I.

PENDAHULUAN 
PENGERTIAN WIRAUSAHA
Istilah Wirausaha berasal dari entrepreneur (bahasa perancis) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan arti between taker atau gobetween. Banyak definisi dan pengertian mengenai istilah dan definisi dari wirausaha / entrepreneur hal 22-23 buku Kewirausahaan u/ mahasiswa dan umum, Prof.Dr.H. Buchari Alma. Menurut Joseph Schumpeter, entrepreneur atau wirausaha adalah orang yang mendobrak system ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru , dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru ataupun bisa pula dilakukan dalam organisasi bisnis yang sudah ada. Dalam definisi ini ditekankan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan meminimalkan risiko yang ada. Antara wiraswasta dan wirausaha secara istilah adalah sama walaupun rumusannya berbeda. Wiraswasta lebih berfokus pada objek, ada usaha yang mandiri. Sedang wirausaha lebih menekankan pada jiwa, semangat, kemudian diaplikasikan dalam segala aspek kehidupan 

WIRAUSAHAWAN (ENTREPRENEUR DAN ENTREPRENEURSHIP)
Wirausahawan adalah orang yang melakukan kegiatan wirausaha. Menurut David Mc.Clelland sehubungan dengan changes of behavior (perubahan tingkah laku) ada tiga sifat yang baku yang ada di dalam diri manusia, yaitu : need of power (kebutuhan akan kekuasaan), need of affiliation (kebutuhan untuk berkumpul/berkelompok), dan need of achievement (kebutuhan akan hasil/untung). Dalam bukunya The Achieving Society (1961), mengungkapkan bahwa dorongan untuk mencapai keberhasilan merupakan motif yang penting sekali, bukan saja untuk menentukan keberhasilan seseorang namun juga keberhasilan suatu bangsa dalam melaksanakan pembangunan.

Page | 1

Di Amerika istilah entrepreneur memberikan gambaran atau image yang berbeda beda yang dimaksud ialah orang yang : - mengambil risiko; - Berani menghadapi ketidakpastian; - Membuat rencana kegiatan sendiri; - Dengan semangat kebangsaan melakukan pengabdian dalam tugas; - Menciptakan kegiatan usaha dan kegiatan industry yang sebelumnya tidak ada Dalam kepustakaan bisnis beberapa sarjana Amerika memberi arti entreprerneurship sebagai kegiatan individual atau kelompok yang membuka usaha baru dengan maksud memperoleh keuntungan (laba), memelihara usaha itu dan membesarkannya, dalam bidang produksi atau distribusi barang-barang ekonomi atau jasa. Bagi Schumpeter, istilah entrepreneur atau entrepeneurship adalah sama, seorang entrepreneur tidak selalu seorang pedagang (businessman) atau seorang manager; ia (entrepreneur) adalah orang yang unik yang berpembawaan pengambil risiko dan yang memperkenalkan produk-produk innovative dan teknologi baru ke dalam perekonomian. 

PERAN ENTREPRENEURSHIP TERHADAP KEMAJUAN SUATU MASYARAKAT
Di era dahulu, banyak factor psikologis yang membentuk sikap negative masyarakat sehingga mereka kurang berminat terhadap profesi wirausaha, mereka para orangtua berucap. untuk apa sekolah tinggi, jika hanya mau jadi pedagang . Mereka menginginkan anak mereka menjadi pegawai/staf kantor bukan menjadi pemimpin/pemilik usaha. Saat ini orang tua sudah tidak berpandangan negative lagi pada dunia bisnis. Banyak anak muda mulai tertarik dan melirik profesi bisnis yang menjanjikan masa depan cerah. Untuk mengantisipasi pekerjaan bisnis, mereka mempersiapkan bekal, berupa sikap mental dan menguasai beberapa ketrampilan yang menunjang, seperti ketrampilan mengetik manual, computer, akuntansi, pemasaran, otomotif, elektronik, dsb.Makin banyak ketrampilan yang dikuasai, makin tinggi minat bisnisnya dan makin banyak peluang terbuka untuk membuka berwirausaha. Wirausahawan adalah seorang inovator, sebagai individu yang mempunyai naluri untuk melihat peluang-peluang, mempunyai semangat, kemampuan dan pikiran untuk menaklukan cara berpikir lamban dan malas.

Page | 2

Dosen perguruan tinggi, para birokrat di kantor pemerintahan harus ditanamkan pengetahuan kewirausahaan, agar jiwa dan semangatnya beda. Mereka akan lebih kreatif, efisien tidak selalu ingin menghabiskan anggaran, dsb. Pegawai negeri tidak perlu berwiraswasta, tetapi mereka diharuskan memiliki jiwa wirausaha/entrepreneur. Disinilah peran entrepreneurship membuka peluang untuk membantu masyarakat dengan usaha-usaha konkrit. Secara tidak langsung merubah pola pikir lebih mandiri, berani mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri, membuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan secara maksimal. 

PROFIL ENTREPRENEUR
Seorang wirausahawan adalah pribadi yang mandiri dalam mengejar prestasi, ia berani mengambil risiko untuk mulai mengelola bisnis demi mendapatkan laba, dia lebih memilih menjadi pemimpin daripada menjadi pengikut, untuk itu seorang wirausahawan memiliki rasa percaya diri yang kuat dan mempertahankan diri ketika menghadapi tantangan. Dalam menghadapi berbagai permasalahan, seorang wirausahawan senantiasa dituntut untuk kreatif Prof.Dr.Mas ud Machfoedz, M.B.A y y y y y y y K = Keinginan untuk maju R = Rasa ingin tahu yang kuat E = Enthusiasm (semangat) yang besar A = Analisis yang sistematis T = Terbuka untuk menerima saran dan pendapat orang lain I = Inisiatif yang menmonjol, berani mengambil keputusan dan Langkah yang berbeda dari orang lain F = Fokus/pikiran yang terkonsentraasi pada satu pokok pemikiran

Seorang wirausahawan senantiasa berupaya melakukan inovasi untuk memperbaiki suatu keadaan. Dalam melakukan pencarian hal-hal yang baru, wirausahawan selalu memperhatikan efektifitas dan efisiensi, serta kerjasama dengan pihak lain yang saling menguntungkan. Seorang wirausahawan memiliki beberapa cirri kepribadian ssebagai berikut : y Mengetahui target sasaran yang diinginkan y Mempunyai daya ingat yang baik y Tenang dalam reaksi y Optimistis dalam berusaha y Diplomatis dalam berbicara Page | 3

y y y y

Tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan Bersikap ramah dan sopan Bersikap tegas Berpengatahuan luas

Selain kepribadian , ciri seorang wirausahawan juga ditunjukkan dengan profil sebagai berikut :

Profil Wirausahawan
Mengejar prestasi Berani mengambil resiko Mampu memecahkan permasalahan Rendah hati Bersemangat Percaya diri Menghindari sifat cengeng Kepuasan diri

Sifat Kewirausahawan
Lebih memilih bekerja dengan pakar untuk mencapai tujuan prestasi Tidak takut mengambil resiko dengan sedapat mungkin menghindari risiko besar Mampu mengidentifikasi dan memecahkan permasalahan yang dapat menjadi kendala bagi kemampuan mereka untuk mencapai tujuan Lebih mengutamakan misi bisnis daripada mengejar status Bersedia bekerja keras untuk membangun usaha Mengandalkan kepercayaan diri untuk mencapai keberhasilan Menghindari hubungan emosional yang dapat mengganggu keberhasilan bisnis Memandang struktur organisasi sebagai kendala dalam memenuhi keinginan

Ada berbagai macam profil wirausaha yang ada di masyarakat sekarang terutama di Negara Amerika yaitu : 1. Women Entrepreneur wanita yang terjun dalam bidang bisnis 2. Minority Entrepreneur kaum minoritas di suatu Negara yang kurang memiliki kesempatan bekerja di lapangan pemerintahan. 3. Immigrant Entrepreneur kaum pendatang biasanya sulit untuk memperoleh pekerjaan formal 4. Part Time Entrepreneur memulai usaha bisnis dalam mengisi waktu lowong atau part time 5. Home-Based Entrepreneur ibu-ibu rumah tangga yang memulai kegiatan bisnisnya dari rumah tangga, mis hobby masak, menjahit,dll. 6. Family-Owned Business usaha dikelola keluarga 7. Copreneurs dibuat dengan cara menciptakan pembagian pekerjaan yang didasarkan atas keahlian masing-masing orang merangkap sebagai penanggungjawab.

Page | 4

II.

MENUMBUHKEMBANGKAN BUDAYA ENTREPRENEUR 
PENGARUH BUDAYA ENTREPRENEUR TERHADAP KEMAJUAN SUATU NEGARA
Suatu pernyataan yang bersumber dari PBB menyatakan bahwa suatu Negara akan mampu membangun apabila memiliki wirausahawan sebanyak 2% dari jumlah penduduknya. Jadi, jika Negara kita berpenduduk 200 juta jiwa, maka wirausahawannya harus lebih kurang sebanyak 4 juta jiwa. Katakanlah jika semua wirausahawan Indonesia mulai dari pedagang kecil sampai perusahaan besar ada sebanyak 3 juta, tentu bagian terbesarnya adalah kelompok kecil-kecil yang belum terjamin mutunya dan belum terjamin kelangsungan hidupnya (kontinuitasnya). Keberhasilan pembangunan yang dicapai oleh Negara Jepang ternyata disponsori oleh wirausahawan yang telah berjumlah 2% tingkat sedang, berwirausaha kecil sebanyak 20%. Inilah kunci keberhasilan pembangunan Negara Jepang (Heidjrachman Ranu P., 1982:12) Jika Negara kita harus menyediakan 3 juta wirausahawan besar dan sedang, maka kita masih harus mencetak 30 juta wirausahawan kecil. Ini adalah suatu peluang besar yang menantang generasi muda untuk berkreasi, mengadu ketrampilan membina wirausahawan dalam rangka turut berpartisipasi membangun Negara. Pandangan berwirausaha, sekarang tampaknya lebih maju dan memasuki sector pemerintahan. Pemerintah mulai menginginkan pengelolaan assets Negara secara wirausaha. Para pejabat dengan segala aparatnya harus bertindak sebagai wirausaha, memperhatikan aspek-aspek ekonomis, untung rugi dalam menjalankan, mengelola assets Negara. Pemerintah mulai mengurangi subsidi yang makin lama terasa semakin merongrong keuangan Negara. Jadi istilah wirausaha berlaku pula di dalam jajaran pemerintahan.

Page | 5 

PENGARUH BUDAYA TERHADAP PERKEMBANGAN KEWIRAUSAHAWAN (budaya sebagai pengahambat dan pendorong kewirausahawan)
Banyak factor psikologis yang membentuk sikap negative masyarakat sehingga mereka kurang berminat terhadap profesi wirausaha, antara lain : sifat agresif ekspansif bersaing egois tidak jujur kikir sumber penghasilan tidak stabil kurang terhormat pekerjaan rendah dan sebagainya

Pandangan semacam ini dianut oleh sebagian besar penduduk, sehingga mereka tidak tertarik, mereka lebih tertarik untuk menjadi pegawai. Adanya Budaya yang dianut sebagian rakyat Indonesia pada zaman penjajahan Belanda sampai beberapa decade masa kemerdekaan bahwa seorang wanita tidak pantas/tabu bekerja di luar rumah, hanya bertugas mengurus rumah , mengurus anak, dan suami, serta tidak perlu sekolah tinggi, bila teerpaksa harus mencari nafkah para wanita hanya sebagai pembantu, mengasuh anak, dagang dirumah, dll. Selain budaya sebagai penghambat juga ada budaya yang justru sebagai pendorong kewirausahaan, yaitu : - lingkungan keluarga semasa kecil, beberapa orangtua hidup dari berdagang, bertani, berkebun, nelayan,dll. - Lingkungan/budaya masyarakat tempat tinggal, mis. kota/desa penghasil batik, kota/desa penghasil kerajinan daerah, kota/desa penghasil makanan khas daerah, desa yang kuat pada adat istiadat seni, dll. - Lingkungan alam tempat tinggal, mis : kota wisata, pegunungan, laut, dll.

Page | 6 

PENTINGNYA GERAKAN MENUMBUHKEMBANGKAN BUDAYA WIRAUSAHA
Semakin maju suatu Negara, semakin banyak orang yang terdidik, dan banyak pula yang menganggur, maka semakin dirasakan pentingnya dunia wirausaha. Pembangunan akan lebih berhasil jika ditunjang oleh wirausahawan yang dapat membuka lapangan kerja karena kemampuan pemerintah sangat terbatas. Wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri. Jika perhatikan manfaat adanya wirausaha banyak sekali, antar lain : y Menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran y Sebagai generator pembangunan lingkungan, bidang produksi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, kesejahteraan, dll. y Menjadi contoh bagi anggota masyarakat lain, sebagai pribadi unggul yang patut dicontoh, diteladani, karena seorang wirausaha itu adalah orang terpuji, berani, jujur, berani, hidup tidak merugikan orang lain. y Selalu menghormati hukum dan peraturan yang berlaku, berusaha selalu menjaga dan membangun lingkungan. y Berusaha memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan social sesuai dengan kemampuannya. y Berusaha mendidik karyawannya menjadi orang mandiri, disiplin, jujur, tekun dalam menghadapi pekerjaan. y Memberi contoh bagaimana kita harus bekerja keras, tetapi tidak melupakan perintah-perintah agama. y Hidup secara efisien, tidak berfoya-foya dan tidak boros. y Memelihara keserasian lingkungan, baik dalam pergaulan maupun keberhasilan lingkungan. Melihat banyaknya manfaat wirausaha di atas, maka ada dua darmabakti wirausaha terhadap pembangunan bangsa, yaitu : Sebagai pengusaha, memberikan darma baktinya dalam melancarkan proses produksi, distribusi, dan konsumsi. Wirausaha mengatasi kesulitan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat. Sebagai pejuang bangsa dalam bidang ekonomi, meningkatkan ketahanan nasional, mengurangi ketergantungan pada bangsa lain.

-

Page | 7

III.

MEMULAI BERWIRAUSAHA 
KEBERANIAN MENGAMBIL RISIKO

Para wirausaha merupakan pengambil risiko yang sudah diperhitungkan. Mereka bergairah menghadapi tantangan. Wirausaha menghindari situasi risiko rendah karena tidak ada tantangannya dan menjauhi situasi risiko tinggi, karena mereka ingin berhasil. Mereka menyukai tantangan yang dapat dicapai. Seorang wirausaha haruslah seorang yang mampu melihat ke depan. Melihat ke depan bukan melamun kosong, tetapi melihat, berfikir dengan penuh perhitungan, mencari pilihan dari berbagai alternative masalah dan pemecahannya. Anak muda sering dikatakan selalu menyenangi tantangan. Mereka tidak takut mati. Inilah salah satu factor pendorong anak muda menyenangi olah raga yang penuh dengan resiko dan tantangan, seperti balap motor di jalan raya, kebut-kebutan, balap mobil milik orang tuanya, tetapi contoh-contoh tersebut dalam arti negative karena tidak diikuti dengan aturan yang benar. Olah raga beresiko yang positif antara lain ialah balap motor GP, panjat tebing, mendaki gunung, arung jeram, karate / bela diri, dsb. Ciri-ciri dan watak seperti ini dibawa ke dalaam wirausaha yang juga penuh dengan resiko dan tantangan, seperti persaingan, harga turun naik, barang tidak laku, dan sebagainya. Namun semua tantangan ini harus dihadapi dengan penuh perhitungan, jika perhitungan sudah matang, membuat pertimbangan dari segala macam segi, maka berjalanlah terus dengan ketekunan. Seorang entrepreuneur selain berani mengambil resiko selalu mimpi ide baru, selali bertanya mengapa tidak, apa yang terjadi jika begini, selalu awas melihat peluang, buat sesimpel mungkin, coba ini, sesuaikan , dan kerjakan. Enterpeuneur tidak segan, tidak malu mengemukakan mimpi besarnya, walaupun kelihat lucu, tapi mimpi besar ini memacu motivasi dan visinya. Jangan malu dari yang kecil, sukses tidak muncul dalam satu malam, tapi melalui jalan panjang, pengalaman dari yang kecil membentuk fondasi yang kuat melalui kerja keras, dan dedikasi sabar. Jangan takut gagal, dan belajar dari kegagalan itu, dia memiliki inteligent failure ia punya kecerdasan kegagalan, ia akan balik belajar cepat ini pengalaman sangat berharga, pantang menyerah, tidak mau berhenti, maju terus. Intelligent failure sulit dimiliki oleh seseorang. Kebanyakan orang tidak tahan dengan kegagalan, cepat menyerah, putus asa, trauma ini bukan tipe orang entrepreneur. Page | 8 

MEMILIH BIDANG USAHA
Apabila seseorang mempunyai ide untuk membuka suatu usaha baru maka dia akan mencari factor-faktor lain yang dapat mendorongnya. Dorongandorongan ini teergantung pada beberapa factor antara lain factor family, teman, pengalaman, keadaan ekonomi, keadaan lapangan kerja dan sumber daya yang tersedia. Adakalanya untuk memulai dan memilih suatu bidang usaha seseorang memerlukan trigger / pemicu, yang bersumber dari pekerjaan sebelumnya. Seseorang tidak puas dengan pekerjaan yang sekarang, tidak ada peluang untuk maju, maka ia memutuskan untuk berhenti dan membuka usaha sendiri sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki disesuaikan dengan kondisi kebutuhan pasar (peluang pasar). Sangat banyak usaha yang bisa digarap, mana yang akan dipilih sangat bergantung pada beberapa hal, antara lain : 1. Minat seseorang, misalnya berminat dalam bidang industry atau kerajinan, perdagangan / jasa 2. Modal, apakah sudah tersedia modal awal atau belum, atau apa saja yang sudah dimiliki 3. Relasi, apakah ada keluarga, teman, yang sudah menekuni usaha yang sama, atau usaha yang akan dikerjakan ada relevansi/saling menunjang dengan usaha tersebut 4. Dan berbagai peluang lainnya. Untuk mengetahui banyaknya bidang usaha yang bisa dimasuki oleh wirausaha baru, dilihat dari hubungan dalam bentuk circular flow antara Rumah Tangga Produsen (RTP), dan Rumah Tangga Konsumen (RTK).

Alam, TK, Modal, Skill (jual beli tanah, Pelatihan, Kursus, perbankan)

R e n te , U p a h , Bu n g a , L a b a R TP (B a d a n U sa h a E kstra kti f, A g ra ri s, In d u stri , P e rd a g a n g a n , Ja sa ) R TK (L e m b a g a P e n d i d i ka n , S e ko l a h Fo rm a l , K u rsu s, P e l a ti h a n )

Daya Beli Lembaga Keuangan Perbankan, Koperasi Ba ra n g d a n ja sa Ag e n , Gro sir, R e ta il, Ja sa , An g ku ta n , d sb

Page | 9

Bila RTP mengalami kemajuan, maka akan berdampak positif thd kemajuan RTK. Pendapatan perkapita RTK akan meningkat, daya belinya pun akan meningkat. Apabila daya beli mayarakat meningkat maka hasil produksi oleh RTP akan diserap oleh masyarakat. Kerrjasama RTP dan RTK ini berjalan sepanjang masa dalam bentuk circular flow yang saling menunjang kemajuan. Secara garis besar ada 5 jenis usaha yang diungkap di atas, yaitu : Usaha Ekstraktif pertambangan / mengambil langsunng dari alam Agraris berkaitan dengan perkebunan, pertanian/agrobisnis Industry jenis komoditi yang dihasilkan Perdagangan berbagai komoditi yang diperdagangkan Jasa hiburan, pendidikan,dll 

MENENTUKAN BENTUK KEPEMILIKAN USAHA
Apabila wiraswasta mendirikan suatu bisnis, mereka harus menentukan bentuk kepemilikan bisnis. Pilihan dari bentuk kepemilikan bisnis tertentu dapat mengakibatkan berbagai karakteristik yang mempengaruhii nilai perusahaan.
akses bisnis terhadap pendanaan keputusan bentuk kepemilikan bisnis pengendalian bisnis pajak yang harus dibayar oleh bisnis nilai perusahaan

KEMUNGKINAN BENTUK KEPEMILIKAN BISNIS Wiraswasta memilih dari tiga kemungkinan bentuk kepemilikan bisnis, yaitu : 1. Perusahaaan Perseorangan bisnis yang dimiliki oleh seorang pemilik Pemilik perusahaan perseorangan disebut pengusaha perseorangan. Pengusaha perseorangan dapat mendapatkan pinjaman dari kreditor untuk membantu operasional perusahaan, tetapi pinjaman ini tidak mengambarkan kepemilikan. Pengusaha perseorangan wajib membayar sendiri semua utang akibat pinjaman, tetapi tidak perlu membagi keuntungan kepada kreditor. Keuntungan perusahaan perseorangan :

Page | 10

-

Semua laba hanya untuk pengusaha peseorangan Organisasi sederhana Pengendalian seutuhnya Pajak rendah

Kerugian perusahaan perseorangan : Pengusha perseorangan bertanggung jawab atas semua kerugian Tanggung jawab tidak terbatas Dana terbatas Ketrampilan terbatas

2. Perusahaan Kemitraan (Firma atau CV ) Bisnis yang dimiliki oleh dua oranng atau lebih secara bersama. Para pemilik disebut mitra pengusaha (partner). Mitra pengusaha harus mendaftarkan perusahaan kemitraannya kepada Negara dan mungkin perlu meminta ijin usaha. Perusahaan Kemitraan Umum (general partnership) perusahaan kemitraan di mana semua mitra pengusaha mempunyai tanggung jawab tidak terbatas. Mitra pengusaha umum (general partner) mitra pengusaha yang mengelola bisnis, menerima gaji, membagi laba/rugi daripada bisnisnya dan mempunyai tangung jawab tidak terbatas . Perusahaan Kemitraan Terbatas (limited partnership) perusahaan yang mempunyai beberapa mitra pengusaha dengan tanggung jawab terbatas. Mitra Pengusaha Terbatas (limited partner) mitra pengusaha di mana tanggung jawabnya terbatas atas modal atau property yang mereka kontribusikan ke dalam perusahaan kemitraan. Keuntungan Perusahaan Kemitraan : y Dana tambahan y Kerugian ditanggung bersama y Lebih ada spesialisasi Kerugian perusahaan Kemitraan : y y y Berbagi pengendalian Tanggung jawab tidak terbatas Berbagi laba

Page | 11

S-coporation Perusahaan yang mempunyai 75 pemilik atau kurang dan memenuhi criteria lain. Laba didistribusikan kepada para pemilik dan dikenakan pajak dengan tarif masing-masing pajak penghasilan pribadi. Perusahaan dengan Tanggung Jawab Terbatas (LLC / Limited Liability Company) Persahaan yang mempunyai semua ciri khusus sebagai perusahaan kemitraan umum, tetapi juga menawarkan mitra pengusaha dengan tanggung jawab terbatas. Perbedaan antara Perusahaan Perseorangan dengan Perusahaan Kemitraan digambarkan dengan menganggap bagaimana rugi dan laba akan tergantung dari bentuk kepemilikan bisnis yang dipilih. Tahun Total Laba/Rugi Usaha 1 - $ 40.000 2 - $ 20.000 3 +$ 40.000 4 +$ 80.000 Laba pemilik tunggal -$ 40.000 -$ 20.000 +$ 40.000 +$ 80.000 Laba mitra pengusaha -$20.000 -$ 10.000 +$ 20.000 +$ 40.000

14 12 10 8 6 4 2 0 -2 -4 -6 -8

p.tunggal mitra Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4

3. Korporasi (Perseroan Terbatas) Suatu badan hukum (terdaftar pada Negara) yang membayar pajak dan secara hukum terpisah dari para pemiliknya. Mendirikan sebuah korporasi, seorang individu atau kelompok harus memakai akta pendirian perusahaan, atau dokumen yang digunakan untuk mendirikan suatu bisnis dan mendaftarkannya kepada pemerintah. Orang yang mengelola korporasi juga harus mengelola menurut peraturan pemerintah (UU) yang biasanya adalah petunjuk umum untuk mengelola perusahaan. Pemegang saham korporasi adalah secara hokum, mereka mempunyai tanggung jawab yang terbatas, artinya mereka tidak harus menanggung secara pribadi kegiatan perusahaan. Pemegang saham hanya dapat menanggung kerugian sebatas modal yang ditanamkan.pemegang Page | 12

saham korporasi memilih dewan direksi yang bertanggung jawab untuk menciptakan kebijakan umum perusahaan. Go public kegiatan menerbitkan saham pertama kali untuk ditawarkan kepada masyarakat. Keuntungan dari korporasi - Tanggung jaawab Terbatas - Akses terhadap Dana - Transfer Kepemilikan Kerugian dari Korporasi - Biaya keorganisasian yang tinggi - Pemberitaan mengenai keuangan - Masalah keagenan ketika para manajer tidak bertindak sebagai agen yang bertanggung jawab kepada para pemegang saham sebagai pemilik bisnis - Pajak yang tinggi Bila pemegang saham dari korporasi menjual saham mereka lebih daripada saat mereka beli, mereka memperoleh keuntungan modal (capital gain), yang sama saja dengan kerja yang dia terima dikurangi harga saat dia belii untuk saham tersebut. Pemegang saham harus membayar pajak keuntungan modal.

Page | 13

IV.

STUDY KELAYAKAN

KELAYAKAN TEKNIS 

PENGUSAHAAN TEKNOLOGI
Salah satu kekuatan yang dramatis untuk membentuk kehidupan manusia adalah teknologi. Teknologi telah menimbulkan banyak sekali perubahan kebaikan dan keburukan. Kebaikan bedah jantung dengan laser, pesawat terbang, computer, dll. Keburukan bom hydrogen, gas syaraf, dll Selain itu juga yang memiliki sifat campuran antara baik dan buruk, seperti permainan video, mesin fotocopy, televisi, dll. Setiap teknologi baru memiliki kekuatan untuk menimbulkan penghancuran kreatif . Mis. MP3 merugikan industry music. Teknologi dapat didefinisikan sebagai pengetahuan atau alat yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Tingkat pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh beberapa banyak teknologi baru. Laju perkembangan suatu perusahaan yang sudah memakai / menggunakan teknologi baru memungkinkan perusahaan tersebut dapat mengikuti keinginan pasar yang dituju dan mencapai tujuan dari perusahaan. Saat produk menjadi lebih kompleks, masyarakat perlu mendapat kepastian tentang keamanannya. Banyak industry lama berusaha melawan atau mengabaikan perkembangan teknologi karena keterbatasan dana dan keahlian, dan bisnis mereka mengalami penurunan. Wirausahawan yang mempunyai kemampuan pengusahaan teknologi dalam proses bisnisnya akan lebih mudah mendapatkan peluang tak terbatas untuk berinovasi dalam menghasilkan produk baik barang maupun jasa. Teknologi telah memberikan kontribusi dalam keberhasilan banyak bisnis dalam tahun terakhir ini. Suatu rangkaian teknologi yang penting, teknologi informasi, berkecimpung dalam mempergunakan informasi untuk menghasilkan barang dan jasa. Termasuk penggunaan computer untuk memudahkan informasi antar departemen dalam suatu perusahaan dan penggunaan internet untuk transfer informasi mengenai proses produksi suatu perusahaan. Teknologi informasi tercatat hanya 8% dari produksi yang dihasilkan Amerika, tetapi mewakili lebih dari 1/3 pertumbuhan dalam produksi yang dihasilkan Amerika. Penelitian terakhir oleh US Commerce Departemen memperkirakan bahwa sekitar separoh dari pekerja Amerika akan Page | 14

dipekerjakan dalam industry yang menghasilkan teknologi informasi. Juga didapatkan bahwa teknologi informasi telah mengurangi biaya produksi dalam menghasilkan produk dan mengakibatkan produk dengan harga lebih murah. Kemudian pekerja dalam industry teknologi dapat berpenghasilan sekitar $53.000 /tahun rata-rata dibanding $30.000/tahun untuk pekerja pada industry lain. ( Pengantar Bisnis, Jeff Madura, 2001) 

PENGUASAAN METODE KERJA DAN SISTEM KERJA
Selain pengusahaan teknologi dalam bisnisnya, wirausahawan juga harus memilki penguasaan metode kerja dan system kerja. Organisasi merupakan wahana penting untuk mengkoordinasi setiap upaya yang dilakukan oleh orang-orang yang terikat di dalamnya. Pembagian beban pekerjaan harus dialokasikan dengan tepat. Langkah-langkah yang tercakup dalam pengorganisasian adalah peninjauan tujuan, penetapan aktivitas yang diperlukan untuk melengkapi tujuan, pengelompokan aktivitas ke dalam deskripsi pekerjaan, penugasan personel untuk mengerjakan tugas sesuai dengan deskripsi setiap jenis pekerjaan, dan memberikan kemudahan untuk pengontrolan. Perusahaan harus mampu mengidentifikasi tipe karyawan yang dibutuhkan untuk produksi. Pekerja terampil perlu untuk jenis produksi tertentu, tetapi pekerja tidak terampil dapat dipakai untuk jenis produksi yang lain. Biaya operasi yang diperlukan untuk menggaji SDM tergantung pada jumlah karyawan dan tingkat ketrampilannya. Sumber daya manusia (SDM) adalah hal yang sangat kritis untuk berhasilnya suatu perusahaan. Suatu bisnis harus merancang lingkungan kerja yang akan memotivasi karyawan sehingga menolong keberhasilan bisnis. Bisnis juga harus mengembangkan rencana untuk memonitor dan mengavaluasi karyawan untuk memberikan kompensasi. Dengan memonitor dan memberi kompensasi kepada karyawan secara wajar, bisnis dapat yakin bahwa karyawan akan tergerak untuk memaksimalkan kinerjanya. 

KETERSEDIAAN BAHAN BAKU
Bahan baku yang dipakai pada proses produksi biasanya diubah oleh sumber daya perusahaan menjadi produk jadi untuk perusahaan penghasil produk barang. Perusahaan jasa seperti biro perjalanan dan pengiklan investasi tidak begitu banyak tergantung bahan baku karena tidak terlibat proses produksi. Page | 15

Bermacam keputusan harus dibuat mengenai proses produksi, misalnya lokasi dari fasilitas produksi dan rancangan serta tata letak fasilitas tersebut. Keputusan lokasi dapat mempunyai akibat pada kinerja perusahaan karena ini mempengaruhi biaya sewa gedung maupun keuntungan yang dihasilkan oleh bisnis tersebut. Perusahaan menggunakan bahan baku untuk menghasilkan produksinya, oleh karena itu kinerjanya tergantung kepada kemampuan mendapatkan bahan baku tersebut dari pemasoknya dalam mengantarkan bahan baku tepat pada waktunya.

Page | 16

V.

STUDY KELAYAKAN

KELAYAKAN PASAR 

MANFAAT PRODUK BAGI MASYARAKAT
Suatu produk bukan sekedar benda dalam bentuk tertentu. Produk memadukan wujud fisik dengan harga, jaminan atau garansi, perawatan, pengiriman, dan berbagai factor yang telah dipadukan dalam suatu bauran pemasarann untuk menarik minat pembeli. Produk itu bukan hanya berbentuk sesuatu yang terwujud saja, seperti makanan, pakaian, dan sebagainya, namun juga sesuatu yang tidak berwujud seperti pelayanan jasa. Semua diperuntukan bagi pemuasan kebutuhan (need) dan keinginan (wants) dari konsumen. Konsumen tidak hanya membeli produk sekedar memuaskan kebutuhan (need), tetapi juga bertujuan memuaskan keinginan (wants). Misalnya membeli sepatu, tidak hanya asal sepatu saja, tetapi juga dipentingkan bentuk sepatu, gaya, warna, merk, dan harga yang menimbulkan/mengangkat prestise. Manfaat merupakan lapis yang paling inti dari produk. Konsumen membeli produk ini dikarenakan mengharapkan manfaat atau kegunaan dari produk tersebut untuk memenuhi kebutuhan (bukan keinginan). Kebutuhan konsumen bisa dikategorikan dalam 3 jenis yaitu : - Kebutuhan primer sandang, pangan,papan (kebutuuhan yang mendasar) - Kebutuhan seconder bila kebutuhan primer terpenuhi muncul 2nd need - Kebutuhan tersier / prestise kebutuhan hanya untuk prestise/gengsi Manfaat suatu produk merupakan inti informasi yang harus disampaikan dalam suatu aktivitas penawaran kepada calon konsumen. Calon pembeli tertarik pada ciri khas suatu produk ketika penjual menjelaskan manfaatnya bagi pengguna. Setiap ciri yang mengilustrasikan nilai lebih pada produk yang ditawarkan harus diungkapkan. Pengungkapan manfaat produk bagi masyarakat bisa dilakukan dengan periklanan dan promosi penjualan. Iklan adalah segala bentuk penyajian informasi dan promosi secara tidak langsung yang dilakukan oleh sponsor untuk menawarkan ide, barang atau jasa (Keegan,Warren, 1995, marketing 2nd, Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey). Iklan dibuat menarik perhatian dan mudah diingat dengan tujuan untuk mempengaruhi orang agar membeli barang dan jasa tertentu.

Page | 17

Promosi penjualan adalah segala aktivitas dan/atau materi yang berfungsi sebagai persuasi langsung, yang menawarkan nilai tambah suatu prodduk kepada penjual atau konsumen. Promosi penjualan meliputi berbagai sarana promosi yang didesain untuk memotivasi respons pasar lebih awal. Promosi penjualan dapat berupa promosi konsumen, seperti contoh produk, kupon, potongan harga, dsb.; promosi perdagangan, seperti produk gratis, keringanan harga pembelian, dsb. 

LUAS PASAR
Secara umum, konsumen yang membeli produk tertentu akan mendapatkan karakter khusus, yang menyebabkan kebutuhan mereka sama. Perusahaan mencoba mengidentifikasikan berbagai karakteristik ini, sehingga mereka dapat menentukan target pasar terhadap orang-orang dari karakteristik tersebut. Usaha-usaha pemasaran selalu ditargetkan pada target pasar tertentu, yang merupakan kelompok individual atau organisasi yang memiliki karakteristik yang sama yang mungkin akan membeli produk tertentu. Target pasar secara luas dapat diklasifikasikan sebagai pasar konsumen atau pasar industry. Pasar konsumen ada untuk berbagai produk dan jasa konsumen (spt. Artikel-artikel kamera, pakaian, dan perlengkapan RT), sedangkan Pasar industry ada berbagai produk industry yang dibeli oelh perusahaan (seperti plastik dan baja). Beberapa produk (seperti ban) dapat berperan sebagai pasar konsumen maupun pasar industry (seperti produsen mobil). Klasifikasi pasar menurut penyediaan konsumen maupun industry hanya merupakan dskripsi yang umum mengenai jenis konsumen yang membeli produk. Akibatnya, perusahaan berusaha untuk menguraikan target pasar mereka secara cermat. Karakteristik umum yang digunakan untuk menguraikan target pasar adalah jenis kelamin, usia dan tingkatt pendapatan. Misalnya, target pasar untuk sepeda yang murah adalah pria dibawah 30 th, sedangkan target pasar sepatu sport Nike adalah pelanggan berumur antara 14 30 th. 

DAYA BELI MASYARAKAT
Saat waktu berlalu, maka permintaan akan sebuah produk juga akan berubah. Ketika konsumen membeli suatu produk, mereka menukarkan suatu nilai (harga) untuk mendapatkan sesuatu untuk dimiliki atau dimanfaatkan. Page | 18

Penetapan harga berorientasi pembeli yang efektif meliputi pemahaman tentang besarnya nilai manfaat yang mereka peroleh dari produk dan penetapan harga yang sesuai dengan nilai tersebut. Nilai produk merupakan tolok ukur kesediaan konsumen untuk membeli, jika konsumen menilai harga suatu produk lebih besar daripada nilainya, mereka tidak akan membelinya. Sebaliknya, jika nilai produk lebih besar daripada harganya, mereka akan membelinya. Hal ini berkaitan dengan kemampuan konsumen untuk membeli suatu produk disebut dengan daya beli masyarakat. Pendapatan konsumen menentukan jumlah barang dan jasa yang dapat dibeli oleh individu. Suatu pertumbuhan ekonomi ttingkat tinggi mengakibatkan pendapatan lebih tinggi bagi konsumen. Apabila pendapatan konsumen naik, mereka mungkin minta kualitas lebih besar dari barang dan jasa tertenttu yaitu, jadwal permintaa untuk berbagai barang dan jasa mungkin tergeser keluar sebagai reaksi pendapatan yang lebih tinggi, yang dapat mengakibatkan harga lebih tinggi. Sebaliknya, ketika pendapatan konsumen menurun, mereka mungkin minta kuantitas yang lebih kecil untuk produk tertentu. 

SELERA MASYARAKAT
Di sini seorang wirausaha/produsen tidak sekedar membuat barang, tidak pula asal melancarkan promosi. Akan tetapi, produsen memusatkan perhatian pada selera konsumen / selera masyarakat, produsen memperhatikan needs dan wants dari konsumen. Dalam hal ini produsen tidak lagi melihat cermin tetapi dia melihat jendela. Dengan melihat jendela beraarti dia memperhatikan orang yang berada di luar bagaimana gerakgerik, perilaku, dan kebiasaan-kebiasaan, selera konsumen. Jadi produsen tidak hanya memperhatikan kebutuhan konsumen, tetapi juga memperhatikan apa keinginan konsumen. Konsumen tidak hanya sekedar membeli fisik barang, tetapi yang mengharapkan sesuatu dari barang itu, ini yang disebut dengan wants, yaitu ada sesutau yang lain yang diharapkan setelah membeli barang tersebut. Jika ini dapat dipuaskan, maka kegiatan marketing perusahaan akan mencapai sukses. Masyarakat sangat sensitive terhadap berbagai hal, seperti model, kualitas, harga, tempat belanja, layanan, dsb. Mereka ingin dilayani cepat dan lebih baik, jika tidak mereka akan lari ke penjual lain. Factor lain yang mempengaruhi selera dan keputusan membeli para konsumen diantaranya :

Page | 19

y

y

y

y

y

Budaya, dan sub kultur, yang memiliki value tersendiri, sikap, dan kepercayaan yang mempengaruhi respons mereka terhadap lingkungan. Budaya dari para konsumen ini harus dipelajari dan dimengerti oleh para pengusaha. Social class, perlu diperhatikan apakah konsumen kita termasuk orang kelas atas, menengah, atau bawah. Perbedaan kelas ini cenderung mempengaruhi mereka terhadap, barang apa, tipe, kualitas apa yang mereka beli, belanja dimana, dan Koran apa, majalah apa yang mereka baca. Reference groups, ini terdiri atas orang-orang dekatnya seperti, anggota family, teman sejawat, teman sekerja, anggota seklub olahraga. Seringkali mereka benchmark terhadap barang apa yang dibeli oleh teman-teman tersebut. Self image, dalam hal ini ada kecenderungan mereka percaya bahwa tampilan seseorang dicerminkan oleh barang apa yang ia beli, you are what you buy Para pengusaha harus mengeksploitasi kepercayaan ini dengan mempengaruhi salah satu dari mereka, kadang-kadang hanya dengan mengatakan bahwa ibu A telah membeli ini kemaren, kemudian yang lainnya akan ikut-ikutan. Situasional factors, ini merupakan situasi sesaat yang berkesan pada konsumen, seperti, dalam keadaan terburu-buru,sudah memiliki kupon hadiah, atau saat ulang tahun, hari libur, dsb. 

PRODUCT LIFE CYCLE
Product life cycle atau disebut juga siklus kehidupan produk berarti tahap kehidupan produk mulai sejak produk diciptakan, diperkenalkan sampai produk tersebut mengalami kejenuhan. Siklus kehidupan produk ini terdiri atas 5 tingkatan 1. Tahap introduksi (introduction) 2. Tahap pengembangan (growth) 3. Tahap kematangan (maturity) 4. Tahap menurun (decline) 5. Tahap ditinggalkan (abandonment) Jangka waktu tiap tahap ini berbeda-beda pada setiap macam barang, dapt diukur denga minggguan, ataupun bulanan, atahunan atau puluhan tahun. Seperti model pakaian yang dinamakan fad (model yang tidakk tahan lama) dengan cepat akan hilang dari pasar. Tapi model mobil ada yang sanggup bertahan lama. Page | 20

Pada permulaan produk diperkenalkan ke pasar, penjualan masih rendah karena pasar belum mmengenal barang tersebut. Di sini perlu dilancarkan promosi. Lebih rinci pada tahap introduksi ini dapat dilakukan strategi antara lain : 1. Berusaha selalu memperbaiki penampilan produknya 2. Menyebarkan barang sebanyak-banyaknya ke seluruh toko di seluruh daerah sell-in 3. Kemudian dilakukan sell-out dengan cara melancarkan promosi di mass media secara gencar. Kemudian setelah konsumen kenal maka akan banyak orang yang membeli, pasaran makin luas, omzet meningkat cepat sekali (growth). Dalam keadaan ini, pengusaha harus menyebarluaskan barang-barangnya, dan mengisi semua toko yang mungkin dapat menjual produknya. Strategi yang digunakan dalam masa pertumbuhan ini adalah : 1. Usahakan terus mencari segmen baru, menambah jumlah tenaga penjual, menambah armada pengangkutan 2. Selalu memperbaiki muttu produk dengan penampilan dan kualitas yang prima 3. Pertimbangkan strategi menurunkan harga untuk barang-barang yang harganya tinggi

Namun kemudian pasar menjadi jenuh dan timbul masa maturity. Konsumen mulai merasa bosan, dan menunggu produk baru lagi. Dalam keadaan ini, strategi yang dapat dilancarkan adalah : Berusaha mencari seg,en-segmen kecil yang belum terisi dengan harapan dapat menarik konsumen baru Menciptakan produk dengan kemasan besar sehingga jumlah penjualan tetap meningkat seperti minuman coca cola menciptakan botol isi 1 ltr. Memperbaiki penampilan produk dengan sesuatu yang baru denga sedikit perbaikan pengusaha harus mencoba merubah product design (gatra produk), dan merubah desai pembungkus atau memperbaiki mutu produk menjadi produk yang lebih super, lebih putih, lebih bermutu agar konsumen tidak jenuh

Jika strategi ini tidak berhasil, maka akan timbul masa penurunan (decline), omzet penjualan mulai menurun. Strategi yang digunakan dalam masa decline ini ialah : 1. Jika gejalanya sudah parah, anggaran promosi harus di stop Page | 21

2. Pusat perhatian pada pasar yang masih ada harapan sedangkan pasar lain dihentikan 3. Strategi terakhir ialah menghentikan pasaran produk secara menyeluruh dan menciptakan produk baru untuk memulai masa introduksi kembali. Akhirnya jika semua tidak dapat diatasi maka produk tersebut akan ditinggalkan oleh konsumen dan produknya hilang dari pasaran.

Page | 22

VI.

STUDY KELAYAKAN

KELAYAKAN EKONOMIS 

SKALA EKONOMIS
Definisi dari Skala Ekonomis adalah : kualitas yang diproduksi meningkat, biaya per unit menurun. Perusahaan dapat mengurangi biaya dengan mencapai skala ekonomi, yang mereflesikan timbulnya biaya rata-rata yang lebih rendah sebagai akibat dari produksi dengan volume yang lebih besar. Untuk mengetahui bagaimana skala ekonomi dapat berlaku, perhatikan dua jenis biaya yang tercakup dalam produksi suatu produk; yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap biaya operasi yang tidak berubah sebagai respon terhadap jumlah produk yang dihasilkan. Misalnya, biaya sewa pabrik. Biaya variabel biaya operasi yang bervariasi, berhubungan langsung dengan jumlah produk yang dihasilkan. Jika output meningkat, biaya variabel pun membesar, sementara biaya tetap selalu konstan. Biaya rata-rata per unit biasanya menurun saat output meningkat pada perusahaan yang mempunyai biaya tetap yang besar.

Hubungan antara volume produksi dan biaya Kuantitas produksi 1.000 3.000 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 Biaya tetap $40.000 $40.000 $40.000 $40.000 $40.000 $40.000 $40.000 Biaya variabel $2/unit $2.000 $6.000 $10.000 $20.000 $30.000 $40.000 $50.000 Biaya total $42.000 $46.000 $50.000 $60.000 $70.000 $80.000 $90.000 Bi.rata-rata Per unit $42 $15,33 $10 $6 $4,67 $4 $3,6

Page | 23 

KEMAMPUAN MENDAPATKAN LABA JANGKA PANJANG MELALUI ANALISIS PROFITABILITAS
Kemampuan memperoleh laba diukur dengan mengindikasikan kinerja operasi perusahaan selama periode tertentu. Nilai uang yang dihasilkan oleh perusahaan dapat diukur dengan tingkat penjualan perusahaan, aktiva, atau ekuitas. Aktiva semua yang dimiliki oleh perusahaan Ekuitas nilai dari saham yang diterbitkan, tambahan modal disetor, dan laba ditahan.

Rasio yang mengukur hubungan tersebut sebagai berikut : Margin Laba Bersih Margin laba bersih adalah pengukuran presentase laba bersih dari penjualan. Rasio ini mengukur prosporsi dari setiap rupiah/nilai penjualan yang pada akhirnya menjadi laba bersih. Margin laba bersih yang dihitung adalah sebagai berikut :

Laba bersih Margin laba bersih = ________________ Penjualan bersih

Meskipun dengan margin laba yang rendah, perusahaan dengan jumlah penjualan yang tinggi dapat menghasilkan keuntungan yang wajar untuk para pemegang saham. Bagaimanapun juga, perusahaan dengan jumlah penjualan yang rendah memerlukan margin laba yang lebih tinggi untuk menghasilkan keuntungan yang wajar bagi para pemegang saham.

Laba Atas Aktiva Laba atas aktiva (return on assets ROA) perusahaan mengukur presentase keuntungan (laba bersih) perusahaan atas jumlah total aktiva yang digunakan oleh perusahaan. Dihitung sebagai berikut :

Laba bersih Laba atas aktiva = ______________ Total Aktiva

Page | 24

Laba Atas Ekuitas Laba atas ekuitas (return on Equity ROE) mengukur presentase keuntungan pemegang saham atas investasi mereka pada perusahaan. Rasio ini sangat diperrhatikan oleh investor dan calon investor karena mengindikasikan keuntungan investasi pemegang saham. ROE mengukur kinerja perusahaan dari penggunaan ekuitas yang tersedia. Laba atas ekuitas dihitung sebagai berikut :

Laba bersih Laba atas ekuitas = _______________ Ekuitas

Pemegang saham lebih memilih ROE yang tinggi karena tingginya ROE mengindikasikan keuntungan yang tinggi dibandingkan dengan besarnya investasi mereka. 

ANALISA BREAK EVEN
Analisa break even adalah suatu analisa untuk menentukan kapasitas produksi optimum untuk mendapatkan kombinasi jumlah dan jenis produksi yang menghasilkan keuntungan atau biaya minimum. Titik break event (break even point) adalah kuantitas unit di mana total pendapatan sama dengan total biaya. Berapapun kuantitas yang kurang dari titik break even, maka total biaya akan melebihi total pendapatan. Dan berapapun kuantitas di atas titik break even, maka total pendapatan akan melebihi total biaya. Metode Break Even Point (BEP) dapat diartikan suatu keadaan di mana total pendapatan besarnya sama dengan total biaya (TR=TC), dapat pula diartikan laba sama dengan nol. Titik break even dapat ditentukan pertama-tama dengan margin kontribusi, yang merupakan selisih antara harga dengan biaya variabel per unit.

Page | 25

Contoh : Harga - Biaya variabel per unit = $1,80 Kuantitas (Q) 1.000 3.000 4.000 7.000 10.000 15.000 20.000 25.000 35.000 Biaya tetap $4.000 $4.000 $4.000 $4.000 $4.000 $4.000 $4.000 $4.000 $4.000 Biaya variabel (Qx$0,6) $ 600 $ 1.800 $ 2.400 $ 4.200 $ 6.000 $ 9.000 $12.000 $15.000 $18.000 Total biaya $ $ $ $ $ $ $ $ $ 4.600 5.800 6.400 8.200 10.000 13.000 16.000 19.000 22.000 Total pendapatan (Q x $1,80) $ 1.800 $ 5.400 $ 7.200 $ 12.000 $ 18.000 $ 27.000 $ 36.000 $ 45.000 $ 54.000 Keuntungan ( pendptan biaya) $ -2.800 $ -400 $ 800 $ 4.400 $ 8.000 $ 14.000 $ 20.000 $ 26.000 $ 32.000

Harga - Biaya variabel per unit = $ 1,80 - $ 0,60 = $ 1,20 Untuk setiap unit yang terjual, harga tersebut menerima kelebihan biaya variabel $ 1,20. Karena setiap harga lebih tinggi dari biaya variabel, maka kuantitas unit break even yang harus diproduksi dan dijual untuk menutupi biaya tetap adalah sbb. :

Biaya Tetap Kuantitas Break Even = -------------------------------------Harga Biaya Variabel per unit

$ 4.000 Kuantitas Break Even = -----------------$ 1,80 - $ 0,60 = 3.333

Dari contoh tersebut memberikan ilustrasi bagaimana sebuah bisnis mengalami kerugian kecuali dapat menjual produk dengan kuantitas yang mencukupi.

Page | 26

VII. KUIS review materi UTS Bab I - VI

VIII. MANAJEMEN PENGELOLAAN USAHA MANAJEMEN PEMASARAN 

PENGERTIAN
Pemasaran menurut American marketing Association (AMA) adalah : proses perencanaan dan penerapan konsepsi, penetapan harga, dan distribusi barang, jasa, dan ide untuk mewujudkan pertukaran yang memenuhi tujuan individu atau organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa pemasaran bukan hanya periklanan dan personal selling, pemasaran mencakup berbagai aktivitas yang ditujukan pada rangkaian berbagai jenis barang, jasa, dan ide. Aktivitas ini meliputi pengembangan, penetapan harga, promosi dan distribusi untuk memenuhi kebutuhan barang jasa oleh konsumen maupun industry pengguna. Manajemen pemasaran adalah analisis , perencanaan, implementasi, dan pengendalian program yang dipolakan untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran manfaat dengan pembeli dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan. Upaya pertukaran dengan pasar sasaran perlu didasarkan pada falsafah sebagai pedoman upaya pemasaran. Konsep alternatif yang digunakan oleh perusahaan dalam menjalankan aktivitas pemasaran meliputi : konsep produksi berpedoman bahwa konsumen akan mendukung produk yang tersedia dengan harga terjangkau. konsep produk pedoman bagi penjual bahawa konsumen akan mendukung produk yang menawarkan kualitas, bentuk, dan ciri yang inovatif. konsep penjualan konsumen tidak akan membeli produk sebuah perusahaan dalam jumlah yang cukup kecuali jika perusahaan melakukan upaya penjualan dan promosi dalam skala yang luas. konsep pemasaran berpedoman pada tercapainya tujuan perusahaan yang ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan dan keinginan pasar

-

-

Page | 27

sasaran dan terciptanya kepuasan yang diinginkan lebih efektif dan efisien daripada yang dilakukan oleh pesaing. 

PRODUK MIX
Berbagai campuran produk ditawarkan oleh sebuah perusahaan sebagai bauran produk (produk mix). Kebanyakan perusahaan cenderung mengembangkan bauran produk mereka sepanjang waktu saat mereka mengidentifikasikan akan kebutuhan atau pilihan konsumen yang lain. Sebelum perusahaan menambahkan lebih banyak produk pada bauran produknya, mereka harus menentukan akan adanya permintaan terhadap produk tersebut dan apakah permintaan akan produk-produk tersebut sanggup diproduksi dengan cara yang efisien. Sebuah perusahaan bahkan dapat menghentikan salah satu produk dari bauran produknya. Contoh Bauran produk IBM termasuk perangkat lunak, perangkat keras, dan jasa global

segmentasi perangkat lunak total penjualan 35,4%

segmentasi perangkat keras total penjualan 43,4%

jasa global dan lainnya total penjualan 21,2%
Gb. Bauran produk IBM Ketika produk utama mereka menjadi permasalahan dalam besarnya permintaan, perusahaan cenderung membuat beragam variasi bauran produk mereka, sehingga mereka tidak tergantung sepenuhnya pada satu pasar saja. Dengan membuat beragam variasi, merekaa tidak hanya mempercayai satu jenis produk, yang kinerjanya tidak pasti. Perusahaan yang memiliki fleksibilitas fasillitas produksi yang memungkinkan produksi barang tambahan akan lebih mampu membuat beragam variasi atas bauran produk mereka. Salah satu strategi diversifikasi yang umum bagi Page | 28

sebuah perusahaan adalah membuat keragaman variasi produk dalam kemampuan produksinya sekarang. Mis. The Walt Disney Company yang selama ini berfokus pada film untuk anak-anak, sekarang menawarkan film untuk orang dewasa. 

STRATEGI PEMASARAN
Pada bagian strategi pemasaran, manajer mengikhtisarkan strategi pemasaran secara rinci atau rencana permainan untuk mencapai sasaran. Strategi pemasaran menurut Prof.Dr.Mas ud Machfoedz, M.B.A. ialah pemikiran pemasaran yang merupakan alat bagi unit pemasaran untuk mencapai sasaran pemasaran. Strategi ini terdiri dari strategi-strategi khusus untuk pasar sasaran, bauran pemasaran, penetapan posisi pasar, dan tingkat pembiayaan pemasaran. Strategi pemasaran harus merinci segmen pasar yang akan menjadi fokus pemasaran. Segmen-segmen tersebut membedakan kebutuhan dan keinginan, respon terhadap pemasaran, dan kemampuan laba. Perusahaan harus pintar menerapkan upaya dan energy ke dalam segmen-segmen pasar tersebut dari sudut pandang kompetitif. Perusahaan harus mengembangkan strategi pemasaran untuk setiap segmen yang dituju. Strategi pemasaran bisa didefinisikan juga sebagai suatu rencana yang memungkinkan perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan perusahaan. Strategi pemasaran terdiri dari dua unsur : Seleksi dan analisis pasar sasaran Perusahaan mengembangkan dan menjaga kesesuaian bauran pemasaran untk kebutuhan khusus guna memenuhi permintaan sekelompok orang. Kelompok ini dikeenal dengan sebutan pasar sasaran. Dalam memilih pasar sasaran, perusahaan mempelajari pasar potensial untk mengetahui pengaruh yang mungkin terjadi pada penjualan, biaya dan laba perusahaan. Perusahaan berusaha menetapkan apakah perusahaan memiliki sumber daya untuk memproduksi bauran pemasaran yang memenuhi kebutuhan pasar tertentu dan apakah pemenuhan kebetuhan tersebut konsisten dengan seluuruh tujuan perusahaan.

Page | 29

-

Menciptakan dan menjaga kesesuaian bauran pemasaran, perpaduan antara produk, harga, distribusi, dan promosi (4P = Product, Price, Place, Promotion) Sebuah perusahaan mengendalikan 4 unsur penting pemasaran tersebut yang harus dipadukan dengan satu cara untuk mencapai pasar sasaran. Selanjutnya pasar sasaran diseleksi, dan bauran pemasaran didesain untuk menjangkau pasar tersebut. Ke-4 unsur tersebut perlu dikoordinasikan menjadi suatu bauran yang terpadu. Langkah terakhir dalam perencanaan adalah mengevaluasi pelaksanaan strategi pemasaran. 

STRATEGI DI PASAR GLOBAL
Dunia kini menghadapi era baru yang ditandai dengan kecenderungan globalisasi dunia sebagai akibat semakin banyaknya Negara yang melaksanakan liberalisasi/reformasi ekonomi yang ditunjang pula dengan majunya teknologi komunikasi dan transportasi. Globalisasi sendiri mengandung pengertian bahwa setiap Negara, bahkan setiap bisnis dan perusahaan, menghadapi persaingan global, baik secara langsung maupun tidak langsung. Globalisasi telah mengubah secara drastis pola produksi dari perusahaan-perusahaan multinasional, yang semula berupaya memproduksi semua kebutuhannya menjadi spesialisasi produksi, yaitu hanya memproduksi komponen atau bagian tertentu saja, sedangkan komponen atau bagian lainnya diproduksi oleh perusahaanperusahaan lain - yang bertindak sebagai pemasok sehingga menjadi internasionalisasi produksi (Sastrowardoyo, 1994) Lingkungan global diperkirakan untuk menentukan bagaimana permintaan produk mungkin berubah dalam reaksi kepada kondisi global yang akan datang. Permintaan global suatu produk bisa sangat sensitive mengubah ekonomi luar negeri, jumlah pesaing asing, kurs mata uang, dan regulasi perdagangan internasional.

Page | 30

IX.

MANAJEMEN PENGELOLAAN USAHA MANAJEMEN PRODUKSI
Manajemen merupakan pendayagunaan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dengan cara paling baik,agar dapat mencapai rencana-rencana dan sasaransasaran perusahaan. Perusahaan diciptakan untuk menghasilkan satu barang dan jasa atau lebih. Manajemen Produksi (manajemen operasi) ialah cara mengelola suatu proses agar sumber daya (karyawan dan mesin serta sumber daya lainnya) dapat menghasilkan barang dan jasa. Proses yang dipakai oleh perusahaan untuk menghasilkan produk (atau jasa) akan mempengaruhi nilai perusahaan. 

SUPLAI BAHAN BAKU
I. Pembelian Bahan Baku Memilih pemasok bahan baku memperhatikan karakteristik seperti harga, kecepatan, kualitas, layanan dan ketersediaan kredit. Memperoleh diskon volume Menyerahkan produksi kepada pemasok para produsen biasa melakukan outsourcing, yaitu : mereka membeli komponen dari pemasok daripada memproduksi dan hal ini dapat mengurangi biaya produksi. Bila sebagian tugas produksi diserahkan kepada pemasok disebut deintegrasi Pengawasan persediaan

II.

Pengawasan persediaan ialah proses mengelola persediaan pada tingkat yang meminimalkan biaya. Pengawasan persediaan memerlukan manajemen persediaan bahan baku, persediaan pekerjaan yang berlangsung dan persediaan barang jadi. Pengawasan persediaan Bahan Baku apabila perusahaan kelebihan stok bahan baku, mereka mungkin perlu meminjam lebih banyak dana lagi untukmembiayai persediaan. Hal ini uang disebut biaya pemeliharaan. Sedang biaya pemesanan biaya untuk membuat pesanan/memesan. Perencanaan kebutuhan bahan baku (MRP) adalah proses untuk menjamin bahwa bahan baku tersedia bilamana diperlukan. Ketika perusahaan memprediksi permintaan terhadap produknya di masa mendatang, waktu bahan baku harus datang dapat ditentukan untuk mencapai tingkat produksi yang memenuhi permintaan yang diprediksi. Pengawasan Persediaan Work-in-process persediaan dari produk yang sebagian selesai. Perusahaan harus dapat mengelola persediaan barang yang sedang dikerjakan. Akibat langsung dari kekurangan persediaan bahan baku adalah terhentinya produksi, sedangkan akibat langsung dari kekurangan barang jadi adalah batalnya penjualan. Page | 31

Pengawasan Persediaan Barang Jadi permintaan terhadap produk perusahaan satu saat berubah, perusahaan harus bisa mengantisipasi persediaan berlebih dengan mengalihkan sumber dayanya kea rah produk lain dan melakukan strategi pemasaran yang akan meningkatkan permintaan. 

PROSES PRODUKSI
Proses produksi (proses konversi) adalah serangkaian tugas yang menggunakan sumber daya untuk memperoleh barang dan jasa. Banyak kemungkinan proses produksi yang dapat menghasilkan produk spesifik,maka manjemen produksi yang efektif menerapkan prosses produksi secara efisien (dengan biaya relative murah) dan berkualitas tinggi untuk mendapatkan barang dan jasa spesifik. Manajemen Produksi (manajemen operasi) adalah pengelolaan suatu proses di mana sumber daya (seperti karyawan dan mesin) digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. sumber daya yang dipakai untuk proses produksi adalah : A. Sumber Daya Manusia (SDM) Perusahaan harus mengidentifikasi tipe karyawan yang dibutuhkan untuk produksi. Pekerja terampil perlu untuk jenis produksi tertentu, tetapi pekerja tidak terampil dapat dipakai untuk jenis produksi lain. Biaya operasi yang diperlukan untuk menggaji sumber daya manusia tergantung pada jumlah karyawan dan tingkat ketrampilannya. B. Bahan Baku Bahan baku yang dipakai pada proses produksi biasanya diubah oleh sumber daya perusahaan menjadi produk jadi untuk perusahaan penghasil produk barang. Perusahaan jasa seperti biro perjalanan dan pengiklan investasi tidak begitu banyak tergantung bahan baku karena tidak terlibat proses produksi. C. Sumber Daya Lain Kebanyakan bentuk produksi memerlukan gedung/kantor. Mesin dan perlengkapan diperlukan pula oleh banyak perusahaan manufaktur, teknologi juga mungkin merupakan sumber daya yang diperlukan oleh perusahaan manufaktur dan jasa.

Menggabungkan Sumber Daya untuk Produksi Para manajer berupaya memanfaatkan sumber daya tsb dengan cara memproduksi dengan biaya rendah. Mereka menggabungkan berbagai sumber daya melalui pos kerja (work station) dan jalur produksi. Pos kerja (work station) ialah bagian pekerjaan di mana satu karyawan atau lebih diberi tugas khusus. Pos kerja mungkin tidak hanya terdiri dari karyawan, tetapi juga mesin dan perlengkapan. Jalur produksi ialah urutan pos kerja di mana setiap pos kerja dirancang untuk mengerjakan tahap khusus dari proses produksi tersebut. Page | 32

Sumber Daya yang digunakan dalam Produksi

Mesin dan Perlengkapan

masukan : Bahan Baku

keluaran : Produk Akhir

Sumber Daya Manusia 

JUST IN TIME
Just-in-time adalah sebuah filosofi pemecahan masalah secara berkelanjutan dan memaksa yang mendukung produksi yang ramping (lean). Produksi yang ramping (lean production) sebuah jalan untuk menghapuskan pemborosan dengan memusatkan perhatian secara tepat pada apa yang diinginkan pelanggan. Produksi lean dikendalikan oleh tarikan yang berupa pesanan pelanggan. 

TQM
Kualitas TQM (Total Quality Management) adalah komitmen kultur organisasional untuk memuaskan para customer melalui penggunaan sistem peralatan, tehnik, dan pelatihan yang terintegrasi. Konsep TQM tindakan memantau dan meningkatkan kualitas barang dan jasa yang dihasilkan. Konsep ini dikembangkan oleh W. Edwards Deming dan telah digunakan secara ekstensif oleh beberapa perusahaan Jepang sebelum akkhirnya dipakai di Amerika Serikat. Beberapa panduan kunci dalam memperbaiki kualitas adalah : a. Memberi pendidikan dan pelatihan pada manager dan karyawan agar mereka unggul dalam bidang tugas mereka. Page | 33

b. Memberanikan karyawan mengambil tanggung jawab dan melaksanakan kepemimpinan. c. Memberanikan semua karyawan mencari cara untuk memperbaiki proses produksi.

Panduan ini konsisten dengan kiat memberi keahlian dan kebebasan pada karyawan agar menjadi kreatif, dan bukan membuat banyak pembatasan yang akan memaksa fokus karywan hanya pada cara memproduksi lebih banyak unit sekedar untuk memenuhi kuota produksi agar karyawan dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk hal kepemimpinan dan perbaikan proses produksi. Perusahaan sadar bahwa lebih mudah mempertahankan konsumen yang sudah ada daripada harus menarik konsumen baru yang masish tidak mengenal barang dan jasa perusahaan tersebut. Perusahaan mengakui pentingnya kepuasan pelanggan. 

BPR

(Business Process reengineering)

A. PENGERTIAN PROSES BISNIS Business process adalah sejumlah aktivitas yang mengubah sejumlah inputs menjadi sejumlah outputs (barang dan jasa) untuk orang-orang lain atau proses yang menggunakan orang dan alat. Semua orang melakukan hal ini, dan dengan satu atau lain cara memerankan peran supplier atau customer

supplier procces Inputs Outputs

Cust.

Feed back

Page | 34

Pada masa sekarang ini, perubahan-perubahan secara cepat dan mendasar seringkali diperlukan sekadar untuk tetap dalam keadaan break even, sehingga perusahaan mencari cara yang lebih tepat dan cepat untuk melakukan perbaikaan proses bisnis, mencari terobosan-terobosan baru yang mendasar, tidak hanya sekadar perubahan-perubahan kecil-kecilan tapi perubahan besar dan yang perlu dilakukan sekarang juga. Salah satu pendekatan baru untuk perubahan yang cepat dan dramatis yaitu BPR (business process reengineering). Prinsip BPR adalah bertumpu pada pemikiran yang berbeda sama sekali dengan model continuous process improvement. Secara ekstrem, dapat dikatakan bahwa BPR menganggap dan mngandaikan bahwa proses yang digunakan sekarang sudah tidak relevan, tidak layak, sudah kadaluwarsa, jadi harus dilupakan dan ditinggalkan saja. Pertanyaan-pertanyaan penting yang perlu dijawab dalam model antara lain : 1. Bagaimana seharusnya proses dilakukan ? 2. Apa yang dikehendaki oleh para customer atau pelanggan? 3. Apa yang dikehendaki dan dirasakan oleh para karyawan? 4. Bagaimana perusahaan yang terunggul melakukan ? 5. Apa yang mungkin dapat dilakukan dengan penemuan teknologi baru ?

Definisi BPR menurut Michael Hammer dan James Champy adalah : Business process reengineering is the fundamental rethinking and radical redesign of business system to aachieve dramatic improvements in critical, contemporary measures of performance, such as cost, quality, service and speed

B. METODOLOGI REKAYASA ULANG PROSES BISNIS Langkah-langkah besar yang perlu dilakukan untuk melaksanakan reengineering ialah : 1. Memposisikan diri untuk perubahan a. Posisikan perusahaan anda dan mengapa harus berubah b. Berubah untuk menjadi apa atau seperti apa c. Kembangkan focus perubahan dan mobilisasikan sumber daya untuk implementasi d. Implementasi mulai sekarang 2. Melakukan diagnosis mengenai proses sekarang a. Ketahui prose sekarang bagaimana,seperti apa, dan mengapa didesain seperti itu b. Dikaitkan dengan kemauan pelanggan untuk membentuk landasan bagi pemikiran baru

Page | 35

3. Mendesain kembali proses a. Pikirkan cara baru kegiatan untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan pelanggan b. Cari masukkan dari para pejabat/kelompok kunci sehingga terbentuk visi yang mendorong perbaikan dalam proses 4. Transisi menuju desain baru a. Kembangkan strategi dan perencanaan bisnis untuk mengubah menuju pada visi yang telah ditentukan b. Tes proses baru tersebut untuk menunjukkan dan memperlihatkan kinerja bahwa ada konsep baru dan menimbulkan antusiasme c. Kelola perubahan-perubaan yang terjadi pada semua tingkatan

Phase I phase II Phase III Phase IV

‡ position for change ‡ diagnose the existing process ‡ redesign the process ‡ Transition to the new design

Beberapa hasil langsung yang dapat diharapkan dari proses reengineering ini antara lain adalah : 1. Perbaikan proses (sering kali 50 % - 100 %) 2. Pengurangan biaya secara drastis 3. Kecepatan, mutu, dan jasa secara dramatis dapat ditingkatkan.

Page | 36

X.

MANAJEMEN PENGELOLAAN USAHA MANAJEMEN KEUANGAN 
NILAI WAKTU UANG
Setiap perusahaan, baik besar maupun kecil, memerlukan biaya untuk beroperasi. Untuk mendapatkan uang perusahaan harus terlebih dahulu mengeluarkan uang untuk membeli persediaan dan mendapat pasokan, perlengkapan dan fasiitas, dan untuk menggaji karyawan. Manajemen keuangan berhubung erat dengan akuntansi. Dalam perusahaan pada umumnya kedua bidang tersebut merupakan tanggung jawab wakil direktur keuangan. Tetapi peran utama akuntan adalah mengumpulkan dan menyajikan data keuangan. Manajemen keuangan seni dan ilmu tentang pengelolaan uang perusahaan untuk mencapai tujuan. Manajer keuangan menetappkan penggunaan biaya yang tersedia dan jumlah uang yang diperlukan, dan sumber yang merupakan pendapatan keuangan. Nilai waktu uang dimaksudkan nilai uang akan berbeda nilai bila waktunya berbeda. Misalnya uang sebesar Rp 10.000,- di tahun 1990 berbeda nilainya dengan uang sebesar Rp 10.000,- di tahun 2010, dengan kata lain di tahun 1990 uang sebesar itu bisa untuk membeli 2 porsi paket makan, di tahun 2010 hanya bisa mendapat 1 porsi paket makan. Inilah yang dimaksud dengan nilai waktu uang. 

CASH FLOW
Laporan arus / cash flow, menyajikan secara sistematis informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas selama jangka waktu tertentu, pada umumnya satu tahun. Setiap perusahaan yang menyelenggarakan perdagangan harus menyertakan laporan arus kas dalam laporan keuangan kepada para pemegang saham. Laporan arus kas melacak penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan. Dengan demikian laporan arus kas dapat memberikan cara untuk merespon dan melokalisir permasalahan arus kas. Dengan menggunakan laporan pendapatan dan data neraca, laporan arus kas membagi arus kas perusahaan menjadi tiga kelompok. Pertama , kegiatan operasi yang meliputi transakasi-transaksi yang berakibat pada kas,, yang menjadi penentu rugi-laba, misalnya penerimaan kas pada pemasok (karyawan) untuk memperoleh sediaan (tenaga kerja). Kedua, kegiatan Page | 37

pembelanjaan yang berhubungan dengan pembeliaan dan penjualan aktiva tetap. Ketiga, kegiatan investasi , yang meliputi kegiatan membeli aktiva tetap untuk fasilitas produksi, menjualnya kembali pada saat sudah tidak terpakai. Berikut disajikan contoh laporan arus kas :

PT. ABCD Laporan Arus Kas Untuk periode yang berakhir pada 31 Januari 2003 (1) Kegiatan Operasi - Dari penjualan jasa pada pelanggan - Untuk membayar bahan habis pakai - Untuk membayar sewa - Untuk membayar upah karyawan - Untuk membayar macam-macam biaya - Untuk membayar bunga pinjaman

Rp 9.000,00 (500,00) (4.100,00) (3.000,00) (900,00) (60,00) Rp 440,00

(2) Kegiatan Pembelanjaan - Dari pinjaman bank - Untuk mengangsur pinjaman bank - Untuk kepentingan pribadi pemilik

Rp 5.000,00 (1.000,00) (300,00) Rp 3.700,00

(3) Kegiatan Investasi - Dari pelepasan peralatan kantor - Untuk membangung kantor pemasaran

Rp

360,00 (1.500,00) Rp (1.140,00)

Penerimaan kas bersih (1) +(2) + (3) Saldo awal Saldo kas akhir

Rp 3.000,00 Rp 6.000,00 Rp 9.000,00 

ANGGARAN
Untuk merencanakan dan mengendalikan aktivittas keuangan di masa mendatang, perusahaan menyiapkan anggaran yang berupa ramalan pendapatan dan pengeluaran formal tertulis. Anggaran merupakan cara untuk mengendalikan pengeluaran dan membandingkan dengan pelaksanaan nyata peramalan.

Page | 38

Proses penganggaran melibatkan banyak karyawan. Setiap bagian berpartisipasi. Kerumitan prosesnya tergantung pada jajaran bisnis perusahaan. Perusahaan menerapkan beberapa jenis anggaran. Pada umumnya berlaku selama satu tahun. Anggaran kas meramalkan arus kas masuk dan keluarnya uang perusahaan. Karena mempunyai kas cukup pentting bagi kesehatan keuangan, banyak perusahaan menyajikan anggaran kas yang diperlukan dalam bulan atau minggu. Kemudian memproyeksikan jumlah kas yang diperlukan pada setiap jangka waktu pendek. Anggaran kas membantu rencana perusahaan untuk modal/asset tetap (pabrik dan kelengkapannya). Anggaran kas biasanya meliputi periode beberapa tahun. Anggaran kas menjamin bahwa perusahaan akan memiliki dana cukup untuk membeli peralatan dan gedung yang diperlukan. Anggaran operasi memadukan peramalan penjualan dengan perkiraan biaya produksi dan pengeluaran operasi untuk peramalan laba. Anggaran ini didasarkan pada anggaran individu untuk penjualan, produksi, pembelian bahan, overhead pabrik, dan pembiayaan operasi. Anggaran operasi selanjutnya digunakan untuk merencanakan operasi : biaya penjuaalan, unit produksi, jumlah bahan mentah, upah, dan sebagainya. Setiap anggaran bermula dengan peramalan. Pada saat pengeluaran berbeda dengan anggaran yang dikehendaki, manajemen harus bertindak. Anggaran secara rutin digunakan untuk memantau dan mengendalikan penyelenggaraan fungsi bagian/departemen, divisi, atau manajer perorangan. Anggaran perlu direvisi ketika pelaksanaannya tidak sesuai dengan yang diharapkan. 

LAPORAN KEUANGAN MODAL Laporan Rugi-Laba

R/L, NERACA, PERUBAHAN

Laporan rugi-laba adalah laporan keuangan yang secara sistematis menyajikan hasil usaha perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Sebagai ilustrasi, berikut disajikan bentuk laporan rugi-laba :

Page | 39

Perusahaan transportasi PT.ABCD Laporan Rugi-Laba Untuk tahun yang berakhir pada 1 Desember 2002 Pendapatan usaha Jasa angkutan Biaya usaha Sewa garasi Sewa kantor Gaji sopir dan kondektur Bahan bakar Pemeliharaan dan reparasi Retribusi parkir Penyusutan gedung Premi asuransi Laba usaha Untung dan Pendapatan di Luar usaha Pendapatan bunga Untung pelepasan surat berharga Rugi dan Biaya di Luar Usaha Biaya bunga Rugi pelepasan peralatan kantor Rugi Bersih di Luar Usaha Laba Bersih

Rp 34.000,00

Rp3.000,00 2.000,00 8.000,00 9.000,00 1.000,00 200,00 1.200,00 450,00

24.850,00 9.150,00

50,00 25,00 75,00 75,00 15,00 90,00 15,00 9.135,00

-

Neraca
Neraca ialah laporan keuangan yang berupa ringkasan posisi keuangan sebuah perusahaan pada suatu waktu tertentu. Neraca menyajikan rincian persamaan akuntansi asset, utang dan modal pemilik. Pada neraca, asset disusun secara runtut berdasar likuiditas, yakni asset yang paling cepat dapat dicairkan menjadi uang atau kas. Asset yang paling likuid dicantumkan paling dahulu dalam neraca, dan yang paling lambat untuk dapat dicairkan dicantumksn paling akhir dalam neraca. Setiap neraca harus mencantumkan (1) nama perusahaan, (2) neraca, sebagai judul laporan, (3) Tanggal neraca, dan (4) isi Neraca: Aktiva, Utang, dan Modal pemilik.

Page | 40

Aktiva lancar meliputi kas dan sumber-sumber ekonomik lainnya yang dapat dicairkan menjadi kas, dijual atau dikonsumsi dalam jangka waktu satu tahun. Piutang usaha, surat berharga, dan gaji yang dibayar di muka termasuk dalam aktiva lancar. Utang jumlah pinjaman yang diterima perusahaan dari kreditor yang dicatat dalam neraca. Utang diklasifikasikan dalam utang lancar (pelunasan dibawah waktu satu tahun) dan utang jangka panjang /tidak lancar (pelunasan diatas satu tahun).

-

Perubahaan Modal
Suatu perusahaan wirausaha pada umumnya bermula dari sebuah usaha kecil dengan modal dana pribadi. Ketika usaha berkembang, seorang wirausahaawan kemudian mencari akses untuk mendapatkan modal yang lebih besar dengan cara meminta bantuan kepada kelluarga dan teman. Selanjutnya wirausahawan yang berhasil mengembangkan usaha akan mencari lebih banyak saluran untuk mencari modal, seperti berhubungan dengan bank dan investor perorangan di luar perusahaan. Wirausahawan yang berpandangan prospektif memanfaatkan tiga sumber pendanaan awal : (1) tabungan pribadi, (2) teman dan keluarga, dan (3) investor perorangan.

Page | 41

XI.

STRATEGI PENGELOLAAN USAHA 
FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
Manajemen ialah proses yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan melalui perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian manusia dan sumber daya organisasi lainnya. Fungsi manajemen diterapkan oleh manajer. Manajer ialah karyawan yang diberi tanggung jawab untuk mengkoordinasikan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan.. aktivitas manajemen difokuskan pada keempat fungsi dalam proses manajemen yaitu : Perencanaan Perencanaan ialah fungsi pertama manajer untuk mencapai tujuan perusahaan. Perenccanaan meliputi proses penetapan tujuan , baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang dalam bentuk perencanaan strategis dan taktis. Perencanaan strategis dimaksudkan untuk mewujudkan perencanaan jangka panjang yang berupa tujuan umum perusahaan dan kebijaksanaan serta strategi untuk mendapatkan dan menggunakan sumber daya untuk pencapaian tujuan Perencanaan taktis merupakan proses pengembangan keputusan jangka pendek yang rinci tentang pekerjaan yang perlu dilakukan, personel atau devisi yang mengerjakannya, dan cara yang harus ditempuh. Pengorganisasian Penataan sumber daya materi dan sumber daya manusia untuk melaksanakan perencanaan. Tujuan pengorganisasian adalah untuk mengkoordinasikan upaya semua bagian perusahaan. Pengorganissasian menetapkan struktur personel, jabatan, departemen, dan aktivitas. Struktur formal sebuah organisasi mengatur jabatan, departemen, dan unit-unit pekerjaan yang bersifat umum dan hubungan yang ada di antara unsur-unsur tersebut. Pengarahan Setelah perencanaan dibuat, pengorganisasian didesain, dan standar ditetapkan, manajer harus dapat mengarahkan karyawan dalam aktivitas untuk mencapai tujuan dan target perusahaan. Pengarahan melliputi penugasan,, penjelasan tugas rutin, klarifikasi kebijaksanaan, dan member umpan balik tentang kinerja. Page | 42

-

-

Kecakapan dalam pengarahan penting untuk menjadikan karyawan melaksanakan pekerjaan mereka dengan baik. Kunci pengarahan terletak pada kepemimpinan, komunikasi, dan motivasi. Pengendalian manusia Aktivitas ini meliputi pemantauan kemajuan kearah tujuan tersebut dan tindakan koreksi atas penyimpangan dari rencana bilamana perlu. Karena itu fungsi pengendalian merupakan inti system manajemen karena pengendalian memberikan umpan balik yang memungkinkan manajer untuk melakukan penyesuaian atas setiap penyimpangan dari aktivitas yang telah direncanakan. Pengedalian terdiri dari tahapan-tahapan yang meliputi penetapan standar kinerja yang jelas, pemantauan dan pencatatan kinerja actual (hasil), membandingkan hasil dengan rencana dan standar, mengkomunikasikan hasil dan penyimpangan dengan karyawan yang terlbat, dan mengambil tindakan korektif bila diperlukan. 

HIRARKI PENGAMBILAN KEPUTUSAN BISNIS
A. PEMBUATAN KEPUTUSAN

Pembuatan keputusan proses identifikasi dan pemilihan alternative serangkaian kegiatan yang sesuai dengan situasi yang ada. Salah satu klasifikasi keputusan yang dianggap penting adalah klasifikasi tingkat ketidakpastiannya, yang dapat dibedakan menjadi 3 yaitu : 1. Keputusan dalam kondisi kepastian (certainty) informasi yang relevan secara lengkap dan hasilnya dapat diperkirakan secara akurat. 2. Keputusan dalam kondisi risiko (risk) informasi tidak tersedia lengkap tetapi kemungkinan hasilnya dapat diketahui 3. Keputusan dalam kondisi tidak pasti (uncertainty) informasi yang dipercaya tidak tersedia dan kemungkinan hasil tidak dapat diketahui. Keputusan dapat juga dibedakan antara : y y Keputusan yang diprogram keputusan rutin dan selalu diulang (repetitive) Keputusan yang tidak deprogram keputusan yang penting, pada situasi yang tidak rutin dan menyangkut masalah-masalah khusus dan kompleks.

Page | 43

B. PROSES PEMBUATAN KEPUTUSAN Adapun proses pembuatan keputusan adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Pemahaman dan perumusan masalah Pengumpulan dan analisis data yang relevan Pengembangan alternative-alternatif yang ada Pemilihan alternative terbaik Implementasi keputusan dan evaluasi

C. METODE KUANTITATIF DALAM PEMBUATAN KEPUTUSAN Berbagai metode dan tehnik-tehnik kuantitatif dalam pembuatan keputusan telah dikembangkan sejak tahun 40 an dan sampai sekarang dikenal sebagai Operations Research Beberapa model u/ membantu dalam pembuatan keputusan antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Programasi linier (linier programming) Analisis jaringan kerja (network analysis) Teori Antrian (queuing theory) Teori Permainan (game theory) Model Rantai Markov (markov chain) Program dinamik (dynamic programming) Teori Persediaan (inventory theory) Simulasi (simulation)

Page | 44

XII. TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DAN KEUNTUNGAN BERKELANJUTAN 
PRAKTIK BISNIS TIDAK ETIS YANG MERUGIKAN
Karyawan perusahaan harus mempraktikkan etika bisnis. Maksudnya suatu rangkaian prinsip yang harus diikuti apabila menjalankan bisnis. Setiap perusahaan mempunyai tanggung jawab social, yaitu suatu pengakuan perusahaan bahwa keputusan bisnis dapat mempengaruhi masyarakat. Istilah tanggung jawab social kadang-kadang dipergunakkan untuk menggambarkan tanggung jawab perusahaan kepada komunitas dan lingkungannya, secara luas dengan mengikutkan tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan, karyawan, dan kreditor. Walaupun keputusan bisnis yang dibuat adalah untuk meningkatkan nilai, keputusan haruslah tidak merusak etika dan tanggung jawab social. 

AKIBAT KEPUTUSAN-KEPUTUSAN YANG TIDAK ETIS Karyawan terus-menerus membuat keputusan bisnis yang mungkin dipengaruhi oleh etika bisnis. Contoh : seorang karyawan dari dealer mobil ingin menjual sebuah mobil dengan harga stiker (sesuai daftar harga) kepada semua pelanggan, yang tidak sadar bahwa biasanya harga penjualan adalah paling tidak $2.000 di bawah harga stiker. Karyawan dibayar atas dasar komisi dan akan menerima penghasilan lebih jika pelanggan membayar harga lebih tinggi. Kesimpulan : keuntungan untuk karyawan penjualan, sebaliknya yang menderita pelanggan. Seorang manajer memperkerjakan seorang temann, walaupun teman tersebut bukan pelamar yang baik. Akibatnya : Keuntungan bagi manajer, akibat sebaliknya untuk pelamar lain yang sebenarnya lebih pantas ,mendapatkan pekerjaan tersebut. Keputusan yang tidak etis biasanya timbul jika pengambil keputusan membuat keputusan yang dimaksud untuk menguntungkan diri sendiri daripada para pemegang kepentingan. Praktik bisnis yang tidak etis dapat sangat berpengaruh tidak baik pada nilai perusahaan.

Page | 45 

TANGGUNG JAWAB KEPADA PELANGGAN Tanggung jawab social suatu pengakuan dari perusahaan bahwa keputusan bisnis dapat mempengaruhi masyarakat. Tanggung jawab perusahaan kepada pelanggan jauh lebih luas daripada hanya menyediakan barang atau jasa. Perusahaan mempunyai tanggung jawab etika memproduksi da n menjual produknya. Praktik Tanggung Jawab Produksi Produk harus diproduksi dengan keyakinan menjaga keselamatan pelanggan. Label peringatan yang seharusnya ditempelkan pada produk untuk melindungi terhadap adanya kecelakaan yang dapat timbul karena salah dalam penggunaan, informasi yang tepat akan adanya efek samping, dll. Praktik Tanggung Jawab Penjualan Perusahaan perlu petunjuk yang membuat karyawan tidak berani menggunakan strategi penjualan yang terlalu agresif atau advertensi yang menyesatkan, memakai survey kepuasan pelanggan. Cara Perusahaan Menjamin Tanggung Jawab Sosial kepada Pelanggan 1. Ciptakan kode etik perusahaan dapat menciptakan kode etik bisnis yang memberikan serangkaian petunjuk untuk kualitas produk sekaligus sebagai petunjuk bagaimana karyawan, pelanggan, dan pemilik seharusnya dipelihara. Etika Bisnis : rangkaian dasar etika yang harus diikuti apabila menjalankan bisnis. 2. Pantaulah semua keluhan perusahaan harus yakin bahwa pelanggan mempunyai telepon yang dapat mereka hubungi apabila mereka mempunyai keluhan mengenai kualitas produk atau bagaimana mereka diperlakukan oleh para karyawan. 3. Umpan balik pelanggan perusahaan dapat meminta pelanggan untuk memberikan umpan balik atas barang atau jasa yang mereka beli . Cara Konsumerisme Menjamin Tanggung Jawab terhadap Pelanggan Konsumerisme permintaan kolektif oleh pelanggan dimana bisnis memenuhi kebutuhan mereka. Tanggung jawab perusahaan terhadapp pelanggan didorong tidak hanya oleh perusahaan tetapi juga oleh sekelompok konsumen tertentu. Cara Pemerintah Menjamin Tanggung Jawab terhadap Pelanggan Dengan berbagai hukum atas keamanan produk, iklan, dan kompetisi industri. Peraturan pemerintah tentang keamanan produk Peraturan pemerintah mengenai periklanan Peraturan pemerintah mengenai kompetisi industry Page | 46 

TANGGUNGJAWAB KEPADA KARYAWAN Perusahaan juga mempunyai tanggung jawab kepada karyawannya untuk meyakinkan atas dasar rasa aman, perlakuan yang wajar dari karyawan lain (beraneka ragam etnis/budaya/kulit dan perlindungan terhadap pelecehan seksual) dan kesempatan yang sama. Tindakan afirmatif rangkaian kegiatan yang ditujukan untuk menaikkan kesempatan bagi minoritas dan wanita. Cara perusahaan meyakinkan tanggung jawab kepada perusahaan dengan menciptakkan prosedur keluhan untuk karyawan.  TANGGUNG JAWAB KEPADA PEMEGANG SAHAM Manajer perusahaan memoniitor keputusan perusahaan untuk meyakinkan bahwa mereka membuatnya untuk kepentingan pemiliknya. Pemilik perusahaan menyadari bahwa perusahaan akan butuh biaya untuk memenuhi tanggung jawab seperti keamanan karyawan dan perlindungan terhadap polusi lingkungan kerja. Pemegang saham berusaha aktif untuk mempengaruhi kebijakan manajemen perusahaan.  TANGGUNG JAWAB KEPADA PARA KREDITOR Perusahaan bertanggung jawab memenuhi obligasi keuangan mereka kepada para kreditor, jika perusahaan mengalami masalah keuangan dan tidak dapat memenuhi obligasi (tanggung jawaab) mereka, mereka harus member tahu para kreditor. Suatu perusahaan mempunyai insentif kuat untuk memuaskan tanggung jawabnya kepada kreditor, jika perusahaan tidak membayar utang kepada kreditor, mungkin akan dipaksa mengaku bangkrut.  TANGGUNG JAWAB KEPADA LINGKUNGAN Proses produksi yang digunakan perusahaan, juga produk yang dihasilkan dapat merusak lingkungan. Polusi Tanah Tanah terpolusi dengan sampah hasil proses produksi, perusahaan harus mengirimkan sampah ke tempat pembuangan sampah khusus untuk menguraikan agar tidak berbahaya bagi lingkungan. Mendaur ulang plastic dan membatasi pemakaian material yang akan menjadi sampah solid. Polusi Udara Perusahaan melakukan berbagai cara untuk mengurangi / memiunimalkan polusi udara dengan merivisi proses produksi yang merusak lingkungan, mengembangkan program penghijauan lingkungan, mengatur pembuangan limbah, dll. Konflik dengan Tanggung Jawab Lingkungan Walapun kebanyakan perusahaan setuju bahwa lingkungan bersih adalah yang diperlukan, mereka mungkin tidak setuju pada beberapa banyak Page | 47

tanggung jawab yang harus mereka miliki untuk memperbaiki lingkungan, karena hal ini menambah biaya penegluaran pembersihan lingkungan terrsebut dan mengurangi laba/profit.  TANGGUNG JAWAB KEPADA KOMUNITAS Apabila Perusahaan membangun suatu basis komunitas, mereka menjadi bagian dari komunitas dan mengandalkan padanya akan pelanggan maupun karyawannya. Perusahaan menunjukkan kepeduliannya kepada komunitas dengan mensponsori event local atau memberikan donasi kepada kelompok social local. 

OUTSOURCHING
Dalam perkembangan bisnis sekarang ini, banyak perusahaan yang menyediakan tenaga kerja/karyawann dengan spesialisasi tugas khusus untuk dipekerjakan ke perusahaan lain atau disebut juga pelimpahan suatu tugas ke perusahaan lain. Misal : - Perusahaan yang menyediakan jasa keamanan (security) - Penyediaan jasa tenaga kerja kebersihan, baik untuk ruangan kantor maupun untuk area outdoor (taman) - Penyediaan jasa tenaga dan pengelolaan lahan parkir - Penyediaan jasa tenaga dan pengelolaan pemasaran dan distribusi suatu produk - Dll. Perusahaan tersebut menyediakan mulai dari tenaga kerja sampai dengan peralatan serta metode/system kerjanya bagi perusahaan yang melimpahkan tugasnya ke outsourching. 

KEPUASAN STAKE HOLDER UNTUK KEUNTUNGAN JANGKA PANJANG
Setiap bisnis mengadakan transaksi dengan orang-orang. Orang-orang itu yang menanggung akibat karena bisnis tersebut, karenanya mereka mempunyai kepentingan di dalamnya. Mereka dapat disebut PEMEGANG KEPENTINGAN UTAMA (STAKEHOLDERS) atau orang-orang yang mempunyai kepentingan dalam bisnis. Lima jenis pemegang kepentingan yang terlibat dalam bisnis : y Pemilik Wiraswasta (entrepreneurs) orang yang mengorganisasi, mengelola, dan mengasumsikan risiko yang dihadapi untuk memulai bisnis. Page | 48

y

y

y

y

Seorang wiraswasta yang menciptakan bisnis pada mulanya menjalankan sebagai pemilik tunggal. Apabila kepemilikan dari suatu bisnis ditanggung bersama, maka proporsi kepemilikan juga dibagi sesuai kesepakatan yang ada. Saham sertifikat kepemilikan suatu perusahaan. Pemegang Saham investor yang ingin menjadi pemilik sebagian dari perusahaan. Karyawan Karyawan adalah penjual jasa (pikiran dna tenaganya) dan mendapat kompensasi yang besarnya telah ditetapkan terlebih dahulu. Mereka wajib dan terikat untuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan dan berhak memperoleh kompensasi sesuai dengan perjanjian. Manajer karyawan yang mempunyai tanggung jawab mengelola pekerjaan yang ditugaskan kepada karyawan lain dan membuat keputusan penting perusahaan. Kreditor Adalah institusi keuangan atau individu yang memberikan pinjaman. Kreditor meminjamkan dana kepada perusahaan bila mereka percaya bahwa perusahaan tersebut mempunyai kinerja yang baik sehingga dapat mengembalikan pinjaman pokok beserta bunganya di kemudian hari. Pemasok Adalah perusahaan / organisasi yang beroperasi dalam menyediakan dan mengantarkan bahan baku yang diperlukan perusahaan lain untuk menghasilkan produksinya. Pelanggan Adalah pengguna / pemakai dari barang / jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Perusahaan tidak dapat hidup tanpa pelanggan.

Pemilik pers

Pers dijlnkan karyawan

pelanggan

pemasok kreditor Interaksi antara pemilik, tenaga kerja, pelanggan, pemasok, dan kreditor

Page | 49

XIII. TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DAN KEUNTUNGAN BERKELANJUTAN 
GERAKAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

XIV. KUIS

Page | 50

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful