PORTFOLIO ADVERTORIAL

Ardian Perdana Putra
Ramadhan 1431 H / 2010 M Pikiran Rakyat – 7 September 2010
Berbagi Bersama PKPU

Dari Belanja Bareng Yatim hingga Sahur On The Road
Ruangan Food Court GRIYA Pahlawan hari itu mendadak berubah jadi taman bocah. Terdengar riuh suara anak-anak yang berlarian atau bercanda satu sama lain. Tak heran, ada 425 anak plus rombongan pendamping yang memenuhi ruangan paling atas pusat perbelanjaan tersebut. Mereka adalah anak-anak yatim dhuafa yang ditraktir PKPU untuk berbelanja berbagai keperluan lebaran secara gratis pada hari Selasa (31/08) lalu. Anak-anak tersebut tidak hanya berasal dari Kota Bandung saja, sebagian besar justru berasal dari daerah Pangalengan dan Ciparay yang merupakan daerah korban gempa pada 2009 silam. Uniknya diantara anak-anak tersebut, bahkan juga kakak-kakak pendamping mereka ada yang baru pertama kali merasakan berbelanja di lokasi sejenis. Dalam acara yang berjudul ‘Belanja Bareng Yatim’ ini, PKPU merangkul Telkomsel, Bank Permata Syariah dan PT. Hariff untuk ikut berbagi dengan anak-anak tersebut. Sebelumnya, PKPU juga telah mengadakan acara serupa untuk 75 anak yatim bekerjasama dengan XL Axiata (18/08). Belanja Bareng Yatim hanya sebagian kecil dari program yang dijalankan PKPU pada bulan Ramadhan ini. Masih ada Sebar Quran Nusantara, paket Ifthor dan Takjil serta pembagian paket Ramadhan (parcel kebutuhan lebaran) bagi kaum dhuafa. Berbagai program yang digulirkan pada bulan Ramadhan kali ini tak lain bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat menyisihkan sebagian rezekinya untuk berbagi dengan sesama. Sebagaimana sabda Rasulullah S.A.W. yang diriwayatkan Anas bin Malik R.A. “Permudahlah, jangan dipersulit, besarkan hati jangan membuat orang lari.” (H.R. Bukhari), PKPU mencoba mempermudah masyarakat untuk mewujudkan niat baiknya tersebut. Selanjutnya, PKPU akan berperan membantu distribusi bantuan-bantuan masyarakat tersebut agar teratur dan tepat sasaran. Meski telah menyediakan paket-paket diatas, PKPU tidak membatasi jika ada masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dalam bentuk lain. Misalnya saja, Hotel Aston Primera Pasteur dan Cipaganti Travel yang ingin berbagi makanan sahur dengan anak-anak yatim dan anak jalanan. PKPU menyambut dengan mengadakan program ‘Sahur On The Road’ yang berlangsung Sabtu (21/08) lalu. Dalam kegiatan ini 150 paket makanan sahur dibagikan ke tiga lokasi yaitu Sukajadi, Rajawali dan daerah sekitar Stadion PERSIB. Majelis Ta’lim Ummahatul Firdaus yang menjadi salah satu Duta Zakat PKPU juga ingin berbagi dengan masyarakat dhuafa dalam bentuk paket sembako. Bersama PKPU, sebanyak 209 paket sembako tersebut kemudian disebarkan ke warga dhuafa di Desa Cipagalo, Bojong Soang – Kab. Bandung pada hari Senin (9/08). Hingga hari ke-25 Ramadhan, telah disebar sedikitnya 575 voucher ‘Belanja Bareng Yatim’, 2.700 paket ta’jil, 960 paket ifthor, 359 paket Lebaran, 100 Al-Quran dan 150 paket sahur ke berbagai daerah di Jawa Barat. Angka tersebut belum termasuk dengan zakat fitrah yang akan disalurkan menjelang hari raya Idul Fitri nanti, Zakat Maal, Zakat Penghasilan, Infaq dan Shodaqoh yang akan didayagunakan dalam berbagai program pemberdayaan yang digulirkan PKPU setahun kedepan.

Untuk menambah performa layanan di 10 hari terakhir, Graha PKPU Bandung di Jl. Gatot Subroto 46 B buka 24 jam 7 hari seminggu. Layanan informasi (022) 7316764 dan sms center 081 220 484 854 telah disiapkan untuk melayani konsultasi dan penjemputan ZISWAF selama 24 jam nonstop. Setidaknya 3 mobil operasional PKPU Bandung plus sekitar 20 unit motor milik karyawan disiagakan untuk mengantisipasi meningkatnya penjemputan zakat di seluruh Bandung Raya. Diharapkan, dengan langkah-langkah yang telah dilakukan, penghimpunan ZISWAF pada Ramadhan kali ini dapat meningkat 2 kali lipat dari tahun sebelumnya. (AE-03)***

Pikiran Rakyat – 25 Agustus 2010
Indonesia Village Care PKPU

Berdayakan Kampung Gorowong Dengan Zakat

Jika kita berkunjung ke Kampung Gorowong di Garut, setahun yang lalu, mungkin kita akan mengurut dada dengan kondisi pendidikan disana. Hampir seluruh pelajar SD dan SMP disana belum bersentuhan sama sekali dengan dunia teknologi seperti komputer. Jangankan googling untuk mencari data pelengkap PR mereka atau menggunakan email, bahkan keyboard dan mouse pun menjadi benda yang asing bagi mereka.

Kondisi infrastruktur sekolah di Gorowong merupakan masalah tersendiri. Bangunan Madrasah At-Taufiq, mungkin bisa mewakili kondisi fasilitas sekolah disana yang memprihatinkan. Dinding bilik yang bolong nyaris rubuh, tangga kayu yang putus, atap yang bocor adalah pemandangan yang akan kita temui di Gorowong setahun yang lalu. Hal ini tentu menjadi fenomena memprihatinkan karena seolah menunjukkan kesenjangan ekstrim dalam dunia pendidikan di Indonesia. Program Indonesia Village Care (IVC) yang dicanangkan PKPU sejak Agustus 2009 telah banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat di kampung Gorowong, Garut, Jawa Barat. Hal ini terlihat dari perbaikan infrastruktur dan fasilitas pendidikan di kampung yang terletak di Desa Maroko, Kecamatan Cibalong, Garut ini. Setelah bedah sekolah terealisasi pada Agustus 2009, pada Februari 2010 PKPU juga menyalurkan bantuan perangkat komputer dan alat perlengkapan kantor bagi masyarakat Gorowong. Dalam rangkaian monitoring dan supervisi rutin program IVC juga dilakukan pelatihan bagi para guru. Tidak hanya di sektor pendidikan, program IVC juga menyentuh sektor kesehatan dan ekonomi. Di bidang kesehatan dilakukan pelatihan kader posyandu serta penyaluran bantuan sanitasi air dan MCK, sedangkan untuk bidang ekonomi PKPU membentuk KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) sebagai unit pembinaan kemandirian ekonomi. Dalam KSM masyarakat setempat dibekali pengetahuan dan keterampilan berwirausaha, sekaligus mendapatkan bantuan modal bergulir untuk membangun usaha kelompok yang difokuskan pada pengembangan komoditas potensial daerah tersebut yaitu ternak domba dan kayu Albasia. Keberjalanan program IVC Gorowong yang telah berlangsung selama setahun ini tak lepas dari partisipasi masyarakat di berbagai daerah. Melalui Zakat, Infaq dan Shodaqoh, program pemberdayaan kampung terpencil seperti Gorowong dapat terwujud dan mampu mengangkat taraf kesejahteraan masyarakat setempat baik dari sisi ekonomi, kesehatan maupun pendidikan. Pada gilirannya, sangat mungkin masyarakat Gorowong dan daerah terpencil lain yang sebelumnya berstatus mustahik akan bertransformasi menjadi muzakki. Bukan tidak mungkin, bertahun-tahun kedepan, para muzakki baru inilah yang akan membangkitkan kampung-kampung terpencil lainnya melalui program-program sejenis. Kesadaran masyarakat yang semakin besar dalam berzakat tentu amat diharapkan agar semua mimpi tersebut dapat terwujud. Karena masih banyak kampung seperti Gorowong yang butuh sentuhan ajaib dari dari tangantangan umat melalui Zakat. PKPU siap menyambut niat tulus anda untuk ikut berpartisipasi membangkitkan Gorowong-Gorowong lainnya. Hubungi nomor (022) 7316764 (layanan konsultasi ZISWAF dan jemput zakat) atau datang langsung ke Graha Peduli PKPU Bandung, Jl. Gatot Subroto no. 46 B. Pembayaran zakat via transfer antar bank dapat dikirimkan ke rekening 1310005072766 (Mandiri), 6000340101 (BCA), 1010033915 (Muamalat). (AE-03)*** Media: Pikiran Rakyat, 25 Agustus 2010 – Halaman 23.

Pikiran Rakyat –5 September 2010
5 Tahun Kerjasama XL Central Region dan PKPU Bandung

Bersinergi Mengembangkan Masyarakat Jawa Barat
Jalinan kerjasama yang awet antara XL Central Region dengan PKPU Bandung selama 5 tahun kebelakang tak lepas dari kesamaan visi antara kedua lembaga untuk memberdayakan masyarakat Jawa Barat. Visi tersebut terwujud dalam berbagai program, diantaranya ‘Workshop Teknisi HP’, Perpustakaan Keliling’, pemulihan sekolah pasca bencana, serta pemberdayaan ekonomi melalui ‘Warung Seluler XL’. Hal ini dipaparkan Jasmina Dewi Nahsya, Coorporate Comunication XL Axiata Central Region dalam sebuah obrolan singkat dengan Media Center PKPU Bandung. Wanita yang akrab dengan panggilan mbak Nahsya ini menuturkan bahwa CSR XL memiliki focus point pada bidang pendidikan. Selain program-program yang digulirkan XL bersama PKPU Bandung, terdapat beberapa program lain yang bersifat nasional seperti ‘Komputer untuk Sekolah’ dan ‘Indonesia Berprestasi Award’. “Kita juga ada beasiswa untuk siswa-siswa berprestasi. Selain kita endorse dengan beasiswa , mereka juga menjadi ambassador XL.” ujar Nahsya menambahkan. Khusus Ramadhan, selama 5 tahun ini XL selalu memiliki program bersama dengan PKPU untuk ikut menyemarakkan bulan penuh berkah ini. Seperti yang berlangsung tahun ini melalui event ‘Belanja Lebaran Bareng XL dan PKPU’, dimana sekitar 75 anak yatim dhuafa diajak untuk berbelanja kebutuhan lebaran mereka. Masing-masing anak dibekali voucher sebesar Rp 250 ribu yang bebas mereka belanjakan untuk membeli pakaian, sepatu, sandal dan kebutuhan lebaran lainnya. “Manajemen XL juga berperan sebagai pembimbing anak-anak yang berbelanja,karena kita juga ingin merasakan bagaimana senangnya anak-anak yatim berbelanja…” ungkap Nahsya mengenai motivasi XL dibalik event ini, “…setahu saya, program kemarin cukup berkesan untuk XL.” tambahnya mengenai kesan manajemen XL tentang acara yang berlangsung Rabu (18/08) lalu. Nahsya mengaku sangat puas bekerjasama dengan PKPU. Menurutnya keunggulan PKPU adalah pada follow-up program-program yang digulirkan. Selain itu pelaporan pasca program menjadi nilai lebih lainnya. “PKPU sangat profesional dalam menyalurkan bantuannya…” ujar Nahsya mengenai kesannya bekerjasama dengan PKPU, “kita tidak tahu siapa saja yang membutuhkan bantuan. Data statistik (daerah yang membutuhkan bantuan) PKPU lebih lengkap dan komprehensif, sehingga XL sendiri merasa sangat dibantu dalam menyalurkan bantuannya. Bukan itu saja, sesudah pemberian bantuan pun masih ada follow-up dan update (informasi) ke XL. Misalnya workshop teknisi HP, sekarang bagaimana perkembangan (alumni)nya. Jadi tidak hanya memberikan bantuan dan sudah (berlalu) begitu saja, tanpa tahu hasilnya seperti apa.” Tambahnya. “dengan berpartner dengan PKPU, kita bisa lebih bersinergi, sehingga bantuan yang disalurkan pun efeknya lebih maksimal.” harap Nahsya diakhir obrolan tentang kerjasama XL-PKPU kedepan. (Ardee/PKPU Bandung, AE-03) Sumber: Pikiran Rakyat Edisi Minggu, 5 September 2010 – Halaman 3

Pikiran Rakyat – 5 September 2010
Jelang 10 hari terakhir Ramadhan di PKPU

Ketika Kepala Cabang pun Siap Turun Menjadi Driver
Ritme kerja LAZ seperti PKPU di bulan Ramadhan beberapa kali lipat lebih padat dibandingkan hari-hari biasa. Penghimpunan dana ZISWAF selama Ramadhan dapat mencapai 10 kali lipat dibandingkan pada bulan-bulan reguler. Masyarakat memang cenderung lebih suka menunaikan ZISWAF di bulan Ramadhan. Terlebih lagi di 2 pekan terakhir menjelang Lebaran. Hal ini sesuai anjuran Rasulullah agar zakat fitrah ditunaikan menjelang Idul Fitri. Jajaran manajemen PKPU Bandung pun makin merapatkan barisan untuk melayani para Muzakki (pembayar ZISWAF) di paruh akhir Ramadhan ini. Dalam briefing pagi (27/08), Sani Ihsan Maulana, KaCab PKPU Bandung memberikan arahan kepada segenap amil (karyawan) untuk berdedikasi total mengejar target penghimpunan ZISWAF di Ramadhan tahun ini. Distribusi SDM memang mayoritas difokuskan untuk mendukung pencapaian target tersebut. Tak mainmain, dari tingkat OB serta security hingga top-management turun gunung mensupport penghimpunan ZISWAF. Bahkan seluruh Divisi Penghimpunan PKPU Bandung disiapkan untuk dapat standby di kantor pada hari sabtu dan minggu. “Jika perlu driver cadangan, insyaAllah saya siap diberdayakan.” tutur Sani menyikapi banyaknya SDM yang bertumbangan karena sakit di pertengahan Ramadhan, termasuk 2 orang driver. Peran PKPU sebagai penghubung antara muzakki dengan kaum dhuafa memang mengharuskan PKPU mengejar target perolehan ZISWAF, agar pelayanannya kaum dhuafa semakin meningkat dari tahun ke tahun. Momen emasnya adalah pada bulan Ramadhan. “Jumlah dana yang terhimpun selama Ramadhan, dapat membiayai program pemberdayaan dhuafa selama 11 bulan berikutnya,” ujar Sani dalam arahannya, “… Jika kita lalai, yang merasakan akibatnya adalah masyarakat dhuafa. Jumlah dhuafa yang menerima manfaat program PKPU akan berkurang dari yang kita targetkan.” tambahnya. Hal tersebut sesuai dengan fakta tahun lalu. Padatnya program pemberdayaan PKPU Bandung sepanjang Agustus 2009 – Juli 2010 tak lepas dari prestasi penghimpunan ZISWAF Ramadhan tahun lalu yang jauh diatas target. Sebagai contoh, program pemberdayaan guru PKPU telah menjangkau lebih dari 3000 guru sebagai penerima manfaatnya. Belum termasuk puluhan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang dibina PKPU sebagai wadah pemberdayaan ekonomi dhuafa. Untuk menambah performa layanan di 10 hari terakhir, Graha PKPU Bandung di Jl. Gatot Subroto 46 B buka 24 jam 7 hari seminggu. Layanan informasi (022) 7316764 dan sms center 081 220 484 854 telah disiapkan untuk melayani konsultasi dan penjemputan ZISWAF selama 24 jam nonstop. Setidaknya 3 mobil operasional PKPU Bandung plus sekitar 20 unit motor milik karyawan disiagakan untuk mengantisipasi meningkatnya penjemputan zakat di seluruh Bandung Raya. Diharapkan, dengan langkah-langkah yang telah dilakukan, penghimpunan ZISWAF pada Ramadhan kali ini dapat meningkat 2 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Gencarkan Edukasi Zakat di Jawa Barat

PKPU Bandung Kerahkan 1.205 Duta Zakat
Menurut data Edi Siswadi, Sekretaris Daerah Kota Bandung, potensi zakat yang ada di Jawa Barat Mencapai Rp. 200 miliar, yang terdiri dari Rp. 125 miliar Zakat fitrah dan Rp. 75 miliar. Seperempat diantaranya terpusat di Kota Bandung. Namun, saat ini yang dapat terserap oleh OPZ (Organisasi Pengelola Zakat) belum menunjukkan angka yang menggembirakan. Salah satu penyebabnya adalah minimnya sosialisasi tentang urgensi zakat kepada masyarakat luas. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi PKPU Bandung. Sejak beberapa tahun kebelakang, edukasi zakat kepada masyarakat telah menjadi program reguler yang dicanangkan PKPU. Salah satu bentuk nyatanya adalah melalui Gerai Zakat yang disebar ke berbagai kantor, pusat perbelanjaan dan lokasi-lokasi umum lainnya untuk media konsultasi langsung bagi masyarakat luas mengenai ZISWAF. Selain itu, PKPU juga menggandeng partisipasi masyarakat yang telah rutin berzakat untuk ikut memberikan edukasi kepada orang disekitarnya melalui program Duta Zakat. Sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan untuk menjadikan Jawa Barat sebagai propinsi zakat pada 2011, PKPU semakin meningkatkan program edukasi zakatnya. Terlebih lagi di bulan Ramadhan 1431 H ini. Pada Ramadhan kali ini, PKPU Bandung mengerahkan 1.205 Duta Zakat untuk menjangkau berbagai kalangan. Selain di wilayah Bandung Raya, para Duta Zakat juga disebar ke KCP yang berada dibawah koordinasi PKPU Cabang Bandung. Para Duta Zakat tersebut berperan ujung tombak sosialisasi tentang kemanfaatan zakat kepada orang-orang di sekitarnya. Kepala Cabang PKPU Bandung, Sani Ihsan Maulana mengungkapkan bahwa para Duta Zakat tersebut direkrut dari berbagai latar belakang profesi dan komunitas, sehingga dapat menyentuh rekan-rekan sekantornya atau komunitasnya. “Melalui pendekatan personal, para Duta Zakat tersebut diharapkan dapat lebih menyentuh para calon muzakki baru secara lebih efektif.” tambah Sani. Selain Duta Zakat, Gerai Konsultasi Zakat juga menjadi ujung tombak kampanye sadar zakat tahun ini. Setidaknya untuk kota Bandung, PKPU telah bermitra dengan 15 institusi untuk membuka Gerai Konsultasi di beberapa lokasi strategis. Gerai-gerai tersebut dikelola oleh kurang lebih 50 relawan PKPU. “Semoga dengan langkah yang sinergis dengan berbagai pihak, semakin banyak masyarakat yang bisa disentuh oleh program edukasi zakat PKPU dan semakin banyak pula masyarakat dhuafa yang terbantu.” ujar Sani menambahkan. (Ardee/PKPU Bandung)