yang mungkin terjadi di dalam alam seperti timbunan atau apabila digunakan sebagai pondasi perkerasan.  Mengingat cukup sederhana serta pelaksanaannya tidak memerlukan peralatan yang rumit. maka disarankan untuk digunakan pada pekerjaan pendahuluan yang bersifat rutin. dimana contoh yang dibutuhkan untuk diuji cukup banyak serta kadar mineralnya rendah. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup mengandung butiran halus maksimum 5% dan ukuran butiran maksimum 19 mm. Metode Pengujian ini :  Meliputi penentuan kadar serat dari contoh gambut (sesuai dengan pengertian klasifikasi gambut dalam ASTMD 4427).

SNI 03-6879-2002 11 59.77 Standard Test Methods for pH of Soil for Use in Corrosion Testing 57. atau material lain yang serupa. Cara uji penentuan persentase kepadatan secara cepat SNI 03-6873-2002 25 ASTM D 5080-00 : Standard test method for rapid determination of present compaction 56. campuran tanah. Cara uji potensi penyumbatan sistem tanah geotekstil dengan SNI 6423 : 2008 18 ASTM D 5101-90 : Test method for measurement the soil Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. sehingga metode ini dapat mengidentifikasikan kondisi korosi logam dalam tanah dengan baik. Metode ini meliputi penentuan pH tanah.pu. Cara uji sifat dispersif tanah lempung dengan hidrometer ganda SNI 03-6874-2002 9 ASTM D 4221-99: Standard test method for dispersive characteritics of clay soil by double – hydrometer ASTM D 1633-1994 Standard Test Methods For Compressive Strength of Molded Soil-Cement Cylinders ASTM G – 51 . Standar ini tidak dimaksudkan untuk semua permasalahan keamanan yang berkaitan dengan penggunaannya. Untuk mengontrol konstruksi.go. Metode pengujian kuat tekan bebas campuran tanah-semen Metode pengujian PH tanah untuk korosi logam SNI 03-6887-2002 13 58. Judul Standar para penggantian volume air pada sumur uji Nomor Standar Ruang Lingkup menghitung berat isi material yang menggunakan air dalam mengisi sumur uni untuk menentukan volume sumur uji. Penggunaan utama pengujian ini adalah untuk melengkapi pengukuran tahapan jenis kelistrikan tanah. Nilai dari persentase kepadatan didapatkan dari pembuatan kurva kepadatan melalui tiga titik pada kadar air yang sama dari tanah di lapangan tanpa harus mengetahui nilai kadar airnya.id/satminkal/balitbang/sni ) 7 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup .  Cara uji ini dipakai untuk menentukan berat isi material di lapangan yang dipadatkan pada konstruksi timbunan tanah. urugan jalan dan urugan bangunan. Cara uji ini hanya berlaku untuk tanah dengan indeks plastisitas lebih besar dari 4 dan lebih dari 12 % fraksi tanah lebih kecil dari 5mu. dan prosedur – B (berat isi fraksi kontrol dan fraksi yang berbutir lebih besar). Cara uji ini menjelaskan mengenai prosedur penentuan persentase kepadatan secara cepat dan variasinya terhadap kadar air optimum dari tanah untuk digunakan dalam pengendalian pelaksanaan pekerjaan kepadatan tanah di lapangan.  Cara uji ini dapat digunakan untuk menentukan berat isi material di lapangan dari endapan tanah alami. agregat. Cara uji ini berkaitan dengan cara uji SNI 03-34231994. Contoh tanah yang digunakan untuk pembuatan kurva kepadatan biasanya sama dengan contoh tanah yang digunakan pada uji kepadatan di lapangan. 2.  Cara uji ini mencakup dua prosedur yaitu prosedur – A (berat isi total material).Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No.dengan contoh tanah yang sama untukmemperoleh indikasi karakteristik alami tanah dispersif. 1. metode ini dapat dipakai sebagai dasar untuk menilai material yang telah dipadatkan untuk mencapai berat isi tertentu atau prosentase berat isi maksimum yang telah ditentukan oleh cara uji di laboratorium. Merupakan tanggung jawab pengguna standar ini untuk menerapkan tindakan-tindakan sesuai dengan keamanan dan kesehatan. Metode pengujian ini meliputi pekerjaan pengujian untuk mendapatkan nilai kuat tekan benda uji campuran tanah-semen yang dicetak dalam cetakan silinder setelah benda uji tersebut diperam. Standar ini menetapkan cara uji potensi penyumbatan sistem tanah-geotekstil dengan menggunakan rasio gradien untuk Jumlah Hal Standar Asing yang terkait density of soil and rock in plce by the water replacement method in a test pit 55. dan menentukan penerapan dari batas-batas yang harus ditaati sebelum menggunakan standar ini.

Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
No. Judul Standar menggunakan rasio gradien Nomor Standar Ruang Lingkup menentukan kelulusan air dan potensi penyumbatan sistem tanah-geotekstil dengan kondisi aliran satu arah. SNI 03-6886-2002 1. Metode ini meliputi penujian untuk mendapatkan hubungan antara kadar airdan kepadatan pada campuran tanah-semen yang dipadatkan sebelum hidrasi semen; 2. Metode pengujian terdiri dari metode A dan metode B, menggunakan cetakan dengan volume 944 cm3 dan penumbuk sebesar 2,49 kgdengan tinggi jatuh 304,8 mm; 3. Metode A, digunakan untuk material tanah 100 % lewat saringan No. 4 (4,75 mm), metode B, digunakan untuk material tanah lewat saringan 19,00 mm tetapi ada sebagian yang tertahan pada saringan No. 4 (4,75 mm). Metode ini mencakup 3 alternatif metode pengujian laboratorium untuk penentuan besarnya pengembangan atau penurunan tanah kohesif yang relatif tak terganggu atau yang dipadatkan. Metode ini digunakan untuk menetapkan suatu indeks potensi pengembangan tanah yang dipadatkan apabila digenangi dengan air suling dan untuk mengontrol variabel-variabel yang mempengaruhi sifat-sifat pengembangan tanah. Metode ini meliputi prosedur penentuan kehilangan campuran tanah semen, perubahan kadar air dan perubahan volume (kembang dan susut) yang disebabkan oleh proses pembasahan dan pengeringan berulang pada benda uji campuran tanah semen yang telah mengeras. Metode ini mencakup metode uji untuk menentukan indeks kuat tekan-bebas jangka pendek atau tanah yang digraut dengan bahan kimia, menggunakan aplikasi kendali regangan terhadap beban uji. Metode ini digunakan untuk penentuan kepadatan dan berat isi tanah hasil pemadatan di Lapangan atau lapisan tanah yang teguh menggunakan alat balon karet. Metode ini digunakan untuk pengukuran pH pasta tanah-semen untuk mendeteksi keberadaan bahan organik dalam tanah yang dapat mempengaruhi proses hidrasi semen portland. Metode ini meliputi petunjuk pelaksanaan praktis dalam melakukan pengujian kelulusan air dengan cara penurunan tinggi tekan air yang dilakukan di Laboratorium sehingga nilai kelulusan air (k) contoh tanah yang diuji dapat diketahui. 11 Jumlah Hal Standar Asing yang terkait geotextile system clogging potentian by gradient ratio. ASTM D 4354 Practice for sampling of geotextiles for testing. ASTM D 558-1994 Standard test methods for moisture Density of SoilCement Mixtures

60.

Metode pengujian hubungan antara kadar air dan kepadatan pada campuran tanah – semen

61.

Cara uji potensi pengembangan atau penurunan satu dimensi tanah kohesif Metode pengujian indeks pengembangan tanah

SNI 6424 : 2008

17

ASTM D 4546-03 : One dimensions swell or settlement potential of cohesive soil. ASTM D 4829-03 : Standard Test Method for Expansion Index of Soils AASHTO T 135 – 76 (1990) Standard Method of Testing Wetting and Drying Test of Compacted Soil – Cement Mixtures ASTM D 4219-02 : Standard test method for unconfined compressive strength index of chemicalgrouted soils ASTM D 2167-94 : Standard test method for density and unit weight of soil in place by the rubber ballon method BS 1924 : 1975

62.

SNI 13-6425-2000

10

63.

Metode pengujian uji basah dan kering campuran tanah semen dipadatkan

SNI 03-6427-2000

12

64.

Metode uji penentuan indeks kuat tekan bebas dari tanah yang di graut dengan bahan kimia Metode pengujian kepadatan berat isi tanah di lapangan dengan balon karet Metode pengujian pengukuran ph pasta tanah-semen untuk stabilisasi Metode uji kelulusan air dengan perumusan tinggi tekan air

SNI 13-6474-2000

6

65.

SNI 19-6413-2000

11

66.

SNI 19-6426-2000

8

67.

SNI 19-6473-2000

15

Falling Head Permeability Test, Manual of Soil Laboratory Testing, Vol 2, KH. Head, MA (cantab) C.Eng.FIFE, FGS, Engineering Laboratory Equipment Limited, tahun 1986. ASTM D 1587-00 : Standard practice for thinwalled tube sampling of soils for geotechnical purposes

68.

Spesifikasi Spesifikasi tabung dinding tipis SNI 03-4148-1996 untuk pengambilan contoh tanah berkohesi tidak terganggu

Standar ini mencakup persyaratan Tabung Dinding tipis yang akan digunakan untuk pengambilan contoh tanah berkohesi tidak terganggu.

8

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

8

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup

Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
No. 69. Judul Standar Spesifikasi semen-tanah untuk bendungan urugan Nomor Standar SNI 03-6417-2000 Ruang Lingkup Spesifikasi ini membahas ketentuan-ketentuan sifat-sifat bahan dan uji laboratorium, konsep desain dan pertimbangan, metode konstruksi dan prosedur pengawasan konstruksi serta evaluasi kinerja. Spesifikasi ini meliputi persyaratan pipa saluran yang dibuat dari tanah lempung, batu serpih, tanah lempung yang dibakar, atau campuran dari bahan tersebut lalu dibakar. Jumlah Hal 18 Standar Asing yang terkait ICOLD 54-1986

70.

Spesifikasi pipa saluran dari tanah lempung.

SNI 03-6799-2002

16

AASHTO M 179 – 84 (1990) Standard Spesification for Clay Drain Tile ASTM C 4 – 62 Standar Specification for Clay Drain Tile Transportation resreach borrad 1978, landslide analysis and control, special report 176, shuster, R,L and R.J krizek eds -

71.

Tata cara Tata cara perencanaan penanggulangan longsoran

SNI 03-1962-1990

Tata cara ini digunakan untuk penanganan longsoran setempat pada khususnya dan meliputi daerah yang luas pada umumnya. Tata cara ini digunakan sebagai Pegangan dalam pelaksanaan pemetaan geologi untuk kepentingan teknik sipil dan memberikan gambaran cara memperoleh data geologi teknik untuk parameter perencanaan teknis. Tata cara ini digunakan dalam pemasangan pisometer pipa terbuka Casagrande secara benar sehingga diperoleh data pengamatan yang cukup teliti tentang perilaku tekanan air pori. Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan cara dan prosedur pemantauan tekanan air pori untuk mendapatkan nilai air pori menggunakan pisometer pipa terbuka casagrande. Tata cara ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam pemasangan pisometer penumatik untuk memperoleh data pengamatan tentang perilaku tekanan air pori. Tata cara ini bertujuan untuk menyera-gamkan cara dan prosedur pemantauan tekanan air pori untuk mendapatkan nilai air pori menggunakan alat pisometer penumatik. Standar ini menetapkan tata cara pemasangan instrumen magnetis dan pemantauan pergerakan vertikal lapisan tanah fondasi dan atau lapisan urugan tanah suatu tanggul, tubuh bendungan, tembok penahan tanah dan pangkal jembatan serta bangunan teknik sipil lainnya. Tata cara ini digunakan dalam melakukan pemantauan gerakan vertikal tanah.

261

72.

Tata cara pemetaan geologi teknik lapangan

SNI 03-2849-1992

39

73.

Tata cara pemasangan pisometer pipa terbuka casagrande

SNI 03-3442-1994

13

74.

75.

Tata cara pemantauan tekanan air pori dengan pisometer pipa terbuka casagrande Tata cara pemasangan pisome-ter penumatik Tata cara pemantauan tekanan air pori dengan alat pisometer penumatik Tata cara pemasangan instrumen magnetis dan pemantauan pergerakan vertikal tanah

SNI 03-3443-1994

17

Rock and soil mechanics vol. 10 Trans tech publication 1985 vol 10 Field Instrumen in Geotechnical Engineering Rock and soil mechanics vol. 10 AASHTO T 252-76 Standard method for measurements of pore pressure in soils AASHTO T 252-76 Standard method for measurements of pore pressure in soils Bureau of Reclamation, 1987. US. Departemen of Interior

SNI 03-3452-1994

18

76.

SNI 03-3453-1994

17

77.

SNI 3454 : 2008

15

78.

Tata cara pemantauan gerakan vertikal tanah dengan menggu-nakan instrumen magnetis.

SNI 03-3455-1994

15

79.

80.

Tata cara pembuatan peta SNI 03-3977-1995 kemiringan lereng mengguna-kan rumus Horton. Tata cara pengambilan SNI 03-4148.1-2000 contoh tanah dengan tabung dinding tipis

Tata cara ini digunakan sebagai pegangan dalam penghitungan dan pembuatan peta kemiringan lereng pada permukaan tanah atau batuan menggunakan rumus Horton. Tata cara ini mencakup prosedur penggunaan tabung logam dinding tipis dalam pengambilan contoh tanah tak terganggu untuk pengujian sifat

14

Bureau of Reclamation, 1987. US. Departemen of Interior, Embankment Dam Instrumentation Manual, A water resources technical publication -

9

ASTM D. 1587-83

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

9

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup

Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup fisik dan mekanik di laboratorium. Tata cara ini menguraikan sistem klasifikasi tanah mineral dan mineral organik untuk keperluan teknik. Klasifikasi ini berdasarkan hasil pengujian laboratorium tentang penentuan karakteristik ukuran butir, batas cair dan indeks plastisitas. Tata cara ini mencakup pemasangan alat pengukur tekanan total dari jenis sel tekanan total peneumatik yang dipasang pada bangunan teknik sipil antara lain pada tubuh bendungan, dinding tembok penahan tanah, pondasi bangunan gedung dan lainnya. Tata cara ini mencakup pemasangan dan pemantauan pisometer kawat bervibrasi yang meliputi pemasangan alat pisometer tipe kawat bervibrasi. Tata cara ini menjelaskan prosedur untuk mengelompokkan tanah ke dalam tujuh kelompok berdasarkan distribusi ukuran butir, batas cair dan indeks plastis. Evaluasi sifat-sifat tanah yang berada dalam satu kelompok atau sub kelompok dilakukan menggunakan grup indek yaitu suatu nilai hitung menggunakan rumus empiris. Tata cara ini meliputi prosedur pembuatan dan perawatan benda uji untuk pengujian kuat tekan dan lentur tanah semen di laboratorium dengan persyaratan bahan dan kondisi penge-tesan yang disyaratkan. Dan sesuai ASTM D 1632-87 (1994), SNI 03-3437-1994, dan SNI 03-3438-1994. Tata cara ini digunakan untuk identifikasi dan penentuan jenis tanah dan batuan serta penentuan jenis tanah dan batuan serta penentuan keberadaan air tanah baik secara horisontal maupun vertikal dalam suatu daerah penyelidikan serta penentuan karakteristik tanah dan batuan bawah permukaan dengan melakukan pengambilan contoh uji dan pengujian di lapangan Tata cara ini mencakup penyiapan benda uji tanah yang digraut dengan bahan kimia di laboratorium untuk digunakan pada uji laboratorium guna menentukan parameter kuat desain Jumlah Hal 22 Standar Asing yang terkait ASTM D 2487-93

81.

Tata cara pengklasifikasian tanah dengan cara unifikasi tanah Tata cara pemasangan dan pemantauan sel tekanan total peneumatik

SNI 03-6371-2000

82.

SNI 03-6374-2000

17

Institution Manual Vibrating Wire Piezometer, Model 4800 E/c-1982

83.

Tata cara pemasangan dan SNI 03-6461-2000 pemantauan pisometer kawat bervibrasi Tata cara klasifikasi tanah dan campuran tanah agregat untuk konstruksi jalan SNI 03-6797-2002

17

Institution Manual Vibrating Wire Piezometer, Model 4500-1983 AASHTO M 145-87

84.

14

85.

Tata cara pembuatan dan perawatan benda uji kuat tekan dan lentur tanah semen di laboratorium Tata cara penyelidikan dan pengambilan contoh uji tanah dan bahan untuk keperluan teknik

SNI 03-6798-2002

19

ASTM D 1632

86.

SNI 03-6802-2002

12

AASHTO T 86-90

87.

Tata cara penyiapan benda uji tanah yang di graut bahan kimia di laboratorium untuk mendapatkan parameter kuat desain Batuan

SNI 03-6804-2002

10

ASTM D 4320-04 : Standard practice for laboratory prparation of chemically grouted soil specimens for obtaining design strength parameters

2. 88.

Metoda uji Metode pengujian laboratorium untuk menentukan parameter sifat fisika pada contoh batu

SNI 03-2437-1991

89.

Metode pengujian laboratorium SNI 06-2485–1991 cepat rambat ultrasonik dan konstanta elastis benda uji batu. Metode pengujian laboratorium kuat tarik benda uji batu dengan cara tidak langsung Judul direvisi menjadi : SNI 06-2486–1991 Sedang direvisi

Metode ini digunakan untuk mengetahui sifat-sifat fisika contoh batu, antara lain yaitu kepadatan asli, kadar air asli, kepadatan jenuh, penyerapan kepadatan kering, derajat kejenuhan, porositas, berat jenis semu, berat jenis sebenarnya dan angka pori berdasarkan hasil pengkajian dan perhitungan laboratorium. Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter cepat rambat gelombang ultrasonik serta menentukan konstanta elastis batu. Metode ini digunakan untuk mendapatkan parameter kuat tarik dari hasil pengukuran di laboratorium secara cepat dan mudah.

15

ASTM Vol 04, 08 Soil and Rock Building Stone AIT Laboratory Manual for Rock Testing

20

90.

11

ASTM D 2845-00(2004) Method for laboratory determination of pulse velocities and ultrasonic elastic constant of rock ASTM D 3967-92 Test method for splitting tensill strength of infact rock core specimens

Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

10

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup

Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009
No. Judul Standar Cara uji laboratorium kuat tarik benda uji batu dengan cara tidak langsung Metode pengujian indek kekuatan batu dengan beban titik Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait

91.

SNI 03-2814-1992

Metode ini digunakan dalam uji konsolidasi satu dimensi pada benda uji tanah, yang bertujuan untuk mendapatkan parameter kompressibilitas dan kecepatan konsolidasi tanah.

27

ISRM, 1985 Abstr. Vol. 22, No. 2 Suggested Methods for Determining Point Load Strength, Commission on Testing Methods ISRM, 1981 Suggested Method for laboratory determination of direct shear strength ASTM D 2938-95 Test method for unconfined compressive strength of intact rock core speciments ASTM D 3148-02 Test method for elastic moduli of shales and similar weak rock ASTM D 4644-89 Test method for slake durability of shales and similar weak rock USBR, 646-57 U.S bureau of reclamation, Pressure grouting Technical memorandum 646. Design and construction devison denver AIT, 1979 Laboratory manual for rock testing, devision of geotechnical and transportation engginering -

92.

93.

Metode pengujian geser langsung batu Judul direvisi menjadi : Cara uji geser langsung batu Cara uji kuat tekan batu uniaksial

SNI 03-2824-1992 Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter Sudah revisi kuat geser batu. (Proses penetapan) SNI 2825 : 2008 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kuat tekan uniaxial suatu contoh batu dan untuk mengetahui nilai kuat tekan benda uji batu. Metode ini digunakan dalam pengujian modulus elastis benda uji pada tekanan sumbu tunggal dan untuk mengetahui harga modulus elastisitas benda uji statik. Metode ini digunakan untuk memperoleh indek tahan lekang batu.

25

19

94.

Cara uji modulus elastisitas batu pada tekanan sumbu tunggal Metode pengujian sifat tahan lekang batu. Judul direvisi menjadi : Cara uji sifat tahan lekang batu Tata cara Tata cara pelaksanaan injeksi semen pada batuan

SNI 2826 : 2008

16

95.

SNI 03-3406-1994

15

96.

SNI 03-2393-1991

Tata cara ini digunakan dalam pelaksanaan injeksi semen pada batu yang bertujuan untuk memperkecil kelulusan air dan meningkatkan kekuatan batu sebagai upaya dalam perbaikan batu pondasi suatu bangunan. Tata cara ini digunakan dalam pembuatan benda uji untuk pengujian laboratorium mekanika batuan dan untuk mendapatkan benda uji dengan bentuk dan dimensi yang benar, sesuai dengan persyaratan dan ketentuan tiap jenis pengujian laboratorium mekanika batuan yang akan dilakukan. Tata Cara ini digunakan sebagai pegangan penghitungan dan pembuatan peta kemiringan lereng pada permukaan tanah atau batuan menggunakan rumus Horton. Tata cara ini mencakup evaluasi batuan yang akan digunakan untuk pengendalian erosi

28

97.

Tata cara pembuatan benda uji untuk pengujian laboratorium mekanika batuan

SNI 2848 : 2008

12

98.

99.

Tata cara pemantauan gerakan SNI 03-3431-1994 horizontal batuan dan bangunan dengan alat inklinometer Tata cara evaluasi batuan SNI 03-6370-2000 yang digunakan untuk pengendalian erosi

19

17

ASTM D 4992-94 (2001) : Standar practice for evaluation of rock to be usued for erosion control.

3.

Sedimen Metoda uji 100. Tata cara pengambilan SNI 3414 : 2008 contoh muatan sedimen melayang di sungai dengan cara integrasi kedalaman berdasarkan pembagian debit 101. Metode pengujian kadar SNI 03-3961-1995 sedimen layang secara gravimetri dengan Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni )

Metode ini digunakan untuk pengambilan contoh muatan sedimen layang di sungai untuk memperoleh contoh air yang mengandung muatan sedimen melayang di sungai. Metode ini digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang dalam air secara Gravimetri dengan pengendapan.

18

Hasil penelitian

17

ASTM D 3977-80, Standard Practice for Determining Suspended-Sediment

11

*Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup

1981. Metode pengujian distribusi SNI 03-3962-1995 butir sedimen layang secara gravimetri dengan ayakan 103. Metode ini digunakan untuk menentukan berat jenis sedimen layang dalam air. Natural Building Stones and Rock - 102. SNI 03-6429-2000 Sedang direvisi 7 7 ASTM C 138 Making and curing concrete test specimens in the laboratory Test for unit weight. Metode pengujian berat jenis SNI 03-4145-1996 sedimen layang dengan piknometer 104. Cara uji berat isi. Judul Standar pengendapan Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait Concentration In Water Samples. Cara uji slump beton SNI 1972 : 2008 Cara uji ini meliputi penentuan nilai slump beton. Philadelphia ASTM D 4822-63 (72) : Test method for particlesize analysis of soil ASTM. Nilai-nilai yang tertera dinyatakan dalam satuan internasional (SI) dan digunakan sebagai standar. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar nitrogen total sedimen layang dalam air 15 14 Usulan abolisi (lh) 16 105.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. volume produksi campuran dan kadar udara beton SNI 1973 : 2008 11 110. 1981 Annual books of ASTM Standard. Beton Metode uji 108. Metode pengujian kuat tekan beton silinder dengan cetakan silinder di dalam tempat cetakan 111. 9 ASSHTO T 119-99 Standard Method of test for slump of hydraulic cement. yield. and air content (granimetric) of concrete ASTM C 873-94 Standar Test Method for Compressive Strength of Concrete Cylinders Cast in Place in Cylindrical Mold ASTM C 192-90a Making and curing concrete test specimens in the laboratory. Part 19. Standar Method of Chemical Analysis ASTM D 4972-89 American Society for Testing and Material 17 15 4. 19 ASTM. Metode pengujian kadar kalium SNI 03-4152-1996 dalam sedimen melayang dengan asam klorida menggunakan alat spektrofotometer serapan atom Tata cara 107. 109.go. Metode pengujian kuat tekan beton Nomor urut : 110-111 Judul direvisi menjadi : Metode ini digunakan untuk penentuan kuat tekan benda uji silinder beton menggunakan teknik pemasangan cetakan uji pada pelat beton pada waktu pengecoran dan dibatasi untuk tebal beton dari 125 mm sampai 300 m. SNI 03-1974-1990 Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan Sudah revisi (compressive Strength) beton dengan benda uji (Proses penetapan) berbentuk silinder yang dibuat dan dimatangkan (curring) di laboratorium maupun di lapangan. Metode pengujian kadar nitrogen total sedimen layang dengan alat destilasi kjeldahl secara titrasi SNI 03-4146-1996 Metode ini digunakan untuk mengetahui distribusi butir sedimen layang dalam air secara gravimetri dengan ayakan. ASTM. Cara uji ini meliputi penentuan berat isi dari campuran beton segar dan beberapa formula untuk menghitung volume produksi campuran. kadar semen. Annual Books of ASTM Standards Part 31 : Water. Metode ini digunakan untuk mengetahui kadar kalium dalam sedimen melayang yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas sediment Tata cara ini digunakan untuk pembuatan ekstrak sedimen untuk pengujian sifat kimia sedimen sehingga dapat diuji dengan standar pengujian air. Tata cara pembuatan ekstrak SNI 03-4819-1998 sedimen untuk pengujian sifat kimia sedimen Metode ini digunakan untuk memperoleh kadar fosfat dalam sedimen melayang menggunakan alat spektrofotometer yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi pengukuran kualitas sediment.pu. baik di laboratorium maupun di lapangan. Test for unit Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. dan kadar udara dalam beton. Metode pengujian kadar SNI 03-4151-1996 fosfat dalam sedimen melayang dengan asam klorida mengguna-kan spektrofotometer secara amonium molibdate 106.id/satminkal/balitbang/sni ) 12 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . 1981 C 114 Test methods for chemical analysis of hidraulic cement INPNIM Part B Sixth Edition Soil. 1981 C 114 Test Methods for chemical analysis of hidraulic cement ASTM.

flexural strength of concrete (using simple beam with center-point loading) ASTM C 567-85 Standard test method for unit weight of structural lightweight concrete JIS A 1129-1975 : Method of test for air content of fresh concrete by pressure method JIS C 418. Metode pengujian kuat tarik belah beton 114.go. 1963 Method of making and curing concrete specimens ASTM C 332-83 Standard specificatio for hightweight aggregate for insulating concrete Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter kuat lentur dari hasil pengujian di Laboratorium. yield and air content (granimetric) of concrete ASTM Standard C 1722004 Standard practice for sampling freshly mixed concrete ASTM C 446-86 Standard test method for splitting tensile strength of cylindrical concrete specimens 113. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya nilai kuat tekan beton inti pemboran. Cara uji abrasi beton di laboratorium SNI 3419 : 2008 16 17 14 120. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya koefisien abrasi beton di Laboratorium yang akan dipakai sebagai pembanding dengan nilai abrasi pada bangunan air akibat aliran nilai sedimen. Metode ini digunakan untuk memperoleh kuat lentur beton untuk keperluan perencanaan struktur 17 117. Metode pengujian kuat lentur SNI 03-2823-1992 beton memakai gelagar seder-hana dengan sistem beban titik di tengah 1) Metode pengujian ini mencakup cara penentuan kuat tarik belah benda uji yang dicetak be rbentuk silinder atau beton inti yang diperoleh dengan cara pengeboran termasuk ketentuan peralatan dan prosedur pengujiannya serta perhitungan kekuatan tarik belah. Judul Standar Cara uji kuat tekan beton 112. 15 Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait weight.id/satminkal/balitbang/sni ) 13 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . 2) Pengujian kuat tarik belah digunakan untuk mengevaluasi ketahanan geser dari komponen struktur yang terbuat dari beton yang menggunakan agregat ringan. Metode pengujian kuat tekan beton dengan benda SNI 03-4154-1996 15 13 SNI 03-4155-1996 Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat tekan relatif sebagai pembanding terhadap kuat 11 ASTM C 293-79 Test method for compessive strength of concrete (using sample beam with center pont loading) ASTM C 116-90 Test method for Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Metode pengujian kandungan SNI 03-3418-1994 udara pada beton segar 119. Metode pengujian kuat SNI 03-3403-1994 tekan beton inti pemboran 118. Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan beton isolasi ringan di lapangan Cara uji ini mencakup persiapan benda uji dan prosedur pengujian kuat tekan beton ringan isolasi dengan berat isi dalam kondisi kering oven tidak lebih dari 800 kg/m3. 19 116. Cara uji berat isi beton ringan struktural SNI 3402 : 2008 Cara uji ini mencakup prosedur penentuan berat isi dalam keadaan kering oven dan keadaan seimbang dari beton ringan struktural. Metode pengujian kuat tekan SNI 03-3421-1994 beton isolasi ringan di Sedang direvisi lapangan Judul direvisi menjadi : Cara uji kuat tekan beton ringan isolasi 121. Metode ini bertujuan untuk memperoleh nilai kandungan udara pada beton segar dalam persentase (%) volume. Metode pengujian kuat lentur beton dengan balok uji sederhana yang dibebani terpusat langsung 122. SNI 03-2493-1991 Metode ini digunakan untuk pembuatan dan Sudah revisi perawatan benda uji beton di laboratorium agar (Proses penetapan) memenuhi syarat. SNI 03-2491-2002 14 15 ASTM C 192-90a Standard practice for making and curing concrete test specimens in the laboratory AASHTO T 177-1982 ASTM C 293-79 Standard specification for transportation materials of sampling and testing. Tata cara pengambilan contoh uji beton segar SNI 2458 : 2008 Metode ini digunakan untuk mendapatkan contoh beton segar yang dapat mewakili seluruh adukan beton.pu. Cara uji ini mencakup persiapan dan pengujian untuk benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 75 mm x 150 mm. Metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium Judul direvisi menjadi : Tata cara pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium 115.

Metode pengujian kuat tekan elemen struktur beton dengan alat palu beton tipe N dan NR 126. Metode ini digunakan untuk memdapatkan nilai modulus elastisitas dan rasio poison untuk keperluan perencanaan struktur beton. Metode pembuatan dan SNI 03-4810-1998 perawatan benda uji beton di Sedang direvisi lapangan Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Cara uji bliding dari beton segar SNI 4156 : 2008 Nomor Standar Ruang Lingkup lentur guna keperluan pengendalian mutu beton perencanaan dan 14 Jumlah Hal Standar Asing yang terkait compressive strength of concrete using portions of bems broken flexure ASTM Standard C 232-04 Standar Test Method for Bleeding of Concrete ASTM C 469-87 Test method for static modulus of elasticity and poion’s ratio concrete in compression ASTM C 805-85 Test method for reabound number of hardened concrete JIS A 1106-1964 : Method of testing flexural strength of concrete 124.go.id/satminkal/balitbang/sni ) Metode ini digunakan dalam menentukan perbandingan antara berbagai macam beton berdasarkan kuat lekat yang timbul terhadap baja tulangan Metode ini digunakan untuk membuat dan merawat benda uji di lapangan. Metode pengujian kadar air dalam beton segar dengan cara titrasi volumetric SNI 03-4169-1996 Cara uji ini mencakup penentuan jumlah kandungan air pencampur yang akan terpisah dari contoh uji beton segar. 11 ASTM Standar Test Method for Pulse Velocity Through Concrete C. Cara uji ini terdiri dari 2 cara yang dibedakan atas derajat pemadatan sesuai kondisi contoh beton. Judul Standar uji patahan balok bekas uji lentur 123. Metode pengujian kadar semen portland dalam beton segar dengan cara titrasi volumetric 131. Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat lentur beton normal guna keperluan perencanaan dan pelaksanaan. 13 13 ASTM C 1084-92 Standard test method for portland cement content of hardened hydraulic cemen concrete ASTM C 1078-87 Standard test method for determining the cement content of freshly mixed concrete ASTM Standard C 1064-84 Standard test method for determining the water content of freshly mixed concrete ASTM Standard C. Metode pengujian kuat lentur beton normal dengan dua titik pembebanan Judul direvisi menjadi : Cara uji kuat lentur beton normal dengan dua titik pemebebanan 127. Metode pengujian kadar semen portland dalam beton keras yang memakai semen hidrolik 130. Metode ini digunakan untuk menentukan kadar semen portland dalam beton segar menggunakan titrasi volumetri. 15 SNI 03-4430-1997 12 SNI 03-4431-1997 Sudah revisi (Proses penetapan)) 18 SNI 03-4802-1998 Metode ini digunakan untuk menentukan kecepatan pulsa perambatan gelombang tekan dalam beton.pu.59783 (91) ASTM C 1084-92 SNI 03-4803-1998 15 SNI 03-4805-1998 15 SNI 03-4806-1998 13 SNI 03-4807-1998 10 SNI 03-4808-1998 10 133. Metode ini digunakan untuk menentukan kadar semen portland dari beton keras menggunakan semen hidrolik. Metode pengujian modulus elastisitas statis dan rasio poison beton dengan kompresor ekstensometer 125.1079 Standard test method for determining the water content of frehly mixed concrete ASTM Standard C 234-91a Standard tets method for comparing concrete on the basic of the bond developed with reinforcing steel ASTM Standard C 31-91 Standard practice for making curing concrete 14 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Metode pengujian kecepatan pulsa melalui beton 128. Metode ini digunakan untuk memperkirakan nilai kuat tekan beton pada suatu elemen struktur untuk keperluan pengendalian mutu beton dan atau pengawas pelaksanaan pekerjaan. Metode ini digunakan dalam menentukan suhu dari beton segar yang menggunakan semen portland Metode ini digunakan dalam penentuan kadar air dalam beton segar dengan cara titrasi volumetri. Metode pengujian untuk SNI 03-4809-1998 membandingkan berbagai beton berdasarkan kuat lekat yang timbul terhadap tulangan 134. Metode pengujian untuk menentukan suhu beton segar semen Portland 132. Metode ini digunakan untuk menentukan angka pantul beton yang sudah mengeras menggunakan palu baja yang gerakannya dikendalikan oleh pegas.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Metode pengujian angka pantul beton yang sudah mengeras 129.

Metode pengujian waktu alir beton berserat dengan kerucut uji slump yang dibalik SNI 03-6430. Metode ini mencakup penentuan kerapatan. ASTM C 995-94 Standard test methods for Time of Fiber-Reinforced Concrete Through Inverted Slump Cone ASTM C 109 Test Method for Compressive Strength of Hidraulic Cement Mortars ASTM C 938 Practice for Proportioning Grout Mixtures for Preplaced Aggregate Concrete ASTM C 295 6 142. 6 140. Metode pengujian waktu pengikatan graut untuk beton dengan agregat praletak di laboratorium 141. and Voids in hardened Concrete ASTM Standar G3 Practice for conventions applicable to electrochemical measurement in corrosion testing Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. 136. persentase penyerapan dan persentase rongga dalam beton yang telah mengeras.1-2000 Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan graut semen hidrolik untuk beton dengan agregat praletak. dengan tujuan untuk menentukan aktifitas korosi pada tulangan. Metode ini digunakan dalam menentukan nilai kuat tarik beton untuk keperluan perencanaan komponen struktur berdasarkan penampang benda uji berdiameter 150 mm. Metode pengujian kerapatan.id/satminkal/balitbang/sni ) 15 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Metode pengujian untuk potensial setengah sel baja tulangan yang tidak dilapisi bahan dielektrik dalam beton SNI 03-6432-2000 8 SNI 03-6433-2000 11 SNI 03-6444-2000 11 ASTM D C 642-97 Standar Test Method for Specific Gravity. Metode pengujian kuat tekan graut untuk beton dengan agregat praletak di laboratorium SNI 06-6428-2000 9 SNI 06-6430-2000 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya ekspansi dan akumulasi air bliding pada permukaan campuran graut semen hidrolik yang dipakai untuk memproduksi beton dengan agregat praletak . tidak dapat dipakai untuk beton yang mengalir bebas Metode ini digunakan untuk penentuan cara pengukuran perubahan panjang prisma beton. 7 SNI 03-6430. Metode ini digunakan untuk pengujian estimasi potensial elektrikal setengah sel baja tulangan yang tidak dilapisi pada beton di Lapangan dan di Laboratorium. Metode ini digunakan untuk penentuan ketahanan baik untuk beton atau mortar terhadap abrasi. kerantanan dari kombinasi semen agregat terhadap reaksi alkali karbonat yang mengembang dengan melibatkan ion-ion hidroksida.go. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal 14 Standar Asing yang terkait test specimens in the field ASTM C 512-87 (Reproved 1992) Standard test method for creep of concrete in compression ASTM C 512-87 (Reproved 1992) Standard test method for creep of concrete in compression ASTM C 944-90a 135. 5 ASTM C 940-89 Standard Test Method for Expansion and Bleeding of Freshly Mixed Grout for Preplaced-Aggregate Concrere in the Laboratory. Absorption. Metode pengujian ketahanan abrasi permukaan beton atau mortar dengan metode pemotong berputar 138.pu. Metode pengujian ekspansi dan bliding campuran graut segar untuk beton dengan agregat praletak di laboratorium 139. SNI 03-6431-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan waktu alir beton berserat menggunakan kerucut slump yang dibalik dapat dilakukan di Lapangan dan di Laboratorium dan dipakai untuk campuran beton segar yang mempunyai agregat kasar yang lolos saringan 1½ inchi. penyerapan dan rongga dalam beton yang telah mengeras 144.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. ASTM C 942-86 (Reapproved 1991) Standar Test Method for Compressive Strength of Grouts for PreplacedAggregate Concrete in the Laboratory. Metode pengujian kuat tarik beton secara langsung SNI 03-4812-1998 17 137. Metode pengujian perubahan panjang beton akibat reaksi alkali batuan karbonat 143.2-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan waktu pengikatan campuran graut semen hidraulik yang dipakai untuk beton dengan agregat praletak memakai alat vicat. Metode pengujian rangkak pada beton yang tertekan SNI 03-4811-1998 Metode ini digunakan dalam menentukan rangkak pada beton yang dicetak dalam bentuk silinder dan dibebani dengan gaya tekan aksial sentris yang besarnya tetap secara terus menerus.

dapat juga digunakan untuk graut lainnya Menggunakan graut murni dan graut bercampur agregat halus lolos saringan ukuran 2. Spesifikasi beton bertulang kedap air SNI 03-2854-1992 SNI 03-2914-1992 Spesifikasi ini digunakan dalam merencanakan dan melaksanakan konstruksi beton untuk mencegah korosi tulangan dan pelapukan beton Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan persyaratan-persyaratan teknis beton kedap air. Metode pengujian kadar bahan padat total dan bahan anorganik dalam air untuk campuran beton Metode pengujian mutu air untuk digunakan dalam beton Metode pengujian untuk pengukuran panjang beton inti hasil pengeboran.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. 8) Dimaksudkan untuk penggunaan graut yang mempunyai waktu alir tidak lebih dari 35 detik Metode ini membahas tentang ketentuan cara pengujian kadar bahan padat dalam air untuk campuran beton dan juga mencakup persiapan contoh uji. persiapan peralatan.Untuk digunakan di laboratorium dan lapangan. untuk menentukan waktu alir dari volume cairan graut semen hidrolis yang ditentukan melalui corong alir standar dan digunakan untuk beton agregat praletak . 11 12 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. 2) Metode ini tidak memberikan panduan penentuan pemboran beton inti atau lokasi pengeboran. 3) Metode ini tid ak dilengkapi prosedur interpretasi hasil kuat tekan beton inti. 148. Spesifikasi kadar ion klorida dalam beton 153. Metode pengambilan dan pengujian beton inti 146. memelihara dan menguji benda uji beton keras pada umur awal. persiapan pengujian dan penentuan kuat tekannya. Metode ini mencakup :  prosedur untuk membuat. SNI 03-6817-2002 5 151.  benda uji dipelihara dalam kondisi perawatan standar dan diukur riwayat temperaturnya untuk digunakan dalam menghitung indeks kematangan yang dihubungkan dengan kenaikan kekuatannya  prosedur cara menggunakan hasil kuat tekan pada umur awal untuk memproyeksikan kekuatan potensial pada umur berikutnya Metode Pengujian ini untuk menentukan kemampuan mempertahankan air dari campuran graut semen hidrolis segar untuk beton agregat praletak Metode Pengujian ini : .go. 2) bahan padat total dan bahan organik Metode ini meliputi penentuan panjang beton inti hasil pengeboran dari struktur beton Jumlah Hal 8 Standar Asing yang terkait ASTM C 42-97 (JIS A 1107-87) Standard test method for obtaining drilled cores and sawed beams of concrete ASTM C 918-93 Standard test method for measuring early age compressive strength and projecting later-age strength 145. Metode pengujian untuk mengukur nilai kuat tekan beton pada umur awal dan memproyeksikan kekuatan pada umur berikutnya SNI 03-6805-2002 19 147.pu. SNI 03-6969-2003 4 Spesifikasi 152. Metode pengujian SNI 03-6807-2002 kemampuan mempertahankan air pada campuran graut untuk beton agregat praletak di laboratorium Metode pengujian SNI 03-6808-2002 kekentalan graut untuk beton agregat praletak (metode pengujian corong alir) 6 ASTM C 941-90 9 ASTM E 832 Specification for laboratory filter papers 149. 1973 part 2 metric units Specification for aggregates from natural sources for 150. SNI 03-6810-2002 8 AASHTO T 26-90 Standar Method of Test for Quality of Water to be Used Concrete. Judul Standar Nomor Standar SNI 03-2492-2002 Ruang Lingkup Metode ini mencakup cara pengambilan beton inti. 1984 Buliding code requirements for reinforced concret BSI.id/satminkal/balitbang/sni ) 16 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . AASHTO T 26-79 Quality of Water to be Used in Concrete ASTM C 174-87 Standar test method for measuring length of drilled concrete cores ACI 1984 Buliding code requirements for reinforced concret ACI.36 mm (No. cara uji dan pelaporan Metode ini mencakup pengujian mutu air yang digunakan dalam campuran beton dengan cara : 1) menggunakan metode A dan metode B untuk keasaman dan kelindian.

M 32-90 (ASTM D : 82-88) Standar Specification for ColdDrawn Steel Wire for for Concrete Reinforcement ASTM C 637-84 Standard Specification for aggregates for radiation shielding concrete SNI 03-6380-2000 Sedang direvisi 9 159. ditarik dan digalvanisasi untuk digunakan secara langsung. limbah pabrik. golongan agregat tertentu untuk beton penahan radiasi pengion.pu. Agregat untuk beton penahan radiasi ini meliputi. saluran peluapan dari goronggorong 158.go. Nilai dinyatakan dalam satuan metrik yang digunakan sebagai standar. Standar ini menetapkan ketentuan bahan berupa lembaran yang digunakan untuk menutup permukaan beton semen guna menghindari hilangnya air selama masa perawatan.id/satminkal/balitbang/sni ) 17 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup .Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. dan dalam hal material tipe pemantul putih. Spesifikasi lembaran bahan penutup untuk perawatan beton SNI 4817 : 2008 157.03 mm Spesifikasi ini meliputi bahan pengencer graut yang digunakan untuk beton dengan agregat praletak. Spesifikasi ini meliputi pipa beton tidak bertulang yang digunakan sebagai pembuangan air kotoran. air luapan dan bangunan goronggorong Spesifikasi ini mencakup perbaikan cacat dalam beton semen portland yang telah mengeras dengan mortar epoksi yang dicampur pasir 5 11 7 ASTM 171-97a Standar specification for sheet material for curing sheet 10 AASHTO D M 86 M-87 Standar Specification for Concrete Sewer. atau dalam bentuk jaring kawat baja yang dilas. Spesifikasi pipa beton untuk air buangan. sebagai tulangan beton.  Spesifikasi ini dapat digunakan sebagai pegangan bagi para perencana dan pelaksana dalam merencanakan dan melaksanakan konstruksi beton yang dalam masa layannya berhubungan dengan lingkungan yang 9 7 13 8 ACI 1984 Buliding code requirements for reinforced concret Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Spesifikasi ini digunakan dalam menilai mutu beton siap pakai yang akan diserahkan dalam bentuk beton segar dari produsen kepada konsumen yang bertujuan untuk mendapatkan mutu beton siap pakai yang memenuhi persyaratan teknis. dengan ukuran diameter nominal tidak lebih kecil dari 2. Storm Drain Culvert Pipe (Metric) ASTM C 881-87 Standar Specification for Epoxy-Resin-Base Bonding Systems for Concrete AASHTO D. Spesifikasi ini digunakan sebagai acuan bagi produsen agregat/ perencana dan pelaksana pekerjaan beton dalam menilai mutu agregat yang memenuhi persyaratan untuk keperluan beton penahan radiasi. Spesifikasi pengencer graut untuk beton dengan agregat praletak 161. golongan agregat untuk beton penahan radiasi neutron dengan pertimbangan utama adalah komposisi atau berat jenis atau keduanya.  Spesifikasi ini memuat persyaratan minimum untuk beton yang berhubungan dengan lingkungan yang mengandung sulfat. Spesifikasi beton tahan sulfat SNI 03-2915-2002 Sedang direvisi Spesifikasi ini meliputi kawat baja yang diproses dengan canay dingin. Spesifikasi perbaikan beton dengan mortar epoksi SNI 03-6367-2000 Spesifikasi ini untuk memberikan persyaratan teknis kalsium kholorida sebagai bahan pencampur untuk mempercepat pengerasan beton. berfungsi juga untuk mengurangi naiknya temperatur beton yang permukaannya secara langsung terkena sinar matahari. Spesifikasi beton siap pakai SNI 06-4170-1996 SNI 03-4433-1997 156. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait concrete (including granolithic) ASTM Standard D 98-87 Standard specification for calcium chloride ASTM C 94-92a Specification for ready mixed concrete 154. Spesifikasi kawat baja dengan proses canay dingin untuk tulangan beton SNI 07-6401-2000 160. Spesifikasi kalsium khlorida untuk mempercepat pengerasan beton 155. Spesifikasi agregat beton penahan radiasi SNI 03-6418-2000 SNI 03-2494-2002 162. Spesifikasi ini mencakup ketentuan mengenai klasifikasi dan persyaratan teknis agregat untuk pembuat beton penahan radiasi.

pasta.  Spesifikasi ini bertujuan untuk mendapatkan beton yang mempunyai ketahanan dan keawetan terhadap sulfat.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Spesifikasi bahan kering bersifat semen. kontainer berbentuk bulat dan silosilo. Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal SNI 03-3976-1995 SNI 03-4820-1998 20 17 ACI 318 M-89 Building code requirements for reinforced concret - SNI 03-2834-2000 36 172. Spesifikasi ini mencakup mortar yang digunakan dalam pekerjaan pasangan baik bertulang maupun tidak bertulang. kecuali tidak berlaku untuk : 1) struktur khusus seperti reaktor nuklir. Spesifikasi ini meliputi anyaman kawat baja polos yang dilas untuk digunakan sebagai tulangan beton. pesifikasi ini mencantumkan daftar kendali sebagai petunjuk bagi arsitek atau ahli teknik dalam memilih persyaratan yang cocok antara spesifikasi teknis yang diperlukan dan persyaratan lain yang ada dalam spesifikasi proyek.pu. Tata cara pengadukan pengecoran beton 170. 2) struktur prateken berbentuk bulat. cepat mengeras. untuk digunakan dalam pelaksanaan struktur pasangan berdasarkan spesifikasi berikut : a) persyaratan komposisi campuran. Spesifikasi bahan pencampur untuk beton semprot Spesifikasi anyaman kawat baja polos yang dilas untuk tulangan beton. dan spesifikasi berdasarkan sifat. Dry. epoksi resin. Spesifikasi ini membahas bahan-bahan yang akan ditambahkan pada campuran beton semprot dari semen portland untuk mengubah sifat campuran.id/satminkal/balitbang/sni ) 18 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Terdapat 4 (empat) tipe mortar yang tercakup dalam setiap spesifikasi berikut ini : 1) spesifikasi berdasarkan proporsi. dalam kemasan untuk perbaikan beton Spesifikasi mortar untuk pekerjaan pasangan SNI 03-6811-2002 SNI 03-6812-2002 12 15 ASTM 1141-89 AASHTO M 55-89 SNI 03-6818-2002 Sedang direvisi 11 ASTM C 928-92A Standar Specification for Package. dan polyester tidak termasuk sebagai bahan pengikat. Tata cara penggunaan peralatan untuk penentuan perubahan panjang. 3) prosedur konstruksi khusus beton semprot. Standar ini mencakup campuran kering bahanbahan bersifat semen dari mortar atau beton yang cepat mengeras untuk perbaikan lapisan beton semen hidrolis dan struktur yang telah mengeras. 171. Tata cara pembuatan kaping untuk benda uji silinder beton SNI 6369 : 2008 12 BSI 1973 Part 2 metric Units Spesification for aggregate from natural sources for concrete (including granolithic) ASTM C 617-2003 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. dan cara-cara penggunaannya. atau b) persyaratan kekuatan Tata cara ini bertujuan untuk mendapatkan mutu pekerjaan beton sesuai dengan yang direncanakan Tata cara ini digunakan dalam menyiapkan benda uji untuk menentukan perubahan panjang pada pasta. bahan dan prosedur pembuatan kaping untuk silinder beton yang baru dicetak dengan semen murni dan silinder beton keras serta silinder beton inti dengan plaster gipsum berkekuatan tinggi Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 163.go. SNI 03-6882-2002 12 167. 165. Spesifikasi ini menjelaskan dua jenis bahan graut halus dan kasar. Bahan-bahan yang mengandung senyawa organis seperti bitumen. Tata cara ini digunakan untuk merencanakan proporsi campuran beton tanpa menggunakan bahan tambahan dan bertujuan untuk mendapatkan proporsi campuran yang menghasilkan mutu beton sesuai rencana Tata cara ini meliputi peralatan. mortar dan beton semen yang sudah mengeras. serta peralatan yang digunakan untuk menentukan perubahan panjang tersebut. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup mengandung sulfat. Spesifikasi ini merupakan acuan bagi arsitek atau ahli teknik dalam menentukan toleransi untuk bahan dan konstruksi beton sebagaimana dicantumkan dalam spesifikasi proyek. Spesifikasi toleransi untuk konstruksi dan bahan beton SNI 03-6883-2002 22 ACI 117-90 Standar Specifications for Tolerances for Concrete construction and Materilas 168. Spesifikasi bahan graut untuk pekerjaan pasangan SNI 03-6891-2002 5 ASTM C 476-91 Standar Specification for Grout for Mansory Tata cara 169. Rapid hardening Cementitious Materials for Concrete Repairs ASTM C 270-92A Standar Specification for Mortar for Unit Masonry 166. mortar dan beton semen yang sudah mengeras. 164.

koreksi proporsi campuran dan prosedur pengerjaan pembuatan rancangan campuran beton ringan. Prosedur untuk mengestimasi kekuatan beton menggunakan metode maturity indeks maturity dinyatakan dengan faktor suhu waktu atau umur ekivalen pada suatu suhu yang disyaratkan. SNI 03-6468-2000 SNI 03-3449-2002 10 175. struktural ringan dan sagat ringan.  Perencanaan dan konstruksi pelat yang didukung oleh tanah. dan dinding pelindung. Tata cara estimasi kekuatan SNI 03-6809-2002 beton dengan metode maturity 17 ASTM C 1074-93 177. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup atau adukan belerang. Tata Cara Mencakup :  Beton tidak bertulang struktural untuk dinding basemen harus dikecualikan dari persyaratan standar ini untuk kondisi-kondisi lingkungan yang khusus sesuai SNI 03-2854-1992. Tata cara pelaksanaan sambungan mekanis untuk tulangan beton SNI 03-6814-2002 Standar ini mencakup informasi dasar tentang tipe-tipe sambungan mekanis yang beredar di Indonesia sewaktu standar ini disusun.id/satminkal/balitbang/sni ) 19 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Penurunan hubungan kekuatan maturity dari campuran beton di laboratorium dan pencatatan riwayat suhu beton yang akan disetimasi kekuatannya yang diperlukan untuk estimasi.pu. Tata cara ini mencakup : 1.4R-93 Guide for Selecting Proportions for HighStrength Concrete With Portland Cement and Fly Ash - 173. tugas penanggung jawab pembuatan rancangan campuran. Tata cara perancangan campuran beton ringan dengan agregat ringan. Diuraikan juga persyaratan-persyaratan perencanaan dan 39 ASTM C 943-80 (Reapproved 1990) Standard Practice for Making Test Cylinders and Prisms for Determining Strength and Density of Preplaced-Aggregate Concrete in The Laboratory - Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Tata cara ini digunakan untuk perencanaan campuran beton kekuatan tinggi dengan semen portland dan abu terbang dan dapat digunakan untuk menentukan proporsi campuran beton kekuatan tinggi untuk mengoptimasi proporsi campuran tersebut berdasarkan campuran coba. 2. ketentuan dalam standar ini berlaku bila bersifat menentukan. bahan yang dipergunakan.  Untuk struktur khusus. Tata cara ini meliputi persyaratan proporsi campuran. rancangan campuran.go. misalnya struktur pelengkung. Tata cara perencanaan campuran tinggi dengan semen portland dengan abu terbang 174. Tata cara pembuatan SNI 03-6813-2002 silinder dan prisma uji untuk menentukan kekuatan dan densitas beton agregat praletak di laboratorium 10 178. Tata cara pembuatan rancangan campuran beton ringan dengan agregat ringan ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai salah satu acuan bagi para perencana dan pelaksana dalam merancang proporsi campuran beton ringan dengan menggunkan agregat ringan dengan tujuan untuk mendapatkan proporsi campuran bahan-bahan yang dapat menghasilkan beton ringan yang sesuai dengan rencana penggunaannya pada kontruksi struktural. pemilihan proporsi campuran beton ringan. Tata cara perhitungan beton tidak bertulang struktural SNI 03-6806-2002 12 ACI building Code 318/318 R-313 176. dinding gravitasi. struktur utilitas bawah tanah. perhitungan proporsi campuran.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Tata cara ini mencakup prosedur pembuatan silinder uji standar untuk menentukan kuat tekan dan densitas beton agregat praletak Jumlah Hal 18 Standar Asing yang terkait ACI 211. jalan setapak dan pelat di atas tanah. tidak harus mengikuti standar ini kecuali pelat yang meneruskan beban vertikal dari bagian struktur lain ke tanah.

- 13 184. 3) perhitungan kuat tekan beton inti. 16 188. perbedaan kekuatan dapat ditemukan dari dua penyebab utama yang berbeda. Metode pengujian agregat SNI 03-2457-1991 untuk beton penahan radiasi Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat kasar 185. 2001 AASHTO T-27-81(82) Sieve analysis of fine and coarse aggregates AASHTO T 85-81 Specific gravity and absorption of fine aggreagte AASHTO T 128-68(92) Specific gravity and absorption of fine aggregate ASTM. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar air agregat. Tata cara ini meliputi besarnya variasi kekuatan beton. Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus 186. Tata cara mengevaluasi hasil uji kekuatan beton SNI 03-6815-2002 31 ACI 214-1977. Contoh uji beton tergantung pada mutu material.id/satminkal/balitbang/sni ) 13 20 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup .go. Agregat Metoda uji 182.perbedaan dalam perilaku kekuatan yang terbentuk dari campuran beton dan bahan penyusunnya . Tata cara pelaksanaan pengambilan dan pengujian kuat tekan beton inti ini mencakup : 1) prosedur pengambilan beton inti. 14 16 AASHTO T84-81.C. berat jenis semu dari agregat halus serta angka penyerapan dari agregat kasar.pu. Metode pengujian tentang analisis saringan agregat halus dan kasar SNI 02-1758-1990 SNI 03-1968-1990 Menetapkan cara uji sifat kekal agregat yang meliputi peralatan. Standar ini menetapkan cara uji berat jenis curah kering dan berat jenis semu (apparent) serta penyerapan air agregat halus. Metode ini digunakan untuk menentukan mutu agregat yang akan digunakan untuk beton penahan radiasi. termasuk kapabilitas dan tipetipe sambungan mekanis tertentu.36 mm (saringan No. D. 2) prosedur pengujian kuat tekan beton inti. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup penggunaannya. 4). Washington. pembuatan dan kontrol dalam pengujiannya. Contoh perhitungan untuk agregat halus dan kasar diberikan Metode ini digunakan untuk menentukan pembagian butir (gradasi) agregat halus dan agregat kasar menggunakan saringan. contoh yang diuji dan persiapan contoh uji. SNI 03-6898-2002 21 BSEN 12504 1:2000 Testing Concrete in Structures 5.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. perencanaan detail dan pendetailan penulangan beton untuk pabrikasi dan pemasangan batang-batang tulangan. larutan penguji. Cara uji keausan agregat dengan mesin abrasi los angeles SNI 1969 : 2008 SNI 1970 : 2008 SNI 03-1971-1990 Sedang direvisi Metode ini digunakan untuk menentukan berat jenis curah. Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 179. berat jenis kering permukaan jenuh. dan laporan hasil uji. ASSHTO.perbedaan jelas dalam kekuatan yang disebabkan oleh perpaduan variasi dan pengujian. 1981 C 566-89 Concrete and mineral aggregate (including manual of aggregate and concrete testing) AASHTO T 96-87 Resistance to abrasion of small size coarse aggregate by use of the los angeles machine ASTM C 637-84 Standard specification for aggregates for radiation 7 SNI 2417 : 2008 Metode pengujian ini meliputi prosedur untuk pengujian keausan agregat kasar dengan ukuran 75 mm (3 inci) sampai dengan ukuran 2. Cara uji sifat kekal agregat untuk aduk dan beton terhadap pengaruh larutan jenuh natrium dan magnesium sulfat 183. Tata cara pendetailan penulangan beton SNI 03-6816-2002 86 ACI 315-92 Details and Detailing of Concrete Reinforcement 181. pelaksanaan uji.8) dengan menggunakan mesin abrasi Los Angeles. Agregat halus adalah agregat yang ukuran butirannya lebih kecil dari 4.75 mm (No. Tata cara ini mencakup pemisahan dan pembatasan tanggung jawab antara perencanaan struktur beton dan pembuat detail baja penulangan. Metode pengujian kadar air agregat Judul direvisi menjadi: Cara uji kadar air total agregat dengan pengeringan 187. .. Tata cara pelaksanaan dan pengambilan dan pengujian kuat tekan beton inti. Reapproved 1989 180.

sehingga berguna bagi perencana dalam memilih bahan yang bermutu. 200 (0.go. Metode pengujian gumpalan lempung dan butir-butir mudah pecah dalam agregat. Metode Pengujian ini mencakup prosedur untuk penentuan distribusi ukuran butir agregat halus dan kasar dari hasil ekstraksi campuran beraspal.id/satminkal/balitbang/sni ) 21 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . kelembaban relatif. Metode penentuan 10 % kehalusan untuk agregat SNI 03-4137-1996 SNI 03-4141-1996 Metode ini digunakan untuk memperoleh bentuk agregat yang seragam Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya persentasi jumlah gumpalan lempung dan butirbutir mudah pecah dalam agregat halus maupun kasar.075 mm). 17 191. 200 (0.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Metode pengujian partikel ringan dalam agregat SNI 3407 : 2008 Cara uji ini mencakup tata cara pengujian untuk menentukan kekekalan agregat dari proses disintegrasi oleh larutan natrium sulfat atau magnesium sulfat jenuh. 193. yang diakibatkan oleh kondisi suhu. Metode ini digunakan untuk menyera-gamkan cara pengujian pasir atau agregat halus yang plastis dengan cara setara pasir yang bertujuan untuk mengetahui kualitas pasir atau agregat halus yang lolos saringan nomor 4 (4. Metode pengujian ketahanan agregat dengan alat tumbuk 195. Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya persentase jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan No. agregat diuji dalam keadaan kering dan dalam keadaan sudah direndam. Netralisasi ini 10 16 12 SNI 03-6477-2000 13 AASHTO T 176-86 Plastic Fine in Graded Aggregates and Soils by Use of the Sand Equivalent Test ASTM C 29/C 29 M-91a Standard test method for unit weight and voids in aggregate - 198.76 mm). Metode pengujian susut kering mortar yang mengandung semen portland 200. Metode pengujian ini meliputi prosedur untuk menentukan kadar semen berdasarkan netralisasi menerus suatu larutan dari benda uji dalam air berupa agregat yang telah bercampur semen untuk jangka waktu tertentu. Metode pengujian agregat halus atau pasir yang mengandung bahan plastis dengan cara setara pasir 196. Metode ini digunakan dalam menghitung bobot isi dan rongga udara dalam agregat. menggunakan saringan dengan lubang persegi. Metode ini digunakan untuk penentuan pengaruh semen portland pada susut kering mortar menggunakan pasir yang bergradasi standar. 16 ASTM D 5240-04 : Standard test method for testing rock slabs to evaluate soundness of riprap by use of Sodium Sulfate or Magnesium Sulfate AASHTO T 113-90 Light weight pieces in aggregate ASTM C 123 standard test method for lightweight particles in aggregate NRB HZ SPEC. Metode pengujian tebal dan panjang rata-rata agregat 192. Metode pengujian penentuan kadar semen dalam agregat bersemen secara titrasi SNI 03-6822-2002 8 AASHTO T -164 AASTHO M-231 AASHTO M-92 ASTM C 596-89 : Test method for draying shringkage of mortar containing PC AASHTO T 211-90 Determination of Cement Treated Aggregate by the Method of Titration SNI 03-6823-2002 7 SNI 03-6824-2002 8 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Metode pengujian jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan no. Metode pengujian analisis saringan agregat hasil ekstraksi 199.pu.075 mm) 194. 15 AASHTO T 112-81 Clay lumps and friable particles in aggregate methods of sampling and testing part II AASHTO T 11-82 Amount of material finer than 0. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait shielding concrete 189. T. Metode pengujian bobot isi dan rongga udara dalam agregat 197. dan laju penguapan lingkungannya. Metode ini digunakan untuk menentukan nilai sepuluh persen kehalusan bahan agregat yang memberikan suatu ukuran relatif dari ketahanan suatu bahan agregat terhadap keremukan yang disebabkan oleh beban tekan yang meningkat secara berangsur-angsur. 8 13 SNI 03-4142-1996 10 SNI 03-4426-1997 SNI 03-4428-1997 SNI 03-4804-1998 Metode ini digunakan untuk memperoleh besaran atau angka ketahanan agregat terhadap benturan atau tumbukan. Cara uji sifat kekekalan agregat dengan cara perendaman menggunakan larutan natrium sulfat atau magnesium sulfat 190.075 mm sieve in aggregate standar methods of sampling and testing part II - SNI 03-3416-1994 Metode ini untuk menentukan besarnya kadar partikel ringan dalam agregat.

dan lapis permukaan. Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 201. Spesifikasi agregat lapis pondasi bawah. sifat fisis serta penggantian pasir alam. Spesifikasi ini digunakan untuk memperoleh susunan gradasi agregat halus. Surface Texture and Grading) Spesifikasi 202. Tata cara 208. kerikil. Metode pengujian kadar rongga agregat halus yang tidak dipadatkan SNI 03-6877-2002 10 ASTM D 1252-93 Standar Tesdt Method for Uncompacted Void Content of Fine Aggregate (as Influenced by Particle Shape. Tata cara ini membahas ketentuan dan cara penyiapan benda uji agregat dari suatu contoh agregat benda uji yang dihasilkan mempunyai sifat 10 AASHTO T 176 – 73 Plastic Fines in Graded Aggregates and Soils by Use of the Sand Equivalent Test AASHTO M 29-78 Fine Agregates for Bituminous Paving Mixtures ASTM C 331-94 10 ASTM C 331-94 (JASS 5) Specification for Ligtweigt Aggregate for Concrete Masonry Unit AASHTO T 248-98 Standar for Method of Reducing Field SNI 13-6717-2002 8 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Spesifikasi agregat ringan SNI 03-6821-2002 untuk batu cetak beton pasangan dinding. Jumlah asam yang digunakan berbanding lurus dengan kadar semen dalam contoh yang diuji. Bila pengujian dilakukan pada agregat yang gradasinya diketahui. kadar rongga dapat menjadi indikator angularitas.id/satminkal/balitbang/sni ) 22 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . kadar rongga merupakan indikator terhadap kemudahan pengerjaan suatu campuran. Spesifikasi ini mencakup ketentuan mengenai agregat ringan yang digunakan dalam pembuatan beton struktural dengan pertimbangan utamanya adalah ringannya bobot dan tingginya kekuatan. Standar ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai pegangan bagi produsen/ perencana dan pelaksanaan pekerjaan beton dalam menilai mutu agregat ringan yang memenuhi persyaratan. bentuk butir dan tekstur permukaan relatif terhadap agregat halus lain dengan gradasi yang sama. Tata cara penyiapan benda uji dari contoh agregat Standar ini mencakup spesifikasi dari agregat halus yang akan digunakan untuk pekerjaan adukan dan plesteran dengan bahan dasar semen. Spesifikasi agregat halus untuk campuran perkerasan beraspal SNI 03-6819-2002 7 206. lapis pondasi. Metode ini adalah untukmenentukan kadar rongga agregat halus dalam keadaan lepas (tidak dipadatkan). lapis pondasi atas dan lapis permukaan SNI 03-3984-1995 Sedang direvisi SNI 03-6388-2000 9 5 ASTM C 332-97 Specification for linghtweight aggregates for insulating concret AASHTO M 147-65 (1990) Standar Specification for Materials for Aggregate and Soil-Aggregate Subbase. Spesifikasi ini mencakup ketentuan gradasi dan berat isi agregat ringan dan konduktifitas panas beton isolasi yang digunakan khusus untuk bagian dalam bangunan Spesifikasi ini meliputi mutu dan gradasi campuran lempung berpasir. Nilai dinyatakan dalam satuan metrik yang digunakan sebagai standar.pu. Base and Surface Course ASTM C 330-87-1987 Standard Specification for lightweight aggregate for structural concrete 204. batu pecah atau slag dengan atau tanpa tanah pengikat atau kombinasi dari bahan tersebut untuk digunakan pada bahan lapis pondasi bawah. Spesifikasi agregat halus untuk SNI 03-6820-2002 pekerjaan adukan dan plesteran dengan bahan dasar semen 207. atau pasir. Bila pengujian permukaan terhadap agregat halus sesuai gradasi yang akan digunakan di lapangan. yang meliputi persyaratan mengenai komposisi kimia.go. batu atau slag hasil penyaringan.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup dilakukan dengan jalan menambahkan larutan asam secukupnya untuk menetralkan OH yang secara menerus akan terbebaskan selama berlangsungnya proses hidrasi dari semen. Spesifikasi ini mencakup ketentuan mengenai agregat ringan yang digunakan dalam pembuatan batu cetak beton ringan untuk untuk pasangan dinding dan persyaratan yang meliputi komposisi kimia dan sifat-sifat fisis agregat ringan. sirtu pecah yang terdiri atas kerikil. Spesifikasi agregat ringan untuk beton ringan struktur SNI 03-2461-2002 8 205. Spesifikasi agregat ringan untuk beton isolasi 203.

Metode pengujian kadar semen dalam campuran segar semen-tanah.pu.Pengendalian pelaksanaan lapangan .100 (150 m) sieves ASTM C 188-84 Standard test method for density of hydraulic cement ASTM C 348-93 : Standard test method for flexural strength of hydraulic cement mortar ASTM C 106-84 Standar Methods of Sampling and Testing Compresive Strength of Hidraulic Cement Mortar ASTM C 109-86 Test for Compresive Strength of Hidraulic Cement Mortar AASHTO T 129-81 Standar Methods of Sampling and Testing Normal Consistency of Hidraulic Cement ASTM C 187-74 Test for Normal Consistency of Hidraulic Cement. Metode ini digunakan untuk penentuan kuat lentur adukan semen hidrolik Metode ini digunakan untuk menen-tukan nilai kekuatan tekan mortar pada umur tertentu yang digunakan untuk menentukan mutu semen portland.go. Metode pengujian waktu ikat SNI 03-6827-2002 awal semen portland dengan menggunakan alat vicat untuk pekerjaan sipil. 213.Penyelidikan pendahuluan sumber potensial . 16 215. Jumlah Hal 19 Standar Asing yang terkait AASHTO D T 2-84 (1990) Standar Method of Sampling Aggregates 209. 10 211. Metode ini digunakan untuk menentukan nilai waktu ikat awal semen Portland yang digunakan untuk menentukan mutu semen Portland. Tata cara ini meliputi pengambilan contoh (sampling) agregat kasar dan halus ini digunakan untuk tujuan : . Tata cara pengambilan contoh agregat SNI 03-6889-2002 6. (Proses penetapan) 14 AASATHO T 51-89 Ductility of Bituminous materials Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Metode ini digunakan untuk menentukan berat isi semen portland.Penerimaan atau penolakan bahan (material). Time Setting of Hidraulic Cement by Vicat Needle ASTM 191-82 Time of Setting of Hidraulic Cement by Vicat Needle ASTM C 204-86 Test For Primary Setting of Hiraulic Cement ASTM D 2901-93 : Standard test method for cement content of freshly mixed soil sement 214. Metode pengujian daktilitas bahan-bahan aspal Judul direvisi menjadi : Cara uji daktilitas bahan- SNI 03-6412-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan kadar semen dalam contoh campuran segar tanah semen 10 SNI 06-2432-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan daktilitas Sudah revisi dari bahan-bahan aspal. Metode pengujian konsistensi SNI 03-6826-2002 normal semen portland dengan alat vicat untuk pekerjaan sipil Metode ini digunakan untuk menentukan nilai konsistensi normal semen portland yang digunakan untuk mencantumkan mutu semen portland. AASHTO T 131-81 Standar Methods of Sampling and Testing. Metode pengujian kekuatan tekan mortar semen portland untuk pekerjaan sipil SNI 03-6825-2002 18 14 19 AASHTO 128-82 Finenes of hydraulic cement by the no.Pengendalian produksi pada sumber persediaan . Semen Metoda uji 210. Metode pengujian kehalusan semen portland SNI 15-2530-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan kehalusan semen portland dengan cara penyaringan.id/satminkal/balitbang/sni ) 23 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Aspal Metoda uji 217. 18 216.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Metode pengujian kuat lentur SNI 03-6451-2000 adukan semen hidraulik. Metode pengujian berat jenis SNI 15-2531-1991 semen portland 212. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup sama dengan contohnya. 7.

Metode pengujian titik lembek SNI 06-2434-1991 aspal dan ter Sudah revisi (Proses penetapan) Judul direvisi menjadi : Cara uji titik lembek aspal dengan alat cincin dan bola (ring and ball) Metode ini digunakan untuk menentukan besaran titik nyala dan titik bakar bahan aspal dengan Cleveland Open Cup. Metode ini digunakan untuk memisahkan fraksi aspal cair berdasarkan perbedaan titik didih dengan cara penyulingan. Metode pengujian fraksi aspal SNI 06-2488-1991 cair dengan cara penyulingan Judul direvisi menjadi : Cara uji penyulingan aspal cair 225. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya 19 AASHTO T 78-80 Standard method of sampling and testing destilations of cutback asphaltic (bituminous) product s AASHTO T 55-78 Water in petroleum product and bituminous materials by destilation part 11 Laboratory Handbook 13 24 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . 15 AASHTO T 53-8189 Softening point of asphalt (bitumen) and ter in ethylene glycol (ring and ball) 220. cawan dan kondisi pengujian dijelaskan pada cara uji ini untuk menentukan nilai penetrasi sampai dengan 500. Cara uji kadar air dalam produk minyak dan bahan mengandung aspal dengan cara penyulingan SNI 2490 : 2008 13 226. (Proses penetapan) Judul direvisi menjadi : Cara uji titik nyala dan titik bakar dengan cleveland open cup 219.id/satminkal/balitbang/sni ) Standar ini menetapkan cara uji kadar air dalam produk minyak dan bahan yang mengandung aspal (RC. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal 13 Standar Asing yang terkait AASHTO T 48-89 Standard method of test for flash and fire points by clevelant open cup bahan aspal 218.bahan bitumen Sudah revisi Judul direvisi menjadi : (Proses Cara uji penetrasi aspal penetapan)) 6 ASTM D 1754 Standadr test method for effect of head and air on asphaltic materials by thin film oven test part II AASHTO T 288-90 Specific gravity of semi solid bituminous material AASHTO T 49-03 Standard method of test for plash and fire points by cleveland open cup Metode ini untuk menentukan berat jenis aspal padat dan ter dengan piknometer. pada rentang kadar air antara 0% dan 25% terhadap volume. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya titik lembek aspal dan ter yang berkisar (30-200) C dengan cara Ring and Ball. part II 221. 12 224. Metode pengujian kehilangan SNI 06-2440-1991 berat minyak dan aspal Sedang direvisi dengan cara a Judul direvisi menjadi : Cara uji perubahan berat aspal karena pemanasan dan oksidasi (thin film oven test) 222. Cara uji meliputi penentuan titik lembek aspal antara 30C sampai dengan 157oC menggunakan alat cincin dan bola yang direndam pada air suling (untuk titik lembek antara 30C sampai dengan 80oC). Metode pengujian kadar SNI 03-3640-1994 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Jarum-jarum penetrasi. Metode pengujian kelekatan agregat terhadap aspal Judul direvisi menjadi : Cara uji penyelimutan dan pengelupasan pada campuran agregat-aspal SNI 03-2439-1991 Sudah revisi (Proses penetapan) 11 AASHTO T 182-84 Coating and sripping of bitumen aggregate mixtures. Cara uji penetrasi aspal ini mencakup penentuan nilai penetrasi dari bahan-bahan bitumen semisolid dan solid.pu. Metode pengujian penetrasi SNI 06-2456-1991 bahan . MC. Standar ini menetapkan cara untuk menguji ketahanan penyelimutan film aspal pada permukaan suatu agregat.go. dan aspal semi padat. SC) dengan penyulingan (distillation). 15 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya penetrasi bitumen. Pengujian ini diterapkan pada aspal cair. Metode ini digunakan dalam pelaksanaan pengujian kehilangan berat minyak dan aspal dengan cara pemanasan dan tebal tertentu yang dinyatakan dengan berat semula. Metode pengujian berat jenis SNI 06-2441-1991 aspal padat Sedang direvisi Judul direvisi menjadi : Cara uji berat jenis aspal padat 223. aspal emulsi.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Metode pengujian titik nyala SNI 06-2433-1991 dan titik bakar dengan Sudah revisi cleveland open cup. direndam pada gliserin (untuk titik lembek di atas 80C sampai dengan 157oC) atau direndam pada Ethylene Glycol (untuk titik lembek antara 30C sampai dengan 110 oC) Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya angka kelekatan agregat terhadap aspal.

method by soxlet extraction AASHTO T 59-82 (1982) Testing emulsified asphalts AASHTO T 59-90 Testing emulsified asphalts AASHTO T 59-82 (1982) Testing emulsified asphalts AASHTO T 59-82 (1982) Particle charge of emulsified asphalt AASHTO T 59-82 (1982) Coating ability and water resistance test 227. 231. Judul direvisi menjadi : Cara uji kemampuan penyelimutan dan ketahanan aspal emulsi 232. Metode pengujian kekuatan aspal dengan viskometer pipa kapiler hampa SNI 03-6440-2000 234. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar air aspal emulsi.pu.20.000 poises Metode ini mencakup prosedur pengukuran viskositas apparen aspal minyak pada temperatur (38-260) 0 C. 14 12 11 11 13 Metode ini adalah untuk memisahkan aspal dari bahan pelarut. Metode ini digunakan untuk mengetahui persentase kadar residu aspal emulsi Metode ini digunakan untuk menentukan bagian aspal emulsi yang tertahan saringan No. Metode pengujian SNI 03-3645-1994 pelekatan dan ketahanan aspal emulsi terhadap air.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. sehingga dapat digunakan kembali. T 40. 11 233. Metode pengujian viskositas aspal minyak dengan alat brookfield termosel. PPI. 1991 BSD 1993/1991 Draft For Development Recovery Of Bitumen Binders By Dichloromethane Extraction (Rotary Fil Evaporator Method) DD 193 AASHTO T 202-90 Standar Method of Test for Viscosity of Asphalts by Vacuum Capillary Viscometer ASTM D 4402-95 Standar Test Method for Viscosity Determinations of Unfilled Asphalts using the Brookfield Thermosel Apparatus AASHTO TP 5. 228. Metode pengujian kadar air SNI 03-3641-1994 aspal emulsi. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya partikel aspal emulsi.036 poises hingga lebih dari 200. 230.go.1 Method 12. TPI. Judul Standar beraspal dengan cara ekstraksi menggunakan alat soklet Nomor Standar Ruang Lingkup kadar aspal dalam campuran beraspal dengan cara ekstraksi menggunakan alat soklet. Metode pengujian aspal SNI 03-3643-1994 emulsi tertahan saringan no. Metode pengujian sifat reologi aspal dengan alat reometer geser dinamis (rgd) 236.1 : Determination of the Permanent Compressive Strain Characteristic of Asphalt-Dynamic Creep Test DIN 52015-1995 Shell method series 45/53 Determination of parafin wax AASHTO T 72-90 237. Metode penentuan kadar parafin lilin dalam aspal SNI 03-3639-2002 12 238. 20. Metode pengujian pemulihan SNI 03-4797-1998 aspal dengan alat penguap Sedang direvisi Putar. T 240. Metode penentuan sifat regangan tekan permanen campuran beraspal dengan pengujian rangkak dinamis SNI 03-6442-2000 SNI 03-6476-2000 Metode ini digunakan untuk penentuan modulus geser dinamis dan sudut phase aspal dengan alat penguji geser dinamis menggunakan pelat uji pararel untuk aspal yang mempunyai nilai modulus geser dinamis dari 100 Pa sampai 10 Mpa pada suhu (5-85)  C Metode ini digunakan untuk penentuan akumulasi respon deformasi aksial campuran beraspal pada kondisi pengujian standar dapat dipakai untuk benda uji yang dipadatkan di Laboratorium atau benda uji contoh inti yang didapat dari lapisan beraspal Metode ini digunakan untuk memperoleh kadar parafin lilin dalam aspal berdasarkan pemisahan dengan pelarut-pelarut tertentu. 229. PP 6 ASTM E 220 9 235.12. Metode pengujian ini membahas tentang 16 10 AS 2891. Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 1994 The testing of bituminous mixture determination of soluble binder with hot extraction. MP I. SNI 06-6441-2000 Metode ini digunakan untuk pengujian kekentalan aspal menggunakan viskometer pipa kapiler hampa pada suhu 60 C dan dapat digunakan untuk bahan-bahan lain yang memiliki kekentalan dalam rentang 0. Metode pengujian SNI 03-6721-2002 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www.id/satminkal/balitbang/sni ) 10 25 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Metode pengujian jenis SNI 03-3644-1994 muatan partikel aspal emulsi. menggunakan alat Brookfield Termosel 18 BS. Metode ini digunakan untuk mengetahui persentase pelekatan aspal emulsi terhadap agregat dan ketahanan terhadap air. Metode pengujian kadar residu SNI 03-3642-1994 aspal emulsi dengan Penyulingan.

dan pelaporan. Judul Standar kekentalan aspal cair dengan alat saybolt 239. Metode penentuan modulus resilien campuran beraspal dengan cara tarik tak langsung 248.go. persiapan peralatan. Metode pengujian pelekatan aspal emulsi terhadap agregat m . Metode pengujian berat jenis maksimum campuran beraspal SNI 03-6893-2002 10 250. semi padat atau cair. persiapan peralatan.T. cara uji.50.3º(200º) AASHTO T 59-82 (1982) ASTM D 6930 Standadr test method for settlement and storage stability of emulsified asphalts AASHTO T 59-82 (1982) AASHTO T 59-82 (1982) 240. tipe mengendap sedang). Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar residu aspal emulsi (aspal yang diuji jenis kationik dan anionik) Metodeini digunakan untuk menentukan besarnya persentase kerusakan campuran aspal emulsi dengan semen (aspal emulsi kationik dan anionik tipe lambat mengendap. Metode Pengujian ini membahas ketentuan dan cara pengujian untuk menentukan konsistensi aspal dengan cara apung. Lingkup pengujin mencakup : persiapan contoh uji. Metode pengujian titik nyala aspal cair dengan alat tag open cup SNI 03-6722-2002 Nomor Standar Ruang Lingkup ketentuan. dan pelaporan.id/satminkal/balitbang/sni ) 26 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup .13. 37-87 (1990) Standar Method of Spot Test of Asphaltic Materials AASHTO T 209-90 Standard Method orf Test for Maximum Zspecific Grafity of Bituminous Paving Mixtures AASHTO T 164-90 11 SNI 03-6885-2002 10 249. cara pengujian titik nyala aspal cair dengan Tag Open Cup.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No.1 Determination of the resilient modulus of asphalt-Indirect tensile method AASHTO TD. dan pelaporan. Metode pengujian ini membahas ketentuan dan prosedur pengujian noda bahan-bahan aspal yang hanya berlaku untuk aspal yang dihasilkan dari petroleum dan seharusnya tidak digunakan terhadap aspal alam yang mengandung bahan tetap yang tidak larut dalam xylen. Lingkup pengujin mencakup : persiapan contoh uji. Metode pengujian kadar aspal dan campuran beraspal dengan cara sentrifus SNI 03-6894-2002 12 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Metode pengujian kerusakan campuran aspal emulsi dengan semen. Lingkup pengujin mencakup : persiapan contoh uji. Metode pengujian ini membahas tentang ketentuan. Metode pengujian kadar residu aspal emulsi dengan cara penguapan. persiapan peralatan. cara pengujian kekentalan aspal cair dan aspal emulsi dengan alat saybolt. cara uji. Metode pengujian pengendapan aspal emulsi SNI 03-6828-2002 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya persentase aspal emulsi yang mengendap (jenis anionik dan kationik dan tidak mengandung minyak).pu. SNI 03-6829-2002 SNI 03-6830-2002 11 9 SNI 03-6831-2002 10 AASHTO T 59-82 (1982) 244. 243. Metode pengujian SNI 03-6834-2002 konsistensi aspal dengan cara apung 246. Metode pengujian SNI 03-6835-2002 pengaruh panas dan udara terhadap lapisan tipis aspal yang diputar 247. Metode pengujian noda aspal minyak SNI 03-6836-2002 4 11 11 AASHTO D T 111-83 (1990) AASHTO T 50-81 AASHTO D T 240-87 Effect of Heat Air on a Moving Film of Asphalt (Rolling Thin Film Oven Test) AS 2891. Metode pengujian ini untuk menentukan kandungan bahan mineral dalam aspal padat.1 Method 13. Metode pengujian ini membahas ketentuan cara uji pemisahan aspal dan penentuan kadar aspal dari campuran beraspal dengan cara sentrifus agregat yang diperoleh dengan cara ini dapat 11 241. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya persentase pelekatan aspal emulsi terhadap agregat (aspal emulsi yang diuji adalah tipe lambat mengendap. Metode pengujian kandungan SNI 03-6833-2002 bahan an-organik atau abu dalam aspal 245. 242. cara uji. Metode ini digunakan untuk mengukur pengaruh panas dan udara pada lapis tipis aspal semi padat yang diputar Metode ini digunakan untuk penentuan modulus resilien campuran beraspal di Laboratorium dengan cara tarik tak langsung dengan pembebanan berulang. Jumlah Hal Standar Asing yang terkait Standard Methods of Test for Saybolt Viscosity 7 AASHTO T 79-88 Standard Method of Test for Flash Point with Tag Open Cup Apopratus for Use with Materials Having a Flash Less Than 93. Metode pengujian ini membahas tentang ketentuan cara pengujian berat jenis maksimum campuran beraspal yang tidak dipadatkan.

Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 251. Spesifikasi ini mencakup aspal cair yang dihasilkan dengan cara melarutkan aspal dengan distilat hasil pengilangan minyak bumi yang sesuai (seperti premium).pu. Spesifikasi ini untuk mendapatkan mutu aspal emulsi kationik yang memenuhi persyaratan fisis untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jalan. Tata cara pengambilan contoh aspal SNI 03-6832-2002 Sedang direvisi SNI 03-6750-2002 9 10 SNI 03-6399-2000 Tata cara ini digunakan untuk pengambilan contoh aspal di Pabrik.go. Standar ini tidak mencantumkan semua yang berkaitan dengan keselamatan kerja dan kesehatan kerja. diantaranya dengan menggunakan spektroskopi infra merah. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup digunakan untuk pengujian analisa saringan menggunakan SNI 03-1968-1990. bila ada menjadi tanggung jawab pengguna.2397-79 Standar Spesification For Cathionic Emulsifield Asphalt AASHTO M 81-90 7 AASHTO M 81-90 255. Spesifikasi aspal cair tipe penguapan sedang 254. Spesifikasi ini menetapkan persyaratan teknis aspal emulsi anionik yang digunakan dalam konstruksi perkerasan jalan. Bagian yang mengendap dapat diuji karakteristik bila perlukan. Spesifikasi aspal emulsi anionik 257. yang akan digunakan sebagai bahan dalam pekerjaan pengaspalan jalan. Cara uji kelarutan aspal modifikasi dalam toluen dengan alat sentrifus SNI 7461 : 2008 12 ASTM D 5546-01 Standard test method for Solubility Spesifikasi 252.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Bagian yang larut dalam toluen menggambarkan mengikat aktif. yang akan digunakan sebagai bahan dalam pekerjaan pengaspalan jalan.id/satminkal/balitbang/sni ) 27 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Spesifikasi ini memuat persyaratan teknis yang harus dipenuhi bahan pengisi tambahan yang dipakai pada campuran beraspal. Spesifikasi ini berisi persyaratan aspal dan agregat yang akan digunakan untuk daleman aspal satu lapis (BURTU) dan dan daleman aspal dua lapis (BURDA) SNI 4799 : 2008 8 AASHTO M 208-87 Standar Spesification For Transportation Materials And Method Of Sampling And Testing ASTM D. Standar ini digunakan untuk menentukan kelarutan aspal polimer dan aspal modifikasi dalam toluen dengan menggunakan alat sentrifus. Spesifikasi aspal emulsi kationik SNI 03-4798-1998 Sedang direvisi 8 253. yang dihasilkan dengan cara melarutkan aspal dengan distilat hasil pengilangan minyak bumi yang sesuai (seperti minyak tanah). SNI 03-4800-1998 Spesifikasi ini untuk mendapatkan mutu aspal Sudah revisi yang memenuhi persyaratan fisis untuk (Proses penetapan) perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. uji abu. mikroskop. Spesifikasi bahan pengisi untuk campuran beraspal SNI 03-6723-2002 7 AASHTO M 17-95 Standar Specification for Bituminous Paving Mixtures AASHTO M 140-88 Standar Specification for Emulsifield Asphalt AASHTO M 20-70 Penetration Graded Asphalt Cement AASHTO M-208-87 Cationik Emulsifield Asphalt ASTM D 140 -93 Standar Practise for Sampling Bituminous Materials ASTM D 346 Practiice for 256. Spesifikasi aspal cair penguapan cepat Judul direvisi menjadi : Spesifikasi aspal cair tipe penguapan cepat Spesifikasi ini digunakan untuk menilai mutu hasil pengilangan minyak bumi yang berupa liquid (larutan). dan lain-lain. tempat penyimpanan atau saat pengiriman 11 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Spesifikasi bahan aspal satu lapis (burtu) dan bahan lapisan aspal dua lapis Tata cara 258.

Tata cara ini membahas tentang ketentuan cara pengambilan contoh campuran beraspal yang digunakan sebagai bahan perkerasan Tata cara ini meliputi ketentuan dan prosedur cara pemulihan aspal dari larutan yang berasal dari hasil ekstraksi dengan cara Abson.id/satminkal/balitbang/sni ) 28 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup .2. Metode pengujian kuat tarik kayu di laboratorium 267.go. Metode ini digunakan untuk menentukan kuat lentur kayu 16 SNI 03-3400-1994 11 SNI 03-3958-1995 15 SNI 03-3959-1995 16 ASTM D 143 – 83 Standard method of testing small clear specimens of timber ASTM D 143 – 83 Standard method of testing small clear specimens of timber ASTM D 143-83 Standard methods of testing small clear specimens of timber ASTM D 143-83 Standard methods of testing small clear specimens of timber Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. berlaku berbagai jenis aspal kecuali aspal emulsi Tata cara ini mencakup penyiapan contoh uji campuran. Metode pengujian kuat tekan kayu di laboratorium 269.2. pekerjaan dan sama sekali tidak untuk membebaskan kontraktor dari tanggung jawabnya dalam menghasilkan campuran yang sesuai dengan kontrak. Tata cara penyiapan contoh uji pemadatan benda uji campuran beraspal dengan menggunakan alat pemadat gyratori 263. Metode pengujian kuat lentur kayu di laboratorium SNI 03-6895-2002 10 SNI 03-3399-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat tarik sejajar serat dan tegak lurus serat kayu. Quartering and Conditiioning of Asphalt in the Laboatory ASTM D 6521 Standar practice for accelerated aging of asphalt binder using a pressurized aging vessel (PAV) AS 2891. Tata cara penyiapan contoh SNI 06-6472-2000 uji pencampuran pembagian cara perempatan dan pengkondisian campuran beraspal di laboratorium untuk pengujian berdasarkan kinerja 261.1 Sample Preparation Compaction of Asphalt Test Specimens Using a Gyratory Compactor AASHTO D T 172-1990 Standard Recommended Practice for Bituminous Mixing Plant Inspection 259. dan dimaksudkan untuk mensimulasi proses pelapukan akibat oksidasi bahan pengikat aspal selama masa pelayanan. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait Collection and Preparation of Coke Samples for Laboratory Analysis ASTM D 4311-96 Standar Practice for Determining Asphalt Volume Correction to a Base Temperatur AS 2891. Tata cara mempercepat SNI 03-6837-2002 pelapukan aspal dengan menggunakan tabung pelapuk bertekanan 262. Tata cara pengambilan contoh campuran beraspal SNI 03-6890-2002 5 AASHTO D 979-1994 Standard Practise for Sampling Bituminous Paving Mixtures AASHTO T 170-90 Standar Method of Test for Recovery of Asphalt from Solution by Abson Method 265. Metode pengujian kuat geser kayu di laboratorium 268.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No.1 Sample PreparationMixing. Tata cara penentuan koreksi volume aspal terhadap volume pada temperatur standar SNI 06-6400-2000 Tata cara ini menyediakan tabel faktor koreksi volume aspal yang dapat mengkonversikan volume aspal berbagai temperatur ke volume temperatur standar. Tugas-tugas tersebut ditetapkan untuk menjamin pemenuhan pekerjaan kontraktor terhadap kontrak. pembagian cara perempatan dan pengkondisian campuran beraspal di laboratorium sebelum pengujian berdasarkan kinerja 10 260. Tata cara pemulihan aspal dari larutan dengan cara abson 8.pu. Kayu Metoda uji 266. 12 8 SNI 03-6888-2002 14 264. Tata cara ini mencakup pemadatan benda uji campuran beraspal menggunakan alat pemadat Gyratori Tata cara ini memuat wewenang dan tugas-tugas pengawas di lokasi pengolah campuran beraspal. Tata cara pemeriksaan pengolah campuran aspal SNI 03-6838-2002 6 Tata cara ini meliputi percepatan pelapukan (oksidasi) aspal oleh tekanan udara dan suhu yang ditingkatkan dalam tabung pelapuk bertekanan. Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat geser sejajar serat kayu Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat tekan kayu.

Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan 12 13 12 10 12 13 - Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji susut arah radial dan tangensial. dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh perencana. Metode pengujian modulus geser kayu konstruksi berukuran struktural SNI 03-3972-1995 21 SNI 03-3973-1995 Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan dan modulus elastisitas tekan kayu konstruksi yang dipakai untuk komponen struktur bangunan Metode ini digunakan untuk menentukan nilai modulus geser dan kelas kuat kayu. papan bahan serat teratur dan komposit venir. Metode pengujian kuat tarik panel kayu struktural SNI 03-6448-2000 Metde ini digunakan untuk penentuan sifat tarik panel struktural dan dipakai untuk kayu lapis. Metode pengujian berat jenis kayu dan bahan dari kayu dengan cara pengukuran 281. dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh perencana Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji belah kayu tegak lurus serat. 272. papan wapel. dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh perencana. Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji kekerasan kayu dalam arah radial dan tangensial . 271. Judul Standar Nomor Standar SNI 03-3960-1995 Ruang Lingkup Metode ini digunakan untuk menentukan modulus elastisitas lentur kayu Metode ini digunakan untuk menentukan nilai modulus elastisitas lentur dan kelas kuat kayu Jumlah Hal 16 Standar Asing yang terkait ASTM D 143-83 Standard methods of testing small clear specimens of timber BS 5820-1976 Method of test for detrmination of certain physical and mechanical propertie of timber in structural sizes BS 5820-1976 Method of test for detrmination of certain physical and mechanical propertie of timber in structural sizes BS 5820-1976 Method of test for detrmination of certain physical and mechanical propertie of timber in structural sizes BS 5820-1976 Method of test for detrmination of certain physical and mechanical propertie of timber in structural sizes ASTM D 2395 Test Methods for Specific Gravity of Wood and Wood-base materials ASTM D 4442 Test Method for Direct Moisture Content Measurement of Wood and Wood-base Materials ASTM D 143-94 Method of testing small clear specimen of timber ASTM D 143-94 Method of testing small clear specimen of timber ASTM D 143-94 Method of testing small clear specimen of timber ASTM D 143-94 Method of testing small clear specimen of timber - 270. Metode pengujian susut radial dan tangensial kayu di laboratorium 280.pu. Metode pengujian kuat cabut paku di laboratorium 277. Metode pengujian modulus elastisitas lentur kayu di laboratorium. Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan dengan mengukur volume benda uji yang berbentuk teratur.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. 12 276. Metode pengujian modulus elastisitas lentur kayu konstruksi berukuran struktural. Metode pengujian modulus elastisitas tekan dan kuat tekan sejajar serat kayu konstruksi berukuran structural 273.go. 18 275. Metode pengujian kuat lentur SNI 03-3975-1995 kayu konstruksi berukuran struktural Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat lentur dari kayu konstruksi berukuran struktural. Metode pengujian kekerasan kayu di laboratorium 279. dengan benda uji kecil bebas cacat untuk jenis kayu kering udara dan hasilnya digunakan oleh perencana.id/satminkal/balitbang/sni ) 29 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . 17 SNI 03-3974-1995 19 274. Metode pengujian kuat belah kayu di laboratorium 278. Metode pengujian berat jenis kayu dan bahan dari kayu dengan cara SNI 03-6840-2002 SNI 03-6841-2002 SNI 03-6842-2002 SNI 03-6843-2002 SNI 03-6844-2002 SNI 03-6845-2002 Metode ini mencakup ketentuan dan cara uji cabut paku. dan kayu lapis yang berbahan dasar kayu lainnya.

kerapatan maupun kadar airnya. papan serat teratur. kerapatan maupun kadar airnya. tenaga dan waktu. SNI 03-6849-2002 8 - SNI 03-6850-2002 12 287. 1971 modular design guide The council for codes of practice british standards institution. papan lapis. Spesifikasi kuda-kuda kayu balok paku tipe 30/6 SNI 03-2450-1991 11 Modular working group rersearch devison ministry of housing and local government. Nomor Standar Ruang Lingkup dengan mengukur volume dengan ketelitian yang tinggi dan tanpa pengeringan berbagai bentuk benda uji. daun pintu kayu untuk bangunan rumah dan gedung 289.id/satminkal/balitbang/sni ) 30 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . dan pengawasan pelaksanaan yang optimal Spesifikasi ini digunakan untuk menentukan ukuran kayu gergajian di pasaran sehingga memudahkan dalam pengerjaan dan menghemat pemakaian kayu bagi pemakai. 286. Metode pengujian berat jenis SNI 03-6846-2002 kayu dan bahan dari kayu dengan tabung pengambang.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Spesifikasi ini digunakan dalam merencana. Metode pengujian lentur panel kayu struktural SNI 03-6851-2002 Metode ini menentukan sifat lentur potongan panel atau panel struktural yang berukuran sampai dengan (122 x 244) cm2 meliputi kayu lapis. tenaga dan waktu. Metode pengujian pengukuran kadar air kayu dan bahan berkayu. British standard code of practice CP 112 : part 2 : 1971 the structural Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Judul Standar pencelupan dalam air raksa 282. Metode ini mencakup ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan dengan cara mengebor atau melubangi bagian struktur dari kayu yang sulit dilakukan dengan cara konvensional dengan perhitungan berdasarkan berat kering oven dan volume pada saat pengujian. British standard code of practice CP 112 : part 2 : 1971 the structural use of timber The council for codes of practice british standards institution. SNI 03-6847-2002 15 - SNI 03-6848-2002 7 - 285. Spesifikasi ukuran kayu SNI 03-2445-1991 untuk bangunan rumah dan gedung 290. menghemat bahan. Spesifikasi ukuran kusen SNI 03-0675-1989 pintu kayu. Metode pengujian berat jenis batang kayu dan kayu struktur bangunan. venir komposit dan lapisan kayu. mudah dalam perencanaan dan 22 ASTM D 4442-92 Direct Moisture Content Measurement of Wood and Wood-Base Materials ASTM D 4933 Guide for Moisture Conditioning of Wood and Wood-Base Materials ASTM D 2395 Test Method for Direct Moisture Content Measurement of WoodBase Material Spesifikasi 288. vinir dan bahan berkayu. Spesifikasi ini bertujuan untuk mewujudkan pembuatan. Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secar umum maupun teknis serta cara pengujian perkiraan berat jenis yang dilakukan yang dilakukan dengan mengukur secara cepat berat jenis benda uji yang berbentuk memanjang dengan penampang melintang yang seragam dan diketahui kadar airnya. Metode pengujian berat jenis serpih kayu. termasuk didalamnya yang mengandung perekat dan bahan-bahan kimia aditif Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 12 - 283. 284. Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis serpih kayu berdasarkan volume basah dan berat kering oven. Metode ini mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi baik secara umum maupun teknis serta cara pengujian berat jenis yang dilakukan dengan mengukur volume dengan ketelitian yang tinggi dan tanpa pengeringan berbagai bentuk benda uji. Metode ini digunakan untuk penentuan kadar air kayu. memproduksi dan melaksanakan di lapangan yang bertujuan untuk menghasilkan mutu kudakuda yang sama. Metode pengujian berat jenis kayu dan bahan dari kayu dengan cara pencelupan dalam air. kusen jendela kayu. Spesifikasi kuda-kuda kayu balok paku tipe 15/6 SNI 03-2449-1991 15 9 11 291. pemasangan. berat jenis ditentukan berdasarkan berat kering. mudah dalam perencanaan dan pelaksanaan Spesifikasi ini digunakan dalam merencana.go.pu. memproduksi dan melaksanakan di lapangan yang bertujuan untuk menghasilkan mutu kudakuda yang sama. menghemat bahan.

142004 SNI 06-2425-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Oksigen dalam air dengan Titrimetrik. 296. 9 Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait use of timber - SNI 03-3233-1998 SNI 03-6372-2002 37 15 ASTM D 4933-91 Standard Guide for Moisture Conditioning of Wood and Wood-Base Material ASTM D 2915-94 Standard Practise for Evaluating Allowable Properties for Grades of Structural Lumber 295. SM. Washington DC (Alkalinity) SM. Air Metoda uji Metode pengambilan contoh uji kualitas air *) SNI 06-2412-1991 Di Revisi menjadi SNI 6989. bahan-bahan dan papan buatan (panel) yang mengandung serat keyu dan partikel kayu. Metode pengujian oksigen terlarut dalam air dengan elektrokimia. Metode pengujian keasaman SNI 06-2423-1991 dalam air dengan potensiometrik. Metode pengujian kelindian dalam air dengan titrimetrik 21 298. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar keasaman dalam air dengan Potensiometrik. 1985 part 421 B Standard methods for the examination of water and waste water. Tata cara ini mencakup prosedur untuk mengkondisikan dan menyeimbangkan tingkat kadar air konstan pada kayu dan bahan berkayu. Tata cara 292. Metode pengujian keasaman dalam air dengan titrimetrik.go. 21 300. 1985 part 402 Standard method for the examination of water and waste water 16th edition APHA. yang meliputi metodologi statistik analisis dan penyajian serta cara penerapannya . Metode ini digunakan dalam menentukan kadar kelindian dalam air dengan cara titrasi asam basa dengan alat buret. Washington DC (sulfide) (ICS 13.060. 21 302. 18 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Metode pengujian oksigen terlarut dalam air dengan titrimetrik. 1985 part 421 F Standard methods for the examination of water and 297. Tata cara pengecatan kayu untuk rumah dan gedung 293. Washington DC (acidity) SM. 16 th edition APHA.*) SNI 06-2424-1991 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Oksigen dalam air dengan Elektrometrik. SNI 06-2422-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar keasaman dalam air dengan cara titrasi asam basa dengan alat buret atau alat titrasi lain. 1985 part 403 Standard methods for the examination of water and waste water. 22 299. Digunakan untuk meningkatkan keawetan kayu melalui pengawetan dengan kimia proses vacum tekan dan rendaman.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No.pu. Tata cara evaluasi besaran izin untuk klasifikasi mutu kayu struktural SNI 03-6881-2002 28 9. 16 th edition APHA. Judul Standar Nomor Standar pelaksanaan. Tata cara pengawetan kayu untuk bangunan rumah dan gedung 294. Washington DC (Alkalinity) SM.id/satminkal/balitbang/sni ) 31 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup .59:2008 SNI 06-2420-1991 Metode ini digunakan sebagai pegangan dalam pengambilan contoh air di lapangan untuk uji kualitas air. 16 th edition APHA. 21 301. 16 th edition washington DC. Tata cara pengkondisian kelengasan kayu dan bahan berkayu SNI 2407 : 2008 Tata cara ini memuat cara-cara pengecatan kayu yang berhubungan dengan udara luar dan penanggulangan kegagalan dalam pengecatan. serat barang-barang dari kayu yang menggunakan perekat. Washington DC (acidity) SM. 1985 Part 16 Standard methods for the examination of water and wastewater. 1985 part 403 Standard methods for the examination of water and waste water.50) SM. 40 SM. Metode pengujian kelindian dalam air dengan potensiometrik SNI 06-2421-1991 Metode ini digunakan dalam menentukan besarnya kadar kelindian dalam air dengan metode potensiometrik dengan alat pH meter. 1985 part 402 Standard method for the examination of water and waste water 16th edition APHA. Tata cara ini mencakup cara pengambilan contoh dan cara analisis untuk penyelidikan populasi tertentu dari kayu struktural yang dipilih secara mekanis.

(Flame Photometris method) SM. 1985 part 407 A Standard methods for the examination of water and waste water. 16 th edition APHA. 16 th edition APHA Washington DC. 21 308.id/satminkal/balitbang/sni ) 32 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait waste water. 16 304. 14 306.202004 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kadar sulfat dalam air dengan Spektrofotometer. Washington DC.50) SM. (EDTA Titrimetric method) (ICS 13. 16 th edition APHA. Metode pengujian kadar arsen dalam air dengan alat spektro-fotometer secara pddk dalam piridin. SNI 06-2463-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Arsen dalam air dengan metode Perak Dietil Ditio Karbamat (PDDK) dalam piridin dengan alat spektrofotometer.060. (Cold Vapor Atomic Absorption Method) SM. 16 th edition APHA.13:2004 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kadar Kalsium dalam air dengan Titrimetrik EDTA. *) Metode pengujian kadar kadmium dalam air dengan SNI 06-2464-1991 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. SNI 06-2462-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar kadar merkuri terlarut dan Merkuri total dalam air. Metode pengujian natrium dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom SNI 06-2428-1991 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kadar Natrium dalam air dengan alat Spektrofotometer. 303 B(ICS 13. Metode pengujian kalsium dalam air dengan titrimetrik edta. 1985 part 325 A Standard methods for the examination of water and waste water. SNI 06-2427-1991 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kadar Kalium dalam air dengan alat Spektrofotometer. 311. 1985 part 320 A Standard methods for the examination of water and waste water. 1985 part 427 C Standard methods for the examination of water and wasterwater. 14 305. Washington DC. *) SNI 06-2426-1991 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. 9 309. Metode pengujian klorida dalam air dengan argentometrik mohr. 1985 part 310 A. 1985 part 307 B Standard methods for the examination of water and waste water. 1985 part 311 C Standard methods for the examination of water and waste water. Metode pengujian kadar merkuri dalam air atomisasi dingin alat spektrofotometer serapan atom.060. (Atomic Absorption Spectrometris Method) SM.060. Metode pengujian sulfat dalam air dengan alat spektrofotometer. 1985 part 322 B Standard methods for the examination of water and waterwater. Metode pengujian kalium dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom. Washington DC. (Sulfide) (ICS 13. 16 th edition APHA. Metode pengujian kadar kadmium dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon.go.50) 303.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Washington DC.50) SM. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Kadmium dalam air dengan metode 8 7 SM. 14 307. *) SNI 06-2429-1991 Di Revisi menjadi SNI 6989. 304(ICS 13. 10 310. Washington DC.50) Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. 16 th edition APHA.060. Washington DC (Membrane electrode methods) SM. 16 th edition APHA.060.382005 SNI 06-2465-1991 Di Revisi menjadi Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Kadmium dalam air dengan metode atomisasi dengan tungku karbon alat spektrofotometer serapan atom. 1985 part 310 A. SNI 06-2431-1991 Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kadar Klorida dalam air dengan Alat Argentometrik Mohr.pu.50) SM. (silver Diethylidthiocalbarmate method) SM. Washington DC (Argentomic Method) (ICS 13. 16 th edition APHA.

Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Sulfida dalam air dengan metode elektroda dengan alat ion selektif Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Kobal dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung.060. 303 A(ICS 13. 303 C(ICS 13.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. 9 idem SM. 1985 part 303 B 320.060.512005 SNI 06-2477-1991 9 SM.pu. SNI 06-2472-1991 7 319. 1985 part 427 Standard Method for the Examination of Water and Wastewater. AWWAWPCF Sm.50) 323.060. 1985 part420 A (ICS 13.go.392005 SNI 06-2468-1991 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. Metode ini digunakan untuk mengeta-hui besarnya kadar Sianida dalam air menggunakan metode elektroda dengan alat ion selektifmeter. 1985 part 310 A.50) APHA.402005 SNI 06-2469-1991 8 314. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup ekstraksi dengan alat spektrofotometer serapan atom.51- 8 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. SNI 06-2476-1991 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. Metode pengujian kadar kadmium dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung Metode pengujian kadar barium dalam air dengan alat spektro-fotometer serapan atom secara langsung. 1985 part 323 A. SNI 06-2470-1991 8 317. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Kobal dalam air dengan cara ekstraksi dengan alat spektrofotometer serapan atom. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Barium dalam air dengan cara atomisasi tungku karbon dengan alat spektrofotometer serapan atom Metode ini digunakan untuk mengeta-hui besarnya kadar Fenol dalam air dengan metode Aminoantipirin dengan alat spektrofotometer. 304(ICS 13. 1985 part 308. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Nitrogen . *) Metode pengujian kadar barium dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon.50) Jumlah Hal Standar Asing yang terkait alat spektrofotometer serapan SNI 06-6989. 11 Sm.060. AWWAWPCF 1985 Standard Method for the Examination of Water and Wastewater. SNI 06-2467-1991 Di Revisi menjadi SNI 06-6989.37atom secara ektraksi. Metode pengujian kadar kobal dalam air dengan alat spektro-fotometer serapan atom secara ekstraksi. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Kobal dalam air dengan cara atomisasi dengan tungku karbon alat Spektrofotometer serapan atom. 1985 part 304 316. SNI 06-2474-1991 7 Standard Method for the Examination of Water and Wastewater. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Selenium dalam air menggunakan metode atomisasi tungku karbon dengan alat spektrofotometer serapan atom.50) SM. Metode pengujian kadar kobal dalam air dengan alat spektrofotometer secara langsung. *) 2005 312. 16 th idem SM. 304 321.50) 315. 10 SM. 1985 part 512 A (ICS 13. 16 th idem SM. 16 th APHA. Metode pengujian kadar selenium dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon. *) Metode pengujian kadar fenol dalam air dengan alat spektrofotometer secara aminoantipirin. 1985 part 308.060. SNI 06-2473-1991 8 idem SM. SNI 06-2475-1991 9 322. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Kadmium dalam air dengan alat spektrofotmeter serapan atom secara langsung. Metode pengujian kadar sianida dalam air dengan alat ion selektif meter. 1985 part 425 C SM. SNI 06-2478-1991 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. Metode pengujian kadar detergen dalam air dengan alat spektrofotometer secara biru metilena. *) Metode pengujian kadar silika dalam air dengan alat spektrofotometer secara molibdatsilikat. SNI 06-2471-1991 8 318. Metode pengujian kadar nitrogen organik dalam air dengan alat SNI 06-2466-1991 313. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar detergen dalam air secara biru metilena dengan alat spektrofotometer Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Silika dalam air secara molibdat silikat dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 410 nm. 1985 part 510 B (ICS 13.060. Metode pengujian kadar sulfida dalam air dengan alat ion selektif meter. Metode pengujian kadar kobal dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon.50) 324.id/satminkal/balitbang/sni ) 33 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup .organik dalam air secara makro Kjeldahl dengan alat spektrofotometer pada 8 SM. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar barium dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung.

1985 part 417 B idem SM. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Seng dalam air secara ekstraksi dengan alat spektrofotometer serapan atom. Metode pengujian kadar SNI 06-2481-1991 boron dalam air dengan alat spektrofotometer secara kurkumin.060. spektrofotometer secara 2005 makro kjeldahl. (Oxygen Demand) 336.id/satminkal/balitbang/sni ) 34 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . 326. 6 SM.50) 331. 1985 part 405 A Idem SM. 8 SM. Cara uji kebutuhan oksigen biokimiawi (bod) secara titrimetri. 329. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar amonium dalam air secara Nessler dengan alat spektrofotometer. Metode pengujian kadar SNI 06-2482-1991 fluorida dalam air dengan alat spektrofo-tometer secara alizarin merah. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Mangan dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung. 1985 part 414 D idem SM. 1985 part 328 A. Washington DC. 1985 part 424 F Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 325. 7 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www.50) 335.pu. 1985 part 419 D Idem SM. 1985 part 319 A. 303 B (ICS 13. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup kisaran panjang gelombang 400-500 nm. 1985 PART 328 A. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Nitrat dalam air secara Brusin dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 410 nm. Metode pengujian kadar SNI 06-2480-1991 nitrat dalam air dengan alat spektrofotometer secara brusin sulfat.060.060. 16 th edition APHA. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar minyak dan lemak dalam air secara gravimetri dengan alat neraca analitik. 1985 part 507 Standar methods for the examination of water and waste water. *) Metode pengujian kadar SNI 06-2479-1991 amonium dalam air dengan alat spektrofotometer secara nessler. 1985 part 319 A.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. *) SNI 06-2498-1991 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. Metode pengujian kadar SNI 06-2483-1991 ortofosfat dan fosfat total dalam air dengan alat spektrofotometer secara asam askorbat. *) Metode pengujian kadar mangan dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon *) Metode pengujian kadar seng seng dengan alat spektrofotometer serapan atom secara ekstraksi. SNI 06-2503-1991 Metode ini digunakan menentukan besarnya kadar Kebutuhan Oksigen Biokimiawi (KOB) dalam air berdasarkan selisih Oksigen terlarut sebelum dan sesudah pemeraman.432005 SNI 06-2501-1991 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. 1985 part 319 A.102004 7 8 7 9 8 SM. *) Metode pengujian kadar air seng dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon. 1985 part 503 A Standard Methods For the examination of water and wastewater. 8 SM. 330.060.412005 SNI 06-2499-1991 Di Revisi menjadi SNI 6989.442005 SNI 06-2502-1991 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. 304 (ICS 13.50) 333.go. (OIL and Grease-PartitionGravimetris) (ICS 13. 8 SM.42-2005 SNI 06-2500-1991 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. *) Metode pengujian kadar mangan air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara ekstraksi.50) SM. 327.50) 334.50) 332. 304 (ICS 13. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Mangan dalam air secara atomisasi dengan tungku karbon alat spektrofotometer serapan atom. 7 idem SM. 328. Washington DC.060. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Fluorida dalam air secara Alizarin merah dengan alat spektrofotometer Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Ortofosfat terlarut dan Fosfat total dalam air Vsecara asam Askorbat dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 880 nm. *) Metode pengujian kadar minyak dan lemak dalam air secara gravimetri. 7 SM. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Boron dalam air secara Kurkumin dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 540 nm. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Mangan dalam air secara ekstraksi dengan alat spektrofotometer serapan atom. Metode pengujian kadar SNI 06-2497-1991 mangan dalam air dengan Di Revisi menjadi alat spektrofotometer serapan SNI 06-6989-5-2004 atom secara langsung.060. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Seng dalam air secara atomisasi tungku karbon dengan alat spektrofotometer serapan atom. 303 B (ICS 13. 303 A (ICS 13. 16 th edition APHA.

Metode pengujian kadar kebutuhan oksigen kimiawi dalam air dengan alat refluks tertutup. Bismuth. Washington DC.7-2004 alat spektrofotometer serapan atom. Lead. Silver. Merck. 1985 part 328 A. *) 8 341. Potassium. Platinum. DDT. Strontium. Metode pengujian kadar seng SNI 06-2507-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya dalam air dengan alat Di Revisi menjadi kadar Seng dalam air secara langsung dengan spektro-fotometer serapan SNI 06-6989. aldrin. SNI 06-2508-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar pestisida Klororganik (BHC. Dimethoate. 16 th edition APHA. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait Biochemical 337. Metode pengujian nilai permanganat dalam air secara asam. SNI 06-2510-1991 8 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. calcium. 1975 The testing of Water. Titrimetric Method SM. 8 339.222004 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya nilai Permanganat dalam air dengan metode oksidasi dalam suasana asam. Epoksid Dieldrin. 9th Edition FRG SM. Iridium. Bibliography) SM. managnesse. 16 th edition APHA. Methoksklor) dalam air secara kromatografi gas. Metode pengujian kadar pestisida fosfat organik dalam air dengan alat kromatograf gas. Cobalt. *) SNI 06-2506-1991 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. 16 th edition APHA. Endrin. SNI 06-2505-1991 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Karbon Organik Total (KOT) dalam air dengan pembakaran dan analisis inframerah. Washington DC (Pesticides. Atomic Adsorption Spectrometric Method). Metode pengujian kadar SNI 06-2509-1991 pestisida karbamat dalam air dengan alat kromatograf gas. (Deetrmination of Antimony. Tin and Zinc by direct aspiration into an Air-acetylene Flame) SM. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar pestisida fosfat-organik (Diazinon. 29 343. Iron. 16 th edition 338.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Lithium. Chromium. 1985 part 505 A Standard methods for the Examination of water and waste water. Organochlorine Pesticide) SM. Palladium. Sodium.id/satminkal/balitbang/sni ) 35 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Combustion-Infrared Method) E. Washington DC (Zinc. Ruthenium. *) SNI 06-2504-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya Di Revisi menjadi kadar Kebutuhan Oksigen Kimiawi (KOK) dalam SNI 06-6989. Magnesium. (Pesticides. Heptaklor. Washington DC. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar pestisida Karbamat (Sevin) dalam air secara kromatografi gas dengan alat kroma-tograf gas yang dilengkapi dengan Detektor Alkali Ionisasi Nyala (DAIN). PCB's. Cooper. Metode pengujian kadar karbon organik total dalam air dengan alat kot-meter inframerah. Nickel. 1985 part 509 C Standard Methods for the examination of water and waste water. 1985 part 508 B Standard Methods for the examination of water and waste water. 16 th edition APHA. Fosfamidon dan Fenintrotion) dalam air secara kromatografi gas dengan alat 8 342. Dikloran. 8 340. Endosulfan. Washington DC (Organic carbon. 1985 part 509 A Standard methods for the examination of waste water. Thalium.pu. Rhodium. Metode pengujian kadar pestisida klor organik dalam air dengan alat kromatograf gas. (Oxigen Demand) Chemical-closed Refluk. Cadmium. Cesium.go.2-2004 air dengan metode refluks tertutup dan cara titrimetrik 8 SM. atom secara langsung. 16 th edition APHA. 303 A Standard Methods for the examination of water and waste water. 1985 part 509 C Standard Methods for the examination of water and waste water. Gold.

16 th edition APHA. *) Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Tembaga dalam air secara langsung dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 324. 16 th edition APHA. Washington DC.pu. 1985 Part 312 A. lead manganese. Washington DC (cooper. Absorption.172004 8 345.9 nm. iron. 8 346. *) SNI 06-2512-1991 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. 16 th edition APHA. 1985 part 312 A. cadmium. barium.7 nm 8 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. manganese. qtomic adsorption spectrometric method).9 nm 8 347. barium. (determination of Micro quantities of alumunium. 1985 Part 313 A. nickel. selenium. Bibliography) SM. (Chromium-atomic. 304 Standard method for the examination of water and waste water . iron. 16 th edition APHA. silver and tin by electrothermal atomic) SM. 303 A Standard Methods for the examination of water and waste water. cobalt cooper. molybdenum. chromium. iron. nickelselenium. lead. nickel. silver and tin by electrothermal atomic) SM. antimony. manganese. 344. cooper.9 nm Jumlah Hal Standar Asing yang terkait APHA.532005 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Krom dalam air secara ekstraksi dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 357. Metode ini digunakan untuk menge-tahui besarnya kadar Krom dalam air secara atomisasi tungku karbon dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom pada panjang gelombang 357. Metode pengujian kadar SNI 06-2514-1991 tembaga dalam air dengan Di Revisi menjadi alat spektrofotometer serapan SNI 6989. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup kromatograf gas yang dilengkapi detektor fotometrik nyala (DFN) pada filter optik 526 nm Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Krom dalam air secara langsung dengan alat spektrofotometer serapan atom (SSA) pada panjang gelombang 357. arsenic. Metode pengujian kadar krom SNI 06-2513-1991 dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon. 303 B Standard methods for the examination of water and waste water. lead. (Chromium-Atomic. chromium. Washington DC (Pesticides. Metode pengujian kadar krom dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung. Metode pengujian kadar air krom dengan alat spektrofotometer secara ekstraksi. antimony. 1985 part 312 A. cadmium. Washington DC ( Chromium-Atomic. cobalt. beryllium. 303 A Standard Methods for the examination of water and waste water. cobalt.id/satminkal/balitbang/sni ) 36 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup .6-2004 atom secara langsung. *) SNI 06-2511-1991 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. beryllium. (determination of low concentrations of cadmium. cooper. Spectrometric method) determination of micro quantities of alumunium. chromium. absorption spectrometric method). arsenic. silver and zinc by chelation with ammonium pyrolidine dithocarbamate (APDC) and extraction into methyl Isobutyl ketone (MIBK) SM. Washington DC.go. absorption spectrometric method). molybdenum.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No.

16 th edition APHA Washington DC. Metode pengujian kadar SNI 06-2515-1991 tembaga dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara ekstraksi. lead lithium. 1985 Part 313 A.id/satminkal/balitbang/sni ) 37 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . magnesium. arsenic. cooper. cobalt. gold iridium. iron.8-2004 atom secara langsung. silver and tin by electrothermal atomic) SM. 303 B Standard Methods for the examination of water and waste water. lead. magnesium. thallium. cesium. cadmium. iron. manganese. atomic adsorption spectrometric method). bismuth. chromium. manganese. lead. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait (determination of antimony.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. (determination of micro quantities of alumunium. lithium. (determination of low concentrations of cadmium. 16 th edition APHA. 1985 Part 313 A. silver.go. Washington DC (cooper. strontium. Metode pengujian kadar SNI 06-2517-1991 timbal dalam air dengan alat Di Revisi menjadi spektrofo-tometer serapan SNI 06-6989. calcium. platinum. cadmium. nickel. nickel. iron. (Lead. gold. bismuth. nickel. 304 Standard methods for the examination of water and waste water. beryllium. cobalt. tin and zinc by direct aspiration into an air acetylene SM. selenium. chromium.7 nm. silver and zinc by chelation with ammonium pyrolidine dithiocarbamate (APDC) and Extraction into methyl isobutyl ketone (MIBK) SM. chromium. iron. (determination of antimony. *) Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Timbal dalam air secara langsung dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 283.3 nm. 16 th edition APHA. antimony. cooper.pu. cesium. cobalt cooper. palladium. chromium. 8 349. Washington DC. manganese. 1985 Part 316 A. leada manganese. 348. molybdenum. sodium. cooper. 8 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. ruthenium. potassium. 303 A Standard methods for the examination of water and waste water. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Tembaga dalam air secara ekstraksi dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 324. palladium. cadmium. nickel. atomic adsorption spectrometric method). ( Cooper-atomic absorption spectrometric method). iridium.7 nm 9 350. platinum. SNI 06-2516-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Tembaga dalam air secara atomisasi tungku karbon dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom pada panjang gelombang 324. cobalt . Metode pengujian kadar tembaga dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon. barium. rhodium.

*) SNI 06-2518-1991 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. *) 2004 Metode pengujian ini untuk menentukan besarnya kadar Timbal (Pb) dalam air menggunakan alat Spektro-fotometer Serapan Atom Tungku Karbon Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Nikel dalam air secara langsung dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 232. 16 th edition APHA. thalium. sodium. 9 8 354. magnesium. lead. 9 352.id/satminkal/balitbang/sni ) 38 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . silver. *) SNI 06-2521-1991 Di Revisi menjadi SNI 6989. cobalt cooper. platinum.0 nm. chromium.pu. (determination of low concentrations of cadmium. cesium. 353. calcium. cadmium. strontium. and zinc by chelation with ammonium pyrrolidine dithiocarbamate (APDC) and extraction into methyl isobutyl ketone (MIBK) APHA 1985 Standard Methods for the Examination of Water and Waste-water SM. iron lead. tin and zinc by direct aspiration into an air-acetylene flame) SM. 16 th edition APHA. 1985 Part 321 A. (determination of antimony. 1985 Part 321 A. Lithium. thallium.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. chromium. rhodium. silver.3 nm. 303 B Standard methods for the examination of water and waste water. Lead. ruthenium. Washington DC. nickel. atomic adsorption spectrometric method). Washington DC. Metode pengujian kadar air nikel dengan alat spektrofotometer serapan atom secara ekstraksi. rhodium. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait potassium. bismuth. manganese. iron . sodium. Washington DC.go.47-2005 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Nikel dalam air secara ekstraksi dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 232. cobalt cooper.452005 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Timbal dalam air secara ekstraksi dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 283. gold Iridium. ruthenium. Metode pengujian kadar air SNI 06-2519-1991 timbal dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon. cooper. potassium. (Nickel-atomic absorption spectrometric method). silver and zinc by chelation with ammonium pyrolidine dithiocarbamate (APDC) 351. ( determination of low concentrations of cadmium. Metode pengujian kadar air timbal dengan alat spektrofotometer serapan atom secara ekstraksi. manganese. 303 A Standard methods for the examination of water and waste water. 16 th edition APHA. nickel. Metode pengujian kadar air SNI 06-2520-1991 nikel dengan alat Di Revisi menjadi spektrofotometer serapan SNI 06-6989. nickel palladium.18atom secara langsung. (Nickel. (lead-atomic absorption spectrometric method). chromium. Iron.0 nm 8 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. 1985 Part 316. silver. managanese. 303 B Standard methods for the examination of water and waste water. cobalt. strontium. tin and zinc by direct aspiration into an air acetylene flame) SM.

1985 Part 315 A. barium. nickel. lead manganese. antimony. bismuth. atomic adsorption spectrometric method).50-2004 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Besi dalam air secara atomisasi tungku karbon dengan alat spektrofotometer serapan atom pada panjang gelombang 248. 355. 1985 Part 321 A. Metode pengujian kadar air besi dengan alat spektrofotometer serapan atom secara langsung.3 nm 8 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Metode pengujian kadar air besi dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon. ruthenium. magnesium manganese.pu. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait and extraction into methyl isobutyl ketone (MIBK) SM. potassium.492004 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Besi dalam air secara Ekstraksi dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 248. calcium. cesium. *) SNI 06-2523-1991 Di Revisi menjadi SNI 6989. 16 th edition APHA. iron. iron. platinum.3 nm. cooper. 8 358. cadmium. gold. 8 357. 16 th edition APHA. *) SNI 06-2522-1991 Di Revisi menjadi SNI 6989. cadmium. chromium. Washington DC (iron. tin and zinc by direct aspiration into an air acetylene flame) SM. 1985 Part 315 A. Metode pengujian kadar air besi dengan alat spektrofotometer serapan atom secara ekstraksi. palladium.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. *) SNI 06-2525-1991 Di Revisi menjadi SNI 6989. sodium strontium. lithium. iridium. 1985 Part 315 A 304 Standard methods for the examination of water and waste water. *) SNI 06-2524-1991 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. silver. 303 A Standard methods for the examination of water and waste water.4-2004 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Besi dalam air secara langsung dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 248. 304 Standard methods for the examination of water and waste water. molybdenum Nickel selenium silver and tin by electhrothermal atomic) SM.48-2005 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Nikel dalam air secara atomi-sasi tungku karbon dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom pada panjang gelombang 232. thallium. rhodium. Washington DC. cobalt. arsenic. nickel. 303 B Standard methods for the examination of water and waste water.3 nm.go. beryllium. cooper. Metode pengujian kadar air nikel dengan alat spektrofotometer serapan atom tungku karbon.id/satminkal/balitbang/sni ) 39 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . silver and zinc by chelation with ammonium pyrrolidine dithiocarbamate (APDC)and Extraction into methyl isobutyl ketone (MIBK) SM. 16 th edition APHA Washington DC(Iron-atomic absorption spectrometric method) determination of low concentrations of cadmium chromium cobalt copper iron lead manganese. 16 th edition APHA. Washington DC (Nickel atomic Absorption spectrometric method) (determination of micro quantities of alumunium.0 nm 9 356. chromium. cobalt. lead. (determination of antimony.

ruthenium. Atomic. chromium. gold. nickel. selenium. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait (iron atomic absorption spectrometric method) (determination of micro quantities of alumunium. manganese. silver and tin by electrothermal SM. chromium.go. silver. 15 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. absorption spectrometric method). copper. *) SNI 06-2911-1992 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. cobalt. molybdenum. 1985 Part 307 A. barium. iron. chromium. Washington DC (Arsenic-atomic. arsenic. 16 th edition APHA Washington DC (Magnesium. cesium. selenium. 303 A Standard methods for the examination of water and waste water. lead. silver and tin by electrthermal atomic) SM. lithium. managanese.552005 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Magnesium dalam air dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom. kead. cesium. cobalt. Washington DC (Calcium.54-2005 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Arsen dalam air dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom Tungku Karbon. calcium. 16 th edition APHA. adsorption spectrometric method). Metode pengujian kadar air kalsium dengan alat spektrofotometer serapan atom. tin and zinc by direct aspiration into an air acetylene flame) SM. iridium. (determination of micro quantities of alumunium antimony. (determination of antimony. antimony.pu. 359. 1985 Part 311 A. cadmium. lead manganese. (determination of antimony. gold iridium. chromium. arsenic. 16 th edition APHA. cobalt. coper. thallium. iron lead lithium. platinum. bismuth. *) SNI 06-2910-1992 Di Revisi menjadi SNI 06-6989. magnesium. cadmium. cooper. strontium. 16 360. beryllium. calcium. 1985 Part 318 A. 303 A Standard methods for the examination of water and waste water. sodium. nickel. manganese. nickel. 304 Standard methods for the examination of water and waste water. palladium.iron. beryllium. Atomic Adsorption Spectrometric method). cadmium.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. bismth. Metode pengujian kadar air arsen dengan alat spektrofoto-meter serapan atom tungku karbon.562005 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Kalsium dalam air dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom. barium. 15 361. molybdenum. cobalt. *) SNI 06-2909-1992 Di Revisi menjadi SNI 6989. magnesium. iron. nickel. cadmium. Metode pengujian kadar air magnesium dengan alat spektrofotometer serapan atom.id/satminkal/balitbang/sni ) 40 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . rhodium. copper. potassium.

atomic adsorption spectrometric method). 16 th edition APHA. ruthenium. silver. 303 E Standard methods for the examination of water and waste water. 16 th edition APHA. 17 364. Washington DC (Sulfite Iodometric Method) SM 1985 part 909 C Standard methods for the examination of water and waste water. 1005 D Standard methods for the examination of water and waste water. rhodium. Washington DC (arsenic. strontium. Metode pengujian jumlah bakteri koli tinja dalam air dengan tabung fermentasi SNI 06-3957-1995 Metode ini digunakan untuk mengetahui jumlah bakteri koli tinja dalam air dengan Tabung Fermentasi 27 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Washington DC (multiple-tube fermentation 362. sample processing and analysis data evaluation and presentation) SM 1985 part 428 A Standard methods for the examination of water and waste water.id/satminkal/balitbang/sni ) 41 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Washington DC (membrane filter technique for members of the coliform group fecal coliform membrane filter procedure) SM. 16 th edition APHA.1 Method for chemical analysis of water and waste water. 1985 part 307 A. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Merkuri dalam air dengan alat Merkurimeter. Metode pengujian jenis dan jumlah hewan bentos SNI 03-3401-1994 Metode ini digunakan untuk memperoleh jenis dan jumlah individu hewan Bentos pada suatu perairan. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait palladium. platinum. 1985 part 1005 C. (determination of arsenic and selemunium by convesion to their hydrides by sodium borohydride reagent and aspiration into an atomic adsorption atomizer) SM. Washington DC.1.pu. 1985 Part 908 C Standard methods for the examination of water and waste water. Metode pengujian kadar merkuri dalam air dengan alat merkurimeter SNI 06-2912-1992. Metode pengujian jumlah bakteri koli tinja dalam air dengan saringan membran SNI 06-3956-1995 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya jumlah bakteri koli tinja dalam air dengan Saringan membran. 16 366. 17 367.C SM. 16 th edition APHA. 1974 Part 245. 27 365.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. tin and zinc by direct aspiration into an air acetylene flame) EPA. (benthic macroinvertebrates. sodium. Metode pengujian kadar air arsen dengan alat spektrofoto-meter serapan atom secara natrium borohidrida SNI 06-2913 -1992 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Arsen dalam air dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Natrium Borohidrida.go. thalium. 16 363. potassium. EPA method 245. mercury EPA Washington D. Metode pengujian kadar sulfit dalam air dengan titrimetrik SNI 06-3415-1994 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar sulfit (SO3) dalam air dengan Titrimetrik. 16 th edition APHA.

1992 18 th edition Edition Association Water pollution control Federation. SNI 06-6989.2 Standard methods for the examination of water and waste water.pu. 16 th edition APHA. Metode pengujian kadar karbon kloroform ekstrak dalam air secara gravimetri SNI 06-4159-1996 Metode ini adalah untuk memperoleh kadar karbon klorofom ekstrak dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air. Washington DC (iron. Standard method for the examination of water and waste water 369. Metode pengujian kadar sulfit SNI 06-3971-1995 dalam air dengan alat Di Revisi menjadi spektrofotometer *) SNI 06-6989.2 Standard methods for the examination of water and waste water 16 th edition APHA Washington DC (Plankton. 10 373. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait technique for members of the coliform group fecal coliform MPN procedure) 368. SNI 06-4158-1999 23 375. 1981 SM. counting techniques) SM.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No.id/satminkal/balitbang/sni ) 42 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . 11 372.322005 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar sulfit (SO3) dalam air dengan alat Spektrofotometer.4-2004 15 371. Metode pengujian jenis dan jumlah plankton dalam air SNI 06-3963-1995 Metode ini digunakan untuk memperoleh komposisi jenis dan jumlah individu plankton dalam air. 16 th edition APHA Washington DC (sulfite Phenanthroline Method) SM 1981 Part 315 B Standard methods for the examination of water and waste water. Metabolic rate measurements) SM. 21 370. Metode pengujian kadar karbon dioksida agresif dalam air secara titrimetrik SNI 06-4139-1996 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Karbon Dioksida Agresif dalam air. Washington DC (plankton. 17 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. 1982 16 th Edition Association Water pollution control Federation. 15 th edition APHA. Metode pengujian kadar khlorofil a fitoplankton dalam air dengan spektrofotometer Metode pengujian jumlah total bakteri golongan koli dalam air dengan tabung fermentasi SNI 06-4157-1996 Metode ini untuk memperoleh kadar khlorofil a fitoplankton dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air. 1985 part 428 B Standard methods for the examination of water and waste water. Metode ini adalah untuk menguji jumlah total bakteri golongan koli dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air 18 374.go. Standard method for the examination of water and waste water SM. Metode pengujian besi terlarut dalam air dengan alat spektrofotometer menggunakan fenantrolin *) SNI 06-4138-1996 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya Di Revisi menjadi kadar besi (Fe) terlarut dalam air. Phenanthroline method) Deutsche Norman 1969 Part 40303 1969 Beurteilung Betonangreifende : wasser. 1985 part 1002. 1985 part 1002 F. Standard method for the examination of water and waste water ASTM. 29 SM. 1992 18 th edition Edition Association Water pollution control Federation. I. Metode pengujian SNI 06-4140-1996 produktivitas primer dalam air dengan pengukuran oksigen terlarut Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya nilai produktivitas primer pada sumber air permukaan. boden und gose DIN 4030 Alleninvenkauf der nomblater durch beuthverlrieb gmbh berlin SM.

Metode ini digunakan untuk penentuan bakteri besi dengan pemeriksaan menggunakan mikroskup juga dapat untuk mengidentifikasikan jenis bakteri yang terdapat dalam air dan endapan yang dibentuk oleh air Metode pengujian ini mencakup penentuan ion klorida dalam air. SNI 03-6439-2000 13 385. Metode pengujian magnesium SNI 06-2430-2002 dalam air dengan titrimetrik 6 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. 14 378. *) Metode pengujian kadar mangan dalam air dengan spektrofotometer secara persulfat SNI 06-4163-1996 Di Revisi menjadi SNI 06-4163-1996 Metode ini adalah untuk memperoleh kadar aluminium dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air. 1992 18 th Edition Edition Association Water pollution control Federation. perak nitrat. air limbah dan air laut menggunakan filtrasi dengan merkuri. Metode ini digunakan untuk memper-oleh besarnya kadar Magnesium dalam air dengan 13 17 SNI 03-6438-2000 15 384.011-4. Standard method for the examination of water and waste water ASTM D 559-89 Standard Test Methods for Wetting and Drying Compacted Soil-Cement Mixtures APHA Standar Methods for the Examination of Water and Wastewater 18 th APHA 1992 Standard Methods for the Examination of Water 18 th Edition APHA 1992 Standar Methods for the Examination of Water and Wastewater 18 th Edition ASTM D 887 Practises for Sampling Water-Formed Deposite ASTM D 512-89 Standard Test Methods for Chloride Ion In Water Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater SM. Metode pengujian kadar timah dalam air dengan alat spektrofotometer atom secara tungku karbon Metode pengujian klorin bebas dalam air dengan spektrofotometer sinar tampak secara detil fenilindiamin (dfd) Metode pengujian bakteri besi dalam air dan dalam endapan yang dibentuk oleh air.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. 14 381.0) mg/L Mn dalam air minum menggunakan sinar tampak pada panjang gelombang 515 nm. 382. Metode ini digunakan untuk menentukan kadar Klorin (0. Standard method for the examination of water and waste water SM. 1992 18 th Edition Association Water pollution control Federation. 383. 17 380. 1992 18 th Edition Edition Association Water pollution control Federation.26-2005 13 386. SNI 06-2413-2002 Di Revisi menjadi SNI 6989. 376.33-2005 Metode ini adalah untuk memperoleh kadar perak dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air. Standard method for the examination of water and waste water SM.id/satminkal/balitbang/sni ) 43 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Metode pengujian ion khlorida dalam air Metode pengujian kadar padatan dalam air . *) 377. *) SNI 06-4162-1996 Di Revisi menjadi SNI 6989. dan metode elektroda selektif ion Metode ini digunakan untuk mengetahui sifat fisika air.35-2005 secara eriokromsianin-r. Metode pengujian kadar aluminium dalam air dengan alat spektrofotometer secara tungku karbon. Jumlah Hal 22 Standar Asing yang terkait APHA 1992 SM. Metode pengujian kadar perak dalam air dengan alat spektrofotometer serapan atom secara tungku karbon.12-2004 Metode ini adalah untuk memperoleh kesadahan total yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air. SNI 06-4822-1998 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar Mangan (0. *) SNI 06-4823-1998 SNI 06-4824-1998 Metode ini digunakan untuk menentukan kadar timah pada daerah konsentrasi (20-300) g/L Sn spektrofotometer serapan atom dengan tungku karbon 224.042-15) mg/L Mn dalam air baku dan air limbah spektrofotometer pada panjang gelombang 525 nm. Metode pengujian kadar kesadahan total dalam air dengan titrimetrik edta *) SNI 06-4161-1996 Di Revisi menjadi SNI 6989. Standard method for the examination of water and waste water SM. 18 379. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Metode ini adalah untuk menguji kadar aluminium terlarut dalam air yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas air. 1992 18 th Edition Edition Association Water pollution control Federation. 1985 Part 200 - Metode pengujian kadar SNI 06-4160-1996 aluminium terlarut dalam air Di Revisi menjadi dengan alat spektrofotometer SNI 6989.pu.6 nm.go.

389. 10 10 9 - 12 - Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www.1 mg/L Standar ini menetapkan cara untuk menguji kadar amoniak. Metode pengujian angka bau dalam air Cara uji kadar sulfida dalam air dengan iodometri SNI 03-6860-2002 SNI 06-6875-2002 398. dapat digunakan untuk menguji angka rasa dalam benda uji air yang memenuhi ketentuan yang di isyaratkan dalam pengujian ini dan tidak berlaku untuk benda uji air limbah. 19 th. 1985 16 th edition Standard methods for the examination of water and wastewater APHA SM. Standar ini digunakan untukmengukur kadar amoniak pada rentang kadar antara 0. 390.pu. Metode perhitungan SNI 03-6853-2002 perbandingan adsorpsi natrium dalam air.id/satminkal/balitbang/sni ) 44 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Cara uji kadar amoniak dalam air dengan elektrode selektif ion SNI 03-6876-2002 Metode ini membahas pengertian. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Mangan (Mn) dalam air Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Nitrat dalam air 13 392. 397.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. air limbah domestik dan air limbah industri. baik yang keruh maupun yang warna. *) Metode perhitungan SNI 03-6852-2002 natrium karbonat residu dalam air. 1985 16 th edition Standard methods for the examination of water and waste water - 391.9-2004 Judul direvisi menjadi: Metode pengujian kadar nitrit dalam air dan air buangan secara kolorimetri.03 mg/L NH3-N sampai dengan 1400 mg/L NH3-N dalam air minum. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Nitrit dalam air dan air buangan. NH4-N terlarut dalam air dengan elektrode selektif ion. Metode Pengujian ini dapat digunakan untuk menganalisa angka bau dalam air alami sampai air limbah. WPCF 387. 1954 Standard methods for the examination of water and waste water SM. SNI 6989. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya angka perbandingan Adsorpsi Natrium (PAN) dalam air. Metode pengujian kadar SNI 03-6854-2002 besi (fe) dalam air secara kolo-rimetri dengan thiocyanat Metode pengujian kadar SNI 03-6855-2002 mangan (mn) dalam air secara kolorimetri dengan persulfat . Standar ini digunakan untuk menguji sulfida dalam contoh air yang kadarnya lebih besar dari 0. Metode pengujian kadar nitrit SNI 03-6857-2002 dalam air secara kolorimetri dengan pereaksi gries romeyer Metode pengujian kadar bakteri koli total dalam air dengan saringan membran Metode pengujian angka rasa dalam air SNI 03-6858-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar Nitrit dalam air 13 394. 1985 16 th edition Standard methods for the examination of water and waste water AWWA 1954 SM. Standar ini merupakan cara untuk menguji kadar sulfida dalam air dengan cara iodometri serta sumber berasal dari air dan air limbah. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Titrimetrik EDTA. Metode pengujian kadar nitrat SNI 03-6856-2002 dalam air secara kolorimetri dengan pereaksi nessler Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Natrium Karbonat Residu (NKR) dalam air. 16 393. 388. Metode pengujian kadar SNI 06-2484-2002 nitrit dalam air dengan alat Sedang direvisi spektrofotometer secara Di Revisi menjadi asam sulfanilat. ketentuanketentuan. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar besi (Fe) dalam air 14 14 11 AWWA 1954 SM.go. 1995. air permukaan. cara uji dan laporan uji. SNI 03-6859-2002 396. Metode ini digunakan untuk mengetahui jumlah bakteri koli total dalam air 14 395. AWWA. APHA. 1954 Standard methods for the examination of water and waste water APHA SM. Jumlah Hal 11 Standar Asing yang terkait Standar Methods for the Examination of Water and Wastewater. edta.

(RSNI T-02-2002-03) 10. Sand and Fillers Part 1 : Sampling.pu. SNI 03-4168-1996 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya nilai kuat tarik baja beton dan parameter lainnya yang dapat digunakan dalam pengendalian mutu baja. 22 408. 400. 9 406. Prosedur tersebut mengikuti urutan sebagai berikut: analisis kimia dan pengujian fisik serta pengambilan contoh.2-2000 Metode ini digunakan untuk menentukan viskositas epoksi resin dan bahan pengeras dalam keadaan cair pada suhu kamar atau dilarutkan dalam pelarut SNI 06-6452-2000 Metode ini digunakan untuk pengambilan contoh uji dan pengujian cat emulsi bitumen yang digunakan sebagai cat pelindung dengan ketebalan yang cukup pada logam dan penutup atap SNI 03-6863-2002 Metode ini mencakup prosedur pengambilan contoh dan pengujian abu terbang dan pozolan alam atau pozolan buatan yang digunakan sebagai mineral pencampur dalam beton semen portland. lanau dan debu. Metode pengambilan contoh uji. penentuan frekuensi. SNI 03-6434-2000 23 403.go. Standard Test Method for Physical Testing of Gypsum Board Products and Gypsum Lath ASTM A 239-89 Standard Test Method for Locating the Thinnest Spot in a Zinc (Galvanized) Coating on Iron Steel Articles by the Preece Test (Copper Sulfate Dip) JIS K 7232 Testing Methods for Spesific of Epoxide Resins and Hardeners JIS K 7233 Testing Mehods for Viscosity of Epoxy Resin ASTM D4 for Bitumen Content ASTM D 140 Practice for Sampling Bituminous Materials ASTM Method Methods Test for Sampling and Testing Fly Ash and Raw and Calcined Natural Pozzolans for use as a Mineral Admixture in Portland Cement Concrete C 311-94a BS 812 : Part I :1975 British Standard Methods for Sampling and Testing of Mineral Aggregates. Metode ini digunakan untuk penentuan daerah paling tipis dari lapisan seng yang ada pada besi atau baja dengan pencelupan pada tembaga sulfat untuk baja berbentuk tabung. SNI 07-2529-1991 401.1-2000 Metode ini untuk menentukan berat jenis epoksi resin dan bahan pengeras.617-87 (1987) Practice for capping cylindrical concrete specimen ASTM C 473-93. SNI 03-6869-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan sifat-sifat ukuran dan bentuk agregat termasuk tanah lempung. Size shape and classification ASTM C 618 (1986) Fly ash and raw or calcined natural pozzo 402. SNI 03-7016-2004 Tata cara ini membahas masalah yang berhubungan dengan cara pengambilan yang meliputi pemilihan lokasi. Metode pengujian ini adalah untuk memperoleh nilai hilang pijar guna menentukan pemenuhan mutu bahan belerang untuk kaping guna meratakan bidang tekan benda uji Metode ini digunakan untuk pengujian fisik dari panel dan papan gypsum. Judul Standar Tata cara Tata cara pengambilan contoh dalam rangka pemantauan kualitas air pada suatu daerah pengaliran sungai Bahan lain Metoda uji Metode pengujian kuat tarik baja beton Metode pengujian hilang pijar bahan belerang untuk kaping Metode pengujian fisik panel gipsum dan papan gipsum Metode pengujian untuk menentukan daerah lapisan seng paling tipis dengan cara dreece pada besi atau baja digalvanis Metode pengujian berat jenis epoksi-resin dan bahan pengeras Metode pengujian viskositas epoksi-resin dan bahan pengeras Metode pengujian cat bitumen sebagai lapis pelindung Metode pengambilan contoh dan pengujian abu terbang atau pozolan alam sebagai mineral pencampur dalam beton semen portland Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal 17 SNI 06-2412-1991 Standar Asing yang terkait 399. Spesifikasi Spesifikasi abu terbang sebagai bahan tambahan untuk campuran beton SNI 03-2460-1991 Tujuan spesifikasi ini adalah untuk memberikan persyaratan mutu abu terbang sebagai bahan tambahan dalam campuran beton sehingga 15 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. SNI 06-6446. SNI 06-6443-2000 9 13 405. baja cor. ukuran dan klasifikasi 16 409. baja tempa dan struktur baja lainnya dan perangkat keras pada pekerjaan pertanian SNI 06-6446. bentuk. baja berbentuk pipa pelindung kabel listrik kaku. cara pengambilan dan pemberlakuan contoh di lapangan dalam rangka pemantauan kualitas air. 9 407. 15 11 AASHTO T 68-82 (1976) Standard methods of tension testing of metalic materials ASTM C.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. 404.id/satminkal/balitbang/sni ) 45 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup .

ASTM C 125. SNI 03-6378-2000 416. ASTM C 452. tipe N dan S adalah cocok digunakan dalam adukan. Spesifikasi terak besi tanur tinggi granular untuk digunakan dalam beton dan mortar SNI 16-6485-2000 13 420. kapur gumpal dan kapur bubuk untuk bahan bangunan Spesifikasi ini mencakup termometer gelas berisi cairan dengan satuan derajat celsius atau fahrenheit yang sering digunakan pada metode pengujian untuk produk minyak bumi juga mencakup termometer skala pembanding yang rentangnya dapat diatur dalam satuan derajat celsius yang disyaratkan dalam metode pengujian. syarat lulus uji. ACI 226. 410. ASTM D3665.1R-87 AASHTO M 231-90 Standard Specification for Weighing Devices Used in the Testing of Materials ASTM A. ASTM E 84. langitlangit atau dinding penyekat dan mempunyai permukaan yang dapat didekorasi Spesifikasi ini meliputi semua jenis kapur kembang seperti kapur pecah. Tipe NA dan SA adalah kapur hidrat mengandung “bahan pembentuk gelembung udara”. Spesifikasi ini mencakup mutu dan persyaratan kapur yang harus dipenuhi untuk pekerjaan stabilisasi tanah. ASTM C 185. Spesifikasi ini meliputi tiga kelas kekuatan terak besi tanur tinggi granular halus sebagai bahan yang bersifat semen untuk digunakan pada beton dan mortar. sehingga didapatkan sifat-sifat khusus dari beton yaitu kemudahan pengerjaan. pada siar dan plesteran semen. Standar ini menetapkan dimensi bronjong kawat dan persyaratan bahan baku. penggunaannya dirancang untuk dinding. SNI 03-3456-1994 9 413. ASTM C 204.1-2002 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi 201 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Spesifikasi ini meliputi panel atau papan gipsum. SNI 03-0090-1999 415. SNI 16-6421-2000 66 419. 15 Jumlah Hal Standar Asing yang terkait land for use in portland cement concrete ASTM Standar C 403-38 Test method for time setting of concrete mixture by penetration resistance ASTM Standar C 260-86 Specification for air entraining admixture for concrete ASTM C 920-79 ASTM C 639-83 Standard test method for. pengerasan. ASTM E 96. ASTM C 430. Spesifikasi kapur hidrat untuk keperluan pasangan bata. kapur bongkah. ASTM C 645. ASTM C 1012.43-1963 411. ASTM C 465. pengambilan contoh. ASTM C 150. NA dan SA). Spesifikasi bahan tambahan untuk beton SNI 03-2495-1991 Spesifikasi ini memuat persyaratan mutu bahan tambahan yang digunakan sebagai bahan tambahan campuran beton. SNI 03-6387-2000 7 418. 9 421. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup didapatkan sifat-sifat khusus dari beton. yang digunakan untuk keperluan pengujian bahan-bahan konstruksi. Rheological (flow) properties of elastometric sealants AASHTO M 216-84 (90) Lime for soil stabilization 9 AASHTO M 70-90 7 ASTM C 207-91 Standard Specification for Hydrated Lime for Masonry Purposes 10 ASTM C 473. SNI 03-6861.id/satminkal/balitbang/sni ) 46 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Spesffikasi ini meliputi empat tipe kapur hidrat (tipe N. syarat mutu. Spesifikasi timbangan yang digunakan pada pengujian bahan Spesifikasi bahan SNI 03-6414-2002 Spesifikasi ini meliputi persyaratan timbangan dan anak timbangan. S. Spesifikasi panel atau papan gypsum Spesifikasi kapur kembang untuk bahan bangunan Spesifikasi standar termometer SNI 03-6384-2000 417. kekedapan dan keawetan. tambahan dinding dan sebagai bahan tambah untuk beton semen. Spesifikasi ini mencakup bahan-bahan yang diusulkan untuk digunakan sebagai bahan tambahan pembentuk gelembung udara yang ditambahkan ke dalam campuran beton di lapangan. pengemasan dan syarat penandaan bronjong kawat. Spesifikasi kapur untuk stabilisasi tanah Spesifikasi bronjong kawat SNI 03-4147-1996 9 414.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. ASTM E 119 ASTM C 5-79 Standard Specification for Quicklime for Structural Purposes ASTM E 77 Test Method for Inpection and Verification of Thermometers ASTM E 344 Terminology Relating to Thermometry and Hydrometry ASTM 109/C109M. ASTM C 114.pu. ASTM C 441. Spesifikasi ini dimaksudkan untuk memberikan persyaratan mutu bahan yang digunakan sebagai perapat celah sambungan antara komponen maupun pada elemen bangunan untuk penanggulangan kebocoran pada bangunan rumah dan gedung. ASTM C 188. kapur butir. Spesifikasi bahan tambahan pembentuk gelembung udara untuk beton Spesifikasi bahan elastis perapat celah sambungan SNI 2496 : 2008 14 412.go.

pengujian ulang. and Marking of Lime and Limestone Products AASHTO R 11-82 (1986) 432. dan pagar sejenisnya yang mempunyai pola anyaman kawat horisontal dan vertikal atau lilitan yang membentuk pola segi empat terbuka.218-86 Sampling Hydrated Lime 7 AASHTO T 218-86 ASTM C 50-86 Standard Methods of Sampling. 426. 279-89 Standard Specification for Zinc-Coated (Galvanized) Steel Woven Wire Fence Fabric 427. Spesifikasi ini meliputi berbagai desain anyaman. pengemasan dan penandaan batu gamping. 425. memakai dan menilai mutu bahan bangunan dari besi/baja yang akan digunakan dalam perkerjaan konstruksi SNI 03-6861. perencana.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. ASTM C 670 AASTHO D. kapur serta produk kapur Tata cara penentuan suku SNI 03-2408-1991 18 ICI Paints 431.pu. pengawas lapangan dan yang berkepentingan dalam hal memilih. Packing. ASTM C 110. dan campuran lain yang berpengaruh terhadap reaksi sifat pozolan kapur. Spesifikasi saringan anyaman kawat untuk keperluan pengujian Spesifikasi abu terbang dan pozolan lainnya untuk digunakan dengan kapur. pertanian dan dalam industri pemrosesan. pelaksana. memakai dan menilai mutu bahan bangunan dari logam bukan besi yang akan digunakan dalam perkerjaan konstruksi SNI 03-6862-2002 Standar ini mencakup spesifikasi peralatan yang diperlukan dalam pekerjaan pemasangan dinding bata. Inspection. kapur serta produk kapur yang digunakan industri kimia. ASTM C 311. Spesifikasi campuran cat siap pakai berbahan dasar minyak SNI 06-4827-1998 10 AASHTO M70-90Standard Specification for White and Tinted Ready-Mix Oil Base paint 430. pelaksana. 424. SNI 19-6408-2000 8 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www.id/satminkal/balitbang/sni ) 47 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . SNI 03-6866-2002 Spesifikasi ini meliputi saringan yang terbuat dari anyaman kawat yang dipasang pada suatu bingkai untuk pengujian yang teliti dalam pengklasifikasian material sesuai dengan ukuran butiran nominal SNI 03-6867-2002 Spesifikasi ini mencakup abu terbang dan pozolan lainnya untuk digunakan bersama dengan kapur didalam adukan plastis.3-2002 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana. Tata cara ini meliputi pengambilan contoh uji. pengemasan dan penandaan batu gamping. pelaksana. SNI 19-6407-2000 433. tempat pengiriman dan gudang penyimpanan. pemeriksaan. Spesifikasi ini mencakup pagar anyaman kawat baja berlapis seng yang digunakan pada tanah pertanian. Tata cara ini digunakan untuk pengambilan contoh uji kapur hidrat dari berbagai ban berjalan (konveyor). SNI 07-6892-2002 12 429. SNI 03-6864-2002 Spesifikasi ini meliputi persyaratan dan kekuatan kapur yang akan digunakan untuk mengurangi pengaruh air yang terdapat dalam campuran aspal. Spesifikasi kapur untuk campuran beraspal. Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis campuran cat siap pakai berbahan dasar minyak warna putih dan warna lain dari jenis alkyd resin untuk digunakan sebagai lapis penutup pada permukaan kayu dan logam di dalam dan di luar ruangan. Tata cara Tata cara pengecatan logam Tata cara pengambilan contoh uji kapur hidrat Tata cara pengambilan contoh uji. pemeriksaan. SNI 19-6406-2000 8 Aashto t. Spesifikasi pagar anyaman kawat baja berlapis seng Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 423. Judul Standar bangunan bagian a (bahan bangunan bukan logam) 422. jalan kereta api.go. 8 428. Tata cara ini bertujuan untuk menjelaskan metode- 329 - 173 ASTM :B 543-75 Specification for welded copper alloy tube 25 6 - AASHTO M 303-1989 11 AASHTO D M 92-82 Standard Specification for Wire-Cloth Sieves for Testing purposes ASTM C 50. pengawas lapangan dan yang berkepentingan dalam hal memilih. Spesifikasi bahan bangunan bagian b (bahan bangunan dari besi/ baja) Spesifikasi bahan bangunan bagian c (bahan bangunan dari logam bukan besi) Spesifikasi peralatan pemasang-an dinding bata dan plesteran. Tata cara ini merupakan petunjuk teknis cara pengecatan logam yang baik dan benar serta cara penanggulangannya bila terjadi kegagalan dalam pengecatan. tiga jenis tingkat kekuatan tarik. ASTM C 51. penolakan.M. memakai dan menilai mutu bahan bangunan bukan logam yang akan digunakan dalam perkerjaan konstruksi SNI 03-6861.2-2002 Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana. dan klasifikasi berat pelapisan seng yang sesuai untuk pagar anyaman kawat. pengawas lapangan dan yang berkepentingan dalam hal memilih.

Geotextiles as filter and transitions infildams 440. Judul Standar bilangan yang signifikan terhadap nilai batas yang dipersyaratkan Nomor Standar Ruang Lingkup metode untuk mengklarifikasikan maksud dari nilai batas yang disyaratkan.3-2002 Standar ini mencakup tata cara desain geotekstil cara pemasangan yang digunakan sebagai filter dan transisi dalam geotekstil sebagai filter dan bendungan urugan dan meliputi uraian tentang transisi dalam bendungan penggunaan geotekstil secara umum. harus merujuk pada metode standar yang sesuai. campuran bitumen dan jenis penahan air permukaan. beton bagian 1 : pemilihan pemilihan jenis dan bahan. Jumlah Hal Standar Asing yang terkait Standard Recommended Practice for Indicating Which Places of Figures are to be Considered Significant in Specified limiting Values - 434. dan menganalisis hasil-hasil studi metode uji antar laboratorium. jenisjenis sambungan.2-2002 Tata cara ini mencakup pengukuran diameter pengukuran lubang dan lubang dan permeabilitas geotekstil sebagai filter permeabilitas geotekstil dan transisi dalam bendungan urugan untuk sebagai filter dan transisi memenuhi persyaratan permeabilitas geotekstil dalam bendungan urugan sebagai filter Geotekstil-bagian 3 : tata SNI 03-6720. serta pertimbangan umum. 9 443. dimana pengambilan contoh bahan untuk konstruksi dapat dilakukan. 10 ICOLD 57-1986 : ASTM British Standards Institution 16 ICOLD 57-1986 ASTM British Standards Institution 10 ICOLD Bull 55-1986 Bulletin 55-1986. serta spesifikasi bahan bahan penahan air penahan air untuk sambungan pada bendungan beton Spesifikasi bahan sambungan pada bendungan beton bagian 2 : pelaksanaan. 17 ICOLD Bull 55-1986 Bulletin 55-1986.id/satminkal/balitbang/sni ) 48 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Geotekstil-bagian 2 : tata cara SNI 03-6720. Geotextiles as filter and traditions ICOLD Bull 55-1986 Bulletin 55-1986. Prosedur yang tepat untuk mengamankan contoh uji seperti diskripsi alat pengambilan contoh uji. Tata cara kalibrasi manometer bourdon dengan alat dead weight tester SNI 19-6463-2000 10 435. Tata cara ini meliputi penentuan lokasi atau waktu yang tepat secara acak.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No.2-2000 Spesifikasi ini mencakup penjelasan umum.1-2000 Spesifikasi ini mencakup penjelasan umum sambungan pada bendungan tentang sifat-sifat. 11.go. jenis-jenis sambungan. SNI 03-6737-2002 SNI 03-6381-2000 Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya laju sedimentasi waduk. fungsi. kinerja dan debit persatuan lebar dari bangunan ukur debit cipoletti Spesifikasi bahan SNI 03-6416.1-2002 Standar ini mencakup tata cara pemasangan geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan dan meliputi permasalahan konstruksi geotekstil dan persyaratan kekuatan serta ketahanan geotekstil.pu. Tata Cara ini mencakup merencanakan. prinsip-prinsip filtrasi. Spesifikasi bangunan ukur debit cippoletti 439. melaksanakan. 16 8 - Spesifikasi ini membahas tentang bentuk dan ukuran. 442. pemasangan penahan air untuk sambungan Geotekstil-bagian 1 : tata cara desain geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan SNI 03-6416. 441. Metode perhitungan awal laju sedimentasi waduk Spesifikasi 438. 436. Tata cara ini meliputi petunjuk pelaksanaan dalam melakukan kalibrasi alat pengukur tekanan (manometer) jenis Bourdon. dengan membandingkan nilai observasi atau nilai perhitungan dari sejumlah pengujian terhadap nilai batas yang disyaratkan untuk menentukan kesesuaiannya dengan spesifikasi. Geotextiles as filter and transitions infildams Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. kriteria dan penggunaan geotekstil sebagai bidang permukaan geser. Sumber daya air Bendungan Metoda uji 437. struktur dan persyaratan. geotekstil urugan sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan. manometer yang telah dikalibrasi akan memberikan koreksi terhadap pembacaan/ pengukuran yang dilakukan. Tata cara pelaksanaan SNI 03-6865-2002 program uji antar laboratorium untuk penentuan presisi metode uji bahan konstruksi Tata cara pengambilan SNI 03-6868-2002 contoh uji secara acak untuk bahan konstruksi 32 ASTM C 670 Practice for Preparing Precision and Bias Statements for Test Methods for Construction Materials ASTM D 3665 -93 Standard Practice for Random Sampling of Construction Materials 14 B. persiapan dan pemasangan penahan air dari PVC dan karet logam. serta pengujian praktis penahan air untuk sambungan SNI 03-6720.

Tata cara keamanan penerowongan untuk konstruksi sipil bagian 1 : perencanaan dan organisasi 447. Tata Cara ini digunakan dalam pelak-sanaan pemantauan gerakan horisontal batuan dan bangunan dengan alat Inklinometer Tata Cara ini digunakan untuk merencanakan pelindung tebing sungai dari pasangan batu agar tahan terhadap serangan arus dan hal-hal lain yang menyebabkan kerusakan tebing Standar ini digunakan untuk menentukan bentuk dan dimensi hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDL dan kelengkapannya yang merupakan bagian dari bangunan air 46 - 38 13 - 453. SNI 03-2819-1992 Sedang Direvisi 30 BS 3680.id/satminkal/balitbang/sni ) 49 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . tidak termasuk rekomendasi tentang penerowongan dengan pemotongan dan penutupan ataupun penerowongan dengan pipa yang dibenamkan maupun yang diterapkan dalam konstruksi dengan tujuan penambangan SNI 03-6460.pu. 454. SNI 03-6460. serta penghapusan bendungan dengan tujuan untuk menjamin keamanan bendungan dan lingkungannya. SNI 03-2401-1991 451.3-2000 Tata cara ini menguraikan dan memberikan rekomendasi supaya penerowongan dapat dilaksanakan dengan aman SNI 03-6465-2000 Tata cara ini memuat pedoman untuk melaksanakan program mutu selama konstruksi di lokasi konstruksi bendungan urugan (tanah atau batu) terutama untuk material urugan. SNI 03-6460.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No.1-2000 Tata cara ini mencakup rekomendasi tentang petunjuk praktis mengenai penerowongan yang memenuhi syarat-syarat keamanan penerowongan. SNI 03-1731-1989 ICOLD 56-1989 Sedimentation control for resevoir 44 BS 6164-1982 : Safety in tunneling in the constructions industry 29 BS 6164-1982 : Safety in tunneling in the constructions industry 38 BS 6164-1982 : Safety in tunneling in the constructions industry ICOLD 56-1986 Quality control for filldams 18 12.2-2000 Tata cara ini digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan pekerjaan terowongan. 450. Judul Standar Tata cara Tata cara keamanan bendungan. kebisingan dan transportasi Tata cara pengendalian mutu bendungan urugan Bendung Tata cara Tata cara perencanaan umum bendung Tata cara ini digunakan dalam melaksanakan kegiatan desain. SNI 19-6459-2000 Standar ini menetapkan Tata cara pengontrolan sedimen pada waduk yang meliputi pengendalian sedimen pada waduk berhubungan dengan desain bendungan. SNI 03-2415-1991 Metode ini digunakan dalam menentukan debit banjir rencana yang andal dan terpercaya dalam perencanaan bangunan air. pengelolaan dan pemeliharaan bendungan. 448. Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal 58 Standar Asing yang terkait ICOLD 1987 444. SNI 03-7043-2004 21 - 13. 449. Tata cara keamanan penerowongan untuk konstruksi sipil bagian 2 : bahaya darurat dan lingkungan kerja Tata cara keamanan penerowongan bagian : 3 komunikasi.go. 1964 Method of measurement of Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. 445. Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya debit sungai/saluran terbuka dan lokasi yang tidak terpengaruh arus balik aliran lahar. konstruksi. Tata cara pengontrolan sedimentasi pada waduk 446. 56 - 455. operasi dan pemeliharaan. 452. terutama yang menggunakan peralatan mekanis dengan memperhatikan keselamatan dan keamanan kerja. Tata cara perencanaan teknis bendung penahan sedimen Tata cara penetapan banjir desain dan kapasitas pelimpah untuk bendung Tata cara desain hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe mdl Sungai Metoda uji Metode perhitungan debit banjir Judul direvisi menjadi : Tata cara perhitungan debit banjir Metode pengukuran debit sungai dan saluran terbuka dengan alat ukur arus tipe SNI 03-2851-1991 Sedang direvisi SNI 03-3432-1994 Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan desain bendung yang memenuhi persyaratan hidraulik dan struktur serta persyaratan pelaksanaan secara benar dan aman sesuai pola pembangunan berwawasan lingkungan.

463. pangkal jembatan serta bangunan teknik sipil lainnya untuk menjamin pemasangan inklinometer dan pengukuran/pembacaan yang benar agar diperoleh data pergerakan horisontal tanah atau batuan yang teliti. Metode pembuatan lengkung debit dan tabel sungai/ saluran terbuka dengan analisa grafis Metode perhitungan tiang pancang beton pada krib di sungai Judul direvisi menjadi : Tata cara perhitungan krib tiang pancang beton di sungai Tata cara pemasangan inklinometer dan pemantauan pergerakan horisontal tanah SNI 03-2822-1992 30 USGS 1965. 2 park ST. untuk mendapatkan data kasar debit sungai dan saluran tersier. part 3. manual of stream gauging - 460. tembok penahan tanah. SNI 03-2414-1991 Sedang Direvisi Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya debit sungai dan saluran terbuka yang tidak terpengaruh arus balik atau aliran lahar. part 3. tubuh bendungan. 26 31 - 458. SNI 3404 : 2008 462. Discharge rating a gauging station –Wt.pu. Book I. velocity area method. Metode ini digunakan untuk mendesain tiang pancang beton pada krib di sungai yang aman dan berfungsi semestinya. SNI 03-2829-1992 Sedang direvisi 33 461. Metode pengukuran debit sungai dan saluran terbuka dengan pelampung permukaan Metode pengukuran debit sungai dan saluran terbuka Nomor urut 455-457 Judul direvisi menjadi : Tata cara pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka menggunakan alat ukur arus dan pelampung. - 456. Metode ini digunakan untuk menentukan kecepatan aliran pada model fisik dengan dasar tetap menggunakan alat ukur arus tipe balingbaling. Metode ini digunakan untuk pembuatan lengkung debit sungai/ saluran terbuka dengan analisis grafis untuk mendapatkan gambaran hubungan antara tinggi muka air dengan debit sungai/ saluran terbuka. vol II.go. Judul Standar baling-baling Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait liquid flow in open channels. british standards house. British standard house. Metode ini digunakan untuk menghitung debit sungai dan saluran terbuka yang tidak terpengaruh arus balik atau aliran lahar pada saat muka air rendah sampai tinggi. 1964 part Method of measurement of Liquid Flow in open channels. SNI 03-2526-1991 Sedang Direvisi 36 BS.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. yang masih tertampung di dalam alur sungai atau saluran terbuka.I) 1980. Metode pengukuran kecepatan SNI 03-3408-1994 aliran pada model fisik dengan Sedang direvisi alat ukur arus tipe baling-baling Judul direvisi menjadi : Tata cara pengukuran kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik (umh-fisik) dengan alat ukur arus tipe baling-baling Tata cara pengukuran SNI 3409 : 2008 kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik (umh-fisik) dengan alat Standar ini menetapkan tata cara pemasangan inklinometer dan pemantauan deformasi/pergerakan horisontal lapisan tanah/batuan dan atau lapisan tanah urugan suatu tanggul.id/satminkal/balitbang/sni ) 50 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Metode pemilihan lokasi pos duga air di sungai Judul direvisi menjadi : Tata cara pemilihan lokasi pos duga arus air di sungai SNI 03-2820-1992 Sedang Direvisi 457. 17 ASTM D 2113-99 Standard practice for rock core drilling and sampling of rock for site investigation 17 - Standar ini menetapkan tata cara pengukuran kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik dengan tabung pitot untuk pengukuran kecepatan aliran air dan mendapatkan data 17 - Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. 2 park ST 459. Chapter 12. Metode ini digunakan dalam pemilihan lokasi pos duga air di sungai yang tidak terpengaruh oleh aliran yang dapat mempengaruhi kecermatan hubungan antara tinggi muka air dan debit dengan memperhatikan jenis tipe dan ukuran bangunan pos duga air yang akan dipakai. velocity area method.

Metode pengontrolan sungai SNI 03-6456. Tata cara perencanaan dan bertujuan untuk melestarikan dan umum dan analisis meningkatkan keandalan bangunan di sungai dan hidrologi dan hidraulik sungainya sendiri. Tata cara pembuatan SNI 3965 : 2008 Standar ini menetapkan tata cara pembuatan model fisik sungai model fisik sungai dengan dasar tetap untuk dengan dasar tetap menirukan bentuk sungai berdasarkan data dan skala yang ditentukan guna menunjang perencanaan bangunan sungai misalnya sungai sebagai lalu lintas air.id/satminkal/balitbang/sni ) 51 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup .2-2000 Metode ini membahas tentang metode sungai selama pengontrolan sungai selama pelaksanaan pelaksanaan konstruksi bendungan untuk memberikan ruangan kerja yang bendungan bagian 2 : bebas dari air dan aman terhadap banjir. Metode pengukuran debit SNI 03-3413-1994 Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya puncak sungai dengan cara debit puncak sungai pada lokasi yang tidak tidak langsung terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran lahar. Metode ini digunakan untuk mengetahui tinggi muka air pada model fisik 17 16 26 Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 464. Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya debit sungai harian pada lokasi yang tidak terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran lahar. 467. 472. 471. Metode penutupan alir sungai dan ini mencakup penutupan alur sungai dan tipe-tipe bendungan pengelak bendungan pengelak yang berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi dan pengoperasiannya Metode perhitungan debit SNI 19-6738-2002 Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya andal air sungai dengan Sedang direvisi potensi debit air di sungai analisis lengkung kekerapan Judul direvisi menjadi : Tata cara perhitungan debit andalan air sungai dengan analisis lengkung kekerapan Tata cara Tata cara perencanaann SNI 03-1724-1989 Tata cara ini digunakan dalam mendesain hidrologi dan hidraulik Sedang direvisi Bangunan disungai (bangunan pemanfaatan. 469. pola aliran serta kecepatan aliran sungai. untuk desain bangunan di sungai Tata cara perencanaan SNI 03-2400-1991 Tata cara Ini digunakan untuk menanggulangi umum krib di sungai Sedang direvisi kerusakan Sungai akibat arus dan dapat melestarikan bangunan di sungai.1-2000 Metode ini membahas tentang metode selama pelaksanaan konstruksi pengendalian sungai selama pelaksanaan bendungan bagian 1 : konstruksi bendungan untuk memberikan ruangan pengenda-lian sungai selama kerja yang bebas dari air dan aman terhadap pelaksanaan konstruksi banjir bendungan Metode pengontrolan SNI 03-6456. Tata cara perencanaan SNI 03-3441-1994 Tata cara ini digunakan untuk merencanakan teknik pelindung tebing pelindung tebing sungai dari pasangan batu agar 26 - 21 - 22 - 29 - 18 - 28 - 37 20 - Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. SNI 3410 : 2008 SNI 3411 : 2008 SNI 03-3412-1994 Metode ini digunakan untuk mengetahui pola aliran pada model fisik menggunakan zat pewarna dan benda apung. Judul Standar ukur kecepatan aliran tipe tabung pitot Tata cara pengukuran pola aliran pada model fisik Tata cara pengukuran tinggi muka air pada model fisik Metode perhitungan debit sungai harian Nomor Standar Ruang Lingkup kecepatan aliran pada model fisik.go. pintu–pintu air sebagai pembagi debit pada bangunan bendung dan pengamatan terhadap elevasi tinggi muka air. 466. 473.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. 465. 468. 470. 474. untuk bangunan di sungai konservasi dan silang) agar memenuhi Judul direvisi menjadi : persyaratan persyaratan hidrologi dan hidraulik.pu.

ISO 11001. tabung pengukur muka air dan penghubung. Tata cara perhitungan tinggi muka air sungai dengan cara pias berdasarkan rumus manning SNI 2830 : 2008 Nomor Standar Ruang Lingkup tahan terhadap serangan arus dan hal-hal lain yang menyebabkan kerusakan tebing. kemiringan muka iar dan kemiringan luas koefisien kekasaran saluran sebagai masukan pada perhitungan aliran berubah lambat laun Irigasi Metoda uji Metode pengukuran debit SNI 03-6455. 477. ambang pada aliran tidak sempurna. 480.go. debit. 17 Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 476. ISO 11001. ISO 772. Metode ini meliputi : bentuk dan ukuran. SNI 03-6395-2000 Spesifikasi ini memuat persyaratan-persyaratan dimensi.1-2000 Tata cara ini mencakup pengukuran aliran benda cair pada saluran Sedang direvisi langgeng di sungai dan saluran terbuka terbuka dengan bangunan menggunakan ambang lebar horizontal ujung hulu ukur ambang lebar horizontal bulat dan ujung hulu bulat Tata cara pengukuran SNI 03-6467. ISO 3846. 25 ASTM D 5242-92. ambang tajam segi tiga. debit dan batasan penerapan. 29 ISO 5168 : 1978 28 ASTM D 5130-90 Standard test method for open-channel flow measurement of water indirect by slope area method 25 ASTM D 5242-92.5-2000 Metode ini digunakan untuk mengukur debit air Sedang direvisi dan air limbah. Judul Standar sungai dari pasangan batu 475.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. batas pemakaian rongga udara. lokasi pengukuran tinggi muka air. 479-482 : Judul direvisi menjadi: Tata cara pengukuran debit pada saluran terbuka menggunakan bangunan ukur tipe pelimpah atas Spesifikasi Spesifikasi alat ukur debit orifice ASTM D 5242-92. ISO 772. ISO 11001. ISO 3846. 11 ASTM D 5242-92.2-2000 Tata cara ini meliputi perhitungan debit (laju aliran air pada saluran Sedang direvisi volume aliran) air pada saluran terbuka atau terbuka secara tidak (di tahun 2008) sungai menggunakan karakteristik penampang langsung dengan metode yang representatif. 479. ISO 1100-1. SNI 03-6455.2-2000 Metode ini digunakan untuk pengukuran debit di pada saluran terbuka Sedang di revisi sungai atau saluran buatan pada kondisi aliran bangunan ukur ambang vkatup atau berubah perlahan menggunakan rata Ambang V-rata Metode pengujian aliran SNI 03-6455. 11 482.4-2000 Metode ini digunakan untuk mengukur debit dan Sedang di revisi air limbah. ISO 3846. 14.pu. Tata cara ini digunakan dalam menghitung tinggi muka air sungai sepanjang daerah hitungan tertentu berdasarkan debit yang telah ditentukan. kalibrasi dan prosedur. 478. pemeliharaan. saluran masuk/pengarah.1-2000 Metode ini meliputi pemilihan tipe flum. aliran tidak sempurna. pemasangan. ISO 3846. ASTM D 5242-92. Metode ini meliputi : penggunaan. ISO 772.3-2000 Metode ini digunakan untuk pengukuran aliran pada saluran terbuka Sedang di revisi sempurna pada saluran terbuka dengan bangunan dengan bangunan ukur ukur ambang lebar empat persegi empat persegi Metode pengukuran debit pada saluran terbuka dengan ambang tajam persegi tiga SNI 03-6455. menggunakan Parshall Flum dan Saniiri Flum Metode pengukuran debit SNI 03-6455. tabung pengukur dan penghubung. ISO 772. Tata cara pengukuran aliran SNI 03-6467.id/satminkal/balitbang/sni ) 52 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . pada saluran terbuka Sedang di revisi pemasangan. Metode pengukuran debit saluran terbuka dengan ambang tajam persegi panjang Nomor urut 476. persyaratan umum dan ketentuan dari pelat orifice serta penyimpangan pengukuran debit dalam pipa dengan diameter dari 50 mm sampai 1200 mm dan bilangan 27 - Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. 16 481. persyaratan umum dengan bangunan ukur dan ketentuan dari Parshall flum dan Saniiri Flum parshall flum dan saniiri serta penyimpangan pada pengukuran debit untuk flum menentukan cara pengukuran debit pada saluran terbuka (khususnya saluran irigasi) pada kondisi aliran berubah lambat laun atau aliran langgeng/ tuna. 483. bentuk dan ukuran. saluran masuk/pengarah. rongga udara. ISO 11001. Liquid flow measurement in open channels-Vocabulary and Symbols ISO 3846. kontraksi ambang. gangguan dan peralatan. ISO 772. konstruksi. kalibrasi.

Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Reynold untuk pipa kurang dari 3. khususnya untuk eksplorasi awal air tanah dengan geologi bawah permukaan dan menduga air tanahnya berdasarkan anomali tahapan jenis. 25 ASTM D 4105-91 (1994) 37 ASTM D 19108. Tata cara Tata cara perencanaan umum irigasi tambak udang. 494. 485. SNI 03-2527-1991 Metode ini bertujuan untuk menetapkan karakteristik akifer tertekan dan produktivitas suatu sumur. Metode ini digunakan untuk menetapkan karakteristik hidrolik akifer serta produktifitas suatu sumur. 1916 Race ST. Metode ini digunakan dalam pengukuran tahanan jenis perlapisan batu atau tanah di bawah permukaan tanah dengan susunan elektroda Wenner. Metode pengujian untuk penentuan transmisivitas akuifer tertekan dengan cara uji kolom air. 492. 27 Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 15. dengan mempergunakan uji pemompaan Papadopulos-Cooper. Metode pengukuran tinggi SNI 03-3970-1995 Metode ini digunakan untuk memperoleh data muka air tanah bebas di sumur tinggi muka air tanah bebas sesaat di sumur. Metode pengujian untuk SNI 19-6739-2002 penentuan kapasitas jenis dan penaksiran transmisivitas pada sumur uji. Metode ini untuk menentukan angka kapasitas jenis sumur uji dan menaksir angka transmisivitas pada sekitar tempat sumur uji tersebut. concrete and mineral aggregates. 12 12 495. concrete and mineral aggregates. Metode pemboran air tanah SNI 03-3969-1995 Metode ini digunakan untuk melaksanakan dengan alat bor putar pembuatan suatu lubang bor yang baik untuk sistem sirkulasi langsung mendapatkan air tanah dengan alat bor putar. 488. - 486. Metode pengujian sumur SNI 03-6436-2000 Metode ini digunakan untuk memilih lokasi sumur.. injeksi dan pemompaan untuk pengendalian laju debit keluar atau laju debit penentuan sifat hidraulik untuk injeksi dan pengukuran muka air untuk sistem akuifer (prosedur menganalisis sifat hidraulik suatu akuifer atau lapangan) beberapa akuifer dan lapisan-lapisan pengungkungnya. sistem sirkulasi langsung. D 5269-92 Determining Transmissivity of Non leaky Confined Aquifers by the Theis Recovery ASTM D 4104-91 Standard Test Method (Analytical Procedure) for Determining Transmissivity of Nonleaky Confined 17 11 7 12 493. SNI 19-6740-2002 Metode ini digunakan untuk pemeriksaan ketegaklurusan sumur. 14 Annual Books of ASTM standards. SNI 03-2818-1992 Metode ini digunakan dalam pengukuran tahanan jenis pelapisan batu atau tanah di bawah permukaan tanah dengan susunan elektroda Schlumberger.pu. Air tanah Metoda uji Metode pengujian karakteristik akifer tertekan dengan uji pemompaan jacob i Metode eksplorasi awal air tanah dengan cara geolistrik wenner Metode pengujian akifer tertekan dengan pemompaan papadopulos cooper Metode eksplorasi air tanah dengan geolistrik susunan schlumberger SNI 03. SNI 03-2528-1991 487. Metode pengujian SNI 03-6454-2000 ketegaklurusan sumur. 491.Determination of Moisture in Soils by Means of Calcium Carbide Gas Pressure Moisture Tester AASHTO D T 217-87 Standard Method of Test for ASTM D 4050-91 Standard test method field procedure for withdrawl and injection well tests for determining hydraulic properties of aquifer system ASTM D 5472-93 Determining Specific Capacity and Estimating Transmissivity at the Control Well ASTM.150 484. SNI 03-2817-1992 24 28 ASTM D 19103-14 Annual book Of ASTM Standards.go. SNI 19-6741-2002 13 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. part 4. Metode pengujian untuk penentuan transmisivitas akuifer tertekan dengan cara pemulihan theis. Metode ini membahas penentuan transmisivitas akuifer tertekan akibat suatu perubahan muka air di dalam sumur secara tiba-tiba.1-2000 Metode Pengujian ini dimaksudkan untuk tanah dengan alat speedy menentukan kadar air tanah dengan menggunakan alat speedy. 489. Metode ini membahas prosedur analitis untuk penentuan transmisivitas akuifer tertekan dengan cara pemulihan theis (dari data pemulihan muka air sebagai akibat pemompaan atau injeksi yang berlaju tetap).Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Metode pengujian kadar air SNI 03-1965.2402-1991 Tata cara ini digunakan agar pelaksanaan Irigasi Tambak Udang dalam memasok air baku berhasil dengan baik sesuai dengan keperluan budidaya udang. 1916 Race ST. Part 4.id/satminkal/balitbang/sni ) 53 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . 490. . 12 496..

untuk menghilangkan atau melepaskan material halus seperti lanau. serta pemeliharaan program kerja pengerukan dan pembiayaannya SNI 19-6471. Tata cara Tata cara pembuatan sumur uji dan paritan uji secara manual Tata cara pencucian sumur SNI 03-6376-2000 7 500. dengan cara analisis Jacob (yang merupakan modifikasi dari cara Theis) terhadap data uji pemompaan atau data uji penginjeksian di lapangan. 505. selimut kerikil dan saringan.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. muara dan saluran navigasi menggunakan dua buah alat penyipat ruang Metode ini digunakan untuk memperoleh data kedalaman dan informasi tentang konfigurasi dasar perairan Metode ini digunakan untuk menentukan posisi titik-titik perum di perairan lepas pantai dan muara sungai. SNI 3417 : 2008 504. SNI 19-6745-2002 SNI 19-6746-2002 Metode ini digunakan untuk menentukan posisi titik perum di perairan pantai. Test Pits.2-2000 Tata cara ini digunakan untuk memberikan acuan tentang pemilihan jenis kapal keruk yang umum digunakan sesuai dengan persyaratan kemampuan alat dan modelnya. Tata cara ini meliputi ketentuan.3-2000 Tata cara ini digunakan untuk memberikan acuan 34 BS 6349-1991 : Part 5 Code of practice for maritime structures: part 51991 section 1 BS 6349-1991 : Part 5 Code of practice for maritime structures: part 51991 section 1 23 41 BS 6349-1991 : Part 5 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Standar ini meliputi ketentuan. Tata cara pembangunan sumur produksi Tata cara pemilihan metode uji sifat hidraulik akuifer dengan teknik sumur Pantai Metoda uji Tata cara penentuan titik perum menggunakan alat sipat ruang Metode penentuan posisi titik perum menggunakan dua buah sextant Metode penentuan posisi titik perum menggunakan trisponder. Earth Manual. 503. 19 - 17 18 - 506.1-2000 Tata cara ini meliputi ketentuan-ketentuan survei dan investigasi untuk keperluan kegiatan pengerukan muara sungai dan pantai yang dilakukan dengan bantuan wahana apung SNI 19-6471. mobilisasi alat keruk dan kondisi setempat. sungai. 8 - 498. SNI 19-6471.id/satminkal/balitbang/sni ) 54 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Metode pengujian kolom air SNI 19-6742-2002 di lapangan untuk penentuan sifat-sifat hidraulik akuifer Metode pengujian sifat hidraulik akuifer dengan cara theis SNI 19-6743-2002 Metode ini membahas Prosedur Lapangan untuk melakukan pengujian kolom air serta sifat hidraulik akuifer yang ada hubungannya dengan prosedur analitis. yang tersusun dari batuan atau media berbutir yang tak padu dan bersifat menerus. Pemilihan metode penentuan sifat hidraulik dari akuifer (yakni transmisivitas T dan koefisien kandungan S) dengan memakai data uji pemompaan dan data uji kolom air di lapangan. cara pemilihan. cara pengerjaan. Chapter II C.pu. Tata cara ini membahas tentang prosedur pekerjaan pencucian sumur. 507. Tata cara Tata cara pengerukan muara sungai dan pantai bagian 1 : survei lokasi dan investigasi Tata cara pengerukan muara sungai dan pantai bagian 2 : pertimbangan yang mempenga-ruhi pekerjaan pengerukan Tata cara pengerukan SNI 03-6469-2000 43 - 502. 20 - 499. pelaporan hasil pemboran dan pembangunan sumur produksi. SNI 19-6744-2002 13 ASTM D 4043-96 (2004) 16. 508. and Tunnels - 501. 35. Tata cara ini mencakup cara-cara pelaksanaan pembuatan sumuran uji dan paritan uji secara manual di dalam tanah. Penentuan sifat hidraulik yaitu transmisivitas T dan koefisien kandungan S dari akuifer tertekan tunggal. pasir halus dan lumpur pemboran yang melekat pada dinding sumur. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait Aquifers by Overdamped Well Response to Instantaneous Change in Head (Slug Test) 497.go. dan laporan. Trenches. SNI 03-6377-2000 16 USBR-72. danau. Tata cara ini membahas tentang ketentuan dan prosedur pengerjaan. dan laporan.

Berat jenis nyata dari campuran beraspal yang dipadatkan mungkin digunakan 12 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. peramalan perwujudan perkerasan. SNI 6748 : 2008 Standar ini menetapkan prosedur untuk mengukur kekesatan permukaan perkerasan menggunakan alat British Pendulum Skid Resistance Tester (BPT). 510. 17.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Judul Standar muara sungai dan pantai bagian 3 : pemilihan peralatan 509. kerukan dan kondisi setempat. Metode pengujian berat jenis SNI 03-6755-2002 nyata campuran beraspal yang dipadatkan dengan menggunakan benda uji berlapiskan parafin Metode ini meliputi penentuan berat jenis nyata campuran beraspal yang dipadatkan dan harus digunakan untuk benda uji yang mempunyai rongga udara terbuka atau saling berhubungan. 39 AIMS 17. 10 516. SNI 6753 : 2008 10 515. mobilisasi alat.4-2002 Tata cara ini bertujuan untuk menjaga kedalaman semula yang telah mengalami kedangkalan endapan dan dipergunakan dengan alat yang ringan dengan selang waktu beberapa minggu dan paling lama beberapa tahun. Metode ini membahas ketentuan persiapan dan tata cara pengujian kadar air dan kadar fraksi ringan dalam campuran perkerasan beraspal Metode ini berisi cara pengukuran penurunan kuat tekan yang disebabkan oleh penurunan kohesi karena pengaruh air pada campuran beraspal yang telah dipadatkan 18 AASHTO T 278-90 (1999) Surface frictional properties using the British Pendulum Tester AASHTO T 268-90 Side Force friction on paved surface using the Mumeter AASHTO T 110-88 Interim Method of Test for Moisture or Volatile Distillates in Bituminous Paving Mixture AASHTO T 165-90 AASHTO Designation T 283-03 Standard Method of Test for Resistence of Compacted Asphalt Mixtures to MoistureInduced Damage ASTM D 1075-94 Standard Test Method for Effect of Water on Compressive Strength of Campacted Bituminous Mixtures AASHTO T 165-90 Standard Methods of Test for Effect of Water on Cohesion of Compacted Bituminous Mixtures AASHTO T 275-89 24 513. perencanaan teknik perkerasan atau lapis tambahan di atas perkerasan.pu.1969 (1983) Asphalt overlays for highway and street rehabilitation 511. serta pemeliharaan program kerja pengerukan dan pembiayaannya. BS 6349-1991 : Part 5 Code of practice for maritime structures: part 51991 section 1 C. SNI 4427 : 2008 512.id/satminkal/balitbang/sni ) 55 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . SNI 03-2416-1991 Sedang direvisi Metode ini digunakan untuk mendapatkan data lapangan yang akan digunakan dalam penilaian struktur perkerasan. Tata cara pengerukan muara sungai dan pantai bagian 4 : pelaksanaan dan pengawasan Jalan dan jembatan Perkerasan jalan Metoda uji Metode pengujian lendutan perkerasan lentur dengan alat benkelman beam Judul direvisi menjadi : Cara uji lendutan perkerasan lentur dengan alat berkelman beam Cara uji kekesatan permukaan perkerasan menggunakan alat british pendulum tester (bpt) Cara uji kekesatan pada permukaan perkerasan menggunakan alat mumeter Metode pengujian kadar air dan kadar fraksi ringan dalam campuran perkerasan beraspal. SNI 19-6471. Cara uji ketahanan campuran beraspal terhadap kerusakan akibat rendaman Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait Code of practice for maritime structures: part 51991 section 1 28 tentang pemilihan jenis kapal keruk yang umumnya digunakan sesuai dengan persyaratan kemampuan alat dan metodenya. termasuk prosedur untuk mengkalibrasi alat uji. SNI 03-6752-2002 18 514. atau mempunyai penyerapan air lebih dari 2 % terhadap isi.go. Standar ini menetapkan cara pengukuran kekesatan (the side force friction) permukaan perkerasan menggunakan alat yang biasanya disebut Mu-meter. Metode pengujian rongga udara dalam campuran perkerasan beraspal gradasi rapat dan terbuka yang dipadatkan SNI 03-6754-2002 Metode ini meliputi metode pengukuran penurunan kuat tekan yang disebabkan oleh penurunan kohesi karena pengaruh air pada campuran beraspal yang telah dipadatkan.

3) cara uji. Tata cara ini digunakan dalam merencanakan struktur Drainase permukaan jalan Tata cara ini bertujuan menyeragamkan cara pelaksanaan Lataston serta menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan 47 SNI 03-2403-1991 37 Concrete masonry association of Australia. 519. 6 AASHTO M 20-70 524. SNI 6749 : 2008 Spesifikasi ini digunakan dalam menilai mutu aspal dan agregat yang akan digunakan.pu. Spesifikasi bahan lapis penetrasi makadam Spesifikasi bahan pengisi untuk campuran beraspal SNI 03-6751-2002 11 AASHTO M 20-70 Penetration Graded Asphalt Cement AASHTO M 17-1990 Standard Specification for Mineral Filler for Bituminious Paving Mixtures AASHTO T 275-89 525. SNI 03-6723-2002 5 526. jembatan. bertujuan untuk menjamin keseragaman. Jumlah Hal 9 Standar Asing yang terkait AASHTO T 230-68 Standard Methods of Test for Determining Degree of Pavement Compaction of Bituminous Aggregate Mixtures AASHTO T 166-88 517. Metode pengujian untuk menentukan tingkat kepadatan perkerasan beraspal SNI 03-6756-2002 518. dan bangunan lainnya. 527. SNI 03-4815-1998 8 AASHTO M 213-81 (90) 523. Tata cara ini bertujuan untuk menda-patkan hasil lapis perkerasan blok beton terkunci yang memenuhi syarat sebagai lapis perkerasan. Metode ini meliputi ketentuan-ketentuan. SNI 03-6884-2002 10 AASHTO D T 37-87 521. Tata cara Tata cara perencanaan tebal perkerasan lentur jalan raya dengan analisa metode komponen Tata cara pemasangan blok beton terkunci untuk permukaan jalan Tata cara perencanaan drainase permukaan jalan. Tata cara pelaksanaan lapis tipis beton aspal untuk jalan raya. SNI 03-4814-1998 7 AASHTO M 173-84 522. 529. prosedur dan untuk digunakan dalam menghitung berat volume campuran Metode pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan kuat tekan campuran aspal panas yang digunakan untuk Lapis permukaan dan lapis Pondasi Jalan. Spesifikasi ini memuat persyaratan teknis yang harus dipenuhi bahan pengisi tambahan yang dipakai pada campuran beraspal. kekuatan dan keawetan lapis tipis aspal pasir Spesifikasi ini digunakan dalam menilai mutu aspal dan mutu agregat yang akan digunakan yang bertujuan untuk menjamin keseragaman kekuatan dan keawetan lapis penetrasi makadam.go. ukuran dan toleransi. Metode pengujian ini meliputi penentuan berat jenis nyata campuran beraspal dipadatkan. SNI 03-1732-1989 Tata Cara ini merupakan dasar dalam menentukan tebal perkerasan lentur yang dibutuhkan untuk suatu jalan raya.id/satminkal/balitbang/sni ) 56 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup untuk menghitung satuan berat dari campuran itu. 1986 Specifaction for concrete segmental paving units NAASRA 1981 Standard operating instructions for the NAASRA Roughness 528. dan 4) pelaporan. Lingkup pengujian mencakup : 1) persiapan benda uji. 2) persiapan peralatan. SNI 03-3424-1994 SNI 03-3425-1994 51 29 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Metode pengujian berat jenis nyata campuran beraspal di padatkan menggunakan benda uji kering permukaan jenuh Metode pengujian kuat tekan campuran beraspal Metode pengujian analisis saringan bahan pengisi untuk perkerasan jalan Spesifikasi Spesifikasi bahan penutup sambungan beton tipe elastis tuang panas Spesifikasi pengisi siar muai siap pakai untuk perkerasan dan bangunan beton Spesifikasi lapis tipis aspal pasir (latasir) SNI 03-6757-2002 7 SNI 03-6758-2002 13 AASTO T 167-84 (1990) 520. Metode pengujian ini untuk menentukan tingkat kepadatan perkerasan beraspal yang dibandingkan terhadap benda uji standar dari material yang sama dan berada dalam toleransi perencanaan campuran. Spesifikasi ini membahas bahan pengisi siap pakai. Spesifikasi ini digunakan sebagai bahan penutup sambungan beton tipe elastis tuang panas yang digunakan untuk menutup celah sambungan pada jalan beton. cara uji dan laporan hasil uji dari analisis saringan bahan pengisi untuk perkerasan jalan. dan sifat fisik.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No.

26 531.id/satminkal/balitbang/sni ) 57 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. SNI 03-3439-1994 Sedang direvisi menjadi pedoman SNI 03-3440-1994 Sedang direvisi menjadi pedoman Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil pelaksanaan stabilisasi tanah dengan kapur di lapangan yang sesuai dengan perencanaan. SNI 03-3980-1995 538. Tata cara pembuatan rencana stabilisasi tanah dengan semen portland. Tata cara survai kerataan permukaan perkerasan jalan dengan alat ukur kerataan naasra SNI 03-3426-1994 Tata cara ini digunakan untuk pelaksanaan survai permukaan perkerasan jalan dengan alat ukur NAASRA untuk mendapatkan keseragaman nilai kerataan. 534. Tata Cara ini digunakan untuk meyeragamkan pelaksanaan pelapisan perkerasan jalan dengan laburan aspal Satu Lapis agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta untuk menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan. AASHTO T-112-81. Nomor urut :531-532 Judul direvisi menjadi Pedoman perencanaan stabilisasi tanah untuk bahan jalan dengan bahan pengikat serbuk Tata cara pelaksanaan stabilisasi tanah dengan kapur untuk jalan Tata cara pelaksanaan stabilisasi tanah dengan semen portland untuk jalan. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait meter and guide for the present serviceability rating of road pavements. SNI 03-3979-1995 537. SNI 03-3978-1995 536. sydney. 19 17 - 535.pu. 11 532. AASHTO T-191-82 18. Tata Cara ini digunakan untuk meyeragam-kan pelaksanaan pelapisan perkerasan jalan dengan laburan aspal Dua Lapis agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta untuk menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan. 15 - 533. AASHTO T-191-82. australia NASRAA 1981 Standard Operating Instruction for the NAASRA Roughness Meter and Guide for the Present Serviceability Rating of Road Pavements Hasil Litbang 530.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No.go. AASHTO T-193-81. Nomor urut 533-534 Judul direvisi menjadi : Pedoman pelaksanaan stabilisasi bahan jalan langsung ditempat dengan bahan serbuk pengikat Tata cara pelaksanaan beton aspal campuran dingin dengan aspal emulsi untuk perkerasan jalan Tata cara pelaksanaan laburan aspal satu lapis (burtu) untuk permukaan jalan Tata cara pelaksanaan laburan aspal dua lapis (burda) untuk permukaan jalan Tata cara pelaksanaan lapis pondasi jalan dengan batu pecah Jembatan Metoda uji SNI 03-3437-1994 Sedang direvisi menjadi Pedoman SNI 03-3438-1994 Sedang direvisi menjadi Pedoman Tata Cara ini digunakan dalam pembuatan rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah dengan kapur sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil pelaksanaan stabilisasi tanah dengan semen di lapangan yang sesuai dengan perencanaan. SNI03-2853-1992 Tata cara ini digunakan untuk menyeragamkan cara pelaksanaan campuran dingin dengan aspal emulsi agar diperoleh lapis perkerasan yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta dapat menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan. Tata cara pembuatan rencana stabilisasi tanah dengan kapur untuk jalan. Tata cara ini digunakan untuk menda-patkan lapis pondasi jalan menggunakan batu pecah yang memenuhi syarat sebagai lapis pondasi. 17 Hasil Litbang 21 NASRAA 1981 Principles and particle of bituminuous surfacing 20 - 33 AASHTO T-19-80. Tata cara ini digunakan dalam pembuatan rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah dengan semen sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

90 (1982) Laminated elastometric bridge bearings 540. Spesifikasi ini digunakan untuk menilai mutu karet spon dan bertujuan untuk mendapatkan mutu karet spon yang memenuhi persyaratan fisik yang digunakan sebagai bahan pengisi siar muai pada perkerasan beton dan konstruksi bangunan.pu.C 20001 Highway bridge design 4 AASHTO. 35x35.M 100 (100% pembebanan BM ). perubahan kemiringan (chamber changes). 547. Spesifikasi ini membahas persyaratan untuk bantalan karet jembatan. bahan dan keseragaman mutu konstruksi. Bantalan elastomer yang dibuat berdasarkan spesifikasi ini harus memiliki kemampuan yang cukup terhadap pemuaian dan kontraksi akibat temperatur.id/satminkal/balitbang/sni ) 58 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Spesifikasi Spesifikasi konstruksi jembatan tipe balok t bentang sampai dengan 25 meter untuk bm 70 Spesifikasi konstruksi jembatan tipe balok t bentang sampai dengan 25 meter untuk bm 100 Spesifikasi pilar dan kepala jembatan beton sederhana bentang 5 meter sampai 25 meter dengan pondasi SNI 03-1747-1989 75 75 Hasil Litbang 10 AASHTO. dan pengujian kekakuan tekan. ST. Spesifikasi ini digunakan dalam membuat pondasi tiang pancang beton untuk pondasi jembatan yang bertujuan untuk memudahkan bagi perencana dan pelaksana pembangunan jembatan sehingga tercapai efisiensi waktu. 543.5 m dan lebar trotoar 1. Metode ini digunakan untuk memperoleh data pada mutu karet spon siap pakai sebagai bahan pengisi siar muai konstruksi beton. Spesifikasi karet spon SNI 03-4432-1997 sebagai bahan pengisi siar muai pada perkerasan beton dan konstruksi bangunan Spesifikasi Tiang Pancang SNI 03-4434-1997 Beton Pracetak Untuk Pondasi Jemba-Tan. pengujian dan penerapan untuk suatu Asphaltic Plug Joint yang dipasang di lapangan yang digunakan untuk penutup celah sambungan siar muai pada pelapisan ulang aspal dan lantai beton Jumlah Hal 17 Standar Asing yang terkait AS 1523-1981 Elastometric bearings for use in structures AASHTO T 42-84 (1990) Performed Expansion Joint Filler for Concrete Construction AASHTO M 251 . Spesifikasi asphaltic plug joint untuk jembatan SNI 7396 : 2008 13 ASTM D 6297-01 Standard Specification for Asphaltic Plug Joins for Bridges Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. 544. Judul Standar Metode pengujian kekakuan tekan dan kekakuan geser bantalan karet jembatan Metode pengujian karet spon sebagai bahan pengisi siar muai pada konstruksi beton Nomor Standar SNI 03-3966-1995 Ruang Lingkup Metode ini digunakan untuk menentukan kekakuan tekan dan kekakuan geser bantalan karet jembatan. penjelasan teknis dan detail gambar Rencana Jembatan Balok "T" kelas Beban B. dimensi serta persyaratan mutu bahan konstruksi pilar dan kepala jembatan sederhana dengan bentang 10 m sampai dengan 25 m untuk jembatan kelas A. serta rangkak dan susut yang terjadi pada elemen struktur. 40x 40) Cm2 Panjang 10-20 Meter Dengan Baja Tulangan Bj 24 Dan BJ 40 Spesifikasi bantalan karet SNI 03-4816-1998 untuk perletakan jembatan 14 AASHTO M 251 – 90 548. 546. SNI 03-4429-1997 15 541. Spesifikasi ini mencakup bahan. Spesifikasi bantalan SNI 3967 : 2008 elastomer tipe polos dan tipe berlapis untuk perletakan jembatan 15 542. rotasi.go. regangan tekan pada beban rencana maksimum. Ukuran (30x30. dengan lebar lajur 2 x 3. N.5 x beban rencana). Standar ini meliputi persyaratan bahan bantalan elastomer tipe polos dan tipe berlapis untuk perletakan jembatan.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. 1976 46 Hasil Litbang SNI 03-1748-1989 SNI 2451 : 2008 545.0 meter kanan-kiri. rangkak dan susut. Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum. 539. Standar ini meliputi bentuk. Pengujian yang terdapat dalam standar ini adalah pengujian bantalan elastomer untuk jembatan yang meliputi pengujian beban berlebih (1.W suite 225 Washington D. 1976. baik yang polos maupun yang berlapis dengan pelat penguat dan harus memiliki kemampuan untuk memuai dan menyusut akibat temperatur. berputar sudut. pengujian tekan dengan benda uji dimiringkan untuk modulus geser. teknis dan detail gambar Rencana Jembatan Balok "T" kelas Beban BM 70 (70 % pembebanan BM) Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum. 444 North Capitol. perubahan lawan lendut.

Tata cara ini bertujuan menyeragamkan perencanaan pondasi sumuran untuk jembatan sehingga memenuhi tuntutan kekuatan. Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dalam pelaksanaan penyambungan tiang pancang beton pracetak serta mendapatkan mutu sambungan yang bersifat monolitik. 556. batas pada pergerakan sambungan maksimum secara rinci dikenali untuk jenis APJ. 43 NZS 4203-76 Code of practice for general structural design & design loadings SNI 1724-1989-F Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 550. 1987 16 ASTM C 882-78 Test method for bond strength of epoxy resin system used with concrete 58 Hasil Litbang 555. baik di lapangan atau di dalam pengujian laboratorium. Ketika digunakan di atas jembatan. guna keperluan pelaksanaan pengecatan di lapangan. Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan pelaksanaan teknik Jembatan Gantung untuk lalulintas pejalan kaki. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup dengan semen portland dan juga dapat dipergunakan untuk dilatasi jika terdapat pelebaran jembatan. keawetan dan effisiensi. Elemen yang dicetak dapat terdiri dari sistem dengan banyak lapis atau sistem dengan satu lapis atau kedua-duanya tergantung kebutuhan pada saat pemasangan. 13 ASTM D 562-90. 551. SNI 03-3446-1994 553. Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan dasardasar perencanaan teknik Jembatan Gantung untuk lalu lintas pejalan kaki. kemantapan. 549. Detil spesifikasi dibatasi untuk bahan yang menggunakan aplikasi APJ. struktur tidak runtuh dan dapat dimanfaatkan kembali.pu. 1987 41 NAASRA 4. dikembangkan. SNI 03-3428-1994 Sedang direvisi SNI 03-3429-1994 Sedang direvisi 26 18 552. SNI 03-6747-2002 Tata cara ini digunakan dalam merencanakan suatu pondasi tiang untuk jembatan SNI 06-4167-1996 Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kekentalan cat.go. Tata cara Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk jembatan Tata cara perencanaan teknik jembatan gantung untuk pejalan kaki Tata cara pelaksanaan jembatan gantung untuk pejalan kaki Nomor urut : 550-551 Judul direvisi menjadi : Pedoman perencanaan dan pelaksanaan jembatan gantung untuk pejalan kaki Tata cara perencanaan teknis pondasi langsung untuk jembatan Tata cara perencanaan teknis pondasi sumuran untuk jembatan Tata cara penyambungan tiang pancang beton pracetak penampang persegi dengan sistem monolit bahan epoxy Judul direvisi menjadi : Pedoman penyambungan tiang pancang beton pracetak untuk fondasi jembatan Tata cara perencanaan teknis pondasi tiang untuk jembatan Lalu lintas Metoda uji Metode pengujian kekentalan cat dengan alat viscometer stometer SNI 2833 : 2008 Standar ini digunakan untuk merencanakan struktur jembatan tahan gempa sehingga kerusakan terjadi setempat dan mudah diperbaiki. keawetan dan effisiensi. Direkomendasikan untuk penggunaan praktis dalam pengujian kekedapan air dari sistem individu. SNI 03-3448-1994 Direvisi menjadi pedoman Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan perencanaan pondasi langsung untuk jembatan sehingga memenuhi tuntutan kekuatan. 40 NAASRA 4. SNI 03-3447-1994 554. APJ tidak boleh digunakan untuk pergerakan vertikal yang melebihi ± 3 mm dan pergerakan horisontal yang melebihi ± 25 mm dari lebar instalasi.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. kemantapan. Lingkup spesifikasi ini dibatasi untuk APJ yang dicetak di lapangan. 19.id/satminkal/balitbang/sni ) 59 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . PA19103 Consistency of Paint Using the Stormer Viscometer Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www.

Metode pengujian volume bahan padat pada lapisan cat bening atau berpigmen Metode pengujian bahan termoplastik untuk marka jalan SNI 06-6445-2000 Metode ini digunakan untuk menentukan volume bahan padat dalam berbagai jenis lapisan Metode ini digunakan untuk pengujian bahan termoplastik untuk marka jalan antara lain kadar manik-manik kaca dan analisa saringan. SNI 03-6450-2000 11 559. 1976 Selected methods of measuring air pollutans genava WHO. Metode pengujian kandungan gas o3 di udara dengan meng-gunakan alat spektrofotometer. SNI 06-4826-1998 11 562. tipe I dan II dari cat warna hijau daun yang digunakan sebagai lapis penutup akhir pada jembatan baja tipe II digunakan pada daerah yang bercurah hujan rendah karena dapat menghambat pengapuran pada pigmen dasar putih timbal karbonat yang tidak diharapkan. SNI 19-4842-1998 13 568. 14 ASTM D 2697 Test Method for Volume Non Volatile matter in Clear or Pigmented Coatings AASHTO M 260-77 (1986) Standard Method of Test for Thermoplastic Traffic line Material 13 AASHTO M 262-82 (1990) Method of test for L10 and Leq Noise Determination AASHTO M 248-90 Ready-Mixed White and Yellow Traffic Paints AASHTO M 249-79 (1991) Standar Specification for White and Yellow Reflective Thermoplastic Striping Materials (Solid Form) AASHTO M 247-90 (1990) 12 AASHTO D M 72-74 (1990) Standard Specification for Red Lead Ready-Mixed Paint.pu. Metode pengujian kandungan gas hidrokarbon (hc) di udara SNI 03-4818-1998 566. 563. kemampuan alir (% sisa) dengan pemanasan yang lebih lama. 1976 Selected methods of measuring air pollutans Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. SNI 19-4841-1998 Spesifikasi ini digunakan untuk perencanaan pipa drainase dalam tanah untuk mendapatkan pipa beton berlubang yang memenuhi syarat ukuran sebagai pipa drainase. 564. Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kandungan Gas NOx di Udara Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kandungan Gas O3 di Udara Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kandungan Gas Hidrokarbon (HC) di Udara 10 AASHTO M 175-89 15 567. daya pantul dan indeks kekuningan. SNI 06-6397-2000 Spesifikasi ini mencakup dua tipe cat.go. Lingkungan jalan Metoda uji Spesifikasi pipa beton berlubang untuk saluran drainase dalam tanah Metode pengujian kadar nox diudara dengan menggunakan alat spektrofotometer. 1976 Selected methods of measuring air pollutans genava WHO. atau lapis penutup atau lapis pemelihara permukaan rangka jembatan dan struktur baja lainnya. Spesifikasi cat jembatan warna hijau daun Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis manik-manik kaca untuk dicampurkan di dalam cat. berwarna putih dan warna kuning yang digunakan sebagai bahan untuk marka jalan.1-2000 Spesifikasi ini mencakup empat tipe cat merah timbal siap pakai yang berfungsi sebagai lapis dasar. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait JIS Traffic paint Consistency K 5665-1981 557. Metode uji ini menjelaskan suatu prosedur untuk penentuan tingkat kebisingan L10 dan Leg jalan secara langsung dengan alat SLM yang memenuhi standar ANSI tipe 2. AASHTO D M 67-74 (1990) Standard Specification for Foliage Green Bridge P aint 558. Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis cat marka jalan yang siap pakai warna putih dan kuning dari jenis alkyd resin sebagai bahan untuk membuat marka jalan pada perkerasan aspal dan beton semen.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. 565. SNI 06-3685. Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis cat termoplastik pemantul. ditabur atau disemprotkan pada cat marka jalan sehingga mampu memantulkan cahaya. SNI 06-4825-1998 13 561. SNI 15-4839-1998 9 7 20. kadar titanium dioksida (TiO2). SNI 19-4843-1998 12 WHO.id/satminkal/balitbang/sni ) 60 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Metode uji tingkat kebisingan jalan l10 dan leg Spesifikasi Spesifikasi campuran cat marka jalan siap pakai warna putih dan kuning Spesifikasi cat termoplastik pemantul warna putih dan warna kuning untuk marka jalan (bentuk padat) Spesifikasi manik-manik kaca (glass bead) untuk marka jalan Spesifikasi cat merah timbal siap pakai SNI 19-6878-2002 560.

Tata cara Tata cara perencanaan teluk bis SNI 03-2838-1992 579. sehingga dapat menjamin kelancaran lalu lintas. pemasangan. Spesifikasi yang bersangkutan dengan tipe. 14 WHO. Spesifikasi bangunan pengaman tepi jalan SNI 03-2446-1991 577. 48 19 - 23 AASHTO 444 North Capitol AASHTO. Metode pengujian SNI 19-4845-1998 kandungan gas co di udara dengan menggunakan ndir. Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kandungan Gas CO di udara. 20 24 578. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait genava Metode ini digunakan untuk mengukur Kandungan partikulat mengenai pencemaran udara oleh H2S.W Suite 225 Washington D. 1984 An Informational Guide for Roadway lightning 569. baik teknik maupun non teknik yang berkaitan dengan pemasangan utilitas 21 Departement of the environment.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. dan bentuk yang diatur dalam standar ini hanya berlaku untuk kereb beton pracetak. Spesifikasi kereb beton untuk jalan. dan menguraikan persyaratan umum maupun teknis yang harus dipenuhi dalam setiap perencanaan sistem jaringan jalan perumahan. Metode pengujian kadar partikel debu di udara secara gravimetric dengan menggunakan high volume air sampler (hvs) Spesifikasi Spesifikasi penerangan jalan di kawasan perkotaan SNI 19-4840-1998 14 571. jenis. dan menghin dari kemungkinan terjadinya tabrakan frontal antara sesama kendaraan dari arah berlawanan. 1976 Selected methods of measuring air pollutans genava WHO. 1976 Selected methods of measuring air pollutans genava WHO. Metode ini meliputi ketentuan teknik peralatan.C 20001 Highway design and operational practices related to highway safety AASHTO. dimensi. dan struktur kereb beton untuk jalan.go. dengan alat gas kromatograp. Spesifikasi ini digunakan dalam perencanaan teknis. jembatan dan terowongan di kawasan perkotaan yang mempunyai klasifikasi fungsi jalan arteri. Spesifikasi yang dimaksud dalam standar ini meliputi fungsi. kolektor dan lokal. Standar ini menguraikan istilah dan definisi yang berhubungan dengan bidang perumahan dan prasarana jalan. Spesifikasi ini mengatur bentuk dan dimensi bukaan pada pemisah jalur untuk memungkinkan kendaraan bisa memasuki atau meninggalkan jalur dengan aman dan nyaman. Tata cara pemasangan utilitas di jalan SNI 03-2850-1992 Tata cara ini digunakan untuk menyeragamkan bentuk. SNI 2442 : 2008 574.id/satminkal/balitbang/sni ) 61 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . 1980 Traffic signs AASHTO T 191-82 (1982) Density of soil in place by the sand cone method 33 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. persimpangan sebidang maupun tidak sebidang. Spesifikasi ini menetapkan tipe. 1974 444 North Capital St N. kemiringan. dan pengawasan lapangan dalam menentukan dimensi. elevasi. penempatan/penataan penerangan jalan yang diperlukan. SNI 7391 : 2008 573. Spesifikasi trotoar SNI 03-2443-1991 575.pu. dimensi. pelaksanaan. Persyaratan umum sistem jaringan dan geometri jalan perumahan SNI 03-6967-2003 Spesifikasi ini digunakan dalam membuat bangunan pengaman tepi jalan agar kendaraan tidak keluar dari jalurnya. Metode Pengujian Konsentrasi SNI 19-4844-1998 Hidrogen Sulfida (h2s) Dalam Udara Dgn Alat Spektrofotometer. 13 572. 1976 Selected methods of measuring air pollutans genava AASHTO.ketentuan untuk penerangan ruas jalan. dimensi. 1982 M 180-83 Standard specification for materials corrugated sheet steel beams for highway guard rail AASHTO 1996 A Policy on Geometric Design of Highway and Streets. bentuk. pembuatan benda uji. dan bentuk trotoar. Tata cara ini menjelaskan cara pemasangan yang memenuhi persyaratan. 570. keselamatan dan kenyamanan bagi pemakai jalan. 17 576. London. cara uji dan perhitungan kadar debu di udara. Spesifikasi bukaan pemisah jalur SNI 2444 : 2008 Standar ini memuat ketentuan . ukuran dan lokasi teluk bis.

Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan mengenai acuan matra ruang minimum dalam perencanaan teknis rumah tinggal sesuai dengan ukuran modular. Hal ini dibutuhkan untuk menentukan pengertiannya pada desain geometri untuk tempat-tempat manusia bekerja dan tinggal.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. SNI 03-2452-1991 25 587. biaya dan waktu pelaksanaan.pu. penghematan bahan. memproduksi komponen dan melaksanakan bangunan. komponen bangunan. Spesifikasi ukuran terpilih untuk bangunan rumah dan gedung SNI 03-1978-1990 583. Tujuannya untuk keseragaman mutu.go. untuk memilih dimensi modul arah horisontal dan vertikal untuk bangunan rumah dan gedung. dan elemen bangunan. produsen dan pelaksanan dalam merencanakan. pelaksana. penghematan bahan. Judul Standar Nomor Standar di jalan. memproduksi komponen dan melaksanakan bangunan. digunakan untuk bunyi mantap atau seolah-olah mantap seperti bising yang berasal dari sistem tata udara dan lalu lintas kendaraan yang kontinu Spesifikasi ini mencakup persyaratan dan 22 ISO 7250:1996 581. untuk memilih ukuran arah horisontal dan vertikal bangunan rumah dan gedung. produsen dan pelaksana dalam merencanakan. komponen bangunan. Tujuannya untuk menghemat bahan. produsen bahan bangunan. Tujuannya untuk menghemat bahan. SNI 03-6839-2002 15 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Tujuannya efisiensi penggunaan ruang dan bahan bangunan. Spesifikasi matra ruang untuk rumah dan gedung SNI 03-1979-1990 584. biaya dan waktu pelaksanaan Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan landasan ukuran dan batasan dalam usaha menentukan kebutuhan minimum dalam pembangunan rumah susun Spesifikasi ini memberikan kriteria desain kondisi lingkungan akustik di dalam ruang hunian. Tujuannya untuk keseragaman mutu. komponen dan elemen bangunan serta waktu pemasangan dan penggunaan tenaga kerja. Metode dasar pengukuran tubuh manusia untuk rancangan teknologi Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait SNI 19-6457-2000 Metode ini meliputi suatu desteripsi ukuran-ukuran anthropometri yang dapat dipakai sebagai dasar pembandingan berbagai kelompok populasi. Spesifikasi ini digunakan dalam pembangunan rumah tumbuh di atas tanah matang dengan tujuan untuk membuat rumah tumbuh rangka beratap tanpa dinding pengisi yang akan dikembangkan sesuai kebutuhan Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana. Spesifikasi satuan rumah susun modular SNI 03-2855-1992 15 - 588. 21. Spesifikasi tingkat bunyi dan waktu dengung dalam bangunan gedung dan perumahan (kriteria desain yang direkomendasikan) Spesifikasi kayu awet untuk SNI 03-6386-2000 18 AS 2107-1987 Acustic Recommended Design sound levels and Reverberation Times for Building Interior 589. pelaksana. D. produsen bahan bangunan. Spesifikasi rumah tumbuh rangka beratap dengan komponen beton pracetak Spesifikasi komponen beton pracetak untuk rumah tumbuh rangka beratap Spesifikasi rumah tumbuh rangka beratap RTRB kayu SNI 03-2447-1991 585. Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana teknis. dan elemen bangunan.id/satminkal/balitbang/sni ) 62 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Cipta karya Rumah dan gedung Metoda uji 580. Spesifikasi Spesifikasi koordinasi modular bangunan rumah dan gedung SNI 03-1977-1990 9 ISO 1986 Building construction modular coordination basic module 9 ISO 1986 Building construction modular coordination basic module 39 Ernst Neufert 1980 Architect’t Data 27 21 582. Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana. Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana teknis. SNI 03-2448-1991 PCI 20 N Wacker Drive Chicago ACI 318 M-83 (84) Building code requirement for reinforced concrete - 586. komponen dan elemen bangunan serta waktu pemasangan dan penggunaan tenaga kerja.

Sistem pasokan daya listrik darurat dan siaga SNI 04-7018-2004 31 NFPA 110 Standard for Emergency and Stanby Power Systems. yang dibutuhkan untuk memasok daya listrik kepada sirkit/ beban yang terseleksi. dan peralatan tambahan. pengoperasian. Judul Standar perumahan dan gedung Nomor Standar Ruang Lingkup ketentuan kayu dan bahan pengawet kayu. pemeliharaan. (RSNI S-212004) Tata cara ini digunakan untuk memberikan beban yang diijinkan untuk rumah dan gedung. tetapi tidak berhubungan langsung dengan tanah. sumber daya. dan pengujian menyangkut kinerja sistem pasokan daya darurat (SPDD).id/satminkal/balitbang/sni ) 63 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . lihat bagian 1 dari standar ini. Spesifikasi ini berlaku hanya untuk kayu yang akan digunakan untuk bangunan perumahan dan gedung.go. Sistem yang dicakup dalam standar ini. Standar ini meliputi pemasangan/ instalasi. termasuk peralatan tambahan integral. atau level setiap beban yang tertentu Standar ini meliputi persyaratan kinerja untuk sistem energi listrik tersimpan yang menyediakan sumber daya listrik pengganti dalam bangunan dan fasilitas pada peristiwa kegagalan sumber daya listrik normal. peralatan pengendalian/ pengawasan. kelas. peralatan pemindah. gedung parkir bertingkat dan landasan helikopter pada atap gedung tinggi dimana parameter-parameter pesawat helikopter yang dimuat praktis sudah mencakup semua jenis pesawat yang biasa Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 590. Sistem pasokan daya listrik darurat menggunakan energi tersimpan (spddt) SNI 04-70192004 24 NFPA 111 Standard on Stored Electrical Energy Emergency and Standby Power Systems.pu. Standar ini meliputi persyaratan kinerja untuk sistem daya yang menyediakan sumber penggantif daya listrik untuk beban dalam bangunan dan fasilitasnya dalam peristiwa kegagalan sumber daya utama. dan persyaratan pengujian yang berhubungan dengan kinerja dari Sistem Pasokan Daya Darurat Tersimpan/ SPDDT. dan keseluruhan peralatan tambahan dan asesori yang diperlukan memasok daya listrik menuju terminal beban dari peralatan pemindah tersebut. Sistem daya yang tercakup dalam standar ini termasuk sumber daya. atau keduanya. yaitu : (1) Bangunan atau fasilitas khusus. Standar ini tidak mencakup hal-hal berikut : (1) Penerapan SPDD (2) Peralatan unit percahayaan darurat (3) Perkabelan distribusi (4) Layanan utilitas. kontrol. serta persyaratan kayu awet. baik di bawah atap maupun di luar naungan atap. peralatan pemindah. termasuk beban-beban hidup untuk atap miring. pengoperasian. kontrol. 2002 591. yang membutuhkan SPDD (2) Beban tertentu untuk dilayani oleh SPDD (3) Penetapan jenis. peralatan pengawas. 1999 592.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. bilamana layanan tersebut diijinkan sebagai suatu SPDD (5) Parameter untuk alat penyimpan energi Standar ini tidak menetapkan kriteria untuk sistem penyimpan energi. Standar ini mencakup ketentuan instalasi. pemeliharaan. dan pemilihan dari setiap hal berikut di bawah ini tidak termasuk dalam lingkup standar. Catatan: Untuk sistem pasokan daya darurat menggunakan generator darurat. Tata cara Tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung SNI 03-1727-1989 NI 18/1970 Peraturan Muatan Indonesia Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www.

Tata cara ini memuat cara pencatan pada dinding tembok dan penanggulangan kegagalan dalam Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 593. Tata cara perencanaan SNI 03-2846-1992 kepadatan bangunan lingkungan bangunan rumah susun hunian Tata cara perencanaan teknik SNI 03-3427-1994 bangunan kolam renang Tata cara pengecatan dinding SNI 03-2410-1994 tembok dengan cat emulsi 25 9 ANOC 1980 - Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. terlebih bila reduksi tersebut membahayakan konstruksi atau unsur konstruksi yang ditinjau. 605. Tata cara ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak negatip akibat debu yang ditimbulkan pada waktu pengerjaan pemasangan dinding. Tata cara perencanaan SNI 03-2845-1992 rumah susun modular 30 - 32 600. 14 - 602. Tata cara ini digunakan untuk memberikan landasan dalam membuat peraturan-peraturan mendirikan bangunan di masing-masing daerah. Termasuk juga reduksi beban hidup untuk perencanaan balok induk dan portal serta peninjauan gempa.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No.pu. Tata cara pengerjaan SNI 03-2840-1992 lembaran asbes semen untuk penutup atap pada bangunan rumah dan gedung Tata cara pengerjaan SNI 03-2841-1992 lembaran asbes semen untuk dinding pada bangunan rumah dan gedung. Tata cara pelaksanaan SNI 03-1728-1989 mendirikan bangunan gedung 158 - 594.id/satminkal/balitbang/sni ) 64 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . dengan tujuan menyeragamkan bentuk dan isi dari peraturan-peraturan bangunan yang akan dipergunakan di seluruh kota-kota di Indonesia Tata cara ini digunakan sebagai pegangan dasar dalam merencana rumah dan gedung menggunakan koordinasi modular. Tata cara dasar koordinasi modular untuk perancangan bangunan rumah dan gedung Tata cara perencanaan dan perancangan bangunan kedok-teran nuklir di rumah sakit Tata cara perencanaan dan peran-cangan bangunan radiologi di rumah sakit Tata cara perencanaan rumah sederhana tahan angin. SNI 03-2397-1991 113 598. 25 Building Centre of Japan 1986 The Building Standar Law of Japan 17 - 603. Tata cara ini bertujuan untuk memberikan landasan perencanaan desain agar dapat diperoleh suatu perancangan bangunan rumah susun yang optimal dan memenuhi syarat bagi kelayakan suatu hunian Tata cara ini digunakan dalam perencanaan penggunaan lahan secara optimum yang bertujuan untuk merencanakan kepadatan lingkungan perumahan rakyat Tata cara ini digunakan dalam merencanakan kolam renang untuk mendapatkan perencanaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum. 599. 20 Australian Standard 1981 Soil treatment for buliding under construction for protection againts subterranean termites - 601. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup dioperasikan. Tujuannya untuk mewujudkan rencana teknis bangunan rumah dan gedung yang optimal Tata cara ini digunakan untuk merencanakan dan merancang bangunan radiasi khususnya untuk bangunan kedokteran nuklir Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan perancangan untuk bangunan radiologi di rumah sakit Tata cara ini digunakan sebagai dasar perancangan rumah sederhana yang tidak bertingkat secara praktis untuk memberi jaminan keselamatan bagi masyarakat penghuni rumah sederhana di daerah rawan angin. yang pemakaiannya optional. Tata cara pencegahan SNI 03-2404-1991 serangan rayap pada bangunan rumah dan gedung dengan termitida. bukan keharusan. agar keseragaman dan upaya efektifitas dapat tercapai Tata cara ini digunakan sebagai acuan dalam perlakuan penanggulangan rayap. SNI 03-2394-1991 39 596. 604.go. SNI 03-1963-1990 19 595. SNI 03-2395-1991 35 ISO 1986 Building constructions Modular coordination series of prefereed multimodular sizes for horizontal dimension BS 4247 (Part 2) 69 Guide to the selection of materials for use in radioactive treds BS 4247 (Part 2) 69 Guide to the selection of materials for use in radioactive treds 597. Tata cara penanggulangan SNI 03-2405-1991 rayap pada bangunan rumah dan gedung dengan termitisida. untuk melindungi bangunan rumah dan gedung Tata cara ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak negatip akibat debu yang ditimbulkan pada waktu pengerjaan pemasangan penutup atap. Tata cara ini bertujuan untuk melindungi bangunan rumah dan gedung yang akan didirikan terhadap serangan rayap.

SNI 03-1729-2002 217 613. pelaksanaan pengecatan genteng pada lokasi baru dan lama. pipa dan perlengkapannya untuk sistem ven juga mengatur diameter minimum pipa ven. beca carter holling ferner. Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dasar perhitungan harga satuan pekerjaan penutup langit-langit Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dasar perhitungan harga satuan pekerjaan penutup atap Tata cara ini digunakan dalam merencanakan bangunan stadion untuk mendapatkan perencanaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum Tata cara ini digunakan dalam merencanakan gedung olah raga untuk mendapatkan perencanaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum Tata cara ini mengatur pemilihan dan pemasangan perpipaan. Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan tanah yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan tanah untuk bangunan gedung dan perumahan. b) Pekerjaan stripping atau pembuangan humus. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup pengecatan. 1984 Pembanding analisis BOW 1921 615.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan penutup langit-langit untuk bangunan dan gedung Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan atap untuk bangunan dan gedung.  Perubahan sistem pendidikan sekolah menengah umum. volume 1-7 NEN 3851.  Sistem pendidikan sekolah menengah umum. cat tipe A yang memakai pelarut/ pengencer organik dan cat tipe B yang memakai pelarut/ pengencer air serta cara penanggulangan bila ada kegagalan. nyaman dan ekonomi.  Pembakuan gedung sekolah menengah umum. varnishes and laquer. 608. Tata cara ini mencakup :  perencanaan arsitektur. new zealand 1983. 1995.go. urugan pasir. SNI 03-1726-2002 Sedang direvisi 69 Indonesian earthquake study.id/satminkal/balitbang/sni ) 65 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Tata cara ini memuat persyaratan bahan dan alat. Jenis pekerjaan tanah yang ditetapkan meliputi: a) Pekerjaan galian tanah biasa dan tanah keras dalam berbagai kedalaman. d) Pekerjaan urugan kembali. 607. SNI 03-3647-1994 28 - 610.pu. Tata cara perencanaan gedung sekolah menengah umum SNI 03-1730-2002 43 Acuan SNI 03-1735-2000 614. panjang ven. Tata cara perencanaan teknik bangunan stadion Tata cara perencanaan teknik bangunan gedung olah raga Tata cara pemilihan dan pemasangan ven pada sistem plambing Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk bangunan dan gedung Tata cara perencanaan struktur baja untuk bangunan gedung SNI 03-3435-1994 SNI 03-3436-1994 14 - SNI 03-3646-1994 28 - 609. struktur/ konstruksi dan utilitas gedung. 1972 TGB steel (Dutch steel code) technical priciples for the design and calculation of building structures 612. macammacam pipa tegak ven dan ven pipa tegak Tata cara ini digunakan untuk menentukan syaratsyarat perencanaan struktur gedung secara umum dan untuk penentuan pengaruh gempa rencana untuk struktur-struktur bangunan rumah dan gedung Tata cara ini digunakan untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman. Tata cara pengecatan genteng beton SNI 03-6896-2002 8 Technology of Paints. SNI 06-6373-2000 18 International Plumbing Code. Chapter 9 611. Reinhold Book Cooperation. Jumlah Hal 11 Standar Asing yang terkait 606. Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 2835:2008 11 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. c) Pekerjaan pembuangan tanah.

Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup pemadatan tanah. Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan langit-langit untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 2839:2008 15 - 618. Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 2837:2008 16 - 619. Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan pondasi yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan pondasi untuk bangunan gedung dan perumahan. Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk bangunan gedung dan perumahan SNI 3434:2008 24 - 621. serta cara penanggulangan bila terjadi kegagalan.  Tata cara ini dapat digunakan sebagai pegangan bagi para pelaksana dalam melaksanakan pengecatan genteng keramik sebagai penutup atap pada bangunan gedung dan perumahan. Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 2836:2008 13 - 617.id/satminkal/balitbang/sni ) 66 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup .  Tata cara ini bertujuan untuk mendapatkan hasil pengecatan yang mempunyai ketahanan dan keawetan terhadap cuaca. Jenis pekerjaan pondasi yang ditetapkan meliputi : a) Pekerjaan pembuatan pondasi batu belah dalam berbagai komposisi campuran. * Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan kayu yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan kayu untuk bangunan gedung dan perumahan. Tata cara perencanaan teknis SNI 03-6759-2002 Tata cara ini digunakan untuk perencanaan suatu 81 - Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Spesification for Aggretates from Natural Source for Concrete (including granolithic) Part 2 Metric Unit 620. c) Pembuatan pondasi sumuran dan pondasi siklop. Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 616. * Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan langit-langit yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan langit-langit untuk bangunan gedung dan perumahan Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan plesteran yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan plesteran untuk bangunan gedung dan perumahan.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Tata cara pengecatan genteng keramik SNI 03-3433-2002 10 ACI 1984 Building Code Requirements Reinforced Concrete BSI 1973. ketentuan dan cara pengerjaan pengecatan genteng keramik.go. b) Pemasangan anstamping / batu kosong.  Tata cara ini memuat persyaratan. perbaikan tanah sulit dan urugan sirtu.pu.

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan Nomor Standar Ruang Lingkup bangunan gedung yang pengoperasian dan pemeliharaannya dapat menghemat energi SNI 6897:2008 Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan dinding yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan dinding untuk bangunan gedung dan perumahan. 623. Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 7394:2008 21 - 625. kolom praktis dan ring balok. sloof. ubin abu-abu. b) Pekerjaan dinding hollow block dengan berbagai dimensi dan spesi. teraso dan marmer b) pekerjaan pemasangan vinyl dan karpet c) pekerjaan pemasangan pelapis dinding dengan bahan keramik d) pekerjaan pemasangan plint dari ubin keramik dan plint dari kayu Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan beton yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan beton untuk bangunan gedung dan perumahan. balok. c) Pekerjaan pembuatan pondasi.pu. dinding beton bertulang.id/satminkal/balitbang/sni ) 67 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . kolom. Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan penutup lantai dan dinding yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan penutup lantai dan dinding untuk bangunan gedung dan perumahan. Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan penutup lantai dan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 7395:2008 25 - 624. Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang 17 Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 622. Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan SNI 7393:2008 13 - Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www.4 MPa (K 100) sampai dengan f’c = 31. Judul Standar konservasi energi pada bangunan rumah dan gedung.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No.2 MPa (K 350) untuk pekerjaan beton bertulang. Jenis pekerjaan beton yang ditetapkan meliputi : a) Pekerjaan pembuatan beton f’c = 7. Jenis pekerjaan penutup lantai dan dinding yang ditetapkan meliputi : a) pekerjaan pemasangan lantai keramik. Jenis pekerjaan dinding yang ditetapkan meliputi : a) Pekerjaan dinding bata merah dengan berbagai ketebalan dan spesi. c) Pekerjaan pemasangan terawang (roster) atau bata berongga.go. b) Pekerjaan pemasangan water stop dan bekisting berbagai komponen struktur bangunan.

Metode ini digunakan untuk pengujian tiang vertical dan tiang miring. Pemeriksaan dan pengujian lift traksi listrik pada bangunan gedung – bagian 1: pemerik-saan dan pengujian serah terima Pemeriksaan dan pengujian lift traksi listrik pada bangunan gedung – bagian 2: pemerik-saan dan pengujian berkala 627. c) Pekerjaan pemasangan kawat nyamuk. 14 632. SNI 03-6761-2002 19 ASTM D 1143 Metode Uji tiang terhadap beban tekan aksial statis ASTM A36/A 36M. dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan aluminium yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan besi dan aluminium untuk bangunan gedung dan perumahan. 57 - 15 ASME A17. ASTM A 441/A. derajat pemulihan dan kapasitas nyata dari nilai setelah diberi beban uji Metode ini digunakan untuk menentukan response tiang atau tiang-tiang dalam kelompok tiang terhadap beban aksial tarik dan dapat digunakan semua kedalaman tiang.1-2000 Safety Code For Eolevators and Escalators.id/satminkal/balitbang/sni ) 68 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . dan pengujian jenis atau pengujian keteknikan. SNI 03-7017. ASTM A 240. Catatan : Persesuaian dengan persyaratan tertentu dapat diverifikasi melalui peninjauan ulang atas dokumen perancangan. 19 - 631. pintu gulung. pintu alluminium dan jendela nako. venation blinds dan verticalhorizontal blinds. (RSNI T-25-2004).2-2004 Persyaratan ini meliputi pemeriksaan dan pengujian serah terima instalasi lif traksi yang baru maupun yang diubah. 628.1-2004 Persyaratan ini meliputi pemeriksaan dan pengujian serah terima instalasi lif traksi yang baru maupun yang diubah.go. b) Pekerjaan pemasangan pintu atau jendela besi. SNI 03-7017. ASTM A572/A 572 M. American Society of Mechanical Engineers. baik tiang pancang atau kelompok tiang untuk menentukan hubungan 14 - 629.pu. SNI 03-6762-2002 34 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Catatan : Persesuaian dengan persyaratan tertentu dapat diverifikasi melalui peninjauan ulang atas dokumen perancangan. SNI 03-6760-2002 25 ASTM E 1155 Test Method for Determining Floor Flatness and Levelness Using the F Number System - 633. Struktur bangunan Metoda uji Metode pengujian kuat tekan SNI 03-4164-1996 dinding pasangan bata merah dilaboratorium Metode pengujian kuat lentur SNI 03-4165-1996 dinding pasangan bata merah di laboratorium Metode pengujian kuat geser SNI 03-4166-1996 dinding pasangan bata merah di laboratorium Metode pengujian kedataran dan kerataan lantai menggunakan sistem bilangan f Metode pengujian pembebanan lantai beton bertulang pada bangunan bertingkat dengan beban air Metode pengujian untuk tiang tunggal terhadap beban tarik aksial statis Metode pengujian beban lateral pada pondasi tiang SNI 03-6435-2000 Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat tekan dinding pasangan bata merah yang digunakan sebagai dinding struktural bagi keperluan perencana dan pelaksana Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat lentur dinding pasangan bata merah yang digunakan sebagai dinding struktural bagi keperluan perencana dan pelaksana Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat geser dinding pasangan bata merah yang digunakan sebagai dinding struktural bagi keperluan perencana dan pelaksana Metode ini digunakan untuk pengukuran profil permukaan lantai untuk memperoleh perkiraan karakteristik kedataran dan perataan permukaan lantai menggunakan sistem bilangan –F dalam satuan metrik (SI) Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai lendutan nyata.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. 634. dan pengujian jenis atau pengujian keteknikan. 15 - 630. Judul Standar besi dan alumunium untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 626. pintu lipat sunscreen. 22. Jenis pekerjaan besi dan aluminium yang ditetapkan meliputi: a) Pekerjaan pemasangan rangka atap dan talang.

empat persegi atau tabung structural berbentuk khusus untuk konstruksi jembatan.175 mm) sampai 16 inci (406.1-2000 Spesifikasi ini meliputi pipa baja untuk pengguna umum yang dilas tanpa sambungan dengan lapisan hitam dan galvanis panas dalam ukuran tipikal 1/8 inci (3.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. 16 6 ASTM A A 36/A 36 M-93a : Standar Specification for Structural Steel 75 ASTM A. dipaku keling atau bulat Spesifikasi ini ditujukan untuk pelat baja karbon struktural . dan finising permukaan yang tercetak.C dan D 18 ASTM A 120-71 Standard Specification for Black and Hot-Dipped Zinc-Coated (Galvanized) Welded and Seamless Steel Pipe for ordinary Uses. galvanis secara panas. Termasuk pula ketentuan mengenai pengujian. evaluasi dan penerimaan beton beserta strukturnya.bermutu A. 635. bila kelompok 4 atau 5 profil bersayap lebar disyaratkan untuk digunakan selain kolom atau batang tekan lainnya. ANSI B 46. empat persegi atau tabung struktur berbentuk khusus untuk konstruksi jembatan. beton masif. bangunan gedung dan bangunan umu lainnya yang dilas. ANSI.id/satminkal/balitbang/sni ) 69 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . SNI 07-6403-2000 6 638.go. Spesifikasi tabung baja karbon struktural berbentuk bulat dan lainnya yang dibentuk dalam keadaan dingin dengan dilas tanpa kampuh Spesifikasi pelat baja karbon dengan kuat tarik rendah dan medium. Spesifikasi beton struktural SNI 03-6880-2002 Sedang direvisi Spesifikasi ini mencakup baja karbon yang dibentuk dalam keadaan panas dengan dilas dan tanpa kampuh untuk tabung baja karbon berbentuk bujur sangkar.1. Spesifikasi Spesifikasi pipa baja yang dilas dan tanpa sambungan dengan lapis hitam dan galvanis panas SNI 07-0242. C. Shapes. baut atau las dan untuk tujuan struktural umum 2. ACI.1 636. bujursangkar. Spesifikasi ini mencakup bahan dan proporsi beton.pu. dan bahan beserta cara pelaksanaan konstruksi beton pasca tarik. CRD. E. beton arsitektural. baja tulangan dan prategang.B. charpy V – Notch Impact. D. 13 Jumlah Hal Standar Asing yang terkait ASTM D 1143. CRSI Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. ASSHTO. bulat. Spesifikasi tabung baja karbon struktural yang dibentuk dalam keadaan panas dengan dilas tanpa kampuh SNI 03-6763-2002 639. Spesifikasi ini mencakup penampang baja karbon. ASTM A 500-93 Spesification for ColdFormed Welded and Seamless Carbon Steel Structural Tubing in Rounds and Shapes ASTM A 283/A 283M-93 Standar Specification for low and Intermediate Tensile Strength Carbon Steel Plates ASTM A6/A6M Specification for General Requirements for Rolled Steel Plates. ASTM D 3689. SNI 07-6402-2000 Spesifikasi ini mencakup baja karbon yang dibuat dalam keadaan dingin dengan dilas dan tanpa kampuh berbentuk bulat. Dalam beberapa pasal terpisah dibahas untuk konstruksi pelat dan finisingnya. dipaku keeling atau baut 1. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup beban lendutan pada saat menerima beban lateral. Sheet Pilling and Bars for Struktural use ASTM C 501-93 Standarad Specification for Hot Formed Welded and Seamles Carbon Steel Structural Tubing 637. untuk tiga ukuran tipikal pipa baja dengan berat standar ujung polos.40 mm). Ditetapkan pula perlakuan siar dan bagian-bagian tertanam. Spesifikasi baja struktural SNI 03-6764-2002 640. produksi pengecoran dan perawatan beton serta konstruksi cetakan. perbaikan permukaan beton. pelat dan tulangan berkualitas struktural untuk digunakan dalam konstruksi baja dan bangunan dengan paku keling. bangunan gedung dan bangunan umum lainnya yang dilas. seperti ukuran kehaluran austenitic dan persyaratan. dilas untuk penggunaan dengan hubungan tipe solder dalam penerapan umum. Pemakai harus mnempertimbangkan persyaratan tambahan. ANSI B 30.

Standar Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung dengan menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan ini meliputi perencanaan struktur dan konstruksi serta pengawasan pelaksanaan di lapangan. 644.pu. Standar ini digunakan untuk bangunan 2 lantai dengan beban hidup 250 kg/m2. Dari data pengujian akan diperoleh penggolongan atas dasar jangka waktu dimana kinerja unsurunsur yang diuji di bawah kondisi-kondisi ini sesuai dengan kriteria. Keselamatan/ kenyamanan bangunan Metoda uji Cara uji jalar api pada SNI 1739 : 2008 permukaan bahan bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung Cara uji bakar bahan bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung SNI 1740 : 2008 647. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal 260 Standar Asing yang terkait 641.-1321-11994 Testing Testing Method for incombustibility of internal finish material and procedure of buildings No. 650. Metode ini digunakan untuk menentukan secara kuantitatif sifat-sifat penghambat api pada bahan lapisan cat atau sistem lapisan cat pada kayu Metode ini digunakan untuk menentukan sifat 14 JIS A 1321. 186 ACI 318 M-89Building code requirements for reinforced concrete AS CA 47-69 SAA Brickwork code (clay bricks and concrete bricks) 40 12 645.id/satminkal/balitbang/sni ) 70 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Tata cara Tata cara perencanaan beton SNI 03-1734-1989 bertulang dan struktur dinding bertulang untuk rumah dan gedung Tata cara penghitungan struktur beton untuk bangunan gedung SNI 03-2847-1992 642. Cara uji ketahanan api SNI 1741 : 2008 komponen struktur bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung Metode pengujian cat penghambat api Metode pengujian sifat SNI 03-6770-2002 SNI 03-6771-2002 649. prosedur pengujian dan kriteria hasil uji Pada standar ini tidak mencakup pengaturan tentang keselamatan kerja. 605. atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur bangunan gedung Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan bangunan yang menggunakan struktur pasangan blok beton berongga bertulang Tata cara ini digunakan dalam pemasangan panel beton ringan berserat non struktural sesuai perencanaan yang mengacu pada koordinasi modular. 648.go. 701 JIS A 1304. 646. Tata cara perencanaan SNI 03-3430-1994 dinding struktur pasangan blok beton berongga bertulang untuk bangunan rumah dan gedung Tata cara pemasangan panel SNI 03-3445-1994 beton ringan berserat. ukuran dan jumlah benda uji. maka kekuatan strukturnya harus dihitung oleh perencana struktur dan disetujui oleh pejabat yang berwenang. bagi pengguna harus menetapkan tersendiri ketentuan tentang keselamatan kerja tersebut. bagi pengguna harus menetapkan tersendiri ketentuan tentang keselamatan kerja tersebut. 604 JIS A. Pada standar ini tidak mencakup pengaturan tentang keselamatan kerja. Standar ini memuat petunjuk pengujian jalar api pada permukaan bahan yang meliputi peralatan uji. Standar ini memuat petunjuk pengujian bakar yang meliputi peralatan uji. 643. ukuran dan jumlah benda uji. Standar ini tidak menjelaskan mengenai K3. prosedur pengujian dan kriteria hasil uji.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No.1994. Bila digunakan untuk bangunan lebih tinggi dari dua lantai. 1975 Testing Method for incombustibility of internal finish material and procedure of buildings No. Methods of fire resistance test for structural parts of buildings ISO 834-1:1999 Fire Resistance TestsElements of Building cosntruction ASTM D 1360-79 Standard Test Method for Fire Retardancy pains BS 476 Part 5: 1979 Fire 13 15 9 10 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Standar ini menjelaskan cara uji untuk menentukan tingkat ketahanan api berbagai komponen struktur bangunan. Tata cara ini digunakan untuk mempersingkat waktu perencanaan berbagai bentuk struktur yang umum dan menjamin syarat-syarat perencanaan tahan gempa untuk rumah dan gedung yang berlaku Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan struktur beton untuk bangunan gedung. Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi ( PJKB-3D) las pabrikan SNI 7392 : 2008 20 ASTM E 72-80 Standard methods of conducting strength test of panels for building construction - 23.

Sistem pengendalian asap kebakaran pada bangunan gedung SNI 03-6571-2001 60 NFPA 92 A : Recommended practise for Smoke Control System.1-1991. sehingga memungkinkan penghuni menyelamatkan diri dengan aman dari dalam 13 Jumlah Hal Standar Asing yang terkait Test on Building Materials Structures part 5 Method of Test for Ignitability BS 4422 Glossary of terms associated with fire JIS 1311-1975 Method of fire protecting test of fire door for building FOC 1974. TT-V. pengoperasian dan pemeliharaan dari sistem pengolah udara mekanik baru atau perbaikan yang juga digunakan sebagai sistem pengendalian asap. SNI 03-6415-2000 5 - 657.go. Metode pengujian proteksi kebakaran terhadap pintu kebakaran pada bangunan.  Standar ini menetapkan kriterial minimal untuk perancangan sistem pengendalian asap. 653. AWWA. pengujian dan pemeliharaan sistem pompa kebakaran.id/satminkal/balitbang/sni ) 71 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup .91. Section 1 s/d 3 dan 5 655. Section 1 s/d 6 dan 8 658. untuk dipasang pada jaringan sistem pelayanan air minum di permukiman Spesifikasi ini menjelaskan persyaratanpersyaratan peralatan pengolahan udara individual sebagai sistem pengendalian asap terzona di dalam bangunan gedung Spesifikasi ini mencakup persyaratan proteksi bukaan konstruksi tahan api yang dibuat untuk tempat penembusan sistem cerobong Spesifikasi ini menjelaskan persyaratanpersyaratan untuk jenis-jenis sistem pengolahan udara Standar ini berhubungan dengan pemilihan dan instalasi pompa yang memasok air untuk proteksi kebakaran pada bangunan gedung. ASTM. 654.pu. Hal yang dipertimbangkan termasuk : Pasokan air. penggerak elektrik dan kontrol.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan keluar untuk penyelamatan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan gedung Spesifikasi hidran kebakaran tabung basah Spesifikasi peralatan pengolah udara individual sebagai sistem pengendalian asap terzona dalam bangunan gedung Spesifikasi proteksi untuk bukaan pada konstruksi tahan api Spesifikasi sistem pengolahan udara di dapur dan ruang parkir sebagai pengendali asap kebakaran dalam bangunan Instalasi pompa yang dipasang tetap untuk proteksi kebakaran SNI 03-3989-2000 87 SNI 03-1746-2000 79 NFPA 101 : Life Safety Code. Pasokan daya. kaku maupun semi kaku dari suatu bahan bangunan atau komposit yang diuji pada posisi tegak SNI 03-7566-2002 Metode ini digunakan untuk melaksanakan pengujian proteksi kebakaran terhadap pintu kebakaran pada bangunan.  Standar ini ditujukan untuk keselamatan jiwa dan perlindungan harta benda terhadap bahaya kebakaran. dan peralatan pelengkap. Digunakan untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan springkler dalam upaya pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung Digunakan untuk pemasangan alat bantu evakuasi dalam upaya penyelamatan manusia dan meningkatkan keamanan terhadap bahaya kebakaran. Spesifikasi Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem sprinkle otomatis untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung. SNI 03-6570-2001 147 NFPA 20. Standar for the installation of stationary pumps for fire protection. turbin uap penggerak dan kontrol. Spesifikasi ini meliputi bermacam-macam tipe dan kelas hidran kebakaran tabung basah. edition 659. 200 edition Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. pelepasan. 1999. SNI 03-6383-2000 10 656.  Standar ini digunakan untuk perancangan. Judul Standar penyalaan bahan bangunan Nomor Standar Ruang Lingkup nyala pada suatu permukaan rata. TTP. SNI 03-6420-2000 10 AS 1668. uji serah terima dan pengoperasian standar ini tidak mencakup kapasitas sistem pasokan air dan persyaratan tekanan maupun persyaratan yang mencakup pemeriksaan berkala.1. Rules for Automatic Sprinkler Installation 651. instalasi. MIL-C. 1997 Edition SNI 03-6382-2000 19 ANSI. pengujian. 652. MIL-V AS 1668.

dan peranti. peralatan. dan tindakan yang aman untuk fasilitas. serta memperkecil resiko timbulnya kebakaran dan menyebarluasnya api Standar ini menetapkan kriteria untuk meminimalkan bahaya kebakaran. 2000 edition Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. dan klinik gigi. AS 1890. Spesifikasi ini mencakup persyaratan mengenai sistem pengolahan udara sentral sebagai pengendali asap kebakaran dalam bangunan gedung dan dilakukan dengan dua cara yaitu : Pengendalian asap cara pembersihan dan Pengendalian asap terzona. dan kelistrikan pada bangunan fasilitas yang memberikan pelayanan kesehatan untuk manusia.go. Spesifikasi ini memuat persyaratan bahan. termasuk bahaya lain yang terkait dengan bahaya prime. Metodologi ini meliputi dasar teknik untuk membantu perancangan. termasuk sistem prakiraan tekanan udara tidak termasuk unit individual yang memiliki laju aliran udara kurang dari 1000 liter/ detik dalam semua ruang tertutup Spesifikasi ini menjelaskan sasran dari pengendalian asap dan persyaratan umum sistem pengolahan udara yang dapat digunakan untuk pengendalian asap. Bangunan yang Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 660. SNI 03-6769-2002 664. Sistem manajemen asap di dalam mal atrium dan ruangan bervolume besar SNI 03-7012-2004 103 NFPA 92B. klinik. fasilitas ambulatori. Spesifikasi damper kebakaran SNI 19-6718-2002 12 AS 1397. pengoperasian. atau bila dikehendaki ke dalam daerah aman di dalam bangunan. Spesifikasi ini menjelaskan persyaratan umum yang berlaku untuk semua sistem pengolahan udara. AS 1682. 2002 Edition 666. pemeliharaan. Spesifikasi ini digunakan sebagai ketentuan teknis untuk pemilihan dan penggunaan bahan bangunan dalam upaya mengurangi resiko terhadap bahaya kebakaran. baik yang tetap atau bergerak (mobile). AS 1449. BS 1042 661. AS 1851. sudu penutup tunggal atau ganda dan mempunyai cara kerja engsel atau buka tutup tirai. Spesifikasi umum sistem SNI 03-6767-2002 ventilasi mekanis dan sistem tata udara sebagai pengendali asap kebakaran dalam bangunan (damper kebakaran) Spesifikasi umum sistem pengo-lahan udara sebagai pengendali asap kebakaran dalam bangunan Spesifikasi sistem pengolahan udara sentral sebagai pengendali asap kebakaran dalam bangunan SNI 03-6768-2002 11 AS 1668 662. Atria and Large Areas. Standar ini memuat persyaratan minimum untuk kinerja. AS 1567. Standar ini menetapkan metodologi untuk memperkirakan lokasi asap di dalam ruangan bervolume besar. Guide for Smoke Management Systems in Malls. bahan. 20 17 AS 1668 The Use of mechanical ventilation for acceptable indoor air quality 64 JIS A 1321.id/satminkal/balitbang/sni ) 72 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup .2.  Tujuan dari standar ini sebagai pedoman dalam menerapkan sistem yang menggunakan perbedaan tekanan dan aliran udara untuk menyempurnakan satu atau lebih.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. 605. rancangan. Spesifikasi bahan bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung Keselamatan pada bangunan Fasiltas pelayanan kesehatan SNI 03-7565-2002 665. AS 1530. pengujian. dan pemeliharaan dari sistem manajemen asap yang baru atau pembaharuan (retrofit) yang dipasang dalam bangunan yang mempunyai ruangan bervolume besar untuk manajemen asap di dalam ruangan yang terjadi kebakaran atau antara ruangan yang tidak dipisahkan oleh penghalang asap. SNI 03-7011-2004 243 NFPA 99 Health Care Facility. pemasangan. Apendiks D mencakup prinsip perancangan dan penggunaan elektrikal dan peralatan elektronik yang membangkitkan arus berfrekuensi tinggi untuk pengobatan medik di rumah sakit. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup bangunan. AS 1562.pu. AS 1566. AS 1444. pengujian. 1975 663. ledakan. pembuatan. yang disebabkan oleh kebakaran dalam ruangan tersebut atau dalam suatu ruangan yang bersebelahan. kinerja pengujian dan penandaan damper kebakaran yang dapat berbentuk persegi atau bulat.

Tata cara ini digunakan dalam merencanakan bangunan dan lingkungannya khususnya dalam hal pencegahan terhadap bahaya kebakaran meliputi pengamanan dan penyelamatan terhadap jiwa. Perlu diperhatikan bahwa sistem proteksi petir tidak dapat mencegah terjadinya petir. General principles IEC TR 6-1662. dan lepas pantai. dan ruangan bervolume besar yang sejenis (lihat SNI 03-6571-2001 Sistem Pengendalian Asap Kebakaran Pada Bangunan Gedung). c) sistem telekomunikasi di luar bangunan . pemeliharaan sistem efektif untuk proteksi bangunan gedung dan peralatan listrik terhadap petir dan inspeksi sistem proteksi petir. namun demikian penggunaan Standar ini akan mengurangi secara nyata risiko kerusakan yang disebabkan petir terhadap bangunan gedung yang diproteksinya. 1996 Fire Safety Bureau. distribusi. kapal laut. Assessment of the risk of damage due to lihgtning.pu. General principles. harta milik ataupun kelangsungan usaha atau proses. Tata cara Tata cara perencanaan akses SNI 03-1735-2000 bangunan dan akses lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung. 1987 671. IEC 61312-1. Singapore Civil Defence Force.go. 1997 Building Code of Australia 669. NFPA-72E Standard on Automatic Fire Detector. atau ruangan serupa lainnya. dan pembangkitan listrik di luar bangunan. Tata cara perencanaan struktur bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung Tata cara pemasangan sistem tegak dan slang untuk pencega-han bahaya kebakaran pada bangunan gedung.id/satminkal/balitbang/sni ) 73 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . tidak dapat menjamin proteksi terhadap bangunan gedung. pesawat udara. mal tertutup. Fire Precautions in Building 1997. Standar ini tidak menetapkan metodologi untuk menilai pengaruh asap terhadap orang. 672. instalasi. Sistem proteksi petir pada bangunan SNI 03-7015-2004 110 IEC 6-1024-1 Protection of structures againts lighting-Part 1.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. SNI 03-1736-2000 48 Fire Safety Bereau. Tata cara perencanaan dan pemasangan sistemdeteksi kebakaran untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung Tata cara pencatatan SNI 03-3985-2000 Digunakan untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan sistem deteksi dan alarm kebakaran sehingga bila terjadi kebakaran dapat diketahui secara cepat dan tepat Tata cara ini bertujuan untuk memberikan 169 SNI 19-6411-2000 8 OSHA Standard 29 CFR Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Tata cara ini digunakan untuk perencanaan struktur bangunan terhadap pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung Tata cara ini digunakan sebagai panduan dalam pemasangan sistem hidran untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan sistem hidran dalam upaya pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup termasuk di dalam lingkup standar ini adalah atrium. dan d) instalasi kendaraan. fasilitas manufaktur. Singapore Civil Defence Force. Protection Against lighting-Part 1. 50 670. Tujuan standar ini adalah memberikan petunjuk untuk perancangan. 668. Standar ini menetapkan persyaratan untuk sistem proteksi petir yang berlaku secara umum pada bangunan gedung dan peralatan yang ada di dalamnya. Suatu sistem proteksi petir yang dirancang dan dipasang sesuai dengan standar ini. SNI 03-1745-2000 56 NFPA 14 Standard for the Instalation of Standpipe and Hose System. Fire Precautions in Buildings. Standar ini tidak mencakup penerapan pada : a) sistem rel kereta api. Standar ini tidak ditujukan untuk gudang. manusia atau obyek secara mutlak. Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 667. b) sistem transmisi. harta benda dan kelangsungan fungsi bangunan.

 Standar ini mencakup persyaratan minimal sistem pencahayaan alami siang hari dalam bangunan gedung.pu. dan bertujuan agar diperoleh sistem pencahayaan alami siang hari yang sesuai dengan syarat kesehatan. AS 1668. pelaksana dan pengelola bangunan gedung dalam penggunaan Lif kelengkapankelengkapannya. tanda arah dan sistem peringatan bahaya pada bangunan gedung ini dimaksudkan sebagai standar 8 22 7 34 59 ASHRAE Handbook : Fundamentals 1997 68 ASME 17. kriteria kinerja dan ketentuan-ketentuan yang harus dilaksanakan dalam sistem udara bertekanan untuk sarana jalan keluar kedap udara  Standar tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan gedung ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi para perancang dan pelaksana pembangunan gedung di dalam merancang sistem pencahayaan alami siang hari. Deel 11.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No.  Standar “Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung” ini dimaksudkan sebagai pedoman minimal bagi semua pihak yang terlibat dalam perancangan. SNI 03-6464-2000 675. Dagverlichting Van Woningen (NBG II 1951) 673. AS 1530.1 Safety Code for Elevator and Escalator. aman dan handalan.1-1991 Section 8 Air Perssuritation System for Fire-Isolated Exits Natuurkundige Grondlagen Voor Bouurvorrschrften.  Standar pencahayaan darurat.id/satminkal/balitbang/sni ) 74 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . USA : The Guide to elevatoring edisi 1992. kenyamanan dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku. 25 NFPA 101. AS 1682. AS 16882. 1997 edition Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. AS 1530. 1995 Elevator World Inc. Tata cara pemasangan damper kebakaran Tata cara penanggulangan keadaan darurat untuk bangunan Tata cara perencanaan sistem udara bertekanan untuk sarana jalan keluar kedap api Tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan gedung SNI 03-6462-2000 674. Tata cara perancangan sistem transportasi vertikal dalam gedung (lif) SNI 03-6573-2001 679. pembangunan dan pengelolaan gedung. Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung SNI 03-6572-2001 678. AS 1668. Life Safety Code. tanda arah dan sistem SNI 03-6574-2001 Tata cara ini digunakan untuk menentukan persyaratan pemasangan alat damper kebakaran dan juga damper asap yang memenuhi spesifikasi damper kebakaran Tata cara ini mengatur prosedur yang direkomendasikan untuk keselamatan manusia atau penghuni saat terjadi keadaan darurat dalam bangunan gedung. SNI 19-6470-2000 676.4. tidak termasuk dalam standar ini peralatan refrigerasi yang tidak dipakai untuk ventilasi atau pengkondisian udara dalam gedung. SNI 03-2396-2001 677.go. dan bertujuan untuk memperoleh kenyamanan dan keamanan bagi tamu dan penghuni yang berada maupun yang menempati gedung tersebut. Tata cara ini mencakup tujuan. Judul Standar pemeliharaan keselamatan dan kesehatan kerja pada fasilitas pengolahan sampah Nomor Standar Ruang Lingkup petunjuk bagi pengelola fasilitas pengolah sampah yang bertanggung jawab untuk membuat catatan kondisi kesehatan dan keselamatan para pekerja Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 19190.  Standar ini mencakup persyaratan minimal sistem transportasi dalam gedung (Lif) untuk dapat terwujudnya pemakaian Lif yang nyaman.20 ASTM E.1. 1951. 1993 Revision Addenda.1 AS 3745-1995 Emergency Control Organization and Procedures for Buildings AS 1668. Tata cara perancangan pencahayaan darurat.1076-85 Standard Practise for Maintaining Health and Safety Record at Solid Waste Proccesing Facilities.  Standar Tata cara perancangan sistem transportasi dalam gedung (Lif) ini dimaksudkan sebagai acuan bagi perencana.  Standar ini diberlakukan terhadap kinerja peralatan (equipment) dan komponen sesuai kriteria penggunaan energi yang efektif untuk instalasi baru dan penggantian peralatan dan komponen sistem ventilasi dan pengkondisian udara.

distribusi.  Agar diperoleh sistem pencahayaan buatan yang sesuai dengan syarat kesehatan. Standar ini menetapkan suatu tata cara perencanaan proteksi bangunan dan peralatan instalasi SPP untuk bangunan gedung sampai ketinggian 60 m. Tata cara ini memuat persyaratan yang harus dipenuhi sistem pemadam api dengan bahan HFC – 227 ea (FM-200) yang digunakan pada ruang tertutup bangunan gedung dan berlaku untuk sistem catu tunggal dan sistem catu terdistribusi. Tata cara perencanaan proteksi bangunan dan peralatan terhadap sambaran petir SNI 03-6652-2002 41 IEC 6-1024-1 Protection of structures against lighning-Part 1 General principles 682. pembangunan dan pemeliharaan gedung. IES.pu. Sistem transmisi.  Dengan mengikuti standar ini diharapkan diperoleh bangunan gedung yang memenuhi syarat keamanan sesuai ketentuan yang berlaku untuk bangunan. d. Australian Standard 681. (Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota). bentuk. fungsi. Tata Cara Perencanaan Sistem Pemadam Api FM 200 (Hfc-227ea) Perumahan Spesifikasi Spesifikasi sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan Spesifikasi fasilitas tempat bermain di ruang terbuka lingkungan rumah susun sederhana SNI 19-6772-2002 42 AS 4214. 683.  Petunjuk teknis sistem pencahayaan buatan dimaksudkan untuk digunakan sebagai pegangan bagi para perancang dan pelaksana pembangunan gedung di dalam merancang sistem pencahayaan buatan dan sebagai pegangan bagi para pemilik / pengelola gedung di dalam mengoperasikan dan memelihara sistem pencahayaan buatan. kapal laut. penerbit Industrial Press INC 200 - 685. IEC. second edition.1-1995 Gaseous Fire Extinguishing System 24. Spesifikasi ini mencakup uraian tentang bentuk dimensi. Tata cara ini digunakan untuk memperoleh hasil perencanaan drainase perkotaan yang dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan teknik perencanaan Tata cara ini bertujuan untuk menghasilkan suatu lingkungan perumahan yang fungsional sekurangkurangnya bagi masyarakat penghuni. Kasus berikut adalah di luar lingkup standar ini : a. Instalasi kendaraan. b. c.  Standar ini mencakup persyaratan minimal sistem pencahayaan buatan dalam bangunan gedung.go.25 atau dengan kepadatan maksimum sama dengan 1.736 jiwa/Ha. dan memenuhi ketentuan yang berlaku untuk bangunan gedung. 13 12 Design of Plumbing and Drainage Systems. Tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan pada bangunan gedung SNI 03-6575-2001 36 NEC.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. struktur dan kriteria dan komponen dan elemen fasilitas tempat bermain diruang terbuka untuk rumah susun sederhana campuran yang disediakan 5 lantai bagi anak usia 1 sampai 5 tahun dan usia 6 sampai 12 tahun. SNI 03-1733-2004 50 - Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. pesawat udara. SNI 06-2459-2002 684. Sistem telekomunikasi di luar bangunan. bahan bangunan dan konstruksi sumur resapan air hujan di lahan pekarangan. kenyamanan.id/satminkal/balitbang/sni ) 75 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . Judul Standar peringatan bahaya pada bangunan gedung Nomor Standar Ruang Lingkup minimal bagi semua pihak yang terlibat dalam perencanaan. Sistem rel kereta api. dan lepas pantai. Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 680. SNI 03-6968-2003 Tujuan dari spesifikasi ini adalah untuk digunakan dalam memilih. dan pembangkit listrik di luar bangunan. ukuran. Tata cara Tata cara perencanaan umum drainase perkotaan Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan SNI 03-2406-1991 23 - 686. pada lingkungan rumah susun sederhana yang mempunyai KDB 50% dan KLB 1.

SNI 2418.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. 690. antara lain mengurangi limpasan permukaan yang sangat berlebihan dan sekaligus untuk menambah potensi air tanah Tata cara ini memuat ketentuan–ketentuan tentang jenis dan besaran fasilitas lingkungan rumah susun yang dibangun dilingkungan baru. Pengukuran aliran air dalam saluran tertutup untuk meter air minum – bagian 3: metode dan peralatan pengujian meter air minum (ISO 4064-3 : 2005. KLB 1. Persyaratan pemasangan meter air minum ini juga digunakan untuk meter air yang dioperasikan dengan prinsip elektrik/elektronik. (Pt-T-12-2000-C) Jumlah Hal 19 Standar Asing yang terkait Design of Plumbing and Drainage Systems.go.pu.736 jiwa/Ha. Standar ini juga dapat dipakai untuk menguji meteran air yang prinsip kerjanya berdasarkan 16 ISO 4064-2 : 2005. dan meter air konsentrik. meter air kombinasi.25 atau kepadatan maksimal 1. dan untuk meter air dengan volume aktual. (Pt-T-11-2000-C) Tata cara ini meliputi ketentuan umum serta ketentuan-ketentuan teknis secara minimal untuk pembangunan baru lingkungan perumahan sederhana tidak bersusun. CATATAN 1 Peralatan tambahan merupakan pilihan. pemasangan. MOD 691. peralatan penghubung. ditentukan sebagai pengintegrasian alat pengukur yang secara kontinyu menentukan volume air yang mengalir melalui peralatannya. MOD Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. 687. MOD) SNI 2418.6 MPa (6 bar) untuk meter air ≥ DN 500 mm. mempunyai KDB 50 %. dan tahan sampai pada temperatur maksimum yang dijinkan (MAT) 50º C. pada lahan dengan kemiringan sampai 5 % mencakup cara pencapaian . dengan batasan : keimiringan tanah rata-rata 0-15 % kepadatan 120-444 jiwa/Ha.id/satminkal/balitbang/sni ) 76 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . tata letak pada lahan lingkungan dan atau posisi pada lantai bangunan rumah susun. SNI 03-7013-2004 22 689. Standar ini dipergunakan untuk menguji meter air minum. Air bersih/ air minum Metoda uji Pengukuran aliran air dalam saluran tertutup untuk meter air minum bagian 2: Persyaratan pemasangan meter air minum (ISO 4064-2 : 2005. penerbit Industrial Press INC 200 - 688.3:2009 74 ISO 4064-3 : 2005. Tata cara perencanaan lingkungan perumahan sederhana tidak bersusun di daerah perkotaan. Rekomendasi dari persyaratan pemasangan ini digunakan tanpa tergantung dengan teknologi. Hal ini berlaku juga bagi meter air dengan peralatan elektronik tambahan. Judul Standar Tata cara perencanaan teknik sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan Tata cara perencanaan fasilitas lingkungan rumah susun sederhana Nomor Standar SNI 03-2453-2002 Ruang Lingkup Tata cara ini digunakan sebagai acuan dalam merencanakan teknik sumur resapan air hujan serta persyaratannya. MOD) SNI 03-6981-2004 29 - 25.2:2009 Persyaratan pemasangan meter air minum ini digunakan untuk menetapkan kriteria pemilihan meter air tunggal. meter air kosentrik dan meter air kombinasi yang dapat tahan pada tekanan kerja maksimum yang diijinkan (MAP) sampai sekurang-kurangnya 1 MPa (10 bar) atau 0. persyaratan khusus dalam pengoperasian awal meter air yang baru atau yang diperbaiki untuk menjamin ketepatan pengukuran dan kehandalan pembacaan meter air. Bagian ketiga dari SNI ini memuat metode pengujian dan hal-hal yang harus dilakukan dalam menentukan karakteristik utama dari meteran air sesuai dengan SNI 2547-2008. Bagian 1: Spesifikasi meter air minum. meter air dengan prinsip mekanikal yang dihubungkan dengan peralatan elektronik. second edition.

SNI 06-2549-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan kekuatan pipa PVC terhadap tekanan hidrostatik 12 695. Metode pengujian ketebalan dinding pipa pvc untuk air minum Metode pengujian bentuk dan sifat tampak pipa pvc untuk air minum Metode pengambilan contoh uji pipa pvc untuk air minum Metode pengujian perubahan panjang pipa pvc untuk air minum dengan uji tungku Metode pengujian ketahanan pipa pvc untuk air minum terhadap metilen khlorida Metode pengujian kadar pvc pada pipa pvc untuk air minum dengan thf Metode pengujian diameter luar pipa pvc untuk air minum dengan pita meter Metode pengujian dimensi pipa polietilen (pe) untuk air SNI 06-2550-1991 Metode ini digunakan untuk ketebalan dinding pipa PVC menentukan 20 696. 702. ketentuan pengujian bisa dilakukan perubahan untuk memodifikasi kondisi referensi pada saat pengujian daya tahan dan unjuk kerjanya. Untuk meter-meter air yang mempunyai debit persamaan kurang dari 160 m3/jam. SNI 06-2553-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya perubahan panjang pipa PVC dengan uji tungku 19 699. 1978 Plastic pipes for the transport of fluids determination of the resistance to external presure KIWA no. SNI 06-2554-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan ketahanan pipa PVC terhadap metilen klorida Metode ini digunakan untuk menentukan kadar PVC pada pipa PVC dengan THF 22 700. SNI 06-2551-1991 Metode ini digunakan untuk menguji bentuk dan sifat tampak pipa PVC untuk air minum 19 697. yang digunakan untuk mengukur debit aktual air minum.id/satminkal/balitbang/sni ) 77 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . agar bisa memenuhi keterbatasan yang dimiliki suatu laboratorium uji.go.40 mm 18 ISO 2859 – 1974 Keuring reglement sampling procedure and tables for inspection by attributes ISO/DIS 4422/12.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. dan meter air yang bekerja berdasarkan prinsip mekanik yang dilengkapi peralatan-peralatan listrik. 692. SNI 06-2555-1991 21 701. Metode pengambilan contoh meter air bersih (ukuran 13 mm sampai dengan 40 mm) Metode pengujian diameter luar pipa pvc untuk air minum dengan jangka sorong Metode pengujian kekuatan pipa pvc untuk air minum terhadap tekanan hidrostatik SNI 05-2419-1991 Metode ini digunakan untuk pengambilan contoh meter air dengan ukuran 13 mm . ISO 3126 E-74 Unplasticized poly vinyl chloride (uPVC) pipes and fitting for water supply ISO 1167 E.pu. SNI 06-2548-1991 Metode ini digunakan untuk menentukan diameter pipa PVC menggunakan jangka sorong 15 694. SNI 06-2556-1991 SNI 06-4821-1998 Metode ini digunakan untuk menentukan diameter luar rata-rata pipa PVC Metode ini membahas cara uji untuk menentukan diameter luar dan tebal dinding pipa PE 20 15 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. SNI 06-2552-1991 Metode ini digunakan untuk memperoleh contoh uji yang dapat mewakili 23 698. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup sistem elektronik atau listrik.49 ISO 3606 E-76 Unplasticized poly vinyl chloride (uPVC) pipes and fitting for water supply ISO/DIS specifications 4422/12 Unplasticized poly vinyl chloride (uPVC) pipes and fitting for water supply ISO 2859 – 1974 Keuring reglement sampling procedurs and tables for inspection by attributes ISO 2505 Unplasticized PVC pipes determination of longitudinal version liquid bath immersion method ISO/DIS 7676 – 1983 Unplasticized poly vinyl chloride (uPVC) pipes and fitting for water supply ISO/DIS Specification 4422/12 Unplasticized poly vinyl chloride (uPVC) pipes and fitting for water supply ISO 3126 E-74 Plastic pipes measurement of dimension Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 693.

Judul Standar minum Metode pengujian kinerja pompa dengan menggunakan model Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal 29 Standar Asing yang terkait JIS B 8103 Tersting Methods for Centrifugal Pumps.6 MPa untuk meter air yang menggunakan pipa diameter nominal. Spesifikasi ini juga berlaku untuk MAT 50 meter air.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Metode pengujian koagulasi flokulasi dengan cara jar SNI 19-6449-2000 705. Metode ini meliputi prosedur yang digunakan untuk melaksanakan prakiraan tekanan dalam rangkaian koagulasi flokulasi filtrasi air baku dan air limbah dalam pipa yang bertekanan. ASTM D. 706. ASTM 4187. dan atau keduanya serta media filter dalam memisahkan padatan terlarut dan koloid dari air baku dan air limbah Spesifikasi ini menetapkan istilah.1978 (E) Polyethylene (PE) PipesPressure Drop in Mechanical Pipe Jointing Systems Method of Test and Requirements ASTM D 4188-82. Metode Pengujian ini mencakup tentang : Cara pengujian turunnya tekanan pada sistem pengembangan pipa PE secara mekanik dan persyaratan kehilangan tekanan maksimum yang diperbolehkan pada sistem sambungan Pipa PE. ASTM D 1889. ASTM D. medium density (MDPE). koloid dan yang tidak dapat mengendap dalam air dengan memakai bahan kimia dalam proses koagulasi flokulasi yang dilanjutkan pengendapan secara gravitasi Metode ini digunakan untuk menentukan mutu dari Paket Unit Instalasi Penjernihan Air Cara pengujian ini pada sambungan fiting berulir dan pipa PE bertekanan dengan diameter nominal maksimal 63 mm dilaksanakan dua tahap yang berbeda antara tekanan external dan internal 0. ASTM D 1193. ASTM D 2035. SNI 19-6784-2002 13 711. SNI 05-6437-2000 704. DN 500 mm) dan temperatur maksimum yang dapat diterima 0C. 3370. tanpa bergantung teknologi.01 Mpa dan 0. Metode ini mencakup : Menentukan perubahan panjang dari pipa polietilena baik low density (LDPE). dan high density (HDPE) dengan uji rendam maupun uji oven dan menetapkan nilai maksimum perubahan panjang untuk semua pipa polietilena. karakteristik metrologis dan persyaratan kehilangan tekanan untuk meter air minum. 709. Metode pengujian kinerja SNI 19-6777-2002 unit paket instalasi penjernihan air kapasitas di bawah 5 liter/ detik Metode pengujian tekanan SNI 19-6778-2002 internal rendah sambungan mekanik pipa polietilena (pe) Metode pengujian perubahan panjang pipa polietilena (pe) SNI 19-6779-2002 Metode ini digunakan untuk uji kinerja (termasuk uji kavitasi) menggunakan model pompa prototip dan untuk penentuan klasifikasi pompa sentrifugal berukuran besar. Spesifikasi Spesifikasi meter air SNI 2547:2008 22 ISO 4064 – 1978 Measurement of water folw in cloced conduits meters for cold potable water part III : test methods and equipment   Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. untuk setiap ukuran diameter filter lebih besar dari 100 mm. Mixed Flow Pumps and Axial Flow Pumps ASTM D 1129. yang mengandung padatan terlarut relatif rendah (< 30mg/l). juga dengan penambahan karbon hitam serta menentukan densitas nominal.08 Mpa minimal 1 jam tidak bocor.go.id/satminkal/balitbang/sni ) 78 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . pompa aliran campur. ASTM D 3370 - 703. Metode ini digunakan untuk mengevaluasi pengolahan dalam rangka mengurangi bahanbahan terlarut. 11 - 708.pu. ASTM D. karakteristik teknis.4189 ASTM D 1129 Terminologi Relating to Water 710. ASTM D 1192. 9 13 9 - 707. pompa aliran aksial kecuali pompa untuk pembangkit tenaga. Metode penentuan densitas referensi polietilena (pe) hitam dan pe tidak berwarna pada pipa pe dan sambungan Metode pengujian kehilangan tekanan pada sistem sambungan mekanik pipa polietilena (pe) Metode pengujian koagulasi flokulasi dan filtrasi bertekanan SNI 19-6780-2002 11 - SNI 19-6781-2002 15 ISO 4059 . 1888. Spesifikasi ini berlaku bagi meter air dengan tekanan kerja maksimum yang dapat diterima (MAP) 1 MPa (0. Metode ini digunakan untuk menentukan efektifitas flokulasi atau koagulasi. ASTM D 1293. Metode ini mencakup : Cara pengujian menentukan densitas referensi pipa PE serta sambungannya yang mengandung anti oksida atau stabiliser.

dapatkan instalasi air bersih dengan kapasitas 5 Liter/ detik Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis tentang bentuk dasar.1475-1978 ANSI/AWWA B 20180. M 36/M 90. ICBO. Spesifikasi unit paket instalasi pengolahan air Spesifikasi desinfeksi perpipaan air bersih SNI 6773 : 2008 17 - 724. ukuran. Through 12 in.AAWA Standard for Soda Ash 716. 714.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. sistem plambing yang baru direncanakan untuk perubahan atau penambahan terhadap sistem plambing pada gedung yang sudah dibangun sebelum SNI ini diberlakukan. SNI 03-6481-2000 123 ANSI/AWA C:207-86 Steel pipe Flens for Water Work Services Size 4 in Through 114 in AWWA C 900-91 Polyvinil Chlorida (PVC) Presure Pipe. Semua 32 8 15 719. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup digambarkan sebagai integrasi instrumen pengukur secara kontinu menentukan volume air mengalir melalui meter air. Spesifikasi ini tidaktermasuk ketentuan untuk dudukan pipa. pengiriman dan penandaan serta pengujian SNI 07-6404-2000 Spesifikasi ini mencakup dua tipe flensa yang dapat digunakan saling tukar bila dimensi yang digunakan sesuai standar yang ditentukan SNI 03-6419-2000 Standar ini mencakup pipa PVC diameter 110 mm sampai 315 mm untuk air bersih.id/satminkal/balitbang/sni ) 79 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . 713. aluminium atau campuran logam seng-alumunium. Metallic-Coated for Sewer and Drains 723. SBCCI : INTERNATIONAL PLUMBING CODE. sistem plambing yang baru untuk air minum. Spesifikasi ini berlaku untuk pipa pembuangan air. 4 in. kekuatan hidrostatik. bahan dan kekuatan Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis tentang bahan. pengambilan contoh. pengemasan. Standar ini meliputi prosedur untuk desinfeksi pipa PVC yang baru dan yang perlu diperbaiki.pu. for Water National plumbing Code (NPC). Spesifikasi pipa baja SNI 03-6719-2002 bergelombang dengan lapis pelindung logam untuk pembuangan air dan drainase bawah tanah 27 AASHTO. peralatan. Standar ini menetapkan mengenai komponen. BOCA. ICC. 11 720. Tata cara perencanaan sistem plambing SNI 03-7065-2005 722. ukuran. Standar Nasional Indonesia (SNI) ini mencakup: 1. struktur dan kinerja dari paket unit instalasi pengolahan air minum untuk kapasitas maksimum 50 l/det. bahan. ven dan air hujan pada gedung sampai dengan pipa persil.1-2000 Spesifikasi ini menjelaskan polialumunium klorida cair untuk pengelolaan air beserta cara pengujian yang berkaitan SNI 06-6396-2000 Standar ini meliputi penggunaan soda abu untuk pengolahan air dalam penyediaan air bersih dan air industri ini mencakup persyaratan umum. yang dibuat sesuai dengan ketentuan pada SNI yang berlaku. SNI 19-6783-2002 15 AWWA B 300 Standard for hypochlorifes Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. drainase bawah tanah. Spesifikasi sumur gali untuk sumber air bersih Spesifikasi instalasi air minum tipe cikapayang 5 Spesifikasi cincin karet sambungan pipa air minum. timbunan kembali atau hubungan antara beban timbunan dan tebal lembaran pipa baja. Standar sistem plambing ini berlaku bagi sistem plambing yang baru dan bagian dari padanya yang dipasang setelah standar ini dinyatakan efektif berlaku. lembaran baja yang digunakan dalam pembuatan pipa memiliki lapis pelindung seng galvanis. air buangan. gorong-gorong dan bukan untuk pipa air limbah rumah tangga atau pembuangan limbah industri. ukuran. 717. Spesifikasi ini bertujuan memberikan persyaratan teknis sumur gali sebagai sumber air baku untuk air bersih yang terlindung dari pencemaran Spesifikasi ini bertujuan untuk men. 2. spesifikasi bahan. Spesifikasi flensa pipa baja untuk penyediaan air bersih ukuran (110-366) mm Spesifikasi pipa pvc bertekanan berdiameter 110-315 mm untuk air bersih Sistem plambing SNI 06-3822. 715. Standard Specification for Corrugated Steel Pipe. 2000 - 721. 718.go. air limbah dan air hujan Spesifikasi pipa polietilen (pe) dan sambungannya untuk air minum Spesifikasi poli-aluminium khlo-rida cair untuk pengolahan air Spesifikasi soda abu untuk pengolahan air bersih SNI 03-2916-1992 SNI 03-2917-1992 SNI 06-4828-1998 SNI 06-4829-1998 15 15 10 12 ISO/TC 138/SC 2 Polyethylene (PE) pipes for water supply specification JIS K. perubahan panjang dan densitas Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 712.

pu. kuantitas dan kualitas air olahan sesuai perencanaan Tata cara ini meliputi istilah dan definisi. AWS D1. persyaratan teknis. 726. AWWA manual M11 ASTM D 1066 ASTM D 3370-95a Sampling Water from Closed Conduits SSPC PA 2 Method for Measurement Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. ASTM A. 10 727. simbol-simbol dasar ini dapat dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang disyaratkan dalam satu sistem simbol-simbol yang lebih rinci pada penggambaran atau pada penjelasan yang diuraikan secara terpisah simbolsimbol digambarkan pada potongan-potongan galian dan elevasi. Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 725. Tata cara pengambilan contoh air dari saluran tertutup Tata cara pelapisan epoksi cair untuk bagian SNI 05-6375-2000 24 732. kuantitas dan kualitas air olahan sesuai perencanaan Tata cara ini digunakan untuk memperoleh lama masa operasi saringan yang optimum.0. SNI 07-6398-2000 17 AWWA C 206-82 Field Welding of Steel Water Pipe. ISO 128. ASTMD3567 Standard Method of determining Dimensions of Reinforced Thermosetting Resin Pipe and Fittings. AWWA C200.1. Technical drawingsGeneral Principles of presentation. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup perpipaan baru harus didesinfeksi sebelum dipasang. Tata cara Perencanaan instalasi saringan pasir lambat SNI 3981 : 2008 15 - 728. AWS A3. semi otomatik dan otomatik dengan proses pengelasan busur logam pada pipa baja yang dibuat di pabrik Tata cara ini mencakup tentang peralatan dan cara pengambilan contoh air dari saluran tertutup seperti aliran pada stasiun pembangkit. Tata cara ini memuat pengelasan di lapangan secara manual. pipa adukan plastik berpenguat fiberglass (RPMP) dan sistem penyambungannya untuk penggunaan dalam jaringan air baik di atas maupun di bawah permukaan tanah. AWS A2. Spesifikasi simbol gambar sistem penyediaan air dan sistem drainase di dalam tanah SNI 19-6786-2002 Spesifikasi ini menetapkan simbol-simbol gambar untuk saluran-saluran perpipaan dan parit termasuk simbol-simbol bagian dan peralatan yang dibuat dipabrik untuk dipergunakan pada gambar dan perencanaan sistem penyediaan air dan sistem drainase. Spesifikasi ini meliputi pembuatan dan pengujian pipa resin termoseting bertekanan berpenguat fiberglass (RTRP) diameter 1 inch (25 mm) sampai 144 inch (3700 mm). dan perencanaan instalasi saringan pasir lambat sebagai pegangan bagi penyelenggara pembangunan untuk mengolah air baku dengan kekeruhan ≤50 mg/Liter SiO2 menjadi air minum. Spesifikasi pipa resin termoseting bertekanan berpenguat fiber-glass SNI 03-6785-2002 62 ASTM D 2992 Obtaining Hydrostatic Design Basis for Reinforced Thermosetting Resin Pipe and Fittings.4. persyaratan yang berlaku untuk semua kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) baik untuk unit paket maupun konstruksi beton dan cara pengerjaan. fisika. Tata cara pengoperasian dan perawatan instalasi saringan pasir lambat Judul direvisi menjadi : Tata cara pengoperasian dan perawatan instalasi saringan pasir lambat Tata cara commissioning instalasi pengolahan air SNI 03-3982-1995 Sedang direvisi 15 - 729. mikrobiologi dan radiology.id/satminkal/balitbang/sni ) 80 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup .go. untuk analisis kimia. Tata cara pengelasan pipa baja untuk air di lapangan SNI 03-6405-2000 11 731. Standar ini mencakup bahan dan persyaratan pelaksanaan pada sisitem pelapisan epoksi cair.283. Commissioning IPA merupakan uji coba terhadap kinerja masing-masing unit dan terhadap keseluruhan proses IPA dari mulai air baku sampai menjadi air minum yang dilaksanakan oleh tim yang ditetapkan. SNI 0004:2008 31 - 730. Tata cara ini digunakan untuk memperoleh lama masa operasi saringan yang optimum. AISI.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Untuk suatu gambar yang lebih detail. Standar ini memuat persyaratan umum.

Sistem pelapisan ini pada umumnya dilakukan untuk perpipaan air bersih Standar ini mencakup ketentuan-ketentuan mengenai kriteria perencanaan.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. Jumlah Hal Standar Asing yang terkait of Dry paint Thickness with magnetic Gages. Lapisan penutup ini dapat menggunakan ter batu bara sebagai pelapis epoksi. Sistem pelapisan dapat dilakukan di pabrik atau di lapangan. bahan dan peralatan. AWWA C 209 733. Tata cara perencanaan unit paket instalasi pengolahan air SNI 6774 : 2008 27 - 734. teknisi. tetapi memenuhi persyaratan standar ini. atau menggunakan pelapis epoksi yang tidak mengandung ter batu bara. Sisitem pelapisam harus disesuai kan dengan persyaratan kinerja dalam standar ini. air baku. Standar ini mencakup cara pengoperasian. (RSNI S-02-2002) 15 738. fisik dan bakteri yang harus dicapai dari hasil olahan sampah organic domestic menjadi kompos. Sistem pelapisan terdiri dari satu lapisan dasar berupa dua lapisan epoksi. AWWA C 203. kapasitas instalasi. Judul Standar dalam dan luar pada perpipaan air dari baja Nomor Standar Ruang Lingkup hal ini sesuai untuk digunakan pada air bersih dan akan melindungi perpipaan terhadap korosi pada bagian dalam dan luar pada pipa baja. unit operasi. Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik SNI 19-7030-2004 8 CAN/BNQ 0413-200 A National Canadian Standar for the composting industry. struktur dan bahan serta cara pengerjaan dalam merencanakan unit paket instalasi pengolahan air agar diperoleh unit IPA yang optimal dengan kapasitas maksimum 50 L/detik. Spesifikasi ini mencakup istilah dan definisi. dan sambungan yang dipasang di bawah tanah atau atau terendam air. Sistem pelapisan dapat terdiri dari dua atau lebih lapisan epoksi yang sama tanpa menggunakan lapisan daasar. (RSNI S-01-2002) Spesifikasi ini memuat persyaratan kandungan kimia. SNI 19-3983-1995 SNI 19-7029-2004 6 11 - 740. sedangkan untuk pengelasan sambungan dan kerusakan permukaan dilakukan di lapangan. Tata cara ini digunakan untuk pengawasan pelaksanaan pemasangan unit Instalasi Penjernihan Air yang sesuai dengan perencanaan Tata cara ini mencakup cara pemasangan perpipaan besi daktail dan perlengkapannya untuk pelayanan air bersih. dan satu atau lebih lapisan penutup berupa dua lapis epoksi. persyaratan teknis mengenai bentuk. pemeliharaan. EPA Regulation Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Sistem Pelapisan ini tidak digunakan bagi pipa yang belum ditekuk dan terpasang.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni ) 81 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup . bagian khusus. SNI 19-3964-1994 Metode ini digunaknan untuk mendapatkan besaran timbulan sampah yang digunakan untuk perencanaan dan pengelolaan sampah Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan kriteria perencanaan persampahan untuk kota sedang dan kota kecil di Indonesia. 737. 735. Tata cara pengoperasian SNI 6775 : 2008 dan pemeliharaan unit paket instalasi pengolahan air Tata cara pengawasan SNI 19-6776-2002 pemasan-gan unit paket instalasi penjernihan air Tata cara pemasangan SNI 19-6782-2002 perpipaan besi daktil dan perlengkapannya Persampahan Metoda uji Metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan Spesifikasi Spesifikasi timbulan sampah untuk kota kecil dan sedang di indonesia Spesifikasi komposter rumah tangga individual dan komunal 24 - 27 25 AWWA C600-82 : Instalation of Duetile-Iron Water mains and Their Appurtenances 26. 736. 739. ukuran dan bahan komposter rumah tangga individual untuk melayani 1 keluarga antara 5 samapi dengan 7 jiwa dan komunal untuk melayani 10 KK atau antara 50 – 70 jiwa. sambungan las. pada kondisi konstruksi normal.

ASSE 1014. AAFC 741. air hujan dan untuk gorong-gorong Spesifikasi ini mengatur mengenai bahan dan pemasangan dari unit perangkap. dengan pencampuran air buangan dan lumpur aktif yang merupakan agregat mikro organik aerobik melalui absorpsi biokimia. 742. Spesifikasi Spesifikasi pipa beton untuk saluran air limbah. Tata cara ini mencakup beberapa metode untuk pengambilan contoh limbah dari truk. ASTM C 822 IPC. ASTM C 618. Tata cara pengambilan contoh limbah tanpa pemadatan dari truk SNI 19-6409-2000 11 751. Judul Standar Nomor Standar Ruang Lingkup Jumlah Hal Standar Asing yang terkait 503. “Trap” . persyaratan tangki septik dan sistem resapan yang berlaku bagi pembuangan air limbah rumah tangga untuk daerah air tanah rendah dan jumlah pemakai maksimal 10 Kepala keluarga (1 Kepala Keluarga sama dengan 5 jiwa) Tata cara ini meliputi istilah dan definisih.id/satminkal/balitbang/sni ) 82 *Direvisi oleh panitia teknis kualitas lingkungan dan manajemen lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup .go. Tata cara ini digunakan untuk memperoleh sistem pengelolaan sampah di daerah perkotaan. saluran air hujan dan gorong-gorong Spesifikasi dan tata cara pemasangan perangkap bau Spesifikasi saluran air huijan pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman Tata cara Tata cara perencanaan tangki septik dengan sistem resapan SNI 03-6368-2000 11 SNI 03-6379-2000 SNI 03-6966-2003 10 11 ASTM C 33. bahan serta konstruksi saluran air hujan pracetak berlubang untuk lingkungan permukiman Tata cara ini memuat istilah dan definisi. 19 29 - 743. cuci dan kakus. pencegat dan pemisah. 27. SNI 19-6410-2000 21 ASTM D 5283 Practise for Decontamination of Field Equipment Used at Nonradioactive Waste Sites IPSDC 1995 chapter 9 752. Tata cara evaluasi lapangan untuk sistem peresapan pembuangan air limbah rt. Chapter 10. ASTM C 443. Spesifikais ini memuat mengenai bentuk dan ukuran. ASSE 1018. ASTM C 150. limbah industri. oksidasi atau asimilasi. Tata cara penimbunan tanah untuk bidang resapan pada pengolahan air limbah rt. Spesifikasi ini meliputi pipa beton yang tidak bertulang untuk mengalirkan air limbah rumah tangga. PDI .pu. 748. SNI 19-6466-2000 17 IPSDC 1995 chapter 9 Catatan : yang dicetak tebal adalah SNI yang Mengalami perubahan dari edisi sebelumnya (fulltext SNI 2008 dan 2009 dapat di download di www. Tata cara teknik operasional pengelolaan teknik sampah perkotaan Sanitasi Metoda uji Metode pengujian kinerja pengolah lumpur aktif SNI 19-2454-2002 31 - SNI 19-6447-2000 Metode ini digunakan untuk memisahkan benda tersuspensi dan benda terlarut yang sukar mengendap menjadi hasil olahan lumpur yang yang mudah mengendap. 746. 744. 747. khusus untuk pengambilan contoh limbah tanpa pemadatan dari tumpukan limbah menggunakan beberapa macam peralatan pengambilan contoh Tata cara ini mencakup bidang perencanaan dan pelaksanaan sistem penimbunan tanah untuk bidang resapan pada pengolahan air limbah rumah tangga Tata Cara ini mengatur tentang cara evaluasi lapangan untuk sistem peresapan pembuangan limbah air rumah tangga . MCK umum dapat merupakan satu kesatuan bangunan atau terpisah-pisah untuk mandi. Tata cara perencanaan bangunan mck umum SNI 03-2399-2002 14 - 750.81 - SNI 03-2398-2002 Sedang direvisi 16 - 749. Tata cara Tata cara pemilihan lokasi tempat pembuangan akhir sampah Pengelolaan sampah di permukiman SNI 03-3241-1994 SNI 3242 : 2008 Tata cara ini digunakan untuk menentukan lokasi tempat pembuangan akhir sampah Standar ini memuat persyaratan dan pengelolaan sampah permukiman di perkotaan untuk jenis sampah domestik non B3 dan B3 dengan menerapkan 3R mulai dari kegiatan di sumber sampai dengan TPS . 13 JIS B 7512 Steel Tape measures 745. persyaratan yang berlaku untuk sarana ruangan MCK yang terletak di lokasi permukiman padat. ASTM C 497.Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) 2009 No. dengan beban pemakai maksimum 200 orang. ASTM C 309. British Colombia Regulation 334/93.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->