P. 1
buku pedoman PAH

buku pedoman PAH

3.0

|Views: 19,353|Likes:

More info:

Published by: Ib Suryadiwiradharma on Jan 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2013

pdf

text

original

Sections

  • ( Intern )
  • Edit By :
  • Ida Made Sugita. S.Ag
  • UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL
  • KATA SAMBUTAN
  • Om Swastyastu,
  • DAFTAR ISI
  • 11.Sosiologi Hindu dan Dharma
  • 12.Sad Darsana
  • 13.Etika Agama Hindu
  • 14.Yahnya
  • 15.Pandita dan Pinandita
  • 16.Tempat Suci
  • 17.Hari Suci Agama Hindu
  • A. Pengertian, Filsafat, Ilmu Pengetahuan dan Agama
  • PEMBAHASAN
  • A.SEJARAH AGAMA HINDU DI INDIA
  • B.SEJARAH AGAMA HINDU DI INDONESIA
  • A. Asal Mula Alam Semesta
  • B. Asal mula manusia dan unsur-unsurnya
  • C.Hakekat Manusia
  • D.Manusia, Binatang dan Tumbuh-tumbuhan
  • SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)
  • A. Pengertian Weda
  • B. BAHASA DALAM VEDA
  • C. UMUR KITAB SUCI VEDA
  • D. SAPTA RSI PENERIMA WAHYU
  • NAMA-NAMA MAHA RSI LAINNYA
  • E. PEMBAGIAN DAN ISI VEDA
  • BAGIAN BRAHMANA (KARMA KANDA)
  • BAGIAN UPANISAD DAN ARANYAKA (JNANA KANDA)
  • B.SMERTI
  • A. Catur Purusartha
  • 1. Pengertian Catur Purusartha
  • B. CATUR ASRAMA
  • 1.Pengertian Catur Asrama
  • 2.Pembagian Catur Asrama
  • C.HUBUNGAN CATUR PURUSARTHA DENGAN CATl R ASRAMA
  • A. Pengertian Catur Marga
  • B. Pembagian Catur Marga
  • A. Tujuan Agama Hindu dan Tujuan Pembangunan Nasional
  • 1. Tujuan agama Hindu
  • B. Dharma Agama dan Dharma Negara
  • 1. Dharma Agama
  • 2. Dharma Negara
  • C. Agama Hindu dan Modernisasi
  • SATUAN ACARA PERKULIAHAN
  • (SAP)
  • SAD DARSANA
  • I. PENGERTIAN SAD DARSANA
  • II.RUANG LINGKUP SAD DARSANA
  • III.POKOK-POKOK AJARAN SAD DARSANA
  • B. WAISESIKA
  • B.I. PENGERTIAN DAN SIFAT AJARANNYA
  • B.2. SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA
  • C. MIMAMSA
  • C. 2 SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA
  • D. SAMKYA
  • E. YOGA
  • E. 1. PENGERTIAN DAN SUMBER AJARANNYA
  • E. 2. SIFAT DAN POKOK-POKOK AJARANNYA
  • F. WEDANTA
  • F. 1 PFNGERT1AN DAN SIFAT AJARANNYA
  • F.2. SIMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA
  • F. SAWA DARSASA
  • F.I. C A R W A K A
  • F.2. J A I N A
  • F.3. BUDDHA
  • (S A P)
  • c. Pokok-pokok Ajaran etika agama Hindu
  • SAP
  • A.Pengertian Yadnya
  • B.Dasar Pelaksanaan yadnya
  • C.Tujuan Pelaksanaan Yadnya
  • D.Jenis Jenis Yadnya
  • E.Tingkatan Yadnya
  • A. Pengertian Pandita dan Pinandita
  • B. Status Pandita dan Pinandita
  • C. Wewenang Pandita dan Pinandita
  • D. Syarat-syarat Calon Pandita dan Pinandita
  • BAB I
  • TEMPAT SUCI
  • A. Pengertian Tempat suci
  • B. Fungsi Tempat Suci
  • C. Jenis-jenis Tempat suci
  • 4. BALAI ANTANG
  • 5. BALAI KAHARINGAN
  • 6. SANDUNG
  • 7. INAN KEPEMALARAN PAK BUARAN
  • 8. INAN KAPEMALARAN PEDATUAN
  • 9. INAN KAPEMALARAN PAK PESUNGAN
  • 10. SANGGAR
  • 11. PAJUH- PAJUHAN
  • 12. CUBAl -CUBALAN
  • D. PENGELOMPOKAN PURA
  • BAB II
  • SYARAT-SYARAT MENDIRIKAN TEMPAT SUCI
  • A. SYARAT SYARAT MENDIRIKAN TEMPAT SUCI
  • C. DENAH PURA SESUAI DENGAN TR1 MANDALA
  • BAB III
  • MENGENAL BANGUNAN SUCI HINDU
  • 1. PRASADA
  • 2. MERU
  • 4. RONGT1GA
  • 5. TUGU
  • 6. PADMASANA
  • BAB IV
  • PENGESAHAN TEMPAT SUCI SECARA AGAMA
  • A. Tingkat Pemelaspas Alit (sederhana)
  • ACARA PERKULIAHAN
  • HARI RAYA SUCI AGAMA HINDU
  • 1.NYEPI
  • Pengertian dan Makna Nyepi
  • Runtulan Pelaksanaan Hari raya Nyepi
  • 4.GALUNGAN
  • 6.PURNAMA DAN TILEM
  • NITI SASTRA
  • Pengertian
  • A. CATUR PARIKSA
  • B. PANCA STITI DHARMANING PRABHU
  • C. ASTABRATHA
  • D. PANCA DASA PARAMITENG PRABHU
  • E. NAWA NATYA

BUKU PEDOMAN DOSEN PENDIDIKAN AGAMA HINDU

( Intern )

Edit By : Ida Made Sugita. S.Ag

UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL JAKARTA - 2007

1

KATA SAMBUTAN

Om Swastyastu, Dalam rangka meningkatkan efektifitas proses pembelajaran pendidikan Agama Hindu, Buku Pedoman Dosen Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi umum ini disusun berdasarkan kurikulum dan GBPP Tahun 1994. Dengan diterbitkannya Buku Pedoman Dosen Pendidikan Agama Hindu ini diharapkan dapat bermanfaat dalam proses belajar mengajar, mempermudah pemahaman materi dan standar di dalam menyampaikan materi perkuliahan Pendidikan Agama Hindu. Apabila dapat proses pembelajarannya berjalan dengan baik maka diharapkan mampu meningkatkan Sraddha dan Bhakti serta Budhi pekerti yang luhur, sehingga tercipta peningkatan sumber daya manusia yang memiliki daya saing dalam menghadapi Era Globalisasi. Dengan demikian kami pengurus Mata Kuliah Dasar Umum menyambut baik pencetakan buku ini dikalangan intern kampus Universitas Indonusa Esa Unggul dan kepada pencetak kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya, semoga Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan Wara Nugrahanya kepada kita semua sehingga dapat melaksanakan pengabdian dengan sebaik-baiknya.

Kepala PAMU Universitas Indonusa Esa Unggul

2

DAFTAR ISI

1. Kata Sambutan ................................................................................ 2 2. Daftar Isi ............................................................................................3 3. Filsafat, Ilmu Pengetahuan dan Agama .............................................4 4. Sejarah Agama Hindu .......................................................................... 5. Alam Semesta....................................................................................... 6. Weda..................................................................................................... 7. Panca Sraddha Dasar Keyakinan Agama Hindu ................................. 8. Catur Purusartha dan Catur Asrama .................................................... 9. Catur Marga ......................................................................................... 10. Agama Hindu dan Pembangunan Nasional ......................................... 11. Sosiologi Hindu dan Dharma ............................................................ 12. Sad Darsana........................................................................................ 13. Etika Agama Hindu ........................................................................... 14. Yahnya................................................................................................. 15. Pandita dan Pinandita ....................................................................... 16. Tempat Suci ........................................................................................ 17. Hari Suci Agama Hindu..................................................................... 18. Nitisastra .............................................................................................

3

Dalam bukunya Filsafat Administrasi mengatakan “kata filsafat’ berasal dari bahasa Yunani. Menurut Drs. Dengan demikian filsafat berarti berusaha mengetahui tentang sesuatu dengan sedalam-dalamnya.P Siagian. MPA. b. masalahnya serta pemecahan terhadap masalah-masalah itu (Drs. dari kata “philllos” berarti gemar. Pengertian Filsafat.3). Ilmu Pengetahuan dan Agama Pengertian filsafat berbeda dengan ilmu pengetahuan dan berbeda pula dengan pengertian agma. Filsafat. baik mengenai hakekat adanya sesuatu fungsi. Ilmu Pengetahuan dan Agama : a. Seseorang menjadi bijaksana karena berusaha mendalami hakekat sesuatu. Hubungan filsafat. S. 1980:2.1. ciri-cirinya. mahasiswa diharapkan dapat : POKOK MATERI : a. ilmu pengetahuan dan agama. PEMBAHASAN A. ilmu pengetahuan dan agama. Ilmu Pengetahuan dan Agama b.P. Siagian. MPA. Menjelaskan perbedaan pengertian filsafat. TKP : Setelah mengikuti mata kuliah ini. POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : Filsafat. Karena itu filsafat berarti cinta kepada kebijaksanan. 4 . Pengertian. c. Menjelaskan hubungan filsafat. dan kata “sophia” artinya kebijaksanaan. kegunaannya. Menunjukkan batas kebenaran bidang filsafat. senang atau cinta. ilmu pengetahuan dan agama. ilmu pengetahuan dan agama. S. Ilmu Pengetahuan dan Agama TUP : Mahasiswa dapat memahami pengertian tentang filsafat.

NotoNagoro Filsafat menelaah hal-hal yang menjadi obyeknya dari sudut intinya yang mutlak dan yang terdalam yang tetap tidak berubah yang disebut mutlak. Plato (427-347 SM) Filsafat adalah ilmu pengetahuan hakikat 2. Hasbullah Bakry Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu mengenai Ketuhanan. dalam bukunya Pembimbing ke arah Filsafat.C Mulder Filsafat adalah pemekaran teoritis tentang susunan kenyataan sebagai keseluruhan. Ilmu filsafat itu mengabtraksikan susunan itu menjadi sasaran pemikirannya. Ir. 3. juga menegaskan arti Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab-sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka. metafisika dan pengetahuan praktis. Pudjawijatna. Immanuel Kant Filsafat adalah ilmu pengetahuan pokok pangkal dari segala pengetahuan dan perbuatan. alam semesta dan manusia. perenungan tentang kenyataan (reality) yang sedalam-dalamnya sampsi ke "mengapa" yang penghabisan 6. N. D. Aristoteles (384-322 SM) Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang kebenaran yang meliputi logika. R. 1. Driyarkara Filsafat adalah pemekaran yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebab "ada" dan "berbuat. sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu 7. 4. 5.Selain itu Prof. fisika. 5 . Disamping kedua pendapat di atas ada pula pendapat tentang definisi filsafat sebagai berikut.

Sehingga wajarlah apabila ilmu pengetahuan selalu berkembang pesat sejalan dengan perkembangan teknologi.Ilmu pengetahuan terdiri dari "ilmu" dan "pengetahuan". Siapapun dapat menguji kebenaraannya berdasarkan norma ilmiah yang ada. tetapi mereka ingin lebih tahu lagi. Dari apa yang ingin diketahuinya. Mengapa demikian. ilmu pengetahuan adalah jumlah pengetahuan yang teratur setelah diabstraheer dan diobyektiver. Obyektif: Pengetahuan dapat mengukur / menilai apa adanya atau dapat mencari persesuaian antara pengetahuan dan obyeknya. 11/2 1957 mengatakan. Ong Hian Hoey. sehingga mudah dipahami atau mempunyai cara-cara memperoleh kebenaran. Demikian seterusnya dan tak mempunyai batas akhir. Arsip dan Dokumentasi. Universal. Pengetahuan mempunyai cara-cara dalam penyajiannya. dalam majalah perpustakaan. antara lain. karena yang paling pokok adalah apa yang diterima sebagai suatu kenyataan alam ditanggapi sebagai dwifungsi. sedang sifat kegunaannya menjadi ciri yang utama. Pengetahuan yang bisa dikatakan ilmu apabila pengetahuan itu memenuhi beberapa persyaratan sebagai persyaratan ilmiah dengan cirinya sebagai berikut: Bersistem. sehingga manusia selalu ingin lebih tahu. Pengetahuan berlaku umum yaitu berlaku bagi semua orang. Suatu keuntungan besar bagi manusia adalah karena manusia memiliki sifat kodrati ingin tahu. Pengetahuan yang dapat diuraikan dari hal-hal yang dianggap paling mudah sampai yang paling rumit. yaitu ditanggapi secara statis dan dinamis. manusia tak akan puas sampai batas itu saja. Justru inilah yang merupakan daya dorong yang paling mendasar. atau mempunyai hubungan fakta yang satu dengan fakta yang lainnnya Bermethode. Tidak semua pengetahuan disebut ilmu. Segala sesuatu yang dapat diketahui melalui indria disebut pengetahuan (know ledge). 6 . Untuk memperoleh suatu pengertian yang lebih jelas maka berikut ini ada beberapa difmisi tentang ilmu pengetahuan. a. Drs.

dalam bukunya Pengantar Kejalan Ilmu Pengetahuan menyebutkan. yaitu langgeng. maksudnya kedatangan wahyu Tuhan. yang kekal. Dengan demikian jelaslah bahwa ilmu itu adalah pengetahuan juga. Kebenaran filsafat sebenarnya kebenaran ilmu juga. sampai keakar-akarnya hinggd melewati batas kebenaran ilmu. Kebenaran filsafat terletak pada kemampuan berpikir yang mendalam. yang abadi. B. Prefiks “a” dari kata gam berarti tidak. Seorang filosof tidak akan pernah merasa 7 . tersusun secara sistematis. Selain agama dikenal dengan "dharma" yang berarti menjinjing. Agama adalah kayakinan yang didasarkan atas wahyu Tuhan. dari bahasa Sansekerta. mengatur dan memelihara. namun bidang pengkajiannya lebih mendalam serta tidak terbatas. Agama dalam bahasa Inggrisnya merupakan terjemahan "relegion" yang berarti kedatangan kembali. rohani yang menuntun. Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin akan ada. Jadi agama berarti sesuatu yang tidak pergi. Ilmu adalah suatu pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam satu golongan masalah yang sama tabiat dan kedudukannya maupun menurut bangunnya dari luar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud agama adalah ajaran suci bersifat. tetapi pengetahuan yang sudah teratur. mengatur kehidupan manusia. Agama adalah suatu kepercayaan akan adanya Tuhan serta segala sesuatu yang bersangkut paut dengan itu. Kata agama secara etimologi berasal. Ilmu Pangetahuan dan agama. Yang dimaksudkan dengan semua itu adalah Tuhan. Kebenaran filsafat. Filsafat pengkajiannya tidak membatasi diri. dari kata "gam" yang dalam bahasa Inggrisnya sama dengan "go" berarti pergi. manusia dengan Tuhan. Mohammad Hatta. obyektif dan universal. manusia dengan alam. metodhis. Dipikirkan sedalam-dalamnya. memangku.b. Agama memberi petunjuk bagaimana cara mengadakan hubungan antara manusia dengan manusia.

Kemampuan berpikir dalam mengkaji ilmu menjadi dasar utama dalam memperoleh kebenaran ilmiah. bersistem dan universal. bermethode. Hal ini disebabkan manusia mempunyai kemampuan berpikir serta daya nalar apa yang didengar. maka mulailah mengadakan hepotesa. Proses pengkajian filsafat pun sebenarnya sama dengan proses ilmu pengetahuan. dialami dan diketahuinya. la ingin mendapatkan keterangan yang lebih luas dan lebih dalam. Jika kita berpikir ilmiah maka kita harus mempunyai pola pikir yang bercirikan ilimiah. Dengan demikian bidang filsafat lebih luas lingkupnya dari pada ilmu pengetahuan. Dengan panca indria kita dapat mengetahui segala sesuatu yang ingin diketahui secara sadar. Kebenaran ilmu pengetahuan lingkupnya terbatas yaitu sebatas pengalaman indria. manganalisa berdasarkan data yang ada. Proses pengkajian ilmu diawali dengan rasa ingin tahu. obyektif dan universal disebut ilmu. sebab Panca Indra adalah pintu gerbangnya ilmu pengetahuan. membuktikan dengan percobaan secara berulang-ulang. segala sesuatu yang dapat diketahui secara sadar bersistem. Filsafat menuntut daya berpikir tinggi dalam menghadapi masalah. Tetapi sifat kebenaran yang diperoleh tanpa ada batasnya. Sama halnya dengan ilmu pengetahuan. Rasa ingin tahu inilah yang mendorong manusia untuk bertanya dan menyelidiki apa yang ingin diketahuinya. 8 . barulah dapat mengambil kesimpulan tentang sesuatu kebenaran.puas dengan kebenaran yang sudah ada. Panca indria merupakan sarana vital menentukan keberhasilan mengkaji kobenaran secara ilmiah. dikaji terus sampai keakar-akarnya. sehingga dapat menentukan bagaimana kedudukan persoalan dan mengapa demikian ? Karena manusia berpijak ingin tahu dengan mengajukan pertanyaan untuk memperoleh jawaban yang memuaskan. filsafat juga menuntut suatu kebenaran secara sadar dan bermethode. hanya saja filsafat mengkaji lebih jauh dan tidak mandeg sampai disana. Mula-mula manusia ragu-ragu terhadap kebenaran tertentu yang sedang dihadapi. ia tidak puas sampai disitu. mengumpulkan data/fakta.

maka ruang lingkup filsafat lebih luas dari pada itu. Kebenaran agama adalah mutiak. Sebagai contoh air.Keyakinan menjadi dasar kebenaran agama. Agama memberikan janji di hari depan. Apakah air itu?. karena didalam wahyu itu terdapat dua ajaran pokok yaitu. Jadi kebenaran agama berbeda dengan kebenaran ilmiah. Air juga dianalisis dari segi fungsinva. . Kebenaran agama adalah kebenaran Tuhan yang bersifat gaib.Bila ruang lingkup ilmu pengetahuan hanya sampai pada obyek-obyek nyata yang dapat ditangkap indria. tetapi masalah airdikaji dan diteliti secara mendalam. Tanpa air kita tidak bisa hidup. tuntunan / pedoman harus dilaksanakan dari sesuatu yang harus dihindari. Secara konseptual kebenaran agama terletak pada kepercayaan kepada Tuhan. Kebenaran agama menuntun semangat hidup atau memberi motivasi hidup terhadap manusia. Agama memberi ramburambu kehidupan menuju kehidupan yang lebih baik.ntuk memperoleh jawaban. abadi. kekal. Meskipun kebenaran agama tidak perlu pengujian ilmiah. Mengapa perlu diadakan air? Dari mana air itu berasal '?. artinya (tak terpikirkan oleh akal) namun kenyataan hidup yang sering dihadapi manusia membuat ia tidak berdaya atas kuasa Tuhan terhadap segalanya. mencakup apa yang ada dan apa yang mungkin akan ada. sifatnya. yaitu hidrogen dan oksigen (H 2 0). Seseorang yang mengaku dirinya beragama harus diawali dengan terlebih dahulu tanpa ada keragu-raguan menerima kebenaran agama. dan agama tidak memerlukan pembuktian. Karena itu tidak semua masalah-masalah agama dapat dibuktikan seperti ilmu pengetahuan. namun bersifat abstrak. Air dianalisis terdiri dari dua unsur. Air dalam filsafat memandang tidak hanya sebagai kebutuhan vital. tetapi kebenaran agama dapat disajikan dengan pendekatan secara ilmiah. Dari segi ilmiah/ilmu pengetahuan memandang air adalah sebagai suatu kebutuhan vital yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Agama mengajarkan kepada manusia untuk meyakini adanya wahyu Tuhan. maka ruang 1 ingkup agama sampai di luar jangkauan indria. Berbeda dengan 9 . warnanya dan sebagainya. Demikian seterusnya pertanyaan itu dilontarkan u.

10 . bersistem. ajaran agama dengan mudah dipahami. air ditempatkan pada posisi yang istimewa. ilmu pengetahuuan dan agama. Air juga dipakai sebagai sarana pemujaan seperti .pandangan agama. filsafat adalah induknya ilmu pengetahuan yang menjadi dasar pengkajian timbulnya filsafat. meskipun ketiganya memiliki bidang yang berbeda. Ibarat sebuah pisau belati dengan kedua belah sisinya. Filsafat dan pengetahuan sama-sama menuntut kebenaran secara sadar bermethode. Antara ilmu dan filsafat sejalan dan saling berkaitan. Inilah bukti bahwa agama dan filsafat tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Demikian halnya dengan agama yang berdasarkan keyakinan. namun semuanya memiliki hubungan yang erat. Adapun hubungannya. Ilmu mendukung tumbuh kembangnya filsafat dan sebaliknya dalam filsafat sudah terkandung ilmu pengetahuan. namun penyajian ajarannya tidak terlepas dengan methode penyajian ilmiah. obyektif dan universal. Di India filsafat yang serupa dengan itu dinamai Darsana. Selain dengan ilmu pengetahuan agama juga mempunyai hubungan erat dengan filsafat. Tina amertha. Filsafat. dan sebagainya. Oleh karena itu memperdalam ajaran Hindu tidak terlepas dengan aspek Tattwa. Ilmu Pengetahuan dan Agama. Demikian methode penyajian ilmiah. Tattwa adalah filsafat yang dikemas dalam ajaran Hindu. nilai kesucian nilai religius. C. Etika dan Upacara. Dengan demikian methode penyajian ilmiah mutlak diperlukan dalam bidang agama. satu dengan yang lainnya berbeda. Hubungan Filsafat. Air dipandang mempunyai nilai tambah yakni nilai kepercayaan. Bahkan agama (Hindu) mempunyai aspek filsafat sebagai salah satu bagian yang amat penting berupa Tri Kerangka Agama Hindu yaitu aspek Tattwa. namun satu fungsi.

Sejarah agama Hindu di Indoensia dan perkembangannya. SEJARAH AGAMA HINDU DI INDIA Dalam kitab Weda bangsa Arya mempunyai peran penting sejarah agama Hindu di kemudian hari. Menjelaskan masuknya pengaruh agma Hindu ke Indonesia e. c. Menjelaskan mashab-mashab Hindu di Indnesia MATERI : a. mahasiswa diharapkan dapat : a. Penyebaran bangsa Arya ke arah timur menuju dataran Asia dengan melalui pantai selatan laut hitam 11 .POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : Sejarah Agama Hindu : a. Mashab-mashab Hindu di Indoesia PEMBAHASAN A. Masuknya agama Hindu di Indonesia. TUP : Mahasiswa dapat memahami sejarah perkembangan agama Hindu di India dan di Indonesia TKP : Setelah mengikuti mata kuliah ini. Perkembangan agama Hindu di Indonesia. b. Menjelaskan fase perkembangan agama Hindu ke Indonesia d. c. b. d. Mengetahui sejarah agama Hindu. Menjelaskan bukti kehidupan jaman India kuno. Sejarah agama Indu di India dan Perkembangannya. Kehidupan tata keagamaan Hindu kuno di India b. Bangsa Arya diperkirakan berasal dari darata Eropa.

Pemujaan kepada Dewi Kesuburan ini kemudian berlanjut menjadi pernujaan kepada Dewi Perthiwi yang menjadi salah satu kepercayaan dalam agama Hindu. Sedangkan didepannya terdapat empat ekor binatang buas dan binatang besar lainnya seperti gajah. sehingga nama Saraswati dianggap sebagai Dewi ilmu Penetahuan. 2. Ke arah selatan menuju daratan India dengan melalui celah Keyber dan pegunungan Hindukus dengan menghimpun kitab Weda yang berbahasa Sansekerta. Pada saat menduduki Bactria. Lembah sungai Saraswati ini dalam Reg Weda disebut Brahmawarta (daerah suci). mereka menyebar ke dua arah yaitu ke utara menuju Iran (Timur Tengah) dengan menghimpun kitab Avesta di Iran yang menjadi agama Zoroaster. Bukti-bukti adanya kehidupan keagamaan bangsa Drawida di lembah sungai Sindhu adalah 1. Bangsa Drawida menempati dua kota besar yaitu Mohenjodaro dan Harapa. Penemuan tersebut membuktikan adanya konsepsi Dewa Pasopati. Hiasan rambut yang demikian menjadi bentuk senjata yang bercabang tiga (tri sula) sebagai atribut Dewa Siwa. duduk beryoga. rambutnya dihias seperti kipas. 12 . Bangsa Arya ketika menduduki daerah Bactria disebut masa Indo Iran. 3.menuju Bactria (Asia Kecil). lembu nandini dan badak. Daerah penyebarannya meliputi perbukitan Baluchistan. Rajasthan serta Punyab. Raja binatang tersebut memiliki ciri-ciri seperti. seperti seorang yogi. Ditemukan area Teracota yang dianggap sebagai konsepsi Dewi Kesuburan. Ditemukan materi bergambar seekor binatang yang dianggap sebagai raja binatang. Selanjutnya bangsa Arya menyebar kepedalaman dan menduduki lembah sungai Saraswati. Lembah sungai saraswati ini memegang peran sangat penting. dan dikemudian hari akhirnya dianggap merupakan tempat turunnya wahyu Weda. Ditemukan area Batu Dewa dengan bentuk kepala bertanduk yang terpadu dengan pohon suci Pitaia. Tokoh ini dipersamakan dengan tokoh Siwa Maha Dewa pada berikutnya. Bangsa Drawida adalah bangsa asli India yang menduduki lembah sungai Sindhu.

Penggunaan jubah dalam agama Budha disebut Sanghati yaitu menutup bahu kiri dan bahu kanan tetap terbuka. Jaman Weda.Demikian pula gambar Lembu Nandini yang pada jaman berikutnya merupakan tokoh sebagai wahana Dewa Siwa. ternyata bangsa Drawida (India kuno) memiliki tata cara kehidupan keagamaan yang tinggi Perkembangan kehidupan keagamaan bangsa Drawida setelah terjadi asimilasi dengan bangsa Arya dapat dikelompokan sebagai berikut 1. demikianlah maka Agni adalah dewa api. 6. 7. Dewa-dewa ini masing-masing dihubungkan dengan tenaga alam yang menguasai dan mempengaruhi kehidupan manusia saat itu. memakai ikat kepala dari alang-alang (sirovista). Gambar tersebut membuktikan adanya konsepsi burung Garuda sebagai wahana Dewa Wisnu. Ditemukan materi bergambar burung Elang yang sedang terbang. sedangkan dalam agama Hindu disebut Kalpa Wrksha / Kalpa Taru. Tata cara kehidupan keagamaan dijaman Weda banyak sekali mengenal namanama Dewa. 4. SiwaNataraja melambangkan Siwe sedang menari sebagai simbol untuk menciptakan. Dari data tersebut membuktikkan bahwa kehidupan keagamaan sebelum datangnya bangsa Arya. Konsepsi ini dijaman selanjutnya menjadi kepercayaan umat Budha menjadi pohon Badhi. memelihara dan. memakai jubah dengan hiasan daun. Ditemukan area batu seorang penari yang dianggap sebagai konsepsi pemujaan Siwa Nataraja. Surya adalah 13 . yang pada masingmasing sayapnya ada seekor ular. Ditemukan arca batu seorang tokoh rohaniwan dengan ciri-ciri sebagai berikut. Ini membuktikan adanya konsepsi pohon suci yang memberikan perlindungan kepada umat manusia. Ditemukan materi teracota yang terdapat gambar pohon yang didekatnya berdiri seorang manusia. Tenaga alam itulah merupakan manifestasi Dewa. mata mengarah keujung hidung sebagai lambang melihat dunia spiritual. mempralina 5.

Indra adalah dewa perang dan sebagainya. dimana aspek kekuatan alam yang dipuja melalui Dewa tertentu dengan memakai upakara tertentu. Sebagai kesimpulan bahwa pemikiran keagamaan pada jaman Brahmana Sudah mengarah kepada pemikiran yang lebih logis dan rasional. Jaman Brahmana Jaman ini ditandai adanya kitab-kitab Brahmana yaitu bagian dari Weda yang berisi peraturan dan kewajiban keagamaan. dan sintesis. Candra adalah dewa bulan. Penguraian yang lebih sistematis terjadi pada jaman berikutnya yaitu jaman Upanisad? Oleh karena kehidupan pada jaman Brahmana lebih banyak dikuasai masalah yadnya. 2. Maka peranan para pendeta saat itu mulai dominan yang akhirnya ditandai dengan munculnya jaman Brahmana. Pada umumnya pada jaman Weda ini hubungan manusia dengan Dewa sangat dekat sekali. 14 . adanya pitara dan dunia Dewa/ sorga. Jaman Upanisad. 3. dan menganggap bahwa yadnya itu memiliki daya sakti yang mistik dan bersifat rahasia. Maruta adalah dewa badai. hanya saja jaman Brahmana ini sistem filsafat diperluas lagi dalam bentuk yang lebih abstrak. hanya mereka orang bijaksana menyebutkan dengan berbagai macam nama. Pada jaman ini juga mempercayai adanya hidup itu sesudah mati. Walaupun pada jaman itu mereka mengenal berbagai macam Dewa tetapi Tuhan tetaplah satu.dewa matahari. jaman Brahmana ini merupakan pendahulu pemikir secara sistematis. Namun dasar-dasar pemikiran filsafat ini sebenarnya telah ada pada jaman Weda. Pemikiran masalah ketuhanan pada jaman ini sudah ada dan kemudian disempurnakan pada jaman Upanisad. maka tidak heran jika banyak pemikiran keagamaan bersifat spikulatif. Di lihat dari segi filsafat.

begitu juga masalah hakekat Tuhan digambarkan secara filsafat. Pada waktu itu India mengalami krisis politik. Jaman Wiracaritra. Pemikiran keagamaan jaman ini sudah mulai bersifat filosofis. Jaman Sutra-Sutra. 4. Mimamsa dan Wedanta. Realitas ini tidak keiihatan. Realitas itu disebut Brahman (Tuhan). 15 . artinya ajaran yang mengajarkan bahwa segala sesuatu yang bermacam-macam itu dilahirkan dari satu azas yang tertinggi.Jaman upanisad ini ditandai adanya kitab-kitab Upanisad. filsafat. 6. Waisesika. Jaman ini. hal ini sempat mempengaruhi kehidupan keagamaan. Untuk upacara korban yang diuraikan secara sistematis. Dharma Sutra. Graha Sutra. tidak tembus oleh akal manusia tetapi menyelami segala sesuatu. sebagai contoh munculnya aliran Jainaisme dan Budhaisme. dan begitu juga bermunculan sutra-sutra yang lain seperti Sulwa Sutra. bebas dari awidya. Yoga. Pandangan yang menonjol dalam kitab Upanisad adalah suatu ajaran yang bersifat monitis dan absolutisms. seperti upacara. maka mulai banyak timbul pemikir/ahli agama yang ingin mengadakan pembangunan dibidang agama. Pada jaman ini mulai bermunculan komentar-komentar yang sederhana untuk mempelajari arti dan makna ajaran Weda. Jaman ini adalah jaman yang penting dalam sejarah perkembangan agama Hindu di India. Samkhya. Jaman Skholastik. maka timbulah sutra-sutra seperti Kalpa Sutra. 5. Selain pembaharuan dibidang upacara juga ada pembaharuan dibidang filsafat seperti Nyaya. pembaharuan dibidang agama mulai terasa. etika dan sebagainya.

juga mengusahakan pembangunan dibidang sosial seperti mempelopori pemberantasan poligamL menghindari Sati (pembakaran janda). Ajarannya dikemudian hari menjadi salah satu sumber-ajaran Nanak (1469-1538) sebagai pendiri agama Sikh. Seorang pembaharu ajaran Hindu lainnya adalah Sri Kamaknsna (1834-1886). antara budaya Barat dengan budaya Timur. dan mencoba untuk menjadikan agama Hindu dan agama Islam saling mempengaruhi. Sankara. la adalah seorang tokoh Hindu yang mendapat pendidikan Barat. Ajarannya adalah Monisme. B.Jaman ini merupakan jaman pemimpin besar sebagai kelanjutan jaman Wiracarita seperti tokoh Ramanuja. la adalah pemimpin spiritual dari Kuil Daksinawar dekat Calcutta. seperti Kabir (1140-1518) yang berusaha memberikan pengaruh agama Hindu dengan agama Islam. Setelah masuknya pengaruh Islam. SEJARAH AGAMA HINDU DI INDONESIA. Disamping ia berusaha keras untuk membangun dibidang agama. Arya Samaj ajarannya mencakup tiga hal yaitu: Weda adalah wahyu Tuhan. dan Weda adalah sumber pokok bagi ilmu agarna-agama di dunia. 16 . Aliran lain yang lebih dipengaruhi oleh politik ialah Arya Samaj yang dipelopori oleh Swami Dayananda Saraswati. mulailah ada gejala-gejala perkembangan baru dalam sejarah agama Hindu. Gerakannya disebut Brahma Samaj. Setelah ia meninggal ajarannya diteruskan oleh Debendra Nathagore ayah dari Rabindra Nathagore. Pembaharuan agama Hindu yang besar sekali pengaruhnya adalah Mahatma Gandhi (1869-1948). Madwa. Weda adalah satu-satunya wahyu Tuhan. Maksudnya ajaran ini adalah untuk membangun agama Hindu dan untuk mengadakan sintesa antara yang baru dengan yang kun'o. Satya Graha dan Ahimsa. Setelah Rabindra Nathagore meninggal dilanjutkan oleh Kesab Candra Sen dan akhirnya ajarannya terpecah menjadi berbagai macam aliran. Kebangkitan agama Hindu pada abad XVIII dipelopori oleh Ram Mohan Roy (1772-1833).

yang pada bagian Kiskenda Kanda menyebutkan bahwa Sugriwa dalam usaha mencari Dewi Sita memerintahkan para pasukan kera untuk pergi ke Jayadwipa dan Swarnadwipa. Chrsyse Chersonesus (semanjung emas) dan juga menyebutkan tempat bernama Jabadion yang dalam bahasa Sansekrta sama dengan Jawadwipa. Hal ini mengingatkan pada daerah Swarnadwipa (pulau emas). Chryse Chora (Negeri emas). Setelah sampai di 17 . Teori tersebut adalah. Ada beberapa teori tentang masuknya agama Hindu ke Indonesia. a. Kitab Ramayana yang digubah sebelum Masehi. c.Walaupun secara sederhana. Pada waktu orang meninggal maupun saat penguburan bahkan sesudah selesai penguburan masih juga dilakukan upacara sradha agar hubungan mereka tidak terputus. yang menyebutkan beberapa tempat seperti Agryse Chora (negeri perak). Bukti ini merupakan pedoman berlayar di samudra Indonesia (lautan Erythrasa). Data yang memuat secara rinci masuknya agama Hindu ke Indonesia belum dijumpai. b. Masuknya agama Hindu di Indonesia. baik di Indonesia maupun diluar negeri. a. Kitab Geographika Hepigeses seorang Yunani Iskandariah pada abad 2 masehi. Hal ini juga masih dilakukan dibeberapa daerah di Indonesia. Dengan data tersebut teranglah bahwa hubungan India dengan Indonesia telah terjadi ribuan tahun yang silam. 1. Mookerjee (India 1912) menyatakan bahwa masuknya pengaruh Hindu dari India ke Indonesia dibawa oleh para pedagang yang besar. Kitab Periploustest Erythastolesses yang ditulis oleh seorang nahkoda Yunani. Dalam kitab ini menyebutkan terjadinya hubungan antara India dengan wilayah yang bernama Chryse Chora (negeri emas). pada jaman prasejarah di Indonesia juga telah mengenal kepercayaan kepada kekuatan gaib mereka juga melakukan upacara pemujaan/Sradha. Oleh karena itu dipakailah sumber-sumber tidak langsung yang berasal dari luar Indonesia.

Agama Hindu di Indonesia. Mantra. peranan kaum ksatriya sangat besar. 18 . Para ahli sejarah berkesimpulan bahwa masuknya agama Hindu ke Indonesia terjadi awal tahun masehL sekalipun tak ada bukti tertulis atau benda-benda purba kala dari kehidupan agama saat itu. Bosh (Belanda) menyatakan bahwa dalam penyebaran agama 1 lindu ke Indonesia. dengan leori gabungan menyatakan bahwa masuknya pengaruh Hindu ke Indonesia dibawah oleh kaum brahmana. e. maka terjadilah penyebaran agama Hindu di Indonesia b. Dari data peninggalan sejarah di Indonesia disebutkan bahw Rsi Agastya pernah menyebarkan agama Hindu di Indonesia. Krom (Belanda) dengan teori Wesya menyatakan bahwa diterimanya pengaruh Hindu di Indonesia melalui penyusupan jalan damai yagn dilakukan oleh golongan pedapang (wesya). Moens (Belanda) menyatakan bahwa peranan kaum ksatriya sangat besar dalam proses kolonisasi. c. Melalui proses ini agama Hindu mulai menyebar di Indonsia.Indonesia mereka membentuk koloni dan membangun kota kemudian mengadakan kontak hubungan dengan India. dan wesya f. B. Kehidupan keagamaan di Indonesia dapat diketahui pada abad IV masehi dengan ditemukannya tujuh buah Yupa peninggalan kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. 2. 1. d. sekalipnn unsur India merupakan zat penyubur kebudayaan. Dalam kehidupan keagamaan didapatkan keterangan pada dua buah Yupa yang menyatakan bahwa maksud pendiriannya itu untuk memperingati yadnya yang dilaksanakan oleh raja Mulawarman.

dibuktikan dengan ditemukan prasasti Dinoyo 682 Saka dengan memakai hurup Jawa Kuno yang bahasa Sansekrta. Prasasti tersebut memakai huruf Pallawa dan bahasa Sansekrta. Peninggalan lain yang membuktikan pada jaman Singasari adalah berdinnva candi Kidal. Jambu. Kebon Kopi. diantaranya memuat pemujaan terhadap dewa Siwa. Dengan berakhirnya kerajaan Kanyuruhan maka muncullah dinansti I sana Wamsa dengan raj any a Empu Sendok. Keseluruhan prasasti itu berbentuk syair yang terdiri 12 bait. Perkembangan agama Hindu selanjutnya ternyata bergeser ke arah timur yaitu Jawa Tengah. Ken Arok sebagai raja pertama digelari Bhatara Guru. Isi prasasti tersebut menyatakan bahwa raja Simha dari kerajaan Kanyuruhan mengadakan upacara besar beserta para pendeta dan penduduk negeri.Tugudan Prasasti Lebak. candi Jago dan candi Singosari. Hal ini membuktikan Ken Arok adalah penganut Hindu yang setia. Di jaman berikutnya agama Hindu berkembang di Jawa Timur. Perkembangan agama Hindu di Jawa Tengah dapat dibuktikan dengan adanya prasasti Tukmas di lereng gunung. Jaman Majapahit merupakan masa gemilang perkembangan agama Hindu. 19 . Muara Cianten.Setelah di Kutai agama Hindu ternyata berkembang di Jawa Barat pada abad V. Merbabu. satu bait untuk dewa Wisnu dan satu bait lagi untuk dewa Brahma. Bangunan suci peninggalan tertua kerajaan Hindu di Jawa Timur adalah candi Badut di Malang. Perkembangan selanjutnya. Kesaksian lain kehidupan agama Hindu di Jawa Tengah dapat diketahui dari prasasti Canggal yang dikeluarkan oleh raja Sanjaya tahun 654 Saka dengan candra sengkala “Sruti indria rasa". Pasiwari. Hal ini dibuktikan dari tujuh buah prasasti yaitu Ciaruteun. Pada abad XIII berakhirlah masa Singosari sehingga muncul kerajaan Majapahit. agama Hindu hidup pada jaman Singosari tahun 1042-1222 masehi. Dari prasasti tersebut dapat dipastikan bahwa raja Purnawarman adalah raja Tarumanegara yang beragama Hindu.

ternyata agama Budha juga datang ke Bali. Dan lain-lain. Yayasan Dwi Jendra tahun 1959 di Denpasar. Sara Poestaka tahun 1923 di Ubud Gianyar. Pada tanggal 23 Pebruari 1959 beberapa organisasi keagamaan mengadakan pentemuan membentuk Majelis Agama Hindu. Sedangkan tempat moksa beliau didirikan pura Silayukti. Oleh karena muncullah organisasai keagamaan seperti : Suita Gama Tirtha tahun 1921 di Singaraja. Beliau datang pada abad XI pada pemerintahan Udayana. maka agama Hindu berkembang di Bali. Perhimpunan Catur Wangsa Dirg/Gama Hindu Bah tahun 1926. Setelah mundurnva masa kerajaan di Bali. Kemudian tanggal IT-23 Nopember 20 . di Klungkung. Setelah Majapahit mulai suram. Paruman Para Pandita tahun 1949 di Singaraja.Bukti kemegahan agama Hindu jaman Majapahit adalah berdirinya candi Penataran di Blitar. Sebagai penghormatan kepada Empu-Kuturan dibuatlah pelinggih Menjangan Salwang pada kebanyakan pura yang ada di Bali. Kahyangan Jagad. Surya Kama tahun 1925 di Singaraja. Bersamaan masuknya agama Hindu di Bali pada abad VIII. maka pembinaan agama Hindu diatur oleh desa adat dan Griya-griya (sulinggih) secara lokal. Menurut lontar-lontar yang ada di Bali. Madjelis Hinduisme tahun 1950 di Klungkung. Wiwadha Sastra Sabha tahun 1950 di Denpasar. Kahyangan Tiga. Konsepsi pemujaan Dewa Tri Muni dimasyarakatkan dengan melalui Desa Pakraman pada setiap Kahyangan Tiga. Kehidupan keagamaan dengan berbagai sekta-sekta yang hidup pada jaman sebelumnya dan akhirnya dapat disatukan dengan melalui Sad Kahyangan. bahwa Empu Kuturan sebagai pembaharu agama Hindu di Bali. kehidupan agama Hindu kurang mendapat perhatian.

21 . b. Semuapanditadi Bali disebut sebagai Sidhanta ciri-ciri Sidhanta antara lain. dan Mashab Rsi atau sermg disebut Mahabrahmana Sewa Sogata. mashab ini mengutamakan pemujaan kepada dewa Wisnu dengan saktinya dewi Sri sebagai dewa kesuburan. d. persembahan air suci untuk upacara. sikap tangan (mudra). Wesnawa. Krom mengatakan bahwa di Jawa pernah berkembang mashab Saiwa. Bhairawa. sihir dsb. c. mengucapkan doa tiga kali sehari. Dr. Bosh menyebutkan pada masa Pemerintahan Hayam Wuruk pernah berkembang mashab Sora Mashab Budha. Siwa Sidhanta yaitu mashab yang lebih mengutamakan pemujaan kepada Dewa Siwa. Prof. R. menggunakan kekuatan leak.1961 umat Hindu berhasil menyelenggarakan Dharma Asrama Para Sulinggih di Campuan Ubud Gianyar dengan menghasilkan Piagam Campuan Ubud yang merupakan titik awal sebagai landasan pembinaan umat Hindu. Mashah-Mashab Hindu di Indonesia Perkembangan agama Hindu dari India menuju seluruh pelosok dunia termasuk Indonesia tidak lerlepas adanya mashab (sekta) yang ada. Mashab Saugata. Selanjutnya tanggal 7-10 Oktobrr 7-10) diadakan Mahasabha Hindu Bait dengan menetapkan majelis keagamaan bernama Parisada Hindu Bah sekarang menjadi Parisada Hindu Dharma Indonesia 2. Goris dalam bukunya sekta-sekta di Bali menyebutkan ada 9 mashab yang pernah berkembang di Baii yaitu : a. adanya upacara agama. mashab ini aliran Durga dari tangan kiri. Pasupata. Cirinya adanya pemujaan pada setra. mashab ini sudah hilang ciri-cirinya pemujaan Lingga sebagai lambang Siwa.

Sora. TUP : Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui asal mula alam semesta dan unsur-unsur serta meyadari kedudukanya sebgai makhluk yang merupakan bagian dari alam semesta. Rsi. Ganesha. h. POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : ALAM SEMESTA : a. tepatnya Desa Budha Keling masih terdapat pandita Budha yang menggunakan tata upacara Hindu. i. mashab ini masih ada di Bali Selatan yaitu daerah Karangasem. Brahma/ Smartha adalah mashab yang masih menggunakan cara-cara hidup secara tradisi. Menjelaskan proses terciptanya alam semesta 22 . mashab ini lebih cenderung melakukan tapa. TKP : Mahasiswa diharapkan dapat : a. yoga. mashab ini mengutamakan pemujaan kepada dewa Surya. brata. mashab ini mengutamakan pemujaan kepada dewa Gana sebagai dewa penghalang dari ganggilan. f. Asal mula manusia dan unsur-unsurnya. Proses terciptanya alam semesta b. g. . Dari kesembilan mashab yang pernah hidup di Bali akhirnya dapat disatukan menjadi Siwa Sidhanta yaitu Hindu yang kita warisi sampai sekarang.e. semadi di tempat-tempat yang sunyi. Budha / Soghata.

Asal mula manusia dan unsur-unsurnya c. tad anupravicya sac ca tyao ca abhavat" Artinya. anrawang anruwung”. “Duk tan hana paranparan. 23 . d. Hakekat manusia d. Setelah menciptakan kedalam ciptaannya itu Hyang Widhi menjadi satu. binatang dan tumbuh-tumbuhan POKOK MATERI : a. Asal mula alam semesta b. Manusia. binatang dan tumbuh-tumbuhan PEMBAHASAN A. Artinya sebelum diciptakan alam ini tidak ada apa-apa. Maha Esa dan tidak ada duanya. Dengan tapa inilah Hyang Widhi menciptakan alam semesta dengan segala isinya. Asal Mula Alam Semesta Telah kita ketahui bahwa Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) adalah Maha Pencipta. alam dengan segala isinya tiada. Sebelum Hyang Widhi mencipta. Di dalam Weda (Taittriya Upanisad) disebutkan sebagai berikut: "Sa tapo tasyata so tapas taptva. Hyang Widhilah yang menciptakan alam semesta dengan segala isinya. sad ewa saumya idam agra asit. yang tercipta melalui tapanya Hyang Widhi sendiri. Hyang Widhi melakukan tapa. Tapa adalah pemusatan tenaga pikiran yang terkeram hingga menimbulkan panas memancar. setelah mengadakan tapa tcrciptalah semuanya yaitu segala apa yang ada di alam semesta ini. Idam wa agra naiwa kincid asit.b. ekam ewa adwitya. Alam semesta dan segala isinya adalah ciptaan Hyang Widhi yang merupakan pancaran kemahakuasaan-Nya. idam sarvam asjata yad idam kim ca. Artinya ketika sebelum ada pencipta maka tidak ada apaapa dan semuanya tidak menentu. Didalam Weda (Brihad Aranyaka dan Chandogya Upanisad) disebutkan sebagai berikut . Menjelaskan asal mula manusia dan unsur-unsurnya c. Menjelaskan hakekat manusia. Menjelaskan perbedaan antara manusia. tat srstva tad eva anupray icat.

Alam semesta dengan segala isinya ini yang dahulu kala pernah tidak ada. Rajas dan Tamas. Samttwam sifat dasarnya adalah tenang dan menerangi. berikut: Prakrtim purusam cai va viddhy anandi ubhavapi. Penciptaan oleh Hyang Widhi melalui tapa-Nya. Proses ini bcrlangsung secara berjenjang. Rajas sifat dasarnya adalah aktif dan dinamis. disamping menciptakan alam semesta dengan segala isinya ini juga menyatu dan meresap kedalam ciptaanNya serta menghidupkan atau memberikan jiwa alam semesta dengan segala isinya sehingga adanya kehidupan. Pada saat ini tercipta disebut "Srsti” atau Brahma Diva (siang hari Brahma) dan ketika alam ini meniada disebut "pralaya" atau Brahma Nakta (malam hari Brahma). Artinya : Ketahuilah bahwa Purusa dan Prakerti kedua-duanya adalah tanpa permulaan dan ketahuilah juga bahwa segala bentuk dan ketiga guna lahir dari Prakerti. lain ada. Baik Purusa maupun Prakerti kedua-duanya memiliki sifat yang tak dapat diamati dan tanpa pernuilan. 24 .Demikianlah kemahakuasaan Hyang Widhi. seperti dijelaskan dalam Weda (Bagawadgita. 19) sebagai. Vikarams ca gunas cai va viddhi prakrtisambhavan. Pertemuan antara Purusa dan Prakeni ini dilukiskan sebagai kerja sama antara yang melek tapi lumpuh dengan yang kuat tapi buta. kemudian tidak ada lagi dan demikian seterusnya berulang kali. yaitu Samttwam. dan Tamas sifat dasarnya adalah berat dan gelap. Dari jenjang yang teramat gaib atau halus sampai jenjang yang tampak atau berwujud. sedang Prakerti adalah unsur dasar yang bersifat kebendaan. Purusa adalah unsur dasar yang bersifat kejiwaan. Prakerti yang merupakan azas kebendaan memiliki Tri Guna. Demikianlah proses terciptanya alam semesta. Dengan kerja itulah mereka baru bisa melakukan atau membuat sesuatu. pada mulanya terjadi dua kekuatan asal. yaitu Purusa dan Prakerti. Purusa dan Prakerti inilah kemudian bertemu atau bekerja sama menyebabkan adanya alam semesta ini secara bertingkat dan berjenjang. XIII.

Artinya : demikianlah halnya Bhatara Siwa (Tuhan) keberadaan-Nya pada segala makluk pada akhirnya akan kembali kepada-Nya. B. riwekasan lina ring sira mwah. Demikian juga gunung. manusia serta yang lainnya. Ahamkara herfungsi untuk merasakan. 25 . pohon. Budhi ini adalah sifat yang dimiliki oleh Satmam sehingga keputusannya bersifat bijaksana. Mangkana pwa Bhatara Siwa irikang tattwa kabeh. Demikian dinyatakan dalam Weda (Bhuwana Kosa. Asal mula manusia dan unsur-unsurnya. sungai. pada saatnya nanti akan kembali kepada Hyang Widhi. Sparsa tanmatra (sari rabaan). Perkembangan selanjutnya dari Panca Tanmatra adalah Panca Maha Bhuta yaitu lima unsur yang kasar meliputi: Akasa (ether/ruang). Selanjutnya dari Budhi ini lahirlah Ahamkara. Apah (air) dan Pertiwi (tanah). Mahat yang berarti agung. Bayu (hawa/udara).22b) sebagai berikut . Jadi jelaslah bahwa alam semesta dengan segala isinya lahir dan mengalir dari tubuh Hyang Widhi. Rupa tanmatra (sari warna). Dari mahat ini kemudian muncullah Budhi yaitu benih kejiwaan tertinggi. bumi yang disebut Brahmanda. bulan. binatang. Dari Ahamkara lahirlah Manas yaitu akal pikiran yang berfungsi untuk berpikir. dan Ganda tanmatra (sari bau).Akibat adanya kerja sama Purusa dengan Prakerti ini menyebabkan kekuatan yang ada pada Tri Guna menjadi seimbang. Teja (api ). Pertama-tama kekuatan Sattwam yang lebih besar dari Rajas dan Tamas melahirkan adanya Mahat. lp. Rasa tanmatra (sari rasa). demikian umpamanya bagaikan buih banyak timbulnya. nihan drtopamaya kadhyangganing wereh makweh mijilnya tunggal ya sakeng way. Dari Manas selanjutnya lahir Panca Tanmatra yaitu lima unsur halus yangmeliputi Sabda tanmatra (sari suara). tunggallah itu asalnya dari air. Panca Maha Bhuta ini kemudian menjadi alamsemesta dengan segala isinya seperti matahari.

Rongga dada. Ghranendriya (indria pada hidung). sedangkan unsur Prakerti menjadi badan kasar atau stula sarira. Upasthendriya (indriya pada Anus). Indriya itu tak dapat di amati. Pada diri manusia unsur Purusa itu menjadi Jiwatma. 3. 5. Suksma Sarira terdiri dari Budhi. Stula Sarira atau Raga sarira yang terjadi pada Panca Tanmatra dan Panca Maha Bhuta uraiannya adalah sebagai berikut: 1. Srotendriya (indriya pada telinga). Tri Antah Karana Sarira inilah menciptakan alat badan mausia yang amat menetukan watak seorang. Manas dan Ahamkara yang disebut dengan Jri Antah Karana Sarira. kelenjar.Asal mula manusia dan alam ini pada hakekatpya sama yaitu dari Purusa dan Prakerti juga. Panas badan. Twakindriya (indriaya pada kulit). daging dan segala yang pada sifatnya terjadi dari Gandha atau Perthiwi. Maka itu alam semesta ini Lazim disebut Bhuwana Agung dan manusia disebut Bhuwana Alit. Panca Karmendriya yaitu terdiri dari Panindriya (indriya pada tangan). Suksma Sarira disebut Raga Sarira. Jihwendriya (indria pada lidah). empedu. Tulang belulang. Padendriya (indirya pada kaki). sinar mata dan yang panas dan bercahaya sifatnya terjadi dari Rupa atau Teja. 2. Darah. 4. karena semua indriya itu berpusat pada pikiran manusia. 26 . Napas dan udara dalam badan terjadi dari Sparsa atau Wayu. Panca Budhindriya yaitu terdiri dari Cakswindriya (indriya pada mata). Indra manusia ada 10 banyaknya sehingga disebut Dasendriya yang terbadi menjadi dua bagian yaitu : 1. Manas disamping berkedudukan sebagai anggota dari Tri Antah Karana Sarira juga berkedudukan sebagar Rajendriya. 2. Wakindriya (indriya pada mulut). otot. rongga mulut dan segala rongga lainnya terjadi dari Sabdha atau Akasa. lemak. air badan dan segala yang cair sifatnya terjadi dari Rasa atau Apah.

Dewadatta (udara pada saat menguap). Jadma. Manusia sering juga disebut Atmaja. Disebut Purusa karena memang berasal dari Purusa. Naga (udara pada perut yang keluar pada saat perut mengempis).Dalam hubungannya dengan Sthula Sarira manusia terjadi dari unsur antara lain . Kurrnara (udara yang keluar dari badan oleh tangan dan jari). Wijnanamaya kosa (badan dari sari pengetahuan). Dananjaya. Asal mula manusia. Samana (udara pada pencernaan). bayu dan idep. karena pada hakekatnya ia adalah Atma atau Anu yang lahir dari Atma atau Anu yang berbadan. Jadma. Perbedaan kelahiran 27 . Pranamaya kosa (badan dari sari nafas). 2. Dengan demikian manusia pada hakekatnya adalah penjelmaan dari Atma. dan semua itu adalah sama yaitu percikan yang mengalir dari Tuhan. Manusia disebut Atmaja. Purusa. Sedangkan yang mempunyai hubungan dengan Suksma Sarira (badan halus) manusia antara lain adalah Panca Kosa yaitu 5 pembungkus dari badan halus manusia yang terdiri dari: Annamaya kosa (badan dari sari makanan). Apana (udara pada pantat). sedangkan Atma adalah berasal dari percikan Tuhan D. Dasa Bayu atau Dasa Prana yaitu 10 macam udara dalam badan manusia yang terdiri dari: Prana (udara pada paru-paru). Manusia. Anandamaya kosa (badan dari sari kebahagiaan). Berbeda pada sabda. Mamsa (daging). Odwad (otot). binatang dan tumbuh-tumbuhan pada hakekatnya adalah sama. Anuja. Byana (udara yang menyebar ke seluruh tubuh). Asti/tawulan (tulang). Rudhira (darah) dan Carma (kulit). Hakekat Manusia Manusia adalah makluk yang berakal. Binatang dan Tumbuh-tumbuhan. C. Sumsum (sumsum). tetapi berbeda. Krkara (udara pada saat bersin). (udara yang memberi makan pada badan). Anuja. Sad Rosa yaitu lapis pembungkus yang terdiri dari. Manomaya kosa (badan dari sari pikiran). Udana (udara pada kerongkongan). 1.

Tetapi jika Sattwam dan Tamas sama kuatnya menyebabkan akan mencapai surga. ya ta matangnyan mulih ring swarga. sebab ia suci yang menyebabkan melaksanakan rasanya (isi) agama dan tuntunan guru. 2. sebab sattwam adalah sifat ingin berbuat baik. Apabila Prakerti bertemu dengan Purusa. apan ya nirmala dumeh ya gumayaken rasa ning agama lawan wekasning guru. menjadi tumbuh-tumbuhan.20) Artinya.disebabkan dari karma wasana. Apabila kekuatan Sattwam yang paling unggul dibanding dengan Rajas dan Tamas menyebabkan Atma akan mencapai moksa. Atma menjelma menjadi manusia. menyebabkan pulang ke sorga. Rajas dan Tamas. (Ws. Yapwan pada gong nikang satwa lawan rajah yeka matangnyan mahyun magawaya dharma denysu kadadi pwakang dharma denya kalih. 1. Jika berimbang kekuatan Sattwam. 28 .Tw. Tw. Sedangkan jika Rajas lebih unggul dari Sattwam dan Tamas menyebabkan Atma jatuh ke neraka. apan ikang satwa mahyun ing gawe hayu ikang rajah manglakwaken. Apabila kekuatan Tri Guna ini berimbang maka Atma gienjelma menjadi manusia. karenanya berhasillah dharma itu. (Ws. yang ditentukan oleh pertimbangan kekuatan Tri Guna. menjadi binatang. itulah menyebabkan ingin mengamalkan dharma. si rajas itu yang melaksanakannya. 21) Artinya : Apabila sama besarnya antara sattwam dan rajas. maka Tri Guna itu mulai aktif dan ingin saling menguasai. maka Atma menjelma menjadi manusia. itulah sebabnya atma menemukan kelepasan. Yan satwika ikang citta ya henuning atma pamanggihaken kamoksa. Karma wasana bersumber pada perbuatan masa lalu. Tri Guna adalah bagian dari Prakerti. Apabila sattwa citta unggul. Demikianlah disebutkan dalam Weda (Wrhaspati Tattwa) sebagai berikut. Akhirnya jika Tamas lebih unggul dengan yang lain maka Atma menjelma sebagai binatang atau bisa pula menjadi tumbuh-tumbuhan.

ya hetuning atma matemah tiryak ya tan dadi ikang dharmasadhana denya. 22) Artinya: Apabila sama besarnya ketiga guna. (WsTw. an pangdadi ta ya janggama (Ws. Dengan memperhatikan sloka di atas maka jelaslah bahwa penycbab utama dart perbedaan kelahiran itu adalah Tri Guna. tamah. Apabila cina rajas yang besar. krodha kewala. ikang sattwa. ya ta matangnyan pangjadma manusa.. sakti pwa ring gawe hala ya ta hetuning atma tibeng naraka (Ws Tw . itulah yang menyebabkan atma jatuh ke neraka. Tri Guna ini mclahirkan karma wasana. karena sama-sama memberikan kehendaknya / keinginannya 4. itulah yang menyebabkan menjelmanya manusia..24). Yapwan cina rajah magong. Yapwan tamah magong ring cina. rajah. apan pada winch kahyunya. ia tidak dapat melaksanakan dharma olehnya. Artinya: Apabila tamah yang besar pada cina.23). itulah menyebabkan atma menjadi binatang. Artinya. Yan pada gongnya katelu.Tw.. 5.... hanya marah kuat pada perbuatan jahat. 29 . Karma wasana inilah yang menentukan corak dan jenis kehidupan di dunia ini.3. yang menyebabkan menjadi tumbuhtumbuhan.

Yaitu sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akherat kelak. Sapta Rsi penerima wahyu e. Pembagian dan isi Weda TUP : Mahasiswa dapat meyakini bahwa Weda sebagai kitab suci sekaligus sebagai sumber hukum agama Hindu berasal dari wahyu Hyang Widhi dan sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. mahasiswa diharapkan dapat: 30 .SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH SEMESTER TAHUN KULIAH SKS JENJANG : Agama Hindu : : : : S1 Tujuan Kurikuler : Mahasiswa dapat meyakini bahwa Veda sebagai kitab suci sekaligus sebagau sumber hukum agama Hindu yang berasal dari wahyu Tuhan yang diterima oleh para Maha Rsi. Umur kitab suci Weda d. Pokok Bahasan : Weda sebagai kitab suci sekaligus sebagai sumber hukum Hindu Sub Pokok Bahasan : a. Bahasa dalam Weda c. Pengertian Weda b. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini.

Mengetahui Sapta Rsi penerima wahyu e. Pengertian Weda Secara etimologi kata Veda berasal dari bahasa Sansekerta yaitu terdiri dari akar kata Vid yang artinya mengetahui. Dharma Tula : Buku. Umur kitab suci Weda d. Mengetahui pembagian isi Weda Pokok Materi : a. papan tulis : Lisan.a. Maharsi Sayana mengatakan bahwa Veda merupakan wahyu Tuhan yang mengandung ajaran kebajikan untuk kesempurnaan umat manusia serta menghindarkannya dari perbuatan jahat. Sapta Rsi penerima wahyu e. kebijaksanaan. media masa : OHP. Mengetahui bahasa yang dipakai dalam Weda c. Dari akar kata Vid berubah menjadi kata benda Veda yang artinya pengetahuan. Pengertian Weda b. ajaran suci atau kitab suci bag! umat Hindu. Pembagian dan isi weda Alokasi waktu Pengalaman Belajar Sumber belajar Media Evaluasi : 2 x 50 menit : Kuliah. Bahasa dalam Weda c. kebenaran. Mengetahui umur kitab suci Weda d. baca buku. dosen. Kemudian secara sematik kata Veda mengandung arti pengetahuan suci. kitab suci yang mengandung kebenaran abadi. tertulis PEMBAHASAN A. Memahami pengertian Weda b. Akan tetapi kata Veda ditulis dengan huruf a panjang (a) maka kata Veda berarti kata-kata yang diucapkan dengan aturan-aturan 31 .

jadi Veda adalah kitab suci. Dengan dasar pengertian inilah akhinna dipergunakan istilah mantra (G. dinyanyikan atau dilagukan. Hal ini dibenarkan pula baik oleh tradisi maupun kenyataan sebagaimana yang diperoleh dari hasil riset para ahli Weda. Kemudian pada tahun 200 SM. Demikian pula Dharmasastra karena keduanya adalah sumber hukum suci. demikian pula yang dimaksud Smrti adalah Dharmasastra.10 disebutkan : Srutis tu Vedo wijneyo Dharmasastram tit wai smrtih te sarwatheswam immamsye tabbyam dharmohi nirbabhau Artinya : Sesungguhnya Sruti (wahyu) adalah Veda. bahasa itu mulai dikenal dengan nama Sansekena setelah Patanjali menulis kitab Bahasa pada abad 32 .10 tersebut di atas dapat diperoleh pengertian bahwa yang dimaksud dengan Veda ialah Sruti yang merupakan kitab suci yang tidak boleh diragukan kebenarannya. dan menamakan bahasa yang dipakai di dalam Veda dengan nama Daiwi Wak (bahasa dewata). Maharsi Manu dalam ajarannya sebagaimana yang ditulis oleh Bhagawan Bhrgu memberi keterangan tentang arti kata Veda secara limitatif. BAHASA DALAM VEDA Bhagauan Panini mulai men\usuntata bahasa Sansekerta sebelum Veda mulai diselidiki yaitu pada tahun 700 SM. Dalam Manawa Dharmasastra Bab 11. Dari yang tersirat dalam Manawa Dharmasastra bab 11. Dr.tertentu. M. Winternitz dalam bukunya A History Of Indian Literature Vol 1 (1959) menegaskan bahwa kitab suci Veda tidak terdiri dari satu buku saja melainkan terdiri dari banyak buku. kedua hal ini tidak boleh diragukan dalam hal apapunjuga karena keduanya adalah kitab suci yang menjadi sumber daripada Dharma (agama Hindu). B. Pudja : 1981 : 6). Jadi dalam pengertian ini Veda adalah kata-kata yang diucapkan dengan aturanaturan tertentu.

kemudian dilanjutkan oleh Bhagawan Katyayana yang lebih populer dengan nama Bhagawan Wararuci. Para Rsi penerima wahyu Veda menggunakan bahasa Sansekerta. Setelah Panini berhasil menyusun tata bahasa Sansekerta. maka seluruh wah\u Veda menegunakan bahasa Sansekerta dan bahkan bahasa untuk seluruh susastra Hindu yang berkembang kemudian juga menggunakan bahasa Sansekerta walaupun kemudian telah banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Nama Sansekerta yang untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Bhagawan Patanjali adalah untuk menvebutkan nama bahasa yang dipakai oleh masyarakat umum dalam pergaulan di Bharata Warsa. Oleh karena tidak ada yang mengetahui dengan pasti kapan Veda diwahyukan maka pendapat para sarjana baik di dunia barat maupun di timur tidak ada kesamaan pandangan. Beliau menulis keterangan-keterangan tambahan atas karya Panini. Memperhatikan hal itu maka dapat disimpulkan bahwa wah\u itu diterima menurut bahasa yang digunakan oleh penerima wahyu. Kemudian muncul pertanyaan pada kita yaitu bahasa apakah yang dipakai ketika wahyu itu diturunkan dan ketika Veda itu dituliskan? Jika dibandingkan dengan berbagai kitab suci lainnya yang cenderung mempergunakan bahasa yang dipakai pada tempat wahyu.11 SM. Perlu juga ditandaskan bahwa Veda pada mulanya diterima secara lisan dan kemudian diajarkan kepada pengikutnya secara lisan pula mengingat pada saat Veda diwahyukan 33 . Pada abad V SM. C. UMUR KITAB SUCI VEDA Kapankah Veda diwahyukan atau kapan para Maha Rsi menerima wahyu Veda dari Tuhan Yang Maha Esa ? Tidak ada jawaban yang pasti terhadap pertanyaan ini. itu diturunkan seperti Alquran dengan bahasa Arab dan yang lainnya. Kemudian bahasa itupundibedakandari bahasa Pali. Selain itu beliau juga menulis kitab Sarasamuccaya yang kemudian di Indonesia diterjemahkan ke dalam bahasa Jawab Luno pada zaman keemasan Hindu di Jawa. bahasa yang dipakai oleh orang-orang Magadhi di dalam penxebaran agama Budha.

800 tahun sebelum masehi. Dengan demikian berarti Veda itu telah ada sebelum pengertian waktu itu ada. Oleh karena itu Veda telah ada saat Brahma ada. 8.000-500 tahun sebelum masehi. Namun demikian pada dasarnya umat Hindu mempunyai keyakinan bahwa Veda bersifat Anadi Ananta yang artinya tidak berawal dan tidak berakhir dalam pengertian waktu. DR. 7.500 tahun sebelum masehi. Vaisampayana yang menyusun Yajur Veda. Jadi bahasa lisan lebih duhulu digunakan baru kemudian ketika tulisan ditemukan. Max Muller menyatakan sekitar 1. Tentang hal ini Brhadaranyaka Upanisad (II. Kembali tentang kapan wahyu Veda diterima dapat dilihat pendapat para ahli berikut ini: 1.beium dikenal adanya tulisan. Sylvain Levy memperkirakan 1. 6. 2. 5. Jaimini menyusun Athanva Veda. 4.000 tahun sebelum masehi Stutterheim memperkirakan 1. Haug memperkirakan 2. Diantara pendapat para ahli seperti tersebut di atas tentu mempunyai alasan-alasan tersendiri. mantra-mantra Veda kemudian dituliskan kembali dan tentang penulisan kembali ini secara tradisional berdasarkan kitab-kitab Purana. Bal Gangadhar Tilak menyatakan 4000 tahun sebelum masehi.000 tahun sebelum masehi. Heina Gelderen memperkirakan 1. Maharsi Wyasa atau Krsnadvipayanalah yang menuliskan kembali ajaran Veda kedalam empat himpunan (samhita) dibantu oleh empat orang siswanya yaitu Pulaha yang menyusun Rg Veda. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih awal daripada Veda. 3.4. sebelum alam semesta diciptakan.150-1000 lahun sebelum masehi.200 . evam va are symahato bhutasya nihsvasitam etad yad rgvedo Yajurvedah Samavedo tharwangirasa itihasah puran avidya Upanisadah slokah sutrany anuvyakhyani vyakhyani asyaivaitanisarwani nihsvasitani Artinya : 34 . Lokamanya Tilak Shastri menyatakan 6. Vidyaranya menyatakan sekitar 1.10) menyatakan Sayathardraidhagner abhyahitat prtag vinicaranti.400 tahun sebelum masehi.

Seperti juga sinar api yang dihidupkan dengan minyak campur air. Upanisad. Dari padaNya semua dinapaskan. Istilah Rsi tidak sama artinya dengan pendeta. Sutra (aphorisms). Purana dan ilmu pengetahuan. sedangkan dewasa ini Rsi adalah pendeta. D. walaupun kadang-kadang diartikan demikian seperti terdapat di beberapa daerah. yang agung dan utama melebihi dari Rsi-Rsi lainnya. Ketujuh Rsi ini merupakan kelompok keluarga. Sapta Rsi ini tergolong vipra yang dianggap sebagai nabi penerima wahyu yang pertama di dalam Veda (Rg. Veda). Oleh karena itu untuk membedakan arti kata Rsi sekarang dengan Rsi jaman dahulu digunakan istilah Maha Rsi. la adalah pendeta dan juga sastrawan. Untuk mengetahui kedudukan serta peranan dari ke tujuh Maha Rsi itu dalam rangkaian turunnya wahyu itu. Dari Sloka di atas tersirat makna bahwa Tuhan Yang Maha Esa tidak dapat terpisahkan dengan Veda ibarat hidup yang tidak dapat terpisahkan dengan napas. berbagai asap akan keluar dan menyebar. sebab beliaulah yang pertama menerima melalui Dewa Brahma yang menyampaikan ayat suci itu. Dari beliau-beliaulah semua ayat-ayat yang terdapat di dalam Veda ini dianggap sebagai sumbernya. Atharwa Veda (Atharwangirasa). SI oka. Itihasa. baik sebagai nabi maupun sastrawan. begitu juga Rg. ia adalah nabi. Veda. komentar-komentar. Seorang Rsi mempunyai sifat-sifat tertentu dan jabatan tertentu. berikut ini di uraikan masing-masing sebagai berikut 35 . Sapta Rsi ini merupakan Rsi-Rsi yang paling banyak disebutkan namanya. SAPTA RSI PENERIMA WAHYU Sapta Rsi artinya tujuh Rsi. penjelasan. Yajur Veda. Jadi sukarlah untuk mengatakan kedudukan Rsi yang sebenarnya. yang artinya Rsi . Sama Veda.

Ada pula yang mengatakan bahwa diantara pasal-pasal itu diturunkan melalui Kusika. Sehingga dapat dikatakan bahwa sejarah Grtsmada tidak diketahui dengan pasti. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa Maha Rsi Wamadewa telah mencapai penerangan sempurna sejak masih berada dalam kandungan ibunya. Karena dapat diduga bahwa ayat-ayat Veda mandala III ini ada yang diturunkan se-belum Wiswamitra yang kemudian oleh Wiswamitra digabungkan dengan ayat-ayat yang diterimanya ke dalam satu mandala. 2. Veda mandala ke IV. GRTSMADA Maha Rsi Grtsmada adalah Maha Rsi yang dihubungkan dengan turunnya ayat-ayat Veda Rg. Anehnya dari catatan lainnya dijumpai bahwa Grtsmada lahir dari keluarga Bhrgu.1. WISWAMITRA Wiswamitra adalah Maha Rsi yang kedua yang banyak disebut-sebut. Seluruh mandala III dari Rg. Hampir semua mantra-mantra yang terdapat pada Mandala IV Rg. WAMADEWA Wamadewa adalah Maha Rsi penerima wahyu Veda. 3. Maha Rsi 36 . sejarah Maha Rsi Wamadeu a juga tidak banyak diketahui. Namun demikian sejarah kehidupan Maha Rsi Grtsmada tidak banyak diketahui. Dari beberapa sumber diketahui bahwa beliau adalah keturunan dari Sunahotra dari keluarga Angira. khususnya ayat-ayat Rg. Veda dihimpun oleh Maha Rsi Wisuamitra dan keluarganya Kitab mandala III ini terdiri atas 58 sukta. yang terdiri atas beberapa pasal. putra dari Maha Rsi Isiratha. Veda. terutama mandala ke II. Beliau menerima wahyu yang kemudian dihirnpun dalam Veda. Sebagaimana Maha Rsi lainnya. Salah satu dari mantra yang terpenting yaitu Gayatru tidak terdapat di dalam mandala IV tetapi terdapat pada mandala III. Selanjutnya dikatakan Wiswamitra merupakan putra Maha Rsi Kusika. Veda dikatakan diterima oleh beliau.

BHARADWAJA Bharadwaja adalah seorang Maha Rsi yang dikaitkan dengan turunnya ayatayat Veda. Rg. Sejarah Atri sebagai seorang Maha Rrsi tidak banyak dikenal. Sebagian kecil dari ayat-ayat mandala VI ini diduga ditenma oleh keluarga Bharadwaja antara lain disebut nama Sahotrau Sarahotra. Sedangkan hubungan antara Samyu dah Bharadwaja tidak diketahui. Kara. 6. Veda Mandala VI ini memuat 75 sukta. terdapat 87 sukta. Prabhuwasu. Gargarjiswa. Cerita tentang dialog ini dihubungkan dengan kedudukan Wamadewa yang telah mencapai kesucian. Hampir seluruh isi dari mandala VI ini dikatakan kumpulan dari Maha Rsi Bharadwaja. Ghaurauwiti. Ada banyak dugaan yang membuktikan bahwa nama Atri dan keluarganya bam ak dirangkaikan dengan turunnya wahyu-wahyu. 5. Dari 87 Sukta ini 14 sukta diturunkan melalui Atri sedangkan lainnya diturunkan melalui keluarga Atri. Rg. Dalam catatan yang ada 36 anggota keluarga Atri dianggap ikut sebagai penerima wahyu. Nama Atri juga dihubungkan dengan keluarga Angira. Putra Sakti. ATRI Atri merupakan Maha Rsi keempat yang menerima wahyu Veda Mandala ke V. 4. Nama-nama yang banyak disebutkan di dalam Mandala ini ialah Dharuna. akan tetapi kebenarannya masih disangsikari. Veda Mandala VI. Samwarana. WASISTHA 37 .Wamadewa berdialog dengan malaekat Indra dan Aditi. Dicentakan pula Bharadwaja adalah putra Brehaspati. karena selain nama Bharadwaja terdapat pula nama Samyu yang dianggap sebagai putra Brehaspati. Di dalam mandala ini.

Dijelaskan di dalam Mahabharata bahwa Maha Rsi Wasistha bertempat tinggal di hutan Kamyaka di tepi sungai Saraswati. Dijelaskan pula seperempat dari . Kaksiwan putra dari Dhirgatama. dan sebagainya. Veda Mandala VII. Selanjutnya dijelaskan bahwa Maha Rsi Kanwa hanya menerima sebagiah kecil saja dari mandala VIII ini. 38 . karena selain Maha Rsi Kanwa masih banyak nama-nama Maha Rsi yang dikaitkan dengan turunnya wahyu Veda mandala VIII ini antara lain: Gosukti. Bhrgu. juga golongan putra Raguhana dan Nodha dari Gotama. Di dalam Mandala I ini banyak nama-nama keluarga. Veda mandala I merupakan kelompok mini yang diwahyukan oleh Tuhan Yang Maha Esa melalui berbagai keluarga Maha Rsi. Maha Rsi Kanwa banyak disebut-sebut dalam kisah cintanya Sakuntala. Manu. maka Rsi Wasistha disebut sebagai penerima ayat-ayat Rg. dan yang paling banyak disebut dalam Mandala I ini adalah Maha Rsi Agastya. Keluarga Maha Agastyapulalah yang paling banyak disebut di Indonesia. Dalam kaitannya dengan turunnya wahyu Veda. Waiwasta. diantaranya Maha Rsi Sunahsepa yang merupakan putra angkat dari Maha Rsi Wiswamitra. khususnya ayat-ayat Rg Veda mandala VIII. NAMA-NAMA MAHA RSI LAINNYA Ayat-ayat Rg. KANWA Sebagaimana diceritrakan sastrawan Kalidasa. Kanwa sendiri merupakan Maha Rsi yang ketujuh yang dinyatakan sebagai penerima wahyu Veda. Nipatithi. 7.Nama Maha Rsi Wasistha sama terkenalnya dengan Maha Rsi Wiswamitra terutama sebagai Maha Rsi yang dijelaskan di dalam epos Mahabharata. Pustigu. Aswasukti.ayat-ayat Mandala VII ini diterima oleh putranya yaitu Sakti Sakti lahir dari perkawinan Maha Rsi Wasistha dengan Arundhati saudara perempuan Dewa Rsi Narada.

Pengenalan istilah Catur Veda. b. Ayat-ayat Rg. karena itu sering disebut dengan istilah Tri Veda atau Veda Trayi. Dapat dijelaskan lebih lanjut mengenai keempat kelompok tersebut yaitu 1. karena kenyataan Veda itu secara sistimatis telah dikelompokkan atas empat Veda. Atharwa Veda atau Atharwa Veda Samhita Tiga kelompok pertama dari Catur Veda itu sering disebut-sebut sehagai Mantra yang berdiri sendiri. c. A. yaitu : 1. Bagian Upanisad /Aranyaka (Jnana Kanda) Bagian Mantra Bagian mantra terdiri atas empat himpunan (samhita) yang disebut Catur Veda Samhita yaitu: a. Veda Samhita. d. Rg. PEMBAGIAN DAN ISI VEDA Secara garis besarnya Weda di bagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok Sruti dan kelompok Smerti. Sama Veda atau Sama Veda Samhita.Sedangkan Mandala IX dan X yang memuat dasar-dasar kefllsafatan kerohanian terutama pada bagian Purusa sukta. Rg Veda Samhita merupakan kumpulan mantra yang memuat ajaran umum dalam bentuk pujaan (Re atau Rcas. Sruti Kelompok Sruti menurut Maha Rsi Manu merupakan Veda yang schcnarnya atau Veda originair. Arc = memuja) 39 . Menurut sifat isinya Veda ini dibagi atas tiga bagian. Veda atau Rg. Bagian Mantra 2. E. Prajapati dan Hiranyagarbha putra Prajapati. Yajur Veda atau Yajur Veda Samhita. Bagian Brahmana (karma kanda) 3.Veda mandala IX dan X ini diceritrakan diwahyukan melalui Bhagawan Narayana.

Baskala. Veda dan bagian Uttaracika yaitu 40 . Veda merupakan kumpulan dari ayat-ayat yang tertua. Atharxva Veda samhita merupakan kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran yang bersifat magic (atharwan). Berdasarkan resensi Sakala Rg. Aswalakana.9. Yajur Veda Putih (sukla yajur Veda) yang juga disebut Wajasaneyi Samhita 4. Veda terbagi atas sepuluh mandala yang tidak sama panjangnya. Veda Samhita terdiri atas 1017 mantra atau 1028 mantra termasuk mantra Walakhitanya. Sama Veda terbagi atas dua bagian yaitu bagian Arcika terdiri atas mantra-mantra Pujaan yang bersumber dari Rg. Sedangkan mandala 1. atau disebut pula terdiri atas 10580 1/2 Stanza atau 153826 kata-kata atau 432000 suku kata. sedangkan resensi-resensi lainnya banyak yang tidak sempurna karena mantra-mantranya hilang. Dari lima macam resensi ini yang masih terpelihara ialali resensi Sakala. Kitab Rg. Selain itu ada juga pembagian atas delapan mandala yang disebut Astaka Mandala. Sankhyayana dan Mahdukeya. Rg. Sama Veda Samhita merupakan kumpulan mantra yang memuat ajaran umum mengenai lagu-lagu pujaan (saman) 3. Veda ini. Yajur Veda hitam (Krsna Yajur Veda) yang terdiri atas beberapa resensi yaitu : Taitiriya Samhita dan Maitrayani Samhita b. Yajur Veda terdiri dari dua kelompok : a. Sama Veda terdiri atas mantra-mantra yang berasal dari Rg. Sama Veda terdiri atas 1810 mantra. Veda. atau kadang-kadang ada yang menyebutkan 1875. Yajur Veda Samhita merupakan kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran umum mengenai pokok-pokok Yajus (plural Yajumsi). untuk mengetahui seluruh ajaran yang terdapat di dalam Rg.2. Di dalam mempelajari ajaran-ajaran Hindu dewasa ini para sarjana umumnya berpedoman pada resensi Sakala. Kitab ini dikumpulkan dalam berbagai resensi seperti resensi Sakala. Mandala 2-8 merupakan himpunan ayat-ayat dari keluarga Maha Rsi yang sama. Menurut penelitian. 10 merupakan himpunan ayat-ayat dari banyak Maha Rsi.

terdiri dari dua resensi yaitu a) b) Kanwa Madhyandina Antara kedua resensi itu hanya terdapat sedikit perbedaan. a. Tambahan ini umumnya berbentuk prosa. Yajur Veda terdiri atas mantra-mantra yang sebagian besar berasal dari Rg. Yajur Veda Putih (Sukla Yajur Veda) juga dikenal dengan sebutan Yajur Veda Hitam (Krsna Yajur Veda) terdiri dari tiga resensi yaitu Kathakasamhita Mapisthalakathasamhita Taithiriyasamhita terdiri dari dua aliran yaitu . Menurut Maha Rsi Patanjali. Bagian terakhir dari Veda ini memuat ayat-ayat yang kemudian dijadikan Isopanisad. 2. Kitab ini terdiri atas dua aliran yaitu : 1. c. Atharveda yang disebut Athanvangira. Resensi Saunaka terditi atas 21 buku Resensi Paippalada 41 .himpunan mantra-mantra yang bersifat tambahan. Yajur Veda putih ini terdiri atas 1975 mantra yang isinya menguraikan berbagai jenis yadnya besar seperti Wejapeya. Sanvamedha dan berbagai jenis yadnya lainnya. Kitab ini terdiri dari beberapa kitab nyanyian pujaan (gana). Veda. Veda. kitab ini terdiri atas 101 resensi yang sebagian besar sudah hilang. Aswamedha. Dari kstab-kitab yang ada yang dapat dijumpai antara lain Ranayaniya. Kitab ini memiliki 5967 mantra (puisi dan prosa) kitab ini terpelihara dalam dua resensi yaitu : 1. b. Apasthamba dan Wajasaneyi Samhita. ditambah dengan beberapa mantra yang merupakan tambahan baru. Kautuma dan Jaiminiya (Talawakara). Hiranyagharba 2. merupakan kumpulan mantra-mantra yang juga banyak berasal dari Rg.

BAGIAN UPANISAD DAN ARANYAKA (JNANA KANDA) Aranyaka atau Upanisad adalah himpunan mantra-mantra yang rnembahas berbagai teori mengenai-Ketuhanan. Yajur Veda hitam (Krsna Yajurveda) memiliki Taitiriya Brahmana. Disebut demikian karena kitab ini terdiri atas seratus adhyaya. Selanjutnya disebutkan : " 42 . merupakan jenis wedangga yang memuat mengenai ramalan-ramalan dan penjelasan mengenai berbagai mujizat. Tiaptiap kitab mantra (Rg. Veda. Yajur Veda memiliki beberapa kitab Brahmana. Kitab Athanva Veda memiliki kitab Brahmana yang disebut Gopatha Brahmana. Selain itu ada juga Sadwimsa Brahmana. Yajur Veda dan Atharwa Veda) memiliki kitab Brahmana masing-masing. Bagian terakhir dari kitab ini merupakan sumber dari kitab Brhadaranyaka Upanisad. Kitab ini merupakan lanjutan Taitiriya Samhita yang merupakan simbolisasi Purusamedha.BAGIAN BRAHMANA (KARMA KANDA) Kitab Brahmana atau karma kanda merupakari bagian kedua dari kitab Sruti. Menurut DR. Yajur Veda putih memiliki Sathapatha Brahmana. kitab ini memuat legenda (ceritra-ceritra kuno) yang dikaitkan dengan upacara Yadnya. Kitab Brahmana yang pertama atas 40 Bab dan yang kedua terdiri atas 30 Bab. Kitab ini terbagi atas 25 buku. Bagian terakhir yatu paling terkenal ialah kitab Adhibuta Brahmana. Sriniwasa murti di dalam introduksi kitab Saiwa Upanisad mengemukakan bahwa tiap-tiap sakha (cabang ilmu) Veda merupakan satu Upanisad. Kitab Sama Veda memiliki kitab Tandya Brahmana. Veda memiliki dua kitab Brahmana yaitu Aitareya Brahmana dan Kausitaki Brahmana (Sankhyana Brahmana).jadi kitab Brahmana adalah kitab yang berisi himpunan doa-doa yang dipergunakan dalam upacara Yadnya. Sama Veda. G. Kitab Rg. Brahmana berarti doa. yang sering juga dikenal dengan nama Panca\vimsa.

Taittiriyaka. Jabala. Mudgala. Waraka. Upanisad yang tergolong jenis Yajur Veda : Yajur Veda Hitam Kathawali. Mandala Brahmana. Subata. Yogacudamani. Tejobindu. Amrtabindu. Garba Narayaria. Kaivsalya. Parabrahmana. Duksinamurti. Upanisad yang tergolong jenis Sama Veda : Kena Chandogya. Adwanyataraka. Sura. Tripuratapini. Veda terdiri atas 21 sakha Sama Veda terdiri atas 1000 sakha Yajur Veda terdiri atas 109 sakha Atharwa Veda terdiri atas 50 sakha Namun demikian dalam Muktikopanisad disebutkan ada 108 buah buku Upanisad. Bradaranyaka. Yoga Tattwa. kausitaki. Naradapariwrajaka. Nada Bindhu. Nrsimkatapini. Pasupata. Atma. Aksi. Satyayani. Tripura. Mahat Sanyasa. Brhajjabala. Sarwasara. Pranagnihotra. Swetaswatara. Pingala bhiksu. Awadhuta. Yajur Veda Putih : Isawasya. Veda : Aitareya. Atharwasikha. Wasudewa. Darsana dan Jabali. Ahnapurna. Yogasikha. Katagnirudra. Ratnatapini. Sita. Ekaksara. Ramarahasa. Sarabha. Rudraksajabala. Dhyanabindhu. Pariwrajaka.Rg. Maitreyi. Pancabrahma. Kalisandarana dan Saraswatirahasya. Maitrayani. Sandilya. Niralambha. Mahanarayana. Aksamalika. Skanda Sariraka. Tarasara. Brahmavidya. Brahma. Yoga Kundalini. dan Muktika. Matrika. Asartanada. Mandukva. Athawasira. Turiyatita. Hamsa. 43 . Atmaprabodha. Arum. Upanisad yang tergolong jenis Atharwa Veda : Prasna Munduka. Sukharahasya. Rudrahrdaya. Wajrasucika. Adhyatma. Katha. Upanisad yang tergolong Rg. Kondika. Paramahamsa. Mint ana. Awyakta. Paramahamsa. Kausika. Sawirei. Saubhagya dan Bahwrca Upanisad. ^'aJna\^alk\a. Trisikhibrahmana.

b. e. dan Garuda. d. c. a. SMERTI Secara garis besarnya Smrti dapat digolongkan ke dalam dua kelompok yaitu: 1. Gamppati.Dewi. Bhawana. Kelompok Wedangga (batang tubuh Veda) Siksa (phonetika) Wyakarana (Tata Bahasa) Chanda (lagu) Nirukta (sinonim dan antonim) Jyotisa (astronomi) Kalpa (ritual) Kelompok Upaveda (Weda Tambahan) terdiri atas beberapa cabang ilmu : Jenis Itihasa Jenis Purana Jenis Arthasastra Jenis Ayurveda Jenis Gandharwa Veda. Brahma. 2. a. B. Krsna. Dattatreya. e. Gopalatapini. Hayagriwa. f. Mahawakya. b. c. d. 44 .

Anonim (Tim Penyusun) : Buku Pelajaran Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta : 1981 45 . MA. Pudja. SH : Pengantar Agama Hindu (Weda III). Jakarta 1984 2. Mayasari. G.DAFTAR BACAAN 1.

Theologi Hindu PEMBAHASAN Perlu diketahui bahwa disaat munculnya minat umat Hindu untuk mendalami agama Hindu karena tuntutan lingkungan memang demikian dimuatlah rumusan Panca Sradha sebagai dasar keyakinan agama Hindu dalam buku Upadesa. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan ini. Menyebutkan dan menjelaskan bagian dari Panca Sradha c. Secara khusus urutan Panca Sradha ini kita dapatkan dalam buku Panca Sradha karya Drs. Panca Sradha dasar keyakinan dalam agama Hindu b. Menjelaskan pengertian Teologi Hindu POKOK MATERI : a. Departemen 46 .POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : PANCA SHADHA DASAR KEYAKINAN AGAMA : a. Menjelaskan pengertian Panca Sradha b. Ida Bagus Oka Punyatmaja. Teologi Hindu TUP : Mahasiswa dapat meningkatkan bhakti dan meyakini sungguh-sungguh kebenaran adanya Tuhan dengan segala manifestasinya dan berbagai aspeknya. a. Panca Sradha dasar keyakinan dalam agama Hindu b.

Satya artinya kebenaran. kejujuran. Beberapa sioka dalam Weda menyebutkan : 47 . Sad Sradha dimaksud adalah 1. kesetiaan. Brahma atau pujian yaitu semacam doa yang disebut tiga mantra. Pengertian Panca Sradha. Panca Sradha terdiri dari : Brahma Tamva Atma Tattwa Karma Phala Tamva Punarbhawa Tatt\va Moksa Tamva a. Rtha dan Dharma adalah hukum kebenaran dan hukum yang dibuat. 2. Nampaknya konsepsi Sad Sradha ini merupakan unsur pendukung dari Sradha itu sendiri sehingga antara Sad Sradha dengan Panca Sradha tidaklah ada masalah. Yadnya artinya memuja atau memberi (menjadi suci). 4. Brahma Tamva adalah keyakinan adanya Hyang \Vidhi. 5.Agama mengemukakan konsep keimanan yang digali dari Weda dengan sebutan Sad Sradha (enam keyakinan). yaitu tentang Itu (abstrak). . Contohn\a. Diksa (inisiasi) artinya penyucian. 1.Usaha dalam manyucikan diri salah satu bentuknya adalah pelaksanaan yadnya dan demikian seterusnya.yang menjadi keyakinan umat Hindu unsurnya adalah Sad Sradha atau dengan kata lain Panca Sradha nampaknya diterapkan dalam wujud nyata dalam Sad Sradha. pentasbihan. 6. Panca Sradha . Tapa artinya pengendalian diri. Kata Panca Sradha berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti lima kayakinan. Sradha bersifat filosofls abstrak yang mengarah pada tatrwa. 3. kita \akin adan\a Tuhan yang suci untuk sampai pada yang suci kita harus menvucikan diri.

Atma Tamva adalah keyakinan adanya Atma sebagai sumber makluk hidup. Sifat Atma adalah kekal abadi. Begitu pula aliran listrik tidak terlihat dalam lampu yang nyala. Sancinta Karma Phala artinya perbuatan yang terdahulu'yang belum habis dinikmati dan sisanya dinikmati pada kehidupan sekarang ini. Bila Atma meninggafkan badan itu disebut mati. Prarabdha Karma Phala artinya'hasil dari pada perbuatan ktia masa hidup ini dan langsung kita nikmati tanpa ada sisanya. akan tetapi para arif bijaksana menyebutkan dengan ban\ak nama seperti Agni. Perbuatan baik akan menghasilkan hasil \angbaik. Perbuatan yang baik disebut Subha fcCarma. karena merupakan unsur Brahman. Agni Yamam Matarisvanam.Ekam sad wiprah bahudha vadanti. sinar suci dan kekuatan Tuhan itu sendiri. Sesungguhnya tiap makluk hrdup terdiri dari unsur raga dan jiwa atau Atman. maka ajaran agama Hindu adalah Monotheisme. dan perbuatan yang tidak baik disebut Asubha Karma. c. Dewa ada beribu-ribu. Namun dalam penghayatan dan pengamalan ajaran agama Hindu dipakai gelar sesuai dengan fungsi. Agama Hindu yakin bahwa setiap makluk hidup dihidupkan olch Atman yang sumbernya adalah Brahman. Di dalam badan/sarira atman disebut Jiwatman. tetapi Tuhan tetaplah tunggal. Karma Phala Tattwa adalah ke\akinan adanya perbuatan \ang akan mcnerima hasil. b. Yama. Hal ini bagaikan bolalampu tidak akan menyala tanpa ada aliran listrik. Artinya hanya ada satu hakekat dari pada Tuhan. Karma Phala dibedakan menjadi tiga. Hanya badan raga yang mengalami kematian sedang Atma lidak pernah mati. sinar suci dan kekuatan itulah disebut Deua Berasal kata Div artinya sinar suci. Melihat adarna sloka tersebut di atas. dan perbuatan tidak baik akan mcnerima hasil yang tidak baik. 48 . Atma bersumber pada Brahman yang merupakan percikan halus yang manghidupkan makluk hidup. Matariswa dsb. Penamaan atas fungsi.

Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu kelahiran itu disebabkan oleh Karma Wasananya. Hal ini disebut dengan Jiwan Mukti. yakni apabila kita bisa melepaskan segala nafsu duniawi. Demikian yang disebut Moksa Tattwa secara singkat. Theologi Hindu Purnarbhawa H I D U P M A T I Roh Subha Karma Sorga-Neraka Asubha karma Purna Karma Moksa Div = Dewa = sinar 49 . Hal ini disebabkan karena Karma seorang belum habis dinikmati. Umpama Atma TUHAN Matahari Unsur panca Maha bhuta Perthiwi Apah Bayu Teja Akasa 2. atau percaya pada reinkarnasi. dan untuk jelasnya kita ambil perumpaan dalam dalam bagan berikut ini. Dari penjelmaan satu ke penjelmaan berikutnya selalu berbeda. Punarbhawa Tattwa adalah percaya adanya kehidupan yang berulang-ulang. Bila seorang lebih banyak Subha karma maka dalam penjelmaan akan lebih baik. Moksa dalam arti yang lebih luas adalah kebebasan dari ikatan duniawi. disebabkan dari Karma Wasananya. Moksa Tattwa adalah bebas dari reinkarnasi. sehingga Atma harus mengalami kelahiran kembali. e.- Kryamana Karma Phala artinya bahwa hasil dari perbuatan kehidupan ini hasilnya belum sempat dinikmati dan akan dinikmati pada kehidupan yang akan datanu. Orang yang dapat mencapai keadan seperti itu akan menerima wahyu langsung dari Brahman. bebas dari kelahiran dan ini berati Moksa adalah apabila Atma menyatu dengan Paramatma/Tuhan. d.

Seperti monotheisme. Konsep ketuhanan dalam agama Hindu adalah MONOTHE1SME. Theos (bahasa Yunani) berarti Tuhan dan Loghos berarti ilmu. Demikian pula kitabkitab Brahmana membahas masalah ketuhanan dan kitab upanisad yang melukiskan secara filosofis dan doktrmer. Masalah Tuhan telah lama menjadi bahan pembicaraan sejak ribuan tahun silam. agama Hindu yang paling banyak menjadi obyek pembicaraan. hal ini dapat diketahui dari Nasadhya Sukta dan Purusa Sukta Reg Weda. Brahma sutra. Adapun pembahasan secara khusus mengenai theologi Hindu secara panjang lebar terdapat dalam kitab Upanisad. Di dalam ilmu agama khusus daam bidang theologi dikenal berbagai ajaran (isme) yang menggambarkan hubungan kepercayaan manusia terhadap hakekat Tuhan.1. animesme. moksa dan samsara mempunyai ani dan hubungan yang erat sekali. yang hasilnya tidak menggambarkan kesatuan pendapat dari para indolog. Dalam ajaran Hindu. Ditinjau dari berbagai masalah istilah itu. Kesemuan\a cukup membuka pokok-pokok pikiran baru 50 . Kitab Aranyaka dan Upanisad banyak membahas tentang Tuhan dengan 'berbagai pengertiann\a.Theologi atau Brahma Widhya adalah ilmu tentang Tuhan. Mempelajari ketuhanan sebagaimana diungkapkan dalam kitab Brahma Sutra 1. totemisme dan sebagainya. politheisme. Bebicara soal Tuhan bukan merupakan hal baru. ilmu yang mempelajari ketuhanan disebut Bhrahma Widhya atau Tattwa Jnana. Penggabaran yang berbeda-beda itu disebabkan karena melihatnya tidak secara keseluruhan. Surga dan neraka. Brahma artinya Tuhan dan Widhya artinya ilmu. Mithologi yang terdapat dalam kitab-kitab Purana sangat banyak mempengaruhi cara berpikir para theolog Hindu yang kurang menyadari arti serta kedudukan kitab-kitab Purana. Darsana.1 merupakan hal yang penting dan perlu karena dengan mengenai Tuhan secara tepat dan baik dikatakan sebagai jalan mengantar manusia menuju jalan kesempurnaan yaitu Moksa. Untuk melihat sistem ketuhanan Hindu harus dengan melihat secara konsepsional dan menyeluruh.

karena itu apa yang lahir dari pikirannya akan lain pula. \\aktunya untuk merenung kegaiban Tuhan dengan berbagai fenomenanya.1 \ang merupakan unsur dalam penghayatan agama Hindu.1. Dengan demikian akan dapat dihindarkan pengertian yang salah sejauh mungkin tcntang pengenian Tuhan yang dibedakan dari hal yang bukan Tuhan. Setiap orang akan berpikir dan berbicara lain tentang Tuhan. Perlunya Mempelajari Ketuhanan. Ketuhanan vang diajarkan sebagai unsur Sradha dalam agama Hindu dapat dijumpai dalam kitab Athar\\a Weda XII. Kesemuanya itu membuka era baru dalam alam ketuhanan baik segi ilmu maupun segi obyek. wujudnya.dalam bidang ketuhanan seperti Brahma sutra yang membicarakan masalah ketuhanan dalam hubungann\a dengan segala ciptaamna. Tuhan dalam pandangan agama adalah merupakan subyek. orang harus 51 . berkuasa atas segala ciptaannya. Oleh karena itu untuk sampai kepada Tuhan. Demikian pula dijelaskan bahwa dalam mencari jalan menuju Tuhan. baik dalam kefilsafatannya maupun sastra bahasa. Oleh karena itu Tuhan merupakan topik bahasan yang terpenting diantara para Vipra. mendorong manusia untuk lebih banyak menghabiskan. Berpikir tentang Tuhan orang akan sampai kepada Tuhan. Di atas telah dikemukakan bah\sa mempelajari ketuhanan itu perlu untuk mengeni dan memahami tentang Tuhan itu sendiri sebagai halnya dilihat dari kaca mata bahasa atau kata dan pikiran penganutnya. seorang sadhaka akan dapat menentukan tujuan sembahyang kepada Tuhan secara tepat dengan mengurangi sedikit mungkin kesalahan-kesalahan sebagai akibat penggunaan bahasa yang berbeda. Keinginan manusia untuk lebih ba'n\ak tahu tentang Tuhan yang serba gaib dan mutlak mengenai gambaran sifat hakekat Tuhan. Berpikir tentang raksasa orang akan sampai kepada raksasa. Penggabaran tentang Tuhan secara lahiriah tidak lebih hanva membaiasi sifat keabsolutannva.

sehingga perbedaan bahasa tidak akan mempcngaruhi pokokdan makna yang dimaksud sebagaimana diajarkan agama. Itulah sebabnya mengapa seseorang periu mempelajari remans pengenian Tuhan sebaik-baiknya. berarti orang harus mengenal Tuhan. Kita harus berhati-hati menggunakan istilah kata-kata yang berkaitan dengan pengenian Tuhan dan bukan Tuhan. Berbagai konsep dan pengertian telah berkembang sebagai akibat perbedaan cara berpikir dan cara penapsirannya atas satu pokok keimanan yang sama tentang Tuhan. Oleh karena itu tanpa mempergunakan bahasa. Demikianlah yang diharapkan menurut sistem Hindu untuk benar-benar mengerti dan menghayati agama dalam berpikir tentang Tuhan perbedaan bahasa tidak akan mempertajam perbedaan pengertian yang pada hakekatnya tidak berbeda maksud dan tujuannya. Akhirnya bagi seorang sadhaka yang bhakti iman. baik yang dikenal sebagai aspek NIRGLNA BRAHMAN maupun sebagai aspek SAG UNA BRAHMAN. mempengaruhi berbagai wilayah yang luas. Oleh karena itu sudah menjadi suatu keharusan yang tidak dapat dielakkan untuk mempelajari pokok pengertian tentang ketuhanan sebagai keimanan dalam sistem penghayatan sebagaimana kita jumpai dalam berbagai ungkapan dalam Weda. Penggunaan yang salah dapat menimbulkan arti yang berbeda sehingga dapat pula menimbuikan image yang salah pula. 52 . Agama Hindu sebagai agama paling awal dikenal manusia sudah tentu mempunyai sumber yang cukup luas sebagai akibt pertumbuhan dan perpaduan berbagai tradisi yang kejadiannya sangat panjgn waktunya. walaupun maksud pikiran adalah sepem jpa >ang dimaksudkan sebenarnya. Masalahnya adalah perbedaan bahasa dapat memben am lain dari \ang dimaksudkan. bahasa adalah simbol untuk mengemukakan hakekat yang dimaksudkan olehnya. pengenian Tuhan itupun akan dapat dikemukakan sebagaimana kita jumpai dalam ajaran TANTRAYANA yang menggantikannya dengan simbol-simbol atau suara yang kadang-kadang sukar dimengerti.berpikir tentang Tuhan.

Pengertian Catur Purusartha dan Catur Asrama. 53 . Hubungan Catur Purusartha dengan Catur Asrama. c. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa dapat : a.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : Catur Purusartha dan Catur Asrama. TUP : Mahasiswa dapat mengerti dan memahami bahwa Catur Purusartha dengan Catur Asrama merupakan hubungan yagn erat sebagai tujuan dan lapangan hidup yang di tempuh dalam kehidupan dengan mengetahui dan memahami ajarannya secara benar. Pembagian Catur Purusartha dan Catur Asrama. b. Menjelaskan pengertian Catur Purusartha dan Catur Asrama. : a.

artha. Dalam kitab Sarasamuscaya disebutkan sebagai berikut: Dharma caste ca kame ca moksa ca bharathasabda. Purusa berarti Hidup manusi. Menunjukkan sloka yang memuat tentang pembagian Catur Purusartha dan Catur Asrama.45 ada disebutkan sebagai berikut. Menjelaskan hubungan Catur Purusartha engan Catur Asrama. 228. PEMBAHASAN A. Ajaran Catur Purusartha adalah bersifat Universal dan berlaku sepanjang jaman. 1. Sedangkan Artha berarti tujuan. yang tidak terdapat di sini tidak akan terdapat dalam sastra lain dari sastra ini. Di dalam kitab Brahmana Purana. d. Menyebutkan pembagian Catur Purusartha dan Catur Asrama. "Dharmarlhakamamoksanam sariram sadhanam " Artinya : Tubuh adalah aiat untuk mendapatkan dharma. moksa) baik sumber maupun uraian arti dan tafsirannya ada terdapat disini. c. 54 . Singkatnya segala yang terdapat disini akan terdapat dalam sastra lain. e. artha kama dan moksa. Catur Purusartha Pengertian Catur Purusartha Secara etimologi Catur Purusartha terbentuk dari tiga kata yaitu Catur berarti empat. Menerapkan ajaran Catur Purusartha Catur Asrama. Santi Par\va dan sebagainya. Dari pengertian tersebut maka Catur Purusartha berarti empat tujuan hidup manusia dalam upaya mencapai jagadhita dan moksa. Penjelasan Catur Purusartha dapat kita temui dalam kitab Brahmana Purana. yadihasti tadanya tra yanne-hasti an tat kvacit. Artinya : Anak Janamejaya segala ajaran tentang Catur Warga (dharma. kama.b.

memelihara dan mempralina alam semesta beserta 55 . moksa. Kesentosaan umat manusia dan kesejahteraan masyarakat datang dari dharma. Dalam kitab Santi Parxsa.26 menyebutkan : “Lkasamgrhasamyuktam widatrawihitam puram suksma-dharmathaniyatam satam caritam uttamam". Dharma dikatakan datangnya dari dharma. untuk kesejahteraan itulah dharma dikatakan utama. laksana dan budhi pekerti yang luhur. memangku. mengatur. semuanva tak lain adalah dharma. dharmena widhrtah prajah" Artinya . Jadi kata dharma berarti sesuatu yang dapat mengatur atau memelihara dunia beserta isinya. Catur Purusartha merupakan empat tujuan hidup manusia yang terdiri dari: Dharma. dengan dharma semua makhluk diatur Santi Parwa 259.Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa manusia harus menyadari apa yang harus dicari dengan badan yang dimilikinya. Pembagian Catur Purusartha.28 dinyatakan. Hal ini dapat pula berarti ajaran suci yang mengatur umat manusia untuk memperoleh kesejahteraan rohani. Kata Dharma berasal dari kata "dhr" yang berarti menjinjing. Dharma juga sering diartikan dengan kata "agama". artha. Kama dan moksa a. memelihara. “Dharmena dharyate sanvam jagat sthawarajanggam" Artinya. Dharma. 109. Artinya. Semua alam. kama.’ 2. tumbuh-tumbuhan dan binatang diatur oleh dharma Dengan penjelasan kutipan sloka tersebut di atas jelaslah kiranya dharma sebagai hukum yang mengatur.11 disebutkan : Daranad dharma ithyahur. Artha. Selanjutnya dalam Mahabarata 2.

Berarti malakukan kewajiban dengan penuh keiklasan beramal dan bertanggung jawab demi terwujudnya keadilan masyarakat dan selalu mengutamakan 56 . yaitu untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga pada umumnya. Melakukan kewajiban untuk menjamin kesejahteraan dan kedamaian keluarga serta selalu mengutamakan kepemingan umum disamping pribadi. • Dharma Sentosa. Manusia harus berusaha. terbebas dari dosa untuk mencapai kebebasan lahir batin. guna mengatur perbuatan manusia agar. bangsa dan negara. • Dharma Kriya. hal ini ditegaskan dalam Sarasamuscaya 47: “Yetu dharmasuyante bhuddhimohanwita janah apatha gacchatam tesam anuyatapi pidyate". Dharma disamping berarti hukum. Dalam palaksanaannya ada dikenal ajaran Catur Dharma yaitu . Berarti berusaha mencapai kedamaian lahir batin dan diri senndiri. bekerja. berbuat demi perikemanusiaannya. • Dharma Putus. Artinya . karena angkuhnya serta tetap melakukan perbuatan yang bertentangan dengan dharma dan juga yang mengikutinya niscaya akan mendapatkan penderitaan. kemudian baru dalam lingkungan keluarga.isinya serta hukum tata tertib kehidupan dan kesusilaan yang abadi. Dengan demikian dharma menjadi salah satu tujuan hidup manusia. Tanpa adanya kebahagiaan dan kedamaian dalam diri akan sangat sukar mewujudkan kesentosaan dalam keluarga apalagi dalam bangsa dan negara • Dharma Jati. masyarakat. Lagi pula orang yang merendahkan perbuatan dharma. hal ini berarti setiap manusia dapat menegakan eksistensi dharma dalam pribadinya. Bagi mereka yang melanggar dharma akan mendapatkan penderitaan. maka dharma juga berkaitan erat dengan tugas dan kewajiban dimasyarakat.

anak. matangnyan aywa anasar sakeng dharma. "Apan ikang artha. anak istri dan sebagainya. kata "artha" berarti harta benda. dharma tidak menentang artha. ya ika labha ngaranya. ilmu pengetahuan dan kesenian. istri. seperti makan minum. Artha bertalian erat dengan dharma. Dharma itu bertalian erat dengan artha. "Dharmo dharmanubandharto. bahwa "artha" berarti Tuhan. 57 . bahwa "artha" berarti tujuan. Dalam kaitannya dengan Paramartha. Berdasarkan kegunaannya yang sesuai dengan ajaran agama.16. dharmo natmarthapidakah". van tangarjana". kata "artha" berarti harta benda atau kekayaan duniawi. yan dharma Iwining karyanya. perhiasan. kuneng van adharma Iwirning kary ananya kasmala ika sianggahan de sang sajjana.keutamaan budhi yang baik untuk menjauhkan diri dari noda dan dosa yang menyebabkan moral menjadi rusak. Demikian juga dalam Sarasamuscaya 263 disebutkan. paramartha ning amanggih suka sang tumemwaken ika. Kata artha mempunyai makna yang luas. material. Dalam naskah Silakrama. Artha. b. Tetapi sebagai tujuan hidup dalam Calur Purusartha. Dalam kaitannyaa dengan Purusartha. sebagaimana disebutkan dalam kitab Brahmana Purana 121. Upabhoga yaitu kebutuhan hidup yang perlu bagi hidup manusia seperti pakaian. Paribhoga yaitu kebutuhan berupa perumahan. hiburan. Artinya. artha dapat dibagi sebagai berikut: Bhoga yaitu kebutuhan primer bagi kebutuhan jasmani segala makluk hidup.

Twagendriya : keinginan untuk mcrasakan sentuhan Caksu indriya : keinginan untuk melihat. Sebab artha itu jika dharma landasan memperolehnya. Jihwenindriya : keinginan untuk mengecap Ghranendriya : keinginan untuk mencium. akan tetapi jika artha itu diperoteh denganjalan adharma merupakan noda/dosa. dan dihindari oleh orang yang berbudi utama. sungguh-sungguh mengalami kebahagiaan bagi orang yang memperoleh artha. Kepuasan atau kenikmatan tersebut memang merupakan salah satu tujuan atau kebutuhan manusia. karena itu janganlah bertindak menyalahi dharma untuk mendapat artha. dalam ajaran agama Hindu diajarkan mcnggunakan artha secara benar. Dengan penjelasan sloka tersebut di atas jelaslah bahwa dalam memperoleh artha hendaknya dhanna manjadi landasamna. Kama Kama berarti nafsu atau keinginan yang dapat memberikan kepuasan atau kesejahteraan hidup.Artinya. c. karena manusia mempunyai dasendria (sepuluh indra) yaitu : 1) 2) 3) 4) 5) 6) sesuatu 7) 8) 9) kelamin Padendriya : keinginan untuk bergerak jalan Srotendriya : keinginan untuk mendengar. agar artha tersebut memberikan mantaat. untung (laba) nanianya. Disampingdiharapkan untuk memperoleh artha yang benar. Panindriya : keinginan untuk memegang Paywindriya : keinginan untuk membuang kotoran Upasthendriya : keinginan untuk kenikmatan dengan 58 .

yqpahayun mas ya la pahawreddhin byaya ring hayu ktkesan bhitkti sukahareptu dnehing bala kasukfuw dharma nrivang ariha nmang kama la ngaran ika aninya: Tempat-tempat suci hendaknya dipelihara. itulah yang disebut dharma. Perasaan ingin tahu yang senantiasa menyebabkan manusia memiliki pengetahuan adalah diakibatkan oleh adanya indriya itu juga. Karenanya dharma menduduki tempat di atas dari kama dan menjadi pedoman dalam pencapaian kama. Dalam kakawin Ramayana adalah disebutkan : Dewakusalasala nwang dharma. Jadi pekerjaan sang bersifat ingin menguntungkan diri sendiri dalam memperoleh harta dan kenikmatan tidak dilaksanakan. Dalam hal ini dikemukakan suatu contoh bagaimanakah hendaknya seorang raja dalam pencapaian kama tersebut. Moksa berani kebebasan atau kelepasan.Kesepuluh indriya tersebut menyebabkan manusia berbuat sesuatu karenanya betapa pentingnya indriya tersebut. kumpulkanlah emas yang banyak serta diabdikan untuk pekerjaan yang baik. anha dan kama. nikmati kesenangan dengan memberi kesempatan bersenang-senang kepada rakyatmu. Namun indriya tersebut perlu dikendalikan. Indriya sering diumpamakan seperti kuda liar yang kalau dapat dikendalikan akan merupakan kekuatan yang luar biasa. Dalam baik kakaum Ramaxana di atas telah dinsatakan bah\\a kenikmatan (kama) hendaknya terletak dalam kemungkinan yang diberikan kepada orang lain utnuk merasakan kenikmatan. Kama atau kesenangan/kenikmatan menururt ajaran agama tidak akan ada artinya jika diperoleh menyimpang dari dharma. Moksa Moksa adalah merupakan tujuan terakhir yang tertinggi dari manusia. Maksudnya adalah suatu kebahagiaan dimana atma dapat lepas dari pengaruh maya dan ikatan subha-asubhakarma serta bersatu kembali 59 . d. karena ia sering juga dapat menjerumuskan manusia.

Demikianlah pembagian dan susunan dari catur purusa artha (Catur Warga). Wanaprastha. Wanaprastha dan Bhiksuka 60 . Tujuan hidup adalah untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki dalam penunggalan dengan Ida Sang Hyang Widhi atau moksa. Hanya dengan berbuat berdasarkan dharma manusia akan dapat mengarungi dengan selamat samudra yang luas dan ganas itu. Hal itu disamping discbut moksa juga disebut mukti atau nirwana. kehidupan berdasarkan petunjuk kerohaniaan.dengan asalnya yaitu Brahman.bah\\a perialanan hidupnya pada hakekatnya adalah perjalanan mencari Ida Sang Hyang Widhi lalu bersatu dengan Beliau. Dari uraian di atas terlihat betapa pentingnya kedudukan ajaran catur purusa artha tersebut untuk dapat dimengerti dan dilaksanakan oleh setiap manusia. Grhastha. Dengan demikian Catur Asrama berarti empat lapangan (pase). bagaikan mengarungi samudra yang bergelombang. namun kebahagiaan seperti itu tak kunjung dirasakan. yaitu dharma. Menurut ajaran agama Hindu kebahagiaan yang sejati atau kebahagiaan yang kekal abadi hanya didapat dalam persatuan dengan Ida Sang H\ang Widhi \anv: disebut moksa itu Manusia harus men\adari. Artinya : Yang bernama Catur Asrama ialah Brahmacari. Sudah dikatakan di atas bahwa ajaran agama telah men\ iapkan sebuah perahu untuk mengarungi samudra itu. Bhiksuka nahan tang Catur Asrama ngaranya". Catur Asrama terdiri dari dua kata yaitu Catur berarti empat dan Asrama berarti lapangan atau tempat. B. Dalam Agastya Parwa disebutkan "Catur Asrama ngaranya: Brahmacari. CATUR ASRAMA 1. Perjalanan seperti itu adalah perjalanan yang penuh dengan rintangan. Pada hakekatnya setiap manusia mendambakan apa yang disebut kebahagiaan yang kekal abadi (sat cit ananda). Grhastha. Pengertian Catur Asrama Secara etimologi.

guru mendidik para siswa dengan petunjuk kerohanian. Grhastha asrama. mwang sang wruh ring tingkah sanghyang aksara. amal dan pengabdian yang didasari oleh dharma (kebenaran). Semua itu menjadikan manusia bisa hidup mandiri dan siap untuk menempuh kehidupan selanjutnya. kebajikan. Wanaprastha asrama dan Bhiksuka asrama. Brahmacari dalam istilah lain disebut "aguron-guron” atau "asewaka guru". 2. Brahmacari asrama. Berdasarkan makna kata tersebut maka Brahmacari berarti pase kehidupan bagi seorang dalam berguru. Catur Asrama merupakan pase kehidupan manusia yang terdiri dari. 8 dikatakan sebagai berikut: "Brahmacari ngaranya sang sedeng mmangabhyasa sanghyang Castra. bagi orang yang sedang menuntut ilmu pengetahuan dan yang mengetahui perihal ilmu pengetahuan . Pembagian Catur Asrama. Grhastha asrama Grhastha asrama adalah fase kehidupan setelah melewati kehidupan Brahmacari. dan kata "stha" 61 . Sistem Brahmacari lebih mengutamakan pada pembentukan sikap mental manusia yang tangguh dan handal dengan berbagai disiplin ilmu dan keterampilan. Kata Grhasta berasal dari kata "Grha" artinya rumah. Brahmacari berasal dari kata "brahma" artinya ilmu pengetahuan sedangkan "acarya" berarti berguru atau tingkah laku menuntut ilmu. Artinya : Brahmacari namanya. Brahmacari Asrama. Dalam fase kehidupan Brahmacari ini. sang mangkana kramanya sang brahmacari ngaranya . Pengertian ini akan diperjelas lagi dalam naskah Silakrama hal.Dengan memahami sloka tersebut di atas bahwa Catur Asrama itu terdiri dari empat pase kehidupan yang mesti dilalui setiap orang.

pada waktu itulah ia boleh hidup dalam tase Wanaprastha. Bhisuka/Sanyasin asrama. “Grihashastu yada pasyed walipalitamatmamnah Aparyadyawa capatyam dataranvam sanderayed” Artinya : Jika seorang kepala rumah tangga sudah terlihat mulai keriput dan rambutn\a sudah putih dan sudah mempunyai cucu. Mulai kapan seorang dapat memasuki tase kehidupan Wanaprastha? Jawaban ini tersurat dalam Manama Dharmasastra 'l . dharyante tasmajjyesthacramo grahi". Artinya : orang-orang dari golongan lainnya. Maka Grhastha asrama memiliki tanggung jawab yang besar seperti. Oleh karenanya golongan kepala rumah tangga adalah golongan yang terutama. 62 . tanggung jawab terhadap keluarga dan kewajiban dimasyarakat mulai ditinggalkan. Jadi Grhastha artinya fase kehidupan dalam rangka membina rumah tangga. orang tua dan masyarakat. leluhur. Lebih lanjut dalam Manawa Dharmasastra menyatakan bahwa kehidupan Grhastha itu adalah sangat mama.2. Wanaprastha asrama Wanaprastha adalah fase kehidupan untuk mengasingkan diri dan kesibukan hidup yang bersifat duniawi dengan melalui usaha-usaha pengendalian diri untuk bisa melepaskan keterikatan belenggu duniawi.artinya berdiri atau membina. Dengan demikian membangun kehidupan rumah tangga hendaklah memperhitungkan dengan seksama dan cermat mengenai kesiapan diri baik secara lahir maupun batin. jnawenanannena canwaham grhasthenaiwa. Pada masa kehidupan Wanaprastha. setiap harinya dibantu oleh kepala rumah tangga dengan pemberian pengetahuan suci dan makanan. "Yasmatra yo pyacramino. anak. dan diambil alih oleh anak cucunya. tanggung jawab terhadap istri.

Samnyasenapahatya prapnoti paranam gatim" Artinya. Pada fase ini aktivitas kehidupan sepenuhnya ditujukan untuk mengabdikan diri pada pencapaian manunggalnya Atma dengan Paramatma dengan mengajarkan ajaran kebenaran. Fase Grhastha lebih menekankan pada upaya pemenuhan untuk mendapatkan arta dan kama. Manawa Dharmasastra menyebutkan : "Ewam samnyasa karmani swakaryaparamo sprihah. Sedang fase Wanaprastha dan Bhiksuka lebih menitik beratkan pada upaya untuk mencapai moksa. Catur Purusartha dengan Catur Asrama merupakan dua disiplin hidup yang diajarkan dalam agama Hindu. C. Dharma dimaksud adalah mencari kebenaran dengan menuntut ilmu pengetahuan. Arti kata Bhiksuka sebenarnya adalah peminta-minta. semua adalah milik Tuhan. Catur Purusartha adalah tujuannya dan Catur Asrama adalah fase kehidupannxa. namun yang dimaksud bhiksuka adalah seorang yang berada dalam fase kehidupan ini tidak menghendaki adanya kepemilikan untuk kepentingan dirinya sendiri. menghentikan petaksanaan upacara yang hanya tekun mencapai moksa (kebebasan akhir) dan bebas dari nafsu. 63 . HUBUNGAN CATUR PURUSARTHA DENGAN CATl R ASRAMA. Fase Brahmacari melandasi kehidupan dalam menegakkan dharma. menghancurkan dosanya dengan melepaskan segalanya mencapai tingkat tertinggi.Bhiksuka / Sanyasa adalah fase kehidupan yang terakhir setelah melewati hidup wanaprastha. Dharma adalah yang melandasinya. la yang dengan demikian. bahkan untuk makan ditanggung oleh murid-muridnya. Sedangkan ani kata Sanyasin adalah meninggalkan keduniawian dan hanya mengabdikan kepada Tuhan dengan mengajarkan atau menyebarkan ajaran kebenaran (dharma).

b. Karma Marga c. Bhakti Marga b. d. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Jnana Marga TUP : Mahasiswa dapat memahami. Mengidentifikasi pelaksanaan masing-masing Marga dalam kehidupan sehari-hari. Menguraikan prinsip dasar masing-masing Marga c. Pengertian Catur Marga b. mentaati dan mengamalkan Catur Marga sebagai jalan hidup menuju Tuhan. Pembagian Catur Marga c. Menjelaskan pengertian dan makna ajaran Catur Marga. Menumbuhkan toleransi hidup beragama. POKOK MATERI : a.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : CATUR MARGA : a. Pelaksanaan Catur Marga dalam kehidupan seharihari 64 .

dengan cara mengabdikan pengetahuan yang dimiliki serta dengan melakukan brata. Bhakti muncul karena kehausan dan kerinduan yang mendalam akan Tuhan. sedangkan Yoga menekankan kcpada hubungan dengan Tuhan. dimana ada rasa takut disana tak ada cinta. Kata Bhakti bcrasal dari kata "bac" artinya cinta kasih. 2) Bhakti tidak mengenal takut. yoga. Bhakti marga. Ciri-ciri bhakti : 1) Bhakti tidak mangenal jual beli. melakukan perbuatan mulia dengan tanpa pamrih. tapa dan semedi. Syarat utama bhakti marga adalah hasrat yang sungguh-sungguh.PEMBAHASAN A. Bhakti marga adalah jalan murni yang sewajarnya untuk mencapai Tuhan dengan sungguh-sungguh yang dimulai dengan cinta. 65 . Secara keseluruhan Catur Marga bertujuan untuk menyatukan diri dengan Hyang Widhi (Tuhan) dengan cara mengabdikan diri utnuk kebaikan dan kesujudan yang tulus iklas secara terus menerus. Pengertian Catur Marga Catur Marga terdiri dari kata Catur artinya empat dan Marga artinya jalan. Dalarn beberapa buku ditemukan istilah Catur Marga dan Catur Yoga. Bhakti adalah cinta yang mendalam kepada Tuhan. berlangsung dengar cinta dan berakhir dengan cinta. Marga menekankan kepada jalan yang ditempuh. B. Catur Marga adalah empat jalan untuk menuju Tuhan. Bhakti marga adalah jalan untuk menghubungkan diri dengan Tuhan dengah cinta kasih sebagai landasannya. Contohina tikus tidak pernah jatuh cinta kepada kucing. Bhakti Marga. Jnana marga dan Yoga marga. 3) Cinta itu idial. Catur Marga meliputi. Pembagian Catur Marga. Karma marga. jiwanya bhakti memberi mempersembahkan. Marga artinya jalan.

kebencian sudah dipudarkan. Secara batiniah karma beraiti apa yang terjadi sekarang dan perbuatan masa lalu. sehingga pengikutnya berjumlah besar. Sejak baru bangun tidur seorang sudah melakukan kerja. Tetapi dalam Karma Marga. Dalam menuju Tuhan ditandai dengan rasa takut. Apara bhakti adalah tingkatan bhakti sang masih sederhana.IIl. Tuhan sendiri untuk 66 . Kirthanam (memuji Tuhan). melalui doa-doa dan pujian. Semua orang setiap saat berbuat karma. Smaranam (mengenang. ia tidak meminta imbalan/pamrih dari Tuhan. Karma Marga berasal dari kata "kr" yang berarti berbuat. Arcanam (Memuja Tuhan). Pada Sewanam (melayani Tuhan dengan melalui pelayanan kepada semua makluk). Karena itu bila bhakti mulai tumbuh patut dijaga dan dikembangkan dengan cara Srauanam (mendengarkan perihal Tuhan). Segala karma adalah karma. Bhakti tidak bisa berkembang hanya dengan berteori tentang ketuhanan. Sneham (mendekati Tuhan bagaikan seorang kawan) Atmaniwedanam (pasrah kepada Tuhan). Karma Marga adalah jalan menuju Tuhan melalui perbuatan tanpa mengharapkan hasilnya. loba. Hal ini adalah wajar dalam perjalanan evolusi Spiritual. kata karma berarti bekerja/berbuat. Adapun media dari tingkatan Apara Bhakti adalah: murti puja (Tuhan dalam wujud Saguna Brahma).5).Bhakti marga adalah jalan umum yang dapat dilaksanakan oleh semua lapisan. Tunas bhakti akan tumbuh jikalau egoisme. Tingkatan bhakti ada dua yaitu Apara Bhakti dan Para Bhakti. Adanya petisi dengan Tuhan. Seorang bhakta sudah cukup dengan apabila mencintai Tuhan. Itulah kepuasan seorang bhakta yang tergolong para bhakti. oleh karena itu sarana pemujaan berbentuk sesaji.kanmia Tuhan). iri hati. Para Bhakti adalah bhakti yang tingkatannya sudah tinggi. Setiap orang tidak bisa tinggal diam menghindari kerja (Bhagawadgita. Karma Marga. Ciri-cirinya adalah: seorang bhakta mempersembahkan apa saja yang dimiliki.

Seluruh hidup kita ini berkaitan dengan karma. Kita harus ingat pohon beringin yang besar itu tumbuh dari bibit yang kecil. buah itu menghasilkan perbuatan baru. Dalam benih ada pohon. Dalam Bhagawadgita disebutkan ada tiga jenis karma yakni: Akarma. Jnana Marga. Ciri karma adalah sangat menekankan pada gagasan Niskama Karma (perbuatan tidak mementingkan hasil). tanpa pohon tidak mendapat benih. Peristiwa ini sangat alamiah sekali. Karma yang membebaskan bersifat murni. kesedihan dan kebahagiaan. Sementara kita lupa akan hukum karma pala. tanpa benih kita tidak mendapat pohon. segera kita menyalahkan orang lain dan berpikir dunia ini jahat hanya kita yang benar. bukankah kalau kita melakukah Niskama Karma akan ditipu? Jawabnya adalah tidak. 67 . buah dan perbuatan berwujud seperti rentetan benih dan pohon. untung atau rugi. Wikarma adalah perbuatan yang menyimpang/salah. Selanjutnya. Karma adalah perbuatan yang mengikat pelakunya karena berhubungan dengan indria.menjaga alam dengan tidak pernah berhenti bekerja (Bhagawadgita. Pertanyaan yang muncul apakah dengan menekankan kepada perbuatan yang tidak mementingkan diri sendiri kita akan kehilangah hasil. Kita lupa bahwa Karmalah sumber baik atau buruk. Hl. Apabila kesedihan menimpa diri kita. Karma dan Wikarma. Benih dan pohon timbul bergantian. Rentetan perbuatan dan buah. karena itu kita harus mengerti akan pentingnya arti karma dan melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Kendati demikian kita tidak mudah menerima kenyataan ini. Benih menjadi pohon dan pohon menjadi benih.23. Seperti kita ketahui bahwa setiap perbuatan ada buahnya. tak tercela.24). tidak mementingkan diri sendiri. Tidak benar bahwa karma itu sebagai soal yang tidak berarti. Akarma adalah karma yang membebaskan.

Jnana Marga adalah jalan menuju persatuan dengan Tuhan melalui ilmu pengetahuan. Marga ini dimaksudkan untuk para pencari kehidupan rohani yang mempunyai kecenderungan intelektual yang kuat. Tujuan Jnana marga adalah untuk membelah bidang-bidang yang sangat rahasia dengan wiweka. Yang diperlukan adalah kemampuan untuk membedakan bagian permukaan dari diri kita yang terletak berlapis-lapis dibagian luar dengan diri kita yang sejati atau Atman yang terletak didalamnya. Jalan untuk mencapai kemampuan ini terdiri dari tiga langkah: Pertama Srawana \aitu mendengarkan ucapan orang bijaksana, kitab suci. Kedua Manana yaitu merenungkan secara mendalam dan berkesinambungan tentang siapa Aku. Untuk bahan renungan ini ditauarkan beberapa cara yang bisa dipilih. Misalnya merenungkan tentang kata badanku. tanganku. Dalam kata badanku dan tanganku selalu lerkandung antara yang dimiliki dengan yang memiliki. Siapa Aku yang memiliki itu. Jawabnya adalah Atma. Atma tidak sama dengan badan. Badan ini tumbuh. berkembang dan akhirma hancur. Atma yang menjadi penghuni badan tetap abadi. Langkah ketiga adalah mempraktekan. Dalam panggung kehidupan pemeran (Atma) menggunakan topeng (tubule) untuk mementaskan drama kehidupan. Topeng itu memperlihatkan watak dan peran yang bersangkutan. sedangkan pribadi yang memakai topeng itu berdiri dibelakangnya tanpa dikenal. Pada saat orang sampai pada kesadaran Atma. saat itu lapisan-lapisan itu tidak mengikat lagi. Dari sini kcsadaran itu meluas kedalam berbagai fenomena kehidupan dengan suatu kesimpulan bahua Atma scmua makluk itu satu. Tat Twam Asi. bahwa Atma dan Paramatma juga satu. Brahma Atman Akyam. Menurut ilmu yoga kehadiran kita ini dikatakan merupakan unit yang berlapis-lapis yang saline menembus. terpadu berupa satu kesatuan yang menyeluruh. Lapisan itu mulai dari yang paling kasar. masuk kelapisan yang paling halus dan

68

berakhir pada lapisan yang sangat halus yang dinamakan Atma. Para Yogi membagi tingkatan lapisan itu mejadi lima yang disebut Panca Maya Kosa \aitu : 1. Annamaya Kosa. badan jasmani. lapisan paling luar yang kasar terdiri dari unsur makanan. 2. Pranamaya Kosa. lapisan energi vital. 3. Manamaya Kosa. lapisan bawah sadar termasuk ingatan dan refleksi. 4. \\'ijnamax a Kosa. tingkat pengetahuan khusus. 5. Ananda Mayakosa. lapisan selubung atma atau tingkat kebahagiaan. Memandang diri sendiri sebagai orang lain mempunyai manfaat ganda. Pertama. memisahkan identifikasi diri dengan tubuh. dan yang kedua menekankan identifikasi diri dengan tubuh. dan yang ketiga menekankan identifikasi diri ketaraf yang lebih dalam melalui suatu pengetahuan yang identik dengan jati diri. kemudian menyatu dengan jati diri. Selain dirinya yang sejati tidak ada lagi pengamat. pendengar atau pemikir atau pelaku. Maka tingkatan persatuan dalam kebinekaan tercapailah. Inilah suatu keindahan yang mendatangkan Annanda yaitu Sukha Tanpauali Dhuka. Yoga Marga. Yoga Marga adalah jalan untuk merealisasikakan Tuhan melalui Yoga. Orang-orang yang mempunyai kecenderungan dan disiplin diri untuk mencapai kesatuan dengan Tuhan didukung sepenuhnya dan diberi dorongan untuk melaksanakannya. Jalan yang ditempuh adalah jalan Yoga. Syarat untuk menempuh jalan ini adalah harus memiliki keyakinan yang kuat bahwa Atma jauh tebih mengagungkan dari pada yang kita sadari dan mempunyai hasrat yang kuat untuk menjalaninya sccara langsung. Tanpa ada keyakinan dan kencenderungan seperti ini peminat akan jatuh di tengah jalan. karena kurang sabar. Orang yang menempuh Yoga Marga tidak dituntut untuk menerima apapun. Yang diperlukan adalah pengendalian pikiran. Sebelum mulai dengan pengendalian pikiran perlu

69

mengendalikan tindakan yang bersifat lahiriah terlebih dahulu. Ada beberapa tahapan yang ditempuh yang discbut Astangga Yoga, lima diantaranya merupakan latihan. pengendalian pisik. Bagian Astangga Yoga adalah: 1. Yama. adalah pengendalian tahap pertama yang isinya berupa pantanganpantangan. 2. Nyama. adalah pengendalian diri lebih lanjut. yang merupakan ajaran kesucian menuju Tuhan. 3. Asana. adalah sikap duduk. yang efisien sesuai dengan kondisi masingmasing. 4. Pranayama. adalah pengendalian prana melalui pengaturan napas –yang teratur. 5. Pratihara, adalah penarikan pikiran dari obyeknya di dunia luar. untuk kemudian dikembalikan kedalam batin. 6. Darana. adalah pemusatan pikiran bagian ini sudah berwujud pengendalian rohani. 7. Dhyana, adalah meditasi. pemusatan pikiran yang lebih intensif. 8. Semadi adalah luluhnya pikiran dengan Atma. Kedelapan tahapan Yoga itu dapat dikelompokan empat tingkat yaitu. a. Persiapan Etis, yaitu Yama dan Nyama. b. Persiapan fisik. yaitu Asana dan Pranayama. c. Perenungan. yaitu Pratihara dan Dharana. d. d Pemusatan, yaitu Dyana dan Samadi. Pelaksanaan Catur Marga dalam kehidupan sehari-hari. walaupun dalam pembicaraan dipisah-pisahkan namun di dalam prakteknya ke empatnya (Bhakti, Karma. Jnana. Yoga) merupakan satu kesatuan yang utuh Bhakti. Karma. Jnana. Yoga marga berintikan kegiatan ego. Puncak dari Bhakti. Karma. Jnana dan Yoga adalah penyerahan diri secara total dimana Sang Aku lebur dengan cinta.

70

normanorma yang ada dalam agama Hindu untuk mensukseskan tujuan pembangunan nasional. hukum. TUP : Mahasiswa dapat memahami kedudukan agama Hindu dalam pembangunan nasional. c. Keselarasan tujuan agama Hindu dan tujuan pembangunan Nasional b. Agama dan modernisasi. Mampu menterjemahkan dan menjabarkan sumber-sumber nilai.POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : Agama Hindu Dan Pembangunan Nasional : a. Dharma agama dan Dharma Negara. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai materi ini mahasiswa dapat : 71 .

a. Menjelaskan keselarasan tujuan agama Hindu dengan tujuan pembangunan nasional. b. Menjelaskan tentang hakekat dharma agama dan dharma negara. c. Menjelaskan tentang sikap agama Hindu terhadap modernisasi. POKOK MATERI : a. Tujuan agama Hindu dan tujuan pembangunan nasional b. Dharma agama dan dharma negara. c. Agama Hindu dan modernisasi PEMBAHASAN A. 1. Tujuan Agama Hindu dan Tujuan Pembangunan Nasional. Tujuan agama Hindu

Dharma eva plavo nanyah, svargam samabhivanhatam. Sa ca naurpvanijastatam jaladhed paramic chatatah. Ikang dharma ngaranya, henuning mara ring swarga ika. Kadigatining perahu an henuning banyaga nentasing tasik. Ss. 14). Artinya : Yang disebut dharma (agama) adalah merupakan jalan untuk pergi ke surga bagai halnya perahu. sesungguhnya adalah merupakan alat bagi seorang pedagang untuk mengarungi lautan. Benotak dari sloka di atas. dapatlah diuraikan bahwa dharma agama) adalah merupakan sarana atau alat untuk mencapai suatu tujuan. agama merupakan pedoman. tuntunan bagi umat manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup yakni kebahagiaan dan kesejahteraan lahir dan batin. Tujuan hidup ini dapat dirinci lagi dengan sebutan "Catur Purusartha" aninya empat tujuan hidup yang meliputi dhanna artha kama dan moksa.

72

Dharma berarti kebenaran dan kebajikan. yang menuntun umat manusia untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. Artha adalah benda-benda yang dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan hidup manusia. Kama artinya hawa nafsu. keinginan Juga berarti kesenangan. Sedangkan moksa berarti kabahagiaan yang tertinggi yaitu kelepasan. Di dalam memenuhi segala nafsu atau keinginan harus didasarkan atas kebajikan dan kebenaran yang dapat menuntun setiap manusia di dalam mencapai kebahagiaan. Karena sering. manusia lupa akan dasar-dasar dharma dalam upaya mamenuhi kebutuhannya. sehingga penderitaan yang di perolehrya Oleh sebab itul dharma harus benar-benar ditegakkan sebagai pengendali guna memenuhi artha dan kama. Seperti dijelaskan dalam kitab Sarasamuscaya 12. Karmathau Iipsmarastu. dharmam euaditaccaret Nahi dhammada petyanhah karma vopi kadacana Artinya : Pada hakekatnya jika artha dan kama dituntut. maka hendaknva dharma dilakukan terlebih dahulu. Tidak dapat disangsikan lagi. pasti akan diperoleh artha dan karma itu nanti. Tidak akan ada artinya jika artha dan kama itu diperoleh menyimpang dari dharma. Jadi dhartna (agama) mempunyai kedudukan yang paling penting dalam Catur Purusanha. karena dharmalah yang menuntun manusia untuk mendapatkan kebahagiaan lahir batin.

2.

Tujuan Pembangunan Nasional. Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang

berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat. bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas mewujudkan tujuan pembangunan nasional yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa dan negara seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan

73

kehidupan bangsa. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Adapun tujuan pembangunan nasional seperti yang tertuang dalam GBHN Tap. II/MPR/1993 bahwa tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah kesatuan negara Republik Indonesia yang merdeka berdaulat bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman. tentram tertib dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka. bersahabat. tertib dan damai. Pada hakekatnya pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhrnya. dengan Pancasila sebagai dasar. tujuan dan pedoman pembangunan nasional. Atas dasar uraian tersebut di atas maka pada dasarnya bahwa tujuan agama Hindu dengan tujuan pembangunan nasional adalah selaras dan serasi. Keduanya mempunyai tujuan yang sama. ingin mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan dunia lahir dan batin. kesejahteraan dunia (jagadhita) maupun kesejahteraan batin (moksa). ini berarti terbetuknya manusia Indonesia seutuhnya. selaras. serasi dan seimbang lahir dan batin.

B. 1.

Dharma Agama dan Dharma Negara. Dharma Agama Dharma agama adalah menipakan tugas dan kewajiban yang patut dilaksanakan oleh sctiap Umat untuk mencapai tujuan agama. Sebagaimana telah diuraiakan di depan. tentang makna dharma dan tujuan agama Hindu yakni Catur Purusartha. maka secara mutlak bahwa setiap umat Hindu berkewajiban menegakkan dharma (agama). Dengan menghayati. mengarnalkan. menegakkan dan melestarikan

74

Dengan demikian jelaslah bahwa kewajiban utama umat manusia adalah melaksanakan dharma agama demi tercapainya kebahagiaan. niscaya kedamaian. Dharma merupakan sumber kebajikan. ketentraman dan kedamaian. Segala kegiatan yang terlepas dan/atau meninggalkan dharma niscaya penderitaan yang diperolehnya. sumber kebahagiaan dan sumber kedamaian. dharmallokastrayastata pravrttah sacaracarah. Sarasamuscaya 16 menyebutkan : Yatahadityah samudyan vai tamah. Dharma Negara. sarvyam vyapohati cvam. Kalyanamatirtam sar\vapapan vyapohati. Artinya : Dan keutamaan dharma itu sesungguhnya merupakan sumber datangnya kabahagiaan bagi yang melaksanakannya. Artinya : Seperti perilakunya matahari yang terbit. Apabila sctiap umat Hindu benar-benar mentaati segala tuntunan dan berpedoman dharma dalam segala gerak dan aktivitas hidup dan kehidupan.ajaran-ajaran dharma sesuai dengan tuntunan Weda maka akan terciptalah suatu kondisi kedamaian. demikianlah orang yang melakukan dharma adalah memusnahkan segala macam dosa. melenyapkan gelapnya dunia. Sarasamuscaya 18 menyebutkan : Dharmah sada Hitah pumsam dharmachaivacrayah satam. kesejahteraan akan tercapai. Dharma negara berarti suatu kewajiban atau tugas yang harus dilaksanakan umat terhadap negaranya kewajiban berbakti kepada negara dalam ajaran agama Hindu telah dituangkan dalam Catur Guru Bhakti yang salah satunya adalah Bhakti kepada 75 . tegasnya hanya dharma yang dapat melebur dosa Triloka. 2. lagi pula dharma itu merupakan perlindungan orangyang berilmu.

pemerintahlah yang melindungi segenap warga negaranya. Agama Hindu merupakan agama yang tertua diantara agama-agama yang ada di dunia.Guru Wisesa (negara). Berbakti kepada negara berarti bahwa sebagai warga negara yang baik akan selalu mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku. Agama Hindu menerima bak modernisasi secara selektif. sepanjang tidak bertentangan denean nilainilai agama Hindu. Dan bahkan dengan ajaran-ajaran Weda akan mampu mengendalikan perkembangan. Agama Hindu ada sebelum adanya agama lain di dunia. C. SATUAN ACARA PERKULIAHAN 76 . Agama Hindu dan Modernisasi. Agama Hindu disebut “tanpa permulaan” la adalah selalu ada. sehingga terjadi keselarasan. Modernisasi berperan sebagai penopang atau penunjang untuk mencapai hakekat dari pada tujuan hidup beragama. Jadi agama Hindu walaupun agama yang usianya paling tua. keserasian dan keharmonisan antara jasmani dan rohani. Seperti \angberkaitan dengan pelaksanaan ibadah keagamaan yangdisebutkan dalam UUD 1945 pasal 29 ayat (2) yang berbunyi sebagai berikut : Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya. la adalah sanatadharma atau agama yang kekal abadi. namun tetap ada dan berkembang sesuai keadaan jaman. Dengan demikian sudah selayaknya kalau sebagai umat beragama dan sebagai warga negara yang baik berperan dalam segala gerak dan aktivitas yang dilaksanakan oleh negara demi terwujudnya cita-cita bangsa dan negara. Ajaran Weda tetap sesuai dan tetap diterapkan pada jaman sekarang. Sebab.

serta menyadari kedudukan sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : : Pengertian dan ruang lingkup sosiologi Agama Hindu a. memiliki toleransi dalam kehidupan sosial.Matakuliah Semester Tahun Kuliah SKS Jenjang : Sosiologi Hindu Dharma : : : 2 SKS : S1 1. Pengertian sosiologi Agama Hindu b. TPU : Mahasiswa dapat mengerti dan memahami sosiologi agama Hindu menyadari kedudukanya sebagai anggota keluarga dan anggota masyarakatm serta mampu mengembangkan kehidupan sosial. mampu mengembangkan sifat dan sikap. mengkaji struktur. Pemahaman dan pengetahuan mengenai sosiologi agama Hindu b. sifat dan sikap toleransi dalam TPK : Mahasiswa mampu : a. Keluarga dan masyarakat dalam agama Hindu. 2. memiliki pengetahuan sosiologi Agama Hindu dapat berfikir strategis. Spsiologi agama Hindu sebagai suatu ilmu. Tujuan Kurikulum Mahasiswa dapat mengerti memahami sosiologi Hindu Dharma. c. Kemampuan untuk menjelaskan materi sebagai mana tersebut pada pokok bahasan. 77 .

Pokok Materi : a.c. maka sosiologi agama Hindu dapat diartikan sebagai satu disiplin ilmu yang merupakan bagian dari sosiologi agama yang mempelajari masyarakat 78 . Dr. fungsi-fungsi serta perubahan-perubahan yang dialami kelompok keagamaan. tentang structural. 3. disadari atau tidak manusia adalah mahluk daiam kesatuan sosial yang sekaligus adalah mahluk individu. Catur Warna SOSIOLOGI AGAMA HINDU a. Mengembangkan dan mengaplikasikan pada kehidupan di masyarakat. bila dikaitkan dengan kesatuan kehidupan keagamaan Hindu. Penjelasan yang lebih lengkap tentang kesatuan manusia dalam suatu kehidupan keagamaan tertentu. aspek dogmatik agama yang dijadikan tatanan masyarakat tertentu. W. tidak akan menjadi lengkap jika hanya memahami. H. lebih khusus lagi sosiologi agama Hindu. demikian pula manusia dipahami sebagai satuan kehidupan keagamaan tertentu. Godijn (dalam Hendropuspita 1983) mengatakan bahwa sosiologi agama adalah bagian sosiologi umum yang mempelajari suatu ilmu sosial emperis. c. dapat diharapkan secara wajar dari suatu bagian studi sosiologi agama Hindu. Pengertian sosiologi Agama Hindu b. Keluarga dan masyarakat dalam agama Hindu. atau sebaliknya hanya memahami aspek sosiologi secara umum. Pengertian Sosiologi Agama Hindu. karena belum menunjukkan pada satu kelompok keagamaan tertentu. Manusia adalah sebagai mahluk dinamis yang memiliki banyak aspek dalam kehidupan. propan dan positif yang menuju pada pengetahuan yang bersifat universal. Difinisi sosiologi agama seperti terurai di atas masih bersifat umum. Goddijn dan Dr.

perubahan yang di alami masyarakat penganut agama Hindu. yang merupakan bagian dari ilmu sosiologi agama. menuju pengetahuan yang bersifat universal mengenai structural. Artha. fungsifungsi serta perubahan-perubahan yang dialami masyarakat penganut agama Hindu. dan untuk dapat lebih menemukan pengertian terhadap sosiologi agama hindu. maka kita menarik depinisi sebagai berikut : Sosiologi Agama Hindu adalah suatu disiplin ilmu yang merupakan bagian dari sosiologi agama. Keluarga dan masyarakat dalam agama Hindu. dalam agama Hindu disebut Swadharma. Ikatan pengabdian dan pelayanan antar bapak dengan ibu (suami istri). Sedangkan tujuan agama Hindu yang ingin dicapai diwujudkan dalam kehidupan 79 . Tujuan hidup manusia dalam pandangan Hindu adalah tercapai Catur Purusartha. Kama dan Moksa. Jelasnya bahwa seluruh anggota keluarga yang terdiri dari ayah. harus menyadari sepenuhnya bahwa apa yang diperbtiat adalah tugas dan kewajiban. yang terikat sebagai suatu jalinan yang harmonis dalam kehidupan yang terdiri dari Dharma. b. yang mempelajari masyarakat pemeluk agama Hindu secara emperis yang bersifat positif. perihal structural.pemeluk agama Hindu secara emperis yang bersifat Universal. anak-anak kepada ayah ibu bahkan pada leluhur. jadi kata keluarga berarti jalinan atau ikatan pengabdian dan pelayanan. ibu dan anakanak. fungsi-fungsi serta perubahan . Kata keluarga berasal dari bahasa sansekerta yaitu kula dan warga artinya abdi pelayan dan warga berarti jalinan atau ikatan. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa sosiologi agama Hindu adalah suatu ilmu. sehingga semua itu merupakan suatu karma yang sepatutnya dilaksanakan agar tujuan hidup dan tujuan agama dapat tercapai. ayah ibu kepada anak-anak. Tujuan hidup yang sekaligus merupakan dasar kehidupan ini adalah hal yang sangat hakiki dan bersifat universal.

Rsi (Arsa) Wiwaha 80 . Asura Wiwaha 6. Asura Wiwaha 3. manusia dengan sesama mahlukhidup. Gandhanva Wiwaha 7. Brahma Wiwaha 2. Berkaitan dengan itu. adalah Moksatham Jaeaditha vaca iti dharmah. ajaran Tri Hita Karana menjelaskan bahwa ada tiga penyebab kesejahtraan yang bersumber pada keharmonisan hubungan antara : Manusia dengan Tuhan. manusia dengan alam sekitar (lingkungan). Tujuan agama melandasi tujuan hidup setiap umat Hindu. Prajapati Wiwaha 2. dan Jagaditha kesejahtraan lahir dengan cara yang baik dan benar sesuai dengan petunjuk ajaran agama. Moksatham adalah kebahagiaan bathin. Rsi (Arsa) Wiwaha 4. umat Hindu mempunyai pedoman dan pegangan yaitu kitab suci Weda yang tidak boleh diingkari. diyakini kebenarannya.umat beragama Hindu. Daiwa Wiwaha 3. Pembentukan keluarga diawali dengan pelaksanaan perkawinan (sauskara wiwaha ) sebagaimana tertuang dalam kitab suci Manawa Dharmasastra IX disebutkan bahwa adadelapan jenis perkawinan \aiui 1. Paisaca Wiwaha Dari kedelapan jenis sistim perkawinan tersebut yang masih relevan dan dapat dilaksanakan ada empat: 1. kebebasan bathin dengan berdasarkan dharma. Raksasa Wiwaha 8. yang merupakan dasar dan pedoman hidup dalam mencapai tujuan itu. Prajapati Wiwaha 5. Dengan demikian tujuan Hindu mengantarkan umat untuk mencapai kesejahtraan lahir. Gandharwa Wiwaha 4.

yang terdiri dari : a. tugas dan perbuatan. Catur Warna. kebijaksanaan. maka kehidupan manusia tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat.3) Bhagawadgita dan Manawa Dharma sastra. Sehubungan dengan itu ajaran agama Hindu membagi. Sedangkankan dalam kehidupan sosial. artinya mereka senantiasa melaksanakan pengendalian diri. sukta 90 yang terkenal dengan nama purusa sukta. karena manusia individu adalah sebagai bagian dan masyarakat.Selanjutnya kita meninjau bahwa manusia sebagai mahluk sosial (libido sosialis ). catur warna berarti empat pilihan propesi atau fungsi sesuai dengan tugas yang dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kehidupannya dimasyarakat. Guna berarti sifat dan karma berarti kegiatan.13) bahwa ada empat golongan manusia dengan bagian sifat dan kegiatan yang berbeda. Ketahuilah bahwa aku (Tuhan ) yang menjadi asal mula. dijumpai pula didalam sama weda. bahwa Catur Warna berdasarkan Guna dan Karma. Arannya samhita (IV. oleh karena itu yang 81 . kesederhanaan. Didalam bahasa sansekerta kata warna berasal dari urat kata Vr yang berarti pilihan . c. Brahmana Brahmana warna adalah mereka yang didalam kehidupan ini lebih mengutamakan dan mengembangkan Guna Satwan. disebut pula dalam Bab (IV. walaupun tanpa kerja dan terjadi terus menerus. kehidupan masyarakat juga dibagi menjadi empat bagian sesuai dengan fungsi dan pembagian tugas masyarakat masingmasing disebut catur warna. Ajaran catur warna tersurat dan tersirat dalam kitab weda mandala. Sebagaimana ditegaskan didalam Bhagawadgita. Dari ungkapan tersebut diatas dapat kita pahami Catur Warna adalah bagian dari empat golongan manusia sesuai dengan sifat dan kegiatan yang berbeda-beda. kehidupan individu menjadi empat fase atau empat tahapan kehidupan sang disebut catur asrama.

idra Warna jdra Warna adalah yang mempunyai fungsi dan tugas dalam kehidupan dimasyarakat kita lihat sebagian orang mengambil kegiatan bagai pekerja pela\an seperti buruh dipabrik-pabrik. b. antara individu dengan . menjaga keteniban dan keamanan Negara dan orang-orang yang benugas melaksanakan tata pemerintahan. Para Rsi mempelajari sifat-sifat manusia secara cermat dari waktu iktu sehingga sampai pada suatu kesimpulan bahwa setiap orang. Wasya Wanna Yakni orang \ang dalam guna karman\a mengatur tata perekonomian masyarakat untuk mewujudkan kemakmuran negara. Ksatrya Kesatria Warna adalah mereka yang didalam kehidupan ini akan senantiasa cendrung bersifat heroik. c.dapat disebut Brahmana Warna adalah para bijaksana. sama kemampuannya dalam suatu 82 . pelayan toko dan sebagainya itulah guna karma seorang idra. sanyasin atau orang yang senantiasa menuntun dan mengembangkan sifat ketuhanan dalam kehidupan. ip orang tidak dapat memiahkan diri dari kehidupan masyarakat. masyarakat yang makmurdan sejahtera akan dapat diwujudkan apa bila . pemberani penuh aktivitas atau enerjik. maka akan tenvujud suatu hubungan yang serasi dan lonis antara seseorang dengan yang lain. Guna dari sifat kesatrxa dimiliki dilaksanakan oleh pemerintah sipil maupun militer.p individu dalam masyarakat dapat melaksanakan fungsi dan snya dengan baik dengan melaksanakan kewajiban atau suadharma masing-masing. Mereka adalah ira pengusaha atau wiraswasta yang melakukan perdagangan dan Ttanian. atau orangorang yang bertugas bertempur membela negara. arakat. rohaniawan. Pembantu rumah tangga.

pekerjaan. untuk kemakmuran dan kesejahtraan bangsa. Mengenai kewajiban hidup dalam masyarakat lebih detail maha lanu dan Yajnawalkya menjelaskan bahwa ada bermacam-macam ma yang menjadi Swadharma bagi seseorang antara lain : Varna Dharma yakni keuajiban hidup sesuai dengan warna atau ropesi masingmasing seperti Brahmana (Pendeta). Cirihasta (rumah Tangga). Ksatrya Angkatan bersenjata. yang rnerupakan bagian fungsi dan kegiatan kerja. Asrama Wama Dhanna yakni kewajiiban hidup sesuai dengan tingkat atau tahapan hidup seseorang. Politik). Oleh karena itu dapat mukakan adanya prinsip-prinsip yang mendasari sistim golongan warna Dharma. Warnasrama Dharma yaitu kewajiban hidup antara profesi dan tingkatan hidup seperti diatas. masing-masing jenis tugas yang berbeda untuk golongan mental spiri-Ksatrya mengenai bidang administrasi. c. d. sedangkan a melakukan pekerjaan pelayanan untuk membantu kelancaran atan dari. 83 . Nimta Dharma yaitu kewajiban seseorang yang ada hubungannya dengan halhal tertentu misalnya kelahiran. Guna Dharma yaitu kewajiban seorang yang hubungan dengan sifat dan pembawaan. b. politik. misalnya sebagai Brahmacari (pelajar. golongan yang lain. Wana Prasta (orang Tua yang mengurangi ikatan duniaui) dan sebagai Sanyasm (seorang yang mempersiapkan din mencapai pelepasan). Selanjutn\a Waisya dipercaya melayani tugas onomian. Waisya (Para pedagang) dan Sudra buruh dan tani). misalnya seniman. dan lain-lain. pemerintahan dan ahanan. e. Mahasisua).

media massa. Evaluasi : 2 x 50 menit : kuliah. diskusi : buku. 5. Media e. Alokasi waktu b. dosen : OHP. Pengalaman belajar c. Sumber belajar d. Pembelajaran a. Sadharana Dharma yaitu kewajiban meliputi kewajiban umum hagi seiiap anggota masvarakat dengan tidak mengindankan pangkat atan jabatan seseorang dalam masyarakat. baca buku.f. papan tulis : lisan dan tertulis 84 .

Sosiologi untuk PGA I Gede Rudia Adipura. H. A. 1994. Tuntunan Dasar Agama Hindu Drs. A. Hanuman Sakti Jakarta.DAFTAR PUSTAKA A. Sosiologi Agama Hindu – UT Sosiologi Suatu Pengantar Bhagawad Gita Manawa Dharmasastra 85 . Hanuman Sakti 1994 D. Buku Pelajaran Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi Umum. B. Gde Oka Netra. I Nyoman Warjana 1982 C. Pedoman Pembinaan Umat Hindu Pesamuan Agung PHDI 1980 E. G. F.

Pokok-pokok ajaran Nawa Darsana TPU (TIU) : Mahasiswa memahami pengertian dan pokok-pokok ajaran yang terkandung dalam Sad Darsana dan Nawa Darsana. berpandangan luas dan memiliki wawasan yang jauh kedepan. berbudi pekerti yang luhur. berpikir yang fisiolofis dan strategis. bangsa dan negara. Pokok-pokok ajaran Sad Darsana c. 1. bersikap susila rasional. Pengertian Sad Darsana b. Tujuan Kurikulum Terbentuknya dan terbinanya Sarjana Hindu yang bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. 86 .SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Matakuliah Semester Tahun Kuliah SKS Jenjang : Pendidikan Agama Hindu : : : : S1 1. dinamis dan terampil menghargai kerjasama antar umat beragama dalam mengabdikan ilmu teknologi dan seni untuk kepentingan nasional dan meningkatnya rasa pengabdian kepada agama. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : : Sad Darsana a.

perencanaan. kata ini berarti pertimbangan. kata ini berasal dari kata "tat" yang artinya itu. d. Pokok-pokok ajaran Sad Darsana c. Menjelaskan pokok-pokok ajaran Sad Darsana. mahasiswa diharapkan dapat: a. Tattwa. Menjelaskan pokok-pokok ajaran Nawa Darsana.pertimbangan atau renungan. Dalam hubungan ini kata darsana artinya adalah sesuatu pandangan yang benar terhadap apa yang harus dilakukan oleh seseorang baik moral maupun material untuk mencapai kebenaran dan kebahagiaan abadi dalam kehidupan tertentu. renungan. Pokok Materi : a. Penyelidikan dan keragu-raguan. yangdimaksud adalah pemikiran atau renungan filsafat. b. Pengertian Sad Darsana b. Tarka. ini berarti pemikiran. c. Dalam bahasa seharihari kata tattwa berarti uraian tentang Ke-Tuhanan: b. Mananasastra: kata. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup Sad Darsana. yang dimaksud adalah penyelidikan tentang kebenaran.TPK (TIK) : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini. 87 . kata ini berarti spikulasi yang dimaksud adalah penyelidikan tentang kebenaran. PENGERTIAN SAD DARSANA Kata darsana berasal dari urat kata "drs" yang artinya melihat atau memandang. 2. Nawa Darsana SAD DARSANA I. Nama atau istiiah lain yang memiliki ani mendekati dengan darsana adalah a. Wicarasastra. c.

antara lain adatah : Nyaya. Waisasika. A. karena mengajui benda-benda sebagai suatu kenyataan atau mengajui keberadaan dunia yang terlepas dari pikiran dan berdiri sendiri.II. Samkya. A. hasil komentar Wastyayana 88 . Dengan tokohnya adalah Maha Rsi Kanada Beliau juga dikenal dengan nama Ulaka. yoga dan Wedanta III. Pembahasan darsana bersifat sintesis dari semua sistim dan metode secara integratif.POKOK-POKOK AJARAN SAD DARSANA ANYAYA Nyaya disebut juga tarkawsada yaitu ilmu berdebat. Dalam hal ini yang akan dibahasa adalah pembagian dari sad darsana tersebut. RUANG LINGKUP SAD DARSANA Darsana sebagai Filsafat India memiliki pembahasan yang berbeda dengan filsafat barat yang lebih mengarah pada pembidangan-pembidangan khusus. Selain itu ada beberapa kitab komentar dan Nyayasutra diantaranya: a. 2. PENGERTIAN DAN SIFAT AJARANNYA Waisasika adalah saltu satu bagian dari filsafat India atau Sad Darsana yang usianya lebih tua dari sistem filsafat Nyaya yang timbul pada abad 4 SM. Sistem Filsafat Waisasika bersifat metaphisis dengan tujuan pokok ajarannya adalah bersifat Dharma yaitu tentang kesejahteraan duniawi dan kelepasan. bersifat realistis. munculnya akibat perdebaian diantara akhli pikir didalam mereka bcrusaha mencari kebenaran dari ayat-ayat suci Weda untuk dijadikan landasan melaksanakan upacara-upacara korban Ajaran filsafat nyaya disebut. Mimamsa. SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Sumber utama ajaran nyaya adalah Nyayasutra buah karya Maha Rsi Gotama. Nyayabhasya.

yang timbul pada abad 4 SM. WAISESIKA B.b. Kitab ini terdiri atas 10 adhyayas atau jilid dan setiap jilid terdiri dari dua ahnikas atau bab. d. dengan tokohnya adalah Maha Rsi Kanada.2. Pembuktian Theologi Pembuktian ini menyatakan bahwa didunia ini ada sesuatu tata tertib dan aturan tertentu sehingga dunia ini menampakan sesuatu rencana yang berdasarkan pemikiran dan tujuan tertentu.I. Sistem filsafat waisasika bersifat metaphisis dengan tujuan pokok ajarannya adalah bersifat dharma yaitu tentang kesejahteraan di duniaxv i dan kelepasan. SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Sumber ajaran waisesika kitab Waisesika Sutra. Semua kitab-kitab komentar ini menjelaskan dan mengembangkan cita-cita ajaran nyaya yang ada dalam kitab Nyaya Sutra serta mempertahankan cita-cita itu dari serangan kritikan oleh pihak-pihak yang menentangnya. Tuhan menjadi sebab pertama adanya alam semesta dan pada akhirnya Tuhanlah akan melebur dunia ini. tentu ada yang mengadakan rencana dan tujuan tersebut yang mengadakan itulah Tuhan. Nyaya Wartika: oleh Uddyotakara Nyaya Wartika Tatpana Tika: oleh Wascapati N\aya WartikaTatparya Parisuddhi dan Kusumanjali oleh Udayana Nyaya Manjani oleh Jayanta. Beliau juga dikenal dengan nama Ulaka. 89 . c. 2. B. e. PENGERTIAN DAN SIFAT AJARANNYA Waisesika adalah salah satu bagian dari filsafat India atau sad darsana yang usianya lebih tua dari sistem filsafat Nyaya. B.

Guna (kwalitas) 3. MIMAMSA C. Drauya (substansi) 2. Sedangkan Utara Mimamsa disebut juga Wedanta yang artinya penyelidikan sistematis yang kedua. yang dimaisud adalah sistem ini membicarakan bagian Weda yang kedua yang kitab Upanisad.Isi pokok ajaran waisasika adalah menerangkan tentang dharma. Samaya (sifat umum) 5. Yang terpenting dari ajaran Waisasika adalah ajaran tentang katagorikatagori dan semua yang ada didunia ini. Sifat ajaran filsafat adalah pluralistis dan realistis Disebut pluralistis karena mengakui adanva baynak jiwa dan penggandaan asas badani yang membenahi alam 90 . Samaya (pelekatan) 7. 1 PENGERTIAN DAN SIFAT AJARANNYA Sistem filsafat mimamsa terbagi menjadi dua jenis yaitu: Purwa Mimansa dan Utara Mimansa. yang dimaksud bahwa sistim ini membicarakan bagian Weda yang pertama yaitu kitab Brahmana. Wisesa (keistimewaan) 6. menurut waisasika ada 7 (tujuh) katagori (padharta) yaitu: 1. Karitia (Aktivitas) 4. yaitu apa yang rnemberikan kesejahteraan didalam dunia ini dan yang memberikan kelepasan yang menentukan. C. Mimamsa sering juga disehut Purwa mimaniba yang artiya penyelidikan sistimatis yang pertama. Abhawa (ketidakadaan) Demikianlah ketujuh katagori itu menjadikan segala sesuatu didalamnya sehingga manusia menyaksikan adanya segala sesuatu yang bcraneka ragam keaneka ragaman itu terjadi justru karena kombinasi dan ketujuh katagori yang diajarkan waisesika.

Dalam perkembangan selajutnya timbulah kitab komentar terhadapMimamsa Sutra ditulis oleh Sabarawamin Komentar ini diterangkan dengan cara yang herbeda oleh Kumarila Bhatta dan Prabhakara. 2 SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Yang menjadi sumber pokok ajaran Mimamsa adalah Mimam Sutra buah karna Maha Rsi Jaimini.semesta. Upamana 4. Arthaparti : pengamatan langsung : menarik suatu kesimpulan : mengadakan perbandingan : pembuktian melalui sumber yang dipercaya : perumpamaan Fungsi filsafat Mimamsa adalah membantu praktik keagamaan melalui dua cara yaitu memberi metode interpretasi terhadap Weda dan memberi pertimbanganpertimbangan yang bersifat filosofis terhadap pelaksanaan upacara keagamaan. Mengenai jiwa dalam sistim Mimamsa dipandang sebagai substansi. C. sedangkan disebut realistis karena mengakui bahwa obyek-obyek pengamatan adalah nyata. Sabda 5. SAMKYA 91 . oleh karena itu timbtillah dua aliran yaitu pengikut Kumarila Bhatta dan pengikut Prabhakara Pokok-pokok ajaran kedua ini pada prinsipnya sama. Jiwa itu jumlahnya sangat banyak dan tak terhitung. Anumana 3. Pratyaksa 2. indria dan budi. Aliran dari filsafat Mimamsa yang dipimpin oleh Maha Rsi Prabhakara mengemukakan adanya lima sumber pengetahuan (pramana) antara lain : 1. Semua jiwa memiliki kesadaran bersifat kekal berada dimana-mana dan meliputi segala sesuatu. tiap tubuh ada satu jiwa. D. keadaannya berbeda dengan tubuh.

diri sendiri secara metafisik. Nirwikalpa adalah pengamatan yang tidak menentukan yang ada hanya pengenalan obyek sebagai sesuatu. dualitis dan pluralitas.D. Jadi samkya berarti susunan yang berukuran bilangan. Menurut ajaran samkya ada tiga sumber pengetahuan yang benar yaitu Pratyaksa. Ajaran samkya disebut realistis. ia merupakan hasil analisis. bukan sebagai benda yang jelas identitasnya. sintesis dan interprestasi alam pikiran. 2. saling bertentangan dan dapat dipadukan. dan samkya disebut pluralisms karena mengajarkan bahwa nurusa itu barnak sekali. sedangkan pengamatan ada dua yaitu nirwakalpa dan sawikalpa. Perkataan samkya juga berarti pengetahuan yang sempurna. namun tidak bisa melepaskan kita dari penderitaan yang sepenuhnya. 92 . yang dimaksud adaiah filsafat tentang sesuatu yang memberi pelajaran untuk mengenal. D. yaitu purusa dan prakerti. karena itu pula ajarannya disebut Nirisuara Samkva. Dalam ajaran samkya kelepasan itu adalah penghentian yang sempurna dari semua pendentaan. kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi memperingan hidup kita. Anumana dan Sabda pramana. Menurut samkya tentang kebenaran Tuhan tidak perlu dibuktikan lagi. Disebut dualistis karena prinsip ajarannya ada dua realitas yang berdiri sendiri. SUMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Sumber pokok ajaran samkya adalah Samkya Sutra atau disebut juga Samkya Prawacana Sutra buah karya Maha Rsi Kapila. inilah tujuan akhir dari hidup kita. 1 PENGERTI AN DAN SIFAT AJARANNYA Perkataan samkya terdiri dari dua kata yaitu "sam” yang artinya bersama-sama atau dengan dan "khya" yang artinya bilangan. Ajaran pokok dari samkya adalah adanya dua realitas asasi yaitu Purusa dan Pekerti atau asas kejiwaan dan asas kebendaan yang merupakan asal mula dari segala sesuatu. sedangkan sawikalpa adalah pengamatan yang menentukan. Disebut realistis karena mengakui realitasduma ini yang bebas dari roh.

Tulisan pertama tentang ajaran yoga adalah kitab Yoga Sutra karya Maha Rsi Patanjali. 2. Maha Rsi Patanjali yang dibagi atas empat bagian dengan 194 Sutra. walaupun unsur-unsur ajarannya sudah ada jauh sebelum itu. kebenaran Tuhan dipandang sebagai suatu yang lebih tinggi dari purusa dan prakerti. Adanya Tuhan dipandang lebih bernilai praktis dari pada bersifat teori dan merupakan tujuan akhir semadi yoga. dengan demikian maka yoga dikatakan bersifat teori dan praktek dalam hubungan Tuhan. Maha Rsi Patanjali mengartikan yoga sebagai "Cittawrttinirodha" yaitu penghentian geraknya pikiran. Yoga Maniprabha ditulis oleh Bhojaraja dll.E. SIFAT DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Berbeda dengan Samkya. PENGERTIAN DAN SUMBER AJARANNYA Kata Yoga berasal dari urat kata "Yuj" yang artinya berhubungan. 1. Pokok-pokok ajaran yoga ada dalam kitab Yoga Sutra Karya. adapun keempat bagian tersebut adalah : 93 . yoga mengakui adanya Tuhan. YOGA E. seperti Yoga Bhasya atau Wyasabhasya yang ditulis oleh Wyasa. Komentar-komentar ini menguraikan ajaran yoga karya Patanjali yang berbentuk sutra berupa kalimat-kalimat pendek dan padat isinya. Ajaran yoga juga bersifat teistis dan mengakui kewenangan Weda. E. Kata yoga bcrarti hubungan atau berhubungan. Ajaran yoga sangat popular dikalangan umat Hindu dengan tokoh pendirinya adalah Maha Rsi Patanjali. Kemudian munculah buku-buku komentar atas ajaran beliau. dimana maksudnya adalah pertemuan roh individu (atma purusa) dengan roh universal yang tidak berpribadi (mahapurusa/paramaatma).

isinya tentang pelaksanaan ajaran yoga seperti cara mencapai semadhi. Menurut filsafat yoga kelepasan itu dapat dicapai melalui pandangan spiritual pada kebenaran roh sebagai suatu daya hidup yang kekai yang berbeda dengan badan dan pikiran. Tuhan adalah roh yang abadi tak tersentuh oleh dukacita. Bagian Sdhana Pada.a. Tuhan akan memberikan karunia yang mulia kepada seseorang yang bhakti kepadanya berupa kesucian dan penerangan bhatin. maha kuasa dan maha tahu. isinya melukiskan alam keiepasan dan mengatasi roh yang mengatasi alam dunia. c. TUHAN DALAM AJARAN YOGA Menurut ajaran Yoga Tuhan itu adalah roh tertinggi yang mengatasi roh perorangan dan bebas dari segala cacat. dari prihadi lain. Tuhan melenyapkan semua rintangan jalan orang-orang yang bhakti kepada-Nya. b. tentang kedudukan. E. F. Tuhan adalah penguasa tertinggi dunia ini yang mempunyai pengetahuan tak terbatas. kekal abadi. d. Pandangan spiritual seperti tersebut diatas hanya dapat dimiliki bila pikiran itu bersih. kekuatan tak terbatas yang membedakan ia.3. sempurna. Bhakti kepada Tuhan tidak hanya merupakan praktek Yoga. WEDANTA 94 . isinya tentang segi ajaran batiniah yoga juga tentang kekuatan gaib yang terdapat karena melakukan praktek yoga. ia adalah ada. berada dimana-mana. isinya ialah tentang sifat. karma phala. tapi juga merupakan sarana pemusatan pikiran dan samadi Yoga. Bagian Wibhuti Pada. Bagian Samadhi Pada. tujuan dan bentuk ajaran yoga. tenang dan tak tergoyahkan oleh sesuatu apapun juga. Bagian Kailwalya Pada. dibagian ini diterangkan tentang perubahan-perubahan pikiran dan cara pelaksanaan ajaran yoga.

Para komentator ini kemudian mendirikan tempat-tempat belajar untuk mendalami ajaran Wedanta Sutra dan sekaligus menjadi tokoh atau pemimpin aliran filsafat Wedanta. Membahas pengetahuan tentang Brahma Dalam perkembangan kemudian banyak muncul kitab-kitab komentar dari Wedanta Sutra yang dikemukakan oleh komentator. Brahmasutra dan Bhagawadgita. SIMBER DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Sebagai sumber sistem filsafat Wedanta adalah kitab-kitab Upanisad mengingat kitah-kitab Upanisad sistemrna tidak sistimatis. maka Bhadaraxana atau yang disebut juga Maharsi Wyasa menyusun kitab yang bernama Wedanta Sutra. Kitab ini terdiri dari 4 adhyaya (bab) dan masing-masing adluaya dari Wedanta Sutra ini membahas : Bab 1. maka sifat ajarannya adalah absolutisme dan theitisme Absolutisme maksudnsa adalah aliran yang meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah mutlak dan tidak berpribadi (impersonal God). adapun para tokoh aliran dalam sistem filsafat Wedanta adalah Sankara.2. Mula-mula kata Wedanta berani upanisad karena Upanisad dianggap akhir dari pada Weda. sedangkan yang theisme mengajarkan bahwa Tuhan yang berpribadi (personal God).F. Membahas Brahma adalah realitas tertinggi Bab II Mengkaji ajaran yang tidak sesuai dengan Wedanta Bab III. Ramanuja. Oleh karena Wedanta bersumher pada kitab-kitab upanisad. F. Yaitu penyelidikan yang kedua yaitu Upamsad. Semua aliran dari Wedanta ini mentransper ajaran Wedanta Sutra dengan cara pandang masing-masing misalnva : Sankara menampilkan ajaran yang disebut 95 . Madwa. Mengkaji ajaran moksa Bab IV. Wallabha. 1 PFNGERT1AN DAN SIFAT AJARANNYA Kata Wedanta berarti akhir dari pada Weda (Wedasya antah) Ststem filsafat Wedanta juga disebut dengan Uttara Mimamsa. Nimbarka.

C A R W A K A Aliran filsafat Carwaka digolongkan dalam aliran materialisme. bisa percaya kepada apa yang bisa dilihat oleh mata. api dan tanah). Ramanuja menampilkan aliran yang disebut Wasistadwaita dan Madwa menampilkan aliran yang disebut Dwaita Dibawah ini akan dijelaskan sedikit pandangan masing-masing aliran filsafat terebut. percaya bahwa seseorang dapat mencapai kebebasan rohani seperti gurunya. F.Adwaita. Canvaka tidak percaya kepada sorga dan neraka dan terhadap Tuhan yang menciptakan alam semesta. air. Jaina. Tokoh aliran Carwaka adalah Watsyayana dengan bukunva Kamasutra. J A I N A Pendiri dari aliran ini adalah Seorang Mahauira yang namanya Wardkamana (abad 6 SM). Budha. menyakiti mahkluk lain). Kedua golongan ini menekankan ajaran ahimsa (tidak membunuh. F. Aliran Carwaka percaya terhadap Catur Mahabhuta (4 unsur alam : Udara. SAWA DARSASA Istilah Nawa Darsana sebenarnya adalah penggabungan Sad Darsana dengan filsafat Nastika yang heterodok.I. putih. Aliran ini hanya. Pengikut aliran ini umumnya menggunakan masker (penutup mulut). Swetambara yaitu golongan yang lebib moderat. Aliran filsafat ini bersifat atheis.2. yang terdiri dari Carwaka. Digambara yakni golongan yang sangat panatik dan bahkan telanjang bulat (berpakaian langit) b. Ada dua golongan Jaina yaitu : a. karena itu aliran ini bersifat atheis. menggunakan pakaian serba 96 . F.

2. Nama. Upadana. F. Jati. Bhaya. umur tua dan kenikmatan. BUDDHA Filsafat Budha didirikan oleh pengikut Sang Budha Siddhartha Gautama dan Dinasti Sakya (600 tahun sebelum masehi) hampir bersama dengan filsafat Jaina. pengalaman yang lalu 8. Pratitya Samut pada Pratitnya Samut pada adalah dua belas hal yang menyebabkan penderitaan. haus akan kenikmatan. Sadayatana. kesadaran awal 4. Awidya.. Tresna. Samkara. kotak hubungan dengan obyek 7. ada yang menyebabkan penderitaan. Asta Marga. 9. 10. Sparsa. rupa. Jara Marana. 12. ada jalan untuk mengatasinya. Hidup adalah penderitaan. perhatian yang lebih. kelahiran. kesan dimasa lalu 3. jalan itu. 97 . keinnginan supaya terjadi.3. ada delapan b. yaitu 1. 3.jangan sampai salah ucap atau mahkluk-mahkluk kecil masuk ke mulut atau hidung. pikiran dan badan 5. Dukha. Wijnana. Vedana. 11. 4. kebodohan 2. Bila bepergian selalu membawa sapu. Catur Arya Satyani Catur Arya Satyani yaitu empat kebenaran mulia meliputi : 1. Tresna. Nireda. Ajaran Filsafat Buddha meliputi : a. enam anggapan 6.

berusaha yang benar. Sumber belajar Media Evaluasi : Buku. Samyak samkalpa. hidup yang benar Samyak wayama. 4. Jelaskan bagaimana caranya Nyaya membuktikan tentang Tuhan ? 98 . dosen. berbicara yang benar Samyak karma. berbuat benar Samyak jiwa. papan tulis : Lisan dan tertulis JAWABLAH DENGAN JELAS DAN BENAR SOAL-SOAL DI BAWAH INI 1. 2. 3. 8. 7. Samyak smerti. berpikir yang benar. pemecahan masalah dengan benar Samyagyak. Asta Mania adalah delapan jalan yang benar yaitu : Asta Marga adalah delapan jalan yang benar yaitu : 1. Alokasi waktu : 2 x 50 menit. Demikianlah antara lain pokok-pokok ajaran filsatat Buddha. Samyak samadi. Pengalaman Belajar : Kuliah. baca buku dharma tula (diskusi). 5. 6.c. Filsafat Nyaya percaya dnegan adanya Tuhan dan Tuhan disamakan dengan Siwa. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Darsana ? 2. berpandangan yang benar. bermeditasi yang benar. media masa : OHP. Samya drsti.

Jelaskan mengapa filsafat Wedanta bersifat. absolutisme dan theistisme. Sebutkanlah dan jelaskan pengamatan tersebut ? 5. Menurut Samkya ada dua pengamatan.3. Jelaskan bagaimana pandangan Mimamsa tentang Weda ! 4. Ditjen Bimas Hindu dan Budha. Wayan Suarjaya. Tattwa darsana III PGA. SUMBER BACAAN Rudia Adiputra. 99 . I Gde Sura.

Tim penyusun Ditjen Bimas Hindu dan Budha. Sari Filsafat India.Hadi Wiyono. Harun DPK. SATUAN ACARA PERKULIAHAN (S A P) MATA KULIAH SEMESTER : Pendidikan Agama Hindu : 100 . Departemen Agama RI. Gunung Mulia Jakarta 1985. Buku Pelajaran Agama Hindu untuk perguruan Tinggi.

Pokok Materi : a. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : Etika Agama Hindu : a. TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini. Kedudukan Etika Hindu c. Pokok-pokok etika Hindu TUP : Mahasiswa dapat memahami etika agama Hindu secara umum dapat mengamalkan dalam kehidupan seharihari. trampil.TAHUN KULIAH SKS JENJANG : : 2 SKS : S1 Tujuan Kurikuler : Terbentuknya Sarjana Hindu yang memiliki sradha bhakti kepada Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Mampu menjelaskan pengertian etika agama Hindu b. mahasiswa diharapkan : a. dan bertanggung jawab serta memiliki rasa pengabdian yang bertanggung jawab serta memiliki rasa pengabdian yang tinggi kepada agama bangsa dan negara. Pengertian Etika Hindu b. berpikir yang kritis. Berbudi pekerti luhur. Pengertian etika Hindu b. Kedudukan etika dalam agama Hindu 101 . Dapat mengamalkan pokok-pokok ajaran etika agama Hindu. Dapat memahami kedudukan etika dalam agama Hindu c.

Dengan demikian maka orang hanya bebas berbuat dalam ikatan aturan tingkah laku yang baik. Peraturan untuk bertingkah laku yang baik disebut orang tata susila. (I Gede Sura. ibarat landasan bangunan. bila tidak 102 . Dr. dan sejauh mungkin menghindari perbuatan yang tidak baik atau dursila. dimana suatu bangunan harus didirikan. Wiweka d. b. Bila etika beretika masih dalam angan disebut budi pekerti yang baik. Kedudukan Etika dalam agama Hindu Agama adalah merupakan dasar tata susila yang kokoh dan kekal. maka mudah benar bangunannya roboh. Daivi dan asuri sampad e. berarti peraturan tingkah laku yang baik dan mulia yang menjadi pedoman hidup manusia (Prof. Pengendalian diri Pembahasan : Etika Agama Hindu a. atas dasar saling menghargai dan menghormati. Ida Bagus Mantra. tunduk kepada aturan bertingkah laku yang berlaku. adalah peraturan bertingkah laku yang baik dan mulia menurut ajaran agama Hindu.c. Dalam tindakan disebut budi baik dan bila diwujudkan dalam tindakan disebut budi pekerti yang baik. Pengertian etika Hindu : Etika adalah bentuk pengendalian diri dalam pergaulan hidup bcrsama. la harus menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. Nama lainnva ialah etika. Pengendalian diri dan Etika ). Maka landasan itu tidak kuat. perlu membina hubungan yang seraii dan harmonis dengan orang lain. Tidak seorang pun boleh berbuat sekehendak hatinya. Manusia sebagai mahluk sosial. Etika Hindu atau tata susila agama Hindu. Dalam kehidupan bersama orang harus mengatur dirinya bertingkah laku. Tata susila. Tata susila Hindu Dharma) Dengan istilah Tata susila. tampak lebih menekankan pada aturan beningkah laku yang baik dan mulia. Demikianjuga halnya dengan tata susila.

Ida Bagus Mantra. mencuri adalah buruk. Demikian pula sebaiknya. Baik dan buruk Pokok-pokok Ajaran etika agama Hindu Apa yang disebut baik dan apa yang disebut buruk. Akan tetapi apa yang baik tidak selalu benar dan apa yang buruk itu salah. Dr. dan segala sesuatu yang menghalangi jalan ini adaiah salah. (Prof. maka tata susila itu tidak mendalam dan tidak meresap dalam diri pribadi manusia. Menolong. Benar dan Salah Bilamanakah perbuatan itu dianggap benar dan btlamanakah perbuatan itu dianggap salah ? Segala sesuatu \ang dapat menofong dunia ini melalui jalan yang telah ditentukan oleh Sang Hyang Widhi Wasa adaiah benar. Pengendalian diri dan Etika) 2. 103 . tan hana dharma lewihe sangkeng kasatyan. Walaupun demikian manusia tahu apa yang disebut baik dan buruk itu. matangyan haywa lupa ring kasatyan ikang wang Untuk menentukan mana perbuatan yang benar dan mana perbuatan yang salah Agama Hindu mengajarkan agar orang berpedoman pada tri pramana. tiga ukuran. sulit dirumuskan.dibangun atas dasar agama. jujur adaiah baik. Tata susila Hindu Dharma) Keutamaan kebenaran itu dapat dijumpai dalam kitab Slokantara sebagai berikut : Kalinganya. tata susila. 1. Kesadaran akan adanya baik dan buruk disebut kesadaran etis. (Prof. Ida Bagus Mantra. Dalam etika maka seseorang dinilai dari tingkah laku mana yang dapat dinilai baik dan mana yang buruk. Tata susila Hindu Dharma). c. atau etika merupakan wujud pengalaman dari ajaran agama dalam perilaku yang baik dan mulia. sebagai landasan yang kokoh dan kekal. Ada beberapa ukuran itu. (I Cede Sura. Dr. Membohong.

Desa artinya tempat. kala dan patra adalah juga merupakan ukuran-ukuran untuk menentukan salah dan benar. Anumana adaiah memperoleh kebenaran atas dasar logika berpikir. dan menimbang-nimbang. Pratyaksa adalah memperoleh kebenaran atas pengamatan lansung. Kala. Apa yang benar pada suatu waktu belum tentu benar pula pada waktu yang lain. anumana dan agama. Prauaksa. Wiweka Karena penentuan baik dan buruk. Patra. dan swatah. gurutah atas dasar pertimbangan ajaran-ajaran guru dan swatah ialah pertimbangan atas dasar belajar sendiri dari pengalaman dan sebagainya. Disamping ukuran-ukuran lain. (I Gede Sura. Demikian pula apa yang benar pada suatu tempat atau keadaan dapat berubah menjadi salah pada tempat dan keadaan yang lain. Sastratah. Sastratah ialah pertimbangan atas dasar ajaranajaran sastra. Dapat puia dipenimbangkan benar salahnya perbuatan kita atas dasar pratyaksa.1. 104 . 2. Desa. 3. anumana dan agama. gurutah. Manusia sebagai mahluk berpikir. Ada lagi dasar pertimbangan lain untuk mendapatkan kebenaran \aitu atas dasar sastratah. Pengendalian diri dan Etika) 3. kala berarti waktu dan patra artinya keadaan. benar dan salahnya perbuatan itu atas dasar pertimbangan-pertimbangan. maka desa. Agama ialah memperoleh kebenaran atas dasar pertimbangan orang lain yang dapat dipercaya. yaitu kemampuan untuk membeda-bedakan. gurutah dan swatah. ini berarti ada faktor kesengajaan untuk memilih yang baik dan buruk. secara potensial telah memiliki kemampuan yang perlu dikembangkan. salah dan benar dan sebagainya. dan akhirnya memilih antara yang baik dan buruk.

Pengendalian diri Dengan adanya kemampuan berwiweka maka orang dapat memilih yang baik. Terjemahannya : Diantara semua mahluk hidup. I Nyoman Kajeng DKK) 4. (Sarasamuscaya. kecendrungan-kecendrungan perilaku orang itu bersumber dari tri guna: yaitu tiga sifat yang dibawa sejak lahir. yaitu kecendrungan keraksasaan.Asuri sampad. iking janma wwang juga wenang gumawayaken iking subha asubba karma. Ri sakweh ning sanva bhuta. Daivi dan asuri sampad Menurut sastra-sastra agama Hindu. Faktor yang sifatnya garang harus dijinakkan dengan jalan yang ditunjukan oleh sastra-sastra agama. 5. yaitu kecendrungan kedewaan dan .Daivi sampad.Kemampuan yang demikian dalam ajaran agama Hindu disebut wiweka. leburlah kedalam perbuatan baik. phalaning dadi wwang. terdiri dari sarwam. Dalam mengatur diri bertingkah laku. faktor dalam atau tri guna itu harus diperhatikan. rajas dan tamas. 105 . Dalam Bhagawad Gita dibedakan kedua kecendrungan itu dengan istilah . 2. Ketiga guna ini saling mempengaruhi sehingga mewarnai kecendrungan berlaku lembut dan tenang dan ada yang mempunyai kecendrungan keras dan kasar. demikian gunanya menjadi manusia. Kemampuan untuk memilih ini dan atas dasar pilihan ini ia dapat meningkatkan hidupnya dari tidak baik menjadi baik. kuneng panentasakena ring subha karma juga ikang asubha karma. yang benar dan menghindar dari yang buruk dan salah. hanya yang dilahirkan menjadi manusia sajalah yang dapai melaksanakan perbuatan baik ataupun buruk. Untuk itu orang perlu mengendalikan diri. segala perbuatan buruk itu.

Yoga Satra Patanjali. diskusi Sumbi Belajar Media Evaluasi : Dosen. berpikir. Suatu daya yang terkendali menuju suatu sasarn akan menjadi tenaga yang maha hebat.Oleh karena itu dalam diri orang. buku. Ini berarti orang harus mengendalikan diri dalam segala hal. Demikianlah etika memerlukan kemampuan untuk melaksanakan pengendalian diri. baik tenaga yang menyenangkan maupun tenaga yang menakutkan kepentingan-kepentingan yang berlawanan pun yang teratur seperti tertib lalu lintas. lisan dan pengamatan 106 . Ajaran tentang pengendalian diri banyak dijumpai dalam kitab Bhagawadita. Sarasamuscaya dan Slokantara. berkata dan benindak sehingga segala daya menuju kepada yang baik. Alokasi waktu : 2 x 50 menit satu kali pertemuan Fungsi aman belajar : Kuliah. maka orang harus mengarahkan daya pikir dan da\a-da\a lain dalam dirinva untuk menundukkan yang tidak baik itu. yaitu unsur baik dan unsur buruk. kedua itu selalu berdampingan. media masa dan masyarakat : Papan tulis. unsur raksasa dan unsur dewata. baca buku. media elektronika dll. : Tertulis.

Bhagawad Gita Pengendalian diri dan etika Manawa Dharma Sastra Tata Susila Hindu Dharma Sarasamuscaya Slokantara 107 .DAFTAR PUSTAKA 1. 5. 2. 3. 6. 4.

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : YADNYA : a.SATUAN ACARA PERKULIAHAN SAP Mata Kuliah Semester Tahun Kuliah SKS Jenjang : Pendidikan Agama Hindu : : : :S1 Tujuan Kurikuler : Terbentuknya dan terbinanya sarjana Hindu yang bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pengertian dan dasar pelaksanaan Yadnya 108 . berbudi pekerti luhur. Bangsa dan negara. antara umat beragama dalam mengabdikan ilmu teknologi dan seni untuk kepentingan nasional dan meningkatkan rasa pengabdian kepada agama. 1. berpandangan luas dan memiliki wawasan yang jauh ke depan. Bersikap rasional dan dinamis dan terapil menghargai kerja sama.

TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Tujuan pelaksanaan yadnya d. Menyebutkan jenis-jenis yadnya e. baca. guru dan mau bekerja sama serta bersikap toleransi dalam kehidupan sosial. Menyebutkan tingkatan yadnya 2. Dasar pelaksanaan yadnya c. dharma tula Buku. orang tua atau leluhur. Tingkatan dan jenis-jenis Yadnya TUP : Mahasiswa dapat memahami ruang-ruang lingkup yadnya. Pokok Materi : a. Maksud dan tujuan pelaksanaan c. Menjelaskan pengertian yadnya b. dosen. Pengertian yadnya b. sujud dan bhakti kehadapannya menghormati orang-orang suci. Menjelaskan dasar pelaksanaan yadnya c. Menjelaskan tujuan pelaksanaan yajnya d. media masa OHP. mengerti dan menyadari akan kedudukan dan kewajibannya mahluk ciptaan Tuhan yang mempunyai Rna.b. : 2 x 50 menit Kuliah. Tingkatan yadnya Alokasi waktu Pengalaman belajar Sumber belajar Media Evaluasi : : : . Jenis-jenis yadnya e. papan tulis Lisan dan tertulis 109 .

B. lebih lanjut secara simantik yadnya mengandung pengertian yang sangat lurus: pengabdian. bagaikan kulit telor yang membungkus dan melindungi bagian dalamnya yang merupakan inti dari telor itu sendiri.YADNYA A. XII. Pengertian Yadnya Kata yadnya adalah kata yang berasal dari bahasa sansekerta berarti memuja. terdapat dalam kita Reg Weda (X. kedamaian dan kelestarian alam semesta. Dalam atharwa weda dijelaskan sebagai berikut: Satyam brhad rtan uggram Diksa tapo brahma yajnah prthivim dharyanti Sano bhustaya asya patyanyurumlom (Atharwa Veda. Yadnya tidak hanya menandakan identitas keagamaan tetapi lebih dari pada itu yadnya merupakan pengajawantahan ajaran agama itu sendiri. 90.1) Artinya : 110 . Bahkan yadnya merupakan unsur yang sangat penting. Dengan demikian maka jelaslah bahwa pengertian Yadnya itu tidak saja terbatas pada upacara persembahan dalam arti secara harpiah namun juga upacara persembahan maupun pemujaan dan pengorbanan suci dalam pengertian secara simbolis filosopis untuk berkorban. Dasar Pelaksanaan yadnya Yadnya dalam agama Hindu merupakan bagian yang utuh dari seluruh ajaran dan aktivitas agama. 1. mempersembahkan. pengorbanan dan berbagai aspek kegiatan yang bertujuan untuk kesejahteraa.6). Seperti itulah yadnya dengan upacara dan upakaranya merupakan kulit telor yang nampak dan dilaksankan dalam kehidupan agama sehari-hari. Ajaran yadnya bersumber pada pustaka suci weda.

10) Artinya: Pada jaman dahulu kala Prajapati menciptakan manusia dengan yajnya dan bersabda dengan ini engkau akan mengembangkan dan akan menjadi kamadhuk dari keinginanmu. Dengan yadnya pulalah manusia mengembangkan dan memelihara kehidupannya Keiklasan Jan kesucian diri adalah dasar yang utama dalam pelaksanaan suatu yadnya. Semoga bumi ini. inilah yang menegakkan bumi. Kesucian hati maupun kehidupan yang suci. vaca prajapatih Anena prasavisyadham Esa vo. keimanan. Tuhan telah menciptakan manusia dengan yadnya. rasa hhakti. Demikianlah yadnya merupakan salah satu penyangga kehidupan didunia ini. ibu kami sepanjang masa memberikan tempat yang lega bagi kami. C. doa dan yadnya. tapa Brata. Tujuan Pelaksanaan Yadnya 1. Kitab suci Bhagavadgita juga memberikan petunjuk kepada kita sebagai berikut : Sahajnah prajah srstva Puro. yang kokoh dan suci (Rta0.Kebenaran atau satya hukum yang agung. Sebagai Pengejauantahan Weda Weda menguraikan empat cara yang berbeda-beda untuk mengungkapkan ajaran Weda : Ream tvah posagaste pupusvan 111 . Kesucian diri dicerminkan dalam hidup yang benar memiliki kesiapan rohani dan jasmani seperti mantapnya sradha. yaitu kehidupan yang sesuai dengan ketentuan moral dan spiritual.stv istakhamadhuk (Bhagavad Gita III.

Yang dilukiskan dalam bentuk Simbul-simbul (nyasa) melalui myasa dalam yadnya realisasi ajaran agama diwujudkan untuk lebih mudah dapai dihayati. I!) Artinya : Seorang bertugas mengucapkan. Kebesaran dari keagungan Tuhan yang dipuja. dan mengajarkan lain mengajar kan tata cara melaksanakan korban suci (yadnya) Demikianlah yadnya merupakan salah satu cara mengungkapkan ajaran weda oleh karena itu yadja merupakan pengajawantahan ajaran weda. Melalui lukisan niyasa dalam upakara. seorang lagi yang menguasai pengetahuan weda. dan dilaksanakan oleh umat kebanyakan disamping juga dapat meningkatkan kemantapan dalam pelaksanaan kegutan keagamaan mi sendiri. Dalam kehidupan beragama. perasaan hati pemujanya. 71. 112 . Dengan niyasa yang diwujudkan dalam bentuk upacara menjadi lebih menyentuh dan lebih mudah dihayati. manusia sangat memerlukan apa yang bisa dilukiskan.gayatram tvo gayati savavarisu brahma tvo vadati jatavidyam yajnasya niatram mimita utuah (Reg Veda.sloka-sloka weda seorang melakukan nyanyainnyanyian pujian dalam sakwari. dan orang bijaksana berpendapat bahwa ia harus dapat melukiskan apa yang tak terlukiskan termasuk yang paling abstrak sekalipun. umat Hindu ingin menghadirkan Tuhan yang akan disembah serta mempersembahkan isi dunia yang paling baik. mengajarkan isi weda. V. maupun wujud persembahan semuanya dilukiskan dalam bentuk niyasa (simbulsimbul) yang dicerminkan dalam berbagai bentuk upacara yang menyenai suatu yadnya.

II) Artinya : Dengan ini kamu memelihara para dewa dan dengan ini pula para dewa memelihara dirimu. Sebagai Cetusan Rasa Terima Kasih Dalam Bhagawad gita dijelaskan bahwa Tuhan menciptakan manusia melalui yadnya dengan yadnya pula manusia akan mencapai kebaikannya yang maha tinggi.2. III. devam bhawayata nena te deva bhavayantu vah parasparam bhavay amah sreyah param avapsyatah. kamu akan mencapai kebaikan yang maha tinggi. (Bhagavad gita. (Bhagavad gita. jadi dengan saling memelihara satu sama lain. 111. Sahayajna prajah srstva puro vaca prajapatih anena prasavisyavam esa vo stv istakamadhuk. evam pravanitamcakram na nuvanayati ha yah aghayur indriyaramo mogham partha sa jivati ( BhagauadGita. 16) Artinya : 113 . Ill 10) Artinya : Pada jaman dahulu kala prajapati menciptakan manusia dengan yadnya dan bersabda : dengan ini engkau akan mengembang dan akan menjadi kamadhuk dari keinginanmu.

Puas dengan indriyanya dan ia. maupun dalam berbagai jenis gamelan.La yang ada didunia ini tidak ikut memutar roda (cakra) yadnya yang timbal balik ini adalah jahat dalam alamnya. oleh karena itu yadnya juga dimaksudkan sebagai cetusan rasa terima kasih. O. dengungkanlah suara musik Kepada Tuhan kami persembahkan nyanyian. Q. 69. A 20 92 5-6) Artinya : Nah geseklah gargar (rebab) dengan nyaring. Kehidupan didunia ini pada hakekatnsa memiliki ketergantunean dentian yang lain. Arjuna hidup sia-sia. 2. 114 . Ketergantungan manusia pada Tuhan yang telah menciptakan kehidupan memelihara dan memberikan kebutuhan hidup membawa ikatan hutang jasa yang dikenal dengan Dewa Rna. Vlll. 3. kidung. Agama Hindu mengajarkan untuk menampaikan rasa terima kasih atas pengorbanan suci yadnya yang telah diterima dalam kehidupan ini melalui yadnya pula. Dalam Regveda diuraikan sebagai berikut : ava savanti gargaro godha pari samsxanat pingga pari canis kadat indraya brahmodxatam (Reu Veda. Ketergantungan kepada leluhur yang telah melahirkan mengasuh dan membesarkan diri kita membawa ikatan hutang jasa yang dikenal dengan nama Pitra Rna. Dalam pelaksanaan suatu yadnya sarana pendukung yang tidak pernah lepas adalah lagu nyanyian direpleksikan dalam bentuk doa pujian. kumandangkanlah suara godha (kecapi). Jasa para Maha Rsi yang telah memberikan pengetahuan suci untuk membebaskan hidup ini dari kebodohan menuju kesejahtraan dan kebahagiaan hidup lahir batin membawa ikatan hutang jasa yang dikenal dengan Rsi Rna. Ada tiga jenisketergantungan dalam hidup manusia yang membaua ikaian huiang (Rna) Ketiga hutang (Tri Rna) tersebut adalah: 1.

Untuk Meningkatkan Kualitas Diri Dari segi pcningkatan diri. Demikian pula halnya yadnya yang dipersembahkan kepada Tuhan merupakan perwujudan cinta kasih dan rasa bakti yang suci tanpa pamrih. Berdasarkan keyakinan tersebut. Doa yang sederhana dan diucapkan langsung oleh anak maupun orang dewasa. serta mengharapkan agar nyanyian mcrcka diterima dengan rasa penuh cinta kasih.2.74. 115 .S) Artinya la adalah aditi (yang utama) diantara semua penerima sajian. Oleh karena itu kccintaan rnereka kepada Tuhan dilahirkan dalam bentuk nyanyian. la adalah atiti (tarnu) diantara semua manusia.Inilah cara pemujaan menurut bhakti marga. dalam pelaksanaan dewa yadnya biasa diawali dengan upacara pemendak atau penyambutan dan dilanjutkan dengan persembahan serta pemujaan. Dalam bhakti marga Tuhan dipandang sebagai tamu utama yang diberi persembahan dan dipuji dalam yadnya yang dilaksanakan. yadnya pada hakekatnya merupakan pengorbanan suci dengan maksud untuk mengurangi keakuan (ego). Kita memberikan kepada tamu dan tidak mcngharapkan balasan apapun dari pada Nya. Visoviso vi athithi vajayantah pupupriyam agni vo durya vacah stuse susasya nianmabhuh (Regveda. Doa yang diiringi musik yang dilahirkan dari hati manusia yang penuh cinta kasih. Orang-orang suci dalam jaman veda mcnemukan bahwa nyanyian merupakan sarana pengungkapan perasaan yang sangat mendalam. 3.VlII.

mohon ampun. 4. Tiap-tiap pengorbanan mencari dasarnya pada keiklasan berbuat untuk tujuan yang lebih mulia. Karena pelaksanaan upacara itu sejak awal rnula merencanakan. Yajnya upacara itu sendiri juga dimaksudkan untuk menciptakan usana suci dan membahagiakan. Maha penyayang. ia mohon perlindungan Tuhan. Berprilaku yang menyimpang dari dharma dilaksanakan secara ketat pada saat-saat mempersiapkan 116 . Tidak saja bagi para pandita/pinandita tetapi bagi seluruh masyarakat yang Sebagai salah satu Cara Untuk Menghubungkan Diri dengan Tuhan yang melaksanakannya. Melalui yadnya itu pula tersirat adanya pengakuan akan keterbatasan kekurangan dan kepapaan hidup kita. Tuhan dalam bhakti marga dipandang sebagai yang Maha pengasih. Pengendalian diri seperti larangan kata-kata yang kotor. serta dilandasi prilaku yang menampilkan susila yang tinggi. Maha pemurah dan sebagainya. Orang yang memuja menginginkan kebahagiaan rohani. Oleh karena itu setiap pelaksanaan suatu upacara yadnya yang pertama-tama dilaksanakan adalah proses penyucian diri dalam artian yang luas menyangkut aspek jasmani dan rohani untuk menuju peningkatan spiritual. mohon kemurahan. memerlukan pengorbananya yadnya. Dipuja Upacara/Yadnya bagi umat Hindu juga merupakan pelaksanaan yuga.Tiap-tiap usaha yang membawa akibat mengurangi rasa penyuburan keakuan untuk kearah kenikmatan yang lebih tinggi dan pengurangan dorongan-dorongan nafsu yang rendah. Hal ini terlukis dalam doa maupun upakara yang dikenal dengan nama guru piduka dari sejenisnya. cinta kasih dan sebagainya. mempersiapkan dan lebih-lebih pada waktu melaksanakan telah diiringi sikap hatin yang suci dengan konsentrasi yang tertuju kepada Tuhan yang dipuja. Dalam pelaksanaan yadnya dikembangkan sikap yang paling sederhana dalam kehidupan yaitu cinta kasih dan pengorbanan.

hampir seluruhnya bagian-bagiannya mengandung makna dan untuk membersihkan dan menyucikan. keimanan. 5. disamping sebagai persembahan. kehidupan yang sesuai dengan moral dan spiritual patut menjadi landasan pelaksanaan yadnya. hati yang suci dan kehidupan yang suci. bhuta yadnya. Untuk Menyucikan Dalam yadnya yang tergolong dewa yadnya. D. sepeni itu hampir dijumpai pada setiap pelaksanaan suatu yadnya lebih-lebih pada tingkatan yadnya yang besar Sradha. pantang. Jenis Jenis Yadnya Yadnya terdiri atas lima (lima) penghormatan yang umumnya disebut Panca yadnya. Untuk itu jasmani yang suci. ketulusan dan kesucian hati yang menyatu melahirkan kualitas spiritual yang lebih tinggi pada manusia begitu pula upacara tidak akan berani apabila orang melaksanakan belum memiliki kesiapan rohani.suatu yadnva. Adapun bagian dari kelima jenis yadnya itu terdapat dalam beberapa sumber. berkata-kata (mono brata) dan lain-lainnya. kebaktian. diikuti dengan prilaku yang baik masih ditambah dengan tirta penglukatan/pamarisudha sebelum akan memasuki areal tempat mempersiapkan suatu yadn\a yang disucikan. 117 . Tidak jarang dalam tingkatan yadnya yang cukup besar juga diikuti dengan melaksanakan brata sepeni puasa dalam jangka waktu tertentu. kesemuanva itu tidak lain untuk meningkatan kosentrasi dalam menghubungkan diri dengan Hyang Widhi Wasa. Oleh karena itu upacara yang bermakna menyucikan. Kesucian adalah landasan yang patut ditegakkan dalam melaksanakan ajaran agama. berpakaian dengan sopan. Walaupun telah mandi dengan bersih. Manusia Yadnya. Dari segi jasmani. Pitra Yadnya dan Rsi yadnya. kebersihan diri sebelum melaksanakan sesuatu pekerjaan yang berhubuagan dengan yadnya yang akan dipersembahkan juga sangat diperhatikan.

Prasita - yaitu upacara yang diselenggarakan dengan cara penyuguhan jenis-jenis. Brahmahuta - yaitu upacara yang ditujukan sebagai penghormatan pada para Brahmana. d. c. Huta - yaitu upacara dengan mempergunakan api sebagai unsur yang penting. berikut a. c. 69-70 sebagai Brahma yadnya yaitu belajar dan mengajar Veda Pitra \adnya yaitu upacara menghaturkan tarpana dan air Dewa yadnya yaitu upacara mempersembahkan minyak dan susu. e. c. d. Swadaya yadnya yaitu yadnya dengan mempelajari ajaran suci 118 . e.1. Bhuta yadnya yaitu upacara bali banten Nri yadnya yaitu menerima tamu dengan ramah.28. d. Dalam kitab Bhagawad Gita IV. Demikian disebutkan dalam Manawa Dharma Sastra III-73. Tapa yadnya yaitu yadnya dengan melakukan tapa Yoga yadnya yaitu yadnya dengan melaksanakan yoga. kapur sirih dsb. Terutama ditujukan pada yang meninggal. a. 2. b. disebutkan : Dnvya yadnya yaitu yadnya dengan sarana benda-benda material. a. Panca yadnya menurut kitab Manawa Dhanna Sastra III. 3. b. Ahuta b. Prahuta - yaitu upacara yang dilakukan dengan penyebaran bendabenda upacara ditanah. secara tekun. Pada bagian kitab Manawa Dharma Sastra menyebutkan 5 jenis upacara yaitu yaitu upacara yang dilakukan tanpa memper-gunakan kesaksian api.

Oleh karena itu keharmonisan antara besar kecilnya yadnya yang akan dilaksanakan dengan tingkat kemampuan yang bersangkutan 119 . Dalam kenyataannya kehidupan dimasyarakat tingkat kemampuan materi yang dimilikinya umat tidaklah sama. Jnana yadnya yaitu yadnya dengan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. e. c. Bhuta yadnya adalah upacara tawur untuk keseimbangan alam. Dewa yadnya adalah upacara pemujaan atau persembahan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam berbagai manifestasinya b. Manusia yadnya adalah upacara (samkara) terhadap seseorang sejak terwujudnya jasmani dalam kandungan sampai akhir hidupnya. d. ketulusan dan kesucian hati. sepanjang dalam pelaksanan ya didsasari dengan rasa bhakti. e. b. Dan segi kwalitas kesembilan tmgkatan yadnya tersebut tidak ada perbedaan. 4. c. Rsi yadnya adalah upacara pcnghorrnatan dan punia yang kepada para Rsi dan Guru. E. Panca yajna menurut pustaka Agastya Parwa : Dewa yadnya Rsi yadnya Pitra yadnya dan upacara Sradha Bhuta yadnya Manusia yadnya Demikianlah jenis-jenis yadnya menurut beberapa sumber yang ada. d. Akan tetapi secara umum dalam masyarakat yang dimakud dengan panca yadnya dalam pengertian upacara sebagai berikut: a. Tingkatan Yadnya Perbedaan rangkaian yudnya ini disesuaikan dengan tingkat kemampuan umai molaksanakan. a. Pitra yadnya adalah penghormatan kepada leluhur.e.

sangat diperlukan agar pelaksanaan yadnya bertujuan menuju kesejahtraan dan kebahagiaan. Menjelaskan Wewenang pandita dan Pinandita d. Syarat-syarat calon Pandita dan Pinandita TUP : Mahasiswa dapat mengerti keberadaan serta kedudukan Pandita dan Pinandita dalam ajaran agama Hindu TKP : Setelah mengikuti perkuliahan materi ini. Pengertian Pandita dan Pinandita b. Menjelaskan pengertian Pandita dan Pinandita b. Pinandita b. Pengertian Pandita dan Pinandita 120 . Menyebutkan syarat-syarat Pandita dan Pinandita POKOK MATERI : a. POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN : : PANDITA DAN PINANDITA a. Pinandita PEMBAHASAN A. Stauts dan wewenang Pandita serta Pinandita c. Menjelaskan status Pandita dan Pinandita c. mahasiswa diharapkan dapat : a.

Maka dalam peningkatan kesuciaan seorang harus menempuh upacara Diksa. pintar. • keluarga Wesya • dari keluarga Wasnawa. bijaksana. yang didalam Weda disebut dengan upacara Upanayana. Lahir yang pertama adalah lahri dari kandungan ibu sedangkan lahir yang kedua adalah lahir dari Kaki Dang Guru yang disebut Nabe. Jadi dwijati adalah lahir yang kedua kali.Pandita artinya terpelajar. Setelah seseorang melaksanakan upacara Diksa mereka disebut sebagai Dwijati. Dalam upacara Diksa juga dilakukan Nuuun Peta ataujuga disebut Metapak. 2. Upanayana adalah penerimaan seseorang untuk menjadi keluarga brahmana dalam mempelajari ilmu Weda. • keluarga Pande • dari keluarga Pasek. • dari keluarga Brahmana. Karena Dwijati berasal dari kata dwi artinya dua dan jati artinya lahir. ke II tahun 1968 yang Dukuh Adalah gelar seorang sulinggih yang berasal Empu adalah gelar seorang sutinggih yang berasal dari Bujangga adalah gelar seorang sulinggih yang berasal Rsi adalah gelar seorang sulinggih yang berasal dari Bhagawan adalah gelar seorang sulinggih yang berasal Pedanda adalah gelar seorang sulinggih yang berasal 121 . Pengertian Pinandita Pinandita adalah rohaniawan Hindu yang bertugas selaku pembantu mewakili Pandita. • dari keluarga Ksatriya. Gelar Dwijati dalam masyarakat Hindu yang berada di Bali terdiri dari. Hal ini ditetapkan oleh Parisada dalam Mahasaba. Sejak itu seorang mulai masuk dalam fase brahmacari. Pandita adalah rohaniwan Hindu yang tergolong Dwijati.

seperti melaksanakan upacara Perkawinan. 1. Amari aran: Artinya yang bersangkutan sejak diresmikan menjadi seorang Pandita dengan melalui upacara Diksa wajib mengganti namanya dengan nama yang baru sesuai dengan pemberian Nabe 122 . B. manusa yadnya dsh. Ikatan disiplin pertama-tama yang patut dilaksanakan dikenal dengan istilah Catur Bandana Dharma. Sebutan pemangku umumnya dikaitkan dengan adanya suatu Pura dimana ia bertugas. Status Pandita. Oleh karena itu mereka lebih banyak melaksanakan tugas selaku rohaniwan yang bersifat umum. Status Pandita dan Pinandita. Pengemban maupun Dang Acarya tidak selalu memiliki ikatan dengan suatu tempat suci tertentu. Mangku Balian. Wasi. Status Pandita adalah rohaniawan Hindu yang telah di Diksa dan tergolong Dwijati.menetapkan sebagai berikut: Selaku pembantu mewakili Pandita ditetapkan adanya Pinandita terdiri: • • • • • • Pemangku Wasi Mangku Balian Mangku Dalang Pangemban Dharma Acarya. aninya empat ikatan disiplin kehidupan kerohanian meliputi : a. Pelaksanaan upacara Diksa ini bersifat merubah status yang bersangkutan setelah melalui disiplin hidup yang cukup ketat. Selain jenis dari Pinandita yang tersebut diatas ada lagi jenis pinandita seperti Dukuh yang berasal dari masyarakat Hindu Tengger. Sedangkan Pemangku Dalang.

Kantha Bharata yaitu hiasan pada leher Kama Bharata yaitu hiasan pada telinga.b. Gondala yaitu anting-anting yang umumnya juga terbuat dari rangkaian buah gmitn. Artinya meninggalkan tugas dan kewajiban semula (saat sebelum mediksa) dan mengganti dengan sasana kawikon. Amari Wesa: Artinya meninggalkan dan mengganti atribut/tanda kawalakaan dengan Wesa atau ciri/identitas Pandita. Pada saat melaksanakan pemujaan juga dilengkapi dengan peralatan penuijaan yang disebut Siuopakarana. Yang sering disebut dengan Ketu. Pakaian sehari-hari setelah menjadi Pandita antara lain 123 . serta gerakan tangan yang bersifat magis(mudra). Amari Sasana. melainkan bagi Pandita Siwa yang iaki-laki biasanya mengenakan dandanan rambut yang disebut Aketujata memakai mahkota rambut yang diikat sedemikian rupa atau disebut Melingga Mudra. Misalnya dalam tata busana. yaitu tugas dan kewajiban serta disiplin kehidupan seorang Pandita. Guduha yaitu gelang rangkaian biji buah ginitn yang dikenakan pada kedua pergelangan tangannya. di Bali dikenal dengan Maprucut. Contohnya Tan Wenang adol atuku (tak boleh jual beli) dsb. Bhawa yaitu hiasan pada kepala. c. Rudraksa yaitu hiasan dari rangkaian buah ginitri yang dikenakan pada kedua bahunya. tidak boleh bercukur. Pakaian saat memuja memakai Sempet yaitu secarik kain yang dilipat pada dadanya. Bagi yang wanita memakai dandanan rambut yang disebut Anondong.

baju uarna putih. Dengan melaksanakan disiplin yang ketat mengantarkan seorang Pandita pada status sebagai seorang Wiku Dang Acharya Sulinggih/ Dwijati. Upacara pengesahan untuk menjadi Pinandita hanya sampai pada tingkat Pewmtenan. berpakaian selayaknya masyarakat biasa. Namanyapun setelah diwinten tidak diganti dengan nama baru. sclalu hormat dan patuh kepada Nabe termasuk keluargaina. 2. Status Pinandita. Upacara pweintenan juga bisa dilakukan oleh umat secara umum. Kedudukan Pandita selaku Dwijati adalah kedudukan khusus yang hanya menuruti sasana serta sesuai dengan ketentuan Parisada. Puja Siwalingga. masih memiliki tugas dan kewajiban dalam hubungannya dimasyarakat sebagai seorang Walaka. bila keluar rumah memakai "tongkat. ikat pinggang putih. ikat pinggang putih. kesemua ciri-cin tersebut hanya boleh dipergunakan oleh seorang \ang telah resmi menjadi Pandita. Kamahiran Puja Arghapatra serta penghayatannya. Umulaken Kaguru Stisrusa: Annna melaksanakan dengan patuh dan berdisiplm ajaran Nabe. kampuh kuning bertcpi putih. d. Upacara pweintenan boleh dilakukan berulangkali. Berbeda dengan upacara Diksa yang hanya boleh dilakukan sekali (tan wenang anyusum diksa) Seorang Pinandita boleh bercukur. Seorang Pinandita juga diharuskan mempelajari Weda untuk Ngeloka Palasaraya. selendang kuning. 124 .\angdisebut Kauaca Rajeg. yang tujuannya han\alah untuk mcnsucikan diri. Status Pinandita adalah tergolong Ekajati. Boleh juga"memakai jubah.Bagi Pandita Iaki-laki mengenakan kain putih. Pandita Istri memakai kain yang dasarma kuning. Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penguasaan ajaran kePanditaan yaitu : Kemahiran Pujapari Krama termasuk mudra dan Siwapan Krama. boleh dengan motif kembang.

Kewenangan seorang Pandita tidak secara otomatis diperoleh setelah menyelesaikan upacara Diksa. Pelanggaran dalam hal ini disebut Nyumuka yaitu "anguikon awaknya dauak" artinya menjadikan dirinya selaku Pandita. baju putih. dan juga tidak mempergunakan Mudra. Bunga. dan menyelesaikan upacara tingkat sederhana. C. Gegelaran Pemangku. seorang Pandita berwenang menyelesaikan upacara Panca Yadnya. Rambut panjang atau boleh bercukur. sasananya sesuai dharmaning Dalang. Pasepan. Panyudamalan dan Nyapu Leger. Sang Kulputih. seorang Pandita harus melaksanakan upacara Ngelinggihan Weda xang disaksikan oleh Nabenya. melainkan. Gandaksata. Dalam melakukan pemujaan memakai: Genta. kampuh putih. Wewenang Pandita dan Pinandita Wewenang Pandita. tempat tirta (Kumba). Bagi seorang Pinandita memiliki sasana khusus yang disebut Sasana Pemangku. masih memerlukan pengesahan yang bersitat memberi legalitas. Untuk menggunakan Weda. Pada upacara ini seorang Pandita dites kembali dalam hal kemampuan pernguasaan 125 . memakai destar putih. 1.Seorang Pinandita dalam melaksanakan tugasnva tidak diperkenankan mempergunakan alat pemujaan seperti Pandita. yaitu : Gagelaran/ageman-ageman pemangku melaksanakan tugasnsa disesuaikan dengan ketentuan dalam lontar Kusuma Dewa. Penyesahan tersebut terkadang harus dilalui beberapa tahapan laui. Sesuai Keputusan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu. Ciri-ciri timum yang dipergunakan seorang Pinandita. Bagi Pemangku Dalang. Pakaian dalam melakukan upacara.

Dalam pembinaan umat. seorang Pandita diharapkan untuk melaksanakan tugas seperti: a. Pemujaan ini biasanya dilaksanakan di Tempat Suci. Melakukan pemujaan penyelesaian Yadnya. 126 . Tugas dan keuajiban Pandita sesuai Keputusan Mahasabha II Parisada Hindu Dhatma Tahun 1968 adalah sebagai berikut: a. Bagi seorang Pandita yang sudah melewati tahapan ini maka tugas pokoknya adalah Ngeloka Palas raya yaitu melaksanakan tugas selaku sandaran umat untuk memohon bantuan dalam hal kehidupan keagamaan secara umum. Oleh karena itu Pandita juga disebut sebagai Guru Loka atau Dang Acharya. Pandita sejak mendapat ijin Ngeloka Paiasraya. b. Aktif mengikuti Paruman dalam rangka meningkatkan ajaran agama dalam hubungannya dengan perkembangan jaman. Untuk menxelesaikan upacara tingkat besar (upacara yang manggunakan Sanggar Tawang Rong Tiga). Pandita hendaknya berkenan membimbing untuk meningkatkan Memimpin umat dalam hidupnya untuk mencapai kebahagiaan lahir kesucian dan kemampuan para Pinandita. seorang Pandita harus memiliki kemampuan dalam penguasaan Weda (Apasang Lingua) yaitu tingkat tertentu dalam penguasaan Weda. Setelah upacara Ngelinggihang Weda ini dapat dilaksanakan dengan baik. Tugas dan keuajiban Pandita setiap harinya adalah melaksanakan pemujaan yang dikenal dengan Nyurya Sewana yaitu melaksanakan pemujaan untuk manyucikan diri serta mendoakan kesejahteraan dan kebahagiaan semua makluk di dunia (sanaprani hitang karah). batin b. hendaknya melakukan Tirta Yatra ketempat-tempat suci.Weda. Dalam memimpin upacara Yadnya menyesuaikan dengan kitab suci. c. barulah seorang Pandita memiliki kewenangan menyelesaikan upacara tingkat tenentu yang sesuai dengan ijin Nabenya.

Dalam melakukan upacara Panca Yadnya. Pandita hendaknya dapat melakukan dharmawacana kepada umat. batas kewenangan Pinandita adalah sebagai berikut: Menyelesaikan upacara Pujauali'piodalan sampai tingkat piodalan pada pura yang bersangkutan. 2. b. Maksimal sampai tingkat 127 . Wewenang Pinandita. c. Sesuai dengan Ketetapan Mahasabha II tahun 1968 bahwa Pinandita tidak diperkenankan untuk melakukan Pewintenan kepada seorang yang ingin menjadi Pinandita. Pinandita dibolehkan untuk mehyelesaikan upacara rutin di dalam Pura dengan nganteb serta mohon tirta kehadapan Hyang Widhi atau Bhatara yang melinggih di pura. Pinandita tidak dibolehkan untuk membuat Tirta Pangentas. Dalam menyelesaikan upacara menggunakan tirta sulinggih. Nganteb upakara pada Kahyangan yang diamongnva Boleh Ngeloka Palasraya sampai dengan Medudusan Alit atas panugrahan Pandita. maka Pinandita boleh menyelesaikan dengan nganteb serta menggunakan tirta sulinggih selengkapnya. Dalam menyelesaikan upacara Dewa Yadnya dan Manusia Yadnya hanya pada tingkat Madudus Alit. Bhuta Yadnya/caru. Kewenangan seorang Pinandita Sesuai dengan Kesatuan Tafsir Agama Hindu adalah sebagai berikut: a. Apabila Pinandita menyelesaikan upacara yang harus menggunakan tirta sulinggih.d. Waktu melakukan tugas agar berpakaian putih.

-

Dalam menyelesaikan upacara Manusia Yadnya. berwenang dari upacara bayi lahir sampai tingkat otonan. Dalam menyelesaikan upacara Pitra Yadnya. hanya sampai dari pada tingkat

Mendem Sawa sesuai dengan Catur Drstha.

D.

Syarat-syarat Calon Pandita dan Pinandita.

1. Laki-Iaki yang sudah kaum. 2. Wanita yang sudah kawin. 3. Laki-laki yang Nyukla Brahmacari. 4. Wanita yang tidak kawin (kenya). 5. Pasangan suami istri yang sah. 6. Umur sudah dewasa. 7. Paham dalam bahasa Kawi. Indonesia. Sansekerta. Memiliki pengetahuan agama (Hindu), memiliki pengetahuan umum. 8. Sehat lahir dan batin. 9. Mendapat tanda kesetiaan dari Pandita calon Nabenxa.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Mata Kuliah Semester

: Pendidikan Agama Hindu :

128

Tahun Kuliah SKS Jenjang Tujuan Kurikuler

: : 2 SKS :S1

Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang istilah dan fungsi tempat suci. Ikut berpartisipasi dalam usaha melestarikan kesucian tempat suci dan menyadarkan akan pentingnya tempat suci bagi umat Hindu dimanapun berada sebagai tempat untuk menghubungkan dan mendekatkan diri kehadapan Tuhan dengan segala manifestasinya. Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : : Tempat suci a. Pengertian tempat suci b. Syarat-syarat mendirikan tempat suci TUP : Mahasiswa dapat memahami pengertian tempat suci dan syarat-syarat mendirikan tempat suci TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Memahami pengertian tempat suci dan syarat-syarat mendirikan tempat suci b. Menjelaskan syarat-syarat mendirikan tempat suci Pokok Materi : a. Arti dan fungsi tempat suci b. Syarat-syarat mendirikan tempat suci c. Mengenal bangunan suci Hindu BAB I TEMPAT SUCI

A.

Pengertian Tempat suci.

129

Tempat suci adalah tempat untuk melakukan persembahyangan, tempat untuk bersujud, berbakti, menyernbah secara lahir batin, kehadapan Hyang Widhi Wasa secara tulus iklas.

B. 1.

Fungsi Tempat Suci Tempat suci berfungsi sebagai tempat pemujaan Hyang Widhi

beserta manifestasinya, tempat manusia mengabdi dan berbakti kepada Hyang Widhi. tempat memohon pertolongan dan tuntunan dalam hidupnya. tempat manusia menyatukan dirinva dengan Hyang Widhi dan tempat memohon ampun atas dosa yang pernah dilakukan selama hidupnya. Manusia disaat suka datang ke tempat suci untuk mengucapkan rasa syukur atas segala anugrah yang dilimpahkan oleh Hyang Widhi. Demikian pula pada saat duka; menderita. dan sebagainya. seorang datang kepura untuk memohon ketenangah Jiwa dan memohon petunjuk kepada Hyang Widhi. 2. Pada bagian lain dari tempat suci dapat berfungsi sebagai

sarana sosial keagamaan. seperti dharma tula, sarasehan dan sebagaiina.

C. 1.

Jenis-jenis Tempat suci Pura.

Istilah pura berasal dari kata Pur yang aninya Kola, benieng. Pura berarti suatu tempat \ang khusus dipakai untuk dunia kesucian. Sebelum Pura diperkenalkan sebagai tempat suci atau tempat pemujaan. dipergunakan Hyang atau Kahyangan dan juga I Ion untuk tempat pemujaan umat Hindu.

2.

Candi.

Candi berasal dari kata Candika Grha artinya Rumah Durga. Dan pengertian ini akhirnya candi dijadikan tempat pemujaan untuk Deui Durga. Di India candi

130

Kuil adalah tempat suci umat Hindu dari keturunan India Tamil. Candi Sari. Balai Antang ini dibuat dari kayu yang dirangkai sehingga bentuknva mirip dengan pelangkiran di Bali. Maka itu candi merupakan tempat pemujaan kepada dewa. Bentuknva hampir mirip bangunan rumah. Sudarma. Dewa. Mandir berfungsi sebagai tempat suci untuk memuja Tuhan dengan segala manifestasinya. Candi Singosari. Candi Simpino. 2. 3. Kuil. Candi Mendut Candi Sewu. Mandir adalah tempat suci umat Hindu keturunan India Tamil. sebagai tempat para. dan di ruangan diletakkan sebuah tiang yang besar sebagai 131 . 4. Candi berfungsi sebagai tempat semedi seperti . Candi Penataran. 5. 3. Mandir. Candi berfungsi sebagai pemujaan roh suci seperti : Candi KidaK Candi Jago. Fungsi Kuil adalah tempat suci untuk memuja manifsetasi Tuhan (Dewa) yang dikagumi. BALAI ANTANG Balai Arang adalah tempat suci umat Hindu dari Kaharingan. Candi Kalasan. Fungsi Balai Antang adalah sebagai tempat menstanakan roh leluhur yang sudah di sucikan \ang bersifat sementara. Nama lain candi adalah: Prasada. Candi Dieng. Candi Borobudur. Candi Prambanan. Dr. Sukmono mengatakan bahua fungsi candi seperti : 1. Candi berfungsi sebagai tempat pemujaan. Candi Pauon. Mandira. BALAI KAHARINGAN Balai Kaharingan adalah tempat suci umat Hindu dari Kaharingan.merupakan sarana pemujaan. Candi Jaui. dan merupakan simbol gunung Mahameru.

semakin keatas semakin kecil. Pak Buaran merupakan tempat sembahyang yang digunakan dalam lingkungan satu Desa (di Bali sama dengan Pura Desa). Sandung diletakkan diluar rumah atau dipekarangan. Adalah tempat Sembahyang bagi umat Hindu di Tanah Toraja. 8. Fungsi Sandung adalah sebagai Stana roh leluhur yang telah ditixsahkan (disucikan). Pedatuan ini biasanya terleiak dilereng Gunung. yang digunakan dalam lingkungan rumah tangga (di Bali = Merajan) 10. INAN KAPEMALARAN PEDATUAN. INAN KAPEMALARAN PAK PESUNGAN. 132 . SANDUNG Sandung adalah tempat suci umat Hindu Kaharingan. 9. dengan ciri-cirinya. INAN KEPEMALARAN PAK BUARAN.penyangga. Pedatun ini merupakan tempat sembahyang yang digunakan dalam beberapa lingkungan keluarga (di Bali = Banjar). 6. bentuk atapnya segi tiga sama kaki dan memakai satu tiang sebagai penyangga. Balai Kaharingan dibangun ditengah-tengah wilayah masyarakat atau pada tempat yang mudah dijangkau oleh umat Hindu Kaharingan untuk melaksanakan persembahyangan. pohon cendana dan pohon andong. Adalah tempat suci umat Hindu Tanah Toraja. Pohon Cendana dan Pohon andong. Sandung terbuat dari kayu dirangkai berbentuk pelinggih rong satu. Fungsi Balai Kaharingan adalah untuk menstanakan Hyang Widhi dengan berbagai manifestasinya. Adalah tempat suci umat Hindu Tanah Toraja. dengan ciri-cirinya terdapat Lingga/batu besar. 7. SANGGAR. Atapnya bersusun Tiga. terdapat lingga / batu besar.

1. Pajuh . b.sembahyangan umat Hindu Batak Karo. 11. Fungsinya adalah stana roh leluhur ang telah disucikan. Tempat suci yang bersifat teritorial. 2. Tempat suci yang bersifat UMUM Tempat suci ini mempunyai ciri umum sebagai tempat pemujaan H\ang Widhi dengan segaia manifestasinya. 12.pajuha terbuat dari kayu yang dirangkai berbentuk segi empat. Pengelompokkan berdasarkan fungsi.PAJUHAN. Sebagai berikut. Pajuh-Pajuhan adalah tempat pc. PAJUH. Tempat suci yang tergolong umum ini merupakan tempat pemujaan untuk semua lapisan umat Hindu secara keseluruhan. Pengelompokkan berdasarkan karakter (ciri Khasnxa) antara lain : a. CUBAl -CUBALAN Adalah tempat sernbahxang umat Hindu Batak Karo Cubal-Cubalan bentuknxa scienis Pelangkiran yang diletakkan di dalam rumah yang Uijuamua untuk mclakukan perscmbahyangan dan xadnxa yang ditujukan pada roh leluhur dan Hyang Widhi.Adalah salah satu bentuk tempat persembahyangan umat Hindu di Jawa. Pura sebagai tempat suci untuk memuja Sang Hyang Widhi Pura sebagai tempat suci untuk mernuja Roh Leluhur. Sanggar ini merupakan tempat suci \ang ukuran ruangnya kecil yang berisikan satu buah Padmasana untuk tempat persembahyangan yang bersifat umum. Dan ribuan tempat suci yang tersebar di seluruh Ball dapat dikelompokkan berdasarkan t'ungst dan karakter (ciri Khasnya). PENGELOMPOKAN PURA. 133 . D. Pajuh-Pajuhan biasanya dibangun dekat mata air dan sifatnya umum yaitu tempat sembahyang sccara umum.

Petani Tanah Basah Petani Tanah Kering Nelayan Pedagang Petani Tanah Basah. Tempat suci untuk petani tanah basah misalnya. Pura Empelan. tempatnya disekitar pantai tempat nelayan beroperasi.Tempat suci ini mempunyai ciri kesatuan wilayah dari anggota masxarakat suatu desa. 1. Tempat suci ini berkarakter fungsional dimana penanggung jawabnya adalah memiliki ikatan kekaryaan atau mata pcncaharian yang sama seperti . Tempat suci yang berdasarkan Kauitan. Tempat suci alas angker Tempat suci alas harum Tempat suci alas rasmini Tempat suci untuk pedagang disebut tempat suci Pura Melanting tempatnyadi sekitai lingkungan pasar. 134 . Tempat suci untuk para petani Tanah Kering seperti. 4. c. d. • • • 3. Tempat suci untuk Para Nelayan di sebut Pura segara. Tempat suci yang bersifat Fungsional. Pura Bedugul yang letaknya di Pusat irigasi (pintu air) Tingkatan Hirakhinya adalah : Tempat suci Masceti Tempat suci Ulun Suwi Tempat suci Ulun Danu 2. Tempat suci yang bersifat teritorial sudah lazim berlaku di Bali karena ciri khas suatu desa yang berdaulat pada dasarnya memiliki ? (tiga) buah tempat ihadah disebut Tri Kahyangan Tiga.

Tempat suci mi ditentukan oleh garis keturunan (leluhur) \ang terbatas pada keluarga sapinda (pertikal geneologis). B. Bhisama. Dalam mendirikan Tempat suci Hindu selalu berpedoman pada dua hal yaitu Peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Hukum Agama (Weda). Keputusan Mahasabha dan sebagainya. Awig-awig. PROSEDUR MENDIRIKAN TEMPAT SUCI Tahap awal yang harus dipersiapkan antara lain 135 . Persavaratan yang terdapat dalam hukum agama (Weda). SYARAT SYARAT MENDIRIKAN TEMPAT SUCI. Peraturan tersebut adalah Surat keputusan bersama antara Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No. BAB II SYARAT-SYARAT MENDIRIKAN TEMPAT SUCI A.OI BER. 1. tentunya harus mengacu kepada sastra agama Hindu seperti Lontar.SK.556/DJA 1986.mdn/mag/!969 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri No.

c. Pengurusan sertifikat sebagai berikut a. masing-masing 1 buah. Adanya daftar nama umat yang berdomisili disekitar tempat suci. Pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan Hal-hal yang harus dipersiapkan adalah. Waktu mendirikan bangunan: Mengenai waktu mendirikan bangunan Tempat suci kita tidak boleh lepas dari penentuan hari yang baik yang disesuaikan dengan Desa Kala Pntra 136 .a. Surat Pengantar dari lurah kepala Desa yang berisikan persetujuan terhadap tempat lokasi bangunan Pura. Adarna surat pengantar dari lurah Kepala Desa berupa akta jual beli tanah atau akta serah terima tanah disertai pula surat pengantar dari PHD1 setempat ditujukan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ekosistimnya menguntungkan dan sesuai dengan ketentuan agama. 5. Adanya sertifikat atas tanah tempat suci d. b. 3. 4. Mengisi blangko yang diberikan oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang disertai lampiran akta jual beli tanah. Status tanah yang akan dipakai sudah sah dengan bukti adanya sertiftkat dari pihak yang beruenang yang dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN). c. b. Denah tempat suci (sesuai pianologi) Desa/Koia diketahui oleh Pemda setempat. 2. Pengukuran Bangunan Pada saat pengukuran bangunan tempat suci disertai rentetan upacara dan upakara seperti: Canang Genten 5 buah diletakkan disetiap sudul dan tengah. b. Menyiapkan tempat yaitu tersedianya tanah yang cocok dengan pertimbangan kemungkinan kecilnya terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari. a. Segehan Agung 1 buah yang diletakkan ditcngah-tengah halaman. Tanah yang tersedia tidak dalam keadaan sengketa.

Antara Utama Mandala dengan Kanista mandala didirikan Candi bentar yaitu pintu masuk pertama dari kanista mandala menuju madya mandala sekaligus batas antara kanista mandala dengan madya mandala. ?. Petugas penunggu pura dalam 137 . 2.C. Bhwah Loka (langit). Pintu masuk ke Utama mandala yaitu Kori agung sehari-harinya tertutup dan baru dibuka apabila ada upacara keagamaan di Pura seperti Pujawali hari jadi dari pura tersebut disamping upacara keagamaan yang lain. Utama Mandala (jeroan) adalah tempat bangunan suci. Swah Loka (Sorga) Pertimbangan lain jika tanah yang tersedia sangat sempit. Bila pura yang terdiri dari hanya satu halaman yang fungsinya sebagai halaman utama disebut Ekabhuana yaitu. Tapa. Kanista Mandala (halaman luar) adalah wilayah yang dipergunakan untuk keperluan yang langsung berhubungan dengan kegiatan keagamaan. penunggalan antara pertiwi dan aksa. Jnana. Maha. dan Satya Loka. Di kiri dan kanan pintu masuk candi bentar dipajang patu Dwarapala (dua buah patung raksas) yang mempunyai fungsi sebagai penjaga. DENAH PURA SESUAI DENGAN TR1 MANDALA Secara umum denah tempat suci di bagi atas 3 bagian sesuai dengan ketentuan Tri Mandala antara lain : 1. Pembagian ruana halaman pada sebuah Pura adalah berorientasi pada makrokosmos (bhuana Agung) yaitu dibagi menjadi 3 bagian adalah lambang dari Tri Loka yaitu : Bhur Loka (Bumi). Madya Mandala (halaman tengah) adalah wilayah tempat mendirikan bangunan pelengkap untuk menunjang kegiatan upacara keagamaan. dimungkinkan pembagian ruang Pura terdiri dari 2 halaman /ruang yaitu lambang dari alam atas (akas) dan alam bawah (pertiwi). Swah. Bwah. 3. Sedangkan jika tanah memungkinkan ada Tempat suci (pura) pembagian ruangannya terdiri atas 7 halaman ruang adalah lambang dari Sapta loka yaitu Bhur.

MERU. Adapun bentuk-bentuk bangunan tersebut antara lain : 1. Bentuk bangunan suci Hindu motipnya berbeda sesuai dengan budaya setempat tetapi secara hakiki semuanya sama sesuai dengan amanat Kitab Suci Agama Hindu. Candi Margarana. 138 . BAB III MENGENAL BANGUNAN SUCI HINDU. tinggi bangunannya dapat berkisar setinggi Tugu sampai sekitar 10 meter. Fungsi Meru adalah tempat memuja Hyang Widhi dengan segala manifestasinya. Atap atau kepalanya memakai gelung mahkota segi empat bertingkat semakin keatas semakin kecil. Denah bangunan bujur sangkar. 3. batu padas. Pura Maos Pahit Desa Tatasan Badung. bagian dasar pada umumnya terbuat dari batu alam dan badan Meru terbuat dari bahan kayu. GEDONG. kecuali beberapa Meru di Pura Besakih di Kabupaten Karangasem bahwa badan meru terbuat dari batu cadas dan ukurannya lebih besar dari pada badan Meru yang terbuat dari kayu. Bangunan prasada dapat kita saksikan di Pura Prasada desa Kapal kabupaten Badung. Fungsi Prasada adalah sebagai tempat pemujaan Hyang Widhi. Pada umumnya atapnya adalah dari ijuk. PRASADA Bentuknya serupa tugu. Bahan bangunannya dipakai batu alam. batu karang dan batu-batu merah. terdiri dari tiga bagian yaitu Dasar. 2. Badan dan Atap.melaksanakan tugas di Pura seperti membersihkan Pura dapat memakai jalna kecil yang terletak di sebelah kiri dan kanan Kori Agung.

Gedong juga merupakan salah satu bangunan Tempat suci Hindu di Bah. Bentuk Gedong pada umumnya bujur sangkar atau segi empat. Rong Tiga merupakan salah satu bagian bangunan merajan (tempat pemujaan keluarga). Bagian badan. Bentuk bangunan Rong Tiga pada umumnya sama dengan bangunan gedong yakni empat persegi panjang. dan puncak atau atap. TUGU. Bangunan ini terdiri dari tiga bagian yaitu Bagian dasar dibuat dari batu padas. terbuat dari kayu dengan tiga ruangan menghadap kedepan. Bagian dasar pada umumnya terbuat dari batu bata atau padas diisi ukiran yang didukung oleh seekor empas (kura-kura) dengan dibelit oleh seekor naga. letaknya agak ke atas. 4. atapnya terbuat dari alang-alangdan bisajuga ijuk dan genteng. Tidak seperti bangunan Padmasana. 6. Bangunan ini terdiri dari tiga bagian yaitu : dasar. disusun sesuai dengan bentuk bangunan. badan. Gedong dan Meru yang terletak pada bagian halaman utama Pura. Fungsi Tugu adalah untuk tempat bersemayamnya para Bhuta agar tidak mengganggu aktifitas manusia pada saat malaksanakan upacara suci. Bangunan tugu di letakkan di halaman luar Pura. Bagian badan ada yang terbuat dari batu bata atau batu padas tetapi ada juga yang terbuat dari kayu. RONGT1GA. Bagian badan dilengkapi dengan relief atau ukiran para dewa. PADMASANA 139 . Bentuk bangunan tugu hampir sama dengan bangunan prasada cuma ukurannya lebih kecil dan fungsinya juga berbeda. Fungsi rong tiga adalah tempat untuk memuja Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Tri Murii dan Roh Leluhur yang sudah disucikan. 5. Bagian atas terbuat dari konstruksi kayu dengan atap alang-alang ijuk dan bisajuga genteng. Bagian atas selalu terbuat dari konstruksi kayu.

Padmasari. Hyang Iswara. Jenis-jenis Padmasana Dikalangan umat Hindu banyak yang tidak dapat membedakan yang mana disebut Padmasana.Hyang Widhi. Padma Saji di Timur laut menghadap ke Barat daya adalah Padmasana Lingga di Utara menghadap ke Selalan adalah stana Dewa Sambhu. Sangkara. 7. a. Padma Asia sedana bertempat di Tenggara menghadap ke Barat Laut adalah stana Dewa Mahesora. Padmasana sari bertempat di Barat menghadap ke timur Padmasana di Selatan menghadap ke Utara adalah sthana Berdasarkan arah (pencider ideran). 2. 5. sedangkan di Bali Padmasana di perkenalkan oleh Dang Hyang Nirarta pada abad ke 16 masehi. Padmanoja di Barat Daya menghadap ke Timur Laut adalah stana Dewa Mahadewa. pepalihan (tingkatan). 4. Padma kencana di Timur menghadap ke Barat adalah sthana sthana Dewa Maheswara. Padmokaro di Barat laut menghadap ke Tenggara adalah stana 140 . rong (ruang). 6. 1. Padma Capah maupun Padma Kurung. Di Jawa bentuk Padmasana digambarkan dengan bentuk bunpa tratai sebagai simbul Stan. Dewa Brahma 3.Istilah Padmasana banyak kita jumpai dalam mantram-mantram untuk menstanakan Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa. Menurut lontar Catur Winasari disebutkan bermacam-macam Padmasana berdasarkan atas arah. 8. siana Dewa Wisnu.

dengan palih lima. Palih Sancak (tengah) dan Palihsari (atas). BAB IV PENGESAHAN TEMPAT SUCI SECARA AGAMA 141 . bangunan ini mirip Padmasari tetapi lebih rendah. Padma Capah adalah berruang satu dengan Palih Dua yaitu Pali Taman (bawah) dan Palih Capah (atas) tidak mempergunakan Bedawang Nala. Padma Capah adalah stana mahluk alus atau mahluk yang derajatnya lebih rendah dari manusia. Padma Capah. berruang tiga mempergunakan Bedawang Nala dengan Palih Tujuh. 1. Padma Kurung di Tengah berruang tiga menghadap kearah depan adalah stana Trimurti. berruang tiga dan mempergunakan Bedawang Nala dengan Palih Lima 3. Padmasari.9. Bangunan Padmasari menyerupai Padmasana. Padma agung. Beradasarkan Ruang dan tingkatannya dapat dibedakan atas : Padmasana anglayang. 2. 4. tidak memakai Palih (tingkatan) biasanya tidak lebih tinggi dari mata manusia berdiri. b. 5. berruang satu mempergunakan Bedawang Nala Perbedaannya adalah sebagai berikut: Bangunan padmasana menggunakan dasar Bedawang Nala yang dililit oleh naga sedangkan Padmasari tidak menggunakan Bedawang Nala dan naga. Padmasari berruang satu dengan Pali Tiga yaitu Pali Taman (bawah). Padmasana.

Disanggarpesaksi/Surya Daksina Peras Ajuman Pembersihan 2. kemampuan umat ketentuan-ketentuan lain yang ada yang kaitannva dengan upacara pemelaspas Tingkatan pemelaspas bagi umat Hindu di Bali adalah sebagai berikut: A.Menurut ajaran Agama Hindu sahnya suatu bangunan tempat suci ditandai dengan adanya pemhersihan secara spiritual (Pcmelaspas adalah upacara penyucian atau sakralisasi suatu bangunan menurul ajaran Agama Hindu. Ditanam panca datu terdiri dari sekeping emas. yaitu hari raya Nyepi. Purnama Tilem dan Sivva Ratri 142 . Tuiuan pemelaspas adalah selain menyakralisasi bangunan iuga mohon keselamatan kehadapan Hyang Widhi \\asa sehingga umat yang melaksanakan ihadah dianugrahi ketenangan lahir batin. Pemelaspas alit dilaksanakan apabila bangunan sudah dianggap rampung 90 % dan rencana semestinya. Didepan bangunan yang baru selesai. perak. Hari Raya yang berdasarkan Sasih atau Bulan dan Vahun Caka. Unuik upacara Pemelaspas bangunan dikenal beberapa tingkatan yang disesuaikan dengan keadaan bangunan.tembaga. a. Tujuannya adalah supaya bangunan yang sudah ada dapat dipergunakan sesuai dengan Upakaranya : 1. Banten Pemelaspas Ayaban tumpeng pitu (7) 3. Tingkat Pemelaspas Alit (sederhana). besi dan permata Pada bagian puncak bangunan diisi berapa buah arti (rangkaian daun lontar berbentuk segi empat).

grem Dua/pasepan Ajuman Daksina Rayunan Tipat kelanan Sesari sesuai kemampuan Pemelaspas alit boleh dipimpin oleh Pinandita B. Pada pemelaspas Agung dilanjutkan dengan upacara Ngenteg linggih yang sekaligus 143 . Dihalaman tempat suci Byakala Prayascita Durmanggala Segehan agung Caru ayam brumbun (bulunya warna warni) 5. 4. Tingkat Pemelaspas agung dilaksanakan apabila bangunan sudah selesai secara tuntas seratus persen. Hari raya yang berdasarkan Pawukon. Kuningan dan Saraswati. arak. yaitu hari raya Galungan. Pada pemelaspas agung biasaya disertai dengan upacara Panca Kelud.b. Di depan pemimpin upacara Prayascita Peras Lis Cecepan Penastan Nira.

Hanuman Sakti. Hari jadi tempat ibadah ada berdasarkan wuku dan ada pula yang berdasarkan sasih. DAFTAR PUSTAKA Buku Pelajaran Agama Hindu untuk Perguruan Tinggi Umum. Jakarta. Tahun 1994 144 .merupakan puja wali/ hari jadi tempat ibadah yang bersangkutan.

Yayasan Dharma Sarathi tt. Fungsi Pura Ketut Soebadi. Panca Yadnya. PHDI Kabupaten Bandung. Pedoman Pembina umat Hindu Dharma Pesamuan agung Parisada Hindu Dharma Indonesia Denpasar tahun 1980. IGA Mas Putra. Tahun 1982-1983 Oka Netra A. Gunung Agung.Himpunan keputusan Seminar kesatuan Tafsir terhadap asfek-asfek agama Hindu Parisada Hindu Dharama Pusat. ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah Semester Tahun Kuliah Jenjang : Pendidikan Agama Hindu : : : 145 . Tuntunan Dasar Agama Hindu. Keputusan Pelinggih dan Welaka sekabupaten Bandung di Psraman Uluwatu. Pura Kawitan. Asta Kosala Kosali Ida Pedanda Made Kemenuh. Hanuman sakti tahun 1994. Tahun 1986. A. Pedarman dan Penyungsungan Jagad. Gde Drs.

TKP : Setelah mengikuti perkuliahan mengenai pokok materi ini. Mengerti dan memahami hari raya suci Agama Hindu b. Pokok Bahasan : Pengertian dan ruang lingkup hari raya suci Agama Hindu Sub Pokok Bahasan : a. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Saraswati 146 .Tujuan kurikuler Mahasiswa memahami dan mengerti hari raya Agama Hindu dan mampu mewujudkanmnya serta mengerti tentang makna yang terkandung dalam setaip hari raya Agama Hindu yang dirayakan. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Siwalatri c. Menjelaskan tuntunan pelaksanaan hari raya suci Agama Hindu Pokok Materi : a. Memahami dan dapat menjelaskan makna yang terkandung dalam hari raya suci agama Hindu c. mahasiswa diharapkan dapat : a. Pengertian hari raya suci Agama Hindu b. Sehingga mereka sadar terhadap dirinya sebagai warga negara dan bertanggung jawab dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945. yang dilandasi dengan semangat dari nilai-nilai yang terkandung di dalam hari raya Agama Hindu. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya nyepi b. Ruang lingkup hari raya suci Agama Hindu TUP : Mahasiswa memahami pengertian dan makna serta tuntunan pelaksanaan hari raya suci Agama Hindu.

e. Rasa bhakti itu diwujudkan dalam bentuk persembahan sesajen yang diiringi dengan doa-doa tertentu. memuji. Pada umumnya doa-doa itu mengandung dua (2) hal yaitu : a.d. Pada hari raya suci Agama Hindu umat Hindu merayakannya dengan penuh hikmat dengan hati yang suci. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Kuningan f. dharma tula diskusi Buku. yaitu memohon diberikan keselamatan. panjang umur dijauhkan dari mara bahaya. mengungkapkan kebesaran Tuhan yang kuasa atas segalanya. media masa Lisan dan tertulis HARI RAYA SUCI AGAMA HINDU Hari raya suci agama Hindu merupakan tonggak pensucian diri dan mengingatkan umat Hindu untuk mengungkapkan rasa bakti kepada-Nya. Unsur pujian. kesejahteraan. Alokasi Waktu Pengalaman belajar Sumber belajar Evaluasi : : : : 2 x 50 menit Kuliah. b. dosen. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Purnama dan Tilem. yang berarti memuja. baca buku. Pengertian dan makna serta runtutan pelaksanaan hari raya Galungan. Unsur permohonan. Nama – nama hari raya suci Agama Hindu 147 .

sipeng atau hening. Pada kepemimpinan beliau berkemhangan Agama dan kebudayaan sangatlah baik yang menyebabkan para pemeluk Agama merasa damai. NYEPI Pengertian dan Makna Nyepi Pengertian Nyepi berasal dari kata sepi. Kenapa disebut tahun baru saka Untuk itu dapat kita simak dalam sejarah lahinna tahun saka. Tahun sakajuga disebut saka Warsa. Dengan adanya kerukunan diantara umat beragama yang sebelumnya sering 148 . Hal ini dapat diatur sesuai dengan keperluan.a. Beliaulah yang membuat tahun saka pertama kali dan berkembang sampai ke Indonesia. Berusaha mengendalikan diri agar dapat tenang don drrmai lahir batin dengan menjalankan catur-brata penyepian. Kuningan dan Saraswati 1. Hari raya yang berdasarkan Pawukon.saling maafmemaafkan dan kunjung mengunjungi atau dipusatkan pelaksanaannya dengan melaksanakan Dhannasanti pada suatu tempat tertentu. Dasar pemikirannya adalah balma hari raya Nyepi dikenal sebagai tahun baru saka. Sedangkan hari raya Nyepi adalah hari raya suci Agama Hindu yang berdasarkan sasih atau bulan dan tahun masehi yang dirayakan dengan penuh keheningan dengan menghentikan segala aktifitas yang bersifat duniawi maupun dalam bentuk keinginan dan ha\va nafsu. yaitu hari raya Nyepi Purnama Tilem dan Siwa Ratri b. Warsa artinya tahun sedangkan saka adalah nama keluarga raja yang terkenal di India yang menciptakan kedamaian diantara rakyat. yaitu hari raya Galungan. Centarna demikian : Pada tahun 78 Masehi di India dinobatkan seorang raja bernama Kaniska. Raja Kaniska sangat terkenal dibidang pembinaan Agama dan kebuduyaan. Makna Nyepi adalah perdamaian lahir batin dengan jalan. Hari raya yang berdasarkan Sasih atau Bulan Tahun Caka.

kabupaten dan Propinsi. a. c. berdasarka KEPRES. Selain itu juga meredakan gangguan dari kekuatan bhutakala yang tidak baik. No.terjadi peperangan merebut kekuasaan dan pengaruh. b. Dari cerita ini dapat diambil hikmahnva bahwa perdamaian sangatlah penting diantara kita sebagai umat yang mempunyai nilai moral yang sangat tinggi. 149 . Melis/mekiyis/Melasti.3. malah satu-satunva hari raya Hindu yang pertama kali mendapat pengakuan hukum dari pemerintah negara republik Indonesia. Hari raya Nyepi adalah cukup penting. Upacara ini bertujuan untuk memohon kehadapan Hyang Widhi Wasa manipestasi Beliau yang beristana dilaut sebagai sumber air membersihkan semua alam beserta isinya yang telah setahun lamanya berada dalam arena dunia manusia dengan berbagai noda dan gangguan hingga kotor. desa. Upacara ini dilaksanakan dari masing-masing perumahan. dengan mengambil tempat melalui tabuh (depan pintu masuk pekarangan) perempatan jalan. Adapun tujuannya adalah memohon pada Hyang Widhi Wasa/ manifestasi beliau sebagai Dewa nawasanga (Penguasa penjuru mata angin) dialam raya ini agar menciptakan dan mengharmoniskan kembali alam semesta beserta segala isinya menjadi bersuasana baru. Disamping itu juga mengambil tirta amerta untuk sarana penyucian alam semesta beserta isinya. Runtulan Pelaksanaan Hari raya Nyepi. kecamatan. Tanggal 9 Januari 1983 menjadi hari libur Nasional. Pecaruan / Bhutayajna. Pelaksanaan Nyepi. alun-alun/ lapangan. Untuk itu dituntut belajar saling maafmemaafkan agar kerukunan tetap terjaga. banjar.

3. Amati Karya. yoga dan semadhi serta mawasdiri. sasih kesanga berakhir tahun saka. brata. Maksudnya menekan atau meredakan tuntutan hawa nafsu kesenangan terhadap Sadripu. Sad Atatayi. sedangkan secara batin dimaksudkan untuk meredakan nafsu yang mengarah pada hal-hal bersifat negatif seperti: Sadripu. disasih kedasa yang menurut wariga adalah sasih yang terbaik. Setelah perayaan berakhir. 150 . sedangkan secara batin berusaha untuk menghentikan kegiatan jasmani dengan merenung dan menghitung-hitung perbuatan dimasa lampau. Amati Gni. 2.Menurut sunari gama. Selama itu dipenuhi dengan yoga atau brata pralina untuk mengakhiri segala karma terdahulu agar pada tahun-tahun berikutnya kita benar-benar hidup baru yang bersih. Pelaksanaan Nyepi dilakukan melalui catur brata penyepian untuk dapat sepi. Keempat Brata tersebut antara lain : 1. Nyepi dimulai jam 12 malam setelah ngrupuk sampai jam 12 malam besoknya. Maksudnya tidak bekerja secara lahir. sipeng lahir dan batin. Sapta Timira d. Maksudnya adalah untuk tidak menyalakan api secara lahir. jadi berhimpit pada akhir dan awal tahun saka. Ngembak Gni. dilanjutkan dengan upacara ngembak Gni yang dilakukan setelah lewat jam 12 malam termasuk sudah pergantian hari. Sapta timira dan lain sejenisnya. Amati Lelungan. 4. Sad Atatayi. seberapa yang masih perlu diperbaiki karena kesempatan hidup yang diperoleh itu justru patut dipergunakan untuk menolong diri dengan jalan berbuat baik. Amati Lelangunan. Maksudnya tidak pergi yaitu menyediakan waktu untuk memusatkan pikiran melaksanakan tapa.

Siwalatri berasal dari kata Siwa dan Latri. Tilem atau bulan mati /gelap. Itulah disebut ikatan maya. Jadi Siwalatri adalah malam Siwa dan dirayakan berdasarkan sasih atau bulan dan tahun saka. 151 . Dalam hubungannya dengan ajaran susila ditunjukkan ada tujuh macam kegelapan jiwa manusia yang disebut sapta timira (bandingkanlah dengan tilem sasih kepitu. Ngembak Gni maksudnya menghidupkan dan mengobarkan api kehidupan yang baru penuh gairah dan suci. Siwa adalah manifestasi Tuhan dalam fungsinya sebagai pengembali ke alam peredarannya yang semula.Dilanjutkan dengan pelaksanaan Dharmasanti. Karena pengaruh maya manusia menjadi lupa. SIWALATRI Pengertian dan Makna Siwalatri. Menurut ajaran Agama Hindu dosa itu dapat dibasmi atau dilebur dengan kata lain atma itu bisa terlepas dari segala ikatan karma (perbuatan). gelap dan sebagainya. Kegelapan dan kebodohan inilah cendrung mendorong manusia berbual dosa.sungguh bakti kepadanya. Manusia yang lahir kedunia ini di ikat atau dipengaruhi oleh suatu kekuatan maya. sebab pada saat ini Sang Hyang Siwa melaksanakan yoganya untuk membasmi ikatan karma setiap umatnya yang sungguh-. Ini merupakan yang sangat utama menurut ajaran Agama Hindu. Makna hari raya Siwalatri adalah sebagai malam peleburan dosa. yang bermakna saling maafmemaafkan dengan saling kunjung mengunjungi atau dipusatkan pelaksanaannya pada suatu tempat tertentu. dan pitu sama dengan tujuh). Demikianlah pelaksanaan hari raya Nyepi yang terdiri dari empat fase sebagai hari raya tahun baru saka 2. Sedangkan ratri berarti malam. disebut dengan "Awidya" yang juga berarti bodoh. Segala perbuatan itu akan tercatat serta mewarnai sukma manusia bagaikan tali belenggu jiwatman sehingga sang atman tidak bebas.

Sang Lubdaka sebagai seorang pemburu yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari cerita ini kita dapat ambil hikmahnya sebagai contoh. sehari sebelum Tilem sasih kepitu. Dalam cerita dikatakan Lubdaka berburu sampai malam belum dapat seekorbinatang. Karena pikiran itu disimboliskan dengan pohon itu sendiri. Kayun adalah pikiran. Disinilah dituntut kita untuk menyadari apa yang kita lakukan dalam perjuangan hidup mungkin ada kekeliruan yang kita perbuat tanpa disadari. Dari hasil perbuatan yang pernah kita lakukan agar dipakai sebagai guru dalam melangkah lebih lanjut. pada umumnya jatuh pada bulan pebruari tahun masehi. Secara filosopis Siwalatri juga mempunyai makna yaitu malam renungan suci. Ini artinya kita merenungkan perbuatan kita yang sudah-sudah satu persatu. Hari raya Siwaratri merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun sekali. Begitu juga kita ini juga selalu berburu agar bisa memenuhi kebutuhan. Ceritranya demikian. yaitu yang baik kita ambil sebagai contoh dan yang buruk kita buang jangan lagi sampai terulang lagi. namun menurut ajaran Agama Hindu dapat dilebur. perayaannya dilaksanakan pada hari panglong ping pat belas. Karena pada malam Siwalatri ini sangat baik untuk memohon ampun kepada Tuhan atas dosa kita yang telah kita perbuat.ikatan karma atau ikatan dosa yang luar biasa kuatnya. Pohon atau Kayu artinya kayun. Kemalaman yangdimaksud disini kegelapan pikiran kita. Dalam cerita dikatakan Lubdaka memetik daun satu persatu untuk menghilangkan rasa kantuknya satu persatu. Kenapa dikatakan demikian? ini dapat kita lihat pada pustaka Padma Purana yang menceritakan tentang sang Lubdaka. Menurut lontar sunari gama dan Siwa ratri kalpa. Sang Hyang Siwa beryoga tiap-tiap tileming sasih kepitu yakni malam yang tergelap setiap umat terutama yang betul-betul mencari kesucian dan kebebasan diajarkan 152 .

tidak terlena selama 24 jam yaitu setelah membersihkan diri dan bersembahyang pada pagi panglong ping 14 sampai petang panglong ping 15 sasih kepitu. Tingkat brata ini soring disebut Sambang semadhi. berdasarkan bakti yang setulustulusnya pada Tuhan yang juga disebut Sang Hyang Siwa sehubungan dengan itu. Upawasa tidak makan dan tidak minum. 3. Pelaksanaan Siwalatri ini tidak banyak berbentuk upacara-upakara. Jagra tidak tidur dari pagi hingga malam sampai Mono brata artinya tidak berbicara atau berkata- Hahya berusaha tidak tidur. Sama dengan cara diatas ditambah dengan tidak makan dan tidak minum selama 24 jam yaitu dari pagi panglong ping 14 sampai pagi panglong ping 15 sasih kapitu itu. pagi kembali. Yang paling ringan ( nista ). Tingkat madya. b. Pada pokonya Ada tiga tingkat brata Siwalatri sebagai berikut a. Runtutan Pelaksanaan hari raya Siwalatri. Brata ini sering disebut Masesirih. melainkan lebih ditekankan pada brata yaitu latihan ketahanan mental spiritual latihan kebatinan. 2. Tingkat Utama. 153 .menyambut Siwalatri dengan satya brata. Pelaksanaan upacara Siwalatri dilakukan pada hari panglong ping pat belas dan diwajibkan melaksanakan brata antara lain : 1. kata. c.

SARASWATI Pengertian dan makna Saraswati. Jadi melaksanakan Trisandya ditambah sembahyang tengah malam satu kali.Disamping kedua cara diatas ditambah lagi dengan mono brata yaitu tidak berbicara dan melaksanakan yoga samadhi sampai petang panglong ping 15 sasih itu. Selama melaksanakan brata Siwalatri yaitu selama dua kali siang dan satu malam. Sebelum membahas Saraswati dalam Weda terlebih dahulu dijelaskan tinjauan Etimologis Saraswati sebagai berikut: Kata Saraswati berasal dari akar kata " Sr" yang artinya mengalir. Narmada. Disamping Saraswati berani sungai didalam Weda disebut sebagai Dewi llmu pengetahuan atau kecerdasan. yang dimaksud adalah sungai atau Dewi sungai sumber kehidupan. Gadawari. sindhu. 3. terdapat lembah yang subur yang merupakan tempat tinggal Bangsa Arya. Brata yang paling ditekankan atau brata pokok siwalatri adalah berusaha tidak tidur selama 36 jam. Tentang sungai Saraswati adalah selalu disebutkan dalam puja para pendeta ketika memohon tirta amerta melalui pujangga satwa yang didalam puja disebut diungkapkan nama-nama sungai yang dipandang suci diantaranya : Gangga. Disamping sungai Saraswati disebtitkan juga nama sungai Dri Sadwati dan diantara sungai itu. Sarada. Saraswati. tengah malam. Selanjutnya daiam Itihasa dan Purana Dewi Sarasuati adalah GavatrL Maheswari. pagi. Yamuna. Dari Saraswati sebagai nama sungai merupakan salah satu cabang dari hulu sungai Sindhu. Kaweri dan lain-lain. Kata Saraswati berani yang mengalir. sembahyang dilaksanakan sebanyak tujuh kali yakni : pagi. Dari penjelasan diatas dapat pula diketahui bahwa Saraswati adalah nama Sungai yang diyakini suci. BharatL Bralimi. siang dan sore. siang. sore. Putkari. 154 . Wagiswari. dan lain-lain.

yakni memuja Sang Hyang Widhi. Genitri adalah simbul lingkaran yang tiada akhirnya. Pengetahuan. Digambarkan bahwa Dewi Saraswati adalah wanita ayu. d. manusia menjadi lemah dalam kehidupan ini yang penuh dengan perjuangan ini.anandam brahma ( sarwa upanitsatsara. yang melambangkan bahwa ilmu pengetahuan itu tidak akan habis-habisnya kita pelajari. Wanita ayu simbol keindahan dan ilmu pengetahuan memang indah dan iuhur. mungkinkah akan ada kemakmuran dan kebahagiaan dalam bidang materiil dan moril? Tanpa kebijaksanaan. dan tanpa kebahagiaan. b. Sebab jika Ilmu pengetahuan atau kebijaksanaan tidak ada. 21) yang artinya : Tuhan Yang Maha Esa adalah Kebenaran. yakni setiap hari sabtu umanis. Dari simbolis ini dapat kita ambil hikmahnya antara lain bahwa ilmu pengetahuan memang betul-betul berarti antara lain : a.Setiap 210 hari sekali. manusia tidak akan bisa bahagia. Ada pepatah Bali mengatakan "Wiadin ririh enu liu peplajahan" 155 .jananam anantam . Genitri dan yang satunya bersikap mendamaikan. atau berdiri diatas bunga teratai. sumber pengetahuan disebutkan dalam berbagai kitab Upanisad. diantaranya : "Satyam . Makna hari raya Saraswati adalah memperingati turunnya ilmu pengetahuan. Tuhan Yang Maha Esa sebagai Hyang Hyangning Pangeweruh. c. serta mengendarai burung merak. hari terakhir dari wuku terakhir umat Hindu di Indonesia selalu melaksanakan Saraswati Puja. Kebahagiaan dan tidak terbatas. Wina (gitar) melambangkan kehalusan rasa (aesthetica) Keropak adalah tempat disimpannya lontar-lontar (simbul ilmu pengetahuan). keropak. wuku watugunung. Sepcrti kila ketahui Ilmu pengetahuan sangatlah penting. bertangan empat yang masing-masing membawa wina (Gitar.

Walaupun pandai tapi masih banyak lagi yang harus kita pelajari. e. Burung merak adalah lambang kewibawaan yang bisa dibawakan oleh ilmu pengetahuan itu. f. Bunga teratai adalah lambang kesucian

Rangkaian Pelaksanaan Hari raya Saraswati. 1. hari 2. Sebelum upacara Saraswati dan sebelum lewat tengah hari dianjurkan tidak membaca atau menulis mantra dan kesusastraan. 3. Bagi umat Hindu yang melaksanakan Brata Saraswati secara penuh jidak diperkenankan mambaca dan menulis selama 24 jam. Upacara Saraswati puja tidaklah berdiri se'ndiri melainkan merupakan rangkaian pemujaan Dewi-Dewi Trimurti lainnya. Upacara Saraswati puja dilaksanakan pada hari Sabtu Umanis wuku watugunung dan redite paing sinte (banyu pinaruh). Hari soma pon sinta disebut soma ribek ditujukan kepada Dewi Sri Laksmi (dewaning sarwa mule/pandang) dan hari Budha kliwon sinta disebut pagerwesi ditujukan kepada Sang Hyang Pramesti Guru (Siwa). Mengapa hari Saraswati jatuh pada wuku umanis watugunung hal ini perlu dikaji Iebih jauh.-Di India pelaksanaan Saraswati dilakukan tiap-tiap tahun sekali scdang di Indonesia setahun dua kali. Di Indonesia tafiun a>!i rupan\a umurnya 210 hari. Ketika diterimanya hari raya Hindu hari-hari itu dimasukkan dalam sistim kalender Indoesia Asli. Inilah kiranya melatar belakangi mengapa Saraswati jatuh pada hari terakhir dari wuku terakhir dan berbeda dengan perayaan di India. Upacara pemujaan Saraswati dilaksanakan pagi hari atau sebelum tengah

4. GALUNGAN Pengertian dan Makna Galungan.

156

Hari raya Galungan merupakan hari suci Agama Hindu berdasarkan Pawukon dan diperingati setiap 210 hari (6 bulan) sekali yaitu pada hari rabu kliwon, Wuku dungulan. Hari raya Galungan sudah ada di Indonesia sejak abad ke XI, hal infdidasarkan atas kidung Panji Malat Rasmi dan Pararaton kerajaan Majapahit. Perayaan semacam ini di India dinamakan hari raya Sradha Wijaya Dasami. Makna hari raya Galungan adalah memperingati hari kemenangan Dhama melawan Adharma. Disini dapat anda simak dalam cerita Raja Mayadanawa yang begitu sakti tapi mereka melarang orang yang melakukan persembahyangan. Sebab dia tidak percaya.dengan adanya Tuhan. Tindakannya selalu sewenang-wenang membunuh orang yang tanpa dosa. Akhirnya Tuhan turun untuk membunuh Raja yang lalim itu. Disini ditekankan bagaimanapun saktinya manusia, tidak akan bisa melampaui kekuasaan Tuhan. Dari cerita ini dapat kita petik nilai filosofisnya agar selalu menghorrnati Dharma dan melaksanakan Dharma agar kebahagiaan selalu dipihak kita dan dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Runtutan Pelaksanaan Hari raya Galungan. Perayaan Galungan diawali dengan : a. Tumpek Warige.

Yaitu 25 hari sebelum Galungan yang jatuh pada hari sabtu Kliwon wuku wariga. Tumpek ini juga disebut dengan nama tumpek pengatag, Pengarah, Bubuh dan uduh, yang intinya memohonkan keselamatan kepada semua jenis tumbuhan agar dapat memberikan hasil untuk bekal merayakan Galungan. b. Hari Sugihan Jawa.

Dirayakan setiap 210 hari atau 6 Bulan sekali pada hari Kamis Wage Uku Sungsang yaitu 6 hari sebelum hari raya Galungan. Perayaan ini bertujuan memohonkan kesucian terhadap BJjuana Agung (alam semesta). c. Hari Raya Sugihan Bali

157

Dirayakan setiap 210 hari sekali atau 6 bulan sekali pada hari Jumat Kliwon Wuku Sungsang yaitu 5 hari sebelum hari raya Galungan. Perayaan saat ini bermakna memohonkan kesucian terhadap diri pribadi (Bhuana Alit). d. Hari Raya Penyekeban. Jatuh pada hari Minggu/Redite Paing Wuku Dungulan yaitu 3 hari sebelum Galungan. Hari Raya ini merupakan awal Wuku Dungulan yang bermakna patut waspada karena parU Bhuta Kala (Sang Tiga Wisesa) mulai turun mengoda kemampuan dan keyakinan manusia dalam vvujud Bhuta Galungan. Penyekeban bermakna anyekung jnana sudha nirmala agar terhindar dari godaan-godaannya. e. Hari Penyajaan Galungan. Jatuh pada hari Senin Pon Wuku Dungulan, 2 hari sebelum hari raya Galungan. Hari raya ini dipergunakan sebagai persiapan membuat jajan. Juga dimaksudkan sebagai hari-hari yang patiit diwaspadai terhadap godaan sangkala tiga wisesa dalam wujud. Bhuta Dungulan. Hari Penyajaan bermakna sebagai hari kesungguhan hati untuk menyambut dan merayakan Galungan. f. Hari Penampahan Galungan. Hari raya ini jatuh pada hari Selasa Wage Wuku Dungulan yaitu sehari sebelum hari raya Galungan. Pada hari ini dilaksanakan untuk memotong hewan, membuat sate dan lawar untuk perlengkapan sesajen. Pada hari ini juga patut diwaspadai karena merupakan hari yang terakhir bagi Sang Kala Tiga dalam wujud sebagai Bhuta Amangkurat untuk mengganggu manusia. Hindarkan diri dari pertengkaran agar terhindar dari godaannya. g. Hari Raya Galungan. Jatuh setiap Rabu Kliwon Wuku Dungulan, merupakan puneak upacara peringatan terhadap hari kemenangan Dharma melawan Adharma sebagai hari

158

Hari raya Kuningan adalah hari raya Agama Hindu yang berdasarkan tahun pawukun yang jatuh pada hari Sabtu Kliwon Wuku Kuningan. Rangkaian Pelaksanaan hari raya kuningan Pada hari raya Kuningan biasanya dipersembahkan nasi benvarna kuning sebagai lambang kemakmuran. HARI RAYA KUNINGAN Pengertian dan makna hari Raya Kuningan. Hari raya ini disebut juga tumpek Kuningan. Pada hari ini dipergunakan sebagai hari penyucian diri dilanjutkan dengan memohon keselamatan ditandai dengan memakan sisa yadnya berupa tumpeng Guru secara bersama-sama sekeluarga. Kenapa dikatakan hari pahlawan? ini dapat kita lihat dari pelaksanaan Hari Raya Kuningan yaitu setelah hari raya Galungan yang bermakna perang Dharma melawan Adharma. 5. Pada hari ini para Dewa/Bhatara hanya sebentar beliau ada di dunia sehingga setiap umat yang mengaturkan sesajen dilakukan sebelum surya tepat ditengahtengah atau tengah hari (jam 12 siang Pada hari ra\a ini setiap rumah dan 159 . Pemaridan Guru Jatuh setiap hari Sabtu Pon Wuku Dungulan hari akhir Wuku Dungulan. Demikian pula pada saat ini dihaturkan sesajensesajen sebagai tanda terima kasih. Pada saat ini ShangHyang Widhiturun keduniadiikuti oleh para Dewa/Bhatara dan Pitra untuk melimpahkan karunianya kepada manusia berupa kebutuhan-kebutuhan pokok. h.paodalan jagat dengan mempersembahkan upacara sesajen pada setiap tempattempat suci dilanjutkan dengan pelaksanaan persembahyangan. Makna merupakan hari pahlawan. Dalam mencapai dharma banyak pengorbanan oleh penegak dharma itu sehingga kita dapat menikmati hasilnya.

merupakan kekuatan Tuhan yang berada didalam air yang bertujuan untuk membersihkan bumi dan pada bulan Purnama ini air laut menjadi pasang atau naik sehingga pada bulan ini kesempatan yang baik untuk mandi kelaut sebagai tanda pelebur dosa. akan tetapi pemasangan tamiang pada Padmasana. Jadi tamiang endongan dan kolem ini merupakan suatu alat untuk melindungi hal-hal yang tidak diinginkan. dan Tilem adaiah saat bulan tidak memberikan sinarnya sama sekali (bulan mati). Pengertian Sanghyang candra yang beryoga pada bulan Purnama. Artinya : a.Pemerajan dihias dengan endongan. Purnama adalah saat bulan bersinar penuh. Bulan Tilem (bulan mati) jatuh 14 hari atau 15 hari dari bulan Purnama. oleh karena berisi buah-buahan tebu tumpeng serta lauk-pauk. Pemasangan pada tempattempat yang tidak penting tidak perlu disertai dengan kolem dan endongan. 6. Pada bulan Tilem. Purnama dan Tilem merupakan hari pembersihan bagi umat Hindu. Endongan tempat makanan. ini beryogalah Bhatara Siwa yang merupakan manifestasi dari Tuhan/kekuatan Tuhan untuk mengatur air didunia. tamiang kolem. Kolem berarti tidur atau istirahat. Penjor dan lain-lain tempat suci perlu dihiasi dengan endongan dan kolem. Merajan. Tamiang untuk menangkis dari serangan b. PURNAMA DAN TILEM Pengertian dan Makna Purnama dan Tilem. c. 160 . sehingga pada Tilem ini air laut naik setinggi-tingginya karena merupakan dua kekuatan (bulan dan matahari sama-sama menarik airdibumi). Karena itu pada hari Purnama bervogalah Sang Hyang candra yaitu kekuatan atau sinar suci Tuhan sebagai pembersih dunia karena kalau ditilik dari arti kata maka candra berarti bulan atau soma yang berarti air.

Pada hari Purnama (bulan penuh) Tilem (bulan mati) dan kliwon merupakan hari yang sangat baik untuk penyucian lahir batin. Rangkaian Pelaksanaan Purnama dan Tilem. sehingga dianjurkan untuk mandi agar jiwa menjadi bersih maka muncuiiah pemikiran yang bersih. Persembahyangan yang dilakukan dengan menghaturkan sesajen yang disebut canang genten. serta menyampaikan rasa tertma kasih kepada unsur kekuatan alam yang di anggap telah membantu kehidupannya. Pemujaan ini dilakukan dengan menghaturkan persembahan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi. 161 . Pelaksanaannya dapat dengan jalan melakukan yoga samadhi. canang sari dan sejenisftya. Leluhur. tapa brata yaitu melaksanakan pantangan-pantangan. canang burat wangi. para Dewa.Maknanya adalah pembersihan diri secara lahir dan batin.

Acara Agama II Tahun 1983 : 3. Buku Pelajaran Agama Hindu : Tim Penyusun Untuk Perguruan Tinggi Tahun 1994 : Ditjen Humas Hindu dan Budha 162 . MA dan M. Titib I. Buku Pelajaran Agama Hindu : SMP Kelas I Tahun 1982 : 4. Natih 2. Goda BA GD Sura BA Wayan Reneng. Ketut N. Saraswati tahun 1989 : Dr. G. Tjok Rai Sudharta. BA D Drs.DAFTAR PUSTAKA 1. Badjera Yasa BA dan I Gst. G.

6. 9. Coba anda jelaskan pengertian hari raya Nyeri ? Makna apa yang terkandung dalam hari raya Nyepi serta apa dasar pemikirannya kita merayakannya hari raya Nyepi ? 3. Kenapa dikatakan demikian coba anda jelaskan secara singkat ? 7. 5. siwalatri yang mempunyai makna malam renungan suci. 8.LATIHAN SOAL 1. Apa tujuan Melasti ? Makna apa yang terkandung pada saat melaksanakan ngembak Gni ? Coba anda jelaskan pengertian Siwaltri ? Secara fisolofis. 4. Jelaskan pengertian Siwalatri ? Apa makna hari raya Purnama dan Tilem ? Apa makna dari hari raya Galungan ? 163 . 2.

Panca Dasa Paramiteng Prabu e. Nawa Natya 164 . Asta Brata d. mampu menerangkan norma dan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran. Nawa Natya TUP : Mahasiswa dapat memiliki pemahaman mengenai Nitisastra dan aplikasinya dalam kehidupan TKP : Mahasiswa dapat memiliki : a. Panca Stiti Dharmaning Prabhu c.SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah Semester Tahun kuliah Jenjang Tujuan Kurikuler : Pendidikan Agama Hindu : : 2 SKS :S1 Mahasiswa dapat mengerti dan memahami kedudukan Nitisastra dalam ajaran Hindu. Panca Stiti Dharmaning Prabu c. Niti Sastra sebagai jalan kehidupan. Kemampuan untuk menjelaskan materi sebagaimana termuat dalam pokok bahasan. Pokok bahasan Sub pokok bahasan : : Pengertian dan ruang lingkup Nitisastra a. c. Pemahaman mengenai Nitisastra b. Catur Pariksa b. Panca Dasa Pramiteng Prabhu e. Catur Pariksa b. Asta Bratha d. Mengembangkan dan mengaplikasikan dalam kehidupan di masyarakat Pokok Materi : a.

Niti berarti kelakuan. Artinya dengan ilmu pengetahuan orang dibimbing. dituntun kearah kebijaksanaan dunia. kekuasaan dan kebijaksanaan negara. berarti dibimbing. dipimpin. yaitu karya sastra yang bersifat mendidik. 165 . niti juga bcrarti menuntun. Bahwa Niti Sastra juga mengandung ajaran kepemimpinan juga bersitat umum dan praktis bcrlandaskan ajaran agama Hindu. warga negaram a kepada hukum. dipimpin. Nitisastra berasal dari kata Niti dan Sastra. Berdasarkan pengertian etimologis diatas maka pengertian Niti Sastra dapat diperluas lagi ilmu yang bertujuan untuk membangun suatu negara baik dari segi tata negaranya.NITI SASTRA Pengertian Menurut kamus sansekerta susunan AA Macdonel! Niti berarti kebijaksanaan duniawi (wordly wisdom) etika sosial politik. kejalan benar dituntun kearah cinta bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Penulis Niti Sara adalah seorang Brahmana bernama Canakya. ilmu tata negara. Daiam kamusjawa kuna susunan mordi warsito. Niti berasal dari kata ni . Rajendra Mishra pengetahuan Niti Sastra adalah didaktik poem atau upadesa karya. Nitisastra mengajarkan kesadaran. Perlu dijelaskan Niti Sastra ini bukanlah ilmu pengetahuan yang ham a untuk kalangan negarawon atau politisi saja tetapi juga untuk setiaporang dalam rangka memantapkan pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. mengajarkan pula jiwa patriotisme. memimpin atau membimbing. dapat menghancurkan kekuatan raja Nanda. Niyate anaya iti nitih. tata pemerintahan dan tata kemasyarakatan (dhanna negara). Beliau adalah seorang brahmana yang hebat mempunyai pemikiran yang suci. kesadaran untuk membela bangsa dan negara.+ ktin menjadi nitih. Sastra diartikan doajuga berarti pujaan (praise). Berdasarkan keterangan inilah didapat bahwa Visnugupta atau Canakya sama dengan Kautiliya. Pandangan DR. sedangkan sastra berarti kitab peiajaran atau iimu pengetahuan. pedoman hidup. juga dikonal 'Jenuan nama Visnugupta atau Kautiliya. dituntun sedangkan sastra berarti ilmu pengetahuan. kesopanan siasat negara (kebijakan) politik.

3. papan/perumahan untuk dapat memenuhi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dhana berarti uang. A. pengendali pemerintahan termasuk agama yang berbeda-beda. berani mengambil tindakan bila perlu. bernurali hati. keberanian mengambil 166 .Mengingat ruang lingkup Niti Sastra demikian luasnyamakapadauraianberikut kami batasi padakonyep ajaran kepemimpinan Hindu seperti : Catur Pariksa. Danda adalah seorang pemimpin harus tegas. Mengusahakan sandang. disiplin. bcrbuat dan memandang sama kepada seluruh anggota/bawahannya. Mereka yang akan pergi perang harus mengunakan keempat alat itu juga (dhana. Sama adalah seorang pemimpin harus berbuat adil. Ketegasan. Dalam Niti Sastra Sarjinh 11. jika tiada uang akan sia-sia penyelesaian perselisihan dengan damai (sama). balanta maealak ring ayun. 1. Seorang pemimpin harus rela memberikan dhana bantuan menolong sesama dengan ikhlas. oleh karenanya diberikan kesempatan dan hak yang sama untuk maju dan berkembang. 2. Panca Dasa Paramiteng Prabhu dan Nawaa Natya. Panca Stiti Dharmaneng Prabhu. pangan.3 : dalam bentuk ke kawin: Dhana wisesa ring catur upaya Lene-kene kaheh rinji sama bheda danda trayaningdhana tnhhana karna sang maharcp musuh catur upaya juga kena-kena byakta kasoraning ripu. sama. hukuman bagi yang mtlakukan pelanggaran. anak buah yang tekun dan raj in dapat imbalan yang seimbang. maupun usaha memecah belah bheda) atau dengan kekerasan (perkosa). Astha Bratha.dapat pulaborarti pembcrian. Artinya : Dari keempat macam "alat Uang yang paling utama. bheda dan dandha) pasti musuh dapat ditundukkan oleh bala tentara. CATUR PARIKSA Catur Pariksa sering discbut dengan nama Catur Upaya Naya Sandhi. jika mereka maju dengan gagah berani. 4. Setiap orang adalah insan hamba Tuhan. anak buah yang malas dan membangkang dapat diberi hukuman. Bheda adalah seorang pemimpin dapat mengatur/memelihara tata tertib.

tindakan/keputusan adalah sikap seorang pemimpin walaupun penuh resiko memberikan hukuman bagi siapapun yang berbuat salah dengan penuh rasa keadilan B. Ing Arsa Asung Tulada. C. 2. berarti melepas anak buah dan mengikuti dan belakang sambil melihat kemajuannya juga memberikan arahan apabila ada penyimpangan dari tugas dan kewajiban yang harus dilakukan. 3. relakan mereka maju sendiri. Ing Madya Mangun Karsa. PANCA STITI DHARMANING PRABHU Panca Stiti" Dharmaning Prabhu ini merupakan wejangan ajaran dari Arjuna Sastra Bahu. artinya setelah berhasil melaksanakan tugas janganlah terlalu rnengharapkan balas jasa atau tanpa pamrih Pada kepemimpinan Pancasila sekarang ini hanya diambil dan nomor 1 s/d 3 sedangkan nomor 4 dan 5 tidak dipakai oleh tokoh pendidikan Nasional yaitu Ki Hajar Dewantoro. ASTABRATHA 167 . bahwa seorang pemimpin harus melakukan tindakan/melaksanakan tugas sebagai berikut: 1. bila berada ditengah-tengah anak buah memberikan penerangan/penjelasan dan membangkitkan semangat mereka dan membangun kemauan untuk maju berprestasi lebih baik Tut Wuri Andayani. Maju Tanpa Bala. mengembangkan diri dengan penuh inisiatif. yang artinya didepan anak buah selalu memberi suri teladan/contoh untuk melakukan perbuatan yang baik dan memberikan semangat pengabdian yang luhur untuk kepentingan nusa dan bangsa. Sakti Tanpa Aji. 4.

Sloka 304: Warsikamscaturo nasanyalha Indro bhiprawarsati. Nila. Sebagai pembanding didalam kekawin Ramayana Sargah XXIV sloka 52 yang mengandung ajaran astabratha sebagai berikut : Hyang Indra. Surya. matang nira inisti asta bratha. Candra. candra wittesa yuscaiwa matra nirhtya saswatih. Agni dan Prithiwi. Candra. Wayu. Anila. Artinya : Untuk memenuhi maksud tujuan itu Raja/pemimpin harus memiliki sifat-sifat pertikal yang kekal dari pada Dewa Indra. Candra. yang seharusnya dihayati oleh seorang pemimpin agar meresap dalam jiwa raganya. 168 . Baruna. sirata waka angga sang Bupati. Artinya : Brata dewa Indra. Yama. Candra. Artinya : Hendaknya Raja berbuat seperti perilaku yang sama dengan Dewa Indra. Agm nakan wwalu. Wayu. Yama Waruna. Selanjutnya marilah kita simak apa yang tersirat dalam Manawa Dharmasastra Bab IX sloka 303 sebagai berikut: Indrasyarkasya pritiwyasca yamasya warunasya ca candrasyagneh pritiwyasca tejowritam nripascaret. Kuwera.Didalam Manawa Dharma Sastra atau Weda Smrti (atha sapta mo dhayah) buku VII. demikianlah raja menempati kedudukan indra dengan menghujankan keuntungan bagi kerajaannya. Yama. Surya. Surya. 4 : Indra Yanmarkanam agnisca warunasyaca. Surya. Kuwera. tathabhiwarsetsmam rastra kamair indrawratam caran. Agni. Kuwera. Artinya: Laksana Indra yang mengirimkan hujan yang berlimpah selama empat bulan di musim hujan. Yama. Sloka 305 : Astau masyanyathadityastoyam hariti rasmibhih.

tatha haretkaram rastran nityamarka wratam hitat. Sloka: 308 Warunena yatha pasair badha ewabhiddreyate. tatha caraih prawestawyam wratametaddi marutam. demikianlah kedudukannya menyerupai Dewa Yama. Artinya : Laksana orang-orang berdosa tampak terikat tali oleh waruna. demikianlah hendaknya ia menghukum orang-orang jahat itu. selama delapan bulan menyerap air melalui sinar-sinarnya dengan tidak terlihat demikianlah hendaknya ia dengan perlahan-lahan menarik pajak dari kerajaannya. itulah kedudukannya yang menyerupai Waruna. karena inilah kedudukan yang menyerupai matahari. Artinya : Laksana wayu bergerak kemana-kemana masuk merupakan nafas bagi seluruh mahluk hidup. tatha papannigrihniyad wrtametaddl warunam. Sloka: 307 Yatha yamah priya dwesyau prapte kaleniyacchati. tatha rajna nyantawyah prajastaddhi yamawratam Artinya : Laksana Yama pada saatnya berkuasa baik kepada teman-temannya maupun kepada lawan-lawannya demikianlah hendaknya semua rakyatnya dikuasai oleh raja. Sloka: 306 Prtawisya sarwabhautani yatha carati-marutah. demikianlah hendaknya ia melalui mata-matanya masuk kemana-mana kedudukannya menyerupai angin. Sloka : 309 Paripurnam yatha candram 169 . Artinya : Laksana Surya.

Sloka : 310 Pratapa yuktasstejaswi nityam syat papa karmasu dustasamantahimsrasca tadagneyam wratam smritam. maka sifatnya dikatakan sama dengan agni. dalam menduduki tempatnya dewi pertiwi. tatha prakritayo yasminsa candrawratiko. Artinya : Laksana bumi menunjang semua mahluk hidup sama rata. raja tanpa jemujemunya akan mengendalikan pencuri-pencuri baik dinegerinya sendiri maupun dinegeri orang lain. Sloka :311 Yatha sarvvani bhutani dhara dharayata samam. Sloka: 312 Etairupayairanyaisca yukto nityamatandri tah. yang rakyat menyambut kehadirannya dengan penuh senang hati laksana orang-orang bersenangsenang melihat bulan purnama.drasfwa hrsyanti manawah. Artinya : Bila ia bersemangat menumpas penjahat dan memiliki kekuatan-kekuatan cemerlang serta menghancurkan penguasa-penguasa daerah yang jahat. demikianlah hendaknya raja terhadap rakyatnya. Artinya : la adalah raja yang menduduki tempatnya Dewi Candra. 170 . nripah. Artinya : Dengan mempergunakan cara-cara dan sifat-sifat ini. yatha sarwani bhutani bibratah parthiwam wratam. stenan raja nigrihniyat swarastre para ewa ca.

3) 2. Widnya Adalah ajaran yang mengajarkan bahwa seorang pemimpin. 171 . 1. Sri Kresna berkata kepada Arjuna: "Tugas dan kewajiban akan mencapai tujuan kebahagiaan jangan biarkan kelemahan itu oh partha sebab itu tidak sesuai bagimu. bangkitlah oh pahlawan Jaya.D. Wahai parantapa. kembali kejalan dunia inkarnasi. sebab kebenaran dapat memberikan kekuatan penerangan dan semangat hidup. Dalam hal ini seorang pemimpin harus mempraktekkan ajaran tat twam asi.(Bg. Mantriwira Mantriwira merupakan ajaran untuk memupuk jiwa yang teguh untuk berani membela kebenaran dalam keadaan bagaimanapun juga. IX. Ajaran kepemimpinan Gajah Mada ini terdiri dari lima belas ajaran yang disebut dibawah. Karena kebenaran adalah sumber dari kekuatan dan cahaya terang dalam hidup. Mereka yang tidak memiliki kepercayaan pada ilmu pengetahuan dan budi pekerti ini tidak mencapai aku. Pemimpin harus bertindak benar. enyahkanlah rasa lemah dan kecut itu. Pemimpin yang arif bijaksana adalah pemimpin yang dapat melihat semua bawahannya sama sebagai insan ciptaan Tuhan. Ketahuilah bahwa semua dosa dan kejahatan adalah bersumber dari. PANCA DASA PARAMITENG PRABHU Ajaran ini bersumber dari ajaran kepemimpinan Maha Wira Gajah Mada yakni ketika kerajaan Majapahit mencapai kejayaannya. kelemahan oleh karenanya jangan biarkan kelemahan itu menjangkiti tubuh maka segala tugas dan kewajiban akan mencapai kebahagiaan. Gita. baik pemimpin negara maupun pemimpin agama atau pun pemimpin dibidang lainnya agar senantiasa bersikap tenang dan bijaksana dalam menghadapi suatu permasalahan atau dalam melaksanakan tugas kewajibannya.

tetapi sebagai pengayom negaranegara lain dikawasan Nusantara. Natangwan Dapat dipercaya. Lebih kurang setengah abad lamanya (1319. kepercayaan itu tak pernah tergoyahkan. Kebijaksanaan inilah yang menempatkan Patih Gajah Mada selalu tepat dalam pergaulan baik dalam kalangan pejabat maupun di tengah rakyat.3. Berlaku bijaksana Wicaksanen naya didalam segala tindakkan. Wagmi Wak Fash mengutarakan pendapat. Sifat ini memang hams dimiliki bila seseorang menjadi politikus yang 172 . Karena rasa tanggung jawabnya yang besar. khususnya dalam mempertahankan argumentasi berdasarkan kebenaran yang ada dan keahlian 7. berwajah cerah. jujur dan sabar. Satya Bhakti Aprabu Sifat setia dengan hati yang tulus dan iklhlas kepada negara dan pemerintahan.1364) patih Gajah Mada selalu penuh pengabdian dan kesetiaan. Dengan kebijaksanaan ini pula. Patih Gajah Mada menempatkan Majapahit bukan sebagai penakluk. tulus ikhlas. Sajarwopasana Tingkah laku yang memperlihatkan kerendahan hati. 6. Pribadi patih Gajah Mada yang patut dijadikan teladan adalah karena ia tidak pernah mengabaikan kepercayaan rakyat yang telah dilimpahkan kepadanya. 4. 5.

11. Asihi Samastabhuwana Mencintai dunia dengan seluruh isinya. Patih Gajah Mada tidak ingin di Dewadewakan. 9. 12. 8. Tan lalana Berketepatan hati. 10. Seorang diplomat sejati melatih diri agar menguasai dan menghayati sifat-sifat tersebut. Dirotsaha Selalu bekerja rajin dan tekun dilandasi keteguhan hati. tahan uji dan tak mudah terombangambing oleh keadaan sekitar. disamping meyakini 173 . Patih Gajah Mada mencintai dunia karena menyadari keterbatasan. Dengan ketabahan dan ketawakalan ini menyebabkan patih Gajah Mada dikenal sebagai tokoh negarawan yang ulet dan berhati baja. Diviyacita Selalu berhati terbuka dalam hubungan dengan orang lain. Sifat ini berpangkal tolak dari keyakinan filsafat bahwa segala yang ada didunia ini hanyalah bersifat fana dan sementara. Tan Satrsna Tidak menonjolkan ambisi. selalu siap mendengarkan pendapat dan pikiran orang lain meskipun terhadap pendapat yang bertentanean dengan pendapat pribadinya.berderajat tinggi. Didalam hati yang teguh kelihatan pula keberanian dan kesetiaan. Dengan sifat ini. apabila menikmati kesenangan duniawi secara berlebih-lebihan tanpa memperhatikan norma-norma yang berlaku.

NAWA NATYA Dalam lontar berbahasa jawa kuno yang berjudul Nawa Natya diperoleh penjelasan. indah warnanya. Bila perlu lawan yang membahayakan harus dimusnahkan. Kebijaksanaan ini diibaratkan memilih segunung bibit bunga yang harum baunya. Hal ini yang mengakibatkan keberhasilannya sejak ia menjadi magang. memberikan kepuasan bagi yang 174 . Patih Gajah Mada selalu memberikan penghargaan dan bimbingan. melalui mekal hingga menjabat patih. Sebaiknya untuk mereka yang menunjukkan kesetiaan kapada negara.bahwa dengan mencintai dunia dan isinya berarti pula mencintai Maha Pencipta yang menjadikan dunia beserta segenap isinya. bahwa seseorang Raja/Pemimpin itu dalam memilih para pembantu-pembantunya (para Menteri). Demikian uraian tentang Panca Dasa Paramitheng Prabhu dari kepemimpinan Maha Patih Gajah Mada pada masa jaman keemasan kerajaan Majapahit. Tanpa memperhitungkan posisinya. Sumantri Sifat untuk menjadi petugas Negara yang sempurna didasari itikad yang baik. yang tidak cepat layu serta mempunyai manfaat yang utama. Raja atau pemimpin itu harus memiliki suatu kebijaksanaan. E. Gineng Pratidina Selalu mendahulukan yang baik dan menyingkirkan yang buruk. Gajah Mada selalu berbuat yang terbaik. kelak akan menerima balasan sesuai dengan perbuatannya. sifat ini nampaknya timbul dari keyakinan Karmaphala yang mengajarkan bahwa siapapun yang menanam kebaikan ia akan memetik buah yang baik pula. 14. 15. Hanayaken Musuh Selalu bertindak tegas menghadapi lawan. 13. dan sebaliknya siapa yang bersalah.

Demikianlah selintas tentang ajaran Niti Sastra. Wruh ring sarwa bhasata : tahu mengatasi permusuhan. Pragivakya: Pandai berbicara dan mempunyai kemampuan mempengaruhi orang masyarakat. 9. 8. baik dan buruk.melihat maupun yang menggunakannya. Wira sarwa yudha : memiliki sifat pemberani. 2. Dhirotsaha: tekun dan ulet dalam mensukseskan setiap usaha. 7. 5. khusus yang menyangkut kepemimpinan Hindu yang menekankan moral/etika sebagai landasan melaksanakan kepemimpinan untuk mencapai jagat kita. 4. Viveka : mampu membedakan antara yang salah dan benar. Lagha vangartha : tidak pamrih terhadap harta benda. Demikian seseorang raja (pemimpin) dalam memilih pembantu-pembantunya seperti memilih segunung bibit bunga itu. Adapun orang-orang yang patut dipilih sebagai pemimpin menurut lontar Nawa Natya adalah sebagai berikut: 1. pantang menyerah dalam pertempuran. 6. 3. Pradnya Widaghda : sikap bijaksana dan mahir dalam berbagai cabang ilmu dan memiliki pendirian yang teguh. Paramartha: mempunyai sifat mulia dan luhur. 175 . Sama upaya : selalu setia kepada janji atau sumpah.

Tim Penyusun. Wayan Mertha Sutedja BA. Parisada Hindu Dharma Pusat. Niti Sastra dalam bentuk kekawin 1982/1983 4. Jakarta 1994. Dep.DAFTAR PUSTAKA 1. Leadership : Kepemimpinan Hindu. 7. Ida bagus Made jaya Semara.Dr. Departemen Agama RI 1976/1977 2. Drs. Penerbit Prasasti Jakarta 1992. Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jabar Skripsi/ 1985. Asta Brata dalam Pembangunan. Sumber Mas bali 1978 6. Cetakan I/1982. Agama RI 1972 3. I Nengah Wadrana.Tjokcorda Rai Sudharta MA. Agama RI. Buku Pelajaran Agama Hindu untuk perguruan Tinggi. Dasar – dasar kepemimpinan Tradisional Di Bali.Adia Wiratmaja. Konsepsi Penerapan Kepemimpinan Asta Brata dalam peningkatan pelaksanaan Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha. Dep. 5. Buku Pedoman Dosen Agama Hindu. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha. Jakarta 1998/1999. Tim Penyusun. Dharmayasa. Drs. 9. Ketut Pasek. 8. 176 . Canakya Niti Sastra. CV. Drs. Prof. Hanuman Sakti. Manawa Dharma Sastra atau Weda Smerti. 10. Pudja MA dan Tjokcorda Rai Sudharta MA. Ketut Wiana.G. Agama RI. Hasil Rumusan Penyusunan Pedoman Pendidikan Agama Hindu Diperguruan Tinggi Umum 1995/1996. Niti Sastra Proyek Pembinaan Mutu Pendidikan Agama Hindu dan Budha Dep.K.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->