BUKU PEDOMAN DOSEN PENDIDIKAN AGAMA HINDU

( Intern )

Edit By : Ida Made Sugita. S.Ag

UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL JAKARTA - 2007

1

KATA SAMBUTAN

Om Swastyastu, Dalam rangka meningkatkan efektifitas proses pembelajaran pendidikan Agama Hindu, Buku Pedoman Dosen Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi umum ini disusun berdasarkan kurikulum dan GBPP Tahun 1994. Dengan diterbitkannya Buku Pedoman Dosen Pendidikan Agama Hindu ini diharapkan dapat bermanfaat dalam proses belajar mengajar, mempermudah pemahaman materi dan standar di dalam menyampaikan materi perkuliahan Pendidikan Agama Hindu. Apabila dapat proses pembelajarannya berjalan dengan baik maka diharapkan mampu meningkatkan Sraddha dan Bhakti serta Budhi pekerti yang luhur, sehingga tercipta peningkatan sumber daya manusia yang memiliki daya saing dalam menghadapi Era Globalisasi. Dengan demikian kami pengurus Mata Kuliah Dasar Umum menyambut baik pencetakan buku ini dikalangan intern kampus Universitas Indonusa Esa Unggul dan kepada pencetak kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya, semoga Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan Wara Nugrahanya kepada kita semua sehingga dapat melaksanakan pengabdian dengan sebaik-baiknya.

Kepala PAMU Universitas Indonusa Esa Unggul

2

DAFTAR ISI

1. Kata Sambutan ................................................................................ 2 2. Daftar Isi ............................................................................................3 3. Filsafat, Ilmu Pengetahuan dan Agama .............................................4 4. Sejarah Agama Hindu .......................................................................... 5. Alam Semesta....................................................................................... 6. Weda..................................................................................................... 7. Panca Sraddha Dasar Keyakinan Agama Hindu ................................. 8. Catur Purusartha dan Catur Asrama .................................................... 9. Catur Marga ......................................................................................... 10. Agama Hindu dan Pembangunan Nasional ......................................... 11. Sosiologi Hindu dan Dharma ............................................................ 12. Sad Darsana........................................................................................ 13. Etika Agama Hindu ........................................................................... 14. Yahnya................................................................................................. 15. Pandita dan Pinandita ....................................................................... 16. Tempat Suci ........................................................................................ 17. Hari Suci Agama Hindu..................................................................... 18. Nitisastra .............................................................................................

3

senang atau cinta. PEMBAHASAN A. baik mengenai hakekat adanya sesuatu fungsi. ilmu pengetahuan dan agama. dan kata “sophia” artinya kebijaksanaan. b. Ilmu Pengetahuan dan Agama : a.3). ciri-cirinya. Filsafat. Dengan demikian filsafat berarti berusaha mengetahui tentang sesuatu dengan sedalam-dalamnya. Menjelaskan perbedaan pengertian filsafat.P Siagian. 4 . 1980:2. S. S. kegunaannya. POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : Filsafat. c. Ilmu Pengetahuan dan Agama Pengertian filsafat berbeda dengan ilmu pengetahuan dan berbeda pula dengan pengertian agma. mahasiswa diharapkan dapat : POKOK MATERI : a. Menunjukkan batas kebenaran bidang filsafat. ilmu pengetahuan dan agama. TKP : Setelah mengikuti mata kuliah ini. Hubungan filsafat. dari kata “philllos” berarti gemar. masalahnya serta pemecahan terhadap masalah-masalah itu (Drs. Menurut Drs. Dalam bukunya Filsafat Administrasi mengatakan “kata filsafat’ berasal dari bahasa Yunani.P. Siagian. ilmu pengetahuan dan agama.1. Pengertian Filsafat. ilmu pengetahuan dan agama. MPA. Pengertian. Ilmu Pengetahuan dan Agama TUP : Mahasiswa dapat memahami pengertian tentang filsafat. Seseorang menjadi bijaksana karena berusaha mendalami hakekat sesuatu. Karena itu filsafat berarti cinta kepada kebijaksanan. Menjelaskan hubungan filsafat. MPA. Ilmu Pengetahuan dan Agama b.

perenungan tentang kenyataan (reality) yang sedalam-dalamnya sampsi ke "mengapa" yang penghabisan 6. Pudjawijatna. D. Ir. fisika. 1. N. Immanuel Kant Filsafat adalah ilmu pengetahuan pokok pangkal dari segala pengetahuan dan perbuatan. juga menegaskan arti Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab-sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka. sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu 7.C Mulder Filsafat adalah pemekaran teoritis tentang susunan kenyataan sebagai keseluruhan. Driyarkara Filsafat adalah pemekaran yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebab "ada" dan "berbuat. NotoNagoro Filsafat menelaah hal-hal yang menjadi obyeknya dari sudut intinya yang mutlak dan yang terdalam yang tetap tidak berubah yang disebut mutlak. Hasbullah Bakry Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu mengenai Ketuhanan. alam semesta dan manusia. dalam bukunya Pembimbing ke arah Filsafat. Plato (427-347 SM) Filsafat adalah ilmu pengetahuan hakikat 2. 5. metafisika dan pengetahuan praktis. Aristoteles (384-322 SM) Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang kebenaran yang meliputi logika.Selain itu Prof. 5 . 4. 3. Disamping kedua pendapat di atas ada pula pendapat tentang definisi filsafat sebagai berikut. R. Ilmu filsafat itu mengabtraksikan susunan itu menjadi sasaran pemikirannya.

Tidak semua pengetahuan disebut ilmu. Untuk memperoleh suatu pengertian yang lebih jelas maka berikut ini ada beberapa difmisi tentang ilmu pengetahuan. manusia tak akan puas sampai batas itu saja.Ilmu pengetahuan terdiri dari "ilmu" dan "pengetahuan". Dari apa yang ingin diketahuinya. Arsip dan Dokumentasi. dalam majalah perpustakaan. Drs. 6 . Pengetahuan berlaku umum yaitu berlaku bagi semua orang. sehingga mudah dipahami atau mempunyai cara-cara memperoleh kebenaran. Segala sesuatu yang dapat diketahui melalui indria disebut pengetahuan (know ledge). Mengapa demikian. yaitu ditanggapi secara statis dan dinamis. Pengetahuan yang dapat diuraikan dari hal-hal yang dianggap paling mudah sampai yang paling rumit. ilmu pengetahuan adalah jumlah pengetahuan yang teratur setelah diabstraheer dan diobyektiver. tetapi mereka ingin lebih tahu lagi. Obyektif: Pengetahuan dapat mengukur / menilai apa adanya atau dapat mencari persesuaian antara pengetahuan dan obyeknya. Pengetahuan mempunyai cara-cara dalam penyajiannya. sedang sifat kegunaannya menjadi ciri yang utama. Sehingga wajarlah apabila ilmu pengetahuan selalu berkembang pesat sejalan dengan perkembangan teknologi. antara lain. a. sehingga manusia selalu ingin lebih tahu. Ong Hian Hoey. Suatu keuntungan besar bagi manusia adalah karena manusia memiliki sifat kodrati ingin tahu. karena yang paling pokok adalah apa yang diterima sebagai suatu kenyataan alam ditanggapi sebagai dwifungsi. Siapapun dapat menguji kebenaraannya berdasarkan norma ilmiah yang ada. Justru inilah yang merupakan daya dorong yang paling mendasar. atau mempunyai hubungan fakta yang satu dengan fakta yang lainnnya Bermethode. 11/2 1957 mengatakan. Demikian seterusnya dan tak mempunyai batas akhir. Pengetahuan yang bisa dikatakan ilmu apabila pengetahuan itu memenuhi beberapa persyaratan sebagai persyaratan ilmiah dengan cirinya sebagai berikut: Bersistem. Universal.

Mohammad Hatta. Ilmu adalah suatu pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam satu golongan masalah yang sama tabiat dan kedudukannya maupun menurut bangunnya dari luar. Agama memberi petunjuk bagaimana cara mengadakan hubungan antara manusia dengan manusia. Agama adalah suatu kepercayaan akan adanya Tuhan serta segala sesuatu yang bersangkut paut dengan itu. manusia dengan alam. Ilmu Pangetahuan dan agama. Agama adalah kayakinan yang didasarkan atas wahyu Tuhan. sampai keakar-akarnya hinggd melewati batas kebenaran ilmu. Kebenaran filsafat sebenarnya kebenaran ilmu juga. Prefiks “a” dari kata gam berarti tidak. namun bidang pengkajiannya lebih mendalam serta tidak terbatas. mengatur dan memelihara. rohani yang menuntun. yang kekal. memangku. Filsafat pengkajiannya tidak membatasi diri. dalam bukunya Pengantar Kejalan Ilmu Pengetahuan menyebutkan. yang abadi. Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin akan ada. Kebenaran filsafat terletak pada kemampuan berpikir yang mendalam. Dipikirkan sedalam-dalamnya. maksudnya kedatangan wahyu Tuhan. Agama dalam bahasa Inggrisnya merupakan terjemahan "relegion" yang berarti kedatangan kembali. obyektif dan universal. Kata agama secara etimologi berasal. manusia dengan Tuhan. tetapi pengetahuan yang sudah teratur. tersusun secara sistematis.b. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud agama adalah ajaran suci bersifat. Selain agama dikenal dengan "dharma" yang berarti menjinjing. Dengan demikian jelaslah bahwa ilmu itu adalah pengetahuan juga. mengatur kehidupan manusia. dari kata "gam" yang dalam bahasa Inggrisnya sama dengan "go" berarti pergi. yaitu langgeng. dari bahasa Sansekerta. Yang dimaksudkan dengan semua itu adalah Tuhan. Kebenaran filsafat. Jadi agama berarti sesuatu yang tidak pergi. metodhis. B. Seorang filosof tidak akan pernah merasa 7 .

obyektif dan universal disebut ilmu. 8 . manganalisa berdasarkan data yang ada. membuktikan dengan percobaan secara berulang-ulang. Proses pengkajian filsafat pun sebenarnya sama dengan proses ilmu pengetahuan. Sama halnya dengan ilmu pengetahuan. bersistem dan universal. Dengan demikian bidang filsafat lebih luas lingkupnya dari pada ilmu pengetahuan. ia tidak puas sampai disitu.puas dengan kebenaran yang sudah ada. Kebenaran ilmu pengetahuan lingkupnya terbatas yaitu sebatas pengalaman indria. maka mulailah mengadakan hepotesa. bermethode. Hal ini disebabkan manusia mempunyai kemampuan berpikir serta daya nalar apa yang didengar. Panca indria merupakan sarana vital menentukan keberhasilan mengkaji kobenaran secara ilmiah. barulah dapat mengambil kesimpulan tentang sesuatu kebenaran. Rasa ingin tahu inilah yang mendorong manusia untuk bertanya dan menyelidiki apa yang ingin diketahuinya. Kemampuan berpikir dalam mengkaji ilmu menjadi dasar utama dalam memperoleh kebenaran ilmiah. la ingin mendapatkan keterangan yang lebih luas dan lebih dalam. Dengan panca indria kita dapat mengetahui segala sesuatu yang ingin diketahui secara sadar. sehingga dapat menentukan bagaimana kedudukan persoalan dan mengapa demikian ? Karena manusia berpijak ingin tahu dengan mengajukan pertanyaan untuk memperoleh jawaban yang memuaskan. Tetapi sifat kebenaran yang diperoleh tanpa ada batasnya. hanya saja filsafat mengkaji lebih jauh dan tidak mandeg sampai disana. Filsafat menuntut daya berpikir tinggi dalam menghadapi masalah. Proses pengkajian ilmu diawali dengan rasa ingin tahu. sebab Panca Indra adalah pintu gerbangnya ilmu pengetahuan. dialami dan diketahuinya. Jika kita berpikir ilmiah maka kita harus mempunyai pola pikir yang bercirikan ilimiah. mengumpulkan data/fakta. Mula-mula manusia ragu-ragu terhadap kebenaran tertentu yang sedang dihadapi. filsafat juga menuntut suatu kebenaran secara sadar dan bermethode. segala sesuatu yang dapat diketahui secara sadar bersistem. dikaji terus sampai keakar-akarnya.

yaitu hidrogen dan oksigen (H 2 0). Karena itu tidak semua masalah-masalah agama dapat dibuktikan seperti ilmu pengetahuan. Secara konseptual kebenaran agama terletak pada kepercayaan kepada Tuhan. warnanya dan sebagainya. Agama memberi ramburambu kehidupan menuju kehidupan yang lebih baik. mencakup apa yang ada dan apa yang mungkin akan ada. kekal. artinya (tak terpikirkan oleh akal) namun kenyataan hidup yang sering dihadapi manusia membuat ia tidak berdaya atas kuasa Tuhan terhadap segalanya. Agama memberikan janji di hari depan. karena didalam wahyu itu terdapat dua ajaran pokok yaitu. maka ruang 1 ingkup agama sampai di luar jangkauan indria. Air juga dianalisis dari segi fungsinva. Demikian seterusnya pertanyaan itu dilontarkan u. Air dianalisis terdiri dari dua unsur. Kebenaran agama menuntun semangat hidup atau memberi motivasi hidup terhadap manusia.Bila ruang lingkup ilmu pengetahuan hanya sampai pada obyek-obyek nyata yang dapat ditangkap indria. tuntunan / pedoman harus dilaksanakan dari sesuatu yang harus dihindari. abadi. tetapi kebenaran agama dapat disajikan dengan pendekatan secara ilmiah.ntuk memperoleh jawaban. dan agama tidak memerlukan pembuktian. Kebenaran agama adalah kebenaran Tuhan yang bersifat gaib. tetapi masalah airdikaji dan diteliti secara mendalam. Dari segi ilmiah/ilmu pengetahuan memandang air adalah sebagai suatu kebutuhan vital yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Seseorang yang mengaku dirinya beragama harus diawali dengan terlebih dahulu tanpa ada keragu-raguan menerima kebenaran agama. Air dalam filsafat memandang tidak hanya sebagai kebutuhan vital.Keyakinan menjadi dasar kebenaran agama. Meskipun kebenaran agama tidak perlu pengujian ilmiah. sifatnya. Sebagai contoh air. Jadi kebenaran agama berbeda dengan kebenaran ilmiah. Mengapa perlu diadakan air? Dari mana air itu berasal '?. Berbeda dengan 9 . Agama mengajarkan kepada manusia untuk meyakini adanya wahyu Tuhan. . Tanpa air kita tidak bisa hidup. maka ruang lingkup filsafat lebih luas dari pada itu. Apakah air itu?. namun bersifat abstrak. Kebenaran agama adalah mutiak.

Antara ilmu dan filsafat sejalan dan saling berkaitan. dan sebagainya. Demikian halnya dengan agama yang berdasarkan keyakinan. Inilah bukti bahwa agama dan filsafat tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. obyektif dan universal. Selain dengan ilmu pengetahuan agama juga mempunyai hubungan erat dengan filsafat. Filsafat. meskipun ketiganya memiliki bidang yang berbeda. Ilmu mendukung tumbuh kembangnya filsafat dan sebaliknya dalam filsafat sudah terkandung ilmu pengetahuan. nilai kesucian nilai religius. C. namun penyajian ajarannya tidak terlepas dengan methode penyajian ilmiah. Filsafat dan pengetahuan sama-sama menuntut kebenaran secara sadar bermethode. satu dengan yang lainnya berbeda. Adapun hubungannya. Hubungan Filsafat. Etika dan Upacara. ilmu pengetahuuan dan agama. ajaran agama dengan mudah dipahami. Ibarat sebuah pisau belati dengan kedua belah sisinya. filsafat adalah induknya ilmu pengetahuan yang menjadi dasar pengkajian timbulnya filsafat. namun semuanya memiliki hubungan yang erat. bersistem. Bahkan agama (Hindu) mempunyai aspek filsafat sebagai salah satu bagian yang amat penting berupa Tri Kerangka Agama Hindu yaitu aspek Tattwa. Dengan demikian methode penyajian ilmiah mutlak diperlukan dalam bidang agama. Tattwa adalah filsafat yang dikemas dalam ajaran Hindu. Di India filsafat yang serupa dengan itu dinamai Darsana. Ilmu Pengetahuan dan Agama.pandangan agama. Demikian methode penyajian ilmiah. namun satu fungsi. 10 . Air dipandang mempunyai nilai tambah yakni nilai kepercayaan. Tina amertha. Air juga dipakai sebagai sarana pemujaan seperti . Oleh karena itu memperdalam ajaran Hindu tidak terlepas dengan aspek Tattwa. air ditempatkan pada posisi yang istimewa.

TUP : Mahasiswa dapat memahami sejarah perkembangan agama Hindu di India dan di Indonesia TKP : Setelah mengikuti mata kuliah ini. Mengetahui sejarah agama Hindu. c. SEJARAH AGAMA HINDU DI INDIA Dalam kitab Weda bangsa Arya mempunyai peran penting sejarah agama Hindu di kemudian hari. b. Kehidupan tata keagamaan Hindu kuno di India b. Menjelaskan masuknya pengaruh agma Hindu ke Indonesia e. c. Penyebaran bangsa Arya ke arah timur menuju dataran Asia dengan melalui pantai selatan laut hitam 11 . Perkembangan agama Hindu di Indonesia. d. Mashab-mashab Hindu di Indoesia PEMBAHASAN A. Menjelaskan mashab-mashab Hindu di Indnesia MATERI : a. b. Sejarah agama Indu di India dan Perkembangannya. mahasiswa diharapkan dapat : a. Bangsa Arya diperkirakan berasal dari darata Eropa. Menjelaskan bukti kehidupan jaman India kuno.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : Sejarah Agama Hindu : a. Sejarah agama Hindu di Indoensia dan perkembangannya. Menjelaskan fase perkembangan agama Hindu ke Indonesia d. Masuknya agama Hindu di Indonesia.

Rajasthan serta Punyab. Tokoh ini dipersamakan dengan tokoh Siwa Maha Dewa pada berikutnya. Raja binatang tersebut memiliki ciri-ciri seperti. Pada saat menduduki Bactria. Bangsa Drawida menempati dua kota besar yaitu Mohenjodaro dan Harapa. Penemuan tersebut membuktikan adanya konsepsi Dewa Pasopati. duduk beryoga. Daerah penyebarannya meliputi perbukitan Baluchistan.menuju Bactria (Asia Kecil). Selanjutnya bangsa Arya menyebar kepedalaman dan menduduki lembah sungai Saraswati. Hiasan rambut yang demikian menjadi bentuk senjata yang bercabang tiga (tri sula) sebagai atribut Dewa Siwa. 12 . Pemujaan kepada Dewi Kesuburan ini kemudian berlanjut menjadi pernujaan kepada Dewi Perthiwi yang menjadi salah satu kepercayaan dalam agama Hindu. Bangsa Arya ketika menduduki daerah Bactria disebut masa Indo Iran. sehingga nama Saraswati dianggap sebagai Dewi ilmu Penetahuan. seperti seorang yogi. lembu nandini dan badak. 3. Ditemukan area Batu Dewa dengan bentuk kepala bertanduk yang terpadu dengan pohon suci Pitaia. 2. dan dikemudian hari akhirnya dianggap merupakan tempat turunnya wahyu Weda. Lembah sungai saraswati ini memegang peran sangat penting. Ditemukan materi bergambar seekor binatang yang dianggap sebagai raja binatang. Bukti-bukti adanya kehidupan keagamaan bangsa Drawida di lembah sungai Sindhu adalah 1. mereka menyebar ke dua arah yaitu ke utara menuju Iran (Timur Tengah) dengan menghimpun kitab Avesta di Iran yang menjadi agama Zoroaster. Bangsa Drawida adalah bangsa asli India yang menduduki lembah sungai Sindhu. Lembah sungai Saraswati ini dalam Reg Weda disebut Brahmawarta (daerah suci). Ke arah selatan menuju daratan India dengan melalui celah Keyber dan pegunungan Hindukus dengan menghimpun kitab Weda yang berbahasa Sansekerta. Sedangkan didepannya terdapat empat ekor binatang buas dan binatang besar lainnya seperti gajah. rambutnya dihias seperti kipas. Ditemukan area Teracota yang dianggap sebagai konsepsi Dewi Kesuburan.

Tenaga alam itulah merupakan manifestasi Dewa. ternyata bangsa Drawida (India kuno) memiliki tata cara kehidupan keagamaan yang tinggi Perkembangan kehidupan keagamaan bangsa Drawida setelah terjadi asimilasi dengan bangsa Arya dapat dikelompokan sebagai berikut 1. Ini membuktikan adanya konsepsi pohon suci yang memberikan perlindungan kepada umat manusia. SiwaNataraja melambangkan Siwe sedang menari sebagai simbol untuk menciptakan. Tata cara kehidupan keagamaan dijaman Weda banyak sekali mengenal namanama Dewa. 4. mata mengarah keujung hidung sebagai lambang melihat dunia spiritual. demikianlah maka Agni adalah dewa api. Konsepsi ini dijaman selanjutnya menjadi kepercayaan umat Budha menjadi pohon Badhi.Demikian pula gambar Lembu Nandini yang pada jaman berikutnya merupakan tokoh sebagai wahana Dewa Siwa. memakai ikat kepala dari alang-alang (sirovista). Ditemukan area batu seorang penari yang dianggap sebagai konsepsi pemujaan Siwa Nataraja. Penggunaan jubah dalam agama Budha disebut Sanghati yaitu menutup bahu kiri dan bahu kanan tetap terbuka. 7. Surya adalah 13 . Ditemukan arca batu seorang tokoh rohaniwan dengan ciri-ciri sebagai berikut. Dewa-dewa ini masing-masing dihubungkan dengan tenaga alam yang menguasai dan mempengaruhi kehidupan manusia saat itu. Dari data tersebut membuktikkan bahwa kehidupan keagamaan sebelum datangnya bangsa Arya. 6. Jaman Weda. mempralina 5. memelihara dan. Gambar tersebut membuktikan adanya konsepsi burung Garuda sebagai wahana Dewa Wisnu. yang pada masingmasing sayapnya ada seekor ular. memakai jubah dengan hiasan daun. Ditemukan materi teracota yang terdapat gambar pohon yang didekatnya berdiri seorang manusia. sedangkan dalam agama Hindu disebut Kalpa Wrksha / Kalpa Taru. Ditemukan materi bergambar burung Elang yang sedang terbang.

Jaman Brahmana Jaman ini ditandai adanya kitab-kitab Brahmana yaitu bagian dari Weda yang berisi peraturan dan kewajiban keagamaan.dewa matahari. Penguraian yang lebih sistematis terjadi pada jaman berikutnya yaitu jaman Upanisad? Oleh karena kehidupan pada jaman Brahmana lebih banyak dikuasai masalah yadnya. Pemikiran masalah ketuhanan pada jaman ini sudah ada dan kemudian disempurnakan pada jaman Upanisad. jaman Brahmana ini merupakan pendahulu pemikir secara sistematis. Pada jaman ini juga mempercayai adanya hidup itu sesudah mati. Walaupun pada jaman itu mereka mengenal berbagai macam Dewa tetapi Tuhan tetaplah satu. 3. Di lihat dari segi filsafat. hanya saja jaman Brahmana ini sistem filsafat diperluas lagi dalam bentuk yang lebih abstrak. 2. Sebagai kesimpulan bahwa pemikiran keagamaan pada jaman Brahmana Sudah mengarah kepada pemikiran yang lebih logis dan rasional. Candra adalah dewa bulan. dimana aspek kekuatan alam yang dipuja melalui Dewa tertentu dengan memakai upakara tertentu. Jaman Upanisad. Pada umumnya pada jaman Weda ini hubungan manusia dengan Dewa sangat dekat sekali. Namun dasar-dasar pemikiran filsafat ini sebenarnya telah ada pada jaman Weda. hanya mereka orang bijaksana menyebutkan dengan berbagai macam nama. Indra adalah dewa perang dan sebagainya. adanya pitara dan dunia Dewa/ sorga. maka tidak heran jika banyak pemikiran keagamaan bersifat spikulatif. Maruta adalah dewa badai. Maka peranan para pendeta saat itu mulai dominan yang akhirnya ditandai dengan munculnya jaman Brahmana. dan sintesis. 14 . dan menganggap bahwa yadnya itu memiliki daya sakti yang mistik dan bersifat rahasia.

Samkhya. Selain pembaharuan dibidang upacara juga ada pembaharuan dibidang filsafat seperti Nyaya. maka timbulah sutra-sutra seperti Kalpa Sutra. bebas dari awidya. maka mulai banyak timbul pemikir/ahli agama yang ingin mengadakan pembangunan dibidang agama. tidak tembus oleh akal manusia tetapi menyelami segala sesuatu. Graha Sutra. Realitas itu disebut Brahman (Tuhan). 6. Waisesika. dan begitu juga bermunculan sutra-sutra yang lain seperti Sulwa Sutra. Mimamsa dan Wedanta. Yoga. Pada jaman ini mulai bermunculan komentar-komentar yang sederhana untuk mempelajari arti dan makna ajaran Weda. pembaharuan dibidang agama mulai terasa. Jaman ini adalah jaman yang penting dalam sejarah perkembangan agama Hindu di India. Pada waktu itu India mengalami krisis politik. sebagai contoh munculnya aliran Jainaisme dan Budhaisme. seperti upacara. Dharma Sutra. etika dan sebagainya. hal ini sempat mempengaruhi kehidupan keagamaan. 15 . Jaman ini. 5. Realitas ini tidak keiihatan. Pandangan yang menonjol dalam kitab Upanisad adalah suatu ajaran yang bersifat monitis dan absolutisms. Pemikiran keagamaan jaman ini sudah mulai bersifat filosofis. begitu juga masalah hakekat Tuhan digambarkan secara filsafat. filsafat. Jaman Sutra-Sutra. artinya ajaran yang mengajarkan bahwa segala sesuatu yang bermacam-macam itu dilahirkan dari satu azas yang tertinggi. 4. Jaman Wiracaritra. Jaman Skholastik.Jaman upanisad ini ditandai adanya kitab-kitab Upanisad. Untuk upacara korban yang diuraikan secara sistematis.

Maksudnya ajaran ini adalah untuk membangun agama Hindu dan untuk mengadakan sintesa antara yang baru dengan yang kun'o. mulailah ada gejala-gejala perkembangan baru dalam sejarah agama Hindu. Arya Samaj ajarannya mencakup tiga hal yaitu: Weda adalah wahyu Tuhan. Setelah masuknya pengaruh Islam. B. Setelah ia meninggal ajarannya diteruskan oleh Debendra Nathagore ayah dari Rabindra Nathagore. Ajarannya dikemudian hari menjadi salah satu sumber-ajaran Nanak (1469-1538) sebagai pendiri agama Sikh. 16 . antara budaya Barat dengan budaya Timur. Kebangkitan agama Hindu pada abad XVIII dipelopori oleh Ram Mohan Roy (1772-1833). Pembaharuan agama Hindu yang besar sekali pengaruhnya adalah Mahatma Gandhi (1869-1948). Seorang pembaharu ajaran Hindu lainnya adalah Sri Kamaknsna (1834-1886). dan mencoba untuk menjadikan agama Hindu dan agama Islam saling mempengaruhi. Ajarannya adalah Monisme. Setelah Rabindra Nathagore meninggal dilanjutkan oleh Kesab Candra Sen dan akhirnya ajarannya terpecah menjadi berbagai macam aliran. Sankara. Madwa. Aliran lain yang lebih dipengaruhi oleh politik ialah Arya Samaj yang dipelopori oleh Swami Dayananda Saraswati. dan Weda adalah sumber pokok bagi ilmu agarna-agama di dunia. Weda adalah satu-satunya wahyu Tuhan. la adalah pemimpin spiritual dari Kuil Daksinawar dekat Calcutta. seperti Kabir (1140-1518) yang berusaha memberikan pengaruh agama Hindu dengan agama Islam. SEJARAH AGAMA HINDU DI INDONESIA. la adalah seorang tokoh Hindu yang mendapat pendidikan Barat. Satya Graha dan Ahimsa.Jaman ini merupakan jaman pemimpin besar sebagai kelanjutan jaman Wiracarita seperti tokoh Ramanuja. juga mengusahakan pembangunan dibidang sosial seperti mempelopori pemberantasan poligamL menghindari Sati (pembakaran janda). Gerakannya disebut Brahma Samaj. Disamping ia berusaha keras untuk membangun dibidang agama.

Dengan data tersebut teranglah bahwa hubungan India dengan Indonesia telah terjadi ribuan tahun yang silam. Teori tersebut adalah.Walaupun secara sederhana. Kitab Periploustest Erythastolesses yang ditulis oleh seorang nahkoda Yunani. Kitab Geographika Hepigeses seorang Yunani Iskandariah pada abad 2 masehi. Pada waktu orang meninggal maupun saat penguburan bahkan sesudah selesai penguburan masih juga dilakukan upacara sradha agar hubungan mereka tidak terputus. 1. Chryse Chora (Negeri emas). Bukti ini merupakan pedoman berlayar di samudra Indonesia (lautan Erythrasa). b. Oleh karena itu dipakailah sumber-sumber tidak langsung yang berasal dari luar Indonesia. c. yang menyebutkan beberapa tempat seperti Agryse Chora (negeri perak). Hal ini juga masih dilakukan dibeberapa daerah di Indonesia. baik di Indonesia maupun diluar negeri. Dalam kitab ini menyebutkan terjadinya hubungan antara India dengan wilayah yang bernama Chryse Chora (negeri emas). Chrsyse Chersonesus (semanjung emas) dan juga menyebutkan tempat bernama Jabadion yang dalam bahasa Sansekrta sama dengan Jawadwipa. a. Kitab Ramayana yang digubah sebelum Masehi. Hal ini mengingatkan pada daerah Swarnadwipa (pulau emas). Setelah sampai di 17 . a. pada jaman prasejarah di Indonesia juga telah mengenal kepercayaan kepada kekuatan gaib mereka juga melakukan upacara pemujaan/Sradha. Ada beberapa teori tentang masuknya agama Hindu ke Indonesia. Masuknya agama Hindu di Indonesia. Mookerjee (India 1912) menyatakan bahwa masuknya pengaruh Hindu dari India ke Indonesia dibawa oleh para pedagang yang besar. yang pada bagian Kiskenda Kanda menyebutkan bahwa Sugriwa dalam usaha mencari Dewi Sita memerintahkan para pasukan kera untuk pergi ke Jayadwipa dan Swarnadwipa. Data yang memuat secara rinci masuknya agama Hindu ke Indonesia belum dijumpai.

Mantra. Kehidupan keagamaan di Indonesia dapat diketahui pada abad IV masehi dengan ditemukannya tujuh buah Yupa peninggalan kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. Moens (Belanda) menyatakan bahwa peranan kaum ksatriya sangat besar dalam proses kolonisasi. c. Dari data peninggalan sejarah di Indonesia disebutkan bahw Rsi Agastya pernah menyebarkan agama Hindu di Indonesia. Para ahli sejarah berkesimpulan bahwa masuknya agama Hindu ke Indonesia terjadi awal tahun masehL sekalipun tak ada bukti tertulis atau benda-benda purba kala dari kehidupan agama saat itu. dan wesya f. Agama Hindu di Indonesia. 2. e. 1.Indonesia mereka membentuk koloni dan membangun kota kemudian mengadakan kontak hubungan dengan India. B. dengan leori gabungan menyatakan bahwa masuknya pengaruh Hindu ke Indonesia dibawah oleh kaum brahmana. 18 . peranan kaum ksatriya sangat besar. Bosh (Belanda) menyatakan bahwa dalam penyebaran agama 1 lindu ke Indonesia. Melalui proses ini agama Hindu mulai menyebar di Indonsia. Krom (Belanda) dengan teori Wesya menyatakan bahwa diterimanya pengaruh Hindu di Indonesia melalui penyusupan jalan damai yagn dilakukan oleh golongan pedapang (wesya). Dalam kehidupan keagamaan didapatkan keterangan pada dua buah Yupa yang menyatakan bahwa maksud pendiriannya itu untuk memperingati yadnya yang dilaksanakan oleh raja Mulawarman. sekalipnn unsur India merupakan zat penyubur kebudayaan. d. maka terjadilah penyebaran agama Hindu di Indonesia b.

Kesaksian lain kehidupan agama Hindu di Jawa Tengah dapat diketahui dari prasasti Canggal yang dikeluarkan oleh raja Sanjaya tahun 654 Saka dengan candra sengkala “Sruti indria rasa". dibuktikan dengan ditemukan prasasti Dinoyo 682 Saka dengan memakai hurup Jawa Kuno yang bahasa Sansekrta. Keseluruhan prasasti itu berbentuk syair yang terdiri 12 bait. Kebon Kopi. satu bait untuk dewa Wisnu dan satu bait lagi untuk dewa Brahma. Perkembangan agama Hindu di Jawa Tengah dapat dibuktikan dengan adanya prasasti Tukmas di lereng gunung. Perkembangan selanjutnya. candi Jago dan candi Singosari. Dari prasasti tersebut dapat dipastikan bahwa raja Purnawarman adalah raja Tarumanegara yang beragama Hindu. Peninggalan lain yang membuktikan pada jaman Singasari adalah berdinnva candi Kidal. Dengan berakhirnya kerajaan Kanyuruhan maka muncullah dinansti I sana Wamsa dengan raj any a Empu Sendok. Hal ini membuktikan Ken Arok adalah penganut Hindu yang setia. Jaman Majapahit merupakan masa gemilang perkembangan agama Hindu. Perkembangan agama Hindu selanjutnya ternyata bergeser ke arah timur yaitu Jawa Tengah. Pada abad XIII berakhirlah masa Singosari sehingga muncul kerajaan Majapahit. Prasasti tersebut memakai huruf Pallawa dan bahasa Sansekrta. Hal ini dibuktikan dari tujuh buah prasasti yaitu Ciaruteun. Ken Arok sebagai raja pertama digelari Bhatara Guru. Di jaman berikutnya agama Hindu berkembang di Jawa Timur. Bangunan suci peninggalan tertua kerajaan Hindu di Jawa Timur adalah candi Badut di Malang. agama Hindu hidup pada jaman Singosari tahun 1042-1222 masehi. 19 . Isi prasasti tersebut menyatakan bahwa raja Simha dari kerajaan Kanyuruhan mengadakan upacara besar beserta para pendeta dan penduduk negeri. diantaranya memuat pemujaan terhadap dewa Siwa. Jambu. Merbabu. Muara Cianten.Tugudan Prasasti Lebak. Pasiwari.Setelah di Kutai agama Hindu ternyata berkembang di Jawa Barat pada abad V.

Konsepsi pemujaan Dewa Tri Muni dimasyarakatkan dengan melalui Desa Pakraman pada setiap Kahyangan Tiga.Bukti kemegahan agama Hindu jaman Majapahit adalah berdirinya candi Penataran di Blitar. Pada tanggal 23 Pebruari 1959 beberapa organisasi keagamaan mengadakan pentemuan membentuk Majelis Agama Hindu. Wiwadha Sastra Sabha tahun 1950 di Denpasar. Perhimpunan Catur Wangsa Dirg/Gama Hindu Bah tahun 1926. ternyata agama Budha juga datang ke Bali. Sebagai penghormatan kepada Empu-Kuturan dibuatlah pelinggih Menjangan Salwang pada kebanyakan pura yang ada di Bali. Bersamaan masuknya agama Hindu di Bali pada abad VIII. kehidupan agama Hindu kurang mendapat perhatian. Paruman Para Pandita tahun 1949 di Singaraja. Oleh karena muncullah organisasai keagamaan seperti : Suita Gama Tirtha tahun 1921 di Singaraja. Dan lain-lain. Kahyangan Jagad. Sara Poestaka tahun 1923 di Ubud Gianyar. maka pembinaan agama Hindu diatur oleh desa adat dan Griya-griya (sulinggih) secara lokal. Madjelis Hinduisme tahun 1950 di Klungkung. di Klungkung. Setelah Majapahit mulai suram. Beliau datang pada abad XI pada pemerintahan Udayana. Menurut lontar-lontar yang ada di Bali. Sedangkan tempat moksa beliau didirikan pura Silayukti. maka agama Hindu berkembang di Bali. Yayasan Dwi Jendra tahun 1959 di Denpasar. Kehidupan keagamaan dengan berbagai sekta-sekta yang hidup pada jaman sebelumnya dan akhirnya dapat disatukan dengan melalui Sad Kahyangan. Setelah mundurnva masa kerajaan di Bali. Surya Kama tahun 1925 di Singaraja. Kahyangan Tiga. bahwa Empu Kuturan sebagai pembaharu agama Hindu di Bali. Kemudian tanggal IT-23 Nopember 20 .

Wesnawa. menggunakan kekuatan leak. Prof. Siwa Sidhanta yaitu mashab yang lebih mengutamakan pemujaan kepada Dewa Siwa. b. mashab ini aliran Durga dari tangan kiri. dan Mashab Rsi atau sermg disebut Mahabrahmana Sewa Sogata. Semuapanditadi Bali disebut sebagai Sidhanta ciri-ciri Sidhanta antara lain. Pasupata. Cirinya adanya pemujaan pada setra. Goris dalam bukunya sekta-sekta di Bali menyebutkan ada 9 mashab yang pernah berkembang di Baii yaitu : a. d. Mashab Saugata. mashab ini mengutamakan pemujaan kepada dewa Wisnu dengan saktinya dewi Sri sebagai dewa kesuburan. R. Bhairawa. sihir dsb. Bosh menyebutkan pada masa Pemerintahan Hayam Wuruk pernah berkembang mashab Sora Mashab Budha. mashab ini sudah hilang ciri-cirinya pemujaan Lingga sebagai lambang Siwa. Krom mengatakan bahwa di Jawa pernah berkembang mashab Saiwa. adanya upacara agama. Mashah-Mashab Hindu di Indonesia Perkembangan agama Hindu dari India menuju seluruh pelosok dunia termasuk Indonesia tidak lerlepas adanya mashab (sekta) yang ada. Dr. 21 . sikap tangan (mudra).1961 umat Hindu berhasil menyelenggarakan Dharma Asrama Para Sulinggih di Campuan Ubud Gianyar dengan menghasilkan Piagam Campuan Ubud yang merupakan titik awal sebagai landasan pembinaan umat Hindu. Selanjutnya tanggal 7-10 Oktobrr 7-10) diadakan Mahasabha Hindu Bait dengan menetapkan majelis keagamaan bernama Parisada Hindu Bah sekarang menjadi Parisada Hindu Dharma Indonesia 2. mengucapkan doa tiga kali sehari. c. persembahan air suci untuk upacara.

i. Ganesha. Menjelaskan proses terciptanya alam semesta 22 . Sora. g. . tepatnya Desa Budha Keling masih terdapat pandita Budha yang menggunakan tata upacara Hindu. TUP : Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui asal mula alam semesta dan unsur-unsur serta meyadari kedudukanya sebgai makhluk yang merupakan bagian dari alam semesta. POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : ALAM SEMESTA : a. mashab ini lebih cenderung melakukan tapa. f. brata. Rsi. mashab ini mengutamakan pemujaan kepada dewa Gana sebagai dewa penghalang dari ganggilan. TKP : Mahasiswa diharapkan dapat : a. mashab ini masih ada di Bali Selatan yaitu daerah Karangasem. Dari kesembilan mashab yang pernah hidup di Bali akhirnya dapat disatukan menjadi Siwa Sidhanta yaitu Hindu yang kita warisi sampai sekarang. mashab ini mengutamakan pemujaan kepada dewa Surya. h. Brahma/ Smartha adalah mashab yang masih menggunakan cara-cara hidup secara tradisi. Proses terciptanya alam semesta b. semadi di tempat-tempat yang sunyi. yoga.e. Asal mula manusia dan unsur-unsurnya. Budha / Soghata.

Artinya sebelum diciptakan alam ini tidak ada apa-apa. Artinya ketika sebelum ada pencipta maka tidak ada apaapa dan semuanya tidak menentu.b. Di dalam Weda (Taittriya Upanisad) disebutkan sebagai berikut: "Sa tapo tasyata so tapas taptva. Dengan tapa inilah Hyang Widhi menciptakan alam semesta dengan segala isinya. alam dengan segala isinya tiada. anrawang anruwung”. setelah mengadakan tapa tcrciptalah semuanya yaitu segala apa yang ada di alam semesta ini. Hakekat manusia d. Idam wa agra naiwa kincid asit. binatang dan tumbuh-tumbuhan PEMBAHASAN A. Menjelaskan perbedaan antara manusia. binatang dan tumbuh-tumbuhan POKOK MATERI : a. d. Asal mula alam semesta b. Asal Mula Alam Semesta Telah kita ketahui bahwa Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) adalah Maha Pencipta. Alam semesta dan segala isinya adalah ciptaan Hyang Widhi yang merupakan pancaran kemahakuasaan-Nya. tat srstva tad eva anupray icat. sad ewa saumya idam agra asit. Setelah menciptakan kedalam ciptaannya itu Hyang Widhi menjadi satu. Sebelum Hyang Widhi mencipta. yang tercipta melalui tapanya Hyang Widhi sendiri. Hyang Widhi melakukan tapa. Manusia. tad anupravicya sac ca tyao ca abhavat" Artinya. Didalam Weda (Brihad Aranyaka dan Chandogya Upanisad) disebutkan sebagai berikut . Asal mula manusia dan unsur-unsurnya c. idam sarvam asjata yad idam kim ca. “Duk tan hana paranparan. Maha Esa dan tidak ada duanya. ekam ewa adwitya. Menjelaskan asal mula manusia dan unsur-unsurnya c. Tapa adalah pemusatan tenaga pikiran yang terkeram hingga menimbulkan panas memancar. Menjelaskan hakekat manusia. 23 . Hyang Widhilah yang menciptakan alam semesta dengan segala isinya.

Demikianlah kemahakuasaan Hyang Widhi. Vikarams ca gunas cai va viddhi prakrtisambhavan. Alam semesta dengan segala isinya ini yang dahulu kala pernah tidak ada. XIII. pada mulanya terjadi dua kekuatan asal. seperti dijelaskan dalam Weda (Bagawadgita. 19) sebagai. Rajas dan Tamas. Purusa adalah unsur dasar yang bersifat kejiwaan. dan Tamas sifat dasarnya adalah berat dan gelap. Rajas sifat dasarnya adalah aktif dan dinamis. kemudian tidak ada lagi dan demikian seterusnya berulang kali. Pertemuan antara Purusa dan Prakeni ini dilukiskan sebagai kerja sama antara yang melek tapi lumpuh dengan yang kuat tapi buta. Baik Purusa maupun Prakerti kedua-duanya memiliki sifat yang tak dapat diamati dan tanpa pernuilan. lain ada. Artinya : Ketahuilah bahwa Purusa dan Prakerti kedua-duanya adalah tanpa permulaan dan ketahuilah juga bahwa segala bentuk dan ketiga guna lahir dari Prakerti. yaitu Samttwam. Purusa dan Prakerti inilah kemudian bertemu atau bekerja sama menyebabkan adanya alam semesta ini secara bertingkat dan berjenjang. berikut: Prakrtim purusam cai va viddhy anandi ubhavapi. Demikianlah proses terciptanya alam semesta. Proses ini bcrlangsung secara berjenjang. sedang Prakerti adalah unsur dasar yang bersifat kebendaan. Samttwam sifat dasarnya adalah tenang dan menerangi. Penciptaan oleh Hyang Widhi melalui tapa-Nya. Pada saat ini tercipta disebut "Srsti” atau Brahma Diva (siang hari Brahma) dan ketika alam ini meniada disebut "pralaya" atau Brahma Nakta (malam hari Brahma). Dengan kerja itulah mereka baru bisa melakukan atau membuat sesuatu. 24 . Dari jenjang yang teramat gaib atau halus sampai jenjang yang tampak atau berwujud. Prakerti yang merupakan azas kebendaan memiliki Tri Guna. yaitu Purusa dan Prakerti. disamping menciptakan alam semesta dengan segala isinya ini juga menyatu dan meresap kedalam ciptaanNya serta menghidupkan atau memberikan jiwa alam semesta dengan segala isinya sehingga adanya kehidupan.

lp. Rupa tanmatra (sari warna). pohon. Perkembangan selanjutnya dari Panca Tanmatra adalah Panca Maha Bhuta yaitu lima unsur yang kasar meliputi: Akasa (ether/ruang). Teja (api ). B. Demikian dinyatakan dalam Weda (Bhuwana Kosa.22b) sebagai berikut . Jadi jelaslah bahwa alam semesta dengan segala isinya lahir dan mengalir dari tubuh Hyang Widhi. riwekasan lina ring sira mwah. Bayu (hawa/udara). dan Ganda tanmatra (sari bau). Rasa tanmatra (sari rasa). Budhi ini adalah sifat yang dimiliki oleh Satmam sehingga keputusannya bersifat bijaksana. Dari mahat ini kemudian muncullah Budhi yaitu benih kejiwaan tertinggi. Apah (air) dan Pertiwi (tanah). Demikian juga gunung. Dari Ahamkara lahirlah Manas yaitu akal pikiran yang berfungsi untuk berpikir. tunggallah itu asalnya dari air. 25 . nihan drtopamaya kadhyangganing wereh makweh mijilnya tunggal ya sakeng way. pada saatnya nanti akan kembali kepada Hyang Widhi. manusia serta yang lainnya. sungai. Mangkana pwa Bhatara Siwa irikang tattwa kabeh. Sparsa tanmatra (sari rabaan). Selanjutnya dari Budhi ini lahirlah Ahamkara. bumi yang disebut Brahmanda. Pertama-tama kekuatan Sattwam yang lebih besar dari Rajas dan Tamas melahirkan adanya Mahat. Artinya : demikianlah halnya Bhatara Siwa (Tuhan) keberadaan-Nya pada segala makluk pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.Akibat adanya kerja sama Purusa dengan Prakerti ini menyebabkan kekuatan yang ada pada Tri Guna menjadi seimbang. Mahat yang berarti agung. Dari Manas selanjutnya lahir Panca Tanmatra yaitu lima unsur halus yangmeliputi Sabda tanmatra (sari suara). demikian umpamanya bagaikan buih banyak timbulnya. Panca Maha Bhuta ini kemudian menjadi alamsemesta dengan segala isinya seperti matahari. bulan. Asal mula manusia dan unsur-unsurnya. binatang. Ahamkara herfungsi untuk merasakan.

kelenjar. Tulang belulang. sinar mata dan yang panas dan bercahaya sifatnya terjadi dari Rupa atau Teja. karena semua indriya itu berpusat pada pikiran manusia. Panca Budhindriya yaitu terdiri dari Cakswindriya (indriya pada mata). Maka itu alam semesta ini Lazim disebut Bhuwana Agung dan manusia disebut Bhuwana Alit. sedangkan unsur Prakerti menjadi badan kasar atau stula sarira. Darah. lemak. Suksma Sarira terdiri dari Budhi. Suksma Sarira disebut Raga Sarira. Padendriya (indirya pada kaki). 2. Stula Sarira atau Raga sarira yang terjadi pada Panca Tanmatra dan Panca Maha Bhuta uraiannya adalah sebagai berikut: 1. Rongga dada. Manas disamping berkedudukan sebagai anggota dari Tri Antah Karana Sarira juga berkedudukan sebagar Rajendriya. Manas dan Ahamkara yang disebut dengan Jri Antah Karana Sarira. empedu. 2. 26 . Twakindriya (indriaya pada kulit). Pada diri manusia unsur Purusa itu menjadi Jiwatma. Tri Antah Karana Sarira inilah menciptakan alat badan mausia yang amat menetukan watak seorang. Upasthendriya (indriya pada Anus). Napas dan udara dalam badan terjadi dari Sparsa atau Wayu. air badan dan segala yang cair sifatnya terjadi dari Rasa atau Apah. Jihwendriya (indria pada lidah).Asal mula manusia dan alam ini pada hakekatpya sama yaitu dari Purusa dan Prakerti juga. Ghranendriya (indria pada hidung). Srotendriya (indriya pada telinga). 3. 5. otot. Panca Karmendriya yaitu terdiri dari Panindriya (indriya pada tangan). Wakindriya (indriya pada mulut). daging dan segala yang pada sifatnya terjadi dari Gandha atau Perthiwi. rongga mulut dan segala rongga lainnya terjadi dari Sabdha atau Akasa. Indriya itu tak dapat di amati. 4. Indra manusia ada 10 banyaknya sehingga disebut Dasendriya yang terbadi menjadi dua bagian yaitu : 1. Panas badan.

Berbeda pada sabda. Manusia sering juga disebut Atmaja. Sedangkan yang mempunyai hubungan dengan Suksma Sarira (badan halus) manusia antara lain adalah Panca Kosa yaitu 5 pembungkus dari badan halus manusia yang terdiri dari: Annamaya kosa (badan dari sari makanan). Anuja. Kurrnara (udara yang keluar dari badan oleh tangan dan jari). Byana (udara yang menyebar ke seluruh tubuh). Manusia. Sumsum (sumsum). Dengan demikian manusia pada hakekatnya adalah penjelmaan dari Atma.Dalam hubungannya dengan Sthula Sarira manusia terjadi dari unsur antara lain . Krkara (udara pada saat bersin). Dananjaya. Udana (udara pada kerongkongan). sedangkan Atma adalah berasal dari percikan Tuhan D. (udara yang memberi makan pada badan). Manusia disebut Atmaja. Naga (udara pada perut yang keluar pada saat perut mengempis). Rudhira (darah) dan Carma (kulit). Mamsa (daging). C. Dewadatta (udara pada saat menguap). Odwad (otot). Hakekat Manusia Manusia adalah makluk yang berakal. Anuja. Perbedaan kelahiran 27 . 1. Wijnanamaya kosa (badan dari sari pengetahuan). Purusa. tetapi berbeda. Dasa Bayu atau Dasa Prana yaitu 10 macam udara dalam badan manusia yang terdiri dari: Prana (udara pada paru-paru). Pranamaya kosa (badan dari sari nafas). Disebut Purusa karena memang berasal dari Purusa. binatang dan tumbuh-tumbuhan pada hakekatnya adalah sama. karena pada hakekatnya ia adalah Atma atau Anu yang lahir dari Atma atau Anu yang berbadan. Asti/tawulan (tulang). Samana (udara pada pencernaan). Sad Rosa yaitu lapis pembungkus yang terdiri dari. Binatang dan Tumbuh-tumbuhan. Jadma. 2. Jadma. bayu dan idep. Asal mula manusia. dan semua itu adalah sama yaitu percikan yang mengalir dari Tuhan. Anandamaya kosa (badan dari sari kebahagiaan). Apana (udara pada pantat). Manomaya kosa (badan dari sari pikiran).

Karma wasana bersumber pada perbuatan masa lalu. itulah sebabnya atma menemukan kelepasan. Tri Guna adalah bagian dari Prakerti.Tw. Tetapi jika Sattwam dan Tamas sama kuatnya menyebabkan akan mencapai surga. si rajas itu yang melaksanakannya. menyebabkan pulang ke sorga. Demikianlah disebutkan dalam Weda (Wrhaspati Tattwa) sebagai berikut. 1. yang ditentukan oleh pertimbangan kekuatan Tri Guna. Tw.20) Artinya. menjadi binatang. Rajas dan Tamas. 21) Artinya : Apabila sama besarnya antara sattwam dan rajas. Apabila Prakerti bertemu dengan Purusa. apan ya nirmala dumeh ya gumayaken rasa ning agama lawan wekasning guru. 2. sebab ia suci yang menyebabkan melaksanakan rasanya (isi) agama dan tuntunan guru. Yapwan pada gong nikang satwa lawan rajah yeka matangnyan mahyun magawaya dharma denysu kadadi pwakang dharma denya kalih. (Ws. maka Atma menjelma menjadi manusia.disebabkan dari karma wasana. Jika berimbang kekuatan Sattwam. karenanya berhasillah dharma itu. maka Tri Guna itu mulai aktif dan ingin saling menguasai. 28 . apan ikang satwa mahyun ing gawe hayu ikang rajah manglakwaken. Apabila kekuatan Tri Guna ini berimbang maka Atma gienjelma menjadi manusia. menjadi tumbuh-tumbuhan. Apabila kekuatan Sattwam yang paling unggul dibanding dengan Rajas dan Tamas menyebabkan Atma akan mencapai moksa. Atma menjelma menjadi manusia. ya ta matangnyan mulih ring swarga. Sedangkan jika Rajas lebih unggul dari Sattwam dan Tamas menyebabkan Atma jatuh ke neraka. itulah menyebabkan ingin mengamalkan dharma. sebab sattwam adalah sifat ingin berbuat baik. Akhirnya jika Tamas lebih unggul dengan yang lain maka Atma menjelma sebagai binatang atau bisa pula menjadi tumbuh-tumbuhan. (Ws. Apabila sattwa citta unggul. Yan satwika ikang citta ya henuning atma pamanggihaken kamoksa.

ia tidak dapat melaksanakan dharma olehnya. apan pada winch kahyunya. 22) Artinya: Apabila sama besarnya ketiga guna.Tw.3. ya ta matangnyan pangjadma manusa. itulah yang menyebabkan menjelmanya manusia. Apabila cina rajas yang besar. 29 . rajah. Artinya.. Dengan memperhatikan sloka di atas maka jelaslah bahwa penycbab utama dart perbedaan kelahiran itu adalah Tri Guna.23). karena sama-sama memberikan kehendaknya / keinginannya 4. Artinya: Apabila tamah yang besar pada cina.. itulah menyebabkan atma menjadi binatang. 5. krodha kewala. (WsTw.. sakti pwa ring gawe hala ya ta hetuning atma tibeng naraka (Ws Tw .. tamah. ikang sattwa. Tri Guna ini mclahirkan karma wasana. an pangdadi ta ya janggama (Ws. Yapwan cina rajah magong. Yapwan tamah magong ring cina. yang menyebabkan menjadi tumbuhtumbuhan. Yan pada gongnya katelu. ya hetuning atma matemah tiryak ya tan dadi ikang dharmasadhana denya. itulah yang menyebabkan atma jatuh ke neraka. hanya marah kuat pada perbuatan jahat.24). Karma wasana inilah yang menentukan corak dan jenis kehidupan di dunia ini...

Umur kitab suci Weda d. Pokok Bahasan : Weda sebagai kitab suci sekaligus sebagai sumber hukum Hindu Sub Pokok Bahasan : a.SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH SEMESTER TAHUN KULIAH SKS JENJANG : Agama Hindu : : : : S1 Tujuan Kurikuler : Mahasiswa dapat meyakini bahwa Veda sebagai kitab suci sekaligus sebagau sumber hukum agama Hindu yang berasal dari wahyu Tuhan yang diterima oleh para Maha Rsi. Pengertian Weda b. mahasiswa diharapkan dapat: 30 . Yaitu sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akherat kelak. Pembagian dan isi Weda TUP : Mahasiswa dapat meyakini bahwa Weda sebagai kitab suci sekaligus sebagai sumber hukum agama Hindu berasal dari wahyu Hyang Widhi dan sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Bahasa dalam Weda c. Sapta Rsi penerima wahyu e. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini.

Mengetahui pembagian isi Weda Pokok Materi : a.a. Mengetahui Sapta Rsi penerima wahyu e. Sapta Rsi penerima wahyu e. Dharma Tula : Buku. Mengetahui umur kitab suci Weda d. Pembagian dan isi weda Alokasi waktu Pengalaman Belajar Sumber belajar Media Evaluasi : 2 x 50 menit : Kuliah. kebijaksanaan. Bahasa dalam Weda c. Akan tetapi kata Veda ditulis dengan huruf a panjang (a) maka kata Veda berarti kata-kata yang diucapkan dengan aturan-aturan 31 . Kemudian secara sematik kata Veda mengandung arti pengetahuan suci. Pengertian Weda b. Memahami pengertian Weda b. tertulis PEMBAHASAN A. kebenaran. kitab suci yang mengandung kebenaran abadi. Pengertian Weda Secara etimologi kata Veda berasal dari bahasa Sansekerta yaitu terdiri dari akar kata Vid yang artinya mengetahui. Umur kitab suci Weda d. Maharsi Sayana mengatakan bahwa Veda merupakan wahyu Tuhan yang mengandung ajaran kebajikan untuk kesempurnaan umat manusia serta menghindarkannya dari perbuatan jahat. ajaran suci atau kitab suci bag! umat Hindu. dosen. papan tulis : Lisan. Dari akar kata Vid berubah menjadi kata benda Veda yang artinya pengetahuan. Mengetahui bahasa yang dipakai dalam Weda c. baca buku. media masa : OHP.

Winternitz dalam bukunya A History Of Indian Literature Vol 1 (1959) menegaskan bahwa kitab suci Veda tidak terdiri dari satu buku saja melainkan terdiri dari banyak buku. jadi Veda adalah kitab suci. Demikian pula Dharmasastra karena keduanya adalah sumber hukum suci. dan menamakan bahasa yang dipakai di dalam Veda dengan nama Daiwi Wak (bahasa dewata). Dari yang tersirat dalam Manawa Dharmasastra bab 11. Kemudian pada tahun 200 SM. dinyanyikan atau dilagukan. bahasa itu mulai dikenal dengan nama Sansekena setelah Patanjali menulis kitab Bahasa pada abad 32 .10 disebutkan : Srutis tu Vedo wijneyo Dharmasastram tit wai smrtih te sarwatheswam immamsye tabbyam dharmohi nirbabhau Artinya : Sesungguhnya Sruti (wahyu) adalah Veda. Dr.10 tersebut di atas dapat diperoleh pengertian bahwa yang dimaksud dengan Veda ialah Sruti yang merupakan kitab suci yang tidak boleh diragukan kebenarannya. B. Hal ini dibenarkan pula baik oleh tradisi maupun kenyataan sebagaimana yang diperoleh dari hasil riset para ahli Weda. Maharsi Manu dalam ajarannya sebagaimana yang ditulis oleh Bhagawan Bhrgu memberi keterangan tentang arti kata Veda secara limitatif. M. Dengan dasar pengertian inilah akhinna dipergunakan istilah mantra (G. Pudja : 1981 : 6). Jadi dalam pengertian ini Veda adalah kata-kata yang diucapkan dengan aturanaturan tertentu. kedua hal ini tidak boleh diragukan dalam hal apapunjuga karena keduanya adalah kitab suci yang menjadi sumber daripada Dharma (agama Hindu). demikian pula yang dimaksud Smrti adalah Dharmasastra. BAHASA DALAM VEDA Bhagauan Panini mulai men\usuntata bahasa Sansekerta sebelum Veda mulai diselidiki yaitu pada tahun 700 SM. Dalam Manawa Dharmasastra Bab 11.tertentu.

maka seluruh wah\u Veda menegunakan bahasa Sansekerta dan bahkan bahasa untuk seluruh susastra Hindu yang berkembang kemudian juga menggunakan bahasa Sansekerta walaupun kemudian telah banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Memperhatikan hal itu maka dapat disimpulkan bahwa wah\u itu diterima menurut bahasa yang digunakan oleh penerima wahyu. Kemudian muncul pertanyaan pada kita yaitu bahasa apakah yang dipakai ketika wahyu itu diturunkan dan ketika Veda itu dituliskan? Jika dibandingkan dengan berbagai kitab suci lainnya yang cenderung mempergunakan bahasa yang dipakai pada tempat wahyu.11 SM. kemudian dilanjutkan oleh Bhagawan Katyayana yang lebih populer dengan nama Bhagawan Wararuci. Pada abad V SM. Nama Sansekerta yang untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Bhagawan Patanjali adalah untuk menvebutkan nama bahasa yang dipakai oleh masyarakat umum dalam pergaulan di Bharata Warsa. itu diturunkan seperti Alquran dengan bahasa Arab dan yang lainnya. Para Rsi penerima wahyu Veda menggunakan bahasa Sansekerta. bahasa yang dipakai oleh orang-orang Magadhi di dalam penxebaran agama Budha. Beliau menulis keterangan-keterangan tambahan atas karya Panini. Kemudian bahasa itupundibedakandari bahasa Pali. UMUR KITAB SUCI VEDA Kapankah Veda diwahyukan atau kapan para Maha Rsi menerima wahyu Veda dari Tuhan Yang Maha Esa ? Tidak ada jawaban yang pasti terhadap pertanyaan ini. Selain itu beliau juga menulis kitab Sarasamuccaya yang kemudian di Indonesia diterjemahkan ke dalam bahasa Jawab Luno pada zaman keemasan Hindu di Jawa. Setelah Panini berhasil menyusun tata bahasa Sansekerta. Perlu juga ditandaskan bahwa Veda pada mulanya diterima secara lisan dan kemudian diajarkan kepada pengikutnya secara lisan pula mengingat pada saat Veda diwahyukan 33 . C. Oleh karena tidak ada yang mengetahui dengan pasti kapan Veda diwahyukan maka pendapat para sarjana baik di dunia barat maupun di timur tidak ada kesamaan pandangan.

4. Vidyaranya menyatakan sekitar 1. 7. Namun demikian pada dasarnya umat Hindu mempunyai keyakinan bahwa Veda bersifat Anadi Ananta yang artinya tidak berawal dan tidak berakhir dalam pengertian waktu. evam va are symahato bhutasya nihsvasitam etad yad rgvedo Yajurvedah Samavedo tharwangirasa itihasah puran avidya Upanisadah slokah sutrany anuvyakhyani vyakhyani asyaivaitanisarwani nihsvasitani Artinya : 34 . Oleh karena itu Veda telah ada saat Brahma ada.10) menyatakan Sayathardraidhagner abhyahitat prtag vinicaranti. 6. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih awal daripada Veda. 5. Haug memperkirakan 2. Jadi bahasa lisan lebih duhulu digunakan baru kemudian ketika tulisan ditemukan.800 tahun sebelum masehi.beium dikenal adanya tulisan. Max Muller menyatakan sekitar 1. Vaisampayana yang menyusun Yajur Veda.000 tahun sebelum masehi Stutterheim memperkirakan 1. Dengan demikian berarti Veda itu telah ada sebelum pengertian waktu itu ada. Bal Gangadhar Tilak menyatakan 4000 tahun sebelum masehi.000-500 tahun sebelum masehi. Sylvain Levy memperkirakan 1. DR.400 tahun sebelum masehi.500 tahun sebelum masehi. 3. 2.000 tahun sebelum masehi. 8. Diantara pendapat para ahli seperti tersebut di atas tentu mempunyai alasan-alasan tersendiri.200 . Jaimini menyusun Athanva Veda.150-1000 lahun sebelum masehi. mantra-mantra Veda kemudian dituliskan kembali dan tentang penulisan kembali ini secara tradisional berdasarkan kitab-kitab Purana. Maharsi Wyasa atau Krsnadvipayanalah yang menuliskan kembali ajaran Veda kedalam empat himpunan (samhita) dibantu oleh empat orang siswanya yaitu Pulaha yang menyusun Rg Veda. Lokamanya Tilak Shastri menyatakan 6. 4. Kembali tentang kapan wahyu Veda diterima dapat dilihat pendapat para ahli berikut ini: 1. Heina Gelderen memperkirakan 1. sebelum alam semesta diciptakan. Tentang hal ini Brhadaranyaka Upanisad (II.

Oleh karena itu untuk membedakan arti kata Rsi sekarang dengan Rsi jaman dahulu digunakan istilah Maha Rsi. D. SAPTA RSI PENERIMA WAHYU Sapta Rsi artinya tujuh Rsi. berikut ini di uraikan masing-masing sebagai berikut 35 . Ketujuh Rsi ini merupakan kelompok keluarga. Seorang Rsi mempunyai sifat-sifat tertentu dan jabatan tertentu. komentar-komentar. begitu juga Rg. Sama Veda. SI oka. Sapta Rsi ini merupakan Rsi-Rsi yang paling banyak disebutkan namanya.Seperti juga sinar api yang dihidupkan dengan minyak campur air. Yajur Veda. Dari beliau-beliaulah semua ayat-ayat yang terdapat di dalam Veda ini dianggap sebagai sumbernya. walaupun kadang-kadang diartikan demikian seperti terdapat di beberapa daerah. Dari padaNya semua dinapaskan. Sutra (aphorisms). Istilah Rsi tidak sama artinya dengan pendeta. Purana dan ilmu pengetahuan. penjelasan. yang agung dan utama melebihi dari Rsi-Rsi lainnya. Upanisad. yang artinya Rsi . Atharwa Veda (Atharwangirasa). baik sebagai nabi maupun sastrawan. Itihasa. berbagai asap akan keluar dan menyebar. ia adalah nabi. la adalah pendeta dan juga sastrawan. sebab beliaulah yang pertama menerima melalui Dewa Brahma yang menyampaikan ayat suci itu. Dari Sloka di atas tersirat makna bahwa Tuhan Yang Maha Esa tidak dapat terpisahkan dengan Veda ibarat hidup yang tidak dapat terpisahkan dengan napas. Untuk mengetahui kedudukan serta peranan dari ke tujuh Maha Rsi itu dalam rangkaian turunnya wahyu itu. Veda. Sapta Rsi ini tergolong vipra yang dianggap sebagai nabi penerima wahyu yang pertama di dalam Veda (Rg. sedangkan dewasa ini Rsi adalah pendeta. Veda). Jadi sukarlah untuk mengatakan kedudukan Rsi yang sebenarnya.

Sehingga dapat dikatakan bahwa sejarah Grtsmada tidak diketahui dengan pasti. 3. putra dari Maha Rsi Isiratha.1. Karena dapat diduga bahwa ayat-ayat Veda mandala III ini ada yang diturunkan se-belum Wiswamitra yang kemudian oleh Wiswamitra digabungkan dengan ayat-ayat yang diterimanya ke dalam satu mandala. Veda. WISWAMITRA Wiswamitra adalah Maha Rsi yang kedua yang banyak disebut-sebut. sejarah Maha Rsi Wamadeu a juga tidak banyak diketahui. Namun demikian sejarah kehidupan Maha Rsi Grtsmada tidak banyak diketahui. Dari beberapa sumber diketahui bahwa beliau adalah keturunan dari Sunahotra dari keluarga Angira. Selanjutnya dikatakan Wiswamitra merupakan putra Maha Rsi Kusika. khususnya ayat-ayat Rg. Anehnya dari catatan lainnya dijumpai bahwa Grtsmada lahir dari keluarga Bhrgu. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa Maha Rsi Wamadewa telah mencapai penerangan sempurna sejak masih berada dalam kandungan ibunya. Veda dikatakan diterima oleh beliau. Veda mandala ke IV. Sebagaimana Maha Rsi lainnya. Veda dihimpun oleh Maha Rsi Wisuamitra dan keluarganya Kitab mandala III ini terdiri atas 58 sukta. Beliau menerima wahyu yang kemudian dihirnpun dalam Veda. Maha Rsi 36 . Seluruh mandala III dari Rg. 2. Salah satu dari mantra yang terpenting yaitu Gayatru tidak terdapat di dalam mandala IV tetapi terdapat pada mandala III. GRTSMADA Maha Rsi Grtsmada adalah Maha Rsi yang dihubungkan dengan turunnya ayat-ayat Veda Rg. WAMADEWA Wamadewa adalah Maha Rsi penerima wahyu Veda. Ada pula yang mengatakan bahwa diantara pasal-pasal itu diturunkan melalui Kusika. yang terdiri atas beberapa pasal. Hampir semua mantra-mantra yang terdapat pada Mandala IV Rg. terutama mandala ke II.

Kara. WASISTHA 37 . Sedangkan hubungan antara Samyu dah Bharadwaja tidak diketahui. Hampir seluruh isi dari mandala VI ini dikatakan kumpulan dari Maha Rsi Bharadwaja.Wamadewa berdialog dengan malaekat Indra dan Aditi. BHARADWAJA Bharadwaja adalah seorang Maha Rsi yang dikaitkan dengan turunnya ayatayat Veda. 5. Ghaurauwiti. ATRI Atri merupakan Maha Rsi keempat yang menerima wahyu Veda Mandala ke V. akan tetapi kebenarannya masih disangsikari. Sebagian kecil dari ayat-ayat mandala VI ini diduga ditenma oleh keluarga Bharadwaja antara lain disebut nama Sahotrau Sarahotra. Gargarjiswa. Rg. Prabhuwasu. 6. karena selain nama Bharadwaja terdapat pula nama Samyu yang dianggap sebagai putra Brehaspati. Dari 87 Sukta ini 14 sukta diturunkan melalui Atri sedangkan lainnya diturunkan melalui keluarga Atri. Dalam catatan yang ada 36 anggota keluarga Atri dianggap ikut sebagai penerima wahyu. Samwarana. terdapat 87 sukta. Sejarah Atri sebagai seorang Maha Rrsi tidak banyak dikenal. Cerita tentang dialog ini dihubungkan dengan kedudukan Wamadewa yang telah mencapai kesucian. Di dalam mandala ini. Ada banyak dugaan yang membuktikan bahwa nama Atri dan keluarganya bam ak dirangkaikan dengan turunnya wahyu-wahyu. Veda Mandala VI. Veda Mandala VI ini memuat 75 sukta. Putra Sakti. Nama-nama yang banyak disebutkan di dalam Mandala ini ialah Dharuna. 4. Rg. Dicentakan pula Bharadwaja adalah putra Brehaspati. Nama Atri juga dihubungkan dengan keluarga Angira.

ayat-ayat Mandala VII ini diterima oleh putranya yaitu Sakti Sakti lahir dari perkawinan Maha Rsi Wasistha dengan Arundhati saudara perempuan Dewa Rsi Narada. Maha Rsi Kanwa banyak disebut-sebut dalam kisah cintanya Sakuntala. Nipatithi. Manu. Veda Mandala VII. maka Rsi Wasistha disebut sebagai penerima ayat-ayat Rg. Keluarga Maha Agastyapulalah yang paling banyak disebut di Indonesia. 38 . Kanwa sendiri merupakan Maha Rsi yang ketujuh yang dinyatakan sebagai penerima wahyu Veda. juga golongan putra Raguhana dan Nodha dari Gotama. Dalam kaitannya dengan turunnya wahyu Veda. dan yang paling banyak disebut dalam Mandala I ini adalah Maha Rsi Agastya. Waiwasta. Dijelaskan di dalam Mahabharata bahwa Maha Rsi Wasistha bertempat tinggal di hutan Kamyaka di tepi sungai Saraswati. NAMA-NAMA MAHA RSI LAINNYA Ayat-ayat Rg. Veda mandala I merupakan kelompok mini yang diwahyukan oleh Tuhan Yang Maha Esa melalui berbagai keluarga Maha Rsi. Kaksiwan putra dari Dhirgatama. dan sebagainya. KANWA Sebagaimana diceritrakan sastrawan Kalidasa. Dijelaskan pula seperempat dari . Aswasukti. Di dalam Mandala I ini banyak nama-nama keluarga. khususnya ayat-ayat Rg Veda mandala VIII. Selanjutnya dijelaskan bahwa Maha Rsi Kanwa hanya menerima sebagiah kecil saja dari mandala VIII ini. Pustigu.Nama Maha Rsi Wasistha sama terkenalnya dengan Maha Rsi Wiswamitra terutama sebagai Maha Rsi yang dijelaskan di dalam epos Mahabharata. Bhrgu. diantaranya Maha Rsi Sunahsepa yang merupakan putra angkat dari Maha Rsi Wiswamitra. karena selain Maha Rsi Kanwa masih banyak nama-nama Maha Rsi yang dikaitkan dengan turunnya wahyu Veda mandala VIII ini antara lain: Gosukti. 7.

Prajapati dan Hiranyagarbha putra Prajapati. Dapat dijelaskan lebih lanjut mengenai keempat kelompok tersebut yaitu 1. Ayat-ayat Rg. A. c. Arc = memuja) 39 . Atharwa Veda atau Atharwa Veda Samhita Tiga kelompok pertama dari Catur Veda itu sering disebut-sebut sehagai Mantra yang berdiri sendiri. Bagian Upanisad /Aranyaka (Jnana Kanda) Bagian Mantra Bagian mantra terdiri atas empat himpunan (samhita) yang disebut Catur Veda Samhita yaitu: a. karena kenyataan Veda itu secara sistimatis telah dikelompokkan atas empat Veda. Yajur Veda atau Yajur Veda Samhita. Veda atau Rg.Veda mandala IX dan X ini diceritrakan diwahyukan melalui Bhagawan Narayana. Menurut sifat isinya Veda ini dibagi atas tiga bagian. yaitu : 1. d. E. Bagian Mantra 2. karena itu sering disebut dengan istilah Tri Veda atau Veda Trayi. PEMBAGIAN DAN ISI VEDA Secara garis besarnya Weda di bagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok Sruti dan kelompok Smerti.Sedangkan Mandala IX dan X yang memuat dasar-dasar kefllsafatan kerohanian terutama pada bagian Purusa sukta. Rg. Sama Veda atau Sama Veda Samhita. Veda Samhita. Bagian Brahmana (karma kanda) 3. Rg Veda Samhita merupakan kumpulan mantra yang memuat ajaran umum dalam bentuk pujaan (Re atau Rcas. b. Sruti Kelompok Sruti menurut Maha Rsi Manu merupakan Veda yang schcnarnya atau Veda originair. Pengenalan istilah Catur Veda.

Dari lima macam resensi ini yang masih terpelihara ialali resensi Sakala. Di dalam mempelajari ajaran-ajaran Hindu dewasa ini para sarjana umumnya berpedoman pada resensi Sakala. Sama Veda terbagi atas dua bagian yaitu bagian Arcika terdiri atas mantra-mantra Pujaan yang bersumber dari Rg. Rg. Kitab Rg. Sama Veda terdiri atas 1810 mantra. Sedangkan mandala 1. Yajur Veda Samhita merupakan kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran umum mengenai pokok-pokok Yajus (plural Yajumsi). Aswalakana. Veda merupakan kumpulan dari ayat-ayat yang tertua. Veda. atau kadang-kadang ada yang menyebutkan 1875. Menurut penelitian. Sama Veda terdiri atas mantra-mantra yang berasal dari Rg.9. sedangkan resensi-resensi lainnya banyak yang tidak sempurna karena mantra-mantranya hilang.2. Yajur Veda terdiri dari dua kelompok : a. Baskala. atau disebut pula terdiri atas 10580 1/2 Stanza atau 153826 kata-kata atau 432000 suku kata. 10 merupakan himpunan ayat-ayat dari banyak Maha Rsi. Sama Veda Samhita merupakan kumpulan mantra yang memuat ajaran umum mengenai lagu-lagu pujaan (saman) 3. untuk mengetahui seluruh ajaran yang terdapat di dalam Rg. Veda terbagi atas sepuluh mandala yang tidak sama panjangnya. Berdasarkan resensi Sakala Rg. Veda dan bagian Uttaracika yaitu 40 . Yajur Veda Putih (sukla yajur Veda) yang juga disebut Wajasaneyi Samhita 4. Sankhyayana dan Mahdukeya. Yajur Veda hitam (Krsna Yajur Veda) yang terdiri atas beberapa resensi yaitu : Taitiriya Samhita dan Maitrayani Samhita b. Kitab ini dikumpulkan dalam berbagai resensi seperti resensi Sakala. Atharxva Veda samhita merupakan kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran yang bersifat magic (atharwan). Veda Samhita terdiri atas 1017 mantra atau 1028 mantra termasuk mantra Walakhitanya. Selain itu ada juga pembagian atas delapan mandala yang disebut Astaka Mandala. Mandala 2-8 merupakan himpunan ayat-ayat dari keluarga Maha Rsi yang sama. Veda ini.

terdiri dari dua resensi yaitu a) b) Kanwa Madhyandina Antara kedua resensi itu hanya terdapat sedikit perbedaan. Kitab ini terdiri atas dua aliran yaitu : 1. 2. Kitab ini terdiri dari beberapa kitab nyanyian pujaan (gana). Atharveda yang disebut Athanvangira. Menurut Maha Rsi Patanjali.himpunan mantra-mantra yang bersifat tambahan. Yajur Veda putih ini terdiri atas 1975 mantra yang isinya menguraikan berbagai jenis yadnya besar seperti Wejapeya. kitab ini terdiri atas 101 resensi yang sebagian besar sudah hilang. b. Hiranyagharba 2. Dari kstab-kitab yang ada yang dapat dijumpai antara lain Ranayaniya. Yajur Veda terdiri atas mantra-mantra yang sebagian besar berasal dari Rg. Veda. Aswamedha. Resensi Saunaka terditi atas 21 buku Resensi Paippalada 41 . ditambah dengan beberapa mantra yang merupakan tambahan baru. Sanvamedha dan berbagai jenis yadnya lainnya. Veda. merupakan kumpulan mantra-mantra yang juga banyak berasal dari Rg. Yajur Veda Putih (Sukla Yajur Veda) juga dikenal dengan sebutan Yajur Veda Hitam (Krsna Yajur Veda) terdiri dari tiga resensi yaitu Kathakasamhita Mapisthalakathasamhita Taithiriyasamhita terdiri dari dua aliran yaitu . Apasthamba dan Wajasaneyi Samhita. c. Tambahan ini umumnya berbentuk prosa. Bagian terakhir dari Veda ini memuat ayat-ayat yang kemudian dijadikan Isopanisad. Kautuma dan Jaiminiya (Talawakara). a. Kitab ini memiliki 5967 mantra (puisi dan prosa) kitab ini terpelihara dalam dua resensi yaitu : 1.

Kitab Sama Veda memiliki kitab Tandya Brahmana. Veda memiliki dua kitab Brahmana yaitu Aitareya Brahmana dan Kausitaki Brahmana (Sankhyana Brahmana). Tiaptiap kitab mantra (Rg. Yajur Veda hitam (Krsna Yajurveda) memiliki Taitiriya Brahmana. Kitab ini merupakan lanjutan Taitiriya Samhita yang merupakan simbolisasi Purusamedha. Kitab Rg. merupakan jenis wedangga yang memuat mengenai ramalan-ramalan dan penjelasan mengenai berbagai mujizat. G. Yajur Veda putih memiliki Sathapatha Brahmana. Sriniwasa murti di dalam introduksi kitab Saiwa Upanisad mengemukakan bahwa tiap-tiap sakha (cabang ilmu) Veda merupakan satu Upanisad. Yajur Veda memiliki beberapa kitab Brahmana. Sama Veda. Kitab Athanva Veda memiliki kitab Brahmana yang disebut Gopatha Brahmana. Yajur Veda dan Atharwa Veda) memiliki kitab Brahmana masing-masing. Selain itu ada juga Sadwimsa Brahmana. Menurut DR. Kitab Brahmana yang pertama atas 40 Bab dan yang kedua terdiri atas 30 Bab. BAGIAN UPANISAD DAN ARANYAKA (JNANA KANDA) Aranyaka atau Upanisad adalah himpunan mantra-mantra yang rnembahas berbagai teori mengenai-Ketuhanan. Kitab ini terbagi atas 25 buku. kitab ini memuat legenda (ceritra-ceritra kuno) yang dikaitkan dengan upacara Yadnya. yang sering juga dikenal dengan nama Panca\vimsa. Disebut demikian karena kitab ini terdiri atas seratus adhyaya. Selanjutnya disebutkan : " 42 .jadi kitab Brahmana adalah kitab yang berisi himpunan doa-doa yang dipergunakan dalam upacara Yadnya. Bagian terakhir yatu paling terkenal ialah kitab Adhibuta Brahmana.BAGIAN BRAHMANA (KARMA KANDA) Kitab Brahmana atau karma kanda merupakari bagian kedua dari kitab Sruti. Brahmana berarti doa. Bagian terakhir dari kitab ini merupakan sumber dari kitab Brhadaranyaka Upanisad. Veda.

Atmaprabodha. Katagnirudra. Awyakta. Matrika. Niralambha. Pasupata. Wajrasucika. Paramahamsa. Atharwasikha. Aksi. Satyayani. Taittiriyaka. Mandukva. Garba Narayaria. Atma. Sarwasara. Amrtabindu. Sarabha. Brhajjabala. Katha. Tripuratapini. Pariwrajaka. Yogacudamani.Rg. Bradaranyaka. Ekaksara. Mint ana. dan Muktika. Athawasira. Duksinamurti. Veda terdiri atas 21 sakha Sama Veda terdiri atas 1000 sakha Yajur Veda terdiri atas 109 sakha Atharwa Veda terdiri atas 50 sakha Namun demikian dalam Muktikopanisad disebutkan ada 108 buah buku Upanisad. Rudraksajabala. Asartanada. Brahma. Wasudewa. Kalisandarana dan Saraswatirahasya. Sawirei. Maitreyi. Adwanyataraka. kausitaki. Sura. Darsana dan Jabali. Rudrahrdaya. Mahanarayana. Skanda Sariraka. Swetaswatara. Sandilya. Mudgala. Pancabrahma. Ahnapurna. Brahmavidya. Nrsimkatapini. Tarasara. Upanisad yang tergolong jenis Yajur Veda : Yajur Veda Hitam Kathawali. Awadhuta. Kondika. Upanisad yang tergolong jenis Atharwa Veda : Prasna Munduka. Hamsa. Yajur Veda Putih : Isawasya. Ramarahasa. 43 . Waraka. Kaivsalya. Saubhagya dan Bahwrca Upanisad. ^'aJna\^alk\a. Yogasikha. Maitrayani. Sita. Parabrahmana. Subata. Upanisad yang tergolong Rg. Mandala Brahmana. Dhyanabindhu. Arum. Mahat Sanyasa. Veda : Aitareya. Kausika. Pranagnihotra. Aksamalika. Upanisad yang tergolong jenis Sama Veda : Kena Chandogya. Yoga Kundalini. Pingala bhiksu. Naradapariwrajaka. Trisikhibrahmana. Jabala. Turiyatita. Nada Bindhu. Sukharahasya. Tripura. Adhyatma. Paramahamsa. Ratnatapini. Yoga Tattwa. Tejobindu.

44 . Gamppati. a. Krsna. Kelompok Wedangga (batang tubuh Veda) Siksa (phonetika) Wyakarana (Tata Bahasa) Chanda (lagu) Nirukta (sinonim dan antonim) Jyotisa (astronomi) Kalpa (ritual) Kelompok Upaveda (Weda Tambahan) terdiri atas beberapa cabang ilmu : Jenis Itihasa Jenis Purana Jenis Arthasastra Jenis Ayurveda Jenis Gandharwa Veda. e. Dattatreya. c. d. Brahma. Mahawakya. f. B.Dewi. Bhawana. e. Gopalatapini. b. SMERTI Secara garis besarnya Smrti dapat digolongkan ke dalam dua kelompok yaitu: 1. dan Garuda. d. a. 2. c. Hayagriwa. b.

DAFTAR BACAAN 1. G. Jakarta 1984 2. Pudja. Mayasari. Anonim (Tim Penyusun) : Buku Pelajaran Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi. MA. Jakarta : 1981 45 . SH : Pengantar Agama Hindu (Weda III).

Menjelaskan pengertian Teologi Hindu POKOK MATERI : a. Departemen 46 . Theologi Hindu PEMBAHASAN Perlu diketahui bahwa disaat munculnya minat umat Hindu untuk mendalami agama Hindu karena tuntutan lingkungan memang demikian dimuatlah rumusan Panca Sradha sebagai dasar keyakinan agama Hindu dalam buku Upadesa. Menyebutkan dan menjelaskan bagian dari Panca Sradha c. a. Ida Bagus Oka Punyatmaja.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : PANCA SHADHA DASAR KEYAKINAN AGAMA : a. Panca Sradha dasar keyakinan dalam agama Hindu b. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan ini. Menjelaskan pengertian Panca Sradha b. Panca Sradha dasar keyakinan dalam agama Hindu b. Secara khusus urutan Panca Sradha ini kita dapatkan dalam buku Panca Sradha karya Drs. Teologi Hindu TUP : Mahasiswa dapat meningkatkan bhakti dan meyakini sungguh-sungguh kebenaran adanya Tuhan dengan segala manifestasinya dan berbagai aspeknya.

Usaha dalam manyucikan diri salah satu bentuknya adalah pelaksanaan yadnya dan demikian seterusnya. kesetiaan. 5. Pengertian Panca Sradha. Panca Sradha terdiri dari : Brahma Tamva Atma Tattwa Karma Phala Tamva Punarbhawa Tatt\va Moksa Tamva a. Diksa (inisiasi) artinya penyucian. 2. 3. Panca Sradha . Rtha dan Dharma adalah hukum kebenaran dan hukum yang dibuat. Sad Sradha dimaksud adalah 1. Yadnya artinya memuja atau memberi (menjadi suci). Kata Panca Sradha berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti lima kayakinan. Tapa artinya pengendalian diri. Contohn\a. 1. Satya artinya kebenaran. . kita \akin adan\a Tuhan yang suci untuk sampai pada yang suci kita harus menvucikan diri.Agama mengemukakan konsep keimanan yang digali dari Weda dengan sebutan Sad Sradha (enam keyakinan). 4. Brahma atau pujian yaitu semacam doa yang disebut tiga mantra. Sradha bersifat filosofls abstrak yang mengarah pada tatrwa. Beberapa sioka dalam Weda menyebutkan : 47 . kejujuran. 6. Brahma Tamva adalah keyakinan adanya Hyang \Vidhi.yang menjadi keyakinan umat Hindu unsurnya adalah Sad Sradha atau dengan kata lain Panca Sradha nampaknya diterapkan dalam wujud nyata dalam Sad Sradha. Nampaknya konsepsi Sad Sradha ini merupakan unsur pendukung dari Sradha itu sendiri sehingga antara Sad Sradha dengan Panca Sradha tidaklah ada masalah. yaitu tentang Itu (abstrak). pentasbihan.

maka ajaran agama Hindu adalah Monotheisme. Sancinta Karma Phala artinya perbuatan yang terdahulu'yang belum habis dinikmati dan sisanya dinikmati pada kehidupan sekarang ini. Bila Atma meninggafkan badan itu disebut mati. Hal ini bagaikan bolalampu tidak akan menyala tanpa ada aliran listrik. sinar suci dan kekuatan Tuhan itu sendiri. Agama Hindu yakin bahwa setiap makluk hidup dihidupkan olch Atman yang sumbernya adalah Brahman. Perbuatan baik akan menghasilkan hasil \angbaik. dan perbuatan tidak baik akan mcnerima hasil yang tidak baik. Di dalam badan/sarira atman disebut Jiwatman. Karma Phala Tattwa adalah ke\akinan adanya perbuatan \ang akan mcnerima hasil. dan perbuatan yang tidak baik disebut Asubha Karma. Penamaan atas fungsi. Hanya badan raga yang mengalami kematian sedang Atma lidak pernah mati. Prarabdha Karma Phala artinya'hasil dari pada perbuatan ktia masa hidup ini dan langsung kita nikmati tanpa ada sisanya. b. sinar suci dan kekuatan itulah disebut Deua Berasal kata Div artinya sinar suci. Namun dalam penghayatan dan pengamalan ajaran agama Hindu dipakai gelar sesuai dengan fungsi. Atma Tamva adalah keyakinan adanya Atma sebagai sumber makluk hidup.Ekam sad wiprah bahudha vadanti. Agni Yamam Matarisvanam. Perbuatan yang baik disebut Subha fcCarma. Melihat adarna sloka tersebut di atas. 48 . Sesungguhnya tiap makluk hrdup terdiri dari unsur raga dan jiwa atau Atman. karena merupakan unsur Brahman. c. Sifat Atma adalah kekal abadi. Artinya hanya ada satu hakekat dari pada Tuhan. akan tetapi para arif bijaksana menyebutkan dengan ban\ak nama seperti Agni. Yama. Karma Phala dibedakan menjadi tiga. Matariswa dsb. Dewa ada beribu-ribu. tetapi Tuhan tetaplah tunggal. Begitu pula aliran listrik tidak terlihat dalam lampu yang nyala. Atma bersumber pada Brahman yang merupakan percikan halus yang manghidupkan makluk hidup.

Hal ini disebut dengan Jiwan Mukti. Orang yang dapat mencapai keadan seperti itu akan menerima wahyu langsung dari Brahman. yakni apabila kita bisa melepaskan segala nafsu duniawi. Demikian yang disebut Moksa Tattwa secara singkat. Theologi Hindu Purnarbhawa H I D U P M A T I Roh Subha Karma Sorga-Neraka Asubha karma Purna Karma Moksa Div = Dewa = sinar 49 . Moksa Tattwa adalah bebas dari reinkarnasi. Umpama Atma TUHAN Matahari Unsur panca Maha bhuta Perthiwi Apah Bayu Teja Akasa 2. Bila seorang lebih banyak Subha karma maka dalam penjelmaan akan lebih baik. Dari penjelmaan satu ke penjelmaan berikutnya selalu berbeda. Begitu pula sebaliknya. Hal ini disebabkan karena Karma seorang belum habis dinikmati. sehingga Atma harus mengalami kelahiran kembali. bebas dari kelahiran dan ini berati Moksa adalah apabila Atma menyatu dengan Paramatma/Tuhan. disebabkan dari Karma Wasananya. dan untuk jelasnya kita ambil perumpaan dalam dalam bagan berikut ini. e. Moksa dalam arti yang lebih luas adalah kebebasan dari ikatan duniawi. Punarbhawa Tattwa adalah percaya adanya kehidupan yang berulang-ulang. Oleh karena itu kelahiran itu disebabkan oleh Karma Wasananya. atau percaya pada reinkarnasi.- Kryamana Karma Phala artinya bahwa hasil dari perbuatan kehidupan ini hasilnya belum sempat dinikmati dan akan dinikmati pada kehidupan yang akan datanu. d.

Theos (bahasa Yunani) berarti Tuhan dan Loghos berarti ilmu. Di dalam ilmu agama khusus daam bidang theologi dikenal berbagai ajaran (isme) yang menggambarkan hubungan kepercayaan manusia terhadap hakekat Tuhan. Kitab Aranyaka dan Upanisad banyak membahas tentang Tuhan dengan 'berbagai pengertiann\a.Theologi atau Brahma Widhya adalah ilmu tentang Tuhan.1 merupakan hal yang penting dan perlu karena dengan mengenai Tuhan secara tepat dan baik dikatakan sebagai jalan mengantar manusia menuju jalan kesempurnaan yaitu Moksa.1. ilmu yang mempelajari ketuhanan disebut Bhrahma Widhya atau Tattwa Jnana. Seperti monotheisme. agama Hindu yang paling banyak menjadi obyek pembicaraan. Demikian pula kitabkitab Brahmana membahas masalah ketuhanan dan kitab upanisad yang melukiskan secara filosofis dan doktrmer. Penggabaran yang berbeda-beda itu disebabkan karena melihatnya tidak secara keseluruhan. animesme. totemisme dan sebagainya. Untuk melihat sistem ketuhanan Hindu harus dengan melihat secara konsepsional dan menyeluruh. Brahma artinya Tuhan dan Widhya artinya ilmu. Adapun pembahasan secara khusus mengenai theologi Hindu secara panjang lebar terdapat dalam kitab Upanisad. Darsana. Brahma sutra. Surga dan neraka. Dalam ajaran Hindu. politheisme. Mithologi yang terdapat dalam kitab-kitab Purana sangat banyak mempengaruhi cara berpikir para theolog Hindu yang kurang menyadari arti serta kedudukan kitab-kitab Purana. hal ini dapat diketahui dari Nasadhya Sukta dan Purusa Sukta Reg Weda. Ditinjau dari berbagai masalah istilah itu. Mempelajari ketuhanan sebagaimana diungkapkan dalam kitab Brahma Sutra 1. Bebicara soal Tuhan bukan merupakan hal baru. Kesemuan\a cukup membuka pokok-pokok pikiran baru 50 . moksa dan samsara mempunyai ani dan hubungan yang erat sekali. yang hasilnya tidak menggambarkan kesatuan pendapat dari para indolog. Masalah Tuhan telah lama menjadi bahan pembicaraan sejak ribuan tahun silam. Konsep ketuhanan dalam agama Hindu adalah MONOTHE1SME.

Keinginan manusia untuk lebih ba'n\ak tahu tentang Tuhan yang serba gaib dan mutlak mengenai gambaran sifat hakekat Tuhan. baik dalam kefilsafatannya maupun sastra bahasa. Ketuhanan vang diajarkan sebagai unsur Sradha dalam agama Hindu dapat dijumpai dalam kitab Athar\\a Weda XII. Perlunya Mempelajari Ketuhanan. seorang sadhaka akan dapat menentukan tujuan sembahyang kepada Tuhan secara tepat dengan mengurangi sedikit mungkin kesalahan-kesalahan sebagai akibat penggunaan bahasa yang berbeda.dalam bidang ketuhanan seperti Brahma sutra yang membicarakan masalah ketuhanan dalam hubungann\a dengan segala ciptaamna. orang harus 51 . wujudnya. Dengan demikian akan dapat dihindarkan pengertian yang salah sejauh mungkin tcntang pengenian Tuhan yang dibedakan dari hal yang bukan Tuhan. Oleh karena itu untuk sampai kepada Tuhan. Di atas telah dikemukakan bah\sa mempelajari ketuhanan itu perlu untuk mengeni dan memahami tentang Tuhan itu sendiri sebagai halnya dilihat dari kaca mata bahasa atau kata dan pikiran penganutnya. Berpikir tentang raksasa orang akan sampai kepada raksasa. Setiap orang akan berpikir dan berbicara lain tentang Tuhan. mendorong manusia untuk lebih banyak menghabiskan. berkuasa atas segala ciptaannya. Kesemuanya itu membuka era baru dalam alam ketuhanan baik segi ilmu maupun segi obyek.1 \ang merupakan unsur dalam penghayatan agama Hindu. \\aktunya untuk merenung kegaiban Tuhan dengan berbagai fenomenanya. Oleh karena itu Tuhan merupakan topik bahasan yang terpenting diantara para Vipra. Tuhan dalam pandangan agama adalah merupakan subyek. Berpikir tentang Tuhan orang akan sampai kepada Tuhan. karena itu apa yang lahir dari pikirannya akan lain pula. Penggabaran tentang Tuhan secara lahiriah tidak lebih hanva membaiasi sifat keabsolutannva. Demikian pula dijelaskan bahwa dalam mencari jalan menuju Tuhan.1.

baik yang dikenal sebagai aspek NIRGLNA BRAHMAN maupun sebagai aspek SAG UNA BRAHMAN. bahasa adalah simbol untuk mengemukakan hakekat yang dimaksudkan olehnya. Masalahnya adalah perbedaan bahasa dapat memben am lain dari \ang dimaksudkan. sehingga perbedaan bahasa tidak akan mempcngaruhi pokokdan makna yang dimaksud sebagaimana diajarkan agama. 52 . Itulah sebabnya mengapa seseorang periu mempelajari remans pengenian Tuhan sebaik-baiknya. Penggunaan yang salah dapat menimbulkan arti yang berbeda sehingga dapat pula menimbuikan image yang salah pula. Oleh karena itu sudah menjadi suatu keharusan yang tidak dapat dielakkan untuk mempelajari pokok pengertian tentang ketuhanan sebagai keimanan dalam sistem penghayatan sebagaimana kita jumpai dalam berbagai ungkapan dalam Weda. berarti orang harus mengenal Tuhan. mempengaruhi berbagai wilayah yang luas.berpikir tentang Tuhan. walaupun maksud pikiran adalah sepem jpa >ang dimaksudkan sebenarnya. pengenian Tuhan itupun akan dapat dikemukakan sebagaimana kita jumpai dalam ajaran TANTRAYANA yang menggantikannya dengan simbol-simbol atau suara yang kadang-kadang sukar dimengerti. Kita harus berhati-hati menggunakan istilah kata-kata yang berkaitan dengan pengenian Tuhan dan bukan Tuhan. Oleh karena itu tanpa mempergunakan bahasa. Akhirnya bagi seorang sadhaka yang bhakti iman. Demikianlah yang diharapkan menurut sistem Hindu untuk benar-benar mengerti dan menghayati agama dalam berpikir tentang Tuhan perbedaan bahasa tidak akan mempertajam perbedaan pengertian yang pada hakekatnya tidak berbeda maksud dan tujuannya. Agama Hindu sebagai agama paling awal dikenal manusia sudah tentu mempunyai sumber yang cukup luas sebagai akibt pertumbuhan dan perpaduan berbagai tradisi yang kejadiannya sangat panjgn waktunya. Berbagai konsep dan pengertian telah berkembang sebagai akibat perbedaan cara berpikir dan cara penapsirannya atas satu pokok keimanan yang sama tentang Tuhan.

Pembagian Catur Purusartha dan Catur Asrama. c. : a. Menjelaskan pengertian Catur Purusartha dan Catur Asrama. Hubungan Catur Purusartha dengan Catur Asrama. 53 . TKP : Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa dapat : a. b.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : Catur Purusartha dan Catur Asrama. Pengertian Catur Purusartha dan Catur Asrama. TUP : Mahasiswa dapat mengerti dan memahami bahwa Catur Purusartha dengan Catur Asrama merupakan hubungan yagn erat sebagai tujuan dan lapangan hidup yang di tempuh dalam kehidupan dengan mengetahui dan memahami ajarannya secara benar.

b. Menyebutkan pembagian Catur Purusartha dan Catur Asrama. 228. c. PEMBAHASAN A. Artinya : Anak Janamejaya segala ajaran tentang Catur Warga (dharma. Ajaran Catur Purusartha adalah bersifat Universal dan berlaku sepanjang jaman. Di dalam kitab Brahmana Purana. Penjelasan Catur Purusartha dapat kita temui dalam kitab Brahmana Purana. "Dharmarlhakamamoksanam sariram sadhanam " Artinya : Tubuh adalah aiat untuk mendapatkan dharma. 54 . Santi Par\va dan sebagainya. kama. yadihasti tadanya tra yanne-hasti an tat kvacit. e. artha. Catur Purusartha Pengertian Catur Purusartha Secara etimologi Catur Purusartha terbentuk dari tiga kata yaitu Catur berarti empat. Purusa berarti Hidup manusi. Dari pengertian tersebut maka Catur Purusartha berarti empat tujuan hidup manusia dalam upaya mencapai jagadhita dan moksa. Sedangkan Artha berarti tujuan. 1. Menerapkan ajaran Catur Purusartha Catur Asrama. Menjelaskan hubungan Catur Purusartha engan Catur Asrama. moksa) baik sumber maupun uraian arti dan tafsirannya ada terdapat disini. Singkatnya segala yang terdapat disini akan terdapat dalam sastra lain. artha kama dan moksa. yang tidak terdapat di sini tidak akan terdapat dalam sastra lain dari sastra ini. d. Menunjukkan sloka yang memuat tentang pembagian Catur Purusartha dan Catur Asrama.45 ada disebutkan sebagai berikut. Dalam kitab Sarasamuscaya disebutkan sebagai berikut: Dharma caste ca kame ca moksa ca bharathasabda.

mengatur. Kesentosaan umat manusia dan kesejahteraan masyarakat datang dari dharma. Jadi kata dharma berarti sesuatu yang dapat mengatur atau memelihara dunia beserta isinya.11 disebutkan : Daranad dharma ithyahur. “Dharmena dharyate sanvam jagat sthawarajanggam" Artinya. tumbuh-tumbuhan dan binatang diatur oleh dharma Dengan penjelasan kutipan sloka tersebut di atas jelaslah kiranya dharma sebagai hukum yang mengatur.28 dinyatakan. Dharma dikatakan datangnya dari dharma. dengan dharma semua makhluk diatur Santi Parwa 259. laksana dan budhi pekerti yang luhur.’ 2. Semua alam. Kama dan moksa a. Dharma juga sering diartikan dengan kata "agama". artha. Pembagian Catur Purusartha. Hal ini dapat pula berarti ajaran suci yang mengatur umat manusia untuk memperoleh kesejahteraan rohani. memelihara. 109. Artinya. Catur Purusartha merupakan empat tujuan hidup manusia yang terdiri dari: Dharma. Dalam kitab Santi Parxsa. Selanjutnya dalam Mahabarata 2. Kata Dharma berasal dari kata "dhr" yang berarti menjinjing. kama. memelihara dan mempralina alam semesta beserta 55 . Artha.Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa manusia harus menyadari apa yang harus dicari dengan badan yang dimilikinya. memangku. untuk kesejahteraan itulah dharma dikatakan utama. dharmena widhrtah prajah" Artinya . Dharma. semuanva tak lain adalah dharma. moksa.26 menyebutkan : “Lkasamgrhasamyuktam widatrawihitam puram suksma-dharmathaniyatam satam caritam uttamam".

Manusia harus berusaha. • Dharma Sentosa. masyarakat. terbebas dari dosa untuk mencapai kebebasan lahir batin. • Dharma Putus. yaitu untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga pada umumnya. Artinya . hal ini berarti setiap manusia dapat menegakan eksistensi dharma dalam pribadinya. Bagi mereka yang melanggar dharma akan mendapatkan penderitaan. bekerja. maka dharma juga berkaitan erat dengan tugas dan kewajiban dimasyarakat. Tanpa adanya kebahagiaan dan kedamaian dalam diri akan sangat sukar mewujudkan kesentosaan dalam keluarga apalagi dalam bangsa dan negara • Dharma Jati. berbuat demi perikemanusiaannya. Dalam palaksanaannya ada dikenal ajaran Catur Dharma yaitu . Dengan demikian dharma menjadi salah satu tujuan hidup manusia. • Dharma Kriya. bangsa dan negara. guna mengatur perbuatan manusia agar. Lagi pula orang yang merendahkan perbuatan dharma. hal ini ditegaskan dalam Sarasamuscaya 47: “Yetu dharmasuyante bhuddhimohanwita janah apatha gacchatam tesam anuyatapi pidyate". Berarti malakukan kewajiban dengan penuh keiklasan beramal dan bertanggung jawab demi terwujudnya keadilan masyarakat dan selalu mengutamakan 56 . Dharma disamping berarti hukum. Berarti berusaha mencapai kedamaian lahir batin dan diri senndiri. karena angkuhnya serta tetap melakukan perbuatan yang bertentangan dengan dharma dan juga yang mengikutinya niscaya akan mendapatkan penderitaan. kemudian baru dalam lingkungan keluarga. Melakukan kewajiban untuk menjamin kesejahteraan dan kedamaian keluarga serta selalu mengutamakan kepemingan umum disamping pribadi.isinya serta hukum tata tertib kehidupan dan kesusilaan yang abadi.

b. matangnyan aywa anasar sakeng dharma. Upabhoga yaitu kebutuhan hidup yang perlu bagi hidup manusia seperti pakaian. sebagaimana disebutkan dalam kitab Brahmana Purana 121. material. kata "artha" berarti harta benda. anak. istri. anak istri dan sebagainya. van tangarjana". hiburan. Artha.keutamaan budhi yang baik untuk menjauhkan diri dari noda dan dosa yang menyebabkan moral menjadi rusak. 57 . Artinya. Dalam kaitannya dengan Paramartha. seperti makan minum.16. Paribhoga yaitu kebutuhan berupa perumahan. kuneng van adharma Iwirning kary ananya kasmala ika sianggahan de sang sajjana. kata "artha" berarti harta benda atau kekayaan duniawi. Demikian juga dalam Sarasamuscaya 263 disebutkan. bahwa "artha" berarti tujuan. Kata artha mempunyai makna yang luas. ya ika labha ngaranya. Artha bertalian erat dengan dharma. paramartha ning amanggih suka sang tumemwaken ika. yan dharma Iwining karyanya. dharmo natmarthapidakah". "Dharmo dharmanubandharto. perhiasan. dharma tidak menentang artha. artha dapat dibagi sebagai berikut: Bhoga yaitu kebutuhan primer bagi kebutuhan jasmani segala makluk hidup. ilmu pengetahuan dan kesenian. Dharma itu bertalian erat dengan artha. Dalam kaitannyaa dengan Purusartha. "Apan ikang artha. bahwa "artha" berarti Tuhan. Tetapi sebagai tujuan hidup dalam Calur Purusartha. Berdasarkan kegunaannya yang sesuai dengan ajaran agama. Dalam naskah Silakrama.

Kama Kama berarti nafsu atau keinginan yang dapat memberikan kepuasan atau kesejahteraan hidup. Twagendriya : keinginan untuk mcrasakan sentuhan Caksu indriya : keinginan untuk melihat. dalam ajaran agama Hindu diajarkan mcnggunakan artha secara benar. Dengan penjelasan sloka tersebut di atas jelaslah bahwa dalam memperoleh artha hendaknya dhanna manjadi landasamna.Artinya. agar artha tersebut memberikan mantaat. karena manusia mempunyai dasendria (sepuluh indra) yaitu : 1) 2) 3) 4) 5) 6) sesuatu 7) 8) 9) kelamin Padendriya : keinginan untuk bergerak jalan Srotendriya : keinginan untuk mendengar. Kepuasan atau kenikmatan tersebut memang merupakan salah satu tujuan atau kebutuhan manusia. Sebab artha itu jika dharma landasan memperolehnya. Disampingdiharapkan untuk memperoleh artha yang benar. untung (laba) nanianya. c. Panindriya : keinginan untuk memegang Paywindriya : keinginan untuk membuang kotoran Upasthendriya : keinginan untuk kenikmatan dengan 58 . sungguh-sungguh mengalami kebahagiaan bagi orang yang memperoleh artha. akan tetapi jika artha itu diperoteh denganjalan adharma merupakan noda/dosa. karena itu janganlah bertindak menyalahi dharma untuk mendapat artha. dan dihindari oleh orang yang berbudi utama. Jihwenindriya : keinginan untuk mengecap Ghranendriya : keinginan untuk mencium.

Kesepuluh indriya tersebut menyebabkan manusia berbuat sesuatu karenanya betapa pentingnya indriya tersebut. Jadi pekerjaan sang bersifat ingin menguntungkan diri sendiri dalam memperoleh harta dan kenikmatan tidak dilaksanakan. Moksa berani kebebasan atau kelepasan. Maksudnya adalah suatu kebahagiaan dimana atma dapat lepas dari pengaruh maya dan ikatan subha-asubhakarma serta bersatu kembali 59 . itulah yang disebut dharma. Dalam baik kakaum Ramaxana di atas telah dinsatakan bah\\a kenikmatan (kama) hendaknya terletak dalam kemungkinan yang diberikan kepada orang lain utnuk merasakan kenikmatan. Moksa Moksa adalah merupakan tujuan terakhir yang tertinggi dari manusia. karena ia sering juga dapat menjerumuskan manusia. Perasaan ingin tahu yang senantiasa menyebabkan manusia memiliki pengetahuan adalah diakibatkan oleh adanya indriya itu juga. nikmati kesenangan dengan memberi kesempatan bersenang-senang kepada rakyatmu. Indriya sering diumpamakan seperti kuda liar yang kalau dapat dikendalikan akan merupakan kekuatan yang luar biasa. yqpahayun mas ya la pahawreddhin byaya ring hayu ktkesan bhitkti sukahareptu dnehing bala kasukfuw dharma nrivang ariha nmang kama la ngaran ika aninya: Tempat-tempat suci hendaknya dipelihara. d. Dalam hal ini dikemukakan suatu contoh bagaimanakah hendaknya seorang raja dalam pencapaian kama tersebut. anha dan kama. Namun indriya tersebut perlu dikendalikan. kumpulkanlah emas yang banyak serta diabdikan untuk pekerjaan yang baik. Kama atau kesenangan/kenikmatan menururt ajaran agama tidak akan ada artinya jika diperoleh menyimpang dari dharma. Karenanya dharma menduduki tempat di atas dari kama dan menjadi pedoman dalam pencapaian kama. Dalam kakawin Ramayana adalah disebutkan : Dewakusalasala nwang dharma.

Catur Asrama terdiri dari dua kata yaitu Catur berarti empat dan Asrama berarti lapangan atau tempat. kehidupan berdasarkan petunjuk kerohaniaan. bagaikan mengarungi samudra yang bergelombang. Dalam Agastya Parwa disebutkan "Catur Asrama ngaranya: Brahmacari. Wanaprastha dan Bhiksuka 60 . namun kebahagiaan seperti itu tak kunjung dirasakan. Wanaprastha. Hal itu disamping discbut moksa juga disebut mukti atau nirwana. Sudah dikatakan di atas bahwa ajaran agama telah men\ iapkan sebuah perahu untuk mengarungi samudra itu. Demikianlah pembagian dan susunan dari catur purusa artha (Catur Warga). B. Pengertian Catur Asrama Secara etimologi.bah\\a perialanan hidupnya pada hakekatnya adalah perjalanan mencari Ida Sang Hyang Widhi lalu bersatu dengan Beliau.dengan asalnya yaitu Brahman. Perjalanan seperti itu adalah perjalanan yang penuh dengan rintangan. Grhastha. Bhiksuka nahan tang Catur Asrama ngaranya". Dengan demikian Catur Asrama berarti empat lapangan (pase). Grhastha. yaitu dharma. CATUR ASRAMA 1. Artinya : Yang bernama Catur Asrama ialah Brahmacari. Dari uraian di atas terlihat betapa pentingnya kedudukan ajaran catur purusa artha tersebut untuk dapat dimengerti dan dilaksanakan oleh setiap manusia. Menurut ajaran agama Hindu kebahagiaan yang sejati atau kebahagiaan yang kekal abadi hanya didapat dalam persatuan dengan Ida Sang H\ang Widhi \anv: disebut moksa itu Manusia harus men\adari. Tujuan hidup adalah untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki dalam penunggalan dengan Ida Sang Hyang Widhi atau moksa. Hanya dengan berbuat berdasarkan dharma manusia akan dapat mengarungi dengan selamat samudra yang luas dan ganas itu. Pada hakekatnya setiap manusia mendambakan apa yang disebut kebahagiaan yang kekal abadi (sat cit ananda).

Grhastha asrama.Dengan memahami sloka tersebut di atas bahwa Catur Asrama itu terdiri dari empat pase kehidupan yang mesti dilalui setiap orang. bagi orang yang sedang menuntut ilmu pengetahuan dan yang mengetahui perihal ilmu pengetahuan . dan kata "stha" 61 . Brahmacari dalam istilah lain disebut "aguron-guron” atau "asewaka guru". sang mangkana kramanya sang brahmacari ngaranya . Grhastha asrama Grhastha asrama adalah fase kehidupan setelah melewati kehidupan Brahmacari. amal dan pengabdian yang didasari oleh dharma (kebenaran). guru mendidik para siswa dengan petunjuk kerohanian. kebajikan. Berdasarkan makna kata tersebut maka Brahmacari berarti pase kehidupan bagi seorang dalam berguru. Artinya : Brahmacari namanya. mwang sang wruh ring tingkah sanghyang aksara. Sistem Brahmacari lebih mengutamakan pada pembentukan sikap mental manusia yang tangguh dan handal dengan berbagai disiplin ilmu dan keterampilan. Pembagian Catur Asrama. Kata Grhasta berasal dari kata "Grha" artinya rumah. Pengertian ini akan diperjelas lagi dalam naskah Silakrama hal. Wanaprastha asrama dan Bhiksuka asrama. Dalam fase kehidupan Brahmacari ini. Catur Asrama merupakan pase kehidupan manusia yang terdiri dari. 8 dikatakan sebagai berikut: "Brahmacari ngaranya sang sedeng mmangabhyasa sanghyang Castra. Semua itu menjadikan manusia bisa hidup mandiri dan siap untuk menempuh kehidupan selanjutnya. Brahmacari berasal dari kata "brahma" artinya ilmu pengetahuan sedangkan "acarya" berarti berguru atau tingkah laku menuntut ilmu. Brahmacari asrama. 2. Brahmacari Asrama.

jnawenanannena canwaham grhasthenaiwa. tanggung jawab terhadap keluarga dan kewajiban dimasyarakat mulai ditinggalkan. tanggung jawab terhadap istri. Jadi Grhastha artinya fase kehidupan dalam rangka membina rumah tangga. “Grihashastu yada pasyed walipalitamatmamnah Aparyadyawa capatyam dataranvam sanderayed” Artinya : Jika seorang kepala rumah tangga sudah terlihat mulai keriput dan rambutn\a sudah putih dan sudah mempunyai cucu. 62 . Wanaprastha asrama Wanaprastha adalah fase kehidupan untuk mengasingkan diri dan kesibukan hidup yang bersifat duniawi dengan melalui usaha-usaha pengendalian diri untuk bisa melepaskan keterikatan belenggu duniawi.artinya berdiri atau membina. Pada masa kehidupan Wanaprastha. Dengan demikian membangun kehidupan rumah tangga hendaklah memperhitungkan dengan seksama dan cermat mengenai kesiapan diri baik secara lahir maupun batin. dharyante tasmajjyesthacramo grahi". Bhisuka/Sanyasin asrama. setiap harinya dibantu oleh kepala rumah tangga dengan pemberian pengetahuan suci dan makanan. Lebih lanjut dalam Manawa Dharmasastra menyatakan bahwa kehidupan Grhastha itu adalah sangat mama. Mulai kapan seorang dapat memasuki tase kehidupan Wanaprastha? Jawaban ini tersurat dalam Manama Dharmasastra 'l . orang tua dan masyarakat. Oleh karenanya golongan kepala rumah tangga adalah golongan yang terutama. leluhur. pada waktu itulah ia boleh hidup dalam tase Wanaprastha. anak. "Yasmatra yo pyacramino. dan diambil alih oleh anak cucunya. Maka Grhastha asrama memiliki tanggung jawab yang besar seperti.2. Artinya : orang-orang dari golongan lainnya.

Catur Purusartha adalah tujuannya dan Catur Asrama adalah fase kehidupannxa. la yang dengan demikian. Dharma dimaksud adalah mencari kebenaran dengan menuntut ilmu pengetahuan. Fase Grhastha lebih menekankan pada upaya pemenuhan untuk mendapatkan arta dan kama. Arti kata Bhiksuka sebenarnya adalah peminta-minta. 63 . HUBUNGAN CATUR PURUSARTHA DENGAN CATl R ASRAMA. Dharma adalah yang melandasinya. C. bahkan untuk makan ditanggung oleh murid-muridnya. semua adalah milik Tuhan. Manawa Dharmasastra menyebutkan : "Ewam samnyasa karmani swakaryaparamo sprihah. Samnyasenapahatya prapnoti paranam gatim" Artinya. Sedang fase Wanaprastha dan Bhiksuka lebih menitik beratkan pada upaya untuk mencapai moksa. menghancurkan dosanya dengan melepaskan segalanya mencapai tingkat tertinggi.Bhiksuka / Sanyasa adalah fase kehidupan yang terakhir setelah melewati hidup wanaprastha. Fase Brahmacari melandasi kehidupan dalam menegakkan dharma. Sedangkan ani kata Sanyasin adalah meninggalkan keduniawian dan hanya mengabdikan kepada Tuhan dengan mengajarkan atau menyebarkan ajaran kebenaran (dharma). menghentikan petaksanaan upacara yang hanya tekun mencapai moksa (kebebasan akhir) dan bebas dari nafsu. Pada fase ini aktivitas kehidupan sepenuhnya ditujukan untuk mengabdikan diri pada pencapaian manunggalnya Atma dengan Paramatma dengan mengajarkan ajaran kebenaran. namun yang dimaksud bhiksuka adalah seorang yang berada dalam fase kehidupan ini tidak menghendaki adanya kepemilikan untuk kepentingan dirinya sendiri. Catur Purusartha dengan Catur Asrama merupakan dua disiplin hidup yang diajarkan dalam agama Hindu.

Menjelaskan pengertian dan makna ajaran Catur Marga. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Menumbuhkan toleransi hidup beragama. mentaati dan mengamalkan Catur Marga sebagai jalan hidup menuju Tuhan. b. Jnana Marga TUP : Mahasiswa dapat memahami. Menguraikan prinsip dasar masing-masing Marga c. Pembagian Catur Marga c. Pelaksanaan Catur Marga dalam kehidupan seharihari 64 . Pengertian Catur Marga b. POKOK MATERI : a. d. Mengidentifikasi pelaksanaan masing-masing Marga dalam kehidupan sehari-hari. Bhakti Marga b. Karma Marga c.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : CATUR MARGA : a.

berlangsung dengar cinta dan berakhir dengan cinta. Bhakti marga adalah jalan untuk menghubungkan diri dengan Tuhan dengah cinta kasih sebagai landasannya. Kata Bhakti bcrasal dari kata "bac" artinya cinta kasih. sedangkan Yoga menekankan kcpada hubungan dengan Tuhan. jiwanya bhakti memberi mempersembahkan. Bhakti adalah cinta yang mendalam kepada Tuhan. Catur Marga meliputi. yoga. B. Pembagian Catur Marga. tapa dan semedi. Secara keseluruhan Catur Marga bertujuan untuk menyatukan diri dengan Hyang Widhi (Tuhan) dengan cara mengabdikan diri utnuk kebaikan dan kesujudan yang tulus iklas secara terus menerus. Ciri-ciri bhakti : 1) Bhakti tidak mangenal jual beli. Bhakti muncul karena kehausan dan kerinduan yang mendalam akan Tuhan. Bhakti marga adalah jalan murni yang sewajarnya untuk mencapai Tuhan dengan sungguh-sungguh yang dimulai dengan cinta. 65 .PEMBAHASAN A. Bhakti Marga. Syarat utama bhakti marga adalah hasrat yang sungguh-sungguh. Contohina tikus tidak pernah jatuh cinta kepada kucing. Bhakti marga. 2) Bhakti tidak mengenal takut. 3) Cinta itu idial. Catur Marga adalah empat jalan untuk menuju Tuhan. Karma marga. dimana ada rasa takut disana tak ada cinta. Marga menekankan kepada jalan yang ditempuh. Marga artinya jalan. Jnana marga dan Yoga marga. dengan cara mengabdikan pengetahuan yang dimiliki serta dengan melakukan brata. melakukan perbuatan mulia dengan tanpa pamrih. Dalarn beberapa buku ditemukan istilah Catur Marga dan Catur Yoga. Pengertian Catur Marga Catur Marga terdiri dari kata Catur artinya empat dan Marga artinya jalan.

Karma Marga berasal dari kata "kr" yang berarti berbuat. Arcanam (Memuja Tuhan). Smaranam (mengenang. Apara bhakti adalah tingkatan bhakti sang masih sederhana. Adanya petisi dengan Tuhan.kanmia Tuhan). Karma Marga. Hal ini adalah wajar dalam perjalanan evolusi Spiritual. Sejak baru bangun tidur seorang sudah melakukan kerja. Setiap orang tidak bisa tinggal diam menghindari kerja (Bhagawadgita.5). Itulah kepuasan seorang bhakta yang tergolong para bhakti. Semua orang setiap saat berbuat karma. Dalam menuju Tuhan ditandai dengan rasa takut. Secara batiniah karma beraiti apa yang terjadi sekarang dan perbuatan masa lalu. kata karma berarti bekerja/berbuat. Seorang bhakta sudah cukup dengan apabila mencintai Tuhan.Bhakti marga adalah jalan umum yang dapat dilaksanakan oleh semua lapisan. oleh karena itu sarana pemujaan berbentuk sesaji. Pada Sewanam (melayani Tuhan dengan melalui pelayanan kepada semua makluk).IIl. Kirthanam (memuji Tuhan). melalui doa-doa dan pujian. Tingkatan bhakti ada dua yaitu Apara Bhakti dan Para Bhakti. Ciri-cirinya adalah: seorang bhakta mempersembahkan apa saja yang dimiliki. loba. Karma Marga adalah jalan menuju Tuhan melalui perbuatan tanpa mengharapkan hasilnya. iri hati. Tetapi dalam Karma Marga. Adapun media dari tingkatan Apara Bhakti adalah: murti puja (Tuhan dalam wujud Saguna Brahma). Segala karma adalah karma. Tuhan sendiri untuk 66 . Tunas bhakti akan tumbuh jikalau egoisme. Para Bhakti adalah bhakti yang tingkatannya sudah tinggi. ia tidak meminta imbalan/pamrih dari Tuhan. sehingga pengikutnya berjumlah besar. kebencian sudah dipudarkan. Karena itu bila bhakti mulai tumbuh patut dijaga dan dikembangkan dengan cara Srauanam (mendengarkan perihal Tuhan). Sneham (mendekati Tuhan bagaikan seorang kawan) Atmaniwedanam (pasrah kepada Tuhan). Bhakti tidak bisa berkembang hanya dengan berteori tentang ketuhanan.

Kendati demikian kita tidak mudah menerima kenyataan ini. Selanjutnya.menjaga alam dengan tidak pernah berhenti bekerja (Bhagawadgita. Hl. tanpa pohon tidak mendapat benih. tak tercela.23. Rentetan perbuatan dan buah. Karma adalah perbuatan yang mengikat pelakunya karena berhubungan dengan indria. Apabila kesedihan menimpa diri kita. Ciri karma adalah sangat menekankan pada gagasan Niskama Karma (perbuatan tidak mementingkan hasil). Akarma adalah karma yang membebaskan. segera kita menyalahkan orang lain dan berpikir dunia ini jahat hanya kita yang benar. Jnana Marga. Kita harus ingat pohon beringin yang besar itu tumbuh dari bibit yang kecil. Tidak benar bahwa karma itu sebagai soal yang tidak berarti. tidak mementingkan diri sendiri. Sementara kita lupa akan hukum karma pala. Karma yang membebaskan bersifat murni. Kita lupa bahwa Karmalah sumber baik atau buruk. Wikarma adalah perbuatan yang menyimpang/salah. Dalam Bhagawadgita disebutkan ada tiga jenis karma yakni: Akarma. tanpa benih kita tidak mendapat pohon. Karma dan Wikarma. kesedihan dan kebahagiaan. buah itu menghasilkan perbuatan baru.24). Dalam benih ada pohon. Seluruh hidup kita ini berkaitan dengan karma. 67 . Seperti kita ketahui bahwa setiap perbuatan ada buahnya. Peristiwa ini sangat alamiah sekali. Benih menjadi pohon dan pohon menjadi benih. Benih dan pohon timbul bergantian. untung atau rugi. karena itu kita harus mengerti akan pentingnya arti karma dan melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. bukankah kalau kita melakukah Niskama Karma akan ditipu? Jawabnya adalah tidak. buah dan perbuatan berwujud seperti rentetan benih dan pohon. Pertanyaan yang muncul apakah dengan menekankan kepada perbuatan yang tidak mementingkan diri sendiri kita akan kehilangah hasil.

Jnana Marga adalah jalan menuju persatuan dengan Tuhan melalui ilmu pengetahuan. Marga ini dimaksudkan untuk para pencari kehidupan rohani yang mempunyai kecenderungan intelektual yang kuat. Tujuan Jnana marga adalah untuk membelah bidang-bidang yang sangat rahasia dengan wiweka. Yang diperlukan adalah kemampuan untuk membedakan bagian permukaan dari diri kita yang terletak berlapis-lapis dibagian luar dengan diri kita yang sejati atau Atman yang terletak didalamnya. Jalan untuk mencapai kemampuan ini terdiri dari tiga langkah: Pertama Srawana \aitu mendengarkan ucapan orang bijaksana, kitab suci. Kedua Manana yaitu merenungkan secara mendalam dan berkesinambungan tentang siapa Aku. Untuk bahan renungan ini ditauarkan beberapa cara yang bisa dipilih. Misalnya merenungkan tentang kata badanku. tanganku. Dalam kata badanku dan tanganku selalu lerkandung antara yang dimiliki dengan yang memiliki. Siapa Aku yang memiliki itu. Jawabnya adalah Atma. Atma tidak sama dengan badan. Badan ini tumbuh. berkembang dan akhirma hancur. Atma yang menjadi penghuni badan tetap abadi. Langkah ketiga adalah mempraktekan. Dalam panggung kehidupan pemeran (Atma) menggunakan topeng (tubule) untuk mementaskan drama kehidupan. Topeng itu memperlihatkan watak dan peran yang bersangkutan. sedangkan pribadi yang memakai topeng itu berdiri dibelakangnya tanpa dikenal. Pada saat orang sampai pada kesadaran Atma. saat itu lapisan-lapisan itu tidak mengikat lagi. Dari sini kcsadaran itu meluas kedalam berbagai fenomena kehidupan dengan suatu kesimpulan bahua Atma scmua makluk itu satu. Tat Twam Asi. bahwa Atma dan Paramatma juga satu. Brahma Atman Akyam. Menurut ilmu yoga kehadiran kita ini dikatakan merupakan unit yang berlapis-lapis yang saline menembus. terpadu berupa satu kesatuan yang menyeluruh. Lapisan itu mulai dari yang paling kasar. masuk kelapisan yang paling halus dan

68

berakhir pada lapisan yang sangat halus yang dinamakan Atma. Para Yogi membagi tingkatan lapisan itu mejadi lima yang disebut Panca Maya Kosa \aitu : 1. Annamaya Kosa. badan jasmani. lapisan paling luar yang kasar terdiri dari unsur makanan. 2. Pranamaya Kosa. lapisan energi vital. 3. Manamaya Kosa. lapisan bawah sadar termasuk ingatan dan refleksi. 4. \\'ijnamax a Kosa. tingkat pengetahuan khusus. 5. Ananda Mayakosa. lapisan selubung atma atau tingkat kebahagiaan. Memandang diri sendiri sebagai orang lain mempunyai manfaat ganda. Pertama. memisahkan identifikasi diri dengan tubuh. dan yang kedua menekankan identifikasi diri dengan tubuh. dan yang ketiga menekankan identifikasi diri ketaraf yang lebih dalam melalui suatu pengetahuan yang identik dengan jati diri. kemudian menyatu dengan jati diri. Selain dirinya yang sejati tidak ada lagi pengamat. pendengar atau pemikir atau pelaku. Maka tingkatan persatuan dalam kebinekaan tercapailah. Inilah suatu keindahan yang mendatangkan Annanda yaitu Sukha Tanpauali Dhuka. Yoga Marga. Yoga Marga adalah jalan untuk merealisasikakan Tuhan melalui Yoga. Orang-orang yang mempunyai kecenderungan dan disiplin diri untuk mencapai kesatuan dengan Tuhan didukung sepenuhnya dan diberi dorongan untuk melaksanakannya. Jalan yang ditempuh adalah jalan Yoga. Syarat untuk menempuh jalan ini adalah harus memiliki keyakinan yang kuat bahwa Atma jauh tebih mengagungkan dari pada yang kita sadari dan mempunyai hasrat yang kuat untuk menjalaninya sccara langsung. Tanpa ada keyakinan dan kencenderungan seperti ini peminat akan jatuh di tengah jalan. karena kurang sabar. Orang yang menempuh Yoga Marga tidak dituntut untuk menerima apapun. Yang diperlukan adalah pengendalian pikiran. Sebelum mulai dengan pengendalian pikiran perlu

69

mengendalikan tindakan yang bersifat lahiriah terlebih dahulu. Ada beberapa tahapan yang ditempuh yang discbut Astangga Yoga, lima diantaranya merupakan latihan. pengendalian pisik. Bagian Astangga Yoga adalah: 1. Yama. adalah pengendalian tahap pertama yang isinya berupa pantanganpantangan. 2. Nyama. adalah pengendalian diri lebih lanjut. yang merupakan ajaran kesucian menuju Tuhan. 3. Asana. adalah sikap duduk. yang efisien sesuai dengan kondisi masingmasing. 4. Pranayama. adalah pengendalian prana melalui pengaturan napas –yang teratur. 5. Pratihara, adalah penarikan pikiran dari obyeknya di dunia luar. untuk kemudian dikembalikan kedalam batin. 6. Darana. adalah pemusatan pikiran bagian ini sudah berwujud pengendalian rohani. 7. Dhyana, adalah meditasi. pemusatan pikiran yang lebih intensif. 8. Semadi adalah luluhnya pikiran dengan Atma. Kedelapan tahapan Yoga itu dapat dikelompokan empat tingkat yaitu. a. Persiapan Etis, yaitu Yama dan Nyama. b. Persiapan fisik. yaitu Asana dan Pranayama. c. Perenungan. yaitu Pratihara dan Dharana. d. d Pemusatan, yaitu Dyana dan Samadi. Pelaksanaan Catur Marga dalam kehidupan sehari-hari. walaupun dalam pembicaraan dipisah-pisahkan namun di dalam prakteknya ke empatnya (Bhakti, Karma. Jnana. Yoga) merupakan satu kesatuan yang utuh Bhakti. Karma. Jnana. Yoga marga berintikan kegiatan ego. Puncak dari Bhakti. Karma. Jnana dan Yoga adalah penyerahan diri secara total dimana Sang Aku lebur dengan cinta.

70

normanorma yang ada dalam agama Hindu untuk mensukseskan tujuan pembangunan nasional. TUP : Mahasiswa dapat memahami kedudukan agama Hindu dalam pembangunan nasional. Keselarasan tujuan agama Hindu dan tujuan pembangunan Nasional b. Agama dan modernisasi. Dharma agama dan Dharma Negara. Mampu menterjemahkan dan menjabarkan sumber-sumber nilai. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai materi ini mahasiswa dapat : 71 . hukum.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : Agama Hindu Dan Pembangunan Nasional : a. c.

a. Menjelaskan keselarasan tujuan agama Hindu dengan tujuan pembangunan nasional. b. Menjelaskan tentang hakekat dharma agama dan dharma negara. c. Menjelaskan tentang sikap agama Hindu terhadap modernisasi. POKOK MATERI : a. Tujuan agama Hindu dan tujuan pembangunan nasional b. Dharma agama dan dharma negara. c. Agama Hindu dan modernisasi PEMBAHASAN A. 1. Tujuan Agama Hindu dan Tujuan Pembangunan Nasional. Tujuan agama Hindu

Dharma eva plavo nanyah, svargam samabhivanhatam. Sa ca naurpvanijastatam jaladhed paramic chatatah. Ikang dharma ngaranya, henuning mara ring swarga ika. Kadigatining perahu an henuning banyaga nentasing tasik. Ss. 14). Artinya : Yang disebut dharma (agama) adalah merupakan jalan untuk pergi ke surga bagai halnya perahu. sesungguhnya adalah merupakan alat bagi seorang pedagang untuk mengarungi lautan. Benotak dari sloka di atas. dapatlah diuraikan bahwa dharma agama) adalah merupakan sarana atau alat untuk mencapai suatu tujuan. agama merupakan pedoman. tuntunan bagi umat manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup yakni kebahagiaan dan kesejahteraan lahir dan batin. Tujuan hidup ini dapat dirinci lagi dengan sebutan "Catur Purusartha" aninya empat tujuan hidup yang meliputi dhanna artha kama dan moksa.

72

Dharma berarti kebenaran dan kebajikan. yang menuntun umat manusia untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. Artha adalah benda-benda yang dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan hidup manusia. Kama artinya hawa nafsu. keinginan Juga berarti kesenangan. Sedangkan moksa berarti kabahagiaan yang tertinggi yaitu kelepasan. Di dalam memenuhi segala nafsu atau keinginan harus didasarkan atas kebajikan dan kebenaran yang dapat menuntun setiap manusia di dalam mencapai kebahagiaan. Karena sering. manusia lupa akan dasar-dasar dharma dalam upaya mamenuhi kebutuhannya. sehingga penderitaan yang di perolehrya Oleh sebab itul dharma harus benar-benar ditegakkan sebagai pengendali guna memenuhi artha dan kama. Seperti dijelaskan dalam kitab Sarasamuscaya 12. Karmathau Iipsmarastu. dharmam euaditaccaret Nahi dhammada petyanhah karma vopi kadacana Artinya : Pada hakekatnya jika artha dan kama dituntut. maka hendaknva dharma dilakukan terlebih dahulu. Tidak dapat disangsikan lagi. pasti akan diperoleh artha dan karma itu nanti. Tidak akan ada artinya jika artha dan kama itu diperoleh menyimpang dari dharma. Jadi dhartna (agama) mempunyai kedudukan yang paling penting dalam Catur Purusanha. karena dharmalah yang menuntun manusia untuk mendapatkan kebahagiaan lahir batin.

2.

Tujuan Pembangunan Nasional. Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang

berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat. bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas mewujudkan tujuan pembangunan nasional yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa dan negara seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan

73

kehidupan bangsa. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Adapun tujuan pembangunan nasional seperti yang tertuang dalam GBHN Tap. II/MPR/1993 bahwa tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah kesatuan negara Republik Indonesia yang merdeka berdaulat bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman. tentram tertib dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka. bersahabat. tertib dan damai. Pada hakekatnya pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhrnya. dengan Pancasila sebagai dasar. tujuan dan pedoman pembangunan nasional. Atas dasar uraian tersebut di atas maka pada dasarnya bahwa tujuan agama Hindu dengan tujuan pembangunan nasional adalah selaras dan serasi. Keduanya mempunyai tujuan yang sama. ingin mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan dunia lahir dan batin. kesejahteraan dunia (jagadhita) maupun kesejahteraan batin (moksa). ini berarti terbetuknya manusia Indonesia seutuhnya. selaras. serasi dan seimbang lahir dan batin.

B. 1.

Dharma Agama dan Dharma Negara. Dharma Agama Dharma agama adalah menipakan tugas dan kewajiban yang patut dilaksanakan oleh sctiap Umat untuk mencapai tujuan agama. Sebagaimana telah diuraiakan di depan. tentang makna dharma dan tujuan agama Hindu yakni Catur Purusartha. maka secara mutlak bahwa setiap umat Hindu berkewajiban menegakkan dharma (agama). Dengan menghayati. mengarnalkan. menegakkan dan melestarikan

74

Dharma negara berarti suatu kewajiban atau tugas yang harus dilaksanakan umat terhadap negaranya kewajiban berbakti kepada negara dalam ajaran agama Hindu telah dituangkan dalam Catur Guru Bhakti yang salah satunya adalah Bhakti kepada 75 .ajaran-ajaran dharma sesuai dengan tuntunan Weda maka akan terciptalah suatu kondisi kedamaian. sumber kebahagiaan dan sumber kedamaian. tegasnya hanya dharma yang dapat melebur dosa Triloka. Artinya : Dan keutamaan dharma itu sesungguhnya merupakan sumber datangnya kabahagiaan bagi yang melaksanakannya. Segala kegiatan yang terlepas dan/atau meninggalkan dharma niscaya penderitaan yang diperolehnya. Dharma merupakan sumber kebajikan. sarvyam vyapohati cvam. Dharma Negara. melenyapkan gelapnya dunia. Artinya : Seperti perilakunya matahari yang terbit. Sarasamuscaya 18 menyebutkan : Dharmah sada Hitah pumsam dharmachaivacrayah satam. kesejahteraan akan tercapai. Dengan demikian jelaslah bahwa kewajiban utama umat manusia adalah melaksanakan dharma agama demi tercapainya kebahagiaan. demikianlah orang yang melakukan dharma adalah memusnahkan segala macam dosa. dharmallokastrayastata pravrttah sacaracarah. ketentraman dan kedamaian. Apabila sctiap umat Hindu benar-benar mentaati segala tuntunan dan berpedoman dharma dalam segala gerak dan aktivitas hidup dan kehidupan. Kalyanamatirtam sar\vapapan vyapohati. niscaya kedamaian. lagi pula dharma itu merupakan perlindungan orangyang berilmu. Sarasamuscaya 16 menyebutkan : Yatahadityah samudyan vai tamah. 2.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN 76 . Modernisasi berperan sebagai penopang atau penunjang untuk mencapai hakekat dari pada tujuan hidup beragama. Ajaran Weda tetap sesuai dan tetap diterapkan pada jaman sekarang. Agama Hindu menerima bak modernisasi secara selektif. Agama Hindu merupakan agama yang tertua diantara agama-agama yang ada di dunia. Jadi agama Hindu walaupun agama yang usianya paling tua. Dengan demikian sudah selayaknya kalau sebagai umat beragama dan sebagai warga negara yang baik berperan dalam segala gerak dan aktivitas yang dilaksanakan oleh negara demi terwujudnya cita-cita bangsa dan negara. sehingga terjadi keselarasan. Agama Hindu disebut “tanpa permulaan” la adalah selalu ada. C. Dan bahkan dengan ajaran-ajaran Weda akan mampu mengendalikan perkembangan. namun tetap ada dan berkembang sesuai keadaan jaman. Berbakti kepada negara berarti bahwa sebagai warga negara yang baik akan selalu mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku. Agama Hindu dan Modernisasi. Agama Hindu ada sebelum adanya agama lain di dunia. Seperti \angberkaitan dengan pelaksanaan ibadah keagamaan yangdisebutkan dalam UUD 1945 pasal 29 ayat (2) yang berbunyi sebagai berikut : Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya. sepanjang tidak bertentangan denean nilainilai agama Hindu. keserasian dan keharmonisan antara jasmani dan rohani.Guru Wisesa (negara). la adalah sanatadharma atau agama yang kekal abadi. Sebab. pemerintahlah yang melindungi segenap warga negaranya.

Tujuan Kurikulum Mahasiswa dapat mengerti memahami sosiologi Hindu Dharma. TPU : Mahasiswa dapat mengerti dan memahami sosiologi agama Hindu menyadari kedudukanya sebagai anggota keluarga dan anggota masyarakatm serta mampu mengembangkan kehidupan sosial. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : : Pengertian dan ruang lingkup sosiologi Agama Hindu a. Pemahaman dan pengetahuan mengenai sosiologi agama Hindu b. Pengertian sosiologi Agama Hindu b. memiliki toleransi dalam kehidupan sosial. c. Keluarga dan masyarakat dalam agama Hindu. memiliki pengetahuan sosiologi Agama Hindu dapat berfikir strategis. Spsiologi agama Hindu sebagai suatu ilmu. 77 .Matakuliah Semester Tahun Kuliah SKS Jenjang : Sosiologi Hindu Dharma : : : 2 SKS : S1 1. mampu mengembangkan sifat dan sikap. 2. serta menyadari kedudukan sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Kemampuan untuk menjelaskan materi sebagai mana tersebut pada pokok bahasan. sifat dan sikap toleransi dalam TPK : Mahasiswa mampu : a. mengkaji struktur.

Catur Warna SOSIOLOGI AGAMA HINDU a. demikian pula manusia dipahami sebagai satuan kehidupan keagamaan tertentu. W. maka sosiologi agama Hindu dapat diartikan sebagai satu disiplin ilmu yang merupakan bagian dari sosiologi agama yang mempelajari masyarakat 78 . c. Dr. atau sebaliknya hanya memahami aspek sosiologi secara umum. propan dan positif yang menuju pada pengetahuan yang bersifat universal. 3. Penjelasan yang lebih lengkap tentang kesatuan manusia dalam suatu kehidupan keagamaan tertentu. Manusia adalah sebagai mahluk dinamis yang memiliki banyak aspek dalam kehidupan. Keluarga dan masyarakat dalam agama Hindu. Goddijn dan Dr. H. aspek dogmatik agama yang dijadikan tatanan masyarakat tertentu. tentang structural. disadari atau tidak manusia adalah mahluk daiam kesatuan sosial yang sekaligus adalah mahluk individu. Pengertian sosiologi Agama Hindu b. fungsi-fungsi serta perubahan-perubahan yang dialami kelompok keagamaan. Difinisi sosiologi agama seperti terurai di atas masih bersifat umum. bila dikaitkan dengan kesatuan kehidupan keagamaan Hindu. Pengertian Sosiologi Agama Hindu.c. lebih khusus lagi sosiologi agama Hindu. tidak akan menjadi lengkap jika hanya memahami. dapat diharapkan secara wajar dari suatu bagian studi sosiologi agama Hindu. Godijn (dalam Hendropuspita 1983) mengatakan bahwa sosiologi agama adalah bagian sosiologi umum yang mempelajari suatu ilmu sosial emperis. karena belum menunjukkan pada satu kelompok keagamaan tertentu. Pokok Materi : a. Mengembangkan dan mengaplikasikan pada kehidupan di masyarakat.

Kata keluarga berasal dari bahasa sansekerta yaitu kula dan warga artinya abdi pelayan dan warga berarti jalinan atau ikatan. ibu dan anakanak. dalam agama Hindu disebut Swadharma. yang terikat sebagai suatu jalinan yang harmonis dalam kehidupan yang terdiri dari Dharma. sehingga semua itu merupakan suatu karma yang sepatutnya dilaksanakan agar tujuan hidup dan tujuan agama dapat tercapai. dan untuk dapat lebih menemukan pengertian terhadap sosiologi agama hindu. harus menyadari sepenuhnya bahwa apa yang diperbtiat adalah tugas dan kewajiban. Keluarga dan masyarakat dalam agama Hindu.perubahan yang di alami masyarakat penganut agama Hindu. b. maka kita menarik depinisi sebagai berikut : Sosiologi Agama Hindu adalah suatu disiplin ilmu yang merupakan bagian dari sosiologi agama. Sedangkan tujuan agama Hindu yang ingin dicapai diwujudkan dalam kehidupan 79 . anak-anak kepada ayah ibu bahkan pada leluhur. Kama dan Moksa. menuju pengetahuan yang bersifat universal mengenai structural. Artha. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa sosiologi agama Hindu adalah suatu ilmu. fungsifungsi serta perubahan-perubahan yang dialami masyarakat penganut agama Hindu. yang merupakan bagian dari ilmu sosiologi agama. jadi kata keluarga berarti jalinan atau ikatan pengabdian dan pelayanan.pemeluk agama Hindu secara emperis yang bersifat Universal. Tujuan hidup manusia dalam pandangan Hindu adalah tercapai Catur Purusartha. Ikatan pengabdian dan pelayanan antar bapak dengan ibu (suami istri). fungsi-fungsi serta perubahan . Tujuan hidup yang sekaligus merupakan dasar kehidupan ini adalah hal yang sangat hakiki dan bersifat universal. Jelasnya bahwa seluruh anggota keluarga yang terdiri dari ayah. ayah ibu kepada anak-anak. yang mempelajari masyarakat pemeluk agama Hindu secara emperis yang bersifat positif. perihal structural.

Tujuan agama melandasi tujuan hidup setiap umat Hindu. Raksasa Wiwaha 8. diyakini kebenarannya. Prajapati Wiwaha 2. yang merupakan dasar dan pedoman hidup dalam mencapai tujuan itu. Berkaitan dengan itu. dan Jagaditha kesejahtraan lahir dengan cara yang baik dan benar sesuai dengan petunjuk ajaran agama. Asura Wiwaha 6. adalah Moksatham Jaeaditha vaca iti dharmah. ajaran Tri Hita Karana menjelaskan bahwa ada tiga penyebab kesejahtraan yang bersumber pada keharmonisan hubungan antara : Manusia dengan Tuhan. Rsi (Arsa) Wiwaha 80 . Moksatham adalah kebahagiaan bathin. Paisaca Wiwaha Dari kedelapan jenis sistim perkawinan tersebut yang masih relevan dan dapat dilaksanakan ada empat: 1. Rsi (Arsa) Wiwaha 4. Gandharwa Wiwaha 4. Prajapati Wiwaha 5.umat beragama Hindu. manusia dengan sesama mahlukhidup. manusia dengan alam sekitar (lingkungan). kebebasan bathin dengan berdasarkan dharma. Gandhanva Wiwaha 7. Daiwa Wiwaha 3. Pembentukan keluarga diawali dengan pelaksanaan perkawinan (sauskara wiwaha ) sebagaimana tertuang dalam kitab suci Manawa Dharmasastra IX disebutkan bahwa adadelapan jenis perkawinan \aiui 1. Brahma Wiwaha 2. umat Hindu mempunyai pedoman dan pegangan yaitu kitab suci Weda yang tidak boleh diingkari. Asura Wiwaha 3. Dengan demikian tujuan Hindu mengantarkan umat untuk mencapai kesejahtraan lahir.

Arannya samhita (IV. sukta 90 yang terkenal dengan nama purusa sukta. walaupun tanpa kerja dan terjadi terus menerus.3) Bhagawadgita dan Manawa Dharma sastra. maka kehidupan manusia tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Ketahuilah bahwa aku (Tuhan ) yang menjadi asal mula. kesederhanaan. oleh karena itu yang 81 . c. Dari ungkapan tersebut diatas dapat kita pahami Catur Warna adalah bagian dari empat golongan manusia sesuai dengan sifat dan kegiatan yang berbeda-beda. bahwa Catur Warna berdasarkan Guna dan Karma. catur warna berarti empat pilihan propesi atau fungsi sesuai dengan tugas yang dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kehidupannya dimasyarakat. Catur Warna. disebut pula dalam Bab (IV. kebijaksanaan. Guna berarti sifat dan karma berarti kegiatan. karena manusia individu adalah sebagai bagian dan masyarakat. yang terdiri dari : a. dijumpai pula didalam sama weda.Selanjutnya kita meninjau bahwa manusia sebagai mahluk sosial (libido sosialis ). Brahmana Brahmana warna adalah mereka yang didalam kehidupan ini lebih mengutamakan dan mengembangkan Guna Satwan. Sebagaimana ditegaskan didalam Bhagawadgita. artinya mereka senantiasa melaksanakan pengendalian diri. Ajaran catur warna tersurat dan tersirat dalam kitab weda mandala. Sehubungan dengan itu ajaran agama Hindu membagi. kehidupan masyarakat juga dibagi menjadi empat bagian sesuai dengan fungsi dan pembagian tugas masyarakat masingmasing disebut catur warna. kehidupan individu menjadi empat fase atau empat tahapan kehidupan sang disebut catur asrama.13) bahwa ada empat golongan manusia dengan bagian sifat dan kegiatan yang berbeda. Sedangkankan dalam kehidupan sosial. tugas dan perbuatan. Didalam bahasa sansekerta kata warna berasal dari urat kata Vr yang berarti pilihan .

atau orangorang yang bertugas bertempur membela negara. sanyasin atau orang yang senantiasa menuntun dan mengembangkan sifat ketuhanan dalam kehidupan.p individu dalam masyarakat dapat melaksanakan fungsi dan snya dengan baik dengan melaksanakan kewajiban atau suadharma masing-masing. idra Warna jdra Warna adalah yang mempunyai fungsi dan tugas dalam kehidupan dimasyarakat kita lihat sebagian orang mengambil kegiatan bagai pekerja pela\an seperti buruh dipabrik-pabrik. menjaga keteniban dan keamanan Negara dan orang-orang yang benugas melaksanakan tata pemerintahan. arakat. Guna dari sifat kesatrxa dimiliki dilaksanakan oleh pemerintah sipil maupun militer. rohaniawan. sama kemampuannya dalam suatu 82 . c.dapat disebut Brahmana Warna adalah para bijaksana. Pembantu rumah tangga. Mereka adalah ira pengusaha atau wiraswasta yang melakukan perdagangan dan Ttanian. Ksatrya Kesatria Warna adalah mereka yang didalam kehidupan ini akan senantiasa cendrung bersifat heroik. masyarakat yang makmurdan sejahtera akan dapat diwujudkan apa bila . b. antara individu dengan . ip orang tidak dapat memiahkan diri dari kehidupan masyarakat. pelayan toko dan sebagainya itulah guna karma seorang idra. Para Rsi mempelajari sifat-sifat manusia secara cermat dari waktu iktu sehingga sampai pada suatu kesimpulan bahwa setiap orang. pemberani penuh aktivitas atau enerjik. maka akan tenvujud suatu hubungan yang serasi dan lonis antara seseorang dengan yang lain. Wasya Wanna Yakni orang \ang dalam guna karman\a mengatur tata perekonomian masyarakat untuk mewujudkan kemakmuran negara.

Mengenai kewajiban hidup dalam masyarakat lebih detail maha lanu dan Yajnawalkya menjelaskan bahwa ada bermacam-macam ma yang menjadi Swadharma bagi seseorang antara lain : Varna Dharma yakni keuajiban hidup sesuai dengan warna atau ropesi masingmasing seperti Brahmana (Pendeta). Selanjutn\a Waisya dipercaya melayani tugas onomian. d. politik. dan lain-lain.pekerjaan. 83 . masing-masing jenis tugas yang berbeda untuk golongan mental spiri-Ksatrya mengenai bidang administrasi. Cirihasta (rumah Tangga). Ksatrya Angkatan bersenjata. pemerintahan dan ahanan. Nimta Dharma yaitu kewajiban seseorang yang ada hubungannya dengan halhal tertentu misalnya kelahiran. e. misalnya sebagai Brahmacari (pelajar. Wana Prasta (orang Tua yang mengurangi ikatan duniaui) dan sebagai Sanyasm (seorang yang mempersiapkan din mencapai pelepasan). sedangkan a melakukan pekerjaan pelayanan untuk membantu kelancaran atan dari. golongan yang lain. yang rnerupakan bagian fungsi dan kegiatan kerja. c. Waisya (Para pedagang) dan Sudra buruh dan tani). Oleh karena itu dapat mukakan adanya prinsip-prinsip yang mendasari sistim golongan warna Dharma. Asrama Wama Dhanna yakni kewajiiban hidup sesuai dengan tingkat atau tahapan hidup seseorang. untuk kemakmuran dan kesejahtraan bangsa. Politik). misalnya seniman. Guna Dharma yaitu kewajiban seorang yang hubungan dengan sifat dan pembawaan. Warnasrama Dharma yaitu kewajiban hidup antara profesi dan tingkatan hidup seperti diatas. Mahasisua). b.

baca buku. 5. Sumber belajar d. dosen : OHP. Sadharana Dharma yaitu kewajiban meliputi kewajiban umum hagi seiiap anggota masvarakat dengan tidak mengindankan pangkat atan jabatan seseorang dalam masyarakat. Pengalaman belajar c. media massa. Evaluasi : 2 x 50 menit : kuliah. Media e.f. diskusi : buku. Pembelajaran a. Alokasi waktu b. papan tulis : lisan dan tertulis 84 .

A. I Nyoman Warjana 1982 C. Tuntunan Dasar Agama Hindu Drs. G. F. Sosiologi untuk PGA I Gede Rudia Adipura. H. Buku Pelajaran Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi Umum. Pedoman Pembinaan Umat Hindu Pesamuan Agung PHDI 1980 E. 1994.DAFTAR PUSTAKA A. A. Gde Oka Netra. B. Sosiologi Agama Hindu – UT Sosiologi Suatu Pengantar Bhagawad Gita Manawa Dharmasastra 85 . Hanuman Sakti 1994 D. Hanuman Sakti Jakarta.

1. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : : Sad Darsana a. Pokok-pokok ajaran Sad Darsana c. Pengertian Sad Darsana b. bangsa dan negara. berpandangan luas dan memiliki wawasan yang jauh kedepan. 86 . bersikap susila rasional. berbudi pekerti yang luhur. berpikir yang fisiolofis dan strategis.SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Matakuliah Semester Tahun Kuliah SKS Jenjang : Pendidikan Agama Hindu : : : : S1 1. dinamis dan terampil menghargai kerjasama antar umat beragama dalam mengabdikan ilmu teknologi dan seni untuk kepentingan nasional dan meningkatnya rasa pengabdian kepada agama. Tujuan Kurikulum Terbentuknya dan terbinanya Sarjana Hindu yang bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pokok-pokok ajaran Nawa Darsana TPU (TIU) : Mahasiswa memahami pengertian dan pokok-pokok ajaran yang terkandung dalam Sad Darsana dan Nawa Darsana.

TPK (TIK) : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini. d. perencanaan. c. 2. Nawa Darsana SAD DARSANA I. b. Mananasastra: kata. Pengertian Sad Darsana b. yang dimaksud adalah penyelidikan tentang kebenaran. yangdimaksud adalah pemikiran atau renungan filsafat. Menjelaskan pokok-pokok ajaran Nawa Darsana. Pokok-pokok ajaran Sad Darsana c. mahasiswa diharapkan dapat: a. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup Sad Darsana. Wicarasastra. kata ini berasal dari kata "tat" yang artinya itu. Tattwa. kata ini berarti spikulasi yang dimaksud adalah penyelidikan tentang kebenaran. PENGERTIAN SAD DARSANA Kata darsana berasal dari urat kata "drs" yang artinya melihat atau memandang. kata ini berarti pertimbangan. Penyelidikan dan keragu-raguan. Nama atau istiiah lain yang memiliki ani mendekati dengan darsana adalah a.pertimbangan atau renungan. Dalam bahasa seharihari kata tattwa berarti uraian tentang Ke-Tuhanan: b. Menjelaskan pokok-pokok ajaran Sad Darsana. Tarka. renungan. c. ini berarti pemikiran. 87 . Dalam hubungan ini kata darsana artinya adalah sesuatu pandangan yang benar terhadap apa yang harus dilakukan oleh seseorang baik moral maupun material untuk mencapai kebenaran dan kebahagiaan abadi dalam kehidupan tertentu. Pokok Materi : a.

hasil komentar Wastyayana 88 . PENGERTIAN DAN SIFAT AJARANNYA Waisasika adalah saltu satu bagian dari filsafat India atau Sad Darsana yang usianya lebih tua dari sistem filsafat Nyaya yang timbul pada abad 4 SM. RUANG LINGKUP SAD DARSANA Darsana sebagai Filsafat India memiliki pembahasan yang berbeda dengan filsafat barat yang lebih mengarah pada pembidangan-pembidangan khusus.II. Samkya. Dengan tokohnya adalah Maha Rsi Kanada Beliau juga dikenal dengan nama Ulaka. Waisasika. Nyayabhasya. antara lain adatah : Nyaya. Mimamsa. Sistem Filsafat Waisasika bersifat metaphisis dengan tujuan pokok ajarannya adalah bersifat Dharma yaitu tentang kesejahteraan duniawi dan kelepasan. SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Sumber utama ajaran nyaya adalah Nyayasutra buah karya Maha Rsi Gotama. Pembahasan darsana bersifat sintesis dari semua sistim dan metode secara integratif. karena mengajui benda-benda sebagai suatu kenyataan atau mengajui keberadaan dunia yang terlepas dari pikiran dan berdiri sendiri. 2. bersifat realistis.POKOK-POKOK AJARAN SAD DARSANA ANYAYA Nyaya disebut juga tarkawsada yaitu ilmu berdebat. munculnya akibat perdebaian diantara akhli pikir didalam mereka bcrusaha mencari kebenaran dari ayat-ayat suci Weda untuk dijadikan landasan melaksanakan upacara-upacara korban Ajaran filsafat nyaya disebut. A. Dalam hal ini yang akan dibahasa adalah pembagian dari sad darsana tersebut. yoga dan Wedanta III. Selain itu ada beberapa kitab komentar dan Nyayasutra diantaranya: a. A.

Semua kitab-kitab komentar ini menjelaskan dan mengembangkan cita-cita ajaran nyaya yang ada dalam kitab Nyaya Sutra serta mempertahankan cita-cita itu dari serangan kritikan oleh pihak-pihak yang menentangnya. dengan tokohnya adalah Maha Rsi Kanada.2. Pembuktian Theologi Pembuktian ini menyatakan bahwa didunia ini ada sesuatu tata tertib dan aturan tertentu sehingga dunia ini menampakan sesuatu rencana yang berdasarkan pemikiran dan tujuan tertentu. B. PENGERTIAN DAN SIFAT AJARANNYA Waisesika adalah salah satu bagian dari filsafat India atau sad darsana yang usianya lebih tua dari sistem filsafat Nyaya. yang timbul pada abad 4 SM. SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Sumber ajaran waisesika kitab Waisesika Sutra. Nyaya Wartika: oleh Uddyotakara Nyaya Wartika Tatpana Tika: oleh Wascapati N\aya WartikaTatparya Parisuddhi dan Kusumanjali oleh Udayana Nyaya Manjani oleh Jayanta. d. B. 2. e. 89 . Sistem filsafat waisasika bersifat metaphisis dengan tujuan pokok ajarannya adalah bersifat dharma yaitu tentang kesejahteraan di duniaxv i dan kelepasan. tentu ada yang mengadakan rencana dan tujuan tersebut yang mengadakan itulah Tuhan. Beliau juga dikenal dengan nama Ulaka. Tuhan menjadi sebab pertama adanya alam semesta dan pada akhirnya Tuhanlah akan melebur dunia ini. Kitab ini terdiri atas 10 adhyayas atau jilid dan setiap jilid terdiri dari dua ahnikas atau bab. WAISESIKA B. c.I.b.

Guna (kwalitas) 3. Mimamsa sering juga disehut Purwa mimaniba yang artiya penyelidikan sistimatis yang pertama. C. yaitu apa yang rnemberikan kesejahteraan didalam dunia ini dan yang memberikan kelepasan yang menentukan. Wisesa (keistimewaan) 6. Sifat ajaran filsafat adalah pluralistis dan realistis Disebut pluralistis karena mengakui adanva baynak jiwa dan penggandaan asas badani yang membenahi alam 90 . Drauya (substansi) 2. Karitia (Aktivitas) 4. MIMAMSA C. yang dimaksud bahwa sistim ini membicarakan bagian Weda yang pertama yaitu kitab Brahmana. 1 PENGERTIAN DAN SIFAT AJARANNYA Sistem filsafat mimamsa terbagi menjadi dua jenis yaitu: Purwa Mimansa dan Utara Mimansa. Samaya (pelekatan) 7. menurut waisasika ada 7 (tujuh) katagori (padharta) yaitu: 1. Samaya (sifat umum) 5. Sedangkan Utara Mimamsa disebut juga Wedanta yang artinya penyelidikan sistematis yang kedua. Yang terpenting dari ajaran Waisasika adalah ajaran tentang katagorikatagori dan semua yang ada didunia ini.Isi pokok ajaran waisasika adalah menerangkan tentang dharma. yang dimaisud adalah sistem ini membicarakan bagian Weda yang kedua yang kitab Upanisad. Abhawa (ketidakadaan) Demikianlah ketujuh katagori itu menjadikan segala sesuatu didalamnya sehingga manusia menyaksikan adanya segala sesuatu yang bcraneka ragam keaneka ragaman itu terjadi justru karena kombinasi dan ketujuh katagori yang diajarkan waisesika.

indria dan budi. Upamana 4. Sabda 5. Mengenai jiwa dalam sistim Mimamsa dipandang sebagai substansi. 2 SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Yang menjadi sumber pokok ajaran Mimamsa adalah Mimam Sutra buah karna Maha Rsi Jaimini. C. Jiwa itu jumlahnya sangat banyak dan tak terhitung. oleh karena itu timbtillah dua aliran yaitu pengikut Kumarila Bhatta dan pengikut Prabhakara Pokok-pokok ajaran kedua ini pada prinsipnya sama.semesta. Arthaparti : pengamatan langsung : menarik suatu kesimpulan : mengadakan perbandingan : pembuktian melalui sumber yang dipercaya : perumpamaan Fungsi filsafat Mimamsa adalah membantu praktik keagamaan melalui dua cara yaitu memberi metode interpretasi terhadap Weda dan memberi pertimbanganpertimbangan yang bersifat filosofis terhadap pelaksanaan upacara keagamaan. Aliran dari filsafat Mimamsa yang dipimpin oleh Maha Rsi Prabhakara mengemukakan adanya lima sumber pengetahuan (pramana) antara lain : 1. D. Dalam perkembangan selajutnya timbulah kitab komentar terhadapMimamsa Sutra ditulis oleh Sabarawamin Komentar ini diterangkan dengan cara yang herbeda oleh Kumarila Bhatta dan Prabhakara. Semua jiwa memiliki kesadaran bersifat kekal berada dimana-mana dan meliputi segala sesuatu. Anumana 3. keadaannya berbeda dengan tubuh. sedangkan disebut realistis karena mengakui bahwa obyek-obyek pengamatan adalah nyata. tiap tubuh ada satu jiwa. Pratyaksa 2. SAMKYA 91 .

Ajaran pokok dari samkya adalah adanya dua realitas asasi yaitu Purusa dan Pekerti atau asas kejiwaan dan asas kebendaan yang merupakan asal mula dari segala sesuatu. kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi memperingan hidup kita. 92 . Ajaran samkya disebut realistis. dan samkya disebut pluralisms karena mengajarkan bahwa nurusa itu barnak sekali. karena itu pula ajarannya disebut Nirisuara Samkva. Jadi samkya berarti susunan yang berukuran bilangan. sintesis dan interprestasi alam pikiran. Anumana dan Sabda pramana. ia merupakan hasil analisis. SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Sumber pokok ajaran samkya adalah Samkya Sutra atau disebut juga Samkya Prawacana Sutra buah karya Maha Rsi Kapila. Menurut samkya tentang kebenaran Tuhan tidak perlu dibuktikan lagi. 2. Menurut ajaran samkya ada tiga sumber pengetahuan yang benar yaitu Pratyaksa. diri sendiri secara metafisik. inilah tujuan akhir dari hidup kita. sedangkan sawikalpa adalah pengamatan yang menentukan. Disebut dualistis karena prinsip ajarannya ada dua realitas yang berdiri sendiri. sedangkan pengamatan ada dua yaitu nirwakalpa dan sawikalpa. Nirwikalpa adalah pengamatan yang tidak menentukan yang ada hanya pengenalan obyek sebagai sesuatu. yang dimaksud adaiah filsafat tentang sesuatu yang memberi pelajaran untuk mengenal. Perkataan samkya juga berarti pengetahuan yang sempurna. saling bertentangan dan dapat dipadukan. 1 PENGERTI AN DAN SIFAT AJARANNYA Perkataan samkya terdiri dari dua kata yaitu "sam” yang artinya bersama-sama atau dengan dan "khya" yang artinya bilangan. dualitis dan pluralitas. bukan sebagai benda yang jelas identitasnya.D. Dalam ajaran samkya kelepasan itu adalah penghentian yang sempurna dari semua pendentaan. namun tidak bisa melepaskan kita dari penderitaan yang sepenuhnya. D. yaitu purusa dan prakerti. Disebut realistis karena mengakui realitasduma ini yang bebas dari roh.

YOGA E. seperti Yoga Bhasya atau Wyasabhasya yang ditulis oleh Wyasa. Ajaran yoga sangat popular dikalangan umat Hindu dengan tokoh pendirinya adalah Maha Rsi Patanjali. PENGERTIAN DAN SUMBER AJARANNYA Kata Yoga berasal dari urat kata "Yuj" yang artinya berhubungan. Yoga Maniprabha ditulis oleh Bhojaraja dll. SIFAT DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Berbeda dengan Samkya. walaupun unsur-unsur ajarannya sudah ada jauh sebelum itu.E. Maha Rsi Patanjali yang dibagi atas empat bagian dengan 194 Sutra. Kata yoga bcrarti hubungan atau berhubungan. Ajaran yoga juga bersifat teistis dan mengakui kewenangan Weda. Kemudian munculah buku-buku komentar atas ajaran beliau. Maha Rsi Patanjali mengartikan yoga sebagai "Cittawrttinirodha" yaitu penghentian geraknya pikiran. dengan demikian maka yoga dikatakan bersifat teori dan praktek dalam hubungan Tuhan. 2. Adanya Tuhan dipandang lebih bernilai praktis dari pada bersifat teori dan merupakan tujuan akhir semadi yoga. adapun keempat bagian tersebut adalah : 93 . dimana maksudnya adalah pertemuan roh individu (atma purusa) dengan roh universal yang tidak berpribadi (mahapurusa/paramaatma). kebenaran Tuhan dipandang sebagai suatu yang lebih tinggi dari purusa dan prakerti. E. yoga mengakui adanya Tuhan. Tulisan pertama tentang ajaran yoga adalah kitab Yoga Sutra karya Maha Rsi Patanjali. 1. Pokok-pokok ajaran yoga ada dalam kitab Yoga Sutra Karya. Komentar-komentar ini menguraikan ajaran yoga karya Patanjali yang berbentuk sutra berupa kalimat-kalimat pendek dan padat isinya.

Tuhan akan memberikan karunia yang mulia kepada seseorang yang bhakti kepadanya berupa kesucian dan penerangan bhatin. isinya melukiskan alam keiepasan dan mengatasi roh yang mengatasi alam dunia. Bagian Samadhi Pada. Bhakti kepada Tuhan tidak hanya merupakan praktek Yoga. Bagian Sdhana Pada. b. dari prihadi lain. berada dimana-mana. TUHAN DALAM AJARAN YOGA Menurut ajaran Yoga Tuhan itu adalah roh tertinggi yang mengatasi roh perorangan dan bebas dari segala cacat. tapi juga merupakan sarana pemusatan pikiran dan samadi Yoga. F. Pandangan spiritual seperti tersebut diatas hanya dapat dimiliki bila pikiran itu bersih. Tuhan melenyapkan semua rintangan jalan orang-orang yang bhakti kepada-Nya. Tuhan adalah penguasa tertinggi dunia ini yang mempunyai pengetahuan tak terbatas. Bagian Kailwalya Pada. Tuhan adalah roh yang abadi tak tersentuh oleh dukacita. Menurut filsafat yoga kelepasan itu dapat dicapai melalui pandangan spiritual pada kebenaran roh sebagai suatu daya hidup yang kekai yang berbeda dengan badan dan pikiran. isinya tentang pelaksanaan ajaran yoga seperti cara mencapai semadhi. tentang kedudukan. ia adalah ada. tenang dan tak tergoyahkan oleh sesuatu apapun juga. sempurna. E. c. karma phala. isinya tentang segi ajaran batiniah yoga juga tentang kekuatan gaib yang terdapat karena melakukan praktek yoga. kekuatan tak terbatas yang membedakan ia.a. kekal abadi.3. d. isinya ialah tentang sifat. tujuan dan bentuk ajaran yoga. dibagian ini diterangkan tentang perubahan-perubahan pikiran dan cara pelaksanaan ajaran yoga. maha kuasa dan maha tahu. Bagian Wibhuti Pada. WEDANTA 94 .

adapun para tokoh aliran dalam sistem filsafat Wedanta adalah Sankara. 1 PFNGERT1AN DAN SIFAT AJARANNYA Kata Wedanta berarti akhir dari pada Weda (Wedasya antah) Ststem filsafat Wedanta juga disebut dengan Uttara Mimamsa. F. Semua aliran dari Wedanta ini mentransper ajaran Wedanta Sutra dengan cara pandang masing-masing misalnva : Sankara menampilkan ajaran yang disebut 95 . Oleh karena Wedanta bersumher pada kitab-kitab upanisad. Membahas pengetahuan tentang Brahma Dalam perkembangan kemudian banyak muncul kitab-kitab komentar dari Wedanta Sutra yang dikemukakan oleh komentator. Membahas Brahma adalah realitas tertinggi Bab II Mengkaji ajaran yang tidak sesuai dengan Wedanta Bab III. Brahmasutra dan Bhagawadgita. Para komentator ini kemudian mendirikan tempat-tempat belajar untuk mendalami ajaran Wedanta Sutra dan sekaligus menjadi tokoh atau pemimpin aliran filsafat Wedanta. Mula-mula kata Wedanta berani upanisad karena Upanisad dianggap akhir dari pada Weda. sedangkan yang theisme mengajarkan bahwa Tuhan yang berpribadi (personal God). Kitab ini terdiri dari 4 adhyaya (bab) dan masing-masing adluaya dari Wedanta Sutra ini membahas : Bab 1. maka sifat ajarannya adalah absolutisme dan theitisme Absolutisme maksudnsa adalah aliran yang meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah mutlak dan tidak berpribadi (impersonal God). Nimbarka.F. Wallabha.2. Ramanuja. SIMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Sebagai sumber sistem filsafat Wedanta adalah kitab-kitab Upanisad mengingat kitah-kitab Upanisad sistemrna tidak sistimatis. Yaitu penyelidikan yang kedua yaitu Upamsad. Mengkaji ajaran moksa Bab IV. Madwa. maka Bhadaraxana atau yang disebut juga Maharsi Wyasa menyusun kitab yang bernama Wedanta Sutra.

Swetambara yaitu golongan yang lebib moderat. menggunakan pakaian serba 96 . Canvaka tidak percaya kepada sorga dan neraka dan terhadap Tuhan yang menciptakan alam semesta. Budha.2. yang terdiri dari Carwaka. Aliran ini hanya. Kedua golongan ini menekankan ajaran ahimsa (tidak membunuh. karena itu aliran ini bersifat atheis. Ramanuja menampilkan aliran yang disebut Wasistadwaita dan Madwa menampilkan aliran yang disebut Dwaita Dibawah ini akan dijelaskan sedikit pandangan masing-masing aliran filsafat terebut. F. F. Tokoh aliran Carwaka adalah Watsyayana dengan bukunva Kamasutra. Aliran filsafat ini bersifat atheis. air. Aliran Carwaka percaya terhadap Catur Mahabhuta (4 unsur alam : Udara. SAWA DARSASA Istilah Nawa Darsana sebenarnya adalah penggabungan Sad Darsana dengan filsafat Nastika yang heterodok.I. F. menyakiti mahkluk lain). J A I N A Pendiri dari aliran ini adalah Seorang Mahauira yang namanya Wardkamana (abad 6 SM). Ada dua golongan Jaina yaitu : a. percaya bahwa seseorang dapat mencapai kebebasan rohani seperti gurunya.Adwaita. bisa percaya kepada apa yang bisa dilihat oleh mata. Jaina. Digambara yakni golongan yang sangat panatik dan bahkan telanjang bulat (berpakaian langit) b. Pengikut aliran ini umumnya menggunakan masker (penutup mulut). putih. api dan tanah). C A R W A K A Aliran filsafat Carwaka digolongkan dalam aliran materialisme.

11. kelahiran. kesadaran awal 4. Nama. perhatian yang lebih. yaitu 1. 12.jangan sampai salah ucap atau mahkluk-mahkluk kecil masuk ke mulut atau hidung. Dukha. Awidya.. Bila bepergian selalu membawa sapu. kebodohan 2. Upadana. 10. Sadayatana. rupa. Wijnana. kotak hubungan dengan obyek 7. Tresna. keinnginan supaya terjadi. Sparsa. kesan dimasa lalu 3. 3. 4. 2. Asta Marga. pikiran dan badan 5. BUDDHA Filsafat Budha didirikan oleh pengikut Sang Budha Siddhartha Gautama dan Dinasti Sakya (600 tahun sebelum masehi) hampir bersama dengan filsafat Jaina. haus akan kenikmatan. ada jalan untuk mengatasinya. Jati. umur tua dan kenikmatan. Pratitya Samut pada Pratitnya Samut pada adalah dua belas hal yang menyebabkan penderitaan.3. Tresna. Vedana. Bhaya. Ajaran Filsafat Buddha meliputi : a. 97 . Catur Arya Satyani Catur Arya Satyani yaitu empat kebenaran mulia meliputi : 1. ada delapan b. Jara Marana. Nireda. F. enam anggapan 6. Samkara. pengalaman yang lalu 8. 9. Hidup adalah penderitaan. ada yang menyebabkan penderitaan. jalan itu.

berusaha yang benar. 8. Sumber belajar Media Evaluasi : Buku. berpikir yang benar. 3. Pengalaman Belajar : Kuliah. bermeditasi yang benar. Filsafat Nyaya percaya dnegan adanya Tuhan dan Tuhan disamakan dengan Siwa. Jelaskan bagaimana caranya Nyaya membuktikan tentang Tuhan ? 98 . 6. papan tulis : Lisan dan tertulis JAWABLAH DENGAN JELAS DAN BENAR SOAL-SOAL DI BAWAH INI 1. 2. dosen. Asta Mania adalah delapan jalan yang benar yaitu : Asta Marga adalah delapan jalan yang benar yaitu : 1. baca buku dharma tula (diskusi). berbuat benar Samyak jiwa. 4. 7. berbicara yang benar Samyak karma. Samya drsti. pemecahan masalah dengan benar Samyagyak. berpandangan yang benar. Samyak samkalpa. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Darsana ? 2. Samyak samadi. hidup yang benar Samyak wayama. media masa : OHP. Alokasi waktu : 2 x 50 menit.c. Demikianlah antara lain pokok-pokok ajaran filsatat Buddha. Samyak smerti. 5.

Jelaskan bagaimana pandangan Mimamsa tentang Weda ! 4. 99 . Jelaskan mengapa filsafat Wedanta bersifat. absolutisme dan theistisme. Tattwa darsana III PGA. Wayan Suarjaya. I Gde Sura.3. Sebutkanlah dan jelaskan pengamatan tersebut ? 5. Ditjen Bimas Hindu dan Budha. Menurut Samkya ada dua pengamatan. SUMBER BACAAN Rudia Adiputra.

Hadi Wiyono. SATUAN ACARA PERKULIAHAN (S A P) MATA KULIAH SEMESTER : Pendidikan Agama Hindu : 100 . Departemen Agama RI. Sari Filsafat India. Harun DPK. Gunung Mulia Jakarta 1985. Tim penyusun Ditjen Bimas Hindu dan Budha. Buku Pelajaran Agama Hindu untuk perguruan Tinggi.

Berbudi pekerti luhur.TAHUN KULIAH SKS JENJANG : : 2 SKS : S1 Tujuan Kurikuler : Terbentuknya Sarjana Hindu yang memiliki sradha bhakti kepada Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Kedudukan Etika Hindu c. Pokok Materi : a. Pengertian Etika Hindu b. Pengertian etika Hindu b. Kedudukan etika dalam agama Hindu 101 . Dapat memahami kedudukan etika dalam agama Hindu c. Dapat mengamalkan pokok-pokok ajaran etika agama Hindu. berpikir yang kritis. Pokok-pokok etika Hindu TUP : Mahasiswa dapat memahami etika agama Hindu secara umum dapat mengamalkan dalam kehidupan seharihari. mahasiswa diharapkan : a. Mampu menjelaskan pengertian etika agama Hindu b. dan bertanggung jawab serta memiliki rasa pengabdian yang bertanggung jawab serta memiliki rasa pengabdian yang tinggi kepada agama bangsa dan negara. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini. trampil. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : Etika Agama Hindu : a.

maka mudah benar bangunannya roboh.c. berarti peraturan tingkah laku yang baik dan mulia yang menjadi pedoman hidup manusia (Prof. Bila etika beretika masih dalam angan disebut budi pekerti yang baik. Pengendalian diri Pembahasan : Etika Agama Hindu a. Pengertian etika Hindu : Etika adalah bentuk pengendalian diri dalam pergaulan hidup bcrsama. Dalam kehidupan bersama orang harus mengatur dirinya bertingkah laku. b. ibarat landasan bangunan. Tidak seorang pun boleh berbuat sekehendak hatinya. bila tidak 102 . tunduk kepada aturan bertingkah laku yang berlaku. la harus menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. atas dasar saling menghargai dan menghormati. perlu membina hubungan yang seraii dan harmonis dengan orang lain. Maka landasan itu tidak kuat. (I Gede Sura. Tata susila. Manusia sebagai mahluk sosial. Pengendalian diri dan Etika ). Demikianjuga halnya dengan tata susila. Ida Bagus Mantra. dimana suatu bangunan harus didirikan. dan sejauh mungkin menghindari perbuatan yang tidak baik atau dursila. Dr. Wiweka d. Dengan demikian maka orang hanya bebas berbuat dalam ikatan aturan tingkah laku yang baik. Peraturan untuk bertingkah laku yang baik disebut orang tata susila. tampak lebih menekankan pada aturan beningkah laku yang baik dan mulia. Dalam tindakan disebut budi baik dan bila diwujudkan dalam tindakan disebut budi pekerti yang baik. adalah peraturan bertingkah laku yang baik dan mulia menurut ajaran agama Hindu. Tata susila Hindu Dharma) Dengan istilah Tata susila. Daivi dan asuri sampad e. Nama lainnva ialah etika. Kedudukan Etika dalam agama Hindu Agama adalah merupakan dasar tata susila yang kokoh dan kekal. Etika Hindu atau tata susila agama Hindu.

tan hana dharma lewihe sangkeng kasatyan. atau etika merupakan wujud pengalaman dari ajaran agama dalam perilaku yang baik dan mulia. Akan tetapi apa yang baik tidak selalu benar dan apa yang buruk itu salah. Menolong. 1. Ida Bagus Mantra. Pengendalian diri dan Etika) 2. tata susila. jujur adaiah baik. Ada beberapa ukuran itu. Dalam etika maka seseorang dinilai dari tingkah laku mana yang dapat dinilai baik dan mana yang buruk. (I Cede Sura. tiga ukuran. (Prof. Walaupun demikian manusia tahu apa yang disebut baik dan buruk itu. Demikian pula sebaiknya. (Prof. Tata susila Hindu Dharma). sulit dirumuskan. 103 . maka tata susila itu tidak mendalam dan tidak meresap dalam diri pribadi manusia. Dr. Baik dan buruk Pokok-pokok Ajaran etika agama Hindu Apa yang disebut baik dan apa yang disebut buruk. Benar dan Salah Bilamanakah perbuatan itu dianggap benar dan btlamanakah perbuatan itu dianggap salah ? Segala sesuatu \ang dapat menofong dunia ini melalui jalan yang telah ditentukan oleh Sang Hyang Widhi Wasa adaiah benar. Ida Bagus Mantra. c. Kesadaran akan adanya baik dan buruk disebut kesadaran etis. dan segala sesuatu yang menghalangi jalan ini adaiah salah. Membohong. matangyan haywa lupa ring kasatyan ikang wang Untuk menentukan mana perbuatan yang benar dan mana perbuatan yang salah Agama Hindu mengajarkan agar orang berpedoman pada tri pramana. Dr.dibangun atas dasar agama. mencuri adalah buruk. sebagai landasan yang kokoh dan kekal. Tata susila Hindu Dharma) Keutamaan kebenaran itu dapat dijumpai dalam kitab Slokantara sebagai berikut : Kalinganya.

Dapat puia dipenimbangkan benar salahnya perbuatan kita atas dasar pratyaksa. ini berarti ada faktor kesengajaan untuk memilih yang baik dan buruk. gurutah atas dasar pertimbangan ajaran-ajaran guru dan swatah ialah pertimbangan atas dasar belajar sendiri dari pengalaman dan sebagainya. Wiweka Karena penentuan baik dan buruk. Pratyaksa adalah memperoleh kebenaran atas pengamatan lansung. Patra. Ada lagi dasar pertimbangan lain untuk mendapatkan kebenaran \aitu atas dasar sastratah. 3. 2. Agama ialah memperoleh kebenaran atas dasar pertimbangan orang lain yang dapat dipercaya. maka desa. Demikian pula apa yang benar pada suatu tempat atau keadaan dapat berubah menjadi salah pada tempat dan keadaan yang lain. anumana dan agama. kala dan patra adalah juga merupakan ukuran-ukuran untuk menentukan salah dan benar. Apa yang benar pada suatu waktu belum tentu benar pula pada waktu yang lain. kala berarti waktu dan patra artinya keadaan. dan menimbang-nimbang. dan akhirnya memilih antara yang baik dan buruk. salah dan benar dan sebagainya. Prauaksa. Sastratah ialah pertimbangan atas dasar ajaranajaran sastra. (I Gede Sura. anumana dan agama. Manusia sebagai mahluk berpikir. dan swatah. Desa. yaitu kemampuan untuk membeda-bedakan. Pengendalian diri dan Etika) 3. Anumana adaiah memperoleh kebenaran atas dasar logika berpikir. Desa artinya tempat. benar dan salahnya perbuatan itu atas dasar pertimbangan-pertimbangan. 104 . gurutah dan swatah. Kala. secara potensial telah memiliki kemampuan yang perlu dikembangkan. Sastratah. Disamping ukuran-ukuran lain. gurutah.1.

5. Daivi dan asuri sampad Menurut sastra-sastra agama Hindu. kecendrungan-kecendrungan perilaku orang itu bersumber dari tri guna: yaitu tiga sifat yang dibawa sejak lahir. segala perbuatan buruk itu. leburlah kedalam perbuatan baik. Ri sakweh ning sanva bhuta. yang benar dan menghindar dari yang buruk dan salah. I Nyoman Kajeng DKK) 4. Untuk itu orang perlu mengendalikan diri. 2.Kemampuan yang demikian dalam ajaran agama Hindu disebut wiweka. Kemampuan untuk memilih ini dan atas dasar pilihan ini ia dapat meningkatkan hidupnya dari tidak baik menjadi baik. 105 . phalaning dadi wwang.Asuri sampad. Faktor yang sifatnya garang harus dijinakkan dengan jalan yang ditunjukan oleh sastra-sastra agama. kuneng panentasakena ring subha karma juga ikang asubha karma. demikian gunanya menjadi manusia. (Sarasamuscaya. yaitu kecendrungan keraksasaan. faktor dalam atau tri guna itu harus diperhatikan. Terjemahannya : Diantara semua mahluk hidup. yaitu kecendrungan kedewaan dan . Ketiga guna ini saling mempengaruhi sehingga mewarnai kecendrungan berlaku lembut dan tenang dan ada yang mempunyai kecendrungan keras dan kasar. rajas dan tamas. iking janma wwang juga wenang gumawayaken iking subha asubba karma.Daivi sampad. Dalam mengatur diri bertingkah laku. Pengendalian diri Dengan adanya kemampuan berwiweka maka orang dapat memilih yang baik. hanya yang dilahirkan menjadi manusia sajalah yang dapai melaksanakan perbuatan baik ataupun buruk. Dalam Bhagawad Gita dibedakan kedua kecendrungan itu dengan istilah . terdiri dari sarwam.

: Tertulis. media elektronika dll. Demikianlah etika memerlukan kemampuan untuk melaksanakan pengendalian diri. lisan dan pengamatan 106 . maka orang harus mengarahkan daya pikir dan da\a-da\a lain dalam dirinva untuk menundukkan yang tidak baik itu. Sarasamuscaya dan Slokantara. berpikir. baca buku. diskusi Sumbi Belajar Media Evaluasi : Dosen. baik tenaga yang menyenangkan maupun tenaga yang menakutkan kepentingan-kepentingan yang berlawanan pun yang teratur seperti tertib lalu lintas. media masa dan masyarakat : Papan tulis. Yoga Satra Patanjali. unsur raksasa dan unsur dewata. Ini berarti orang harus mengendalikan diri dalam segala hal. buku. Alokasi waktu : 2 x 50 menit satu kali pertemuan Fungsi aman belajar : Kuliah. Suatu daya yang terkendali menuju suatu sasarn akan menjadi tenaga yang maha hebat. berkata dan benindak sehingga segala daya menuju kepada yang baik. kedua itu selalu berdampingan. yaitu unsur baik dan unsur buruk. Ajaran tentang pengendalian diri banyak dijumpai dalam kitab Bhagawadita.Oleh karena itu dalam diri orang.

DAFTAR PUSTAKA 1. 2. 4. 3. 6. 5. Bhagawad Gita Pengendalian diri dan etika Manawa Dharma Sastra Tata Susila Hindu Dharma Sarasamuscaya Slokantara 107 .

SATUAN ACARA PERKULIAHAN SAP Mata Kuliah Semester Tahun Kuliah SKS Jenjang : Pendidikan Agama Hindu : : : :S1 Tujuan Kurikuler : Terbentuknya dan terbinanya sarjana Hindu yang bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. berpandangan luas dan memiliki wawasan yang jauh ke depan. 1. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : YADNYA : a. Pengertian dan dasar pelaksanaan Yadnya 108 . antara umat beragama dalam mengabdikan ilmu teknologi dan seni untuk kepentingan nasional dan meningkatkan rasa pengabdian kepada agama. berbudi pekerti luhur. Bersikap rasional dan dinamis dan terapil menghargai kerja sama. Bangsa dan negara.

Menjelaskan dasar pelaksanaan yadnya c. Pengertian yadnya b. Tujuan pelaksanaan yadnya d. : 2 x 50 menit Kuliah. Tingkatan dan jenis-jenis Yadnya TUP : Mahasiswa dapat memahami ruang-ruang lingkup yadnya. Pokok Materi : a. mengerti dan menyadari akan kedudukan dan kewajibannya mahluk ciptaan Tuhan yang mempunyai Rna. sujud dan bhakti kehadapannya menghormati orang-orang suci. Menyebutkan jenis-jenis yadnya e. orang tua atau leluhur. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Dasar pelaksanaan yadnya c. media masa OHP. dosen. Menyebutkan tingkatan yadnya 2. dharma tula Buku. papan tulis Lisan dan tertulis 109 . Menjelaskan tujuan pelaksanaan yajnya d. guru dan mau bekerja sama serta bersikap toleransi dalam kehidupan sosial. Jenis-jenis yadnya e. Maksud dan tujuan pelaksanaan c. baca.b. Tingkatan yadnya Alokasi waktu Pengalaman belajar Sumber belajar Media Evaluasi : : : . Menjelaskan pengertian yadnya b.

Dasar Pelaksanaan yadnya Yadnya dalam agama Hindu merupakan bagian yang utuh dari seluruh ajaran dan aktivitas agama. bagaikan kulit telor yang membungkus dan melindungi bagian dalamnya yang merupakan inti dari telor itu sendiri. 1. Pengertian Yadnya Kata yadnya adalah kata yang berasal dari bahasa sansekerta berarti memuja. Seperti itulah yadnya dengan upacara dan upakaranya merupakan kulit telor yang nampak dan dilaksankan dalam kehidupan agama sehari-hari. Dengan demikian maka jelaslah bahwa pengertian Yadnya itu tidak saja terbatas pada upacara persembahan dalam arti secara harpiah namun juga upacara persembahan maupun pemujaan dan pengorbanan suci dalam pengertian secara simbolis filosopis untuk berkorban. mempersembahkan. terdapat dalam kita Reg Weda (X. Ajaran yadnya bersumber pada pustaka suci weda. Dalam atharwa weda dijelaskan sebagai berikut: Satyam brhad rtan uggram Diksa tapo brahma yajnah prthivim dharyanti Sano bhustaya asya patyanyurumlom (Atharwa Veda. XII. 90. Bahkan yadnya merupakan unsur yang sangat penting. lebih lanjut secara simantik yadnya mengandung pengertian yang sangat lurus: pengabdian.YADNYA A. kedamaian dan kelestarian alam semesta. B.6). pengorbanan dan berbagai aspek kegiatan yang bertujuan untuk kesejahteraa.1) Artinya : 110 . Yadnya tidak hanya menandakan identitas keagamaan tetapi lebih dari pada itu yadnya merupakan pengajawantahan ajaran agama itu sendiri.

yaitu kehidupan yang sesuai dengan ketentuan moral dan spiritual. 10) Artinya: Pada jaman dahulu kala Prajapati menciptakan manusia dengan yajnya dan bersabda dengan ini engkau akan mengembangkan dan akan menjadi kamadhuk dari keinginanmu. Kesucian diri dicerminkan dalam hidup yang benar memiliki kesiapan rohani dan jasmani seperti mantapnya sradha. tapa Brata. keimanan. yang kokoh dan suci (Rta0. Dengan yadnya pulalah manusia mengembangkan dan memelihara kehidupannya Keiklasan Jan kesucian diri adalah dasar yang utama dalam pelaksanaan suatu yadnya. Tuhan telah menciptakan manusia dengan yadnya. doa dan yadnya. Demikianlah yadnya merupakan salah satu penyangga kehidupan didunia ini.Kebenaran atau satya hukum yang agung. rasa hhakti. inilah yang menegakkan bumi. Tujuan Pelaksanaan Yadnya 1. Sebagai Pengejauantahan Weda Weda menguraikan empat cara yang berbeda-beda untuk mengungkapkan ajaran Weda : Ream tvah posagaste pupusvan 111 . C. ibu kami sepanjang masa memberikan tempat yang lega bagi kami. Kitab suci Bhagavadgita juga memberikan petunjuk kepada kita sebagai berikut : Sahajnah prajah srstva Puro.stv istakhamadhuk (Bhagavad Gita III. vaca prajapatih Anena prasavisyadham Esa vo. Kesucian hati maupun kehidupan yang suci. Semoga bumi ini.

Melalui lukisan niyasa dalam upakara. mengajarkan isi weda. perasaan hati pemujanya. V. 112 . dan orang bijaksana berpendapat bahwa ia harus dapat melukiskan apa yang tak terlukiskan termasuk yang paling abstrak sekalipun. dan dilaksanakan oleh umat kebanyakan disamping juga dapat meningkatkan kemantapan dalam pelaksanaan kegutan keagamaan mi sendiri.gayatram tvo gayati savavarisu brahma tvo vadati jatavidyam yajnasya niatram mimita utuah (Reg Veda. Dalam kehidupan beragama. Yang dilukiskan dalam bentuk Simbul-simbul (nyasa) melalui myasa dalam yadnya realisasi ajaran agama diwujudkan untuk lebih mudah dapai dihayati. I!) Artinya : Seorang bertugas mengucapkan. umat Hindu ingin menghadirkan Tuhan yang akan disembah serta mempersembahkan isi dunia yang paling baik. dan mengajarkan lain mengajar kan tata cara melaksanakan korban suci (yadnya) Demikianlah yadnya merupakan salah satu cara mengungkapkan ajaran weda oleh karena itu yadja merupakan pengajawantahan ajaran weda. manusia sangat memerlukan apa yang bisa dilukiskan. maupun wujud persembahan semuanya dilukiskan dalam bentuk niyasa (simbulsimbul) yang dicerminkan dalam berbagai bentuk upacara yang menyenai suatu yadnya. Dengan niyasa yang diwujudkan dalam bentuk upacara menjadi lebih menyentuh dan lebih mudah dihayati.sloka-sloka weda seorang melakukan nyanyainnyanyian pujian dalam sakwari. Kebesaran dari keagungan Tuhan yang dipuja. seorang lagi yang menguasai pengetahuan weda. 71.

Sahayajna prajah srstva puro vaca prajapatih anena prasavisyavam esa vo stv istakamadhuk. devam bhawayata nena te deva bhavayantu vah parasparam bhavay amah sreyah param avapsyatah. jadi dengan saling memelihara satu sama lain. evam pravanitamcakram na nuvanayati ha yah aghayur indriyaramo mogham partha sa jivati ( BhagauadGita. Ill 10) Artinya : Pada jaman dahulu kala prajapati menciptakan manusia dengan yadnya dan bersabda : dengan ini engkau akan mengembang dan akan menjadi kamadhuk dari keinginanmu. Sebagai Cetusan Rasa Terima Kasih Dalam Bhagawad gita dijelaskan bahwa Tuhan menciptakan manusia melalui yadnya dengan yadnya pula manusia akan mencapai kebaikannya yang maha tinggi. 16) Artinya : 113 .2. kamu akan mencapai kebaikan yang maha tinggi. II) Artinya : Dengan ini kamu memelihara para dewa dan dengan ini pula para dewa memelihara dirimu. (Bhagavad gita. III. (Bhagavad gita. 111.

69.La yang ada didunia ini tidak ikut memutar roda (cakra) yadnya yang timbal balik ini adalah jahat dalam alamnya. Ketergantungan kepada leluhur yang telah melahirkan mengasuh dan membesarkan diri kita membawa ikatan hutang jasa yang dikenal dengan nama Pitra Rna. kumandangkanlah suara godha (kecapi). dengungkanlah suara musik Kepada Tuhan kami persembahkan nyanyian. O. 3. Q. oleh karena itu yadnya juga dimaksudkan sebagai cetusan rasa terima kasih. kidung. Arjuna hidup sia-sia. Ada tiga jenisketergantungan dalam hidup manusia yang membaua ikaian huiang (Rna) Ketiga hutang (Tri Rna) tersebut adalah: 1. Dalam Regveda diuraikan sebagai berikut : ava savanti gargaro godha pari samsxanat pingga pari canis kadat indraya brahmodxatam (Reu Veda. Jasa para Maha Rsi yang telah memberikan pengetahuan suci untuk membebaskan hidup ini dari kebodohan menuju kesejahtraan dan kebahagiaan hidup lahir batin membawa ikatan hutang jasa yang dikenal dengan Rsi Rna. Kehidupan didunia ini pada hakekatnsa memiliki ketergantunean dentian yang lain. A 20 92 5-6) Artinya : Nah geseklah gargar (rebab) dengan nyaring. Dalam pelaksanaan suatu yadnya sarana pendukung yang tidak pernah lepas adalah lagu nyanyian direpleksikan dalam bentuk doa pujian. Ketergantungan manusia pada Tuhan yang telah menciptakan kehidupan memelihara dan memberikan kebutuhan hidup membawa ikatan hutang jasa yang dikenal dengan Dewa Rna. 114 . maupun dalam berbagai jenis gamelan. Vlll. Puas dengan indriyanya dan ia. 2. Agama Hindu mengajarkan untuk menampaikan rasa terima kasih atas pengorbanan suci yadnya yang telah diterima dalam kehidupan ini melalui yadnya pula.

Demikian pula halnya yadnya yang dipersembahkan kepada Tuhan merupakan perwujudan cinta kasih dan rasa bakti yang suci tanpa pamrih. yadnya pada hakekatnya merupakan pengorbanan suci dengan maksud untuk mengurangi keakuan (ego).74. Visoviso vi athithi vajayantah pupupriyam agni vo durya vacah stuse susasya nianmabhuh (Regveda. Berdasarkan keyakinan tersebut. 3. Oleh karena itu kccintaan rnereka kepada Tuhan dilahirkan dalam bentuk nyanyian. Doa yang sederhana dan diucapkan langsung oleh anak maupun orang dewasa. Kita memberikan kepada tamu dan tidak mcngharapkan balasan apapun dari pada Nya. dalam pelaksanaan dewa yadnya biasa diawali dengan upacara pemendak atau penyambutan dan dilanjutkan dengan persembahan serta pemujaan.S) Artinya la adalah aditi (yang utama) diantara semua penerima sajian. Orang-orang suci dalam jaman veda mcnemukan bahwa nyanyian merupakan sarana pengungkapan perasaan yang sangat mendalam.VlII. serta mengharapkan agar nyanyian mcrcka diterima dengan rasa penuh cinta kasih. Dalam bhakti marga Tuhan dipandang sebagai tamu utama yang diberi persembahan dan dipuji dalam yadnya yang dilaksanakan. la adalah atiti (tarnu) diantara semua manusia.Inilah cara pemujaan menurut bhakti marga. Doa yang diiringi musik yang dilahirkan dari hati manusia yang penuh cinta kasih. Untuk Meningkatkan Kualitas Diri Dari segi pcningkatan diri. 115 .2.

memerlukan pengorbananya yadnya. Pengendalian diri seperti larangan kata-kata yang kotor. Dipuja Upacara/Yadnya bagi umat Hindu juga merupakan pelaksanaan yuga. Maha penyayang. Yajnya upacara itu sendiri juga dimaksudkan untuk menciptakan usana suci dan membahagiakan. Oleh karena itu setiap pelaksanaan suatu upacara yadnya yang pertama-tama dilaksanakan adalah proses penyucian diri dalam artian yang luas menyangkut aspek jasmani dan rohani untuk menuju peningkatan spiritual. Karena pelaksanaan upacara itu sejak awal rnula merencanakan. cinta kasih dan sebagainya. Melalui yadnya itu pula tersirat adanya pengakuan akan keterbatasan kekurangan dan kepapaan hidup kita. Hal ini terlukis dalam doa maupun upakara yang dikenal dengan nama guru piduka dari sejenisnya. Orang yang memuja menginginkan kebahagiaan rohani. mohon kemurahan. serta dilandasi prilaku yang menampilkan susila yang tinggi. 4. Tidak saja bagi para pandita/pinandita tetapi bagi seluruh masyarakat yang Sebagai salah satu Cara Untuk Menghubungkan Diri dengan Tuhan yang melaksanakannya. mohon ampun. Tiap-tiap pengorbanan mencari dasarnya pada keiklasan berbuat untuk tujuan yang lebih mulia. Berprilaku yang menyimpang dari dharma dilaksanakan secara ketat pada saat-saat mempersiapkan 116 .Tiap-tiap usaha yang membawa akibat mengurangi rasa penyuburan keakuan untuk kearah kenikmatan yang lebih tinggi dan pengurangan dorongan-dorongan nafsu yang rendah. mempersiapkan dan lebih-lebih pada waktu melaksanakan telah diiringi sikap hatin yang suci dengan konsentrasi yang tertuju kepada Tuhan yang dipuja. ia mohon perlindungan Tuhan. Tuhan dalam bhakti marga dipandang sebagai yang Maha pengasih. Maha pemurah dan sebagainya. Dalam pelaksanaan yadnya dikembangkan sikap yang paling sederhana dalam kehidupan yaitu cinta kasih dan pengorbanan.

keimanan. hampir seluruhnya bagian-bagiannya mengandung makna dan untuk membersihkan dan menyucikan. Jenis Jenis Yadnya Yadnya terdiri atas lima (lima) penghormatan yang umumnya disebut Panca yadnya. Adapun bagian dari kelima jenis yadnya itu terdapat dalam beberapa sumber. Dari segi jasmani. berpakaian dengan sopan. ketulusan dan kesucian hati yang menyatu melahirkan kualitas spiritual yang lebih tinggi pada manusia begitu pula upacara tidak akan berani apabila orang melaksanakan belum memiliki kesiapan rohani. Kesucian adalah landasan yang patut ditegakkan dalam melaksanakan ajaran agama. kehidupan yang sesuai dengan moral dan spiritual patut menjadi landasan pelaksanaan yadnya. kebaktian. D. Walaupun telah mandi dengan bersih. berkata-kata (mono brata) dan lain-lainnya. diikuti dengan prilaku yang baik masih ditambah dengan tirta penglukatan/pamarisudha sebelum akan memasuki areal tempat mempersiapkan suatu yadn\a yang disucikan. Untuk Menyucikan Dalam yadnya yang tergolong dewa yadnya. sepeni itu hampir dijumpai pada setiap pelaksanaan suatu yadnya lebih-lebih pada tingkatan yadnya yang besar Sradha. pantang. bhuta yadnya. Manusia Yadnya. Untuk itu jasmani yang suci. Oleh karena itu upacara yang bermakna menyucikan. 117 . kesemuanva itu tidak lain untuk meningkatan kosentrasi dalam menghubungkan diri dengan Hyang Widhi Wasa. hati yang suci dan kehidupan yang suci. kebersihan diri sebelum melaksanakan sesuatu pekerjaan yang berhubuagan dengan yadnya yang akan dipersembahkan juga sangat diperhatikan. Pitra Yadnya dan Rsi yadnya. disamping sebagai persembahan. 5. Tidak jarang dalam tingkatan yadnya yang cukup besar juga diikuti dengan melaksanakan brata sepeni puasa dalam jangka waktu tertentu.suatu yadnva.

Huta - yaitu upacara dengan mempergunakan api sebagai unsur yang penting. 3. disebutkan : Dnvya yadnya yaitu yadnya dengan sarana benda-benda material. Tapa yadnya yaitu yadnya dengan melakukan tapa Yoga yadnya yaitu yadnya dengan melaksanakan yoga.1. d. Panca yadnya menurut kitab Manawa Dhanna Sastra III. Demikian disebutkan dalam Manawa Dharma Sastra III-73. Swadaya yadnya yaitu yadnya dengan mempelajari ajaran suci 118 . secara tekun.28. Prasita - yaitu upacara yang diselenggarakan dengan cara penyuguhan jenis-jenis. Prahuta - yaitu upacara yang dilakukan dengan penyebaran bendabenda upacara ditanah. Terutama ditujukan pada yang meninggal. 69-70 sebagai Brahma yadnya yaitu belajar dan mengajar Veda Pitra \adnya yaitu upacara menghaturkan tarpana dan air Dewa yadnya yaitu upacara mempersembahkan minyak dan susu. c. Bhuta yadnya yaitu upacara bali banten Nri yadnya yaitu menerima tamu dengan ramah. Dalam kitab Bhagawad Gita IV. d. a. e. 2. c. kapur sirih dsb. b. e. Ahuta b. berikut a. Brahmahuta - yaitu upacara yang ditujukan sebagai penghormatan pada para Brahmana. a. d. c. Pada bagian kitab Manawa Dharma Sastra menyebutkan 5 jenis upacara yaitu yaitu upacara yang dilakukan tanpa memper-gunakan kesaksian api. b.

Oleh karena itu keharmonisan antara besar kecilnya yadnya yang akan dilaksanakan dengan tingkat kemampuan yang bersangkutan 119 . Rsi yadnya adalah upacara pcnghorrnatan dan punia yang kepada para Rsi dan Guru. c. Manusia yadnya adalah upacara (samkara) terhadap seseorang sejak terwujudnya jasmani dalam kandungan sampai akhir hidupnya. Dewa yadnya adalah upacara pemujaan atau persembahan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam berbagai manifestasinya b. Jnana yadnya yaitu yadnya dengan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. d. d. Tingkatan Yadnya Perbedaan rangkaian yudnya ini disesuaikan dengan tingkat kemampuan umai molaksanakan. b. Dalam kenyataannya kehidupan dimasyarakat tingkat kemampuan materi yang dimilikinya umat tidaklah sama. Panca yajna menurut pustaka Agastya Parwa : Dewa yadnya Rsi yadnya Pitra yadnya dan upacara Sradha Bhuta yadnya Manusia yadnya Demikianlah jenis-jenis yadnya menurut beberapa sumber yang ada. E. 4. Bhuta yadnya adalah upacara tawur untuk keseimbangan alam. c. ketulusan dan kesucian hati. e.e. sepanjang dalam pelaksanan ya didsasari dengan rasa bhakti. e. Akan tetapi secara umum dalam masyarakat yang dimakud dengan panca yadnya dalam pengertian upacara sebagai berikut: a. a. Pitra yadnya adalah penghormatan kepada leluhur. Dan segi kwalitas kesembilan tmgkatan yadnya tersebut tidak ada perbedaan.

POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : : PANDITA DAN PINANDITA a. Menjelaskan pengertian Pandita dan Pinandita b. Stauts dan wewenang Pandita serta Pinandita c. Menjelaskan status Pandita dan Pinandita c. mahasiswa diharapkan dapat : a.sangat diperlukan agar pelaksanaan yadnya bertujuan menuju kesejahtraan dan kebahagiaan. Menyebutkan syarat-syarat Pandita dan Pinandita POKOK MATERI : a. Pinandita b. Syarat-syarat calon Pandita dan Pinandita TUP : Mahasiswa dapat mengerti keberadaan serta kedudukan Pandita dan Pinandita dalam ajaran agama Hindu TKP : Setelah mengikuti perkuliahan materi ini. Menjelaskan Wewenang pandita dan Pinandita d. Pinandita PEMBAHASAN A. Pengertian Pandita dan Pinandita b. Pengertian Pandita dan Pinandita 120 .

• dari keluarga Brahmana. Maka dalam peningkatan kesuciaan seorang harus menempuh upacara Diksa.Pandita artinya terpelajar. Hal ini ditetapkan oleh Parisada dalam Mahasaba. ke II tahun 1968 yang Dukuh Adalah gelar seorang sulinggih yang berasal Empu adalah gelar seorang sutinggih yang berasal dari Bujangga adalah gelar seorang sulinggih yang berasal Rsi adalah gelar seorang sulinggih yang berasal dari Bhagawan adalah gelar seorang sulinggih yang berasal Pedanda adalah gelar seorang sulinggih yang berasal 121 . Pengertian Pinandita Pinandita adalah rohaniawan Hindu yang bertugas selaku pembantu mewakili Pandita. bijaksana. Jadi dwijati adalah lahir yang kedua kali. Pandita adalah rohaniwan Hindu yang tergolong Dwijati. • keluarga Pande • dari keluarga Pasek. Lahir yang pertama adalah lahri dari kandungan ibu sedangkan lahir yang kedua adalah lahir dari Kaki Dang Guru yang disebut Nabe. yang didalam Weda disebut dengan upacara Upanayana. Dalam upacara Diksa juga dilakukan Nuuun Peta ataujuga disebut Metapak. • dari keluarga Ksatriya. 2. Setelah seseorang melaksanakan upacara Diksa mereka disebut sebagai Dwijati. Upanayana adalah penerimaan seseorang untuk menjadi keluarga brahmana dalam mempelajari ilmu Weda. Karena Dwijati berasal dari kata dwi artinya dua dan jati artinya lahir. pintar. Gelar Dwijati dalam masyarakat Hindu yang berada di Bali terdiri dari. Sejak itu seorang mulai masuk dalam fase brahmacari. • keluarga Wesya • dari keluarga Wasnawa.

menetapkan sebagai berikut: Selaku pembantu mewakili Pandita ditetapkan adanya Pinandita terdiri: • • • • • • Pemangku Wasi Mangku Balian Mangku Dalang Pangemban Dharma Acarya. Mangku Balian. Pelaksanaan upacara Diksa ini bersifat merubah status yang bersangkutan setelah melalui disiplin hidup yang cukup ketat. seperti melaksanakan upacara Perkawinan. aninya empat ikatan disiplin kehidupan kerohanian meliputi : a. 1. Sebutan pemangku umumnya dikaitkan dengan adanya suatu Pura dimana ia bertugas. Status Pandita dan Pinandita. Amari aran: Artinya yang bersangkutan sejak diresmikan menjadi seorang Pandita dengan melalui upacara Diksa wajib mengganti namanya dengan nama yang baru sesuai dengan pemberian Nabe 122 . Selain jenis dari Pinandita yang tersebut diatas ada lagi jenis pinandita seperti Dukuh yang berasal dari masyarakat Hindu Tengger. Oleh karena itu mereka lebih banyak melaksanakan tugas selaku rohaniwan yang bersifat umum. manusa yadnya dsh. Wasi. Status Pandita adalah rohaniawan Hindu yang telah di Diksa dan tergolong Dwijati. B. Sedangkan Pemangku Dalang. Status Pandita. Ikatan disiplin pertama-tama yang patut dilaksanakan dikenal dengan istilah Catur Bandana Dharma. Pengemban maupun Dang Acarya tidak selalu memiliki ikatan dengan suatu tempat suci tertentu.

Pada saat melaksanakan pemujaan juga dilengkapi dengan peralatan penuijaan yang disebut Siuopakarana. Misalnya dalam tata busana. yaitu tugas dan kewajiban serta disiplin kehidupan seorang Pandita. Bagi yang wanita memakai dandanan rambut yang disebut Anondong. Guduha yaitu gelang rangkaian biji buah ginitn yang dikenakan pada kedua pergelangan tangannya. Pakaian sehari-hari setelah menjadi Pandita antara lain 123 . Amari Wesa: Artinya meninggalkan dan mengganti atribut/tanda kawalakaan dengan Wesa atau ciri/identitas Pandita. Contohnya Tan Wenang adol atuku (tak boleh jual beli) dsb. Gondala yaitu anting-anting yang umumnya juga terbuat dari rangkaian buah gmitn. Bhawa yaitu hiasan pada kepala. Rudraksa yaitu hiasan dari rangkaian buah ginitri yang dikenakan pada kedua bahunya. melainkan bagi Pandita Siwa yang iaki-laki biasanya mengenakan dandanan rambut yang disebut Aketujata memakai mahkota rambut yang diikat sedemikian rupa atau disebut Melingga Mudra. Pakaian saat memuja memakai Sempet yaitu secarik kain yang dilipat pada dadanya. Kantha Bharata yaitu hiasan pada leher Kama Bharata yaitu hiasan pada telinga. Yang sering disebut dengan Ketu. c. Amari Sasana. tidak boleh bercukur.b. serta gerakan tangan yang bersifat magis(mudra). Artinya meninggalkan tugas dan kewajiban semula (saat sebelum mediksa) dan mengganti dengan sasana kawikon. di Bali dikenal dengan Maprucut.

Status Pinandita. Kedudukan Pandita selaku Dwijati adalah kedudukan khusus yang hanya menuruti sasana serta sesuai dengan ketentuan Parisada. masih memiliki tugas dan kewajiban dalam hubungannya dimasyarakat sebagai seorang Walaka. Puja Siwalingga. berpakaian selayaknya masyarakat biasa.Bagi Pandita Iaki-laki mengenakan kain putih. bila keluar rumah memakai "tongkat. selendang kuning.\angdisebut Kauaca Rajeg. 124 . boleh dengan motif kembang. Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penguasaan ajaran kePanditaan yaitu : Kemahiran Pujapari Krama termasuk mudra dan Siwapan Krama. Upacara pweintenan boleh dilakukan berulangkali. Status Pinandita adalah tergolong Ekajati. Pandita Istri memakai kain yang dasarma kuning. Namanyapun setelah diwinten tidak diganti dengan nama baru. sclalu hormat dan patuh kepada Nabe termasuk keluargaina. ikat pinggang putih. 2. Upacara pengesahan untuk menjadi Pinandita hanya sampai pada tingkat Pewmtenan. Boleh juga"memakai jubah. d. kesemua ciri-cin tersebut hanya boleh dipergunakan oleh seorang \ang telah resmi menjadi Pandita. Umulaken Kaguru Stisrusa: Annna melaksanakan dengan patuh dan berdisiplm ajaran Nabe. Kamahiran Puja Arghapatra serta penghayatannya. Berbeda dengan upacara Diksa yang hanya boleh dilakukan sekali (tan wenang anyusum diksa) Seorang Pinandita boleh bercukur. baju uarna putih. Dengan melaksanakan disiplin yang ketat mengantarkan seorang Pandita pada status sebagai seorang Wiku Dang Acharya Sulinggih/ Dwijati. Seorang Pinandita juga diharuskan mempelajari Weda untuk Ngeloka Palasaraya. kampuh kuning bertcpi putih. ikat pinggang putih. yang tujuannya han\alah untuk mcnsucikan diri. Upacara pweintenan juga bisa dilakukan oleh umat secara umum.

melainkan. dan juga tidak mempergunakan Mudra. Bagi Pemangku Dalang. C. sasananya sesuai dharmaning Dalang. Dalam melakukan pemujaan memakai: Genta. Ciri-ciri timum yang dipergunakan seorang Pinandita. 1. seorang Pandita harus melaksanakan upacara Ngelinggihan Weda xang disaksikan oleh Nabenya. Pasepan. kampuh putih. Pada upacara ini seorang Pandita dites kembali dalam hal kemampuan pernguasaan 125 . Kewenangan seorang Pandita tidak secara otomatis diperoleh setelah menyelesaikan upacara Diksa. Bagi seorang Pinandita memiliki sasana khusus yang disebut Sasana Pemangku. Pelanggaran dalam hal ini disebut Nyumuka yaitu "anguikon awaknya dauak" artinya menjadikan dirinya selaku Pandita. Sang Kulputih. Panyudamalan dan Nyapu Leger.Seorang Pinandita dalam melaksanakan tugasnva tidak diperkenankan mempergunakan alat pemujaan seperti Pandita. Gegelaran Pemangku. seorang Pandita berwenang menyelesaikan upacara Panca Yadnya. baju putih. masih memerlukan pengesahan yang bersitat memberi legalitas. Penyesahan tersebut terkadang harus dilalui beberapa tahapan laui. Rambut panjang atau boleh bercukur. dan menyelesaikan upacara tingkat sederhana. Untuk menggunakan Weda. Wewenang Pandita dan Pinandita Wewenang Pandita. tempat tirta (Kumba). Gandaksata. Pakaian dalam melakukan upacara. Sesuai Keputusan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu. yaitu : Gagelaran/ageman-ageman pemangku melaksanakan tugasnsa disesuaikan dengan ketentuan dalam lontar Kusuma Dewa. Bunga. memakai destar putih.

seorang Pandita diharapkan untuk melaksanakan tugas seperti: a. batin b. Aktif mengikuti Paruman dalam rangka meningkatkan ajaran agama dalam hubungannya dengan perkembangan jaman. Melakukan pemujaan penyelesaian Yadnya. Pandita hendaknya berkenan membimbing untuk meningkatkan Memimpin umat dalam hidupnya untuk mencapai kebahagiaan lahir kesucian dan kemampuan para Pinandita. Tugas dan keuajiban Pandita sesuai Keputusan Mahasabha II Parisada Hindu Dhatma Tahun 1968 adalah sebagai berikut: a. Setelah upacara Ngelinggihang Weda ini dapat dilaksanakan dengan baik. barulah seorang Pandita memiliki kewenangan menyelesaikan upacara tingkat tenentu yang sesuai dengan ijin Nabenya. c. 126 . Untuk menxelesaikan upacara tingkat besar (upacara yang manggunakan Sanggar Tawang Rong Tiga). Pandita sejak mendapat ijin Ngeloka Paiasraya. Oleh karena itu Pandita juga disebut sebagai Guru Loka atau Dang Acharya. Dalam pembinaan umat. hendaknya melakukan Tirta Yatra ketempat-tempat suci. Pemujaan ini biasanya dilaksanakan di Tempat Suci.Weda. Dalam memimpin upacara Yadnya menyesuaikan dengan kitab suci. Bagi seorang Pandita yang sudah melewati tahapan ini maka tugas pokoknya adalah Ngeloka Palas raya yaitu melaksanakan tugas selaku sandaran umat untuk memohon bantuan dalam hal kehidupan keagamaan secara umum. seorang Pandita harus memiliki kemampuan dalam penguasaan Weda (Apasang Lingua) yaitu tingkat tertentu dalam penguasaan Weda. Tugas dan keuajiban Pandita setiap harinya adalah melaksanakan pemujaan yang dikenal dengan Nyurya Sewana yaitu melaksanakan pemujaan untuk manyucikan diri serta mendoakan kesejahteraan dan kebahagiaan semua makluk di dunia (sanaprani hitang karah). b.

Bhuta Yadnya/caru. Pandita hendaknya dapat melakukan dharmawacana kepada umat. Dalam menyelesaikan upacara menggunakan tirta sulinggih. Maksimal sampai tingkat 127 . Nganteb upakara pada Kahyangan yang diamongnva Boleh Ngeloka Palasraya sampai dengan Medudusan Alit atas panugrahan Pandita.d. Pinandita dibolehkan untuk mehyelesaikan upacara rutin di dalam Pura dengan nganteb serta mohon tirta kehadapan Hyang Widhi atau Bhatara yang melinggih di pura. Apabila Pinandita menyelesaikan upacara yang harus menggunakan tirta sulinggih. b. maka Pinandita boleh menyelesaikan dengan nganteb serta menggunakan tirta sulinggih selengkapnya. Pinandita tidak dibolehkan untuk membuat Tirta Pangentas. Sesuai dengan Ketetapan Mahasabha II tahun 1968 bahwa Pinandita tidak diperkenankan untuk melakukan Pewintenan kepada seorang yang ingin menjadi Pinandita. Kewenangan seorang Pinandita Sesuai dengan Kesatuan Tafsir Agama Hindu adalah sebagai berikut: a. 2. Dalam menyelesaikan upacara Dewa Yadnya dan Manusia Yadnya hanya pada tingkat Madudus Alit. Dalam melakukan upacara Panca Yadnya. c. batas kewenangan Pinandita adalah sebagai berikut: Menyelesaikan upacara Pujauali'piodalan sampai tingkat piodalan pada pura yang bersangkutan. Waktu melakukan tugas agar berpakaian putih. Wewenang Pinandita.

-

Dalam menyelesaikan upacara Manusia Yadnya. berwenang dari upacara bayi lahir sampai tingkat otonan. Dalam menyelesaikan upacara Pitra Yadnya. hanya sampai dari pada tingkat

Mendem Sawa sesuai dengan Catur Drstha.

D.

Syarat-syarat Calon Pandita dan Pinandita.

1. Laki-Iaki yang sudah kaum. 2. Wanita yang sudah kawin. 3. Laki-laki yang Nyukla Brahmacari. 4. Wanita yang tidak kawin (kenya). 5. Pasangan suami istri yang sah. 6. Umur sudah dewasa. 7. Paham dalam bahasa Kawi. Indonesia. Sansekerta. Memiliki pengetahuan agama (Hindu), memiliki pengetahuan umum. 8. Sehat lahir dan batin. 9. Mendapat tanda kesetiaan dari Pandita calon Nabenxa.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Mata Kuliah Semester

: Pendidikan Agama Hindu :

128

Tahun Kuliah SKS Jenjang Tujuan Kurikuler

: : 2 SKS :S1

Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang istilah dan fungsi tempat suci. Ikut berpartisipasi dalam usaha melestarikan kesucian tempat suci dan menyadarkan akan pentingnya tempat suci bagi umat Hindu dimanapun berada sebagai tempat untuk menghubungkan dan mendekatkan diri kehadapan Tuhan dengan segala manifestasinya. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : : Tempat suci a. Pengertian tempat suci b. Syarat-syarat mendirikan tempat suci TUP : Mahasiswa dapat memahami pengertian tempat suci dan syarat-syarat mendirikan tempat suci TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Memahami pengertian tempat suci dan syarat-syarat mendirikan tempat suci b. Menjelaskan syarat-syarat mendirikan tempat suci Pokok Materi : a. Arti dan fungsi tempat suci b. Syarat-syarat mendirikan tempat suci c. Mengenal bangunan suci Hindu BAB I TEMPAT SUCI

A.

Pengertian Tempat suci.

129

Tempat suci adalah tempat untuk melakukan persembahyangan, tempat untuk bersujud, berbakti, menyernbah secara lahir batin, kehadapan Hyang Widhi Wasa secara tulus iklas.

B. 1.

Fungsi Tempat Suci Tempat suci berfungsi sebagai tempat pemujaan Hyang Widhi

beserta manifestasinya, tempat manusia mengabdi dan berbakti kepada Hyang Widhi. tempat memohon pertolongan dan tuntunan dalam hidupnya. tempat manusia menyatukan dirinva dengan Hyang Widhi dan tempat memohon ampun atas dosa yang pernah dilakukan selama hidupnya. Manusia disaat suka datang ke tempat suci untuk mengucapkan rasa syukur atas segala anugrah yang dilimpahkan oleh Hyang Widhi. Demikian pula pada saat duka; menderita. dan sebagainya. seorang datang kepura untuk memohon ketenangah Jiwa dan memohon petunjuk kepada Hyang Widhi. 2. Pada bagian lain dari tempat suci dapat berfungsi sebagai

sarana sosial keagamaan. seperti dharma tula, sarasehan dan sebagaiina.

C. 1.

Jenis-jenis Tempat suci Pura.

Istilah pura berasal dari kata Pur yang aninya Kola, benieng. Pura berarti suatu tempat \ang khusus dipakai untuk dunia kesucian. Sebelum Pura diperkenalkan sebagai tempat suci atau tempat pemujaan. dipergunakan Hyang atau Kahyangan dan juga I Ion untuk tempat pemujaan umat Hindu.

2.

Candi.

Candi berasal dari kata Candika Grha artinya Rumah Durga. Dan pengertian ini akhirnya candi dijadikan tempat pemujaan untuk Deui Durga. Di India candi

130

Candi Simpino. Mandira. Candi berfungsi sebagai tempat semedi seperti . Fungsi Balai Antang adalah sebagai tempat menstanakan roh leluhur yang sudah di sucikan \ang bersifat sementara. Candi Pauon. Candi Singosari. Sudarma. BALAI KAHARINGAN Balai Kaharingan adalah tempat suci umat Hindu dari Kaharingan. Candi Borobudur. Dewa. sebagai tempat para. Candi berfungsi sebagai tempat pemujaan. Mandir. Candi Penataran. Dr. Candi Kalasan. Fungsi Kuil adalah tempat suci untuk memuja manifsetasi Tuhan (Dewa) yang dikagumi. 2. 4. Candi Mendut Candi Sewu. Kuil. Candi Dieng. Candi Sari. 3. 5. dan di ruangan diletakkan sebuah tiang yang besar sebagai 131 . Candi Jaui. Mandir adalah tempat suci umat Hindu keturunan India Tamil. Candi Prambanan. Bentuknva hampir mirip bangunan rumah. Balai Antang ini dibuat dari kayu yang dirangkai sehingga bentuknva mirip dengan pelangkiran di Bali. Kuil adalah tempat suci umat Hindu dari keturunan India Tamil. 3. BALAI ANTANG Balai Arang adalah tempat suci umat Hindu dari Kaharingan. Sukmono mengatakan bahua fungsi candi seperti : 1.merupakan sarana pemujaan. Candi berfungsi sebagai pemujaan roh suci seperti : Candi KidaK Candi Jago. Nama lain candi adalah: Prasada. Mandir berfungsi sebagai tempat suci untuk memuja Tuhan dengan segala manifestasinya. Maka itu candi merupakan tempat pemujaan kepada dewa. dan merupakan simbol gunung Mahameru.

8. dengan ciri-cirinya. Fungsi Balai Kaharingan adalah untuk menstanakan Hyang Widhi dengan berbagai manifestasinya. 6. Pedatun ini merupakan tempat sembahyang yang digunakan dalam beberapa lingkungan keluarga (di Bali = Banjar). INAN KAPEMALARAN PEDATUAN. bentuk atapnya segi tiga sama kaki dan memakai satu tiang sebagai penyangga. Pohon Cendana dan Pohon andong. Fungsi Sandung adalah sebagai Stana roh leluhur yang telah ditixsahkan (disucikan). Adalah tempat suci umat Hindu Tanah Toraja. 7. 9. INAN KEPEMALARAN PAK BUARAN. Adalah tempat suci umat Hindu Tanah Toraja. dengan ciri-cirinya terdapat Lingga/batu besar. Sandung terbuat dari kayu dirangkai berbentuk pelinggih rong satu. Atapnya bersusun Tiga. Balai Kaharingan dibangun ditengah-tengah wilayah masyarakat atau pada tempat yang mudah dijangkau oleh umat Hindu Kaharingan untuk melaksanakan persembahyangan. Pedatuan ini biasanya terleiak dilereng Gunung. pohon cendana dan pohon andong. yang digunakan dalam lingkungan rumah tangga (di Bali = Merajan) 10. terdapat lingga / batu besar. INAN KAPEMALARAN PAK PESUNGAN. Pak Buaran merupakan tempat sembahyang yang digunakan dalam lingkungan satu Desa (di Bali sama dengan Pura Desa). 132 .penyangga. SANGGAR. Adalah tempat Sembahyang bagi umat Hindu di Tanah Toraja. semakin keatas semakin kecil. Sandung diletakkan diluar rumah atau dipekarangan. SANDUNG Sandung adalah tempat suci umat Hindu Kaharingan.

11. Tempat suci yang bersifat UMUM Tempat suci ini mempunyai ciri umum sebagai tempat pemujaan H\ang Widhi dengan segaia manifestasinya. Sebagai berikut. Pengelompokkan berdasarkan karakter (ciri Khasnxa) antara lain : a. PAJUH. PENGELOMPOKAN PURA. 133 . Pengelompokkan berdasarkan fungsi.PAJUHAN.Adalah salah satu bentuk tempat persembahyangan umat Hindu di Jawa. 1.pajuha terbuat dari kayu yang dirangkai berbentuk segi empat. Pajuh . Fungsinya adalah stana roh leluhur ang telah disucikan. Tempat suci yang bersifat teritorial. Tempat suci yang tergolong umum ini merupakan tempat pemujaan untuk semua lapisan umat Hindu secara keseluruhan. D. Pajuh-Pajuhan adalah tempat pc. Pura sebagai tempat suci untuk memuja Sang Hyang Widhi Pura sebagai tempat suci untuk mernuja Roh Leluhur. b. 12.sembahyangan umat Hindu Batak Karo. Sanggar ini merupakan tempat suci \ang ukuran ruangnya kecil yang berisikan satu buah Padmasana untuk tempat persembahyangan yang bersifat umum. 2. Dan ribuan tempat suci yang tersebar di seluruh Ball dapat dikelompokkan berdasarkan t'ungst dan karakter (ciri Khasnya). CUBAl -CUBALAN Adalah tempat sernbahxang umat Hindu Batak Karo Cubal-Cubalan bentuknxa scienis Pelangkiran yang diletakkan di dalam rumah yang Uijuamua untuk mclakukan perscmbahyangan dan xadnxa yang ditujukan pada roh leluhur dan Hyang Widhi. Pajuh-Pajuhan biasanya dibangun dekat mata air dan sifatnya umum yaitu tempat sembahyang sccara umum.

Pura Empelan. Pura Bedugul yang letaknya di Pusat irigasi (pintu air) Tingkatan Hirakhinya adalah : Tempat suci Masceti Tempat suci Ulun Suwi Tempat suci Ulun Danu 2. 4. Tempat suci ini berkarakter fungsional dimana penanggung jawabnya adalah memiliki ikatan kekaryaan atau mata pcncaharian yang sama seperti . Tempat suci untuk para petani Tanah Kering seperti. d.Tempat suci ini mempunyai ciri kesatuan wilayah dari anggota masxarakat suatu desa. Tempat suci yang bersifat teritorial sudah lazim berlaku di Bali karena ciri khas suatu desa yang berdaulat pada dasarnya memiliki ? (tiga) buah tempat ihadah disebut Tri Kahyangan Tiga. Tempat suci untuk petani tanah basah misalnya. Tempat suci untuk Para Nelayan di sebut Pura segara. 1. Tempat suci alas angker Tempat suci alas harum Tempat suci alas rasmini Tempat suci untuk pedagang disebut tempat suci Pura Melanting tempatnyadi sekitai lingkungan pasar. Petani Tanah Basah Petani Tanah Kering Nelayan Pedagang Petani Tanah Basah. 134 . c. tempatnya disekitar pantai tempat nelayan beroperasi. Tempat suci yang bersifat Fungsional. • • • 3. Tempat suci yang berdasarkan Kauitan.

Persavaratan yang terdapat dalam hukum agama (Weda).mdn/mag/!969 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. BAB II SYARAT-SYARAT MENDIRIKAN TEMPAT SUCI A.SK. Awig-awig. Peraturan tersebut adalah Surat keputusan bersama antara Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No. Bhisama.556/DJA 1986. tentunya harus mengacu kepada sastra agama Hindu seperti Lontar. Keputusan Mahasabha dan sebagainya. 1. B.Tempat suci mi ditentukan oleh garis keturunan (leluhur) \ang terbatas pada keluarga sapinda (pertikal geneologis). PROSEDUR MENDIRIKAN TEMPAT SUCI Tahap awal yang harus dipersiapkan antara lain 135 . Dalam mendirikan Tempat suci Hindu selalu berpedoman pada dua hal yaitu Peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Hukum Agama (Weda). SYARAT SYARAT MENDIRIKAN TEMPAT SUCI.OI BER.

Segehan Agung 1 buah yang diletakkan ditcngah-tengah halaman. masing-masing 1 buah. Adanya sertifikat atas tanah tempat suci d. Menyiapkan tempat yaitu tersedianya tanah yang cocok dengan pertimbangan kemungkinan kecilnya terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari. 4.a. 2. 5. c. b. Waktu mendirikan bangunan: Mengenai waktu mendirikan bangunan Tempat suci kita tidak boleh lepas dari penentuan hari yang baik yang disesuaikan dengan Desa Kala Pntra 136 . b. Status tanah yang akan dipakai sudah sah dengan bukti adanya sertiftkat dari pihak yang beruenang yang dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN). c. Surat Pengantar dari lurah kepala Desa yang berisikan persetujuan terhadap tempat lokasi bangunan Pura. Pengukuran Bangunan Pada saat pengukuran bangunan tempat suci disertai rentetan upacara dan upakara seperti: Canang Genten 5 buah diletakkan disetiap sudul dan tengah. Pengurusan sertifikat sebagai berikut a. Denah tempat suci (sesuai pianologi) Desa/Koia diketahui oleh Pemda setempat. Pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan Hal-hal yang harus dipersiapkan adalah. Tanah yang tersedia tidak dalam keadaan sengketa. Adarna surat pengantar dari lurah Kepala Desa berupa akta jual beli tanah atau akta serah terima tanah disertai pula surat pengantar dari PHD1 setempat ditujukan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN). b. Mengisi blangko yang diberikan oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang disertai lampiran akta jual beli tanah. Ekosistimnya menguntungkan dan sesuai dengan ketentuan agama. 3. a. Adanya daftar nama umat yang berdomisili disekitar tempat suci.

DENAH PURA SESUAI DENGAN TR1 MANDALA Secara umum denah tempat suci di bagi atas 3 bagian sesuai dengan ketentuan Tri Mandala antara lain : 1. Di kiri dan kanan pintu masuk candi bentar dipajang patu Dwarapala (dua buah patung raksas) yang mempunyai fungsi sebagai penjaga. Antara Utama Mandala dengan Kanista mandala didirikan Candi bentar yaitu pintu masuk pertama dari kanista mandala menuju madya mandala sekaligus batas antara kanista mandala dengan madya mandala. Swah Loka (Sorga) Pertimbangan lain jika tanah yang tersedia sangat sempit. Utama Mandala (jeroan) adalah tempat bangunan suci. Swah. ?. Sedangkan jika tanah memungkinkan ada Tempat suci (pura) pembagian ruangannya terdiri atas 7 halaman ruang adalah lambang dari Sapta loka yaitu Bhur. Bwah. Maha. Petugas penunggu pura dalam 137 . Madya Mandala (halaman tengah) adalah wilayah tempat mendirikan bangunan pelengkap untuk menunjang kegiatan upacara keagamaan. Bila pura yang terdiri dari hanya satu halaman yang fungsinya sebagai halaman utama disebut Ekabhuana yaitu. Tapa. dimungkinkan pembagian ruang Pura terdiri dari 2 halaman /ruang yaitu lambang dari alam atas (akas) dan alam bawah (pertiwi). dan Satya Loka. Bhwah Loka (langit). Pembagian ruana halaman pada sebuah Pura adalah berorientasi pada makrokosmos (bhuana Agung) yaitu dibagi menjadi 3 bagian adalah lambang dari Tri Loka yaitu : Bhur Loka (Bumi). 2.C. Pintu masuk ke Utama mandala yaitu Kori agung sehari-harinya tertutup dan baru dibuka apabila ada upacara keagamaan di Pura seperti Pujawali hari jadi dari pura tersebut disamping upacara keagamaan yang lain. Jnana. penunggalan antara pertiwi dan aksa. Kanista Mandala (halaman luar) adalah wilayah yang dipergunakan untuk keperluan yang langsung berhubungan dengan kegiatan keagamaan. 3.

2. Bahan bangunannya dipakai batu alam. GEDONG. Pada umumnya atapnya adalah dari ijuk. batu karang dan batu-batu merah.melaksanakan tugas di Pura seperti membersihkan Pura dapat memakai jalna kecil yang terletak di sebelah kiri dan kanan Kori Agung. Denah bangunan bujur sangkar. terdiri dari tiga bagian yaitu Dasar. Adapun bentuk-bentuk bangunan tersebut antara lain : 1. Candi Margarana. Pura Maos Pahit Desa Tatasan Badung. Fungsi Meru adalah tempat memuja Hyang Widhi dengan segala manifestasinya. Atap atau kepalanya memakai gelung mahkota segi empat bertingkat semakin keatas semakin kecil. MERU. BAB III MENGENAL BANGUNAN SUCI HINDU. Fungsi Prasada adalah sebagai tempat pemujaan Hyang Widhi. 138 . tinggi bangunannya dapat berkisar setinggi Tugu sampai sekitar 10 meter. bagian dasar pada umumnya terbuat dari batu alam dan badan Meru terbuat dari bahan kayu. Bangunan prasada dapat kita saksikan di Pura Prasada desa Kapal kabupaten Badung. kecuali beberapa Meru di Pura Besakih di Kabupaten Karangasem bahwa badan meru terbuat dari batu cadas dan ukurannya lebih besar dari pada badan Meru yang terbuat dari kayu. Badan dan Atap. 3. Bentuk bangunan suci Hindu motipnya berbeda sesuai dengan budaya setempat tetapi secara hakiki semuanya sama sesuai dengan amanat Kitab Suci Agama Hindu. batu padas. PRASADA Bentuknya serupa tugu.

RONGT1GA. atapnya terbuat dari alang-alangdan bisajuga ijuk dan genteng. Bangunan ini terdiri dari tiga bagian yaitu Bagian dasar dibuat dari batu padas. Bentuk bangunan Rong Tiga pada umumnya sama dengan bangunan gedong yakni empat persegi panjang. Bagian badan ada yang terbuat dari batu bata atau batu padas tetapi ada juga yang terbuat dari kayu. Gedong dan Meru yang terletak pada bagian halaman utama Pura. Bagian dasar pada umumnya terbuat dari batu bata atau padas diisi ukiran yang didukung oleh seekor empas (kura-kura) dengan dibelit oleh seekor naga. TUGU. Bentuk Gedong pada umumnya bujur sangkar atau segi empat. 6. Fungsi Tugu adalah untuk tempat bersemayamnya para Bhuta agar tidak mengganggu aktifitas manusia pada saat malaksanakan upacara suci. Bagian badan. Bagian badan dilengkapi dengan relief atau ukiran para dewa. dan puncak atau atap. Bangunan tugu di letakkan di halaman luar Pura. Tidak seperti bangunan Padmasana. Fungsi rong tiga adalah tempat untuk memuja Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Tri Murii dan Roh Leluhur yang sudah disucikan. terbuat dari kayu dengan tiga ruangan menghadap kedepan. Bangunan ini terdiri dari tiga bagian yaitu : dasar. Bentuk bangunan tugu hampir sama dengan bangunan prasada cuma ukurannya lebih kecil dan fungsinya juga berbeda.Gedong juga merupakan salah satu bangunan Tempat suci Hindu di Bah. letaknya agak ke atas. Bagian atas selalu terbuat dari konstruksi kayu. 4. 5. Rong Tiga merupakan salah satu bagian bangunan merajan (tempat pemujaan keluarga). PADMASANA 139 . Bagian atas terbuat dari konstruksi kayu dengan atap alang-alang ijuk dan bisajuga genteng. badan. disusun sesuai dengan bentuk bangunan.

Di Jawa bentuk Padmasana digambarkan dengan bentuk bunpa tratai sebagai simbul Stan. 7. Hyang Iswara. rong (ruang). Menurut lontar Catur Winasari disebutkan bermacam-macam Padmasana berdasarkan atas arah.Hyang Widhi. Padmanoja di Barat Daya menghadap ke Timur Laut adalah stana Dewa Mahadewa. Sangkara. a. 2.Istilah Padmasana banyak kita jumpai dalam mantram-mantram untuk menstanakan Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa. siana Dewa Wisnu. Padma Capah maupun Padma Kurung. Padma Saji di Timur laut menghadap ke Barat daya adalah Padmasana Lingga di Utara menghadap ke Selalan adalah stana Dewa Sambhu. 8. Padma kencana di Timur menghadap ke Barat adalah sthana sthana Dewa Maheswara. 1. Jenis-jenis Padmasana Dikalangan umat Hindu banyak yang tidak dapat membedakan yang mana disebut Padmasana. Dewa Brahma 3. Padmasari. 5. 6. Padmasana sari bertempat di Barat menghadap ke timur Padmasana di Selatan menghadap ke Utara adalah sthana Berdasarkan arah (pencider ideran). Padmokaro di Barat laut menghadap ke Tenggara adalah stana 140 . 4. Padma Asia sedana bertempat di Tenggara menghadap ke Barat Laut adalah stana Dewa Mahesora. sedangkan di Bali Padmasana di perkenalkan oleh Dang Hyang Nirarta pada abad ke 16 masehi. pepalihan (tingkatan).

Bangunan Padmasari menyerupai Padmasana. tidak memakai Palih (tingkatan) biasanya tidak lebih tinggi dari mata manusia berdiri. Padmasari. berruang tiga dan mempergunakan Bedawang Nala dengan Palih Lima 3. Beradasarkan Ruang dan tingkatannya dapat dibedakan atas : Padmasana anglayang. berruang satu mempergunakan Bedawang Nala Perbedaannya adalah sebagai berikut: Bangunan padmasana menggunakan dasar Bedawang Nala yang dililit oleh naga sedangkan Padmasari tidak menggunakan Bedawang Nala dan naga. Padma Kurung di Tengah berruang tiga menghadap kearah depan adalah stana Trimurti. Padma Capah. 1. dengan palih lima. Padma Capah adalah stana mahluk alus atau mahluk yang derajatnya lebih rendah dari manusia. BAB IV PENGESAHAN TEMPAT SUCI SECARA AGAMA 141 . Padma Capah adalah berruang satu dengan Palih Dua yaitu Pali Taman (bawah) dan Palih Capah (atas) tidak mempergunakan Bedawang Nala. Padmasari berruang satu dengan Pali Tiga yaitu Pali Taman (bawah). Padma agung. 5. b.9. Palih Sancak (tengah) dan Palihsari (atas). bangunan ini mirip Padmasari tetapi lebih rendah. Padmasana. 2. berruang tiga mempergunakan Bedawang Nala dengan Palih Tujuh. 4.

Ditanam panca datu terdiri dari sekeping emas. Banten Pemelaspas Ayaban tumpeng pitu (7) 3. Tingkat Pemelaspas Alit (sederhana). a. Purnama Tilem dan Sivva Ratri 142 . yaitu hari raya Nyepi. perak. Tujuannya adalah supaya bangunan yang sudah ada dapat dipergunakan sesuai dengan Upakaranya : 1. besi dan permata Pada bagian puncak bangunan diisi berapa buah arti (rangkaian daun lontar berbentuk segi empat). Disanggarpesaksi/Surya Daksina Peras Ajuman Pembersihan 2.Menurut ajaran Agama Hindu sahnya suatu bangunan tempat suci ditandai dengan adanya pemhersihan secara spiritual (Pcmelaspas adalah upacara penyucian atau sakralisasi suatu bangunan menurul ajaran Agama Hindu. kemampuan umat ketentuan-ketentuan lain yang ada yang kaitannva dengan upacara pemelaspas Tingkatan pemelaspas bagi umat Hindu di Bali adalah sebagai berikut: A. Unuik upacara Pemelaspas bangunan dikenal beberapa tingkatan yang disesuaikan dengan keadaan bangunan. Didepan bangunan yang baru selesai. Tuiuan pemelaspas adalah selain menyakralisasi bangunan iuga mohon keselamatan kehadapan Hyang Widhi \\asa sehingga umat yang melaksanakan ihadah dianugrahi ketenangan lahir batin.tembaga. Pemelaspas alit dilaksanakan apabila bangunan sudah dianggap rampung 90 % dan rencana semestinya. Hari Raya yang berdasarkan Sasih atau Bulan dan Vahun Caka.

Pada pemelaspas agung biasaya disertai dengan upacara Panca Kelud. grem Dua/pasepan Ajuman Daksina Rayunan Tipat kelanan Sesari sesuai kemampuan Pemelaspas alit boleh dipimpin oleh Pinandita B. Hari raya yang berdasarkan Pawukon. Tingkat Pemelaspas agung dilaksanakan apabila bangunan sudah selesai secara tuntas seratus persen. Di depan pemimpin upacara Prayascita Peras Lis Cecepan Penastan Nira. Pada pemelaspas Agung dilanjutkan dengan upacara Ngenteg linggih yang sekaligus 143 . yaitu hari raya Galungan. arak. Kuningan dan Saraswati.b. Dihalaman tempat suci Byakala Prayascita Durmanggala Segehan agung Caru ayam brumbun (bulunya warna warni) 5. 4.

merupakan puja wali/ hari jadi tempat ibadah yang bersangkutan. Hari jadi tempat ibadah ada berdasarkan wuku dan ada pula yang berdasarkan sasih. Jakarta. Tahun 1994 144 . DAFTAR PUSTAKA Buku Pelajaran Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi Umum. Hanuman Sakti.

Pedarman dan Penyungsungan Jagad. Pedoman Pembina umat Hindu Dharma Pesamuan agung Parisada Hindu Dharma Indonesia Denpasar tahun 1980. Gde Drs. A. ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah Semester Tahun Kuliah Jenjang : Pendidikan Agama Hindu : : : 145 . PHDI Kabupaten Bandung. Tuntunan Dasar Agama Hindu. Yayasan Dharma Sarathi tt. Tahun 1986. Pura Kawitan. Panca Yadnya. Hanuman sakti tahun 1994. Tahun 1982-1983 Oka Netra A.Himpunan keputusan Seminar kesatuan Tafsir terhadap asfek-asfek agama Hindu Parisada Hindu Dharama Pusat. IGA Mas Putra. Asta Kosala Kosali Ida Pedanda Made Kemenuh. Fungsi Pura Ketut Soebadi. Gunung Agung. Keputusan Pelinggih dan Welaka sekabupaten Bandung di Psraman Uluwatu.

Pokok Bahasan : Pengertian dan ruang lingkup hari raya suci Agama Hindu Sub Pokok Bahasan : a. mahasiswa diharapkan dapat : a. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya nyepi b. Mengerti dan memahami hari raya suci Agama Hindu b.Tujuan kurikuler Mahasiswa memahami dan mengerti hari raya Agama Hindu dan mampu mewujudkanmnya serta mengerti tentang makna yang terkandung dalam setaip hari raya Agama Hindu yang dirayakan. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini. Sehingga mereka sadar terhadap dirinya sebagai warga negara dan bertanggung jawab dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Saraswati 146 . Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Siwalatri c. yang dilandasi dengan semangat dari nilai-nilai yang terkandung di dalam hari raya Agama Hindu. Pengertian hari raya suci Agama Hindu b. Memahami dan dapat menjelaskan makna yang terkandung dalam hari raya suci agama Hindu c. Menjelaskan tuntunan pelaksanaan hari raya suci Agama Hindu Pokok Materi : a. Ruang lingkup hari raya suci Agama Hindu TUP : Mahasiswa memahami pengertian dan makna serta tuntunan pelaksanaan hari raya suci Agama Hindu.

yang berarti memuja. yaitu memohon diberikan keselamatan. kesejahteraan. Nama – nama hari raya suci Agama Hindu 147 . baca buku.d. Rasa bhakti itu diwujudkan dalam bentuk persembahan sesajen yang diiringi dengan doa-doa tertentu. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Galungan. Unsur pujian. memuji. mengungkapkan kebesaran Tuhan yang kuasa atas segalanya. panjang umur dijauhkan dari mara bahaya. e. media masa Lisan dan tertulis HARI RAYA SUCI AGAMA HINDU Hari raya suci agama Hindu merupakan tonggak pensucian diri dan mengingatkan umat Hindu untuk mengungkapkan rasa bakti kepada-Nya. b. dosen. Pada hari raya suci Agama Hindu umat Hindu merayakannya dengan penuh hikmat dengan hati yang suci. dharma tula diskusi Buku. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Kuningan f. Pada umumnya doa-doa itu mengandung dua (2) hal yaitu : a. Unsur permohonan. Alokasi Waktu Pengalaman belajar Sumber belajar Evaluasi : : : : 2 x 50 menit Kuliah. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Purnama dan Tilem.

yaitu hari raya Galungan. Hari raya yang berdasarkan Sasih atau Bulan Tahun Caka. Raja Kaniska sangat terkenal dibidang pembinaan Agama dan kebuduyaan. Dasar pemikirannya adalah balma hari raya Nyepi dikenal sebagai tahun baru saka. Pada kepemimpinan beliau berkemhangan Agama dan kebudayaan sangatlah baik yang menyebabkan para pemeluk Agama merasa damai. Kenapa disebut tahun baru saka Untuk itu dapat kita simak dalam sejarah lahinna tahun saka. Dengan adanya kerukunan diantara umat beragama yang sebelumnya sering 148 . Tahun sakajuga disebut saka Warsa. Berusaha mengendalikan diri agar dapat tenang don drrmai lahir batin dengan menjalankan catur-brata penyepian. Kuningan dan Saraswati 1. Makna Nyepi adalah perdamaian lahir batin dengan jalan. Warsa artinya tahun sedangkan saka adalah nama keluarga raja yang terkenal di India yang menciptakan kedamaian diantara rakyat. Centarna demikian : Pada tahun 78 Masehi di India dinobatkan seorang raja bernama Kaniska. Hal ini dapat diatur sesuai dengan keperluan. yaitu hari raya Nyepi Purnama Tilem dan Siwa Ratri b. Hari raya yang berdasarkan Pawukon. Sedangkan hari raya Nyepi adalah hari raya suci Agama Hindu yang berdasarkan sasih atau bulan dan tahun masehi yang dirayakan dengan penuh keheningan dengan menghentikan segala aktifitas yang bersifat duniawi maupun dalam bentuk keinginan dan ha\va nafsu. Beliaulah yang membuat tahun saka pertama kali dan berkembang sampai ke Indonesia.a. sipeng atau hening. NYEPI Pengertian dan Makna Nyepi Pengertian Nyepi berasal dari kata sepi.saling maafmemaafkan dan kunjung mengunjungi atau dipusatkan pelaksanaannya dengan melaksanakan Dhannasanti pada suatu tempat tertentu.

3. Upacara ini dilaksanakan dari masing-masing perumahan. Pecaruan / Bhutayajna. Disamping itu juga mengambil tirta amerta untuk sarana penyucian alam semesta beserta isinya. 149 . Selain itu juga meredakan gangguan dari kekuatan bhutakala yang tidak baik. Melis/mekiyis/Melasti. Hari raya Nyepi adalah cukup penting. Runtulan Pelaksanaan Hari raya Nyepi. kecamatan. Tanggal 9 Januari 1983 menjadi hari libur Nasional. a. banjar.terjadi peperangan merebut kekuasaan dan pengaruh. Pelaksanaan Nyepi. alun-alun/ lapangan. malah satu-satunva hari raya Hindu yang pertama kali mendapat pengakuan hukum dari pemerintah negara republik Indonesia. Upacara ini bertujuan untuk memohon kehadapan Hyang Widhi Wasa manipestasi Beliau yang beristana dilaut sebagai sumber air membersihkan semua alam beserta isinya yang telah setahun lamanya berada dalam arena dunia manusia dengan berbagai noda dan gangguan hingga kotor. b. c. kabupaten dan Propinsi. dengan mengambil tempat melalui tabuh (depan pintu masuk pekarangan) perempatan jalan. No. Untuk itu dituntut belajar saling maafmemaafkan agar kerukunan tetap terjaga. Adapun tujuannya adalah memohon pada Hyang Widhi Wasa/ manifestasi beliau sebagai Dewa nawasanga (Penguasa penjuru mata angin) dialam raya ini agar menciptakan dan mengharmoniskan kembali alam semesta beserta segala isinya menjadi bersuasana baru. berdasarka KEPRES. desa. Dari cerita ini dapat diambil hikmahnva bahwa perdamaian sangatlah penting diantara kita sebagai umat yang mempunyai nilai moral yang sangat tinggi.

dilanjutkan dengan upacara ngembak Gni yang dilakukan setelah lewat jam 12 malam termasuk sudah pergantian hari. Keempat Brata tersebut antara lain : 1. seberapa yang masih perlu diperbaiki karena kesempatan hidup yang diperoleh itu justru patut dipergunakan untuk menolong diri dengan jalan berbuat baik. Maksudnya tidak bekerja secara lahir. Sad Atatayi. Maksudnya adalah untuk tidak menyalakan api secara lahir. yoga dan semadhi serta mawasdiri. 150 . 3. Setelah perayaan berakhir. sasih kesanga berakhir tahun saka. 4. Amati Lelangunan. disasih kedasa yang menurut wariga adalah sasih yang terbaik. Pelaksanaan Nyepi dilakukan melalui catur brata penyepian untuk dapat sepi. Sad Atatayi. Maksudnya menekan atau meredakan tuntutan hawa nafsu kesenangan terhadap Sadripu. sipeng lahir dan batin. sedangkan secara batin berusaha untuk menghentikan kegiatan jasmani dengan merenung dan menghitung-hitung perbuatan dimasa lampau. brata. Selama itu dipenuhi dengan yoga atau brata pralina untuk mengakhiri segala karma terdahulu agar pada tahun-tahun berikutnya kita benar-benar hidup baru yang bersih. Maksudnya tidak pergi yaitu menyediakan waktu untuk memusatkan pikiran melaksanakan tapa. Ngembak Gni. Nyepi dimulai jam 12 malam setelah ngrupuk sampai jam 12 malam besoknya. 2. Amati Gni. Amati Karya.Menurut sunari gama. jadi berhimpit pada akhir dan awal tahun saka. Amati Lelungan. Sapta Timira d. Sapta timira dan lain sejenisnya. sedangkan secara batin dimaksudkan untuk meredakan nafsu yang mengarah pada hal-hal bersifat negatif seperti: Sadripu.

Kegelapan dan kebodohan inilah cendrung mendorong manusia berbual dosa. disebut dengan "Awidya" yang juga berarti bodoh. Sedangkan ratri berarti malam. Makna hari raya Siwalatri adalah sebagai malam peleburan dosa. Demikianlah pelaksanaan hari raya Nyepi yang terdiri dari empat fase sebagai hari raya tahun baru saka 2. 151 . Karena pengaruh maya manusia menjadi lupa. dan pitu sama dengan tujuh). Ngembak Gni maksudnya menghidupkan dan mengobarkan api kehidupan yang baru penuh gairah dan suci. Tilem atau bulan mati /gelap.Dilanjutkan dengan pelaksanaan Dharmasanti. sebab pada saat ini Sang Hyang Siwa melaksanakan yoganya untuk membasmi ikatan karma setiap umatnya yang sungguh-. Siwalatri berasal dari kata Siwa dan Latri. yang bermakna saling maafmemaafkan dengan saling kunjung mengunjungi atau dipusatkan pelaksanaannya pada suatu tempat tertentu. SIWALATRI Pengertian dan Makna Siwalatri. Menurut ajaran Agama Hindu dosa itu dapat dibasmi atau dilebur dengan kata lain atma itu bisa terlepas dari segala ikatan karma (perbuatan). Segala perbuatan itu akan tercatat serta mewarnai sukma manusia bagaikan tali belenggu jiwatman sehingga sang atman tidak bebas. Manusia yang lahir kedunia ini di ikat atau dipengaruhi oleh suatu kekuatan maya. Ini merupakan yang sangat utama menurut ajaran Agama Hindu. gelap dan sebagainya. Dalam hubungannya dengan ajaran susila ditunjukkan ada tujuh macam kegelapan jiwa manusia yang disebut sapta timira (bandingkanlah dengan tilem sasih kepitu.sungguh bakti kepadanya. Jadi Siwalatri adalah malam Siwa dan dirayakan berdasarkan sasih atau bulan dan tahun saka. Itulah disebut ikatan maya. Siwa adalah manifestasi Tuhan dalam fungsinya sebagai pengembali ke alam peredarannya yang semula.

Pohon atau Kayu artinya kayun. Karena pikiran itu disimboliskan dengan pohon itu sendiri. Dari hasil perbuatan yang pernah kita lakukan agar dipakai sebagai guru dalam melangkah lebih lanjut. sehari sebelum Tilem sasih kepitu. Menurut lontar sunari gama dan Siwa ratri kalpa. Begitu juga kita ini juga selalu berburu agar bisa memenuhi kebutuhan. perayaannya dilaksanakan pada hari panglong ping pat belas. Kenapa dikatakan demikian? ini dapat kita lihat pada pustaka Padma Purana yang menceritakan tentang sang Lubdaka. Kayun adalah pikiran. Karena pada malam Siwalatri ini sangat baik untuk memohon ampun kepada Tuhan atas dosa kita yang telah kita perbuat. Ceritranya demikian. pada umumnya jatuh pada bulan pebruari tahun masehi. Kemalaman yangdimaksud disini kegelapan pikiran kita. Sang Lubdaka sebagai seorang pemburu yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sang Hyang Siwa beryoga tiap-tiap tileming sasih kepitu yakni malam yang tergelap setiap umat terutama yang betul-betul mencari kesucian dan kebebasan diajarkan 152 . Hari raya Siwaratri merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun sekali. Dalam cerita dikatakan Lubdaka berburu sampai malam belum dapat seekorbinatang. Ini artinya kita merenungkan perbuatan kita yang sudah-sudah satu persatu. namun menurut ajaran Agama Hindu dapat dilebur. Dalam cerita dikatakan Lubdaka memetik daun satu persatu untuk menghilangkan rasa kantuknya satu persatu. Disinilah dituntut kita untuk menyadari apa yang kita lakukan dalam perjuangan hidup mungkin ada kekeliruan yang kita perbuat tanpa disadari. yaitu yang baik kita ambil sebagai contoh dan yang buruk kita buang jangan lagi sampai terulang lagi. Secara filosopis Siwalatri juga mempunyai makna yaitu malam renungan suci.ikatan karma atau ikatan dosa yang luar biasa kuatnya. Dari cerita ini kita dapat ambil hikmahnya sebagai contoh.

berdasarkan bakti yang setulustulusnya pada Tuhan yang juga disebut Sang Hyang Siwa sehubungan dengan itu. Pada pokonya Ada tiga tingkat brata Siwalatri sebagai berikut a. Runtutan Pelaksanaan hari raya Siwalatri. c. Pelaksanaan Siwalatri ini tidak banyak berbentuk upacara-upakara. Brata ini sering disebut Masesirih. Tingkat madya. Sama dengan cara diatas ditambah dengan tidak makan dan tidak minum selama 24 jam yaitu dari pagi panglong ping 14 sampai pagi panglong ping 15 sasih kapitu itu. pagi kembali. Tingkat Utama. b. Upawasa tidak makan dan tidak minum. melainkan lebih ditekankan pada brata yaitu latihan ketahanan mental spiritual latihan kebatinan. 153 . Pelaksanaan upacara Siwalatri dilakukan pada hari panglong ping pat belas dan diwajibkan melaksanakan brata antara lain : 1. kata. Jagra tidak tidur dari pagi hingga malam sampai Mono brata artinya tidak berbicara atau berkata- Hahya berusaha tidak tidur. 3.menyambut Siwalatri dengan satya brata. tidak terlena selama 24 jam yaitu setelah membersihkan diri dan bersembahyang pada pagi panglong ping 14 sampai petang panglong ping 15 sasih kepitu. 2. Yang paling ringan ( nista ). Tingkat brata ini soring disebut Sambang semadhi.

154 . Putkari. siang dan sore. tengah malam. Disamping Saraswati berani sungai didalam Weda disebut sebagai Dewi llmu pengetahuan atau kecerdasan. Kaweri dan lain-lain. BharatL Bralimi. Brata yang paling ditekankan atau brata pokok siwalatri adalah berusaha tidak tidur selama 36 jam. Sarada.Disamping kedua cara diatas ditambah lagi dengan mono brata yaitu tidak berbicara dan melaksanakan yoga samadhi sampai petang panglong ping 15 sasih itu. sindhu. sore. Jadi melaksanakan Trisandya ditambah sembahyang tengah malam satu kali. Selama melaksanakan brata Siwalatri yaitu selama dua kali siang dan satu malam. siang. pagi. Wagiswari. yang dimaksud adalah sungai atau Dewi sungai sumber kehidupan. dan lain-lain. SARASWATI Pengertian dan makna Saraswati. Dari penjelasan diatas dapat pula diketahui bahwa Saraswati adalah nama Sungai yang diyakini suci. Dari Saraswati sebagai nama sungai merupakan salah satu cabang dari hulu sungai Sindhu. Selanjutnya daiam Itihasa dan Purana Dewi Sarasuati adalah GavatrL Maheswari. Disamping sungai Saraswati disebtitkan juga nama sungai Dri Sadwati dan diantara sungai itu. Narmada. 3. Yamuna. Kata Saraswati berani yang mengalir. Saraswati. Tentang sungai Saraswati adalah selalu disebutkan dalam puja para pendeta ketika memohon tirta amerta melalui pujangga satwa yang didalam puja disebut diungkapkan nama-nama sungai yang dipandang suci diantaranya : Gangga. Gadawari. terdapat lembah yang subur yang merupakan tempat tinggal Bangsa Arya. Sebelum membahas Saraswati dalam Weda terlebih dahulu dijelaskan tinjauan Etimologis Saraswati sebagai berikut: Kata Saraswati berasal dari akar kata " Sr" yang artinya mengalir. sembahyang dilaksanakan sebanyak tujuh kali yakni : pagi.

Setiap 210 hari sekali. serta mengendarai burung merak. wuku watugunung. Wina (gitar) melambangkan kehalusan rasa (aesthetica) Keropak adalah tempat disimpannya lontar-lontar (simbul ilmu pengetahuan). yang melambangkan bahwa ilmu pengetahuan itu tidak akan habis-habisnya kita pelajari. keropak. atau berdiri diatas bunga teratai. Tuhan Yang Maha Esa sebagai Hyang Hyangning Pangeweruh. Makna hari raya Saraswati adalah memperingati turunnya ilmu pengetahuan. dan tanpa kebahagiaan. manusia menjadi lemah dalam kehidupan ini yang penuh dengan perjuangan ini. hari terakhir dari wuku terakhir umat Hindu di Indonesia selalu melaksanakan Saraswati Puja. Genitri adalah simbul lingkaran yang tiada akhirnya. Ada pepatah Bali mengatakan "Wiadin ririh enu liu peplajahan" 155 . sumber pengetahuan disebutkan dalam berbagai kitab Upanisad. Dari simbolis ini dapat kita ambil hikmahnya antara lain bahwa ilmu pengetahuan memang betul-betul berarti antara lain : a.anandam brahma ( sarwa upanitsatsara. diantaranya : "Satyam . Wanita ayu simbol keindahan dan ilmu pengetahuan memang indah dan iuhur. yakni memuja Sang Hyang Widhi. yakni setiap hari sabtu umanis. Pengetahuan. b. d. 21) yang artinya : Tuhan Yang Maha Esa adalah Kebenaran. Digambarkan bahwa Dewi Saraswati adalah wanita ayu. manusia tidak akan bisa bahagia. c.jananam anantam . mungkinkah akan ada kemakmuran dan kebahagiaan dalam bidang materiil dan moril? Tanpa kebijaksanaan. Sebab jika Ilmu pengetahuan atau kebijaksanaan tidak ada. bertangan empat yang masing-masing membawa wina (Gitar. Sepcrti kila ketahui Ilmu pengetahuan sangatlah penting. Kebahagiaan dan tidak terbatas. Genitri dan yang satunya bersikap mendamaikan.

Walaupun pandai tapi masih banyak lagi yang harus kita pelajari. e. Burung merak adalah lambang kewibawaan yang bisa dibawakan oleh ilmu pengetahuan itu. f. Bunga teratai adalah lambang kesucian

Rangkaian Pelaksanaan Hari raya Saraswati. 1. hari 2. Sebelum upacara Saraswati dan sebelum lewat tengah hari dianjurkan tidak membaca atau menulis mantra dan kesusastraan. 3. Bagi umat Hindu yang melaksanakan Brata Saraswati secara penuh jidak diperkenankan mambaca dan menulis selama 24 jam. Upacara Saraswati puja tidaklah berdiri se'ndiri melainkan merupakan rangkaian pemujaan Dewi-Dewi Trimurti lainnya. Upacara Saraswati puja dilaksanakan pada hari Sabtu Umanis wuku watugunung dan redite paing sinte (banyu pinaruh). Hari soma pon sinta disebut soma ribek ditujukan kepada Dewi Sri Laksmi (dewaning sarwa mule/pandang) dan hari Budha kliwon sinta disebut pagerwesi ditujukan kepada Sang Hyang Pramesti Guru (Siwa). Mengapa hari Saraswati jatuh pada wuku umanis watugunung hal ini perlu dikaji Iebih jauh.-Di India pelaksanaan Saraswati dilakukan tiap-tiap tahun sekali scdang di Indonesia setahun dua kali. Di Indonesia tafiun a>!i rupan\a umurnya 210 hari. Ketika diterimanya hari raya Hindu hari-hari itu dimasukkan dalam sistim kalender Indoesia Asli. Inilah kiranya melatar belakangi mengapa Saraswati jatuh pada hari terakhir dari wuku terakhir dan berbeda dengan perayaan di India. Upacara pemujaan Saraswati dilaksanakan pagi hari atau sebelum tengah

4. GALUNGAN Pengertian dan Makna Galungan.

156

Hari raya Galungan merupakan hari suci Agama Hindu berdasarkan Pawukon dan diperingati setiap 210 hari (6 bulan) sekali yaitu pada hari rabu kliwon, Wuku dungulan. Hari raya Galungan sudah ada di Indonesia sejak abad ke XI, hal infdidasarkan atas kidung Panji Malat Rasmi dan Pararaton kerajaan Majapahit. Perayaan semacam ini di India dinamakan hari raya Sradha Wijaya Dasami. Makna hari raya Galungan adalah memperingati hari kemenangan Dhama melawan Adharma. Disini dapat anda simak dalam cerita Raja Mayadanawa yang begitu sakti tapi mereka melarang orang yang melakukan persembahyangan. Sebab dia tidak percaya.dengan adanya Tuhan. Tindakannya selalu sewenang-wenang membunuh orang yang tanpa dosa. Akhirnya Tuhan turun untuk membunuh Raja yang lalim itu. Disini ditekankan bagaimanapun saktinya manusia, tidak akan bisa melampaui kekuasaan Tuhan. Dari cerita ini dapat kita petik nilai filosofisnya agar selalu menghorrnati Dharma dan melaksanakan Dharma agar kebahagiaan selalu dipihak kita dan dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Runtutan Pelaksanaan Hari raya Galungan. Perayaan Galungan diawali dengan : a. Tumpek Warige.

Yaitu 25 hari sebelum Galungan yang jatuh pada hari sabtu Kliwon wuku wariga. Tumpek ini juga disebut dengan nama tumpek pengatag, Pengarah, Bubuh dan uduh, yang intinya memohonkan keselamatan kepada semua jenis tumbuhan agar dapat memberikan hasil untuk bekal merayakan Galungan. b. Hari Sugihan Jawa.

Dirayakan setiap 210 hari atau 6 Bulan sekali pada hari Kamis Wage Uku Sungsang yaitu 6 hari sebelum hari raya Galungan. Perayaan ini bertujuan memohonkan kesucian terhadap BJjuana Agung (alam semesta). c. Hari Raya Sugihan Bali

157

Dirayakan setiap 210 hari sekali atau 6 bulan sekali pada hari Jumat Kliwon Wuku Sungsang yaitu 5 hari sebelum hari raya Galungan. Perayaan saat ini bermakna memohonkan kesucian terhadap diri pribadi (Bhuana Alit). d. Hari Raya Penyekeban. Jatuh pada hari Minggu/Redite Paing Wuku Dungulan yaitu 3 hari sebelum Galungan. Hari Raya ini merupakan awal Wuku Dungulan yang bermakna patut waspada karena parU Bhuta Kala (Sang Tiga Wisesa) mulai turun mengoda kemampuan dan keyakinan manusia dalam vvujud Bhuta Galungan. Penyekeban bermakna anyekung jnana sudha nirmala agar terhindar dari godaan-godaannya. e. Hari Penyajaan Galungan. Jatuh pada hari Senin Pon Wuku Dungulan, 2 hari sebelum hari raya Galungan. Hari raya ini dipergunakan sebagai persiapan membuat jajan. Juga dimaksudkan sebagai hari-hari yang patiit diwaspadai terhadap godaan sangkala tiga wisesa dalam wujud. Bhuta Dungulan. Hari Penyajaan bermakna sebagai hari kesungguhan hati untuk menyambut dan merayakan Galungan. f. Hari Penampahan Galungan. Hari raya ini jatuh pada hari Selasa Wage Wuku Dungulan yaitu sehari sebelum hari raya Galungan. Pada hari ini dilaksanakan untuk memotong hewan, membuat sate dan lawar untuk perlengkapan sesajen. Pada hari ini juga patut diwaspadai karena merupakan hari yang terakhir bagi Sang Kala Tiga dalam wujud sebagai Bhuta Amangkurat untuk mengganggu manusia. Hindarkan diri dari pertengkaran agar terhindar dari godaannya. g. Hari Raya Galungan. Jatuh setiap Rabu Kliwon Wuku Dungulan, merupakan puneak upacara peringatan terhadap hari kemenangan Dharma melawan Adharma sebagai hari

158

Demikian pula pada saat ini dihaturkan sesajensesajen sebagai tanda terima kasih. Dalam mencapai dharma banyak pengorbanan oleh penegak dharma itu sehingga kita dapat menikmati hasilnya. HARI RAYA KUNINGAN Pengertian dan makna hari Raya Kuningan. Pada saat ini ShangHyang Widhiturun keduniadiikuti oleh para Dewa/Bhatara dan Pitra untuk melimpahkan karunianya kepada manusia berupa kebutuhan-kebutuhan pokok. Pada hari ini para Dewa/Bhatara hanya sebentar beliau ada di dunia sehingga setiap umat yang mengaturkan sesajen dilakukan sebelum surya tepat ditengahtengah atau tengah hari (jam 12 siang Pada hari ra\a ini setiap rumah dan 159 . Hari raya Kuningan adalah hari raya Agama Hindu yang berdasarkan tahun pawukun yang jatuh pada hari Sabtu Kliwon Wuku Kuningan. Pada hari ini dipergunakan sebagai hari penyucian diri dilanjutkan dengan memohon keselamatan ditandai dengan memakan sisa yadnya berupa tumpeng Guru secara bersama-sama sekeluarga. Kenapa dikatakan hari pahlawan? ini dapat kita lihat dari pelaksanaan Hari Raya Kuningan yaitu setelah hari raya Galungan yang bermakna perang Dharma melawan Adharma. 5. h. Rangkaian Pelaksanaan hari raya kuningan Pada hari raya Kuningan biasanya dipersembahkan nasi benvarna kuning sebagai lambang kemakmuran. Pemaridan Guru Jatuh setiap hari Sabtu Pon Wuku Dungulan hari akhir Wuku Dungulan. Hari raya ini disebut juga tumpek Kuningan.paodalan jagat dengan mempersembahkan upacara sesajen pada setiap tempattempat suci dilanjutkan dengan pelaksanaan persembahyangan. Makna merupakan hari pahlawan.

PURNAMA DAN TILEM Pengertian dan Makna Purnama dan Tilem. Kolem berarti tidur atau istirahat. Pengertian Sanghyang candra yang beryoga pada bulan Purnama. Pada bulan Tilem. Jadi tamiang endongan dan kolem ini merupakan suatu alat untuk melindungi hal-hal yang tidak diinginkan. 160 . Tamiang untuk menangkis dari serangan b. Artinya : a. Merajan.Pemerajan dihias dengan endongan. Karena itu pada hari Purnama bervogalah Sang Hyang candra yaitu kekuatan atau sinar suci Tuhan sebagai pembersih dunia karena kalau ditilik dari arti kata maka candra berarti bulan atau soma yang berarti air. 6. ini beryogalah Bhatara Siwa yang merupakan manifestasi dari Tuhan/kekuatan Tuhan untuk mengatur air didunia. oleh karena berisi buah-buahan tebu tumpeng serta lauk-pauk. dan Tilem adaiah saat bulan tidak memberikan sinarnya sama sekali (bulan mati). Pemasangan pada tempattempat yang tidak penting tidak perlu disertai dengan kolem dan endongan. Purnama dan Tilem merupakan hari pembersihan bagi umat Hindu. Purnama adalah saat bulan bersinar penuh. c. akan tetapi pemasangan tamiang pada Padmasana. Penjor dan lain-lain tempat suci perlu dihiasi dengan endongan dan kolem. tamiang kolem. Endongan tempat makanan. merupakan kekuatan Tuhan yang berada didalam air yang bertujuan untuk membersihkan bumi dan pada bulan Purnama ini air laut menjadi pasang atau naik sehingga pada bulan ini kesempatan yang baik untuk mandi kelaut sebagai tanda pelebur dosa. Bulan Tilem (bulan mati) jatuh 14 hari atau 15 hari dari bulan Purnama. sehingga pada Tilem ini air laut naik setinggi-tingginya karena merupakan dua kekuatan (bulan dan matahari sama-sama menarik airdibumi).

serta menyampaikan rasa tertma kasih kepada unsur kekuatan alam yang di anggap telah membantu kehidupannya. Leluhur. canang burat wangi. para Dewa. sehingga dianjurkan untuk mandi agar jiwa menjadi bersih maka muncuiiah pemikiran yang bersih. Pelaksanaannya dapat dengan jalan melakukan yoga samadhi. Persembahyangan yang dilakukan dengan menghaturkan sesajen yang disebut canang genten.Maknanya adalah pembersihan diri secara lahir dan batin. tapa brata yaitu melaksanakan pantangan-pantangan. canang sari dan sejenisftya. Pada hari Purnama (bulan penuh) Tilem (bulan mati) dan kliwon merupakan hari yang sangat baik untuk penyucian lahir batin. Rangkaian Pelaksanaan Purnama dan Tilem. Pemujaan ini dilakukan dengan menghaturkan persembahan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi. 161 .

Tjok Rai Sudharta. Titib I. Goda BA GD Sura BA Wayan Reneng. G. G. BA D Drs. Ketut N. Badjera Yasa BA dan I Gst.DAFTAR PUSTAKA 1. Buku Pelajaran Agama Hindu : Tim Penyusun Untuk Perguruan Tinggi Tahun 1994 : Ditjen Humas Hindu dan Budha 162 . Buku Pelajaran Agama Hindu : SMP Kelas I Tahun 1982 : 4. Acara Agama II Tahun 1983 : 3. MA dan M. Natih 2. Saraswati tahun 1989 : Dr.

4. 2. 9. 5. 8. Coba anda jelaskan pengertian hari raya Nyeri ? Makna apa yang terkandung dalam hari raya Nyepi serta apa dasar pemikirannya kita merayakannya hari raya Nyepi ? 3. Kenapa dikatakan demikian coba anda jelaskan secara singkat ? 7. Jelaskan pengertian Siwalatri ? Apa makna hari raya Purnama dan Tilem ? Apa makna dari hari raya Galungan ? 163 . siwalatri yang mempunyai makna malam renungan suci. 6.LATIHAN SOAL 1. Apa tujuan Melasti ? Makna apa yang terkandung pada saat melaksanakan ngembak Gni ? Coba anda jelaskan pengertian Siwaltri ? Secara fisolofis.

Asta Bratha d. Nawa Natya 164 .SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah Semester Tahun kuliah Jenjang Tujuan Kurikuler : Pendidikan Agama Hindu : : 2 SKS :S1 Mahasiswa dapat mengerti dan memahami kedudukan Nitisastra dalam ajaran Hindu. Panca Stiti Dharmaning Prabhu c. c. Pemahaman mengenai Nitisastra b. Pokok bahasan Sub pokok bahasan : : Pengertian dan ruang lingkup Nitisastra a. Niti Sastra sebagai jalan kehidupan. Nawa Natya TUP : Mahasiswa dapat memiliki pemahaman mengenai Nitisastra dan aplikasinya dalam kehidupan TKP : Mahasiswa dapat memiliki : a. Panca Dasa Pramiteng Prabhu e. Kemampuan untuk menjelaskan materi sebagaimana termuat dalam pokok bahasan. Mengembangkan dan mengaplikasikan dalam kehidupan di masyarakat Pokok Materi : a. Panca Stiti Dharmaning Prabu c. mampu menerangkan norma dan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran. Catur Pariksa b. Catur Pariksa b. Panca Dasa Paramiteng Prabu e. Asta Brata d.

Niti berarti kelakuan. ilmu tata negara. mengajarkan pula jiwa patriotisme. Penulis Niti Sara adalah seorang Brahmana bernama Canakya. sedangkan sastra berarti kitab peiajaran atau iimu pengetahuan. Beliau adalah seorang brahmana yang hebat mempunyai pemikiran yang suci. berarti dibimbing. Pandangan DR. Daiam kamusjawa kuna susunan mordi warsito. kesadaran untuk membela bangsa dan negara. juga dikonal 'Jenuan nama Visnugupta atau Kautiliya. kekuasaan dan kebijaksanaan negara. Perlu dijelaskan Niti Sastra ini bukanlah ilmu pengetahuan yang ham a untuk kalangan negarawon atau politisi saja tetapi juga untuk setiaporang dalam rangka memantapkan pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Berdasarkan pengertian etimologis diatas maka pengertian Niti Sastra dapat diperluas lagi ilmu yang bertujuan untuk membangun suatu negara baik dari segi tata negaranya. Niyate anaya iti nitih. Nitisastra berasal dari kata Niti dan Sastra. kejalan benar dituntun kearah cinta bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. tata pemerintahan dan tata kemasyarakatan (dhanna negara). Bahwa Niti Sastra juga mengandung ajaran kepemimpinan juga bersitat umum dan praktis bcrlandaskan ajaran agama Hindu. Artinya dengan ilmu pengetahuan orang dibimbing. niti juga bcrarti menuntun. dituntun sedangkan sastra berarti ilmu pengetahuan. dipimpin.+ ktin menjadi nitih. dipimpin. Rajendra Mishra pengetahuan Niti Sastra adalah didaktik poem atau upadesa karya. Nitisastra mengajarkan kesadaran. 165 . warga negaram a kepada hukum.NITI SASTRA Pengertian Menurut kamus sansekerta susunan AA Macdonel! Niti berarti kebijaksanaan duniawi (wordly wisdom) etika sosial politik. dapat menghancurkan kekuatan raja Nanda. yaitu karya sastra yang bersifat mendidik. Sastra diartikan doajuga berarti pujaan (praise). Berdasarkan keterangan inilah didapat bahwa Visnugupta atau Canakya sama dengan Kautiliya. pedoman hidup. memimpin atau membimbing. Niti berasal dari kata ni . dituntun kearah kebijaksanaan dunia. kesopanan siasat negara (kebijakan) politik.

keberanian mengambil 166 . A. 1. Dalam Niti Sastra Sarjinh 11. 2. Danda adalah seorang pemimpin harus tegas. anak buah yang tekun dan raj in dapat imbalan yang seimbang. 4. jika mereka maju dengan gagah berani. Mengusahakan sandang. bheda dan dandha) pasti musuh dapat ditundukkan oleh bala tentara. maupun usaha memecah belah bheda) atau dengan kekerasan (perkosa). oleh karenanya diberikan kesempatan dan hak yang sama untuk maju dan berkembang. Mereka yang akan pergi perang harus mengunakan keempat alat itu juga (dhana. Panca Stiti Dharmaneng Prabhu. jika tiada uang akan sia-sia penyelesaian perselisihan dengan damai (sama). Seorang pemimpin harus rela memberikan dhana bantuan menolong sesama dengan ikhlas. pengendali pemerintahan termasuk agama yang berbeda-beda. Astha Bratha. 3. CATUR PARIKSA Catur Pariksa sering discbut dengan nama Catur Upaya Naya Sandhi. anak buah yang malas dan membangkang dapat diberi hukuman. disiplin. Dhana berarti uang. berani mengambil tindakan bila perlu.Mengingat ruang lingkup Niti Sastra demikian luasnyamakapadauraianberikut kami batasi padakonyep ajaran kepemimpinan Hindu seperti : Catur Pariksa. sama. Bheda adalah seorang pemimpin dapat mengatur/memelihara tata tertib.3 : dalam bentuk ke kawin: Dhana wisesa ring catur upaya Lene-kene kaheh rinji sama bheda danda trayaningdhana tnhhana karna sang maharcp musuh catur upaya juga kena-kena byakta kasoraning ripu. balanta maealak ring ayun. hukuman bagi yang mtlakukan pelanggaran. Artinya : Dari keempat macam "alat Uang yang paling utama. papan/perumahan untuk dapat memenuhi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ketegasan. bcrbuat dan memandang sama kepada seluruh anggota/bawahannya. Sama adalah seorang pemimpin harus berbuat adil. Panca Dasa Paramiteng Prabhu dan Nawaa Natya.dapat pulaborarti pembcrian. Setiap orang adalah insan hamba Tuhan. pangan. bernurali hati.

bahwa seorang pemimpin harus melakukan tindakan/melaksanakan tugas sebagai berikut: 1. Ing Madya Mangun Karsa. 4. C. Ing Arsa Asung Tulada. berarti melepas anak buah dan mengikuti dan belakang sambil melihat kemajuannya juga memberikan arahan apabila ada penyimpangan dari tugas dan kewajiban yang harus dilakukan. mengembangkan diri dengan penuh inisiatif. 3. relakan mereka maju sendiri. Maju Tanpa Bala. yang artinya didepan anak buah selalu memberi suri teladan/contoh untuk melakukan perbuatan yang baik dan memberikan semangat pengabdian yang luhur untuk kepentingan nusa dan bangsa. 2.tindakan/keputusan adalah sikap seorang pemimpin walaupun penuh resiko memberikan hukuman bagi siapapun yang berbuat salah dengan penuh rasa keadilan B. Sakti Tanpa Aji. ASTABRATHA 167 . PANCA STITI DHARMANING PRABHU Panca Stiti" Dharmaning Prabhu ini merupakan wejangan ajaran dari Arjuna Sastra Bahu. bila berada ditengah-tengah anak buah memberikan penerangan/penjelasan dan membangkitkan semangat mereka dan membangun kemauan untuk maju berprestasi lebih baik Tut Wuri Andayani. artinya setelah berhasil melaksanakan tugas janganlah terlalu rnengharapkan balas jasa atau tanpa pamrih Pada kepemimpinan Pancasila sekarang ini hanya diambil dan nomor 1 s/d 3 sedangkan nomor 4 dan 5 tidak dipakai oleh tokoh pendidikan Nasional yaitu Ki Hajar Dewantoro.

Candra. Artinya : Untuk memenuhi maksud tujuan itu Raja/pemimpin harus memiliki sifat-sifat pertikal yang kekal dari pada Dewa Indra. Wayu. Kuwera. yang seharusnya dihayati oleh seorang pemimpin agar meresap dalam jiwa raganya. Sloka 305 : Astau masyanyathadityastoyam hariti rasmibhih. Candra. 168 . candra wittesa yuscaiwa matra nirhtya saswatih. demikianlah raja menempati kedudukan indra dengan menghujankan keuntungan bagi kerajaannya. Artinya : Hendaknya Raja berbuat seperti perilaku yang sama dengan Dewa Indra. Sebagai pembanding didalam kekawin Ramayana Sargah XXIV sloka 52 yang mengandung ajaran astabratha sebagai berikut : Hyang Indra. Agni dan Prithiwi. Selanjutnya marilah kita simak apa yang tersirat dalam Manawa Dharmasastra Bab IX sloka 303 sebagai berikut: Indrasyarkasya pritiwyasca yamasya warunasya ca candrasyagneh pritiwyasca tejowritam nripascaret. Sloka 304: Warsikamscaturo nasanyalha Indro bhiprawarsati. Kuwera. Candra. Yama Waruna. Kuwera. Surya. Artinya: Laksana Indra yang mengirimkan hujan yang berlimpah selama empat bulan di musim hujan. 4 : Indra Yanmarkanam agnisca warunasyaca. matang nira inisti asta bratha. Surya. Yama. Surya. Surya. Yama.Didalam Manawa Dharma Sastra atau Weda Smrti (atha sapta mo dhayah) buku VII. Nila. Yama. Baruna. Agm nakan wwalu. Agni. Artinya : Brata dewa Indra. tathabhiwarsetsmam rastra kamair indrawratam caran. Candra. sirata waka angga sang Bupati. Wayu. Anila.

demikianlah hendaknya ia menghukum orang-orang jahat itu. Sloka: 307 Yatha yamah priya dwesyau prapte kaleniyacchati. demikianlah kedudukannya menyerupai Dewa Yama. Artinya : Laksana wayu bergerak kemana-kemana masuk merupakan nafas bagi seluruh mahluk hidup. Artinya : Laksana Surya. selama delapan bulan menyerap air melalui sinar-sinarnya dengan tidak terlihat demikianlah hendaknya ia dengan perlahan-lahan menarik pajak dari kerajaannya. Sloka: 306 Prtawisya sarwabhautani yatha carati-marutah. Artinya : Laksana orang-orang berdosa tampak terikat tali oleh waruna. karena inilah kedudukan yang menyerupai matahari. itulah kedudukannya yang menyerupai Waruna. tatha rajna nyantawyah prajastaddhi yamawratam Artinya : Laksana Yama pada saatnya berkuasa baik kepada teman-temannya maupun kepada lawan-lawannya demikianlah hendaknya semua rakyatnya dikuasai oleh raja. tatha papannigrihniyad wrtametaddl warunam. Sloka : 309 Paripurnam yatha candram 169 . tatha caraih prawestawyam wratametaddi marutam. demikianlah hendaknya ia melalui mata-matanya masuk kemana-mana kedudukannya menyerupai angin. Sloka: 308 Warunena yatha pasair badha ewabhiddreyate.tatha haretkaram rastran nityamarka wratam hitat.

yang rakyat menyambut kehadirannya dengan penuh senang hati laksana orang-orang bersenangsenang melihat bulan purnama. Sloka :311 Yatha sarvvani bhutani dhara dharayata samam. tatha prakritayo yasminsa candrawratiko. raja tanpa jemujemunya akan mengendalikan pencuri-pencuri baik dinegerinya sendiri maupun dinegeri orang lain. Sloka : 310 Pratapa yuktasstejaswi nityam syat papa karmasu dustasamantahimsrasca tadagneyam wratam smritam. yatha sarwani bhutani bibratah parthiwam wratam. nripah. maka sifatnya dikatakan sama dengan agni. Artinya : Bila ia bersemangat menumpas penjahat dan memiliki kekuatan-kekuatan cemerlang serta menghancurkan penguasa-penguasa daerah yang jahat. Artinya : Laksana bumi menunjang semua mahluk hidup sama rata. Sloka: 312 Etairupayairanyaisca yukto nityamatandri tah. Artinya : Dengan mempergunakan cara-cara dan sifat-sifat ini. demikianlah hendaknya raja terhadap rakyatnya. stenan raja nigrihniyat swarastre para ewa ca. 170 .drasfwa hrsyanti manawah. dalam menduduki tempatnya dewi pertiwi. Artinya : la adalah raja yang menduduki tempatnya Dewi Candra.

bangkitlah oh pahlawan Jaya. kelemahan oleh karenanya jangan biarkan kelemahan itu menjangkiti tubuh maka segala tugas dan kewajiban akan mencapai kebahagiaan. 1. Mantriwira Mantriwira merupakan ajaran untuk memupuk jiwa yang teguh untuk berani membela kebenaran dalam keadaan bagaimanapun juga. Pemimpin harus bertindak benar. baik pemimpin negara maupun pemimpin agama atau pun pemimpin dibidang lainnya agar senantiasa bersikap tenang dan bijaksana dalam menghadapi suatu permasalahan atau dalam melaksanakan tugas kewajibannya. enyahkanlah rasa lemah dan kecut itu. sebab kebenaran dapat memberikan kekuatan penerangan dan semangat hidup. Dalam hal ini seorang pemimpin harus mempraktekkan ajaran tat twam asi.D. Mereka yang tidak memiliki kepercayaan pada ilmu pengetahuan dan budi pekerti ini tidak mencapai aku. Sri Kresna berkata kepada Arjuna: "Tugas dan kewajiban akan mencapai tujuan kebahagiaan jangan biarkan kelemahan itu oh partha sebab itu tidak sesuai bagimu.3) 2.(Bg. 171 . Ketahuilah bahwa semua dosa dan kejahatan adalah bersumber dari. Gita. Karena kebenaran adalah sumber dari kekuatan dan cahaya terang dalam hidup. IX. PANCA DASA PARAMITENG PRABHU Ajaran ini bersumber dari ajaran kepemimpinan Maha Wira Gajah Mada yakni ketika kerajaan Majapahit mencapai kejayaannya. Ajaran kepemimpinan Gajah Mada ini terdiri dari lima belas ajaran yang disebut dibawah. Wahai parantapa. kembali kejalan dunia inkarnasi. Pemimpin yang arif bijaksana adalah pemimpin yang dapat melihat semua bawahannya sama sebagai insan ciptaan Tuhan. Widnya Adalah ajaran yang mengajarkan bahwa seorang pemimpin.

tetapi sebagai pengayom negaranegara lain dikawasan Nusantara. Sajarwopasana Tingkah laku yang memperlihatkan kerendahan hati. Wagmi Wak Fash mengutarakan pendapat. Berlaku bijaksana Wicaksanen naya didalam segala tindakkan. Sifat ini memang hams dimiliki bila seseorang menjadi politikus yang 172 . khususnya dalam mempertahankan argumentasi berdasarkan kebenaran yang ada dan keahlian 7. Kebijaksanaan inilah yang menempatkan Patih Gajah Mada selalu tepat dalam pergaulan baik dalam kalangan pejabat maupun di tengah rakyat. Patih Gajah Mada menempatkan Majapahit bukan sebagai penakluk. Satya Bhakti Aprabu Sifat setia dengan hati yang tulus dan iklhlas kepada negara dan pemerintahan. Pribadi patih Gajah Mada yang patut dijadikan teladan adalah karena ia tidak pernah mengabaikan kepercayaan rakyat yang telah dilimpahkan kepadanya. kepercayaan itu tak pernah tergoyahkan. berwajah cerah. tulus ikhlas. 6. 4. jujur dan sabar. Karena rasa tanggung jawabnya yang besar. Dengan kebijaksanaan ini pula. 5.3. Lebih kurang setengah abad lamanya (1319. Natangwan Dapat dipercaya.1364) patih Gajah Mada selalu penuh pengabdian dan kesetiaan.

disamping meyakini 173 . Asihi Samastabhuwana Mencintai dunia dengan seluruh isinya. Patih Gajah Mada tidak ingin di Dewadewakan. Didalam hati yang teguh kelihatan pula keberanian dan kesetiaan. tahan uji dan tak mudah terombangambing oleh keadaan sekitar. Diviyacita Selalu berhati terbuka dalam hubungan dengan orang lain. Dirotsaha Selalu bekerja rajin dan tekun dilandasi keteguhan hati. 11. Patih Gajah Mada mencintai dunia karena menyadari keterbatasan.berderajat tinggi. Tan Satrsna Tidak menonjolkan ambisi. Sifat ini berpangkal tolak dari keyakinan filsafat bahwa segala yang ada didunia ini hanyalah bersifat fana dan sementara. 8. Dengan ketabahan dan ketawakalan ini menyebabkan patih Gajah Mada dikenal sebagai tokoh negarawan yang ulet dan berhati baja. apabila menikmati kesenangan duniawi secara berlebih-lebihan tanpa memperhatikan norma-norma yang berlaku. 9. 12. 10. Dengan sifat ini. Seorang diplomat sejati melatih diri agar menguasai dan menghayati sifat-sifat tersebut. Tan lalana Berketepatan hati. selalu siap mendengarkan pendapat dan pikiran orang lain meskipun terhadap pendapat yang bertentanean dengan pendapat pribadinya.

kelak akan menerima balasan sesuai dengan perbuatannya. 14. Hal ini yang mengakibatkan keberhasilannya sejak ia menjadi magang. NAWA NATYA Dalam lontar berbahasa jawa kuno yang berjudul Nawa Natya diperoleh penjelasan. Demikian uraian tentang Panca Dasa Paramitheng Prabhu dari kepemimpinan Maha Patih Gajah Mada pada masa jaman keemasan kerajaan Majapahit. Bila perlu lawan yang membahayakan harus dimusnahkan. Kebijaksanaan ini diibaratkan memilih segunung bibit bunga yang harum baunya. Patih Gajah Mada selalu memberikan penghargaan dan bimbingan. Hanayaken Musuh Selalu bertindak tegas menghadapi lawan. Gineng Pratidina Selalu mendahulukan yang baik dan menyingkirkan yang buruk. dan sebaliknya siapa yang bersalah. E. Raja atau pemimpin itu harus memiliki suatu kebijaksanaan. sifat ini nampaknya timbul dari keyakinan Karmaphala yang mengajarkan bahwa siapapun yang menanam kebaikan ia akan memetik buah yang baik pula. yang tidak cepat layu serta mempunyai manfaat yang utama. bahwa seseorang Raja/Pemimpin itu dalam memilih para pembantu-pembantunya (para Menteri). Sumantri Sifat untuk menjadi petugas Negara yang sempurna didasari itikad yang baik. memberikan kepuasan bagi yang 174 . 13. indah warnanya. Sebaiknya untuk mereka yang menunjukkan kesetiaan kapada negara. melalui mekal hingga menjabat patih.bahwa dengan mencintai dunia dan isinya berarti pula mencintai Maha Pencipta yang menjadikan dunia beserta segenap isinya. Tanpa memperhitungkan posisinya. 15. Gajah Mada selalu berbuat yang terbaik.

Paramartha: mempunyai sifat mulia dan luhur. baik dan buruk. Viveka : mampu membedakan antara yang salah dan benar. 8. 7. 4. Dhirotsaha: tekun dan ulet dalam mensukseskan setiap usaha. Lagha vangartha : tidak pamrih terhadap harta benda. pantang menyerah dalam pertempuran. Sama upaya : selalu setia kepada janji atau sumpah. Adapun orang-orang yang patut dipilih sebagai pemimpin menurut lontar Nawa Natya adalah sebagai berikut: 1. 2. Wira sarwa yudha : memiliki sifat pemberani. Wruh ring sarwa bhasata : tahu mengatasi permusuhan. 175 . Demikian seseorang raja (pemimpin) dalam memilih pembantu-pembantunya seperti memilih segunung bibit bunga itu. 6. Pradnya Widaghda : sikap bijaksana dan mahir dalam berbagai cabang ilmu dan memiliki pendirian yang teguh.melihat maupun yang menggunakannya. 3. Demikianlah selintas tentang ajaran Niti Sastra. 5. 9. khusus yang menyangkut kepemimpinan Hindu yang menekankan moral/etika sebagai landasan melaksanakan kepemimpinan untuk mencapai jagat kita. Pragivakya: Pandai berbicara dan mempunyai kemampuan mempengaruhi orang masyarakat.

G. Wayan Mertha Sutedja BA. Dasar – dasar kepemimpinan Tradisional Di Bali. Drs. 9. Ketut Wiana.Adia Wiratmaja. Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jabar Skripsi/ 1985. Prof. Sumber Mas bali 1978 6. Hanuman Sakti.DAFTAR PUSTAKA 1. Niti Sastra dalam bentuk kekawin 1982/1983 4. Ida bagus Made jaya Semara. Drs. CV. Dharmayasa. Jakarta 1994. Pudja MA dan Tjokcorda Rai Sudharta MA. Parisada Hindu Dharma Pusat. Dep. I Nengah Wadrana. Agama RI.Tjokcorda Rai Sudharta MA. Agama RI 1972 3. Drs. Jakarta 1998/1999. Dep. Buku Pelajaran Agama Hindu untuk perguruan Tinggi. Departemen Agama RI 1976/1977 2. 7. 176 . Asta Brata dalam Pembangunan. Canakya Niti Sastra. Leadership : Kepemimpinan Hindu.K. Buku Pedoman Dosen Agama Hindu. 8. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha. Niti Sastra Proyek Pembinaan Mutu Pendidikan Agama Hindu dan Budha Dep. Ketut Pasek. Konsepsi Penerapan Kepemimpinan Asta Brata dalam peningkatan pelaksanaan Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha. Tim Penyusun. 5. Hasil Rumusan Penyusunan Pedoman Pendidikan Agama Hindu Diperguruan Tinggi Umum 1995/1996.Dr. Penerbit Prasasti Jakarta 1992. Agama RI. 10. Cetakan I/1982. Manawa Dharma Sastra atau Weda Smerti. Tim Penyusun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful