P. 1
buku pedoman PAH

buku pedoman PAH

3.0

|Views: 19,353|Likes:

More info:

Published by: Ib Suryadiwiradharma on Jan 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2013

pdf

text

original

Sections

  • ( Intern )
  • Edit By :
  • Ida Made Sugita. S.Ag
  • UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL
  • KATA SAMBUTAN
  • Om Swastyastu,
  • DAFTAR ISI
  • 11.Sosiologi Hindu dan Dharma
  • 12.Sad Darsana
  • 13.Etika Agama Hindu
  • 14.Yahnya
  • 15.Pandita dan Pinandita
  • 16.Tempat Suci
  • 17.Hari Suci Agama Hindu
  • A. Pengertian, Filsafat, Ilmu Pengetahuan dan Agama
  • PEMBAHASAN
  • A.SEJARAH AGAMA HINDU DI INDIA
  • B.SEJARAH AGAMA HINDU DI INDONESIA
  • A. Asal Mula Alam Semesta
  • B. Asal mula manusia dan unsur-unsurnya
  • C.Hakekat Manusia
  • D.Manusia, Binatang dan Tumbuh-tumbuhan
  • SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)
  • A. Pengertian Weda
  • B. BAHASA DALAM VEDA
  • C. UMUR KITAB SUCI VEDA
  • D. SAPTA RSI PENERIMA WAHYU
  • NAMA-NAMA MAHA RSI LAINNYA
  • E. PEMBAGIAN DAN ISI VEDA
  • BAGIAN BRAHMANA (KARMA KANDA)
  • BAGIAN UPANISAD DAN ARANYAKA (JNANA KANDA)
  • B.SMERTI
  • A. Catur Purusartha
  • 1. Pengertian Catur Purusartha
  • B. CATUR ASRAMA
  • 1.Pengertian Catur Asrama
  • 2.Pembagian Catur Asrama
  • C.HUBUNGAN CATUR PURUSARTHA DENGAN CATl R ASRAMA
  • A. Pengertian Catur Marga
  • B. Pembagian Catur Marga
  • A. Tujuan Agama Hindu dan Tujuan Pembangunan Nasional
  • 1. Tujuan agama Hindu
  • B. Dharma Agama dan Dharma Negara
  • 1. Dharma Agama
  • 2. Dharma Negara
  • C. Agama Hindu dan Modernisasi
  • SATUAN ACARA PERKULIAHAN
  • (SAP)
  • SAD DARSANA
  • I. PENGERTIAN SAD DARSANA
  • II.RUANG LINGKUP SAD DARSANA
  • III.POKOK-POKOK AJARAN SAD DARSANA
  • B. WAISESIKA
  • B.I. PENGERTIAN DAN SIFAT AJARANNYA
  • B.2. SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA
  • C. MIMAMSA
  • C. 2 SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA
  • D. SAMKYA
  • E. YOGA
  • E. 1. PENGERTIAN DAN SUMBER AJARANNYA
  • E. 2. SIFAT DAN POKOK-POKOK AJARANNYA
  • F. WEDANTA
  • F. 1 PFNGERT1AN DAN SIFAT AJARANNYA
  • F.2. SIMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA
  • F. SAWA DARSASA
  • F.I. C A R W A K A
  • F.2. J A I N A
  • F.3. BUDDHA
  • (S A P)
  • c. Pokok-pokok Ajaran etika agama Hindu
  • SAP
  • A.Pengertian Yadnya
  • B.Dasar Pelaksanaan yadnya
  • C.Tujuan Pelaksanaan Yadnya
  • D.Jenis Jenis Yadnya
  • E.Tingkatan Yadnya
  • A. Pengertian Pandita dan Pinandita
  • B. Status Pandita dan Pinandita
  • C. Wewenang Pandita dan Pinandita
  • D. Syarat-syarat Calon Pandita dan Pinandita
  • BAB I
  • TEMPAT SUCI
  • A. Pengertian Tempat suci
  • B. Fungsi Tempat Suci
  • C. Jenis-jenis Tempat suci
  • 4. BALAI ANTANG
  • 5. BALAI KAHARINGAN
  • 6. SANDUNG
  • 7. INAN KEPEMALARAN PAK BUARAN
  • 8. INAN KAPEMALARAN PEDATUAN
  • 9. INAN KAPEMALARAN PAK PESUNGAN
  • 10. SANGGAR
  • 11. PAJUH- PAJUHAN
  • 12. CUBAl -CUBALAN
  • D. PENGELOMPOKAN PURA
  • BAB II
  • SYARAT-SYARAT MENDIRIKAN TEMPAT SUCI
  • A. SYARAT SYARAT MENDIRIKAN TEMPAT SUCI
  • C. DENAH PURA SESUAI DENGAN TR1 MANDALA
  • BAB III
  • MENGENAL BANGUNAN SUCI HINDU
  • 1. PRASADA
  • 2. MERU
  • 4. RONGT1GA
  • 5. TUGU
  • 6. PADMASANA
  • BAB IV
  • PENGESAHAN TEMPAT SUCI SECARA AGAMA
  • A. Tingkat Pemelaspas Alit (sederhana)
  • ACARA PERKULIAHAN
  • HARI RAYA SUCI AGAMA HINDU
  • 1.NYEPI
  • Pengertian dan Makna Nyepi
  • Runtulan Pelaksanaan Hari raya Nyepi
  • 4.GALUNGAN
  • 6.PURNAMA DAN TILEM
  • NITI SASTRA
  • Pengertian
  • A. CATUR PARIKSA
  • B. PANCA STITI DHARMANING PRABHU
  • C. ASTABRATHA
  • D. PANCA DASA PARAMITENG PRABHU
  • E. NAWA NATYA

BUKU PEDOMAN DOSEN PENDIDIKAN AGAMA HINDU

( Intern )

Edit By : Ida Made Sugita. S.Ag

UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL JAKARTA - 2007

1

KATA SAMBUTAN

Om Swastyastu, Dalam rangka meningkatkan efektifitas proses pembelajaran pendidikan Agama Hindu, Buku Pedoman Dosen Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi umum ini disusun berdasarkan kurikulum dan GBPP Tahun 1994. Dengan diterbitkannya Buku Pedoman Dosen Pendidikan Agama Hindu ini diharapkan dapat bermanfaat dalam proses belajar mengajar, mempermudah pemahaman materi dan standar di dalam menyampaikan materi perkuliahan Pendidikan Agama Hindu. Apabila dapat proses pembelajarannya berjalan dengan baik maka diharapkan mampu meningkatkan Sraddha dan Bhakti serta Budhi pekerti yang luhur, sehingga tercipta peningkatan sumber daya manusia yang memiliki daya saing dalam menghadapi Era Globalisasi. Dengan demikian kami pengurus Mata Kuliah Dasar Umum menyambut baik pencetakan buku ini dikalangan intern kampus Universitas Indonusa Esa Unggul dan kepada pencetak kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya, semoga Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan Wara Nugrahanya kepada kita semua sehingga dapat melaksanakan pengabdian dengan sebaik-baiknya.

Kepala PAMU Universitas Indonusa Esa Unggul

2

DAFTAR ISI

1. Kata Sambutan ................................................................................ 2 2. Daftar Isi ............................................................................................3 3. Filsafat, Ilmu Pengetahuan dan Agama .............................................4 4. Sejarah Agama Hindu .......................................................................... 5. Alam Semesta....................................................................................... 6. Weda..................................................................................................... 7. Panca Sraddha Dasar Keyakinan Agama Hindu ................................. 8. Catur Purusartha dan Catur Asrama .................................................... 9. Catur Marga ......................................................................................... 10. Agama Hindu dan Pembangunan Nasional ......................................... 11. Sosiologi Hindu dan Dharma ............................................................ 12. Sad Darsana........................................................................................ 13. Etika Agama Hindu ........................................................................... 14. Yahnya................................................................................................. 15. Pandita dan Pinandita ....................................................................... 16. Tempat Suci ........................................................................................ 17. Hari Suci Agama Hindu..................................................................... 18. Nitisastra .............................................................................................

3

Seseorang menjadi bijaksana karena berusaha mendalami hakekat sesuatu.1.3). Pengertian Filsafat. Ilmu Pengetahuan dan Agama Pengertian filsafat berbeda dengan ilmu pengetahuan dan berbeda pula dengan pengertian agma. b. Menunjukkan batas kebenaran bidang filsafat. ilmu pengetahuan dan agama. Dalam bukunya Filsafat Administrasi mengatakan “kata filsafat’ berasal dari bahasa Yunani. mahasiswa diharapkan dapat : POKOK MATERI : a. Filsafat. Hubungan filsafat. dan kata “sophia” artinya kebijaksanaan.P Siagian. ilmu pengetahuan dan agama. baik mengenai hakekat adanya sesuatu fungsi. Ilmu Pengetahuan dan Agama : a. ilmu pengetahuan dan agama. dari kata “philllos” berarti gemar. TKP : Setelah mengikuti mata kuliah ini. Dengan demikian filsafat berarti berusaha mengetahui tentang sesuatu dengan sedalam-dalamnya. ciri-cirinya. 4 . POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : Filsafat. c. kegunaannya. Ilmu Pengetahuan dan Agama TUP : Mahasiswa dapat memahami pengertian tentang filsafat. ilmu pengetahuan dan agama. S. Pengertian. Karena itu filsafat berarti cinta kepada kebijaksanan. 1980:2. masalahnya serta pemecahan terhadap masalah-masalah itu (Drs. S.P. Menurut Drs. senang atau cinta. MPA. Siagian. MPA. Menjelaskan hubungan filsafat. Menjelaskan perbedaan pengertian filsafat. Ilmu Pengetahuan dan Agama b. PEMBAHASAN A.

Ir. Hasbullah Bakry Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu mengenai Ketuhanan. R. N. fisika.Selain itu Prof. 5 . Driyarkara Filsafat adalah pemekaran yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebab "ada" dan "berbuat. alam semesta dan manusia. perenungan tentang kenyataan (reality) yang sedalam-dalamnya sampsi ke "mengapa" yang penghabisan 6. metafisika dan pengetahuan praktis. 3. sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu 7. Disamping kedua pendapat di atas ada pula pendapat tentang definisi filsafat sebagai berikut. 4. Plato (427-347 SM) Filsafat adalah ilmu pengetahuan hakikat 2. Ilmu filsafat itu mengabtraksikan susunan itu menjadi sasaran pemikirannya. Aristoteles (384-322 SM) Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang kebenaran yang meliputi logika. dalam bukunya Pembimbing ke arah Filsafat. 1. D. 5. juga menegaskan arti Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab-sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka. Pudjawijatna. NotoNagoro Filsafat menelaah hal-hal yang menjadi obyeknya dari sudut intinya yang mutlak dan yang terdalam yang tetap tidak berubah yang disebut mutlak. Immanuel Kant Filsafat adalah ilmu pengetahuan pokok pangkal dari segala pengetahuan dan perbuatan.C Mulder Filsafat adalah pemekaran teoritis tentang susunan kenyataan sebagai keseluruhan.

a. manusia tak akan puas sampai batas itu saja. sehingga mudah dipahami atau mempunyai cara-cara memperoleh kebenaran. Suatu keuntungan besar bagi manusia adalah karena manusia memiliki sifat kodrati ingin tahu.Ilmu pengetahuan terdiri dari "ilmu" dan "pengetahuan". yaitu ditanggapi secara statis dan dinamis. karena yang paling pokok adalah apa yang diterima sebagai suatu kenyataan alam ditanggapi sebagai dwifungsi. 11/2 1957 mengatakan. Sehingga wajarlah apabila ilmu pengetahuan selalu berkembang pesat sejalan dengan perkembangan teknologi. tetapi mereka ingin lebih tahu lagi. sehingga manusia selalu ingin lebih tahu. Untuk memperoleh suatu pengertian yang lebih jelas maka berikut ini ada beberapa difmisi tentang ilmu pengetahuan. Justru inilah yang merupakan daya dorong yang paling mendasar. Ong Hian Hoey. atau mempunyai hubungan fakta yang satu dengan fakta yang lainnnya Bermethode. Drs. Arsip dan Dokumentasi. Pengetahuan berlaku umum yaitu berlaku bagi semua orang. dalam majalah perpustakaan. Dari apa yang ingin diketahuinya. Segala sesuatu yang dapat diketahui melalui indria disebut pengetahuan (know ledge). Demikian seterusnya dan tak mempunyai batas akhir. antara lain. Tidak semua pengetahuan disebut ilmu. Obyektif: Pengetahuan dapat mengukur / menilai apa adanya atau dapat mencari persesuaian antara pengetahuan dan obyeknya. Mengapa demikian. 6 . sedang sifat kegunaannya menjadi ciri yang utama. ilmu pengetahuan adalah jumlah pengetahuan yang teratur setelah diabstraheer dan diobyektiver. Pengetahuan yang dapat diuraikan dari hal-hal yang dianggap paling mudah sampai yang paling rumit. Siapapun dapat menguji kebenaraannya berdasarkan norma ilmiah yang ada. Pengetahuan yang bisa dikatakan ilmu apabila pengetahuan itu memenuhi beberapa persyaratan sebagai persyaratan ilmiah dengan cirinya sebagai berikut: Bersistem. Pengetahuan mempunyai cara-cara dalam penyajiannya. Universal.

memangku. Filsafat pengkajiannya tidak membatasi diri. Selain agama dikenal dengan "dharma" yang berarti menjinjing. obyektif dan universal. B. Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin akan ada. sampai keakar-akarnya hinggd melewati batas kebenaran ilmu. tersusun secara sistematis. Mohammad Hatta. metodhis. tetapi pengetahuan yang sudah teratur. Seorang filosof tidak akan pernah merasa 7 . Dipikirkan sedalam-dalamnya. Ilmu adalah suatu pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam satu golongan masalah yang sama tabiat dan kedudukannya maupun menurut bangunnya dari luar. Agama memberi petunjuk bagaimana cara mengadakan hubungan antara manusia dengan manusia. rohani yang menuntun. mengatur kehidupan manusia. Prefiks “a” dari kata gam berarti tidak. Kebenaran filsafat terletak pada kemampuan berpikir yang mendalam. dari bahasa Sansekerta. yaitu langgeng. manusia dengan Tuhan. yang kekal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud agama adalah ajaran suci bersifat. maksudnya kedatangan wahyu Tuhan. yang abadi. dari kata "gam" yang dalam bahasa Inggrisnya sama dengan "go" berarti pergi.b. mengatur dan memelihara. Agama adalah kayakinan yang didasarkan atas wahyu Tuhan. namun bidang pengkajiannya lebih mendalam serta tidak terbatas. Ilmu Pangetahuan dan agama. Kebenaran filsafat. manusia dengan alam. Kata agama secara etimologi berasal. Agama dalam bahasa Inggrisnya merupakan terjemahan "relegion" yang berarti kedatangan kembali. Yang dimaksudkan dengan semua itu adalah Tuhan. Jadi agama berarti sesuatu yang tidak pergi. dalam bukunya Pengantar Kejalan Ilmu Pengetahuan menyebutkan. Kebenaran filsafat sebenarnya kebenaran ilmu juga. Agama adalah suatu kepercayaan akan adanya Tuhan serta segala sesuatu yang bersangkut paut dengan itu. Dengan demikian jelaslah bahwa ilmu itu adalah pengetahuan juga.

Sama halnya dengan ilmu pengetahuan. obyektif dan universal disebut ilmu. la ingin mendapatkan keterangan yang lebih luas dan lebih dalam. Rasa ingin tahu inilah yang mendorong manusia untuk bertanya dan menyelidiki apa yang ingin diketahuinya. Dengan panca indria kita dapat mengetahui segala sesuatu yang ingin diketahui secara sadar. ia tidak puas sampai disitu. Kemampuan berpikir dalam mengkaji ilmu menjadi dasar utama dalam memperoleh kebenaran ilmiah. Filsafat menuntut daya berpikir tinggi dalam menghadapi masalah. 8 . sehingga dapat menentukan bagaimana kedudukan persoalan dan mengapa demikian ? Karena manusia berpijak ingin tahu dengan mengajukan pertanyaan untuk memperoleh jawaban yang memuaskan. Proses pengkajian filsafat pun sebenarnya sama dengan proses ilmu pengetahuan. hanya saja filsafat mengkaji lebih jauh dan tidak mandeg sampai disana. dikaji terus sampai keakar-akarnya. Tetapi sifat kebenaran yang diperoleh tanpa ada batasnya.puas dengan kebenaran yang sudah ada. segala sesuatu yang dapat diketahui secara sadar bersistem. sebab Panca Indra adalah pintu gerbangnya ilmu pengetahuan. Kebenaran ilmu pengetahuan lingkupnya terbatas yaitu sebatas pengalaman indria. bersistem dan universal. Dengan demikian bidang filsafat lebih luas lingkupnya dari pada ilmu pengetahuan. maka mulailah mengadakan hepotesa. Panca indria merupakan sarana vital menentukan keberhasilan mengkaji kobenaran secara ilmiah. Mula-mula manusia ragu-ragu terhadap kebenaran tertentu yang sedang dihadapi. Proses pengkajian ilmu diawali dengan rasa ingin tahu. mengumpulkan data/fakta. bermethode. Jika kita berpikir ilmiah maka kita harus mempunyai pola pikir yang bercirikan ilimiah. dialami dan diketahuinya. membuktikan dengan percobaan secara berulang-ulang. manganalisa berdasarkan data yang ada. barulah dapat mengambil kesimpulan tentang sesuatu kebenaran. filsafat juga menuntut suatu kebenaran secara sadar dan bermethode. Hal ini disebabkan manusia mempunyai kemampuan berpikir serta daya nalar apa yang didengar.

Keyakinan menjadi dasar kebenaran agama. warnanya dan sebagainya. tetapi kebenaran agama dapat disajikan dengan pendekatan secara ilmiah. dan agama tidak memerlukan pembuktian. Secara konseptual kebenaran agama terletak pada kepercayaan kepada Tuhan. Kebenaran agama adalah mutiak. maka ruang 1 ingkup agama sampai di luar jangkauan indria. namun bersifat abstrak. Air dalam filsafat memandang tidak hanya sebagai kebutuhan vital. Kebenaran agama menuntun semangat hidup atau memberi motivasi hidup terhadap manusia. Seseorang yang mengaku dirinya beragama harus diawali dengan terlebih dahulu tanpa ada keragu-raguan menerima kebenaran agama. sifatnya.Bila ruang lingkup ilmu pengetahuan hanya sampai pada obyek-obyek nyata yang dapat ditangkap indria. . Kebenaran agama adalah kebenaran Tuhan yang bersifat gaib. Agama mengajarkan kepada manusia untuk meyakini adanya wahyu Tuhan. Apakah air itu?. Air juga dianalisis dari segi fungsinva. Air dianalisis terdiri dari dua unsur. maka ruang lingkup filsafat lebih luas dari pada itu. kekal. Jadi kebenaran agama berbeda dengan kebenaran ilmiah. yaitu hidrogen dan oksigen (H 2 0). Dari segi ilmiah/ilmu pengetahuan memandang air adalah sebagai suatu kebutuhan vital yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan. artinya (tak terpikirkan oleh akal) namun kenyataan hidup yang sering dihadapi manusia membuat ia tidak berdaya atas kuasa Tuhan terhadap segalanya. Meskipun kebenaran agama tidak perlu pengujian ilmiah. Agama memberi ramburambu kehidupan menuju kehidupan yang lebih baik.ntuk memperoleh jawaban. Berbeda dengan 9 . abadi. Demikian seterusnya pertanyaan itu dilontarkan u. Agama memberikan janji di hari depan. tuntunan / pedoman harus dilaksanakan dari sesuatu yang harus dihindari. Tanpa air kita tidak bisa hidup. Sebagai contoh air. karena didalam wahyu itu terdapat dua ajaran pokok yaitu. mencakup apa yang ada dan apa yang mungkin akan ada. Karena itu tidak semua masalah-masalah agama dapat dibuktikan seperti ilmu pengetahuan. tetapi masalah airdikaji dan diteliti secara mendalam. Mengapa perlu diadakan air? Dari mana air itu berasal '?.

meskipun ketiganya memiliki bidang yang berbeda. namun semuanya memiliki hubungan yang erat. Di India filsafat yang serupa dengan itu dinamai Darsana. namun satu fungsi. Selain dengan ilmu pengetahuan agama juga mempunyai hubungan erat dengan filsafat. obyektif dan universal. Oleh karena itu memperdalam ajaran Hindu tidak terlepas dengan aspek Tattwa. namun penyajian ajarannya tidak terlepas dengan methode penyajian ilmiah. Etika dan Upacara. Tina amertha. Ibarat sebuah pisau belati dengan kedua belah sisinya. ajaran agama dengan mudah dipahami. Filsafat dan pengetahuan sama-sama menuntut kebenaran secara sadar bermethode. ilmu pengetahuuan dan agama. C. Inilah bukti bahwa agama dan filsafat tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Demikian methode penyajian ilmiah. Filsafat. Demikian halnya dengan agama yang berdasarkan keyakinan. Tattwa adalah filsafat yang dikemas dalam ajaran Hindu. Air juga dipakai sebagai sarana pemujaan seperti . Dengan demikian methode penyajian ilmiah mutlak diperlukan dalam bidang agama. Bahkan agama (Hindu) mempunyai aspek filsafat sebagai salah satu bagian yang amat penting berupa Tri Kerangka Agama Hindu yaitu aspek Tattwa. Ilmu mendukung tumbuh kembangnya filsafat dan sebaliknya dalam filsafat sudah terkandung ilmu pengetahuan. Antara ilmu dan filsafat sejalan dan saling berkaitan. nilai kesucian nilai religius. dan sebagainya. filsafat adalah induknya ilmu pengetahuan yang menjadi dasar pengkajian timbulnya filsafat. Hubungan Filsafat. air ditempatkan pada posisi yang istimewa. Adapun hubungannya. bersistem. satu dengan yang lainnya berbeda. 10 . Ilmu Pengetahuan dan Agama. Air dipandang mempunyai nilai tambah yakni nilai kepercayaan.pandangan agama.

mahasiswa diharapkan dapat : a. Kehidupan tata keagamaan Hindu kuno di India b. Menjelaskan bukti kehidupan jaman India kuno. Menjelaskan masuknya pengaruh agma Hindu ke Indonesia e. d. b. Mashab-mashab Hindu di Indoesia PEMBAHASAN A.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : Sejarah Agama Hindu : a. SEJARAH AGAMA HINDU DI INDIA Dalam kitab Weda bangsa Arya mempunyai peran penting sejarah agama Hindu di kemudian hari. Sejarah agama Indu di India dan Perkembangannya. c. Bangsa Arya diperkirakan berasal dari darata Eropa. Menjelaskan fase perkembangan agama Hindu ke Indonesia d. Sejarah agama Hindu di Indoensia dan perkembangannya. Masuknya agama Hindu di Indonesia. Perkembangan agama Hindu di Indonesia. Penyebaran bangsa Arya ke arah timur menuju dataran Asia dengan melalui pantai selatan laut hitam 11 . Mengetahui sejarah agama Hindu. b. c. TUP : Mahasiswa dapat memahami sejarah perkembangan agama Hindu di India dan di Indonesia TKP : Setelah mengikuti mata kuliah ini. Menjelaskan mashab-mashab Hindu di Indnesia MATERI : a.

Pada saat menduduki Bactria. Hiasan rambut yang demikian menjadi bentuk senjata yang bercabang tiga (tri sula) sebagai atribut Dewa Siwa. Bangsa Drawida adalah bangsa asli India yang menduduki lembah sungai Sindhu. Ditemukan area Batu Dewa dengan bentuk kepala bertanduk yang terpadu dengan pohon suci Pitaia. sehingga nama Saraswati dianggap sebagai Dewi ilmu Penetahuan. Rajasthan serta Punyab. mereka menyebar ke dua arah yaitu ke utara menuju Iran (Timur Tengah) dengan menghimpun kitab Avesta di Iran yang menjadi agama Zoroaster. lembu nandini dan badak. Penemuan tersebut membuktikan adanya konsepsi Dewa Pasopati. Raja binatang tersebut memiliki ciri-ciri seperti.menuju Bactria (Asia Kecil). Lembah sungai saraswati ini memegang peran sangat penting. 2. 12 . Bangsa Drawida menempati dua kota besar yaitu Mohenjodaro dan Harapa. Bukti-bukti adanya kehidupan keagamaan bangsa Drawida di lembah sungai Sindhu adalah 1. Ditemukan area Teracota yang dianggap sebagai konsepsi Dewi Kesuburan. duduk beryoga. Lembah sungai Saraswati ini dalam Reg Weda disebut Brahmawarta (daerah suci). Ke arah selatan menuju daratan India dengan melalui celah Keyber dan pegunungan Hindukus dengan menghimpun kitab Weda yang berbahasa Sansekerta. rambutnya dihias seperti kipas. Pemujaan kepada Dewi Kesuburan ini kemudian berlanjut menjadi pernujaan kepada Dewi Perthiwi yang menjadi salah satu kepercayaan dalam agama Hindu. Tokoh ini dipersamakan dengan tokoh Siwa Maha Dewa pada berikutnya. dan dikemudian hari akhirnya dianggap merupakan tempat turunnya wahyu Weda. 3. Selanjutnya bangsa Arya menyebar kepedalaman dan menduduki lembah sungai Saraswati. Bangsa Arya ketika menduduki daerah Bactria disebut masa Indo Iran. Sedangkan didepannya terdapat empat ekor binatang buas dan binatang besar lainnya seperti gajah. Daerah penyebarannya meliputi perbukitan Baluchistan. seperti seorang yogi. Ditemukan materi bergambar seekor binatang yang dianggap sebagai raja binatang.

SiwaNataraja melambangkan Siwe sedang menari sebagai simbol untuk menciptakan. memelihara dan. yang pada masingmasing sayapnya ada seekor ular. Dewa-dewa ini masing-masing dihubungkan dengan tenaga alam yang menguasai dan mempengaruhi kehidupan manusia saat itu. Surya adalah 13 . Gambar tersebut membuktikan adanya konsepsi burung Garuda sebagai wahana Dewa Wisnu. Dari data tersebut membuktikkan bahwa kehidupan keagamaan sebelum datangnya bangsa Arya. 4. Ditemukan materi bergambar burung Elang yang sedang terbang. mata mengarah keujung hidung sebagai lambang melihat dunia spiritual. Jaman Weda. Tata cara kehidupan keagamaan dijaman Weda banyak sekali mengenal namanama Dewa. 6. Ditemukan materi teracota yang terdapat gambar pohon yang didekatnya berdiri seorang manusia. Konsepsi ini dijaman selanjutnya menjadi kepercayaan umat Budha menjadi pohon Badhi. ternyata bangsa Drawida (India kuno) memiliki tata cara kehidupan keagamaan yang tinggi Perkembangan kehidupan keagamaan bangsa Drawida setelah terjadi asimilasi dengan bangsa Arya dapat dikelompokan sebagai berikut 1. demikianlah maka Agni adalah dewa api. memakai jubah dengan hiasan daun. memakai ikat kepala dari alang-alang (sirovista). mempralina 5. Ini membuktikan adanya konsepsi pohon suci yang memberikan perlindungan kepada umat manusia. Penggunaan jubah dalam agama Budha disebut Sanghati yaitu menutup bahu kiri dan bahu kanan tetap terbuka. Ditemukan arca batu seorang tokoh rohaniwan dengan ciri-ciri sebagai berikut. Ditemukan area batu seorang penari yang dianggap sebagai konsepsi pemujaan Siwa Nataraja.Demikian pula gambar Lembu Nandini yang pada jaman berikutnya merupakan tokoh sebagai wahana Dewa Siwa. 7. sedangkan dalam agama Hindu disebut Kalpa Wrksha / Kalpa Taru. Tenaga alam itulah merupakan manifestasi Dewa.

hanya saja jaman Brahmana ini sistem filsafat diperluas lagi dalam bentuk yang lebih abstrak. Jaman Upanisad. Jaman Brahmana Jaman ini ditandai adanya kitab-kitab Brahmana yaitu bagian dari Weda yang berisi peraturan dan kewajiban keagamaan. 3. dan menganggap bahwa yadnya itu memiliki daya sakti yang mistik dan bersifat rahasia. Maka peranan para pendeta saat itu mulai dominan yang akhirnya ditandai dengan munculnya jaman Brahmana. Pemikiran masalah ketuhanan pada jaman ini sudah ada dan kemudian disempurnakan pada jaman Upanisad. hanya mereka orang bijaksana menyebutkan dengan berbagai macam nama. dimana aspek kekuatan alam yang dipuja melalui Dewa tertentu dengan memakai upakara tertentu. maka tidak heran jika banyak pemikiran keagamaan bersifat spikulatif. Di lihat dari segi filsafat.dewa matahari. jaman Brahmana ini merupakan pendahulu pemikir secara sistematis. Pada umumnya pada jaman Weda ini hubungan manusia dengan Dewa sangat dekat sekali. adanya pitara dan dunia Dewa/ sorga. Maruta adalah dewa badai. Indra adalah dewa perang dan sebagainya. Penguraian yang lebih sistematis terjadi pada jaman berikutnya yaitu jaman Upanisad? Oleh karena kehidupan pada jaman Brahmana lebih banyak dikuasai masalah yadnya. dan sintesis. Pada jaman ini juga mempercayai adanya hidup itu sesudah mati. Sebagai kesimpulan bahwa pemikiran keagamaan pada jaman Brahmana Sudah mengarah kepada pemikiran yang lebih logis dan rasional. Namun dasar-dasar pemikiran filsafat ini sebenarnya telah ada pada jaman Weda. 14 . 2. Walaupun pada jaman itu mereka mengenal berbagai macam Dewa tetapi Tuhan tetaplah satu. Candra adalah dewa bulan.

etika dan sebagainya. pembaharuan dibidang agama mulai terasa. Jaman ini adalah jaman yang penting dalam sejarah perkembangan agama Hindu di India. Jaman Sutra-Sutra. Pandangan yang menonjol dalam kitab Upanisad adalah suatu ajaran yang bersifat monitis dan absolutisms. Realitas ini tidak keiihatan. Jaman ini. Untuk upacara korban yang diuraikan secara sistematis. begitu juga masalah hakekat Tuhan digambarkan secara filsafat. Jaman Skholastik. Realitas itu disebut Brahman (Tuhan). tidak tembus oleh akal manusia tetapi menyelami segala sesuatu. 5. Mimamsa dan Wedanta. Graha Sutra. seperti upacara. Jaman Wiracaritra. maka timbulah sutra-sutra seperti Kalpa Sutra. Pemikiran keagamaan jaman ini sudah mulai bersifat filosofis. dan begitu juga bermunculan sutra-sutra yang lain seperti Sulwa Sutra. Yoga. sebagai contoh munculnya aliran Jainaisme dan Budhaisme. 15 . Pada jaman ini mulai bermunculan komentar-komentar yang sederhana untuk mempelajari arti dan makna ajaran Weda. hal ini sempat mempengaruhi kehidupan keagamaan. bebas dari awidya. Waisesika. 6.Jaman upanisad ini ditandai adanya kitab-kitab Upanisad. Selain pembaharuan dibidang upacara juga ada pembaharuan dibidang filsafat seperti Nyaya. artinya ajaran yang mengajarkan bahwa segala sesuatu yang bermacam-macam itu dilahirkan dari satu azas yang tertinggi. Samkhya. filsafat. Pada waktu itu India mengalami krisis politik. 4. Dharma Sutra. maka mulai banyak timbul pemikir/ahli agama yang ingin mengadakan pembangunan dibidang agama.

la adalah pemimpin spiritual dari Kuil Daksinawar dekat Calcutta. Arya Samaj ajarannya mencakup tiga hal yaitu: Weda adalah wahyu Tuhan. SEJARAH AGAMA HINDU DI INDONESIA. B. Aliran lain yang lebih dipengaruhi oleh politik ialah Arya Samaj yang dipelopori oleh Swami Dayananda Saraswati. juga mengusahakan pembangunan dibidang sosial seperti mempelopori pemberantasan poligamL menghindari Sati (pembakaran janda). Seorang pembaharu ajaran Hindu lainnya adalah Sri Kamaknsna (1834-1886). Weda adalah satu-satunya wahyu Tuhan. Setelah Rabindra Nathagore meninggal dilanjutkan oleh Kesab Candra Sen dan akhirnya ajarannya terpecah menjadi berbagai macam aliran. Ajarannya adalah Monisme. mulailah ada gejala-gejala perkembangan baru dalam sejarah agama Hindu. Setelah masuknya pengaruh Islam. Kebangkitan agama Hindu pada abad XVIII dipelopori oleh Ram Mohan Roy (1772-1833). Gerakannya disebut Brahma Samaj.Jaman ini merupakan jaman pemimpin besar sebagai kelanjutan jaman Wiracarita seperti tokoh Ramanuja. seperti Kabir (1140-1518) yang berusaha memberikan pengaruh agama Hindu dengan agama Islam. Satya Graha dan Ahimsa. Setelah ia meninggal ajarannya diteruskan oleh Debendra Nathagore ayah dari Rabindra Nathagore. antara budaya Barat dengan budaya Timur. dan Weda adalah sumber pokok bagi ilmu agarna-agama di dunia. Maksudnya ajaran ini adalah untuk membangun agama Hindu dan untuk mengadakan sintesa antara yang baru dengan yang kun'o. Ajarannya dikemudian hari menjadi salah satu sumber-ajaran Nanak (1469-1538) sebagai pendiri agama Sikh. Madwa. dan mencoba untuk menjadikan agama Hindu dan agama Islam saling mempengaruhi. Sankara. Pembaharuan agama Hindu yang besar sekali pengaruhnya adalah Mahatma Gandhi (1869-1948). Disamping ia berusaha keras untuk membangun dibidang agama. la adalah seorang tokoh Hindu yang mendapat pendidikan Barat. 16 .

Masuknya agama Hindu di Indonesia.Walaupun secara sederhana. Chryse Chora (Negeri emas). a. Dengan data tersebut teranglah bahwa hubungan India dengan Indonesia telah terjadi ribuan tahun yang silam. pada jaman prasejarah di Indonesia juga telah mengenal kepercayaan kepada kekuatan gaib mereka juga melakukan upacara pemujaan/Sradha. baik di Indonesia maupun diluar negeri. Mookerjee (India 1912) menyatakan bahwa masuknya pengaruh Hindu dari India ke Indonesia dibawa oleh para pedagang yang besar. Bukti ini merupakan pedoman berlayar di samudra Indonesia (lautan Erythrasa). Hal ini juga masih dilakukan dibeberapa daerah di Indonesia. Setelah sampai di 17 . Teori tersebut adalah. yang menyebutkan beberapa tempat seperti Agryse Chora (negeri perak). Ada beberapa teori tentang masuknya agama Hindu ke Indonesia. yang pada bagian Kiskenda Kanda menyebutkan bahwa Sugriwa dalam usaha mencari Dewi Sita memerintahkan para pasukan kera untuk pergi ke Jayadwipa dan Swarnadwipa. Hal ini mengingatkan pada daerah Swarnadwipa (pulau emas). Kitab Periploustest Erythastolesses yang ditulis oleh seorang nahkoda Yunani. Oleh karena itu dipakailah sumber-sumber tidak langsung yang berasal dari luar Indonesia. a. c. Data yang memuat secara rinci masuknya agama Hindu ke Indonesia belum dijumpai. Pada waktu orang meninggal maupun saat penguburan bahkan sesudah selesai penguburan masih juga dilakukan upacara sradha agar hubungan mereka tidak terputus. 1. b. Kitab Geographika Hepigeses seorang Yunani Iskandariah pada abad 2 masehi. Chrsyse Chersonesus (semanjung emas) dan juga menyebutkan tempat bernama Jabadion yang dalam bahasa Sansekrta sama dengan Jawadwipa. Kitab Ramayana yang digubah sebelum Masehi. Dalam kitab ini menyebutkan terjadinya hubungan antara India dengan wilayah yang bernama Chryse Chora (negeri emas).

Melalui proses ini agama Hindu mulai menyebar di Indonsia. Mantra. B. Moens (Belanda) menyatakan bahwa peranan kaum ksatriya sangat besar dalam proses kolonisasi. peranan kaum ksatriya sangat besar. Dalam kehidupan keagamaan didapatkan keterangan pada dua buah Yupa yang menyatakan bahwa maksud pendiriannya itu untuk memperingati yadnya yang dilaksanakan oleh raja Mulawarman. maka terjadilah penyebaran agama Hindu di Indonesia b. e. d. Para ahli sejarah berkesimpulan bahwa masuknya agama Hindu ke Indonesia terjadi awal tahun masehL sekalipun tak ada bukti tertulis atau benda-benda purba kala dari kehidupan agama saat itu. 18 . Kehidupan keagamaan di Indonesia dapat diketahui pada abad IV masehi dengan ditemukannya tujuh buah Yupa peninggalan kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. c. Dari data peninggalan sejarah di Indonesia disebutkan bahw Rsi Agastya pernah menyebarkan agama Hindu di Indonesia. 2. Bosh (Belanda) menyatakan bahwa dalam penyebaran agama 1 lindu ke Indonesia. Agama Hindu di Indonesia.Indonesia mereka membentuk koloni dan membangun kota kemudian mengadakan kontak hubungan dengan India. sekalipnn unsur India merupakan zat penyubur kebudayaan. Krom (Belanda) dengan teori Wesya menyatakan bahwa diterimanya pengaruh Hindu di Indonesia melalui penyusupan jalan damai yagn dilakukan oleh golongan pedapang (wesya). dengan leori gabungan menyatakan bahwa masuknya pengaruh Hindu ke Indonesia dibawah oleh kaum brahmana. dan wesya f. 1.

Pasiwari. Jambu. Bangunan suci peninggalan tertua kerajaan Hindu di Jawa Timur adalah candi Badut di Malang. Peninggalan lain yang membuktikan pada jaman Singasari adalah berdinnva candi Kidal. Perkembangan selanjutnya. satu bait untuk dewa Wisnu dan satu bait lagi untuk dewa Brahma. Perkembangan agama Hindu di Jawa Tengah dapat dibuktikan dengan adanya prasasti Tukmas di lereng gunung. agama Hindu hidup pada jaman Singosari tahun 1042-1222 masehi. Isi prasasti tersebut menyatakan bahwa raja Simha dari kerajaan Kanyuruhan mengadakan upacara besar beserta para pendeta dan penduduk negeri. Merbabu. dibuktikan dengan ditemukan prasasti Dinoyo 682 Saka dengan memakai hurup Jawa Kuno yang bahasa Sansekrta. diantaranya memuat pemujaan terhadap dewa Siwa. Hal ini membuktikan Ken Arok adalah penganut Hindu yang setia. Muara Cianten. Di jaman berikutnya agama Hindu berkembang di Jawa Timur. Pada abad XIII berakhirlah masa Singosari sehingga muncul kerajaan Majapahit. Kebon Kopi. Ken Arok sebagai raja pertama digelari Bhatara Guru. Kesaksian lain kehidupan agama Hindu di Jawa Tengah dapat diketahui dari prasasti Canggal yang dikeluarkan oleh raja Sanjaya tahun 654 Saka dengan candra sengkala “Sruti indria rasa". Hal ini dibuktikan dari tujuh buah prasasti yaitu Ciaruteun. Dengan berakhirnya kerajaan Kanyuruhan maka muncullah dinansti I sana Wamsa dengan raj any a Empu Sendok.Tugudan Prasasti Lebak. Perkembangan agama Hindu selanjutnya ternyata bergeser ke arah timur yaitu Jawa Tengah. 19 . candi Jago dan candi Singosari.Setelah di Kutai agama Hindu ternyata berkembang di Jawa Barat pada abad V. Prasasti tersebut memakai huruf Pallawa dan bahasa Sansekrta. Dari prasasti tersebut dapat dipastikan bahwa raja Purnawarman adalah raja Tarumanegara yang beragama Hindu. Keseluruhan prasasti itu berbentuk syair yang terdiri 12 bait. Jaman Majapahit merupakan masa gemilang perkembangan agama Hindu.

Surya Kama tahun 1925 di Singaraja. Sara Poestaka tahun 1923 di Ubud Gianyar. Sebagai penghormatan kepada Empu-Kuturan dibuatlah pelinggih Menjangan Salwang pada kebanyakan pura yang ada di Bali. Kehidupan keagamaan dengan berbagai sekta-sekta yang hidup pada jaman sebelumnya dan akhirnya dapat disatukan dengan melalui Sad Kahyangan. Madjelis Hinduisme tahun 1950 di Klungkung.Bukti kemegahan agama Hindu jaman Majapahit adalah berdirinya candi Penataran di Blitar. maka agama Hindu berkembang di Bali. bahwa Empu Kuturan sebagai pembaharu agama Hindu di Bali. maka pembinaan agama Hindu diatur oleh desa adat dan Griya-griya (sulinggih) secara lokal. Bersamaan masuknya agama Hindu di Bali pada abad VIII. Wiwadha Sastra Sabha tahun 1950 di Denpasar. Oleh karena muncullah organisasai keagamaan seperti : Suita Gama Tirtha tahun 1921 di Singaraja. Yayasan Dwi Jendra tahun 1959 di Denpasar. Kahyangan Tiga. Setelah mundurnva masa kerajaan di Bali. ternyata agama Budha juga datang ke Bali. Beliau datang pada abad XI pada pemerintahan Udayana. Sedangkan tempat moksa beliau didirikan pura Silayukti. Konsepsi pemujaan Dewa Tri Muni dimasyarakatkan dengan melalui Desa Pakraman pada setiap Kahyangan Tiga. Perhimpunan Catur Wangsa Dirg/Gama Hindu Bah tahun 1926. Pada tanggal 23 Pebruari 1959 beberapa organisasi keagamaan mengadakan pentemuan membentuk Majelis Agama Hindu. Paruman Para Pandita tahun 1949 di Singaraja. Kemudian tanggal IT-23 Nopember 20 . Kahyangan Jagad. Setelah Majapahit mulai suram. Menurut lontar-lontar yang ada di Bali. di Klungkung. kehidupan agama Hindu kurang mendapat perhatian. Dan lain-lain.

1961 umat Hindu berhasil menyelenggarakan Dharma Asrama Para Sulinggih di Campuan Ubud Gianyar dengan menghasilkan Piagam Campuan Ubud yang merupakan titik awal sebagai landasan pembinaan umat Hindu. b. Bhairawa. Siwa Sidhanta yaitu mashab yang lebih mengutamakan pemujaan kepada Dewa Siwa. Dr. dan Mashab Rsi atau sermg disebut Mahabrahmana Sewa Sogata. Semuapanditadi Bali disebut sebagai Sidhanta ciri-ciri Sidhanta antara lain. mashab ini sudah hilang ciri-cirinya pemujaan Lingga sebagai lambang Siwa. Goris dalam bukunya sekta-sekta di Bali menyebutkan ada 9 mashab yang pernah berkembang di Baii yaitu : a. mashab ini mengutamakan pemujaan kepada dewa Wisnu dengan saktinya dewi Sri sebagai dewa kesuburan. c. mashab ini aliran Durga dari tangan kiri. 21 . Mashah-Mashab Hindu di Indonesia Perkembangan agama Hindu dari India menuju seluruh pelosok dunia termasuk Indonesia tidak lerlepas adanya mashab (sekta) yang ada. menggunakan kekuatan leak. sihir dsb. Krom mengatakan bahwa di Jawa pernah berkembang mashab Saiwa. Selanjutnya tanggal 7-10 Oktobrr 7-10) diadakan Mahasabha Hindu Bait dengan menetapkan majelis keagamaan bernama Parisada Hindu Bah sekarang menjadi Parisada Hindu Dharma Indonesia 2. Bosh menyebutkan pada masa Pemerintahan Hayam Wuruk pernah berkembang mashab Sora Mashab Budha. Cirinya adanya pemujaan pada setra. adanya upacara agama. Mashab Saugata. Prof. mengucapkan doa tiga kali sehari. d. sikap tangan (mudra). persembahan air suci untuk upacara. Wesnawa. R. Pasupata.

Rsi. Sora. . Dari kesembilan mashab yang pernah hidup di Bali akhirnya dapat disatukan menjadi Siwa Sidhanta yaitu Hindu yang kita warisi sampai sekarang. Proses terciptanya alam semesta b. h. brata. i. TKP : Mahasiswa diharapkan dapat : a. Brahma/ Smartha adalah mashab yang masih menggunakan cara-cara hidup secara tradisi. Asal mula manusia dan unsur-unsurnya. mashab ini mengutamakan pemujaan kepada dewa Surya. Ganesha. mashab ini mengutamakan pemujaan kepada dewa Gana sebagai dewa penghalang dari ganggilan. yoga. mashab ini lebih cenderung melakukan tapa. semadi di tempat-tempat yang sunyi. f. Budha / Soghata. g. TUP : Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui asal mula alam semesta dan unsur-unsur serta meyadari kedudukanya sebgai makhluk yang merupakan bagian dari alam semesta. POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : ALAM SEMESTA : a. tepatnya Desa Budha Keling masih terdapat pandita Budha yang menggunakan tata upacara Hindu. Menjelaskan proses terciptanya alam semesta 22 . mashab ini masih ada di Bali Selatan yaitu daerah Karangasem.e.

Sebelum Hyang Widhi mencipta. Tapa adalah pemusatan tenaga pikiran yang terkeram hingga menimbulkan panas memancar. tat srstva tad eva anupray icat. Artinya ketika sebelum ada pencipta maka tidak ada apaapa dan semuanya tidak menentu. d. Manusia. Hyang Widhilah yang menciptakan alam semesta dengan segala isinya. “Duk tan hana paranparan. binatang dan tumbuh-tumbuhan POKOK MATERI : a. idam sarvam asjata yad idam kim ca. Asal Mula Alam Semesta Telah kita ketahui bahwa Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) adalah Maha Pencipta. Dengan tapa inilah Hyang Widhi menciptakan alam semesta dengan segala isinya. sad ewa saumya idam agra asit. Di dalam Weda (Taittriya Upanisad) disebutkan sebagai berikut: "Sa tapo tasyata so tapas taptva. Asal mula manusia dan unsur-unsurnya c. ekam ewa adwitya. Hakekat manusia d. Menjelaskan hakekat manusia. Didalam Weda (Brihad Aranyaka dan Chandogya Upanisad) disebutkan sebagai berikut . anrawang anruwung”. Setelah menciptakan kedalam ciptaannya itu Hyang Widhi menjadi satu. Alam semesta dan segala isinya adalah ciptaan Hyang Widhi yang merupakan pancaran kemahakuasaan-Nya.b. setelah mengadakan tapa tcrciptalah semuanya yaitu segala apa yang ada di alam semesta ini. binatang dan tumbuh-tumbuhan PEMBAHASAN A. Asal mula alam semesta b. tad anupravicya sac ca tyao ca abhavat" Artinya. Menjelaskan perbedaan antara manusia. Artinya sebelum diciptakan alam ini tidak ada apa-apa. Hyang Widhi melakukan tapa. 23 . Maha Esa dan tidak ada duanya. yang tercipta melalui tapanya Hyang Widhi sendiri. alam dengan segala isinya tiada. Menjelaskan asal mula manusia dan unsur-unsurnya c. Idam wa agra naiwa kincid asit.

disamping menciptakan alam semesta dengan segala isinya ini juga menyatu dan meresap kedalam ciptaanNya serta menghidupkan atau memberikan jiwa alam semesta dengan segala isinya sehingga adanya kehidupan. Prakerti yang merupakan azas kebendaan memiliki Tri Guna. Vikarams ca gunas cai va viddhi prakrtisambhavan. Purusa dan Prakerti inilah kemudian bertemu atau bekerja sama menyebabkan adanya alam semesta ini secara bertingkat dan berjenjang. dan Tamas sifat dasarnya adalah berat dan gelap. pada mulanya terjadi dua kekuatan asal. Dengan kerja itulah mereka baru bisa melakukan atau membuat sesuatu. Samttwam sifat dasarnya adalah tenang dan menerangi.Demikianlah kemahakuasaan Hyang Widhi. berikut: Prakrtim purusam cai va viddhy anandi ubhavapi. kemudian tidak ada lagi dan demikian seterusnya berulang kali. yaitu Purusa dan Prakerti. Artinya : Ketahuilah bahwa Purusa dan Prakerti kedua-duanya adalah tanpa permulaan dan ketahuilah juga bahwa segala bentuk dan ketiga guna lahir dari Prakerti. Rajas dan Tamas. Baik Purusa maupun Prakerti kedua-duanya memiliki sifat yang tak dapat diamati dan tanpa pernuilan. yaitu Samttwam. 24 . XIII. Demikianlah proses terciptanya alam semesta. Pada saat ini tercipta disebut "Srsti” atau Brahma Diva (siang hari Brahma) dan ketika alam ini meniada disebut "pralaya" atau Brahma Nakta (malam hari Brahma). sedang Prakerti adalah unsur dasar yang bersifat kebendaan. seperti dijelaskan dalam Weda (Bagawadgita. 19) sebagai. Rajas sifat dasarnya adalah aktif dan dinamis. Penciptaan oleh Hyang Widhi melalui tapa-Nya. Purusa adalah unsur dasar yang bersifat kejiwaan. Dari jenjang yang teramat gaib atau halus sampai jenjang yang tampak atau berwujud. Alam semesta dengan segala isinya ini yang dahulu kala pernah tidak ada. Pertemuan antara Purusa dan Prakeni ini dilukiskan sebagai kerja sama antara yang melek tapi lumpuh dengan yang kuat tapi buta. lain ada. Proses ini bcrlangsung secara berjenjang.

tunggallah itu asalnya dari air. pohon.22b) sebagai berikut . Demikian juga gunung. Dari Manas selanjutnya lahir Panca Tanmatra yaitu lima unsur halus yangmeliputi Sabda tanmatra (sari suara). bumi yang disebut Brahmanda. lp. dan Ganda tanmatra (sari bau). Ahamkara herfungsi untuk merasakan. 25 . Perkembangan selanjutnya dari Panca Tanmatra adalah Panca Maha Bhuta yaitu lima unsur yang kasar meliputi: Akasa (ether/ruang). Mangkana pwa Bhatara Siwa irikang tattwa kabeh. Dari Ahamkara lahirlah Manas yaitu akal pikiran yang berfungsi untuk berpikir. demikian umpamanya bagaikan buih banyak timbulnya. Artinya : demikianlah halnya Bhatara Siwa (Tuhan) keberadaan-Nya pada segala makluk pada akhirnya akan kembali kepada-Nya. nihan drtopamaya kadhyangganing wereh makweh mijilnya tunggal ya sakeng way.Akibat adanya kerja sama Purusa dengan Prakerti ini menyebabkan kekuatan yang ada pada Tri Guna menjadi seimbang. riwekasan lina ring sira mwah. Asal mula manusia dan unsur-unsurnya. bulan. Panca Maha Bhuta ini kemudian menjadi alamsemesta dengan segala isinya seperti matahari. Bayu (hawa/udara). pada saatnya nanti akan kembali kepada Hyang Widhi. Budhi ini adalah sifat yang dimiliki oleh Satmam sehingga keputusannya bersifat bijaksana. sungai. Sparsa tanmatra (sari rabaan). Pertama-tama kekuatan Sattwam yang lebih besar dari Rajas dan Tamas melahirkan adanya Mahat. Mahat yang berarti agung. Apah (air) dan Pertiwi (tanah). binatang. Rupa tanmatra (sari warna). B. Demikian dinyatakan dalam Weda (Bhuwana Kosa. Jadi jelaslah bahwa alam semesta dengan segala isinya lahir dan mengalir dari tubuh Hyang Widhi. Teja (api ). Dari mahat ini kemudian muncullah Budhi yaitu benih kejiwaan tertinggi. Rasa tanmatra (sari rasa). Selanjutnya dari Budhi ini lahirlah Ahamkara. manusia serta yang lainnya.

4. Srotendriya (indriya pada telinga). Panas badan. Napas dan udara dalam badan terjadi dari Sparsa atau Wayu. Padendriya (indirya pada kaki). rongga mulut dan segala rongga lainnya terjadi dari Sabdha atau Akasa. 26 . kelenjar. Rongga dada. 3. Jihwendriya (indria pada lidah). Indriya itu tak dapat di amati. 5. Suksma Sarira terdiri dari Budhi. Pada diri manusia unsur Purusa itu menjadi Jiwatma. Upasthendriya (indriya pada Anus). empedu. Suksma Sarira disebut Raga Sarira. daging dan segala yang pada sifatnya terjadi dari Gandha atau Perthiwi. Tri Antah Karana Sarira inilah menciptakan alat badan mausia yang amat menetukan watak seorang. Indra manusia ada 10 banyaknya sehingga disebut Dasendriya yang terbadi menjadi dua bagian yaitu : 1. Twakindriya (indriaya pada kulit). karena semua indriya itu berpusat pada pikiran manusia. Tulang belulang. Darah. 2. air badan dan segala yang cair sifatnya terjadi dari Rasa atau Apah. Stula Sarira atau Raga sarira yang terjadi pada Panca Tanmatra dan Panca Maha Bhuta uraiannya adalah sebagai berikut: 1. lemak.Asal mula manusia dan alam ini pada hakekatpya sama yaitu dari Purusa dan Prakerti juga. Panca Karmendriya yaitu terdiri dari Panindriya (indriya pada tangan). 2. Manas dan Ahamkara yang disebut dengan Jri Antah Karana Sarira. sedangkan unsur Prakerti menjadi badan kasar atau stula sarira. sinar mata dan yang panas dan bercahaya sifatnya terjadi dari Rupa atau Teja. Manas disamping berkedudukan sebagai anggota dari Tri Antah Karana Sarira juga berkedudukan sebagar Rajendriya. Ghranendriya (indria pada hidung). Panca Budhindriya yaitu terdiri dari Cakswindriya (indriya pada mata). otot. Maka itu alam semesta ini Lazim disebut Bhuwana Agung dan manusia disebut Bhuwana Alit. Wakindriya (indriya pada mulut).

Asti/tawulan (tulang). Berbeda pada sabda. Udana (udara pada kerongkongan). Anandamaya kosa (badan dari sari kebahagiaan). bayu dan idep. Binatang dan Tumbuh-tumbuhan. Hakekat Manusia Manusia adalah makluk yang berakal. 2. Manusia. Manusia disebut Atmaja. Jadma. dan semua itu adalah sama yaitu percikan yang mengalir dari Tuhan. karena pada hakekatnya ia adalah Atma atau Anu yang lahir dari Atma atau Anu yang berbadan. Krkara (udara pada saat bersin).Dalam hubungannya dengan Sthula Sarira manusia terjadi dari unsur antara lain . Pranamaya kosa (badan dari sari nafas). Asal mula manusia. Rudhira (darah) dan Carma (kulit). Dewadatta (udara pada saat menguap). Dananjaya. binatang dan tumbuh-tumbuhan pada hakekatnya adalah sama. C. Naga (udara pada perut yang keluar pada saat perut mengempis). Manusia sering juga disebut Atmaja. Manomaya kosa (badan dari sari pikiran). Wijnanamaya kosa (badan dari sari pengetahuan). Dasa Bayu atau Dasa Prana yaitu 10 macam udara dalam badan manusia yang terdiri dari: Prana (udara pada paru-paru). Purusa. Kurrnara (udara yang keluar dari badan oleh tangan dan jari). Odwad (otot). tetapi berbeda. Disebut Purusa karena memang berasal dari Purusa. Jadma. Perbedaan kelahiran 27 . Mamsa (daging). Byana (udara yang menyebar ke seluruh tubuh). Anuja. Dengan demikian manusia pada hakekatnya adalah penjelmaan dari Atma. sedangkan Atma adalah berasal dari percikan Tuhan D. 1. Samana (udara pada pencernaan). Sedangkan yang mempunyai hubungan dengan Suksma Sarira (badan halus) manusia antara lain adalah Panca Kosa yaitu 5 pembungkus dari badan halus manusia yang terdiri dari: Annamaya kosa (badan dari sari makanan). Sad Rosa yaitu lapis pembungkus yang terdiri dari. Sumsum (sumsum). (udara yang memberi makan pada badan). Apana (udara pada pantat). Anuja.

Tw. Atma menjelma menjadi manusia. (Ws. maka Atma menjelma menjadi manusia. (Ws. 2. Apabila Prakerti bertemu dengan Purusa. menjadi binatang. 1. menyebabkan pulang ke sorga. Apabila kekuatan Tri Guna ini berimbang maka Atma gienjelma menjadi manusia. menjadi tumbuh-tumbuhan. 28 . apan ikang satwa mahyun ing gawe hayu ikang rajah manglakwaken. si rajas itu yang melaksanakannya. Tetapi jika Sattwam dan Tamas sama kuatnya menyebabkan akan mencapai surga. Sedangkan jika Rajas lebih unggul dari Sattwam dan Tamas menyebabkan Atma jatuh ke neraka. Yapwan pada gong nikang satwa lawan rajah yeka matangnyan mahyun magawaya dharma denysu kadadi pwakang dharma denya kalih. Karma wasana bersumber pada perbuatan masa lalu. apan ya nirmala dumeh ya gumayaken rasa ning agama lawan wekasning guru. sebab ia suci yang menyebabkan melaksanakan rasanya (isi) agama dan tuntunan guru. sebab sattwam adalah sifat ingin berbuat baik. maka Tri Guna itu mulai aktif dan ingin saling menguasai.20) Artinya.disebabkan dari karma wasana. Akhirnya jika Tamas lebih unggul dengan yang lain maka Atma menjelma sebagai binatang atau bisa pula menjadi tumbuh-tumbuhan. 21) Artinya : Apabila sama besarnya antara sattwam dan rajas. Tw. Demikianlah disebutkan dalam Weda (Wrhaspati Tattwa) sebagai berikut. Apabila sattwa citta unggul. yang ditentukan oleh pertimbangan kekuatan Tri Guna. karenanya berhasillah dharma itu. ya ta matangnyan mulih ring swarga. Tri Guna adalah bagian dari Prakerti. Jika berimbang kekuatan Sattwam. itulah menyebabkan ingin mengamalkan dharma. Rajas dan Tamas. itulah sebabnya atma menemukan kelepasan. Apabila kekuatan Sattwam yang paling unggul dibanding dengan Rajas dan Tamas menyebabkan Atma akan mencapai moksa. Yan satwika ikang citta ya henuning atma pamanggihaken kamoksa.

29 .. Tri Guna ini mclahirkan karma wasana. 22) Artinya: Apabila sama besarnya ketiga guna. Yan pada gongnya katelu. yang menyebabkan menjadi tumbuhtumbuhan. karena sama-sama memberikan kehendaknya / keinginannya 4.. sakti pwa ring gawe hala ya ta hetuning atma tibeng naraka (Ws Tw . Artinya. Yapwan cina rajah magong. (WsTw.. itulah yang menyebabkan atma jatuh ke neraka.. Apabila cina rajas yang besar.3. ya ta matangnyan pangjadma manusa.Tw. itulah yang menyebabkan menjelmanya manusia. rajah. Yapwan tamah magong ring cina.. krodha kewala. itulah menyebabkan atma menjadi binatang. hanya marah kuat pada perbuatan jahat. tamah. apan pada winch kahyunya. ia tidak dapat melaksanakan dharma olehnya. Karma wasana inilah yang menentukan corak dan jenis kehidupan di dunia ini. ikang sattwa. Artinya: Apabila tamah yang besar pada cina. Dengan memperhatikan sloka di atas maka jelaslah bahwa penycbab utama dart perbedaan kelahiran itu adalah Tri Guna. an pangdadi ta ya janggama (Ws. 5.23). ya hetuning atma matemah tiryak ya tan dadi ikang dharmasadhana denya.24)..

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH SEMESTER TAHUN KULIAH SKS JENJANG : Agama Hindu : : : : S1 Tujuan Kurikuler : Mahasiswa dapat meyakini bahwa Veda sebagai kitab suci sekaligus sebagau sumber hukum agama Hindu yang berasal dari wahyu Tuhan yang diterima oleh para Maha Rsi. Bahasa dalam Weda c. Pokok Bahasan : Weda sebagai kitab suci sekaligus sebagai sumber hukum Hindu Sub Pokok Bahasan : a. Pembagian dan isi Weda TUP : Mahasiswa dapat meyakini bahwa Weda sebagai kitab suci sekaligus sebagai sumber hukum agama Hindu berasal dari wahyu Hyang Widhi dan sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Umur kitab suci Weda d. Pengertian Weda b. Yaitu sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akherat kelak. mahasiswa diharapkan dapat: 30 . Sapta Rsi penerima wahyu e. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini.

Pengertian Weda Secara etimologi kata Veda berasal dari bahasa Sansekerta yaitu terdiri dari akar kata Vid yang artinya mengetahui. kitab suci yang mengandung kebenaran abadi. media masa : OHP. Akan tetapi kata Veda ditulis dengan huruf a panjang (a) maka kata Veda berarti kata-kata yang diucapkan dengan aturan-aturan 31 . Umur kitab suci Weda d. kebenaran. Mengetahui umur kitab suci Weda d. tertulis PEMBAHASAN A. dosen. Pengertian Weda b. Maharsi Sayana mengatakan bahwa Veda merupakan wahyu Tuhan yang mengandung ajaran kebajikan untuk kesempurnaan umat manusia serta menghindarkannya dari perbuatan jahat. kebijaksanaan. Mengetahui pembagian isi Weda Pokok Materi : a. Kemudian secara sematik kata Veda mengandung arti pengetahuan suci. ajaran suci atau kitab suci bag! umat Hindu. papan tulis : Lisan. Dharma Tula : Buku.a. Mengetahui Sapta Rsi penerima wahyu e. Memahami pengertian Weda b. Bahasa dalam Weda c. Sapta Rsi penerima wahyu e. baca buku. Dari akar kata Vid berubah menjadi kata benda Veda yang artinya pengetahuan. Pembagian dan isi weda Alokasi waktu Pengalaman Belajar Sumber belajar Media Evaluasi : 2 x 50 menit : Kuliah. Mengetahui bahasa yang dipakai dalam Weda c.

10 disebutkan : Srutis tu Vedo wijneyo Dharmasastram tit wai smrtih te sarwatheswam immamsye tabbyam dharmohi nirbabhau Artinya : Sesungguhnya Sruti (wahyu) adalah Veda. dinyanyikan atau dilagukan. Kemudian pada tahun 200 SM. B. kedua hal ini tidak boleh diragukan dalam hal apapunjuga karena keduanya adalah kitab suci yang menjadi sumber daripada Dharma (agama Hindu). Pudja : 1981 : 6). demikian pula yang dimaksud Smrti adalah Dharmasastra. Dalam Manawa Dharmasastra Bab 11.10 tersebut di atas dapat diperoleh pengertian bahwa yang dimaksud dengan Veda ialah Sruti yang merupakan kitab suci yang tidak boleh diragukan kebenarannya.tertentu. M. jadi Veda adalah kitab suci. Maharsi Manu dalam ajarannya sebagaimana yang ditulis oleh Bhagawan Bhrgu memberi keterangan tentang arti kata Veda secara limitatif. Dari yang tersirat dalam Manawa Dharmasastra bab 11. Demikian pula Dharmasastra karena keduanya adalah sumber hukum suci. Hal ini dibenarkan pula baik oleh tradisi maupun kenyataan sebagaimana yang diperoleh dari hasil riset para ahli Weda. dan menamakan bahasa yang dipakai di dalam Veda dengan nama Daiwi Wak (bahasa dewata). BAHASA DALAM VEDA Bhagauan Panini mulai men\usuntata bahasa Sansekerta sebelum Veda mulai diselidiki yaitu pada tahun 700 SM. Dr. Winternitz dalam bukunya A History Of Indian Literature Vol 1 (1959) menegaskan bahwa kitab suci Veda tidak terdiri dari satu buku saja melainkan terdiri dari banyak buku. Jadi dalam pengertian ini Veda adalah kata-kata yang diucapkan dengan aturanaturan tertentu. bahasa itu mulai dikenal dengan nama Sansekena setelah Patanjali menulis kitab Bahasa pada abad 32 . Dengan dasar pengertian inilah akhinna dipergunakan istilah mantra (G.

Memperhatikan hal itu maka dapat disimpulkan bahwa wah\u itu diterima menurut bahasa yang digunakan oleh penerima wahyu. Selain itu beliau juga menulis kitab Sarasamuccaya yang kemudian di Indonesia diterjemahkan ke dalam bahasa Jawab Luno pada zaman keemasan Hindu di Jawa. Perlu juga ditandaskan bahwa Veda pada mulanya diterima secara lisan dan kemudian diajarkan kepada pengikutnya secara lisan pula mengingat pada saat Veda diwahyukan 33 . Kemudian muncul pertanyaan pada kita yaitu bahasa apakah yang dipakai ketika wahyu itu diturunkan dan ketika Veda itu dituliskan? Jika dibandingkan dengan berbagai kitab suci lainnya yang cenderung mempergunakan bahasa yang dipakai pada tempat wahyu. Kemudian bahasa itupundibedakandari bahasa Pali. Nama Sansekerta yang untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Bhagawan Patanjali adalah untuk menvebutkan nama bahasa yang dipakai oleh masyarakat umum dalam pergaulan di Bharata Warsa. Setelah Panini berhasil menyusun tata bahasa Sansekerta. kemudian dilanjutkan oleh Bhagawan Katyayana yang lebih populer dengan nama Bhagawan Wararuci. maka seluruh wah\u Veda menegunakan bahasa Sansekerta dan bahkan bahasa untuk seluruh susastra Hindu yang berkembang kemudian juga menggunakan bahasa Sansekerta walaupun kemudian telah banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. UMUR KITAB SUCI VEDA Kapankah Veda diwahyukan atau kapan para Maha Rsi menerima wahyu Veda dari Tuhan Yang Maha Esa ? Tidak ada jawaban yang pasti terhadap pertanyaan ini. Beliau menulis keterangan-keterangan tambahan atas karya Panini. Para Rsi penerima wahyu Veda menggunakan bahasa Sansekerta. bahasa yang dipakai oleh orang-orang Magadhi di dalam penxebaran agama Budha. C.11 SM. Oleh karena tidak ada yang mengetahui dengan pasti kapan Veda diwahyukan maka pendapat para sarjana baik di dunia barat maupun di timur tidak ada kesamaan pandangan. itu diturunkan seperti Alquran dengan bahasa Arab dan yang lainnya. Pada abad V SM.

sebelum alam semesta diciptakan.400 tahun sebelum masehi. 6. Maharsi Wyasa atau Krsnadvipayanalah yang menuliskan kembali ajaran Veda kedalam empat himpunan (samhita) dibantu oleh empat orang siswanya yaitu Pulaha yang menyusun Rg Veda. evam va are symahato bhutasya nihsvasitam etad yad rgvedo Yajurvedah Samavedo tharwangirasa itihasah puran avidya Upanisadah slokah sutrany anuvyakhyani vyakhyani asyaivaitanisarwani nihsvasitani Artinya : 34 .4. Diantara pendapat para ahli seperti tersebut di atas tentu mempunyai alasan-alasan tersendiri. 7. Vaisampayana yang menyusun Yajur Veda. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih awal daripada Veda. 4. Vidyaranya menyatakan sekitar 1.500 tahun sebelum masehi. 3.10) menyatakan Sayathardraidhagner abhyahitat prtag vinicaranti. Jadi bahasa lisan lebih duhulu digunakan baru kemudian ketika tulisan ditemukan. DR. Kembali tentang kapan wahyu Veda diterima dapat dilihat pendapat para ahli berikut ini: 1. Namun demikian pada dasarnya umat Hindu mempunyai keyakinan bahwa Veda bersifat Anadi Ananta yang artinya tidak berawal dan tidak berakhir dalam pengertian waktu. Max Muller menyatakan sekitar 1. 8. Oleh karena itu Veda telah ada saat Brahma ada. mantra-mantra Veda kemudian dituliskan kembali dan tentang penulisan kembali ini secara tradisional berdasarkan kitab-kitab Purana. Dengan demikian berarti Veda itu telah ada sebelum pengertian waktu itu ada.000-500 tahun sebelum masehi. Tentang hal ini Brhadaranyaka Upanisad (II.150-1000 lahun sebelum masehi. Heina Gelderen memperkirakan 1.000 tahun sebelum masehi.000 tahun sebelum masehi Stutterheim memperkirakan 1.200 . Lokamanya Tilak Shastri menyatakan 6. Haug memperkirakan 2.beium dikenal adanya tulisan. 2. Jaimini menyusun Athanva Veda. 5.800 tahun sebelum masehi. Sylvain Levy memperkirakan 1. Bal Gangadhar Tilak menyatakan 4000 tahun sebelum masehi.

Seorang Rsi mempunyai sifat-sifat tertentu dan jabatan tertentu. Dari beliau-beliaulah semua ayat-ayat yang terdapat di dalam Veda ini dianggap sebagai sumbernya. sedangkan dewasa ini Rsi adalah pendeta. penjelasan. Yajur Veda. walaupun kadang-kadang diartikan demikian seperti terdapat di beberapa daerah. Purana dan ilmu pengetahuan. la adalah pendeta dan juga sastrawan. Istilah Rsi tidak sama artinya dengan pendeta. Ketujuh Rsi ini merupakan kelompok keluarga. SI oka. sebab beliaulah yang pertama menerima melalui Dewa Brahma yang menyampaikan ayat suci itu. Untuk mengetahui kedudukan serta peranan dari ke tujuh Maha Rsi itu dalam rangkaian turunnya wahyu itu. SAPTA RSI PENERIMA WAHYU Sapta Rsi artinya tujuh Rsi.Seperti juga sinar api yang dihidupkan dengan minyak campur air. yang artinya Rsi . Veda. ia adalah nabi. Dari Sloka di atas tersirat makna bahwa Tuhan Yang Maha Esa tidak dapat terpisahkan dengan Veda ibarat hidup yang tidak dapat terpisahkan dengan napas. D. Atharwa Veda (Atharwangirasa). Jadi sukarlah untuk mengatakan kedudukan Rsi yang sebenarnya. Oleh karena itu untuk membedakan arti kata Rsi sekarang dengan Rsi jaman dahulu digunakan istilah Maha Rsi. Dari padaNya semua dinapaskan. berbagai asap akan keluar dan menyebar. Upanisad. Sapta Rsi ini merupakan Rsi-Rsi yang paling banyak disebutkan namanya. Itihasa. begitu juga Rg. baik sebagai nabi maupun sastrawan. yang agung dan utama melebihi dari Rsi-Rsi lainnya. Sapta Rsi ini tergolong vipra yang dianggap sebagai nabi penerima wahyu yang pertama di dalam Veda (Rg. komentar-komentar. berikut ini di uraikan masing-masing sebagai berikut 35 . Sutra (aphorisms). Veda). Sama Veda.

terutama mandala ke II. Veda mandala ke IV. Seluruh mandala III dari Rg. Selanjutnya dikatakan Wiswamitra merupakan putra Maha Rsi Kusika. Sebagaimana Maha Rsi lainnya. Karena dapat diduga bahwa ayat-ayat Veda mandala III ini ada yang diturunkan se-belum Wiswamitra yang kemudian oleh Wiswamitra digabungkan dengan ayat-ayat yang diterimanya ke dalam satu mandala. WAMADEWA Wamadewa adalah Maha Rsi penerima wahyu Veda. Sehingga dapat dikatakan bahwa sejarah Grtsmada tidak diketahui dengan pasti. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa Maha Rsi Wamadewa telah mencapai penerangan sempurna sejak masih berada dalam kandungan ibunya. yang terdiri atas beberapa pasal. GRTSMADA Maha Rsi Grtsmada adalah Maha Rsi yang dihubungkan dengan turunnya ayat-ayat Veda Rg. khususnya ayat-ayat Rg. sejarah Maha Rsi Wamadeu a juga tidak banyak diketahui. Veda dikatakan diterima oleh beliau. Beliau menerima wahyu yang kemudian dihirnpun dalam Veda. Salah satu dari mantra yang terpenting yaitu Gayatru tidak terdapat di dalam mandala IV tetapi terdapat pada mandala III. WISWAMITRA Wiswamitra adalah Maha Rsi yang kedua yang banyak disebut-sebut. Veda. Maha Rsi 36 . 3. Hampir semua mantra-mantra yang terdapat pada Mandala IV Rg.1. Namun demikian sejarah kehidupan Maha Rsi Grtsmada tidak banyak diketahui. putra dari Maha Rsi Isiratha. Anehnya dari catatan lainnya dijumpai bahwa Grtsmada lahir dari keluarga Bhrgu. Ada pula yang mengatakan bahwa diantara pasal-pasal itu diturunkan melalui Kusika. 2. Dari beberapa sumber diketahui bahwa beliau adalah keturunan dari Sunahotra dari keluarga Angira. Veda dihimpun oleh Maha Rsi Wisuamitra dan keluarganya Kitab mandala III ini terdiri atas 58 sukta.

Ada banyak dugaan yang membuktikan bahwa nama Atri dan keluarganya bam ak dirangkaikan dengan turunnya wahyu-wahyu. Rg. Sebagian kecil dari ayat-ayat mandala VI ini diduga ditenma oleh keluarga Bharadwaja antara lain disebut nama Sahotrau Sarahotra. BHARADWAJA Bharadwaja adalah seorang Maha Rsi yang dikaitkan dengan turunnya ayatayat Veda. Dari 87 Sukta ini 14 sukta diturunkan melalui Atri sedangkan lainnya diturunkan melalui keluarga Atri. Nama Atri juga dihubungkan dengan keluarga Angira. Hampir seluruh isi dari mandala VI ini dikatakan kumpulan dari Maha Rsi Bharadwaja. WASISTHA 37 . Di dalam mandala ini. Sedangkan hubungan antara Samyu dah Bharadwaja tidak diketahui. Veda Mandala VI. Sejarah Atri sebagai seorang Maha Rrsi tidak banyak dikenal. terdapat 87 sukta. 6. Ghaurauwiti. Dalam catatan yang ada 36 anggota keluarga Atri dianggap ikut sebagai penerima wahyu. Kara. karena selain nama Bharadwaja terdapat pula nama Samyu yang dianggap sebagai putra Brehaspati. Veda Mandala VI ini memuat 75 sukta. 4. Cerita tentang dialog ini dihubungkan dengan kedudukan Wamadewa yang telah mencapai kesucian. Putra Sakti. Prabhuwasu. Dicentakan pula Bharadwaja adalah putra Brehaspati. 5. Nama-nama yang banyak disebutkan di dalam Mandala ini ialah Dharuna. Samwarana. Rg.Wamadewa berdialog dengan malaekat Indra dan Aditi. Gargarjiswa. akan tetapi kebenarannya masih disangsikari. ATRI Atri merupakan Maha Rsi keempat yang menerima wahyu Veda Mandala ke V.

ayat-ayat Mandala VII ini diterima oleh putranya yaitu Sakti Sakti lahir dari perkawinan Maha Rsi Wasistha dengan Arundhati saudara perempuan Dewa Rsi Narada. Nipatithi. NAMA-NAMA MAHA RSI LAINNYA Ayat-ayat Rg. Kaksiwan putra dari Dhirgatama. Maha Rsi Kanwa banyak disebut-sebut dalam kisah cintanya Sakuntala. Pustigu. 7. Dijelaskan di dalam Mahabharata bahwa Maha Rsi Wasistha bertempat tinggal di hutan Kamyaka di tepi sungai Saraswati. dan sebagainya. Manu. Waiwasta. Aswasukti. juga golongan putra Raguhana dan Nodha dari Gotama. dan yang paling banyak disebut dalam Mandala I ini adalah Maha Rsi Agastya. khususnya ayat-ayat Rg Veda mandala VIII. Di dalam Mandala I ini banyak nama-nama keluarga. Dijelaskan pula seperempat dari . Dalam kaitannya dengan turunnya wahyu Veda. karena selain Maha Rsi Kanwa masih banyak nama-nama Maha Rsi yang dikaitkan dengan turunnya wahyu Veda mandala VIII ini antara lain: Gosukti. Veda mandala I merupakan kelompok mini yang diwahyukan oleh Tuhan Yang Maha Esa melalui berbagai keluarga Maha Rsi. Veda Mandala VII. diantaranya Maha Rsi Sunahsepa yang merupakan putra angkat dari Maha Rsi Wiswamitra. KANWA Sebagaimana diceritrakan sastrawan Kalidasa. Selanjutnya dijelaskan bahwa Maha Rsi Kanwa hanya menerima sebagiah kecil saja dari mandala VIII ini. Kanwa sendiri merupakan Maha Rsi yang ketujuh yang dinyatakan sebagai penerima wahyu Veda.Nama Maha Rsi Wasistha sama terkenalnya dengan Maha Rsi Wiswamitra terutama sebagai Maha Rsi yang dijelaskan di dalam epos Mahabharata. 38 . Keluarga Maha Agastyapulalah yang paling banyak disebut di Indonesia. Bhrgu. maka Rsi Wasistha disebut sebagai penerima ayat-ayat Rg.

Veda Samhita. yaitu : 1. Bagian Brahmana (karma kanda) 3. Veda atau Rg. d. Rg. Arc = memuja) 39 . A. Ayat-ayat Rg. karena kenyataan Veda itu secara sistimatis telah dikelompokkan atas empat Veda. Prajapati dan Hiranyagarbha putra Prajapati. Sama Veda atau Sama Veda Samhita. Dapat dijelaskan lebih lanjut mengenai keempat kelompok tersebut yaitu 1. b. Bagian Upanisad /Aranyaka (Jnana Kanda) Bagian Mantra Bagian mantra terdiri atas empat himpunan (samhita) yang disebut Catur Veda Samhita yaitu: a. E. Menurut sifat isinya Veda ini dibagi atas tiga bagian.Veda mandala IX dan X ini diceritrakan diwahyukan melalui Bhagawan Narayana. Pengenalan istilah Catur Veda. Bagian Mantra 2. Rg Veda Samhita merupakan kumpulan mantra yang memuat ajaran umum dalam bentuk pujaan (Re atau Rcas. karena itu sering disebut dengan istilah Tri Veda atau Veda Trayi.Sedangkan Mandala IX dan X yang memuat dasar-dasar kefllsafatan kerohanian terutama pada bagian Purusa sukta. PEMBAGIAN DAN ISI VEDA Secara garis besarnya Weda di bagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok Sruti dan kelompok Smerti. Atharwa Veda atau Atharwa Veda Samhita Tiga kelompok pertama dari Catur Veda itu sering disebut-sebut sehagai Mantra yang berdiri sendiri. Yajur Veda atau Yajur Veda Samhita. c. Sruti Kelompok Sruti menurut Maha Rsi Manu merupakan Veda yang schcnarnya atau Veda originair.

Yajur Veda Putih (sukla yajur Veda) yang juga disebut Wajasaneyi Samhita 4. 10 merupakan himpunan ayat-ayat dari banyak Maha Rsi. atau disebut pula terdiri atas 10580 1/2 Stanza atau 153826 kata-kata atau 432000 suku kata. Menurut penelitian. Di dalam mempelajari ajaran-ajaran Hindu dewasa ini para sarjana umumnya berpedoman pada resensi Sakala. Veda terbagi atas sepuluh mandala yang tidak sama panjangnya. Veda merupakan kumpulan dari ayat-ayat yang tertua. Yajur Veda Samhita merupakan kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran umum mengenai pokok-pokok Yajus (plural Yajumsi).2. sedangkan resensi-resensi lainnya banyak yang tidak sempurna karena mantra-mantranya hilang. Selain itu ada juga pembagian atas delapan mandala yang disebut Astaka Mandala. Mandala 2-8 merupakan himpunan ayat-ayat dari keluarga Maha Rsi yang sama. Sama Veda terbagi atas dua bagian yaitu bagian Arcika terdiri atas mantra-mantra Pujaan yang bersumber dari Rg. atau kadang-kadang ada yang menyebutkan 1875. Yajur Veda hitam (Krsna Yajur Veda) yang terdiri atas beberapa resensi yaitu : Taitiriya Samhita dan Maitrayani Samhita b.9. Veda ini. Baskala. Yajur Veda terdiri dari dua kelompok : a. Berdasarkan resensi Sakala Rg. Sama Veda terdiri atas 1810 mantra. Sama Veda Samhita merupakan kumpulan mantra yang memuat ajaran umum mengenai lagu-lagu pujaan (saman) 3. Kitab Rg. Veda Samhita terdiri atas 1017 mantra atau 1028 mantra termasuk mantra Walakhitanya. Aswalakana. Sama Veda terdiri atas mantra-mantra yang berasal dari Rg. Dari lima macam resensi ini yang masih terpelihara ialali resensi Sakala. Rg. Atharxva Veda samhita merupakan kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran yang bersifat magic (atharwan). Veda dan bagian Uttaracika yaitu 40 . Veda. Sankhyayana dan Mahdukeya. Kitab ini dikumpulkan dalam berbagai resensi seperti resensi Sakala. Sedangkan mandala 1. untuk mengetahui seluruh ajaran yang terdapat di dalam Rg.

c. Kautuma dan Jaiminiya (Talawakara). Dari kstab-kitab yang ada yang dapat dijumpai antara lain Ranayaniya. Apasthamba dan Wajasaneyi Samhita. terdiri dari dua resensi yaitu a) b) Kanwa Madhyandina Antara kedua resensi itu hanya terdapat sedikit perbedaan. Menurut Maha Rsi Patanjali. Aswamedha. Bagian terakhir dari Veda ini memuat ayat-ayat yang kemudian dijadikan Isopanisad. Veda. Kitab ini terdiri dari beberapa kitab nyanyian pujaan (gana). Atharveda yang disebut Athanvangira. Yajur Veda terdiri atas mantra-mantra yang sebagian besar berasal dari Rg. Hiranyagharba 2. 2. Veda. a. Kitab ini memiliki 5967 mantra (puisi dan prosa) kitab ini terpelihara dalam dua resensi yaitu : 1. Yajur Veda Putih (Sukla Yajur Veda) juga dikenal dengan sebutan Yajur Veda Hitam (Krsna Yajur Veda) terdiri dari tiga resensi yaitu Kathakasamhita Mapisthalakathasamhita Taithiriyasamhita terdiri dari dua aliran yaitu .himpunan mantra-mantra yang bersifat tambahan. Sanvamedha dan berbagai jenis yadnya lainnya. Tambahan ini umumnya berbentuk prosa. kitab ini terdiri atas 101 resensi yang sebagian besar sudah hilang. b. Kitab ini terdiri atas dua aliran yaitu : 1. merupakan kumpulan mantra-mantra yang juga banyak berasal dari Rg. Yajur Veda putih ini terdiri atas 1975 mantra yang isinya menguraikan berbagai jenis yadnya besar seperti Wejapeya. Resensi Saunaka terditi atas 21 buku Resensi Paippalada 41 . ditambah dengan beberapa mantra yang merupakan tambahan baru.

jadi kitab Brahmana adalah kitab yang berisi himpunan doa-doa yang dipergunakan dalam upacara Yadnya. Selanjutnya disebutkan : " 42 . Selain itu ada juga Sadwimsa Brahmana. yang sering juga dikenal dengan nama Panca\vimsa.BAGIAN BRAHMANA (KARMA KANDA) Kitab Brahmana atau karma kanda merupakari bagian kedua dari kitab Sruti. kitab ini memuat legenda (ceritra-ceritra kuno) yang dikaitkan dengan upacara Yadnya. Kitab Sama Veda memiliki kitab Tandya Brahmana. G. Yajur Veda putih memiliki Sathapatha Brahmana. Yajur Veda dan Atharwa Veda) memiliki kitab Brahmana masing-masing. Bagian terakhir yatu paling terkenal ialah kitab Adhibuta Brahmana. Bagian terakhir dari kitab ini merupakan sumber dari kitab Brhadaranyaka Upanisad. Kitab ini terbagi atas 25 buku. Kitab Brahmana yang pertama atas 40 Bab dan yang kedua terdiri atas 30 Bab. Disebut demikian karena kitab ini terdiri atas seratus adhyaya. Veda. Kitab Athanva Veda memiliki kitab Brahmana yang disebut Gopatha Brahmana. Veda memiliki dua kitab Brahmana yaitu Aitareya Brahmana dan Kausitaki Brahmana (Sankhyana Brahmana). Tiaptiap kitab mantra (Rg. Kitab ini merupakan lanjutan Taitiriya Samhita yang merupakan simbolisasi Purusamedha. Menurut DR. Brahmana berarti doa. Yajur Veda memiliki beberapa kitab Brahmana. Sama Veda. Yajur Veda hitam (Krsna Yajurveda) memiliki Taitiriya Brahmana. BAGIAN UPANISAD DAN ARANYAKA (JNANA KANDA) Aranyaka atau Upanisad adalah himpunan mantra-mantra yang rnembahas berbagai teori mengenai-Ketuhanan. merupakan jenis wedangga yang memuat mengenai ramalan-ramalan dan penjelasan mengenai berbagai mujizat. Sriniwasa murti di dalam introduksi kitab Saiwa Upanisad mengemukakan bahwa tiap-tiap sakha (cabang ilmu) Veda merupakan satu Upanisad. Kitab Rg.

Sura. Turiyatita. Pranagnihotra.Rg. Sandilya. Awyakta. Pasupata. Ahnapurna. Katha. Brahmavidya. Wasudewa. Wajrasucika. Upanisad yang tergolong jenis Yajur Veda : Yajur Veda Hitam Kathawali. Nrsimkatapini. Bradaranyaka. Atma. Tarasara. Adwanyataraka. Aksamalika. Maitreyi. Upanisad yang tergolong Rg. Mahat Sanyasa. kausitaki. Dhyanabindhu. Rudraksajabala. Trisikhibrahmana. Yogasikha. Sarwasara. Sarabha. Ratnatapini. Matrika. Satyayani. Atmaprabodha. Mandala Brahmana. ^'aJna\^alk\a. Tripura. Parabrahmana. Paramahamsa. Veda : Aitareya. Mint ana. Ramarahasa. Aksi. dan Muktika. Kaivsalya. Yajur Veda Putih : Isawasya. Swetaswatara. Subata. Tripuratapini. Sukharahasya. 43 . Mandukva. Awadhuta. Paramahamsa. Saubhagya dan Bahwrca Upanisad. Mudgala. Upanisad yang tergolong jenis Sama Veda : Kena Chandogya. Kondika. Katagnirudra. Asartanada. Yogacudamani. Darsana dan Jabali. Maitrayani. Upanisad yang tergolong jenis Atharwa Veda : Prasna Munduka. Mahanarayana. Pingala bhiksu. Brhajjabala. Naradapariwrajaka. Tejobindu. Kalisandarana dan Saraswatirahasya. Arum. Amrtabindu. Adhyatma. Sawirei. Atharwasikha. Rudrahrdaya. Yoga Kundalini. Garba Narayaria. Pancabrahma. Yoga Tattwa. Pariwrajaka. Waraka. Jabala. Ekaksara. Taittiriyaka. Kausika. Niralambha. Duksinamurti. Sita. Veda terdiri atas 21 sakha Sama Veda terdiri atas 1000 sakha Yajur Veda terdiri atas 109 sakha Atharwa Veda terdiri atas 50 sakha Namun demikian dalam Muktikopanisad disebutkan ada 108 buah buku Upanisad. Brahma. Hamsa. Skanda Sariraka. Athawasira. Nada Bindhu.

a. d. d. Brahma. f. Gamppati. dan Garuda. Dattatreya. Mahawakya. 2. 44 . B. c. e. Gopalatapini. a. Bhawana.Dewi. c. Kelompok Wedangga (batang tubuh Veda) Siksa (phonetika) Wyakarana (Tata Bahasa) Chanda (lagu) Nirukta (sinonim dan antonim) Jyotisa (astronomi) Kalpa (ritual) Kelompok Upaveda (Weda Tambahan) terdiri atas beberapa cabang ilmu : Jenis Itihasa Jenis Purana Jenis Arthasastra Jenis Ayurveda Jenis Gandharwa Veda. Hayagriwa. e. b. Krsna. SMERTI Secara garis besarnya Smrti dapat digolongkan ke dalam dua kelompok yaitu: 1. b.

Pudja. Anonim (Tim Penyusun) : Buku Pelajaran Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi. Mayasari. Jakarta 1984 2. Jakarta : 1981 45 . G. MA.DAFTAR BACAAN 1. SH : Pengantar Agama Hindu (Weda III).

Secara khusus urutan Panca Sradha ini kita dapatkan dalam buku Panca Sradha karya Drs. Theologi Hindu PEMBAHASAN Perlu diketahui bahwa disaat munculnya minat umat Hindu untuk mendalami agama Hindu karena tuntutan lingkungan memang demikian dimuatlah rumusan Panca Sradha sebagai dasar keyakinan agama Hindu dalam buku Upadesa. Menjelaskan pengertian Teologi Hindu POKOK MATERI : a. Teologi Hindu TUP : Mahasiswa dapat meningkatkan bhakti dan meyakini sungguh-sungguh kebenaran adanya Tuhan dengan segala manifestasinya dan berbagai aspeknya.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : PANCA SHADHA DASAR KEYAKINAN AGAMA : a. Panca Sradha dasar keyakinan dalam agama Hindu b. Menyebutkan dan menjelaskan bagian dari Panca Sradha c. Departemen 46 . TKP : Setelah mengikuti perkuliahan ini. Panca Sradha dasar keyakinan dalam agama Hindu b. Ida Bagus Oka Punyatmaja. a. Menjelaskan pengertian Panca Sradha b.

kita \akin adan\a Tuhan yang suci untuk sampai pada yang suci kita harus menvucikan diri. Panca Sradha terdiri dari : Brahma Tamva Atma Tattwa Karma Phala Tamva Punarbhawa Tatt\va Moksa Tamva a.yang menjadi keyakinan umat Hindu unsurnya adalah Sad Sradha atau dengan kata lain Panca Sradha nampaknya diterapkan dalam wujud nyata dalam Sad Sradha. Kata Panca Sradha berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti lima kayakinan.Agama mengemukakan konsep keimanan yang digali dari Weda dengan sebutan Sad Sradha (enam keyakinan). Tapa artinya pengendalian diri. Sradha bersifat filosofls abstrak yang mengarah pada tatrwa. Satya artinya kebenaran. . Contohn\a. Brahma Tamva adalah keyakinan adanya Hyang \Vidhi. Sad Sradha dimaksud adalah 1.Usaha dalam manyucikan diri salah satu bentuknya adalah pelaksanaan yadnya dan demikian seterusnya. Beberapa sioka dalam Weda menyebutkan : 47 . Panca Sradha . Brahma atau pujian yaitu semacam doa yang disebut tiga mantra. yaitu tentang Itu (abstrak). 3. 6. 2. 5. Nampaknya konsepsi Sad Sradha ini merupakan unsur pendukung dari Sradha itu sendiri sehingga antara Sad Sradha dengan Panca Sradha tidaklah ada masalah. 4. Diksa (inisiasi) artinya penyucian. 1. Pengertian Panca Sradha. pentasbihan. kejujuran. kesetiaan. Rtha dan Dharma adalah hukum kebenaran dan hukum yang dibuat. Yadnya artinya memuja atau memberi (menjadi suci).

Agama Hindu yakin bahwa setiap makluk hidup dihidupkan olch Atman yang sumbernya adalah Brahman. Sifat Atma adalah kekal abadi. Di dalam badan/sarira atman disebut Jiwatman. Sancinta Karma Phala artinya perbuatan yang terdahulu'yang belum habis dinikmati dan sisanya dinikmati pada kehidupan sekarang ini. Perbuatan yang baik disebut Subha fcCarma. Bila Atma meninggafkan badan itu disebut mati. 48 . dan perbuatan yang tidak baik disebut Asubha Karma. c. dan perbuatan tidak baik akan mcnerima hasil yang tidak baik. Sesungguhnya tiap makluk hrdup terdiri dari unsur raga dan jiwa atau Atman. karena merupakan unsur Brahman. Prarabdha Karma Phala artinya'hasil dari pada perbuatan ktia masa hidup ini dan langsung kita nikmati tanpa ada sisanya. maka ajaran agama Hindu adalah Monotheisme. Karma Phala dibedakan menjadi tiga. Artinya hanya ada satu hakekat dari pada Tuhan. tetapi Tuhan tetaplah tunggal. Agni Yamam Matarisvanam. Atma bersumber pada Brahman yang merupakan percikan halus yang manghidupkan makluk hidup. Karma Phala Tattwa adalah ke\akinan adanya perbuatan \ang akan mcnerima hasil. Hal ini bagaikan bolalampu tidak akan menyala tanpa ada aliran listrik. Melihat adarna sloka tersebut di atas. akan tetapi para arif bijaksana menyebutkan dengan ban\ak nama seperti Agni. sinar suci dan kekuatan Tuhan itu sendiri. Penamaan atas fungsi. Dewa ada beribu-ribu.Ekam sad wiprah bahudha vadanti. Matariswa dsb. Namun dalam penghayatan dan pengamalan ajaran agama Hindu dipakai gelar sesuai dengan fungsi. Perbuatan baik akan menghasilkan hasil \angbaik. sinar suci dan kekuatan itulah disebut Deua Berasal kata Div artinya sinar suci. Atma Tamva adalah keyakinan adanya Atma sebagai sumber makluk hidup. Hanya badan raga yang mengalami kematian sedang Atma lidak pernah mati. b. Begitu pula aliran listrik tidak terlihat dalam lampu yang nyala. Yama.

disebabkan dari Karma Wasananya. yakni apabila kita bisa melepaskan segala nafsu duniawi.- Kryamana Karma Phala artinya bahwa hasil dari perbuatan kehidupan ini hasilnya belum sempat dinikmati dan akan dinikmati pada kehidupan yang akan datanu. dan untuk jelasnya kita ambil perumpaan dalam dalam bagan berikut ini. Oleh karena itu kelahiran itu disebabkan oleh Karma Wasananya. Dari penjelmaan satu ke penjelmaan berikutnya selalu berbeda. Orang yang dapat mencapai keadan seperti itu akan menerima wahyu langsung dari Brahman. bebas dari kelahiran dan ini berati Moksa adalah apabila Atma menyatu dengan Paramatma/Tuhan. Theologi Hindu Purnarbhawa H I D U P M A T I Roh Subha Karma Sorga-Neraka Asubha karma Purna Karma Moksa Div = Dewa = sinar 49 . Moksa dalam arti yang lebih luas adalah kebebasan dari ikatan duniawi. atau percaya pada reinkarnasi. Demikian yang disebut Moksa Tattwa secara singkat. e. Hal ini disebut dengan Jiwan Mukti. Umpama Atma TUHAN Matahari Unsur panca Maha bhuta Perthiwi Apah Bayu Teja Akasa 2. Moksa Tattwa adalah bebas dari reinkarnasi. Begitu pula sebaliknya. sehingga Atma harus mengalami kelahiran kembali. Punarbhawa Tattwa adalah percaya adanya kehidupan yang berulang-ulang. Bila seorang lebih banyak Subha karma maka dalam penjelmaan akan lebih baik. Hal ini disebabkan karena Karma seorang belum habis dinikmati. d.

Theos (bahasa Yunani) berarti Tuhan dan Loghos berarti ilmu. Untuk melihat sistem ketuhanan Hindu harus dengan melihat secara konsepsional dan menyeluruh. Brahma artinya Tuhan dan Widhya artinya ilmu. Konsep ketuhanan dalam agama Hindu adalah MONOTHE1SME. Brahma sutra. Penggabaran yang berbeda-beda itu disebabkan karena melihatnya tidak secara keseluruhan. Darsana. Dalam ajaran Hindu.Theologi atau Brahma Widhya adalah ilmu tentang Tuhan. moksa dan samsara mempunyai ani dan hubungan yang erat sekali. yang hasilnya tidak menggambarkan kesatuan pendapat dari para indolog. agama Hindu yang paling banyak menjadi obyek pembicaraan. Seperti monotheisme. hal ini dapat diketahui dari Nasadhya Sukta dan Purusa Sukta Reg Weda. Bebicara soal Tuhan bukan merupakan hal baru. Demikian pula kitabkitab Brahmana membahas masalah ketuhanan dan kitab upanisad yang melukiskan secara filosofis dan doktrmer. Ditinjau dari berbagai masalah istilah itu. totemisme dan sebagainya. Masalah Tuhan telah lama menjadi bahan pembicaraan sejak ribuan tahun silam. Mithologi yang terdapat dalam kitab-kitab Purana sangat banyak mempengaruhi cara berpikir para theolog Hindu yang kurang menyadari arti serta kedudukan kitab-kitab Purana.1. Kitab Aranyaka dan Upanisad banyak membahas tentang Tuhan dengan 'berbagai pengertiann\a.1 merupakan hal yang penting dan perlu karena dengan mengenai Tuhan secara tepat dan baik dikatakan sebagai jalan mengantar manusia menuju jalan kesempurnaan yaitu Moksa. Kesemuan\a cukup membuka pokok-pokok pikiran baru 50 . animesme. Adapun pembahasan secara khusus mengenai theologi Hindu secara panjang lebar terdapat dalam kitab Upanisad. ilmu yang mempelajari ketuhanan disebut Bhrahma Widhya atau Tattwa Jnana. Surga dan neraka. Di dalam ilmu agama khusus daam bidang theologi dikenal berbagai ajaran (isme) yang menggambarkan hubungan kepercayaan manusia terhadap hakekat Tuhan. Mempelajari ketuhanan sebagaimana diungkapkan dalam kitab Brahma Sutra 1. politheisme.

Berpikir tentang Tuhan orang akan sampai kepada Tuhan. Keinginan manusia untuk lebih ba'n\ak tahu tentang Tuhan yang serba gaib dan mutlak mengenai gambaran sifat hakekat Tuhan. mendorong manusia untuk lebih banyak menghabiskan.1.1 \ang merupakan unsur dalam penghayatan agama Hindu. Setiap orang akan berpikir dan berbicara lain tentang Tuhan. seorang sadhaka akan dapat menentukan tujuan sembahyang kepada Tuhan secara tepat dengan mengurangi sedikit mungkin kesalahan-kesalahan sebagai akibat penggunaan bahasa yang berbeda. Demikian pula dijelaskan bahwa dalam mencari jalan menuju Tuhan. baik dalam kefilsafatannya maupun sastra bahasa. Dengan demikian akan dapat dihindarkan pengertian yang salah sejauh mungkin tcntang pengenian Tuhan yang dibedakan dari hal yang bukan Tuhan. Di atas telah dikemukakan bah\sa mempelajari ketuhanan itu perlu untuk mengeni dan memahami tentang Tuhan itu sendiri sebagai halnya dilihat dari kaca mata bahasa atau kata dan pikiran penganutnya. berkuasa atas segala ciptaannya.dalam bidang ketuhanan seperti Brahma sutra yang membicarakan masalah ketuhanan dalam hubungann\a dengan segala ciptaamna. \\aktunya untuk merenung kegaiban Tuhan dengan berbagai fenomenanya. orang harus 51 . Oleh karena itu Tuhan merupakan topik bahasan yang terpenting diantara para Vipra. Oleh karena itu untuk sampai kepada Tuhan. Kesemuanya itu membuka era baru dalam alam ketuhanan baik segi ilmu maupun segi obyek. Penggabaran tentang Tuhan secara lahiriah tidak lebih hanva membaiasi sifat keabsolutannva. Ketuhanan vang diajarkan sebagai unsur Sradha dalam agama Hindu dapat dijumpai dalam kitab Athar\\a Weda XII. Berpikir tentang raksasa orang akan sampai kepada raksasa. karena itu apa yang lahir dari pikirannya akan lain pula. Tuhan dalam pandangan agama adalah merupakan subyek. wujudnya. Perlunya Mempelajari Ketuhanan.

Penggunaan yang salah dapat menimbulkan arti yang berbeda sehingga dapat pula menimbuikan image yang salah pula. Oleh karena itu tanpa mempergunakan bahasa. bahasa adalah simbol untuk mengemukakan hakekat yang dimaksudkan olehnya. Akhirnya bagi seorang sadhaka yang bhakti iman. Demikianlah yang diharapkan menurut sistem Hindu untuk benar-benar mengerti dan menghayati agama dalam berpikir tentang Tuhan perbedaan bahasa tidak akan mempertajam perbedaan pengertian yang pada hakekatnya tidak berbeda maksud dan tujuannya. berarti orang harus mengenal Tuhan. pengenian Tuhan itupun akan dapat dikemukakan sebagaimana kita jumpai dalam ajaran TANTRAYANA yang menggantikannya dengan simbol-simbol atau suara yang kadang-kadang sukar dimengerti. baik yang dikenal sebagai aspek NIRGLNA BRAHMAN maupun sebagai aspek SAG UNA BRAHMAN. Kita harus berhati-hati menggunakan istilah kata-kata yang berkaitan dengan pengenian Tuhan dan bukan Tuhan. walaupun maksud pikiran adalah sepem jpa >ang dimaksudkan sebenarnya. sehingga perbedaan bahasa tidak akan mempcngaruhi pokokdan makna yang dimaksud sebagaimana diajarkan agama. Oleh karena itu sudah menjadi suatu keharusan yang tidak dapat dielakkan untuk mempelajari pokok pengertian tentang ketuhanan sebagai keimanan dalam sistem penghayatan sebagaimana kita jumpai dalam berbagai ungkapan dalam Weda. Berbagai konsep dan pengertian telah berkembang sebagai akibat perbedaan cara berpikir dan cara penapsirannya atas satu pokok keimanan yang sama tentang Tuhan. 52 . Itulah sebabnya mengapa seseorang periu mempelajari remans pengenian Tuhan sebaik-baiknya. mempengaruhi berbagai wilayah yang luas. Masalahnya adalah perbedaan bahasa dapat memben am lain dari \ang dimaksudkan.berpikir tentang Tuhan. Agama Hindu sebagai agama paling awal dikenal manusia sudah tentu mempunyai sumber yang cukup luas sebagai akibt pertumbuhan dan perpaduan berbagai tradisi yang kejadiannya sangat panjgn waktunya.

TKP : Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa dapat : a. 53 . c. Pengertian Catur Purusartha dan Catur Asrama. TUP : Mahasiswa dapat mengerti dan memahami bahwa Catur Purusartha dengan Catur Asrama merupakan hubungan yagn erat sebagai tujuan dan lapangan hidup yang di tempuh dalam kehidupan dengan mengetahui dan memahami ajarannya secara benar. Menjelaskan pengertian Catur Purusartha dan Catur Asrama. Pembagian Catur Purusartha dan Catur Asrama. Hubungan Catur Purusartha dengan Catur Asrama.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : Catur Purusartha dan Catur Asrama. : a. b.

Santi Par\va dan sebagainya. yadihasti tadanya tra yanne-hasti an tat kvacit. 54 . Catur Purusartha Pengertian Catur Purusartha Secara etimologi Catur Purusartha terbentuk dari tiga kata yaitu Catur berarti empat. Ajaran Catur Purusartha adalah bersifat Universal dan berlaku sepanjang jaman. Purusa berarti Hidup manusi. 228. d. Di dalam kitab Brahmana Purana. Menyebutkan pembagian Catur Purusartha dan Catur Asrama. Menjelaskan hubungan Catur Purusartha engan Catur Asrama. Sedangkan Artha berarti tujuan. PEMBAHASAN A. artha. Singkatnya segala yang terdapat disini akan terdapat dalam sastra lain. Menunjukkan sloka yang memuat tentang pembagian Catur Purusartha dan Catur Asrama. kama. Dalam kitab Sarasamuscaya disebutkan sebagai berikut: Dharma caste ca kame ca moksa ca bharathasabda. e. 1. "Dharmarlhakamamoksanam sariram sadhanam " Artinya : Tubuh adalah aiat untuk mendapatkan dharma. moksa) baik sumber maupun uraian arti dan tafsirannya ada terdapat disini. Dari pengertian tersebut maka Catur Purusartha berarti empat tujuan hidup manusia dalam upaya mencapai jagadhita dan moksa. artha kama dan moksa.b. Menerapkan ajaran Catur Purusartha Catur Asrama. yang tidak terdapat di sini tidak akan terdapat dalam sastra lain dari sastra ini. c.45 ada disebutkan sebagai berikut. Penjelasan Catur Purusartha dapat kita temui dalam kitab Brahmana Purana. Artinya : Anak Janamejaya segala ajaran tentang Catur Warga (dharma.

moksa. memangku. semuanva tak lain adalah dharma. 109. Artinya. Dharma. mengatur. dengan dharma semua makhluk diatur Santi Parwa 259. Selanjutnya dalam Mahabarata 2. Kama dan moksa a.26 menyebutkan : “Lkasamgrhasamyuktam widatrawihitam puram suksma-dharmathaniyatam satam caritam uttamam". kama. Catur Purusartha merupakan empat tujuan hidup manusia yang terdiri dari: Dharma.11 disebutkan : Daranad dharma ithyahur. artha. Artha. Dharma juga sering diartikan dengan kata "agama". Pembagian Catur Purusartha. memelihara. Dalam kitab Santi Parxsa. Hal ini dapat pula berarti ajaran suci yang mengatur umat manusia untuk memperoleh kesejahteraan rohani. Jadi kata dharma berarti sesuatu yang dapat mengatur atau memelihara dunia beserta isinya. Kesentosaan umat manusia dan kesejahteraan masyarakat datang dari dharma.28 dinyatakan. Dharma dikatakan datangnya dari dharma. laksana dan budhi pekerti yang luhur. Kata Dharma berasal dari kata "dhr" yang berarti menjinjing. untuk kesejahteraan itulah dharma dikatakan utama. Semua alam. tumbuh-tumbuhan dan binatang diatur oleh dharma Dengan penjelasan kutipan sloka tersebut di atas jelaslah kiranya dharma sebagai hukum yang mengatur. dharmena widhrtah prajah" Artinya .Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa manusia harus menyadari apa yang harus dicari dengan badan yang dimilikinya. memelihara dan mempralina alam semesta beserta 55 . “Dharmena dharyate sanvam jagat sthawarajanggam" Artinya.’ 2.

• Dharma Kriya. Dharma disamping berarti hukum. bangsa dan negara.isinya serta hukum tata tertib kehidupan dan kesusilaan yang abadi. Melakukan kewajiban untuk menjamin kesejahteraan dan kedamaian keluarga serta selalu mengutamakan kepemingan umum disamping pribadi. Dalam palaksanaannya ada dikenal ajaran Catur Dharma yaitu . kemudian baru dalam lingkungan keluarga. maka dharma juga berkaitan erat dengan tugas dan kewajiban dimasyarakat. Dengan demikian dharma menjadi salah satu tujuan hidup manusia. berbuat demi perikemanusiaannya. • Dharma Sentosa. karena angkuhnya serta tetap melakukan perbuatan yang bertentangan dengan dharma dan juga yang mengikutinya niscaya akan mendapatkan penderitaan. hal ini ditegaskan dalam Sarasamuscaya 47: “Yetu dharmasuyante bhuddhimohanwita janah apatha gacchatam tesam anuyatapi pidyate". guna mengatur perbuatan manusia agar. Manusia harus berusaha. Tanpa adanya kebahagiaan dan kedamaian dalam diri akan sangat sukar mewujudkan kesentosaan dalam keluarga apalagi dalam bangsa dan negara • Dharma Jati. terbebas dari dosa untuk mencapai kebebasan lahir batin. masyarakat. yaitu untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga pada umumnya. hal ini berarti setiap manusia dapat menegakan eksistensi dharma dalam pribadinya. Artinya . bekerja. Berarti malakukan kewajiban dengan penuh keiklasan beramal dan bertanggung jawab demi terwujudnya keadilan masyarakat dan selalu mengutamakan 56 . • Dharma Putus. Lagi pula orang yang merendahkan perbuatan dharma. Berarti berusaha mencapai kedamaian lahir batin dan diri senndiri. Bagi mereka yang melanggar dharma akan mendapatkan penderitaan.

dharma tidak menentang artha. anak. Dharma itu bertalian erat dengan artha. material.16. ya ika labha ngaranya. bahwa "artha" berarti Tuhan. van tangarjana". artha dapat dibagi sebagai berikut: Bhoga yaitu kebutuhan primer bagi kebutuhan jasmani segala makluk hidup. kata "artha" berarti harta benda. Tetapi sebagai tujuan hidup dalam Calur Purusartha. Upabhoga yaitu kebutuhan hidup yang perlu bagi hidup manusia seperti pakaian. Berdasarkan kegunaannya yang sesuai dengan ajaran agama. kata "artha" berarti harta benda atau kekayaan duniawi. Paribhoga yaitu kebutuhan berupa perumahan. Demikian juga dalam Sarasamuscaya 263 disebutkan. seperti makan minum. Dalam naskah Silakrama. Kata artha mempunyai makna yang luas. 57 . Artinya. "Apan ikang artha. istri. Artha. b. Dalam kaitannyaa dengan Purusartha. sebagaimana disebutkan dalam kitab Brahmana Purana 121. kuneng van adharma Iwirning kary ananya kasmala ika sianggahan de sang sajjana. Dalam kaitannya dengan Paramartha. perhiasan. matangnyan aywa anasar sakeng dharma. ilmu pengetahuan dan kesenian. "Dharmo dharmanubandharto. anak istri dan sebagainya. hiburan. paramartha ning amanggih suka sang tumemwaken ika. Artha bertalian erat dengan dharma. bahwa "artha" berarti tujuan. dharmo natmarthapidakah".keutamaan budhi yang baik untuk menjauhkan diri dari noda dan dosa yang menyebabkan moral menjadi rusak. yan dharma Iwining karyanya.

agar artha tersebut memberikan mantaat. untung (laba) nanianya. Twagendriya : keinginan untuk mcrasakan sentuhan Caksu indriya : keinginan untuk melihat. Panindriya : keinginan untuk memegang Paywindriya : keinginan untuk membuang kotoran Upasthendriya : keinginan untuk kenikmatan dengan 58 .Artinya. karena itu janganlah bertindak menyalahi dharma untuk mendapat artha. Disampingdiharapkan untuk memperoleh artha yang benar. dan dihindari oleh orang yang berbudi utama. karena manusia mempunyai dasendria (sepuluh indra) yaitu : 1) 2) 3) 4) 5) 6) sesuatu 7) 8) 9) kelamin Padendriya : keinginan untuk bergerak jalan Srotendriya : keinginan untuk mendengar. Jihwenindriya : keinginan untuk mengecap Ghranendriya : keinginan untuk mencium. Kama Kama berarti nafsu atau keinginan yang dapat memberikan kepuasan atau kesejahteraan hidup. Sebab artha itu jika dharma landasan memperolehnya. sungguh-sungguh mengalami kebahagiaan bagi orang yang memperoleh artha. Kepuasan atau kenikmatan tersebut memang merupakan salah satu tujuan atau kebutuhan manusia. akan tetapi jika artha itu diperoteh denganjalan adharma merupakan noda/dosa. Dengan penjelasan sloka tersebut di atas jelaslah bahwa dalam memperoleh artha hendaknya dhanna manjadi landasamna. dalam ajaran agama Hindu diajarkan mcnggunakan artha secara benar. c.

Moksa Moksa adalah merupakan tujuan terakhir yang tertinggi dari manusia. Dalam hal ini dikemukakan suatu contoh bagaimanakah hendaknya seorang raja dalam pencapaian kama tersebut. itulah yang disebut dharma. Maksudnya adalah suatu kebahagiaan dimana atma dapat lepas dari pengaruh maya dan ikatan subha-asubhakarma serta bersatu kembali 59 . Dalam baik kakaum Ramaxana di atas telah dinsatakan bah\\a kenikmatan (kama) hendaknya terletak dalam kemungkinan yang diberikan kepada orang lain utnuk merasakan kenikmatan. Moksa berani kebebasan atau kelepasan. Perasaan ingin tahu yang senantiasa menyebabkan manusia memiliki pengetahuan adalah diakibatkan oleh adanya indriya itu juga. karena ia sering juga dapat menjerumuskan manusia. d. Indriya sering diumpamakan seperti kuda liar yang kalau dapat dikendalikan akan merupakan kekuatan yang luar biasa. Namun indriya tersebut perlu dikendalikan. Karenanya dharma menduduki tempat di atas dari kama dan menjadi pedoman dalam pencapaian kama. anha dan kama. nikmati kesenangan dengan memberi kesempatan bersenang-senang kepada rakyatmu. yqpahayun mas ya la pahawreddhin byaya ring hayu ktkesan bhitkti sukahareptu dnehing bala kasukfuw dharma nrivang ariha nmang kama la ngaran ika aninya: Tempat-tempat suci hendaknya dipelihara.Kesepuluh indriya tersebut menyebabkan manusia berbuat sesuatu karenanya betapa pentingnya indriya tersebut. Dalam kakawin Ramayana adalah disebutkan : Dewakusalasala nwang dharma. Kama atau kesenangan/kenikmatan menururt ajaran agama tidak akan ada artinya jika diperoleh menyimpang dari dharma. Jadi pekerjaan sang bersifat ingin menguntungkan diri sendiri dalam memperoleh harta dan kenikmatan tidak dilaksanakan. kumpulkanlah emas yang banyak serta diabdikan untuk pekerjaan yang baik.

kehidupan berdasarkan petunjuk kerohaniaan. CATUR ASRAMA 1. Tujuan hidup adalah untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki dalam penunggalan dengan Ida Sang Hyang Widhi atau moksa. Grhastha. Sudah dikatakan di atas bahwa ajaran agama telah men\ iapkan sebuah perahu untuk mengarungi samudra itu. Menurut ajaran agama Hindu kebahagiaan yang sejati atau kebahagiaan yang kekal abadi hanya didapat dalam persatuan dengan Ida Sang H\ang Widhi \anv: disebut moksa itu Manusia harus men\adari. bagaikan mengarungi samudra yang bergelombang. B. Dengan demikian Catur Asrama berarti empat lapangan (pase). Grhastha. namun kebahagiaan seperti itu tak kunjung dirasakan. yaitu dharma.bah\\a perialanan hidupnya pada hakekatnya adalah perjalanan mencari Ida Sang Hyang Widhi lalu bersatu dengan Beliau. Wanaprastha.dengan asalnya yaitu Brahman. Hanya dengan berbuat berdasarkan dharma manusia akan dapat mengarungi dengan selamat samudra yang luas dan ganas itu. Pada hakekatnya setiap manusia mendambakan apa yang disebut kebahagiaan yang kekal abadi (sat cit ananda). Bhiksuka nahan tang Catur Asrama ngaranya". Perjalanan seperti itu adalah perjalanan yang penuh dengan rintangan. Dari uraian di atas terlihat betapa pentingnya kedudukan ajaran catur purusa artha tersebut untuk dapat dimengerti dan dilaksanakan oleh setiap manusia. Wanaprastha dan Bhiksuka 60 . Dalam Agastya Parwa disebutkan "Catur Asrama ngaranya: Brahmacari. Demikianlah pembagian dan susunan dari catur purusa artha (Catur Warga). Artinya : Yang bernama Catur Asrama ialah Brahmacari. Hal itu disamping discbut moksa juga disebut mukti atau nirwana. Catur Asrama terdiri dari dua kata yaitu Catur berarti empat dan Asrama berarti lapangan atau tempat. Pengertian Catur Asrama Secara etimologi.

sang mangkana kramanya sang brahmacari ngaranya . Brahmacari Asrama. Sistem Brahmacari lebih mengutamakan pada pembentukan sikap mental manusia yang tangguh dan handal dengan berbagai disiplin ilmu dan keterampilan. guru mendidik para siswa dengan petunjuk kerohanian. bagi orang yang sedang menuntut ilmu pengetahuan dan yang mengetahui perihal ilmu pengetahuan . Dalam fase kehidupan Brahmacari ini. Artinya : Brahmacari namanya. Semua itu menjadikan manusia bisa hidup mandiri dan siap untuk menempuh kehidupan selanjutnya. dan kata "stha" 61 .Dengan memahami sloka tersebut di atas bahwa Catur Asrama itu terdiri dari empat pase kehidupan yang mesti dilalui setiap orang. Pembagian Catur Asrama. Kata Grhasta berasal dari kata "Grha" artinya rumah. amal dan pengabdian yang didasari oleh dharma (kebenaran). 8 dikatakan sebagai berikut: "Brahmacari ngaranya sang sedeng mmangabhyasa sanghyang Castra. Wanaprastha asrama dan Bhiksuka asrama. 2. Pengertian ini akan diperjelas lagi dalam naskah Silakrama hal. kebajikan. Brahmacari dalam istilah lain disebut "aguron-guron” atau "asewaka guru". Grhastha asrama. Berdasarkan makna kata tersebut maka Brahmacari berarti pase kehidupan bagi seorang dalam berguru. Brahmacari asrama. Catur Asrama merupakan pase kehidupan manusia yang terdiri dari. Grhastha asrama Grhastha asrama adalah fase kehidupan setelah melewati kehidupan Brahmacari. mwang sang wruh ring tingkah sanghyang aksara. Brahmacari berasal dari kata "brahma" artinya ilmu pengetahuan sedangkan "acarya" berarti berguru atau tingkah laku menuntut ilmu.

tanggung jawab terhadap istri. setiap harinya dibantu oleh kepala rumah tangga dengan pemberian pengetahuan suci dan makanan. pada waktu itulah ia boleh hidup dalam tase Wanaprastha. jnawenanannena canwaham grhasthenaiwa. Wanaprastha asrama Wanaprastha adalah fase kehidupan untuk mengasingkan diri dan kesibukan hidup yang bersifat duniawi dengan melalui usaha-usaha pengendalian diri untuk bisa melepaskan keterikatan belenggu duniawi. Mulai kapan seorang dapat memasuki tase kehidupan Wanaprastha? Jawaban ini tersurat dalam Manama Dharmasastra 'l . dan diambil alih oleh anak cucunya. Jadi Grhastha artinya fase kehidupan dalam rangka membina rumah tangga. Maka Grhastha asrama memiliki tanggung jawab yang besar seperti. Pada masa kehidupan Wanaprastha. tanggung jawab terhadap keluarga dan kewajiban dimasyarakat mulai ditinggalkan. orang tua dan masyarakat. Bhisuka/Sanyasin asrama. anak. 62 . “Grihashastu yada pasyed walipalitamatmamnah Aparyadyawa capatyam dataranvam sanderayed” Artinya : Jika seorang kepala rumah tangga sudah terlihat mulai keriput dan rambutn\a sudah putih dan sudah mempunyai cucu. Lebih lanjut dalam Manawa Dharmasastra menyatakan bahwa kehidupan Grhastha itu adalah sangat mama.2.artinya berdiri atau membina. dharyante tasmajjyesthacramo grahi". Artinya : orang-orang dari golongan lainnya. leluhur. Dengan demikian membangun kehidupan rumah tangga hendaklah memperhitungkan dengan seksama dan cermat mengenai kesiapan diri baik secara lahir maupun batin. Oleh karenanya golongan kepala rumah tangga adalah golongan yang terutama. "Yasmatra yo pyacramino.

Catur Purusartha adalah tujuannya dan Catur Asrama adalah fase kehidupannxa. Dharma dimaksud adalah mencari kebenaran dengan menuntut ilmu pengetahuan. C. bahkan untuk makan ditanggung oleh murid-muridnya. semua adalah milik Tuhan. 63 . HUBUNGAN CATUR PURUSARTHA DENGAN CATl R ASRAMA. Sedang fase Wanaprastha dan Bhiksuka lebih menitik beratkan pada upaya untuk mencapai moksa. Fase Brahmacari melandasi kehidupan dalam menegakkan dharma. Sedangkan ani kata Sanyasin adalah meninggalkan keduniawian dan hanya mengabdikan kepada Tuhan dengan mengajarkan atau menyebarkan ajaran kebenaran (dharma). menghancurkan dosanya dengan melepaskan segalanya mencapai tingkat tertinggi. Catur Purusartha dengan Catur Asrama merupakan dua disiplin hidup yang diajarkan dalam agama Hindu.Bhiksuka / Sanyasa adalah fase kehidupan yang terakhir setelah melewati hidup wanaprastha. la yang dengan demikian. Pada fase ini aktivitas kehidupan sepenuhnya ditujukan untuk mengabdikan diri pada pencapaian manunggalnya Atma dengan Paramatma dengan mengajarkan ajaran kebenaran. Fase Grhastha lebih menekankan pada upaya pemenuhan untuk mendapatkan arta dan kama. Manawa Dharmasastra menyebutkan : "Ewam samnyasa karmani swakaryaparamo sprihah. menghentikan petaksanaan upacara yang hanya tekun mencapai moksa (kebebasan akhir) dan bebas dari nafsu. Dharma adalah yang melandasinya. Samnyasenapahatya prapnoti paranam gatim" Artinya. namun yang dimaksud bhiksuka adalah seorang yang berada dalam fase kehidupan ini tidak menghendaki adanya kepemilikan untuk kepentingan dirinya sendiri. Arti kata Bhiksuka sebenarnya adalah peminta-minta.

Mengidentifikasi pelaksanaan masing-masing Marga dalam kehidupan sehari-hari. Bhakti Marga b.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : CATUR MARGA : a. Menjelaskan pengertian dan makna ajaran Catur Marga. Karma Marga c. Menguraikan prinsip dasar masing-masing Marga c. Menumbuhkan toleransi hidup beragama. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan dapat : a. mentaati dan mengamalkan Catur Marga sebagai jalan hidup menuju Tuhan. d. POKOK MATERI : a. Pengertian Catur Marga b. Pembagian Catur Marga c. Jnana Marga TUP : Mahasiswa dapat memahami. Pelaksanaan Catur Marga dalam kehidupan seharihari 64 . b.

Dalarn beberapa buku ditemukan istilah Catur Marga dan Catur Yoga. Pembagian Catur Marga. Bhakti adalah cinta yang mendalam kepada Tuhan. Marga menekankan kepada jalan yang ditempuh. dengan cara mengabdikan pengetahuan yang dimiliki serta dengan melakukan brata. tapa dan semedi. Secara keseluruhan Catur Marga bertujuan untuk menyatukan diri dengan Hyang Widhi (Tuhan) dengan cara mengabdikan diri utnuk kebaikan dan kesujudan yang tulus iklas secara terus menerus. Bhakti marga adalah jalan murni yang sewajarnya untuk mencapai Tuhan dengan sungguh-sungguh yang dimulai dengan cinta. Pengertian Catur Marga Catur Marga terdiri dari kata Catur artinya empat dan Marga artinya jalan. dimana ada rasa takut disana tak ada cinta. Marga artinya jalan. Catur Marga meliputi. jiwanya bhakti memberi mempersembahkan. 65 . Bhakti marga. B. Contohina tikus tidak pernah jatuh cinta kepada kucing. Bhakti Marga. Karma marga. sedangkan Yoga menekankan kcpada hubungan dengan Tuhan. Jnana marga dan Yoga marga. 2) Bhakti tidak mengenal takut. Ciri-ciri bhakti : 1) Bhakti tidak mangenal jual beli. Syarat utama bhakti marga adalah hasrat yang sungguh-sungguh. melakukan perbuatan mulia dengan tanpa pamrih. berlangsung dengar cinta dan berakhir dengan cinta. Bhakti muncul karena kehausan dan kerinduan yang mendalam akan Tuhan.PEMBAHASAN A. Kata Bhakti bcrasal dari kata "bac" artinya cinta kasih. yoga. Catur Marga adalah empat jalan untuk menuju Tuhan. Bhakti marga adalah jalan untuk menghubungkan diri dengan Tuhan dengah cinta kasih sebagai landasannya. 3) Cinta itu idial.

Smaranam (mengenang. Karma Marga berasal dari kata "kr" yang berarti berbuat. Tetapi dalam Karma Marga. Karma Marga adalah jalan menuju Tuhan melalui perbuatan tanpa mengharapkan hasilnya. ia tidak meminta imbalan/pamrih dari Tuhan. Tuhan sendiri untuk 66 . oleh karena itu sarana pemujaan berbentuk sesaji. Karma Marga. Karena itu bila bhakti mulai tumbuh patut dijaga dan dikembangkan dengan cara Srauanam (mendengarkan perihal Tuhan). sehingga pengikutnya berjumlah besar. Sejak baru bangun tidur seorang sudah melakukan kerja. Secara batiniah karma beraiti apa yang terjadi sekarang dan perbuatan masa lalu. iri hati.Bhakti marga adalah jalan umum yang dapat dilaksanakan oleh semua lapisan. Bhakti tidak bisa berkembang hanya dengan berteori tentang ketuhanan. Pada Sewanam (melayani Tuhan dengan melalui pelayanan kepada semua makluk). loba. Ciri-cirinya adalah: seorang bhakta mempersembahkan apa saja yang dimiliki. Seorang bhakta sudah cukup dengan apabila mencintai Tuhan. Itulah kepuasan seorang bhakta yang tergolong para bhakti.IIl. melalui doa-doa dan pujian. Segala karma adalah karma. Kirthanam (memuji Tuhan).kanmia Tuhan). kebencian sudah dipudarkan. kata karma berarti bekerja/berbuat. Setiap orang tidak bisa tinggal diam menghindari kerja (Bhagawadgita. Tingkatan bhakti ada dua yaitu Apara Bhakti dan Para Bhakti.5). Semua orang setiap saat berbuat karma. Hal ini adalah wajar dalam perjalanan evolusi Spiritual. Sneham (mendekati Tuhan bagaikan seorang kawan) Atmaniwedanam (pasrah kepada Tuhan). Tunas bhakti akan tumbuh jikalau egoisme. Adapun media dari tingkatan Apara Bhakti adalah: murti puja (Tuhan dalam wujud Saguna Brahma). Dalam menuju Tuhan ditandai dengan rasa takut. Apara bhakti adalah tingkatan bhakti sang masih sederhana. Para Bhakti adalah bhakti yang tingkatannya sudah tinggi. Arcanam (Memuja Tuhan). Adanya petisi dengan Tuhan.

Dalam benih ada pohon.23. Hl. Pertanyaan yang muncul apakah dengan menekankan kepada perbuatan yang tidak mementingkan diri sendiri kita akan kehilangah hasil. kesedihan dan kebahagiaan.24). karena itu kita harus mengerti akan pentingnya arti karma dan melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. tidak mementingkan diri sendiri. Kita harus ingat pohon beringin yang besar itu tumbuh dari bibit yang kecil. Benih menjadi pohon dan pohon menjadi benih. Peristiwa ini sangat alamiah sekali. bukankah kalau kita melakukah Niskama Karma akan ditipu? Jawabnya adalah tidak. Dalam Bhagawadgita disebutkan ada tiga jenis karma yakni: Akarma. Seluruh hidup kita ini berkaitan dengan karma. Wikarma adalah perbuatan yang menyimpang/salah. Apabila kesedihan menimpa diri kita. buah itu menghasilkan perbuatan baru. Akarma adalah karma yang membebaskan.menjaga alam dengan tidak pernah berhenti bekerja (Bhagawadgita. tanpa pohon tidak mendapat benih. Karma yang membebaskan bersifat murni. Benih dan pohon timbul bergantian. Karma dan Wikarma. buah dan perbuatan berwujud seperti rentetan benih dan pohon. Kendati demikian kita tidak mudah menerima kenyataan ini. 67 . Ciri karma adalah sangat menekankan pada gagasan Niskama Karma (perbuatan tidak mementingkan hasil). untung atau rugi. tak tercela. Tidak benar bahwa karma itu sebagai soal yang tidak berarti. Sementara kita lupa akan hukum karma pala. Selanjutnya. Kita lupa bahwa Karmalah sumber baik atau buruk. Rentetan perbuatan dan buah. tanpa benih kita tidak mendapat pohon. segera kita menyalahkan orang lain dan berpikir dunia ini jahat hanya kita yang benar. Jnana Marga. Karma adalah perbuatan yang mengikat pelakunya karena berhubungan dengan indria. Seperti kita ketahui bahwa setiap perbuatan ada buahnya.

Jnana Marga adalah jalan menuju persatuan dengan Tuhan melalui ilmu pengetahuan. Marga ini dimaksudkan untuk para pencari kehidupan rohani yang mempunyai kecenderungan intelektual yang kuat. Tujuan Jnana marga adalah untuk membelah bidang-bidang yang sangat rahasia dengan wiweka. Yang diperlukan adalah kemampuan untuk membedakan bagian permukaan dari diri kita yang terletak berlapis-lapis dibagian luar dengan diri kita yang sejati atau Atman yang terletak didalamnya. Jalan untuk mencapai kemampuan ini terdiri dari tiga langkah: Pertama Srawana \aitu mendengarkan ucapan orang bijaksana, kitab suci. Kedua Manana yaitu merenungkan secara mendalam dan berkesinambungan tentang siapa Aku. Untuk bahan renungan ini ditauarkan beberapa cara yang bisa dipilih. Misalnya merenungkan tentang kata badanku. tanganku. Dalam kata badanku dan tanganku selalu lerkandung antara yang dimiliki dengan yang memiliki. Siapa Aku yang memiliki itu. Jawabnya adalah Atma. Atma tidak sama dengan badan. Badan ini tumbuh. berkembang dan akhirma hancur. Atma yang menjadi penghuni badan tetap abadi. Langkah ketiga adalah mempraktekan. Dalam panggung kehidupan pemeran (Atma) menggunakan topeng (tubule) untuk mementaskan drama kehidupan. Topeng itu memperlihatkan watak dan peran yang bersangkutan. sedangkan pribadi yang memakai topeng itu berdiri dibelakangnya tanpa dikenal. Pada saat orang sampai pada kesadaran Atma. saat itu lapisan-lapisan itu tidak mengikat lagi. Dari sini kcsadaran itu meluas kedalam berbagai fenomena kehidupan dengan suatu kesimpulan bahua Atma scmua makluk itu satu. Tat Twam Asi. bahwa Atma dan Paramatma juga satu. Brahma Atman Akyam. Menurut ilmu yoga kehadiran kita ini dikatakan merupakan unit yang berlapis-lapis yang saline menembus. terpadu berupa satu kesatuan yang menyeluruh. Lapisan itu mulai dari yang paling kasar. masuk kelapisan yang paling halus dan

68

berakhir pada lapisan yang sangat halus yang dinamakan Atma. Para Yogi membagi tingkatan lapisan itu mejadi lima yang disebut Panca Maya Kosa \aitu : 1. Annamaya Kosa. badan jasmani. lapisan paling luar yang kasar terdiri dari unsur makanan. 2. Pranamaya Kosa. lapisan energi vital. 3. Manamaya Kosa. lapisan bawah sadar termasuk ingatan dan refleksi. 4. \\'ijnamax a Kosa. tingkat pengetahuan khusus. 5. Ananda Mayakosa. lapisan selubung atma atau tingkat kebahagiaan. Memandang diri sendiri sebagai orang lain mempunyai manfaat ganda. Pertama. memisahkan identifikasi diri dengan tubuh. dan yang kedua menekankan identifikasi diri dengan tubuh. dan yang ketiga menekankan identifikasi diri ketaraf yang lebih dalam melalui suatu pengetahuan yang identik dengan jati diri. kemudian menyatu dengan jati diri. Selain dirinya yang sejati tidak ada lagi pengamat. pendengar atau pemikir atau pelaku. Maka tingkatan persatuan dalam kebinekaan tercapailah. Inilah suatu keindahan yang mendatangkan Annanda yaitu Sukha Tanpauali Dhuka. Yoga Marga. Yoga Marga adalah jalan untuk merealisasikakan Tuhan melalui Yoga. Orang-orang yang mempunyai kecenderungan dan disiplin diri untuk mencapai kesatuan dengan Tuhan didukung sepenuhnya dan diberi dorongan untuk melaksanakannya. Jalan yang ditempuh adalah jalan Yoga. Syarat untuk menempuh jalan ini adalah harus memiliki keyakinan yang kuat bahwa Atma jauh tebih mengagungkan dari pada yang kita sadari dan mempunyai hasrat yang kuat untuk menjalaninya sccara langsung. Tanpa ada keyakinan dan kencenderungan seperti ini peminat akan jatuh di tengah jalan. karena kurang sabar. Orang yang menempuh Yoga Marga tidak dituntut untuk menerima apapun. Yang diperlukan adalah pengendalian pikiran. Sebelum mulai dengan pengendalian pikiran perlu

69

mengendalikan tindakan yang bersifat lahiriah terlebih dahulu. Ada beberapa tahapan yang ditempuh yang discbut Astangga Yoga, lima diantaranya merupakan latihan. pengendalian pisik. Bagian Astangga Yoga adalah: 1. Yama. adalah pengendalian tahap pertama yang isinya berupa pantanganpantangan. 2. Nyama. adalah pengendalian diri lebih lanjut. yang merupakan ajaran kesucian menuju Tuhan. 3. Asana. adalah sikap duduk. yang efisien sesuai dengan kondisi masingmasing. 4. Pranayama. adalah pengendalian prana melalui pengaturan napas –yang teratur. 5. Pratihara, adalah penarikan pikiran dari obyeknya di dunia luar. untuk kemudian dikembalikan kedalam batin. 6. Darana. adalah pemusatan pikiran bagian ini sudah berwujud pengendalian rohani. 7. Dhyana, adalah meditasi. pemusatan pikiran yang lebih intensif. 8. Semadi adalah luluhnya pikiran dengan Atma. Kedelapan tahapan Yoga itu dapat dikelompokan empat tingkat yaitu. a. Persiapan Etis, yaitu Yama dan Nyama. b. Persiapan fisik. yaitu Asana dan Pranayama. c. Perenungan. yaitu Pratihara dan Dharana. d. d Pemusatan, yaitu Dyana dan Samadi. Pelaksanaan Catur Marga dalam kehidupan sehari-hari. walaupun dalam pembicaraan dipisah-pisahkan namun di dalam prakteknya ke empatnya (Bhakti, Karma. Jnana. Yoga) merupakan satu kesatuan yang utuh Bhakti. Karma. Jnana. Yoga marga berintikan kegiatan ego. Puncak dari Bhakti. Karma. Jnana dan Yoga adalah penyerahan diri secara total dimana Sang Aku lebur dengan cinta.

70

Agama dan modernisasi. c. Dharma agama dan Dharma Negara. hukum. Keselarasan tujuan agama Hindu dan tujuan pembangunan Nasional b. normanorma yang ada dalam agama Hindu untuk mensukseskan tujuan pembangunan nasional. TUP : Mahasiswa dapat memahami kedudukan agama Hindu dalam pembangunan nasional. Mampu menterjemahkan dan menjabarkan sumber-sumber nilai.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : Agama Hindu Dan Pembangunan Nasional : a. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai materi ini mahasiswa dapat : 71 .

a. Menjelaskan keselarasan tujuan agama Hindu dengan tujuan pembangunan nasional. b. Menjelaskan tentang hakekat dharma agama dan dharma negara. c. Menjelaskan tentang sikap agama Hindu terhadap modernisasi. POKOK MATERI : a. Tujuan agama Hindu dan tujuan pembangunan nasional b. Dharma agama dan dharma negara. c. Agama Hindu dan modernisasi PEMBAHASAN A. 1. Tujuan Agama Hindu dan Tujuan Pembangunan Nasional. Tujuan agama Hindu

Dharma eva plavo nanyah, svargam samabhivanhatam. Sa ca naurpvanijastatam jaladhed paramic chatatah. Ikang dharma ngaranya, henuning mara ring swarga ika. Kadigatining perahu an henuning banyaga nentasing tasik. Ss. 14). Artinya : Yang disebut dharma (agama) adalah merupakan jalan untuk pergi ke surga bagai halnya perahu. sesungguhnya adalah merupakan alat bagi seorang pedagang untuk mengarungi lautan. Benotak dari sloka di atas. dapatlah diuraikan bahwa dharma agama) adalah merupakan sarana atau alat untuk mencapai suatu tujuan. agama merupakan pedoman. tuntunan bagi umat manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup yakni kebahagiaan dan kesejahteraan lahir dan batin. Tujuan hidup ini dapat dirinci lagi dengan sebutan "Catur Purusartha" aninya empat tujuan hidup yang meliputi dhanna artha kama dan moksa.

72

Dharma berarti kebenaran dan kebajikan. yang menuntun umat manusia untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. Artha adalah benda-benda yang dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan hidup manusia. Kama artinya hawa nafsu. keinginan Juga berarti kesenangan. Sedangkan moksa berarti kabahagiaan yang tertinggi yaitu kelepasan. Di dalam memenuhi segala nafsu atau keinginan harus didasarkan atas kebajikan dan kebenaran yang dapat menuntun setiap manusia di dalam mencapai kebahagiaan. Karena sering. manusia lupa akan dasar-dasar dharma dalam upaya mamenuhi kebutuhannya. sehingga penderitaan yang di perolehrya Oleh sebab itul dharma harus benar-benar ditegakkan sebagai pengendali guna memenuhi artha dan kama. Seperti dijelaskan dalam kitab Sarasamuscaya 12. Karmathau Iipsmarastu. dharmam euaditaccaret Nahi dhammada petyanhah karma vopi kadacana Artinya : Pada hakekatnya jika artha dan kama dituntut. maka hendaknva dharma dilakukan terlebih dahulu. Tidak dapat disangsikan lagi. pasti akan diperoleh artha dan karma itu nanti. Tidak akan ada artinya jika artha dan kama itu diperoleh menyimpang dari dharma. Jadi dhartna (agama) mempunyai kedudukan yang paling penting dalam Catur Purusanha. karena dharmalah yang menuntun manusia untuk mendapatkan kebahagiaan lahir batin.

2.

Tujuan Pembangunan Nasional. Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang

berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat. bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas mewujudkan tujuan pembangunan nasional yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa dan negara seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan

73

kehidupan bangsa. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Adapun tujuan pembangunan nasional seperti yang tertuang dalam GBHN Tap. II/MPR/1993 bahwa tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah kesatuan negara Republik Indonesia yang merdeka berdaulat bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman. tentram tertib dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka. bersahabat. tertib dan damai. Pada hakekatnya pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhrnya. dengan Pancasila sebagai dasar. tujuan dan pedoman pembangunan nasional. Atas dasar uraian tersebut di atas maka pada dasarnya bahwa tujuan agama Hindu dengan tujuan pembangunan nasional adalah selaras dan serasi. Keduanya mempunyai tujuan yang sama. ingin mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan dunia lahir dan batin. kesejahteraan dunia (jagadhita) maupun kesejahteraan batin (moksa). ini berarti terbetuknya manusia Indonesia seutuhnya. selaras. serasi dan seimbang lahir dan batin.

B. 1.

Dharma Agama dan Dharma Negara. Dharma Agama Dharma agama adalah menipakan tugas dan kewajiban yang patut dilaksanakan oleh sctiap Umat untuk mencapai tujuan agama. Sebagaimana telah diuraiakan di depan. tentang makna dharma dan tujuan agama Hindu yakni Catur Purusartha. maka secara mutlak bahwa setiap umat Hindu berkewajiban menegakkan dharma (agama). Dengan menghayati. mengarnalkan. menegakkan dan melestarikan

74

sumber kebahagiaan dan sumber kedamaian. Dengan demikian jelaslah bahwa kewajiban utama umat manusia adalah melaksanakan dharma agama demi tercapainya kebahagiaan. melenyapkan gelapnya dunia. ketentraman dan kedamaian. niscaya kedamaian. Dharma merupakan sumber kebajikan. tegasnya hanya dharma yang dapat melebur dosa Triloka. Dharma Negara. lagi pula dharma itu merupakan perlindungan orangyang berilmu. dharmallokastrayastata pravrttah sacaracarah. 2.ajaran-ajaran dharma sesuai dengan tuntunan Weda maka akan terciptalah suatu kondisi kedamaian. Dharma negara berarti suatu kewajiban atau tugas yang harus dilaksanakan umat terhadap negaranya kewajiban berbakti kepada negara dalam ajaran agama Hindu telah dituangkan dalam Catur Guru Bhakti yang salah satunya adalah Bhakti kepada 75 . Artinya : Dan keutamaan dharma itu sesungguhnya merupakan sumber datangnya kabahagiaan bagi yang melaksanakannya. Artinya : Seperti perilakunya matahari yang terbit. kesejahteraan akan tercapai. Kalyanamatirtam sar\vapapan vyapohati. Segala kegiatan yang terlepas dan/atau meninggalkan dharma niscaya penderitaan yang diperolehnya. demikianlah orang yang melakukan dharma adalah memusnahkan segala macam dosa. Sarasamuscaya 18 menyebutkan : Dharmah sada Hitah pumsam dharmachaivacrayah satam. Apabila sctiap umat Hindu benar-benar mentaati segala tuntunan dan berpedoman dharma dalam segala gerak dan aktivitas hidup dan kehidupan. Sarasamuscaya 16 menyebutkan : Yatahadityah samudyan vai tamah. sarvyam vyapohati cvam.

pemerintahlah yang melindungi segenap warga negaranya. Agama Hindu merupakan agama yang tertua diantara agama-agama yang ada di dunia. Jadi agama Hindu walaupun agama yang usianya paling tua. Agama Hindu dan Modernisasi. Agama Hindu menerima bak modernisasi secara selektif. la adalah sanatadharma atau agama yang kekal abadi. namun tetap ada dan berkembang sesuai keadaan jaman. Ajaran Weda tetap sesuai dan tetap diterapkan pada jaman sekarang.Guru Wisesa (negara). Sebab. Agama Hindu ada sebelum adanya agama lain di dunia. Dengan demikian sudah selayaknya kalau sebagai umat beragama dan sebagai warga negara yang baik berperan dalam segala gerak dan aktivitas yang dilaksanakan oleh negara demi terwujudnya cita-cita bangsa dan negara. Berbakti kepada negara berarti bahwa sebagai warga negara yang baik akan selalu mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku. keserasian dan keharmonisan antara jasmani dan rohani. Agama Hindu disebut “tanpa permulaan” la adalah selalu ada. Seperti \angberkaitan dengan pelaksanaan ibadah keagamaan yangdisebutkan dalam UUD 1945 pasal 29 ayat (2) yang berbunyi sebagai berikut : Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya. SATUAN ACARA PERKULIAHAN 76 . C. sehingga terjadi keselarasan. sepanjang tidak bertentangan denean nilainilai agama Hindu. Modernisasi berperan sebagai penopang atau penunjang untuk mencapai hakekat dari pada tujuan hidup beragama. Dan bahkan dengan ajaran-ajaran Weda akan mampu mengendalikan perkembangan.

memiliki toleransi dalam kehidupan sosial. Kemampuan untuk menjelaskan materi sebagai mana tersebut pada pokok bahasan. Spsiologi agama Hindu sebagai suatu ilmu. 77 . Tujuan Kurikulum Mahasiswa dapat mengerti memahami sosiologi Hindu Dharma. Pengertian sosiologi Agama Hindu b. TPU : Mahasiswa dapat mengerti dan memahami sosiologi agama Hindu menyadari kedudukanya sebagai anggota keluarga dan anggota masyarakatm serta mampu mengembangkan kehidupan sosial.Matakuliah Semester Tahun Kuliah SKS Jenjang : Sosiologi Hindu Dharma : : : 2 SKS : S1 1. memiliki pengetahuan sosiologi Agama Hindu dapat berfikir strategis. Keluarga dan masyarakat dalam agama Hindu. mampu mengembangkan sifat dan sikap. 2. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : : Pengertian dan ruang lingkup sosiologi Agama Hindu a. mengkaji struktur. c. sifat dan sikap toleransi dalam TPK : Mahasiswa mampu : a. serta menyadari kedudukan sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pemahaman dan pengetahuan mengenai sosiologi agama Hindu b.

aspek dogmatik agama yang dijadikan tatanan masyarakat tertentu. Pengertian Sosiologi Agama Hindu. Pokok Materi : a. Penjelasan yang lebih lengkap tentang kesatuan manusia dalam suatu kehidupan keagamaan tertentu. maka sosiologi agama Hindu dapat diartikan sebagai satu disiplin ilmu yang merupakan bagian dari sosiologi agama yang mempelajari masyarakat 78 . Mengembangkan dan mengaplikasikan pada kehidupan di masyarakat. W.c. Dr. tentang structural. disadari atau tidak manusia adalah mahluk daiam kesatuan sosial yang sekaligus adalah mahluk individu. Pengertian sosiologi Agama Hindu b. karena belum menunjukkan pada satu kelompok keagamaan tertentu. Catur Warna SOSIOLOGI AGAMA HINDU a. Keluarga dan masyarakat dalam agama Hindu. H. Manusia adalah sebagai mahluk dinamis yang memiliki banyak aspek dalam kehidupan. dapat diharapkan secara wajar dari suatu bagian studi sosiologi agama Hindu. 3. demikian pula manusia dipahami sebagai satuan kehidupan keagamaan tertentu. c. atau sebaliknya hanya memahami aspek sosiologi secara umum. bila dikaitkan dengan kesatuan kehidupan keagamaan Hindu. propan dan positif yang menuju pada pengetahuan yang bersifat universal. Difinisi sosiologi agama seperti terurai di atas masih bersifat umum. fungsi-fungsi serta perubahan-perubahan yang dialami kelompok keagamaan. Goddijn dan Dr. tidak akan menjadi lengkap jika hanya memahami. lebih khusus lagi sosiologi agama Hindu. Godijn (dalam Hendropuspita 1983) mengatakan bahwa sosiologi agama adalah bagian sosiologi umum yang mempelajari suatu ilmu sosial emperis.

fungsifungsi serta perubahan-perubahan yang dialami masyarakat penganut agama Hindu. maka kita menarik depinisi sebagai berikut : Sosiologi Agama Hindu adalah suatu disiplin ilmu yang merupakan bagian dari sosiologi agama.perubahan yang di alami masyarakat penganut agama Hindu. anak-anak kepada ayah ibu bahkan pada leluhur. jadi kata keluarga berarti jalinan atau ikatan pengabdian dan pelayanan. Jelasnya bahwa seluruh anggota keluarga yang terdiri dari ayah. yang merupakan bagian dari ilmu sosiologi agama. Kata keluarga berasal dari bahasa sansekerta yaitu kula dan warga artinya abdi pelayan dan warga berarti jalinan atau ikatan. Ikatan pengabdian dan pelayanan antar bapak dengan ibu (suami istri). ibu dan anakanak. yang terikat sebagai suatu jalinan yang harmonis dalam kehidupan yang terdiri dari Dharma. Artha. Keluarga dan masyarakat dalam agama Hindu. dalam agama Hindu disebut Swadharma. Kama dan Moksa. yang mempelajari masyarakat pemeluk agama Hindu secara emperis yang bersifat positif. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa sosiologi agama Hindu adalah suatu ilmu. perihal structural. Sedangkan tujuan agama Hindu yang ingin dicapai diwujudkan dalam kehidupan 79 . dan untuk dapat lebih menemukan pengertian terhadap sosiologi agama hindu. Tujuan hidup manusia dalam pandangan Hindu adalah tercapai Catur Purusartha. Tujuan hidup yang sekaligus merupakan dasar kehidupan ini adalah hal yang sangat hakiki dan bersifat universal. b. fungsi-fungsi serta perubahan . ayah ibu kepada anak-anak. menuju pengetahuan yang bersifat universal mengenai structural.pemeluk agama Hindu secara emperis yang bersifat Universal. sehingga semua itu merupakan suatu karma yang sepatutnya dilaksanakan agar tujuan hidup dan tujuan agama dapat tercapai. harus menyadari sepenuhnya bahwa apa yang diperbtiat adalah tugas dan kewajiban.

Gandhanva Wiwaha 7. Daiwa Wiwaha 3. Brahma Wiwaha 2. Paisaca Wiwaha Dari kedelapan jenis sistim perkawinan tersebut yang masih relevan dan dapat dilaksanakan ada empat: 1. adalah Moksatham Jaeaditha vaca iti dharmah. Raksasa Wiwaha 8. yang merupakan dasar dan pedoman hidup dalam mencapai tujuan itu. dan Jagaditha kesejahtraan lahir dengan cara yang baik dan benar sesuai dengan petunjuk ajaran agama. Rsi (Arsa) Wiwaha 80 . Asura Wiwaha 3. kebebasan bathin dengan berdasarkan dharma. Asura Wiwaha 6. manusia dengan alam sekitar (lingkungan). Tujuan agama melandasi tujuan hidup setiap umat Hindu. Moksatham adalah kebahagiaan bathin. umat Hindu mempunyai pedoman dan pegangan yaitu kitab suci Weda yang tidak boleh diingkari. diyakini kebenarannya. Pembentukan keluarga diawali dengan pelaksanaan perkawinan (sauskara wiwaha ) sebagaimana tertuang dalam kitab suci Manawa Dharmasastra IX disebutkan bahwa adadelapan jenis perkawinan \aiui 1. Prajapati Wiwaha 5.umat beragama Hindu. Rsi (Arsa) Wiwaha 4. Dengan demikian tujuan Hindu mengantarkan umat untuk mencapai kesejahtraan lahir. Gandharwa Wiwaha 4. manusia dengan sesama mahlukhidup. ajaran Tri Hita Karana menjelaskan bahwa ada tiga penyebab kesejahtraan yang bersumber pada keharmonisan hubungan antara : Manusia dengan Tuhan. Prajapati Wiwaha 2. Berkaitan dengan itu.

yang terdiri dari : a. kesederhanaan. Didalam bahasa sansekerta kata warna berasal dari urat kata Vr yang berarti pilihan . dijumpai pula didalam sama weda. c. Catur Warna. tugas dan perbuatan. kebijaksanaan. catur warna berarti empat pilihan propesi atau fungsi sesuai dengan tugas yang dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kehidupannya dimasyarakat. Sehubungan dengan itu ajaran agama Hindu membagi.3) Bhagawadgita dan Manawa Dharma sastra. Brahmana Brahmana warna adalah mereka yang didalam kehidupan ini lebih mengutamakan dan mengembangkan Guna Satwan. Sedangkankan dalam kehidupan sosial. Dari ungkapan tersebut diatas dapat kita pahami Catur Warna adalah bagian dari empat golongan manusia sesuai dengan sifat dan kegiatan yang berbeda-beda. Guna berarti sifat dan karma berarti kegiatan. karena manusia individu adalah sebagai bagian dan masyarakat. sukta 90 yang terkenal dengan nama purusa sukta. maka kehidupan manusia tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. disebut pula dalam Bab (IV. kehidupan masyarakat juga dibagi menjadi empat bagian sesuai dengan fungsi dan pembagian tugas masyarakat masingmasing disebut catur warna. bahwa Catur Warna berdasarkan Guna dan Karma. walaupun tanpa kerja dan terjadi terus menerus. Ajaran catur warna tersurat dan tersirat dalam kitab weda mandala.13) bahwa ada empat golongan manusia dengan bagian sifat dan kegiatan yang berbeda. Arannya samhita (IV. oleh karena itu yang 81 . Sebagaimana ditegaskan didalam Bhagawadgita. artinya mereka senantiasa melaksanakan pengendalian diri.Selanjutnya kita meninjau bahwa manusia sebagai mahluk sosial (libido sosialis ). kehidupan individu menjadi empat fase atau empat tahapan kehidupan sang disebut catur asrama. Ketahuilah bahwa aku (Tuhan ) yang menjadi asal mula.

sanyasin atau orang yang senantiasa menuntun dan mengembangkan sifat ketuhanan dalam kehidupan. menjaga keteniban dan keamanan Negara dan orang-orang yang benugas melaksanakan tata pemerintahan. antara individu dengan . masyarakat yang makmurdan sejahtera akan dapat diwujudkan apa bila . b. Guna dari sifat kesatrxa dimiliki dilaksanakan oleh pemerintah sipil maupun militer. ip orang tidak dapat memiahkan diri dari kehidupan masyarakat. atau orangorang yang bertugas bertempur membela negara. Ksatrya Kesatria Warna adalah mereka yang didalam kehidupan ini akan senantiasa cendrung bersifat heroik. Mereka adalah ira pengusaha atau wiraswasta yang melakukan perdagangan dan Ttanian. c. maka akan tenvujud suatu hubungan yang serasi dan lonis antara seseorang dengan yang lain.p individu dalam masyarakat dapat melaksanakan fungsi dan snya dengan baik dengan melaksanakan kewajiban atau suadharma masing-masing. Wasya Wanna Yakni orang \ang dalam guna karman\a mengatur tata perekonomian masyarakat untuk mewujudkan kemakmuran negara. Para Rsi mempelajari sifat-sifat manusia secara cermat dari waktu iktu sehingga sampai pada suatu kesimpulan bahwa setiap orang. arakat.dapat disebut Brahmana Warna adalah para bijaksana. rohaniawan. sama kemampuannya dalam suatu 82 . pelayan toko dan sebagainya itulah guna karma seorang idra. idra Warna jdra Warna adalah yang mempunyai fungsi dan tugas dalam kehidupan dimasyarakat kita lihat sebagian orang mengambil kegiatan bagai pekerja pela\an seperti buruh dipabrik-pabrik. pemberani penuh aktivitas atau enerjik. Pembantu rumah tangga.

83 . sedangkan a melakukan pekerjaan pelayanan untuk membantu kelancaran atan dari. golongan yang lain. Waisya (Para pedagang) dan Sudra buruh dan tani). Mengenai kewajiban hidup dalam masyarakat lebih detail maha lanu dan Yajnawalkya menjelaskan bahwa ada bermacam-macam ma yang menjadi Swadharma bagi seseorang antara lain : Varna Dharma yakni keuajiban hidup sesuai dengan warna atau ropesi masingmasing seperti Brahmana (Pendeta). Wana Prasta (orang Tua yang mengurangi ikatan duniaui) dan sebagai Sanyasm (seorang yang mempersiapkan din mencapai pelepasan). misalnya seniman. c. Asrama Wama Dhanna yakni kewajiiban hidup sesuai dengan tingkat atau tahapan hidup seseorang. Warnasrama Dharma yaitu kewajiban hidup antara profesi dan tingkatan hidup seperti diatas. dan lain-lain. d. yang rnerupakan bagian fungsi dan kegiatan kerja. masing-masing jenis tugas yang berbeda untuk golongan mental spiri-Ksatrya mengenai bidang administrasi.pekerjaan. untuk kemakmuran dan kesejahtraan bangsa. Nimta Dharma yaitu kewajiban seseorang yang ada hubungannya dengan halhal tertentu misalnya kelahiran. misalnya sebagai Brahmacari (pelajar. e. Guna Dharma yaitu kewajiban seorang yang hubungan dengan sifat dan pembawaan. Ksatrya Angkatan bersenjata. Politik). politik. b. pemerintahan dan ahanan. Cirihasta (rumah Tangga). Selanjutn\a Waisya dipercaya melayani tugas onomian. Oleh karena itu dapat mukakan adanya prinsip-prinsip yang mendasari sistim golongan warna Dharma. Mahasisua).

Pembelajaran a. Media e. baca buku. Alokasi waktu b. Pengalaman belajar c. papan tulis : lisan dan tertulis 84 . media massa.f. dosen : OHP. Sumber belajar d. 5. diskusi : buku. Sadharana Dharma yaitu kewajiban meliputi kewajiban umum hagi seiiap anggota masvarakat dengan tidak mengindankan pangkat atan jabatan seseorang dalam masyarakat. Evaluasi : 2 x 50 menit : kuliah.

H. Pedoman Pembinaan Umat Hindu Pesamuan Agung PHDI 1980 E. A. 1994. I Nyoman Warjana 1982 C. Buku Pelajaran Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi Umum. Gde Oka Netra. F. Sosiologi untuk PGA I Gede Rudia Adipura.DAFTAR PUSTAKA A. Tuntunan Dasar Agama Hindu Drs. Hanuman Sakti Jakarta. A. Hanuman Sakti 1994 D. Sosiologi Agama Hindu – UT Sosiologi Suatu Pengantar Bhagawad Gita Manawa Dharmasastra 85 . G. B.

dinamis dan terampil menghargai kerjasama antar umat beragama dalam mengabdikan ilmu teknologi dan seni untuk kepentingan nasional dan meningkatnya rasa pengabdian kepada agama. berpandangan luas dan memiliki wawasan yang jauh kedepan. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : : Sad Darsana a. Pokok-pokok ajaran Nawa Darsana TPU (TIU) : Mahasiswa memahami pengertian dan pokok-pokok ajaran yang terkandung dalam Sad Darsana dan Nawa Darsana. bersikap susila rasional. 86 . Pokok-pokok ajaran Sad Darsana c.SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Matakuliah Semester Tahun Kuliah SKS Jenjang : Pendidikan Agama Hindu : : : : S1 1. bangsa dan negara. berbudi pekerti yang luhur. Tujuan Kurikulum Terbentuknya dan terbinanya Sarjana Hindu yang bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pengertian Sad Darsana b. 1. berpikir yang fisiolofis dan strategis.

b. yang dimaksud adalah penyelidikan tentang kebenaran. ini berarti pemikiran. Menjelaskan pokok-pokok ajaran Nawa Darsana. Menjelaskan pokok-pokok ajaran Sad Darsana. renungan. Penyelidikan dan keragu-raguan. c. Nama atau istiiah lain yang memiliki ani mendekati dengan darsana adalah a. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup Sad Darsana. 2. Nawa Darsana SAD DARSANA I. 87 . yangdimaksud adalah pemikiran atau renungan filsafat.TPK (TIK) : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini. Mananasastra: kata. kata ini berasal dari kata "tat" yang artinya itu. Pokok-pokok ajaran Sad Darsana c. kata ini berarti spikulasi yang dimaksud adalah penyelidikan tentang kebenaran. d.pertimbangan atau renungan. c. Tattwa. Dalam bahasa seharihari kata tattwa berarti uraian tentang Ke-Tuhanan: b. mahasiswa diharapkan dapat: a. PENGERTIAN SAD DARSANA Kata darsana berasal dari urat kata "drs" yang artinya melihat atau memandang. Tarka. kata ini berarti pertimbangan. Dalam hubungan ini kata darsana artinya adalah sesuatu pandangan yang benar terhadap apa yang harus dilakukan oleh seseorang baik moral maupun material untuk mencapai kebenaran dan kebahagiaan abadi dalam kehidupan tertentu. perencanaan. Wicarasastra. Pengertian Sad Darsana b. Pokok Materi : a.

bersifat realistis. karena mengajui benda-benda sebagai suatu kenyataan atau mengajui keberadaan dunia yang terlepas dari pikiran dan berdiri sendiri. PENGERTIAN DAN SIFAT AJARANNYA Waisasika adalah saltu satu bagian dari filsafat India atau Sad Darsana yang usianya lebih tua dari sistem filsafat Nyaya yang timbul pada abad 4 SM. 2. A. Pembahasan darsana bersifat sintesis dari semua sistim dan metode secara integratif. SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Sumber utama ajaran nyaya adalah Nyayasutra buah karya Maha Rsi Gotama. yoga dan Wedanta III. Waisasika. Selain itu ada beberapa kitab komentar dan Nyayasutra diantaranya: a. Nyayabhasya. Samkya.POKOK-POKOK AJARAN SAD DARSANA ANYAYA Nyaya disebut juga tarkawsada yaitu ilmu berdebat. Mimamsa. Sistem Filsafat Waisasika bersifat metaphisis dengan tujuan pokok ajarannya adalah bersifat Dharma yaitu tentang kesejahteraan duniawi dan kelepasan. RUANG LINGKUP SAD DARSANA Darsana sebagai Filsafat India memiliki pembahasan yang berbeda dengan filsafat barat yang lebih mengarah pada pembidangan-pembidangan khusus. Dengan tokohnya adalah Maha Rsi Kanada Beliau juga dikenal dengan nama Ulaka.II. A. munculnya akibat perdebaian diantara akhli pikir didalam mereka bcrusaha mencari kebenaran dari ayat-ayat suci Weda untuk dijadikan landasan melaksanakan upacara-upacara korban Ajaran filsafat nyaya disebut. antara lain adatah : Nyaya. hasil komentar Wastyayana 88 . Dalam hal ini yang akan dibahasa adalah pembagian dari sad darsana tersebut.

B. SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Sumber ajaran waisesika kitab Waisesika Sutra. e. Beliau juga dikenal dengan nama Ulaka.2. B.b. Kitab ini terdiri atas 10 adhyayas atau jilid dan setiap jilid terdiri dari dua ahnikas atau bab. 2. yang timbul pada abad 4 SM. WAISESIKA B. PENGERTIAN DAN SIFAT AJARANNYA Waisesika adalah salah satu bagian dari filsafat India atau sad darsana yang usianya lebih tua dari sistem filsafat Nyaya. 89 . tentu ada yang mengadakan rencana dan tujuan tersebut yang mengadakan itulah Tuhan. Semua kitab-kitab komentar ini menjelaskan dan mengembangkan cita-cita ajaran nyaya yang ada dalam kitab Nyaya Sutra serta mempertahankan cita-cita itu dari serangan kritikan oleh pihak-pihak yang menentangnya. d. c.I. Pembuktian Theologi Pembuktian ini menyatakan bahwa didunia ini ada sesuatu tata tertib dan aturan tertentu sehingga dunia ini menampakan sesuatu rencana yang berdasarkan pemikiran dan tujuan tertentu. dengan tokohnya adalah Maha Rsi Kanada. Sistem filsafat waisasika bersifat metaphisis dengan tujuan pokok ajarannya adalah bersifat dharma yaitu tentang kesejahteraan di duniaxv i dan kelepasan. Tuhan menjadi sebab pertama adanya alam semesta dan pada akhirnya Tuhanlah akan melebur dunia ini. Nyaya Wartika: oleh Uddyotakara Nyaya Wartika Tatpana Tika: oleh Wascapati N\aya WartikaTatparya Parisuddhi dan Kusumanjali oleh Udayana Nyaya Manjani oleh Jayanta.

Samaya (pelekatan) 7. menurut waisasika ada 7 (tujuh) katagori (padharta) yaitu: 1. Guna (kwalitas) 3. MIMAMSA C. yang dimaisud adalah sistem ini membicarakan bagian Weda yang kedua yang kitab Upanisad. Mimamsa sering juga disehut Purwa mimaniba yang artiya penyelidikan sistimatis yang pertama. Samaya (sifat umum) 5. yang dimaksud bahwa sistim ini membicarakan bagian Weda yang pertama yaitu kitab Brahmana. Karitia (Aktivitas) 4. Sedangkan Utara Mimamsa disebut juga Wedanta yang artinya penyelidikan sistematis yang kedua. yaitu apa yang rnemberikan kesejahteraan didalam dunia ini dan yang memberikan kelepasan yang menentukan. Abhawa (ketidakadaan) Demikianlah ketujuh katagori itu menjadikan segala sesuatu didalamnya sehingga manusia menyaksikan adanya segala sesuatu yang bcraneka ragam keaneka ragaman itu terjadi justru karena kombinasi dan ketujuh katagori yang diajarkan waisesika. Sifat ajaran filsafat adalah pluralistis dan realistis Disebut pluralistis karena mengakui adanva baynak jiwa dan penggandaan asas badani yang membenahi alam 90 . Drauya (substansi) 2. Yang terpenting dari ajaran Waisasika adalah ajaran tentang katagorikatagori dan semua yang ada didunia ini. C.Isi pokok ajaran waisasika adalah menerangkan tentang dharma. 1 PENGERTIAN DAN SIFAT AJARANNYA Sistem filsafat mimamsa terbagi menjadi dua jenis yaitu: Purwa Mimansa dan Utara Mimansa. Wisesa (keistimewaan) 6.

Aliran dari filsafat Mimamsa yang dipimpin oleh Maha Rsi Prabhakara mengemukakan adanya lima sumber pengetahuan (pramana) antara lain : 1. C. Pratyaksa 2. Arthaparti : pengamatan langsung : menarik suatu kesimpulan : mengadakan perbandingan : pembuktian melalui sumber yang dipercaya : perumpamaan Fungsi filsafat Mimamsa adalah membantu praktik keagamaan melalui dua cara yaitu memberi metode interpretasi terhadap Weda dan memberi pertimbanganpertimbangan yang bersifat filosofis terhadap pelaksanaan upacara keagamaan. Sabda 5. oleh karena itu timbtillah dua aliran yaitu pengikut Kumarila Bhatta dan pengikut Prabhakara Pokok-pokok ajaran kedua ini pada prinsipnya sama. SAMKYA 91 .semesta. sedangkan disebut realistis karena mengakui bahwa obyek-obyek pengamatan adalah nyata. D. Dalam perkembangan selajutnya timbulah kitab komentar terhadapMimamsa Sutra ditulis oleh Sabarawamin Komentar ini diterangkan dengan cara yang herbeda oleh Kumarila Bhatta dan Prabhakara. tiap tubuh ada satu jiwa. 2 SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Yang menjadi sumber pokok ajaran Mimamsa adalah Mimam Sutra buah karna Maha Rsi Jaimini. Semua jiwa memiliki kesadaran bersifat kekal berada dimana-mana dan meliputi segala sesuatu. Jiwa itu jumlahnya sangat banyak dan tak terhitung. indria dan budi. keadaannya berbeda dengan tubuh. Mengenai jiwa dalam sistim Mimamsa dipandang sebagai substansi. Anumana 3. Upamana 4.

Jadi samkya berarti susunan yang berukuran bilangan. Dalam ajaran samkya kelepasan itu adalah penghentian yang sempurna dari semua pendentaan. Nirwikalpa adalah pengamatan yang tidak menentukan yang ada hanya pengenalan obyek sebagai sesuatu. sintesis dan interprestasi alam pikiran. namun tidak bisa melepaskan kita dari penderitaan yang sepenuhnya. Menurut ajaran samkya ada tiga sumber pengetahuan yang benar yaitu Pratyaksa. bukan sebagai benda yang jelas identitasnya. inilah tujuan akhir dari hidup kita. saling bertentangan dan dapat dipadukan. SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Sumber pokok ajaran samkya adalah Samkya Sutra atau disebut juga Samkya Prawacana Sutra buah karya Maha Rsi Kapila. Anumana dan Sabda pramana. Ajaran samkya disebut realistis. diri sendiri secara metafisik.D. yang dimaksud adaiah filsafat tentang sesuatu yang memberi pelajaran untuk mengenal. 1 PENGERTI AN DAN SIFAT AJARANNYA Perkataan samkya terdiri dari dua kata yaitu "sam” yang artinya bersama-sama atau dengan dan "khya" yang artinya bilangan. karena itu pula ajarannya disebut Nirisuara Samkva. ia merupakan hasil analisis. Disebut realistis karena mengakui realitasduma ini yang bebas dari roh. Menurut samkya tentang kebenaran Tuhan tidak perlu dibuktikan lagi. sedangkan pengamatan ada dua yaitu nirwakalpa dan sawikalpa. Disebut dualistis karena prinsip ajarannya ada dua realitas yang berdiri sendiri. dan samkya disebut pluralisms karena mengajarkan bahwa nurusa itu barnak sekali. Ajaran pokok dari samkya adalah adanya dua realitas asasi yaitu Purusa dan Pekerti atau asas kejiwaan dan asas kebendaan yang merupakan asal mula dari segala sesuatu. yaitu purusa dan prakerti. Perkataan samkya juga berarti pengetahuan yang sempurna. 92 . D. kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi memperingan hidup kita. 2. sedangkan sawikalpa adalah pengamatan yang menentukan. dualitis dan pluralitas.

dengan demikian maka yoga dikatakan bersifat teori dan praktek dalam hubungan Tuhan. Pokok-pokok ajaran yoga ada dalam kitab Yoga Sutra Karya. Kata yoga bcrarti hubungan atau berhubungan. Ajaran yoga juga bersifat teistis dan mengakui kewenangan Weda. kebenaran Tuhan dipandang sebagai suatu yang lebih tinggi dari purusa dan prakerti.E. Komentar-komentar ini menguraikan ajaran yoga karya Patanjali yang berbentuk sutra berupa kalimat-kalimat pendek dan padat isinya. YOGA E. Tulisan pertama tentang ajaran yoga adalah kitab Yoga Sutra karya Maha Rsi Patanjali. Yoga Maniprabha ditulis oleh Bhojaraja dll. E. SIFAT DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Berbeda dengan Samkya. walaupun unsur-unsur ajarannya sudah ada jauh sebelum itu. Maha Rsi Patanjali yang dibagi atas empat bagian dengan 194 Sutra. Kemudian munculah buku-buku komentar atas ajaran beliau. 1. PENGERTIAN DAN SUMBER AJARANNYA Kata Yoga berasal dari urat kata "Yuj" yang artinya berhubungan. Maha Rsi Patanjali mengartikan yoga sebagai "Cittawrttinirodha" yaitu penghentian geraknya pikiran. Adanya Tuhan dipandang lebih bernilai praktis dari pada bersifat teori dan merupakan tujuan akhir semadi yoga. Ajaran yoga sangat popular dikalangan umat Hindu dengan tokoh pendirinya adalah Maha Rsi Patanjali. adapun keempat bagian tersebut adalah : 93 . seperti Yoga Bhasya atau Wyasabhasya yang ditulis oleh Wyasa. dimana maksudnya adalah pertemuan roh individu (atma purusa) dengan roh universal yang tidak berpribadi (mahapurusa/paramaatma). 2. yoga mengakui adanya Tuhan.

d.3. tujuan dan bentuk ajaran yoga. Menurut filsafat yoga kelepasan itu dapat dicapai melalui pandangan spiritual pada kebenaran roh sebagai suatu daya hidup yang kekai yang berbeda dengan badan dan pikiran. ia adalah ada. isinya ialah tentang sifat. tentang kedudukan. tapi juga merupakan sarana pemusatan pikiran dan samadi Yoga. Bagian Kailwalya Pada. kekal abadi. TUHAN DALAM AJARAN YOGA Menurut ajaran Yoga Tuhan itu adalah roh tertinggi yang mengatasi roh perorangan dan bebas dari segala cacat.a. Bhakti kepada Tuhan tidak hanya merupakan praktek Yoga. isinya melukiskan alam keiepasan dan mengatasi roh yang mengatasi alam dunia. Tuhan akan memberikan karunia yang mulia kepada seseorang yang bhakti kepadanya berupa kesucian dan penerangan bhatin. isinya tentang pelaksanaan ajaran yoga seperti cara mencapai semadhi. Pandangan spiritual seperti tersebut diatas hanya dapat dimiliki bila pikiran itu bersih. Tuhan melenyapkan semua rintangan jalan orang-orang yang bhakti kepada-Nya. Tuhan adalah penguasa tertinggi dunia ini yang mempunyai pengetahuan tak terbatas. dari prihadi lain. kekuatan tak terbatas yang membedakan ia. sempurna. Tuhan adalah roh yang abadi tak tersentuh oleh dukacita. isinya tentang segi ajaran batiniah yoga juga tentang kekuatan gaib yang terdapat karena melakukan praktek yoga. Bagian Sdhana Pada. karma phala. Bagian Samadhi Pada. maha kuasa dan maha tahu. dibagian ini diterangkan tentang perubahan-perubahan pikiran dan cara pelaksanaan ajaran yoga. WEDANTA 94 . tenang dan tak tergoyahkan oleh sesuatu apapun juga. E. Bagian Wibhuti Pada. F. c. b. berada dimana-mana.

Nimbarka. maka sifat ajarannya adalah absolutisme dan theitisme Absolutisme maksudnsa adalah aliran yang meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah mutlak dan tidak berpribadi (impersonal God).F.2. sedangkan yang theisme mengajarkan bahwa Tuhan yang berpribadi (personal God). Yaitu penyelidikan yang kedua yaitu Upamsad. SIMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Sebagai sumber sistem filsafat Wedanta adalah kitab-kitab Upanisad mengingat kitah-kitab Upanisad sistemrna tidak sistimatis. Brahmasutra dan Bhagawadgita. adapun para tokoh aliran dalam sistem filsafat Wedanta adalah Sankara. Madwa. Membahas pengetahuan tentang Brahma Dalam perkembangan kemudian banyak muncul kitab-kitab komentar dari Wedanta Sutra yang dikemukakan oleh komentator. Wallabha. Para komentator ini kemudian mendirikan tempat-tempat belajar untuk mendalami ajaran Wedanta Sutra dan sekaligus menjadi tokoh atau pemimpin aliran filsafat Wedanta. Mula-mula kata Wedanta berani upanisad karena Upanisad dianggap akhir dari pada Weda. F. 1 PFNGERT1AN DAN SIFAT AJARANNYA Kata Wedanta berarti akhir dari pada Weda (Wedasya antah) Ststem filsafat Wedanta juga disebut dengan Uttara Mimamsa. Membahas Brahma adalah realitas tertinggi Bab II Mengkaji ajaran yang tidak sesuai dengan Wedanta Bab III. Semua aliran dari Wedanta ini mentransper ajaran Wedanta Sutra dengan cara pandang masing-masing misalnva : Sankara menampilkan ajaran yang disebut 95 . Kitab ini terdiri dari 4 adhyaya (bab) dan masing-masing adluaya dari Wedanta Sutra ini membahas : Bab 1. Ramanuja. Mengkaji ajaran moksa Bab IV. Oleh karena Wedanta bersumher pada kitab-kitab upanisad. maka Bhadaraxana atau yang disebut juga Maharsi Wyasa menyusun kitab yang bernama Wedanta Sutra.

F. Swetambara yaitu golongan yang lebib moderat. Ramanuja menampilkan aliran yang disebut Wasistadwaita dan Madwa menampilkan aliran yang disebut Dwaita Dibawah ini akan dijelaskan sedikit pandangan masing-masing aliran filsafat terebut. Canvaka tidak percaya kepada sorga dan neraka dan terhadap Tuhan yang menciptakan alam semesta. air. C A R W A K A Aliran filsafat Carwaka digolongkan dalam aliran materialisme. karena itu aliran ini bersifat atheis. SAWA DARSASA Istilah Nawa Darsana sebenarnya adalah penggabungan Sad Darsana dengan filsafat Nastika yang heterodok. Tokoh aliran Carwaka adalah Watsyayana dengan bukunva Kamasutra.Adwaita. api dan tanah). Digambara yakni golongan yang sangat panatik dan bahkan telanjang bulat (berpakaian langit) b.2. J A I N A Pendiri dari aliran ini adalah Seorang Mahauira yang namanya Wardkamana (abad 6 SM). Budha. Kedua golongan ini menekankan ajaran ahimsa (tidak membunuh. F. bisa percaya kepada apa yang bisa dilihat oleh mata. percaya bahwa seseorang dapat mencapai kebebasan rohani seperti gurunya. menyakiti mahkluk lain).I. Aliran filsafat ini bersifat atheis. Jaina. Aliran Carwaka percaya terhadap Catur Mahabhuta (4 unsur alam : Udara. menggunakan pakaian serba 96 . Ada dua golongan Jaina yaitu : a. F. Aliran ini hanya. yang terdiri dari Carwaka. putih. Pengikut aliran ini umumnya menggunakan masker (penutup mulut).

Tresna. enam anggapan 6. rupa. Sadayatana. Asta Marga. perhatian yang lebih. 12. kelahiran. Tresna. Upadana. ada yang menyebabkan penderitaan. 4. 3. kotak hubungan dengan obyek 7. haus akan kenikmatan. Jati. Wijnana. yaitu 1. F. 10. ada delapan b. Samkara. kesadaran awal 4. umur tua dan kenikmatan.jangan sampai salah ucap atau mahkluk-mahkluk kecil masuk ke mulut atau hidung. 11. Jara Marana. ada jalan untuk mengatasinya. Dukha. pengalaman yang lalu 8. Nama. Ajaran Filsafat Buddha meliputi : a.3. BUDDHA Filsafat Budha didirikan oleh pengikut Sang Budha Siddhartha Gautama dan Dinasti Sakya (600 tahun sebelum masehi) hampir bersama dengan filsafat Jaina. 97 .. Pratitya Samut pada Pratitnya Samut pada adalah dua belas hal yang menyebabkan penderitaan. 9. jalan itu. pikiran dan badan 5. 2. Nireda. keinnginan supaya terjadi. kebodohan 2. Bhaya. Vedana. Catur Arya Satyani Catur Arya Satyani yaitu empat kebenaran mulia meliputi : 1. Bila bepergian selalu membawa sapu. Hidup adalah penderitaan. kesan dimasa lalu 3. Sparsa. Awidya.

7. 6. Pengalaman Belajar : Kuliah. bermeditasi yang benar. 5. Samyak samadi. berbuat benar Samyak jiwa. Samya drsti. dosen. Jelaskan bagaimana caranya Nyaya membuktikan tentang Tuhan ? 98 . 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Darsana ? 2. 4. baca buku dharma tula (diskusi). berbicara yang benar Samyak karma. media masa : OHP. Demikianlah antara lain pokok-pokok ajaran filsatat Buddha. berusaha yang benar. Samyak smerti. papan tulis : Lisan dan tertulis JAWABLAH DENGAN JELAS DAN BENAR SOAL-SOAL DI BAWAH INI 1. Alokasi waktu : 2 x 50 menit.c. 3. Sumber belajar Media Evaluasi : Buku. berpikir yang benar. 8. pemecahan masalah dengan benar Samyagyak. hidup yang benar Samyak wayama. berpandangan yang benar. Samyak samkalpa. Asta Mania adalah delapan jalan yang benar yaitu : Asta Marga adalah delapan jalan yang benar yaitu : 1. Filsafat Nyaya percaya dnegan adanya Tuhan dan Tuhan disamakan dengan Siwa.

SUMBER BACAAN Rudia Adiputra. Tattwa darsana III PGA. Menurut Samkya ada dua pengamatan. Sebutkanlah dan jelaskan pengamatan tersebut ? 5. I Gde Sura.3. 99 . Jelaskan bagaimana pandangan Mimamsa tentang Weda ! 4. absolutisme dan theistisme. Ditjen Bimas Hindu dan Budha. Wayan Suarjaya. Jelaskan mengapa filsafat Wedanta bersifat.

Sari Filsafat India. Departemen Agama RI. Tim penyusun Ditjen Bimas Hindu dan Budha. Buku Pelajaran Agama Hindu untuk perguruan Tinggi. SATUAN ACARA PERKULIAHAN (S A P) MATA KULIAH SEMESTER : Pendidikan Agama Hindu : 100 . Gunung Mulia Jakarta 1985.Hadi Wiyono. Harun DPK.

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : Etika Agama Hindu : a. Mampu menjelaskan pengertian etika agama Hindu b. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini. Kedudukan etika dalam agama Hindu 101 . Berbudi pekerti luhur. trampil. Pengertian Etika Hindu b. dan bertanggung jawab serta memiliki rasa pengabdian yang bertanggung jawab serta memiliki rasa pengabdian yang tinggi kepada agama bangsa dan negara. Kedudukan Etika Hindu c. Dapat mengamalkan pokok-pokok ajaran etika agama Hindu. Pokok Materi : a. Pokok-pokok etika Hindu TUP : Mahasiswa dapat memahami etika agama Hindu secara umum dapat mengamalkan dalam kehidupan seharihari.TAHUN KULIAH SKS JENJANG : : 2 SKS : S1 Tujuan Kurikuler : Terbentuknya Sarjana Hindu yang memiliki sradha bhakti kepada Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. berpikir yang kritis. Dapat memahami kedudukan etika dalam agama Hindu c. mahasiswa diharapkan : a. Pengertian etika Hindu b.

ibarat landasan bangunan. Wiweka d. Peraturan untuk bertingkah laku yang baik disebut orang tata susila. bila tidak 102 . Dalam tindakan disebut budi baik dan bila diwujudkan dalam tindakan disebut budi pekerti yang baik. Tidak seorang pun boleh berbuat sekehendak hatinya. Dalam kehidupan bersama orang harus mengatur dirinya bertingkah laku. tunduk kepada aturan bertingkah laku yang berlaku. Tata susila Hindu Dharma) Dengan istilah Tata susila. dan sejauh mungkin menghindari perbuatan yang tidak baik atau dursila. (I Gede Sura. Bila etika beretika masih dalam angan disebut budi pekerti yang baik. adalah peraturan bertingkah laku yang baik dan mulia menurut ajaran agama Hindu. b. maka mudah benar bangunannya roboh. Pengendalian diri dan Etika ).c. atas dasar saling menghargai dan menghormati. dimana suatu bangunan harus didirikan. Etika Hindu atau tata susila agama Hindu. Tata susila. Demikianjuga halnya dengan tata susila. Manusia sebagai mahluk sosial. berarti peraturan tingkah laku yang baik dan mulia yang menjadi pedoman hidup manusia (Prof. la harus menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. Kedudukan Etika dalam agama Hindu Agama adalah merupakan dasar tata susila yang kokoh dan kekal. Nama lainnva ialah etika. Daivi dan asuri sampad e. Maka landasan itu tidak kuat. Dengan demikian maka orang hanya bebas berbuat dalam ikatan aturan tingkah laku yang baik. Pengertian etika Hindu : Etika adalah bentuk pengendalian diri dalam pergaulan hidup bcrsama. Dr. perlu membina hubungan yang seraii dan harmonis dengan orang lain. Ida Bagus Mantra. Pengendalian diri Pembahasan : Etika Agama Hindu a. tampak lebih menekankan pada aturan beningkah laku yang baik dan mulia.

dan segala sesuatu yang menghalangi jalan ini adaiah salah. Ada beberapa ukuran itu. Dr. Tata susila Hindu Dharma). c. Baik dan buruk Pokok-pokok Ajaran etika agama Hindu Apa yang disebut baik dan apa yang disebut buruk. Ida Bagus Mantra. maka tata susila itu tidak mendalam dan tidak meresap dalam diri pribadi manusia. 103 . mencuri adalah buruk. Dalam etika maka seseorang dinilai dari tingkah laku mana yang dapat dinilai baik dan mana yang buruk. Walaupun demikian manusia tahu apa yang disebut baik dan buruk itu. atau etika merupakan wujud pengalaman dari ajaran agama dalam perilaku yang baik dan mulia. jujur adaiah baik. Kesadaran akan adanya baik dan buruk disebut kesadaran etis. Benar dan Salah Bilamanakah perbuatan itu dianggap benar dan btlamanakah perbuatan itu dianggap salah ? Segala sesuatu \ang dapat menofong dunia ini melalui jalan yang telah ditentukan oleh Sang Hyang Widhi Wasa adaiah benar. Membohong. 1. Pengendalian diri dan Etika) 2. Demikian pula sebaiknya. matangyan haywa lupa ring kasatyan ikang wang Untuk menentukan mana perbuatan yang benar dan mana perbuatan yang salah Agama Hindu mengajarkan agar orang berpedoman pada tri pramana. Akan tetapi apa yang baik tidak selalu benar dan apa yang buruk itu salah. (I Cede Sura. tata susila. tiga ukuran. (Prof. Menolong. Tata susila Hindu Dharma) Keutamaan kebenaran itu dapat dijumpai dalam kitab Slokantara sebagai berikut : Kalinganya. (Prof. sebagai landasan yang kokoh dan kekal. Ida Bagus Mantra. tan hana dharma lewihe sangkeng kasatyan.dibangun atas dasar agama. Dr. sulit dirumuskan.

Ada lagi dasar pertimbangan lain untuk mendapatkan kebenaran \aitu atas dasar sastratah. anumana dan agama. maka desa. Dapat puia dipenimbangkan benar salahnya perbuatan kita atas dasar pratyaksa. (I Gede Sura. Disamping ukuran-ukuran lain. salah dan benar dan sebagainya. 2. Manusia sebagai mahluk berpikir. gurutah atas dasar pertimbangan ajaran-ajaran guru dan swatah ialah pertimbangan atas dasar belajar sendiri dari pengalaman dan sebagainya. Kala. dan menimbang-nimbang. 3. Desa. Patra. Desa artinya tempat. yaitu kemampuan untuk membeda-bedakan. Sastratah.1. Agama ialah memperoleh kebenaran atas dasar pertimbangan orang lain yang dapat dipercaya. Sastratah ialah pertimbangan atas dasar ajaranajaran sastra. anumana dan agama. Prauaksa. secara potensial telah memiliki kemampuan yang perlu dikembangkan. kala berarti waktu dan patra artinya keadaan. dan swatah. Wiweka Karena penentuan baik dan buruk. gurutah dan swatah. Pratyaksa adalah memperoleh kebenaran atas pengamatan lansung. gurutah. ini berarti ada faktor kesengajaan untuk memilih yang baik dan buruk. dan akhirnya memilih antara yang baik dan buruk. 104 . Pengendalian diri dan Etika) 3. Anumana adaiah memperoleh kebenaran atas dasar logika berpikir. Demikian pula apa yang benar pada suatu tempat atau keadaan dapat berubah menjadi salah pada tempat dan keadaan yang lain. benar dan salahnya perbuatan itu atas dasar pertimbangan-pertimbangan. Apa yang benar pada suatu waktu belum tentu benar pula pada waktu yang lain. kala dan patra adalah juga merupakan ukuran-ukuran untuk menentukan salah dan benar.

phalaning dadi wwang. kecendrungan-kecendrungan perilaku orang itu bersumber dari tri guna: yaitu tiga sifat yang dibawa sejak lahir.Daivi sampad. Dalam mengatur diri bertingkah laku. Dalam Bhagawad Gita dibedakan kedua kecendrungan itu dengan istilah . 5. terdiri dari sarwam. Daivi dan asuri sampad Menurut sastra-sastra agama Hindu. Pengendalian diri Dengan adanya kemampuan berwiweka maka orang dapat memilih yang baik. Kemampuan untuk memilih ini dan atas dasar pilihan ini ia dapat meningkatkan hidupnya dari tidak baik menjadi baik. Untuk itu orang perlu mengendalikan diri.Kemampuan yang demikian dalam ajaran agama Hindu disebut wiweka. faktor dalam atau tri guna itu harus diperhatikan. segala perbuatan buruk itu. hanya yang dilahirkan menjadi manusia sajalah yang dapai melaksanakan perbuatan baik ataupun buruk. I Nyoman Kajeng DKK) 4. 105 . Ri sakweh ning sanva bhuta. 2. yaitu kecendrungan keraksasaan. kuneng panentasakena ring subha karma juga ikang asubha karma.Asuri sampad. demikian gunanya menjadi manusia. yang benar dan menghindar dari yang buruk dan salah. Faktor yang sifatnya garang harus dijinakkan dengan jalan yang ditunjukan oleh sastra-sastra agama. yaitu kecendrungan kedewaan dan . iking janma wwang juga wenang gumawayaken iking subha asubba karma. Ketiga guna ini saling mempengaruhi sehingga mewarnai kecendrungan berlaku lembut dan tenang dan ada yang mempunyai kecendrungan keras dan kasar. Terjemahannya : Diantara semua mahluk hidup. leburlah kedalam perbuatan baik. (Sarasamuscaya. rajas dan tamas.

Yoga Satra Patanjali.Oleh karena itu dalam diri orang. maka orang harus mengarahkan daya pikir dan da\a-da\a lain dalam dirinva untuk menundukkan yang tidak baik itu. baca buku. Demikianlah etika memerlukan kemampuan untuk melaksanakan pengendalian diri. Ini berarti orang harus mengendalikan diri dalam segala hal. berpikir. diskusi Sumbi Belajar Media Evaluasi : Dosen. berkata dan benindak sehingga segala daya menuju kepada yang baik. lisan dan pengamatan 106 . yaitu unsur baik dan unsur buruk. buku. Ajaran tentang pengendalian diri banyak dijumpai dalam kitab Bhagawadita. Sarasamuscaya dan Slokantara. media elektronika dll. Alokasi waktu : 2 x 50 menit satu kali pertemuan Fungsi aman belajar : Kuliah. : Tertulis. Suatu daya yang terkendali menuju suatu sasarn akan menjadi tenaga yang maha hebat. baik tenaga yang menyenangkan maupun tenaga yang menakutkan kepentingan-kepentingan yang berlawanan pun yang teratur seperti tertib lalu lintas. media masa dan masyarakat : Papan tulis. unsur raksasa dan unsur dewata. kedua itu selalu berdampingan.

2. 3. 5. 6. 4. Bhagawad Gita Pengendalian diri dan etika Manawa Dharma Sastra Tata Susila Hindu Dharma Sarasamuscaya Slokantara 107 .DAFTAR PUSTAKA 1.

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : YADNYA : a. berpandangan luas dan memiliki wawasan yang jauh ke depan. Bersikap rasional dan dinamis dan terapil menghargai kerja sama.SATUAN ACARA PERKULIAHAN SAP Mata Kuliah Semester Tahun Kuliah SKS Jenjang : Pendidikan Agama Hindu : : : :S1 Tujuan Kurikuler : Terbentuknya dan terbinanya sarjana Hindu yang bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bangsa dan negara. berbudi pekerti luhur. 1. Pengertian dan dasar pelaksanaan Yadnya 108 . antara umat beragama dalam mengabdikan ilmu teknologi dan seni untuk kepentingan nasional dan meningkatkan rasa pengabdian kepada agama.

TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Maksud dan tujuan pelaksanaan c. : 2 x 50 menit Kuliah. Tujuan pelaksanaan yadnya d. Dasar pelaksanaan yadnya c. baca. mengerti dan menyadari akan kedudukan dan kewajibannya mahluk ciptaan Tuhan yang mempunyai Rna. Jenis-jenis yadnya e. Menjelaskan pengertian yadnya b. guru dan mau bekerja sama serta bersikap toleransi dalam kehidupan sosial.b. papan tulis Lisan dan tertulis 109 . Tingkatan dan jenis-jenis Yadnya TUP : Mahasiswa dapat memahami ruang-ruang lingkup yadnya. Menyebutkan tingkatan yadnya 2. Menjelaskan dasar pelaksanaan yadnya c. dosen. Pengertian yadnya b. orang tua atau leluhur. Pokok Materi : a. Tingkatan yadnya Alokasi waktu Pengalaman belajar Sumber belajar Media Evaluasi : : : . sujud dan bhakti kehadapannya menghormati orang-orang suci. Menjelaskan tujuan pelaksanaan yajnya d. media masa OHP. dharma tula Buku. Menyebutkan jenis-jenis yadnya e.

Ajaran yadnya bersumber pada pustaka suci weda. bagaikan kulit telor yang membungkus dan melindungi bagian dalamnya yang merupakan inti dari telor itu sendiri.6). Seperti itulah yadnya dengan upacara dan upakaranya merupakan kulit telor yang nampak dan dilaksankan dalam kehidupan agama sehari-hari. 90. Dalam atharwa weda dijelaskan sebagai berikut: Satyam brhad rtan uggram Diksa tapo brahma yajnah prthivim dharyanti Sano bhustaya asya patyanyurumlom (Atharwa Veda. XII.1) Artinya : 110 . lebih lanjut secara simantik yadnya mengandung pengertian yang sangat lurus: pengabdian. Bahkan yadnya merupakan unsur yang sangat penting. Dasar Pelaksanaan yadnya Yadnya dalam agama Hindu merupakan bagian yang utuh dari seluruh ajaran dan aktivitas agama. mempersembahkan. Yadnya tidak hanya menandakan identitas keagamaan tetapi lebih dari pada itu yadnya merupakan pengajawantahan ajaran agama itu sendiri. kedamaian dan kelestarian alam semesta. 1. Dengan demikian maka jelaslah bahwa pengertian Yadnya itu tidak saja terbatas pada upacara persembahan dalam arti secara harpiah namun juga upacara persembahan maupun pemujaan dan pengorbanan suci dalam pengertian secara simbolis filosopis untuk berkorban. terdapat dalam kita Reg Weda (X.YADNYA A. pengorbanan dan berbagai aspek kegiatan yang bertujuan untuk kesejahteraa. B. Pengertian Yadnya Kata yadnya adalah kata yang berasal dari bahasa sansekerta berarti memuja.

stv istakhamadhuk (Bhagavad Gita III. Dengan yadnya pulalah manusia mengembangkan dan memelihara kehidupannya Keiklasan Jan kesucian diri adalah dasar yang utama dalam pelaksanaan suatu yadnya. Kesucian diri dicerminkan dalam hidup yang benar memiliki kesiapan rohani dan jasmani seperti mantapnya sradha. Semoga bumi ini. doa dan yadnya. Sebagai Pengejauantahan Weda Weda menguraikan empat cara yang berbeda-beda untuk mengungkapkan ajaran Weda : Ream tvah posagaste pupusvan 111 . vaca prajapatih Anena prasavisyadham Esa vo. Demikianlah yadnya merupakan salah satu penyangga kehidupan didunia ini. C. Kesucian hati maupun kehidupan yang suci. inilah yang menegakkan bumi. Kitab suci Bhagavadgita juga memberikan petunjuk kepada kita sebagai berikut : Sahajnah prajah srstva Puro. 10) Artinya: Pada jaman dahulu kala Prajapati menciptakan manusia dengan yajnya dan bersabda dengan ini engkau akan mengembangkan dan akan menjadi kamadhuk dari keinginanmu. rasa hhakti. yang kokoh dan suci (Rta0. Tujuan Pelaksanaan Yadnya 1. keimanan.Kebenaran atau satya hukum yang agung. Tuhan telah menciptakan manusia dengan yadnya. ibu kami sepanjang masa memberikan tempat yang lega bagi kami. tapa Brata. yaitu kehidupan yang sesuai dengan ketentuan moral dan spiritual.

dan dilaksanakan oleh umat kebanyakan disamping juga dapat meningkatkan kemantapan dalam pelaksanaan kegutan keagamaan mi sendiri. perasaan hati pemujanya.sloka-sloka weda seorang melakukan nyanyainnyanyian pujian dalam sakwari. umat Hindu ingin menghadirkan Tuhan yang akan disembah serta mempersembahkan isi dunia yang paling baik.gayatram tvo gayati savavarisu brahma tvo vadati jatavidyam yajnasya niatram mimita utuah (Reg Veda. mengajarkan isi weda. manusia sangat memerlukan apa yang bisa dilukiskan. Dengan niyasa yang diwujudkan dalam bentuk upacara menjadi lebih menyentuh dan lebih mudah dihayati. V. dan mengajarkan lain mengajar kan tata cara melaksanakan korban suci (yadnya) Demikianlah yadnya merupakan salah satu cara mengungkapkan ajaran weda oleh karena itu yadja merupakan pengajawantahan ajaran weda. Yang dilukiskan dalam bentuk Simbul-simbul (nyasa) melalui myasa dalam yadnya realisasi ajaran agama diwujudkan untuk lebih mudah dapai dihayati. maupun wujud persembahan semuanya dilukiskan dalam bentuk niyasa (simbulsimbul) yang dicerminkan dalam berbagai bentuk upacara yang menyenai suatu yadnya. seorang lagi yang menguasai pengetahuan weda. Kebesaran dari keagungan Tuhan yang dipuja. dan orang bijaksana berpendapat bahwa ia harus dapat melukiskan apa yang tak terlukiskan termasuk yang paling abstrak sekalipun. 112 . I!) Artinya : Seorang bertugas mengucapkan. 71. Dalam kehidupan beragama. Melalui lukisan niyasa dalam upakara.

Sahayajna prajah srstva puro vaca prajapatih anena prasavisyavam esa vo stv istakamadhuk. 16) Artinya : 113 .2. Ill 10) Artinya : Pada jaman dahulu kala prajapati menciptakan manusia dengan yadnya dan bersabda : dengan ini engkau akan mengembang dan akan menjadi kamadhuk dari keinginanmu. III. II) Artinya : Dengan ini kamu memelihara para dewa dan dengan ini pula para dewa memelihara dirimu. kamu akan mencapai kebaikan yang maha tinggi. jadi dengan saling memelihara satu sama lain. evam pravanitamcakram na nuvanayati ha yah aghayur indriyaramo mogham partha sa jivati ( BhagauadGita. devam bhawayata nena te deva bhavayantu vah parasparam bhavay amah sreyah param avapsyatah. (Bhagavad gita. Sebagai Cetusan Rasa Terima Kasih Dalam Bhagawad gita dijelaskan bahwa Tuhan menciptakan manusia melalui yadnya dengan yadnya pula manusia akan mencapai kebaikannya yang maha tinggi. (Bhagavad gita. 111.

Agama Hindu mengajarkan untuk menampaikan rasa terima kasih atas pengorbanan suci yadnya yang telah diterima dalam kehidupan ini melalui yadnya pula. Dalam Regveda diuraikan sebagai berikut : ava savanti gargaro godha pari samsxanat pingga pari canis kadat indraya brahmodxatam (Reu Veda. dengungkanlah suara musik Kepada Tuhan kami persembahkan nyanyian.La yang ada didunia ini tidak ikut memutar roda (cakra) yadnya yang timbal balik ini adalah jahat dalam alamnya. 2. O. Ketergantungan manusia pada Tuhan yang telah menciptakan kehidupan memelihara dan memberikan kebutuhan hidup membawa ikatan hutang jasa yang dikenal dengan Dewa Rna. Ada tiga jenisketergantungan dalam hidup manusia yang membaua ikaian huiang (Rna) Ketiga hutang (Tri Rna) tersebut adalah: 1. 69. Q. A 20 92 5-6) Artinya : Nah geseklah gargar (rebab) dengan nyaring. Vlll. Arjuna hidup sia-sia. Kehidupan didunia ini pada hakekatnsa memiliki ketergantunean dentian yang lain. kumandangkanlah suara godha (kecapi). 114 . kidung. Puas dengan indriyanya dan ia. Dalam pelaksanaan suatu yadnya sarana pendukung yang tidak pernah lepas adalah lagu nyanyian direpleksikan dalam bentuk doa pujian. maupun dalam berbagai jenis gamelan. Jasa para Maha Rsi yang telah memberikan pengetahuan suci untuk membebaskan hidup ini dari kebodohan menuju kesejahtraan dan kebahagiaan hidup lahir batin membawa ikatan hutang jasa yang dikenal dengan Rsi Rna. oleh karena itu yadnya juga dimaksudkan sebagai cetusan rasa terima kasih. 3. Ketergantungan kepada leluhur yang telah melahirkan mengasuh dan membesarkan diri kita membawa ikatan hutang jasa yang dikenal dengan nama Pitra Rna.

Inilah cara pemujaan menurut bhakti marga.2. la adalah atiti (tarnu) diantara semua manusia. Doa yang diiringi musik yang dilahirkan dari hati manusia yang penuh cinta kasih. Dalam bhakti marga Tuhan dipandang sebagai tamu utama yang diberi persembahan dan dipuji dalam yadnya yang dilaksanakan.VlII. Visoviso vi athithi vajayantah pupupriyam agni vo durya vacah stuse susasya nianmabhuh (Regveda. serta mengharapkan agar nyanyian mcrcka diterima dengan rasa penuh cinta kasih. 3.S) Artinya la adalah aditi (yang utama) diantara semua penerima sajian. Orang-orang suci dalam jaman veda mcnemukan bahwa nyanyian merupakan sarana pengungkapan perasaan yang sangat mendalam. Kita memberikan kepada tamu dan tidak mcngharapkan balasan apapun dari pada Nya. dalam pelaksanaan dewa yadnya biasa diawali dengan upacara pemendak atau penyambutan dan dilanjutkan dengan persembahan serta pemujaan. Untuk Meningkatkan Kualitas Diri Dari segi pcningkatan diri. Oleh karena itu kccintaan rnereka kepada Tuhan dilahirkan dalam bentuk nyanyian. Doa yang sederhana dan diucapkan langsung oleh anak maupun orang dewasa. Demikian pula halnya yadnya yang dipersembahkan kepada Tuhan merupakan perwujudan cinta kasih dan rasa bakti yang suci tanpa pamrih. 115 . yadnya pada hakekatnya merupakan pengorbanan suci dengan maksud untuk mengurangi keakuan (ego).74. Berdasarkan keyakinan tersebut.

Melalui yadnya itu pula tersirat adanya pengakuan akan keterbatasan kekurangan dan kepapaan hidup kita. Berprilaku yang menyimpang dari dharma dilaksanakan secara ketat pada saat-saat mempersiapkan 116 . Maha pemurah dan sebagainya.Tiap-tiap usaha yang membawa akibat mengurangi rasa penyuburan keakuan untuk kearah kenikmatan yang lebih tinggi dan pengurangan dorongan-dorongan nafsu yang rendah. Dipuja Upacara/Yadnya bagi umat Hindu juga merupakan pelaksanaan yuga. Tiap-tiap pengorbanan mencari dasarnya pada keiklasan berbuat untuk tujuan yang lebih mulia. ia mohon perlindungan Tuhan. Tuhan dalam bhakti marga dipandang sebagai yang Maha pengasih. memerlukan pengorbananya yadnya. mohon ampun. Dalam pelaksanaan yadnya dikembangkan sikap yang paling sederhana dalam kehidupan yaitu cinta kasih dan pengorbanan. Maha penyayang. 4. mempersiapkan dan lebih-lebih pada waktu melaksanakan telah diiringi sikap hatin yang suci dengan konsentrasi yang tertuju kepada Tuhan yang dipuja. Oleh karena itu setiap pelaksanaan suatu upacara yadnya yang pertama-tama dilaksanakan adalah proses penyucian diri dalam artian yang luas menyangkut aspek jasmani dan rohani untuk menuju peningkatan spiritual. serta dilandasi prilaku yang menampilkan susila yang tinggi. Pengendalian diri seperti larangan kata-kata yang kotor. Hal ini terlukis dalam doa maupun upakara yang dikenal dengan nama guru piduka dari sejenisnya. Orang yang memuja menginginkan kebahagiaan rohani. Karena pelaksanaan upacara itu sejak awal rnula merencanakan. mohon kemurahan. Tidak saja bagi para pandita/pinandita tetapi bagi seluruh masyarakat yang Sebagai salah satu Cara Untuk Menghubungkan Diri dengan Tuhan yang melaksanakannya. Yajnya upacara itu sendiri juga dimaksudkan untuk menciptakan usana suci dan membahagiakan. cinta kasih dan sebagainya.

Untuk Menyucikan Dalam yadnya yang tergolong dewa yadnya. kehidupan yang sesuai dengan moral dan spiritual patut menjadi landasan pelaksanaan yadnya. Tidak jarang dalam tingkatan yadnya yang cukup besar juga diikuti dengan melaksanakan brata sepeni puasa dalam jangka waktu tertentu. Walaupun telah mandi dengan bersih. Adapun bagian dari kelima jenis yadnya itu terdapat dalam beberapa sumber. pantang. 5. ketulusan dan kesucian hati yang menyatu melahirkan kualitas spiritual yang lebih tinggi pada manusia begitu pula upacara tidak akan berani apabila orang melaksanakan belum memiliki kesiapan rohani. Jenis Jenis Yadnya Yadnya terdiri atas lima (lima) penghormatan yang umumnya disebut Panca yadnya. disamping sebagai persembahan. Untuk itu jasmani yang suci. bhuta yadnya. sepeni itu hampir dijumpai pada setiap pelaksanaan suatu yadnya lebih-lebih pada tingkatan yadnya yang besar Sradha. kebersihan diri sebelum melaksanakan sesuatu pekerjaan yang berhubuagan dengan yadnya yang akan dipersembahkan juga sangat diperhatikan. diikuti dengan prilaku yang baik masih ditambah dengan tirta penglukatan/pamarisudha sebelum akan memasuki areal tempat mempersiapkan suatu yadn\a yang disucikan. 117 . berpakaian dengan sopan. kebaktian. Dari segi jasmani. berkata-kata (mono brata) dan lain-lainnya. hampir seluruhnya bagian-bagiannya mengandung makna dan untuk membersihkan dan menyucikan.suatu yadnva. Pitra Yadnya dan Rsi yadnya. D. keimanan. hati yang suci dan kehidupan yang suci. kesemuanva itu tidak lain untuk meningkatan kosentrasi dalam menghubungkan diri dengan Hyang Widhi Wasa. Oleh karena itu upacara yang bermakna menyucikan. Kesucian adalah landasan yang patut ditegakkan dalam melaksanakan ajaran agama. Manusia Yadnya.

d. b. Tapa yadnya yaitu yadnya dengan melakukan tapa Yoga yadnya yaitu yadnya dengan melaksanakan yoga. disebutkan : Dnvya yadnya yaitu yadnya dengan sarana benda-benda material. Demikian disebutkan dalam Manawa Dharma Sastra III-73. d. c. Pada bagian kitab Manawa Dharma Sastra menyebutkan 5 jenis upacara yaitu yaitu upacara yang dilakukan tanpa memper-gunakan kesaksian api. e. 3. secara tekun. berikut a. e.28. Dalam kitab Bhagawad Gita IV. d. b. Ahuta b. 69-70 sebagai Brahma yadnya yaitu belajar dan mengajar Veda Pitra \adnya yaitu upacara menghaturkan tarpana dan air Dewa yadnya yaitu upacara mempersembahkan minyak dan susu. Swadaya yadnya yaitu yadnya dengan mempelajari ajaran suci 118 . Bhuta yadnya yaitu upacara bali banten Nri yadnya yaitu menerima tamu dengan ramah. Panca yadnya menurut kitab Manawa Dhanna Sastra III. c. Prasita - yaitu upacara yang diselenggarakan dengan cara penyuguhan jenis-jenis. a. Prahuta - yaitu upacara yang dilakukan dengan penyebaran bendabenda upacara ditanah. Brahmahuta - yaitu upacara yang ditujukan sebagai penghormatan pada para Brahmana. 2.1. a. kapur sirih dsb. c. Terutama ditujukan pada yang meninggal. Huta - yaitu upacara dengan mempergunakan api sebagai unsur yang penting.

Panca yajna menurut pustaka Agastya Parwa : Dewa yadnya Rsi yadnya Pitra yadnya dan upacara Sradha Bhuta yadnya Manusia yadnya Demikianlah jenis-jenis yadnya menurut beberapa sumber yang ada. e. Jnana yadnya yaitu yadnya dengan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Oleh karena itu keharmonisan antara besar kecilnya yadnya yang akan dilaksanakan dengan tingkat kemampuan yang bersangkutan 119 . Rsi yadnya adalah upacara pcnghorrnatan dan punia yang kepada para Rsi dan Guru. d. 4. e. Tingkatan Yadnya Perbedaan rangkaian yudnya ini disesuaikan dengan tingkat kemampuan umai molaksanakan. b. Dalam kenyataannya kehidupan dimasyarakat tingkat kemampuan materi yang dimilikinya umat tidaklah sama. a. Bhuta yadnya adalah upacara tawur untuk keseimbangan alam. Akan tetapi secara umum dalam masyarakat yang dimakud dengan panca yadnya dalam pengertian upacara sebagai berikut: a. c. c. ketulusan dan kesucian hati.e. Pitra yadnya adalah penghormatan kepada leluhur. Dewa yadnya adalah upacara pemujaan atau persembahan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam berbagai manifestasinya b. sepanjang dalam pelaksanan ya didsasari dengan rasa bhakti. Dan segi kwalitas kesembilan tmgkatan yadnya tersebut tidak ada perbedaan. E. Manusia yadnya adalah upacara (samkara) terhadap seseorang sejak terwujudnya jasmani dalam kandungan sampai akhir hidupnya. d.

Menjelaskan status Pandita dan Pinandita c. Pengertian Pandita dan Pinandita b. POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : : PANDITA DAN PINANDITA a.sangat diperlukan agar pelaksanaan yadnya bertujuan menuju kesejahtraan dan kebahagiaan. Pinandita PEMBAHASAN A. Menyebutkan syarat-syarat Pandita dan Pinandita POKOK MATERI : a. Pinandita b. Menjelaskan pengertian Pandita dan Pinandita b. Pengertian Pandita dan Pinandita 120 . Stauts dan wewenang Pandita serta Pinandita c. Syarat-syarat calon Pandita dan Pinandita TUP : Mahasiswa dapat mengerti keberadaan serta kedudukan Pandita dan Pinandita dalam ajaran agama Hindu TKP : Setelah mengikuti perkuliahan materi ini. mahasiswa diharapkan dapat : a. Menjelaskan Wewenang pandita dan Pinandita d.

Karena Dwijati berasal dari kata dwi artinya dua dan jati artinya lahir. • dari keluarga Ksatriya. Setelah seseorang melaksanakan upacara Diksa mereka disebut sebagai Dwijati. • dari keluarga Brahmana. Gelar Dwijati dalam masyarakat Hindu yang berada di Bali terdiri dari. Hal ini ditetapkan oleh Parisada dalam Mahasaba. Pengertian Pinandita Pinandita adalah rohaniawan Hindu yang bertugas selaku pembantu mewakili Pandita. Upanayana adalah penerimaan seseorang untuk menjadi keluarga brahmana dalam mempelajari ilmu Weda.Pandita artinya terpelajar. pintar. ke II tahun 1968 yang Dukuh Adalah gelar seorang sulinggih yang berasal Empu adalah gelar seorang sutinggih yang berasal dari Bujangga adalah gelar seorang sulinggih yang berasal Rsi adalah gelar seorang sulinggih yang berasal dari Bhagawan adalah gelar seorang sulinggih yang berasal Pedanda adalah gelar seorang sulinggih yang berasal 121 . Lahir yang pertama adalah lahri dari kandungan ibu sedangkan lahir yang kedua adalah lahir dari Kaki Dang Guru yang disebut Nabe. Dalam upacara Diksa juga dilakukan Nuuun Peta ataujuga disebut Metapak. Sejak itu seorang mulai masuk dalam fase brahmacari. yang didalam Weda disebut dengan upacara Upanayana. bijaksana. Maka dalam peningkatan kesuciaan seorang harus menempuh upacara Diksa. 2. Jadi dwijati adalah lahir yang kedua kali. Pandita adalah rohaniwan Hindu yang tergolong Dwijati. • keluarga Pande • dari keluarga Pasek. • keluarga Wesya • dari keluarga Wasnawa.

Sedangkan Pemangku Dalang. seperti melaksanakan upacara Perkawinan. B. 1. Wasi. Sebutan pemangku umumnya dikaitkan dengan adanya suatu Pura dimana ia bertugas. Oleh karena itu mereka lebih banyak melaksanakan tugas selaku rohaniwan yang bersifat umum. Selain jenis dari Pinandita yang tersebut diatas ada lagi jenis pinandita seperti Dukuh yang berasal dari masyarakat Hindu Tengger.menetapkan sebagai berikut: Selaku pembantu mewakili Pandita ditetapkan adanya Pinandita terdiri: • • • • • • Pemangku Wasi Mangku Balian Mangku Dalang Pangemban Dharma Acarya. Status Pandita dan Pinandita. Pelaksanaan upacara Diksa ini bersifat merubah status yang bersangkutan setelah melalui disiplin hidup yang cukup ketat. Ikatan disiplin pertama-tama yang patut dilaksanakan dikenal dengan istilah Catur Bandana Dharma. manusa yadnya dsh. Status Pandita adalah rohaniawan Hindu yang telah di Diksa dan tergolong Dwijati. aninya empat ikatan disiplin kehidupan kerohanian meliputi : a. Amari aran: Artinya yang bersangkutan sejak diresmikan menjadi seorang Pandita dengan melalui upacara Diksa wajib mengganti namanya dengan nama yang baru sesuai dengan pemberian Nabe 122 . Status Pandita. Pengemban maupun Dang Acarya tidak selalu memiliki ikatan dengan suatu tempat suci tertentu. Mangku Balian.

Amari Wesa: Artinya meninggalkan dan mengganti atribut/tanda kawalakaan dengan Wesa atau ciri/identitas Pandita. Bhawa yaitu hiasan pada kepala.b. Pakaian sehari-hari setelah menjadi Pandita antara lain 123 . Kantha Bharata yaitu hiasan pada leher Kama Bharata yaitu hiasan pada telinga. Pada saat melaksanakan pemujaan juga dilengkapi dengan peralatan penuijaan yang disebut Siuopakarana. di Bali dikenal dengan Maprucut. Misalnya dalam tata busana. Artinya meninggalkan tugas dan kewajiban semula (saat sebelum mediksa) dan mengganti dengan sasana kawikon. c. yaitu tugas dan kewajiban serta disiplin kehidupan seorang Pandita. melainkan bagi Pandita Siwa yang iaki-laki biasanya mengenakan dandanan rambut yang disebut Aketujata memakai mahkota rambut yang diikat sedemikian rupa atau disebut Melingga Mudra. Gondala yaitu anting-anting yang umumnya juga terbuat dari rangkaian buah gmitn. Contohnya Tan Wenang adol atuku (tak boleh jual beli) dsb. Yang sering disebut dengan Ketu. Bagi yang wanita memakai dandanan rambut yang disebut Anondong. tidak boleh bercukur. serta gerakan tangan yang bersifat magis(mudra). Guduha yaitu gelang rangkaian biji buah ginitn yang dikenakan pada kedua pergelangan tangannya. Rudraksa yaitu hiasan dari rangkaian buah ginitri yang dikenakan pada kedua bahunya. Pakaian saat memuja memakai Sempet yaitu secarik kain yang dilipat pada dadanya. Amari Sasana.

d. selendang kuning. 2. Upacara pengesahan untuk menjadi Pinandita hanya sampai pada tingkat Pewmtenan. bila keluar rumah memakai "tongkat. Status Pinandita adalah tergolong Ekajati. 124 . Puja Siwalingga. Kedudukan Pandita selaku Dwijati adalah kedudukan khusus yang hanya menuruti sasana serta sesuai dengan ketentuan Parisada. Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penguasaan ajaran kePanditaan yaitu : Kemahiran Pujapari Krama termasuk mudra dan Siwapan Krama. boleh dengan motif kembang.Bagi Pandita Iaki-laki mengenakan kain putih. kampuh kuning bertcpi putih. Pandita Istri memakai kain yang dasarma kuning. baju uarna putih. Namanyapun setelah diwinten tidak diganti dengan nama baru. ikat pinggang putih. Dengan melaksanakan disiplin yang ketat mengantarkan seorang Pandita pada status sebagai seorang Wiku Dang Acharya Sulinggih/ Dwijati. sclalu hormat dan patuh kepada Nabe termasuk keluargaina. Status Pinandita. Boleh juga"memakai jubah. Upacara pweintenan juga bisa dilakukan oleh umat secara umum. Kamahiran Puja Arghapatra serta penghayatannya. Umulaken Kaguru Stisrusa: Annna melaksanakan dengan patuh dan berdisiplm ajaran Nabe.\angdisebut Kauaca Rajeg. Upacara pweintenan boleh dilakukan berulangkali. kesemua ciri-cin tersebut hanya boleh dipergunakan oleh seorang \ang telah resmi menjadi Pandita. ikat pinggang putih. berpakaian selayaknya masyarakat biasa. Seorang Pinandita juga diharuskan mempelajari Weda untuk Ngeloka Palasaraya. masih memiliki tugas dan kewajiban dalam hubungannya dimasyarakat sebagai seorang Walaka. Berbeda dengan upacara Diksa yang hanya boleh dilakukan sekali (tan wenang anyusum diksa) Seorang Pinandita boleh bercukur. yang tujuannya han\alah untuk mcnsucikan diri.

Wewenang Pandita dan Pinandita Wewenang Pandita. Pakaian dalam melakukan upacara. Ciri-ciri timum yang dipergunakan seorang Pinandita. Pelanggaran dalam hal ini disebut Nyumuka yaitu "anguikon awaknya dauak" artinya menjadikan dirinya selaku Pandita. yaitu : Gagelaran/ageman-ageman pemangku melaksanakan tugasnsa disesuaikan dengan ketentuan dalam lontar Kusuma Dewa. Pasepan. melainkan. Untuk menggunakan Weda. C. masih memerlukan pengesahan yang bersitat memberi legalitas.Seorang Pinandita dalam melaksanakan tugasnva tidak diperkenankan mempergunakan alat pemujaan seperti Pandita. Sang Kulputih. Rambut panjang atau boleh bercukur. 1. sasananya sesuai dharmaning Dalang. Sesuai Keputusan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu. dan menyelesaikan upacara tingkat sederhana. kampuh putih. Dalam melakukan pemujaan memakai: Genta. Bunga. seorang Pandita harus melaksanakan upacara Ngelinggihan Weda xang disaksikan oleh Nabenya. memakai destar putih. dan juga tidak mempergunakan Mudra. Kewenangan seorang Pandita tidak secara otomatis diperoleh setelah menyelesaikan upacara Diksa. tempat tirta (Kumba). Gegelaran Pemangku. baju putih. Penyesahan tersebut terkadang harus dilalui beberapa tahapan laui. seorang Pandita berwenang menyelesaikan upacara Panca Yadnya. Gandaksata. Bagi seorang Pinandita memiliki sasana khusus yang disebut Sasana Pemangku. Panyudamalan dan Nyapu Leger. Pada upacara ini seorang Pandita dites kembali dalam hal kemampuan pernguasaan 125 . Bagi Pemangku Dalang.

Setelah upacara Ngelinggihang Weda ini dapat dilaksanakan dengan baik. Oleh karena itu Pandita juga disebut sebagai Guru Loka atau Dang Acharya. seorang Pandita harus memiliki kemampuan dalam penguasaan Weda (Apasang Lingua) yaitu tingkat tertentu dalam penguasaan Weda. Pandita hendaknya berkenan membimbing untuk meningkatkan Memimpin umat dalam hidupnya untuk mencapai kebahagiaan lahir kesucian dan kemampuan para Pinandita. Untuk menxelesaikan upacara tingkat besar (upacara yang manggunakan Sanggar Tawang Rong Tiga). Melakukan pemujaan penyelesaian Yadnya. Dalam pembinaan umat. Dalam memimpin upacara Yadnya menyesuaikan dengan kitab suci.Weda. b. barulah seorang Pandita memiliki kewenangan menyelesaikan upacara tingkat tenentu yang sesuai dengan ijin Nabenya. Pemujaan ini biasanya dilaksanakan di Tempat Suci. hendaknya melakukan Tirta Yatra ketempat-tempat suci. Aktif mengikuti Paruman dalam rangka meningkatkan ajaran agama dalam hubungannya dengan perkembangan jaman. seorang Pandita diharapkan untuk melaksanakan tugas seperti: a. Bagi seorang Pandita yang sudah melewati tahapan ini maka tugas pokoknya adalah Ngeloka Palas raya yaitu melaksanakan tugas selaku sandaran umat untuk memohon bantuan dalam hal kehidupan keagamaan secara umum. Tugas dan keuajiban Pandita setiap harinya adalah melaksanakan pemujaan yang dikenal dengan Nyurya Sewana yaitu melaksanakan pemujaan untuk manyucikan diri serta mendoakan kesejahteraan dan kebahagiaan semua makluk di dunia (sanaprani hitang karah). batin b. Pandita sejak mendapat ijin Ngeloka Paiasraya. Tugas dan keuajiban Pandita sesuai Keputusan Mahasabha II Parisada Hindu Dhatma Tahun 1968 adalah sebagai berikut: a. 126 . c.

Dalam menyelesaikan upacara menggunakan tirta sulinggih. batas kewenangan Pinandita adalah sebagai berikut: Menyelesaikan upacara Pujauali'piodalan sampai tingkat piodalan pada pura yang bersangkutan. 2. Bhuta Yadnya/caru. Pinandita tidak dibolehkan untuk membuat Tirta Pangentas. Wewenang Pinandita. Kewenangan seorang Pinandita Sesuai dengan Kesatuan Tafsir Agama Hindu adalah sebagai berikut: a. b. Pandita hendaknya dapat melakukan dharmawacana kepada umat. maka Pinandita boleh menyelesaikan dengan nganteb serta menggunakan tirta sulinggih selengkapnya. Sesuai dengan Ketetapan Mahasabha II tahun 1968 bahwa Pinandita tidak diperkenankan untuk melakukan Pewintenan kepada seorang yang ingin menjadi Pinandita.d. Maksimal sampai tingkat 127 . Nganteb upakara pada Kahyangan yang diamongnva Boleh Ngeloka Palasraya sampai dengan Medudusan Alit atas panugrahan Pandita. c. Dalam menyelesaikan upacara Dewa Yadnya dan Manusia Yadnya hanya pada tingkat Madudus Alit. Waktu melakukan tugas agar berpakaian putih. Dalam melakukan upacara Panca Yadnya. Apabila Pinandita menyelesaikan upacara yang harus menggunakan tirta sulinggih. Pinandita dibolehkan untuk mehyelesaikan upacara rutin di dalam Pura dengan nganteb serta mohon tirta kehadapan Hyang Widhi atau Bhatara yang melinggih di pura.

-

Dalam menyelesaikan upacara Manusia Yadnya. berwenang dari upacara bayi lahir sampai tingkat otonan. Dalam menyelesaikan upacara Pitra Yadnya. hanya sampai dari pada tingkat

Mendem Sawa sesuai dengan Catur Drstha.

D.

Syarat-syarat Calon Pandita dan Pinandita.

1. Laki-Iaki yang sudah kaum. 2. Wanita yang sudah kawin. 3. Laki-laki yang Nyukla Brahmacari. 4. Wanita yang tidak kawin (kenya). 5. Pasangan suami istri yang sah. 6. Umur sudah dewasa. 7. Paham dalam bahasa Kawi. Indonesia. Sansekerta. Memiliki pengetahuan agama (Hindu), memiliki pengetahuan umum. 8. Sehat lahir dan batin. 9. Mendapat tanda kesetiaan dari Pandita calon Nabenxa.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Mata Kuliah Semester

: Pendidikan Agama Hindu :

128

Tahun Kuliah SKS Jenjang Tujuan Kurikuler

: : 2 SKS :S1

Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang istilah dan fungsi tempat suci. Ikut berpartisipasi dalam usaha melestarikan kesucian tempat suci dan menyadarkan akan pentingnya tempat suci bagi umat Hindu dimanapun berada sebagai tempat untuk menghubungkan dan mendekatkan diri kehadapan Tuhan dengan segala manifestasinya. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : : Tempat suci a. Pengertian tempat suci b. Syarat-syarat mendirikan tempat suci TUP : Mahasiswa dapat memahami pengertian tempat suci dan syarat-syarat mendirikan tempat suci TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Memahami pengertian tempat suci dan syarat-syarat mendirikan tempat suci b. Menjelaskan syarat-syarat mendirikan tempat suci Pokok Materi : a. Arti dan fungsi tempat suci b. Syarat-syarat mendirikan tempat suci c. Mengenal bangunan suci Hindu BAB I TEMPAT SUCI

A.

Pengertian Tempat suci.

129

Tempat suci adalah tempat untuk melakukan persembahyangan, tempat untuk bersujud, berbakti, menyernbah secara lahir batin, kehadapan Hyang Widhi Wasa secara tulus iklas.

B. 1.

Fungsi Tempat Suci Tempat suci berfungsi sebagai tempat pemujaan Hyang Widhi

beserta manifestasinya, tempat manusia mengabdi dan berbakti kepada Hyang Widhi. tempat memohon pertolongan dan tuntunan dalam hidupnya. tempat manusia menyatukan dirinva dengan Hyang Widhi dan tempat memohon ampun atas dosa yang pernah dilakukan selama hidupnya. Manusia disaat suka datang ke tempat suci untuk mengucapkan rasa syukur atas segala anugrah yang dilimpahkan oleh Hyang Widhi. Demikian pula pada saat duka; menderita. dan sebagainya. seorang datang kepura untuk memohon ketenangah Jiwa dan memohon petunjuk kepada Hyang Widhi. 2. Pada bagian lain dari tempat suci dapat berfungsi sebagai

sarana sosial keagamaan. seperti dharma tula, sarasehan dan sebagaiina.

C. 1.

Jenis-jenis Tempat suci Pura.

Istilah pura berasal dari kata Pur yang aninya Kola, benieng. Pura berarti suatu tempat \ang khusus dipakai untuk dunia kesucian. Sebelum Pura diperkenalkan sebagai tempat suci atau tempat pemujaan. dipergunakan Hyang atau Kahyangan dan juga I Ion untuk tempat pemujaan umat Hindu.

2.

Candi.

Candi berasal dari kata Candika Grha artinya Rumah Durga. Dan pengertian ini akhirnya candi dijadikan tempat pemujaan untuk Deui Durga. Di India candi

130

Candi Sari. Candi Dieng. Candi Penataran. Candi Singosari. Mandir. Sukmono mengatakan bahua fungsi candi seperti : 1. Candi Simpino. Balai Antang ini dibuat dari kayu yang dirangkai sehingga bentuknva mirip dengan pelangkiran di Bali. dan di ruangan diletakkan sebuah tiang yang besar sebagai 131 .merupakan sarana pemujaan. Candi berfungsi sebagai tempat semedi seperti . dan merupakan simbol gunung Mahameru. Dewa. Sudarma. Maka itu candi merupakan tempat pemujaan kepada dewa. Fungsi Balai Antang adalah sebagai tempat menstanakan roh leluhur yang sudah di sucikan \ang bersifat sementara. Nama lain candi adalah: Prasada. 3. Bentuknva hampir mirip bangunan rumah. Mandira. Mandir berfungsi sebagai tempat suci untuk memuja Tuhan dengan segala manifestasinya. Candi Prambanan. 2. BALAI KAHARINGAN Balai Kaharingan adalah tempat suci umat Hindu dari Kaharingan. Fungsi Kuil adalah tempat suci untuk memuja manifsetasi Tuhan (Dewa) yang dikagumi. 3. Candi Mendut Candi Sewu. 5. Kuil adalah tempat suci umat Hindu dari keturunan India Tamil. Candi Pauon. Candi berfungsi sebagai tempat pemujaan. Candi Jaui. Kuil. Candi berfungsi sebagai pemujaan roh suci seperti : Candi KidaK Candi Jago. BALAI ANTANG Balai Arang adalah tempat suci umat Hindu dari Kaharingan. Candi Kalasan. Dr. 4. sebagai tempat para. Mandir adalah tempat suci umat Hindu keturunan India Tamil. Candi Borobudur.

9. 132 . Adalah tempat suci umat Hindu Tanah Toraja.penyangga. INAN KAPEMALARAN PAK PESUNGAN. dengan ciri-cirinya terdapat Lingga/batu besar. terdapat lingga / batu besar. Pedatuan ini biasanya terleiak dilereng Gunung. SANGGAR. Adalah tempat Sembahyang bagi umat Hindu di Tanah Toraja. Fungsi Balai Kaharingan adalah untuk menstanakan Hyang Widhi dengan berbagai manifestasinya. Balai Kaharingan dibangun ditengah-tengah wilayah masyarakat atau pada tempat yang mudah dijangkau oleh umat Hindu Kaharingan untuk melaksanakan persembahyangan. Adalah tempat suci umat Hindu Tanah Toraja. pohon cendana dan pohon andong. Fungsi Sandung adalah sebagai Stana roh leluhur yang telah ditixsahkan (disucikan). 6. Pak Buaran merupakan tempat sembahyang yang digunakan dalam lingkungan satu Desa (di Bali sama dengan Pura Desa). INAN KAPEMALARAN PEDATUAN. semakin keatas semakin kecil. Sandung diletakkan diluar rumah atau dipekarangan. Pohon Cendana dan Pohon andong. SANDUNG Sandung adalah tempat suci umat Hindu Kaharingan. yang digunakan dalam lingkungan rumah tangga (di Bali = Merajan) 10. INAN KEPEMALARAN PAK BUARAN. 8. Atapnya bersusun Tiga. Sandung terbuat dari kayu dirangkai berbentuk pelinggih rong satu. dengan ciri-cirinya. Pedatun ini merupakan tempat sembahyang yang digunakan dalam beberapa lingkungan keluarga (di Bali = Banjar). bentuk atapnya segi tiga sama kaki dan memakai satu tiang sebagai penyangga. 7.

2.pajuha terbuat dari kayu yang dirangkai berbentuk segi empat. D. Sanggar ini merupakan tempat suci \ang ukuran ruangnya kecil yang berisikan satu buah Padmasana untuk tempat persembahyangan yang bersifat umum. Pajuh-Pajuhan biasanya dibangun dekat mata air dan sifatnya umum yaitu tempat sembahyang sccara umum.PAJUHAN. Sebagai berikut. 11. 12. Pajuh . Pajuh-Pajuhan adalah tempat pc. Pengelompokkan berdasarkan karakter (ciri Khasnxa) antara lain : a.Adalah salah satu bentuk tempat persembahyangan umat Hindu di Jawa. PAJUH. Pengelompokkan berdasarkan fungsi. 133 . Tempat suci yang tergolong umum ini merupakan tempat pemujaan untuk semua lapisan umat Hindu secara keseluruhan. CUBAl -CUBALAN Adalah tempat sernbahxang umat Hindu Batak Karo Cubal-Cubalan bentuknxa scienis Pelangkiran yang diletakkan di dalam rumah yang Uijuamua untuk mclakukan perscmbahyangan dan xadnxa yang ditujukan pada roh leluhur dan Hyang Widhi. PENGELOMPOKAN PURA. b. 1. Tempat suci yang bersifat UMUM Tempat suci ini mempunyai ciri umum sebagai tempat pemujaan H\ang Widhi dengan segaia manifestasinya. Dan ribuan tempat suci yang tersebar di seluruh Ball dapat dikelompokkan berdasarkan t'ungst dan karakter (ciri Khasnya). Tempat suci yang bersifat teritorial. Fungsinya adalah stana roh leluhur ang telah disucikan. Pura sebagai tempat suci untuk memuja Sang Hyang Widhi Pura sebagai tempat suci untuk mernuja Roh Leluhur.sembahyangan umat Hindu Batak Karo.

Tempat suci yang bersifat teritorial sudah lazim berlaku di Bali karena ciri khas suatu desa yang berdaulat pada dasarnya memiliki ? (tiga) buah tempat ihadah disebut Tri Kahyangan Tiga.Tempat suci ini mempunyai ciri kesatuan wilayah dari anggota masxarakat suatu desa. 1. Tempat suci untuk petani tanah basah misalnya. Tempat suci untuk Para Nelayan di sebut Pura segara. Tempat suci yang berdasarkan Kauitan. • • • 3. c. d. 134 . Tempat suci ini berkarakter fungsional dimana penanggung jawabnya adalah memiliki ikatan kekaryaan atau mata pcncaharian yang sama seperti . 4. Pura Bedugul yang letaknya di Pusat irigasi (pintu air) Tingkatan Hirakhinya adalah : Tempat suci Masceti Tempat suci Ulun Suwi Tempat suci Ulun Danu 2. tempatnya disekitar pantai tempat nelayan beroperasi. Tempat suci untuk para petani Tanah Kering seperti. Petani Tanah Basah Petani Tanah Kering Nelayan Pedagang Petani Tanah Basah. Tempat suci alas angker Tempat suci alas harum Tempat suci alas rasmini Tempat suci untuk pedagang disebut tempat suci Pura Melanting tempatnyadi sekitai lingkungan pasar. Pura Empelan. Tempat suci yang bersifat Fungsional.

PROSEDUR MENDIRIKAN TEMPAT SUCI Tahap awal yang harus dipersiapkan antara lain 135 .Tempat suci mi ditentukan oleh garis keturunan (leluhur) \ang terbatas pada keluarga sapinda (pertikal geneologis).556/DJA 1986. tentunya harus mengacu kepada sastra agama Hindu seperti Lontar.mdn/mag/!969 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri No.SK. Peraturan tersebut adalah Surat keputusan bersama antara Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No. Keputusan Mahasabha dan sebagainya. 1. B. BAB II SYARAT-SYARAT MENDIRIKAN TEMPAT SUCI A. Awig-awig. SYARAT SYARAT MENDIRIKAN TEMPAT SUCI. Bhisama.OI BER. Dalam mendirikan Tempat suci Hindu selalu berpedoman pada dua hal yaitu Peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Hukum Agama (Weda). Persavaratan yang terdapat dalam hukum agama (Weda).

Pengukuran Bangunan Pada saat pengukuran bangunan tempat suci disertai rentetan upacara dan upakara seperti: Canang Genten 5 buah diletakkan disetiap sudul dan tengah. 4. 3. Segehan Agung 1 buah yang diletakkan ditcngah-tengah halaman. Adanya sertifikat atas tanah tempat suci d. b. Mengisi blangko yang diberikan oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang disertai lampiran akta jual beli tanah. Adanya daftar nama umat yang berdomisili disekitar tempat suci. Menyiapkan tempat yaitu tersedianya tanah yang cocok dengan pertimbangan kemungkinan kecilnya terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari. Status tanah yang akan dipakai sudah sah dengan bukti adanya sertiftkat dari pihak yang beruenang yang dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ekosistimnya menguntungkan dan sesuai dengan ketentuan agama. a. Tanah yang tersedia tidak dalam keadaan sengketa. masing-masing 1 buah. Pengurusan sertifikat sebagai berikut a. c.a. Pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan Hal-hal yang harus dipersiapkan adalah. Waktu mendirikan bangunan: Mengenai waktu mendirikan bangunan Tempat suci kita tidak boleh lepas dari penentuan hari yang baik yang disesuaikan dengan Desa Kala Pntra 136 . c. 2. 5. Denah tempat suci (sesuai pianologi) Desa/Koia diketahui oleh Pemda setempat. b. Surat Pengantar dari lurah kepala Desa yang berisikan persetujuan terhadap tempat lokasi bangunan Pura. Adarna surat pengantar dari lurah Kepala Desa berupa akta jual beli tanah atau akta serah terima tanah disertai pula surat pengantar dari PHD1 setempat ditujukan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN). b.

3. Petugas penunggu pura dalam 137 . ?. Jnana. Madya Mandala (halaman tengah) adalah wilayah tempat mendirikan bangunan pelengkap untuk menunjang kegiatan upacara keagamaan. Swah. Bhwah Loka (langit). Swah Loka (Sorga) Pertimbangan lain jika tanah yang tersedia sangat sempit. DENAH PURA SESUAI DENGAN TR1 MANDALA Secara umum denah tempat suci di bagi atas 3 bagian sesuai dengan ketentuan Tri Mandala antara lain : 1. Pintu masuk ke Utama mandala yaitu Kori agung sehari-harinya tertutup dan baru dibuka apabila ada upacara keagamaan di Pura seperti Pujawali hari jadi dari pura tersebut disamping upacara keagamaan yang lain. Utama Mandala (jeroan) adalah tempat bangunan suci. Maha. Di kiri dan kanan pintu masuk candi bentar dipajang patu Dwarapala (dua buah patung raksas) yang mempunyai fungsi sebagai penjaga. 2. dimungkinkan pembagian ruang Pura terdiri dari 2 halaman /ruang yaitu lambang dari alam atas (akas) dan alam bawah (pertiwi). Kanista Mandala (halaman luar) adalah wilayah yang dipergunakan untuk keperluan yang langsung berhubungan dengan kegiatan keagamaan. penunggalan antara pertiwi dan aksa. dan Satya Loka. Bwah.C. Antara Utama Mandala dengan Kanista mandala didirikan Candi bentar yaitu pintu masuk pertama dari kanista mandala menuju madya mandala sekaligus batas antara kanista mandala dengan madya mandala. Sedangkan jika tanah memungkinkan ada Tempat suci (pura) pembagian ruangannya terdiri atas 7 halaman ruang adalah lambang dari Sapta loka yaitu Bhur. Pembagian ruana halaman pada sebuah Pura adalah berorientasi pada makrokosmos (bhuana Agung) yaitu dibagi menjadi 3 bagian adalah lambang dari Tri Loka yaitu : Bhur Loka (Bumi). Tapa. Bila pura yang terdiri dari hanya satu halaman yang fungsinya sebagai halaman utama disebut Ekabhuana yaitu.

Fungsi Meru adalah tempat memuja Hyang Widhi dengan segala manifestasinya. GEDONG. MERU. Bentuk bangunan suci Hindu motipnya berbeda sesuai dengan budaya setempat tetapi secara hakiki semuanya sama sesuai dengan amanat Kitab Suci Agama Hindu. batu padas.melaksanakan tugas di Pura seperti membersihkan Pura dapat memakai jalna kecil yang terletak di sebelah kiri dan kanan Kori Agung. PRASADA Bentuknya serupa tugu. BAB III MENGENAL BANGUNAN SUCI HINDU. 3. bagian dasar pada umumnya terbuat dari batu alam dan badan Meru terbuat dari bahan kayu. Fungsi Prasada adalah sebagai tempat pemujaan Hyang Widhi. Pura Maos Pahit Desa Tatasan Badung. Pada umumnya atapnya adalah dari ijuk. Badan dan Atap. 2. Bahan bangunannya dipakai batu alam. Candi Margarana. kecuali beberapa Meru di Pura Besakih di Kabupaten Karangasem bahwa badan meru terbuat dari batu cadas dan ukurannya lebih besar dari pada badan Meru yang terbuat dari kayu. terdiri dari tiga bagian yaitu Dasar. batu karang dan batu-batu merah. Adapun bentuk-bentuk bangunan tersebut antara lain : 1. tinggi bangunannya dapat berkisar setinggi Tugu sampai sekitar 10 meter. Bangunan prasada dapat kita saksikan di Pura Prasada desa Kapal kabupaten Badung. Atap atau kepalanya memakai gelung mahkota segi empat bertingkat semakin keatas semakin kecil. 138 . Denah bangunan bujur sangkar.

Fungsi Tugu adalah untuk tempat bersemayamnya para Bhuta agar tidak mengganggu aktifitas manusia pada saat malaksanakan upacara suci. Bagian atas terbuat dari konstruksi kayu dengan atap alang-alang ijuk dan bisajuga genteng. Bentuk bangunan tugu hampir sama dengan bangunan prasada cuma ukurannya lebih kecil dan fungsinya juga berbeda. Bentuk bangunan Rong Tiga pada umumnya sama dengan bangunan gedong yakni empat persegi panjang. badan. Gedong dan Meru yang terletak pada bagian halaman utama Pura. Tidak seperti bangunan Padmasana. atapnya terbuat dari alang-alangdan bisajuga ijuk dan genteng. dan puncak atau atap. Bangunan ini terdiri dari tiga bagian yaitu Bagian dasar dibuat dari batu padas. letaknya agak ke atas. 4. TUGU. Fungsi rong tiga adalah tempat untuk memuja Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Tri Murii dan Roh Leluhur yang sudah disucikan. Rong Tiga merupakan salah satu bagian bangunan merajan (tempat pemujaan keluarga). Bagian atas selalu terbuat dari konstruksi kayu. Bangunan tugu di letakkan di halaman luar Pura. Bagian badan dilengkapi dengan relief atau ukiran para dewa. disusun sesuai dengan bentuk bangunan. Bagian dasar pada umumnya terbuat dari batu bata atau padas diisi ukiran yang didukung oleh seekor empas (kura-kura) dengan dibelit oleh seekor naga. RONGT1GA. PADMASANA 139 .Gedong juga merupakan salah satu bangunan Tempat suci Hindu di Bah. Bagian badan ada yang terbuat dari batu bata atau batu padas tetapi ada juga yang terbuat dari kayu. Bagian badan. Bentuk Gedong pada umumnya bujur sangkar atau segi empat. 6. 5. terbuat dari kayu dengan tiga ruangan menghadap kedepan. Bangunan ini terdiri dari tiga bagian yaitu : dasar.

Padmasari. 7. sedangkan di Bali Padmasana di perkenalkan oleh Dang Hyang Nirarta pada abad ke 16 masehi. Jenis-jenis Padmasana Dikalangan umat Hindu banyak yang tidak dapat membedakan yang mana disebut Padmasana. Padmasana sari bertempat di Barat menghadap ke timur Padmasana di Selatan menghadap ke Utara adalah sthana Berdasarkan arah (pencider ideran). Padma Capah maupun Padma Kurung. 4. Di Jawa bentuk Padmasana digambarkan dengan bentuk bunpa tratai sebagai simbul Stan. pepalihan (tingkatan).Hyang Widhi. 6. Padmokaro di Barat laut menghadap ke Tenggara adalah stana 140 .Istilah Padmasana banyak kita jumpai dalam mantram-mantram untuk menstanakan Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa. 8. Padmanoja di Barat Daya menghadap ke Timur Laut adalah stana Dewa Mahadewa. Sangkara. Menurut lontar Catur Winasari disebutkan bermacam-macam Padmasana berdasarkan atas arah. Padma Saji di Timur laut menghadap ke Barat daya adalah Padmasana Lingga di Utara menghadap ke Selalan adalah stana Dewa Sambhu. Dewa Brahma 3. a. 1. Hyang Iswara. Padma kencana di Timur menghadap ke Barat adalah sthana sthana Dewa Maheswara. 2. Padma Asia sedana bertempat di Tenggara menghadap ke Barat Laut adalah stana Dewa Mahesora. rong (ruang). 5. siana Dewa Wisnu.

berruang satu mempergunakan Bedawang Nala Perbedaannya adalah sebagai berikut: Bangunan padmasana menggunakan dasar Bedawang Nala yang dililit oleh naga sedangkan Padmasari tidak menggunakan Bedawang Nala dan naga. 1. tidak memakai Palih (tingkatan) biasanya tidak lebih tinggi dari mata manusia berdiri. BAB IV PENGESAHAN TEMPAT SUCI SECARA AGAMA 141 . Padmasari. Padma Capah. dengan palih lima. 2. Padma Capah adalah stana mahluk alus atau mahluk yang derajatnya lebih rendah dari manusia. bangunan ini mirip Padmasari tetapi lebih rendah. Beradasarkan Ruang dan tingkatannya dapat dibedakan atas : Padmasana anglayang. berruang tiga mempergunakan Bedawang Nala dengan Palih Tujuh.9. Padma agung. berruang tiga dan mempergunakan Bedawang Nala dengan Palih Lima 3. b. 5. Padma Capah adalah berruang satu dengan Palih Dua yaitu Pali Taman (bawah) dan Palih Capah (atas) tidak mempergunakan Bedawang Nala. Bangunan Padmasari menyerupai Padmasana. 4. Padma Kurung di Tengah berruang tiga menghadap kearah depan adalah stana Trimurti. Palih Sancak (tengah) dan Palihsari (atas). Padmasari berruang satu dengan Pali Tiga yaitu Pali Taman (bawah). Padmasana.

Ditanam panca datu terdiri dari sekeping emas. Tuiuan pemelaspas adalah selain menyakralisasi bangunan iuga mohon keselamatan kehadapan Hyang Widhi \\asa sehingga umat yang melaksanakan ihadah dianugrahi ketenangan lahir batin.tembaga. Tujuannya adalah supaya bangunan yang sudah ada dapat dipergunakan sesuai dengan Upakaranya : 1. Unuik upacara Pemelaspas bangunan dikenal beberapa tingkatan yang disesuaikan dengan keadaan bangunan. yaitu hari raya Nyepi. a. Didepan bangunan yang baru selesai. Tingkat Pemelaspas Alit (sederhana). Hari Raya yang berdasarkan Sasih atau Bulan dan Vahun Caka. Purnama Tilem dan Sivva Ratri 142 .Menurut ajaran Agama Hindu sahnya suatu bangunan tempat suci ditandai dengan adanya pemhersihan secara spiritual (Pcmelaspas adalah upacara penyucian atau sakralisasi suatu bangunan menurul ajaran Agama Hindu. besi dan permata Pada bagian puncak bangunan diisi berapa buah arti (rangkaian daun lontar berbentuk segi empat). perak. Banten Pemelaspas Ayaban tumpeng pitu (7) 3. kemampuan umat ketentuan-ketentuan lain yang ada yang kaitannva dengan upacara pemelaspas Tingkatan pemelaspas bagi umat Hindu di Bali adalah sebagai berikut: A. Disanggarpesaksi/Surya Daksina Peras Ajuman Pembersihan 2. Pemelaspas alit dilaksanakan apabila bangunan sudah dianggap rampung 90 % dan rencana semestinya.

Pada pemelaspas Agung dilanjutkan dengan upacara Ngenteg linggih yang sekaligus 143 .b. Di depan pemimpin upacara Prayascita Peras Lis Cecepan Penastan Nira. Kuningan dan Saraswati. Hari raya yang berdasarkan Pawukon. yaitu hari raya Galungan. Dihalaman tempat suci Byakala Prayascita Durmanggala Segehan agung Caru ayam brumbun (bulunya warna warni) 5. grem Dua/pasepan Ajuman Daksina Rayunan Tipat kelanan Sesari sesuai kemampuan Pemelaspas alit boleh dipimpin oleh Pinandita B. 4. Tingkat Pemelaspas agung dilaksanakan apabila bangunan sudah selesai secara tuntas seratus persen. Pada pemelaspas agung biasaya disertai dengan upacara Panca Kelud. arak.

DAFTAR PUSTAKA Buku Pelajaran Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi Umum. Hari jadi tempat ibadah ada berdasarkan wuku dan ada pula yang berdasarkan sasih. Hanuman Sakti. Tahun 1994 144 .merupakan puja wali/ hari jadi tempat ibadah yang bersangkutan. Jakarta.

Pura Kawitan. Tahun 1986. ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah Semester Tahun Kuliah Jenjang : Pendidikan Agama Hindu : : : 145 . Pedarman dan Penyungsungan Jagad. A. IGA Mas Putra. PHDI Kabupaten Bandung. Pedoman Pembina umat Hindu Dharma Pesamuan agung Parisada Hindu Dharma Indonesia Denpasar tahun 1980. Gunung Agung. Asta Kosala Kosali Ida Pedanda Made Kemenuh.Himpunan keputusan Seminar kesatuan Tafsir terhadap asfek-asfek agama Hindu Parisada Hindu Dharama Pusat. Yayasan Dharma Sarathi tt. Hanuman sakti tahun 1994. Gde Drs. Tahun 1982-1983 Oka Netra A. Keputusan Pelinggih dan Welaka sekabupaten Bandung di Psraman Uluwatu. Fungsi Pura Ketut Soebadi. Tuntunan Dasar Agama Hindu. Panca Yadnya.

Sehingga mereka sadar terhadap dirinya sebagai warga negara dan bertanggung jawab dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945. Pengertian hari raya suci Agama Hindu b. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Saraswati 146 .Tujuan kurikuler Mahasiswa memahami dan mengerti hari raya Agama Hindu dan mampu mewujudkanmnya serta mengerti tentang makna yang terkandung dalam setaip hari raya Agama Hindu yang dirayakan. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini. mahasiswa diharapkan dapat : a. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Siwalatri c. Ruang lingkup hari raya suci Agama Hindu TUP : Mahasiswa memahami pengertian dan makna serta tuntunan pelaksanaan hari raya suci Agama Hindu. yang dilandasi dengan semangat dari nilai-nilai yang terkandung di dalam hari raya Agama Hindu. Menjelaskan tuntunan pelaksanaan hari raya suci Agama Hindu Pokok Materi : a. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya nyepi b. Pokok Bahasan : Pengertian dan ruang lingkup hari raya suci Agama Hindu Sub Pokok Bahasan : a. Mengerti dan memahami hari raya suci Agama Hindu b. Memahami dan dapat menjelaskan makna yang terkandung dalam hari raya suci agama Hindu c.

Unsur permohonan. Pada hari raya suci Agama Hindu umat Hindu merayakannya dengan penuh hikmat dengan hati yang suci. Nama – nama hari raya suci Agama Hindu 147 . mengungkapkan kebesaran Tuhan yang kuasa atas segalanya. baca buku. e. media masa Lisan dan tertulis HARI RAYA SUCI AGAMA HINDU Hari raya suci agama Hindu merupakan tonggak pensucian diri dan mengingatkan umat Hindu untuk mengungkapkan rasa bakti kepada-Nya. yang berarti memuja. yaitu memohon diberikan keselamatan. kesejahteraan.d. Pada umumnya doa-doa itu mengandung dua (2) hal yaitu : a. Alokasi Waktu Pengalaman belajar Sumber belajar Evaluasi : : : : 2 x 50 menit Kuliah. dharma tula diskusi Buku. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Galungan. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Purnama dan Tilem. panjang umur dijauhkan dari mara bahaya. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Kuningan f. b. memuji. Unsur pujian. Rasa bhakti itu diwujudkan dalam bentuk persembahan sesajen yang diiringi dengan doa-doa tertentu. dosen.

Warsa artinya tahun sedangkan saka adalah nama keluarga raja yang terkenal di India yang menciptakan kedamaian diantara rakyat. yaitu hari raya Nyepi Purnama Tilem dan Siwa Ratri b. Raja Kaniska sangat terkenal dibidang pembinaan Agama dan kebuduyaan. Centarna demikian : Pada tahun 78 Masehi di India dinobatkan seorang raja bernama Kaniska. Kenapa disebut tahun baru saka Untuk itu dapat kita simak dalam sejarah lahinna tahun saka. Hal ini dapat diatur sesuai dengan keperluan. Makna Nyepi adalah perdamaian lahir batin dengan jalan. Hari raya yang berdasarkan Sasih atau Bulan Tahun Caka. sipeng atau hening. Berusaha mengendalikan diri agar dapat tenang don drrmai lahir batin dengan menjalankan catur-brata penyepian. Pada kepemimpinan beliau berkemhangan Agama dan kebudayaan sangatlah baik yang menyebabkan para pemeluk Agama merasa damai.saling maafmemaafkan dan kunjung mengunjungi atau dipusatkan pelaksanaannya dengan melaksanakan Dhannasanti pada suatu tempat tertentu. Dasar pemikirannya adalah balma hari raya Nyepi dikenal sebagai tahun baru saka. Hari raya yang berdasarkan Pawukon. Dengan adanya kerukunan diantara umat beragama yang sebelumnya sering 148 . Sedangkan hari raya Nyepi adalah hari raya suci Agama Hindu yang berdasarkan sasih atau bulan dan tahun masehi yang dirayakan dengan penuh keheningan dengan menghentikan segala aktifitas yang bersifat duniawi maupun dalam bentuk keinginan dan ha\va nafsu. Beliaulah yang membuat tahun saka pertama kali dan berkembang sampai ke Indonesia.a. NYEPI Pengertian dan Makna Nyepi Pengertian Nyepi berasal dari kata sepi. Kuningan dan Saraswati 1. yaitu hari raya Galungan. Tahun sakajuga disebut saka Warsa.

banjar. dengan mengambil tempat melalui tabuh (depan pintu masuk pekarangan) perempatan jalan. alun-alun/ lapangan. malah satu-satunva hari raya Hindu yang pertama kali mendapat pengakuan hukum dari pemerintah negara republik Indonesia. a. Disamping itu juga mengambil tirta amerta untuk sarana penyucian alam semesta beserta isinya. berdasarka KEPRES. Pecaruan / Bhutayajna. b. 149 . Tanggal 9 Januari 1983 menjadi hari libur Nasional. c.terjadi peperangan merebut kekuasaan dan pengaruh. Runtulan Pelaksanaan Hari raya Nyepi. kabupaten dan Propinsi. Hari raya Nyepi adalah cukup penting. Pelaksanaan Nyepi. Selain itu juga meredakan gangguan dari kekuatan bhutakala yang tidak baik. Dari cerita ini dapat diambil hikmahnva bahwa perdamaian sangatlah penting diantara kita sebagai umat yang mempunyai nilai moral yang sangat tinggi. Upacara ini bertujuan untuk memohon kehadapan Hyang Widhi Wasa manipestasi Beliau yang beristana dilaut sebagai sumber air membersihkan semua alam beserta isinya yang telah setahun lamanya berada dalam arena dunia manusia dengan berbagai noda dan gangguan hingga kotor. Upacara ini dilaksanakan dari masing-masing perumahan.3. kecamatan. Untuk itu dituntut belajar saling maafmemaafkan agar kerukunan tetap terjaga. No. desa. Adapun tujuannya adalah memohon pada Hyang Widhi Wasa/ manifestasi beliau sebagai Dewa nawasanga (Penguasa penjuru mata angin) dialam raya ini agar menciptakan dan mengharmoniskan kembali alam semesta beserta segala isinya menjadi bersuasana baru. Melis/mekiyis/Melasti.

Menurut sunari gama. Selama itu dipenuhi dengan yoga atau brata pralina untuk mengakhiri segala karma terdahulu agar pada tahun-tahun berikutnya kita benar-benar hidup baru yang bersih. Ngembak Gni. dilanjutkan dengan upacara ngembak Gni yang dilakukan setelah lewat jam 12 malam termasuk sudah pergantian hari. Amati Karya. Maksudnya adalah untuk tidak menyalakan api secara lahir. Amati Lelungan. Maksudnya tidak bekerja secara lahir. Sapta Timira d. Pelaksanaan Nyepi dilakukan melalui catur brata penyepian untuk dapat sepi. Maksudnya tidak pergi yaitu menyediakan waktu untuk memusatkan pikiran melaksanakan tapa. disasih kedasa yang menurut wariga adalah sasih yang terbaik. yoga dan semadhi serta mawasdiri. Sapta timira dan lain sejenisnya. 150 . seberapa yang masih perlu diperbaiki karena kesempatan hidup yang diperoleh itu justru patut dipergunakan untuk menolong diri dengan jalan berbuat baik. Maksudnya menekan atau meredakan tuntutan hawa nafsu kesenangan terhadap Sadripu. sedangkan secara batin berusaha untuk menghentikan kegiatan jasmani dengan merenung dan menghitung-hitung perbuatan dimasa lampau. sasih kesanga berakhir tahun saka. Sad Atatayi. Setelah perayaan berakhir. Amati Gni. 4. Keempat Brata tersebut antara lain : 1. 3. Nyepi dimulai jam 12 malam setelah ngrupuk sampai jam 12 malam besoknya. jadi berhimpit pada akhir dan awal tahun saka. sedangkan secara batin dimaksudkan untuk meredakan nafsu yang mengarah pada hal-hal bersifat negatif seperti: Sadripu. Sad Atatayi. Amati Lelangunan. brata. 2. sipeng lahir dan batin.

Sedangkan ratri berarti malam. Jadi Siwalatri adalah malam Siwa dan dirayakan berdasarkan sasih atau bulan dan tahun saka. Ngembak Gni maksudnya menghidupkan dan mengobarkan api kehidupan yang baru penuh gairah dan suci. Dalam hubungannya dengan ajaran susila ditunjukkan ada tujuh macam kegelapan jiwa manusia yang disebut sapta timira (bandingkanlah dengan tilem sasih kepitu. dan pitu sama dengan tujuh). Segala perbuatan itu akan tercatat serta mewarnai sukma manusia bagaikan tali belenggu jiwatman sehingga sang atman tidak bebas. Menurut ajaran Agama Hindu dosa itu dapat dibasmi atau dilebur dengan kata lain atma itu bisa terlepas dari segala ikatan karma (perbuatan). gelap dan sebagainya. Itulah disebut ikatan maya. Tilem atau bulan mati /gelap.sungguh bakti kepadanya. Manusia yang lahir kedunia ini di ikat atau dipengaruhi oleh suatu kekuatan maya.Dilanjutkan dengan pelaksanaan Dharmasanti. 151 . Ini merupakan yang sangat utama menurut ajaran Agama Hindu. Siwalatri berasal dari kata Siwa dan Latri. SIWALATRI Pengertian dan Makna Siwalatri. Kegelapan dan kebodohan inilah cendrung mendorong manusia berbual dosa. Karena pengaruh maya manusia menjadi lupa. Demikianlah pelaksanaan hari raya Nyepi yang terdiri dari empat fase sebagai hari raya tahun baru saka 2. sebab pada saat ini Sang Hyang Siwa melaksanakan yoganya untuk membasmi ikatan karma setiap umatnya yang sungguh-. yang bermakna saling maafmemaafkan dengan saling kunjung mengunjungi atau dipusatkan pelaksanaannya pada suatu tempat tertentu. Makna hari raya Siwalatri adalah sebagai malam peleburan dosa. Siwa adalah manifestasi Tuhan dalam fungsinya sebagai pengembali ke alam peredarannya yang semula. disebut dengan "Awidya" yang juga berarti bodoh.

Hari raya Siwaratri merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun sekali. Secara filosopis Siwalatri juga mempunyai makna yaitu malam renungan suci. Menurut lontar sunari gama dan Siwa ratri kalpa. Ini artinya kita merenungkan perbuatan kita yang sudah-sudah satu persatu. Disinilah dituntut kita untuk menyadari apa yang kita lakukan dalam perjuangan hidup mungkin ada kekeliruan yang kita perbuat tanpa disadari. Begitu juga kita ini juga selalu berburu agar bisa memenuhi kebutuhan. Pohon atau Kayu artinya kayun. Dalam cerita dikatakan Lubdaka berburu sampai malam belum dapat seekorbinatang.ikatan karma atau ikatan dosa yang luar biasa kuatnya. perayaannya dilaksanakan pada hari panglong ping pat belas. Dari cerita ini kita dapat ambil hikmahnya sebagai contoh. Dalam cerita dikatakan Lubdaka memetik daun satu persatu untuk menghilangkan rasa kantuknya satu persatu. Dari hasil perbuatan yang pernah kita lakukan agar dipakai sebagai guru dalam melangkah lebih lanjut. sehari sebelum Tilem sasih kepitu. Sang Hyang Siwa beryoga tiap-tiap tileming sasih kepitu yakni malam yang tergelap setiap umat terutama yang betul-betul mencari kesucian dan kebebasan diajarkan 152 . Kenapa dikatakan demikian? ini dapat kita lihat pada pustaka Padma Purana yang menceritakan tentang sang Lubdaka. Kemalaman yangdimaksud disini kegelapan pikiran kita. pada umumnya jatuh pada bulan pebruari tahun masehi. namun menurut ajaran Agama Hindu dapat dilebur. Karena pada malam Siwalatri ini sangat baik untuk memohon ampun kepada Tuhan atas dosa kita yang telah kita perbuat. Sang Lubdaka sebagai seorang pemburu yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena pikiran itu disimboliskan dengan pohon itu sendiri. Kayun adalah pikiran. Ceritranya demikian. yaitu yang baik kita ambil sebagai contoh dan yang buruk kita buang jangan lagi sampai terulang lagi.

Jagra tidak tidur dari pagi hingga malam sampai Mono brata artinya tidak berbicara atau berkata- Hahya berusaha tidak tidur. Pelaksanaan Siwalatri ini tidak banyak berbentuk upacara-upakara. c. Sama dengan cara diatas ditambah dengan tidak makan dan tidak minum selama 24 jam yaitu dari pagi panglong ping 14 sampai pagi panglong ping 15 sasih kapitu itu. kata. pagi kembali. tidak terlena selama 24 jam yaitu setelah membersihkan diri dan bersembahyang pada pagi panglong ping 14 sampai petang panglong ping 15 sasih kepitu. Pelaksanaan upacara Siwalatri dilakukan pada hari panglong ping pat belas dan diwajibkan melaksanakan brata antara lain : 1.menyambut Siwalatri dengan satya brata. Tingkat brata ini soring disebut Sambang semadhi. melainkan lebih ditekankan pada brata yaitu latihan ketahanan mental spiritual latihan kebatinan. 153 . Tingkat Utama. Upawasa tidak makan dan tidak minum. 3. Pada pokonya Ada tiga tingkat brata Siwalatri sebagai berikut a. 2. Runtutan Pelaksanaan hari raya Siwalatri. berdasarkan bakti yang setulustulusnya pada Tuhan yang juga disebut Sang Hyang Siwa sehubungan dengan itu. Brata ini sering disebut Masesirih. b. Tingkat madya. Yang paling ringan ( nista ).

pagi. Narmada. yang dimaksud adalah sungai atau Dewi sungai sumber kehidupan. Gadawari. tengah malam. sembahyang dilaksanakan sebanyak tujuh kali yakni : pagi.Disamping kedua cara diatas ditambah lagi dengan mono brata yaitu tidak berbicara dan melaksanakan yoga samadhi sampai petang panglong ping 15 sasih itu. Yamuna. Sarada. Dari Saraswati sebagai nama sungai merupakan salah satu cabang dari hulu sungai Sindhu. Brata yang paling ditekankan atau brata pokok siwalatri adalah berusaha tidak tidur selama 36 jam. Disamping sungai Saraswati disebtitkan juga nama sungai Dri Sadwati dan diantara sungai itu. 3. sindhu. Saraswati. siang. siang dan sore. Wagiswari. Kata Saraswati berani yang mengalir. SARASWATI Pengertian dan makna Saraswati. Sebelum membahas Saraswati dalam Weda terlebih dahulu dijelaskan tinjauan Etimologis Saraswati sebagai berikut: Kata Saraswati berasal dari akar kata " Sr" yang artinya mengalir. Putkari. Selama melaksanakan brata Siwalatri yaitu selama dua kali siang dan satu malam. Selanjutnya daiam Itihasa dan Purana Dewi Sarasuati adalah GavatrL Maheswari. Kaweri dan lain-lain. Dari penjelasan diatas dapat pula diketahui bahwa Saraswati adalah nama Sungai yang diyakini suci. BharatL Bralimi. Disamping Saraswati berani sungai didalam Weda disebut sebagai Dewi llmu pengetahuan atau kecerdasan. dan lain-lain. 154 . sore. Tentang sungai Saraswati adalah selalu disebutkan dalam puja para pendeta ketika memohon tirta amerta melalui pujangga satwa yang didalam puja disebut diungkapkan nama-nama sungai yang dipandang suci diantaranya : Gangga. Jadi melaksanakan Trisandya ditambah sembahyang tengah malam satu kali. terdapat lembah yang subur yang merupakan tempat tinggal Bangsa Arya.

hari terakhir dari wuku terakhir umat Hindu di Indonesia selalu melaksanakan Saraswati Puja. Kebahagiaan dan tidak terbatas. yang melambangkan bahwa ilmu pengetahuan itu tidak akan habis-habisnya kita pelajari. wuku watugunung. diantaranya : "Satyam . d.jananam anantam . serta mengendarai burung merak. 21) yang artinya : Tuhan Yang Maha Esa adalah Kebenaran. mungkinkah akan ada kemakmuran dan kebahagiaan dalam bidang materiil dan moril? Tanpa kebijaksanaan. Ada pepatah Bali mengatakan "Wiadin ririh enu liu peplajahan" 155 . c. Digambarkan bahwa Dewi Saraswati adalah wanita ayu. bertangan empat yang masing-masing membawa wina (Gitar.Setiap 210 hari sekali. yakni setiap hari sabtu umanis. keropak. sumber pengetahuan disebutkan dalam berbagai kitab Upanisad. Genitri adalah simbul lingkaran yang tiada akhirnya. Dari simbolis ini dapat kita ambil hikmahnya antara lain bahwa ilmu pengetahuan memang betul-betul berarti antara lain : a. dan tanpa kebahagiaan. Makna hari raya Saraswati adalah memperingati turunnya ilmu pengetahuan. Genitri dan yang satunya bersikap mendamaikan.anandam brahma ( sarwa upanitsatsara. manusia tidak akan bisa bahagia. b. manusia menjadi lemah dalam kehidupan ini yang penuh dengan perjuangan ini. Tuhan Yang Maha Esa sebagai Hyang Hyangning Pangeweruh. Wina (gitar) melambangkan kehalusan rasa (aesthetica) Keropak adalah tempat disimpannya lontar-lontar (simbul ilmu pengetahuan). Pengetahuan. Wanita ayu simbol keindahan dan ilmu pengetahuan memang indah dan iuhur. Sebab jika Ilmu pengetahuan atau kebijaksanaan tidak ada. Sepcrti kila ketahui Ilmu pengetahuan sangatlah penting. atau berdiri diatas bunga teratai. yakni memuja Sang Hyang Widhi.

Walaupun pandai tapi masih banyak lagi yang harus kita pelajari. e. Burung merak adalah lambang kewibawaan yang bisa dibawakan oleh ilmu pengetahuan itu. f. Bunga teratai adalah lambang kesucian

Rangkaian Pelaksanaan Hari raya Saraswati. 1. hari 2. Sebelum upacara Saraswati dan sebelum lewat tengah hari dianjurkan tidak membaca atau menulis mantra dan kesusastraan. 3. Bagi umat Hindu yang melaksanakan Brata Saraswati secara penuh jidak diperkenankan mambaca dan menulis selama 24 jam. Upacara Saraswati puja tidaklah berdiri se'ndiri melainkan merupakan rangkaian pemujaan Dewi-Dewi Trimurti lainnya. Upacara Saraswati puja dilaksanakan pada hari Sabtu Umanis wuku watugunung dan redite paing sinte (banyu pinaruh). Hari soma pon sinta disebut soma ribek ditujukan kepada Dewi Sri Laksmi (dewaning sarwa mule/pandang) dan hari Budha kliwon sinta disebut pagerwesi ditujukan kepada Sang Hyang Pramesti Guru (Siwa). Mengapa hari Saraswati jatuh pada wuku umanis watugunung hal ini perlu dikaji Iebih jauh.-Di India pelaksanaan Saraswati dilakukan tiap-tiap tahun sekali scdang di Indonesia setahun dua kali. Di Indonesia tafiun a>!i rupan\a umurnya 210 hari. Ketika diterimanya hari raya Hindu hari-hari itu dimasukkan dalam sistim kalender Indoesia Asli. Inilah kiranya melatar belakangi mengapa Saraswati jatuh pada hari terakhir dari wuku terakhir dan berbeda dengan perayaan di India. Upacara pemujaan Saraswati dilaksanakan pagi hari atau sebelum tengah

4. GALUNGAN Pengertian dan Makna Galungan.

156

Hari raya Galungan merupakan hari suci Agama Hindu berdasarkan Pawukon dan diperingati setiap 210 hari (6 bulan) sekali yaitu pada hari rabu kliwon, Wuku dungulan. Hari raya Galungan sudah ada di Indonesia sejak abad ke XI, hal infdidasarkan atas kidung Panji Malat Rasmi dan Pararaton kerajaan Majapahit. Perayaan semacam ini di India dinamakan hari raya Sradha Wijaya Dasami. Makna hari raya Galungan adalah memperingati hari kemenangan Dhama melawan Adharma. Disini dapat anda simak dalam cerita Raja Mayadanawa yang begitu sakti tapi mereka melarang orang yang melakukan persembahyangan. Sebab dia tidak percaya.dengan adanya Tuhan. Tindakannya selalu sewenang-wenang membunuh orang yang tanpa dosa. Akhirnya Tuhan turun untuk membunuh Raja yang lalim itu. Disini ditekankan bagaimanapun saktinya manusia, tidak akan bisa melampaui kekuasaan Tuhan. Dari cerita ini dapat kita petik nilai filosofisnya agar selalu menghorrnati Dharma dan melaksanakan Dharma agar kebahagiaan selalu dipihak kita dan dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Runtutan Pelaksanaan Hari raya Galungan. Perayaan Galungan diawali dengan : a. Tumpek Warige.

Yaitu 25 hari sebelum Galungan yang jatuh pada hari sabtu Kliwon wuku wariga. Tumpek ini juga disebut dengan nama tumpek pengatag, Pengarah, Bubuh dan uduh, yang intinya memohonkan keselamatan kepada semua jenis tumbuhan agar dapat memberikan hasil untuk bekal merayakan Galungan. b. Hari Sugihan Jawa.

Dirayakan setiap 210 hari atau 6 Bulan sekali pada hari Kamis Wage Uku Sungsang yaitu 6 hari sebelum hari raya Galungan. Perayaan ini bertujuan memohonkan kesucian terhadap BJjuana Agung (alam semesta). c. Hari Raya Sugihan Bali

157

Dirayakan setiap 210 hari sekali atau 6 bulan sekali pada hari Jumat Kliwon Wuku Sungsang yaitu 5 hari sebelum hari raya Galungan. Perayaan saat ini bermakna memohonkan kesucian terhadap diri pribadi (Bhuana Alit). d. Hari Raya Penyekeban. Jatuh pada hari Minggu/Redite Paing Wuku Dungulan yaitu 3 hari sebelum Galungan. Hari Raya ini merupakan awal Wuku Dungulan yang bermakna patut waspada karena parU Bhuta Kala (Sang Tiga Wisesa) mulai turun mengoda kemampuan dan keyakinan manusia dalam vvujud Bhuta Galungan. Penyekeban bermakna anyekung jnana sudha nirmala agar terhindar dari godaan-godaannya. e. Hari Penyajaan Galungan. Jatuh pada hari Senin Pon Wuku Dungulan, 2 hari sebelum hari raya Galungan. Hari raya ini dipergunakan sebagai persiapan membuat jajan. Juga dimaksudkan sebagai hari-hari yang patiit diwaspadai terhadap godaan sangkala tiga wisesa dalam wujud. Bhuta Dungulan. Hari Penyajaan bermakna sebagai hari kesungguhan hati untuk menyambut dan merayakan Galungan. f. Hari Penampahan Galungan. Hari raya ini jatuh pada hari Selasa Wage Wuku Dungulan yaitu sehari sebelum hari raya Galungan. Pada hari ini dilaksanakan untuk memotong hewan, membuat sate dan lawar untuk perlengkapan sesajen. Pada hari ini juga patut diwaspadai karena merupakan hari yang terakhir bagi Sang Kala Tiga dalam wujud sebagai Bhuta Amangkurat untuk mengganggu manusia. Hindarkan diri dari pertengkaran agar terhindar dari godaannya. g. Hari Raya Galungan. Jatuh setiap Rabu Kliwon Wuku Dungulan, merupakan puneak upacara peringatan terhadap hari kemenangan Dharma melawan Adharma sebagai hari

158

Pada hari ini para Dewa/Bhatara hanya sebentar beliau ada di dunia sehingga setiap umat yang mengaturkan sesajen dilakukan sebelum surya tepat ditengahtengah atau tengah hari (jam 12 siang Pada hari ra\a ini setiap rumah dan 159 . Hari raya Kuningan adalah hari raya Agama Hindu yang berdasarkan tahun pawukun yang jatuh pada hari Sabtu Kliwon Wuku Kuningan. Pada hari ini dipergunakan sebagai hari penyucian diri dilanjutkan dengan memohon keselamatan ditandai dengan memakan sisa yadnya berupa tumpeng Guru secara bersama-sama sekeluarga. Demikian pula pada saat ini dihaturkan sesajensesajen sebagai tanda terima kasih. Makna merupakan hari pahlawan. h. 5. Pada saat ini ShangHyang Widhiturun keduniadiikuti oleh para Dewa/Bhatara dan Pitra untuk melimpahkan karunianya kepada manusia berupa kebutuhan-kebutuhan pokok. HARI RAYA KUNINGAN Pengertian dan makna hari Raya Kuningan. Pemaridan Guru Jatuh setiap hari Sabtu Pon Wuku Dungulan hari akhir Wuku Dungulan. Kenapa dikatakan hari pahlawan? ini dapat kita lihat dari pelaksanaan Hari Raya Kuningan yaitu setelah hari raya Galungan yang bermakna perang Dharma melawan Adharma. Rangkaian Pelaksanaan hari raya kuningan Pada hari raya Kuningan biasanya dipersembahkan nasi benvarna kuning sebagai lambang kemakmuran. Hari raya ini disebut juga tumpek Kuningan. Dalam mencapai dharma banyak pengorbanan oleh penegak dharma itu sehingga kita dapat menikmati hasilnya.paodalan jagat dengan mempersembahkan upacara sesajen pada setiap tempattempat suci dilanjutkan dengan pelaksanaan persembahyangan.

Bulan Tilem (bulan mati) jatuh 14 hari atau 15 hari dari bulan Purnama. PURNAMA DAN TILEM Pengertian dan Makna Purnama dan Tilem.Pemerajan dihias dengan endongan. Penjor dan lain-lain tempat suci perlu dihiasi dengan endongan dan kolem. Karena itu pada hari Purnama bervogalah Sang Hyang candra yaitu kekuatan atau sinar suci Tuhan sebagai pembersih dunia karena kalau ditilik dari arti kata maka candra berarti bulan atau soma yang berarti air. Endongan tempat makanan. Jadi tamiang endongan dan kolem ini merupakan suatu alat untuk melindungi hal-hal yang tidak diinginkan. Artinya : a. Kolem berarti tidur atau istirahat. 160 . Merajan. sehingga pada Tilem ini air laut naik setinggi-tingginya karena merupakan dua kekuatan (bulan dan matahari sama-sama menarik airdibumi). Pemasangan pada tempattempat yang tidak penting tidak perlu disertai dengan kolem dan endongan. Pengertian Sanghyang candra yang beryoga pada bulan Purnama. ini beryogalah Bhatara Siwa yang merupakan manifestasi dari Tuhan/kekuatan Tuhan untuk mengatur air didunia. 6. c. Pada bulan Tilem. Purnama dan Tilem merupakan hari pembersihan bagi umat Hindu. Tamiang untuk menangkis dari serangan b. oleh karena berisi buah-buahan tebu tumpeng serta lauk-pauk. Purnama adalah saat bulan bersinar penuh. merupakan kekuatan Tuhan yang berada didalam air yang bertujuan untuk membersihkan bumi dan pada bulan Purnama ini air laut menjadi pasang atau naik sehingga pada bulan ini kesempatan yang baik untuk mandi kelaut sebagai tanda pelebur dosa. tamiang kolem. dan Tilem adaiah saat bulan tidak memberikan sinarnya sama sekali (bulan mati). akan tetapi pemasangan tamiang pada Padmasana.

para Dewa. Pada hari Purnama (bulan penuh) Tilem (bulan mati) dan kliwon merupakan hari yang sangat baik untuk penyucian lahir batin. canang sari dan sejenisftya. 161 .Maknanya adalah pembersihan diri secara lahir dan batin. Rangkaian Pelaksanaan Purnama dan Tilem. sehingga dianjurkan untuk mandi agar jiwa menjadi bersih maka muncuiiah pemikiran yang bersih. Pelaksanaannya dapat dengan jalan melakukan yoga samadhi. tapa brata yaitu melaksanakan pantangan-pantangan. Leluhur. serta menyampaikan rasa tertma kasih kepada unsur kekuatan alam yang di anggap telah membantu kehidupannya. Pemujaan ini dilakukan dengan menghaturkan persembahan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi. canang burat wangi. Persembahyangan yang dilakukan dengan menghaturkan sesajen yang disebut canang genten.

Tjok Rai Sudharta. Badjera Yasa BA dan I Gst. Saraswati tahun 1989 : Dr. Buku Pelajaran Agama Hindu : Tim Penyusun Untuk Perguruan Tinggi Tahun 1994 : Ditjen Humas Hindu dan Budha 162 . G. BA D Drs. Goda BA GD Sura BA Wayan Reneng. Ketut N.DAFTAR PUSTAKA 1. MA dan M. Natih 2. Titib I. Acara Agama II Tahun 1983 : 3. Buku Pelajaran Agama Hindu : SMP Kelas I Tahun 1982 : 4. G.

Jelaskan pengertian Siwalatri ? Apa makna hari raya Purnama dan Tilem ? Apa makna dari hari raya Galungan ? 163 . Apa tujuan Melasti ? Makna apa yang terkandung pada saat melaksanakan ngembak Gni ? Coba anda jelaskan pengertian Siwaltri ? Secara fisolofis. 5. Kenapa dikatakan demikian coba anda jelaskan secara singkat ? 7.LATIHAN SOAL 1. 4. 8. 2. siwalatri yang mempunyai makna malam renungan suci. 9. 6. Coba anda jelaskan pengertian hari raya Nyeri ? Makna apa yang terkandung dalam hari raya Nyepi serta apa dasar pemikirannya kita merayakannya hari raya Nyepi ? 3.

Mengembangkan dan mengaplikasikan dalam kehidupan di masyarakat Pokok Materi : a. Catur Pariksa b. Asta Brata d. Kemampuan untuk menjelaskan materi sebagaimana termuat dalam pokok bahasan. Nawa Natya TUP : Mahasiswa dapat memiliki pemahaman mengenai Nitisastra dan aplikasinya dalam kehidupan TKP : Mahasiswa dapat memiliki : a. Panca Stiti Dharmaning Prabu c. Panca Dasa Paramiteng Prabu e. Panca Stiti Dharmaning Prabhu c. mampu menerangkan norma dan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran.SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah Semester Tahun kuliah Jenjang Tujuan Kurikuler : Pendidikan Agama Hindu : : 2 SKS :S1 Mahasiswa dapat mengerti dan memahami kedudukan Nitisastra dalam ajaran Hindu. Catur Pariksa b. Pokok bahasan Sub pokok bahasan : : Pengertian dan ruang lingkup Nitisastra a. Panca Dasa Pramiteng Prabhu e. Pemahaman mengenai Nitisastra b. Niti Sastra sebagai jalan kehidupan. c. Nawa Natya 164 . Asta Bratha d.

mengajarkan pula jiwa patriotisme. Perlu dijelaskan Niti Sastra ini bukanlah ilmu pengetahuan yang ham a untuk kalangan negarawon atau politisi saja tetapi juga untuk setiaporang dalam rangka memantapkan pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. warga negaram a kepada hukum. Beliau adalah seorang brahmana yang hebat mempunyai pemikiran yang suci. berarti dibimbing. Bahwa Niti Sastra juga mengandung ajaran kepemimpinan juga bersitat umum dan praktis bcrlandaskan ajaran agama Hindu.NITI SASTRA Pengertian Menurut kamus sansekerta susunan AA Macdonel! Niti berarti kebijaksanaan duniawi (wordly wisdom) etika sosial politik. Sastra diartikan doajuga berarti pujaan (praise). ilmu tata negara. Berdasarkan keterangan inilah didapat bahwa Visnugupta atau Canakya sama dengan Kautiliya. sedangkan sastra berarti kitab peiajaran atau iimu pengetahuan. kejalan benar dituntun kearah cinta bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rajendra Mishra pengetahuan Niti Sastra adalah didaktik poem atau upadesa karya. juga dikonal 'Jenuan nama Visnugupta atau Kautiliya. dituntun sedangkan sastra berarti ilmu pengetahuan. Artinya dengan ilmu pengetahuan orang dibimbing.+ ktin menjadi nitih. yaitu karya sastra yang bersifat mendidik. Berdasarkan pengertian etimologis diatas maka pengertian Niti Sastra dapat diperluas lagi ilmu yang bertujuan untuk membangun suatu negara baik dari segi tata negaranya. kekuasaan dan kebijaksanaan negara. dipimpin. Niyate anaya iti nitih. Penulis Niti Sara adalah seorang Brahmana bernama Canakya. Niti berarti kelakuan. tata pemerintahan dan tata kemasyarakatan (dhanna negara). niti juga bcrarti menuntun. Niti berasal dari kata ni . dapat menghancurkan kekuatan raja Nanda. Nitisastra mengajarkan kesadaran. 165 . dipimpin. kesopanan siasat negara (kebijakan) politik. memimpin atau membimbing. Pandangan DR. kesadaran untuk membela bangsa dan negara. Daiam kamusjawa kuna susunan mordi warsito. Nitisastra berasal dari kata Niti dan Sastra. pedoman hidup. dituntun kearah kebijaksanaan dunia.

1. bernurali hati.Mengingat ruang lingkup Niti Sastra demikian luasnyamakapadauraianberikut kami batasi padakonyep ajaran kepemimpinan Hindu seperti : Catur Pariksa. Setiap orang adalah insan hamba Tuhan. 4. Dhana berarti uang. Sama adalah seorang pemimpin harus berbuat adil. keberanian mengambil 166 . disiplin.dapat pulaborarti pembcrian. anak buah yang malas dan membangkang dapat diberi hukuman. balanta maealak ring ayun. bheda dan dandha) pasti musuh dapat ditundukkan oleh bala tentara. oleh karenanya diberikan kesempatan dan hak yang sama untuk maju dan berkembang. Ketegasan. Dalam Niti Sastra Sarjinh 11. Danda adalah seorang pemimpin harus tegas. hukuman bagi yang mtlakukan pelanggaran. Mengusahakan sandang. CATUR PARIKSA Catur Pariksa sering discbut dengan nama Catur Upaya Naya Sandhi. Artinya : Dari keempat macam "alat Uang yang paling utama. sama. maupun usaha memecah belah bheda) atau dengan kekerasan (perkosa). Mereka yang akan pergi perang harus mengunakan keempat alat itu juga (dhana. berani mengambil tindakan bila perlu. Seorang pemimpin harus rela memberikan dhana bantuan menolong sesama dengan ikhlas. jika tiada uang akan sia-sia penyelesaian perselisihan dengan damai (sama). pangan. A. 3. Panca Stiti Dharmaneng Prabhu. papan/perumahan untuk dapat memenuhi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. anak buah yang tekun dan raj in dapat imbalan yang seimbang. pengendali pemerintahan termasuk agama yang berbeda-beda. Panca Dasa Paramiteng Prabhu dan Nawaa Natya. Bheda adalah seorang pemimpin dapat mengatur/memelihara tata tertib. 2.3 : dalam bentuk ke kawin: Dhana wisesa ring catur upaya Lene-kene kaheh rinji sama bheda danda trayaningdhana tnhhana karna sang maharcp musuh catur upaya juga kena-kena byakta kasoraning ripu. bcrbuat dan memandang sama kepada seluruh anggota/bawahannya. jika mereka maju dengan gagah berani. Astha Bratha.

relakan mereka maju sendiri. mengembangkan diri dengan penuh inisiatif. artinya setelah berhasil melaksanakan tugas janganlah terlalu rnengharapkan balas jasa atau tanpa pamrih Pada kepemimpinan Pancasila sekarang ini hanya diambil dan nomor 1 s/d 3 sedangkan nomor 4 dan 5 tidak dipakai oleh tokoh pendidikan Nasional yaitu Ki Hajar Dewantoro. 3.tindakan/keputusan adalah sikap seorang pemimpin walaupun penuh resiko memberikan hukuman bagi siapapun yang berbuat salah dengan penuh rasa keadilan B. ASTABRATHA 167 . Ing Arsa Asung Tulada. Ing Madya Mangun Karsa. PANCA STITI DHARMANING PRABHU Panca Stiti" Dharmaning Prabhu ini merupakan wejangan ajaran dari Arjuna Sastra Bahu. bahwa seorang pemimpin harus melakukan tindakan/melaksanakan tugas sebagai berikut: 1. berarti melepas anak buah dan mengikuti dan belakang sambil melihat kemajuannya juga memberikan arahan apabila ada penyimpangan dari tugas dan kewajiban yang harus dilakukan. 4. bila berada ditengah-tengah anak buah memberikan penerangan/penjelasan dan membangkitkan semangat mereka dan membangun kemauan untuk maju berprestasi lebih baik Tut Wuri Andayani. C. 2. Maju Tanpa Bala. yang artinya didepan anak buah selalu memberi suri teladan/contoh untuk melakukan perbuatan yang baik dan memberikan semangat pengabdian yang luhur untuk kepentingan nusa dan bangsa. Sakti Tanpa Aji.

Yama. Yama. Artinya: Laksana Indra yang mengirimkan hujan yang berlimpah selama empat bulan di musim hujan. Wayu. Candra. Agni. Baruna. Nila. Candra. Kuwera. Candra. Artinya : Untuk memenuhi maksud tujuan itu Raja/pemimpin harus memiliki sifat-sifat pertikal yang kekal dari pada Dewa Indra. Artinya : Hendaknya Raja berbuat seperti perilaku yang sama dengan Dewa Indra. matang nira inisti asta bratha. yang seharusnya dihayati oleh seorang pemimpin agar meresap dalam jiwa raganya. Sloka 304: Warsikamscaturo nasanyalha Indro bhiprawarsati. Candra. Wayu. demikianlah raja menempati kedudukan indra dengan menghujankan keuntungan bagi kerajaannya. 4 : Indra Yanmarkanam agnisca warunasyaca. Yama Waruna. Kuwera. 168 . Surya. tathabhiwarsetsmam rastra kamair indrawratam caran.Didalam Manawa Dharma Sastra atau Weda Smrti (atha sapta mo dhayah) buku VII. Agni dan Prithiwi. Selanjutnya marilah kita simak apa yang tersirat dalam Manawa Dharmasastra Bab IX sloka 303 sebagai berikut: Indrasyarkasya pritiwyasca yamasya warunasya ca candrasyagneh pritiwyasca tejowritam nripascaret. Anila. candra wittesa yuscaiwa matra nirhtya saswatih. Yama. Surya. Kuwera. Sebagai pembanding didalam kekawin Ramayana Sargah XXIV sloka 52 yang mengandung ajaran astabratha sebagai berikut : Hyang Indra. Artinya : Brata dewa Indra. Sloka 305 : Astau masyanyathadityastoyam hariti rasmibhih. Surya. Agm nakan wwalu. sirata waka angga sang Bupati. Surya.

Sloka: 307 Yatha yamah priya dwesyau prapte kaleniyacchati. tatha papannigrihniyad wrtametaddl warunam. Sloka: 308 Warunena yatha pasair badha ewabhiddreyate. karena inilah kedudukan yang menyerupai matahari. demikianlah hendaknya ia menghukum orang-orang jahat itu. Artinya : Laksana orang-orang berdosa tampak terikat tali oleh waruna. demikianlah kedudukannya menyerupai Dewa Yama. itulah kedudukannya yang menyerupai Waruna. Sloka : 309 Paripurnam yatha candram 169 .tatha haretkaram rastran nityamarka wratam hitat. Sloka: 306 Prtawisya sarwabhautani yatha carati-marutah. tatha caraih prawestawyam wratametaddi marutam. Artinya : Laksana Surya. demikianlah hendaknya ia melalui mata-matanya masuk kemana-mana kedudukannya menyerupai angin. tatha rajna nyantawyah prajastaddhi yamawratam Artinya : Laksana Yama pada saatnya berkuasa baik kepada teman-temannya maupun kepada lawan-lawannya demikianlah hendaknya semua rakyatnya dikuasai oleh raja. Artinya : Laksana wayu bergerak kemana-kemana masuk merupakan nafas bagi seluruh mahluk hidup. selama delapan bulan menyerap air melalui sinar-sinarnya dengan tidak terlihat demikianlah hendaknya ia dengan perlahan-lahan menarik pajak dari kerajaannya.

Sloka :311 Yatha sarvvani bhutani dhara dharayata samam. Artinya : Bila ia bersemangat menumpas penjahat dan memiliki kekuatan-kekuatan cemerlang serta menghancurkan penguasa-penguasa daerah yang jahat. Artinya : Laksana bumi menunjang semua mahluk hidup sama rata. yatha sarwani bhutani bibratah parthiwam wratam. dalam menduduki tempatnya dewi pertiwi. stenan raja nigrihniyat swarastre para ewa ca. Artinya : la adalah raja yang menduduki tempatnya Dewi Candra. Sloka: 312 Etairupayairanyaisca yukto nityamatandri tah.drasfwa hrsyanti manawah. Sloka : 310 Pratapa yuktasstejaswi nityam syat papa karmasu dustasamantahimsrasca tadagneyam wratam smritam. Artinya : Dengan mempergunakan cara-cara dan sifat-sifat ini. demikianlah hendaknya raja terhadap rakyatnya. yang rakyat menyambut kehadirannya dengan penuh senang hati laksana orang-orang bersenangsenang melihat bulan purnama. 170 . tatha prakritayo yasminsa candrawratiko. raja tanpa jemujemunya akan mengendalikan pencuri-pencuri baik dinegerinya sendiri maupun dinegeri orang lain. nripah. maka sifatnya dikatakan sama dengan agni.

Mantriwira Mantriwira merupakan ajaran untuk memupuk jiwa yang teguh untuk berani membela kebenaran dalam keadaan bagaimanapun juga. Wahai parantapa. baik pemimpin negara maupun pemimpin agama atau pun pemimpin dibidang lainnya agar senantiasa bersikap tenang dan bijaksana dalam menghadapi suatu permasalahan atau dalam melaksanakan tugas kewajibannya. PANCA DASA PARAMITENG PRABHU Ajaran ini bersumber dari ajaran kepemimpinan Maha Wira Gajah Mada yakni ketika kerajaan Majapahit mencapai kejayaannya. enyahkanlah rasa lemah dan kecut itu.(Bg.3) 2. Widnya Adalah ajaran yang mengajarkan bahwa seorang pemimpin. Pemimpin harus bertindak benar. Gita. Pemimpin yang arif bijaksana adalah pemimpin yang dapat melihat semua bawahannya sama sebagai insan ciptaan Tuhan. Ajaran kepemimpinan Gajah Mada ini terdiri dari lima belas ajaran yang disebut dibawah.D. sebab kebenaran dapat memberikan kekuatan penerangan dan semangat hidup. kelemahan oleh karenanya jangan biarkan kelemahan itu menjangkiti tubuh maka segala tugas dan kewajiban akan mencapai kebahagiaan. Mereka yang tidak memiliki kepercayaan pada ilmu pengetahuan dan budi pekerti ini tidak mencapai aku. kembali kejalan dunia inkarnasi. 1. bangkitlah oh pahlawan Jaya. Ketahuilah bahwa semua dosa dan kejahatan adalah bersumber dari. 171 . IX. Dalam hal ini seorang pemimpin harus mempraktekkan ajaran tat twam asi. Karena kebenaran adalah sumber dari kekuatan dan cahaya terang dalam hidup. Sri Kresna berkata kepada Arjuna: "Tugas dan kewajiban akan mencapai tujuan kebahagiaan jangan biarkan kelemahan itu oh partha sebab itu tidak sesuai bagimu.

jujur dan sabar. Natangwan Dapat dipercaya. khususnya dalam mempertahankan argumentasi berdasarkan kebenaran yang ada dan keahlian 7.1364) patih Gajah Mada selalu penuh pengabdian dan kesetiaan. Berlaku bijaksana Wicaksanen naya didalam segala tindakkan. berwajah cerah. 4. tetapi sebagai pengayom negaranegara lain dikawasan Nusantara. Karena rasa tanggung jawabnya yang besar. Patih Gajah Mada menempatkan Majapahit bukan sebagai penakluk. Dengan kebijaksanaan ini pula. tulus ikhlas. kepercayaan itu tak pernah tergoyahkan. 6. 5. Lebih kurang setengah abad lamanya (1319. Wagmi Wak Fash mengutarakan pendapat. Satya Bhakti Aprabu Sifat setia dengan hati yang tulus dan iklhlas kepada negara dan pemerintahan. Sajarwopasana Tingkah laku yang memperlihatkan kerendahan hati. Kebijaksanaan inilah yang menempatkan Patih Gajah Mada selalu tepat dalam pergaulan baik dalam kalangan pejabat maupun di tengah rakyat. Sifat ini memang hams dimiliki bila seseorang menjadi politikus yang 172 .3. Pribadi patih Gajah Mada yang patut dijadikan teladan adalah karena ia tidak pernah mengabaikan kepercayaan rakyat yang telah dilimpahkan kepadanya.

disamping meyakini 173 . 10. 9. selalu siap mendengarkan pendapat dan pikiran orang lain meskipun terhadap pendapat yang bertentanean dengan pendapat pribadinya. Diviyacita Selalu berhati terbuka dalam hubungan dengan orang lain. Didalam hati yang teguh kelihatan pula keberanian dan kesetiaan. Tan Satrsna Tidak menonjolkan ambisi. Dengan ketabahan dan ketawakalan ini menyebabkan patih Gajah Mada dikenal sebagai tokoh negarawan yang ulet dan berhati baja. Patih Gajah Mada mencintai dunia karena menyadari keterbatasan. 11. 8. apabila menikmati kesenangan duniawi secara berlebih-lebihan tanpa memperhatikan norma-norma yang berlaku. Asihi Samastabhuwana Mencintai dunia dengan seluruh isinya. Dirotsaha Selalu bekerja rajin dan tekun dilandasi keteguhan hati. 12.berderajat tinggi. Seorang diplomat sejati melatih diri agar menguasai dan menghayati sifat-sifat tersebut. Dengan sifat ini. tahan uji dan tak mudah terombangambing oleh keadaan sekitar. Patih Gajah Mada tidak ingin di Dewadewakan. Sifat ini berpangkal tolak dari keyakinan filsafat bahwa segala yang ada didunia ini hanyalah bersifat fana dan sementara. Tan lalana Berketepatan hati.

Kebijaksanaan ini diibaratkan memilih segunung bibit bunga yang harum baunya. Patih Gajah Mada selalu memberikan penghargaan dan bimbingan. 15. kelak akan menerima balasan sesuai dengan perbuatannya. melalui mekal hingga menjabat patih. yang tidak cepat layu serta mempunyai manfaat yang utama. indah warnanya. Hanayaken Musuh Selalu bertindak tegas menghadapi lawan. memberikan kepuasan bagi yang 174 . bahwa seseorang Raja/Pemimpin itu dalam memilih para pembantu-pembantunya (para Menteri). 14. 13.bahwa dengan mencintai dunia dan isinya berarti pula mencintai Maha Pencipta yang menjadikan dunia beserta segenap isinya. NAWA NATYA Dalam lontar berbahasa jawa kuno yang berjudul Nawa Natya diperoleh penjelasan. dan sebaliknya siapa yang bersalah. Gajah Mada selalu berbuat yang terbaik. Sebaiknya untuk mereka yang menunjukkan kesetiaan kapada negara. Tanpa memperhitungkan posisinya. Sumantri Sifat untuk menjadi petugas Negara yang sempurna didasari itikad yang baik. Bila perlu lawan yang membahayakan harus dimusnahkan. Gineng Pratidina Selalu mendahulukan yang baik dan menyingkirkan yang buruk. Hal ini yang mengakibatkan keberhasilannya sejak ia menjadi magang. Raja atau pemimpin itu harus memiliki suatu kebijaksanaan. Demikian uraian tentang Panca Dasa Paramitheng Prabhu dari kepemimpinan Maha Patih Gajah Mada pada masa jaman keemasan kerajaan Majapahit. E. sifat ini nampaknya timbul dari keyakinan Karmaphala yang mengajarkan bahwa siapapun yang menanam kebaikan ia akan memetik buah yang baik pula.

Pragivakya: Pandai berbicara dan mempunyai kemampuan mempengaruhi orang masyarakat. 2. Demikianlah selintas tentang ajaran Niti Sastra. Wira sarwa yudha : memiliki sifat pemberani. Lagha vangartha : tidak pamrih terhadap harta benda. baik dan buruk.melihat maupun yang menggunakannya. Viveka : mampu membedakan antara yang salah dan benar. Paramartha: mempunyai sifat mulia dan luhur. Dhirotsaha: tekun dan ulet dalam mensukseskan setiap usaha. Adapun orang-orang yang patut dipilih sebagai pemimpin menurut lontar Nawa Natya adalah sebagai berikut: 1. 5. 3. pantang menyerah dalam pertempuran. Pradnya Widaghda : sikap bijaksana dan mahir dalam berbagai cabang ilmu dan memiliki pendirian yang teguh. Demikian seseorang raja (pemimpin) dalam memilih pembantu-pembantunya seperti memilih segunung bibit bunga itu. Sama upaya : selalu setia kepada janji atau sumpah. 7. 8. 9. 175 . 4. 6. khusus yang menyangkut kepemimpinan Hindu yang menekankan moral/etika sebagai landasan melaksanakan kepemimpinan untuk mencapai jagat kita. Wruh ring sarwa bhasata : tahu mengatasi permusuhan.

Cetakan I/1982. Canakya Niti Sastra. Asta Brata dalam Pembangunan. Buku Pelajaran Agama Hindu untuk perguruan Tinggi. Departemen Agama RI 1976/1977 2. Jakarta 1994. Agama RI. Tim Penyusun. Agama RI. Dep. 176 . Buku Pedoman Dosen Agama Hindu. Jakarta 1998/1999. 10. Drs. Drs. Ketut Wiana. 8. Ida bagus Made jaya Semara. Penerbit Prasasti Jakarta 1992. 7.G. Niti Sastra Proyek Pembinaan Mutu Pendidikan Agama Hindu dan Budha Dep.K. Hanuman Sakti. Tim Penyusun. Dep. Wayan Mertha Sutedja BA.Dr. Drs.Adia Wiratmaja. Hasil Rumusan Penyusunan Pedoman Pendidikan Agama Hindu Diperguruan Tinggi Umum 1995/1996. CV. Agama RI 1972 3. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha. Leadership : Kepemimpinan Hindu. Manawa Dharma Sastra atau Weda Smerti.DAFTAR PUSTAKA 1. Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jabar Skripsi/ 1985.Tjokcorda Rai Sudharta MA. Prof. Dasar – dasar kepemimpinan Tradisional Di Bali. 5. Dharmayasa. Pudja MA dan Tjokcorda Rai Sudharta MA. Niti Sastra dalam bentuk kekawin 1982/1983 4. I Nengah Wadrana. Sumber Mas bali 1978 6. 9. Ketut Pasek. Parisada Hindu Dharma Pusat. Konsepsi Penerapan Kepemimpinan Asta Brata dalam peningkatan pelaksanaan Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->