Perawatan Oklusal

Contemporary Fix Prosthodontics. Fourth Edition. 2007. Stephen F. Rosenstiel, et al. Seminaris : Marita P (160112090505) Opan R (160112090506) Cyntia A. R (160112090507)

Pembimbing: Deddy Firman, drg., M.S. Ricca, drg.

Perawatan oklusal
Gangguan oklusal Perawatan oklusal

Distribusi yang lebih menguntungkan dari akibat tekanan oklusal.

Orthodonsi, me(-) permukaan oklusal, restorasi , penggantian gigi hilang

Memperoleh hubungan oklusal yang baik bagi pasien. Mencapai hubungan yang simultan dari semua gigi dalam relasi sentris.Tujuan perawatan oklusal Mengarahkan tekanan oklusal sepanjang sumbu panjang gigi. Menghilangkan kontak oklusal pada bidang inklinasi sehingga meningkatkan stabilitas posisi dari gigi Mendapatkan relasi sentrik yang bertepatan dengan posisi intercusp yang maksimal. .

Cara pembuatan Indirect Direct Heat polymerization Auto polymerization .

sehingga membutuhkan cakupan lebih luas untuk stabilitas.Perbedaan Teknik Indirect (Heat Polymerized) y Lebih estetik sebening kristal y Lebih padat sehingga kemungkinan patah. y Lebih mudah rempil dan patah sehingga membutuhkan reparasi secara klinis y Noda. bau dan keausan bisa terjadi karena porositas akrilik y Alat dapat digandakan dengan heatpolymerized resin . melengkung atau aus lebih kecil y Kontak oklusal lebih tepat karena menggunakan artikulator y Waktu klinis lebih pendek untuk insersi y Adaptasi lebih baik pada gigi dan jaringan lunak y Biaya laboratorium yang mahal yang baik terhadap y Kontrol ketebalan lebih sedikit untuk y Cakupan stabilitas y Menggunakan ball clasps untuk retensi Teknik Direct (Autopolymerized) y Bisa Dikerjakan dalam satu kali kunjungan mulut sebagai y Menggunakan artikulator sehingga kesalahan dapat lebih cepat diketahui y Vacuum-formed matrix tipis dan fleksibel.

Prosedur direct menggunakan vacuum-formed matrix 1. 2. Adaptasikan resin termoplastik bening ke model diagnostik menggunakan mesin vakum. . Uji coba matriks untuk kesesuaian dan stabilitas.

sesuaikan resin Batasi kontak protusif sampai insisif dan kontak lateral sampai kaninus ber-laterotrusif .3. Tandai oleh kertas artikulasi. Tambahkan resin lagi pada regio insisif dan kaninus dan arahkan pasien. 4.

Tambahkan resin akrilik autopolimerisasi pada regio posterior dari alat dan arahkan pasien dalam keadaan relasi sentrik. Lepaskan alat dan periksa hasil cetakan pada lengkung yang berlawanan pada resin . Pastikan pasien menggunakan alat ini untuk beberapa menit di ruang praktek.5. 7. 6.

Berikan tanda dengan menggunakan pensil pada lekukan dari cusp lawan saat sentrik. tandai dengan kertas artikulasi. 9. Hilangkan kelebihan resin dengan bor atau roda 10. Setelah periode kepuasan dalam pemakaian. Poles dan haluskan alat 13. alat bisa dibuat duplikasinya .8. Identifikasi protusif dan lateral ekskursi dengan menggunakan warna yang berbeda 12. Kurangi kontak yang tebal 11. Cek alat di dalam mulut pada relasi sentrik.

Pastikan bahwa alat yang dibuat memiliki dimensi vertikal oklusi yang sama dengan ketika relasi sentrik dibuat. Cocokkan artikulator dengan meja panduan insisal 3.Prosedur Indirect dengan menggunakan resin akrilik autopolimerisasi 1. Turunkan pin panduan insisal sampai sekitar 1 mm di antara gigi posterior . 2.

4. Angkat sayap platform dari meja petunjuk insisal sehingga setidaknya ada jarak 1 mm di semua ekskursi lateral . 5. Periksa jarak antara model yang berlawanan selama gerakan protusif dari artikulator tersebut.

Bentuk kawat mengikuti undercut fasial dan segel model dengan separating dan biarkan kering . Tandai ketinggian kontur setiap gigi pada model dan blokout undercut dengan lilin 7.6.

Buat alat dengan menggunakan resin akrilik autopolimerisasi bening .8.

Sekali lagi.9.Letakan alat dan model di air hangat pada bejana yang bertekanan hingga terjadi polimerisasi. 11. . tutup artikulator dalam posisi protusif dan ekskursi lateral. ketika resin masih dalam keadaan lunak. Ketika resin masih lunak tutup artikulator 10.

Harus terdapat kontak protrusif yang halus pada gigi insisif.Memperbaiki oklusi pada artikulator: ‡ ‡ ‡ ‡ Harus terdapat kontak pada masing-masing cusp pada saat relasi sentrik. Harus teradapat stop di anterior pada saat relasi sentrik.12. Harus teradapat kontak lateral yang halus pada laterotrusif kaninus (working side). .

periksa stabilitas dan adaptasi.Pindahkan alat dari model kemudian haluskan dan poles. .13. 14.Pada saat try in. Kemudaian periksa kontak oklusal dan perbaiki bila diperlukan.

2. Dapatkan model yang akurat dan cetakan interoklusal. Pasang model pada artikulator dalam posisi relasi sentrik kemudian sesuaikan pengaturan pin sampai diperoleh jarak interoklusal kira-kira 2 mm .Prosedur indirect dengan resin autopolimerisasi (teknik alternatif) 1.

3. 4. Melandaikan bagian anterior dan membuat kontak oklusal dengan gigi bawah . Cangkolan dari kawat stainless dan landasan dari llin disesuaikan pada model rahang atas.

Menambahkan sprue lilin pada bagian posterior setelah selesai 6. Laboratory silicone diadaptasikan diatas lilin .5.

dilakukan reposisi clasp dan rekatkan dengan lilin perekat. Aplikasi separating agent pada model. 8.7. . Setelah lilin dididihkan pada model.

Isi ruangan antara model dengan bentuk permukaan bagian luar silikon dengan cairan resin.9. Resin autopolimerisasi diaduk sesuai dengan anjuran pabrik. 10. Letakan model pada bejana bertekanan dan biarkan resin berpolimerisasi .

dipoles dan diujicobakan. Alat oklusal yang telah selesai diangkat dari model.11. . Setelah model direkatkan kembali pada artikulator. tandai dan sesuaikan kontak oklusal sampai didapatkan artikulasi yang baik 12.

Mengartikulasikan model pada posisi sentrik. Memungkinkan prosedur penyusunan bentuk landasan dari model dimana alat akan diproses. Pisahkan model dari mounting seperti pada pembuatan gigi tiruan lengkap. 5. Buang model gips dengan shell blaster. 7. Membuat konfigurasi alat pada lilin. Proses pembuatan dalam keadaan bersih. Poles permukaan bagian luar dengan pumis dan bahan poles kompon. 2. 4. Reartikulasi dan sesuaikan kontak oklusal.Prosedur indirect dengan heatpolymerized acrylic resin 1. 3. Simpan dalam kelembaban 100% . 6. Membuat stop sentrik dan panduan anterior. heat cure resin.

‡ Bruxism dan clenching merupakan contoh gerakan parafungsional. gerakan ini tidak memiliki tujuan dan sangat merugikan. ligamen dan gigi. ‡ Yang paling ekstrim disebut border movement yang dibatasi oleh TMJ. .KESIMPULAN ‡ Pergerakan mandibula tergantung pada pembatasan anatomis tertentu.

‡ Relasi sentrik bertepatan dengan posisi maksimum intercusp. ‡ Pada oklusi berimbang unilateral (fungsi berkelompok). . ‡ Artikulasi yang baik memberikan distribusi beban oklusal yang baik. kontak oklusal eksentrik hanya terjadi antara gigi posterior pada sisi kerja laterotrusif. Hubungan gigi anterior rahang atas dan rahang bawah (panduan anterior) merupakan kunci keberhasilannya.‡ Oklusi berimbang diperoleh dari gigi tiruan lengkap dengan stabilitas yang baik ‡ Pada pasien tidak bergigi penggunaan alat prostodontik permanen dapat merusak jaringan pendukung gigi yang tersisa. Hal ini diindikasikan apabila diperlukan untuk membagi beban oklusal pada beberapa gigi.

‡ Pada saat ini kelainan patologi dapat berhubungan dengan maloklusi. . ‡ Alat oklusal berfungsi sebagai diagnostik tambahan dan terapeutik yang sangat berarti untuk perawatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful