You are on page 1of 9

HASIL OBSERVASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS SLB N WONOGIRI

Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Inklusi yang di ampu oleh Dra. Wardatul Djanah, M.Pd

OLEH :

Saiful Qodri

(K3109071)

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEBELAS MARET SURAKARTA 2010

i

10 November 2010 ii . 5. Tidak sedikit kesulitan yang dihadapi selama menyusun laporan ini dikarenakan keterbatasan ilmu pengetahuan. baik dari segi moril maupun material. Penulis menyadari bahwa selesainya laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Pd. M. 2. S. semoga bantuan yang telah diberikan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Atas segala bimbingan. Kedua orang tua tercinta serta kakak-kakak yang selalu memberikan Ibu Erna Muslichatun F. maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang Surakarta. M. Wardatul Djannah. kemampuan serta pengalaman yang dimiliki.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia serta berkah-Nya yang begitu besar kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil observasi ABK di SLB NEGERI WONOGIRI sebagai salah satu syarat memenuhi tugas penilaian mata kuliah Pendidikan Inklusi. 4. dorongan dan nasehat baik secara langsung sebesar-besarnya kepada : 1. Amin laporan yang tidak dapat penulis sebutkan. Ibu Dra. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan Pembaca yang budiman. Demikianlah ucapan terimakasih dari penulis atas pihak-pihak yang membantu penulis selama menyelesaikan pembuatan laporan ini. NEGERI WONOGIRI yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan maupun tidak langsung yang telah diberikan. Pd selaku kepala sekolah SLB doa dan perhatian serta dukungan yang tulus kepada penulis. Pd selaku dosen mata kuliah Pendidikan Inklusi yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam menyusun laporan ini. observasi 3.

SARAN…………………………………………………….. BAB I PENDAHULUAN……………………………………………. TUJUAN…………………………………………………… BAB II BAB III PEMBAHASAN………………………………………………. LATAR BELAKANG MASALAH………………………. ARTI PENTINGNYA……………………………………… C.Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL…………………………………………………………... PENUTUP…………………………………………………….. KATA PENGANTAR………………………………………………………… DAFTAR ISI…………………………………………………………………. LAMPIRAN…………………………………………………………………… i ii iii 1 1 2 3 4 6 6 6 7 iii .. B.. KESIMPULAN……………………………………………. A. B. A.

B. Tujuan dari pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus untuk mengoptimalkan kemampuan fisik. Identifikasi dini Anak Berkebutuhan Khusus dimaksudkan sebagai suatu upaya seseorang (orang tua. Istilah identifikasi dan asesmen sering dipergunakan secara bergantian. Pendidikan Inklusi memiliki fungsi untuk memfasilitasi anak berkebutuhan khusus dalam ikut serta mengenyam pendidikan berdasarkan UUD ’45 pasal 31 ayat 1 yang berisi ”Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran”. social. Tujuan dari identifikasi dini dan asesmen juga berbeda. psikis dan emosional dalam proses pembela-jaran agar kelak dapat ikut berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat seperti anak normal lainnya. emosional. Secara harfiah sesungguhnya identifikasi berbeda dengan asesmen.BAB I PENDAHULUAN A. Identifikasi dini sering dimaknai sebagai prose’s penjaringan awal mungkin. atau tingkah laku) seawall iv . maupun tanggung jawab sebagai warga masyarakat bahkan untuk Anak Berkebutuhan khusus. intelektual. guru. Identifikasi dini merupakan tahapan awal yang masih bersifat global atau kasar dari asesmen yang lebih rinci dan hal detail. ARTI PENTINGNYA Hakekat identifikasi dini dan asesmen. Upaya peningkatan mutu pendidikan menjadi bagian terpadu dari upaya peningkatan kualitas manusia. Hal ini menyangkut kompetensi dan profesionalisme. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi SDM. sedangkan asesmen dimaknai sebagai penyaringan. kepribadian. baik aspek kemampuan. maupun teaga kependidikan lainnya) untuk melakukan prose’s penjaringan terhadap anak yang mengalami kelainan atau penyimpangan (fisik.

dan atau sensoris neurologis). emosional. yaitu : 1. Dengan asesmen akan diketahui kelemahan atau kesulitan anak dalam sutu hal. social. 4. 2. Pemamantauan kemajuan belajar. v . intelektual. Dalam rangka pendidikan inklusi. 5. 3. serta kebutuhan layanan khusus yang diperlukan untuk mengatasi satu hal. kegiatan identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus dilakukan untuk lima keperluan. kekuatan / potensi / kemampuan dan kelebihan dalam satu hal. Hasil dari identifikasi akan dilanjutkan dengan asesmen. Penjaringan (Screening). yang hasilnya akan dijadikan dasar untuk penyusunan program pembelajaran sesuai dengan kemampuan dan ketidakmampuannya. Pengalihtanganan (referral). Perencanaan pembelajaran.mungkin dalam rangka pemberian layanan yang sesuai. C. TUJUAN Secara umum tujuan identifikasi ini adalah untuk menghimpun informasi seorsng anak yang mengalami kelainan / penyimpangan (fisik. Hasil dari identifikasi adalah ditemukannya anak-anak berkebutuhan khusus yang perlu mendapatkan layanan pendidikan khusus melalui program inklusi. Klasifikasi.

Jawa Tengah. 5. 1. Giripurwo. Cara mengetahui kelemahan dan kekurangan yang dimiiki anak. 4. 2. Wonogiri. Laporan Hasil Observasi dan Identifikasi Observasi dilakukan oleh 1 kelompok yang terdiri dari 6 orang mahasiswa pada tanggal 8 November 2010 bertempat di SLB NEGERI WONOGIRI Joho Lor Rt. 6. Observasi dilakukan dengan cara mengamati secara langsung anak yang berkebutuhan khusus dan melakukan wawancara kepada orang tua anak. 3. Untuk hal ini cara yang digunakan yaitu dengan dilakukan pemeriksaan oleh dokter atau berkonsultasi dengan psikiater. Bagaimana mengetahui kelemahan-kelemahan yang dialami? Kapan mulai diketahuinya gejala-gejala kekurangan yang dimiliki anak? Apa yang dilakukan orang tua anak setelah mengetahui bahwa anak memiliki kekurangan? Kapan anak mulai dimasukkan ke SLB? Kesulitan-kesulitan yang dialami anak selama belajar di SLB? Apa harapan orang tua terhadap anak tersebut? Hasil observasi yang diperoleh dari Royan adalah sebagai berikut: 1.BAB II LAPORAN HASIL OBSERVASI A. Nama Siswa Kelas Jenis Kelamin Sekolah Umur / Tanggal Lahir Jenis Kelainan : : : : : : Royan Pandu Darmawan TK-LB Laki-laki SLB N WONOGIRI 6 tahun / 27 Februari 2004 Down Syndrome dengan sedikit Autis Berdasarkan hasil observasi kami pada tanggal 11 November 2010 terhadap anak yang bernama Royan Pandu Darmawan yang mengalami down syndrome dengan sedikit autis. Dokter akan vi . 02 / V.

Hasil data menurut pengamatan yang dilakukan dengan mengikuti secara langsung proses belajar mengajar. Namun setelah Royan lahir ada keanehan yang muncul yaitu Royan tidak menangis. dia dibawa oleh orang tua nya untuk berobat mulai dari usaha medis seperti dokter. dalam kelas pun Royan merasa terganggu dengan orang yang belum dikenal berada di sekitarnya karena terkadang membuat Royan merasa perhatian kepadanya berkurang. 2. Kapan anak dimasukkan SLB. psikiater akan melakukan identifikasi dan tes untuk mendiagnosis kekurangan yang dialami anak. 3. 5. Dari hasil observasi tersebut didapatkan data bahwa Royan baru masuk dua minggu mengikuti kegiatan di SLB N 1 Wonogiri tersebut dengan mengikuti orientasi sekolah yaitu diberi pelajaran setingkat TK-LB. Kesulitan yang di alami selama bersekolah di SLB. Kapan mulai diketahui gejala-gejala kekurangan yang dimiliki anak. spesialis. Selain itu ayah dari Royan juga berharap agar kelak Royan dapat hidup secara mandiri dan tidak membutuhkan perhatian lebih lagi seperti sekarang ini. Harapan orang tua terhadap anak. saat di cek ke dokter hal tersebut tidak berdampak bagi janin yang dikandungnya. Usaha yang dilakukan orang tua setelah mengetahui apa yang dialami anak Telah banyak usaha yang dilakukan oleh orang tua dari Royan untuk menyembuhkan penyakit yang diderita oleh Royan. 6. Pada awalnya ibu dari Royan mengalami kecelakaan jatuh pada waktu berada di kamar mandi. Orang tua berharap agar Royan tetap bisa menangkap pelajaran yang diberikan. 4. bahkan sampai pengobatan alternatif seperti dibawa ke pengobatan tradisional dan paranormal.melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan fisik anak. Royan mengalami kendala untuk berkonsentrasi ketika diajari oleh gurunya. vii .

Dalam berinteraksi social. Ridho termasuk anak yang mempunyai daya ingat yang cukup kuat dan memiliki kelebihan pada pelajaran matematika terutama dalam hal perkalian 3. hampir seperti anak normal lainnya tidak ada hambatan yang berat hanya saja perilaku dan aktifitas Ridho yang selalu bergerak aktif.7 kg dan panjang 48 cm. Ridho tidak mengalami kekurangan ataupun kelainan. Ridho mampu menangkap materi yang diberikan namun sekali waktu ia tetap berlarian dan bergerak aktif di dalam kelas. Ridho mendapatkan ASI eksklusif dari alhir hingga umur 2 tahun. setiap bergerak Ridho seperti anak normal seusianya. perkembangan dalam masa kehamilan sesuai dengan perkembangan janin normal. Pada saat di dalam kelas. 1. Aspek Fisik. Dalam bidang akademik. Dalam aspek fisik. saat lahirpun Ridho lajir dengan normal dengan berat 3. Kemempuan Akademik atau Intelektual. Ridho mampu menangkap materi pelajaran. 2. Royan termasuk anak yang jauh untuk berteman. cenderung acuh ketika bertemu orang yang belum dikenalnya. Informasi Perkembangan Anak. Berdasarkan formulir yang diisi orang tua Ridho. BAB III viii . asupan makanan pun tercukupi dan bergizi. Tetapi setelah beberapa saat kemudian Ridho mulai berlarian dan bergerak aktif hingga sang ibu tidak mampu mengikuti kemana arah Ridho berlari. namun setelah berkenalan dan diajak bercengkrama ridho mulai mau menjawab pertanyaan yang diajukan. guru memberikan dan menjelaskan materi pelajaran. Interaksi Sosial.B.

ix . Masing-masing memiliki cirri dan tanda-tanda khusus atau karakteristik anak dengan kebutuhan pendidikan khusus. KESIMPULAN Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan anak yang mempunyai sesuatu yang luarbiasa yang secara signifikan membedakannya dengan anak-anak pada umumnya baik fisik.PENUTUP A. mental maupun intelektual. Keluarbiasaan yang dimiliki anak tersebut dapat merupakan sesuatu yang negatif maupun positif.