P. 1
3024021-Oase-Iman

3024021-Oase-Iman

|Views: 114|Likes:
Published by Agus Wantoro

More info:

Published by: Agus Wantoro on Jan 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2011

pdf

text

original

Sections

  • Mbok Narti
  • Kucing
  • Jangan Pernah Mengeluh
  • Qolbu Yang Kenal Dengan Allah
  • Ketika Cinta Harus Memilih
  • Khutbah Idul Adha: Selamatkan Bangsa dan Negara dari Kehancuran Total
  • Terima Kasih!
  • Not In My Back Yard
  • Menjembatani Langit dan Bumi
  • Anak-anak dalam Kepompong Jalanan
  • Ibu Indonesia
  • Kurbankan "Ismail-Ismail" Kita
  • Cinta Versus Nafsu
  • You Are What You Think You Are
  • Masih Lebih Mudah Bagi Kita
  • Karena Bintang Pun Bercahaya
  • Tuhan, di Dada-Mu Kutemukan Kedamaian
  • Menikmati Hidup
  • Saat Aku Melihatnya …
  • Satu Pinta Kepada Orang Yang Hidup Mewah
  • Tangan
  • Hari Baru
  • Pagi
  • Yang Berilmu Yang Terpilih
  • Menjadi Ibu
  • Lima Detik Pertama Penentu Sukses
  • Jangan Jadi Robot!
  • Lelah …
  • 11 Bulan Pembuktian Paska Ramadhan
  • Wajah Kemusliman Kita
  • Adakah Ramadhan Menyapa Kita Lagi Tahun Depan?
  • Berpuasa Dikala Berbuka
  • Hidup Di Bawah Naungan Tauhid
  • Sekedar Contoh
  • Mengusung Ruh Dari Emperan Toko Cempaka Putih
  • Buruk Muka, (Jangan) Cermin Dibelah
  • Mempuasai Dunia
  • Agar Nikmat Allah Bertambah
  • Akan Selau Ada Pahlawan Di Setiap Kezhaliman
  • Ketika Tuhan Menyeka Air Mata Kita
  • Dua Pilihan Yang Tidak Bisa Ditawar
  • Seperti Malaikat
  • Harapan Adalah Masa Depan
  • Mengubah Dunia Dengan Senyuman
  • Kepercayaan
  • Ramadhan nan Penuh Cinta
  • Senyumlah …
  • Warisan Paling Berharga
  • Menjadi Manusia Kreatif
  • Mari Menebar Kasih Sayang
  • Karena Rasulullah pun Mendambakan Ramadhan
  • Kepada Anda Yang Bukan Perokok!
  • Mulianya Memaafkan
  • Ketika Orang Cerdas Jadi Bodoh
  • Etika Meminjam, Jangan Kalah Sama Anak-Anak!
  • Agenda Profesional Muslim di Era Cyber
  • Maafkan Aku, Ayah
  • Ada Yang Lebih Tegar
  • Pelajaran Dari Negeri Yang Hilang
  • Karena Hidup Hanya Sekali
  • Beri Aku Nasihat …
  • Biarkan Alam Mengajarkan Kita
  • Bubur Ayam
  • Izinkan Aku Menciummu, Ibu
  • Bayaran Langsung
  • Batu-Batu Pijakan
  • Agar Dapat Melihat Surga
  • Pengabdian Sang Rumput
  • Apakah Kita Tak Pernah Sombong?
  • Fujuurohaa Wataqwaaha
  • Jagalah Keseimbangan
  • Etika Meminta
  • Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak
  • Ciptakan Lingkungan Islami
  • Jangan Takut Cobaan!
  • Bersahabatlah Sampai ke Surga
  • Miliki Semangat Kerelaan Berkorban
  • Tetaplah Berdaya Disaat Krisis
  • Jangan Pernah Berhenti Berdoa
  • Bunga-Bunga Kehidupan
  • Hidup Penuh Arti
  • Selamat Datang Pagi
  • Indahnya Cinta karena Allah
  • Bergegaslah Bangun Dari Mimpi

Eyangku, Eyangmu, Eyang Kita

Publikasi 04/03/2003 09:00 WIB eramuslim - Hujan rintik waktu itu. Saya bergegas menembus jalanan pagi yang padat dengan payung terkembang. Berpacu dengan pejalan kaki lainnya, juga mobil dan motor yang suka merebut kavling pejalan kaki di trotoar. Saya harus segera tiba di kantor. Tibatiba sesuatu menghentikan langkah kaki saya dan memaksa saya menoleh. Lagi, untuk yang kesekian kali. Seorang wanita berusia di akhir 60 tahunan, berkain, kebaya dan kerudung sampir, menyandang tas kantong, tertatih tanpa pelindung dari hujan. "Ibu hendak kemana?” sapa saya. Payung langsung saya condongkan ke arah beliau. Bersama kami melangkah satu-satu, menapaki jalan yang licin dan berlubang-lubang. "Mau naik angkot di depan situ, Neng. Ibu hendak ke Cibubur" MasyaAllah! Cibubur? Dari Salemba? Sendirian? Dalam hujan dan tanpa payung? "Ibu sendirian?" Saya masih bertanya, sekedar menepis kegalauan, meski saya tak butuh jawaban, apa yang saya saksikan toh sudah menjawab pertanyaan itu. "Allah yang mengantarkan Ibu, Neng!" jawabnya, sedikit melegakan saya. Dan akhirnya, ketika saya melepasnya naik Mikrolet 01A, saya tak lagi merasa terlalu bersalah. Allah yang akan mengantarnya sampai tujuan. Entah berapa kali saya menjumpai peristiwa serupa. Dan semuanya mendorong pada tumbuhnya satu rasa: Iba. Bagaimana tidak? Mereka melangkah satu-satu, jarak 500 meter ditempuh lebih dari setengah jam. Belum lagi trotoar yang miring atau berlobang, atau dihuni kendaraan parkir, sehingga kadang-kadang pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan yang penuh dengan kendaraan lalu lalang. Kadang saya terpikir: kemana anak-anak mereka? Kemana cucu-cucu mereka? Hingga membiarkan bapak/ibu atau eyangnya bepergian sendiri? Di Jakarta pula. Mungkin dunia memang sudah sedemikian tua, hingga penghuninya tak lagi memiliki cinta dan perhatian, bahkan kepada orang tua sendiri yang sudah mulai lemah. Barangkali dunia memang sudah sedemikian merana, hingga orang di jalanan tak lagi menganggap manula sebagai makhluk lemah yang, Tapi, sebentar! Apa hak saya ‘menuduh’ anak dan cucu yang mengabaikan orang tua/eyangnya di jalanan? Apa hak saya ‘menghakimi’ manusia dan dunia yang tak lagi mempedulikan para manula? Memangnya saya sudah berbuat baik kepada eyang dan orang tua saya dengan sempurna?

Dan, tiba-tiba saya teringat eyang kakung saya di kampung sana. Usia beliau sudah di atas 80 tahun, pendengaran sudah jauh berkurang, penglihatan sudah tidak awas lagi dan berjalan pun sudah harus ditopang tongkat. Sekalipun secara fisik –seingat saya- saya tak pernah mengabaikannya, harus saya akui, selama ini saya sulit untuk bisa akrab dengan beliau. Pertama, karena jarak yang memisahkan kami, sehingga sedikit kesempatan untuk bersama. Kedua, pendengaran dan penglihatan beliau yang kurang, membuat sulit untuk berkomunikasi. Saya harus agak berteriak supaya beliau mendengar apa yang saya katakan. Ketiga, saya kesulitan menemukan bahan pembicaraaan yang nyambung. Kondisi tersebut membuat saya jarang bercakap-cakap dengan Eyang, kecuali saat melayani makan, mandi dan semua keperluan sehari-hari lainnya. Jadi, apa bedanya saya dengan mereka yang menelantarkan orang tua dan eyangnya di jalanan? Meski tak tampak secara fisik, namun secara psikologis nyaris tak ada bedanya: saya telah mengabaikannya, betapapun alasan saya. Dan saya pun merasa perlu mengoreksi kembali penilaian saya kepada para anak dan cucu dari eyang-eyang di jalan raya itu. Mencoba menemukan alasan, mengapa mereka tak mengantarkan orang tua atau eyangnya yang bepergian. Barangkali saja keluarganya miskin, sehingga tak mampu mengantarkan dengan kendaraan memadai. Bisa saja anakanaknya sedang sibuk bekerja, demi memenuhi kebutuhan hidup yang kian melilit. Mungkin saja cucu-cucunya sedang bersekolah sampai sore dan masih ditambah dengan kesibukan membantu pekerjaan rumah tangga. Barangkali,… ada alasan entah apa lagi. Namun, semoga saja, meski anak dan cucunya tidak mengantarkan para eyang di jalanan itu, mereka tetap memberi perhatian dan berbuat baik kepada eyangnya dengan cara yang lain. Hingga Allah akan melindungi mereka, seperti kata Ibu tua tadi: "Allah yang akan mengantar saya, Neng!” Semoga demikian adanya, dan semoga yang demikian itu adalah melalui tangan kita. Ya, semoga Allah menolong para eyang itu dengan menggerakkan hati dan meringankan langkah kita untuk mengantar dan menemani para eyang di jalanan itu. Semoga kemudian Allah menolong dan menjaga eyang dan orang tua kandung kita, karena kita mengikhlaskan hati menolong para eyang di sekeliling kita. Karena mereka adalah eyangku, eyangmu, eyang kita semua. (Saat ini saya berharapharap cemas, jika saya membantu para eyang di jalanan dan di sekeliling saya, di jauh sana, Allah akan memberikan teman dan penjaga bagi eyang saya, meskipun itu seorang anak batita yang senang mengajaknya bermain, tanpa kata-kata verbal, namun penuh ketulusan cinta. Ya, Allah kabulkanlah harapan saya, dan titip salam rindu saya kepadanya). (azi_75@yahoo.com, saat saya mengingati eyang)

Mbok Narti
Publikasi 27/02/2003 09:45 WIB

eramuslim Mbok Narti Begitu kami sekeluarga memanggilnya. Usia-nya sudah 60 tahun namun kegagahan dan kegesitannya justru membuat sosoknya terlihat 10 tahun lebih muda. Mbok Narti baru bekerja beberapa minggu di tempat kami. Seorang tetangga membawanya ke rumah ibu ketika mengetahui bahwa kami membutuhkan asisten di rumah kami. Ayah yang sudah sakit dalam 8 bulan terakhir tentu menyita waktu ibu untuk mengurusnya. Alhasil pekerjaan rumah tangga sedikit 'keteteran' karena kami bekerja seharian di luar rumah. Alhamdulillah, kami dapat bernafas lega ketika mendapatkan bantuan mbok Narti ini. Setiap ba'da shubuh dia sudah rajin bekerja dari mencuci, memasak dan menyetrika. Mbok Narti tidak pernah mengijinkan ibu untuk membantunya, alih-alih mbok Narti menyarankan ibu untuk konsentrasi menyiapkan dan mengurus keperluan ayah yang sedang sakit. Mbok Narti hidup sebatang-kara di dunia ini, begitu informasi yang kami dapatkan lewat tentangga. Dia tidak pernah menceritakan asal-usul dirinya dengan jelas. Mbok Narti, sosok baru di rumah kami ini langsung menjadi idola. Senyumnya tidak pernah lepas dari bibirnya. Pekerjaan dia selesaikan dengan giat dan gesit. Setiap malamnya tidak pernah dilewatkan mbok Narti dengan bersimpuh di hadapan Sang Khaliq. Selalu khusyuk dalam sujud dan do'a-nya. Dan suatu hari, setelah hampir tiga minggu mbok Narti bekerja di rumah kami. Tiba-tiba kami kedatangan seorang tamu. Seorang dokter dari Jakarta. Awalnya kami agak terkejut dengan maksud dan tujuan dokter tersebut untuk menjemput mbok Narti. Astaghfirullah, kami sempat bersu'udzon tentang sesuatu hal yang buruk yang pernah terjadi kepada si mbok ketika bekerja di Jakarta dahulu. Namun, dokter yang ternyata bekas majikan si mbok tersebut justru memohon maaf kepada kami untuk menjemput mbok Narti karena si mbok dirindukan oleh anaknya. Rupanya putera si dokter meminta ayahnya untuk datang ke rumah kami menjemput mbok Narti. Ah, rupanya ada yang merindukan si mbok di sana. Si dokter itupun bercerita bahwa anak bungsu-nya tidak mau makan sejak mbok Narti pulang ke kampungnya. Persis seperti di sinetron-sinetron memang, namun itulah fakta yang terjadi. Entah apa yang membuat mbok Narti berhenti bekerja dari rumah si dokter tersebut sebelumnya. Namun dari kehidupan, tindak-tanduk mbok Narti yang baru beberapa minggu di rumah kami, mbok Narti adalah sosok yang sangat baik dan mendekati sempurna sebagai asisten keluarga kami. Akhirnya kami pun harus melepas mbok Narti dengan berat hati. Walau baru beberapa minggu bekerja di rumah kami, namun kesan yang ditinggalkan begitu mendalam. Terus terang, kami tidak pernah mendapatkan asisten rumah tangga seperti sosok mbok Narti ini. Satu minggu berlalu sejak kepergian mbok Narti dan tetanga kami yang pernah mengantarkan si mbok datang untuk mengambil uang gaji mbok Narti yang belum sempat

membeli baju dan kosmetika. hidup ini justru menjadi lebih berarti ketika kita dapat membagi kebahagiaan kita kepada orang lain. Akhirnya saya bawa ke rumah.. Rosanti K Adnanyose@ratelindo. Satu hal yang sangat mengejutkan kami adalah ketika si tetangga bercerita bahwa uang gajinya mbok Narti akan diberikan kepada Yayasan yatim piatu di kampung mbok Narti.. Mbok Narti. mendapat makan. Sungguh. Ternyata di tepi jalan .. Sungguh kerendah-hatianmu meruntuhkan keangkuhan kami. Bahwa hidup ini bukan hanya untuk sekedar mencari makan dan belanja pakaian. lewat mbok Narti kami seakan di'sentil' Allah agar cepat-cepat membuka mata dan hati kami yang selama ini tertutup.. bahwa hidup ini bukan hanya untuk hari ini dan esok. Ah. Awalnya saya khawatir kucing di rumah itu tidak mau menyusuinya. dalam asma Allah dan hati yang bergetar penuh haru. terdapat seekor bayi kucing yang saya perkirakan baru lahir beberapa hari yang lalu. Sungguh kedermawananmu membuat kami malu di hadapan Tuhan kami. Sungguh teladanmu melorotkan tulang-tulang kesombongan kami.kepada orang-orang yang tidak mampu.kami bayarkan.. Astaghfirullaah.co. Namun. dia berpesan agar gajinya dititipkan saja ke tetangga kami itu. Di sisi lain mbok Narti yang 'cuma' sebagai asisten rumah tangga yang mungkin gajinya tidak seberapa untuk ukuran orang yang mampu. kebetulan ada dua ekor kucing di rumah yang juga sedang menyusui anaknya. dengan bekerja di suatu tempat. Setiap saat kami hanya memikirkan makan apa besok. mendapat jaminan tempat berteduh.id Kucing Publikasi 20/02/2003 08:52 WIB eramuslim .. rencana liburan dan hal lain yang tak bukan hanya untuk keperluan diri kami sendiri. Suaranya ribut betul hingga mendorong kaki saya keluar untuk mencari posisi suara kucing tadi. itu sudah lebih dari cukup buat dia. justru dia sumbangkan semuanya -semuanya!.Beberapa hari yang lalu. Memang ketika mbok Narti dijemput dahulu.. kami merindukanmu mbok. menggetarkan sukma kami. Subhanallaah. Sungguh kedalaman sujud-sujud malammu. Setiap saat kami hanya memikirkan diri kami sendiri. Sedang penghasilannya (gajinya) dia anggap sebagai rejeki anak-anak yatim itu. Karena semalaman dia biarkan anak kucing tersebut mengeong tanpa mau mendekatinya walaupun sudah . saya menemukan seekor anak kucing di jalan.. ternyata baru kami sadari bahwa kami ini bukan apa-apa dibandingkan dengan mbok Narti. Bagi si mbok. Rupanya selama ini dia menyerahkan seluruh penghasilannya sebagai asisten kepada si tetangga untuk diberikan kepada Yayasan tersebut setiap bulannya. Entah dimana Ibu si kucing.

Paginya saya coba letakkan kucing kecil tadi bersama anak kucing yang lain. Masih tentang kucing. Subhanallah Ketika si Putih tadi mengalami proses kelahiran anaknya. Seekor binatang yang mampu memberikan kasih sayang kemanusiaan disaat manusia meninggalkan sebuah nilai kemanusiaan menuju sifat kebinatangan seekor binatang yang tidak punya sedikitpun akal. sementara si putih terkulai lemah. tapi bukan kucing. tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah. si Hitam hanya menjilatinya. Sambil menjilati kucing kecil tadi. karena ada sesuatu yang unik di balik roman kucing ini. Apa yang anda bayangkan? Kucing-kucing itu akan berebut dan saling mendahului untuk secepatnya menghabiskan makanan? Kalau begitu anda salah. Beberapa jam sempat saya paksakan si Hitam untuk menyusuinya. (QS. subhanallah si Putih (kucing lain yang juga menyusui anaknya) sudah menyusui kucing kecil tadi. mereka mempunyai hati. tapi tetap tidak mau. Akhirnya kucing tersebut menemukan tempat yang cukup strategis untuk melahirkan anaknya. Bisa dibilang itu kali pertama dia melahirkan anaknya. Persis sama. Saya juga pernah menyaksikan kucing melahirkan.dipaksakan untuk menyusui bayi kecil kucing tadi. Jangan merasa aneh ketika saya saat ini bercerita tentang kucing. dimandingkan ibuibu yang lain yang ketika anaknya bunting. dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Namun beberapa jam kemudian saya dengar kucing kecil tadi sudah diam. ketika saya lihat ketubannya keluar. justru disuruh gugurkan karena malu ayahnya tidak jelas. jumlahnya mungkin lebih banyak dibandingkan muatan piring untuk dilingkari makan. bahkan meraka lebih sesat lagi". Mereka itu sebagai binatang ternak. Kisah manusia. Sebuah kejujuran yang mampu merobek-robek keangkuhan kemanusiaan manusia. Saya coba lihat. Suaranya ribut. Akhirnya saya tinggalkan kucing tadi di luar bersama anak-anaknya. Sementara kisah yang baru saya dengar ini si ibunya sendiri yang membuang anaknya di tempat sampah. Ketika saya memberikan sepiring makanan kepada kucingkucing di rumah. si Hitam turut membantu mengeluarkan anaknya. orang tua kucing yang 'bunting' tadi (si Hitam) terus mengekori. hanya satu yang berbeda kucing tadi tidak membuang anaknya tapi manusia yang membuang ke jalan. "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. tapi ada tangan jahil manusia yang membuang. tetapi kucing jauh lebih memahami. Sampai sekarang si Putih masih menyusui si kucing kecil. yang terjadi adalah si putih maju untuk lebih dahulu makan dan beberapa saat kemudian tanpa . Saya yakin ibu si kucing tadi tidak pernah bermaksud mencampakkan anaknya. ternyata. Apalagi kucing itu anak-anaknya sudah besar. Beberapa hari yang lalu saya juga pernah mendengar kasus seperti ini. Itu pepatah yang dibuat manusia. Namun yang menakjubkan. Satu lagi tentang kucing. Kasih sayang ibu sepanjang zaman. 7:179). menjilati dan membersihkan anak si Putih tadi.

tapi cukup disini saja. pantun itu terus terpatri di benak saya setiap menemui kegagalan dan jatuh dalam hidup. Tapi anehnya praktek teori antri tersebut tidak secanggih antrian kita kalau di tempat umum: di Bank.com Jangan Pernah Mengeluh Publikasi 19/02/2003 09:32 WIB "Berkali kita jatuh. Untuk itulah. Ada pertanyaan yang mengganjal di dalam fikiran saya. Ulangi lagi dan cari akal" Baris baris pantun di atas saya pelajari belasan tahun lalu saat masih duduk di bangku SMP. tetapi yang buta adalah hati yang di dalam dada" (QS. benarkah kucing tidak memiliki akal dan hati? Maaf. di kasir. Mengeluh. kita harus terus mencari akal-akal baru sehingga peluang untuk berhasil menjadi lebih besar.interupsi mereka satu persatu bergantian menghabiskan makanan. Demi kepentingan pribadi sebagian orang rela untuk menghancurkan saudaranya. namun jika tak salah. apakah hanya dengan berkeluh kesah masalah yang dihadapi akan hilang? Sepertinya tidak. Tahukah anda saya sama sekali tidak pernah menulis di dinding tempat makan kucing itu “Antri dong” atau “Budayakan Antri” dan lain-lain. pertanyaan saya terbalik. Namun. 22:46). Masih banyak lagi tentang kucing. Malah. Bagi yang belum menunggu giliran dengan tenang. bahkan di kamar mandi. Barangkali pekerjaan paling mudah di dunia ini adalah mencari kelemahan dari situasi yang dihadapi dan kemudian mengeluhkannya. Yanti. Berkali kita gagal. . Mungkin bukan masalah antrinya tetapi konsep itsar (mendahulukan kepentingan saudara) jauh lebih mereka pahami dibandingkan sebahagian besar manusia saat ini. RMuthiah11@yahoo. karena kucing saya tidak suka dipublikasikan. masalah baru akan datang dalam bentuk hilangnya rasa percaya diri dan pesimis. Lagian mereka juga tidak akan bisa membaca. Namun. pantun ini ditulis oleh penyair Sumatera Barat. Intinya bagi saya adalah dalam hidup ini jangan pernah mengeluh dan teruslah berusaha. usaha tanpa berusaha memperbaiki cara fikir (akal) adalah sia-sia. benarkah manusia memiliki akal dan hati? "Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi. Berdiri jangan mengeluh. lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapt memahami atau mempunyai telinga yang yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta. Sampai saat ini. Saya lupa pengarangnya. Dan yang anehnya lagi kucing yang didahulukan makan pasti yang sedang menyusui anaknya.

And all good things are yours. kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap" (Surah Alam Nasyrah) Kepada Allah-lah kita senantiasa berharap. kenapa juga kita selalu mengeluh? Akhirnya. Namun kali ini. Edi Hamdi Esbjerg. Jika demikian. Whine less. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan). ditulis di negeri Skandinavia. saya kembali menemukan puisi yang juga bernafaskan sama. kita selalu menganggap bahwa masalah 'lama' adalah 'bukan masalah'. sang Pencipta yang tahu akan kelemahan makhluk ciptaanNya: "Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu. breathe more. Rugi sekali jika alih-alih menikmati hidup kita malah terkungkung oleh masalah. love more. Talk less. Namun. ternyata semangat optimis selalu ditanamkan. selama kita masih bernafas. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. "Fear less. Belasan tahun kemudian. DK (edi_hamdi@yahoo. dan kadang berfikir kok bisabisanya kita pernah terkungkung oleh masalah 'lama' tersebut. yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu [1586]. masalah datang silih berganti. by nature. selalu penuh masalah. masalah tersebut seakan menjadi nihil begitu kita ingat bahwa ternyata semua itu 'bukan masalah'.Hidup ini. Hate less. sampai masalah yang besar seperti ditinggal pergi orang yang dikasihi untuk selamanya atau dipecat dari pekerjaan. kehilangan uang. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. say more. dengan berjalannya hidup.dk) Qolbu Yang Kenal Dengan Allah Publikasi 17/02/2003 08:57 WIB eramuslim .Begitu besarnya pengaruh qolbu dalam menentukan karakter dari manusia yang memilikinya sehingga Rasulullah pernah mengatakan bahwa di dalam tubuh setiap . Begitu ada masalah 'baru'. Mulai dari masalah sepele seperti ketinggalan bis. file penting terhapus." (Swedish Proverb) Di timur dan di barat muka bumi ini. sebagai penutup. hope more. Begitulah. mari kita renungkan kalam Ilahi.

Abdullah bin Mubarak pergi mencari tukang sepatu yang disebutkan malaikat dalam mimpinya. Malaikat kedua menanggapi bahwa amat disayangkan semua amal yang dilakukan jemaah ini tidaklah sempurna sehingga tidak bernilai di hadapan Allah. tindakan dan ucapan yang baik pula. Si tukang sepatu menceritakan bahwa semenjak tiga puluh tiga tahun lalu dia mempunyai keinginan untuk melaksanakan ibadah haji. Qolbu yang selalu bersinar penuh cahaya kebaikan. setiap hari dia menabung dan setelah dihitung maka dirasa cukup untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun itu. Qolbu yang akan memicu dan memdorong pemiliknya untuk mempunyai akhlak yang baik. Beruntunglah manusia yang memiliki qolbu yang baik. Begitu selesai melakukan ibadah haji.manusia ada segumpal daging yang disebut dengan qolbu. Beberapa hari . Setelah selesai melakukan tawaf. Allah begitu mencintai hamba-hamba-Nya yang senantiasa berusaha untuk berbuat baik. Hanya manusia dengan qolbu yang baik yang akan memiliki akhlak yang baik. Karena itu. bertindak dan berbicara yang baik. Ucapanucapan yang tidak bermakna dan bahkan sering melukai hati dan perasaan orang lain hanya akan terucap dari mulut manusia-manusia dengan qolbu yang tidak baik. Allah amat menyayangi hambahamba-Nya yang memiliki qolbu yang baik. karena amal yang dilakukan oleh seorang tukang sepatu maka Allah berkenan menerima amal semua jemaah haji tahun itu. Sebaliknya. Apabila qolbu itu baik maka baiklah manusia yang memilikinya dan begitu juga sebaliknya apabila qolbu itu jelek maka jelek pulalah manusia yang memilikinya. Setelah bertemu dengan tukang sepatu tersebut. jadikanlah qolbu itu kenal dan semakin kenal dengan Allah. Sering terjadi di tengah masyarakat perbuatan atau tindakan yang begitu kejam. Abdullah bin Mubarak bertanya. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara agar kita dapat memiliki qolbu yang baik atau bagaimana cara membuat qolbu menjadi lebih baik? Jawabannya adalah. Abdullah bin Mubarak tertidur. Dalam tidurnya dia bermimpi mendengarkan pembicaraan dua malaikat. Qolbu yang senantiasa membisikkan kepada pemiliknya untuk selalu berpikir. Bagaimana bisa demikian? Karena Allah adalah Zat Yang Maha Baik. Malaikat pertama mengatakan bahwa alangkah banyaknya orang yang menunaikan ibadah haji pada tahun itu. Karena dengan qolbu yang baik maka akan menghasilkan pemikiran. Ini bisa terjadi karena para pelakunya memiliki qolbu yang kejam dan sadis pula. qolbu yang kenal dengan Allah maka akan selalu tersinari dengan cahaya Illahi. Orang-orang yang memiliki qolbu yang baik maka akan disayang tidak hanya oleh manusia dan makhluk lainnya tetapi juga oleh Allah. sadis dan bahkan tidak dapat dipahami dengan akal sehat. Hanya saja. Semakin kenal dan akrab dengan Allah maka qolbu akan semakin baik. apa amalan yang telah dilakukan yang membuat Allah begitu menyukai dan menghargai amalan tersebut sehingga dapat menyempurnakan amalan dari ribuan jemaah haji waktu itu. Untuk itu. Ada suatu kisah yang terjadi pada seorang ulama terkenal Abdullah bin Mubarak. sudah dapat dipastikan bahwa tingkah laku yang jelek dan tidak terpuji hanya akan dilakukan oleh manusia-manusia yang memiliki qolbu yang jelek pula.

Bahkan suatu amalan yang dengannya membuat banyak amalan lainnya diterima. Ternyata wangi masakan tersebut berasal dari rumah tetangga." Itulah suatu amalan yang lahir dari seorang hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik.org) (Diilhami oleh ceramah K. Demi menghentikan tangis anaknya dan demi mempertahankan hidup maka dia terpaksa memasak bangkai yang didapat tadi. Suatu amalan yang muncul hanya sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah yang begitu banyak yang telah dilimpahkan Allah kepada kita. Dia begitu yakin bahwa Allah Maha Lembut. Si tetangga mengatakan bahwa demi Allah makanan ini tidak halal bagi keluarga Abdulllah karena yang dimasak adalah sisa bangkai binatang yang didapatkan. Susanto pada pengajian Qolbun Salim IMEA. Suatu amalan yang sangat disukai oleh Allah. istrinya yang sedang hamil menciumi wangi masakan. Inilah suatu kesadaran yang muncul dari qolbu yang baik bahwa kenikmatan yang telah dititipkan Allah ini tentunya harus didistribusikan juga bagi hamba-hamba-Nya yang lain. inilah hajiku. Maha Menatap dan Maha Mengetahui. Rasulullah pernah mengatakan bahwa dalam keadaan darurat maka bangkai binatang dihalalkan untuk dimakan. Karena istrinya begitu menginginkan dan karena sayangnya melihat istri yang lagi hamil maka Abdullah menemui tetangganya untuk meminta sedikit dari masakan yang wangi tersebut. (Salman. Dia yakin bahwa Allah menyukai orang-orang yang bersyukur. presiden@imeanet. Sebagai rasa syukur karena kita relatif lebih mudah untuk mendapatkan nikmat tersebut dibandingkan dengan sebagian saudara kita yang lain. Alangkah indahnya amalan yang dilakukan oleh hamba-hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. Qolbu yang kenal dengan Allah. Dia tidak mengharapkan pujian dan penghargaan bahkan balasan pahala sekalipun. Seseorang yang beramal dengan keikhlasan yang tinggi maka dia tidak dipusingkan dengan balasan yang akan diterima. amin. Si tetangga terpaksa memasak bangkai binatang ini karena sudah berapa hari dia dan anaknya tidak makan. Karena itu. Sebaliknya jika Allah tidak suka maka dia berusaha sekuat tenaga menghentikan atau menjauhi perbuatan itu. Mendengar cerita dari tetangganya ini Abdullah berlinang air matanya dan memohon ampun kepada Allah karena dia telah lalai memberikan perhatian kepada tetangganya. Ini bisa muncul jika didorong oleh qolbu yang baik. Maha Bijak. Jadi. termasuk pahala sekali pun. Jika Allah suka maka dia dengan senang melakukan. Enschede 14 Pebruari 2003) .sebelum berangkat.H. Dengan lembut dia berkata. barometer dari perbuatannya adalah apakah Allah suka atau tidak. Mengapa begitu tingginya penghargaan yang diberikan oleh Allah? Karena inilah suatu amalan yang lahir dengan dilandasi oleh keihlasan yang tinggi. Lalu dia bergegas pulang mengambil semua tabungannya dan menyerahkan kepada tetangganya. Suatu amalan yang terjadi tanpa mengharapkan balasan apapun. Semoga kita dikaruniai memiliki qolbu yang demikian oleh Allah. Dia hanya berusaha mengoptimalkan dan menyempurnakan akan kebaikan yang diberikan sebagai sarana untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah. "silahkan ambil uang tabungan ini. Qolbu yang disukai oleh Allah.

(Faathir:39) .Ketika Cinta Harus Memilih Publikasi 13/02/2003 12:01 WIB eramuslim . Selain itu. sebagai manusia kita pun dianugerahi 'titel' khalifah (di bumi) oleh Allah Swt. makhluk lain (hewan dan tumbuhan) tidak dianugerahi hal yang sama. Bukan suatu kebetulan jika saya mengetengahkan makna cinta ini kok sepertinya berhubungan dengan hari 'valentine' yang sebentar lagi tiba. "Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi". Namun sayangnya hal tersebut dijadikan alasan oleh sang teman untuk membalas-dendam dengan. dan buntutnya tentu masalah cinta. terbaik menurut siapa? Allah Swt menganugerahi setiap manusia sebuah bonus yang bernama 'akal'. haruskah kita tinggalkan dan mencari pilihan lain? Bagaimana jika seandainya pilihan tersebut mutlak yang terakhir? Dan bagaimana jika seandainya pilihan tersebut adalah suatu keputusan yang justru berimplikasi terhadap masa depan kita? Bagaimana seandainya jika justru pilihan tersebut adalah ujian dari Allah Swt sebagai wujud dari kasih sayang-Nya terhadap kita? Banyak cerita di sekeliling kita yang dapat dijadikan bahan renungan tentang makna pilihan.Ketika kita didudukan dalam situasi untuk memilih. tentu naluri kemanusiaan kita akan memilih yang terbaik (best of the best). Cinta bukan hanya cinta antara pasangan suami istri (pasutri). mengapa saya katakan 'bonus' karena selain manusia. misalnya buku dan lainnya. berselingkuh dengan orang lain. Lalu. Jujur saja saya sudah tidak ambil pusing dengan perayaan tersebut semenjak saya tahu bahwa perayaan hari valentine itu sangat jauh dari nilai islami. Suatu kali pernah seorang teman bercerita tentang kehidupan rumah tangganya yang bermasalah. Lalu bagaimana jika justru ketika pilihan tersebut tidak ada yang memenuhi kriteria kita. maaf. Bagi saya. Saya pun kerap bertanya kepada diri saya sendiri. bukan sebaliknya. cinta itu bersifat universal yang berhak dimiliki dan dinikmati oleh setiap makhluk hidup di bumi Allah ini tanpa batas waktu dan jarak. atau cinta antara anak dan orang tua. namun juga termaktub cinta kepada suatu barang. Bahkan ada seseorang yang sangat mencintai idola-nya. entah itu seorang artis atau aktor film. Jangan berpikiran sempit dulu tentang cinta itu sendiri. bagaimana jika kita dihadapkan kepada suatu keharusan untuk memilih satu dari dua pilihan yang ada? Sudahkah kita memaknai bahwa pilihan tersebut adalah yang terbaik menurut Allah Swt untuk kita. bukankah ketika kita memutuskan menikahi pasangan kita adalah suatu pilihan yang pasti terbaik dari segala pilihan yang ada? Tapi tunggu dulu.

bahkan akan menambah masalah baru. Tidak hiraukan seruan dari surau." (Al-Baqarah:269) Lalu. kita masih dapat berlindung di bawah kasih sayang-Nya karena hanya Allah Swt yang mampu memberikan kesempurnaan perlindungan. Bukan hanya tidak akan memecahkan masalah.. ketika ketika kita mencintainya atas nama Allah. Keputusan sang teman untuk berselingkuh. Sudahkah kita termasuk ke dalam orang-orang yang berakal? Sudah pantaskah kita menjadi khafilah di bumi Allah ini? Marilah kita bersegera sujud memohon ampun kehadirat-Nya atas segala keterlenaan kita dan atas keterbiusan kita akan gemerlap duniawi yang sebenarnya tiada kekal.. jelas meletakkan nafsu di atas akal. salahkah dia dengan pilihan hatinya? Salahkah dia ketika meresa kecewa karena pilihannya ternyata jauh dari apa yang dia impikan? Atau ketika dia diberikan pilihan. ash shalatu khairun minan naum. karena ketika suatu saat Allah memanggil suami. Dan pilihan kembali disorongkan kepada diri kita. Bangun di waktu subuh ketika adzan berkumandang adalah satu pilihan terberat bagi sebagian orang yang lemah iman.. Saya teringat ketika adzan maghrib berkumandang. (Rosanti K Adnan/yose@ratelindo.Kembali kepada cerita seorang teman di atas.id) Khutbah Idul Adha: Selamatkan Bangsa dan Negara dari Kehancuran Total . sudahkah dia memutuskan memilihnya dengan atas nama Allah? Suami selalu mengingatkan saya untuk tidak terlalu mencintainya kalau bukan karena Allah Swt. Mematikan televisi dan langsung berwudhu atau mentolerir diri kita dengan 'pembenaran'. **** Cinta kepada orang lain melebihi cinta kepada suami. tokh beritanya tinggal lima menit. tidak ada lagi cinta dan tempat bernaung yang tersisa.. cinta manakah yang akan Anda pilih? Wallaahu'alam bishshowab. sebagian kita mungkin sedang asyik menyimak berita demonstrasi di sebuah liputan berita nasional di televisi.co. dan terus menonton. Kembali akal pun kita korbankan atas nama 'tinggal lima menit' ketika kita diberikan suatu pilihan di hadapan kita. Namun. badai rintangan apapun yang menghadang.. cinta kepada liputan berita daripada mendirikan sholat maghrib dan cinta kepada kehangatan selimut kita daripada bergegas ke surau adalah suatu pilihan yang diberikan Allah Swt bagi kaum yang berakal. "Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). Akal pun dikorbankan atas nama nafsu semata. Ketika orang lain sudah melangkah menuju surau/masjid di sisi lain kita mungkin masih enggan beranjak dari dalam selimut. karena kesemua cinta yang ada sudah dibawanya pergi.

darah. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku jadikan kamu sebagai pemimpin. yang disebut sebagai abul anbiya yang kisahnya banyak diabadikan dalam Al-Qur'an. tidak boleh kepemimpinan diberikan kepadanya. Pemimpin itu. dan bukan pula karena atas dasar keturunan. berada di ambang kehancuran." (HR. "Bagaiamana menyia-nyiakan amanat itu?" Rasulullah bersabda: "Jika diberikan amanat itu kepada yang bukan ahlinya. negeri kita ini sudah tidak punya apa-apa. Seorang pemimpin hendaknya lahir setelah melalui proses ujian dan seleksi tarbawi secara ketat. 1. Secara ekonomi. Jangankan membayar pokoknya. Semenjak merdeka tahun 1945 hingga hari ini kita telah salah dalam memberikan amanat kepemimpinan ini sehingga kita dipimpin oleh orang-orang dhalim yang jauh sekali dari sifat dan keteladanan yang diberikan oleh nabi Ibrahim. Bayangkan utang luar negeri kita. Kini pemerintah tidak mampu lagi membayarnya.Publikasi 10/02/2003 10:34 WIB Allahu Akbar 3 x Allahu Akbar Wa Lillahilhamd. Ma'asyiral Muslimin jama'ah shalat iedul adlha rahimakumullah. Hari ini ummat Islam berkumpul untuk memperingati peristiwa bersejarah. Maka kalau seorang itu dhalim. itu benar-benar kini kita rasakan bersama. Peristiwa wujudnya sosok pemimpin dunia pertama yang patut menjadi teladan sepanjang masa. Bukhari) Allahu Akbar 3x Walillahilhamd. yang kemudian mencetaknya menjadi pribadi yang sangat kuat terutama dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. untuk sekedar membayar bunga (riba)nya saja sudah tidak mampu. maka setiap orang termasuk bayi yang lahir detik ini terbebani utang tidak kurang dari 10 juta Rupiah. Jika utang itu dibebankan kepada setiap jiwa dari penduduk Indonesia. 2: 124) Ayat ini menunjukkan bagaimana proses lahirnya seorang pemimpin yang tepat. Ma'asyiral muslimin Rahimakumullah Apa yang dinyatakan oleh Rasulullah saw." (QS. sudah mencapai lebih dari Rp. bersabda: "Jika amanat itu disia-siakan. Seorang sahabat bertanya. maka tunggulah saatnya kehancuran. Allah Swt. Rasulullah Saw. berfirman: "Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji oleh Tuhanya dan ia bisa menuanaikannya dengan sempurna.500 trilyun. siapapun dia kendatipun keturunan nabi Ibrahim sekalipun. . bahwa pemimpin itu tidak sembarangan. Kepemimpinan adalah suatu amanat yang sangat menentukan dalam kehidupan. seperti sosok nabi Ibrahim. dialah Nabi Ibrahim as." Ibrahim berkata: "Dan dari anak turunku (ya Allah)? Allah berfirman: "Janji-Ku (tentang kepemimpinan) tidak berlaku atas orang-orang yang dhalim. maka tunggulah saatnya kehancuran. Akibatnya kini negeri kita benar-benar bangkrut. maupun gelar dan status sosial.

Kita bertanya-tanya. Terhadap bahanbahan pangan saja kita sudah tergantung dengan luar negeri. kedelai impor.. gula. dan takut. 3x walillahilhamd. Beras harus impor. Mulai dari beras. fasiq dan dholim. Kebutuhan pokok rakyat saja mulai bergantung pada pasokan luar negeri. Bapak-bapak. justru omset Narkoba meningkat drastis. bila misalnya karena suatu hal. dalam situasi ekonomi seret sepert ini. mengutuk agresi AS ke Afganistan dan kini ke Irak bahkan ikut-ikutan dalam kampanye anti terorisme ala Amerika dan terbelenggu mengikuti apa saja kemauan AS dalam soal ini meskipun harus menggadaikan bangsa sendiri? Tak lain karena negara ini sudah tergadai. omset Narkoba setiap harinya mencapai 2 milyar. tanpa utang luar negeri roda pemerintahan juga macet. Takut tak diberi bantuan. motor. sekali lagi dari utang. Barat selalu berusaha menjadikan negara-negara timur khususnya Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar agar sepenuhnya bergantung kepada Barat. Mereka tidak tahu dan masa bodoh bahwa sebenarnya penjajah Barat tidak pernah rela negara-negara timur itu merdeka pasca era Imperiaslisme. Indonesia hari ini betul-betul sudah sangat bergantung kepada luar negeri. Padahal kita sudah merdeka 57 tahun.. Itulah kenyataan yang dihadapi. Dalam keadaan seperti ini. betapa kemerosotan moral yang melanda bangsa ini sudah semakin parahnya. apalagi terhadap barangbarang industri. Jika dihitung sebulan berarti 60 milyar. Dalam waktu yang tidak lama lagi mungkin semua perusahaan besar menjadi milik luar negeri. Menurut catatan. Bayangkan. yang tidak seharusnya suatu urusan diserahkan kepada mereka. Takut. daging impor. sungguh sangat meperihatinkan. apa arti kemerdekaan itu? Inilah bila suatu negara itu diurus oleh penguasa-penguasa yang bodoh. Di sisi lain. jangankan melakukan politik luar negeri yang bebas dan aktif.misalnhya-. kita rakyat indonesia mau makan apa?! Allahu . ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah.. Maka wajar bila. Industri-industri setrategis yang melayani hajat hidup orang banyak sekalipun terpaksa harus dijual dengan harga yang sangat rendah.Pantas jika kemudian negara harus menjual aset-asetnya dengan harga yang amat murah. Indonesia tidak bisa membangun. Strategi ini nampaknya sudah berhasil dengan menjadikan Indonesiua misalnya sepenuhnya bergantung pada utang luar negeri. Takut dikucilkan. sampai jarum jahit semua adalah impor. Jika itu yang terjadi sama saja kita bangsa Indonesia menjadi tamu bahkan pengemis di negaranya sendiri.tidak bisa bersikap tegas. Dari mana sumbernya untuk membayar pegawai negeri? Dari mana sumbernya operasional departemen-departemen? Sebagian terbesar diambilkan dari utang. gula impor. Mana produk dalam negeri kita saat ini? Mobil. kedelai sampai buah-buahan didatangkan dari luar negeri. lalu negara-negara pengekspor beras menghentikan pasokannya.. Takut tak diberi utang. Tak masuk akal. Kenapa Indonesia -.takut. sedangkan untuk melindungi kedaulatan negara dari intervensi asing saja sudah sulit dilakukan. Jika dikalikan setahun . Tanpa utang luar negeri. Takut investor asing akan lari. buah-buahan impor. Maka lewat jalur ekonomi. rupiah menjadi semakin tidak berharga dan barang-barang itu semakin melangit jauh di atas kepala.

Tayangan film dan iklan sekarang sudah banyak yang di luar adat ketimuran. radio. termasuk anak-anak di bawah umur. generasi masa depan ini dirusak moralnya oleh produk-produk elektronik seperti TV. Jika anak sudah mulai merokok. Survei telah membuktikan bahwa merokok merupakan pintu pembuka pengguna narkoba. Mereka lemah fisik. Belum lagi di tempat-tempat rental (penyewaan). Bapak-bapak kita yang di atas. jangan sampai membiarkan anak-anaknya bebas memilih pergaulan. dan seterusnya nyandu. yang kita pilih untuk membawa bangsa dan negara ini keluar dari krisis ternyata hanya sibuk mengurus dirinya sendiri. Mengkonsumsi Narkoba sama halnya dengan membangun lubang kematian diri sendiri. sebab dari pergaulan itulah bermula segala perilaku menyimpang. suatu angka yang fantastis. Kapling otaknya hanya dipenuhi hasrat untuk memanfaatkan kedudukannya saat ini dan bagaimana mempertahankannya . Kebebasan berpendapat dan berekspresi tidak boleh sampai merusak moral dan akhlaq bangsa. Siapapun boleh membeli atau menyewa. kemudian ganja. Dengan uang sebanyak itu sudah banyak kiranya anak-anak putus sekolah yang dapat dibantu. termasuk nyandu narkoba. bagaimana uang sebesar itu digunakan untuk menggali kuburan sendiri.berarti 720 milyar. Sungguh sangat mengerikan. Adegan-adegan yang memancing nafsu birahi lolos begitu saja tanpa sensor. podan pornoaksi juga marak di mana-mana. VCD porno dan lain-lain? Tidak. TV dan radio. Pertanyaannya sekarang. ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah. Mulanya sekedar merokok. Sibuk dengan rebutan jabatan dan kursi. Selain narkoba. Allahu Akbar … 3x walillahilhamd. Membiarkan anak kecanduan narkoba sama halnya dengan membunuh anak kita sendiri. kita tidak rela. Dengan sangat mudah dan murah VCD porno bisa didapat karena dijual bebas di emper-emper toko di pinggir jalan. Jika sudah sampai pada taraf ini. para pengungsi dan korban bencana dapat ditolong. Keadaan gawat dan genting ini bukannya menyadarkan kita untuk bersikap prihatin. apakah kita relakan anak-anak. lemah pikiran dan lemah mental. termasuk seks bebas akan terjadi pada mereka. mereka menyiapkan CD porno secara terang-terangan. maka segala perilaku menyimpang. sibuk dengan pembagian rezeki. Dengan alasan apapun kita harus selamatkan bangsa dan negara ini dari degradasi moral. tetapi mereka tidak berbuat apa-apa. Belum lagi media bacaan. Inilah yang kita sesalkan. Tak ada yang bisa diharapkan dari mereka. membunuh masa depannya. Menjadi orang tua sekarang harus waspada. Bapak-bapak. Pemerintah dan aparat keamanan bukannya tidak mengerti masalah ini. Tapi tak habis pikir. kemudian minum. Orang tua harus tahu dengan siapa anak-anaknya bergaul di luar rumah. Apalagi jika diingat bahwa rehabilitasi terhadap pecandu narkotika sangat sulit dan jarang sekali yang bisa sampai tuntas. Norma kesopanan dan norma agama dilanggar begitu saja. segera ditegur dan dihentikan.

menyusul kemudian gubernur dan bupati. Kebangkrutan bangsa ini adalah akibat ulah mereka. jujur dan berakhlaqul karimah. mungkin juga dipilih langsung. ada yang hanya mengeruk harta dan kekayaan. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami. kemiskinan. Dan akhirnya marilah kita renungkan firman Allah Swt. amanah. masih ada yang memenuhi kreteria tadi. ada yang buta hati. Dalam keadaan negara yang sudah berada di ujung tanduk ini. Oleh karena itu. apalagi dalam pemilu yang akan datang. berpengetahuan. Sudah terlalu lama bangsa ini dipimpin oleh para penguasa yang culas. Kami takut akan azab-Mu kerena azab-Mu pasti menimpa kaum fasiq. semestinya seluruh komponen bagsa sadar dan melakukan instropeksi. Berkatalah ia: "Ya Tuhanku. Ada pemimpin yang hidupnya diwarnai dengan syahwat dan birahi. jujur dan berakhlaq. dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan. hanya kepada-Mu kami menuju dan tunduk. anggota DPR dan DPRD dipilih secara langsung." Semoga kita tidak termasuk orang yang berpaling dari peringatan dan ajaran Allah Swt. Ya Allah hanya kepada-Mu kami mengabdi. Saat ini kita sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang memenuhi syarat. kemudian mengambil langkahlangkah strategis untuk berbenah diri. yang amanah. maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. sebagaimana yang tersebut dalam Surat Toha ayat 124-126: "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku. Hendaknya kita sadar bahwa sudah berulang kali kita salah pilih dan tertipu oleh pemimpin-pemimpin yang culas. dan keterbelakangan. Kita tetap optimis bahwa di antara ribuan pemimpin dan calon pemimpin. Mereka berfoya-foya tidak peduli dengan penderitaan rakyat. kedua orang tua dan saudara-saudara kami kaum muslimin semua. Kita harus mentas dari kerusakan moral. telah datang kepadamu ayat-ayat Kami. hanya kepada-Mu kami sholat dan sujud. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. Kita harus mempunyai visi yang sama dalam membangun negeri ini kembali. baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup. maka kamu melupakannya. Jangan asal memilih orang. nurani dan sebagainya. Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta. kebodohan. Kita harus keluar dari krisis. padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah. yang memeras dan menindas rakyat. mulai saat ini kita harus cerdas dalam memilih pemimpin. .pada pemilu 2004 nanti. semua mereka akan dipilih secara langsung. Kita bangun negeri ini bersama pemimpin yang adil. kecuali satu dua orang diantara mereka berhati nurani.

pasukan ahzab angkara murka… Ya Allah Yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya Ya. di Chechnya. jalan yang Engkau ridhoi. Ya Allah kumpulkanlah hati-hati kami di atas dasar kecintaan kepada-Mu. Jangan jayakan orang-orang kafir atas kami. Allah tolonglah saudara-saudara kami yang sedang didholimi di negeri ini. dan tetapkankan hati kami atas agama-Mu.. Ya Allah padukanlah jiwa-jiwa ini sebagai pasukan yang berjihad dan berjuang di jalan-Mu. Yang menyelamatkan Yunus dari gelapnya perut ikan. Yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari makar kafir Quraisy. Ya Allah Yang menyelamatkan Nuh dari taufan badai dan banjir yang menenggelamkan dunia. Yang menyelamatkan Ibrahim dari kobaran api menyala. ummatku. pemimpin bagai para kholifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan. yang menjadikan Kitab-Mu sebagai landasan kepemimpinannya. Ya Allah lepaskanlah dan jauhkanlah dari kami penguasa-penguasa yang dholim. Ya Allah berikan kepada kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malam-nya.Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan berdiri. yang mau menerapkan syariat-Mu. negeri kami dan ummat kami dari badai krisis. Ya Allah janganlah Engkau goyangkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk. yang membawa kami ke jalan yang benar. yang lebih takut dosa dari pada hilangnya pangkat atau harta. fitnah dan dosa yang membinasakan. di Irak dan di tempat-tempat lain dari bumi-Mu.. Ya Allah jangan biarkan mereka (orang-orang kafir) berbuat semena-mena terhadap kami. Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan duduk dan jagalah kami dengan Islam dalam keadaan tidur. ummati. di Ambon. Ya Allah satukanlah barisan kaum muslimin. munafikin dan musyrikin. yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera. penindas dan fasiq. pertemukanlah pada jalan keta'atan kepada-Mu. . tak henti menyebut kami dalam akhir hayatnya: ummati. Ya Allah selamatkanlah kami. Ya Allah lindungilah kami dari tipu daya. Yang menyelamatkan Isa dari salib kaum durjana. Ya Allah hancurkan pasukan Amerika dan Israil yang telah berbuat angkara murka. ummatku. Aceh. anak-anak kami. Yahudi pendusta. lilitan utang. munafik pengkhianat. dan cerai-beraikanlah barisan kaum kuffar. satukanlah di jalan dakwah-Mu dan ikatlah di atas janji setia demi membela syari'at-Mu. membunuhi hamba-hamba-Mu dan berbuat kerusakan di alam semesta. keluarga kami. Anugerahkan kepada kami pemimpin yang beriman dan bertaqwa. di Afghanistan. di Palestina. Maluku.. di Kosovo. makar dan kedholiman kaum kafir. rumah-rumahMu dan anak keluarga kami.

prestasi. Bahwa waktu yang kita miliki itu terbatas itu suatu kemutlakan yang tidak bisa dibantah. pertama. Saya.com Terima Kasih! Publikasi 06/02/2003 09:46 WIB eramuslim . seperti juga Anda tak pernah mengenal dua lelaki itu. Nah. Dan kedua. sebelum media-media massa hari ini memberitakan jatuhnya Gondola seberat 2 ton yang membawa dua lelaki naas itu saat sedang melakukan aktifitas rutinnya membersihkan kaca Gedung Bank Indonesia (BI). koq saya nggak pernah tahu”. keberhasilan dan kemenangan yang diraihnya.. ampunan dan hidayah-Mu kepada kami semuanya. jelas membuat keluarga Nicodemus dan Rohim menangis kehilangan orang yang dicintainya. seolah dua nama tersebut dikenal orang. kasihan sekali” atau “oooh. “Yang mana sih.Ya Allah anugerahkan kepada kami husnul khatimah Ya Allah limpahkanlah rahmat. Jatuh dari lantai 13 dan terhempas di lantai 5 bersama dengan benda seberat 2 ton di gedung tersebut. jadikanlah amal terbaik kami sebagai pamungkasnya.Nicodemus (32) dan Abdul Rohim (23). itu yang namanya Nico dan Rohim”.. setiap manusia sebenarnya tak bisa membantah hal ini. dan jadikan usia terbaik kami sebagai akhir ajal kami. kaitannya dengan kemutlakan kedua inilah sedianya setiap kita . keterlibatan maupun partisipasi manusia lain dalam setiap kesuksesan. tetapi lebih jauh dari itu. Bukan hanya dalam hitungan jam yang tidak pernah lebih dari menjadi 25 jam perhari.Ya Allah jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari pertemuankami dengan-Mu. Kemutlakan kedua. Ada dua hal mutlak yang ada pada diri manusia. bahkan bisa jadi sebagian besar pegawai BI pun tak pernah mengenalnya meski hampir setiap hari mereka hadir dan melakukan sesuatu untuk (gedung) mereka. meski dalam waktu sepekan bisa dipastikan sudah hilang oleh derasnya arus informasi di kota sebesar Jakarta ini. waktu yang dimiliki manusia itu terbatas. Muhammad Syamlan Sekum MUI Propinsi Bengkulu E-mail: syamlan2001@plasa. setiap manusia semestinya menyadari batas waktu yang diberikan oleh Allah. Dan bisa jadi ada yang bertanya. Setelah kejadian naas tersebut. Tidak ada satu makhluk pun yang akan hidup kekal. Aamiin aamiin ra Rabbal ‘alamiin. Anda pasti tak mengenalnya. manusia yang satu tidak akan pernah bisa hidup tanpa manusia yang lain. Mungkin diantara mereka ada yang berkata: “Ya Allah. Seperti saya. namun terkadang tidak sedikit yang menafikan keberadaan. seperti halnya bumi tempat kita berpijak ini pun akan hancur pada masa akhir nanti. Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari suul khatimah….

Begitu juga dengan para office boy yang sudah menyiapkan teh atau kopi panas di meja kerja bahkan sebelum sempat kita duduk. Mungkin kita bisa berkilah. karena telah membayar keringat mereka. Not in My Back Yard Kata-kata itu saya dapatkan saat saya mendengarkan salah satu talk show pagi hari. bukan alasan untuk tak sekedar mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa mereka. para office boy. mereka mungkin tak pernah berharap tips. Not in My back yard – bukan di pekaranganku. selain juga mereka yang membutuhkan pekerjaan itu. ucapan terima kasih yang tulus kita alamatkan kepada mereka atas setiap pelayanannya. Kedengarannya memang tidak terlalu berarti. apa sih pekaranganku? ada apa di . Sungguh. sopir bus ataupun sopir pribadi. Nico dan Rohim. tak pernah bermimpi suatu saat tak lagi menghidangkan teh atau kopi panas karena mereka sangat sadar betapa berbedanya mereka dengan kita.telah teringankan sebagian besar beban hidup ini dengan adanya manusia yang lain. Tapi sayang. Tapi. sebagian dari kita ternyata sudah membuktikan. terbangun lebih awal dan tidur paling akhir. tukang sampah yang mengangkut sampah dari rumah. Tak pernah terbersit dalam benak para pembantu kita akan menjadi majikan yang kerap dilayani. pakaian yang bagus dan mobil mentereng. apakah kita pernah menghargai kerja mereka? Bahkan sekedar mengucapkan terima kasih. cukup membuat mereka tersanjung dan merasa diri sebagai manusia yang utuh. Ketinggian jabatan. dengan kata lain “menjaga pekaranganku”. Seperti Nico dan Rohim yang setiap hari membantu orang lain menjadikan pemandangan keluar melalui jendela kantor Bank Indonesia tidak nampak kusam. juga status sebagai majikan. imbalan atau bonus lain dari apa yang sudah menjadi hak mereka. pembantu rumah tangga kita. My back yard– pekaranganku. jangan kaget jika hanya karena ucapan ringan itu kualitas pelayanan dan pengabdian mereka kepada kita akan lebih meningkat. sebagian kita memang egois dan tak tahu rasa bersyukur. Bahkan ada yang cukup sarkas menganggap bahwa sudah nasib mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. Masih ingatkah kita terhadap pembantu rumah tangga yang pernah sekian tahun mengabdi? Dimana mereka sekarang? Masih hidupkah mereka? (Bayu Gautama) Not In My Back Yard Publikasi 05/02/2003 08:15 WIB eramuslim. Dan buat kita. Bagaimana dengan para pembantu rumah tangga yang setiap hari melayani kebutuhan Anda dan keluarga. kita tak pernah menyapa mereka dengan kasih sayang.menyadari status manusia sebagai makhluk sosial yang –setidaknya. Bayangkan jika tidak ada orang seperti mereka yang mau menanggung resiko terjatuh dari lantai 13. Mereka tak pernah iri dengan kenaikan gaji atau pangkat kita. Tapi. bisa juga sangat berarti –kalau kita mau merenungkannya. Bahkan sampai orang-orang ‘kecil’ yang telah banyak membantu kita itu telah menemui kemutlakan pertama.

Tapi. Tiba-tiba brakk!! Saya menabrak kursi rusak yang dibuang di selokan. renungan saya terhenti. untuk apa semua ini Kau titipkan pada kami. bahwa mobilku hanya titipan Nya. apa iya ‘benar-benar’ milik kita? Lantas teringat saya baitbait puisi renungan dari Rendra. Kedengarannya NIMBY memang sepertinya ‘egois’. Astaghfirullah. mengapa aku tak pernah bertanya. Selintas saya merenungi “my back yard” sambil mengayun kaki menikmati pagi. apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?” Ternyata.pekaranganku? apa hak dan kewajibanku atas pekaranganku. sebidang tanah yang kita tinggali setiap hari. Terlihatlah oleh saya. Dan kita telah berjanji bahwa sesungguhnya hidup dan mati ini untuk-Nya. sering kita merasa tak yakin. untuk itu diwajibkan atas kita untuk melakukan dua fungsi utama. mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku? Dan kalau bukan milikku. Milik kita. selokan macet penuh air dan sampah. jangankan pekarangan dan rumah. bahwa putraku hanya titipan Nya. ketika orang memuji milikku. bagaimana aku memanfaatkanya? Mengapa sih harus dijaga? dan lain-lain. dan kurang mampu memahami bahwa Allah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya dan well-equipped. Ya Tuhan. tetapi. Spontan saya ingat selokan depan rumah saya. pekarangan kita bukan milik kita. padahal sekelilingnya penuh dengan rumah-rumah yang bagus. apakah juga mengganggu orang lain? Cepat-cepat saya pulang dan memeriksa selokan di depan rumah. saya ingin sekali membersihkan selokan itu mengingat musim hujan segera datang. Pekarangan kita –agak luas lagi. bahwa hartaku hanya titipan Nya. ‘not in my back yard (NIMBY)’ – bukan di pekaranganku!! Tiba-tiba saja kata-kata itu lebih berarti. kita semestinya memperlakukan dan mempergunakan segala yang di’amanah’kan kepada kita berdasarkan tatanan dan aturan Allah.tempat tinggal kita. bahwa rumahku hanya titipan Nya. tapi kembali kalau kita mau mengembangkan maknanya. That’s it. sebagai ‘abdun’ (hamba Allah) dan Khalifah fil ardh (khalifah di bumi). jadi apapun bisa kita lakukan di situ. Astaghfirullah. beberapa inchi lagi airnya meluber ke jalan. namun milik Sang Pencipta. di lingkungan pekarangan saya. Kondisi selokan itu benar-benar sangat memprihatinkan. “Apa aku sudah melakukan itu yaa?” pikirku. “Sering kali aku berkata. Tapi. apakah kami mampu mengemban amanah ini? Astaghfirullah. Kehidupan keluarga kita berdenyut tiap hari di situ. Hal tersebut bisa menjadi langkah awal kita untuk . Allahu Rabbii. tapi selokan itu bukan di lingkungan rumah saya. bahwa sesungguhnya ini hanya titipan. Bisa-bisa malah menimbulkan salah persepsi bagi yang tinggal di sekelilingnya. ternyata ‘tubuh dan jiwa kita’ bukan milik kita.

yang kemudian Insya Allah seluruh daerah di negara tercinta ini terjaga. keluarga kita. Saat ini. Tarif Dasar Listik (TDL). setidaknya mau menjaga dirinya. menjaga hati dan keimanan kita agar tetap bersih sehingga dapat menjaga ‘amanah’ Allah. keluarganya. narkoba tak mampu menjamah. bukankah masih ada harapan kesenyawaan itu tercipta ketika hati dan pikiran orang-orang yang dilangit menjemput yang di bumi? Jika terlalu berat bagi yang dibumi untuk menghusung hati ke atas.com) Menjembatani Langit dan Bumi Publikasi 03/02/2003 08:54 WIB eramuslim . bukankah lebih ringan bagi yang berada diatas untuk turun? Penguasa yang cerdas selalu peduli terhadap pola pikir rakyat yang diperintahnya. Selanjutnya. Mulai dari hal-hal yang kecil-menjaga selokan agar bersih.Kebijakan-kebijakan pemerintah yang melakukan divestasi Indosat. (Sitta Izza Rosdaniah/sitta@rocketmail. privatisasi asset-asset negara. sementara masyarakat juga memiliki pola pikirnya sendiri. . banjir tak akan mengancam. lingkungannya dari halhal yang merugikan dan hal yang terlarang. Itulah salah satu kunci keberhasilan suatu kepemimpinan yang paling mendasar. melainkan kepentingan sesaat yang semakin memburukkan keadaan rakyat sudah terperosok selama sekian tahun sejak krisis ekonomi melanda negeri ini. atas kepentingan dan kemaslahatan orang banyak. selama malaikat pesuruh Allah belum meniupkan sangkakala pertanda hari akhir. Jika setiap orang melakukan gerakan NIMBY. kemiskinan bukan tak dapat teratasi. Amien. korupsi tak lagi trendy. ketidaksukaan dan perbedaan. berilah kekuatan dan petunjuk pada kami untuk menjaga amanah-Mu dan mewujudkan Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghaffur.sampai hal-hal yang paling besar. membahana menjadi satu daerah. melebar menjadi satu RT. menaikkan harga-harga BBM. Semakin menegaskan jarak antara pemerintah dengan rakyat yang jelas-jelas menolak semua kebijakan tersebut. negara kita dapat terjaga dari sengsaranya musibah. Kebijakan pemerintah dan harapan rakyat ibarat langit dan bumi. Insya Allah. Dari lingkungan yang kecil -keluarga. sudah pasti akan muncul berbagai praktek kekerasan yang timbul akibat tumbuhnya benih-benih perlawanan. tentunya ke arah yang lebih baik. Yang pada kenyataannya. meluas menjadi satu kampung. diri kita. pemerintah mempunyai pola pikirnya sendiri.melakukan perubahan. tidak akan pernah langit menyatu dengan bumi. masyarakat kita. Ya Allah. Telepon yang menyebabkan kenaikan di berbagai sektor lainnya. semua kebijakan pemerintah itu tak satupun yang didasari atas kepentingan jangka panjang. Memaksakan pola pikir yang satu terhadap yang lain tentulah hanya akan melahirkan konflik. Namun jika secara fisik keduanya tidak bisa bertemu. Insya Allah. Rakyat berpikir. Bumi Allah akan terjaga.

Semestinya setiap penguasa belajar dari sejarah. Pemaksaan yang dilanjutkan dengan sikap tegas dan represif kekuatan kekuasaan terhadap siapapun yang tidak sejalan. pemahaman yang teramat mendalam dari Soekarno itu tercermin dari pidatonya pada tahun 1957: “Dulu itu kita semua adalah ‘rakyati’. masih percaya adanya malaikat-malaikat yang senantiasa hadir bersamanya. dulu itu kita semua adalah ‘volks’. awalnya hanya sekedar ‘pemaksaan’ pola pikir pemerintah yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyatnya. tidak adanya kontak dari hati ke hati antara langit dan bumi. Segala pikiran dan angan-angan kita dulu itu kita tujukan kepada kepentingan rakyat. semestinya mereka mau turun ke bumi. dengan anggota masyarakat dari bangsa itu sendiri (Ali Syari’ati). Anak-anak dalam Kepompong Jalanan Publikasi 31/01/2003 08:55 WIB . menggandeng yang lemah dan bahkan mengutamakan kepentingan rakyat diatas semua kepentingan diri dan keluarganya. dalam satu tujuan selayaknya orang-orang terdahulu di negeri ini melakukannya saat merumuskan bentuk dan kelahiran bangsa. Membangun sebuah peradaban baru. Teori manapun yang pernah kita pelajari berkenaan dengan perubahan mengajarkan. tapi sejauh apapun jarak itu bukankah tetap bisa tersatukan ketika hati dan pikiran keduanya duduk menyatu dalam satu kepentingan. Kalaulah para Nabi dan Rasul Allah memberikan teladan bagaimana menyentuh hati rakyat. Soekarno sangat menyadari artinya rakyat bagi sebuah bangsa. keluhan atau bahkan jeritan ketidakberdayaan manusia menjalani hidup. dan menempatkan Rasul sebagai teladan hidup. Begitu juga dengan negeri ini. melihat langsung dari dekat setiap bulir air mata ummat yang menetes di sepanjang malam. ketika bahu membahu membidani perjuangan memerdekakan negeri bernama Indonesia ini. tidak akan pernah suatu perubahan (progresif) tercipta tanpa adanya kesatuan antara orang-orang yang di depan dengan mereka yang memberikan kepercayaan penuh kepada yang di depan. intelektual yang dipercaya sebagai pemimpin suatu bangsa.” Kalaulah Allah begitu teramat sering menjumpai hamba-hamba-Nya di bumi.Maraknya aksi-aksi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat akhir-akhir ini. sesungguhnya merupakan potret awal keruntuhan. Jika pemimpin-pemimpin di negeri ini masih menjadikan Allah sebagai sesembahan mereka. Masalahnya kemudian. Api pergerakan kita dulu itu kita ambil dari dapur apinya rakyat. perlu kesatuan yang utuh antara orang-orang berpendidikan. Begitu juga dengan para malaikat (makhluk langit lainnya) yang penuh kearifan menghampiri anak-anak Adam dan melaporkan kepada Tuhan setiap aduan. Tujuan pergerakan kita dulu itu adalah satu masyarakat adil dan makmur bagi rakyat. untuk sementara langit memang takkan pernah menjumpai langit. mengangkat yang jatuh. Sekali lagi. bahwa kejatuhan yang pernah dialami oleh hampir semua pemimpin adalah saat langkahnya tak lagi seiring dengan orang-orang yang dipimpinnya. ada kesenjangan hubungan. mendiang Presiden Pertama RI.

Di manakah ayah-bunda mereka berada? Beberapa hari lalu." kata .yang telah melesatkan anak panah tersebut? "Engkaulah busur dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur. Di manakah ayah-bunda mereka? Bagian lain Jakarta. menjual makanan. Di sela kesibukan berbelanja. ia menyanyi. Bukan lagi dunia anak-anak yang diwarnai gelak tawa dan bermain. lengket di tubuh karena air hujan. Melainkan sebuah aktivitas untuk mencari sesuap nasi. Tanpa payung. siapa bocah malang tersebut? Di pagi hari di mana anak-anak lain berangkat sekolah menenteng tas dan bekal. Di mana busur -meminjam perumpamaan Khalil Gibran-. Di setiap halte dan beberapa emperan perkantoran. Usai satu lagu. Dengan krecekan dari tutup botol dan suara cadelnya yang cempreng. lebih dari cukup untuk melindungi tubuhnya. menyemir.Jakarta diguyur hujan. tampak tubuh-tubuh kecil dengan baju yang basah kuyup. tubuh mereka menggigil kedinginan dengan perut yang keroncongan. tampak anak-anak yang mengemis. tapi kekerasan hidup telah menempa mereka menjadi pribadi yang lain. Kemudian dengan lincah tubuh mungil tersebut menerobos pintu dan meloncat dari bus yang masih berjalan pelan tertahan macet jalanan.eramuslim . saya naik bus kota. Bocah usia enam tahunan tersebut bermata bening. ketika siang di Jakarta bermandikan cahaya matahari yang bersinar terik. tangan kurus tersebut mengulurkan bungkus plastik bekas permen yang kosong. Sebuah dunia orang dewasa yang terlalu cepat mereka masuki. Dengan kaos oblong yang sudah tidak jelas warnanya. Sebuah tanya terlintas. mengelap kaca mobil. jalanan basah. berdasi maupun blazer melintasi jalan dengan pemandangan khas. Suasana pagi kelam diwarnai macet jalanan oleh orang-orang yang berangkat kerja. sementara di sisinya atau di belakang si bocah mengikuti. Nampaknya tidak banyak keping yang berhasil ia kumpulkan. dengan penampilan yang lusuh dan kotor. Begitu mudah tertangkap mata pemandangan seperti itu di sebuah ibukota negeri bernama Jakarta. Mereka menapakkan kaki hati-hati seakan takut air yang kotor menodai pakaian mereka yang bersih dan licin di bawah payung lebar. Ketika sebagian yang lain tinggal di rumah bergelung selimut tebal. ditemani makanan dan minuman hangat. keramaian pasar tradisional melahirkan suara hiruk-pikuk yang khas. anak-anak usia belasan tahun mengulurkan tangan menawarkan jasa membawa belanjaan! Masih di bagian lain Jakarta. Namun payung tersebut tidak terkembang. Satu demi satu lelaki maupun perempuan yang berjas. Di antara deru bus dan himpitan penumpang tampak seorang bocah yang berusaha menyalip tubuh-tubuh besar di sekitarnya. Padahal di tangannya yang kurus terpegang sebuah payung besar. Mereka masih terlalu muda. bermandikan hujan! Mereka adalah bocah-bocah yang baru berumur 10 tahun ke bawah. Mengharapkan kepingan logam dari penumpang yang entah mendengarkan atau tidak. Bus penuh sesak. menjual Koran. mereka hanya menenteng sebuah payung besar. Setiap saat anak-anak tersebut mengacungkan payung kepada mereka yang baru turun dari bus atau mobil.

Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Mari ulurkan tangan buat mereka. adakah mereka berhak menyesali? Mengingkari :"…Dialah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di rahim. Bila ternyata panah itu meleset dari sasaran. tentu mereka merindukan busur yang mantap yang akan mengantar mereka pada sasaran yang tepat dalam ukuran kemanusiaan. Dan meyakinkan diri sekuat-kuatnya. karena kurang mantapnya busur inikah. Yayasan yang memberi santunan pendidikan bagi anak-anak dhuafa. Semoga saya dan Anda tidak termasuk mereka yang dimaksudkan QS. Tidak pula sesuatu yang menentramkan hati bila seorang ibu tak bisa lagi memandangi wajah anaknya diwaktu malam. melindungi anak-anak kita. semoga Allah melindungi kita. yayasanmartabat@yahoo." demikian penggal puisi tentang anak yang ditulisnya. Si anak tertua yang cerdas dan masih duduk dibangku sekolah dasar. demikian pula Dia mengasihi busur nan mantap. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal" (QS. (021) 6346954 Ibu Indonesia Publikasi 30/01/2003 09:11 WIB eramuslim . Hanya demi kepentingan masa depan buah hatinya. Lalu. bahwa anaknya akan beroleh ilmu . Semestinya ada tangan-tangan yang terulur untuk membantu mereka. ketika tengah pulas tertidur. Dan anak-anak itupun diserahkan kepada jalanan sebagai kepompongnya. Tetapi di zaman ini orang-orang dewasa terlalu sibuk dengan kepompongnya sendiri.Bukan sesuatu yang ringan ketika seorang ibu melepaskan anaknya menuntut ilmu sambil mondok di sebuah pesantren. ia berupaya meredam rintih sedih itu semua. Mereka yang terlahir dari rahim yang kurang beruntung adalah anak-anak masyarakat. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." Naudzubillahi min dzalik. Dan tiada seorang pun dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. "Sebagaimana Dia mengasihi anak panah yang melesat. Kecamatan Tambora Jakarta Barat Telp. 3 Kelurahan Kali Anyar. Sebagai anak panah. Luqman : 34). (Eva Deswenti dari Yayasan Martabat. Luqman: 18 : "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.Gibran. hanya kerasnya hidup orang dewasa yang akan mereka rasakan. yang telah mengantarkan anak-anak tersebut ke gerbang yang belum saatnya mereka masuki? Padahal begitu masuk. Kali Anyar II RT 008/ RW 001 No. Sebuah keluarga dengan ayah-bunda yang penuh kehangatan dan rezeki yang cukup. melindungi anak-anak zaman.com) Yayasan Martabat Jl.

Yang ada hanyalah terus-menerus kerja lembur dan "mematikan" berbagai keinginan atau kesenangan memiliki barang. Berpuluh tahun mereka melakoni episode kehidupan yang amat berat untuk sebagian orang. Kenangan akan kefleksibelan hukum dan peraturan yang dibuat oleh ahli-ahli hukumnya. jernihkanlah hatinya. Memang ia tak menunjukkan raut muka sedih ketika memandangi kamar baru anaknya yang sederhana. Betapa ia kesulitan ketika membaca Al-Qur’an selepas maghrib seperti biasanya. Di depan manusia mereka menjadi golongan kecil dan lemah saja. Memeluk dan meninggalkan buah hatinya di seberang pintu gerbang. mungkin juga kita diantaranya. Sebuah negeri yang banyak meyimpan cerita kemewahan para pejabat dan pengusahanya. Kepedihan dan keperihan menjadi sesuatu yang normal karena seringnya. sementara tak ada jaminan bahwa penghasilannya mereka juga akan bertambah. Hingga seringkali ia bisa membaca ayat demi ayat dalam kitab suci itu hanya dalam hati saja. Bagi mereka. hanya kepada-Mu hamba titipkan nasib dan masa depan anak-anak hamba. Tentu akan banyak ibu-ibu pejuang seperti itu di tanah air kita. beban kesulitan itu akan lebih menekan lagi. berbagai jenis persoalan hidup yang lebih berat sudah berderet antri di depan mata. Isak tangis juga sering terdengar di keheningan malam dalam kepasrahan tahajjudnya. karuniakanlah anak-anak hamba keberkahan. Memperhatikan meja belajar. tempat anaknya akan tinggal bersama beberapa anak lainnya. Dan selepas shubuh berjalanlah ia ke pasar sebagaimana biasanya. . serta tempat tidur susun. Harga-harga barang sudah merambah naik. hambamu ini hanya lah seorang ibu yang biasa. kemudian menunggu kendaraan umum yang akan mengantarnya kembali. Berjuta jumlahnya dan terserak dimana-mana. Wahai Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. tak ada sesuatu yang istimewa kecuali amanah yang Engkau berikan. tak kuasa ia menyembunyikan perasaan di depan Rabb-nya. tinggikanlah derajatnya. Tapi yakinlah bahwa itu semua tak paralel dengan senyum dan kebahagiaan sebagian besar rakyatnya. Cerita kejayaan pemimpin dengan kekuasaannya. Ilmu yang lebih dari yang dapat ia berikan selama sang anak masih bersamanya.dan pengajaran dari guru yang lebih baik. nafasnya pendek-pendek. Ya Allah lindungilah mereka. lemari pakaian. Saya masih ingat beberapa kata dalam do'anya yang nyaris tak bersuara." Lalu ia menyebut nama suami dan anaknya satu persatu. terangkanlah pikirannya. Namun seorang ibu tetap lah seorang wanita. Payahnya mencari nafkah. menggelar dagangannya seperti para pedagang lainnya. "Ya Allah. Kini. selamatkanlah mereka di dunia dan akhirat. kesusahan itu sudah tak dirasakan kesusahan lagi saking biasanya. Tak ada gaji ataupun tunjangan untuk besok hari dan hari-hari berikutnya. Bagaimanapun ia tegar dihadapan anaknya. Tenggorokannya seakan-akan terasa sesak. Menjadi bagian masyarakat yang tidak penting untuk dicatat dalam sejarah bangsa yang besar seperti Indonesia. Dia malah tersenyum saja dan berkisah tentang hal-hal yang menggembirakan kepada anaknya sambil duduk beriringan disisi tempat tidur.

. Betapa ibu-ibu kita begitu bersih hatinya.. Kekuasaan dan ketinggian jabatan yang dicapai sering menjadi bandrol harga penghargaan yang harus diberikan orang. Mungkin karena do'a dan air mata pengharapannya. Kemiskinan jadi hal yang harus disembunyikan. 1 Februari lalu. Merasa sudah berbuat banyak dan mempunyai jasa yang tak terhingga. bahkan oleh orang-orang yang diberi amanah untuk memimpin mereka. din-din (mukhyidin@yahoo. lebih berpendidikan serta berwawasan luas. Demikian jauh perbedaan kehidupan antara rakyat dan pejabat yang mengurusinya. Kalau saja pada momen menggetarkan tersebut. tak ada makian atau kata-kata kotor lainnya. Dan lebih perih lagi ketika hari itu pula si sulung datang mengharap uang untuk membayar pondok dan sekolahnya. Ketika menutup pintu pagar dan naik ke taxi. Tak pernah berusaha menemani kesedihan "wong cilik" walau sebentar saja. dan gemetar tubuhnya. Sungguh suatu situasi yang menggetarkan. saya mengantarkan kawan saya suami istri yang pergi ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji. istri kawan saya tak kuasa menahan tangisnya karena sedih meninggalkan . Tentulah akan pucat wajah khalifah yang diridhai Allah ini. Orang-orang yang semestinya membantu perbaikan nasib dan mensejahterakannya. kekurangan lantas menjadi pantangan dan harus dipenuhi dengan jalan apa saja. Hilang sudah getaran iba dan rasa sayang pada orang papa dan penuh kesusahan dalam hidupnya. Kesulitan yang seringkali diabaikan saja oleh golongan lainnya. Pulang dengan menangis yang tak keluar. karena perih dan letih yang disimpan saja. Betapa bangsa kita amat berhutang pada ibu-ibu mulia itu. Tak ada dendam.Jum'at.Tidak mesti senada dengan ibu-ibu pedagang kecil yang semenjak shubuh sudah tertatih menggendong barang dagangan. Banyak orang kadang merasa besar dan penting. Kalau saja pada saat itu Sayidina Umar bin Khaththab dihadirkan kembali. Segemetar kala beliau mendapati diantara rakyatnya yang kelaparan di suatu malam. Allah Maha Tahu betapa mereka amat sulit hidupnya. berjalan ibu kita ini kembali dengan dagangan yang hampir utuh. Allah masih bersabar terhadap kelakuan manusia lainnya di muka bumi ini. Menatap seorang ibu pada suatu siang yang terik.de) Kurbankan "Ismail-Ismail" Kita Publikasi 28/01/2003 09:27 WIB eramuslim . menatap mata duka sang ibu mulia ini. hadir pula orang yang diberikan amanah berupa tanggung jawab untuk memperjuangkan nasib ibu kita. Hidup sudah sedemikian melambung dan tak ingin kehilangan itu semua. sepulang dari pasar yang jauh dari prasyarat kesehatan. Begitu lebar ketimpangan sosial orang kaya dengan rakyat biasa.

ibu. Beberapa tahun kemudian. membandingkan diri kita dengan Ibrahim 'alaihissalaam rasanya memang belum ada apa-apanya.. maka Allah berkehendak untuk menguji cinta Ibrahim pada-Nya. Ketika saya mengantar anak teman saya untuk opname di rumah sakit beberapa hari yang lalu. sungguh tak sanggup. Saya yang duduk di jok depan taxi hanya bisa ikut terenyuh mendengar isak tangisnya. betapa bahagianya ayah yang bertahun-tahun tak menjumpai anaknya dan ketika telah berjumpa anaknya telah besar dan gagah. jauh sekali. tentu kita bisa membayangkan kebahagiaan Ibrahim saat itu. saya sungguh tak tega melihatnya meronta-ronta menangis ketika akan diinfus tangannya. cintanya pada Ismail berdiri kokoh diatas landasan kecintaannya pada Rabbnya. lahirlah Isma'il. bisa dibayangkan bagaimana rasanya keluarga yang dibangun bertahun-tahun namun buah hati tak juga kunjung datang. Maka menyembelih anak yang dicintainya menjadi bagian dari kecintaannya pada Rabbnya. sekali lagi Allah tak membiarkan kecintaan ayah pada anak itu berlebihan. coba anda bayangkan menyembelih orang yang paling anda cintai! Terus terang saya sendiri tak pernah sanggup membayangkannya." Sepanjang perjalanan saya merenungi kata-kata kawan saya tersebut. saya saja seperti mimpi menjalani ini semua. Tapi itulah Ibrahim kholilullah (kekasih Allah). bertahun-tahun ia tidak memiliki keturunan. saya dan istri saya.anaknya yang baru berusia 14 bulan di rumah yang hanya dijaga oleh pembantu. kita ini masih beruntung bisa meninggalkan anak kita dalam keadaan cukup. ketika Ibrahim mendapat kesempatan untuk mengunjungi anak istrinya. disuruhnya Ibrahim menyembelih anak yang dicintainya itu. subhanallah. Lagi pula dirumah segala macam kebutuhan anak kita sudah tersedia. juga anak anak yang anda impikan dan masih bayi itu berpisah dari anda? Saya yakin mungkin kita akan sedih atau menitikkan air mata membayangkan orang yang paling kita kasihi harus ditinggalkan sendirian. Bandingkan dengan Ibrahim yang harus meninggalkan istri dan anaknya dilembah yang tandus. dan lagi kita ini sungguh telah diberi kemudahan oleh Allah untuk mengunjungi Baitullah. hingga kemudian ketika Allah berkehendak untuk memberikan keturunan. Namun kebahagiaan itu harus diuji lagi. bisakah anda membayangkan harus meninggalkan istri atau suami tersayang. tanpa perbekalan apapun. apa yang telah dilakukan oleh Ibrahim dahulu. kamu jangan sedih. hingga saya dengar suaminya berkata. Namun. . masih ada orang-orang yang menjaganya. Apalagi membayangkan orang yang saya cintai disembelih. seringkali kita merasa begitu berat meninggalkan atau berpisah dengan orang orang yang kita cintai. bayangkan. tatkala Ibrahim harus meninggalkan istri dan anak yang dicintainya itu di sebuah lembah yang jauh dan tandus. "Sudahlah. satu hal lagi yang patut kita renungkan. semuanya dilancarkan.. dilihatnya Ismail sudah menjadi seorang anak yang gagah. Menjelang 'Iedul Qurban besok.

dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.Dan sekarang. sudahkah ianya kita infakkan dijalan Allah dan kita gunakan dengan baik? Mungkin kita sudah menyumbang barang seratus dua ratus perak. inilah saatnya untuk membuka Al Qur'an. harta kekayaan yang kamu usahakan. karena itu lebih mulia” Itulah salah satu pesan Rasulullah yang sangat terkenal. sanggupkan kita mengorbankannya di jalan Allah? Istri. tapi juga seberapa banyak yang kita tahan... Dan itulah "Ismail-Ismail" kita. Cobalah kalkulasi apa-apa yang menjadi kecintaan kita. apapun yang paling kita cintai sekarang ini adalah "Ismail-Ismail" kita. Membalas perlakuan tak adil dan kezhaliman dari seseorang. sudahkan kita arahkan pada jalan Allah? Harta yang kita miliki. dan seberapa ikhlas kita berikan." from the Desk of Hilal (hill@ratelindo. perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya. untuk membuktikan cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya. yang dengan rela atau terpaksa harus kita serahkan dan kita kembalikan pada Allah Subhaanahu wa ta'ala. suami. Mari kita lihat ulang soal maaf memaafkan ini.id) Cinta Versus Nafsu Publikasi 27/01/2003 14:25 WIB eramuslim . tidak dilarang. apa apa yang menjadi "Ismail-Ismail kita". adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya. dan orang-orang yang . cari kisah Ibrahim. sudahkan kita sanggup untuk menyerahkannya pada hal-hal yang Allah inginkan? layaknya Ibrahim menyembelih Ismail karena perintah Allah? Jika kita belum siap. Perintah Allah berkenaan dengan “maaf” ini termaktub dalam Qur’an Surat Ali Imran ayat 134: “. teladani dan renungkanlah dengan cara membayangkan apa yang terjadi pada Ibrahim adalah keluarga karib kerabat kita sendiri. Namun tentu ada alasan yang sangat khusus mengapa Rasul menganjurkan ummatnya untuk memberikan maaf kepada orang zhalim. atau seratus dua ratus ribu. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Wallahu a'lam bisshawab "Katakanlah: "Jika Bapa-bapa.“Maafkanlah.co. anak. saya hanya berpikir. sanggupkan kita mempersembahkan "Ismail-Ismail" kita di jalan Allah? Sanggupkah kita memberikan apa-apa yang paling kita cintai untuk berkhidmat di jalan Allah? Saya berikan tanda kutip pada "Ismail-Ismail" kita. karena bukan saja anak yang kita cintai. saudara-saudara. anak-anak. tapi berapa banyak yang kita tahan? berapa banyak yang digunakan hanya untuk hal-hal yang remeh temeh bahkan sia-sia? Saya pikir Allah tak hanya melihat seberapa banyak yang kita berikan. atau belum pernah memikirkannya. isteri-isteri kaum keluargamu.

Cukupkah Adam? Ternyata tidak. kekayaan. Siapa yang tak ingat betapa besar kecintaan Abu Bakar kepada Allah dan rasul-Nya sehingga menginfakkan semua harta miliknya hingga tak tersisa untuk perjuangan Islam. “Kita baru saja melakukan peperangan terbesar” Kemudian Rasulullah berkata: “Tidak. ingin meningkatkan kekuasaannya. Nampaknya seperti sesuatu hal yang sangat sepele. tak ada salahnya jika kita sepintas “sepakat” bahwa mengendalikan hawa nafsu tidaklah ringan. ketampanan dan ukuran materi lainnya. jangan lupa bahwa sejarah pun mencatat dengan tinta emas orang-orang yang menang melawan hawa nafsunya. Ada satu hadits yang termasuk dhaif. Orang tentu tak akan lupa dengan nama Yusuf alaihi salam yang menampik rayuan Zulaikha yang cantik jelita. Sedikit punya kuasa. kecantikan. jika bukan karena seseorang itu telah memiliki kebersihan hati dan ketulusan cinta kepada Allah Swt. Fir’aun dan sederet nama haus kekuasaan di muka bumi ini akan selalu menjadi catatan hitam keserakahan manusia. sungguh teramat berat untuk bisa melakukannya. merupakan dua dari ciri orang yang bertaqwa. Berlanjut kepada keturunan Adam. Syetan menggelincirkan dua manusia itu hanya dengan rayuan buah keabadian yang dihembuskan syetan. Dan itu akan melambungkan dirinya kepada kesombongan. Sejarah juga mencatat nama-nama lain dari zaman ke zaman. seorang sahabat mengatakan. Kalaulah kita mau membuka catatan sejarah perjalanan hidup manusia. Seiring bergulirnya masa. Terus dan terus meningkat. dan tak sedikit orang yang menganggap itu sebagai hal biasa yang teramat mudah. Usai perang Badr yang terkenal sebagai salah satu perang terbesar dalam sejarah Islam. Adam (juga Hawwa) tak mampu membendung nafsunya untuk tidak menyentuh buah “terlarang” tersebut. ingin punya harta dan kemudian wanita. melebihkan hartanya dan memperbanyak wanitanya. bahkan sejak manusia pertama diciptakan. Masih ditambah nikmat itu dengan dihadirkannya Hawwa sebagai pelengkap hidup yang membawa kedamaian dan ketentraman. Begitu juga dengan Qarun dan sejumlah nama orang-orang yang rakus harta. Hingga saat ini. Meski terbilang hadits dhaif. Padahal. ia tak ingin amarah dan nafsunya yang menjadi alasan utama saat ia menghujamkan pedangnya. namun dalam hal ini bisa diambil hikmahnya. Menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Ali bin Abi Thalib yang urung menebas leher musuhnya setelah sang musuh meludahi wajahnya. nafsu manusia pun terus berkembang dan semakin tak terkendalikan. betapa hawa nafsu sudah terlalu sering mengalahkan manusia. Adam alaihi salam yang telah diberikan limpahan nikmat oleh Allah berupa kesenangan dan kebahagiaan hidup di surga yang tak berkekurangan. . kenikmatan dunia yang telah memalingkannya dari Allah membuatnya cinta akan dirinya. takkan pernah terhitung jumlah orang-orang yang pernah terjerumus dan akhirnya jatuh oleh karena memperturutkan nafsunya. cinta akan dunianya. Alasannya.menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang”. perang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu”. dan mengagungkan harga diri yang diukur dengan parameter kekuasaan. Qabil tega membunuh saudara kandungnya sendiri Habil demi mendapatkan calon istri Habil yang lebih cantik. Namun demikian. Tidak berhenti sampai disitu.

Cinta yang tulus kepada Allah akan membuahkan cinta dan kasih sayang yang juga tulus dari Allah kepada hamba-Nya. mereka yang tak ambisi kekuasaan dan jabatan. manusia mulia pun akan teramat hina dan menjijikkan ketika sedetik saja tak kuasa mengendalikan nafsu. Pada akhirnya. sampai yang besar seperti rakus harta. mengasihi juga menyayangi sesama makhluk. bisa dipastikan adalah penyesalan. Seperti halnya Rasulullah yang kerap memaafkan orang yang meludahinya setiap hari. akan terlihat seperti orang bodoh. Sebagai contoh. dan lebih menyakitkan. yang merupakan satu bagian kecil dari semua hawa nafsu yang ada pada diri manusia. perampokan. Dan dengan cinta dan kasih sayang yang Allah tanamkan itulah. akan sangat berpotensi membuat seseorang menjadi sangat hina. bukankah jauh lebih mulia orang-orang yang tak serakah harta. bahkan gila. pada saat lengah. manusia mencintai. Ketika seseorang memperturutkan nafsunya dan tak mempu menahan amarahnya. tak mampu menahan amarah serta tak mau memaafkan kesalahan orang. juga pria-pria dan wanita yang tak memperturutkan syahwatnya pada jalan yang halal? Adakah yang lebih mulia dari orang-orang yang mampu menahan dan mengendalikan nafsunya karena takut kepada Allah? Hawa nafsu. syetan akan tertawa melihat dua anak. dan sejumlah peristiwa lain yang terjadi di muka bumi ini. amarah. pemerkosaan. Karena bukan tak mungkin. Semuanya adalah karena kelengahan kita yang membiarkan pintupintu hati ini terbuka bagi masuknya syetan yang memang senantiasa menantinya celah kelengahan manusia. orang baik dan mulia pun bisa tersungkur oleh sebab nafsu yang tak terkendali itu. dan kemudia ia juga yang menghembuskan aroma ketidakadilan tersebut kepada lawannya untuk membalas kembali ketidakadilan itu dan seterusnya. Soal memaafkan misalnya. Jika yang . Itu baru sekedar masalah maaf memaafkan. membersihkan jiwa dan mengendalikan diri. sumber utamanya adalah nafsu yang tak terkendali. Disinilah syetan berperan menciptakan ketidakadilan.Manusia bisa menjadi sangat mulia karena menahan dan mengendalikan nafsunya. kalau saja ia mau memaafkan kesalahan (atau kezhaliman) orang lain. Dan ujungnya. saat api amarah menyala. dua kelompok manusia saling baku hantam. kekuasaan dan juga nafsu syahwat. saat itulah pintu terbuka bagi masuknya syetan ke dalam hati manusia untuk terus memanasi setiap relung di dalamnya. Hingga pada hitungan detik berikutnya. dari yang kecil seperti bangga diri. tak pelak lagi balasan terhadap perlakuan orang lain yang dilakukan biasanya jauh lebih besar. Pembunuhan. jangan pernah menyepelekan pentingnya menata hati. kenapa hanya dengan memaafkan manusia menjadi lebih mulia? Jawabannya tentu sudah menjadi jelas sekarang. Orang yang tak dapat mengendalikan amarahnya. Sebaliknya. sikap itu tentu tidak akan menjatuhkan derajatnya dimata orang yang menzhaliminya. Padahal. Oleh karenanya. derajatnya tak pernah jatuh sekalipun ia justru menjadi orang yang pertama menjenguk ketika si peludah itu menderita sakit.

. tak ada lagi yang menjadi kepuasan dari seorang hamba di dalam hidupnya ketika kelak mengakhiri hidup tetap dalam kemuliaan. tak akan pernah kasih dan sayang tertandingi oleh ganasnya hawa nafsu. Carol…. Salah satu parameter orang yang mencintai dirinya sendiri adalah. serasa membawa nuansa angin segar pada siang yang cukup suntuk dan gerah. adalah terapi yang tak terbantahkan setiap orang yang mendambakan ketenangan hidup. 2 orang mahasiswa yang sejak awal begitu menikmati sajian mereka. Sembari mengucap salam.. sekitar 14. tidak akan ada ruang kosong dalam hatinya untuk rasa benci. gendang. thanks 4N) You Are What You Think You Are Publikasi 23/01/2003 07:52 WIB eramuslim . atau menaruh dendam terhadap orang yang menyakitinya. Selain terus menanamkan cinta tulus kepada Allah. amarah. muncul sekelompok pengamen cilik dengan segala atributnya. Hamba yang dipenuhi hatinya dengan kasih tulus dari dan karena Allah. (Bayu Gautama. siang itu. Jika untuk hal kecil saja tak ada ruang. atau mengkhianatinya.30 wib. Gitar. Orang yang marah hanya karena kekhilafan manusiawi orang lain. siapapun yang mengenalnya akan tetap menjadikannya figur dan teladan yang pantas untuk diikuti jejaknya.demikian yang dimiliki oleh manusia selaku hamba Allah. dentam musik mereka membangunkan sebagian besar penumpang yang terserang kantuk.Di perut kereta rel listrik dalam perjalanan Depok-Jakarta. tidak akan pernah cinta berubah menjadi amarah. Menentramkan hati dengan dzikir (mengingat Allah) sebagai bukti cinta seseorang terhadap Dzat yang dicintainya. agar tak terbuka celah masuknya syetan yang menggerogoti benteng-benteng ketegaran di dalamnya. apalagi dendam. kecrekan dan lengkingan suara bocah 9 tahun-an itu terdengar begitu riang. “Oo. berarti ia hanya mencintai dirinya sendiri. Seolah tanpa lelah. Selain dzikir. Tanpa sadar menarik senyum dan hentakan kaki tiap penumpang KRL yang ada. qona’ah dan ikhlas dalam menjalani hidup semestinya juga menjadi modal utama ditengah ganasnya terpaan nafsu yang terus dipanas-panasi oleh syetan. terhina. Seandainya David J Schwartz adalah seorang muslim. Lalu mengalirlah lagu-lagu lawas bernada gembira.. terluka. bocah-bocah itu membawakan 3-4 lagu. sejatinya kita senantiasa menjaga agar hati ini terus terlindungi agar tak kotor. Sehingga meski tak sedikitpun terbetik niat mengukir nama dalam sejarah manusia yang memenangkan pertarungan melawan hawa nafsu. jika ingin mendapatkan kemuliaan dihadapan Allah. “Berpikir dan berjiwa besar”. menzhaliminya. hingga ketika bait terakhir nyaris usai. Setelah itu. apatah lagi untuk nafsunafsu besar lainnya. tentunya dia akan menjadikan Rasulullah dan sederet nama-nama yang memenangkan hawa nafsunya sebagai refrens dalam bukunya yang amat terkenal.

“Lagi! Lagi!”. gimana da’wah mau berhasil?”…. “Makanan itu-itu melulu. *** Kawan. Tapi. Tapi kita. atau mungkin hanya untuk setoran kepada ‘atasan’. “Gaji kecil apanya yang menyenangkan?”. Mereka hanya bernyanyi. Terkadang masih juga mengeluh dan meratap. “We want more! We want more!”. kognitif yang tertekan oleh ujian-ujian. ada istri yang siap menyambut dengan cinta dan senyuman. “Murid sedikit dan jarang datang. dan segala problematika kehidupan lainnya. kepenatan yang menumpuk. akan memberatkan timbangan amal kebajikan. memasakkan makanan. gimana mau sehat?”. ulah anak-anak yang banyak tingkah. mengajar. ada buah hati yang siap menghibur perasaan dengan kepolosannya yang menggemaskan. Sekali lagi. “Materi segudang gimana mau siap ujian?”. “SDM sedikit. tetap menghibur orang lain meski tak pernah tahu apakah sukacita dalam dirinya telah cukup melebur. mungkin untuk makan. Padahal Kawan. mari kita tengok dan renungkan sejenak. Kawan… Kita yang mungkin telah bekerja dengan sangat nyaman di ruangan ber-ac. membenahi rumah dan mencucikan pakaian. atau apapunlah namanya. . gimana mau semangat?”. yang mungkin telah cukup santai belajar di perguruan tinggi atau sekolah yang kadang tidak pantas disebut layak sebagai tempat menimba ilmu. “Dosen killer gimana mau nyaman belajar?”. kita jauh lebih beruntung. dibandingkan bocah-bocah pengamen tadi. jadwal kuliah yang penuh. amanah yang tak habis-habis dan tak kunjung selesai. atau yang mungkin telah berpenghasilan tetap tiap bulannya. Dan mereka perbuat semua itu demi mempertahankan hidupnya. Jam kerja yang padat. berjibaku dengan berbagai amanah. berda’wah. mungkin untuk membayar biaya sekolah yang semakin tidak memanusiawikan rasa. Ada lembar-lembar rupiah yang tiap bulannya kita terima. terasa begitu membuat tertekan. Lihatlah wajah-wajah bocah pengamen cilik tadi yang begitu riang gembira. bukan kesyukuran yang ingin diangkat dalam tulisan ini. ada objek-objek da’wah yang dengan adanya mereka. Tapi yang ingin ditekankan disini bahwa imajinasi kita-lah penentu segala hal yang kita terima. dan berjuta lagi kenikmatan yang mungkin justru seringkali kita anggap beban. ladang pahala siap dialirkan. Kawan. dan berjuta keluhan yang kita lontarkan setiap detiknya. Dan temannya menimpali. ada setumpuk amanah yang jika ditunaikan. terkadang hidup ini terasa begitu berat. yang mungkin tengah sibuk berkutat dengan agenda-agenda ummat.berteriak lantang. segala sesuatunya itu dilakukan tanpa keluhan. ada materi-materi kuliah yang dosen kita ajarkan. apalagi duka. dan itu mereka lakukan dengan demi segenggam logam dan recehan. mengisi forum-forum kajian.

kita persepsikan sebagai latihan untuk qona’ah dengan apa yang ada. Ya. sebab persepsi mereka membahasakannya sebagai suatu kepositifan. Semoga Dia berkenan memberi kita kesempatan untuk terus memperbaiki diri dalam menghadapi perjalanan yang sangat sebentar ini. kita persepsikan sebagai pembelajaran dari Allah dan peluang ‘tuk meraih imbalan-Nya yang lebih besar. Matahari belum terbit di sebelah barat dan belum tenggelam di sebelah timur bumi. Ketika hanya ada segelintir SDM di lingkungan kita untuk berda’wah. mungkin kita akan senantiasa termotivasi untuk memperbaiki diri.Ketika mungkin gaji kecil yang kita peroleh. kita persepsikan sebagai cambuk untuk giat belajar. salah satunya dengan mempersepsikan segala yang terjadi dalam sebuah kepositifan berfikir.com) Masih Lebih Mudah Bagi Kita Publikasi 22/01/2003 07:49 WIB . maka mengapa kita tidak mencoba mengubah pola pikir kita. ada pepatah barat yang mengatakan. senyuman. keceriaan. sehingga kita ‘kan terus bersyukur kepadaNya. Ternyata persepsi kita. dan kebahagiaan hakiki pun dapat terasakan oleh jiwa-jiwa yang ikhlas lagi lapang. paradigma kita dalam mengolah kognisi dan rasa jiwa. cara pandang kita. Bagaimana? (indra fathiana. Ketika tingkah polah dan kenakalan para bocah yang mengesalkan. psychofath@yahoo. bukan hal yang menyebalkan dan menambah beban. kita persepsikan sebagai suatu rezeki dari Allah. kita persepsikan sebagai ajang untuk melatih kesabaran. mungkin kita akan menjadi orangtua yang begitu dicintai putra-putrinya. maka insya Allah. kita persepsikan sebagai kesempatan ‘tuk meraih pahala sebesar-besarnya. dan rasa sukacita tanpa setitik pun duka. mungkin tak ada lagi wajah-wajah tertekuk dan cemberut. mungkin rumah tangga akan senantiasa terasa tenteram. Padahal mereka tidak tahu apakah dengan berlaku seperti itu. Kawan. Ketika amanah yang bertumpuk dan datang bertubi. kehidupan adalah kenikmatan yang harus kita syukuri setiap detiknya. You Are What You Think You Are (Kita adalah apa yang kita pikirkan). untuk menjadi lebih positif dan memandang segalanya sebagai hal yang bukan beban? Jika kita telah berpersepsi demikian. kita persepsikan sebagai akibat dari kekurangan kita dalam membawakan materi (pelajaran) misalnya. mungkin tak akan ada lagi berbagai keluhan. Ketika para murid yang jarang hadir. persepsi-persepsi kita. Nah Kawan. begitu menentukan sikap kita dalam menjalani kehidupan. tentu kita tak akan banyak mengeluh. mereka cukup dapat memenuhi tuntutan kehidupan yang bisa jadi jauh lebih berat dari kehidupan kita sekarang. Seperti bocah-bocah pengamen tadi. dalam keadaan apapun. mungkin kita akan selalu bersemangat. Ketika pelayanan istri yang ‘begitu-begitu saja’. Ketika ada dosen 'killer' mengajar. Mereka mempersepsikan kerja keras menghibur orang sebagai suatu keriangan. Kawan. Begitulah.

saya juga tidak tahu. Penasaran saya makin betambah. Tapi apa alasannya? Sulit bagi saya untuk mengerti. Kenapa dia harus selalu memberi? Tanpa pernah memilih lagi. Sebagian cuek. Mereka bukan tak bisa. Pernah suatu saat saya bertanya kenapa beliau suka membeli barang dari para pedagang yang ke kantor. baik yang memang terang-terangan meminta-minta. Sudah menjadi rahasia umum. "Siapa lagi yang akan membeli kalau bukan kita? Sudah terlalu banyak yang berbelanja di mall.". Ini bukan yang pertama kali. Tapi ternyata dia juga selalu memberi kepada para peminta sumbangan yang bergantian datang ke kantor kami. Peristiwa yang sama terjadi kembali. Itu jawabnya. tapi akhirnya tidak jadi membeli. "Karena saya tahu tak banyak orang yang membeli koran dari tukang koran seperti dia. polisi cepek maupun yang setengah memalak dengan 'berorasi'. Beliau memberi uang kepada setiap peminta-minta di jalanan. Sedangkan kita sudah selayaknya memberikan pelajaran. Pertama kali saya menjadi anak buahnya.eramuslim . menawarkan dagangannya. Si Bapak hampir selalu membeli barang dagangan setiap pedagang yang masuk ke ruangan kami. Hanya kurang berusaha saja. Dan saya pernah mengingatkan bapak ini tentang hal itu. Sekeping gopekan keluar lagi dari jendela mobil. Dulu. Banyak dari mereka yang menggunakan metode peminta sumbangan untuk menghidupi diri. si bapak mengambil beberapa buah barang dagangannya dan membayar tanpa menawar. Seorang penjual pengharum ruangan masuk ke kantor. Beliau tahu saya suka membaca. tanpa banyak kata. beliau hampir selalu memberikan koran harian pada saya. Beberapa kali kejadian semacam berulang. Dan kini? Ini sudah kesekian kali. Namun ternyata bukan hanya itu. Ketika para pedagang itu sampai di meja si bapak. Teramat sering malah. Beberapa hari terakhir. Tetap saja tiada hari tanpa pedagang keliling dan peminta sumbangan di kantor ini. sebagian lagi menolak dengan halus. Kalau membeli barang dagangan.Seperti yang sudah saya duga. Memberi uang sama artinya dengan memberikan persetujuan dan pembenaran. anak yatim piatu atau sejenisnya. Meskipun di pintu depan sudah tertulis besar-besar "PARA PEDAGANG DAN PEMINTA SUMBANGAN DILARANG MASUK". Entah mereka sudah bebal atau kebal. begitu jawab beliau." kata beliau. Sering. "Lantas mengapa membeli?" tanya saya. bahwa tak semua peminta sumbangan itu benar-benar peminta sumbangan untuk masjid. . saya bisa menerima dan mengerti. Penjual pengharum itu berkeliling ke meja-meja pegawai. sebagaimana alasannya di atas. "Saya tak butuh koran itu. Tapi ia tak berkomentar. Biarlah saya berbelanja pada mereka". ketika saya satu mobil dengan beliau karena ada tugas keluar kantor. mengamen. Ada pula yang menawar.

Semuanya membuat indah walaupun kita sedang di dalam suasana kegelapan malam. Atau. juga memancarkan cahaya ke bumi. Sehingga dalam satu tahun cahaya berarti mempunyai jarak 9. Masih lebih mudah bagi kita. tak mau bekerja keras dan mengharapkan uluran tangan seperti ini.com) Karena Bintang Pun Bercahaya Publikasi 20/01/2003 09:11 WIB eramuslim . kita bisa melihat betapa indahnya kelap-kelip bintang menghiasi langit. azi_75@yahoo. jika mereka bisa semudah kita mencari rizki. Kalau tidak mendung. sungguh jarak yang luar biasa jauh.000 kilometer. "Saya tak yakin dengan tidak memberi akan mendidik mereka. Mungkin mereka memang tak sungguhsunguh miskin. hmmm. kecepatan cahaya dalam ruang hampa adalah sekitar 300. Tapi saya yakin. Bintang-bintang itu sama seperti matahari kita. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam satu tahun. Tugas merekalah yang menyadarkan. ada yang terlihat putih. setidaknya masih lebih mudah bagi kita untuk mencari lagi dengan bekal kemampuan yang diberikan Allah pada kita. hendaknya kita pilih-pilih. Menurut saya apa yang beliau lakukan tidak mendidik. mana yang tampak betul-betul membutuhkan. (azimah rahayu. Kemana mereka mencari? Sedang kita? Kalaupun harta kita habis karena mereka. lantas kepada siapa mereka meminta.800. Cahaya itu sampai ke penglihatan kita setelah menempuh waktu yang amat sangat lama. Kalau biasanya kita menghitung jarak dengan meter. dan lainnya. masih lebih mudah bagi kita mendapat rezeki dibanding para tukang koran. kalau mau memberi. bisa jadi mereka hanya malas. inci.460. Sedang saya. Ya. Masih lebih mudah bagi kita mencari penghidupan dibanding para pedagang asongan. Sedikit angka-angka. Setidaknya.. Semestinya ada orangorang yang aware dengan program penyadaran itu. Cahaya itu menempuh jarak dalam satuan tahun cahaya (light year). Masih lebih mudah bagi kita. Ada yang terlihat berwarna jingga.Kali ini saya tak lagi bisa diam. Ada yang terlihat terang ada yang terlihat meredup. Ibaratkan . mereka tak akan melakukan itu semua.000 kilometer per detik. gelandangan tak berkawan. dibanding mereka. astronom menggunakan satuan tahun cahaya untuk menghitung jarak yang sangat jauh. Tahukah Anda bahwa sebetulnya cahaya bintang-bintang yang kita lihat saat ini bukan merupakan cahaya yang sebenarnya pada saat ini dipancarkan dari bintang-bintang itu. Masih lebih mudah bagi kita meminta bantuan teman. Jika karena tak ada yang mau memberi mereka kelaparan. Masih lebih mudah bagi kita mencari makan dibanding para pengamen jalanan.Sesekali pandanglah langit di malam hari.. membuat mereka makin malas.000. hanya ini yang bisa saya lakukan. kalau mau berinfak kenapa tidak melalui lembaga yang benar-benar dapat dipercaya akan menyampaikan amanah kepada yang benar-benar berhak? Saya memberondongnya dengan sebuah argumentasi panjang. ada yang terlihat berwarna biru." Urain panjang lebarnya membuat saya tertegun.

kita diberi alam semesta yang amat sangat luas. sudah tidak beraktivitas lagi. melalui cahaya bintang tadi. tentu akan memakan waktu yang sangat lama. Subhanallah. Al-Khawarizmi. sebagaimana matahari yang suatu saat nanti tidak lagi beraktivitas. Cahaya dalam diri ini masih bisa hidup jika amalan yang kita kerjakan bermanfaat bagi umat. 'cahaya' dari diri ini masih bisa terus hidup. Waktu dimana kita bisa memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan umat dan mencari ridho Allah. adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan . Nabi Muhammad pernah berkata. Misalnya bintang Alkaid mempunyai jarak sekitar 101 tahun cahaya dari bumi.. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. merupakan waktu dimana kita memancarkan cahaya. supaya Dia menguji kamu. tetapi saat ini kita masih bisa melihat pancaran cahayanya. Apa saja yang sudah kita lakukan? Cukupkah dalam umur begitu pendek.. Lihatlah nama-nama Newton. sudah mati. siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.. dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Demikian pula dengan cahaya dari bintang yang jaraknya bisa sampai ratusan tahun cahaya. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.seseorang yang menempuh perjalan sejauh itu. bahwa kita ini mempunyai umur sekitar 60-70 tahun. kita bisa menggunakannya untuk menghitung berapa lama lagi matahari akan meredup dan menjadi mati. Di satu sisi. kita mengisinya dengan amalan yang baik? Cukupkah amal yang kita kerjakan membuat 'cahaya' yang kita berikan bertahan? Tinggal bagaimana kita menggunakan waktu kita untuk berbuat baik. Amalan yang baik dan digunakan terus menerus oleh umat akan selalu membuat diri kita yang sudah wafat tadi masih terus dikenang. Einstein. kita akan meredup dan tidak beraktivitas lagi. Di sisi lain. kita diberi kemampuan untuk melihat masa lampau dari alam semesta ini. Dalam kurun waktu itu. "Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan. Seperti bintang. Jadi kita melihat cahaya dari masa lampau. manusia pun diberi waktu hidup. Sama halnya dengan bintang. Beberapa bintang sebetulnya bintang itu sudah tidak ada. walaupun kita sudah wafat. dan masih banyak lagi yang lain. Setelah kita wafat nanti. Melalui cahaya bintang itu. Ibnu Sina. kalau boleh diandaikan dengan bintang. Mereka tetap dikenang. semua bintang mempunyai umur hidup yang menentukan pancaran cahaya yang diberikannya. Galileo dan tidak ketinggalan ilmuwan dan tokoh muslim seperti Imam Bukhari. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. kita bisa mengukur seberapa jauh bumi kita ini dengan bintang lain. sehingga perlu memakan waktu yang sangat lama untuk mengeksplorasinya.. seperti bintang di langit. karena 'cahaya' dari mereka yaitu amal perbuatan mereka berguna bagi umat ini. sehingga 'cahaya' dari diri kita ini dapat terus menerus menerangi kehidupan orang lain sampai saat ini. Berarti cahaya yang kita lihat dari bintang Alkaid sekarang merupakan pancaran cahaya dari 101 tahun yang lalu. Melalui cahaya bintang itu. Kita diberi Allah suatu keajaiban. Selain itu. Yang menjadikan mati dan hidup. Maka lihatlah berulang-ulang. Subhanallah.

sekian lama aku mengembara mencari cinta. di Dada-Mu Kutemukan Kedamaian Publikasi 17/01/2003 08:08 WIB eramuslim . Kinipun hati yang peragu ini masih diguncang gundah. Terperosok aku dalam kubangan rindu bersulam palsu. Tapi yang kutemui hanyalah taman yang gersang dan tandus di bawah panasnya terik matahari yang menyiksa jiwaku. Juga masih kudambakan pujian selain dari pujian-Mu. Kadang terpikir olehku untuk menuntaskan jalan itu agar aku segera sampai. telah kupenuhi panggilan-Mu. sungguh aku bersyukur atas semua ini. Bukan tak hendak aku sabar menanti janji-Mu. jika kuingat Engkau Maha Pencemburu!!! Rabbi. bukan tak ingin aku istiqomah melewati hari-hari.sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. karena ku tahu cinta sejatimu adalah musim semi dalam jiwaku. Betapa seringnya hamba tertegun ragu. Aku sadar tidak sama pejuang dengan perintang. Tersibak juga tirai kelam yang senantiasa menyeret langkahku menjauh dari-Mu.id) Tuhan. .Ya Rabbul Izzati. Namun ampuni aku ya Rabbi. Tapi aku tak pernah berhenti memadu rindu. Akankah Kau terima buah karya tangan lemah ini? Akankah Kau hargai. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. apabila saat ini hatiku masih juga mengharapkan wajah lain selain wajah-Mu.or. gersang ragaku. lagi-lagi Kau didik aku dalam kealpaan mimpi semuku. Namun Rabbi. Jika masih juga kunanti senyum lain selain senyum-Mu. apakah salah jika aku menyandarkan diri pada dinding lain dalam sebuah bangunan Islam-Mu? Angkuhkah aku yang lemah ini Rabb? Salahkah aku yang dhoif ini Rabb? Namun Rabb. Pedih jiwaku. Kau dekap aku dalam belaian tarbiyah yang telah banyak mengajarkan aku banyak hal. Telah coba kuatasi sedapatnya panasnya hari-hari kulewati. Semuanya memang dikarenakan kelemahan hati ini yang masih saja berharap mencicipi kenikmatan duniawi. Betapa semakin berat persangkaanku akan kesia-siaan amalanku." (Qur'an Al Mulk:1-4) Wallahu'alam bi shshawab Zulfikar S. Menuju ke sana. kuberharap pengembaraan cintaku membawaku pada sebuah taman. untuk melanjutkan perjalanan yang panjang ini. Karena aku tahu. Allah. membawa tubuh ringkih ini melewati jalan yang Kau kehendaki. kulalui dengan tertatih-tatih. tidak semua hamba-Mu Kau perlakukan sama seperti aku. Telah kucoba melepas segenap yang aku mampu untuk mengatasi beratnya medan yang menghalang. Kembali ku ingat sebait doa yang pernah kurenda. Tak sanggup kubendung air mata keharuan atas semua belaian ini. Rabbku.

Beruntung aku masih punya nafas. Aku bergumul seorang diri. yang bisa kudendangkan tatkala hatiku sunyi. semakin deras air mata ku mengalir. betapa diri ini tak layak disejajarkan dengan mereka. terhimpun seluruh kekuatanku. Namun aku tidak mau terjebak di dalamnya. karena memang hanya dari-Mulah sumber kebahagiaan. Kau adalah musim semi dalam relung jiwaku. semakin kuat dan kokoh kakiku melangkah. namun lautan kasih sayang dan ampunan-Mu kuyakini tak pernah bertepi Ya Muhaimin. Jauh melesat meninggalkan bayang-bayang. Kadang kala kabut pekat yang kutemui. mulutku berteriak. kekuatan apakah gerangan ini. Dalam dekapannya runtuh keangkuhanku.. Apakah ini jawaban setiap rintihanku. yang mengantarkan kakiku ke dada pelangi. memohon agar senantiasa Kau beri aku kebahagiaan.. di sana kutemukan kedamaian yang abadi. Langkahkupun seolah terhenti. untuk yang kesekian kalinya. Walaupun syukur dan taubatku sering mungkir. jemariku kan terus kususun. tarbiyah telah merubah diriku. lenyap sifat jahiliyahku. apakah ini jawaban setiap doa-doaku? Agar Engkau sertakan aku di dalam barisan para salafussholeh?. sekuat tenaga kucoba berlari. (Yesi Elsandra. namun aku cukup arif menyadari Rabb. Dalam pangkuan-Mu. tapi langkah kaki kecilku berpacu dengan nafsu yang menahan jiwaku. Bergerak bagai awan putih merindukan terang. aku ingin sampaikan terima kasihku kepada-Mu. inspirasi dari sebuah tulisan di majalah Ishlah) .tentang sebuah janji yang telah kupatri. kesimpulan dari riak-riak hatiku ini. mulutku menyanyi lagu syurgawi. dengan kekuatan itu tanganku memainkan melodi. Mengingatnya. kuucapkan terima kasih yang tak terhingga. Allah. siapalah aku ini. Ternyata tanggung jawab itu besar berada di pundakku. Rabbana. Izinkanlah ya Allah aku menjadi penyambung cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. seperti yang Engkau kehendaki . bayang-bayang semu. serta dongeng yang tak memiliki cerita. Dengan nafas itu aku berjalan di atas bumi. atas segala cinta dan pelabuhan rindunya. sujudku tak akan pernah merenggang. bimbing aku melewati jalan orangorang bernyali singa. bibirku akan terus bergetar. Ya Rabbana. sirna kesombongnnku. Menuntun hamba-hamba-Mu yang mendambakan cinta sejati. tapi aku ingin katakan. Rabb. agar Engkau jadikan setiap nikmat yang ada pada diriku sebagai mahar yang akan aku persembahkan pada-Mu? Oh Rabbi. Yang ada saat ini bagaimana membentuk diri. Siapalah aku ini dibandingkan mereka yang senantiasa bersimbah peluh dan debu untuk membuktikan kecintaanya kepada-Mu? Betapa lancangnya aku mengukur diri dengan mereka yang menghabiskan malammalamnya dengan sujud tersungkur mengharapkan ampunan dan cinta-Mu. di dada-Mu kupasrahkan kehidupan. Rabbi. Walaupun aku tak layak mensejajarkan diri. ampuni atas segala kelemahan imanku. namun suaraku bersembunyi. melesat meninggalkan angan-angan hampa. tentang azzam yang kutanam dan juga segala amanahku.

Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. sekedar sarana untuk berolahraga dan berekreasi. Juga membersihkan kandang mereka dari rantingranting sisa makanan. bebek dan kambing. Saat tiap hari aku menempuh puluhan kilometer di atas sepeda jengki atau sepeda mini. saat menjalani liburan. Meskipun lengan sempat kram dan pegal selama beberapa hari. aku ingin engkau tahu. Sedang kini. Bermandi peluh saat matahari siang bolong panas membakar. Segar. Beberapa jam berkutat dengan mereka memang melelahkan. agar makanan di tungku menjadi masak. Bau khas ayam. berbatas cakrawala langit yang biru dengan saputan awan putih di ketinggian.Menikmati Hidup Publikasi 16/01/2003 08:27 WIB eramuslim . Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. serudukan kambing dan kotorannya terasa nyaman. sedang aku mengerjakan semua itu hanya sekali dua. Kini. juga usaha batu bata ibu. Ya. Mencari dan memberi makan ayam.Kawan. Kehijauan sawah sepanjang mata memandang. derit roda katrolnya menimbulkan sensasi yang menggembirakan. Dan kini. juga dari kotorannya. Dulu. ingin kuceritakan padamu indahnya menggenjot pedal sepeda membelah persawahan. ingin kuceritakan padamu nikmatnya mengurus ternak. Indah karena sambil menggenjot pedal aku mengenang masa-masa sebelum lima tahun yang lalu. cicit burung dan lenguhan kerbau mengiringi setiap putaran roda. ingin kubagi padamu tentang asyiknya menimba air dari sumur dengan tali. aku hanya perlu menimba saat listrik mati. karena aku anak desa. lima tahun terakhir aku lebih banyak naik motor atau menggunakan kendaraan umum. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Kuhembus bara-bara dengan sepenuh tenaga. menempuh jarak 5 sampai 10 kilometer. aku naik sepeda hanya sebagai selingan. Tapi sungguh. menyenangkan sekali memasak dengan kayu bakar. . Bahkan ke warung tetangga berjarak dua ratus meter pun selama ini aku tak mau lagi naik sepeda. lima tahun kemudian. bersaing dengan bis kota di atas sadel sepeda. Dan keasyikan itu berubah menjadi perasaan yang indah. lima tahun yang lalu. Bagaimana tidak nikmat dan menyenangkan. mengenang betapa beratnya pekerjaan itu dulu. Angin segar menerpa. atau bernafas embun saat kabut pagi masih melingkupi. keindahan itu menjadi terasa lebih indah karena lima tahun terakhir aku nyaris tak lagi menyentuh sepeda onthel. rasanya indah sekali. Sebenarnya semua itu biasa saja. mengenang lima tahun yang lalu aku harus bercapai-capai menimba berpuluh-puluh ember untuk seluruh kegiatan rumah tangga. aku harus melakukan pekerjaan itu tiap hari. tapi sungguh terasa nikmat dan menyenangkan. Tempelasan air yang menerpa teramat menyenangkan.

Dulu aku harus berhemat air agar hemat tenaga untuk menimba. karir. hari ini di sini. sudah lebih dari lima tahun aku menjadi pegawai negeri. rasanya lain sekali. Ya. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Dulu aku harus mengurus ternak untuk biaya sekolah. memasak dengan api tungku lebih enak. kemudian bekerja di tempat swasta dengan gaji besar. Tapi hari ini aku tahu. selama ini untuk memasak aku tinggal menyalakan kompor minyak atau kompor gas. menjadi pegawai negeri itu enak. Dan kini. Kata orang. karena peningkatan prestasi dan karir berjalan sangat lambat. apel merah dan anggur. Lima tahun lalu. memasak air dengan ketel listrik. bahkan sudah menjadi sarapan sehari-hari. nikmat sekali aku mengunyah potongan apel. aku ingat sekali. ketika ada pelajaran olah raga. kini aku memelihara binatang untuk teman. keringat berleleran karena udara panas di sekitar tungku. Namun . abu dan tungku. aku menahan air liur untuk sekedar dapat mencicipi melon. Phrase ini terdengar teramat klise. Ya. Buah-buahan itu beberapa tahun terakhir rasanya tak terlalu istimewa bagiku. aku merasa kurang beruntung dibanding teman-teman yang bisa sekolah lagi. Tapi selama ini aku merasa tidak nyaman. tiap hari aku bergulat dengan kayu bakar. Aku merasa kurang dibanding teman-teman yang sudah mencapai keberhasilan jauuh di atasku: dalam hal keluarga. bahwa aku pun telah mendapat pencapaian besar. Tapi bukan itu yang paling nikmat dari memasak dengan tungku dan kayu bakar. Pertama karena aku tidak suka bersantaisantai. Ya. Kedua. Karena ia adalah salah satu ajaran agama Islam dan agama lain yang hampir semua orang ernah mendengarnya. Tak ada uang untuk sekedar membeli sepotong. kini aku bisa sarapan tiap pagi dengan apel dan jeruk. Kerjanya santai. semangka apatah lagi buah pir. pir dan jeruk mandarin. pendidikan maupun aktifitas sosial. Aku merasa kurang beruntung dibanding teman-teman yang sudah menjadi para profesional. gaji tetap. Dulu aku naik sepeda ontel. aku menikmati memasak dengan kayu bakar seperti sedang berpiknik. kini dapat naik motor dan naik bus kemana-mana. mangga. tapi karena aku sudah lebih dari lima tahun tak melakukannya. Namun kini. hari ini. sedang jajan di sekolah pun hanya seminggu sekali. *** Kawan. kini aku bisa mandi sepuasnya tanpa usaha. menanak nasi dengan rice cooker. lima tahun lalu. Saat mengulumnya ingatan tentang masa lima tahun yang lalu melintas-lintas. pisang dan pepaya dari kebun.Meskipun itu berarti abu berhamburan mengotori baju. dengan gelar akademis tinggi. dan panci-panci menjadi menghitam serta butuh usaha ekstra untuk mencucinya. Dulu aku harus puas dengan ubi. Banyak orang mengatakan. Maka nikmat Allah yang manakah yang (dapat) aku dustakan? Mensyukuri nikmat.

aku berdiri di .kekliseannya tidak membuat kalimat tersebut gampang diaplikasikan. Karena saat itu aku malah belum mengenal dunia. apa yang diberikan Allah padaku. ridhailah hamba…”. Atau malahan mudah diucapkan.. Labbaikallahumma labbaik. dan melempar kerikil kecil yang bermakna besar. Mengenang kembali lima tahun yang lalu itu. Aku tak bosan-bosan berucap “Ya Allah . Oke saja bagiku berjalan kaki maupun ngontel berkilo-kilo. acara siaran langsung dari Mekkah. dan apa yang kuperoleh sudah terasa cukup. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. untuk melakukan haji dan umroh hanya untuk-Mu. Mie sebungkus untuk dua kali makan pun tak masalah. Padahal ternyata. Acara TV itu selalu kutunggu setiap tahun. maka mengapakah sekarang aku lebih tak bahagia? Mengapa aku harus membandingan diri dengan orang lain dan selalu merasa kurang? Dulu aku sanggup menikmati apa yang ada. Aku terhanyut seakan jiwaku bersama mereka. mereka bertawaf mengitari rumah-Mu Ya Tuhan. Terlihat jelas dari layar gelas itu. Tapi.com. aku yakin akan firman Allah bahwa kita tidak boleh berputus asa dalam mencapai rahmat Allah. setiap saat aku melihat gambar ka’bah dan mendengar talbiyah dikumandangkan. gajiku sebagai seorang calon PNS tidak akan cukup untuk membiayai impianku– menjadi tamu Allah di Masjidil Haram dan berziarah ke makam Rasulullah di Madinah. (Azi_75@yahoo. sulit dimengerti dan berat dilaksanakan.untuk menghalau iblis jahannam.. ridhailah hamba …”. aku saksikan di TV dengan dentuman jantung dan lelehan air mata. Kalau dihitung secara matematis. “Ya Allah…. ternyata semua biasa saja. seraya tak henti mengucap Ya Allah … ridhailah hamba menyambut panggilan-Mu kelak untuk menjadi tamu-Mu. ongkos jalan dan fotocopy. tapi perbuatan tak sesuai dengan yang dikatakan. Dulu aku sanggup hidup sedemikian. dan membuat hati berdebar serta menstimulasi butir-butir air mata yang membasahi pipiku. mereka duduk tafakur memanjatkan do’a di padang Arafah. aku sanggup hidup dengan uang 3-5 ribu rupiah seminggu untuk makan. Dulu. phrase itu ternyata bisa teramat sederhana. Gambar dan suara di TV itu telah mengirimkan sinyal ke otak. hari-hari seputar lebaran) Saat Aku Melihatnya … Publikasi 14/01/2003 07:49 WIB eramuslim. Dan semua itu dahulu biasa saja. Tampaknya itu saja kuncinya. Menikmati hidup. Di suatu malam yang sunyi dalam Ramadhan di bulan Maret 1997. mereka berlari-lari kecil dari Shofa dan Marwah. Ada saat-saat dimana kata-kata tersebut begitu abstrak. Semua itu. beriring seluruh jama'ah haji menyambut penggilan Allah. dengan status anak kos sejak kelas 1 SMA.

tapi Penciptaku yang mencukupi dan mendengar do’aku. Hal itu pula yang menguatkan semangatku untuk berusaha mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2. aku tertegun melihat jumlah saldo tabunganku. Bergegas aku menukarkan rupiahku dengan US$ yang nilainya semakin naik sampai sekarang dan tidak pernah turun. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. ibadah hamba. Ya Allah.. Setiap aku melintas di depannya setiap hari. Hampir saja aku tergelincir. ridhailah hamba …”. gumamku. aku menangis menikmati suasana malam itu. telah kaubawa hamba ke tempat yang Kau wajibkan hambaMu untuk mendatanginya.. Allahu Akbar.. bukan di tangan bosku. Subhanallaah. di jalan menuju kos-kosan baru aku melihat papan penunjuk jalan itu. 11 Januari 2002. sujud hamba. tanpa persiapan yang rumit namun dengan ridha Allah aku menikah dengan seorang muslim. Dalam kesepian. Kembali ke Indonesia. tapi Allah menyelamatkan aku. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. bisik hati kecilku. Namun rizqiku bukan di tangan Pemerintah. tangisan hamba tak akan pernah sebanding dengan nikmat-Mu Ya Tuhan. menapak kakiku di Masjidil Aqsha. Namun. Rizqi itu datang dari arah yang tak pernah aku sangka. aku jalani kehidupan sendiri dengan usia yang semakin merambat. dengan ridha Allah tersungkur aku bersujud di depan ka’bah.. sampai aku hafal. Setelah beberapa bulan aku bekerja tak kenal lelah baik di kantor di pagi hari dan mengajar di malam hari. Hamba akan sabar menanti panggilan-Mu Ya Tuhan. di tahun 2000 dengan ridha Allah aku dapat meraih gelar master di Inggris. Telah cukup bekalmu untuk menunaikan umroh. ada tanda panah dan tulisan Kantor Urusan Agama di sebelahnya. ridhailah hamba untuk menikmati damainya Masjidil Haram Ya Tuhan”. Setiap hari … spontan aku berucap “Ya Allah. bukan di tangan orang tuaku. dari balik jendela Kopaja secara refleks aku bergumam “Ya Allah … ridhailah hamba …”. “Ya Allah. Subhanallaah. Tahun 1998.. tersedu aku di masjid Nabawi mengingat Rasulullah. dua hari setelah Pak Ustadz menanyakan keputusanku. Alhamdulillaah. menambah keyakinan akan kasih dan sayang Allah pada hamba-Nya.pelataran masjid Istiqlal memandang ke langit yang jernih dan berhias bintang.. aku mendaftar untuk mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Inggris. Betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa KUA yang mencatat pernikahan kami adalah KUA yang tiap hari aku lewati. “Ya Allah … tunjukilah hamba untuk mensyukuri nikmat-Mu . Perjalanan umroh itu menjadi tambahan spirit dalam hidupku. setan mulai membisikbisik dengan segala rayuan dan tipu dayanya berusaha membelokkan niatku. “Ya Allah . Ya . terima kasih atas saat yang damai ini di rumah-Mu. yang kedutaannya selalu aku lewati jika menuju ke kantor. hamba merindukan pendamping hidup”. Allahu Akbar . Setiap hari aku lewati.

sementara di belakang mereka periuk-periuk kaleng berbunyi nyaring karena tak ada lagi yang terisi diatasnya. Kepada Anda yang tak lagi peduli apakah saudaranya bisa makan atau tidak hari ini sementara ia sibuk mengatur menu makan dan jadwal tempat yang mesti dikunjungi demi memuaskan selera gengsi. untuk bermimpi mempunyai mainan dan pakaian bagus pun tak berani. Kepada Anda yang membuang-buang makanan setelah membelinya dengan harga yang sangat mahal.. maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya . tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu.Allah … ridhailah hamba … untuk senantiasa berada dalam ajaran-Mu”…. belakang. Kepada Anda yang terus bangga mempercantik dan memperbagus anak-anak mereka dengan segala model pakaian dan perhiasan. Atau bahkan di depan mereka anak-anak jalanan dan pengemis mengais-ngais sisa-sisa makanan dari tempat sampah Anda. Kepada Anda yang tak pernah melirik sedikitpun ke arah depan. buka mata dan telinga lebar-lebar! Perhatikan dan dengarkan peringatan Allah.com) Satu Pinta Kepada Orang Yang Hidup Mewah Publikasi 13/01/2003 15:15 WIB eramuslim . namun tak menghiraukan tangisan memilukan anak-anak yatim di sebelah kamar mereka. Kepada Anda yang gemar menghambur-hamburkan harta disaat orang lain teramat sulit mendapatkan sesuap nasi. “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri. Sitta Izza Rosdaniah (sitta@rocketmail. maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah). dan mereka yang terkapar tak berdaya bersaing dengan ganasnya kehidupan. kedinginan dengan pakaian yang tak kenal baru dan bagus. menyenangkan mereka dengan segudang mainan kesukaan. ratusan bahkan jutaan manusia mengerang menahan lapar.. maka kami tidak akan pernah tahu kapan Allah akan membinasakan kami beserta hancurnya negeri ini. Sekarang juga! Karena jika Anda tidak mendengar peringatan Allah. Kepada Anda yang tak hentinya gemar memberikan tontonan parade kekayaan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa dengan kendaraan mentereng yang hilir-mudik melintasi mata kosong mereka. hanya satu pinta kami. Kepada Anda yang tak lagi peduli berapa harta terkuras untuk kesenangan yang penuh kesia-siaan ketika tetangga-tetangganya masih terus menerus merogoh kantong yang jelas kosong melompong sambil bermimpi Tuhan menaruh sekeping logam penebus dahaga. Selalu terucap setiap saat aku melihat keindahan dan kebesaran segala ciptaan-Mu Ya Tuhan .Kepada Anda yang masih senang menikmati hidup mewah ditengah-tengah keterpurukan yang terjadi di sekeliling manusia yang lain. samping kanan dan kiri mereka saat puluhan. Kepada Anda yang masih senang hidup mewah. di panti-panti asuhan yang bagi mereka.

Kita dapat bergerak dengan leluasa. Tangan yang begitu kecil dibandingkan dengan tubuh kita secara keseluruhan. memutar. kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancurhancurnya. Apa yang terjadi jika suatu benda yang tajam tidak terasa tajam. yang mana semua gerakan itu ada yang sifatnya refleks atau dalam hitungan detik dan ada yang memang kita inginkan untuk bergerak. Apa yang terjadi jika seorang yang tidak mempunyai penglihatan tidak dapat meraba daerah sekitarnya. Bahkan kadang gerakan tangan merupakan bahasa yang universal. Koordinasi dari tangan dengan bagian lain dari tubuh kita gunakan untuk berbagai pekerjaan sehari-hari. dan lain-lain. Tangan pun menjadi inspirasi dari beberapa alat bantu mekanika lain. Ya. ketika manusia berusaha pertama kali membuat tangan-tangan buatan. Didapat bahwa persendian tangan manusia mempunyai gerakan yang hampir tidak terhitung jumlahnya. seperti pintu. Tangan dapat kita putar sehingga bisa untuk membuka sesuatu. Kita berjabat tangan merupakan tanda universal bahwa kita memberikan pesan perdamaian. kita memberi pun dengan gerakan tangan. jendela. Tangan mengandung unsur mekanika yang begitu sempurna. . Kita menadahkan tangan merupakan tanda meminta.” (Al Israa:16) (Bayu Gautama) Tangan Publikasi 07/01/2003 07:16 WIB eramuslim . Kekuatan tangan kita gunakan untuk mengangkat beban. dapat mengangkat beban yang beratnya jauh melebihi tangan bahkan tubuh kita sendiri. tentu setiap hari badan kita akan terluka-luka. Jika ia tidak mempunyai tangan. Kita dapat leluasa menulis baik dengan pena maupun dengan keyboard. menarik. Salah satu kesempurnaan yang Allah berikan adalah pada tangan kita. Begitu sempurnanya. melakukan kegiatan menulis ini pun menggunakan tangan untuk mengetik pada keyboard. Bukan hanya itu saja! Allah juga memberi kita indera peraba yang paling peka pada kedua jari-jari atau ujung dari tangan kita. Apa yang terjadi jika kita tidak bisa merasakan sesuatu. mendorong. Setiap hari kita melakukan gerakan yang hampir tidak terhitung. Saat penulis. tangan yang sehari-hari kita gunakan.perkataan (ketentuan Kami). Seorang yang tuli pun dapat menggunakan gerakan tangan untuk berkomunikasi dengan orang lain.Manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna. sampai-sampai tangan menjadi inspirasi dalam bidang rancang bangun. bagaimana ia akan menggunakan tongkatnya untuk mencari jalan? Dengan tangan kita pun dapat melakukan komunikasi. Tangan menjadi inspirasi bagi persendian engsel dalam rancang bangun. dan lain sebagainya. Gerakan tangan pun begitu fleksibel dengan berbagai persendian yang terdapat padanya. Betapa murah hatinya Allah memberi kita berbagai kemudahan dalam melakukan gerakan-gerakan seperti mengangkat. Begitu susah untuk mendesain suatu tangan.

Bagaimana kita memanfaatkan maha karya Ilahi ini? Tentu dengan sebanyak mungkin menggunakan demi kemaslahatan kita bersama.. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Jangankan menikmati keindahan pagi. Bisa kita lihat balasan orang yang tidak mensyukuri tangannya pada ayat berikut: "Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangan menindas orang yang lemah. Di tengah kesibukan kita. Apalagi Allah. Wallahu'a'lam bishshawab Zulfikar S. Marilah kita bertobat. Pagi hari. Jika tiba waktunya. Suatu hari dimana kita dapat mengerjakan apa yang ingin kita kerjakan. Kita masih melihat tangan yang digunakan untuk korupsi. Kita masih banyak melihat tangan yang menengadah di bawah. Kita pun bangun. Sudah sepatutnyalah kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah. yang telah menciptakan tangan dengan sempurna.Berbagai kegunaan dan kemudahan telah Allah berikan melalui tangan yang Ia ciptakan untuk kita. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Sering kali. terdengar suara kokok ayam. Keadaan itu berangsur-angsur akan berubah.id) Hari Baru Publikasi 02/01/2003 11:26 WIB eramuslim . Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangannya untuk menyakiti orang lain. sering kita lupa untuk menikmati keindahan pagi hari. Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri.or.Hening dan gelapnya malam tidak bertahan selamanya." (Qur'an Al-Ma'idah:38-39) Allah tetap memberi kita wadah untuk memperbaiki diri. maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. belum sepenuhnya. dan kita syukuri nikmat yang Allah telah berikan melalui kesempurnaan tangan ini untuk membantu sesama. sinar matahari pagi akan mulai menyeruak dan memberi cahaya atas kegelapan yang malam bawa. apakah kita sudah melakukan itu? Hmmm. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Lalu seperti apa yang terjadi sekarang. mengucapkan syukur atas kehadiran pagi maupun kehadiran diri kita di pagi itu pun terkadang terlupakan. Apa yang terjadi jika suatu karya seni tidak digunakan semestinya? Tentu sang pembuat akan merasa terhina dan merasa bahwa apa yang telah dibuatnya telah diselewengkan. Hari dimana kita dapat beraktivitas sesuai dengan bidang pekerjaan kita masing-masing. Kita masih lihat tangan-tangan berbuat jahil. tapi tangan yang di atas sama sekali tidak memberi. kita begitu terlena . Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangan untuk mencuri. Allah telah memberi kita hari baru. Hari dimana harapan bisa tercapai dengan bekal ikhtiar yang sungguh-sungguh dan tawakkal kepada Allah. Sang Pencipta..

. Ucapan. Tidak perlu menunggu hari-hari tertentu saja untuk menjadi baik. Itulah waktu dimana apa yang sudah kita lakukan tidak mungkin akan kembali lagi. keuntungan (laba bersih) yang diperoleh perusahaan tersebut.. McDonald. Atau sebaliknya. Kita bisa melihat dan belajar dari apa yang sudah kita lalui. sampai-sampai kita lupa untuk mengucap syukur bahwa Allah memberi kita kesempatan. . Kejadian itu terjadi setiap hari di depan mata kita. Pertama adalah periode malam hari dan hari sebelumnya. Waktu yang tidak perlu kita rindukan lagi kedatangannya. air mineral adalah Aqua. Lupakan yang lampau. ... . 'Alhamdulillah' sudah merupakan bentuk optimisme bahwa hari ini dengan izin-Nya akan kita lalui dengan baik. yakni berupa image mendalam dan melekat di hati masyarakat. Karena sesungguhnya setiap hari Allah telah memberi harapan baru bagi kita untuk berusaha sebaik mungkin bagi kehidupan dunia maupun akhirat nanti. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Bisa dibilang. mari kita lihat ke depan untuk menuju cita-cita yang selalu kita inginkan. Publikasi 31/12/2002 13:34 WIB eramuslim . Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Bersinarnya matahari pagi membatasi dua periode waktu yang berbeda.." (Al Qur'an Faathir:13) Wallahu'alam bi shshawab Zulfikar S. Waktu dimana segala harapan dan impian masih luas terbentang di hadapan kita. dan Aqua adalah air mineral. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu.id) Aqua.. Itulah waktu yang perlu kita persiapkan dengan baik.dengan kenikmatan tidur ataupun sibuk mempersiapkan pekerjaan yang akan kita lakukan di siang hari. selain juga tentunya. Dengan 'Alhamdulillah' kita telah mensyukuri kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. Aqua. pastilah orang segera mengkaitkannya dengan air mineral kemasan. Semua harus dilakukan dari sekarang. Akan tetapi tidak ada yang bisa memulai dari kemarin. Pendapat ini tidaklah berlebihan karena memang upaya keras dari produsen air mineral kemasan ini patut diberi penghargaan demikian besar.. karena yang berlalu akan berlalu. ketika disebut air mineral maka yang disebut pertama adalah Aqua. .. masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Allah memberi kita suatu keajabaian kepada kita. Itulah waktu yang harus kita gunakan sebaik-baiknya. kepunyaan-Nyalah kerajaan. Coca Cola.or.Sebut saja. tidak perlu menunggu setahun untuk berubah menjadi lebih baik. "Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan. yaitu ridha Allah. Yang lain adalah periode waktu yang akan kita lalui ke depan. yaitu kenikmatan untuk dizinkan hidup satu hari lagi.

Ya. melainkan kesehatan yang diperoleh dari tubuh yang mengkonsumsi air bermineral. lanjut Fox. tapi sekarang. karena justru semakin membuat mereka kreatif. Vidi. Supermi (mie instan). masalahnya adalah hanya sedikit orang yang mampu menangkap peluang-peluang dan kesempatan tersebut yang mungkin saja terus menerus berkelebatan di depan matanya. bukan sekedar ‘air putih’ yang ditawarkan kepada masyarakat. adalah ketidakmampuannya memanfaatkan peluang tersebut sebaik mungkin. Belajar dari Aqua. Kodak (kamera). Kebanggaan yang sama. Vici. semboyan kesuksesan Julius Caesar. Banyak orang bilang. yaitu ukuran dari kandungan mineral dalam air). Mungkin tidak banyak dipublikasikan. sekitar 300 mg/l) dan secara moderat berjumlah TDS tinggi (Total Disolved Solids/Total Pemisahan Kepadatan. dan kedua. dan sangat rendah total kepadatan yang telah dipudarkan sehingga sebenarnya sudah tidak sehat lagi untuk diminum. penelitian terhadap penyakit jantung dan kanker menunjukkan bahwa air sehat adalah yang padat (yaitu yang mengandung kalsium dan magnesium tinggi. Kualitas Air minum (baik air minum dalam kemasan maupun air PAM). Banyak pesaing bukan berarti penjualan semakin terpuruk. ternyata bisa juga berlaku dalam dunia bisnis. kreatif menelurkan inovasi baru merupakan syarat utama keberhasilan. tapi sebagian orang tahu bahwa kehadiran air mineral dalam kemasan sempat mendapatkan cibiran karena menjual ‘air putih’ yang semua orang (kaya atau miskin) pasti mudah mendapatkannya. Bagaimanapun.Ya. tentu pernah dirasakan O’dol (perusahaan pasta gigi). Barangkali hal tersebut kadang menjadi sebuah garis yang terputus terhadap program menjaga kesehatan tubuh Anda. Sejatinya. Kalaupun ada yang mampu menangkapnya. Soal inovasi ini. Jeans (celana yang digandrungi anakanak muda). Nah. kesalahan kedua kebanyakan orang yang lain. Aqua menjadi contoh bahwa menjadi yang pertama melakukan satu hal yang belum pernah dilakukan kebanyakan orang merupakan satu hal besar yang pernah terjadi dalam perjalanan setiap orang. sebutlah Coca Cola minuman khas Amerika. dan masih banyak lagi. Orang boleh mencibir di tahun awal mereka menjual ‘air putih’ kemasan. kunci keberhasilan orang-orang yang sukses terletak pada kemampuannya melihat sekecil apapun peluang. juga McDonald makanan cepat saji yang juga dari negeri Paman Sam itu. tentu kita bisa menengok perusahaan-perusahaan besar lainnya yang lebih dulu berjaya. Rinso (detergen). memaparkan. secara gratis pula! Vini. Setidaknya. seberapa tepat dia memanfaatkan setiap kesempatan yang ada tersebut. atau kesempatan. Anda pun bisa membayangkan betapa bangganya mereka ketika setiap penjual air kemasan di bus-bus atau kendaraan umum selalu berteriak’ Aqua’ meski yang diusung merk lain. Aqua membuktikan hal tersebut. air tanpa mineral hampir sama saja dengan air lunak tanpa kalsium dan magnesium. . Martin Fox seorang environmental researcher and nutritionist penulis buku Healthy Water For A Longer Life. penting untuk kesehatan kita. ternyata mereka tidak berhentinya untuk belajar. Karena mereka yakin. Aqua patut mendapatkan semua itu sebagai ‘balasan’ setimpal dari apa yang mereka terima di tahun-tahun awal perusahaan tersebut memulai usahanya.

Mccrispy dan bahkan mereka berkolaborasi dengan Coca Cola. Hanya kemudian mereka tak hentinya berinovasi (selain mengeluarkan produk Fanta dan Sprite) misalnya dengan Coca Cola kemasan kaleng.. Seperti Coca Cola. Misalkan. sejak pertama kali diproduksi hingga sekarang. . kita mengenal paket hemat. kemasan botol plastik (dulu minuman ini hanya tersedia dengan botol beling). mungkin tidak terlalu merugikan apabila sejenak kita coba alihkan perhatian pada lingkungan sekeliling.Pagi merupakan awal dari kegiatan bagi sebagian besar makhlukNya untuk berikhtiar. apalagi menganjurkan). pabrik. atau sekedar memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Rumah-rumah. Megatrend 2000 menyebutkan Coca Cola sebagai salah satu perusahaan besar yang pertama kali menembus pasar Asia. tidak mau terinjak oleh kaki-kaki yang terus melangkah cepat. Pagi . semestinya dua hal yang pernah dilakukan orang-orang (perusahaan) sukses diatas juga berlaku pada diri kita. Nugget. IBM. mengingat orang makan pasti butuh minum. Publikasi 27/12/2002 09:05 WIB eramuslim . melamun. dengan berbagai ekspresi yang sering kita lihat. Pada saat berkendara. Satu persatu kendaraan mengangkut penumpangnya. begitu pula para pegawai kantoran. dan sebagainya tampak seperti biasanya tidak ada yang berubah. atau hanya sekedar buruh di proyek-proyek pembangunan rumah. menangkap kesempatan dan memanfaatkannya dengan baik. hanya sedikit saja mungkin. tidak ingin tertinggal oleh laju kehidupan yang semakin kencang. Inovasi! Tentu sebagai orang yang tidak ingin kalah dalam persaingan. pasar. ada yang bercanda. dan tak menghendaki ketertindasan oleh karena ketidaksiapan diri. tidak bermaksud mempromosikan semua merk yang disebut dalam tulisan diatas. Sementara cuaca masih terasa dingin anak-anak sekolah sudah bertebaran di pinggir jalan menunggu kendaraan umum.. makanan cepat saji juga demikian. demi keberlangsungan usaha mereka. rasa dan aroma Coca Cola ya tetap sama. McWing. Yang dijual ya ayam dengan rasa yang tidak berubah sejak dulu sampai sekarang. gedung sekolah. kemasan satu liter (family). dan besar! Jika mau belajar. Sekedar membuktikan prediksi Naisbitt dan Patricia (keduanya merupakan futurolog) akan keberlangsungan perusahaan-perusahaan yang disebutnya dalam buku tersebut (disebutkan juga.John Naisbitt dan Patricia Aburdence dalam bukunya yang terkenal. botol plastik ukuran besar dan kecil dan masih banyak lagi. Namun sekarang. dan lain-lain). mungkin hampir semua melakukan apa yang disebut Inovasi. pepohonan. dan diprediksikan akan terus jaya sampai tahun 2000 (sekarang sudah tahun 2002). ternyata semuanya masih eksis hingga sekarang. apa sih yang dijual Coca Cola. Honda. kemudian tak henti melakukan inovasi. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama. Hal sama juga dilakukan Aqua dan minuman lainnya. paket nasi. Capuccino. McDonald.

ada yang menyalip. namun apabila menengok kembali pada telaah lebih jauh akan diperoleh kenyataan yang menakjubkan. Kendaraan melaju dengan berbagai kecepatan ada yang berjalan perlahan. . berbeda dengan air. agama. CC (centimeter cubic) dalam hal ini merupakan kapasitas ruang pembakaran mesin yang digunakan oleh angkot tersebut. Secara umum dari data di atas dapat diambil penelusuran bahwa pada sekali proses pembakaran BBM atau satu putaran mesin dihasilkan 1 liter gas buang untuk kendaraan dengan kapasitas mesin 1000 cc atau 1 liter. seperti sebuah truk sedang dengan mesin 4000 cc atau truk besar dengan mesin 10 000 cc.sekolah itu catnya semakin pudar. Mungkin angka ini tidak terlalu berarti bagi kita.1300 cc (1. Pada kendaraan umum kecil yang biasa disebut angkot biasanya menggunakan mesin 1000 cc . Astaghfirulloh! Bandingkan pula dengan kendaraan truk sedang dengan kapasitas mesin 4. sakit atau sehat. penjahat. betul-betul anugerah kebebasan. dan sebagainya. harta.0 liter (4000 cc) akan dihasilkan 4000 liter gas buang permenit! Menurut pengamatan Pusat Teknologi Prasarana Jalan.2000 rpm (putaran per menit).3 liter). maka dapat diperoleh gas buang kendaraan sebanyak 2000 putaran/menit dikali 1 liter gas buang/putaran mesin atau sebesar 2000 liter gas buang/menit! Padahal mungkin kita berkendara lebih dari 60 menit dalam satu hari atau menyumbang lebih dari 120 000 liter gas pencemar perhari kepada lingkungan kita. Lebih jauh lagi. sehingga semakin besar angkanya maka ruang bakarnya semakin besar dan tenaga mobil itu semakin besar dan biasanya ukurannya pun semakin besar. pada kecepatan itu mesinnya sendiri berputar pada kecepatan +/. Bandung pada tahun 2000 tercatat bahwa untuk jalan arteri perkotaan terdapat sekitar 2000 kendaraan perjam yang melewati sebuah ruas jalan. ulama. Tahukah berapa kecepatan kendaraan yang dikendalikan bapak atau ibu sopir itu? Di kota-kota umumnya pada kecepatan sedang sekitar 40-60 km/jam. Kita bersama-sama menghirup udara yang sama. atau bahkan ada gedung baru yang dengan kokoh berdiri menjulang.0 liter-1. sangatlah sulit untuk mendaur ulang udara yang sudah tercemar. Udara adalah universal. Sehingga apabila kita anggap semua kendaraan itu angkot dengan kapasitas mesin 1000 cc maka dihasilkan gas polusi sebanyak 240 juta liter tiap jam! Sulit. tidak membeda-bedakan warna kulit. ada yang membelok dan sebagainya. atau ada pohon kecil yang baru ditanam. Melihat kembali kecepatan kendaraan yang melaju sedang dengan kecepatan 40 km/jam dan putaran mesin 2000 putaran/menit. Hal ini disebabkan udara sulit untuk dilokalisir. bahkan si pelaku pencemaran sekalipun. yang umum bisa dipisahkan antara air kotor dan air bersih.

Solusi.Musibah. "bila melihat alam yang indah ini tiada terasa kebesaran Allah bila mendapat musibah lupa dirinya hamba nikmat yang datang tiada rasa dariNya patutlah malu kepadaNya karena anugerahNya kepada kita membuat dosa rasa kekesalannya buta hati lebih berbahaya buta mata tidak nampak dunia buta hati tidak nampak kebenaran buta hati ditipu nafsu dan syaitan bahkan dilupakan saja semua rasa bangga dengan dosa bila menyebut neraka tidak terasa akan derunya bila menyebut syurga tidak terasa akan nikmatnya jiwa itu telah mati.. kesadaran itu sangatlah sulit untuk dikenali karena sifat manusia yang senantiasa khilaf sehingga memerlukan waktu yang tidak sedikit dan perlu kerjasama semua pihak untuk membinanya. Lebih dahsyat. Namun. atau buta. Seperti diungkapkan dalam renungan berikut ini. karena mungkin dalam beberapa generasi manusia berikutnya udara merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup mereka. kegiatan berkendara merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan. musibah yang terjadi baru-baru ini mungkin menjadi tidak berarti dibandingkan penghancuran bumi secara masal yang kita lakukan secara gotong royong tanpa disadari.. meningkatkan kesadaran akan kesehatan lingkungan merupakan solusi terbaik yang relevan pada saat ini." (izzatun nissa') .. Walaupun begitu besar produksi limbah terhadap udara kita tiap harinya..

400 ppm untuk HC. H2O. seperti keputusan Menteri Lingkungan Hidup KEP-35/MENLH/10/1993 TENTANG AMBANG BATAS EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR "Kandungan CO (karbon monoksida) dan HC (hidro karbon) dan ketebalan asap pada pancaran gas buang: Sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4. Kandungan CO dan HC sebagaimana dimaksud di atas diukur pada kondisi percepatan bebas (idling). sesudah perjanjian itu teguh dan memutuskan apa yang oleh Allah disuruh menghubungkannya.5% untuk CO dan 3.000 ppm untuk HC. Kota Jakarta terlihat indah dari sini.Dan firman Allah Swt tentang orang-orang fasik (durhaka). Sepeda motor 4 (empat) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4.5% untuk CO dan 1.5% untuk CO dan 2. 23 Desember 2002 Riki Hendriana (Riki@excelcom. Pada kota-kota besar seperti New York dengan tingkat polusi tinggi kehadiran gas pencemar ini sudah sangat kentara berupa kabut putih yang sering di sebut smog (smoke and fog) atau kabut asap. masjid yang artistik. peri kecil).co." (Al Baqarah:27) Dan tidak ada salahnya untuk mengetahui beberapa peraturan pemerintah. dan mengadakan kerusakan di bumi ini. Jakarta. CO. senyawa hidrokarbon (HC). menerawang jauh ke depan gedung-gedung tinggi. Ketebalan asap gas buang sebagaimana dimaksud di atas diukur pada kondisi percepatan bebas. seperti di negeri awan. Termenung sejenak menatap ke luar jendela.. Segera kubaca email satu per satu sambil berharap ada seorang teman yang mengingatkanku akan khilaf hari ini (Je toi aime aussi mon ami.200 ppm untuk HC. Kendaraan bermotor selain sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar solar disel dengan bilangan setana ³ 45 ditentukan maksimum ekivalen 50% Bosch pada diameter 102 mm atau 25% opasiti untuk ketebalan asap." Sudahkah kendaraan Anda layak uji emisi ? Komposisi gas buang kendaraan sebenarnya lebih kompleks seperti senyawa nitrogen oksida(NOx). di lantai delapan di hadapan meja resik tempat saya bekerja. CO2. ah ternyata hari masih pagi. Ozon (O3). (Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah. senyawa belerang oksida(SOx). dan unsur logam berat yang sekarang pemerintah berusaha menguranginya. Merekalah orang-orang yang rugi. dan hijau pepohonan di perumahan penduduknya diselimuti kabut putih yang samar.id) Yang Berilmu Yang Terpilih Publikasi 26/12/2002 07:10 WIB . Kendaraan bermotor selain sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4.. ".

Akan tetapi secara intelektual. Namun apa yang kita lihat sekarang? Muslim diidentikan dengan terorisme. bangsa Norman berhasil mengambil alih kekuasaan di Sicillia. tapi apakah itu adalah kekalahan bagi muslim? Walaupun secara militer. Kita tidak perlu memprotes kepada mereka. kekuasaan sudah diambil alih oleh bangsa Norman. . Berakhir pulalah kekuasaan Islam di daerah Mediterania. Sebagaimana kita lihat dari pengakuan Roger II terhadap Al-Idrisi. Kita tidak perlu melakukan itu untuk mendapat pengakuan dunia.Tercatat dalam sejarah bahwa. Baru kemudian di sekitar awal abad ke 11. Sehingga pada zaman itu tidak dikenal istilah admiral bagi pemimpin armada laut. tapi dikenal dengan 'emir'. Bukan waktunya lagi untuk terus menghujat negara-negara non Muslim. Sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang semua itu berasal dari Allah. daerah di sekitar kepulauan Mediterania tepatnya Sicillia merupakan daerah yang berkembang di bawah ajaran Islam. bagaimana ia menghormati ilmuwan muslim dengan menjadikan muslim sebagai pemimpin armada maritim-nya. Muslim selalu dikaitkan dengan kekerasan. Salah satu ilmuwan yang terkenal adalah Al-Idrisi. Bahkan karena mengetahui betapa pesatnya ilmu pengetahuan para muslim. ia menjadikan Sicillia sebagai pusat pertemuan antara ilmuwan muslim dengan ilmuwan Eropa yang sebetulnya saat itu masih terbelakang. Al-Idrisi merupakan cartographer muslim yang pertama kali membuat atlas dunia terdiri atas tujuh puluh peta dan dilengkapi dengan data-data geografis yang akurat. Bukan saatnya lagi bagi kita untuk mengeluh. termasuk dalam hal ilmu pengetahuan. secara ilmu pengetahuan muslim tetaplah insan-insan yang mempunyai kualitas yang tidak bisa ditandingi. Apa yang bisa kita ambil sebagai hikmah dari sejarah itu? Kita memang kalah dalam pertempuran. Pada era ini muncul beberapa ilmuwan muslim berasal dari daeah ini. bahwa sebetulnya kita tidak perlu melakukan penyerangan balik. Jarang sekali kita mendapat pengakuan sebagai yang paling terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Al-Idrisi dipilih. Selama hampir 3 abad. Yang perlu kita lakukan adalah dengan menjadi insan manusia yang benar-benar menguasai bidangnya. ia mengambil ilmuwan muslim untuk membantu mengembangkan ilmu pengetahuan. karena Roger II mengetahui bahwa secara ilmu pengetahuan muslim merupakan yang terdepan pada saat itu. muslim tetap menjaga dominasi ilmu pengetahuannya bahkan bagi penakluknya sekalipun. Muslim menganggap ilmu pengetahuan adalah amanat dari Allah. Ketika Roger II dari bangsa Norman menjadi penguasa di daerah Sicillia. Muslim sekarang lebih memilih untuk melakukan 'protes' dan mengeluh terhadap kedigdayaan negara-negara non Muslim. Kita tidak perlu melakukan tindakan-tindakan yang justru akan mengindentikkan kita dengan kekerasan. Di bidang lain pun demikian. Islam berkembang dengan pesat di wilayah ini. Beliau oleh Roger II diberi amanat untuk membuat peta atas wilayah kekuasaan Norman.eramuslim .

Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. bahkan membuat batu-bata. Kamu kan perempuan! Sudah pasti. pengin jadi ibu rumah tangga?”. pertanyaan seperti itu pun kembali meruyak. Wallahu'alam bishshawab. Dulu Ibu saya juga sempat bekerja di konveksi dan mengambil jahitan. Kenapa? Pasti.or. . Beliau memang tidak suka berdiam diri. mengurus warung kecil di rumah. Ketika SMP dan SMA dulu.selebrities. untuk lembaran Osis."Menjadi Ibu". Semua itu dilakukannya. utama sekali untuk membantu ekonomi keluarga. insinyur. Apapun bidang pekerjaan Anda. Zulfikar S. suatu saat kamu akan menjadi seorang ibu!”. dengan senang hati dan panjang lebar saya menerangkan apa maksud cita-cita Menjadi Ibu. maka jadilah ekonom yang handal dan berakhlak Islami. Itulah cita-cita saya. Ibu saya bukan wanita karier. Dan kemudian. untuk guru sekolah. Ada juga yang bertanya ”Apa maksudnya cita-cita menjadi Ibu?”. Bahkan ada yang meledek ”Cita-cita kok menjadi Ibu. Tentu saja banyak yang heran. dan lain-lain”. bukan! Ibu saya bukan siapa-siapa. Selain itu juga untuk membantu keluarga besar Ibu dan sebagai bentuk kemandirian ibu. mengurus ayam. selalu itu yang saya tulis pada saat saya mengisi lembar biodata. maka jadilah engineer yang handal dan berakhlak Islami. mengurus sawah. Ibu saya bisa mengerjakan apa saja. Jika Anda seorang engineer. bebek. tanpa dicita-citakan. Dari pekerjaan rumah tangga (termasuk yang biasanya dikerjakan kaum laki-laki seperti membenahi genteng). Itulah maksudnya. guru. Tapi kesibukannya melebihi wanita karier. Teman-teman berkomentar ”Cita-cita. Rohis dan lain-lain. tekunilah bidang itu sungguh-sungguh dan jadikanlah Islam dihormati kembali sebagai pembawa rahmat bagi semesta alam. Ada lagi yang menyindir ”Udah pengin kawin ya? Kok. Menjadi (seperti) Ibu (saya). bukan pula -apalagi. Semuanya. karena Bapak yang cuma guru SD di kampung. yang menyediakan isian kolom citacita. Cita-cita tuh menjadi dokter. Untuk teman.id) Menjadi Ibu Publikasi 23/12/2002 12:41 WIB eramuslim . Apa istimewanya Ibumu sehingga kau ingin menjadi sepertinya? Mengidolakannya di saat para remaja lainnya mengidolakan para selebritis dan sejenisnya? Apakah Ibumu seorang wanita karier yang sukses? Bukan. Dimana saja. dan kambing peliharaan kami.Jika Anda seorang ekonom. kok menjadi Ibu. angsa.

maupun lahiran. karena ibu bisa membuat makanan-makanan lezat.Ibu saya bukan aktivis. juga pengajian aisiyah yang diselenggarakan di tingkat kecamatan. Kekaguman-kekaguman saya terhadap ibu sempat hilang. yang tetangga sering mampir namun lebih banyak bergosipnya daripada berbelanja. sakit. Tapi di lain pihak. Dan buku pelajaran dan perlengkapan sekolah saya cukup lengkap. tapi aktivitasnya juga luar biasa. ibu saya juga memiliki banyak kekurangan. saudara maupun tetangga. Ibu bukan pula wanita berpendidikan tinggi. Ibu rajin hadir ke pengajian Yasinan. padahal di kampung kami gossip hampir merupakan 'keniscayaan’ seorang perempuan. Namun kini. Bahkan makin hebat. Ketika saya banyak memiliki waktu berinteraksi dengan ibu lagi. Yang dibesarkan tanpa pendidikan etika dan unggah-ungguh jawa yang tinggi. ibu saya masih tetap sehebat yang dulu. Ketika anak-anak lain mendapat uang saku 100 rupiah sehari. ibu dicintai oleh semua orang. ibu saya tak pernah bergosip. dan menjalani dunia kampus dengan berbagai aktivitas keislaman yang menyita seluruh kekaguman saya. Namun. Tak ada kue. Tapi ibu menjawab tidak tahu. meskipun tanpa alat dan bahan memadai. Termasuk di warung sayur kecil kami. Ia rajin ‘rewang’ jika ada tetangga yang punya hajat. karena memang tidak ada namanya. Karenanya. Bajunya pun tak pernah dari bahan sutera atau bordir. ketika saya kembali banyak berpaling kepada ibu. makanan yang dibuat ibu sudah cukup bagi kami. Ya. cake dan makanan-makanan enak lainnya. Ibu juga bukan wong agung keturunan ningrat. ibu memang kreatif. Masakan itu beliau buat dari bahan yang apa adanya. meski aktif di masyarakat. Tapi lebih karena saya kemudian hidup jauh dari ibu. Bukan. Ibu saya tidak pandai memasak resep-resep umum apatah llagi resep modern. Tapi ibu pintar dan dulu sering membantu saya belajar. saya dan adik saya hanya mendapat baju-baju sederhana (namun tetap terawat rapi dengan seterika arang). tapi rasanya kekurangan yang dimiliki ibu tak ada artinya dibanding segala ‘keluarbiasaannya’ di mata saya. saya tak pernah menunggak bayaran sekolah seperti teman-teman lainnya. Make-upnya hanya bedak tipis dan lipstik murahan. yang kami miliki di dapur kami. Sekolah anak-anak adalah nomor satu baginya. melainkan hanya wanita desa yang sederhana. Ibu juga bercita-cita tinggi untuk anakanaknya. Ia juga rajin membantu jika ada tetangga yang meninggal. Kondisi kami yang berkekurangan tak pernah membuat kami ingin masakan dan kue-kue modern. Sering dulu saya bertanya nama masakan yang dibuat ibu. Tapi beliau cukup mengerti bagaimana bersikap sesuai situasi dan kondisi. Tapi beliau selalu rapi dalam kesederhanaannya. Ketika orang tua-orang tua lain membelikan anak-anaknya baju yang bagus-bagus. kami hanya mendapat 50 rupiah. bukan karena ibu tidak lagi seperti ibu yang dulu. Bahkan SD pun beliau tidak lulus. . Tentu saja. Tapi semua yang dimasak ibu lezat. Hingga kami tidak tumbuh menjadi anak yang suka jajan.

ora kurang jalaran (tidak kurang sebab)". namun keyakinannya kepada Allah sedemikian kuat. Suatu hari. Kini. Agar ibu cukup dibonceng bapak. meskipun seharusnya ia bersyukur. Beliau tetap aktivis sosial yang baik.com) Lima Detik Pertama Penentu Sukses Publikasi 18/12/2002 09:45 WIB eramuslim . wanita karier yang kuat. ibu selalu berdo’a dan meminta pada Allah tiap habis sholat. Betapa kesederhanaanmu ternyata menyimpan samudera makna kehidupan yang dalam. Dan yang paling berkesan. langkah ini biasa dikenal dengan. saat permasalahan itu merundung. karena bahkan seorang yang berencana bunuh diripun tak ingin mengalami kegagalan. “Ah. Duh. Ibu. Bahkan. dan . Saya kan sudah tujuh tahun tinggal di Jakarta. Maksudnya. menjalankan warung. yang penolong. karena ibu pasti mabok kalau naik bis atau mobil”. Ibu saya bahkan tetap tegar ketika beberapa waktu lalu badai menggoncang keluarga kami. Apapun. Saat ini. saya kembali mengisinya dengan mantap: Menjadi Ibu. kado hari Ibu untuk para wanita nan tegar penuh cinta) Azimah Rahayu (azi_75@yahoo. ibu yang realistis dong. agar kalau ibu pengin menengok kalian. yang ringan tangan. tapi tak ringan mulut. jodoh itu khan urusan Allah.Sukses. beliau tetap ke sawah. Darimana jalannya saya mendapat jodoh orang sini?” jawab saya. Kalau Allah menghendaki. Rencanakan Apa Yang Hendak Dikerjakan. semoga jodohmu orang dekat sini saja. ibu tak harus jauh-jauh ke Jakarta. kuncinya adalah rencana yang matang dan usaha yang maksimal untuk menjalankan semua yang telah terencana itu.” Nduk. Ibu saya menjawab kalem. ”Lho. dan membuat batu-bata serta memelihara banyak ternak. untuk meraih sukses. Gosip dan goncangan yang menerpa tak membuatnya berubah. Kita hamba-Nya boleh minta apa saja. jika saya mengisi lembar biodata lagi yang ada isian cita-cita. orang akan menanggung malu teramat besar jika upaya bunuh dirinya ternyata tidak berhasil. (@az. Dan ibu juga minta. Mungkin terlalu ekstrim jika yang diambil contoh adalah soal bunuh diri. namun hal itu sekedar ingin memberikan gambaran bahwa untuk hal paling hina pun orang berusaha maksimal untuk merealisasikannya. semoga kamu mendapat jodoh yang sholeh dan sepadan denganmu.Beliau tetap pekerja keras. meskip pengetahuan agama Ibu minim. ibu saya berkata. ketika dua anaknya sudah tak lagi membutuhkan biaya. mungkin tidak satupun manusia di dunia ini yang tak ingin meraihnya. beliau tak pernah menunjukkan kesedihan di hadapan kami anak-anaknya. Dalam prinsip manajemen.

Akibatnya. hubungan interpersonal atau apapun yang menjadi obsesinya ternyata ada pada lima detik pertama setiap langkah awalnya. Lima detik begitu menentukan? Tepat! Karena yang harus Anda lakukan pada lima detik pertama itu adalah kunci sukses nomor satu yang tidak boleh dilewatkan. yakni sebuah proses dimana kesan pertama kita terhadap orang lain menyebabkan kita menilai perilaku berikutnya atas dasar kesan pertama kita. Artinya. Ya. ada sesuatu yang disebut pengaruh pertama. Dan yang lebih penting. Ini artinya. senyum mampu menciptakan empat hal yang luar biasa: Menimbulkan rasa percaya diri. Anda menciptakan citra orang tersebut sebagaimana ketika mula-mula Anda bertemu dengannya dan Anda melihat perilakunya pada masa-masa selanjutnya melalui citra ini. maka dia akan cenderung lebih baik dalam menilai anda pada masa-masa selanjutnya. Get Anyone To Do Anything menyebutkan. Jadi. satu hal yang sangat mudah dan praktis untuk dilakukan: Tersenyum. jika keluar dari prinsip tersebut. Dengan tersenyum menunjukkan bahwa Anda menyenangi tempat dimana Anda berada dan senang bertemu dengan orang yang Anda temui sehingga pada gilirannya dia akan semakin tertarik untuk bertemu Anda. jelas cara yang paling ampuh untuk menciptakan kesan pertama yang mengagumkan. kesan pertama kita terhadap seseorang sangat penting karena segala sesuatu yang kita lihat dan kita dengar selanjutnya disaring melalui pendapat kita yang pertama. tersenyum menunjukkan penerimaan yang tulus dan menyebabkan orang lain tahu bahwa Anda mau menerima dia dengan tulus. Berkenaan dengan kesan pertama ini. dan semangat. . tersenyum menandakan penerimaan yang tulus. kesan pertama. Semangat sangat penting untuk menciptakan kesan yang baik karena semangat itu dapat menular kepada orang lain. entah itu berkenaan dengan karir. Mengapa senyum? Jangan pernah pernah menganggap sepele tersenyum. David J Lieberman dalam sebuah buku laris yang berjudul. itulah yang harus Anda ciptakan untuk bisa memulai segalanya lebih lancar sehingga kesuksesan seolah sudah digenggaman Anda. Namun. Selain itu. Pada akhirnya. Anda tentu masih ingat pesan sebuah iklan produk parfum pria yang pernah ditayangkan di TV yang berbunyi. Orang yang tersenyum dianggap sebagai orang yang penuh percaya diri karena ketika kita sedang grogi atau tidak yakin dengan diri kita atau sekitar kita. karena Rasulullah pun memberikan nilai sedekah untuk setiap senyum yang kita berikan kepada saudara kita. selanjutnya terserah Anda …”. Tentu saja tersenyum menimbulkan kebahagiaan sehingga akan mempertemukan kita kepada orang-orang yang bahagia karena kita melihat mereka dengan cara yang positif. Dan tersenyum. bisa jadi satu keniscayaan bahwa kegagalan segera menghampiri Anda. “Kesan pertama begitu menggoda. apabila kesan pertama seseorang terhadap Anda baik. kita cenderung untuk tidak tersenyum. kebahagiaan. taktik nomor satu untuk menciptakan kesan pertama yang luar biasa tetapi mudah dilakukan adalah: Tersenyum. tahukah Anda apa yang paling menentukan dari semua proses awal menuju kesuksesan ketika hendak memulai satu upaya merealisasikan semua rencana? Rahasia sukses seseorang dalam meraih semua impiannya.Kerjakan Apa yang Sudah Direncanakan.

Senyum bisa menjadi senjata yang paling ampuh dalam berbagai kondisi. Lakukanlah dengan segera dan senyum akan menjelaskan banyak hal tentang diri Anda: Semuanya Positif. sebagai respon atas suatu kejadian. kita adalah manusia. Itu semua telah diberikan oleh Allah. karena memang itulah sifat dari emosi. robot itu seakan-akan mempunyai kemampuan berpikir sendiri. sedang apapun ketika Anda tengah berinteraksi dengan orang lain. Tidak seperti robot. Dimana walupun secara fisik berbeda. Tidak seperti robot. telinga. Sampai pada tahap tertentu nantinya bisa saja robot akan mengatakan 'tidak' terhadap manusia pembuatnya. bersama siapapun. Kita bukan robot yang selalu menjalankan tugastugas yang rutin. saat interview. misalnya mengendalikan reaktor nuklir. Sebagai hasil kreasi manusia. sang Maha pencipta. Sehingga pada suatu saat. wawancara dan lain sebagainya. alat indera itu secara fungsionalitas memiliki kesamaan dengan yang dimiliki manusia. jadikan senyum sebagai modal utama Anda. Secara sepintas memang robot itu seperti manusia. dan berbagai indera lain sama halnya seperti manusia. karena percakapan dan hubungan Anda selanjutnya akan disaring melalui momentum awal ini. Tujuannya adalah bagaimana agar hidup ini dapat lebih dipermudah dengan mendelegasikan pekerjaan yang rutin maupun pekerjaan yang seharusnya tidak dikerjakan manusia. Bahkan kini sudah ada emosi buatan disebut artificial emotion.Dimanapun. Dengan AI. . Itulah sebabnya mengapa tersenyum itu sangat penting. Mereka memiliki mata. Robot itu merupakan salah satu kreasi manusia. Tidak seperti robot. kapanpun. Alhamdulillah. pengetahuan robot itu bisa saja melebihi manusia yang membuatnya dan merespon berdasarkan emosi. Saat ini bahkan sudah dibuat robot yang mempunyai kemampuan untuk menambah pengetahuannya sendiri. robot akan selalu mengikuti perintah yang membuatnya.Mungkin kita sering melihat film fiksi ilmiah dimana terdapat makhluk yang menyerupai manusia tapi bukan manusia. Sebagai ingatan. dengan demikian akan menciptakan kesan yang sangat baik. Inilah yang disebut sebagai Artificial Intelligence (AI). kita bisa saja istirahat dari segala aktivitas kita. Sampai mungkin suatu saat kita bisa melihat robot bisa dijadikan sebagai angkatan bersenjata sebagaimana kita lihat di film-film fiksi ilmiah. jangan pernah sia-siakan momentum awal (detik-detik pertama) untuk tidak menjadikannya sebaik mungkin. mulut. yang lebih dikenal dengan robot manusia. kecerdasan yang ada pada diri kita bukanlah buatan tapi merupakan kecerdasan yang sebenar-benarnya. emosi yang ada pada diri kita juga merupakan emosi yang memang tidak bisa ditebak keadaannya. Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Jangan Jadi Robot! Publikasi 17/12/2002 08:45 WIB eramuslim . seperti hubungan interpersonal dan interelasi. Robot itu juga bisa digunakan untuk mengoperasikan tugas-tugas tertentu yang beresiko tinggi. dimana robot akan mempunyai kemampuan untuk beremosi. Robot bisa diberdayagunakan di pabrik mobil untuk merakit komponen.

dan sekuat apa tubuhnya kelak menanggung akibat dari . sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Allah. Wallaahu'alam bishshawab Zulfikar S. Padahal kecerdasan yang kita miliki hanyalah bagian kecil saja dari seluruh ilmu Allah.or. Karenanya jika kita tidak ingin dikatakan sebagai robot. berprasangka buruk dan menjelek-jelekkan saudaranya. Kita justru akan mengatakan 'tidak' kepada Allah. aku tidak tahu. tetapi justru semakin menjauhkan kita dari Allah. aku tak habis pikir. Sebagaimana firman Allah: "Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Allah. sekuat apa penciuman dan mulutnya karena pada saat itu ia seperti tengaha memakan bangkai saudaranya sendiri. Bersyukurlah kita yang tetap menjaga sisi spiritual kita. menggunjing. Selain itu terkadang kecerdasan yang ada pada diri kita ini digunakan untuk berpikir dan menghimpun pengetahuan yang tidak membuat kita semakin mendekatkan diri kepada Allah. pencipta kita sendiri.id) Lelah … Publikasi 16/12/2002 07:33 WIB eramuslim . sudah sebegitu kelunya lidah ini terpaksa menari mengikuti irama gendang kepalsuan yang tak hentinya bertabuh. sama halnya seperti robot. terbuat dari apakah lidah mereka sehingga teramat hebat merangkai kata-kata indah menutupi kebenaran. Seandainya masih beredar orang-orang yang tak hentinya berlaku sombong. "Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun. aku tidak mengerti. Beruntung bagi kita manusia yang diberikan sisi lain yang tidak mungkin ada pada robot. Sisi spiritual itulah yang memungkinkan kita untuk selalu mengingatNya. Sampai-sampai kita merasa orang yang paling pintar di dunia ini dan berlaku sombong.Kalau ada orang-orang yang masih terus menerus berdusta. Dalam kehidupan sehari-hari kita terjebak dalam keadaan yang memaksa kita berperilaku seperti robot. Jika masih ada sebagian orang yang saling mencaci. angkuh dan takabbur.Walaupun demikian. karena inilah yang membedakan kita dengan robot-robot. ingatlah selalu kepada Allah dengan dzikir dan bersyukur kepada-Nya agar kita bisa menjadi manusia yang sebenarnya. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbaiknya. yaitu sisi spiritual. sebesar apa dirinya sehingga sangat lancang menantang kebesaran Tuhannya. dan demi bukit Sinai. meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)" (Quran Surat Al-Kahfi:109). menghina. Padahal sekali saja berdusta. dan demi kota (Mekah) ini yang aman. menyembunyikan hakikat mengedepankan kepalsuan. sudah sedemikian lelahnya kita berpikir untuk mencari segudang alasan baru untuk dusta berikutnya." (Quran Surat At-Tin 1-4).

Walaupun hanya segelas air. Dilanjutkan di siang hari. kita tetap bersabar untuk menahan haus. fakir miskin dan orang-orang lemah. Lalu kenapa masih ada yang berani meski sekedar mendekatinya? Umpamanya masih hidup orang-orang yang gemar berbuat maksiat. kita memulai aktivitas Ramadhan dengan bersahur. kesombongan adalah mutlak miliki Allah semata. Begitu tiba saatnya berbuka. ketika beban kerja begitu menekan.kesombongannya. Sehingga amarah menjadi reda kembali. Lelah menahan hentakan demi hentakkan yang bergemuruh di dalam dada ini setiap kali aku melakukan perbuatan maksiat. ini yang sangat mudah aku pahami. Sekiranya tetap hidup manusia-manusia yang enggan menyisihkan sebagian harta yang dimilikinya. Aku sangat tahu betul. dengan sangat mudah pula Dia mengambil darinya? Mungkin saja masih ada segelintir makhluk Allah bernama manusia yang tak bosannya berzina. Di tengah terik panas matahari. jika saja ada sebagian kecil dari orang-orang diatas yang berhenti melakukan semua yang dilarang Rabb-nya. aku semakin heran. tidak terlalu sulit untuk dimengerti. Dimulai dari dini hari. sungguh aku tidak akan pernah memahami. kita lepas lapar . Padahal seratus kali ayunan cambuk atau lemparan batu hingga mati bisa jadi satu-satunya alasan Allah untuk memberikan ampunan atas perbuatannya. sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah. pada saat dimana pada umumnya manusia masih terlelap. kita langsung ingat bahwa kita sedang berpuasa. maupun pengalaman mengesankan dalam menjalankan roda kehidupan di kala bulan Ramadhan. Dan jika itu tidak dilakukannya. di kala kita sedang beraktivitas. setebal apa kulit mereka menahan api neraka Allah. tetapi menghancurkan tubuh kecil tak berarti ini. Namun. sungguh aku semakin bingung dibuatnya. Demikian pula. karena akupun pernah mengalaminya. Dalam keadaan ingin marah. sudah pasti kilatan cambuk Allah di akhirat nanti bukan sekedar mematikan. Tidak lupa kita senantiasa menjaga pandangan dari hal yang menjurus maksiat dan sia-sia. lelah rasanya terus menerus berbuat dosa. bangga dengan dosadosanya. Sahur kita lakukan untuk mempersiapkan diri sebelum berpuasa sepanjang hari nantinya. suka-duka. Astaghfirullaah … (Bayu Gautama) 11 Bulan Pembuktian Paska Ramadhan Publikasi 11/12/2002 09:31 WIB eramuslim . itupun sudah cukup. sementara bertebaran di seluruh penjuru bumi Allah ini anak-anak yatim piatu. apakah ia selalu berpikir bahwa semua itu diperolehnya murni dari hasil jerih payahnya? Tak pernahkah ia tahu bahwa semua yang ada padanya itu adalah atas kehendak Allah Sang Pemberi Rizki? Yang seandainya Dia berkehendak.Apa yang bisa kita ambil dari ibadah selama bulan Ramadhan? Banyak likaliku. Dan lelah untuk terus memikirkan ancaman dan hukuman macam apa yang diberikan Allah kelak di hari pembalasan. sekuat tubuh orang-orang itu menerima adzab Allah yang tak pernah berhenti. Padahal semestinya ia tahu.

Rasulullah menganjurkan menyegerakan berbuka dan dengan makananmakanan yang ringan seperti korma. Ibadah Ramadhan kita dikatakan berhasil. Dalam memulai beraktivitas kita dianjurkan untuk selalu mempersiapkan diri. kita dapat beraktivitas sebaik di bulan Ramadhan. kita tetap dianjurkan untuk memakan makanan yang sederhana terlebih dahulu. Kita pun dituntut untuk bekerja dengan efektif. kita akan selalu mengendalikan diri. berpuasa di siang hari. Apakah berhasil pelatihan yang Allah berikan ini? Pelatihan di bulan Ramadhan akan berhasil jika kita bisa mengimplikasikannya dalam bulan-bulan selain Ramadhan. Karena tanpa perlu disuruh atasan. yaitu menjauhi perbuatan sia-sia dan maksiat. sampai berbuka. Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan kemarin. Demikian pula di saat berbuka. Bulan ini menjadi lebih baik dari yang kemarin. insya Allah. memberikan pelatihan kepada kita selama Ramadhan ini untuk bisa menjadi manusia yang dapat mengatur hidupnya menjadi lebih baik. Kalau kita mau memikirkan hikmah di balik aktivitas selama Ramadhan. Betapa murahhatinya Allah. dan insya Allah bulan yang akan datang lebih baik dari bulan ini. demikianlah adanya dimulai dengan berikhtiar semaksimal mungkin dan harus selalu dibarengi dengan tawakkal hanya kepada Allah. Betapa kita akan menjadi orang yang beruntung. Dengan demikian insya Allah kita akan menjadi manusia berhasil dunia dan akhirat.id) Wajah Kemusliman Kita Publikasi 10/12/2002 09:44 WIB . Bagaimana kita akan menjadi manusia yang sukses jika kita tidak mengawali dengan persiapan yang baik. Mulai dari sahur. kita dituntut untuk selalu mematuhi waktu itu. Akan sangat beruntunglah kita yang dapat tetap menjaga ibadah maupun ritme kehidupan seperti di kala Ramadhan dalam sebelas bulan mendatang sampai bertemu Ramadhan yang akan datang. jika di sebelas bulan ke depan. Wallahu'a'lam bishshawab (Zulfikar/zulfikar@ukhuwah. pelajaran yang bisa kita ambil adalah bahwa dalam hidup kita dituntut untuk senantiasa sederhana. kita diminta untuk mengembalikan semua itu kepada Allah saat melakukan shalat malam. dan demikian pula insya Allah Ramadhan yang akan datang kita persiapkan agar lebih baik dari Ramadhan kali ini. Demikian seterusnya selama satu bulan penuh. sebagaimana kita lakukan di siang hari kala berpuasa. karena merasa ada yang mengawasi yaitu Allah. Aktivitas kita diakhiri dengan melakukan ibadah shalat malam.or. Satu hal lagi yang tidak kalah penting adalah manajemen waktu yang begitu terjaga di kala Ramadhan. Karena sesungguhnya hal itu bisa kita lakukan tidak hanya di bulan Ramadhan. sebagaimana tercermin dari sahur. Hal ini merupakan kontrol yang efektif bagi manusia. insya Allah banyak pelajaran yang bisa diambil. Walaupun kita dapat mengumbar nafsu untuk menyantap hidangan semaunya. Setelah melakukan semua rangkaian aktivitas itu. Justru cobaan akan terjadi di sebelas bulan mendatang. apakah Ramadhan kita berhasil atau tidak. Di dalam hidup ini.dan dahaga. karena setiap hari lebih baik dari hari yang kemarin.

Termasuk juga kesanggupan untuk melakukan ibadah puasa. Ada getaran perasaan luar biasa yang tak terlukiskan di saat-saat itu. Ia pantulkan kembali Kemahapengasihan Allah dalam sikap yang santun dan penyayang kepada mahluk Allah lainnya. bahwasannya apapun saja yang dilakukan hanyalah berkat perkenan dan pertolongan dari Allah semata. Demikian halnya dengan hubungan sosial lainnya. Dengan penuh kesadaran diri.Siapa yang sanggup menahan rasa sedih yang mendalam ketika perlahanlahan senja terakhir Ramadhan berlalu dan terbenam. Tuhan seru sekalian alam yang terkumpul pada-Nya segala puji. Alangkah indah jika negeri kita bertabur barokah dari Ramadhan dan Idul Fitri seperti ini. Alangkah bijaksana jika seorang muslim bisa mengkaji diri dari pahitnya kesalahan. Baik antara seorang pimpinan dengan seluruh bawahannya. Dan pantulan dari peningkatan kualitas keimanan itu semestinya akan tercermin dari semakin indahnya ahlak dan perilaku selepas Ramadhan. Bahagia karena akan bertemu dengan hari yang dijanjikan oleh Allah sebagai hari kemenangan dan kembali kepada kefitrian. Salah dan khilaf memang hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. penyantun dan anti membuat kerusakan dimanapun ia berada. Baik seorang pemimpin dengan rakyatnya. Siapa pula yang sanggup menggambarkan perasaan damai dalam suasana gelombang takbir tak berkesudahan di malam menjelang fajar 1 Syawal. Sedih karena berpisah dengan bulan mulia penuh berkah dan ampunan. Seluruh aktivitas kesehariannya sebagai seorang muslim tentu akan lebih bermakna baik dalam interaksi dengan keluarga maupun dengan lingkungan di sekitarnya. kebesaran Allah SWT jua yang diserukan. atau antar sesama karyawan itu sendiri. Begitu usai ibadah Ramadhan. baik vertikal maupun horizontal. dengan tetap menjaga .eramuslim . dendam dan bibit-bibit permusuhan. Apalagi kalau sampai menyakiti dan merugikan banyak orang. ataupun sesama rakyat semata-mata. Bagi seorang muslim. Pada saat-saat itu terlebur semua rasa benci. Jiwanya akan semakin lembut dan sensitif terhadap nilai-nilai ketauhidan yang berdimensi ridho Illahi. Namun tak berarti itu dijadikan alasan atau suatu yang dimaklumkan untuk dilakukan berulangulang. Nuansa Idul Fitri seakan memagari kita untuk hidup dalam manisnya ukhuwah islamiyah yang hangat dan saling menyayangi. Tugas untuk menjadi rahmat bagi lingkungan dengan kebenaran dan keindahan nilai-nilai Islam. hubungan dengan Allah akan diperbaiki dan dijaga keeratannya selama sebulan penuh menunaikan ibadah puasa. Hatinya semakin sadar akan beratnya beban amanat yang dipanggul sebagai khalifah Allah di muka bumi. Kehambaan sebagai mahluk diserukan dalam kumandang pentakbiran akan Kemahabesaran Allah. Dan akan semakin kokoh lah sosok muslim yang penyayang.

Kita harus berani meninggalkan cara dan gaya hidup setan itu agar kita betu-betul menjadi hamba yang pandai bersyukur. Bukan suatu kecengengan kalau kemudian mata seorang suami berkaca-kaca dihadapan istrinya. Yakni. bergaul. berpolitik. dari mulai jabatan. meniru akhlak Tuhan.kedekatan dengan Allah SWT dan semangat perbaikan diri untuk berupaya sekuat mungkin tidak mengulanginya. bicara. . berpakaian. Pada momen-momen seperti ini. Setiap jiwa yang berhati-hati tentu tidak pernah merasa aman sebelum dosa dan salahnya terampuni. Laitul Qadar tak menyapa kita untuk bermunajat kepada Sang Pencipta siang dan malam. makan. yang ada hanya pengharapan akan kebersihan batin dari dosadosa kemanusiaan dengan orang-orang yang dimintakan pemaafannya. deni mukhyidin mukhyidin@yahoo. Dan tak lama lagi pula malam penuh kemuliaan dan keindahan bersama Tuhan. kita yang ditinggalkan tak sadar bahwa sikap dan perilaku kita di bulan Ramadhan itu tak jauh beda dengan di bulan-bulan lainnya. tidur. Adalah sebuah kebesaran pribadi ketika seorang pemimpin yang selalu teringat akan besarnya salah dan kekeliruan yang diperbuatnya. harta dan semacamnya kecuali hanya kepada Allah Swt saja.de Adakah Ramadhan Menyapa Kita Lagi Tahun Depan? Publikasi 04/12/2002 15:22 WIB eramuslim . Boleh jadi kegigihan baca Al-Qur’an kita pun berubah jadi kemalasan dengan berubahnya bulan! Sementara itu. lantas karena itu semua ia menangis begitu dijabat erat oleh para bawahan.Ramadhan tak lama lagi akan meninggalkan kita. Nihil sama sekali nilai Ramadlan kita kali ini jika cara berpikir. Kemuliaan orang alim dan ulama justru bersinar ketika ia dengan harap cemas memohon ketulusan maaf dari orang awam yang dibimbingnya. pangkat. Kita masih lalai dengan amal-amal mulia yang sesungguhnya di bulan suci itu. Kita pun masih sibuk dengan urusan-urusan yang tak pernah menjanjikan apa pun di bulan Ramadhan. uang. Memang rugi dan sangat rugi bagi mereka yang berpuasa tapi tak merubah niat dan tata cara hidupnya untuk menuju keridhaan Tuhan. Keteladanan seorang pemimpin akan cemerlang ketika ia justru menghampiri rakyat dan memohon keikhlasan dari akibat kepemimpinannya. lantaran kesalahan yang belum termaafkan. berbuat sesuatu tanpa pamrih. Hidupnya tidak bergantung kepada sesuatu apa pun. Tidak pula suatu kemanjaan yang berlebihan kalau seorang anak terisak-isak dipelukan ibundanya. bekerja dan sebagainya masih menimbun rasa duka dan derita bagi orang lain. Tak terasa bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah itu berlalu. Karena setiap diri tentu tak ingin timbangan amal baiknya tereduksi dihari pembalasan nanti. status sosial.

kehidupan di bulan Ramadlan itu cara hidup yang sesungguhnya. dan harta di bulan Ramadlan maka mereka juga harus meramadlankan hidupnya di bulan-bulan lain hingga kematian datang seperti datangnya Ramadlan. Amien. berarti langkah kita di bulan-bulan selanjutnya pun akan mengalami kesulitan dan kemalasan untuk mengisi keindahan dan kemuliaan dalam kehidupan . Bukankah semua ibadah dalam Islam untuk mengagungkan Rabb Pencipta Alam Semesta ini? “Wa litukabbiru Allah ‘ala maa hadaakum wa la’allakum tasykuruun” (Dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas pentujuk-Nya. Bagi mereka yang bekerja keras dengan mengandalkan kekuatan fisik. Dan di bulan itu pula cara beriman kita yang seharusnya. hari yang terik dan panas menyengat tentu menjadi ujian tersendiri. Dengan sepenuh kesadaran diri kita tentu berusaha menghindarinya.Banyak orang susah payah berusaha menyelamatkan ibadah puasanya. QS. bekerja dalam kantor atau ruangan yang sejuk. Karena itu tak heran bila banyak dari mereka yang menyengajakan diri untuk mandi di siang hari atau tidur demi menjaga puasa mereka. supaya kalian menjadi orang yang pandai bersyukur. Jika kita gagal mengisi Ramadlan. Apalagi hal-hal yang membatalkan puasa. Dan kegagalan kita memperoleh petunjuk adalah karena kegagalan kita dalam beramadlan. yakni. Jika kita gagal dalam hal itu semua berarti kita juga gagal dalam mengagungkan Allah Swt. bagi seorang Muslim. Sedang bagi mereka yang beraktivitas tanpa banyak mengandalkan kekuatan fisik. Puasa juga menjadi penge-rem yang canggih untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tercela. Sungguh momentum Ramadhan menjadi suatu dorongan luar biasa untuk beramal ibadah lebih dari hari-hari biasanya. . bermakrifatullah (mengenal Allah Swt) lalu ikhlas kepada-Nya. perasaan. Bagi mereka yang sudah optimal dengan khusyu’ dan ikhlas mendayagunakan energi. (Udien Al-Farry) Berpuasa Dikala Berbuka Publikasi 04/12/2002 14:14 WIB eramuslim . Marah dan dengki akan pula diredam dengan sepenuh kebijaksanaan. mungkin punya kesempatan lebih banyak untuk membaca al-quran atau mengikuti pengajian. Al-Baqarah : 185).Sesungguhnya kegagalan kita menjadi orang yang pandai bersyukur adalah karena kegagalan kita menjadi orang yang memperoleh petunjuk-Nya. Kita gembira saat Ramadlan datang dan kita juga gembira di saat ajal datang menjemput badan. Menggunjing dan memperkatakan orang dengan serta merta akan ditinggalkan. Boleh jadi pula Ramadhan di tahun depan terus terlewatkan begitu saja tanpa sebuah pemaknaan dan harapan. Karena. Kita berharap kepada-Nya mudah-mudahan di tahun mendatang Ramadlan masih menyapa kita dengan keteduhan dan kedamaian.

Dengan lemah dan letih kita dididik untuk menyadari kelemahan diri. Allah menciptakan manusia dengan kemampuan biologis yang serupa. Keinginan akan makan, rasa lapar dan haus, sakit, derita atau bahagia, semua orang akan merasakan hal yang sama, tak terbatas oleh banyaknya kepemilikan harta ataupun perbedaan bangsa yang berlainan rupa. Kondisi demikian menjadikan kita di sepanjang siang bulan Ramadhan sebagai hamba yang lebih berbakti, lebih rajin dan lebih menghayati hakekat penciptaan diri sebagai mahluk. Begitu maghrib menjelang, tibalah saatnya waktu berbuka puasa. Kegiatan-kegiatan yang sepanjang siang tidak diperkenankan, kini diperbolehkan kembali. Pada saat-saat inilah justru kita sering berbuat diluar kontrol. Demi melihat deretan makanan yang lezat terhidang, demi melihat aneka minuman yang menggiurkan, tak terkendali lagi tangan dan mulut kita untuk menghabiskannya. Tak peduli akan isyarat perut akan kelebihan beban yang ditampungnya. Demikian pula kegiatan tak terpuji lainnya, menggunjing sembari makan, marah yang diumbar sembarangan, bahkan mengerjakan sesuatu yang diharamkan. Yang muncul dalam benak kita pertama kali adalah pemuasan akan keinginan yang sedari pagi tertahankan. Atau pula merasakan kelonggaran untuk kembali melakukan hal-hal yang santai dan sia-sia. Perjuangan kita sepanjang siang menjadi tak berbekas setelah maghrib tiba. Kita amat bersungguh-sungguh dikala pembatasan melingkupi seputar panca indera dan hati kita. Namun prestasi puasa kita merosot tajam disaat semuanya diperkenankan. Itulah pula mungkin gambaran realisasi puasa pada diri dan keseharian kita. Disaat kita dihimpit oleh berbagai aturan, kebijakan pimpinan, atau sempitnya ruang gerak yang diberikan, kita menjadi manusia yang bersungguh-sungguh. Berdaya upaya dengan sekuat tenaga, hati pun sedemikian bersih dan selalu bermunajat kepada Allah akan terkabulnya cita-cita. Diwaktu kita tertindas oleh kekuasaan orang lain yang memenjara ruang gerak dan peran sosial kemsyarakatan, kita sanggup menjadi pejuang kemerdekaan hati nurani dan demokrasi. Namun setelah kesempatan dianugerahkan, sesudah jalan dilapangkan, dikala kekuasaan tergenggam, kita malah menjadi pelopor pemborosan dan kemubaziran. Nafsu kita untuk berbuat apa saja menjadi sedemikian tak terkendali. Sampai pula pada hal-hal yang merendahkan nilai-nilai moral dan etika. Puasa kita hanyalah pelaksanaan ibadah semata di bulan Ramadhan. Tak berefek pada peningkatan kualitas iman dalam berbagai aktivitas keseharian kita. Jika kondisi ini menjadi hal yang biasa dan dilakukan tanpa rasa berdosa, maka bukan tak mungkin kalau kebangkrutan sudah menunggu kita di penghujungnya. Semoga Allah menganugerahkan ruh puasa dalam jiwa kita. Sehingga akan membekas dalam perjalanan hidup kita ke depan, di hari-hari setelah Ramadhan. Hari-hari dimana kita lebih banyak berbuka terhadap berbagai aktivitas selayaknya Ramadhan. Mudahmudahan hidup kita akan lebih bermakna dan berkualitas karenanya, didepan Tuhan dan dalam sejarah perjalanan kemanusiaan kita. Wallahu 'a'lam bishshowab (Deni mukhyidin/mukhyidin@yahoo.de)

Hidup Di Bawah Naungan Tauhid
Publikasi 04/12/2002 11:34 WIB eramuslim - Sering orang bertanya, “Apakah Allah itu ada?” ”Dimana Allah?” Keberadaan Allah hanya bisa kita akui bila kita memiliki landasan tauhid yang benar. Allah memang tidak menampakkan wujudnya, tapi Allah dengan segala sifatnya dapat kita rasakan keberadaan-Nya. Kejelasan tauhid akan tergambar dari kalimat syahadat yang kita ucapkan. Dari kalimat ini akan terjalin hubungan yang harmonis, penuh kecintaan kepada Allah. Kecintaan kepada Allah akan melahirkan pengorbanan kepadaNya untuk berjuang di jalan-Nya, melaksanakan segala perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya. Zat Allah lebih besar dari apa yang kita perkirakan. Manusia tidak akan sanggup memikirkan zat Allah. Allah berfirman, “katakanlah Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS.112:1-2) “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dia-lah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS.6:103) Tauhid yang murni hanya akan tercapai bila kita mengenal hakekat penciptaan kita, begitu juga dengan zat yang menciptakan kita. Betapa indah hidup di bawah naungan kasih sayang dan belain Allah. Namun banyak diantara kita sulit untuk memurnikan tauhidnya, karena selain tidak kenal dengan Allah, mereka masih menyekutukan Allah dengan tandingan-tandingan yang lain. Tak kenal maka tak sayang, begitu orang mengatakan. Tidak kita akan pernah tahu siapa Einstein jika kita belajar ilmu Fisika, kita tidak akan mengenal Jendral Sudirman jika kita tak belajar sejarah, kita juga tidak akan mungkin kenal Ronaldo kalau kita tidak mengenal sepak bola. Begitu juga dengan Allah. Bagaimana mungkin kita akan merasakan keindahan bertauhid kepadanya jika “kreasi” Allah tidak pernah kita baca dan pikirkan. Kita bisa lihat kreasi Allah denga kasat mata. Tidak perlu ke gunung, lembah atau pantai. Pandangi saja diri kita. Renungkan mata yang elok ini, subhanallah kenapa mata yang berdiameter kecil ini bisa mengantarkan kita melihat indahnya dunia, alangkah meruginya manusia jika mata ini buta. Hidung yang sempurna bertengger di wajah mampu menghirup udara segar, tanpa indra kecil itu tentulah kita tidak bisa bernafas. Subahanallah, mampukah kita membuat penggantinya, bila salah satu indera kita itu tidak berfungsi? Secara tekstual, kreasi Allah itu adalah Al-Quran. Ialah pedoman hidup yang banyak ditinggalkan kaum muslimin sekarang ini, akibatnya banyak kaum muslimn yang kehilangan arah. Padahal Sayyid Qurb dalam tafsir fi-zilalnya yang puitis dan romantis itu mengatakan, “Hidup di bawah naungan Al-Quran merupakan suatu kenikmatan.

Kenikmatan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah mereguknya. Kenikmatan yang mengangkat, memberkati dan mensucikan umur kehidupan…” Jadi, kembalilah kepada Al-Quran. Jadikan ia sebagai pegangan utama kita, bacaan pertama yang kita baca sebelum koran terhidang. Petunjuk hidup, jalan keselamatan. Lantunan ayat suci Al-quran saja telah membuat hati tentram, apa lagi hikmah yang terkandung di dalamnya. Wallahu 'a'lam bishshowaab (Yesi Elsandra, Untuk orangorang yang telah menunjukkan jalan terang)

Sekedar Contoh
Publikasi 29/11/2002 08:45 WIB eramuslim - Kalaulah kita mau belajar, manusia yang hidup pada zaman ini bisa mendapatkan berbagai contoh hidup manusia sebelumnya. Predikat dan profesi apapun yang tersematkan pada diri ini, tentu pernah terjadi pada masa sebelumnya. Bahkan tidak sedikit dari deretan nama-nama pelaku sejarah kehidupan manusia itu tercantum dalam kitab Allah, Al Qur’an. Tentu dengan maksud yang satu, hikmah bagi yang sekarang menjalani hidup agar tidak mengulangi kesalahan manusia-manusia terdahulu sesuai dengan salah satu fungsi Al Qur’an itu sendiri, yakni sebagai petunjuk (huda) bagi mereka yang hidup, karena sesudah mati nanti yang harus dilakukan manusia hanyalah mempertanggungjawabkan setiap inci perjalanan hidup yang pernah dilaluinya. Dari daftar nama pelaku sejarah pada masa lalu itu, kita bisa temukan dua tipe manusia, yang pertama adalah mereka yang ingkar kepada Allah dan sebagai akibatnya kecelakaan dan laknat Allah adalah balasan yang paling setimpal buat mereka. Sedangkan yang kedua, hamba-hamba Allah yang taat, beriman dan takut akan adzab Allah sehingga mereka tak henti-hentinya berupaya mendekatkan diri kepada Rabb-nya seraya berharap ridho dan cinta Allah yang menjadi tujuan hidupnya. Allah pernah menghidupkan Fir’aun, Raja Namruj, Raja Abraha, Raja Jalut yang bertindak diluar kapasitasnya sebagai makhluk ciptaan Allah. Sombong, zhalim, serta serakah adalah beberapa diantara karakter yang seharusnya tidak berlaku bagi manusia, karena itu sudah diluar kapasitas yang seharusnya dilakukan. Sesungguhnya, Allah telah memberikan batasan-batasan mana yang pantas, baik dan sepatutnya (boleh) dilakukan dan mana yang tidak. Sehingga ketika ada orang-orang yang melakukannya melebihi kapasitas yang diberikan, melanggar batas-batas yang sudah digariskan, maka Allah menghukumnya sebagaimana hukuman kepada orang-orang yang berlebih-lebihan. Karena itulah, Allah juga menghidupkan seorang manusia agung bernama Sulaiman, yang kekayaannya tak mampu lagi dihitung, kemasyhurannya yang tak tertandingi, namun tetap takut dan berharap perlindungan Tuhannya dari sikap sombong dan zhalim. Sikap rendah hati dan penyayang yang ditunjukannya, berbuah ketaatan dari semua bala tentara yang dimilikinya. Selain shalih dan taat kepada Tuhannya, Sulaiman juga terkenal dermawan, murah hati dan menghormati hak makhluk lain.

Hamman, seorang ilmuan dengan kemampuan teknologinya yang hebat. Namun ketinggian ilmunya itu tidak membuatnya sadar bahwa segala ilmu yang didapatnya adalah atas kehendak Sang Maha Pemberi Ilmu. Dan ia tetap ingkar kepada Allah. Namun Allah juga menghidupkan seorang Yusuf yang menjadikan ilmunya semata untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Begitu pula dengan Nuh dan Daud, hamba-hamba Allah yang meraih kemuliaan Allah karena ketaqwaan dan kelebihan ilmu yang dimilikinya. Kemudian ada Qarun, seorang kaya raya yang hidup pada zaman Fir’aun. Kunci-kunci gudang hartanya harus dibawa oleh unta-unta yang berbaris, sebagai kiasan betapa berlimpahnya harta kekayaan yang dimiliki Qarun. Namun ternyata, semua harta dunia itu semakin menjauhkan dirinya dari Yang Maha Kaya, Qarun pun ingkar dan Allah menenggelamkan manusia yang tak pernah bersyukur itu bersama dengan seluruh hartanya. Maka ada hamba-hamba Allah yang juga terkenal kaya raya, namun menjadikan kekayaannya untuk biaya dakwah dan perjuangan menegakkan agama Allah. Dialah Ustman bin Affan yang menginfakkan seribu unta miliknya yang sudah dipenuhi barang-barang dan perbekalan hidup pada saat Rasulullah mengalami masa paceklik penuh kesusahan. Selain Ustman, ada Abdurrahman bin Auf yang juga kaya raya. Seorang pengusaha yang sangat takut jika hartanya itu kelak akan memberatkan pertanggungjawabannya dihadapan Allah, takut jika harta kepunyaannya akan membutakan dan menjauhkannya dari Allah, sehingga tak pernah sedikitpun ia sungkan untuk bersedekah dan menyisihkan harta yang dimilikinya itu untuk membantu fakir miskin. Tentu masih banyak contoh-contoh baik dan buruk yang bisa kita hadirkan, untuk bisa dijadikan pelajaran dalam menjalani kehidupan ini. Adalah suatu kebodohan jika kita tak pernah belajar dari ketaqwaan dan keimanan, kegagalan dan keberhasilan, kecelakaan dan keberuntungan manusia terdahulu, karena sesungguhnya semua itu sudah terekam jelas pada ayat-ayat Allah. Sungguh, Kitab Al Qur’an yang mulia itu lembar-demi lembarnya, ayat demi ayatnya mengandung rekaman peristiwa sejarah perjalanan kehidupan manusia hingga pada akhir zaman ini. Kezhaliman dan kesewenang-wenangan Fir’aun, Namruj, Abraha dan Jalut, juga terjadi pada masa-masa sesudahnya, bahkan hingga kini. Kesombongan ilmuan seperti Hamman juga bisa ditemui pada perjalanan manusia-manusia sesudahnya. Begitu juga keserakahan dan ketamakkan macam Qarun juga dengan mudah hadir dan terpampang di depan mata. Kita ini, seperti halnya manusia-manusia terdahulu, hanyalah pelaku sejarah dalam lembaran-lembaran kehidupan manusia sepanjang hayat. Manusia yang hidup pada saat ini, menjadikan manusia-manusia sebelumnya sebagai pelajaran, kebaikan ataukah keburukan yang diambil. Begitu juga kita, tentu akan dijadikan contoh hidup bagi menusia-manusia setelah kita mati. Masalahnya adalah, apakah mereka menjadikan kita sebagai contoh baik atau buruk, mengambil pelajaran dari kegagalan atau kesuksesan, serta hikmah dari kecelakaan atau keberuntungan. Inilah yang seharusnya kita persiapkan dari sekarang, selama Allah masih memberikan kita kesempatan untuk mengukir prestasi, meningkatkan keimanan sehingga saat mati nanti orang mengenal kita sebagai pribadi yang patut diteladani, dan dibanggakan, setidaknya oleh anak cucu kita.

Memasuki Ramadhan. Yayasan yang memberikan santunan kepada anak-anak yatim. tepatnya di bawah jalan tol daerah Cempaka Putih adalah rumah bagi para pekerja bangunan (kuli) lepas yang tak mampu untuk menyewa rumah/tempat kost. Allah telah memberikan peringatan mengenai hal tersebut dengan sangat jelas dalam ayatnya. menemui-Nya. dan tentu tidak akan pernah habis sebelum Allah menghentikan semua proses kehidupan makhluk di dunia. masih adakah sisa tenaga kita untuk tarawih di malam Ramadhan ini? Andai kita seorang musafir atau perantau yang jauh dari keluarga. Mengumpulkan uang dengan bekerja menjadi kuli lepas. malam hari mereka menempati teras/emperan sebuah toko di jantung Cempaka Putih. Menaikkan ruh mereka menemui Yang Maha Tinggi. Setiap maghrib. walaupun jauh dari kampung halaman. Mereka juga bisa memilih untuk bergerombol tak tentu tujuan.com) . akankah kita tetap sholat tarawih di perantauan? Salah satu sudut Jakarta. mungkin tubuh mereka sangat penat setelah seharian bekerja keras menjadi kuli bangunan. Mereka juga tampak sangat menjaga kebersihan. Mereka bisa memilih untuk beristirahat. mungkin mereka rindu pada kenyaman rumah mereka di kampung. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. Tapi setiap malam mereka menegakkan tarawih.Sungguh. Setiap maghrib. Mereka bersujud. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Mengusung Ruh Dari Emperan Toko Cempaka Putih Publikasi 27/11/2002 07:44 WIB eramuslim . berbekalkan cangkul dan pakaian seadanya. Mereka tinggal di bawah jalan tol. mereka tidak jauh dari Allah SWT. Subhanallah. yayasanmartabat@yahoo. Jauh dari keluarga mereka di kampung halaman. Cangkul dan peralatan kerja ditempatkan di salah satu sudut emperan. Allah memanggil mereka untuk tarawih. Setiap hari menanti pekerjaan yang belum tentu datang. Ali Imran: 190). Karena pada saat mereka bersujud merendah. akan tetap berkembang seluas langit dan bumi. sedikit manusia yang mau mengambil pelajaran dari ilmu-ilmu Allah yang berserakan itu. Berganti dengan sarung bersih yang mereka bawa. Tarawih ditegakkan dengan berjamaah. sesungguhnya ruh mereka naik ke langit. sekitar 20 pekerja ‘pulang’ ke teras mereka. Ayat Allah yang tertulis dalam Kitab Al Qur’an memang masih bisa terhitung dalam bilangan. tidur. Beratapkan langit Jakarta yang nyaris tanpa bintang. Bersinarkan pendar lampu-lampu dari kaki lima di sekitar dan rembulan redup di atas sana. namun ayat-ayat Allah yang tidak tertulis. Hanya saja. Sholat berjamaah mereka adalah sebuah pemandangan yang sangat menggetarkan hati. sepanjang sejarah keberadaan manusia di bumi. (Dari Yayasan Martabat. Saat sholat. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Memasuki Isya. mereka melepaskan celana kerja mereka yang terkadang kotor berlumuran tanah. Bagaimana tidak. Mereka ingin bersih menemui Khaliknya.Setelah melewati sebuah hari kerja yang sangat melelahkan. Beralaskan sajadah usang atau terpal usang di atas tanah. mereka berbuka dan sholat berjamaah di emperan toko. sujud merendah kepada Yang Maha Tinggi. jauh dari keluarga tercinta.

Apapun alasannya. atau istri tentang penampilannya hari ini. Tidak jarang bahkan ada yang panik sedemikian rupa. performa seseorang juga bisa terlihat dari caranya berpakaian (termasuk keserasian paduan warna). atau karena teramat sangat papanya bahkan sebuah cermin pun tak dapat dibelinya. kakak. mempercantik diri. jujur saja. menyingkirkan segala apapun yang sekiranya dapat mengurangi keindahan penampilan. meski sudah berjam-jam berada di depan cermin. adik.Kita tentu sering bercermin. Siapa sih yang tidak pernah bercermin? Jika bukan karena tempat tinggalnya yang jauh sangat terpencil sehingga tidak ada penjual cermin yang datang ke tempat itu. Kondisi demikian sangat wajar. Sudah cukup? Belum. Di kendaraan. pasti Anda adalah satu dari orang yang tidak membuang kesempatan untuk sekedar menoleh melihat bayangan sendiri disitu. Setiap berjalan melewati tempat parkir dimana mobil-mobil berjajar. karena setiap orang pada dasarnya selalu ingin tampil menarik. atau sekedar kesenangan. Tidak sedikit orang yang memerlukan waktu berjamjam untuk bercermin. Jatuh pasaran lah. Karena jelas. Bahkan tidak jarang. baik di bus maupun kendaraan pribadi kita senantiasa menyempatkan diri untuk bercermin. suami. termasuk karena memang ada orang-orang yang terbiasa tampil baik dan menarik. Kalau memang sekiranya demikian. masih ada tambahan aksesoris dan wewangian yang dipakai untuk menambah kesempurnaan diri. serta menambahkan apapun (juga) yang dapat memperindah. harga dirilah. berjalan. masih muncul perasaan kurang percaya diri sehingga memaksanya untuk kembali lagi ke depan cermin. mungkin tak ada orang yang tidak memiliki cermin. Tidak cukup dengan itu. membenahi dandanan. Untuk sebagian orang mungkin. Tidak cukup bercermin di rumah. toh bisa saja pecahan kaca cukup untuk sekedar melihat bagaimana penampilan hari ini. ke kanan ke kiri. Karena di halaman tamu. memutar tubuh. membersihkan wajah. itupun masih ditambah senyum-senyum sendiri ketika mendapatkan ‘OK’ di wajahnya. malu dan sebagainya menjadi alasan untuk segera mencari tempat untuk memperbaiki penampilan. berpenampilan cantik dan indah juga untuk menarik perhatian orang lain. Atau juga ketika melewati etalaseatalase toko. Intinya. pusat perhatian. masih saja bertanya kepada ibu. menjadikan diri ini berharga di mata orang lain itu sangat lah penting. mengharap pujian. memperhatikan setiap inci dari wajah dan penampilan sebelum keluar rumah. barulah ia melangkah keluar kamar. (biasanya wanita) masih ada orang yang tak ketinggalan untuk membawa serta cermin kecil (menyatu dengan bedak) di dalam tas kerjanya. hal yang sama kita lakukan. melenggak-lenggok bolak-balik di seputar cermin hingga semuanya terasa perfect.Buruk Muka. (Jangan) Cermin Dibelah Publikasi 25/11/2002 07:25 WIB eramuslim . setiap orang butuh (merasa wajib) bercermin! . baik selain juga ada hasrat untuk dipandang baik. Rasa cemas biasanya langsung bereaksi ketika sekilas saja mendapatkan sesuatu yang tidak pas pada penampilan kita. bersikap. apalagi bila saat itu tengah berada di tempat khalayak ramai. sedikit menunduk.

kenapa harus membelah cermin itu? Toh. elegant. Karena jauh lebih berharga. Hati yang bersih senantiasa menolak setiap kebatilan. Cermin akal adalah membaca. Jika setiap hari menyempatkan diri bercermin (juga membawa cermin) untuk memperbaiki penampilan luar. agar cermin hati ini kerap bergetar ketika menyebutkan asma-Nya. sudah barang tentu semestinya jauh lebih diperhatikan. Andai suatu ketika bercermin mendapatkan wajah dan penampilan yang buruk. apalagi memecah cermin itu saat mendapati diri ini tak indah dalam bayangan cermin. jangan pernah biarkan cermin akal dan hati ini tak terurus. Jadi. bisa dipastikan tidak berapa lama hal itu berlangsung. pada saat bercermin itu hanya kita yang tahu keburukan sendiri. sadar dan taubat jika melakukan hal salah. (Akal dan Hati) sudah terus terasah dan dibersihkan. akan tetapi jika ianya sudah sedemikian kotornya. Kalaupun ada yang sempat meliriknya. Agar juga cermin hati ini bisa berteriak lantang menentang setiap kekhilafan yang kita akan perbuat. kenapa juga tak membawa serta cermin akal dan hati. untuk kemudian senantiasa memperbaharui isinya dengan hal-hal kebaikan. Padahal. sadar kewajiban dan hak secara proporsional. melainkan kata-kata penuh isi yang . maka cermin diri ini akan semakin sempurna menambah kesempurnaan penampilan luar yang juga setiap hari dibenahi. setiap kebenaran dan kebatilan yang dilakukan. dan bertambah keimanan setiap mendengarkan ayat-ayat Allah. yakni Hati. selain juga pribadi shaleh yang menjadi penghias diri yang paling utama. tentulah tak ada yang bisa memberi tahu kita salah dan benar. kita tentu bisa melihat setiap kesalahan dan kebaikan. setiap saat. hati adalah cermin. bijaksana. bukan omong kosong. sebaiknya setiap titik debu yang menempel segera dibersihkan. niscaya cermin hati ini menjadi pekat oleh titik-titik debu yang pekat. Ingat iklan layanan masyarakat “tulalit” tentang seruan membaca? Tentu saja. Membaca dalam arti luas. Paduan dua cermin akal dan hati tentu melahirkan pribadi yang berwibawa. mungkin bisa dihitung sesaat setelah obrolan pertama. Dan jika kedua cermin itu. Semestinya menjadi kepentingan setiap individu juga untuk menata dan membersihkannya. Namun jika cermin hati ini sudah hitam pekat. sebaik dan sesempurna apapun penampilan fisik jika tidak ditunjang akal pikiran yang cerdas dan sehat. Jika dibiarkan tak tertata. tak diperhatikan dan apalagi tak sekalipun dibersihkan dari kotoran-kotoran yang kerap menyerang. kata yang keluar bukan tanpa makna. Dengan membaca. dibenahi dan diperindah. seakan tak sanggup lagi menolak setiap perbuatan maksiat yang terus menerus kita tumpuk. profesional. Dua hal yang berada didalam diri ini yang jauh lebih berharga dimaksud adalah. tentu sangat naif jika kita hanya memperhatikan penampilan luarnya saja tanpa mempedulikan aspek dalam diri kita yang sesungguhnya jauh lebih berharga. Untuk kemudian mengambil sikap. Hal kedua. Maka sebelum semakin sulit dibersihkan. dengan melihat hati. menjadikannya sebagai pribadi yang tidak berharga. dan terus meningkatkan setiap amal kebaikan. Sikap terbaik adalah membasuh wajah agar nampak bersih berseri sehingga cermin yang tak jadi kita belah itu tetap bisa memberi tahu setiap keburukan yang ada. Akal dan Hati.Namun demikian.

mulut yang terus melantunkan kalam Ilahi. kedudukan dan jenjang karier yang tinggi.berpengaruh. manusia semestinya mampu membebaskan diri dari ketergantungan terhadap dunia. Hubungan badan antara suami dan istri pun halal pula di hari biasa. Tengoklah makanan yang kita beli dari jerih payah kerja kita adalah halal tentu saja. Idealnya. Rasakan saja dalam puasa yang kita lakukan. Justru Islam sangat mengkhawatirkan kemiskinan. Mengapa untuk sekian waktu kita harus menahannya. jika kita tetap saja melakukan aktivitas itu. Kita dituntun untuk menemukan jalan yang sebenarnya dari pengaruh pahit-manisnya kehidupan. Dalam batasan waktu tertentu. Agama kita tak melarang ummatnya menjadi orang kaya. kedudukan yang remeh dan kecil saja jika dibandingkan dengan tujuan penciptaan kita sebagai mahluk Allah. malah kita akan terlempar dari kasih-sayang Allah. Mendudukannya pada tempat yang semestinya. hati yang sibuk dan ramai dengan dzikir. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama). Kita dilarang melakukannya? Padahal semua itu halal semata? Bahkan sebaliknya. dari pelatihan ibadah puasa kita dapat ilmu pengendalian diri. dan sebaliknya. bekerja keras ikut mengisi detik demi detik perjalanan sejarah kemanusiaan kita. maka menjadikan hati ini peka terhadap apapun yang bathil. berkeinginan untuk melakukannya pun akan merusak pelaksanaan ibadah puasa. Mempuasai Dunia Publikasi 21/11/2002 06:50 WIB eramuslim . kebodohan dan ketidakberdayaan ummatnya. mata yang tertahan. yang dengan itu kemudian kesegaran akan terasa menjalar ke seluruh tubuh. Artinya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tapi mengapa pada saat-saat itu dilarang? Jangankan melakukan semua itu. penurunan kinerja jasmani. menjadi mahluk yang dimuliakan dan diridhai-Nya. Kita lakukan semuanya itu ditengah kegiatan keseharian yang terus berjalan. Dan manajemen pengendalian diri memang menjadi salah satu poin tertinggi dalam pelaksanaan ibadah puasa. Dengan puasa kita diajarkan untuk mensikapi dunia dengan sebenarnya. demikian juga minuman yang kita reguk. Sedangkan cermin hati. adalah dzikir. Dengan senantiasa mengingat Allah. salah dan tidak tepat. baik itu ramadhan maupun puasa sunnah lainnya. mempunyai harta yang banyak. dari ketika subuh hingga maghrib kita tidak diperkenankan untuk melakukan sesuatu yang biasa kita lakukan.Berpuasa memang olah batin yang memerlukan tingkat ilmu dan pengendalian diri yang tinggi. Perut yang lapar. Walaupun kesemuanya itu adalah pekerjaan yang halal dan berpahala ketika dilakukan diluar hari puasa. akan senang atas segala kebenaran yang berlaku. Selama Ramadhan kita dilatih untuk menikmati dunia batin dengan seluruh panca indera kita. Tapi dalam keadaan tertentu kita terkadang . Haramkah itu? Tidak. Mengatur dengan bijaksana setiap keinginan yang muncul tak ada habisnya dalam diri manusia.

Demikian pula Dia menahan nikmat untuk sebagian manusia. Berpuasa dari tekanan keinginan-keinginan yang tak habis-habisnya. Rizki Allah yang bisa kita nikmati tentu beragam bentuknya. kehadiran seorang anak.Ada sebagian manusia yang Allah cukupkan (bahkan lebih) nikmatnya pada satu sisi dimana orang-orang lain belum mendapatkannya. ketenangan hidup. Setidaknya kita bisa menyebutkan tiga hikmah dari kebijakan Allah yang demikian. diberinya kita pasangan hidup yang menentramkan. bahwa setiap kali Allah menambahkan nikmat kepada saudara kita. kenaikan pangkat dan promosi jabatan. Rumah yang terbangun berhambur kemubaziran seperti itu sepatutnya dihindari. meski dalam bentuk yang lain. ketika ada yang naik jabatan dan kita ikut bersyukur atas keberhasilan saudara tersebut. tentu Allah dengan Kemaha-Adilan-Nya juga menambahkan nikmat kepada kita. setiap butir pasir yang tersusun di dalamnya akan menjadi beban yang dipikulkan pada hari pertanggungjawaban nanti. juga menahan nikmat yang lain juga untuk sebagian manusia yang lain. Allah jelas sangat ingin melihat seberapa bersyukurnya manusia akan apa yang dinikmatinya saat ini.harus berpuasa terhadap itu semua. Hal ini perlu disadari oleh kita. Misalnya soal harta. Misalnya. kita semestinya berpuasa untuk jadi orang kaya. Tinggal bagaimana kita memandang semua itu sebagai nikmat yang mesti disyukuri sehingga bisa menyelamatkan kita dari kekafiran dan ancaman adzab Allah yang nyata. Kalau punya rumah satu sudah cukup kenapa harus dua? Kalau rumah biasa sudah lah memadai kenapa harus membeli rumah mewah yang berharga milyaran dan berkamar belasan? Kalau kondisi seperti itu adanya. kedua. Lantaran setiap partikel semen. terhindar dari marabahaya. Allah sedang menguji manusia dengan kelebihan dan kekurangannya. maka pada saat itulah Allah menambahkan nikmat berupa hati yang bersih tanpa dikotori rasa iri dan dengki. . atau bahkan sekedar masih diberikan kesempatan bisa makan meski seadanya untuk satu hari ini. Bukankah orang yang kaya dimata Allah adalah orang yang paling kaya amal baiknya. sementara nikmat yang lain itu diberikannya kepada sebagian hamba yang lain. Allah telah memberikan nikmat pada sebagian manusia di bumi dan memberikan nikmat dalam bentuk yang lain kepada sebagian lainnya. Pertama. Hingga pada akhirnya kita akan jadi manusia yang berhati-hati terhadap apa yang diperbuat dan dimiliki. dengan apapun saja yang dia miliki? (Deni Mukhyidin/mukhyidin@yahoo. Dikala kondisi itu justru menjauhkan kita dari kasih sayang Allah.de) Agar Nikmat Allah Bertambah Publikasi 20/11/2002 10:16 WIB eramuslim . Sesungguhnya Dia mencukupkan sebagian nikmat kepada sebagian hamba namun menahan nikmat yang lain pada sebagian hamba tersebut. Dan ketiga. ia bisa berupa harta yang dicukupkan oleh-Nya. Keadaan yang demikian sesungguhnya tidak bisa dipandang bahwa Allah tidak adil dalam memberikan rizki kepada hamba-hamba-Nya.

Atau mereka yang mendapatkan kesempatan memiliki karir bagus dengan gaji yang memuaskan. ada orang-orang yang diberikan kecukupan harta. namun ia tak juga memiliki seseorang yang menjadi pendamping hidupnya. bahkan justru memberikan adzab yang nyata terhadap mereka yang mengingkari. Allah tak berikan rasa aman dan ketenangan dalam hidupnya. Tanpa memintapun. jika Dia sudah melihat begitu bersyukurnya kita akan nikmat yang selama ini dirasakan. disamping itu Dia juga Maha Pemurah. menghadirkan suasana bahagia di hati anak-anak yatim piatu dengan menyantuninya. sehingga Dia menahan nikmat yang lain. jumlah nikmat yang takkan pernah bisa terhitung itu membuat kita lalai untuk mensyukurinya. insya Allah ketenangan akan menyelimuti setiap langkahnya. Sebaliknya. Jika pasangan-pasangan itu belum dikaruniai anak atau belum mendapatkan kecukupan harta dan selalu kekurangan. atau bermacam bentuk ungkapan kesyukuran lainnya. Hidupnya senantiasa diliputi kekhawatiran dan kecemasan dalam menjaga hartanya. atau bahkan menghentikan nikmat yang ada saat ini. Sungguh. Mungkin Allah belum melihat rasa syukur yang cukup atas nikmat yang telah kita terima saat ini. . jangan pernah berharap Allah menambahkan nikmat-Nya. bisa jadi mereka belum benar-benar bersyukur atas karunia dan nikmat mendapatkan pasangan hidupnya. Maha benar Allah dengan segala ucapan dan ketentuan-Nya. mereka yang telah dipasang-pasangkan dan dihadirkan kasih sayang dan ketentraman dalam rumah tangganya. Seperti ditegaskan Allah. Allah itu Maha Kaya. hitung-hitunglah seberapa besar rasa syukur kita terhadap segala nikmat yang telah diberika Allah kepada kita selama ini. Allah Maha Tahu akan kebutuhan. Sudah barang tentu. kebijakan Allah menahan nikmat lain merupakan ‘adzab’ karena kita belum benar-benar bersyukur atas nikmat sebelumnya. Sesungguhnya. kebanyakan manusia sering terlupa untuk terlebih dulu mensyukuri nikmat yang sudah diterimanya sementara ia terus menerus meminta Allah agar menambah nikmat kepadanya. Ibrahim:7). dan yang paling berkenan adalah semakin dekatnya kita kepada Allah melalui peningkatan kualitas ibadah. Bentuk syukur itupun bisa dengan berbagai cara. sebelum lagi terus menerus meminta kepada Allah akan tambahan nikmat. dengan membagi sebagian rizki yang kita peroleh kepada fakir miskin. Di dunia ini. Sekarang. itu adalah sebuah nikmat yang juga perlu disyukuri. keinginan setiap hambaNya sehingga Dia mencukupi hal-hal yang belum dimiliki setiap hamba itu. adzab yang paling nyata dan terasa diberikan Allah kepada hamba yang tak pandai bersyukur adalah dengan cara ia menahan bentuk nikmat yang lain. padahal usianya sudah semakin beranjak. Maka jangan pernah ragu akan kasih sayang-Nya. namun karena ia tak bersyukur atas nikmat itu. Namun jika belum cukup terlihat rasa syukur itu. bahwa Dia (pasti) akan menambah nikmat kepada hamba yang pandai mensyukuri nikmat yang telah diberikanNya dan memberikan adzab (yang pedih) kepada mereka yang mengingkari (QS. seandainya ia menginfakkan sebagian rizkinya itu.Masalahnya kemudian. niscaya dia akan menambahkannya dengan nikmat-nikmat lain. Padahal.

Kisah lain. dikelilingi sejumlah pasukan dan beberapa algojonya. Lalu kami menguji mereka dengan kekayaan. Karena sesungguhnya. kemiskinan. dan kesehatan badan sehingga baiklah urusan agama mereka. sesuai janji-Nya. lebih sayang dan lebih pemurah kepada hamba-hamba-Nya. kamukah yang menghancurkan patung-patung sesembahan kami?”. kita menyadari akan kasih sayang dan pemurahnya Allah. dan penyakit sehingga baiklah urusan agama mereka. Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Akan Selau Ada Pahlawan Di Setiap Kezhaliman Publikasi 18/11/2002 10:30 WIB Ibrahim kecil gagah menantang Raja Namruj yang tengah geram. keberangan yang bercampur perasaan terhina Raja Namruj membuat Ibrahim ‘dihadiahi’ hukum bakar. “Hai anak kecil. tak sedikitpun kulitnya tersentuh oleh jilatan api. Tentu saja Raja Namruj yang terkenal kejam itu semakin berang mendengar jawaban Ibrahim. Dia Maha Mengerti akan setiap keluhan yang tak terlontarkan dari hamba-hamba yang bersyukur. Niscaya. Aku mengetahui dengan apa hamba-Ku yang mukmin menjadi baik dalam urusan agamanya". Namruj bertanya. Atau sebaliknya. Seganas dan semerah menyala api membakar tubuh Ibrahim kecil. “Tanyakan saja pada patung yang lebih besar itu. Namun kuasa Allah bermain. mungkin dia yang melakukannya karena kapak itu masih tergantung padanya. dan kesehatan badan. Allah menegaskan dalam sebuah hadits qudsi. kelegaan. Bukan hanya karena merasa dipermainkan seorang anak kecil. makar apapun yang dibuat manusia takkan pernah bisa mengalahkan makar Allah. Dengan enteng Ibrahim berkata. Alhasil. Sekali lagi. mereka yang tak henti-hentinya mendekatkan diri kepada Allah namun tetap dalam hidup kekurangan. Daud yang memiliki kemampuan berperang yang hebat tak gentar menghadapi pertarungan “semut lawan gajah” melawan Raja Jalut yang terkenal bengis . jawaban itu. bagaimana dengan orang-orang yang terus menerus ditambah nikmatnya padahal tak sedetikpun ia pernah mengucapkan pujian kepada Allah. Allah akan menambahkan dan mencukupi nikmat kepada kita. Allah tengah menguji mereka dengan keadaan yang sekarang. Tentu saja. terasa menohok sisi kebodohan dirinya dan semua pengikutnya dengan menyembah sesuatu yang tak memiliki kuasa melakukan satu apapun. yakni dengan cara mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikannya. "Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekayaan. apakah ia tetap beriman atau ingkar. kelegaan. namun yang perlu diketahui adalah bagaimana membuat Allah menjadi lebih kasih. melainkan juga.” ledek Ibrahim sambil menunjuk patung yang besar yang sengaja tidak dihancurkannya.Lalu. Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada pula sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekurangan. selain karena Ibrahim adalah tersangka utama pelaku ‘teror’ terhadap tempat ibadah kaum yang dipimpin Raja Namruj itu. Dalam hal ini. tanpa harus kita memintanya.

dan kejam. Daud yang berasal dari kalangan bawah dengan berbekal sebilah pedang tanpa baju besi, akhirnya mampu mengalahkan Raja Jalut yang besar dengan segudang pengalaman bertarungnya. Dalam versi barat, kisah ini dikenal dengan “David Versus Goliath”. Sementara itu, seorang utusan Allah lainnya, Musa dengan ditemani saudaranya Harun, menentang kekejaman ‘ayah asuhnya’ sendiri, Raja Fir’aun yang zhalim dan diktator. Kekuasaanya yang begitu tinggi membuat Fir’aun teramat angkuh menobatkan diri sebagai Tuhan. Kesombongan yang didukung oleh seorang ilmuan hebat bernama Hamman dan seorang kaya bernama Qarun, jadilah ia semakin jumawa. Fir’aun yang terkenal kejam tidak ingin seseorang kelak menghancurkannya, maka kemudian atas perintahnya, semua bayi laki-laki yang lahir pada masa pemerintahannya pun dibunuhi. Sekali lagi, Kuasa Allah bermain, bahwa kemudian seorang pemuda Musa yang justru hidup di lingkungan istana Fir'aun oleh lembutnya kasih sayang Asiah, menenggelamkan Raja zhalim itu ke dasar lautan. Dalam khazanah barat, kita pun mengenal kisah yang hampir serupa, yakni kisah kepahlawanan yang berasal dari orang-orang kecil yang menentang kezhaliman penguasa. Cerita rakyat Robin Hood mungkin bisa menjadi contoh. Berjuang dari pedalaman hutan Sherwood, Robin bersama para pengikut setianya ‘merampok’ harta para bangsawan yang hendak menyerahkan upeti kepada King Richard The Lionheart. Otomatis, meski makin dicintai rakyat kecil, sepak terjang si pemanah ulung itu menempatkannya dalam daftar buronan nomor wahid di Inggris saat itu. Cerita yang hampir sama juga dilakukan legenda Meksiko, Zorro. Dibalik topeng yang menyembunyikan identitasnya, Zorro membantu orang-orang lemah untuk melawan dan bangkit dari ketertindasan. Mungkin dua cerita diatas hanyalah mitos atau sekedar cerita rekaan. Namun setidaknya memberikan satu hikmah, bahwa harus ada orang-orang pemberani untuk melawan kezhaliman. Nampaknya, soal keberadaan orang-orang besar yang berlaku zhalim di setiap negeri di setiap zaman sudah menjadi sunnatullah. Hal itu ditegaskan-Nya dalam Surat Al An’aam ayat 123: “Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. ...”. Kalau dulu ada Ibrahim yang menentang Namruj, Daud versus Jalut, Musa yang menenggelamkan Fir’aun serta masih banyak lagi tokoh kepahlawanan yang berani berdiri menantang segala bentuk kezhaliman di muka bumi dalam satu negeri, kini disaat negeri ini, agama ini tengah dihujani dengan cobaan bertubi-tubi, oleh kekuatan-kekuatan yang terus merongrong, menteror bahkan mencoba menjadikan agama ini hitam pekat oleh karena kejahilan orang-orang yang tak bertanggungjawab, adakah lagi pahlawanpahlawan yang menjadi tameng pembela seperti halnya Ibrahim, Daud dan Musa? Tentu saja ada. Karena gemuruh jihad tengah bergelora dalam dada-dada para pahlawan itu. Tinggal bagaimana diri ini menentukan sikap, memadamkan gemuruh itu dan membiarkan orang lain mengambil kesempatan menorehkan nama pada kemuliaan atau menjadikan gemuruh itu sebuah halilintar yang menggetarkan nyali musuh Allah. Wallaahu a’lam bishshowaab. (Bayu Gautama_

Ketika Tuhan Menyeka Air Mata Kita
Publikasi 15/11/2002 08:46 WIB eramuslim - Sahabat, Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan kepada kita berjumpa dengan Ramadhan, walaupun dalam suasana mencekam, duka yang mendalam, akibat begitu banyaknya bencana yang melanda negeri ini. Sahabat, Betapa bahagianya setelah sekian lama kita merindukan saat-saat seperti ini, Allah berkenan menyertakan kita dalam indahnya menahan lapar, gembiranya menunggu beduk, nikmatnya santap sahur, syahdunya Al-quran yang kita lantunkan, khusuknya ibadah malam, dan tunduknya hati beri’tikaf di rumah Allah, subhanallah mudahmudahan kita bukan termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan keindahan nikmat bulan yang penuh berkah dan maghfirah ini dengan kemaksiatan ... Sahabat, Ketika orang-orang tidak menyadari kekhilafannya, Allah menancapkan kesadaran dalam jiwa kita akan dosa-dosa yang selama ini telah berurat dan berakar dalam kulit dan tulang-tulang kita. Kita menyadari lisan-lisan yang selama ini sering berdusta, hati yang tidak mau tunduk, kotor dan penuh kedengkian, jiwa yang sombong, keingkaran yang amat sangat kepada Allah, kebencian kepada sesama saudara, durhaka pada orang tua, kelalaian tanggung jawab mendidik dan melayani anak, istri serta suami, ketidak sabaran menuggu datangnya seorang kekasih yang akan memantapkan langkah, kebahagiaan melihat orang lain menderita, iri, benci termasuk dendam kesumat. Kita menyadari itu semua sebagai akibat dari lemahnya iman yang tertanam, astaghfirullah al aziem, mohon ampun ya Allah ... Sahabat, Saat bulan yang penuh ampunanan ini datang menghampiri, Allah mengulurkan tanganya untuk kita sambut walaupun tangan kita tak kuasa digerakkan untuk merangkulnya. Walaupun tangan itu sering menepis tapi Allah tidak pernah berhenti mengulurkannya. Meskipun dosa-dosa kita seluas langit dan bumi, tapi ampunan Allah tidak pernah bertepi. Walaupun tobat kita sering mungkir, tapi Rahman dan Rahim Allah tidak pernah mangkir … Sahabat, Tidak ada yang lebih membahagiakan tatkala kita menyadari dosa-dosa yang pernah ada, kemudian kita berencana untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri. Tumpahkanlah air mata penyesalan itu. Biarkan dia membanjiri sepertiga malam yang hening, saat itu biarkanlah tangan Allah yang kuat dan lembut itu menyeka air mata penyesalan kita. Kemudian kitapun akan meresakan sebuh kekuatan ghaib akan tumbuh dan membawa kita ke dada pelangi, di sana hanya akan kita temukan keindahan warnawarni kehidupan yang menyejukkan, membahagiakan, yang akan membuat diri kita menjadi orang yang produktif, kreatif, inovatif dan prestatif. Sahabat, Tundukkanlah hati, rendahkanlah diri di hadapan-Nya. Jangan biarkan ramadhan yang romantis ini berlalu begitu saja. Tumpahkanalah sujud ke bumi di sepertiga malam terakhir, kuatkan azzam agar dapat bercengkrama dengan Allah di rumah-Nya pada sepuluh hari terakhir. Isilah pundi-pundi investasi abadi kita dengan infak, zakat dan

sedekah. Semailah benih-benih kebaikan, kelak kita akan menuainya dengan sebuah kenikmatan abadi di sebuah taman, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai … Sahabat, Selamat menjalankan ibadah ramadhan, mudah-mudahan segala kebaikan dan kindahannya bukan sekedar fatamorgana, tetapi sebuah energi yang membawa perubahan baru bagi diri dan jiwa kita, serta sebagai momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, karena perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu, tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah (Yesi Elsandra, for members of surau@yahoogroups. Special womens, bundo, ni yus, ni GM, ni ta, ni susi, ni rahima let’s try to do our best for minang future)

Dua Pilihan Yang Tidak Bisa Ditawar
Publikasi 14/11/2002 11:53 WIB eramuslim - Setelah “panggung sandiwara” ini usai, kita mendapati dua pilihan atas peran yang telah kita mainkan. Di atas panggung, kita bebas berimprovisasi, asalkan tetap berada dalam kerangka naskah yang telah di atur dan ditetapkan oleh Sang Sutradara. Penilaian hanya ada dua, baik dan buruk, jalan lurus atau jalan menyimpang. Maka tidaklah sama antara yang haq dan yang batil. Sangat jauh berbeda kehidupan surga dan neraka. Pilihan Pertama. Dalam Al-Quran Surat Qaaf ayat 30 dikatakan “Dan ingatlah akan hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahanam: “Apakah kamu sudah penuh? “Dan jahanam menjawab: “Masih adakah tambahan? Ini adalah dialog Allah yang Maha kuasa dengan neraka jahanam. Suasana manakah yang lebih mengerikan dari suasana di dalam neraka jahanam. Semua makhluk tidak akan sanggup dan bercita-cita ingin memasukinya, semua ingin selamat dari neraka. Tapi neraka senantiasa memangil-mangil bahkan bertanya "masih adakah lagi tambahan anggotaku?" Panggilan itu bertebaran di muka bumi berupa acara yang mengelar syahwat, walaupun untuk mengikutinya tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan. Panggilan neraka itu mengarah kepada mereka yang menurutkan hawa nafsu, wanita yang menggelar aurat dan harga dirinya dengan harga yang sangat murah. Panggilan neraka itu tertuju kepada mereka yang melupakan Tuhan yang telah menciptakan mereka. Mereka lebih sibuk dengan bisnis haram, hiburan memabukkan, mereka mempermainkan agama, mereka terus mendengar panggilan neraka, hingga maut menjemput baru tumbuh kesadaran, insyaf, namun sayang semuanya sudah terlambat, kematian sudah tidak dapat lagi ditunda. Maka pada hari perhitungan digiringlah pendengar seruan neraka tadi ke jahanam, mereka dilemparlah satu-persatu dengan kasarnya. Jumlah mereka semakin bertambah

manusia bebas memilih kedua pilihan itu. yang buah-buahannya lebih lembut dari keju dan lebih manis dari madu. Yang materi batu batanya dari emas dan perak. Surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai tidak akan mungkin kita temui di dunia ini. kematian tidak lupa menghampiri kekasih Allah itu.saja. hentikan perbuatan dosa. Kekasih Yang Maha Tinggi" Keindahan surga tidak akan terbayang di pelupuk mata. apakah sudah siap jika detik ini juga kematian itu menghampiri. "Masih adakah tambahan?" jawab neraka. Kematian dapat menghantarkan manusia kepada perjumpaan dengan Kekasihnya. yang kebagusan wajah penghuninya seperti rembulan. sebagimana pejuang Islam yang syahid di belahan bumi Islam sana. madu dan arak yang tidak memabukkan. cantik jelita nan bermata jeli. Jika kita berharap akan mendapatkan jannah-Nya maka persiapkanlah bekal menuju ke arah sana. rahmatilah aku. tidak pernah terdengar oleh telinga. tempatnya masih cukup untuk memuat sebanyak apapun manusia. lalu apakah kita yang tidak ada jaminan untuk bisa masuk surga ini akan kekal hidup di dunia? Setiap jiwa memiliki seni tersendiri menyiapkan kematiannya. neraka senantiasa memanggil-mangil manusia. yang sungai-sungainya mengalirkan susu. bagaimana bisa dibayangkan. mana yang akan Anda pilih? Wallahu'a'lam bishshowab (Yesi Elsandra) Seperti Malaikat . Masya Allah. Jika Rasul saja tidak luput dari kematian. yang pepohonannya dari emas dan perak sebening kaca. Ya Allah. tidak terpikirkan oleh akal. Cukuplah sampai disini saja. Sedikitpun mereka tidak takut. kemudian kita dihadapkan pada kedua pilihan itu. Aisyah mendengar apa yang beliau katakan: "Ya Alah ampunilah aku. yang atapnya Arasy Ar-Rahman. Menurut Ibnu Qayyim. mati syahid telah mengharumkan ruhnya. Disaat sakaratul maut itu. kembalilah kepada Rabb yang telah menciptakan kita!!! Pilihan Kedua Pada hari Senin tangal 12 Rabi’ul Awal tahun 11 H. Sehingga kematian menjadi suatu yang sangat kita nanti-nantikan. Bagaimana dengan kita. yang kendaraanya kuda dan unta bersayap. kematian menjemput Rasulullah. Manusia sempurna yang telah dijanjikan Allah surga itu telah menemui Rabbnya dengan jiwa yang tenang. karena mereka memiliki seni tersendiri menghadapi kematiannya. perjumpaan dengan Tuhan menjadi cita-cita mereka. rumah penghuni surga yang dibangun Allah dengan Tangan-Nya sendiri berbentuk istana. Ia hanyalah seorang manusia biasa. dan pertemukanlah aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi. jangan hiraukan lagi panggilan dunia. yang istri mereka bidadari yang disucikan. Hal ini di buktikan dalam diri manusia sempurna Rasulullah. "Apakah kamu sudah penuh wahai neraka?" tanya Allah. Kematian merupakan jembatan menuju jannah-Nya.

Publikasi 12/11/2002 08:08 WIB eramuslim . sehingga mereka berpikir. banyak mengisahkan pertolongan-pertolongan Allah dengan menurunkan malaikat-malaikat-Nya untuk membantu perjuangan mujahidin Afghan. Di Thaif. Masih banyak kisah-kisah yang bisa kita hadirkan untuk membuktikan betapa Allah sangat peduli dengan mengirimkan para malaikat untuk membantu kaum mukminin dalam segala hal. Jibril seolah ‘marah’ melihat kekasih Allah. malaikat-malaikat Allah itu hanya turun pada saat Rasulullah masih ada. ‘Kemarahan’ malaikat pendamping setia Rasulullah itu ditunjukkan dengan tawarannya untuk membalikkan gunung-gunung di sekitar Thaif untuk membinasakan kaum yang menindas Rasul dan para sahabat itu. mustahil Rasulullah masuk ke dalam gua tanpa merusak sarang laba-laba. Bahkan tidak sedikit yang berpikir.. Dan keyakinan itu terbukti. Muhammad Saw dihina. dicaci. Allah segera menurunkan para malaikat untuk melindungi dan menyelamatkan mereka. sebagian orang memudar keyakinannya akan datangnya pertolongan Allah seperti yang pernah dialami kaum mukminin sebelumnya.Innallaaha ma ‘anaa . diejek sebagai penipu. tiga ratus pasukan mukminin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya sangat tidak sebanding. Abu Bakar Shiddik yang ketakutan saat bersembunyi dari kejaran pasukan kafir yang hendak membunuh mereka. adalah mustahil kesederhanaan persenjataan dan keterbatasan amunisi yang dimiliki pejuang Afghan mengalahkan kehebatan senjata otomatis dan modern miliki pasukan Rusia. Rasulullah menenangkan sahabatnya. keberanian yang tak diragukan serta kehebatan berperang para pasukannya. disamping semangat tinggi. seperti dikisahkan bahwa ada seekor laba-laba yang membuat sarangnya menutupi mulut gua segera setelah kedua hamba Allah itu masuk gua. membela agama Allah. Secara logika. Padahal seharusnya kita meyakini bahwa Allah tetap menurunkan para malaikat-Nya guna membantu hamba-hamba-Nya yang beriman. Rasulullah dan para sahabat yang bersyukur merayakan kemenangan itu merasa yakin. Tindakan laba-laba itu tentulah dapat mengelabui orang-orang yang mengejar Rasulullah. Ayaaturrohman fii Jihadil Afghan. yakni tiga kali lebih banyak dari pasukan yang dipimpin Rasul. dan mereka yang tak selangkahpun mundur atau keluar dari jalan perjuangan menegakkan.. Belum lagi ditambah dengan kendaraan lapis baja serta serangan udara yang mematikan dari Rusia. Allah dan para malaikat-Nya lah yang ‘turun tangan’ membantu mengalahkan musuh. Abdullah Azzam. diludahi bahkan disakiti dengan lemparan batu saat menerangkan ajaran Islam kepada kaum di tempat itu. Seperti yang dibuktikan para pejuang mujahidin Afghanistan saat berperang melawan pasukan Rusia. . Sebuah buku kecil yang terbit sekitar akhir tahun 1980-an yang ditulis oleh Dr. Dalam perang Badar. di gua Tsur. Kini. Rasulullah yakin. Saat itu mereka tengah dalam perjalanan hijrah menuju Kota Madinah. para abdi Allah yang komitmen pada agamanya.

para dermawan yang menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim piatu. dan dari yang terkulai lemah menjadi penuh semangat bergelora.000 pelajar SMU. agar kita pun senantiasa menjadi malaikat bagi orang lain.Dalam banyak kesempatan. Saat kesulitan datang. tentu mereka juga punya satu harapan. tak meminta pujian dan penghargaan dari siapapun. Seperti halnya Jibril dan ribuan malaikat yang pernah membantu Rasulullah dan kaum mukminin sebelumnya. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama.. mengalami kenaikan 17% untuk mendonorkan darah mereka daripada yang tidak melihat foto tersebut. Termasuk sahabat-sahabat yang menyentil kita dengan nasihatnya saat diri ini salah melangkah.. Dari yang terjatuh hingga mampu berdiri tegak. ‘malaikat-malaikat’ yang berada di sekeliling kita saat ini pun memberikan bantuannya tanpa berharap balasan. sekaligus mengajarkan kita agar senantiasa kuat menerima segala bentuk cobaan. Irwin Saranson dan koleganya (1991) melakukan penelitian terhadap 10. Mereka yang lebih kuat ketika mengangkat orang-orang yang lemah sehingga dapat ‘terbang’ bersama. Maka. selain juga bentuk rasa syukur telah diberikan nikmat lebih oleh Allah. mengulurkan tangan kepada orang yang membutuhkan pertolongan menjadi kebahagiaan tersendiri. dari yang terpuruk sampai bangkit menatap masa depan yang cerah. Allah seperti menurunkan para malaikat-Nya saat itu. atau siapapun yang kita sadari atau tidak telah banyak membantu. datang seseorang saudara yang dengan caranya sendiri mencoba membuat kita tersenyum. yang melonjak gembira saat meraih prestasi setelah sebelumnya merasa putus asa. Bagi mereka. mereka bukanlah malaikat. atau juga mereka yang ikhlas memaafkan kekeliruan orang yang berbuat salah. orang yang memberikan pertolongan saat terjadi musibah. dari penelitiannya tersebut terungkap bahwa para pelajar yang diperlihatkan slide yang berisi tiga puluh delapan foto tentang aksi donor darah. yang tersenyum setelah kesedihan melanda.. sehingga tak ada lagi yang pernah berpikir. sahabat. bencana alam. tanpa kita sadari. Melihat orang lain “melakukan perbuatan yang benar dan baik” membangkitkan hasrat bawah sadar untuk meniru perbuatan tersebut. juga bagian lain dari ibadah. saat kesedihan melanda. menunjukkan jalan keluar dari kesesatan. Thanks) Harapan Adalah Masa Depan Publikasi 11/11/2002 07:31 WIB . jadilah (seperti) malaikat bagi orang lain. atau orang-orang yang sekedar menyapa lembut menyentuh hati seseorang yang terluka. spesial 4-N. ada saudara lain memberikan jalan keluar sehingga kita tak gelap mata dan dengan mudah menyelesaikan setiap persoalan yang terasa begitu rumit untuk dipecahkan. Meski para ‘malaikat’ itu tak pernah berharap balasan. Allah masih berkenan menurunkan malaikat-malaikat-Nya yang menyertai saudara. Saudarasaudaranya yang menghibur dikala sedih. Bersyukurlah. Allah telah membenci ummat-Nya karena tak lagi menolong . Tetapi apa yang dilakukannya seperti malaikat yang dihadirkan Allah bagi orang-orang yang memerlukannya.

Harapan merupakan pembangkit semangat. atau bahkan tidak memiliki harapan hidup sama sekali. optimisme nan pantang menyerah.eramuslim . semua pasti berharap mendapatkan kehidupan yang bahagia. karier. . sesuai dengan apa yang kita inginkan. serta dekat dengan Tuhan? Siapapun pasti menginginkan itu semua. tapi jika kita berharap kepada Allah. sering harapan tersebut tidak sesuai dengan keinginan manusia.Dalam ritme kehidupan yang sangat majemuk ini. atau sebaliknya. siapa yang tidak berharap kesuksesan dalam bisnis. Betapa meruginya manusia jika tidak memiliki harapan terhadap masa depannya. Namun pada kenyataannya. Siapa yang tidak berharap mendapatkan pasangan serta keturunan yang baik. siapa yang tidak berharap adanya kedamaian. keinginan manusia terkadang melebihi harapannya. adalah sesuatu yang tidak masuk dalam kategori usahanya. serta berguna. atau memiliki harapan tetapi tidak berusaha mewujudkannya. agar harapan sesuai dengan keinginan. yaitu karunia dan ketentuan Allah. serta bekerja keras untuk mewujudkannya. Dari sekian keberagaman pilihan itu. usaha yang dilakukan secara maksimal dan habis-habisan sehingga yang tersisa. yaitu mengantungkan harapan hanya kepada Allah. Sedangkan dalam perspektif Imam Al-Ghazali. Namun pada tahap realisasi. Itulah yang disebut oleh Imam Al-Ghazali sebagai karunia dan ketentuan Allah. harapan merupakan pancaran suasana batin atau situasi kemanusiaan yang sedang menanti-nanti atau mengharapkan sesuatu yang disenanginya bakal menjadi kenyataan. Setiap manusia dapat mewujudkan harapan-harapan tersebut jika memiliki semangat. agar harapan dapat memberikan kebahagiaan. Ketidaksesuain harapan dengan kenyataan yang inginkan. harapan adalah keinginan terhadap sesautu yang dapat membuat kehidupan ini bahagia. maka tidak ada cara lain. Memiliki harapan berarti kita memiliki keinginan terhadap sesuatu yang dapat memberikan kekuatan bagi kita untuk mewujudkan sebuah kebahagian hidup yang bermakna. Keadaan ini membuktikan kepada kita bahwa ada kekuatan lain yang seharusnya kepada-Nya kita gantungkan harapan. dan yang ada justru angan-angan belaka. Atau bahkan harapan itu tidak direalisasikan sama-sekali. Allah pasti akan memenuhi harapan kita. studi dan masa depan. siapa pula yang tidak berharap dapat menjalankan hidup ini dengan tenang melalui ibadah. pelumas mencapai tujuan. dan ini yang menentukan. manusia dihadapkan pada kenyataan-kenyataan hidup yang beragam. Abu Ridho dalam buku Recik-Recik Spritualitas Islam mengatakan. jika kita tidak bertawakal kepada Allah maka dapat membuat kita putus asa. Menurut kedua tokoh spiritual tersebut. Agar kita tidak kehilangan harapan. sebuah harapan tepat disebut harapan bila istilah itu digunakan untuk penantian sesuatu yang disenangi. ada kalanya manusia mengabaikan harapannya itu karena ketidaktahuan bagaimana merealisasikannya. Berharap pada manusia dapat membuat kecewa. bermakna. dan telah disiapkan semua sebab dan sarana yang masuk dalam kategori usaha seorang hamba. siapa yang tidak berharap memenuhi hidupnya dengan prestasi. karena semua itu adalah salah satu sumber kebahagiaan.

semangat pun terbangun. kelak apapun yang terjadi Anda tidak akan kecewa. Laki-laki muda dengan segudang prestasi di tingkat lokal maupun nasional itu ternyata hidup serba berkekurangan. Realisasikan semaksimal mungkin dengan kerja keras. setelah itu bertawakallah kepada Allah dan gantungkanlah semua harapan tersebut hanya kepadaNya. karena senyum tak membutuhkan modal. tanpa beban. kemudian tanamkan harapan agar Anda memiliki kehidupan yang baik di masa depan. Kecuali jika sakit dan cacatnya seputar mulut. Saat yang sama. semua orang masih bisa tersenyum. Pernah 21 hari tak makan nasi. Sewaktu SMU. Riang. namun memberikan kekuatan yang tak terkira. (Yesi Elsandra) Mengubah Dunia Dengan Senyuman Publikasi 08/11/2002 07:17 WIB Oleh: Azimah Rahayu. karena duit di kantong sudah sangat menipis. malu karena sering merasa menjadi orang paling merana di dunia. jangan mengandalkan orang lain. Sakit atau sehat. Terlahir dari keluarga sangat sederhana. . Terbiasa puasa senin kamis. untuk meneladaninya. Senyum itu juga tetap merekah. "Senyum". Cukup menarik kedua ujung bibir ke atas sedikit. sekaligus mengajarkannya pada kita. kecuali niat dan ketulusan hati. cacat ataupun normal. karena jarak rumah dan sekolah lebih dari 20 km sedang alat transportasi tiada. ketika tak sengaja saya berkesempatan beberapa jam bersamanya dalam sebuah acara. penuh canda. siapa sih orang hidup di dunia ini yang tak bisa tersenyum? Orang miskin maupun kaya pun bisa tersenyum. eramuslim . Hayo. karena ia tak membutuhkan usaha luar biasa. Haru dan kagum padanya sekaligus juga malu pada diri sendiri. ia dua tahun tidur di sekolah demi mengirit ongkos perjalanan. Sejak kita lahir. saat kuliah memilih puasa daud demi menghemat biaya makan namun tetap bisa makan teratur. Bahkan sempat menggelandang bersama sang bapak ketika usianya masih sangat belia: 3 tahun. Senyum ceria selalu menghiasi bibirnya -seperti yang tampak di semua photo yang menghiasi halaman itu.Mulailah dari sekarang mencatat apa-apa yang Anda inginkan.hingga hampir tak ada dari teman-temannya yang tahu akan kehidupan kesehariannya. airmata meleleh di pipi. Haru dan kagum atas ketegarannya. Manusia pinter dan tidak pinter sama-sama bisa tersenyum karena untuk bisa tersenyum tak perlu sekolah. Dalam hal pelaksanaan.Mengeja baris demi baris yang tertulis di rubrik muda Majalah Annida Akhir Oktober 2002 (Gatot Wahyudi: Pemenang I Remaja Berprestasi Annida 2002). Satu kata ini sederhana dalam segala hal. orang-orang di sekeliling kita telah menyambut kita dnegan senyum lebar. senyum adalah aktifitas sederhana untuk dilakukan. Namun dia menjalani semuanya dengan ringan.

Kata Emha Ainun Najib dalam buku 'Mati Ketawa ala…" orang yang selalu riang dan suka tertawa sulit dimasukin jin dan setan. Senyum adalah solusi sederhana. betapa menyenangkan. Alangkah indahnya! (azi_75@yahoo. Betapa damainya. Senyum adalah bahasa dunia. Senyum akan mencairkan kekakuan. Karena kita bisa beramal dan bersedekah. Ayo kita coba. membentuk sebuah senyuman. Hingga ketegangan di antara dua sahabat pun terlelehkan. Agar persahabatan lebih menyenangkan. Ah. Mendengar kata "senyum". Kemudian usahakan menarik ujung kedua bibir anda keatas. Anda sedang berperasaan biasa saja atau bahkan tengah riang dan gembira. Maka tiba-tiba anda akan merasa sedih. Dan tanpa kita sengaja. Teruslah tersenyum. Kemudian cobalah sebaliknya. kita telah berkontribusi terhadap perdamaian dunia. "Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah". Lalu. mengapa kita tidak tersenyum saja? Agar perjalanan lebih ringan. Hingga kemarahan pun padam. alangkah indahnya. meski tak saling sapa. penuh ketulusan. pasti yang terbayang pertama kali adalah wajah manis penuh keramahan dan cinta (Kecuali kalau dibelakang kata itu diberi embel-embel 'sinis'. Nah. Dan tanyakan pada hati anda dengan jujur: Apakah anda masih tetap merasa sedih seperti semula?. berdiam diri dan menyendiri dan selalu bersedih hati.com special 4 adikku Gatot: jazakallah telah memberi izin menulis tentangmu. luka masyarakat dan juga nestapa dunia. Cukup satu hal sederhana. setidaknya perasaan anda tidak seblue sebelumnya. tersenyum dapat membuat kita selalu dalam kondisi riang. Makhluk ini lebih suka memasuki tubuh orang yang suka melamun. Agar dunia lebih damai. dan cinta serta aura kedamaian tersebar dalam sebuah kelompok. Bungkam mulut anda dan kerucutkan.Secara fisik. lingkungan dan komunitas. kenapa kita tidak gunakan sikap tubuh untuk mempengaruhi kondisi mental dan jiwa kita? Menyikapi segala sesuatu dengan senyum. senyum sudah cukup menjadi isyarat persahabatan. Senyum bisa menjadi pembuka komunikasi. Senyum penuh cinta. tanpa harus memiliki sesuatu yang besar. Bobby De Porter dalam bukunya Quantum Learning mengatakan bahwa sikap tubuh seseorang dapat mempengaruhi perasaan atau mood seseorang sebagaimana perasaan juga mempengaruhi sikap tubuh seseorang. Kemudian duduklah dengan bahu merunduk. Dalam hal makna. Pun senjata jika kita sedang grogi. Anda sedang sedih atau marah. Bahkan Rasulullah pernah bersabda. Saya percaya. senyum juga bermakna sederhana. agar dunia belajar darimu bahwa hidup ini indah dan ringan bila disikapi dengan senyum) Kepercayaan Publikasi 07/11/2002 08:01 WIB . karena aura tubuh mereka yang rileks tidak menyenangkan bagi jin. Terhadap kepedihan pribadi. Jika kita tak saling mengerti bahasa lawan bicara. 'sarkastis' dan lain-lain). kesedihan keluarga. Agar hidup lebih nyaman. insya Allah segalanya akan ringan.

Menurut John Fereira yang dikutip dalam buku Emotional Spiritual Quotient. "Jika Anda percaya sesuatu itu tidak mungkin. Akan tetapi jika Anda percaya. Itu artinya kita telah mengabaikan kekuatan besar yang sesungguhnya dapat membawa kita melejit. maka pikiran kitapun bekerja untuk merealisasikan ketidak percayaan itu. bahaya dan segala rintangan." Jika kita mempercayai diri kita. pikiran Anda akan bekerja bagi Anda dan membantu Anda mencari jalan untuk melaksankannya. "Seseorang yang memiliki kepercayaan diri. Kemudian kita akan gagal. keuntungan dan rahasia.Para pemimpin besar biasanya memiliki orang-orang kepercayaan. disamping mampu untuk mengendalikan dan menjaga keyakinan dirinya. perjuangan menjadi sesuatu yang menakutkan. cita-cita kandas ditengah jalan. Kemudian dengan kekuatan besar yaitu keyakinan kepada diri sendiri bahwa "saya mampu melakukan itu" maka kita akan keluar dari segala rintangan dan menemukan jalan keluar dari setiap kesulitan. tanpa was-was. Schwartz dalam bukunya. Pikiran kita akan membawa kita menyisir setiap kesulitan. Kepercayaa merupakan sebuah energi besar dalam diri manusia. tenang.mengapa manusia ragu untuk percaya kepada dirinya sendiri? Jika kepercayaan kepada orang lain dapat menbantu manusia mencapai cita-citanya. Tapi ada energi yang jauh lebih besar dari itu. mengapa manusia mengabaikan potensi yang ada pada dirinya kemudian mengabaikan kepercayaan pada diri mereka sendiri yang sesungguhnya tidak kalah memiliki energi yang jauh lebih besar? Kepercayaan kepada diri sendiri merupakan kekuatan besar yang dapat mengantarkan kita pada berbagai tujuan yang mungkin sulit untuk kita realisasikan. setiap perjuangan kelak pasti akan kita menangkan. yaitu kepercayaan kepada diri kita sendiri. kemudian kesuksesan hanya tinggal mimpi. maka kita akan memiliki pikiran-pikiran kreatif untuk membuktikan bahwa sebenarnya kita bisa mencapai tujuan kita. hanbatan. selanjutnya. David J. Kepercayaan yang diberikan kepada orang lain sering membantu banyak manusia mencapai tujuannya. pikiran Anda akan bekerja bagi Anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin. yaitu kepercayaan kepada Zat yang menciptakan energi itu. Namun jika kita dipenuhi oleh ketidakpercayaan kepada diri sendiri. sesuatu dapat dilakukan. Bahkan tidak jarang kepercayaan ini merupakan energi tersendiri bagi orang-orang hingga menjadikannya besar. Jika manusia memiliki kepercayaan yang begitu besar kepada orang lain untuk meraih tujuannya -padahal bisa saja suatu saat ia dapat berkhianat. Sering pula beberapa keputusan penting turut dipengaruhi oleh orang-orang ini. cita-cita hanya sebatas lisan. benar-benar percaya. Ia akan merasa aman. .eramuslim . Akibatnya kreatifitas kita akan mati. Tidak sedikitpun ada keraguan membagi resiko. The Magic of Thinking Big mengatakan. daya juang kita akan tumpul. juga akan mampu membuat perubahan di lingkungannya" Betapa besar produktifitas yang dapat dihasilkan dari kepercayaan kepada diri kita sendiri ini.

sebagaimana Tuhan telah menghargai kita dengan melimpahkan segala Rahmat-Nya. adalah bukti cinta kita kepada Allah sekaligus menegaskan bahwa kita tak termasuk orang-orang yang cinta harta dunia dan sadar akan adanya sebagian hak orang lain dari apa-apa yang kita miliki. Cinta yang diberikan-Nya bukanlah sesuatu yang abstrak. semudah Tuhan menghidupkan dan mematikan kita. Bukankah yang demikian dapat kembali menyuburkan cinta dan menghangatkan keharmonisan keluarga? Kata Rasul. juga tak lupa memberi sedekah dan hidangan berbuka kepada pengemis. Sinkronisasi kedua kepercayaan inilah sesungguhnya yang kelak membawa kita pada apa yang kita inginkan. sedekah. saling menghantarkan makanan berbuka kepada tetangga. Cinta sosial. atau bahkan rangkaian acara-acara khusus menyambut tamu agung ini. kemudian dunia inipun akan ada dalam gengaman kita. maka kepercayaan itu hanya akan sia-sia. begitu juga sebaliknya. mudah. email. Cinta yang ditawarkan Allah kepada segenap makhluk di bulan Ramadhan selayaknya kita sambut dengan suka cita. jika tidak dilandasi dengan kepercayaan kepada sumber energi. Allah memfasilitasinya saat makan sahur.Kepercayaan itu signifikan dengan iman seseorang. Karena mudah saja bagi Tuhan menjadikan sesuatu yang tiada menjadi ada. dan zakat yang kita keluarkan. SMS. Adakah yang . ungkapan cinta bertaburan di seantero dunia menyambut hangat ramadhan ditandai dengan jalinan silaturahim melalui surat. Allah berikan juga kesempatan manusia untuk mengaplikasikannya saat-saat bersama melakukan shalat tarawih berjama’ah. hingga tak kuasa menahan setiap tetesan air kesyukuran yang memancarkan kebahagiaan tak terlukiskan saat ianya tiba malam tadi. Tinggal kita mau berjuang keras dan berusaha maksimal. fakir miskin dan anak yatim-piatu. Infaq. mereka yang terbiasa sibuk sedemikian rupa sedikit mempercepat aktifitasnya agar segera tiba di rumah untuk menikmati berbuka bersama keluarga. (Yesi Elsandra. Bahkan menjelang hari akhir ramadhan. telepon.Merindu haru hati ini menanti saat kedatangannya. seraya berharap kelak kita menjadi bagian dari golongan yang mendapatkan cinta-Nya. Refleksi terhadap kepercayaan kepada Tuhan dirangkum dalam 6 rukun iman. Betapapun besarnya kepercayaan kepada diri sendiri. Hargailah diri kita. Segala puji bagi Allah yang telah berkenan kembali mempertemukan kita dengan bulan bertabur cinta. setidaknya dengan ramadhan. untuk rang awak dima se barado) Ramadhan nan Penuh Cinta Publikasi 06/11/2002 07:43 WIB eramuslim . saling mencintai dan berkasih sayanglah kepada sesama yang di bumi. maka seluruh yang di langit akan mencintai dan mengasihimu. wujud cinta juga terealisasi dengan mengeluarkan sebagian harta kita untuk zakat guna melengkapi proses pembersihan diri menuju kesucian. Detik-detik menjelang satu ramadhan. Juga yang biasanya tak sempat untuk sarapan bersama.

cinta yang terkadang hanya terucap di lidah tanpa wujud yang nyata.Jangan bermuka masam. hati pun berdo’a penuh harap. tahajjud serta munajat kepada-Nya. sambil menghitung-hitung betapa menyesalnya kita tak memanfaatkan ramadhan yang telah lalu dengan amal sebaikbaiknya. Malam-malam ramadhan. Pada saat itu Rasul tengah menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam. Tetesan air mata yang akan mengalir nanti. Kisah teguran Allah kepada Rasulullah diatas merupakan asbaabunnuzul (sebab-sebab turunnya) surah ‘Abasa (bermuka masam) yang dapat menjadi pelajaran bagi sekalian manusia betapa Allah tidak senang dengan sikap demikian. “Allah dan rasul-Nya. Ia menjadikan dirinya ayah. Bahkan Rasulullah pun pernah ditegur-Nya karena bermuka masam dan memalingkan muka terhadap Abdullah bin Ummi Maktum. Idul Fitri. Dan tentu saja. Pelajaran pertama yang bisa . pantaslah ada keceriaan bagi mereka yang mendapatkan kemenangan melewati masa-masa ujian selama ramadhan. atas segala alpa. Satu tanya bergelayut “Akankah kita kan sampai di ramadhan tahun depan?” Maka. Saat hari fitri tiba. salah dan lalai. Hal yang tidak kalah menakjubkan juga ditunjukkan Rasulullah kepada seorang anak yatim yang bersedih di hari raya. Inginnya menghabiskan malammalam ramadhan dengan tangis penyesalan atas khilaf dan dosa. cukuplah bagiku” jawab Abu Bakar. hingga tangis ini akan semakin keras berteriak dalam hati. seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah Saw membacakan kepadanya ayat-ayat Al Qur’an yang telah diturunkan Allah. takkan terhitung betapa derasnya membayangkan kemungkinan bertemunya kembali kita dengan ramadhan nan penuh cinta ini. dengan ibadah yang bernilai. Dia senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada hambahamba-Nya. Sadar akan semua nikmat yang Allah berikan tanpa pernah alpa. dan Fatimah saudara perempuan anak yatim tersebut seraya membahagiakannya saat hari bahagia.cintanya sebesar sahabat Abu Bakar Shiddik yang mengeluarkan seluruh hartanya di jalan Allah hingga Rasul-pun bertanya apa yang tersisa untuknya. Hati yang terpaut cinta. dengan satu harap menjadikan taqwa sebagai hasil akhir ramadhan. tanpa pernah pula khilaf. adalah saat terbaik kita bercengkerama dan bermesraan dengan Allah melalui tilawah dan tadarrus qur’an. “berilah hamba kesempatan”. juga lalai. perlulah diri ini belajar dari Ibrahim alaihi salam dan keluarganya tentang hakikat dan bentuk cinta kepada Allah. tentulah. seperti enggan menuju pembaringan. karena Allah sangat tidak menyenangi perbuatan itu. namun kita membayarnya dengan cinta yang semu. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Senyumlah … Publikasi 05/11/2002 12:16 WIB eramuslim . Namun tentu saja. Astaghfirullaah … Jika hati ini sedemikian rindunya menanti kedatangan bulan penuh rahmat dan maghfirah ini. akan ada tangis jika kekasihnya pergi. selayaknya orang saling mencinta.

Subjektifitas itulah yang kemudian dengan bebasnya menentukan siapa yang pantas disikapi dengan baik siapa yang tidak. Sebuah pelajaran lain bisa kita dapatkan dari cerita ketika para sahabat sedang berkumpul bersama Rasulullah. Rasulullah berkata: “Sesungguhnya Allah . Tapi kalau yang menjadi ukuran adalah soal. Masalahnya kemudian. like or dislike. makanya menjadi kepentingan utama juga bagi setiap manusia untuk menjaga. seringkali kita hanya bersikap ramah kepada orangorang yang kita kenal dan baik hati. atau bahkan siapa yang akan dijadikan sahabat dan siapa yang semestinya dimusuhi. dan inilah pangkal awal dari kesalahan orang bersikap dan bertindak. Baik sih jika yang menjadi patokan adalah. dan dengan (pengaruh) ego-nya itulah setiap watak dan karakter manusia terbentuk. Mendengar itu. selain pelajaran tentang teguran Allah terhadap Rasulullah diatas. bahwa Rasulullah pun manusia biasa yang masih mungkin melakukan kesalahan dan kedua. Sehingga yang terjadi adalah pembenaran atas kebenaran subjektifitas. namun keberadaan ego sangatlah penting. meski hanya sekedar menebarkan senyum. lazim disebut sebagai orang yang egois. ataupun hal-hal subjektif lainnya. mau menang sendiri dan tidak toleran. Tidak membeda-bedakan sikap berdasarkan kepentingan. terhadap siapa saja yang kita jumpai. atau mengukur prioritas pelayanan dari seberapa menguntungkannya orang tersebut buat kita. Peringatan itu tentu menjadi pelajaran yang berharga bagi baginda Rasul. siapa yang didahulukan siapa yang harus ‘dicuekin’. Atau senyum. tidak bertentangan secara aqidah) atau standar akhlak dan kebiasaan. Bahkan ditegaskan Allah dengan kalimat “Sekalikali jangan (demikian)!” pada ayat ke sebelasnya.kita ambil. Rasulullah pun mengajarkan tentang keutamaan sikap-sikap kebaikan terhadap sesama. Sebelas ayat pertama surah ‘Abasa menjelaskan secara lengkap larangan bermuka masam atau sikap mengacuhkan orang lain. Salah satu ciri khas dari orang egois adalah berbuat dengan sekehendaknya. Sikap ramah misalnya. tidak semua orang memiliki tingkat pemahaman yang baik tentang ‘benar-salah’ menurut norma maupun nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. tentu tidak bisa dibenarkan. pantas tidak pantas. artinya apa yang menurutnya benar maka ia itulah yang dikerjakannya. biasanya terkhususkan bagi siapa yang menurut kita pantas untuk disenyumi. Manusia memiliki ego pada dirinya masing-masing. Padahal Islam tidak mengajarkan demikian. Mereka yang tidak mampu mengendalikan ego-nya. maka dihadapan mereka lewat seorang dengan pakaian compangcamping dan beberapa sahabat berujar dan menilai orang yang barusan tidak mendapatkan kemuliaan Allah. Meski ada anasir lain yang membentuk watak dan karakter manusia. terkait dengan sikap bermuka masam alias acuh terhadap orang lain (siapapun) yang tidak dibenarkan oleh Allah. Soal pilah-pilih sahabat misalnya. dan hendaknya demikian juga bagi kita pengikutnya. memenej dan mengolah ego-nya agar terkendali sehingga teraplikasi dengan baik. kesesuaian norma dan nilai yang dipegang (dalam hal ini misalnya.

"Wahai para pedagang. Rahmat Allah. Dengan senyum ramah itulah kita bisa berharap besar akan kebaikan orang lain." jawab Abu Hurairah ra. Dan karena dengan itu jugalah Allah menyapa hamba-hamba-Nya di surga kelak. kami melihat banyak orang tetapi bukan yang seperti yang kau maksud. Maka semestinya. Tetapi sesungguhnya Allah melihat hatihati kamu. kami telah datang ke Masjid. hanya saja kita sering salah mengartikannya atau tidak mampu mencernanya. "Apakah kalian tidak tahu kalau warisan Muhammad SAW tengah dibagi-bagikan sehingga kalian masih berdiri disini? Apakah kalian tidak ingin mengambil bagian kalian?" Dengan keinginan yang meluap mereka bertanya serius. "Bukan demikian ya Aba Hurairah. "Apakah kalian tidak melihat seorangpun di Masjid?". sedangkan Abu Hurairah tetap tinggal disitu.tidak melihat pada bentuk rupa dan jasad kamu. senyum dan ramah jugalah yang mampu meluluhkan amarah dan kebencian orang terhadap kita. Karena dengan itu modal utama penerimaan orang lain terhadap kita. " Ada apa kiranya ya Aba Hurairah?" Abu Hurairah menjawab. Kasih sayang Allah tidak hanya tercurah kepada segelintir orang. mengapa kalian masih belum menutup dagangan kalian?" Mereka bertanya kebingungan.” Keberkahan Allah. sesungguhnya Ia Maha Adil atas Rahmaan dan Rahiim-Nya. Kemudian dia berkata kepada para pedagang. melainkan juga dari tangan-tangan terbuka para pengemis yang setiap hari lalu lalang di depan kita. Tak Berapa lama kemudian para pedagang itu kembali ke pasar.Pada suatu hari Abu Hurairah radiallaahuanhu berdiri di pasar kota Madinah. kami melihat banyak orang sedang sholat." Abu Hurairah bertanya lagi memancing... sementara . para pedagang itu segera bergegas ke Masjid Rasulullah. Setelah diberitahu demikian. "Ya Aba Hurairah. tidak hanya singgah kepada mereka yang diberi kesempatan untuk menikmati hidup berkecukupan di dunia ini. "Mengapa kalian kembali?" Mereka segera menjawab dengan nada kesal. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Warisan Paling Berharga Publikasi 31/10/2002 08:04 WIB eramuslim . Abu Hurairah bertanya kepda mereka. "Dimana ya Aba Hurairah?!" "Di Masjid Rasulullah. senyuman dan sikap ramah menjadi keutamaan sikap terhadap siapapun. tidak ikut pergi. tetapi setiba disana kami tidak melihat ada sesuatu yang dibagikan Rasulullah. karena Rahmat itu juga sesungguhnya ada pada yang tak memiliki harta karena Allah sayang padanya sehingga tak membebaninya dengan pertanggungjawaban harta yang bertumpuk. tidak hanya datang dari orang-orang dermawan yang kerap menyisihkan sebagian hartanya untuk diinfakkan.

plan B. "Wahai para pedagang.. itulah warisan Muhammad SAW yang paling berharga untuk kalian semua. Anda jangan hanya punya satu solusi yang berati hanya punya satu pilihan. Karena lewat buku tersebut. Menurut Oech. yakni kecintaan-Nya akan orang-orang yang mencintai.. sehingga hampir setiap film itu diakhiri dengan keberhasilan menjalankan misi.". ketahuilah. Satu hal yang menarik dari film tersebut.com) Menjadi Manusia Kreatif Publikasi 30/10/2002 11:15 WIB eramuslim . Dia akan membalasnya dengan sesuatu yang tak pernah terukur nilainya.. buktikanlah bahwa kita termasuk orang-orang yang mencintai Allah diatas segala kecintaan terhadap apapun.sekelompok lainnya ada yang mengaji Al Qur'an dan ada pula yang sedang mempelajari soal-soal yang haram dan halal. bisa menjelaskan keterkaitan antara keduanya. hanya saja jika kita mau melihat sisi pelajaran yang mau diambil. Nah. lewat bukunya A Whack on Side of the Head. sebuah buku yang memberikan motivasi besar kepada para pembacanya untuk optimis meraih hal-hal yang sesungguhnya ‘bisa’ diraih. bahkan plan C. tentu ada kaitannya. Abu Hurairah menjelaskan. Karena dengan itu semua. (Hadist Riwayat Tabrani) *** Saudaraku. Kreativitas meminta Anda menemukan jawaban kedua yang mungkin lebih tepat. kesuksesan Ethan Hawk mengemban misi yang dianggap tidak mungkin dicapai itu adalah karena . Wallaahu a'lam bishshowaab (Dwi Ryan/ ryan_088@yahoo. Antara Norman (dan bukunya) dengan film Mission Impossible memang tidak ada kaitannya..Pernah nonton film Mission Impossible? Film layar lebar yang dibintangi oleh Tom Cruise itu sebenarnya pernah menjadi film seri yang diputar setiap minggu di sebuah TV swasta di tahun 1990-an. dimana tertulis “suka mencari jawaban kedua” sebagai kebiasaan pertama seorang yang kreatif. seimpossible apapun misi yang diemban oleh Ethan Hawk (diperankan oleh Tom) namun endingnya selalu saja mengisahkan keberhasilan. tatkala datang seruan-Nya. Von Oech mengetengahkan sepuluh kebiasaan manusia kreatif. You Can If You Think You Can (Anda bisa jika Anda berpikir bahwa Anda bisa). Maka. Ketahuilah bahwa tidak ada yang lebih berharga dari apapun yang kita miliki di dunia ini melainkan sesuatu hal yang senantiasa kita lakukan demi mengharap ridha Allah. Roger Von Oech. Mendengar uraian para pedagang tersebut." jawab para pedagang dengan agak sewot. menuliskan buku best seller. takkan pernah ternilai besarnya. Satu hal yang tergambarkan dengan jelas dalam film tersebut (baik layar lebar maupun seri-nya) adalah kebiasaan para tokoh yang tergabung dalam tim pengemban ‘misi yang tidak mungkin’ alias ‘mustahil’ dicapai itu untuk senantiasa memiliki plan A. Norman Vincent Peal.

Dan Norman menguatkannya dengan satu motivasi. Suka mencoba kemustahilan. Orang dulu berpikir ruang angkasa adalah sesuatu yang invisible. tidak banyak orang yang bisa membuat orang lain tertawa. adalah yang selanjutnya. Sehingga kemudian yang tampak didepannya adalah sebuah gunung batu menjulang tinggi yang tak mungkin dilewati. Jika aturan telah membatasi pilihan maka Anda harus mencari tahu mengapa suatu aturan dibuat. Melihat kesalahan sebagai peluang. Mungkin alasan itu tidak relevan lagi. Kebiasaan ketiga adalah Suka menggugat aturan. tidak cukup hanya dengan memiliki satu kebiasaan diatas. linier dan pasti. Merenungkan lagi ide yang muncul dapat memicu berbagai kemungkinan baru. tambah Oech. Alasannya. Oech juga memaparkan tentang kebiasaan lainnya. Oleh karena itu. sebuah tembok raksasa yang mustahil ditembus. karena ia menempatkan Suka humor dan santai sebagai kebiasaan . Bahkan sekarang. Kini ribuan pendaki sudah membuktikan bahwa puncak tertinggi itu bisa ditapaki. Dalam kenyataan. Padahal sejarah pun mencatat. jangan sekali pun pernah membuang ide sepintas yang kelihatan mustahil. Sejarah lain juga ditorehkan oleh George Leigh Mallory dan Andrew Irvine yang disebut-sebut sebagai orang pertama menapakkan kakinya di puncak tertinggi dunia. Dan yang perlu diketahui. sering ide kretif lahir dari situasi dilematis atau kepepet. Menjadi manusia kreatif. Sesungguhnya kesalahan justru menempatkan kita memperoleh hal yang tak didapat bila melakukan dengan benar. “Kreativitas adalah pengembangan hasil otak kiri yang bersikap keras terhadap ide oleh otak kanan yang lunak yang mengabaikan batasan dan lunak terhadap berbagai ide. Masalahnya adalah sifat manusia yang sering kali memperturutkan hawa nafsunya. namun para ahli Rusia membuktikan dengan mengirimkan Yuri Gagarin ke luar angkasa menggunakan Sputnik. Nampaknya.” kata Oech. Kemudian yang keenam adalah. Ada orang yang suka mencari aman dan menghindari dari kemungkinan salah atau gagal.kebiasaan timnya untuk menyiapkan lebih dari satu solusi. Rasulullah dengan 300 pasukan mukmin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya tiga kali lebih banyak dalam perang Badar. untuk yang satu ini. pernah menyebut Dedi ‘Miing’ Gumelar sebagai satu dari sekian orang yang dijadikan sahabatnya. yakni suka berpikir lunak. Mount Everest pada 1924. Allah dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat terakhir telah jauh terlebih dulu memberikan motivasi kepada setiap mukmin. Mungkin sekarang ada pemecahannya yang lebih efektif. yang dalam hal ini salah satunya adalah sifat malas. bahwa tidak satupun yang ada dihadapan manusia itu tidak bisa diraih. Oech juga sepakat. Adalah jarang inovasi muncul dari pola pikir yang tunggal. orang sudah menjajaki pariwisata luar angkasa meski harus merogoh kocek yang tak sedikit. disebut sebagai kebiasaan kelima. Gede Prama. Toleran terhadap hal dilematis. dan enggan berusaha keras. meski tidak meninggalkan aspek kecerdasannya. bahwa Dia tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Juga ketika seorang dipenjara yang melupakan kebaikan dirinya. Kebersihan hati Yusuf itulah yang akhirnya secara tidak langsung menghantarkannya kepada kejayaan diri. Dan yang terakhir disebutkan Oech. Berani berpikir beda seolah menjadi ciri yang paling khas dari orang kreatif. Umumnya orang berusaha menyesuaikan dengan budaya organisasinya. Rasulullah Muhammad saw tidak pernah sedikitpun mengajarkan kepada ummatnya untuk melakukan kejahatan. namun kebaikan hatinya tak diragukan bahkan dirasakan juga oleh yang bukan ummat nasrani. menjadikan Gandhi sebagai sosok yang boleh diteladani dalam hal berbuat baik terhadap sesama. masih menghormati makhluk kecil. Orang yang sibuk melihat dunia dalamnya sendiri akan kehilangan banyak ide. cinta dan pengabdiannya yang besar kepada ummatnya. semut. Memang ide kreatif muncul ketika terdesak situasi. siapa yang berani membantah jika dikatakan bahwa Gandhi adalah manusia berhati mulia. beranilah pro terhadap hal yang tidak disetujui mayoritas walau tidak harus terlalu terbuka. Saat kita santai dan gembira pertahanan mental jadi longgar sehingga tidak pusing terhadap aturan. Orang yang mengaku bukan orang yang kreatif berarti telah memasung diri sendiri. Selain itu. dan memerintahkan derap dan langkah para pasukannya untuk tidak mengganggu atau bahkan menginjak sekelompok semut yang mereka lewati. Seorang Sulaiman yang dengan segala kebesarannya. bukan berarti mengesampingkan kebenaran. tak sedikitpun ia marah. Sama halnya dengan Mahatma Gandhi. tindak kesemena-menaan bahkan kezhaliman. Sudahkah menjadi orang kreatif? Mulailah hari ini juga! Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Mari Menebar Kasih Sayang Publikasi 24/10/2002 09:05 WIB eramuslim . bahwa ide akan berkembang bila kita memberinya ruang. Kita pernah mempelajari bagaimana kebaikan hati Yusuf alaihi salam yang tidak menaruh dendam sedikitpun kepada saudara-saudaranya yang telah mencoba mencelakainya. adalah senantiasa Terbuka terhadap gagasan baru. . Kebaikan yang dilakukannya. tapi lebih banyak ide brilian dan segar lahir dari suasana santai dan gembira. Dalam hal ini. cinta dan kasih sayang. Maka dari itu. hal mustahil maupun yang keliru.Siapa yang tak mengakui kebaikan hati seorang Bunda Theresia? Meski ia tak pernah menganut ajaran Islam yang penuh kedamaian. Jadi. Suka meninjau dunia luar sebaiknya menjadi satu kebiasaan tersendiri bagi orang-orang kreatif. Padahal tekanan organisasi bisa memasung kretaivitas.orang kreatif pada urutan selanjutnya. Meninjau dunia luar adalah wahana meraih ide baru untuk dunia dalam kita. karena disini akan lebih bernilai jika sikap satu ini untuk berbeda terhadap mayoritas ketidakbenaran. ketidakadilan. Ingatlah. Baik dengan tambahan dari luar diri Anda atau tidak menekan ide yang telah dipunyai.

mencontohkan bagaimana seharusnya kasih sayang dan cinta sesama saudara bagaikan mencintai diri sendiri.Islam dengan segala ajaran kasih sayang dan kedamaiannya. Padahal pendelegasian keduanya menyusup itu sebelumnya karena para pembesar dan masyarakatnya mendengar berita tentang kekejaman Panglima Amru bin Ash beserta pasukannya yang dikatakan gemar membunuh. . Sebenci apapun para pembesar suku Quraisy seperti Abu Lahab. agama kasih sayang. Rupanya. antara yang kuat dan yang lemah. mungkin bagi kita sangat sepele. ketika orangorang memperjualbelikan budak dengan harga yang tidak manusiawi. mereka tak pernah membenci Muhammad karena perilakunya yang buruk. Rasulullah (Islam) memuliakannya. kedudukan mereka. Setelah para Nabi Allah sebelumnya juga mengajarkan hakikat Islam. bersikap lembut dan menghargai sesama. Kejadian itu sungguh mengherankan dua orang penyusup dari pasukan musuh yang menyamar bergabung dalam pasukan Amru bin Ash. Alasannya. Pikir mereka. Setelah menjadi Rasul Allah. Islam adalah agama kebaikan. bagaimana mungkin dikatakan kejam jika terhadap seekor burung pun sang Panglima sangat mengasihi. Muhammad justu mengangkat derajatnya. justru mengutamakan perbuatan baik terhadap manusia itu sebagai perwujudan dari rahmantan lil ‘aalamiinnya ajaran yang disempurnakan Muhammad saw. saat para sahabat mulai marah dan tidak mampu menahan diri untuk melakukan balasan terhadap intimidasi dan penganiayaan terhadap kaum muslimin. dan kemuliaan hati dari Islam yang langsung dicontohkan Muhammad-lah yang akan menggusur kekuasaan. Bagaimana tidak. Muhammad dikenal sebagai orang yang berhati mulia. Maka tidak sewajarnya ketika mereka yang mengaku mukmin melakukan kejahatan dan tindak kezhaliman. Rasulullah baru mengabulkannya setelah ada izin dari Allah yang membolehkan berperang. menyiksa dan menganiaya orang. Abu Jahal. Saat fajar sebelum berangkat melakukan penyerbuan ke wilayah musuh yang menentang Islam. sopan. Rasulullah tak pernah mengajarkannya. jujur. hanya karena ia mendapati seekor burung yang bertengger di atas tendanya tengah mengerami telurnya dan terpaksa menunda keberangkatan pasukannya. Itulah kemudian ia mendapatkan gelar al amiin. kemuliaan hatinya tidak hanya diakui oleh kaum mukminin melainkan juga oleh kaum kafir Quraisy. Kecuali dalam kondisi yang memang mengharuskan setiap mukmin mempertahankan harga diri dan melakukan pembelaan. Bayangkan. ketika ketidakadilan semakin mempertegas jarak dan perbedaan antara orang-orang kaya dengan fakir miskin. kedamaian. juga menarik hati seorang saudagar kaya Khadijah binti Khuwailid yang kemudian menjadi istrinya. Rasulullah datang dengan mengajarkan zakat dan infaq shodaqoh. Sebelum menjadi Rasul. Ada sebuah kisah seorang panglima perang besar kaum muslimin Amru bin Ash yang begitu mulia hatinya. Justru yang mereka khawatirkan adalah ajaran kebaikan. Tidak hanya itu. dari kejadian itu mereka tak menemukan anggapan itu. Ketika para wanita dianggap masyarakat kelas sekian dan menjadi suatu kehinaan diri jika mempunyai keturunan seorang wanita. para pasukan terheran karena hanya tinggal tenda Sang Panglima yang masih utuh belum dikemas.

sangat mendambakan akan datangnya bulan Ramadhan ini. mereka yang meski berbuat baik. Subhanallah. Sehingga pada bulan Ramadhan. serta pengikutnya yang komitmen dengan risalahnya Dienul Islam hingga hari akhir nanti. manusia yang sangat mulia. Niscaya kita akan sangat bergembira jika saatnya tiba.Menjadi seorang muslim.Segala puji bagi Allah SWT. cinta dan kasih sayang. hari ulang tahun kita. (Bayu Gautama) Karena Rasulullah pun Mendambakan Ramadhan Publikasi 23/10/2002 07:23 WIB eramuslim . karena jika itu yang kita lakukan. Sholawat dan Salam senantiasa terucap kepada Rasulullah Muhammad SAW. dan penuh kasih seperti Bunda Theresia dan Mahatma Gandhi. hakikat bulan Ramadhan ini sesungguhnya pada sejauh mana kita telah melakukan persiapan untuk menyambutnya. katakanlah sebagai contoh. perbaikilah segala sifat yang tak mencerminkan kebaikan dan kasih sayang itu. Persiapan itu sendiri tidak dilakukan pada awal bulan Ramadhan. yang Insya Allah memperkenankan kita menjumpai bulan suci. Bahkan jauh hari sebelumnya. berarti didirinya tertanam sifat-sifat kebaikan. maka kita akan ketinggalan kereta pahala dengan hamba Allah lainnya. kita sudah mempersiapkan dengan 'full action'. Sebaliknya. para tabi'in. keluarganya. jika kita berbuat baik dan penuh kasih sayang terhadap semua makhluk di bumi. tabi'it tabi'in. sahabatnya. dan aktivitas yang akan menunjang penampilan kita pada hari yang dinanti-nanti itu. Wallahu a’lam bishshowaab. . sehingga teruntai sebuah do'a yang sangat indah: "Allahumma bariklana fii rajab wa bariklana fii sya'ban wa balighna fii ramadhan" Ya Allah. karena Rasulullah pun menegaskan. potong rambut. berkahilah bulan Rajab ini. panjangkanlah umur kami hingga bulan Ramadhan. jika kita menantikan suatu saat yang sangat berharga bagi diri kita. sama seperti bulan-bulan sebelumnya? Na'udzubillahi tsumma na'udzubillahi. bulan Ramadhan. Yang telah mempersiapkan diri jauh sebelum datangnya bulan Ramadhan. Rasulullah sendiri. Sudahkah kita meneladani beliau? Menantikan dengan penuh harap? atau kita hanya biasa-biasa saja menyambut kedatangannya. tentulah karena ia tidak sepenuhnya mengamalkan ajaran Rasulullah. maka yang ada di langit akan mengasihi dan menyayangi kita. dan berkahilah bulan Sya'ban ini. Saudaraku. kita dapat memanfaatkan waktu dengan optimal. amalnya akan terputus dan tak diperhitungkan dihadapan Allah kelak karena mereka bukan muslim dan tak mengimani Allah. Jika seorang muslim tak memiliki sifat diatas. Tapi apakah kita sudah bersiap-siap untuk menyambut bulan yang sangat dinantikan oleh ummat Islam sepanjang masa? Bulan yang sangat dinantikan oleh Rasulullah. Amiin Allaahumma Amiin. bersih-bersih. Oleh karenanya. Saudaraku. dan sampaikanlah kami. bulan mulia.

Mengapa tidak menegur? Ingin si gadis menegur. sesungguhnya si perokok lah yang seharusnya lebih merasa sungkan dibanding orang yang menegur. shoum sunnah. yang dapat membekas pada 11 bulan berikutnya. datangnya hanya sekali setahun. (Bramsi Prenata/bramsi@cakraweb. Jadi sah-sah saja jika si perokok tidak peduli. bahkan makin menikmati hisapan demi hisapan sementara si gadis terus memelototinya dengan hati yang makin jengkel. agar sebelumnya mengqadha puasa-puasa wajib kita sebelumnya kita tinggalkan. dengan jihad (bersungguh-sungguh). Amiin Allaahumma Amiin. Takut dibilang rese? Takut dibilang memberangus hak orang lain untuk merokok? Sungkan? Takut dimarahi? Kalau boleh saya bilang. Beberapa penumpang lain bersikap biasa saja. Bahkan iklannya selalu muncul di televisi berbarengan dengan iklan rokok. tapi nyalinya tak cukup besar untuk melakukan itu. wirid ma'tsurat harian. semoga Allah berkenan mempertemukan kita pada bulan Ramadhan esok. barangkali karena merokok sudah merupakan budaya di Indonesia. Kampanye tentang bahaya dan dampak negatif rokok sudah terlalu sering diadakan. sementara si gadis makin kuat menutup hidungnya. dengan bersemangat. harus kita potong waktunya seminggu menjadi 22-23 hari hanya untuk persiapan yang seharusnya bisa kita lakukan jauh-jauh hari sebelumnya. serta berharap kita semua dapat menjadi Alumni teladan bulan Ramadhan. Buku Fiqh Shiyam juga menjadi bacaan wajib. Juga yang harus kita ingat. agar kita mengetahui dalil dan fadhilah puasa yang akan kita lakukan. dan memperluas tsaqofah (wawasan) keilmuan kita. sesekali terbatuk-batuk dan terusmenerus menatap lekat si perokok dengan mata berair. penumpang lain dalam angkot itu menyalakan rokok kemudian menghisapnya dengan nikmat dan menghembuskan asap ke seantero ruangan.com) Kepada Anda Yang Bukan Perokok! Publikasi 22/10/2002 07:35 WIB eramuslim . dan lainnya. Meskipun bisa dikatakan itu merupakan iklan setengah hati.Sangat sayang jika bulan Ramadhan yang hanya 29-30 hari itu. Selamat berjuang saudaraku. sebagaimana setengah hatinya . tilawah qur'an. Pengkondisian ruhiyah juga sudah seyogyanya dilakukan sebelum bulan Ramadhan. bahwa Rasulullah pada orang yang paling banyak dan menyempurnakan puasanya pada bulan Sya'ban. Pengkondisian fisik sudah dicontohkan oleh Rasul sebelum datangnya bulan Ramadhan.Seorang gadis spontan menutup hidung dengan tissue ketika laki-laki di depannya. entah karena sakit atau karena halangan lainnya. Dalam hadits juga diungkapkan. Semua persiapan ini dilakukan agar kita bisa menjalani Ramadhan ini dengan ringan. qiyamul layl.

Bagaimanapun. Seperti tadi saya tengarai di atas. dalam perjalanan kereta Solo-Jogya. kalau begitu siapa dong yang bisa mengatasi -setidaknya mencegah.makin meningkatnya intensitas merokok dan akibat-akibatnya? Mengharapkan para perokok sadar? Wah. Hal ini karena dipastikan asap rokok bisa mengganggu pertumbuhan janin. Toh. kita juga secara tidak sengaja membantu si perokok mengurangi intensitas merokoknya? Cerita tentang gadis di paragraf pertama di atas adalah cerita tentang diri saya sendiri. Hingaga kemudian suatu hari saya membaca salah satu serial Olin karya Ali Muakhir. ini sih bagai pungguk merindukan bulan. Begitu mungkin argumentasi mereka.pemerintah menyikapi masalah rokok ini. Sesungguhnya yang paling memungkinkan itu adalah kita: Orang-orang yang bukan perokok dan sadar akan dampak negatif rokok. Beberapa saat kemudian seorang penumpang masuk dengan rokok menyala di sela jari-jarinya. Pengaruh yang tidak kurang berbahaya juga dapat dialami oleh orang dewasa dan anak-anak yang bukan perokok. Mereka tahu betul akan bahaya rokok. Nah. Kalaupun rugi. tapi mereka memang dengan sadar untuk terus merokok. Saya selalu merasa terganggu jika ada orang yang merokok di sekitar saya. Teman saya akhirnya dirawat di rumah sakit karena sakit paru-paru gara-gara beberapa tahun bekerja diantara para perokok. yang rugi tubuh mereka sendiri. Nah. Mungkin tidak semua kita tahu dan sadar bahwa menjadi perokok pasif (orang-orang yang secara tidak sengaja terhisap asapa rokok yang diproduksi oleh para perokok di sekelilingnya) itu relatif lebih berbahaya di banding perokok aktif. Cuma waktu itu saya tidak berani menegur karena sungkan dan sebagainya itu tadi. Kisah itu mengilhami saya untuk melakukan hal serupa meski dengan alasan berbeda. Suatu hari. biasanya dokter akan menyarankan anda menjauhi rokok dan asapnya (bahkan suami pun diminta untuk menghentikan/mengurangi kegiatan merokok). manusia Indonesia memiliki rasa sungkan yang cukup tinggi jika mengganggu orang lain. apakah anda rela menderita akibat yang bukan merupakan hasil perbuatan anda? Karena itu anda berhak sekali untuk melindungi diri anda dengan menolak menghisap asap rokok dari para perokok. Mas! Bagaimana kalau merokoknya nanti saja saat sudah di luar kereta? Saya tidak tahan dengan asap rokok”. saya rasa tidak adil kalau yang ini tidak saya tegur juga. kenapa ini tidak kita jadikan senjata untuk memperkecil ruang bagi para perokok? Bukankah dengan demikian selain kita mempertahankan hak kita untuk tidak menghisap asap rokok dan melindungi diri dari kemungkinan menderita penyakit yang disebabkan status perokok pasif. Jika anda wanita hamil. Serta merta saya menegur. . sekalipun dia sendiri tidak pernah merokok. seorang laki-laki hendak menyalakan rokok di dekat saya. saya kembali beraksi. Maka. Dia mengangguk dan membatalkan rencananya untuk menyalakan rokok. “Maaf. rokok merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang cukup besar. mereka tidak merugikan orang lain. Si Olin ini dengan berani menegur seorang penumpang di angkot yang merokok. namun tanpa sadar menjadi perokok pasif. Karena tadi sudah ada yang saya tegur.

dari pada anda 'malu ati' karena ditegur orang nanti. berjudul A Man Named Dave.yang merupakan kesimpulan dari dua buku Pelzer sebelumnya yang menjadi best seller. Dua pengalama di atas memberi keberanian dan kepercayaan diri pada saya untuk menerapkan hal yang sama di tempat-tempat umum lain. sebaiknya anda hatihati jika akan merokok di tempat umum. Dan saya terpikir. melemparkan dari atas menggelundung ke dasar tangga. Mereka sebenarnya sungkan andai saja anda berani menegur. Di Bus. yang menggambarkan sebuah kisah tentang keberhasilan dan kekuatan dari sikap memaafkan. meninju.Ada sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis terkenal. Dave Pelzer. Jadi silakan anda gunakan plastik ini untuk menutup muka anda agar anda dapat menikmati sendiri asap rokok itu”. kalau saja kita semua yang bukan perokok mau peduli akan hak kita untuk tidak menjadi perokok pasif dan menggunakannya. angkot. menginjak-injak bahkan mencekiknya sampai nyaris mati. anda tinggal memberinya masker plastik dan katakan. selama tidak kurang dari delapan tahun –sejak usia 4 tahun hingga usia 12 tahun. A Man Named Dave juga mengajak kita untuk meneguhkan hati. membalas kezaliman dengan sikap memaafkan.mengalami berbagai siksaan yang sangat brutal dari ibunya sendiri yang menganggap Pelzer hanya sebagai “It” yang bisa diperlakukan dengan seenaknya. Sebuah kebesaran hati yang mengesankan dari Dave Pelzer bahwa kemudian ia tak sedikitpun menyalahkan sikap The Mother (ibunya) selama delapan tahun itu yang menyebabkan ia tak bisa lepas . Bagaimana jika ada yang tebal muka. tetap cuek bebek dengan rokoknya meskipun sudah kita tegur? Gampang. “Anda berhak merokok di sini sebagaimana saya berhak untuk tidak menghisap sampah asap rokok anda.com) Mulianya Memaafkan Publikasi 18/10/2002 08:58 WIB eramuslim . halte. kita punya kemampuan untuk merubah sedikit wajah dunia dengan menggunakan hak kita. karena tidak seperti buku sebelumnya yang membuat dada berdegub. maka ruang bagi para perokok akan makin sempit. menendang. Masalahnya adalah.”Mas. ruang pertemuan. Buku tersebut . Anda mau coba? Ayo. A Child Called “It” dan The Lost Boy – begitu menyentuh hati siapapun yang membacanya. “Terima kasih”. kata saya. seberapa tinggi kesadaran anda untuk mempertahankan hak tidak menjadi perokok pasif? Seberapa besar pula nyali dan kepercayaan diri anda untuk menegur? Semuanya tergantung kepada anda. Tapi kalau anda terlanjur membaca. Sebagaimana digambarkan Pelzer. tulisan ini bukan untuk anda. boleh rokoknya dihabiskan di dekat pintu?” Rupanya dia malas kalau merokok harus menjauh dari teman-temannya. kantor dan lain-lain. (Azimah Rahayu/azi_75@yahoo. Jika ada diantara anda yang membaca tulisan ini adalah seorang perokok. Maka rokok itu langsung ia injak. maaf.

karena pada saat itu kita telah membunuh kesombongan. dan rasa sebagai orang menang. Memaafkan. sangat wajar bilang seseorang harus marah. sikap dan tindak semena-mena. yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengukur kadar marah itu sesuai dengan tingkat kesalahan orang membuat kita marah. tak peduli pengalaman seburuk apapun yang menimpa diri kita. Bayangkan betapa mulianya orang-orang yang mampu “memaafkan”. Kedengkian adalah buah dari kemarahan. karena memaafkan bermakna lebih mulia ketimbang memberi maaf. Dan sikap memaafkan itu dikatakan Allah sebagai satu sikap orang-orang bertaqwa yang Allah sediakan bagi mereka syurga seluas langit dan bumi. jelas perintah dalam surat Ali Imran ayat 134. yang pertama. merasa benci kepadanya dan lari darinya. Berkaitan dengan itu. Bahwa kesabaran seseorang memang ada batasnya dan pada saatnya telah melampaui ambang batas itu. Bahkan dalam catatan di belakang buku tersebut. Hingga akhirnya Pelzer menemukan dirinya sendiri di dalam hati. Jenis ini yang paling terpuji. Jack Canfield. Jenis ini yang paling buruk. makna kedengkian ialah hati senantiasa merasa berat dalam menelan kemarahan. Sungguh membutuhkan kebesaran jiwa untuk bisa memaafkan kesalahan orang tanpa menunggu orang memintanya. selain memaafkan adalah meningkatkan kebaikan terhadapnya sebagai perlawanan terhadap hawa nafsu dan syetan . bukan memberi maaf. seperti pohon bakau. cepat tersulut dan lambat redanya. sampai ia mampu membebaskan diri. Bahwa juga sikap seseorang yang meminta dimaafkan setelah melakukan satu kesalahan pun sudah begitu bagusnya. Sedangkan yang keempat. selagi tidak mengakibatkan redanya ghirah dan semangat pembelaan kebenaran. Said Hawwa menerangkan tentang empat kategori manusia dalam hal kemarahan. Kata Said Hawwa. lambat tersulut dan lambat pula redanya. Karena jika kita tak mampu melakukannya. karena sikap memberi maaf setelah orang meminta maaf saja sudah sedemikian luhur. seperi ilalang yang cepat tersulut dan cepat pula reda. Dalam buku Mensucikan Jiwa. Inilah yang sulit. salah seorang penulis Chicken Soup for The Soul mengatakan bahwa Pelzer adalah bukti nyata yang menunjukkan bahwa kita masing-masing memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri. makanya Rasulullah pun pernah mengatakan bahwa memaafkan adalah sikap mulia dari seorang mukmin. Kedua. ketiga. Sikap yang sebaiknya dilakukan seseorang adalah. dan atau ketidakadilan itu memintanya atau tidak.dari bayang-bayang masa lalu. dan menelan kemarahan itu karena ketidakmampuan untuk melampiaskannya seketika maka ia akan kembali ke dalam bathin dan menyelinap ke dalamnya lalu menjadi kedengkian. lambat tersulut dan cepat reda. Imam Ghazali pernah mengajarkan bagaimana seharusnya seorang mukmin melampiaskan kemarahan. Hanya saja. selain juga kemarahan yang dilampiaskan masih wajar dan berada dibawah kesadaran yang tinggi. Memaafkan adalah sikap yang diberikan secara ikhlas terlepas orang yang melakukan kesalahan.

ikhlas menghadapi berbagai cobaan. Disebutkannya. Lebih umumnya. Menurut Goleman. dan tenang dalam tekanan. Ia biasanya tabah dalam menghadapi kesulitan. Emotional Intellegence memaparkan tentang satu bagian penting dalam jiwa manusia yang bernama emosi yang dikatakannya justru sangat menentukan kebahagiaan dan penderitaan manusia. bergantung suka. Jika kita memperhatikan keputusan-keputusan dalam kehidupan manusia. Rasulullah juga menekankan pentingnya setiap mukmin untuk memiliki kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri. namun kesuksesan seringkali ditentukan oleh kecerdasan emosional. .Meski setiap hari harus menerima ludahan dari seorang kafir quraisy. Berkaitan dengan ini. menzhalimi Rasulullah dan para sahabat sampai Izrail pun tak kuasa ‘menahan amarah’ dan menawarkan membalikkan gunung untuk ditimpakan kepada kaum Thaif. orang yang cerdas umumnya menjadi pegawai dari orang yang lebih bodoh dari dia. Tidak ada sama sekali keputusan yang diambil manusia murni dari pemikiran rasionya karena seluruh keputusan manusia memiliki warna emosional. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Ketika Orang Cerdas Jadi Bodoh Publikasi 17/10/2002 08:51 WIB eramuslim . yang kemudian kita lebih mengenalnya dengan istilah sabar. namun Rasulullah Muhammad Saw tidak pernah menaruh dendam ataupun kebencian. itulah yang disebut sabar. Kecerdasan intelektual memang bisa membantu orang meraih kesuksesan. bukan pada rasio. emosi sangat mempengaruhi kehidupan manusia ketika mengambil keputusan karena tidak jarang suatu keputusan diambil melalui emosinya. ternyata lebih banyak ditentukan oleh emosi daripada akal sehat. Bahkan ia membalasnya dengan menjadi orang yang pertama kali menjenguk ketika si peludah itu sakit. dan bahagianya manusia. Pada emosi. Orang yang paling sabar adalah orang yang paling tinggi dalam kecerdasan emosionalnya. Dan kecerdasan emosional diukur dari kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri. tambah Golemen. sedemikian kejamnya masyarakat wilayah itu melempari batu. Daniel Goleman dalam bukunya yang menjadi best seller. Begitu juga dengan peristiwa Thaif. sengsara. dari hasil penelitiannya ditemukan satu situasi yang disebut dengan When smart is dumb. ketika orang cerdas jadi bodoh. Karena itulah hendaknya kita memperhatikan kecerdasan emosi selain kecerdasan otak.maka hal itu merupakan maqam orang-orang yang tergolong shiddiqin. bahwa yang menentukan sukses dalam kehidupan manusia bukanlah rasio tetapi emosi. Ia menemukan bahwa orang Amerika yang memiliki kecerdasan atau IQ diatas 125 umumnya bekerja pada orang yang memiliki kecerdasan rata-rata 100. Namun manusia agung itu lebih memilih memaafkan. Rasulullah mengajarkan (sekaligus mempraktekkan) keutamaan memberi maaf. duka. Artinya. dan termasuk perbuatan orang-orang yang mencapai maqam Muqarrabin (orang-orang yang dekat dengan Allah).

Nangisnya udah yaa. gadis 5 tahun itu tengah duduk di bangku sambil tersedu-sedu menutup muka dalam rangkulan kakaknya Nisa. Kunci suksesnya adalah mengendalikan emosi dan menahan diri (sabar). kenapa kok bukunya baru dikembalikan?’ tanya saya. Besok lagi hati-hati. meski sesekali sedu sedannya masih terdengar. “Ika pikir buku yang dipinjamnya hilang. Sampulnya lecek bekas basah dan diselotip asal-asalan. Rasulullah yang kita kenal tak memiliki kemampuan membaca dan menulis ternyata memiliki kecerdasan emosional yang luar biasa tinggi. Kak. Niki. Demikian juga dengan kesadaran dan ketenangan yang tinggi dalam menghadapi berbagai kesulitan. Padahal perintah-Nya adalah memaafkan. “bodohnya aku”. Jangan Kalah Sama Anak-Anak! Publikasi 15/10/2002 07:14 WIB eramuslim . ya? Nah. anak-anak sedang ramai di Taman Bacaan saya. “Niki. Beberapa saat kemudian. ”Oh. sehingga ia tak melakukan kebodohan dari ketergesa-gesaan atau amarahnya yang biasanya berujung pada penyesalan. Ia takut-takut mengembalikan buku yang sudah berubah muka. pengunjung taman bacaan yang lain datang. bukunya bukan hilang tapi dikembalikan.Seringkali kita menjumpai orang yang bersikap bodoh hanya karena tidak mampu mengendalikan emosinya. “Ika sedih dan takut dimarahin karena bukunya hilang. Bayangkan betapa luhurnya orang yang memberi maaf kepada mereka yang melakukan kesalahan. ya?” . Kemarin dia takut mengembalikan buku. Saya buru-buru menghentikan aktifitas mencatat buku yang akan di pinjam dan turun ke halaman. tangan ini refleks memukul kepala. Di daftar pinjaman. Kak!” jawab gadis kelas dua SD itu takut-takut. Dan tidak jarang pada saat itu.Sore itu. Ika anak baik. Kak! Padahal sudah saya kembalikan bareng punya saya. “Bukunya jatuh ke got. “Ada apa?” tanya saya. Tiba-tiba suara tangis pecah meningkahi keramaian. buku itu sudah tiga hari di tangan Niki. ”Iya. begitu.” sahut Oki saudara kembar Niki. Ika.” Dan Ika pun berhenti menangis.” Nisa menjelaskan. terlepas orang yang melakukan kesalahan itu memintanya atau tidak. Saya tersenyum dan memeluk Ika. Mulialah mereka yang melakukan itu. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Etika Meminjam. Terima kasih Niki sudah berusaha membenahi bukunya.

saya juga punya koleksi cukup banyak buku untuk orang dewasa. Saya menganggap mereka orang dewasa yang sanggup menjaga amanah. Namun sedihnya. saya pikir usaha itu tidak sia-sia. ada saja buku yang kembali dalam kondisi kotor maupun bekas basah maupun halamannya bredel. kita selotip bareng-bareng. Buku-buku itu juga saya pinjamkan secara terbuka kepada teman-teman saya atau temannya teman saya. Sini. selembar uang lima ribu rupiah di meja hilang saat saya tinggal ke dalam. Sungguh saya terharu dengan usaha anak-anak itu menjaga amanah. Dan rasanya. Lain kali hatihati ya?” jawab saya. Ada yang merasa sudah mengembalikan tapi nyatanya buku itu tak pernah sampai ke tangan saya. novel Islami dan novel umum. kejadian di atas juga mengingatkan saya atas fenomena (kalaulah bisa disebut fenomena) kurang dipenuhinya adab pinjam meminjam di kalangan dewasa. Ihsan mendekati saya takut-takut sambil bertanya. Dari berbagai majalah. saya lebih berhati-hati menyimpan barang berharga). Tapi berapa kali kita mengembalikan buku yang kita pinjam kembali dalam kondisi sperti awal dipinjamkan? Dan berapa pula yang tak kembali? Atau. Saya berusaha memberi kepercayaan kepada anak-anak itu. Karena suatu hal besar itu dimulai dari hal kecil. Namun di sisi lain. Saya tak ingin membahas yang besar-besar. Dan saya pikir justru karena itulah saya ingin dan tertantang untuk mengubahnya. juga mereka punya kebiasaan mencuri. karena beliau lebih paham tentang lingkungan tinggalnya. dengan harapan mereka akan membalas kepercayaan saya (tentu saja di sisi lain. ”Kak. Kejadian di atas adalah contohnya. adakah buku teman yang belum kita kembalikan? Selain taman bacaan anak. beli buku ini dimana?”. Ada juga buku yang sejak dipinjam tak pernah kembali. Bahkan di kalangan para aktifis yang sudah mengerti Islam. “Oh. Terutama pemilik rumah yang tidak setuju dan menganggap anak-anak itu hanya mengganggu. Tapi itu dulu sekali. Barangkali beliau benar. Uang maupun barang. kegiatan saya menjalankan rumah bacaan di tempat saya tinggal bukan tanpa hambatan.Suatu hari yang lain. buku-buku referensi keagamaan. . Padahal pula selama ini mereka dicap ‘kurang baik’ oleh beberapa orang dewasa yang saya kenal di lingkungan kami. “Kenapa? Kamu ingin beli?” Dia membuka lembaran tengah yang robek dan menunjukkan ke saya dengan air muka penuh rasa bersalah. Ya. buku-buku self help dan How to’s dan lain dan lain. Pernah memang. saya selalu berpesan agar buku dijaga dan dikembalikan segera jika sudah selesai. bukunya robek. Setiap kali meminjamkan buku. tapi yang kecil saja yaitu buku. Padahal mereka masih kecil. Setiap kita pasti pernah meminjam buku atau meminjamkan buku.

Sudah tiba masanya. “Oh belum saya kembalikan. Tapi apakah karena sudah biasa dan ‘hanya sebuah buku’ lantas membuat statusnya sebagai barang pinjaman yang mesti dipenuhi adabnya batal? Saya kira tidak. kalangan Muslim profesional mempunyai kemampuan untuk menjadi agen perubahan. Sebagai sebuah kekuatan ummah.com) Agenda Profesional Muslim di Era Cyber Publikasi 14/10/2002 07:51 WIB eramuslim . saya yakin bukan karena mereka meremehkan atau bermaksud mengukuhi buku itu. Sedang kita. Kalo di rumah saya ada berarti memang belum saya kembalikan. . Menegur. Sebagaimana hutang yang dapat menghambat seseorang masuk surga. orang dewasa? Apalagi sudah belajar Islam? Semestinya kita lebih bisa memenuhi adab ini dan mengajarkan pada anak-anak. Azimah Rahayu (azi_75@yahoo. berkembang dan tegaknya khairu ummah. Ketika ditanya lagi. *** Buku memang hanya sebuah buku. ya? Saya lupa nih. Pinjam meminjam buku juga sudah biasa. Perkembangan era cyber bahkan menyediakan celah untuk meningkatkan kemampuan ini. ntar deh ditanyain”. tolong mbak lihat di rumah dan saya lihat juga di rumah. tetapi lebih karena mereka belum paham makna ‘meminjam’ dan bagaimana adab terhadapnya. “Aduh. mengarahkan dan mendayagunakannya untuk menggerakkan perubahan menuju cita-cita gerakan Islam yaitu tumbuh. mereka kelihatan cuek dan tak mau tahu siapa yang memegang buku pinjaman berantai itu.” Atau. meskipun sering ditanggapi tidak enak. Kalau anak-anak lupa mengembalikan atau tidak mengembalikan. mengingatkan atau bersikap tegas dalam hal ini. Cukup sering saya mendapat jawaban dibawah saat saya menanyakan buku-buku yang mereka pinjam. Ya udah. waktu itu dibaca sama si anu.Tatkala negeri Islam dalam keadan terbelakang. hal-hal seperti ini mendapat perhatian lebih dari kita semua. sebenarnya adalah suatu usaha untuk menjaga si peminjam dari perbuatan dzalim terhadap dirinya sendiri maupun Saudaranya.Ada lagi yang sudah ditelepon berkali-kali namun selalu saja ada alasannya untuk tidak mengembalikan buku. maka saya khawatir demikian juga halnya dengan barang pinjaman. Betapapun statusnya tetap barang pinjaman. penuh konflik dan mengalami ketergantungan terhadap Barat. kalangan Muslim profesional adalah sebuah kakuatan ummah.

Ancaman terhadap kalangan Muslim profesional di atas juga semakin menguat di era cyber. sangat beratnya menegakkan Qiyamul Lail dan keringnya hati dalam empati terhadap permasalahan dunia Islam. emosi dan pemikiran bagi berinteraksi dan berkolaborasi dalam aktivitas tarbiyah. dan dari teknologi konstruksi hingga teknologi kimia. Agenda ini perlu dimulai dari pribadi. Emosi sebagai Muslim yang perlu disuburkan adalah cinta kepada Allah. . Bidang keahlian ini beraneka ragam dari teknologi antariksa hingga teknologi pertanian. Pertama. dan layunya hubungan emosional dan intelektual antara ummah dan pemimpin dalam masyarakat Islam. Adalah lumrah diantara kalangan Muslim profesional untuk mengalami kesulitan menyediakan waktu. dan lintas budaya. polusi budaya dan erosi ruhiyah. menyegarkannya dengan kesejukan. Tantangannya adalah kalangan Muslim profesional perlu mengembangkan agenda perubahan di dalam diri. dan berkembangnya komunikasi. Penguatan ancaman ini merupakan dampak dari tertembusnya batas-batas geografi. dan menyuburkan emosi sebagai Muslim. Di antara indikator polusi budaya adalah penerimaan pemikiran dan budaya Barat dalam berbagai bidang kehidupan seperti ketidakpedulian terhadap bahaya riba dalam ekonomi dan bisnis. dari teknologi informasi hingga teknologi permesinan. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu membersihkan hati. pribadi-pribadi Muslim mengembangkan visi kehidupan Islami dalam kehidupan pribadi. kejernihan dan ketenangan iman. terbangunnya sebuah peradaban cyber yang global. mengembangkan solusi tepat guna untuk ummah ataupun mendukung aksi pengembangan ummah yang dikembangkan LSM ataupun pemerintah. Untuk dapat menyelamatkan diri dari ancaman ini. keluarga dan lingkungannya sebelum dapat berperan sebagai agen perubahan. dakwah dan amal Islami pada umumnya. visi. Dengan keahlian yang dimilikinya kalangan Muslim profesional dapat terlibat mencerdaskan ummah. Di antara indikator erosi ruhiyah adalah melemahnya emosi dan interaksi terhadap Al Qur'an. lintas masyarakat. organisasi maupun masyarakat.Kekuatan utama dari kalangan Muslim profesional yang dapat didayagunakan adalah penguasaannya atas bidang-bidang keahlian. dan kelelahan dalam kehidupan yang tidak mempunyai tujuan bagi pengembangan ummah. Agenda muslim profesional perlu mencakup suatu perubahan yang mendasar. Di antara indikator dari eksploitasi sumber daya manusia adalah kesibukan. Dengan emosi sebagai Muslim. Kalangan Muslim profesional perlu berjuang untuk menyelamatkan diri dari bahaya eksploitasi sumber daya manusia. dan aspirasi sebagai Muslim. menyeluruh dan berkelanjutan. berkembangnya pacaran dalam hubungan dengan lawan jenis. keluarga. keluarga dan dikembangkan untuk berpengaruh dalam lingkungan sosial. tenaga. perusahaan. kalangan profesional Muslim perlu mengembangkan suatu agenda. Rasul dan jihad. interaksi dan kolaborasi lintas kepentingan. mengembangkan emosi.

bagi berkembangnya ummah maupun bagi tertegakknya Islam sebagai jalan hidup. Lebih lanjut. pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih terarah menuju terbangunnya khairu ummah. memahami fikrah Islamiyah. produk atapun layanan untuk memecahkan masalah ummah. dakwah dan jihad. Informasi intelijens juga dibutuhkan untuk memantau perkembangan dunia baik perkembangan yang mendukung pengembangan ummah maupun yang mengancam keberlangsungan ummah. dakwah dan jihad yang berkembang di negeri Islam. Kelima. dan yang sangat strategis. membangun competency. Ketiga. mawadah wa rahmah. tegar. dunia maupun gerakan Islam ini. Pribadi-pribadi Muslim profesional perlu membangun competency dalam bidang keahlian masing-masing. Dengan pemahaman ini. maupun perubahan yang sedang berlangsung. Berbekal informasi intelijens akan berbagai perkembangan dari ummah. mendukungnya dan mendorongnya agar senantiasa menjadi pribadi Muslim yang . memahami visi. bersemangat. ialah kesabaran untuk terus terlibat. Keluarga mempunyai peran strategis. Dengan pemahaman ini pribadi-pribadi Muslim profesional dapat bergerak dengan panduan nilai-nilai Islam di jalan Islam dan demi ridha Ilahi. seperti bunga-bunga di taman yang menebarkan wangi. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu mempunyai pemahaman yang mendalam tentang makna syahadatain. Ini adalah kekuatan inti dari kalangan Muslim profesional yang bisa disumbangkan untuk pengembangan ummah. Dan untuk berjalannya proses perubahan yang berkelanjutan. membangun syakhsyiyah Islamiyah dan mengembangkan akhlaq Islamiyah. berdiri dan bergerak dengan suatu aspirasi yaitu tercapainya keadaan yang lebih baik bagi dakwah. Keempat. hidup. terlibat. bergerak. menggunakan berbagai media pembelajaran yang tersedia. tentang rukun iman dan rukun Islam. pribadi-pribadi Muslim profesional dituntut membangun endurance. Kedua. kalangan Muslim profesional bisa mengembangkan kapasitas. Selanjutnya. Dari pribadi Islamilah diharapkan mekarnya akhlaq Islami. Dengan pemahaman ini. creativity dan endurance. keterlibatan dan aksi yang tepat. mengumpulkan informasi intelijens sosial kemasyarakatan. bagi pribadi-pribadi Muslim profesional sendiri. berjuang.Dengan visi ini. baik yang baik maupun yang buruk. pribadi-pribadi Muslim bangun. dan ummah. bergerak dan mendukung pengembangan ummah. membina keluarga yang sakinah. misi dan nilai dari gerakan Islam dalam kehidupan tarbiyah. berkarya dan bekerjasama. pribadi-pribadi Muslim profesional perlu mengumpulkan informasi intelijens untuk mengetahui perkembangan tarbiyah. Bagi pribadi-pribadi Muslim keluarga yang sakinah. mencakup keadaan. pengetahuan ini perlu dijalankan. Selanjutnya pribadi-pribadi Muslim profesional diharapkan mengembangkan creativity bagi pengembangan idea. tentang Al Qur'an. diterapkan dan ditegakkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbangun kepribadian Islami. berdiri. pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih segar. Keenam. Pribadi-pribadi Muslim dituntut mengumpulkan informasi intelijens untuk memahami dinamika perkembangan ummah. mawadah wa rahmah dapat mengawalnya.

Eko Budhi Suprasetiawan Muslim Information Technology Association (ekobs@developerforce. Bagi Islam sebagai jalan hidup. Bukan karena usiaku yang belum bisa mengenal secara detail siapapun. dua hari. Sejak aku mulai sekolah hingga masa remaja. Kecuali sesekali di hari minggu. Pribadi-pribadi Muslim diharapkan secara proaktif membina lingkungan sosial seperti persahabatan. Rambutnya sudah memutih. ia seharian penuh berada di rumah dan mengajakku bermain. mailing list dan juga lingkungan kerja. keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah qudwah.Sewaktu usiaku belum lima tahun. Kerut-kerut diwajahnya menggambarkan . sebulan dan bahkan seterusnya berada di rumahku. menyusuri dan menegakkannya.bergerak. tapi lebih karena pria ini hampir tidak pernah kujumpai.net) Maafkan Aku. berdirinya tak lagi tegak. Agenda profesional Muslim adalah panjang. Hingga aku dewasa. ummah dapat berharap bahwa kalangan Muslim profesional akan membawa perubahan yang strategis bagi terbangunnya khairu ummah. kutemukan pria ini lagi sehari. organisasi dan masyarakat. membutuhkan emosi. mendaki dan berliku. Pria dewasa yang sering kujumpai di rumah itu sibuk dengan semua pekerjaannya. istri dan anak-anak yang berkarya bersama dan sinergis untuk ummah. langkahnya pun mulai goyah dan lambat. Tidak seperti anak-anak lainnya yang mempunyai seorang pria dewasa yang membela mereka saat berseteru dengan teman mainnya. keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah kelompok terdiri suami. ia tak segagah dulu saat aku pertama mengenalnya. Dengan menjalani. membina lingkungan. Namun meski sekali. aksi yang mendukung pengembangan ummah. Sampai akhirnya. juga untuk keperluan sekolahku dan adikadikku. kebijakan. agar sejalan dengan budaya Islam. Bagi ummah. atau setidaknya merangkul menenangkan ketika kalah berkelahi. aku menganggap pria ini tidak lebih dari sekedar pria tempat ibu meminta uang bulanan. atau tauladan bagaimana Islam ditegakkan dalam kehidupan. menyusuri dan menegakkannya dengan kesabaran. pria ini masih kuanggap orang asing meski sesekali ia mengajariku berbagai hal dan memberi nasihat. Demikianlah agenda yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim profesional untuk bisa terlibat dalam pengembangan ummah. seminggu. Ketujuh. aku hampir tak pernah mengenalnya. aku merasa sangat senang dengan keberadaanya. intelektual dan fisik yang tangguh untuk menjalani. Ini dapat terus diperluas ke organisasi dimana pribadi-pribadi Muslim menjadi anggota untuk mengembangkan aturan. aku tidak. Akhirnya masyarakat pada umumnya melalui media-media massa yang ada. Ayah Publikasi 11/10/2002 08:13 WIB eramuslim .

Ia tak mengeluh harus bangun berkali-kali dimalam hari bergantian dengan ibu untuk sekedar menggantikan popok pipisku atau membuatkanku sebotol susu. Seperti halnya ibu. tak akan menghormatinya karena merasa asing dan tidak akan memprioritaskan perintahnya karena hampir tak pernah dekat. Bahkan suaranyalah yang pertama kudengar dengan lembut menerobos kedua telingaku dengan lantunan adzan dan iqomat hingga aku tetap mengenali suara panggilan Allah itu hingga kini. tak akan lebih mencintainya seperti mereka mencintai ibu mereka. sambil menyusuiku ia memperkenalkan pria ini setiap hari. Ayah tak pernah mengeluh meski cinta dan pengorbanan itu sering terbalaskan dengan bantahan dan sikap kurang hormatku. bahwa anak-anaknya tak akan mengenalnya. Meski tak banyak waktu yang kau berikan untuk kita bersama. Ia tak pernah menghiraukan penat. Tapi kini kutahu. Untuk sebuah cinta yang tak pernah ia harapkan balasannya. namun sedetik keberadaanmu telah mengajarkan aku bagaimana menjadi anak yang tegar. aku tak pernah membayangkan sedemikian besar cinta dan pengorbananmu kepadaku. Cerita ibu. pria ini selelah apapun ia tetap tersenyum dan tak pernah menolak saat aku mengajaknya bermain dan terus bermain. Bahkan menurut ibu. Kini pikiranku jauh melayang pada sayup-sayup suara ibu. karena pria ini yang mengantar. atau celananya yang beberapa kali ditambal. “nak. bahwa ia rela kehilangan kesempatan untuk mencurahkan kasih sayang dan cintanya kepadaku demi bekerja seharian penuh sejak dinginnya shubuh masih menusuk kesunyian hari saat aku masih tertidur hingga malam yang larut ketika akupun sudah terlelap. ia lakukan semua demi aku. uangnya lebih baik untuk membelikan aku pakaian. Ia tahu resiko yang harus diterimanya kelak. peluh dan lelahnya sepulang kerja demi membuat aku tetap senang. tidak cengeng dan mandiri. pria ini justru yang pertama kali menyambutku ketika pertama kalinya aku melihat dunia. yang untuk semua itu ia ikhlas menggadaikan rasa kantuknya. anaknya. kutahu engkau juga tak kalah cintanya kepadaku dengan kecupan hangatmu saat hendak berangkat kerja dan juga sepulangnya ketika aku terlelap. Kusadari kini. Terima kasih Ayah. Meski kasih sayang yang kau berikan hanya berbuah penilaian salahku tentangmu. Ibu juga pernah bercerita. Maafkan aku Ayah. Dan itu berlangsung terus selama beberapa tahun.kerasnya perjuangan hidup yang telah dilaluinya. ini ayah …” meski aku pun belum begitu mengerti saat itu. Dari ibu juga aku mengetahui. menemani ibu hingga saat persalinan. ia juga rela ketika harus terus menggunakan kemeja usangnya untuk bekerja. . susu dan makanan terbaik agar aku tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Bahkan suaranya pun terdengar parau menyelingi sakit yang sering dideritanya. memberi aku contoh bagaimana menghadapi kenyataan hidup yang penuh tantangan. Kata ayah seperti diceritakan ibu. semua dilakukannya untukku. Kerut diwajahmu.

00 ayahnya yang tukang angkut sampah di perumahan sekitar tempatku tinggal. bahu dan punggungmu yang tak sekekar dulu lagi. Tak dinyana. tanpa bimbingan orangtua. tanpa ada lagi tempat mengadu. dini hari sekitar pukul 03. masih ada bapak yang menyayangi. bahkan nafasmu yang mulai tersengal. memang bersedih ketika ayah mereka meninggalkan mereka saat tengah terlelap. tinggal bagaimana kami tetap tawakal dan bersyukur atas segala kehendak-Nya. sambil berpikir bagaimana berjalan tanpa pegangan kokoh yang keduanya telah hilang sekarang. keyakinan saya bertambah bahwa Allah semakin sayang kepada kami. Hambali dan semua adiknya. Ia tersenyum melihatku. ia merasa harus menunjukkan bahwa bagaimanapun kesedihan melanda. perjumpaan sesaat sebelum tidur semalam adalah terakhir kali mereka bercanda dengan ayah mereka. kalau dulu ada yang membantunya membangunkan adik-adiknya untuk bersiap-siap shubuh di masjid. lebih kokoh dari gunung-gunung yang berdiri menjulang kepada seorang anak yatim piatu. Cara Dia mengambil bapak dari tengah-tengah kami. kini ia harus melakukannya sendiri. namun meski terburuburu ia masih menyempatkan diri menjadi masbuk atau bahkan setelah jama’ah lainnya sudah mengucapkan salam. “Aku mencintaimu …” Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Ada Yang Lebih Tegar Publikasi 10/10/2002 07:44 WIB eramuslim . ibunya telah terlebih dulu meninggalkan mereka saat melahirkan si kecil. kakak dari enam adik itu sudah tiga hari ini selalu terlambat datang ke masjid untuk sholat shubuh berjama’ah. kalau dulu sewaktu ibu meninggal. bahwa kasih sayang Allah tengah tercurah kepada mereka. cengeng. Tak apalah. katanya. Sebelumnya ia tak pernah begitu. dua belas tahun lalu. sebagai kakak tertua dari enam adiknya. meninggal dunia. sering tidak kuat ketika menerima cobaan hidup. Salma. seraya bersegera membalas cintaNya”.Namanya Hambali. Pasalnya. padahal masih ada kegetiran didadaku merenungi nasib Hambali dan adikadiknya. keyakinannya terbukti. 25 tahun. meski kini kau nampak tua dan lelah. aku bertemu Hambali. Subhanallaah … aku tak menyangka Allah berikan kekuatan hati melebihi ketegaran batu karang di lautan. Hambali dan semua adiknya. Ia sudah kembali bekerja –menjadi pesuruh di sebuah lembaga tinggi negara-. mereka tak bolah larut. Saya yakin selama ini Allah sudah menyayangi kami. Pagi ini di depan gang sambil menunggu kendaraan.Jangan menangis Ayah. dan terkadang memaki-maki Allah menganggap Ia tak adil memberikan . “Allah menyayangi anak-anak yatim. wajar karena empat hari yang lalu. menumbuhkan keyakinan didiri kami kalau Allah ingin lebih total mencurahkan cinta dan kasih sayangnya. Saat itu juga aku menengok ke dalam hati ini yang begitu kerdil. Tetap tegak menatap hari esok. Namun pagi itu Hambali memberi pelajaran terbaik buatku ketika ia mengatakan. Namun Hambali tetap tegar. yang penting ia dan adik-adiknya tak absen ke masjid untuk berjama’ah. Tapi kini. Nampaknya. apalagi minta uang saku sekolah bagi adik-adiknya. Makanya. Ingin aku bisikkan kepadamu.

sementara kita santai menghabiskan uang untuk makan di tempat mahal. ketika tak ada lagi tangantangan hangat yang harus mereka kecup di hari fitri itu. ujian hidup seberat apapun. Toh aku masih punya tempat berpegang ketika merasa tak kuat. Jika anak-anak yatim itu melihat kecengenganku ketika tertimpa cobaan kecil saja misalnya. Lalu apa artinya sholatku selama ini jika keberadaanku tak berarti apapun bagi anak-anak yatim dan orang miskin di sekitarku. tengoklah kesamping kanan dan kiri kita. mungkin mereka akan tertawa terbahak-bahak dan menganggap aku seorang yang tidak bakal mampu bersaing melawan kerasnya kehidupan. Nampaknya falsafah air semakin ditekan kebawah semakin besar dorongannya keatas. menjadi pelajaran tersendiri buatku. Lagi pula. sementara kita sibuk setiap hari membeli model terbaru untuk penampilan kita. jauh lebih tegar menghadapi cobaan hidup. aku disampingku masih ada dua orangtua yang sehat dan bugar. Tentu bukan hanya Hambali dan Salma anak yatim di negeri ini. seharusnya kuberikan sebagiannya kepada mereka. Jawabnya ada pada diri kita. Padahal sesungguhnya saat itu juga. seharusnya aku jauh lebih kuat dari mereka. Hmmm.keputusan-Nya kepadaku. kenapa kita yang mengaku sebagai pengikutnya tidak meniru? Wallahu’a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) . kita tengah mengesampingkan kunci surga yang tergeletak dihadapan kita. hati mereka sekokoh gunung. sehingga mereka menjadi terbiasa menghadapi semua cobaan. saat tak ada lagi pakaian baru dan makanan enak di rumah mereka. atau setidaknya kedua orangtuaku akan memapahku seraya membangunkanku ketika aku jatuh. Padahal. seharusnya juga aku bisa menjadi kaki-kaki kokoh yang membantu Hambali dan anak-anak yatim itu tegak berdiri. Kalaulah si Anak Yatim Baginda Rasulullah begitu memuliakan anak-anak yatim. juga semua anak-anak yatim di negeri ini jauh lebih tegar. Kita merasa puas dan senang jika bisa mengajak beberapa teman untuk makan bersama. Padahal dengan semua kelebihan yang kumiliki. Hambali. Al Maa’uun). Salma dan seluruh anak-anak yatim di negeri ini di bulan ramadhan yang akan segera tiba ini. agar senyum keceriaan menikmati hidup tak hanya milik orang-orang berpunya. aku tak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Hambali. Karena bukankah salah satu kebahagiaan ramadhan adalah sahur dan berbuka bersama dengan seluruh keluarga. justru karena setiap hari mereka ditempa cobaan yang tak henti-hentinya. keadaan ekonomi keluargaku pun masih lebih baik dari Hambali. Padahal Allah menempatkan urutan diatas sebelum memperbaiki sholat seorang mukmin adalah memperhatikan anak-anak yatim dan orang miskin (QS. kita membiarkan kunci surga itu terbuang begitu saja atau diambil orangorang selain kita yang memang berlomba mendapatkannya. Tak semestinya. masih banyak anak-anak yang tak dapat menikmati sarapan pagi. Mungkinkah masih ada keceriaan di hari raya nanti bagi mereka. yang Allah titipkan rezeki mereka pada sebagian dari harta yang kita miliki. Dengan kelebihan yang kupunya. tapi tak pernah bergetar menyaksikan mulutmulut ternganga yang memperhatikan kita dibalik kaca restoran. Tidak sedikit dari mereka yang tak memiliki pakaian layak.

Sehingga Allah SWT berfirman: . Rasulullah sendirilah yang terlebih dahulu mengamalkannya. Sejarah telah mencatat bagaimana negeri-negeri Islam pada masa kekuasaan Bani Umayyah. yaitu ketaqwaan kepada Allah SWT. "Aku diutus tidak lain hanyalah untuk menyempurnakan budi pekerti". Runtuh sendi rumah binasa. Bangsa-bangsa ini pernah berjaya. karena rusaknya moral (akhlak) pemimpin dan (juga) sebagian rakyatnya.Pantun Melayu yang sudah berumur ratusan tahun lalu itu mengingatkan kita akan peran budi pekerti suatu bangsa. Namun semuanya itu berakhir. Sebelum Al Qur'an itu disampaikan kepada orang lain. "Akhlak Nabi SAW itu ialah Al-Qur'an". Runtuhnya negeri-negeri yang disebutkan di atas menjadi tanda bahwa budi pekertilah yang memegang peran dalam kehidupan bernegara. Sendi bangsa ialah budi. "Tuhan sendiri yang membentuk diriku. Aisyah yang menyaksikan kehidupan Rasulullah SAW setiap harinya mengatakan. Negeri-negeri Islam pun pernah mengalamami kejayaan. Nabi Saw pun dengan tegas mengatakan. yang berkumandang suaranya dibawah kolong langit ini. Dalam Al Qur'an banyak dikisahkan bermacam bangsa yang pernah memegang peradaban dan mencapai puncak kejayaan. Bani Abbasyiah. supaya manusia itu mencapai setinggi-tinggi budi dan setinggi-tinggi tujuan hidup. rusaklah negeri tersebut. eramuslim . itulah sebab kenapa Allah SWT mengutus pada tiap-tiap masa seorang Nabi dan Rasul. menegakkan suatu negara. Untuk memperbaiki semua. dan peradaban yang diakui sebagai rantai emas yang gilang gemilang dalam peradaban manusia. Bila budi di negeri tersebut rusak. Begitu juga di Nusantara ini dengan puluhan kerajaan Islam. Demikian juga halnya dengan Rasul kita Muhammad SAW. Dijelas dalam Al Qur'an bagaimana Tuhan memberikan tuntunan-Nya kepada manusia. Persia dan lain sebagainya. yaitu membenarkan kandungan dan tujuan dari kitabkitab yang diturunkan kepada Rasul-Rasul sebelumnya.Pelajaran Dari Negeri Yang Hilang Publikasi 08/10/2002 07:12 WIB Tegak rumah karena sendi. ke Barat. Dan tujuan kitab itupun dijelaskan. Runtuh budi runtuhlah bangsa. Budi Al Qur'an itulah yang telah menjadikan suatu ummat dan bangsa menjadi besar. Tsamud. ke Utara dan ke Selatan. Bangkit dan runtuhnya suatu bangsa tercermin dari budi bangsa tersebut. maka sangat indahlah bentukan-Nya". namun tidak bisa bertahan dan akhirnya runtuh. Turki Utsmani telah berabad-abad memegang peradaban dunia. namun karena rusaknya moral individu dan bangsa. Kepadanya diturunkan Tuhan kitab Al Qur'an. ke Timur. Lihatlah contoh bangsa A'ad. Sabdanya itu dengan tegas menjelaskan maksud kedatangannya ke alam dunia ini. Romawi. runtuh juga kejayaan bangsa-bangsa tersebut.

Dicupak Datuk Temenggung."Bahwasanya bumi ini akan Kami wariskan kepada hamba Kami yang sudi melakukan amal yang mulia".. Hidup kalau tidak berbudi.. Duduk tegak ke mari canggung. mengakhiri hidup yang indah ini seringkali menjadi pilihan.. Cobaan dan rintangan kita hadapi tiada henti. Hari-hari yang kita lalui hampa tiada arti. Sekuat apapun godaan yang harus kita hadapi. kembalilah kepada budi Al Qur'an. insaflah akan keruntuhan selama ini. Diribut tunduklah padi. Bagi mereka yang tidak punya iman. Karena harapan adalah masa depan. jenuh dan membosankan. Karena doa adalah pintu kebaikan. terlalu indah untuk kita buat sia-sia. tegaknya budi pekerti. Hidup berbudi itulah tujuan kita. Kegagalan kita temui disana-sini.Kita mungkin pernah merasakan betapa tidak berartinya hidup ini. Itulah tujuan kemanusian yang paling tinggi. Betapa bahagianya hidup ini bila kita jalani dengan penuh semangat dan optimisme yang tinggi. (noes@indonesian-aerospace. engkau akan terpecah belah kalau itu juga engkau turutkan". Firman Allah SWT: "Ikutilah jalanKu. Publikasi 07/10/2002 08:10 WIB Seberat apapun beban hidup kita hari ini . eramuslim . Jangan pernah berhenti berdoa kepada Rabbi. Bangunlah kaum muslim kembali. Sunnatullah yang tidak dapat diubah. Sekokoh apapun cobaan yang harus kita jalani.. Betapa indahnya hidup ini bila hari- . Bangsa Indonesia khususnya dan kaum Muslimim umumnya yang saat ini sangat terpuruk dibawah cengkeraman bangsa barat harus bangkit kembali. karena memang Allah menciptakan makhluknya tidak untuk sia-sia. Dan siapakan yang memungkiri sejarah bangsa-bangsa yang hilang. Hidup ini hanya sekali.. Sejenuh apapun hari-hari kita lalui Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Ilahi . Karena harapan adalah sumber kekuatan. sejak bangsa Yunani dan Romawi kuno sampai kepada kaum Muslimin yang telah mencapai puncak kejayaan? Bagaimana mereka sampai mengalami keruntuhan dan kehancuran? Bukankah setelah budi (moral) mereka merosot jatuh? Inilah Hukum Allah. jangan kamu ikuti jalan yang lain.com) Karena Hidup Hanya Sekali .. Nusrizar M. Sebesar apapun kegagalan yang kita rasai. Karena doa adalah senjata orang beriman. Beban hidup tarasa berat menjerat. Kita seperti manusia yang tidak ada gunanya lagi hidup di dunia. baik di Barat atau di Timur.

Dua bibir itu pula yang seharusnya mengontrol gerak lidah yang letaknya didalam rongga mulut. Walaupun kecil. Dilihat dari struktur indera yang kita miliki. Fitrah dan kodratnya demikian. paku itu berguna bagi manusia. kita adalah makhluk hidup yang tidak berguna. seharusnya setiap manusia sadar bahwa keberadaan dua telinga yang ditempatkan Allah di kanan dan kiri manusia agar dapat menangkap setiap pesan dan masukan lebih banyak. . “Saudaraku. selalu memandang negatif setiap peristiwa. terinjak. Bukan sebaliknya. sambil menghela nafas kata-kata itu seperti menembus relung terdalam bathinku yang sedang berteriak keras. Masalah dan cobaan adalah bunga kehidupan orang-orang beriman. saudaraku dimana saja. Jangan menjadi paku yang terletak di tanah basah. Bila kita tidak tepat menempatkan diri kita. Tapi jadilah paku yang dapat menyangga kehidupan manusia. tidak memiliki guna. Sungguh aneh rasanya jika ada orang yang enggan menerima nasihat. suatu saat ia akan berkarat. Sebagai penyangga. Sebuah pakupun akan menghadapi masalah pada tubuhnya bila tidak tepat menempatkan diri. (Yesi Elsandra.hari kita jalani dengan senyum kebahagiaan dan sikap positif memandang masa depan. dan lebih aneh lagi jika ternyata ada orang yang gemar berkata-kata tanpa banyak menggunakan telinganya untuk mendengarkan orang lain. aku tunggu senyummu lagi) Beri Aku Nasihat … Publikasi 03/10/2002 08:47 WIB eramuslim . bahkan tidak tahu dengan Sang Pencipta. Bila ia terletak di tanah basah. kita hanyalah seonggok jasad hidup yang terlunta-lunta. menutup telinga rapat-rapat sementara membuka mulut dengan lebar sambil mengeluarkan banyak kata.Pagi ini aku menerima sebuah pesan dalam telepon genggamku dari seorang sahabat. beri nasihat untukku hari ini …” Aku sempat tertegun membacanya. atau sebagai penyatu berbagai benda. tempat gantungan. Bila kita tidak memanfaatkan potensi yang ada. Lihat. Kemudian hidup ini pun terasa berat untuk kita lalui. bahwa sejujurnya disaat ini akulah yang seharusnya lebih banyak mengirimkan pesan semacam itu kepada semua sahabat. bahkan mungkin suatu saat akan terkubur bersama karat yang menyelimutinya. tanpa paku itu sebuah bangunan besar tidak akan pernah berdiri. membiarkan diri berlumur dosa. Kembalilah kepada Tuhan bila kita menghadapinya agar kita tenang. kita tancapkan pada sebuah dinding. tidak sadar siapa diri kita. tidak tahu untuk apa kita di dunia. Saudaraku. kemudian kita berusaha memecahkannya dan mengambil ibroh dari setiap kejadiaan. walaupun ia berkarat. apakah kita sudah tepat menempatkan diri. Betapa sejuknya bila kita sabar menghadapi setiap permasalahan. Allah ciptakan mulut dengan dua katup bibir yang bisa bergerak menutup dan membuka agar manusia bisa mengerti kapan waktunya diam dan kapan waktunya bicara. Begitu pula kehidupan manusia. Tapi bila kita bisa menempatkannya di tempat yang tepat.

bahwa orang beriman hendaknya saling menasihati. ini bukan sekedar latihan bahwa kelak di akhirat mulut ini akan terkunci. Lagi pula biasanya lidah akan bekerja jika otak sudah menerima input dari indera yang lain. Paul malah menegaskan bahwa dengan mengefektifkan pendengaran. Di halaman lain buku tersebut. Lalu kenapa tidak kita yang melakukan proses mendengar itu? Oleh karenanya. agar aku mendapatkan suntikan energi. adillah kepadanya dengan memberikan nasihat kepadanya. seseorang bisa mendapatkan energi baru. bahwa kecil kemungkinan orang belajar dari kata-katanya sendiri. dimana otak menerima masukan lebih banyak dari mendengar dan melihat (dua telinga dan dua mata). nyaris tanpa makna. Direktur The Listening Centre di Toronto dalam bukunya Earobics. bahwa jika mau disadari pada saat kita berbicara yang kita harapkan adalah orang lain memusatkan perhatiannya sehingga menemukan energi baru dari kata-kata yang kita keluarkan. Tentu saja. Sedangkan Dia ciptakan sepasang telinga dengan cuping yang lebar tanpa kemampuan bergerak menutup dan selamanya terbuka. berlakulah adil kepada saudaramu ini. Keburukan dan kesalahan yang bisa jadi disebabkan karena ketidaktahuan. Artinya. Tentu saja. filterisasinya hanya ada di otak manusia yang menyeleksi apakah setiap pesan yang masuk akan diteruskan ke hati.Sudah jelas. Tentu saja. arah dan fokus untuk membantunya menemukan motivasi kuat dalam langkah-langkah selanjutnya. Paul Madaule. kita fahami bahwa apa yang keluar darinya tidak lebih dari sekedar bualan belaka. Adalah sebuah prestasi besar dalam hidup ini bila kita menyadari keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. Bahwa sebenarnya saat ini aku yang jauh lebih memerlukan masukan. jika anda sudah sering mendapatkan nasihat dari saudara anda selama ini. Sekali lagi kita mendapatkan pelajaran. karena Allah menginginkan kita terus menerus memasang telinga ini untuk mendengar. arah dan motivasi yang lebih segar. mengatakan bahwa otak bekerja lebih cepat daripada lidah. jika ada orang yang berbicara tanpa bekal masukan dari otak (sebelumnya dari telinga dan mata).Ada masanya dalam hidup ini. Ini menyadarkan kita. jika bibir tidak terbuka maka lidah pun tidak akan bergerak sehingga tak ada kata-kata yang keluar. kepada sahabat yang pagi ini mengirimkan SMS untuk meminta nasihat kepadaku. ketidaksengajaan atau mungkin juga secara sadar kita lakukan itu dengan harapan timbul kesenangan walaupun orang lain menderita akibat keburukan kita itu. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Biarkan Alam Mengajarkan Kita Publikasi 01/10/2002 07:07 WIB eramuslim . terus terang aku meminta. Bukankah demikian perintah yang berbunyi dalam Surah Al Ashr. kita menyadari keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. mata da indera lainnya atau tidak. kemudian kita berniat .

Sedangkan orang kecil tidak pernah memikirkan manfaat untuk orang lain bahkan dirinya sendiri. Hadapilah tantangan itu dengan senyum dan keyakinan yang tinggi. Jika input yang kita miliki bagus. optimalkan kemampuan yang kita miliki untuk memenangkannya. Karena perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu. berprestasi. Untuk memperbaikinya tidak ada jalan lain kecuali kita berani melakukan suatu perubahan dengan tingkat resistensi tertentu yang kita miliki. Kemudian orang tua dan lingkungannyalah yang memiliki otoritas memproses dia menjadi baik atau buruk. Perjuangan melepaskan diri dari kepompong adalah proses yang sangat menyiksa bagi kupu-kupu. Apa makna yang bisa kita petik dari kisah alam itu? Untuk menjadi cantik dan indah. Perubahan itu menghadapkan kita pada suatu tantangan yang besar. Akibatnya. Bila ulat berhasil melalui proses itu dengan baik.memperbaikinya. kita pasti mamapu. Tetapi akibatnya bantuan itu justru mematikan sang kupukupu karena membuat otot-otot sayap kupu-kupu tidak kuat untuk menahan beban tubuhnya. untuk menjadi lebih baik. maka akan semakin besar nilai yang akan kita raih. tetapi masa depan menyediakan kita banyak pilihan keberhasilan. menyenangkan. semangat yang kuat. Melihat keadaan kupu-kupu yang kesusahan memisahkan diri dari kepompong menarik hati seseorang untuk membantu dengan memotong kepompong agar sang kupu-kupu dapat keluar dengan mudah. tapi carilah orang yang benar-benar ikhlas membantu kita menuju tangga-tangga kebaikan. Alam adalah guru yang paling jujur mengajarkan banyak hal kepada kita. menjadi orang yang bermanfaat. Jangan lihat ke belakang. maka ia akan menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan indah. jangan menjerit bila kita sakit. kemudian diam dan akhirnya mati. karena masa lalu tidak menjanjikan perubahan. ketika kupu-kupu itu keluar. tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah. Mereka yang memiliki visi yang jelas. Setiap manusia. kita memerlukan perubahan dalam hidup kita. . Jangan minta bantuan orang lain yang hanya akan memperparah keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan kita. esok dan lusa tetap berada dalam sebuah proses perubahan menuju tangga-tangga kebaikan. Daya tahan terhadap perubahan itu mempengaruhi tingkat keberhasilan kita. Untuk mejadi lebih baik diperlukan sebuah usaha dan kerja keras. dan cita-cita yang tinggilah yang akan memenangkan perubahan itu. Jangan merasa kita tidak mampu memperbaiki setiap keburukan dan kesalahan yang pernah kita lakukaan. Tidak sedikit rintangan yang akan kita temui. Keinginan menjadi lebih baik. kokoh dengan iman adalah keinginan luhur dan murni yang dimiliki orang besar. Semakin besar hambatan dan rintangan yang kita hadapi. tapi tataplah ke depan. karena Allah mengatakan setiap manusia dilahirkan secara fitrah. Seperti proses metamorfosis ulat menjadi seekor kupu-kupu. maka kita boleh berharap akan memperoleh output yang baik pula. hari ini. keinginan yang besar. ia kehilangan resistensi. Pada dasarnya input yang kita miliki baik. kemudian ditunjang dengan proses yang baik. Jangan mengeluh bila kita terjatuh.

Maka oleh karena itu. bukanlah orang-orang yang luar biasa. Semakin banyak kegagalan yang kita hadapi.Dibalik cerita kesuksesan orang-orang sukses. (Yesi Elsandra. apa lagi menyalahkan Tuhannya. putus asa. bingkailah usaha kita dengan figura doa dan kepasrahan yang tinggi pada Allah. Inilah bukti nyata lemahnya manusia. Ketika ia menemukan kegagalan dalam hidupnya. perbanyaklah angka kegagalan Anda. maka kita akan semakin dewasa menerima kesuksesan yang sesungguhnya. mudah-mudahan Allah merealisasikannya) Bubur Ayam Publikasi 25/09/2002 11:14 WIB eramuslim . menderita gangguan syaraf di usia 27 tahun. keberhasilan kita melipat kegagalan dan menyimpannya sebagai guru dalam sejarah hidup kita. kita hanya bisa berusaha. tersimpan banyak kegagalan yang dilipat rapi dalam sebuah simpul pengalaman sejarah. kita hanyalah pemain yang pasrah mementaskan peran kita. kalah dalam pemilihan anggota legislatif di usia 22 tahun. menderita kesedihan akibat kematian kekasihnya di usia 26 tahun. gagal dalam pemilihan anggota senat di usia 45 tahun. mungkin belum tentu begini ceritanya. kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. namun akhirnya terpilih sebagai presiden Amerika Serikat di usia 52 tahun. Dengan bekal keyakinan dan dorongan yang kuat untuk mendapatkan apa yang menjadi cita-citanya. kemauan keras dan keyakinan kita pada Tuhan. dia terpilih sebagai mahasiswa teladan dan mendapatkan beasiswa. . sebagai Zat yang Maha berkehendak atas diri kita. Simpul-simpul itulah yang justru mendorong lahirnya kesuksesan. Tanpa subsidi kekuatan berupa sikap dan improvisasi berupa kemauan keras untuk berusaha dari Allah SWT. gagal dalam upaya pemilihan anggota senat di usia 49 tahun. Gagal UMPTN tidak membuatnya kecewa. tetapi mereka melakukan hal-hal kecil dengan cara luar biasa. dia masuki sebuah Perguruan Tinggi Swasta. dia tidak mengeluh. Kesuksesan dan kegagalan tidak dapat kita elakkan sebagai konsekwensi atas berbagai pilihan dan keputusan dalam memilih cara hidup.Terakhir. gagal lagi dalam bisnis di usia 24 tahun. spesial untuk saudara yang berencana duet membuat buku.” Karena memang.” Begitu batinnya berbisik riang. sebagai buah jerih payah dan usaha yang kita lakukan. gagal dalam pemilihan anggota kongres di usia 34 tahun. Allah jualah yang menentukan segala nasib kita. Lain lagi kisah seseorang yang sedang menuju tangga-tangga kesuksesannya. Disana ia giat belajar. Masih dengan akal yang jernih dan semangat untuk hidup bahagia. gagal dalam upaya menjadi wakil presiden di usia 47 tahun. Tom Watson mengatakan. Pria ini pernah mengalami kegagalan dalam bisnis dalam usia 21 tahun. karena sebagai manusia yang diselimuti kekurangan. “Kalau saya kuliah di PTN. “Jika Anda ingin sukses. turut dipengaruhi oleh sikap. Baginya kegagalan berkompetisi dalam memperebutkan Perguruan Tinggi Negeri bukanlah akhir segala-galanya. Siapa tak kenal Abraham Lincoln. Orang sukses.

Terima kasih ibu. Bukankah tidak sedikit pula yang favorit terhadap bubur ayam? (Yesi Elsandra. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku. atau terik. aku malah sering meninggalkannya. jangan buang bubur itu. Jika terlanjur menjadi bubur. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya. bahkan memberikan variasi dalam menu kita hari itu. bepergian. Kini. ia tak pernah membeli pakaian baru. Hidangkan dengan sedikit kerupuk. ia masih duduk di seberang sana. Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. aku sering merasa malu berjalan bersamanya. atau hujan. Saat aku menjadi orang dewasa. Ibu Publikasi 24/09/2002 08:19 WIB eramuslim . Dengan sabar pula ia menunggu. Kenapa tidak kita jadikan saja bubur itu menjadi bubur ayam. masih ingat bubur ayam?) Izinkan Aku Menciummu. setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. beri daging. Di usiaku yang menanjak remaja.Bersikap positif memandang kegagalan sebagai awal kesuksesan adalah pelajaran yang paling berharga. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut. Bukanhkan ia tetap dapat kita makan. untuk saudara yang hilang. taburi bawang goreng dan kecap. karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.Sewaktu masih kecil. Sehabis makan. ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. ati ampela ayam. Setiap hari. Sesekali kulihat dari jendela kelas. ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. setelah aku besar. Padahal menurut cerita orang. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit. aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga. dengan rasa kantuk yang menderanya. Ibaratnya seorang ibu yang gagal menanak nasi hingga menjadi bubur. sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah. Bahkan sepulang sekolah. apalagi perhiasan. aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Ia sisihkan semua . Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. bermain bersama temanteman. ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Kini. Tambahkan bumbunya.

sekedar untuk mencari sesuap nasipun terasa begitu berat. Padahal juga aku tahu. karena begitu sulitnya mencari pekerjaan. Aku yang pintar. jadilah hidup yang ingin aku jalani hanya berputar dari mencari uang dan menghabiskannya dengan memanjakan diri sendiri. jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Usai wisuda sarjana. memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya. Entahlah. tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. waktu itu tidak pernah ada dalam benakku untuk memikirkan kesulitan orang lain.untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik. pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Pada hari pernikahanku. ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Sungguh. cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh. baru aku mengerti. tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. membasuh luka di kaki dan mendekapku eraterat saat aku menangis. posisi lumayan dengan penghasilan yang memuaskan. yang terpikirkan olehku adalah bagaimana menjadikan hidup ini menyenangkan. Aku akan datang dan menciummu Ibu. Namun kenyataan yang aku dapatkan lain dari bayangan. ibu yang kuanggap bodoh. tapi do’a di setiap sujudnya. Alhasil. ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. ia yang dengan penuh kesabaran. Meski Ibu bukan orang berpendidikan. aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh. Usai akad nikah. Saat itulah aku menyadari. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati. Tanpamu Ibu. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. jangankan untuk memanjakan diri. Untuk Semua Ibu Di Seluruh Dunia) Bayaran Langsung Publikasi 23/09/2002 07:23 WIB eramuslim . Aku sangat ingin menjadi istri yang shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. Selepas SMA. aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang. (Bayu Gautama. meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku. kini setelah aku mempunyai anak. Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku. ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini. ia menggandengku menuju pelaminan. Punya pekerjaan bagus. Namun demikian kondisi tersebut mampu merubah .Beberapa tahun lalu. aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. Maka.

“Besok saya tebus mbok. Allah mengirimkan seorang ‘malaikat’ ke rumah kami. Aku mencari cara dan alasan bagaimana caranya agar bisa berhutang dan besok-besok kalau sudah punya uang baru aku bayar. Gajian masih enam belas hari lagi … ya sudahlah. kalau lagi senang ya tersenyumlah sewajarnya. Sebenarnya ia sudah lama sakit hanya saja selama ini dipaksakan untuk tidak memeriksakan ke dokter karena kami tak punya biaya. Waktu itu aku di sebuah warung nasi. Beberapa saat kemudian aku baru sadar bahwa uangku tidak cukup untuk membayar dua piring nasi. tapi sudahlah. Kalau kesulitan melanda. ibuku sakit dan harus segera dibawa ke dokter. wong aku yang salah kok. Pas hari gajian tiba. pemahamanku yang minim tentang agama tidak membuatku giat bersedekah. Kuajak dia masuk dan memesankan sepiring nasi beserta lauk untuknya kepada penjual nasi. tapi kupikir. hadapi dengan ikhlas dan sabar. Selain juga aku selalu beranggapan bahwa setiap amal dan sedekah merupakan bekal kita di akhirat nanti. Seperti halnya aku. nanti saja setelah gajian aku bayar. “Kalau lagi ada yang ngasih. Jadinya arloji itu milik saya”. sampai satu minggu aku tak kembali ke warung itu. aku sendiri sedang kesusahan”. Toh. . Hingga suatu ketika aku mengalami kesulitan yang begitu memberatkan. Segera aku turunkan kakiku yang naik bersilah di atas bangku warung dan menghampirinya. Namun. Disaat kebingungan itulah. kecewanya aku karena barang itu sudah dijual oleh simbok penjual nasi. “Sampean janjinya besok.” aku ngeloyor pergi setelah berpura-pura kehilangan dompet. Inginnya sih marah-marah. Kamil. pikirku. ini sudah lebih dua minggu. ia pun tak kalah gesitnya melahap makanan itu. Sudah hebat dia. Hidup terkadang harus dijalani apa adanya. segera aku ke warung hendak menebus arloji antik pemberian dari mendiang ayahku itu. tak sengaja mataku menangkap orangtua tersebut menelan ludah saat melihatku yang begitu bersemangat melahap santapan siangku. dompet saya hilang nih. Satu hari. tapi. Namun nampaknya mbok penjual warung sudah menangkap gelagat tidak baik yang akan aku lakukan sehingga akhirnya kutitipkan arloji kesayanganku.kepribadianku hingga menjadi orang yang sedikit peduli sesama orang lain. sahabat lama yang entah sudah sekian tahun tak bertemu. “Orang lain nanti dululah. Hanya saja. kenapa ia tidak mendo’akan dirinya saja agar bisa hidup lebih baik lagi tanpa harus menjadi peminta-minta. hingga kami berdua seolah tengah berlomba makan. Yang masih kuingat. “Biar saya yang bayar pak” tak lupa kuselipkan uang seribu perak ke kantong bajunya. Aku ingin lari saja seperti dulu sewaktu masih di sekolah. bermobil pula. aku pikir masih banyak orang yang jauh lebih susahnya ketimbang aku. kalau perlu berikut dendanya. “Ah tidaklah. dua hari. Bukan aku tak senang dengan do’anya. terakhir aku mengajak seorang peminta-minta tua untuk makan bersamaku. itu dosa masa lalu” pikirku. kalau nggak ada ya buat sendiri dulu”. “ndak punya duit aja sok-sok-an mbayarin orang makan” kata-kata itu sempat tertangkap sesaat sebelum aku pergi meninggalkan malu di warung itu. Kemudian kuperhatikan orangtua itu berdo’a yang isinya samar-samar kudengar agar aku diberikan rizki yang banyak atas kebaikanku padanya.

Akibat kebutuhan yang mendesak itulah. Kini. amal yang sekarang kita kerjakan tidak hanya menjadi bekal di akhirat. Aku tak pernah iri .” (2:261) (Bayu Gautama. seperti menabung yang isinya bisa kita dapatkan kapan saja. Sejak orangtuaku bercerai dan aku memutuskan untuk ikut ibu setahun yang lalu. Dia mengirimkannya kepadaku. Hampir semua anak dikelas tak menyukainya. Aku sudah tahu apa yang akan disampaikan kepala sekolah. Mungkin tidak sekarang. tapi bayaran langsung dari-Nya itu bisa datang melalui tangan siapa saja yang tidak diduga kedatangannya. Kejadian yang baru saja kualami. Terlebih sejak ayah menyetop kiriman uang yang seharusnya menjadi kewajibannya 6 bulan lalu. ia kirimkan seorang penunjuk jalan. Dilihat dari merk-nya sih. juga adik-adikku. Ini seperti menebar benih yang hasilnya bisa langsung dipetik di kemudian hari. ibu selalu kehabisan uang untuk biaya sekolahku. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. kondisi ekonomi keluargaku memang semakin terdesak. tapi bisa untuk orang yang kita cintai. Disaat orang lain kesulitan. “Amru … dipanggil kepala sekolah!” lagi-lagi namaku dipanggil.Sabtu pagi. kami memanggilnya Sony. pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah bayarkan juga kebaikan kita di dunia. meski juga masih dalam kekurangan aku akan selalu menebar kebaikan kapanpun dan kepada siapapun. selain ia juga sombong. Ada Wicaksono. Ia sangat suka pamer jika mempunyai barang-barang bagus yang baru dibelikan orangtuanya. sering membuat onar dan tidak jarang berbuat usil terutama kepada perempuan. Ibu yang hanya lulusan PGA (Pendidikan Guru Agama) menggunakan kemampuannya mengetuk satu persatu pintu orang-orang berada dan menawarkan jasanya untuk mengajar ngaji anak-anak mereka. Sebulan sebelumnya bahkan bagian Tata Usaha sudah berkali-kali memanggilku hingga semua teman-teman tahu setiap kali aku dipanggil pasti urusannya dengan soal bayaran sekolah. Dan kini disaat aku yang kebingungan. jelas tidak murah. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Malah bertambah dan terus bertambah ratusan kali lipat. Dan mungkin tidak langsung dari orang yang pernah merasakan kebaikan kita. Mungkin bukan untuk kita. kembali memberikan satu hikmah kepadaku. bagus pula modelnya. namun tak mengurangi jumlahnya. di kelas ia selalu menjadi biang keributan. Karena kini aku yakini. tapi nanti disaat kita begitu membutuhkannya. terima kasih kepada semua yang telah memberikan kesempatan untukku berbuat kebaikan) Batu-Batu Pijakan Publikasi 20/09/2002 08:00 WIB eramuslim . seperti sepatu dan tas. Bulan lalu bu Isti wali kelasku memanggil menyampaikan salam untuk orangtuaku untuk segera membayar biaya SPP-ku yang sudah nunggak hampir 6 bulan.Allah memang Maha Adil.

teruntuk orang-orang yang telah pernah menjadi batu pijakanku) Agar Dapat Melihat Surga Publikasi 18/09/2002 07:39 WIB eramuslim . Satu bulan lalu saat acara syukuran dikantor atas dipercayanya aku menjadi GM.Seorang anak dengan gayanya yang lugu bertanya kepada ibunya. Tak ada lagi kesombongan dan sifat usilnya. apa itu cinta?”. Meski cuma batu kecil. Saudaraku. namun keberadaannya mungkin telah menyelamatkan kita dari jurang kejatuhan yang melumpuhkan. teman sekolahku dulu kini menjadi salah satu staf dalam perusahaan yang aku dipercaya menjadi General Managernya. seringkali kita tak pernah menengok batu-batu pijakan itu dan melupakannya. Ada yang lain di sekolah. Satu minggu sesudah jadwal masuk aku masih belum mau ke sekolah. teman-teman bilang ia telah berubah setelah mengikuti pesantren kilat selama liburan yang lalu. Ia memberi tanpa kata-kata.kepadanya. dengan langkah gontai aku memasuki teras rumah. Di kelas. Lagi pula mulai besok sampai minggu depan sekolah libur. “bu. “Masih ingat Sony? Dia menjual tas dan sepatu barunya untuk melunasi tunggakan biaya sekolah kamu dulu” Subhanallaah … *** Sahabat sejati bukan memberi pada saat orang meminta. petugas TU yang biasanya tak pernah senyum kepadaku. Alhamdulillaah. *** Itu dua belas tahun yang lalu. Wallahu a’lam bishsowaab (Bayu Gautama. orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupku. mungkin sepanjang perjalanan hidup kita pernah ada orang-orang yang menjadikan dirinya batu pijakan sehingga kita bisa melangkah maju dan lebih jauh. Sayangnya. Aku ‘membohongi’ ibu dengan mengatakan bahwa libur sekolah diperpanjang. “Pinter-pinter nunggak …” atau sindiran lainnya. Cinta ada adalah kemurnian jiwa. Kulihat ibu sedang menyapu lantai. seorang temanku datang dan mengajakku ke sekolah. Sejak dalam perjalanan pulang sudah kuputuskan untuk tidak menyampaikan surat panggilan kepala sekolah agar tidak menjadi beban pikiran ibu. Kini aku tak pernah bertemu lagi dengan mereka. saat aku masih duduk dibangku SMA kelas 2. Sore menjelang Ashar. kesejukan bathin dari kenikmatan memberi . Hingga akhirnya Fauzan. tanpa menepuk dada. Fauzan membisikkan sesuatu yang membuatku menitikkan airmata. ia mempunyai mata pandang yang mampu menembus relung kebisuan sahabatnya. hari ini begitu ramah. Yang kutahu cuma satu. tak ada yang berubah kecuali Sony. Fauzan. hanya saja yang membuat aku membencinya lebih karena ocehannya setiap petugas tata usaha memanggilku.

kezhaliman. Dengan sabar dan penuh cinta ibunya menerangkan. Cinta harus dilihat dengan mata bathin. kemenangan dan prestasi seseorang akan sesuatu. semua itu salah satu anugerah dari-Nya yang patut kita syukuri. tak seindah mimpinya. Si pencipta cinta itu sendiri. adalah sangat manusiawi jika dibenci. sehingga benci. tertawa. Padahal jika mau membuka tabir sebenarnya.dan kerelaan berkorban. sedih dan masih banyak lagi. Tak perlu merasa bersalah hanya karena tersenyum dan tertawa. bagaimana manusia mengkondisikan hatinya agar senantiasa condong kepada kebenaran. Dia ciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna sehingga dengan kesempurnaan yang dimilikinya itu. Tak perlu takut. dan kebanyakan manusia memandang cinta hanya berhenti di mata kepala. “ini wajar nak. ia akan melihat siapapun dan apapun dengan cinta. bahwa keagungan cinta hanya berada pada cinta Sang Agung. sebenarnya ia tidaklah tengah mengagungkan cinta melainkan perasaan dan nafsunya yang tengah bergumul sehingga meluap menjadi nafsu berbaju cinta. Mungkin Allah menciptakan rasa itu untuk melatih manusia. Sudah menjadi fitrah manusia tidak menyukai sesuatu yang tidak disenanginya. “Bukankah semua hamba-Nya yang sholeh kelak akan tersenyum di hadapan Allah yang menghadirkan keagungan wajah-Nya?” jelas sang Ibu sambil mengusap kening anaknya yang serap-serap mulai terbuai ke alam tidurnya. mereka yang senantiasa mampu menggunakan mata bathinnya untuk melihat segala hal. artinya sesuatu hal yang tidak berkenan. sama seperti benci. Lama ia dibuai cinta sang Ibu. “Karena Allah pun teramat cinta kepada yang mempersembahkan cinta kepada-Nya”. marah dan kecewa serta sedihnya hanya kepada kebathilan. apalagi dimata. marah. Hanya bedanya. kesemena-menaan. senang. kecewa. “Lalu kenapa ada orang yang saling membenci. kesejukan bathin dari mencinta dan dicinta. Itulah kehebatan Allah. tidak sesuai dengan hati nuraninya. marah dan sedih. tidak hanya cinta. bertengkar dan saling bermusuhan?” tanyanya lagi. Ada benci. Karena itu. Dan adalah fitrah manusia juga untuk kecewa jika sesuatu tak seperti harapannya. tentu mereka akan sadar kalau tengah terombang-ambing oleh arah cinta yang salah. keceriaan dunia. Ia merasakan kehangatan hidup. Untuk sementara ibunya membiarkan mimpi anaknya tak terusik oleh kepayahan mencari sesuap nasi yang dijalaninya. bukan di kepala. keserakahan dan bahkan kesombongan diri. manusia bisa menangkap kesan yang lain. Mungkin karena usianya yang memang belum pantas merasakan kegetiran dan kepahitannya. sehingga ia lupa bahwa cinta bersemayam dan bergetargetar dihati. sehingga seringkali tidak mampu menangkap kemurnian jiwa. juga hantaman kerikil di . juga dosa yang dilakukannya. “Bagaimana dengan tersenyum dan tertawa?” Senyum dan tawa adalah sebuah refleksi. “Karena itukah banyak orang mengagungkan cinta?” tanya sang anak lagi. dengan sentuhan lembut ibunya ia memainkan nyanyian dawai-dawai indah yang bergelung-gelung dialam mimpinya. karena kebanyakan manusia hanya sebatas menggunakan mata kepala dan mengabaikan mata bathinnya. Dan jika ada yang mengagungkan cinta diatas segalanya. biasanya senyum dan tawa adalah cermin dari keberhasilan. Masalahnya kemudian. jawab sang ibu.

mempertebal kesabaran serta menanamkan keyakinan dihatinya. Hingga dengan demikian sang ibu semakin sadar bahwa hanya Tuhanlah yang selama ini menguatkan. Terkadang ada tangis yang begitu keras sekeras benturan kehidupan yang menerpanya. untaian kata pinta yang tak pernah berhenti. karena dengan menangis kita tengah melunturkan kesombongan. Menangis adalah pembuktian akan adanya Yang Maha Kuat yang memiliki kehendak diatas segala mau dan keinginan manusia. Namun kebahagiaan apa yang paling berharga bagi rumput kalau bukan atas kemanfaatannya. memancar tiap hari. Menangis tidak mesti dengan air mata. menginjak-injak dan kemudian meninggalkanmu ketika kau tak lagi subur. hingga tak sadar tangisannya itu menyentuh relung bathin anaknya sampai terbangun. kering bahkan sekarat mendekati kematian. Di atasmu mereka berbiak.Menjadi rumput di keluasan padang yang menghampar. irama kehidupan dimulai sampai semua kembali lagi menghampiri dalam sebuah ajal ketika tiba merenggut. Menjadi rantai pertama energi yang kemudian mengalir sampai puncak rantai makanan yaitu pada hewan-hewan predator. juga menghilangkan penyakit-penyakit lainnya yang kerap hinggap di kalbu. Terik dan hujan menjadi baluran tubuhnya sehari-hari. seusai kesejukan membasuh seluruh tubuh untuk kemudian bersimpuh dihadapan-Nya. Air bening yang membasahi mata akan membasuh dosa yang berawal dari penglihatan manusia. hanya agar manusia dapat melihat surga. Semua itu. Terus bermanfaat. tak kan membiarkan dimasa depan anaknya mengeluarkan keringat dan darah seperti yang dialaminya kini. Menangis adalah wujud dari kelemahan manusia yang jelas-jelas kekuatannya sangat terbatas. yang tak diiringi penyesalan akan beban hidup yang saat ini diamanahkan kepadanya. Tak terasa air bening mengalir membasahi pipi. demi satu cita. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Pengabdian Sang Rumput Publikasi 17/09/2002 07:08 WIB eramuslim . memberikan keindahan tersendiri. bergembira. tiap detik dan pada setiap hembusan nafas makhluk yang . kepekatan hati yang penuh noda hitam dari setiap detik hidup yang berlumur salah. “Kenapa ibu menangis?” Menangis adalah satu anugerah Allah lainnya nak. Mungkin semua orangtua mempunyai mimpi yang sama. mencari makan. hati pun sejuk kembali dan kebeningan mata yang sudah terhapuskan pekatnya. Dan menjelang fajar. Kemudian airnya turun menyejukkan wajah kita. juga mengotorimu. bahwa esok matahari masih akan terbit. Tak perlu malu untuk menangis. Dari rumput. meski biasanya selalu dengan itu. wajah menjadi bersih. Maka dengan menangis setiap hari. Dengan hijaunya dan tebaran hewan-hewan yang merumput untuk memenuhi hajat kehidupan. Itulah cara Allah membersihkan wajah manusia yang coreng-moreng oleh kekhilafannya.sepanjang jalan yang disusurinya. yang tak pernah berhias putus asa.

hewan-hewan tersebut bersua kembali dengan telaga kehidupan padang rumput . hidupkan generasi pengganti kami dari akar-akar hamba yang sengaja kau selamatkan di pori-pori bumi dari amukan api yang telah menjadikan tubuh-tubuh kami sebagai pupuk untuk generasi kami mendatang. Maka. namun pengabdian dan doadoanya terus meluncur sepanjang waktu atas karunia yang dilimpahkan untuk dirinya. Dengan keletihan dan tubuh kurus. Akhirnya hanya meninggalkan puing-puing jelaga yang hitam. bersamaan dengan binatang-binatang yang dulu mengungsi saat kemarau dan kebakaran melanda.melata di muka bumi. "Ya Rabb. Karena sebuah kemuliaan yang tiada tara selain sebuah kecintaan pada-Mu dan kemanfaatan dari kami yang dapat dipetik dari makhluk-MU yang melata di muka bumi ini". kemudian menghanguskan seluruh tubuhmu. Dengan halus kau usir hewan-hewan untuk meninggalkanmu agar mencari tempat yang lebih baik dan menjanjikan. Kemudian musim kering yang tandus menghantam. Cukup kau tanggung sendiri. Bukan pada padangmu. "Aku akan lebih baik dari pendahuluku". akan kuundang semua makhluk hidup dengan ranumnya tubuhku yang takkan habis dimakan. untuk menyediakan semua kebutuhan gizi bagi sang rumput muda. Suasana kesenduan tanpa kehidupan yang membalut luka terbakar. Karunia teragung yaitu kehidupan itu sendiri. Demikian juga sang akar menyesap dengan gairah semangat kehidupan yang diwariskan pendahulunya. tekad sang rumput muda. Sang rumput muda tumbuh dengan gemuk kehijauannya. Bersama tercurahnya hujan. Dengan hujan. seakan semua kenangan indah terhapus hangus dalam pori-pori tanah yang panas terpanggang api dan teriknya matahari. Kehidupan di padang telah pulih kembali. bukan pada dirimu. Namun akan senantiasa tumbuh dengan kehijauan lagi lezat di mulut makhluk yang memamahnya. Sang rumput bangkit dengan tunastunas yang baru. Lalu jilatan api melumat tubuh-tubuh kurus keringmu. kubangan-kubangan dan relung-relung hati yang sebelumnya kering dari tetesan air keindahan dan kasih sayang. memanasi api hingga dengan cepat membesar. tatkala bergulung-gulung mendung hitam membawa kabar baik untuk semua kehidupan di bumi. Menyimpan gizi yang tinggi tiada tara bagi makhluk-makhluk pemamah biak. Dalam ketakzimannya rumput-rumput tentu tak berdosa. Sampai semua kehidupan ini secara berantai termakmurkan karena hijaunya tubuhku. Tidak ada kata terkira inilah pengabdian yang terindah dan teragung yang pernah kau berikan. sang akar rumput pun bercucuran dan berlinang air mata kesyukuran. Jadikanlah generasi penggantiku adalah generasi yang kau cintai dan hanya mencintaiMu. kemudian akar semakin sibuk mengumpulkan zat-zat kehidupan yang telah diwariskan generasi sebelumnya. Karena kau tak akan pernah ingin berbagi penderitaan dengan mereka. Namun kau belum mati. Disertai hembusan angin sepoi yang bersorai. bumi dibasahi dan dilunakkan air yang menggenangi danau-danau.

Tiba-tiba si istri yang melihat berkata. "Kejar wanita itu dan minta maaf padanya. Dengan cucuran linang air mata sang rumput menuntaskan doanya. Ketika semua telah mengungsi maka berlahan-lahan. Rumput-rumput ranum hijau yang menyegarkan pandangan. Syahdan. dan dengan keikhlasan dan keridhoaan dari Sang Rabb ajalnya dilabuhkan ke sisi keridhoaan-Nya. Cerita ini adalah salah satu dari sekian banyak peristiwa yang kita jalani yang menunjukkan betapa mudahnya kita menilai manusia dari apa yang tampak diluarnya. Wallahu'alam bishshowab (Warsito Suwadi warsuwadi@yahoo. Namun semua mempunyai penuntas. tubuh sang rumput mengering disapu oleh angin kemarau yang menyedot air dalam tubuh-tubuh renta yang berlumuran pengabdian yang tak akan ternilai oleh apapun. Kehidupan di padang itu menjadi hidup dan lebih hidup lagi. mengabarkan bagi seluruh kehidupan untuk bergerak ataupun bertahan. semuanya mempunyai keberakhiran. wanita itu sungguh sombong.yang sungguh tak terkira sebelumnya. "Huh. melintas sepasang laki-laki dan wanita di depan mereka. Kemudian hewan-hewanpun berhijrah meninggalkan padang untuk bertahan ke tempat yang lebih baik. Namun ada satu yang tak terlupa dari mulut sang rumput. sementara yang lakilaki berpostur pendek dan sederhana. Dengan keikhlasan dan keridhoan Rabbnya. jiwa itu akan berlabuh di keridhoan itu. demikian panas terik matahari meratapi kepergian sebuah pengabdian. generasi pengganti kami yang lebih baik dari kami". dan air mata itu adalah kesyukuran atas amanah yang ditunaikannya." Seketika itu suaminya berkata.Dahulu kala diceritakan pernah ada seorang suami dan istri yang ketika sedang duduk di depan rumahnya." Setelah mereka bertemu dan istri itu minta maaf. "Ya Tuhanku ijinkanlah hamba-Mu untuk memanjatkan doa. Dia berdandan agar dirinya tampak lebih tanpa memperhatikan orang lain. namun karena Allah telah menghamparkan amanah baginya. angin kemarau yang tandus dan kering menggulung. Sang wanita tinggi ramping dan mengenakan baju indah. karena Allah telah menyediakan rizki yang tak terkira baginya. menguatkan dan menggemukkan. semuanya mesti dipergantikan. Seakan mereka sudah kenyang walau hanya memandangnya saja. Dan suami wanita itu adalah lelaki pendek yang sedang berjalan bersamanya. Mata-mata berbinar penuh kesyukuran. Sang rumput berlinang air mata.com) Apakah Kita Tak Pernah Sombong? Publikasi 16/09/2002 08:59 WIB eramuslim . bukan karena kesedihan. Jadikanlah generasi penggantiku adalah generasi yang mencintai dan Engkau cintai ya Rabb. Angin berhembus kehilangan. wanita itu menjelaskan bahwa dia berdandan dengan indah untuk membahagiakan suaminya agar suaminya bisa 'bangga' dengan dirinya. .

" (Muttafaqun 'alaih). Apa yang kalian lakukan biarlah dinilai Allah. Jangan-jangan kita pernah mengatakan orang lain sombong karena ia tidak pernah mau berkumpul dengan kita padahal ia ingin menjaga diri dari kesia-siaan waktu atau bahkan karena harus mengerjakan pekerjaan lain yang tidak bisa menunggu. Bagi saudara-saudaraku yang terzhalimi dengan diperlakukan sebagai orang sombong.utwente. Takutlah akan balasan perbuatan kita. Jangan-jangan kita pernah mengatakan kawan kita sombong hanya karena ia tidak pernah mau menegur sapa kita terlebih dahulu padahal pada dasarnya ia memang pemalu. Saudaraku. Jangan-jangan kita pernah mengatakan teman kita sombong karena tidak mau menerima uluran tangan kita. tidak usah kalian berkecil hati. Takutlah kita jika buruk sangka itu kemudian kita sebar-sebarkan. padahal bisa jadi dia begitu ingin hanya bergantung pada Allah dengan tidak merepotkan kita. Jangan-jangan kita pernah membenci orang karena penampilannya. padahal memang Allah yang menciptakan tubuhnya seperti itu." (HR Bukhari Muslim) atau bahkan dengan ayat Allah "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri" (Luqman:18) tanpa kita pernah tahu kenapa mereka bersikap seperti itu. karena hanya Ia yang bisa memuliakan dan menghinakan kita.nl) Fujuurohaa Wataqwaaha . Kita bisa jadi telah berdosa kepada Allah karena kita sesungguhnya telah mengambil alih kekuasaan-Nya dalam menilai hati manusia. Juga ketahuilah bahwa dengan mencapnya sombong kita sebenarnya telah menghina mereka yang justru bisa jadi sedang berusaha menjadi hamba Allah. Serta maafkan dan doakan kami agar Allah mengampuni dosa-dosa kami yang memang suka mendewakan perasaan sendiri dan menilai segala sesuatu dari yang kasat mata ini. Saudaraku. Karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya perkataan. maka kita harus waspada bahwa jangan-jangan kita yang sesungguhnya sombong.Kita begitu mudah menjatuhkan hukuman predikat sombong kepada orang yang tampak tidak simpatik bagi kita. Hadi Susanto (susanto@math. Jika seperti ini yang sudah kita kerjakan. sementara kawan yang kita sakiti menangis di tengah malam mengadukan kita kepada Allah. Rasulullah Saw sendiri pernah berkata. Ingatkah kita bahwa hanya Allah yang bisa melihat apa yang tersembunyi di balik hati manusia? Kepada kawan itu pun kita juga berdosa karena telah berburuk sangka. Kemudian kita membenci mereka dengan berlindungkan hadist "Tidak akan masuk surga orang yang dalam lubuk hatinya terdapat perasaan sombong (arogan) walaupun cuma sebesar atom. Luruskanlah niat dan sempurnakan amal. Kita dengan mudah mengatakan arogan kepada mereka yang sikapnya menurut kita tidak menyenangkan. "Berhati-hatilah kalian dari prasangka-prasangka (yang buruk).

karena ia bagaikan musuh dalam selimut. ada maaf dan dendam. maka juga ada sabar dan emosi dalam diri manusia. Seperti halnya Allah menciptakan semuanya berpasangan. ada orang-orang yang senang berbuat jahat. Entah anak istri lapar. dan kita mengenalnya sebagai orang munafik.Sebuah film lawas Amerika berjudul Jekyll and Hyde yang diambil dari novel karya Robert Louis Stevenson dengan judul yang sama yang diterbitkan pada April 1982. sejahat-jahatnya manusia. harus diakui bahwa setiap kita memilikinya. dan saat itulah potensi baik manusia muncul. tidak ada yang mau disebut penjahat. sombong (takabbur) dan rendah hati (tawadhu’) dan sebagainya. tetapi sebaliknya. bergantian atau bahkan bisa muncul dalam waktu yang hampir bersamaan. bathil karena karakter setan dan hewan menguasai jiwanya. Padahal hakikatnya. . Profesi jahat apapun yang dilakoninya biasanya ada ‘alasan baik’ yang menjadi motivasinya. Karena seringkali manusia tidak menyadari bahwa setan telah mempengaruhinya untuk berbuat suatu kejahatan. Itu artinya. demi membela harga diri atau minimal sebuah alasan umum. khilaf. Kembali ke soal potensi baik dan jahat dalam diri manusia. Dalam terminologi Islam ada yang disebut potensi fujuuroha wataqwaaha. dan menggunting dalam lipatan.Publikasi 13/09/2002 08:33 WIB eramuslim . kecenderungan untuk berbuat fasik dan juga taqwa. Jekyll yang baik hati. Ada penyesalan. menggambarkan tentang adanya unsur baik dan unsur jahat pada diri seorang manusia. yang biasanya baru disadari sesaat setelah sebuah perbuatan jahat dilakukan. setan dan hewan yang bersemayam di diri manusia dan hanya satu karakter positif. Tinggal bagaimana seorang manusia mampu mengendalikan diri dan jiwanya sehingga karakter jahat (karena kita memberi celah kepada setan untuk masuk dan menguasai jiwa) tidak muncul dalam setiap gerak dan langkah kita. Sebenarnya film tersebut menggambarkan perubahan seorang pria bernama Dr. Hipokrit yang berkepribadian ganda (split personality) yang digambarkan dalam awal-awal surat Al Baqarah dengan jumlah ayat yang lebih banyak ketimbang ayat tentang orang beriman dan kafir. menyenangkan dan sangat bersahabat dengan semua orang setelah minum formula kimia tertentu sehingga menjadi orang lain dengan karakter yang berlawanan. orang munafik jauh lebih berbahaya ketimbang orang kafir. ada pelit dan pemurah. bahwa ia merasa berdosa. Jika lebih besar kecenderungan ketaqwaannya maka jadilah ia orang baik. Kemudian ada orang yang memiliki sekaligus dua karakter baik dan jahat itu. Hyde yang membenci setiap orang yang dijumpainya. Bahkan Kahlil Gibran menyebutkan dua karakter negatif. ada cinta dan benci. sekali lagi. Namun setidaknya itu menjadi bukti adanya potensi baik dan jahat itu. yakni Mr. Dalam diri menusia unsur baik dan jahat seringkali ‘berebut’ untuk tampil lebih dominan. pagar makan tanaman. malaikat yang senantiasa tarik menarik untuk menguasai jiwa manusia. Misalnya saja. menyenangkan. jiwa manusia memiliki kecenderungan fasik dan taqwa. Ini tentu masih lebih baik karena ada manusia yang sudah sama sekali terkubur unsur baiknya sehingga tak bosannya berbuat maksiat dan dosa tanpa merasa bersalah.

sehingga pada saat umurnya sudah menua barulah ia menyadari bahwa yang dilakukannya selama ini adalah hal kecil yang tidak membuatnya besar.Masalahnya kemudian. Maka jadilah apa yang dikerjakannya hanya sebatas menghabiskan waktu. Dengan mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Kuasa atas semua jiwa manusia. untuk melangkah ke depan. semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan jahat besar maupun kecil. untuk bisa menjangkau hal-hal diluar. Untuk bisa menguasai (memimpin) orang lain. bahwa ia harus melakukan gebrakan besar ini. Maka bukan tak mungkin kita mampu mengubur potensi jahat (setani dan hewani) dalam diri ini dan membiarkan karakter kebaikkan memenuhi setiap relung jiwa ini. Semua itu berlaku secara alami. Tidak ada hal-hal besar dan ideal yang menjadi tujuannya. Jika kita mau mengambil pelajaran. Semuanya dikembalikan kepada kita. Anda bisa saja melompat namun mungkin kaki anda akan terkilir . Termasuk memilih komunitas yang baik dan menghindari tempat dimana kejahatan bersemi. “alhamdulillaah”. ada orang-orang yang justru aktif melakukan hal-hal kecil. selanjutnya terserah. Tetapi pada kenyataannya energinya seringkali habis hanya untuk menelorkan dan membahas wacana-wacana besar itu dan tidak sampai pada aktualisasi ide. Di sisi seberangnya. seketika ada rasa sombong yang mencuat ketika meraih prestasi ditempat kita beraktifitas. Kalimat itu juga bisa mengajarkan kepada kita bahwa sesuatu yang baik harus dimulai dari dalam baru kemudian keluar. (bayu gautama) Jagalah Keseimbangan Publikasi 10/09/2002 11:37 WIB eramuslim . ingin berperan menjadi orang baik atau orang jahat. Hanya saja yang perlu diingat. Kalimat “sabar kan ada batasnya” yang sering kita dengar seolah juga memberi bukti bahwa ada dorongan untuk memenuhi kecenderungan fujur kita. sebaiknya dipastikan kaki ini sudah mampu berdiri menapak dengan kuat. dan jika ada yang mencoba melanggar aturan alami itu. apa yang dikatakanya Rasulullah. setelah itu kemudian baru terucap. tidak jarang kita terjebak atau terdorong untuk memperturutkan kecenderungan jahat itu. Atau seketika marah terhadap perlakuan orang yang mungkin tidak disengaja. Wallahu a’lam bishshowaab. “siapa dulu … gue …”. sudah sepantasnya kita tak lagi bingung mengendalikan diri. mulailah dari diri sendiri sebenarnya tidak hanya bermakna keteladanan agar bisa dicontoh oleh orang lain. seharusnya kita sudah menggenggam segalanya yang ada didiri ini. sudah bisa dipastikan ketidakmaksimalannya. dan mencontoh tauladan kita Nabi Muhammad Saw yang segala kebaikkannya membaikkan ummatnya. Padahal sabar dan memberi maaf jauh lebih terhormat untuk kita lakukan. tetapi melulu dan berkutat disitu. mau berlari atau melakukan lompatan sejauh apapun. untuk dapat berbicara dengan baik kepada orang lain berarti juga sebelumnya kita lebih dulu mengerti apa yang sebenarnya hendak kita sampaikan. terobosan besar itu. Na’udzubillah summa na’udzu billah.Orang-orang yang tinggi idealismenya tidak jarang hanya beraksi pada tataran wacana. ada kejahatan-kejahatan kecil yang kerap kita lakukan tanpa kita sadari dan bahkan kita menganggapnya bukan suatu kesalahan. Misalnya saja. Tak sadar mungkin kita terlebih dulu menepuk dada seraya berujar.

dan jelas tidak berkembang. sebelum mencicipi kenikmatan dari hasil kerja berat. Ia dimulai dari seorang bayi merah tanpa daya apapun. Ketika besar. tentu ibarat calo di terminal bis kota. Berada pada posisi aman dan tidak berani mencoba tantangan baru. itu suatu keniscayaan terhadap signifikansi hasil yang bakal diraih. Jadi ketika sudah melakukan hal yang kecil. melakukan hal yang kecil terlebih dulu sebelum mencoba sesuatu yang besar. cobalah sesuatu yang lebih besar. Sebaiknya kita tidak seperti seorang anak kecil yang melempar batu jauh ke depan. Jangan puas dengan pekerjaan yang ringan-ringan saja. semestinya kita berlari menuju dimana batu terjatuh dan kemudian melemparkannya kembali ke depan. bisa berupa angin kencang yang menghambat laju batu. kemampuan motoriknya juga lebih sempurna. bahwa tidak ada manusia yang langsung terlahir besar. Dan melangkahlah keluar menembus cakrawala agar menghabiskan waktu hidupnya dari perkembangan ke perkembangan berikutnya. mengangkat yang ringan terlebih dulu sebelum yang berat. Ini mengajarkan kita untuk senantiasa bergerak dan tidak puas berhenti disatu tempat mengulangi rutinitas yang sama. Demikian halnya dengan pekerjaan. Berpikir besar tentang semua idealisme tanpa memulainya dengan hal-hal yang kecil. jelas membuat kita menjadi kerdil. dan meminta temannya mengambilkannya. Bertambahlah pengetahuannya dari yang sudah ada sebelumnya. Arti kata 'mulai' berarti melakukan sesuatu yang tidak berhenti disitu. Padahal setelah melempar batu. Juga tidak mengalami tantangan baru. . Namun yang perlu diingat. Sesuai dengan proses kejadian manusia. sebelum memaksakan sesuatu yang diluar cakrawala kita. Beberapa tahun kemudian. Orang lain sudah sampai di tujuan kita masih tertinggal di landasan. pesan mulailah dari diri sendiri bermakna bergerak. tapi jangan salahkan kalau orang lain hanya akan mengangguk didepan anda sebelum kemudian perlahan meninggalkan anda. atau pohon besar yang menghalangi. selain pengetahuan. Karena kita hanya akan sibuk menentukan tujuan tanpa melakukan apaapa karena kita tidak pernah tahu kapan harus memulai. Menikmati pekerjaan rutin yang kecil dan cukup puas dengan hasil yang didapat ternyata juga terkadang membuat hati mendengki terhadap orang-orang yang berhasil karena hidup dinamis dan berani bergerak (maju). ia mulai sekolah. Tidak ada sesuatu yang baru. Dan seterusnya seperti itu. Anda bisa juga berbicara dengan bebasnya meski anda sendiri pun tidak jelas apakah memahaminya atau tidak. Oleh karenanya. Sehingga di medan lemparan berikutnya bukan tidak mungkin kita menemui hambatan yang berbeda. kemudian tumbuh sebagai anak lincah yang baru bisa berjalan satu-dua langkah. bekalilah diri ini dengan jam penunjuk waktu dan kompas sebagai penunjuk arah (tujuan). kerjakan dulu yang terjangkau tangan. Bahwa manusia harus menjaga keseimbangan dalam segala hal. Jangan pula hanya melengkapi diri dengan kompas tanpa jam penunjuk waktu. Jangan hanya memiliki jam tangan karena kita akan terjebak pada rutinitas yang melelahkan tanpa tujuan (cita-cita) yang jelas namun waktu yang ada habis tanpa hasil yang signifikan.atau patah.

agar diri ini senantiasa menyeimbangkan posisi dan keadaan. selain juga satu hikmah lain. Dan masih banyak contoh lain yang membuktikan janji Allah. “Ya Allah. Tapi kami merasa belum cukup sebagai bekal menghadap-Mu. insya Allah karena keberanian dari Ibrahim menentang praktek syirik kaumnya. biarkanlah kami keluar dari gua ini …”. Tidak jatuh terpuruk dan terus menerus berkubang dengan kesulitan. dan seterusnya sampai permintaan yang sama dari orang ketiga hingga mereka akhirnya bisa keluar dari perangkap gua tersebut. beberapa celah batu itu bergeser. atas izin Engkau. Namun jika yang Engkau ridha terhadap amal kami yang masih sedikit itu Ya Allah. tetapi juga tetap menjaga jarak untuk tidak merasa sejajar dengan Yang Maha Tinggi agar tidak menjadi takabur. Wallahu a’lam bishshsowaab (Bayu Gautama) Etika Meminta Publikasi 06/09/2002 08:40 WIB eramuslim . Cerita yang sangat sederhana yang memberikan satu pelajaran bagi kita. bahwa ada saat-saat Allah begitu cintanya kepada hamba-hamba yang mencintai-Nya sehingga keadaan sesulit apapun bisa menjadi mudah atas pertolongan Allah. insya Allah berawal dari kesabarannya memilih penjara demi menghindari maksiat. Api yang kehilangan panasnya sehingga tak membakar tubuh Ibrahim kecil. bahwa untuk meminta sesuatu yang lebih dari Allah. Satu persatu dari mereka berdo’a seraya ‘mempertaruhkan’ semua amal dakwah dan perjuangannya bagi agama Allah selama ini.Padahal jelas-jelas Allah memerintahkan kita untuk menjadi ummatan wasathan. Maka tak ada jalan lain mereka pun berdo’a dan meminta kepada Allah agar diberikan kesempatan untuk bisa keluar dari dalam gua.Tiga orang pemuda yang terperangkap dalam sebuah gua. mengajak orang-orang mencintai-Mu. termasuk ayahnya sendiri. Allah yang Maha Kuasa tempat manusia meminta pertolongan. berakhir pulalah kesempatan untuk menambah amal shaleh di dunia. . bila mereka harus mati terperangkap didalam gua tersebut maka berakhirlah langkah dakwah yang sudah sekian tahun dijalani. Dalam kondisi demikian. Kemudian satu do’a terucap. tak ada lagi yang sanggup menolong mereka kecuali Allah semata. semakin kehabisan akal bagaimana caranya keluar dari gua yang tertutup batu besar yang secara logika tak mungkin digeser meski dengan mengumpulkan seluruh kekuatan mereka bertiga. Wallahu’a’lam. seharusnya pula ada nilai lebih yang sebelumnya kita persembahkan kepada-Nya alias tidak meminta dengan tangan kosong. Kisah diatas mungkin sudah sangat sering kita mendengarnya. Mereka pun sedih. Diangkatnya Yusuf sampai derajat yang mulia. tubuh semakin lemah. sekian tahu sudah kami memperjuangkan agama-Mu. atau bahkan lama sekali kita tak mendengarnya. Lihatlah pelajaran bagaimana para nabi Allah yang sangat dekat pertolongan Allah karena amal sholeh mereka yang membuat Allah tersenyum. Sementara bekal makanan pun sudah menipis.

Sebaiknya. Semakin dekat diri ini kepada-Nya semakin Ia melihat dan memperhatikan segala urusan kita. "Tidaklah aku menoleh ke kanan dan ke kiri pada peperangan Uhud melainkan aku melihat Nusaibah berperang membelaku. bersama suaminya Zaid bin Ashim dan dua anak lelakinya mereka bertempur habis-habisan bersama Rasulullah di medan perang Uhud. mungkin kita perlu menengok ke dalam diri ini. ketika permintaan-demi permintaan seperti tak didengar oleh Allah. tidak banyak keringat yang mengucur. Tapi jika lidah ini pelit mengeluarkan pujian. Tentu karena Nusaibah bukan wanita sembarangan. bisa jadi ada yang perlu kita perbaiki dari sikap mental diri ini. Hal lain yang perlu diperhatikan tak bukan adalah kedekatan diri ini kepada Sang Maha Pemberi. Pujilah Allah dengan sesering mungkin menyebut nama-Nya dan mengingati-Nya dalam keadaan apapun. menjadi anak yang menyenangkan lagi dibanggakan. tenaga. jangan pernah membayangkan Allah mendekat. apalagi memperhatikan kita. Mungkin kita terlalu lemah sehingga terlalu cepat mengeluh dan meminta. mungkin hampir tidak ada alasan bagi orangtua untuk tidak memberinya. adakah sekian waktu. Jika anak itu baik. Rasulullah menghadiahi sebuah do’a kepada Nusaibah binti Ka’ab al Maziniay dan keluarganya agar dijadikan orang-orang yang menemani beliau di surga. “Bekerjalah kamu. ketika do’a tak lagi terkabul. Sudah berapa banyak amal shaleh yang kita perbuat. Nusaibah sendiri harus menderita dengan dua belas tusukan yang salah satunya mengenai lehernya. Banyak berdo’a (meminta) tanpa ada usaha yang sungguh-sungguh juga rasanya tidak lebih baik ketimbang mereka yang menyeimbangkan keduanya. tunjukkan terlebih dulu kesungguhan berusaha. dan tatkala airmata tak juga membuat Allah tergerak untuk menghulurkan kasih-Nya. karena dengan begitu Allah akan senang dicintai hamba-Nya.barangsiapa menolong agama Allah. Contoh paling sederhana adalah seorang anak kecil yang meminta uang jajan kepada orangtuanya. harta dan kemampuan yang kita miliki ini bernilai dimata Allah karena atas dasar cinta kepadaNya kita penuh semangat menolong agama Allah. Menjelang perang Uhud dimulai. Bagaimanapun Dia akan semakin cinta kepada siapa yang semakin mencintai-Nya. berbakti kepada orangtua. Selain itu. karena ia bersama Mush'ab bin Umair -yang kemudian menemui syahid setelah mendapatkan puluhan tusukan di tubuhnyamenghadang Qam'ah. orang yang dipersiapkan membunuh Rasulullah dalam perang tersebut. sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melihat kamu bekerja”. Bahkan Nusaibah tak gentar meski suami dan dua anaknya sudah gugur di tengan pertempuran. . Padahal apa yang kita kerjakan belumlah maksimal. sudahkah nilai lebih tertoreh didiri ini sehingga Allah pun dengan bangga menjadikan kita bagian yang dikasihi-Nya." Kini kembali kepada diri kita. Dan karena itulah segala kesulitan menjadi mudah. baru kemudian meminta bantuan Allah untuk menyempurnakan hasil yang sebenarnya dari usaha sendiri. maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya (QS. Bahkan tidak meminta pun akan ditawarinya sesuatu yang lebih. Muhammad:7). hal berat terasa ringan dan segala harapan insya Allah terwujud.

Hukum Allah selalu bermain. Kekuatan aqidah yang bersumber dari pemahaman yang jelas. jernih dan baik terhadap syahadatain. bahwa orang-orang yang tidak sungguh-sungguh berusaha akan tertinggal dan tertindas. Abu Darda ra. “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya”. dipuji makhluk baik yang ada di langit (malaikat) maupun di muka bumi. Umar bin Khattab. kuat. tahan banting. terlebih pertolongan-Nya. Hanya dengan amalan terbaiklah kita akan bertemu dengan Allah Swt. kata Abu Bakar. Penampilan manusia terbaik ini telah ditujukkan oleh para generasi awal sahabat (assabiqunal awwalun). Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak Publikasi 20/08/2002 09:31 WIB eramuslim . Di dalam sejarah tersebutlah nama-nama seperti: Abu Bakar Shiddiq. Usman bin Affan. Oleh karenanya. ia berkata. Kenapa.Manusia yang terbaik adalah manusia yang bernilai manfaat bagi manusia lainnya. Ali bin Abi Thalib. Bukhari. akan digunakan untuk meraih amalan terbaik sehingga sahamnya diakhirat menjadi besar. Problem kemiskinan yang terus mendera bangsa ini juga bakal bisa di atasi. Sehingga perjalanan dakwah Rasulullah Saw betul-betul ditopang oleh pondasi yang kokoh dari para sahabat. karena setiap orang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk menunjukkan akhlak mulianya. Mereka sangat disegani lawan maupun kawan. bagi kita yang hidup hari ini sangat bagus untuk mampu mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuat Rasullah Saw dan para sahabatnya. Jika saja setiap umat Islam yang ada di bumi nusantara ini berakhlak seperti Rasulullah dan para sahabatnya. adalah orang yang pertama mempercayai Rasulullah Saw melakukan perjalanan Isra’ dan mi’raj. insya Allah kalimatullah akan tegak. mereka yang tidak mendekat kepada Allah akan semakin jauh terseret kepada kejahatan dunia yang itu jelas-jelas semakin menjauhkan dirinya dari perhatian Allah. Ahmad. Sehingga kelak Dia dengan segala kekuasaannya akan menggantikan yang demikian itu dengan generasi baru yang mencintai Allah dan Allah pun mencintainya. Abu Bakar adalah termasuk sahabat yang rela mengorbankan hartanya 100 persen untuk Islam. Abu Bakar misalnya. Abu Daud. . Laa Ilaha Illallah. Disamping itu.” (HR. Namun. Sehingga terkenallah ia dengan julukan asshiddiq (benar). Mengenai hal ini. “Nabi Saw bersabda: “Carilah Aku (Allah) pada golongan orang-orang lemah karena sesungguhnya kamu diberi rizki dan pertolongan melalui golongan orang-orang lemah itu. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh para sahabat itu dapat muncul karena mereka mempunyai kekuatan aqidah yang kokoh. Setiap detik waktunya tidak akan terbuang sia-sia. dan masih banyak lagi. Bilal bin Rabah. Sehingga setiap gerak langkah yang dilakukannya itu betul-betul diperuntukkan demi tegaknya kalimat Allah.

Kedua. antara lain. Umar bin Khattab. Ketiga. Mereka sangat disegani lawan maupun kawan. memberikan bekal keterampilan melalui training (pelatihan). dan hakim). Ali bin Abi Thalib. banyak cara yang bisa diterapkan dalam membantu orang-orang lemah. cara memberdayakan golongan lemah dapat ditempuh dengan berbagai macam jalan. Di dalam sejarah tersebutlah nama-nama seperti: Abu Bakar Shiddiq. Laa Ilaha Illallah. memberikan bantuan modal untuk usaha yang produktif. Sehingga perjalanan dakwah Rasulullah Saw betul-betul ditopang oleh pondasi yang kokoh dari para sahabat.Ibnu Hibban. berusaha dan menegakkan kalimatullah. bahwa semua yang telah dan akan terjadi itu sematamata kehendak Allah Swt. Dalam konteks era sekarang ini. Pertama. Oleh karenanya. Tugas kita adalah berusaha semaksimal potensi yang telah diberikan-Nya. Modal usaha dapat berupa modal investasi dan modal kerja. Penampilan manusia terbaik ini telah ditujukkan oleh para generasi awal sahabat (assabiqunal awwalun). Usman bin Affan. Kebangkitan dan kekuatan mereka akan berkelanjutan bila ditopang dan dilandasi oleh aqidah (keyakinan) yang kuat. merekrut mereka menjadi tenaga kerja pada usaha yang sedang dijalankan sendiri. Dengan harapan akan dapat berkarya produktif setelah pendidikannya selesai. Melalui pelatihan diharapkan mereka menjadi paham dan mampu untuk bekerja secara mandiri. bagi kita yang hidup hari ini sangat bagus untuk mampu mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuat Rasullah Saw dan para sahabatnya. Berikanlah bantuan kepada orang-orang lemah dengan semata-mata ikhlas karena-Nya. Abu Bakar adalah termasuk sahabat yang rela . yang tidak putus asa di dalam berjuang. Modal investasi berupa alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang usaha. dan masih banyak lagi.com) Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak Publikasi 20/08/2002 09:31 WIB eramuslim . dipuji makhluk baik yang ada di langit (malaikat) maupun di muka bumi. Sehingga terkenallah ia dengan julukan asshiddiq (benar). (Efri S Bahri/efrisb@yahoo. adalah orang yang pertama mempercayai Rasulullah Saw melakukan perjalanan Isra’ dan mi’raj. Dengan keempat perbekalan di atas diharapkan golongan lemah menjadi bangkit dan kuat. Yang penting adalah bantuan itu diniatkan semata-mata karena Allah bukan karena ada faktor yang lain. memberikan beastudi (beasiswa) kepada salah satu anggota keluarganya (anak). Apalagi godaan jabatan di pentas politik yang selalu menggoda. Bilal bin Rabah. Dari sisi ekonomi. Abu Bakar misalnya. Disamping itu. Jangan sampai ada udang dibalik batu. Keempat. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat. Sedangkan modal kerja adalah dana yang akan digunakan untuk keperluan rutin (operasional usaha).Manusia yang terbaik adalah manusia yang bernilai manfaat bagi manusia lainnya. Dengan membantu orang-orang lemah sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya tentu nilai amalan akan meningkat.

antara lain. akan digunakan untuk meraih amalan terbaik sehingga sahamnya diakhirat menjadi besar. memberikan bantuan modal untuk usaha yang produktif. insya Allah kalimatullah akan tegak. ia berkata. Setiap detik waktunya tidak akan terbuang sia-sia. kuat. Kebangkitan dan kekuatan mereka akan berkelanjutan bila ditopang dan dilandasi oleh aqidah (keyakinan) yang kuat. Bukhari. merekrut mereka menjadi tenaga kerja pada usaha yang sedang dijalankan sendiri. Pertama. Laa Ilaha Illallah. Keempat. Melalui pelatihan diharapkan mereka menjadi paham dan mampu untuk bekerja secara mandiri. Sehingga setiap gerak langkah yang dilakukannya itu betul-betul diperuntukkan demi tegaknya kalimat Allah. Modal usaha dapat berupa modal investasi dan modal kerja. dan hakim). Abu Daud. Dari sisi ekonomi. “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya”. Hanya dengan amalan terbaiklah kita akan bertemu dengan Allah Swt. Dalam konteks era sekarang ini. Tugas kita adalah berusaha semaksimal potensi yang telah diberikan-Nya. Ahmad. Namun. bahwa semua yang telah dan akan terjadi itu sematamata kehendak Allah Swt. Jangan sampai ada udang dibalik batu. Ibnu Hibban. Dengan harapan akan dapat berkarya produktif setelah pendidikannya selesai. cara memberdayakan golongan lemah dapat ditempuh dengan berbagai macam jalan. memberikan beastudi (beasiswa) kepada salah satu anggota keluarganya (anak).” (HR. . Mengenai hal ini. Dengan membantu orang-orang lemah sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya tentu nilai amalan akan meningkat. Kenapa.mengorbankan hartanya 100 persen untuk Islam. Yang penting adalah bantuan itu diniatkan semata-mata karena Allah bukan karena ada faktor yang lain. Abu Darda ra. Jika saja setiap umat Islam yang ada di bumi nusantara ini berakhlak seperti Rasulullah dan para sahabatnya. Dengan keempat perbekalan di atas diharapkan golongan lemah menjadi bangkit dan kuat. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh para sahabat itu dapat muncul karena mereka mempunyai kekuatan aqidah yang kokoh. karena setiap orang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk menunjukkan akhlak mulianya. jernih dan baik terhadap syahadatain. banyak cara yang bisa diterapkan dalam membantu orang-orang lemah. Apalagi godaan jabatan di pentas politik yang selalu menggoda. Berikanlah bantuan kepada orang-orang lemah dengan semata-mata ikhlas karena-Nya. “Nabi Saw bersabda: “Carilah Aku (Allah) pada golongan orang-orang lemah karena sesungguhnya kamu diberi rizki dan pertolongan melalui golongan orang-orang lemah itu. Sedangkan modal kerja adalah dana yang akan digunakan untuk keperluan rutin (operasional usaha). Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat. kata Abu Bakar. Ketiga. Kedua. Modal investasi berupa alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang usaha. Kekuatan aqidah yang bersumber dari pemahaman yang jelas. Problem kemiskinan yang terus mendera bangsa ini juga bakal bisa di atasi. memberikan bekal keterampilan melalui training (pelatihan). tahan banting.

Kita tentu sangat merindukan satu lingkungan yang kondusif bagi perlindungan keshalehan dan menjaga pertumbuhan keshalihan anak-anak. dan perbuatannya tidak dilihat Allah. Jakarta. Tidak seperti orang-orang di dalam kendaraan yang asyik merokok tanpa peduli kesehatan orang lain. cucu dan seluruh generasi ke depan. kalau bermaksiat jangan ambil nikmat dari Allah.yang tidak putus asa di dalam berjuang. anda juga akan temui himbauan dengan kelimat yang hampir serupa. Sebenarnya tanpa harus dibuat papan himbauan seperti itu. tidak bermaksiat dibumi Allah. Ini seperti diingatkan Allah dalam firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman.com) Ciptakan Lingkungan Islami Publikasi 19/08/2002 08:31 WIB eramuslim . Di beberapa masjid besar seperti di Al Azhar Kebayoran Baru. orang beriman dan bertaqwa tetapi ketika berada di lingkungan yang rusak. Maka kemudian seharusnya ada gerakan untuk memasang peringatan-peringatan yang tidak sekedar urusan penyesuaian penampilan. Kenapa begitu pentingnya Allah memperingatkan hamba-Nya untuk menciptakan lingkungan yang Islami? Tentu kita bisa mengambil pelajaran dari orang-orang shaleh terdahulu yang tetap istiqomah dalam keshalihannya karena mereka senantiasa bersama . Laa Ilaha Illallah. menghormati hak orang lain disaat menjalankan haknya. rusak. bertaqwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (QS. menjadi orang beriman dan bertaqwa saja tidaklah cukup. tentu karena masih ada orang-orang yang ‘tak tahu diri’ dan merasa innocent dengan penampilannya yang tidak sesuai pada tempatnya. orangpun seharusnya sadar bahwa tidak mungkin mengenakan pakaian yang tidak sopan (tidak menutup aurat) di lingkungan seperti pesantren atau masjid. tentu sudah sangat hapal dengan kalimat “Sesuaikan pakaian anda dengan lingkungan pesantren” yang tertera di papan peringatan. sakit. Lingkungan dimana orang-orang didalamnya mengkedepankan kewajiban. lebih dari itu. atau wanitawanita yang berpakaian seminim-minimnya dengan menampilkan lekuk tubuhnya yang sejujurnya tidak sedikitpun mengundang simpati. berusaha dan menegakkan kalimatullah. Artinya. Nampaknya himbauan semacam itu baik jika dipasang di lebih banyak tempat. dan masih banyak lagi.Anda yang pernah mengunjungi beberapa pesantren di Indonesia. Ada yang pernah bertanya kepada seorang alim perihal diizinkannya ia berbuat dosa. satu peringatan untuk senantiasa berada pada lingkungan yang baik. Karena. bukan tidak mungkin daya imun-nya habis dan lama-kelamaan tergerogoti hingga akhirnya ikut sakit. (Efri S Bahri/efrisb@yahoo. Tapi kenapa ada peringatan itu. dan si alim mempersilahkannya dengan beberapa syarat. melainkan birahi. mengingat semua tempat dimanapun dimuka bumi ini sebenarnya sangatlah tidak layak untuk diwarnai dengan tampilan-tampilan yang tidak mengenal norma agama. At Taubah:119).

penuh dengan segala macam ujian. karena sudah pasti cobaan. bahkan setiap saat. berbagai perasaan bergelut dibenak dan di setiap rongga dadanya. dari wanita (istri. agar nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran. Begitu juga antara imajinasi keceriaan dunia baru dan bayang-bayang orang-orang asing yang bakal mengelilinginya. Mau tidak mau. bahwa ujian itu bisa datang dari mana saja. misalnya). tidak perlu lagi pesantren. harta. Allah mengingatkan kita untuk tetap bersabar dalam menetapi kebenaran itu. masjid-masjid memasang himbauan seperti diatas. Oleh karena itulah kemudian. jabatan dan lainlain. setiap kesempatan selalu mengintai menunggu saat-saat lengah kita. “Allah bersama orang-orang yang sabar” Seharusnyalah kita mulai menciptakan lingkungan itu dari diri dan keluarga sendiri. Hingga akhirnya bukan tidak mungkin suatu saat mimpi kita untuk mendapatkan masyarakat Islami menjadi satu kenyataan. Menjaga konsistensi itu bukan perkara mudah. pertama. insya Allah akan berbekas kepada tetangga. Dan tentunya. Perasaan yang hampir sama meski tidak terlalu persis juga menggelayuti para pelajar dan mahasiswa yang tengah menghadapi ujian akhir guna membuktikan apakah mereka berhasil atau gagal setelah sekian tahun berkutat dengan buku. dan masyarakat sekitar. Itulah hidup. lingkungan tempat beraktifitas. suka tidak suka setiap yang hidup pasti melewatinya. Ada yang mengakhirinya secara alami ada juga yang . eksekutif yang harus melewati ujian kenaikan jabatan atau para profesional yang mempersiapkan presentasi hasil karya mereka. antara semangat berprestasi dengan phobia ketidakmampuan mengikuti sistem. Karena menjalani hidup itu juga berarti perjuangan melewati seluruh fasenya hingga sampai waktunya kita berhenti dan berakhir. dihari pertamanya. resistensi atau tetap bersabar dalam mentaati kebenaran itu. dalam pergaulan.saudaranya seiman. Konsistensi dan kesabaran akan kebenaran yang tercipta dari dalam rumah kita. Oleh karena itulah anjuran untuk menjadikan kriteria shalihah sebagai kriteria utama dalam memilih pasangan begitu penting. konsistensi terhadap kebenaran dan kedua. untuk menopang terwujudnya himbauan Allah agar keluarga kita terhindar dari api neraka. Inilah juga mungkin hikmah yang bisa kita petik dari ayat terakhir surat Al Ashr. dan menetap. Seperti dingatkan Fathi Yakan. tidak sedikit pula Allah berikan pelajaran dari tergelincirnya orang-orang yang awalnya begitu shaleh karena terpisahnya mereka dari jama’ah. Wallahu a’lam bishshowaab (Abinya Hufha) Jangan Takut Cobaan! Publikasi 15/08/2002 10:46 WIB eramuslim . Antara cita-cita yang menggebu dengan kecemasan seperti bertarung memposisikan diri untuk bersemayam mendominasi perasaannya. godaan untuk melewati batas-betas kebenaran itu sangat banyak. Juga tidak berbeda yang dialami oleh para pelamar kerja yang menjalani test penerimaan calon pegawai. peraturan dan persaingan di dalam kelas. Karena disamping itu. cobaan yang kerap bahkan senantiasa datang.Ibarat seorang anak yang baru pertama kali memasuki dunia sekolah. Bahwa cobaan orangorang beriman itu ada dua hal.

Dunia dengan segala keindahannya juga menyimpan tidak sedikit lubang dan celah ujian dimana manusia akan melewatinya. menangis tak henti akibat penyakit yang tak membaik meski sudah habis semua harta. menanggung kekalahan hidup yang memalukan. Kelengahan. Sehingga ketika wajah mereka harus tercoreng oleh satu kegagalan yang dianggap biasa di negara kita. ketidaksigapan serta keteledoran yang terkadang menjadi sifat dasar manusia sering kali menyebabkan mereka kalah. datanglah ke rumah sakit. ikhlas menerima dan menjalani cobaan. atau menilai keelokan wajah Yusuf as sebagai kenikmatan yang tidak akan dimintai pertanggungjawabannya. dan bisa jadi Sang Maha Adil itu ingin menjadikan mereka manusia-manusia pilihan sehingga (dengan derita itu) diakhir hayatnya tetap ingat dan dekat kepada Rabbnya. juga keikhlasan Ismail as atas perintah Allah kepada ayahnya. Untuk mudah mengetahui berbagai tipikal orang menghadapi cobaan. hingga kini masih mencatatkan rekor terbesar bunuh diri dan sudah lazim diketahui bahwa sebagian besarnya adalah orang-orang muda yang penuh energik menjadikan prestasi dan kesuksesan diatas segalanya. anda akan menemui orang yang meraung-raung tak ingin segera mati. kekasih Allah Muhammad saw pun tak hentinya menerima cercaan. kesabaran Ibrahim as untuk menyembelih Ismail sebagai bukti cintanya kepada Allah setelah bertahun-tahun menunggu hadirnya sang buah hati. hinaan. inilah cara Tuhan memperhatikan makhluk-Nya. sehingga menjadikan negeri Sakura itu Macan Asia saat ini. mereka sabar. intimidasi dan ancaman pembunuhan berkali-kali. atau merasa menjadi makhluk yang dihinakan Tuhan dengan penyakit itu. negeri yang terkenal dengan semangat hidup pantang menyerah dari masyarakatnya. Bahkan manusia agung. ada juga yang terus tersenyum meski virus ganas kanker terus menggerogoti satu persatu anggota tubuhnya hingga tak bedanya ia dengan tengkorak hidup. meringis menahan perihnya luka. atau Dia sedang menguji cinta dan kesabaran hamba-Nya dengan cobaan yang tiada henti. mereka yang pernah sukses atau karirnya menjulang. Jangan pernah menganggap kekayaan yang berlimpah yang dimiliki Sulaiman as bukan suatu ujian. Anda tidak akan menganggap aneh ketika mendapati orang-orang berdasi. mungkin juga Allah menjanjikan kehidupan yang jauh lebih istimewa di kemudian hari. Tapi cobalah. Mereka berteriak. cemoohan dan hinaan yang diterima Nuh as atas keteguhannya. Bahkan sebagian mereka sangat tahu. Jepang. hancur . Di negara-negara Eropa yang menjadikan kesuksesan bisnis dan profesionalisme sebagai ukuran keberhasilan seseorang. Bagaimana pedihnya penderitaan Ayub as atas penyakit dan kemiskinan yang melandanya. Namun di ruang lain. Lihatlah Adam as yang harus menerima hukuman Allah terlempar ke bumi atas kelalaiannya. Bukankah para Nabi Allah selalu mendapatkan cobaan yang teramat berat sehingga mereka menjadi manusia-manusia pilihan. mencaci Tuhan atas dalih ketidakadilan. ada yang tetap tegar meski waktunya hidup di dunia sudah bisa diprediksikan. Mungkin ada yang mengira ini terlalu menyederhanakan definisi cobaan hidup. harakiri adalah jalan mulia bagi mereka ketimbang menanggung malu. harus mengakhiri hidup dengan terjun bebas dari lantai tertinggi apartemen atau gedung tempat mereka bekerja.‘mendahului’ waktu sebenarnya dengan mengakhiri hidup ditangan sendiri yang tak berdaya meregang keputusasaan.

ujian dan cobaan itu tetap menghadang. Di dunia ini.Mari lewati lorong waktu. siang. Tidak jarang ada manusia yang hari-harinya habis untuk mengeluh. untuk menjadikan diri ini manusiamanusia pilihan. tapi selangkah kaki ini memasuki halaman sekolah. Kepolosannya menandai keiklasan dan kesiapannya mengarungi riak gelombang dunia fana. Padahal tidak! Selain karena Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hamba-Nya. Kedepan. Namun tak satupun bayi-bayi mungil itu merasa cemas dan menolak terlahir kedunia yang penuh dengan cobaan ini. dengan persahabatan dalam keimanan. terus menerus siklusnya tak berubah.dan tenggelam oleh kehidupan. manusia datang dengan tubuh yang kecil memerah. bahkan berusaha menghindar dari ujian yang seharusnya mereka lalui. namun kebersamaan. jangan gentar melawan cobaan. dengan kebersamaan. sejak Dia menciptakan manusia pertama dan menghadirkannya ke dunia. kebulatan tekad dan visi yang sama menjadikan perjalanan rumahtangga sebagai satu fase yang begitu indah. menikah. kekuatan dua jiwa yang bersatu. sepanas api membara dan sebesar gunung menjulang. agar dapat diambil hikmahnya oleh manusia. tua dan mati. yangpenuh liku. mencari nafkah. tumbuh. kalau sampai hari ini kita masih bisa menjalani hidup berarti kita telah mampu melewati semua fase sebelumnya yang entah disadari atau tidak penuh dengan cobaan. Tapaki perguliran pagi. bayang-bayang menjadi pecundang dan kalah bersaing seolah sirna bila profesionalisme dan modal kecerdasan di kedepankan. Jadi. Mungkin inilah rahasia dari siklus hidup yang mesti dijalani yang telah diatur oleh Sang Khalik semenjak ia menjadikan alam dan seisinya. tapi dengan segenap keyakinan yang teguh menempati seluruh sisi benak dan dada ini. saat seorang pria harus keluar dari ketiak orangtuanya dan berpisah untuk bersatu dengan pasangannya. Bahwa ada yang terlahir. Wallahu’alam bishshowaab (Abinya Hufha) Bersahabatlah Sampai ke Surga Publikasi 14/08/2002 09:11 WIB eramuslim . kebanyakan manusia mungkin lupa (ini juga sifat dasar manusia) bahwa ketika terlahir kedunia tanpa sehelai pakaianpun. meski awalnya dihantui kecemasan. Lalu mengapa sekarang banyak manusia yang takut menghadapi cobaan. kita harus saling berpegangan . tanpa daya sehingga membutuhkan bantuan orang lain dalam menjalani hidupnya. menyusuri jalan-jalan dunia yang penuh tipu daya. kita pasti sanggup melewatinya meski ia sering terlihat sekokoh batu karang dilautan. petang dan malam. dewasa. Begitu juga saat pertama memasuki dunia sesungguhnya menjadi orang dewasa. maka seluas mata memandang betapa satu fase hidup bisa kita jalani dengan ceria dan semangat berprestasi. Coba ingat ketika pertama kali masuk sekolah. Awalnya akan merasa canggung. waktunya tersita untuk meratapi betapa dirinya merasa menjadi orang yang paling menderita. atau saat seorang wanita berpindah dari pelukan hangat ayah bunda kepada satu kerelaan berjalan mengiringi seorang pria pilihannya. Tangisan pertamanya didunia seolah memberitahu bahwa ia makhluk lemah. Lalu memasuki jenjang pernikahan. Lalu mengapa harus takut dengan cobaan.

kebersamaan dan persahabatan di jalan Allah lah yang juga akan mengiringi kita pada kebahagiaan akhirat Allah SWT memberitakan bahwa hanya pertemanan atas dasra iman dan takwalah yang abadi. Kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah lah yang akan mengantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Karena. Salah seorang dari keduanya meninggal lebih dahulu dan ia mendapat berita gembira dari surga. dia yang menganjurkanku berlaku taat kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu. sebaik-baik sahabat…” Duhai indahnya.. An Nisa : 28) Saudaraku. Kita tak dapat lolos dari ancaman fitnahnya dengan hanya mengandalkan kemampuan sendiri. “Pergilah. “Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. Ketika itu ia mengingat teman akrabnya di kala di dunia lalu ia berdo’a : “Ya Allah. seorang diri. Saudaraku.” Maka Allah berkata padanya. sebaik-baik saudara. Persaudaraan.langkah hidup kita? Orang shalehkah dia? Mengajak pada kebaikan dan keridhaan Allah kah dia? Bayangkanlah persahabatan orang beriman di dunia yang kisahnya berlanjut hingga di akhirat. sesungguhnya fulan adalah teman akrabku. “Saling memujilah kalian kepada sahabat kalian. Kita tak mungkin selamat mengarungi bahtera kehidupan yang sangat luas dengan ancaman badai fitnah ini. Ibnu Kasir mengatakan. Dia juga yang menyadarkanku akan pertemuan dengan-Mu.” Begitu juga pesan Rasul SAW dalam haditsnya . kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh kelemahan dan mudah terpedaya. Merenungklah. yang menyebutkan bahwa kita akan dibangkitkan di hari kiamat bersama orang yang kita cintai. Dikatakan kepada mereka.” (QS. Harus. niscaya engkau akan banyak tertawa dan sedikit menangis.” Maka masing-masing mereka mengatakan. “dDia adalah sebaik-baik teman. Bersahabat dengan orang-orang yang mendekatkan kita pada ridhaNya… .” Sampai kemudian teman akrabnya itu meninggal dunia dan ruh mereka bertemu. Dia yang mengajakku melakukan kebaikan dan mencegahku melakukan kemungkaran. sebagaimana digambarkan oleh Ali bin Abi Thalib RA. Pertemuan yang sangat mengesankan dan penuh kegembiraan.” (QS. Az Zukhruf : 67). “Dan diciptakan manusia itu dalam keadaan lemah. Seandainya engkau tahu yang Aku berikan kepadanya. Mari kita mulai dari sekarang. Siapa orang yang kita cintai? Siapa orang-orang yang paling dekat dengan kita dalam menusuri hidup ini? Siapa orang yang paling menghiasi ingatan kita? Siapa yang menemani langkah. “Ada dua orang mukmin yang bersahabat dan berteman akrab. Ya Allah jangan Engkau sesatkan dia sepeninggalku sampai Engkau perlihatkan padanya kenikmatan yang Engku berikan padaku dan sampai Engkau meridhainya sebagaimana Engkau ridha kepadaku.tangan. “Seluruh pertemanan dan persahabatan yang tidak dilandasi karena Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan.

misalnya lagi. seseorang akan jauh lebih marah ketika ditegor orang lain yang merasa terganggu oleh asap rokoknya di dalam kendaraan umum. wanita atau penyandang cacat. seolah hal seperti itu saat ini menjadi barang langka yang jarang ditemui. barang siapa menolong agama Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. 4 Miliki Semangat Kerelaan Berkorban Publikasi 07/08/2002 11:47 WIB eramuslim . tidak peduli sebelumnya ia pun harus berlari dan berdesakkan untuk mendapatkan tempat duduk tersebut. Kita tentu merindukan orang-orang yang memiliki jiwa dan semangat rela berkorban (asketis) seperti yang pernah diajarkan sekaligus dicontohkan Rasulullah. lihat saja bahwa ternyata masih banyak pelajar. yang karena itu mereka mau melakukan apapun untuk menolong agama Allah. Abu Bakar menyerahkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan Islam. terutama di perkotaan. Namun seiring pergeseran budaya dan perubahan tatanan nilai dalam masyarakat kita. Atau keberanian Asma binti Abu bakar mengantar makanan untuk Rasulullah dan ayahandanya di tempat persembunyian di gua Tsur. Sikap-sikap serupa juga dicontohkan sahabat lainnya seperti Abu Bakar yang dengan lantang mengatakan. Kejadian diatas hanyalah satu dari sekian banyak contoh pergeseran nilai yang semakin terasa nampak sebagai hal yang lumrah di masyarakat kita. Maka tidaklah aneh. Hilangnya semangat kerelaan berkorban misalnya. yakni kecintaan terhadap Rasulullah. sehingga sikapsikap itu pun tercermin dalam diri sahabat-sahabat rasul. budaya saling tolong atau bahkan memudarnya sifat-sifat humanis di kalangan masyarakat. Bentuk kecintaaan inilah yang ditunjukkan oleh Ali bin Abi Thalib dan juga para sahabat lainnya. bisa karena hilangnya kepekaan sosial. saat menggantikan Rasul tidur di ranjangnya pada malam ketika Rasulullah ditemani Abu Bakar hendak melakukan hijrah. Pada saat itu.Dikutip dari rubrik Ruhaniyat Majalah Tarbawi Edisi 40/Th. mahasiwa atau orang-orang yang sebenarnya masih sanggup untuk berdiri tetap tenang meski seorang jompo atau ibu hamil berdiri menahan beban tubuh disampingnya. Dari kecintaan terhadap Sang Khalik itu berlanjut pada kecintaan yang begitu mendalam terhadap sosok manusia yang dimuliakan Allah. pemandangan seperti itu bukanlah hal mengagumkan yang dilakukan orang muda terhadap orang-orang yang lebih tua. rasa kebersamaan. cukuplah Allah dan Rasul-Nya untuk menjawab pertanyaan Rasulullah tentang apa yang ditinggalkan untuk keluarganya. Intanshurullaaha yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum. Semangat kerelaan berkorban merupakan wujud dari kecintaan kepada Allah. Namun tentu bergesernya budaya dan nilai seperti itu jelas ada penyebabnya. Kerelaan berkorban (asketisme) yang dilakukan oleh Ali bin Abi Thalib. misalnya. Sepuluh tahun yang lalu.Seorang pemuda serta merta berdiri dan mempersilahkan seorang ibu setengah baya untuk menempati tempat duduknya di sebuah bis kota. .

jauh lebih penting dimiliki oleh setiap calon pemimpin. Karena bisa jadi kedepan. Rasulullah mampu menurunkan perasaan cinta Allah dan Rasul-Nya itu menjadi sebuah cinta yang bertebaran menyentuh seluruh ummat. kerelaan berkorban itu tercermin dalam sikap-sikap saling bantu. bahwa masih banyak para fakir miskin yang memerlukan sisihan sebagian dari harta kita. para wakil rakyat pengemban amanah ummat selain prinsip-prinsip berkeadilan yang juga mesti dihasung.Dengan segenap cintanya. bukan sekedar kecerdasan intelektual tapi juga kecerdasan emosi berupa sikap kerelaan berkorban inilah yang jauh lebih dibutuhkan. saat ini kita tidak kehilangan momentum-momentum untuk kembali memiliki atau memperbaiki jiwa dan semangat asketis yang pernah dicontohkan oleh orang-orang mukmin terdahulu itu. menyisihkan waktu dan tenaga untuk kepentingan banyak orang sebagai wujud dari Islam rahmat bagi seluruh alam. dimana kelebihan dari kekuatan yang kita miliki akan sangat berharga bagi mereka. Hanya saja. Hal ini ditunjukkan dengan masih signifikannya jumlah penduduk yang miskin. sikap-sikap seperti itu akan lebih terasa jika menjadi sebuah kesadaran kolektif dalam menerapkannya. bahwa kecintaan terhadap Allah.Krisis ekonomi yang mendera negeri Zamrud khatulistiwa ini telah mewariskan penderitaan pada masyarakat. ketika sekelompok mahasiswa yang insya Allah terjaga kemurnian perjuangannya merasa terusik saat orangorang yang dipercaya rakyat untuk memimpin dan mengelola negeri ini justru mengkhianati rakyat. Maka patutlah sesegera mungkin kita melongok kedalam diri ini. Jika demikian. Kesadaran kolektif yang dimiliki itu tentu menjadi contoh bahwa semangat kerelaan berkorban jika dilakukan secara kolektif akan memberikan hasil yang luar biasa bagi sebuah perubahan bahkan peradaban. dan juga mereka yang sangat membutuhkan sekedar sandaran atau penyangga berdiri. Bahkan pada November 2001. serta tidak egois dan semena-mena menggunakan hak tanpa mempedulikan hak orang lainnya. dan seluruh mukmin sebagai wujud persaudaraan diatas segala kecintaan dan kepentingan terhadap diri sendiri. sesama mukmin bahkan menjadi rahmat seluruh alam. Tentu saja. Sesungguhnya. bahwa ada orang-orang lemah yang perlu huluran tangan. Rasul-Nya. Ruang publik kita masih cukup terbuka untuk melakukannya. Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Jemaluddin Kassum . meski bukan menjadi alasan untuk tidak melakukannya mulai dari diri sendiri. adakah besarnya cinta yang bersemayam didalam diri ini masih lebih menguasai rasa akan pemenuhan kepentingan diri sendiri. tak perlu menunggu waktu lama untuk memperbaiki sisi-sisi cinta itu dengan membetulkannya kearah yang pernah diajarkan Rasulullah. dan mulai dari sekarang! Satu wujud yang cukup membuat kita tersenyum misalnya. Wallahu a’lam bishshowaab (Abi Hufha) Tetaplah Berdaya Disaat Krisis Publikasi 02/08/2002 10:16 WIB eramuslim .

harus diarahkan untuk mengeluarkan masyarakat dari jeratan kemiskinan. Angka kemiskinan 49. setiap lembaga baik yang berbasis bisnis maupun kemasyarakatan. “Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan beban yang tidak sanggup kamu memikulnya”.3 persen (2003).2 persen (2000). ada manusia yang tidak sadar bahwa ia mempunyai potensi. Kendati kenyataannya ingkat kesadaran setiap insan juga terdapat perbedaan. Kedua. baik bersifat individual maupun institusional.5 persen (2004). diperlukan solusi yang efektif dan adaptif dengan kondisi masyarakat. Disamping itu.6 persen (2002).5 persen tahun 2005 ini kira-kira sama dengan level sebelum krisis. Oleh karenanya apabila kita ‘bedah’ terdapat empat tipologi manusia. ada manusia yang sadar bahwa potensi yang dimilikinya terbatas. Pertama. 8 November 2001) Menghadapi problem kemiskinan tersebut. setiap insan negeri ini mesti mendayagunakan seluruh potensi dirinya. 13. sebaliknya ada manusia yang tidak sadar bahwa potensi yang . Secara individu. 53. Jika definisi garis kemiskinan yang dipakai adalah pendapatan 2 dollar per hari. Sungguh-sungguh. dan 49. 12. 14. misi.5 persen (2005). mesti menggali dan merumuskan prinsip-prinsip institusi yang terdiri dari visi.7 persen (tahun 2001). 15. 55. yakni 27 persen tahun 1999. Dengan energi itulah akan lahir solusi-solusi kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan. dan 10. sedang dan akan terjadi adalah kehendak Allah semata. Allah SWT telah memberikan tuntutanan bagaimana cara menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan ini. jumlah penduduk miskin diperkirakan turun dari 65. ada manusia yang sadar bahwa ia punya potensi. 15. Sehingga energi institutional dengan kelengkapan sumberdaya yang dimilikinya. Sedangkan secara institusional.mengingatkan.1 persen (2002).9 persen (tahun 2000). Kedua. Potensi dan kekuatan itu akan muncul apabila setiap insan sadar akan eksistensi dirinya. (Lihat Kompas.1 persen. Orang yang sungguh-sungguhlah yang akan mendapatkan nilai terbaik baik dihadapan manusia maupun dihadapan Allah SWT. Pertama. niat juga akan melahirkan keyakinan bahwa apapun yang telah. program dan kegiatan serta strategi pencapaiannya. percaya bahwa Allah memberikan potensi dan kekuatan kepada setiap insan.1 persen tahun 1999 menjadi 57. sementara 10-20 persen hidup dalam kemiskinan absolut (extreme poverty). yakni tahun 1996 yang sebesar 50. dalam arti substansial antara lain. Kempat. Sebagai bekal menghadapi tantangan dunia.9 persen (2005). 51. Ketiga. Niat yang dilandasi dengan keikhlasan akan meningkatkan energi dan motivasi diri untuk selalu berusaha. kurang lebih tiga per lima (60 persen) penduduk Indonesia saat ini hidup di bawah garis kemiskinan. 56.7 persen (2001). Di dalam Al-Qur’an. “Sesungguhnya apabila kamu sungguh-sungguh pasti akan berhasil”. berniat bahwa bekerja (beraktivitas) semata-mata hanya bertujuan untuk mengabdi kepada Allah SWT.1 persen (2004). khususnya yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.4 persen (2003). Angka kemiskinan berdasarkan definisi yang dipakai pemerintah (Badan Pusat Statistik/BPS) sendiri lebih kecil.

Pertama. Dengan ketiga potensi tersebut setiap insan mestinya mampu ‘memeras akalnya’ serta mengolah apa yang ada di alam ini menjadi produk yang bermanfaat. kemiskinan karena tidak mampu mendayagunakan potensi diri dan alam yang ada. Namun akibat dominasi hawa nafsu dan keserakahan serta keinginan untuk meraup kekayaan. memberikan layanan kesehatan. Ketiga. Kebutuhan hidup menyangkut kebutuhan darurat seperti makanan pokok. salah satunya melalui kebijakan. Solusi Kemiskinan Kemiskinan bukan hanya terjadi sekarang. Keempat. Hanya saja. adanya hegemoni penguasa.dimilikinya terbatas. Oleh karenanya personal yang terlibat di dalam proses pengambilan kebijakan mestilah orang-orang yang bijak. Bahkan problem kemiskinan telah mendera sepanjang masa. mengembangkan potensi ekonomi. karena biaya pengadaan obat-obatan dan perawatan relatif mahal. Kedua. Tujuan yang hendak dicapai adalah bagaimana supaya terjadi peningkatan keterampilan dan keilmuan. Sehingga tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. pemberian charity ini hanya bersifat jangka pendek. Bahkan orang yang sadar akan dirinya pula yang akan kenal dengan penciptaNya. memenuhi kebutuhan untuk bertahan hidup. Bagi masyarakat yang tergolong fakir dan miskin diperlukan adanya bantuan layanan kesehatan sehingga mereka tetap tegar dan kuat untuk bekerja. berbagai upayapun ditempuh. maka tidak semua lapisan masyarakat dapat menjangkaunya. baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. supaya tidak terjadi ketergantungan yang berkelanjutan. Allah SWT. Pengolahan sumebrdaya alam yang tidak baik serta merusak . tenaga fisik. Dengan demikian pekerjaan yang dilakukan betul-betul berdasarkan kapasitas dan kafaah keilmuan dan keterampilan yang jelas. Kedua. Dengan keterampilan perencaan menjadi rasional. Disamping itu. Semua yang disediakan alam tersebut mestilah diolah sebaik-baiknya. Padahal di dalam diri setiap insan terdapat potensi akal. Penguasa negeri yang bijak tidak akan membuat kebijakan yang merugikan masyarakat. kebenaran dan kejujuran. Sehingga mampu untuk berpikir jernih dan berkarya. Namun. insting dan lain-lain. Beberapa strategi yang ditawarkan antara lain. Dengan pikiran jernih banyak hal yang bisa direncanakan. Pertama. Sehingga keputusan yang diambil betul-betul berada pada koridor penegakan keadilan. diperlukan strategi sebagai solusinya. meningkatkan kualitas pendidikan. Setiap manusia yang ingin tetap sehat membutuhkan layanan kesehatan. penyebab kemiskinan juga beragam. Sejarah peradaban manusia juga menunjukkan bahwa hanya orangorang yang sadar akan dirinyalah yang mampu eksis menghadapi tantangan dinamika dunia ini. Pemberian bantuan hidup ini bisa bersifat charity (amal) dengan tujuan untuk memulihkan kondisi fisiknya. Allah SWT telah menganugerahkan sumberdaya alam yang berlimpah. Oleh karenanya kesadaran akan diri menjadi sangat penting guna mengembangkan diri. Dengan adanya dua penyebab terjadinya problem kemiskinan tersebut.

. Namun siapakah yang dapat memberikan keselamatan kala itu. Kita juga tidak bisa hanya berusaha saja. Doa dan usaha adalah dua aktifitas yang tidak bisa dipisahkan. Tiba-tiba kapal yang kita tumpangi oleng ke kanan dan ke kiri karena badai yang tiba-tiba saja datang menghantam. pengharapan seorang hamba kepada Sang Khaliq. berdoa dengan penuh kekhusuan. Seluruh hamba sangat bergantung kepada penciptanya. kalau bukan kepada Allah SWT kita meminta? Dibalik kelebihan-kelebihan yang kita miliki.Orang bijak mengatakan. namun dibalik kelebihan itu manusia juga memiliki segudang kelemahan. dan Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) Yang Maha Terpuji. "Hai manusia. harta kekayaan yang melimpah.com) Jangan Pernah Berhenti Berdoa Publikasi 30/07/2002 10:16 WIB eramuslim . kita menyimpan kelemahan-kelemahan yang tidak dapat kita tutupi. seperti yang difirmankan Allah. pangkat. Apakah yang akan kita lakukan pada saat itu? Masih pentingkah gelar. Nahkoda memberi peringatan tanda bahaya. (Efri S. Bahri. bagi kita keselamatan menjadi puncak harapan. doa adalah pintu segala kebaikan. pasrah dan ikhlas. doa adalah senjata. Doa itu intinya adalah ibadah. problem kemiskinan dapat ditasi dengan baik. penuh harapan. Karena hanya dengan kekuatan aqidahlah masyarakat akan terbebas dari kemiskinan yang membelitnya. Manusia memang ditakdirkan sebagai makhluk yang paling sempurna dengan segala kelebihan-kelebihannya. untuk itu kita perlu meminta kepada Allah SWT. tanpa berdoa dan mengabaikan Allah sebagai penentu berhasil atau tidaknya tujuan kita. Kita tidak bisa hanya berdoa saja tanpa melakukan usaha semaksimal mungkin untuk mengapai tujuan kita. efrisb@yahoo. Contoh: peternakan. doa adalah obat. serta kecantikan? Tentu tidak. Tidak ada tempat kita meminta bantuan karena seluruh alat komunikasi terputus. Oleh karenanya kehendak untuk mengolah sumberdaya alam mesti dilakukan uji kelayakan." (QS Faathir: 15). jabatan. pertanian dan perikanan. Doa adalah permohonan. Bayangkan jika kita sedang berada ditengah lautan. sebab kita diciptakan dalam keadaan penuh dengan keterbatasanketerbatasan. Setiap hamba memang harus berdoa. jangan sampai kemiskinan tersebut menyebabkan imat meninggalkan dienul Islam-nya. Sehingga potensi alam yang ada betul-betul dapat dikembangkan secara maksimal. tulus. Dengan keempat layanan di atas akan menunjukkan keberhasilan apabila diikat dengan aqidah yang mantap.keseimbangan alam dan lingkungan tentu akan berakibat akan terganggunya ekosistem alam. kedudukan. doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong. Kita berharap dengan makin maraknya bermunculan institusi pemberdayaan masyarakat. kamulah yang memerlukan Allah. Sehingga.

karena doa adalah masa depan kita.Ada sebuah kisah tentang masyarakat Basrah yang waktu itu sedang dilanda kemelut sosial. "Wahai Abu Ishak (panggilan Ibrahim bin Adham). Allah berfirman dalam Al-Quran agar kami berdoa. Setipa hari kalian membaca Al-Quran. tetapi setiap hari pula kalian memberi makan setan dan mengikuti langkahnya. Setiap saat kalian menikmati karunia Allah. Kalian selalu mengaku cinta kepada rasul.com) Menikmati Hidup Publikasi 29/07/2002 08:43 WIB eramuslim . Hanya saja kalian harus tahu bahwa Allah tidak berkenan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main. tetapi kalian tidak mengamalkan isinya. "Wahai penduduk Basrah. apakah kita sedang bahagia atau sedih. melainkan akan terus berlalu melalui salah satu fase berikutnya yakni saat harus mempertanggungjawabkan masa hidup mereka di dunia dan seterusnya. karena kematian itu sendiri bukan tujuan akhir sebenarnya dari setiap makhluk yang hidup. berlindung kepada Allah dari setan yang kalian sebut sebagai musuhmu. tetapi kalian tidak bisa mengambil pelajaran dari peristiwa itu. tetaplah berdoa kepada Allah. Kebetulan mereka kedatangan ulama besar yang bernama Ibrahim bin Adham. Kalian selalu mengatakan ingin masuk syurga. "Wahai penduduk Basrah. Perhatikan ada-adab berdoa. tetapi terhadap kesalahan sendiri kalian tidak mampu melihatnya. Maka bukanlah kematian yang dinanti oleh yang hidup karena sejak dimulainya hembusan nafas pertama seseorang hingga detik inipun tengah berjalan sampai saatnya melewati satu fase yang bernama kematian itu. doa adalah senjata kita. tetapi kalian lupa mensyukurinya. karena hati kalian telah mati dalam sepuluh perkara. tetapi kalian harus yakin akan dikabulkan. Jangan pernah berhenti memanjatkan doa kepada Allah.Hidup bukan sekedar perjalanan menuju kematian. tetapi kenapa doa kami tidak dikabulkan Allah?" Ibrahim bin Adham menjawab. tetapi kalian justru mencampakkan dirimu sendiri kedalamnya. Kalian sering menguburkan jenazah saudaramu. dan bersabarlah menunggu dikabulkan-Nya (elsandra/el-sandra@lycos. Kalian sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. Tidak berhenti hanya sampai disitu. Katanya kalian takut masuk neraka. . Kami warga Basrah sudah bertahun-tahun berdoa." Apapun persoalan hidup kita. tetapi kalian tidak memenuhi hak-hak-Nya. tetapi kalian meninggaklan pola prilaku sunnah-sunnahnya. Meski jasad telah mati. Masyarakat Basrah pun mengadukan nasibnya kepada Ibrahim bin Adham. tetapi nyatanya kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. namun sesungguhnya tetap hidup sampai pada satu masa pengadilan Allah yang maha adil memutuskan ketentuannya. Kalian mengakui bahwa maut adalah keniscayaan. Doa adalah kekuatan kita." Terakhir ia mengatakan. Bagaimana mungkin doa kalian akan dikabulkan Allah! Kalian mengakui kekuasaan Allah. ingatlah sabda nabi. "Berdoalah kepada Allah. Setiap hari kalian membaca ta’awudz. tetapi perbuatan kalian justru bertentangan dengan keinginan itu.

Kepada Ayub. ketika cobaan penyakit berat menimpanya. setiap jengkal tanah yang terlewati. masih ada keraguan kita . sigap mengumpulkan bekal. Sebagian kita berpikir memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah hidup di dunia ini untuk dinikmati sepuasnya. Cobalah tengok tas bekal yang kita miliki sekarang. Sekedar mengingatkan. belum tercapai titik klimaks kepuasan sampai kematian yang mengakhiri petualangan pencarian kepuasannya tersebut. ketika Allah menjanjikan surga dan ampunan serta terbebas dari azab-Nya sebagai imbalan dari jihad dengan harta dan jiwa ini. Diwaktu yang sebentar itulah masih banyak kita yang salah dalam memanfaatkan hidup ini. Allah curahkan semua anugerah dan pemberiannya kepada segenap makhluk-Nya sebagai bentuk kasih sayang yang takkan pernah putus untuk dinikmati. Maka kemudian. didaki. mungkin masih terlalu sedikit atau bahkan kosong sama sekali. melainkan juga diambil maknanya sehingga menyadarkan diri ini untuk bersyukur. waktunya hanya sesaat. Seperti pelajaran yang diberikan Allah kepada Sulaiman saat hendak memberi makan seluruh makhluk Allah dengan kekayaan yang dimilikinya. serta setinggi apa pegunungan. setiap detik waktu yang terpakai dan setiap tenaga yang terkuras semata untuk urusan pemenuhan kebutuhan akan kepuasan yang singkat sesaat. Dia sertakan juga pesan bagaimana memanfaatkannya dengan baik. Sesungguhnya bersamaan dengan turunnya anugerah tersebut. atau hikmah dari perintah disembelihnya Ismail oleh ayahanda Ibrahim yang teramat cintanya. termasuk hidup itu sendiri. begitu singkat. benar dan tepat. Yusuf Nabi yang diberikan nikmat keelokan paras pun memberikan pelajaran bagaimana mensikapi hidup tidak berlebihan. Allah sertakan nikmat kesabaran dan cinta mendalam dari Rahmah istrinya.Hidup adalah satu fase dari sekian fase perjalanan yang dilewati manusia. Ketidaksadaran akan singkatnya waktu. Dia berikan beragam kenikmatan untuk tidak sekedar dinikmati. bukit. Tak sedikit juga pengetahuan akan seberapa dalam dan luasnya lautan yang mesti diarungi. dan ketidakmengertian akan seberapa berat perjalanan berikutnya itu ternyata masih tak membuat kita bergegas berbenah. Rasulullah mengingatkan bahwa menjalani hidup di dunia ini layaknya seperti orang asing atau orang yang sedang menyeberangi suatu jalan. Allah pun tetap memberikan anugerah kenikmatan itu tanpa kecuali. lembah yang harus ditelusuri. Hanya saja terkadang ketidakmampuan menangkap makna luas kenikmatan yang diberikan-Nya itulah yang membuat pandangan ini begitu sempit dengan menggambarkan nikmat itu sebatas rupa dan bentuk. Padahal kita tak pernah tahu sampai sejauhmana perjalanan menuju akhirat itu. Kini giliran manusia-manusia dimana kita berada dimasanya. Namun demikian tidak sedikit manusia yang tidak menyadari bagaimana memanfaatkan waktu yang sebentar itu guna mengumpulkan bekal sebanyak dan sebaik-baiknya untuk menempuh perjalanan fase-fase berikutnya yang tak diketahui seberapa panjang lintasan kan ditempuh lengkap dengan terjalnya kerikil dan batu sandungan yang kerap menghadang. Disaat yang sama kita semakin lupa membebani punggung ini dengan bekal perjalanan panjang selanjutnya.

akan janji itu, meski kita tahu Dialah Yang Maha menepati janji. Saat Allah menawarkan nikmat tambahan untuk rasa syukur kita atas nikmat sebelumnya, ternyata sedikit sekali bibir ini berucap dan memuji-Nya. Juga pertolongan dan peneguhan kedudukan yang sudah pasti diberikan jika kita mau berkorban untuk agama-Nya, namun dimana kita saat Islam membutuhkan uluran tangan dan tetesan darah ini, sedang apa diri ini disaat ummat Islam di belahan bumi lain menjerit menggantang nyawa. Menggelengkan kepala adalah jawaban untuk pertanyaan Allah bahwa nikmat manakah yang kita dustakan, tetapi betapa lebih sering kita justru melupakannya. Padahal ada cara yang diajarkan Rasulullah bagaimana menikmati hidup ini tanpa harus tergelincir kepada nafsu pemuasan yang tak berkesudahan. Bayangkan cara beliau menikmati hidup dengan prinisp secukupnya soal pemenuhan kebutuhan, tidak berlebihan dan bersikap qona’ah. Rasa syukur yang kian hari kian meningkat seiring dengan tak hentinya segala nikmat yang diberikan Allah, pun terlihat dari tak berkurangnya ibadah. Kita masih bisa menambah kenikmatan hidup ini dengan melahap bacaan ayat-ayat Allah serta melafazkan nama-Nya untuk mendapatkan satu nikmat yang tak ternilai, ketenangan jiwa. Istri yang sholeh nan menyenangkan, anak-anak yang membanggakan semakin bertambah nikmat hidup ini jika kita bisa membimbingnya, agar kelak bisa menikmati kebersamaan itu dalam fase kehidupan berikutnya. Bahkan bukan tidak mungkin kesulitan pun menjadi bagian dari kenikmatan hidup ketika kita ridha dan memandang semua ujian adalah cara-Nya untuk berdekatan dengan orangorang shaleh. Sungguh nikmat yang berketerusan, terlebih jika diri ini senantiasa terjaga untuk tetap berada pada jalur kebenaran hingga detik saat Izrail mengetuk pintu, bukankah kita juga merindukan kematian yang dapat dinikmati? Wallahu’a’lam bishshowaab (Hufha)

Bunga-Bunga Kehidupan
Publikasi 25/07/2002 09:19 WIB eramuslim - Salah satu keindahan yang Allah ciptakan untuk dapat dinikmati manusia adalah bertebarannya bunga-bunga cantik nan menyejukkan dengan aroma dan warnawarni yang tak membosankan. Apabila musim semi tiba, perlahan kelopak-kelopak bunga merekah seraya menyemai kecerahan hari. Kuning yang menghangatkan, kesejukkan yang ditawarkan dari warna putih, merah yang menyala-nyala membangkitkan gairah hidup, semua warna, semua aromanya mewarnai hidup menambah semerbak alam tempat berpijak. Tidak hanya bunga-bunga yang demikian yang memang diperuntukkan untuk manusia (juga kumbang sang penikmat bunga tentunya), namun ada banyak bunga yang juga hadir menyemangati hidup, mengiringi langkah ini dan menjadikan hari-hari yang kita lewati begitu indah dan menyenangkan. Dari sekian melati yang bertebaran di bumi ini, ada satu yang terindah yang telah kita petik untuk ditanam di taman hati. Dipupuk dengan segenap cinta tanpa akhir, disirami oleh kasih sayang yang takkan habis dan dipelihara dengan segala bentuk pengorbanan yang tak kenal lelah, maka ia pun senantiasa menjadi bunga

yang menyenangkan hanya dengan memandangnya, membasuh peluh, menghapus lelah ketika disentuh dan menyegarkan seluruh rongga dada ketika mengecupnya sehingga tercipta kedamaian dan ketenangan. Ya, istri atau suami yang sekarang menjadi pasangan jiwa kita adalah bunga kehidupan. Dari melati yang telah dipetik itu, mungkin kan datang Lily, Tulips, Mawar atau bungabunga lain yang semakin meramaikan taman hati ini dengan aroma khas dan warna yang membuat hidup terasa lebih indah. Keceriaan yang dihadirkan anak-anak selaku bungabunga kecil mampu menghiasharumi hati. Mereka, bunga-bunga kecil yang dengan keindahannya membuat kita selalu tersenyum, menjadi pelepas dahaga kedamaian dan pengobat rindu akan kehangatan. Dengan curahan kasih sayang yang tiada henti, sentuhan pendidikan yang tidak memenjarakan kebebasan berpikir dan memasung kreativitasnya, semoga tetap menjadikan mereka bunga-bunga yang dapat dibanggakan, bukan malah menjadi bunga-bunga liar yang berserakan di trotoar dan pinggir jalan. Dengan menghiasi hati mereka akan keagungan nama penciptanya, dan kemuliaan nama Rasulnya, akan menjadikan mereka bunga-bunga yang tak pernah kusut, layu atau bahkan hancur oleh terjangan angin, panas, hujan ataupun buasnya unggas. Ketika beranjak keluar melewati pagar, kita akan menemukan bunga-bunga lain yang tak kalah indahnya, mereka tersenyum dan menyapa dengan hangatnya. Seperti kita yang juga menjadi bunga kehidupan bagi mereka, bunga-bunga diluar pagar itupun hadir memberikan makna kebersamaan dan saling mencintai, memberi juga mengasihi sebagai saudara karena Allah. Jagalah kedekatan, binalah kebersamaan dengan bunga-bunga itu, karena mereka jugalah yang mungkin akan membantu, menolong dan meringankan beban berat ataupun terpaan badai kehidupan. Sebanyak apapun bunga yang kita miliki, jangan juga melupakan bunga-bunga yang telah melahirkan dan membesarkan kita menjadi bunga saat ini. Mungkin bunga-bunga itu sudah mulai layu, atau tangkainya sudah terkulai lemah. Jangan biarkan mereka semakin layu, sirami dengan air cinta meski yang kita miliki tak sebanding dengan air cinta yang pernah mereka curahkan. Jadilah kaki penyangga tangkainya agar kita tetap bisa melihatnya berdiri, segar dan melangkah berdampingan hingga Sang pencipta segala bunga menentukan kehendaknya. Namun ada satu bunga, yang bersemayam paling dalam di lubuk hati ini, yang tak boleh kita biarkan tak tersirami oleh air yang tercipta dari rangkaian indah nama-nama Sang Pencipta segala bunga, dari berdiri, duduk dan sujud yang kita tegakkan, dari senandungsenandung yang menyuarakan ayat-ayat-Nya dan dari rasa berserahdiri akan segala kehendak dan ketentuan-Nya. Ialah bunga kehidupan utama yang tanpanya takkan berarti, takkan terasa indah, takkan menyejukkan aroma bunga lainnya, seindah dan seharum apapun bunga-bunga yang lain itu. Hingga jika bunga utama itu kuat, ia pun akan menguatkan diri ini sehingga teramat tegar menepis duri-duri kemaksiatan yang menyakitkan, atau unggas-unggas kejahatan agar menjauh dari taman hati ini. Dengan keindahan dan kedamaian yang kita tawarkan selaku bunga, kita dapat memperbanyak bunga-bunga baru untuk hadir dan bersama-sama saling menjadi bunga kehidupan di

taman hati masing-masing. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna, teruntuk bungabunga di taman hatiku)

Hidup Penuh Arti
Publikasi 24/07/2002 16:51 WIB eramuslim - Selasa (23/7) dini hari waktu setempat, sebuah serangan udara menghancurkan beberapa bangunan dan menewaskan 12 orang termasuk anak-anak dan wanita, serta melukai 150 orang lainnya. Diantara yang syahid ialah Shalah Syahada, Komandan Izzudin Al Qassam, salah satu tokoh pendiri Hamas. Pria berusia 50 tahun itu menjemput syahid bersama istri dan ketiga anaknya dalam insiden membabi buta militer Israel. Syahidnya tokoh besar Hamas tersebut menimbulkan kemarahan para pejuang Hamas tidak terkecuali anak-anak dan kaum wanita. Hari ini, prosesi pemakaman Shalah Syahada dan sebelas syuhada Palestina lainnya dipadati tidak kurang dari 300 ribu pendukung Palestina. Dilaporkan, puluhan ribu pejuang antri di depan rumah sakit dimana para pejuang yang syahid tersebut disemayamkan untuk ‘berebut’ menggotong jenazah sang syahid. 6 Februari 1993, hujan air mata mengguyur tanah Indonesia. Dalam usia 84 tahun, seorang tokoh besar ummat Islam menghembuskan nafas terakhirnya. Pak Natsir telah pergi, begitu bunyi headline beberapa harian besar di ibukota. Sebagian kita mungkin masih belum bisa melupakan betapa membludaknya iring-iringan massa yang menghantarkan jenazah Mohammad Natsir (Allahuyarham Pak Natsir) ke tempat peristirahatannya. Air mata ini pastilah kan mengalir tatkala mengingat kembali kisah detik-detik menjelang wafatnya Rasulullah Muhammad saw, manusia mulia nan agung yang dicintai segenap ummatnya. Betapa tidak, sampai detik terakhir hidupnya, ketika Izrail, Jibril dan seluruh malaikat berkumpul mengelilingi Rasulullah yang terkulai lemas di pembaringan, beliau masih khawatir akan keadaan ummatnya sepeninggalnya. Pancaran ketenangan pun menyemburat memancar dari wajahnya saat Jibril mengkhabarkan bahwa tidak ada ummat yang akan menginjakkan surga sebelum ummat Muhammad. Meski pada saat bersamaan derasnya sungai airmata mengalir membasahi pipi Fatimah Az Zahra. “Orang besar adalah mereka yang hidupnya untuk (kepentingan) orang banyak, dan ketika mati, ia akan senantiasa dikenang juga sebagai orang besar. Orang kerdil adalah yang hidupnya untuk dirinya sendiri, maka ketika mati ia pun tetap sebagai orang kerdil”. Nasihat yang begitu bermakna yang terlontar dari mulut seorang pejuang muslim pendiri Gerakan Ikhwanul Muslimin, Imam Hasan Al Banna. Setidaknya sang Imam pun membuktikan kata-katanya, puluhan tahun setelah kepergiannya pada tahun 1948 dalam usianya yang masih relatif muda, 42 tahun, oleh terjangan sebutir peluru, hingga kini ia masih tetap dikenang sebagai orang besar yang tidak bisa lepas dari wacana pergerakan dan perjuangan Islam di Mesir dan di seluruh penjuru dunia Islam.

karena pagi begitu memberikan harapan bagi segenap makhluk. Maka. kicaunya yang tak henti mengiringi kepakan sayap mereka mencari dahan-dahan tempat berpijak untuk kemudian terbang kembali ke sangkar mereka dengan setumpuk makanan di paruhnya untuk diberikan kepada anakanak mereka. dari Cat Stevens sampai si imut Tasya pun bersenandung pagi. semuanya bermula di pagi hari. sementara sang betina dengan sabar menggiring anak-anak mereka mencari makan. dengan segala kekuatan dan izin Allah. Maha Suci Allah atas nikmat pagi dengan segala keajaibannya. Bahkan jika hamba-hamba itu bersyukur dan memuji. untuk Islam dan untuk Allah. Juga. Abdullah Azzam.Masih banyak nama-nama besar yang terukir bersamaan dengan gejolak perjuangan ini. Selamat Datang Pagi Publikasi 23/07/2002 09:01 WIB eramuslim . setelah sebelumnya unggas lainnya berlomba saling bersahut memecahkan keheningan fajar. Allah menjadikan mereka sebagai penyemangat perjuangan. Insya Allah. namun mereka telah memberi makna bagaimana hidup penuh arti. pastilah dia orang-orang yang merugi bahkan kesuksesan pun makin menjauh. pembangkit ghirah. ahli bom pejuang Mujahidin Afghanistan pada masa perang melawan Uni Soviet. satu bentuk Kemahasempurnaan hasil kreasi Allah dari jumlah yang tak terhingga kemahasempurnaan lainnya yang semuanya diperuntukkan bagi hamba-Nya tanpa mengharap imbalan apapun. siapapun yang tetap terlena berselimut tebal. menjadi orang besar dan senantiasa dikenang sepanjang hayat manusia di bumi Islam karena mereka telah mendedikasikan seluruh hidup mereka untuk ummat. DR. masih terdapat antrian panjang calon-calon pengukir sejarah perjuangan kaum muslim. dan juga sebagai inspirasi bagi deretan panjang calon-calon mujahid di seluruh pelosok bumi. memberi isyarat kepada manusia untuk segera memulai hari yang teramat cerah. Selamat Datang Pagi. Patutlah kita mensyukuri nikmat Allah yang satu ini. mereka teramat tahu . pemimpin Revolusi Iran dan masih banyak nama-nama lainnya. Jika saja. Syamil Basayev sang tokoh pejuang Chechnya. Binatang-binatang melata ditanah pun menggeliat. Mereka. Burung-burung hilir mudik terbang kesana kemari mengitari alam. Ayatullah Khomeini. Titik-titik embun di dahan berjatuhan membasahi tanah seiring bergulirnya sang mentari menatap bumi. sehingga kematianpun akan sangat berkesan bagi siapapun yang ditinggalkan. sebaiknya cukup dalam hati saja mengucapkannya. Adakah diri ini dalam antrian panjang tersebut? Wallahu’alam bishshowaab (Abi Iqna). Meski tidak harus memanggul senjata. pembunuh demotivasi. Dengarlah kicau burung-burung bernyanyi. mungkin sudah jutaan kata terangkai menjadi puisi-puisi indah tentang pagi. termasuk bagi manusia yang bercita-cita meraih sukses dan kemenangan. ayam-ayam jantan sudah menyambut awal kemenangannya dengan lantang di waktu fajar.Entah sudah berapa ratus syair tergubah yang terinspirasi oleh indahnya pagi. pastilah Dia akan menambahkan nikmat-nikmat itu.

Al Ustadz Imam Hasan Al-Banna mengatakan bahwa dengan dua sayap inilah Islam diterbangkan setinggi-tingginya ke langit kemuliaan. Hingga senja pun hadir. Kemudian bersegera kembali meneruskan pekerjaan sambil tak hentinya hati dan bibir ini menyebut nama Allah sebagai sumber kekuatan. bangkitlah segera dan mulailah hari ini dengan penuh semangat karena mungkin saja semangat kita tak berguna lagi di esok hari. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna) Indahnya Cinta karena Allah Publikasi 22/07/2002 10:47 WIB eramuslim . Mencari rizki maupun mencari ilmu terus menerus tanpa kenal patah semangat untuk memacu prestasi. Sungguh. cinta dan keimanan adalah ibarat dua sisi mata uang. baik prestasi dunia maupun prestasi sebagai bekal di akhirat. dan menyuruhnya untuk keluar bekerja mencari nafkah. masih adakah manusia yang tetap bermalas dengan badan lurus terlentang merapat di ranjang hangat? Tentu mereka orang-orang yang jauh dari rizki dan kesuksesan.Sesungguhnya dalam Islam. atau bahkan mungkin esok mentari terbit dari arah yang berlawanan dari arah yang biasanya. meski waktunya pun tinggal sehari. Jika memang ini pagi terakhir. merapatkan kening diatas bentangan sajadah. jikalau dengan iman dan cinta. Karenanya. bisa jadi ini adalah pagi terakhir yang dapat kita rasa. Oleh karena itu.bahwa tanpa geliat itu mereka takkan mendapatkan rizki untuk bisa bertahan hidup. persatuan ummat akan terbentuk dan permasalah pun akan terpecahkan. mengumpulkan tenaga untuk kembali menyambut pagi yang senantiasa menjanjikan harapan. Rasulullah pernah menegur salah seorang dari pengikutnya yang selalu berada di masjid sepanjang hari. Itu berarti. Bagaimana tidak. tentu bukan menjadi alasan untuk menghabiskan hari dengan berpangku tangan tanpa berbuat satu apapun. Raihlah prestasi sebaik-baiknya hari ini. karena boleh jadi kecemerlangan amal dan prestasi hari ini yang tercatat sebagai amal yang menyelematkan kita dari azab-Nya. semburat cahaya kemerahan yang terlukis di langit menghantarkan kita merenda lelah. . Dengan cinta dan keimanan inilah hati setiap mukmin yang satu dengan lainnya terikat kuat. datangnya pagi hari ini juga wajib kita syukuri karena belum tentu esok kita kan menikmati keindahannya. maka mukmin yang lain pun merasakan hal yang sama. dan pada saat-saat yang sudah ditentukan kita duduk bersimpuh. Ada keseimbangan yang patut dipertahankan dalam hidup ini. dan sentuhan hangat mentari pagi ini juga yang terakhir bagi kita. Selain itu. Bekerjalah seolah akan hidup selamanya dan beribadahlah seakan esok ajal kan datang. Cinta tidak dapat digambarkan tanpa iman. tak berlebihan bila seorang ulama Mesir yang telah syahid. Antara yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Bila mukmin yang satu sakit. Dan iman pun tidak dapat dibayangkan tanpa cinta. Dan malam pun tiba menawarkan kesejukannya seiring terpejamnya mata. mengadu dan memohon dikuatkan hati dalam menggapai segala harapan. satu nasihat yang bagus untuk didengarkan.

bila anak-anak hendak makan malam. tapi cukupilah kebutuhan mereka dan bagilah hasil panen kepada mereka. sepenanggungan dalam suka dan duka. dan saling berempat di antara sesama mereka adalah laksana satu tubuh. Bagian yang satu akan mengokohkan bagian yang lain. menunaikan zakat. Padahal. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf. Maka. maka yang lain pun akan merasakan kehancurannya. Karena itu. mencegah dari yang munkar. sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. Sesungguhnya tanah ini adalah milik kalian". "Allah kagum atas perbuatan si fulan dan fulanah. At Taubah : 71). "Harta apakah yang kamu tinggalkan untuk anak-anakmu?" Beliau menjawab. matikan lampu. tidak apa-apa kita tidak makan pada malam ini." Kaum Anshor pun tak kalah tingginya memiliki sifat itsar. tidurkanlah mereka. Sebaliknya. Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa suatu hari kaum Anshor datang menemui Rasulullah saw mengutarakan pendapatnya. "kami ridho atas keputusan engkau wahai Rasulullah. jika ada sebagian dari anggota tubuh yang sakit." Maka Alloh swt berfirman: . beliau rela menginfaqkan seluruh hartanya demi kejayaan Islam." Dalam kisah lain juga disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw menawarkan kepada para sahabat. Rasulullah menjawab. ketika ia pergi enemui keluarganya. hadits Rasulullah saw juga menegaskan: "Gambaran orang-orang beriman dalam hal saling mencintai. mendirikan sholat. "Kalau begitu. merasakan demam. orang Anshor ini mengatakan kepada istrinya. kecuali untuk anak-anaknya. Mereka selalu saling tolong menolong. maka salah seorang dari kaum Anshor berdiri dan menyatakan kesediaannya."Dan orang-orang yang beriman. "Saya tinggalkan Allah dan Rasul-Nya untuk mereka. dan tak bisa tidur. Dan kemarilah kamu." Sejarah Islam telah menggoreskan pena emasnya. Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." Karena kedermawanan dan keikhlasan Abu Bakar inilah. maka Rasulullah saw bersabda: "Tidak ada harta seorang pun yang memberikan manfaat kepadaku melebihi harta Abu bakar." Pagi-pagi sekali. misalnya." (Qs. mempunyai rasa empati yang tinggi. "Jangan lakukan itu. betapa para generasi pendahulu kita mempunyai kehidupan yang sangat mulia dan jarang kita temui dalam kehidupan kita saat ini. dan selalu mengutamakan kepentingan saudara seimannya daripada kepentingannya sendiri (itsar). Maka kaum Ansor berkata. Abu Bakar as Shiddiq. teryata istrinya mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai makanan. Ketika Rasulullah saw menanyakan pada beliau. dan mereka ta’at kepada Allah dan Rosul-Nya. jika bagian yang satu hancur. "Wahai Rosulullah bagilah menjadi dua tanah yang kami miliki untuk kami dan saudara kami muhajirin". Hal itu juga tidak lain karena orang mukmin itu laksana sebuah bangunan. bersabdalah beliau. maka seluruh anggota tubuh akan ikut merintih. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. ketika orang Anshor ini datang kepada Rasululloh saw. saling mengasihi. laki-laki dan perempuan. siapakah di antara mereka yang bersedia menjamu tamu Rasulullah saw.

engkau mendahuluiku menuju surga!" Ucapan itu merupakan refleksi kebahagiaan dari seorang mukmin melihat indahnya ‘masa depan’ yang akan dialami oleh mukmin lainnya. tapi ia langsung jatuh tersungkur dan pada akhirnya syahidnya menjemputkan . lalu kita perangi mereka di tempat mereka berada.. Sang komandan pun berkata. Sifat itsar juga melahirkan refleks-refleks yang tidak dibuat-buat. Ketika komandan pasukan musuh itu melihat perilaku pasukan muslim. mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. "Apa-apaan mereka itu?" Bawahannya menjawab. "Jika karena masalah Qab saja mereka sudah seperti itu."Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin).! Berdamai sajalah dengan mareka sesuai dengan apa yang mereka inginkan!" . ia berkata.Al Hasyr :9). Akhlaq mulia kaum Anshor dalam mengutamakan kepentingan kaum muhajirin tidak hanya sampai di situ. Dan ucapan yang terlontar dari mulut mukmin yang mengaduh tersebut adalah. Tiba-tiba. justru mukmin lain yang melihatnya lah yang mengaduh kesakitan dan merasakan perihnya ketajaman pedang menembus tubuhnya. Kemudian kaum Anshor akan menceraikan istri tersebut lalu menikahkannya dengan istri yang telah diceraikannya itu. seorang mukmin terkena pukulan pedang musuh di tengkuknya.. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apaapa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin)." Komandan ini pun berkata. dalam satu peperangan dikisahkan. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Tetapi yang menakjubkan ketika mukmin itu terpukul pedang tersebut. "Salah seorang dari mereka kehilangan Qab-nya.. sementara mereka bisa memperoleh perbekalan dan air tanpa harus susah payah? Bagaimana pendapat kalian?" Salah seorang dari mereka kemudian menjawab. mereka itulah orang-orang yang beruntung. dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin). lalu bagaimana jika kalian membunuh salah seorang saja dari mereka? Pasukan. "Kita seberangi saja sungai ini. Komandan pasukan muslim berkata." (Qs. "Bagaimana pendapat kalian menghadapi musuhmusuh kalian. Ia tidak berteriak atau mengaduh karena sakit. Di depan mereka terlihat pasukan musuh sudah siap siaga untuk menghunuskan pedang mereka. "Carilah dulu Qab milik saudara kalian yang hilang". dan mereka pun sibuk mencarinya. Mereka pun sibuk mencarinya. Kedua pasukan tersebut saling berhadapan. Kisah lain yang tak kalah mengesankan indahnya ukhuwah adalah suatu ketika sepasukan dari kaum muslimin keluar untuk berperang." Mereka pun akhirnya menceburkan diri bersama kuda-kuda mereka melintasi sungai agar dapat bertempur dengan musuh. Sementara.. seakan-akan pukulan itu mengenai dirinya. "Qab (Kantung air bejana yang terbuat dari kayu) – ku……… Qab-ku…jatuh ke air". salah seorang di antara pasukan kaum muslimin ada yang berteriak. Posisi antara pasukan kaum muslimin dengan musuh terbatasi oleh sebuah sungai. atas diri mereka sendiri. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya. pasukan musuh sedang menanti mereka dan kematian pun mengitari kepala mereka... "Saudaraku. tapi murni dari hati yang salim (bersih). Dalam hadits disebutkan bahwa kaum Anshor berkata kepada kaum Muhajirin agar mereka memilih salah satu dari dua istrinya yang mereka senangi.

Intermedia. Dengan demikian. "Di sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya. Sungguh. Setelah dua proses itu berjalan barulah terbentuk sikap takaful yang darinya lahir sifat itsar. Gema Insani. Mereka bukan para Nabi dan syuhada’. kadar keseriusan taqarruf (kedekatan) pada Allah. "Ketika ditanya oleh para sahabat. Bila wilayah ta’aruf telah terbentang. tetapi juga menjadi bagian dari hidup kita. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4. Insya Allah. kemesraan 'pancaran ukhuwah' yang telah dicontohkan oleh generasi dahulu adalah ukhuwah Islamiyah yang tak lapuk oleh waktu dan musim. "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah. Wallahu’alam bishshowaab. karakter. 20 Juli 1999 M / 7 Robi’ul Akhir 1420 H 3.Subhanallah. Tirmidzi). serta merasakan perasaan yang sama. Dan Betapa 'pancaran ukhuwah' saja telah mampu mengalahkan musuh dan memenangkan kaum mukminin. Ia juga dapat membuat hati menjadi lembut serta mampu melenyapkan bibit perpecahan. Puncak tafahum adalah ketika seorang mukmin dengan mukmin lainnya dapat berbicara dan berpikir dengan pola yang sama. dan saling kompromi pada hal-hal yang mubah (boleh) sehingga akan membuat hubungan satu sama lain menjadi lebih harmonis. Itulah buah dari persaudaraan dan kesatuan yang diajarkan oleh Rasulullah saw. maka akan tumbuh sifat tafahum (saling memahami). Oleh karenanya. saling bersahabat karena Allah. Germany. Rosulullah saw menjawab. demikianlah sejarah kaum salaf telah memperlihatkan kepada kita bahwa kumpulan manusia itu seluruhnya adalah laksana satu tubuh. Dari mulai fisik. Ia akan panjang usia dan kekal hingga hari akhirat kelak. Kemesraan ukhuwah tersebut mereka mulai melalui proses ta’aruf atau saling mengenal. Jakarta 2000 . (HR. latar belakang keluarga. 'pancaran ukhuwah' yang demikian tingginya dimiliki oleh mereka. Schleidener Strasse 58 52076 Aachen.de) Sumber : 1. puncak amal ukhuwah Islamiyah. melakukan aktivitas yang satu. kesenangannya. sikap takaful (saling membantu) yang mereka lakukan terbentuk karena ada proses lain yang sebelumnya mereka jalin. sekaligus menaklukkan kota itu. Februari 2000 2. Karena. Edisi 2 Th I. (Nurul Huriah Astuti. Ceramah-ceramah Hasan Al-Banna. tetapi para Nabi dan Syuhada’ iri pada mereka. tidaklah sekedar menjadi kisah yang sering kita dengar dan kita baca. Di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah-wajah mereka bercahaya. dan saling kunjung karena Allah". Majalah Tarbawi. Sikap tafahum akan menjaga kesegaran dalam berukhuwah. patutlah kita bercermin pada generasi awal Islam dan para salafussalih dalam berukhuwah. Ta’aruf yang baik akan meminimalisir kekeringan dan keretakan hubungan sesama muslim. Muhammad Nasib Ar-Rifa’I. Kemesraan ukhuwah seperti itu tidaklah terbentuk begitu saja. ketika keterpautan hati telah terjalin maka timbul sikap saling toleransi. e-mail: nurulha@t-online. dan sebagainya. walau pun dalam kondisi yang teramat sulit. Hadits Tsulatsa.

Think Globally Act Locally. sang anak menjawab dengan enteng. yakni tentang Tsubasa si pemilik tendangan gledek yang bersama kawan-kawannya. Rasulullah pernah mengingatkan para sahabat dengan menggambar seorang manusia ditanah. Bukan sesuatu yang jauh dari pandangan. yang terjangkau untuk diraih. mereka tahu betul bahwa kita bisa mencitakan diri ini setinggi apapun kita mau. Justru ada satu cerita lagi yang patut disimak. Saat upacara pemberian penghargaan oleh Presiden AS saat itu. Nabi Allah Yusuf alaihi salam pun memulai segalanya dari mimpi saat ia masih kecil maupun ketika menta’wilkan mimpi seseorang dipenjara. masyarakat Jepang seperti mewujudkan mimpi mereka ketika Tsubasa dan kawan-kawannya menjelma menjadi Hidetoshi Nakata. Para guru kita itu tidak salah. “Saya akan menjadi presiden AS kelak” saat dirinya ditanya sang Presiden tentang cita-cita yang ingin dicapainya. Orang-orang besar yang kita kenal yang mungkin memulai segalanya dari sebuah mimpi (catatan: mimpi tidak selalu hadir dalam tidur) senantiasa memulai dengan menapaki satu persatu langkah didepan yang paling mudah dilakukan. Masih banyak cerita orang-orang besar lainnya baik itu kejadian nyata maupun hanya cerita-cerita dari film. kemudian beliau membuat garis persegi sehingga membingkai gambar tersebut. anda pasti masih ingat pesan klasik yang sering kita dengar keluar dari mulut guru-guru saat di Taman Kanak-Kanak atau sekolah Dasar. tidaklah penting untuk diselidiki. Misaki dan Wakabayashi menjadi pemain profesional dalam film kartun buatan Jepang tahun 1982. ini berkisar tentang seorang anak di Amerika Serikat yang saat masih duduk di bangku sekolah dasar terpilih menjadi Golden Boy atau anak bangsa negeri Paman Sam itu. Dari gambar tersebut rasul menarik garis lurus keatas seraya menjelaskan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan garis keatas itu menunjukkan agar manusia tidak berpanjang angan . Beberapa puluh tahun kemudian. Kemudian yang terpenting adalah visi yang jelas terbentang kedepan yang tapaktapaknya bisa dilalui hingga mencapai apa yang kita cita-citakan. Dua puluh tahun kemudian. Di awal tahun 1990-an pernah beredar satu film yang berjudul First Knight. Inamoto dan sederet anggota tim nasional Negeri Sakura dalam Putaran Final Piala Dunia 2002 yang baru saja berlalu. mimpinya terwujud dan dia menjadi presiden ke 42 negara adidaya tersebut setelah sebelumnya menjadi Walikota di negara bagian Arkansas. Bahkan jika tak berlebihan.Bergegaslah Bangun Dari Mimpi Publikasi 19/07/2002 09:07 WIB eramuslim . dialah William Jefferson Clinton atau yang biasa dikenal dengan Bill Clinton. Namun ada syaratnya. yang intinya bercerita tentang seorang jagoan kampung yang akhirnya masuk dalam jajaran Ksatria Utama sebuah kerajaan. kalimat lama yang mungkin tidak asing lagi ditelinga kita.Ada satu cerita yang boleh diragukan kebenarannya. "Gantungkan cita-citamu setinggi langit". yang paling mungkin untuk dikerjakan. Terlepas dari benar tidaknya cerita diatas. dan bukan pula yang tidak mungkin bahkan dengan mimpi sekalipun.

Bergegaslah bangun dari mimpi. bertekad untuk mewujudkan cita-cita (mimpi) dengan mengerahkan segenap kesungguhan dan melakukannya secara bertahap sangat berbeda dengan berangan-angan tanpa melakukan satu apapun. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna) . atau engkau akan kehilangan keindahan yang tengah engkau genggam … (salah satu kalimat dari syair lagu Ebiet G Ade). Jelas.melewati keterbatasan yang dimilikinya. karena itu berarti anda masih terus bermimpi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->