P. 1
PEKTIN

PEKTIN

5.0

|Views: 4,406|Likes:
Published by AC

More info:

Published by: AC on Jan 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2013

pdf

text

original

PEKTIN

1. TEORI Pektin merupakan dari dinding segolongan polimer heterosakarida yang Pertama kali diisolasi diperoleh oleh Henri

sel tumbuhan darat.

Braconnot tahun 1825. Wujud pektin yang diekstrak adal ah bubuk putih hingga coklat terang. Pektin pada sel tumbuhan merupakan penyusun lamela tengah, lapisan penyusun awal dinding sel . Sel-sel tertentu, seperti buah, cenderung mengumpulkan lebih banyak pektin. Pektinlah yang biasanya bertanggung jawab atas sifat "lekat" (Jawa: pliket) apabila seseorang mengupas buah. Pektin banyak terkandung pada kulit buah jeruk, apel, coklat, dan banyak lagi. Selain itu juga terdapat pada daun jambu biji. Penyusun utama pectin biasanya polimer asam D-galakturonat, yang terikat dengan saling -1,4-glikosidik. Asam galakturonat memiliki gugus karboksil yang dapat berikatan dengan ion Mg2+ atau Ca2+ sehingga berkas -berkas polimer

"berlekatan" satu sama lain. Ini menyebabkan rasa "lengket" pada kulit. Tanpa kehadiran kedua ion ini, pektin larut dalam air. Garam -garam Mg- atau Ca-pektin dapat membentuk gel, karena ikatan itu berstruktur amorf (tak berbentuk pasti) yang dapat mengembang bila molekul air "terjerat" di antara ruang -ruang (Anonim c, 2010). Pektin merupakan serbuk halus atau sedikit kasar, berwama putih dan hampir tidak berbau. Bobot molekul pektin bervariasi antara 30.000 -300.000. Kelarutan pektin berbeda -beda, sesuai dengan kadar metoksilnya. Pektin dengan kadar metoksil tinggi larut dalam air dingin, pektin dengan kadar metoksil rendah larut dalam larutan alkali atau oksalat. Pektin tak larut dalam aseton da n alkohol (Kirk dan Othmer, 1952 dalam Jurnal: Isolasi dan Penentuan Sifat Pektin Labu Siam oleh: Betty M. Soebrata). Berdasarkan kandungan metoksilnya, pektin dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu pektin dengan kandungan metoksil tinggi (high metllOxyl pectin) berkisar antara 7 12%, dan pektin dengan kandungan metoksil rendah Penentuan Sifat Pektin Labu Siam oleh: Betty M. Soebrata ).

(low methoxyl pectin)

mengandung metoksil kurang dari 7% (Subardjo dkk., 1989 dalam Jurnal: Isolasi dan

Tetapi. Sriamornsak mengatakan bahwa di bidang farmasi. Pektin mengurangi laju pencernaan oleh immobilis asi komponen makanan dalam usus. Ketebalan lapisan pektin mempengaruhi penyerapan oleh mengurangi kontak antara enzim usus dan makanan.2. pectin digunakan sebagai carrier atau pembawa obat ke saluran pencernaan. 1997). namun sebagian besar hasil eksperimen tidak mendukung teori ini. Ketika disuntikkan intravena. diantaranya: a. d. sehingga mengurangi ketersediaan sari . seperti matrix tablet . 1982). beberapa bukti menunjukkan bahwa dalam kondisi in -vitro tertentu. Pemanfaatannya sekarang meluas sebagai bahan pengisi. 2010). Fungsi di Bidan g Farmasi Penggunaan pektin yang paling umum adalah sebagai bahan perekat/pengental ( gelling agent ) pada selai dan jelly. Meskipun efek bakterisida pektin telah diusulkan untuk pengobatan diare. sehingga berguna dalam mengendalikan perdarahan atau perdarahan lokal (Yusuf. 1956). atau sedian salut tipis. Telah terbukti efektif dalam mengatasi keracunan timah dan merkuri pada saluran pencernaan dan organ pernapasan (Kohn. juga serta sebagai sebagai stabilizer untuk jus buah minuman sumber serat dalam makanan. Hal ini menyebabkan penyerapan makanan menjadi lebih sedikit.. Mietinnen & Tarplia (1977) melaporkan penurunan 13% kolesterol di serum pada waktu 2 minggu pengobatan. Dalam jurnalnya yang berjudul ³ Chemistry of Pectin and Its Pharmaceutical Uses: A Review ´. Pektin bertindak sebagai zat penangkal alami terhadap keracunan dari kation dalam beracun. c. Konsumsi setidaknya 6 g / hari pektin memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengurangan kolesterol. b. e. Selain itu dikemukakan juga beberapa manfaat dari pectin. pektin mempersingkat waktu koagulasi darah diambil. dan komponen dari permen. gel beads. Angka kurang dari 6 g / hari pektin tidak efektif (Ginting et al. 1979). susu. terutama pada bayi dan anak- anak. Pektin banyak dimanfaatkan pada industri pangan sebagai bahan perekat dan stabilizer (agar tidak terbentuk endapan) (Anonim. mungkin pektin memiliki efek antimikroba terhadap Escherichia Echerichia cahaya (Thakur et al. Pektin dan kombinasi dari pektin dengan koloid lain yang telah digunakan ekstensif untuk mengobati penyakit diare.

1990. Dalam jurnal berjudul ³Pembuatan Pektin dari Kulit Coklat dengan Cara Ekstraksi. makin singkat waktu yan dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang maksimum. senyawa gula. Ekstraksi ini dapat dilakukan dengan asam mineral seperti asam klorida atau asam sulfat. 1992). Ekstraksi pectin dengan larutan asam dilakukan dengan cara memanaskan bahan dalam larutan asam encer yang berfungsi untuk menghidrolisis protopektin menjadi pectin. Menurut Bravermen ( 1949 ). Karena kapasitas waterbinding yang besar . Percobaan menunjukkan perpanjangan separuh waktu pengosongan lambung dari 23-50 menit dengan makanan yang diperkaya dengan pektin (Holt et al. Dunaif & Schneeman. formulasi tablet lepas 3. Selain itu proses ini bertujuan untuk proses inaktivasi enzim pektin esterase yang dapat menghidrolisis pektin menjadi pekat. Ekstraksi pektin Merupakan proses pengeluaran pectin dari sel pad a jaringan tanaman. Flourie et al.. 1984). namun adapula yang diisolasi dari daun. b) dan telah digunakan dalam terkontrol (Krusteva et al. senyawa gula yang tertinggal akan menyebabkan terbentuknya jelly atau pektin kering yang diperoleh memiliki sifat higroskopis. pada tahap ini dicuci dengan dengan air dingin dan air dingin ini harus selalu diganti agar pencucian dapat berhasil baik. pektin memberikan rasa kenyang. Cara Isolasi Pektin Pektin diisolasi dari berbagai jenis tumbuhan. 1979.´ Akhmalludin dan Arie Kurniawan menjelaskan pengolahan untuk memperoleh pektin selalu meliputi langkah ± langkah berikut: 1.). sebagian besar dari bagian kulit buah tumbuhan. 1988.). Persiapan bahan Pada tahap persiapan bahan ini dilakukan perlakuan pendahuluan untuk menghilangkan kotoran. Selain itu tahap ini juga dapat dijalankan denan pemanasan. 1974. dan kotoran ± kotoran.. Bila bahan tidak dicuci. 1981a. senyawa gula. f. Pektin hidrogel telah digunakan dalam formulasi tablet sebagai agen pengikat (Slany et al. Proses ini juga dimaksudkan untuk menghilangkan pigmen. sehingga mengurangi konsumsi makanan . 2. dan pengupasan.makanan (Wilson & Dietschy. 1981. Berikut pemaparannya: a. Tapi dalam hal ini factor . Makin tinggi suhu ekstraksi. Naggar et al. dan bahan padat terlarut lainnya. Sifat-sifat pektin digunakan dalam pengobatan penyakit yang berhubungan dengan gangguan makan yang berlebihan (Di Lorenzo et al.

Pengendapan dengan alcohol merupakan cara yang pertama kali digunakan. Adapula cara yang spesifik yang dapat digunakan untuk isolasi pektin dari apel adalah sebagai berikut: Isolasi pektin dari buah apel dilakukan dengan cara memotong buah apel serta kulitnya hingga berukuran 1 cm 3 kemudianditambah larutan asam sitrat pH 3 d an dipanaskan. . 4. Pencucian ini dengan aseton.6 ± 2.8 lebih sering dipakai (Kirk dan Othmer. Kisaran pH yang dirokemendasikan 1.0 tetapi pH kisaran pa da pH 2. Kemudian dilakukan penyaringan dengan kertas s aring pada corong Buchner dengan penghisapan untuk membebaskan fitrat dari kotoran organic dan anorganik. karena tidak mengalami pencoklatan. salting out dan dengan penambahan bahan pelarut organic seperti alcohol dan aseton. Isolasi pe ktin menggunakan asam sitrat juga ada kelebihannya.keasaman yang digunakan tidak bisa diabaikan. Pengendapan dengan aseton lebih disukai karena dapat membentuk en dapan yang tegar sehingga mudah dipisahkan dari asetonnya. 1958) .5 ± 3. Pencucian endapan pectin dengan etanol dilakukan sampai pectin berwarna putih (Anonim b). Pemanasan dilakukan pada suhu 85 -90° C dengan pertimbangan bahwa semakin tinggi suhu. 3. menghasilkan pectin yang kurang murni karena alcohol tidak hanya mengendapkan pectin. Pengendapan dengan salting out juga tidak banyak dilakukan karena kesulitan untuk memisahkan pectin yang dihasilkan dan garam yang digunakan. kemudian dihaluskan dan diayak untuk mendapat serbuk pectin. Lalu ditambahkan etanol sehingga terjadi salting out . b. Biasanya dilakukan dengan spray drying. Spray drying jarang dilakukan karena mahal. 1983). Pengendapan Pengendapan merupakan proses pemisahan pectin dari larutan dengan cara pengendapan senyawa pektinya.1956). yaitu menghasilkan pectin yang berwa rna putih. Kemudian ditambahkan kieselgur untuk membantu proses penyaringan karena kieselgur mempunyai prioritas yang tinggi dan luas permukaan yang besar (Touehstone. Pemurnian dan pengeringan Proses ini dimaksudkan agar pectin yang dapat bebas dari senyawa -senyawa lain. tetapi juga senyawa lain seperti dekstrin dan hemiselulosa. proses inaktivasi enzim akan meningkat (Winarno.

Pada 10 ml larutan (1 dalam 100) tambahkan 1 ml torium nitrat LP . b. berwarna putih kekuningan. Identifikasi 1. opalesen. terbentuk endapan bening. (Anonim. pada suhu kamar dan dapat dideteksi dengan kromatografi kertas. 1994). lakton. anhidrida. dan ester bereaksi dengan basa encer. Pektin larut dalam air lebih cepat jika permukaan dibasahi dengan etanol. menjelaskan cara analisis kualitatif pektin sebagai berikut: Turunan asam karboksilat seperti ester. biarkan selama 15 menit. Asamkan gel dari pengujian terdahulu dengan asam klorida 3 N . 5. hidroksilamin. mempunyai rasa musilago.M. atau jika permukaan dicampur dengan 3 bagian atau lebih sukrosa (Anonim. membentuk cairan kental. Kualitatif R. nitril dan senyawa lainnya bereaksi dengan hidroksilamin untuk membentuk asam hydroxamic yang memberikan kompleks berwarna dengan ion besi. dengan gliserin. Pada larutan (1 dalam 100) tambahkan etanol P volume sama. fosfat asil dan asetilkolin telah ditentukan secara kuanti tatif dengan reaksi ini. Panaskan 1 g dengan 9 mL air di atas tangas uap hingga terbentuk larutan. Reevy dalam jurnalnya berjudul: Plant Tissue Analyses: Test for Pectin Based on Reaction of Hydroxamic Acids with Ferric Ion. Pada 5 ml larutan (1 dalam 100) tambahkan 1 ml natrium hidroksida 2 N .M. 2. Kelarutan: hampir larut sempurna dalam 20 bagian air. tidak berwarna dan ruah. yang menjadi putih dan bergumpal bila dididihkan (asam pek tat). a. harus dipanaskan dengan hidroksilami n basa tinggi dalam didihan organic. Senyawa lain.4. Analisis Pemerian: serbuk kasar atau halus. lakton. atau dengan sirup simpleks. biarkan selama 15 menit: terbentuk gel atau semi gel (perbedaan dengan tragakan). McCready dan R. seperti amida. terbentuk endapan stabil atau gel (perbedaan dari gom). amida. seperti gelatin (perbedaan dari kebnyakan gom). aduk. hampir tidak berbau. . 1994) . larutan lakmus. nitril. ganti air yang hilang karena penguapan: terbentuk gel yang kaku pada pendinginan. praktis tidak larut dalam etanol a tau pelarut organic lain. 3. dan ester asam lemak. Anhidrida. kocok: terbentuk endapan seperti gelatin. 4.

diikuti dengan 1 mL reagen klorida feri. Reaktan-reaktan diperbolehkan untuk dibiarkan selama 2 menit. da n ester asam lemak.005 g zat uji tersuspensi atau dilarutkan dalam 1 mL air ditambahkan akurat 1 mL pereaksi hidroksilamin kemudian 1 mL larutan natrium hydroxde. harus dipanaskan terlebih dahulu dengan hidroksilamin basa tinggi yang mendidih. 10 gr besi klorida hexahydrate dilarutkan dalam 100 mL 0. Ester pektin bereaksi dengan hidroksilamin dalam alkali air pada suhu kamar. karena reaksi dengan ester untuk membentuk asam hydroxamic ti dak dalam larutan asam kuat. Kontrol adalah diperoleh dengan menambahkan bahan tes ke reactans setelah penambahan asam klorida.9 gr dilarutkan dalam 100 mL air.Turunan asam organik karboksilat. Wadah tersebut berputar setelah penambahan pereaksi setiap untuk memberikan melalui pencampuran. nitril. amida . dan jumlah setiap reagen 2 kali lipat dalam rangka untuk memastikan cakupan dan suspensi bagian tersebut lengkap.18) diencerkan dengan 2 volume air. dan penambahan kompleks asam besi-hydroxy-amic terbentuk.0 gr dilarutkan dalam 100 mL air. reaksi solven organik terjadi. lakton. Semua bagian baru dipoton g ditempatkan langsung di air yang mengandung sekitar 300 ppm sulfur dioksida terlarut. Untuk sekitar 0. anhidrida. Hydrocloric larutan asam 1 volume pereaksi asam klorida pekat (berat jenis 1. Sebuah endapan merah dihasilkan dalam tes positif. Natrium hidroksida 14. Hidroksilamin 13. nitril dan senyawa lainnya bereaksi dengan hidroksilamin untuk membentuk asam hydroxamic yang memberikan kompleks berwarna dengan ion besi. kemudian 1 mL asam klorida encer yang ditambahk an. Eksperimental Aplikasi pada Bagian dari Jaringan T anaman. Anhidrida. Reagen dan Prosedur Reagen yang digunakan oleh hestrin untuk penentuan kuantitatif asetilkolin. seperti amida. Semua bagian diuji dalam petridish dengan kapasitas 10 ml. tergantung pada struktur dan ukuran sel. sep erti ester. lakton. fosf at asil dan asetilkolin (telah ditentukan secara kuantitatif dengan reaksi ini ). Buah dan sayuran segar jaringan yang dibelah serial pada mikrotom sorong dengan tebal (80-520 mikron). dan ester bereaksi dengan hidroksilamin alkali encer pada suhu kamar dan dapat dideteksi dengan kromatografi kertas. Senyawa lain. Reagen Ferri klorida. dengan waktu yang lebih cepat daripada deesteri fikasi. .1 N asam klorida.

Wathelet B. Bagian itu kemudian dipindahkan ke air dan besi klorida kelebihan dan garam dicuci keluar sebelum pemeriksaan lebih lanjut. HCl. Paquot M.Produksi warna positif segera setelah penambahan ion besi dan intensitas warna sepenuhnya dikembangkan dalam waktu 1 menit.2 M TFA pada 80 ° C ditandai dengan pembebasan pektin rantai samping gula netral tanpa degradasi apapun dalam waktu 72 jam dari hidrolisis. memungkinkan pembebasan total gula pektin. dan sensitivitas tinggi dengan High-Performance Anion-Exchange Chromatography dengan Pulsed - . Uji pada perbesaran minyak perendaman (ca. pektin kimia hidrolisis dengan 0. potongan melintang dari dinding sel yang berdekatan (pada permukaan bagian) menunjukkan bahwa lokalisasi kompleks warna terbatas disebut "lamella tengah senyawa" c. Dalam kondisi ini. Dalam sebuah jurnal berjudul: ³New method for a two-step hydrolysis and chromatographic analysis of pectin neutral sugar chains ´ Garna H. Namun. atau 0. dan asam trifluoroa setat (TFA) pada konsentrasi yang berbeda (2. glukosa. Kuantifikasi Penentuan kadar pektin dapat dilakukan dengan menggunakan analisis kromatografi. Hidrolisis kimia rantai gula pektin netral dengan asam kuat (1 atau 2 M) dan suhu ti nggi (100° C) menunjukkan bahwa pembebasan gula pektin tidak terjadi pada tingkat yang sama untuk gula masing -masing. dan rhamnosa.2 M) pada 2 temperatur (80 atau 100° C). selektivitas tinggi. Kelengkapan dan metode karakter nondestruktif ditunjukkan oleh perbandingan hasil yang diperoleh dengan asam yang berbeda seperti H 2SO4.2 M) selama 72 jam pada suhu rendah (80 ° C) di satu sisi dan hidrolisis enzimatik di sisi lain. 1. Sebuah hidrolisis enzimatik diperlukan untuk mendapatkan rilis lengkap semua gula. pada dasarnya galaktosa. Mabon N. hidrolisis kimia diwujudkan deng an asam encer (0. tidak lengkap. menjelaskan analisis kadar pektin dengan cara sebagai berikut: Persiapan sampel melibatkan ³serangan kimia ringan´ diikuti dengan hidrolisis enzimatik. Kombinasi dari dua perlakuan. Analisis kuantitatif karbohidrat diwujudkan dengan akurasi. 1200x) paling mudah dilakukan setelah bagian diuji telah vakum disusupi dengan air untuk menghilangkan gas prefuse gelembung berevolusi selama reaksi uji. pembebasan dari beberapa gula pektin.

100 ml air suling bebas karbonat dan 6 tetes indikator merah fenol. penetapan kadar abu. ii.5 gram pektin ditetesi dengan 5 ml etil alk ohol. lalu secara berurutan ditambahkan 1 gram NaCl. Sebagian gugus karboksil pektin teresterifikasi oleh metil alkohol (Towle and Christensen. derajat esterifikasi (McCready. d. Struktur Kimia Pektin merupakan suatu polisakarida kompleks. yaitu : Terhadap pektin yang dihasilkan dilakukan analisis sifat -sifat pektin meliputi penetapan kadar air (Johnson dalam Ranganna. Komponen. D-xilosa. 1970). Struktur Kimia Pektin e. 1973). penetapan kadar asam anhidrogalakturonat (Owens dala m Ranganna. . penetapan kadar metoksil. Parameter Kualitas Pektin Dalam jurnal: Isolasi dan Soebrata. Gula dapat dianalisis tanpa derivatisasi dengan batas kuantisasi 0. 1977). 1977). Penentuan sifat pektin. Penetapan Bobot Ekivalen Prosedur yang digunakan sesuai dengan metode penetapan bobot ekivalen yang dilakukan oleh Owens dalam Ranganna (1977). Sebanyak 0. Komponen utama pektin adalah molekul asam galakturonat yang dihubungkan dengan unit -unit yang sama melalui ikatan -1.1 mM. i.4 glikosida. D-galaktosa dan L-rhamnosa.Amperometric Detection . penetapan bobot ekiva!en. Selanjutnya dititrasi secara perlahan -Iahan dengan larutan Penentuan Sifat Pektin Labu Siam oleh: Betty M. lain yang merupakan komponen minor meliputi L-arabinosa.

1 N sampai tetjadi perubahan warna indikator yang berlangsung sedikit nya selama 30 detik. lalu didiamkan dalam keadaan tertutup selama 30 menit pada suhu kamar.NaOH 0. Perhitungan: Keterangan: A = bobot pektin (mg) C = mili ekivalen NaOH iii. dikocok. Ke dalam larutao netral hasil penetapan bobot ckivalen ditambahkan 25 ml larutan N< \OH 0.:  Keterangan: A = bobot pektin (mg) C = mili ekivalen NaOH 31 = bobot molekul metoksil (CH 3O) iv. Selanjutnya ditambahkan 25 mllarutan Hel 0. Perhituugan yang digunakan mengacu pada Owens dalam Ranganna (1977).25N.25N. Perhitungan. Perhitungan:  Keterangan: A = bobot pektin (mg) D = mili ekivalen NaOH pada penetapan BE + metoksil 176 = bobot molekul AAG        . lalu dititrasi dengan larutan NaOH 0. I N sampai warna indikator berubah ke warna semula. Penetapan Kadar Asam Anhidrogalakturonat (AAG) Kadar AAG ditentukan berdasarkan hasil penetapan bobot ekivalen dan kadar metoksil. Penetapan Kadar Metoksil Prosedur yang digunakan sesuai dengan metode penetapan bobot ekivalen yang dilakukan oleh Owens dalam Ranganna (1977).

Perhitungan :  Keterangan : E = kadar metoksil (%) F = kadar AAG (%)       . 1970).v. Penetapan Derajat Esterifikasi (DE) Derajat esterifikasi ditentukan dari kadar metoksil dan kadar asam anhidrogalakturonat (McCready.

Arie . Paquot.nlm. 2010. Departeman Kesehatan RI.nih.wikipedia.ncbi.. Reevy..org/wiki/Pektin . McCready. Anonim c. .ac. 1994.. R. Pektin.. Anonim b. Jurnal: Chemistry of Pectin and Its Pharmaceutical Uses: A Review . dengan Cara Ekstraksi . N. Farmakope Indonesia Edisi IV . http://pubs. M. Garna.id/skripsi/farmasi/F_698_Bab%20V.M. 2004.pdf . Mabon. Desember 2010. November 2010. Jurnal: Plant Tissue Analyses: Test for Pectin Based on Reaction of Hydroxamic Acids with Ferric Ion. Jakarta. www. http://id.. Sriamornsak. Akhmalludin dan Kurniawan. Pornsak.acs. November 2010.1021/jf60049a010 .M.gov/pubmed/15264895. New method for a two - step hydrolysis and chromatographic analysis of pectin neutral sugar chains. H.ubaya.DAFTAR PUSTAKA Anonim a. Wathelet. B. Jurnal: Pembuatan Pektin dari Buah Coklat 2010 digilib. R.org/doi/abs/10.

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 .Farm.MAKALAH PEKTIN Ditujukan Untuk Memenuhi Tugas Praktikum A nalisis Kimia Tumbuhan Obat Disusun oleh: Nama NIM : Agnesia Cempaka : 07/256735/FA/7923 Dosen Pengampu : Purwanto. S. Apt.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->