Dalam kehidupan sehari-hari maka trauma pada sendi pergelangan kaki dan terutama dari sendi talo

-cruralnya, adalah trauma yang sering sekali terjadi. Tidak hanya mereka yang memang kerjanya menggunakan sendi ini secara dipaksakan (seperti misalnya olahragawan dan terutama pemain sepakbola) tetapi juga para ibu yang menggunakan hak sepatu yang tinggi sangat peka terhadap trauma di daerah ini. Penting diingat bahwa sendi ini mutlak untuk lokomosi manusia. Selain sering, trauma yang ringan saja sudah akan menimbulkan cacad untuk berjalan. Cacad ini kadang-kadang tidak berupa cacad yang temporair, tapi dapat merupakan suatu cacad yang permanen apabila tidak dilakukan pengelolaan serta penatalaksanaan secara baik sejak semula.

Ditambah lagi oleh suatu fakta bahwa trauma pada daerah ini mudah diikuti oleh suatu Osteoarthritis post-traumatika karena memang bentuk persendiannya yang khas dan majemuk. Oleh karena itu problema pengelolaan trauma pada sendi ini mempunyai arti sosial dan ilmu kedokteran yang cukup penting. Dan harus diakui bahwa pengobatannya memang sulit. Sebelum memulai mempelajari cara-cara pengelolaan yang terbaru, adalah penting sekali kita memahami betul-betul anatomi dari persendian ini dan menghayati faktor-faktor penyebabnya. Trauma pada sendi ini yang dapat menimbulkan patah tulang, pada dasarnya juga dapat menyebabkan robekan ligamen, dan apa yang disebutkan sebagai LIGAMEN TOUS FRACTURE terlepasnya insersi ligamen pada tulang. Atau dengan kata-kata lain, mekanisme dasar yang bertanggung jawab terhadap sprain, ligamentous injuries dan fraktur sekitar sendi ini adalah sama. Untuk pengelolaan yang baik maka perlu kita perhatikan beberapa hal, antara lain : · Perlu mempunyai ketrampilan yang tinggi · Mengenal jenis trauma secepat mungkin · Mencegah salah-tindak sejak semula (mismanagement) · Mencegah over-treatment dari trauma yang tidak begitu berat/ringan.

ANATOMI SENDI PERGELANGAN KAKI (ANKLE JOINT)

Yang memegang peranan paling penting pada trauma dari pergelangan kaki adalah sendi talocrural, karena itu yang biasanya diartikan dengan ankle joint adalah sendi ini. Penting oleh karena pada sendi talocrural ini os talus diapit oleh kedua tangkai garpu yang dibentuk oleh kedua malleoli. Integrasi peranan tulang dan ligamenta pada sendi ini unik sekali. Pada sisi

juga bertanggung jawab terhadap penentuan jenis trauma yang terjadi. mengikat malleolus medialis pada os navicular serta calcaneus dan talus (Tibio navicular. Dengan kata lain gerakan-gerakan melebar-menyempit oleh karena terdorong. (b)Persendian fibula-tibia distal adalah sesuatu yang rigid/kaku. MEKANISME TRAUMA . Tidak lengkap kiranya mempelajari anatomi sendi pergelangan kaki tanpa menyebut bermacam. Pada sisi lateral ligamenta yang tampaknya tidak sekuat ligamen deltoid mengikat malleolus lateralis pada calcaneus dan talus serta tibia (Fibulocalcaneal.medial kita lihat dengan jelas ligamen deltoid yang amat kuat yang terdiri dari tiga bagian. Kebanyakan patah tulang malleoli tidak disebabkan oleh trauma yang langsung tetapi oleh trauma yang indirek berupa : (i) bending. Bentuk tulang-tulang sekitar sendi ini juga memainkan peranan yang penting. Anterior talofibular serta anterior tibiofibular). Dulu ada dua persangkaan yang salah. maka dengan sendirinya pada waktu dorsifleksi tangkai garpu malleolar akan melebar serta me.nyempit lagi waktu plantarfleksi.macam istilah yang terdapat pada sendi ini seperti : Plantarfleksi dan dorsifleksi Eversi dan inversi atau Rotasi Eksternal dan Internal Istilah-istilah Pronasi-supinasi untuk kaki bagian depan (forefoot) serta Abduksi-adduksi untuk bagian belakang (hindfoot). Kalau diperhatikan perbedaan sumbu anatomik dan sumbu fungsionil sendi talocrural yang cukup besar serta beda lebar os talus bagian depan dan bagian belakang (1. terdapat pada sendi tibiofibular distal ini.5 -. Ligamenta ini yang mempertahankan stabilitas sendi talocrural dan menentukan gerakan lingkup sendinya (ROM = Range of Motion). (ii) twisting dan (iii) tearing pada ligamentanya. yaitu : (a)Fibula/Malleolus lateralis tidak berperan dalam menahan daya (berat badan) pada sendi ini. tibiocalcaneal dan talotibial ). Hubungan tibia dan fibula (syndesmosis) dipertahankan oleh Anterior Tibiofibular dan Posterior Tibiofibular serta ligamen interosseus yang merupakan lanjutan daripada membrana interossea pada tungkai bawah.2 mm lebih lebar pada bagian depan). Maka dari itu mempertahankan hal ini juga penting pada pengobatan trauma sekitar sendi pergelangan kaki ini.

Kekuatankekuatan indirek yang sama. 5. menghubungkan trauma yang terdapat pada ligamen-ligamennya. Banyak pengarang telah melakukan penyelidikan pada material klinis mereka berdasarkan pembagian dari LAUGE HANSEN ini.Penyelidikan-penyelidikan mekanisme trauma pada sendi talocrural ini telah dilakukan sejak lama sekali. Satu hal yang penting yang dapat selalu ditarik dari dasar pembagian ini adalah kita dapat mengenal mekanismenya dari trauma dan kemudian setelah melihat penemuan radiologik .8% fraktur sekitar sendi talocrural. Trauma Pronasi/Abduksi. Mengenai trauma inversi juga telah dilakukan penyelidikan-penyelidikan eksperimentil dan memang dapat dihasilkan secara eksperimentil tapi suatu trauma inverse hampir tidak pernah akan ditemukan dalam kehidupan sehari. Sekitar 6 -. Tapi baru setelah tahun 1942 oleh penemuan-penemuan berdasarkan penyelidikan eksperimentil pada preparat-preparat anatomik.hari. 1. Tidak begitu sering.dudukan kaki pada saat itu serta arah rotasi . robekan ligament serta patah tulang pada sendi talocrural adalah suatu kesatuan aetiologi. hanya kuranglebih 7 -. Trauma Pronasi/Eversi. Perlu ditekankan kembali bahwa sprain . Antara 9 -. Trauma Supinasi/Adduksi. 3. 4.15% dari fraktur sendir talocrural termasuk golongan ini. Trauma supinasi/Eversi Dalam jenis ini termasuk lebihdari 60% dari fraktur sekitar sendi talocrural. tergantung dari ke.17% fraktur senditalocrural. 2. Trauma Pronasi/Dorsifleksi. Sangat jarang terjadi tapi perludisebutkan. LAUGE HANSEN dari Denmark berhasil melakukan pem bagian dari jenis-jenis trauma serta berdasarkan pembagian ini hampir semua fraktur serta trauma dapat dibagi dalam 5 dasar mekanismenya.

dan singkirkan kemungkinan adanya kerusakan dengan tidak terdapatnya nyeri tekan setempat serta tidak adanya pernbengkakan pada daerah tersebut. Lakukanlah palpasi pertama pada daerah yang paling tidak memberikan rasa nyeri.8 kg saja. Untuk mendapatkan pandangan yang lebih baik mengenai permukaan sendi talocrural.sendi talocrural atau yang bekerja pada setiap jenis trauma. Biasanya pemotretan dari dua sudut.Penting pula diingat bahwa nyeri daerah ini mungkin juga disebabkan oleh karena terdapatnya fraktur pada os calcaneus atau pada basis os metatarsal ke lima. karena pemeriksaan ini hanya akan memberikan keterangan yang sedikit sekali mengenai kerusakan pada ligamenta. suatu pandangan anteroposterior dengan kaki dalam inversi dapat dilakukan. Ligamenta yang mudah diperiksa antara lain adalah : Medial ligamen. LESIS menemukan bahwa untuk fulcrum 1 m cukup kekuatan sebanyak 5 -. Pandangan oblique tidak banyak dapat Menambah keterangan lain. anteroposterior dan lateral sudah akan memberikan jawaban adanya hal-hal tersebut. Sedangkan suatu kekuatan direk yang diperlukan untuk menyebabkan kerusakan yang sama. harus kurang lebih 100 kali lebih kuat DIAGNOSA KLINIK Diagnosa pasti mengenai trauma pada sendi talocrural tidak dapat didasarkan secara radiologik saja. Kekuatan indirek ini sebenarnya kecil. hal . Batasan dari gerak atau adanya rasa nyeri harus diperhatikan. Suatu stress X-ray dapat dibuat untuk melihat berapa luas robekan dari ligamen. Komponen fibulocalcaneal serta talofibular anterior dari ligamen lateral. Ligamen tibiofibular inferior. Misalnya kedua malleoli dapat diraba. DIAGNOSA RADIOLOGIK Pemeriksaan radiologik perlu dilakukan bilamana dicurigai adanya patah tulang atau disangka adanya suatu robekan ligamen. Pada setiap pemeriksaan. Bilamana ligamenta ini tidak nyeri pada perabaan dan dapat ditegangkan tanpa memberi rasa sakit. dan bilamana tidak memberi rasa nyeri pada penekanan maka kemungkinan fraktur pada kedua nya kecil sekali. Diagnosa pada sendi talocrural membutuhkan palpasi secara metodik oleh karena kebanyakan struktur yang penting berada langsung dibawah permukaan kulit. kemungkinan kerusakan adalah kecil. Untuk mengetahui stabilitas sendi talocrural perlu hubungan talus dengan kedua tangkai garpu malleolar diperiksa. dibanding dengan panjang lever yang misalnya satu meter sudah dapat menimbulkan fraktur. lingkup gerak sendiharus diperiksa secara teliti.

Bilamana penderita itu datang dengan sudah berjalan pada kaki tersebut tanpa terlihat adanya dislokasi. Bilamana tidak stabil sudah dapat dipastikan bahwa struktur-struktur pada kedua sisi (medial dan lateral) dari sendi talocrural ini rusak. (Partial rupture of the lateral ligament) sering sekali terjadi. PENGELOLAAN TRAUMA YANG STABIL. maka kemudian kita fikirkan jenis yang mana dari trauma yang kita hadapi.ini terutama berguna untuk liga. Diastasis sendi (syndesmosis) tibiofibular distal penting sekali untuk dikenali. inversi dan adduksi. SPRAINED ANKLE. Pada waktu mula-mula melihat suatu trauma sekitar sendi ini. tapi tidak mutlak. Tapi tidak ada suatu cara khusus untuk melihat luasnya diastasis ini. rotasi internal. Kita anggap trauma ini tidak stabil bila terdapat risiko kemungkinan adanya suatu : (i) dislokasi. Bilamana secara klinis sudah dapat dipastikan bahwa terdapat kerusakan pada kedua sisi. eversi dan abduksi. sebaiknya kita bedakan dahulu apakah trauma itu sesuatu yang stabil atau tidak stabil. dapat dianggap bahwa trauma tersebut stabil. selalu harus diperhatikan akan kemungkinan adanya suatu diastasis. Suatu fraktur fibula diatas permukaan sendi talocrural (dapat sampai setinggi 1/3 proksimal fibula) secara tersendiri (tanpa fraktur tibia pada ketinggian yang sama). Penggunaan elastisch verband sangat dianjurkan dan biarkan penderita tetap berjalan serta melakukan gerakan-gerakan aktip pada sendi ini.menta lateral. Tapi bila tidak terdapat subluksasi ini. Diastasis juga jelas bila ada subluksasi talus menjauhi malleolus medialis. Sedangkan jenis yang jarang terjadi adalah jenis berputar kedalam (twisting inwards). rotasi eksternal. kadang-kadang sukar sekali diobati. belum berarti tidak adanya suatu diastasis. Tujuan utama pengobatan adalah mengurangi pembengkakan serta mengurangi kekakuan. Paling sering tentunya adalah jenis yang dalam mekanisme trauma sudah kita bahas yaitu jenis dengan kaki yang berputar keluar (twisting putwards). . Atau dengan kata lain bilamana kerusakan itu hanya terdapat pada satu sisi maka trauma ini stabil dan penggunaan salah satu cara immobilisasi boleh dilakukan (optional). (ii) distorsi dan (iii) pelebaran dari ankle mortice. PENGELOLAAN KLINIK Penting sekali dalam pengelolaan trauma sendi talocrural untuk membuat suatu rencana yang baik.

ini dapat diperlakukan sebagai suatu robekan ligamen lateral yang partial . Diagnosa setelah pemeriksaan klinis dipastikan dengan membuat Stress X-ray. TWISTING -. Pendapat mengenai harus dilakukan immobilisasi serta repair secara chirurgik belum dapat diterima. adanya peralatan untuk tin.OUT INJURIES.Ruptur komplit dari ligamen lateral. tapi penting harus kita ingat bahwa beberapa syarat harus dipenuhi yaitu : y Reposisi sesempurna mungkin sehingga tidak terdapat incongruity dari permukaan sendi (ankle mortice). Harus diingat bahwa Stress X-ray hanya dapat dibuat dengan baik kalau dilakukan anestesi lokal atau umum. FRAKTUR TERISOLIR DARI MALLEOL US LATERALIS. Kesulitan-kesulitan penggunaan cara konservatip adalah terutama immobilisasi yang betul-betul rigid secara skintight plastering. dan masih melakukan proteksi dengan elastisch verband. Akhir-akhir ini tampak bahwa aliran operatip lebih banyak dilakukan tapi beberapa hal perlu mendapat perhatian seperti adanya ketrampilan yang tinggi. Bilamana hanya sebagian tulang yang kecil teravulsi. Tidak perlu kita tinjau alasan masing-masing. setelah mana mobilisasi dilakukan tapi dengan Partial Weight Bearing. Persoalan lamanya immobilisasi keduanya sama bahwa sekurang-kurangnya immobilisasi dilakukan selama dua bulan. . sedangkan FREMAN(1965) melaporkan hasil-hasil fungsionil yang jauh lebih baik bilamana hanya dilakukan immobilisasi. RUTH (1961) mengemukakan perlunya tindakan chirurgik. Bilamana fragmen lebih besar maka lebih baik dilakukan immobilisasi dengan gips selama dua sampai tiga minggu. y Immobilisasi yang lama akan rnembawa akibat sisa berupa kekakuan. Immo-bilisasi dilakukan dengan gips dibawah lutut selama enam minggu.dakan operatip yang sempurna dan mengerti dengan benar mekanisme trauma. Pendapat mengenai trauma yang tidak stabil ini masih berbeda hanya dalam tindakan konservatip (reposisi se-sempurna mungkin) atau cara operatip. PENGELOLAAN TRAUMA YANG TIDAK STABIL.

Trauma ini tidak begitu sering terjadi. Dengan menekankan bahwa rehabilitasi setelah tindakan konservatip maupun operatip adalah suatu keharusan. Sebaiknya tindakan operatip dilakukan secepatnya. Diastasis syndesmosis Tibiofibular inferior (distal). Maka mudah dimengerti bila terjadi gerakan-gerakan di luar bidang tersebut. (c) Fraktur Posterior marginal (VOLKMAN Striangle) daritibia. seperti : y y y Fraktur Malleolus medialis dengan interposisi jaringan lunak. dapat menyebabkan fraktur atau fraktur dislokasi pada daerah pergelangan kaki. Dahulu.TWISTING-IN INJURIES. pengelolaannya adalah sama dengan prinsip-prinsip twisting outinjuries. y Fraktur Anterior marginal dari Tibia (Pronation/dorsiflexion injury). kiranya pengertian dasar mengenai trauma pada persendian talocrural dalam karangan ini telah diuraikan. Penting diingat bahwa tindakan operatip pada penderita. . bilamana lebih dari 1/3 permukaan sendi. Bilamana ditemukan. INDIKASI UNTUK TINDAKAN OPERATIF Selain persoalan yang terdapat mengenai tindakan operatip pada fraktur yang tidak stabil ada beberapa trauma pada sendi talocrural yang memang merupakan indikasi untuk tindakan operatip. dimana harus dijelaskan bahwa tujuannya adalah mendapatkan sendi yang sebaik mungkin dan kemauan penderita untuk melatih setelah operasi akan memegang peranan terjadinya kekakuan atau tidak. endorotasi atau eksorotasi. fraktur sekitar pergelangan kaki disebut sebagai fraktur Pott. adduksi. Fraktur pada pergelangan kaki sering terjadi pada penderita yang mengalami kecelakaan (kecelakaan lalu lintas atau jatuh). Bagian-bagian yang sering menimbulkan fraktur dan fraktur dislokasi yaitu gaya abduksi. Perbedaan pendapat konservatip dan operatip disinipun terjadi. Bidang gerak sendi pergelangan kaki hanya terbatas pada 1 bidang yaitu untuk pergerakan dorsofleksi dan plantar fleksi. Pergelangan kaki merupakan sendi yang kompleks dan penopang badan dimana talus duduk dan dilindungi oleh maleolus lateralis dan medialis yang diikat dengan ligament.

Mekanisme trauma Fraktur maleolus dengan atau tanpa subluksasi dari talus. Klasifikasi lain yang lebih sederhana. fraktur fibula di atas sindesmosis dan atau disertai avulsi dari tibia disertai fraktur atau robekan pada maleolus medialis. Trauma adduksi Trauma adduksi akan menimbulkan fraktur maleolus medialis yang bersifat oblik atau avulsi maleolus lateralis atau keduanya. Klasifikasi ini penting artinya dalam tindakan pengobatan oleh karena selain fraktur juga perlu dilakukan tindakan pengobatan oleh karena selain fraktur juga perlu dilakukan tindakan pada ligamen. fraktur pada maleolus medialis yang bersifat avulsi atau robekan pada ligamen bagian medial. dapat terjadi dalam beberapa macam trauma: 1. Trauma rotasi eksterna Trauma rotasi eksterna biasanya disertai dengan trauma abduksi dan terjadi fraktur pada fibula di atas sindesmosis yang disertai dengan robekan ligamen medial atau fraktur avulsi pada maleolus medialis. Jenis tipe C ini juga dikenal sebagai fraktur Dupuytren. Trauma kompresi vertikal Pada kompresi vertikal dapat terjadi fraktur tibia distal bagian depan disertai dengan dislokasi talus ke depan atau terjadi fraktur komunitif disertai dengan robekan diastasis. dimana fibula merupakan tulang yang penting dalam stabilitas dari kedudukan sendi berdasarkan atas lokalisasi fraktur terhadap sindesmosis tibiofibular. Trauma adduksi juga bisa hanya menyebabkan strain atau robekan pada ligamen lateral. menurut Danis & Weber (1991). Pada tipe C terjadi robekan pada sindesmosis. Tipe A. Gambaran klinis Pada fraktur pergelangan kaki penderita akan mengeluh sakit sekali dan tak dapat berjalan. Apabila trauma lebih hebat dapat disertai dengan dislokasi talus. Klasifikasi Lauge-Hansen (1950) mengklasifikasikan menurut patogenesis terjadinya pergeseran dari fraktur. Klasifikasi terdiri atas: 1. Yang penting diperhatikan adalah lokalisasi dari nyeri tekan apakah pada daerah tulang atau pada ligamen. fraktur maleolus lateralis yang bersifat oblik disertai avulsi maleolus medialis dimana sering disertai dengan robekan dari ligamen tibiofibular bagian depan 3. yang merupakan pedoman penting untuk tindakan pengobatan atau manipulasi yang dilakukan. Trauma abduksi Tauma abduksi akan menimbulkan fraktur pada maleolus lateralis yang bersifat oblik. Ditemukan adanya pembengkakan pada pergelangan kaki. Tipe C. 4. Radiologi . Tipe B. 2. 3. fraktur maleolus di bawah sindesmosis 2. tergantung dari beratnya trauma. kebiruan atau deformitas.

Dengan pemeriksaan radiologis dapat ditentukan jenis-jenis fraktur dan mekanisme terjadinya trauma. yaitu: y y y y Panjang fibula harus direstorasi sesuai panjang anatomis Talus harus duduk sesuai sendi dimana talus dan permukaan tibia duduk parallel Ruang sendi bagian medial harus terkoreksi sampai normal (4 mm) Pada foto oblik tidak nampak adanya diastasis tibiofibula Tindakan operasi terdiri atas: y y y Pemasangan screw (maleolar) Pemasangan tension band wiring Pemasangan plate dan screw Fraktur maleolus medialis Dapat dicoba dengan reposisi tertutup. Fraktur maleolus lateralis dan medialis (Bimaleolus) Terjadi fraktur maleolus lateralis dimana garis patahnya terletak di atas permukaan sendi pergelangan kaki dan fraktur avulsi maleolus medialis. Fraktur maleolus lateralis Umumnya dengan melakukan reposisi tertutup hasilnya baik. Konservatif Dilakukan pada fraktur yang tidak bergeser. harus dipikirkan kemungkinan terjadinya interposisi periosteum antara kedua fragmen. Tindakan pengobatan terdiri atas: 1. dipasang internal fiksasi dengan pemasangan screw. Untuk hal ini harus dilakukan tindakan operasi. Imobilisasi dengan gips di bawah lutut selama 6 minggu. apakah ada robekan pada ligamen atau diastasis pada tibiofibula serta adanya dislokasi talus. Bila hasil reposisi tertutup gagal. Umumnya dengan proyeksi anteroposterior dan lateral dapat diketahui adanya fraktur di daerah pergelangan kaki. Operatif Terapi operatif dilakukan berdasarkan kelainan-kelainan yang ditemukan apakah hanya fraktur semata-mata. dilakukan tindakan open reduksi dengan pemasangan internal fiksasi pada tulang fibula. Fraktur maleolus lateralis disertai dengan robeknya ligamen deltoid. Bila berhasil baik dipertahankan dengan imobilisasi gips di bawah lutut selama 8 minggu. Beberapa hal yang penting diperhatikan pada redusi. berupa pemasangan gips sirkuler di bawah lutut. Terjadinya fraktur maleolus lateralis dan dislokasi tulang talus ke lateral. Bila hasil reposisi jelek. Penanggulangan Fraktur dislokasi pada sendi pergelangan kaki merupakan fraktur intra-artikuler sehingga diperlukan reduksi secara anatomis dan akurat serta mobilisasi sendi yang sesegera mungkin. Hal ini dapat dicoba dengan melakukan . 2. Hal ini dapat coba ditanggulangi dengan reposisi tertutup.

Kalau hasilnya jelek.pola berjalan tertentu yang cenderung memungkinkan kaki terputar.jenis sepatu tertentu (misalnya sepatu tumit tinggi) . Dapat terjadi perubahan trofik dan osteoporosis yang hebat.longgarnya ligamen di pergelangan kaki . Osteoartritis Algodistrofi Algodistrofi adalah komplikasi dimana penderita mengeluh nyeri. Malunion Reduksi yang tidak komplit akan menyebabkan posisi persendian yang tidak akurat yang akan menimbulkan osteoarthritis. Vaskuler Apabila terjadi fraktur subluksasi yang hebat maka dapat terjadi gangguan pembuluh darah yang segera. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko terkilirnya pergelangan kaki adalah: . 5.kelemahan atau kerusakan pada saraf dari otot-otot tungkai . Ligamen adalah jaringan elastik yang kuat. Kekakuan yang hebat pada sendi 2. Komplikasi 1. Terkilir terjadi karena pergelangan kaki terputar sehingga telapak kaki menghadap ke kaki yang lain. yang menghubungkan tulang yang satu dengan tulang lainnya.reposisi tertutup. DEFINISI Pergelangan kaki yang terkilir merupakan suatu cedera pada ligamen di pergelangan kaki. dilakukan tindakan operasi reposisi terbuka dengan pemasangan internal fiksasi pada kedua maleolus. Derajat 1 : Terkilir ringan. Ligamen teregang tetapi tidak mengalami robekan. terdapat pembengkakan dan nyeri tekan di sekitar pergelangan kaki. . Pergelangan kaki biasanya tidak terlalu membengkak. tetapi terkilir yang sifatnya ringan bisa meningkatkan resiko terjadinya cedera ulang. 4. PENYEBAB Setiap ligamen di pergelangan kaki bisa mengalami cedera. sehingga harus dilakukan reposisi secepatnya. GEJALA Beratnya terkilir tergantung kepada beratnya peregangan atau robeknya ligamen: 1. 3.

Untuk mengatasinya bisa diberikan suntikan obat bius lokal. Derajat 3 : Terkilir berat. dan penderita mengalami kesulitan dalam berjalan dan biasanya berjalan menimbulkan rasa nyeri. Penyuntikkan suatu campuran kortikosteroid ke dalam pergelangan kaki bisa mengurangi peradangan dan pemberikan obat bius lokal untuk mematikan rasa seringkali mendatangkan perbaikan. sehingga terjadi pembengkakan dan kadang perdarahan dibawah kulit. Derajat 2 : Terkilir sedang. Akibatnya pergelangan kaki menjadi tidak stabil dan tidak mampu menahan beban. 3.2. KOMPLIKASI Kadang pada terkilir sedang atau terkilir berat bisa timbul masalah meskipun ligamennya telah membaik. Akibatnya terjadi nyeri dan kesemutan (neuralgia). Jarang diperlukan tindakan pembedahan. yang bisa menyebabkan pembengkakan dan nyeri tekan di pergelangan kaki bagian luar. Keadaan ini disebut tenosinovitis peronealis. Suatu nodul (benjolan) kecil bisa timbul di salah satu ligamen pergelangan kaki dan menyebabkan gesekan yang menetap di dalam sendi. Penderita seringkali berjalan dengan menggunakan tendon (jaringan kuat dan lentur yang menghubungkan otot dengan tulang atau otot dengan otot) di pergelangan kaki bagian luar secara berlebihan sehingga terjadi peradangan. Sebagian ligamen mengalami robekan. . Pembengkakkan dan memar tampak dengan jelas. sehingga terjadi peradangan menahun dan pada akhirnya bisa menyebabkan kerusakan menetap. Sebuah saraf yang berjalan diatas salah satu ligamen pergelangan kaki juga bisa mengalami kerusakan. Ligamen mengalami robekan total.

Diberikan suntikan kortikosteroid dan obat bius lokal.bimbingan psikis. Pemeriksaan lainnya jarang diperlukan. Hal ini mungkin berhubungan dengan robeknya sebagian ligamen di kaki sebelah dalam. Rontgen dilakukan untuk menentukan apakah telah terjadi patah tulang.Digunakan bantalan pergelangan kaki untuk membatasi pergerakan dari sendi pergelangan kaki. yang bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan kaki. bukan untuk menentukan apakah pergelangan kaki telah terkilir.pemberian kortikosteroid . Kadang goncangan dari terkilir yang berat menyebabkan terjadinya kejang pada pembuluh darah di pergelangan kaki sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. PENGOBATAN . tetapi tidak boleh berlebihan. Suntikan kortison ke dalam pembungkus tendon juga bisa dilakukan. Untuk mengatasi nyeri menahun yang hebat. DIAGNOSA Pemeriksaan fisik pada pergelangan kaki menunjukkan adanya kerusakan ligamen yang luas. Penderita menjalani terapi fisik dan mendapatkan obat pereda nyeri. Sindroma sinus tarsi merupakan nyeri menetap di daerah antara tulang tumit (kalkaneus) dan tulang pergelangan kaki (talus). Akibatnya tulang dan jaringan lainnya bisa mengalami kerusakan karena kekurangan darah. yang terjadi setelah pergelangan kaki terkilir. Keadaan ini disebut distrofi refleks simpatis atau atrofi Suddeck. dilakukan hal-hal berikut: . Nyeri seringkali sangat hebat dan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya di pergelangan kaki dan kaki.penyuntikan obat bius lokal ke dalam atau ke sekitar saraf yang menuju ke pergelangan kaki .

pergelangan kaki dan kaki dibungkus dengan perban elastik . kekuatan otot dan memperbaiki keseimbangan. Pada terkilir yang ringan dilakukan hal-hal berikut: .mengangkat pergelangan kaki . cedera berikutnya dapat dicegah dengan memakai ankle brace dan memasang suatu alat di sepatu untuk menstabilkan kaki dan pergelangan kaki. sebaiknya penderita menjalani terapi fisik untuk mengembalikan pergerakan.secara bertahap kembali melakukan kegiatan berjalan dan olah raga. Pemasangan gips ini menyebabkan tungkai bawah tidak dapat digerakkan. tetapi penderita masih dapat berjalan. Pada terkilir sedang. biasanya kaki digips selama 3 minggu. PENCEGAHAN Pada orang yang mudah terkilir. Pada terkilir yang berat mungkin diperlukan tindakan pembedahan. . Sebelum kembali melakukan kegiatan yang berat.Pengobatan tergantung kepada beratnya penyakit.kompres dengan es batu .