PUTUSAN

NOMOR : 05/G/2008/PTUN-JKT. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, yang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara pada tingkat pertama dengan acara biasa telah memutuskan dengan pertimbangan-pertimbangan seperti tersebut dibawah ini, dalam perkara antara : --------------------------------------------------------PT. RIMBAKAYU ARTHAMAS (dalam hal ini diwakili oleh HANDY IRWANTO SETIAWAN), Warga Negara Indonesia, pekerjaan Direktur PT. RIMBAKAYU ARTHAMAS, berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham tanggal 18 Desember 2006, yang dibuat

dihadapan Imam Budi Prakoso SH., Notaris Pengganti Yulida Vincestra SH., oleh karenanya berhak mewakili perseroan

berdasarkan Pasal 11 ayat (3) Anggaran Dasar PT. RIMBAKAYU ARTHAMAS, beralamat di Jalan Elang I RT. 007 RW.001. Kelurahan Talang Jauh, Kecamatan Jelutung, Palembang, dalam perkara ini memberi kuasa kepada : M. RUDJITO, SH, LLM., SYAHRIZAL ZAINUDDIN, SH., DASRIL AFFANDI, SH., MH., dan LILIK DARWATI SETYADJID, SH., MH., kesemuanya Warga Negara Indonesia, Advokat-advokat pada R’nR Law Firm beralamat di Plaza Sentral 19th Floor, Jalan Jend. Sudirman Kav. 47, Jakarta 12930,

berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 29 November 2007, untuk selanjutnya disebut sebagai .......................... PENGGUGAT ; M E L A W A N : …..

-2-

MELAWAN : MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, berkedudukan di Gedung Manggala Wana Bhakti Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, dalam perkara ini memberi kuasa kepada : SUPARNO, SH.,

KRISNA RYA, SH., MH., SUPARDI, SH., IMAM SETIOHARGO, SH., dan M. ZAENURI, SH., semuanya Pegawai Departemen Kehutanan Republik Indonesia, berdasarkan surat kuasa khusus Nomor : KS.2/Menhut-II/2008, Tertanggal 11 Pebruari 2008, untuk selanjutnya disebut sebagai ………………………..…... T E R G U G A T ; Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta tersebut ; ---------------------------------------Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor : 05/PEN-DIS/2008/PTUN-JKT. tertanggal 24 Januari 2008 tentang Pemeriksaan dengan Acara Biasa ; -----------------------------------------------------Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta

Nomor : 05/PEN/2008/PTUN-JKT. tertanggal 24 Januari 2008, tentang Penunjukan Susunan Majelis Hakim yang memeriksa, memutus dan

menyelesaikan sengketa yang bersangkutan ; ---------------------------------------Telah membaca Penetapan Hakim 28 Ketua Januari Majelis 2008 Nomor tentang : hari

05/PEN-HS/2008/PTUN-JKT

tertanggal

Pemeriksaan Persiapan pertama pada tanggal 4 Pebruari 2008 ; -----------------Telah membaca Penetapan Majelis Hakim Pengadilan Tata Jakarta Nomor : Penundaan Usaha Negara

05/G/2008/PTUN-JKT.tanggal 21 April 2008 tentang

Pelaksanaan Surat Keputusan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : .......

-3-

Nomor : SK. 352/Menhut – II/2007 tanggal 23 Oktober 2007 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts – II/1992 tanggal 26 Juni 1992 Tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Kepada PT. Rimbakayu Arthamas di Provinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya ; --------------------Telah membaca berkas perkara dalam sengketa yang bersangkutan ; ----------Telah memeriksa surat-surat bukti dan keterangan para pihak dipersidangan ; Telah membaca Berita Acara Pemeriksaan Persiapan dan Berita Acara Persidangan dalam sengketa yang bersangkutan ; ---------------------------------TENTANG DUDUKNYA PERKARA :

Menimbang, bahwa Penggugat telah mengajukan gugatan terhadap Tergugat dengan surat gugatannya tertanggal 9 Januari 2008 yang diterima dan didaftarkan pada Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta pada tanggal 9 Januari 2008, dengan Register Perkara Nomor : 05/G/2008/PTUN-JKT. sebagai berikut ; -----------------------------------------------------------------------------A. DASAR – DASAR GUGATAN. I. Obyek Gugatan ( Object Van Geschil ). Bahwa yang menjadi obyek gugatan a quo adalah Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK. 352/Menhut – II/2007 tanggal 23 Oktober 2007 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts – II/1992 tanggal 26 Juni 1992 Tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Kepada PT. Rimbakayu Arthamas di Provinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya (“ Keputusan “) ; II. Tenggang Waktu Pengajuan Gugatan. Bahwa pengajuan gugatan ini masih dalam tenggang waktu sebagaimana ditentukan …..

-4-

ditentukan oleh undang-undang, karena saat pengajuan gugatan ini belum lewat 90 (sembilan puluh) hari sejak diterimanya Keputusan a quo oleh Penggugat, dengan alasan-alasan hukum sebagai berikut ; ------------------------a. Bahwa Keputusan a quo bertanggal 23 Oktober 2007 dan Penggugat secara resmi menerimanya pada tanggal 2 November 2007 berdasarkan Lembar Tanda Terima dari Sekretaris Direktorat Jenderal Bina

Produksi up. Bagian Hukum dan Humas Departemen Kehutanan yang ditandatangani oleh Bimo Kuntjoro sebagai pihak yang menerima ; --------b. Bahwa berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara,

berbunyi sebagaimana dikutip sebagai berikut ; ---------------------------------“Gugatan dapat diajukan hanya dalam tenggang waktu sembilan puluh hari sejak saat diterimanya atau diumumkannya keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara.“ ; ------------------------------------------------------c. Bahwa menurut penjelasan Pasal 55 Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, berbunyi sebagaimana dikutip : “Bagi pihak yang namanya tersebut dalam keputusan Tata Usaha Negara yang digugat, maka tenggang waktu sembilan puluh hari itu dihitung sejak hari diterimanya Keputusan Tata Usaha yang digugat. “ ; ---------------------III. Keputusan …….

-5-

III. Keputusan A Quo adalah Keputusan Tata Usaha Negara. Bahwa keputusan a quo telah memenuhi persyaratan sebagai Keputusan Tata Usaha Negara sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1 angka 3 UndangUndang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Undang - Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang

Peradilan Tata Usaha Negara, karena Keputusan a quo adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisikan tindakan hukum Tata Usaha Negara yang bersifat : a. Kongkrit, yaitu bahwa Keputusan a quo tidak abstrak, tetapi berwujud berupa sebuah Keputusan Tata Usaha Negara yang mencabut Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts-II/1992 tanggal 26 Juni 1992 tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Kepada Penggugat di Provinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya ; ------------------------------------------------------b. Individual, yaitu bahwa Keputusan a quo tidak ditujukan untuk umum, tetapi tertentu baik alamat maupun hal yang dituju yaitu ditujukan kepada Penggugat ; --------------------------------------------------------------------------c. Final, yaitu bahwa Keputusan a quo sudah definitive atau tidak memerlukan persetujuan instansi lainnya dan sudah menimbulkan akibat hukum kepada Penggugat, yaitu nyata-nyata telah menimbulkan kerugian bagi kepentingan Penggugat, karena Penggugat tidak lagi berhak atas Hak Pengusahaan Hutan yang telah diberikan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts – II/1992 tanggal 26 Juni 1992 sehingga gugatan pembatalan atau tidak sahnya Keputusan a quo yang diajukan

oleh …..

-6-

oleh Penggugat telah memenuhi ketentuan Pasal 53 ayat (1) UndangUndang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang

Peradilan Tata Usaha Negara ; ----------------------------------------------------IV. Keputusan A Quo diterbitkan oleh TERGUGAT dalam Kapasitasnya sebagai Pejabat Tata Usaha Negara. Bahwa Tergugat dalam kapasitasnya sebagai Pejabat Tata Usaha Negara yaitu Pejabat yang melaksanakan urusan pemerintah di bidang kehutanan sehingga dengan demikian Tergugat merupakan Pejabat Tata Usaha Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang Perubahan UndangUndang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara ; ------B. ALASAN – ALASAN GUGATAN. 1. Bahwa Tergugat telah memberikan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) kepada Penggugat melalui Keputusan Nomor : 651/Kpts-II/1992 tanggal 26 Juni 1992 Tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan kepada PT. Rimbakayu Arthamas di Provinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun ; -------------------------------------------------------------------2. Bahwa Tergugat telah menerbitkan Keputusan Nomor : SK.352/MenhutII/2007 tanggal 23 Oktober 2007 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts–II/1992 tanggal 26 Juni 1992 Tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Kepada PT. Rimbakayu Arthamas di Provinsi …….

-7-

Provinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya (“Keputusan”), sebagaimana terbukti dari Lembar Tanda Terima dari Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Produksi up. Bagian Hukum dan Humas Departemen Kehutanan tanggal 2

Nopember 2007 dan ditandatangani oleh Bimo Kuntjoro sebagai pihak yang menerima ; -----------------------------------------------------------------------------3. Bahwa akibat dengan adanya Keputusan a quo Penggugat sangat dirugikan secara financial maupun immaterial selain dari itu sebanyak 177 (seratus tujuh puluh tujuh) orang karyawan yang bekerja dan menjadi tanggungan Penggugat terancam terkena Pemutusan Hubungan kerja (PHK) masal, yang mana sebagian besar dari karyawan-karyawan tersebut adalah masyarakat lokal Irian Jaya/Papua yang berada disekitar areal HPH Penggugat, yang berada di Kabupaten Kaimana, Provinsi Irian Jaya Barat ; 4. Bahwa Keputusan a quo bertentangan dengan peraturan perundangundangan, sebagaimana disebutkan berikut ini : a. Secara substansi Keputusan a quo melanggar : 1. Pasal 133 huruf c Peraturan Pemerintah Repubkik Indonesia Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Serta Pemanfaatan Hutan, dengan alasan : Bahwa dasar menimbang pada huruf c dan huruf d Keputusan a quo dikutip sebagai berikut : “c. bahwa pada pertemuan tanggal 16 Agustus 2007 antara Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan dengan Direktur Utama dan Komisaris PT. Rimbakayu Arthamas, diketahui bahwa

pada ….

-8-

pada tanggal 26 Januari 2007 telah terjadi jual beli saham PT. Rimbakayu Arthamas secara mayoritas” ; ----------------------------“d. bahwa berdasarkan hal tersebut butir c, PT. Rimbakayu Arthamas telah memindahtangankan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) tanpa persetujuan tertulis dari Menteri

Kehutanan, sehingga melanggar ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 6 Tahun 2007 dan berdasarkan Pasal 133 c dapat dikenakan sanksi pencabutan IUPHHK-nya,” ; ------------------------------------------------------------Bahwa Pasal 133 huruf c Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Serta Pemanfaatan Hutan, berbunyi sebagai berikut ; -----------------------------------------“Sanksi administratif berupa pencabutan izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (1) huruf d dikenakan kepada : pemegang IUPHHK dalam hutan alam pada hutan produksi yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20,….” ; -------------------------------------------------------------------------Bahwa dasar menimbang Tergugat pada huruf c Keputusan a quo yang kemudian dijadikan dasar telah terpenuhinya ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 6 Tahun 2007 (“PP Nomor : 6 Tahun 2007”) sebagaimana disebutkan pada dasar menimbang huruf d Keputusan a quo adalah sangat tidak berdasar pada hukum dan tidak benar ; -----------------------------------

Menurut …..

-9-

Menurut Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor : 6 Tahun 2007 berbunyi ; -------------------------------------------------------‘Izin pemanfaatan hutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 dapat dipindahtangankan setelah mendapat persetujuan tertulis dari pemberi izin”. ; ----------------------------------------------------------------Penjelasan Pasal 20 ayat (1) PP Nomor : 6 Tahun 2007 berbunyi: “Yang dimaksud dengan “dipindah tangankan” dalam ketentuan ini adalah terbatas pada pengalihan izin pemanfaatan dari pemegang izin kepada pihak lain yang dilakukan melalui jual beli. Termasuk dalam pengertian pemindahtanganan izin pemanfaatan sebagaimana yang dapat dilakukan oleh BUMS Indonesia, adalah pengambil alihan sebagian besar atau seluruh saham yang berakibat beralihnya pengendalian perusahaan” ; ------------------------------------------------Pertemuan tanggal 16 Agustus 2007 antara Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan dengan Direktur Utama dan Komisaris PT. Rimbakayu Arthamas sebagaimana disebutkan pada dasar

menimbang Tergugat pada huruf c Keputusan a quo bukanlah merupakan perbuatan hukum yang membuktikan telah terjadinya pengalihan izin atau pengambil alihan sebagian besar atau seluruh saham PT. Rimbakayu Arthamas sehingga tidaklah

berdasar pada hukum, apabila pertemuan tanggal 16 Agustus 2007 dimaksud dipergunakan oleh Tergugat sebagai dasar pertimbangan bahwa telah terjadi pemindahtanganan IUPHHK PT. Rimbakayu Arthamas. Menurut Pasal 20 ayat (1) PP Nomor : 6 Tahun 2007 pemindahtanganan .....

- 10 -

pemindahtanganan

IUPHHK dilakukan

melalui jual beli yang

tentunya harus dibuktikan dengan adanya akta jual beli otentik bukan didasarkan hanya pada sebuah pertemuan yang terjadi tanggal 16 Agustus 2007 dimaksud ; --------------------------------------Bahwa oleh karena Tergugat dalam membuat pertimbangan pada huruf c dan d tidak didasarkan pada bukti jual beli yang otentik, padahal menurut Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 Pasal 20 ayat (1) mensyaratkan bahwa pemindahtanganan IUPHHK dilakukan dengan jual beli bukan dengan sebuah pertemuan, maka pengenaan sanksi administrasi berupa pencabutan izin IUPHHK oleh Tergugat dengan menerbitkan Keputusan a quo jelas merupakan tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundangundangan yaitu Pasal 133 huruf c PP Nomor : 6 Tahun 2007, oleh karenanya Keputusan a quo harus dibatalkan atau tidak sah ; --2. Pasal 25 Undang-Undang Nomor : 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah jo. Pasal 47 dan 48 Peraturan Presiden Nomor : 9 Tahun 2005 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor : 62 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia, dengan alasan: Bahwa Diktum KEEMPAT Keputusan a quo, dikutip sebagai berikut: Menugaskan kepada Gubernur Irian Jaya Barat, untuk:-----------------1. Mengawasi dan mengamankan pelaksanaan diktum PERTAMA dan diktum KEDUA Keputusan ini ; ------------------------------------------2. Mengawasi .....

- 11 -

2. Mengawasi areal hutan eks Areal Hak Pengusahaan hutan PT. Rimbakayu Arthamas seluas 373.000 (tiga ratus tujuh puluh tiga ribu) hektar, yang dikuasai langsung oleh Negara sebagaimana dimaksud pada diktum PERTAMA, sampai ada penetapan lebih lanjut dari Menteri Kehutanan ; ----------------------------------------3. Mengurus serta mengawasi barang-barang tidak bergerak di dalam areal eks Hak Pengusahaan Hutan PT. Rimbakau Arthamas, yang berdasarkan ketentuan yang berlaku menjadi milik

Pemerintah tanpa ganti rugi, sedangkan terhadap barang-barang bergerak digunakan sebagai jaminan apabila masih ada

tunggakan atau kewajiban lain kepada Pemerintah ; ---------------4. Melakukan serah terima barang-barang tidak bergerak

sebagaimana dimaksud angka 3, dengan membuat Berita Acara Serah Terima dan melakukan pengurusan serta pengawasan.” ; -Keputusan Diktum KEEMPAT a quo melanggar : Pasal 25 Undang-Undang Nomor : 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, berbunyi sebagai berikut : Kepala Daerah (dhi. Gubernur) mempunyai tugas dan wewenang : a. memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD ; --------------------------b. mengajukan rancangan Perda ; ----------------------------------------c. menetapkan Perda yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD ; ----------------------------------------------------------------------d. menyusun dan mengajukan rancangan Perda tentang APBD kepada …..

- 12 -

kepada DPRD untuk dibahas dan ditetapkan bersama ; ------------e. mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah ; ------------------f. mewakili daerahnya di dalam dan di luar pengadilan, dan dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan ; dan ---------------------------------. g. melaksanakan tugas dan wewenang lain sesuai dengan

peraturan perundang-undangan ; --------------------------------------Peraturan Presiden Nomor : 9 Tahun 2005 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor : 62 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia ; ---------------------------------Pasal 47 Departemen Kehutanan mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang

kehutanan ; --------------------------------------------------------------------Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47, Departemen Kehutanan menyelenggarakan fungsi : --------------------a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang kehutanan ; -------------------------------b. Pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang

tugasnya ; -----------------------------------------------------------------c. Pengelolaan barang milik/kekayaan Negara yang menjadi

tanggungjawabnya ; -----------------------------------------------------d. Pengawasan .....

- 13 -

d. Pengawasan atas pelaksanaan tugasnya ; ----------------------------e. Penyampaian laporan hasil evaluasi, saran dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada presiden ; ----------------------Berdasarakan Pasal 25 Undang-Undang Nomor : 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah jo. Pasal 47 dan 48 Peraturan Presiden Nomor : 9 Tahun 2005 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor : 62 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana disebutkan di atas, Menteri Kehutanan tidak berwenang untuk menugaskan Gubernur sebagaimana disebutkan pada diktum KEEMPAT Keputusan a quo karena antara Menteri Kehutanan dan Gubernur Irian Jaya Barat bukanlah Instansi Vertikal penyelenggara pemerintahan di bidang kehutanan dan Gubernur Irian Jaya Barat tidak mempunyai tugas dan wewenang untuk menjalankan tugas yang diperintahkan oleh Menteri Kehutanan. Oleh karena itu Menteri Kehutanan dalam memutuskan diktum KEEMPAT Keputusan a quo telah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, oleh

karenanya Keputusan a quo harus dibatalkan atau tidak sah ; --------b. Secara Prosedural Keputusan a quo melanggar : Pasal 134 ayat (1) dan (2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Serta Pemanfaatan Hutan, dikutip sebagai berikut : “(1) Untuk memberikan kesempatan bagi pemegang IUPK, IUPJL, IUPHHK …..

- 14 -

IUPHHK alam, IUPHHK restorasi ekosistem hutan alam, IUPHHK, IUPHHBK, IPHHK, atau IPHHBK melaksanakan kewajibannya, sebelum izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133 dicabut terlebih dahulu diberikan peringatan tertulis paling banyak 3 (tiga) kali secara berurutan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari untuk setiap kali peringatan, kecuali pencabutan izin akibat sanksi pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 78 Undang-Undang Nomor : 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan atau dinyatakan pailit oleh pengadilan negeri ; ------------------------------(2) Pencabutan izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan setelah berakhirnya jangka waktu peringatan tertulis ketiga pemegang izin tidak melaksanakan

kewajibannya.” ; ------------------------------------------------------------Bahwa sebelum menerbitkan Keputusan a quo, Tergugat tidak pernah memberikan peringatan tertulis sebanyak 3 kali berturut-turut kepada Penggugat, sebagaimana yang diwajibkan oleh Pasal 134 ayat (1) dan (2) PP Nomor : 6 Tahun 2007. Dengan demikian terbukti bahwa Tergugat telah melanggar Pasal 134 ayat (1) dan (2) PP Nomor : 6 Tahun 2007 ; ----------5. Bahwa Keputusan a quo melanggar Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB) atau Good Governance, yaitu : a. Melanggar asas Kepastian Hukum (rechszekerheidsbeginsel). Yang dimaksud Asas Kepastian Hukum adalah asas dalam Negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijaksanaan Negara (Pasal 3

angka .....

- 15 -

angka

1

Undang-Undang

Nomor

:

28

Tahun

1999

tentang

Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) ; -----------------------------------------------------------------------Terhadap Asas Kepastian Hukum tersebut dapat diuraikan lebih lanjut berdasarkan unsur-unsur sebagai berikut : (i) Unsur “landasan peraturan perundang-undangan” Bahwa unsur Landasan peraturan perudang-undangan yang

digunakan oleh Tergugat adalah Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Hutan, Rencana Pengelolaan disebutkan Hutan, pada Serta bagian

Pemanfaatan

sebagaimana

menimbang d Keputusan a quo, yang berbunyi : “d. bahwa berdasarkan hal tersebut butir c, PT. Rimbakayu Arthamas telah memindahtangankan Izin Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) tanpa persetujuan tertulis dari Menteri Kehutanan, sehingga melanggar ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 6 Tahun 2007 dan berdasarkan Pasal 133 c dapat dikenakan sanksi pencabutan IUPHHK-nya,” ; ------------------------------------------------------------Bahwa ternyata, Tergugat dalam menerbitkan Keputusan a quo didasarkan pada pertimbangan karena adanya pertemuan tanggal 16 Agusutus 2007, padahal pertemuan tersebut bukan merupakan alasan yang menurut sebagai peraturan perundang-undangan dapat

dipergunakan

dasar pertimbangan untuk mencabut

Keputusan .....

- 16 -

Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts-II/1992 tanggal 26 Juni 1992 tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Kayu. Pertemuan tanggal 16 Agustus 2007 tersebut tidak membuktikan bahwa telah terjadi pemindahtanganan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan kayu (IUPHHK) oleh Penggugat kepada pihak lain, karena yang dapat membuktikan telah terjadi pemindahtanganan izin tersebut adalah akta jual beli. Oleh karena itu jelaslah bahwa Tergugat dalam menerbitkan Keputusan a quo tidak berdasarkan landasan peraturan perundang-undangan” ; --------------------(ii) Unsur “ Kepatutan “. Bahwa Keputusan a quo telah melanggar unsur kepatutan, karena Tergugat tidak pernah melakukan klarifikasi atas “benar atau tidak” adanya jual-beli saham secara pada mayoritas bagian oleh Penggugat huruf c

sebagaimana

disebutkan

menimbang

Keputusan a quo, sedangkan berdasarkan Pasal 134 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Serta

Pemanfaatan Hutan, dalam hal pencabutan izin harus terlebih dahulu ada prosedur peringatan tertulis sebanyak 3 kali baru bisa dilakukan. Oleh karena itu jelaslah bahwa Tergugat dalam menerbitkan Keputusan a quo tidak berdasarkan kepatutan ; -------(iii) Unsur “ Keadilan “. Bahwa Keputusan a quo telah melanggar unsur keadilan, terbukti Tergugat tidak mempertimbangkan hal-hal : a. Keputusan ……

- 17 -

a. Keputusan a quo sangat sepihak tanpa ada pemeriksaan/ klarifikasi dari Penggugat ; --------------------------------------------b. Tidak memperhatikan aspek keuangan karena betapa besarnya modal yang telah dikeluarkan oleh Penggugat dalam

menjalankan usaha HPH a quo, dengan adanya Keputusan a quo Penggugat mengalami kerugian yang sangat besar yaitu berjumlah Rp 67.680.881.000,- (enam puluh tujuh milyar enam ratus delapan puluh juta delapan ratus delapan puluh satu ribu rupiah) ; ------------------------------------------------------------------c. Tidak mempertimbangkan nasib 177 (seratus tujuh puluh tujuh) orang karyawan yang bekerja pada Penggugat, dengan

Keputusan a quo akan menyebabkan terjadinya PHK masal yang akan berdampak kepada meningkatnya jumlah pengangguran dan menambah jumlah orang miskin di Indonesia ; --------------b. Melanggar “ Asas Kecermatan “. Asas kecermatan mengandung arti bahwa suatu keputusan harus dipersiapkan dan diambil dengan cermat dan mensyaratkan agar badan pemerintah sebelum membuat suatu ketetapan wajib meneliti semua fakta yang relevan dan memasukan pula semua kepentingan yang relevan kedalam pertimbangannya. Bila fakta-fakta penting kurang diteliti maka keputusan itu tidak cermat ; -------------------------------------Kalau pemerintahan secara keliru tidak memperhitungkan kepentingan pihak ketiga, itupun berarti tidak cermat. Dalam rangka asas kecermatan mensyaratkan yang berkepentingan didengar (kewajiban mendengar),

sebelum …..

- 18 -

sebelum mereka dihadapkan pada suatu keputusan yang merugikan (Philipus M. Hadjon dkk, Pengantar Hukum Administrasi Indonesia, Gajah Mada University Press, 2005, halaman 274) ; ------------------------Bahwa dalam penerbitan Keputusan a quo, Tergugat terbukti tidak meneliti semua fakta yang relevan yang mana dasar menimbang huruf d Keputusan a quo adalah tidak benar, sehingga keputusan a quo telah melanggar asas kecermatan ; ---------------------------------------------------Bahwa dalam penerbitan Keputusan a quo, Tergugat terbukti tidak memasukan semua kepentingan yang relevan kedalam

pertimbangannya, hal ini terlihat dengan dicabutnya Hak Penguasaan Hutan (HPH) a quo tentunya akan terjadi PHK masal yang sangat merugikan karyawan beserta keluarganya ; ----------------------------------Bahwa dalam penerbitan Keputusan a quo, Tergugat terbukti secara keliru tidak memperhitungkan kepentingan pihak ketiga yaitu

kepentingan kreditur, karyawan, bahkan pemerintah sendiri, karena dengan dicabutnya HPH a quo kewajiban Penggugat untuk membayar pajak menjadi hilang karena sudah tidak ada produksi kayu dan berakibat pada berkurangnya penerimaan Negara berupa pajak maupun bukan pajak ; ----------------------------------------------------------------------Bahwa dalam penerbitan Keputusan a quo, Tergugat terbukti tidak mendengar yang berkepentingan karena Keputusan a quo diberikan tanpa melakukan peringatan tertulis sebanyak 3 (tiga kali) kepada Penggugat, sehingga secara tiba-tiba Penggugat dihadapkan pada Keputusan yang sudah bersifat final ; -----------------------------------------Dari .....

- 19 -

Dari uraian-uraian tersebut diatas telah terbukti bahwa Keputusan a quo melanggar asas kecermatan ; ---------------------------------------------------c. Melanggar “Asas Pemberian Alasan”. Asas pemberian alasan berarti, suatu keputusan harus dapat didukung oleh alasan-alasan yang dijadikan dasarnya (Philipus M. Hadjon dkk, Pengantar Hukum Administrasi Indonesia, Gajah Mada University Press, 2005, halaman 275) ; ------------------------------------------------------------Bahwa Keputusan Tergugat menyebutkan bahwa Penggugat telah melanggar Pasal 20 ayat (1) PP : Nomor 6 Tahun 2007, yang pada pokoknya menyebutkan Penggugat telah memindahtangankan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu tanpa persetujuan tertulis dari Menteri Kehutanan, adalah alasan yang tidak benar karena tidak didukung dengan bukti yang otentik melainkan hanya didasari pada asumsi atau penafsiran sepihak dari Tergugat, sehingga penerbitan Keputusan a quo Tergugat telah melanggar asas pemberian alasan ; ---PERMOHONAN PENUNDAAN PELAKSANAAN. 6. Bahwa Keputusan a quo telah menyebabkan keadaan yang sangat mendesak dan mengakibatkan Penggugat sangat dirugikan, sebagaimana diuraikan dibawah ini : 1. Kerugian potensi laba yang hilang periode Januari – Oktober 2008 yang dialami oleh Penggugat lebih kurang berjumlah RP 18.397.412.000; (delapan belas milyar tiga ratus sembilan puluh tujuh juta empat ratus dua belas ribu rupiah);2. Kerugian membayar uang gaji / pesangon terhadap 177 (seratus tujuh puluh tujuh) orang karyawan yang bekerja pada Penggugat apabila dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) masal ; --------------------------------------------3. Kerugian …..

- 20 -

3. Kerugian terhadap asset-aset Penggugat yang masih berada di areal HPH berupa alat-alat berat, alat angkut dan mesin industri pengolahan kayu, yang nilainya sebesar Rp 15.596.740.000,- (lima belas milyar lima ratus sembilan puluh enam juta tujuh ratus empat puluh ribu rupiah) ; ----------------------------4. Kerugian terhadap biaya operasional dan lain-lain periode November sampai dengan Desember 2007 sejumlah Rp. 4.333.123.000,- (empat milyar tiga ratus tiga puluh tiga juta seratus dua puluh tiga ribu rupiah) ; ---------------------------5. Kerugian terhadap penjualan kayu rebah yang tidak terealisir, yang nilainya sebesar Rp. 29.353.606.000,- (dua puluh sembilan milyar tiga ratus lima puluh tiga juta enam ratus enam ribu rupiah) ; ----------------------------------------------6. Kerugian Negara karena Penggugat tidak lagi membayar Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) dan Dana Reboisasi (DR) sehingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor kehutanan akan berkurang dan pembayaran pajak seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan dari karyawan maupun dari Badan Usaha ; -------------------------------------------------------------7. Kerugian pihak ketiga atau kreditur karena dengan pencabutan Keputusan a quo menyebabkan Penggugat tidak dapat memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga atau Kreditur ; -----------------------------------------------------------------------------Guna menghindari kerugian-kerugian terhadap Penggugat, Karyawan, Negara dan Pihak Ketiga atau Kreditur serta menghindari PHK masal terhadap 177 (seratus tujuh puluh tujuh) orang karyawan yang bekerja pada Penggugat, maka pelaksanaan Keputusan a quo harus ditunda sampai ada Keputusan Pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap dengan alasan sebagai berikut : a. Berdasarkan pasal 67 ayat (2) Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986

tentang …..

- 21 -

tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sebagaimana dikutip sebagai berikut : “Penggugat dapat mengajukan permohonan agar pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara itu ditunda selama pemeriksaan sengketa Tata Usaha Negara sedang berjalan, sampai ada putusan Pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap”. Berdasarkan pasal tersebut Penggugat dapat mengajukan penundaan pelaksanaan Keputusan a quo ; -----------------------------------------------------b. Berdasarkan Pasal 67 ayat (4) a Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sebagaimana dikutip sebagai berikut: “Permohonan penundaan sebagaimana

dimaksud dalam ayat (2) : a.dapat dikabulkan hanya apabila terdapat keadaan yang sangat mendesak yang mengakibatkan kepentingan Penggugat sangat dirugikan jika Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu tetap dilaksanakan” ; ---------------Keadaan yang sangat mendesak yang mengakibatkan Penggugat sangat dirugikan adalah sebagaimana disebutkan pada butir 6.1 s/d 6.7 diatas ; ---Berdasarkan hal-hal diatas sebagaimana telah Penggugat uraikan diatas, bersama ini Penggugat mohon : I. Dalam Penundaan : Mengabulkan permohonan Penundaan Pelaksanaan Keputusan a quo sampai ada ...

- 22 -

ada putusan Pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap serta mohon agar Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara mengeluarkan Penetapan

Penundaan Pelaksanaan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: ------------------SK.352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007 tentang Pencabutan

Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts-II/1992 tanggal 26 Juni 1992 Tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Kepada PT. Rimbakayu Arthamas di Provinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya ; -----------------------------------------------II. Dalam Pokok Perkara : 1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya ; --------------------------2. Menyatakan batal atau tidak sah Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK. 352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007 tentang Pencabutan

Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 651/Kpts-II/1992 tanggal 26 Juni 1992 Tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Kepada PT. Rimbakayu Arthamas di Provinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya ; ------------------------------3. Memerintahkan Tergugat untuk mencabut Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 651/Kpts-II/1992

tanggal 26 Juni 1992 Tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Kepada PT. Rimbakayu Arthamas di Provinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya ; -----------4. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara ; --------------Menimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah ditetapkan para pihak telah datang menghadap, untuk Penggugat datang menghadap kuasanya bernama M. RUDJITO, SH., LLM., SYAHRIZAL ZAINUDDIN, SH., dan DASRIL AFFANDI, SH., MH., berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 29 Nopember .....

- 23 -

Nopember 2007, sedangkan untuk pihak Tergugat telah datang menghadap kuasanya bernama KRISNA RYA, SH.,MH., SUPARDI, SH., dan M. ZAENURI, SH., berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor : KS.2/Menhut-II/2008, tertanggal 11 Pebruari 2008 ; ----------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat tersebut diatas, pihak Tergugat telah mengajukan Jawaban dengan suratnya tertanggal 18 Pebruari 2008, sebagai berikut : I. Dalam Eksepsi. Penggugat tidak mempunyai kapasitas mengajukan gugatan ; ----------------1. Bahwa berdasarkan bukti – bukti antara lain : a. Notulen Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Rimba Kayu Arthamas tanggal 6 September 2006 yang memutuskan memberikan persetujuan penjualan dan penyerahan sebanyak 45.000 lembar saham senilai Rp. 45.000.000.000,- (empat puluh lima milyar rupiah) kepada PT. Garbapati Prakarsa ;--------------------------------------------b. Akta pernyataan Nomor : 4 tanggal 22 Januari 2007, yang menyatakan bahwa Kim Johanes Mulia (Direktur Utama PT. Garbapati Prakarsa) akan mengambil seluruh saham (akuisisi saham) PT. Rimba Kayu Arthamas ; -------------------------------------------------c. Surat Direktur Utama PT. Rimba kayu Arthamas Nomor :

01/RKA/Um/II/2007 tanggal 22 Januari 2007 kepada Menteri Kehutanan perihal Permohonan pengambilalihan seluruh saham (akuisisi saham) dari PT. Rimbakayu Arthamas telah dijual kepada pihak lain (PT. Garbapati Prakarsa), yang menyebabkan terjadinya peralihan .....

- 24 -

peralihan pengendalian perusahaan ; -----------------------------------------Telah terjadi pengalihan saham dari PT. Rimba Kayu Arthamas kepada pihak lain tanpa persetujuan dari Tergugat, selaku Pemberi Ijin sebagaimana dimaksud Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 jo. Peraturan pemerintah Nomor : 3 Tahun 2008 ; --------2. Bahwa telah terjadi pengalihan saham yang dilakukan oleh PT. Rimba Kayu Arthamas kepada pihak lain sebelum mendapat persetujuan dari Menteri Kehutanan (Tergugat), dan hal ini telah melanggar ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 ; --------3. Bahwa berdasarkan hal tersebut diatas, maka Direksi baru tersebut tidak berwenang mewakili perseroan untuk melakukan gugatan kepada Penggugat. Karena pengalihan saham telah melanggar ketentuan peraturan Perundang – undangan yang berlaku, sehingga Direksi yang terbentuk tidak dapat mewakili perseroan untuk melakukan gugatan (prematur) ; ------------------------------------------------------------------------Dengan demikian Penggugat, tidak mempunyai kapasitas hukum untuk melakukan gugatan, sehingga gugatan tersebut harus dinyatakan tidak dapat diterima. Berkenaan dengan hal tersebut Tergugat mohon kepada Majelis Hakim yang menangani perkara a.quo untuk menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima ; ---------------------------------------------------II. Dalam Pokok Perkara. 1. Dengan ini Tergugat sampaikan bahwa segala uraian yang disampaikan dalam pokok perkara ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan bagian dalam eksepsi terdahulu ; -------------------------------------

2. Bahwa ........

- 25 -

2. Bahwa dengan ini Tergugat dengan tegas menolak dalil-dalil yang disampaikan dalam gugatannya kecuali yang secara tegas-tegas diakui kebenarannya ; --------------------------------------------------------------------3. Bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/KptsII/1992 tanggal 26 Juni 1992, PT. Rimba kayu Arthamas (Penggugat) telah diberikan Hak Pengusahaan Hutan (HPH)/sekarang Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) pada hutan alam seluas 373.000 (tiga ratus tujuh puluh tiga ribu) hektar, yang terletak pada kelompok hutan Sungai Sebyar-Sungai Stenkool di Propinsi Irian Jaya (sekarang Propinsi Irian Jaya Barat) ; -----------------------------------------4. Sdr. Mahmudi Husin, SH., Advokat dan Konsultan Hukum dengan surat Nomor : 0156/MH-PL/XI/06 tanggal 07 Nopember 2006 antara lain menyatakan bahwa PO. Suwandi (Dirut PT. Rimbakayu Arthamas) akan menjual saham – saham dan bahkan seluruh aset – aset PT. Prabu Alaska (termasuk HPH PT. Rimbakayu Arthamas) ; -------------------------5. Berdasarkan Notulen Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Rimbakayu Arthamas tanggal 6 September 2006 diputuskan memberikan persetujuan penjualan dan penyerahan sebanyak 45.000 lembar saham senilai Rp. 45.000.000.000,- (empat puluh lima milyar rupiah) kepada PT. Garbapati Prakarsa ; --------------------------------------6. Berdasarkan Akta Pernyataan Nomor : 4 tanggal 22 Januari 2007, menyatakan bahwa Kim Johanes Mulia (Direktur Utama PT. Garbapati Prakarsa) akan mengambil selurus saham (akuisisi saham) PT. Rimba Kayu Arthamas ; ------------------------------------------------------------------7. PT. Rimba ........

- 26 -

7.

PT.

Rimbakayu

Arthamas

(Penggugat)

dengan

surat

Nomor

:

01/RKA/Um/II/2007 tanggal 22 Januari 2007 kepada Menteri Kehutanan telah mengajukan permohonan pengambil alihan seluruh saham (akuisisi saham) dari PT. Rimbakayu Arthamas kepada PT. Garbapati Prakarsa ; -8. Menteri Kehutanan/Tergugat dengan surat Nomor : S.163/MenhutVI/2007 tanggal 26 Januari 2007 kepada PT. Rimba Kayu Arthamas menyatakan menolak/tidak menyetujui permohonan pengambilalihan saham (aquisisi saham) yang dimohon tersebut ; ---------------------------9. Guna memenuhi asas audi et alteram partem, Tergugat melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan dengan surat Nomor : Un. 163/VI/Set-3/2007 tanggal 13 Agustus 2007 telah mengundang Komisaris dan Direksi PT. Rimbakayu Arthamas untuk hadir pada tanggal 16 Agustus 2007 guna klarifikasi atas permasalahanpermasalahan pengelolaan IUPHHK PT. Rimbakayu Arthamas ; ----------10. Pada pertemuan tanggal 16 Agustus 2007 tersebut yang dihadiri antara lain oleh Komisaris, Pjs. Direktur Utama dan Pjs. Direktur PT. Rimba Kayu Arthamas terungkap bahwa sebagian besar saham PT. Rimba Kayu Arthamas telah dijual kepada Pihak lain, yang menyebabkan terjadinya peralihan pengendalian perusahaan ; ------------------------------------------11. Bahwa berdasarkan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan, ditentukan bahwa ijin pemanfaatan hutan sebagaimana dimaksud Pasal 19 dapat dipindahtangankan setelah mendapat persetujuan dari Menteri Kehutanan ; ----------------------------Dalam .......

- 27 -

Dalam Penjelasan Pasal 20 tersebut ditentukan bahwa yang dimaksud dengan “dipindahtangankan” dalam ketentuan ini adalah terbatas pada pengalihan ijin pemanfaatan dari pemegang ijin kepada pihak lain yang dilakukan melalui jual beli. Termasuk pengertian pemindahtanganan ijin pemanfaatan, sebagaimana yang dapat dilakukan besar atau oleh BUMS Indonesia, adalah

pengambialihan

sebagian

seluruh

saham yang

berakibat

beralihnya pengendalian perusahaan ; ----------------------------------------------12. Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 133 huruf c Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007, ditentukan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah tersebut di atas, dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan ijin ; -------------------13. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka Menteri Kehutanan dengan Keputusan Nomor : 352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007 mencabut Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts-II/1992 tanggal 26 Juni 1992 tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan kepada PT. Rimba Kayu Arthamas di Propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya; --------------------------------------------------------------------------------14. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penerbitan Keputusan Tata Usaha Negara obyek gugatan a. quo sudah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ; -----------------------------15. Terhadap dalil-dalil yang disampaikan oleh Penggugat dalam memori gugatannya dapat Tergugat sampaikan sebagai berikut ; ------------------a. Dalil Penggugat pada halaman 4 sampai dengan 6 memori gugatan yang pada intinya menyatakan bahwa penerbitan keputusan TUN a. quo ......

- 28 -

a.quo bertentangan dengan Pasal 133 huruf c Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 2007 adalah dalil yang tidak benar, dengan alasan : 1) Berdasarkan Notulen Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Rimbakayu Arthamas tanggal 6 September 2006, Direksi PT. Rimbakayu Arthamas telah memutuskan memberikan persetujuan penjualan dan penyerahan sebanyak 45.000 lembar saham senilai Rp. 45.000.000.000,- (empat puluh lima milyar rupiah) kepada PT. Garbapati Prakarsa ; -------------------------------------------------2) Berdasarkan Akta Pernyataan nomor : 4 tanggal 22 Januari 2007, menyatakan bahwa Kim Johanes Mulia (Direktur Utama PT. Garbapati Prakarsa) akan mengambil seluruh saham (akuisisi saham) PT. Rimbakayu Arthamas ; ------------------------------------3) PT. Rimba Kayu Arthamas (Penggugat) dengan surat Nomor : 01/RKA/Um/II/2007 tanggal 22 Januari 2007 kepada Menteri Kehutanan telah mengajukan permohonan pengambilalihan

seluruh saham (akuisisi saham) dari PT. Rimba Kayu Arthamas kepada PT. Garbapati Prakarsa ; ---------------------------------------4) Menteri Kehutanan/Tergugat dengan surat Nomor : S.

163/Menhut-VI/2007 tanggal 26 Januari 2007 kepada PT. Rimbakayu Arthamas menyatakan menolak/tidak menyetujui permohonan pengambil alihan saham (akuisisi saham) yang dimohon tersebut ;--------------------------------------------------------5) Pada pertemuan tanggal 16 Agustus 2007 tersebut yang dihadiri antara lain oleh Komisaris, Pjs. Direktur Utama dan Pjs. Direktur PT. Rimba ........

- 29 -

PT. Rimbakayu Arthamas terungkap bahwa sebagian besar saham PT. Rimba Kayu Arthamas telah dijual kepada Pihak lain, yang menyebabkan terjadinya peralihan pengendalian perusahaan ; ---6) Bahwa sesuai dengan bukti-bukti tersebut, maka Penggugat telah melakukan pengalihan saham (akuisisi saham) kepada PT. Garbapati Prakarsa tanpa mendapat persetujuan dari Menteri Kehutanan (Tergugat),sehingga perbuatan Penggugat tersebut telah melanggar Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 tahun 2007 ; ------------------------------------------------------------7) Pasal 133 huruf c Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 menentukan bahwa sanksi administratif berupa pencabutan ijin dikenakan kepada Pemegang IUPHHK (dulu HPH) dalam hutan alam pada hutan produksi yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud Pasal 20, dan berdasarkan ketentuan tersebut dan dengan melihat fakta-fakta tersebut di atas, maka Tergugat menerbitkan Keputusan Nomor :

352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007 yang mencabut Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts-II/1992 tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan kepada PT. Rimbakayu Arthamas di Propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya ; -----------------Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penerbitan Keputusan TUN obyek gugatan a.quo, tidak bertentangan dengan Pasal 133 huruf d Peraturan Pemerintah Nomor : 6 tahun 2007 ; --------------------------b. Dalil .......

- 30 -

b. Dalil Penggugat pada angka 2 halaman 6 sampai dengan 8 memori gugatan yang pada intinya menyatakan bahwa penerbitan keputusan Tata Usaha Negara a.quo bertentangan dengan Pasal 25 UndangUndang Nomor : 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah jo. Pasal 47 dan 48 Peraturan Presiden Nomor : 9 tahun 2005 sebagaimana Telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor : 62 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia adalah dalil yang tidak benar, dengan alasan ; --------------------------1) Penggugat sama sekali tidak memahami ketentuan UndangUndang Nomor : 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan telah mendistorsi ketentuan karena hanya menyebut Pasal 25 Undang-Undang tersebut, dan menganggap bahwa Diktum keempat Keputusan Tata Usaha Negara a. quo telah melanggar dan bertentangan dengan Undang-Undang Nomor : 32 Tahun

2004 ; -----------------------------------------------------------------------2) Bahwa sesuai Pasal 25 huruf g Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, wewenang Kepala Daerah antara lain melaksanakan tugas dan wewenang lain sesuai

dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ; -----------3) Sesuai dengan Pasal 10 ayat (2) Undang-Undang Nomor : 32

tahun 2004 ditentukan bahwa dalam urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah (Pusat) diluar urusan

pemerintahan sebagaimana dimaksud ayat (3) (politik luar negeri, pertahanan .......

- 31 -

pertahanan, keamanan, yustisi, moneter dan fiskal nasional, dan agama), Pemerintah dapat : a) menyelenggarakan sendiri sebagian urusan pemerintahan ; --b) melimpahkan sebagian urusan pemerintahan kepada Gubernur selaku wakil Pemerintah ; -------------------------------------------c) menugaskan sebagian urusan kepada pemerintahan daerah dan/atau pemerintahan desa berdasarkan atas tugas

pembantuan ; ---------------------------------------------------------4) Karena urusan di bidang kehutanan tidak termasuk dalam urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud Pasal 10 ayat (3) UndangUndang No. 32 Tahun 2004, maka dalam rangka pelaksanaan Keputusan TUN obyek gugatan a.quo Pemerintah (dhi. Menteri Kehutanan/Tergugat) dapat melimpahkan sebagian urusan

dibidang kehutanan kepada Gubernur selaku wakil Pemerintah yang ada di daerah ; -----------------------------------------------------Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka penerbitan Keputusan TUN a.quo tidak bertentangan dengan Pasal 25 Undang-Undang Nomor : 32 Tahun 2004 ; ---------------------------------------------------c. Dalil Penggugat pada huruf b halaman 8 s/d 9 memori gugatan yang menyatakan bahwa penerbitan Keputusan a.quo bertentangan dengan Pasal 134 Peraturan Pemerintah Nomor : 6 tahun 2004 adalah dalil yang tidak benar, dengan alasan ; --------------------------1) pada dasarnya maksud adanya peringatan adalah untuk

melaksanakan asas audi et alteran parterm ; ------------------------2) bahwa .......

- 32 -

2) bahwa sebelum menerbitkan Keputusaan TUN a.quo, guna pelaksanaan asas tersebut, Tergugat melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan dengan surat Nomor : Un. 163/VI/Set-3/2007 tanggal 13 Agustus 2007 telah mengundang Komisaris dan Direksi PT. Rimbakayu Arthamas untuk hadir pada tanggal 16 Agustus 2007 guna klarifikasi atas permasalahan permasalahan pengelolaan IUPHHK PT. Rimba Kayu Arthamas ; -3) Bahwa dari penjelasan Penggugat dalam pertemuan tersebut, ternyata telah terjadi pengambilalihan seluruh saham PT. Rimba Kayu Arthamas kepada pihak lain tanpa persetujuan dari Menteri Kehutanan, sehingga tidak perlu lagi diberikan peringatan 3 (tiga) kali ; ------------------------------------------------------------------------4) Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 37 Peraturan pemerintah Nomor : 3 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan, ketentuan Pasal 134 ayat (1) diubah yang intinya bahwa Pencabutan ijin akibat pelanggaran Pasal 20 dikecualikan untuk diberikan peringatan sebanyak 3 kali ; --------------------------------5) Di samping itu tidak diberikannya peringatan 3 kali juga dimaksudkan untuk menghindari kerugian Negara yang lebih besar yang kemungkinan terjadi atas tindakan-tindakan oleh Penggugat yang tidak sesuai dengan pengelolaan hutan alam produksi secara lestari, mengingat selama ini kinerja

Penggugat .......

- 33 -

Penggugat

dalam

pengelolaan

hutan

banyak

melakukan

pelanggaran; --------------------------------------------------------------d. Dalil Penggugat pada angka 5 halaman 9 sampai dengan 12 memori gugatan yang pada intinya penerbitan Keputusan TUN a.quo bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik adalah dalil yang tidak benar, dengan alasan sebagai berikut ; -------1) Tidak melanggar asas kepastian hukum, karena dalam Amar KETIGA angka 1 Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts-II/92 tanggal 26 Juni 2002 tentang Pemberian HPH kepada PT. Rimba Kayu Arthamas sudah jelas ditentukan bahwa PT. Rimba Kayu Arthamas sebagai Pemegang HPH tidak dapat memindahtangankan HPH kepada Pihak Lain tanpa persetujuan Menteri Kehutanan ; ------------------------------------------------------Disamping itu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku yaitu Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007, ditentukan bahwa Ijin Pemanfaatan sebagaimana dimaksud Pasal 19 (antara lain IUPHHK) dapat dipindahtangankan setelah mendapat persetujuan tertulis dari pemberi ijin ; ------------------------------------------------Karena faktanya Penggugat telah mengalihkan seluruh atau sebagian saham kepada Pihak lain sebelum atau tanpa mendapat persetujuan dari Menteri Kehutanan (selaku pemberi ijin), maka untuk menjamin kepastian hukum, berdasarkan Pasal 133 huruf c PP......

- 34 -

c PP Nomor : 6 Tahun 2007, Tergugat menerbitkan Keputusan Tata Usaha Negara obyek gugatan a.quo ; ---------------------------Dengan demikian tidak bertentangan dengan asas kepastian

hukum ; --------------------------------------------------------------------2) Tidak melanggar asas kecermatan, karena penerbitan Keputusan Tata Usaha Negara obyek gugatan a.quo telah didasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Disamping itu Tergugat juga telah mempertimbangkan masukanmasukan dari pihak lain antara lain ; ----------------------------------- Surat Sdr. Pietje Leiwakabessy (tokoh masyarakat Papua asal Kaimana/Mariasi) Nomor : 02/P/L/II/2007 tanggal 27 Februari 2007 kepada Presiden R.I ; -------------------------------------------- Surat Para Kepala Desa dan Kepala Dusun di Bintuni tanggal 15 Februari 2007 kepada Menteri Kehutanan ; ------------------------- Surat Kepala suku Besar Mogoi/Mayado dan Tokoh masyarakat desa Mayado kepada Menteri Kehutanan ; -------------------------Yang pada intinya ketiga surat tersebut mohon agar Ijin HPH an. PT. Rimbakayu Arthamas dicabut, karena tidak memberikan kontribusi kepada masyarakat ; ----------------------------------------Di samping itu PT. Rimba Kayu Arthamas juga telah melakukan pelanggaran-pelanggaran antara lain ; --------------------------------Temuan Tim bahwa Penggugat memasukkan alat berat dengan tidak melaporkan kepada Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi Irian Jaya ; ------------------------------------

- Kepala ........

- 35 -

- Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Teluk Bintuni masing–masing dengan surat No. 522.2/18 tanggal 6 Pebruari 2007, Nomor : 522.2/17 tanggal 6 Februari 2007, Nomor : 522.2/03 tanggal 8 Januari 2007,

memerintahkan kepada PT. Rimbakayu Arthamas untuk menghentikan sementara kegiatan ; ------------------------------Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka penerbitan Keputusan Tata Usaha Negara a.quo tidak bertentangan dengan asas kecermatan ; --------------------------------------------------------------3) Penerbitan Keputusan Tata Usaha Negara a.quo tidak melanggar asas pemberian alasan, karena jelas bahwa alasan dicabutnya ijin HPH/IUPHHK atas nama PT. Rimbakayu Arthamas/Penggugat adalah Penggugat telah mengalihkan ijinnya kepada pihak lain tanpa persetujuan Menteri Kehutanan, sehingga melanggar ketentuan Pasal 20 ayat (1) dan Pasal 133 huruf c PP Nomor : 6 Tahun 2007 ; --------------------------------------------------------------Dari uraian tersebut di atas, maka penerbitan Keputusan Tata Usaha Negara obyek gugatan a. quo tidak melanggar Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik ; ---------------------------------------------------Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka mohon kepada Majelis Hakim yang menangani perkara a. quo untuk menolak gugatan Penggugat seluruhnya ; --------------------------------------------------------------------------III. Dalam Permohonan Penundaan.

Terhadap .......

- 36 -

Terhadap permohonan penundaan pelaksanaan Keputusan Tata Usaha Negara obyek gugatan a.quo yang diajukan Penggugat dalam gugatannya pada angka 6 halaman 13 dan 14, dapat kami sampaikan sebagai berikut : 1. Bahwa sesuai dengan Pasal 67 ayat (4) Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 ditentukan bahwa permohonan penundaan sebagaimana dimaksud ayat (2) dikabulkan hanya apabila terdapat keadaan yang sangat mendesak yang mengakibatkan kepentingan Penggugat sangat dirugikan jika keputusan Tata Usaha Negara yang digugat tersebut tetap dilaksanakan ; ------------------------------------------------------------2. Bahwa alasan kerugian potensi laba adalah tidak benar karena hal tersebut sifatnya prediksi (tidak factual) sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk melakukan penundaan ; ----------------------------------------3. Kerugian-kerugian lain yang disampaikan Penggugat berupa biaya operasional dan tidak terealisirnya penjualan kayu rebah, pada dasarnya merupakan kerugian akibat kesalahan Penggugat sendiri yang mengalihkan ijin kepada pihak lain, yang berarti melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga kerugian tersebut tidak dapat dibebankan kepada Tergugat dan dijadikan pertimbangan untuk melakukan penundaan ; ------------------4. Terhadap aset baik barang bergerak berupa alat berat, alat angkut dan mesin industri pengolahan kayu digunakan sebagai jaminan atas pelunasan kewajiban finansial kepada Negara yang belum terpenuhi, artinya jika tidak terdapat kewajiban finansial uang belum terpenuhi maka aset tersebut kembali ke perusahaan. Dengan demikian tidak

ada .....

- 37 -

ada kerugian Negara atas penerbitan keputusan Tata Usaha Negara a.quo; ---------------------------------------------------------------------------------Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, tidak terdapat kepentingan mendesak sebagaimana dimaksud Pasal 67 Undang-Undang Nomor : 5 tahun 1986, sehingga Tergugat dengan tegas menolak permohonan penundaan yang disampaikan Penggugat tersebut ; --------------------------Berdasarkan uraian baik dalam eksepsi, pokok perkara maupun dalam penundaan tersebut di atas, selanjutnya Tergugat mohon kepada Majelis Hakim yang menangani perkara a.quo untuk memeriksa, mengadili dan memutuskan sengketa Tata Usaha Negara in litis, sebagai berikut ; --------------------------------1. Dalam Eksepsi : Menerima eksepsi Tergugat ; ---------------------------------------------------------Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima ; ---------------------------2. Dalam Penundaan : Menolak permohonan penundaan yang disampaikan Penggugat ; --------------3. Dalam Pokok Perkara: Menolak gugatan Penggugat seluruhnya ; --------------------------------------Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara ; -------------------Menimbang, bahwa atas Jawaban Tergugat tersebut, Penggugat telah mengajukan Replik dengan suratnya tertanggal 25 Pebruari 2008, dan atas Replik Penggugat tersebut pihak Tergugat telah mengajukan Duplik tertanggal 10 Maret 2008 ; ----------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil gugatannya Penggugat dipersidangan telah mengajukan alat bukti berupa foto copy surat-surat yang diberi .......

-

-

-

- 38 -

diberi tanda P-1 sampai dengan P-12, telah dimeteraikan dengan cukup dan telah dicocokkan dengan bukti aslinya, sehingga dapat dijadikan sebagai alat bukti yang sah sebagai berikut : 1. Bukti P - 1 : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 651/Kpts-II/1992 tanggal 26 Juni 1992 tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Kepada PT. RIMBAKAYU ARTHAMAS di Propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya. (Fotocopy sesuai dengan asli) ; ----------------------------2. Bukti P - 2 : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts-II/1992 tanggal 26 Juni 1992 tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Kepada PT. RIMBAKAYU ARTHAMAS di Propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya. (Fotocopy sesuai dengan asli) ; -----------3. Bukti P - 3 : Lembar Tanda Terima dari Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Produksi up. Bagian Hukum Departemen Kehutanan tentang Salinan Asli Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : ------------SK.352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007, diterima oleh PENGGUGAT tanggal 2 Nopember 2007. (Fotocopy dari fotocopy); --------------------------------------------------------------4. Bukti P - 4 : Akta Pendirian PT. RIMBAKAYU ARTHAMAS, Nomor : 80 tanggal 25 Oktober 1989, Yang dibuat dihadapan Adlan Yulizar, SH, Notaris di Jakarta (Fotocopy sesuai dengan asli) ;5. Bukti P - 5 : Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. RIMBAKAYU ARTHAMAS Nomor : ……..

- 39 -

Nomor : 06 tanggal 28 Desember 2006, dibuat dihadapan Imam Budi Prakoso, SH, Pengganti Yulida Vincestra, SH, Notaris di Jakarta. (Fotocopy sesuai dengan asli) ; -------------6. Bukti P - 6 : Daftar Karyawan PT. RIMBAKAYU ARTHAMAS, berjumlah 177 orang, terbagi atas 15 orang di Jakarta dan 162 di Teluk Bintuni. (Fotocopy sesuai dengan asli) ; --------------------------7. Bukti P - 7 : Perhitungan Kerugian PT. RIMBAKAYU ARTHAMAS dengan jumlah total kerugian sebesar Rp. 67.680.881.000,-. (Fotocopy sesuai dengan asli) ; -------------------------------------------------Bukti P-7.1 : Kerugian terhadap biaya operasional periode November s/d Desember 2007. (Fotocopy sesuai dengan asli) ; ---------------Bukti P-7.2 : Kerugian potensi laba yang hilang periode Januari s/d Oktober 2008. (Fotocopy sesuai dengan asli) ; -----------------------------Bukti P-7.3 : Kerugian terhadap Penjualan kayu rebah yang tidak terealisir. (Fotocopy sesuai dengan asli) ; ------------------------------------Bukti P-7.4 : Kerugian terhadap aset-aset PENGGUGAT. (Fotocopy sesuai dengan asli) ; ---------------------------------------------------------------8. Bukti P - 8 : Surat dari Dinas Kehutanan dan Pertanian Provinsi Irian Jaya Barat, Kepada Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan (BPK) Departemen Kehutanan, Nomor : 522.1/03 tanggal 2 Januari 2007, Perihal : Hasil Penilaian terhadap PT.

RIMBAKAYU ARTHAMAS selama beroperasi. (Fotocopy sesuai dengan asli) ; ----------------------------------------------------------9. Bukti P- 9 : Keputusan Kepala Dinas Kehutanan dan Pertanian Provinsi Irian Jaya ......

- 40 -

Irian Jaya Barat Nomor : KEP-522.1.023 tanggal 10 Februari 2007, tentang Pengesahan Rencana Kerja Tahunan

Pengusahaan Hutan tahun 2007 An. PT. RIMBAKAYU ARTHAMAS. (Fotocopy sesuai dengan asli) ; -------------------10. Bukti P-10 : Peraturan Pemerintah RI Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Serta Pemanfaatan Hutan. (Fotocopy) ; ------------------------11. Bukti P-11 : Undang-Undang RI Nomor : 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. (Fotocopy) ; --------------------------------12. Bukti P-12 : Peraturan Presiden RI Nomor : 62 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor : 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementrian Negara RI. (Fotocopy) ;----------------Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil sangkalannya

Tergugat dipersidangan telah mengajukan alat bukti berupa foto copy suratsurat yang diberi tanda T-1 sampai dengan T-16, telah dimeteraikan dengan cukup, dan telah dicocokkan dengan bukti aslinya, sehingga dapat dijadikan

sebagai alat bukti yang sah sebagai berikut : ---------------------------------------------1. Bukti T-1 : Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan. (Fotocopy) ; ------------------------------------2. Bukti T-2 : Peraturan Pemerintah Nomor : 3 Tahun 2008 tentang

Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 tentang …….

- 41 -

tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan. (Fotocopy) ; --------------------3. Bukti T-3 4. Bukti T-4 : Undang-Undang Nomor : 32 Tahun 2004 (Fotocopy) ; -----------: Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/KPTS-II/1992 tanggal 26 Juni 1992 tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Kepada PT. RIMBAKAYU ARTHAMAS. (Fotocopy dari fotocopy) ; ---------------------------------------------------------------5. Bukti T-5 : Surat dari Mahmudi Husin, SH, Advokat dan Konsultan Hukum Nomor : 0156/MH-PL/XI/06 tanggal 07 Nopember 2006 (Fotocopy dari fotocopy) ; ---------------------------------------------6. Bukti T-6 : Notulen Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. RIMBAKAYU ARTHAMAS tanggal 6 September 2006. (Fotocopy dari fotocopy) ; ----------------------------------------------------------7. Bukti T-7 : Akta Pernyataan Nomor : 4 tanggal 22 Januari 2007. (Fotocopy dari fotocopy) ; ----------------------------------------------------------8. Bukti T-8 : Surat PT. RIMBAKAYU ARTHAMAS Nomor : 01/RKA/Um/II/2007 tanggal 22 Januari 2007. (Fotocopy sesuai dengan asli) ; -------9. Bukti T-9 : Surat Menteri Kehutanan Nomor : S. 163/Menhut-VI/2007 tanggal 26 Januari 2007. (Fotocopy sesuai dengan asli) ; -------10. Bukti T-10 : Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan Nomor : Un. 163/VI/Set-3/2007 tanggal 13 Agustus 2007. (Fotocopy sesuai dengan asli) ; --------------------------------------11. Bukti T-11 : Surat dari Sdr. Pietje Leiwakabessy (tokoh masyarakat Papua asal Kaimana/Mariasi) Nomor : 02/P/L/II/2007 tanggal 27 Pebruari .......

- 42 -

Pebruari 2007. (Fotocopy dari fotocopy) ; -------------------------12. Bukti T-12 : Surat para Kepala Desa dan Kepala Dusun di Bintuni tanggal 15 Pebruari 2007. (Fotocopy dari fotocopy) ; --------------------------13. Bukti T-13 : Surat dari Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Teluk Bintuni Nomor : 522.2/03 tanggal 8 Januari 2007. (Fotocopy dari fotocopy) ; -------------------------------------14. Bukti T-14 : Surat dari Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Teluk Bintuni Nomor : 522.2/17 tertanggal 6 Pebruari 2007. (Fotocopy dari fotocopy) ; --------------------------15. Bukti T-15 : Surat dari Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Teluk Bintuni Nomor : 522.2/18 tertanggal 6 Pebruari 2007. (Fotocopy dari fotocopy) ; --------------------------16. Bukti T-16 : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts-II/1992 tanggal 26 Juni 1992 tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Kepada PT. RIMBAKAYU ARTHAMAS. (Fotocopy sesuai dengan asli) ; -------Menimbang, bahwa Pihak Penggugat dan Pihak Tergugat telah mengajukan Kesimpulan dengan suratnya masing-masing tanggal 7 April 2008 ; ------------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa segala sesuatu yang terjadi dipersidangan menunjuk kepada Berita Acara Persidangan dalam perkara yang bersangkutan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan putusan ini ; ------------------------Menimbang, ......

- 43 -

Menimbang, bahwa pada akhirnya para pihak tidak mengajukan apa-apa lagi dalam perkara ini, dan mohon putusan ; ---------------------------------------------TENTANG PERTIMBANGAN HUKUMNYA : Menimbang, bahwa maksud gugatan Penggugat adalah sebagaimana tersebut di atas ; ------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa Penggugat dalam gugatannya telah memohon pembatalan atau dinyatakan tidak sah keputusan Tergugat yaitu Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts-II/1992 tanggal 26 Juni 1992 tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Kepada PT. RIMBAKAYU ARTHAMAS di Propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya ; --------------------Menimbang, bahwa Tergugat telah mengajukan eksepsi terhadap gugatan Penggugat yang tertuang dalam Jawabannya tertanggal 18 Pebruari 2008 ; ------------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa eksepsi ini bukanlah eksepsi yang harus diputus sebelum pemeriksaan perkara, oleh karena itu eksepsi ini akan dipertimbangkan dalam putusan ini sebelum mempertimbangkan pokok perkara, dengan

pertimbangan- pertimbangan sebagai berikut : DALAM EKSEPSI : Menimbang, bahwa isi selengkapnya eksepsi yang diajukan Tergugat tersebut adalah sebagai berikut :

Menimbang ......

- 44 -

Menimbang, bahwa eksepsi Tergugat menyatakan bahwa Penggugat tidak mempunyai kapasitas mengajukan gugatan dengan alasan-alasan yang pada pokoknya adalah sebagai berikut : 1. Bahwa hasil Notulen Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Rimbakayu Arthamas tanggal 6 September 2006, memutuskan memberikan persetujuan penjualan dan penyerahan sebanyak 45.000 lembar saham senilai Rp. 45.000.000.000,- (Empat puluh lima miliar rupiah) kepada PT.Garbapati Prakarsa ; ----------------------------------------------------------------------------------2. Bahwa adanya Akta Pernyataan Nomor :4 tanggal 22 Januari 2007, yang menyatakan bahwa Kim Johanes Mulia (Dir. Utama PT. Garbapati Prakarsa) akan mengambil seluruh saham (akuisisi saham) PT. Rimbakayu Arthamas ; --3. Surat Direktur Utama PT. Rimbakayu Arthamas Nomor : 01/RKA/Um/II/2007 tanggal 22 Januari 2007 kepada Menteri Kehutanan perihal Permohonan pengambil-alihan seluruh saham (akuisisi) dari Penggugat kepada PT. Garbapati Prakarsa ; ----------------------------------------------------------------------4. Bahwa adanya pertemuan tanggal 16 Agustus 2007, yang dihadiri antara lain Komisaris, Pjs.Direktur Utama dan Pjs.Direktur PT. Rimbakayu Arthamas yang mengungkapkan bahwa sebagian besar atau seluruh saham-saham PT. Rimbakayu Arthamas telah dijual kepada pihak lain (PT. Garbapati Prakarsa) ; 5. Bahwa menurut Tergugat telah terjadi pengalihan sebagian saham atau seluruh saham milik Penggugat kepada pihak lain tanpa persetujuan dari Tergugat selaku pemberi ijin sebagaimana dimaksud Pasal 20 ayat (1) Peraturan

Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 Jo. Peraturan Pemerintah Nomor : 3 Tahun 2008 ; ---------------------------------------------------------------------------------------6. Bahwa ......

- 45 -

6. Bahwa Direksi baru tersebut tidak berwenang mewakili perseroan untuk melakukan gugatan kepada Tergugat, karena pengalihan saham telah melanggar ketentuan peraturan perundangan-undangan yang berlaku,

sehingga Direksi yang terbentuk tidak dapat mewakili perseroan untuk melakukan gugatan (premature), sehingga dengan demikian tidak mempunyai kapasitas hukum untuk melakukan gugatan, sehingga gugatan tersebut harus dinyatakan tidak dapat diterima ; ------------------------------------------------------Menimbang, bahwa atas eksepsi Tergugat tersebut, Penggugat dalam Repliknya tanggal 25 Pebruari 2008 telah melakukan sanggahan yang pada pokoknya menyatakan sebagai berikut : Bahwa Penggugat adalah suatu badan hukum yang berbentuk Perseroan Terbatas yang tunduk kepada Undang-Undang Nomor : 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas dan telah diganti dengan kepada Undang-Undang Nomor : 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, serta tunduk kepada Anggaran Dasar dan Perubahan-perubahannya, maka untuk bertindak didalam dan diluar pengadilan suatu badan hukum yang berbentuk Perseroan Terbatas diwakili oleh Direkturnya sebagaimana diatur dalam pasal 11 ayat (1) Anggaran Dasar PT. Rimbakayu Arthamas ; --------------------------------------------------------------Bahwa dalil-dalil yang disampaikan oleh Tergugat dalam jawabannya pada prinsipnya Penggugat menolak secara tegas karena Penggugat baru melakukan persetujuan/rencana penjualan sebagian atau seluruh saham-sahamnya

kepada pihak lain ; ------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan eksepsi yang tertuang dalam jawaban Tergugat dan Replik Penggugat, maka Majelis Hakim akan mempertimbangkan eksepsi ....

- 46 -

eksepsi Tergugat terlebih dahulu dengan pertimbangan sebagai berikut : Menimbang, bahwa menurut hemat Majelis Hakim, Penggugat dikatakan memiliki kapasitas sebagai pihak dalam perkara ini apabila memiliki kepentingan sebagai syarat untuk mengajukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara, dan untuk mengetahui apakah Penggugat memiliki kepentingan ataukah tidak dalam perkara aquo, maka sesuai dengan asas hukum no interest no action (tidak ada kepentingan, tidak ada gugatan) dan berdasarkan pendapat Indroharto, SH. dalam bukunya yang berjudul ” Usaha Memahami Undang-undang tentang Peradilan Tata Usaha Negara ” Buku II, terbitan Pustaka Sinar Harapan, Jakarta 2003, halaman 37-40 menyatakan : Pengertian Kepentingan itu dalam kaitannya dengan Hukum Acara Tata Usaha Negara mengandung dua arti, yaitu : 1. Menunjuk kepada nilai yang harus dilindungi oleh Hukum terhadap nilai yang harus dilindungi itu dapat dilihat dari beberapa faktor, yaitu : a. Kepentingan dalam kaitannya yang berhak menggugat ; --------------b. Kepentingan dalam hubungannya dengan Keputusan Tata Usaha Negara yang bersangkutan ; ------------------------------------------------2. Kepentingan proses, artinya apa yang hendak dicapai dengan melakukan suatu proses gugatan yang bersangkutan ; ----------------------------------Menimbang, bahwa Penggugat dalam perkara a quo adalah pihak yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara berupa Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Kehutanan

Nomor : 651/Kpts-II/1992 tanggal 26 Juni 1992 tentang Pemberian Hak

Pengusahaan .....

- 47 -

Pengusahaan Hutan kepada PT. Rimbakayu Arthamas di Propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya (Bukti P-1=T-16) ; ---------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa Handy Irwanto Setiawan selaku Direktur PT. Rimbakayu Arthamas mempunyai kapasitas Hukum untuk mengajukan gugatan dalam perkara a quo berdasarkan : 1. Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang Nomor : 1 Tahun 1995 tentang Perseroan terbatas menyatakan bahwa Anggota Direksi diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ; ----------------------------------2. Rapat Umum Luar Biasa para pemegang Saham tanggal 18 Desember 2006, sebagaimana tertuang dalam Akta Pernyataan Rapat yang dibuat dihadapan Imam Budi Prakoso, SH., Notaris Pengganti Yulida Vincestra, SH. (BUkti P-5) ; ---------------------------------------------------3. Pasal 11 Ayat (1) Anggaran Dasar PT. Rimbakayu Arthamas pada prinsipnya menyatakan Direktur Utama mewakili Direksi dan

karenanya mewakili perseroan didalam dan diluar Pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian dan berhak mengikat Perseroan pada pihak lain, atau pihak lain kepada Perseroan serta menjalankan segala tindakan baik yang mengenai pengurusan maupun yang mengenai pemilikan, ….. ; -----------------------------------------------------4. Pasal 11 Ayat (3) Anggaran Dasar PT. Rimbakayu Arthamas pada prinsipnya menyatakan sebagai berikut : “ Para Direktur baik bersamasama maupun masing-masing membantu Direktur Utama dan jikalau Direktur Utama berhalangan atau tidak ada, hal mana tidak perlu

dibuktikan …..

- 48 -

dibuktikan terhadap pihak lain, maka perseroan diwakili oleh salah seorang Direktur, yang dalam demikian itu mempunyai wewenang sama dengan Direktur Utama (Bukti P-4) ; ---------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan bukti-bukti tersebut diatas Majelis Hakim menemukan fakta hukum bahwa Penggugat yang diwakili oleh Direktur PT. Rimbakayu Arthamas (Handy Irwanto Setiawan) mengajukan gugatan perkara a quo mempunyai kapasitas mengajukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta sehubungan dengan obyek sengketa yang diterbitkan oleh Tergugat dalam perkara a quo ; --------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas, menurut hemat Majelis Hakim Pihak Penggugat telah memenuhi unsur-unsur Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang perubahan Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang menyatakan : “Seseorang atau Badan Hukum Perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang berwenang berisi tuntutan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakn batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan/atau rehabilitasi ; --------------------------------------Menimbang, bahwa dengan diterbitkannya Surat Keputusan yang menjadi obyek sengketa dalam perkara ini terbukti Penggugat merasa kepentingannya dirugikan sehingga Penggugat jelas mempunyai hubungan hukum, kapasitas dan kepentingan sebagai pihak yang berdiri sendiri dalam perkara a quo dan

memenuhi ….

- 49 -

memenuhi ketentuan Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara ; --------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa oleh karena eksepsi Tergugat yang menyatakan mengenai Penggugat tidak mempunyai kapasitas mengajukan gugatan tidak terbukti, maka menurut Majelis Hakim eksepsi tersebut haruslah ditolak ; ----------Menimbang, bahwa oleh karena eksepsi Tergugat telah dinyatakan ditolak, maka Majelis Hakim selanjutnya akan mempertimbangkan mengenai pokok perkara sebagai berikut : DALAM POKOK PERKARA : Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Penggugat adalah sebagaimana tersebut diatas ; --------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa Keputusan Tergugat yang dimohon pembatalannya atau dinyatakan tidak sah adalah Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : SK.352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007 tentang pencabutan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts-II/1992 tanggal 26 Juni 1992 tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan kepada PT. Rimbakayu Arthamas di Propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya ; --------------------------------------Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil gugatannya Penggugat telah mengajukan alat bukti berupa fotocopy surat yang diberi tanda bukti P-1 sampai dengan P-12, sedangkan Tergugat untuk menguatkan dalil sangkalannya telah mengajukan alat bukti berupa fotocopy surat yang diberi tanda bukti T-1 sampai …..

- 50 -

sampai dengan T-16, yang selengkapnya sebagaimana termuat didalam Berita Acara Pemeriksaan Persidangan yang merupakan satu kesatuan dengan Putusan ini ; ----------------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa Tergugat telah membantah seluruh dalil-dalil gugatan Penggugat tersebut sebagaimana diuraikan dalam surat Jawabannya tertanggal 18 Februari 2008 maupun dalam surat Dupliknya tertanggal 10 Maret 2008, bantahan Tergugat tersebut pada pokoknya menyatakan bahwa tidak benar dalil gugatan Penggugat yang menyatakan kesewenang-wenangan Tergugat menerbitkan Keputusan in litis. Selanjutnya dikatakan bahwa Keputusan in litis diterbitkan dengan alasan-alasan sebagai berikut : - Bahwa adanya Surat dari saudara Mahmudin Husin, SH., Advocat dan Konsultan Hukum dengan Surat Nomor : 0156/MH-PL/XI/06 tanggal 07 Nopember 2006 yang menyatakan bahwa Penggugat akan menjual saham-saham dan bahkan seluruh aset-aset PT. Prabu Alaska (termasuk HPH PT. Rimbakayu Arthamas) ; -- Bahwa berdasarkan Notulen RUPS Luar Biasa PT. Rimbakayu Arthamas tanggal 6 September 2006 diputuskan memberikan persetujuan penjualan dan penyerahan sebanyak 45.000 lembar saham senilai Rp. 45.000.000.000,- (empat puluh lima milyar rupiah) kepada PT. Garbapati Prakarsa ; ----------------------------------------- Bahwa Penggugat dengan Surat Nomor : 01/RKA/UM/II/2007 tanggal 22 Januari 2007 kepada Menhut telah mengajukan permohonan pengambil alihan seluruh saham (akuisisi saham) dari Penggugat kepada PT. Garbapati Prakarsa) ; --------- Bahwa Tergugat dengan Surat Nomor : S.163/Menhut-VI/2007 tanggal 26 Januari 2007 kepada Penggugat menyatakan menolak/tidak menyetujui

permohonan pengambil alihan saham (akuisisi saham) yang dimohon tersebut ; - Bahwa ....

- 51 -

- Bahwa pertemuan tanggal 16 Agustus 2007 dihadiri oleh Komisaris, Pjs. Dirut dan Pjs. Direktur PT. Rimbakayu Arthamas terungkap bahwa sebagian besar saham Penggugat telah dijual kepada pihak lain yang menyebabkan terjadinya peralihan pengendalian perusahaan ; ----------------------------------------------------- Bahwa berdasarkan Pasal 20 ayat 5 (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 ditentukan bahwa Ijin Pemanfaatan Hutan sebagaimana dimaksud Pasal 19 Dapat dipindah-tangankan setelah mendapat persetujuan dari Menteri

Kehutanan; ------------------------------------------------------------------------------------ Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 133 Huruf c Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007, ditentukan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah tersebut diatas dikenakan Sanksi Administratif berupa pencabutan Ijin ; ----------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat telah membantah seluruh dalildalil gugatan Penggugat tersebut, maka Majelis Hakim akan menguji kebenaran dalil-dalil pihak tersebut berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh dalam

persidangan, dengan alasan pengujian berdasarkan Pasal 53 ayat (2) huruf a dan b Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara ; -----------------------Menimbang, bahwa Pasal 53 ayat (2) huruf a dan b Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 adalah merupakan instrumen Yuridis bagi Hakim untuk melakukan pengujian apakah suatu produk Keputusan Tata Usaha Negara cacat yuridis atau bukan. Kewenangan Hakim dalam hal ini bersifat Dominis Litis artinya tidak saja terbatas pada bukti yang diajukan para pihak, oleh karena itu diperlukan

kearifan .....

- 52 -

kearifan Hakim untuk menguji secara seksama. Oleh karena itu pula Hakim tidak terikat hanya menguji berdasarkan alasan-alasan pembatalan Keputusan yang didalilkan Penggugat yaitu adanya kesewenang-wenangan Tergugat sebagaimana didalilkan dalam gugatannya, melainkan Hakim mempunyai kewenangan untuk melakukan segala aspek pengujian berdasarkan Pasal 53 ayat (2) huruf a dan b Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 yaitu pengujian yang meliputi : 1. Apakah Keputusan in litis diterbitkan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, atau ; --------------------------------------2. Apakah Keputusan in litis telah diterbitkan bertentangan dengan Azas-Azas Umum Pemerintahan Yang Baik ; --------------------------------------------------Menimbang, bahwa berikut ini Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah Keputusan in litis diterbitkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu ketentuan Pasal 53 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang perubahan Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara ; --------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan Bukti T-5 berupa Surat dari Mahmudin, SH. Advocat dan Konsultan Hukum yang menyatakan bahwa PO Suwandi selaku Dirut PT. Rimbakayu Arthamas akan menjual saham-saham dan bahkan seluruh asset-aset PT. Prabu Alaska (termasuk HPH Penggugat) hanyalah pernyataan sepihak dari saudara Mahmudin, SH., dan menurut Majelis Hakim Surat tersebut tidak ada relevansinya dengan diterbitkannya Obyek Sengketa dalam perkara a quo ; --------------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan Bukti T-6, T-7, T-8, dan T-9 pada prinsipnya .....

- 53 -

prinsipnya Majelis Hakim menyatakan bahwa Penggugat akan melakukan pengalihan sebagian atau seluruh saham-sahamnya kepada PT. Garbapati Prakarsa, dan menurut hemat Majelis Hakim bukti-bukti tersebut bukanlah merupakan perbuatan pengambil alihan sebagian atau seluruhnya saham (akuisisi saham) Penggugat kepada PT. Garbapati Prakarsa, karena bukti-bukti tersebut faktanya menyatakan hanyalah baru rencana dari Penggugat untuk

melakukan pengalihan penjualan sebagian atau seluruh saham-saham Penggugat kepada PT. Garbapati Prakarsa, dan hal tersebut belum adanya bukti atau fakta hukum yang menyatakan telah terjadi tindakan hukum yang riil atau konkrit mengenai pengalihan atau penjualan sebagian atau seluruh saham-saham Penggugat kepada pihak lain dan justru dengan adanya bukti T-9 tersebut menunjukan adanya fakta hukum bahwa Tergugat yang telah menolak

permohonan yang dimaksud oleh Penggugat hal ini mengidentikan Perusahaan Penggugat seharusnya dipertahankan bukan dicabut ; ---------------------------------Menimbang, bahwa sesuai ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan menyatakan bahwa : ”Ijin pemanfaatan hutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 dapat dipindahtangankan setelah mendapat persetujuan tertulis dari pemberi ijin”. Menimbang, bahwa lebih lanjut dijelaskan pada ketentuan Penjelasan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 menyatakan : ” yang dimaksud dengan ”dipindah tangankan” dalam ketentuan ini adalah terbatas pada pengalihan Ijin Pemanfaatan dari pemegang ijin kepada pihak lain yang dilakukan melalui jual beli ; -----------------------------------------------------------Termasuk ....

- 54 -

Termasuk

dalam

pengertian

dalam

pemindah-tanganan

ijin

pemanfaatan,

sebagaimana yang dapat dilakukan oleh BUMS, adalah pengambil alihan sebagian besar atau seluruh saham yang berakibat beralihnya pengendalian perusahaan.” Menimbang, bahwa dari uraian tersebut diatas Majelis Hakim menemukan fakta hukum ijin pemanfaatan hutan baru dapat dialihkan apabila ada ijin dalam hal ini Menteri Kehutanan RI dan

persetujuan dari

pemberi

Penggugat baru dapat melakukan pengalihan sebagian besar atau seluruh saham (akuisisi saham) miliknya apabila telah terjadi perbuatan hukum konkrit berupa jual beli ; ---------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa menurut hemat Majelis Hakim perbuatan atau rencana Penggugat melakukan pengalihan sebagian besar atau seluruh saham (akuisisi saham) milik Penggugat tidaklah dapat dikategorikan sebagai perbuatan konkrit jual beli seperti yang dimaksud dalam ketentuan beserta penjelasannya Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan ; ----------------Menimbang, bahwa selanjutnya akan dipertimbangkan mengenai alasan Tergugat mengenai perbuatan Penggugat yang telah melakukan Pengalihan sebagian besar atau seluruh saham (akuisisi saham) Penggugat hanya didasarkan pada temuan yang didapat oleh Sek. Dir. Jend. Bina Produksi Kehutanan berdasarkan hasil pertemuan yang diadakan pada tanggal 13 Agustus 2007 yang dihadiri oleh Komisaris dan Pjs. Direktur Penggugat (Bukti T-10) ; -------------------Menimbang, bahwa berdasarkan bukti tersebut diatas Majelis Hakim juga tidak menemukan fakta hukum serta berkesimpulan bahwa Penggugat secara factual ....

- 55 -

factual atau konkrit telah melakukan perbuatan hukum berupa Pengalihan sebagian besar atau seluruh saham (akuisisi saham) milik Penggugat kepada pihak lain dalam hal ini PT. Garbapati Prakarsa ; ------------------------------------------------Menimbang, bahwa terlepas dari masalah Pengalihan sebagian atau seluruh saham milik (akuisisi saham) Penggugat maka mengenai Pengalihan sebagian besar atau seluruh saham yang diberikan oleh Tergugat itu harus dilakukan sesuai dengan ketentuan beserta penjelasan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007, apabila ketentuan tersebut dilanggar maka Penggugat dapat dikenai sanksi administrasi sesuai yang tercantum dalam ketentuan Pasal 133 Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan rencana Pengelolaan Hutan Serta Pemanfaatan Hutan menyatakan : ”Sanksi administrasi berupa pencabutan Ijin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (1) huruf d dikenakan kepada : ........ dan seterusnya” ; ------------Menimbang, bahwa berdasarkan Bukti P-10 = T-1 mengenai sanksi administrasi lebih lanjut diatur dalam ketentuan Pasal 134 ayat (1 dan 2) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 yang pada prinsipnya menyatakan : (1). Untuk memberikan kesempatan bagi pemegang IUPK, IUPJL, IUPHHK Alam, IUPHH Restorasi ekosistem Hutan Alam, IUPHHK, IUPHHBK, IPHHK, IPHHBK, IPHHK, atau IPHHBK melaksanakan kewajibannya, sebelum ijin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133 dicabut terlebih dahulu diberikan peringatan tertulis paling banyak 3 (tiga) kali secara berurutan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari untuk setiap kali peringatan, kecuali pencabutan Ijin akibat sanksi pidana sebagaimana dimaksud ….

- 56 -

dimaksud dalam Pasal 78 Undang-Undang Nomor : 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan atau dinyatakan Pailit oleh Pengadilan Negeri ; ----(2). Pencabutan Ijin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan setelah berakhirnya jangka waktu peringatan tertulis ketiga pemegang Ijin tidak melaksanakan kewajibannya ; ------------------------------------Menimbang, bahwa setelah Majels Hakim meneliti fakta-fakta dalam persidangan terutama bukti-bukti para pihak, ternyata peringatan tersebut tidak dilakukan oleh Tergugat. Oleh karenanya pencabutan IUPHHK yang diberikan

kepada Penggugat (penerbitan Keputusan in litis) telah dilakukan Tergugat dengan tidak mengindahkan prosedur yang ditentukan dalam Peraturan Perundangundangan, dalam hal ini Pasal 134 ayat (1 dan 2) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan rencana Pengelolaan Hutan Serta Pemanfaatan Hutan, oleh karena itu Surat Keputusan Tergugat in litis harus dinyatakan cacat prosedur sehingga bertentangan dengan Peraturan Perundangundangan yang berlaku ; --------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa menurut Majelis Hakim bahwa Tergugat selaku pelaksana pemerintahan haruslah tunduk kepada norma-norma peraturan dasar yang memberi kewenangan kepada Tergugat baik untuk menerbitkan Keputusan maupun mencabut Keputusan yang pernah diterbitkannya. Apabila pihak Tergugat mengambil suatu tindakan dalam pelaksanaan pemerintah dan dianggap bahwa ketentuan Perundang-undangan mengenai hal ini tidak cukup memadai, maka dalam hal ini Tergugat haruslah juga tunduk pada Azas-Azas Umum Pemerintahan Yang Baik ; --------------------------------------------------------------------------------------

Menimbang ….

- 57 -

Menimbang, bahwa alasan Tergugat yang mendasarkan tindakannya pada Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : SK.352/Menhut-II/2007 (Bukti T-16 = P-1), haruslah dicermati sebagai suatu rangkaian dalam pengambilan Keputusan in litis, dengan alasan bahwa Keputusan itu (Bukti T-16) dibuat dalam rangkaian pengambilan tindakan terhadap kelangsungan usaha pengelolaan hutan bagi pemegang IUPHHK ; --------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa oleh karena ternyata Tergugat telah mengambil suatu kebijakan diluar ketentuan-ketentuan peraturan dasar yang mengatur sanksi administrasi yang ditentukan dalam Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 yaitu dengan cara menentukan sendiri sanksi bukan administrasi dengan pencabutan IUPHHK bagi Pengusaha yang permasalahannya mengenai pengalihan sebagian besar atau seluruh saham (akuisisi saham), maka hal ini haruslah dipandang sebagai suatu pelaksanaan pemerintahan yang bebas yang dapat diuji berdasarkan Azas-Azas Umum Pemerintahan Yang Baik ; ------------------------------Menimbang, bahwa Azas-Azas Umum Pemerintahan Yang Baik yang seharusnya diperhatikan Tergugat sebelum mempertimbangkan Keputusan in litis adalah mengenai apakah Tergugat terlebih dahulu telah mendengar Penggugat guna memberi kesempatan untuk pembelaan mengenai Rencana Pengalihan sebagian besar atau seluruh saham (akuisisi saham) Perusahaan Penggugat sebagaimana didalilkan Tergugat (Azas Audit alteram partem), mengingat Keputusan yang akan diambil Tergugat jangkauannya mencangkup kelangsungan jalannya Perusahaan Penggugat ; ----------------------------------------------------------Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim mencermati seluruh bukti-bukti yang .....

- 58 -

yang diajukan para pihak dipersidangan serta memperhatikan semua fakta-fakta dipersidangan ternyata tidak ditemukan adanya indikasi bahwa Tergugat telah mendengar Penggugat untuk melakukan pembelaannya secara layak. Oleh karena itu tindakan Tergugat menerbitkan Keputusan in litis haruslah dinyatakan sebagai tindakan yang melanggar Azas-Azas Umum Pemerintahan Yang Baik khususnya Azas Kecermatan, Karena Tergugat dalam menerbitkan Surat Keputusan a quo seharusnya Tergugat terlebih dahulu meneliti semua fakta yang relevan dan memasukan pula semua kepentingan yang relevan didalam pertimbangannya ; ---Menimbang, bahwa berdasarkan rangkaian uraian pertimbangan hukum tersebut, Majelis Hakim berkesimpulan menurut hukum bahwa penerbitan Obyek Sengketa a quo oleh Tergugat yang mendasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan juga bertentangan dengan Azas-azsa Umum Pemerintahan Yang Baik khususnya Azas Kecermatan dan Azas Keseimbangan, sehingga oleh karenanya cukup beralasan hukum apabila terhadap gugatan Penggugat dikabulkan dan selanjutnya terhadap Obyek Sengketa a quo harus dinyatakan batal serta diperintahkan kepada Tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Tata Usaha Negara Obyek Sengketa a quo ; --------------------------------Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Penggugat dikabulkan, maka terhadap Penetapan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor : 05/G/2008/PTUN-JKT, tanggal 21 April 2008 mengenai penangguhan pelaksanaan lebih lanjut Surat Keputusan in litis cukup beralasan untuk dipertahankan dan dinyatakan tetap berlaku sampai ada putusan yang telah berkekuatan hukum tetap ; -------------------------------------------------------------------------------------------Menimbang …..

- 59 -

Menimbang, bahwa dengan memperhatikan segala sesuatu yang terjadi dalam pemeriksaan persidangan tanpa tergantung pada fakta dan hal-hal yang diajukan oleh para pihak, maka sesuai ketentuan Pasal 107 Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986, Majelis Hakim bebas menentukan apa yang harus dibuktikan, beban pembuktian beserta penilaian pembuktian. Atas dasar itu terhadap alat-alat bukti yang diajukan oleh para pihak menjadi bahan pertimbangan, namun untuk mengadili dan memutus sengketanya hanya dipakai alat-alat bukti yang relevan dan terhadap alat bukti selebihnya tetap dilampirkan menjadi satu kesatuan dengan berkas perkaranya ; ------------------------------------Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Penggugat dikabulkan, maka berdasarkan Pasal 110 Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara kepada Tergugat harus dihukum untuk biaya perkara yang besarnya akan ditentukan dalam amar Putusan ini ; ------------------------------------Mengingat, Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara serta Peraturan Perundang-undangan lain yang terkait ; -------------------------------MENGADILI : DALAM EKSEPSI : - Menyatakan eksepsi Tergugat ditolak untuk seluruhnya ; --------------------------DALAM POKOK PERKARA : 1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya ; -------------------------------

2. Menyatakan ......

- 60 -

2. Menyatakan batal Surat Keputusan Tergugat (Menteri Kehutanan RI) Nomor : SK.352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007, tentang pencabutan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts-II/1992 tertanggal 26 Juni 1992, tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan kepada PT. Rimbakayu Arthamas di propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya ; ----------------------------------3. Memerintahkan kepada Tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Tergugat (Menteri Kehutanan RI) Oktober 2007, tentang Nomor : pencabutan SK.352/Menhut-II/2007 Keputusan Menteri tanggal 23

Kehutanan

Nomor : 651/Kpts-II/1992 tertanggal 26 Juni 1992, tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan kepada PT. Rimbakayu Arthamas di propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya ; ---------------------------------------------------------------------4. Menyatakan sah dan dipertahankan Penetapan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta dengan Nomor : 05/G/2008/PTUN-JKT, tanggal 21 April 2008 tentang penundaan pelaksanaan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007, kecuali ada penetapan lain dari yang berwenang hingga putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap ; -----------------------------------------------------------------------------5. Menghukum Tergugat untuk Membayar biaya perkara sebesar Rp. 58.000,(lima puluh delapan ribu rupiah) ; ------------------------------------------------------Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta pada hari KAMIS, tanggal 17 APRIL 2008 oleh kami BAMBANG WICAKSONO, SH., MH., sebagai Hakim Ketua Majelis, FARI RUSTANDI, SH., dan SINGGIH WAHYUDI, SH., masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan mana diucapkan dalam persidangan yang terbuka …..

- 61 -

terbuka untuk umum pada hari SENIN, tanggal 21 APRIL 2008 oleh Majelis Hakim tersebut diatas, dengan dibantu oleh DIDIK HARI WASITO, SH., sebagai Panitera Pengganti pada Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, yang dihadiri oleh Kuasa Hukum Penggugat dan Kuasa Hukum Tergugat ; --------------------------------

HAKIM KETUA MAJELIS, HAKIM ANGGOTA :

1.

FARI RUSTANDI, SH.

BAMBANG WICAKSONO, SH., MH.

2.

SINGGIH WAHYUDI, SH. PANITERA PENGGANTI,

DIDIK HARI WASITO, SH.

PERINCIAN BIAYA : Administrasi Kepaniteraan …………………. Biaya Redaksi …………………………………... Biaya Meterai …………………………………… Jumlah Rp Rp Rp Rp 49.000,3.000,6.000,58.000,-

(lima puluh delapan ribu rupiah).

- 62 -

Catatan : Dicatat disini bahwa perkara Nomor : 05/G/2008/PTUN.JKT, telah diputus Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta pada tanggal 21 April 2008 dan pada tanggal 30 April 2008, pihak Tergugat telah mengajukan banding, sehingga putusan ini belum mempunyai kekuatan hukum tetap ; ----Salinan sah putusan ini diberikan kepada dan atas permintaan pihak TERGUGAT ; --------------------------------------------------------------------------------

Jakarta, 30 Maret 2008. PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA a.n P A N I T E R A. WAKIL PANITERA,

DIDIK HARI WASITO, SH. NIP. 040051188.

- 63 -

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUMNYA : Menimbang, bahwa maksud gugatan Penggugat adalah sebagaimana tersebut di atas ; ------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa Para Penggugat dalam gugatannya telah memohon pembatalan atau dinyatakan tidak sah keputusan Tergugat yaitu Keputusan Kepala Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor : 376/-1.811.4, tertanggal 10 Juni 2008, perihal : Penolakan Permohonan Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Perparkiran Diluar Badan Jalan ; Menimbang, bahwa Tergugat telah mengajukan eksepsi terhadap gugatan Penggugat yang tertuang dalam Jawabannya tertanggal 8 September 2008 ; -------------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa eksepsi ini bukanlah eksepsi yang harus diputus sebelum pemeriksaan perkara, oleh karena itu eksepsi ini akan dipertimbangkan dalam putusan ini sebelum mempertimbangkan pokok perkara, dengan

pertimbangan- pertimbangan sebagai berikut : DALAM EKSEPSI : Menimbang, bahwa isi selengkapnya eksepsi yang diajukan Tergugat tersebut adalah sebagai berikut : Menimbang, bahwa eksepsi Tergugat menyatakan bahwa Penggugat tidak mempunyai kapasitas mengajukan gugatan dengan alasan-alasan yang pada pokoknya adalah sebagai berikut : 1. Bahwa hasil Notulen Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Rimbakayu Arthamas tanggal 6 September 2006, memutuskan memberikan persetujuan

- 64 -

penjualan dan penyerahan sebanyak 45.000 lembar saham senilai Rp. 45.000.000.000,- (Empat puluh lima miliar rupiah) kepada PT.Garbapati Prakarsa ; ----------------------------------------------------------------------------------2. Bahwa adanya Akta Pernyataan Nomor :4 tanggal 22 Januari 2007, yang menyatakan bahwa Kim Johanes Mulia (Dir. Utama PT. Garbapati Prakarsa) akan mengambil seluruh saham (akuisisi saham) PT. Rimbakayu Arthamas ; --3. Surat Direktur Utama PT. Rimbakayu Arthamas Nomor : 01/RKA/Um/II/2007 tanggal 22 Januari 2007 kepada Menteri Kehutanan perihal Permohonan pengambil-alihan seluruh saham (akuisisi) dari Penggugat kepada PT. Garbapati Prakarsa ; ----------------------------------------------------------------------4. Bahwa adanya pertemuan tanggal 16 Agustus 2007, yang dihadiri antara lain Komisaris, Pjs.Direktur Utama dan Pjs.Direktur PT. Rimbakayu Arthamas yang mengungkapkan bahwa sebagian besar atau seluruh saham-saham PT. Rimbakayu Arthamas telah dijual kepada pihak lain (PT. Garbapati Prakarsa) ; 5. Bahwa menurut Tergugat telah terjadi pengalihan sebagian saham atau seluruh saham milik Penggugat kepada pihak lain tanpa persetujuan dari Tergugat selaku pemberi ijin sebagaimana dimaksud Pasal 20 ayat (1) Peraturan

Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 Jo. Peraturan Pemerintah Nomor : 3 Tahun 2008 ; ---------------------------------------------------------------------------------------6. Bahwa ...... 6. Bahwa Direksi baru tersebut tidak berwenang mewakili perseroan untuk melakukan gugatan kepada Tergugat, karena pengalihan saham telah melanggar ketentuan peraturan perundangan-undangan yang berlaku,

sehingga Direksi yang terbentuk tidak dapat mewakili perseroan untuk melakukan gugatan (premature), sehingga dengan demikian tidak mempunyai

- 65 -

kapasitas hukum untuk melakukan gugatan, sehingga gugatan tersebut harus dinyatakan tidak dapat diterima ; ------------------------------------------------------Menimbang, bahwa atas eksepsi Tergugat tersebut, Penggugat dalam Repliknya tanggal 25 Pebruari 2008 telah melakukan sanggahan yang pada pokoknya menyatakan sebagai berikut : Bahwa Penggugat adalah suatu badan hukum yang berbentuk Perseroan Terbatas yang tunduk kepada Undang-Undang Nomor : 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas dan telah diganti dengan kepada Undang-Undang Nomor : 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, serta tunduk kepada Anggaran Dasar dan Perubahan-perubahannya, maka untuk bertindak didalam dan diluar pengadilan suatu badan hukum yang berbentuk Perseroan Terbatas diwakili oleh Direkturnya sebagaimana diatur dalam pasal 11 ayat (1) Anggaran Dasar PT. Rimbakayu Arthamas ; --------------------------------------------------------------Bahwa dalil-dalil yang disampaikan oleh Tergugat dalam jawabannya pada prinsipnya Penggugat menolak secara tegas karena Penggugat baru melakukan persetujuan/rencana penjualan sebagian atau seluruh saham-sahamnya

kepada pihak lain ; ------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan eksepsi yang tertuang dalam jawaban Tergugat dan Replik Penggugat, maka Majelis Hakim akan mempertimbangkan eksepsi .... eksepsi Tergugat terlebih dahulu dengan pertimbangan sebagai berikut : Menimbang, bahwa menurut hemat Majelis Hakim, Penggugat dikatakan memiliki kapasitas sebagai pihak dalam perkara ini apabila memiliki kepentingan sebagai syarat untuk mengajukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara, dan

- 66 -

untuk mengetahui apakah Penggugat memiliki kepentingan ataukah tidak dalam perkara aquo, maka sesuai dengan asas hukum no interest no action (tidak ada kepentingan, tidak ada gugatan) dan berdasarkan pendapat Indroharto, SH. dalam bukunya yang berjudul ” Usaha Memahami Undang-undang tentang Peradilan Tata Usaha Negara ” Buku II, terbitan Pustaka Sinar Harapan, Jakarta 2003, halaman 37-40 menyatakan : Pengertian Kepentingan itu dalam kaitannya dengan Hukum Acara Tata Usaha Negara mengandung dua arti, yaitu : 1. Menunjuk kepada nilai yang harus dilindungi oleh Hukum terhadap nilai yang harus dilindungi itu dapat dilihat dari beberapa faktor, yaitu : a. Kepentingan dalam kaitannya yang berhak menggugat ; --------------b. Kepentingan dalam hubungannya dengan Keputusan Tata Usaha Negara yang bersangkutan ; ------------------------------------------------2. Kepentingan proses, artinya apa yang hendak dicapai dengan melakukan suatu proses gugatan yang bersangkutan ; ----------------------------------Menimbang, bahwa Penggugat dalam perkara a quo adalah pihak yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara berupa Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Kehutanan

Nomor : 651/Kpts-II/1992 tanggal 26 Juni 1992 tentang Pemberian Hak

Pengusahaan ..... Pengusahaan Hutan kepada PT. Rimbakayu Arthamas di Propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya (Bukti P-1=T-16) ; ----------------------------------------------------------------

- 67 -

Menimbang, bahwa Handy Irwanto Setiawan selaku Direktur PT. Rimbakayu Arthamas mempunyai kapasitas Hukum untuk mengajukan gugatan dalam perkara a quo berdasarkan : 1. Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang Nomor : 1 Tahun 1995 tentang Perseroan terbatas menyatakan bahwa Anggota Direksi diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ; ----------------------------------2. Rapat Umum Luar Biasa para pemegang Saham tanggal 18 Desember 2006, sebagaimana tertuang dalam Akta Pernyataan Rapat yang dibuat dihadapan Imam Budi Prakoso, SH., Notaris Pengganti Yulida Vincestra, SH. (BUkti P-5) ; ---------------------------------------------------3. Pasal 11 Ayat (1) Anggaran Dasar PT. Rimbakayu Arthamas pada prinsipnya menyatakan Direktur Utama mewakili Direksi dan

karenanya mewakili perseroan didalam dan diluar Pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian dan berhak mengikat Perseroan pada pihak lain, atau pihak lain kepada Perseroan serta menjalankan segala tindakan baik yang mengenai pengurusan maupun yang mengenai pemilikan, ….. ; -----------------------------------------------------4. Pasal 11 Ayat (3) Anggaran Dasar PT. Rimbakayu Arthamas pada prinsipnya menyatakan sebagai berikut : “ Para Direktur baik bersamasama maupun masing-masing membantu Direktur Utama dan jikalau Direktur Utama berhalangan atau tidak ada, hal mana tidak perlu

dibuktikan ….. dibuktikan terhadap pihak lain, maka perseroan diwakili oleh salah seorang Direktur, yang dalam demikian itu mempunyai wewenang sama dengan Direktur Utama (Bukti P-4) ; ----------------------------------

- 68 -

Menimbang, bahwa berdasarkan bukti-bukti tersebut diatas Majelis Hakim menemukan fakta hukum bahwa Penggugat yang diwakili oleh Direktur PT. Rimbakayu Arthamas (Handy Irwanto Setiawan) mengajukan gugatan perkara a quo mempunyai kapasitas mengajukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta sehubungan dengan obyek sengketa yang diterbitkan oleh Tergugat dalam perkara a quo ; --------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas, menurut hemat Majelis Hakim Pihak Penggugat telah memenuhi unsur-unsur Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang perubahan Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang menyatakan : “Seseorang atau Badan Hukum Perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang berwenang berisi tuntutan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakn batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan/atau rehabilitasi ; --------------------------------------Menimbang, bahwa dengan diterbitkannya Surat Keputusan yang menjadi obyek sengketa dalam perkara ini terbukti Penggugat merasa kepentingannya dirugikan sehingga Penggugat jelas mempunyai hubungan hukum, kapasitas dan kepentingan sebagai pihak yang berdiri sendiri dalam perkara a quo dan

memenuhi …. memenuhi ketentuan Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara ; ---------------------------------------------------------------------------------

- 69 -

Menimbang, bahwa oleh karena eksepsi Tergugat yang menyatakan mengenai Penggugat tidak mempunyai kapasitas mengajukan gugatan tidak terbukti, maka menurut Majelis Hakim eksepsi tersebut haruslah ditolak ; ----------Menimbang, bahwa oleh karena eksepsi Tergugat telah dinyatakan ditolak, maka Majelis Hakim selanjutnya akan mempertimbangkan mengenai pokok perkara sebagai berikut : DALAM POKOK PERKARA : Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Penggugat adalah sebagaimana tersebut diatas ; --------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa Keputusan Tergugat yang dimohon pembatalannya atau dinyatakan tidak sah adalah Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : SK.352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007 tentang pencabutan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts-II/1992 tanggal 26 Juni 1992 tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan kepada PT. Rimbakayu Arthamas di Propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya ; --------------------------------------Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil gugatannya Penggugat telah mengajukan alat bukti berupa fotocopy surat yang diberi tanda bukti P-1 sampai dengan P-12, sedangkan Tergugat untuk menguatkan dalil sangkalannya telah mengajukan alat bukti berupa fotocopy surat yang diberi tanda bukti T-1 sampai ….. sampai dengan T-16, yang selengkapnya sebagaimana termuat didalam Berita Acara Pemeriksaan Persidangan yang merupakan satu kesatuan dengan Putusan ini ; -----------------------------------------------------------------------------------------------

- 70 -

Menimbang, bahwa Tergugat telah membantah seluruh dalil-dalil gugatan Penggugat tersebut sebagaimana diuraikan dalam surat Jawabannya tertanggal 18 Februari 2008 maupun dalam surat Dupliknya tertanggal 10 Maret 2008, bantahan Tergugat tersebut pada pokoknya menyatakan bahwa tidak benar dalil gugatan Penggugat yang menyatakan kesewenang-wenangan Tergugat menerbitkan Keputusan in litis. Selanjutnya dikatakan bahwa Keputusan in litis diterbitkan dengan alasan-alasan sebagai berikut : - Bahwa adanya Surat dari saudara Mahmudin Husin, SH., Advocat dan Konsultan Hukum dengan Surat Nomor : 0156/MH-PL/XI/06 tanggal 07 Nopember 2006 yang menyatakan bahwa Penggugat akan menjual saham-saham dan bahkan seluruh aset-aset PT. Prabu Alaska (termasuk HPH PT. Rimbakayu Arthamas) ; -- Bahwa berdasarkan Notulen RUPS Luar Biasa PT. Rimbakayu Arthamas tanggal 6 September 2006 diputuskan memberikan persetujuan penjualan dan penyerahan sebanyak 45.000 lembar saham senilai Rp. 45.000.000.000,- (empat puluh lima milyar rupiah) kepada PT. Garbapati Prakarsa ; ----------------------------------------- Bahwa Penggugat dengan Surat Nomor : 01/RKA/UM/II/2007 tanggal 22 Januari 2007 kepada Menhut telah mengajukan permohonan pengambil alihan seluruh saham (akuisisi saham) dari Penggugat kepada PT. Garbapati Prakarsa) ; --------- Bahwa Tergugat dengan Surat Nomor : S.163/Menhut-VI/2007 tanggal 26 Januari 2007 kepada Penggugat menyatakan menolak/tidak menyetujui

permohonan pengambil alihan saham (akuisisi saham) yang dimohon tersebut ; - Bahwa .... - Bahwa pertemuan tanggal 16 Agustus 2007 dihadiri oleh Komisaris, Pjs. Dirut dan Pjs. Direktur PT. Rimbakayu Arthamas terungkap bahwa sebagian besar saham Penggugat telah dijual kepada pihak lain yang menyebabkan terjadinya peralihan pengendalian perusahaan ; -----------------------------------------------------

- 71 -

- Bahwa berdasarkan Pasal 20 ayat 5 (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 ditentukan bahwa Ijin Pemanfaatan Hutan sebagaimana dimaksud Pasal 19 Dapat dipindah-tangankan setelah mendapat persetujuan dari Menteri

Kehutanan; ------------------------------------------------------------------------------------ Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 133 Huruf c Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007, ditentukan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah tersebut diatas dikenakan Sanksi Administratif berupa pencabutan Ijin ; ----------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat telah membantah seluruh dalildalil gugatan Penggugat tersebut, maka Majelis Hakim akan menguji kebenaran dalil-dalil pihak tersebut berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh dalam

persidangan, dengan alasan pengujian berdasarkan Pasal 53 ayat (2) huruf a dan b Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara ; -----------------------Menimbang, bahwa Pasal 53 ayat (2) huruf a dan b Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 adalah merupakan instrumen Yuridis bagi Hakim untuk melakukan pengujian apakah suatu produk Keputusan Tata Usaha Negara cacat yuridis atau bukan. Kewenangan Hakim dalam hal ini bersifat Dominis Litis artinya tidak saja terbatas pada bukti yang diajukan para pihak, oleh karena itu diperlukan

kearifan ..... kearifan Hakim untuk menguji secara seksama. Oleh karena itu pula Hakim tidak terikat hanya menguji berdasarkan alasan-alasan pembatalan Keputusan yang didalilkan Penggugat yaitu adanya kesewenang-wenangan Tergugat sebagaimana didalilkan dalam gugatannya, melainkan Hakim mempunyai kewenangan untuk

- 72 -

melakukan segala aspek pengujian berdasarkan Pasal 53 ayat (2) huruf a dan b Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 yaitu pengujian yang meliputi : 3. Apakah Keputusan in litis diterbitkan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, atau ; --------------------------------------4. Apakah Keputusan in litis telah diterbitkan bertentangan dengan Azas-Azas Umum Pemerintahan Yang Baik ; --------------------------------------------------Menimbang, bahwa berikut ini Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah Keputusan in litis diterbitkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu ketentuan Pasal 53 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang perubahan Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara ; --------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan Bukti T-5 berupa Surat dari Mahmudin, SH. Advocat dan Konsultan Hukum yang menyatakan bahwa PO Suwandi selaku Dirut PT. Rimbakayu Arthamas akan menjual saham-saham dan bahkan seluruh asset-aset PT. Prabu Alaska (termasuk HPH Penggugat) hanyalah pernyataan sepihak dari saudara Mahmudin, SH., dan menurut Majelis Hakim Surat tersebut tidak ada relevansinya dengan diterbitkannya Obyek Sengketa dalam perkara a quo ; --------------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa berdasarkan Bukti T-6, T-7, T-8, dan T-9 pada prinsipnya ..... prinsipnya Majelis Hakim menyatakan bahwa Penggugat akan melakukan pengalihan sebagian atau seluruh saham-sahamnya kepada PT. Garbapati Prakarsa, dan menurut hemat Majelis Hakim bukti-bukti tersebut bukanlah merupakan perbuatan pengambil alihan sebagian atau seluruhnya saham (akuisisi

- 73 -

saham) Penggugat kepada PT. Garbapati Prakarsa, karena bukti-bukti tersebut faktanya menyatakan hanyalah baru rencana dari Penggugat untuk

melakukan pengalihan penjualan sebagian atau seluruh saham-saham Penggugat kepada PT. Garbapati Prakarsa, dan hal tersebut belum adanya bukti atau fakta hukum yang menyatakan telah terjadi tindakan hukum yang riil atau konkrit mengenai pengalihan atau penjualan sebagian atau seluruh saham-saham Penggugat kepada pihak lain dan justru dengan adanya bukti T-9 tersebut menunjukan adanya fakta hukum bahwa Tergugat yang telah menolak

permohonan yang dimaksud oleh Penggugat hal ini mengidentikan Perusahaan Penggugat seharusnya dipertahankan bukan dicabut ; ---------------------------------Menimbang, bahwa sesuai ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan menyatakan bahwa : ”Ijin pemanfaatan hutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 dapat dipindahtangankan setelah mendapat persetujuan tertulis dari pemberi ijin”. Menimbang, bahwa lebih lanjut dijelaskan pada ketentuan Penjelasan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 menyatakan : ” yang dimaksud dengan ”dipindah tangankan” dalam ketentuan ini adalah terbatas pada pengalihan Ijin Pemanfaatan dari pemegang ijin kepada pihak lain yang dilakukan melalui jual beli ; -----------------------------------------------------------Termasuk .... ijin pemanfaatan,

Termasuk

dalam

pengertian

dalam

pemindah-tanganan

sebagaimana yang dapat dilakukan oleh BUMS, adalah pengambil alihan sebagian besar atau seluruh saham yang berakibat beralihnya pengendalian perusahaan.”

- 74 -

Menimbang, bahwa dari uraian tersebut diatas Majelis Hakim menemukan fakta hukum ijin pemanfaatan hutan baru dapat dialihkan apabila ada ijin dalam hal ini Menteri Kehutanan RI dan

persetujuan dari

pemberi

Penggugat baru dapat melakukan pengalihan sebagian besar atau seluruh saham (akuisisi saham) miliknya apabila telah terjadi perbuatan hukum konkrit berupa jual beli ; ---------------------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa menurut hemat Majelis Hakim perbuatan atau rencana Penggugat melakukan pengalihan sebagian besar atau seluruh saham (akuisisi saham) milik Penggugat tidaklah dapat dikategorikan sebagai perbuatan konkrit jual beli seperti yang dimaksud dalam ketentuan beserta penjelasannya Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan ; ----------------Menimbang, bahwa selanjutnya akan dipertimbangkan mengenai alasan Tergugat mengenai perbuatan Penggugat yang telah melakukan Pengalihan sebagian besar atau seluruh saham (akuisisi saham) Penggugat hanya didasarkan pada temuan yang didapat oleh Sek. Dir. Jend. Bina Produksi Kehutanan berdasarkan hasil pertemuan yang diadakan pada tanggal 13 Agustus 2007 yang dihadiri oleh Komisaris dan Pjs. Direktur Penggugat (Bukti T-10) ; -------------------Menimbang, bahwa berdasarkan bukti tersebut diatas Majelis Hakim juga tidak menemukan fakta hukum serta berkesimpulan bahwa Penggugat secara factual .... factual atau konkrit telah melakukan perbuatan hukum berupa Pengalihan sebagian besar atau seluruh saham (akuisisi saham) milik Penggugat kepada pihak lain dalam hal ini PT. Garbapati Prakarsa ; -------------------------------------------------

- 75 -

Menimbang, bahwa terlepas dari masalah Pengalihan sebagian atau seluruh saham milik (akuisisi saham) Penggugat maka mengenai Pengalihan sebagian besar atau seluruh saham yang diberikan oleh Tergugat itu harus dilakukan sesuai dengan ketentuan beserta penjelasan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007, apabila ketentuan tersebut dilanggar maka Penggugat dapat dikenai sanksi administrasi sesuai yang tercantum dalam ketentuan Pasal 133 Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan rencana Pengelolaan Hutan Serta Pemanfaatan Hutan menyatakan : ”Sanksi administrasi berupa pencabutan Ijin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (1) huruf d dikenakan kepada : ........ dan seterusnya” ; ------------Menimbang, bahwa berdasarkan Bukti P-10 = T-1 mengenai sanksi administrasi lebih lanjut diatur dalam ketentuan Pasal 134 ayat (1 dan 2) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 yang pada prinsipnya menyatakan : (1). Untuk memberikan kesempatan bagi pemegang IUPK, IUPJL, IUPHHK Alam, IUPHH Restorasi ekosistem Hutan Alam, IUPHHK, IUPHHBK, IPHHK, IPHHBK, IPHHK, atau IPHHBK melaksanakan kewajibannya, sebelum ijin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133 dicabut terlebih dahulu diberikan peringatan tertulis paling banyak 3 (tiga) kali secara berurutan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari untuk setiap kali peringatan, kecuali pencabutan Ijin akibat sanksi pidana sebagaimana dimaksud …. dimaksud dalam Pasal 78 Undang-Undang Nomor : 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan atau dinyatakan Pailit oleh Pengadilan Negeri ; -----

- 76 -

(2). Pencabutan Ijin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan setelah berakhirnya jangka waktu peringatan tertulis ketiga pemegang Ijin tidak melaksanakan kewajibannya ; ------------------------------------Menimbang, bahwa setelah Majels Hakim meneliti fakta-fakta dalam persidangan terutama bukti-bukti para pihak, ternyata peringatan tersebut tidak dilakukan oleh Tergugat. Oleh karenanya pencabutan IUPHHK yang diberikan

kepada Penggugat (penerbitan Keputusan in litis) telah dilakukan Tergugat dengan tidak mengindahkan prosedur yang ditentukan dalam Peraturan Perundangundangan, dalam hal ini Pasal 134 ayat (1 dan 2) Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan rencana Pengelolaan Hutan Serta Pemanfaatan Hutan, oleh karena itu Surat Keputusan Tergugat in litis harus dinyatakan cacat prosedur sehingga bertentangan dengan Peraturan Perundangundangan yang berlaku ; --------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa menurut Majelis Hakim bahwa Tergugat selaku pelaksana pemerintahan haruslah tunduk kepada norma-norma peraturan dasar yang memberi kewenangan kepada Tergugat baik untuk menerbitkan Keputusan maupun mencabut Keputusan yang pernah diterbitkannya. Apabila pihak Tergugat mengambil suatu tindakan dalam pelaksanaan pemerintah dan dianggap bahwa ketentuan Perundang-undangan mengenai hal ini tidak cukup memadai, maka dalam hal ini Tergugat haruslah juga tunduk pada Azas-Azas Umum Pemerintahan Yang Baik ; --------------------------------------------------------------------------------------

Menimbang …. Menimbang, bahwa alasan Tergugat yang mendasarkan tindakannya pada Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : SK.352/Menhut-II/2007 (Bukti T-16 =

- 77 -

P-1), haruslah dicermati sebagai suatu rangkaian dalam pengambilan Keputusan in litis, dengan alasan bahwa Keputusan itu (Bukti T-16) dibuat dalam rangkaian pengambilan tindakan terhadap kelangsungan usaha pengelolaan hutan bagi pemegang IUPHHK ; --------------------------------------------------------------------------Menimbang, bahwa oleh karena ternyata Tergugat telah mengambil suatu kebijakan diluar ketentuan-ketentuan peraturan dasar yang mengatur sanksi administrasi yang ditentukan dalam Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 yaitu dengan cara menentukan sendiri sanksi bukan administrasi dengan pencabutan IUPHHK bagi Pengusaha yang permasalahannya mengenai pengalihan sebagian besar atau seluruh saham (akuisisi saham), maka hal ini haruslah dipandang sebagai suatu pelaksanaan pemerintahan yang bebas yang dapat diuji berdasarkan Azas-Azas Umum Pemerintahan Yang Baik ; ------------------------------Menimbang, bahwa Azas-Azas Umum Pemerintahan Yang Baik yang seharusnya diperhatikan Tergugat sebelum mempertimbangkan Keputusan in litis adalah mengenai apakah Tergugat terlebih dahulu telah mendengar Penggugat guna memberi kesempatan untuk pembelaan mengenai Rencana Pengalihan sebagian besar atau seluruh saham (akuisisi saham) Perusahaan Penggugat sebagaimana didalilkan Tergugat (Azas Audit alteram partem), mengingat Keputusan yang akan diambil Tergugat jangkauannya mencangkup kelangsungan jalannya Perusahaan Penggugat ; ----------------------------------------------------------Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim mencermati seluruh bukti-bukti yang ..... yang diajukan para pihak dipersidangan serta memperhatikan semua fakta-fakta dipersidangan ternyata tidak ditemukan adanya indikasi bahwa Tergugat telah

- 78 -

mendengar Penggugat untuk melakukan pembelaannya secara layak. Oleh karena itu tindakan Tergugat menerbitkan Keputusan in litis haruslah dinyatakan sebagai tindakan yang melanggar Azas-Azas Umum Pemerintahan Yang Baik khususnya Azas Kecermatan, Karena Tergugat dalam menerbitkan Surat Keputusan a quo seharusnya Tergugat terlebih dahulu meneliti semua fakta yang relevan dan memasukan pula semua kepentingan yang relevan didalam pertimbangannya ; ---Menimbang, bahwa berdasarkan rangkaian uraian pertimbangan hukum tersebut, Majelis Hakim berkesimpulan menurut hukum bahwa penerbitan Obyek Sengketa a quo oleh Tergugat yang mendasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan juga bertentangan dengan Azas-azsa Umum Pemerintahan Yang Baik khususnya Azas Kecermatan dan Azas Keseimbangan, sehingga oleh karenanya cukup beralasan hukum apabila terhadap gugatan Penggugat dikabulkan dan selanjutnya terhadap Obyek Sengketa a quo harus dinyatakan batal serta diperintahkan kepada Tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Tata Usaha Negara Obyek Sengketa a quo ; --------------------------------Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Penggugat dikabulkan, maka terhadap Penetapan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor : 05/G/2008/PTUN-JKT, tanggal 21 April 2008 mengenai penangguhan pelaksanaan lebih lanjut Surat Keputusan in litis cukup beralasan untuk dipertahankan dan dinyatakan tetap berlaku sampai ada putusan yang telah berkekuatan hukum tetap ; -------------------------------------------------------------------------------------------Menimbang ….. Menimbang, bahwa dengan memperhatikan segala sesuatu yang terjadi dalam pemeriksaan persidangan tanpa tergantung pada fakta dan hal-hal yang

- 79 -

diajukan oleh para pihak, maka sesuai ketentuan Pasal 107 Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986, Majelis Hakim bebas menentukan apa yang harus dibuktikan, beban pembuktian beserta penilaian pembuktian. Atas dasar itu terhadap alat-alat bukti yang diajukan oleh para pihak menjadi bahan pertimbangan, namun untuk mengadili dan memutus sengketanya hanya dipakai alat-alat bukti yang relevan dan terhadap alat bukti selebihnya tetap dilampirkan menjadi satu kesatuan dengan berkas perkaranya ; ------------------------------------Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Penggugat dikabulkan, maka berdasarkan Pasal 110 Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara kepada Tergugat harus dihukum untuk biaya perkara yang besarnya akan ditentukan dalam amar Putusan ini ; ------------------------------------Mengingat, Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara serta Peraturan Perundang-undangan lain yang terkait ; -------------------------------MENGADILI : DALAM EKSEPSI : - Menyatakan eksepsi Tergugat ditolak untuk seluruhnya ; --------------------------DALAM POKOK PERKARA : 1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya ; -------------------------------

2. Menyatakan ...... 2. Menyatakan batal Surat Keputusan Tergugat (Menteri Kehutanan RI) Nomor : SK.352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007, tentang pencabutan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 651/Kpts-II/1992 tertanggal 26 Juni

- 80 -

1992, tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan kepada PT. Rimbakayu Arthamas di propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya ; ----------------------------------3. Memerintahkan kepada Tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Tergugat (Menteri Kehutanan RI) Oktober 2007, tentang Nomor : pencabutan SK.352/Menhut-II/2007 Keputusan Menteri tanggal 23

Kehutanan

Nomor : 651/Kpts-II/1992 tertanggal 26 Juni 1992, tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan kepada PT. Rimbakayu Arthamas di propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya ; ---------------------------------------------------------------------4. Menyatakan sah dan dipertahankan Penetapan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta dengan Nomor : 05/G/2008/PTUN-JKT, tanggal 21 April 2008 tentang penundaan pelaksanaan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.352/Menhut-II/2007 tanggal 23 Oktober 2007, kecuali ada penetapan lain dari yang berwenang hingga putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap ; -----------------------------------------------------------------------------5. Menghukum Tergugat untuk Membayar biaya perkara sebesar Rp. 58.000,(lima puluh delapan ribu rupiah) ; ------------------------------------------------------Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta pada hari KAMIS, tanggal 17 APRIL 2008 oleh kami BAMBANG WICAKSONO, SH., MH., sebagai Hakim Ketua Majelis, FARI RUSTANDI, SH., dan SINGGIH WAHYUDI, SH., masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan mana diucapkan dalam persidangan yang terbuka ….. terbuka untuk umum pada hari SENIN, tanggal 21 APRIL 2008 oleh Majelis Hakim tersebut diatas, dengan dibantu oleh DIDIK HARI WASITO, SH., sebagai

- 81 -

Panitera Pengganti pada Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, yang dihadiri oleh Kuasa Hukum Penggugat dan Kuasa Hukum Tergugat ; --------------------------------

HAKIM KETUA MAJELIS, HAKIM ANGGOTA :

1.

FARI RUSTANDI, SH.

BAMBANG WICAKSONO, SH., MH.

2.

SINGGIH WAHYUDI, SH. PANITERA PENGGANTI,

DIDIK HARI WASITO, SH.

PERINCIAN BIAYA : Administrasi Kepaniteraan …………………. Biaya Redaksi …………………………………... Biaya Meterai …………………………………… Jumlah Rp Rp Rp Rp 49.000,3.000,6.000,58.000,-

(lima puluh delapan ribu rupiah).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful