LAPORAN PRAKTIKUM Mata Kuliah: Ilmu dan Teknologi Reproduksi Dosen Penanggung Jawab: Dr. R. Iis Arifiantini,M.

si Asisten: Bondan Achmadi, SE

PENGENCERAN SEMEN CAIR

oleh: Febriana Wulandari B04080043 Kelompok kecil: VI (Jum’at Pagi)

Bagian Reproduksi dan Kebidanan Departemen Klinik, Reproduksi, dan Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor 2010 I. Judul

III.dan gelas ukur. object glass.erlemeyer. 2. Semen yang telah diencerkan dibagi ke dalam beberapa tabung penyimpanan dan disimpan pada suhu lemari es. dengan volume dari masing-masing bahan ditentukan dengan perhitungan. Pengamatan Motilitas Spermatozoa Sapi . Materi dan Metode a) Materi Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop. Alat dan bahan disiapkan. 5. dan air kelapa-kuning telur). Pencampuran semen dan masing-masing bahan pengencer dilakukan secara hati-hati dan perlahan. Semen yang telah ditampung dievaluasi agar dapat diketahui kelayakan semen untuk diencerkan (layak/tidak layak) serta untuk mengetahui volume pengencer yang akan digunakan. 6. tabung penyimpanan semen dan pengencer. 4. b) Metode Praktikum ini dilakukan dengan tata kerja sebagai berikut: 1. susu skim cair 8%. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan object glass yang telah dihangatkan terlebih dahulu.cover glass. 3. pipet Pasteur. pengencer semen yang digunakan merupakan pengencer semen yang telah dipersiapkan pada praktikum sebelumnya. Dilakukan pengamatan motilitas spermatozoa selama beberapa hari (sampai spermatozoa mati). IV. Sedangkan bahan yang digunakan adalah semen.serta antibiotika (Penicillin dan Streptomycin). Hasil Pengamatan Tabel 1.Praktikum ini berjudul Pengenceran Semen Cair. pengencer semen (susu murni yang telah dipanaskan. II. Dilakukan penambahan antibiotika ke dalam bahan pengencer yang akan digunakan (telah dilakukan pada praktikum sebelumnya). Tujuan Tujuan dilaksanakannya praktikun ini adalah untuk mengetahui motilitas spermatozoa pada empat bahan pengencer semen cair yang akan diuji. kemudian sampel semen cair yang akan diamati diambil dari tabung penyimpanan tanpa mengeluarkannya dari lemari es. sitrat-kuning telur.

yang di dalamnya sering ditemukan mikroba yang bisa menghambat pergerakan semen itu sendiri. Fungsi lain dari bahan pengencer tersebut adalah untuk menjamin kebutuhan fisik dan kimiawi spermatozoa tersebut (Soebandi. Dalam pemanfaatannya. sitrat-kuning telur. Adapun bahan pengencer yang sering digunakan diantaranya adalah susu segar yang telah dimasak. 1982). Pembahasan Semen adalah salah satu cairan yang berasal dari organ kelamin jantan yang keluar pada saat ejakulasi.Motilitas dalam Bahan Pengencer(%) Hari ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Susu Segar 70 70 55 50 45 40 10 0 0 Susu Skim 70 60 60 45 40 25 20 5 0 Sitrat-Kuning Telur 70 70 65 45 40 35 30 10 0 Air kelapaKuning Telur 70 55 40 35 20 0 0 0 0 Grafik 1. semen seringkali dicampur dengan bahan pengencer agar dapat dimanfaatkan dalam jumlah banyak dan tahan selama beberapa hari. . Pengamatan Motilitas Spermatozoa V. susu skim. dan ari kelapa-kuning telur.

pencampuran. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan. Adapun standar minimum bagi kualitas semen yang dipakai untuk inseminasi adalah mengandung 500 juta sel per mL ejakulat dan 50 % sperma yang hidup dan motil. Antibiotik yang ditambahkan berfungsai sebagai perlindungan tambahan terhadap spermatozoa. sampai saat akan digunakan atau dilakukan pengamatan. Pada pengencer susu murni tersebut. tetapi daya tahan hidupnya lebih rendah. Bahan pengencer selanjutnya yang memberikan daya tahan dan motilitas yang baik terhadap spermatozoa adalah larutan susu skim 8%. karena dengan dilakukannya pengenceran.Dalam melakukan pengenceran semen. Dalam praktikum ini digunakan semen sapi sebagai semen yang diencerkan dengan keempat jenis bahan pengencer. 1962). spermatozoa memiliki motilitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan susu skim. tetapi kualitas buffer susu skim terhadap spermatozoa tidak sebaik sitrat-kuning telur. perlu diperhatikan kadar pengencerannya agar setiap satuan volume semen yang nantinya akan diinseminasikan pada hewan mengandung cukup spermatozoa untuk memberikan fertilitas yang tinggi tanpa membuang spermatozoa yang berlebihan (Toelihere. Tidak berbeda jauh dengan susu skim. Setiap dosis harus mengandung paling sedikit 5 juta sel sperma yang hidup dan motil (Foote. Kuning telur yang ditambahkan menjadi sumber nutrisi bagi spermatozoa sehingga dapat mempertahankan motilitas dan daya than hidupnya. maka perlindungan alami yang terdapat di dalam semen akan berkurang. susu murni yang telah dimasak juga memberikan daya tahan dan motilitas yang hampir sama dengan susu skim. Semen juga mengandung asam sitrat sebagai buffer alami bagi sspermatozoa. Susu skim memberikan nutrisi yang baik bagi spermatozoa. didapatkan hasil bahwa motilitas spermatozoa pada semen yang telah dicampur dengan bahan pengencer sitrat-kuning telur memiliki persentase dan daya tahan yang lebih lama jika dibandingkan dengan semen yang telah ditambahkan bahan pengencer lainnya. 1981).mulai dari penyiapan bahan. Penambahan sitrat dalam pengencer semen ini menambah daya tahan hidup spermatozoa. Pengenceran semen dalam percobaaan. perlu diperhatikan tahap-tahap pelaksanaannya. Dengan mempertimbangkan adanya molekul-molekul .

Bahan pengencer yang paling buruk dari keempat bahan pengencer tersebut adalah air kelapa-sitrat.karena mengandung nutrisi yang lebih sedkit jika dibandingkan dengan bahan pengencer lainnya.lemak yang meghambat pergerakan spermatozoa. Contoh Perhitungan: Perhitungan bahan pengencer dan antibiotika yang dibutuhkan untuk semen dengan karakter sebagai berikut: Volume spermatozoa : 0. susu murni sebenarnya memiliki daya mempertahankan motilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan susu skim. maka diperkirakan bahwa semen tersebut merupakan semen domba/kambing.8 m L Konsentrasi spermatozoa : 2.2 mL Konsentrasi spermatozoa : 50 – 150 juta Perhitungan volume bahan pengencer dan jumlah betina yang dapat diinseminasi: Vtotal =Volume ejakulat ×konsentrasi ×motilitasdosis IB .400 juta/mL Motilitas : 75% Dari data yang diperoleh. Sehingga dosisnya adalah: Volume semen : 0. Hal ini dapat terjadi karena adanya kemungkinan penurunan kualitas susu saat diproses menjadi susu skim(dihilangkan lemaknya).05 – 0.

8 mL×2.0.1 mL =14.4×0.8 mL =0.000 IU x 750 IU = 0.44 mL / 300.44 mL / 200 mikrogram x 0.4 kali IB Antibiotik: Penicillin : 1.44 mL0.64 mL Jumlah IB yang bisa dilakukan = Volume totalVolume dosis IB =1.0036 mL Streptomycin : 1.1 mL =1.400×106/mL ×75%100 ×106 /0.15 mikrogram = 0.=0.1 mL =1.44 mL Vbahan pengencer = Vtotal .1 mL=14.1 mL =1.Vejakulat =1.44 mL.440×106100×106×0.920 × 106×75%100×106 ×0.00108 mL .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful