P. 1
Mama

Mama

|Views: 2,278|Likes:

More info:

Published by: Irassa Sirod Damahcom on Dec 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Latar Belakang
  • B. Identifikasi Masalah
  • C. Perumusan Masalah
  • D. Tujuan Penelitian
  • E. Manfaat Penelitian
  • F. Penegasan Istilah
  • A. Pola Pengasuhan Anak
  • B. Sosialisasi
  • 1. Pengertian Sosialisasi
  • 2. Tahap-tahap Sosialisasi
  • 3. Media Sosialisasi
  • 4. Metode-metode dalam sosialisasi
  • C. Interaksi Sosial
  • 1. Proses-proses yang asosiasif
  • 2. Proses Disosiasif (Oppositional Processes)
  • D. Pembentukan Kepribadian
  • E. Kecakapan Hidup (Life Skill)
  • F. Konsep Islam Dalam Pendidikan dan Pengasuhan Anak
  • G. Kerangka Berfikir
  • A. Dasar Penelitian
  • B. Lokasi Penelitian
  • C. Fokus Penelitian
  • D. Sumber Data
  • 1. Data Primer
  • 2. Data Sekunder
  • E. Teknik Pengumpulan Data
  • 1. Wawancara
  • 2. Observasi
  • 3. Dokumentasi
  • F. Validitas Data
  • G. Metode Analisis Data
  • H. Sistematika Skripsi
  • A. Gambaran Umum Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah
  • 1. Sejarah berdirinya Panti Asuhan
  • 2. Maksud dan Tujuan
  • 3. Visi dan Misi
  • 4. Usaha Panti Asuhan
  • 5. Pengurus dan Pengasuh
  • 6. Sumber Dana
  • 7. Anggota Binaan Panti Asuhan
  • 8. Sarana dan Prasarana
  • Gambar 1. Gedung Asrama Panti Asuhan Putri
  • B. Pola Pengasuhan Anak
  • Gambar 2. Anak-anak asuh yang sedang mengikuti kegiatan kerja bakti
  • Gambar 3. Upacara pelepasan dan penerimaan anak asuh 2004/2005
  • 1. Pendidikan Agama (Islam)
  • Gamabar 4. Kegiatan pembacaan tilawatil Qur’an (PTQ)
  • 2. Pendidkan Moral (Ahlak)

POLA PENGASUHAN ANAK DI PANTI ASUHAN YATIM PKU AISYIYAH CABANG BLAMBANGAN KECAMATAN BAWANG KABUPATEN BANJARNEGARA

SKRIPSI

Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Universitas Negeri Semarang

Oleh DWI NURUL FATMAWATI 3401403028

FAKULTAS ILMU SOSIAL JURUSAN HUKUM DAN KEWARGANEGARAAN 2007

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh Pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada: Hari Tanggal : :

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Drs. Setiajid, M.Si NIP. 131813656

Drs. AT. Sugeng Pr, M.Si NIP. 131813668

Mengetahui, Ketua Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan

Drs. Slamet Sumarto M,Pd NIP. 131570070

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang pada: Hari Tanggal : : Penguji Skripsi

Drs. Sumarno NIP.131475652

Anggota I

Anggota II

Drs. Setiajid, M.Si NIP. 131813656 Mengetahui,

Drs. AT. Sugeng Pr, M.Si NIP. 131813668

Dekan fakultas Ilmu Sosial

Drs. Sunardi, M.M NIP. 130367998

iii

3401403028 iv . baik sebagian atau seluruhnya. bukan jiplakan dari karya orang lain.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya sendiri. Semarang. Dwi Nurul Fatmawati NIM. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

bila suatu hari urusan terasa memburuk maka sesungguhnya semua itu adalah awal dekatnya kedatangan hari yang penuh dengan kebahagian dan keindahan” (Abdullah Al-Qarni) PERSEMBAHAN: Ibu dan bapak terima kasih atas kasih sayang dan doanya selama ini Suamiku tercinta yang senantiasa selalu disampingku dan memberikan dukungan Kakakku mas Eko terimakasih atas semua yang telah kau berikan Teman-teman seperjuanganku PPKn 2003 Almamaterku v .MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO: “ Jalani hidup dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. niscaya hidup akan lebih tenang” “ Berfikirlah positif dan selalu optimis.

Sugeng Pr. Drs. Rektor Universitas Negeri Semarang 2. Dosen Pembimbing I yang telah dengan sabar dan memotivasi dalam menyelesaikan skripsi. Sunardi. Dr. Slamet Sumarto. penulis menyadari bahwa hal ini tidak akan berhasil tanpa bimbingan. M. Dosen Pembimbing I yang telah dengan sabar dan memotivasi dalam menyelesaikan skripsi. Ketua Jurusan HKn 4. Setiajid. 5. yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul ”Pola Pengasuhan Anak di Panti Asihan Yatim PKU Aisyiyah cabang Balambangan. Skripsi ini disusun dalam rangka menyelesaikan studi Strata satu untuk memperolah gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. M. motivasi dan bantuan dari berbagai pihak baik secara langung maupun tidak langsung.Pd.Si. M. M. Dekan FIS UNNES 3. AT. Dalam penulisan skripsi ini. maka dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat: 1. kecamatan Bawang kabupaten Banjarnegara”. vi . Prof. M. Drs. Sudijono Sastroadmodjo.Si. Drs.PRAKATA Segala puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Alloh SWT. M. Drs.Si. Oleh karena itu.

6. Siti Rochmah. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya. dan bagi semua pihak pada umumnya. Semoga amal baik yang diberikan kepada penyusun mendapat imbalan dari Allah SWT. Pimpinan panti asuhan yatim PKU Aisyiyah yang telah memberi ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian di Panti asuhan Yatim PKU Aisyiyah cabang Blambangan. 7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu penulisan skripsi ini. Para pengasuh dan pengurus serta anak-anak asuh yang telah bersedia untuk meluangkan waktu sehingga penelitian ini dapat terselesaikan 8. Juli 2007 Penulis vii . Semarang. Hj.

............................................................................................................................................................................... 18 viii ........................................................... Pola Pengasuhan Anak....... Tahap-tahap Sosialisasi........ 16 1............... i ii HALAMAN PENGESAHAN .... 4 Perumusan Masalah ............................................................................................. E................................ B.................................................................................................................................................. 16 2..................................... Media Sosialisasi....... iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN .......... 17 3............................................... xi DAFTAR TABEL.................................................................................................... 6 Penegasan Istilah......... 9 Sosialisasi........................... viii DAFTAR LAMPIRAN...... iii HALAMAN PERNYATAAN ................................................................... Latar Belakang .................................................................. 6 Manfaat Penelitian .......................... B......... C.................................................. v KATA PENGANTAR .......................................... xiii BAB I PENDAHULUAN A...................................................................................... 7 BAB II LANDASAN TEORI A......................................................... 1 Identifikasi Masalah................................................................................................................................................ F..................................................................... D....... 5 Tujuan Penelitian ......................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ........................................... vi DAFTAR ISI............................................. HALAMAN PERSETUJUAN..... Pengertian Sosialisasi...................................................................... xii SARI ................................

......................................... Gambaran Umum Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah .............. Observasi...................... 36 3................................. H........................................ 34 2........................................ Metode-metode dalam sosialisasi ........ 33 Fokus Penelitian.......................................................................................................... 28 Kerangka Berfikir ............ 35 1..................................................... Dokumentasi ...................................................................................... F.. Interaksi Sosial.............................. 33 Sumber Data.................................. C........................................ 26 Konsep Islam Dalam Pendidikan dan Pengasuhan Anak ...... Teknik Pengumpulan Data......................................... 22 C...................................................... D.............................................................................. 23 2................................. G................ Pembentukan Kepribadian ....... 34 1...... 41 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A........................................................................................ G......... 33 Lokasi Penelitian.. 38 Metode Analisis Data.............4........................................... 23 1................................................................ Data Sekunder .... Validitas Data................ 37 F.............................. 40 Sistematika Skripsi.................. 31 BAB III METODE PENELITIAN A... 35 2........................................... Dasar Penelitian ................................................ Wawancara.............................. 42 1............. E. B..... Proses-proses yang asosiasif ............ Sejarah berdirinya Panti Asuhan.............. 35 E........................... 24 D....... Proses Disosiasif (Oppositional Processes).................................................................................................................. 42 ix ... 25 Kecakapan Hidup (Life Skill) .................................... Data Primer .............

........................................................ C.................... 43 3.................2............. 67 2.............. 83 LAMPIRAN-LAMPIRAN .......... 45 6..... 48 8................................................. 49 B. Sumber Dana.......................................................... ................................ Usaha Panti Asuhan .................... 66 1....................................................................................... 69 3........................................ 71 4............................................ Ketrampilan-Ketrampilan yang diberikan Kepada Anak Asuh..................................................................................................................... 73 5.......................................................... 51 Pendidikan dan Ketrampilan yang diberikan Kepada Anak Asuh .................................. 84 x ............................................ Anggota Binaan Panti Asuhan ... Pengurus dan Pengasuh......................... Simpulan...................... 81 DAFTAR PUSTAKA ................................................ Pola Pengasuhan Anak...................................................................... Usaha Ekonomi Produktif (UEP)................................. 77 BAB V PENUTUP A.............. Sarana dan Prasarana ... Pendidikan Formal (Sekolah).................. 45 5................................. 47 7.................................... Maksud dan Tujuan....................................................................... 44 4........................... 80 Saran................................................................... B... Visi dan Misi..... Pendidikan Agama (Islam)............................................................ Pendidkan Moral (Ahlak)......

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Lampiran 14 Surat Ijin Penelitian dari Universitas Surat Ijin Penelitian dari Panti Asuhan Surat Ijin Penelitian dari Kepala Desa Pedoman Wawancara Pengembangan Pedoman Wawancara Angket Responden Pengembangan Angket Responden Pedoman Pengamatan Daftar Informan Daftar Responden Bagan Susunan Pengurus Panti Asuhan Daftar Anak Asuh Panti Asuhan Denah Asrama Panti Asuhan Putra Denah Asrama Panti Asuhan Putri xi .

...............Jateng.......... 79 xii .. Gambar 4........................................... Gambar 6...DAFTAR GAMBAR Gambar 1....... 50 Anak-anak asuh yang sedang mengikuti kegiatan kerja bakti ............ Gambar 8. Gedung Asrama Panti Asuhan Putri ............ 76 Anak asuh yang sedang mengikuti porseni tenis meja panti asuhan se................... 77 UEP perikanan yang sedang dipanen.... Gambar 5. 62 Upacara pelepasan dan penerimaan anak asuh 2004/2005 .. 66 Kegiatan pembacaan tilawatil Qur’an (PTQ)....... 75 Anak-anak asuh yang sedang menampilkan kesenian rebana....... Gambar 3............................................. 68 Anak asuh yang sedang mengikuti ketrampilan menjahit.... Gambar 7........... Gambar 2..............

(2) Ingin mengetahui pendidikan dan ketrampilan yang diberikan pada anak di panti asuhan yatim PKU Aisyiyah cabang Blambangan. sedangkan metode analisis data dilakukan melalui 3 langkah yaitu reduksi data. (2) Bagaimana pendidikan dan ketrampilan yang diberikan pada anak di panti asuhan yatim PKU Aisyiyah cabang Blambangan?. Dwi Nurul. Oleh karena itu pengasuh merupakan agen sosialisasi yang paling utama bagi anak-anak asuh. Pola Pengasuhan Anak di Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah Cabang Blambangan. Fakultas Ilmu Sosial. Lokasi penelitian ini diambil dipanti asuhan yatim PKU Aisyiyah cabang Blambangan. Sarjana Prodi PPKn. Metode yang digunakan dalam proses sosialisasi anak asuh yaitu metode ganjaran dan hukuman. sumber tertulis dan foto. responden. metode didacting teaching dan metode xiii . penyajian data dan penarikan simpulan atau verifikasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah: metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola pengasuhan yang diterapkan di panti asuhan yatim PKU Aisyiyah adalah pola pengasuhan demokratis. Untuk menentukan validitas data digunakan teknik triangulasi. 117 h. Penelitian ini bertujuan: (1) Ingin mengetahui pola pengasuhan anak di panti asuhan yatim PKU Aisyiyah cabang Blambangan. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan. Kata kunci: Pola Pengasuhan. observasi dan dokumentasi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pola pengasuhan anak di panti asuhan yatim PKU Aisyiyah cabang Blambangan?. Maka salah satu cara yang dilakukan agar anak tetap dalam pengasuhan adalah dengan menampung anak-anak tersebut ke dalam suatu wadah yaitu panti asuhan. kecamatan Bawang kabupaten Banjarnegara. Musyawarah pengurus dan pengasuh untuk membuat aturan dan tata tertib panti asuhan mengikutsertakan anak-anak asuh dengan maksud agar anak asuh memahami tujuan dan manfaat adanya tata tertib dalam panti asuhan. Fokus penelitian ini adalah pola pengasuhan anak dan pendidikan serta ketrampilan yang diberikan pada anak. Sumber data diperoleh dari Informan. Dalam panti asuhan pengasuh merupakan pengganti orang tua dan keluarga bagi anak-anak asuh. Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara.SARI Fatmawati. 2007. proses pengajaran norma-norma dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat menjadi kurang mendapat perhatian dan pendidikan terabaikan. Universitas Negeri Semarang. Namun bagi anak yang tidak mempunyai keluarga secara utuh karena disorganisasi keluarga seperti meninggalnya salah satu atau kedua orang tua dan krisis ekonomi keluarga. Pendidikan dan Keterampilan Pada dasarnya keutuhan keluarga sangat penting dan diperlukan dalam pengasuhan anak guna mengajarkan norma-norma atau aturan-aturan dan nilainilai dalam masyarakat serta memberikan pendidikan pada anak.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara.

keterampilan yang diberikan merupakan sarana untuk mengembangkan bakat yang dimiliki anak agar memiliki kecakapan vokasional (kecakapan kejuruan). komputer. pendidikan yang diberikan meliputi pendidikan agama dan pendidikan moral.pemberian contoh. Keempat. Berdasarkan hasil penelitian di atas. memasak. Ada beberapa saran. xiv . Panti asuhan juga membuka Usaha Ekonomi Produktif (UEP) sebagai sarana yang digunakan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada anak-anak asuh dalam bidang wirausaha. Ketrampilan dan pendidikan yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan oleh anak-anak asuh setelah keluar dari panti asuhan agar dapat hidup mandiri. pengawasan terhadap anak asuh perlu ditingkatkan. Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengelaman berwirausaha kepada anak asuh. anak-anak asuh untuk belajar lebih giat dan tekun. Keempat. Ketiga. Ketiga. Kedua. selain itu juga memberikan kegiatan olah raga dan kegiatan kesenian. Ketrampilan-ketrampilan yang diberikan kepada anak asuh perlu ditambah lagi. Pendidikan yang diberikan meliputi pendidikan agama (Islam) dan pendidikan moral (akhlak). dapat diambil simpulan antara lain pertama pola pengasuhan yang diterapkan di panti asuhan yaitu pola pengasuhan demokratis. membuat kerajinan tangan. sedangkan ketrampilan yang diberikan meliputi: menjahit. Panti asuhan memberikan berbagai macam pendidikan dan ketrampilan kepada anak-anak asuh agar setelah keluar dari panti asuhan mereka dapat hidup mandiri dan mempunyai kecakapan hidup. antara lain: pertama. Kedua.

ketrampilan. 1 . norma dan nilai-nilai budaya yang berlaku melalui pengasuhan yang diberikan oleh orang tua dalam keluarga. Sejak lahir anak telah diperkenalkan dengan pranata. Melalui proses sosialisasi individu yang tadinya hanya sebagai makhluk biologis belajar tentang nilai. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-perorangan. Dengan demikian agar anak dapat hidup dan bertingkah laku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat dibutuhkan suatu proses sosialisasi. norma. aturan. Sosialisasi merupakan suatu proses belajar yang dialami seseorang untuk memperoleh pengetahuan. antara kelompok-kelompok manusia. Syarat penting untuk berlangsungnya proses sosialisasi adalah interaksi sosial. Latar Belakang Anak merupakan bagian yang terpenting dalam kelangsungan hidup manusia. karena anak sebagai generasi penerus dalam suatu keluarga. bahasa. nilai-nilai dan norma-norma agar ia dapat berpartisispasi sebagai anggota dalam kelompok masyarakatnya (Goslin dalam Ihromi. simbol dan ketrampilan untuk dapat diterima dalam masyarakat di mana ia berada. Seseorang yang telah mengalami proses sosialisasi akan berbuat sesuai dengan harapan masyarakat terhadapnya.BAB I PENDAHULUAN A. 1999:30). karena tanpa interaksi sosial proses sosialisasi tidak mungkin berlangsung.

cinta-cita dan nilai-nilai dalam masyarakat dalam rangka perkembangan kepribadiannya (Khairuddin. Kehadiran orang tua memungkinkan adanya rasa kebersamaan sehingga memudahkan orang tua untuk mewariskan nilai-nilai moral yang dipatuhi dan ditaati dalam berperilaku. 1990:67). sikap. Dalam sebuah keluarga anak diwariskan norma-norma atau aturanaturan serta nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Disorganosasi keluarga seperti perceraian kedua orang tua. Di sini keutuhan keluarga sangat diperlukan dan penting dalam proses sosialisasi. akan berbeda bagi anak yang tidak mempunyai keluarga secara utuh. 2002:49). Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama dalam perkembangan seorang anak serta memperkenalkan nilai-nalai kebudayaan pada anak. Akibatnya. anak menjadi kurang mendapat perhatian dan . Keluarga berperan dalam membentuk kepribadian anak melalui interaksi dalam keluarga. Anak dilatih tidak hanya mengenal tetapi juga menghargai dan mengikuti norma hidup masyarakat melalui kehidupan dalam keluarga. krisis ekonomi keluarga dan meninggalnya salah satu atau kedua orang tua menyebabkan terputusnya interaksi sosial antara orang tua dan anak.2 maupun antara orang-perorangan dengan kelompok manusia (Soekanto. Sosialisasi pertama kali terjadi dalam lingkungan keluarga melalui pengasuhan anak yang diberikan oleh orang tuanya. Keadaan tersebut di atas. keyakinan. anak mempelajari pola-pola tingkah laku.

dicukupi kebutuhan sehari-hari dan diberi ketrampilan-ketrampilan. merawat.3 pendidikan terabaikan. Anak-anak yang ditampung dalam panti asuhan tersebut adalah anak-anak yang tidak mempunyai ayah. Panti asuhan tersebut bertujuan mamberikan pelayanan kesejahteraan kepada anak-anak yatim piatu dan miskin dengan memenuhi . ibu atau keduanya dan anak-anak dari keluarga miskin sehingga orang tua tidak mampu memberikan kehidupan yang layak bagi anak. Maka salah satu cara yang dilakukan agar anak tetap dalam pengasuhan adalah dengan menampung anak-anak tersebut ke dalam suatu wadah yaitu panti asuhan. diarahkan. diberi kasih sayang. panti asuhan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik pada mereka dan menggantikan peran keluarga bagi anak. dibimbing. Panti asuhan ini berfungsi sebagai lembaga sosial di mana dalam kehidupan sehari-hari. dididik. anak diasuh. membimbing. guna membantu meningkatkan kesejahteraan anak dengan cara mendidik. Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah cabang Blambangan kecamatan Bawang kabupaten Banjarnegara berdiri sebagai wujud usaha untuk membantu meningkatkan kesejahteraan sosial anak yatim piatu dan anak dari keluarga miskin bagi masyarakat. Agar anak tidak kehilangan suasana seperti dalam keluarga. Dengan demikian panti asuhan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya seorang anak membutuhkan pengasuh yang mempunyai jiwa sosial tinggi dan mengerti tentang bagaimana pengasuhan yang seharusya diterapkan terhadap anak asuhnya. mengarahkan dan memberikan ketrampilan-ketrampilan seperti yang diberikan oleh orang tua dalam keluarga.

Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut maka kemudian dipilih permasalahan dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul “POLA PENGASUHAN ANAK DI PANTI ASUHAN YATIM PKU AISYIYAH CABANG BLAMBANGAN. mental dan sosial agar kelak mereka mampu hidup layak dan hidup mandiri di tengah-tengah masyarakat. KECAMATAN BAWANG. maka ada beberapa masalah yang dapat diidentifikasi: 1. Terkait dengan hal tersebut di atas. Apa saja kegiatan yang dilaksanakan guna membina anak-anak di panti asuhan? 4. Pelayanan dan pemenuhan kebutuhan anak di panti asuhan dimaksudkan agar anak dapat belajar dan berusaha mandiri serta tidak hanya menggantungkan diri tehadap orang lain setelah keluar dari panti asuhan. Apa saja pendidikan yang diberikan pada anak di panti asuhan? 5.4 kebutuhan fisik. lahir pertanyaan apakah pengasuhan anak yang dilakukan di Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah cabang Blambangan. Apa saja aktivitas sehari-hari anak di panti asuhan? 2. B. kabupaten Banjarnegara sudah mempersiapkan seorang anak yang kelak dapat mandiri setelah terjun dan hidup dalam kelompok masyarakat. Bagaimana pembagian waktu dalam melaksankan aktivitasnya? 3. kecamatan Bawang. Identifikasi Masalah Berdasarkan pernyataan seperti tersebut di atas. KABUPATEN BANJARNEGARA”. Apa saja ketrampilan yang diberikan pada anak di panti asuhan? .

Bagaimana hubungan sosial yang terjalin antara anak-anak di panti asuhan dan masyarakat sekitarnya? 14. Bagaimana pendidikan dan ketrampilan yang diberikan pada anak di Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah? panti . Bagaimana cara pengasuh menanamkan nilai-nilai dan aturan-aturan yang ada di panti asuhan? 9. Bagaimana hubungan sosial yang terjalin antara pengasuh dan anak asuh selama pengasuahan? 11. Apa saja yang menjadi hambatan dalam pengasuhan anak di panti asuhan? 15. Bagaimana pelaksanaan latihan-latihan ketrampilan yang diberikan pada anak? 8. Siapa yang membuat aturan dan tata tertib di panti asuhan? 10. Siapa saja yang memberikan pendidikan dan ketrampilan di panti asuhan? 7. Bagaimana pola pengasuhan anak di Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah? 2. Bagaimana hubungan sosial yang terjalin antara anak-anak di asuhan? 12. Bagaimana hubungan sosial yang terjalin antara anak-anak di panti asuhan dan keluarganya? 13.5 6. Apa saja yang menjadi hambatan dalam latihan ketrampilan? C. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah maka pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.

Secara Teoritis Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan sosial. . Mengetahui pendidikan dan ketrampilan yang diberikan pada anak di Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah. khususnya mengenai pola pengasuhan anak.6 D. serta bagi para pengasuh dalam mengasuh anak-anak asuhnya. Secara Praktis a. 2. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis. kelayakan dan kesejahteraan anak-anak. Mengetahui pola pengasuhan anak di Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah. Bagi Pemerintah Sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi pihak Pemerintah untuk mengambil kebijakan guna meningkatkan pendidikan. Tujuan Penelitian Dalam penelitian ini tujuan yang ingin yang dicapai adalah: 1. E. Bagi pihak panti asuhan Dapat memberikan bahan pertimbangan dan masukan bagi pihak panti asuhan dalam mengambil kebijakan. khususnya anakanak yatim piatu yang hidup di panti asuhan. 2. b. 1.

7 F. Penegasan Istilah Untuk mempertegas ruang lingkup permasalahan serta penelitian lebih terarah maka istilah-istilah dalam judul penelitian ini perlu diberi batasan: 1. Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah Panti asuhan diartikan sebagai rumah. demokratis dan permisif. piatu dan yatim piatu (Poerwadarminta. membimbing dan memimpin anak (Sulaiman. Pola Pengasuhan Anak Istilah ini dapat diartikan sebagai sistem. beraqidahkan . 2. meliputi cara mengasuh. Anak yang menjadi peserta di Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah yaitu anak usia sekolah (umur 6 sampai 18 tahun) yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). membina. Yatim berarti anak yang tidak memiliki ayah. Akan tetapi disini tidak hanya dalam pengertian yatim saja tetapi juga anak yang sudah tidak memiliki ibu (piatu) atau yang tidak memiliki keduanya (yatim piatu) dan dari keluarga miskin. mengarahkan. PKU (Pembinaan Kesejahteraan Umat) Aisyiyah adalah organisasi otonom di lingkungan Muhammadiyah yang bergerak dikalangan wanita dan merupakan gerakan Islam amar ma’ruf nahi mungkar. Pola asuh ada tiga yaitu otoriter. tempat atau kediaman yang digunakan untuk memelihara (mengasuh) anak yatim. cara atau pola yang digunakan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terhadap anak. 1997: 15). 2002:710).

piatu. Sebagai salah satu programnya yaitu dibidang kesejahteraan sosial dengan penyantunan anak yatim piatu dan miskin melalui panti asuhan.8 Islam dan bersumber Al-Qur'an dan sunnah. merawat. Berdasarkan batasan tersebut dapat diambil suatu pengertian bahwa pola pengasuhan anak di Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah adalah merupakan suatu cara dan perbuatan dalam menjaga. yatim piatu dan miskin. mengasuh dan memberikan ketrampilan kepada anak yatim. melatih dan mendidik anak dalam kaitannya dengan proses sosialisasi agar anak dapat mandiri dalam lembaga atau tempat yang berfungsi untuk menampung. yatim piatu dan miskin. memelihara. piatu. Dengan demikian dapat diambil suatu definisi Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah merupakan tempat atau rumah yang diusahakan oleh organisasi PKU Aisyiyah untuk mengasuh (merawat) anak yatim. .

Setiap pelanggaran dikenakan hukuman. serta jasmani (panca indera dan ketrampilan-ketrampilan) (Hadikusumo. Tingkah laku anak dikekang secara kaku dan tidak ada kebebesan berbuat kecuali perbuatan yang sudah ditetapkan oleh peraturan. rasa dan budi nurani). Sedangkan pendidikan merupakan usaha untuk meningkatkan kepribadian dengan jalan membina potensi-potensi pribadi yang dimiliki. meliputi cara mengasuh. Dengan demikian anak tidak memperoleh kesempatan untuk mengendalikan perbuatan-perbuatannya. yaitu: 1. cara atau pola yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terhadap anak. Hurlock mengatakan (dalam Ihromi. mengarahkan. cipta. 1999:51-52) bahwa ada beberapa pola sosialisasi yang digunakan orang tua dalam menanamkan disiplin pada anak-anaknya. Pola Pengasuhan Anak Pola pengasuhan merupakan sistem. Otoriter Dalam pola asuhan otoriter ini orang tua memiliki kaidah-kaidah dan peraturan-peraturan yang kaku dalam mengasuh anaknya. Sedikit sekali atau tidak pernah ada pujian atau tanda-tanda yang membenarkan tingkah laku anak apabila mereka melaksanakan aturan tersebut.9 BAB II LANDASAN TEORI A. 2000: 23). membimbing dan memimpin anak. Elizabeth B. 9 . yaitu rohani (pikir. membina.

. Demokratis Orang tua menggunakan diskusi. 2. cenderung akan berontak ketika berada di luar lingkungan keluarga. Orang tua yang demokratis adalah orang tua yang berusaha untuk menumbuhkan kontrol dari dalam diri anak sendiri. Sebagai akibat dari pola pengasuhan otoriter ini biasanya anak akan memiliki pribadi yang suka menyendiri. Hukuman tidak pernah kasar dan hanya diberikan apabila anak dengan sengaja menolak perbuatan yang harus ia lakukan. Apabila perbuatan anak sesuai dengan apa yang patut ia lakukan. Dengan kata lain pola pengasuhan otoriter lebih cenderung memaksakan kehendak kepada anak. mau menghargai orang lain.10 Dengan pola pengasuhan ini semua tingkah laku anak ditentukan oleh orang tua. keadaan emosi yang stabil serta memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Pola pengasuhan demokratis ini dapat menumbuhkan sikap pribadi anak yang dapat menyesuaikan diri deengan lingkungan. ragu dalam menentukan keputusan. Orang tua menekankan aspek pendidikan dari pada aspek hukuman. penjelasan dan alasan-alasan yang membantu anak agar mengerti mengapa ia diminta untuk mematuhi suatu aturan. Anak dituntut untuk mematuhi kehendak orang tua. menerima kritikan dengan terbuka. meskipun anak tidak ingin melakukan kegiatan itu. orang tua memberikan pujian.

Pada saat terjadi hal yang berlebihan barulah orang tua bertindak. mereka senantiasa patut dicontoh karena tidak sekedar memberi contoh. bantuan mereka ditangkap oleh anak secara utuh sehingga memudahkan untuk menangkap dan mengikutinya.11 3. mengizinkan setiap tingkah laku anak. dan tidak memberikan hukuman kepada anak. 2000: 124 – 134): 1. . Dengan demikian. Semua upaya yang diteladankan orang tua atau pendidik adalah nilai-nilai moral yang dikemas dan disandarkan pada nilai-nilai agama. Pola ini ditandai oleh sikap orang tua yang membiarkan anak mencari dan menemukan sendiri tata cara yang memberikan batasan-batasan dari tingkah lakunya. Deangan demikian. Pada pola ini pengawasan menjadi sangat longgar. Orang tua atau pendidik dituntut untuk menaati terlebih dahulu nilai-nilai yang akan diupayakan kepada anak. Keteladanan Diri Orang tua atau pendidik yang menjadi teladan bagi anak adalah yang pada saat bertemu atau tidak dengan anak senantiasa berperilaku yang taat terhadap nilai-nilai moral. Permisif Orang tua bersikap memberikan. Beberapa prinsip yang digunakan orang tua yang mampu membantu anak memiliki dan mengembangkan dasar-dasar disiplin diri (Shochib.

Demokratisasi dan Keterbukaan dalam Suasana Kehidupan Keluarga. berarti orang tua atau pendidik menciptakan situasi dan kondisi yang mendorong serta merangsang anak untuk senantiasa berperilaku sesuai dengan aturan-aturan (nilai-nilai moral). jika disarankan bermakna untuk meningkatkan kepemilikan terhadap niali-nilai moral. kehidupan keluarga mereka harus siap untuk menerima saran atau berindentifikasi diri dari perilaku anggota keluarga lainnya. Dengan keterbukaan. Keterbukaan adalah wahana untuk menyadarkan anak bahwa orang tuanya senantiasa berusaha untuk . secara substansial telah memiliki perilaku yang berdisiplin diri. Upaya yang dapat dilkukan orang tua dalam menciptakan kebersamaan dengan anak-anak dalam merealisasikan nilai-nilai moral secara esensial adalah dengan menciptakan aturan-aturan bersama oleh anggota keluarga untuk ditaati bersama. 3. Anak yang telah terbiasa dan terbudaya berperilaku taat moral. khususnya bagi anak maupun anggota yang lain. Dengan upaya tersebut.12 2. Tujuannya adalah terciptanya aturan-aturan umum yang ditaati bersama dan aturan-aturan khusus yang dapat dijadikan pedoman diri bagi masing-masing anggota keluarga. Dalam pembuatan aturan ini juga dapat diciptakan bantuan diri. Kebersamaan Orang Tua atau Pendidik dengan Anak-anak dalam Merealisasikan Nilai-nilai Moral. Demokratisasi dan keterbukaan dalam suasana kehidupan keluarga adalah syarat esensial terjadinya pengakuan dunia keorangtuaan orang tua oleh anak dan dunia keanakan anak oleh orang tua. dan situasi kehidupan yang dihayati bersama.

Makna kepakaran dalam perspektif nilai-nilai moral yang diupayakan kepada anaknya adalah . akan memudahkan mereka untuk mengadakan koreksi diri dalam meningkatkan perilaku yang patuh terhadap niali-nilai moral.13 meningkatkan kepatuhannya terhadap nilai-nilai moral sehingga dapat menggugah anak untuk melakukan identifikasi dalam belajar dan meningkatkan niali-nilai moral. diantara mereka dapat membentuk metakognisi dan metaafeksi. keterpercayaan. Dengan demikian. Artinya orang tua atau pendidik perlu menyadari bahwa anaknya tidak bisa dipandang sama dengan dirinya. Orang tua atau pendidik yang mampu menghayati dunia anak mengerti bahwa dunia yang dihayatinya tidak semua dapat dihayati oleh anak. 4. Kemampuan Orang Tua atau Pendidik untuk Menghayati Dunia Anak. Karena telah membentuk pengertian diri (self understanding). Anak dapat memahami bahwa bantuan orang tua akan bermakna bagi dirinya untuk memiliki dan mengembangkan nilai-nilai moral sebagai dasar berperilaku jika orang tua berangkat dari dunianya. Orang tua yang mampu menghayati dunia anak dipersyaratkan untuk memiliki tiga kemampuan. dan kedekatan yang dirasakan oleh anaknya. Dengan demikian. yaitu kepakaran. Dengan kemampuan membangun metakognisi dan metaafeksi mereka dapat merenungkan apa yang telah dilakukan dan nilai-nilai moral yang telah dimiliki untuk meningkatkan kepemilikannya. orang tua dituntut untuk menghayati dunia anaknya sehingga memudahkan terciptanya dunia yang relatif sama.

Konsekuensi ini berbeda dengan hukuman karena mereka sendiri yang telah menetapkan sesuatu yang harus diambil jika melanggar aturan yang dibuat sendiri pula. secara esensial adalah apa yang telah dimengerti (nilai-nilai moral) oleh orang tua dipolakan menjadi napas kehidupan sehingga di mata anaknya mereka tidak sekedar berbicara tetapi telah menghayatinya dalam kehidupan. yang dibuat dan ditaati oleh semua anggota keluarga.14 diperlukannya kemampuan orang tua untuk mengerti secara subtansial tentang nilai-nilai moral untuk kehidupan. perlu membanguun keterdekatan dengan anak dengan cara melakukan komunikasi yang dialogis. baik kehidupan di rumah. masing-masing anggota keluarga secara bersama-sama dapat saling membantu untuk dapat membuat pedoman diri dalam mengarahkan dirinya agar senantiasa untuk memiliki dan meningkatkan nilai-nilai moral untuk dipolakan dalam kehidupannya. Artinya. Selanjutnya. Sedangkan keterpercayaan. Konsekuensi Logis. Aturan-aturan ini dibuat agar mereka sejak semula menyadari konsekuensi yang harus diterima jika melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap niali-nilai moral. . maupun di luar rumah. 5. Orang tua atau pendidik perlu menyusun konsekuensi logis. Dengan demikian. aturan-aturan yang dibuat dan ditetapkan disadari sebagai wahana untuk tetap dan meningkatkan kepemilikannya terhadap nilai-nilai moral.

. antara orang tua atau pendidik dengan anak perlu adanya konfirmitas atau transaksional melalui dialog bahwa dirinya (orang tua atau pendidik) berhak dan berkewajiban untuk mengontrol perilaku mereka (anak-anak).15 6. Oleh sebab itu. Dalam era globalisasi orang tua atau pendidik dituntut untuk menyadari bahwa sumber nilai-nilai moral yang diupayakan kepada anaknya perlu didasarkan kepada sumber nilai yang memiliki kebenaran mutlak. untuk memberikan kepastian kepada anak agar berperilaku yang jelas arahnya untuk waktu yang tidak terhingga. secara tidak disadari oleh anak dapat menggantikan nilai-nilai moral yang telah dimiliki dan atau memperkukuhnya. Di samping itu. Dalam melaksanakan kontrol terhadap perilaku anaknya orang tua atau pendidik haruslah senantiasa berperilaku yang taat moral dengan didasari bahwa perilaku yang dikontrolkan kepada anaknya telah terpolakan dalam kehidupan dan sebuah asumsi. Nilai-nilai Moral Didasarkan pada Nilai-nilai Agama. Disamping itu. Kontrol Orang Tua atau Pendidik terhadap Perilaku Anak. 7. tujuan kontrol perlu dikomunikasikan kepada anaknya sehingga kontrolnya dirasakan sebagai bantuan. Hal ini dapat memberikan motivasi kepada anak untuk mengarungi dunia dengan perubahan yang sangat cepat sehingga tidak larut di dalamnya. Asumsinya bahwa kelompok sebaya dan figur publik yang senantiasa menjadikan lahan dialektika oleh anak.

16 B. simbol dan ketrmpilan dan sebagainya untuk dapat diterima dalam masyarakat dimana ia berada. 1994: 2). Kepribadian pada manusia tidak dibawa dari kelahiran sebagai bakat-bakat kodrati. Individu dari yang tadinya hanya sebagai makhluk biologis melalui proses sosialisasi belajar tentang nilai. 1999:30). 1999:30). nilai-nilai dan norma-norma agar ia dapat berpartisipasi sebagai anggota dalam kelompok masyarakat (Goslin dalam Ihromi. berperasaan dan berperilaku. sosialisasi adalah proses interaksi sosial melalui mana kita mengenal cara-cara berfikir. Pengertian Sosialisasi Sosialisasi adalah proses belajar yang dialami seseorang untuk memperoleh pengetahuan. Vander Zande menyatakan. sehingga dapat berperan serta secara efektif dalam masyarakat (dalam Ihromi. dan karenanya kemudian dapat bertingkah laku sesuai dengan peranan sosial masingmasing itu. dkk. dan selanjutnya mereka akan dapat saling menyerasikan serta menyesuaikan tingkah laku masing-masing sewaktu melakukan interaksi- . norma. bahasa. Sosialisasi 1. tepat sebagaimana diharapkan oleh norma-norma sosial yang ada. Oleh karena itu penting bagi individu untuk bersosialisasi. melainkanm terbentuk melalui proses sosialisasi. ketrampilan. Melalui sosialisasi warga masyarakat akan saling mengetahui peranan masing-masing dalam masyarakat. Bagi individu sosialisasi memiliki fungsi sebagai pangalihan warisan sosial dan penciptaan kepribadian (Rohendi.

b. lembaga pekerjaan dan lingkungan dari keluarga. Hanya lewat proses sosialisasi sajalah norma. sebagai sosialisasi yang pertama dijalani individu semasa kecil. Sosialisasi primer. Oleh sebab itu masyarakat harus secara terus menerus melaksanakan proses sosialisasi terhadap individuindividu warganya. peer group. 1999:32) bahwa sosialisasi dibedakan menjadi 2 tahap yaitu: a. dan dalam hal ini yang menjadi agen sosialisasi adalah lembaga pendidikan. dalam tahap ini proses sosialisasi primer membentuk kepribadian anak ke dalam dunia umum. Tahap-tahap Sosialisasi Sosialisasi dialami oleh individu sebagai makhluk sosial sepanjang kehidupannya sejak ia dilahirkan sampai meninggal dunia. Berger dan Lukman mengatakan (dalam Ihromi. . Sosialisasi sekunder. 2. dan keluargalah yang berperan sebagai agen sosialisasi.norma sosial yang oleh masyarakat telah dinilai sebagai norma-norma yang benar dapat ditanamkan ke dalam keyakinan tiap-tiap individu warga masyarakat dan diteruskan dari generasi ke generasi. dalam tahap ini proses sosialisasi mengarah pada terwujudnya sikap profesionalisme (dunia yang lebih khusus). melelui mana ia menjadi anggota masyarakat. didefinisikan sebagai proses berikutnya yang memperkenalkan individu yang telah disosialisasi ke dalam sektor baru dari dunia objektif masyarakatnya.17 interaksi sosial.

sehingga menimbulkan hubungan emosional dimana hubungan ini sangat diperlukan dalam proses sosialisasi. Kedua. sehingga dapat mengikuti perkembangan anggotaanggotanya. b. keluarga merupakan kelompok primer yang selalu tatap muka di antara anggotanya. agen sosialisasi merupakan pihak-pihak yang membantu seorang individu belajar terhadap segala sesuatu yang kemudian menjadikannya dewasa (Narwoko. Media Sosialisasi Media sosialisasi merupakan tempat di mana sosialisasi itu terjadi atau disebut agen sosialisasi. Pertama. Kelompok bermain atau kelompok sebaya Di dalam kelompok bermain individu mempelajari norma nilai. Media sosialisasi yang utama adalah : a. kultural peran dan persyaratan lainnya yang dibutuhkan individu untuk . adanya hubungan sosial yang tetap maka dengan sendirinya orang tua memiliki peranan yang penting terhadap proses sosialisasi anak. Hal ini dimungkinkan karena berbagai kondisi yang dimiliki oleh keluarga. Keluarga Keluarga merupakan institusi yang paling penting pengaruhnya terhadap proses sosialisasi manusia. 2004: 72).18 3. Segi penting dari proses sosialisasi dalam keluarga ialah bagaimana orang tua dapat memberikan motivasi kepada anak agar mau mempelajari pola perilaku yang diajarkan kepadanya. Ketiga. orang tua mempunyai kondisi yang tinggi untuk mendidik anak-anaknya.

2002: 196 – 198) menyebutkan ada 4 jenis kelompok sebaya yang mempunyai peranan penting dalam proses sosialisasi yaitu: 1) Kelompok bermain Kelompok sebaya ini terbentuk secara spontan dan merupakan kegiatan khas anak-anak. kecanduan narkotika.19 memungkinkan partisipasinya yang efektif di dalam kelompok permainannya. pembentukan kelompoknya. yaitu gang yang anggotaanggotanya misalnya: mempunyai kecenderungan menghisap mengasingkan ganja. Kelompok sikap untuk bermain ikut menentukan sesuai dalam perilaku berperilaku yang mabuk-mabukan. (3) social gang yaitu gang remaja yang tujuan kegiatannya bersifat sosial. namun di dalam tercermin pula struktur dan masyarakat luas. Robbins (dalam Ahmadi. Meskipun kegiatan anak-anak pada kelompok permainan itu bersifat khas anak-anak. (2) retreatist gang. 2) Gang Gang dibedakan menjadi: (1) delinquent gang yaitu gang remaja yang tujuannya melakukan kenakalan untuk mendapatkan keuntungan material.(4) violent gang yaitu gang remaja yang . diri. Pola kegiatannya dari permainan pararel sampai kepada khayal yang lebih teratur.

4) Klik Apabila dua orang atau lebih bergabung dalam hubungan yang sangat akrab terbentuklah klik. Di sekolah juga anak akan belajar bahwa untuk mencapai prestasi yang baik. perkumpulan olahraga. mengerjakan sesuatu bersama. dan pergi ke suatu tempat bersama pula. yang diperlukan adalah kerja keras.20 tujuan kegiatannya melakukan kekerasan demi kekerasan itu sendiri. kesenian remaja dan lain-lain. Yang termasuk kategori klub ini misalnya: perkumpulan. . Sekolah Sekolah mempunyai potensi yang pengaruhnya cukup besar dalam pembentukan sikap perilaku penguasaan seorang anak. Di sekolah anak dituntut untuk bisa bersikap mandiri dan senantiasa memperoleh perlakuan yang tidak berbeda dengan teman-temannya. 3) Klub Klub adalah kelompok sebaya yang bersifat formal dalam arti mempunyai organisasi sosial yang teratur serta dalam bimbingan orang dewasa. Ciri yang penting ialah para anggotanya selalu merencanakan berada bersama. kepramukaan. serta baru mempersiapkannya untuk peranan-peranan dikemudian hari dikala anak atau orang tidak lagi menggantungkan hidupnya pada orang tua atau keluarga. c.

e. Media massa merupakan media sosialisasi yang kuat dalam membentuk keyakinan-keyakinan baru atau mempertahankan keyakinan yang ada. pesan. majalah dan lain-lain mempunyai peranan penting dalam proses transformasi nilai-nilai dan norma-norma baru kepada masyarakat. surat kabar. Lingkungan Kerja Pada umumnya individu yang ada dalam lingkungan kerja sudah memasuki masa hampir dewasa bahkan sebagian besar adalah mereka sudah dewasa. maka sistem nilai dan norma lebih jelas dan tegas. pendapat berita. . Media Massa Dalam kehidupan masyarakat modern. radio.21 d. dan sebagainya dengan mudah diterima oleh masyarakat sehingga media massa. komunikasi merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting terutama untuk menerima dan menyampaikan informasi dari satu pihak ke pihak lain. Akibat pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam waktu yang sangat singkat. Di dalam lingkungan kerja inilah individu saling berinteraksi dan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan nilai dan norma yang berlaku di dalamnya. film. informasi-informasi tentang peristiwa-peristiwa. TV.

dikurangi hak-haknya. penjelasan. Hukuman dapat berupa hukuman badan (pukulan). Metode ini mengajarkan kepada anak berbagai macam pengetahuan dan ketrampilan melalui pemberian informasi. dapat pula berupa hukuman sosial (diasingkan. dan sebagainya). ceramah. tercela. Dengan hukuman anak menjadi sadar. sedangkan tingkah laku yang sebaliknya mendapat ganjaran. ciuman. Ganjaran dapat pula bersifat material (gula. Ganjaran dapat berupa non material (pujian. tidak baik. uang. pendidikan agama. Metode didactic teaching. sepeda. Metode-metode dalam sosialisasi Metode-metode yang dipergunakan orang dewasa atau masyarakat dalam mempengaruhi proses sosialisasi anak dapat digolongkan menjadi tiga kategori. tidak baik atau ditolak masyarakat. 2002:162-163): a. tidak diterima oleh masyarakat mendapat hukuman. kurang pantas. Metode ganjaran dan hukuman. dikucilkan. terpuji dan diterima oleh orang lain.dan sebagainya). b. yaitu(Ahmadi. Melalui proses ganjaran dan hukuman ini secara perlahan-lahan dalam diri anak berkembang kesadaran akan norma-norma sosial. pendidikan ketrampilan dan sebagainya. bahwa tingkah lakunya yang baik. . bahwa tingkah lakunya yang salah. dengan ganjaran anak menjadi sadar. Tingah laku anak yang salah. Sebaliknya. Metode ini digunakan dalam pendidikan di sekolah. hakhak khusus dan sebagainya).22 4.

Charles H mengatakan yang dikutip Soekanto: . Proses imitasi berhubungan erat dengan proses identifikasi. Kerja sama (cooperation) Kerja sama adalah sebagai usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama. 1990: 66). Proses-proses yang asosiasif a. dapat pula tidak disadari. Proses imitasi dapat terjadi secara sadar. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang peroangan. Proses-proses interaksi yang pokok adalah: 1. maupun antar orang perorangan dengan kelompok manusia. sikap. anak berusaha menjadi seperti orang lain. dan cita-cita dalam diri anak terutama malalui proses imitasi tidak sadar itu. Metode pemberian contoh. karena tanpa interaksi sosial tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem dan bentuk-bentuk hubungan tersebut (Soekanto.23 c. keyakinan. Dengan identifikasi itu anak menyatukan diri (secara psikis) dengan orang lain. Interaksi sosial adalah kunci semua kehidupan sosial. Metode ini terjadi proses imitasi (peniruan) tingkah laku dan sifat-sifat orang dewasa oleh anak. antara kelompok-kelompok manusia. Tertanamnya nilai-nilai. C.

b. yaitu: a. Oposisi atau proses yang disosiatif dibedakan dalam tiga bentuk. Akomodasi (Accomodation) Istilah akomodasi dipergunakan dalam dua arti yaitu untuk menunjuk pada suatu keadaan dan untuk menunjuk pada suatu proses. Proses Disosiasif (Oppositional Processes) Oposisi dapat diartikan sebagai cara berjuang untuk melawan seseoarang atau sekelompok manusia. untuk mencapai tujuan tertentu. Akomodasi yang menunjuk pada suatu keadaan. adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang perorangan atau kelompokkelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma dan nilainilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. dimana individu atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing. Sebagai suatu proses.1994: 66).24 “kerja sama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut. 2. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan fisik lawan. akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha untuk mencapai kestabilan. Persaingan (competition) Persaingan dapat diartikan sebagai suatu proses sosial. mencari . kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan faktor-faktor yang penting dalam kerja sama yang berguna” (Soekanto. sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.

Dalam pembentukan kepribadian. Kontravensi (contravention) Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada pada persaingan dan pertentangan. Proses sosialisasi yang relevan bagi pembentukan kepribadian dibedakan atas: .25 keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum dengan cara menarik perhatian publik atau mempertajam prasangka yang telah ada. kelompok atau orangorang di dalam masyarakatlah yang perlu melakukannya melalui proses sosialisasi. Pembentukan kepribadian seseorang bermula sejak hari pertama orang ini dilahirkan dari kandungan ibunya. Pembentukan Kepribadian Kepribadian adalah integrasi dari keseluruhan kecenderungan seseorang untuk berperasaan. berfikir. tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. D. Kontravensi terutama ditandai oleh gejala-gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang atau suatu rencana dan perasaan tidak suka yang disembunyikan kebencian atau keraguan terhadap kepribadian seseoarang. bersikap dan berbuat menurut pola tingkah pekerti tertentu (Narwoko. 2004:64). berkehendak. b.

26 1. individu menginternalisasikan pola-pola tingkah pekerti dan pola-pola interaksi itu berikut norma yang mendasari ke dalam mentalnya. dengan tujuan yang disadari agar norma-norma serta nilai-nilai kultural lainnya bisa dipahami oleh individu yang disosilisasi tersebut. . Proses sosialisasi yang dikerjakan (tanpa sengaja) lewat proses interaksi sosial. Proses sosialisasi yang disengaja terjadi apa bila seorang individu (yang disosialisasi) mengikuti pengajaran-pengajaran dan pendidikan yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidik yang mewakili masyarakat. Kecakapan Hidup (Life Skill) Kecakapan hidup (life skill) adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa tertekan. 2. dan kemudian dengan menyaksikan tingkah pekerti di dalam interaksi-interaksi tersebut. dan tertanam baik-baik dalam batinnya. E. Proses sosialisasi tanpa sengaja terjadi jika seorang individu (yang di atau terisolasi) menyaksikan apa-apa yang ditingkah pekertikan orangorang di sekitarnya di dalam interaksi-interaksi antara mereka dengan dirinya. 2005). Proses sosialisasi yang dikerjakan (secara sengaja) lewat proses pendidikan dan pengajaran. kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya (Dikmenum.

. b. Kecakapan berfikir (thinking skill). serta sebagai bagian dari lingkungan. kecakapan berfikir pada dasarnya merupakan kecakapan menggunakan pikiran atau rasio secara optimal. 1) Penghayatan diri sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa. Kecakapan mengolah informasi merupakan kemampuan memproses informasi tersebut menjadi simpulan. 2) Menyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimiliki sebagai modal dalam meningkatkan dirinya sebagai individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Kecakapan mengenal diri/kecakapan personal (Personal Skill). Kecakapan menggali informasi memerlukan kecakapan dasar yaitu membaca. 1) Kecakapan menggali dan menggunakan informasi (information searching). 2) Kecakapan mengolah informasi dan mengambil keputusan/informasi (processing and decision making skill). anggota masyarakat dan warga negara. Kecakapan hidup yang bersifat generik (generic life skill/GLS).html): 1. yang mencakup kecakapan-kecakapan sebagai berikut: a. 2005:http://forum/dikmenum. menghitung dan melakukan observasi.27 Kecakapan hidup (life skill) dapat dibagi menjadi dua jenis utama yaitu (Dikmenum.

Kecakapan kerjasama sangat diperlukan karena sebagai mahluk sosial. 2) Kecakapan kerjasama (collaboration skill). Kecakapan akademik (academik skill).28 3) Kecakapan menyelesaikan masalah secara kreatif (creative problem solving skill). F. Kecakapan sosial/kecakapan antar personal (interpersonal skill) 1) Kecakapan komunikasi dengan empati (communication skill). kecakapan vokasional adalah ”kecakapan kejuruan” yang mana kecakapan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu yang terdapat dalam masyarakat. Kecakapan akademik disebut juga kecakapan intelektual atau kemampuan berfikir ilmiah yang pada dasarnya merupakan pengembangan dari kecakapan berfikir pada kecakapan hidup yang bersifat generik (generic life skill/GLS). Kecakapan vokasional (vocasional skill). 2. dalam kehidupan sehari-hari manusia akan selalu bekerjasama dengan manusia lain. pertama-tama. Kecakapan Spesifik (Spesifik Life Skill/SLS) a. Konsep Islam Dalam Pendidikan dan Pengasuhan Anak Dalam Islam mendidik anak. c. merupakan tanggung jawab orang tua. empati merupakan sikap penuh pengertian dalam komunikasi dua arah yang penuh kesan dan hubungan harmonis. b. sebagaimana tersebut dalam beberapa sabda beliau: . Nabi Muhammad SAW sangat menekankan tanggung jawab orang tua dalam memberikan pendidikan bagi anak. Pemecahan masalah memerlukan kreatifitas dan kearifan.

Al-Hakim) ‫روﻩ اﻟﺘﺮﻣﺬ ي‬ ٌ Artinya: Dari Amr bin Said bin Ash R.A telah berkata: telah bersabda Rasulullah: ”Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah: mengajarinya tulis baca.: ”Tiada pemberian seorang ayah terhadap anaknya yang lebih utama daripada (memberikan pendidikan) adap sopan santun yang baik”. Al-Nasai) . (H. (H. Tirmidzi) .R. mengajarinya berenang dan memanah.A. tidak memberinya rezeki kecuali rezeki yang baik”. (H.‫رواﻩ اﻟٌﺴﺎﺋﻲ‬ ‫ﻨ‬ Artinya: ”Mengapa tidak diajarkan padanya menenun sebagaimana dia telah diajarkan tulis baca?”.29 ‫روﻩ اﻟﺤﺎ آﻢ‬ Artinya: Dari Abi Raafi’R.R.R.

Bela diri yang sangat penting untuk menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan pada diri sendiri. 5. Memberikan kebebasan yang terbatas dalam arti. pemeliharaan kesehatan dan kesegaran jasmani. 3. Keterampilan yang sangat diperlukan untuk mendapatkan penghasilan. bimbingan nasihat (teguran) dan pengendalian. Memberikan kesempatan untuk berfikir dan berbuat sesuatu serta berpendapat agar mereka tidak merasa dianggap anak kecil. 4. dan 5. 4. 3. Pendidikan akhlak yang sangat menentukan nilai kemanusiaan seseorang. bercanda. Upaya yang dilakukan orang tua dalam mengasuh anak pada masa usia sekolah adalah sebagai berikut: 1. memberikan tuntunan. 2. Kemampuan tulis baca yang merupakan dasar untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Mengadakan komunikasi secara timbal balik dalam arti menyediakan waktu untuk berbincang-bincang. . 2. Mengisi kekosongan wktu mereka dengan kegiatan-kegiatan yang positif.30 Berdasarkan sabda-sabda Nabi tersebut maka pendidikan yang perlu diajarkan kepada anak mencakup: 1. dan berdialog dalam hal-hal positif. Mengikut sertakan mereka dalam membicarakan masalah keluarga (musyawarah keluarga). Olah raga yang sangat penting untuk pertumbuhan badan.

pendidikan kedisiplinan dan akhlakul karimah. karena anak sebagai generasi penerus keturunan dalam suatu keluarga. Mengadakan kegiatan bersama seperti solat berjamaah. Disorganisasi keluarga seperti perceraian kedua orang tua. krisis ekonomi keluarga dan meninggalnya salah . Sejak lahir anak telah diperkenalkan dengan pranata. Memberikan kepercayaan dan tanggung jawab dalam penyelesaian suatu pekerjaan. 7. Akan tetapi tidak semua anak mempunyai keluarga secara utuh. 8. Sosialisasi pertama kali terjadi di lingkungan keluarga melalui pengasuhan anak yang diberikan oleh orang tuanya. G. Kerangka Berfikir Anak merupakan bagian yang terpenting dalam kelangsungan hidup manusia. Memberikan perhatian. Agar anak dapat hidup dan bertingkah laku sesuai denga nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat dibutuhkan sosialisasi. Anak tidak hanya mengenal tetapi juga menghargai dan mengikuti norma hidup masyarakat melalui kehidupan dalam keluarga. Dalam keluarga anak diwariskan norma atau aturan serta nilai yang berlaku dalam masyarakat. rekreasi keluarga dan lain-lain. Jangan terlalu memanjakan atau mengekangnya dan memberikan materi yang berlebih-lebihan. serta pendidikan untuk hidup mandiri. 9. aturan. norma dan nilai-nilai budaya yang berlaku melalui pengasuahan yang diberikan oleh orang tua dalam keluarga. Keutuhan keluarga sangat diperlukan dan penting dalam proses sosialisasi.31 6.

Salah satu cara yang dilakukan agar anak tetap dalam pengasuhan adalah dengan menampung anak-anak tersebut kedalam suatu wadah yaitu panti asuhan. guna membantu meningkatkan kesejahteraan anak dengan cara mendidik.32 satu atau kedua orang tua menyebabkan hubungan sosial antara orang tua dan anak terputus. keterampilan. merawat. kasih sayang dan pendidikan terabaikan. Bagan Kerangka Berfikir Pola Pengasuhan (cara pemeliharaan) Bentuk-bentuk pemberian: nafkah. Interaksi Sosial Pembentukan Kepribadian dan life skill (kecakapan hidup) Pengasuh Agen Sosialisasi Pendidikan dan Keterampilan Nilai dan Norma Sosialisasi Anak Asuh . pendidikan. dan tempat tinggal. Akibatnya anaka menjadi kurang mendapat perhatian. mengarahkan. memberikan ketrampilan-ketrampilan dan kasih sayang seperti yang diberikan oleh orang tua dalam keluarga.

33 BAB III METODE PENELITIAN A. C. kecamatan Bawang. Menurut Bogdan dan Tylor. kabupaten Banjarnegara. B. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah: 33 . Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah yang terletak di desa Blambangan. Dasar Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. kabupaten Banjarnegara. Data yang diperoleh dalam penelitian ini tidak berupa angka-angka tetapi data yang terkumpul berbentuk kata-kata lisan yang mencakup catatan laporan dan foto-foto. metode kualitatif adalah sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati (Moleong. dengan pertimbangan: Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah cabang Blambangan merupakan satu-satunya panti asuhan yang berada di kecamatan Bawang. Fokus Penelitian Fokus penelitian menyatakan pokok persoalan yang menjadi pusat perhatian dalam penelitian. 2004:3).

Data Primer Ada dua data primer yang digunakan: a.34 1. Informan Informan adalah orang yang memberikan informasi guna dapat memecahkan masalah yang diajukan. Responden Responden adalah orang yang diminta memberikan keterangan tentang suatu fakta atau pendapat. informan dalam penelitian ini adalah: 1) Pimpinan panti asuhan. . Sumber Data Data penelitian ini diperoleh dari: 1. Dalam penelitian ini yang menjadi responden adalah anak asuh yang ada di panti asuhan. Pola pengasuhan anak di Panti Asuhan yatim PKU Aisyiyah cabang Blambangan. 2. 3) Ketua organisasi Aisiyah desa Blambangan b. Pendidikan dan keterampilan yang diberikan pada anak di Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah cabang Blambangan. Keterangan tersebut dapat disampaikan dalam bentuk tulisan yaitu ketika mengisi angket. 2002:122). kecamatan Bawang. kecamatan Bawang. atau lisan ketika menjawab pertanyaan (Arikunto. 2) Para pengasuh dan pengurus panti asuhan. kabupaten Banjarnegara. kabupaten Banjarnegara. D.

Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. 2004: 186). Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong. Sumber Tertulis Sumber tertulis yang dipakai dalam penelitian ini meliputi arsip. dokumen-dokumen.35 2. yaitu foto yang dihasilkan orang dan foto yang dihasilkan oleh peneliti sendiri (Bogdan dan Biklen dalam Moleong. E. catatan dan laporan rutin panti asuhan. Foto Ada dua kategori foto yang dapat dimanfaatkan dalam penelitian kualitatif. Sumber data sekunder dapat diperoleh dari: a. Teknik Pengumpulan Data Adapun pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Dalam penelitian ini menggunakan dua kategori foto yaitu foto yang dihasilkan orang dan yang dihasilkan oleh peneliti sendiri. 2004:160). b. . Data Sekunder Data sekunder yaitu sumber data yang didapat atau diperoleh dengan cara tidak langsung.

kecamatan Bawang.36 Wawancara digunakan untuk mengungkap data tentang pola pengasuhan anak di Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah. pengurus dan pengasuh panti asuhan bertujuan untuk mengungkap cara mendidik. 2. Sedangkan wawancara dengan anak-anak asuh bertujuan untuk mengetahui pandangan dan tanggapan anak-anak asuh mengenai keadaan dan kehidupan mereka selama berada di panti asuhan. Dengan demikian observasi merupakan pengamatan langsung terhadap fenomena yang dikaji. Pedoman wawancara. Pengembangan pedoman wawancara b. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan alat pengumpulan data yang berupa: a. Observasi Observasi atau pengamatan meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatau obyek yang menggunakan alat indera (Arikunto. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan alat pengumpulan data yang berupa pedoman pengamatan dan observasi partisipasi dengan . kabupaten Banjarnegara. Wawancara kepada pimpinan. merawat dan mengasuh anak asuh serta untuk mengetahui pendidikan dan ketrampilan yang diberikan kepada anak asuh. 2002:133). yang berbentuk pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada pimpinan . Observasi dapat dilakukan dengan rekaman gambar maupun rekaman suara. pengasuh panti asuhan dan anak asuh yang ada di panti asuhan serta ketua organisasi Aisyiyah desa Blambangan. pengurus.

notulen rapat. 3. agenda dan sebagainya (Arikunto. surat kabar. mendengar dan penginderaan lainnya. buku. Peneliti juga merekam hasil penelitian dalam bentuk foto-foto mengenai kegiatan-kegiatan dan kondisi Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah. transkrip. Dokumentasi diperlukan untuk memperkuat data-data yang diperoleh melalui sumber-sumber tersebut diatas. Dokumentasi Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. . Observasi secara langsung mempunyai maksud untuk mengamati dan melihat langsung kegiatan-kegiatan pengasuhan yang dilakukan. Dalam penelitian ini yang diobservasi antara lain aktifitas sehari-hari yang dilakukan oleh anak-anak asuh. majalah. Adapun cara yang digunakan adalah mengadakan pengamatan langsung di Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah dengan cara melihat. prasasti. Secara khusus mengamati kegiatan-kegiatan pendidikan dan ketrampilan yang diikuti anak-anak asuh. Dokumentasi dalam penelitian ini diperlukan untuk memperkuat data-data yang diperoleh dari lapangan yaitu dengan cara mengumpulkan data yang berupa catatan tertulis dari panti asuhan yaitu dokumen resmi yang ada di Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah.37 tujuan untuk mengetahui bagaimana pola pengasuahan anak di Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah. 2002:148).

Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melaui waktu dan alat yang berbeda yaitu dengan cara: 1. 2003:105). 2004:330). pengasuh panti asuhan dan anak-anak asuh panti asuhan serta ketua organisasi Aisyiyah . Validitas Data Validitas data merupakan faktor yang penting dalam sebuah penelitian karena sebelum data dianalisis terlebih dahulu harus mengalami pemeriksaan. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara. Sumber data yang di peroleh dari pimpinan. validitas data biasanya dilakukan berbeda dengan penelitian non kualitatif karena paradigma alamiah penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian non kualitatif (Moleong. Validitas membuktikan hasil yang diamati sudah sesuai dengan kenyataan dan memang sesuai dengan yang sebenarnya atau kejadiannya (Nasution. pengurus. Demikian pula kriteria-kriteria yang dipakai jelas jauh berbeda sehingga hasil keabsahannya atau validitasnya pun berbeda. 2004:175). Dalam penelitian ini teknik triangulasi yang digunakan yaitu pemeriksaan melalui sumber lain. Teknik pengujian yang dipergunakan dalam penentuan validitas data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan triangulasi.38 F. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan dengan memanfaatkan sesuatu yang lain dari data tersebut sebagai bahan pembanding atau pengecekan dari data itu sendiri (Moleong. Dalam penelitian kualitatif.

Sedangkan untuk mengetahui keabsahan data dapat dilakukan dengan perpanjangan kehadiran pengamatan ke lokasi penelitian dan referensi yang cukup kuat untuk mendukung validitas yang diperoleh. pengurus. Membandingkan hasil wawancara dengan isi atau dokumen yang berkaitan. 2. Hasil wawancara yang diperoleh dari pimpinan.39 desa Blambangan dibandingkan dengan data hasil pengamatan yang diperoleh dari pengamatan terhadap aktifitas sehari-hari dan kegiatan pendidikan serta ketrampilan yang diikuti oleh anak-anak asuh. Hal ini berkisar pada kondisi. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu. untuk menguji objektifitas data dengan mencocokkan antara data yang diperoleh dari sudut pandang peneliti dengan sumber data di lapangan. kegiatan pendidikan dan ketrampilan serta sikap dan perilaku anak-anak asuh. . aktifitas dan kegiatan sehari-hari anak-anak asuh. 3. Pada dasarnya kepekaan sangatlah penting dalam pengamatan. Membandingkan apa yang dikatakan orang secara umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi. apakah sudah relevan atau belum. Hal ini berkaitan dengan pola pengasuhan anak dan pendidikan yang diberikan kepada anak. yang menyangkut didalamnya pola pengasuhan yang dilakukan. 4. pengasuh panti asuhan dan anak-anak asuh serta ketua organisasi Aisyiyah desa Blambangan dibandingkan dengan isi dokumen terkait yang berkaitan dengan panti asuhan.

menggolongkan. mengarahkan. mencari pola. Proses penyajian data dalam penelitian ini meliputi berbagai jenis bagan. hasil observasi langsung. mensinteseskannya. menatanya. Dalam penyajian data ini dilakukan setelah melakukan reduksi data yang akan dipergunakan sebagai bahan laporan. 1995:17) menganalisis data mencakup di dalamnya kegiatan-kegiatan mengerjakan data. .40 G. membuat ringkasan atau uraian singkat dan menggolong-golongkan ke dalam suatu pola yang luas. Cara mereduksi data ialah dengan melakukan seleksi. Penyajian data berwujud kesimpulan informasi yang tersusun sehingga memberikan kemungkinan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. dan hasil dokumentasi mengenai pola pengasuhan yang dilakukan. membuang yang tidak perlu dan mengorganisasinya sehingga memudahkan penarikan simpulan atau verifikasi. menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang akan dilaporkan. Reduksi data dilakukan untuk menajamkan. Dalam penelitian ini data yang direduksi adalah pada temuan di lapangan yaitu yang berasal dari hasil wawancara. Dalam penelitian ini analisis data dilakukan dengan tiga langkah yaitu reduksi data. tabel dan gambar yang dianalisis secara deskriptif kualitatif sehingga akan didapatkan pemahaman apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan. Metode Analisis Data Menurut Bogdan dan Biklen (Djoyomartono. penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. membaginya menjadi satuan-satuan yang dapat dikelola.

alur sebab akibat atau proposisi. validitas data. BAB V : Penutup. yaitu Bab I tentang Pendahuluan. Dalam penarikan kesimpulan ini didasarkan pada reduksi data dan oenyajian data yang merupakan jawaban atas masalah yang diangkat dalam penelitian. metode analisis data. keteraturan. perumusan masalah. Bab IV tentang Hasil Penelitian dan Pembahasan dan Bab V tentang Penutup. identifikasi masalah. penegasan istilah. BAB I : Pendahuluan. BAB III : Metode penelitian. fokus penelitian. H. . BAB II : Landasan teori dan kerangka berfikir. sumber data. berisi hasil penelitian dan pembahasan. dan sistematika penelitian skripsi. penjelasan. berisi dasar peneliltian.41 Penarikan simpulan atau verifikasi adalah usaha untuk mencari atau memahami makna atau arti. teknik pengumpulan data. lokasi penilitian. manfaat penelitian. berisi simpulan dan saran. Bab III tentang Metode Penelitian. maka dalam pembahasannya secara berurutan penulis membagi dalam lima bab. Kesimpulan yang ditarik segera diverifikasi dengan cara melihat dan mempertanyakan kembali sambil melihat catatan lapangan agar memperoleh pemahaman yang lebih tepat. Bab II tentang Landasan Teori. pola-pola. BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan. Sistematika Skripsi Agar terdapat kejelasan secara garis besar dan dapat dimengerti dengan mudah. berisi tentang latar belakang. Bagian akhir dari skripsi ini adalah daftar pustaka dan lampiran-lampiran. tujuan penelitian.

Panti asuhan yatim PKU Aisyiyah cabang Blambangan berdiri pada tanggal 18 April 1980. anank-anak yatim dapat hidup layak. mental dan sosial pada anak asuh sehingga memperoleh kesempatan yang luas.42 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. surat ketetapan kepala dinas sosial daerah tingkat II kabupaten Banjarnegara No. mendapat surat pengesahan dari pimpinan cabang Muhammadiyah tanggal 21 April 1982. banyak anak-anak yatim yang tidak mampu melanjautkan sekolah karena tidak mampu atau tidak mempunyai biaya dan dan kehidupan anak yatim yang terlantar. Selain itu juga sebagai umat muslim menjalankan perintah Alloh Swt. Diharapkan dengan adanya panti asuhan.54. Dari tahun 1989 sampai dengan tahun 1990 panti 42 . Gambaran Umum Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah 1. Panti asuhan Yatim PKU Aisyiyah cabang Blambangan berdiri dilatar belakangi oleh masih banyaknya anak-anak yatim yang kurang mendapatkan perawatan dari keluarga.1/BOS/174/1.1044/M/177 dan surat tanda pendaftaran dari Departemen sosial RI propinsi Jawa Tengah No. Dalam surat Al-maun yaitu perintah untuk menyanyuni anak-anak yatim. tepat dan memadai bagi perkembangan kepribadian sesuai dengan ketentuan ajaran Islam.93/I. Sejarah berdirinya Panti Asuhan Panti asuhan merupakan suatu lembaga sosial yang bertanggung jawab memberi pelayanan pengganti dalam pemenuhan kebutuhan fisik.:Bps.

serta kemampuan-kemampuan ketrampilan kerja. Sayidati Musyarofah. . terlantar dengan cara membantu dan membimbing kearah perkembangan pribadi yang wajar sesuai dengan ajaran agama Islam. Sejak adanya gedung asrama panti asuhan tersebut maka anak-anak asuh bertempat tinggal dan dipenuhi segala kebutuhan sehari-harinya serta dibina di asrama panti asuhan. keluarga dan masyarakat.43 asuhan memberikan santunan kepada anak asuh hanya berupa santunan materi untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak asuh.Pada tahun 1990 panti asuhan mendapat bantuan dana dari dinas sosial untuk membangun gedung asrama panti asuhan untuk putra dan putri. Siti Zulaichah dengan akta notaris No. 2.33/P/1994. Panti asuhan memberikan pelayanan yang berdasarkan proyeksi pekerja sosial pada anak-anak yatim. Mereka masih tinggal dan dibimbing oleh keluarganya. belum memberikan kebutuhan yang lain (tempat tinggal dan makanan) karena panti asuhan belum mempunyai asrama untuk menampung anak-anak asuh tersebut. SH. Panti asuhan berdiri sebagai yayasan pada tanggal 17 Agustus 1994 disyahkan oleh notaris Indra Tjahya. Dengan saksi-saksi sebagai berikut: Ny. Maksud dan Tujuan a. sehingga menjadi anak yang dapat hidup layak dan penuh tanggung jawab terhadap dirinya. Pada tahun 1999 diadakan pemisahan asrama putra dan asrama putri dengan membangun satu unit gedung asrama panti asuhan putri sampai sekarang. Ny. Surmini Taufiq Zuhri. Ny. Ny. Siti Rochmah Suwardjo.

kesejahteraan bersama dan pengembangan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya serta masyarakat Indonesia seluruhnya.44 b. c. Dengan adanya pelayanan sosial yang bertujuan untuk meratakan kesejahteraan bagi kelompok sosial yang kurang mampu. Visi dan Misi a. . berbudaya. Berpartisipasi aktif membantu dan menunjang program pemerintah di dalam meningkatkan pendidikan. Misi 1) Memberikan pelayanan yang berdasarkan proyeksi pekerja sosial pada khalayak 2) Membantu dan membimbing kearah perkembanghan pribadi yang wajar sesuai dengan agama Islam 3) Memberi ketrampilan kerja kepada khalayak 4) Meratakan kesejahteraan bagi kelompok sosial yang kurang mampu 5) Pembinaan lebih lanjut setelah anak kembali ke masyarakat. d. e. Berpartisipasi aktif membantu dan menunujang program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. berprestasi. diharapkan dapat hidup mandiri. dan memiliki kecakapan hidup (life skill) b. 3. Visi Berahlak mulia. Berperan serta dalam mengatasi dan mengurangi pengangguran.

Melengkapi sarana dan prasarana serta termpat pelayanan e. Mengusahakan dan memberikan pembinaan mental spiritual d. piatu yatim piatu dan fakir miskin agar dapat melanjutkan sekolah. Masa jabatan pengurus adalah lima tahun dan anggota/badan pengurus yang telah habis . Usaha Panti Asuhan Untuk mencapai maksud dan tujuan. Menghimpun dan menyalurkan dana bantuan kepada anak-anak yatim. maka panti asuhan melakukan usahusaha sebagai berikut: a. Badan pengurus dan pengasuh dipilih serta ditetapkan dengan musyawarah atau rapat pimpinan cabang Aisyiyah. meningkatkan ketrampilan/keahliannya agar nantinya dapat hidup mandiri c. Mengadakan dan menjalankan usaha-usaha lain yang bermanfaat dan halal yang berhubungan dengan maksud dab tujuan panti asuhan f. Mengadakan kerja sama dengan lembaga-lembaga sosila lainnya. yang menpunyai kegiatan dan usaha yang sama atau hampir sama dengan kegiatan dan usaha panti asuhan 5. engupayakan dan memberikan santunan/bantuan kepada anak-anak yatim. yatim piatu dan fakir miskin baik yang berada dalam maupun yang berada di luar panti asuhan b.45 4. Pengurus dan Pengasuh Panti asuhan Yatim PKU Aisyiyah diurus dan dipimpin oleh suatu badan pengurus. piatu.

Susunan pengurus panti asuhan terdiri dari penasehat. unit identivikasi dan ibu asrama. mengelola serta mengembangkan panti asuhan dibidang material maupun non material b. unit penyaluran. Mempunyai kemampuan/Skill sebagai pendidik g. Pengurus dalam panti asuhan memilki hak dan kewajiban sebagai berikut: a. unit usaha. mempertahankan. sekretaris. Mempunyai kecakapan dan mampu melaksanakan maksud adan tujuan panti asuhan f. Berasal dari kalangan oaganisasi Aisyiyah dan organisasi Muhammadiyah e. memelihara.46 masa jabatannya dapat diangkat lagi sebagai pengurus. Berpendidikan minimal SLTA d. Memiliki jiwa pejuan dan kesabaran serta keihlasan untuk membina anak asuh dan berjuang untuk panti asuhan. Susunan pengurus panti asuhan periode 2006/2007 dapat dilihat pada lampiran 11. Warga negara Indonesia (WNI) b. Syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi pengurus dan pengasuh adalah sebagai berikut: a. bendahara. Menyelenggarakan administrasi panti asuhan sebaik-baiknya . Beragama Islam c. unit pembina. menjalankan segala daya dan upaya. ketua. Pengurus berkewajiban aktif melakukan tindakan pengurusan dan tindakan pemilikan.

Sumbangan dan bantuan dari lembaga-lembaga. Donatur tetap. dan/atau badan-badan serta perorangan yang dengan sukarela dan tidak mengikat.47 c. sodaqoh. hibah. 6. mendidik dan membina anak-anak asuh dalam panti asuahan d. barang-barang. Mentaati dan melaksanakan keputusan musyawarah. zakat. infaq dan wasiat . Sumber Dana Dana yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan panti asuhan berasal dari berbagai sumber. Mengawasi. perlengkapan-perlengkapan maupun fasilitas-fasilitas dan makanan c. baik berupa uang. Membuat laporan secara tertulis dan terperinci setiap akhir tahun e. b. organisasi-organisasi. Sumber dana panti asuhan adalah sebagai berikut: a. Penerimaan harta wakaf. yaitu: 1) Sumbangan tetap tiap bulan dari yayasan “Dharmais” yang berkedudukan di Jakarta 2) Sumbangan dari masyarakat yang menjadi donatur tetap 3) Sumbangan dan bantuan dari Departemen Sosial pusat 4) Sumbangan dan bantuan dari Dinas Kesejahteraan Soaial propinsi Jawa Tengah 5) Sumbangan dan bantuan dari anggaran pengeluaran daerah Banjarnegara (APBD).

Anak berasal dari keluarga tidak mampu. Mengajukan proposal ke instansi-instansi menjelang ulang tahun panti asuhan. Beragama Islam b. alat-alat sekolah. pangan dan papan). Anggota binaan panti asuhan periode tahun 2006/2007 sebanyak 104 jiwa. dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu dari pejabat yang berwenang c. Usia sekolah (TK.48 d. anak-anak yatim piatu dan anak-anak dari keluarga yang tidak mampu serta anak-anak terlantar. akhir tahun atau akan mengadakan kegiatan untuk meminta sumbangan. 7. terdiri dari . Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar anak dapat masuk menjadi anggota binaan panti asuhan yaitu sebagai berikut: a. SMP dan SMA) d. SD. Santunan yang diberikan kepada lanjut usia berupa santunan beras dan uang setiap bulan sertan pemberian pakaian satu tahun sekali. anak-anak piatu. Santunan yang diberikan kepada anak-anak asuh adalah berupa: Kebutuhab sehari-hari (sandang. Bersedia mentaati tata tertib dan peraturan panti asuhan. Penghasilan dari usaha-usaha panti asuhan yaitu usaha ekonomi produktif (UEP) meliputi perikanan dan pertanian serta usaha rental komputer e. Anggota Binaan Panti Asuhan Anggota binaan panti asuhan adalah anak-anak yatim. Selain itu panti asuhan juga memberikan santunan dan bantuan kepada lanjut usia yang ekonominya sangat lemah. biaya pendidikan dan uang saku. seragam sekolah.

49 73 anak (36 putri dan 37 putra) dan 40 jiwa lanjut usia. yaitu dibangun di sebelah masjid. 8. Anak asuh panti asuhan tidak hanya berasal dari desa Blambangan saja tetapi juga berasal dari berbagai daerah di banjarnegara serta berasal dari luar kota. Panti asuhan membangun gedung asrama sebagai sarana tempat tinggal bagi anak-anak asuh. Tanah/lahan yang digunakan untuk membangun gedung . hanya 60 anak asuh yang berda di dalam panti asuhan selebihnya berada diluar panti asuhan atau hidup bersama keluarga. Khusus untuk lanjut usia hanya berasal dari desa Blambangan. Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana merupakan hal yang penting guna menunjang terpenuhinya kebutuhan anak-anak asuh dalam panti asuhan. Kedua gedung asrama tersebut. Untuk lanjut usia tidak disediakan tempat tinggal akan tetapi hanya diberikan santunan setiap bulan. Daftar anggota binaan panti asuhan periode 2006/2007 dapat dilihat pada lampiran 12. Gedung asrama putra dan putri di bangun ditempat yang terpisah. dusun Tawangsari desa blambangan sedangkan gedung asrama putri terletak di jalan Pramuka dusun Pejaten desa Blambangan. Hal ini dikarenkan daya tampung panti asuhan hanya untuk 60 anak asuh yaitu 30 anak asuh di asrama panti asuhan putra dan 30 anak asuh di asrama panti asuhan putri. dibangun ditempat yang strategis guna menunjang kegiatan anak-anak asuh khususnya kegiatan keagamaan. Panti asuhan membangun dua asrama yaitu gedung asrama panti asuhan putra dan gedung panti asuhan putra. Dari 73 anak asuh. gedung asrama putra terletak di jalan Tawangsari.

kolam dapur.50 asrama putra barasal dari penerimaan wakaf dari masyarakat. kamar mandi 2 buah dan 4 buah WC. ruang kantor. asrama. ruang makan. gudang. dapur. joglo. 2 buah kamar mandi dan 3 buah WC. Gedung Asrama Panti Asuhan Putri . taman. Gedung asrama putri dibangun pada bulan April 1999 di atas tanah seluas 1000 meter. Bangunan terdiri dari: ruang aula. asrama. anak asuh dijadikan satu di gedung asrama putra. Jemuran. Gambar 1. sedangkan lahan untuk gedung asrama putri merupakan tanah desa yang dibeli oleh pihak panti asuhan. Gedung asrama putra dibangun pada bulan April 1994 dan mengalami renovasi pada bulan Februari 2002. di bangun di atas tanah seluas 2000 meter. bangunan terdiri dari: ruang aula. Sebelum dibangun gedung asrama putri.

Selain itu. Diskusi atau musyawarah yang diadakan oleh pengurus dan pengasuh mengikutsertakan anak asuh melalui perwakilan dengan maksud agar anak asuh memahami tujuan dan manfaat adanya tata tertib dalam panti asuhan. dalam Ihromi 1999:52).51 B. Hurlock. anak asuh juga bisa memberikan masukan terhadap pengasuh dan pengurus tentang aturan-aturan yang kiranya sesuai dengan kondisi mereka (anak asuh). Pola Pengasuhan Anak Berdasarkan hasil penelitian. Pengasuh dalam membuat aturan atau tata tertib panti asuhan mengadakan diskusi atau musyawarah. Oleh karena anak asuh sudah dilibatkan dalam pembuatan aturan tersebut sehingga anak-anak asuh sejak semula sudah menyadari dengan konsekuensi dari aturan tersebut. sehingga aturan tersebut dapat dilaksanakan oleh anak-anak asuh dengan sebaik-baiknya. diasrama putri sehabis magrib anak-anak asuh sudah tidak . penjelasan dan alasan-alasan yang membantu anak agar mengerti mengapa ia diminta untuk mematuhi suatu aturan (Elizabeth B. Misalnya. baik dengan sanksinya jika melanggar aturan maupun dengan imbalan yang akan diterima jika mereka (anak asuh) mentaati peraturan. Orang tua menggunakan diskusi. Pada dasarnya secara garis besar aturan yang ada dalam asrama putra dan asrama putri sama. bahwa dalam panti asuhan Yatim PKU Aisyiyah cabang Blambangan pola pengasuhan yang diterapkan oleh pengasuh yaitu manggunakan pola pengasuhan demokratis. tetapi ada sedikit aturan yang berbeda antara peraturan di asrama putra dan di asrama putri disesuaikan dengan kondisi antara anak-anak asuh putra dan anak-anak asuh putri.

Jadwal harian yang dibuat yaitu sejak kegiatan pagi hari.”.52 diperbolehkan untuk menerima tamu pria. 2000:2). Setiap kegiatan dan aktivitas anak-anak asuh sudah disusun dan dibuat jadwal harian. bahwa perbuatan tersebut selain melanggar aturan juga merupakan perbuatan yang tidak baik yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan normanorma. berarti memiliki keteraturan diri berdasarkan acuan nilai moral (Shochib. . Misalnya. Kegiatan pagi hari dimulai dengan ibadah sholat subuh berjama’ah di masjid. Pengasuh sangat menekankan kedisiplinan dalam kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh anak-anak asuh. Aturan atau tata tertab panti asuhan dibuat dengan tujuan agar kegiatan yang ada dalam panti asuhan berjalan tertib dan teratur serta melatih anak untuk disiplin dan bertanggung jawab. Sikap disiplin yang tertanam pada diri anak-anak asuh membuat mereka memiliki kontrol diri untuk berperilaku yang senantiasa taat terhadap aturan dan nilai-nilai serta norma-norma yang ada di panti asuhan maupun yang ada di masyarakat.. karena semua kegiatan-kegiatan sudah ditentukan aturannya mbak.. karena kegiatan di panti asuhan jadi berjalan tertib.. sedangkan untuk putra masih diperbolehkan menerima tamu pria diasrama sampai jam sembilan malam.. selain itu saya jadi bisa disiplin dan lebih bisa menghargai waktu. kegiatan siang hari dan kegiatan malam hari. Seperti yang dituturkan oleh Siti Nafsiyah (salah satu anak asuh. wawancara pada tanggal 21 Mei 2007) sebagai berikut: “ Saya senang dengan aturan dan tata tertib yang ada di panti asuhan. anak-anak asuh yang membolos sekolah prosentasenya sangat kecil karena mereka memiliki kontrol diri. Pribadi atau individu yang memiliki dasar-dasar dan mampu mengembangkan disiplin diri.

misalnya anak yang minggu lalu mengepel bergantian membuang sampah atau yang minggu lalu sudah membantu memasak untuk minggu depan bertugas untuk mengepel. selain itu juga agar anak asuh tidak bosan hanya mengerjakan tugas yang sama setiap minggu. mengepel. dari lima anak asuh tersebut dalam melaksanakan tugasnya menggunakan sistem pembagian kerja. mengepel. Menu makanan sehari-hari anak asuh disusun dan dibuat bervariasi sesuai dengan kebutuhan gizi anak (empat sehat lima sempurna) sehingga kesehatan anak asuh tetap terjamin. ada yang ditugasnya menyapu. Kegiatan membersihkan asrama panti asuhan dibuat jadwal harian. mencuci peralatan masak-memasak dan lain-lain.53 dilanjutkan tugas membersihkan asrama panti asuhan serta membantu memasak juru masak yang ada di panti asuhan. . membuang sampah. juga menggunakan sistem rolling. khusus untuk anak-anak asuh putra hanya bertugas untuk membersihkan asrama. Tugas yang dilaksanakan anak-anak asuh yaitu menyapu. Pengasuh membuat jadwal piket harian bertujuan agar anak asuh dapat bekerja sama sehingga tugas yang dilaksanakan menjadi ringan dan menumbuhkan kebersamaan serta jiwa tolong menolong diantara anak asuh. Hal ini agar anak asuh bisa merasakan semua tugas yang dibebankan. setiap hari ada lima anak asuh yang bertugas mengerjakan tugas harian. membantu memasak dan lain-lain. membuang sampah. Menu makanan dimasak oleh satu orang juru masak yang sudah ditunjuk oleh pihak panti asuhan dan anak asuh berkewajiban untuk mmembantu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Selain menggunakan sistem tersebut. mencuci piring.

Setelah anak asuh selesai mengerjakan tugas harian. setelah itu anak asuh melaksanakan solat i’sya berjama’ah di masjid. Kegiatan malam hari diawali dengan kegiatan solat magrib berjama’ah di masjid. mencuci piring sehabis makan dan lain-lain. setelah itu anak asuh ditugaskan untuk belajar bersama dengan bimbingan ibu asrama. Setalah melaksanakan kegiatan sekolah anak diberi waktu untuk istirahat dan makan siang. Kegiatan dilanjutkan makan bersama dengan ibu asrama. kegiatan tapak suci dan lainlain) dan mengerjakan tugas usaha ekonomi produktif (UEP) panti asuhan. Kegiatan sore hari yang dilaksanakan yaitu anak mendapatkan pelatihan ketrampilan (menjahit. kemudian anak asuh mengikuti kegiatan pengajian (pendidikan keagamaan) meliputi: kemuhammdiyah-an. Sebelum melaksanakan kegiatan sore hari anak diwajibkan untuk menjalankan solat ashar berjama. sprai. Masing-masing materi yang akan disampaikan sudah ditunjuk pembimbing sesuai dengan bidangnya. misalnya mencuci baju. membuat kerajinan tangan. Sehingga anak asuh dilatih agar dapat hidup mandiri dan tidak bergantung dengan orang lain.54 Peralatan dan perlengkapan pribadi aanak asuh dibersihkan sendiri pleh masing-masing individu. Kegiatan pengajian dilaksanakan sampai waktu solat isya atau sekitar jam setengah delapan malam. Seperti kegiatan pada pagi hari dan sore hari. pembacaan tilawatil Qur’an (PTQ) serta mempelajari kandungan Al-Qur’an dan hadist.ah di masjid. selanjutnya mereka menempuh pendidikan formal yaitu sekolah. aqidah (keyakinan) dan Ahklak (budi pekerti). komputer. Sehabis melaksanakan kegiatan . kegiatan yang dilaksanakan pada malam haripun sudah disusun dalam jadwal kegiatan harian.

55

belajar anak asuh biasanya menonton tv dan mempersiapkan perlengkapan sekolah untuk besok pagi. Proses sosialisasi sangat dibutuhkan dalam pengsuhan anak asuh. Karena melalui proses sosialisasi individu belajar tentang nilai, norma, pengetahuan dan ketrampilan. Agar proses sosialisasi anak asuh dapat berjalan dengan baik maka dibutuhkan agen sosialisasi. Agen sosialisasi merupakan pihak-pihak yang membantu seorang individu belajar terhadap segala sesuatu yang kemudian menjadikannya dewasa (Narwoko, 2004:72). Agen sosialisasi yang utama meliputi: keluarga, kelompok sebaya, sekolah, lingkungan kerja dan media massa. Dalam panti asuhan pengasuh merupakan pengganti orang tua dan keluarga bagi anak-anak asuh. Oleh karena itu pengasuh merupakan agen sosialisasi yang paling utama dalam panti asuhan bagi anak-anak asuh. Metode-metode yang dipergunakan orang dewasa atau masyarakat dalam mempengaruhi proses sosialisasi anak, digolongkan menjadi tiga kategori yaitu: metode ganjaran atau hukuman, metode didacting teaching dan metode pemberian contoh (Ahmadi, 2002:162-163). Pengasuh panti asuhan dalam pengasuhannya menggunakan ketiga metode tersebut. Aturan dan tata tertib panti asuhan menerapkan konsep adanya imbalan dari setiap perbuatan yang dilakukan anak asuh, imbalan berupa sanksi hukuman dan ganjaran. Aturanaturan dibuat agar mereka sejak semula menyadari konsekuensi yang harus diterima jika melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap nilai-nilai moral (Shochib, 2000:133). Aturan sanksi hukuman yang diberikan pengasuh kepada anak asuh ada tiga macam yaitu: sanksi ringan berupa teguran, sanksi sedang

56

berupa pemberian santunan yang ditangguhkan, dan sanksi berat yaitu dikeluarkan dari panti asuhan. Sanksi teguran diberikan kepada anak asuh yang melakukan pelanggaran ringan misalnya: anak asuh lupa mengerjakan tugas piket harian, pulang ke panti asuhan melebihi jam yang sudah ditentukan, tidak mengikuti kegiatan, tidak mengikuti kegiatan panti asuhan dan lain-lain. Sanksi sedang diberikan apabila anak asuh melakukan

pelanggaran misalnya: membolos sekolah, pulang ke rumah tanpa pamit kepada ibu asrama, tidak pulang ke panti tanpa alasan yang jelas dan lain-lain. Sanksi yang diberikan biasanya berupa uang saku anak asuh tidak diberikan. Biasanya anak asuh yang melakukan pelanggaran tersebut tidak hanya mendapat sanksi uang sakunya tidak diberikan tetapi anak asuh biasanya dipanggil untuk menghadap pengasuh untuk ditegur, dinasehati dan diberi pengarahan. Jika anak asuh sudah tidak melanggar peraturan maka uang saku diberikan kepada anak asuh seperti biasanya. Seperti yang diungkapkan oleh ibu Pudji (ibu asrama panti asuhan putra, wawancara pada tanggal 26 Mei 2007) sebagai berikut: “Biasanya kalo ada anak asuh yang bolos sekolah, malam harinya saya panggil datang ke rumah saya biar tidak malu sama temantemannya, saya beri nasehat dan arahan supaya tidak mengulangi lagi terus uang sakunya untuk sementara waktu tidak saya berikan dulu, supaya mereka kapok mbak....” Sanksi berat yaitu anak dikeluarkan dari panti asuhan, misalnya anak asuh melakukan perbuatan yang mencemarkan nama baik panti asuhan, pergi dari panti asuhan dalam jangka waktu yang lama tanpa pamit dan lain-lain. Dengan adanya sanksi hukuman diharapkan anak asuh menjadi sadar dan

57

mengerti serta memahami bahwa perbuatan dan tingkah lakunya salah karena melanggar nilai-nilai dan norma-norma yang ada, sehingga nantinya dikemudian hari anak asuh tidak mengulangi lagi perbuatannya. Pengasuh memberikan ganjaran kepada anak asuh yang mematuhi dan melaksanakan peraturan panti asuhan berupa pujian atau memberikan uang kepada anak asuh yang mendapatkan prestasi di sekolah maupun prestasi pada kegiatan yang diikuti oleh panti asuhan (kegiatan perlombaan atau porseni panti asuhan). Dengan ganjaran diharapkan anak asuh menjadi tahu bahwa perbuatan dan tingkah lakunya baik terpuji dan positif serta berguna bagi dirinya dan orang lain. Adanya ganjaran dan hukuman yang diberikan kepada anak asuh bertujuan agar dalam diri anak atau individu anak asuh berkembang dan tumbuh kesadaran akan norma-norma dan nilai-nilai sosial. Metode pemberian contoh diterapkan oleh pengasuh yaitu dengan cara memberikan keteladanan diri kepada anak asuh. Misalnya, memberikan contoh untuk solat berjama’ah di masjid, menjalankan ibadah solat tepat pada waktunya, bertingkah laku baik dan sopan, berbicara dengan sopan dan menggunakan bahasa yang halus dan lain-lain. Dengan demikian perbuatan-perbuatan dan tingkah laku yang dilakukan oleh pengasuh akan ditiru (imitasi) oleh anak asuh baik secara sengaja maupun tidak disengaja misalnya tanpa disuruh anak asuh langsung mengerjakan ibadah solat berjama’ah di masjid, sopan jika berbicara dengan teman atau dengan orang lain dan lain-lain. Metode lain yang digunakan yaitu meggunakan metode didacting teaching meliputi memberikan kepada anak asuh berbagai macam ketrampilan (menjahit, komputer, kerajinan tangan,

terus kalo mereka punya masalah diselesaikan sendiri dulu. Misalnya.anak yang kecil. Usaha yang di lakukan pengasuh agar dalam kehidupan di panti asuhan terjalin hubungan yang baik. sehingga anak asuh dituntut kedewasaannya untuk dapat menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi. wawancara pada tanggal 20 Mei 2007) sebagai berikut: “ Kalau belajar biasanya anak-anak yang lebih besar mengajari anak.58 kegiatan tapak suci dan lain-lain) dan ilmu pengetahuan melalui pendidikan formal. nanti kalau mereka tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri barulah kami selaku pengasuh ikut campur membantu menyelesaikan masalah tersebut” Cara tersebut dapat untuk melatih anak agar mampu menghadapi masalah sehingga nantinya diharapkan anak asuh sudah dapat menghadapi . Sedangkan anak asuh yang lebih dewasa biasanya diberi bimbingan belajar oleh ibu asrama putri yang juga merupakan seorang guru SMA. akrab dan harmonis baik diantara anak-anak asuh maupun anak-anak asuh dengan pengasuh yaitu memanfaatkan waktu belajar bersama pada malam hari sebagai wahana untuk mengakrabkan anak asuh. Jika terjadi pertengkaran atau ada masalah diantara anak asuh maka diusahakan mereka untuk mencari jalan keluar atau menyelesaikan masalah tersebut sendiri. trus kalo anak yang besar biasanya minta dijari saya. Apabila anak asuh tidaj bisa menyelesaikan masalahnya sendiri baru pengasuh ikut campur untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut. anak asuh yang lebih dewasa memberikan bimbingan belajar kepada anak asuh yang umurnya lebih muda. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh ibu Krispaliyana (ibu asrama panti asuhan putri. pendidikan agama serta pendidikan moral.

59

masalah kehidupan setelah keluar dari panti asuhan atau tidak berada dalan panti asuhan. Selain itu juga akan terjadi interaksi antara anak-anak asuh sehingga tercipta hubungan yang akrab dan harmonis. Para pengasuh diwaktuwaktu senggang biasanya mengobrol santai atau menonyon tv bersama dengan anak asuh, agar tercipta suasana santai dan kekeluargaan. Hal ini seperti yang dituturkan oleh Nur Septiningsih (salah satu anak asuh, wawancara pada tanggal 21 Mei 2007 ) sebagai berikut: “ Saya senang berada di panti asuhan karena seperti dalam keluarga sendiri, akrab sama temen, akrab sama pengasuh panti asuhan juga. Apala lagi kalau sedang ngumpul-ngumpul atau nonton tv kami sering bercanda mbak....” Hubungan kekeluargaan serta keakraban yang terjalin dalam panti asuhan menciptakan keterbukaan dalam suasana kehidupan panti asuhan itu sendiri. Keterbukaan merupakan wahana untuk menyadarkan anak bahwa orang tua atau pendidik senantiasa berusaha untuk meningkatkan

kepatuhannya terhadap nilai-nilai moral sehingga dapat menggugah anak untuk melakukan identifikasi dalam belajar memiliki dan meningkatkan nilainilai moral (Shochib, 2000:131). Keterbukaan dalam panti asuhan tercermin dari sikap anak asuh yang berani memberikan kritik dan saran kepada pihak pengurus dan pengasuh panti asuhan. Misalnya, jika ada hal-hal yang dirasakan oleh anak asuh kurang baik atau ada kekurangan dalam kebutuhan sehari-hari atau ada sikap dan tindakan pengasuh yang tidak sesuai, maka anak asuh secara langsung mengungkapkannya kepada pengasuh atau pengurus panti asuhan dengan sopan. Anak asuh jugas biasnya memberikan saran dan

60

masukan yang kiranya diperlukan demi kebaikan dan kemajuan Panti asuhan. Anak asuh juga terbuka dan tidak segan-segan untuk menceritakan masalah yang dihadapi kepada pengasuh jika mereka merasa perlu untuk menseritakan masalah tersebut. Dengan adanya keterbukaan maka anak-anak asuh merasakan dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik sebagai anggota keluarga besar panti asuhan dan bisa diterima di panti asuhan. Orang tua atau pendidik berhak dan berkewajiban untuk mengontrol perilaku anak-anak (Shochib, 2000:134). Kontrol terhadap perilaku anak-anak asuh dan pelaksanaan atuarn dan tata tertib panti asuhan di lakukan oleh pengasuh dan pengurus panti asuhan. Walaupun aturan dan tata tertib panti asuhan sudah berjalan namun, pengasuh merasa perlu untuk mengontrol perilaku dan pelaksanaan tata tertib dan aturan tersebut agar berjalan dengan baik. Jika ada perilaku-perilaku anak asuh yang sudah mulai menyimpang ataupun menyimpang maka dengan adanya kontrol dan pengawasan secara kontinue oleh pengasuh maka sedini mungkin perilaku menyimpang anak asuh dapat segera diatasi. Pengawasan terhadap perilaku anak asuk tidak hanya dilakukan oleh pengasuh saja, akan tetapi juga dilakukan diantara anak-anak asuh itu sendiri. Misalnya jika ada salah satu anak asuh yang sudah mulai berperilaku tidak baik, maka teman-teman sesama anak asuh mengingatkan, begitupun sebaliknya. Dengan kata lain diantara nak asuh saling mengawasi dan saling mengingatkan satu sama lain. Selain itu, masyarakat di sekitar panti asuhanpun secara tidak langsung ikut dalam mengontrol dan mengawasi perilaku dan tingkah laku anak asuh. Biasanya jika ada masyarakat yang tahu

61

bahwa ada anak asuh yang berbuat tidak baik, mereka tidak langsung menegur kepada anak asuh tersebut, tetapi melaporkan kepada pengasuh atau kepada pengurus panti asuhan yang lebih berhak dan berkewajiban untuk menanganinya. Masyarakat ikut serta mengawasi dan mengontrol perilaku dan tingkah laku anak asuh karena masyarakat menganggap bahwa anak asuh yang ada dalam panti asuhan bukan semata-mata tanggung jawab pengasuh dan pengurus panti asuhan tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu masyarakat ikut aktif berperan dalam pengawasan dan kontrol terhadap perilaku dan tingkah laku anak sehari-hari. Interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial, oleh karena itu tanpa interaksi sosial, tidak akan mungkin ada kehidupan bersama (Soekanto, 1990:67). Sosilisasi dan interaksi sosial sangat penting dilakukan oleh anak-anak asuh dengan masyarakat sekitar agar nantinya anak asuh dapat hidup bermasyarakat (bersama) dengan baik dan mengetahui norma-norma, kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Sosialisasi anak asuh dengan masyarakat sekitar dilakukan pengasuh dengan

mengikutsertakan anak asuh dalam berbagai macam kegiatan yang diadakan oleh masyarakat sekitar. Misalnya: setiap hari minggu diadakan kegiatan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan, mengadakan perlombaan pada bulan agustus, bersama-sama mengadakan acara memperingati hari-hari besar (maulid Nabi, isra’ miraj, hari raya qur’ban dan lain-lain), mengikuti kegiatan pengajian remaja sehingga anak asuh dapat bergaul dengan remaja yang ada di lingkungan sekitar. Khusus untuk malam jum’at biasanya anak asuh putra

saya ‘gak canggung dan malu berhubungan dengan masyarakat. Gambar 2. norma-norma dan nilai-nilai yang ada dan berlaku di masyarakat.62 mengikuti pengajian tahlilan yang diadakan oleh bapak-bapak di lingkungan sekitar. Anak-anak asuh yang sedang mengikuti kegiatan kerja bakti Keterlibatan anak asuh dalam kegiatan tersebut menjadikan anak asuh akan tahu bagaimana kebiasaan. wawancara pada tanggal 23 Mei 2007) sebagai berikut: “Dengan kami mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan masyarakat sekitar..” . Sayapun jadi lebih merasa dekat dan akrab dengan masyarakat. saya juga rutin mengikuti pengajian malam jum’at mbak. Seperti yang diungkapkan oleh Syarif Hidayat (salah satu anak asuh. selain itu juga akan terciptalah hubungan yang akrab dan hubungan yang baik dengan masyarakat..

Anak asuh ditugaskan untuk menarik uang sumbangan tersebut langsung ke rumah donatur tetap panti asuhan sehingga anak asuh dapat langsung berinteraksi dan berkomunikasi dengan donatur tersebut. anak asuh biasanya diberi uang saku satu minggu sekali. Begitupun uang pembayaran SPP langsung diberikan kepada anak-anak asuh. tidak dibayarkan langsung kepada pihak sekolah di mana anak asuh menempuh pendidikan formal. tidak diberi uang saku setiap hari. Donatur atau masyarakat juga berkesempatan untuk bertanya atau mengobrol dengan anak asuh tentang kondisi dan keadaan panti asuhan secara langsung. Hal ini agar anak asuh dapat bertanggung . Kejujuran dan tanggung jawab anak asuh dapat diketahui dari laporan administrasi dan uang donatur yang disetorkan kepada pengasuh. Untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab dalam hal keuangan. disesuaikan dengan tingkatan sekolah dan kebutuhan masing-masing anak asuh. Pemberian uang saku antara anak asuh yang satu dan yang lainnya tidak sama. Dengan pemberian uang saku satu minggu sekali anak asuh dilatih untuk dapat membagi-bagi sendiri bagaimana caranya agar uang saku tersebut harus cukup untuk satu minggu. Penarikan langsung kepada donatur secara langsung juga bertujuan untuk melatih kejujuran dan rasa tanggung jawab (dalam menyampaikan amanat berupa uang hasil dari donatur) anak asuh.63 Usaha yang dilakukan pengasuh untuk membantu sosialisasi anak asuh dengan masyarakat selain mengikutsertakan anak asuh dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat juga pengasuh memberikan tugas untuk menarik uang sumbangan bulanan kepada masyarakat yang sudah menjadi donatur tetap dalam panti asuhan.

hari besar) anak asuh pulang ke rumah bersama-sama tidak bergantian. pada hari minggu dan di buat secara bergantian diantara anak-anak asuh. Dengan begitu pengasuh mengetahui apakah anak asuh sudah dapat bertanggung jawab dan bersikap jujur dengan amanat yang diberikan oleh pengasuh. Khusus untuk hari-hari libur. Waktu untuk pulang ke rumah sudah ditentukan harinya yaitu pada hari minggu dan pada hari-hari libur sekolah. tanggung jawab dan kejujuran terutama dalam hal keuangan. Dengan adanya hal tersebut maka hubungan anak asuh dengan keluarganya tidak terputus dan tetap terjaga . Selama ini hal tersebut sangat efektif dan berhasil untuk melatih kedisiplinan. Untuk mengontrol hal ini biasany pengasuh atau pengurus panti asuhan mengecek kesekolah apakah uang SPP tersebut sudah atau belum dibayarkan kesekolah oleh anak asuh.64 jawab dengan amanat uang SPP tersebut untuk disetorkan kepada sekolah atau apakah nanti anak asuh tidak menyetorkan uang SPP tersebut. Setiap anak yang akan pulang ke rumah harus berpamitan dengan ibu asrama atau dengan pengasuh. Hubungan anak-anak asuh dengan keluarganya harus tetap dijaga dengan baik. Untuk itu maka anak asuh di panti asuhan diberi waktu tersendiri untuk pulang ke rumah bertemu dengan keluarganya. sehingga anakanak asuh dalam asrama panti asuhan dapat terkontrol dengan baik. selain hari minggu ( misalnya liburan sekolah atau libur hari. agar walaupun mereka (anak asuh) berada di panti asuhan akan tetapi anak asuh tidak kehilangan keakaraban dan keharmonisan dengan keluarganya. Anak-anak asuh dijadwal pulang ke rumah yaitu satu bulan sekali.

Seperti yang dituturkan oleh Pipit (salah satu anak asuh. Selain upacara tersebut. Jadi walaupun saya sudah di panti asuhan saya tetap bisa ketemu dengan keluarga saya”. biasanya juga akan diadakan khitanan masal (lima trahun sekali. jadi seneng kalau sedang dapat giliran buat pulang ke rumah. Setiap akhir tahun panti asuhan megadakan upacara pelepasan dan penerimaan anggota anak asuh di panti asuhan . Anak-anak yang di khitan tidak hanya anak-anak yang berada di panti asuhan akan tetapi juga anak-anak yang berasal dari luar panti asuhan yaitu anak-anak dari lingkungan sekitar.65 dengan baik. Kalau udah satu bulan kangen kepingin ketemu keluarga. Dengan upacara tersebut maka secara resmi anak asuh yang akan masuk sudah menjadi anggota besar keluarga panti asuhan dan anak-anak asuh yang sudah selesai menempuh pendidikan sampai tingkat SLTA di kembalikan kepada pihak keluarga secara resmi. wawancara pada tanggal 23 Mei 2007) sebagai berikut: ‘’ Saya biasanya pulang ke rumah satu bulan sekali atau kalau ‘gak ya pas hari libur. .

Pendidikan dan Ketrampilan yang diberikan Kepada Anak Asuh Pendidikan dan ketrampilan yang diberikan kepada anak asuh dalam panti asuhan adalah sebagai usaha untuk menciptakan pribadi yang mandiri dan mempunyai kecakapan hidup (life skill) sesuai dengan visi panti asuhan. C. Upacara pelepasan dan penerimaan anak asuh 2004/2005 Anak asuh yang sudah keluar dari panti asuhan biasany langsung bekerja. sebagian ada yang mencari pekerjaan sendiri dan ada pula yang disalurkan oleh panti asuhan ke Departemen tenaga kerja sesuai dengan ketrampilan dan bakat-bakatnya masing-masing. Sehingga nantinya diharapkan anak asuh setelah keluar dari panti asuhan sudah memiliki bekal pengetahuan dan ketrampilan guna untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan mampu melanjutkan hidup tanpa bergantung dengan . Selain itu juga ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi dengan di biayai oleh orang tua asuh.66 Gambar 3.

karena panti asuhan yatim PKU Aisyiyah cabang Blambangan merupakan panti asuhan yang didirikan oleh organisasi keagamaan yaitu agama Islam ( organisasi Aisyiyah). Pendidikan Agama (Islam) Pendidikan agama harus diberikan dan diajarkan kepada anak sejak dini. baik aqidah maupun ibadah. Sehingga anak akan terikat dengan Isalam. Kewajiban pendidik adalah menumbuhkan anak atas dasar pemahaman dan dasar-dasar pendidikan iman dan ajaran Islam sejak pertumbuhannya. Pendidikan-pendidikan dan ketrampilan yang diberikan kepada anak-anak asuh adalah sebagai berikut: 1. pembacaan tilawatil Qur’an . Pendidikan yang diberikan kepada anak asuh didasarkan pada pedoman pendidikan anak yang ada dalam ajaran agama Islam. Pendidkan agama Islam yang diberikan meliputi aqidah dan ahlak. agar anak asuh menjadi individu yang mempunyai dan memiliki kepribadian islami sebagai seorang muslim. mengkaji kandungan Al-Qur’an dan hadist.67 orang lain (hidup mandiri). 1981:151). karena agama merupakan pegangan dan pedoman hidup manusia. Ketrampilan-ketrampilan yang diberikan kepada anak asuh bertujuan agar dapat mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki anak asuh serta mendidik anak agar memiliki kecakapan hidup dan terampil. Oleh karena itu pengasuh berkewajiban untuk memberikan pendidikan agama Islam kepada anak asuh. Sebagai pemimpin dan teladannya (Nashih. disamping penerapan metode maupun peraturan sehingga anak hanya akan mengenal Islam sebagai din-nya Al-Qur’an sebagai imamnya dan Rasulullah Saw.

Kegiatan pengajian (pendidikan agama) dilaksanakan setelah solat magrib sampai waktu solat i’sya. Kegiatan pembacaan tilawatil Qur’an (PTQ).68 (PTQ) dan Ke Muhammadiyah-an. . Dengan pendidikan ahlak. Gamabar 4. rukun Iman dan sya’riat yang ada dalam agama Islam. anak asuh akan memiliki budi pekerti dan tingkah laku uang baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan aqidah diberikan agar anak asuh keyakinan yang kuat atas ajaran Islam sehingga anak dapat mengingat dan terikat serta dapat menjalankan rukun Islam. Anak asuh juga mengkaji Al-Qur’an dan hadist agar anak asuh bisa menjalankan hidup sesuai Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup imat muslim dan bisa mencontoh teladannya yaitu Rasulullah Saw. Dengan pemahaman aqidah yang baik dan benar maka anak asuh akan mempunyai keyakinan yang kuat atas agama yang di peluknya.

membaca ayat cuci Al-Qur’an. juga diberikan dalam bentuk penanaman pelaksanaan ibadah yangn harus dilakukan anak asuh setiap hari yaitu kewajiban menjalakan ibadah solat lima waktu. Dengan pendidikan agama yang diberikan anak asuh sangat merasakan manfaatnya karena mereka (anak asuh) menjadi lebih memahami dan mengerti tentang ajaran agama Islam sebagai pedoman hidup mereka.69 Kegiatan pendidikan agama Islam disusun dengan jadwal harian (waktu. Disampaing pendidikan agama diberikan dalam bentuk pengajian ba’da magrib. Pendidkan Moral (Ahlak) Para pendidik terutama ayah dan ibu. berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan moral (ahlak) yang baik kepada mereka (anak asuh) sesuai dengan ajaran agama Islam. mendidik anak untuk melakukan . dapat dipercaya. Pengasuh sebagai pengganti ayah dan ibu bagi anak asuh. Seperti yang diungkapkan oleh Ristiyanah (salah satu anak asuh. 2. 1981:179). karena setelah saya mendapatkan pendidikan agama saya jadi memahami betapa pentingnya agama sebagai prinsip hidup dan pedoman hidup di dunia dan bekal hidup di akhirat”. puasa dan lainlain. wawancara pada tanggal 23 Mei 2007) sebagai sebagai berikut: “ Saya senang mengikuti pengajian. Misalnya yaitu: mendidik anak untuk berlaku benar. mempunyai tanggung jawab sangat besar dalam mendidik anak-anak dengan kebaikan-kebaikan dan dasar-dasar moral (Nashis. Pembimbing yang menyampaikan materi kepada anak asuh setiap hari berganti-ganti atau tidak sama sesuai dengan materi yang akan disampaikan (disesuaikan dengan bidang kajiannya). hari dan pembimbing).

misalnya anak asuh yang sedang bertugas untuk menarik uang sumbangan donatur tiap bulan harus dengan “unggah-ungguh” yang baik. mencuri. membolos sekolah. sopan dalam berbicara. menolong orang yang membutuhkan pertolongan. misalnya: berbohong. baik dalam mengerjakan tugas harian ataupun belajar anak asuh yang lebih dewasa membimbing anak asuh yang lebih kecil). berbicara dengan halus dan sopan dengan orang lain misalnya. Untuk menghindari perbuatan-perbuatan tersebut pengasuh mengajarkan dan sangat menekankan kejujuran. Pendidikan moral (akhlak) yang diberikan kepada anak asuh diterapkan pada kehidupan sehari-hari anak asuh. serta perbuatan-perbuatan tercela lainnya. Dalam menjalankan aktifitas sehari-hari di asrama panti asuhan dibiasakan untuk tolong menolong dalam segala hal. Kebiasaan-kebiasaan baik yang di lakukan anak asuh misalnya: adab sopan santun dalam bergaul baik dengan teman maupun dengan masyarakat. saling menghormati. menjauhi perbuatan yang tercela. karena dengan kejujuran anak asuh akan bisa bertanggung jawab dengan apa yang diucapkan serta apa yang .70 kebiasaan-kebiasaan yang baik. berbicara dengan orang yang lebihh tua menggunakan bahasa krama inggil (bahasa jawa halus). Setiap anak asuh harus pamit atau meminta izin kepada ibu asrama atau pengasuh jika akan pergi atau akan pulang ke rumah. Dalam bergaul dengan orang lain atau masyarakat sopan santun anak asuh selalu dijaga. Menghindari perbuatan yang tercela. mengucapkan salam terlebih dahulu sebelum masuk ke rumah dan lainlain. sopan santun dalam berperilaku dan lain-lain.

Anak asuh sangat sengan dengan berbagai ketrampilan yang diberikan karena mereka bisa merasakan manfaatnya sebagai bekal masa depan mereka. wawancara pada tanggal 23 Mei 2007) sebagai berikut: “Senang banget bisa belajar bermacam-macam ketrampilan di panti asuhan mbak. Selain mengajarkan pendidikan moral secara teori (melalui pengajian). sekarang ya sudah lumayan bisa. Dengan kecakapan yang dimiliki anak asuh diharapkan mereka akan dapat hidup mandiri dengan bekerja sesuai dengan ketrampilan dan bakat yang mereka miliki setelah keluar dari panti asuhan.71 dilakukannya. sehingga anaka asuh nantinya memiliki kecakapan vokasional. Anak-anak asuh di panti asuhan selain mendapatkan pendidikan agama. . soalnya dari yang tadinya saya ga’ tahu dan ga’ bisa. 3. Nanti bisabuat bekal usaha kalau saya sudah ga’ di panti asuhan”. saya jadi tahu dan bisa. memasak dan membuat makanan ringan. pendidikan moral (ahlak) dan pendidikan formal (sekolah) juga mendapatkan berbagai macam ketrampilan.html). Hal ini seperti yang dituturkan oleh Dwi Arni (salah satu anak asuh. pengasuh juga memberikan contoh yang nyata dengan tingkah laku dan perbuatan-perbuatan yang baik dan terpuji. ketrampilan menjahit. kecakapan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu yang terdapat dalam masyarakat (Dikmenum: 2005: http/forum/dikmenum. Misalnya saya kan dulu kan ga’ bisa. Kecakapan vokasional merupakan “kecakapan kejuruan”. Ketrampilan-Ketrampilan yang diberikan Kepada Anak Asuh. ketrampilan komputer. Ketrampilan-ketrampilan yang diberikan kepada anak asuh meliputi: Ketrampilan membuat kerajinan tangan.

hiasan bunga dan tas. dan lain-lain. Gambar 5. Pelatihan ketrampilan dilaksanakan pada sore hari dan pada hari minggu. membuat jadwal panti asuhan. Anak asuh yang sedang mengikuti ketrampilan menjahit. belum diproduksi untuk dijual. pihak panti asuhan sudah membuka satu rental komputer yang dikelola oleh anak asuh . Ketrampilan membuat kerajinan tangan misalnya. Khusu untuk ketrampilan komputer. Ketrampilan komputer dan mengetik biasanya dimanfaatkan anakanak asuh untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah. Ketrampilan memasak dan membuat makanan ringan serta baru diproduksi untuk memenuhi kebutuhan anak-anak asuh saja. hasil dari kerajinan tangan tersebut ada yang di jual dan ada juga sebagian yang dipakai sendiri oleh anak-anak asuh.72 Ketrampilan yang diajarkan kepada anak asuh disampaikan oleh pembimbing yang sudah ditunjuk oleh pihak panti asuhan yang disesuaikan dengan bidang keahliannya masing-masing.

Kesenian rebana. kelompok paduan suara. Kegiatan olah raga meliputi: bulu tangkis. Untuk kegiatan kesenian. kaligrafi dan kegiatan tapak suci. Dengan kegiatan olah raga maka kesehatan jasmani anak-anak asuh akan terjaga dengan baik. sepak bola senam kesehatan jasmani (SKJ). misalnya sehabis pulang sekolah atau pada hari minggu dan hari-hari libur secara bergantian oleh anak asuh. Uang yang dihasilkan dari usaha rental komputer tersebut dimasukan dalam kas panti asuhan sebagai dana tambahan uantuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anak asuh. selebihnya diserahkan kepada orang yang sudah ditunjuk oleh pihak panti asuhan. Pelaksanakn kegiatan olah raga dilaksanakan pada sore hari dan hari minggu. Pengelolaan rental komputer oleh anak asuh dilaksanakan pada waktu-waktu senggang.73 dan dibimbing serta dibantu satu orang yang ahli dalam bidang komputer. Panti asuhan selain memberikan ketrampilan-ketrampilan juga memberikan kegiatan olah raga dan kegiatan kesenian. selain itu juga bisa menunjang pendidikan jasmani dan kesehatan di sekolah mereka. dan lain-lain. tenis meja. antara lain. .

wawancara pada tanggal 20 Mei 2007) sebagai berikut: “Kalau mengikuti lomba-lomba atau porseni-porseni alhamdulillah kami sering mendapatkan juara.74 Gambar 6. meraih piagam . Kegiatan olah raga dan kegiatan kesesnian sering diikutkan dalam berbagai lomba-lomba dan porseni-porseni panti asuhan dan sering mendapatkan juara. Juara 1 lomba paduan suara tahun 2003 tingkat propinsi Jawa Tengah. ada yang tingkat kabupaten bahkan sampai tingkat propinsi karena anak-anak asuh biasanya sangat bersemangat mengikutinya”. Seperti yang dituturkan oleh Ibu Krispaliyana (ibu asrama panti asuhan putrid. juara 1 lomba kaligrafi tahun 2004 tingkat propinsi Jawa Tengah. Prestasi-prestasi yang pernah diraih oleh anak-anak asuh antara lain: juara 2 bola volly tahun 1992 porseni panti asuhan se-Jateng. Anak-anak asuh yang sedang menampilkan kesenian rebana. juara 2 tenis meja tahun 1992 porseni panti asuhan se-Jateng.

75 penghargaan sebanyak 9 (sembilan) kali pada tahun 2005 dalam rangka popda tapak suci tingkat kabupaten Banjarnegara. Dengan UEP diharapkan setelah anak asuh keluar dari panti asuhan bisa memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman yang telah didapatkan di panti asuhan untuk membuka usaha sendiri agar dapat hidup mandiri. Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dalam bidang pertanian dikelola oleh orang yang ahli dalam bidang pertanian yang sudah ditunjuk pihak panti asuhan dan dibantu oleh anak-anak asuh secara bergantian dengan . Gambar 7. perikanan dan rental komputer. Anak asuh yang sedang mengikuti porseni tenis meja panti asuhan se. 4.Jateng. Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Usaha Ekonomi Produktif (UEP) panti asuhan merupakan sarana yang digunakan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada anak asuh dalam bidang wirausaha. Usaha Ekonomi Produktif (UEP) panti asuhan meliputi: pertanian.

Gambar 8. Pengelolaan usaha perikanan diserahkan sepenuhnya kepada anak-anak asuh. Kolam yang dipakai untuk usaha perikanan ini adalah kolam milik panti asuhan sendiri.76 jadwal yang sudah ditentukan. meliputi ikan gurami dan ikan lele. Tugas dalam pemeliharaan dan perawatan usaha perikanan oleh anak asuh dijadwal secara bergantian. Lahan yang digunakan untuk Usaha Ekonomi Produktif (UEP) pertanian merupakan lahan yang disewa oleh panti asuhan. maka mereka akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang cara-cara dalam pengelolaan lahan pertanian. Dengan anak-anak asuh membantu pengelolaan usaha tersebut. Tanaman yang ditanam meliputi: padi. Usaha perikanan ini mulai dari pembibitan ikan sampai ikan besar untuk konsumsi. sehingga anak-anak asuh mempunyai kesempatan untuk belajar berwirausaha. UEP perikanan yang sedang dipanen. . Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dalam bidang perikanan dikelola oleh anak-anak asuh. jagung dan kacang tanah.

77 Usaha rental komputer dikelola oleh satu orang yang ahli dalam bidangnya dan dibantu oleh anak-anak asuh. pertanian dan rental komputer digunakan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak asuh dan untuk menambah pemasukan bagi panti asuhan. Hasil dari Usaha Ekonomi Produktif yaitu perikanan. . Dengan ketrampilan komputer yang telah diperoleh anak asuh maka dapat diterapkan dalam usaha rental komputer yang dijalankan oleh panti asuhan.

pendidikan moral menjadikan anak asuh mempunyai tingkah laku dan perbuatan sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang ada.78 BAB V PENUTUP A. kabupaten Banjarnegara dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. mendidik dan mengasuh anak asuh adalah menerapkan pola pengasuhan demokratis. Pendidikan yang diberikan kepada anak-anak asuh meliputi: pendidikan agama dan pendidikan moral. 2. Dengan pendidikan agama anak asuh menjadi pribadi yang memiliki keyakinan agama yang kuat sebagai pedoman hidup. Pola pengasuhan yang diterapkan di panti asuhan dalam merawat. 78 . Simpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai pola pengasuhan anak di panti asuhan yatim PKU Aisyiyah cabang Blambangan kecamatan Bawang. Pola pengasuhan demokratis digunakan dengan alasan karena anak-anak asuh yang berada di panti asuhan merupakan anak usia sekolah yang dianggap sudah cukup umur (usia 6 sampai 19 tahun) untuk dapat memahami dan mengerti mengenai aturan-aturan yang ada dan perbuatanperbuatan yang baik serta perbuatan-perbuatan yang tidak baik sehingga mereka secara sadar dan bertanggung jawab dapat melaksanakan normanorma dan nilai-nilai yang ada.

B. agar dapat dimanfaatkan setelah keluar dari panti asuhan untuk membuka usaha sendiri. Saran 1. Ketrampilan-ketrampilan yang diberikan kepada anak asuh merupakan sarana untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki anak asuh. Ketrampilan-ketrampilan yang diberikan kepada anak asuh perlu ditambah lagi. serta agar anak asuh memiliki kecakapan vokasional (kecakapan kejuruan) sehingga setelah keluar dari panti asuhan dapat hidup mandiri. . Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman berwirausaha kepada anak asuh.79 3. b. 4. agar anak-anak asuh lebih banyak memiliki ketrampilan untuk bekal hidup dan agar mampu hidup mandiri. Pengawasan terhadap pelaksanaan aturan dan tata tertib panti asuhan serta tingkah laku anak-anak asuh perlu ditingkatkan agar aturan dan tata tertib panti asuhan dapat berjalan dengan baik serta tingkah laku anak-anak asuh tetap dapat terkontrol. Bagi pihak panti asuhan a.

Ketrampilan-ketrampilan dan pengetahuan serta pengalaman dalam pengelolaan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang didapatkan anakanak asuh di panti asuhan diharapkan dapat dimanfaatkan setelah keluar dari panti asuhan agar dapat hidup mandiri. . Anak-anak asuh diharapkan untuk lebih belajar dengan giat dan tekun. serta mengikuti pendidikan formal dan non formal yang diberikan dengan baik untuk bekal masa depan. b.80 2. Bagi anak-anak asuh a.

1997. Lexy. Memelihara Kelangsungan Hidup Anak Menurut Ajaran Islam. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Makalah disajikan dalam peraturan penelitian pemula dosen-dosen IKIP Semarang. Shochib. Moeljono. Suyanto.go. Khoiruddin.id. Jakarta: Rajawali.O. Ihromi. Semarang: CV. Jakarta: Prenada Media. Arikunto. IKIP Semarang Press. Kartini. Sosiologi Pendidikan. 2000. Dwi J. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Rohidi. Pola Asuh Orang Tua. Pendekatan Sistem Sosial Budaya dalam Pendidikan. Majelis Ulama Indonesia. Bandung: Tarsito Nashih Ulwan. 1999. Pedoman Penulisan Skripsi. Jakarta: Rineka Cipta. T. Soekanto. Yogyakarta: Liberty.81 DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. ASYSYFA’. Departemen Agama. Bagong. Jakarta: Gramedia. Suharsimi. Sulaiman. Soerjono. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. 1990. Djoyomartono. S. dkk. dkk. Mengenal Penelitian Kualitatif. Pengantar Pendidikan. 2002. Fakultas Ilmu Sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2003. Pola Asuh Orang Tua. Bandung: Remaja Rosdakarya. IKIP Semarang Press. 2000. . Poerwadarminto. 1994. 1981. Jakarta: UNICEF. Kartono. 2004. Moleong. 2003. Nasution. (2 Januari 2007). Sosiologi Keluarga. Pedoman Pendidikan Anak dl Islam. Kunaryo. 2004. Sosiologi Suatu Pengantar.dikmenum. Hadikusumo. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Tjejep Rahendi. Universitas Negeri Semarang. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan. Jakarta: Rineka Cipta. Kepribadian Siapakah Saya?. Narwoko. Moh. Abu. 1992.. http:// swww. 1988. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 2002. Abdullah. 2002. 2002.

Rochmah Puji Widodo Unit Identifikasi : Ny. S. Krispaliana Pujiwati Unit Penyaluran : Hj.82 . Siti Zulaichah Hj. Musarofah Ibu Asrama: Dra. Krispaliana Pujiwati Ny. Uzair Ikhsan Unit Pembina : Dra. Ny. Sekretaris : Ny. Sa’ddiyah Abudari Ny. Saonah Suwarno . BAGAN SUSUNAN PENGURUS PANTI ASUHAN Ketua: Hj. Rosinah Hadi Mulyono Ny. Surmini Taufik Z. Marliyah Martoyo Unit Usaha: Hj. Siti Rochmah S. Siti Masithoh Bendahara: Hj.

14. 32. 33. 15. 18. 34. 42. 28. 10. 13. 2. 41. 30. 17. 8. 11. 31.83 Daftar Anak Asuh Panti Asuhan Yatim PKU Aisyiyah Tahun Ajaran 2006-2007 No. 19. 25. 37. 20. Nama Fajar Novianto Kuat Adi Suripto Imam Fadulloh Hendiono Juni Sentosa Arif setiawan Sutriyono M. 35. Yosi Afriyadi Aji Triyono P. 7. 40. 21. Aji Darmawan Slamet Turohman Brayen Fernando Misringah Titi Puji Rahayu Dwi Setiowati Fiska Maltin S. 26. 27. 5. 12. 29. 22. 9. 23. 24. 4. 38. Meta yuprihati L/P L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L P P P P P SD III V IV III III VI II V III VI III III IV SMP III III III II II II II I I I III I II SMA I I II III II III II I II II II I I I II - . 36. 6. 1. 3. 16. Sapto Raharjo Miftahudin Mutholib Rudianto Masruh Mahmudi Ngatoilah Sugeng riyadi Ragil Kumoro Misngadi Sarip Hidayat Agus Setiono Bahtiar Eko Supriyono Imam Hidayat Hengki Avian Panggih Prabowo Yuli Purwandi Dita Supriyadi Tugino Ciki ken Winasto David Indra yanto Tunjang Mekar yanto M. Fajar S. 39.

45. 73. 65. 58. Nama Putri Intan A. Ismi Riyanti Murni L/P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P SD IV - SMP III II II II II I I I I I I II III I III II I SMA I I III II III III II II II II II I I - DAFTAR INFORMAN . 61. Siswati Eka Nurmusiam Sriningsih Siti Napsiah Ristiana Febrian Sartini Asih Erna Yuliana Erna Yuliani Bawon Tri Susanti Eka Safitri H. 48. 69. 52.84 No. 55. 49. 71. 44. 66. 70. 46. 43. 50. 62. 57. 59. 60. 54. Nofi Trisnowati Rita Septiana Dwi Arni Doso Pangstuti Urip Nurwasilah Yani Budisarifah Qodariyah Nurngaidah Jaenah Yeni Sugiarti Tri Susanti Ruswati Nurseptiningsih Rohyati Pitriana Isna Ristianah Suratini Niem evi K. 64. 47. 51. 67. 68. 63. 53. 56. 72.

Basri AD.I : Guru : Blambangan : Ibu asrama panti asuhan putrid dan pengurus : Ny. : 66 tahun : MAAIN : Pensiunan guru : Blambangan : Pengasuh (Pembina keagamaan) : Hj. Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat Jabatan 4. Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat Jabatan 6. Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat Jabatan 3.85 1. Krispaliyana Pujiwati : 40 tahun : S. Siti Zulaichah : 54 tahun : PGA N : Ibu rumah tangga : Blambangan : Bendahara : Dra. Rocmah Puji Widodo : 60 tahun : PGA N : Ibu rumah tangga : Blambangan : Ibu asrama panti asuhan putra . : 64 tahun : Pendidikan Guru agama Negeri (PGAN) : Pensiunan guru agama : Blambangan : Ketua II Panti asuhan dan pengasuh : H. Siti Masithoh : 56 tahun : SLTA : Pensiunan guru : Blambangan : Ketua Aisyiyah dan pengasuh : Ny. M. Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat Jabatan 2. Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat Jabatan : Hj. Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat Jabatan 5. Surmini Taufik Z.

86 7. Musarofah : 55 tahun : PGA N : Guru : Blambangan : Pengurus . Marliyah Martoyo : 57 tahun : SLTA : Ibu rumah tangga : Blambangan : Pengurus dan pengasuh : Mukodam : 58 tahun : PGA N : Guru : Blambangan : Pengasuh : Hj. S. Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat Jabatan : Hj. Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat Jabatan 9. Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat Jabatan 10. Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat Jabatan 8. Uzair Ikhsan : 52 tahun : SLTA : Wiraswasta : Blambangan : Pengurus : Ny.

10. : 16 tahun : SMK : Sartini Asih : 16 tahun : MAN : Yani Budi S. Nama Umur Pendidikan 11. 7. Nama Umur Pendidikan . 8. 6. 5. 4. 9. : 17 tahun : MAN : Mutholib : 17 tahun : SMA : Rudi Anto : 17 tahun : SMA : Ruswati : 17 tahun : SMA : Qodariyah : 17 tahun : SMK : Misngadi : 18 tahun : SMA 2. Nama Umur Pendidikan Nama Umur Pendidikan Nama Umur Pendidikan Nama Umur Pendidikan Nama Umur Pendidikan Nama Umur Pendidikan Nama Umur Pendidikan Nama Umur Pendidikan Nama Umur Pendidikan : Dwi Arni : 15 tahun : SMA : Kuat : 16 tahun : SMA : Imam Fatdluloh : 16 tahun : SMA : Imam H. 3.87 DAFTAR RESPONDEN 1.

Nama Umur Pendidikan 17.88 12. Nama Umur Pendidikan 22. Nama Umur Pendidikan 13. Nama Umur Pendidikan 14. Nama Umur Pendidikan 16. Nama Umur Pendidikan 21. Nama Umur Pendidikan 20. Nama Umur Pendidikan 18. Nama Umur Pendidikan : Agustina : 18 tahun : SMK : Bacthiar : 18 tahun : SMA : Ristiyanah : 18 tahun : SMA : Jaenah : 18 tahun : SMA : Nur Septiningsih : 18 tahun : SMA : Sugeng Riyadi : 18 tahun : MAN : Rochyanti : 18 tahun : SMA : Pitriana Isnahidaini : 18 tahun : SMA : Mahmudi : 19 tahun : SMK : Syarif Hidayat : 20 tahun : SMK : Miswanto : 20 tahun : SMK . Nama Umur Pendidikan 15. Nama Umur Pendidikan 19.

: 13 tahun : SMP : Fajar Novianto : 14 tahun : MTs : Novi Trisnawati : 14 tahun : SMP : Eka Safitri h. Nama Umur Pendidikan 25. Nama Umur Pendidikan 30. Nama Umur Pendidikan 26. Nama Umur Pendidikan : Yosi A. : 12 tahun : MTs : M. : 14 tahun : SMP : Rystiana F. Nama Umur Pendidikan 27. Nama Umur Pendidikan 24. Nama Umur Pendidikan 29. : 15 tahun : MTs : Sriningsih : 16 tahun : SMP .89 23. Nama Umur Pendidikan 28. : 14 tahun : SMP : Rita Septiani : 14 tahun : SMP : Sutriyono : 15 tahun : SMP : M. Nama Umur Pendidikan 33. Aji Dermawan : 12 tahun : MTs : Bryan F. Nama Umur Pendidikan 31. Fajar S. Nama Umur Pendidikan 32.

Nama Umur Pendidikan 36. Nama Umur Pendidikan 37. : 12 tahun : SD : Yuli Purwandi : 11 tahun : SD : Misringah : 10 tahun : SD : Murni : 15 tahun SMP : SMP . Nama Umur Pendidikan : Siti Nafsiyah : 16 tahun : SMP : Juni Sentosa : 18 tahun : SMA : Ciki Ken Winasto : 17 tahun : SMA : Slamet T. Nama Umur Pendidikan 40.90 34. Nama Umur Pendidikan 39. Nama Umur Pendidikan 35. Nama Umur Pendidikan 38.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->