You are on page 1of 3

Amirul

 Iqbal  
09523415  
Apa itu ERP?
merupakan sistim terintegrasi yang mempunyai tujuan merangkum bisnis proses yang
ada sehingga menjadi satu kolaborasi yang effisien dan effektif dan sistim tersebut di
dukung dengan teknologi informasi dan dapat menghasilkan informasi yang
menunjang perusahaan menjadi lebih kompetitif.

Bagaimana enterprise system bekerja?


- Modul perangkat lunak saling tergantung dengan pusat database umum yang
mendukung proses dasar bisnis internal untuk keuangan dan akuntansi, sumber daya
manusia, manufaktur dan produksi, serta penjualan dan pemasaran.
- Memungkinkan data yang akan digunakan oleh beberapa fungsi dan proses bisnis
untuk koordinasi organisasi yang tepat dan kontrol.

investasi penerapan ERP sangat tinggi, dan bahkan terkadang bisa menjadi mimpi
buruk (gagal dalam penerapan), maka diperlukan berbagai analisa sebelum penerapan
ERP dilakukan. Diperlukan analisa strategi bisnis, analisa sumber daya manusia,
analisa infrastruktur dan analisa software terlebih dahulu untuk mengurangi
kemungkinan gagalnya penerapan ERP.

Keberhasilan ERP akan sangat menguntungkan bagi perusahaan, seperti penurunan


jumlah pegawai, peningkatan kontrol keuangan, peningkatan mutu layanan.

Beberapa penyebab kegagalan penerapan ERP antara lain:


1. Waktu dan biaya implementasi yang melebihi anggaran
2. Pre-implementation tidak dilakukan dengan baik
3. Strategi operasi tidak sejalan dengan business process design dan
pengembangannya
4. Orang-orang tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang
baru

Dengan demikian tahapan analisa awal merupakan kunci utama dari keberhasilan
pengembangan ERP bagi perusahaan. Sedangkan berbagai faktor yang dapat
menyebabkan kegagalan apabila terjadi pada saat penerapan ERP, brarti terjadi
kesalahan pada saat analisa awal.

Pengertian SCM( supply chain management)?


Koordinasi proses bisnis untuk mempercepat informasi, produk, dan dana mengalir ke
atas dan ke bawah rantai suplai untuk mengurangi waktu, usaha yang berlebihan, dan
biaya persediaan.
pengelolaan suatu jaringan bisnis yang saling berhubungan yang terlibat dalam
penyediaan akhir paket-paket produk dan layanan yang diperlukan oleh konsumen
akhir. Supply Chain Management mencakup semua gerakan dan penyimpanan bahan
baku, bekerja-dalam persediaan-proses, dan barang jadi dari titik asal ke titik
konsumsi (rantai suplai).

beberapa komponen yang terlibat dalam supply chain adalah perusahaan penyedia
bahan baku, perusahaan pengolah bahan baku menjadi bahan setengah jadi (jika ada),
suplier bahan-bahan pendukung, perusahaan perakti, distributor, dan retailer, masing-
Amirul  Iqbal  
09523415  
masing komponen tersebut haruslah saling berkolaborasi untuk membentuk bahan
jadi dan menyalurkannya kepada pengguna akhir. jika terjadi kesalahan atau
keterlambatan maka hal tersebut juga akan mempengaruhi proses distribusi barang
kepada pengguna

Proses Supply Chain

SCOR (Chain Operations Reference Model)


mengidentifikasi lima proses rantai pasokan utama:

• Plan: Menyeimbangkan permintaan dan penawaran untuk memenuhi sourcing,


produksi, dan syarat pengiriman
• Source: Pengadaan barang dan jasa yang diperlukan untuk menciptakan produk atau
jasa
• Make: Proses yang mengubah sebuah produk menjadi selesai
• Deliver: Proses untuk mengelola ketertiban transportasi dan distribusi
• Return: Proses yang terkait dengan pengembalian produk dan dukungan pasca
pengiriman pelanggan

Terdapat 3 hal dalam SCM :


1. Tujuan dari SCM adalah untuk melakukan efektifitas dan efisiensi mulai dari
suppliers, manufacturers, warehouse dan stores. yaitu untuk koordinasi supaya tidak
rugi dan menghindari bullwhip effect.
2. SCM mempunyai dampak terhadap pengendalian biaya.
3. SCM mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan
perusahaan kepada customer.

Para player dalam SCM :


1.suplier
2.suplier-manufactur
3.Supplier-Manufacturer-Distribution
4.Supplier-Manufacturer-Distribution-Retail Outlets
5.Supplier-Manufacturer-Distribution-Retail Outlets-Customer

adapun hambatannya adalah diantarnya :


1.Incerasing Variety of Products (konsumen yang terlalu dimanjakan produsen)
2.Decreasing Product Life Cycles (daur waktu dalam pemasokan barang)
3. Increasingly Demand Customer (tuntutan customer yang terlalu cepat )
4. Fragmentation of Supply Chain Ownership (rumitnya secara kompleks supply
chain management)
5. Globalization (mencakup antar negara)

Costumer Relationship Management (CRM) adalah


suatu jenis manajemen yang secara khusus membahas teori mengenai penanganan
hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya dengan tujuan meningkatkan nilai
perusahaan di mata para pelanggannya.strategi yang diterapkan secara luas untuk
mengelola interaksi suatu perusahaan dengan pelanggan, klien dan prospek penjualan
melibatkan penggunaan teknologi untuk mengatur, otomatis, dan sinkronisasi proses
Amirul  Iqbal  
09523415  
bisnis-terutama kegiatan penjualan tetapi juga untuk pemasaran, layanan pelanggan,
dan bagian teknis .
CRM juga merupakan sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan
untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas pra-
penjualan dan pasca-penjualan dalam sebuah organisasi.
CRM biasanya berhubungan dengan calon pelanggan dan pelanggan saat ini,
termasuk di dalamnya adalah pusat panggilan (call center), tenaga penjualan,
pemasaran, dukungan teknis (technical support) dan layanan lapangan.
management yang mengatur segala hal yang menyangkut hubungan antara perusahaan
dengan customernya.
CRM ini dibuat dengan sudut pandang customer, menganalisa apa yang penting bagi
pelanggannya agar pelanggan merasa terlayani dengan baik, dan tentu saja agar
perusahaan dapat baik di mata customernya.

Fungsi dari CRM?


Sebuah sistem CRM harus bisa menjalankan fungsi:
• Mengidentifikasi faktor-faktor yang penting bagi pelanggan.
• Mengusung falsafah customer-oriented (customer centric)
• Mengadopsi pengukuran berdasarkan sudut pandang pelanggan
• Membangun proses ujung ke ujung dalam melayani pelanggan
• Menyediakan dukungan pelanggan yang sempurna
• Menangani keluhan/komplain pelanggan
• Mencatat dan mengikuti semua aspek dalam penjualan
• Membuat informasi holistik tentang informasi layanan dan penjualan dari
pelanggan

Mengimplementasikan CRM
Customer relationship management adalah strategi tingkat korporasi, yang berfokus
pada pembangunan dan pemeliharaan hubungan dengan pelanggan. Beberapa paket
perangkat lunak telah tersedia dengan pendekatan yang berbeda-beda terhadap CRM.
Bagaimanapun, CRM bukanlah teknologi itu sendiri, tapi ia adalah pendekatan
holistik terhadap falsafah organisasi, yang menekankan hubungan yang erat dengan
pelanggan. CRM mengurus filosofi organisasi pada semua tingkatan, termasuk
kebijakan dan proses, customer service, pelatihan pegawai, pemasaran, dana
manajemen sistem dan informasi. Sistem CRM mengintegrasikan pemasaran,
penjualan, dan customer service dari ujung ke ujung.

Sumber – sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Crm
http://id.wikipedia.org/wiki/Perencanaan_sumber_daya_perusahaan
http://sistemterintegrasi.blogspot.com/
http://klasiber.uii.ac.id/mod/forum/view.php?id=9817