2.Ramliipvol-14- Fuzzy Untk Kesesain Lahan

APLIKASI FUZZY SET BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM EVALUASI KESESUAIAN LAHAN

M. Ramli 1 dan Sumbangan Baja 2
1. Instalasi Lab. Tanah Maros, Litbang Pertanian; 2. Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin, Makassar

ABSTRACT

Research of Land suitability evaluation using Fuzzy Set approach has been conducted at an extent of 40.096 ha in Cina and Mare Subdisrict, Bone Regency, South Sulawesi. The aim of this study was to evaluate land suitability for clove based on the land characteristic and economy at scale 1:50.000. The analysis was undertaken using Geographic Information Systems. The result of this research showed that the extent of land units having land suitability with S1 category for developing clove is 6,529 ha (16.28%; distributed at the land units 12, 13, 14 and 26). While the land units having class S 2 include 18, 24, 25 comprising a total area of 2,761 ha (6.89%). Land unit with the highest MF value has an NPV of Rp 127,623,129.-. Key word: Land suitability, Fuzzy Set, Clove, Geographic Information Systems.

Informatika Pertanian Volume 14, 2005

771

Setelah tipe penggunaan lahan ditetapkan selanjutnya diikuti oleh penentuan persyaratan penggunaan lahan yang dimaksud.PENDAHULUAN Evaluasi lahan adalah upaya penilaian atau penafsiran terhadap kinerja suatu lahan bila digunakan untuk suatu penggunaan. akan dijumpai batas yang tegas antara satu kelas dan yang lainnya (Baja et al . Bone Sulawesi Selatan.refine metode faktor pembatas dengan logika Boolean. kab. serta sumber daya ekonomi seperti ukuran usahatani.000. METODOLOGI PENELITIAN Evaluasi dengan Pendekatan Fuzzy Set Penelitian evaluasi lahan dengan pendekatan Fuzzy Set telah dilakukan di kecamatan Cina dan Mare. Kegiatan pokok dalam evaluasi lahan yang berkaitan dengan penggunaan lahan adalah penetapan jenis/tipe penggunaan serta penentuan persyaratan dari suatu tipe penggunaan lahan. Penggunaan teori fuzzy set dilandasi oleh pemikiran 772 Aplikasi Fuzzy Set Berbasis Sistem Informasi . Sasaran evaluasi lahan adalah untuk memilih jenis penggunaan lahan yang optimal pada setiap satuan lahan/wilayah dengan mempertimbangkan baik fisik maupun ekonomi serta konservasi sumberdaya lingkungan untuk penggunaan yang akan datang. Dalam konteks ini. 2003). Selanjutnya aspek pertama dapat dianggap sebagai sifat–sifat yang stabil sementara yang kedua lebih bervariasi dan sangat bergantung dari kebijaksanaan atau keputusan–keputusan politik. Tujuaan penelitian ini adalah menilai kesesuaian lahan cengkeh berdasarkan distribusi spasial karakteristik biofisik dan ekonomi pada skala 1:50. Evaluasi lahan dimaksudkan pula untuk menyajikan suatu dasar atau kerangka rasional dalam pengambilan keputusan penggunaan lahan yang tepat dan didasarkan atas hubungannya antara persyaratan penggunaan lahan dengan karakteristik lahan itu sendiri dan memberikan perkiraan masukan yang diperlukan dan proyeksi luaran yang diharapkan.. sehingga dalam konteks klasifikasi kesesuaian lahan. ketersediaan tenaga kerja dan lain–lain. evaluasi lahan mencakup dua aspek utama yaitu sumber daya fisik seperti iklim dan tanah. tingkat manajemen. dimana dalam logika Boolean hanya ada dua pilihan dalam analisis yaitu 0 atau 1. Metode ini dilakukan untuk me.

Metode fuzzy set dalam penelitian ini mengacu pada model import semantik ( semantic import model .. SIM) yang telah digunakan dalam evaluasi lahan secara luas (Baja et al . Persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut: MFx i = [1/(1 + {(x i – b j )/d} 2 )] ……………………… (1) dan 0 < MFx i < 1.perlu adanya solusi terhadap nilai anggota bilangan atau membership value (MF) yang tidak hanya berorientasi pada benar atau salah (Baja et al . x i = nilai x yang ke i. 2002c.. dll. Burrough et al . Davidson et al .. sedangkan simetrik kanan berlaku untuk karakteristik lahan yang memiliki sifat semakin kecil semakin baik ( the less the better ). Kurva simetrik berlaku untuk karateristik lahan yang memiliki kinerja optimum pada kisaran sedang. Kurva simetrik kiri digunakan untuk menilai karakteristik lahan yang memiliki sifat semakin besar semakin baik ( the more the better ) seperti kedalaman efektif. 1992. 2005 Gambar 1.5 atau pada crossover point. Informatika Pertanian Volume 14. d= lebar zona transisi (yakni x pada MF =0. 773 . 1992. 1994). terpenuhi (MF = 1) atau tidak terpenuhi (MF = 0) (Burrough et al . batuan dipermukaan. dimana MFx i = fungsi keanggotaan ( membership function ) setiap karakteristik lahan x yang ke i. SIM menggunakan kurva S untuk menilai kinerja ( performance ) karakteristik lahan dalam hubungannya dengan persyaratan tumbuh tanaman (Gambar 1). dll. Davidson et al . Kurva model S dalam teori fuzzy set (Baja et al. 2003). CP). dan b= nilai ideal ( ideal value ) untuk karateristik lahan x... seperti pH dan tekstur tanah. seperti lereng.. 1994). KTK... 2002a).

MF x 3 . Dalam penelitian menggunakan logika fuzzy . MFx…] …………. 774 Aplikasi Fuzzy Set Berbasis Sistem Informasi . Berdasarkan kurva tersebut..Disini. b dan CP akan berbeda untuk setiap komoditas atau TPL yang dievaluasi. (2) dimana JMF g adalah fungsi keanggotaan group.(2002c) menerapkan nilai optimal dan marginal dari hubungan tingkat respon beberapa jenis tanaman dengan status karakteristik lahan yang dikembangkan oleh Sys (1985). MFx…] adalah himpunan yang beranggotakan fungsi keanggotaan karakteristik lahan dalam grup tersebut. Dalam proses pengharkatan. MFx 2 . dengan mengacu pada fungsi yang relevan. dan [MFx 1 . MFx 3 .. variabel d. menurut tingkat respon tanaman untuk masing-masing karakteristik lahan yang dievaluasi. Kemudian dihitung nilai fungsi keanggotaan group (join membership function. Baja et al . Min adalah fungsi minimum. d dan LCP ( lower crossover point ). (1992): JMF g = Min [MFx 1 . karakteristik lahan dari masing-masing kelompok utama tersebut dievaluasi kesesuaiannya terhadap tipe penggunaan lahan (LUT) yang dipilih.b2. Data lahan dikelompokkan kedalam 3 grup: profil tanah. JMF) dengan menggunakan operasi minimum seperti yang diusulkan oleh Burrough et al. JMF ditentukan oleh karakteristik lahan dengan status paling buruk yang dikenal dengan konsep limiting condition approach . muka lahan dan iklim. dapat dilihat alur kerja hitungan indeks kesesuaian lahan biofisik (IKB). tergantung pada respon dan persyaratan tumbuh komoditas tersebut terhadap masingmasing karakteristik lahan. dengan hanya mengganti nilai b1. Penghitungan pada tahap ini menggunakan formula fungsi keanggotaan (membership function) seperti pada persamaan (1). kemudian dapat dirancang fungsi keanggotaan untuk setiap komoditas. MF x 2 . Disini. Dalam Gambar 2.

Dalam penelitian ini digunakan sistem koordinat Universal Transverse Mercator (UTM). 2002c). maka eksekusi persamaan (1) dalam SIG selalu diikuti dengan proses verifikasi.. Hasilnya adalah indeks kesesuaian lahan yang berkisar dari 0 (sangat tidak sesuai) hingga 1. Karena melibatkan cukup banyak data. data yang digunakan tereferensi dengan baik pada koordinat bumi. Kemudian. Dengan demikian. baik dalam format kontinyu maupun dalam format kategori. Peta satuan lahan (sejumlah 26 unit) yang telah dibuat manuskripnya didigitasi dalam SIG vektor. sebelum dilanjutkan dengan persamaan (2). Informatika Pertanian Volume 14. Sistem Informasi Geografis Penghitungan nilai MF dilakukan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis vektor.Gambar 2. Proses rating mula-mula dilakukan berdasarkan metode FAO (1976) dalam tabel atribut SIG tersebut pada masing-masing satuan lahan. dan diinput ke dalam SIG sebagai data atribut ( attribute table ). Kerangka Kerja Indeks Kesesuaian Lahan Biofisik (Baja et al .0 (sangat sesuai). maka indeks tersebut kemudian mudah dipetakan. Kemudian dilanjutkan dengan mengesekusi persamaan (1). Karena data atribut selalu terhubungkan dengan data grafis SIG. muka lahan dan iklim. 2005 775 . basis data penelitian (hasil survei) dikelompokkan ke dalam tiga grup: profil tanah.

yakni Mare dan Cina. Sedangkan secara geografis terletak antara koordinat 04°24‘ – 04°52’ Lintang Selatan dan 120°09’ 120°24’ Bujur Timur. Propinsi Sulawesi Selatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Secara administratif. Rerata Bulanan Unsur Iklim (Curah Hujan. daerah penelitian terletak pada 2 wilayah kecamatan. 776 Aplikasi Fuzzy Set Berbasis Sistem Informasi . Iklim dan Hidrologi Data curah hujan di daerah penelitian diambil dari stasiun pewakil yaitu Camming (Tabel 1 dan Gambar 3) serta Kadai (Tabel 1 dan Gambar 4). 1. sampai pada visualisasi). sistem informasi geografi dapat menyajikan output dengan format yang mudah dimengerti. pengolahan dan analisa data. Suhu. maupun scope dan aplikasi pemanfaatannya. Kabupaten Bone. Sumber: Stasiun Klimatologi Panakukang Maros.Dengan menggunakan SIG dalam evaluasi kesesuaian lahan. Tabel 1. proses integrasi basis data yang kompleks dapat dilakukan dengan efektif baik dari segi prosedur kerja (proses input. Kemudian. luarannya. dan mudah dimutakhirkan bilamana di kemudian hari terdapat perubahan atau penambahan informasi yang berhubungan evaluasi lahan dan perencanaan penggunaan lahan di wilayah penelitian. Daerah penelitian meliputi luas lebih kurang 40. Evapotranspirasi) di Daerah Penelitian (1993-2002).096 ha.

dan Manukelek.0 300. 1982) daerah penelitian terdiri dari : Endapan aluvium danau dan pantai (Qac). Departemen Perhubungan. Penyebarannya di daerah dataran pantai sekitar Lapasak.0 200.0 50. Neraca Air di Daerah Camming dan Sekitarnya. Sukamto.0 100.0 300.Balai Meteorologi dan Geofisika Wilayah IV.0 Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nop Des BULAN Curah Hujan ET0 ET50% Gambar 4. 600.0 Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nop Des BULAN Curah Hujan ET0 Gambar 3. MM 350. Geologi dan Bahan Induk Menurut peta geologi Sulawesi skala 1: 250.0 500.0 400.0 0. Formasi Terumbu Koral (Qa) tersebar di dataran pantai sekitar LapasakInformatika Pertanian Volume 14.000 lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat (R. 2. Labulung.0 150. 2005 777 MM .0 0. Marek.0 250. Neraca Air di Daerah Kadai dan Sekitarnya.0 200.0 100.

Batuan sedimen terutama batugamping di sekitar Kelling. Bahan aluvio-koluvium terdiri dari liat. konglomerat. yaitu: Entisols. Mollisols. berselingan dengan konglomerat gunungapi. Inceptisols. tanah-tanah di daerah penelitian dapat diklasifikasikan menurut Soil Taxonomy (Soil Survey Staff. dan batugamping. breksi dan tufa. dan organik. Tanah-Tanah yang Terdapat di Daerah Penelitian. 3. batuan gunungapi Camba (Tmcv) terdiri pula dari breksi. dan (3) bahan volkan. debu. Tabel 2. 1998) Ordo Entisols Inceptisols Grup Udorthents Epiaquepts Endoaquepts Halaquepts Sulfaquepts Eutrudepts Dystrudepts Mollisols Ultisols Oxisols Hapludolls Hapludults Hapludox Subgrup Lithic Udorthents Aeric Epiaquepts Typic Endoaquepts Typic Halaquepts Typic Sulfaquepts Typic Eutrudepts Aquic Eutrudepts Lithic Dystrudepts Typic Dystrudepts Lithic Hapludolls Typic Hapludolls Typic Hapludults Rhodic Hapludox Puslittan (1983) Litosol Haplik Gleisol Eutrik Gleisol Haplik Gleisol Halik Gleisol Sulfik Kambisol Eutrik Kambisol Gleiik Kambisol Litik Kambisol Haplik Mollisol Litik Mollisol Haplik Podsolik Haplik Oksisol Rodik 778 Aplikasi Fuzzy Set Berbasis Sistem Informasi . Sedangkan bahan volkan banyak dijumpai di perbukitan sebelah selatan daerah penelitian. pasir. kerikil/batu. Taksonomi Tanah (Soil Survey Staff.Bonelampek. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa bahan induk tanah dapat dibedakan ke dalam: (1) bahan aluviokoluvium. batulempung. lava. Ultisols dan Oxisols (Tabel 2). tufa. (2) batuan sedimen yang didominasi batugamping. 1998) ke dalam 5 ordo. Formasi Walanae (Tmpw) terdiri dari batupasir. Batuan Gunungapi Kalimiseng (Tmkv) terdiri dari lava dan breksi. serpih dan batu lempung. napal. batulanau. Klasifikasi Tanah Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan. Formasi Salo Kelupang (Teos) terdiri dari batupasir. Formasi Camba (Tmc) terdiri dari batuan sedimen laut berselingan dengan batuan gunungapi. tufa dan konglomerat.

2 1. Tabel 3.8 8.9 3.1 1. Penilaian Status Kesuburan Tanah di Daerah Penelitian.0 30. 2005 779 . Kesuburan Tanah Dari hasil analisis tanah di laboratorium serta dilanjutkan dengan penilaian kesuburan tanahnya berdasarkan petunjuk FAO (1983).1 38.7 31.9 2. SL Kode Profil Satuan Tanah Inceptisols 1 11 21 22 21 24 23 4 24 23 12 13 14 16 25 26 6 9 13 19 22 16 LR LR LR LR LR LR LR LR LR LR LR LR LR LR LR LR 26/1 45/1 23/1 50/1 57/1 3/1 20/1 7/1 25/1 21/1 5/1 8/1 10/1 31/1 27/1 59/1 Aeric Epiaquepts Aeric Epiaquepts Aeric Epiaquepts Aeric Epiaquepts Aeric Epiaquepts Aeric Epiaquepts Aeric Epiaquepts Typic Endoaquepts Typic Eutrudepts Aquic Eutrudepts Typic Dystrudepts Typic Dystrudepts Typic Dystrudepts Typic Dystrudepts Typic Dystrudepts Typic Dystrudepts Mollisols Lithic Hapludolls Lithic Hapludolls Ultisols Typic Hapludults Typic Hapludults Typic Hapludults Oxisols Rhodic Hapludox 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 1. kadar P 2 O 5 potensial dan K 2 O potensial.1 1.30 Informatika Pertanian Volume 14.4.5 2.1 55.9 10.8 1.4 13.0 2. Rendah Kedalaman horison Cm C org % P2O5 K2O KTK Tanah mg/100g me/100g Kej.0 28. kadar C organik.9 2.4 6.4 33. status kesuburannya dapat dilihat pada Tabel 3.3 4.97 9 142 4 87 52 74 52 42 7 54 34 3 53 14 12 97 348 37 5 50 7 42 2 4 2 3 3 4 2 395 2 1 2 5 12 5 2 3 54 5 1 5 6 4 25.2 1.7 0.30 0 .1 70 >100 78 71 96 94 77 76 89 82 64 72 73 19 82 >100 >100 98 85 8 27 8 Rendah Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Rendah Rendah Tinggi Tinggi Tinggi S.30 0 . Basa % Status Kesuburan LR 48/1 LR 47/1 LR 6/1 LR 32/1 LR 34/1 LR 30/I 0 . Rendah Rendah S. maka status kesuburan tanah secara alami yang didasarkan pada sifat-sifat kimia untuk setiap contoh tanah.0 0.7 2.8 9.30 0 .0 1. No. kejenuhan basa.2 1.7 0.4 1.5 4.5 38.7 47.2 52. seperti KTK-tanah.6 1.30 0 .30 0 . Rendah S.8 11.6 37.2 3.6 42.5 32.5 42.0 48.2 28.

luasnya kurang lebih 876 ha (2. Satuan lahan 1. maka diketahui bahwa Satuan Lahan 1. 21 dan 23 faktor pembatasnya adalah ketersediaan oksigen. yang menyebabkan lahan ini memiliki masalah yang cukup serius untuk pengembangan cengkeh. Namun demikian.71 %). penggunaan lahan saat ini sebagian besar adalah tambak terutama pada satuan lahan 4.18 %). 8. 21 dan 23 adalah satuan lahan yang tidak sesuai untuk pengembangan tanaman cengkeh dengan faktor pembatas berbeda diantara satuan lahan tersebut (lihat Gambar 5). 2. 10.5. 2. Hal ini dimungkinkan karena evaluasi tingkat kesesuaian lahan melalui pendekatan Fuzzy Set telah menggunakan nilai kuantitatif yang secara langsung dapat menggambarkan kondisi aktual mengenai tingkat produktivitas lahan yang dapat dicapai.088 ha (2. Sesungguhnya arahan penggunaan lahan yang diperoleh melalui pendekatan pembatas sederhana ini telah memadai untuk dijadikan dasar dalam menentukan tingkat kesesuaian lahan. 4. Sedangkan untuk satuan lahan 5 luasnya mencapai 1. 780 Aplikasi Fuzzy Set Berbasis Sistem Informasi . 17. 5. 11.096 ha yang terbagi kedalam 26 satuan lahan. Kesesuaian Lahan Cengkeh Dari luas total lahan yang dievaluasi 40. 3. 11. untuk lebih informatifnya gambaran tentang tingkat kesesuaian lahan pada suatu wilayah. 3. maka gabungan evaluasi kesesuaian lahan tersebut menjadi lebih diperlukan. Satuan lahan 4 dan 5 yang berada di dataran pantai kendala utamanya adalah bahan sulfidik dan kadar garam yang cukup tinggi. Kesesuaian Lahan dengan Faktor Pembatas Sederhana dan Fuzzy Set Evaluasi kesesuaian lahan yang dilakukan melalui pendekatan Fuzzy Set (Membership Function) setelah evaluasi lahan dengan pendekatan faktor pembatas (FAO) dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang tingkat kesesuaian lahan secara kuantitatif pada satu satuan lahan. 9. a.

543 ha (6. Satuan lahan berikutnya adalah satuan lahan marginal (S 3 ) untuk pengembangan cengkeh yakni satuan lahan 6.790 ha (9. 9 dan 10. Faktor penghambat utama pada satuan lahan ini adalah kedalaman tanahnya yang relatif dangkal (< 50 cm). 2. sehingga diharapkan lahan ini tetap dalam kondisi alamiahnya sebagai kawasan konservasi hutan lahan kering. 2005 781 . dan 25. 433 ha (1.18 %).1 %). 13. 20 dan 22 dengan luasan berturut-turut adalah 2.4%).447 ha (6. Terakhir adalah kelompok lahan yang berpotensi baik (S 1 ) untuk pengembangan cengkeh adalah satuan lahan 12. sebagian besar pada satuan lahan ini berada pada wilayah perbukitan. 2. 19.7%).89%).45 %). 08 %). 560 ha(1.Gambar 5. 15.529 ha (16. Selanjutnya adalah satuan lahan yang tergolong cukup sesuai (S 2 ) untuk pengembangan cengkeh adalah satuan lahan 18. Sebagian besar lahan ini berada pada wilayah dataran sampai berombak.912 ha (4. Selanjutnya adalah satuan lahan yang tidak sesuai untuk pengembangan cengkeh adalah satuan lahan 8. 1. 7. Jumlah total luasan satuan lahan ini adalah 2. 3. Untuk satuan lahan 17 dengan luas 99 ha (0.761ha (6. 16. Peta Sebaran Nilai MF untuk Tanaman Cengkeh. 24. 14 dan 26 dengan luasan total sekitar 6.077 ha(5. kendala utamanya adalah lereng yang cukup terjal. Kelompok satuan lahan ini umumnya berada pada wilayah Informatika Pertanian Volume 14. 34 %).25%).28 %). juga ada satuan lahan yang berada pada wilayah bergelombang dengan penghambat utama adalah ketersediaan oksigen (media perakaran) dan retensi hara.

127. Sedangkan keuntungan internal dari nilai investasi yang ditanam pada usahatani ini yakni sebesar 66. maka diperoleh informasi input maupun ouput dari komoditi cengkeh yang diteliti (Lampiran 1).623. Analisis ekonomi yang dilakukan untuk system usaha tani cengkeh selama 30 tahun. Sistem kerja yang digunakan didasarkan pada satuan lahan dengan tingkat kesesuaian biofisik lahan sangat sesuai (S 1 ..dengan net BCR sebesar 6.. 127.62.129. untuk satuan lahan dengan kelas kesesuaian yang lebih rendah nilai ekonominya tetap mengacu pada nilai MF masingmasing (Tabel 4).129. Hal ini menunjukan bahwa jumlah net benefit dari usahatani cengkeh sampai dengan umur 30 tahun bila dihitung berdasarkan dengan nilai saat ini. dan 6). maka usaha tersebut memperoleh keuntungan sebesar Rp. Analisis Ekonomi Dari survei ekonomi yang telah dilakukan. keadaannya dicapai pada tingkat pemupukan seperti pada Tabel 6.dataran dan hanya sedikit yang berada pada wilayah berombak ataupun bergelombang. menunjukan bahwa nilai NPV yang diperoleh adalah sebesar Rp.48 %. b.623. Proses analisis ekonomi dari komoditi ini menggunakan program Automated Land Evaluation System (ALES) yang dipadukan dengan SIG.untuk kelas lahan sangat sesuai (Tabel 4 dan 5. nilai MF paling tinggi ). 782 Aplikasi Fuzzy Set Berbasis Sistem Informasi .

325.30 1.623.30 0.15 1.477 560 28 1363 311 463 541 497 4.637 127.639 57.108 52.189 1.30 0.45 0.46 0.503 127.25 2. Lahan (FAO) N N N N N S3 S3 N N N N S1 S1 S1 S3 S3 N S2 S3 S3 N S3 N S2 S2 S1 Nilai MF 0. 2005 783 .35 1.0 1.24 4. MF (Fuzzy Set) dan NPV untuk Masing-masing Satuan Lahan (SL).25 1.18 2.41 0.Tabel 4.41 0.57 3.503 102.607 964 101 876 1.077 99 702 2.098 3.80 1.912 5.905 1.40 0.78 1.30 0.0 NPV 58.706.623.42 0.30 0.088 2.430.10 0.129 Ha 1.10 1.430.129 52.714 77.637 63.56 0.443 Luas % 4.40 0.325.098.24 10.098.543 433 4. Kesesuaian Lahan (FAO).60 Informatika Pertanian Volume 14.45 0.0 1.790 2.22 9.50 0.623. Cengkeh No.95 4.129 127.01 2.75 6.40 0. SL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Kes.811.623.61 0.129 127.08 12.560 102.45 5.482 53.10 0.16 0.482 57.14 0.610.77 12.80 0.30 0.34 1.14 0.850.07 3.0 0.18 0.21 0.829 230 1.71 6.

Tabel 5. Indikator Tipologi Lahan (TL) Periode Analisis (tahun) Investasi (Rp/ha) NPV (Rp) (i=12%) IRR (%) BCR (i=12%) Nilai/Level Dep 30 86.623.129.54 66.48 6.62 784 Aplikasi Fuzzy Set Berbasis Sistem Informasi . Indikator Kelayakan Investasi Usahatani Tanaman Cengkeh (Rerata Tahunan/ha).000 127.300.

850 1.850 Informatika Pertanian Volume 14.750 1.850 1.580 1.000 0 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 0 0 0 1.550 1.700 1.750 1.800 200 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 8.600 2.850 1.850 1.700 1.850 1.850 1.200 16.850 1.700 1.000 50 20 20 75 75 75 75 75 75 75 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 Output/ ha Buruh Cengke (wanita) h hok kg 750 1.200 1.200 1.850 1.700 1. Parameter Macam/jenis Satuan ukuran Satuan Harga (Rp) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Input dan Output Tahun Ke14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Bibit Cengkeh batang Urea kg Input/ha SP-36 kg KCl kg Buruh (pria) hok 25.850 1.850 1. 2005 785 . Input dan Output Cengkeh.160 1.850 1.850 1.850 1.700 1.700 1.850 1.Tabel 6.

KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan cengkeh di Kecamatan Cina dan Mare Kabupaten Bone memiliki prospek yang cukup baik.129. 786 Aplikasi Fuzzy Set Berbasis Sistem Informasi .623. Kondisi biofisik dan faktor sosial budaya masyarakat sangat mendukung tujuan tersebut.Disadari bahwa produksi yang diperoleh oleh petani rata-rata sebesar 1. Dengan basis data yang terformat secara standar dalam SIG. hasil penelitian ini dapat menjadi input ke sistem aplikasi lain yang areanya sama. terutama dalam hal proses integrasinya. Satuan Lahan (SL) dengan kesesuaian S 1 untuk pengembangan cengkeh secara keseluruhan (kumulatif) dijumpai seluas 6.761 ha. Dari segi ekonomi. Pemanfaatan SIG sangat efektif dalam evaluasi kesesuaian lahan yang melibatkan volume data yang besar dan format yang rumit. Sedangkan lahan dengan kesesuaian S 2 seluas 2. yang juga dominan memiliki nilai indeks MF tertinggi. Kemudian. SIG memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan basis data hingga pada penyajian output dengan format yang mudah dimengerti oleh pengguna dan mudah dimutakhirkan.6 ton/ha pada kelas kesesuaian lahan S 1 memberikan indikasi bahwa pengelolaan dengan tingkat yang lebih baik lagi. termasuk pemupukannya masih memungkinkan untuk memperoleh hasil yang lebih tinggi dari apa yang telah dicapai saat ini. satuan lahan dengan kualitas terbaik untuk cengkeh (kelas tertinggi S 1 ) memiliki nilai NPV Rp 127.529 ha.

and Dragovich. A Conceptual model for assessing agricultural land suitability at a catchment level using a continous approach in GIS.. 17-19 July 2001.A.. Land use and soil erosion in land suitability assessment: a new approach from quantitative and spatial perspectives applied to the Sidney Region. Australia. 1983. D. FAO Soils Bulletin No 52. S. P. Chapman. D. in: Proceeding of the Geospatial Information and Agriculture Conference . A Conceptual model for defining and assessing land management units using a fuzzy modeling approach in GIS environment. Sydney. Using GIS and Remote Sensing for assessing and mapping the present status of land use and land qualities in the lower Hawkesbury-Nepean Catchment. Rome. Australia. S. Chapman. Oxford University Press Inc. 2002b. S. School of Geosciences.. Informatika Pertanian Volume 14. 29:3-20 Baja.M. International Journal of Geographic Information Systems .P. 1998. D. D. Chapman. Baja.A. R.DAFTAR PUSTAKA Baja.J. Land Resource Assesment: Lecture Notes . D. Environment and Planning B. Chapman. 2002c. A Land Evaluation Project in Greece using GIS and based on Boloean and fuzzy set methodologies. D. New York. FAO. Baja. Sydney. S. Pages 828-841. 1994.. Principal of Geographical Information Systems. D. A.M. D.. 29:647-661 Baja. Sydney. and Bloksma. Theocharopoulos. The University of Sydney. 2000. and McDonnel. Geocarto International 17:15-24. R. and Dragovich. NSW Departement of Agriculture.M. Davidson. S. Burrough. and Dragovich. 8:369-384. D. 2001a.M. Guidelines: Land Evaluation for Rainfed Agriculture. 2005 787 . S. Environmental Management .. 2002a. and Dragovich.

Soil Survey Staff. Wahington DC. Triantafilis. Keys to Soil Taxonomy. 1993. Kerjasama Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat dengan Balai Penataran dan Latihan Pertanian. Departemen Pertanian. McBratney. CSIRO Australia.Puslittanak. 121. Pengamatan Tanah di Lapang. Natural Resources Conservation Service. Eight edition.B.US Dept of Agriculture. Melbourne. Methods of Soil Classification and Land Suitability Assessment in the Lower Namoi Valley. 1998. J. A. 1993.. Aplication of Continous Report No. Division of Soils 788 Aplikasi Fuzzy Set Berbasis Sistem Informasi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful