You are on page 1of 2

Artikel Fatwa

:

Tata Cara Orang Yang Masuk Islam
Sabtu, 27 Maret 04

Tanya :

Sepasang suami isteri ingin masuk Islam, lantas pegawai urusan fatwa menyuruh
keduanya membasuh badan (mandi), mengucapkan dua kalimat syahadat secara sukarela
dan penuh penyerahan/kepasrahan diri, dan berkhitan (sunatan), dan dia (pegawai
tersebut) bertanya apakah hal ini (cara yang dia lakukan) adalah benar atau tidak ?. Dia
berharap untuk dituliskan kepadanya perkataan-perkataan Salaf mengenai masalah ini
serta cara yang dulu biasa dilakukan apabila seorang Kafir masuk Islam pada masa Nabi
Shallallahu 'alaihi Wasallam !

Jawab :

Sesungguhnya cara/metode Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam dalam mengajak
orang-orang Kafir kedalam Islam adalah mengajak mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan
melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan/Rasul Allah ; Jika mereka
meresponsnya dengan baik, beliau ajak mereka kepada syari'at Islam lainnya berdasarkan
urgensinya dan pertimbangan sikonnya. Diantara hadits yang menyebutkan hal itu adalah
hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu 'Abbas radhiallahu
'anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam ketika mengutus Mu'az ke
Yaman, beliau bersabda kepadanya :"Sesungguhnya engkau mendatangi suatu kaum
Ahlul Kitab, maka hendaklah yang pertama engkau lakukan adalah mengajak mereka
kepada bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah". Dan dalam riwayat yang lain :"…
hingga mereka bertauhid kepada Allah ; jika mereka mena'atimu dalam hal itu, maka
beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan bagi mereka lima shalat
waktu dalam setiap hari semalam; jika mereka mena'atimu dalam hal itu, maka
beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka membayar
zakat yang diambil dari orang-orang kaya diantara mereka untuk dikembalikan/diberikan
kepada orang-orang fakir diantara mereka; jika mereka mena'ati hal itu, maka
jauhilah/berhati-hatilah terhadap harta-harta yang paling mereka utamakan dan
banggakan dan takutlah terhadap doa orang yang dizhalimi karena tiada hijab/pelindung
antara doanya dan Allah ". Dan diantaranya lagi adalah hadits lain yang diriwayatkan
oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa'd as-Sâidi, bahwasanya Nabi Shallallahu
'alaihi Wasallam bersabda kepada 'Ali radhiallahu 'anhu ketika beliau akan memberinya
panji pada hari perang Khaibar:" lakukanlah dengan perlahan hingga engkau turun ke
lapangan menghadapi mereka, kemudian ajaklah mereka kepada Islam dan
beritahukanlah kepada mereka hak Allah yang wajib atas mereka. Demi Allah! sungguh,
Allah beri hidayah di tanganmu seorang saja adalah lebih baik bagimu daripada onta
merah (barang yang paling berharga dan bernilai paling tinggi bagi orang Arab saat itu).
Dalam riwayat yang lain :" ..maka ajaklah mereka kepada bersaksi bahwa tiada Tuhan

maka hal itu wajib bagi kaum laki-laki dan adalah suatu kehormatan bagi kaum wanita (yang melakukannya). kecuali bila telah terjadi padanya jinabah (yang mewajibkan mandi junub) ketika masa kafirnya maka wajib baginya untuk mandi : ini adalah pendapat Imam asy-Syafi'i dan sebagian pengikut mazhab Hanbali. wa ‫آ‬lihi washahbihi wasallam. . fatwa : 1557). Adapun masalah khitan/sunatan. (iii) Hal itu tidak wajib sama sekali dalam kondisi apapun. jld. no. Jadi. Maka berdasarkan hal ini. (ii) Hal itu adalah sunnah. berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan an-Nasai dari Qais bin 'Ashim –radhiallahu 'anhu.melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah Rasulullah". perintah disini adalah mengindikasikan suatu kewajiban. akan tetapi jika ajakan kepada orang yang ingin masuk Islam untuk berkhitan itu ditunda dulu untuk beberapa waktu hingga hatinya mantap dalam Islam dan telah merasa tenteram/tenang maka hal itu adalah baik.dia berkata : "aku telah mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi Wasallam untuk masuk Islam. Ahmad dan Abu Tsaur –rahimahumullah. Washallallâhu 'ala Nabiyyinâ Muhammad. (Fatâwâ al-Lajnah ad-Dâimah lil Buhuts al-'‫خ‬lmiyyah wal Ifta'. III.. apa yang anda (penanya) suruh untuk dilakukan oleh sepasang suami isteri tersebut saat masuk Islam adalah benar. maka beliau memerintahkanku untuk mandi dengan air yang bercampur daun bidara" . bahkan yang disyari'atkan baginya adalah mandi berdasarkan hadits tersebut dan hadits lain yang semakna : ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah. 381-383. Para Ulama berbeda pendapat mengenai hukum mandi bagi orang Kafir yang masuk Islam (dalam beberapa pendapat-penj) : (i) Hal itu adalah wajib : ini adalah pendapat Imam Malik. h. sebab ditakutkan dengan menyutuhnya segera berkhitan itu justru membuatnya lari dari Islam. Wabillâhit Taufiq.