You are on page 1of 3

c 


 


 
    
c  
  

Saat berbicara mengenai komunikasi interpersonal, yang perlu kita lakukan adalah membedakan
komunikasi interpersonal itu sendiri dengan jenis-jenis komunikasi lainnya. Sederhananya, komunikasi
interpersonal bisa kita kaitkan dengan hal-hal seperti ini, apa yang menyebabkan sahabat atau keluarga
menjadi dekat satu sama lainnya? Apa yang membuat seseorang tampak begitu menarik dan populer?
Atau apa yang membuat seseorang menjadi sangat membosankan saat diajak berbicara? Semua
pertanyaan-pertanyaan di atas sebenarnya dapat dijawab dengan komunikasi interpersonal karena
komunikasi interpersonal membangun kualitas hubungan antara individu.

Secara kontekstual, komunikasi interpersonal digambarkan sebagai suatu komunikasi antara dua
individu atau sedikit individu, yang mana individu-individu tersebut secara fisik saling berinteraksi, saling
memberikan umpan balik, dan menggunakan beberapa titik sensor pada tubuh. Akan tetapi,
menggunakan definisi kontekstual saja tidak cukup untuk menggambarkan komunikasi interpersonal
karena tiap-tiap hubungan yang dijalani individu berbeda satu dengan lainnya. Kita tidak mungkin
memukul rata setiap jenis komunikasi antara dua individu atau sedikit individu. Komunikasi yang terjadi
antara penjaga toko dengan konsumennya tentu saja berbeda dengan komunikasi antara dua orang yang
sudah bersahabat baik, meskipun kedua bentuk komunikasi itu sama-sama merupakan jenis komunikasi
antara dua individu.

Oleh karena itu, beberapa peneliti membuat suatu definisi komunikasi interpersonal yang bersifat lebih
lanjut. komunikasi interpersonal diistilahkan sebagai komunikasi yang terjadi antara beberapa
individu(bukan banyak individu) yang saling kenal satu sama lainnya dalam periode waktu tertentu.
Dengan kata lain, seseorang akan memandang individu lain sebagai seorang yang unik terlepas dari
apakah kedudukan mereka terhadap individu tersebut.

Efektifitas dalam komunikasi interpersonal akan mendorong terjadinya hubungan yang positif terhadap
rekan, keluarga, dan klien bisnis. Sedikit yang menyadari pentingnya masalah interaksi antar manusia
karena sebagian besar menganggap bahwa masalah kepemimpinan dan presentasi publik jauh lebih
penting daripada hubungan antarmanusia, padahal pintar dalam komunikasi interpersonal merupakan
aset yang penting dalam hubungan bermasyarakat.

Banyak orang-orang menjadi sukses karena mereka memiliki hubungan yang sangat baik dengan orang
lain. Mereka menanamkan identitas yang positif kepada orang lain sehingga mereka memiliki image yang
baik di mata masyarakat. Dengan demikian, mereka memiliki kesempatan lebih untuk mendapatkan
kepercayaan dari orang lain dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kemampuan komunikasi
interpersonal yang baik. Ada juga yang beranggapan bahwa, kemampuan komunikasi interpersonal
adalah bakat yang jatuh dari langit yang dianugrahkan Tuhan untuk orang tertentu saja. Padahal,
komunikasi interpersonal pun bisa dilatih layaknya kemampuan-kemampuan soft lainnya.

Dengan menguasai komunikasi interpersonal sebenarnya kita membuka wawasan diri untuk mulai
memahami orang lain di luar diri kita sendiri dengan demikian kita dapat berinteraksi secara positif
dengan orang lain. Informasi-informasi yang kita dapatkan tentang orang lain dapat memudahkan kita
untuk memprediksi bagaimana pola pikir individu tersebut, bagaimana cara mereka menyikapi suatu
permasalahan, bagaimana pendapat dan perasaan mereka terhadap sesuatu hal. Apabila kita memiliki
informasi-informasi seperti di atas, maka kita akan lebih mudah dalam menghadapi individu tersebut dan
dapat meminimalkan kemungkinan-kemungkinan terjadinya konflik antara cara pandang kita sendiri
dengan cara pandang orang tersebut.

Adapun cara-cara yang bisa digunakan sebagai panduan dalam membangun komunikasi interpersonal
yang efektif adalah seperti di bawah ini :
K Menciptakan ketertarikan dan menangkap perhatian

Sudah menjadi sifat dasar manusia bahwa mereka lebih cenderung tertarik dengan dirinya sendiri
ketimbang orang lain. Oleh karena itu, salah satu hal yang bisa kita lakukan agar orang lain menjadi
tertarik dengan kita adalah dengan menumbuhkan ketertarikan kita terhadap orang tersebut. Dengan
kata lain, berhentilah untuk membicarakan semua hal yang berkaitan dengan diri kita beserta tetek
bengeknya, namun cobalah untuk lebih memberikan perhatian kepada lawan bicara kita. Ajaklah dia
untuk mendiskusikan segala hal mengenai dirinya, seperti model pakaian yang ia sukai ataupun
olahraga-olahraga yang ia gemari. Sejenak kita lupakan diri kita sendiri. Dengan menciptakan
ketertarikan terhadap orang tersebut sebenarnya kita telah melakukan salah satu upaya
pengumpulan informasi mengenai lawan bicara kita. Sedikit demi sedikit kita dapat membuka tabir
misteri lawan bicara kita dan membuat kita memiliki pengetahuan dalam menyikapi lawan bicara kita
di kemudian hari. Selain itu, manfaat dari poin ini adalah membuat lawan bicara kita merasa nyaman
apabila berhadapan dengan kita. Ia akan merasa diperhatikan. Akan tetapi, dalam upaya
menciptakan ketertarikan ini hendaknya kita juga memperhatikan hal-hal tertentu yang kira-kira tidak
membuat lawan bicara kita merasa seperti diinvestigasi. Memulai pembicaran dengan
mendiskusikan masalah cuaca, kemacetan lalu lintas, ataupun hal-hal umum lainnya kadang
membuat lawan bicara menjadi bosan.

Perlu juga diperhatikan, hendaknya kita tidak mengungkit-ungkit masalah- masalah yang sensitif
seperti agama,ras, dan hal-hal tabu lainnya sesuai dengan daerah asal di mana lawan bicara kita
berasal.

K Membangun rasa simpati

Maksudnya adalah bagaimana membangun suatu lingkungan komunikasi di mana lawan bicara kita
merasa percaya diri saat berbicara dengan kita. Cara-caranya bisa dengan membuat suasana yang
hangat saat berkomunikasi, menghilangkan suasana superior dan inferior, yakni bisa dengan kontak
mata yang hangat dan bersahabat, menirukan bahasa tubuh lawan bicara, ataupun dengan
menyebut-nyebut nama lawan bicara kita berulang-ulang untuk menunjukkan betapa kita
menghormatinya.

K Percaya diri

Percaya diri sangat penting dalam berkomunikasi. Saat kita memiliki kepercayaan diri, maka yang
terjadi kita akan membangun image diri kita kepada orang lain, akan tetapi kurangnya kepercayaan
diri membuat kita akan dipandang sebagai seorang yang memiliki posisi yang lemah. Terkadang,
kurang percaya diri membuat kita sendiri menjadi tidak nyaman dalam berkomunikasi, gugup,
gemetaran, merasa setiap apa yang kita utarakan adalah hal-hal yang sama sekali tidak berguna,
kekhawatiran mengenai pandangan orang lain terhadap kita dan berjuta-juta pikiran negatif lainnya
dapat membuat komunikasi berjalan buruk karena kita hanya sibuk berkutat dengan ketakutan kita
sendiri. Sebaliknya, percaya diri saat berkomunikasi dapat menciptakan energi yang positif.
Komunikasi menjadi lancar dan jelas bahkan kita dapat mempengaruhi lawan bicara hanya dnegan
bermodalkan kepercayaan diri. Bagaimana mungkin kita dapat membuat orang lain percaya dengan
apa yang kita utarakan apabila kita sendiri tidak memiliki kepercayaan pada diri sendiri saat
mengutarakan hal tersebut.

K Mengaplikasikan 3 hal penting

Ketiga hal penting itu adalah kemampuan bertanya, mendengarkan, dan diam. Sebagian besar
komunikator efektif menggunakan ketiga skill ini.
Siapa bilang orang yang aktif bicara adalah seorang yang mengagumkan dalam komunikasi. Akan
tetapi orang yang lebih banyak mendengar justru menjadi orang yang disenangi dalam komunikasi.
Diam dan mendengar di sini bukan berarti kita mendengar secara pasif. Akan tetapi, kita berusaha
untuk mendengar secara aktif, memberikan respon-respon positif terhadap topik yang
disampaikankan orang lain sembari sekali-sekali menimpali dengan pertanyaan-pertanyaan relevan
yang menunjukkan bahwa kita memperhatikan apa yang sedang dibicarakan. Bayangkan betapa
menjengkelkannya bila harus berlama-lama bicara dengan seseorang yang terus menerus berceloteh
ini itu tanpa memberikan kesempatan kepada orang lain untuk bicara. Yang harus diperhatikan
adalah kita tetap berusaha untuk membedakan antara pendiam dan diam aktif. Orang yang pendiam
kadang juga menjengkelkan. Akan tetapi, bertanya, mendengarkan, dan diam di sini tidak
menunjukkan bahwa kita adalah seorang yang pendiam, namun lebih kepada menempatkan diri
untuk lebih banyak mencerna topik yang sedang dibicarakan. Proporsi diam dan bicara dapat kita
sesuaikan sendiri dengan kondisi yang ada.

K Kejujuran dan empati

Menciptakan ketertarikan pada orang lain seperti pada poin satu sebenarnya adalah bagaimana
kita membuat suatu bentuk ketertarikan pada orang lain dengan sebenar-benarnya. Bukan dengan
dibuat-buat ataupun pura-pura tertarik. Kejujuran disini maksudnya adalah jujur dalam tertarik pada
orang lain. Hal ini sangat penting karena biasanya ketertarikan dan perhatian yang dibuat-dibuat
justru mudah untuk dikenali.

K Optimisme

Optimisme menekankan pada hal-hal positif yang didiskusikan dalam suatu komunikasi. Adakalanya
dalam suatu komunikasi yang terjadi setiap harinya, ada banyak hal negatif yang dijadikan topik
pembicaraan, seperti kesedihan, kekecewaan, dan kemarahan. Komunikator yang baik tentu akan
berusaha untuk menggiring setiap pembicaraan ke arah yang positif. Dengan kata lain, komunikator
yang baik dapat memberikan respon positif yang dapat membuat komunikasi tidak hanya melulu
berkutat pada hal-hal yang negatif, suasana optimis pun dapat tercipta. Itulah yang membedakan
komunikator yang baik dengan orang yang hanya sekedar pandai bicara. Orang yang sekedar pandai
bicara tidak serta merta dikatakan sebagai seorang yang pintar dalam komunikasi interpersonal, akan
tetapi dalam komunikasi yang baik memiliki kemampuan dasar yang juga melibatkan talenta sosial.
Itulah mengapa, banyak orang yang pandai bicara namun mereka tidak cukup disukai dalam
komunikasi. Mereka sangat pintar merangkai kata namun mereka selalu dihindari untuk ditemui
karena komunikasi interpersonal bukan sekedar kemampuan untuk berorasi dan berdiskusi, namun
lebih dari itu semua, komunikasi interpersonal membutuhkan empati dan simpati yang membuat
orang lain merasa nyaman dan dihargai.