DAFTARPUSTAKA

KEGIATAN HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING USU-INHERENT 2006

BUKU AJAR

PERPINDAHAN PANAS

Disusun Oleh: ZUHRINA MASYITHAH, ST, MSc. BODE HARYANTO, ST, MT

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006

DAFTAR PUSTAKA Foust, A.S., et a1., Principles of Unit Operations, John Wiley & Sons, New York, 1980. Geankoplis, C.J., Transport Process and Unit Operations, A11yn and Bacon Inc., 1987. Holman, J.P., Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1987. Incropera, F.P., dan Dewitt, D.P., Fundamental of Heat and Mass Transfer, John Wiley & Sons, 2002. Kern, D.Q., Process Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1950. McCabe, Smith dan Harriots, Unit Operations in Chemical Engineering, Mc Graw Hill,1985.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

LAMPIRAN

INFORMASI UMUM
Judul Mata Kuliah Nomor Kode/SKS Dosen Pengampu Anggota Perpindahan Panas TKK- 301/ 3 SKS Dr. Ir. Rosdanelli, MT Zuhrina Masyithah, ST, MSc. Bode Haryanto, ST, MT Erni Misran, ST, MT Mata kuliah ini berisi uraian mengenai Dasar-dasar Perpindahan Panas Steady dan Unsteady; Perpindahaan Panas ke Fluida yang Tak Berubah Fasa; Perpindahan Panas ke Fluida yang Disertai dengan Perubah Fasa; Peralatan Penukar Panas; Operasi dan Peralatan Evaporasi; Kristalisasi Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar perpindahan panas pada keadaan steady dan unsteady, dapat menyelesaikan masalah perpindahan panas ke fluida yang tak berubah fasa dan ke fluida yang disertai dengan perubahan fasa, rancangan proses dan evaluasi peralataan pertukaraan panas tanpa dan disertai dengan perubahan fasa; rancangan proses dan evaluasi peralataan evaporasi efek tunggal dan ganda; serta proses kristalisasi

Deskripsi Singkat

Tujuan Instruksional Umum

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

Transport Processes and Separation Process Principles. BH.. W. Richardson. LAMPIRAN GBPP DAN SAP file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.H.. Edisi ke-4. Oxford. New Jersey. Harker. Edisi ke-5.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM . 1987.C.. McCabe.. P. C. Coulson & Richardson’s Chemical Engineering Vol. J. dan Backhurst.F. Smith. dan Harriott. 1985. J. Edisi ke-3. McGraw-Hill. J. Unit Operations of Chemical Engineering. J.. PTR. 1.J.DAFTARPUSTAKA Bahan bacaan Geankoplis. Singapore.L. 1996.R.

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BAHAN PRESENTASI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BUKU AJAR PERPINDAHAN PANAS file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

html (7 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN UMPAN BALIK file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

untuk matakuliah PERPINDAHAN PANAS. Semoga buku ajar yang dihasilkan ini dapat bermanfaat. Bode Haryanto. ST. MT DAFTAR ISI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar. USU-INHERENT 2006. aktivitas laboratorium dan penggunaan konten e-learning. MSc. Medan. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi yang mendukung terlaksananya kegiatan ini. Desember 2006 Penyusun. Konten e-learning yang dikembangkan untuk mata kuliah ini bertujuan untuk memperoleh metode pembelajaran yang lebih baik untuk mata kuliah perpindahan panas yang mengkombinasikan kegiatan mengajar di kelas. Zuhrina Masyithah.html (1 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR Buku Ajar Perpindahan Panas ini merupakan salah satu keluaran dari kegiatan HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING. ST. Mata kuliah ini diajarkan pada Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USU.

Penukar Kalor Pendingin Udara 4.2.2.4.2.2.3.2.1. Perpindahan Kalor dari Uap yang Mengembun 5.1. Ekonomi Evaporator i ii 1-1 1-2 1-4 1-6 2-1 2-2 2-4 2-6 3-1 3-4 3-7 3-14 4-1 4-2 4-5 4-5 4-8 5-1 5-1 5-9 6-1 6-1 6-5 6-21 6-25 BAB VII BAB VIII Evaporator Efek Ganda 7. Konveksi Paksa 3.Konduksi Keadaan Steady 2.Aliran (Konveksi) BAB II Perpindahan Panas Konduksi 2. Pendahuluan 6.3.3.4.1.1.html (2 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM . Konveksi Alamiah 3. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda BAB V Perpindahan Kalor disertai Perubahan Fasa 5.1. Gabungan Konduksi dan Konveksi BAB IV Alat Penukar Kalor 4. Kapasitas dan Ekonomi Evaporator Kristalisasi 7-1 7-5 8-1 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.Dinding Datar 2.1. Penukar Kalor Pelat 4.1.Pancaran (Radiasi) 1.1.1.2. Jenis-Jenis Evaporator 6. Kapasitas Evaporator 6.3.Sistem Radial-Silinder BAB III Perpindahan Panas Konveksi 3.Hantaran (Konduksi) 1.1. Alat Penukar Kalor Pipa 4.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan 1. Perpindahan Kalor ke Zat Cair yang Mendidih BAB VI Proses Evaporasi 6.

DAFTARPUSTAKA 8. Prinsip Kristalisasi Daftar Pustaka Lampiran : Umpan Balik Quiz Soal Ujian Tengah Semester Soal Ujian Akhir Semester Tugas dan Soal-soal Latihan 8-4 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.html (3 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .1.

jumlah ka1or juga dinyatakan da1am suatu gaya kali suatu jarak yaitu Newton ka1i meter atau Nm.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Pada pembakaran 1 kg minyak akan terbebas kira-kira 45 MJ. pada pengembunan dan penghabluran (krista1isasi) ka1or harus dikeluarkan. Bila sesuatu benda ingin dipanaskan. Sama seperti bentuk lain dari energi.25 MJ. diperlukan pemasukan atau pengeluaran ka1or. Akan tetapi. Untuk memberikan sedikit gambaran mengenai besarnya energi 1 Joule tersebut. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. 1 Nm dinamakan 1 Joule. Kondisi kedua yaitu mempertahankan keadaan yang dibutuhkan untuk operasi proses. bisa diperhatikan dari ha1 berikut: Untuk penguapan 1 kg air. Pada kebanyakan pengerjaan. keadaan ini dapat juga merupakan pengerjaan secara a1ami. Ada1ah hukum a1am bahwa ka1or itu suatu bentuk energi. gaya dorong untuk a1iran ini ada1ah perbedaan suhu. diperlukan benda lain yang lebih dingin.225. ka1or harus dimasukkan. maka harus dimi1iki sesuatu benda lain yang lebih panas. Disamping perubahan secara kimia.PERPINDAHAN PANAS BAB I PENDAHULUAN Perpindahan ka1or dari suatu zat ke zat lain seringkali terjadi dalam industri proses. untuk mencapai dan mempertahankan keadaan yang dibutuhkan sewaktu proses berlangsung. Dengan demikian. diperlukan cukup banyak energi yaitu perubahan zat cair ke dalam uap ini kira-kira membutuhkan energi 2. terjadi umpamanya bila pengerjaan harus berlangsung pada suhu tertentu dan suhu ini harus dicapai dengan ja1an pemasukan atau pengeluaran ka1or. Kondisi pertama yaitu mencapai keadaan yang dibutuhkan untuk pengerjaan. Ka1or mengalir dengan sendirinya dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah. demikian pula ha1nya jika ingin mendinginkan sesuatu.000 Joule = 2. terdapat pada pengerjaan eksoterm dan endoterm. Pada penguapan dan pada umumnya juga pada pelarutan.

Hantaran.1. semua ini .PERPINDAHAN PANAS Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak musnah yaitu seperti hukum asas yang lain. energi terma yang tersimpan di dalam bahan tadi akan bertukar menjadi energi kalor yang dapat kita rasakan. sebahagian akan diserap ke da1am bahan. Pancaran (Radiasi) Yang dimaksud dengan pancaran (radiasi) ia1ah perpindahan ka1or mela1ui gelombang dari suatu zat ke zat yang lain.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Energi hanya berubah bentuk dari bentuk yang pertama ke bentuk yang ke dua. sering juga dinamakan radiasi. Apabila api dinyalakan. maka logam dikatakan lebih dingin daripada air. Bila diperhatikan misalnya jumlah energi kalor api unggun kayu yang ditumpukkan.menyimpan sejum1ah energi dalam yang ditandai dengan kuantitas yang lazim disebut muatan kalor bahan. maka banyak ha1 yang boleh terjadi.T1). dengan T2 >> T1. Keadaan ini baru terbukti setelah suhu meningkat. Karena suhu awal logam ialah T1 dan suhu air ialah T2. dan sebagian akan menembusi bahan dan terus ke luar. Proses radiasi tidak terjadi pada bagian da1am bahan. 1. Terdapat dua teori yang berbeda untuk menerangkan bagaimana proses radiasi itu terjadi. Semua benda memancarkan ka1or. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Jadi da1am mempelajari perpindahan ka1or radiasi akan dilibatkan suatu fisik permukaan. Pancaran. Kalor dapat diangkut dengan tiga macam cara yaitu: 1. Proses radiasi adalah fenomena permukaan. Ha1 yang penting dalam sistem yang terdiri dari air dan logam ialah adanya suatu perbedaan suhu yang nyata yaitu (T2. contohnya hukum kekekalan masa dan momentum. Pada hakekatnya proses perpindahan ka1or radiasi terjadi dengan perantaraan foton dan juga gelombang elektromagnet. Aliran. ini artinya kalor tidak hilang. Bila diperhatikan sebatang logam yang dicelupkan ke dalam suatu tangki yang berisi air kalor. sering juga disebut konduksi. 3. Energi kalor ini mengalir jika terdapat suatu perbedaan suhu. sebahagian akan dipantulkan. 2. Semakin tinggi suhu bahan tadi maka semakin tinggi pula energi ka1or yang disinarkan. Semua bahan pada suhu mutlak tertentu akan menyinari sejumlah energi ka1or tertentu. sering juga disebut radiasi. Tetapi suatu bahan apabila menerima sinar. Apabila sejumlah energi ka1or menimpa suatu permukaan.

(b) antara permukaan dan lingkungan Berdasarkan kepada keadaan terma permukaan. bahan yang di pindahkan dan dipantulkan ini dapat berbeda. adaka1anya tidak semua sinar mengenai permukaan yang dituju.1. yang penting ialah sifat terma saja. sama seperti cahaya lampu. Perpindahan panas radiasi (a) pada permukaan. sifat terma permukaan bahan juga penting. Dalam hal ini dua hal terjadi. dan jika file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. maka jumlah kalor akan disebarkan secara konveksi. Proses perpindahan kalor sering terjadi secara serentak. ada kalor yang dipantulkan dan ada kalor yang dipindahkan ke sekeliling. Da1am pada itu. La1u dikenakan dengan sinar matahari. Disamping itu. medan a1iran fluida disekeliling permukaan tidak penting. Gambar 1. Berbeda dengan proses konveksi. Lazimnya jika terdapat satu permukaan lain yang saling berhadapan. permukaan bagian atas kini mempunyai suhu yang lebih tinggi dari suhu udara sekeliling. setiap permukaan akan menyinarkan energi kalor secara radiasi jika permukaan itu bersuhu T dalam unit suhu mutlak. Dalam pada itu. Keterlibatan suhu hanya terjadi jika terdapat dua permukaan yang mempunyai suhu yang berbeda. Plat akan menyerap sebahagian energi matahari. Jadi da1am masalah ini kita mengena1 satu faktor pandangan yang lazimnya dinamakan faktor bentuk. Oleh karena suhu permukaan atas naik maka kalor akan berkonduksi dari permukaan atas ke permukaan bawah. untuk memahami proses radiasi dari satu permukaan kita perlu memahami juga keadaan fisik permukaan bahan yang terlibat dengan proses radiasi yang berlaku.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Dengan demikian. Misa1nya sekeping plat yang dicat hitam. Proses radiasi tidak melibatkan perbedaan suhu. Dalam hal ini.PERPINDAHAN PANAS Bahan yang dianggap mempunyai ciri yang sempurna ada1ah jasad hitam. Suhu plat akan naik ke satu tahap tertentu. Maka jumlah ka1or yang diterima dari satu sumber akan berbanding langsung sebahagiannya terhadap faktor bentuk ini. Tetapi energi kalor juga disebarkan secara radiasi.

Untuk perambatan itu tidak diperlukan medium (misalnya zat cair atau gas) 1. maka permukaan tadi akan saling memindahkan kalor . adalah dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuhu rendah. Hantaran (Konduksi) Yang dimaksud dengan hantaran ialah pengangkutan kalor melalui satu jenis zat.PERPINDAHAN PANAS permukaan pertama mempunyai suhu T1 mutlak sedangkan permukaan kedua mempunyai suhu T2 mutlak. Sehingga perpindahan kalor secara hantaran/konduksi merupakan satu proses pendalaman karena proses perpindahan kalor ini hanya terjadi di dalam bahan. Gambar 1. Sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.2. umpamanya seorang tukang hembus kaca dapat memegang suatu barang kaca.2. Dengan demikian. Perpindahan panas konduksi dan difusi energi akibat aktivitas molekul Sudah diketahui bahwa tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . sehingga bentuknya dapat berubah. Kalor radiasi merambat lurus. Selanjutnya juga penting untuk diketahui bahwa : 1. Bahan yang dapat menghantar ka1or dengan baik dinamakan konduktor. Arah aliran energi kalor. Akan tetapi seorang pandai tempa harus memegang benda yang akan ditempa dengan sebuah tang. Penghantar yang buruk disebut isolator. yang beberapa cm lebih jauh dari tempat pegangan itu adalah demikian panasnya. 2.

dan besi . Selanjutnya bila diandaikan sebatang besi atau sembarang jenis logam dan salah satu ujungnya diulurkan ke dalam nyala api. Aliran (Konveksi) Yang dimaksud dengan aliran ialah pengangkutan ka1or oleh gerak dari zat yang dipanaskan. maka bahan mempunyai kemampuan mengalirkan kalor dengan cepat. koefisien ini bernilai kecil. energi ini akan memindahkan sebahagian energi kepada molekul dan elektron yang membangun bahan tersebut. Dalam hal ini dikatakan suhu permukaan adalah T1 dan suhu udara sekeliling adalah T2 dengan Tl>T2. Apabila ujung batang logam tadi menerima energi kalor dari api.3. Besi adalah besi. bahan yang dapat menghantar arus listrik dengan sempurna (logam) merupakan penghantar yang baik juga untuk kalor dan sebaliknya. Untuk satu bahan berfasa padat molekulnya tersusun rapat. Proses konveksi hanya terjadi di permukaan bahan. bahan kimia unsur besi adalah lebih banyak. berbeda dengan satu bahan berfasa gas seperti udara. aliran elektron akan memainkan peranan penting . Untuk bahan isolator. Proses perpindahan ka1or secara aliran/konveksi merupakan satu fenomena permukaan. 1. Lazimnya. Kalaupun ada bahan asing. dan udara yang terperangkat. Kini file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Tetapi dibandingkan dengan bahan padat seperti kayu. Jadi dalam proses ini struktur bagian dalam bahan kurang penting. Apabila nilai koefisien ini tinggi. uap air. Molekul udara adalalah renggang seka1i. Dengan demikian dalam proses pengangkutan kalor di dalam bahan. Keadaan permukaan dan keadaan sekelilingnya serta kedudukan permukaan itu adalah yang utama. maka molekul besi adalah lebih rapat susunannya daripada molekul kayu. Persoalan yang patut diajukan pada pengamatan ini ialah mengapa kadar alir energi kalor adalah berbeda.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM .PERPINDAHAN PANAS bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor ialah koefisien konduksi terma. suhu permukaan bahan akan berbeda dari suhu sekelilingnya. keadaan keseirnbangan termodinamik di dalam bahan akibat proses konduksi. Dapat diperhatikan bagaimana kalor dipindahkan dari ujung yang panas ke ujung yang dingin. Hal ini disebabkan karena susunan molekul dan juga atom di dalam setiap bahan adalah berbeda. Pada umumnya. Moleku1 dan elektron merupakan alat pengangkut kalor di dalam bahan menurut proses perpindahan kalor konduksi. Bahan kayu terdiri dari gabungan bahan kimia seperti karbon.

(a) konveksi paksa. energi kalor ini akan dipindahkan ke sekelilingnya dengan perantaraan aliran fluida. (b) konveksi alamiah. Oleh karena itu bagian yang paling banyak atau yang pertama dipanaskan memperoleh masa jenis yang lebih kecil daripada bagian masa yang lebih dingin. Gerakan fluida melibatkan kecepatan yang seterusnya akan menghasilkan aliran momentum. Gambar 1. Oleh karena konveksi hanya dapat terjadi melalui zat yang mengalir. maka bentuk pengangkutan ka1or ini hanya terdapat pada zat cair dan gas. sehingga kalor akhimya tersebar pada seluruh zat. Oleh karena pengaliran fluida melibatkan pengangkutan masa. Perpindahan kalor dengan jalan aliran dalam industri kimia merupakan cara pengangkutan kalor yang paling banyak dipakai. Pada pemanasan zat ini terjadi aliran. Sebagai akibatnya terjadi sirkulasi. Malahan masa fluida menjadi berkurang karena kini fluida menerima energi kalor. Jadi masa fluida yang mempunyai energi terma yang lebih tinggi akan mempunyai momentum yang juga tinggi. karena masa yang akan dipanaskan tidak sekaligus di bawa kesuhu yang sama tinggi. Peningkatan momentum ini bukan disebabkan masanya akan bertambah. Perpindahan panas konveksi. maka selama pengaliran fluida bersentuhan dengan permukaan bahan yang panas.3. (c) pendidihan. suhu fluida akan naik. (d) kondensasi Pada perpindahan kalor secara konveksi.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.PERPINDAHAN PANAS terdapat keadaan suhu tidak seimbang diantara bahan dengan sekelilingnya.

maka proses konveksi yang akan terjadi merupakan proses perpindahan kalor konveksi paksa. Dalam pengamatan proses perpindahan kalor konveksi. Kekosongan tempat masa bendalir yang telah naik itu diisi pula oleh masa fluida yang bersuhu rendah. bergantung pada nilai h. masa ini juga akan naik ke atas permukaan meninggalkan tempat asalnya. masalah yang utama terletak pada cara mencari metode penentuan nilai h dengan tepat. Jika cepatan medan tetap. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Keadaan tidak stabil ini perlu diselesaikan melalui proses perpindahan kalor. Nilai koefisien ini tergantung kepada banyak faktor. Yang membedakan kedua proses ini adalah dari nilai koefisien h-nya. Kekosongan ini diisi pula oleh masa fluida bersuhu renah yang lain. Dalam kedua proses konduksi dan konveksi.terjadi maka keadaan tidak stabil terma akan terjadi. Setelah masa ini juga menerima energi kalor dari permukan bahan yang kalor dasi.PERPINDAHAN PANAS Fluida yang panas karena menerima kalor dari permukaan bahan akan naik ke atas. Jumlah kalor yang dipindahkan.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Apabila perbedaan suhu . Proses ini akan berlangsung berulang-ulang. maka proses perpindahan ka1or berlaku. Sedangkan bila kecepatan medan dipengaruhi oleh unsur luar seperti kipas atau peniup. faktor yang paling penting yang menjadi penyebab dan pendorong proses tersebut adalah perbedaan suhu. artinya tidak ada pengaruh luar yang mendoromg fluida bergerak.

Konduktor: bahan yang dapat menghantar kalor dengan baik.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . kalor/panas mengalir tanpa disertai gerakan zat. yang bentuk umumnya adalah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. tetapi melaui satu jenis zat. Isolator: penghantar kalor yang buruk. k: § sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor § menunjukkan berapa sepat kalor mengalir dalam suatu bahan kkonduktor>kisolator Konduksi panas mengikuti Hukum Fourier yang dapat dinyatakan dengan persamaan yang berikut: atau: q = laju perpindahan panas dT/dx = gradien suhu ke arah perpindahan panas Dalam persamaan di atas Hukum Fourier telah dinyatakan dalam bentuk persamaan laju alir.BAB II BAB II PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI Pada perpindahan panas secara konduksi. Koefisien konduksi terma. Arah aliran energi kalor dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuh rendah. Tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya.

suhu hanya merupakan fungsi posisi dan akumulasi = 0.1.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . yang besarnya tergantung pada temperatur zat itu. distribusi suhu konstan. Biasanya perubahan k dapat diperkirakan cukup dengan fungsi liniar 2. Konduksi Keadaan Steady (Tunak) Persamaan neraca energi: Analisa satu dimensi arah sumbu x ditunjukkan sebagai berikut: Kuantitas energi panas adalah sebagai berikut: Energi masuk : Energi yang dibangkitkan : Perubahan energi dalam Energi keluar = Pada keadaan steady. sehingga: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.BAB II Dengan demikian persamaan konduksi panas mendefinisikan tahanan terhadap konduksi panas k adalah konduktiviti panas suatu zat.

hukum Fourier dapat diintegrasi: 2. Jika ketiga persamaan akan diselesaikan bersamaan. Digunakan R.1. maka aliran kalor dapat dituliskan: Analogi listrik dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang lebih rumit. laju perpindahan panas: Aliran panas pada setiap bagian adalah sama.1. tahanan termal/panas/kalor.Dinding Datar Sistem dengan lebih dari satu macam bahan. seperti dinding lapis rangkap. analisisnya akan menjadi seperti berikut: Untuk gradien suhu seperti gambar di atas.BAB II Untuk konduksi keadaan steady.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . untuk menyatakan : file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.

Sistem Radial-Silinder Suatu silinder.2. Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan paralel: Jika suhu awal dan akhir kedua lapisan sama: 2.1.BAB II Sehingga: = penurunan suhu total melintas keseluruhan tebing Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan seri mempunyai analogi dengan arus listrik yang mengalir melalui beberapa tahanan listrik dalam rangkaian seri. dimana: r1= jari-jari dalam r0=jari-jari luar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .

1987).BAB II L=panjang Ti-To=beda suhu Laju perpindahan panas dapat ditentukan dari Hukum Fourier dengan penyesuaian rumus luas menjadi: Konsep tahanan termal dapat juga digunakan untuk dinding lapis rangkap seperti gambar di atas: Contoh 4. Penyelesaian: Dari App. Hitung panjang tabung yang diperlukan.9 K.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. A-3 Geankoplis.1 K. jika suhu permukaan luar tabung 297.2-1 (Geankoplis. 1987: Khardbutter= 0. Sebanyak 14.151 W/m.65 W panas harus dipindahkan dengan pendinginan ini. Air pendingin dalam tabung mengalir pada suhu 274. Panjang tabung untuk koil pendingin Tabung silinder berdinding tipis dari karet dengan ID 5 mm dan OD 20 mm digunakan sebagai koil pendingin.

101. xA= 0.6 mm cork board dan lapisan terluar 76.7 mm kayu pine.762 W/m. xC= 0.4 K (ruang pendingin) dan permukaan luar concrete 297. Panjang tabung yang diperlukan: Contoh 4. antara pine dan cork board: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Nilai: kpine = 0. Aliran panas melalui dinding isolasi ruang pendingin Ruang pendingin dilapisi dengan 12.4 K.K kcorkboard = 0. dinding luar ke r1.K Hitung panas yang hilang (dalam W) untuk 1 m2.0762 m Tahanan masing-masing material: Dengan cara yang sama: Untuk menghitung temperatur T2.2 mm concrete.0433 kC= 0. Temperatur permukaan luar 255. T4= 297.762 .0433 W/m.02 m Ambil L= 1 m.BAB II r1 = 5/100 = 0.151 W/m.151 kB= 0.3-1 (Geankoplis.K kconcrete = 0.1 K.005 m.1016 m . Penyelesaian: T1 = 255.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Tanda negatif menunjukkan bahwa arah aliran panas adalah dari r2.0127 m .1 K. xB= 0. r2 = 20/1000 = 0. 1987). kA= 0. dinding dalam. dan temperatur antara pine dan cork board.

Temperatur permukaan dalam pipa 811 K dan permukaan luar isolasi 310. hitung: a. Panas yang hilang b. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.8 K.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .8 K Luas permukaan pada L=0. Temperatur antara pipa dengan isolasi Penyelesaian: T1= 811 K. karena nilai k yang tinggi.0508 m.305 m: Tahanan masing-masing: Laju perpindahan panas: Untuk menghitung temperatur T2: Hanya terjadi penurunan T yang kecil melintasi pipa.0254 m dan OD = 0.K.K dengan ID=0.3-2 (Geankoplis. Pipa dilapisi asbestos (B) sebagai isolasi setebal 0. Untuk pipa 0.305 m panjang.0254 m dengan k=0.63 W/m.BAB II Contoh 4. Panas yang hilang dari isolasi pipa. T3=310.2433 W/ m. Pipa stainless stell berdinding tipis (A) mempunyai k= 21. 1987). T2 = T antara.

akan tetapi menyatakan besarnya laju pindah panas di daerah dekat pada permukaan itu. Koefisien perpindahan kalor menyeluruh: Jika terjadi konduksi dan konveksi secara berturutan.html (1 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Suhu arus rata-rata: Adalah suhu yang dicapai apabila keseluruhan fluida yang mengalir melalui penampang itu dikeluarkan lalu dicampur secara adiabatik.1) Persamaan (3.BAB III BAB III PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI Perpindahan panas antara suatu permukaan padat dan suatu fluida berlangsung secara konveksi. Fluks kalor boleh didasarkan atas luas permukaan luar atau dalam pipa. Koefisien pindah panas permukaan h.1) mendefinisikan tahanan panas terhadap konveksi. Fluks Kalor: Adalah laju perpindahan panas persatuan luas (q/A). bukanlah suatu sifat zat. Persamaan perpindahan panas menjadi: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. maka berbagai tahanan panas yang tersangkut dapat dijumlahkan untuk memperoleh koefisien pindah panas keseluruhan U. Konveksi panas dapat dihitung dengan persamaan pendinginan Newton: …(3.

T = suhu rata-rata lokal Tw= suhu dinding yang dalam kontak dengan fluida Nilai h bila diterapkan: § Untuk sisi panas (bagian dalam tabung) Th=suhu fluida panas Twh=suhu dinding panas § Untuk sisi dingin (bagian luar tabung) Tc=suhu fluida dingin file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Koefisien perpindahan panas individual.html (2 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . luas permukaan luar tabung.BAB III Th= suhu fluida panas Tc=suhu fluida dingin Th – Tc = gaya dorong atau beda suhu lokal menyeluruh A = luas permukaan dalam/luar pipa U = koefisien pindah panas keseluruhan berdasarkan A = faktor proporsionalitas antara q/A dan •T Jika A = Ao. maka U = Uo. h: Merupakan koefisien perpindahan panas untuk masing-masing fluida. koefisien yang didasarkan atas luas permukaan luar.

1987. Konveksi bebas/alamiah § Contohnya adalah pemanasan aliran udara yang melalui radiator.BAB III Twc=suhu dinding dingin Koefisien pindah panas permukaan dapat diperkirakan dari fungsi-fungsi empiris. Nu = angka Nusselt. pemanasan air dalam ketel. rasio antara diameter tabung terhadap tebal ekivalen lapisan laminar h k D X =koefisien konveksi =konduktivitas panas =diameter tabung =tebal lapisan film (lapisan batas laminar) Korelasi untuk menentukan nilai h dipengaruhi oleh: § § § § Sifat fisika fluida Jenis dan kecepatan aliran Perbedaan temperatur Geometri sistem Beberapa nilai h dapat dilihat pada Tabel 4. dan perbedaan densitas akibat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. § Fluida panas yang menerima panas akan naik ke atas. Perpindahan panas konveksi dapat dikelompokkan kepada dua bahagian: 1. dengan bentuk umum: Nu = K Rep Prq Grr (L/d)s dimana K = bilangan tetap. kekosongan tempat massa fluida yang telah naik diisi oleh massa fluida yang bersuhu rendah. § Aliran fluida terjadi akibat perbedaan densitas. yang tersusun dari bilangan-bilangan tanpa dimensi.html (3 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .1-2 Geankoplis.

Bentuk umum: Bilangan-bilangan tanpa dimensi itu adalah: Dimana: L =panjang pipa • =viskositas fluida ρ =densitas fluida g =percepatan gravitasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.1. maka sekitar permukaan akan terjadi konveksi secara alamiah. salah satu di antaranya adalah bilangan Grashof. Konveksi Alamiah Pada perbatasan suatu permukaan dan suatu fluida akan terjadi perpindahan panas secara konduksi dan konveksi. 3. Aliran alamiah ini memperbesar perpindahan panas yang semula sampai tercapai keadaan yang tecap. Perbedaan temperatur antara bagian-bagian fluida menyebabkan perbedaan densiti dan karena itu timbul gerakan dan aliran dalam fluida. yang dibuat untuk menunjukkan sifatsifat konveksi bebas .BAB III adanya gradien suhu di dalam massa fluida itu. Jika berbagai hasil penyelidikan itu dikumpulkan.html (4 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . ternyata dapat diperoleh persamaan empiris dalam bilangan-bilangan tanpa dimensi. Tanpa adanya aliran yang dipaksakan terhadap fluida. Cara perpindahan panas semacam ini disebut konveksi alamiah atau konveksi bebas. 2. § Aliran/perpindahan panas tidak bergantung pada gradien densitas. Konveksi paksa § Jika aliran fluida digerakkan oleh piranti mekanik seperti pompa dan pengaduk. § Contohnya aliran kalor melalui pipa panas. Biasanya temperatur permukaan itu cukup tinggi untuk menimbulkan pula radiasi. Banyak penyelidikan telah dilakukan untuk menentukan koefisien pindah panas itu. Besarnya koefisien perpindahan panas harus didapat dari hasil percobaan.

Untuk bidang tegaklurus dan silinder tegak lurus Aliran bergolak: Aliran berlapis: Untuk silinder mendatar Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. Persamaan empiris dan nomogram itu dapat dipakai guna memperkirakan koefisien perpindahan panas untuk konveksi bebas. Bagaimana beraneka ragamnya persamaan-persamaan itu dapat dilihat dari contoh-contoh di bawah ini.html (5 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . menghadap ke bawah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. maka haruslah dicari yang keadaan sistemnya sama dengan sistem yang sedang ditinjau. Karena terdapat berbagai persamaan dan nomogram. atau lempeng mendatar.BAB III Cp β hc k =kapasitas panas =koefisien ekspansi termal =koefisien konveksi =konduktivitas termal Hasil percobaan itu sering juga dinyatakan sebagai nomogram (alignment chart) atau grafik. menghadap ke atas. yang didinginkan.

konveksi dan radiasi. Antara fluida di dalam pipa dan permukaan dinding pipa sebelah dalam. yang didinginkan.html (6 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Konveksi Paksa Seperti telah diketahui fluida sekitar benda. menghadap ke bawah atau lempeng mendatar. panas dipertukarkan secara konveksi. Perhitungan dilakukan dengan persamaan yang berikut: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. kemudian panas menjalar secara konduksi melalui logam dinding pipa. yang seluruhnya diliputi oleh fluida itu. maka perpindahan panas selalu terjadi secara konveksi paksa. yaitu hambatan gesekan dan hambatan bentuk. Persamaan-persamaan empiris tentang koefisien pindah panas antara benda dan fluida hanya berlaku untuk benda dengan bentuk tertentu. Dalam hal ini radiasi biasanya terjadi pada permukaan luar yang berhubungan dengan lingkungan yang tetap temperaturnya. sedang fluida yang lain mengalir dalam ruang anulus sebuah pipa yang lebih besar atau dalam ruang sebuah shell yang memuat banyak pipa. mengalami dua macam hambatan. Pengaruh aliran ini juga terlihat pada perpindahan panas antara fluida dan benda-benda yang terendam. baik hambatan gesekan maupun hambatan bentuk berpengaruh. akan tetapi pengaruh hambatan gesekan makin lama makin berkurang dan hambatan bentuk lebih berpengaruh. Di luar pipa terjadi lagi konveksi. Seringkali salah satu fluida dalam sebuah penukar-panas mengalir dalam pipa. Jika bilangan Reynolds bertambah besar. menghadap ke atas: 3. karena laju panas yang dipindahkan naik dengan adanya aliran atau pengadukan. Juga di sini pada waktu yang sama berlangsung perpindahan panas secara konduksi.BAB III Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. Perpindahan panas berlangsung secara radial terhadap pipa. Jika dalam alat dikehendaki pertukaran panas. Dalam bilangan Reynolds yang sangat rendah hanya hambatan gesekan yang berpengaruh.2.

sifat aliran. Begitu juga besarnya koefisien perpindahan panas konveksi akan berubah. Untuk menerapkan persamaan pindah panas pada satu alat. maka dilakukan rata-rata dengan persamaan yang berikut: U dihitung dari jumlah tahanan panas keseluruhan.BAB III Kalau persamaan di atas diterapkan di satu tempat. Banyak buku yang memuat keterangan tentang koefisien pindah panas. Dalam mencari persamaan-persamaan empiris itu harus diperhatikan sifat fluida. Begitu juga koefisien perpindahan panas keseluruhan harus dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. jenis perpindahan panas (pemanasan atau pendinginan). Untuk konveksi dalam pipa sudah tentu persamaan empirisnya lain daripada untuk konveksi luar pipa. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. maka sepanjang pipa fluida yang panas berkurang temperaturnya dan fluida yang dingin naik temperaturnya. maupun dalam bentuk nomogram. maka haruslah ada harga yang dirata-ratakan. Pada ujung keluar pipa itu akan terdapat selisih temperatur yang berbeda dengan pada ujung awal. Karena terjadi perpindahan panas. baik dalam bentuk persamaan.html (7 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Biasanya selisih temperatur dirata-ratakan secara logaritma antara kedua ujung alat menjadi: (Selisih temperatur rata-rata logaritma) Dalam hal ini U dianggap tidak berubah banyak antara kedua ujung alat itu. Sebab untuk keadaan yang berlainan mungkin berlaku persamaan yang lain pula. harus dihitung sesuai dengan keadaan sistem. letak pipa dan lain sebagainya. dan haruslah ditemukan persamaan yang keadaan berlakunya sama dengan masalah yang dihadapi. sesuai dengan persoalannya. karena temperatur fluida berbeda. maka U adalah koefisien perpindahan panas keseluruhan setempat dan ∆T adalah selisih temperatur fluida di dalam pipa dan fluida di luar pipa di tempat itu. Luas permukaan perpindahan panas A. Besarnya koefisien pindah panas secara konveksi diperkirakan dari persamaan-persamaan empiris. Kalau U sangat berbeda di kedua tempat itu.

Sewaktu masih baru permukaan logam pipa-pipa itu bersih. yang keadaan alirannya berlapis. sedang hd koefisien pindah panas untuk lapisan kotoran atau kerak. yaitu: Persamaan-persamaan itu dapat juga disajikan dalam bentuk grafik. Karena itu untuk perhitungan-perhitungan. Karena itu dalam menggunakan persamaan empiris semua sifat fisis fluida dinilai sesuai dengan temperatur lapisan batas itu. seluruh tahanan pindah panas dianggap berada dalam lapisan batas. Selama pemakaian pada permukaan itu akan tertentuk lapisan kotoran atau kerak. suatu lapisan tipis fluida. Besarnya tahanan karena pengotoran itu dapat dihitung dari persamaan yang berikut: di mana Ud adalah koefisien pindah panas keseluruhan untuk alat yang kotor dan untuk alat yang bersih. Menurut teori "dua lapisan" pada permukaan yang berhubungan dengan fluida terdapat. Lapisan ini terutama timbul pada permukaan yang berhubungan dengan air. Karena keadaan dalam lapisan batas itu berlapis. Pada dasarnya rumus empiris untuk konveksi paksa meliputi benda mempunyai bentuk umum yang sama dengan rumus empiris untuk konveksi dalam pipa. Selisih temperaturpun lebih besar. Dalam menggunakan persamaan-persamaan itu. didapati dua lapisan batas itu. Biarpun tipis lapisan itu merupakan tahanan tambahan terhadap perpindahan panas. maka tahanan terhadap perpindahan panas di 1apisan lebih besar daripada di daerah yang bergolak. Karena persamaan empiris itu dinyatakan dengan bilangan tanpa dimensi maka sistem satuan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Tahanan panas konveksi digambarkan sebagai terpusat dalam lapisan batas fluida pada permukaan padat. Pada dinding pipa yang kedua belah permukaannya terdapat fluida. biarpun agak berjauhan dari permukaan fluidanya mengalir secara bergolak.html (8 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Persamaan empiris hanya memberikan cara untuk memperkirakan besarnya koefisien pindah panas. Untuk perhitungan selisih temperatur selalu diambil antara permukaan dan tengah-tengah aliran yang bergolak. arah perpindahan panas perlu terus diingat.BAB III Koefisien pindah panas sebuah alat penukar panas mengalami perubahan selama pemakaian.

BAB III

mana yang digunakan tidak menjadi soal, asalkan tetap hanya satu sistem satuan yang dipakai. Banyak data telah diperoleh dalam percobaan-percobaan untuk menentukan koefisien pindah panas h. Data dapat disajikan dalam grafik atau sebagai persamaan. Di bawah ini akan diberikan berbagai contoh persamaan empiris yang sering dijumpai dengan batas-batas berlakunya. Aliran laminar Untuk aliran berlapis (laminar) dalam pipa tegak atau datar, di mana konveksi bebas dapat diabaikan, berlaku persamaan: Re < 2100 Dimana: L =adalah panjang pipa di mana terjadi perpindahan panas; m. d =diameter pipa; m • =viskositas fluida pada suhu rata-rata; Pa.s b • w =viskositas fluida pada suhudinding; Pa.s =kapasitas panas; J/kg.K =koefisien perpindahan panas rata-rata =konduktivitas termal; W/m.K

Cp hc k

Faktor (•/• w) digunakan sebagai koreksi, jika viskositas fluida di dekat dinding dan di tengah pipa terlalu berbeda. Semua sifat fluida dihitung pada suhu rata-rata kecuali • w Untuk fluida masuk dan keluar pada T berbeda, T rata-rata secara aritmetik: Tw= suhu dinding Tbi= suhu fluida masuk Tbo=suhu fluida keluar Aliran turbulen Untuk aliran bergolak (turbulen) dalam pipa yang bersih berlaku persamaan:
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (9 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

hL

= koefisien konveksi didasarkan pada •Tm.

Beda suhu rata-rata logaritmik,LMTD, •Tm Merupakan selisih suhu rata-rata secara logaritma pada kedua ujung peralatan.

Bilangan Grashof tidak ada dalam persamaan di atas, karena nilai bilangan Reynolds terlalu tinggi untuk adanya pengaruh konveksi bebas. Sifat-sifat fluida harus dinilai pada temperatur rata-rata antara temperatur masuk dan keluar. Persamaan-persamaan empiris yang ada pada waktu ini belum mencakup semua keadaan yang dijumpai dalam praktek. Banyak hal yang tidak dapat di hitung koefisiep pindah panasnya. Dalam hal ini h harus diperkirakan dari data empiris, yang biasanya dalam buku-buku referensi diberikan sebagai batas-batas nilai. Data yang dilaporkan dalam buku maupun dalam majalah banyak berguna dalam memperkirakan koefisien pindah panas secara konveksi.

Nila h untuk udara, Ptotal= 1 atm, aliran turbulen Nilai h untuk air, T=4-105oC, aliran turbulen

Nilai h aliran fluida yang melintasi plat datar
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (10 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

Aliran laminar : Re < 3.105; Pr > 0,7

Aliran turbulen: Re > 3.105; Pr > 0,7

Nilai h untuk aliran melintasi bola Sebuah bola yang akan dipanaskan atau didinginkan oleh fluida yang mengalir tegak lurus terhadap sumber bola. 1 < Re < 70.000 0,6 < Pr < 400 Nilai h aliran udara yang mengalir tegak lurus terhadap silinder tunggal dan udara yang mengalir tegak lurus pada silinder, digunakan: Nilai K dan n diperoleh dari daftar berikut: Re n 1-4 0,33 4-40 0,385 40-4000 0,466 4000-40000 0,618 40000-250000 0,805

K 0,891 0,821 0,615 0,174 0,0239

Nu 0,891-1,42 1,4 – 3,4 3,43 – 29,6 29,5 – 121 121 - 529

3.3. Gabungan Konduksi dan Konveksi Terdapat dua jenis fluida pada kedua sisi permukaan padatan. T1 = suhu fluida panas T2 = suhu fluida dingin

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (11 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

html (12 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . sesuai dengan persoalannya. U dalam W/m2. gabungan konduksi dan konveksi.r1 = luas permukaan dalam tabung Aalm = luas permukaan rata-rata tabung Ao = luas permukaan luar tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. U.BAB III Laju perpindahan panas (gambar a): Koefisien perpindahan panas menyeluruh.K Laju perpindahan panas (gambar b): A1 = 2p.L.

Pemanasan udara dalam aliran turbulen.03894 W/m Pr = 0. Koefisien perpindahan panas untuk L/D > 60.6 K: mb = 2.8 kPa dan temperatur rata-rata 477.7 K. Udara pada 206.7 K.5-1.10-5 Pa. dianggap temperatur dinding pipa yang kontak dengan udara juga 488. 1987).4 mm dan kecepatan 7. Geankoplis 1987. b.3. Sebagai media pemanas digunakan steam pada 488. (Geankoplis.6. Hitung : a.10-5 Pa. mw = 2.64.62 m/dt.686 Pada 488.s k = 0. A. Fluks panas (q/A) Penyelesaian: Dari App. udara pada 477.7 K diluar pipa. Karena koefisien konveksi steam besar sedangkan tahanan dinding pipa sangat kecil.html (13 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.6 K akan dipanaskan melalui pipa dengan ID 25.BAB III Contoh 4.

koefisien perpindahan panas keseluruhan.s = 2. Pemanasan air menggunakan steam dan penyelesaian dengan trial and error.10-4 Pa. Hitung q untuk 0. Penyelesaian: Dari App.633 W/m. Air mengalir melalui pipa horizontal 1” sch 40. Air pada T = 65. a. Hitung U.44 m/dt. b.dt (a) Aliran turbulen: (b) Contoh soal 4.K. A.2 : NPr = 2.72 r = 0.98 (1000) = 980 kg/m3 k = 0.10-5 kg/m. c. A-5 (Geankoplis.6. 1987).BAB III mb = 2.6 oC dan kecepatan 2. Air akan dipanaskan dengan steam pada 107.0266 m dan OD = 0. Koefisien sisi uap diperkirakan ho = 10500 W/m2. pipa baja pada temperatur rata-rata 65.5-2 (Geankoplis.S file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.305 m pipa.html (14 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .6.32.0334 m. Hitung hi untuk air didalam pipa.K µ = 4. didasarkan atas permukaan dalam pipa.8 oC diluar dinding pipa. 1987): 1” sch 40 : ID= 0.6 oC dari App.10-5 Pa.

53.s Nre air pada temperatur rata-rata: (b) Untuk L=0.1=81.1oC Sehingga Tw=65. Sifat fisika yang berubah adalah mw jika dilakukan Trial II yaitu mw. Tetapi efeknya terhadap hi cukup kecil dan dapat diabaikan.10-4. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.7oC Ini sangat dekat dengan nilai Trial I yaitu 80oC.305 m K untuk baja adalah 45 W/m.10-4 menjadi mw.56. sehingga tidak diperlukan trial ke-2.6oC dan 107.81.K Tahanan menjadi: Penurunan temperatur melalui lapisan air: =16.5+16.56. diambil 80 oC = Tw.BAB III TRIAL I Temperatur dinding pipa diperlukan.80oC= 3. •w.10-4 Pa. dan diasumsikan berada diantara 65.html (15 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .80oC = 3.8 oC.7oC=3.

40.html (16 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . sebanyak 1 kg/detik. yang terpasang dalam udara terbuka. Pipa ini hendak diinsulasi dengan lapisan asbes. agar temperatur permukaan asbes dapat mencapai 50oC. Perpindahan panas mengikuti persaman: Dimana: = tahanan panas konveksi dalam pipa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. dan penurunan temperatur minyak bumi besarnya 0.1 oC/m panjang pipa.BAB III (c) Soal latihan. Berapa tebal lapisan asbes. Arah perpindahan panas adalah radial. dipanaskan dalam tungku dan keluar tungku pada temperatur 300oC melalui pipa baja 4 inci sch. Suatu aliran minyak bumi. Analisa Keadaan masalah digambarkan pada sketsa berikut.

html (17 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .107 kg/m3 Cp (lembab) = 1.10-3 N.6 mW/m.07 kJ/kg. ialah: Baja (300 oC) = 43 W/m.detik/m2 Tf diambil 35 oC = 308 K β= koefisien ekspansi termal = 1/Tf = 1/308 Keterangan tentang minyak bumi: K = 0.02 mm Luas permukaan = 0. Untuk perhitungan pertama tahanan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.BAB III = tahanan konduksi panas melalui pipa = tahanan konduksi panas melalui asbes = tahanan panas konveksi bebas dalam udara Untuk menghitung besarnya tahanan panas. k.K µ (100 oC) = 0.K Keterangan tentang udara: K (kering) = 26.97. 40 mempunyai ukuran sbb: ID = 102 mm OD = 114 mm Tebal dinding = 6.27.K µ(lembab) = 19.138 W/m.detik/m2 Pada permukaan luar insulasi asbes terjadi konveksi bebas.K r(lembab) = 1.178 W/m.358 m2/m Harga konduktivitas panas.K r (100 oC) = 890 kg/m3 Cp (100 oC) = 1.103 J/kg. perlu dikumpulkan keterangan dan data dari pustaka sbb: Pipa 4” sch.K Asbes (100 oC) = 0.0 N.

Penyelesaian: Untuk dapat memilih persamaan empiris untuk menghitung h. yang kemudian menghasilkan tebal insulasi. maka bilangan Reynold harus dihitung.html (18 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Q diperoleh dari penurunan temperatur minyak bumi sebesar G. Besaran ini terdapat dalam tahanan panas R.102 m m= 0.200 Tahanan konduksi melalui dinding pipa: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. 10-3 N. memberikan harga untuk R3. Jadi q dan ∆T harus diketahui terlebih dahulu.det/m2 Dipakai persamaan berikut Nre = 46. R4 untuk sementara tidak diperlukan.Cp. Substitusi harga besaran-besaran di atas ke dalam persamaan perpindahan panas. G = 1 kg/dt D = 0. karena semua keterangan diketahui.BAB III konveksi bebas tidak perlu diikut sertakan.1 oC ∆T diperoleh dari selisih temperatur keseluruhan 300 – 50 = 250 oC Dari keempat tahanan panas R1 dan R2 dapat dihitung. karena temperatur permukaan diketahui yaitu 50 oC.27 . Rencana: Persaman pokok untuk perpindahan panas adalah: Yang ditanyakan adalah tebal insulasi. Untuk minyak bumi perhitungan adalah sebagai berikut.pipa. ∆T = 0. ∆T Watt/m.

sehingga dipakai persamaan Nu = 0.178 W/m.267 m d ins = 0. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.K Laju perpindahan panas permeter pipa: R = R1 + R2 + R3 1.267) = 0.114 + d) = 0.Pr < 109 .html (19 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .08 + 0.K Tahanan konduksi melalui insulasi: ka= 0.7 d d = 0.114 + (2.525 (Gr.27=0. 0. Kalau dimisalkan temperatur udara 20 oC.0109+0.0004+R3 d= 0.647 m Penilaian: Hasil perhitungan diatas perlu diperiksa dengan tahanan konveksi bebas.Pr)1/4 Menurut perhitungan ini temperatur permukaan insulasi besarnya = 20 + 33 = 53 oC.08/0. maka temperatur lapisan batas udara Tf pada permukaan insulasi dapat diambil Tf = ½ (50+20) = 35 oC Perhitungan tahanan konveksi bebas: b= 0.3 = 0.BAB III Kp=43 W/m.7 (0.647 m Berlaku 103 < Gr.

harus diadakan perhitungan tebal insulasi lagi. Gas berada dalam pipa tembaga ukuran 1” dengan dinding BWG no. Setiap pipa berada dalam pipa tembaga yang lain dengan ukuran 1.16. pada tekanan mutlak 2 bar dan temperatur 60 oC. Berapakah banyaknya dan panjang pipa yang diperlukan?. Analisa: s Perhitungan dilakukan dengan persamaan s s Banyaknya pipa terdapat adlam luas permukaan A Faktor lain harus dihitung. Hitung luas permukaan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (20 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .14. Gas masuk dengan kecepatan 5. Hitung selisih temperatur rata-rata •Tm 3. U 4. •Tm dapat dihitung dari kenaikan temperatur ini dan laju alirnya. s s s Rencana: 1. U dihitung dengan menghitung masing-masing tahanan panas dan menjumlahkannya. Untuk mempertahankannya pada 50 oC. Kalau temperatur udara bukan 20 oC. yang berarti insulasi harus dipertebal. Q dapat dihitung dari laju alir dan penurunan temperatur gas CO2.0 . Soal Latihan Gas karbondioksida kering sebanyak 8. Hitung laju perpindahan panas q 2. Jika ada faktor yang tidak dapat dihitung. lakukan trial (cobacoba).3 m/detik.5” dan dinding BWG no. Hitung koefisien perpindahan panas keseluruhan.10-3 m3/detik. Air mengalir berlawanan arah dengan gas dan masuk pada 25 oC. hendak didinginkan menjadi 40 oC.7 m/detik. berdasarkan anggapan semua energi gas diserap oleh air.BAB III Perbedaan sebesar 3 oC atau lebih kurang 6% masih baik untuk perhitungan rancangan seperti ini. akan tetapi lebih tinggi maka temperatur permukaan insulasi akan lebih tinggi dari 50 oC. Air mengalir melalui ruang anulus antara kedua pipa dengan kecepatan 0.

415 cm3/mol = 22.15 K N1 = 1 kgmol Kondisi 2: P2 = 2 bar V2 = 1 m3/n2 kgmol T2 = 273+60 = 333 K N2 = kgmol Cp CO2 diperhitungkan pada temperatur rata-rata = ½ (60+40) = 50 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. 60 oC: Pada kondisi standar: P1 = 1 atm = 1.html (21 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .BAB III Penyelesaian: Semua keterangan didapat dari lampiran atau pustaka.415 m3/kgmol T1 = 273. Gas CO2 dianggap gas ideal. Laju perpindahan panas Berat 1 m3 gas pada 2 bar.013 bar V1 = 22. 1.

53 . Banyaknya air yang mengalir: (15.10-4 (5.8 .K Kenaikan temperatur air ialah: Temperatur keluar air menjadi 25.10-4 m3/dt Jadi diperlukan pipa sebanyak: Luas total penampang anulus menjadi 4 (3.474 kg/detik Cp(25 oC) air = 4180 J/kg.96 .10-3 (874) (60-40) = 445 J/dt 2.3) (1000) = 0. oC Berat keseluruhan gas: Jadi panas yang dipindahkan: Q = 25.10-4) = 15.22 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.10-4 m2 Luas penampang dalam pipa 1” : Dengan kecepatan 5.03.7 m/dt tiap pipa dapat mengalirkan: 3. 10-4) (0.10-4 = 3.07.html (22 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Selisih temperatur Luas penampang dalam pipa 1.1. 10-4 m2.5” : Luas penampang luar pipa 1” : Luas penampang anulus : 9.96.oF = 874 J/kg.4.7) = 20.BAB III Dengan interpolasi didapat harga = 0.208 Btu/lb.10-4 – 5.8 .

5. Sehingga Nre harus dihitung. untuk L/d = 60 (perkiraan) terbaca dari grafik untuk absis Nre = 6300: Untuk air didapat keterangan: d=de=2.dtk/m2 Persamaan yang akan digunakan: Dengan menggunakan grafik.html (23 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .10-3 N.10-2 m k= 0. Untuk CO2: k=0.180 J/kg. Koefisien perpindahan panas Untuk dapat memilih persamaan empiris yang akan digunakan.967.BAB III 3.0105(1.K m = 0.10-5 N/dt.10-2 m m25 oC = 0.oF.10-4 m2 Diameter anulus = diameter setara de = 4 x faktor bentuk S Untuk perpindahan panas De=4(0.96.967.73)=0.10-2)meter=2.606 W/m.oC µ= 1.m2 Untuk aliran air: Luas penampang anulus = 3.0.jam=0.ft/ft2.K Cp=874 J/kg.6.105 BTU. selalu perlu diketahui apakah aliran laminar atau turbulen.0182 W/m.dtk/m2 Cp = 4.10-3 N.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

html (24 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . karena temperatur pipa diperkirakan hampir sama dengan temperatur air.BAB III Faktor diperkirakan mendekati 1.1587 m2 Luas permukaan pipa: 0.080 m2/m Panjang pipa yang diperlukan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Untuk pipa tembaga: Keliling pipa 1” rata-rata: Tahanan dinding pipa permeter pipa: Tahanan keseluruhan : Tahanan dinding pipa: Tahanan air: Tahanan gas: A=0.

Kalor akan bertukar diantara fluida di da1am dan di luar pipa yaitu yang berada pada daerah anulus. maka kita perlu membincangkan tentang atat penukar ka1or yang bersesuaian dengan material yang akan kita pindahkan.BAB IV BAB IV ALAT PENUKAR KALOR Apabila kita berhubungan dengan dua macam zat cair atau gas di da1am proses yang akan saling bertukar ka1ornya. a1at penukar ka1or biasanya digunakan untuk pemanasan dan pendinginan proses serta a1iran produk. tetapi merupakan utilitas). Kemudian di estimasi koefisien perpindahan kalor diantara kedua a1iran. Exchanger: Memanfaatkan perpindahan kalor diantara dua fluida proses (steam dan air pendingin tidak termasuk sebagai fluida proses. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Pada kebanyakan sistem kedua fluida ini tidak mengalami kontak langsung. Pada industri-industri kimia. Kontak langsung a1at penukar ka1or terjadi sebagai contoh pada gas kalor yang terfluidisasi da1am cairan dingin untuk meningkatkan temperatur cairan atau mendinginkan gas. Alat penukar kalor berdasarkan fungsinya dapat digolongkan pada beberapa nama: 1. Sa1ah satu a1at penukar ka1or yang sederhana terdiri dari pipa panjang di da1am suatu pipa kedua. Lazimnya a1at penukar ka1or adalah sistim yang digunakan penukaran ka1or diantara dua fluida yang dibatasi oleh dinding pemisah. Ana1isa dan desain yang dilakukan digunakan untuk mengaplikasikan secara praktis prinsip-prinsip dasar yang sudah dibahas sebelumnya.html (1 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .

yang dibungkus oleh pipa yang lebih besar). Vaporizer: Berfungsi memekatkan cairan selain dari air. Pipa ganda ini terdiri dari beberapa bagian: s s s s Gland (sambungan) Return head Return bend Tee Ukuran standar yang biasa terdapat pada Penukar ka1or pipa ganda: Diameter luar. Reboiler : Berfungsi sebagai pensup1ai kalor yang diperlukan bottom produk pada distilasi. 3. Alat ini digunakan da1am industri ska1a kecil. Penukar ka1or pipa ganda (double pipe heat exchanger) Adalah a1at perpindahan ka1or yang terdiri dari dua pipa konsentris (pipa kecil sebagai sentra1. in file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. in Diameter dalam. 7. Beberapa jenis a1at penukar ka1or yang banyak dipakai akan dibahas berikut ini. Boiler : Berfungsi untuk membangkitkan uap. 8.1. 4. Cooler: Berfungsi mendinginkan fluida proses. Condenser: Berfungsi untuk mengembunkan uap atau menyerap ka1or laten penguapan. 6. antara dinding pipa da1am dan dinding pipa luar. Heater: Berfungsi memanaskan fluida proses. 5. Steam biasanya digunakan sebagai media pemanas. dan sebagai bahan pendingin digunakan air. dan sebagai bahan pemanas a1at ini menggunakan steam. Evaporator: Berfungsi memekatkan suatu larutan dengan cara menguapkan airnya. dan umumnya digunakan da1am ska1a laboratorium. Dimana satu fluida menga1ir lewat pipa da1am sedangkan fluida yang lain menga1ir lewat anutus. Alat penukar ka1or pipa a.html (2 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . 4.BAB IV 2.

akan tetapi dengan demikian dapat pula memperbesar kecepatan aliran. Penukar kalor pipa-tabung (shell and tube heat exchanger) Pada Gambar 4. Dinding ba1ik vertikal di sekitar pipa. Pilihan ini bergantung kepada berbagai keadaan yaitu sifat ada media (cair atau gas).BAB IV 2 2½ 3 4 1¼ 1¼ 2 3 b. yang dapat lebih memperlancar lagi pertukaran kalor. Seluruh alat terdiri dari seberkas pipa yang dipasang diantara plat pipa. Gambar 4. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.html (3 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . memaksa medium yang mengalir di sekeliling pipa. terdapatnya kotoran padatan. Kesemuanya dibedakan berdasarkan jalur pemasukan dan pengeluaran bahan yang akan dipanaskan atau didinginkan. terdapat berbagai macam sistem. Untuk menyangga beda muai antara pipa dan mantel. untuk berubah arah beberapa ka1i.1 memperlihatkan beberapa penyelesaian yang mungkin di1akukan. Kadang-kadang medium yang akan didinginkan dibawa mela1ui pipa dan medium yang akan dipanaskan dibawa seke1i1ing pipa.1 terlihat suatu sketsa secara bagan dari jenis penukar ka1or ini. dan sebagainya. Adakalanya hal yang sebaliknya berlaku. viskositas. Dengan demikian dapat dicegah sudut mati dalam aparat. Untuk luas per1ukan perpindahan kalor antara 100-200 ft2 digunakan penukar kalor jenis pipa ganda.

Untuk itu lebih sesuai digunakan penukar kalor pipa tabung.BAB IV Gambar 4.1. titik tempat terjadinya kebocoran semakin banyak. dan karena banyaknya sambungan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Penukar kalor pipa tabung (shell and tube heat exchanger) Sedangkan untuk luas lebih besar dari 200 ft2 pemakaian pipa ganda akan memerlukan tempat yang luas. Industri ska1a besar memerlukan alat perpindahan kalor dengan luas perpindahan kalor yang besar.html (4 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .

4.BAB IV Keuntungan dari tipe ini: s s s s s Konfigurasi alat ini memberikan luas permukaan yang besar dalam volume yang kecil. Mempunyai bentuk yang baik untuk operasi bertekanan. Penukar ka1or pendingin udara Pemakaian alat ini adalah apabi1a air pendingin yang digunakan terbatas.3. sehingga udara digunakan sebagai pcndingin. Penukar kalor pe1at Alat penukar ka1or ini terdiri dari beberapa pelat yang tersusun di da1am bingkai yang besar. (Gambar 4.html (5 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .3) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Mudah dibersihkan. Zat yang satu menga1ir mela1ui rusuk-rusuk diantara kedua pelat sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4. Menggunakan teknik fabrikasi yang sudah baik.2. Biasanya a1at ini digunakan terutama pada industri makanan dan minuman karena alat ini mudah dibersihkan dan diperiksa kembali. 4.2. Dapat dikonstruksi dari sejumlah besar material.

2. Penukar kalor pelat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.html (6 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .BAB IV Gambar 4.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. RD (hitung) UC = dot faktor = koefisien perpindahan ka1or dalam keadaan bersih. Penukar kalor pendingin udara Masalah utama da1am perancangan alat perpindahan ka1or adalah: 1. Dot faktor (tahanan kotoran) Tahanan kotoran adalah kotoran (kerak) yang terbentuk selama penukar kalor dioperasikan dan akan menyebabkan koefisien perpindahan kalor menjadi berkurang.BAB IV Gambar 4.3.html (7 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .

. 4. Kern. Tabel 12. Nilai RD (hitung) harus 1ebih besar dari RD (ketentuan). A1iran searah ini di sebut cocurrent flow dan a1iran berlawanan disebut countercurrent flow.125% RD(ketentuan).html (8 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . 1965). dalam batas-batas yang diizinkan yaitu: s s Untuk aliran uap dan gas. •P antara 5-10 psi. Kita mulai dengan kesetimbangan kalor pada aliran dingin.5-2 psi Untuk a1iran liquida (cairan).. Analisa-analisa kedua kasus ini agak berbeda. 2.(4. Penurunan tekanan Terjadi dalam masing-masing aliran.1) dQh =(wCp)C. Bila dimisa1kan fluida yang 1ewat ada1ah fluida organik.001 (ketentuan. dimana setelah itu kalor yang diijinkan menjadi 1ebih kecil dari yang dibutuhkan.BAB IV UD = koefisien perpindahan kalor dalam keadaan kotor RD(ketentuan) = dot faktor maksimum. Harga ini merupakan batas tahanan yang maksimum.dTC = CCdTC dimana C = wCp Pada pernyataan ini dQh adalah kadar diferensial dimana kalor dipindahkan ke fluida dingin dari fluida panas melewati bagian diferensia1 dari penukar kalor. ∆P antara 0. Berkisar antara 100% . sebagai berikut: . W merupakan laju alira masa (mass file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda Pada Alat Penukar Kalor Pipa Ganda aliran di da1am pipa dapat berupa aliran searah sepanjang pipa maupun aliran berlawanan.4. yang dihitung bila kedua permukaan pipa tidak dibersihkan. maka harga RD=O.

. Kita sekarang mendefinisikan perbedaan temperatur diantara bagian panas dan dingin sebagai: d(TH-TC)=d(•T) Dari persamaan (4.6) ada1ah diferensial. dQh = -(wCp)HdTH = -CHdTH .2) dapat ditu1is: dan Substitusi persamaan (4.dA.(4. Jika tidak ada kehilangan panas dari penukar kalor.6) Kesetimbangan panas persamaan (4.(TH -TC) .2) Kalor dipindahkan dari saluran panas ke aliran dingin melewati susunan tahanan termal... Pendefinisian U meliputi pemilihan apakah kita menggunakan permukaan da1am atau permukaan 1uar dari pipa dalam untuk mendefinisikan dA..1) dan (4. adalah: dQh = U..(4.3) Dimana dA adalah luas pem1ukaan diferensia1 yang memisahkan kedua aliran.(4.7) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. panas yang hi1ang disamakan dengan f1uida panas untuk dibandingkan dengan fluida dingin.(4. dan tahanan konduksi dihubungkan dengan dinding pipa itu sendiri.html (9 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .5) . Tahanan-tahanan seri ini ditambahkan dan didefinisikan bahwa koefisien perpindahan kalor keseluruhan.. Untuk kesetimbangan panas keseluruhan. U.BAB IV f1ow rate) dan Cp adalah kapasitas kalor persatuan masa. berlaku untuk setiap titik disepanjang aksis penukar ka1or. Terdapat tahanan konveksi pada permukaan pipa yang memisahkan dua aliran.2) dipero1eh: …(4.4) …(4. maka kesetimbangan untuk aliran panas hampir sama dengan aliran dingin. dan bukan kapasitas kalor molar.1) dan (4. dan diperoleh: ...

.BAB IV Sehingga persamaan (4. Diasumsikan bahwa koefisien keseluruhan U diketahui dan tidak tergantung pada arah aliran untuk bentuk geometri dan laju alir kedua aliran yang ditentukan.(4.12) Da1am persamaan (4.6) dapat ditulis sebagai: Dimana: .(4. sehingga diperoleh: …(4.(4. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor..html (10 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . temperatur rata-rata logaritmik) sebagai: .11) Jika persamaan-persamaan ini diatur kemba1i dapat diselesaikan laju perpindahan panas keseluruhan... dengan hasil: .8) ∆T1 dan •T2 adalah perbedaan temperatur diantara kedua aliran pada ujung penukar panas. Untuk aliran counter current diperoleh hasil yang sama.8 ) dapat ditulis menjadi: . Selanjutnya diberikan dua contoh Untuk membedakan operasi cocurrent dengan counter current.9) Persamaan diferensial untuk dT dapat diintegrasikan jika diasumsikan bahwa v ada1ah konstan disepanjang pipa.(4..12) kita mendefmisikan apa yang disebut log-mean temperature difference (LMTD... sedangkan ∆T adalah perbedaan temperatur lokal diantara a1iran panas dan dingin.. dengan sedikit perubahan tanda.13) Hasil ini sama dengan definisi yang sudah diutarakan pada ana1isa a1at penukar ka1or sebelumnya pada suatu penukar kalor single-tube. Persamaan ( 4.

s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (1 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Sangat tidak stabil dan sangat sukar dipertahankan sehingga metode ini jarang dipakai. sehingga kondensasi itu dapat dikatakan merupakan proses tekanan tetap. pada suhu tetap atau hampir tetap. Kondensasi tetes (dropwise condensation) s Kondensat mula-mula membentuk inti nukleasi (tetesan). Rugi-rugi gesekan di dalam kondenser biasanya cukup kecil. mungkin berupa campuran zat mampu kondensasi dan zat tak mampu kondensasi. s Perpindahan kalor dari uap yang mengembun (kondensasi) Uap kondensasi mungkin terdiri dari sati zat saja.1. s s Uap dapat mengembun menurut salah satu dari dua cara berikut: 1. 5. Suhu kondensasi hanya bergantung pada tekanan sehingga proses kondensasi zat murni merupakan proses isotermal. atau campuran dua zat mampu kondensasi atau lebih.BAB 5 BAB V PERPINDAHAN KALOR DISERTAI PERUBAHAN FASA Perubahan fasa mencakup: Penambahan atau pengurangan energi termal dalam jumlag yang agak banyak. Tetesan-tetesan bergabung sehingga membesar dan mengalir ke bawah tabung karena pengaruh gaya gravitasi.

1. Kondensat meninggalkan tabung pada suhu kondensasi. ialah: …(5. selama aliran kondensat di dalam film itu laminar. Koefisien untuk kondensasi film Asumsi: s Satu-satunya tahanan terhadap aliran kalor adalah yang disebabkan oleh lapisan kondensat yang mengalir ke bawah dalam aliran laminar karena pengaruh gaya gravitasi.1) Dimana: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Tabung Vertikal = koefisien lokal = konduktivitas termal untuk kondensat film = tebal film Koefisien rata-rata untuk tabung vertikal. Suhu dinding dan suhu uap konstan. Kondensasi film (film-type condensation) § Lebih sering terjadi § Kondensat cair itu membentuk film atau suatu lapisan sinambung yang lalu mengalir di atas permukaan tabung karena pengaruh gaya gravitasi. 2. Contoh: logam cair. 5. nitrobenzen. s s s 1. Kecepatan zat air pada dinding adalah nol.BAB 5 s Terjadinya bergantung pada sifat zat cair. gliserin.html (2 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .1.

3) untuk tabung vertikal diturunkan dengan pengandaian bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. lb/ft. g = percepatan gravitasi.html (3 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Persamaan (5.2) Dimana Tf = suhu rujukan Th = suhu uap yang kondensasi Tw = suhu permukaan luar dinding tabung Bentuk ekivalen persamaan (5.1) dan (5. rf. kf = viskositas. Suhu rujukan untuk menentukan mf. alir an film kondensat itu dapat dikatakan selalu laminar.jam). Catatan: 1. rf.1) dengan yang dieliminasi: 2. N = jumlah tabung dalam susunan. Tabung Horizontal …(5.BAB 5 mf. Pada tabung horizontal. kf : …(5. densitas. = pembebanan kondenat pada dasar tabung (lb/ft.4) …(5. konduktivitas lapisan film.5) Dimana: Γ= pembebanan kondensat persatuan panjang tabung.

13. b. Berapakah laju kondensasi klorobenzen dan pembebanan kondensat. Contoh 13. yang diberikan oleh persamaan (5. Penyelesaian: Persamaan (5.7 BTU/lb.2).BAB 5 aliran kondensat itu laminar. Karena itu diperlukan perhitungan coba-coba (trial and error).ft2.3) berlaku. dkk 1985) Pada sebuah kondensor selongsong dan tabung (Shell and Tube) yang menggunakan tabung te. Maka untuk perhitungan praktis. Besaran dalam persamaan (5. 2. klorobenzene mengkondensasi pada tekanan atmosfer di dalam selongsongnya. Bila kecepatan fase uap di dalam kondenser itu cukup besar. Jika koefisien sisi air adalah 400 BTU/jam. seret uap itu juga dapat menimbulkan keturbulenan pada lapisan kondensat sehingga koefisien film kondensasi menjadi jauh lebih besar. yaitu koefisien film kondensat.108 ft/jam2 L = 5 ft Suhu kondensi Th adalah 270 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. a. Dalam menghitung Tf.oF.3) yang dapat langsung ditentukan adalah: l= 139 BTU/lb g = 4. Kalor laten kondensasi klorobenzen adalah 139. baga vertikal dengan diameter ¾ in 16 BWG.76 dan 1. tetapi sifat-sifat kondensat harus dievaluasi pada suhu rujukan Tf.html (4 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .1) an (5. Berapakah koefisien itu dalam kondenser horizontal yang mempunyai tabung sebanyak itu juga. Abaikan faktor pengotoran dan tahanan dinding tabung. koefisien pada persamaan (5. suhu dinding Tw harus ditaksir dari h. jika jumlah tabung rata-rata dalam susunan vertikal adalah 6. Panjang tabung 5 ft. (Mc Cabe.3) dibuat masing-masing 1.1. Air pendingin dengan suhu rata-rata 175 oF mengalir di dalam tabung.17.

2) ialah: Tf = 27.0625 ft Suhu dinding : Tw=175+33 = 208 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.BAB 5 Suhu dinding Tw tentulah berada diantara 175 dan 270 oF. Dianggap Tw = 205 oF Penurunan suhu ∆T = 270 – 205 = 65 oF Suhu rujukan.jam (lamp. 13 Mc Cabe dkk. 1985) (lamp.75/12 = 0.¾ (270 – 205) = 221 oF Densitas dan konduktivitas termal zat cair hanya mengalami perubahan kecil dengan suhu sehingga dianggap tetap pada nilai-nilai berikut: rf = 65.html (5 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .jam. dengan menggunakan koefisien 1. I.3 (2.13 sebagaimana disarankan: Suhu dinding didapatkan dari persamaan : Do=0.4 lb/ft3 kf = 0.083 BTU/ft. 10 Mc Cabe dkk.42) = 0. oF Viskositas film itu adalah: mf = 0.726 lb/ft. dari persamaan (5. 1985) Taksiran pertama h.

893 Btu/jam.0625 ft mf = 0. Untuk kondensor horizontal digunakan pers.5) Koefisien untuk klorobenzen mungkin lebih besar dari bagian (a) sehingga suhu dinding Tw sekarang diperkirakan 215 oF.28 (2.1963 (5) = 0. N=6 •To = 270 – 215 = 55 oF Do = 0.jam.9815 ft2 Laju perpindahan kalor menyeluruh menjadi: = 179 (0. (5.9815) (270 – 208) = 10.html (6 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .BAB 5 Nilai ini cukup dekat dengan taksiran 205 oF sehingga perhitungan selanjutnya tidak diperlukan lagi.oF Selanjutnya diperiksa apakah aliran itu laminar seluruhnya.68 lb/ft. mT = laju kondensasi total.jam file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Luas permukaan luar setiap tabung ialah: Ao = 0.42) = 0. Pembebanan kondensat: dan b. Koefisien h = 179 Btu/ft2.

BAB 5

Tw = 175 + 43 = 218 oF Nilai ini sesuai dengan nilai taksiran 215 oF sehingga tidak diperlukan lagi trial berikutnya. Koefisien h ialah 270 Btu/ft2.jam. oF.

5.2. Perpindahan kalor ke zat cair yang mendidih Contohnya pada operasi evaporasi, distilasi, pembangkitan uap, pengolahan minyak bumi, pengendalian suhu pada reaksi kimia zat cair yang mendidih. Untuk tabung horizontal yang terbenam didalam zat cair mendidih. …(5.7) Dimana: = koefisien perpindahan panas = viskositas uap = penurunan suhu melintas uap = konduktivitas termal uap = densitas zat cair, densitas uap Do = diameter luar tabung pemanasan = selisih rata-rata antara entalpi zat cair dan entalpi uap panas lanjut.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (7 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

…(5.8) = kalor laten penguapan Cp = kalor spesifik uap pada tekanan tetap = panjanng gelombang-gelombang yang terkecil yang amplitudonya dapat berkembang pada antar muka datar yang horizontal. …(5.9) = tegangan antarmuka antara zat cair dan uap. Contoh 13.2 McCabe dkk, 1985: Freon (CCl3F) didihkan pada tekanan atmosfer dengan tabung tercelup horizontal yang diameter luarnya 1,25 in. Titik didih normal freon ialah 74,8 oF. Dinding tabung berada pada suhu 300 oF. Sifat-sifat freon 11 adalah sebagai berikut: = 91,3 lb/ft3 = 78,3 Btu/lb = 0,013 cP = 19 dyne/cm Cp = 0,145 Btu/lb.oF kv=BTU/ft.jam.oF Hitung koefisien perpindahan kalor, ho, dan fluks kalor q/A. Penyelesaian: = 0,013 (2,42) = 0,0314 lb/ft.jam = 300 – 74,8 = 225,2 oF Suhu film uap rata-rata = (300+74,8)/2 = 187,4 oF
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (8 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

= 91,3 lb/ft3; BM=137,5 ; Do = 1,25/12 = 0,104 ft Pada suhu film rata-rata: Pada titik didih: Dari persamaan (5.8) : Dari persamaan (5.9) anggap gc/g = 1 lb/lbf.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (9 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB VI BAB VI PROSES EVAPORASI 6. Air yang mengandung mineral seringkali diuapkan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. kebalikannyalah yang benar. misalnya pada penguapan air asin untuk membuat garam. dalam suatu situasi tertentu. Evaporasi bertujuan untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. pelarut yang digunakan adalah air. Lazimnya. Pendahuluan Evaporasi adalah salah satu kaedah utama dalam industri kimia untuk memekatkan larutan yang encer. Sebab evaporasi kadangkadang menghasilkan lumpur kristal di dalam larutan induk. Evaporasi tidak sama dengan pengeringan. Evaporasi dilaksanakan dengan menguapkan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi.html (1 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan bukan zat padat. dan walaupun uap itu merupakan campuran. Evaporasi berbeda dari kristalisasi dalam hal penekanannya disini ialah pada pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. kadang-kadang zat cair yang sangat viskos. zat cair pekat itulah yang merupakan produk yang berharga dan uapnya biasanya dikondensasikan dan dibuang. Pengertian umum dari evaporasi ini adalah menghilangkan air dari larutan dengan mendidihkan larutan didalam tabung yang sesuai yang disebut evaporator. dalam evaporasi. dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair. Tetapi. garis pemisah antara evaporasi dan krista1isasi tidaklah dapat dikatakan tegas.1. Evaporasi berbeda pula dari distilasi karena disini uapnya biasanya komponen tunggal. dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. Dalam kebanyakan proses evaporasi. Dalam situasi-situasi tertentu.

Permasalahan disini adalah pemekatan larutan Permasalahan: pembuatan zat padatatau kristal. Evaporasi ≠ Kristalisasi 1. dan untuk konsumsi manusia. 2. distilasi dan kristalisasi: Proses (1≠2) Evaporasi ≠ Pengeringan No. Variasi dalam karakteristik cairan itulah (yang menuntut keahlian dan pengalaman para insinyur dalam merancang dan mengoperasikan evaporator) yang menyebabkan operasi ini meluas dari perpindahan kalor sederhana menjadi suatu seni tersendiri. tidak ada usaha untuk memisahkan menjadi fraksi-fraksinya Uap sering berupa campuran dan akan dipisah menjadi fraksi-fraksinya.html (2 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Teknik ini biasa disebut disti1asi air (water distillation). 2. kadang-kadang zat cair yangsangat viskos Sisa penguapan adalah zat padat Uap biasanya komponen tunggal. sebagian besar dikembalikan ke laut. Konsentrasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Penyelesaian praktis terhadap masalah evaporasi sangat ditentukan oleh karakteristik zat cair yang akan dikonsentrasikan. Jika uap berupa campuran. Hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan air dalam umpan yang dipulihkan. karena persyaratan khusus proses. Evaporasi ≈Kristalisasi : contohnya pada penguapan air asin untuk membuat garam Evaporasi ≈ Distilasi : contohnya pada penguapan air yang mengandung mineral untuk umpan ketel (boiler). 2.Proses 1. Berikut ini adalah beberapa sifat penting dari zat cair yang divaporasikan. Di sini hasil yang dikehendaki adalah air kondensasi. Proses-proses evaporasi skala besar sudah banyak dikembangkan dan digunakan untuk membuat air minum dari air laut. tetapi dari segi proses adalah evaporasi. Evaporasi ≠ Distilasi 1. Biasa disebut distilasi air. tetapi dari segi teknik proses itu adalah evaporasi. Tabulasi perbedaan evaporasi dengan pengeringan.BAB VI mendapatkan hasil yang bebas zat padat untuk umpan ketel didih. Keterangan Sisa penguapan adalah zat cair.

Pembentukan busa Beberapa bahan tertentu. kristal-kristal ini harus dipisahkan karena. Kerak Beberapa larutan tertentu menyebabkan pembentukan kerak pada permukaan pemanasan. membusa pada waktu diuapkan. lebih-Iebih zat-zat organik. Bi1a kerak itu keras dan tak dapat larut. pembersihan itu tidak mudah dan memakan biaya. Titik didih larutanpun dapat meningkat dengan sangat cepat bila kandungan zat padatnya bertambah. Dalam mengkonsentrasikan bahanbahan seperti itu diperlukan teknik khusus untuk mengurangi suhu zat cair dan menurunkan waktu pemanasan. Densitas dan viskositasnya meningkat bersamaan dengan kandungan zat padatnya. Busa yang stabi1 akan ikut ke luar evaporator bersama uap. atau jika tidak. dan bahan rnakanan dapat rusak bila dipanaskan pada suhu sedang selama waktu yang singkat saja. larutan itu akan makin bersifat individual. hingga larutan itu menjadi jenuh.html (3 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . maka akan terjadi pembentukan kristal. dan menyebabkan banyaknya bahan yang terbawa ikut. Bisa menyebabkan tabung evaporator tersumbat. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. bahan kimia farmasi. sehingga suhu didih larutan jenuh mungkin jauh lebih tinggi dari titik didih air pada tekanan yang sama.BAB VI Walaupun cairan encer yang diumpankan ke dalam evaporator mungkin cukup encer sehingga beberapa sifat fisiknya sama dengan air. keseluruhan masa zat cair itu mungkin meluap ke dalam saluran uap keluar dan terbuang. Hal ini menyebabkan koefisien menyeluruh makin lama makin berkurang sampai akhimya kita terpaksa menghentikan operasi evaporator untuk membersihkannya. tetapi jika konsentrasinya meningkat. menjadi terlalu lamban sehingga tidak dapat melakukan perpindahan kalor yang memadai. Jika zat cair jenuh didihkan terns. Dalam hal-hal yang ekstrim. Kepekaan terhadap suhu Beberapa bahan kimia berharga.

antara lain kalor spesifik. Karena itu digunakan juga bahan-bahan konstruksi khusus seperti tembaga. dengan demikian laju perpindahan kalor di da1am evaporator itu meningkat pula. sifat racun.05 atm abs. titik beku. nikel.BAB VI Bahan konstruksi Bila memungkinkan. uap dari zat cair yang mendidih dikondensasikan dan dibuang. Bahan yang dievaporasikan biasanya mengalir di dalam tabung.2.3 lb uap. dan persyaratan operasi steril (suci hama. Banyak karakteristik lain zat cair juga perlu mendapat perhatian dari perancang evaporator. grafit tak-tembus. Oleh karena bahan-bahan ini relatif mahal. zat cair yang mendidih biasanya berada da1am vakum sedang. pembebasan gas pada waktu mendidih. baja tahan karat.html (4 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Jika uap dari satu evaporator dimasukkan ke dalam rongga uap (steam chest) evaporator kedua. bahaya ledak. kalor konsentrasi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. diperlukan 1 sampai 1. Evaporator mana yang dipilih untuk suatu masalah tertentu bergantung terutarma pada karakteristik zat cair itu. maka operasi ini akan menjadi efek dua ka1i atau efek-dua (double effect). radioaktivitas. dan uap dari evaporator kedua dimasukkan ke dalam kondenser. Berkurangnya suhu didih zat cair menyebabkan beda suhu antara uap dan zat cair yang mendidih itu meningkat. Bila kita menggunakan satu evaporator saja. namun proses ini tidak efektif dalam penggunaan uap. maka laju perpindahan kalor harus tinggi agar dapat menurunkan biaya pokok peralatan. Uap yang digunakan biasanya adalah uap bertekanan rendah. Untuk menguapkan l lb air dari larutan. Metoda ini disebut sebagai evaporasi efek-tunggal (single-effect evaporation). banyak larutan yang merusak bahan-bahan besi. Jenis-Jenis Evaporator Kebanyakan evaporator dipanaskan menggunakan uap yang dikondensasikan di atas tabungtabung logarm. dan timba1.kira 0. Oleh karena adanya variasi dalam sifat-sifat zat cair maka dikembangkan berbagai jenis rancangan evaporator. yaitu sampai kira. aluminium. 6. evaporator sebaiknya dibuat dari baja. dibawah 3 atm abs. atau menjadi terkontaminasi oleh bahan itu. Walaupun sederhana. Akan tetapi.

Sirkulasi paksa .vertikal tabung panjang a.1 Evaporator Tabung-Horizontal Evaporator tabung-horizontal sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 6.ft2. Efek ini dapat ditambah lagi dengan cara yang sama. Larutan yang akan dievaporasikan berada di luar tabung horizontal dan uap mengalir di dalam tabung horizontal.0F (1100-2300 W/m2K) akan didapatkan. menjadi harmpir lipat dua. dan sifat larutan yang dievaporasikan. Evaporator tabung horizontal biasanya digunakan untuk kapasitas yang kecil dan untuk mengevaporasikan larutan yang encer dan larutan ini tidak berbusa dan tidak meninggalkan deposit padatan pada tabung evaporator . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Tabung horizontal diliputi dan dikelilingi oleh sirkulasi yang alami dari cairan yang mendidih sehingga meminimumkan pengadukan cairan. 3. Jenis-jenis utama evaporator tabung dengan pemasukan uap yang lazim dipakai adalah: 1. Sebagai hasilnya maka pada evaporator jenis ini dijumpai koefisien perpindahan panas keseluruhan yang lebih rendah berbanding pada evaporator jenis lain. ini bermanfaat khususnya untuk mengevaporasikan larutan yang viskos.1 adalah merupakan evaporator jenis klasik yang telah lama digunakan.2. Metoda yang umum digunakan untuk meningkatkan evaporasi per lb uap dengan menggunakan sederatan evaporator antara penyediaan uap dan kondenser itu disebut sebagai evaporasi efek-berganda (multiple effect evaporation). Koefisien keseluruhan yang berada antara 200-400 Btu/jam. Aliran ke bawah (film-jatuh) c. yang tergantung pada perbedaan suhu keseluruhan.html (5 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator tabung horizontal 2.BAB VI Ka1or uap yang semula digunakan lagi da1am efek yang kedua. Evaporator film aduk 6. dan evaporasi yang didapatkan oleh satu satuan masa uap yang diumpankan ke da1am efek pertama. Aliran ke atas (film-panjat) b. suhu didih. Evaporator.

html (6 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

uapnya lepas dan keluar dari unit itu sebagai cairan pekat. Pendidihan atau pemanasan cairan di dalam tabung akan menyebabkan aliran naik ke atas melewati tabung. Evaporator ini merupakan pengembangan dari evaporator tabung-panjang. Pada kedua evaporator ini larutan mendidih di dalam tabung vertika1 dan media pemanas di luar tabung vertikal. cairan umpan dilewatkan melalui tabung hanya satu kali lewat saja. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan cairan yang tidak menguap mengalir ke bawah dan keluar melalui anulus yang terletak di bahagian dasar evaporator.3 secara berturutan.2 dan Gambar 6. Pada instalasi yang besar.2. terdapat beberapa lubang keluaran cairan atau produk dan tidak hanya satu seperti ditunjukkan pada Gambar 6.2. Pada evaporator satu lintas. Evaporator satu 1intas dan evaporator sirku1asi ditunjukkan pada Gambar 6. Evaporator Tabung Horizontal 6. Seluruh evaporasi dilaksanakan dalam satu lintas (lawatan) saja. Evaporator Satu Lintas Dan Evaporator Sirkulasi Evaporator dapat dioperasikan sebagai unit satu lintas atau sebagai unit sirkulasi.html (7 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Media pemanas yang digunakan biasanya uap yang terkondensasi.1.BAB VI Gambar 6.2.

html (8 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

html (9 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Dengan sekali lewatan cepat melalui tabung-tabung evaporator. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI Gambar 6. sehingga evaporator jenis ini sesuai untuk operasi efek berganda. Suhu zat cair dapat dijaga rendah dengan mengoperasikan unit ini dalam vakum tinggi. Evaporator film aduk (agitated film evaporator) selalu dioperasikan dalam satu lintas saja. dan dapat didinginkan dengan cepat begitu keluar dari evaporator. tetapi evaporator film jatuh (falling-film evaporator) dan evaporator film panjat (climbing film-evaporator) dapat pula dioperasikan dengan cara ini.2. Evaporator satu lintas Rasio evaporasi terhadap umpan dalam unit satu lintas itu adalah terbatas. di mana pemekatan tota1 terbagi-bagi dalam beberapa efek. cairan pekat itu hanya sebentar saja berada dalam suhu didihnya.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (10 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

koefisien perpindahan kalornya akan cenderung rendah.html (11 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Gambar 6. dapat beroperasi dengan jangkau konsentrasi yang cukup luas antara umpan dan cairan pekat dalam satu unit saja. Evaporator sirkulasi. akan terpanaskan hingga suhu yang kelewat tinggi. evaporator film panjat biasanya adalah unit sirkulasi. Akibatnya. suhu zat cair lindak dapat dijaga pada tingkat yang tidak merusak. tetapi zat cair itu akan berulang kali berada dalam kontak dengan tabung panas. dimana aliran berlangsung melalui tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Sebagian dari zat cair itu dengan demikian. sehingga hanya sebagian saja dari keseluruhan evaporasi yang berlangsung dalam satu lewatan. Evaporator sirkulasi tidak terlalu cocok untuk memekatkan zat cair yang peka terhadap panas. Umpan masuk akan bercampur dengan zat cair di dalam kolam. Semua cairan dalam kolam. dan titik didihnya selalu mendekati maksimum. dan campuran itu lalu dialirkan melalui tabung-tabung evaporator. di lain pihak. Pemanasan yang terlalu lama atas sebagian kecil sajapun dari bahan peka-panas seperti makanan akan dapat menyebabkan keseluruhan produk itu rusak. Zat cair yang tidak menguap dikeluarkan dari tabung dan kembali ke kolam. Alal ini dapat dioperasikan dengan sirkulasi alamiah. sebagian dari zat cair itu mungkin tertahan di dalam evaporator selama beberapa waktu. Cairan pekat dari evaporator sirkulasi dikeluarkan dari kolam. oleh karena itu. harus selalu berada dalam konsentrasi maksimum. Evaporator sirkulasi Pada evaporator sirkulasi (circulation evaporator) terdapat suatu kolam zat cair di dalam alat itu. dan cocok pula untuk evaporasi efek tunggal.3. serta densitas. Dengan menggunakan vakum yang cukup baik. maka konsentrasi. Evaporasi sirkulasi paksa semuanya dioperasikan dengan cara ini. Walaupun waktu menetap (residence time) zat cair itu dalam zone pemanasan barangkali singkat saja. Oleh karena zat cair yang masuk tabung itu mengandung beberapa bagian cairan pekat di dalam setiap bagian umpan. viskositas.

dapat pula dengan sirkulasi paksa. Sehingga kedua-dua evaporator vertikal ini adalah sangat berguna untuk kebanyakan proses evaporasi.3.ft2. larutan yang mudah membentuk busa atau untuk menguapkan larutan dalam masa yang singkat. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Kedua evaporator satu lintas dan evaporator sirku1asi juga mempunyai kelebihan operasional berbanding dengan evaporator tabung horizontal. perbedaan suhu keseluruhan. maupun titik didih larutan. karena padatan yang terbentuk di dalam tabung dapat dihilangkan dengan pembersihan mekanis. Evaporator ini dapat digunakan untuk larutan yang membentuk deposit padatan. 6. sirkulasi alami yang dihasilkannya mempunyai kecepatan 1 hingga 3 ft/detik sehingga koefisien perpindallan panas pada evaporator ini lebih tinggi dibandingkan evaporator tabung horizontal yaitu pada rentang 200.4 dan Gambar 6. tabung-tabung didalamnya dipasang secara rolling dan welding dan tidak secara packing seperti pada evaporator tabung horizontal. Evaporator Sirkulasi Paksa Evaporator sirkulasi paksa mempunyai bentuk seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6.2.500 Btu/jam.BAB VI dengan disebabkan oleh perbedaan densitas. Evaporator ini juga dapat menangani cairan yang viskos. dan koefisien perpindahan panasnya menjadi kecil. Gambar 6. maka aliran sirkulasi yang terjadi akan bergerak dengan lambat. akan tetapi untuk evaporator jenis sirkulasi.oF (1100-2800 W/m2K) tergantung kepada baik sifat larutan. Pada evapoator satu lintas dan juga evaporator sirkulasi.5. di mana aliran dilaksanakan dengan pompa.4 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun vertikal dan berada di dalam tabung. akan tetapi tidak sesuai untuk digunakan untuk mengevaporasikan larutan yang sangat viskos.html (12 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Pada kedua jenis ini.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (13 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

html (14 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.5 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun horizontal dan terletak terpisah dengan tabung. caitan yang akan dievaporasikan dipompakan melewati penukar panas (heat exchanger) dimana media pemanas mengelilingi pipa-pipa yang membawa cairan yang akan dievaporasikan. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Pemanas Vertikal di dalam Tabung Gambar 6.BAB VI Gambar 6.4. pada saat cairan memasuki ruang kosong di dalam tabung. Pada evaporator sirkulasi paksa. sehingga uap yang dihasilkan akan tersembur keluar. Gabungan penurunan tekanan dan head hidrostatik di dalam alat ini adalah cukup besar untuk mencegah larutan mendidih di dalam pipa penukar panas.

Desain sekat yang tepat diperlukan untuk mencegah penggabungan gelembung-gelembung kecil cairan dan juga untuk mencegah perubahan arah dari aliran cairan. Evaporator sirkulasi paksa yang moderen biasanya ditengkapi dengan pemanas yang terletak di luar tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Elemen Pemanas Terpisah Horizontal Karena kecepatan semburan ada1ah tinggi.BAB VI Gambar 6. dari pada evaporator dengan permukaan perpindahan panas yang terletak di da1am badan tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. di dalam ruang kosong diletakkan sekat yang berguna untuk memisahkan uap dari larutan yang masih ada.html (15 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .5.5.

Pada tingkat sirkulasi yang rendah. 6. Evaporator Vertikal Tabung Panjang Contoh evaporator vertikal tabung panjang dengan alian zat cair ke atas terlihat pada Gambar 6. Tabung-tabungnya biasanya mempunyai panjang 12 hingga 20 ft dengan diameter 1 sampai 2 inci. pendidihan akan terjadi disepanjang pipa-pipa pemanas. Penggunaan pemanas di luar tabung akan menjadikan evaporator ini lebih sering digunakan karena pembersihan pipa-pipa pemanas dan penggantian pipa-pipa yang mengalami korosi lebih mudah dilakukan.4. Pada evaporator sirkulasi paksa. Bagian-bagian utama evaporator jenis ini ialah : ( 1) sebuah penukar panas jenis tabung dengan uap dalam selongsong.2. pendidihan dapat dengan mudah dicegah dengan cara meletakkan pemanas pada posisi yang lebih rendah dibandingkan letak ruang pelepasan. Fraksi dari cairan yang menguap ketika melewati pipa akan menjadi kecil. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan penukar panas berada di dalam badan evaporator. untuk mengurangi terbentuknya endapan-endapan padatan di dalam pemanas.6. dan sifat-sifat sistem. (2) sebuah separator (pemisah) atau ruang uap (vapour space) untuk memisahkan zat cair yang terbawa ikut dari uap. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan (3) bila a1at ini dioperasikan sebagai unit sirkulasi. Pada evaporator dengan pemanasan di luar . Dalam mengevaporasikan cairan umpan. titik didih. Pendidihan ini akan meningkatkan kejatuhan larutan dan menjadikan koefisien pendidihan menjadi dua ka1i lebih besar berbanding dengan tanpa pendidihan. adalah merupakan hal yang penting untuk mencegah pendidihan di dalam pipa-pipa elemen pemanas. sebuah kaki pemulang (return leg) untuk mengembalikan zat cair dari separator ke bagian bawah penukar panas.4. koefisien perpindahan panas akan bergantung kepada kecepatan sirkulasi. dan zat cair yang akan dipekatkan di dalam pipa/tabung.html (16 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas terpisah juga merupakan evaporator yang berbentuk lebih kompak sehingga dapat dipasang pada ruang dengan tinggi atap yang rendah.BAB VI 6. sehingga kecepatan sirkulasi keseluruhan yang melalui pipa adalah beberapa kali lebih besar dari kecepatan umpan.

Busa itu akan pecah bila campuran zat cair dan uap berkecepatan tinggi menumbuk sekat di bagian kepala uap. sambil menerima kalor dari uap. Fraksi yang diuapkan pada evaporator ini biasanya lebih besar dibandingkan pada operasi sirkulasi paksa. lubang keluar masing-masing untuk uap. cairan pekat. Tingkat evaporasi tiap-tiap lewatan (pass) pada jenis ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan jenis-jenis evaporator sirkulasi lainnya dan evaporasi masih dapat ditingkatkan dengan menambah panjang tabung-tabung pemanas atau dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. masuk ke dalam sjstem dan bercampur dengan zat cair yang kembali dari separator. Umpan encer.BAB VI Alat itu mempunyai lubang masuk masing-masing untuk zat cair umpan dan untuk uap. penukar panas dari evaporator ini dapat diletakkan di luar badan evaporator. lalu mengalir melewati sekat itu sebelum keluar dari separator. Diameter separator itu lebih besar dari diameter penukar panas. Evaporator seperti Gambar 2. Pada zone ini gelembung uap berganti-ganti dengan potongan zat cair dalam tabung naik dengan cepat melalui tabung dan keluar dengan kecepatan tinggi dari ujung atas tabung. Umpan jtu mengalir ke atas di dalam tabung sebagai zat cair pada jarak tertentu. Zat cair dan uap mengalir ke atas di dalam tabung sebagai akibat dari peristiwa didih zat cair yang terpisah kembali ke dasar tabung dengan gravitasi. kondensat uap. Di dekat puncak tabung. yang tidak panjang. Jika diperlukan. campuran zat cair selanjutnya masuk ke dalam separator. Dari tabung itu. agar pembersihan lebih mudah djlakukan. dan gas takmampu kondensasi yang terkandung dalam uap. akan tetapi evaporator vertikal tabung panjang sangat efektif untuk memekatkan cairan yang mempunyai kecenderungan untuk berbusa.6 hanya dapat bekerja sebagai unit sirkulasi saja. Untuk membantu pemisahan tetes-tetes zat cair. uap itu dibuat menumbuk seperangkat sekat. gelembung itu bertambah besar dengan cepat. biasanya pada suhu disekitar suhu kamar. Selain itu evaporator ini juga sangat berguna untuk digunakan menangani material yang sensitif terhadap panas karena evaporator ini dapat dioperasikan tanpa proses resirkulasi.html (17 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Di dalam zat cair itu terbentuk gelembung-gelembung sehingga meningkatkan kecepatan liniernya dan meningkatkan laju perpindahan panas. Walaupun evaporator ini tidak dapat digunakan untuk zat cair yang viskos. sehingga kecepatan linier uap menjadi jauh berkurang.

Masalah yang mungkin timbul dalam mengoperasikan evaporator ini adalah pada saat mendistribusikan zat cair ke dalam tabung-tabung atau tube.html (18 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI mendinginkannya. misalnya dengan menyemprotkan cairan ke dinding tabung. Pendistribusian harus dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga level cairan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Koefisien perpindahan panas evaporator ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Nusselt.

BAB VI Gambar 6.html (19 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .2. seperti air jeruk. dan yang mengharuskan waktu kontak yang singkat sekali dengan permukaan panas dapat diatasi dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.6. Evaporator Vertikal Tabung Panjang 6.5. Evaporator Film Jatuh Masalah pemekatan bahan-bahan yang sangat peka terhadap panas.

7 merupakan evaporator yang banyak digunakan untuk tujuan tersebut karena dapat menangani file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Selama berlangsung evaporasi. Alat ini juga sesuai sekali untuk memekatkan zat cair viskos.6. Pada evaporator film-jatuh satu lintas. Untuk mendapatkan perpindahan kalor yang baik. Evaporator filmjatuh tanpa sirku1asi dengan waktu tinggal yang sangat singkat dapat menangani produk-produk yang peka yang tidak dapat ditangani dengan cara lain.BAB VI evaporator film jatuh. vertikal. Hal ini dilakukan dengan menggunakan seperangkat plat logam berlubang-lubang (perforasi) yang ditempatkan lebih tinggi di atas plat tabung yang dipasang dengan teliti agar benar-benar horisontal. Hal ini memungkinkan volume aliran yang lebih besar melalui tabung dibandingkan dengan pada operasi sekali lintas. berdiameter 2 hingga 10 inci. distribusi zat cair pada lubang itu dapat dipercepat dengan melakukan daur ulang zat cair itu ke puncak tabung. peka. dan korosif. dapat pula dipasang distributor 'kalajengking' dengan lengan-lengan radial untuk menyemprotkan umpan dengan laju stedi ke dalam permukaan dalam setiap tabung. Evaporator film-turbulen sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6. Cara lain ialah dengan menggunakan nosel penyemprot di dalam setiap tabung. dan keluar dari bagian bawah unit itu. kuantitas zat cair berkurang secara kontinu selama ia mengalir dari puncak tabung ke dasarnya.html (20 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . lalu mengalir ke bawah di dalam tabung panas itu dalam bentuk film.2. Tabung-tabung itu diberi sisip pada ujungnya yang memungkinkan zat cair mengalir dengan teratur ke setiap tabung itu. angka Reynolds fi1m-jatuh harus lebih besar dari 2000 pada setiap titik di dalam tabung. kemudian keluar dari bawah. 6. Masalah utama dengan evaporator film-jatuh ialah dalam mendistribusikan zat cair itu secara seragam menjadi film di bagian dalam tabung. Bila sirkulasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan kerusakan pada zat cair. zat cair masuk dari atas. Evaporator ini bentuknya menyerupai sebuah penukar panas jenis tabung. dan dilengkapi dengan separator zat cair uap di bawah. yang panjang. dan distributor/penyebar zat cair di atas. sehingga jum1ah pemekatan yang dapat dilaksanakan da1am satu lewatan terbatas seka1i. Uap yang keluar dari zat cair itu biasanya terbawa turun bersama zat cair. Atau. Tabung-tabungnya biasanya agak besar. Evaporator Film Turbulen Akhir-akhir ini banyak dikembangkan evaporator modern yang bertujuan untuk menangani bahan yang viskos.

Di dalam separator. Tetesan-tetesan itu bergabung (koalesensi) pada plat ini dan kembali ke bagian evaporasi. sehingga menumbuk plat-plat vertikal yang stasioner.html (21 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . kecepatan zat cair di dalam tabung itu tinggi. setiap cara yang dapat mengurangi tahanan itu akan memberikan perbaikan yang berarti terhadap koefisien perpindahan panas menyeluruh. seperti dalam evaporator pada Gambar 6.BAB VI baik bahan yang viskos. berlumpur bahkan kering. Dalam evaporator tabung panjang. Konsentrat keluar dari bawah bagian bermantel. Oleh karena itu. tahanan pokok terhadap perpindahan panas menyeluruh dari uap kepada zat cair yang mendidih di dalam evaporator terletak pada sisi-sisi zat cair. zat cair yang terbawa ikut dilemparkan ke arah luar oleh daun-daun agitator. Umpan masuk dari puncak bagian bermantel dan disebarkan menjadi film tipis yang sangat turbulen dengan bantuan daun-daun vertika1 agitator (pengaduk) itu. dan laju perpindahan kalorya besar. Cara lain untuk meningkatkan keturbulenan ada1ah dengan pengadukan mekanik terhadap film zat cair itu. Zat cair itu sangat turbulen. uap naik dari zone penguapan masuk ke dalam bagian tak bermantel yang diametemya agak lebih besar dari tabung evaporasi.7. Evaporator itu merupakan modifikasi daripada evaporator film jatuh yang mempunyai tabung tunggal bermantel. Uap bebas zat cair itu lalu keluar melalui lubang ke luar pada bagian atas unit itu. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. di mana di dalam tabung itu terdapat sebuah pengaduk. lebih-lebih yang menggunakan sirkulasi paksa. Pada evaporator ini.

Sebagaimana juga pada evaporator jenis lain. tetapi dalarn rancang ini penurunan itu cukup 1ambat. Evaporator film Turbulen Keunggulan utama dari evaporator film aduk ialah kemampuannya menghasilkan laju perpindahan kalor yang tinggi pada zat cair viskos. Dengan bahan-bahan yang sangat viskos.html (22 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Produk evaporasi bisa mencapai viskositas sampai setinggi 1000 P pada suhu evaporasi.7. koefisien menye1uruh turun dengan cepat bila viskositas naik.BAB VI Gambar 6. koefisien itu nyata lebih besar dari yang didapatkan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

A. maka performa evaporator diukur berdasarkan atas kapasitas evaporator tersebut. Jika zat terlarut bersifat non volatil dan untuk operasi evaporasi.3. Jika umpannya dingin. semua kalor yang berpindah melalui permukaan pemanas dapat digunakan untuk evaporasi. dan kapasitasnya menjadi q. Kelemahannya ialah biayanya yang tinggi. yaitu hasil kali dari tiga faktor: luas permukaan perpindahan panas. kesan kedalaman cairan dan percepatan perlu untuk diketahui. jauh di bawah kapsitas evaporator bertabung banyak. lateks karet. Jika zat cair dievaporasikan. dan penurunan suhu menyeluruh ∆T. sehingga kapasitasnya untuk suatu nilai q tertentu akan berkurang sesuai dengan itu. maka laju perpindahan panas q melalui permukaan pemanasan suatu evaporator. kesan konsentrasi dapat diestimasi dengan menggunakan hukum Raoult dan Dalton sebagai berikut: dimana a dan b merupakan simbol untuk menyatakan solute (zat terlarut) dan solvent (pelarut) secara berturutan. koefisien perpindahan panas menyeluruh. demikian juga halnya dengan kesan dari konsentrasi zat cair sewaktu berada pada titik didihnya. kalor yang diperlukan untuk memanaskannya sampai suhu didih mungkin cukup tinggi. dan jauh lebih besar daripada unit sirkulasi alamiah. seperti gelatin. antibiotika dan sari buah.BAB VI pada evaporator sirkulasi paksa. Untuk larutan ideal. atau: Jika umpan masuk evaporator itu berada pada suhu didih sesuai dengan tekanan absolut ruang uapnya. Evaporator fi1m aduk sangat efektif dengan produk viskos yang peka panas. menurut definisi dari koefisien perpindahan kalor menyeluruh.html (23 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Kapasitas didefinisikan sebagai banyaknya pon air yang diuapkan perjam. U. Kapasitas Evaporator Untuk evaporator jenis tabung dengan pemanasan uap. adanya bagian-bagian dalam yang bergerak. karena kalor yang digunakan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. 6. yang mungkin memerlukan perawatan dan pemeliharaan dan kapasitas setiap unitnya kecil.

kita dapatkan pula garis-garis yang berbeda. Untuk larutan pekat. Bila zat cair itu mempunyai karakteristik seperti air murni. yaitu kenaikan titik didih dan tinggi tekan zat cair . titik didihnya dapat dibaca dari tabel uap. Kenaikan titik didih ini harus dikurangkan dari penurunan suhu yang diramalkan dari tabel uap. Jika jangkau tekanan terlalu besar. pada perbedaan tekanan antara rongga uap-pemanas dan ruang uap hasil evaporasi di atas zat cair mendidih itu. kenaikan titik didih itu dapat dicari dengan mudah dengan menggunakan aturan empirik yang dikenal sebagai kaedah Duhring yang menyatakan bahwa titik didih suatu larutan tertentu merupakan fungsi linier dari titik didih air mumi pada tekanan yang sama. dan kapasitas evaporator akan lebih besar dari yang ditunjukkan q. tetapi dalam jangkau yang sedang. serta pada kedalaman zat cair itu di atas permukaan pemanasan. Tekanan uap kebanyakan larutan dalam air lebih kecil dari tekanan uap air pada suhu yang sama. akan didapat suatu garis lurus. Pada beberapa evaporator. kecepatan zat cair di dalam tabung juga dipengaruhi oteh penurunan suhu karena adanya rugi gesekan di dalam tabung yang meningkatkan tekanan efektif zat cair itu. Penurunan suhu nyata melintas permukaan pemanasan bergantung pada larutan yang diuapkan. Nilainya kecil untuk larutan encer dan larutan koloida organik. dalam evaporator nyata titik didih larutan dipengaruhi oleh dua faktor. Untuk konsentrasi yang berlainan. sebagaimana jika kita membaca suhu uap yang kondensasi.BAB VI memanaskan umpan tidak dapat digunakan untuk evaporasi. Sebaliknya. kaedah ini tidak eksak. titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih air mumi. walaupun tidak selalu harus sejajar. Jadi. jika umpan itu berada pada suhu di atas titik didih pada ruang uap. Akibatnya untuk suatu tekanan tertentu. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. sebagian dari umpan akan menguap secara spontan melalui penyeimbangan adiabatik dengan tekanan ruang-uap. garis-garis itu sangat mendekati lurus. jika titik didih larutan digambarkan terhadap titik didih air pada tekanan yang sama. Namun.html (24 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Kenaikan titik didih di atas titik didih air ini dikenal sebagai kenaikan titik didih larutan. Proses ini disebut evaporasi kilatan (f1ash evaporation). jika tekanannya diketahui. tetapi bisa sampai setinggi 150oF pada larutan pekat garam anorganik.

Tahanan menyeluruh terhadap uap dan zat cair mendidih ialah jumlah dari lima macam tahanan tersendiri: tahanan film uap. Dalam evaporator nyata. oleh karena itu. tetapi efek kualitatif daripada tinggi-tekan zat cair itu dapat diabaikan. faktor penggotoran uap kondensasi dan tahanan dinding tabung biasanya sangat kecil. Kenaikan titik didih ini akan menyebabkan kekurangan penurunan suhu rata-rata antara uap dan zat cair dan mengurangi kapasitas. dua buah tahanan kerak. Tetapi. dan biasanya diabaikan dalam perhitungan evaporator. Untuk mendapatkan kondensasi tetes. dan karena itu titik didihnya lebih tinggi. dan dengan demikian koefisien yang lebih tinggi lagi. dan tahanan dari zat cair yang mendidih. koefisien menyeluruh sangat dipengaruhi oleh rancang evaporator dan metode operasinya. rugi gesekan di dalam tabung akan meningkatkan lagi tekanan rata-rata zat cair itu. titik didih yang berkaitan dengan tekanan di dalam ruang uap ialah titik didih lapisan permukaan zat cair itu saja. dinding tabung biasanya agak tebal. bila kecepatan zat cair itu besar. Pada kebanyakan evaporator. lebih-lebih bila tinggi permukaan dan kecepatan zat cair itu tinggi. Koefisien menyeluruh ialah kebalikan dari tahanan menyeluruh itu.BAB VI Jika kedalaman zat cair di dalam evaporator itu cukup besar. Besarnya pengurangan tidak dapat ditaksir secara kuantitatif. Penurunan suhu itu ditentukan oleh sifat-sifat uap dan zat cair yang mendidih. kepada arus uap itu biasanya ditambahkan promotor. juga jika kondensasi itu kondensasi film. Oleh karena adanya gas yang tak-mamppu kondensassi dapat menyebabkan turunnya koefisien film uap. Tetapi. tahanan dinding tabung. titik didih zat cair di dalam tabung lebih tinggi dari titik didih yang ditunjukkan oleh tekanan ruang uap. sehingga tahanannya mungkin merupakan bagian yang cukup penting dari keseluruhan tahanan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dalam evaporator film aduk. Koefisien film uap selalu tinggi. Disamping itu. maka harus ada ventilasi untuk membuang gas-gas tak-mampu kondensasi itu dari rongga uap pemanas dan mencegah udara masuk bila tekanan uap lebih rendah dari tekanan atmorfir .html (25 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Suatu tetesan zat cair yang berada pada jarak Z ft di bawah permukaan berada pada tekanan ruang uap di tambah tinggi-tekan Z ft zat cair. dan kecuali karena pengaruh tinggi tekan hidrostatik. Fluks kalor dan kapasitas evaporator dipengaruhj oleh perubahan beda suhu maupun perubahan koefisien perpindahan kalor. yaitu di dalam tabung dan di luar tabung. bukanlah merupakan fungsi konstruksi evaporator.

ekonominya mungkin jauh lebih besar. ekonomi evaporator adalah semata-mata masalah neraca entalpi. Dalam evaporator sirkulasi alamiah. dan hanya sebagian yang tersisa untuk evaporasi.4. Melalui suatu perancangan yang baik.jam. juga tidak kalah pentingnya. Jika suhu umpan lebih tinggi dari titik didih. tetapi pada alat efek berganda.1.0F. dan lebih-lebih pada yang menangani zat cair viskos. bergantung pada jumlah efeknya.BAB VI Koefisien sebelah zat cair sangat bergantung pada kecepatan zat cair itu di atas permukaan panas. tahanan pada sisi zat cairlah yang menentukan laju perpindahan kalor menyeluruh ke zat cair yang mendidih itu.html (26 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Ada dua neraca entalpi yang diperlukan. satu untuk uap-pemanas. 6. kilat yang terjadi akan menyebabkan evaporasi lebih tinggi dari yang bisa dibangkitkan oleh entalpi penguapan uap itu. Pada evaporator efek tunggal. Pada kebanyakan evaporator. beban pemanasan itu akan menggunakan sebagian dari entalpi penguapan uap pemanas. Ekonomi Evaporator Ekonomi ada1ah banyaknya pon yang diuapkan per pon uap yang diumpankan ke da1am unit itu. ka1or laten kondensasi uap pemanas berpindah melalui permukaan pemanasan dan menguapkan air dari 1arutan yang mendidih. koefisien sisi zat cair untuk larutan encer dalam air adalah antara 200 dan 600 Btu/ft2. Faktor utama yang mempengaruhi sistim ekonomi evaporator ialah banyaknya efek. Jika suhu umpan lebih rendah dari titik didih di dalam efek pertama. Neraca Entalpi Evaporator Efek Tunggal Pada evaporator efek tunggal. Nilai konsumsi uap merupakan hasil bagi antara kapasitas dengan ekonomi evaporator. Ekonomi evaporator juga dipengaruhi oleh suhu umpan. 6.4. dalam pon per jam. dan satu lagi untuk sisi-cairan atau uap larutan. Secara kuantitatif. Konsumsi uap. ekonominya hampir selalu kurang dari satu. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. entalpi penguapan uap=pemanas ke efek pertama dapat digunakan satu kali atau beberapa kali.

dan bahwa aliran gas yang tak mampu kondensasi dapat diabaikan.8. Neraca bahan dan neraca enta1pi pada evaporator .BAB VI Gambar 6. Ts T Tf =suhu kondensassi uap pemanas =suhu zat cair yang mendidih di da1am evaporator =dan suhu umpan. Dimisalkan selanjutnya bahwa tidak ada kebocoran atau zat cair yang terbawa ikut bersama uap. andaikan tidak ada zat padat yang mengendap dari cairan itu. ms mf =laju aliran uap pemanas dan laju aliran kondensat =laju aliran cairan encer.html (27 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . atau umpan m =1aju a1iran cairan pekat mf –m =laju aliran uap cairan ke da1am kondensor. dan bahwa rugi ka1or file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

Namun. Neraca entalpi sisi uap ialah: s …(6. Hv = entalpi spesifik uap cairan Hf H = entalpi spesifik cairan encer = entalpi spesifik cairan pekat. kalor yang berpindah dari uap pemanas ke tabung harus sama dengan kalor yang berpindah dari tabung pemanas ke cairan. Uap pemanas yang masuk kedalam rongga uap pemanas itu bisa panas lanjut.2) dimana: q = laju perpindahan kalor dari permukaan pemanasan ke zat cair . Kesalahan kecil yang mungkin diakibatkannya akan dikompensasikan oleh kesalahan karena mengabaikan rugi kalor dari rongga uap-pemanas. Hv Hc Λ s = enta1pi spesifik uap pemanas = entalpi spesifik uap kondensat = kalor laten kondensasi uap pemanas = laju aliran uap pemanas ms Neraca entalpi untuk sisi cairan ialah: …(6.html (28 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .1) dimana: qs = laju perpindahan kalor melalui permukaan pemanasan dari uap pemanas. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI evaporator itu tidak perlu diperhitungkan. Dengan pengandaian ini. dan qs = q. dan kondensatnya biasanya keluar dari rongga itu agak dingin lanjut di bawa hingga didihnya. yaitu kalor laten kondensasi uap. baik panas lanjut uap maupun dingin lanjut kondensat itu kecil. keduanya. Jika tidak ada rugi kalor. dan dapat diabaikan dalam penyusunan neraca entalpi. selisih antara entalpi uap pemanas dan kondensat hanyalah λ .

1 dan 6.html (29 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .2 ialah diagram entalpi-konsentrasi. dalam fraksi massa atau persen bobot zat terlarut. entalpi tidak linier dengan konsentrasi pada suhu tetap. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dimana entalpi dalam Btu per pon atau joule per gram larutan. Sumber yang terbaik untuk mendapatkan nilai Hf dan H untuk digunakan pada persamaan 6. Isoterm-isoterm pada gambar itu menunjukkan entalpi sebagai fungsi konsentrasi pada suhu tetap.BAB VI Jadi dengan menggabungkan persamaan 6. digambarkan grafiknya terhadap konsentrasi.2: Jika kalor pengenceran zat cair yang akan dipekatkan itu cukup besar sehingga tidak dapat diabaikan.

Ø Suhu kondensat yang meninggalkan efek kedua hampir sama dengan suhu uap dari zat cair mendidih di dalam efek pertama. Ø Kondisi steady: seluruh kalor yang digunakan untuk membuat uap pada efek yang pertama harus diserahkan lagi ketika uap ini kondensasi pada efek ke-2. terbagi pada dua efek atau lebih. Masing-masing mempunyai beda suhu melintas permukaan yang berkaitan dengan penurunan tekanan pada efek itu.html (1 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . tekanan uap. s s s Cara pengumpanan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. konsentrasi.EVAPORATOR EFEK BERGANDA BAB VII EVAPORATOR EFEK GANDA Beberapa ciri evaporator efek ganda: s s s s s s s Terdiri dari dua atau lebih evaporator yang dihubungkan satu sama lain. Jika umpan pada titik didihnya: Ø Seluruh kalor muncul sebagai kalor laten dalam uap yang keluar dari efek pertama. tinggi cairan yang ditentukan/dijaga: konsentrasi cairan dapat diubah hanya dengan mengubah laju alir umpan: Ø produk terlalu encer : laju alir umpan dikurangi. Kondisi steadi. akumulasi=0. Tekanan antara uap dan unit kondenser. Pada suhu. Tekanan ruang uap cairannya paling tinggi. tekanan kondenser. Efek terakhir: tekanan ruang uap cairan minimum. Efek I : efek tempat mengumpankan uap mentah. Ø produk terlalu kental: laju umpan ditambah. Masing-masing efek bekerja sebagai evaporator efek tunggal. Uap dari satu efek berfungsi sebagai medium pemanas bagi efek berikutnya.

Umpan mundur § Zat cair diumpankan ke efek terakhir. 2. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Umpan campuran § Zat cair masuk dalam suatu efek pertama. 4.html (2 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . mengalir ke ujung deret lalu dipompakan lagi ke efek pertama untuk pemekatan akhir. Perbandingan penguapan larutan NaOH pada efek tunggal dan ganda. Umpan paralel § § § Contohnya dalam evaporator kristalisasi. Umpan maju s s Konsentrasi zat cair meningkat dari efek pertama hingga efek terakhir. § Sebagian dari pompa-pompa yang digunakan pada umpan mundur tidak diperlukan lagi. berurutan hingga efek pertama. 3. Umpan dimasukkan secara paralel ke setiap efek. Memerlukan satu pompa untuk umpankan ke efek satu dan satu pompa lagi untuk mengeluarkan zat cair dari efek terakhir. dimana dihasilkan lumpur kristal dan cairan induk. Tidak terdapat perpindahan zat cair dari efek satu ke efek lain. karena aliran berlangsung dari tekanan rendah ke tekanan tinggi.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 1. § Memerlukan satu pompa disetiap efek.

html (3 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . s Penguap efek tiga Kerugian karena kenaikan titik didih naik lagi menjadi 6 + 8 + 9 = 23 oC. Untuk pemanasan digunakan selisih temperatur sebesar 72 oC. s s Penguap efek dua Terdapat dua kali kerugian karena kenaikan titik didih dengan jumlah 9+6 = 15 oC Selisih temperatur untuk pemanasan berkurang menjadi 62 oC. Masing-masing menggunakan uap larutan jenuh.EVAPORATOR EFEK BERGANDA s s Keadaan awal dan akhir untuk masing-masing cara evaporasi adalah sama. Penguap tunggal: Hanya dijumpai sekali kenaikan titik didih sebesar 54 – 48 = 6 oC. Jumlah selisih temperatur yang berguna berkurang lagi menjadi 55 oC. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (4 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

html (5 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

7.1. Kapasitas dan ekonomi evaporator efek ganda
s

Kapasitas total evaporator efek ganda biasanya tidak lebih besar dari efek tunggal yang luas permukaannya sama dengan salah satu efek itu. Kalor yang berpindah di dalam ketiga efek (untuk efek 3).

s

s

Kapasitas total sebanding dengan laju perpindahan kalor total qT dan diperoleh dari: Andaikan luas permukaan tiap efek adalah A ft2, koefisien menyeluruh U juga sama pada setiap efek, persamaan diatas dapat dituliskan kembali: penurunan suhu total antara uap pemanas dalam efek pertama dan uap cairan dalam efek terakhir. Ekonomi evaporator efek berganda bergantung pada masalah neraca kalor dan bukan pada laju perpindahan kalor. Kapasitas evaporator efek berganda berkurang karena kenaikan titik didih.

s

s

s

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (6 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Contoh 16-3 Mc-Cabe dkk, 1985 Sebuah evaporator efek ganda tiga sirkulasi paksa akan diumpankan dengan 60.000 lb/jam larutan NaOH 10% pada suhu 180 oF. Cairan pekat yang dikehendaki adalah NaOH 50 %. Evaporator tersebut menggunakan uap jenuh pada 50 lbf/in2 abs, dan suhu kondensasi uap dari efek ke-3 adalah 100 oF. Urutan pengumpanan adalah II,III,I. Radiasi dan pendinginan lanjut kondensat dapat diabaikan. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK KOEFISIEN MENYELURUH W/m2. oC BTU/ft2.jam oF I 700 3970 II 1000 5680 III 800 4540 Ditanya: a. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek, andaikan A1=A2=A3. b. Konsumsi uap c. Ekonomi uap

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (7 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Penyelesaian: Mf = 60.000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh, andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 6000 6000 Air 54000 6000 48000 Total 60000 12000 48000

Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE, dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 48000/3 = 16000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing - masing efek: Cf = 10 % NaOH = 0,1 fraksi massa C1 = 50% NaOH = 0,5

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (8 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

95 lbf/in2.html (9 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . 1985) Kondensat pada efek ke III berada pada suhu 100 oF. EFEK I T (suhu didih) 33 T’ (suhu kondensasi) 76 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.5 Titik didih air = 281 oF Titik didih larutan = 357 oF BPE1 = 357 – 281 = 76 oF Efek III C3= 0. Tekanan kondensat = 0.214 Titik didih air = 100 oF Titik didih larutan = 113 oF BPE1 = 113 .EVAPORATOR EFEK BERGANDA Uap pada 50 lbf/in2. 1985: Efek I C1= 0.136 Titik didih air (=suhu umpan masuk) = 180 oF Titik didih larutan = 187 oF BPE1 = 187 – 180 = 7 oF Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 181 – (76+7+13) = 85 oF 85 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar. Dari Gambar 16-4 McCabe dkk.100 = 13 oF Efek II C2= 0. Ts=281 oF dan ls=924 BTU/lb (lamp 8 Mc Cabe dkk.

5 0. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 248 281 248 180 149 149 172 113 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.993 Y = -1920 …(1) Neraca entalpi ada efek III Zat cair dari II + Zat cair dari II = Uap hasil dari III + Umpan ke I + Kondensat dari II file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.EVAPORATOR EFEK BERGANDA EFEK II EFEK III 23 29 7 13 T1 = 281 – 33 = 248 oF T1’ = 248 – 76 = 172 oF T2 = 172 – 23 = 149 oF T2’ = 149 – 7 = 142 oF T3 = 142 – 29 = 113 oF T3’ = 113 – 13 = 100 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.136 100 Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1174 67 1171 249 250 135 1126 102 140 1111 110 Flow Rate (lb/jam) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek II Uap hasil dari I + Umpan ke II = Uap hasil dari II + Zat cair dari II + Kondensat dari II (1171.X) X – 0.X) + (60000)(135) = (1126.html (10 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .Y) + 102 (60000 – Y) + (140.214 172 0.10 142 0.

eltalpi.940 Y = 46000 X – 0.Y) X + 1.html (11 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA (1126.743. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.993 Y = -1920 2. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.Y) +(12000 + X)67 + (110.Y) + 102 (60000 – Y) = 1111(48000 – X . laju evaporasi.983. sehingga didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.940 Y = 46000 …(2) (1) dan (2) : X + 1.000 BTU/jam q2=(14300)(1171) – (14300)(140) = 14. penurunan suhu.000 BTU/jam Sehingga luas permukaan: Luas rata-rata = Luas permukaan tidak sama.933 Y = 47920 Y = 16340 lb/jam X = 46000 – (1. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.000 BTU/jam q3=(16340)(1126) – (16340)(110) = 16.940)(16340) = 14300 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 48000 – X – Y = 48000 – 14300 – 16340 = 17360 lb/jam Bebas panas: = (14300)(1171) – (12000+14300)(67) + (12000)(250) = 17.601.

html (12 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .5 0. entalpi dan laju aliran. Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 245 281 246 180 149 149 170 114 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0. Konsumsi uap. Luas permukaan tiap efek = 719 ft2 b. Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. ms = c.228 170 0.10 142 0.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Pembetulan suhu.137 100 Konsentrasi 1174 68 1170 249 249 135 1126 101 138 1111 110 Entalpi (BTU/lb) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Flow Rate (lb/jam) Hasil: a.

html (13 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Konsumsi uap f. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek. Ekonomi uap Penyelesaian: Produk pekat 20000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh.masing efek: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Luas permukaan pemanasan pada ketiga efek adalah sama dan cukup besar untuk menghasilkan 20000 lb/jam produk pekat. andaikan A1=A2=A3. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 10000 10000 Air 190000 10000 180000 Total 200000 20000 180000 Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK BTU/ft2. andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Digunakan umpan maju dengan umpan masuk pada suhu 60 oF. Sebuah evaporator efek ganda tiga digunakan untuk memekatkan larutan NaOH 5% menjadi 50 %. Uap tersedia pada tekanan 125 psia dan ejektor pada 1 psia.jam oF I 800 II 500 III 300 Ditanya: d. dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 180000/3 = 60000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing . e. 1960.3 Foust.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Contoh 10.

16-4) (lamp 8 Mc Cabe dkk. 1985: Efek I C1= 0.7 – (2. Ts = 101.5 Uap pada 125 psia.5+10) = 159.071 Titik didih air = 344.5 = 70.02 BTU/lb Hliq = 315.8 oF Efek III C3= 0. 1985) Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 242.2 oF Titik didih larutan = 347 oF BPE1 = 347 – 344.8) (Gbr.5 oF Titik didih larutan = 172 oF BPE1 = 172 – 101. Titik didih air = 200 oF (Trial) Titik didih larutan = 210 oF BPE1 = 210 – 200 = 10 oF (lamp.05 fraksi massa C3 = 50% NaOH = 0.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Cf = 5% NaOH = 0.2 oF dan ls=875 BTU/lb Hvap = 1191.55 BTU/lb Kondensat keluar dari ejektor pada 1 psia. Ts=344.4 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.5 oF Efek II C2= 0.5 Titik didih air (suhu keluar ejektor) = 101.2 = 2.html (14 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .125 Tidak adaketerangan yang jelas.8+70.5 oF Dari Gambar 16-4 McCabe dkk.

12 171 252.92 344.8 = 311.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 159.5 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.79 Flow Rate (lb/jam) ms 200000 X ms 200000-X Y 200000-X-Y X 180000-X-Y Y 20000 0.92 oF T1’ = 313.15 139.63 171. EFEK I EFEK II EFEK III T (suhu didih) 30.63 – 80.02 28.63 oF T3 = 252.12 oF T2 = 311.63 – 10 = 252.74 T’ (suhu kondensasi) 2. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.92 262.28 48.32 281.86 231.8 315.85 221.06 1182.63 311.125 0.28 = 313.63 262.5 Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.2 313.45 80.45 = 262.55 283.4 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.05 Suhu Jenuh (oF) Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1191.071 0.63 oF T2’ = 262.08 1105.html (15 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .89 0.92 – 2.89 – 70.2-30.5 = 101.89 oF T3’ = 171.5 T1 = 344.74 = 171.2 60 313.98 1164.12 – 48.8 10 70. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Zat cair dari III Suhu (oF) 344.

1786 Y = 59872.32) = (180.8) + (ms)(315.800 – 874.58 lb/jam X = 53425.82 lb/jam Kebutuhan steam.000 – X)(283.79) + (Y)(221.0995 Y . ms = 113. penurunan suhu.02 – 315.0751 Y + 190.000 = 933.404.906. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.24)(Y) = 155.15) (1818.06)(X) + 10.6 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 180000 – X – Y = 66701.86) + (200.98) (1191.184. eltalpi. laju evaporasi.311 = 3.53 (X) …(3) (2) dan (3) X + 12. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.32) + (X)(281.13 lb/jam Luas permukaan: Luas permukaan tidak sama.02) + (200000)(28.315.7 = 2.000 – X – Y )(1105.98) = (Y)(1164. 85) + (20000)(139. sehingga file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.X + 177.000 – X – Y)(231.55) ms = 51.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek I (ms)(1192.532.3 = 1.000 – X – Y)(231.08) (849.584.000 + 898.54 (Y) …(2) …(1) Efek III (Y)(1164.55) + (200000 – X)(283.82 X Efek II (X)(1182.8) + (200.86) + (200.06) = (X)(1182.html (16 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

82 oF T1’ = 295.62 oF T2’ = 254.6 = 254.22 – 37.EVAPORATOR EFEK BERGANDA didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.html (17 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .8 = 292.08 lb/jam Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.5 oF Luas permukaan rata-rata = 2580 ft2 Konsumsi uap.5 = 101.62 oF T3 = 244.92 oF T3’ = 171.074.62 – 73.92 – 70.62 – 10 = 244.38 = 295.48.22 oF T2 = 292. ms = 111.82 – 2.2 .5 = 171. TRIAL II T1 = 344.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (18 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

Kristalisasi dari larutan cair. yang mengisi kristalisator file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Kristalisasi merupakan metode yang praktis untuk mendapatkan bahan-bahan kimia murni dalam kondisi yang memenuhi syarat untuk pengemasan dan penyimpanan. Penggunaannya sangat luas karena dua hal: 1. 2.html (1 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Konsep dan prinsip yang diuraikan disini berlaku baik untuk kristalisasi zat terlarut (solute) di dalam larutan jenuh maupun kristalisasi sebagian dari pelarut (solvent) itu sendiri. Pembekuan (solidification) di dalam lelehan cair sebagaimana dalam pembuatan kristal tunggal yang besar. sebagaimana dalam hal pembekuan kristal es dari air laut atau larutan garam encer lainnya.Bab 8 BAB VIII KRISTALISASI Kristalisasi atau penghabluran ialah peristiwa pembentukan partikel-partikel zat padat di dalam suatu fase homogen. Kristal yang terbentuk dari larutan yang tak murni selalu murni. atau c. seperti dalam pembentukan salju b. Pembentukan partikel padat di dalam uap. Dalam kristalisasi dari larutan sebagaimana dilaksanakan dalam industri. Pembahasan kita hanya akan dibatasi pada situasi yang terakhir ini aja yaitu kristalisasi dari larutan cair. Kristalisasi dari larutan sangat penting dalam industri karena banyaknya ragam bahan yang dpasarkan dalam bentuk kristal. Kristalisasi dapat terjadi sebagai: a. campuran dua fase cairan induk (mother liquor) dan kristal dari segala ukuran.

Kristal dicirikan oleh kenyataan bahwa partikel-partikel pembentuknya (yang bisa berupa atom. dan tidak melekat dalam kemasan. molekul atau ion) tersusun dalam suatu susunan tiga dimensi yan beraturan yang disebut kisi (lattice). namun sudut-sudut yang dibentuk oleh muka-muka yang sebanding pada semua kristal dari bahan yang sama selalu sama dan merupakan karakteristik (ciri) dari bahan itu. kristal itu akan berupa polihedron yang mempunyai sudut-sudut tajam dan sisi yang rata. besarnya seragam. Jika kristal itu akan dipasarkan sebagai hasil akhir. dan itulah yang menjadi tujuan utama dalam perancangan dan operasi kristalisator. maka distribusi ukuran kristal (crystal size distribution. serta penyimpanan kristal. Jika kristal itu akan diproses lebih lanjut.html (2 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . tidak menggumpal. Untuk mencapai tujuan ini. Walaupun ukuran relatif muka dan sudut berbagai kristal dari bahan yang sama mungkin sangat berbeda-beda. maka ukuran yang wajar dan cukup seragam diperlukan untuk kemudahan filtrasi (penyaringan). untuk dapat diterima langganan. Akibat dari susunan pertikel seperti itu. pengangkutan. masing-masing kristal itu harus kuat.Bab 8 (crystallizer) dan dikeluarkan sebagai hasil. untuk itu hal-hal yang menjadi pertimbangan: 1. bila kristal dibiarkan terbentuk tanpa gangguan dari kristal lain atau benda luar. pelaksanaan reaksi dengan bahan kimia lain. disebut magma. 2. CSD) harus dikendalikan dengan ketat. Sistem Kristalografi Oleh karena semua kristal dari setiap bahan tertentu mempunyai sudut antarmuka yang sama file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. yang disebut muka (face). Tujuan kristalisasi yang utama adalah mendapatkan perolehan yang memuaskan serta kemurnian yang tinggi. Geometri Kristal Kristal adalah suatu benda mati yang sangat terorganisasi. pencucian.

terlihat penampang kristal invarian selama pertumbuhannya. trigonal. Satu bahan tertentu dapat terkristalisasi di dalam dua kelas yang berbeda atau lebih. semua poligon itu mempunyai keserupaan geometrik dan garis putusputus yang menghubungkan sudut-sudut poligon itu dengan pusat kristal itu merupakan garis lurus. heksagonal. bentuk kristal diklasifikasikan atas dasar sudut-sudut ini.html (3 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Kemurnian hasil Kristal yang baik. 8. Prinsip Kristalisasi Kristalisasi dapat dianalisis dari sudut pandangan kemurnian. Laju pertumbuhan setiap muka diukur dengan kecepatan translasi muka itu dalam berpindah menjauhi pusat pada arah tegak lurus terhadap muka itu. Titik pusat harus dianggap sebagai lokasi inti asal tempat kristal itu tumbuh. tetragonal. terjadi kontaminasi. ortorombik. yaitu kubus. massa zat padat itu mungkinmengandunng cairan induk bersama kristal. kristal yang tumbuh setiap memelihara keserupaan geometriknya selama pertumbuhan. Kristal demikian disebut kristal invarian. Kecuali jika kristal itu berbentuk polihedron beraturan. Oleh karena kristal tersebut invarian. monoklin. paling umum terdapat di alam dalam bentuk heksagonal (sebagai kalsit) tetapi juga terdapat dalam bentuk ortorombik (aragonit). Kristal Invarian Pada keadaan ideal. Pada Gambar 28-1 Mc Cabe et al. laju perpindahan berbagai muka kristal invarian itu tidaklah sama. perolehan.1. Kalsium karbonat misalnya. Setiap poligon di dalam gambar tersebut menunjukkan sosok (outline) kristal pada beberapa waktu yang berbeda. laju nukleasi dan laju pertumbuhan. dan derajat kontaminasi ini bergantung pada banyak dan derajat ketakmurnian cairan induk yang terkandung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. dan jika panen itu mengandung agregat kristal. 1985. terbentuk dengan baik. biasanya hampir murni. dan triklin.. kebutuhan energi.Bab 8 walaupun terdapat perbedaan besar dalam tingkat perkembangan masing-masing muka. Bila cairan induk yang terkandung yang kemurniannya rendah itu dikeringkan. tetapi masih mengandung cairan induk bila dikeluarkan dari magma akhir. bergantung pada kondisi kristalisasi. Ada tujuh kristal.

sebagian besar cairan induk yang terkandung itu dipisahkan dari kristal dengan cara filtrasi dan sentrifugasi. Data kelarutan sebagai fungsi suhu diberikan pada gambar berikut. Dalam prakteknya. adapula yang mengikuti kurva kelarutan terbalik (inverted solubility curve) pada kurva 3. Efektivitas langkah pemurnian bergantung pada ukuran dan keseragaman kristal. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. yang berarti bahwa kelarutannya berkurang bila suhu dinaikkan. Keseimbangan dan Perolehan Keseimbangan di dalam proses kristalisasi dapat dicapai bila larutan itu jenuh.html (4 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Kebanyakan bahan mengikuti kurva yang serupa dengan kurva 1. sedang sisanya dikeluarkan dengan mencucinya dengan pelarut segar. dan hubungan keseimbangan untuk kristal induk adalah kurva kelarutan. dimana kelarutan berubah sedikit saja dengan suhu.Bab 8 bersama kristal. artinya kelarutannya meningkat hampir secepat peningkatan suhu. Beberapa bahan mengikuti kurva seperti kurva 2.

html (5 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.

Pada beberapa sistem.5% akan mengendapkan. Garis patah-patah abcdq ialah kurva kelarutan. Garis putus-putus eag-f-hij menunjukkan solidifikasi (pembekuan) larutan cair membentuk berbagai fase zat padat.html (6 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 Banyak bahan anorganik yang penting-penting mengkristalisasi dengan air kristal. Zat padat itu terdiri dari campuran mekanik yang akrab antara es dan MgSO4. Luas pae menunjukkan campuran es dan larutan jenuh. pada waktu pendinginan. bergantung pada konsentrasi dan suhu.12H2O. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Keseluruhan luas di bawah dan sebelah kiri garis penuh menunjukkan larutan tak jenuh magnesium sulfat di dalam air. dan keseimbangan dalam sistem itu bisa rumit.5 persen MgSO4 akan mengendapkan es bila suhunya mencapai garis pa. Setiap larutan yang mengandung kurang dari 16. terbentuk beberapa macam hidrat. Konsentrasi magnesium sulfat bebas air (anhydrous) dalam fraksi massa digambarkan digambarkan grafiknya terhadap suhu dalam derajat Fahrenheit. Diagram fase untuk sistem magnesium sulfat-air terlihat pada gambar 28-3 ( Mc Cabe. 1985) di atas. Setiap larutan yang mengandung lebih dari 16. zat padat bila suhu mencapai garis ini. Zat padat yang terbentuk pada titik a disebut etetik (eutectic).

6H2O. Data ini tidak memperhitungkan air kristalisasi. Data kelarutan itu biasanya diberikan sebagai bagian massa bahan bebas air perseratus bagian dari massa pelarut total atau dalam persen massa zat terlarut bebas air. antara c dan d kristalnya adalah MgSO4. karena air ini tidak terkandung di dalam larutan . Di dalam daerah cihb. Kunci dalam perhitungan perolehan zat terlarut file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. H2O. Dalam daerah qdk. Perolehan dari proses itu dapat dihitung dari konsentrasi awal dan kelarutan pada suhu akhir.Bab 8 Antara titik a dan b kristalnya adalah MsSO4. Jika selama proses itu terjadi penguapan yang cukup besar. sistem keseimbangan terdiri dari campuran larutan jenuh dan kristal MgSo4. kristal dan cairan induk berada pada waktu yang cukup lama sehingga mencapai keseimbangan. Dalam daerah dljc. diperlukan waktu yang agak panjang untuk mencapai keseimbangan. dan di atas titik d kristal itu adalah MgSO4.7H2O (garam epsom). perhitungan perolehan itu sederhana.12H2O. Bila panen itu mengandung air kristal. cairan induk akhir mungkin sangat lewat jenuh dan perolehan yang didapatkan akan lebih kecil dari menurut hasil perhitungan dari kurva kelarutan. Dalam situasi demikian. karena fase padat itu tidak mengandung pelarut. Hal ini sangat besar bila larutan itu viskos atau dimana kristal itu mengumpul di dasar kristalisator sehingga hanya sedikit saja permukaan kristal yang terkena larutan lewat jenuh. campuran itu terdiri dari larutan jenuh dan kristal MgSO4. Bila laju pertumbuhan kristal itu lambat. Jika kristal itu bebas air. kuantitasnya harus diketahui atau dapat diperkirakan. air yang terdapat bersama kristal itu harus diperhitungkan.6H2O. antara b dan c fase zat padat adalah MgSO4.H2O.7H2O. Perolehan Pada kebanyakan proses kristalisasi. dan cairan induk itu jenuh pada suhu akhir proses itu.html (7 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . campuran itu adalah larutan jenuh dan MgSO4.

4 BM 7H2O = 126.7H2O = 246. 1985. Berapa kilogram kristal yang didapat per kilogram campuran semula? Penyelesaian: Dari gambar diagram fasa terlihat bahwa kristal itu adalah MgSO4. Selama pendinginan. Mc Cabe. konsentrasi atau kuantitas yang didasarkan atas air bebas dapat dikurangkan untuk memberikan hasil yang benar. Contoh 28-1. Oleh karena kuantitas yang terakhir ini yang tetap berada dalam fase cair selama berlangsungnya kristalisasi. Suatu larutan yang terdiri dari 30 persen MgSO4 dan 70 persen H2O didinginkan sampai 60 oF. Air total = 70 % x 1000 = 700 kg Penguapan = 5 % x 700 = 35 kg BM MgSO4 = 120.Bab 8 bebas air ialah menyatakan semua massa dan konsentrasi sebagai garam hidrasi dan air bebas.1 BM MgSO4. dkk. Misalkan larutan awal 1000 kg. 5 persen dari total air yang terdapat di dalam sistem itu menguap.7H2O dan bahwa konsentrasi cairan induk pada suhu 60 oF adalah 24.5 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.5 persen MgSO4 bebas air dan 75.5 persen H2O.html (8 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .

Contoh 12-11.84 kg Dalam 1000 kg larutan awal.5 % H2O. Hitung kristal hasil Na2CO3.7H2O (cairan induk+kristal): Air bebas = 1000 – 35 – 614 = 351 kg Dalam 100 kg cairan induk: MgSO4. Kristal garam yang terbentuk Na2CO3.10H2O jika data kelarutan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. 1987 Larutan garam 10.5% MgSO4 dan 75.7H2O dan H2O mempunyai perbandingan 24.html (9 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .7H2O = Air bebas = 100 – 50. MgSO4.1 Geankoplis.7H2O pada cairan induk: Panen akhir adalah 614 – 353 = 261 kg kristal per 1000 kg larutan awal.Bab 8 MgSO4.16 = 49.000 kg dengan 30 % berat Na2CO3 didinginkan hingga suhu 293 K. MgSO4.10H2O.

Neraca massa Na2CO3 …(2) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.2 W = kg air yang menguap S = kg cairan induk C = kg kristal Na2CO3. Penyelesaian: BM Na2CO3 = 106 BM 10H2O= 180.2 BM Na2CO3.Bab 8 adalah 21.html (10 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Asumsi tidak ada air yang menguap.5 kg Na2CO3/100 kg air total. pada: a.10H2O = 286. a) W = 0 Neraca massa air …(1) fraksi berat air dalam kristal.10H2O. Asumsi bahwa 3 % dari total larutan hilang karena penguapan air. b.

Bab 8 Dari (1) dan (2): C = 6370 kg Na2CO3.10H2O S = 3070 kg larutan induk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.3 (10000) = 300 kg H2O Neraca massa air …(3) Neraca massa Na2CO3 …(4) Dari (3) dan (4): C = 6630 kg Na2CO3.html (11 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .10H2O S = 3630 kg larutan induk b) W = 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful