PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEBUMIAN DAN AKUATIK TAHUN 2005

Oleh: Robert M. Delinom, Yunarto, Agusmen Riyanto, Darius Kabanga dan Tito Satrio S.L

Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI, Jl. Sangkuriang, Bandung 40135 Telp. 022-2503654, Fax. 022-2504593

Abstrak Dalam usaha menghimpun dan penyebarluasan data dan informasi kebumian dan akuatik, Kedeputian IPK-LIPI telah mengembangkan sebuah sistem informasi berbasis SIG, yang dapat mengelola data hasil penelitian dari masing-masing Puslit di Kedeputian IPK-LIPI, dalam bentuk spasial dan tabulasi, dan menginformasikannya kepada para peneliti yang ada di lingkungan Kedeputian IPK-LIPI. Dengan sistem ini, semua data dapat terintegrasi dan diorganisasi secara terpusat dan dapat diakses para peneliti untuk mencari informasi yang diperlukan. Sistem yang dikembangkan tersebut diberinama ”sistem informasi kebumian dan akuatik” atau ”earth and aquatic resources informtion system” disingkat EARIS, dibuat dalam bahasa Visual Basic 6 dan MapBasic 6 yang langsung dapat dijalankan melalui OS Windows. EARIS dikembangkan di Puslit Geoteknologi dan telah diujicobakan pada jaringan komputer Puslit Geoteknologi-LIPI, dimana datanya disimpan format SQL melalui software SQL Server dan MapInfo Spatialware yang dipasang di server, sedangkan program aplikasinya EARIS dipasang disetiap komputer client. Hasilnya, data dapat diakses oleh pengguna melalui program aplikasi tersebut untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan cepat, tepat dan akurat. Dengan sistem ini, data dan informasi dapat langsung diperoleh hanya dengan memilih objek sebuah layer (peta) ataupun melalui atribut dengan kriteria yang diminta. Sehingga sistem ini dapat berguna sebagai salah satu sarana penyebarluasan informasi secara visual bagi para peneliti yang membutuhkannya.
Kata Kunci: Teknologi informasi, sistem informasi, spasial, tabulasi, terintegrasi. (Klas : E 005-1)

PEMBUATAN BASIS DATA SPASIAL PENCEMARAN SUNGAI CITARUM
Oleh : Dyah Marganingrum, Nyoman Sumawijaya, dan Arief Rachmat

Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI, Jl. Sangkuriang, Bandung 40135 Telp. 022-2503654, Fax. 022-2504593

Abstrak Beberapa hasil pengamatan dan penelitian menunjukkan bahwa kualitas air sungai Citarum menurun drastis akibat pencemaran dan sedimentasi. Indeks pencemaran air Citarum dari hulu ke hilir berkisar antara tiga hingga lima, yang artinya pencemaran air dari tingkat berat sampai sangat berat. Penyebab pencemaran sungai Citarum sangatlah kompleks. Namun berdasarkan sumbernya dapat dibedakan menjadi buangan dari penduduk (domestik), industri, pertanian, peternakan, dan pertambangan. Dalam rangka pengendalian pencemaran air sungai, Pemerintah Pusat dan Daerah melaksanakan kegiatan yang dikenal dengan sebutan Prokasih (Program Kali Bersih) yang mulai dilaksanakan pada tahun 1989. Prokasih ini merupakan Program Kerja Nasional yang pelaksanaan kegiatannya dilakukan oleh masing-masing Pemerintah Daerah yang bersangkutan, dan pembinaannya dilakukan oleh masing-masing instansi sesuai dengan tugas dan fungsiya. Dari kegiatan prokasih tersebut menghasilkan sejumlah data dalam bentuk dokumen. Dengan dilanjutkannya Prokasih, yang kita kenal sebagai Prokasih 2005, maka dapat dibayangkan berapa banyak data yang telah dikumpulkan. Oleh karena itu untuk kebutuhan manajemen data perlu dibuat sistem basis data. Tujuan dari dibuatnya sistem basis data adalah untuk mempermudah pengaksesan dan updating data. Dari tersusunnya data-data Prokasih tersebut, diharapkan memberikan informasi yang tepat, cepat, dan akurat berkaitan dengan pengelolaan sungai yang masuk dalam wilayah pelaksanaan Prokasih.
Kata Kunci : Prokasih, pencemaran sungai, lingkungan, basis data

(Klas

: E 005-1)

(E 005-4)

MITIGASI BAHAYA GERAKAN TANAH DI DAERAH TROPIS: Analisis Empirik Karakter Hujan Pemicu Longsoran Di Daerah Kayuares, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, Jawa Tengah
Oleh : Yugo Kumoro, Y.S. Wibowo M. Ruslan, Iin Abu K. dan Bambang Irianto

Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI, Jl. Sangkuriang, Bandung 40135 Telp. 022-2503654, Fax. 022-2504593

Abstrak Daerah Banjarnegara dan sekitarnya merupakan kawasan yang mempunyai frekwensi terjadinya gerakan tanah yang cukup tinggi di bandingkan dengan daerah lain di Jawa Tengah. Daerah yang sangat rawan terjadinya gerakan tanah dijumpai pada kawasan Banjarnegara bagian utara, hal ini ditunjukkan oleh morfologi/topografi yang sebagian besar mempunyai sudut lereng
o

>30 . Jenis batuan penyusun yang terdiri dari batulempung, breksi, batupasir dari Formasi rambatan juga sangat berpengaruh terhadap terjadinya gerakan tanah di kawasan ini. Berdasarkan hal ini telah dilakukan penelitian dan pengkajian terhadap badan jalan di kawasan rumah pembangkit (“power house”) yang mengalami longsor. Hasil pengamatan lapangan menunjukkan bahwa badan jalan yang longsor terdapat pada satuan batulempung,.batulanau dan napal dari formasi Rambatan. Di bagian atas dari lokasi longsoran dijumpai retakan-retakan yang mudah terisi air, sehingga dapat memicu longsoran. Pengukuran sondir menunjukkan bahwa daerah transisi antara tanah yang lunak dan keras yang diinterpretasikan sebagai bidang gelincir dijumpai pada kedalaman 2 meter. Hasil perhitungan curah hujan pemicu gerakan tanah dicirikan oleh nilai ambang intensitas curah hujan sebesar 42mm/jam dengan durasi 2,08 jam dengan total hujan sebesar 87,84mm. Hasil perhitungan tersebut diperlihatkan dalam bentuk kurva hubungan antara intensitas curah hujan dan waktu durasi hujan. Pengamatan lapangan juga dilakukan pada pintu keluar terowongan pipa pesat yang memberikan indikasi gejala longsor pada dinding saluran tersebut. Indikasi atau gejala longsoran diperlihatkan dengan retakan-retakan dan torehan-torehan pada dinding saluran pipa pesat yang disebabkan oleh tekanan masa tanah di bagian atasnya. Berdasarkan hasil penelitian ini telah diperoleh lokasi-lokasi kejadian bencana gerakan tanah/longsoran, sifat keteknikan tanah/batuan, dan pola curah hujan yang memberikan gambaran bahwa curah hujan dengan kumulatif terjadi pada bulan Nopember hingga Maret setiap tahunnya yang menimbulkan longsoran di daerah Banjarnegara. Hasil ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk penyusunan strategi mitigasi bencana gerakan tanah dan untuk penataan tata ruang dan pengembangan wilayah di daerah rentan bencana longsoran.
Kata kunci: Lereng, kondisi tanah, curah hujan, mitigasi.

(Klas

: E 005-2)

Cicadas. Herryal Z. Kata Kunci: Longsoran.75 mm/jam dengan lama waktu 22 menit di lokasi Cicadas. Penelitian di daerah ini untuk memprediksi dan menentukan pola karakter intensitas dan durasi pemicu terjadinya bahaya gerakan tanah. 022-2504593 Abstrak Wilayah Jawa Barat mempunyai sejarah yang panjang akan permasalahan gerakan tanah. Jl. Dalam upaya mitigasi bahaya gerakan tanah di suatu wilayah salah satunya memerlukan pengetahuan tentang karakter curah hujan pemicu longsoran. Bandung 40135 Telp. curah hujan.38 dan 12. (Klas : E 005-2) . Lapisan tanah yang mengalami luncuran mempunyai nilai kohesi yang kecil dan sudut geser yang besar. hidrologi. kuat geser. Sebagai bidang gelincirnya terjadi pada zona transisi lapukan pasir tufaan dan breksi tufaan dengan kedalaman mulai -3. Jawa Barat Oleh: Dwi Sarah.5 meter pada longsoran Cicadas. topografi.5 meter pada longsoran Selagedang dan -2. sifat keteknikan material tanah/batuan dan karakter curah hujannya.41 mm/jam dengan lama waktu 1 jam 38 menit di lokasi Selagedang dan sebesar 18. Cianjur Selatan. Tekanan air pori tersebut dapat dihasilkan oleh curah hujan dengan intensitas sebesar 70. Mengingat peristiwa gerakan tanah sangat dipengaruhi oleh kondisi geologis. Cianjur Selatan. 022-2503654.27 kPa diperlukan untuk menyebabkan terjadinya gerakan tanah. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa longsoran yang terjadi di daerah Selagedang dan Cicadas.BAHAYA GERAKAN TANAH DI DAERAH TROPIS: Analisis Empirik Karakter Hujan Pemicu Longsoran di daerah Selagedang. infiltrasi. Analisis kestabilan lereng menerus untuk lereng di Selagedang dan Cicadas menunjukkan bahwa tekanan air-pori masing-masing sebesar 23. Fax. tekanan air-pori kritikal. Sangkuriang.Anwar. yaitu tipe luncuran dan bahan rombakan. mengingat setiap lokasi mempunyai ciri dan karakteristik yang berbeda-beda sesuai kondisi geologi setempat. Longsoran terjadi pada lapukan batuan induk (breksi tufaan) dan endapan volkanik muda berupa pasir tufaaan. Cianjur Selatan ini. Eko Soebowo. Bambang Irianta dan Widodo Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dasar dalam penyusunan strategi mitigasi bencana gerakan tanah khususnya permasalahan pola karakter curah hujan diwilayah ini.

diperlukan untuk memicu terjadinya gerakan tanah. 022-2504593 Abstrak Wilayah Indonesia khususnya Jawa Barat mempunyai sejarah yang panjang akan permasalahan gerakan tanah. Mengingat peristiwa gerakan tanah sangat dipengaruhi oleh kondisi geologis. Sukaca dan Widodo Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. Sutanto E. topografi. Tekanan air pori tersebut dapat dihasilkan oleh curah hujan dengan intensitas sebesar 125 mm/jam dengan lama waktu 3 jam 10 menit. mengingat setiap lokasi mempunyai ciri dan karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi geologi setempat. Kata Kunci: Longsoran. Fax. infiltrasi. Purwakarta. (Klas : E 005-2) . tekanan air-pori kritikal. Sangkuriang. sifat keteknikan material tanah/batuan dan karakter curah hujannya. 022-2503654. Bandung 40135 Telp.. Longsoran ini terjadi pada endapan volkanik muda (tufa pasiran) sebagai material yang meluncur. Jl.MITIGASI BAHAYA GERAKAN TANAH DI DAERAH TROPIS: Analisis Empirik Karakter Hujan Pemicu Longsoran di daerah Cikadu. Berdasarkan data yang diperoleh di daerah Cikadu. Sebagai bidang gelincirnya terjadi pada zona transisi material tufa pasiran dan lempung dengan kedalaman mulai -2 meter bagian atas dan -4. menunjukkan bahwa tipe longsoran yang terjadi yaitu luncuran dan rayapan. Sunarya Wibowo. kuat geser. Analisis kestabilan lereng menerus menunjukkan bahwa tekanan air-pori sebesar 12. Lapisan tanah yang mengalami luncuran mempunyai nilai kohesi yang kecil dan sudut geser yang besar.S. Sukatani. Dalam upaya mitigasi bahaya gerakan tanah di suatu wilayah salah satunya memerlukan pengetahuan tentang karakter curah hujan pemicu longsoran.5 meter bagian bawah.41 kPa. dengan campuran material lempung dari Formasi Subang. Sukatani. Penelitian di daerah ini untuk memprediksi dan menentukan pola karakter intensitas dan durasi pemicu terjadinya bahaya gerakan tanah. hidrologi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dasar dalam penyusunan strategi mitigasi bencana gerakan tanah khususnya permasalahan pola karakter curah hujan diwilayah ini. curah hujan. Jawa Barat Oleh: Eko Soebowo.

Dengan banyaknya faktor yang berpengaruh. 022-2503654. Untuk mengetahui tingkat dominasi setiap faktor ini diperlukan analisis faktorial yang belum dapat dilaksanakan pada tahun ini karena masih terbatasnya jumlah sample. Sangkuriang. Nilai-nilai indeks fluktuasi luah sebagai indikator unjuk kerja fungsi hidrologis hanya akan berlaku pada kondisi fisik yang sejenis. indikator. Kata Kunci: Fungsi hidrologis. Disamping faktor-faktor fisik faktor tutupan lahan memberikan pengaruh yang besar pula. Karningsih. fluktuasi. hydrograph. tutupan-lahan. Jl. Tjetjep Mahdi dan Aep Sofyan Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI.UNJUK KERJA FUNGSI HIDROLOGIS DAERAH ALIRAN SUNGAI Oleh: Muhamad R. (Klas : E 005-3) . Dadan Suherman. kerapatan dan pola aliran. Bandung 40135 Telp. (2) Klasifikasi kesarangan permukaan DAS yang dapat direpresentasikan dengan sebaran geologi atau tanah. Sukabumi dan beberapa lainnya di Propinsi Jawa Barat dipelajari untuk melihat respon fluktuasi terhadap fluktuasi luah sebagai indikator kinerja fungsi hidrologis DAS. DAS. maka penilaian tingkat keragaan fungsi hidroorologis DAS harus didahului dengan pengkelasan sub DAS yang dilakukan secara berjenjang menurut kepentingan pengaruhnya terhadap fungsi hidrologis DAS sebagai berikut: (1) Klasifikasi iklim. Faktor-faktor ini bekerja secara simultan. kemiringan lereng dan relief). dan (4) Tutupan lahan. (3) Faktor-faktor geometri DAS (Luas.Djuwansah. luah. Fax. N. Tjiptasmara. Setiap kelas sub DAS akan memiliki kisaran besaran indeks fluktuasi tersendiri sebagai indikator unjuk kerja. 022-2504593 Abstrak Hidrograph beberapa sub DAS di Kabupaten Bogor.

dan dapat menghasilkan gas dalam kuantitas kecil. Berdasarkan nilai porositas yang didapat Formasi Halang dan batugamping Formasi Tapak merupakan merupakan batuan yang baik untuk reservoir. Kata kunci : Sedimen. namun geologi regional daerah penelitian tidak menunjukkan terjadinya “hydrocarbon play” di daerah tersebut. conto tersebut berada dalam fasies organik fasies D dan CD. reseroir. Anggota batugamping Formasi Tapak terdiri dari Fasies Planktonic Packstone dan Fasies Algal Foraminiferal Packstone yang diendapkan pada lingkungan endapan laut dalam. Jl. hidrokarbon. porositas. 022-2503654. Penelitian batuan induk dilakukan di daerah Banjarnegara pada betulempung dari Formasi Totogan dan Formasi Rambatan yang bertujuan untuk memperoleh data permukaan meliputi karakteristik litofasies dan potensi batuan induk. laut. ketebalan dan karakter litologi Formasi Wonosari mempunyai potensi yang baik untuk berfungsi sebagai reservoir hidrokarbon.“Ringkasan Hasil Penelitian “ PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI PROSES ENERGI Oleh: Praptisih Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. Fax. Bandung 40135 Telp. 1973 dan diendapkan dalam Mid Fan pada Submarine Fan. karbonat.79%. 022-25045932 Abstrak Penelitian sedimen laut dalam dilakukan di daerah Ajibarang dan sekitarnya pada sedimen klastik Formasi Halang dan sedimen karbonat Formasi Tapak yang diduga mempunyai kaitan dengan reservoir hidrokarbon. Nilai porositas dari Formasi Halang sebesar 6. Tiga fasies karbonat yang ditemukan di Timur Pacitan adalah (1) Fasies packstone yang terbentuk pada lereng terumbu. Berdasarkan nilai parameter evaluasi batuan induk HI (Waples. Hasil analisis TOC dan pyrolisis rock Eval dari 10 conto batulempung menunjukkan nilai HI sebesar 47-109mg HC/g TOC.12-27. menunjukkan bahwa sebagian fasies pembentuk karbonat Formasi Wonosari masih menerus ke daerah tersebut. pada batugamping anggota Formasi Tapak porositas berkisar antara 12. batuan. D dan F dari model fasies Walker Mutti.43-32. Penelitian detil endapan karbonat Formasi Wonosari telah dilakukan bagian Timur Pacitan yang merupakan lanjutan dari daerah Wonosari sampai bagian Barat Pacitan (tahun 2003 dan 2004).25 % pada fasies planktonic packstone yang merupakan anggota batugamping Formasi Tapak. Hasil pengamatan detil pada penampang stratigrafi terukur yang dilakukan di sungai Tajum menunjukkan bahwa Formasi Halang merupakan endapan turbidit yang didominasi oleh Fasies C. turbidit. 1985). Nilai porositas tertinggi adalah 32. (2) Fasies boundstone yang diendapkan dalam zona terumbu (mulai reef front-reef crest) dan (3) Fasies algal foraminiferal packstone yang terbentuk pada lingkungan belakang terumbu (backreef-shelf). induk. (Klas : E 005-4) . Sebaran. Batuan induk di daerah penelitian berasal dari material yang teroksidasi kuat dan seringkali merupakan material organik asal darat yang terbawa melalui lingkungan oksidasi.25%. dalam. Sebaran Formasi Wonosari di Timur Pacitan merupakan bagian “Carbonate platform” yang tersebar dengan arah Barat-Timur dengan posisi cekungan berada diarah utara dan terjadi pada Miosen Tengah-Miosen Atas. Sangkuriang.

(Klas : U 005-1) .

Sangkuriang. fasies. induk. Lingkungan pengendapan menunjukkan batuan induk di daerah penelitian berasal dari material yang teroksidasi kuat dan seringkali merupakan material organik asal darat yang terbawa melalui lingkungan oksidasi. Kamtono.STUDI POTENSI BATUAN INDUK PADA SUB-CEKUNGAN BANYUMAS DAN SERAYU UTARA DI DAERAH KARANGKOBAR DAN SEKITARNYA. gas. batu lempung. Jl. Doko Trisuksmono dan Nandang Supriyatna Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. potensi. Hasil analisis TOC dan pyrolisis rock Eval dari 10 contoh batu lempung menunjukkan nilai HI sebesar 47-109mg HC/g TOC. Batuan induk tersebut dapat menghasilkan gas dalam kuantitas kecil. Kata Kunci: Batuan. M. Berdasarkan nilai parameter evaluasi batuan induk HI (Waples. Safei Siregar. 022-2504593 Abstrak Penelitian batuan induk dilakukan di daerah Banjarnegara pada batu lempung dari Formasi Totogan dan Formasi Rambatan yang bertujuan untuk memperoleh data permukaan meliputi karakteristik litofasies dan potensi batuan induk. BANJARNEGARA Oleh: Praptisih. Fax. contoh tersebut berada dalam fasies organik fasies D dan CD. (Klas : E 005-4) . 1985). 022-2503654. Bandung 40135 Telp.

batuan ini terdapat jauh dibawah permukaan bumi (ribuan meter) yang menyebabkan terbatasnya studi yang bisa dilakukan. Djoko Trisuksmono dan Nandang Supriatna. Sebaran Formasi Wonosari di Timur Pacitan merupakan bagian “Carbonate platform” yang tersebar dengan arah Barat-Timur dengan posisi cekungan berada diarah utara. Sebaran. reservoir. Penelitian detil telah dilakukan pada sebagian dari sebaran batuan di daerah Wonosari sampai bagian Barat Pacitan (tahun 2003 dan 2004). ketebalan dan karakter litologi Formasi Wonosari mempunyai potensi yang baik untuk berfungsi sebagai reservoir hidrokarbon.STUDI ENDAPAN KARBONAT FORMASI WONOSARI DI DAERAH PACITAN – PANGGUL DAN KAITANNYA DENGAN RESERVOIR HIDROKARBON DI JAWA SELATAN Oleh : M. Sangkuriang. Jl. Sedimentasi terjadi pada Miosen Tengah-Miosen Atas. flatform. Tiga fasies karbonat yang ditemukan di Timur Pacitan adalah (1) Fasies packstone yang terbentuk pada lereng terumbu. 022-2504593 Abstrak Perangkap hidrokarbon dari jenis batuan karbonat banyak ditemukan di Indonesia. Kelanjutan penelitian ini di bagian Timur Pacitan menunjukkan bahwa sebagian fasies pembentuk karbonat Formasi Wonosari masih menerus ke daerah tersebut. Fax. Kata kunci: Batuan. fasies. Bandung 40135 Telp. hidrokarbon. (2) Fasies boundstone yang diendapkan dalam zona terumbu (mulai reef front-reef crest) dan (3) Fasies algal foraminiferal packstone yang terbentuk pada lingkungan belakang terumbu (backreef-shelf). Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. Sebagai reservoir. (Klas : E 005-4) . 022-2503654. karbonat. Praptisih. M. Safei Siregar. Ma’ruf Mukti. namun geologi regional daerah penelitian tidak menunjukkan terjadinya “hydrocarbon play” di daerah tersebut. Salah satu endapan karbonat yang tersingkap luas dipermukaan adalah Formasi Wonosari.

sumberdaya alam. dipilih pulau Semau bagian selatan yang dianggap dapat mewakili tiga pulau busur luar yang bersisian dengan laut Sawu. Hantoro. Kata kunci: Kejadian ekstrem. 022-2504593 Abstrak Indonesia terletak di kawasan dimana berlangsung beberapa gejala alam seperti iklim maupun geologi yang memberi pengaruh kuat pada proses pembentukan pulau-pulau kecil sepanjang jalur busur luar non volkanik. Arsadi. Contoh kayu (Tamarindus indicus dan jati/teac) yang diperoleh dari pulau ini akan dianalisis variasi kandungan isotop stabilnya. Kondisi karstik pulau ini memberi peluang eksplorasi speleothem yang berpotensi pula dikemudian hari sebagai sumber data "proxy" gejala alam dimasa lalu. Rote dan Semau terbentuk dari keratan batuan bancuh hasil proses desakan lempeng Australia ke arah utara yang menabrak kerak benua. Rendahnya curah hujan dan kondisi geohidrologi pulau-pulaumenyebabkan neraca negatif air tawar di beberapa tempat di kawasan ini.Pertanyaan yang muncul kemudian adalah. Bandung 40135 Telp. Sebagai model. 022-2503654. Kosasih Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. M. disebabkan terumbu karang menumpang di atas dasar keratan tektonik atau leelran lumpur sehingga tidak dapat membentuk rataan datar luas. Penataan ruang dan pengembangan kawasan di pulau-pulau ini memerlukan dukungan data potensi berikut model pada pengelolaan air tawar yang yang tepat disamping memperhitungkan potensi kerawanan bencana (gempa bumi dan longsor). E. apakah dan sejauh mana sesungguhnya peran pulau-pulau ini merekam gejala ekstrem alam dimasa lalu ─ seperti gejala iklim maupun tektonik ─ pada beberapa jenis material yang dianggap memadai sebagai sumber informasi atau data proksi. Suyatno dan E. Sejumlah contoh koral masif dari jenis Diploastrea heliopora dan Porites sp. yaitu gejala ENSO yang berpengaruh pada kondisi lingkungan. S. untuk kemudian memperbanyak peluang memperoleh sumber data proksi hingga mencapai kurun waktu lebih jauh (Holosen). Fax. Pengangkatan ini tidak menghasilkan undak teras yang sempurna bentuknya. terbukti cukup peka merekam gejala perubahan kondisi perairan di masa lalu. disamping iklim. Jl. sehingga neraca air tawar di kawasan ini sulit diketahui dibagian mana pada siklusnya dapat diperoleh kualitas terbaik sebagai air rumah tangga. Keratan ini terungkit melenting oleh gejala apungan lempeng. Kondisi geologi ini yang mengontrol resim geohidrologi. Pulau-pulau tersebut terletak di perairan yang ditandai oleh variasi kuat tahunan suhu muka laut serta merupakan salah satu kawasan perlintasan arus global (Arlindo) dari Selat Makassar melalui Laut Sawu menuju Samudra Hindia.PERUBAHAN IKLIM DAN KEGIATAN TEKTONIK PADA PEMBENTUKAN PULAU-PULAU KECIL TERUMBU KARANG DI JALUR BUSUR LUAR NON VOLKANIK: Pengembangan data proksi dan implikasi iklim pada Neraca Hidrologi serta Kerawanan Bencana Geologi Pulau Semau Oleh: W. Sangkuriang. (Klas : H 005-1) . pulau kecil. Timor. mengangkat batuan terumbu karang yang dahulu berkembang menumpang tidak selaras di atas kompleks keratan batuan tersebut atau di atas terobosan lumpur Bobonaro.

Lokasi penelitian dilakukan pada sebagian zona sesar Cimandiri. Segmen-segmen sesar Cimandiri tersebut adalah segmen sesar Cimandiri Pelabuhan Ratu-Citarik. . Disamping itu sesar yang berarah barat-timur ini dipotong oleh sesar yang berarah timur laubarat daya. 022-2503654. Kata kunci: Sesar Cimandiri. Ciramp-Pangleseran. Sesar Lembang yang berarah barat-timur masih belum bisa terjawab apakah sebagai sesar normal. Sesar yang berarah timur laut-barat daya tersebut merupakan lajur sesar yang berumur relatif lebih muda dari sesar utama Cimandiri. Ruslan. Suwiyanto. U28°T dan U72°T. Djedi S. Gaffar.DEFORMASI KERAK BUMI SEGMEN-SEGMEN SESAR DAERAH BUSUR SUNDA: Aplikasi Pada Mitigasi Bencana Geologi Oleh: Eddy Z. analisa struktur. 022-2504593 Abstrak Indonesia bagian Barat dikenal dengan fenomena tektonika yang cukup menarik dimana penunjaman yang terjadi memanjang dari bagian Barat Sumatra hingga Selatan Jawa. Citari-Cadasmalang. merupakan salah satu rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan tektonika Sumatra dan Jawa. Apabila terjadi gempabumi pada lajur sesar ini akan merusak daerah yang labil tersebut. Ciceureum-Cirampo. sejarah sungai dan tektoniknya. Diantara lajur sesar yang berarah timur laut-barat daya adalah lajur sesar Citarik yang kemungkinan menerus sampai ke wilayah Bogor dan Jakarta dan lajur sesar Cibadak melalui lokasi daerah longsor Warungkiara menerus sampai kota Cibadak dan desa Nagrak yang pernah dilanda gempa pada tahun 2002. Peristiwa gempa bumi yang berkekuatan 5. Analisa struktur geologi memperlihatkan bahwa ada beberapa gaya kompresi yang ada yaitu gaya kompresi berarah U312°T. Dase Ruswandi. Jl. Longsor.Foto Udara. Perlu data lain seperti sejarah pengendapan batuan. walaupun dari kenampakan pola aliran sungai dan morfologi terlihat sebagai sesar geser namun geseran sungainya tidak konsisten. Sangkuriang. (Klas : I 005-1) .1 pada skala Richter terjadi pada tahun 2001 yang mengakibatkan kerusakan pada bangunan dan rumah tinggal di daerah Kabupaten Sukabumi. Pangleseran-Cibeber. sesar geser ataukah sesar naik. Bandung 40135 Telp. penelitian terinci daerah sesar Cimandiri muara sungai Citarik yang merupakan bukti tektonik yang paling muda dan interpretasi foto udara daerah Pelabuhan Ratu sampai Padalarang. M. Kelurusan sesar. Interpretasi Foto Udara digunakan untuk penentuan kelurusan zona sesar Cimandiri. Yayat Sudrajat dan Pipih Ashari Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. Widarto. sungai Cicareuh dan Cicatih. gaya kompresi. Fax. dan beberapa segmen Cibeber sampai Padalarang serta segmen Padalarang-Tangkuban Perahu yang dapat diamati sebagai lembah sungai yang berarah hampir timur-barat dan membelok kearah timur laut mulai dari Cibeber kearah timur. Sesar Cimandiri dapat dibagi menjadi beberapa segmen mulai dari Pelabuhan Ratu sampai Padalarang.

Kata kunci : Tsunami. Susilohadi . 1 1 4 1 2 3 Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI. Bandung 4 Biologi-ITB Abstrak Wilayah pesisir yang membatasi sisi timur Selat Sunda merupakan kawasan yang sangat cepat perkembangannya.TSUNAMI VOLKANIK KRAKATAU: Studi kronologi dan upaya mitigasi di Selat Sunda Oleh: 2 Wahyoe S. beberapa ruas kawasan pesisir daerah ini mengalami sapuan tsunami yang menjangkau hingga 41km ke arah pedalaman dari gelombang berketinggian dari 10-30m sebelum tertahan oleh perbukitan volkanik. Ii Sumantri . sementara jangkauan jauh ke pedalaman tercapai pada kawasan persawahan dan desa di ruas antara Labuhan dan Tanjung Lesung. Kawasan ini merupakan bagian dari Propinsi Banten. letusam maupun gelombang tsunami Krakatau. Kawasan ini berhadapan langsung dengan sumber bencana.Y. Hamzah Latief . Panaitan dapat mengurangi jangkauan sapuan gelombang masuk ke pedalaman. (Klas : I 005-1) .ITB 3 Puslitbang Geologi Kelautan. di bagian utara daerah ini berupa kawasan industri dan pelabuhan (Merak dan Cilegon) kemudian ke arah selatan sebagai daerah pemukiman (Anyer) dan kawasan wisata (Anyer-Carita) diseling kawasan budidaya dan berakhir di Ujung Kulon sebagai kawasan konservasi. mitigasi. volkanik. Bandung 2 Geogisika Meteorologi. Rapatnya pepohonan di pesisir landai di kawasan konservasi Ujung Kulon dan P. Berdasar laporan terdahulu dan pemodelan tinggi gelombang tsunami. Hantoro . Aditya dan Airlangga A.

Fax. Haryadi Permana. Dudi Prayudi dan Dedi Rahayu Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. 022-2504593 Abstrak Kegiatan penelitian kerakbumi di kawasan Mentawai pada TA 2005 berupa pemasangan peralatan GPS baik yang konvensional maupun yang kontinyu yang berlokasi di kepulauan Mentawai. Natawidjaja. Sangkuriang. pergerakan kerakbumi. Kata Kunci: GPS. gempabumi. 022-2503654. Heterogenitas karakter lempeng secara lateral diwakili oleh heterogenitas respon pergerakan deformasi kerak yang terlibat dalam penunjaman lempeng tersebut. Peralatan GPS yang sudah terpasang sebanyak 2004 dimana datanya masih diolah di Caltech. kerakbumi. Gempabumi baik Aceh maupun Nias telah mengakibatkan pergerakan lempeng relatif menjauhi sumbergempa dan diikuti penurunan daratan. Suwargadi. Pergerakan kerakbumi sebelum peristiwa gempa secara konsisten paralel arahnya dengan pola pergerakan lempeng yaitu relatif ke arah timurlaut-utara. Amerika. Jl. Bandung 40135 Telp. deformasi (Klas : I 005-1) .DINAMIKA KERAKBUMI WILAYAH TEKTONIK AKTIF Oleh: Bambang W. Perapatan jaringan GPS dan pemantauan secara kontinyu pengukuran GPS diharapkan dapat memahami perilaku pergerakan kerak akibat penunjaman aktif yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan bagi kepentingan mitigasi bencanan geologi di kawasan telitian. Pergerakan kerakbumi di kawasan telitian telah dicatat melalui perlatan GPS sebelum dan sesudah gempabumi besar. Danny H.

ditambah juga dengan adanya pengaruh intrusi air laut yang menyebabkan terjadinya zona-zona antara air tawar sampai air asin. cathment area. telah memberikan dampak negatif yang signifikan. adalah merupakan suatu bukti. telah menyebabkan adanya perubahan sifat gambutnya sendiri disamping adanya perubahan tatanan hidrologi dan penurunan kualitas airnya. recharge (Klas : I 005-2) . telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang tercermin dengan terjadinya degradasi lahan dan air. Sedangkan di daerah Pulau Kecil. dan tatanan sosial. Fax 022-2504593 Abstrak Penataan ruang suatu kawasan.“Ringkasan Hasil Penelitian “ PENGELOLAAN KAWASAN PELESTARIAN ALAM Oleh: Achmad Subardja. Seperti halnya di pulau Karimunjawa. yang merupakan muara dari aliran sungai. khususnya manusia. Sangkuriang. harus mengacu kepada keseimbangan lingkungan. Studi hidrokimia di daerah Karanganyar. mengindentifikasikan adanya pencemaran sungai sepanjang alirannya. 022-250365. Ekploitasi sumberdaya alam yang tidak terencana dengan baik. konservasi. Bandung 40135 Telp. sehingga ada kesinambungan antara nilai ekonomis. akan terakumulasi limbahlimbah di daerah pesisir dimana sungai itu bermuara. Dearah pesisir. yang mengakibatkan menurunnya daya dukung lahan diatas untuk kegiatan mahluk hidup. Jawa Tengah. menyebabkan fluktuasi air pada lahan gambut. dimana luas “cathment areanya” sangat terbatas. nilai manfaat. Pusat Penelitian Geoteknolog-LIPI Komplek LIPI. karakteristik lingkungan. agar bisa memperhitungkan sejauhmana dengan kondisi ini mampu memfasilitasi kebutuhan manusia dengan segala aktifitasnya. Kebutuhan air bersih dengan “recharge” secara alami tidak seimbang. mempunyai kecenderungan permasalahan dengan kualitas air. yang berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat yang sinergis dengan keseimbangan ekosistem yang berkelanjutan. Perubahan tatanan daerah konservasi di hulu serta perubahan fungsi lahan gambut di daerah Palangkaraya. Menurunnya kualitas kesuburan tanah serta tingkat kesaman air dan kandungan logam berat di lahan bekas penambangan timah di Bangka. permasalahan kebutuhan air bersih selalu muncul. perhitungan cadangan air tawar perlu diperhitungkan dengan teliti. tataguna lahan. Kata Kunci : Sumberdaya alam. seperti halnya pemanfaatan sumberdaya alam. degradasi lahan. Jl. Demikian juga halnya dengan perubahan tataguna lahan yang tidak memperhatikan karakteristik lingkungannya.

Bandung 40135 Telp. Menurunnya kualitas kesuburan tanah serta tingkat kesaman air dan kandungan logam berat di lahan bekas penambangan timah di Bangka. akan terakumulasi limbahlimbah di daerah pesisir dimana sungai itu bermuara. mengindentifikasikan adanya pencemaran sungai sepanjang alirannya. Perubahan tatanan daerah konservasi di hulu serta perubahan fungsi lahan gambut di daerah Palangkaraya. Sangkuriang. nilai manfaat. yang mengakibatkan menurunnya daya dukung lahan diatas untuk kegiatan mahluk hidup. perhitungan cadangan air tawar perlu diperhitungkan dengan teliti. seperti halnya pemanfaatan sumberdaya alam. yang berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat yang sinergis dengan keseimbangan ekosistem yang berkelanjutan. menyebabkan fluktuasi air pada lahan gambut. recharge (Klas : I 005-2) . mempunyai kecenderungan permasalahan dengan kualitas air. yang merupakan muara dari aliran sungai. Studi hidrokimia di daerah Karanganyar. 022-250365. karakteristik lingkungan. adalah merupakan suatu bukti. Fax 022-2504593 Abstrak Penataan ruang suatu kawasan. harus mengacu kepada keseimbangan lingkungan. telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang tercermin dengan terjadinya degradasi lahan dan air. tataguna lahan. Pusat Penelitian Geoteknolog-LIPI Komplek LIPI. telah menyebabkan adanya perubahan sifat gambutnya sendiri disamping adanya perubahan tatanan hidrologi dan penurunan kualitas airnya. dan tatanan sosial. telah memberikan dampak negatif yang signifikan. degradasi lahan. Jl. Kata Kunci : Sumberdaya alam. Kebutuhan air bersih dengan “recharge” secara alami tidak seimbang. sehingga ada kesinambungan antara nilai ekonomis. permasalahan kebutuhan air bersih selalu muncul. dimana luas “cathment areanya” sangat terbatas. agar bisa memperhitungkan sejauhmana dengan kondisi ini mampu memfasilitasi kebutuhan manusia dengan segala aktifitasnya. Demikian juga halnya dengan perubahan tataguna lahan yang tidak memperhatikan karakteristik lingkungannya. Seperti halnya di pulau Karimunjawa. Jawa Tengah. cathment area. Dearah pesisir. ditambah juga dengan adanya pengaruh intrusi air laut yang menyebabkan terjadinya zona-zona antara air tawar sampai air asin. konservasi. Ekploitasi sumberdaya alam yang tidak terencana dengan baik. Sedangkan di daerah Pulau Kecil. khususnya manusia.“Ringkasan Hasil Penelitian “ PENGELOLAAN KAWASAN PELESTARIAN ALAM (I005-2) Oleh: Achmad Subardja.

gravitasi (Klas : I 005-2) . Nining Karningsih dan FX. Dimana dalam proses “passive treatment” atau pengolahan pasif diupayakan pengolahan air asam tambang dengan memanfaatkan prosesproses biologi. terutama sebagai cadangan kebutuhan air dimusim kemarau. geokimia dan gravitasi. Kata Kunci: Degradasi kualitas. Bogor 16916 Telp. Bandung 40135 Telp. Fax.46. PO. ALTERNATIF PENGOLAHAN PASIF AIR LIMBAH PENAMBANGAN TIMAH DI PULAU BANGKA Abstrak Degradasi kulaitas air adalah fenomena yang menjadi permasalahan pada kolong air.PEMANFAATAN LAHAN PASKA PENAMBANGAN TIMAH DI PULAU BANGKA Oleh: *Achmad Subardja. passive treatment. *Anggoro Tri Mursito **Arianto BS. Jl. Pengolahan pasif (passive treatment) dinilai cukup efektif dalam usaha perbaikan kualitas air karena tidak memerlukan berbagai macam peralatan maupun kemikalia hanya memerlukan monitoring dan perawatan. Raya Bogor Km. proses biologi. dimana secara kuantitas cukup bermanfaat bagi masyarakat Bangka. 422. Fax 022-2504593 ** Pusat Penelitian Limnologi. Box. 021-8757076 A. namun secara kualitas ternyata tidak layak untuk katagori air bersih biola dilihat dari tingkat keasaman yang tinggi dan adanya kandungan logam berat. 022-250365. kolong air.LIPI Jl. 021-8757071.2. Hasil monitoring pada beberapa kolong air menunjukkan pH air dan konsentrasi Fe cukup signifikan. keasaman air. Kualitas air yang tidak memenuhi standar baku perairan umum merupakan permasalahan utama dalam pemanfaatannya. Sangkuriang. Keberadaan kolongkolong air di Pulau Bangka sebagai sisa penambangan timah merupakan permasalahan yang menarik sebagai sumber daya air. logam berat. Cibinong.. geokimia. terutama pada kolong-kolong dimana operasi penambangan sedang berjalan. Sukaca * Pusat Penelitian Geoteknolog-LIPI Komplek LIPI.

Fax. daya hantar listrik dan temperatur pada sejumlah sumur-sumur penduduk dan untuk mengetahui kandungan ion-ion terlarut dalam air telah diambil 21 conto air untuk dianalisa di laboratorium. Berdasarkan data nilai tahanan jenis dan litologi dari dua sumur bor dangkal dapat diketahui bahwa lapisan yang mengandung airtanah tawar sampai payau berada pada kedalaman antara 8 meter sampai <50 meter. ion lain yang kandungannya melampaui ambang batas adalah Na. perlu dilakukan pengolahan untuk menurunkan kandungan besinya. Untuk mengetahui sebaran lapisan akifer dan gambaran umum kimia air tanah dangkal telah dilakukan pengukuran geofisika tahanan jenis pada 6 lintasan dengan jumlah titik ukur sebanyak 33 titik. kecuali daerah Paduran III. Dari data daya hantar listrik air tanah yang diukur pada sejumlah sumur penduduk dapat terlihat bahwa salinitas airtanah dangkal di daerah ini termasuk tinggi.STUDI HIDROKIMIA AIRTANAH DANGKAL DAERAH PADURAN PALANGKARAYA. Dari data hasil analisa kimia conto air (21conto) terdapat sejumlah unsur yang terkandung dalam air melampaui ambang batas seperti besi (Fe) dan chlorida (Cl). Kata kunci: Hidrologi. salinitas. Pada kedalaman >50 meter. makin jauh dari sungai Sebangau. air tanah. airtanah dangkal di Paduran termasuk air dengan resiko rendah sampai sedang. intrusi. 022-2504593 Sari Air tanah merupakan sumber pemenuhan kebutuhan air rumahtangga masyarakat transmigran di daerah Paduran. Dua sumur (kedalaman 24 meter dan 26 meter) dibuat untuk mengetahui lapisan batuan bawah permukaan dan mendapatkan conto air yang mewakili keadaan aslinya di lapangan. Sebangau. Bandung 40135 Telp. Berdasarkan peta pola penyebaran daya hantar listrik (DHL) dapat diduga bahwa kanal yang dibuat di Paduran I ternyata berfungsi juga untuk mengimbuh airtawar kedalam airtanah dangkal (terjadi proses pengenceran). tahanan jenis. Sangkuriang. Untuk mendapatkan gambaran karakteristik kimia airtanah secara umum telah dilakukan pengukuran dilapangan terhadap pH. Terjadi gradiasi ketebalan airtanah ’tawar’. Air tanah diambil dari airtanah dangkal pada lapisan pasir pada kedalaman antara 12-24 meter. ketebalan airtanah tawar makin besar. Jl. hampir di semua lokasi pengukuran dijumpai airtanah dengan tahanan jenis <10 Ohm-m. Sedangkan penggunaan untuk air irigasi. Dady Suknayadi dan Sunardi Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. geofisika. KALIMANTAN TENGAH Oleh: Nyoman Sumawidjaja. Karit Lumban Gaol. Berdasarkan kandungan besinya. airtanah dangkal di daerah Paduran tidak layak digunakan secara langsung untuk kebutuhan air rumahtangga. Hendra Bakti. yang diinterpretasikan sebagai air asin. 022-2503654. berdasarkan nilai SARnya. terutama pada sumur-sumur yang dekat sungai Sebangau dan makin kecil kearah yang makin jauh dari S. air asin. Selain besi dan klorida. (Klas : I 005-2) .

(Klas : I 005-2) . Kata Kunci : Dataran pantai.. Jl. Hadi S . KARANGANYAR SELATAN. STUDI KASUS DAERAH PURING. Perhitungan imbuhan yang dilakukan dengan menggunakan metoda keseimbangan khlorida menunjukkan bahwa imbuhan di daerah ini dapat mencapai 43 % dari curah hujan tahunan. D. Asmanah Pusat Penelitian Geoteknologi. Sangkuriang. Untuk mengetahui cadangan air tanah di daerah ini tentunya perlu dihitung volume akuifer yang dapat menampung jumlah imbuhan tersebut. Sukmayadi dan Sari. JAWA TENGAH Oleh: I. fluvio-marine. akifer.LIPI Komplek LIPI. Rizka Maria.AIRTANAH BEBAS DAERAH PESISIR. dengan batas Sungai Rama yang mengalir sepanjang tahun. cadangan air. 022-2504593 Abstrak Studi geomorfologi detail. . Bandung 40135 Telp. Fax. meliputi analisa citra Landsat. 022-2503654. Hendra Bakti. airtanah bebas. peta topografi dan pemodelan permukaan padat menunjukkan bahwa lokasi studi yang terletak di daerah Puring dapat dibagi menjadi Dataran pantai dan dataran fluvio-marine. aluvial. imbuhan. Analisa kimia parameter ion utama sejumlah contoh air menunjukkan bahwa air tanah bebas di daerah ini memiliki waktu tinggal yang cukup untuk terjadi aliran laminer secara perlahan dan proses keseimbangan ion-ion utama.

Priyo Hartanto. kegiatan laboratorium dan studio. Hal ini terlihat dari tingginya fluktuasi debit mata air antara musim kemarau dan musim hujan. zona rekahan. imbuhan. Demikian juga dengan degradasi kualitas air teramati dengan meningkatnya jumlah wisatawan ke pulau ini telah menyebabkan terjadinya perubahan yang mencolok dari kualitas air di kota Karimunjawa hanya dalam kurun waktu satu tahun. D. Sangkuriang. Studi pada tahun ini lebih ditekankan pada permasalahan cadangan air tawar. 022-2504593 Abstrak Hasil studi mata air yang terdapat di Pulau Karimunjawa menunjukkan bahwa debit yang dimiliki memiliki fluktuasi yang cukup tinggi dan tergantung oleh musim.STUDI SUMBER DAYA AIR PULAU KARIMUNJAWA Oleh: I. Analisa kimia parameter ion utama sejumlah contoh air menunjukkan bahwa air tanah bebas di daerah ini memiliki waktu tinggal yang tak cukup untuk terjadi proses keseimbangan ionion utama. kegiatan lapangan. Jl. waktu tinggal. 022-2503654. Fax. Sodik Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. cadangan air. karakteristik air tanah zona rekahan dan alternatif pemanfaatan air tawar yang terletak di sekitar Pulau Karimunjawa. Rizka Maria. Sukmayadi dan A. airtanah bebas. Kata Kunci: Fluktuasi debit. Studi dilakukan dengan pendekatan metodologi meliputi studi pustaka. (Klas : I 005-2) . degradasi kualitas. Perhitungan imbuhan yang dilakukan dengan menggunakan metoda keseimbangan khlorida menunjukkan bahwa imbuhan di daerah ini dapat mencapai 45% dari curah hujan tahunan. Hadi S. Bandung 40135 Telp..

Sektor pertambangan ini menjadi semakin penting ketika terbukti bahwa sektor ini tidak terpengaruh oleh krisis ekonomi yang melanda sejak pertengahan tahun 1997. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa Indonesia memiliki potensi endapan mineral logam yang signifikan.“Ringkasan Hasil Penelitian” PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI MATERIAL LOGAM Oleh: Iskandar Zulkarnain Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. Satu lokasi lagi dilakukan di daerah Lundar-Panti. namun memiliki peluang yang lebih besar untuk menemukan cadangan-cadangan mineral logam yang baru. Pada tahun 2005. Dengan . Oleh karena itu. namun penemuan cadangan baru semakin jarang dan langka. Kabupaten Pasaman. sedangkan penelitian kedua baru dimulai pada tahun 2004. Potensi ini ditunjukkan oleh panjang total busur volkanik-plutonik yang membujur di Indonesia yang mencapai 9. Sementara itu. Sangkuriang. tetapi juga sudah menjadi kecenderungan dunia. Sebaliknya. Karakter Geokimia Batuan Volkanik Pembawa Mineralisasi di Sayap Barat Pegunungan Bukit Barisan. produksi emas dari tambang-tambang emas yang aktif. sedangkan pada tahun 2004 dilakukan di daerah Bengkulu dan Lampung. 1994). Penelitian tahun 2005 dilakukan di daerah Kabupaten Madina yang meliputi daerah Panyabungan. Hal ini mencerminkan bahwa Indonesia dapat mengandalkan sektor pertambangan sebagai salah satu sumber devisanya. Bandung 40135 Telp. 022-2503654. perlu dikembangkan suatu konsep eksplorasi mineralisasi emas dan logam dasar dengan pendekatan-pendekatan yang frontier. Propinsi Sumatera Barat untuk melengkapi data sebelumnya. Gejala ini bukan hanya terjadi di Indonesia.000 Km. biaya eksplorasi semakin meningkat tajam hingga mencapai 3 kali lipat dalam 20 tahun terakhir. Kotanopan. penelitian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Madina (Mandailing Natal) yang secara administratif termasuk ke dalam Propinsi Sumatera Utara. 022-2504593 Penelitian genesa dan potensi emas dan logam dasar terdiri dari dua kegiatan yakni: (i) Karakter Geokimia Batuan Volkanik Pembawa Mineralisasi di Sayap Barat Pegunungan Bukit Barisan dan (ii) Model Mineralisasi Emas Sistem Hidrothermal di Jawa Barat Selatan. Sumatera Barat. dan 80% segmennya diketahui mengandung endapan-endapan mineral (Carlile dan Mitchell. Jl. Penelitian pertama direncanakan untuk 4 tahun dan dimulai pada tahun 2003. masih terus berlangsung. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah pendekatan geokimia dimana diasumsikan bahwa batuan volkanik yang berasal dari magma yang membawa mineralisasi haruslah memiliki karakter geokimia yang berbeda dari batuan volkanik yang berasal dari magma yang barren. Muarasipongi dan sekitarnya. Fax. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian 2 tahun sebelumnya yang pada tahun 2003 dilaksanakan di daerah Kabupaten Pasaman.

Sumatera Barat. tetapi pola itu tidak dimulai dengan unsur Eu tetapi Tb (lihat Laporan Penelitian berjudul Genesa dan Potensi Mineralisasi Emas dan Logam dasar di Sayap Barat Pegunungan Bukit Barisan: Kasus daerah Kabupaten Rejang-Lebong dan Sekitarnya. mengingat di setiap kawasan yang termineralisasi selalu terdapat lebih dari satu aktivitas volkanik. Dengan kata lain. Sampel UK-01B (dari Ulu Ketenong). Jadi. Sumatera Barat. Lampung Selatan). Penelitian pada tahun 2003 dilakukan di daerah Kabupaten Pasaman. Terdapat 3 sampel yang menunjukkan adanya pola pemiskinan mulai dari unsur Eu hingga Lu. sedangkan Lebong Tandai adalah daerah tambang sewaktu zaman Belanda. Dua dari 3 sampel tersebut. Sampel batuan yang dikoleksi dari daerah Lampung. Namun. maka dapat dikatakan bahwa tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu konsep eksplorasi mineralisasi emas dan logam dasar berdasarkan karakter geokimia batuan volkanik yang bisa membedakan antara batuan volkanik yang membawa mineralisasi dengan yang tidak (barren).demikian. ketiganya menunjukkan pola pemiskinan akan HREE. Gejala pemiskinan ini disimpulkan pada distribusi konsentrasi unsur-unsur tersebut sepanjang garis bernilai 10 pada rasio rock/chondrite. walaupun kuantitas pemiskinan tersebut tidaklah sama. Tambang Sawah). LT-01A (dikoleksi dari Lebong Tandai dan TS-03 (dikoleksi di daerah Air Putih. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya dua sampel batuan volkanik yang menunjukkan pola pemiskinan seperti yang dijumpai pada daerah Pasaman dan Bengkulu. unsur LREE (Light Rare Earth Elements). Dan kedua sampel diatas diinterpretasikan sebagai batuan volkanik pembawa mineralisasi. yakni sampel UK-01B dan LT-01A dikoleksi dari daerah yang termineralisasi dimana daerah Ulu Ketenong adalah daerah penambangan para PETI (penambang tanpa ijin). Propinsi Bengkulu). konsentrasi semua unsurunsur REE pada sampel yang dianalisis semuanya menunjukkan konsentrasi lebih besar dari 10 kali konsentrasinya di dalam chondrite Sementara itu. mulai dari La hingga Sm pada sampel batuan volkanik menunjukkan konsentrasi lebih besar dari 10 kali konsentrasinya di dalam chondrite. Formasi ini sering dianggap sebagai kumpulan batuan volkanik yang berasosiasi dengan mineralisasi. pada singkapan tersebut ada yang menunjukkan gejala mineralisasi dengan kehadiran sejumlah mineral sulfida di dalamnya dan banyak juga yang secara megaskopis digolongkan sebagai batuan volkanik yang tidak termineralisasi (lihat Laporan Penelitian tahun 2004 berjudul Genesa dan Potensi Mineralisasi Emas di Sepanjang Sayap Barat Pegunungan Bukit Barisan: Kasus daerah Kota Agung dan Sekitarnya. sampel yang dikoleksi dari daerah tersebut diyakini ada yang berhubungan dengan batuan pembawa mineralisasi dan ada yang tidak. konsentrasi unsur tersebut di dalam sampel sama dengan atau jauh lebih kecil dari 10 kali kandungannya di dalam chondrite. 2003. kalaupun menunjukkan adanya pola pemiskinan yang tidak signifikan. dengan mengoleksi batuan-batuan volkanik yang berasosiasi dengan mineralisasi emas dan batuan volkanik yang barren (lihat Laporan Penelitian: Genesa dan Potensi Emas dan Logam Dasar di Sayap Barat Bukit Barisan. yaitu sampel LP13D/WKR (granit Tersier) dan . hasil penelitian di daerah Bengkulu menunjukkan pola yang selaras dengan apa yang ditemukan pada sampel di daerah Pasaman. Sedangkan sisa sampel lainnya. tetapi semuanya dikoleksi dari Formasi Hulusimpang yang tersingkap di lapangan. Dengan kata lain. tidak ada yang berasal dari daerah pertambangan. Sedangkan dari unsur Eu hingga Lu. Sedangkan sampel batuan volkanik yang tidak membawa mineralisasi emas dan logam dasar tidak menunjukkan adanya pola pemiskinan unsur-unsur HREE di bawah rasio 10. Puslit Geoteknologi LIPI). Hasil penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa batuan-batuan volkanik yang membawa mineralisasi emas di kawasan ini dicirikan oleh adanya “pemiskinan” (depletion) dari unsur-unsur Heavy Rare Earth Elements (HREE) mulai dari unsur Eu hingga ke Lu.

masyarakat setempat masih melakukan penambangan emas placer tersebut. Karena itu pola depletion dan variabel Y tersebut sepertinya masih belum unik untuk karakter geokimia batuan pembawa mineralisasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa isotop Pb tidak dapat digunakan untuk melokalisir batuan volkanik yang berpotensi membawa mineralisasi. Dengan kata lain. maupun Lampung. tetapi tidak sebaliknya. karena ia tidak saja menunjukkan pola depletion pada HREE nya. menunjukkan bahwa batuan volkanik yang berpotensi sebagai pembawa mineralisasi emas di kawasan tersebut adalah batuan yang diwakili oleh sampel KNP-7A. pada periode yang berbeda. namun hingga saat ini belum diketahui dimana sumber asalnya. Model Mineralisasi Sistem Hidrothermal di daerah Cupunagara. memberikan nilai yang sama dengan batuan volkanik yang barren. Ini berarti bahwa isotop Pb pada suatu batuan volkanik hanya akan berkorelasi dengan isotop Pb pada mineral sulfida yang berasal dari sumber magma yang sama. namun tidak diawali dari unsur Eu. sebelum unsur-unsur tersebut keluar dari magma untuk masuk kedalam sistem hidrothermal. Jawa Barat Proses alterasi dan Mineralisasi di Cupunagara dan sekitarnya dikontrol oleh dua struktur yang berkembang. namun pola tersebut tidak identik dari satu kawasan ke kawasan lain. Dengan kata lain. Sedangkan sisa sampel lainnya tidak menunjukkan pola pemiskinan tersebut. Namun hasil analisis isotop Pb tersebut pada batuan volkanik yang diklasifikasikan sebagai pembawa mineralisasi. tetapi juga pada LREE nya. Hingga hari ini. Isotop Pb digunakan untuk mencoba mencari “fingerprint” yang ditinggalkan unsur-unsur logam di dalam magma. pola depletion yang ditunjukkan oleh batuan dari daerah Kabupaten Pasaman ternyata tidak identik dengan pola batuan volkanik dari daerah Bengkulu. Pada tahun 2005 ini. Hasil analisis batuan volkanik daerah Kabupaten Madina dengan konsep ini. Berangkat dari hasil diatas. dan kalaupun ada pola pemiskinan yang tidak signifikan yang terlihat. yakni batuan basalt. maka perlu ditemukan variabel lainnya yang dapat memberikan karakter yang unik untuk membedakan batuan volkanik pembawa mineralisasi dengan yang barren.sampel LP-06/GR (Formasi Hulusimpang). Belum diketahui peristiwa apa yang bertanggungjawab terhadap pola REE batuan ini. Kabupaten Subang. Walaupun telah diperoleh adanya pola depletion pada batuan volkanik pembawa mineralisasi yang membedakan batuan ini dari batuan yang barren. periode pertama adalah tektonik Oligo-Miosen. karena masih ada batuan yang tidak menunjukkan pola depletion tetapi memiliki konsentrasi Y lebih kecil dari 20 ppm. Salah satu alasan untuk memilih lokasi ini adalah karena keberadaan emas letakan (placer) di sungai Batang Natal telah dilaporkan sejak zaman Belanda. Dengan karakternya yang spesifik tersebut. disamping dilakukan pengukuran isotop Pb dari batuan pembawa mineralisasi dan yang barren. diperkirakan membentuk struktur Timurlaut-Baratdaya membentuk zona ubahan propilit dan silisifikasi (argilik) seperti yang tersebar pada zona Ciwangun-Cikaruncang-Cikendung yang . rasio konsentrasi REE sampel ini terhadap chondrite hampir sama sehingga memberikan pola yang mendatar (flat). tanpa dikaitkan dengan keberadaan depositnya sendiri. diharapkan batuan pembawa mineralisasi akan memperlihatkan karakter yang unik pada isotop Pb nya dan berbeda dari batuan volkanik yang barren. di beberapa lokasi di sungai Batang Natal. Batuan ini agak berbeda dari batuan lainnya di daerah ini. Demikian juga dengan kandungan Y dari batuan tersebut. karakter geokimia yang sudah diperoleh kemudian diujicobakan pada batuan volkanik yang dikoleksi dari daerah Kabupaten Madina (Mandailing-Natal). Untuk itu dipilih parameter isotop Pb karena variabel ini diketahui cukup unik untuk suatu kondisi lingkungan pembentukan batuan.

Mineralisasi pada kedua fase hidrothermal tersebut pada umumnya relatif sama yaitu pirit. mulai dari daerah yang bermorfologi lebih tinggi ke arah yang lebih rendah meliputi daerah Cikendung-Cibitung-Cupunagara. yang tidak mengalami overprint oleh fluida hidrothermal fase II. dan mempunyai arah sekitar U125ºT. Hasil identifikasi jenis mineral lempung. dengan pembentukkan mineral illit-khlorit. dari lokasi-lokasi batuan yang ubahannya bertipe argilik. khloritmontmorilonit. (Paleosen). Data ini menunjukkan bahwa fluida hidrotermal berawal dari daerah sekitar Cikendung (dimana disana ditemukan batuan mikrodiorit. Struktur tersebut memotong kaldera Cupunagara yang berumur lebih muda yaitu sekitar 36. sedangkan fluida hidrotermal pada periode tektonik yang kedua hanya berkembang pada jalur Baratlaut-Tenggara dengan komposisi yang sangat asam (contoh Cigarok dan Bukanagara). Periode hidrotermal yang singenetis dengan periode tektonik pertama membentuk zona ubahan propilitik dan silisifikasi pada jalur Ciwangun-Cikaruncang-Cikendung. dimana seperti ada kelurusan bukit kecil. (Klas : I 005-3) . jenis mineral lempungnya adalah: Illit-khlorit. dan sfalerit. sedangkan periode tektonik yang lebih muda (Plio-Pleisto) mereaktivasi konjugate struktur yang pertama yang berarah baratlaut-tenggara dan meng-overprint batuan-batuan terpropilitisasi dan silisifikasi menjadi argilik. diperkirakan merupakan zona vein bagian paling atas. montnmorilonit-haloysit dan kaolinit.9 juta tahun yl. kalkopirit. sehinga batuan alterasi yang terbentuk sebelumnya mengalami rekristalisasi menjadi terargilitasi dan tersilisifikasi. Tipe mineralisasi daerah ini diinterpretasikan sebagai Epithermal Low Sulphidation-related porphyry system. sedangkan yang berbeda adalah intensitas atau pengayaan akibat hidrothermal fase II. Daerah-daerah di lembah sungai Cibitung. ini diduga sebagai primary heat source).memotong kaldera Cibitung (59 juta tahun yl.

Iskandar Zulkarnain. (iii) Batuan plutonik. Lokasi di Bengkulu meliputi daerah Lebong Sulit (Air Ketaun). 022-2503654. sedangkan pada tahun 2004 dilakukan di daerah Bengkulu dan Lampung. 022-2504593 Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian tahun ketiga dari rencana penelitian geologi selama 4 tahun di sepanjang sayap barat pegunungan Bukit Barisan di pulau Sumatera. Fax. Tujuan akhir penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu konsep eksplorasi mineralisasi emas dan logam dasar berdasarkan karakter geokimia batuan volkanik. Batuan volkanik. penelitian dilakukan di daerah Sumatera Barat yang mencakup 4 lokasi yakni. Propinsi Sumatera Utara Oleh : Sri Indarto. Tambang Sawah (Air Putih). khususnya pada Formasi Hulusimpang yang tersebar di sepanjang sayap barat Bukit Barisan. yang bisa membedakan antara batuan volkanik yang membawa mineralisasi dengan yang tidak (barren). S. (iv) Batuan malihan yang terdiri dari batugamping meta Formasi Muarasoma. penelitian di daerah Mandailing-Natal (Madina) dilakukan di daerah Panyabungan. yang sering mengandung mineralisasi. Itik Besar dan Musi (Surau-Ujan Mas). serisit. Jl. Way Kerap. sfalerit. andesit piroksen. granit meta. Sangkuriang. amfibolit. Sementara itu. batuan tersebut juga memperlihatkan gejala mineralisasi yang diindikasikan oleh munculnya pirit. diorit Panyabungan. Kotanopan. plutonik dan amfibolit telah mengalami alterasi yang ditunjukkan dengan kehadiran khlorit. Sudarsono. diorit kuarsa. Muarasipongi. sekis grafit. Ulu Ketenong. kalkopirit. Pola REE batuan volkanik daerah Pasaman dan Bengkulu menunjukkan bahwa batuan volkanik yang membawa mineralisasi mengalami depletion (pemiskinan) mulai dari unsur Eu dan . granit dan diorit Kotanopan. Kasus Daerah Kabupaten Mandailing Natal dan Sekitarnya. dan galena. epidot. Tamiyang. Mangani dan Salido. Disamping itu. sedangkan di Lampung berlokasi di daerah Guring. sekis mika. Simpang Tonang. yang selama ini selalu dikaitkan dengan proses mineralisasi di kawasan tersebut. basalt andesitik. dan granulit. (ii) Tufa yang dibedakan atas tufa gelas dan tufa kristal dari daerah Panyabungan dan Kotanopan. granodiorit. Lebong Tambang. kalsit. Data petrografi sampel batuan daerah Madina menunjukkan bahwa daerah ini disusun oleh 4 jenis batuan antara lain: (i) Batuan volkanik yang terdiri dari andesit. Bandung 40135 Telp. Ketapang. Iwan Setiawan. dan Kuswandi Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. Sukadana dan Rajabasa.GENESA DAN POTENSI MINERALISASI EMAS DAN LOGAM DASAR DI SAYAP BARAT PEGUNUNGAN BUKIT BARISAN. Way Ulu Semung. basalt olivin dan alkali trakhi basalt. genes.. Batuan volkanik dan tufa diinterpretasikan setara dengan Formasi Hulusimpang. silika. Bonjol. terdiri dari peridotit. Pada tahun 2003.

Penggunaan isotop Pb untuk membedakan batuan volkanik yang membawa mineralisasi dengan yang barren. Kata kunci: Mineralisasi emas. menjadi lebih kecil dari 10 kali unsur tersebut didalam chondrite. pola depletion REE. namun sampel batuan itu mengalami depletion untuk semua REE. konsep eksplorasi. Kemungkinan besar hanya terdapat korelasi yang baik antara nilai isotop pada batuan volkanik yang membawa mineralisasi dengan mineral sulfida yang dihasilkannya. Sedangkan untuk daerah Madina hanya satu batuan yang menunjukkan pola tersebut. Ytrium dan Pb. Disamping itu. batuan tersebut memiliki kandungan Y lebih kecil dari 20 ppm. ternyata tidak memberikan pola yang unik. (Klas : I 005-3) .semua HREE.

Bandung 40135 Telp. Bonjol. Fax. granit dan diorit Kotanopan. diorit Panyabungan. amfibolit. penelitian dilakukan di daerah Sumatera Barat yang mencakup 4 lokasi yakni. Ketapang. Tujuan akhir penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu konsep eksplorasi mineralisasi emas dan logam dasar berdasarkan karakter geokimia batuan volkanik. Tamiyang.GENESA DAN POTENSI MINERALISASI EMAS DAN LOGAM DASAR DI SAYAP BARAT PEGUNUNGAN BUKIT BARISAN. dan Kuswandi Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. basalt andesitik. batuan tersebut juga memperlihatkan gejala mineralisasi yang diindikasikan oleh munculnya pirit. Sudarsono. sekis mika. Pada tahun 2003. dan galena. penelitian di daerah Mandailing-Natal (Madina) dilakukan di daerah Panyabungan. serisit. Way Ulu Semung. Iskandar Zulkarnain. kalsit. sedangkan di Lampung berlokasi di daerah Guring. Kotanopan. basalt olivin dan alkali trakhi basalt. (iv) Batuan malihan yang terdiri dari batugamping meta Formasi Muarasoma. Ulu Ketenong. andesit piroksen. Kasus Daerah Kabupaten Mandailing Natal dan Sekitarnya. Batuan volkanik dan tufa diinterpretasikan setara dengan Formasi Hulusimpang. 022-2503654. kalkopirit. sedangkan pada tahun 2004 dilakukan di daerah Bengkulu dan Lampung. granodiorit. Lokasi di Bengkulu meliputi daerah Lebong Sulit (Air Ketaun). sfalerit. yang selama ini selalu dikaitkan dengan proses mineralisasi di kawasan tersebut. genes. Propinsi Sumatera Utara Oleh : Sri Indarto. granit meta. Sangkuriang. Tambang Sawah (Air Putih). Lebong Tambang. Sementara itu.. khususnya pada Formasi Hulusimpang yang tersebar di sepanjang sayap barat Bukit Barisan. Way Kerap. 022-2504593 Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian tahun ketiga dari rencana penelitian geologi selama 4 tahun di sepanjang sayap barat pegunungan Bukit Barisan di pulau Sumatera. Muarasipongi. (ii) Tufa yang dibedakan atas tufa gelas dan tufa kristal dari daerah Panyabungan dan Kotanopan. Mangani dan Salido. Iwan Setiawan. plutonik dan amfibolit telah mengalami alterasi yang ditunjukkan dengan kehadiran khlorit. yang sering mengandung mineralisasi. (iii) Batuan plutonik. epidot. diorit kuarsa. Batuan volkanik. Jl. yang bisa membedakan antara batuan volkanik yang membawa mineralisasi dengan yang tidak (barren). terdiri dari peridotit. Data petrografi sampel batuan daerah Madina menunjukkan bahwa daerah ini disusun oleh 4 jenis batuan antara lain: (i) Batuan volkanik yang terdiri dari andesit. S. silika. sekis grafit. Itik Besar dan Musi (Surau-Ujan Mas). Pola REE batuan volkanik daerah Pasaman dan Bengkulu menunjukkan bahwa batuan . dan granulit. Sukadana dan Rajabasa. Disamping itu. Simpang Tonang.

batuan tersebut memiliki kandungan Y lebih kecil dari 20 ppm. Kemungkinan besar hanya terdapat korelasi yang baik antara nilai isotop pada batuan volkanik yang membawa mineralisasi dengan mineral sulfida yang dihasilkannya. konsep eksplorasi. (Klas : I 005-3) . Sedangkan untuk daerah Madina hanya satu batuan yang menunjukkan pola tersebut. Kata kunci: Mineralisasi emas. Penggunaan isotop Pb untuk membedakan batuan volkanik yang membawa mineralisasi dengan yang barren. Ytrium dan Pb. namun sampel batuan itu mengalami depletion untuk semua REE.volkanik yang membawa mineralisasi mengalami depletion (pemiskinan) mulai dari unsur Eu dan semua HREE. ternyata tidak memberikan pola yang unik. pola depletion REE. Disamping itu. menjadi lebih kecil dari 10 kali unsur tersebut didalam chondrite.

peta kontur Bouguer anomali. 022-2504593 Abstrak Penelitian Geofisika dengan metode Gayaberat telah dilakukan di daerah cekungan Jawa Timur bagian utara yang meliputi wilayah Bojonegoro dan Tuban. Gaffar. Sangkuriang. Jl. Berdasarkan peta anomali sisa dan Bouguer anomali rendah. kelompok kedua adalah anomali sedang 20-3mGal dijumpai menyebar di beberapa tempat dan kelompok ketiga anomali tinggi 38-5mGal dijumpai di bagian utara daerah penelitian di sekitar daerah Tuban. Widarto. Fax. Djedi S. Anomali sisa diperoleh dengan metoda polinomial dari orde 1 hingga orde 4 yang memperlihatkan adanya konsistensi kelurusan struktur dengan arah Barat-Timur yang melewati Tuban dan diduga merupakan sesar normal yang berkembang menjadi Sesar geser mengiri pada daerah ‘inverted zone’ yang kemungkinan berhubungan dengan RMKS fault Zone. pola kontur yang melingkar dijumpai di daerah Soka dan Senon wilayah Bojonegoro ini diduga cerminan dari batuan sedimen yang cukup tebal dan berdensitas rendah. dan Yayat Sudrajat Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. Dadan D. Anomali sisa. Edy Z. Pada umumnya kelompok anomali tinggi ini dijumpai berarah baratlaut-tenggara (NW-SE). Bandung 40135 Telp. Anomali sedang dijumpai menyebar di daerah penelitian. Pengukuran ini menghasilkan data gayaberat sebanyak 270 titik ukur yang dibuat dalam bentuk peta kontur Bouguer anomali. 022-2503654. Dalam kontek aliran fluida. Kata kunci: Cekungan Jawa Timur bagian utara. pertama kelompok anomali rendah 12-20mGal menempati kawasan selatan daerah penelitian yang berbentuk melingka.. Wardani. Dari daerah Montong ke arah baratdaya dijumpai anomali sedang yang berbentuk ‘nose structure’ yang berada diantara anomali rendah yang berpola melingkar. Dari peta kontur ini dapat dikelompokkan tiga kelompok anomali. Gaol.PENELITIAN GEOLOGI DAN GEOFISIKA DAERAH BOJONEGORO-TUBAN CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA (CJTU) Oleh: Karit L. ‘nose structure’ (Klas : I 005-4) . metoda polinomial. pola anomali yang berbentuk demikian kemungkinan dapat merupakan tempat akumulasinya fluida secara konvergen.

. analisis spektral. Sedangkan analisis spektral untuk ekstraksi daerah alterasi memperlihatkan hasil yang paling baik adalah dengan menggunakan metode band ratio. Hasil penelitian memperlihatkan ekstraksi secara dijital struktur kelurusan dan turunannya memberikan gambaran tentang kondisi geologi yang bermanfaat dalam esplorasi dan dapat diaplikasikan lebih lanjut. difference dan principle component analyses. analisis citra tepi algoritma. Data yang digunakan adalah citra Landsat ETM+7 akuisisi data tanggal 12 Mei 2001 daerah G. Jawa Barat.6. Proses analisis spektral dilakukan dengan menggunakan metode band ratio. 022-2503654. walaupun masih hasilnya belum sepenuhnya efektif. Hilda Lestiana..PENGEMBANGAN PEMROSESAN DIJITAL DATA PENGIDERAAN JAUH UNTUK EKSPLORASI MINERAL Oleh : Suwijanto. Kata kunci: Citra Landsat ETM+7. metode band ratio (Klas : I 005-4) . Bandung 40135 Telp. yang selanjutnya diintegrasikan ke dalam ERMapper. M. Proses deteksi tepi dan analisis citra tepi algoritma dibuat secara terpisah dengan menggunakan Matlab v. Jl. Sangkuriang. Maruf Mukti. Sutarman dan Enung Ichsan Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. Halimun. 022-2504593 Abstrak Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membuat prosedur kerja yang memberikan kemudahan dalam ekstraksi data geologi berupa kelurusan struktur dan sebaran alterasi dari citra satelit secara dijital. Fax. Proses deteksi tepi.

pengangkatan tektonik. 022-2504593 **Teknik Geologi . filit atau batusabak. M. Bandung 40135Telp. SULAWESI DAN KALIMANTAN Oleh: Haryadi Permana*. sekis psamit memperlihatkan kemungkinan terlibatnya batuan sedimen tepian kontinen atau batuan kerak kontinen dalam proses penunjaman lempeng. Proses pengangkatan tektonik ke permukaan dan retrograsi batuan membentuk amfibolit epidot dan sekishijau. Kehadiran bongkah sekis mika. Kajian batuan tersebut sangat penting dalam kontribusinya dengan wacana akan kemungkinan kehadiran unsur lempeng kontinen mikro di bawah “Jawa Tengah” seperti wacana yang sedang berkembang. sekisbiru. Sangkuriang. terutama mekanisme tumbukan lempeng (collision tectonic) dan hubungannya dengan pembentukan cekungan (basement tectonic) atau endapan mineral ekonomi. tumbukan lempeng (collision tectonic). komplek Mélange Lok Ulo. Keberadaan batuan malihan berupa eklogit. 022-2503654. genes. Sasaran dalam penelitian ini adalah menyusun kerangka tektonik regional sepanjang tepian paparan Sunda berdasarkan data batuan malihan berderajat tinggi. Kamtono*. Jl.Ma’ruf* dan Kuswandi* *Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. Fax. Bambang Priadi**. Kata Kunci: malihan derajat tinggi.PENELITIAN BATUAN MALIHAN DERAJAT TINGGI DI JAWA. retrograsi. pembentukan cekungan (basement tectonic) (Klas : I 005-4) . granulit dan amfibolit di permukaan memerlukan penjelasan mengenai proses kejadiannya. genes granitik. lempeng kontinen mikro.ITB Abstrak Batuan malihan derajat tinggi di komplek Mélange Lok Ulo dijumpai sebagai bongkah dalam matrik batulempung bersisik. Batuan malihan tersebut menyimpan rekaman proses-proses tektonik selama penunjaman lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia.

022-2503654.RINGKASAN HASIL PENELITIAN SUB PROGRAM INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM Oleh: Eko Tri Sumarnadi Agustinus Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. 022-2504593 Abstrak Ketergantungan industri nasional akan bahan baku impor semakin memperburuk perekonomian bangsa. Pembuatan keramik lembaran dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di sektor bahan bangunan yang mulai bergeser kearah pemanfaatan bahan keramik untuk lantai dan dinding yang berukuran lebar. pembuatan katalis berbasis zeolit dan perlit. Pembuatan glazur berbahan baku limbah penambangan tufa andesitik diharapkan dapat menghasilkan glazur berkualitas dan murah untuk mendukung keramik lembaran maupun industri genteng nasional. sering komoditi tersebut diekspor dalam bentuk bahan mentah sehingga harganya menjadi rendah. Sedangkan penelitian zeolit ditujukan untuk memanfaatkan zeolit sebagai bahan campuran untuk menghasilkan pupuk berkualitas yang murah dan aman serta berpihak kepada petani. ringan dan memberikan efek estetika yang baik. Diantaranya telah menghasilkan beberapa . pada dasarnya dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atau menjadi bahan substitusi dalam proses menghasilkan suatu produk industri tertentu. Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah terdapatnya kecenderungan nasional untuk memilih batubara sebagai sumber energi yang murah. Komoditi ini juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan katalis yang diperlukan oleh berbagai industri. Sementara keramik berpori lebih ditekankan pada kebutuhan peralatan laboratorium dan industri. pemanfaatan zeolit untuk pupuk dan katalis yang berakhir pada tahun anggaran 2005 ini. Fax. Hasil penelitian dari ke-enam sub-sub program penelitian menunjukkan bahwa 4 (empat) sub-sub program yaitu pembuatan keramik lembaran dan glazur keramik. perlu ditemukan suatu cara untuk meningkatkan kualitas batubara ini sehingga dapat memberikan energi maksimal tetapi tetap berwawasan lingkungan. Karena itu. serta peningkatan kualitas batubara. Hal ini disebabkan terganggunya berbagai produksi industri nasional akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Berbagai jenis komoditi mineral industri yang dimiliki Indonesia. kuat. Bandung 40135 Telp. Tetapi hingga saat ini. Dalam konteks inilah telah diberi peluang untuk melakukan kegiatan penelitian yang termasuk dalam sub program inventarisasi sumberdaya alam. Jl. Sedangkan peningkatan kualitas batubara diharapkan dapat menghasilkan suatu proses pengolahan batubara yang mampu meningkatkan kualitas batubara peringkat rendah dan sekaligus bisa menurunkan tingkat pencemaran udara. pemanfaatan zeolit untuk pertanian dan uji pupuk di lapangan. glazur keramik dan keramik berpori. yang terdiri dari 6 (enam) sub-sub program yang meliputi pembuatan bodi keramik lembaran. Sangkuriang. sementara itu hampir 59% dari 36 milyar ton batubara Indonesia merupakan batubara berkadar rendah.

katalis. Kata kunci: Nilai tambah. keramik. zeolit. pupuk. tamah lingkungan (Klas : U 005-1) . yaitu pembuatan keramik berpori dan peningkatan kualitas batubara masih dalam taraf mencari parameter optimal sehingga perlu dilanjutkan hingga tahun anggaran 2007. teknologi proses maupun tekno ekonominya. mineral industri. Diharapkan hasil penelitian dari keempat sub-sub program tersebut dapat diaplikasikan kepada masyarakat industri. batubara.prototipe produk. Sedangkan 2 (dua) sub-sub program lainnya. peningkatan kualitas.

8671.33)% untuk batubara berukuran (-80+100) mesh dan (6.70)% untuk batubara berukuran (-80+100) mesh dan (10.PENINGKATAN KUALITAS BATUBARA BERPERINGKAT RENDAH DENGAN METODA SHOCK EXPANSION Oleh: Harijanto Soetjijo. kandungan zat terbang: 30. peningkatan kandungan karbon terikat dan peningkatan nilai kalori. Peningkatan nilai kalori ini adalah (7.11-10.65)% untuk batubara berukuran (-80+100) mesh dan penurunan (57. Proses shock expansion dengan cara kedua dimana terjadi penambahan mediun air mampu merubah kualitas batubara sehingga batubara mengalami penurunan kandungan air. Penurunan kandungan abu adalah (29.53-46.71-59. peningkatan kandungan zat terbang. Banten Selatan merupakan batubara peringkat sub 3 bituminous dengan nilai kalori 5104 kalori/Nm dengan kandungan air: 6. dan Amelia Puslit Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI.03-11. Peningkatan kandungan zat terbang adalah (8. kandungan abu: 25.50-19. Ulum A. Peningkatan nilai kalori ini adalah (7.04-30.35)% untuk batubara berukuran (-7+10) mesh.59-31. Besarnya penurunan kandungan air pada batubara dengan ukuran (80+100) mesh adalah (38.51)% untuk batubara berukuran (-7+10) mesh.49)% untuk batubara berukuran (-7+10) mesh.05)% untuk batubara berukuran (-7+10) mesh. Bayah. Anggoro Tri Mursito.48)% untuk batubara berukuran (-7+10) mesh.22)% untuk batubara berukuran (-7+10) mesh.86-12. Besarnya penurunan kandungan abu yang terjadi adalah (29.94-27.17)% untuk batubara berukuran (-7+10) mesh. 022-2503654. Sangkuriang Bandung 40135 Telp.95%. M. Peningkatan kandungan karbon terikat adalah (10. Gani.09)% .31-32. 022-2504593 Abstrak Proses peningkatan kualitas batubara berperingkat rendah dengan metoda shock expansion telah dilakukan di laboratorium Puslit Geoteknologi LIPI Bandung. Jl.14)% untuk batubara berukuran (-80+100) mesh dan (59.48-15. peningkatan kandungan zat terbang. Batubara Cimandiri setelah diproses dengan metoda shock expansion cara pertama mengalami penurunan kandungan abu.83-65.76)% untuk batubara berukuran (-80+100) mesh dan (27. Fax. Peningkatan kandungan karbon terikat adalah (18.79)% untuk batubara berukuran (-7+10) mesh.69%.01% dan kandungan karbon terikat: 37.03-17.93)% untuk batubara berukuran (-80+100) mesh dan (35.27-40. Batubara yang digunakan berasal dari daerah Cimandiri.35%. peningkatan kandungan karbon terikat dan peningkatan nilai kalori. Peningkatan kandungan zat terbang adalah (4. penurunan kandungan abu.26)% untuk batubara berukuran (80+100) mesh dan (4. Fuad Saebani.1130.67-9.03-14.73)% untuk batubara berukuran (80+100) mesh dan (28.99)% untuk batubara berukuran (-80+100) mesh dan (6.

Hasil studi ini perlu dilanjutkan dan dikembangkan dengan penekanan studi pada proses shock expansion dengan cara kedua.. mempunyai ukuran besar butir yang cukup besar yaitu sekitar 25 mm sampai 40 mm diameternya. semen dll. Perubahan yang signifikan teramati khususnya pada batubara yang berukuran (-7+10) mesh atau dengan perkataan lain. proses shock expansion.untuk batubara berukuran (-7+10) mesh. Memang fenomena ini masih bersifat awal sehingga masih perlu ditunjang oleh data-data tambahan. Keberhasilan peningkatan kualitas batubara pada ukuran batubara yang lebih besar berdampak sangat positip karena umumnya batubara yang digunakan oleh berbagai jenis industri baik PLTU. proses shock expansion dengan cara kedua berjalan lebih efektip pada batubara yang berukuran lebih besar yaitu pada batubara berukuran (-7+10) mesh dibandingkan dengan batubara berukuran lebih kecil (-80+100) mesh. kualitas. (Klas : U 005-1) . Kata kunci: Batubara low grade.

022-2504593 B1.PEMANFAATAN ZEOLIT DAN PERLIT UNTUK BAHAN KATALIS Oleh: Roocyta H. katalis.. ditengarai karena adanya penurunan pH pada saat proses impregnansi berlangsung. penukaran ion dengan NH NO .54% dan Zn =53. XRD. Amelia. SINTESA ZEOLIT KATALIS BERBAHAN BAKU MORDENIT Abstrak Telah dilakukan penelitian sintesa zeolit katalis berbahan baku mordenit berasal dari Cikancra. pengemban mordenit. Katalis Cu/Zn–mordenit yang dihasilkan mempunyai Si/Al=10. R. hasil analisa XRD menunjukkan 2+ 2+ 2+ 2+ impregnansi Cu dan Zn tidak merubah struktur mordenit. (Klas : U 005-1) . Mordenit alam dimodifikasi menjadi katalis pengemban Cu/Zn-mordenit 2+ melalui proses dealuminasi dengan HNO . 022-2503654. Iis Nurlela. Lenny M. Kata kunci: Zeolit. Jl. dan Nita Yusianita Puslit Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. Fax.58%). namun banyaknya Cu 2+ 2+ dan Zn yang terimpregnansi belum maksimal (Cu =12. Siti Shofiyah. Sangkuriang Bandung 40135 Telp. impregnansi basah Cu 2+ 3 4 3 dan Zn dan kalsinasi. Tasikmalaya. sintesa. Estiaty. SEM dan EDS. Karakteristik dari produk katalis Cu/Zn-mordenit ditentukan dengan analisa kimia.

menjadikan perlit berpotensi sebagai bahan baku pembuatan zeolit sintetis. dan Nita Yusianita Puslit Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. Sangkuriang Bandung 40135 Telp. 022-2503654. Lenny M. Estiaty. R. sintesa hydrothermal. zeolit sintetis (Klas : U 005-1) . Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan substitusi katalis dalam industri minyak. Jl. Amelia. Nisbah Si/Al sekitar 4. pH=10. ZEOLITISASI PERLIT MELALUI SINTESA HIDROTHERMAL Abstrak Perlit merupakan mineral yang tidak berstruktur dengan komposisi utama aluminium silikat.PEMANFAATAN ZEOLIT DAN PERLIT UNTUK BAHAN KATALIS Oleh: Roocyta H. Iis Nurlela. Siti Shofiyah. Fax. Karakterisasi hasil percobaan dilakukan dengan metoda XRD dan SEM. suhu 150-170 C dan waktu reaksi 72 jam diperoleh zeolit sintetis setara dengan ZMS-5.. Kata kunci: Perlit. Percobaan pembuatan zeolit sintetis telah dilakukan melalui sintesa hidrotermal dengan menambahkan sejumlah pasir kuarsa kedalam perlit. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perbandingan pasir kuarsa o terhadap perlit 1 : 1. 022-2504593 B2.

lahan dapat digunakan kembali. Untuk penanaman periode pertama yang menghasilkan produksi tanaman terbaik adalah pada penambahan zeolit sebanyak 30gr/pot (20 ton/ha). pupuk kandang ayam sebanyak 10 ton/ha dan pupuk dasar N. Penelitian dilakukan dalam dua periode. Periode pertama penambahan zeolit 20 ton/ha dan pupuk kandang ayam 10 ton/ha dan pupuk dasar N. P 200kg/ha dan K 200kg/ha. *Dewi Fatimah. yaitu untuk penanaman priode pertama diberikan zeolit sebanyak 20 ton/ha. Yang terbaik diantaranya adalah kombinasi pupuk dasar pada N2P3K3 yang lebih baik dari penanaman periode pertama. K masing–masing 0. (Klas : U 005-1) . *Iis Nurlela. media. Jl.Estiaty. P dan K sebanyak 0. karena zeolit yang ada bekas penanaman perioda pertama adalah sebanyak 30gr. IPB Abstrak Pada tahun 2004 telah dilakukan penelitian untuk melihat pengaruh zeolit terhadap efisiensi unsur hara dalam tanah. Untuk penelitian tahun 2005 akan dicari kondisi optimum penambahan pupuk pada penanaman periode kedua. Fax. maka disarankan pada penanaman periode kedua pupuk ditambahkan. Fosfor 100kg/ha (N4P1K3) dan Kalium 100kg/ha (N4P3K1). Karena pada penanaman periode kedua zeolit yang dibutuhkan lebih sedikit.5 gram.2 ton/ha. pupuk kandang. Setelah panen. Bandung 40135 Telp. Penanaman periode kedua diberi tambahan pupuk dasar yang bervariasi untuk mengetahui kondisi optimal. Sangkuriang. *Dewi Nurbaeti dan *Nining Karningsih *Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI.PEMANFAATAN ZEOLIT UNTUK PUPUK Oleh: *Lenny M. yang akan berakibat produksi tanaman tidak optimal. Sehingga apabila unsur hara tinggal sedikit. Dari penelitian ini dihasilkan bahwa penanaman periode kedua yang mengahasilkan produksi tanaman kangkung darat terbaik dan hampir sama dengan pertumbuhan dan produksi tanaman pada periode pertama adalah pada penambahan pupuk dasar Nitrogen 100kg/ha (N2P3K3). P. 022-2504593 **Staf Pengajar Departemen Tanah. *Dadan Suherman. peningkatan produksi pangan.2kg/ha dipilih dari kondisi optimal pada penelitian tahun lalu. Fakultas pertanian. 022-2503654. unsur hara tersebut akan terjerap seluruhnya pada zeolit dan sulit untuk dilepaskan. Sedangkan hasil yang didapatkan pada penanaman periode kedua menunjukkan bahwa dosis 3gr/pot (2 ton/ha) memberikan hasil yang baik. **Suwardi. yaitu mempunyai bobot kering 4. Dari penelitian yang telah kami lakukan didapatkan kondisi optimal untuk penanaman kangkung darat. untuk mendapatkan kondisi optimal dengan menambahkan pupuk dasar N sebanyak 100kg/ha. agar mendapatkan produksi tanaman yang optimal. Kata kunci: Zeolit.

keras serta kuat. kompetitif untuk bersaing dengan bahan lainnya karena mempunyai beberapa kelebihan diantaranya tampak lebih bersih. dalam perkembangannya ukuran keramik cenderung dibuat semakin lebar. Happy Sembiring Andil Bukit dan Atet Saepuloh Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI. Secara analisa kimia kualitas bahan baku dari daerah tersebut cukup baik. Keuntungan menggunakan keramik berukuran lebar adalah lebih cepat pemasangannya. sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan keramik lembaran. tidak memerlukan polishing. Fax. Telah dilakukan pencetakan dengan tekanan rendah (1 ton/cm ) 2 dan tekanan tinggi (100 ton/cm ). hasilnya lebih rapih dan artistik. berkualitas SII. Jl. Badan keramik yang dicetak pada tekanan rendah sebagian besar 2 rusak pada saat pengeringan sedangkan pada tekanan 100 ton/cm menghasilkan badan keramik yang cukup baik pada saat pengeringan namun mengalami kerusakan pada saat pembakaran. 022-2504593 Abstrak Potensi keramik di Indonesia.0583-81 untuk keramik dinding maupun lantai. keramik lembaran. Hasil penelitian terdahulu menunjukan bahwa hasil karakterisasi badan keramik memenuhi persyaratan standard SII.PEMBUATAN BADAN KERAMIK LEMBARAN Oleh: Gurharyanto. 022-2503654. Tasikmalaya. Kata kunci: Mineral industri. Dari hasil pencetakan menunjukan bahwa kualitas badan keramik sangat 2 dipengaruhi oleh besarnya tekanan. Penelitian saat ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang difokuskan pada pencetakan/pembentukan keramik lembaran. (Klas : U 005-1) . Sangkuriang Bandung 40135 Telp. khususnya sebagai bahan bangunan. Eko Trisumarnadi. Sinergi dengan berkembangnya property berskala besar. Telah dilakukan penelitian pembuatan keramik lembaran (lebar) berukuran (50x50)cm dengan menggunakan bahan baku dari daerah Cipatujah.

Penelitian tahun 2005. Meskipun demikian. Berbagai faktor yang merupakan kendala dalam memperoleh tingkat keberhasilan percobaan ini tercermin dari hasil pengamatan baik secara visual. Kondisi tersebut terlihat dari hasil analisis Pay Back Period menunjukkan bahwa titik dimana modal dapat kembali lebih kecil dari umur rencana proyek. lebih difokuskan pada bagaimana cara menurunkan suhu leleh glazur. Fax. penambahan lebih dari 20% borax cenderung tidak menunjukkan tingkat penurunan yang signifikan. sehingga hasil penelitian glazur ini dapat diaplikasikan sebagai glazur alternatif industri keramik (genteng). Sangkuriang. Gurharyanto. Semenjak tahun anggaran 2003 telah dilakukan serangkaian penelitian glazur keramik berbahan baku utama tufa-andesitik. hasil percobaan glazur ini telah diujicobakan pada salah satu produk genteng Jatiwangi dan menggelas cukup baik. Hasil evaluasi ekonomi usaha glazur skala menengah memberikan indikasi keuntungan cukup signifikan. tufa andesitik berpotensi sebagai bahan baku glazur. Bandung 40135 Telp. Ditinjau dari komposisi mineralnya. Penelitian direncanakan selama 3 tahun. diberikan gambaran teknologi proses produksi dari skala kecil hingga skala besar. Penambahan 20% borax merupakan titik optimal penurunan suhu leleh glazur. Kedua kondisi tersebut mendorong untuk dilakukan penelitian pembuatan glazur alternatif. analisis mikroskop maupun analisis SEM (Scanning Electron Microscope). Sunarya Wibowo. Hasil reformulasi glazur dapat diperoleh glazur bodi porcelen. Melengkapi penelitian ini. Penambahan 3% Na O dan K O hanya mampu menurunkan suhu leleh glazur dari 1280 C menjadi sekitar 1150 C. 022-2504593 Abstrak Limbah industri batu tempel (tufa-andesitik) daerah Palimanan belum dimanfaatkan secara optimal. bagaimana gambaran teknologi proses dan tekno ekonomiya. murah dan aman lingkungan. 022-2503654. bahkan kurang dari 1 . tahun 2005 ini merupakan tahun terakhir dari rencana kegiatan penelitian tersebut. berkualitas. Sementara dengan berkembangnya industri keramik di Indonesia. glazur body stoneware dan glazur bodi earthernware.PEMBUATAN GLAZUR KERAMIK BERBASIS TUFA ANDESITIK : Sebagai Glazur Alternatif Industri Keramik (Genteng) Oleh: Eko Tri Sumarnadi Agustinus. Jl. cenderung akan meningkatnya kebutuhan bahan baku glazur yang sebagian besar (>50%) masih import. Hasil eksperimentasi menunjukkan bahwa penambahan 30% berat borax atau asam borax o o 2 o 2 o dapat menurunkan suhu leleh glazur dari 1280 C menjadi sekitar 1000 C. Endro Bhakti dan Nyanjang Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI.

Kata kunci: Tufa-andesitik. melainkan juga untuk industri keramik lainnya di Indonesia. berkualitas. Sementara dari aspek strategis jika bahan galian tufa-andesitik ini diusahakan sebagai bahan baku glazur bisa memberikan nilai tambah hingga (4-5) kali lipat. glazur alternatif.tahun. hasil penelitian glazur ini mengindikasikan layak untuk mendirikan usaha pabrik glazur di daerah Palimanan. (Klas : U 005-1) . seperti aspek strategis. murah. Ditinjau dari berbagai aspek. profitability index menghasilkan lebih dari1(satu). industri keramik (genteng). aspek ekonomis maupun aspek lingkungan. aspek teknis. Nilai NPV positip. Sehingga produk glazurnya tidak hanya dapat diaplikasikan pada industri genteng di daerah Palimanan dan Jatiwangi saja.

022-2503654.89-32. juga berfungsi sebagaimana sifat pori dari zeolit. sehingga pori yang terbentuk mampu mengalirkan cairan ke permukaan yang berseberangan. keramik pori.0-1. Dari serangkaian 2 penelitian mulai dari formulasi dan pencetakan benda coba dengan tekanan sebesar 50 kg/cm diperoleh benda coba berbentuk koin berukuran diameter 4 cm. ditandai pula dengan terjadinya gelembung udara pada permukaan keramik pori yang berseberangan.5 psi. 900 C dan 1000 C selama 3 jam. 022-2504593 Abstrak Pembuatan keramik pori berbasis zeolit alam dilakukan dengan merubah secara irreversible terhadap bahan-bahan keramik seperti feldspar maupun lempung dengan proses pembakaran. Eko Tri Sumarnadi Agustinus.38-28. Jl. penyaring air. Sangkuriang Bandung 40135 Telp.31%v/v. densitas sebesar 1. Pemilihan zeolit sebagai bahan utama. Tetapi terhadap zeolit sebagai bahan utama diupayakan secara reversible dimana struktur zeolit tetap terjaga. tinggi 0. Kata kunci : Zeolit alam. Fax. feldspar dan boraks serta senyawa organik karbon. Setelah dibakar pada suhu bakar 800 C. dengan tekanan udara sebesar 10-20 psi terjadi penurunan tekanan sebesar 1. Gurharjanto dan Atet Saefulloh Puslit Geoteknologi-LIPI Komplek LIPI.8 cm dan berat sebelum o o o dibakar sekitar 18 gram. (Klas : U 005-1) . Struktur pori yang menerus (open pore structure) dibuat dengan membentuk partikel bahan utama yang cenderung membulat. Pada tahun pertama penelitian ini diawali dengan memperlakukan zeolit alam terhadap bahan keramik seperti lempung. Melalui bubbling pressure analysis. dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi pori disamping sebagai penyaring yang bekerja berdasarkan pada ukuran lubang bukaan antar partikel. Penyerapan air sebesar 25.4288-1.KERAMIK PORI BERBAHAN BAKU MINERAL SILIKAT ALAM (ZEOLIT) SEBAGAI PENYARING AIR Oleh: Dewi Fatimah.7218.16%. didapat hasil sebagai berikut : Dari analisis XRD maupun SEM terlihat bahwa struktur zeolit o terdestruksi pada suhu bakar 1000 C. Keramik pori yang dihasilkan mempunyai angka pori sebesar 9.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful