PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pendidikan itu dapat menolong masyarakat dan orang-orang yang melaksanakannya dalam suatu Negara untuk pembentuk cinta tanah air dan bangsa terhadap proses Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Disamping itu dapat berfungsinya serta meningkatkan mutu penyelesaian maslah Undang-undang yang ada di Negara kita dan peningkatan moral dan akhlak yang baik termasuk rancangan pendidikan untuk anak-anak bangsa. Hal itu juga dapat mewarnai tindakan mereka dengan tujuan tertentu dan memberikan usaha-usaha pendidikan mereka dan filsafat. Pancasila adalah Dasar Negara dan pandangan hidup bangsa. Oleh karena itu sistem demokrasi yang diterapkan Indonesia didasarkan pada ideologi Pancasila. Dalam sistem demokrasi Pancasila, nilai-nilai moral pancasila menjadi landasan dan sekaligus menjadi paradigma reformasi. Dengan demikian, nilai-nilai ketuhanan, nilai-nilai persatuan, nilai-nilai permusyawaratan, nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan arahan dan landasan sistem pemerintahan demokrasi di Indonesia. B. Perumusan Masalah Dalam makalah ini penulis merumuskan beberapa pokok permasalahan antara lain : 1. 2. Dasar ? 3. Bagaimanakah Hubungan perubahan Undang-undang Dasar dengan sistem demokrasi? C. Tujuan Makalah Tujuan penulis dalam menulis tugas ini yaitu untuk mendiskripsikan perumusan masalah yang belum dirumuskan : 1. Republik Indonesia ? 1 Tanggal berapa disahkannya PPKI sebagai UUD Apakah yang dimaksud dengan Penetapan dan Apakah tujuan & prosedur perubahan Undang-undang Perubahan Undang-undang Dasar ?

Mengapa pada masa Orde Baru UUD 1945 juga menjadi konstitusi yang sangat “sakral” Jelaskan sejumlah peraturanBagaimana kesimpulan demokrasi pancasila. sebutkan Apa yang dikatakan dengan demokrasi sistem referendum dan sistem konstitusional ? Jelaskan ? 2 . dan jelaskan ? 5. dan jelaskan ? 4. sebutkan Apa isi pokok dan pada demokrasi pancasila. peraturannya ? 3.2.

UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena Indonesia sedang disibukkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Periode 1945 – 1949 Dalam kurun waktu 1945-1949. Sejarah Pancasila Pada tanggal 22 Juli 1945 disahkan Piagam Jakarta yang kelak menjadi naskah Pembukaan UUD 1945. Karena situasi politik pada Sidang Konstituante 1959 dimana banyak saling tarik ulur kepentingan partai politik sehingga gagal menghasilkan UUD baru. Pada masa itu terdapat berbagai penyimpangan UUD 1945 diantaranya : a) b) c) Presiden mengangkat Ketua dan Wakil Ketua MPR/ DPR dan MA MPRS menetapkan Soekarno sebagai Presiden seumur hidup Pemberontakan G 30 S PKI serta Wakil Ketua DPA menjadi Menteri Negara. Tanggal 14 November 1945 dibentuk Kabinet Perlementer yang pertama sehingga peristiwa ini merupakan penyimpangan UUD 1945 periode 19591966. Karena MPR dan DPR belum terbentuk. naskah rancangan konstitusi Indonesia disusun pada waktu Sidang Kedua BPUPKI tanggal 10-17 Juli 1945. Periode 1966 – 1998 3 . maka pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang slah satu isinya memberlakukan kembali UUD 1945 sebagai Undang-undang Dasar. PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-undang Dasar Republik Indonesia. Tanggal 18 Agustus 1945. Maklumat Wakil Presiden Nomor X pada tanggal 16 Oktober 1945 memutuskan bahwa KNPI diserahkan kekuasaan legislative. mengantikan Undang-undang Dasar Sementara 1950 waktu itu.BAB II PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 A.

Kekuasaan yang sangat besar pada Presiden. Demokrasi Pancasila adalah sistem kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah 4 . Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru kekuasaan tertinggi di tangan MPR dan kenyataannya bukan ditangan rakyat.Pada masa Orde Baru (1966-1998). Demokrasi Pancasila Pancasila adalah Dasar Negara dan pandangan hidup bangsa. Perubahan UUD 1945 Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. adanya pasal-pasal yang terlalu “luwes” (sehingga dapat menimbulkan multitafsir) serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggaraan Negara yang belum belum cukup didukung ketentuan konstitusi. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. eksistensi Negara demokratis dan Negara hukum serta hal-hal yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. pembagian kekuasaan. C. pemerintah menyatakan kembali menjalankan UUD 1945 dan Pancasila secara murni dan konsekuen. Oleh karena itu sistem demokrasi yang diterapkan Indonesia didasarkan path Ideologi Pancasila. f) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983 B. tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mempertegas sistem presidensil. Namun dalam pelaksanaannya terjadi penyelewengan UUD 1945 yang mengakibatkan terlalu besarnya kekuasaan Presiden. terlebih dahulu harus minta pendapat rakyat melalui referendum. tidak berkehendak akan melakukan penibahan terhadapnya. kedaulatan rakyat. Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan Negara. HAM. e) Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah UUD 1945. Pada masa Orde Baru UUD 1956 juga menjadi konstitusi yang sangat “sakral” diantaranya melalui sejumlah peraturan : d) Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945.

sosial dan budaya. nilai-nilai persatuan. nilainilai pancasila menjadi landasan dan sekaligus menjadi paradigma reformasi. pemerintahan rezim Orde Baru mempunyai kehendak yang kuat untuk melaksanakannya demokrasi yang sebenar-benarnya. Secara ilegal formal istilah Demokrasi sebagai paradigma Reformasi Pancasila dimuat ketetapan MPRs Nomor XXXVII/MPRS/1968 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. b) Demokrasi Pancasila bertujuan menghargai dan melindungi hak-hak azazi manusia.kebijaksanaan didalam permusyawaratan. sosial dan sebagainya. Oleh kerana itu perbedaan ideology. Paradigma reformasi Pancasila muncul path masa rezim pemerintahan Orde Baru dibawah Presiden Soeharto sebagai pengganti Demokrasi terpimpin yang berlaku pada masa Orde Lama. Sebagai upaya pelepasan dini dan kungkungan kediktatoran Demokrasi Terpimpin. Adapun isi pokok Demokrasi Pancasila sebagai berikut : a) Pelaksanaan demokrasi harus berdasarkan atas Pancasila sebagaimana disebut dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 dan penjabaran lebih lanjut dituangkan dalam batang tubuh dan penjelasan Undang-undang Dasar 1945. 5 . nilainilai permusyawaratan dan nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan arahan dan landasan sistem pemerintahan demokrasi di Indonesia. Pelaksanaan demokrasi dinegara lain berbeda dengan pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Itulah sebabnya pada masa pemerintahan Orde Baru timbul gagasan menafsirkan sila-sila Pancasila kedalam 36 butir sebagai pedoman penghayatan pengamalan Pancasila. Dengan demikian nilai-nilai ketuhanan. Dalam sistem demokrasi pancasila. Alasan inilah yang kemudian mendorong pemerintah Orde baru menggunakan istilah Demokrasi Pancasila sebagai pengganti istilah Demokrasi Terpimpin. nilai-nilai kemanusiaan. Sistem demokrasi Pancasila yang dipakai dalam paradigma reformasi adalah sistem demokrasi khas Indonesia yang hanya dapat dipahami jika mempelajari secara mendalam. Oleh karena itu paradigma reformasi pancasila merupakan perwujudan dan dasar Negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia maka prinsip-prinsipnya tidak hanya diterapkan dalam kehidupan bernegara saja. tetapi juga dalam kehidupan politik. Pandangan hidup bangsa Indonesia dalam kondisi objektif yang terdapat di Indonesia yang tentu saja berbeda dengan Negara-negara lain didunia. latar belakang budaya.

Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi Pada masa reformasi pemerintah kita berusaha melaksanakan demokrasi dengan sebenar-benarnya. e) Pelaksanaan Pemilu anggota legislatif dengan menggunakan sistem pemilihan distrik berdasarkan Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 2003 Tentang Pemilihan Anggota DPR. DPD dan DPRD. 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Kewenangan Pemerintah dan Provinsi sebagai Daerah Otonomi. Keadaan itu menyebabkan runtuhnya rezim Orde Baru yang digantikan oelh pemerintahan era reformasi yang membawa Indonesia kearah pelaksanaan demokrasi sipil. Selama 32 Tahun pemerintahan rezim Orde Baru dibawah Presiden Soeharto menerapkan Demokrasi Pancasila. Pelaksanaan sistem demokrasi sipil dalam reformasi ditandai oleh hal-hal berikut: a) b) c) d) Penghapusan Dwifungsi ABRI atau TNI Pemisahan POLRI dan TNI Kebebasan pers dan mimbar Penegakan HAM dengan berdasarkan Undang-undang No. D. Sistem ekonomi yang diterapkan berorientasi pada kekuasaan kaum konglomerat dan kapitalis yang kemudian menimbulkan krisis ekonomi dan moneter serta melahirkan budaya KKN (Korupsi. Pada waktu itu birokrasi pemerintahan dijalankan secara otoriter dan sentralistik – militerisme. Kolusi dan Nepotisme). d) Demokrasi Pancasila bersendikan atas hokum sebagaimana dijelaskan dalam penjelasan Undang-undang Dasar 1945 yaitu Negara Hukum yang demokrasi. f) Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.c) Pelaksanaan kehidupan ketatanegaraan harus berdasarkan atas kelembagaan diharapkan segala sesuatu dapat diselesaikan melalui saluransaluran tertentu sesuai dengan Undang-undang Dasar 1945. Namun dalam prakteknya pelaksanaan Demokrasi Pancasila lebih bersifat slogan dan teori dengan kekuasaan atas pemerintahan atau Negara berada sepenuhnya ditangan pengusaha. 6 .

Bangsa Indonesia dikenal gemar bermusyawarah dalam setiap mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan umum. Hukum tersebut mengatur kehidupan masyarakat untuk mencapai kehidupan yang tertib. • • Hukum tidak dipengaruhi oleh kekuasaan atau kekuatan apapun juga. didalamnya tercermin persamaan kedudukan atau kekuatan apapuna juga. Paradigma Pancasila sangat sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. aman dan tentram dalam berbagai lingkungan dan aspek kehidupan. Untuk meningkatkan pengamatan demokrasi pancasila dalam kehidupan diperlukan adanya hukum. dak dan kewajiban Kebebasan yang bertanggung jawab Musyawarah untuk mencapai mufakat Semangat kekeluargaan dan gotong royong Persatuan dan kesatuan Cita-cita nasional 7 . Itulah sebabnya pemerintah Negara kita diatur berdasarkan nilai-nilai demokrasi pancasila.XX/MPRS/1996 menyatakan “Pancasila adalah Sumber dan Segala Sumber Hukum”.XXXVII/MPRS/1996 Tentang Demokrasi Pancasila. Dengan kata lain terdapat penghargaan hak-hak azazi manusia dengan tidak mengesampingkan kepentingan umum. Demokrasi Pancasila mengandung prinsip-prinsip sebagai berikut : • • • • • • Kesamaan harkat. Hukum ditetapkan dalam segala bentuknya tanpa dideskriminasi TAP/MPRS No. Dalam paradigma pancasila ada keselarasan antara kepentingan prinadi dan golongan. martabat. Negara hukum yang demokratis mmepunyai cirri-ciri sebagai berikut : • Negara mengakui dan melindungi hak azazi manusia dan hak azazi warga negaranya. Keadaan politik dan kehidupan Indonesia pada masa Orde Baru jauh lebih baik dibandingkan dengan zaman Orde Lama. XX/1996 Tentang Pancasila sebagai Sumber dan Segala Sumber Hukum dan TAP MPRS No. Demokrasi Pancasila ditetapkan dalam ketetapan MPRS No. Dengan demikian hukum merupakan dasar yang utama dalam segala aspek kehidupan untuk mengatur warga negaranya.

Oleh karena itu muncullah desakan untuk mengubah sistem yang sentralistis itu. Pemerintah Indonesia juga sering kali mengabaikan kepentingan daerah. keamanan. Ciri Negara Demokrasi Pada Masa Reformasi Ciri Negara demokrasi pada masa reformasi adalah adanya kebebasan bagi warganya untuk mengurus diri sendiri kebebasan oleh pemerintah pusat untuk mengurus dirinya sendiri. Pemerintah daerah diberi kekuasaan mengelola wilayah sesuai aspirasi rakyat didaerah bersangkutan. Keuntungan itu antara lain : a) b) c) Demokrasi Pancasila merupakan modal untuk mengoperasikan Demokrasi Pancasila didasarkan pada paham kekeluargaan Dalam Demokrasi Pancasila pimpinan harus mengayomi seluruh Ideologi Pancasila keluarganya 8 . Pada masa rezim Orde Lama dan Orde Baru pemerintah Indonesia cenderung bersifat sentralistis atau memusat. Pemerintah daerah bebas mengatur dan mengurus pemerintahan didaerah. Desentralisasi adalah sistem pemerintahan yang lebih banyak memberikan kekuasaan kepada pemerintah daerah. Hasil desakan tersebut adalah pengesahan Undang-undang No. Pada uraian dapat ditarik kesimpulan bahwa demokrasi Pancasila lebih unggul dari pada demokrasi lainnya. Presiden yang memegang kekuasaan pemerintah Negara Republik Indonesia. Ketidakadilan terletak pada pembagian kekuasaan dan keuangan.E.22 Tahun 1999 Tentang Otonomi Daerah. Penyelenggaraan pemerintah diatur dalam Undang-undang No. Keleluasaan itu meliputi hamper semua hal yang berkaitan dengan pengelolaan pemerintah yang termasuk wewenang daerah antara lain sosial politik luar negri. Tetapi harus memperhatikan kepentingan rakyat didaerahnya dan sesuai dengan Peraturan Undang-undang yang berlaku. pertahanan. hal itu yang disebut dengan otonomi daerah. Sistem yang sentralistis dianggap tidak adil bagi pemerintah daerah. mata uang. Dengan adanya otonomi daerah.32 Tahun 2004 pemerintah diberi hak. Sejak amandemen Undang-undang 1945 diera reformasi. penyelenggaraan pemerintah Negara kita didasarkan pada sistem desentralisasi. kewajiban dan wewenang untuk mengatur dan mengurus sendiri daerahnya. peradilan dan agama. Akibat sistem sentralistis ini pemerintah pusat menjadi sangat dominant dalam mengatur dan mengendalikan daerah.

Pada sistem ini pemerintah atau Presiden selain diawasi oleh Parlemen (DPR) juga diawasi oleh rakyat. c) Demokrasi dengan sistem Referendum Demokrasi dengan sistem Referendum adalah sistem pemerintahan yang didominsai dan diandalkan oleh rajyat melalui referendum. b) Demokrasi dengan sistem Parlementer Demokrasi dengan sistem Parlementer adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat didomonasi oleh perlemen sebagai lembaga legislatif (DPR. Hal ini disebabkan pemerintah negara dilaksanakan oleh Perdana Mentri bersama kabinetnya. MPR) dan pada lembaga eksekutif dan yudikatif. Lembaga Legislatif. Presiden. seperti lembaga eksekutif (Pemerintah. DPR jika akan mengeluarkan kebijaksanaan atau Undang-undang terlebih dahulu harus meminta persetujuan rakyat melalui referendum yaitu pengumpulan pendapat rakyat tentang kebijakan atau Undang-undang tersebut. Namun Presiden berhak pula membubarkan perlemen (DPR) untuk mengimbanginya. Jenis-jenis Sistem Demokrasi yang terjadi pada masa Reformasi a) Demokrasi dengan sistem Presidensial Demokrasi dengan sistem Presidensial adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat dilakukan dengan sistem pemisahan kekuasaan lembaga-lembaga Negara. Namun Presiden dalam menjalankan pemerintahan tidak dipengaruhi oleh DPR tetapi diawasi secara langsung oleh lembaga yudikatif yaitu DPA. dan Lembaga Yudikatif).d) e) f) g) Pemimpin harus punya pemikiran yang rasional dan bermutu tinggi Perbedaan pendapat harus diterima Dalam musyawarah boleh mengkritik yang bersifat membangun Bila musyawarah tidak dapat dilaksanakan dalam mengambil keputusan maka kita dapat melakukan dengan pungutan suara dengan memenuhi persyaratan F. Sedangkan Presiden lebih bersifat lambang negara kita. MA. BPK. Sebagai akibatnya jika kebijakan pemerintah tidak sejalan dengan DPR maka kabinet dengan sendirinya akan jatuh dan dibubarkan. d) Demokrasi dengan sistem Konstitusional 9 . Tujuan adalah agar antara ketiga lembaga Negara tersebut bersifat independent yaitu terlepas dan saling mempengaruhi tetapi tetap bekerjasama dalam penyelenggaraan Negara.

Sistem demokrasi ini banyak diterapkan dinegara-negara barat dan dikenal dengan sistem demokrasi liberal. BAB III PENUTUP Kesimpulan Filsafat Pendidikan Pancasila mempunyai cirri-ciri umum dan tujuan umum. diri sendiri dan negara.Demokrasi dengan sistem Kosntitusional adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat oleh pemerintah diawasi dan dibatasi oleh Undang-undang Dasar. Dalam hal ini pemerintah harus menjamin kebebasan individu warga negaranya. 10 . Metode ini didalamnya termuat adanya cinta tanah air dan bangsa bagaimana tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat. Yaitu sistem demokrasi yang memberikan kebebasan seluasluasnya kepada perseorangan (individual). mudah di mengerti dan dapat diamalkan oleh masyarakat. Hal ini mempunyai cirri-ciri umum dan tujuan terutama metode PPKn bisa dipahami.

DAFTAR PUSTAKA Depdikbud. Universitas Pancasila. Informasi Pendidikan dan Kebudayaan. Beberapa hal mengenai Pancasila. Demokrasi Pancasila dimasa sekarang dan masa yang akan datang Laboratorium Pancasila. A. 1KW Malang. Jakarta : 1967 11 . Jakarta : 1986 Nasution.H. Semarang : 1971 Notonegoro.

12 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful