BUKU PEDOMAN DOSEN PENDIDIKAN AGAMA HINDU

( Intern )

Edit By : Ida Made Sugita. S.Ag

UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL JAKARTA - 2007

1

KATA SAMBUTAN

Om Swastyastu, Dalam rangka meningkatkan efektifitas proses pembelajaran pendidikan Agama Hindu, Buku Pedoman Dosen Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi umum ini disusun berdasarkan kurikulum dan GBPP Tahun 1994. Dengan diterbitkannya Buku Pedoman Dosen Pendidikan Agama Hindu ini diharapkan dapat bermanfaat dalam proses belajar mengajar, mempermudah pemahaman materi dan standar di dalam menyampaikan materi perkuliahan Pendidikan Agama Hindu. Apabila dapat proses pembelajarannya berjalan dengan baik maka diharapkan mampu meningkatkan Sraddha dan Bhakti serta Budhi pekerti yang luhur, sehingga tercipta peningkatan sumber daya manusia yang memiliki daya saing dalam menghadapi Era Globalisasi. Dengan demikian kami pengurus Mata Kuliah Dasar Umum menyambut baik pencetakan buku ini dikalangan intern kampus Universitas Indonusa Esa Unggul dan kepada pencetak kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya, semoga Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan Wara Nugrahanya kepada kita semua sehingga dapat melaksanakan pengabdian dengan sebaik-baiknya.

Kepala PAMU Universitas Indonusa Esa Unggul

2

DAFTAR ISI

1. Kata Sambutan ................................................................................ 2 2. Daftar Isi ............................................................................................3 3. Filsafat, Ilmu Pengetahuan dan Agama .............................................4 4. Sejarah Agama Hindu .......................................................................... 5. Alam Semesta....................................................................................... 6. Weda..................................................................................................... 7. Panca Sraddha Dasar Keyakinan Agama Hindu ................................. 8. Catur Purusartha dan Catur Asrama .................................................... 9. Catur Marga ......................................................................................... 10. Agama Hindu dan Pembangunan Nasional ......................................... 11. Sosiologi Hindu dan Dharma ............................................................ 12. Sad Darsana........................................................................................ 13. Etika Agama Hindu ........................................................................... 14. Yahnya................................................................................................. 15. Pandita dan Pinandita ....................................................................... 16. Tempat Suci ........................................................................................ 17. Hari Suci Agama Hindu..................................................................... 18. Nitisastra .............................................................................................

3

senang atau cinta. Menurut Drs. Karena itu filsafat berarti cinta kepada kebijaksanan. ciri-cirinya.P. kegunaannya. S.1. Menjelaskan perbedaan pengertian filsafat. mahasiswa diharapkan dapat : POKOK MATERI : a. S. c. Ilmu Pengetahuan dan Agama Pengertian filsafat berbeda dengan ilmu pengetahuan dan berbeda pula dengan pengertian agma. Seseorang menjadi bijaksana karena berusaha mendalami hakekat sesuatu. Ilmu Pengetahuan dan Agama TUP : Mahasiswa dapat memahami pengertian tentang filsafat. masalahnya serta pemecahan terhadap masalah-masalah itu (Drs. baik mengenai hakekat adanya sesuatu fungsi.3). Dengan demikian filsafat berarti berusaha mengetahui tentang sesuatu dengan sedalam-dalamnya. b. ilmu pengetahuan dan agama.P Siagian. Hubungan filsafat. Siagian. dari kata “philllos” berarti gemar. MPA. Pengertian. 4 . ilmu pengetahuan dan agama. Menjelaskan hubungan filsafat. Filsafat. Menunjukkan batas kebenaran bidang filsafat. MPA. dan kata “sophia” artinya kebijaksanaan. ilmu pengetahuan dan agama. TKP : Setelah mengikuti mata kuliah ini. Pengertian Filsafat. Ilmu Pengetahuan dan Agama : a. Dalam bukunya Filsafat Administrasi mengatakan “kata filsafat’ berasal dari bahasa Yunani. PEMBAHASAN A. POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : Filsafat. 1980:2. ilmu pengetahuan dan agama. Ilmu Pengetahuan dan Agama b.

4. fisika. juga menegaskan arti Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab-sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka.Selain itu Prof. alam semesta dan manusia. perenungan tentang kenyataan (reality) yang sedalam-dalamnya sampsi ke "mengapa" yang penghabisan 6. R. 3. Pudjawijatna. Hasbullah Bakry Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu mengenai Ketuhanan. Disamping kedua pendapat di atas ada pula pendapat tentang definisi filsafat sebagai berikut. D. Aristoteles (384-322 SM) Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang kebenaran yang meliputi logika. Ir. NotoNagoro Filsafat menelaah hal-hal yang menjadi obyeknya dari sudut intinya yang mutlak dan yang terdalam yang tetap tidak berubah yang disebut mutlak. 1. dalam bukunya Pembimbing ke arah Filsafat. metafisika dan pengetahuan praktis.C Mulder Filsafat adalah pemekaran teoritis tentang susunan kenyataan sebagai keseluruhan. sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu 7. Driyarkara Filsafat adalah pemekaran yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebab "ada" dan "berbuat. Ilmu filsafat itu mengabtraksikan susunan itu menjadi sasaran pemikirannya. N. 5. Immanuel Kant Filsafat adalah ilmu pengetahuan pokok pangkal dari segala pengetahuan dan perbuatan. 5 . Plato (427-347 SM) Filsafat adalah ilmu pengetahuan hakikat 2.

Ong Hian Hoey. Obyektif: Pengetahuan dapat mengukur / menilai apa adanya atau dapat mencari persesuaian antara pengetahuan dan obyeknya. Tidak semua pengetahuan disebut ilmu. Drs. Suatu keuntungan besar bagi manusia adalah karena manusia memiliki sifat kodrati ingin tahu. sehingga manusia selalu ingin lebih tahu. atau mempunyai hubungan fakta yang satu dengan fakta yang lainnnya Bermethode. Universal. Pengetahuan yang dapat diuraikan dari hal-hal yang dianggap paling mudah sampai yang paling rumit. sedang sifat kegunaannya menjadi ciri yang utama. karena yang paling pokok adalah apa yang diterima sebagai suatu kenyataan alam ditanggapi sebagai dwifungsi. yaitu ditanggapi secara statis dan dinamis. Segala sesuatu yang dapat diketahui melalui indria disebut pengetahuan (know ledge). a. tetapi mereka ingin lebih tahu lagi. Demikian seterusnya dan tak mempunyai batas akhir. manusia tak akan puas sampai batas itu saja. dalam majalah perpustakaan. antara lain. ilmu pengetahuan adalah jumlah pengetahuan yang teratur setelah diabstraheer dan diobyektiver. Pengetahuan mempunyai cara-cara dalam penyajiannya. sehingga mudah dipahami atau mempunyai cara-cara memperoleh kebenaran. Untuk memperoleh suatu pengertian yang lebih jelas maka berikut ini ada beberapa difmisi tentang ilmu pengetahuan. Justru inilah yang merupakan daya dorong yang paling mendasar. Pengetahuan berlaku umum yaitu berlaku bagi semua orang. Siapapun dapat menguji kebenaraannya berdasarkan norma ilmiah yang ada. Pengetahuan yang bisa dikatakan ilmu apabila pengetahuan itu memenuhi beberapa persyaratan sebagai persyaratan ilmiah dengan cirinya sebagai berikut: Bersistem. Mengapa demikian.Ilmu pengetahuan terdiri dari "ilmu" dan "pengetahuan". Arsip dan Dokumentasi. 6 . Dari apa yang ingin diketahuinya. Sehingga wajarlah apabila ilmu pengetahuan selalu berkembang pesat sejalan dengan perkembangan teknologi. 11/2 1957 mengatakan.

tersusun secara sistematis.b. sampai keakar-akarnya hinggd melewati batas kebenaran ilmu. Dipikirkan sedalam-dalamnya. namun bidang pengkajiannya lebih mendalam serta tidak terbatas. Filsafat pengkajiannya tidak membatasi diri. Jadi agama berarti sesuatu yang tidak pergi. Agama dalam bahasa Inggrisnya merupakan terjemahan "relegion" yang berarti kedatangan kembali. dari bahasa Sansekerta. obyektif dan universal. Seorang filosof tidak akan pernah merasa 7 . Kebenaran filsafat terletak pada kemampuan berpikir yang mendalam. Kebenaran filsafat. dari kata "gam" yang dalam bahasa Inggrisnya sama dengan "go" berarti pergi. tetapi pengetahuan yang sudah teratur. yang abadi. Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin akan ada. Mohammad Hatta. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud agama adalah ajaran suci bersifat. manusia dengan Tuhan. Kebenaran filsafat sebenarnya kebenaran ilmu juga. mengatur kehidupan manusia. yang kekal. Agama adalah kayakinan yang didasarkan atas wahyu Tuhan. Ilmu adalah suatu pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam satu golongan masalah yang sama tabiat dan kedudukannya maupun menurut bangunnya dari luar. Ilmu Pangetahuan dan agama. Yang dimaksudkan dengan semua itu adalah Tuhan. mengatur dan memelihara. Dengan demikian jelaslah bahwa ilmu itu adalah pengetahuan juga. Prefiks “a” dari kata gam berarti tidak. Selain agama dikenal dengan "dharma" yang berarti menjinjing. B. maksudnya kedatangan wahyu Tuhan. metodhis. yaitu langgeng. rohani yang menuntun. Agama memberi petunjuk bagaimana cara mengadakan hubungan antara manusia dengan manusia. dalam bukunya Pengantar Kejalan Ilmu Pengetahuan menyebutkan. manusia dengan alam. memangku. Kata agama secara etimologi berasal. Agama adalah suatu kepercayaan akan adanya Tuhan serta segala sesuatu yang bersangkut paut dengan itu.

Panca indria merupakan sarana vital menentukan keberhasilan mengkaji kobenaran secara ilmiah. maka mulailah mengadakan hepotesa. obyektif dan universal disebut ilmu. Sama halnya dengan ilmu pengetahuan.puas dengan kebenaran yang sudah ada. sebab Panca Indra adalah pintu gerbangnya ilmu pengetahuan. Rasa ingin tahu inilah yang mendorong manusia untuk bertanya dan menyelidiki apa yang ingin diketahuinya. Proses pengkajian ilmu diawali dengan rasa ingin tahu. sehingga dapat menentukan bagaimana kedudukan persoalan dan mengapa demikian ? Karena manusia berpijak ingin tahu dengan mengajukan pertanyaan untuk memperoleh jawaban yang memuaskan. bermethode. 8 . manganalisa berdasarkan data yang ada. la ingin mendapatkan keterangan yang lebih luas dan lebih dalam. barulah dapat mengambil kesimpulan tentang sesuatu kebenaran. membuktikan dengan percobaan secara berulang-ulang. Mula-mula manusia ragu-ragu terhadap kebenaran tertentu yang sedang dihadapi. Dengan panca indria kita dapat mengetahui segala sesuatu yang ingin diketahui secara sadar. hanya saja filsafat mengkaji lebih jauh dan tidak mandeg sampai disana. Kebenaran ilmu pengetahuan lingkupnya terbatas yaitu sebatas pengalaman indria. Kemampuan berpikir dalam mengkaji ilmu menjadi dasar utama dalam memperoleh kebenaran ilmiah. dialami dan diketahuinya. Tetapi sifat kebenaran yang diperoleh tanpa ada batasnya. Jika kita berpikir ilmiah maka kita harus mempunyai pola pikir yang bercirikan ilimiah. Dengan demikian bidang filsafat lebih luas lingkupnya dari pada ilmu pengetahuan. filsafat juga menuntut suatu kebenaran secara sadar dan bermethode. ia tidak puas sampai disitu. dikaji terus sampai keakar-akarnya. mengumpulkan data/fakta. segala sesuatu yang dapat diketahui secara sadar bersistem. bersistem dan universal. Proses pengkajian filsafat pun sebenarnya sama dengan proses ilmu pengetahuan. Filsafat menuntut daya berpikir tinggi dalam menghadapi masalah. Hal ini disebabkan manusia mempunyai kemampuan berpikir serta daya nalar apa yang didengar.

Karena itu tidak semua masalah-masalah agama dapat dibuktikan seperti ilmu pengetahuan. tetapi kebenaran agama dapat disajikan dengan pendekatan secara ilmiah. Jadi kebenaran agama berbeda dengan kebenaran ilmiah. Sebagai contoh air. Air dalam filsafat memandang tidak hanya sebagai kebutuhan vital. Air juga dianalisis dari segi fungsinva. kekal. Tanpa air kita tidak bisa hidup. Mengapa perlu diadakan air? Dari mana air itu berasal '?.Keyakinan menjadi dasar kebenaran agama. Meskipun kebenaran agama tidak perlu pengujian ilmiah. Secara konseptual kebenaran agama terletak pada kepercayaan kepada Tuhan.Bila ruang lingkup ilmu pengetahuan hanya sampai pada obyek-obyek nyata yang dapat ditangkap indria. tetapi masalah airdikaji dan diteliti secara mendalam. karena didalam wahyu itu terdapat dua ajaran pokok yaitu. Agama mengajarkan kepada manusia untuk meyakini adanya wahyu Tuhan. Air dianalisis terdiri dari dua unsur. Kebenaran agama adalah mutiak. yaitu hidrogen dan oksigen (H 2 0). Berbeda dengan 9 . mencakup apa yang ada dan apa yang mungkin akan ada. sifatnya. Kebenaran agama adalah kebenaran Tuhan yang bersifat gaib. warnanya dan sebagainya. . Apakah air itu?. namun bersifat abstrak. maka ruang lingkup filsafat lebih luas dari pada itu. dan agama tidak memerlukan pembuktian. Seseorang yang mengaku dirinya beragama harus diawali dengan terlebih dahulu tanpa ada keragu-raguan menerima kebenaran agama. Demikian seterusnya pertanyaan itu dilontarkan u. Dari segi ilmiah/ilmu pengetahuan memandang air adalah sebagai suatu kebutuhan vital yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan. artinya (tak terpikirkan oleh akal) namun kenyataan hidup yang sering dihadapi manusia membuat ia tidak berdaya atas kuasa Tuhan terhadap segalanya.ntuk memperoleh jawaban. Kebenaran agama menuntun semangat hidup atau memberi motivasi hidup terhadap manusia. Agama memberikan janji di hari depan. tuntunan / pedoman harus dilaksanakan dari sesuatu yang harus dihindari. abadi. maka ruang 1 ingkup agama sampai di luar jangkauan indria. Agama memberi ramburambu kehidupan menuju kehidupan yang lebih baik.

dan sebagainya. Air juga dipakai sebagai sarana pemujaan seperti . Ilmu mendukung tumbuh kembangnya filsafat dan sebaliknya dalam filsafat sudah terkandung ilmu pengetahuan. Dengan demikian methode penyajian ilmiah mutlak diperlukan dalam bidang agama. air ditempatkan pada posisi yang istimewa. obyektif dan universal. Selain dengan ilmu pengetahuan agama juga mempunyai hubungan erat dengan filsafat. meskipun ketiganya memiliki bidang yang berbeda. namun satu fungsi. 10 . Etika dan Upacara. Antara ilmu dan filsafat sejalan dan saling berkaitan.pandangan agama. Filsafat. filsafat adalah induknya ilmu pengetahuan yang menjadi dasar pengkajian timbulnya filsafat. Inilah bukti bahwa agama dan filsafat tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Oleh karena itu memperdalam ajaran Hindu tidak terlepas dengan aspek Tattwa. bersistem. Hubungan Filsafat. ilmu pengetahuuan dan agama. Adapun hubungannya. Ilmu Pengetahuan dan Agama. Air dipandang mempunyai nilai tambah yakni nilai kepercayaan. Bahkan agama (Hindu) mempunyai aspek filsafat sebagai salah satu bagian yang amat penting berupa Tri Kerangka Agama Hindu yaitu aspek Tattwa. nilai kesucian nilai religius. Di India filsafat yang serupa dengan itu dinamai Darsana. Demikian methode penyajian ilmiah. namun semuanya memiliki hubungan yang erat. C. ajaran agama dengan mudah dipahami. namun penyajian ajarannya tidak terlepas dengan methode penyajian ilmiah. Filsafat dan pengetahuan sama-sama menuntut kebenaran secara sadar bermethode. Ibarat sebuah pisau belati dengan kedua belah sisinya. Tattwa adalah filsafat yang dikemas dalam ajaran Hindu. Demikian halnya dengan agama yang berdasarkan keyakinan. Tina amertha. satu dengan yang lainnya berbeda.

Menjelaskan mashab-mashab Hindu di Indnesia MATERI : a. SEJARAH AGAMA HINDU DI INDIA Dalam kitab Weda bangsa Arya mempunyai peran penting sejarah agama Hindu di kemudian hari. Mengetahui sejarah agama Hindu. Mashab-mashab Hindu di Indoesia PEMBAHASAN A. Kehidupan tata keagamaan Hindu kuno di India b. c. d. TUP : Mahasiswa dapat memahami sejarah perkembangan agama Hindu di India dan di Indonesia TKP : Setelah mengikuti mata kuliah ini. Penyebaran bangsa Arya ke arah timur menuju dataran Asia dengan melalui pantai selatan laut hitam 11 . c. b. mahasiswa diharapkan dapat : a. Menjelaskan fase perkembangan agama Hindu ke Indonesia d. Bangsa Arya diperkirakan berasal dari darata Eropa. Menjelaskan masuknya pengaruh agma Hindu ke Indonesia e. Sejarah agama Hindu di Indoensia dan perkembangannya. Sejarah agama Indu di India dan Perkembangannya. Menjelaskan bukti kehidupan jaman India kuno. Masuknya agama Hindu di Indonesia. b.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : Sejarah Agama Hindu : a. Perkembangan agama Hindu di Indonesia.

lembu nandini dan badak. Tokoh ini dipersamakan dengan tokoh Siwa Maha Dewa pada berikutnya. Ditemukan area Batu Dewa dengan bentuk kepala bertanduk yang terpadu dengan pohon suci Pitaia. Hiasan rambut yang demikian menjadi bentuk senjata yang bercabang tiga (tri sula) sebagai atribut Dewa Siwa. Lembah sungai saraswati ini memegang peran sangat penting. sehingga nama Saraswati dianggap sebagai Dewi ilmu Penetahuan. Rajasthan serta Punyab. Ke arah selatan menuju daratan India dengan melalui celah Keyber dan pegunungan Hindukus dengan menghimpun kitab Weda yang berbahasa Sansekerta. seperti seorang yogi. mereka menyebar ke dua arah yaitu ke utara menuju Iran (Timur Tengah) dengan menghimpun kitab Avesta di Iran yang menjadi agama Zoroaster. Ditemukan materi bergambar seekor binatang yang dianggap sebagai raja binatang. Ditemukan area Teracota yang dianggap sebagai konsepsi Dewi Kesuburan. Selanjutnya bangsa Arya menyebar kepedalaman dan menduduki lembah sungai Saraswati. 12 . rambutnya dihias seperti kipas. duduk beryoga. Sedangkan didepannya terdapat empat ekor binatang buas dan binatang besar lainnya seperti gajah. Raja binatang tersebut memiliki ciri-ciri seperti. Pada saat menduduki Bactria.menuju Bactria (Asia Kecil). Bukti-bukti adanya kehidupan keagamaan bangsa Drawida di lembah sungai Sindhu adalah 1. Daerah penyebarannya meliputi perbukitan Baluchistan. 3. Lembah sungai Saraswati ini dalam Reg Weda disebut Brahmawarta (daerah suci). Bangsa Drawida menempati dua kota besar yaitu Mohenjodaro dan Harapa. dan dikemudian hari akhirnya dianggap merupakan tempat turunnya wahyu Weda. Pemujaan kepada Dewi Kesuburan ini kemudian berlanjut menjadi pernujaan kepada Dewi Perthiwi yang menjadi salah satu kepercayaan dalam agama Hindu. 2. Bangsa Arya ketika menduduki daerah Bactria disebut masa Indo Iran. Bangsa Drawida adalah bangsa asli India yang menduduki lembah sungai Sindhu. Penemuan tersebut membuktikan adanya konsepsi Dewa Pasopati.

yang pada masingmasing sayapnya ada seekor ular. mempralina 5. 7. Ditemukan materi bergambar burung Elang yang sedang terbang. SiwaNataraja melambangkan Siwe sedang menari sebagai simbol untuk menciptakan. memakai jubah dengan hiasan daun. mata mengarah keujung hidung sebagai lambang melihat dunia spiritual. Dari data tersebut membuktikkan bahwa kehidupan keagamaan sebelum datangnya bangsa Arya. Gambar tersebut membuktikan adanya konsepsi burung Garuda sebagai wahana Dewa Wisnu. Ditemukan arca batu seorang tokoh rohaniwan dengan ciri-ciri sebagai berikut. memakai ikat kepala dari alang-alang (sirovista). sedangkan dalam agama Hindu disebut Kalpa Wrksha / Kalpa Taru.Demikian pula gambar Lembu Nandini yang pada jaman berikutnya merupakan tokoh sebagai wahana Dewa Siwa. Ditemukan materi teracota yang terdapat gambar pohon yang didekatnya berdiri seorang manusia. Jaman Weda. Penggunaan jubah dalam agama Budha disebut Sanghati yaitu menutup bahu kiri dan bahu kanan tetap terbuka. 6. Surya adalah 13 . Tata cara kehidupan keagamaan dijaman Weda banyak sekali mengenal namanama Dewa. memelihara dan. demikianlah maka Agni adalah dewa api. Konsepsi ini dijaman selanjutnya menjadi kepercayaan umat Budha menjadi pohon Badhi. ternyata bangsa Drawida (India kuno) memiliki tata cara kehidupan keagamaan yang tinggi Perkembangan kehidupan keagamaan bangsa Drawida setelah terjadi asimilasi dengan bangsa Arya dapat dikelompokan sebagai berikut 1. Ini membuktikan adanya konsepsi pohon suci yang memberikan perlindungan kepada umat manusia. Tenaga alam itulah merupakan manifestasi Dewa. Ditemukan area batu seorang penari yang dianggap sebagai konsepsi pemujaan Siwa Nataraja. 4. Dewa-dewa ini masing-masing dihubungkan dengan tenaga alam yang menguasai dan mempengaruhi kehidupan manusia saat itu.

Namun dasar-dasar pemikiran filsafat ini sebenarnya telah ada pada jaman Weda. Pada umumnya pada jaman Weda ini hubungan manusia dengan Dewa sangat dekat sekali. adanya pitara dan dunia Dewa/ sorga. Maka peranan para pendeta saat itu mulai dominan yang akhirnya ditandai dengan munculnya jaman Brahmana. hanya mereka orang bijaksana menyebutkan dengan berbagai macam nama. 2. Maruta adalah dewa badai. Pada jaman ini juga mempercayai adanya hidup itu sesudah mati. dimana aspek kekuatan alam yang dipuja melalui Dewa tertentu dengan memakai upakara tertentu. Jaman Brahmana Jaman ini ditandai adanya kitab-kitab Brahmana yaitu bagian dari Weda yang berisi peraturan dan kewajiban keagamaan. Penguraian yang lebih sistematis terjadi pada jaman berikutnya yaitu jaman Upanisad? Oleh karena kehidupan pada jaman Brahmana lebih banyak dikuasai masalah yadnya. hanya saja jaman Brahmana ini sistem filsafat diperluas lagi dalam bentuk yang lebih abstrak. 3. dan menganggap bahwa yadnya itu memiliki daya sakti yang mistik dan bersifat rahasia. Candra adalah dewa bulan. Walaupun pada jaman itu mereka mengenal berbagai macam Dewa tetapi Tuhan tetaplah satu. jaman Brahmana ini merupakan pendahulu pemikir secara sistematis. maka tidak heran jika banyak pemikiran keagamaan bersifat spikulatif. Indra adalah dewa perang dan sebagainya. Pemikiran masalah ketuhanan pada jaman ini sudah ada dan kemudian disempurnakan pada jaman Upanisad. 14 . Jaman Upanisad. dan sintesis. Sebagai kesimpulan bahwa pemikiran keagamaan pada jaman Brahmana Sudah mengarah kepada pemikiran yang lebih logis dan rasional.dewa matahari. Di lihat dari segi filsafat.

Samkhya. Jaman ini. 6. Graha Sutra. artinya ajaran yang mengajarkan bahwa segala sesuatu yang bermacam-macam itu dilahirkan dari satu azas yang tertinggi. Jaman ini adalah jaman yang penting dalam sejarah perkembangan agama Hindu di India. pembaharuan dibidang agama mulai terasa. Pemikiran keagamaan jaman ini sudah mulai bersifat filosofis. Jaman Sutra-Sutra. Pada waktu itu India mengalami krisis politik. begitu juga masalah hakekat Tuhan digambarkan secara filsafat. Dharma Sutra. Waisesika. maka timbulah sutra-sutra seperti Kalpa Sutra. Realitas ini tidak keiihatan. Pada jaman ini mulai bermunculan komentar-komentar yang sederhana untuk mempelajari arti dan makna ajaran Weda. dan begitu juga bermunculan sutra-sutra yang lain seperti Sulwa Sutra.Jaman upanisad ini ditandai adanya kitab-kitab Upanisad. Untuk upacara korban yang diuraikan secara sistematis. hal ini sempat mempengaruhi kehidupan keagamaan. maka mulai banyak timbul pemikir/ahli agama yang ingin mengadakan pembangunan dibidang agama. Realitas itu disebut Brahman (Tuhan). seperti upacara. etika dan sebagainya. tidak tembus oleh akal manusia tetapi menyelami segala sesuatu. sebagai contoh munculnya aliran Jainaisme dan Budhaisme. Yoga. Pandangan yang menonjol dalam kitab Upanisad adalah suatu ajaran yang bersifat monitis dan absolutisms. Mimamsa dan Wedanta. Selain pembaharuan dibidang upacara juga ada pembaharuan dibidang filsafat seperti Nyaya. bebas dari awidya. Jaman Skholastik. Jaman Wiracaritra. 5. filsafat. 15 . 4.

Seorang pembaharu ajaran Hindu lainnya adalah Sri Kamaknsna (1834-1886). la adalah pemimpin spiritual dari Kuil Daksinawar dekat Calcutta. seperti Kabir (1140-1518) yang berusaha memberikan pengaruh agama Hindu dengan agama Islam. juga mengusahakan pembangunan dibidang sosial seperti mempelopori pemberantasan poligamL menghindari Sati (pembakaran janda). Setelah masuknya pengaruh Islam. Sankara. Madwa.Jaman ini merupakan jaman pemimpin besar sebagai kelanjutan jaman Wiracarita seperti tokoh Ramanuja. Pembaharuan agama Hindu yang besar sekali pengaruhnya adalah Mahatma Gandhi (1869-1948). Satya Graha dan Ahimsa. SEJARAH AGAMA HINDU DI INDONESIA. Maksudnya ajaran ini adalah untuk membangun agama Hindu dan untuk mengadakan sintesa antara yang baru dengan yang kun'o. Setelah ia meninggal ajarannya diteruskan oleh Debendra Nathagore ayah dari Rabindra Nathagore. B. 16 . Ajarannya adalah Monisme. Ajarannya dikemudian hari menjadi salah satu sumber-ajaran Nanak (1469-1538) sebagai pendiri agama Sikh. dan Weda adalah sumber pokok bagi ilmu agarna-agama di dunia. Kebangkitan agama Hindu pada abad XVIII dipelopori oleh Ram Mohan Roy (1772-1833). Disamping ia berusaha keras untuk membangun dibidang agama. Gerakannya disebut Brahma Samaj. mulailah ada gejala-gejala perkembangan baru dalam sejarah agama Hindu. dan mencoba untuk menjadikan agama Hindu dan agama Islam saling mempengaruhi. Arya Samaj ajarannya mencakup tiga hal yaitu: Weda adalah wahyu Tuhan. Weda adalah satu-satunya wahyu Tuhan. Aliran lain yang lebih dipengaruhi oleh politik ialah Arya Samaj yang dipelopori oleh Swami Dayananda Saraswati. Setelah Rabindra Nathagore meninggal dilanjutkan oleh Kesab Candra Sen dan akhirnya ajarannya terpecah menjadi berbagai macam aliran. antara budaya Barat dengan budaya Timur. la adalah seorang tokoh Hindu yang mendapat pendidikan Barat.

Walaupun secara sederhana. Dengan data tersebut teranglah bahwa hubungan India dengan Indonesia telah terjadi ribuan tahun yang silam. Teori tersebut adalah. Oleh karena itu dipakailah sumber-sumber tidak langsung yang berasal dari luar Indonesia. yang pada bagian Kiskenda Kanda menyebutkan bahwa Sugriwa dalam usaha mencari Dewi Sita memerintahkan para pasukan kera untuk pergi ke Jayadwipa dan Swarnadwipa. Kitab Ramayana yang digubah sebelum Masehi. Setelah sampai di 17 . Dalam kitab ini menyebutkan terjadinya hubungan antara India dengan wilayah yang bernama Chryse Chora (negeri emas). Masuknya agama Hindu di Indonesia. Mookerjee (India 1912) menyatakan bahwa masuknya pengaruh Hindu dari India ke Indonesia dibawa oleh para pedagang yang besar. Chryse Chora (Negeri emas). c. Ada beberapa teori tentang masuknya agama Hindu ke Indonesia. Chrsyse Chersonesus (semanjung emas) dan juga menyebutkan tempat bernama Jabadion yang dalam bahasa Sansekrta sama dengan Jawadwipa. a. Kitab Periploustest Erythastolesses yang ditulis oleh seorang nahkoda Yunani. b. Hal ini juga masih dilakukan dibeberapa daerah di Indonesia. a. Data yang memuat secara rinci masuknya agama Hindu ke Indonesia belum dijumpai. pada jaman prasejarah di Indonesia juga telah mengenal kepercayaan kepada kekuatan gaib mereka juga melakukan upacara pemujaan/Sradha. Bukti ini merupakan pedoman berlayar di samudra Indonesia (lautan Erythrasa). Pada waktu orang meninggal maupun saat penguburan bahkan sesudah selesai penguburan masih juga dilakukan upacara sradha agar hubungan mereka tidak terputus. yang menyebutkan beberapa tempat seperti Agryse Chora (negeri perak). Hal ini mengingatkan pada daerah Swarnadwipa (pulau emas). baik di Indonesia maupun diluar negeri. 1. Kitab Geographika Hepigeses seorang Yunani Iskandariah pada abad 2 masehi.

d. Bosh (Belanda) menyatakan bahwa dalam penyebaran agama 1 lindu ke Indonesia. maka terjadilah penyebaran agama Hindu di Indonesia b. e. Para ahli sejarah berkesimpulan bahwa masuknya agama Hindu ke Indonesia terjadi awal tahun masehL sekalipun tak ada bukti tertulis atau benda-benda purba kala dari kehidupan agama saat itu. Dalam kehidupan keagamaan didapatkan keterangan pada dua buah Yupa yang menyatakan bahwa maksud pendiriannya itu untuk memperingati yadnya yang dilaksanakan oleh raja Mulawarman. 1. Kehidupan keagamaan di Indonesia dapat diketahui pada abad IV masehi dengan ditemukannya tujuh buah Yupa peninggalan kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. B. c. Moens (Belanda) menyatakan bahwa peranan kaum ksatriya sangat besar dalam proses kolonisasi. 18 . peranan kaum ksatriya sangat besar. Dari data peninggalan sejarah di Indonesia disebutkan bahw Rsi Agastya pernah menyebarkan agama Hindu di Indonesia. dengan leori gabungan menyatakan bahwa masuknya pengaruh Hindu ke Indonesia dibawah oleh kaum brahmana. sekalipnn unsur India merupakan zat penyubur kebudayaan.Indonesia mereka membentuk koloni dan membangun kota kemudian mengadakan kontak hubungan dengan India. 2. Melalui proses ini agama Hindu mulai menyebar di Indonsia. Krom (Belanda) dengan teori Wesya menyatakan bahwa diterimanya pengaruh Hindu di Indonesia melalui penyusupan jalan damai yagn dilakukan oleh golongan pedapang (wesya). Agama Hindu di Indonesia. Mantra. dan wesya f.

Jambu. candi Jago dan candi Singosari. 19 . Pasiwari. Pada abad XIII berakhirlah masa Singosari sehingga muncul kerajaan Majapahit.Tugudan Prasasti Lebak. Muara Cianten. Keseluruhan prasasti itu berbentuk syair yang terdiri 12 bait. Jaman Majapahit merupakan masa gemilang perkembangan agama Hindu. Kebon Kopi. Perkembangan selanjutnya.Setelah di Kutai agama Hindu ternyata berkembang di Jawa Barat pada abad V. Isi prasasti tersebut menyatakan bahwa raja Simha dari kerajaan Kanyuruhan mengadakan upacara besar beserta para pendeta dan penduduk negeri. Hal ini membuktikan Ken Arok adalah penganut Hindu yang setia. Merbabu. Peninggalan lain yang membuktikan pada jaman Singasari adalah berdinnva candi Kidal. Perkembangan agama Hindu selanjutnya ternyata bergeser ke arah timur yaitu Jawa Tengah. Dari prasasti tersebut dapat dipastikan bahwa raja Purnawarman adalah raja Tarumanegara yang beragama Hindu. Bangunan suci peninggalan tertua kerajaan Hindu di Jawa Timur adalah candi Badut di Malang. diantaranya memuat pemujaan terhadap dewa Siwa. Dengan berakhirnya kerajaan Kanyuruhan maka muncullah dinansti I sana Wamsa dengan raj any a Empu Sendok. Prasasti tersebut memakai huruf Pallawa dan bahasa Sansekrta. agama Hindu hidup pada jaman Singosari tahun 1042-1222 masehi. Hal ini dibuktikan dari tujuh buah prasasti yaitu Ciaruteun. Ken Arok sebagai raja pertama digelari Bhatara Guru. dibuktikan dengan ditemukan prasasti Dinoyo 682 Saka dengan memakai hurup Jawa Kuno yang bahasa Sansekrta. Perkembangan agama Hindu di Jawa Tengah dapat dibuktikan dengan adanya prasasti Tukmas di lereng gunung. Kesaksian lain kehidupan agama Hindu di Jawa Tengah dapat diketahui dari prasasti Canggal yang dikeluarkan oleh raja Sanjaya tahun 654 Saka dengan candra sengkala “Sruti indria rasa". Di jaman berikutnya agama Hindu berkembang di Jawa Timur. satu bait untuk dewa Wisnu dan satu bait lagi untuk dewa Brahma.

Beliau datang pada abad XI pada pemerintahan Udayana. Paruman Para Pandita tahun 1949 di Singaraja. Surya Kama tahun 1925 di Singaraja. ternyata agama Budha juga datang ke Bali. Sara Poestaka tahun 1923 di Ubud Gianyar. Kahyangan Tiga. Madjelis Hinduisme tahun 1950 di Klungkung. kehidupan agama Hindu kurang mendapat perhatian. maka pembinaan agama Hindu diatur oleh desa adat dan Griya-griya (sulinggih) secara lokal. Oleh karena muncullah organisasai keagamaan seperti : Suita Gama Tirtha tahun 1921 di Singaraja. Dan lain-lain. Konsepsi pemujaan Dewa Tri Muni dimasyarakatkan dengan melalui Desa Pakraman pada setiap Kahyangan Tiga. Pada tanggal 23 Pebruari 1959 beberapa organisasi keagamaan mengadakan pentemuan membentuk Majelis Agama Hindu. maka agama Hindu berkembang di Bali. Perhimpunan Catur Wangsa Dirg/Gama Hindu Bah tahun 1926. Menurut lontar-lontar yang ada di Bali.Bukti kemegahan agama Hindu jaman Majapahit adalah berdirinya candi Penataran di Blitar. Sebagai penghormatan kepada Empu-Kuturan dibuatlah pelinggih Menjangan Salwang pada kebanyakan pura yang ada di Bali. Sedangkan tempat moksa beliau didirikan pura Silayukti. Kahyangan Jagad. Kehidupan keagamaan dengan berbagai sekta-sekta yang hidup pada jaman sebelumnya dan akhirnya dapat disatukan dengan melalui Sad Kahyangan. Setelah mundurnva masa kerajaan di Bali. bahwa Empu Kuturan sebagai pembaharu agama Hindu di Bali. Setelah Majapahit mulai suram. Kemudian tanggal IT-23 Nopember 20 . Wiwadha Sastra Sabha tahun 1950 di Denpasar. Yayasan Dwi Jendra tahun 1959 di Denpasar. Bersamaan masuknya agama Hindu di Bali pada abad VIII. di Klungkung.

b. Prof. Bhairawa. sihir dsb. Semuapanditadi Bali disebut sebagai Sidhanta ciri-ciri Sidhanta antara lain. persembahan air suci untuk upacara. Mashah-Mashab Hindu di Indonesia Perkembangan agama Hindu dari India menuju seluruh pelosok dunia termasuk Indonesia tidak lerlepas adanya mashab (sekta) yang ada. mashab ini mengutamakan pemujaan kepada dewa Wisnu dengan saktinya dewi Sri sebagai dewa kesuburan. Cirinya adanya pemujaan pada setra. adanya upacara agama. mashab ini aliran Durga dari tangan kiri. Goris dalam bukunya sekta-sekta di Bali menyebutkan ada 9 mashab yang pernah berkembang di Baii yaitu : a. Pasupata. mashab ini sudah hilang ciri-cirinya pemujaan Lingga sebagai lambang Siwa. menggunakan kekuatan leak. Dr. Selanjutnya tanggal 7-10 Oktobrr 7-10) diadakan Mahasabha Hindu Bait dengan menetapkan majelis keagamaan bernama Parisada Hindu Bah sekarang menjadi Parisada Hindu Dharma Indonesia 2. R. Krom mengatakan bahwa di Jawa pernah berkembang mashab Saiwa. 21 . c. dan Mashab Rsi atau sermg disebut Mahabrahmana Sewa Sogata.1961 umat Hindu berhasil menyelenggarakan Dharma Asrama Para Sulinggih di Campuan Ubud Gianyar dengan menghasilkan Piagam Campuan Ubud yang merupakan titik awal sebagai landasan pembinaan umat Hindu. mengucapkan doa tiga kali sehari. Bosh menyebutkan pada masa Pemerintahan Hayam Wuruk pernah berkembang mashab Sora Mashab Budha. Siwa Sidhanta yaitu mashab yang lebih mengutamakan pemujaan kepada Dewa Siwa. Mashab Saugata. Wesnawa. sikap tangan (mudra). d.

Sora. i. Rsi. semadi di tempat-tempat yang sunyi. f. mashab ini mengutamakan pemujaan kepada dewa Surya. Proses terciptanya alam semesta b. . h. TUP : Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui asal mula alam semesta dan unsur-unsur serta meyadari kedudukanya sebgai makhluk yang merupakan bagian dari alam semesta. g. Ganesha. Dari kesembilan mashab yang pernah hidup di Bali akhirnya dapat disatukan menjadi Siwa Sidhanta yaitu Hindu yang kita warisi sampai sekarang. yoga. Brahma/ Smartha adalah mashab yang masih menggunakan cara-cara hidup secara tradisi. tepatnya Desa Budha Keling masih terdapat pandita Budha yang menggunakan tata upacara Hindu. Menjelaskan proses terciptanya alam semesta 22 . brata. mashab ini masih ada di Bali Selatan yaitu daerah Karangasem. Budha / Soghata. Asal mula manusia dan unsur-unsurnya. mashab ini mengutamakan pemujaan kepada dewa Gana sebagai dewa penghalang dari ganggilan. POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : ALAM SEMESTA : a.e. TKP : Mahasiswa diharapkan dapat : a. mashab ini lebih cenderung melakukan tapa.

sad ewa saumya idam agra asit. tat srstva tad eva anupray icat. Didalam Weda (Brihad Aranyaka dan Chandogya Upanisad) disebutkan sebagai berikut . tad anupravicya sac ca tyao ca abhavat" Artinya. Setelah menciptakan kedalam ciptaannya itu Hyang Widhi menjadi satu. Alam semesta dan segala isinya adalah ciptaan Hyang Widhi yang merupakan pancaran kemahakuasaan-Nya. Menjelaskan perbedaan antara manusia. Artinya sebelum diciptakan alam ini tidak ada apa-apa. Hyang Widhi melakukan tapa. Asal mula alam semesta b. Tapa adalah pemusatan tenaga pikiran yang terkeram hingga menimbulkan panas memancar. Hyang Widhilah yang menciptakan alam semesta dengan segala isinya. binatang dan tumbuh-tumbuhan POKOK MATERI : a. alam dengan segala isinya tiada. “Duk tan hana paranparan. d. Di dalam Weda (Taittriya Upanisad) disebutkan sebagai berikut: "Sa tapo tasyata so tapas taptva. Manusia. binatang dan tumbuh-tumbuhan PEMBAHASAN A. Maha Esa dan tidak ada duanya. idam sarvam asjata yad idam kim ca. Menjelaskan asal mula manusia dan unsur-unsurnya c. ekam ewa adwitya. setelah mengadakan tapa tcrciptalah semuanya yaitu segala apa yang ada di alam semesta ini. Menjelaskan hakekat manusia. Artinya ketika sebelum ada pencipta maka tidak ada apaapa dan semuanya tidak menentu. anrawang anruwung”. 23 . Sebelum Hyang Widhi mencipta.b. Hakekat manusia d. Asal Mula Alam Semesta Telah kita ketahui bahwa Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) adalah Maha Pencipta. Idam wa agra naiwa kincid asit. Asal mula manusia dan unsur-unsurnya c. Dengan tapa inilah Hyang Widhi menciptakan alam semesta dengan segala isinya. yang tercipta melalui tapanya Hyang Widhi sendiri.

dan Tamas sifat dasarnya adalah berat dan gelap. Samttwam sifat dasarnya adalah tenang dan menerangi. Pertemuan antara Purusa dan Prakeni ini dilukiskan sebagai kerja sama antara yang melek tapi lumpuh dengan yang kuat tapi buta. Proses ini bcrlangsung secara berjenjang. Rajas sifat dasarnya adalah aktif dan dinamis. Purusa adalah unsur dasar yang bersifat kejiwaan. Prakerti yang merupakan azas kebendaan memiliki Tri Guna. Rajas dan Tamas. Dengan kerja itulah mereka baru bisa melakukan atau membuat sesuatu. Baik Purusa maupun Prakerti kedua-duanya memiliki sifat yang tak dapat diamati dan tanpa pernuilan. kemudian tidak ada lagi dan demikian seterusnya berulang kali. Vikarams ca gunas cai va viddhi prakrtisambhavan. Dari jenjang yang teramat gaib atau halus sampai jenjang yang tampak atau berwujud. Demikianlah proses terciptanya alam semesta. XIII. berikut: Prakrtim purusam cai va viddhy anandi ubhavapi.Demikianlah kemahakuasaan Hyang Widhi. yaitu Purusa dan Prakerti. sedang Prakerti adalah unsur dasar yang bersifat kebendaan. 19) sebagai. Artinya : Ketahuilah bahwa Purusa dan Prakerti kedua-duanya adalah tanpa permulaan dan ketahuilah juga bahwa segala bentuk dan ketiga guna lahir dari Prakerti. Pada saat ini tercipta disebut "Srsti” atau Brahma Diva (siang hari Brahma) dan ketika alam ini meniada disebut "pralaya" atau Brahma Nakta (malam hari Brahma). yaitu Samttwam. lain ada. Purusa dan Prakerti inilah kemudian bertemu atau bekerja sama menyebabkan adanya alam semesta ini secara bertingkat dan berjenjang. pada mulanya terjadi dua kekuatan asal. Penciptaan oleh Hyang Widhi melalui tapa-Nya. Alam semesta dengan segala isinya ini yang dahulu kala pernah tidak ada. seperti dijelaskan dalam Weda (Bagawadgita. disamping menciptakan alam semesta dengan segala isinya ini juga menyatu dan meresap kedalam ciptaanNya serta menghidupkan atau memberikan jiwa alam semesta dengan segala isinya sehingga adanya kehidupan. 24 .

Selanjutnya dari Budhi ini lahirlah Ahamkara. bumi yang disebut Brahmanda. Sparsa tanmatra (sari rabaan). Ahamkara herfungsi untuk merasakan. Artinya : demikianlah halnya Bhatara Siwa (Tuhan) keberadaan-Nya pada segala makluk pada akhirnya akan kembali kepada-Nya. Perkembangan selanjutnya dari Panca Tanmatra adalah Panca Maha Bhuta yaitu lima unsur yang kasar meliputi: Akasa (ether/ruang). Asal mula manusia dan unsur-unsurnya. Panca Maha Bhuta ini kemudian menjadi alamsemesta dengan segala isinya seperti matahari. riwekasan lina ring sira mwah. pada saatnya nanti akan kembali kepada Hyang Widhi. Rasa tanmatra (sari rasa). Teja (api ). bulan. Demikian dinyatakan dalam Weda (Bhuwana Kosa. B. 25 . pohon. Dari mahat ini kemudian muncullah Budhi yaitu benih kejiwaan tertinggi.22b) sebagai berikut . Rupa tanmatra (sari warna). Dari Manas selanjutnya lahir Panca Tanmatra yaitu lima unsur halus yangmeliputi Sabda tanmatra (sari suara). dan Ganda tanmatra (sari bau). Dari Ahamkara lahirlah Manas yaitu akal pikiran yang berfungsi untuk berpikir. sungai. Jadi jelaslah bahwa alam semesta dengan segala isinya lahir dan mengalir dari tubuh Hyang Widhi. nihan drtopamaya kadhyangganing wereh makweh mijilnya tunggal ya sakeng way. Mangkana pwa Bhatara Siwa irikang tattwa kabeh. Bayu (hawa/udara). Budhi ini adalah sifat yang dimiliki oleh Satmam sehingga keputusannya bersifat bijaksana. lp. Mahat yang berarti agung. demikian umpamanya bagaikan buih banyak timbulnya. binatang. manusia serta yang lainnya. tunggallah itu asalnya dari air. Pertama-tama kekuatan Sattwam yang lebih besar dari Rajas dan Tamas melahirkan adanya Mahat. Demikian juga gunung. Apah (air) dan Pertiwi (tanah).Akibat adanya kerja sama Purusa dengan Prakerti ini menyebabkan kekuatan yang ada pada Tri Guna menjadi seimbang.

lemak. Wakindriya (indriya pada mulut). Darah. Ghranendriya (indria pada hidung). Tulang belulang. daging dan segala yang pada sifatnya terjadi dari Gandha atau Perthiwi.Asal mula manusia dan alam ini pada hakekatpya sama yaitu dari Purusa dan Prakerti juga. kelenjar. Jihwendriya (indria pada lidah). karena semua indriya itu berpusat pada pikiran manusia. Maka itu alam semesta ini Lazim disebut Bhuwana Agung dan manusia disebut Bhuwana Alit. sedangkan unsur Prakerti menjadi badan kasar atau stula sarira. Manas dan Ahamkara yang disebut dengan Jri Antah Karana Sarira. Indra manusia ada 10 banyaknya sehingga disebut Dasendriya yang terbadi menjadi dua bagian yaitu : 1. Twakindriya (indriaya pada kulit). 4. otot. sinar mata dan yang panas dan bercahaya sifatnya terjadi dari Rupa atau Teja. Panca Budhindriya yaitu terdiri dari Cakswindriya (indriya pada mata). Suksma Sarira disebut Raga Sarira. Napas dan udara dalam badan terjadi dari Sparsa atau Wayu. 2. Indriya itu tak dapat di amati. Panca Karmendriya yaitu terdiri dari Panindriya (indriya pada tangan). 2. air badan dan segala yang cair sifatnya terjadi dari Rasa atau Apah. Rongga dada. Pada diri manusia unsur Purusa itu menjadi Jiwatma. Padendriya (indirya pada kaki). Srotendriya (indriya pada telinga). empedu. Suksma Sarira terdiri dari Budhi. 3. 26 . Stula Sarira atau Raga sarira yang terjadi pada Panca Tanmatra dan Panca Maha Bhuta uraiannya adalah sebagai berikut: 1. Tri Antah Karana Sarira inilah menciptakan alat badan mausia yang amat menetukan watak seorang. Manas disamping berkedudukan sebagai anggota dari Tri Antah Karana Sarira juga berkedudukan sebagar Rajendriya. Panas badan. rongga mulut dan segala rongga lainnya terjadi dari Sabdha atau Akasa. 5. Upasthendriya (indriya pada Anus).

Manusia. Rudhira (darah) dan Carma (kulit). Manusia sering juga disebut Atmaja. Sedangkan yang mempunyai hubungan dengan Suksma Sarira (badan halus) manusia antara lain adalah Panca Kosa yaitu 5 pembungkus dari badan halus manusia yang terdiri dari: Annamaya kosa (badan dari sari makanan). Purusa. Asti/tawulan (tulang). Kurrnara (udara yang keluar dari badan oleh tangan dan jari). sedangkan Atma adalah berasal dari percikan Tuhan D. Samana (udara pada pencernaan). Mamsa (daging). Binatang dan Tumbuh-tumbuhan. Anuja. Krkara (udara pada saat bersin).Dalam hubungannya dengan Sthula Sarira manusia terjadi dari unsur antara lain . Jadma. Dengan demikian manusia pada hakekatnya adalah penjelmaan dari Atma. Dananjaya. Anuja. Jadma. Dewadatta (udara pada saat menguap). Hakekat Manusia Manusia adalah makluk yang berakal. Anandamaya kosa (badan dari sari kebahagiaan). Berbeda pada sabda. tetapi berbeda. Byana (udara yang menyebar ke seluruh tubuh). Pranamaya kosa (badan dari sari nafas). Udana (udara pada kerongkongan). Disebut Purusa karena memang berasal dari Purusa. 2. Dasa Bayu atau Dasa Prana yaitu 10 macam udara dalam badan manusia yang terdiri dari: Prana (udara pada paru-paru). Asal mula manusia. 1. Sumsum (sumsum). binatang dan tumbuh-tumbuhan pada hakekatnya adalah sama. Manomaya kosa (badan dari sari pikiran). karena pada hakekatnya ia adalah Atma atau Anu yang lahir dari Atma atau Anu yang berbadan. Perbedaan kelahiran 27 . (udara yang memberi makan pada badan). Sad Rosa yaitu lapis pembungkus yang terdiri dari. Manusia disebut Atmaja. Apana (udara pada pantat). bayu dan idep. Naga (udara pada perut yang keluar pada saat perut mengempis). Odwad (otot). C. dan semua itu adalah sama yaitu percikan yang mengalir dari Tuhan. Wijnanamaya kosa (badan dari sari pengetahuan).

Tetapi jika Sattwam dan Tamas sama kuatnya menyebabkan akan mencapai surga. Yan satwika ikang citta ya henuning atma pamanggihaken kamoksa. Yapwan pada gong nikang satwa lawan rajah yeka matangnyan mahyun magawaya dharma denysu kadadi pwakang dharma denya kalih. Tri Guna adalah bagian dari Prakerti. itulah sebabnya atma menemukan kelepasan.20) Artinya. itulah menyebabkan ingin mengamalkan dharma. Sedangkan jika Rajas lebih unggul dari Sattwam dan Tamas menyebabkan Atma jatuh ke neraka. (Ws.disebabkan dari karma wasana. Karma wasana bersumber pada perbuatan masa lalu. Demikianlah disebutkan dalam Weda (Wrhaspati Tattwa) sebagai berikut. 2. Akhirnya jika Tamas lebih unggul dengan yang lain maka Atma menjelma sebagai binatang atau bisa pula menjadi tumbuh-tumbuhan. sebab sattwam adalah sifat ingin berbuat baik. Apabila sattwa citta unggul. apan ya nirmala dumeh ya gumayaken rasa ning agama lawan wekasning guru. maka Tri Guna itu mulai aktif dan ingin saling menguasai. (Ws. menjadi tumbuh-tumbuhan. Jika berimbang kekuatan Sattwam. 28 . si rajas itu yang melaksanakannya. yang ditentukan oleh pertimbangan kekuatan Tri Guna. Apabila kekuatan Sattwam yang paling unggul dibanding dengan Rajas dan Tamas menyebabkan Atma akan mencapai moksa. menjadi binatang. Apabila kekuatan Tri Guna ini berimbang maka Atma gienjelma menjadi manusia. apan ikang satwa mahyun ing gawe hayu ikang rajah manglakwaken. 21) Artinya : Apabila sama besarnya antara sattwam dan rajas. Apabila Prakerti bertemu dengan Purusa. menyebabkan pulang ke sorga. sebab ia suci yang menyebabkan melaksanakan rasanya (isi) agama dan tuntunan guru. ya ta matangnyan mulih ring swarga. Atma menjelma menjadi manusia. karenanya berhasillah dharma itu. Tw.Tw. maka Atma menjelma menjadi manusia. Rajas dan Tamas. 1.

itulah yang menyebabkan menjelmanya manusia. rajah. (WsTw.. ya hetuning atma matemah tiryak ya tan dadi ikang dharmasadhana denya.23).. Tri Guna ini mclahirkan karma wasana.Tw. Artinya: Apabila tamah yang besar pada cina.. Yapwan cina rajah magong.. krodha kewala. Dengan memperhatikan sloka di atas maka jelaslah bahwa penycbab utama dart perbedaan kelahiran itu adalah Tri Guna. Artinya. apan pada winch kahyunya. ikang sattwa. Apabila cina rajas yang besar. Karma wasana inilah yang menentukan corak dan jenis kehidupan di dunia ini. ia tidak dapat melaksanakan dharma olehnya. itulah menyebabkan atma menjadi binatang. ya ta matangnyan pangjadma manusa. 29 . itulah yang menyebabkan atma jatuh ke neraka. yang menyebabkan menjadi tumbuhtumbuhan. 5. sakti pwa ring gawe hala ya ta hetuning atma tibeng naraka (Ws Tw .3. tamah. hanya marah kuat pada perbuatan jahat. an pangdadi ta ya janggama (Ws.24). Yan pada gongnya katelu. Yapwan tamah magong ring cina. 22) Artinya: Apabila sama besarnya ketiga guna... karena sama-sama memberikan kehendaknya / keinginannya 4.

Umur kitab suci Weda d. Sapta Rsi penerima wahyu e. Bahasa dalam Weda c. mahasiswa diharapkan dapat: 30 . Pembagian dan isi Weda TUP : Mahasiswa dapat meyakini bahwa Weda sebagai kitab suci sekaligus sebagai sumber hukum agama Hindu berasal dari wahyu Hyang Widhi dan sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH SEMESTER TAHUN KULIAH SKS JENJANG : Agama Hindu : : : : S1 Tujuan Kurikuler : Mahasiswa dapat meyakini bahwa Veda sebagai kitab suci sekaligus sebagau sumber hukum agama Hindu yang berasal dari wahyu Tuhan yang diterima oleh para Maha Rsi. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini. Pokok Bahasan : Weda sebagai kitab suci sekaligus sebagai sumber hukum Hindu Sub Pokok Bahasan : a. Pengertian Weda b. Yaitu sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akherat kelak.

Memahami pengertian Weda b. Mengetahui Sapta Rsi penerima wahyu e. ajaran suci atau kitab suci bag! umat Hindu. kitab suci yang mengandung kebenaran abadi. kebenaran. Pengertian Weda Secara etimologi kata Veda berasal dari bahasa Sansekerta yaitu terdiri dari akar kata Vid yang artinya mengetahui. tertulis PEMBAHASAN A. Sapta Rsi penerima wahyu e.a. baca buku. Bahasa dalam Weda c. dosen. Pembagian dan isi weda Alokasi waktu Pengalaman Belajar Sumber belajar Media Evaluasi : 2 x 50 menit : Kuliah. Mengetahui bahasa yang dipakai dalam Weda c. media masa : OHP. Dari akar kata Vid berubah menjadi kata benda Veda yang artinya pengetahuan. papan tulis : Lisan. Mengetahui pembagian isi Weda Pokok Materi : a. Maharsi Sayana mengatakan bahwa Veda merupakan wahyu Tuhan yang mengandung ajaran kebajikan untuk kesempurnaan umat manusia serta menghindarkannya dari perbuatan jahat. kebijaksanaan. Umur kitab suci Weda d. Dharma Tula : Buku. Kemudian secara sematik kata Veda mengandung arti pengetahuan suci. Akan tetapi kata Veda ditulis dengan huruf a panjang (a) maka kata Veda berarti kata-kata yang diucapkan dengan aturan-aturan 31 . Pengertian Weda b. Mengetahui umur kitab suci Weda d.

kedua hal ini tidak boleh diragukan dalam hal apapunjuga karena keduanya adalah kitab suci yang menjadi sumber daripada Dharma (agama Hindu). Dr. Hal ini dibenarkan pula baik oleh tradisi maupun kenyataan sebagaimana yang diperoleh dari hasil riset para ahli Weda. Demikian pula Dharmasastra karena keduanya adalah sumber hukum suci.10 tersebut di atas dapat diperoleh pengertian bahwa yang dimaksud dengan Veda ialah Sruti yang merupakan kitab suci yang tidak boleh diragukan kebenarannya. Jadi dalam pengertian ini Veda adalah kata-kata yang diucapkan dengan aturanaturan tertentu. demikian pula yang dimaksud Smrti adalah Dharmasastra. B. jadi Veda adalah kitab suci. Dengan dasar pengertian inilah akhinna dipergunakan istilah mantra (G.tertentu. Pudja : 1981 : 6). Maharsi Manu dalam ajarannya sebagaimana yang ditulis oleh Bhagawan Bhrgu memberi keterangan tentang arti kata Veda secara limitatif. bahasa itu mulai dikenal dengan nama Sansekena setelah Patanjali menulis kitab Bahasa pada abad 32 . M. Dari yang tersirat dalam Manawa Dharmasastra bab 11. Winternitz dalam bukunya A History Of Indian Literature Vol 1 (1959) menegaskan bahwa kitab suci Veda tidak terdiri dari satu buku saja melainkan terdiri dari banyak buku. Dalam Manawa Dharmasastra Bab 11. dinyanyikan atau dilagukan.10 disebutkan : Srutis tu Vedo wijneyo Dharmasastram tit wai smrtih te sarwatheswam immamsye tabbyam dharmohi nirbabhau Artinya : Sesungguhnya Sruti (wahyu) adalah Veda. Kemudian pada tahun 200 SM. BAHASA DALAM VEDA Bhagauan Panini mulai men\usuntata bahasa Sansekerta sebelum Veda mulai diselidiki yaitu pada tahun 700 SM. dan menamakan bahasa yang dipakai di dalam Veda dengan nama Daiwi Wak (bahasa dewata).

UMUR KITAB SUCI VEDA Kapankah Veda diwahyukan atau kapan para Maha Rsi menerima wahyu Veda dari Tuhan Yang Maha Esa ? Tidak ada jawaban yang pasti terhadap pertanyaan ini. kemudian dilanjutkan oleh Bhagawan Katyayana yang lebih populer dengan nama Bhagawan Wararuci. Nama Sansekerta yang untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Bhagawan Patanjali adalah untuk menvebutkan nama bahasa yang dipakai oleh masyarakat umum dalam pergaulan di Bharata Warsa. Kemudian muncul pertanyaan pada kita yaitu bahasa apakah yang dipakai ketika wahyu itu diturunkan dan ketika Veda itu dituliskan? Jika dibandingkan dengan berbagai kitab suci lainnya yang cenderung mempergunakan bahasa yang dipakai pada tempat wahyu. Para Rsi penerima wahyu Veda menggunakan bahasa Sansekerta. Kemudian bahasa itupundibedakandari bahasa Pali. maka seluruh wah\u Veda menegunakan bahasa Sansekerta dan bahkan bahasa untuk seluruh susastra Hindu yang berkembang kemudian juga menggunakan bahasa Sansekerta walaupun kemudian telah banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Oleh karena tidak ada yang mengetahui dengan pasti kapan Veda diwahyukan maka pendapat para sarjana baik di dunia barat maupun di timur tidak ada kesamaan pandangan. Selain itu beliau juga menulis kitab Sarasamuccaya yang kemudian di Indonesia diterjemahkan ke dalam bahasa Jawab Luno pada zaman keemasan Hindu di Jawa. itu diturunkan seperti Alquran dengan bahasa Arab dan yang lainnya. Beliau menulis keterangan-keterangan tambahan atas karya Panini. Perlu juga ditandaskan bahwa Veda pada mulanya diterima secara lisan dan kemudian diajarkan kepada pengikutnya secara lisan pula mengingat pada saat Veda diwahyukan 33 . Memperhatikan hal itu maka dapat disimpulkan bahwa wah\u itu diterima menurut bahasa yang digunakan oleh penerima wahyu. Setelah Panini berhasil menyusun tata bahasa Sansekerta. Pada abad V SM. bahasa yang dipakai oleh orang-orang Magadhi di dalam penxebaran agama Budha. C.11 SM.

Namun demikian pada dasarnya umat Hindu mempunyai keyakinan bahwa Veda bersifat Anadi Ananta yang artinya tidak berawal dan tidak berakhir dalam pengertian waktu. 4. Jaimini menyusun Athanva Veda.400 tahun sebelum masehi. Maharsi Wyasa atau Krsnadvipayanalah yang menuliskan kembali ajaran Veda kedalam empat himpunan (samhita) dibantu oleh empat orang siswanya yaitu Pulaha yang menyusun Rg Veda. Oleh karena itu Veda telah ada saat Brahma ada. Max Muller menyatakan sekitar 1.500 tahun sebelum masehi. 2.000 tahun sebelum masehi Stutterheim memperkirakan 1. Heina Gelderen memperkirakan 1. Tentang hal ini Brhadaranyaka Upanisad (II. 6.beium dikenal adanya tulisan. sebelum alam semesta diciptakan.000 tahun sebelum masehi. Lokamanya Tilak Shastri menyatakan 6. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih awal daripada Veda. Diantara pendapat para ahli seperti tersebut di atas tentu mempunyai alasan-alasan tersendiri.200 . Vidyaranya menyatakan sekitar 1. Kembali tentang kapan wahyu Veda diterima dapat dilihat pendapat para ahli berikut ini: 1. Jadi bahasa lisan lebih duhulu digunakan baru kemudian ketika tulisan ditemukan.000-500 tahun sebelum masehi. 7. mantra-mantra Veda kemudian dituliskan kembali dan tentang penulisan kembali ini secara tradisional berdasarkan kitab-kitab Purana. Bal Gangadhar Tilak menyatakan 4000 tahun sebelum masehi.4. Vaisampayana yang menyusun Yajur Veda. 5. DR.10) menyatakan Sayathardraidhagner abhyahitat prtag vinicaranti. Dengan demikian berarti Veda itu telah ada sebelum pengertian waktu itu ada.800 tahun sebelum masehi. evam va are symahato bhutasya nihsvasitam etad yad rgvedo Yajurvedah Samavedo tharwangirasa itihasah puran avidya Upanisadah slokah sutrany anuvyakhyani vyakhyani asyaivaitanisarwani nihsvasitani Artinya : 34 .150-1000 lahun sebelum masehi. 3. Haug memperkirakan 2. Sylvain Levy memperkirakan 1. 8.

Atharwa Veda (Atharwangirasa). Ketujuh Rsi ini merupakan kelompok keluarga. Oleh karena itu untuk membedakan arti kata Rsi sekarang dengan Rsi jaman dahulu digunakan istilah Maha Rsi. penjelasan. komentar-komentar. Istilah Rsi tidak sama artinya dengan pendeta. sedangkan dewasa ini Rsi adalah pendeta. SAPTA RSI PENERIMA WAHYU Sapta Rsi artinya tujuh Rsi. Sutra (aphorisms). Sama Veda. baik sebagai nabi maupun sastrawan. Purana dan ilmu pengetahuan. Jadi sukarlah untuk mengatakan kedudukan Rsi yang sebenarnya. berbagai asap akan keluar dan menyebar. Sapta Rsi ini tergolong vipra yang dianggap sebagai nabi penerima wahyu yang pertama di dalam Veda (Rg. Untuk mengetahui kedudukan serta peranan dari ke tujuh Maha Rsi itu dalam rangkaian turunnya wahyu itu. D. Upanisad. Dari Sloka di atas tersirat makna bahwa Tuhan Yang Maha Esa tidak dapat terpisahkan dengan Veda ibarat hidup yang tidak dapat terpisahkan dengan napas. sebab beliaulah yang pertama menerima melalui Dewa Brahma yang menyampaikan ayat suci itu. Dari beliau-beliaulah semua ayat-ayat yang terdapat di dalam Veda ini dianggap sebagai sumbernya. la adalah pendeta dan juga sastrawan. walaupun kadang-kadang diartikan demikian seperti terdapat di beberapa daerah. SI oka. Dari padaNya semua dinapaskan. Itihasa. Sapta Rsi ini merupakan Rsi-Rsi yang paling banyak disebutkan namanya. ia adalah nabi.Seperti juga sinar api yang dihidupkan dengan minyak campur air. Veda). yang agung dan utama melebihi dari Rsi-Rsi lainnya. yang artinya Rsi . Yajur Veda. Seorang Rsi mempunyai sifat-sifat tertentu dan jabatan tertentu. berikut ini di uraikan masing-masing sebagai berikut 35 . Veda. begitu juga Rg.

sejarah Maha Rsi Wamadeu a juga tidak banyak diketahui. putra dari Maha Rsi Isiratha. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa Maha Rsi Wamadewa telah mencapai penerangan sempurna sejak masih berada dalam kandungan ibunya. Sehingga dapat dikatakan bahwa sejarah Grtsmada tidak diketahui dengan pasti. Veda dihimpun oleh Maha Rsi Wisuamitra dan keluarganya Kitab mandala III ini terdiri atas 58 sukta. GRTSMADA Maha Rsi Grtsmada adalah Maha Rsi yang dihubungkan dengan turunnya ayat-ayat Veda Rg. Hampir semua mantra-mantra yang terdapat pada Mandala IV Rg. Beliau menerima wahyu yang kemudian dihirnpun dalam Veda. Salah satu dari mantra yang terpenting yaitu Gayatru tidak terdapat di dalam mandala IV tetapi terdapat pada mandala III. khususnya ayat-ayat Rg. Veda mandala ke IV. 3. Dari beberapa sumber diketahui bahwa beliau adalah keturunan dari Sunahotra dari keluarga Angira. yang terdiri atas beberapa pasal. 2. Seluruh mandala III dari Rg. Ada pula yang mengatakan bahwa diantara pasal-pasal itu diturunkan melalui Kusika. WISWAMITRA Wiswamitra adalah Maha Rsi yang kedua yang banyak disebut-sebut. Veda. WAMADEWA Wamadewa adalah Maha Rsi penerima wahyu Veda. Maha Rsi 36 . Veda dikatakan diterima oleh beliau. Karena dapat diduga bahwa ayat-ayat Veda mandala III ini ada yang diturunkan se-belum Wiswamitra yang kemudian oleh Wiswamitra digabungkan dengan ayat-ayat yang diterimanya ke dalam satu mandala. Namun demikian sejarah kehidupan Maha Rsi Grtsmada tidak banyak diketahui. Sebagaimana Maha Rsi lainnya. terutama mandala ke II. Selanjutnya dikatakan Wiswamitra merupakan putra Maha Rsi Kusika. Anehnya dari catatan lainnya dijumpai bahwa Grtsmada lahir dari keluarga Bhrgu.1.

4. Veda Mandala VI ini memuat 75 sukta. Dicentakan pula Bharadwaja adalah putra Brehaspati. Hampir seluruh isi dari mandala VI ini dikatakan kumpulan dari Maha Rsi Bharadwaja. ATRI Atri merupakan Maha Rsi keempat yang menerima wahyu Veda Mandala ke V. Kara. 5. 6. Ghaurauwiti. Nama-nama yang banyak disebutkan di dalam Mandala ini ialah Dharuna. terdapat 87 sukta. WASISTHA 37 . Dalam catatan yang ada 36 anggota keluarga Atri dianggap ikut sebagai penerima wahyu. Gargarjiswa. Veda Mandala VI. Di dalam mandala ini. Nama Atri juga dihubungkan dengan keluarga Angira. Rg. Dari 87 Sukta ini 14 sukta diturunkan melalui Atri sedangkan lainnya diturunkan melalui keluarga Atri. Sejarah Atri sebagai seorang Maha Rrsi tidak banyak dikenal. Sedangkan hubungan antara Samyu dah Bharadwaja tidak diketahui. Samwarana. Rg. Cerita tentang dialog ini dihubungkan dengan kedudukan Wamadewa yang telah mencapai kesucian.Wamadewa berdialog dengan malaekat Indra dan Aditi. Ada banyak dugaan yang membuktikan bahwa nama Atri dan keluarganya bam ak dirangkaikan dengan turunnya wahyu-wahyu. akan tetapi kebenarannya masih disangsikari. Sebagian kecil dari ayat-ayat mandala VI ini diduga ditenma oleh keluarga Bharadwaja antara lain disebut nama Sahotrau Sarahotra. karena selain nama Bharadwaja terdapat pula nama Samyu yang dianggap sebagai putra Brehaspati. Putra Sakti. Prabhuwasu. BHARADWAJA Bharadwaja adalah seorang Maha Rsi yang dikaitkan dengan turunnya ayatayat Veda.

karena selain Maha Rsi Kanwa masih banyak nama-nama Maha Rsi yang dikaitkan dengan turunnya wahyu Veda mandala VIII ini antara lain: Gosukti. Pustigu. juga golongan putra Raguhana dan Nodha dari Gotama. Veda mandala I merupakan kelompok mini yang diwahyukan oleh Tuhan Yang Maha Esa melalui berbagai keluarga Maha Rsi. Aswasukti. Dalam kaitannya dengan turunnya wahyu Veda.ayat-ayat Mandala VII ini diterima oleh putranya yaitu Sakti Sakti lahir dari perkawinan Maha Rsi Wasistha dengan Arundhati saudara perempuan Dewa Rsi Narada. Dijelaskan di dalam Mahabharata bahwa Maha Rsi Wasistha bertempat tinggal di hutan Kamyaka di tepi sungai Saraswati. 7. NAMA-NAMA MAHA RSI LAINNYA Ayat-ayat Rg. maka Rsi Wasistha disebut sebagai penerima ayat-ayat Rg. Kanwa sendiri merupakan Maha Rsi yang ketujuh yang dinyatakan sebagai penerima wahyu Veda. Keluarga Maha Agastyapulalah yang paling banyak disebut di Indonesia. dan sebagainya. khususnya ayat-ayat Rg Veda mandala VIII. Dijelaskan pula seperempat dari .Nama Maha Rsi Wasistha sama terkenalnya dengan Maha Rsi Wiswamitra terutama sebagai Maha Rsi yang dijelaskan di dalam epos Mahabharata. diantaranya Maha Rsi Sunahsepa yang merupakan putra angkat dari Maha Rsi Wiswamitra. KANWA Sebagaimana diceritrakan sastrawan Kalidasa. Di dalam Mandala I ini banyak nama-nama keluarga. Maha Rsi Kanwa banyak disebut-sebut dalam kisah cintanya Sakuntala. Waiwasta. Selanjutnya dijelaskan bahwa Maha Rsi Kanwa hanya menerima sebagiah kecil saja dari mandala VIII ini. Manu. Nipatithi. Bhrgu. dan yang paling banyak disebut dalam Mandala I ini adalah Maha Rsi Agastya. 38 . Kaksiwan putra dari Dhirgatama. Veda Mandala VII.

Atharwa Veda atau Atharwa Veda Samhita Tiga kelompok pertama dari Catur Veda itu sering disebut-sebut sehagai Mantra yang berdiri sendiri. Dapat dijelaskan lebih lanjut mengenai keempat kelompok tersebut yaitu 1. Rg Veda Samhita merupakan kumpulan mantra yang memuat ajaran umum dalam bentuk pujaan (Re atau Rcas. d. Veda Samhita. Menurut sifat isinya Veda ini dibagi atas tiga bagian. Sruti Kelompok Sruti menurut Maha Rsi Manu merupakan Veda yang schcnarnya atau Veda originair. PEMBAGIAN DAN ISI VEDA Secara garis besarnya Weda di bagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok Sruti dan kelompok Smerti. Ayat-ayat Rg. Pengenalan istilah Catur Veda. Bagian Mantra 2. Rg.Veda mandala IX dan X ini diceritrakan diwahyukan melalui Bhagawan Narayana. karena itu sering disebut dengan istilah Tri Veda atau Veda Trayi. b. Bagian Upanisad /Aranyaka (Jnana Kanda) Bagian Mantra Bagian mantra terdiri atas empat himpunan (samhita) yang disebut Catur Veda Samhita yaitu: a. Arc = memuja) 39 .Sedangkan Mandala IX dan X yang memuat dasar-dasar kefllsafatan kerohanian terutama pada bagian Purusa sukta. A. Yajur Veda atau Yajur Veda Samhita. yaitu : 1. E. Bagian Brahmana (karma kanda) 3. c. Veda atau Rg. karena kenyataan Veda itu secara sistimatis telah dikelompokkan atas empat Veda. Sama Veda atau Sama Veda Samhita. Prajapati dan Hiranyagarbha putra Prajapati.

atau kadang-kadang ada yang menyebutkan 1875. Veda Samhita terdiri atas 1017 mantra atau 1028 mantra termasuk mantra Walakhitanya. Rg. Sankhyayana dan Mahdukeya. Sama Veda terbagi atas dua bagian yaitu bagian Arcika terdiri atas mantra-mantra Pujaan yang bersumber dari Rg. atau disebut pula terdiri atas 10580 1/2 Stanza atau 153826 kata-kata atau 432000 suku kata. Di dalam mempelajari ajaran-ajaran Hindu dewasa ini para sarjana umumnya berpedoman pada resensi Sakala. Sama Veda terdiri atas mantra-mantra yang berasal dari Rg. Sedangkan mandala 1. Veda ini. Veda terbagi atas sepuluh mandala yang tidak sama panjangnya. Veda. Baskala. Mandala 2-8 merupakan himpunan ayat-ayat dari keluarga Maha Rsi yang sama. Sama Veda Samhita merupakan kumpulan mantra yang memuat ajaran umum mengenai lagu-lagu pujaan (saman) 3. Yajur Veda Samhita merupakan kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran umum mengenai pokok-pokok Yajus (plural Yajumsi). sedangkan resensi-resensi lainnya banyak yang tidak sempurna karena mantra-mantranya hilang. Kitab Rg. 10 merupakan himpunan ayat-ayat dari banyak Maha Rsi. Veda dan bagian Uttaracika yaitu 40 . Berdasarkan resensi Sakala Rg. Menurut penelitian. untuk mengetahui seluruh ajaran yang terdapat di dalam Rg. Dari lima macam resensi ini yang masih terpelihara ialali resensi Sakala. Atharxva Veda samhita merupakan kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran yang bersifat magic (atharwan). Kitab ini dikumpulkan dalam berbagai resensi seperti resensi Sakala. Yajur Veda Putih (sukla yajur Veda) yang juga disebut Wajasaneyi Samhita 4. Selain itu ada juga pembagian atas delapan mandala yang disebut Astaka Mandala. Aswalakana.9. Yajur Veda hitam (Krsna Yajur Veda) yang terdiri atas beberapa resensi yaitu : Taitiriya Samhita dan Maitrayani Samhita b. Yajur Veda terdiri dari dua kelompok : a. Veda merupakan kumpulan dari ayat-ayat yang tertua.2. Sama Veda terdiri atas 1810 mantra.

Veda. Sanvamedha dan berbagai jenis yadnya lainnya. terdiri dari dua resensi yaitu a) b) Kanwa Madhyandina Antara kedua resensi itu hanya terdapat sedikit perbedaan. b. Atharveda yang disebut Athanvangira. Yajur Veda terdiri atas mantra-mantra yang sebagian besar berasal dari Rg. Kitab ini memiliki 5967 mantra (puisi dan prosa) kitab ini terpelihara dalam dua resensi yaitu : 1. Kitab ini terdiri dari beberapa kitab nyanyian pujaan (gana). Bagian terakhir dari Veda ini memuat ayat-ayat yang kemudian dijadikan Isopanisad. Resensi Saunaka terditi atas 21 buku Resensi Paippalada 41 . c. Kitab ini terdiri atas dua aliran yaitu : 1. Kautuma dan Jaiminiya (Talawakara). kitab ini terdiri atas 101 resensi yang sebagian besar sudah hilang. a. merupakan kumpulan mantra-mantra yang juga banyak berasal dari Rg. Veda. ditambah dengan beberapa mantra yang merupakan tambahan baru. 2. Apasthamba dan Wajasaneyi Samhita. Yajur Veda Putih (Sukla Yajur Veda) juga dikenal dengan sebutan Yajur Veda Hitam (Krsna Yajur Veda) terdiri dari tiga resensi yaitu Kathakasamhita Mapisthalakathasamhita Taithiriyasamhita terdiri dari dua aliran yaitu . Menurut Maha Rsi Patanjali. Tambahan ini umumnya berbentuk prosa. Hiranyagharba 2. Aswamedha.himpunan mantra-mantra yang bersifat tambahan. Yajur Veda putih ini terdiri atas 1975 mantra yang isinya menguraikan berbagai jenis yadnya besar seperti Wejapeya. Dari kstab-kitab yang ada yang dapat dijumpai antara lain Ranayaniya.

yang sering juga dikenal dengan nama Panca\vimsa. G. Disebut demikian karena kitab ini terdiri atas seratus adhyaya. Selanjutnya disebutkan : " 42 . Bagian terakhir yatu paling terkenal ialah kitab Adhibuta Brahmana. Yajur Veda putih memiliki Sathapatha Brahmana. Yajur Veda memiliki beberapa kitab Brahmana.BAGIAN BRAHMANA (KARMA KANDA) Kitab Brahmana atau karma kanda merupakari bagian kedua dari kitab Sruti. Sama Veda. Veda memiliki dua kitab Brahmana yaitu Aitareya Brahmana dan Kausitaki Brahmana (Sankhyana Brahmana). Kitab Brahmana yang pertama atas 40 Bab dan yang kedua terdiri atas 30 Bab.jadi kitab Brahmana adalah kitab yang berisi himpunan doa-doa yang dipergunakan dalam upacara Yadnya. Yajur Veda hitam (Krsna Yajurveda) memiliki Taitiriya Brahmana. Kitab ini terbagi atas 25 buku. Kitab ini merupakan lanjutan Taitiriya Samhita yang merupakan simbolisasi Purusamedha. Brahmana berarti doa. Selain itu ada juga Sadwimsa Brahmana. Kitab Rg. Sriniwasa murti di dalam introduksi kitab Saiwa Upanisad mengemukakan bahwa tiap-tiap sakha (cabang ilmu) Veda merupakan satu Upanisad. Menurut DR. Yajur Veda dan Atharwa Veda) memiliki kitab Brahmana masing-masing. merupakan jenis wedangga yang memuat mengenai ramalan-ramalan dan penjelasan mengenai berbagai mujizat. Veda. Kitab Athanva Veda memiliki kitab Brahmana yang disebut Gopatha Brahmana. BAGIAN UPANISAD DAN ARANYAKA (JNANA KANDA) Aranyaka atau Upanisad adalah himpunan mantra-mantra yang rnembahas berbagai teori mengenai-Ketuhanan. Tiaptiap kitab mantra (Rg. Bagian terakhir dari kitab ini merupakan sumber dari kitab Brhadaranyaka Upanisad. kitab ini memuat legenda (ceritra-ceritra kuno) yang dikaitkan dengan upacara Yadnya. Kitab Sama Veda memiliki kitab Tandya Brahmana.

Naradapariwrajaka. Kaivsalya. Awyakta. Nada Bindhu. Skanda Sariraka. Mandala Brahmana. Asartanada. Upanisad yang tergolong jenis Yajur Veda : Yajur Veda Hitam Kathawali. Trisikhibrahmana. Pancabrahma. Brahma. Pingala bhiksu. Parabrahmana. Ramarahasa. Subata. Pranagnihotra. Mint ana. Tarasara. Turiyatita. Tripuratapini. Jabala. Maitrayani. Amrtabindu. Garba Narayaria. Maitreyi. Niralambha. kausitaki. Sura. Aksamalika. Duksinamurti. Upanisad yang tergolong jenis Sama Veda : Kena Chandogya. Yoga Tattwa. Sarwasara. Arum. Pariwrajaka. Rudrahrdaya. Sawirei. Atharwasikha. Swetaswatara. 43 . Kalisandarana dan Saraswatirahasya. Ahnapurna. Katagnirudra. Sukharahasya. Yajur Veda Putih : Isawasya. Tejobindu. Brhajjabala. Nrsimkatapini. dan Muktika. Awadhuta. Upanisad yang tergolong Rg. Rudraksajabala. Ekaksara. Wajrasucika. Adwanyataraka. Darsana dan Jabali. Pasupata. Tripura. Upanisad yang tergolong jenis Atharwa Veda : Prasna Munduka. Ratnatapini. Veda terdiri atas 21 sakha Sama Veda terdiri atas 1000 sakha Yajur Veda terdiri atas 109 sakha Atharwa Veda terdiri atas 50 sakha Namun demikian dalam Muktikopanisad disebutkan ada 108 buah buku Upanisad. Paramahamsa. Dhyanabindhu. Aksi. Atmaprabodha.Rg. Mahanarayana. Kausika. Wasudewa. ^'aJna\^alk\a. Satyayani. Sarabha. Paramahamsa. Yogacudamani. Mudgala. Kondika. Yoga Kundalini. Sandilya. Mahat Sanyasa. Athawasira. Atma. Brahmavidya. Taittiriyaka. Veda : Aitareya. Matrika. Katha. Waraka. Adhyatma. Yogasikha. Hamsa. Saubhagya dan Bahwrca Upanisad. Sita. Mandukva. Bradaranyaka.

Hayagriwa. 2. Gamppati. Dattatreya. e. c. a. Kelompok Wedangga (batang tubuh Veda) Siksa (phonetika) Wyakarana (Tata Bahasa) Chanda (lagu) Nirukta (sinonim dan antonim) Jyotisa (astronomi) Kalpa (ritual) Kelompok Upaveda (Weda Tambahan) terdiri atas beberapa cabang ilmu : Jenis Itihasa Jenis Purana Jenis Arthasastra Jenis Ayurveda Jenis Gandharwa Veda. Brahma. SMERTI Secara garis besarnya Smrti dapat digolongkan ke dalam dua kelompok yaitu: 1. B. 44 . Bhawana. e. f. b. Mahawakya. dan Garuda. d.Dewi. a. d. Krsna. b. c. Gopalatapini.

Pudja. SH : Pengantar Agama Hindu (Weda III). Jakarta 1984 2. Anonim (Tim Penyusun) : Buku Pelajaran Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta : 1981 45 .DAFTAR BACAAN 1. MA. G. Mayasari.

Ida Bagus Oka Punyatmaja. a. Secara khusus urutan Panca Sradha ini kita dapatkan dalam buku Panca Sradha karya Drs. Teologi Hindu TUP : Mahasiswa dapat meningkatkan bhakti dan meyakini sungguh-sungguh kebenaran adanya Tuhan dengan segala manifestasinya dan berbagai aspeknya. Panca Sradha dasar keyakinan dalam agama Hindu b. Menjelaskan pengertian Panca Sradha b. Menyebutkan dan menjelaskan bagian dari Panca Sradha c. Departemen 46 . TKP : Setelah mengikuti perkuliahan ini. Theologi Hindu PEMBAHASAN Perlu diketahui bahwa disaat munculnya minat umat Hindu untuk mendalami agama Hindu karena tuntutan lingkungan memang demikian dimuatlah rumusan Panca Sradha sebagai dasar keyakinan agama Hindu dalam buku Upadesa.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : PANCA SHADHA DASAR KEYAKINAN AGAMA : a. Menjelaskan pengertian Teologi Hindu POKOK MATERI : a. Panca Sradha dasar keyakinan dalam agama Hindu b.

Tapa artinya pengendalian diri. Yadnya artinya memuja atau memberi (menjadi suci). Diksa (inisiasi) artinya penyucian. kita \akin adan\a Tuhan yang suci untuk sampai pada yang suci kita harus menvucikan diri. Panca Sradha terdiri dari : Brahma Tamva Atma Tattwa Karma Phala Tamva Punarbhawa Tatt\va Moksa Tamva a. Beberapa sioka dalam Weda menyebutkan : 47 . 3. .Usaha dalam manyucikan diri salah satu bentuknya adalah pelaksanaan yadnya dan demikian seterusnya.Agama mengemukakan konsep keimanan yang digali dari Weda dengan sebutan Sad Sradha (enam keyakinan). Sad Sradha dimaksud adalah 1. yaitu tentang Itu (abstrak). Contohn\a. 6. 1.yang menjadi keyakinan umat Hindu unsurnya adalah Sad Sradha atau dengan kata lain Panca Sradha nampaknya diterapkan dalam wujud nyata dalam Sad Sradha. Satya artinya kebenaran. 2. Brahma atau pujian yaitu semacam doa yang disebut tiga mantra. kejujuran. 4. Brahma Tamva adalah keyakinan adanya Hyang \Vidhi. Sradha bersifat filosofls abstrak yang mengarah pada tatrwa. Nampaknya konsepsi Sad Sradha ini merupakan unsur pendukung dari Sradha itu sendiri sehingga antara Sad Sradha dengan Panca Sradha tidaklah ada masalah. Pengertian Panca Sradha. 5. Panca Sradha . Rtha dan Dharma adalah hukum kebenaran dan hukum yang dibuat. kesetiaan. Kata Panca Sradha berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti lima kayakinan. pentasbihan.

Penamaan atas fungsi. Hal ini bagaikan bolalampu tidak akan menyala tanpa ada aliran listrik. Artinya hanya ada satu hakekat dari pada Tuhan. Melihat adarna sloka tersebut di atas. sinar suci dan kekuatan Tuhan itu sendiri. Begitu pula aliran listrik tidak terlihat dalam lampu yang nyala. Dewa ada beribu-ribu. maka ajaran agama Hindu adalah Monotheisme.Ekam sad wiprah bahudha vadanti. Namun dalam penghayatan dan pengamalan ajaran agama Hindu dipakai gelar sesuai dengan fungsi. Prarabdha Karma Phala artinya'hasil dari pada perbuatan ktia masa hidup ini dan langsung kita nikmati tanpa ada sisanya. Agama Hindu yakin bahwa setiap makluk hidup dihidupkan olch Atman yang sumbernya adalah Brahman. akan tetapi para arif bijaksana menyebutkan dengan ban\ak nama seperti Agni. Atma bersumber pada Brahman yang merupakan percikan halus yang manghidupkan makluk hidup. Sesungguhnya tiap makluk hrdup terdiri dari unsur raga dan jiwa atau Atman. dan perbuatan yang tidak baik disebut Asubha Karma. Di dalam badan/sarira atman disebut Jiwatman. Hanya badan raga yang mengalami kematian sedang Atma lidak pernah mati. Karma Phala dibedakan menjadi tiga. Perbuatan yang baik disebut Subha fcCarma. Yama. Agni Yamam Matarisvanam. Sifat Atma adalah kekal abadi. Perbuatan baik akan menghasilkan hasil \angbaik. b. Sancinta Karma Phala artinya perbuatan yang terdahulu'yang belum habis dinikmati dan sisanya dinikmati pada kehidupan sekarang ini. Atma Tamva adalah keyakinan adanya Atma sebagai sumber makluk hidup. dan perbuatan tidak baik akan mcnerima hasil yang tidak baik. Karma Phala Tattwa adalah ke\akinan adanya perbuatan \ang akan mcnerima hasil. Bila Atma meninggafkan badan itu disebut mati. karena merupakan unsur Brahman. 48 . c. tetapi Tuhan tetaplah tunggal. Matariswa dsb. sinar suci dan kekuatan itulah disebut Deua Berasal kata Div artinya sinar suci.

bebas dari kelahiran dan ini berati Moksa adalah apabila Atma menyatu dengan Paramatma/Tuhan. e. disebabkan dari Karma Wasananya. Oleh karena itu kelahiran itu disebabkan oleh Karma Wasananya.- Kryamana Karma Phala artinya bahwa hasil dari perbuatan kehidupan ini hasilnya belum sempat dinikmati dan akan dinikmati pada kehidupan yang akan datanu. Orang yang dapat mencapai keadan seperti itu akan menerima wahyu langsung dari Brahman. Moksa dalam arti yang lebih luas adalah kebebasan dari ikatan duniawi. Bila seorang lebih banyak Subha karma maka dalam penjelmaan akan lebih baik. Hal ini disebut dengan Jiwan Mukti. Hal ini disebabkan karena Karma seorang belum habis dinikmati. Moksa Tattwa adalah bebas dari reinkarnasi. Begitu pula sebaliknya. yakni apabila kita bisa melepaskan segala nafsu duniawi. Umpama Atma TUHAN Matahari Unsur panca Maha bhuta Perthiwi Apah Bayu Teja Akasa 2. dan untuk jelasnya kita ambil perumpaan dalam dalam bagan berikut ini. Punarbhawa Tattwa adalah percaya adanya kehidupan yang berulang-ulang. atau percaya pada reinkarnasi. sehingga Atma harus mengalami kelahiran kembali. d. Theologi Hindu Purnarbhawa H I D U P M A T I Roh Subha Karma Sorga-Neraka Asubha karma Purna Karma Moksa Div = Dewa = sinar 49 . Demikian yang disebut Moksa Tattwa secara singkat. Dari penjelmaan satu ke penjelmaan berikutnya selalu berbeda.

Di dalam ilmu agama khusus daam bidang theologi dikenal berbagai ajaran (isme) yang menggambarkan hubungan kepercayaan manusia terhadap hakekat Tuhan. moksa dan samsara mempunyai ani dan hubungan yang erat sekali. Konsep ketuhanan dalam agama Hindu adalah MONOTHE1SME. Brahma artinya Tuhan dan Widhya artinya ilmu. Mithologi yang terdapat dalam kitab-kitab Purana sangat banyak mempengaruhi cara berpikir para theolog Hindu yang kurang menyadari arti serta kedudukan kitab-kitab Purana. Ditinjau dari berbagai masalah istilah itu.1. animesme. ilmu yang mempelajari ketuhanan disebut Bhrahma Widhya atau Tattwa Jnana. Theos (bahasa Yunani) berarti Tuhan dan Loghos berarti ilmu. Masalah Tuhan telah lama menjadi bahan pembicaraan sejak ribuan tahun silam. totemisme dan sebagainya.Theologi atau Brahma Widhya adalah ilmu tentang Tuhan. Mempelajari ketuhanan sebagaimana diungkapkan dalam kitab Brahma Sutra 1. politheisme.1 merupakan hal yang penting dan perlu karena dengan mengenai Tuhan secara tepat dan baik dikatakan sebagai jalan mengantar manusia menuju jalan kesempurnaan yaitu Moksa. agama Hindu yang paling banyak menjadi obyek pembicaraan. yang hasilnya tidak menggambarkan kesatuan pendapat dari para indolog. Seperti monotheisme. hal ini dapat diketahui dari Nasadhya Sukta dan Purusa Sukta Reg Weda. Bebicara soal Tuhan bukan merupakan hal baru. Penggabaran yang berbeda-beda itu disebabkan karena melihatnya tidak secara keseluruhan. Surga dan neraka. Kesemuan\a cukup membuka pokok-pokok pikiran baru 50 . Darsana. Untuk melihat sistem ketuhanan Hindu harus dengan melihat secara konsepsional dan menyeluruh. Brahma sutra. Demikian pula kitabkitab Brahmana membahas masalah ketuhanan dan kitab upanisad yang melukiskan secara filosofis dan doktrmer. Kitab Aranyaka dan Upanisad banyak membahas tentang Tuhan dengan 'berbagai pengertiann\a. Dalam ajaran Hindu. Adapun pembahasan secara khusus mengenai theologi Hindu secara panjang lebar terdapat dalam kitab Upanisad.

mendorong manusia untuk lebih banyak menghabiskan. Oleh karena itu untuk sampai kepada Tuhan. berkuasa atas segala ciptaannya. Keinginan manusia untuk lebih ba'n\ak tahu tentang Tuhan yang serba gaib dan mutlak mengenai gambaran sifat hakekat Tuhan. baik dalam kefilsafatannya maupun sastra bahasa. Berpikir tentang raksasa orang akan sampai kepada raksasa. wujudnya.1 \ang merupakan unsur dalam penghayatan agama Hindu. Di atas telah dikemukakan bah\sa mempelajari ketuhanan itu perlu untuk mengeni dan memahami tentang Tuhan itu sendiri sebagai halnya dilihat dari kaca mata bahasa atau kata dan pikiran penganutnya. orang harus 51 . Oleh karena itu Tuhan merupakan topik bahasan yang terpenting diantara para Vipra. seorang sadhaka akan dapat menentukan tujuan sembahyang kepada Tuhan secara tepat dengan mengurangi sedikit mungkin kesalahan-kesalahan sebagai akibat penggunaan bahasa yang berbeda. \\aktunya untuk merenung kegaiban Tuhan dengan berbagai fenomenanya. Kesemuanya itu membuka era baru dalam alam ketuhanan baik segi ilmu maupun segi obyek. Dengan demikian akan dapat dihindarkan pengertian yang salah sejauh mungkin tcntang pengenian Tuhan yang dibedakan dari hal yang bukan Tuhan. Demikian pula dijelaskan bahwa dalam mencari jalan menuju Tuhan.1. Penggabaran tentang Tuhan secara lahiriah tidak lebih hanva membaiasi sifat keabsolutannva. karena itu apa yang lahir dari pikirannya akan lain pula. Tuhan dalam pandangan agama adalah merupakan subyek. Berpikir tentang Tuhan orang akan sampai kepada Tuhan. Setiap orang akan berpikir dan berbicara lain tentang Tuhan.dalam bidang ketuhanan seperti Brahma sutra yang membicarakan masalah ketuhanan dalam hubungann\a dengan segala ciptaamna. Perlunya Mempelajari Ketuhanan. Ketuhanan vang diajarkan sebagai unsur Sradha dalam agama Hindu dapat dijumpai dalam kitab Athar\\a Weda XII.

Kita harus berhati-hati menggunakan istilah kata-kata yang berkaitan dengan pengenian Tuhan dan bukan Tuhan. 52 . mempengaruhi berbagai wilayah yang luas. Oleh karena itu tanpa mempergunakan bahasa. Masalahnya adalah perbedaan bahasa dapat memben am lain dari \ang dimaksudkan. sehingga perbedaan bahasa tidak akan mempcngaruhi pokokdan makna yang dimaksud sebagaimana diajarkan agama.berpikir tentang Tuhan. Penggunaan yang salah dapat menimbulkan arti yang berbeda sehingga dapat pula menimbuikan image yang salah pula. bahasa adalah simbol untuk mengemukakan hakekat yang dimaksudkan olehnya. Itulah sebabnya mengapa seseorang periu mempelajari remans pengenian Tuhan sebaik-baiknya. walaupun maksud pikiran adalah sepem jpa >ang dimaksudkan sebenarnya. Agama Hindu sebagai agama paling awal dikenal manusia sudah tentu mempunyai sumber yang cukup luas sebagai akibt pertumbuhan dan perpaduan berbagai tradisi yang kejadiannya sangat panjgn waktunya. Berbagai konsep dan pengertian telah berkembang sebagai akibat perbedaan cara berpikir dan cara penapsirannya atas satu pokok keimanan yang sama tentang Tuhan. baik yang dikenal sebagai aspek NIRGLNA BRAHMAN maupun sebagai aspek SAG UNA BRAHMAN. Demikianlah yang diharapkan menurut sistem Hindu untuk benar-benar mengerti dan menghayati agama dalam berpikir tentang Tuhan perbedaan bahasa tidak akan mempertajam perbedaan pengertian yang pada hakekatnya tidak berbeda maksud dan tujuannya. berarti orang harus mengenal Tuhan. Akhirnya bagi seorang sadhaka yang bhakti iman. Oleh karena itu sudah menjadi suatu keharusan yang tidak dapat dielakkan untuk mempelajari pokok pengertian tentang ketuhanan sebagai keimanan dalam sistem penghayatan sebagaimana kita jumpai dalam berbagai ungkapan dalam Weda. pengenian Tuhan itupun akan dapat dikemukakan sebagaimana kita jumpai dalam ajaran TANTRAYANA yang menggantikannya dengan simbol-simbol atau suara yang kadang-kadang sukar dimengerti.

53 . Pengertian Catur Purusartha dan Catur Asrama. c. : a. TUP : Mahasiswa dapat mengerti dan memahami bahwa Catur Purusartha dengan Catur Asrama merupakan hubungan yagn erat sebagai tujuan dan lapangan hidup yang di tempuh dalam kehidupan dengan mengetahui dan memahami ajarannya secara benar. Hubungan Catur Purusartha dengan Catur Asrama. b.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : Catur Purusartha dan Catur Asrama. Menjelaskan pengertian Catur Purusartha dan Catur Asrama. Pembagian Catur Purusartha dan Catur Asrama. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa dapat : a.

b. Dalam kitab Sarasamuscaya disebutkan sebagai berikut: Dharma caste ca kame ca moksa ca bharathasabda.45 ada disebutkan sebagai berikut. e. Sedangkan Artha berarti tujuan. 228. Catur Purusartha Pengertian Catur Purusartha Secara etimologi Catur Purusartha terbentuk dari tiga kata yaitu Catur berarti empat. Menunjukkan sloka yang memuat tentang pembagian Catur Purusartha dan Catur Asrama. "Dharmarlhakamamoksanam sariram sadhanam " Artinya : Tubuh adalah aiat untuk mendapatkan dharma. Singkatnya segala yang terdapat disini akan terdapat dalam sastra lain. Purusa berarti Hidup manusi. d. PEMBAHASAN A. Santi Par\va dan sebagainya. Ajaran Catur Purusartha adalah bersifat Universal dan berlaku sepanjang jaman. 54 . moksa) baik sumber maupun uraian arti dan tafsirannya ada terdapat disini. Menyebutkan pembagian Catur Purusartha dan Catur Asrama. Menerapkan ajaran Catur Purusartha Catur Asrama. kama. yang tidak terdapat di sini tidak akan terdapat dalam sastra lain dari sastra ini. Penjelasan Catur Purusartha dapat kita temui dalam kitab Brahmana Purana. Di dalam kitab Brahmana Purana. artha kama dan moksa. artha. Menjelaskan hubungan Catur Purusartha engan Catur Asrama. Dari pengertian tersebut maka Catur Purusartha berarti empat tujuan hidup manusia dalam upaya mencapai jagadhita dan moksa. 1. yadihasti tadanya tra yanne-hasti an tat kvacit. Artinya : Anak Janamejaya segala ajaran tentang Catur Warga (dharma. c.

Jadi kata dharma berarti sesuatu yang dapat mengatur atau memelihara dunia beserta isinya. Kata Dharma berasal dari kata "dhr" yang berarti menjinjing. Selanjutnya dalam Mahabarata 2. Dharma juga sering diartikan dengan kata "agama". memelihara dan mempralina alam semesta beserta 55 . Kama dan moksa a. memelihara. moksa. “Dharmena dharyate sanvam jagat sthawarajanggam" Artinya. Artha.26 menyebutkan : “Lkasamgrhasamyuktam widatrawihitam puram suksma-dharmathaniyatam satam caritam uttamam". tumbuh-tumbuhan dan binatang diatur oleh dharma Dengan penjelasan kutipan sloka tersebut di atas jelaslah kiranya dharma sebagai hukum yang mengatur. Pembagian Catur Purusartha.’ 2. dharmena widhrtah prajah" Artinya . mengatur. Kesentosaan umat manusia dan kesejahteraan masyarakat datang dari dharma. 109. Dharma. laksana dan budhi pekerti yang luhur. Dharma dikatakan datangnya dari dharma. Dalam kitab Santi Parxsa.Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa manusia harus menyadari apa yang harus dicari dengan badan yang dimilikinya. kama. untuk kesejahteraan itulah dharma dikatakan utama. Artinya. Hal ini dapat pula berarti ajaran suci yang mengatur umat manusia untuk memperoleh kesejahteraan rohani. memangku.11 disebutkan : Daranad dharma ithyahur. artha. Catur Purusartha merupakan empat tujuan hidup manusia yang terdiri dari: Dharma. dengan dharma semua makhluk diatur Santi Parwa 259. semuanva tak lain adalah dharma. Semua alam.28 dinyatakan.

hal ini ditegaskan dalam Sarasamuscaya 47: “Yetu dharmasuyante bhuddhimohanwita janah apatha gacchatam tesam anuyatapi pidyate". Lagi pula orang yang merendahkan perbuatan dharma. • Dharma Sentosa. maka dharma juga berkaitan erat dengan tugas dan kewajiban dimasyarakat. guna mengatur perbuatan manusia agar. kemudian baru dalam lingkungan keluarga. • Dharma Putus. Tanpa adanya kebahagiaan dan kedamaian dalam diri akan sangat sukar mewujudkan kesentosaan dalam keluarga apalagi dalam bangsa dan negara • Dharma Jati. Dharma disamping berarti hukum. Bagi mereka yang melanggar dharma akan mendapatkan penderitaan. karena angkuhnya serta tetap melakukan perbuatan yang bertentangan dengan dharma dan juga yang mengikutinya niscaya akan mendapatkan penderitaan. Manusia harus berusaha. • Dharma Kriya. yaitu untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga pada umumnya. bangsa dan negara. Artinya . masyarakat. Berarti malakukan kewajiban dengan penuh keiklasan beramal dan bertanggung jawab demi terwujudnya keadilan masyarakat dan selalu mengutamakan 56 . Melakukan kewajiban untuk menjamin kesejahteraan dan kedamaian keluarga serta selalu mengutamakan kepemingan umum disamping pribadi. Dengan demikian dharma menjadi salah satu tujuan hidup manusia. hal ini berarti setiap manusia dapat menegakan eksistensi dharma dalam pribadinya. terbebas dari dosa untuk mencapai kebebasan lahir batin. berbuat demi perikemanusiaannya. Berarti berusaha mencapai kedamaian lahir batin dan diri senndiri.isinya serta hukum tata tertib kehidupan dan kesusilaan yang abadi. bekerja. Dalam palaksanaannya ada dikenal ajaran Catur Dharma yaitu .

ilmu pengetahuan dan kesenian. kata "artha" berarti harta benda atau kekayaan duniawi. dharmo natmarthapidakah". perhiasan. anak istri dan sebagainya. Artha bertalian erat dengan dharma. hiburan. "Dharmo dharmanubandharto. Demikian juga dalam Sarasamuscaya 263 disebutkan. yan dharma Iwining karyanya. Berdasarkan kegunaannya yang sesuai dengan ajaran agama. Dalam naskah Silakrama. Dalam kaitannya dengan Paramartha. Artinya. istri. material. Kata artha mempunyai makna yang luas. sebagaimana disebutkan dalam kitab Brahmana Purana 121. bahwa "artha" berarti Tuhan. 57 . dharma tidak menentang artha. Tetapi sebagai tujuan hidup dalam Calur Purusartha. Dharma itu bertalian erat dengan artha. kata "artha" berarti harta benda. seperti makan minum. b. paramartha ning amanggih suka sang tumemwaken ika. "Apan ikang artha.16. anak.keutamaan budhi yang baik untuk menjauhkan diri dari noda dan dosa yang menyebabkan moral menjadi rusak. van tangarjana". artha dapat dibagi sebagai berikut: Bhoga yaitu kebutuhan primer bagi kebutuhan jasmani segala makluk hidup. kuneng van adharma Iwirning kary ananya kasmala ika sianggahan de sang sajjana. bahwa "artha" berarti tujuan. matangnyan aywa anasar sakeng dharma. Dalam kaitannyaa dengan Purusartha. ya ika labha ngaranya. Paribhoga yaitu kebutuhan berupa perumahan. Upabhoga yaitu kebutuhan hidup yang perlu bagi hidup manusia seperti pakaian. Artha.

c. Kepuasan atau kenikmatan tersebut memang merupakan salah satu tujuan atau kebutuhan manusia. dan dihindari oleh orang yang berbudi utama. karena manusia mempunyai dasendria (sepuluh indra) yaitu : 1) 2) 3) 4) 5) 6) sesuatu 7) 8) 9) kelamin Padendriya : keinginan untuk bergerak jalan Srotendriya : keinginan untuk mendengar. sungguh-sungguh mengalami kebahagiaan bagi orang yang memperoleh artha. karena itu janganlah bertindak menyalahi dharma untuk mendapat artha. untung (laba) nanianya. Dengan penjelasan sloka tersebut di atas jelaslah bahwa dalam memperoleh artha hendaknya dhanna manjadi landasamna. Jihwenindriya : keinginan untuk mengecap Ghranendriya : keinginan untuk mencium. akan tetapi jika artha itu diperoteh denganjalan adharma merupakan noda/dosa. agar artha tersebut memberikan mantaat. Sebab artha itu jika dharma landasan memperolehnya. Twagendriya : keinginan untuk mcrasakan sentuhan Caksu indriya : keinginan untuk melihat. Panindriya : keinginan untuk memegang Paywindriya : keinginan untuk membuang kotoran Upasthendriya : keinginan untuk kenikmatan dengan 58 .Artinya. Kama Kama berarti nafsu atau keinginan yang dapat memberikan kepuasan atau kesejahteraan hidup. dalam ajaran agama Hindu diajarkan mcnggunakan artha secara benar. Disampingdiharapkan untuk memperoleh artha yang benar.

Karenanya dharma menduduki tempat di atas dari kama dan menjadi pedoman dalam pencapaian kama. Perasaan ingin tahu yang senantiasa menyebabkan manusia memiliki pengetahuan adalah diakibatkan oleh adanya indriya itu juga. Indriya sering diumpamakan seperti kuda liar yang kalau dapat dikendalikan akan merupakan kekuatan yang luar biasa. itulah yang disebut dharma.Kesepuluh indriya tersebut menyebabkan manusia berbuat sesuatu karenanya betapa pentingnya indriya tersebut. kumpulkanlah emas yang banyak serta diabdikan untuk pekerjaan yang baik. Moksa berani kebebasan atau kelepasan. Dalam kakawin Ramayana adalah disebutkan : Dewakusalasala nwang dharma. Dalam hal ini dikemukakan suatu contoh bagaimanakah hendaknya seorang raja dalam pencapaian kama tersebut. Maksudnya adalah suatu kebahagiaan dimana atma dapat lepas dari pengaruh maya dan ikatan subha-asubhakarma serta bersatu kembali 59 . Namun indriya tersebut perlu dikendalikan. anha dan kama. d. Kama atau kesenangan/kenikmatan menururt ajaran agama tidak akan ada artinya jika diperoleh menyimpang dari dharma. Moksa Moksa adalah merupakan tujuan terakhir yang tertinggi dari manusia. yqpahayun mas ya la pahawreddhin byaya ring hayu ktkesan bhitkti sukahareptu dnehing bala kasukfuw dharma nrivang ariha nmang kama la ngaran ika aninya: Tempat-tempat suci hendaknya dipelihara. karena ia sering juga dapat menjerumuskan manusia. Jadi pekerjaan sang bersifat ingin menguntungkan diri sendiri dalam memperoleh harta dan kenikmatan tidak dilaksanakan. Dalam baik kakaum Ramaxana di atas telah dinsatakan bah\\a kenikmatan (kama) hendaknya terletak dalam kemungkinan yang diberikan kepada orang lain utnuk merasakan kenikmatan. nikmati kesenangan dengan memberi kesempatan bersenang-senang kepada rakyatmu.

bah\\a perialanan hidupnya pada hakekatnya adalah perjalanan mencari Ida Sang Hyang Widhi lalu bersatu dengan Beliau. bagaikan mengarungi samudra yang bergelombang. Sudah dikatakan di atas bahwa ajaran agama telah men\ iapkan sebuah perahu untuk mengarungi samudra itu. namun kebahagiaan seperti itu tak kunjung dirasakan. Dengan demikian Catur Asrama berarti empat lapangan (pase). Artinya : Yang bernama Catur Asrama ialah Brahmacari. Wanaprastha. Pada hakekatnya setiap manusia mendambakan apa yang disebut kebahagiaan yang kekal abadi (sat cit ananda). yaitu dharma. Dalam Agastya Parwa disebutkan "Catur Asrama ngaranya: Brahmacari.dengan asalnya yaitu Brahman. kehidupan berdasarkan petunjuk kerohaniaan. Wanaprastha dan Bhiksuka 60 . Catur Asrama terdiri dari dua kata yaitu Catur berarti empat dan Asrama berarti lapangan atau tempat. B. Menurut ajaran agama Hindu kebahagiaan yang sejati atau kebahagiaan yang kekal abadi hanya didapat dalam persatuan dengan Ida Sang H\ang Widhi \anv: disebut moksa itu Manusia harus men\adari. Grhastha. CATUR ASRAMA 1. Perjalanan seperti itu adalah perjalanan yang penuh dengan rintangan. Hal itu disamping discbut moksa juga disebut mukti atau nirwana. Grhastha. Hanya dengan berbuat berdasarkan dharma manusia akan dapat mengarungi dengan selamat samudra yang luas dan ganas itu. Dari uraian di atas terlihat betapa pentingnya kedudukan ajaran catur purusa artha tersebut untuk dapat dimengerti dan dilaksanakan oleh setiap manusia. Bhiksuka nahan tang Catur Asrama ngaranya". Tujuan hidup adalah untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki dalam penunggalan dengan Ida Sang Hyang Widhi atau moksa. Pengertian Catur Asrama Secara etimologi. Demikianlah pembagian dan susunan dari catur purusa artha (Catur Warga).

sang mangkana kramanya sang brahmacari ngaranya . Brahmacari dalam istilah lain disebut "aguron-guron” atau "asewaka guru". bagi orang yang sedang menuntut ilmu pengetahuan dan yang mengetahui perihal ilmu pengetahuan . Catur Asrama merupakan pase kehidupan manusia yang terdiri dari. Kata Grhasta berasal dari kata "Grha" artinya rumah. 2. Artinya : Brahmacari namanya. Brahmacari berasal dari kata "brahma" artinya ilmu pengetahuan sedangkan "acarya" berarti berguru atau tingkah laku menuntut ilmu. Semua itu menjadikan manusia bisa hidup mandiri dan siap untuk menempuh kehidupan selanjutnya. Brahmacari asrama. Berdasarkan makna kata tersebut maka Brahmacari berarti pase kehidupan bagi seorang dalam berguru. Dalam fase kehidupan Brahmacari ini. amal dan pengabdian yang didasari oleh dharma (kebenaran). Grhastha asrama Grhastha asrama adalah fase kehidupan setelah melewati kehidupan Brahmacari. 8 dikatakan sebagai berikut: "Brahmacari ngaranya sang sedeng mmangabhyasa sanghyang Castra. Grhastha asrama. Sistem Brahmacari lebih mengutamakan pada pembentukan sikap mental manusia yang tangguh dan handal dengan berbagai disiplin ilmu dan keterampilan. kebajikan. Brahmacari Asrama. dan kata "stha" 61 . Pengertian ini akan diperjelas lagi dalam naskah Silakrama hal. Pembagian Catur Asrama. mwang sang wruh ring tingkah sanghyang aksara.Dengan memahami sloka tersebut di atas bahwa Catur Asrama itu terdiri dari empat pase kehidupan yang mesti dilalui setiap orang. guru mendidik para siswa dengan petunjuk kerohanian. Wanaprastha asrama dan Bhiksuka asrama.

dan diambil alih oleh anak cucunya. Pada masa kehidupan Wanaprastha. Dengan demikian membangun kehidupan rumah tangga hendaklah memperhitungkan dengan seksama dan cermat mengenai kesiapan diri baik secara lahir maupun batin.2.artinya berdiri atau membina. dharyante tasmajjyesthacramo grahi". Artinya : orang-orang dari golongan lainnya. tanggung jawab terhadap keluarga dan kewajiban dimasyarakat mulai ditinggalkan. Bhisuka/Sanyasin asrama. Oleh karenanya golongan kepala rumah tangga adalah golongan yang terutama. "Yasmatra yo pyacramino. Maka Grhastha asrama memiliki tanggung jawab yang besar seperti. “Grihashastu yada pasyed walipalitamatmamnah Aparyadyawa capatyam dataranvam sanderayed” Artinya : Jika seorang kepala rumah tangga sudah terlihat mulai keriput dan rambutn\a sudah putih dan sudah mempunyai cucu. Jadi Grhastha artinya fase kehidupan dalam rangka membina rumah tangga. Wanaprastha asrama Wanaprastha adalah fase kehidupan untuk mengasingkan diri dan kesibukan hidup yang bersifat duniawi dengan melalui usaha-usaha pengendalian diri untuk bisa melepaskan keterikatan belenggu duniawi. setiap harinya dibantu oleh kepala rumah tangga dengan pemberian pengetahuan suci dan makanan. Lebih lanjut dalam Manawa Dharmasastra menyatakan bahwa kehidupan Grhastha itu adalah sangat mama. 62 . leluhur. anak. orang tua dan masyarakat. Mulai kapan seorang dapat memasuki tase kehidupan Wanaprastha? Jawaban ini tersurat dalam Manama Dharmasastra 'l . jnawenanannena canwaham grhasthenaiwa. pada waktu itulah ia boleh hidup dalam tase Wanaprastha. tanggung jawab terhadap istri.

la yang dengan demikian. menghentikan petaksanaan upacara yang hanya tekun mencapai moksa (kebebasan akhir) dan bebas dari nafsu. Catur Purusartha adalah tujuannya dan Catur Asrama adalah fase kehidupannxa. Dharma adalah yang melandasinya. Fase Brahmacari melandasi kehidupan dalam menegakkan dharma. Samnyasenapahatya prapnoti paranam gatim" Artinya. Sedang fase Wanaprastha dan Bhiksuka lebih menitik beratkan pada upaya untuk mencapai moksa. C. Manawa Dharmasastra menyebutkan : "Ewam samnyasa karmani swakaryaparamo sprihah. namun yang dimaksud bhiksuka adalah seorang yang berada dalam fase kehidupan ini tidak menghendaki adanya kepemilikan untuk kepentingan dirinya sendiri. Fase Grhastha lebih menekankan pada upaya pemenuhan untuk mendapatkan arta dan kama. Sedangkan ani kata Sanyasin adalah meninggalkan keduniawian dan hanya mengabdikan kepada Tuhan dengan mengajarkan atau menyebarkan ajaran kebenaran (dharma). bahkan untuk makan ditanggung oleh murid-muridnya. 63 . Pada fase ini aktivitas kehidupan sepenuhnya ditujukan untuk mengabdikan diri pada pencapaian manunggalnya Atma dengan Paramatma dengan mengajarkan ajaran kebenaran. menghancurkan dosanya dengan melepaskan segalanya mencapai tingkat tertinggi. Catur Purusartha dengan Catur Asrama merupakan dua disiplin hidup yang diajarkan dalam agama Hindu. HUBUNGAN CATUR PURUSARTHA DENGAN CATl R ASRAMA. Arti kata Bhiksuka sebenarnya adalah peminta-minta. semua adalah milik Tuhan. Dharma dimaksud adalah mencari kebenaran dengan menuntut ilmu pengetahuan.Bhiksuka / Sanyasa adalah fase kehidupan yang terakhir setelah melewati hidup wanaprastha.

Pelaksanaan Catur Marga dalam kehidupan seharihari 64 . mentaati dan mengamalkan Catur Marga sebagai jalan hidup menuju Tuhan. POKOK MATERI : a. Pembagian Catur Marga c. Karma Marga c. Bhakti Marga b. Menumbuhkan toleransi hidup beragama. b. Mengidentifikasi pelaksanaan masing-masing Marga dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian Catur Marga b. Menjelaskan pengertian dan makna ajaran Catur Marga.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : CATUR MARGA : a. Jnana Marga TUP : Mahasiswa dapat memahami. Menguraikan prinsip dasar masing-masing Marga c. d. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan dapat : a.

yoga. berlangsung dengar cinta dan berakhir dengan cinta. Catur Marga adalah empat jalan untuk menuju Tuhan. Contohina tikus tidak pernah jatuh cinta kepada kucing. Kata Bhakti bcrasal dari kata "bac" artinya cinta kasih. 65 . dengan cara mengabdikan pengetahuan yang dimiliki serta dengan melakukan brata. Bhakti marga adalah jalan murni yang sewajarnya untuk mencapai Tuhan dengan sungguh-sungguh yang dimulai dengan cinta. 3) Cinta itu idial. melakukan perbuatan mulia dengan tanpa pamrih.PEMBAHASAN A. Bhakti Marga. Catur Marga meliputi. Bhakti muncul karena kehausan dan kerinduan yang mendalam akan Tuhan. Syarat utama bhakti marga adalah hasrat yang sungguh-sungguh. Secara keseluruhan Catur Marga bertujuan untuk menyatukan diri dengan Hyang Widhi (Tuhan) dengan cara mengabdikan diri utnuk kebaikan dan kesujudan yang tulus iklas secara terus menerus. B. Karma marga. Bhakti adalah cinta yang mendalam kepada Tuhan. jiwanya bhakti memberi mempersembahkan. Ciri-ciri bhakti : 1) Bhakti tidak mangenal jual beli. tapa dan semedi. Dalarn beberapa buku ditemukan istilah Catur Marga dan Catur Yoga. Marga menekankan kepada jalan yang ditempuh. Pembagian Catur Marga. sedangkan Yoga menekankan kcpada hubungan dengan Tuhan. Bhakti marga adalah jalan untuk menghubungkan diri dengan Tuhan dengah cinta kasih sebagai landasannya. Pengertian Catur Marga Catur Marga terdiri dari kata Catur artinya empat dan Marga artinya jalan. 2) Bhakti tidak mengenal takut. Jnana marga dan Yoga marga. dimana ada rasa takut disana tak ada cinta. Marga artinya jalan. Bhakti marga.

Apara bhakti adalah tingkatan bhakti sang masih sederhana. Sneham (mendekati Tuhan bagaikan seorang kawan) Atmaniwedanam (pasrah kepada Tuhan). melalui doa-doa dan pujian. Pada Sewanam (melayani Tuhan dengan melalui pelayanan kepada semua makluk). Tetapi dalam Karma Marga.Bhakti marga adalah jalan umum yang dapat dilaksanakan oleh semua lapisan. Karma Marga adalah jalan menuju Tuhan melalui perbuatan tanpa mengharapkan hasilnya. Smaranam (mengenang. Kirthanam (memuji Tuhan). Dalam menuju Tuhan ditandai dengan rasa takut. kebencian sudah dipudarkan. Ciri-cirinya adalah: seorang bhakta mempersembahkan apa saja yang dimiliki. Tunas bhakti akan tumbuh jikalau egoisme. Semua orang setiap saat berbuat karma. Sejak baru bangun tidur seorang sudah melakukan kerja.IIl. oleh karena itu sarana pemujaan berbentuk sesaji. loba. sehingga pengikutnya berjumlah besar. ia tidak meminta imbalan/pamrih dari Tuhan. Karma Marga. Karena itu bila bhakti mulai tumbuh patut dijaga dan dikembangkan dengan cara Srauanam (mendengarkan perihal Tuhan). Itulah kepuasan seorang bhakta yang tergolong para bhakti. Tuhan sendiri untuk 66 . Para Bhakti adalah bhakti yang tingkatannya sudah tinggi.kanmia Tuhan). Hal ini adalah wajar dalam perjalanan evolusi Spiritual. Secara batiniah karma beraiti apa yang terjadi sekarang dan perbuatan masa lalu. Bhakti tidak bisa berkembang hanya dengan berteori tentang ketuhanan. Adapun media dari tingkatan Apara Bhakti adalah: murti puja (Tuhan dalam wujud Saguna Brahma). Adanya petisi dengan Tuhan.5). Tingkatan bhakti ada dua yaitu Apara Bhakti dan Para Bhakti. Segala karma adalah karma. iri hati. kata karma berarti bekerja/berbuat. Setiap orang tidak bisa tinggal diam menghindari kerja (Bhagawadgita. Arcanam (Memuja Tuhan). Seorang bhakta sudah cukup dengan apabila mencintai Tuhan. Karma Marga berasal dari kata "kr" yang berarti berbuat.

untung atau rugi. Rentetan perbuatan dan buah. Hl. Dalam benih ada pohon. Tidak benar bahwa karma itu sebagai soal yang tidak berarti.menjaga alam dengan tidak pernah berhenti bekerja (Bhagawadgita. tanpa benih kita tidak mendapat pohon. Kendati demikian kita tidak mudah menerima kenyataan ini. buah dan perbuatan berwujud seperti rentetan benih dan pohon. tak tercela.23. Seluruh hidup kita ini berkaitan dengan karma. Ciri karma adalah sangat menekankan pada gagasan Niskama Karma (perbuatan tidak mementingkan hasil). kesedihan dan kebahagiaan. karena itu kita harus mengerti akan pentingnya arti karma dan melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Peristiwa ini sangat alamiah sekali. Karma dan Wikarma. Pertanyaan yang muncul apakah dengan menekankan kepada perbuatan yang tidak mementingkan diri sendiri kita akan kehilangah hasil. Akarma adalah karma yang membebaskan. Wikarma adalah perbuatan yang menyimpang/salah.24). Dalam Bhagawadgita disebutkan ada tiga jenis karma yakni: Akarma. Kita lupa bahwa Karmalah sumber baik atau buruk. 67 . tidak mementingkan diri sendiri. tanpa pohon tidak mendapat benih. Karma yang membebaskan bersifat murni. Karma adalah perbuatan yang mengikat pelakunya karena berhubungan dengan indria. Selanjutnya. Apabila kesedihan menimpa diri kita. bukankah kalau kita melakukah Niskama Karma akan ditipu? Jawabnya adalah tidak. Seperti kita ketahui bahwa setiap perbuatan ada buahnya. Benih menjadi pohon dan pohon menjadi benih. Sementara kita lupa akan hukum karma pala. Jnana Marga. Kita harus ingat pohon beringin yang besar itu tumbuh dari bibit yang kecil. segera kita menyalahkan orang lain dan berpikir dunia ini jahat hanya kita yang benar. Benih dan pohon timbul bergantian. buah itu menghasilkan perbuatan baru.

Jnana Marga adalah jalan menuju persatuan dengan Tuhan melalui ilmu pengetahuan. Marga ini dimaksudkan untuk para pencari kehidupan rohani yang mempunyai kecenderungan intelektual yang kuat. Tujuan Jnana marga adalah untuk membelah bidang-bidang yang sangat rahasia dengan wiweka. Yang diperlukan adalah kemampuan untuk membedakan bagian permukaan dari diri kita yang terletak berlapis-lapis dibagian luar dengan diri kita yang sejati atau Atman yang terletak didalamnya. Jalan untuk mencapai kemampuan ini terdiri dari tiga langkah: Pertama Srawana \aitu mendengarkan ucapan orang bijaksana, kitab suci. Kedua Manana yaitu merenungkan secara mendalam dan berkesinambungan tentang siapa Aku. Untuk bahan renungan ini ditauarkan beberapa cara yang bisa dipilih. Misalnya merenungkan tentang kata badanku. tanganku. Dalam kata badanku dan tanganku selalu lerkandung antara yang dimiliki dengan yang memiliki. Siapa Aku yang memiliki itu. Jawabnya adalah Atma. Atma tidak sama dengan badan. Badan ini tumbuh. berkembang dan akhirma hancur. Atma yang menjadi penghuni badan tetap abadi. Langkah ketiga adalah mempraktekan. Dalam panggung kehidupan pemeran (Atma) menggunakan topeng (tubule) untuk mementaskan drama kehidupan. Topeng itu memperlihatkan watak dan peran yang bersangkutan. sedangkan pribadi yang memakai topeng itu berdiri dibelakangnya tanpa dikenal. Pada saat orang sampai pada kesadaran Atma. saat itu lapisan-lapisan itu tidak mengikat lagi. Dari sini kcsadaran itu meluas kedalam berbagai fenomena kehidupan dengan suatu kesimpulan bahua Atma scmua makluk itu satu. Tat Twam Asi. bahwa Atma dan Paramatma juga satu. Brahma Atman Akyam. Menurut ilmu yoga kehadiran kita ini dikatakan merupakan unit yang berlapis-lapis yang saline menembus. terpadu berupa satu kesatuan yang menyeluruh. Lapisan itu mulai dari yang paling kasar. masuk kelapisan yang paling halus dan

68

berakhir pada lapisan yang sangat halus yang dinamakan Atma. Para Yogi membagi tingkatan lapisan itu mejadi lima yang disebut Panca Maya Kosa \aitu : 1. Annamaya Kosa. badan jasmani. lapisan paling luar yang kasar terdiri dari unsur makanan. 2. Pranamaya Kosa. lapisan energi vital. 3. Manamaya Kosa. lapisan bawah sadar termasuk ingatan dan refleksi. 4. \\'ijnamax a Kosa. tingkat pengetahuan khusus. 5. Ananda Mayakosa. lapisan selubung atma atau tingkat kebahagiaan. Memandang diri sendiri sebagai orang lain mempunyai manfaat ganda. Pertama. memisahkan identifikasi diri dengan tubuh. dan yang kedua menekankan identifikasi diri dengan tubuh. dan yang ketiga menekankan identifikasi diri ketaraf yang lebih dalam melalui suatu pengetahuan yang identik dengan jati diri. kemudian menyatu dengan jati diri. Selain dirinya yang sejati tidak ada lagi pengamat. pendengar atau pemikir atau pelaku. Maka tingkatan persatuan dalam kebinekaan tercapailah. Inilah suatu keindahan yang mendatangkan Annanda yaitu Sukha Tanpauali Dhuka. Yoga Marga. Yoga Marga adalah jalan untuk merealisasikakan Tuhan melalui Yoga. Orang-orang yang mempunyai kecenderungan dan disiplin diri untuk mencapai kesatuan dengan Tuhan didukung sepenuhnya dan diberi dorongan untuk melaksanakannya. Jalan yang ditempuh adalah jalan Yoga. Syarat untuk menempuh jalan ini adalah harus memiliki keyakinan yang kuat bahwa Atma jauh tebih mengagungkan dari pada yang kita sadari dan mempunyai hasrat yang kuat untuk menjalaninya sccara langsung. Tanpa ada keyakinan dan kencenderungan seperti ini peminat akan jatuh di tengah jalan. karena kurang sabar. Orang yang menempuh Yoga Marga tidak dituntut untuk menerima apapun. Yang diperlukan adalah pengendalian pikiran. Sebelum mulai dengan pengendalian pikiran perlu

69

mengendalikan tindakan yang bersifat lahiriah terlebih dahulu. Ada beberapa tahapan yang ditempuh yang discbut Astangga Yoga, lima diantaranya merupakan latihan. pengendalian pisik. Bagian Astangga Yoga adalah: 1. Yama. adalah pengendalian tahap pertama yang isinya berupa pantanganpantangan. 2. Nyama. adalah pengendalian diri lebih lanjut. yang merupakan ajaran kesucian menuju Tuhan. 3. Asana. adalah sikap duduk. yang efisien sesuai dengan kondisi masingmasing. 4. Pranayama. adalah pengendalian prana melalui pengaturan napas –yang teratur. 5. Pratihara, adalah penarikan pikiran dari obyeknya di dunia luar. untuk kemudian dikembalikan kedalam batin. 6. Darana. adalah pemusatan pikiran bagian ini sudah berwujud pengendalian rohani. 7. Dhyana, adalah meditasi. pemusatan pikiran yang lebih intensif. 8. Semadi adalah luluhnya pikiran dengan Atma. Kedelapan tahapan Yoga itu dapat dikelompokan empat tingkat yaitu. a. Persiapan Etis, yaitu Yama dan Nyama. b. Persiapan fisik. yaitu Asana dan Pranayama. c. Perenungan. yaitu Pratihara dan Dharana. d. d Pemusatan, yaitu Dyana dan Samadi. Pelaksanaan Catur Marga dalam kehidupan sehari-hari. walaupun dalam pembicaraan dipisah-pisahkan namun di dalam prakteknya ke empatnya (Bhakti, Karma. Jnana. Yoga) merupakan satu kesatuan yang utuh Bhakti. Karma. Jnana. Yoga marga berintikan kegiatan ego. Puncak dari Bhakti. Karma. Jnana dan Yoga adalah penyerahan diri secara total dimana Sang Aku lebur dengan cinta.

70

Keselarasan tujuan agama Hindu dan tujuan pembangunan Nasional b. Mampu menterjemahkan dan menjabarkan sumber-sumber nilai. c. hukum. normanorma yang ada dalam agama Hindu untuk mensukseskan tujuan pembangunan nasional. Agama dan modernisasi. Dharma agama dan Dharma Negara. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai materi ini mahasiswa dapat : 71 .POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : Agama Hindu Dan Pembangunan Nasional : a. TUP : Mahasiswa dapat memahami kedudukan agama Hindu dalam pembangunan nasional.

a. Menjelaskan keselarasan tujuan agama Hindu dengan tujuan pembangunan nasional. b. Menjelaskan tentang hakekat dharma agama dan dharma negara. c. Menjelaskan tentang sikap agama Hindu terhadap modernisasi. POKOK MATERI : a. Tujuan agama Hindu dan tujuan pembangunan nasional b. Dharma agama dan dharma negara. c. Agama Hindu dan modernisasi PEMBAHASAN A. 1. Tujuan Agama Hindu dan Tujuan Pembangunan Nasional. Tujuan agama Hindu

Dharma eva plavo nanyah, svargam samabhivanhatam. Sa ca naurpvanijastatam jaladhed paramic chatatah. Ikang dharma ngaranya, henuning mara ring swarga ika. Kadigatining perahu an henuning banyaga nentasing tasik. Ss. 14). Artinya : Yang disebut dharma (agama) adalah merupakan jalan untuk pergi ke surga bagai halnya perahu. sesungguhnya adalah merupakan alat bagi seorang pedagang untuk mengarungi lautan. Benotak dari sloka di atas. dapatlah diuraikan bahwa dharma agama) adalah merupakan sarana atau alat untuk mencapai suatu tujuan. agama merupakan pedoman. tuntunan bagi umat manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup yakni kebahagiaan dan kesejahteraan lahir dan batin. Tujuan hidup ini dapat dirinci lagi dengan sebutan "Catur Purusartha" aninya empat tujuan hidup yang meliputi dhanna artha kama dan moksa.

72

Dharma berarti kebenaran dan kebajikan. yang menuntun umat manusia untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. Artha adalah benda-benda yang dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan hidup manusia. Kama artinya hawa nafsu. keinginan Juga berarti kesenangan. Sedangkan moksa berarti kabahagiaan yang tertinggi yaitu kelepasan. Di dalam memenuhi segala nafsu atau keinginan harus didasarkan atas kebajikan dan kebenaran yang dapat menuntun setiap manusia di dalam mencapai kebahagiaan. Karena sering. manusia lupa akan dasar-dasar dharma dalam upaya mamenuhi kebutuhannya. sehingga penderitaan yang di perolehrya Oleh sebab itul dharma harus benar-benar ditegakkan sebagai pengendali guna memenuhi artha dan kama. Seperti dijelaskan dalam kitab Sarasamuscaya 12. Karmathau Iipsmarastu. dharmam euaditaccaret Nahi dhammada petyanhah karma vopi kadacana Artinya : Pada hakekatnya jika artha dan kama dituntut. maka hendaknva dharma dilakukan terlebih dahulu. Tidak dapat disangsikan lagi. pasti akan diperoleh artha dan karma itu nanti. Tidak akan ada artinya jika artha dan kama itu diperoleh menyimpang dari dharma. Jadi dhartna (agama) mempunyai kedudukan yang paling penting dalam Catur Purusanha. karena dharmalah yang menuntun manusia untuk mendapatkan kebahagiaan lahir batin.

2.

Tujuan Pembangunan Nasional. Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang

berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat. bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas mewujudkan tujuan pembangunan nasional yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa dan negara seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan

73

kehidupan bangsa. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Adapun tujuan pembangunan nasional seperti yang tertuang dalam GBHN Tap. II/MPR/1993 bahwa tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah kesatuan negara Republik Indonesia yang merdeka berdaulat bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman. tentram tertib dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka. bersahabat. tertib dan damai. Pada hakekatnya pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhrnya. dengan Pancasila sebagai dasar. tujuan dan pedoman pembangunan nasional. Atas dasar uraian tersebut di atas maka pada dasarnya bahwa tujuan agama Hindu dengan tujuan pembangunan nasional adalah selaras dan serasi. Keduanya mempunyai tujuan yang sama. ingin mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan dunia lahir dan batin. kesejahteraan dunia (jagadhita) maupun kesejahteraan batin (moksa). ini berarti terbetuknya manusia Indonesia seutuhnya. selaras. serasi dan seimbang lahir dan batin.

B. 1.

Dharma Agama dan Dharma Negara. Dharma Agama Dharma agama adalah menipakan tugas dan kewajiban yang patut dilaksanakan oleh sctiap Umat untuk mencapai tujuan agama. Sebagaimana telah diuraiakan di depan. tentang makna dharma dan tujuan agama Hindu yakni Catur Purusartha. maka secara mutlak bahwa setiap umat Hindu berkewajiban menegakkan dharma (agama). Dengan menghayati. mengarnalkan. menegakkan dan melestarikan

74

Artinya : Dan keutamaan dharma itu sesungguhnya merupakan sumber datangnya kabahagiaan bagi yang melaksanakannya. Dharma negara berarti suatu kewajiban atau tugas yang harus dilaksanakan umat terhadap negaranya kewajiban berbakti kepada negara dalam ajaran agama Hindu telah dituangkan dalam Catur Guru Bhakti yang salah satunya adalah Bhakti kepada 75 . demikianlah orang yang melakukan dharma adalah memusnahkan segala macam dosa. Dengan demikian jelaslah bahwa kewajiban utama umat manusia adalah melaksanakan dharma agama demi tercapainya kebahagiaan. Kalyanamatirtam sar\vapapan vyapohati. Segala kegiatan yang terlepas dan/atau meninggalkan dharma niscaya penderitaan yang diperolehnya. Dharma merupakan sumber kebajikan. melenyapkan gelapnya dunia. Sarasamuscaya 18 menyebutkan : Dharmah sada Hitah pumsam dharmachaivacrayah satam. kesejahteraan akan tercapai. dharmallokastrayastata pravrttah sacaracarah. sarvyam vyapohati cvam. sumber kebahagiaan dan sumber kedamaian. 2. Artinya : Seperti perilakunya matahari yang terbit. lagi pula dharma itu merupakan perlindungan orangyang berilmu. ketentraman dan kedamaian. tegasnya hanya dharma yang dapat melebur dosa Triloka. niscaya kedamaian. Apabila sctiap umat Hindu benar-benar mentaati segala tuntunan dan berpedoman dharma dalam segala gerak dan aktivitas hidup dan kehidupan.ajaran-ajaran dharma sesuai dengan tuntunan Weda maka akan terciptalah suatu kondisi kedamaian. Sarasamuscaya 16 menyebutkan : Yatahadityah samudyan vai tamah. Dharma Negara.

la adalah sanatadharma atau agama yang kekal abadi. Agama Hindu ada sebelum adanya agama lain di dunia. Agama Hindu menerima bak modernisasi secara selektif. Agama Hindu disebut “tanpa permulaan” la adalah selalu ada. pemerintahlah yang melindungi segenap warga negaranya. keserasian dan keharmonisan antara jasmani dan rohani. Berbakti kepada negara berarti bahwa sebagai warga negara yang baik akan selalu mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ajaran Weda tetap sesuai dan tetap diterapkan pada jaman sekarang. sepanjang tidak bertentangan denean nilainilai agama Hindu. Agama Hindu merupakan agama yang tertua diantara agama-agama yang ada di dunia. Modernisasi berperan sebagai penopang atau penunjang untuk mencapai hakekat dari pada tujuan hidup beragama.Guru Wisesa (negara). Agama Hindu dan Modernisasi. SATUAN ACARA PERKULIAHAN 76 . Dan bahkan dengan ajaran-ajaran Weda akan mampu mengendalikan perkembangan. Dengan demikian sudah selayaknya kalau sebagai umat beragama dan sebagai warga negara yang baik berperan dalam segala gerak dan aktivitas yang dilaksanakan oleh negara demi terwujudnya cita-cita bangsa dan negara. C. namun tetap ada dan berkembang sesuai keadaan jaman. Jadi agama Hindu walaupun agama yang usianya paling tua. Seperti \angberkaitan dengan pelaksanaan ibadah keagamaan yangdisebutkan dalam UUD 1945 pasal 29 ayat (2) yang berbunyi sebagai berikut : Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya. sehingga terjadi keselarasan. Sebab.

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : : Pengertian dan ruang lingkup sosiologi Agama Hindu a.Matakuliah Semester Tahun Kuliah SKS Jenjang : Sosiologi Hindu Dharma : : : 2 SKS : S1 1. Kemampuan untuk menjelaskan materi sebagai mana tersebut pada pokok bahasan. TPU : Mahasiswa dapat mengerti dan memahami sosiologi agama Hindu menyadari kedudukanya sebagai anggota keluarga dan anggota masyarakatm serta mampu mengembangkan kehidupan sosial. Pengertian sosiologi Agama Hindu b. 77 . Spsiologi agama Hindu sebagai suatu ilmu. memiliki pengetahuan sosiologi Agama Hindu dapat berfikir strategis. mampu mengembangkan sifat dan sikap. Tujuan Kurikulum Mahasiswa dapat mengerti memahami sosiologi Hindu Dharma. Keluarga dan masyarakat dalam agama Hindu. mengkaji struktur. 2. memiliki toleransi dalam kehidupan sosial. c. serta menyadari kedudukan sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pemahaman dan pengetahuan mengenai sosiologi agama Hindu b. sifat dan sikap toleransi dalam TPK : Mahasiswa mampu : a.

c.c. Pokok Materi : a. 3. bila dikaitkan dengan kesatuan kehidupan keagamaan Hindu. Goddijn dan Dr. Mengembangkan dan mengaplikasikan pada kehidupan di masyarakat. Penjelasan yang lebih lengkap tentang kesatuan manusia dalam suatu kehidupan keagamaan tertentu. disadari atau tidak manusia adalah mahluk daiam kesatuan sosial yang sekaligus adalah mahluk individu. tidak akan menjadi lengkap jika hanya memahami. propan dan positif yang menuju pada pengetahuan yang bersifat universal. H. W. dapat diharapkan secara wajar dari suatu bagian studi sosiologi agama Hindu. Godijn (dalam Hendropuspita 1983) mengatakan bahwa sosiologi agama adalah bagian sosiologi umum yang mempelajari suatu ilmu sosial emperis. Dr. Manusia adalah sebagai mahluk dinamis yang memiliki banyak aspek dalam kehidupan. karena belum menunjukkan pada satu kelompok keagamaan tertentu. Keluarga dan masyarakat dalam agama Hindu. atau sebaliknya hanya memahami aspek sosiologi secara umum. tentang structural. Catur Warna SOSIOLOGI AGAMA HINDU a. fungsi-fungsi serta perubahan-perubahan yang dialami kelompok keagamaan. demikian pula manusia dipahami sebagai satuan kehidupan keagamaan tertentu. aspek dogmatik agama yang dijadikan tatanan masyarakat tertentu. lebih khusus lagi sosiologi agama Hindu. Difinisi sosiologi agama seperti terurai di atas masih bersifat umum. maka sosiologi agama Hindu dapat diartikan sebagai satu disiplin ilmu yang merupakan bagian dari sosiologi agama yang mempelajari masyarakat 78 . Pengertian sosiologi Agama Hindu b. Pengertian Sosiologi Agama Hindu.

Keluarga dan masyarakat dalam agama Hindu. perihal structural. yang mempelajari masyarakat pemeluk agama Hindu secara emperis yang bersifat positif. b.perubahan yang di alami masyarakat penganut agama Hindu. anak-anak kepada ayah ibu bahkan pada leluhur. ibu dan anakanak. maka kita menarik depinisi sebagai berikut : Sosiologi Agama Hindu adalah suatu disiplin ilmu yang merupakan bagian dari sosiologi agama. yang merupakan bagian dari ilmu sosiologi agama. dan untuk dapat lebih menemukan pengertian terhadap sosiologi agama hindu. Artha. fungsi-fungsi serta perubahan . menuju pengetahuan yang bersifat universal mengenai structural. Jelasnya bahwa seluruh anggota keluarga yang terdiri dari ayah. Kama dan Moksa. harus menyadari sepenuhnya bahwa apa yang diperbtiat adalah tugas dan kewajiban.pemeluk agama Hindu secara emperis yang bersifat Universal. Kata keluarga berasal dari bahasa sansekerta yaitu kula dan warga artinya abdi pelayan dan warga berarti jalinan atau ikatan. jadi kata keluarga berarti jalinan atau ikatan pengabdian dan pelayanan. yang terikat sebagai suatu jalinan yang harmonis dalam kehidupan yang terdiri dari Dharma. Ikatan pengabdian dan pelayanan antar bapak dengan ibu (suami istri). ayah ibu kepada anak-anak. Tujuan hidup yang sekaligus merupakan dasar kehidupan ini adalah hal yang sangat hakiki dan bersifat universal. Tujuan hidup manusia dalam pandangan Hindu adalah tercapai Catur Purusartha. sehingga semua itu merupakan suatu karma yang sepatutnya dilaksanakan agar tujuan hidup dan tujuan agama dapat tercapai. dalam agama Hindu disebut Swadharma. Sedangkan tujuan agama Hindu yang ingin dicapai diwujudkan dalam kehidupan 79 . Dengan demikian dapat dimengerti bahwa sosiologi agama Hindu adalah suatu ilmu. fungsifungsi serta perubahan-perubahan yang dialami masyarakat penganut agama Hindu.

Dengan demikian tujuan Hindu mengantarkan umat untuk mencapai kesejahtraan lahir. kebebasan bathin dengan berdasarkan dharma. yang merupakan dasar dan pedoman hidup dalam mencapai tujuan itu. ajaran Tri Hita Karana menjelaskan bahwa ada tiga penyebab kesejahtraan yang bersumber pada keharmonisan hubungan antara : Manusia dengan Tuhan. Rsi (Arsa) Wiwaha 4.umat beragama Hindu. Prajapati Wiwaha 5. umat Hindu mempunyai pedoman dan pegangan yaitu kitab suci Weda yang tidak boleh diingkari. Berkaitan dengan itu. Moksatham adalah kebahagiaan bathin. adalah Moksatham Jaeaditha vaca iti dharmah. manusia dengan alam sekitar (lingkungan). Paisaca Wiwaha Dari kedelapan jenis sistim perkawinan tersebut yang masih relevan dan dapat dilaksanakan ada empat: 1. Gandharwa Wiwaha 4. manusia dengan sesama mahlukhidup. Pembentukan keluarga diawali dengan pelaksanaan perkawinan (sauskara wiwaha ) sebagaimana tertuang dalam kitab suci Manawa Dharmasastra IX disebutkan bahwa adadelapan jenis perkawinan \aiui 1. Raksasa Wiwaha 8. Prajapati Wiwaha 2. Asura Wiwaha 3. Tujuan agama melandasi tujuan hidup setiap umat Hindu. Rsi (Arsa) Wiwaha 80 . Asura Wiwaha 6. Brahma Wiwaha 2. Gandhanva Wiwaha 7. diyakini kebenarannya. dan Jagaditha kesejahtraan lahir dengan cara yang baik dan benar sesuai dengan petunjuk ajaran agama. Daiwa Wiwaha 3.

disebut pula dalam Bab (IV. karena manusia individu adalah sebagai bagian dan masyarakat. kebijaksanaan. yang terdiri dari : a. c.3) Bhagawadgita dan Manawa Dharma sastra. kehidupan individu menjadi empat fase atau empat tahapan kehidupan sang disebut catur asrama.13) bahwa ada empat golongan manusia dengan bagian sifat dan kegiatan yang berbeda. Didalam bahasa sansekerta kata warna berasal dari urat kata Vr yang berarti pilihan . Sebagaimana ditegaskan didalam Bhagawadgita. Ajaran catur warna tersurat dan tersirat dalam kitab weda mandala. Sedangkankan dalam kehidupan sosial. Dari ungkapan tersebut diatas dapat kita pahami Catur Warna adalah bagian dari empat golongan manusia sesuai dengan sifat dan kegiatan yang berbeda-beda. kesederhanaan. Catur Warna. walaupun tanpa kerja dan terjadi terus menerus. tugas dan perbuatan.Selanjutnya kita meninjau bahwa manusia sebagai mahluk sosial (libido sosialis ). Brahmana Brahmana warna adalah mereka yang didalam kehidupan ini lebih mengutamakan dan mengembangkan Guna Satwan. Sehubungan dengan itu ajaran agama Hindu membagi. maka kehidupan manusia tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Ketahuilah bahwa aku (Tuhan ) yang menjadi asal mula. catur warna berarti empat pilihan propesi atau fungsi sesuai dengan tugas yang dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kehidupannya dimasyarakat. dijumpai pula didalam sama weda. kehidupan masyarakat juga dibagi menjadi empat bagian sesuai dengan fungsi dan pembagian tugas masyarakat masingmasing disebut catur warna. artinya mereka senantiasa melaksanakan pengendalian diri. oleh karena itu yang 81 . bahwa Catur Warna berdasarkan Guna dan Karma. sukta 90 yang terkenal dengan nama purusa sukta. Guna berarti sifat dan karma berarti kegiatan. Arannya samhita (IV.

Wasya Wanna Yakni orang \ang dalam guna karman\a mengatur tata perekonomian masyarakat untuk mewujudkan kemakmuran negara. sama kemampuannya dalam suatu 82 . Mereka adalah ira pengusaha atau wiraswasta yang melakukan perdagangan dan Ttanian. b. c. rohaniawan. idra Warna jdra Warna adalah yang mempunyai fungsi dan tugas dalam kehidupan dimasyarakat kita lihat sebagian orang mengambil kegiatan bagai pekerja pela\an seperti buruh dipabrik-pabrik.dapat disebut Brahmana Warna adalah para bijaksana. arakat. Pembantu rumah tangga. pemberani penuh aktivitas atau enerjik. atau orangorang yang bertugas bertempur membela negara. pelayan toko dan sebagainya itulah guna karma seorang idra. sanyasin atau orang yang senantiasa menuntun dan mengembangkan sifat ketuhanan dalam kehidupan. menjaga keteniban dan keamanan Negara dan orang-orang yang benugas melaksanakan tata pemerintahan. Ksatrya Kesatria Warna adalah mereka yang didalam kehidupan ini akan senantiasa cendrung bersifat heroik.p individu dalam masyarakat dapat melaksanakan fungsi dan snya dengan baik dengan melaksanakan kewajiban atau suadharma masing-masing. Para Rsi mempelajari sifat-sifat manusia secara cermat dari waktu iktu sehingga sampai pada suatu kesimpulan bahwa setiap orang. Guna dari sifat kesatrxa dimiliki dilaksanakan oleh pemerintah sipil maupun militer. maka akan tenvujud suatu hubungan yang serasi dan lonis antara seseorang dengan yang lain. masyarakat yang makmurdan sejahtera akan dapat diwujudkan apa bila . antara individu dengan . ip orang tidak dapat memiahkan diri dari kehidupan masyarakat.

Politik). sedangkan a melakukan pekerjaan pelayanan untuk membantu kelancaran atan dari. golongan yang lain. Mengenai kewajiban hidup dalam masyarakat lebih detail maha lanu dan Yajnawalkya menjelaskan bahwa ada bermacam-macam ma yang menjadi Swadharma bagi seseorang antara lain : Varna Dharma yakni keuajiban hidup sesuai dengan warna atau ropesi masingmasing seperti Brahmana (Pendeta). dan lain-lain. Nimta Dharma yaitu kewajiban seseorang yang ada hubungannya dengan halhal tertentu misalnya kelahiran. Mahasisua). Ksatrya Angkatan bersenjata.pekerjaan. e. misalnya seniman. Selanjutn\a Waisya dipercaya melayani tugas onomian. Cirihasta (rumah Tangga). Waisya (Para pedagang) dan Sudra buruh dan tani). pemerintahan dan ahanan. untuk kemakmuran dan kesejahtraan bangsa. Warnasrama Dharma yaitu kewajiban hidup antara profesi dan tingkatan hidup seperti diatas. 83 . Guna Dharma yaitu kewajiban seorang yang hubungan dengan sifat dan pembawaan. b. masing-masing jenis tugas yang berbeda untuk golongan mental spiri-Ksatrya mengenai bidang administrasi. c. yang rnerupakan bagian fungsi dan kegiatan kerja. d. Oleh karena itu dapat mukakan adanya prinsip-prinsip yang mendasari sistim golongan warna Dharma. Wana Prasta (orang Tua yang mengurangi ikatan duniaui) dan sebagai Sanyasm (seorang yang mempersiapkan din mencapai pelepasan). Asrama Wama Dhanna yakni kewajiiban hidup sesuai dengan tingkat atau tahapan hidup seseorang. politik. misalnya sebagai Brahmacari (pelajar.

Pengalaman belajar c. dosen : OHP. Evaluasi : 2 x 50 menit : kuliah. 5. baca buku. Pembelajaran a. media massa. papan tulis : lisan dan tertulis 84 . Media e.f. diskusi : buku. Sadharana Dharma yaitu kewajiban meliputi kewajiban umum hagi seiiap anggota masvarakat dengan tidak mengindankan pangkat atan jabatan seseorang dalam masyarakat. Sumber belajar d. Alokasi waktu b.

Hanuman Sakti 1994 D. A. Pedoman Pembinaan Umat Hindu Pesamuan Agung PHDI 1980 E. H. Gde Oka Netra. F. Buku Pelajaran Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi Umum. 1994.DAFTAR PUSTAKA A. Hanuman Sakti Jakarta. A. Sosiologi Agama Hindu – UT Sosiologi Suatu Pengantar Bhagawad Gita Manawa Dharmasastra 85 . B. Tuntunan Dasar Agama Hindu Drs. I Nyoman Warjana 1982 C. Sosiologi untuk PGA I Gede Rudia Adipura. G.

1. Pokok-pokok ajaran Sad Darsana c. bersikap susila rasional. berpandangan luas dan memiliki wawasan yang jauh kedepan. berbudi pekerti yang luhur. bangsa dan negara. Tujuan Kurikulum Terbentuknya dan terbinanya Sarjana Hindu yang bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pengertian Sad Darsana b. dinamis dan terampil menghargai kerjasama antar umat beragama dalam mengabdikan ilmu teknologi dan seni untuk kepentingan nasional dan meningkatnya rasa pengabdian kepada agama. 86 . Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : : Sad Darsana a.SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Matakuliah Semester Tahun Kuliah SKS Jenjang : Pendidikan Agama Hindu : : : : S1 1. Pokok-pokok ajaran Nawa Darsana TPU (TIU) : Mahasiswa memahami pengertian dan pokok-pokok ajaran yang terkandung dalam Sad Darsana dan Nawa Darsana. berpikir yang fisiolofis dan strategis.

c. Penyelidikan dan keragu-raguan. mahasiswa diharapkan dapat: a. Pokok Materi : a. yangdimaksud adalah pemikiran atau renungan filsafat. Tattwa. kata ini berarti spikulasi yang dimaksud adalah penyelidikan tentang kebenaran. renungan. 2.pertimbangan atau renungan. b. Pengertian Sad Darsana b. Menjelaskan pokok-pokok ajaran Nawa Darsana. 87 . Tarka. yang dimaksud adalah penyelidikan tentang kebenaran. kata ini berasal dari kata "tat" yang artinya itu. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup Sad Darsana. Menjelaskan pokok-pokok ajaran Sad Darsana. Nawa Darsana SAD DARSANA I. Dalam bahasa seharihari kata tattwa berarti uraian tentang Ke-Tuhanan: b. Dalam hubungan ini kata darsana artinya adalah sesuatu pandangan yang benar terhadap apa yang harus dilakukan oleh seseorang baik moral maupun material untuk mencapai kebenaran dan kebahagiaan abadi dalam kehidupan tertentu.TPK (TIK) : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini. Nama atau istiiah lain yang memiliki ani mendekati dengan darsana adalah a. ini berarti pemikiran. d. c. Mananasastra: kata. PENGERTIAN SAD DARSANA Kata darsana berasal dari urat kata "drs" yang artinya melihat atau memandang. kata ini berarti pertimbangan. perencanaan. Wicarasastra. Pokok-pokok ajaran Sad Darsana c.

RUANG LINGKUP SAD DARSANA Darsana sebagai Filsafat India memiliki pembahasan yang berbeda dengan filsafat barat yang lebih mengarah pada pembidangan-pembidangan khusus. Mimamsa. Dalam hal ini yang akan dibahasa adalah pembagian dari sad darsana tersebut. A. Sistem Filsafat Waisasika bersifat metaphisis dengan tujuan pokok ajarannya adalah bersifat Dharma yaitu tentang kesejahteraan duniawi dan kelepasan. Waisasika.II. bersifat realistis. Samkya. munculnya akibat perdebaian diantara akhli pikir didalam mereka bcrusaha mencari kebenaran dari ayat-ayat suci Weda untuk dijadikan landasan melaksanakan upacara-upacara korban Ajaran filsafat nyaya disebut. yoga dan Wedanta III. PENGERTIAN DAN SIFAT AJARANNYA Waisasika adalah saltu satu bagian dari filsafat India atau Sad Darsana yang usianya lebih tua dari sistem filsafat Nyaya yang timbul pada abad 4 SM. SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Sumber utama ajaran nyaya adalah Nyayasutra buah karya Maha Rsi Gotama. 2. hasil komentar Wastyayana 88 . Nyayabhasya.POKOK-POKOK AJARAN SAD DARSANA ANYAYA Nyaya disebut juga tarkawsada yaitu ilmu berdebat. Pembahasan darsana bersifat sintesis dari semua sistim dan metode secara integratif. antara lain adatah : Nyaya. Selain itu ada beberapa kitab komentar dan Nyayasutra diantaranya: a. A. karena mengajui benda-benda sebagai suatu kenyataan atau mengajui keberadaan dunia yang terlepas dari pikiran dan berdiri sendiri. Dengan tokohnya adalah Maha Rsi Kanada Beliau juga dikenal dengan nama Ulaka.

d.I. yang timbul pada abad 4 SM. Beliau juga dikenal dengan nama Ulaka. e. c. 89 . WAISESIKA B. B.2. Sistem filsafat waisasika bersifat metaphisis dengan tujuan pokok ajarannya adalah bersifat dharma yaitu tentang kesejahteraan di duniaxv i dan kelepasan. Pembuktian Theologi Pembuktian ini menyatakan bahwa didunia ini ada sesuatu tata tertib dan aturan tertentu sehingga dunia ini menampakan sesuatu rencana yang berdasarkan pemikiran dan tujuan tertentu. SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Sumber ajaran waisesika kitab Waisesika Sutra. B. tentu ada yang mengadakan rencana dan tujuan tersebut yang mengadakan itulah Tuhan. Nyaya Wartika: oleh Uddyotakara Nyaya Wartika Tatpana Tika: oleh Wascapati N\aya WartikaTatparya Parisuddhi dan Kusumanjali oleh Udayana Nyaya Manjani oleh Jayanta. PENGERTIAN DAN SIFAT AJARANNYA Waisesika adalah salah satu bagian dari filsafat India atau sad darsana yang usianya lebih tua dari sistem filsafat Nyaya. Tuhan menjadi sebab pertama adanya alam semesta dan pada akhirnya Tuhanlah akan melebur dunia ini.b. Kitab ini terdiri atas 10 adhyayas atau jilid dan setiap jilid terdiri dari dua ahnikas atau bab. 2. Semua kitab-kitab komentar ini menjelaskan dan mengembangkan cita-cita ajaran nyaya yang ada dalam kitab Nyaya Sutra serta mempertahankan cita-cita itu dari serangan kritikan oleh pihak-pihak yang menentangnya. dengan tokohnya adalah Maha Rsi Kanada.

Isi pokok ajaran waisasika adalah menerangkan tentang dharma. Sedangkan Utara Mimamsa disebut juga Wedanta yang artinya penyelidikan sistematis yang kedua. Samaya (sifat umum) 5. Karitia (Aktivitas) 4. Mimamsa sering juga disehut Purwa mimaniba yang artiya penyelidikan sistimatis yang pertama. Abhawa (ketidakadaan) Demikianlah ketujuh katagori itu menjadikan segala sesuatu didalamnya sehingga manusia menyaksikan adanya segala sesuatu yang bcraneka ragam keaneka ragaman itu terjadi justru karena kombinasi dan ketujuh katagori yang diajarkan waisesika. Wisesa (keistimewaan) 6. C. yang dimaisud adalah sistem ini membicarakan bagian Weda yang kedua yang kitab Upanisad. Drauya (substansi) 2. yang dimaksud bahwa sistim ini membicarakan bagian Weda yang pertama yaitu kitab Brahmana. yaitu apa yang rnemberikan kesejahteraan didalam dunia ini dan yang memberikan kelepasan yang menentukan. Sifat ajaran filsafat adalah pluralistis dan realistis Disebut pluralistis karena mengakui adanva baynak jiwa dan penggandaan asas badani yang membenahi alam 90 . Samaya (pelekatan) 7. 1 PENGERTIAN DAN SIFAT AJARANNYA Sistem filsafat mimamsa terbagi menjadi dua jenis yaitu: Purwa Mimansa dan Utara Mimansa. menurut waisasika ada 7 (tujuh) katagori (padharta) yaitu: 1. Guna (kwalitas) 3. MIMAMSA C. Yang terpenting dari ajaran Waisasika adalah ajaran tentang katagorikatagori dan semua yang ada didunia ini.

oleh karena itu timbtillah dua aliran yaitu pengikut Kumarila Bhatta dan pengikut Prabhakara Pokok-pokok ajaran kedua ini pada prinsipnya sama. Aliran dari filsafat Mimamsa yang dipimpin oleh Maha Rsi Prabhakara mengemukakan adanya lima sumber pengetahuan (pramana) antara lain : 1. tiap tubuh ada satu jiwa. sedangkan disebut realistis karena mengakui bahwa obyek-obyek pengamatan adalah nyata. Semua jiwa memiliki kesadaran bersifat kekal berada dimana-mana dan meliputi segala sesuatu. Sabda 5.semesta. indria dan budi. Upamana 4. Dalam perkembangan selajutnya timbulah kitab komentar terhadapMimamsa Sutra ditulis oleh Sabarawamin Komentar ini diterangkan dengan cara yang herbeda oleh Kumarila Bhatta dan Prabhakara. Mengenai jiwa dalam sistim Mimamsa dipandang sebagai substansi. Anumana 3. SAMKYA 91 . Arthaparti : pengamatan langsung : menarik suatu kesimpulan : mengadakan perbandingan : pembuktian melalui sumber yang dipercaya : perumpamaan Fungsi filsafat Mimamsa adalah membantu praktik keagamaan melalui dua cara yaitu memberi metode interpretasi terhadap Weda dan memberi pertimbanganpertimbangan yang bersifat filosofis terhadap pelaksanaan upacara keagamaan. C. Pratyaksa 2. Jiwa itu jumlahnya sangat banyak dan tak terhitung. 2 SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Yang menjadi sumber pokok ajaran Mimamsa adalah Mimam Sutra buah karna Maha Rsi Jaimini. D. keadaannya berbeda dengan tubuh.

Ajaran pokok dari samkya adalah adanya dua realitas asasi yaitu Purusa dan Pekerti atau asas kejiwaan dan asas kebendaan yang merupakan asal mula dari segala sesuatu. Nirwikalpa adalah pengamatan yang tidak menentukan yang ada hanya pengenalan obyek sebagai sesuatu. sintesis dan interprestasi alam pikiran. Disebut realistis karena mengakui realitasduma ini yang bebas dari roh. Dalam ajaran samkya kelepasan itu adalah penghentian yang sempurna dari semua pendentaan. Perkataan samkya juga berarti pengetahuan yang sempurna. sedangkan pengamatan ada dua yaitu nirwakalpa dan sawikalpa. dan samkya disebut pluralisms karena mengajarkan bahwa nurusa itu barnak sekali. Ajaran samkya disebut realistis. Menurut ajaran samkya ada tiga sumber pengetahuan yang benar yaitu Pratyaksa. kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi memperingan hidup kita. Disebut dualistis karena prinsip ajarannya ada dua realitas yang berdiri sendiri. yang dimaksud adaiah filsafat tentang sesuatu yang memberi pelajaran untuk mengenal. inilah tujuan akhir dari hidup kita. Menurut samkya tentang kebenaran Tuhan tidak perlu dibuktikan lagi. karena itu pula ajarannya disebut Nirisuara Samkva. SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Sumber pokok ajaran samkya adalah Samkya Sutra atau disebut juga Samkya Prawacana Sutra buah karya Maha Rsi Kapila. Anumana dan Sabda pramana. 92 . dualitis dan pluralitas. Jadi samkya berarti susunan yang berukuran bilangan. 1 PENGERTI AN DAN SIFAT AJARANNYA Perkataan samkya terdiri dari dua kata yaitu "sam” yang artinya bersama-sama atau dengan dan "khya" yang artinya bilangan. saling bertentangan dan dapat dipadukan. D.D. 2. namun tidak bisa melepaskan kita dari penderitaan yang sepenuhnya. diri sendiri secara metafisik. yaitu purusa dan prakerti. ia merupakan hasil analisis. bukan sebagai benda yang jelas identitasnya. sedangkan sawikalpa adalah pengamatan yang menentukan.

kebenaran Tuhan dipandang sebagai suatu yang lebih tinggi dari purusa dan prakerti. Komentar-komentar ini menguraikan ajaran yoga karya Patanjali yang berbentuk sutra berupa kalimat-kalimat pendek dan padat isinya. Maha Rsi Patanjali mengartikan yoga sebagai "Cittawrttinirodha" yaitu penghentian geraknya pikiran. 2. dimana maksudnya adalah pertemuan roh individu (atma purusa) dengan roh universal yang tidak berpribadi (mahapurusa/paramaatma). Yoga Maniprabha ditulis oleh Bhojaraja dll. walaupun unsur-unsur ajarannya sudah ada jauh sebelum itu. seperti Yoga Bhasya atau Wyasabhasya yang ditulis oleh Wyasa. yoga mengakui adanya Tuhan.E. Maha Rsi Patanjali yang dibagi atas empat bagian dengan 194 Sutra. SIFAT DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Berbeda dengan Samkya. Ajaran yoga sangat popular dikalangan umat Hindu dengan tokoh pendirinya adalah Maha Rsi Patanjali. Adanya Tuhan dipandang lebih bernilai praktis dari pada bersifat teori dan merupakan tujuan akhir semadi yoga. 1. E. YOGA E. Pokok-pokok ajaran yoga ada dalam kitab Yoga Sutra Karya. adapun keempat bagian tersebut adalah : 93 . dengan demikian maka yoga dikatakan bersifat teori dan praktek dalam hubungan Tuhan. Kemudian munculah buku-buku komentar atas ajaran beliau. Kata yoga bcrarti hubungan atau berhubungan. Tulisan pertama tentang ajaran yoga adalah kitab Yoga Sutra karya Maha Rsi Patanjali. PENGERTIAN DAN SUMBER AJARANNYA Kata Yoga berasal dari urat kata "Yuj" yang artinya berhubungan. Ajaran yoga juga bersifat teistis dan mengakui kewenangan Weda.

tenang dan tak tergoyahkan oleh sesuatu apapun juga. tentang kedudukan.a. tapi juga merupakan sarana pemusatan pikiran dan samadi Yoga. TUHAN DALAM AJARAN YOGA Menurut ajaran Yoga Tuhan itu adalah roh tertinggi yang mengatasi roh perorangan dan bebas dari segala cacat. kekal abadi. c. isinya tentang segi ajaran batiniah yoga juga tentang kekuatan gaib yang terdapat karena melakukan praktek yoga. tujuan dan bentuk ajaran yoga. Tuhan melenyapkan semua rintangan jalan orang-orang yang bhakti kepada-Nya. d. berada dimana-mana. dari prihadi lain. Pandangan spiritual seperti tersebut diatas hanya dapat dimiliki bila pikiran itu bersih.3. F. karma phala. dibagian ini diterangkan tentang perubahan-perubahan pikiran dan cara pelaksanaan ajaran yoga. Tuhan adalah penguasa tertinggi dunia ini yang mempunyai pengetahuan tak terbatas. Bagian Sdhana Pada. sempurna. Bagian Kailwalya Pada. WEDANTA 94 . Bagian Samadhi Pada. Tuhan adalah roh yang abadi tak tersentuh oleh dukacita. maha kuasa dan maha tahu. Menurut filsafat yoga kelepasan itu dapat dicapai melalui pandangan spiritual pada kebenaran roh sebagai suatu daya hidup yang kekai yang berbeda dengan badan dan pikiran. E. Tuhan akan memberikan karunia yang mulia kepada seseorang yang bhakti kepadanya berupa kesucian dan penerangan bhatin. ia adalah ada. b. kekuatan tak terbatas yang membedakan ia. isinya tentang pelaksanaan ajaran yoga seperti cara mencapai semadhi. isinya melukiskan alam keiepasan dan mengatasi roh yang mengatasi alam dunia. Bhakti kepada Tuhan tidak hanya merupakan praktek Yoga. Bagian Wibhuti Pada. isinya ialah tentang sifat.

2. Mula-mula kata Wedanta berani upanisad karena Upanisad dianggap akhir dari pada Weda. sedangkan yang theisme mengajarkan bahwa Tuhan yang berpribadi (personal God). Semua aliran dari Wedanta ini mentransper ajaran Wedanta Sutra dengan cara pandang masing-masing misalnva : Sankara menampilkan ajaran yang disebut 95 . Ramanuja. F. Wallabha. Membahas pengetahuan tentang Brahma Dalam perkembangan kemudian banyak muncul kitab-kitab komentar dari Wedanta Sutra yang dikemukakan oleh komentator. SIMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Sebagai sumber sistem filsafat Wedanta adalah kitab-kitab Upanisad mengingat kitah-kitab Upanisad sistemrna tidak sistimatis. Oleh karena Wedanta bersumher pada kitab-kitab upanisad. Yaitu penyelidikan yang kedua yaitu Upamsad. maka sifat ajarannya adalah absolutisme dan theitisme Absolutisme maksudnsa adalah aliran yang meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah mutlak dan tidak berpribadi (impersonal God). Brahmasutra dan Bhagawadgita. maka Bhadaraxana atau yang disebut juga Maharsi Wyasa menyusun kitab yang bernama Wedanta Sutra.F. Kitab ini terdiri dari 4 adhyaya (bab) dan masing-masing adluaya dari Wedanta Sutra ini membahas : Bab 1. adapun para tokoh aliran dalam sistem filsafat Wedanta adalah Sankara. 1 PFNGERT1AN DAN SIFAT AJARANNYA Kata Wedanta berarti akhir dari pada Weda (Wedasya antah) Ststem filsafat Wedanta juga disebut dengan Uttara Mimamsa. Nimbarka. Membahas Brahma adalah realitas tertinggi Bab II Mengkaji ajaran yang tidak sesuai dengan Wedanta Bab III. Mengkaji ajaran moksa Bab IV. Madwa. Para komentator ini kemudian mendirikan tempat-tempat belajar untuk mendalami ajaran Wedanta Sutra dan sekaligus menjadi tokoh atau pemimpin aliran filsafat Wedanta.

SAWA DARSASA Istilah Nawa Darsana sebenarnya adalah penggabungan Sad Darsana dengan filsafat Nastika yang heterodok. Swetambara yaitu golongan yang lebib moderat.2. F.Adwaita. F. C A R W A K A Aliran filsafat Carwaka digolongkan dalam aliran materialisme. menyakiti mahkluk lain). Kedua golongan ini menekankan ajaran ahimsa (tidak membunuh. Aliran ini hanya. karena itu aliran ini bersifat atheis. J A I N A Pendiri dari aliran ini adalah Seorang Mahauira yang namanya Wardkamana (abad 6 SM). Jaina. air. menggunakan pakaian serba 96 . Canvaka tidak percaya kepada sorga dan neraka dan terhadap Tuhan yang menciptakan alam semesta.I. Tokoh aliran Carwaka adalah Watsyayana dengan bukunva Kamasutra. F. Pengikut aliran ini umumnya menggunakan masker (penutup mulut). Ada dua golongan Jaina yaitu : a. Ramanuja menampilkan aliran yang disebut Wasistadwaita dan Madwa menampilkan aliran yang disebut Dwaita Dibawah ini akan dijelaskan sedikit pandangan masing-masing aliran filsafat terebut. Aliran filsafat ini bersifat atheis. Aliran Carwaka percaya terhadap Catur Mahabhuta (4 unsur alam : Udara. api dan tanah). yang terdiri dari Carwaka. bisa percaya kepada apa yang bisa dilihat oleh mata. percaya bahwa seseorang dapat mencapai kebebasan rohani seperti gurunya. Budha. Digambara yakni golongan yang sangat panatik dan bahkan telanjang bulat (berpakaian langit) b. putih.

Catur Arya Satyani Catur Arya Satyani yaitu empat kebenaran mulia meliputi : 1. Tresna. ada delapan b. F. Sparsa. rupa. 9. kesadaran awal 4. Asta Marga. Nama. haus akan kenikmatan. Dukha. 11. pikiran dan badan 5. kelahiran. Samkara. Sadayatana. umur tua dan kenikmatan. Bhaya. Awidya. pengalaman yang lalu 8. ada jalan untuk mengatasinya. Ajaran Filsafat Buddha meliputi : a. 10. jalan itu. 12. 3.. BUDDHA Filsafat Budha didirikan oleh pengikut Sang Budha Siddhartha Gautama dan Dinasti Sakya (600 tahun sebelum masehi) hampir bersama dengan filsafat Jaina. ada yang menyebabkan penderitaan. perhatian yang lebih. enam anggapan 6. Upadana. kotak hubungan dengan obyek 7. keinnginan supaya terjadi. Hidup adalah penderitaan. Pratitya Samut pada Pratitnya Samut pada adalah dua belas hal yang menyebabkan penderitaan. Vedana. Jati. 4. kesan dimasa lalu 3.3. Wijnana. Jara Marana. 2. Nireda.jangan sampai salah ucap atau mahkluk-mahkluk kecil masuk ke mulut atau hidung. yaitu 1. Bila bepergian selalu membawa sapu. 97 . Tresna. kebodohan 2.

6. baca buku dharma tula (diskusi). 8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Darsana ? 2. dosen. berpandangan yang benar. 7. berpikir yang benar.c. berbicara yang benar Samyak karma. Jelaskan bagaimana caranya Nyaya membuktikan tentang Tuhan ? 98 . papan tulis : Lisan dan tertulis JAWABLAH DENGAN JELAS DAN BENAR SOAL-SOAL DI BAWAH INI 1. 4. hidup yang benar Samyak wayama. Demikianlah antara lain pokok-pokok ajaran filsatat Buddha. Filsafat Nyaya percaya dnegan adanya Tuhan dan Tuhan disamakan dengan Siwa. 3. Samya drsti. 5. Samyak samkalpa. Sumber belajar Media Evaluasi : Buku. Samyak samadi. media masa : OHP. berbuat benar Samyak jiwa. Asta Mania adalah delapan jalan yang benar yaitu : Asta Marga adalah delapan jalan yang benar yaitu : 1. Pengalaman Belajar : Kuliah. bermeditasi yang benar. berusaha yang benar. Samyak smerti. pemecahan masalah dengan benar Samyagyak. 2. Alokasi waktu : 2 x 50 menit.

Ditjen Bimas Hindu dan Budha.3. Jelaskan mengapa filsafat Wedanta bersifat. SUMBER BACAAN Rudia Adiputra. Wayan Suarjaya. Tattwa darsana III PGA. Sebutkanlah dan jelaskan pengamatan tersebut ? 5. absolutisme dan theistisme. I Gde Sura. 99 . Menurut Samkya ada dua pengamatan. Jelaskan bagaimana pandangan Mimamsa tentang Weda ! 4.

Hadi Wiyono. Gunung Mulia Jakarta 1985. Buku Pelajaran Agama Hindu untuk perguruan Tinggi. Departemen Agama RI. Tim penyusun Ditjen Bimas Hindu dan Budha. Sari Filsafat India. SATUAN ACARA PERKULIAHAN (S A P) MATA KULIAH SEMESTER : Pendidikan Agama Hindu : 100 . Harun DPK.

berpikir yang kritis. Pengertian Etika Hindu b. dan bertanggung jawab serta memiliki rasa pengabdian yang bertanggung jawab serta memiliki rasa pengabdian yang tinggi kepada agama bangsa dan negara. Kedudukan etika dalam agama Hindu 101 . Pokok Materi : a. Pengertian etika Hindu b. Mampu menjelaskan pengertian etika agama Hindu b. Berbudi pekerti luhur. trampil. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : Etika Agama Hindu : a. mahasiswa diharapkan : a. Dapat mengamalkan pokok-pokok ajaran etika agama Hindu.TAHUN KULIAH SKS JENJANG : : 2 SKS : S1 Tujuan Kurikuler : Terbentuknya Sarjana Hindu yang memiliki sradha bhakti kepada Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Kedudukan Etika Hindu c. Dapat memahami kedudukan etika dalam agama Hindu c. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini. Pokok-pokok etika Hindu TUP : Mahasiswa dapat memahami etika agama Hindu secara umum dapat mengamalkan dalam kehidupan seharihari.

ibarat landasan bangunan. Peraturan untuk bertingkah laku yang baik disebut orang tata susila. atas dasar saling menghargai dan menghormati. Tidak seorang pun boleh berbuat sekehendak hatinya. Pengendalian diri Pembahasan : Etika Agama Hindu a. Pengertian etika Hindu : Etika adalah bentuk pengendalian diri dalam pergaulan hidup bcrsama. Pengendalian diri dan Etika ). Dr. Ida Bagus Mantra. la harus menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. Etika Hindu atau tata susila agama Hindu. perlu membina hubungan yang seraii dan harmonis dengan orang lain. dimana suatu bangunan harus didirikan. Demikianjuga halnya dengan tata susila. berarti peraturan tingkah laku yang baik dan mulia yang menjadi pedoman hidup manusia (Prof.c. Tata susila Hindu Dharma) Dengan istilah Tata susila. adalah peraturan bertingkah laku yang baik dan mulia menurut ajaran agama Hindu. bila tidak 102 . Dalam kehidupan bersama orang harus mengatur dirinya bertingkah laku. Wiweka d. dan sejauh mungkin menghindari perbuatan yang tidak baik atau dursila. Tata susila. Maka landasan itu tidak kuat. Daivi dan asuri sampad e. Kedudukan Etika dalam agama Hindu Agama adalah merupakan dasar tata susila yang kokoh dan kekal. Manusia sebagai mahluk sosial. Dalam tindakan disebut budi baik dan bila diwujudkan dalam tindakan disebut budi pekerti yang baik. (I Gede Sura. Dengan demikian maka orang hanya bebas berbuat dalam ikatan aturan tingkah laku yang baik. maka mudah benar bangunannya roboh. tampak lebih menekankan pada aturan beningkah laku yang baik dan mulia. Bila etika beretika masih dalam angan disebut budi pekerti yang baik. Nama lainnva ialah etika. tunduk kepada aturan bertingkah laku yang berlaku. b.

atau etika merupakan wujud pengalaman dari ajaran agama dalam perilaku yang baik dan mulia. Tata susila Hindu Dharma) Keutamaan kebenaran itu dapat dijumpai dalam kitab Slokantara sebagai berikut : Kalinganya. Dr. dan segala sesuatu yang menghalangi jalan ini adaiah salah. Akan tetapi apa yang baik tidak selalu benar dan apa yang buruk itu salah. Dr. tiga ukuran. sebagai landasan yang kokoh dan kekal. maka tata susila itu tidak mendalam dan tidak meresap dalam diri pribadi manusia. Membohong. matangyan haywa lupa ring kasatyan ikang wang Untuk menentukan mana perbuatan yang benar dan mana perbuatan yang salah Agama Hindu mengajarkan agar orang berpedoman pada tri pramana.dibangun atas dasar agama. 103 . Ida Bagus Mantra. c. (Prof. Kesadaran akan adanya baik dan buruk disebut kesadaran etis. (I Cede Sura. sulit dirumuskan. Walaupun demikian manusia tahu apa yang disebut baik dan buruk itu. Demikian pula sebaiknya. mencuri adalah buruk. Tata susila Hindu Dharma). Baik dan buruk Pokok-pokok Ajaran etika agama Hindu Apa yang disebut baik dan apa yang disebut buruk. Ida Bagus Mantra. tata susila. Ada beberapa ukuran itu. (Prof. 1. Pengendalian diri dan Etika) 2. jujur adaiah baik. Menolong. tan hana dharma lewihe sangkeng kasatyan. Benar dan Salah Bilamanakah perbuatan itu dianggap benar dan btlamanakah perbuatan itu dianggap salah ? Segala sesuatu \ang dapat menofong dunia ini melalui jalan yang telah ditentukan oleh Sang Hyang Widhi Wasa adaiah benar. Dalam etika maka seseorang dinilai dari tingkah laku mana yang dapat dinilai baik dan mana yang buruk.

Patra. kala berarti waktu dan patra artinya keadaan. Ada lagi dasar pertimbangan lain untuk mendapatkan kebenaran \aitu atas dasar sastratah. Wiweka Karena penentuan baik dan buruk. 3. gurutah. 2. Demikian pula apa yang benar pada suatu tempat atau keadaan dapat berubah menjadi salah pada tempat dan keadaan yang lain. anumana dan agama. Agama ialah memperoleh kebenaran atas dasar pertimbangan orang lain yang dapat dipercaya. Anumana adaiah memperoleh kebenaran atas dasar logika berpikir. dan swatah. Desa. Pengendalian diri dan Etika) 3. Desa artinya tempat. Pratyaksa adalah memperoleh kebenaran atas pengamatan lansung. secara potensial telah memiliki kemampuan yang perlu dikembangkan. Prauaksa. benar dan salahnya perbuatan itu atas dasar pertimbangan-pertimbangan. Manusia sebagai mahluk berpikir. anumana dan agama. dan akhirnya memilih antara yang baik dan buruk. Sastratah ialah pertimbangan atas dasar ajaranajaran sastra. Disamping ukuran-ukuran lain. gurutah dan swatah. dan menimbang-nimbang. ini berarti ada faktor kesengajaan untuk memilih yang baik dan buruk. gurutah atas dasar pertimbangan ajaran-ajaran guru dan swatah ialah pertimbangan atas dasar belajar sendiri dari pengalaman dan sebagainya.1. (I Gede Sura. salah dan benar dan sebagainya. Dapat puia dipenimbangkan benar salahnya perbuatan kita atas dasar pratyaksa. kala dan patra adalah juga merupakan ukuran-ukuran untuk menentukan salah dan benar. 104 . Sastratah. yaitu kemampuan untuk membeda-bedakan. maka desa. Kala. Apa yang benar pada suatu waktu belum tentu benar pula pada waktu yang lain.

phalaning dadi wwang. Daivi dan asuri sampad Menurut sastra-sastra agama Hindu. Dalam mengatur diri bertingkah laku. Dalam Bhagawad Gita dibedakan kedua kecendrungan itu dengan istilah . 105 . Ketiga guna ini saling mempengaruhi sehingga mewarnai kecendrungan berlaku lembut dan tenang dan ada yang mempunyai kecendrungan keras dan kasar. rajas dan tamas. (Sarasamuscaya. faktor dalam atau tri guna itu harus diperhatikan. Faktor yang sifatnya garang harus dijinakkan dengan jalan yang ditunjukan oleh sastra-sastra agama. leburlah kedalam perbuatan baik. Pengendalian diri Dengan adanya kemampuan berwiweka maka orang dapat memilih yang baik. terdiri dari sarwam. yaitu kecendrungan keraksasaan. yaitu kecendrungan kedewaan dan . segala perbuatan buruk itu. iking janma wwang juga wenang gumawayaken iking subha asubba karma. 5. Kemampuan untuk memilih ini dan atas dasar pilihan ini ia dapat meningkatkan hidupnya dari tidak baik menjadi baik. Untuk itu orang perlu mengendalikan diri. yang benar dan menghindar dari yang buruk dan salah. kuneng panentasakena ring subha karma juga ikang asubha karma. demikian gunanya menjadi manusia. 2.Asuri sampad. I Nyoman Kajeng DKK) 4. Terjemahannya : Diantara semua mahluk hidup. hanya yang dilahirkan menjadi manusia sajalah yang dapai melaksanakan perbuatan baik ataupun buruk. Ri sakweh ning sanva bhuta. kecendrungan-kecendrungan perilaku orang itu bersumber dari tri guna: yaitu tiga sifat yang dibawa sejak lahir.Kemampuan yang demikian dalam ajaran agama Hindu disebut wiweka.Daivi sampad.

: Tertulis. kedua itu selalu berdampingan. baik tenaga yang menyenangkan maupun tenaga yang menakutkan kepentingan-kepentingan yang berlawanan pun yang teratur seperti tertib lalu lintas. media masa dan masyarakat : Papan tulis. diskusi Sumbi Belajar Media Evaluasi : Dosen. Yoga Satra Patanjali. Sarasamuscaya dan Slokantara.Oleh karena itu dalam diri orang. Alokasi waktu : 2 x 50 menit satu kali pertemuan Fungsi aman belajar : Kuliah. baca buku. media elektronika dll. Ajaran tentang pengendalian diri banyak dijumpai dalam kitab Bhagawadita. Ini berarti orang harus mengendalikan diri dalam segala hal. buku. Suatu daya yang terkendali menuju suatu sasarn akan menjadi tenaga yang maha hebat. maka orang harus mengarahkan daya pikir dan da\a-da\a lain dalam dirinva untuk menundukkan yang tidak baik itu. lisan dan pengamatan 106 . unsur raksasa dan unsur dewata. berpikir. berkata dan benindak sehingga segala daya menuju kepada yang baik. Demikianlah etika memerlukan kemampuan untuk melaksanakan pengendalian diri. yaitu unsur baik dan unsur buruk.

DAFTAR PUSTAKA 1. 4. 3. Bhagawad Gita Pengendalian diri dan etika Manawa Dharma Sastra Tata Susila Hindu Dharma Sarasamuscaya Slokantara 107 . 6. 5. 2.

antara umat beragama dalam mengabdikan ilmu teknologi dan seni untuk kepentingan nasional dan meningkatkan rasa pengabdian kepada agama. Bangsa dan negara. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : YADNYA : a.SATUAN ACARA PERKULIAHAN SAP Mata Kuliah Semester Tahun Kuliah SKS Jenjang : Pendidikan Agama Hindu : : : :S1 Tujuan Kurikuler : Terbentuknya dan terbinanya sarjana Hindu yang bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. berpandangan luas dan memiliki wawasan yang jauh ke depan. Pengertian dan dasar pelaksanaan Yadnya 108 . Bersikap rasional dan dinamis dan terapil menghargai kerja sama. 1. berbudi pekerti luhur.

Menjelaskan dasar pelaksanaan yadnya c. papan tulis Lisan dan tertulis 109 . orang tua atau leluhur. Jenis-jenis yadnya e. sujud dan bhakti kehadapannya menghormati orang-orang suci. Menjelaskan pengertian yadnya b. Menjelaskan tujuan pelaksanaan yajnya d. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini mahasiswa diharapkan dapat : a. dharma tula Buku. mengerti dan menyadari akan kedudukan dan kewajibannya mahluk ciptaan Tuhan yang mempunyai Rna. Tujuan pelaksanaan yadnya d. Menyebutkan jenis-jenis yadnya e.b. Pokok Materi : a. Maksud dan tujuan pelaksanaan c. Dasar pelaksanaan yadnya c. dosen. : 2 x 50 menit Kuliah. Menyebutkan tingkatan yadnya 2. media masa OHP. Pengertian yadnya b. Tingkatan dan jenis-jenis Yadnya TUP : Mahasiswa dapat memahami ruang-ruang lingkup yadnya. guru dan mau bekerja sama serta bersikap toleransi dalam kehidupan sosial. baca. Tingkatan yadnya Alokasi waktu Pengalaman belajar Sumber belajar Media Evaluasi : : : .

B. Dalam atharwa weda dijelaskan sebagai berikut: Satyam brhad rtan uggram Diksa tapo brahma yajnah prthivim dharyanti Sano bhustaya asya patyanyurumlom (Atharwa Veda. kedamaian dan kelestarian alam semesta. 1. Pengertian Yadnya Kata yadnya adalah kata yang berasal dari bahasa sansekerta berarti memuja.1) Artinya : 110 .YADNYA A. Bahkan yadnya merupakan unsur yang sangat penting.6). 90. XII. terdapat dalam kita Reg Weda (X. Yadnya tidak hanya menandakan identitas keagamaan tetapi lebih dari pada itu yadnya merupakan pengajawantahan ajaran agama itu sendiri. Dengan demikian maka jelaslah bahwa pengertian Yadnya itu tidak saja terbatas pada upacara persembahan dalam arti secara harpiah namun juga upacara persembahan maupun pemujaan dan pengorbanan suci dalam pengertian secara simbolis filosopis untuk berkorban. lebih lanjut secara simantik yadnya mengandung pengertian yang sangat lurus: pengabdian. Seperti itulah yadnya dengan upacara dan upakaranya merupakan kulit telor yang nampak dan dilaksankan dalam kehidupan agama sehari-hari. pengorbanan dan berbagai aspek kegiatan yang bertujuan untuk kesejahteraa. Ajaran yadnya bersumber pada pustaka suci weda. Dasar Pelaksanaan yadnya Yadnya dalam agama Hindu merupakan bagian yang utuh dari seluruh ajaran dan aktivitas agama. bagaikan kulit telor yang membungkus dan melindungi bagian dalamnya yang merupakan inti dari telor itu sendiri. mempersembahkan.

rasa hhakti. Dengan yadnya pulalah manusia mengembangkan dan memelihara kehidupannya Keiklasan Jan kesucian diri adalah dasar yang utama dalam pelaksanaan suatu yadnya. yaitu kehidupan yang sesuai dengan ketentuan moral dan spiritual. inilah yang menegakkan bumi.Kebenaran atau satya hukum yang agung. keimanan. C. vaca prajapatih Anena prasavisyadham Esa vo. Kesucian hati maupun kehidupan yang suci. ibu kami sepanjang masa memberikan tempat yang lega bagi kami. tapa Brata.stv istakhamadhuk (Bhagavad Gita III. 10) Artinya: Pada jaman dahulu kala Prajapati menciptakan manusia dengan yajnya dan bersabda dengan ini engkau akan mengembangkan dan akan menjadi kamadhuk dari keinginanmu. Kitab suci Bhagavadgita juga memberikan petunjuk kepada kita sebagai berikut : Sahajnah prajah srstva Puro. Demikianlah yadnya merupakan salah satu penyangga kehidupan didunia ini. Semoga bumi ini. Sebagai Pengejauantahan Weda Weda menguraikan empat cara yang berbeda-beda untuk mengungkapkan ajaran Weda : Ream tvah posagaste pupusvan 111 . yang kokoh dan suci (Rta0. Tujuan Pelaksanaan Yadnya 1. Tuhan telah menciptakan manusia dengan yadnya. doa dan yadnya. Kesucian diri dicerminkan dalam hidup yang benar memiliki kesiapan rohani dan jasmani seperti mantapnya sradha.

Kebesaran dari keagungan Tuhan yang dipuja. manusia sangat memerlukan apa yang bisa dilukiskan.sloka-sloka weda seorang melakukan nyanyainnyanyian pujian dalam sakwari. 112 .gayatram tvo gayati savavarisu brahma tvo vadati jatavidyam yajnasya niatram mimita utuah (Reg Veda. I!) Artinya : Seorang bertugas mengucapkan. dan orang bijaksana berpendapat bahwa ia harus dapat melukiskan apa yang tak terlukiskan termasuk yang paling abstrak sekalipun. umat Hindu ingin menghadirkan Tuhan yang akan disembah serta mempersembahkan isi dunia yang paling baik. dan mengajarkan lain mengajar kan tata cara melaksanakan korban suci (yadnya) Demikianlah yadnya merupakan salah satu cara mengungkapkan ajaran weda oleh karena itu yadja merupakan pengajawantahan ajaran weda. maupun wujud persembahan semuanya dilukiskan dalam bentuk niyasa (simbulsimbul) yang dicerminkan dalam berbagai bentuk upacara yang menyenai suatu yadnya. perasaan hati pemujanya. 71. seorang lagi yang menguasai pengetahuan weda. Dalam kehidupan beragama. dan dilaksanakan oleh umat kebanyakan disamping juga dapat meningkatkan kemantapan dalam pelaksanaan kegutan keagamaan mi sendiri. Yang dilukiskan dalam bentuk Simbul-simbul (nyasa) melalui myasa dalam yadnya realisasi ajaran agama diwujudkan untuk lebih mudah dapai dihayati. V. Dengan niyasa yang diwujudkan dalam bentuk upacara menjadi lebih menyentuh dan lebih mudah dihayati. Melalui lukisan niyasa dalam upakara. mengajarkan isi weda.

III. II) Artinya : Dengan ini kamu memelihara para dewa dan dengan ini pula para dewa memelihara dirimu. (Bhagavad gita. 111. devam bhawayata nena te deva bhavayantu vah parasparam bhavay amah sreyah param avapsyatah. jadi dengan saling memelihara satu sama lain. Sahayajna prajah srstva puro vaca prajapatih anena prasavisyavam esa vo stv istakamadhuk.2. kamu akan mencapai kebaikan yang maha tinggi. 16) Artinya : 113 . evam pravanitamcakram na nuvanayati ha yah aghayur indriyaramo mogham partha sa jivati ( BhagauadGita. (Bhagavad gita. Sebagai Cetusan Rasa Terima Kasih Dalam Bhagawad gita dijelaskan bahwa Tuhan menciptakan manusia melalui yadnya dengan yadnya pula manusia akan mencapai kebaikannya yang maha tinggi. Ill 10) Artinya : Pada jaman dahulu kala prajapati menciptakan manusia dengan yadnya dan bersabda : dengan ini engkau akan mengembang dan akan menjadi kamadhuk dari keinginanmu.

maupun dalam berbagai jenis gamelan. Dalam Regveda diuraikan sebagai berikut : ava savanti gargaro godha pari samsxanat pingga pari canis kadat indraya brahmodxatam (Reu Veda. 114 . 69. A 20 92 5-6) Artinya : Nah geseklah gargar (rebab) dengan nyaring. kidung. Kehidupan didunia ini pada hakekatnsa memiliki ketergantunean dentian yang lain. kumandangkanlah suara godha (kecapi). 3. Ketergantungan manusia pada Tuhan yang telah menciptakan kehidupan memelihara dan memberikan kebutuhan hidup membawa ikatan hutang jasa yang dikenal dengan Dewa Rna. Vlll. Jasa para Maha Rsi yang telah memberikan pengetahuan suci untuk membebaskan hidup ini dari kebodohan menuju kesejahtraan dan kebahagiaan hidup lahir batin membawa ikatan hutang jasa yang dikenal dengan Rsi Rna. Agama Hindu mengajarkan untuk menampaikan rasa terima kasih atas pengorbanan suci yadnya yang telah diterima dalam kehidupan ini melalui yadnya pula. Ada tiga jenisketergantungan dalam hidup manusia yang membaua ikaian huiang (Rna) Ketiga hutang (Tri Rna) tersebut adalah: 1. dengungkanlah suara musik Kepada Tuhan kami persembahkan nyanyian. Dalam pelaksanaan suatu yadnya sarana pendukung yang tidak pernah lepas adalah lagu nyanyian direpleksikan dalam bentuk doa pujian. Puas dengan indriyanya dan ia. Ketergantungan kepada leluhur yang telah melahirkan mengasuh dan membesarkan diri kita membawa ikatan hutang jasa yang dikenal dengan nama Pitra Rna. oleh karena itu yadnya juga dimaksudkan sebagai cetusan rasa terima kasih. Arjuna hidup sia-sia. O. Q. 2.La yang ada didunia ini tidak ikut memutar roda (cakra) yadnya yang timbal balik ini adalah jahat dalam alamnya.

3. Untuk Meningkatkan Kualitas Diri Dari segi pcningkatan diri. Kita memberikan kepada tamu dan tidak mcngharapkan balasan apapun dari pada Nya. Doa yang sederhana dan diucapkan langsung oleh anak maupun orang dewasa. Doa yang diiringi musik yang dilahirkan dari hati manusia yang penuh cinta kasih. Orang-orang suci dalam jaman veda mcnemukan bahwa nyanyian merupakan sarana pengungkapan perasaan yang sangat mendalam. Dalam bhakti marga Tuhan dipandang sebagai tamu utama yang diberi persembahan dan dipuji dalam yadnya yang dilaksanakan. yadnya pada hakekatnya merupakan pengorbanan suci dengan maksud untuk mengurangi keakuan (ego). serta mengharapkan agar nyanyian mcrcka diterima dengan rasa penuh cinta kasih.Inilah cara pemujaan menurut bhakti marga. dalam pelaksanaan dewa yadnya biasa diawali dengan upacara pemendak atau penyambutan dan dilanjutkan dengan persembahan serta pemujaan.VlII. Oleh karena itu kccintaan rnereka kepada Tuhan dilahirkan dalam bentuk nyanyian. Visoviso vi athithi vajayantah pupupriyam agni vo durya vacah stuse susasya nianmabhuh (Regveda. Demikian pula halnya yadnya yang dipersembahkan kepada Tuhan merupakan perwujudan cinta kasih dan rasa bakti yang suci tanpa pamrih.2.S) Artinya la adalah aditi (yang utama) diantara semua penerima sajian. 115 .74. Berdasarkan keyakinan tersebut. la adalah atiti (tarnu) diantara semua manusia.

Oleh karena itu setiap pelaksanaan suatu upacara yadnya yang pertama-tama dilaksanakan adalah proses penyucian diri dalam artian yang luas menyangkut aspek jasmani dan rohani untuk menuju peningkatan spiritual.Tiap-tiap usaha yang membawa akibat mengurangi rasa penyuburan keakuan untuk kearah kenikmatan yang lebih tinggi dan pengurangan dorongan-dorongan nafsu yang rendah. Orang yang memuja menginginkan kebahagiaan rohani. ia mohon perlindungan Tuhan. Dipuja Upacara/Yadnya bagi umat Hindu juga merupakan pelaksanaan yuga. Tuhan dalam bhakti marga dipandang sebagai yang Maha pengasih. Tidak saja bagi para pandita/pinandita tetapi bagi seluruh masyarakat yang Sebagai salah satu Cara Untuk Menghubungkan Diri dengan Tuhan yang melaksanakannya. mohon kemurahan. 4. serta dilandasi prilaku yang menampilkan susila yang tinggi. mohon ampun. memerlukan pengorbananya yadnya. Hal ini terlukis dalam doa maupun upakara yang dikenal dengan nama guru piduka dari sejenisnya. Berprilaku yang menyimpang dari dharma dilaksanakan secara ketat pada saat-saat mempersiapkan 116 . Karena pelaksanaan upacara itu sejak awal rnula merencanakan. mempersiapkan dan lebih-lebih pada waktu melaksanakan telah diiringi sikap hatin yang suci dengan konsentrasi yang tertuju kepada Tuhan yang dipuja. Pengendalian diri seperti larangan kata-kata yang kotor. Melalui yadnya itu pula tersirat adanya pengakuan akan keterbatasan kekurangan dan kepapaan hidup kita. Maha pemurah dan sebagainya. Yajnya upacara itu sendiri juga dimaksudkan untuk menciptakan usana suci dan membahagiakan. cinta kasih dan sebagainya. Tiap-tiap pengorbanan mencari dasarnya pada keiklasan berbuat untuk tujuan yang lebih mulia. Maha penyayang. Dalam pelaksanaan yadnya dikembangkan sikap yang paling sederhana dalam kehidupan yaitu cinta kasih dan pengorbanan.

Untuk Menyucikan Dalam yadnya yang tergolong dewa yadnya. Untuk itu jasmani yang suci. 5. Jenis Jenis Yadnya Yadnya terdiri atas lima (lima) penghormatan yang umumnya disebut Panca yadnya. kehidupan yang sesuai dengan moral dan spiritual patut menjadi landasan pelaksanaan yadnya. keimanan. hampir seluruhnya bagian-bagiannya mengandung makna dan untuk membersihkan dan menyucikan. ketulusan dan kesucian hati yang menyatu melahirkan kualitas spiritual yang lebih tinggi pada manusia begitu pula upacara tidak akan berani apabila orang melaksanakan belum memiliki kesiapan rohani. Pitra Yadnya dan Rsi yadnya. bhuta yadnya. hati yang suci dan kehidupan yang suci. 117 . kebersihan diri sebelum melaksanakan sesuatu pekerjaan yang berhubuagan dengan yadnya yang akan dipersembahkan juga sangat diperhatikan. Manusia Yadnya. berpakaian dengan sopan. pantang.suatu yadnva. Kesucian adalah landasan yang patut ditegakkan dalam melaksanakan ajaran agama. diikuti dengan prilaku yang baik masih ditambah dengan tirta penglukatan/pamarisudha sebelum akan memasuki areal tempat mempersiapkan suatu yadn\a yang disucikan. disamping sebagai persembahan. Walaupun telah mandi dengan bersih. Oleh karena itu upacara yang bermakna menyucikan. Dari segi jasmani. Tidak jarang dalam tingkatan yadnya yang cukup besar juga diikuti dengan melaksanakan brata sepeni puasa dalam jangka waktu tertentu. berkata-kata (mono brata) dan lain-lainnya. D. kebaktian. Adapun bagian dari kelima jenis yadnya itu terdapat dalam beberapa sumber. sepeni itu hampir dijumpai pada setiap pelaksanaan suatu yadnya lebih-lebih pada tingkatan yadnya yang besar Sradha. kesemuanva itu tidak lain untuk meningkatan kosentrasi dalam menghubungkan diri dengan Hyang Widhi Wasa.

d. Brahmahuta - yaitu upacara yang ditujukan sebagai penghormatan pada para Brahmana. d. Pada bagian kitab Manawa Dharma Sastra menyebutkan 5 jenis upacara yaitu yaitu upacara yang dilakukan tanpa memper-gunakan kesaksian api. Tapa yadnya yaitu yadnya dengan melakukan tapa Yoga yadnya yaitu yadnya dengan melaksanakan yoga. Prahuta - yaitu upacara yang dilakukan dengan penyebaran bendabenda upacara ditanah. c. e. Terutama ditujukan pada yang meninggal. Swadaya yadnya yaitu yadnya dengan mempelajari ajaran suci 118 . d. Dalam kitab Bhagawad Gita IV. c. b. Huta - yaitu upacara dengan mempergunakan api sebagai unsur yang penting.28. Prasita - yaitu upacara yang diselenggarakan dengan cara penyuguhan jenis-jenis. a. b. Bhuta yadnya yaitu upacara bali banten Nri yadnya yaitu menerima tamu dengan ramah. e. secara tekun. Ahuta b. berikut a. kapur sirih dsb. c. 3. a. 69-70 sebagai Brahma yadnya yaitu belajar dan mengajar Veda Pitra \adnya yaitu upacara menghaturkan tarpana dan air Dewa yadnya yaitu upacara mempersembahkan minyak dan susu. Panca yadnya menurut kitab Manawa Dhanna Sastra III.1. 2. disebutkan : Dnvya yadnya yaitu yadnya dengan sarana benda-benda material. Demikian disebutkan dalam Manawa Dharma Sastra III-73.

Akan tetapi secara umum dalam masyarakat yang dimakud dengan panca yadnya dalam pengertian upacara sebagai berikut: a. ketulusan dan kesucian hati. Tingkatan Yadnya Perbedaan rangkaian yudnya ini disesuaikan dengan tingkat kemampuan umai molaksanakan. Dalam kenyataannya kehidupan dimasyarakat tingkat kemampuan materi yang dimilikinya umat tidaklah sama. E. Oleh karena itu keharmonisan antara besar kecilnya yadnya yang akan dilaksanakan dengan tingkat kemampuan yang bersangkutan 119 . e. c.e. d. Rsi yadnya adalah upacara pcnghorrnatan dan punia yang kepada para Rsi dan Guru. Panca yajna menurut pustaka Agastya Parwa : Dewa yadnya Rsi yadnya Pitra yadnya dan upacara Sradha Bhuta yadnya Manusia yadnya Demikianlah jenis-jenis yadnya menurut beberapa sumber yang ada. d. Bhuta yadnya adalah upacara tawur untuk keseimbangan alam. e. Dewa yadnya adalah upacara pemujaan atau persembahan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam berbagai manifestasinya b. Manusia yadnya adalah upacara (samkara) terhadap seseorang sejak terwujudnya jasmani dalam kandungan sampai akhir hidupnya. Dan segi kwalitas kesembilan tmgkatan yadnya tersebut tidak ada perbedaan. b. c. 4. sepanjang dalam pelaksanan ya didsasari dengan rasa bhakti. Jnana yadnya yaitu yadnya dengan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Pitra yadnya adalah penghormatan kepada leluhur. a.

POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : : PANDITA DAN PINANDITA a. Stauts dan wewenang Pandita serta Pinandita c. Pinandita PEMBAHASAN A. Pengertian Pandita dan Pinandita 120 . mahasiswa diharapkan dapat : a. Menjelaskan status Pandita dan Pinandita c. Menyebutkan syarat-syarat Pandita dan Pinandita POKOK MATERI : a.sangat diperlukan agar pelaksanaan yadnya bertujuan menuju kesejahtraan dan kebahagiaan. Menjelaskan pengertian Pandita dan Pinandita b. Pinandita b. Menjelaskan Wewenang pandita dan Pinandita d. Pengertian Pandita dan Pinandita b. Syarat-syarat calon Pandita dan Pinandita TUP : Mahasiswa dapat mengerti keberadaan serta kedudukan Pandita dan Pinandita dalam ajaran agama Hindu TKP : Setelah mengikuti perkuliahan materi ini.

• keluarga Pande • dari keluarga Pasek. yang didalam Weda disebut dengan upacara Upanayana. Setelah seseorang melaksanakan upacara Diksa mereka disebut sebagai Dwijati. Upanayana adalah penerimaan seseorang untuk menjadi keluarga brahmana dalam mempelajari ilmu Weda. Pengertian Pinandita Pinandita adalah rohaniawan Hindu yang bertugas selaku pembantu mewakili Pandita. 2. Sejak itu seorang mulai masuk dalam fase brahmacari. bijaksana. Lahir yang pertama adalah lahri dari kandungan ibu sedangkan lahir yang kedua adalah lahir dari Kaki Dang Guru yang disebut Nabe.Pandita artinya terpelajar. Pandita adalah rohaniwan Hindu yang tergolong Dwijati. Gelar Dwijati dalam masyarakat Hindu yang berada di Bali terdiri dari. Maka dalam peningkatan kesuciaan seorang harus menempuh upacara Diksa. Dalam upacara Diksa juga dilakukan Nuuun Peta ataujuga disebut Metapak. Karena Dwijati berasal dari kata dwi artinya dua dan jati artinya lahir. • dari keluarga Ksatriya. ke II tahun 1968 yang Dukuh Adalah gelar seorang sulinggih yang berasal Empu adalah gelar seorang sutinggih yang berasal dari Bujangga adalah gelar seorang sulinggih yang berasal Rsi adalah gelar seorang sulinggih yang berasal dari Bhagawan adalah gelar seorang sulinggih yang berasal Pedanda adalah gelar seorang sulinggih yang berasal 121 . Hal ini ditetapkan oleh Parisada dalam Mahasaba. pintar. • keluarga Wesya • dari keluarga Wasnawa. • dari keluarga Brahmana. Jadi dwijati adalah lahir yang kedua kali.

Pelaksanaan upacara Diksa ini bersifat merubah status yang bersangkutan setelah melalui disiplin hidup yang cukup ketat. Selain jenis dari Pinandita yang tersebut diatas ada lagi jenis pinandita seperti Dukuh yang berasal dari masyarakat Hindu Tengger. Pengemban maupun Dang Acarya tidak selalu memiliki ikatan dengan suatu tempat suci tertentu. 1. Sebutan pemangku umumnya dikaitkan dengan adanya suatu Pura dimana ia bertugas. Mangku Balian. Wasi. Status Pandita dan Pinandita. Sedangkan Pemangku Dalang. Status Pandita.menetapkan sebagai berikut: Selaku pembantu mewakili Pandita ditetapkan adanya Pinandita terdiri: • • • • • • Pemangku Wasi Mangku Balian Mangku Dalang Pangemban Dharma Acarya. B. Oleh karena itu mereka lebih banyak melaksanakan tugas selaku rohaniwan yang bersifat umum. manusa yadnya dsh. Status Pandita adalah rohaniawan Hindu yang telah di Diksa dan tergolong Dwijati. Ikatan disiplin pertama-tama yang patut dilaksanakan dikenal dengan istilah Catur Bandana Dharma. Amari aran: Artinya yang bersangkutan sejak diresmikan menjadi seorang Pandita dengan melalui upacara Diksa wajib mengganti namanya dengan nama yang baru sesuai dengan pemberian Nabe 122 . aninya empat ikatan disiplin kehidupan kerohanian meliputi : a. seperti melaksanakan upacara Perkawinan.

Artinya meninggalkan tugas dan kewajiban semula (saat sebelum mediksa) dan mengganti dengan sasana kawikon. Yang sering disebut dengan Ketu. Kantha Bharata yaitu hiasan pada leher Kama Bharata yaitu hiasan pada telinga. Guduha yaitu gelang rangkaian biji buah ginitn yang dikenakan pada kedua pergelangan tangannya. Misalnya dalam tata busana. Bhawa yaitu hiasan pada kepala. Rudraksa yaitu hiasan dari rangkaian buah ginitri yang dikenakan pada kedua bahunya. Pakaian sehari-hari setelah menjadi Pandita antara lain 123 . Amari Sasana. c.b. yaitu tugas dan kewajiban serta disiplin kehidupan seorang Pandita. Amari Wesa: Artinya meninggalkan dan mengganti atribut/tanda kawalakaan dengan Wesa atau ciri/identitas Pandita. serta gerakan tangan yang bersifat magis(mudra). melainkan bagi Pandita Siwa yang iaki-laki biasanya mengenakan dandanan rambut yang disebut Aketujata memakai mahkota rambut yang diikat sedemikian rupa atau disebut Melingga Mudra. Contohnya Tan Wenang adol atuku (tak boleh jual beli) dsb. Bagi yang wanita memakai dandanan rambut yang disebut Anondong. tidak boleh bercukur. Pakaian saat memuja memakai Sempet yaitu secarik kain yang dilipat pada dadanya. di Bali dikenal dengan Maprucut. Gondala yaitu anting-anting yang umumnya juga terbuat dari rangkaian buah gmitn. Pada saat melaksanakan pemujaan juga dilengkapi dengan peralatan penuijaan yang disebut Siuopakarana.

Namanyapun setelah diwinten tidak diganti dengan nama baru. 2. Umulaken Kaguru Stisrusa: Annna melaksanakan dengan patuh dan berdisiplm ajaran Nabe. kesemua ciri-cin tersebut hanya boleh dipergunakan oleh seorang \ang telah resmi menjadi Pandita. baju uarna putih. d. Seorang Pinandita juga diharuskan mempelajari Weda untuk Ngeloka Palasaraya. boleh dengan motif kembang. ikat pinggang putih. Upacara pweintenan juga bisa dilakukan oleh umat secara umum. bila keluar rumah memakai "tongkat. Upacara pweintenan boleh dilakukan berulangkali. Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penguasaan ajaran kePanditaan yaitu : Kemahiran Pujapari Krama termasuk mudra dan Siwapan Krama. yang tujuannya han\alah untuk mcnsucikan diri. selendang kuning. berpakaian selayaknya masyarakat biasa. Upacara pengesahan untuk menjadi Pinandita hanya sampai pada tingkat Pewmtenan. Berbeda dengan upacara Diksa yang hanya boleh dilakukan sekali (tan wenang anyusum diksa) Seorang Pinandita boleh bercukur. sclalu hormat dan patuh kepada Nabe termasuk keluargaina. Kamahiran Puja Arghapatra serta penghayatannya. Dengan melaksanakan disiplin yang ketat mengantarkan seorang Pandita pada status sebagai seorang Wiku Dang Acharya Sulinggih/ Dwijati. Pandita Istri memakai kain yang dasarma kuning. Status Pinandita adalah tergolong Ekajati. kampuh kuning bertcpi putih. ikat pinggang putih. Kedudukan Pandita selaku Dwijati adalah kedudukan khusus yang hanya menuruti sasana serta sesuai dengan ketentuan Parisada. Boleh juga"memakai jubah. 124 . masih memiliki tugas dan kewajiban dalam hubungannya dimasyarakat sebagai seorang Walaka. Puja Siwalingga. Status Pinandita.Bagi Pandita Iaki-laki mengenakan kain putih.\angdisebut Kauaca Rajeg.

Sesuai Keputusan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu. Bagi seorang Pinandita memiliki sasana khusus yang disebut Sasana Pemangku. Gandaksata. C. yaitu : Gagelaran/ageman-ageman pemangku melaksanakan tugasnsa disesuaikan dengan ketentuan dalam lontar Kusuma Dewa. Sang Kulputih. kampuh putih. melainkan. dan menyelesaikan upacara tingkat sederhana. Pasepan. Panyudamalan dan Nyapu Leger. memakai destar putih. Pakaian dalam melakukan upacara. Bunga. masih memerlukan pengesahan yang bersitat memberi legalitas. Untuk menggunakan Weda. Gegelaran Pemangku. Kewenangan seorang Pandita tidak secara otomatis diperoleh setelah menyelesaikan upacara Diksa. Rambut panjang atau boleh bercukur. Wewenang Pandita dan Pinandita Wewenang Pandita. dan juga tidak mempergunakan Mudra.Seorang Pinandita dalam melaksanakan tugasnva tidak diperkenankan mempergunakan alat pemujaan seperti Pandita. Penyesahan tersebut terkadang harus dilalui beberapa tahapan laui. Dalam melakukan pemujaan memakai: Genta. Pelanggaran dalam hal ini disebut Nyumuka yaitu "anguikon awaknya dauak" artinya menjadikan dirinya selaku Pandita. seorang Pandita berwenang menyelesaikan upacara Panca Yadnya. seorang Pandita harus melaksanakan upacara Ngelinggihan Weda xang disaksikan oleh Nabenya. tempat tirta (Kumba). 1. Bagi Pemangku Dalang. Pada upacara ini seorang Pandita dites kembali dalam hal kemampuan pernguasaan 125 . Ciri-ciri timum yang dipergunakan seorang Pinandita. sasananya sesuai dharmaning Dalang. baju putih.

seorang Pandita harus memiliki kemampuan dalam penguasaan Weda (Apasang Lingua) yaitu tingkat tertentu dalam penguasaan Weda. c. Aktif mengikuti Paruman dalam rangka meningkatkan ajaran agama dalam hubungannya dengan perkembangan jaman. Setelah upacara Ngelinggihang Weda ini dapat dilaksanakan dengan baik. Dalam pembinaan umat. Dalam memimpin upacara Yadnya menyesuaikan dengan kitab suci. barulah seorang Pandita memiliki kewenangan menyelesaikan upacara tingkat tenentu yang sesuai dengan ijin Nabenya. Pandita sejak mendapat ijin Ngeloka Paiasraya. 126 . Melakukan pemujaan penyelesaian Yadnya. b. Oleh karena itu Pandita juga disebut sebagai Guru Loka atau Dang Acharya. Pemujaan ini biasanya dilaksanakan di Tempat Suci. hendaknya melakukan Tirta Yatra ketempat-tempat suci. batin b. Pandita hendaknya berkenan membimbing untuk meningkatkan Memimpin umat dalam hidupnya untuk mencapai kebahagiaan lahir kesucian dan kemampuan para Pinandita. Tugas dan keuajiban Pandita setiap harinya adalah melaksanakan pemujaan yang dikenal dengan Nyurya Sewana yaitu melaksanakan pemujaan untuk manyucikan diri serta mendoakan kesejahteraan dan kebahagiaan semua makluk di dunia (sanaprani hitang karah).Weda. Untuk menxelesaikan upacara tingkat besar (upacara yang manggunakan Sanggar Tawang Rong Tiga). seorang Pandita diharapkan untuk melaksanakan tugas seperti: a. Bagi seorang Pandita yang sudah melewati tahapan ini maka tugas pokoknya adalah Ngeloka Palas raya yaitu melaksanakan tugas selaku sandaran umat untuk memohon bantuan dalam hal kehidupan keagamaan secara umum. Tugas dan keuajiban Pandita sesuai Keputusan Mahasabha II Parisada Hindu Dhatma Tahun 1968 adalah sebagai berikut: a.

Pinandita tidak dibolehkan untuk membuat Tirta Pangentas. Wewenang Pinandita. Apabila Pinandita menyelesaikan upacara yang harus menggunakan tirta sulinggih. Maksimal sampai tingkat 127 . batas kewenangan Pinandita adalah sebagai berikut: Menyelesaikan upacara Pujauali'piodalan sampai tingkat piodalan pada pura yang bersangkutan. Waktu melakukan tugas agar berpakaian putih. Dalam menyelesaikan upacara Dewa Yadnya dan Manusia Yadnya hanya pada tingkat Madudus Alit. Dalam menyelesaikan upacara menggunakan tirta sulinggih. 2. Sesuai dengan Ketetapan Mahasabha II tahun 1968 bahwa Pinandita tidak diperkenankan untuk melakukan Pewintenan kepada seorang yang ingin menjadi Pinandita. Kewenangan seorang Pinandita Sesuai dengan Kesatuan Tafsir Agama Hindu adalah sebagai berikut: a. Bhuta Yadnya/caru. b. maka Pinandita boleh menyelesaikan dengan nganteb serta menggunakan tirta sulinggih selengkapnya. c. Dalam melakukan upacara Panca Yadnya. Pandita hendaknya dapat melakukan dharmawacana kepada umat.d. Pinandita dibolehkan untuk mehyelesaikan upacara rutin di dalam Pura dengan nganteb serta mohon tirta kehadapan Hyang Widhi atau Bhatara yang melinggih di pura. Nganteb upakara pada Kahyangan yang diamongnva Boleh Ngeloka Palasraya sampai dengan Medudusan Alit atas panugrahan Pandita.

-

Dalam menyelesaikan upacara Manusia Yadnya. berwenang dari upacara bayi lahir sampai tingkat otonan. Dalam menyelesaikan upacara Pitra Yadnya. hanya sampai dari pada tingkat

Mendem Sawa sesuai dengan Catur Drstha.

D.

Syarat-syarat Calon Pandita dan Pinandita.

1. Laki-Iaki yang sudah kaum. 2. Wanita yang sudah kawin. 3. Laki-laki yang Nyukla Brahmacari. 4. Wanita yang tidak kawin (kenya). 5. Pasangan suami istri yang sah. 6. Umur sudah dewasa. 7. Paham dalam bahasa Kawi. Indonesia. Sansekerta. Memiliki pengetahuan agama (Hindu), memiliki pengetahuan umum. 8. Sehat lahir dan batin. 9. Mendapat tanda kesetiaan dari Pandita calon Nabenxa.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Mata Kuliah Semester

: Pendidikan Agama Hindu :

128

Tahun Kuliah SKS Jenjang Tujuan Kurikuler

: : 2 SKS :S1

Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang istilah dan fungsi tempat suci. Ikut berpartisipasi dalam usaha melestarikan kesucian tempat suci dan menyadarkan akan pentingnya tempat suci bagi umat Hindu dimanapun berada sebagai tempat untuk menghubungkan dan mendekatkan diri kehadapan Tuhan dengan segala manifestasinya. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : : Tempat suci a. Pengertian tempat suci b. Syarat-syarat mendirikan tempat suci TUP : Mahasiswa dapat memahami pengertian tempat suci dan syarat-syarat mendirikan tempat suci TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Memahami pengertian tempat suci dan syarat-syarat mendirikan tempat suci b. Menjelaskan syarat-syarat mendirikan tempat suci Pokok Materi : a. Arti dan fungsi tempat suci b. Syarat-syarat mendirikan tempat suci c. Mengenal bangunan suci Hindu BAB I TEMPAT SUCI

A.

Pengertian Tempat suci.

129

Tempat suci adalah tempat untuk melakukan persembahyangan, tempat untuk bersujud, berbakti, menyernbah secara lahir batin, kehadapan Hyang Widhi Wasa secara tulus iklas.

B. 1.

Fungsi Tempat Suci Tempat suci berfungsi sebagai tempat pemujaan Hyang Widhi

beserta manifestasinya, tempat manusia mengabdi dan berbakti kepada Hyang Widhi. tempat memohon pertolongan dan tuntunan dalam hidupnya. tempat manusia menyatukan dirinva dengan Hyang Widhi dan tempat memohon ampun atas dosa yang pernah dilakukan selama hidupnya. Manusia disaat suka datang ke tempat suci untuk mengucapkan rasa syukur atas segala anugrah yang dilimpahkan oleh Hyang Widhi. Demikian pula pada saat duka; menderita. dan sebagainya. seorang datang kepura untuk memohon ketenangah Jiwa dan memohon petunjuk kepada Hyang Widhi. 2. Pada bagian lain dari tempat suci dapat berfungsi sebagai

sarana sosial keagamaan. seperti dharma tula, sarasehan dan sebagaiina.

C. 1.

Jenis-jenis Tempat suci Pura.

Istilah pura berasal dari kata Pur yang aninya Kola, benieng. Pura berarti suatu tempat \ang khusus dipakai untuk dunia kesucian. Sebelum Pura diperkenalkan sebagai tempat suci atau tempat pemujaan. dipergunakan Hyang atau Kahyangan dan juga I Ion untuk tempat pemujaan umat Hindu.

2.

Candi.

Candi berasal dari kata Candika Grha artinya Rumah Durga. Dan pengertian ini akhirnya candi dijadikan tempat pemujaan untuk Deui Durga. Di India candi

130

Candi Sari. 2. 4. Candi Prambanan. Mandir. sebagai tempat para. Candi Singosari. 5.merupakan sarana pemujaan. Kuil. Candi Mendut Candi Sewu. Kuil adalah tempat suci umat Hindu dari keturunan India Tamil. 3. Dr. Balai Antang ini dibuat dari kayu yang dirangkai sehingga bentuknva mirip dengan pelangkiran di Bali. Candi Pauon. Candi Jaui. 3. Sukmono mengatakan bahua fungsi candi seperti : 1. Mandir berfungsi sebagai tempat suci untuk memuja Tuhan dengan segala manifestasinya. Dewa. Candi berfungsi sebagai tempat pemujaan. Fungsi Balai Antang adalah sebagai tempat menstanakan roh leluhur yang sudah di sucikan \ang bersifat sementara. Candi Kalasan. Candi Simpino. Fungsi Kuil adalah tempat suci untuk memuja manifsetasi Tuhan (Dewa) yang dikagumi. Candi Borobudur. Mandira. Mandir adalah tempat suci umat Hindu keturunan India Tamil. Candi Dieng. BALAI KAHARINGAN Balai Kaharingan adalah tempat suci umat Hindu dari Kaharingan. Maka itu candi merupakan tempat pemujaan kepada dewa. Candi Penataran. Candi berfungsi sebagai tempat semedi seperti . BALAI ANTANG Balai Arang adalah tempat suci umat Hindu dari Kaharingan. Sudarma. dan di ruangan diletakkan sebuah tiang yang besar sebagai 131 . Bentuknva hampir mirip bangunan rumah. Candi berfungsi sebagai pemujaan roh suci seperti : Candi KidaK Candi Jago. dan merupakan simbol gunung Mahameru. Nama lain candi adalah: Prasada.

dengan ciri-cirinya terdapat Lingga/batu besar. 8. Adalah tempat Sembahyang bagi umat Hindu di Tanah Toraja. SANDUNG Sandung adalah tempat suci umat Hindu Kaharingan. Sandung diletakkan diluar rumah atau dipekarangan. Pak Buaran merupakan tempat sembahyang yang digunakan dalam lingkungan satu Desa (di Bali sama dengan Pura Desa). 6. INAN KAPEMALARAN PEDATUAN. SANGGAR. Pohon Cendana dan Pohon andong.penyangga. 7. yang digunakan dalam lingkungan rumah tangga (di Bali = Merajan) 10. 132 . Balai Kaharingan dibangun ditengah-tengah wilayah masyarakat atau pada tempat yang mudah dijangkau oleh umat Hindu Kaharingan untuk melaksanakan persembahyangan. Atapnya bersusun Tiga. semakin keatas semakin kecil. Adalah tempat suci umat Hindu Tanah Toraja. Pedatuan ini biasanya terleiak dilereng Gunung. Fungsi Sandung adalah sebagai Stana roh leluhur yang telah ditixsahkan (disucikan). INAN KAPEMALARAN PAK PESUNGAN. Fungsi Balai Kaharingan adalah untuk menstanakan Hyang Widhi dengan berbagai manifestasinya. 9. INAN KEPEMALARAN PAK BUARAN. Sandung terbuat dari kayu dirangkai berbentuk pelinggih rong satu. bentuk atapnya segi tiga sama kaki dan memakai satu tiang sebagai penyangga. Adalah tempat suci umat Hindu Tanah Toraja. terdapat lingga / batu besar. pohon cendana dan pohon andong. Pedatun ini merupakan tempat sembahyang yang digunakan dalam beberapa lingkungan keluarga (di Bali = Banjar). dengan ciri-cirinya.

Pajuh-Pajuhan adalah tempat pc. Tempat suci yang tergolong umum ini merupakan tempat pemujaan untuk semua lapisan umat Hindu secara keseluruhan. CUBAl -CUBALAN Adalah tempat sernbahxang umat Hindu Batak Karo Cubal-Cubalan bentuknxa scienis Pelangkiran yang diletakkan di dalam rumah yang Uijuamua untuk mclakukan perscmbahyangan dan xadnxa yang ditujukan pada roh leluhur dan Hyang Widhi.sembahyangan umat Hindu Batak Karo. Pengelompokkan berdasarkan karakter (ciri Khasnxa) antara lain : a. 133 . 1. D. PENGELOMPOKAN PURA. b. PAJUH. 12. Sebagai berikut. Tempat suci yang bersifat teritorial. Sanggar ini merupakan tempat suci \ang ukuran ruangnya kecil yang berisikan satu buah Padmasana untuk tempat persembahyangan yang bersifat umum. Fungsinya adalah stana roh leluhur ang telah disucikan. Pengelompokkan berdasarkan fungsi. Pajuh-Pajuhan biasanya dibangun dekat mata air dan sifatnya umum yaitu tempat sembahyang sccara umum. Tempat suci yang bersifat UMUM Tempat suci ini mempunyai ciri umum sebagai tempat pemujaan H\ang Widhi dengan segaia manifestasinya. 11. Pajuh . 2.pajuha terbuat dari kayu yang dirangkai berbentuk segi empat.Adalah salah satu bentuk tempat persembahyangan umat Hindu di Jawa. Pura sebagai tempat suci untuk memuja Sang Hyang Widhi Pura sebagai tempat suci untuk mernuja Roh Leluhur. Dan ribuan tempat suci yang tersebar di seluruh Ball dapat dikelompokkan berdasarkan t'ungst dan karakter (ciri Khasnya).PAJUHAN.

d. • • • 3. Tempat suci alas angker Tempat suci alas harum Tempat suci alas rasmini Tempat suci untuk pedagang disebut tempat suci Pura Melanting tempatnyadi sekitai lingkungan pasar. Tempat suci untuk Para Nelayan di sebut Pura segara. tempatnya disekitar pantai tempat nelayan beroperasi. Tempat suci yang berdasarkan Kauitan. 1. Tempat suci untuk para petani Tanah Kering seperti. Pura Empelan. Tempat suci yang bersifat teritorial sudah lazim berlaku di Bali karena ciri khas suatu desa yang berdaulat pada dasarnya memiliki ? (tiga) buah tempat ihadah disebut Tri Kahyangan Tiga. Tempat suci untuk petani tanah basah misalnya. Tempat suci yang bersifat Fungsional. Tempat suci ini berkarakter fungsional dimana penanggung jawabnya adalah memiliki ikatan kekaryaan atau mata pcncaharian yang sama seperti .Tempat suci ini mempunyai ciri kesatuan wilayah dari anggota masxarakat suatu desa. c. Pura Bedugul yang letaknya di Pusat irigasi (pintu air) Tingkatan Hirakhinya adalah : Tempat suci Masceti Tempat suci Ulun Suwi Tempat suci Ulun Danu 2. Petani Tanah Basah Petani Tanah Kering Nelayan Pedagang Petani Tanah Basah. 4. 134 .

Keputusan Mahasabha dan sebagainya.mdn/mag/!969 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri No.SK. tentunya harus mengacu kepada sastra agama Hindu seperti Lontar. 1. Awig-awig. BAB II SYARAT-SYARAT MENDIRIKAN TEMPAT SUCI A. Dalam mendirikan Tempat suci Hindu selalu berpedoman pada dua hal yaitu Peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Hukum Agama (Weda).OI BER. PROSEDUR MENDIRIKAN TEMPAT SUCI Tahap awal yang harus dipersiapkan antara lain 135 . Bhisama. Persavaratan yang terdapat dalam hukum agama (Weda). Peraturan tersebut adalah Surat keputusan bersama antara Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No. SYARAT SYARAT MENDIRIKAN TEMPAT SUCI.556/DJA 1986. B.Tempat suci mi ditentukan oleh garis keturunan (leluhur) \ang terbatas pada keluarga sapinda (pertikal geneologis).

masing-masing 1 buah. Surat Pengantar dari lurah kepala Desa yang berisikan persetujuan terhadap tempat lokasi bangunan Pura. Segehan Agung 1 buah yang diletakkan ditcngah-tengah halaman.a. c. b. Adanya sertifikat atas tanah tempat suci d. Pengukuran Bangunan Pada saat pengukuran bangunan tempat suci disertai rentetan upacara dan upakara seperti: Canang Genten 5 buah diletakkan disetiap sudul dan tengah. 5. Menyiapkan tempat yaitu tersedianya tanah yang cocok dengan pertimbangan kemungkinan kecilnya terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari. 4. 2. Adarna surat pengantar dari lurah Kepala Desa berupa akta jual beli tanah atau akta serah terima tanah disertai pula surat pengantar dari PHD1 setempat ditujukan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan Hal-hal yang harus dipersiapkan adalah. Waktu mendirikan bangunan: Mengenai waktu mendirikan bangunan Tempat suci kita tidak boleh lepas dari penentuan hari yang baik yang disesuaikan dengan Desa Kala Pntra 136 . b. Mengisi blangko yang diberikan oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang disertai lampiran akta jual beli tanah. Adanya daftar nama umat yang berdomisili disekitar tempat suci. 3. c. Status tanah yang akan dipakai sudah sah dengan bukti adanya sertiftkat dari pihak yang beruenang yang dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN). a. Pengurusan sertifikat sebagai berikut a. Denah tempat suci (sesuai pianologi) Desa/Koia diketahui oleh Pemda setempat. b. Tanah yang tersedia tidak dalam keadaan sengketa. Ekosistimnya menguntungkan dan sesuai dengan ketentuan agama.

Bhwah Loka (langit). dan Satya Loka. Bwah. Antara Utama Mandala dengan Kanista mandala didirikan Candi bentar yaitu pintu masuk pertama dari kanista mandala menuju madya mandala sekaligus batas antara kanista mandala dengan madya mandala. Pintu masuk ke Utama mandala yaitu Kori agung sehari-harinya tertutup dan baru dibuka apabila ada upacara keagamaan di Pura seperti Pujawali hari jadi dari pura tersebut disamping upacara keagamaan yang lain. Utama Mandala (jeroan) adalah tempat bangunan suci. Di kiri dan kanan pintu masuk candi bentar dipajang patu Dwarapala (dua buah patung raksas) yang mempunyai fungsi sebagai penjaga. ?. penunggalan antara pertiwi dan aksa. 2. Petugas penunggu pura dalam 137 . Bila pura yang terdiri dari hanya satu halaman yang fungsinya sebagai halaman utama disebut Ekabhuana yaitu. dimungkinkan pembagian ruang Pura terdiri dari 2 halaman /ruang yaitu lambang dari alam atas (akas) dan alam bawah (pertiwi). Tapa. Swah. Swah Loka (Sorga) Pertimbangan lain jika tanah yang tersedia sangat sempit. DENAH PURA SESUAI DENGAN TR1 MANDALA Secara umum denah tempat suci di bagi atas 3 bagian sesuai dengan ketentuan Tri Mandala antara lain : 1.C. Madya Mandala (halaman tengah) adalah wilayah tempat mendirikan bangunan pelengkap untuk menunjang kegiatan upacara keagamaan. Kanista Mandala (halaman luar) adalah wilayah yang dipergunakan untuk keperluan yang langsung berhubungan dengan kegiatan keagamaan. 3. Maha. Sedangkan jika tanah memungkinkan ada Tempat suci (pura) pembagian ruangannya terdiri atas 7 halaman ruang adalah lambang dari Sapta loka yaitu Bhur. Jnana. Pembagian ruana halaman pada sebuah Pura adalah berorientasi pada makrokosmos (bhuana Agung) yaitu dibagi menjadi 3 bagian adalah lambang dari Tri Loka yaitu : Bhur Loka (Bumi).

3. Denah bangunan bujur sangkar. MERU. Bentuk bangunan suci Hindu motipnya berbeda sesuai dengan budaya setempat tetapi secara hakiki semuanya sama sesuai dengan amanat Kitab Suci Agama Hindu. 2. Adapun bentuk-bentuk bangunan tersebut antara lain : 1. Candi Margarana. Fungsi Meru adalah tempat memuja Hyang Widhi dengan segala manifestasinya. Badan dan Atap.melaksanakan tugas di Pura seperti membersihkan Pura dapat memakai jalna kecil yang terletak di sebelah kiri dan kanan Kori Agung. Bahan bangunannya dipakai batu alam. Fungsi Prasada adalah sebagai tempat pemujaan Hyang Widhi. Pada umumnya atapnya adalah dari ijuk. BAB III MENGENAL BANGUNAN SUCI HINDU. GEDONG. bagian dasar pada umumnya terbuat dari batu alam dan badan Meru terbuat dari bahan kayu. Pura Maos Pahit Desa Tatasan Badung. batu karang dan batu-batu merah. kecuali beberapa Meru di Pura Besakih di Kabupaten Karangasem bahwa badan meru terbuat dari batu cadas dan ukurannya lebih besar dari pada badan Meru yang terbuat dari kayu. PRASADA Bentuknya serupa tugu. Atap atau kepalanya memakai gelung mahkota segi empat bertingkat semakin keatas semakin kecil. 138 . Bangunan prasada dapat kita saksikan di Pura Prasada desa Kapal kabupaten Badung. tinggi bangunannya dapat berkisar setinggi Tugu sampai sekitar 10 meter. terdiri dari tiga bagian yaitu Dasar. batu padas.

Bentuk bangunan tugu hampir sama dengan bangunan prasada cuma ukurannya lebih kecil dan fungsinya juga berbeda. Bagian atas terbuat dari konstruksi kayu dengan atap alang-alang ijuk dan bisajuga genteng. PADMASANA 139 . badan. Bagian dasar pada umumnya terbuat dari batu bata atau padas diisi ukiran yang didukung oleh seekor empas (kura-kura) dengan dibelit oleh seekor naga. atapnya terbuat dari alang-alangdan bisajuga ijuk dan genteng. Rong Tiga merupakan salah satu bagian bangunan merajan (tempat pemujaan keluarga). Bangunan ini terdiri dari tiga bagian yaitu : dasar. Fungsi rong tiga adalah tempat untuk memuja Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Tri Murii dan Roh Leluhur yang sudah disucikan. Fungsi Tugu adalah untuk tempat bersemayamnya para Bhuta agar tidak mengganggu aktifitas manusia pada saat malaksanakan upacara suci. Bagian atas selalu terbuat dari konstruksi kayu. RONGT1GA. 4. Gedong dan Meru yang terletak pada bagian halaman utama Pura. Bagian badan ada yang terbuat dari batu bata atau batu padas tetapi ada juga yang terbuat dari kayu. Bentuk bangunan Rong Tiga pada umumnya sama dengan bangunan gedong yakni empat persegi panjang. terbuat dari kayu dengan tiga ruangan menghadap kedepan. Bangunan ini terdiri dari tiga bagian yaitu Bagian dasar dibuat dari batu padas. Bangunan tugu di letakkan di halaman luar Pura. dan puncak atau atap. 5. Bagian badan.Gedong juga merupakan salah satu bangunan Tempat suci Hindu di Bah. Bentuk Gedong pada umumnya bujur sangkar atau segi empat. letaknya agak ke atas. 6. Tidak seperti bangunan Padmasana. Bagian badan dilengkapi dengan relief atau ukiran para dewa. TUGU. disusun sesuai dengan bentuk bangunan.

Di Jawa bentuk Padmasana digambarkan dengan bentuk bunpa tratai sebagai simbul Stan. Padma Saji di Timur laut menghadap ke Barat daya adalah Padmasana Lingga di Utara menghadap ke Selalan adalah stana Dewa Sambhu. Menurut lontar Catur Winasari disebutkan bermacam-macam Padmasana berdasarkan atas arah. 4. Padma Asia sedana bertempat di Tenggara menghadap ke Barat Laut adalah stana Dewa Mahesora. Jenis-jenis Padmasana Dikalangan umat Hindu banyak yang tidak dapat membedakan yang mana disebut Padmasana. Dewa Brahma 3. 7.Istilah Padmasana banyak kita jumpai dalam mantram-mantram untuk menstanakan Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa. 6. pepalihan (tingkatan). Padma Capah maupun Padma Kurung. siana Dewa Wisnu. Padmokaro di Barat laut menghadap ke Tenggara adalah stana 140 . Padmasana sari bertempat di Barat menghadap ke timur Padmasana di Selatan menghadap ke Utara adalah sthana Berdasarkan arah (pencider ideran). a. sedangkan di Bali Padmasana di perkenalkan oleh Dang Hyang Nirarta pada abad ke 16 masehi.Hyang Widhi. 1. 2. Padma kencana di Timur menghadap ke Barat adalah sthana sthana Dewa Maheswara. Hyang Iswara. Sangkara. Padmanoja di Barat Daya menghadap ke Timur Laut adalah stana Dewa Mahadewa. 8. Padmasari. 5. rong (ruang).

dengan palih lima. Padma Capah adalah stana mahluk alus atau mahluk yang derajatnya lebih rendah dari manusia. Padmasari berruang satu dengan Pali Tiga yaitu Pali Taman (bawah). 2. BAB IV PENGESAHAN TEMPAT SUCI SECARA AGAMA 141 . tidak memakai Palih (tingkatan) biasanya tidak lebih tinggi dari mata manusia berdiri. berruang satu mempergunakan Bedawang Nala Perbedaannya adalah sebagai berikut: Bangunan padmasana menggunakan dasar Bedawang Nala yang dililit oleh naga sedangkan Padmasari tidak menggunakan Bedawang Nala dan naga. 4.9. Padma agung. Padmasana. 1. berruang tiga mempergunakan Bedawang Nala dengan Palih Tujuh. b. Bangunan Padmasari menyerupai Padmasana. berruang tiga dan mempergunakan Bedawang Nala dengan Palih Lima 3. bangunan ini mirip Padmasari tetapi lebih rendah. Beradasarkan Ruang dan tingkatannya dapat dibedakan atas : Padmasana anglayang. 5. Padmasari. Padma Kurung di Tengah berruang tiga menghadap kearah depan adalah stana Trimurti. Padma Capah. Palih Sancak (tengah) dan Palihsari (atas). Padma Capah adalah berruang satu dengan Palih Dua yaitu Pali Taman (bawah) dan Palih Capah (atas) tidak mempergunakan Bedawang Nala.

Menurut ajaran Agama Hindu sahnya suatu bangunan tempat suci ditandai dengan adanya pemhersihan secara spiritual (Pcmelaspas adalah upacara penyucian atau sakralisasi suatu bangunan menurul ajaran Agama Hindu. Tujuannya adalah supaya bangunan yang sudah ada dapat dipergunakan sesuai dengan Upakaranya : 1.tembaga. Disanggarpesaksi/Surya Daksina Peras Ajuman Pembersihan 2. kemampuan umat ketentuan-ketentuan lain yang ada yang kaitannva dengan upacara pemelaspas Tingkatan pemelaspas bagi umat Hindu di Bali adalah sebagai berikut: A. Purnama Tilem dan Sivva Ratri 142 . Pemelaspas alit dilaksanakan apabila bangunan sudah dianggap rampung 90 % dan rencana semestinya. Didepan bangunan yang baru selesai. Tuiuan pemelaspas adalah selain menyakralisasi bangunan iuga mohon keselamatan kehadapan Hyang Widhi \\asa sehingga umat yang melaksanakan ihadah dianugrahi ketenangan lahir batin. Ditanam panca datu terdiri dari sekeping emas. Hari Raya yang berdasarkan Sasih atau Bulan dan Vahun Caka. Tingkat Pemelaspas Alit (sederhana). perak. besi dan permata Pada bagian puncak bangunan diisi berapa buah arti (rangkaian daun lontar berbentuk segi empat). yaitu hari raya Nyepi. Banten Pemelaspas Ayaban tumpeng pitu (7) 3. a. Unuik upacara Pemelaspas bangunan dikenal beberapa tingkatan yang disesuaikan dengan keadaan bangunan.

b. Pada pemelaspas Agung dilanjutkan dengan upacara Ngenteg linggih yang sekaligus 143 . Pada pemelaspas agung biasaya disertai dengan upacara Panca Kelud. Di depan pemimpin upacara Prayascita Peras Lis Cecepan Penastan Nira. Tingkat Pemelaspas agung dilaksanakan apabila bangunan sudah selesai secara tuntas seratus persen. Hari raya yang berdasarkan Pawukon. yaitu hari raya Galungan. arak. grem Dua/pasepan Ajuman Daksina Rayunan Tipat kelanan Sesari sesuai kemampuan Pemelaspas alit boleh dipimpin oleh Pinandita B. 4. Dihalaman tempat suci Byakala Prayascita Durmanggala Segehan agung Caru ayam brumbun (bulunya warna warni) 5. Kuningan dan Saraswati.

merupakan puja wali/ hari jadi tempat ibadah yang bersangkutan. Hanuman Sakti. DAFTAR PUSTAKA Buku Pelajaran Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi Umum. Jakarta. Tahun 1994 144 . Hari jadi tempat ibadah ada berdasarkan wuku dan ada pula yang berdasarkan sasih.

Pedoman Pembina umat Hindu Dharma Pesamuan agung Parisada Hindu Dharma Indonesia Denpasar tahun 1980. Yayasan Dharma Sarathi tt. Tuntunan Dasar Agama Hindu. Tahun 1986. Pedarman dan Penyungsungan Jagad. PHDI Kabupaten Bandung. Fungsi Pura Ketut Soebadi. Gde Drs.Himpunan keputusan Seminar kesatuan Tafsir terhadap asfek-asfek agama Hindu Parisada Hindu Dharama Pusat. Pura Kawitan. IGA Mas Putra. Tahun 1982-1983 Oka Netra A. ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah Semester Tahun Kuliah Jenjang : Pendidikan Agama Hindu : : : 145 . Panca Yadnya. Hanuman sakti tahun 1994. Gunung Agung. Keputusan Pelinggih dan Welaka sekabupaten Bandung di Psraman Uluwatu. A. Asta Kosala Kosali Ida Pedanda Made Kemenuh.

mahasiswa diharapkan dapat : a. Menjelaskan tuntunan pelaksanaan hari raya suci Agama Hindu Pokok Materi : a. Mengerti dan memahami hari raya suci Agama Hindu b. Memahami dan dapat menjelaskan makna yang terkandung dalam hari raya suci agama Hindu c. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Siwalatri c. Pengertian hari raya suci Agama Hindu b. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya nyepi b. Pokok Bahasan : Pengertian dan ruang lingkup hari raya suci Agama Hindu Sub Pokok Bahasan : a. Ruang lingkup hari raya suci Agama Hindu TUP : Mahasiswa memahami pengertian dan makna serta tuntunan pelaksanaan hari raya suci Agama Hindu. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini. Sehingga mereka sadar terhadap dirinya sebagai warga negara dan bertanggung jawab dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Saraswati 146 . yang dilandasi dengan semangat dari nilai-nilai yang terkandung di dalam hari raya Agama Hindu.Tujuan kurikuler Mahasiswa memahami dan mengerti hari raya Agama Hindu dan mampu mewujudkanmnya serta mengerti tentang makna yang terkandung dalam setaip hari raya Agama Hindu yang dirayakan.

Pada umumnya doa-doa itu mengandung dua (2) hal yaitu : a. b. Unsur pujian. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Galungan. kesejahteraan. dharma tula diskusi Buku. Pada hari raya suci Agama Hindu umat Hindu merayakannya dengan penuh hikmat dengan hati yang suci. media masa Lisan dan tertulis HARI RAYA SUCI AGAMA HINDU Hari raya suci agama Hindu merupakan tonggak pensucian diri dan mengingatkan umat Hindu untuk mengungkapkan rasa bakti kepada-Nya. e. Unsur permohonan. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Kuningan f. dosen. baca buku. mengungkapkan kebesaran Tuhan yang kuasa atas segalanya. yang berarti memuja. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Purnama dan Tilem. panjang umur dijauhkan dari mara bahaya. Nama – nama hari raya suci Agama Hindu 147 . Alokasi Waktu Pengalaman belajar Sumber belajar Evaluasi : : : : 2 x 50 menit Kuliah. yaitu memohon diberikan keselamatan. memuji.d. Rasa bhakti itu diwujudkan dalam bentuk persembahan sesajen yang diiringi dengan doa-doa tertentu.

a. Hari raya yang berdasarkan Sasih atau Bulan Tahun Caka. Dengan adanya kerukunan diantara umat beragama yang sebelumnya sering 148 . Beliaulah yang membuat tahun saka pertama kali dan berkembang sampai ke Indonesia. Raja Kaniska sangat terkenal dibidang pembinaan Agama dan kebuduyaan. yaitu hari raya Galungan. Sedangkan hari raya Nyepi adalah hari raya suci Agama Hindu yang berdasarkan sasih atau bulan dan tahun masehi yang dirayakan dengan penuh keheningan dengan menghentikan segala aktifitas yang bersifat duniawi maupun dalam bentuk keinginan dan ha\va nafsu.saling maafmemaafkan dan kunjung mengunjungi atau dipusatkan pelaksanaannya dengan melaksanakan Dhannasanti pada suatu tempat tertentu. Tahun sakajuga disebut saka Warsa. sipeng atau hening. Kenapa disebut tahun baru saka Untuk itu dapat kita simak dalam sejarah lahinna tahun saka. yaitu hari raya Nyepi Purnama Tilem dan Siwa Ratri b. Dasar pemikirannya adalah balma hari raya Nyepi dikenal sebagai tahun baru saka. Berusaha mengendalikan diri agar dapat tenang don drrmai lahir batin dengan menjalankan catur-brata penyepian. Centarna demikian : Pada tahun 78 Masehi di India dinobatkan seorang raja bernama Kaniska. Kuningan dan Saraswati 1. Warsa artinya tahun sedangkan saka adalah nama keluarga raja yang terkenal di India yang menciptakan kedamaian diantara rakyat. NYEPI Pengertian dan Makna Nyepi Pengertian Nyepi berasal dari kata sepi. Hal ini dapat diatur sesuai dengan keperluan. Pada kepemimpinan beliau berkemhangan Agama dan kebudayaan sangatlah baik yang menyebabkan para pemeluk Agama merasa damai. Makna Nyepi adalah perdamaian lahir batin dengan jalan. Hari raya yang berdasarkan Pawukon.

terjadi peperangan merebut kekuasaan dan pengaruh. b. Runtulan Pelaksanaan Hari raya Nyepi. 149 . Pelaksanaan Nyepi. Tanggal 9 Januari 1983 menjadi hari libur Nasional. Untuk itu dituntut belajar saling maafmemaafkan agar kerukunan tetap terjaga. Selain itu juga meredakan gangguan dari kekuatan bhutakala yang tidak baik. Disamping itu juga mengambil tirta amerta untuk sarana penyucian alam semesta beserta isinya. banjar. kabupaten dan Propinsi. No. Melis/mekiyis/Melasti. Pecaruan / Bhutayajna. dengan mengambil tempat melalui tabuh (depan pintu masuk pekarangan) perempatan jalan. malah satu-satunva hari raya Hindu yang pertama kali mendapat pengakuan hukum dari pemerintah negara republik Indonesia. a. desa. kecamatan. berdasarka KEPRES. Upacara ini dilaksanakan dari masing-masing perumahan. c.3. Dari cerita ini dapat diambil hikmahnva bahwa perdamaian sangatlah penting diantara kita sebagai umat yang mempunyai nilai moral yang sangat tinggi. alun-alun/ lapangan. Hari raya Nyepi adalah cukup penting. Upacara ini bertujuan untuk memohon kehadapan Hyang Widhi Wasa manipestasi Beliau yang beristana dilaut sebagai sumber air membersihkan semua alam beserta isinya yang telah setahun lamanya berada dalam arena dunia manusia dengan berbagai noda dan gangguan hingga kotor. Adapun tujuannya adalah memohon pada Hyang Widhi Wasa/ manifestasi beliau sebagai Dewa nawasanga (Penguasa penjuru mata angin) dialam raya ini agar menciptakan dan mengharmoniskan kembali alam semesta beserta segala isinya menjadi bersuasana baru.

Ngembak Gni. brata. seberapa yang masih perlu diperbaiki karena kesempatan hidup yang diperoleh itu justru patut dipergunakan untuk menolong diri dengan jalan berbuat baik. Pelaksanaan Nyepi dilakukan melalui catur brata penyepian untuk dapat sepi. sasih kesanga berakhir tahun saka. 4. 2. Amati Gni. Amati Lelungan. Sapta Timira d. disasih kedasa yang menurut wariga adalah sasih yang terbaik. Keempat Brata tersebut antara lain : 1. Maksudnya tidak pergi yaitu menyediakan waktu untuk memusatkan pikiran melaksanakan tapa. yoga dan semadhi serta mawasdiri. 150 . Sapta timira dan lain sejenisnya. jadi berhimpit pada akhir dan awal tahun saka. Sad Atatayi. sedangkan secara batin dimaksudkan untuk meredakan nafsu yang mengarah pada hal-hal bersifat negatif seperti: Sadripu. Setelah perayaan berakhir. Maksudnya menekan atau meredakan tuntutan hawa nafsu kesenangan terhadap Sadripu.Menurut sunari gama. Nyepi dimulai jam 12 malam setelah ngrupuk sampai jam 12 malam besoknya. sipeng lahir dan batin. Amati Lelangunan. Sad Atatayi. Maksudnya tidak bekerja secara lahir. 3. Selama itu dipenuhi dengan yoga atau brata pralina untuk mengakhiri segala karma terdahulu agar pada tahun-tahun berikutnya kita benar-benar hidup baru yang bersih. dilanjutkan dengan upacara ngembak Gni yang dilakukan setelah lewat jam 12 malam termasuk sudah pergantian hari. sedangkan secara batin berusaha untuk menghentikan kegiatan jasmani dengan merenung dan menghitung-hitung perbuatan dimasa lampau. Maksudnya adalah untuk tidak menyalakan api secara lahir. Amati Karya.

Ngembak Gni maksudnya menghidupkan dan mengobarkan api kehidupan yang baru penuh gairah dan suci. sebab pada saat ini Sang Hyang Siwa melaksanakan yoganya untuk membasmi ikatan karma setiap umatnya yang sungguh-.sungguh bakti kepadanya. Sedangkan ratri berarti malam. Ini merupakan yang sangat utama menurut ajaran Agama Hindu. Kegelapan dan kebodohan inilah cendrung mendorong manusia berbual dosa. 151 . Siwa adalah manifestasi Tuhan dalam fungsinya sebagai pengembali ke alam peredarannya yang semula.Dilanjutkan dengan pelaksanaan Dharmasanti. Siwalatri berasal dari kata Siwa dan Latri. Menurut ajaran Agama Hindu dosa itu dapat dibasmi atau dilebur dengan kata lain atma itu bisa terlepas dari segala ikatan karma (perbuatan). Karena pengaruh maya manusia menjadi lupa. Demikianlah pelaksanaan hari raya Nyepi yang terdiri dari empat fase sebagai hari raya tahun baru saka 2. Itulah disebut ikatan maya. gelap dan sebagainya. Makna hari raya Siwalatri adalah sebagai malam peleburan dosa. yang bermakna saling maafmemaafkan dengan saling kunjung mengunjungi atau dipusatkan pelaksanaannya pada suatu tempat tertentu. Manusia yang lahir kedunia ini di ikat atau dipengaruhi oleh suatu kekuatan maya. Tilem atau bulan mati /gelap. Dalam hubungannya dengan ajaran susila ditunjukkan ada tujuh macam kegelapan jiwa manusia yang disebut sapta timira (bandingkanlah dengan tilem sasih kepitu. disebut dengan "Awidya" yang juga berarti bodoh. SIWALATRI Pengertian dan Makna Siwalatri. Segala perbuatan itu akan tercatat serta mewarnai sukma manusia bagaikan tali belenggu jiwatman sehingga sang atman tidak bebas. dan pitu sama dengan tujuh). Jadi Siwalatri adalah malam Siwa dan dirayakan berdasarkan sasih atau bulan dan tahun saka.

Kenapa dikatakan demikian? ini dapat kita lihat pada pustaka Padma Purana yang menceritakan tentang sang Lubdaka. pada umumnya jatuh pada bulan pebruari tahun masehi. Sang Hyang Siwa beryoga tiap-tiap tileming sasih kepitu yakni malam yang tergelap setiap umat terutama yang betul-betul mencari kesucian dan kebebasan diajarkan 152 . Ini artinya kita merenungkan perbuatan kita yang sudah-sudah satu persatu. Kayun adalah pikiran. sehari sebelum Tilem sasih kepitu. Karena pikiran itu disimboliskan dengan pohon itu sendiri. Dalam cerita dikatakan Lubdaka memetik daun satu persatu untuk menghilangkan rasa kantuknya satu persatu. Disinilah dituntut kita untuk menyadari apa yang kita lakukan dalam perjuangan hidup mungkin ada kekeliruan yang kita perbuat tanpa disadari. Begitu juga kita ini juga selalu berburu agar bisa memenuhi kebutuhan. yaitu yang baik kita ambil sebagai contoh dan yang buruk kita buang jangan lagi sampai terulang lagi.ikatan karma atau ikatan dosa yang luar biasa kuatnya. Pohon atau Kayu artinya kayun. Menurut lontar sunari gama dan Siwa ratri kalpa. Karena pada malam Siwalatri ini sangat baik untuk memohon ampun kepada Tuhan atas dosa kita yang telah kita perbuat. Hari raya Siwaratri merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun sekali. Sang Lubdaka sebagai seorang pemburu yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. namun menurut ajaran Agama Hindu dapat dilebur. Secara filosopis Siwalatri juga mempunyai makna yaitu malam renungan suci. Kemalaman yangdimaksud disini kegelapan pikiran kita. Dari cerita ini kita dapat ambil hikmahnya sebagai contoh. Ceritranya demikian. Dari hasil perbuatan yang pernah kita lakukan agar dipakai sebagai guru dalam melangkah lebih lanjut. perayaannya dilaksanakan pada hari panglong ping pat belas. Dalam cerita dikatakan Lubdaka berburu sampai malam belum dapat seekorbinatang.

2. 3. Brata ini sering disebut Masesirih. Yang paling ringan ( nista ). Jagra tidak tidur dari pagi hingga malam sampai Mono brata artinya tidak berbicara atau berkata- Hahya berusaha tidak tidur. 153 . Pada pokonya Ada tiga tingkat brata Siwalatri sebagai berikut a. c. kata. Upawasa tidak makan dan tidak minum. Tingkat Utama. Runtutan Pelaksanaan hari raya Siwalatri. Pelaksanaan Siwalatri ini tidak banyak berbentuk upacara-upakara. Pelaksanaan upacara Siwalatri dilakukan pada hari panglong ping pat belas dan diwajibkan melaksanakan brata antara lain : 1.menyambut Siwalatri dengan satya brata. b. tidak terlena selama 24 jam yaitu setelah membersihkan diri dan bersembahyang pada pagi panglong ping 14 sampai petang panglong ping 15 sasih kepitu. Tingkat madya. Sama dengan cara diatas ditambah dengan tidak makan dan tidak minum selama 24 jam yaitu dari pagi panglong ping 14 sampai pagi panglong ping 15 sasih kapitu itu. pagi kembali. melainkan lebih ditekankan pada brata yaitu latihan ketahanan mental spiritual latihan kebatinan. berdasarkan bakti yang setulustulusnya pada Tuhan yang juga disebut Sang Hyang Siwa sehubungan dengan itu. Tingkat brata ini soring disebut Sambang semadhi.

Disamping sungai Saraswati disebtitkan juga nama sungai Dri Sadwati dan diantara sungai itu. Tentang sungai Saraswati adalah selalu disebutkan dalam puja para pendeta ketika memohon tirta amerta melalui pujangga satwa yang didalam puja disebut diungkapkan nama-nama sungai yang dipandang suci diantaranya : Gangga. 3. Jadi melaksanakan Trisandya ditambah sembahyang tengah malam satu kali. sore. Selanjutnya daiam Itihasa dan Purana Dewi Sarasuati adalah GavatrL Maheswari. Putkari. sembahyang dilaksanakan sebanyak tujuh kali yakni : pagi. Wagiswari. Narmada. Selama melaksanakan brata Siwalatri yaitu selama dua kali siang dan satu malam. Kata Saraswati berani yang mengalir. tengah malam. Dari Saraswati sebagai nama sungai merupakan salah satu cabang dari hulu sungai Sindhu. dan lain-lain. Kaweri dan lain-lain. siang. Saraswati.Disamping kedua cara diatas ditambah lagi dengan mono brata yaitu tidak berbicara dan melaksanakan yoga samadhi sampai petang panglong ping 15 sasih itu. pagi. Brata yang paling ditekankan atau brata pokok siwalatri adalah berusaha tidak tidur selama 36 jam. Sebelum membahas Saraswati dalam Weda terlebih dahulu dijelaskan tinjauan Etimologis Saraswati sebagai berikut: Kata Saraswati berasal dari akar kata " Sr" yang artinya mengalir. Sarada. Dari penjelasan diatas dapat pula diketahui bahwa Saraswati adalah nama Sungai yang diyakini suci. terdapat lembah yang subur yang merupakan tempat tinggal Bangsa Arya. yang dimaksud adalah sungai atau Dewi sungai sumber kehidupan. siang dan sore. Gadawari. BharatL Bralimi. SARASWATI Pengertian dan makna Saraswati. Yamuna. 154 . Disamping Saraswati berani sungai didalam Weda disebut sebagai Dewi llmu pengetahuan atau kecerdasan. sindhu.

jananam anantam . d. atau berdiri diatas bunga teratai. wuku watugunung. bertangan empat yang masing-masing membawa wina (Gitar. yang melambangkan bahwa ilmu pengetahuan itu tidak akan habis-habisnya kita pelajari. Wanita ayu simbol keindahan dan ilmu pengetahuan memang indah dan iuhur. Kebahagiaan dan tidak terbatas. mungkinkah akan ada kemakmuran dan kebahagiaan dalam bidang materiil dan moril? Tanpa kebijaksanaan. serta mengendarai burung merak. Sepcrti kila ketahui Ilmu pengetahuan sangatlah penting. sumber pengetahuan disebutkan dalam berbagai kitab Upanisad. manusia menjadi lemah dalam kehidupan ini yang penuh dengan perjuangan ini. diantaranya : "Satyam . yakni memuja Sang Hyang Widhi. Sebab jika Ilmu pengetahuan atau kebijaksanaan tidak ada. Makna hari raya Saraswati adalah memperingati turunnya ilmu pengetahuan. c. Wina (gitar) melambangkan kehalusan rasa (aesthetica) Keropak adalah tempat disimpannya lontar-lontar (simbul ilmu pengetahuan). yakni setiap hari sabtu umanis. Digambarkan bahwa Dewi Saraswati adalah wanita ayu. hari terakhir dari wuku terakhir umat Hindu di Indonesia selalu melaksanakan Saraswati Puja. Genitri adalah simbul lingkaran yang tiada akhirnya. b.Setiap 210 hari sekali. manusia tidak akan bisa bahagia. Pengetahuan.anandam brahma ( sarwa upanitsatsara. Tuhan Yang Maha Esa sebagai Hyang Hyangning Pangeweruh. Dari simbolis ini dapat kita ambil hikmahnya antara lain bahwa ilmu pengetahuan memang betul-betul berarti antara lain : a. Genitri dan yang satunya bersikap mendamaikan. dan tanpa kebahagiaan. keropak. 21) yang artinya : Tuhan Yang Maha Esa adalah Kebenaran. Ada pepatah Bali mengatakan "Wiadin ririh enu liu peplajahan" 155 .

Walaupun pandai tapi masih banyak lagi yang harus kita pelajari. e. Burung merak adalah lambang kewibawaan yang bisa dibawakan oleh ilmu pengetahuan itu. f. Bunga teratai adalah lambang kesucian

Rangkaian Pelaksanaan Hari raya Saraswati. 1. hari 2. Sebelum upacara Saraswati dan sebelum lewat tengah hari dianjurkan tidak membaca atau menulis mantra dan kesusastraan. 3. Bagi umat Hindu yang melaksanakan Brata Saraswati secara penuh jidak diperkenankan mambaca dan menulis selama 24 jam. Upacara Saraswati puja tidaklah berdiri se'ndiri melainkan merupakan rangkaian pemujaan Dewi-Dewi Trimurti lainnya. Upacara Saraswati puja dilaksanakan pada hari Sabtu Umanis wuku watugunung dan redite paing sinte (banyu pinaruh). Hari soma pon sinta disebut soma ribek ditujukan kepada Dewi Sri Laksmi (dewaning sarwa mule/pandang) dan hari Budha kliwon sinta disebut pagerwesi ditujukan kepada Sang Hyang Pramesti Guru (Siwa). Mengapa hari Saraswati jatuh pada wuku umanis watugunung hal ini perlu dikaji Iebih jauh.-Di India pelaksanaan Saraswati dilakukan tiap-tiap tahun sekali scdang di Indonesia setahun dua kali. Di Indonesia tafiun a>!i rupan\a umurnya 210 hari. Ketika diterimanya hari raya Hindu hari-hari itu dimasukkan dalam sistim kalender Indoesia Asli. Inilah kiranya melatar belakangi mengapa Saraswati jatuh pada hari terakhir dari wuku terakhir dan berbeda dengan perayaan di India. Upacara pemujaan Saraswati dilaksanakan pagi hari atau sebelum tengah

4. GALUNGAN Pengertian dan Makna Galungan.

156

Hari raya Galungan merupakan hari suci Agama Hindu berdasarkan Pawukon dan diperingati setiap 210 hari (6 bulan) sekali yaitu pada hari rabu kliwon, Wuku dungulan. Hari raya Galungan sudah ada di Indonesia sejak abad ke XI, hal infdidasarkan atas kidung Panji Malat Rasmi dan Pararaton kerajaan Majapahit. Perayaan semacam ini di India dinamakan hari raya Sradha Wijaya Dasami. Makna hari raya Galungan adalah memperingati hari kemenangan Dhama melawan Adharma. Disini dapat anda simak dalam cerita Raja Mayadanawa yang begitu sakti tapi mereka melarang orang yang melakukan persembahyangan. Sebab dia tidak percaya.dengan adanya Tuhan. Tindakannya selalu sewenang-wenang membunuh orang yang tanpa dosa. Akhirnya Tuhan turun untuk membunuh Raja yang lalim itu. Disini ditekankan bagaimanapun saktinya manusia, tidak akan bisa melampaui kekuasaan Tuhan. Dari cerita ini dapat kita petik nilai filosofisnya agar selalu menghorrnati Dharma dan melaksanakan Dharma agar kebahagiaan selalu dipihak kita dan dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Runtutan Pelaksanaan Hari raya Galungan. Perayaan Galungan diawali dengan : a. Tumpek Warige.

Yaitu 25 hari sebelum Galungan yang jatuh pada hari sabtu Kliwon wuku wariga. Tumpek ini juga disebut dengan nama tumpek pengatag, Pengarah, Bubuh dan uduh, yang intinya memohonkan keselamatan kepada semua jenis tumbuhan agar dapat memberikan hasil untuk bekal merayakan Galungan. b. Hari Sugihan Jawa.

Dirayakan setiap 210 hari atau 6 Bulan sekali pada hari Kamis Wage Uku Sungsang yaitu 6 hari sebelum hari raya Galungan. Perayaan ini bertujuan memohonkan kesucian terhadap BJjuana Agung (alam semesta). c. Hari Raya Sugihan Bali

157

Dirayakan setiap 210 hari sekali atau 6 bulan sekali pada hari Jumat Kliwon Wuku Sungsang yaitu 5 hari sebelum hari raya Galungan. Perayaan saat ini bermakna memohonkan kesucian terhadap diri pribadi (Bhuana Alit). d. Hari Raya Penyekeban. Jatuh pada hari Minggu/Redite Paing Wuku Dungulan yaitu 3 hari sebelum Galungan. Hari Raya ini merupakan awal Wuku Dungulan yang bermakna patut waspada karena parU Bhuta Kala (Sang Tiga Wisesa) mulai turun mengoda kemampuan dan keyakinan manusia dalam vvujud Bhuta Galungan. Penyekeban bermakna anyekung jnana sudha nirmala agar terhindar dari godaan-godaannya. e. Hari Penyajaan Galungan. Jatuh pada hari Senin Pon Wuku Dungulan, 2 hari sebelum hari raya Galungan. Hari raya ini dipergunakan sebagai persiapan membuat jajan. Juga dimaksudkan sebagai hari-hari yang patiit diwaspadai terhadap godaan sangkala tiga wisesa dalam wujud. Bhuta Dungulan. Hari Penyajaan bermakna sebagai hari kesungguhan hati untuk menyambut dan merayakan Galungan. f. Hari Penampahan Galungan. Hari raya ini jatuh pada hari Selasa Wage Wuku Dungulan yaitu sehari sebelum hari raya Galungan. Pada hari ini dilaksanakan untuk memotong hewan, membuat sate dan lawar untuk perlengkapan sesajen. Pada hari ini juga patut diwaspadai karena merupakan hari yang terakhir bagi Sang Kala Tiga dalam wujud sebagai Bhuta Amangkurat untuk mengganggu manusia. Hindarkan diri dari pertengkaran agar terhindar dari godaannya. g. Hari Raya Galungan. Jatuh setiap Rabu Kliwon Wuku Dungulan, merupakan puneak upacara peringatan terhadap hari kemenangan Dharma melawan Adharma sebagai hari

158

Dalam mencapai dharma banyak pengorbanan oleh penegak dharma itu sehingga kita dapat menikmati hasilnya. Hari raya ini disebut juga tumpek Kuningan. Pada hari ini para Dewa/Bhatara hanya sebentar beliau ada di dunia sehingga setiap umat yang mengaturkan sesajen dilakukan sebelum surya tepat ditengahtengah atau tengah hari (jam 12 siang Pada hari ra\a ini setiap rumah dan 159 . Hari raya Kuningan adalah hari raya Agama Hindu yang berdasarkan tahun pawukun yang jatuh pada hari Sabtu Kliwon Wuku Kuningan. Rangkaian Pelaksanaan hari raya kuningan Pada hari raya Kuningan biasanya dipersembahkan nasi benvarna kuning sebagai lambang kemakmuran. Makna merupakan hari pahlawan. Pemaridan Guru Jatuh setiap hari Sabtu Pon Wuku Dungulan hari akhir Wuku Dungulan. Kenapa dikatakan hari pahlawan? ini dapat kita lihat dari pelaksanaan Hari Raya Kuningan yaitu setelah hari raya Galungan yang bermakna perang Dharma melawan Adharma. Pada hari ini dipergunakan sebagai hari penyucian diri dilanjutkan dengan memohon keselamatan ditandai dengan memakan sisa yadnya berupa tumpeng Guru secara bersama-sama sekeluarga. h. Demikian pula pada saat ini dihaturkan sesajensesajen sebagai tanda terima kasih.paodalan jagat dengan mempersembahkan upacara sesajen pada setiap tempattempat suci dilanjutkan dengan pelaksanaan persembahyangan. HARI RAYA KUNINGAN Pengertian dan makna hari Raya Kuningan. 5. Pada saat ini ShangHyang Widhiturun keduniadiikuti oleh para Dewa/Bhatara dan Pitra untuk melimpahkan karunianya kepada manusia berupa kebutuhan-kebutuhan pokok.

Pengertian Sanghyang candra yang beryoga pada bulan Purnama. PURNAMA DAN TILEM Pengertian dan Makna Purnama dan Tilem. oleh karena berisi buah-buahan tebu tumpeng serta lauk-pauk. Purnama adalah saat bulan bersinar penuh. Karena itu pada hari Purnama bervogalah Sang Hyang candra yaitu kekuatan atau sinar suci Tuhan sebagai pembersih dunia karena kalau ditilik dari arti kata maka candra berarti bulan atau soma yang berarti air. Jadi tamiang endongan dan kolem ini merupakan suatu alat untuk melindungi hal-hal yang tidak diinginkan. Endongan tempat makanan. Pada bulan Tilem. akan tetapi pemasangan tamiang pada Padmasana.Pemerajan dihias dengan endongan. Tamiang untuk menangkis dari serangan b. Purnama dan Tilem merupakan hari pembersihan bagi umat Hindu. 160 . Merajan. dan Tilem adaiah saat bulan tidak memberikan sinarnya sama sekali (bulan mati). Penjor dan lain-lain tempat suci perlu dihiasi dengan endongan dan kolem. sehingga pada Tilem ini air laut naik setinggi-tingginya karena merupakan dua kekuatan (bulan dan matahari sama-sama menarik airdibumi). Artinya : a. Bulan Tilem (bulan mati) jatuh 14 hari atau 15 hari dari bulan Purnama. 6. Pemasangan pada tempattempat yang tidak penting tidak perlu disertai dengan kolem dan endongan. c. Kolem berarti tidur atau istirahat. ini beryogalah Bhatara Siwa yang merupakan manifestasi dari Tuhan/kekuatan Tuhan untuk mengatur air didunia. tamiang kolem. merupakan kekuatan Tuhan yang berada didalam air yang bertujuan untuk membersihkan bumi dan pada bulan Purnama ini air laut menjadi pasang atau naik sehingga pada bulan ini kesempatan yang baik untuk mandi kelaut sebagai tanda pelebur dosa.

Pada hari Purnama (bulan penuh) Tilem (bulan mati) dan kliwon merupakan hari yang sangat baik untuk penyucian lahir batin. 161 . sehingga dianjurkan untuk mandi agar jiwa menjadi bersih maka muncuiiah pemikiran yang bersih. serta menyampaikan rasa tertma kasih kepada unsur kekuatan alam yang di anggap telah membantu kehidupannya. Pelaksanaannya dapat dengan jalan melakukan yoga samadhi. Rangkaian Pelaksanaan Purnama dan Tilem. tapa brata yaitu melaksanakan pantangan-pantangan. canang sari dan sejenisftya.Maknanya adalah pembersihan diri secara lahir dan batin. para Dewa. Leluhur. Persembahyangan yang dilakukan dengan menghaturkan sesajen yang disebut canang genten. canang burat wangi. Pemujaan ini dilakukan dengan menghaturkan persembahan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi.

Badjera Yasa BA dan I Gst. Acara Agama II Tahun 1983 : 3. Tjok Rai Sudharta. Goda BA GD Sura BA Wayan Reneng. G. MA dan M. Titib I. Natih 2. G.DAFTAR PUSTAKA 1. Saraswati tahun 1989 : Dr. BA D Drs. Buku Pelajaran Agama Hindu : SMP Kelas I Tahun 1982 : 4. Ketut N. Buku Pelajaran Agama Hindu : Tim Penyusun Untuk Perguruan Tinggi Tahun 1994 : Ditjen Humas Hindu dan Budha 162 .

Apa tujuan Melasti ? Makna apa yang terkandung pada saat melaksanakan ngembak Gni ? Coba anda jelaskan pengertian Siwaltri ? Secara fisolofis. 5.LATIHAN SOAL 1. 6. siwalatri yang mempunyai makna malam renungan suci. 4. 8. 9. 2. Jelaskan pengertian Siwalatri ? Apa makna hari raya Purnama dan Tilem ? Apa makna dari hari raya Galungan ? 163 . Coba anda jelaskan pengertian hari raya Nyeri ? Makna apa yang terkandung dalam hari raya Nyepi serta apa dasar pemikirannya kita merayakannya hari raya Nyepi ? 3. Kenapa dikatakan demikian coba anda jelaskan secara singkat ? 7.

Panca Stiti Dharmaning Prabu c. c. Pemahaman mengenai Nitisastra b. Panca Stiti Dharmaning Prabhu c. Catur Pariksa b. Asta Bratha d. Nawa Natya 164 . Panca Dasa Pramiteng Prabhu e. Pokok bahasan Sub pokok bahasan : : Pengertian dan ruang lingkup Nitisastra a. Nawa Natya TUP : Mahasiswa dapat memiliki pemahaman mengenai Nitisastra dan aplikasinya dalam kehidupan TKP : Mahasiswa dapat memiliki : a.SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah Semester Tahun kuliah Jenjang Tujuan Kurikuler : Pendidikan Agama Hindu : : 2 SKS :S1 Mahasiswa dapat mengerti dan memahami kedudukan Nitisastra dalam ajaran Hindu. Catur Pariksa b. mampu menerangkan norma dan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran. Mengembangkan dan mengaplikasikan dalam kehidupan di masyarakat Pokok Materi : a. Niti Sastra sebagai jalan kehidupan. Panca Dasa Paramiteng Prabu e. Asta Brata d. Kemampuan untuk menjelaskan materi sebagaimana termuat dalam pokok bahasan.

Sastra diartikan doajuga berarti pujaan (praise). Niti berarti kelakuan. Bahwa Niti Sastra juga mengandung ajaran kepemimpinan juga bersitat umum dan praktis bcrlandaskan ajaran agama Hindu. juga dikonal 'Jenuan nama Visnugupta atau Kautiliya. kejalan benar dituntun kearah cinta bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Daiam kamusjawa kuna susunan mordi warsito. Rajendra Mishra pengetahuan Niti Sastra adalah didaktik poem atau upadesa karya. pedoman hidup. Nitisastra berasal dari kata Niti dan Sastra. tata pemerintahan dan tata kemasyarakatan (dhanna negara). dipimpin.+ ktin menjadi nitih. warga negaram a kepada hukum. Berdasarkan pengertian etimologis diatas maka pengertian Niti Sastra dapat diperluas lagi ilmu yang bertujuan untuk membangun suatu negara baik dari segi tata negaranya. niti juga bcrarti menuntun. Perlu dijelaskan Niti Sastra ini bukanlah ilmu pengetahuan yang ham a untuk kalangan negarawon atau politisi saja tetapi juga untuk setiaporang dalam rangka memantapkan pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. yaitu karya sastra yang bersifat mendidik. Nitisastra mengajarkan kesadaran. memimpin atau membimbing. Artinya dengan ilmu pengetahuan orang dibimbing. dipimpin. 165 . dituntun sedangkan sastra berarti ilmu pengetahuan. Penulis Niti Sara adalah seorang Brahmana bernama Canakya. kekuasaan dan kebijaksanaan negara. sedangkan sastra berarti kitab peiajaran atau iimu pengetahuan. ilmu tata negara. dituntun kearah kebijaksanaan dunia. Niyate anaya iti nitih. Pandangan DR. mengajarkan pula jiwa patriotisme. Beliau adalah seorang brahmana yang hebat mempunyai pemikiran yang suci. Niti berasal dari kata ni . dapat menghancurkan kekuatan raja Nanda.NITI SASTRA Pengertian Menurut kamus sansekerta susunan AA Macdonel! Niti berarti kebijaksanaan duniawi (wordly wisdom) etika sosial politik. kesadaran untuk membela bangsa dan negara. Berdasarkan keterangan inilah didapat bahwa Visnugupta atau Canakya sama dengan Kautiliya. kesopanan siasat negara (kebijakan) politik. berarti dibimbing.

Ketegasan. Panca Dasa Paramiteng Prabhu dan Nawaa Natya. Artinya : Dari keempat macam "alat Uang yang paling utama. papan/perumahan untuk dapat memenuhi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. keberanian mengambil 166 . pengendali pemerintahan termasuk agama yang berbeda-beda. 2. Panca Stiti Dharmaneng Prabhu. Bheda adalah seorang pemimpin dapat mengatur/memelihara tata tertib. Dhana berarti uang. Dalam Niti Sastra Sarjinh 11.3 : dalam bentuk ke kawin: Dhana wisesa ring catur upaya Lene-kene kaheh rinji sama bheda danda trayaningdhana tnhhana karna sang maharcp musuh catur upaya juga kena-kena byakta kasoraning ripu. bernurali hati. oleh karenanya diberikan kesempatan dan hak yang sama untuk maju dan berkembang. 3. Astha Bratha. berani mengambil tindakan bila perlu. Seorang pemimpin harus rela memberikan dhana bantuan menolong sesama dengan ikhlas. Mereka yang akan pergi perang harus mengunakan keempat alat itu juga (dhana. maupun usaha memecah belah bheda) atau dengan kekerasan (perkosa). anak buah yang tekun dan raj in dapat imbalan yang seimbang. 1.dapat pulaborarti pembcrian. Danda adalah seorang pemimpin harus tegas. disiplin. bcrbuat dan memandang sama kepada seluruh anggota/bawahannya. bheda dan dandha) pasti musuh dapat ditundukkan oleh bala tentara. balanta maealak ring ayun. Setiap orang adalah insan hamba Tuhan. pangan. sama. Mengusahakan sandang.Mengingat ruang lingkup Niti Sastra demikian luasnyamakapadauraianberikut kami batasi padakonyep ajaran kepemimpinan Hindu seperti : Catur Pariksa. hukuman bagi yang mtlakukan pelanggaran. Sama adalah seorang pemimpin harus berbuat adil. jika tiada uang akan sia-sia penyelesaian perselisihan dengan damai (sama). anak buah yang malas dan membangkang dapat diberi hukuman. 4. jika mereka maju dengan gagah berani. CATUR PARIKSA Catur Pariksa sering discbut dengan nama Catur Upaya Naya Sandhi. A.

Sakti Tanpa Aji. Ing Arsa Asung Tulada. Ing Madya Mangun Karsa. 3. mengembangkan diri dengan penuh inisiatif. artinya setelah berhasil melaksanakan tugas janganlah terlalu rnengharapkan balas jasa atau tanpa pamrih Pada kepemimpinan Pancasila sekarang ini hanya diambil dan nomor 1 s/d 3 sedangkan nomor 4 dan 5 tidak dipakai oleh tokoh pendidikan Nasional yaitu Ki Hajar Dewantoro. relakan mereka maju sendiri. C. PANCA STITI DHARMANING PRABHU Panca Stiti" Dharmaning Prabhu ini merupakan wejangan ajaran dari Arjuna Sastra Bahu. berarti melepas anak buah dan mengikuti dan belakang sambil melihat kemajuannya juga memberikan arahan apabila ada penyimpangan dari tugas dan kewajiban yang harus dilakukan. 2. bila berada ditengah-tengah anak buah memberikan penerangan/penjelasan dan membangkitkan semangat mereka dan membangun kemauan untuk maju berprestasi lebih baik Tut Wuri Andayani. yang artinya didepan anak buah selalu memberi suri teladan/contoh untuk melakukan perbuatan yang baik dan memberikan semangat pengabdian yang luhur untuk kepentingan nusa dan bangsa. 4. bahwa seorang pemimpin harus melakukan tindakan/melaksanakan tugas sebagai berikut: 1. ASTABRATHA 167 . Maju Tanpa Bala.tindakan/keputusan adalah sikap seorang pemimpin walaupun penuh resiko memberikan hukuman bagi siapapun yang berbuat salah dengan penuh rasa keadilan B.

Wayu. Candra. Agni. Agni dan Prithiwi. Candra. Surya. matang nira inisti asta bratha. Yama. 168 . tathabhiwarsetsmam rastra kamair indrawratam caran. Kuwera. Yama. Yama. Sebagai pembanding didalam kekawin Ramayana Sargah XXIV sloka 52 yang mengandung ajaran astabratha sebagai berikut : Hyang Indra. Surya. yang seharusnya dihayati oleh seorang pemimpin agar meresap dalam jiwa raganya. Candra. Artinya : Hendaknya Raja berbuat seperti perilaku yang sama dengan Dewa Indra.Didalam Manawa Dharma Sastra atau Weda Smrti (atha sapta mo dhayah) buku VII. Yama Waruna. sirata waka angga sang Bupati. Artinya : Brata dewa Indra. candra wittesa yuscaiwa matra nirhtya saswatih. Sloka 305 : Astau masyanyathadityastoyam hariti rasmibhih. Candra. Kuwera. Selanjutnya marilah kita simak apa yang tersirat dalam Manawa Dharmasastra Bab IX sloka 303 sebagai berikut: Indrasyarkasya pritiwyasca yamasya warunasya ca candrasyagneh pritiwyasca tejowritam nripascaret. Artinya : Untuk memenuhi maksud tujuan itu Raja/pemimpin harus memiliki sifat-sifat pertikal yang kekal dari pada Dewa Indra. Sloka 304: Warsikamscaturo nasanyalha Indro bhiprawarsati. Kuwera. Agm nakan wwalu. 4 : Indra Yanmarkanam agnisca warunasyaca. Artinya: Laksana Indra yang mengirimkan hujan yang berlimpah selama empat bulan di musim hujan. Anila. Surya. Surya. Baruna. demikianlah raja menempati kedudukan indra dengan menghujankan keuntungan bagi kerajaannya. Wayu. Nila.

tatha papannigrihniyad wrtametaddl warunam.tatha haretkaram rastran nityamarka wratam hitat. demikianlah hendaknya ia melalui mata-matanya masuk kemana-mana kedudukannya menyerupai angin. Sloka: 308 Warunena yatha pasair badha ewabhiddreyate. Artinya : Laksana Surya. tatha rajna nyantawyah prajastaddhi yamawratam Artinya : Laksana Yama pada saatnya berkuasa baik kepada teman-temannya maupun kepada lawan-lawannya demikianlah hendaknya semua rakyatnya dikuasai oleh raja. Sloka: 307 Yatha yamah priya dwesyau prapte kaleniyacchati. demikianlah hendaknya ia menghukum orang-orang jahat itu. Artinya : Laksana orang-orang berdosa tampak terikat tali oleh waruna. karena inilah kedudukan yang menyerupai matahari. demikianlah kedudukannya menyerupai Dewa Yama. itulah kedudukannya yang menyerupai Waruna. selama delapan bulan menyerap air melalui sinar-sinarnya dengan tidak terlihat demikianlah hendaknya ia dengan perlahan-lahan menarik pajak dari kerajaannya. Sloka: 306 Prtawisya sarwabhautani yatha carati-marutah. tatha caraih prawestawyam wratametaddi marutam. Artinya : Laksana wayu bergerak kemana-kemana masuk merupakan nafas bagi seluruh mahluk hidup. Sloka : 309 Paripurnam yatha candram 169 .

raja tanpa jemujemunya akan mengendalikan pencuri-pencuri baik dinegerinya sendiri maupun dinegeri orang lain.drasfwa hrsyanti manawah. stenan raja nigrihniyat swarastre para ewa ca. 170 . Sloka :311 Yatha sarvvani bhutani dhara dharayata samam. Artinya : Bila ia bersemangat menumpas penjahat dan memiliki kekuatan-kekuatan cemerlang serta menghancurkan penguasa-penguasa daerah yang jahat. yang rakyat menyambut kehadirannya dengan penuh senang hati laksana orang-orang bersenangsenang melihat bulan purnama. demikianlah hendaknya raja terhadap rakyatnya. Artinya : la adalah raja yang menduduki tempatnya Dewi Candra. maka sifatnya dikatakan sama dengan agni. yatha sarwani bhutani bibratah parthiwam wratam. Artinya : Laksana bumi menunjang semua mahluk hidup sama rata. nripah. Sloka: 312 Etairupayairanyaisca yukto nityamatandri tah. dalam menduduki tempatnya dewi pertiwi. Sloka : 310 Pratapa yuktasstejaswi nityam syat papa karmasu dustasamantahimsrasca tadagneyam wratam smritam. Artinya : Dengan mempergunakan cara-cara dan sifat-sifat ini. tatha prakritayo yasminsa candrawratiko.

bangkitlah oh pahlawan Jaya. 1. Pemimpin yang arif bijaksana adalah pemimpin yang dapat melihat semua bawahannya sama sebagai insan ciptaan Tuhan. Mereka yang tidak memiliki kepercayaan pada ilmu pengetahuan dan budi pekerti ini tidak mencapai aku. Ajaran kepemimpinan Gajah Mada ini terdiri dari lima belas ajaran yang disebut dibawah. baik pemimpin negara maupun pemimpin agama atau pun pemimpin dibidang lainnya agar senantiasa bersikap tenang dan bijaksana dalam menghadapi suatu permasalahan atau dalam melaksanakan tugas kewajibannya. IX.(Bg. Widnya Adalah ajaran yang mengajarkan bahwa seorang pemimpin. Mantriwira Mantriwira merupakan ajaran untuk memupuk jiwa yang teguh untuk berani membela kebenaran dalam keadaan bagaimanapun juga. Wahai parantapa. kembali kejalan dunia inkarnasi. kelemahan oleh karenanya jangan biarkan kelemahan itu menjangkiti tubuh maka segala tugas dan kewajiban akan mencapai kebahagiaan. 171 . sebab kebenaran dapat memberikan kekuatan penerangan dan semangat hidup.D.3) 2. PANCA DASA PARAMITENG PRABHU Ajaran ini bersumber dari ajaran kepemimpinan Maha Wira Gajah Mada yakni ketika kerajaan Majapahit mencapai kejayaannya. Pemimpin harus bertindak benar. Ketahuilah bahwa semua dosa dan kejahatan adalah bersumber dari. Karena kebenaran adalah sumber dari kekuatan dan cahaya terang dalam hidup. Dalam hal ini seorang pemimpin harus mempraktekkan ajaran tat twam asi. enyahkanlah rasa lemah dan kecut itu. Gita. Sri Kresna berkata kepada Arjuna: "Tugas dan kewajiban akan mencapai tujuan kebahagiaan jangan biarkan kelemahan itu oh partha sebab itu tidak sesuai bagimu.

3. Lebih kurang setengah abad lamanya (1319. 4. Karena rasa tanggung jawabnya yang besar. Satya Bhakti Aprabu Sifat setia dengan hati yang tulus dan iklhlas kepada negara dan pemerintahan. jujur dan sabar. berwajah cerah. Berlaku bijaksana Wicaksanen naya didalam segala tindakkan. Dengan kebijaksanaan ini pula.1364) patih Gajah Mada selalu penuh pengabdian dan kesetiaan. Wagmi Wak Fash mengutarakan pendapat. Sajarwopasana Tingkah laku yang memperlihatkan kerendahan hati. tetapi sebagai pengayom negaranegara lain dikawasan Nusantara. Pribadi patih Gajah Mada yang patut dijadikan teladan adalah karena ia tidak pernah mengabaikan kepercayaan rakyat yang telah dilimpahkan kepadanya. khususnya dalam mempertahankan argumentasi berdasarkan kebenaran yang ada dan keahlian 7. 5. Kebijaksanaan inilah yang menempatkan Patih Gajah Mada selalu tepat dalam pergaulan baik dalam kalangan pejabat maupun di tengah rakyat. 6. Sifat ini memang hams dimiliki bila seseorang menjadi politikus yang 172 . Patih Gajah Mada menempatkan Majapahit bukan sebagai penakluk. Natangwan Dapat dipercaya. tulus ikhlas. kepercayaan itu tak pernah tergoyahkan.

11. Patih Gajah Mada mencintai dunia karena menyadari keterbatasan. tahan uji dan tak mudah terombangambing oleh keadaan sekitar. 9. Seorang diplomat sejati melatih diri agar menguasai dan menghayati sifat-sifat tersebut. Tan Satrsna Tidak menonjolkan ambisi. Sifat ini berpangkal tolak dari keyakinan filsafat bahwa segala yang ada didunia ini hanyalah bersifat fana dan sementara. Dirotsaha Selalu bekerja rajin dan tekun dilandasi keteguhan hati. selalu siap mendengarkan pendapat dan pikiran orang lain meskipun terhadap pendapat yang bertentanean dengan pendapat pribadinya.berderajat tinggi. 10. Dengan ketabahan dan ketawakalan ini menyebabkan patih Gajah Mada dikenal sebagai tokoh negarawan yang ulet dan berhati baja. Didalam hati yang teguh kelihatan pula keberanian dan kesetiaan. 8. Tan lalana Berketepatan hati. Dengan sifat ini. disamping meyakini 173 . Asihi Samastabhuwana Mencintai dunia dengan seluruh isinya. apabila menikmati kesenangan duniawi secara berlebih-lebihan tanpa memperhatikan norma-norma yang berlaku. 12. Diviyacita Selalu berhati terbuka dalam hubungan dengan orang lain. Patih Gajah Mada tidak ingin di Dewadewakan.

bahwa seseorang Raja/Pemimpin itu dalam memilih para pembantu-pembantunya (para Menteri). Demikian uraian tentang Panca Dasa Paramitheng Prabhu dari kepemimpinan Maha Patih Gajah Mada pada masa jaman keemasan kerajaan Majapahit. Gineng Pratidina Selalu mendahulukan yang baik dan menyingkirkan yang buruk. Raja atau pemimpin itu harus memiliki suatu kebijaksanaan. NAWA NATYA Dalam lontar berbahasa jawa kuno yang berjudul Nawa Natya diperoleh penjelasan. Gajah Mada selalu berbuat yang terbaik. sifat ini nampaknya timbul dari keyakinan Karmaphala yang mengajarkan bahwa siapapun yang menanam kebaikan ia akan memetik buah yang baik pula. Patih Gajah Mada selalu memberikan penghargaan dan bimbingan. indah warnanya. Sebaiknya untuk mereka yang menunjukkan kesetiaan kapada negara. Kebijaksanaan ini diibaratkan memilih segunung bibit bunga yang harum baunya. memberikan kepuasan bagi yang 174 . Bila perlu lawan yang membahayakan harus dimusnahkan. kelak akan menerima balasan sesuai dengan perbuatannya. 14.bahwa dengan mencintai dunia dan isinya berarti pula mencintai Maha Pencipta yang menjadikan dunia beserta segenap isinya. Hanayaken Musuh Selalu bertindak tegas menghadapi lawan. Sumantri Sifat untuk menjadi petugas Negara yang sempurna didasari itikad yang baik. dan sebaliknya siapa yang bersalah. 13. Hal ini yang mengakibatkan keberhasilannya sejak ia menjadi magang. yang tidak cepat layu serta mempunyai manfaat yang utama. E. Tanpa memperhitungkan posisinya. melalui mekal hingga menjabat patih. 15.

5. baik dan buruk. 8. khusus yang menyangkut kepemimpinan Hindu yang menekankan moral/etika sebagai landasan melaksanakan kepemimpinan untuk mencapai jagat kita. Adapun orang-orang yang patut dipilih sebagai pemimpin menurut lontar Nawa Natya adalah sebagai berikut: 1. Paramartha: mempunyai sifat mulia dan luhur. 2. 6. 4. Dhirotsaha: tekun dan ulet dalam mensukseskan setiap usaha. Pradnya Widaghda : sikap bijaksana dan mahir dalam berbagai cabang ilmu dan memiliki pendirian yang teguh. Viveka : mampu membedakan antara yang salah dan benar. Demikian seseorang raja (pemimpin) dalam memilih pembantu-pembantunya seperti memilih segunung bibit bunga itu. Sama upaya : selalu setia kepada janji atau sumpah. 9. Demikianlah selintas tentang ajaran Niti Sastra.melihat maupun yang menggunakannya. Wira sarwa yudha : memiliki sifat pemberani. 3. 7. pantang menyerah dalam pertempuran. Wruh ring sarwa bhasata : tahu mengatasi permusuhan. Lagha vangartha : tidak pamrih terhadap harta benda. 175 . Pragivakya: Pandai berbicara dan mempunyai kemampuan mempengaruhi orang masyarakat.

I Nengah Wadrana. Drs. Drs. Jakarta 1994.Adia Wiratmaja. Ketut Pasek. Sumber Mas bali 1978 6. Pudja MA dan Tjokcorda Rai Sudharta MA. 5. Penerbit Prasasti Jakarta 1992. Agama RI 1972 3. Jakarta 1998/1999. 9. Tim Penyusun.K. Leadership : Kepemimpinan Hindu. Dharmayasa. Dasar – dasar kepemimpinan Tradisional Di Bali. Cetakan I/1982. Ida bagus Made jaya Semara. Agama RI. Prof.Dr. CV. Niti Sastra Proyek Pembinaan Mutu Pendidikan Agama Hindu dan Budha Dep. 7. Manawa Dharma Sastra atau Weda Smerti. Agama RI.Tjokcorda Rai Sudharta MA. Buku Pedoman Dosen Agama Hindu. 176 .DAFTAR PUSTAKA 1.G. 8. Departemen Agama RI 1976/1977 2. Asta Brata dalam Pembangunan. Ketut Wiana. Buku Pelajaran Agama Hindu untuk perguruan Tinggi. Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jabar Skripsi/ 1985. Konsepsi Penerapan Kepemimpinan Asta Brata dalam peningkatan pelaksanaan Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha. Drs. Parisada Hindu Dharma Pusat. Wayan Mertha Sutedja BA. 10. Niti Sastra dalam bentuk kekawin 1982/1983 4. Dep. Hanuman Sakti. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha. Canakya Niti Sastra. Dep. Tim Penyusun. Hasil Rumusan Penyusunan Pedoman Pendidikan Agama Hindu Diperguruan Tinggi Umum 1995/1996.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful