Social Accounting And Management Information System Disusun Guna Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah Akuntansi Pertanggungjawaban

Sosial

Disusun Oleh : Rizky Andhika P. Aris Munandar SS 0710230130 0710230133

Indra P. Simanjuntak 0710230134 Azmi Karim 0710230152

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010

Akan tetapi perusahaan kadangkala melalaikannya dengan alasan bahwa mereka tidak memberikan kontribusi terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Dewasa ini tuntutan terhadap perusahaan semakin besar. Tuntutan terhadap perusahaan untuk memberikan informasi yang transparan. Setidaknya. pusat perhatian yang dilayani perusahaan adalah stockholders dan bondholders sedangkan pihak yang lain sering diabaikan.Abstraksi Pada saat ini. Sidoarjo . konsumen serta masyarakat Perusahaan mempunyai tanggung jawab sosial terhadap pihak-pihak di luar manajemen dan pemilik modal.Jawa Timur.ini tergambar dalam kasus PT Lapindo Brantas. akibat kejahatan lingkungan hidup yang menyebabkan terjadinya bencana lumpur panas di Porong. 1. Perusahaan diharapkan tidak hanya mementingkan kepentingan manajemen dan pemilik modal (investor dan kreditor) tetapi juga karyawan.Latar Belakang Kapitalisme. kenyataan berkali-kali memperlihatkan. tapi juga mendapatkan tekanan dahsyat dari LSM-LSM yang sepak terjangnya tak mengenal batas wilayah negara.BAB I PENDAHULUAN 1. Di dalam akuntansi konvensional. organisasi yang akuntabel serta tata kelola perusahaan yang semakin bagus semakin memaksa perusahaan untuk memberikan informasi mengenai aktivitas sosialnya. perusahaan bukan lagi sekadar kegiatan ekonomi yang hanya menciptakan profit demi kelangsungan usaha. Hal ini disebabkan hubungan perusahaan dengan lingkungannya bersifat non reciprocal yaitu transaksi antara keduanya tidak menimbulkan prestasi timbal balik. yang hanya berorientasi pada laba material. tapi juga dihadang berbagai tuntutan dari masyarakat.1. telah merusak keseimbangan kehidupan dengan cara menstimulasi pengembangan potensi ekonomi yang dimiliki manusia secara berlebihan yang tidak memberi kontribusi bagi peningkatan kemakmuran mereka tetapi justru menjadikan mereka mengalami penurunan kondisi sosial [Galtung & Ikeda (1995) dan Rich (1996) dalam Chwastiak (1999)]. Di berbagai tempat. bukan saja mendapat tentangan dari masyarakat sekitar. melainkan juga tanggung jawab sosial dan lingkungan. perusahaan-perusahaan yang hanya mau mengeruk keuntungan finansial serta mengabaikan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Masyarakat membutuhkan informasi mengenai sejauh mana perusahaan sudah melaksanakan aktivitas sosialnya sehingga hak .2. yang tak hanya dihadang kerugian finansial.

dan pihak-pihak eksternal lainnya. Makalah ini diantaranya akan membahas perbedaan tujuan antara sosial internal dengan sistem informasi dan akuntansi lingkungan. .3. yaitu sistem informasi manajemen. sehingga kesejahteraan karyawan dapat terpenuhi. 1. akuntansi lingkungan dan sosial ini memiliki peran yang amat penting bagi internal perusahaan. kreditor. kesejahteraan karyawan. 3) Mengetahui karakteristik akuntansi sumber daya manusia untuk meningkatkan efisiensi ekologi. stakeholder.Pokok Permasalahan Akuntansi sosial tidak hanya diperuntukkan bagi pihak eksternal perusahaan yang meliputi. pemeriksaan dalam konteks yang lebih mendalam. adalah pemeriksaan terhadap isu lingkungan yang sedang berkembang yang berhubungan dengan akuntansi sosial internal. yaitu membantu memperkenalkan nilai balik dari lingkungan (internal). yang bertujuan untuk: 1) Mengetahui peran akuntansi sosial dan akuntansi lingkungan dalam perusahaan.Tujuan Penyusunan makalah ini membahas tentang Akuntansi Sosial dan Sistem Informasi Manajemen. Informasi akuntansi sosial ini diolah oleh suatu sistem terintegrasi. Langkah pertama sebelum pembahasan tersebut. tetapi juga bagi pihak internal perusahaan. Padahal. yaitu menganalisis isu dasar yang menimpa karyawan. bagi sebagian manajemen perusahaan dipandang sebagai suatu hal yang biasa. 2) Membedakan antara sosial internal dengan sistem informasi dan akuntansi lingkungan. masyarakat. para pemegang saham. dan keamanan mengkonsumsi. Akuntansi sosial. Kemudian.4.masyarakat untuk hidup aman dan tentram. yang secara tidak langsung menerapkan prinsip dan nilai-nilai aktivitas yang diharapkan karyawan. 1. 4) Mengetahui tanggung jawab dan peran yang dilakukan oleh perusahaan terhadap lingkungan sosialnya.

Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). manajer perusahaan diminta membuat daftar aktivitas dengan konsekuensi sosial. Setelah daftar tersebut dihasilkan. Mulanya. sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Akuntansi sosial ini berguna untuk mengukur dan melaporkan kontribusi suatu perusahaan kepada lingkungannya. dapat ditempuh melalui beberapa pendekatan. yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Pengungkapan kinerja akuntansi sosial perusahaan. Manfaatnya. pengukuran. Disamping itu. sejak desain. sehingga dalam terganggu. implementasi program. Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru. seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya. Pada umumnya perusahaan yang ideal menggelar program-program CSR juga membuat laporan sebagai fase akhir setelah serangkaian proses panjang dilewati. auditor sosial kemudian menilai dan mengukur dampak-dampak . monitoring. Akibat bila kurang mendapatkan informasi. juga bisa menjadi alat komunikasi dengan stakeholders. hingga evaluasi. baik secara internal maupun eksternal. dan lingkungan dari program-program yang berorientasi sosial dan operasi perusahaan yang reguler. dan analisis terhadap konsekuensi-konsekuensi sosial dan ekonomi dari perilaku yang berkaitan dengan pemerintah dan wirausahawan. Audit Sosial yaitu mengukur dan melaporkan dampak ekonomi. yaitu: (1) Audit sosial.BAB II ISI AKUNTANSI SOSIAL DAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia. selain bisa digunakan untuk bahan evaluasi terpadu. menjadi kajian dalam bidang ilmu Akuntansi Sosial. sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. sosial. Akuntansi sosial merupakan penyusunan. dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber mengambil keputusan-keputusan strategis sangat daya. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Pelaporan CSR ini. termasuk mitra bisnis dan kalangan investor.

lukaluka dan penyakit yang berkaitan dengan pekerjaan). Dalam laporan Linowes. sehingga manajer mengetahui konsekuensi sosial dari tindakan mereka. seluruh kontribusi dan kerugian harus dihitung secara moneter. dikembangkan salah satunya oleh David Linowes. Linowes memoneterisasi segala sesuatunya dalam laporan tersebut. karena kebanyakan informasi yang diungkapkan dalam laporan tahunan bersifat sukarela dan selektif. Dalam artian. . meliputi seluruh biaya operasi perusahaan (bahan baku yang dibeli. perbaikan lingkungan). Sedangkan biaya sosial. melalui informasi yang dicantumkan dalam laporan tahunan tersebut. sebagai bagian dari pemeriksaan internal biasa. Ia membagi laporannya dalam tiga kategori: hubungan dengan manusia. bisa jadi perusahaan hanya menyoroti kontribusi positifnya dan mengabaikan dampak negatif yang ditimbulkan dari aktivitas usahanya. Ia menghitung manfaat sosial sebagai seluruh kontribusi kepada masyarakat yang berasal dari operasi perusahaan (misalnya. Selain Linowes. laporan sosial dan lingkungan tidak selalu dipersiapkan untuk pihak eksternal. Pada pembahasan makalah ini. sumbangan. utang kerusakan lingkungan. sampai pada saldo akhir. Namun. Manfaat sosial dikurangkan dengan biaya sosial untuk memperoleh manfaat atau biaya netto. lebih spesifik lagi bagi karyawan dalam perusahaan. Laporan eksternal terpisah yang menggambarkan hubungan perusahaan dengan komunitasnya. Pada setiap kategori. (3) Pengungkapan dalam laporan tahunan.dari kegiatan sosial perusahaan. (2) Laporan-Laporan Sosial. dan hubungan dengan produk. Walaupun begitu. Audit sosial dilaksanakan secara rutin oleh kelompok konsultan internal maupun eksternal. yang disebutnya sebagai tindakan sosio-ekonomi netto untuk tahun tersebut. Perusahaan dapat menggunakan laporan sosial dan lingkungan tersebut untuk pihak internal. yaitu untuk kepentingan manajemen perusahaan. lapangan kerja yang disediakan. ia membuat daftar mengenai konstribusi sukarela perusahaan dan kemudian mengurangkannya dengan kerugian yang disebabkan oleh aktivitas perusahaan itu. hubungan dengan lingkungan. belum dapat dinilai kinerja sosial perusahaan secara komprehensif. laporan sosial dan lingkungan dianalogikan sebagai laporan keuangan perusahaan. Beberapa perusahaan menerbitkan laporan tahunan kepada pemegang saham disertai beberapa informasi sosial yang dilakukan. pajak. Ralph Estes juga mengembangkan suatu model pelaporan mengenai manfaat dan biaya sosial.

selalu membutuhkan sistem informasi internal untuk mendukung pengungkapan tersebut. Setiap pengungkapan laporan sosial eksternal. dimulai dari pencarian laba menuju ke perusahaan yang lebih besar. memonitor urusan. Akuntansi manajemen pada dasarnya merupakan aktivitas yang telah gagal untuk menyediakan informasi keuangan yang berguna bagi manajemen untuk dapat mengenali keadaan darurat yang akan dihadapi perusahaan. dan mengutamakan kepuasan pelanggan. dan keinginan. Kontribusi dari informasi sosial internal dapat membantu tujuan manajemen dalam perannya sebagai pihak yang mempunyai kewajiban terhadap internal sosialnya. Laporan eksternal seharusnya mendorong akuntansi internal dan sistem informasi manajemen. Identifikasi empat pokok utama dari akuntansi sosial internal : 1. Itulah sebabnya. sehingga sesuai dengan tujuan akuntansi manajemen dan sistem pengendalian. Manajemen akan menyadari bahwa pengendalian dari faktor sosial dan lingkungan internal sebenarnya sesuai dengan efisiensi perusahaan. semua dapat dilihat melalui laporan keuangan perusahaan. dan bahkan tekanan para stakeholder. Manajemen memiliki tujuan strategis jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatur lingkungan eksternal perusahaan. 4. dan memeriksa keterhubungannya dengan karyawan.Penggunaan laporan sosial internal oleh manajemen telah menggerakkan perkembangan di tiap-tiap bidang. dan akhirnya memberlakukan pembatasan-pembatasan pada informasi sosial dan lingkungan internal yang telah disusun perusahaan. pemantauan terhadap absen karyawan. Sistem informasi sosial internal. hanya jika informasi ini tersedia dalam perusahaan. tingkah laku. Kaplan dan Norton berasumsi bahwa kesuksesan organisasi. Dari informasi yang berkembang di lingkungan. Sebagai contoh. perusahaan dapat melaporkan tingkat kesehatan dan keamanan di lingkungan eksternal perusahaan. berkualitas. atau identifikasi penggunaan sumber daya. pengurangan biaya. dan untuk meyakinkan bahwa perusahaan akan siap menerima berbagai isu yang akan muncul yang akan mengganggu kestabilan ekonomi perusahaan. manajemen membawanya ke dalam perusahaan. 3. . apapun itu. Sebagai contoh. jika terintegrasi dengan baik dengan sistem ekonomi konvensional dapat merubah kebudayaan perusahaan. Manajemen melakukan pengungkapan sosial eksternal. Akuntansi sosial menyediakan mekanisme untuk memantau dan dan melaporkan data yang dapat berguna bagi perusahaan mengenai berbagai isu. 2.

setiap orang yang melakukan pencemaran atau perusakan terhadap lingkungan.Sistem Informasi dan Akuntansi Manajemen Vs Lingkungan Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. bertanggung jawab untuk menanggulangi pencemaran dan pemulihan lingkungan. Hal ini.2. istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi. dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Tekanan pada perkembangan sistem manajemen lingkungan. Dengan pendekatan”polluter pays”. tetapi sebuah sistem informasi menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem pengolahan data. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer. Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini. sistem . yang dimaksudkan untuk mengevaluasi apakah sistem telah digunakan secara efektif. merupakan pendekatan yang mengarahkan para pebisnis untuk tetap menjaga lingkungan di sekitar perusahaan dan selalu menghindari perusakan. dan sebagainya. Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi. Lapisan keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Definisi sebuah sistem informasi manajemen. model manajemen dan keputusan. Dokumen terakhir menekankan kebutuhan perusahaan untuk mengembangkan kebijakan lingkungan. Daftar gaji harus disiapkan. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan keputusan. penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu. penjelasan status.1. Hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan bahwa tujuan telah tercapai dan untuk ikut serta dalam audit lingkungan rutin. menunjuk anggota senior untuk menerapkan program lingkungan. sistem digunakan untuk modifikasi sehingga bidang yang menangani masalah pendapatan dan pengeluaran dapat diidentifikasi dengan mudah. Lebih jauh lagi. dimana kemajuan ke arah penerapan target perusahaan di lingkungan dapat diukur dengan European’s Unions’s EMAS regulations dan di British Standards Institute’s Environmental Management Standard BS7750. manajemen. penjelasan transaksi. dan sebuah “data base”. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen. prosedur pedoman. Pada mulanya.

2. Peminimalan penggunaan energi dan pembuangan limbah jelas termasuk konteks ekonomi untuk mengurangi gas beracun dan biaya pengolahan limbah. 2. Akan tetapi. sekarang ini muncullah suatu teknik akuntansi manajemen baru. sistem informasi baru dan lengkap akan dibutuhkan untuk perkembangan finansial perusahaan. dan memfokuskan pendeteksian ancaman lingkungan dan kesempatan yang dapat dimanfaatkan perusahaan. karena hal ini sangat erat hubungannya dengan lingkungan dan laba keuangan. energi harus dilakukan identifikasi mengenai dimana dan bagaimana energi tersebut digunakan serta mengidentifikasi inefisiensi. Dari hal itu. Kelemahan sistem akuntansi biaya tradisional: . Pada akhirnya. untuk selanjutnya dilakukan perbaikan terhadap area tersebut. akan berpengaruh terhadap efisiensi perusahaan. bahwa penggunaan energi dan produksi limbah harus dipantau menggunakan sistem akuntansi secara fisik dan unit finansial. Sistem ABC timbul sebagai akibat dari kebutuhan manajemen akan informasi akuntansi yang mampu mencerminkan konsumsi sumber daya dalam berbagai aktivitas untuk menghasilkan produk secara akurat.digunakan untuk memperbaiki elemen negatif dari lingkungan. 2. 3. Begitu juga dengan produksi limbah tujuannya adalah untuk mengidentifikasi sumber penghasil limbah tersebut.Modifikasi Sistem Akuntansi Manajemen Pembahasan mengenai modifikasi sistem akuntansi manajemen. ABC memfokuskan pada biaya yang melekat pada produk berdasarkan aktivitas untuk memproduksi. Dalam kasus dimana terjadi pengurangan energi atau penggantian energi dalam proses bisnis/proses produksi. sistem akuntansi manajemen membebankan seluruh biaya yang teridentifikasi dan akhirnya membebankannya ke dalam biaya unit. mendistribusikan atau menunjang produk yang bersangkutan. Dalam akuntansi. yaitu Accounting Based Costing (ABC). Analisis Gray mengindikasikan. Hal ini didorong oleh: 1. mengarah langsung pada energi dan limbah. Activity Based Costing adalah suatu sistem informasi akuntansi yang mengidentifikasi berbagai aktivitas yang dikerjakan dalam suatu organisasi dan mengumpulkan biaya dengan dasar dan sifat yang ada dan perluasan dari aktivitasnya. Persaingan global yang tajam yang memaksa perusahaan untuk cost effective Advanced manufacturing technology yang menyebabkan proporsi biaya overhead Adanya strategi perusahaan yang menerapkan market driven strategy pabrik dalam product cost menjadi lebih tinggi dari primary cost.

Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi. Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.a. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif. 8. 5. 6. tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi. atau hanya dengan volume produksi. maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen. yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi. mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka. b. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas. dimana masing-masing produk mengkonsumsi biaya tahap produksi. 3. . Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi. 2. 2. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi. Beberapa kegunaan/fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut: 1. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru. overhead yang berbeda-beda.Kegunaan Sistem Informasi Manajemen Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem. 7. c.3. Akuntansi biaya tradisional dirancang hanya menyajikan informasi biaya pada Alokasi biaya overhead pabrik hanya didasarkan pada jam tenaga kerja langsung Ada diversitas produk. maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya. baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai. 4. 9.

Faktanya.5. sejumlah teori akuntansi kritis telah disarankan bahwa sistem akuntansi manajemen badan hukum. kecepatan rutinitas dan sejauh prioritas modal yang dirasa ketika minat pekerja diabaikan. Likert ( 1967 ) telah menganjurkan penggabungan akuntansi sumber daya manusia menjadi sistem akuntansi organisasional formal.” (American Accounting Association. Tantangan telah disiapkan untuk para akuntan.Akuntansi Sumber Daya Manusia (HRA) Akuntansi sumber daya manusia dapat diartikan sebagai: “Proses mengidentifikasikan dan pengukuran data mengenai sumber daya manusia dan mengkomunikasikan informasi ini untuk kesenangan yang diminati. juga diarahkan menurun menuju konsentrasi akan valuasi modal manusia dalam perusahaan.. untuk meningkatkan metode pengukuran yang cocok untuk mengevaluasi sumber daya manusia. 2. akuntansi digunakan untuk mendisiplinkan daripada pekerja yang memiliki kekuasaan. hal ini akan terlihat menjadi beberapa potensial bagi sistem akuntansi untuk berperan dalam peningkatan konsep akuntabilitas untuk kuasa kerja seperti yang dikatakan oleh Shank: “Sasaran-sasaran dari alam sosial dapat diterapkan. loyalitas konsumen. yang termasuk nilai kekayaan seperti organisasi manusia perusahaan. dan beberapa dapat diukur.Perintis Kerja Likert Kemunculan kerja Likert dari suatu perhatian bahwa sistem akuntansi tradisional dengan tekanan maksimalisasi laba jangka pendek cenderung menganjurkan para manajer untuk penyalahgunaan sumber daya manusia dengan mengabaikan faktor-faktor seperti kebutuhan untuk partisipasi dalam pembuatan keputusan dan subkoordinasi pelatihan lebih banyak. Dia menginginkan bahwa laba jangka pendek meningkat yang dihasilkan melalui cara yang menyesatkan karena resultan meningkat pada pengembalian pekerja dan menghabiskan .4. 1973b.Akuntabilitas untuk Kekuatan Kerja Kemunculan legalisasi sosial dan hukum dalam European Union menyarankan secara jelas bahwa pekerja dihormati karena merupakan kunci pihak yang berkepentingan dalam perusahaan. 2. walaupun definisi Likert mengenai pengertian “Sumber Daya Manusia”. Namun.5. mengadopsi pendekatan ilmu tingkah laku untuk pengukuran sumber daya manusia dalam menginvestigasi hubungan antara sistem manajemen yang digunakan dan produktivitas organisasi. khususnya yang berkaitan dengan hubungan para pekerja”.2.1.169) Konsep asli yang dipopulerkan oleh Likert. p. dan reputasi komunitas lokal. meskipun tuntutan akan “ sasaran ” dan “ kenetralan ”. Namun.

ditraktor kebajikan dibentuk. although the leader is making genuine efforts to listen carefully to ideas. hampir semua mayoritas keputusan masih tetap dibuat terpusat. 4. sebagian besar keputusan masih dibuat secara terpusat. Wewenang kebajikan ( benevolent authoritative ) Ketika pemimpin menambah perhatian untuk orang dalam posisi kewewenangan. Likert menyarankan bahwa gaya kepemimpinan manajemen dapat diklasifikasikan menjadi salah satu dari sistem di atas melalui observasi variabel yang pasti terdiri dari tiga kelas lebar: a. Empat gaya kepemimpinan tersebut terdiri dari: 1. merupakan variabel yang berdiri sendiri baik secara langsung maupun diubah dengan sengaja oleh organisasi dan manajemennya serta mengalihkan penentuan kualitas dan kemampuan dari organisasi manusia. Rensis Likert sendiri mengidentifikasikan ada empat gaya kepemimpinan pada tahun 1960an. Komunikasi hampir secara keseluruhan turun ke bawah jauh dan jarak psikologi yang diabaikan orang-orang sekitarnya. Walaupun ada beberapa delegasi dari keputusan. kesehatan dan performa kemampuan organisasi. menggunakan organisasi yang mana orang lebih rendah ke bawah dalam pembuatan keputusan. Partisipatif ( participative ) Pemimpin membuat penggunaan maksimal dari metode partisipatif. persepsi dan tujuan performa dari anggota .konsekuensi tambahan pada penggajian dan pelatihan lebih banyak daripada menghabiskan tabungan atau simpanan secara tiba-tiba. misalnya sikap. Variabel penghalang yang mana merefleksikan keadaan internal. major decisions are still largely centrally made. Konsultatif ( consultative ) The upward flow of information here is still cautious and rose-tinted to some degree. b. terutama dalam pengambilan keputusan dan tingkatan di mana orang termasuk dalam keputusan tersebut. Pemimpin dapat menggunakan penghargaan untuk mendorong penampilan yang tepat dan mendengarkan untuk memperhatikan organisasi yang rendah. gaya kepemimpinan manajemen dan kebijakan organisasional. Namun. yang mana meliputi struktur organisasional. 3. 2. Variabel sebab akibat. Pemimpin membuat usaha yang sungguh-sungguh untuk mendengarkan ide-ide dengan hatihati. Nevertheless. Wewenang eksploitasi ( exploitive authoritative ) Gaya kepemimpinan yang mana pemimpin memberikan perhatian yang rendah terhadap orang-orang sekitarnya. motivasi.

1992. Namun. diklasifikasikan sebagai cost-based dan value-based. memimpin para penulis untuk menyarankan bahwa saat ini adalah tipe untuk kebangkitan dalam usaha penelitian ( Roslender. pelatihan. penerapan praktek signifikan dari tehnik valuasi Sumber Daya Manusia gagal untuk bahan material.Perkembangan Sumber Daya Manusia Akuntansi (HRA) Kompleksitas hubungan tingkah laku cenderung membatasi nilai praktisi dari model Likert. 1981. Pendekatan ini menyarankan model berdasarkan pada pemotongan gaji masa depan ( Lev dan Schawrz. dan pengembangan ( penempatan ) karyawan malah tertulis tiba-tiba karena beban dikapitalisasi kemudiaan diamortisasi melebihi yang diharapkan. Sackman et al. bersamaan saran yang dipelajari dari tehnik Sumber Daya Manusia orang Jepang. permasalahan tidak pernah secara keseluruhan meninggalkan agenda penelitian akuntansi. Lawannya. perekrutan. 1992. dengan hasil menarik yang cepat sekali dari daerah pengikut pada akhir tahun 1970an. 1988 ). Meskipun kepandaian dari penelitian yang diperhatikan. misalnya. Hal ini khususnya ditekankan pada pendekatan putusan yang digunakan untuk informasi akuntansi “soft” yang memerlukan pencarian pada pandangan manajemen senior sebagai . metode value-based diadopsi melebihi melihat ke depan pendekatan ekonomis dengan jalan mana suatu usaha dibuat untuk nilai kontribusi masa depan yang di mana karyawan berperan dalam perusahaan di antara beberapa kemungkinan. dekade mulai pertengahan tahun 19060an hingga pertengahan tahun 1970an memperlihatkan banyak penelitian yang mengusahakan untuk meningkatkan praktek akuntansi lebih banyak dipusatkan pada metode bagi pengukuran nilai Sumber Daya Manusia.5. Memang. Roslender and Dyson. melindungi hal-hal seperti tingkat kepuasan pekerjaan.organisasi. Namun. pasar dan pendapatan. Dalam kasus pembentukan biaya yang didatangkan. biaya. untuk menuju suatu pengetahuan post-industrial berdasarkan ekonomi mendukung pertumbuhan sektor pelayanan. 1971 ) atau peramalan pendapatan masa depan dari perusahaan (Brummet et al. berguna untuk pengerjaan hidup dari karyawan ( kekayaan manusia ). c. Model tersebut dapat meningkat secara konvensi. dan memang membuktikan ketidakmungkinan model secara akurat dalam psikologi organisasionalnya terlihat pada valuasi Sumber Daya Manusia ( Groves. kerugian barang sisa. pertumbuhan. 1968). Harte. Variabel hasil akhir yang mana marupakan variabel dependent dan merefleksikan hasil yang dicapai oleh manajemen seperti produktivitas. 2.2. 1989 ). Cara yang disarankan dalam mengukur variabel ini adalah survey tingkah laku para karyawan.

dan pembanding dengan grup lain dari pekerja ketika menyimpulkan negoisasi upah. 4) Kepemilikan manajemen dari maksud produksi memungkinkan untuk memiliki prosedur pembuat keputusan. 2) Potensi untuk gerakan anggota mendukung permintaan yang tertinggal berdasarkan pernyataan detail keuangan terlihat sangat terbatas dibandingkan dukungan yang dapat digerakkan selanjutnya atau biaya dari pernyataan kehidupan.lembaga yang bernilai untuk para karyawan dan memperoleh pengetahuan pasar karyawan di mana organisasi beroperasi. Hal ini dibantah. Pentingnya kontribusi dari pembelajaran empiris. Diantara permasalahan yang digambarkan untuk menjadi perhatian kita adalah: 1) Perbedaan besar dalam derajat kekuatan ahli dalam penggunaan informasi berjalan dalam manajemen berbeda. . sehingga memberikan mereka diskresi yang luas melebihi apa yang diungkap atau yang tidak diungkap. mereka menganggap informasi yang ada berguna supaya ada pemahaman keputusan manajemen yang menipu atau tidak. 3) Manajemen mengendalikan proses komunikasi. dengan persatuan departemen penelitian yang kecil dan dipekejakan berlebihan ketika pendidikan ditekankan berlebihan dan kekurangan biaya. khususnya memberikan reaksi pada prospek pekerjaan yang mana dibutuhkan untuk dinegoisasi. yang di mana terpusat pada informasi yang dapat ditemukan kegunaannya oleh manajemen dalam pencapaian keuntungan yang berkompetisi. menghasilkan peringatan kemajuan dari permasalahan atau keputusan. dengan pengukuran yang jelas dari munculnya konsensus melewati spektrum politik yang pengakuan informasi mempunyai peran penting dalam mempromosikan pelapor dan penawaran rasional. produktivitas. seperti yang dicatat oleh McBarnet et al (1993). Persatuan perdagangan merespon secara antusias akan dorongan memberikan perhatian lebih dengan keadaan finansial perusahaan untuk penekanan yang lebih tradisional pada perubahan biaya penghidupan. yang mengidentifikasikan permasalahan spesifik atas penggunaan informasi perusahaan oleh Persatuan Perdagangan. Akuntansi untuk manfaat manusia mengikuti munculnya kecenderungan pada akuntansi manajemen strategi. Misalnya. Permasalahan pengakuan informasi finansial persatuan perdagangan ( Trade Unions ) untuk tujuan penawaran kolektif merupakan subjek dari banyaknya kebijakan publik yang didebatkan pada tahun 1960an dan 1970an. Pembelajaran empiris merupakan fakta yang menarik di mana mereka meramalkan suatu peran yang lebih luas untuk penggabungan informasi finansial daripada penggunaan belaka dalam penawaran upah.

perserikatan berkeinginan untuk mempertahankan pola pikir secara tradisional dalam melakukan keputusan managerial serta menggunakan informasi untuk melakukan perundingan secara kolektif jika perusahaan mereka terancam untuk dibubarkan. corak umum dari Negara ini adalah bahwa mereka sulit untuk menerima efek riil dari peristiwa yang terjadi. Mc Barnet menyajikan suatu kasus yang mengusulkan bahwa perserikatan dapat dengan sukses melakukan pekerjaan mereka dengan menggunakan teknik akuntansi dalam rangka menghindari peleburan ke arah manajemen. Menurut Moore and Levie. The Trade Union Congress (TUC). pengambilan keputusan di dalam perserikatan dan dalam banyak kesempatan sehingga telah menjadi suatu proses jalan searah otokratis. misalnya pada tahun 1989 membangun Environment Action Group yang telah menjadi particulary aktif dalam mengembangkan suatu .6. Analisa mereka menempatkan bahwa perserikatan banyak bereaksi terhadap rencana manajemen dalam pengambilan keputusan keuangan. Tingkatan demokrasi di dalam perserikatan dianggap sebagai ukuran tentang kemampuan nya untuk meningkatkan penggunaan informasi perusahaan. kemudian menyatu menjadi suatu organisasi. dan suatu area yang strategis dimana ketika kita datang lebih awal di area tersebut maka kita akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak di area tersebut. Bagaimanapun juga. ada indikator yang jelas bahwa ambisi perserikatan dapat mempengaruhi pencapaian perusahaan dan sasaran social perusahaan. Perserikatan timbul karena adanya sikap managerial yang muncul secara bersama-sama. direktur. Bagaimanapun juga.Memperpanjang perundingan secara kolektif Beberapa penelitian empiris telah mengidentifikasikan bahwa perkecualian noticcable secara umum untuk suatu negara yang dilaporkan pada laporan keuangannya terjadi ketika keamanan pekerja menjadi isu utama di Negara tersebut. pada tahun terbaru sudah terlihat pergerakan serikat buruh yang mengalami suatu peningkatan. dalam penggunaan istilah demokrasi mengacu pada kebutuhan akan keaktifan seseorang dalam mengungkapkan suaranya dalam suatu demokrasi yang formal. Suatu analisis tentang particulary yang kaku menggambarkan bahwa perserikatan dapat menggunakan informasi yang diperolehnya dalam rangka memperluas perundingan secara kolektif yang disajikan oleh pekerja dari Roy Moore dan koleganya Ruskin College.2. dan karyawan dalam perserikatan dalam suatu pemungutan suara. Demokrasi formal dalam semua perserikatan merupakan suatu hubungan antara manajer. Khususnya. Khususnya. Hal ini menggambarkan bahwa perserikatan adalah suatu faktor pokok dalam penggunaan informasi. mempunyai tujuan yang sama.

Beberapa ukuran dari kegunaan sosial adalah:  produk tidak boros energi dan bahan baku manapun dalam pembuatannya  produk harus mampu diproduksi secara padat karya sehingga tidak meningkatkan pengangguran struktural  produk harus menggunakan format produksi yang non-alienating dengan pekerjaan yang diorganisir sehingga terdapat keterkaitan tugas teoritis dan praktis dan mempertimbangkan kreativitas manusia Sebagai tambahan. proposal telah dikemukakan untuk pengembangan kira-kira 150 produk di (dalam) 6 area teknologi utama.kerangka kebijakan untuk tindakan di masa depan yang memberikan harapan kepada perserikatan individu untuk merundingkan “Green Agreements” dengan pekerja dan untuk mencari keterlibatan aktif pekerja tersebut di dalam suatu lingkungan perusahaan. keinginan pihak manajemen tersebut untuk mengeluarkan/meniadakan serikat buruh dari keikutsertaan apapun di dalam pengambilan keputusan merupakan suatu masalah yang sudah lama terjadi di dalam lingkungan perserikatan untuk memperluas perundingan secara kolektif ke dalam daerah yang social. dalam program pengembangan karyawan telah diadakan latihan kerja bagi manajer maupun staf yang ada dalam perusahaan tersebut. Ada beberapa latar belakang yang menyebabkan kerugian produksi di dalam perusahaan oleh wakil serikat kerja yang dikombinasikan committe sasaran rencana adalah:  Untuk melindungi pekerjaan dengan pengusulan arange produk alternatif dalam hal pengurangan jumlah produksi lebih lanjut di dalam lingkungan industri  untuk mengambil keputusan di antara beberapa produk alternatif adalah suatu keputusan yang akan secara sosial berguna bagi masyarakat Dengan adanya ekonomi yang cukup dan teknis yang mendukung informasi. Sedangkan rencana induk perusahaan biasanya sama dengan rencana manajemen perusahaan. Perusahaan yang melaksanakan sistem produksi yang memberi prioritas ke . tidak hanay sekedar teorotis saja. TUC dengan mantap mengatakan bahwa para pemberi kerja sudah dalam banyak kesempatan memperlihatkan suatu keseganan untuk melibatkan serikat buruh secara penuh di dalam diskusi mengenai aspek lingkungan dalam pencapaian tujuan perusahaan. the Lucas Plan merupakan suatu rencana yang memperhatikan peningkatan tarif secara praktik. Di samping itu. Ini mungkin menjadi suatu pertimbangan ketika ketiadaan pekerja menjadi factor utama dalam kegagalan serikat dalam rangka memperluas perundingan secara kolektif ke dalam daerah social. Tentu saja. TUC secara proaktif dan dengan antusias telah ikut dalam beberapa serikat buruh individu.

terdapat suatu hubungan membangun yang jelas antara sistem informasi intern dengan tanggung jawab masyarakat. yang dengan beberapa indikasi bahwa perubahan menuntut sistem informasi manajemen disain telah disampaikan . Dalam pengumpulan data. informasi tertentu.profitabilitas dan sukses kompetitif mengabaikan berbagai hal seperti biaya sosial pengangguran. yang menyediakan tongkat penunjuk seperti tingkat perubahan budaya organisasi menuntut mengembangkan sistem pembukuan sosial sistematis. Sebelum ada batasan untuk melakukan penelitian mendalam tentang permasalahan praktis yang tidak bisa dipisahkan di dalam pengembangan dari sistem pembukuan sosial.7. secara sosial dan lingkungan menyadari bahwa budaya sangat penting untuk diperkenalkan ke dalam suatu organisasi. yang mengimport produk dunia ketiga. sebagai contoh berkenaan dengan pekerja dan emisi lingkungan.Sistem Pembukuan Sosial Ketika kita melakukan pengenalan pada bab ini . Salah satu contoh perusahaan yang menggunakan sisem pembukuan social yaitu organisasi Traidcraft. Dengan kata lain. Keputusan penting harus dibuat pada rekening tanggung jawab sosial dan akan akan menjadi sesuatu yang explicit tentang apa yang hilang dan mengapa. organisasi yang sungguh-sungguh menginginkan menggunakan konsep dari tanggung-jawab sosial harus secara rinci mendesain buku sosial di mana sistem informasi memungkinkan perusahaan untuk menggunakan dan membandingkan data-data penting untuk menyiapkan suatu rekening tanggung jawab social. Sampai di sini. konsekuensi proses yang produktif pada lingkungan dan keselamatan serta kesehatan masyarakat 2. organisasi harus mengidentifikasi secara sistematis stakeholders dan menggambarkan sifat alami hubungan sosial dengan informasi dan kebutuhan dari masing-masing stakeholder. Dengan demikian. telah ada sistem informasi yang secara sistematis dibandingkan dan akan memerlukan penyusunan kembali atau penyesuaian. Hal ini diperlukan untuk mengintegrasikan nilai-nilai baru yang terpusat ke dalam sistem penimbangan prestasi yang ada.

tapi akuntansi sosial juga digunakan oleh internal perusahaan melalui sistem informasi manajemen.BAB III PENUTUP Dari pembahasan makalah. . maka dapat diambil beberapa kesimpulan. 3) Keberlangsungan dari akuntnasi dapat dipertahankan apabila hubungan antara sistem ekonomi atau manusia yang dinamis dengan ekologi sistem dinamis yang lebih luas dapat berjalan dengan baik. yaitu: 1) Kasus antara lingkungan akuntansi dan sistim informasi akuntansi untuk tenaga kerja yang sangat mendesak sudah menjatuhkan dan memenangkan sasaran hasil tranparansi dan tanggung jawab di dalam banyak riset dan usaha praktis. 2) Akuntansi sosial diperuntukkan tidak hanya bagi eksternal perusahaan.

Information Systems in Management. 1990. http://www. Behavioural Accounting.htm http://www. Revika Aditama: Bandung http//www. South-Western Publishing Co. James A. 1989..kuliah. Akuntansi Keperilakuan. ensiklopedia bebas.Bob Widyahartono.Sistem Informasi Manajemen . 4th edition. 1984.Ishak. Salemba Empat: Jakarta Senn.ac. Gordon B.. terjemahan oleh Drs.Wikipedia bahasa Indonesia. 2005.DAFTAR PUSTAKA Suharto Edi. PT.dinus.id/sim1. cal. Belmont. . . 2007.mht www_bpkp_go_id.Pustaka Binaman pressindo. Cicinanti Ohio Davis.mht Siegel and Marconi.id/ika/asi/modul.ac. Pekerjaan Sosial. Manajemen Information System.htm Iksan A and M.stmikmj.