Eyangku, Eyangmu, Eyang Kita

Publikasi 04/03/2003 09:00 WIB eramuslim - Hujan rintik waktu itu. Saya bergegas menembus jalanan pagi yang padat dengan payung terkembang. Berpacu dengan pejalan kaki lainnya, juga mobil dan motor yang suka merebut kavling pejalan kaki di trotoar. Saya harus segera tiba di kantor. Tibatiba sesuatu menghentikan langkah kaki saya dan memaksa saya menoleh. Lagi, untuk yang kesekian kali. Seorang wanita berusia di akhir 60 tahunan, berkain, kebaya dan kerudung sampir, menyandang tas kantong, tertatih tanpa pelindung dari hujan. "Ibu hendak kemana?” sapa saya. Payung langsung saya condongkan ke arah beliau. Bersama kami melangkah satu-satu, menapaki jalan yang licin dan berlubang-lubang. "Mau naik angkot di depan situ, Neng. Ibu hendak ke Cibubur" MasyaAllah! Cibubur? Dari Salemba? Sendirian? Dalam hujan dan tanpa payung? "Ibu sendirian?" Saya masih bertanya, sekedar menepis kegalauan, meski saya tak butuh jawaban, apa yang saya saksikan toh sudah menjawab pertanyaan itu. "Allah yang mengantarkan Ibu, Neng!" jawabnya, sedikit melegakan saya. Dan akhirnya, ketika saya melepasnya naik Mikrolet 01A, saya tak lagi merasa terlalu bersalah. Allah yang akan mengantarnya sampai tujuan. Entah berapa kali saya menjumpai peristiwa serupa. Dan semuanya mendorong pada tumbuhnya satu rasa: Iba. Bagaimana tidak? Mereka melangkah satu-satu, jarak 500 meter ditempuh lebih dari setengah jam. Belum lagi trotoar yang miring atau berlobang, atau dihuni kendaraan parkir, sehingga kadang-kadang pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan yang penuh dengan kendaraan lalu lalang. Kadang saya terpikir: kemana anak-anak mereka? Kemana cucu-cucu mereka? Hingga membiarkan bapak/ibu atau eyangnya bepergian sendiri? Di Jakarta pula. Mungkin dunia memang sudah sedemikian tua, hingga penghuninya tak lagi memiliki cinta dan perhatian, bahkan kepada orang tua sendiri yang sudah mulai lemah. Barangkali dunia memang sudah sedemikian merana, hingga orang di jalanan tak lagi menganggap manula sebagai makhluk lemah yang, Tapi, sebentar! Apa hak saya ‘menuduh’ anak dan cucu yang mengabaikan orang tua/eyangnya di jalanan? Apa hak saya ‘menghakimi’ manusia dan dunia yang tak lagi mempedulikan para manula? Memangnya saya sudah berbuat baik kepada eyang dan orang tua saya dengan sempurna?

Dan, tiba-tiba saya teringat eyang kakung saya di kampung sana. Usia beliau sudah di atas 80 tahun, pendengaran sudah jauh berkurang, penglihatan sudah tidak awas lagi dan berjalan pun sudah harus ditopang tongkat. Sekalipun secara fisik –seingat saya- saya tak pernah mengabaikannya, harus saya akui, selama ini saya sulit untuk bisa akrab dengan beliau. Pertama, karena jarak yang memisahkan kami, sehingga sedikit kesempatan untuk bersama. Kedua, pendengaran dan penglihatan beliau yang kurang, membuat sulit untuk berkomunikasi. Saya harus agak berteriak supaya beliau mendengar apa yang saya katakan. Ketiga, saya kesulitan menemukan bahan pembicaraaan yang nyambung. Kondisi tersebut membuat saya jarang bercakap-cakap dengan Eyang, kecuali saat melayani makan, mandi dan semua keperluan sehari-hari lainnya. Jadi, apa bedanya saya dengan mereka yang menelantarkan orang tua dan eyangnya di jalanan? Meski tak tampak secara fisik, namun secara psikologis nyaris tak ada bedanya: saya telah mengabaikannya, betapapun alasan saya. Dan saya pun merasa perlu mengoreksi kembali penilaian saya kepada para anak dan cucu dari eyang-eyang di jalan raya itu. Mencoba menemukan alasan, mengapa mereka tak mengantarkan orang tua atau eyangnya yang bepergian. Barangkali saja keluarganya miskin, sehingga tak mampu mengantarkan dengan kendaraan memadai. Bisa saja anakanaknya sedang sibuk bekerja, demi memenuhi kebutuhan hidup yang kian melilit. Mungkin saja cucu-cucunya sedang bersekolah sampai sore dan masih ditambah dengan kesibukan membantu pekerjaan rumah tangga. Barangkali,… ada alasan entah apa lagi. Namun, semoga saja, meski anak dan cucunya tidak mengantarkan para eyang di jalanan itu, mereka tetap memberi perhatian dan berbuat baik kepada eyangnya dengan cara yang lain. Hingga Allah akan melindungi mereka, seperti kata Ibu tua tadi: "Allah yang akan mengantar saya, Neng!” Semoga demikian adanya, dan semoga yang demikian itu adalah melalui tangan kita. Ya, semoga Allah menolong para eyang itu dengan menggerakkan hati dan meringankan langkah kita untuk mengantar dan menemani para eyang di jalanan itu. Semoga kemudian Allah menolong dan menjaga eyang dan orang tua kandung kita, karena kita mengikhlaskan hati menolong para eyang di sekeliling kita. Karena mereka adalah eyangku, eyangmu, eyang kita semua. (Saat ini saya berharapharap cemas, jika saya membantu para eyang di jalanan dan di sekeliling saya, di jauh sana, Allah akan memberikan teman dan penjaga bagi eyang saya, meskipun itu seorang anak batita yang senang mengajaknya bermain, tanpa kata-kata verbal, namun penuh ketulusan cinta. Ya, Allah kabulkanlah harapan saya, dan titip salam rindu saya kepadanya). (azi_75@yahoo.com, saat saya mengingati eyang)

Mbok Narti
Publikasi 27/02/2003 09:45 WIB

eramuslim Mbok Narti Begitu kami sekeluarga memanggilnya. Usia-nya sudah 60 tahun namun kegagahan dan kegesitannya justru membuat sosoknya terlihat 10 tahun lebih muda. Mbok Narti baru bekerja beberapa minggu di tempat kami. Seorang tetangga membawanya ke rumah ibu ketika mengetahui bahwa kami membutuhkan asisten di rumah kami. Ayah yang sudah sakit dalam 8 bulan terakhir tentu menyita waktu ibu untuk mengurusnya. Alhasil pekerjaan rumah tangga sedikit 'keteteran' karena kami bekerja seharian di luar rumah. Alhamdulillah, kami dapat bernafas lega ketika mendapatkan bantuan mbok Narti ini. Setiap ba'da shubuh dia sudah rajin bekerja dari mencuci, memasak dan menyetrika. Mbok Narti tidak pernah mengijinkan ibu untuk membantunya, alih-alih mbok Narti menyarankan ibu untuk konsentrasi menyiapkan dan mengurus keperluan ayah yang sedang sakit. Mbok Narti hidup sebatang-kara di dunia ini, begitu informasi yang kami dapatkan lewat tentangga. Dia tidak pernah menceritakan asal-usul dirinya dengan jelas. Mbok Narti, sosok baru di rumah kami ini langsung menjadi idola. Senyumnya tidak pernah lepas dari bibirnya. Pekerjaan dia selesaikan dengan giat dan gesit. Setiap malamnya tidak pernah dilewatkan mbok Narti dengan bersimpuh di hadapan Sang Khaliq. Selalu khusyuk dalam sujud dan do'a-nya. Dan suatu hari, setelah hampir tiga minggu mbok Narti bekerja di rumah kami. Tiba-tiba kami kedatangan seorang tamu. Seorang dokter dari Jakarta. Awalnya kami agak terkejut dengan maksud dan tujuan dokter tersebut untuk menjemput mbok Narti. Astaghfirullah, kami sempat bersu'udzon tentang sesuatu hal yang buruk yang pernah terjadi kepada si mbok ketika bekerja di Jakarta dahulu. Namun, dokter yang ternyata bekas majikan si mbok tersebut justru memohon maaf kepada kami untuk menjemput mbok Narti karena si mbok dirindukan oleh anaknya. Rupanya putera si dokter meminta ayahnya untuk datang ke rumah kami menjemput mbok Narti. Ah, rupanya ada yang merindukan si mbok di sana. Si dokter itupun bercerita bahwa anak bungsu-nya tidak mau makan sejak mbok Narti pulang ke kampungnya. Persis seperti di sinetron-sinetron memang, namun itulah fakta yang terjadi. Entah apa yang membuat mbok Narti berhenti bekerja dari rumah si dokter tersebut sebelumnya. Namun dari kehidupan, tindak-tanduk mbok Narti yang baru beberapa minggu di rumah kami, mbok Narti adalah sosok yang sangat baik dan mendekati sempurna sebagai asisten keluarga kami. Akhirnya kami pun harus melepas mbok Narti dengan berat hati. Walau baru beberapa minggu bekerja di rumah kami, namun kesan yang ditinggalkan begitu mendalam. Terus terang, kami tidak pernah mendapatkan asisten rumah tangga seperti sosok mbok Narti ini. Satu minggu berlalu sejak kepergian mbok Narti dan tetanga kami yang pernah mengantarkan si mbok datang untuk mengambil uang gaji mbok Narti yang belum sempat

terdapat seekor bayi kucing yang saya perkirakan baru lahir beberapa hari yang lalu. Akhirnya saya bawa ke rumah. Bahwa hidup ini bukan hanya untuk sekedar mencari makan dan belanja pakaian...kami bayarkan. Mbok Narti. kami merindukanmu mbok. Sungguh kerendah-hatianmu meruntuhkan keangkuhan kami. Namun. Ternyata di tepi jalan . dengan bekerja di suatu tempat. hidup ini justru menjadi lebih berarti ketika kita dapat membagi kebahagiaan kita kepada orang lain... Setiap saat kami hanya memikirkan makan apa besok. justru dia sumbangkan semuanya -semuanya!. Ah. saya menemukan seekor anak kucing di jalan. Karena semalaman dia biarkan anak kucing tersebut mengeong tanpa mau mendekatinya walaupun sudah .Beberapa hari yang lalu. membeli baju dan kosmetika.. Astaghfirullaah. Setiap saat kami hanya memikirkan diri kami sendiri. lewat mbok Narti kami seakan di'sentil' Allah agar cepat-cepat membuka mata dan hati kami yang selama ini tertutup. Rupanya selama ini dia menyerahkan seluruh penghasilannya sebagai asisten kepada si tetangga untuk diberikan kepada Yayasan tersebut setiap bulannya.. bahwa hidup ini bukan hanya untuk hari ini dan esok. Satu hal yang sangat mengejutkan kami adalah ketika si tetangga bercerita bahwa uang gajinya mbok Narti akan diberikan kepada Yayasan yatim piatu di kampung mbok Narti. Subhanallaah. mendapat makan. Di sisi lain mbok Narti yang 'cuma' sebagai asisten rumah tangga yang mungkin gajinya tidak seberapa untuk ukuran orang yang mampu. dalam asma Allah dan hati yang bergetar penuh haru. Sungguh kedalaman sujud-sujud malammu. Suaranya ribut betul hingga mendorong kaki saya keluar untuk mencari posisi suara kucing tadi. Sedang penghasilannya (gajinya) dia anggap sebagai rejeki anak-anak yatim itu. menggetarkan sukma kami. Sungguh kedermawananmu membuat kami malu di hadapan Tuhan kami. Rosanti K Adnanyose@ratelindo. Awalnya saya khawatir kucing di rumah itu tidak mau menyusuinya. ternyata baru kami sadari bahwa kami ini bukan apa-apa dibandingkan dengan mbok Narti.kepada orang-orang yang tidak mampu. kebetulan ada dua ekor kucing di rumah yang juga sedang menyusui anaknya.. rencana liburan dan hal lain yang tak bukan hanya untuk keperluan diri kami sendiri. itu sudah lebih dari cukup buat dia. Sungguh teladanmu melorotkan tulang-tulang kesombongan kami.. Memang ketika mbok Narti dijemput dahulu. Bagi si mbok.id Kucing Publikasi 20/02/2003 08:52 WIB eramuslim .co. dia berpesan agar gajinya dititipkan saja ke tetangga kami itu. Sungguh. Entah dimana Ibu si kucing. mendapat jaminan tempat berteduh.

jumlahnya mungkin lebih banyak dibandingkan muatan piring untuk dilingkari makan. Masih tentang kucing. Apalagi kucing itu anak-anaknya sudah besar. hanya satu yang berbeda kucing tadi tidak membuang anaknya tapi manusia yang membuang ke jalan. ketika saya lihat ketubannya keluar. Satu lagi tentang kucing. subhanallah si Putih (kucing lain yang juga menyusui anaknya) sudah menyusui kucing kecil tadi. Akhirnya saya tinggalkan kucing tadi di luar bersama anak-anaknya. dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. sementara si putih terkulai lemah. Seekor binatang yang mampu memberikan kasih sayang kemanusiaan disaat manusia meninggalkan sebuah nilai kemanusiaan menuju sifat kebinatangan seekor binatang yang tidak punya sedikitpun akal. mereka mempunyai hati. Persis sama. Namun yang menakjubkan. Kasih sayang ibu sepanjang zaman. (QS. Saya coba lihat. menjilati dan membersihkan anak si Putih tadi. Ketika saya memberikan sepiring makanan kepada kucingkucing di rumah. yang terjadi adalah si putih maju untuk lebih dahulu makan dan beberapa saat kemudian tanpa . bahkan meraka lebih sesat lagi". Sambil menjilati kucing kecil tadi. Subhanallah Ketika si Putih tadi mengalami proses kelahiran anaknya. tapi ada tangan jahil manusia yang membuang. Saya juga pernah menyaksikan kucing melahirkan. Namun beberapa jam kemudian saya dengar kucing kecil tadi sudah diam. Itu pepatah yang dibuat manusia. dimandingkan ibuibu yang lain yang ketika anaknya bunting. Beberapa hari yang lalu saya juga pernah mendengar kasus seperti ini. Suaranya ribut. ternyata. tetapi kucing jauh lebih memahami. Apa yang anda bayangkan? Kucing-kucing itu akan berebut dan saling mendahului untuk secepatnya menghabiskan makanan? Kalau begitu anda salah. si Hitam hanya menjilatinya. Kisah manusia.dipaksakan untuk menyusui bayi kecil kucing tadi. Sampai sekarang si Putih masih menyusui si kucing kecil. justru disuruh gugurkan karena malu ayahnya tidak jelas. Saya yakin ibu si kucing tadi tidak pernah bermaksud mencampakkan anaknya. Beberapa jam sempat saya paksakan si Hitam untuk menyusuinya. Akhirnya kucing tersebut menemukan tempat yang cukup strategis untuk melahirkan anaknya. Mereka itu sebagai binatang ternak. orang tua kucing yang 'bunting' tadi (si Hitam) terus mengekori. Sebuah kejujuran yang mampu merobek-robek keangkuhan kemanusiaan manusia. Paginya saya coba letakkan kucing kecil tadi bersama anak kucing yang lain. si Hitam turut membantu mengeluarkan anaknya. tapi tetap tidak mau. karena ada sesuatu yang unik di balik roman kucing ini. Bisa dibilang itu kali pertama dia melahirkan anaknya. 7:179). tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah. tapi bukan kucing. Jangan merasa aneh ketika saya saat ini bercerita tentang kucing. "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. Sementara kisah yang baru saya dengar ini si ibunya sendiri yang membuang anaknya di tempat sampah.

Ada pertanyaan yang mengganjal di dalam fikiran saya. Bagi yang belum menunggu giliran dengan tenang. Sampai saat ini. benarkah manusia memiliki akal dan hati? "Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi. di kasir.interupsi mereka satu persatu bergantian menghabiskan makanan. usaha tanpa berusaha memperbaiki cara fikir (akal) adalah sia-sia. Namun. Berkali kita gagal. Mungkin bukan masalah antrinya tetapi konsep itsar (mendahulukan kepentingan saudara) jauh lebih mereka pahami dibandingkan sebahagian besar manusia saat ini. Untuk itulah. Tahukah anda saya sama sekali tidak pernah menulis di dinding tempat makan kucing itu “Antri dong” atau “Budayakan Antri” dan lain-lain. pantun ini ditulis oleh penyair Sumatera Barat. Malah. apakah hanya dengan berkeluh kesah masalah yang dihadapi akan hilang? Sepertinya tidak. Ulangi lagi dan cari akal" Baris baris pantun di atas saya pelajari belasan tahun lalu saat masih duduk di bangku SMP. pertanyaan saya terbalik. tetapi yang buta adalah hati yang di dalam dada" (QS. Yanti. namun jika tak salah.com Jangan Pernah Mengeluh Publikasi 19/02/2003 09:32 WIB "Berkali kita jatuh. Tapi anehnya praktek teori antri tersebut tidak secanggih antrian kita kalau di tempat umum: di Bank. masalah baru akan datang dalam bentuk hilangnya rasa percaya diri dan pesimis. Namun. Dan yang anehnya lagi kucing yang didahulukan makan pasti yang sedang menyusui anaknya. . kita harus terus mencari akal-akal baru sehingga peluang untuk berhasil menjadi lebih besar. Berdiri jangan mengeluh. karena kucing saya tidak suka dipublikasikan. Demi kepentingan pribadi sebagian orang rela untuk menghancurkan saudaranya. pantun itu terus terpatri di benak saya setiap menemui kegagalan dan jatuh dalam hidup. bahkan di kamar mandi. Masih banyak lagi tentang kucing. Lagian mereka juga tidak akan bisa membaca. lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapt memahami atau mempunyai telinga yang yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta. tapi cukup disini saja. Mengeluh. 22:46). Barangkali pekerjaan paling mudah di dunia ini adalah mencari kelemahan dari situasi yang dihadapi dan kemudian mengeluhkannya. Saya lupa pengarangnya. benarkah kucing tidak memiliki akal dan hati? Maaf. Intinya bagi saya adalah dalam hidup ini jangan pernah mengeluh dan teruslah berusaha. RMuthiah11@yahoo.

ditulis di negeri Skandinavia. ternyata semangat optimis selalu ditanamkan. masalah datang silih berganti. Whine less. sampai masalah yang besar seperti ditinggal pergi orang yang dikasihi untuk selamanya atau dipecat dari pekerjaan. Begitulah. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. mari kita renungkan kalam Ilahi. And all good things are yours. Hate less. kenapa juga kita selalu mengeluh? Akhirnya. dan kadang berfikir kok bisabisanya kita pernah terkungkung oleh masalah 'lama' tersebut. Edi Hamdi Esbjerg. masalah tersebut seakan menjadi nihil begitu kita ingat bahwa ternyata semua itu 'bukan masalah'. saya kembali menemukan puisi yang juga bernafaskan sama. Mulai dari masalah sepele seperti ketinggalan bis.dk) Qolbu Yang Kenal Dengan Allah Publikasi 17/02/2003 08:57 WIB eramuslim . sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. selalu penuh masalah. Namun. Begitu ada masalah 'baru'. "Fear less. Jika demikian. say more." (Swedish Proverb) Di timur dan di barat muka bumi ini. Belasan tahun kemudian. love more. Rugi sekali jika alih-alih menikmati hidup kita malah terkungkung oleh masalah. sang Pencipta yang tahu akan kelemahan makhluk ciptaanNya: "Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu. sebagai penutup. kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap" (Surah Alam Nasyrah) Kepada Allah-lah kita senantiasa berharap. selama kita masih bernafas. Namun kali ini. breathe more. kehilangan uang. kita selalu menganggap bahwa masalah 'lama' adalah 'bukan masalah'.Begitu besarnya pengaruh qolbu dalam menentukan karakter dari manusia yang memilikinya sehingga Rasulullah pernah mengatakan bahwa di dalam tubuh setiap . yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu [1586]. by nature.Hidup ini. dengan berjalannya hidup. Talk less. file penting terhapus. hope more. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan). DK (edi_hamdi@yahoo.

Dalam tidurnya dia bermimpi mendengarkan pembicaraan dua malaikat. qolbu yang kenal dengan Allah maka akan selalu tersinari dengan cahaya Illahi. sudah dapat dipastikan bahwa tingkah laku yang jelek dan tidak terpuji hanya akan dilakukan oleh manusia-manusia yang memiliki qolbu yang jelek pula. Setelah selesai melakukan tawaf. Beruntunglah manusia yang memiliki qolbu yang baik. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara agar kita dapat memiliki qolbu yang baik atau bagaimana cara membuat qolbu menjadi lebih baik? Jawabannya adalah.manusia ada segumpal daging yang disebut dengan qolbu. Untuk itu. Si tukang sepatu menceritakan bahwa semenjak tiga puluh tiga tahun lalu dia mempunyai keinginan untuk melaksanakan ibadah haji. Allah amat menyayangi hambahamba-Nya yang memiliki qolbu yang baik. Orang-orang yang memiliki qolbu yang baik maka akan disayang tidak hanya oleh manusia dan makhluk lainnya tetapi juga oleh Allah. Bagaimana bisa demikian? Karena Allah adalah Zat Yang Maha Baik. Ucapanucapan yang tidak bermakna dan bahkan sering melukai hati dan perasaan orang lain hanya akan terucap dari mulut manusia-manusia dengan qolbu yang tidak baik. Abdullah bin Mubarak tertidur. Sering terjadi di tengah masyarakat perbuatan atau tindakan yang begitu kejam. Ini bisa terjadi karena para pelakunya memiliki qolbu yang kejam dan sadis pula. Sebaliknya. bertindak dan berbicara yang baik. Ada suatu kisah yang terjadi pada seorang ulama terkenal Abdullah bin Mubarak. apa amalan yang telah dilakukan yang membuat Allah begitu menyukai dan menghargai amalan tersebut sehingga dapat menyempurnakan amalan dari ribuan jemaah haji waktu itu. Allah begitu mencintai hamba-hamba-Nya yang senantiasa berusaha untuk berbuat baik. Semakin kenal dan akrab dengan Allah maka qolbu akan semakin baik. karena amal yang dilakukan oleh seorang tukang sepatu maka Allah berkenan menerima amal semua jemaah haji tahun itu. Begitu selesai melakukan ibadah haji. Qolbu yang akan memicu dan memdorong pemiliknya untuk mempunyai akhlak yang baik. tindakan dan ucapan yang baik pula. setiap hari dia menabung dan setelah dihitung maka dirasa cukup untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun itu. Qolbu yang selalu bersinar penuh cahaya kebaikan. Karena dengan qolbu yang baik maka akan menghasilkan pemikiran. Karena itu. Abdullah bin Mubarak bertanya. Setelah bertemu dengan tukang sepatu tersebut. sadis dan bahkan tidak dapat dipahami dengan akal sehat. Apabila qolbu itu baik maka baiklah manusia yang memilikinya dan begitu juga sebaliknya apabila qolbu itu jelek maka jelek pulalah manusia yang memilikinya. Qolbu yang senantiasa membisikkan kepada pemiliknya untuk selalu berpikir. Hanya manusia dengan qolbu yang baik yang akan memiliki akhlak yang baik. Abdullah bin Mubarak pergi mencari tukang sepatu yang disebutkan malaikat dalam mimpinya. jadikanlah qolbu itu kenal dan semakin kenal dengan Allah. Malaikat pertama mengatakan bahwa alangkah banyaknya orang yang menunaikan ibadah haji pada tahun itu. Beberapa hari . Hanya saja. Malaikat kedua menanggapi bahwa amat disayangkan semua amal yang dilakukan jemaah ini tidaklah sempurna sehingga tidak bernilai di hadapan Allah.

org) (Diilhami oleh ceramah K.H. Alangkah indahnya amalan yang dilakukan oleh hamba-hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. Sebagai rasa syukur karena kita relatif lebih mudah untuk mendapatkan nikmat tersebut dibandingkan dengan sebagian saudara kita yang lain. presiden@imeanet. Demi menghentikan tangis anaknya dan demi mempertahankan hidup maka dia terpaksa memasak bangkai yang didapat tadi. Bahkan suatu amalan yang dengannya membuat banyak amalan lainnya diterima. Dia begitu yakin bahwa Allah Maha Lembut. Qolbu yang kenal dengan Allah. Karena itu. termasuk pahala sekali pun. Ternyata wangi masakan tersebut berasal dari rumah tetangga. Enschede 14 Pebruari 2003) ." Itulah suatu amalan yang lahir dari seorang hamba Allah yang memiliki qolbu yang baik. Suatu amalan yang sangat disukai oleh Allah. Inilah suatu kesadaran yang muncul dari qolbu yang baik bahwa kenikmatan yang telah dititipkan Allah ini tentunya harus didistribusikan juga bagi hamba-hamba-Nya yang lain. Jadi. Ini bisa muncul jika didorong oleh qolbu yang baik. Karena istrinya begitu menginginkan dan karena sayangnya melihat istri yang lagi hamil maka Abdullah menemui tetangganya untuk meminta sedikit dari masakan yang wangi tersebut. Mendengar cerita dari tetangganya ini Abdullah berlinang air matanya dan memohon ampun kepada Allah karena dia telah lalai memberikan perhatian kepada tetangganya.sebelum berangkat. Seseorang yang beramal dengan keikhlasan yang tinggi maka dia tidak dipusingkan dengan balasan yang akan diterima. Suatu amalan yang terjadi tanpa mengharapkan balasan apapun. Qolbu yang disukai oleh Allah. Mengapa begitu tingginya penghargaan yang diberikan oleh Allah? Karena inilah suatu amalan yang lahir dengan dilandasi oleh keihlasan yang tinggi. Lalu dia bergegas pulang mengambil semua tabungannya dan menyerahkan kepada tetangganya. Dengan lembut dia berkata. (Salman. Si tetangga mengatakan bahwa demi Allah makanan ini tidak halal bagi keluarga Abdulllah karena yang dimasak adalah sisa bangkai binatang yang didapatkan. Semoga kita dikaruniai memiliki qolbu yang demikian oleh Allah. amin. Maha Bijak. "silahkan ambil uang tabungan ini. Rasulullah pernah mengatakan bahwa dalam keadaan darurat maka bangkai binatang dihalalkan untuk dimakan. istrinya yang sedang hamil menciumi wangi masakan. Suatu amalan yang muncul hanya sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah yang begitu banyak yang telah dilimpahkan Allah kepada kita. barometer dari perbuatannya adalah apakah Allah suka atau tidak. inilah hajiku. Maha Menatap dan Maha Mengetahui. Si tetangga terpaksa memasak bangkai binatang ini karena sudah berapa hari dia dan anaknya tidak makan. Dia yakin bahwa Allah menyukai orang-orang yang bersyukur. Dia tidak mengharapkan pujian dan penghargaan bahkan balasan pahala sekalipun. Jika Allah suka maka dia dengan senang melakukan. Sebaliknya jika Allah tidak suka maka dia berusaha sekuat tenaga menghentikan atau menjauhi perbuatan itu. Dia hanya berusaha mengoptimalkan dan menyempurnakan akan kebaikan yang diberikan sebagai sarana untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah. Susanto pada pengajian Qolbun Salim IMEA.

Lalu bagaimana jika justru ketika pilihan tersebut tidak ada yang memenuhi kriteria kita. Lalu.Ketika Cinta Harus Memilih Publikasi 13/02/2003 12:01 WIB eramuslim .Ketika kita didudukan dalam situasi untuk memilih. atau cinta antara anak dan orang tua. berselingkuh dengan orang lain. Bukan suatu kebetulan jika saya mengetengahkan makna cinta ini kok sepertinya berhubungan dengan hari 'valentine' yang sebentar lagi tiba. misalnya buku dan lainnya. (Faathir:39) . Cinta bukan hanya cinta antara pasangan suami istri (pasutri). sebagai manusia kita pun dianugerahi 'titel' khalifah (di bumi) oleh Allah Swt. bukan sebaliknya. Bagi saya. maaf. Namun sayangnya hal tersebut dijadikan alasan oleh sang teman untuk membalas-dendam dengan. dan buntutnya tentu masalah cinta. namun juga termaktub cinta kepada suatu barang. Jujur saja saya sudah tidak ambil pusing dengan perayaan tersebut semenjak saya tahu bahwa perayaan hari valentine itu sangat jauh dari nilai islami. bagaimana jika kita dihadapkan kepada suatu keharusan untuk memilih satu dari dua pilihan yang ada? Sudahkah kita memaknai bahwa pilihan tersebut adalah yang terbaik menurut Allah Swt untuk kita. terbaik menurut siapa? Allah Swt menganugerahi setiap manusia sebuah bonus yang bernama 'akal'. makhluk lain (hewan dan tumbuhan) tidak dianugerahi hal yang sama. "Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi". entah itu seorang artis atau aktor film. Suatu kali pernah seorang teman bercerita tentang kehidupan rumah tangganya yang bermasalah. Selain itu. haruskah kita tinggalkan dan mencari pilihan lain? Bagaimana jika seandainya pilihan tersebut mutlak yang terakhir? Dan bagaimana jika seandainya pilihan tersebut adalah suatu keputusan yang justru berimplikasi terhadap masa depan kita? Bagaimana seandainya jika justru pilihan tersebut adalah ujian dari Allah Swt sebagai wujud dari kasih sayang-Nya terhadap kita? Banyak cerita di sekeliling kita yang dapat dijadikan bahan renungan tentang makna pilihan. cinta itu bersifat universal yang berhak dimiliki dan dinikmati oleh setiap makhluk hidup di bumi Allah ini tanpa batas waktu dan jarak. Jangan berpikiran sempit dulu tentang cinta itu sendiri. Bahkan ada seseorang yang sangat mencintai idola-nya. mengapa saya katakan 'bonus' karena selain manusia. Saya pun kerap bertanya kepada diri saya sendiri. tentu naluri kemanusiaan kita akan memilih yang terbaik (best of the best). bukankah ketika kita memutuskan menikahi pasangan kita adalah suatu pilihan yang pasti terbaik dari segala pilihan yang ada? Tapi tunggu dulu.

Akal pun dikorbankan atas nama nafsu semata.. badai rintangan apapun yang menghadang. ash shalatu khairun minan naum. Keputusan sang teman untuk berselingkuh. tidak ada lagi cinta dan tempat bernaung yang tersisa.. Tidak hiraukan seruan dari surau. Kembali akal pun kita korbankan atas nama 'tinggal lima menit' ketika kita diberikan suatu pilihan di hadapan kita.co. bahkan akan menambah masalah baru. karena ketika suatu saat Allah memanggil suami. tokh beritanya tinggal lima menit. dan terus menonton. Bukan hanya tidak akan memecahkan masalah.id) Khutbah Idul Adha: Selamatkan Bangsa dan Negara dari Kehancuran Total .. **** Cinta kepada orang lain melebihi cinta kepada suami. Sudahkah kita termasuk ke dalam orang-orang yang berakal? Sudah pantaskah kita menjadi khafilah di bumi Allah ini? Marilah kita bersegera sujud memohon ampun kehadirat-Nya atas segala keterlenaan kita dan atas keterbiusan kita akan gemerlap duniawi yang sebenarnya tiada kekal. cinta manakah yang akan Anda pilih? Wallaahu'alam bishshowab. Ketika orang lain sudah melangkah menuju surau/masjid di sisi lain kita mungkin masih enggan beranjak dari dalam selimut." (Al-Baqarah:269) Lalu. Mematikan televisi dan langsung berwudhu atau mentolerir diri kita dengan 'pembenaran'. sebagian kita mungkin sedang asyik menyimak berita demonstrasi di sebuah liputan berita nasional di televisi. jelas meletakkan nafsu di atas akal. cinta kepada liputan berita daripada mendirikan sholat maghrib dan cinta kepada kehangatan selimut kita daripada bergegas ke surau adalah suatu pilihan yang diberikan Allah Swt bagi kaum yang berakal. Bangun di waktu subuh ketika adzan berkumandang adalah satu pilihan terberat bagi sebagian orang yang lemah iman. (Rosanti K Adnan/yose@ratelindo. "Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).. Dan pilihan kembali disorongkan kepada diri kita.Kembali kepada cerita seorang teman di atas. salahkah dia dengan pilihan hatinya? Salahkah dia ketika meresa kecewa karena pilihannya ternyata jauh dari apa yang dia impikan? Atau ketika dia diberikan pilihan. karena kesemua cinta yang ada sudah dibawanya pergi. Saya teringat ketika adzan maghrib berkumandang. sudahkah dia memutuskan memilihnya dengan atas nama Allah? Suami selalu mengingatkan saya untuk tidak terlalu mencintainya kalau bukan karena Allah Swt. ketika ketika kita mencintainya atas nama Allah. kita masih dapat berlindung di bawah kasih sayang-Nya karena hanya Allah Swt yang mampu memberikan kesempurnaan perlindungan.. Namun.

Ma'asyiral muslimin Rahimakumullah Apa yang dinyatakan oleh Rasulullah saw. Jika utang itu dibebankan kepada setiap jiwa dari penduduk Indonesia. maka setiap orang termasuk bayi yang lahir detik ini terbebani utang tidak kurang dari 10 juta Rupiah. darah. untuk sekedar membayar bunga (riba)nya saja sudah tidak mampu. dialah Nabi Ibrahim as. Seorang pemimpin hendaknya lahir setelah melalui proses ujian dan seleksi tarbawi secara ketat. Hari ini ummat Islam berkumpul untuk memperingati peristiwa bersejarah. 1. Kepemimpinan adalah suatu amanat yang sangat menentukan dalam kehidupan. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku jadikan kamu sebagai pemimpin. Maka kalau seorang itu dhalim." Ibrahim berkata: "Dan dari anak turunku (ya Allah)? Allah berfirman: "Janji-Ku (tentang kepemimpinan) tidak berlaku atas orang-orang yang dhalim. dan bukan pula karena atas dasar keturunan. Secara ekonomi." (QS. berfirman: "Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji oleh Tuhanya dan ia bisa menuanaikannya dengan sempurna. yang disebut sebagai abul anbiya yang kisahnya banyak diabadikan dalam Al-Qur'an. Ma'asyiral Muslimin jama'ah shalat iedul adlha rahimakumullah. berada di ambang kehancuran. negeri kita ini sudah tidak punya apa-apa. Seorang sahabat bertanya. Allah Swt. maka tunggulah saatnya kehancuran." (HR. Kini pemerintah tidak mampu lagi membayarnya. Pemimpin itu. yang kemudian mencetaknya menjadi pribadi yang sangat kuat terutama dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Rasulullah Saw. 2: 124) Ayat ini menunjukkan bagaimana proses lahirnya seorang pemimpin yang tepat. Jangankan membayar pokoknya. Peristiwa wujudnya sosok pemimpin dunia pertama yang patut menjadi teladan sepanjang masa. "Bagaiamana menyia-nyiakan amanat itu?" Rasulullah bersabda: "Jika diberikan amanat itu kepada yang bukan ahlinya. Semenjak merdeka tahun 1945 hingga hari ini kita telah salah dalam memberikan amanat kepemimpinan ini sehingga kita dipimpin oleh orang-orang dhalim yang jauh sekali dari sifat dan keteladanan yang diberikan oleh nabi Ibrahim. sudah mencapai lebih dari Rp. seperti sosok nabi Ibrahim. itu benar-benar kini kita rasakan bersama. bahwa pemimpin itu tidak sembarangan. tidak boleh kepemimpinan diberikan kepadanya. maka tunggulah saatnya kehancuran. Bayangkan utang luar negeri kita. bersabda: "Jika amanat itu disia-siakan. Bukhari) Allahu Akbar 3x Walillahilhamd.Publikasi 10/02/2003 10:34 WIB Allahu Akbar 3 x Allahu Akbar Wa Lillahilhamd. . Akibatnya kini negeri kita benar-benar bangkrut.500 trilyun. siapapun dia kendatipun keturunan nabi Ibrahim sekalipun. maupun gelar dan status sosial.

Mana produk dalam negeri kita saat ini? Mobil. Maka wajar bila. justru omset Narkoba meningkat drastis. Itulah kenyataan yang dihadapi. 3x walillahilhamd. motor. mengutuk agresi AS ke Afganistan dan kini ke Irak bahkan ikut-ikutan dalam kampanye anti terorisme ala Amerika dan terbelenggu mengikuti apa saja kemauan AS dalam soal ini meskipun harus menggadaikan bangsa sendiri? Tak lain karena negara ini sudah tergadai. kita rakyat indonesia mau makan apa?! Allahu .misalnhya-. gula. sampai jarum jahit semua adalah impor. Tak masuk akal. Dalam keadaan seperti ini. jangankan melakukan politik luar negeri yang bebas dan aktif. omset Narkoba setiap harinya mencapai 2 milyar. Jika dikalikan setahun . Strategi ini nampaknya sudah berhasil dengan menjadikan Indonesiua misalnya sepenuhnya bergantung pada utang luar negeri. ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah. Maka lewat jalur ekonomi. daging impor. betapa kemerosotan moral yang melanda bangsa ini sudah semakin parahnya. lalu negara-negara pengekspor beras menghentikan pasokannya. Takut. rupiah menjadi semakin tidak berharga dan barang-barang itu semakin melangit jauh di atas kepala. Kenapa Indonesia -. dan takut. Takut tak diberi bantuan. Kebutuhan pokok rakyat saja mulai bergantung pada pasokan luar negeri. dalam situasi ekonomi seret sepert ini. Bapak-bapak. buah-buahan impor. Kita bertanya-tanya. Indonesia hari ini betul-betul sudah sangat bergantung kepada luar negeri.takut.. Takut tak diberi utang. Mulai dari beras. Takut dikucilkan.. yang tidak seharusnya suatu urusan diserahkan kepada mereka. Dalam waktu yang tidak lama lagi mungkin semua perusahaan besar menjadi milik luar negeri.Pantas jika kemudian negara harus menjual aset-asetnya dengan harga yang amat murah. bila misalnya karena suatu hal.. Indonesia tidak bisa membangun.. kedelai impor. sedangkan untuk melindungi kedaulatan negara dari intervensi asing saja sudah sulit dilakukan. Jika dihitung sebulan berarti 60 milyar. Di sisi lain. apalagi terhadap barangbarang industri. Mereka tidak tahu dan masa bodoh bahwa sebenarnya penjajah Barat tidak pernah rela negara-negara timur itu merdeka pasca era Imperiaslisme. Bayangkan. Beras harus impor. Industri-industri setrategis yang melayani hajat hidup orang banyak sekalipun terpaksa harus dijual dengan harga yang sangat rendah. Tanpa utang luar negeri. gula impor. fasiq dan dholim. Takut investor asing akan lari. sungguh sangat meperihatinkan. Menurut catatan. Barat selalu berusaha menjadikan negara-negara timur khususnya Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar agar sepenuhnya bergantung kepada Barat. sekali lagi dari utang. Dari mana sumbernya untuk membayar pegawai negeri? Dari mana sumbernya operasional departemen-departemen? Sebagian terbesar diambilkan dari utang. Jika itu yang terjadi sama saja kita bangsa Indonesia menjadi tamu bahkan pengemis di negaranya sendiri. kedelai sampai buah-buahan didatangkan dari luar negeri. tanpa utang luar negeri roda pemerintahan juga macet. Padahal kita sudah merdeka 57 tahun. Terhadap bahanbahan pangan saja kita sudah tergantung dengan luar negeri. apa arti kemerdekaan itu? Inilah bila suatu negara itu diurus oleh penguasa-penguasa yang bodoh.tidak bisa bersikap tegas.

Jika sudah sampai pada taraf ini. termasuk anak-anak di bawah umur. termasuk nyandu narkoba. Jika anak sudah mulai merokok. tetapi mereka tidak berbuat apa-apa. ibu-ibu dan saudara-sauadara sekalian rahimakumullah. kemudian minum. termasuk seks bebas akan terjadi pada mereka. Mengkonsumsi Narkoba sama halnya dengan membangun lubang kematian diri sendiri. Mulanya sekedar merokok. Dengan sangat mudah dan murah VCD porno bisa didapat karena dijual bebas di emper-emper toko di pinggir jalan. kemudian ganja. Mereka lemah fisik. Adegan-adegan yang memancing nafsu birahi lolos begitu saja tanpa sensor. radio. Allahu Akbar … 3x walillahilhamd. Siapapun boleh membeli atau menyewa. Bapak-bapak. kita tidak rela. Belum lagi di tempat-tempat rental (penyewaan). Pertanyaannya sekarang. Inilah yang kita sesalkan. Dengan alasan apapun kita harus selamatkan bangsa dan negara ini dari degradasi moral. Selain narkoba. generasi masa depan ini dirusak moralnya oleh produk-produk elektronik seperti TV. Survei telah membuktikan bahwa merokok merupakan pintu pembuka pengguna narkoba. Menjadi orang tua sekarang harus waspada. suatu angka yang fantastis. Membiarkan anak kecanduan narkoba sama halnya dengan membunuh anak kita sendiri. Dengan uang sebanyak itu sudah banyak kiranya anak-anak putus sekolah yang dapat dibantu. Bapak-bapak kita yang di atas. Kapling otaknya hanya dipenuhi hasrat untuk memanfaatkan kedudukannya saat ini dan bagaimana mempertahankannya . Apalagi jika diingat bahwa rehabilitasi terhadap pecandu narkotika sangat sulit dan jarang sekali yang bisa sampai tuntas. Pemerintah dan aparat keamanan bukannya tidak mengerti masalah ini. lemah pikiran dan lemah mental. jangan sampai membiarkan anak-anaknya bebas memilih pergaulan. segera ditegur dan dihentikan. podan pornoaksi juga marak di mana-mana. mereka menyiapkan CD porno secara terang-terangan. Tak ada yang bisa diharapkan dari mereka. VCD porno dan lain-lain? Tidak. Belum lagi media bacaan. Orang tua harus tahu dengan siapa anak-anaknya bergaul di luar rumah. bagaimana uang sebesar itu digunakan untuk menggali kuburan sendiri. TV dan radio. para pengungsi dan korban bencana dapat ditolong. Sungguh sangat mengerikan. Norma kesopanan dan norma agama dilanggar begitu saja. sebab dari pergaulan itulah bermula segala perilaku menyimpang. Keadaan gawat dan genting ini bukannya menyadarkan kita untuk bersikap prihatin. apakah kita relakan anak-anak. sibuk dengan pembagian rezeki. membunuh masa depannya. maka segala perilaku menyimpang. yang kita pilih untuk membawa bangsa dan negara ini keluar dari krisis ternyata hanya sibuk mengurus dirinya sendiri.berarti 720 milyar. Sibuk dengan rebutan jabatan dan kursi. Tayangan film dan iklan sekarang sudah banyak yang di luar adat ketimuran. Tapi tak habis pikir. Kebebasan berpendapat dan berekspresi tidak boleh sampai merusak moral dan akhlaq bangsa. dan seterusnya nyandu.

Mereka berfoya-foya tidak peduli dengan penderitaan rakyat. baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup. telah datang kepadamu ayat-ayat Kami. menyusul kemudian gubernur dan bupati. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami. dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan. kedua orang tua dan saudara-saudara kami kaum muslimin semua. dan keterbelakangan. padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah. kemudian mengambil langkahlangkah strategis untuk berbenah diri. hanya kepada-Mu kami menuju dan tunduk. semua mereka akan dipilih secara langsung. Dan akhirnya marilah kita renungkan firman Allah Swt. Ada pemimpin yang hidupnya diwarnai dengan syahwat dan birahi. Hendaknya kita sadar bahwa sudah berulang kali kita salah pilih dan tertipu oleh pemimpin-pemimpin yang culas. maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. semestinya seluruh komponen bagsa sadar dan melakukan instropeksi. amanah. Saat ini kita sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang memenuhi syarat. yang memeras dan menindas rakyat. Kita tetap optimis bahwa di antara ribuan pemimpin dan calon pemimpin. Kebangkrutan bangsa ini adalah akibat ulah mereka. jujur dan berakhlaq. . masih ada yang memenuhi kreteria tadi. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. ada yang buta hati. kemiskinan.pada pemilu 2004 nanti. sebagaimana yang tersebut dalam Surat Toha ayat 124-126: "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku. hanya kepada-Mu kami sholat dan sujud. Kita harus mempunyai visi yang sama dalam membangun negeri ini kembali. apalagi dalam pemilu yang akan datang. yang amanah. berpengetahuan. Jangan asal memilih orang. Kita bangun negeri ini bersama pemimpin yang adil. anggota DPR dan DPRD dipilih secara langsung. jujur dan berakhlaqul karimah. kecuali satu dua orang diantara mereka berhati nurani. dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. nurani dan sebagainya. ada yang hanya mengeruk harta dan kekayaan. mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta. Berkatalah ia: "Ya Tuhanku. Kita harus keluar dari krisis. Kami takut akan azab-Mu kerena azab-Mu pasti menimpa kaum fasiq. Sudah terlalu lama bangsa ini dipimpin oleh para penguasa yang culas. mulai saat ini kita harus cerdas dalam memilih pemimpin. Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Dalam keadaan negara yang sudah berada di ujung tanduk ini. Ya Allah hanya kepada-Mu kami mengabdi." Semoga kita tidak termasuk orang yang berpaling dari peringatan dan ajaran Allah Swt. kebodohan. maka kamu melupakannya. mungkin juga dipilih langsung. Oleh karena itu. Kita harus mentas dari kerusakan moral.

Ya Allah kumpulkanlah hati-hati kami di atas dasar kecintaan kepada-Mu. pasukan ahzab angkara murka… Ya Allah Yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya Ya.Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan berdiri. di Afghanistan. Yang menyelamatkan Ibrahim dari kobaran api menyala. negeri kami dan ummat kami dari badai krisis. di Chechnya. Yang menyelamatkan Yunus dari gelapnya perut ikan. Ya Allah jangan biarkan mereka (orang-orang kafir) berbuat semena-mena terhadap kami. keluarga kami. ummatku. Yang menyelamatkan Isa dari salib kaum durjana. yang membawa kami ke jalan yang benar. Ya Allah satukanlah barisan kaum muslimin. tak henti menyebut kami dalam akhir hayatnya: ummati. di Kosovo. makar dan kedholiman kaum kafir. Ya Allah lepaskanlah dan jauhkanlah dari kami penguasa-penguasa yang dholim. Ya Allah lindungilah kami dari tipu daya. membunuhi hamba-hamba-Mu dan berbuat kerusakan di alam semesta. di Irak dan di tempat-tempat lain dari bumi-Mu. Jangan jayakan orang-orang kafir atas kami. penindas dan fasiq. Allah tolonglah saudara-saudara kami yang sedang didholimi di negeri ini... jalan yang Engkau ridhoi. dan tetapkankan hati kami atas agama-Mu. Ya Allah jagalah kami dengan Islam dalam keadaan duduk dan jagalah kami dengan Islam dalam keadaan tidur. anak-anak kami. fitnah dan dosa yang membinasakan. yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera. Ya Allah berikan kepada kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malam-nya. pertemukanlah pada jalan keta'atan kepada-Mu. yang mau menerapkan syariat-Mu. Aceh. Yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari makar kafir Quraisy. ummatku. Maluku. Anugerahkan kepada kami pemimpin yang beriman dan bertaqwa. yang menjadikan Kitab-Mu sebagai landasan kepemimpinannya. lilitan utang. ummati. satukanlah di jalan dakwah-Mu dan ikatlah di atas janji setia demi membela syari'at-Mu. di Palestina. . Ya Allah hancurkan pasukan Amerika dan Israil yang telah berbuat angkara murka. munafik pengkhianat. munafikin dan musyrikin. pemimpin bagai para kholifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan. Ya Allah selamatkanlah kami. Ya Allah padukanlah jiwa-jiwa ini sebagai pasukan yang berjihad dan berjuang di jalan-Mu. yang lebih takut dosa dari pada hilangnya pangkat atau harta. Ya Allah janganlah Engkau goyangkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk. Yahudi pendusta. dan cerai-beraikanlah barisan kaum kuffar. rumah-rumahMu dan anak keluarga kami.. di Ambon. Ya Allah Yang menyelamatkan Nuh dari taufan badai dan banjir yang menenggelamkan dunia.

Anda pasti tak mengenalnya. namun terkadang tidak sedikit yang menafikan keberadaan. bahkan bisa jadi sebagian besar pegawai BI pun tak pernah mengenalnya meski hampir setiap hari mereka hadir dan melakukan sesuatu untuk (gedung) mereka. Jatuh dari lantai 13 dan terhempas di lantai 5 bersama dengan benda seberat 2 ton di gedung tersebut. Tidak ada satu makhluk pun yang akan hidup kekal. jelas membuat keluarga Nicodemus dan Rohim menangis kehilangan orang yang dicintainya. seolah dua nama tersebut dikenal orang. ampunan dan hidayah-Mu kepada kami semuanya. sebelum media-media massa hari ini memberitakan jatuhnya Gondola seberat 2 ton yang membawa dua lelaki naas itu saat sedang melakukan aktifitas rutinnya membersihkan kaca Gedung Bank Indonesia (BI). Seperti saya. koq saya nggak pernah tahu”. manusia yang satu tidak akan pernah bisa hidup tanpa manusia yang lain.. Kemutlakan kedua. seperti juga Anda tak pernah mengenal dua lelaki itu. dan jadikan usia terbaik kami sebagai akhir ajal kami. Bahwa waktu yang kita miliki itu terbatas itu suatu kemutlakan yang tidak bisa dibantah.. Bukan hanya dalam hitungan jam yang tidak pernah lebih dari menjadi 25 jam perhari. Setelah kejadian naas tersebut. Dan bisa jadi ada yang bertanya. seperti halnya bumi tempat kita berpijak ini pun akan hancur pada masa akhir nanti. tetapi lebih jauh dari itu. prestasi. Dan kedua.com Terima Kasih! Publikasi 06/02/2003 09:46 WIB eramuslim . Mungkin diantara mereka ada yang berkata: “Ya Allah. jadikanlah amal terbaik kami sebagai pamungkasnya. Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari suul khatimah…. keberhasilan dan kemenangan yang diraihnya.Nicodemus (32) dan Abdul Rohim (23). setiap manusia semestinya menyadari batas waktu yang diberikan oleh Allah. kasihan sekali” atau “oooh. Aamiin aamiin ra Rabbal ‘alamiin. “Yang mana sih.Ya Allah anugerahkan kepada kami husnul khatimah Ya Allah limpahkanlah rahmat. Saya. pertama.Ya Allah jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari pertemuankami dengan-Mu. meski dalam waktu sepekan bisa dipastikan sudah hilang oleh derasnya arus informasi di kota sebesar Jakarta ini. waktu yang dimiliki manusia itu terbatas. Nah. setiap manusia sebenarnya tak bisa membantah hal ini. Ada dua hal mutlak yang ada pada diri manusia. keterlibatan maupun partisipasi manusia lain dalam setiap kesuksesan. Muhammad Syamlan Sekum MUI Propinsi Bengkulu E-mail: syamlan2001@plasa. kaitannya dengan kemutlakan kedua inilah sedianya setiap kita . itu yang namanya Nico dan Rohim”.

Seperti Nico dan Rohim yang setiap hari membantu orang lain menjadikan pemandangan keluar melalui jendela kantor Bank Indonesia tidak nampak kusam. Mereka tak pernah iri dengan kenaikan gaji atau pangkat kita. bisa juga sangat berarti –kalau kita mau merenungkannya. Not in My back yard – bukan di pekaranganku. cukup membuat mereka tersanjung dan merasa diri sebagai manusia yang utuh. bukan alasan untuk tak sekedar mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa mereka. kita tak pernah menyapa mereka dengan kasih sayang. ucapan terima kasih yang tulus kita alamatkan kepada mereka atas setiap pelayanannya. terbangun lebih awal dan tidur paling akhir. tak pernah bermimpi suatu saat tak lagi menghidangkan teh atau kopi panas karena mereka sangat sadar betapa berbedanya mereka dengan kita. apa sih pekaranganku? ada apa di . Tapi. juga status sebagai majikan. Bahkan ada yang cukup sarkas menganggap bahwa sudah nasib mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. sopir bus ataupun sopir pribadi. mereka mungkin tak pernah berharap tips. selain juga mereka yang membutuhkan pekerjaan itu. Begitu juga dengan para office boy yang sudah menyiapkan teh atau kopi panas di meja kerja bahkan sebelum sempat kita duduk. Kedengarannya memang tidak terlalu berarti. Mungkin kita bisa berkilah. Bahkan sampai orang-orang ‘kecil’ yang telah banyak membantu kita itu telah menemui kemutlakan pertama.telah teringankan sebagian besar beban hidup ini dengan adanya manusia yang lain. pembantu rumah tangga kita. imbalan atau bonus lain dari apa yang sudah menjadi hak mereka. jangan kaget jika hanya karena ucapan ringan itu kualitas pelayanan dan pengabdian mereka kepada kita akan lebih meningkat. karena telah membayar keringat mereka. Bayangkan jika tidak ada orang seperti mereka yang mau menanggung resiko terjatuh dari lantai 13. My back yard– pekaranganku. sebagian kita memang egois dan tak tahu rasa bersyukur. Masih ingatkah kita terhadap pembantu rumah tangga yang pernah sekian tahun mengabdi? Dimana mereka sekarang? Masih hidupkah mereka? (Bayu Gautama) Not In My Back Yard Publikasi 05/02/2003 08:15 WIB eramuslim. Tapi. Tapi sayang. apakah kita pernah menghargai kerja mereka? Bahkan sekedar mengucapkan terima kasih. Not in My Back Yard Kata-kata itu saya dapatkan saat saya mendengarkan salah satu talk show pagi hari. tukang sampah yang mengangkut sampah dari rumah. sebagian dari kita ternyata sudah membuktikan. Dan buat kita. pakaian yang bagus dan mobil mentereng. dengan kata lain “menjaga pekaranganku”. Bagaimana dengan para pembantu rumah tangga yang setiap hari melayani kebutuhan Anda dan keluarga. Ketinggian jabatan. para office boy.menyadari status manusia sebagai makhluk sosial yang –setidaknya. Nico dan Rohim. Sungguh. Tak pernah terbersit dalam benak para pembantu kita akan menjadi majikan yang kerap dilayani.

jangankan pekarangan dan rumah. selokan macet penuh air dan sampah. sebidang tanah yang kita tinggali setiap hari. apa iya ‘benar-benar’ milik kita? Lantas teringat saya baitbait puisi renungan dari Rendra. “Apa aku sudah melakukan itu yaa?” pikirku. saya ingin sekali membersihkan selokan itu mengingat musim hujan segera datang. Ya Tuhan. tetapi. mengapa aku tak pernah bertanya. sering kita merasa tak yakin. bahwa hartaku hanya titipan Nya. Astaghfirullah. bagaimana aku memanfaatkanya? Mengapa sih harus dijaga? dan lain-lain. bahwa putraku hanya titipan Nya. Bisa-bisa malah menimbulkan salah persepsi bagi yang tinggal di sekelilingnya. ternyata ‘tubuh dan jiwa kita’ bukan milik kita. Tiba-tiba brakk!! Saya menabrak kursi rusak yang dibuang di selokan. Selintas saya merenungi “my back yard” sambil mengayun kaki menikmati pagi. ‘not in my back yard (NIMBY)’ – bukan di pekaranganku!! Tiba-tiba saja kata-kata itu lebih berarti. Milik kita. sebagai ‘abdun’ (hamba Allah) dan Khalifah fil ardh (khalifah di bumi). “Sering kali aku berkata. Spontan saya ingat selokan depan rumah saya. beberapa inchi lagi airnya meluber ke jalan. bahwa sesungguhnya ini hanya titipan. Tapi. bahwa rumahku hanya titipan Nya. Dan kita telah berjanji bahwa sesungguhnya hidup dan mati ini untuk-Nya. apakah juga mengganggu orang lain? Cepat-cepat saya pulang dan memeriksa selokan di depan rumah. padahal sekelilingnya penuh dengan rumah-rumah yang bagus. untuk itu diwajibkan atas kita untuk melakukan dua fungsi utama. Tapi. Astaghfirullah. Kondisi selokan itu benar-benar sangat memprihatinkan.tempat tinggal kita. namun milik Sang Pencipta. Terlihatlah oleh saya. tapi selokan itu bukan di lingkungan rumah saya. bahwa mobilku hanya titipan Nya. mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku? Dan kalau bukan milikku. renungan saya terhenti. Hal tersebut bisa menjadi langkah awal kita untuk . Allahu Rabbii. Pekarangan kita –agak luas lagi. jadi apapun bisa kita lakukan di situ. apakah kami mampu mengemban amanah ini? Astaghfirullah. Kehidupan keluarga kita berdenyut tiap hari di situ.pekaranganku? apa hak dan kewajibanku atas pekaranganku. ketika orang memuji milikku. kita semestinya memperlakukan dan mempergunakan segala yang di’amanah’kan kepada kita berdasarkan tatanan dan aturan Allah. apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?” Ternyata. untuk apa semua ini Kau titipkan pada kami. tapi kembali kalau kita mau mengembangkan maknanya. That’s it. pekarangan kita bukan milik kita. Kedengarannya NIMBY memang sepertinya ‘egois’. di lingkungan pekarangan saya. dan kurang mampu memahami bahwa Allah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya dan well-equipped.

korupsi tak lagi trendy. Insya Allah. bukankah masih ada harapan kesenyawaan itu tercipta ketika hati dan pikiran orang-orang yang dilangit menjemput yang di bumi? Jika terlalu berat bagi yang dibumi untuk menghusung hati ke atas. Semakin menegaskan jarak antara pemerintah dengan rakyat yang jelas-jelas menolak semua kebijakan tersebut. . privatisasi asset-asset negara. Saat ini. setidaknya mau menjaga dirinya. bukankah lebih ringan bagi yang berada diatas untuk turun? Penguasa yang cerdas selalu peduli terhadap pola pikir rakyat yang diperintahnya. menaikkan harga-harga BBM. sudah pasti akan muncul berbagai praktek kekerasan yang timbul akibat tumbuhnya benih-benih perlawanan.melakukan perubahan. keluarganya. Kebijakan pemerintah dan harapan rakyat ibarat langit dan bumi. yang kemudian Insya Allah seluruh daerah di negara tercinta ini terjaga. masyarakat kita.Kebijakan-kebijakan pemerintah yang melakukan divestasi Indosat. sementara masyarakat juga memiliki pola pikirnya sendiri. Jika setiap orang melakukan gerakan NIMBY. Dari lingkungan yang kecil -keluarga. negara kita dapat terjaga dari sengsaranya musibah. Memaksakan pola pikir yang satu terhadap yang lain tentulah hanya akan melahirkan konflik. semua kebijakan pemerintah itu tak satupun yang didasari atas kepentingan jangka panjang. Yang pada kenyataannya. meluas menjadi satu kampung. Itulah salah satu kunci keberhasilan suatu kepemimpinan yang paling mendasar. (Sitta Izza Rosdaniah/sitta@rocketmail. diri kita. Insya Allah. Rakyat berpikir. lingkungannya dari halhal yang merugikan dan hal yang terlarang. Ya Allah. Mulai dari hal-hal yang kecil-menjaga selokan agar bersih. kemiskinan bukan tak dapat teratasi. berilah kekuatan dan petunjuk pada kami untuk menjaga amanah-Mu dan mewujudkan Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghaffur. ketidaksukaan dan perbedaan. narkoba tak mampu menjamah.com) Menjembatani Langit dan Bumi Publikasi 03/02/2003 08:54 WIB eramuslim . banjir tak akan mengancam. melainkan kepentingan sesaat yang semakin memburukkan keadaan rakyat sudah terperosok selama sekian tahun sejak krisis ekonomi melanda negeri ini. keluarga kita. melebar menjadi satu RT. tentunya ke arah yang lebih baik. Bumi Allah akan terjaga. Telepon yang menyebabkan kenaikan di berbagai sektor lainnya. tidak akan pernah langit menyatu dengan bumi. menjaga hati dan keimanan kita agar tetap bersih sehingga dapat menjaga ‘amanah’ Allah. Amien. Tarif Dasar Listik (TDL).sampai hal-hal yang paling besar. atas kepentingan dan kemaslahatan orang banyak. selama malaikat pesuruh Allah belum meniupkan sangkakala pertanda hari akhir. pemerintah mempunyai pola pikirnya sendiri. membahana menjadi satu daerah. Namun jika secara fisik keduanya tidak bisa bertemu. Selanjutnya.

intelektual yang dipercaya sebagai pemimpin suatu bangsa. Tujuan pergerakan kita dulu itu adalah satu masyarakat adil dan makmur bagi rakyat.Maraknya aksi-aksi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat akhir-akhir ini. Sekali lagi. dalam satu tujuan selayaknya orang-orang terdahulu di negeri ini melakukannya saat merumuskan bentuk dan kelahiran bangsa. keluhan atau bahkan jeritan ketidakberdayaan manusia menjalani hidup. pemahaman yang teramat mendalam dari Soekarno itu tercermin dari pidatonya pada tahun 1957: “Dulu itu kita semua adalah ‘rakyati’. awalnya hanya sekedar ‘pemaksaan’ pola pikir pemerintah yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyatnya. Soekarno sangat menyadari artinya rakyat bagi sebuah bangsa. tidak adanya kontak dari hati ke hati antara langit dan bumi. melihat langsung dari dekat setiap bulir air mata ummat yang menetes di sepanjang malam. perlu kesatuan yang utuh antara orang-orang berpendidikan. Jika pemimpin-pemimpin di negeri ini masih menjadikan Allah sebagai sesembahan mereka. dulu itu kita semua adalah ‘volks’. Anak-anak dalam Kepompong Jalanan Publikasi 31/01/2003 08:55 WIB . Api pergerakan kita dulu itu kita ambil dari dapur apinya rakyat. mengangkat yang jatuh. Teori manapun yang pernah kita pelajari berkenaan dengan perubahan mengajarkan. sesungguhnya merupakan potret awal keruntuhan. bahwa kejatuhan yang pernah dialami oleh hampir semua pemimpin adalah saat langkahnya tak lagi seiring dengan orang-orang yang dipimpinnya.” Kalaulah Allah begitu teramat sering menjumpai hamba-hamba-Nya di bumi. Pemaksaan yang dilanjutkan dengan sikap tegas dan represif kekuatan kekuasaan terhadap siapapun yang tidak sejalan. ketika bahu membahu membidani perjuangan memerdekakan negeri bernama Indonesia ini. Begitu juga dengan negeri ini. masih percaya adanya malaikat-malaikat yang senantiasa hadir bersamanya. mendiang Presiden Pertama RI. untuk sementara langit memang takkan pernah menjumpai langit. dengan anggota masyarakat dari bangsa itu sendiri (Ali Syari’ati). menggandeng yang lemah dan bahkan mengutamakan kepentingan rakyat diatas semua kepentingan diri dan keluarganya. tapi sejauh apapun jarak itu bukankah tetap bisa tersatukan ketika hati dan pikiran keduanya duduk menyatu dalam satu kepentingan. semestinya mereka mau turun ke bumi. Membangun sebuah peradaban baru. dan menempatkan Rasul sebagai teladan hidup. Segala pikiran dan angan-angan kita dulu itu kita tujukan kepada kepentingan rakyat. tidak akan pernah suatu perubahan (progresif) tercipta tanpa adanya kesatuan antara orang-orang yang di depan dengan mereka yang memberikan kepercayaan penuh kepada yang di depan. Begitu juga dengan para malaikat (makhluk langit lainnya) yang penuh kearifan menghampiri anak-anak Adam dan melaporkan kepada Tuhan setiap aduan. ada kesenjangan hubungan. Kalaulah para Nabi dan Rasul Allah memberikan teladan bagaimana menyentuh hati rakyat. Masalahnya kemudian. Semestinya setiap penguasa belajar dari sejarah.

Suasana pagi kelam diwarnai macet jalanan oleh orang-orang yang berangkat kerja. saya naik bus kota.yang telah melesatkan anak panah tersebut? "Engkaulah busur dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur. Sebuah tanya terlintas. keramaian pasar tradisional melahirkan suara hiruk-pikuk yang khas.eramuslim . Satu demi satu lelaki maupun perempuan yang berjas. tapi kekerasan hidup telah menempa mereka menjadi pribadi yang lain. Setiap saat anak-anak tersebut mengacungkan payung kepada mereka yang baru turun dari bus atau mobil. dengan penampilan yang lusuh dan kotor. Tanpa payung. Melainkan sebuah aktivitas untuk mencari sesuap nasi. bermandikan hujan! Mereka adalah bocah-bocah yang baru berumur 10 tahun ke bawah. ketika siang di Jakarta bermandikan cahaya matahari yang bersinar terik. Di mana busur -meminjam perumpamaan Khalil Gibran-. Bocah usia enam tahunan tersebut bermata bening.Jakarta diguyur hujan. lengket di tubuh karena air hujan. berdasi maupun blazer melintasi jalan dengan pemandangan khas. Usai satu lagu. Ketika sebagian yang lain tinggal di rumah bergelung selimut tebal. Mereka masih terlalu muda. Di manakah ayah-bunda mereka berada? Beberapa hari lalu." kata . Bukan lagi dunia anak-anak yang diwarnai gelak tawa dan bermain. mengelap kaca mobil. siapa bocah malang tersebut? Di pagi hari di mana anak-anak lain berangkat sekolah menenteng tas dan bekal. menjual makanan. menyemir. ia menyanyi. Di setiap halte dan beberapa emperan perkantoran. Dengan krecekan dari tutup botol dan suara cadelnya yang cempreng. tubuh mereka menggigil kedinginan dengan perut yang keroncongan. sementara di sisinya atau di belakang si bocah mengikuti. Padahal di tangannya yang kurus terpegang sebuah payung besar. menjual Koran. Di manakah ayah-bunda mereka? Bagian lain Jakarta. mereka hanya menenteng sebuah payung besar. tangan kurus tersebut mengulurkan bungkus plastik bekas permen yang kosong. Begitu mudah tertangkap mata pemandangan seperti itu di sebuah ibukota negeri bernama Jakarta. Nampaknya tidak banyak keping yang berhasil ia kumpulkan. Kemudian dengan lincah tubuh mungil tersebut menerobos pintu dan meloncat dari bus yang masih berjalan pelan tertahan macet jalanan. Bus penuh sesak. anak-anak usia belasan tahun mengulurkan tangan menawarkan jasa membawa belanjaan! Masih di bagian lain Jakarta. Dengan kaos oblong yang sudah tidak jelas warnanya. jalanan basah. Namun payung tersebut tidak terkembang. Mereka menapakkan kaki hati-hati seakan takut air yang kotor menodai pakaian mereka yang bersih dan licin di bawah payung lebar. Di antara deru bus dan himpitan penumpang tampak seorang bocah yang berusaha menyalip tubuh-tubuh besar di sekitarnya. tampak tubuh-tubuh kecil dengan baju yang basah kuyup. tampak anak-anak yang mengemis. Sebuah dunia orang dewasa yang terlalu cepat mereka masuki. Di sela kesibukan berbelanja. Mengharapkan kepingan logam dari penumpang yang entah mendengarkan atau tidak. lebih dari cukup untuk melindungi tubuhnya. ditemani makanan dan minuman hangat.

" Naudzubillahi min dzalik. Semoga saya dan Anda tidak termasuk mereka yang dimaksudkan QS. karena kurang mantapnya busur inikah. (021) 6346954 Ibu Indonesia Publikasi 30/01/2003 09:11 WIB eramuslim . adakah mereka berhak menyesali? Mengingkari :"…Dialah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di rahim. Yayasan yang memberi santunan pendidikan bagi anak-anak dhuafa. Lalu. Dan tiada seorang pun dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok.Bukan sesuatu yang ringan ketika seorang ibu melepaskan anaknya menuntut ilmu sambil mondok di sebuah pesantren. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal" (QS. semoga Allah melindungi kita.com) Yayasan Martabat Jl.Gibran. Tidak pula sesuatu yang menentramkan hati bila seorang ibu tak bisa lagi memandangi wajah anaknya diwaktu malam. Mereka yang terlahir dari rahim yang kurang beruntung adalah anak-anak masyarakat. ketika tengah pulas tertidur. Mari ulurkan tangan buat mereka. Luqman : 34). Dan anak-anak itupun diserahkan kepada jalanan sebagai kepompongnya. (Eva Deswenti dari Yayasan Martabat. yang telah mengantarkan anak-anak tersebut ke gerbang yang belum saatnya mereka masuki? Padahal begitu masuk. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. melindungi anak-anak zaman. hanya kerasnya hidup orang dewasa yang akan mereka rasakan. demikian pula Dia mengasihi busur nan mantap. Sebuah keluarga dengan ayah-bunda yang penuh kehangatan dan rezeki yang cukup. Dan meyakinkan diri sekuat-kuatnya. yayasanmartabat@yahoo. Semestinya ada tangan-tangan yang terulur untuk membantu mereka. ia berupaya meredam rintih sedih itu semua. bahwa anaknya akan beroleh ilmu . Kali Anyar II RT 008/ RW 001 No. Luqman: 18 : "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Si anak tertua yang cerdas dan masih duduk dibangku sekolah dasar. 3 Kelurahan Kali Anyar. "Sebagaimana Dia mengasihi anak panah yang melesat. Hanya demi kepentingan masa depan buah hatinya. Tetapi di zaman ini orang-orang dewasa terlalu sibuk dengan kepompongnya sendiri. tentu mereka merindukan busur yang mantap yang akan mengantar mereka pada sasaran yang tepat dalam ukuran kemanusiaan." demikian penggal puisi tentang anak yang ditulisnya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Kecamatan Tambora Jakarta Barat Telp. melindungi anak-anak kita. Bila ternyata panah itu meleset dari sasaran. Sebagai anak panah.

Memeluk dan meninggalkan buah hatinya di seberang pintu gerbang. Dia malah tersenyum saja dan berkisah tentang hal-hal yang menggembirakan kepada anaknya sambil duduk beriringan disisi tempat tidur. Menjadi bagian masyarakat yang tidak penting untuk dicatat dalam sejarah bangsa yang besar seperti Indonesia. Hingga seringkali ia bisa membaca ayat demi ayat dalam kitab suci itu hanya dalam hati saja. Tapi yakinlah bahwa itu semua tak paralel dengan senyum dan kebahagiaan sebagian besar rakyatnya. tinggikanlah derajatnya. Ya Allah lindungilah mereka. Wahai Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. nafasnya pendek-pendek. Kenangan akan kefleksibelan hukum dan peraturan yang dibuat oleh ahli-ahli hukumnya. kesusahan itu sudah tak dirasakan kesusahan lagi saking biasanya. Payahnya mencari nafkah. Sebuah negeri yang banyak meyimpan cerita kemewahan para pejabat dan pengusahanya. hanya kepada-Mu hamba titipkan nasib dan masa depan anak-anak hamba. Bagi mereka. Ilmu yang lebih dari yang dapat ia berikan selama sang anak masih bersamanya. Dan selepas shubuh berjalanlah ia ke pasar sebagaimana biasanya. Berjuta jumlahnya dan terserak dimana-mana. tak kuasa ia menyembunyikan perasaan di depan Rabb-nya. selamatkanlah mereka di dunia dan akhirat. Bagaimanapun ia tegar dihadapan anaknya. Di depan manusia mereka menjadi golongan kecil dan lemah saja. Yang ada hanyalah terus-menerus kerja lembur dan "mematikan" berbagai keinginan atau kesenangan memiliki barang. jernihkanlah hatinya. Cerita kejayaan pemimpin dengan kekuasaannya. Memperhatikan meja belajar. tempat anaknya akan tinggal bersama beberapa anak lainnya. Betapa ia kesulitan ketika membaca Al-Qur’an selepas maghrib seperti biasanya. lemari pakaian. Namun seorang ibu tetap lah seorang wanita." Lalu ia menyebut nama suami dan anaknya satu persatu. Kini. menggelar dagangannya seperti para pedagang lainnya. Memang ia tak menunjukkan raut muka sedih ketika memandangi kamar baru anaknya yang sederhana. Saya masih ingat beberapa kata dalam do'anya yang nyaris tak bersuara. mungkin juga kita diantaranya. kemudian menunggu kendaraan umum yang akan mengantarnya kembali. . Tenggorokannya seakan-akan terasa sesak. Tentu akan banyak ibu-ibu pejuang seperti itu di tanah air kita. "Ya Allah. karuniakanlah anak-anak hamba keberkahan. sementara tak ada jaminan bahwa penghasilannya mereka juga akan bertambah. Harga-harga barang sudah merambah naik. beban kesulitan itu akan lebih menekan lagi. berbagai jenis persoalan hidup yang lebih berat sudah berderet antri di depan mata.dan pengajaran dari guru yang lebih baik. Berpuluh tahun mereka melakoni episode kehidupan yang amat berat untuk sebagian orang. Kepedihan dan keperihan menjadi sesuatu yang normal karena seringnya. serta tempat tidur susun. Tak ada gaji ataupun tunjangan untuk besok hari dan hari-hari berikutnya. hambamu ini hanya lah seorang ibu yang biasa. tak ada sesuatu yang istimewa kecuali amanah yang Engkau berikan. Isak tangis juga sering terdengar di keheningan malam dalam kepasrahan tahajjudnya. terangkanlah pikirannya.

Segemetar kala beliau mendapati diantara rakyatnya yang kelaparan di suatu malam.Tidak mesti senada dengan ibu-ibu pedagang kecil yang semenjak shubuh sudah tertatih menggendong barang dagangan.. Banyak orang kadang merasa besar dan penting. hadir pula orang yang diberikan amanah berupa tanggung jawab untuk memperjuangkan nasib ibu kita. Betapa ibu-ibu kita begitu bersih hatinya. lebih berpendidikan serta berwawasan luas. dan gemetar tubuhnya. Betapa bangsa kita amat berhutang pada ibu-ibu mulia itu.Jum'at. Pulang dengan menangis yang tak keluar. 1 Februari lalu. Merasa sudah berbuat banyak dan mempunyai jasa yang tak terhingga. tak ada makian atau kata-kata kotor lainnya.. saya mengantarkan kawan saya suami istri yang pergi ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji. Tak pernah berusaha menemani kesedihan "wong cilik" walau sebentar saja. kekurangan lantas menjadi pantangan dan harus dipenuhi dengan jalan apa saja. istri kawan saya tak kuasa menahan tangisnya karena sedih meninggalkan .de) Kurbankan "Ismail-Ismail" Kita Publikasi 28/01/2003 09:27 WIB eramuslim . Kalau saja pada momen menggetarkan tersebut. Kalau saja pada saat itu Sayidina Umar bin Khaththab dihadirkan kembali. Menatap seorang ibu pada suatu siang yang terik. Allah masih bersabar terhadap kelakuan manusia lainnya di muka bumi ini. Tak ada dendam. bahkan oleh orang-orang yang diberi amanah untuk memimpin mereka. Allah Maha Tahu betapa mereka amat sulit hidupnya. Demikian jauh perbedaan kehidupan antara rakyat dan pejabat yang mengurusinya. karena perih dan letih yang disimpan saja. Kesulitan yang seringkali diabaikan saja oleh golongan lainnya. Begitu lebar ketimpangan sosial orang kaya dengan rakyat biasa. Hidup sudah sedemikian melambung dan tak ingin kehilangan itu semua. Dan lebih perih lagi ketika hari itu pula si sulung datang mengharap uang untuk membayar pondok dan sekolahnya. din-din (mukhyidin@yahoo. Hilang sudah getaran iba dan rasa sayang pada orang papa dan penuh kesusahan dalam hidupnya. sepulang dari pasar yang jauh dari prasyarat kesehatan. Sungguh suatu situasi yang menggetarkan. Kekuasaan dan ketinggian jabatan yang dicapai sering menjadi bandrol harga penghargaan yang harus diberikan orang. Mungkin karena do'a dan air mata pengharapannya. Ketika menutup pintu pagar dan naik ke taxi. Orang-orang yang semestinya membantu perbaikan nasib dan mensejahterakannya. Tentulah akan pucat wajah khalifah yang diridhai Allah ini. berjalan ibu kita ini kembali dengan dagangan yang hampir utuh. Kemiskinan jadi hal yang harus disembunyikan. menatap mata duka sang ibu mulia ini.

satu hal lagi yang patut kita renungkan. Lagi pula dirumah segala macam kebutuhan anak kita sudah tersedia. Ketika saya mengantar anak teman saya untuk opname di rumah sakit beberapa hari yang lalu. sekali lagi Allah tak membiarkan kecintaan ayah pada anak itu berlebihan.anaknya yang baru berusia 14 bulan di rumah yang hanya dijaga oleh pembantu." Sepanjang perjalanan saya merenungi kata-kata kawan saya tersebut. Menjelang 'Iedul Qurban besok. bisa dibayangkan bagaimana rasanya keluarga yang dibangun bertahun-tahun namun buah hati tak juga kunjung datang. disuruhnya Ibrahim menyembelih anak yang dicintainya itu. saya sungguh tak tega melihatnya meronta-ronta menangis ketika akan diinfus tangannya. bayangkan. cintanya pada Ismail berdiri kokoh diatas landasan kecintaannya pada Rabbnya. maka Allah berkehendak untuk menguji cinta Ibrahim pada-Nya. tatkala Ibrahim harus meninggalkan istri dan anak yang dicintainya itu di sebuah lembah yang jauh dan tandus. bisakah anda membayangkan harus meninggalkan istri atau suami tersayang. membandingkan diri kita dengan Ibrahim 'alaihissalaam rasanya memang belum ada apa-apanya. tanpa perbekalan apapun. Saya yang duduk di jok depan taxi hanya bisa ikut terenyuh mendengar isak tangisnya. saya dan istri saya. seringkali kita merasa begitu berat meninggalkan atau berpisah dengan orang orang yang kita cintai. dilihatnya Ismail sudah menjadi seorang anak yang gagah. kita ini masih beruntung bisa meninggalkan anak kita dalam keadaan cukup. Apalagi membayangkan orang yang saya cintai disembelih. masih ada orang-orang yang menjaganya. . saya saja seperti mimpi menjalani ini semua. sungguh tak sanggup.. juga anak anak yang anda impikan dan masih bayi itu berpisah dari anda? Saya yakin mungkin kita akan sedih atau menitikkan air mata membayangkan orang yang paling kita kasihi harus ditinggalkan sendirian.. Bandingkan dengan Ibrahim yang harus meninggalkan istri dan anaknya dilembah yang tandus. coba anda bayangkan menyembelih orang yang paling anda cintai! Terus terang saya sendiri tak pernah sanggup membayangkannya. betapa bahagianya ayah yang bertahun-tahun tak menjumpai anaknya dan ketika telah berjumpa anaknya telah besar dan gagah. semuanya dilancarkan. tentu kita bisa membayangkan kebahagiaan Ibrahim saat itu. hingga saya dengar suaminya berkata. hingga kemudian ketika Allah berkehendak untuk memberikan keturunan. subhanallah. Tapi itulah Ibrahim kholilullah (kekasih Allah). jauh sekali. Namun kebahagiaan itu harus diuji lagi. "Sudahlah. kamu jangan sedih. lahirlah Isma'il. bertahun-tahun ia tidak memiliki keturunan. ketika Ibrahim mendapat kesempatan untuk mengunjungi anak istrinya. Maka menyembelih anak yang dicintainya menjadi bagian dari kecintaannya pada Rabbnya. ibu. Beberapa tahun kemudian. Namun. dan lagi kita ini sungguh telah diberi kemudahan oleh Allah untuk mengunjungi Baitullah. apa yang telah dilakukan oleh Ibrahim dahulu.

karena itu lebih mulia” Itulah salah satu pesan Rasulullah yang sangat terkenal. suami. karena bukan saja anak yang kita cintai. saudara-saudara. perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya. dan seberapa ikhlas kita berikan. anak-anak. harta kekayaan yang kamu usahakan. apapun yang paling kita cintai sekarang ini adalah "Ismail-Ismail" kita.. sudahkah ianya kita infakkan dijalan Allah dan kita gunakan dengan baik? Mungkin kita sudah menyumbang barang seratus dua ratus perak. sanggupkan kita mempersembahkan "Ismail-Ismail" kita di jalan Allah? Sanggupkah kita memberikan apa-apa yang paling kita cintai untuk berkhidmat di jalan Allah? Saya berikan tanda kutip pada "Ismail-Ismail" kita. atau seratus dua ratus ribu. anak. saya hanya berpikir." from the Desk of Hilal (hill@ratelindo.Dan sekarang. apa apa yang menjadi "Ismail-Ismail kita". Namun tentu ada alasan yang sangat khusus mengapa Rasul menganjurkan ummatnya untuk memberikan maaf kepada orang zhalim. tapi berapa banyak yang kita tahan? berapa banyak yang digunakan hanya untuk hal-hal yang remeh temeh bahkan sia-sia? Saya pikir Allah tak hanya melihat seberapa banyak yang kita berikan. Wallahu a'lam bisshawab "Katakanlah: "Jika Bapa-bapa.id) Cinta Versus Nafsu Publikasi 27/01/2003 14:25 WIB eramuslim . tidak dilarang. yang dengan rela atau terpaksa harus kita serahkan dan kita kembalikan pada Allah Subhaanahu wa ta'ala. dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai. sudahkan kita sanggup untuk menyerahkannya pada hal-hal yang Allah inginkan? layaknya Ibrahim menyembelih Ismail karena perintah Allah? Jika kita belum siap. teladani dan renungkanlah dengan cara membayangkan apa yang terjadi pada Ibrahim adalah keluarga karib kerabat kita sendiri. dan orang-orang yang . tapi juga seberapa banyak yang kita tahan. Membalas perlakuan tak adil dan kezhaliman dari seseorang.co. untuk membuktikan cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. Dan itulah "Ismail-Ismail" kita. sudahkan kita arahkan pada jalan Allah? Harta yang kita miliki. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. cari kisah Ibrahim. Perintah Allah berkenaan dengan “maaf” ini termaktub dalam Qur’an Surat Ali Imran ayat 134: “. Cobalah kalkulasi apa-apa yang menjadi kecintaan kita.“Maafkanlah. inilah saatnya untuk membuka Al Qur'an. sanggupkan kita mengorbankannya di jalan Allah? Istri.. adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya. Mari kita lihat ulang soal maaf memaafkan ini. isteri-isteri kaum keluargamu. atau belum pernah memikirkannya.

Tidak berhenti sampai disitu. ingin meningkatkan kekuasaannya. seorang sahabat mengatakan. Begitu juga dengan Qarun dan sejumlah nama orang-orang yang rakus harta.menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang”. jangan lupa bahwa sejarah pun mencatat dengan tinta emas orang-orang yang menang melawan hawa nafsunya. Menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Syetan menggelincirkan dua manusia itu hanya dengan rayuan buah keabadian yang dihembuskan syetan. ia tak ingin amarah dan nafsunya yang menjadi alasan utama saat ia menghujamkan pedangnya. Namun demikian. Orang tentu tak akan lupa dengan nama Yusuf alaihi salam yang menampik rayuan Zulaikha yang cantik jelita. Padahal. sungguh teramat berat untuk bisa melakukannya. Cukupkah Adam? Ternyata tidak. Adam (juga Hawwa) tak mampu membendung nafsunya untuk tidak menyentuh buah “terlarang” tersebut. Dan itu akan melambungkan dirinya kepada kesombongan. nafsu manusia pun terus berkembang dan semakin tak terkendalikan. takkan pernah terhitung jumlah orang-orang yang pernah terjerumus dan akhirnya jatuh oleh karena memperturutkan nafsunya. Ada satu hadits yang termasuk dhaif. dan mengagungkan harga diri yang diukur dengan parameter kekuasaan. betapa hawa nafsu sudah terlalu sering mengalahkan manusia. . melebihkan hartanya dan memperbanyak wanitanya. jika bukan karena seseorang itu telah memiliki kebersihan hati dan ketulusan cinta kepada Allah Swt. Sejarah juga mencatat nama-nama lain dari zaman ke zaman. Usai perang Badr yang terkenal sebagai salah satu perang terbesar dalam sejarah Islam. “Kita baru saja melakukan peperangan terbesar” Kemudian Rasulullah berkata: “Tidak. Terus dan terus meningkat. bahkan sejak manusia pertama diciptakan. Berlanjut kepada keturunan Adam. Masih ditambah nikmat itu dengan dihadirkannya Hawwa sebagai pelengkap hidup yang membawa kedamaian dan ketentraman. dan tak sedikit orang yang menganggap itu sebagai hal biasa yang teramat mudah. Meski terbilang hadits dhaif. kekayaan. ingin punya harta dan kemudian wanita. Alasannya. Kalaulah kita mau membuka catatan sejarah perjalanan hidup manusia. Nampaknya seperti sesuatu hal yang sangat sepele. Adam alaihi salam yang telah diberikan limpahan nikmat oleh Allah berupa kesenangan dan kebahagiaan hidup di surga yang tak berkekurangan. Siapa yang tak ingat betapa besar kecintaan Abu Bakar kepada Allah dan rasul-Nya sehingga menginfakkan semua harta miliknya hingga tak tersisa untuk perjuangan Islam. namun dalam hal ini bisa diambil hikmahnya. perang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu”. kecantikan. Sedikit punya kuasa. Qabil tega membunuh saudara kandungnya sendiri Habil demi mendapatkan calon istri Habil yang lebih cantik. ketampanan dan ukuran materi lainnya. Fir’aun dan sederet nama haus kekuasaan di muka bumi ini akan selalu menjadi catatan hitam keserakahan manusia. Seiring bergulirnya masa. merupakan dua dari ciri orang yang bertaqwa. kenikmatan dunia yang telah memalingkannya dari Allah membuatnya cinta akan dirinya. tak ada salahnya jika kita sepintas “sepakat” bahwa mengendalikan hawa nafsu tidaklah ringan. Hingga saat ini. cinta akan dunianya. Ali bin Abi Thalib yang urung menebas leher musuhnya setelah sang musuh meludahi wajahnya.

sampai yang besar seperti rakus harta. Disinilah syetan berperan menciptakan ketidakadilan. Dan ujungnya. dari yang kecil seperti bangga diri. mereka yang tak ambisi kekuasaan dan jabatan. jangan pernah menyepelekan pentingnya menata hati. tak mampu menahan amarah serta tak mau memaafkan kesalahan orang. Hingga pada hitungan detik berikutnya. Dan dengan cinta dan kasih sayang yang Allah tanamkan itulah. dua kelompok manusia saling baku hantam. bahkan gila. dan kemudia ia juga yang menghembuskan aroma ketidakadilan tersebut kepada lawannya untuk membalas kembali ketidakadilan itu dan seterusnya.Manusia bisa menjadi sangat mulia karena menahan dan mengendalikan nafsunya. bisa dipastikan adalah penyesalan. juga pria-pria dan wanita yang tak memperturutkan syahwatnya pada jalan yang halal? Adakah yang lebih mulia dari orang-orang yang mampu menahan dan mengendalikan nafsunya karena takut kepada Allah? Hawa nafsu. Semuanya adalah karena kelengahan kita yang membiarkan pintupintu hati ini terbuka bagi masuknya syetan yang memang senantiasa menantinya celah kelengahan manusia. Ketika seseorang memperturutkan nafsunya dan tak mempu menahan amarahnya. dan sejumlah peristiwa lain yang terjadi di muka bumi ini. Sebaliknya. pemerkosaan. Cinta yang tulus kepada Allah akan membuahkan cinta dan kasih sayang yang juga tulus dari Allah kepada hamba-Nya. membersihkan jiwa dan mengendalikan diri. dan lebih menyakitkan. Sebagai contoh. Padahal. bukankah jauh lebih mulia orang-orang yang tak serakah harta. kenapa hanya dengan memaafkan manusia menjadi lebih mulia? Jawabannya tentu sudah menjadi jelas sekarang. amarah. sumber utamanya adalah nafsu yang tak terkendali. Pembunuhan. derajatnya tak pernah jatuh sekalipun ia justru menjadi orang yang pertama menjenguk ketika si peludah itu menderita sakit. kalau saja ia mau memaafkan kesalahan (atau kezhaliman) orang lain. kekuasaan dan juga nafsu syahwat. saat itulah pintu terbuka bagi masuknya syetan ke dalam hati manusia untuk terus memanasi setiap relung di dalamnya. manusia mulia pun akan teramat hina dan menjijikkan ketika sedetik saja tak kuasa mengendalikan nafsu. syetan akan tertawa melihat dua anak. Jika yang . Itu baru sekedar masalah maaf memaafkan. akan sangat berpotensi membuat seseorang menjadi sangat hina. mengasihi juga menyayangi sesama makhluk. Orang yang tak dapat mengendalikan amarahnya. Karena bukan tak mungkin. Oleh karenanya. akan terlihat seperti orang bodoh. saat api amarah menyala. perampokan. tak pelak lagi balasan terhadap perlakuan orang lain yang dilakukan biasanya jauh lebih besar. sikap itu tentu tidak akan menjatuhkan derajatnya dimata orang yang menzhaliminya. Seperti halnya Rasulullah yang kerap memaafkan orang yang meludahinya setiap hari. yang merupakan satu bagian kecil dari semua hawa nafsu yang ada pada diri manusia. manusia mencintai. Soal memaafkan misalnya. Pada akhirnya. pada saat lengah. orang baik dan mulia pun bisa tersungkur oleh sebab nafsu yang tak terkendali itu.

kecrekan dan lengkingan suara bocah 9 tahun-an itu terdengar begitu riang. tak ada lagi yang menjadi kepuasan dari seorang hamba di dalam hidupnya ketika kelak mengakhiri hidup tetap dalam kemuliaan. “Berpikir dan berjiwa besar”. terluka. Selain terus menanamkan cinta tulus kepada Allah. 2 orang mahasiswa yang sejak awal begitu menikmati sajian mereka. . berarti ia hanya mencintai dirinya sendiri. Selain dzikir. apalagi dendam. siang itu. Orang yang marah hanya karena kekhilafan manusiawi orang lain. tidak akan pernah cinta berubah menjadi amarah. sekitar 14. (Bayu Gautama. Gitar.30 wib. tak akan pernah kasih dan sayang tertandingi oleh ganasnya hawa nafsu. apatah lagi untuk nafsunafsu besar lainnya.. Tanpa sadar menarik senyum dan hentakan kaki tiap penumpang KRL yang ada. dentam musik mereka membangunkan sebagian besar penumpang yang terserang kantuk. amarah. tentunya dia akan menjadikan Rasulullah dan sederet nama-nama yang memenangkan hawa nafsunya sebagai refrens dalam bukunya yang amat terkenal. Salah satu parameter orang yang mencintai dirinya sendiri adalah. atau mengkhianatinya. Menentramkan hati dengan dzikir (mengingat Allah) sebagai bukti cinta seseorang terhadap Dzat yang dicintainya. serasa membawa nuansa angin segar pada siang yang cukup suntuk dan gerah. Seandainya David J Schwartz adalah seorang muslim.demikian yang dimiliki oleh manusia selaku hamba Allah. “Oo. tidak akan ada ruang kosong dalam hatinya untuk rasa benci. Seolah tanpa lelah. agar tak terbuka celah masuknya syetan yang menggerogoti benteng-benteng ketegaran di dalamnya. Jika untuk hal kecil saja tak ada ruang. thanks 4N) You Are What You Think You Are Publikasi 23/01/2003 07:52 WIB eramuslim . menzhaliminya. adalah terapi yang tak terbantahkan setiap orang yang mendambakan ketenangan hidup. siapapun yang mengenalnya akan tetap menjadikannya figur dan teladan yang pantas untuk diikuti jejaknya. Carol…. bocah-bocah itu membawakan 3-4 lagu. Lalu mengalirlah lagu-lagu lawas bernada gembira. Sehingga meski tak sedikitpun terbetik niat mengukir nama dalam sejarah manusia yang memenangkan pertarungan melawan hawa nafsu. gendang. muncul sekelompok pengamen cilik dengan segala atributnya. hingga ketika bait terakhir nyaris usai. atau menaruh dendam terhadap orang yang menyakitinya. terhina.. sejatinya kita senantiasa menjaga agar hati ini terus terlindungi agar tak kotor. Hamba yang dipenuhi hatinya dengan kasih tulus dari dan karena Allah.Di perut kereta rel listrik dalam perjalanan Depok-Jakarta. jika ingin mendapatkan kemuliaan dihadapan Allah. Sembari mengucap salam. Setelah itu. qona’ah dan ikhlas dalam menjalani hidup semestinya juga menjadi modal utama ditengah ganasnya terpaan nafsu yang terus dipanas-panasi oleh syetan.

ada istri yang siap menyambut dengan cinta dan senyuman. bukan kesyukuran yang ingin diangkat dalam tulisan ini. akan memberatkan timbangan amal kebajikan. dan berjuta lagi kenikmatan yang mungkin justru seringkali kita anggap beban. ada buah hati yang siap menghibur perasaan dengan kepolosannya yang menggemaskan. “SDM sedikit. Kawan… Kita yang mungkin telah bekerja dengan sangat nyaman di ruangan ber-ac. yang mungkin telah cukup santai belajar di perguruan tinggi atau sekolah yang kadang tidak pantas disebut layak sebagai tempat menimba ilmu. mungkin untuk membayar biaya sekolah yang semakin tidak memanusiawikan rasa. “Murid sedikit dan jarang datang. Mereka hanya bernyanyi. Tapi yang ingin ditekankan disini bahwa imajinasi kita-lah penentu segala hal yang kita terima. Kawan. jadwal kuliah yang penuh. gimana mau sehat?”. Padahal Kawan. “Lagi! Lagi!”. “Dosen killer gimana mau nyaman belajar?”. ladang pahala siap dialirkan. gimana da’wah mau berhasil?”…. “Gaji kecil apanya yang menyenangkan?”. amanah yang tak habis-habis dan tak kunjung selesai. Terkadang masih juga mengeluh dan meratap. . *** Kawan. ada setumpuk amanah yang jika ditunaikan. atau yang mungkin telah berpenghasilan tetap tiap bulannya. Dan temannya menimpali. Sekali lagi. mengisi forum-forum kajian. dan berjuta keluhan yang kita lontarkan setiap detiknya. kognitif yang tertekan oleh ujian-ujian. atau apapunlah namanya. dan segala problematika kehidupan lainnya. mungkin untuk makan. gimana mau semangat?”. Lihatlah wajah-wajah bocah pengamen cilik tadi yang begitu riang gembira. memasakkan makanan. berda’wah. “Makanan itu-itu melulu. Tapi. ada objek-objek da’wah yang dengan adanya mereka. ulah anak-anak yang banyak tingkah. Jam kerja yang padat. dibandingkan bocah-bocah pengamen tadi. apalagi duka. tetap menghibur orang lain meski tak pernah tahu apakah sukacita dalam dirinya telah cukup melebur. terkadang hidup ini terasa begitu berat. “We want more! We want more!”. yang mungkin tengah sibuk berkutat dengan agenda-agenda ummat. kita jauh lebih beruntung. membenahi rumah dan mencucikan pakaian. mari kita tengok dan renungkan sejenak.berteriak lantang. ada materi-materi kuliah yang dosen kita ajarkan. segala sesuatunya itu dilakukan tanpa keluhan. Dan mereka perbuat semua itu demi mempertahankan hidupnya. dan itu mereka lakukan dengan demi segenggam logam dan recehan. “Materi segudang gimana mau siap ujian?”. berjibaku dengan berbagai amanah. Tapi kita. kepenatan yang menumpuk. terasa begitu membuat tertekan. atau mungkin hanya untuk setoran kepada ‘atasan’. mengajar. Ada lembar-lembar rupiah yang tiap bulannya kita terima.

kita persepsikan sebagai cambuk untuk giat belajar. Nah Kawan. ada pepatah barat yang mengatakan. Bagaimana? (indra fathiana. You Are What You Think You Are (Kita adalah apa yang kita pikirkan). Matahari belum terbit di sebelah barat dan belum tenggelam di sebelah timur bumi. kehidupan adalah kenikmatan yang harus kita syukuri setiap detiknya. Ketika tingkah polah dan kenakalan para bocah yang mengesalkan. kita persepsikan sebagai kesempatan ‘tuk meraih pahala sebesar-besarnya. mungkin kita akan selalu bersemangat. untuk menjadi lebih positif dan memandang segalanya sebagai hal yang bukan beban? Jika kita telah berpersepsi demikian. Ketika hanya ada segelintir SDM di lingkungan kita untuk berda’wah. senyuman. Ketika pelayanan istri yang ‘begitu-begitu saja’. Kawan. Kawan. sehingga kita ‘kan terus bersyukur kepadaNya. Ketika amanah yang bertumpuk dan datang bertubi. kita persepsikan sebagai akibat dari kekurangan kita dalam membawakan materi (pelajaran) misalnya. Ketika para murid yang jarang hadir. mungkin kita akan menjadi orangtua yang begitu dicintai putra-putrinya.Ketika mungkin gaji kecil yang kita peroleh. Begitulah. psychofath@yahoo. mungkin rumah tangga akan senantiasa terasa tenteram. Ya. cara pandang kita. Ternyata persepsi kita. kita persepsikan sebagai suatu rezeki dari Allah. begitu menentukan sikap kita dalam menjalani kehidupan. mungkin tak akan ada lagi berbagai keluhan. sebab persepsi mereka membahasakannya sebagai suatu kepositifan. persepsi-persepsi kita. dan kebahagiaan hakiki pun dapat terasakan oleh jiwa-jiwa yang ikhlas lagi lapang. Ketika ada dosen 'killer' mengajar.com) Masih Lebih Mudah Bagi Kita Publikasi 22/01/2003 07:49 WIB . dan rasa sukacita tanpa setitik pun duka. Mereka mempersepsikan kerja keras menghibur orang sebagai suatu keriangan. mereka cukup dapat memenuhi tuntutan kehidupan yang bisa jadi jauh lebih berat dari kehidupan kita sekarang. Padahal mereka tidak tahu apakah dengan berlaku seperti itu. maka mengapa kita tidak mencoba mengubah pola pikir kita. Seperti bocah-bocah pengamen tadi. mungkin tak ada lagi wajah-wajah tertekuk dan cemberut. paradigma kita dalam mengolah kognisi dan rasa jiwa. mungkin kita akan senantiasa termotivasi untuk memperbaiki diri. bukan hal yang menyebalkan dan menambah beban. salah satunya dengan mempersepsikan segala yang terjadi dalam sebuah kepositifan berfikir. keceriaan. Semoga Dia berkenan memberi kita kesempatan untuk terus memperbaiki diri dalam menghadapi perjalanan yang sangat sebentar ini. kita persepsikan sebagai pembelajaran dari Allah dan peluang ‘tuk meraih imbalan-Nya yang lebih besar. maka insya Allah. tentu kita tak akan banyak mengeluh. kita persepsikan sebagai ajang untuk melatih kesabaran. kita persepsikan sebagai latihan untuk qona’ah dengan apa yang ada. dalam keadaan apapun.

Kalau membeli barang dagangan. Dan kini? Ini sudah kesekian kali. saya juga tidak tahu. Mereka bukan tak bisa. Sekeping gopekan keluar lagi dari jendela mobil. begitu jawab beliau. beliau hampir selalu memberikan koran harian pada saya. si bapak mengambil beberapa buah barang dagangannya dan membayar tanpa menawar. . Beliau memberi uang kepada setiap peminta-minta di jalanan. Sebagian cuek. bahwa tak semua peminta sumbangan itu benar-benar peminta sumbangan untuk masjid. sebagaimana alasannya di atas. Ada pula yang menawar.Seperti yang sudah saya duga. Ketika para pedagang itu sampai di meja si bapak. Biarlah saya berbelanja pada mereka". Namun ternyata bukan hanya itu. sebagian lagi menolak dengan halus. Beberapa kali kejadian semacam berulang. Tetap saja tiada hari tanpa pedagang keliling dan peminta sumbangan di kantor ini. Si Bapak hampir selalu membeli barang dagangan setiap pedagang yang masuk ke ruangan kami. Tapi ia tak berkomentar. Entah mereka sudah bebal atau kebal. Dan saya pernah mengingatkan bapak ini tentang hal itu. saya bisa menerima dan mengerti. "Karena saya tahu tak banyak orang yang membeli koran dari tukang koran seperti dia. Itu jawabnya. Tapi apa alasannya? Sulit bagi saya untuk mengerti. "Lantas mengapa membeli?" tanya saya. Sering. "Siapa lagi yang akan membeli kalau bukan kita? Sudah terlalu banyak yang berbelanja di mall. menawarkan dagangannya. Seorang penjual pengharum ruangan masuk ke kantor. Ini bukan yang pertama kali. polisi cepek maupun yang setengah memalak dengan 'berorasi'. Tapi ternyata dia juga selalu memberi kepada para peminta sumbangan yang bergantian datang ke kantor kami. Pernah suatu saat saya bertanya kenapa beliau suka membeli barang dari para pedagang yang ke kantor. Sudah menjadi rahasia umum. Penjual pengharum itu berkeliling ke meja-meja pegawai. Peristiwa yang sama terjadi kembali. Teramat sering malah. baik yang memang terang-terangan meminta-minta. tanpa banyak kata. Banyak dari mereka yang menggunakan metode peminta sumbangan untuk menghidupi diri. tapi akhirnya tidak jadi membeli. Penasaran saya makin betambah. Sedangkan kita sudah selayaknya memberikan pelajaran. anak yatim piatu atau sejenisnya. ketika saya satu mobil dengan beliau karena ada tugas keluar kantor. Kenapa dia harus selalu memberi? Tanpa pernah memilih lagi. Meskipun di pintu depan sudah tertulis besar-besar "PARA PEDAGANG DAN PEMINTA SUMBANGAN DILARANG MASUK". Beliau tahu saya suka membaca. Pertama kali saya menjadi anak buahnya. Memberi uang sama artinya dengan memberikan persetujuan dan pembenaran. Hanya kurang berusaha saja. Dulu. "Saya tak butuh koran itu." kata beliau.". mengamen.eramuslim . Beberapa hari terakhir.

azi_75@yahoo. mana yang tampak betul-betul membutuhkan. astronom menggunakan satuan tahun cahaya untuk menghitung jarak yang sangat jauh. juga memancarkan cahaya ke bumi. gelandangan tak berkawan. kita bisa melihat betapa indahnya kelap-kelip bintang menghiasi langit. hendaknya kita pilih-pilih.000 kilometer per detik. Kalau biasanya kita menghitung jarak dengan meter. "Saya tak yakin dengan tidak memberi akan mendidik mereka. Bintang-bintang itu sama seperti matahari kita. Jika karena tak ada yang mau memberi mereka kelaparan. jika mereka bisa semudah kita mencari rizki. membuat mereka makin malas.800. Sedikit angka-angka.460. ada yang terlihat berwarna biru. Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam satu tahun. Cahaya itu sampai ke penglihatan kita setelah menempuh waktu yang amat sangat lama. Kemana mereka mencari? Sedang kita? Kalaupun harta kita habis karena mereka.com) Karena Bintang Pun Bercahaya Publikasi 20/01/2003 09:11 WIB eramuslim . mereka tak akan melakukan itu semua.Sesekali pandanglah langit di malam hari.Kali ini saya tak lagi bisa diam. ada yang terlihat putih. bisa jadi mereka hanya malas. (azimah rahayu. sungguh jarak yang luar biasa jauh. Masih lebih mudah bagi kita mencari penghidupan dibanding para pedagang asongan. Mungkin mereka memang tak sungguhsunguh miskin.000. Semuanya membuat indah walaupun kita sedang di dalam suasana kegelapan malam. Masih lebih mudah bagi kita meminta bantuan teman. Ibaratkan . setidaknya masih lebih mudah bagi kita untuk mencari lagi dengan bekal kemampuan yang diberikan Allah pada kita.. kalau mau memberi. Cahaya itu menempuh jarak dalam satuan tahun cahaya (light year). Semestinya ada orangorang yang aware dengan program penyadaran itu. Setidaknya. dibanding mereka. kalau mau berinfak kenapa tidak melalui lembaga yang benar-benar dapat dipercaya akan menyampaikan amanah kepada yang benar-benar berhak? Saya memberondongnya dengan sebuah argumentasi panjang. Tapi saya yakin. Tahukah Anda bahwa sebetulnya cahaya bintang-bintang yang kita lihat saat ini bukan merupakan cahaya yang sebenarnya pada saat ini dipancarkan dari bintang-bintang itu. Kalau tidak mendung. Sedang saya. Atau.. inci. lantas kepada siapa mereka meminta. tak mau bekerja keras dan mengharapkan uluran tangan seperti ini. kecepatan cahaya dalam ruang hampa adalah sekitar 300. hmmm. Masih lebih mudah bagi kita mencari makan dibanding para pengamen jalanan." Urain panjang lebarnya membuat saya tertegun. dan lainnya. Menurut saya apa yang beliau lakukan tidak mendidik.000 kilometer. Tugas merekalah yang menyadarkan. Ya. Ada yang terlihat terang ada yang terlihat meredup. Ada yang terlihat berwarna jingga. Masih lebih mudah bagi kita. Masih lebih mudah bagi kita. Sehingga dalam satu tahun cahaya berarti mempunyai jarak 9. masih lebih mudah bagi kita mendapat rezeki dibanding para tukang koran. hanya ini yang bisa saya lakukan.

Yang menjadikan mati dan hidup. sehingga perlu memakan waktu yang sangat lama untuk mengeksplorasinya. Sama halnya dengan bintang. Misalnya bintang Alkaid mempunyai jarak sekitar 101 tahun cahaya dari bumi. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Al-Khawarizmi. merupakan waktu dimana kita memancarkan cahaya. Di sisi lain. Cahaya dalam diri ini masih bisa hidup jika amalan yang kita kerjakan bermanfaat bagi umat. Kita diberi Allah suatu keajaiban. semua bintang mempunyai umur hidup yang menentukan pancaran cahaya yang diberikannya. Amalan yang baik dan digunakan terus menerus oleh umat akan selalu membuat diri kita yang sudah wafat tadi masih terus dikenang. Einstein. walaupun kita sudah wafat. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. sudah mati. sebagaimana matahari yang suatu saat nanti tidak lagi beraktivitas. kita diberi alam semesta yang amat sangat luas. Waktu dimana kita bisa memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan umat dan mencari ridho Allah. kita diberi kemampuan untuk melihat masa lampau dari alam semesta ini. Beberapa bintang sebetulnya bintang itu sudah tidak ada.seseorang yang menempuh perjalan sejauh itu. Galileo dan tidak ketinggalan ilmuwan dan tokoh muslim seperti Imam Bukhari. kita mengisinya dengan amalan yang baik? Cukupkah amal yang kita kerjakan membuat 'cahaya' yang kita berikan bertahan? Tinggal bagaimana kita menggunakan waktu kita untuk berbuat baik. tentu akan memakan waktu yang sangat lama. Nabi Muhammad pernah berkata. Mereka tetap dikenang.. tetapi saat ini kita masih bisa melihat pancaran cahayanya. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Berarti cahaya yang kita lihat dari bintang Alkaid sekarang merupakan pancaran cahaya dari 101 tahun yang lalu. Setelah kita wafat nanti. kita akan meredup dan tidak beraktivitas lagi. supaya Dia menguji kamu. bahwa kita ini mempunyai umur sekitar 60-70 tahun. dan masih banyak lagi yang lain. Demikian pula dengan cahaya dari bintang yang jaraknya bisa sampai ratusan tahun cahaya. kita bisa mengukur seberapa jauh bumi kita ini dengan bintang lain. manusia pun diberi waktu hidup. Selain itu. "Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan. siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Apa saja yang sudah kita lakukan? Cukupkah dalam umur begitu pendek. Di satu sisi. 'cahaya' dari diri ini masih bisa terus hidup. dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Subhanallah. Maka lihatlah berulang-ulang.. Subhanallah. Ibnu Sina. adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan . kalau boleh diandaikan dengan bintang. Lihatlah nama-nama Newton. sehingga 'cahaya' dari diri kita ini dapat terus menerus menerangi kehidupan orang lain sampai saat ini. sudah tidak beraktivitas lagi. Seperti bintang... karena 'cahaya' dari mereka yaitu amal perbuatan mereka berguna bagi umat ini. seperti bintang di langit. Melalui cahaya bintang itu. Jadi kita melihat cahaya dari masa lampau. Dalam kurun waktu itu. Melalui cahaya bintang itu. melalui cahaya bintang tadi. kita bisa menggunakannya untuk menghitung berapa lama lagi matahari akan meredup dan menjadi mati.

bukan tak ingin aku istiqomah melewati hari-hari. kulalui dengan tertatih-tatih. Karena aku tahu.Ya Rabbul Izzati. Namun ampuni aku ya Rabbi. Telah coba kuatasi sedapatnya panasnya hari-hari kulewati. apabila saat ini hatiku masih juga mengharapkan wajah lain selain wajah-Mu. Tapi aku tak pernah berhenti memadu rindu. Allah. tidak semua hamba-Mu Kau perlakukan sama seperti aku. Namun Rabbi.or. karena ku tahu cinta sejatimu adalah musim semi dalam jiwaku. Kembali ku ingat sebait doa yang pernah kurenda. Menuju ke sana. gersang ragaku. . Kau dekap aku dalam belaian tarbiyah yang telah banyak mengajarkan aku banyak hal. kuberharap pengembaraan cintaku membawaku pada sebuah taman. Kinipun hati yang peragu ini masih diguncang gundah. sekian lama aku mengembara mencari cinta. Telah kucoba melepas segenap yang aku mampu untuk mengatasi beratnya medan yang menghalang. Aku sadar tidak sama pejuang dengan perintang. membawa tubuh ringkih ini melewati jalan yang Kau kehendaki.sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. Tersibak juga tirai kelam yang senantiasa menyeret langkahku menjauh dari-Mu. Betapa semakin berat persangkaanku akan kesia-siaan amalanku. Terperosok aku dalam kubangan rindu bersulam palsu. di Dada-Mu Kutemukan Kedamaian Publikasi 17/01/2003 08:08 WIB eramuslim . Tapi yang kutemui hanyalah taman yang gersang dan tandus di bawah panasnya terik matahari yang menyiksa jiwaku." (Qur'an Al Mulk:1-4) Wallahu'alam bi shshawab Zulfikar S. Tak sanggup kubendung air mata keharuan atas semua belaian ini. Jika masih juga kunanti senyum lain selain senyum-Mu. apakah salah jika aku menyandarkan diri pada dinding lain dalam sebuah bangunan Islam-Mu? Angkuhkah aku yang lemah ini Rabb? Salahkah aku yang dhoif ini Rabb? Namun Rabb.id) Tuhan. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Akankah Kau terima buah karya tangan lemah ini? Akankah Kau hargai. Bukan tak hendak aku sabar menanti janji-Mu. jika kuingat Engkau Maha Pencemburu!!! Rabbi. Juga masih kudambakan pujian selain dari pujian-Mu. untuk melanjutkan perjalanan yang panjang ini. Pedih jiwaku. sungguh aku bersyukur atas semua ini. Kadang terpikir olehku untuk menuntaskan jalan itu agar aku segera sampai. Semuanya memang dikarenakan kelemahan hati ini yang masih saja berharap mencicipi kenikmatan duniawi. Rabbku. lagi-lagi Kau didik aku dalam kealpaan mimpi semuku. Betapa seringnya hamba tertegun ragu. telah kupenuhi panggilan-Mu.

. Aku bergumul seorang diri. dengan kekuatan itu tanganku memainkan melodi. tapi aku ingin katakan. terhimpun seluruh kekuatanku. (Yesi Elsandra. Yang ada saat ini bagaimana membentuk diri. Rabbana. kesimpulan dari riak-riak hatiku ini. kuucapkan terima kasih yang tak terhingga. ampuni atas segala kelemahan imanku. Jauh melesat meninggalkan bayang-bayang. apakah ini jawaban setiap doa-doaku? Agar Engkau sertakan aku di dalam barisan para salafussholeh?. Walaupun syukur dan taubatku sering mungkir. semakin kuat dan kokoh kakiku melangkah. untuk yang kesekian kalinya. siapalah aku ini. jemariku kan terus kususun. Namun aku tidak mau terjebak di dalamnya. Kau adalah musim semi dalam relung jiwaku. namun aku cukup arif menyadari Rabb. tapi langkah kaki kecilku berpacu dengan nafsu yang menahan jiwaku. namun lautan kasih sayang dan ampunan-Mu kuyakini tak pernah bertepi Ya Muhaimin. Ya Rabbana. Walaupun aku tak layak mensejajarkan diri. tarbiyah telah merubah diriku. melesat meninggalkan angan-angan hampa. Dalam pangkuan-Mu. serta dongeng yang tak memiliki cerita. atas segala cinta dan pelabuhan rindunya. Siapalah aku ini dibandingkan mereka yang senantiasa bersimbah peluh dan debu untuk membuktikan kecintaanya kepada-Mu? Betapa lancangnya aku mengukur diri dengan mereka yang menghabiskan malammalamnya dengan sujud tersungkur mengharapkan ampunan dan cinta-Mu. kekuatan apakah gerangan ini. di sana kutemukan kedamaian yang abadi. bimbing aku melewati jalan orangorang bernyali singa. mulutku menyanyi lagu syurgawi. Ternyata tanggung jawab itu besar berada di pundakku. sujudku tak akan pernah merenggang. mulutku berteriak. Apakah ini jawaban setiap rintihanku.tentang sebuah janji yang telah kupatri. sirna kesombongnnku. tentang azzam yang kutanam dan juga segala amanahku. Allah. di dada-Mu kupasrahkan kehidupan. semakin deras air mata ku mengalir. sekuat tenaga kucoba berlari. Langkahkupun seolah terhenti. agar Engkau jadikan setiap nikmat yang ada pada diriku sebagai mahar yang akan aku persembahkan pada-Mu? Oh Rabbi. Bergerak bagai awan putih merindukan terang. Mengingatnya. inspirasi dari sebuah tulisan di majalah Ishlah) . Rabb. Dengan nafas itu aku berjalan di atas bumi. Beruntung aku masih punya nafas. yang bisa kudendangkan tatkala hatiku sunyi. Rabbi. karena memang hanya dari-Mulah sumber kebahagiaan. namun suaraku bersembunyi. lenyap sifat jahiliyahku. aku ingin sampaikan terima kasihku kepada-Mu. Izinkanlah ya Allah aku menjadi penyambung cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. yang mengantarkan kakiku ke dada pelangi. Menuntun hamba-hamba-Mu yang mendambakan cinta sejati. bibirku akan terus bergetar. bayang-bayang semu. memohon agar senantiasa Kau beri aku kebahagiaan. Dalam dekapannya runtuh keangkuhanku. betapa diri ini tak layak disejajarkan dengan mereka. Kadang kala kabut pekat yang kutemui.. seperti yang Engkau kehendaki .

Dulu. lima tahun kemudian. derit roda katrolnya menimbulkan sensasi yang menggembirakan. serudukan kambing dan kotorannya terasa nyaman. ingin kuceritakan padamu indahnya menggenjot pedal sepeda membelah persawahan. Angin segar menerpa. aku ingin engkau tahu. ingin kubagi padamu tentang asyiknya menimba air dari sumur dengan tali.Kawan. Bau khas ayam. Beberapa jam berkutat dengan mereka memang melelahkan. juga dari kotorannya. atau bernafas embun saat kabut pagi masih melingkupi. aku naik sepeda hanya sebagai selingan. Bermandi peluh saat matahari siang bolong panas membakar. menempuh jarak 5 sampai 10 kilometer. Bagaimana tidak nikmat dan menyenangkan. Kuhembus bara-bara dengan sepenuh tenaga. mengenang betapa beratnya pekerjaan itu dulu. saat menjalani liburan. Tempelasan air yang menerpa teramat menyenangkan. Segar. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. agar makanan di tungku menjadi masak. Kini. aku hanya perlu menimba saat listrik mati. cicit burung dan lenguhan kerbau mengiringi setiap putaran roda. keindahan itu menjadi terasa lebih indah karena lima tahun terakhir aku nyaris tak lagi menyentuh sepeda onthel. lima tahun terakhir aku lebih banyak naik motor atau menggunakan kendaraan umum. aku harus melakukan pekerjaan itu tiap hari. . rasanya indah sekali. Meskipun lengan sempat kram dan pegal selama beberapa hari. Juga membersihkan kandang mereka dari rantingranting sisa makanan. Mencari dan memberi makan ayam. tapi sungguh terasa nikmat dan menyenangkan. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Ya. Dan kini. bebek dan kambing. lima tahun yang lalu. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Dan keasyikan itu berubah menjadi perasaan yang indah. Sedang kini. juga usaha batu bata ibu. berbatas cakrawala langit yang biru dengan saputan awan putih di ketinggian. Bahkan ke warung tetangga berjarak dua ratus meter pun selama ini aku tak mau lagi naik sepeda. Saat tiap hari aku menempuh puluhan kilometer di atas sepeda jengki atau sepeda mini. Kehijauan sawah sepanjang mata memandang. ingin kuceritakan padamu nikmatnya mengurus ternak. sekedar sarana untuk berolahraga dan berekreasi. sedang aku mengerjakan semua itu hanya sekali dua. Indah karena sambil menggenjot pedal aku mengenang masa-masa sebelum lima tahun yang lalu. mengenang lima tahun yang lalu aku harus bercapai-capai menimba berpuluh-puluh ember untuk seluruh kegiatan rumah tangga. Tapi sungguh. bersaing dengan bis kota di atas sadel sepeda. karena aku anak desa.Menikmati Hidup Publikasi 16/01/2003 08:27 WIB eramuslim . menyenangkan sekali memasak dengan kayu bakar. Sebenarnya semua itu biasa saja.

dengan gelar akademis tinggi. Maka nikmat Allah yang manakah yang (dapat) aku dustakan? Mensyukuri nikmat. Dulu aku harus mengurus ternak untuk biaya sekolah. Kedua. Tak ada uang untuk sekedar membeli sepotong. menanak nasi dengan rice cooker. apel merah dan anggur. Buah-buahan itu beberapa tahun terakhir rasanya tak terlalu istimewa bagiku. sedang jajan di sekolah pun hanya seminggu sekali. Tapi hari ini aku tahu. bahwa aku pun telah mendapat pencapaian besar. aku ingat sekali. *** Kawan. Pertama karena aku tidak suka bersantaisantai. pir dan jeruk mandarin. Tapi selama ini aku merasa tidak nyaman. Namun kini. Aku merasa kurang beruntung dibanding teman-teman yang sudah menjadi para profesional. Kerjanya santai. Aku merasa kurang dibanding teman-teman yang sudah mencapai keberhasilan jauuh di atasku: dalam hal keluarga. rasanya lain sekali. semangka apatah lagi buah pir. Ya. Namun . memasak dengan api tungku lebih enak. kini aku bisa sarapan tiap pagi dengan apel dan jeruk. mangga. Dulu aku naik sepeda ontel. Kata orang. nikmat sekali aku mengunyah potongan apel. aku merasa kurang beruntung dibanding teman-teman yang bisa sekolah lagi. Dan kini. kini dapat naik motor dan naik bus kemana-mana. kemudian bekerja di tempat swasta dengan gaji besar. pisang dan pepaya dari kebun. ketika ada pelajaran olah raga. Tapi bukan itu yang paling nikmat dari memasak dengan tungku dan kayu bakar. bahkan sudah menjadi sarapan sehari-hari. tapi karena aku sudah lebih dari lima tahun tak melakukannya. hari ini. Ya. Dulu aku harus puas dengan ubi. gaji tetap.Meskipun itu berarti abu berhamburan mengotori baju. keringat berleleran karena udara panas di sekitar tungku. aku menahan air liur untuk sekedar dapat mencicipi melon. hari ini di sini. menjadi pegawai negeri itu enak. karir. Banyak orang mengatakan. selama ini untuk memasak aku tinggal menyalakan kompor minyak atau kompor gas. memasak air dengan ketel listrik. kini aku memelihara binatang untuk teman. karena peningkatan prestasi dan karir berjalan sangat lambat. lima tahun lalu. sudah lebih dari lima tahun aku menjadi pegawai negeri. tiap hari aku bergulat dengan kayu bakar. abu dan tungku. pendidikan maupun aktifitas sosial. Phrase ini terdengar teramat klise. Ya. dan panci-panci menjadi menghitam serta butuh usaha ekstra untuk mencucinya. Dulu aku harus berhemat air agar hemat tenaga untuk menimba. Maka nikmat Allah manakah yang (dapat) aku dustakan? Kawan. Karena ia adalah salah satu ajaran agama Islam dan agama lain yang hampir semua orang ernah mendengarnya. Saat mengulumnya ingatan tentang masa lima tahun yang lalu melintas-lintas. aku menikmati memasak dengan kayu bakar seperti sedang berpiknik. Lima tahun lalu. kini aku bisa mandi sepuasnya tanpa usaha.

hari-hari seputar lebaran) Saat Aku Melihatnya … Publikasi 14/01/2003 07:49 WIB eramuslim. aku saksikan di TV dengan dentuman jantung dan lelehan air mata. tapi perbuatan tak sesuai dengan yang dikatakan. Karena saat itu aku malah belum mengenal dunia. Oke saja bagiku berjalan kaki maupun ngontel berkilo-kilo. ridhailah hamba…”. dan apa yang kuperoleh sudah terasa cukup. phrase itu ternyata bisa teramat sederhana. mereka duduk tafakur memanjatkan do’a di padang Arafah. Labbaikallahumma labbaik. Tapi.untuk menghalau iblis jahannam. Di suatu malam yang sunyi dalam Ramadhan di bulan Maret 1997. acara siaran langsung dari Mekkah. gajiku sebagai seorang calon PNS tidak akan cukup untuk membiayai impianku– menjadi tamu Allah di Masjidil Haram dan berziarah ke makam Rasulullah di Madinah. setiap saat aku melihat gambar ka’bah dan mendengar talbiyah dikumandangkan.. Dulu aku sanggup hidup sedemikian. Aku tak bosan-bosan berucap “Ya Allah . ongkos jalan dan fotocopy. Dan semua itu dahulu biasa saja. Kalau dihitung secara matematis. Gambar dan suara di TV itu telah mengirimkan sinyal ke otak. untuk melakukan haji dan umroh hanya untuk-Mu. maka mengapakah sekarang aku lebih tak bahagia? Mengapa aku harus membandingan diri dengan orang lain dan selalu merasa kurang? Dulu aku sanggup menikmati apa yang ada. Acara TV itu selalu kutunggu setiap tahun. Mengenang kembali lima tahun yang lalu itu. Ada saat-saat dimana kata-kata tersebut begitu abstrak. sulit dimengerti dan berat dilaksanakan. aku yakin akan firman Allah bahwa kita tidak boleh berputus asa dalam mencapai rahmat Allah. apa yang diberikan Allah padaku. beriring seluruh jama'ah haji menyambut penggilan Allah. Atau malahan mudah diucapkan. dan melempar kerikil kecil yang bermakna besar. dengan status anak kos sejak kelas 1 SMA. ridhailah hamba …”. seraya tak henti mengucap Ya Allah … ridhailah hamba menyambut panggilan-Mu kelak untuk menjadi tamu-Mu.. Dulu. ternyata semua biasa saja. mereka bertawaf mengitari rumah-Mu Ya Tuhan. aku sanggup hidup dengan uang 3-5 ribu rupiah seminggu untuk makan. Terlihat jelas dari layar gelas itu.kekliseannya tidak membuat kalimat tersebut gampang diaplikasikan. Aku terhanyut seakan jiwaku bersama mereka. dan membuat hati berdebar serta menstimulasi butir-butir air mata yang membasahi pipiku. mereka berlari-lari kecil dari Shofa dan Marwah. Padahal ternyata. Tampaknya itu saja kuncinya. “Ya Allah…. Mie sebungkus untuk dua kali makan pun tak masalah.com. Menikmati hidup. aku berdiri di . Semua itu. (Azi_75@yahoo. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya.

menapak kakiku di Masjidil Aqsha. Setiap hari aku lewati. hamba merindukan pendamping hidup”. Bergegas aku menukarkan rupiahku dengan US$ yang nilainya semakin naik sampai sekarang dan tidak pernah turun. dari balik jendela Kopaja secara refleks aku bergumam “Ya Allah … ridhailah hamba …”. Hampir saja aku tergelincir. Hal itu pula yang menguatkan semangatku untuk berusaha mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2. telah kaubawa hamba ke tempat yang Kau wajibkan hambaMu untuk mendatanginya. yang kedutaannya selalu aku lewati jika menuju ke kantor. aku mendaftar untuk mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Inggris. Setiap hari … spontan aku berucap “Ya Allah. dengan ridha Allah tersungkur aku bersujud di depan ka’bah. ridhailah hamba …”. tersedu aku di masjid Nabawi mengingat Rasulullah. aku tertegun melihat jumlah saldo tabunganku. bisik hati kecilku. Telah cukup bekalmu untuk menunaikan umroh.. Alhamdulillaah. Allahu Akbar. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. Namun. Dalam kesepian. menambah keyakinan akan kasih dan sayang Allah pada hamba-Nya. Subhanallaah. Ya Allah. gumamku. bukan di tangan orang tuaku.pelataran masjid Istiqlal memandang ke langit yang jernih dan berhias bintang. Setelah beberapa bulan aku bekerja tak kenal lelah baik di kantor di pagi hari dan mengajar di malam hari. “Ya Allah … tunjukilah hamba untuk mensyukuri nikmat-Mu . ada tanda panah dan tulisan Kantor Urusan Agama di sebelahnya. ridhailah hamba untuk menikmati damainya Masjidil Haram Ya Tuhan”. tanpa persiapan yang rumit namun dengan ridha Allah aku menikah dengan seorang muslim. Hamba akan sabar menanti panggilan-Mu Ya Tuhan. bukan di tangan bosku. tapi Penciptaku yang mencukupi dan mendengar do’aku. dua hari setelah Pak Ustadz menanyakan keputusanku.. 11 Januari 2002.. tangisan hamba tak akan pernah sebanding dengan nikmat-Mu Ya Tuhan. Allahu Akbar . terima kasih atas saat yang damai ini di rumah-Mu. kata-kata itu yang selalu terucap saat aku melihatnya. Namun rizqiku bukan di tangan Pemerintah. setan mulai membisikbisik dengan segala rayuan dan tipu dayanya berusaha membelokkan niatku. tapi Allah menyelamatkan aku. aku jalani kehidupan sendiri dengan usia yang semakin merambat. Perjalanan umroh itu menjadi tambahan spirit dalam hidupku. Betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa KUA yang mencatat pernikahan kami adalah KUA yang tiap hari aku lewati. Kembali ke Indonesia. di jalan menuju kos-kosan baru aku melihat papan penunjuk jalan itu... di tahun 2000 dengan ridha Allah aku dapat meraih gelar master di Inggris. Setiap aku melintas di depannya setiap hari. sujud hamba. sampai aku hafal.. ibadah hamba. aku menangis menikmati suasana malam itu. Ya . Subhanallaah. “Ya Allah . Rizqi itu datang dari arah yang tak pernah aku sangka. Tahun 1998. “Ya Allah.

Kepada Anda yang gemar menghambur-hamburkan harta disaat orang lain teramat sulit mendapatkan sesuap nasi. Sekarang juga! Karena jika Anda tidak mendengar peringatan Allah. samping kanan dan kiri mereka saat puluhan... Atau bahkan di depan mereka anak-anak jalanan dan pengemis mengais-ngais sisa-sisa makanan dari tempat sampah Anda. hanya satu pinta kami. tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. belakang. buka mata dan telinga lebar-lebar! Perhatikan dan dengarkan peringatan Allah. ratusan bahkan jutaan manusia mengerang menahan lapar. namun tak menghiraukan tangisan memilukan anak-anak yatim di sebelah kamar mereka. di panti-panti asuhan yang bagi mereka. maka kami tidak akan pernah tahu kapan Allah akan membinasakan kami beserta hancurnya negeri ini.Kepada Anda yang masih senang menikmati hidup mewah ditengah-tengah keterpurukan yang terjadi di sekeliling manusia yang lain. Kepada Anda yang masih senang hidup mewah. maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah). menyenangkan mereka dengan segudang mainan kesukaan. kedinginan dengan pakaian yang tak kenal baru dan bagus. Sitta Izza Rosdaniah (sitta@rocketmail.com) Satu Pinta Kepada Orang Yang Hidup Mewah Publikasi 13/01/2003 15:15 WIB eramuslim . Kepada Anda yang membuang-buang makanan setelah membelinya dengan harga yang sangat mahal. Kepada Anda yang tak hentinya gemar memberikan tontonan parade kekayaan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa dengan kendaraan mentereng yang hilir-mudik melintasi mata kosong mereka. Kepada Anda yang tak pernah melirik sedikitpun ke arah depan. maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya . “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri.Allah … ridhailah hamba … untuk senantiasa berada dalam ajaran-Mu”…. sementara di belakang mereka periuk-periuk kaleng berbunyi nyaring karena tak ada lagi yang terisi diatasnya. Selalu terucap setiap saat aku melihat keindahan dan kebesaran segala ciptaan-Mu Ya Tuhan . dan mereka yang terkapar tak berdaya bersaing dengan ganasnya kehidupan. Kepada Anda yang terus bangga mempercantik dan memperbagus anak-anak mereka dengan segala model pakaian dan perhiasan. Kepada Anda yang tak lagi peduli berapa harta terkuras untuk kesenangan yang penuh kesia-siaan ketika tetangga-tetangganya masih terus menerus merogoh kantong yang jelas kosong melompong sambil bermimpi Tuhan menaruh sekeping logam penebus dahaga. untuk bermimpi mempunyai mainan dan pakaian bagus pun tak berani. Kepada Anda yang tak lagi peduli apakah saudaranya bisa makan atau tidak hari ini sementara ia sibuk mengatur menu makan dan jadwal tempat yang mesti dikunjungi demi memuaskan selera gengsi.

Kita dapat leluasa menulis baik dengan pena maupun dengan keyboard. Tangan dapat kita putar sehingga bisa untuk membuka sesuatu. dan lain sebagainya. melakukan kegiatan menulis ini pun menggunakan tangan untuk mengetik pada keyboard. . kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancurhancurnya. seperti pintu. Setiap hari kita melakukan gerakan yang hampir tidak terhitung. Seorang yang tuli pun dapat menggunakan gerakan tangan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Kita berjabat tangan merupakan tanda universal bahwa kita memberikan pesan perdamaian. kita memberi pun dengan gerakan tangan. Begitu sempurnanya. Bukan hanya itu saja! Allah juga memberi kita indera peraba yang paling peka pada kedua jari-jari atau ujung dari tangan kita. Bahkan kadang gerakan tangan merupakan bahasa yang universal. Tangan pun menjadi inspirasi dari beberapa alat bantu mekanika lain. Kekuatan tangan kita gunakan untuk mengangkat beban. Didapat bahwa persendian tangan manusia mempunyai gerakan yang hampir tidak terhitung jumlahnya. Ya. Tangan mengandung unsur mekanika yang begitu sempurna. Tangan yang begitu kecil dibandingkan dengan tubuh kita secara keseluruhan. jendela. mendorong. dan lain-lain.” (Al Israa:16) (Bayu Gautama) Tangan Publikasi 07/01/2003 07:16 WIB eramuslim . Betapa murah hatinya Allah memberi kita berbagai kemudahan dalam melakukan gerakan-gerakan seperti mengangkat. ketika manusia berusaha pertama kali membuat tangan-tangan buatan. tentu setiap hari badan kita akan terluka-luka. Gerakan tangan pun begitu fleksibel dengan berbagai persendian yang terdapat padanya. Begitu susah untuk mendesain suatu tangan.Manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna. yang mana semua gerakan itu ada yang sifatnya refleks atau dalam hitungan detik dan ada yang memang kita inginkan untuk bergerak.perkataan (ketentuan Kami). Koordinasi dari tangan dengan bagian lain dari tubuh kita gunakan untuk berbagai pekerjaan sehari-hari. Jika ia tidak mempunyai tangan. Saat penulis. menarik. sampai-sampai tangan menjadi inspirasi dalam bidang rancang bangun. memutar. Salah satu kesempurnaan yang Allah berikan adalah pada tangan kita. Tangan menjadi inspirasi bagi persendian engsel dalam rancang bangun. tangan yang sehari-hari kita gunakan. Kita menadahkan tangan merupakan tanda meminta. Kita dapat bergerak dengan leluasa. Apa yang terjadi jika seorang yang tidak mempunyai penglihatan tidak dapat meraba daerah sekitarnya. Apa yang terjadi jika kita tidak bisa merasakan sesuatu. dapat mengangkat beban yang beratnya jauh melebihi tangan bahkan tubuh kita sendiri. bagaimana ia akan menggunakan tongkatnya untuk mencari jalan? Dengan tangan kita pun dapat melakukan komunikasi. Apa yang terjadi jika suatu benda yang tajam tidak terasa tajam.

Apa yang terjadi jika suatu karya seni tidak digunakan semestinya? Tentu sang pembuat akan merasa terhina dan merasa bahwa apa yang telah dibuatnya telah diselewengkan. Kita masih banyak melihat tangan yang menengadah di bawah.or." (Qur'an Al-Ma'idah:38-39) Allah tetap memberi kita wadah untuk memperbaiki diri. terdengar suara kokok ayam. sering kita lupa untuk menikmati keindahan pagi hari. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangan untuk mencuri. Jika tiba waktunya. Lalu seperti apa yang terjadi sekarang. Hari dimana kita dapat beraktivitas sesuai dengan bidang pekerjaan kita masing-masing. Apalagi Allah. Pagi hari. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Marilah kita bertobat. Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri. Hari dimana harapan bisa tercapai dengan bekal ikhtiar yang sungguh-sungguh dan tawakkal kepada Allah. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangan menindas orang yang lemah.. Keadaan itu berangsur-angsur akan berubah. maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya.Berbagai kegunaan dan kemudahan telah Allah berikan melalui tangan yang Ia ciptakan untuk kita. Kita pun bangun. dan kita syukuri nikmat yang Allah telah berikan melalui kesempurnaan tangan ini untuk membantu sesama.Hening dan gelapnya malam tidak bertahan selamanya. Kita masih melihat mereka yang menggunakan tangannya untuk menyakiti orang lain. yang telah menciptakan tangan dengan sempurna. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Bagaimana kita memanfaatkan maha karya Ilahi ini? Tentu dengan sebanyak mungkin menggunakan demi kemaslahatan kita bersama. Suatu hari dimana kita dapat mengerjakan apa yang ingin kita kerjakan. Sang Pencipta. mengucapkan syukur atas kehadiran pagi maupun kehadiran diri kita di pagi itu pun terkadang terlupakan. apakah kita sudah melakukan itu? Hmmm. sinar matahari pagi akan mulai menyeruak dan memberi cahaya atas kegelapan yang malam bawa. Sudah sepatutnyalah kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah. Jangankan menikmati keindahan pagi. belum sepenuhnya. Allah telah memberi kita hari baru.id) Hari Baru Publikasi 02/01/2003 11:26 WIB eramuslim . Bisa kita lihat balasan orang yang tidak mensyukuri tangannya pada ayat berikut: "Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri. Di tengah kesibukan kita.. Kita masih lihat tangan-tangan berbuat jahil. tapi tangan yang di atas sama sekali tidak memberi. kita begitu terlena . Wallahu'a'lam bishshawab Zulfikar S. Kita masih melihat tangan yang digunakan untuk korupsi. Sering kali.

Allah memberi kita suatu keajabaian kepada kita. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. dan Aqua adalah air mineral. "Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan... Kita bisa melihat dan belajar dari apa yang sudah kita lalui.or. Bersinarnya matahari pagi membatasi dua periode waktu yang berbeda. pastilah orang segera mengkaitkannya dengan air mineral kemasan. kepunyaan-Nyalah kerajaan. 'Alhamdulillah' sudah merupakan bentuk optimisme bahwa hari ini dengan izin-Nya akan kita lalui dengan baik... Karena sesungguhnya setiap hari Allah telah memberi harapan baru bagi kita untuk berusaha sebaik mungkin bagi kehidupan dunia maupun akhirat nanti. yaitu kenikmatan untuk dizinkan hidup satu hari lagi. Lupakan yang lampau. Waktu dimana segala harapan dan impian masih luas terbentang di hadapan kita.id) Aqua. Semua harus dilakukan dari sekarang.. Pertama adalah periode malam hari dan hari sebelumnya.. Itulah waktu dimana apa yang sudah kita lakukan tidak mungkin akan kembali lagi.. Publikasi 31/12/2002 13:34 WIB eramuslim . Itulah waktu yang perlu kita persiapkan dengan baik. yaitu ridha Allah. masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. .dengan kenikmatan tidur ataupun sibuk mempersiapkan pekerjaan yang akan kita lakukan di siang hari. Coca Cola. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Itulah waktu yang harus kita gunakan sebaik-baiknya. . McDonald. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu. Ucapan. Atau sebaliknya. . Waktu yang tidak perlu kita rindukan lagi kedatangannya." (Al Qur'an Faathir:13) Wallahu'alam bi shshawab Zulfikar S. Dengan 'Alhamdulillah' kita telah mensyukuri kenikmatan yang Allah berikan kepada kita.. mari kita lihat ke depan untuk menuju cita-cita yang selalu kita inginkan. Yang lain adalah periode waktu yang akan kita lalui ke depan. keuntungan (laba bersih) yang diperoleh perusahaan tersebut. selain juga tentunya. Pendapat ini tidaklah berlebihan karena memang upaya keras dari produsen air mineral kemasan ini patut diberi penghargaan demikian besar. Akan tetapi tidak ada yang bisa memulai dari kemarin. karena yang berlalu akan berlalu. tidak perlu menunggu setahun untuk berubah menjadi lebih baik. Bisa dibilang. air mineral adalah Aqua.Sebut saja. . sampai-sampai kita lupa untuk mengucap syukur bahwa Allah memberi kita kesempatan. Kejadian itu terjadi setiap hari di depan mata kita. Tidak perlu menunggu hari-hari tertentu saja untuk menjadi baik. yakni berupa image mendalam dan melekat di hati masyarakat. ketika disebut air mineral maka yang disebut pertama adalah Aqua. Aqua.

Soal inovasi ini. Aqua patut mendapatkan semua itu sebagai ‘balasan’ setimpal dari apa yang mereka terima di tahun-tahun awal perusahaan tersebut memulai usahanya. sekitar 300 mg/l) dan secara moderat berjumlah TDS tinggi (Total Disolved Solids/Total Pemisahan Kepadatan. Karena mereka yakin. ternyata bisa juga berlaku dalam dunia bisnis. Barangkali hal tersebut kadang menjadi sebuah garis yang terputus terhadap program menjaga kesehatan tubuh Anda. juga McDonald makanan cepat saji yang juga dari negeri Paman Sam itu. Martin Fox seorang environmental researcher and nutritionist penulis buku Healthy Water For A Longer Life. dan sangat rendah total kepadatan yang telah dipudarkan sehingga sebenarnya sudah tidak sehat lagi untuk diminum. sebutlah Coca Cola minuman khas Amerika. Supermi (mie instan). Ya. Bagaimanapun. kesalahan kedua kebanyakan orang yang lain. Aqua membuktikan hal tersebut. lanjut Fox. penelitian terhadap penyakit jantung dan kanker menunjukkan bahwa air sehat adalah yang padat (yaitu yang mengandung kalsium dan magnesium tinggi. Sejatinya. Vidi. Jeans (celana yang digandrungi anakanak muda). melainkan kesehatan yang diperoleh dari tubuh yang mengkonsumsi air bermineral. seberapa tepat dia memanfaatkan setiap kesempatan yang ada tersebut. Kodak (kamera). tentu pernah dirasakan O’dol (perusahaan pasta gigi). bukan sekedar ‘air putih’ yang ditawarkan kepada masyarakat. kunci keberhasilan orang-orang yang sukses terletak pada kemampuannya melihat sekecil apapun peluang. tapi sebagian orang tahu bahwa kehadiran air mineral dalam kemasan sempat mendapatkan cibiran karena menjual ‘air putih’ yang semua orang (kaya atau miskin) pasti mudah mendapatkannya. Rinso (detergen). Anda pun bisa membayangkan betapa bangganya mereka ketika setiap penjual air kemasan di bus-bus atau kendaraan umum selalu berteriak’ Aqua’ meski yang diusung merk lain. ternyata mereka tidak berhentinya untuk belajar. tentu kita bisa menengok perusahaan-perusahaan besar lainnya yang lebih dulu berjaya. Setidaknya. semboyan kesuksesan Julius Caesar. Banyak pesaing bukan berarti penjualan semakin terpuruk. penting untuk kesehatan kita. karena justru semakin membuat mereka kreatif. Kebanggaan yang sama. adalah ketidakmampuannya memanfaatkan peluang tersebut sebaik mungkin. Mungkin tidak banyak dipublikasikan. Nah. Vici. Orang boleh mencibir di tahun awal mereka menjual ‘air putih’ kemasan. Banyak orang bilang. Kalaupun ada yang mampu menangkapnya. Kualitas Air minum (baik air minum dalam kemasan maupun air PAM). yaitu ukuran dari kandungan mineral dalam air). atau kesempatan. kreatif menelurkan inovasi baru merupakan syarat utama keberhasilan. masalahnya adalah hanya sedikit orang yang mampu menangkap peluang-peluang dan kesempatan tersebut yang mungkin saja terus menerus berkelebatan di depan matanya. memaparkan. tapi sekarang. dan masih banyak lagi. Belajar dari Aqua. secara gratis pula! Vini. . dan kedua. Aqua menjadi contoh bahwa menjadi yang pertama melakukan satu hal yang belum pernah dilakukan kebanyakan orang merupakan satu hal besar yang pernah terjadi dalam perjalanan setiap orang.Ya. air tanpa mineral hampir sama saja dengan air lunak tanpa kalsium dan magnesium.

pasar. Rumah-rumah. atau hanya sekedar buruh di proyek-proyek pembangunan rumah. dan lain-lain). dan diprediksikan akan terus jaya sampai tahun 2000 (sekarang sudah tahun 2002). Sementara cuaca masih terasa dingin anak-anak sekolah sudah bertebaran di pinggir jalan menunggu kendaraan umum. dan besar! Jika mau belajar. Capuccino. mungkin hampir semua melakukan apa yang disebut Inovasi. dengan berbagai ekspresi yang sering kita lihat. sejak pertama kali diproduksi hingga sekarang. Megatrend 2000 menyebutkan Coca Cola sebagai salah satu perusahaan besar yang pertama kali menembus pasar Asia. melamun. kita mengenal paket hemat. Nugget. begitu pula para pegawai kantoran. pabrik. dan tak menghendaki ketertindasan oleh karena ketidaksiapan diri. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama. Pagi . McDonald. tidak ingin tertinggal oleh laju kehidupan yang semakin kencang. Honda. kemasan botol plastik (dulu minuman ini hanya tersedia dengan botol beling). ternyata semuanya masih eksis hingga sekarang. Misalkan.. hanya sedikit saja mungkin. pepohonan. Hanya kemudian mereka tak hentinya berinovasi (selain mengeluarkan produk Fanta dan Sprite) misalnya dengan Coca Cola kemasan kaleng. mengingat orang makan pasti butuh minum. . ada yang bercanda. dan sebagainya tampak seperti biasanya tidak ada yang berubah. Mccrispy dan bahkan mereka berkolaborasi dengan Coca Cola. gedung sekolah. Seperti Coca Cola. Namun sekarang. apa sih yang dijual Coca Cola.John Naisbitt dan Patricia Aburdence dalam bukunya yang terkenal.Pagi merupakan awal dari kegiatan bagi sebagian besar makhlukNya untuk berikhtiar. IBM. atau sekedar memperhatikan orang-orang di sekitarnya.. kemasan satu liter (family). semestinya dua hal yang pernah dilakukan orang-orang (perusahaan) sukses diatas juga berlaku pada diri kita. rasa dan aroma Coca Cola ya tetap sama. botol plastik ukuran besar dan kecil dan masih banyak lagi. demi keberlangsungan usaha mereka. paket nasi. McWing. apalagi menganjurkan). Yang dijual ya ayam dengan rasa yang tidak berubah sejak dulu sampai sekarang. mungkin tidak terlalu merugikan apabila sejenak kita coba alihkan perhatian pada lingkungan sekeliling. kemudian tak henti melakukan inovasi. Pada saat berkendara. menangkap kesempatan dan memanfaatkannya dengan baik. Inovasi! Tentu sebagai orang yang tidak ingin kalah dalam persaingan. Hal sama juga dilakukan Aqua dan minuman lainnya. Satu persatu kendaraan mengangkut penumpangnya. tidak bermaksud mempromosikan semua merk yang disebut dalam tulisan diatas. tidak mau terinjak oleh kaki-kaki yang terus melangkah cepat. makanan cepat saji juga demikian. Sekedar membuktikan prediksi Naisbitt dan Patricia (keduanya merupakan futurolog) akan keberlangsungan perusahaan-perusahaan yang disebutnya dalam buku tersebut (disebutkan juga. Publikasi 27/12/2002 09:05 WIB eramuslim .

Udara adalah universal. maka dapat diperoleh gas buang kendaraan sebanyak 2000 putaran/menit dikali 1 liter gas buang/putaran mesin atau sebesar 2000 liter gas buang/menit! Padahal mungkin kita berkendara lebih dari 60 menit dalam satu hari atau menyumbang lebih dari 120 000 liter gas pencemar perhari kepada lingkungan kita.sekolah itu catnya semakin pudar. namun apabila menengok kembali pada telaah lebih jauh akan diperoleh kenyataan yang menakjubkan.2000 rpm (putaran per menit). Pada kendaraan umum kecil yang biasa disebut angkot biasanya menggunakan mesin 1000 cc . seperti sebuah truk sedang dengan mesin 4000 cc atau truk besar dengan mesin 10 000 cc. betul-betul anugerah kebebasan. Sehingga apabila kita anggap semua kendaraan itu angkot dengan kapasitas mesin 1000 cc maka dihasilkan gas polusi sebanyak 240 juta liter tiap jam! Sulit. Kita bersama-sama menghirup udara yang sama. Bandung pada tahun 2000 tercatat bahwa untuk jalan arteri perkotaan terdapat sekitar 2000 kendaraan perjam yang melewati sebuah ruas jalan. berbeda dengan air. yang umum bisa dipisahkan antara air kotor dan air bersih. ada yang menyalip. CC (centimeter cubic) dalam hal ini merupakan kapasitas ruang pembakaran mesin yang digunakan oleh angkot tersebut. sakit atau sehat. Kendaraan melaju dengan berbagai kecepatan ada yang berjalan perlahan.1300 cc (1. pada kecepatan itu mesinnya sendiri berputar pada kecepatan +/. bahkan si pelaku pencemaran sekalipun. Melihat kembali kecepatan kendaraan yang melaju sedang dengan kecepatan 40 km/jam dan putaran mesin 2000 putaran/menit. Lebih jauh lagi. Tahukah berapa kecepatan kendaraan yang dikendalikan bapak atau ibu sopir itu? Di kota-kota umumnya pada kecepatan sedang sekitar 40-60 km/jam. agama.0 liter-1. Astaghfirulloh! Bandingkan pula dengan kendaraan truk sedang dengan kapasitas mesin 4. Mungkin angka ini tidak terlalu berarti bagi kita. ada yang membelok dan sebagainya. penjahat. Secara umum dari data di atas dapat diambil penelusuran bahwa pada sekali proses pembakaran BBM atau satu putaran mesin dihasilkan 1 liter gas buang untuk kendaraan dengan kapasitas mesin 1000 cc atau 1 liter. ulama. sangatlah sulit untuk mendaur ulang udara yang sudah tercemar. harta. sehingga semakin besar angkanya maka ruang bakarnya semakin besar dan tenaga mobil itu semakin besar dan biasanya ukurannya pun semakin besar. atau ada pohon kecil yang baru ditanam. . atau bahkan ada gedung baru yang dengan kokoh berdiri menjulang. dan sebagainya.3 liter).0 liter (4000 cc) akan dihasilkan 4000 liter gas buang permenit! Menurut pengamatan Pusat Teknologi Prasarana Jalan. tidak membeda-bedakan warna kulit. Hal ini disebabkan udara sulit untuk dilokalisir.

kesadaran itu sangatlah sulit untuk dikenali karena sifat manusia yang senantiasa khilaf sehingga memerlukan waktu yang tidak sedikit dan perlu kerjasama semua pihak untuk membinanya. musibah yang terjadi baru-baru ini mungkin menjadi tidak berarti dibandingkan penghancuran bumi secara masal yang kita lakukan secara gotong royong tanpa disadari.Musibah. kegiatan berkendara merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan. "bila melihat alam yang indah ini tiada terasa kebesaran Allah bila mendapat musibah lupa dirinya hamba nikmat yang datang tiada rasa dariNya patutlah malu kepadaNya karena anugerahNya kepada kita membuat dosa rasa kekesalannya buta hati lebih berbahaya buta mata tidak nampak dunia buta hati tidak nampak kebenaran buta hati ditipu nafsu dan syaitan bahkan dilupakan saja semua rasa bangga dengan dosa bila menyebut neraka tidak terasa akan derunya bila menyebut syurga tidak terasa akan nikmatnya jiwa itu telah mati. Lebih dahsyat." (izzatun nissa') . Solusi. atau buta... meningkatkan kesadaran akan kesehatan lingkungan merupakan solusi terbaik yang relevan pada saat ini.. Namun. Walaupun begitu besar produksi limbah terhadap udara kita tiap harinya. Seperti diungkapkan dalam renungan berikut ini.. karena mungkin dalam beberapa generasi manusia berikutnya udara merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup mereka.

". Sepeda motor 4 (empat) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4. senyawa belerang oksida(SOx). peri kecil). Jakarta. di lantai delapan di hadapan meja resik tempat saya bekerja. seperti keputusan Menteri Lingkungan Hidup KEP-35/MENLH/10/1993 TENTANG AMBANG BATAS EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR "Kandungan CO (karbon monoksida) dan HC (hidro karbon) dan ketebalan asap pada pancaran gas buang: Sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4.id) Yang Berilmu Yang Terpilih Publikasi 26/12/2002 07:10 WIB . ah ternyata hari masih pagi.5% untuk CO dan 1. Kendaraan bermotor selain sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar bensin dengan bilangan oktana ³ 87 ditentukan maksimum 4. masjid yang artistik. Kendaraan bermotor selain sepeda motor 2 (dua) langkah dengan bahan bakar solar disel dengan bilangan setana ³ 45 ditentukan maksimum ekivalen 50% Bosch pada diameter 102 mm atau 25% opasiti untuk ketebalan asap. CO2.co." Sudahkah kendaraan Anda layak uji emisi ? Komposisi gas buang kendaraan sebenarnya lebih kompleks seperti senyawa nitrogen oksida(NOx). Merekalah orang-orang yang rugi. menerawang jauh ke depan gedung-gedung tinggi. Pada kota-kota besar seperti New York dengan tingkat polusi tinggi kehadiran gas pencemar ini sudah sangat kentara berupa kabut putih yang sering di sebut smog (smoke and fog) atau kabut asap. sesudah perjanjian itu teguh dan memutuskan apa yang oleh Allah disuruh menghubungkannya. senyawa hidrokarbon (HC). seperti di negeri awan.Dan firman Allah Swt tentang orang-orang fasik (durhaka). (Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah.5% untuk CO dan 3.000 ppm untuk HC. dan unsur logam berat yang sekarang pemerintah berusaha menguranginya.400 ppm untuk HC.200 ppm untuk HC. dan hijau pepohonan di perumahan penduduknya diselimuti kabut putih yang samar.5% untuk CO dan 2. Kandungan CO dan HC sebagaimana dimaksud di atas diukur pada kondisi percepatan bebas (idling).. Ozon (O3).. Kota Jakarta terlihat indah dari sini. H2O. 23 Desember 2002 Riki Hendriana (Riki@excelcom." (Al Baqarah:27) Dan tidak ada salahnya untuk mengetahui beberapa peraturan pemerintah. Ketebalan asap gas buang sebagaimana dimaksud di atas diukur pada kondisi percepatan bebas. Termenung sejenak menatap ke luar jendela. CO. dan mengadakan kerusakan di bumi ini. Segera kubaca email satu per satu sambil berharap ada seorang teman yang mengingatkanku akan khilaf hari ini (Je toi aime aussi mon ami.

Kita tidak perlu memprotes kepada mereka. Namun apa yang kita lihat sekarang? Muslim diidentikan dengan terorisme. Sebagaimana kita lihat dari pengakuan Roger II terhadap Al-Idrisi. Di bidang lain pun demikian. daerah di sekitar kepulauan Mediterania tepatnya Sicillia merupakan daerah yang berkembang di bawah ajaran Islam. ia menjadikan Sicillia sebagai pusat pertemuan antara ilmuwan muslim dengan ilmuwan Eropa yang sebetulnya saat itu masih terbelakang. Ketika Roger II dari bangsa Norman menjadi penguasa di daerah Sicillia. Muslim selalu dikaitkan dengan kekerasan. secara ilmu pengetahuan muslim tetaplah insan-insan yang mempunyai kualitas yang tidak bisa ditandingi. Bahkan karena mengetahui betapa pesatnya ilmu pengetahuan para muslim. karena Roger II mengetahui bahwa secara ilmu pengetahuan muslim merupakan yang terdepan pada saat itu. termasuk dalam hal ilmu pengetahuan. kekuasaan sudah diambil alih oleh bangsa Norman. Yang perlu kita lakukan adalah dengan menjadi insan manusia yang benar-benar menguasai bidangnya. Akan tetapi secara intelektual. Beliau oleh Roger II diberi amanat untuk membuat peta atas wilayah kekuasaan Norman. bagaimana ia menghormati ilmuwan muslim dengan menjadikan muslim sebagai pemimpin armada maritim-nya. Apa yang bisa kita ambil sebagai hikmah dari sejarah itu? Kita memang kalah dalam pertempuran. Muslim sekarang lebih memilih untuk melakukan 'protes' dan mengeluh terhadap kedigdayaan negara-negara non Muslim. tapi apakah itu adalah kekalahan bagi muslim? Walaupun secara militer. . Salah satu ilmuwan yang terkenal adalah Al-Idrisi.eramuslim . Al-Idrisi dipilih. Selama hampir 3 abad.Tercatat dalam sejarah bahwa. Muslim menganggap ilmu pengetahuan adalah amanat dari Allah. bahwa sebetulnya kita tidak perlu melakukan penyerangan balik. ia mengambil ilmuwan muslim untuk membantu mengembangkan ilmu pengetahuan. Bukan saatnya lagi bagi kita untuk mengeluh. Baru kemudian di sekitar awal abad ke 11. bangsa Norman berhasil mengambil alih kekuasaan di Sicillia. muslim tetap menjaga dominasi ilmu pengetahuannya bahkan bagi penakluknya sekalipun. Sehingga pada zaman itu tidak dikenal istilah admiral bagi pemimpin armada laut. Islam berkembang dengan pesat di wilayah ini. Jarang sekali kita mendapat pengakuan sebagai yang paling terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. tapi dikenal dengan 'emir'. Kita tidak perlu melakukan itu untuk mendapat pengakuan dunia. Pada era ini muncul beberapa ilmuwan muslim berasal dari daeah ini. Sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang semua itu berasal dari Allah. Al-Idrisi merupakan cartographer muslim yang pertama kali membuat atlas dunia terdiri atas tujuh puluh peta dan dilengkapi dengan data-data geografis yang akurat. Kita tidak perlu melakukan tindakan-tindakan yang justru akan mengindentikkan kita dengan kekerasan. Berakhir pulalah kekuasaan Islam di daerah Mediterania. Bukan waktunya lagi untuk terus menghujat negara-negara non Muslim.

kok menjadi Ibu. Wallahu'alam bishshawab. mengurus sawah. Teman-teman berkomentar ”Cita-cita. tekunilah bidang itu sungguh-sungguh dan jadikanlah Islam dihormati kembali sebagai pembawa rahmat bagi semesta alam. angsa. pertanyaan seperti itu pun kembali meruyak. Ada juga yang bertanya ”Apa maksudnya cita-cita menjadi Ibu?”. guru. Menjadi (seperti) Ibu (saya). Bahkan ada yang meledek ”Cita-cita kok menjadi Ibu. Dulu Ibu saya juga sempat bekerja di konveksi dan mengambil jahitan.or. tanpa dicita-citakan. dan kambing peliharaan kami. selalu itu yang saya tulis pada saat saya mengisi lembar biodata. bebek. Selain itu juga untuk membantu keluarga besar Ibu dan sebagai bentuk kemandirian ibu. Itulah cita-cita saya. maka jadilah engineer yang handal dan berakhlak Islami. Zulfikar S. Ibu saya bukan wanita karier. Tapi kesibukannya melebihi wanita karier. Ibu saya bisa mengerjakan apa saja. Kenapa? Pasti. pengin jadi ibu rumah tangga?”.selebrities. untuk guru sekolah. Untuk teman. Cita-cita tuh menjadi dokter. mengurus warung kecil di rumah. suatu saat kamu akan menjadi seorang ibu!”. dan lain-lain”. Tentu saja banyak yang heran. Beliau memang tidak suka berdiam diri. maka jadilah ekonom yang handal dan berakhlak Islami. Rohis dan lain-lain. yang menyediakan isian kolom citacita. Ketika SMP dan SMA dulu. insinyur. Dan kemudian. Apapun bidang pekerjaan Anda."Menjadi Ibu". Jika Anda seorang engineer. . Semuanya. Kamu kan perempuan! Sudah pasti. untuk lembaran Osis. karena Bapak yang cuma guru SD di kampung. bukan! Ibu saya bukan siapa-siapa. Dimana saja. Semua itu dilakukannya. mengurus ayam. Apa istimewanya Ibumu sehingga kau ingin menjadi sepertinya? Mengidolakannya di saat para remaja lainnya mengidolakan para selebritis dan sejenisnya? Apakah Ibumu seorang wanita karier yang sukses? Bukan.id) Menjadi Ibu Publikasi 23/12/2002 12:41 WIB eramuslim . bahkan membuat batu-bata. Ada lagi yang menyindir ”Udah pengin kawin ya? Kok. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah. Itulah maksudnya.Jika Anda seorang ekonom. Dari pekerjaan rumah tangga (termasuk yang biasanya dikerjakan kaum laki-laki seperti membenahi genteng). utama sekali untuk membantu ekonomi keluarga. bukan pula -apalagi. dengan senang hati dan panjang lebar saya menerangkan apa maksud cita-cita Menjadi Ibu.

yang tetangga sering mampir namun lebih banyak bergosipnya daripada berbelanja. saudara maupun tetangga. Ketika orang tua-orang tua lain membelikan anak-anaknya baju yang bagus-bagus. Make-upnya hanya bedak tipis dan lipstik murahan. yang kami miliki di dapur kami. Termasuk di warung sayur kecil kami. ketika saya kembali banyak berpaling kepada ibu. Ibu saya tidak pandai memasak resep-resep umum apatah llagi resep modern. tapi rasanya kekurangan yang dimiliki ibu tak ada artinya dibanding segala ‘keluarbiasaannya’ di mata saya. Ibu juga bercita-cita tinggi untuk anakanaknya. sakit. kami hanya mendapat 50 rupiah. padahal di kampung kami gossip hampir merupakan 'keniscayaan’ seorang perempuan. Karenanya. Kondisi kami yang berkekurangan tak pernah membuat kami ingin masakan dan kue-kue modern. Bahkan makin hebat. bukan karena ibu tidak lagi seperti ibu yang dulu. saya tak pernah menunggak bayaran sekolah seperti teman-teman lainnya. Tapi semua yang dimasak ibu lezat. Tapi beliau cukup mengerti bagaimana bersikap sesuai situasi dan kondisi. Ya. Namun kini. Dan buku pelajaran dan perlengkapan sekolah saya cukup lengkap. Tak ada kue. Tapi beliau selalu rapi dalam kesederhanaannya. Sering dulu saya bertanya nama masakan yang dibuat ibu. Ia rajin ‘rewang’ jika ada tetangga yang punya hajat. meskipun tanpa alat dan bahan memadai. Tapi ibu pintar dan dulu sering membantu saya belajar. Masakan itu beliau buat dari bahan yang apa adanya. ibu memang kreatif. ibu dicintai oleh semua orang. makanan yang dibuat ibu sudah cukup bagi kami. Ketika saya banyak memiliki waktu berinteraksi dengan ibu lagi. Ibu juga bukan wong agung keturunan ningrat. Bahkan SD pun beliau tidak lulus. Kekaguman-kekaguman saya terhadap ibu sempat hilang. ibu saya tak pernah bergosip. saya dan adik saya hanya mendapat baju-baju sederhana (namun tetap terawat rapi dengan seterika arang). Yang dibesarkan tanpa pendidikan etika dan unggah-ungguh jawa yang tinggi. Namun. tapi aktivitasnya juga luar biasa. maupun lahiran. . melainkan hanya wanita desa yang sederhana. Tapi ibu menjawab tidak tahu. juga pengajian aisiyah yang diselenggarakan di tingkat kecamatan. Ia juga rajin membantu jika ada tetangga yang meninggal. Tapi di lain pihak. karena memang tidak ada namanya. Sekolah anak-anak adalah nomor satu baginya. Tentu saja. Bajunya pun tak pernah dari bahan sutera atau bordir. karena ibu bisa membuat makanan-makanan lezat. cake dan makanan-makanan enak lainnya. ibu saya masih tetap sehebat yang dulu. Tapi lebih karena saya kemudian hidup jauh dari ibu. Bukan. Ibu bukan pula wanita berpendidikan tinggi. ibu saya juga memiliki banyak kekurangan. Hingga kami tidak tumbuh menjadi anak yang suka jajan. dan menjalani dunia kampus dengan berbagai aktivitas keislaman yang menyita seluruh kekaguman saya.Ibu saya bukan aktivis. Ibu rajin hadir ke pengajian Yasinan. Ketika anak-anak lain mendapat uang saku 100 rupiah sehari. meski aktif di masyarakat.

Kalau Allah menghendaki. beliau tak pernah menunjukkan kesedihan di hadapan kami anak-anaknya. Agar ibu cukup dibonceng bapak. Ibu saya bahkan tetap tegar ketika beberapa waktu lalu badai menggoncang keluarga kami. Maksudnya.Beliau tetap pekerja keras. untuk meraih sukses. yang ringan tangan. mungkin tidak satupun manusia di dunia ini yang tak ingin meraihnya. tapi tak ringan mulut. Betapa kesederhanaanmu ternyata menyimpan samudera makna kehidupan yang dalam. ibu selalu berdo’a dan meminta pada Allah tiap habis sholat. Saat ini.com) Lima Detik Pertama Penentu Sukses Publikasi 18/12/2002 09:45 WIB eramuslim .Sukses. ora kurang jalaran (tidak kurang sebab)". namun keyakinannya kepada Allah sedemikian kuat. “Ah. Suatu hari. Dan ibu juga minta. Kita hamba-Nya boleh minta apa saja. Darimana jalannya saya mendapat jodoh orang sini?” jawab saya. dan membuat batu-bata serta memelihara banyak ternak. jika saya mengisi lembar biodata lagi yang ada isian cita-cita.” Nduk. semoga kamu mendapat jodoh yang sholeh dan sepadan denganmu. orang akan menanggung malu teramat besar jika upaya bunuh dirinya ternyata tidak berhasil. namun hal itu sekedar ingin memberikan gambaran bahwa untuk hal paling hina pun orang berusaha maksimal untuk merealisasikannya. Ibu saya menjawab kalem. beliau tetap ke sawah. ibu tak harus jauh-jauh ke Jakarta. Rencanakan Apa Yang Hendak Dikerjakan. Beliau tetap aktivis sosial yang baik. dan . saat permasalahan itu merundung. semoga jodohmu orang dekat sini saja. Mungkin terlalu ekstrim jika yang diambil contoh adalah soal bunuh diri. Gosip dan goncangan yang menerpa tak membuatnya berubah. karena bahkan seorang yang berencana bunuh diripun tak ingin mengalami kegagalan. karena ibu pasti mabok kalau naik bis atau mobil”. meskip pengetahuan agama Ibu minim. agar kalau ibu pengin menengok kalian. Duh. (@az. yang penolong. ”Lho. ibu yang realistis dong. Bahkan. ketika dua anaknya sudah tak lagi membutuhkan biaya. saya kembali mengisinya dengan mantap: Menjadi Ibu. kuncinya adalah rencana yang matang dan usaha yang maksimal untuk menjalankan semua yang telah terencana itu. meskipun seharusnya ia bersyukur. langkah ini biasa dikenal dengan. menjalankan warung. wanita karier yang kuat. Saya kan sudah tujuh tahun tinggal di Jakarta. Dan yang paling berkesan. jodoh itu khan urusan Allah. ibu saya berkata. kado hari Ibu untuk para wanita nan tegar penuh cinta) Azimah Rahayu (azi_75@yahoo. Kini. Ibu. Dalam prinsip manajemen. Apapun.

dan semangat. kebahagiaan. itulah yang harus Anda ciptakan untuk bisa memulai segalanya lebih lancar sehingga kesuksesan seolah sudah digenggaman Anda. tersenyum menunjukkan penerimaan yang tulus dan menyebabkan orang lain tahu bahwa Anda mau menerima dia dengan tulus. apabila kesan pertama seseorang terhadap Anda baik. Akibatnya. Semangat sangat penting untuk menciptakan kesan yang baik karena semangat itu dapat menular kepada orang lain. ada sesuatu yang disebut pengaruh pertama. Anda menciptakan citra orang tersebut sebagaimana ketika mula-mula Anda bertemu dengannya dan Anda melihat perilakunya pada masa-masa selanjutnya melalui citra ini. karena Rasulullah pun memberikan nilai sedekah untuk setiap senyum yang kita berikan kepada saudara kita. Ya. kesan pertama kita terhadap seseorang sangat penting karena segala sesuatu yang kita lihat dan kita dengar selanjutnya disaring melalui pendapat kita yang pertama. Mengapa senyum? Jangan pernah pernah menganggap sepele tersenyum. Tentu saja tersenyum menimbulkan kebahagiaan sehingga akan mempertemukan kita kepada orang-orang yang bahagia karena kita melihat mereka dengan cara yang positif. jika keluar dari prinsip tersebut. hubungan interpersonal atau apapun yang menjadi obsesinya ternyata ada pada lima detik pertama setiap langkah awalnya. entah itu berkenaan dengan karir. Selain itu. Dan tersenyum. senyum mampu menciptakan empat hal yang luar biasa: Menimbulkan rasa percaya diri. yakni sebuah proses dimana kesan pertama kita terhadap orang lain menyebabkan kita menilai perilaku berikutnya atas dasar kesan pertama kita. maka dia akan cenderung lebih baik dalam menilai anda pada masa-masa selanjutnya. David J Lieberman dalam sebuah buku laris yang berjudul. Berkenaan dengan kesan pertama ini. tersenyum menandakan penerimaan yang tulus. jelas cara yang paling ampuh untuk menciptakan kesan pertama yang mengagumkan. Ini artinya. bisa jadi satu keniscayaan bahwa kegagalan segera menghampiri Anda. Anda tentu masih ingat pesan sebuah iklan produk parfum pria yang pernah ditayangkan di TV yang berbunyi. Pada akhirnya.Kerjakan Apa yang Sudah Direncanakan. satu hal yang sangat mudah dan praktis untuk dilakukan: Tersenyum. kesan pertama. selanjutnya terserah Anda …”. Get Anyone To Do Anything menyebutkan. “Kesan pertama begitu menggoda. Namun. Jadi. Lima detik begitu menentukan? Tepat! Karena yang harus Anda lakukan pada lima detik pertama itu adalah kunci sukses nomor satu yang tidak boleh dilewatkan. Orang yang tersenyum dianggap sebagai orang yang penuh percaya diri karena ketika kita sedang grogi atau tidak yakin dengan diri kita atau sekitar kita. Dengan tersenyum menunjukkan bahwa Anda menyenangi tempat dimana Anda berada dan senang bertemu dengan orang yang Anda temui sehingga pada gilirannya dia akan semakin tertarik untuk bertemu Anda. tahukah Anda apa yang paling menentukan dari semua proses awal menuju kesuksesan ketika hendak memulai satu upaya merealisasikan semua rencana? Rahasia sukses seseorang dalam meraih semua impiannya. kita cenderung untuk tidak tersenyum. Dan yang lebih penting. Artinya. . taktik nomor satu untuk menciptakan kesan pertama yang luar biasa tetapi mudah dilakukan adalah: Tersenyum.

Saat ini bahkan sudah dibuat robot yang mempunyai kemampuan untuk menambah pengetahuannya sendiri. alat indera itu secara fungsionalitas memiliki kesamaan dengan yang dimiliki manusia. karena memang itulah sifat dari emosi. Dengan AI. robot akan selalu mengikuti perintah yang membuatnya. sebagai respon atas suatu kejadian. Alhamdulillah. kita bisa saja istirahat dari segala aktivitas kita. Mereka memiliki mata. Sebagai ingatan. kapanpun. saat interview. dimana robot akan mempunyai kemampuan untuk beremosi. kecerdasan yang ada pada diri kita bukanlah buatan tapi merupakan kecerdasan yang sebenar-benarnya. Secara sepintas memang robot itu seperti manusia. sang Maha pencipta. Kita bukan robot yang selalu menjalankan tugastugas yang rutin. telinga. misalnya mengendalikan reaktor nuklir. robot itu seakan-akan mempunyai kemampuan berpikir sendiri. Robot bisa diberdayagunakan di pabrik mobil untuk merakit komponen. Itu semua telah diberikan oleh Allah. Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Jangan Jadi Robot! Publikasi 17/12/2002 08:45 WIB eramuslim . jadikan senyum sebagai modal utama Anda. jangan pernah sia-siakan momentum awal (detik-detik pertama) untuk tidak menjadikannya sebaik mungkin. dengan demikian akan menciptakan kesan yang sangat baik. pengetahuan robot itu bisa saja melebihi manusia yang membuatnya dan merespon berdasarkan emosi.Mungkin kita sering melihat film fiksi ilmiah dimana terdapat makhluk yang menyerupai manusia tapi bukan manusia. Tidak seperti robot. Lakukanlah dengan segera dan senyum akan menjelaskan banyak hal tentang diri Anda: Semuanya Positif. wawancara dan lain sebagainya. sedang apapun ketika Anda tengah berinteraksi dengan orang lain. Sebagai hasil kreasi manusia. Robot itu juga bisa digunakan untuk mengoperasikan tugas-tugas tertentu yang beresiko tinggi. Tidak seperti robot. bersama siapapun. Bahkan kini sudah ada emosi buatan disebut artificial emotion. Sampai mungkin suatu saat kita bisa melihat robot bisa dijadikan sebagai angkatan bersenjata sebagaimana kita lihat di film-film fiksi ilmiah. Tujuannya adalah bagaimana agar hidup ini dapat lebih dipermudah dengan mendelegasikan pekerjaan yang rutin maupun pekerjaan yang seharusnya tidak dikerjakan manusia. dan berbagai indera lain sama halnya seperti manusia. mulut. . Sehingga pada suatu saat. Senyum bisa menjadi senjata yang paling ampuh dalam berbagai kondisi. emosi yang ada pada diri kita juga merupakan emosi yang memang tidak bisa ditebak keadaannya. yang lebih dikenal dengan robot manusia.Dimanapun. Itulah sebabnya mengapa tersenyum itu sangat penting. kita adalah manusia. Inilah yang disebut sebagai Artificial Intelligence (AI). Dimana walupun secara fisik berbeda. Robot itu merupakan salah satu kreasi manusia. Sampai pada tahap tertentu nantinya bisa saja robot akan mengatakan 'tidak' terhadap manusia pembuatnya. karena percakapan dan hubungan Anda selanjutnya akan disaring melalui momentum awal ini. seperti hubungan interpersonal dan interelasi. Tidak seperti robot.

Beruntung bagi kita manusia yang diberikan sisi lain yang tidak mungkin ada pada robot. sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Allah. Padahal sekali saja berdusta. "Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun. aku tidak tahu. Seandainya masih beredar orang-orang yang tak hentinya berlaku sombong." (Quran Surat At-Tin 1-4). sudah sedemikian lelahnya kita berpikir untuk mencari segudang alasan baru untuk dusta berikutnya. Sampai-sampai kita merasa orang yang paling pintar di dunia ini dan berlaku sombong. dan sekuat apa tubuhnya kelak menanggung akibat dari . pencipta kita sendiri.or. sebesar apa dirinya sehingga sangat lancang menantang kebesaran Tuhannya. yaitu sisi spiritual. dan demi kota (Mekah) ini yang aman. Selain itu terkadang kecerdasan yang ada pada diri kita ini digunakan untuk berpikir dan menghimpun pengetahuan yang tidak membuat kita semakin mendekatkan diri kepada Allah.Walaupun demikian. menghina. Sebagaimana firman Allah: "Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Allah. dan demi bukit Sinai. Dharmawan (zulfikar@ukhuwah.id) Lelah … Publikasi 16/12/2002 07:33 WIB eramuslim . ingatlah selalu kepada Allah dengan dzikir dan bersyukur kepada-Nya agar kita bisa menjadi manusia yang sebenarnya. Karenanya jika kita tidak ingin dikatakan sebagai robot. terbuat dari apakah lidah mereka sehingga teramat hebat merangkai kata-kata indah menutupi kebenaran. sama halnya seperti robot. Bersyukurlah kita yang tetap menjaga sisi spiritual kita. Sisi spiritual itulah yang memungkinkan kita untuk selalu mengingatNya. sekuat apa penciuman dan mulutnya karena pada saat itu ia seperti tengaha memakan bangkai saudaranya sendiri. aku tidak mengerti. meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)" (Quran Surat Al-Kahfi:109).Kalau ada orang-orang yang masih terus menerus berdusta. karena inilah yang membedakan kita dengan robot-robot. sudah sebegitu kelunya lidah ini terpaksa menari mengikuti irama gendang kepalsuan yang tak hentinya bertabuh. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaikbaiknya. aku tak habis pikir. Padahal kecerdasan yang kita miliki hanyalah bagian kecil saja dari seluruh ilmu Allah. Jika masih ada sebagian orang yang saling mencaci. angkuh dan takabbur. Wallaahu'alam bishshawab Zulfikar S. Kita justru akan mengatakan 'tidak' kepada Allah. Dalam kehidupan sehari-hari kita terjebak dalam keadaan yang memaksa kita berperilaku seperti robot. menyembunyikan hakikat mengedepankan kepalsuan. berprasangka buruk dan menjelek-jelekkan saudaranya. tetapi justru semakin menjauhkan kita dari Allah. menggunjing.

lelah rasanya terus menerus berbuat dosa. Walaupun hanya segelas air. Namun. sudah pasti kilatan cambuk Allah di akhirat nanti bukan sekedar mematikan. Dalam keadaan ingin marah. tidak terlalu sulit untuk dimengerti. kita lepas lapar . Lelah menahan hentakan demi hentakkan yang bergemuruh di dalam dada ini setiap kali aku melakukan perbuatan maksiat. ketika beban kerja begitu menekan. Astaghfirullaah … (Bayu Gautama) 11 Bulan Pembuktian Paska Ramadhan Publikasi 11/12/2002 09:31 WIB eramuslim .kesombongannya. Dan jika itu tidak dilakukannya. Dilanjutkan di siang hari. sungguh aku semakin bingung dibuatnya. Di tengah terik panas matahari. Begitu tiba saatnya berbuka. Dan lelah untuk terus memikirkan ancaman dan hukuman macam apa yang diberikan Allah kelak di hari pembalasan. Sehingga amarah menjadi reda kembali. kita tetap bersabar untuk menahan haus. apakah ia selalu berpikir bahwa semua itu diperolehnya murni dari hasil jerih payahnya? Tak pernahkah ia tahu bahwa semua yang ada padanya itu adalah atas kehendak Allah Sang Pemberi Rizki? Yang seandainya Dia berkehendak. Sahur kita lakukan untuk mempersiapkan diri sebelum berpuasa sepanjang hari nantinya. karena akupun pernah mengalaminya. dengan sangat mudah pula Dia mengambil darinya? Mungkin saja masih ada segelintir makhluk Allah bernama manusia yang tak bosannya berzina. suka-duka. ini yang sangat mudah aku pahami. fakir miskin dan orang-orang lemah. Padahal semestinya ia tahu. Demikian pula. sekuat tubuh orang-orang itu menerima adzab Allah yang tak pernah berhenti.Apa yang bisa kita ambil dari ibadah selama bulan Ramadhan? Banyak likaliku. sungguh aku tidak akan pernah memahami. kesombongan adalah mutlak miliki Allah semata. aku semakin heran. itupun sudah cukup. tetapi menghancurkan tubuh kecil tak berarti ini. setebal apa kulit mereka menahan api neraka Allah. jika saja ada sebagian kecil dari orang-orang diatas yang berhenti melakukan semua yang dilarang Rabb-nya. Tidak lupa kita senantiasa menjaga pandangan dari hal yang menjurus maksiat dan sia-sia. maupun pengalaman mengesankan dalam menjalankan roda kehidupan di kala bulan Ramadhan. Padahal seratus kali ayunan cambuk atau lemparan batu hingga mati bisa jadi satu-satunya alasan Allah untuk memberikan ampunan atas perbuatannya. pada saat dimana pada umumnya manusia masih terlelap. Aku sangat tahu betul. kita memulai aktivitas Ramadhan dengan bersahur. bangga dengan dosadosanya. sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah. Lalu kenapa masih ada yang berani meski sekedar mendekatinya? Umpamanya masih hidup orang-orang yang gemar berbuat maksiat. Dimulai dari dini hari. sementara bertebaran di seluruh penjuru bumi Allah ini anak-anak yatim piatu. Sekiranya tetap hidup manusia-manusia yang enggan menyisihkan sebagian harta yang dimilikinya. kita langsung ingat bahwa kita sedang berpuasa. di kala kita sedang beraktivitas.

kita dapat beraktivitas sebaik di bulan Ramadhan. Betapa kita akan menjadi orang yang beruntung. Hal ini merupakan kontrol yang efektif bagi manusia. sampai berbuka. pelajaran yang bisa kita ambil adalah bahwa dalam hidup kita dituntut untuk senantiasa sederhana. kita akan selalu mengendalikan diri. karena setiap hari lebih baik dari hari yang kemarin. Bulan ini menjadi lebih baik dari yang kemarin. karena merasa ada yang mengawasi yaitu Allah. Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan kemarin. Setelah melakukan semua rangkaian aktivitas itu. sebagaimana kita lakukan di siang hari kala berpuasa. Di dalam hidup ini. kita dituntut untuk selalu mematuhi waktu itu. Akan sangat beruntunglah kita yang dapat tetap menjaga ibadah maupun ritme kehidupan seperti di kala Ramadhan dalam sebelas bulan mendatang sampai bertemu Ramadhan yang akan datang. Demikian seterusnya selama satu bulan penuh. insya Allah banyak pelajaran yang bisa diambil.dan dahaga. sebagaimana tercermin dari sahur. kita tetap dianjurkan untuk memakan makanan yang sederhana terlebih dahulu. Kalau kita mau memikirkan hikmah di balik aktivitas selama Ramadhan. Kita pun dituntut untuk bekerja dengan efektif. dan insya Allah bulan yang akan datang lebih baik dari bulan ini. Dengan demikian insya Allah kita akan menjadi manusia berhasil dunia dan akhirat.or.id) Wajah Kemusliman Kita Publikasi 10/12/2002 09:44 WIB . Wallahu'a'lam bishshawab (Zulfikar/zulfikar@ukhuwah. Karena tanpa perlu disuruh atasan. dan demikian pula insya Allah Ramadhan yang akan datang kita persiapkan agar lebih baik dari Ramadhan kali ini. memberikan pelatihan kepada kita selama Ramadhan ini untuk bisa menjadi manusia yang dapat mengatur hidupnya menjadi lebih baik. Karena sesungguhnya hal itu bisa kita lakukan tidak hanya di bulan Ramadhan. Aktivitas kita diakhiri dengan melakukan ibadah shalat malam. apakah Ramadhan kita berhasil atau tidak. yaitu menjauhi perbuatan sia-sia dan maksiat. Ibadah Ramadhan kita dikatakan berhasil. Apakah berhasil pelatihan yang Allah berikan ini? Pelatihan di bulan Ramadhan akan berhasil jika kita bisa mengimplikasikannya dalam bulan-bulan selain Ramadhan. Bagaimana kita akan menjadi manusia yang sukses jika kita tidak mengawali dengan persiapan yang baik. Demikian pula di saat berbuka. demikianlah adanya dimulai dengan berikhtiar semaksimal mungkin dan harus selalu dibarengi dengan tawakkal hanya kepada Allah. Dalam memulai beraktivitas kita dianjurkan untuk selalu mempersiapkan diri. jika di sebelas bulan ke depan. Rasulullah menganjurkan menyegerakan berbuka dan dengan makananmakanan yang ringan seperti korma. Betapa murahhatinya Allah. Satu hal lagi yang tidak kalah penting adalah manajemen waktu yang begitu terjaga di kala Ramadhan. Justru cobaan akan terjadi di sebelas bulan mendatang. berpuasa di siang hari. kita diminta untuk mengembalikan semua itu kepada Allah saat melakukan shalat malam. insya Allah. Walaupun kita dapat mengumbar nafsu untuk menyantap hidangan semaunya. Mulai dari sahur.

kebesaran Allah SWT jua yang diserukan. Tuhan seru sekalian alam yang terkumpul pada-Nya segala puji.eramuslim . Namun tak berarti itu dijadikan alasan atau suatu yang dimaklumkan untuk dilakukan berulangulang. Siapa pula yang sanggup menggambarkan perasaan damai dalam suasana gelombang takbir tak berkesudahan di malam menjelang fajar 1 Syawal. dengan tetap menjaga . Begitu usai ibadah Ramadhan.Siapa yang sanggup menahan rasa sedih yang mendalam ketika perlahanlahan senja terakhir Ramadhan berlalu dan terbenam. Bagi seorang muslim. atau antar sesama karyawan itu sendiri. penyantun dan anti membuat kerusakan dimanapun ia berada. Nuansa Idul Fitri seakan memagari kita untuk hidup dalam manisnya ukhuwah islamiyah yang hangat dan saling menyayangi. Sedih karena berpisah dengan bulan mulia penuh berkah dan ampunan. Tugas untuk menjadi rahmat bagi lingkungan dengan kebenaran dan keindahan nilai-nilai Islam. Alangkah indah jika negeri kita bertabur barokah dari Ramadhan dan Idul Fitri seperti ini. Salah dan khilaf memang hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. dendam dan bibit-bibit permusuhan. Pada saat-saat itu terlebur semua rasa benci. Termasuk juga kesanggupan untuk melakukan ibadah puasa. Jiwanya akan semakin lembut dan sensitif terhadap nilai-nilai ketauhidan yang berdimensi ridho Illahi. Ia pantulkan kembali Kemahapengasihan Allah dalam sikap yang santun dan penyayang kepada mahluk Allah lainnya. ataupun sesama rakyat semata-mata. Dan pantulan dari peningkatan kualitas keimanan itu semestinya akan tercermin dari semakin indahnya ahlak dan perilaku selepas Ramadhan. Alangkah bijaksana jika seorang muslim bisa mengkaji diri dari pahitnya kesalahan. Apalagi kalau sampai menyakiti dan merugikan banyak orang. Hatinya semakin sadar akan beratnya beban amanat yang dipanggul sebagai khalifah Allah di muka bumi. Dengan penuh kesadaran diri. baik vertikal maupun horizontal. Demikian halnya dengan hubungan sosial lainnya. Ada getaran perasaan luar biasa yang tak terlukiskan di saat-saat itu. Baik antara seorang pimpinan dengan seluruh bawahannya. Bahagia karena akan bertemu dengan hari yang dijanjikan oleh Allah sebagai hari kemenangan dan kembali kepada kefitrian. Kehambaan sebagai mahluk diserukan dalam kumandang pentakbiran akan Kemahabesaran Allah. Baik seorang pemimpin dengan rakyatnya. hubungan dengan Allah akan diperbaiki dan dijaga keeratannya selama sebulan penuh menunaikan ibadah puasa. bahwasannya apapun saja yang dilakukan hanyalah berkat perkenan dan pertolongan dari Allah semata. Seluruh aktivitas kesehariannya sebagai seorang muslim tentu akan lebih bermakna baik dalam interaksi dengan keluarga maupun dengan lingkungan di sekitarnya. Dan akan semakin kokoh lah sosok muslim yang penyayang.

Tidak pula suatu kemanjaan yang berlebihan kalau seorang anak terisak-isak dipelukan ibundanya.Ramadhan tak lama lagi akan meninggalkan kita. Karena setiap diri tentu tak ingin timbangan amal baiknya tereduksi dihari pembalasan nanti. berpakaian. uang. Adalah sebuah kebesaran pribadi ketika seorang pemimpin yang selalu teringat akan besarnya salah dan kekeliruan yang diperbuatnya. Laitul Qadar tak menyapa kita untuk bermunajat kepada Sang Pencipta siang dan malam.kedekatan dengan Allah SWT dan semangat perbaikan diri untuk berupaya sekuat mungkin tidak mengulanginya. bicara. harta dan semacamnya kecuali hanya kepada Allah Swt saja. pangkat. Yakni. status sosial. meniru akhlak Tuhan. berbuat sesuatu tanpa pamrih. Memang rugi dan sangat rugi bagi mereka yang berpuasa tapi tak merubah niat dan tata cara hidupnya untuk menuju keridhaan Tuhan. Pada momen-momen seperti ini. Nihil sama sekali nilai Ramadlan kita kali ini jika cara berpikir. lantaran kesalahan yang belum termaafkan. Kita pun masih sibuk dengan urusan-urusan yang tak pernah menjanjikan apa pun di bulan Ramadhan. yang ada hanya pengharapan akan kebersihan batin dari dosadosa kemanusiaan dengan orang-orang yang dimintakan pemaafannya.de Adakah Ramadhan Menyapa Kita Lagi Tahun Depan? Publikasi 04/12/2002 15:22 WIB eramuslim . Tak terasa bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah itu berlalu. Kemuliaan orang alim dan ulama justru bersinar ketika ia dengan harap cemas memohon ketulusan maaf dari orang awam yang dibimbingnya. Setiap jiwa yang berhati-hati tentu tidak pernah merasa aman sebelum dosa dan salahnya terampuni. dari mulai jabatan. Bukan suatu kecengengan kalau kemudian mata seorang suami berkaca-kaca dihadapan istrinya. tidur. bekerja dan sebagainya masih menimbun rasa duka dan derita bagi orang lain. Kita harus berani meninggalkan cara dan gaya hidup setan itu agar kita betu-betul menjadi hamba yang pandai bersyukur. Kita masih lalai dengan amal-amal mulia yang sesungguhnya di bulan suci itu. Dan tak lama lagi pula malam penuh kemuliaan dan keindahan bersama Tuhan. lantas karena itu semua ia menangis begitu dijabat erat oleh para bawahan. makan. Boleh jadi kegigihan baca Al-Qur’an kita pun berubah jadi kemalasan dengan berubahnya bulan! Sementara itu. Keteladanan seorang pemimpin akan cemerlang ketika ia justru menghampiri rakyat dan memohon keikhlasan dari akibat kepemimpinannya. Hidupnya tidak bergantung kepada sesuatu apa pun. deni mukhyidin mukhyidin@yahoo. kita yang ditinggalkan tak sadar bahwa sikap dan perilaku kita di bulan Ramadhan itu tak jauh beda dengan di bulan-bulan lainnya. . bergaul. berpolitik.

Dengan sepenuh kesadaran diri kita tentu berusaha menghindarinya. Bukankah semua ibadah dalam Islam untuk mengagungkan Rabb Pencipta Alam Semesta ini? “Wa litukabbiru Allah ‘ala maa hadaakum wa la’allakum tasykuruun” (Dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas pentujuk-Nya. Sungguh momentum Ramadhan menjadi suatu dorongan luar biasa untuk beramal ibadah lebih dari hari-hari biasanya. Jika kita gagal mengisi Ramadlan. Marah dan dengki akan pula diredam dengan sepenuh kebijaksanaan. mungkin punya kesempatan lebih banyak untuk membaca al-quran atau mengikuti pengajian. (Udien Al-Farry) Berpuasa Dikala Berbuka Publikasi 04/12/2002 14:14 WIB eramuslim . Karena itu tak heran bila banyak dari mereka yang menyengajakan diri untuk mandi di siang hari atau tidur demi menjaga puasa mereka. hari yang terik dan panas menyengat tentu menjadi ujian tersendiri. Kita berharap kepada-Nya mudah-mudahan di tahun mendatang Ramadlan masih menyapa kita dengan keteduhan dan kedamaian.Banyak orang susah payah berusaha menyelamatkan ibadah puasanya. Puasa juga menjadi penge-rem yang canggih untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tercela. Al-Baqarah : 185). Apalagi hal-hal yang membatalkan puasa. Boleh jadi pula Ramadhan di tahun depan terus terlewatkan begitu saja tanpa sebuah pemaknaan dan harapan. Bagi mereka yang sudah optimal dengan khusyu’ dan ikhlas mendayagunakan energi. Menggunjing dan memperkatakan orang dengan serta merta akan ditinggalkan. Kita gembira saat Ramadlan datang dan kita juga gembira di saat ajal datang menjemput badan. Jika kita gagal dalam hal itu semua berarti kita juga gagal dalam mengagungkan Allah Swt. yakni. . Karena. Sedang bagi mereka yang beraktivitas tanpa banyak mengandalkan kekuatan fisik. Bagi mereka yang bekerja keras dengan mengandalkan kekuatan fisik. QS. Amien. bekerja dalam kantor atau ruangan yang sejuk. dan harta di bulan Ramadlan maka mereka juga harus meramadlankan hidupnya di bulan-bulan lain hingga kematian datang seperti datangnya Ramadlan. kehidupan di bulan Ramadlan itu cara hidup yang sesungguhnya. perasaan. bagi seorang Muslim. berarti langkah kita di bulan-bulan selanjutnya pun akan mengalami kesulitan dan kemalasan untuk mengisi keindahan dan kemuliaan dalam kehidupan . bermakrifatullah (mengenal Allah Swt) lalu ikhlas kepada-Nya. Dan kegagalan kita memperoleh petunjuk adalah karena kegagalan kita dalam beramadlan.Sesungguhnya kegagalan kita menjadi orang yang pandai bersyukur adalah karena kegagalan kita menjadi orang yang memperoleh petunjuk-Nya. supaya kalian menjadi orang yang pandai bersyukur. Dan di bulan itu pula cara beriman kita yang seharusnya.

Dengan lemah dan letih kita dididik untuk menyadari kelemahan diri. Allah menciptakan manusia dengan kemampuan biologis yang serupa. Keinginan akan makan, rasa lapar dan haus, sakit, derita atau bahagia, semua orang akan merasakan hal yang sama, tak terbatas oleh banyaknya kepemilikan harta ataupun perbedaan bangsa yang berlainan rupa. Kondisi demikian menjadikan kita di sepanjang siang bulan Ramadhan sebagai hamba yang lebih berbakti, lebih rajin dan lebih menghayati hakekat penciptaan diri sebagai mahluk. Begitu maghrib menjelang, tibalah saatnya waktu berbuka puasa. Kegiatan-kegiatan yang sepanjang siang tidak diperkenankan, kini diperbolehkan kembali. Pada saat-saat inilah justru kita sering berbuat diluar kontrol. Demi melihat deretan makanan yang lezat terhidang, demi melihat aneka minuman yang menggiurkan, tak terkendali lagi tangan dan mulut kita untuk menghabiskannya. Tak peduli akan isyarat perut akan kelebihan beban yang ditampungnya. Demikian pula kegiatan tak terpuji lainnya, menggunjing sembari makan, marah yang diumbar sembarangan, bahkan mengerjakan sesuatu yang diharamkan. Yang muncul dalam benak kita pertama kali adalah pemuasan akan keinginan yang sedari pagi tertahankan. Atau pula merasakan kelonggaran untuk kembali melakukan hal-hal yang santai dan sia-sia. Perjuangan kita sepanjang siang menjadi tak berbekas setelah maghrib tiba. Kita amat bersungguh-sungguh dikala pembatasan melingkupi seputar panca indera dan hati kita. Namun prestasi puasa kita merosot tajam disaat semuanya diperkenankan. Itulah pula mungkin gambaran realisasi puasa pada diri dan keseharian kita. Disaat kita dihimpit oleh berbagai aturan, kebijakan pimpinan, atau sempitnya ruang gerak yang diberikan, kita menjadi manusia yang bersungguh-sungguh. Berdaya upaya dengan sekuat tenaga, hati pun sedemikian bersih dan selalu bermunajat kepada Allah akan terkabulnya cita-cita. Diwaktu kita tertindas oleh kekuasaan orang lain yang memenjara ruang gerak dan peran sosial kemsyarakatan, kita sanggup menjadi pejuang kemerdekaan hati nurani dan demokrasi. Namun setelah kesempatan dianugerahkan, sesudah jalan dilapangkan, dikala kekuasaan tergenggam, kita malah menjadi pelopor pemborosan dan kemubaziran. Nafsu kita untuk berbuat apa saja menjadi sedemikian tak terkendali. Sampai pula pada hal-hal yang merendahkan nilai-nilai moral dan etika. Puasa kita hanyalah pelaksanaan ibadah semata di bulan Ramadhan. Tak berefek pada peningkatan kualitas iman dalam berbagai aktivitas keseharian kita. Jika kondisi ini menjadi hal yang biasa dan dilakukan tanpa rasa berdosa, maka bukan tak mungkin kalau kebangkrutan sudah menunggu kita di penghujungnya. Semoga Allah menganugerahkan ruh puasa dalam jiwa kita. Sehingga akan membekas dalam perjalanan hidup kita ke depan, di hari-hari setelah Ramadhan. Hari-hari dimana kita lebih banyak berbuka terhadap berbagai aktivitas selayaknya Ramadhan. Mudahmudahan hidup kita akan lebih bermakna dan berkualitas karenanya, didepan Tuhan dan dalam sejarah perjalanan kemanusiaan kita. Wallahu 'a'lam bishshowab (Deni mukhyidin/mukhyidin@yahoo.de)

Hidup Di Bawah Naungan Tauhid
Publikasi 04/12/2002 11:34 WIB eramuslim - Sering orang bertanya, “Apakah Allah itu ada?” ”Dimana Allah?” Keberadaan Allah hanya bisa kita akui bila kita memiliki landasan tauhid yang benar. Allah memang tidak menampakkan wujudnya, tapi Allah dengan segala sifatnya dapat kita rasakan keberadaan-Nya. Kejelasan tauhid akan tergambar dari kalimat syahadat yang kita ucapkan. Dari kalimat ini akan terjalin hubungan yang harmonis, penuh kecintaan kepada Allah. Kecintaan kepada Allah akan melahirkan pengorbanan kepadaNya untuk berjuang di jalan-Nya, melaksanakan segala perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya. Zat Allah lebih besar dari apa yang kita perkirakan. Manusia tidak akan sanggup memikirkan zat Allah. Allah berfirman, “katakanlah Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS.112:1-2) “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dia-lah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS.6:103) Tauhid yang murni hanya akan tercapai bila kita mengenal hakekat penciptaan kita, begitu juga dengan zat yang menciptakan kita. Betapa indah hidup di bawah naungan kasih sayang dan belain Allah. Namun banyak diantara kita sulit untuk memurnikan tauhidnya, karena selain tidak kenal dengan Allah, mereka masih menyekutukan Allah dengan tandingan-tandingan yang lain. Tak kenal maka tak sayang, begitu orang mengatakan. Tidak kita akan pernah tahu siapa Einstein jika kita belajar ilmu Fisika, kita tidak akan mengenal Jendral Sudirman jika kita tak belajar sejarah, kita juga tidak akan mungkin kenal Ronaldo kalau kita tidak mengenal sepak bola. Begitu juga dengan Allah. Bagaimana mungkin kita akan merasakan keindahan bertauhid kepadanya jika “kreasi” Allah tidak pernah kita baca dan pikirkan. Kita bisa lihat kreasi Allah denga kasat mata. Tidak perlu ke gunung, lembah atau pantai. Pandangi saja diri kita. Renungkan mata yang elok ini, subhanallah kenapa mata yang berdiameter kecil ini bisa mengantarkan kita melihat indahnya dunia, alangkah meruginya manusia jika mata ini buta. Hidung yang sempurna bertengger di wajah mampu menghirup udara segar, tanpa indra kecil itu tentulah kita tidak bisa bernafas. Subahanallah, mampukah kita membuat penggantinya, bila salah satu indera kita itu tidak berfungsi? Secara tekstual, kreasi Allah itu adalah Al-Quran. Ialah pedoman hidup yang banyak ditinggalkan kaum muslimin sekarang ini, akibatnya banyak kaum muslimn yang kehilangan arah. Padahal Sayyid Qurb dalam tafsir fi-zilalnya yang puitis dan romantis itu mengatakan, “Hidup di bawah naungan Al-Quran merupakan suatu kenikmatan.

Kenikmatan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah mereguknya. Kenikmatan yang mengangkat, memberkati dan mensucikan umur kehidupan…” Jadi, kembalilah kepada Al-Quran. Jadikan ia sebagai pegangan utama kita, bacaan pertama yang kita baca sebelum koran terhidang. Petunjuk hidup, jalan keselamatan. Lantunan ayat suci Al-quran saja telah membuat hati tentram, apa lagi hikmah yang terkandung di dalamnya. Wallahu 'a'lam bishshowaab (Yesi Elsandra, Untuk orangorang yang telah menunjukkan jalan terang)

Sekedar Contoh
Publikasi 29/11/2002 08:45 WIB eramuslim - Kalaulah kita mau belajar, manusia yang hidup pada zaman ini bisa mendapatkan berbagai contoh hidup manusia sebelumnya. Predikat dan profesi apapun yang tersematkan pada diri ini, tentu pernah terjadi pada masa sebelumnya. Bahkan tidak sedikit dari deretan nama-nama pelaku sejarah kehidupan manusia itu tercantum dalam kitab Allah, Al Qur’an. Tentu dengan maksud yang satu, hikmah bagi yang sekarang menjalani hidup agar tidak mengulangi kesalahan manusia-manusia terdahulu sesuai dengan salah satu fungsi Al Qur’an itu sendiri, yakni sebagai petunjuk (huda) bagi mereka yang hidup, karena sesudah mati nanti yang harus dilakukan manusia hanyalah mempertanggungjawabkan setiap inci perjalanan hidup yang pernah dilaluinya. Dari daftar nama pelaku sejarah pada masa lalu itu, kita bisa temukan dua tipe manusia, yang pertama adalah mereka yang ingkar kepada Allah dan sebagai akibatnya kecelakaan dan laknat Allah adalah balasan yang paling setimpal buat mereka. Sedangkan yang kedua, hamba-hamba Allah yang taat, beriman dan takut akan adzab Allah sehingga mereka tak henti-hentinya berupaya mendekatkan diri kepada Rabb-nya seraya berharap ridho dan cinta Allah yang menjadi tujuan hidupnya. Allah pernah menghidupkan Fir’aun, Raja Namruj, Raja Abraha, Raja Jalut yang bertindak diluar kapasitasnya sebagai makhluk ciptaan Allah. Sombong, zhalim, serta serakah adalah beberapa diantara karakter yang seharusnya tidak berlaku bagi manusia, karena itu sudah diluar kapasitas yang seharusnya dilakukan. Sesungguhnya, Allah telah memberikan batasan-batasan mana yang pantas, baik dan sepatutnya (boleh) dilakukan dan mana yang tidak. Sehingga ketika ada orang-orang yang melakukannya melebihi kapasitas yang diberikan, melanggar batas-batas yang sudah digariskan, maka Allah menghukumnya sebagaimana hukuman kepada orang-orang yang berlebih-lebihan. Karena itulah, Allah juga menghidupkan seorang manusia agung bernama Sulaiman, yang kekayaannya tak mampu lagi dihitung, kemasyhurannya yang tak tertandingi, namun tetap takut dan berharap perlindungan Tuhannya dari sikap sombong dan zhalim. Sikap rendah hati dan penyayang yang ditunjukannya, berbuah ketaatan dari semua bala tentara yang dimilikinya. Selain shalih dan taat kepada Tuhannya, Sulaiman juga terkenal dermawan, murah hati dan menghormati hak makhluk lain.

Hamman, seorang ilmuan dengan kemampuan teknologinya yang hebat. Namun ketinggian ilmunya itu tidak membuatnya sadar bahwa segala ilmu yang didapatnya adalah atas kehendak Sang Maha Pemberi Ilmu. Dan ia tetap ingkar kepada Allah. Namun Allah juga menghidupkan seorang Yusuf yang menjadikan ilmunya semata untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Begitu pula dengan Nuh dan Daud, hamba-hamba Allah yang meraih kemuliaan Allah karena ketaqwaan dan kelebihan ilmu yang dimilikinya. Kemudian ada Qarun, seorang kaya raya yang hidup pada zaman Fir’aun. Kunci-kunci gudang hartanya harus dibawa oleh unta-unta yang berbaris, sebagai kiasan betapa berlimpahnya harta kekayaan yang dimiliki Qarun. Namun ternyata, semua harta dunia itu semakin menjauhkan dirinya dari Yang Maha Kaya, Qarun pun ingkar dan Allah menenggelamkan manusia yang tak pernah bersyukur itu bersama dengan seluruh hartanya. Maka ada hamba-hamba Allah yang juga terkenal kaya raya, namun menjadikan kekayaannya untuk biaya dakwah dan perjuangan menegakkan agama Allah. Dialah Ustman bin Affan yang menginfakkan seribu unta miliknya yang sudah dipenuhi barang-barang dan perbekalan hidup pada saat Rasulullah mengalami masa paceklik penuh kesusahan. Selain Ustman, ada Abdurrahman bin Auf yang juga kaya raya. Seorang pengusaha yang sangat takut jika hartanya itu kelak akan memberatkan pertanggungjawabannya dihadapan Allah, takut jika harta kepunyaannya akan membutakan dan menjauhkannya dari Allah, sehingga tak pernah sedikitpun ia sungkan untuk bersedekah dan menyisihkan harta yang dimilikinya itu untuk membantu fakir miskin. Tentu masih banyak contoh-contoh baik dan buruk yang bisa kita hadirkan, untuk bisa dijadikan pelajaran dalam menjalani kehidupan ini. Adalah suatu kebodohan jika kita tak pernah belajar dari ketaqwaan dan keimanan, kegagalan dan keberhasilan, kecelakaan dan keberuntungan manusia terdahulu, karena sesungguhnya semua itu sudah terekam jelas pada ayat-ayat Allah. Sungguh, Kitab Al Qur’an yang mulia itu lembar-demi lembarnya, ayat demi ayatnya mengandung rekaman peristiwa sejarah perjalanan kehidupan manusia hingga pada akhir zaman ini. Kezhaliman dan kesewenang-wenangan Fir’aun, Namruj, Abraha dan Jalut, juga terjadi pada masa-masa sesudahnya, bahkan hingga kini. Kesombongan ilmuan seperti Hamman juga bisa ditemui pada perjalanan manusia-manusia sesudahnya. Begitu juga keserakahan dan ketamakkan macam Qarun juga dengan mudah hadir dan terpampang di depan mata. Kita ini, seperti halnya manusia-manusia terdahulu, hanyalah pelaku sejarah dalam lembaran-lembaran kehidupan manusia sepanjang hayat. Manusia yang hidup pada saat ini, menjadikan manusia-manusia sebelumnya sebagai pelajaran, kebaikan ataukah keburukan yang diambil. Begitu juga kita, tentu akan dijadikan contoh hidup bagi menusia-manusia setelah kita mati. Masalahnya adalah, apakah mereka menjadikan kita sebagai contoh baik atau buruk, mengambil pelajaran dari kegagalan atau kesuksesan, serta hikmah dari kecelakaan atau keberuntungan. Inilah yang seharusnya kita persiapkan dari sekarang, selama Allah masih memberikan kita kesempatan untuk mengukir prestasi, meningkatkan keimanan sehingga saat mati nanti orang mengenal kita sebagai pribadi yang patut diteladani, dan dibanggakan, setidaknya oleh anak cucu kita.

mungkin tubuh mereka sangat penat setelah seharian bekerja keras menjadi kuli bangunan. walaupun jauh dari kampung halaman. sepanjang sejarah keberadaan manusia di bumi. Ali Imran: 190). Allah telah memberikan peringatan mengenai hal tersebut dengan sangat jelas dalam ayatnya. akankah kita tetap sholat tarawih di perantauan? Salah satu sudut Jakarta. Menaikkan ruh mereka menemui Yang Maha Tinggi. namun ayat-ayat Allah yang tidak tertulis. mungkin mereka rindu pada kenyaman rumah mereka di kampung. Tarawih ditegakkan dengan berjamaah.com) . “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Setiap maghrib. sesungguhnya ruh mereka naik ke langit. mereka tidak jauh dari Allah SWT. akan tetap berkembang seluas langit dan bumi. Sholat berjamaah mereka adalah sebuah pemandangan yang sangat menggetarkan hati. Setiap maghrib.Setelah melewati sebuah hari kerja yang sangat melelahkan. Memasuki Ramadhan. Jauh dari keluarga mereka di kampung halaman. berbekalkan cangkul dan pakaian seadanya. dan tentu tidak akan pernah habis sebelum Allah menghentikan semua proses kehidupan makhluk di dunia. jauh dari keluarga tercinta. sekitar 20 pekerja ‘pulang’ ke teras mereka. Mereka ingin bersih menemui Khaliknya. mereka melepaskan celana kerja mereka yang terkadang kotor berlumuran tanah. malam hari mereka menempati teras/emperan sebuah toko di jantung Cempaka Putih. Mereka juga tampak sangat menjaga kebersihan. masih adakah sisa tenaga kita untuk tarawih di malam Ramadhan ini? Andai kita seorang musafir atau perantau yang jauh dari keluarga. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. Yayasan yang memberikan santunan kepada anak-anak yatim. Karena pada saat mereka bersujud merendah. Saat sholat. Mengumpulkan uang dengan bekerja menjadi kuli lepas. menemui-Nya. sedikit manusia yang mau mengambil pelajaran dari ilmu-ilmu Allah yang berserakan itu. mereka berbuka dan sholat berjamaah di emperan toko. Tapi setiap malam mereka menegakkan tarawih. Hanya saja. Mereka tinggal di bawah jalan tol. Subhanallah. Memasuki Isya. Mereka juga bisa memilih untuk bergerombol tak tentu tujuan. Cangkul dan peralatan kerja ditempatkan di salah satu sudut emperan. tidur. Mereka bisa memilih untuk beristirahat. tepatnya di bawah jalan tol daerah Cempaka Putih adalah rumah bagi para pekerja bangunan (kuli) lepas yang tak mampu untuk menyewa rumah/tempat kost. Bagaimana tidak. Bersinarkan pendar lampu-lampu dari kaki lima di sekitar dan rembulan redup di atas sana. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Mengusung Ruh Dari Emperan Toko Cempaka Putih Publikasi 27/11/2002 07:44 WIB eramuslim . Ayat Allah yang tertulis dalam Kitab Al Qur’an memang masih bisa terhitung dalam bilangan. Beralaskan sajadah usang atau terpal usang di atas tanah.Sungguh. sujud merendah kepada Yang Maha Tinggi. (Dari Yayasan Martabat. Berganti dengan sarung bersih yang mereka bawa. Allah memanggil mereka untuk tarawih. Beratapkan langit Jakarta yang nyaris tanpa bintang. Mereka bersujud. yayasanmartabat@yahoo. Setiap hari menanti pekerjaan yang belum tentu datang.

masih ada tambahan aksesoris dan wewangian yang dipakai untuk menambah kesempurnaan diri.Buruk Muka. Kondisi demikian sangat wajar. Jatuh pasaran lah. Untuk sebagian orang mungkin. Di kendaraan. Rasa cemas biasanya langsung bereaksi ketika sekilas saja mendapatkan sesuatu yang tidak pas pada penampilan kita. jujur saja. baik selain juga ada hasrat untuk dipandang baik. Bahkan tidak jarang. apalagi bila saat itu tengah berada di tempat khalayak ramai. Karena di halaman tamu. suami. mengharap pujian. atau sekedar kesenangan. atau karena teramat sangat papanya bahkan sebuah cermin pun tak dapat dibelinya. berpenampilan cantik dan indah juga untuk menarik perhatian orang lain. hal yang sama kita lakukan. masih muncul perasaan kurang percaya diri sehingga memaksanya untuk kembali lagi ke depan cermin. melenggak-lenggok bolak-balik di seputar cermin hingga semuanya terasa perfect.Kita tentu sering bercermin. Karena jelas. termasuk karena memang ada orang-orang yang terbiasa tampil baik dan menarik. (Jangan) Cermin Dibelah Publikasi 25/11/2002 07:25 WIB eramuslim . karena setiap orang pada dasarnya selalu ingin tampil menarik. performa seseorang juga bisa terlihat dari caranya berpakaian (termasuk keserasian paduan warna). pasti Anda adalah satu dari orang yang tidak membuang kesempatan untuk sekedar menoleh melihat bayangan sendiri disitu. mungkin tak ada orang yang tidak memiliki cermin. kakak. serta menambahkan apapun (juga) yang dapat memperindah. memutar tubuh. sedikit menunduk. toh bisa saja pecahan kaca cukup untuk sekedar melihat bagaimana penampilan hari ini. Tidak jarang bahkan ada yang panik sedemikian rupa. memperhatikan setiap inci dari wajah dan penampilan sebelum keluar rumah. atau istri tentang penampilannya hari ini. harga dirilah. ke kanan ke kiri. Siapa sih yang tidak pernah bercermin? Jika bukan karena tempat tinggalnya yang jauh sangat terpencil sehingga tidak ada penjual cermin yang datang ke tempat itu. bersikap. Atau juga ketika melewati etalaseatalase toko. masih saja bertanya kepada ibu. Apapun alasannya. Kalau memang sekiranya demikian. Tidak cukup dengan itu. Tidak sedikit orang yang memerlukan waktu berjamjam untuk bercermin. menjadikan diri ini berharga di mata orang lain itu sangat lah penting. setiap orang butuh (merasa wajib) bercermin! . membersihkan wajah. barulah ia melangkah keluar kamar. Sudah cukup? Belum. itupun masih ditambah senyum-senyum sendiri ketika mendapatkan ‘OK’ di wajahnya. Setiap berjalan melewati tempat parkir dimana mobil-mobil berjajar. membenahi dandanan. (biasanya wanita) masih ada orang yang tak ketinggalan untuk membawa serta cermin kecil (menyatu dengan bedak) di dalam tas kerjanya. pusat perhatian. berjalan. adik. menyingkirkan segala apapun yang sekiranya dapat mengurangi keindahan penampilan. Intinya. meski sudah berjam-jam berada di depan cermin. malu dan sebagainya menjadi alasan untuk segera mencari tempat untuk memperbaiki penampilan. mempercantik diri. baik di bus maupun kendaraan pribadi kita senantiasa menyempatkan diri untuk bercermin. Tidak cukup bercermin di rumah.

(Akal dan Hati) sudah terus terasah dan dibersihkan. Dan jika kedua cermin itu. Andai suatu ketika bercermin mendapatkan wajah dan penampilan yang buruk. Namun jika cermin hati ini sudah hitam pekat. dengan melihat hati. Untuk kemudian mengambil sikap. pada saat bercermin itu hanya kita yang tahu keburukan sendiri. menjadikannya sebagai pribadi yang tidak berharga. dan bertambah keimanan setiap mendengarkan ayat-ayat Allah. melainkan kata-kata penuh isi yang . kita tentu bisa melihat setiap kesalahan dan kebaikan. elegant. Dengan membaca. hati adalah cermin. Akal dan Hati. tak diperhatikan dan apalagi tak sekalipun dibersihkan dari kotoran-kotoran yang kerap menyerang. Agar juga cermin hati ini bisa berteriak lantang menentang setiap kekhilafan yang kita akan perbuat. setiap kebenaran dan kebatilan yang dilakukan. Hati yang bersih senantiasa menolak setiap kebatilan. kenapa harus membelah cermin itu? Toh. dan terus meningkatkan setiap amal kebaikan.Namun demikian. mungkin bisa dihitung sesaat setelah obrolan pertama. profesional. agar cermin hati ini kerap bergetar ketika menyebutkan asma-Nya. Ingat iklan layanan masyarakat “tulalit” tentang seruan membaca? Tentu saja. Hal kedua. setiap saat. kenapa juga tak membawa serta cermin akal dan hati. kata yang keluar bukan tanpa makna. bisa dipastikan tidak berapa lama hal itu berlangsung. tentulah tak ada yang bisa memberi tahu kita salah dan benar. Jika dibiarkan tak tertata. sadar dan taubat jika melakukan hal salah. bijaksana. tentu sangat naif jika kita hanya memperhatikan penampilan luarnya saja tanpa mempedulikan aspek dalam diri kita yang sesungguhnya jauh lebih berharga. Semestinya menjadi kepentingan setiap individu juga untuk menata dan membersihkannya. Kalaupun ada yang sempat meliriknya. Sikap terbaik adalah membasuh wajah agar nampak bersih berseri sehingga cermin yang tak jadi kita belah itu tetap bisa memberi tahu setiap keburukan yang ada. untuk kemudian senantiasa memperbaharui isinya dengan hal-hal kebaikan. yakni Hati. jangan pernah biarkan cermin akal dan hati ini tak terurus. sadar kewajiban dan hak secara proporsional. Jika setiap hari menyempatkan diri bercermin (juga membawa cermin) untuk memperbaiki penampilan luar. sebaiknya setiap titik debu yang menempel segera dibersihkan. Cermin akal adalah membaca. Paduan dua cermin akal dan hati tentu melahirkan pribadi yang berwibawa. sudah barang tentu semestinya jauh lebih diperhatikan. dibenahi dan diperindah. akan tetapi jika ianya sudah sedemikian kotornya. Maka sebelum semakin sulit dibersihkan. apalagi memecah cermin itu saat mendapati diri ini tak indah dalam bayangan cermin. maka cermin diri ini akan semakin sempurna menambah kesempurnaan penampilan luar yang juga setiap hari dibenahi. sebaik dan sesempurna apapun penampilan fisik jika tidak ditunjang akal pikiran yang cerdas dan sehat. selain juga pribadi shaleh yang menjadi penghias diri yang paling utama. Dua hal yang berada didalam diri ini yang jauh lebih berharga dimaksud adalah. Membaca dalam arti luas. seakan tak sanggup lagi menolak setiap perbuatan maksiat yang terus menerus kita tumpuk. bukan omong kosong. Padahal. Jadi. niscaya cermin hati ini menjadi pekat oleh titik-titik debu yang pekat. Karena jauh lebih berharga.

penurunan kinerja jasmani. Artinya untuk mendekatkan diri kepada Allah.Berpuasa memang olah batin yang memerlukan tingkat ilmu dan pengendalian diri yang tinggi. Agama kita tak melarang ummatnya menjadi orang kaya. dari ketika subuh hingga maghrib kita tidak diperkenankan untuk melakukan sesuatu yang biasa kita lakukan. manusia semestinya mampu membebaskan diri dari ketergantungan terhadap dunia. Dengan senantiasa mengingat Allah. dan sebaliknya. Rasakan saja dalam puasa yang kita lakukan. mempunyai harta yang banyak. Kita lakukan semuanya itu ditengah kegiatan keseharian yang terus berjalan. mata yang tertahan. Tapi dalam keadaan tertentu kita terkadang . adalah dzikir. Tengoklah makanan yang kita beli dari jerih payah kerja kita adalah halal tentu saja. salah dan tidak tepat. dari pelatihan ibadah puasa kita dapat ilmu pengendalian diri. berkeinginan untuk melakukannya pun akan merusak pelaksanaan ibadah puasa. demikian juga minuman yang kita reguk. akan senang atas segala kebenaran yang berlaku. baik itu ramadhan maupun puasa sunnah lainnya. Kita dituntun untuk menemukan jalan yang sebenarnya dari pengaruh pahit-manisnya kehidupan. Walaupun kesemuanya itu adalah pekerjaan yang halal dan berpahala ketika dilakukan diluar hari puasa. Perut yang lapar. bekerja keras ikut mengisi detik demi detik perjalanan sejarah kemanusiaan kita. kebodohan dan ketidakberdayaan ummatnya. kedudukan dan jenjang karier yang tinggi. Sedangkan cermin hati. mulut yang terus melantunkan kalam Ilahi. Mempuasai Dunia Publikasi 21/11/2002 06:50 WIB eramuslim . Haramkah itu? Tidak. Mendudukannya pada tempat yang semestinya. jika kita tetap saja melakukan aktivitas itu.berpengaruh. Tapi mengapa pada saat-saat itu dilarang? Jangankan melakukan semua itu. Hubungan badan antara suami dan istri pun halal pula di hari biasa. menjadi mahluk yang dimuliakan dan diridhai-Nya. maka menjadikan hati ini peka terhadap apapun yang bathil. Justru Islam sangat mengkhawatirkan kemiskinan. Idealnya. hati yang sibuk dan ramai dengan dzikir. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama). Selama Ramadhan kita dilatih untuk menikmati dunia batin dengan seluruh panca indera kita. yang dengan itu kemudian kesegaran akan terasa menjalar ke seluruh tubuh. kedudukan yang remeh dan kecil saja jika dibandingkan dengan tujuan penciptaan kita sebagai mahluk Allah. Dengan puasa kita diajarkan untuk mensikapi dunia dengan sebenarnya. Kita dilarang melakukannya? Padahal semua itu halal semata? Bahkan sebaliknya. Mengapa untuk sekian waktu kita harus menahannya. malah kita akan terlempar dari kasih-sayang Allah. Dan manajemen pengendalian diri memang menjadi salah satu poin tertinggi dalam pelaksanaan ibadah puasa. Dalam batasan waktu tertentu. Mengatur dengan bijaksana setiap keinginan yang muncul tak ada habisnya dalam diri manusia.

bahwa setiap kali Allah menambahkan nikmat kepada saudara kita. Dikala kondisi itu justru menjauhkan kita dari kasih sayang Allah. atau bahkan sekedar masih diberikan kesempatan bisa makan meski seadanya untuk satu hari ini. Allah jelas sangat ingin melihat seberapa bersyukurnya manusia akan apa yang dinikmatinya saat ini. Misalnya soal harta. meski dalam bentuk yang lain. Rumah yang terbangun berhambur kemubaziran seperti itu sepatutnya dihindari. Setidaknya kita bisa menyebutkan tiga hikmah dari kebijakan Allah yang demikian. Keadaan yang demikian sesungguhnya tidak bisa dipandang bahwa Allah tidak adil dalam memberikan rizki kepada hamba-hamba-Nya. Pertama. Dan ketiga. maka pada saat itulah Allah menambahkan nikmat berupa hati yang bersih tanpa dikotori rasa iri dan dengki. tentu Allah dengan Kemaha-Adilan-Nya juga menambahkan nikmat kepada kita.harus berpuasa terhadap itu semua. Tinggal bagaimana kita memandang semua itu sebagai nikmat yang mesti disyukuri sehingga bisa menyelamatkan kita dari kekafiran dan ancaman adzab Allah yang nyata.de) Agar Nikmat Allah Bertambah Publikasi 20/11/2002 10:16 WIB eramuslim . kehadiran seorang anak. Kalau punya rumah satu sudah cukup kenapa harus dua? Kalau rumah biasa sudah lah memadai kenapa harus membeli rumah mewah yang berharga milyaran dan berkamar belasan? Kalau kondisi seperti itu adanya.Ada sebagian manusia yang Allah cukupkan (bahkan lebih) nikmatnya pada satu sisi dimana orang-orang lain belum mendapatkannya. Berpuasa dari tekanan keinginan-keinginan yang tak habis-habisnya. ia bisa berupa harta yang dicukupkan oleh-Nya. setiap butir pasir yang tersusun di dalamnya akan menjadi beban yang dipikulkan pada hari pertanggungjawaban nanti. Demikian pula Dia menahan nikmat untuk sebagian manusia. Misalnya. Hingga pada akhirnya kita akan jadi manusia yang berhati-hati terhadap apa yang diperbuat dan dimiliki. Hal ini perlu disadari oleh kita. Sesungguhnya Dia mencukupkan sebagian nikmat kepada sebagian hamba namun menahan nikmat yang lain pada sebagian hamba tersebut. kedua. terhindar dari marabahaya. diberinya kita pasangan hidup yang menentramkan. sementara nikmat yang lain itu diberikannya kepada sebagian hamba yang lain. juga menahan nikmat yang lain juga untuk sebagian manusia yang lain. ketenangan hidup. Rizki Allah yang bisa kita nikmati tentu beragam bentuknya. dengan apapun saja yang dia miliki? (Deni Mukhyidin/mukhyidin@yahoo. Allah telah memberikan nikmat pada sebagian manusia di bumi dan memberikan nikmat dalam bentuk yang lain kepada sebagian lainnya. kita semestinya berpuasa untuk jadi orang kaya. Lantaran setiap partikel semen. Bukankah orang yang kaya dimata Allah adalah orang yang paling kaya amal baiknya. kenaikan pangkat dan promosi jabatan. Allah sedang menguji manusia dengan kelebihan dan kekurangannya. ketika ada yang naik jabatan dan kita ikut bersyukur atas keberhasilan saudara tersebut. .

Padahal. Sudah barang tentu. dengan membagi sebagian rizki yang kita peroleh kepada fakir miskin. . Allah Maha Tahu akan kebutuhan. adzab yang paling nyata dan terasa diberikan Allah kepada hamba yang tak pandai bersyukur adalah dengan cara ia menahan bentuk nikmat yang lain. Allah tak berikan rasa aman dan ketenangan dalam hidupnya. sebelum lagi terus menerus meminta kepada Allah akan tambahan nikmat. bahwa Dia (pasti) akan menambah nikmat kepada hamba yang pandai mensyukuri nikmat yang telah diberikanNya dan memberikan adzab (yang pedih) kepada mereka yang mengingkari (QS. sehingga Dia menahan nikmat yang lain. insya Allah ketenangan akan menyelimuti setiap langkahnya. itu adalah sebuah nikmat yang juga perlu disyukuri. keinginan setiap hambaNya sehingga Dia mencukupi hal-hal yang belum dimiliki setiap hamba itu. namun ia tak juga memiliki seseorang yang menjadi pendamping hidupnya. atau bermacam bentuk ungkapan kesyukuran lainnya. jika Dia sudah melihat begitu bersyukurnya kita akan nikmat yang selama ini dirasakan. mereka yang telah dipasang-pasangkan dan dihadirkan kasih sayang dan ketentraman dalam rumah tangganya. Jika pasangan-pasangan itu belum dikaruniai anak atau belum mendapatkan kecukupan harta dan selalu kekurangan.Masalahnya kemudian. padahal usianya sudah semakin beranjak. niscaya dia akan menambahkannya dengan nikmat-nikmat lain. Maka jangan pernah ragu akan kasih sayang-Nya. Mungkin Allah belum melihat rasa syukur yang cukup atas nikmat yang telah kita terima saat ini. bisa jadi mereka belum benar-benar bersyukur atas karunia dan nikmat mendapatkan pasangan hidupnya. kebanyakan manusia sering terlupa untuk terlebih dulu mensyukuri nikmat yang sudah diterimanya sementara ia terus menerus meminta Allah agar menambah nikmat kepadanya. namun karena ia tak bersyukur atas nikmat itu. Sesungguhnya. seandainya ia menginfakkan sebagian rizkinya itu. Bentuk syukur itupun bisa dengan berbagai cara. Di dunia ini. ada orang-orang yang diberikan kecukupan harta. kebijakan Allah menahan nikmat lain merupakan ‘adzab’ karena kita belum benar-benar bersyukur atas nikmat sebelumnya. Hidupnya senantiasa diliputi kekhawatiran dan kecemasan dalam menjaga hartanya. jumlah nikmat yang takkan pernah bisa terhitung itu membuat kita lalai untuk mensyukurinya. hitung-hitunglah seberapa besar rasa syukur kita terhadap segala nikmat yang telah diberika Allah kepada kita selama ini. Atau mereka yang mendapatkan kesempatan memiliki karir bagus dengan gaji yang memuaskan. Seperti ditegaskan Allah. Ibrahim:7). jangan pernah berharap Allah menambahkan nikmat-Nya. Sungguh. Sekarang. Tanpa memintapun. Sebaliknya. Allah itu Maha Kaya. bahkan justru memberikan adzab yang nyata terhadap mereka yang mengingkari. Namun jika belum cukup terlihat rasa syukur itu. menghadirkan suasana bahagia di hati anak-anak yatim piatu dengan menyantuninya. atau bahkan menghentikan nikmat yang ada saat ini. Maha benar Allah dengan segala ucapan dan ketentuan-Nya. dan yang paling berkenan adalah semakin dekatnya kita kepada Allah melalui peningkatan kualitas ibadah. disamping itu Dia juga Maha Pemurah.

Namun kuasa Allah bermain. dan kesehatan badan sehingga baiklah urusan agama mereka. Karena sesungguhnya. dikelilingi sejumlah pasukan dan beberapa algojonya. Seganas dan semerah menyala api membakar tubuh Ibrahim kecil. tak sedikitpun kulitnya tersentuh oleh jilatan api. Dia Maha Mengerti akan setiap keluhan yang tak terlontarkan dari hamba-hamba yang bersyukur. kemiskinan. Alhasil. Lalu kami menguji mereka dengan kekayaan. selain karena Ibrahim adalah tersangka utama pelaku ‘teror’ terhadap tempat ibadah kaum yang dipimpin Raja Namruj itu. mungkin dia yang melakukannya karena kapak itu masih tergantung padanya.Lalu. Niscaya. terasa menohok sisi kebodohan dirinya dan semua pengikutnya dengan menyembah sesuatu yang tak memiliki kuasa melakukan satu apapun. kamukah yang menghancurkan patung-patung sesembahan kami?”. Allah akan menambahkan dan mencukupi nikmat kepada kita. Allah tengah menguji mereka dengan keadaan yang sekarang. lebih sayang dan lebih pemurah kepada hamba-hamba-Nya. Dengan enteng Ibrahim berkata. Kisah lain. “Hai anak kecil. dan penyakit sehingga baiklah urusan agama mereka. makar apapun yang dibuat manusia takkan pernah bisa mengalahkan makar Allah. melainkan juga. “Tanyakan saja pada patung yang lebih besar itu. Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada pula sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekurangan. Atau sebaliknya. Allah menegaskan dalam sebuah hadits qudsi.” ledek Ibrahim sambil menunjuk patung yang besar yang sengaja tidak dihancurkannya. apakah ia tetap beriman atau ingkar. dan kesehatan badan. Tentu saja Raja Namruj yang terkenal kejam itu semakin berang mendengar jawaban Ibrahim. tanpa harus kita memintanya. Sekali lagi. sesuai janji-Nya. jawaban itu. Namruj bertanya. Bukan hanya karena merasa dipermainkan seorang anak kecil. kita menyadari akan kasih sayang dan pemurahnya Allah. kelegaan. Dalam hal ini. namun yang perlu diketahui adalah bagaimana membuat Allah menjadi lebih kasih. Daud yang memiliki kemampuan berperang yang hebat tak gentar menghadapi pertarungan “semut lawan gajah” melawan Raja Jalut yang terkenal bengis . Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Akan Selau Ada Pahlawan Di Setiap Kezhaliman Publikasi 18/11/2002 10:30 WIB Ibrahim kecil gagah menantang Raja Namruj yang tengah geram. yakni dengan cara mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikannya. bagaimana dengan orang-orang yang terus menerus ditambah nikmatnya padahal tak sedetikpun ia pernah mengucapkan pujian kepada Allah. Tentu saja. keberangan yang bercampur perasaan terhina Raja Namruj membuat Ibrahim ‘dihadiahi’ hukum bakar. "Diantara hamba-hamba-Ku yang mukmin ada sebagian yang tidak bisa baik urusan agama mereka kecuali dengan diberi kekayaan. Aku mengetahui dengan apa hamba-Ku yang mukmin menjadi baik dalam urusan agamanya". mereka yang tak henti-hentinya mendekatkan diri kepada Allah namun tetap dalam hidup kekurangan. kelegaan.

dan kejam. Daud yang berasal dari kalangan bawah dengan berbekal sebilah pedang tanpa baju besi, akhirnya mampu mengalahkan Raja Jalut yang besar dengan segudang pengalaman bertarungnya. Dalam versi barat, kisah ini dikenal dengan “David Versus Goliath”. Sementara itu, seorang utusan Allah lainnya, Musa dengan ditemani saudaranya Harun, menentang kekejaman ‘ayah asuhnya’ sendiri, Raja Fir’aun yang zhalim dan diktator. Kekuasaanya yang begitu tinggi membuat Fir’aun teramat angkuh menobatkan diri sebagai Tuhan. Kesombongan yang didukung oleh seorang ilmuan hebat bernama Hamman dan seorang kaya bernama Qarun, jadilah ia semakin jumawa. Fir’aun yang terkenal kejam tidak ingin seseorang kelak menghancurkannya, maka kemudian atas perintahnya, semua bayi laki-laki yang lahir pada masa pemerintahannya pun dibunuhi. Sekali lagi, Kuasa Allah bermain, bahwa kemudian seorang pemuda Musa yang justru hidup di lingkungan istana Fir'aun oleh lembutnya kasih sayang Asiah, menenggelamkan Raja zhalim itu ke dasar lautan. Dalam khazanah barat, kita pun mengenal kisah yang hampir serupa, yakni kisah kepahlawanan yang berasal dari orang-orang kecil yang menentang kezhaliman penguasa. Cerita rakyat Robin Hood mungkin bisa menjadi contoh. Berjuang dari pedalaman hutan Sherwood, Robin bersama para pengikut setianya ‘merampok’ harta para bangsawan yang hendak menyerahkan upeti kepada King Richard The Lionheart. Otomatis, meski makin dicintai rakyat kecil, sepak terjang si pemanah ulung itu menempatkannya dalam daftar buronan nomor wahid di Inggris saat itu. Cerita yang hampir sama juga dilakukan legenda Meksiko, Zorro. Dibalik topeng yang menyembunyikan identitasnya, Zorro membantu orang-orang lemah untuk melawan dan bangkit dari ketertindasan. Mungkin dua cerita diatas hanyalah mitos atau sekedar cerita rekaan. Namun setidaknya memberikan satu hikmah, bahwa harus ada orang-orang pemberani untuk melawan kezhaliman. Nampaknya, soal keberadaan orang-orang besar yang berlaku zhalim di setiap negeri di setiap zaman sudah menjadi sunnatullah. Hal itu ditegaskan-Nya dalam Surat Al An’aam ayat 123: “Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. ...”. Kalau dulu ada Ibrahim yang menentang Namruj, Daud versus Jalut, Musa yang menenggelamkan Fir’aun serta masih banyak lagi tokoh kepahlawanan yang berani berdiri menantang segala bentuk kezhaliman di muka bumi dalam satu negeri, kini disaat negeri ini, agama ini tengah dihujani dengan cobaan bertubi-tubi, oleh kekuatan-kekuatan yang terus merongrong, menteror bahkan mencoba menjadikan agama ini hitam pekat oleh karena kejahilan orang-orang yang tak bertanggungjawab, adakah lagi pahlawanpahlawan yang menjadi tameng pembela seperti halnya Ibrahim, Daud dan Musa? Tentu saja ada. Karena gemuruh jihad tengah bergelora dalam dada-dada para pahlawan itu. Tinggal bagaimana diri ini menentukan sikap, memadamkan gemuruh itu dan membiarkan orang lain mengambil kesempatan menorehkan nama pada kemuliaan atau menjadikan gemuruh itu sebuah halilintar yang menggetarkan nyali musuh Allah. Wallaahu a’lam bishshowaab. (Bayu Gautama_

Ketika Tuhan Menyeka Air Mata Kita
Publikasi 15/11/2002 08:46 WIB eramuslim - Sahabat, Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan kepada kita berjumpa dengan Ramadhan, walaupun dalam suasana mencekam, duka yang mendalam, akibat begitu banyaknya bencana yang melanda negeri ini. Sahabat, Betapa bahagianya setelah sekian lama kita merindukan saat-saat seperti ini, Allah berkenan menyertakan kita dalam indahnya menahan lapar, gembiranya menunggu beduk, nikmatnya santap sahur, syahdunya Al-quran yang kita lantunkan, khusuknya ibadah malam, dan tunduknya hati beri’tikaf di rumah Allah, subhanallah mudahmudahan kita bukan termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan keindahan nikmat bulan yang penuh berkah dan maghfirah ini dengan kemaksiatan ... Sahabat, Ketika orang-orang tidak menyadari kekhilafannya, Allah menancapkan kesadaran dalam jiwa kita akan dosa-dosa yang selama ini telah berurat dan berakar dalam kulit dan tulang-tulang kita. Kita menyadari lisan-lisan yang selama ini sering berdusta, hati yang tidak mau tunduk, kotor dan penuh kedengkian, jiwa yang sombong, keingkaran yang amat sangat kepada Allah, kebencian kepada sesama saudara, durhaka pada orang tua, kelalaian tanggung jawab mendidik dan melayani anak, istri serta suami, ketidak sabaran menuggu datangnya seorang kekasih yang akan memantapkan langkah, kebahagiaan melihat orang lain menderita, iri, benci termasuk dendam kesumat. Kita menyadari itu semua sebagai akibat dari lemahnya iman yang tertanam, astaghfirullah al aziem, mohon ampun ya Allah ... Sahabat, Saat bulan yang penuh ampunanan ini datang menghampiri, Allah mengulurkan tanganya untuk kita sambut walaupun tangan kita tak kuasa digerakkan untuk merangkulnya. Walaupun tangan itu sering menepis tapi Allah tidak pernah berhenti mengulurkannya. Meskipun dosa-dosa kita seluas langit dan bumi, tapi ampunan Allah tidak pernah bertepi. Walaupun tobat kita sering mungkir, tapi Rahman dan Rahim Allah tidak pernah mangkir … Sahabat, Tidak ada yang lebih membahagiakan tatkala kita menyadari dosa-dosa yang pernah ada, kemudian kita berencana untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri. Tumpahkanlah air mata penyesalan itu. Biarkan dia membanjiri sepertiga malam yang hening, saat itu biarkanlah tangan Allah yang kuat dan lembut itu menyeka air mata penyesalan kita. Kemudian kitapun akan meresakan sebuh kekuatan ghaib akan tumbuh dan membawa kita ke dada pelangi, di sana hanya akan kita temukan keindahan warnawarni kehidupan yang menyejukkan, membahagiakan, yang akan membuat diri kita menjadi orang yang produktif, kreatif, inovatif dan prestatif. Sahabat, Tundukkanlah hati, rendahkanlah diri di hadapan-Nya. Jangan biarkan ramadhan yang romantis ini berlalu begitu saja. Tumpahkanalah sujud ke bumi di sepertiga malam terakhir, kuatkan azzam agar dapat bercengkrama dengan Allah di rumah-Nya pada sepuluh hari terakhir. Isilah pundi-pundi investasi abadi kita dengan infak, zakat dan

sedekah. Semailah benih-benih kebaikan, kelak kita akan menuainya dengan sebuah kenikmatan abadi di sebuah taman, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai … Sahabat, Selamat menjalankan ibadah ramadhan, mudah-mudahan segala kebaikan dan kindahannya bukan sekedar fatamorgana, tetapi sebuah energi yang membawa perubahan baru bagi diri dan jiwa kita, serta sebagai momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, karena perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu, tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah (Yesi Elsandra, for members of surau@yahoogroups. Special womens, bundo, ni yus, ni GM, ni ta, ni susi, ni rahima let’s try to do our best for minang future)

Dua Pilihan Yang Tidak Bisa Ditawar
Publikasi 14/11/2002 11:53 WIB eramuslim - Setelah “panggung sandiwara” ini usai, kita mendapati dua pilihan atas peran yang telah kita mainkan. Di atas panggung, kita bebas berimprovisasi, asalkan tetap berada dalam kerangka naskah yang telah di atur dan ditetapkan oleh Sang Sutradara. Penilaian hanya ada dua, baik dan buruk, jalan lurus atau jalan menyimpang. Maka tidaklah sama antara yang haq dan yang batil. Sangat jauh berbeda kehidupan surga dan neraka. Pilihan Pertama. Dalam Al-Quran Surat Qaaf ayat 30 dikatakan “Dan ingatlah akan hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahanam: “Apakah kamu sudah penuh? “Dan jahanam menjawab: “Masih adakah tambahan? Ini adalah dialog Allah yang Maha kuasa dengan neraka jahanam. Suasana manakah yang lebih mengerikan dari suasana di dalam neraka jahanam. Semua makhluk tidak akan sanggup dan bercita-cita ingin memasukinya, semua ingin selamat dari neraka. Tapi neraka senantiasa memangil-mangil bahkan bertanya "masih adakah lagi tambahan anggotaku?" Panggilan itu bertebaran di muka bumi berupa acara yang mengelar syahwat, walaupun untuk mengikutinya tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan. Panggilan neraka itu mengarah kepada mereka yang menurutkan hawa nafsu, wanita yang menggelar aurat dan harga dirinya dengan harga yang sangat murah. Panggilan neraka itu tertuju kepada mereka yang melupakan Tuhan yang telah menciptakan mereka. Mereka lebih sibuk dengan bisnis haram, hiburan memabukkan, mereka mempermainkan agama, mereka terus mendengar panggilan neraka, hingga maut menjemput baru tumbuh kesadaran, insyaf, namun sayang semuanya sudah terlambat, kematian sudah tidak dapat lagi ditunda. Maka pada hari perhitungan digiringlah pendengar seruan neraka tadi ke jahanam, mereka dilemparlah satu-persatu dengan kasarnya. Jumlah mereka semakin bertambah

sebagimana pejuang Islam yang syahid di belahan bumi Islam sana. Jika kita berharap akan mendapatkan jannah-Nya maka persiapkanlah bekal menuju ke arah sana. rahmatilah aku. mana yang akan Anda pilih? Wallahu'a'lam bishshowab (Yesi Elsandra) Seperti Malaikat . Manusia sempurna yang telah dijanjikan Allah surga itu telah menemui Rabbnya dengan jiwa yang tenang. karena mereka memiliki seni tersendiri menghadapi kematiannya. Sedikitpun mereka tidak takut. neraka senantiasa memanggil-mangil manusia. yang pepohonannya dari emas dan perak sebening kaca. Hal ini di buktikan dalam diri manusia sempurna Rasulullah. kembalilah kepada Rabb yang telah menciptakan kita!!! Pilihan Kedua Pada hari Senin tangal 12 Rabi’ul Awal tahun 11 H. kematian tidak lupa menghampiri kekasih Allah itu. kematian menjemput Rasulullah. Jika Rasul saja tidak luput dari kematian. Cukuplah sampai disini saja. madu dan arak yang tidak memabukkan. perjumpaan dengan Tuhan menjadi cita-cita mereka. Aisyah mendengar apa yang beliau katakan: "Ya Alah ampunilah aku. cantik jelita nan bermata jeli. tidak terpikirkan oleh akal. Masya Allah. hentikan perbuatan dosa. Bagaimana dengan kita. Kematian dapat menghantarkan manusia kepada perjumpaan dengan Kekasihnya. Yang materi batu batanya dari emas dan perak. Ia hanyalah seorang manusia biasa. apakah sudah siap jika detik ini juga kematian itu menghampiri. rumah penghuni surga yang dibangun Allah dengan Tangan-Nya sendiri berbentuk istana. yang buah-buahannya lebih lembut dari keju dan lebih manis dari madu. lalu apakah kita yang tidak ada jaminan untuk bisa masuk surga ini akan kekal hidup di dunia? Setiap jiwa memiliki seni tersendiri menyiapkan kematiannya. Sehingga kematian menjadi suatu yang sangat kita nanti-nantikan. Disaat sakaratul maut itu. tidak pernah terdengar oleh telinga. "Masih adakah tambahan?" jawab neraka. Menurut Ibnu Qayyim. kemudian kita dihadapkan pada kedua pilihan itu. Kekasih Yang Maha Tinggi" Keindahan surga tidak akan terbayang di pelupuk mata. bagaimana bisa dibayangkan. yang atapnya Arasy Ar-Rahman. yang istri mereka bidadari yang disucikan. yang sungai-sungainya mengalirkan susu. yang kendaraanya kuda dan unta bersayap. dan pertemukanlah aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi. tempatnya masih cukup untuk memuat sebanyak apapun manusia. Surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai tidak akan mungkin kita temui di dunia ini. jangan hiraukan lagi panggilan dunia. Ya Allah. yang kebagusan wajah penghuninya seperti rembulan. "Apakah kamu sudah penuh wahai neraka?" tanya Allah. Kematian merupakan jembatan menuju jannah-Nya. mati syahid telah mengharumkan ruhnya. manusia bebas memilih kedua pilihan itu.saja.

Rasulullah dan para sahabat yang bersyukur merayakan kemenangan itu merasa yakin. para abdi Allah yang komitmen pada agamanya. ‘Kemarahan’ malaikat pendamping setia Rasulullah itu ditunjukkan dengan tawarannya untuk membalikkan gunung-gunung di sekitar Thaif untuk membinasakan kaum yang menindas Rasul dan para sahabat itu. Saat itu mereka tengah dalam perjalanan hijrah menuju Kota Madinah.. Allah dan para malaikat-Nya lah yang ‘turun tangan’ membantu mengalahkan musuh. mustahil Rasulullah masuk ke dalam gua tanpa merusak sarang laba-laba. sebagian orang memudar keyakinannya akan datangnya pertolongan Allah seperti yang pernah dialami kaum mukminin sebelumnya. tiga ratus pasukan mukminin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya sangat tidak sebanding. Rasulullah menenangkan sahabatnya. adalah mustahil kesederhanaan persenjataan dan keterbatasan amunisi yang dimiliki pejuang Afghan mengalahkan kehebatan senjata otomatis dan modern miliki pasukan Rusia.Innallaaha ma ‘anaa . di gua Tsur. yakni tiga kali lebih banyak dari pasukan yang dipimpin Rasul. Abu Bakar Shiddik yang ketakutan saat bersembunyi dari kejaran pasukan kafir yang hendak membunuh mereka. disamping semangat tinggi. Rasulullah yakin. Allah segera menurunkan para malaikat untuk melindungi dan menyelamatkan mereka. sehingga mereka berpikir. banyak mengisahkan pertolongan-pertolongan Allah dengan menurunkan malaikat-malaikat-Nya untuk membantu perjuangan mujahidin Afghan. Padahal seharusnya kita meyakini bahwa Allah tetap menurunkan para malaikat-Nya guna membantu hamba-hamba-Nya yang beriman. keberanian yang tak diragukan serta kehebatan berperang para pasukannya. Masih banyak kisah-kisah yang bisa kita hadirkan untuk membuktikan betapa Allah sangat peduli dengan mengirimkan para malaikat untuk membantu kaum mukminin dalam segala hal. diludahi bahkan disakiti dengan lemparan batu saat menerangkan ajaran Islam kepada kaum di tempat itu.. dan mereka yang tak selangkahpun mundur atau keluar dari jalan perjuangan menegakkan. Muhammad Saw dihina. Ayaaturrohman fii Jihadil Afghan. Seperti yang dibuktikan para pejuang mujahidin Afghanistan saat berperang melawan pasukan Rusia. Dan keyakinan itu terbukti. malaikat-malaikat Allah itu hanya turun pada saat Rasulullah masih ada. Abdullah Azzam.Publikasi 12/11/2002 08:08 WIB eramuslim . Jibril seolah ‘marah’ melihat kekasih Allah. seperti dikisahkan bahwa ada seekor laba-laba yang membuat sarangnya menutupi mulut gua segera setelah kedua hamba Allah itu masuk gua. dicaci. diejek sebagai penipu. Tindakan laba-laba itu tentulah dapat mengelabui orang-orang yang mengejar Rasulullah. . membela agama Allah. Bahkan tidak sedikit yang berpikir. Belum lagi ditambah dengan kendaraan lapis baja serta serangan udara yang mematikan dari Rusia. Di Thaif. Dalam perang Badar. Secara logika. Sebuah buku kecil yang terbit sekitar akhir tahun 1980-an yang ditulis oleh Dr. Kini.

agar kita pun senantiasa menjadi malaikat bagi orang lain. yang tersenyum setelah kesedihan melanda.Dalam banyak kesempatan. atau orang-orang yang sekedar menyapa lembut menyentuh hati seseorang yang terluka.. Saat kesulitan datang. ada saudara lain memberikan jalan keluar sehingga kita tak gelap mata dan dengan mudah menyelesaikan setiap persoalan yang terasa begitu rumit untuk dipecahkan. Seperti halnya Jibril dan ribuan malaikat yang pernah membantu Rasulullah dan kaum mukminin sebelumnya.. selain juga bentuk rasa syukur telah diberikan nikmat lebih oleh Allah. mereka bukanlah malaikat. saat kesedihan melanda. dari penelitiannya tersebut terungkap bahwa para pelajar yang diperlihatkan slide yang berisi tiga puluh delapan foto tentang aksi donor darah. Termasuk sahabat-sahabat yang menyentil kita dengan nasihatnya saat diri ini salah melangkah. bencana alam. dari yang terpuruk sampai bangkit menatap masa depan yang cerah. tanpa kita sadari. tentu mereka juga punya satu harapan. Maka. ‘malaikat-malaikat’ yang berada di sekeliling kita saat ini pun memberikan bantuannya tanpa berharap balasan. Meski para ‘malaikat’ itu tak pernah berharap balasan. datang seseorang saudara yang dengan caranya sendiri mencoba membuat kita tersenyum. Dari yang terjatuh hingga mampu berdiri tegak. tak meminta pujian dan penghargaan dari siapapun. Melihat orang lain “melakukan perbuatan yang benar dan baik” membangkitkan hasrat bawah sadar untuk meniru perbuatan tersebut.000 pelajar SMU. Bersyukurlah. Tetapi apa yang dilakukannya seperti malaikat yang dihadirkan Allah bagi orang-orang yang memerlukannya. Thanks) Harapan Adalah Masa Depan Publikasi 11/11/2002 07:31 WIB . Allah seperti menurunkan para malaikat-Nya saat itu. dan dari yang terkulai lemah menjadi penuh semangat bergelora. Allah telah membenci ummat-Nya karena tak lagi menolong . sahabat. mengulurkan tangan kepada orang yang membutuhkan pertolongan menjadi kebahagiaan tersendiri. atau siapapun yang kita sadari atau tidak telah banyak membantu. orang yang memberikan pertolongan saat terjadi musibah. juga bagian lain dari ibadah. atau juga mereka yang ikhlas memaafkan kekeliruan orang yang berbuat salah. Irwin Saranson dan koleganya (1991) melakukan penelitian terhadap 10. para dermawan yang menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim piatu.. jadilah (seperti) malaikat bagi orang lain. Saudarasaudaranya yang menghibur dikala sedih. sekaligus mengajarkan kita agar senantiasa kuat menerima segala bentuk cobaan. spesial 4-N. yang melonjak gembira saat meraih prestasi setelah sebelumnya merasa putus asa. menunjukkan jalan keluar dari kesesatan. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama. mengalami kenaikan 17% untuk mendonorkan darah mereka daripada yang tidak melihat foto tersebut. Allah masih berkenan menurunkan malaikat-malaikat-Nya yang menyertai saudara. sehingga tak ada lagi yang pernah berpikir. Mereka yang lebih kuat ketika mengangkat orang-orang yang lemah sehingga dapat ‘terbang’ bersama. Bagi mereka.

Memiliki harapan berarti kita memiliki keinginan terhadap sesuatu yang dapat memberikan kekuatan bagi kita untuk mewujudkan sebuah kebahagian hidup yang bermakna. pelumas mencapai tujuan. adalah sesuatu yang tidak masuk dalam kategori usahanya.eramuslim . optimisme nan pantang menyerah. usaha yang dilakukan secara maksimal dan habis-habisan sehingga yang tersisa. Menurut kedua tokoh spiritual tersebut. ada kalanya manusia mengabaikan harapannya itu karena ketidaktahuan bagaimana merealisasikannya. sesuai dengan apa yang kita inginkan. yaitu mengantungkan harapan hanya kepada Allah. Abu Ridho dalam buku Recik-Recik Spritualitas Islam mengatakan. Atau bahkan harapan itu tidak direalisasikan sama-sekali. Agar kita tidak kehilangan harapan. Ketidaksesuain harapan dengan kenyataan yang inginkan. Harapan merupakan pembangkit semangat. Namun pada tahap realisasi. agar harapan sesuai dengan keinginan. atau bahkan tidak memiliki harapan hidup sama sekali. serta dekat dengan Tuhan? Siapapun pasti menginginkan itu semua. studi dan masa depan. serta berguna. atau memiliki harapan tetapi tidak berusaha mewujudkannya. semua pasti berharap mendapatkan kehidupan yang bahagia. dan telah disiapkan semua sebab dan sarana yang masuk dalam kategori usaha seorang hamba. Sedangkan dalam perspektif Imam Al-Ghazali. siapa yang tidak berharap adanya kedamaian. keinginan manusia terkadang melebihi harapannya. Betapa meruginya manusia jika tidak memiliki harapan terhadap masa depannya. harapan merupakan pancaran suasana batin atau situasi kemanusiaan yang sedang menanti-nanti atau mengharapkan sesuatu yang disenanginya bakal menjadi kenyataan. Namun pada kenyataannya. serta bekerja keras untuk mewujudkannya. siapa yang tidak berharap memenuhi hidupnya dengan prestasi. tapi jika kita berharap kepada Allah. karier. bermakna. sering harapan tersebut tidak sesuai dengan keinginan manusia. sebuah harapan tepat disebut harapan bila istilah itu digunakan untuk penantian sesuatu yang disenangi. Siapa yang tidak berharap mendapatkan pasangan serta keturunan yang baik. yaitu karunia dan ketentuan Allah. maka tidak ada cara lain. atau sebaliknya. Berharap pada manusia dapat membuat kecewa. dan yang ada justru angan-angan belaka. manusia dihadapkan pada kenyataan-kenyataan hidup yang beragam. karena semua itu adalah salah satu sumber kebahagiaan. agar harapan dapat memberikan kebahagiaan. Setiap manusia dapat mewujudkan harapan-harapan tersebut jika memiliki semangat. Dari sekian keberagaman pilihan itu. siapa pula yang tidak berharap dapat menjalankan hidup ini dengan tenang melalui ibadah. siapa yang tidak berharap kesuksesan dalam bisnis. jika kita tidak bertawakal kepada Allah maka dapat membuat kita putus asa. . Itulah yang disebut oleh Imam Al-Ghazali sebagai karunia dan ketentuan Allah. dan ini yang menentukan.Dalam ritme kehidupan yang sangat majemuk ini. Allah pasti akan memenuhi harapan kita. harapan adalah keinginan terhadap sesautu yang dapat membuat kehidupan ini bahagia. Keadaan ini membuktikan kepada kita bahwa ada kekuatan lain yang seharusnya kepada-Nya kita gantungkan harapan.

ia dua tahun tidur di sekolah demi mengirit ongkos perjalanan. karena ia tak membutuhkan usaha luar biasa. Cukup menarik kedua ujung bibir ke atas sedikit. "Senyum". airmata meleleh di pipi. jangan mengandalkan orang lain. sekaligus mengajarkannya pada kita. Laki-laki muda dengan segudang prestasi di tingkat lokal maupun nasional itu ternyata hidup serba berkekurangan. eramuslim . orang-orang di sekeliling kita telah menyambut kita dnegan senyum lebar. semangat pun terbangun. saat kuliah memilih puasa daud demi menghemat biaya makan namun tetap bisa makan teratur. . semua orang masih bisa tersenyum. cacat ataupun normal. Dalam hal pelaksanaan. (Yesi Elsandra) Mengubah Dunia Dengan Senyuman Publikasi 08/11/2002 07:17 WIB Oleh: Azimah Rahayu. Haru dan kagum atas ketegarannya. kecuali niat dan ketulusan hati. Kecuali jika sakit dan cacatnya seputar mulut. karena duit di kantong sudah sangat menipis. setelah itu bertawakallah kepada Allah dan gantungkanlah semua harapan tersebut hanya kepadaNya. kemudian tanamkan harapan agar Anda memiliki kehidupan yang baik di masa depan. Realisasikan semaksimal mungkin dengan kerja keras. Namun dia menjalani semuanya dengan ringan.hingga hampir tak ada dari teman-temannya yang tahu akan kehidupan kesehariannya. Senyum ceria selalu menghiasi bibirnya -seperti yang tampak di semua photo yang menghiasi halaman itu.Mengeja baris demi baris yang tertulis di rubrik muda Majalah Annida Akhir Oktober 2002 (Gatot Wahyudi: Pemenang I Remaja Berprestasi Annida 2002).Mulailah dari sekarang mencatat apa-apa yang Anda inginkan. Pernah 21 hari tak makan nasi. Satu kata ini sederhana dalam segala hal. Sakit atau sehat. ketika tak sengaja saya berkesempatan beberapa jam bersamanya dalam sebuah acara. Riang. Haru dan kagum padanya sekaligus juga malu pada diri sendiri. karena senyum tak membutuhkan modal. siapa sih orang hidup di dunia ini yang tak bisa tersenyum? Orang miskin maupun kaya pun bisa tersenyum. Terbiasa puasa senin kamis. Sejak kita lahir. Bahkan sempat menggelandang bersama sang bapak ketika usianya masih sangat belia: 3 tahun. penuh canda. Manusia pinter dan tidak pinter sama-sama bisa tersenyum karena untuk bisa tersenyum tak perlu sekolah. namun memberikan kekuatan yang tak terkira. Terlahir dari keluarga sangat sederhana. kelak apapun yang terjadi Anda tidak akan kecewa. untuk meneladaninya. tanpa beban. Senyum itu juga tetap merekah. Saat yang sama. malu karena sering merasa menjadi orang paling merana di dunia. Sewaktu SMU. senyum adalah aktifitas sederhana untuk dilakukan. karena jarak rumah dan sekolah lebih dari 20 km sedang alat transportasi tiada. Hayo.

Bobby De Porter dalam bukunya Quantum Learning mengatakan bahwa sikap tubuh seseorang dapat mempengaruhi perasaan atau mood seseorang sebagaimana perasaan juga mempengaruhi sikap tubuh seseorang. Senyum bisa menjadi pembuka komunikasi. dan cinta serta aura kedamaian tersebar dalam sebuah kelompok. kesedihan keluarga. Karena kita bisa beramal dan bersedekah.Secara fisik. betapa menyenangkan. Pun senjata jika kita sedang grogi. "Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah". insya Allah segalanya akan ringan. Saya percaya. setidaknya perasaan anda tidak seblue sebelumnya. alangkah indahnya. Cukup satu hal sederhana. tersenyum dapat membuat kita selalu dalam kondisi riang. Mendengar kata "senyum". Lalu. Kemudian usahakan menarik ujung kedua bibir anda keatas. Terhadap kepedihan pribadi. Nah.com special 4 adikku Gatot: jazakallah telah memberi izin menulis tentangmu. Alangkah indahnya! (azi_75@yahoo. agar dunia belajar darimu bahwa hidup ini indah dan ringan bila disikapi dengan senyum) Kepercayaan Publikasi 07/11/2002 08:01 WIB . senyum sudah cukup menjadi isyarat persahabatan. Dan tanyakan pada hati anda dengan jujur: Apakah anda masih tetap merasa sedih seperti semula?. Betapa damainya. Agar dunia lebih damai. 'sarkastis' dan lain-lain). Dan tanpa kita sengaja. kenapa kita tidak gunakan sikap tubuh untuk mempengaruhi kondisi mental dan jiwa kita? Menyikapi segala sesuatu dengan senyum. penuh ketulusan. Teruslah tersenyum. karena aura tubuh mereka yang rileks tidak menyenangkan bagi jin. kita telah berkontribusi terhadap perdamaian dunia. Senyum akan mencairkan kekakuan. Senyum penuh cinta. Senyum adalah bahasa dunia. membentuk sebuah senyuman. Hingga ketegangan di antara dua sahabat pun terlelehkan. Kemudian duduklah dengan bahu merunduk. Kata Emha Ainun Najib dalam buku 'Mati Ketawa ala…" orang yang selalu riang dan suka tertawa sulit dimasukin jin dan setan. luka masyarakat dan juga nestapa dunia. Hingga kemarahan pun padam. Ah. tanpa harus memiliki sesuatu yang besar. mengapa kita tidak tersenyum saja? Agar perjalanan lebih ringan. Anda sedang berperasaan biasa saja atau bahkan tengah riang dan gembira. senyum juga bermakna sederhana. berdiam diri dan menyendiri dan selalu bersedih hati. Senyum adalah solusi sederhana. Anda sedang sedih atau marah. Kemudian cobalah sebaliknya. meski tak saling sapa. Dalam hal makna. Jika kita tak saling mengerti bahasa lawan bicara. Makhluk ini lebih suka memasuki tubuh orang yang suka melamun. pasti yang terbayang pertama kali adalah wajah manis penuh keramahan dan cinta (Kecuali kalau dibelakang kata itu diberi embel-embel 'sinis'. Agar persahabatan lebih menyenangkan. Agar hidup lebih nyaman. lingkungan dan komunitas. Maka tiba-tiba anda akan merasa sedih. Bahkan Rasulullah pernah bersabda. Bungkam mulut anda dan kerucutkan. Ayo kita coba.

Kepercayaan yang diberikan kepada orang lain sering membantu banyak manusia mencapai tujuannya. "Seseorang yang memiliki kepercayaan diri. keuntungan dan rahasia. The Magic of Thinking Big mengatakan. . Tapi ada energi yang jauh lebih besar dari itu. yaitu kepercayaan kepada diri kita sendiri. Itu artinya kita telah mengabaikan kekuatan besar yang sesungguhnya dapat membawa kita melejit. tanpa was-was. cita-cita kandas ditengah jalan. Jika manusia memiliki kepercayaan yang begitu besar kepada orang lain untuk meraih tujuannya -padahal bisa saja suatu saat ia dapat berkhianat. yaitu kepercayaan kepada Zat yang menciptakan energi itu. bahaya dan segala rintangan. Akibatnya kreatifitas kita akan mati.Para pemimpin besar biasanya memiliki orang-orang kepercayaan." Jika kita mempercayai diri kita. Akan tetapi jika Anda percaya. maka kita akan memiliki pikiran-pikiran kreatif untuk membuktikan bahwa sebenarnya kita bisa mencapai tujuan kita. Sering pula beberapa keputusan penting turut dipengaruhi oleh orang-orang ini. Schwartz dalam bukunya. benar-benar percaya. David J. Ia akan merasa aman. perjuangan menjadi sesuatu yang menakutkan. Bahkan tidak jarang kepercayaan ini merupakan energi tersendiri bagi orang-orang hingga menjadikannya besar. kemudian kesuksesan hanya tinggal mimpi. mengapa manusia mengabaikan potensi yang ada pada dirinya kemudian mengabaikan kepercayaan pada diri mereka sendiri yang sesungguhnya tidak kalah memiliki energi yang jauh lebih besar? Kepercayaan kepada diri sendiri merupakan kekuatan besar yang dapat mengantarkan kita pada berbagai tujuan yang mungkin sulit untuk kita realisasikan. juga akan mampu membuat perubahan di lingkungannya" Betapa besar produktifitas yang dapat dihasilkan dari kepercayaan kepada diri kita sendiri ini. maka pikiran kitapun bekerja untuk merealisasikan ketidak percayaan itu. cita-cita hanya sebatas lisan. Namun jika kita dipenuhi oleh ketidakpercayaan kepada diri sendiri. daya juang kita akan tumpul. pikiran Anda akan bekerja bagi Anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin.mengapa manusia ragu untuk percaya kepada dirinya sendiri? Jika kepercayaan kepada orang lain dapat menbantu manusia mencapai cita-citanya. pikiran Anda akan bekerja bagi Anda dan membantu Anda mencari jalan untuk melaksankannya. Kemudian dengan kekuatan besar yaitu keyakinan kepada diri sendiri bahwa "saya mampu melakukan itu" maka kita akan keluar dari segala rintangan dan menemukan jalan keluar dari setiap kesulitan. disamping mampu untuk mengendalikan dan menjaga keyakinan dirinya. Menurut John Fereira yang dikutip dalam buku Emotional Spiritual Quotient. Kemudian kita akan gagal. tenang. "Jika Anda percaya sesuatu itu tidak mungkin. Pikiran kita akan membawa kita menyisir setiap kesulitan. selanjutnya. Kepercayaa merupakan sebuah energi besar dalam diri manusia. Tidak sedikitpun ada keraguan membagi resiko. sesuatu dapat dilakukan. hanbatan. setiap perjuangan kelak pasti akan kita menangkan.eramuslim .

ungkapan cinta bertaburan di seantero dunia menyambut hangat ramadhan ditandai dengan jalinan silaturahim melalui surat. maka kepercayaan itu hanya akan sia-sia. begitu juga sebaliknya. mudah. hingga tak kuasa menahan setiap tetesan air kesyukuran yang memancarkan kebahagiaan tak terlukiskan saat ianya tiba malam tadi.Kepercayaan itu signifikan dengan iman seseorang. maka seluruh yang di langit akan mencintai dan mengasihimu. Juga yang biasanya tak sempat untuk sarapan bersama. Adakah yang . telepon. adalah bukti cinta kita kepada Allah sekaligus menegaskan bahwa kita tak termasuk orang-orang yang cinta harta dunia dan sadar akan adanya sebagian hak orang lain dari apa-apa yang kita miliki. Karena mudah saja bagi Tuhan menjadikan sesuatu yang tiada menjadi ada.Merindu haru hati ini menanti saat kedatangannya. (Yesi Elsandra. email. Refleksi terhadap kepercayaan kepada Tuhan dirangkum dalam 6 rukun iman. setidaknya dengan ramadhan. mereka yang terbiasa sibuk sedemikian rupa sedikit mempercepat aktifitasnya agar segera tiba di rumah untuk menikmati berbuka bersama keluarga. seraya berharap kelak kita menjadi bagian dari golongan yang mendapatkan cinta-Nya. sebagaimana Tuhan telah menghargai kita dengan melimpahkan segala Rahmat-Nya. saling menghantarkan makanan berbuka kepada tetangga. Detik-detik menjelang satu ramadhan. Infaq. Segala puji bagi Allah yang telah berkenan kembali mempertemukan kita dengan bulan bertabur cinta. Allah berikan juga kesempatan manusia untuk mengaplikasikannya saat-saat bersama melakukan shalat tarawih berjama’ah. Allah memfasilitasinya saat makan sahur. atau bahkan rangkaian acara-acara khusus menyambut tamu agung ini. untuk rang awak dima se barado) Ramadhan nan Penuh Cinta Publikasi 06/11/2002 07:43 WIB eramuslim . Bukankah yang demikian dapat kembali menyuburkan cinta dan menghangatkan keharmonisan keluarga? Kata Rasul. Sinkronisasi kedua kepercayaan inilah sesungguhnya yang kelak membawa kita pada apa yang kita inginkan. Bahkan menjelang hari akhir ramadhan. semudah Tuhan menghidupkan dan mematikan kita. Cinta yang ditawarkan Allah kepada segenap makhluk di bulan Ramadhan selayaknya kita sambut dengan suka cita. jika tidak dilandasi dengan kepercayaan kepada sumber energi. kemudian dunia inipun akan ada dalam gengaman kita. Cinta yang diberikan-Nya bukanlah sesuatu yang abstrak. fakir miskin dan anak yatim-piatu. SMS. Betapapun besarnya kepercayaan kepada diri sendiri. saling mencintai dan berkasih sayanglah kepada sesama yang di bumi. Hargailah diri kita. dan zakat yang kita keluarkan. juga tak lupa memberi sedekah dan hidangan berbuka kepada pengemis. wujud cinta juga terealisasi dengan mengeluarkan sebagian harta kita untuk zakat guna melengkapi proses pembersihan diri menuju kesucian. Cinta sosial. Tinggal kita mau berjuang keras dan berusaha maksimal. sedekah.

cintanya sebesar sahabat Abu Bakar Shiddik yang mengeluarkan seluruh hartanya di jalan Allah hingga Rasul-pun bertanya apa yang tersisa untuknya. tentulah. Saat hari fitri tiba. “Allah dan rasul-Nya. Namun tentu saja. selayaknya orang saling mencinta. Ia menjadikan dirinya ayah. Pada saat itu Rasul tengah menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam. Malam-malam ramadhan. dengan satu harap menjadikan taqwa sebagai hasil akhir ramadhan. Satu tanya bergelayut “Akankah kita kan sampai di ramadhan tahun depan?” Maka. pantaslah ada keceriaan bagi mereka yang mendapatkan kemenangan melewati masa-masa ujian selama ramadhan. “berilah hamba kesempatan”. Tetesan air mata yang akan mengalir nanti. perlulah diri ini belajar dari Ibrahim alaihi salam dan keluarganya tentang hakikat dan bentuk cinta kepada Allah. Dia senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada hambahamba-Nya. namun kita membayarnya dengan cinta yang semu. Hati yang terpaut cinta. Inginnya menghabiskan malammalam ramadhan dengan tangis penyesalan atas khilaf dan dosa. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Senyumlah … Publikasi 05/11/2002 12:16 WIB eramuslim . adalah saat terbaik kita bercengkerama dan bermesraan dengan Allah melalui tilawah dan tadarrus qur’an. cinta yang terkadang hanya terucap di lidah tanpa wujud yang nyata.Jangan bermuka masam. dengan ibadah yang bernilai. Bahkan Rasulullah pun pernah ditegur-Nya karena bermuka masam dan memalingkan muka terhadap Abdullah bin Ummi Maktum. Sadar akan semua nikmat yang Allah berikan tanpa pernah alpa. tahajjud serta munajat kepada-Nya. Hal yang tidak kalah menakjubkan juga ditunjukkan Rasulullah kepada seorang anak yatim yang bersedih di hari raya. cukuplah bagiku” jawab Abu Bakar. seperti enggan menuju pembaringan. salah dan lalai. juga lalai. Idul Fitri. hati pun berdo’a penuh harap. atas segala alpa. Pelajaran pertama yang bisa . sambil menghitung-hitung betapa menyesalnya kita tak memanfaatkan ramadhan yang telah lalu dengan amal sebaikbaiknya. hingga tangis ini akan semakin keras berteriak dalam hati. Kisah teguran Allah kepada Rasulullah diatas merupakan asbaabunnuzul (sebab-sebab turunnya) surah ‘Abasa (bermuka masam) yang dapat menjadi pelajaran bagi sekalian manusia betapa Allah tidak senang dengan sikap demikian. Astaghfirullaah … Jika hati ini sedemikian rindunya menanti kedatangan bulan penuh rahmat dan maghfirah ini. karena Allah sangat tidak menyenangi perbuatan itu. Dan tentu saja. tanpa pernah pula khilaf. takkan terhitung betapa derasnya membayangkan kemungkinan bertemunya kembali kita dengan ramadhan nan penuh cinta ini. seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah Saw membacakan kepadanya ayat-ayat Al Qur’an yang telah diturunkan Allah. akan ada tangis jika kekasihnya pergi. dan Fatimah saudara perempuan anak yatim tersebut seraya membahagiakannya saat hari bahagia.

Masalahnya kemudian. atau mengukur prioritas pelayanan dari seberapa menguntungkannya orang tersebut buat kita. meski hanya sekedar menebarkan senyum. tentu tidak bisa dibenarkan. lazim disebut sebagai orang yang egois. siapa yang didahulukan siapa yang harus ‘dicuekin’. selain pelajaran tentang teguran Allah terhadap Rasulullah diatas.kita ambil. Peringatan itu tentu menjadi pelajaran yang berharga bagi baginda Rasul. Atau senyum. Sebuah pelajaran lain bisa kita dapatkan dari cerita ketika para sahabat sedang berkumpul bersama Rasulullah. Baik sih jika yang menjadi patokan adalah. Tidak membeda-bedakan sikap berdasarkan kepentingan. terhadap siapa saja yang kita jumpai. terkait dengan sikap bermuka masam alias acuh terhadap orang lain (siapapun) yang tidak dibenarkan oleh Allah. kesesuaian norma dan nilai yang dipegang (dalam hal ini misalnya. bahwa Rasulullah pun manusia biasa yang masih mungkin melakukan kesalahan dan kedua. dan inilah pangkal awal dari kesalahan orang bersikap dan bertindak. artinya apa yang menurutnya benar maka ia itulah yang dikerjakannya. pantas tidak pantas. Manusia memiliki ego pada dirinya masing-masing. memenej dan mengolah ego-nya agar terkendali sehingga teraplikasi dengan baik. mau menang sendiri dan tidak toleran. namun keberadaan ego sangatlah penting. Sebelas ayat pertama surah ‘Abasa menjelaskan secara lengkap larangan bermuka masam atau sikap mengacuhkan orang lain. dan hendaknya demikian juga bagi kita pengikutnya. biasanya terkhususkan bagi siapa yang menurut kita pantas untuk disenyumi. Salah satu ciri khas dari orang egois adalah berbuat dengan sekehendaknya. atau bahkan siapa yang akan dijadikan sahabat dan siapa yang semestinya dimusuhi. tidak semua orang memiliki tingkat pemahaman yang baik tentang ‘benar-salah’ menurut norma maupun nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. like or dislike. Mereka yang tidak mampu mengendalikan ego-nya. Mendengar itu. seringkali kita hanya bersikap ramah kepada orangorang yang kita kenal dan baik hati. Rasulullah pun mengajarkan tentang keutamaan sikap-sikap kebaikan terhadap sesama. Rasulullah berkata: “Sesungguhnya Allah . makanya menjadi kepentingan utama juga bagi setiap manusia untuk menjaga. maka dihadapan mereka lewat seorang dengan pakaian compangcamping dan beberapa sahabat berujar dan menilai orang yang barusan tidak mendapatkan kemuliaan Allah. Sehingga yang terjadi adalah pembenaran atas kebenaran subjektifitas. Soal pilah-pilih sahabat misalnya. Subjektifitas itulah yang kemudian dengan bebasnya menentukan siapa yang pantas disikapi dengan baik siapa yang tidak. Bahkan ditegaskan Allah dengan kalimat “Sekalikali jangan (demikian)!” pada ayat ke sebelasnya. Sikap ramah misalnya. dan dengan (pengaruh) ego-nya itulah setiap watak dan karakter manusia terbentuk. Padahal Islam tidak mengajarkan demikian. Meski ada anasir lain yang membentuk watak dan karakter manusia. Tapi kalau yang menjadi ukuran adalah soal. tidak bertentangan secara aqidah) atau standar akhlak dan kebiasaan. ataupun hal-hal subjektif lainnya.

Setelah diberitahu demikian. "Ya Aba Hurairah." Abu Hurairah bertanya lagi memancing. "Bukan demikian ya Aba Hurairah.Pada suatu hari Abu Hurairah radiallaahuanhu berdiri di pasar kota Madinah. karena Rahmat itu juga sesungguhnya ada pada yang tak memiliki harta karena Allah sayang padanya sehingga tak membebaninya dengan pertanggungjawaban harta yang bertumpuk. Kasih sayang Allah tidak hanya tercurah kepada segelintir orang. sementara . Rahmat Allah. mengapa kalian masih belum menutup dagangan kalian?" Mereka bertanya kebingungan. "Wahai para pedagang. melainkan juga dari tangan-tangan terbuka para pengemis yang setiap hari lalu lalang di depan kita. "Apakah kalian tidak tahu kalau warisan Muhammad SAW tengah dibagi-bagikan sehingga kalian masih berdiri disini? Apakah kalian tidak ingin mengambil bagian kalian?" Dengan keinginan yang meluap mereka bertanya serius. Karena dengan itu modal utama penerimaan orang lain terhadap kita. senyum dan ramah jugalah yang mampu meluluhkan amarah dan kebencian orang terhadap kita. sedangkan Abu Hurairah tetap tinggal disitu.tidak melihat pada bentuk rupa dan jasad kamu. sesungguhnya Ia Maha Adil atas Rahmaan dan Rahiim-Nya. kami melihat banyak orang tetapi bukan yang seperti yang kau maksud.” Keberkahan Allah." jawab Abu Hurairah ra. tidak ikut pergi. Abu Hurairah bertanya kepda mereka. Tetapi sesungguhnya Allah melihat hatihati kamu. kami telah datang ke Masjid. tidak hanya datang dari orang-orang dermawan yang kerap menyisihkan sebagian hartanya untuk diinfakkan. Dan karena dengan itu jugalah Allah menyapa hamba-hamba-Nya di surga kelak.. tetapi setiba disana kami tidak melihat ada sesuatu yang dibagikan Rasulullah. tidak hanya singgah kepada mereka yang diberi kesempatan untuk menikmati hidup berkecukupan di dunia ini. kami melihat banyak orang sedang sholat. " Ada apa kiranya ya Aba Hurairah?" Abu Hurairah menjawab. Tak Berapa lama kemudian para pedagang itu kembali ke pasar. Dengan senyum ramah itulah kita bisa berharap besar akan kebaikan orang lain. "Dimana ya Aba Hurairah?!" "Di Masjid Rasulullah. Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Warisan Paling Berharga Publikasi 31/10/2002 08:04 WIB eramuslim . hanya saja kita sering salah mengartikannya atau tidak mampu mencernanya.. Maka semestinya. senyuman dan sikap ramah menjadi keutamaan sikap terhadap siapapun. para pedagang itu segera bergegas ke Masjid Rasulullah. "Mengapa kalian kembali?" Mereka segera menjawab dengan nada kesal. "Apakah kalian tidak melihat seorangpun di Masjid?". Kemudian dia berkata kepada para pedagang.

". Karena lewat buku tersebut. seimpossible apapun misi yang diemban oleh Ethan Hawk (diperankan oleh Tom) namun endingnya selalu saja mengisahkan keberhasilan. bahkan plan C. Antara Norman (dan bukunya) dengan film Mission Impossible memang tidak ada kaitannya. bisa menjelaskan keterkaitan antara keduanya. Roger Von Oech. Wallaahu a'lam bishshowaab (Dwi Ryan/ ryan_088@yahoo. tentu ada kaitannya. hanya saja jika kita mau melihat sisi pelajaran yang mau diambil. itulah warisan Muhammad SAW yang paling berharga untuk kalian semua. Mendengar uraian para pedagang tersebut. plan B.. "Wahai para pedagang. Satu hal yang tergambarkan dengan jelas dalam film tersebut (baik layar lebar maupun seri-nya) adalah kebiasaan para tokoh yang tergabung dalam tim pengemban ‘misi yang tidak mungkin’ alias ‘mustahil’ dicapai itu untuk senantiasa memiliki plan A. sehingga hampir setiap film itu diakhiri dengan keberhasilan menjalankan misi.. Kreativitas meminta Anda menemukan jawaban kedua yang mungkin lebih tepat.. You Can If You Think You Can (Anda bisa jika Anda berpikir bahwa Anda bisa). (Hadist Riwayat Tabrani) *** Saudaraku. takkan pernah ternilai besarnya. kesuksesan Ethan Hawk mengemban misi yang dianggap tidak mungkin dicapai itu adalah karena . Nah. buktikanlah bahwa kita termasuk orang-orang yang mencintai Allah diatas segala kecintaan terhadap apapun. Abu Hurairah menjelaskan." jawab para pedagang dengan agak sewot. Satu hal yang menarik dari film tersebut. Norman Vincent Peal.. yakni kecintaan-Nya akan orang-orang yang mencintai. Dia akan membalasnya dengan sesuatu yang tak pernah terukur nilainya. dimana tertulis “suka mencari jawaban kedua” sebagai kebiasaan pertama seorang yang kreatif. menuliskan buku best seller. lewat bukunya A Whack on Side of the Head. sebuah buku yang memberikan motivasi besar kepada para pembacanya untuk optimis meraih hal-hal yang sesungguhnya ‘bisa’ diraih. Ketahuilah bahwa tidak ada yang lebih berharga dari apapun yang kita miliki di dunia ini melainkan sesuatu hal yang senantiasa kita lakukan demi mengharap ridha Allah. Maka. Anda jangan hanya punya satu solusi yang berati hanya punya satu pilihan. tatkala datang seruan-Nya. Karena dengan itu semua. ketahuilah.sekelompok lainnya ada yang mengaji Al Qur'an dan ada pula yang sedang mempelajari soal-soal yang haram dan halal. Von Oech mengetengahkan sepuluh kebiasaan manusia kreatif.Pernah nonton film Mission Impossible? Film layar lebar yang dibintangi oleh Tom Cruise itu sebenarnya pernah menjadi film seri yang diputar setiap minggu di sebuah TV swasta di tahun 1990-an.com) Menjadi Manusia Kreatif Publikasi 30/10/2002 11:15 WIB eramuslim . Menurut Oech.

namun para ahli Rusia membuktikan dengan mengirimkan Yuri Gagarin ke luar angkasa menggunakan Sputnik. bahwa tidak satupun yang ada dihadapan manusia itu tidak bisa diraih. Toleran terhadap hal dilematis. Dalam kenyataan. Melihat kesalahan sebagai peluang. Alasannya. Bahkan sekarang. Menjadi manusia kreatif. tidak cukup hanya dengan memiliki satu kebiasaan diatas. yakni suka berpikir lunak. Masalahnya adalah sifat manusia yang sering kali memperturutkan hawa nafsunya. Dan Norman menguatkannya dengan satu motivasi. Kini ribuan pendaki sudah membuktikan bahwa puncak tertinggi itu bisa ditapaki. “Kreativitas adalah pengembangan hasil otak kiri yang bersikap keras terhadap ide oleh otak kanan yang lunak yang mengabaikan batasan dan lunak terhadap berbagai ide. Oech juga sepakat. Mount Everest pada 1924. sebuah tembok raksasa yang mustahil ditembus. Padahal sejarah pun mencatat. Kebiasaan ketiga adalah Suka menggugat aturan. disebut sebagai kebiasaan kelima. Sesungguhnya kesalahan justru menempatkan kita memperoleh hal yang tak didapat bila melakukan dengan benar. tidak banyak orang yang bisa membuat orang lain tertawa. Rasulullah dengan 300 pasukan mukmin mampu memukul mundur pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya tiga kali lebih banyak dalam perang Badar. untuk yang satu ini. orang sudah menjajaki pariwisata luar angkasa meski harus merogoh kocek yang tak sedikit. jangan sekali pun pernah membuang ide sepintas yang kelihatan mustahil. Mungkin alasan itu tidak relevan lagi. linier dan pasti. Gede Prama. Merenungkan lagi ide yang muncul dapat memicu berbagai kemungkinan baru. Mungkin sekarang ada pemecahannya yang lebih efektif. Allah dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat terakhir telah jauh terlebih dulu memberikan motivasi kepada setiap mukmin. Jika aturan telah membatasi pilihan maka Anda harus mencari tahu mengapa suatu aturan dibuat. meski tidak meninggalkan aspek kecerdasannya. tambah Oech. Adalah jarang inovasi muncul dari pola pikir yang tunggal. Sehingga kemudian yang tampak didepannya adalah sebuah gunung batu menjulang tinggi yang tak mungkin dilewati. Nampaknya. Suka mencoba kemustahilan. Kemudian yang keenam adalah. yang dalam hal ini salah satunya adalah sifat malas. Sejarah lain juga ditorehkan oleh George Leigh Mallory dan Andrew Irvine yang disebut-sebut sebagai orang pertama menapakkan kakinya di puncak tertinggi dunia. Orang dulu berpikir ruang angkasa adalah sesuatu yang invisible. adalah yang selanjutnya. sering ide kretif lahir dari situasi dilematis atau kepepet. dan enggan berusaha keras. karena ia menempatkan Suka humor dan santai sebagai kebiasaan . bahwa Dia tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ada orang yang suka mencari aman dan menghindari dari kemungkinan salah atau gagal. Oech juga memaparkan tentang kebiasaan lainnya. Oleh karena itu.” kata Oech. Dan yang perlu diketahui. pernah menyebut Dedi ‘Miing’ Gumelar sebagai satu dari sekian orang yang dijadikan sahabatnya.kebiasaan timnya untuk menyiapkan lebih dari satu solusi.

Baik dengan tambahan dari luar diri Anda atau tidak menekan ide yang telah dipunyai. semut. namun kebaikan hatinya tak diragukan bahkan dirasakan juga oleh yang bukan ummat nasrani. beranilah pro terhadap hal yang tidak disetujui mayoritas walau tidak harus terlalu terbuka. Orang yang sibuk melihat dunia dalamnya sendiri akan kehilangan banyak ide. ketidakadilan. masih menghormati makhluk kecil. Jadi. Sudahkah menjadi orang kreatif? Mulailah hari ini juga! Wallaahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Mari Menebar Kasih Sayang Publikasi 24/10/2002 09:05 WIB eramuslim . Padahal tekanan organisasi bisa memasung kretaivitas. menjadikan Gandhi sebagai sosok yang boleh diteladani dalam hal berbuat baik terhadap sesama. bukan berarti mengesampingkan kebenaran. Dalam hal ini. cinta dan kasih sayang. hal mustahil maupun yang keliru. tindak kesemena-menaan bahkan kezhaliman.orang kreatif pada urutan selanjutnya. Rasulullah Muhammad saw tidak pernah sedikitpun mengajarkan kepada ummatnya untuk melakukan kejahatan.Siapa yang tak mengakui kebaikan hati seorang Bunda Theresia? Meski ia tak pernah menganut ajaran Islam yang penuh kedamaian. Sama halnya dengan Mahatma Gandhi. adalah senantiasa Terbuka terhadap gagasan baru. Orang yang mengaku bukan orang yang kreatif berarti telah memasung diri sendiri. . Kita pernah mempelajari bagaimana kebaikan hati Yusuf alaihi salam yang tidak menaruh dendam sedikitpun kepada saudara-saudaranya yang telah mencoba mencelakainya. dan memerintahkan derap dan langkah para pasukannya untuk tidak mengganggu atau bahkan menginjak sekelompok semut yang mereka lewati. Berani berpikir beda seolah menjadi ciri yang paling khas dari orang kreatif. Meninjau dunia luar adalah wahana meraih ide baru untuk dunia dalam kita. Kebersihan hati Yusuf itulah yang akhirnya secara tidak langsung menghantarkannya kepada kejayaan diri. Ingatlah. Saat kita santai dan gembira pertahanan mental jadi longgar sehingga tidak pusing terhadap aturan. Juga ketika seorang dipenjara yang melupakan kebaikan dirinya. cinta dan pengabdiannya yang besar kepada ummatnya. bahwa ide akan berkembang bila kita memberinya ruang. Memang ide kreatif muncul ketika terdesak situasi. karena disini akan lebih bernilai jika sikap satu ini untuk berbeda terhadap mayoritas ketidakbenaran. tak sedikitpun ia marah. Kebaikan yang dilakukannya. siapa yang berani membantah jika dikatakan bahwa Gandhi adalah manusia berhati mulia. Selain itu. Suka meninjau dunia luar sebaiknya menjadi satu kebiasaan tersendiri bagi orang-orang kreatif. Dan yang terakhir disebutkan Oech. Seorang Sulaiman yang dengan segala kebesarannya. Umumnya orang berusaha menyesuaikan dengan budaya organisasinya. tapi lebih banyak ide brilian dan segar lahir dari suasana santai dan gembira. Maka dari itu.

jujur. Setelah para Nabi Allah sebelumnya juga mengajarkan hakikat Islam. dan kemuliaan hati dari Islam yang langsung dicontohkan Muhammad-lah yang akan menggusur kekuasaan. dari kejadian itu mereka tak menemukan anggapan itu. bagaimana mungkin dikatakan kejam jika terhadap seekor burung pun sang Panglima sangat mengasihi. juga menarik hati seorang saudagar kaya Khadijah binti Khuwailid yang kemudian menjadi istrinya. mereka tak pernah membenci Muhammad karena perilakunya yang buruk. Abu Jahal. Sebelum menjadi Rasul. Muhammad dikenal sebagai orang yang berhati mulia. Islam adalah agama kebaikan. Maka tidak sewajarnya ketika mereka yang mengaku mukmin melakukan kejahatan dan tindak kezhaliman. agama kasih sayang. menyiksa dan menganiaya orang. Muhammad justu mengangkat derajatnya. Saat fajar sebelum berangkat melakukan penyerbuan ke wilayah musuh yang menentang Islam. Rasulullah tak pernah mengajarkannya.Islam dengan segala ajaran kasih sayang dan kedamaiannya. mencontohkan bagaimana seharusnya kasih sayang dan cinta sesama saudara bagaikan mencintai diri sendiri. Rupanya. justru mengutamakan perbuatan baik terhadap manusia itu sebagai perwujudan dari rahmantan lil ‘aalamiinnya ajaran yang disempurnakan Muhammad saw. Justru yang mereka khawatirkan adalah ajaran kebaikan. para pasukan terheran karena hanya tinggal tenda Sang Panglima yang masih utuh belum dikemas. Tidak hanya itu. Rasulullah baru mengabulkannya setelah ada izin dari Allah yang membolehkan berperang. Ketika para wanita dianggap masyarakat kelas sekian dan menjadi suatu kehinaan diri jika mempunyai keturunan seorang wanita. mungkin bagi kita sangat sepele. Rasulullah (Islam) memuliakannya. Setelah menjadi Rasul Allah. bersikap lembut dan menghargai sesama. saat para sahabat mulai marah dan tidak mampu menahan diri untuk melakukan balasan terhadap intimidasi dan penganiayaan terhadap kaum muslimin. kedudukan mereka. kedamaian. antara yang kuat dan yang lemah. ketika orangorang memperjualbelikan budak dengan harga yang tidak manusiawi. Ada sebuah kisah seorang panglima perang besar kaum muslimin Amru bin Ash yang begitu mulia hatinya. sopan. Bayangkan. . Bagaimana tidak. Rasulullah datang dengan mengajarkan zakat dan infaq shodaqoh. Padahal pendelegasian keduanya menyusup itu sebelumnya karena para pembesar dan masyarakatnya mendengar berita tentang kekejaman Panglima Amru bin Ash beserta pasukannya yang dikatakan gemar membunuh. Alasannya. kemuliaan hatinya tidak hanya diakui oleh kaum mukminin melainkan juga oleh kaum kafir Quraisy. ketika ketidakadilan semakin mempertegas jarak dan perbedaan antara orang-orang kaya dengan fakir miskin. hanya karena ia mendapati seekor burung yang bertengger di atas tendanya tengah mengerami telurnya dan terpaksa menunda keberangkatan pasukannya. Pikir mereka. Kejadian itu sungguh mengherankan dua orang penyusup dari pasukan musuh yang menyamar bergabung dalam pasukan Amru bin Ash. Itulah kemudian ia mendapatkan gelar al amiin. Kecuali dalam kondisi yang memang mengharuskan setiap mukmin mempertahankan harga diri dan melakukan pembelaan. Sebenci apapun para pembesar suku Quraisy seperti Abu Lahab.

dan penuh kasih seperti Bunda Theresia dan Mahatma Gandhi. kita dapat memanfaatkan waktu dengan optimal. katakanlah sebagai contoh. keluarganya. mereka yang meski berbuat baik. panjangkanlah umur kami hingga bulan Ramadhan. kita sudah mempersiapkan dengan 'full action'. Bahkan jauh hari sebelumnya.Segala puji bagi Allah SWT. berkahilah bulan Rajab ini. Wallahu a’lam bishshowaab. dan aktivitas yang akan menunjang penampilan kita pada hari yang dinanti-nanti itu. maka yang ada di langit akan mengasihi dan menyayangi kita. manusia yang sangat mulia. Sholawat dan Salam senantiasa terucap kepada Rasulullah Muhammad SAW. berarti didirinya tertanam sifat-sifat kebaikan. Yang telah mempersiapkan diri jauh sebelum datangnya bulan Ramadhan. jika kita berbuat baik dan penuh kasih sayang terhadap semua makhluk di bumi. karena jika itu yang kita lakukan. Sudahkah kita meneladani beliau? Menantikan dengan penuh harap? atau kita hanya biasa-biasa saja menyambut kedatangannya. Persiapan itu sendiri tidak dilakukan pada awal bulan Ramadhan. . serta pengikutnya yang komitmen dengan risalahnya Dienul Islam hingga hari akhir nanti. Subhanallah. Sebaliknya. sama seperti bulan-bulan sebelumnya? Na'udzubillahi tsumma na'udzubillahi. Saudaraku. Sehingga pada bulan Ramadhan. sahabatnya. Amiin Allaahumma Amiin. yang Insya Allah memperkenankan kita menjumpai bulan suci. amalnya akan terputus dan tak diperhitungkan dihadapan Allah kelak karena mereka bukan muslim dan tak mengimani Allah. dan sampaikanlah kami. maka kita akan ketinggalan kereta pahala dengan hamba Allah lainnya. sangat mendambakan akan datangnya bulan Ramadhan ini. Jika seorang muslim tak memiliki sifat diatas. tentulah karena ia tidak sepenuhnya mengamalkan ajaran Rasulullah. cinta dan kasih sayang. dan berkahilah bulan Sya'ban ini. bulan Ramadhan. Tapi apakah kita sudah bersiap-siap untuk menyambut bulan yang sangat dinantikan oleh ummat Islam sepanjang masa? Bulan yang sangat dinantikan oleh Rasulullah. Saudaraku. bulan mulia. Oleh karenanya.Menjadi seorang muslim. (Bayu Gautama) Karena Rasulullah pun Mendambakan Ramadhan Publikasi 23/10/2002 07:23 WIB eramuslim . tabi'it tabi'in. Rasulullah sendiri. karena Rasulullah pun menegaskan. para tabi'in. sehingga teruntai sebuah do'a yang sangat indah: "Allahumma bariklana fii rajab wa bariklana fii sya'ban wa balighna fii ramadhan" Ya Allah. hari ulang tahun kita. potong rambut. bersih-bersih. perbaikilah segala sifat yang tak mencerminkan kebaikan dan kasih sayang itu. Niscaya kita akan sangat bergembira jika saatnya tiba. hakikat bulan Ramadhan ini sesungguhnya pada sejauh mana kita telah melakukan persiapan untuk menyambutnya. jika kita menantikan suatu saat yang sangat berharga bagi diri kita.

com) Kepada Anda Yang Bukan Perokok! Publikasi 22/10/2002 07:35 WIB eramuslim . tilawah qur'an. penumpang lain dalam angkot itu menyalakan rokok kemudian menghisapnya dengan nikmat dan menghembuskan asap ke seantero ruangan. shoum sunnah. bahwa Rasulullah pada orang yang paling banyak dan menyempurnakan puasanya pada bulan Sya'ban. dengan bersemangat. wirid ma'tsurat harian. sebagaimana setengah hatinya .Seorang gadis spontan menutup hidung dengan tissue ketika laki-laki di depannya. Pengkondisian fisik sudah dicontohkan oleh Rasul sebelum datangnya bulan Ramadhan. (Bramsi Prenata/bramsi@cakraweb. sesekali terbatuk-batuk dan terusmenerus menatap lekat si perokok dengan mata berair. Buku Fiqh Shiyam juga menjadi bacaan wajib. dan lainnya. yang dapat membekas pada 11 bulan berikutnya. semoga Allah berkenan mempertemukan kita pada bulan Ramadhan esok. Mengapa tidak menegur? Ingin si gadis menegur. dengan jihad (bersungguh-sungguh). agar kita mengetahui dalil dan fadhilah puasa yang akan kita lakukan. bahkan makin menikmati hisapan demi hisapan sementara si gadis terus memelototinya dengan hati yang makin jengkel.Sangat sayang jika bulan Ramadhan yang hanya 29-30 hari itu. barangkali karena merokok sudah merupakan budaya di Indonesia. sementara si gadis makin kuat menutup hidungnya. sesungguhnya si perokok lah yang seharusnya lebih merasa sungkan dibanding orang yang menegur. datangnya hanya sekali setahun. Juga yang harus kita ingat. dan memperluas tsaqofah (wawasan) keilmuan kita. agar sebelumnya mengqadha puasa-puasa wajib kita sebelumnya kita tinggalkan. Pengkondisian ruhiyah juga sudah seyogyanya dilakukan sebelum bulan Ramadhan. Bahkan iklannya selalu muncul di televisi berbarengan dengan iklan rokok. Amiin Allaahumma Amiin. Dalam hadits juga diungkapkan. entah karena sakit atau karena halangan lainnya. tapi nyalinya tak cukup besar untuk melakukan itu. serta berharap kita semua dapat menjadi Alumni teladan bulan Ramadhan. Selamat berjuang saudaraku. qiyamul layl. Semua persiapan ini dilakukan agar kita bisa menjalani Ramadhan ini dengan ringan. Kampanye tentang bahaya dan dampak negatif rokok sudah terlalu sering diadakan. harus kita potong waktunya seminggu menjadi 22-23 hari hanya untuk persiapan yang seharusnya bisa kita lakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Meskipun bisa dikatakan itu merupakan iklan setengah hati. Takut dibilang rese? Takut dibilang memberangus hak orang lain untuk merokok? Sungkan? Takut dimarahi? Kalau boleh saya bilang. Beberapa penumpang lain bersikap biasa saja. Jadi sah-sah saja jika si perokok tidak peduli.

ini sih bagai pungguk merindukan bulan. saya kembali beraksi. Begitu mungkin argumentasi mereka.makin meningkatnya intensitas merokok dan akibat-akibatnya? Mengharapkan para perokok sadar? Wah. Jika anda wanita hamil. tapi mereka memang dengan sadar untuk terus merokok. biasanya dokter akan menyarankan anda menjauhi rokok dan asapnya (bahkan suami pun diminta untuk menghentikan/mengurangi kegiatan merokok). “Maaf. Hal ini karena dipastikan asap rokok bisa mengganggu pertumbuhan janin. Karena tadi sudah ada yang saya tegur. Maka. Hingaga kemudian suatu hari saya membaca salah satu serial Olin karya Ali Muakhir. Nah. Serta merta saya menegur. kita juga secara tidak sengaja membantu si perokok mengurangi intensitas merokoknya? Cerita tentang gadis di paragraf pertama di atas adalah cerita tentang diri saya sendiri. saya rasa tidak adil kalau yang ini tidak saya tegur juga. Seperti tadi saya tengarai di atas. Si Olin ini dengan berani menegur seorang penumpang di angkot yang merokok. kenapa ini tidak kita jadikan senjata untuk memperkecil ruang bagi para perokok? Bukankah dengan demikian selain kita mempertahankan hak kita untuk tidak menghisap asap rokok dan melindungi diri dari kemungkinan menderita penyakit yang disebabkan status perokok pasif. yang rugi tubuh mereka sendiri. apakah anda rela menderita akibat yang bukan merupakan hasil perbuatan anda? Karena itu anda berhak sekali untuk melindungi diri anda dengan menolak menghisap asap rokok dari para perokok. . Nah. rokok merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang cukup besar. Teman saya akhirnya dirawat di rumah sakit karena sakit paru-paru gara-gara beberapa tahun bekerja diantara para perokok. Dia mengangguk dan membatalkan rencananya untuk menyalakan rokok. dalam perjalanan kereta Solo-Jogya. Sesungguhnya yang paling memungkinkan itu adalah kita: Orang-orang yang bukan perokok dan sadar akan dampak negatif rokok. Suatu hari. seorang laki-laki hendak menyalakan rokok di dekat saya. Beberapa saat kemudian seorang penumpang masuk dengan rokok menyala di sela jari-jarinya. mereka tidak merugikan orang lain. Kisah itu mengilhami saya untuk melakukan hal serupa meski dengan alasan berbeda. Mereka tahu betul akan bahaya rokok. namun tanpa sadar menjadi perokok pasif. kalau begitu siapa dong yang bisa mengatasi -setidaknya mencegah.pemerintah menyikapi masalah rokok ini. sekalipun dia sendiri tidak pernah merokok. Bagaimanapun. Mungkin tidak semua kita tahu dan sadar bahwa menjadi perokok pasif (orang-orang yang secara tidak sengaja terhisap asapa rokok yang diproduksi oleh para perokok di sekelilingnya) itu relatif lebih berbahaya di banding perokok aktif. Toh. manusia Indonesia memiliki rasa sungkan yang cukup tinggi jika mengganggu orang lain. Cuma waktu itu saya tidak berani menegur karena sungkan dan sebagainya itu tadi. Mas! Bagaimana kalau merokoknya nanti saja saat sudah di luar kereta? Saya tidak tahan dengan asap rokok”. Saya selalu merasa terganggu jika ada orang yang merokok di sekitar saya. Kalaupun rugi. Pengaruh yang tidak kurang berbahaya juga dapat dialami oleh orang dewasa dan anak-anak yang bukan perokok.

Sebagaimana digambarkan Pelzer. “Anda berhak merokok di sini sebagaimana saya berhak untuk tidak menghisap sampah asap rokok anda. karena tidak seperti buku sebelumnya yang membuat dada berdegub. tetap cuek bebek dengan rokoknya meskipun sudah kita tegur? Gampang. tulisan ini bukan untuk anda. Mereka sebenarnya sungkan andai saja anda berani menegur.mengalami berbagai siksaan yang sangat brutal dari ibunya sendiri yang menganggap Pelzer hanya sebagai “It” yang bisa diperlakukan dengan seenaknya. Jika ada diantara anda yang membaca tulisan ini adalah seorang perokok. kita punya kemampuan untuk merubah sedikit wajah dunia dengan menggunakan hak kita. Buku tersebut .com) Mulianya Memaafkan Publikasi 18/10/2002 08:58 WIB eramuslim . Dave Pelzer. Di Bus. halte. Sebuah kebesaran hati yang mengesankan dari Dave Pelzer bahwa kemudian ia tak sedikitpun menyalahkan sikap The Mother (ibunya) selama delapan tahun itu yang menyebabkan ia tak bisa lepas . Dan saya terpikir.”Mas. (Azimah Rahayu/azi_75@yahoo. Bagaimana jika ada yang tebal muka. A Child Called “It” dan The Lost Boy – begitu menyentuh hati siapapun yang membacanya. “Terima kasih”. menendang. membalas kezaliman dengan sikap memaafkan. Anda mau coba? Ayo. A Man Named Dave juga mengajak kita untuk meneguhkan hati. anda tinggal memberinya masker plastik dan katakan. menginjak-injak bahkan mencekiknya sampai nyaris mati. seberapa tinggi kesadaran anda untuk mempertahankan hak tidak menjadi perokok pasif? Seberapa besar pula nyali dan kepercayaan diri anda untuk menegur? Semuanya tergantung kepada anda. Jadi silakan anda gunakan plastik ini untuk menutup muka anda agar anda dapat menikmati sendiri asap rokok itu”. ruang pertemuan. kalau saja kita semua yang bukan perokok mau peduli akan hak kita untuk tidak menjadi perokok pasif dan menggunakannya. sebaiknya anda hatihati jika akan merokok di tempat umum. Maka rokok itu langsung ia injak. Dua pengalama di atas memberi keberanian dan kepercayaan diri pada saya untuk menerapkan hal yang sama di tempat-tempat umum lain. Masalahnya adalah. kata saya. meninju. melemparkan dari atas menggelundung ke dasar tangga. dari pada anda 'malu ati' karena ditegur orang nanti. kantor dan lain-lain. Tapi kalau anda terlanjur membaca. angkot. maka ruang bagi para perokok akan makin sempit.yang merupakan kesimpulan dari dua buku Pelzer sebelumnya yang menjadi best seller.Ada sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis terkenal. selama tidak kurang dari delapan tahun –sejak usia 4 tahun hingga usia 12 tahun. berjudul A Man Named Dave. boleh rokoknya dihabiskan di dekat pintu?” Rupanya dia malas kalau merokok harus menjauh dari teman-temannya. yang menggambarkan sebuah kisah tentang keberhasilan dan kekuatan dari sikap memaafkan. maaf.

Dan sikap memaafkan itu dikatakan Allah sebagai satu sikap orang-orang bertaqwa yang Allah sediakan bagi mereka syurga seluas langit dan bumi. Imam Ghazali pernah mengajarkan bagaimana seharusnya seorang mukmin melampiaskan kemarahan. selagi tidak mengakibatkan redanya ghirah dan semangat pembelaan kebenaran. Dalam buku Mensucikan Jiwa. jelas perintah dalam surat Ali Imran ayat 134. dan menelan kemarahan itu karena ketidakmampuan untuk melampiaskannya seketika maka ia akan kembali ke dalam bathin dan menyelinap ke dalamnya lalu menjadi kedengkian. Jenis ini yang paling buruk. sangat wajar bilang seseorang harus marah. Sungguh membutuhkan kebesaran jiwa untuk bisa memaafkan kesalahan orang tanpa menunggu orang memintanya. sampai ia mampu membebaskan diri. Kata Said Hawwa.dari bayang-bayang masa lalu. Said Hawwa menerangkan tentang empat kategori manusia dalam hal kemarahan. cepat tersulut dan lambat redanya. Bahwa juga sikap seseorang yang meminta dimaafkan setelah melakukan satu kesalahan pun sudah begitu bagusnya. Hingga akhirnya Pelzer menemukan dirinya sendiri di dalam hati. Hanya saja. Inilah yang sulit. salah seorang penulis Chicken Soup for The Soul mengatakan bahwa Pelzer adalah bukti nyata yang menunjukkan bahwa kita masing-masing memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri. selain juga kemarahan yang dilampiaskan masih wajar dan berada dibawah kesadaran yang tinggi. Memaafkan adalah sikap yang diberikan secara ikhlas terlepas orang yang melakukan kesalahan. Berkaitan dengan itu. karena memaafkan bermakna lebih mulia ketimbang memberi maaf. seperti pohon bakau. Memaafkan. Sikap yang sebaiknya dilakukan seseorang adalah. Kedua. dan atau ketidakadilan itu memintanya atau tidak. dan rasa sebagai orang menang. bukan memberi maaf. Bahkan dalam catatan di belakang buku tersebut. tak peduli pengalaman seburuk apapun yang menimpa diri kita. Karena jika kita tak mampu melakukannya. karena pada saat itu kita telah membunuh kesombongan. lambat tersulut dan cepat reda. ketiga. Kedengkian adalah buah dari kemarahan. lambat tersulut dan lambat pula redanya. makanya Rasulullah pun pernah mengatakan bahwa memaafkan adalah sikap mulia dari seorang mukmin. Bayangkan betapa mulianya orang-orang yang mampu “memaafkan”. yang pertama. makna kedengkian ialah hati senantiasa merasa berat dalam menelan kemarahan. yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengukur kadar marah itu sesuai dengan tingkat kesalahan orang membuat kita marah. Jenis ini yang paling terpuji. seperi ilalang yang cepat tersulut dan cepat pula reda. karena sikap memberi maaf setelah orang meminta maaf saja sudah sedemikian luhur. sikap dan tindak semena-mena. selain memaafkan adalah meningkatkan kebaikan terhadapnya sebagai perlawanan terhadap hawa nafsu dan syetan . merasa benci kepadanya dan lari darinya. Jack Canfield. Bahwa kesabaran seseorang memang ada batasnya dan pada saatnya telah melampaui ambang batas itu. Sedangkan yang keempat.

tambah Golemen. dan termasuk perbuatan orang-orang yang mencapai maqam Muqarrabin (orang-orang yang dekat dengan Allah). Daniel Goleman dalam bukunya yang menjadi best seller. ikhlas menghadapi berbagai cobaan. sedemikian kejamnya masyarakat wilayah itu melempari batu. namun kesuksesan seringkali ditentukan oleh kecerdasan emosional. ternyata lebih banyak ditentukan oleh emosi daripada akal sehat. emosi sangat mempengaruhi kehidupan manusia ketika mengambil keputusan karena tidak jarang suatu keputusan diambil melalui emosinya. Disebutkannya. Berkaitan dengan ini.maka hal itu merupakan maqam orang-orang yang tergolong shiddiqin. Menurut Goleman. Artinya. Tidak ada sama sekali keputusan yang diambil manusia murni dari pemikiran rasionya karena seluruh keputusan manusia memiliki warna emosional. Emotional Intellegence memaparkan tentang satu bagian penting dalam jiwa manusia yang bernama emosi yang dikatakannya justru sangat menentukan kebahagiaan dan penderitaan manusia. yang kemudian kita lebih mengenalnya dengan istilah sabar. Ia biasanya tabah dalam menghadapi kesulitan. sengsara. ketika orang cerdas jadi bodoh. Dan kecerdasan emosional diukur dari kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri. menzhalimi Rasulullah dan para sahabat sampai Izrail pun tak kuasa ‘menahan amarah’ dan menawarkan membalikkan gunung untuk ditimpakan kepada kaum Thaif. bukan pada rasio. Begitu juga dengan peristiwa Thaif. bahwa yang menentukan sukses dalam kehidupan manusia bukanlah rasio tetapi emosi. Rasulullah juga menekankan pentingnya setiap mukmin untuk memiliki kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri. . Lebih umumnya. namun Rasulullah Muhammad Saw tidak pernah menaruh dendam ataupun kebencian. duka. dan bahagianya manusia. Ia menemukan bahwa orang Amerika yang memiliki kecerdasan atau IQ diatas 125 umumnya bekerja pada orang yang memiliki kecerdasan rata-rata 100. Karena itulah hendaknya kita memperhatikan kecerdasan emosi selain kecerdasan otak. Jika kita memperhatikan keputusan-keputusan dalam kehidupan manusia. orang yang cerdas umumnya menjadi pegawai dari orang yang lebih bodoh dari dia. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Ketika Orang Cerdas Jadi Bodoh Publikasi 17/10/2002 08:51 WIB eramuslim . Rasulullah mengajarkan (sekaligus mempraktekkan) keutamaan memberi maaf. dari hasil penelitiannya ditemukan satu situasi yang disebut dengan When smart is dumb. Bahkan ia membalasnya dengan menjadi orang yang pertama kali menjenguk ketika si peludah itu sakit.Meski setiap hari harus menerima ludahan dari seorang kafir quraisy. Kecerdasan intelektual memang bisa membantu orang meraih kesuksesan. itulah yang disebut sabar. bergantung suka. Orang yang paling sabar adalah orang yang paling tinggi dalam kecerdasan emosionalnya. Pada emosi. Namun manusia agung itu lebih memilih memaafkan. dan tenang dalam tekanan.

Kak! Padahal sudah saya kembalikan bareng punya saya. Rasulullah yang kita kenal tak memiliki kemampuan membaca dan menulis ternyata memiliki kecerdasan emosional yang luar biasa tinggi. Kak. “Ada apa?” tanya saya. Ika anak baik. Saya buru-buru menghentikan aktifitas mencatat buku yang akan di pinjam dan turun ke halaman. “Bukunya jatuh ke got. Beberapa saat kemudian. “Niki. pengunjung taman bacaan yang lain datang. Kunci suksesnya adalah mengendalikan emosi dan menahan diri (sabar). bukunya bukan hilang tapi dikembalikan. anak-anak sedang ramai di Taman Bacaan saya. ”Oh. Kemarin dia takut mengembalikan buku. Niki. meski sesekali sedu sedannya masih terdengar. terlepas orang yang melakukan kesalahan itu memintanya atau tidak. Tiba-tiba suara tangis pecah meningkahi keramaian. gadis 5 tahun itu tengah duduk di bangku sambil tersedu-sedu menutup muka dalam rangkulan kakaknya Nisa. Demikian juga dengan kesadaran dan ketenangan yang tinggi dalam menghadapi berbagai kesulitan.Seringkali kita menjumpai orang yang bersikap bodoh hanya karena tidak mampu mengendalikan emosinya. Bayangkan betapa luhurnya orang yang memberi maaf kepada mereka yang melakukan kesalahan. ”Iya. tangan ini refleks memukul kepala. Sampulnya lecek bekas basah dan diselotip asal-asalan. Padahal perintah-Nya adalah memaafkan. “Ika sedih dan takut dimarahin karena bukunya hilang.” Dan Ika pun berhenti menangis. Saya tersenyum dan memeluk Ika. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Etika Meminjam. Nangisnya udah yaa. “bodohnya aku”. kenapa kok bukunya baru dikembalikan?’ tanya saya. “Ika pikir buku yang dipinjamnya hilang. begitu. Kak!” jawab gadis kelas dua SD itu takut-takut. Terima kasih Niki sudah berusaha membenahi bukunya. Di daftar pinjaman. Ika. ya? Nah. Mulialah mereka yang melakukan itu. ya?” .Sore itu.” sahut Oki saudara kembar Niki. Jangan Kalah Sama Anak-Anak! Publikasi 15/10/2002 07:14 WIB eramuslim .” Nisa menjelaskan. Ia takut-takut mengembalikan buku yang sudah berubah muka. sehingga ia tak melakukan kebodohan dari ketergesa-gesaan atau amarahnya yang biasanya berujung pada penyesalan. Besok lagi hati-hati. buku itu sudah tiga hari di tangan Niki. Dan tidak jarang pada saat itu.

Setiap kali meminjamkan buku. buku-buku referensi keagamaan. bukunya robek. Tapi berapa kali kita mengembalikan buku yang kita pinjam kembali dalam kondisi sperti awal dipinjamkan? Dan berapa pula yang tak kembali? Atau. Bahkan di kalangan para aktifis yang sudah mengerti Islam. kejadian di atas juga mengingatkan saya atas fenomena (kalaulah bisa disebut fenomena) kurang dipenuhinya adab pinjam meminjam di kalangan dewasa. Pernah memang. Dan rasanya. Dari berbagai majalah. ”Kak. karena beliau lebih paham tentang lingkungan tinggalnya. Karena suatu hal besar itu dimulai dari hal kecil. Ada yang merasa sudah mengembalikan tapi nyatanya buku itu tak pernah sampai ke tangan saya. saya selalu berpesan agar buku dijaga dan dikembalikan segera jika sudah selesai. Saya menganggap mereka orang dewasa yang sanggup menjaga amanah. kegiatan saya menjalankan rumah bacaan di tempat saya tinggal bukan tanpa hambatan. . Terutama pemilik rumah yang tidak setuju dan menganggap anak-anak itu hanya mengganggu. Saya tak ingin membahas yang besar-besar. selembar uang lima ribu rupiah di meja hilang saat saya tinggal ke dalam. Ada juga buku yang sejak dipinjam tak pernah kembali. Sungguh saya terharu dengan usaha anak-anak itu menjaga amanah. Sini. Padahal pula selama ini mereka dicap ‘kurang baik’ oleh beberapa orang dewasa yang saya kenal di lingkungan kami. Namun sedihnya. Barangkali beliau benar.Suatu hari yang lain. Padahal mereka masih kecil. tapi yang kecil saja yaitu buku. juga mereka punya kebiasaan mencuri. Tapi itu dulu sekali. Kejadian di atas adalah contohnya. Namun di sisi lain. Dan saya pikir justru karena itulah saya ingin dan tertantang untuk mengubahnya. Buku-buku itu juga saya pinjamkan secara terbuka kepada teman-teman saya atau temannya teman saya. kita selotip bareng-bareng. Uang maupun barang. ada saja buku yang kembali dalam kondisi kotor maupun bekas basah maupun halamannya bredel. Saya berusaha memberi kepercayaan kepada anak-anak itu. buku-buku self help dan How to’s dan lain dan lain. Ya. “Kenapa? Kamu ingin beli?” Dia membuka lembaran tengah yang robek dan menunjukkan ke saya dengan air muka penuh rasa bersalah. saya pikir usaha itu tidak sia-sia. novel Islami dan novel umum. saya lebih berhati-hati menyimpan barang berharga). Lain kali hatihati ya?” jawab saya. saya juga punya koleksi cukup banyak buku untuk orang dewasa. beli buku ini dimana?”. adakah buku teman yang belum kita kembalikan? Selain taman bacaan anak. Setiap kita pasti pernah meminjam buku atau meminjamkan buku. “Oh. Ihsan mendekati saya takut-takut sambil bertanya. dengan harapan mereka akan membalas kepercayaan saya (tentu saja di sisi lain.

“Oh belum saya kembalikan. Kalo di rumah saya ada berarti memang belum saya kembalikan. tolong mbak lihat di rumah dan saya lihat juga di rumah. kalangan Muslim profesional mempunyai kemampuan untuk menjadi agen perubahan. Azimah Rahayu (azi_75@yahoo. saya yakin bukan karena mereka meremehkan atau bermaksud mengukuhi buku itu. Sebagaimana hutang yang dapat menghambat seseorang masuk surga. meskipun sering ditanggapi tidak enak. Sedang kita. mereka kelihatan cuek dan tak mau tahu siapa yang memegang buku pinjaman berantai itu. ya? Saya lupa nih. Betapapun statusnya tetap barang pinjaman. maka saya khawatir demikian juga halnya dengan barang pinjaman. Ketika ditanya lagi. . orang dewasa? Apalagi sudah belajar Islam? Semestinya kita lebih bisa memenuhi adab ini dan mengajarkan pada anak-anak. mengarahkan dan mendayagunakannya untuk menggerakkan perubahan menuju cita-cita gerakan Islam yaitu tumbuh. mengingatkan atau bersikap tegas dalam hal ini. Menegur.” Atau.com) Agenda Profesional Muslim di Era Cyber Publikasi 14/10/2002 07:51 WIB eramuslim . berkembang dan tegaknya khairu ummah. “Aduh. tetapi lebih karena mereka belum paham makna ‘meminjam’ dan bagaimana adab terhadapnya. Pinjam meminjam buku juga sudah biasa.Tatkala negeri Islam dalam keadan terbelakang. Tapi apakah karena sudah biasa dan ‘hanya sebuah buku’ lantas membuat statusnya sebagai barang pinjaman yang mesti dipenuhi adabnya batal? Saya kira tidak. Ya udah. kalangan Muslim profesional adalah sebuah kakuatan ummah. penuh konflik dan mengalami ketergantungan terhadap Barat. Cukup sering saya mendapat jawaban dibawah saat saya menanyakan buku-buku yang mereka pinjam. waktu itu dibaca sama si anu. Perkembangan era cyber bahkan menyediakan celah untuk meningkatkan kemampuan ini. Sebagai sebuah kekuatan ummah. *** Buku memang hanya sebuah buku. ntar deh ditanyain”. sebenarnya adalah suatu usaha untuk menjaga si peminjam dari perbuatan dzalim terhadap dirinya sendiri maupun Saudaranya.Ada lagi yang sudah ditelepon berkali-kali namun selalu saja ada alasannya untuk tidak mengembalikan buku. Kalau anak-anak lupa mengembalikan atau tidak mengembalikan. Sudah tiba masanya. hal-hal seperti ini mendapat perhatian lebih dari kita semua.

menyeluruh dan berkelanjutan. mengembangkan solusi tepat guna untuk ummah ataupun mendukung aksi pengembangan ummah yang dikembangkan LSM ataupun pemerintah. visi. perusahaan. Tantangannya adalah kalangan Muslim profesional perlu mengembangkan agenda perubahan di dalam diri. keluarga. keluarga dan lingkungannya sebelum dapat berperan sebagai agen perubahan. kejernihan dan ketenangan iman. . organisasi maupun masyarakat.Kekuatan utama dari kalangan Muslim profesional yang dapat didayagunakan adalah penguasaannya atas bidang-bidang keahlian. Pertama. Ancaman terhadap kalangan Muslim profesional di atas juga semakin menguat di era cyber. kalangan profesional Muslim perlu mengembangkan suatu agenda. dakwah dan amal Islami pada umumnya. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu membersihkan hati. Dengan keahlian yang dimilikinya kalangan Muslim profesional dapat terlibat mencerdaskan ummah. sangat beratnya menegakkan Qiyamul Lail dan keringnya hati dalam empati terhadap permasalahan dunia Islam. dan berkembangnya komunikasi. Rasul dan jihad. dan lintas budaya. Bidang keahlian ini beraneka ragam dari teknologi antariksa hingga teknologi pertanian. pribadi-pribadi Muslim mengembangkan visi kehidupan Islami dalam kehidupan pribadi. Penguatan ancaman ini merupakan dampak dari tertembusnya batas-batas geografi. dan dari teknologi konstruksi hingga teknologi kimia. berkembangnya pacaran dalam hubungan dengan lawan jenis. Kalangan Muslim profesional perlu berjuang untuk menyelamatkan diri dari bahaya eksploitasi sumber daya manusia. Adalah lumrah diantara kalangan Muslim profesional untuk mengalami kesulitan menyediakan waktu. dan menyuburkan emosi sebagai Muslim. interaksi dan kolaborasi lintas kepentingan. Di antara indikator polusi budaya adalah penerimaan pemikiran dan budaya Barat dalam berbagai bidang kehidupan seperti ketidakpedulian terhadap bahaya riba dalam ekonomi dan bisnis. dan layunya hubungan emosional dan intelektual antara ummah dan pemimpin dalam masyarakat Islam. Agenda muslim profesional perlu mencakup suatu perubahan yang mendasar. dan aspirasi sebagai Muslim. terbangunnya sebuah peradaban cyber yang global. Emosi sebagai Muslim yang perlu disuburkan adalah cinta kepada Allah. tenaga. dan kelelahan dalam kehidupan yang tidak mempunyai tujuan bagi pengembangan ummah. Agenda ini perlu dimulai dari pribadi. dari teknologi informasi hingga teknologi permesinan. polusi budaya dan erosi ruhiyah. Di antara indikator erosi ruhiyah adalah melemahnya emosi dan interaksi terhadap Al Qur'an. Dengan emosi sebagai Muslim. lintas masyarakat. Di antara indikator dari eksploitasi sumber daya manusia adalah kesibukan. emosi dan pemikiran bagi berinteraksi dan berkolaborasi dalam aktivitas tarbiyah. menyegarkannya dengan kesejukan. Untuk dapat menyelamatkan diri dari ancaman ini. mengembangkan emosi. keluarga dan dikembangkan untuk berpengaruh dalam lingkungan sosial.

Dengan pemahaman ini. Berbekal informasi intelijens akan berbagai perkembangan dari ummah. Bagi pribadi-pribadi Muslim keluarga yang sakinah. terlibat. Dan untuk berjalannya proses perubahan yang berkelanjutan. pribadi-pribadi Muslim bangun. Selanjutnya pribadi-pribadi Muslim profesional diharapkan mengembangkan creativity bagi pengembangan idea. pengetahuan ini perlu dijalankan. tentang Al Qur'an. Dengan pemahaman ini. produk atapun layanan untuk memecahkan masalah ummah. mawadah wa rahmah dapat mengawalnya. kalangan Muslim profesional bisa mengembangkan kapasitas. bersemangat. berdiri. Kelima. dunia maupun gerakan Islam ini. tegar. Ini adalah kekuatan inti dari kalangan Muslim profesional yang bisa disumbangkan untuk pengembangan ummah. Pribadi-pribadi Muslim profesional perlu membangun competency dalam bidang keahlian masing-masing. Dengan pemahaman ini pribadi-pribadi Muslim profesional dapat bergerak dengan panduan nilai-nilai Islam di jalan Islam dan demi ridha Ilahi. bagi berkembangnya ummah maupun bagi tertegakknya Islam sebagai jalan hidup. pribadi-pribadi Muslim profesional dituntut membangun endurance. mengumpulkan informasi intelijens sosial kemasyarakatan. dakwah dan jihad yang berkembang di negeri Islam. Keluarga mempunyai peran strategis. mendukungnya dan mendorongnya agar senantiasa menjadi pribadi Muslim yang . berjuang. Selanjutnya. bergerak. membina keluarga yang sakinah. memahami fikrah Islamiyah. maupun perubahan yang sedang berlangsung. bagi pribadi-pribadi Muslim profesional sendiri. misi dan nilai dari gerakan Islam dalam kehidupan tarbiyah. dan yang sangat strategis. berkarya dan bekerjasama.Dengan visi ini. menggunakan berbagai media pembelajaran yang tersedia. pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih terarah menuju terbangunnya khairu ummah. Pribadi-pribadi Muslim dituntut mengumpulkan informasi intelijens untuk memahami dinamika perkembangan ummah. seperti bunga-bunga di taman yang menebarkan wangi. creativity dan endurance. diterapkan dan ditegakkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbangun kepribadian Islami. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu mempunyai pemahaman yang mendalam tentang makna syahadatain. membangun competency. hidup. Dari pribadi Islamilah diharapkan mekarnya akhlaq Islami. Informasi intelijens juga dibutuhkan untuk memantau perkembangan dunia baik perkembangan yang mendukung pengembangan ummah maupun yang mengancam keberlangsungan ummah. baik yang baik maupun yang buruk. berdiri dan bergerak dengan suatu aspirasi yaitu tercapainya keadaan yang lebih baik bagi dakwah. keterlibatan dan aksi yang tepat. dan ummah. Ketiga. Lebih lanjut. Kedua. pribadi-pribadi Muslim profesional perlu mengumpulkan informasi intelijens untuk mengetahui perkembangan tarbiyah. ialah kesabaran untuk terus terlibat. Keenam. Keempat. mawadah wa rahmah. memahami visi. dakwah dan jihad. tentang rukun iman dan rukun Islam. bergerak dan mendukung pengembangan ummah. mencakup keadaan. membangun syakhsyiyah Islamiyah dan mengembangkan akhlaq Islamiyah. pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih segar.

ummah dapat berharap bahwa kalangan Muslim profesional akan membawa perubahan yang strategis bagi terbangunnya khairu ummah. kutemukan pria ini lagi sehari. Sejak aku mulai sekolah hingga masa remaja. atau setidaknya merangkul menenangkan ketika kalah berkelahi. Eko Budhi Suprasetiawan Muslim Information Technology Association (ekobs@developerforce. Agenda profesional Muslim adalah panjang. dua hari. organisasi dan masyarakat. mailing list dan juga lingkungan kerja. membutuhkan emosi. Tidak seperti anak-anak lainnya yang mempunyai seorang pria dewasa yang membela mereka saat berseteru dengan teman mainnya. tapi lebih karena pria ini hampir tidak pernah kujumpai. menyusuri dan menegakkannya. atau tauladan bagaimana Islam ditegakkan dalam kehidupan. Kerut-kerut diwajahnya menggambarkan . Bukan karena usiaku yang belum bisa mengenal secara detail siapapun. langkahnya pun mulai goyah dan lambat. Dengan menjalani. sebulan dan bahkan seterusnya berada di rumahku. Akhirnya masyarakat pada umumnya melalui media-media massa yang ada. berdirinya tak lagi tegak. Ketujuh. Kecuali sesekali di hari minggu. Ayah Publikasi 11/10/2002 08:13 WIB eramuslim . aksi yang mendukung pengembangan ummah. Rambutnya sudah memutih. mendaki dan berliku. Pribadi-pribadi Muslim diharapkan secara proaktif membina lingkungan sosial seperti persahabatan. agar sejalan dengan budaya Islam.Sewaktu usiaku belum lima tahun. seminggu. Bagi Islam sebagai jalan hidup. menyusuri dan menegakkannya dengan kesabaran. Bagi ummah.bergerak. Namun meski sekali. Demikianlah agenda yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim profesional untuk bisa terlibat dalam pengembangan ummah. aku hampir tak pernah mengenalnya. aku merasa sangat senang dengan keberadaanya. membina lingkungan. aku menganggap pria ini tidak lebih dari sekedar pria tempat ibu meminta uang bulanan. istri dan anak-anak yang berkarya bersama dan sinergis untuk ummah. juga untuk keperluan sekolahku dan adikadikku. Hingga aku dewasa. Sampai akhirnya. Pria dewasa yang sering kujumpai di rumah itu sibuk dengan semua pekerjaannya. keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah qudwah. kebijakan. intelektual dan fisik yang tangguh untuk menjalani. pria ini masih kuanggap orang asing meski sesekali ia mengajariku berbagai hal dan memberi nasihat. keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah kelompok terdiri suami. aku tidak.net) Maafkan Aku. ia tak segagah dulu saat aku pertama mengenalnya. ia seharian penuh berada di rumah dan mengajakku bermain. Ini dapat terus diperluas ke organisasi dimana pribadi-pribadi Muslim menjadi anggota untuk mengembangkan aturan.

Kusadari kini. Bahkan suaranya pun terdengar parau menyelingi sakit yang sering dideritanya. semua dilakukannya untukku. Kini pikiranku jauh melayang pada sayup-sayup suara ibu. namun sedetik keberadaanmu telah mengajarkan aku bagaimana menjadi anak yang tegar. Meski kasih sayang yang kau berikan hanya berbuah penilaian salahku tentangmu. karena pria ini yang mengantar. Ia tak mengeluh harus bangun berkali-kali dimalam hari bergantian dengan ibu untuk sekedar menggantikan popok pipisku atau membuatkanku sebotol susu. Meski tak banyak waktu yang kau berikan untuk kita bersama. peluh dan lelahnya sepulang kerja demi membuat aku tetap senang. Dari ibu juga aku mengetahui. Dan itu berlangsung terus selama beberapa tahun. menemani ibu hingga saat persalinan. susu dan makanan terbaik agar aku tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. uangnya lebih baik untuk membelikan aku pakaian. tak akan menghormatinya karena merasa asing dan tidak akan memprioritaskan perintahnya karena hampir tak pernah dekat. bahwa ia rela kehilangan kesempatan untuk mencurahkan kasih sayang dan cintanya kepadaku demi bekerja seharian penuh sejak dinginnya shubuh masih menusuk kesunyian hari saat aku masih tertidur hingga malam yang larut ketika akupun sudah terlelap. pria ini justru yang pertama kali menyambutku ketika pertama kalinya aku melihat dunia.kerasnya perjuangan hidup yang telah dilaluinya. Bahkan menurut ibu. tidak cengeng dan mandiri. pria ini selelah apapun ia tetap tersenyum dan tak pernah menolak saat aku mengajaknya bermain dan terus bermain. Ibu juga pernah bercerita. sambil menyusuiku ia memperkenalkan pria ini setiap hari. bahwa anak-anaknya tak akan mengenalnya. kutahu engkau juga tak kalah cintanya kepadaku dengan kecupan hangatmu saat hendak berangkat kerja dan juga sepulangnya ketika aku terlelap. Ia tak pernah menghiraukan penat. Seperti halnya ibu. Kerut diwajahmu. ia lakukan semua demi aku. memberi aku contoh bagaimana menghadapi kenyataan hidup yang penuh tantangan. yang untuk semua itu ia ikhlas menggadaikan rasa kantuknya. anaknya. Bahkan suaranyalah yang pertama kudengar dengan lembut menerobos kedua telingaku dengan lantunan adzan dan iqomat hingga aku tetap mengenali suara panggilan Allah itu hingga kini. Cerita ibu. Terima kasih Ayah. tak akan lebih mencintainya seperti mereka mencintai ibu mereka. Ia tahu resiko yang harus diterimanya kelak. . Tapi kini kutahu. Untuk sebuah cinta yang tak pernah ia harapkan balasannya. ini ayah …” meski aku pun belum begitu mengerti saat itu. Kata ayah seperti diceritakan ibu. Maafkan aku Ayah. atau celananya yang beberapa kali ditambal. aku tak pernah membayangkan sedemikian besar cinta dan pengorbananmu kepadaku. Ayah tak pernah mengeluh meski cinta dan pengorbanan itu sering terbalaskan dengan bantahan dan sikap kurang hormatku. “nak. ia juga rela ketika harus terus menggunakan kemeja usangnya untuk bekerja.

memang bersedih ketika ayah mereka meninggalkan mereka saat tengah terlelap. Ia sudah kembali bekerja –menjadi pesuruh di sebuah lembaga tinggi negara-. Pagi ini di depan gang sambil menunggu kendaraan. tanpa ada lagi tempat mengadu. Saya yakin selama ini Allah sudah menyayangi kami. sering tidak kuat ketika menerima cobaan hidup. namun meski terburuburu ia masih menyempatkan diri menjadi masbuk atau bahkan setelah jama’ah lainnya sudah mengucapkan salam. keyakinan saya bertambah bahwa Allah semakin sayang kepada kami. Tetap tegak menatap hari esok. Tak apalah. katanya. 25 tahun. bahkan nafasmu yang mulai tersengal. kakak dari enam adik itu sudah tiga hari ini selalu terlambat datang ke masjid untuk sholat shubuh berjama’ah. Cara Dia mengambil bapak dari tengah-tengah kami. Sebelumnya ia tak pernah begitu. Tak dinyana. sebagai kakak tertua dari enam adiknya. Makanya. ia merasa harus menunjukkan bahwa bagaimanapun kesedihan melanda. masih ada bapak yang menyayangi. Namun Hambali tetap tegar. Hambali dan semua adiknya. apalagi minta uang saku sekolah bagi adik-adiknya. kini ia harus melakukannya sendiri. perjumpaan sesaat sebelum tidur semalam adalah terakhir kali mereka bercanda dengan ayah mereka. dan terkadang memaki-maki Allah menganggap Ia tak adil memberikan . Ingin aku bisikkan kepadamu. Pasalnya. ibunya telah terlebih dulu meninggalkan mereka saat melahirkan si kecil. cengeng. dini hari sekitar pukul 03. padahal masih ada kegetiran didadaku merenungi nasib Hambali dan adikadiknya. Tapi kini. menumbuhkan keyakinan didiri kami kalau Allah ingin lebih total mencurahkan cinta dan kasih sayangnya. kalau dulu ada yang membantunya membangunkan adik-adiknya untuk bersiap-siap shubuh di masjid. tinggal bagaimana kami tetap tawakal dan bersyukur atas segala kehendak-Nya. kalau dulu sewaktu ibu meninggal. Nampaknya. Namun pagi itu Hambali memberi pelajaran terbaik buatku ketika ia mengatakan. lebih kokoh dari gunung-gunung yang berdiri menjulang kepada seorang anak yatim piatu. keyakinannya terbukti. mereka tak bolah larut.Jangan menangis Ayah. sambil berpikir bagaimana berjalan tanpa pegangan kokoh yang keduanya telah hilang sekarang.00 ayahnya yang tukang angkut sampah di perumahan sekitar tempatku tinggal. bahu dan punggungmu yang tak sekekar dulu lagi. Salma. Subhanallaah … aku tak menyangka Allah berikan kekuatan hati melebihi ketegaran batu karang di lautan. meninggal dunia.Namanya Hambali. dua belas tahun lalu. Hambali dan semua adiknya. Saat itu juga aku menengok ke dalam hati ini yang begitu kerdil. aku bertemu Hambali. tanpa bimbingan orangtua. seraya bersegera membalas cintaNya”. wajar karena empat hari yang lalu. Ia tersenyum melihatku. bahwa kasih sayang Allah tengah tercurah kepada mereka. “Allah menyayangi anak-anak yatim. “Aku mencintaimu …” Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Ada Yang Lebih Tegar Publikasi 10/10/2002 07:44 WIB eramuslim . yang penting ia dan adik-adiknya tak absen ke masjid untuk berjama’ah. meski kini kau nampak tua dan lelah.

Toh aku masih punya tempat berpegang ketika merasa tak kuat. Nampaknya falsafah air semakin ditekan kebawah semakin besar dorongannya keatas. Karena bukankah salah satu kebahagiaan ramadhan adalah sahur dan berbuka bersama dengan seluruh keluarga. justru karena setiap hari mereka ditempa cobaan yang tak henti-hentinya. Tidak sedikit dari mereka yang tak memiliki pakaian layak. Tentu bukan hanya Hambali dan Salma anak yatim di negeri ini. ujian hidup seberat apapun. Al Maa’uun). menjadi pelajaran tersendiri buatku. Hambali. Kita merasa puas dan senang jika bisa mengajak beberapa teman untuk makan bersama. seharusnya juga aku bisa menjadi kaki-kaki kokoh yang membantu Hambali dan anak-anak yatim itu tegak berdiri. keadaan ekonomi keluargaku pun masih lebih baik dari Hambali. Mungkinkah masih ada keceriaan di hari raya nanti bagi mereka. Kalaulah si Anak Yatim Baginda Rasulullah begitu memuliakan anak-anak yatim. Jawabnya ada pada diri kita. sehingga mereka menjadi terbiasa menghadapi semua cobaan. sementara kita santai menghabiskan uang untuk makan di tempat mahal. saat tak ada lagi pakaian baru dan makanan enak di rumah mereka. seharusnya aku jauh lebih kuat dari mereka. Lagi pula. Padahal dengan semua kelebihan yang kumiliki. hati mereka sekokoh gunung. kita membiarkan kunci surga itu terbuang begitu saja atau diambil orangorang selain kita yang memang berlomba mendapatkannya. sementara kita sibuk setiap hari membeli model terbaru untuk penampilan kita. Salma dan seluruh anak-anak yatim di negeri ini di bulan ramadhan yang akan segera tiba ini. Jika anak-anak yatim itu melihat kecengenganku ketika tertimpa cobaan kecil saja misalnya. agar senyum keceriaan menikmati hidup tak hanya milik orang-orang berpunya. Lalu apa artinya sholatku selama ini jika keberadaanku tak berarti apapun bagi anak-anak yatim dan orang miskin di sekitarku. Padahal. mungkin mereka akan tertawa terbahak-bahak dan menganggap aku seorang yang tidak bakal mampu bersaing melawan kerasnya kehidupan. Padahal sesungguhnya saat itu juga. jauh lebih tegar menghadapi cobaan hidup. yang Allah titipkan rezeki mereka pada sebagian dari harta yang kita miliki. Tak semestinya. seharusnya kuberikan sebagiannya kepada mereka. Hmmm. atau setidaknya kedua orangtuaku akan memapahku seraya membangunkanku ketika aku jatuh.keputusan-Nya kepadaku. tapi tak pernah bergetar menyaksikan mulutmulut ternganga yang memperhatikan kita dibalik kaca restoran. Dengan kelebihan yang kupunya. juga semua anak-anak yatim di negeri ini jauh lebih tegar. aku tak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Hambali. masih banyak anak-anak yang tak dapat menikmati sarapan pagi. ketika tak ada lagi tangantangan hangat yang harus mereka kecup di hari fitri itu. kenapa kita yang mengaku sebagai pengikutnya tidak meniru? Wallahu’a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) . tengoklah kesamping kanan dan kiri kita. kita tengah mengesampingkan kunci surga yang tergeletak dihadapan kita. aku disampingku masih ada dua orangtua yang sehat dan bugar. Padahal Allah menempatkan urutan diatas sebelum memperbaiki sholat seorang mukmin adalah memperhatikan anak-anak yatim dan orang miskin (QS.

Demikian juga halnya dengan Rasul kita Muhammad SAW. Dijelas dalam Al Qur'an bagaimana Tuhan memberikan tuntunan-Nya kepada manusia. ke Timur. yang berkumandang suaranya dibawah kolong langit ini. Untuk memperbaiki semua. menegakkan suatu negara. Negeri-negeri Islam pun pernah mengalamami kejayaan. itulah sebab kenapa Allah SWT mengutus pada tiap-tiap masa seorang Nabi dan Rasul. ke Barat. yaitu membenarkan kandungan dan tujuan dari kitabkitab yang diturunkan kepada Rasul-Rasul sebelumnya. Sabdanya itu dengan tegas menjelaskan maksud kedatangannya ke alam dunia ini. Bani Abbasyiah. Bangsa-bangsa ini pernah berjaya. Runtuh sendi rumah binasa. Dan tujuan kitab itupun dijelaskan. Dalam Al Qur'an banyak dikisahkan bermacam bangsa yang pernah memegang peradaban dan mencapai puncak kejayaan. runtuh juga kejayaan bangsa-bangsa tersebut. eramuslim . yaitu ketaqwaan kepada Allah SWT. karena rusaknya moral (akhlak) pemimpin dan (juga) sebagian rakyatnya. namun tidak bisa bertahan dan akhirnya runtuh. Turki Utsmani telah berabad-abad memegang peradaban dunia. "Akhlak Nabi SAW itu ialah Al-Qur'an". Sendi bangsa ialah budi. Namun semuanya itu berakhir.Pelajaran Dari Negeri Yang Hilang Publikasi 08/10/2002 07:12 WIB Tegak rumah karena sendi. Sehingga Allah SWT berfirman: . maka sangat indahlah bentukan-Nya". Bila budi di negeri tersebut rusak. rusaklah negeri tersebut. Runtuhnya negeri-negeri yang disebutkan di atas menjadi tanda bahwa budi pekertilah yang memegang peran dalam kehidupan bernegara. Budi Al Qur'an itulah yang telah menjadikan suatu ummat dan bangsa menjadi besar. Tsamud. "Tuhan sendiri yang membentuk diriku. Nabi Saw pun dengan tegas mengatakan.Pantun Melayu yang sudah berumur ratusan tahun lalu itu mengingatkan kita akan peran budi pekerti suatu bangsa. Sejarah telah mencatat bagaimana negeri-negeri Islam pada masa kekuasaan Bani Umayyah. Romawi. Bangkit dan runtuhnya suatu bangsa tercermin dari budi bangsa tersebut. ke Utara dan ke Selatan. supaya manusia itu mencapai setinggi-tinggi budi dan setinggi-tinggi tujuan hidup. Aisyah yang menyaksikan kehidupan Rasulullah SAW setiap harinya mengatakan. Sebelum Al Qur'an itu disampaikan kepada orang lain. namun karena rusaknya moral individu dan bangsa. dan peradaban yang diakui sebagai rantai emas yang gilang gemilang dalam peradaban manusia. Runtuh budi runtuhlah bangsa. Rasulullah sendirilah yang terlebih dahulu mengamalkannya. Lihatlah contoh bangsa A'ad. "Aku diutus tidak lain hanyalah untuk menyempurnakan budi pekerti". Persia dan lain sebagainya. Kepadanya diturunkan Tuhan kitab Al Qur'an. Begitu juga di Nusantara ini dengan puluhan kerajaan Islam.

. Karena harapan adalah sumber kekuatan. tegaknya budi pekerti. Dan siapakan yang memungkiri sejarah bangsa-bangsa yang hilang. jangan kamu ikuti jalan yang lain. kembalilah kepada budi Al Qur'an. Duduk tegak ke mari canggung. Karena doa adalah senjata orang beriman.. engkau akan terpecah belah kalau itu juga engkau turutkan".. eramuslim . Sejenuh apapun hari-hari kita lalui Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Ilahi . sejak bangsa Yunani dan Romawi kuno sampai kepada kaum Muslimin yang telah mencapai puncak kejayaan? Bagaimana mereka sampai mengalami keruntuhan dan kehancuran? Bukankah setelah budi (moral) mereka merosot jatuh? Inilah Hukum Allah.. Karena doa adalah pintu kebaikan. Kegagalan kita temui disana-sini. Itulah tujuan kemanusian yang paling tinggi. Kita seperti manusia yang tidak ada gunanya lagi hidup di dunia.. insaflah akan keruntuhan selama ini. Betapa bahagianya hidup ini bila kita jalani dengan penuh semangat dan optimisme yang tinggi. Hidup berbudi itulah tujuan kita. Hari-hari yang kita lalui hampa tiada arti. Karena harapan adalah masa depan. Firman Allah SWT: "Ikutilah jalanKu. Sekuat apapun godaan yang harus kita hadapi. (noes@indonesian-aerospace. Sekokoh apapun cobaan yang harus kita jalani. Sunnatullah yang tidak dapat diubah. jenuh dan membosankan.. mengakhiri hidup yang indah ini seringkali menjadi pilihan. terlalu indah untuk kita buat sia-sia. Bangunlah kaum muslim kembali. karena memang Allah menciptakan makhluknya tidak untuk sia-sia. Beban hidup tarasa berat menjerat.Kita mungkin pernah merasakan betapa tidak berartinya hidup ini. Betapa indahnya hidup ini bila hari- . Jangan pernah berhenti berdoa kepada Rabbi. Dicupak Datuk Temenggung."Bahwasanya bumi ini akan Kami wariskan kepada hamba Kami yang sudi melakukan amal yang mulia". Hidup ini hanya sekali. Nusrizar M. Bangsa Indonesia khususnya dan kaum Muslimim umumnya yang saat ini sangat terpuruk dibawah cengkeraman bangsa barat harus bangkit kembali. Sebesar apapun kegagalan yang kita rasai. Bagi mereka yang tidak punya iman. Hidup kalau tidak berbudi. baik di Barat atau di Timur. Diribut tunduklah padi. Cobaan dan rintangan kita hadapi tiada henti.com) Karena Hidup Hanya Sekali . Publikasi 07/10/2002 08:10 WIB Seberat apapun beban hidup kita hari ini .

menutup telinga rapat-rapat sementara membuka mulut dengan lebar sambil mengeluarkan banyak kata. Tapi bila kita bisa menempatkannya di tempat yang tepat. saudaraku dimana saja. Bukan sebaliknya. seharusnya setiap manusia sadar bahwa keberadaan dua telinga yang ditempatkan Allah di kanan dan kiri manusia agar dapat menangkap setiap pesan dan masukan lebih banyak. beri nasihat untukku hari ini …” Aku sempat tertegun membacanya. tempat gantungan. Tapi jadilah paku yang dapat menyangga kehidupan manusia. tidak memiliki guna. Begitu pula kehidupan manusia. Saudaraku. Jangan menjadi paku yang terletak di tanah basah. Fitrah dan kodratnya demikian. bahwa sejujurnya disaat ini akulah yang seharusnya lebih banyak mengirimkan pesan semacam itu kepada semua sahabat. dan lebih aneh lagi jika ternyata ada orang yang gemar berkata-kata tanpa banyak menggunakan telinganya untuk mendengarkan orang lain. Walaupun kecil. membiarkan diri berlumur dosa. paku itu berguna bagi manusia. sambil menghela nafas kata-kata itu seperti menembus relung terdalam bathinku yang sedang berteriak keras. tidak sadar siapa diri kita. bahkan tidak tahu dengan Sang Pencipta. apakah kita sudah tepat menempatkan diri. atau sebagai penyatu berbagai benda. Lihat.Pagi ini aku menerima sebuah pesan dalam telepon genggamku dari seorang sahabat. Dua bibir itu pula yang seharusnya mengontrol gerak lidah yang letaknya didalam rongga mulut.hari kita jalani dengan senyum kebahagiaan dan sikap positif memandang masa depan. kita hanyalah seonggok jasad hidup yang terlunta-lunta. kemudian kita berusaha memecahkannya dan mengambil ibroh dari setiap kejadiaan. Bila ia terletak di tanah basah. suatu saat ia akan berkarat. Masalah dan cobaan adalah bunga kehidupan orang-orang beriman. tidak tahu untuk apa kita di dunia. Betapa sejuknya bila kita sabar menghadapi setiap permasalahan. terinjak. Bila kita tidak memanfaatkan potensi yang ada. Bila kita tidak tepat menempatkan diri kita. Sungguh aneh rasanya jika ada orang yang enggan menerima nasihat. tanpa paku itu sebuah bangunan besar tidak akan pernah berdiri. selalu memandang negatif setiap peristiwa. Kembalilah kepada Tuhan bila kita menghadapinya agar kita tenang. Sebuah pakupun akan menghadapi masalah pada tubuhnya bila tidak tepat menempatkan diri. kita adalah makhluk hidup yang tidak berguna. “Saudaraku. kita tancapkan pada sebuah dinding. Dilihat dari struktur indera yang kita miliki. bahkan mungkin suatu saat akan terkubur bersama karat yang menyelimutinya. walaupun ia berkarat. Kemudian hidup ini pun terasa berat untuk kita lalui. aku tunggu senyummu lagi) Beri Aku Nasihat … Publikasi 03/10/2002 08:47 WIB eramuslim . Sebagai penyangga. (Yesi Elsandra. Allah ciptakan mulut dengan dua katup bibir yang bisa bergerak menutup dan membuka agar manusia bisa mengerti kapan waktunya diam dan kapan waktunya bicara. .

Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Biarkan Alam Mengajarkan Kita Publikasi 01/10/2002 07:07 WIB eramuslim . bahwa kecil kemungkinan orang belajar dari kata-katanya sendiri. kepada sahabat yang pagi ini mengirimkan SMS untuk meminta nasihat kepadaku. kemudian kita berniat . Di halaman lain buku tersebut. Sedangkan Dia ciptakan sepasang telinga dengan cuping yang lebar tanpa kemampuan bergerak menutup dan selamanya terbuka. jika bibir tidak terbuka maka lidah pun tidak akan bergerak sehingga tak ada kata-kata yang keluar. Tentu saja. nyaris tanpa makna. seseorang bisa mendapatkan energi baru.Ada masanya dalam hidup ini. Bukankah demikian perintah yang berbunyi dalam Surah Al Ashr. Keburukan dan kesalahan yang bisa jadi disebabkan karena ketidaktahuan. mata da indera lainnya atau tidak. Direktur The Listening Centre di Toronto dalam bukunya Earobics. arah dan fokus untuk membantunya menemukan motivasi kuat dalam langkah-langkah selanjutnya. arah dan motivasi yang lebih segar. adillah kepadanya dengan memberikan nasihat kepadanya.Sudah jelas. agar aku mendapatkan suntikan energi. Ini menyadarkan kita. Lalu kenapa tidak kita yang melakukan proses mendengar itu? Oleh karenanya. mengatakan bahwa otak bekerja lebih cepat daripada lidah. Tentu saja. bahwa jika mau disadari pada saat kita berbicara yang kita harapkan adalah orang lain memusatkan perhatiannya sehingga menemukan energi baru dari kata-kata yang kita keluarkan. Adalah sebuah prestasi besar dalam hidup ini bila kita menyadari keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. Artinya. terus terang aku meminta. karena Allah menginginkan kita terus menerus memasang telinga ini untuk mendengar. Paul malah menegaskan bahwa dengan mengefektifkan pendengaran. Sekali lagi kita mendapatkan pelajaran. dimana otak menerima masukan lebih banyak dari mendengar dan melihat (dua telinga dan dua mata). ini bukan sekedar latihan bahwa kelak di akhirat mulut ini akan terkunci. bahwa orang beriman hendaknya saling menasihati. Paul Madaule. kita fahami bahwa apa yang keluar darinya tidak lebih dari sekedar bualan belaka. jika ada orang yang berbicara tanpa bekal masukan dari otak (sebelumnya dari telinga dan mata). filterisasinya hanya ada di otak manusia yang menyeleksi apakah setiap pesan yang masuk akan diteruskan ke hati. jika anda sudah sering mendapatkan nasihat dari saudara anda selama ini. Lagi pula biasanya lidah akan bekerja jika otak sudah menerima input dari indera yang lain. Tentu saja. berlakulah adil kepada saudaramu ini. Bahwa sebenarnya saat ini aku yang jauh lebih memerlukan masukan. kita menyadari keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. ketidaksengajaan atau mungkin juga secara sadar kita lakukan itu dengan harapan timbul kesenangan walaupun orang lain menderita akibat keburukan kita itu.

tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah. menyenangkan. Bila ulat berhasil melalui proses itu dengan baik. Keinginan menjadi lebih baik. kemudian ditunjang dengan proses yang baik. Semakin besar hambatan dan rintangan yang kita hadapi. Jangan lihat ke belakang. jangan menjerit bila kita sakit. ketika kupu-kupu itu keluar. Perubahan itu menghadapkan kita pada suatu tantangan yang besar. . kemudian diam dan akhirnya mati. Kemudian orang tua dan lingkungannyalah yang memiliki otoritas memproses dia menjadi baik atau buruk. Untuk mejadi lebih baik diperlukan sebuah usaha dan kerja keras. kita memerlukan perubahan dalam hidup kita. Jangan minta bantuan orang lain yang hanya akan memperparah keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahan kita. karena Allah mengatakan setiap manusia dilahirkan secara fitrah. Karena perubahan tidak mesti memperbaiki sesuatu. tapi carilah orang yang benar-benar ikhlas membantu kita menuju tangga-tangga kebaikan. Akibatnya. maka akan semakin besar nilai yang akan kita raih. Tidak sedikit rintangan yang akan kita temui. Perjuangan melepaskan diri dari kepompong adalah proses yang sangat menyiksa bagi kupu-kupu. Alam adalah guru yang paling jujur mengajarkan banyak hal kepada kita. maka ia akan menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan indah. Jika input yang kita miliki bagus. kita pasti mamapu. tapi tataplah ke depan. esok dan lusa tetap berada dalam sebuah proses perubahan menuju tangga-tangga kebaikan. berprestasi. Jangan merasa kita tidak mampu memperbaiki setiap keburukan dan kesalahan yang pernah kita lakukaan. hari ini. dan cita-cita yang tinggilah yang akan memenangkan perubahan itu. maka kita boleh berharap akan memperoleh output yang baik pula. karena masa lalu tidak menjanjikan perubahan. keinginan yang besar. untuk menjadi lebih baik. Melihat keadaan kupu-kupu yang kesusahan memisahkan diri dari kepompong menarik hati seseorang untuk membantu dengan memotong kepompong agar sang kupu-kupu dapat keluar dengan mudah. menjadi orang yang bermanfaat. Pada dasarnya input yang kita miliki baik. Seperti proses metamorfosis ulat menjadi seekor kupu-kupu. optimalkan kemampuan yang kita miliki untuk memenangkannya. Mereka yang memiliki visi yang jelas. semangat yang kuat. Sedangkan orang kecil tidak pernah memikirkan manfaat untuk orang lain bahkan dirinya sendiri. ia kehilangan resistensi. tetapi masa depan menyediakan kita banyak pilihan keberhasilan. Hadapilah tantangan itu dengan senyum dan keyakinan yang tinggi. Setiap manusia. Tetapi akibatnya bantuan itu justru mematikan sang kupukupu karena membuat otot-otot sayap kupu-kupu tidak kuat untuk menahan beban tubuhnya.memperbaikinya. Apa makna yang bisa kita petik dari kisah alam itu? Untuk menjadi cantik dan indah. kokoh dengan iman adalah keinginan luhur dan murni yang dimiliki orang besar. Daya tahan terhadap perubahan itu mempengaruhi tingkat keberhasilan kita. Untuk memperbaikinya tidak ada jalan lain kecuali kita berani melakukan suatu perubahan dengan tingkat resistensi tertentu yang kita miliki. Jangan mengeluh bila kita terjatuh.

dia tidak mengeluh. keberhasilan kita melipat kegagalan dan menyimpannya sebagai guru dalam sejarah hidup kita. tersimpan banyak kegagalan yang dilipat rapi dalam sebuah simpul pengalaman sejarah. Siapa tak kenal Abraham Lincoln. mungkin belum tentu begini ceritanya. menderita kesedihan akibat kematian kekasihnya di usia 26 tahun. dia masuki sebuah Perguruan Tinggi Swasta. Tom Watson mengatakan. Baginya kegagalan berkompetisi dalam memperebutkan Perguruan Tinggi Negeri bukanlah akhir segala-galanya. Orang sukses. Gagal UMPTN tidak membuatnya kecewa. Maka oleh karena itu. kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. mudah-mudahan Allah merealisasikannya) Bubur Ayam Publikasi 25/09/2002 11:14 WIB eramuslim . gagal dalam pemilihan anggota senat di usia 45 tahun. (Yesi Elsandra. apa lagi menyalahkan Tuhannya. bukanlah orang-orang yang luar biasa.Dibalik cerita kesuksesan orang-orang sukses. namun akhirnya terpilih sebagai presiden Amerika Serikat di usia 52 tahun. “Kalau saya kuliah di PTN. Kesuksesan dan kegagalan tidak dapat kita elakkan sebagai konsekwensi atas berbagai pilihan dan keputusan dalam memilih cara hidup. gagal dalam upaya menjadi wakil presiden di usia 47 tahun. Pria ini pernah mengalami kegagalan dalam bisnis dalam usia 21 tahun. dia terpilih sebagai mahasiswa teladan dan mendapatkan beasiswa. sebagai Zat yang Maha berkehendak atas diri kita. Lain lagi kisah seseorang yang sedang menuju tangga-tangga kesuksesannya. Ketika ia menemukan kegagalan dalam hidupnya. Inilah bukti nyata lemahnya manusia. menderita gangguan syaraf di usia 27 tahun. kemauan keras dan keyakinan kita pada Tuhan. gagal lagi dalam bisnis di usia 24 tahun. karena sebagai manusia yang diselimuti kekurangan. perbanyaklah angka kegagalan Anda. tetapi mereka melakukan hal-hal kecil dengan cara luar biasa. gagal dalam pemilihan anggota kongres di usia 34 tahun.” Begitu batinnya berbisik riang.” Karena memang. kalah dalam pemilihan anggota legislatif di usia 22 tahun.Terakhir. gagal dalam upaya pemilihan anggota senat di usia 49 tahun. Masih dengan akal yang jernih dan semangat untuk hidup bahagia. Tanpa subsidi kekuatan berupa sikap dan improvisasi berupa kemauan keras untuk berusaha dari Allah SWT. Disana ia giat belajar. putus asa. Dengan bekal keyakinan dan dorongan yang kuat untuk mendapatkan apa yang menjadi cita-citanya. “Jika Anda ingin sukses. Semakin banyak kegagalan yang kita hadapi. Allah jualah yang menentukan segala nasib kita. spesial untuk saudara yang berencana duet membuat buku. bingkailah usaha kita dengan figura doa dan kepasrahan yang tinggi pada Allah. maka kita akan semakin dewasa menerima kesuksesan yang sesungguhnya. Simpul-simpul itulah yang justru mendorong lahirnya kesuksesan. kita hanya bisa berusaha. . turut dipengaruhi oleh sikap. kita hanyalah pemain yang pasrah mementaskan peran kita. sebagai buah jerih payah dan usaha yang kita lakukan.

Sehabis makan. Tambahkan bumbunya. bermain bersama temanteman. sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya. Kini. aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Sesekali kulihat dari jendela kelas.Bersikap positif memandang kegagalan sebagai awal kesuksesan adalah pelajaran yang paling berharga. atau terik. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku. Jika terlanjur menjadi bubur. Bukanhkan ia tetap dapat kita makan. dengan rasa kantuk yang menderanya. Terima kasih ibu. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi. aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. bepergian. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Bahkan sepulang sekolah. aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. ia tak pernah membeli pakaian baru. taburi bawang goreng dan kecap. Ibaratnya seorang ibu yang gagal menanak nasi hingga menjadi bubur. Ibu Publikasi 24/09/2002 08:19 WIB eramuslim . Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah. Bukankah tidak sedikit pula yang favorit terhadap bubur ayam? (Yesi Elsandra. karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku. apalagi perhiasan. Saat aku menjadi orang dewasa. ati ampela ayam. ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. aku malah sering meninggalkannya. untuk saudara yang hilang. jangan buang bubur itu. Di usiaku yang menanjak remaja. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya. ia masih duduk di seberang sana. Kenapa tidak kita jadikan saja bubur itu menjadi bubur ayam. ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Setiap hari. setelah aku besar. ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Ia sisihkan semua . Hidangkan dengan sedikit kerupuk. aku sering merasa malu berjalan bersamanya. setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. bahkan memberikan variasi dalam menu kita hari itu. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut. beri daging. masih ingat bubur ayam?) Izinkan Aku Menciummu. aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga. Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak. Padahal menurut cerita orang. Kini. atau hujan.Sewaktu masih kecil. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu.

Usai akad nikah.untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik. Namun kenyataan yang aku dapatkan lain dari bayangan. kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. ia yang dengan penuh kesabaran. Saat itulah aku menyadari. Padahal juga aku tahu. Punya pekerjaan bagus. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. memantapkan langkah menuju dunia baru itu. ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku. Selepas SMA. jangankan untuk memanjakan diri. Aku sangat ingin menjadi istri yang shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. baru aku mengerti. tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya. ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku. Namun demikian kondisi tersebut mampu merubah . Sungguh. Aku yang pintar. sekedar untuk mencari sesuap nasipun terasa begitu berat. Meski Ibu bukan orang berpendidikan. membasuh luka di kaki dan mendekapku eraterat saat aku menangis. ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Entahlah. Maka. aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.Beberapa tahun lalu. kini setelah aku mempunyai anak. Untuk Semua Ibu Di Seluruh Dunia) Bayaran Langsung Publikasi 23/09/2002 07:23 WIB eramuslim . (Bayu Gautama. aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati. yang terpikirkan olehku adalah bagaimana menjadikan hidup ini menyenangkan. cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh. Alhasil. ibu yang kuanggap bodoh. tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. waktu itu tidak pernah ada dalam benakku untuk memikirkan kesulitan orang lain. ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan. ia menggandengku menuju pelaminan. Tanpamu Ibu. tapi do’a di setiap sujudnya. jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh. jadilah hidup yang ingin aku jalani hanya berputar dari mencari uang dan menghabiskannya dengan memanjakan diri sendiri. Aku akan datang dan menciummu Ibu. karena begitu sulitnya mencari pekerjaan. Pada hari pernikahanku. posisi lumayan dengan penghasilan yang memuaskan. Usai wisuda sarjana.

Beberapa saat kemudian aku baru sadar bahwa uangku tidak cukup untuk membayar dua piring nasi. Hanya saja. aku pikir masih banyak orang yang jauh lebih susahnya ketimbang aku. ini sudah lebih dua minggu. tak sengaja mataku menangkap orangtua tersebut menelan ludah saat melihatku yang begitu bersemangat melahap santapan siangku. “Ah tidaklah. ia pun tak kalah gesitnya melahap makanan itu. Satu hari. kecewanya aku karena barang itu sudah dijual oleh simbok penjual nasi. aku sendiri sedang kesusahan”. tapi kupikir. Namun. “Biar saya yang bayar pak” tak lupa kuselipkan uang seribu perak ke kantong bajunya. itu dosa masa lalu” pikirku. tapi sudahlah. kalau lagi senang ya tersenyumlah sewajarnya. Yang masih kuingat. terakhir aku mengajak seorang peminta-minta tua untuk makan bersamaku. Toh. Kuajak dia masuk dan memesankan sepiring nasi beserta lauk untuknya kepada penjual nasi. “Orang lain nanti dululah. Seperti halnya aku. segera aku ke warung hendak menebus arloji antik pemberian dari mendiang ayahku itu. Bukan aku tak senang dengan do’anya. Jadinya arloji itu milik saya”.kepribadianku hingga menjadi orang yang sedikit peduli sesama orang lain. Aku mencari cara dan alasan bagaimana caranya agar bisa berhutang dan besok-besok kalau sudah punya uang baru aku bayar. “Sampean janjinya besok. “Kalau lagi ada yang ngasih. Hingga suatu ketika aku mengalami kesulitan yang begitu memberatkan. Namun nampaknya mbok penjual warung sudah menangkap gelagat tidak baik yang akan aku lakukan sehingga akhirnya kutitipkan arloji kesayanganku. . tapi. Disaat kebingungan itulah. Kalau kesulitan melanda. kalau perlu berikut dendanya. sampai satu minggu aku tak kembali ke warung itu. Aku ingin lari saja seperti dulu sewaktu masih di sekolah. “Besok saya tebus mbok. Waktu itu aku di sebuah warung nasi. Segera aku turunkan kakiku yang naik bersilah di atas bangku warung dan menghampirinya. pikirku. Inginnya sih marah-marah. Kamil. Sebenarnya ia sudah lama sakit hanya saja selama ini dipaksakan untuk tidak memeriksakan ke dokter karena kami tak punya biaya. “ndak punya duit aja sok-sok-an mbayarin orang makan” kata-kata itu sempat tertangkap sesaat sebelum aku pergi meninggalkan malu di warung itu. hadapi dengan ikhlas dan sabar. Selain juga aku selalu beranggapan bahwa setiap amal dan sedekah merupakan bekal kita di akhirat nanti. wong aku yang salah kok. Pas hari gajian tiba. kenapa ia tidak mendo’akan dirinya saja agar bisa hidup lebih baik lagi tanpa harus menjadi peminta-minta. ibuku sakit dan harus segera dibawa ke dokter. pemahamanku yang minim tentang agama tidak membuatku giat bersedekah. Kemudian kuperhatikan orangtua itu berdo’a yang isinya samar-samar kudengar agar aku diberikan rizki yang banyak atas kebaikanku padanya. dua hari. Gajian masih enam belas hari lagi … ya sudahlah. dompet saya hilang nih. Allah mengirimkan seorang ‘malaikat’ ke rumah kami. hingga kami berdua seolah tengah berlomba makan. Sudah hebat dia. Hidup terkadang harus dijalani apa adanya. bermobil pula. nanti saja setelah gajian aku bayar. kalau nggak ada ya buat sendiri dulu”. sahabat lama yang entah sudah sekian tahun tak bertemu.” aku ngeloyor pergi setelah berpura-pura kehilangan dompet.

ibu selalu kehabisan uang untuk biaya sekolahku. selain ia juga sombong. Aku sudah tahu apa yang akan disampaikan kepala sekolah. Ini seperti menebar benih yang hasilnya bisa langsung dipetik di kemudian hari. Sejak orangtuaku bercerai dan aku memutuskan untuk ikut ibu setahun yang lalu. Malah bertambah dan terus bertambah ratusan kali lipat. Dilihat dari merk-nya sih. Mungkin bukan untuk kita. juga adik-adikku. pada tiap-tiap bulir: seratus biji. tapi bisa untuk orang yang kita cintai. “Amru … dipanggil kepala sekolah!” lagi-lagi namaku dipanggil. meski juga masih dalam kekurangan aku akan selalu menebar kebaikan kapanpun dan kepada siapapun. kembali memberikan satu hikmah kepadaku. kami memanggilnya Sony. Ia sangat suka pamer jika mempunyai barang-barang bagus yang baru dibelikan orangtuanya. tapi bayaran langsung dari-Nya itu bisa datang melalui tangan siapa saja yang tidak diduga kedatangannya. kondisi ekonomi keluargaku memang semakin terdesak. bagus pula modelnya. terima kasih kepada semua yang telah memberikan kesempatan untukku berbuat kebaikan) Batu-Batu Pijakan Publikasi 20/09/2002 08:00 WIB eramuslim .Allah memang Maha Adil. Aku tak pernah iri . seperti menabung yang isinya bisa kita dapatkan kapan saja. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. di kelas ia selalu menjadi biang keributan. jelas tidak murah. namun tak mengurangi jumlahnya. tapi nanti disaat kita begitu membutuhkannya. sering membuat onar dan tidak jarang berbuat usil terutama kepada perempuan. seperti sepatu dan tas.” (2:261) (Bayu Gautama. Dan kini disaat aku yang kebingungan.Sabtu pagi. Karena kini aku yakini. Dan mungkin tidak langsung dari orang yang pernah merasakan kebaikan kita. Kejadian yang baru saja kualami. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Ada Wicaksono. amal yang sekarang kita kerjakan tidak hanya menjadi bekal di akhirat. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Bulan lalu bu Isti wali kelasku memanggil menyampaikan salam untuk orangtuaku untuk segera membayar biaya SPP-ku yang sudah nunggak hampir 6 bulan. Dia mengirimkannya kepadaku. Sebulan sebelumnya bahkan bagian Tata Usaha sudah berkali-kali memanggilku hingga semua teman-teman tahu setiap kali aku dipanggil pasti urusannya dengan soal bayaran sekolah. ia kirimkan seorang penunjuk jalan. Ibu yang hanya lulusan PGA (Pendidikan Guru Agama) menggunakan kemampuannya mengetuk satu persatu pintu orang-orang berada dan menawarkan jasanya untuk mengajar ngaji anak-anak mereka. Terlebih sejak ayah menyetop kiriman uang yang seharusnya menjadi kewajibannya 6 bulan lalu. Allah bayarkan juga kebaikan kita di dunia. Akibat kebutuhan yang mendesak itulah. Disaat orang lain kesulitan. Mungkin tidak sekarang. Hampir semua anak dikelas tak menyukainya. Kini.

teman-teman bilang ia telah berubah setelah mengikuti pesantren kilat selama liburan yang lalu. Satu bulan lalu saat acara syukuran dikantor atas dipercayanya aku menjadi GM. Aku ‘membohongi’ ibu dengan mengatakan bahwa libur sekolah diperpanjang. petugas TU yang biasanya tak pernah senyum kepadaku. *** Itu dua belas tahun yang lalu. Di kelas. mungkin sepanjang perjalanan hidup kita pernah ada orang-orang yang menjadikan dirinya batu pijakan sehingga kita bisa melangkah maju dan lebih jauh. Satu minggu sesudah jadwal masuk aku masih belum mau ke sekolah. Ia memberi tanpa kata-kata. saat aku masih duduk dibangku SMA kelas 2. “bu. Yang kutahu cuma satu. teruntuk orang-orang yang telah pernah menjadi batu pijakanku) Agar Dapat Melihat Surga Publikasi 18/09/2002 07:39 WIB eramuslim . seorang temanku datang dan mengajakku ke sekolah. teman sekolahku dulu kini menjadi salah satu staf dalam perusahaan yang aku dipercaya menjadi General Managernya. hanya saja yang membuat aku membencinya lebih karena ocehannya setiap petugas tata usaha memanggilku. Kini aku tak pernah bertemu lagi dengan mereka.kepadanya. tak ada yang berubah kecuali Sony. Wallahu a’lam bishsowaab (Bayu Gautama. Fauzan. “Masih ingat Sony? Dia menjual tas dan sepatu barunya untuk melunasi tunggakan biaya sekolah kamu dulu” Subhanallaah … *** Sahabat sejati bukan memberi pada saat orang meminta. Ada yang lain di sekolah. Alhamdulillaah. Saudaraku. Hingga akhirnya Fauzan. Cinta ada adalah kemurnian jiwa. Fauzan membisikkan sesuatu yang membuatku menitikkan airmata. kesejukan bathin dari kenikmatan memberi . namun keberadaannya mungkin telah menyelamatkan kita dari jurang kejatuhan yang melumpuhkan. Sore menjelang Ashar. Kulihat ibu sedang menyapu lantai. Lagi pula mulai besok sampai minggu depan sekolah libur. “Pinter-pinter nunggak …” atau sindiran lainnya. Meski cuma batu kecil. seringkali kita tak pernah menengok batu-batu pijakan itu dan melupakannya. orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupku. Sayangnya. tanpa menepuk dada. apa itu cinta?”. ia mempunyai mata pandang yang mampu menembus relung kebisuan sahabatnya. dengan langkah gontai aku memasuki teras rumah. Sejak dalam perjalanan pulang sudah kuputuskan untuk tidak menyampaikan surat panggilan kepala sekolah agar tidak menjadi beban pikiran ibu. hari ini begitu ramah. Tak ada lagi kesombongan dan sifat usilnya.Seorang anak dengan gayanya yang lugu bertanya kepada ibunya.

karena kebanyakan manusia hanya sebatas menggunakan mata kepala dan mengabaikan mata bathinnya. Sudah menjadi fitrah manusia tidak menyukai sesuatu yang tidak disenanginya. marah. semua itu salah satu anugerah dari-Nya yang patut kita syukuri. “Karena Allah pun teramat cinta kepada yang mempersembahkan cinta kepada-Nya”. Dan jika ada yang mengagungkan cinta diatas segalanya. “Karena itukah banyak orang mengagungkan cinta?” tanya sang anak lagi. sehingga ia lupa bahwa cinta bersemayam dan bergetargetar dihati. adalah sangat manusiawi jika dibenci. kecewa. Si pencipta cinta itu sendiri. artinya sesuatu hal yang tidak berkenan. senang. Hanya bedanya. kemenangan dan prestasi seseorang akan sesuatu. bertengkar dan saling bermusuhan?” tanyanya lagi. Ia merasakan kehangatan hidup. “Lalu kenapa ada orang yang saling membenci. sedih dan masih banyak lagi. Mungkin Allah menciptakan rasa itu untuk melatih manusia. keserakahan dan bahkan kesombongan diri. “Bukankah semua hamba-Nya yang sholeh kelak akan tersenyum di hadapan Allah yang menghadirkan keagungan wajah-Nya?” jelas sang Ibu sambil mengusap kening anaknya yang serap-serap mulai terbuai ke alam tidurnya. sehingga benci. Mungkin karena usianya yang memang belum pantas merasakan kegetiran dan kepahitannya. ia akan melihat siapapun dan apapun dengan cinta. juga dosa yang dilakukannya. marah dan sedih. bukan di kepala. “ini wajar nak. Karena itu. bahwa keagungan cinta hanya berada pada cinta Sang Agung. “Bagaimana dengan tersenyum dan tertawa?” Senyum dan tawa adalah sebuah refleksi. mereka yang senantiasa mampu menggunakan mata bathinnya untuk melihat segala hal. marah dan kecewa serta sedihnya hanya kepada kebathilan. Tak perlu merasa bersalah hanya karena tersenyum dan tertawa. kezhaliman. tidak hanya cinta. Dan adalah fitrah manusia juga untuk kecewa jika sesuatu tak seperti harapannya. sama seperti benci. dan kebanyakan manusia memandang cinta hanya berhenti di mata kepala. Itulah kehebatan Allah.dan kerelaan berkorban. manusia bisa menangkap kesan yang lain. sehingga seringkali tidak mampu menangkap kemurnian jiwa. tak seindah mimpinya. Dengan sabar dan penuh cinta ibunya menerangkan. biasanya senyum dan tawa adalah cermin dari keberhasilan. Masalahnya kemudian. apalagi dimata. tentu mereka akan sadar kalau tengah terombang-ambing oleh arah cinta yang salah. bagaimana manusia mengkondisikan hatinya agar senantiasa condong kepada kebenaran. Padahal jika mau membuka tabir sebenarnya. Ada benci. Untuk sementara ibunya membiarkan mimpi anaknya tak terusik oleh kepayahan mencari sesuap nasi yang dijalaninya. Lama ia dibuai cinta sang Ibu. jawab sang ibu. kesemena-menaan. Tak perlu takut. keceriaan dunia. tidak sesuai dengan hati nuraninya. tertawa. sebenarnya ia tidaklah tengah mengagungkan cinta melainkan perasaan dan nafsunya yang tengah bergumul sehingga meluap menjadi nafsu berbaju cinta. juga hantaman kerikil di . Cinta harus dilihat dengan mata bathin. dengan sentuhan lembut ibunya ia memainkan nyanyian dawai-dawai indah yang bergelung-gelung dialam mimpinya. Dia ciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna sehingga dengan kesempurnaan yang dimilikinya itu. kesejukan bathin dari mencinta dan dicinta.

Menangis adalah pembuktian akan adanya Yang Maha Kuat yang memiliki kehendak diatas segala mau dan keinginan manusia. Dan menjelang fajar. yang tak pernah berhias putus asa. irama kehidupan dimulai sampai semua kembali lagi menghampiri dalam sebuah ajal ketika tiba merenggut. Air bening yang membasahi mata akan membasuh dosa yang berawal dari penglihatan manusia. meski biasanya selalu dengan itu. Kemudian airnya turun menyejukkan wajah kita.Menjadi rumput di keluasan padang yang menghampar. menginjak-injak dan kemudian meninggalkanmu ketika kau tak lagi subur. Semua itu. kepekatan hati yang penuh noda hitam dari setiap detik hidup yang berlumur salah. hingga tak sadar tangisannya itu menyentuh relung bathin anaknya sampai terbangun. bergembira. hati pun sejuk kembali dan kebeningan mata yang sudah terhapuskan pekatnya. Tak terasa air bening mengalir membasahi pipi. hanya agar manusia dapat melihat surga. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Pengabdian Sang Rumput Publikasi 17/09/2002 07:08 WIB eramuslim . “Kenapa ibu menangis?” Menangis adalah satu anugerah Allah lainnya nak. juga menghilangkan penyakit-penyakit lainnya yang kerap hinggap di kalbu. karena dengan menangis kita tengah melunturkan kesombongan. memberikan keindahan tersendiri. Hingga dengan demikian sang ibu semakin sadar bahwa hanya Tuhanlah yang selama ini menguatkan. untaian kata pinta yang tak pernah berhenti. Menjadi rantai pertama energi yang kemudian mengalir sampai puncak rantai makanan yaitu pada hewan-hewan predator. Di atasmu mereka berbiak. yang tak diiringi penyesalan akan beban hidup yang saat ini diamanahkan kepadanya. juga mengotorimu. Maka dengan menangis setiap hari.sepanjang jalan yang disusurinya. Terus bermanfaat. Itulah cara Allah membersihkan wajah manusia yang coreng-moreng oleh kekhilafannya. Dari rumput. Tak perlu malu untuk menangis. mempertebal kesabaran serta menanamkan keyakinan dihatinya. Menangis tidak mesti dengan air mata. tiap detik dan pada setiap hembusan nafas makhluk yang . Menangis adalah wujud dari kelemahan manusia yang jelas-jelas kekuatannya sangat terbatas. mencari makan. Dengan hijaunya dan tebaran hewan-hewan yang merumput untuk memenuhi hajat kehidupan. seusai kesejukan membasuh seluruh tubuh untuk kemudian bersimpuh dihadapan-Nya. memancar tiap hari. wajah menjadi bersih. Terkadang ada tangis yang begitu keras sekeras benturan kehidupan yang menerpanya. Namun kebahagiaan apa yang paling berharga bagi rumput kalau bukan atas kemanfaatannya. Mungkin semua orangtua mempunyai mimpi yang sama. bahwa esok matahari masih akan terbit. demi satu cita. tak kan membiarkan dimasa depan anaknya mengeluarkan keringat dan darah seperti yang dialaminya kini. kering bahkan sekarat mendekati kematian. Terik dan hujan menjadi baluran tubuhnya sehari-hari.

melata di muka bumi. Kemudian musim kering yang tandus menghantam. Karena sebuah kemuliaan yang tiada tara selain sebuah kecintaan pada-Mu dan kemanfaatan dari kami yang dapat dipetik dari makhluk-MU yang melata di muka bumi ini". kemudian akar semakin sibuk mengumpulkan zat-zat kehidupan yang telah diwariskan generasi sebelumnya. Namun kau belum mati. bumi dibasahi dan dilunakkan air yang menggenangi danau-danau. Dengan keletihan dan tubuh kurus. kemudian menghanguskan seluruh tubuhmu. untuk menyediakan semua kebutuhan gizi bagi sang rumput muda. Karunia teragung yaitu kehidupan itu sendiri. memanasi api hingga dengan cepat membesar. Karena kau tak akan pernah ingin berbagi penderitaan dengan mereka. Namun akan senantiasa tumbuh dengan kehijauan lagi lezat di mulut makhluk yang memamahnya. namun pengabdian dan doadoanya terus meluncur sepanjang waktu atas karunia yang dilimpahkan untuk dirinya. akan kuundang semua makhluk hidup dengan ranumnya tubuhku yang takkan habis dimakan. Sang rumput bangkit dengan tunastunas yang baru. tekad sang rumput muda. hidupkan generasi pengganti kami dari akar-akar hamba yang sengaja kau selamatkan di pori-pori bumi dari amukan api yang telah menjadikan tubuh-tubuh kami sebagai pupuk untuk generasi kami mendatang. seakan semua kenangan indah terhapus hangus dalam pori-pori tanah yang panas terpanggang api dan teriknya matahari. Bukan pada padangmu. Dalam ketakzimannya rumput-rumput tentu tak berdosa. hewan-hewan tersebut bersua kembali dengan telaga kehidupan padang rumput . Demikian juga sang akar menyesap dengan gairah semangat kehidupan yang diwariskan pendahulunya. Tidak ada kata terkira inilah pengabdian yang terindah dan teragung yang pernah kau berikan. Maka. Jadikanlah generasi penggantiku adalah generasi yang kau cintai dan hanya mencintaiMu. Dengan hujan. Disertai hembusan angin sepoi yang bersorai. bersamaan dengan binatang-binatang yang dulu mengungsi saat kemarau dan kebakaran melanda. Sang rumput muda tumbuh dengan gemuk kehijauannya. Lalu jilatan api melumat tubuh-tubuh kurus keringmu. Bersama tercurahnya hujan. kubangan-kubangan dan relung-relung hati yang sebelumnya kering dari tetesan air keindahan dan kasih sayang. "Aku akan lebih baik dari pendahuluku". tatkala bergulung-gulung mendung hitam membawa kabar baik untuk semua kehidupan di bumi. Menyimpan gizi yang tinggi tiada tara bagi makhluk-makhluk pemamah biak. Kehidupan di padang telah pulih kembali. Akhirnya hanya meninggalkan puing-puing jelaga yang hitam. Dengan halus kau usir hewan-hewan untuk meninggalkanmu agar mencari tempat yang lebih baik dan menjanjikan. Cukup kau tanggung sendiri. Sampai semua kehidupan ini secara berantai termakmurkan karena hijaunya tubuhku. Suasana kesenduan tanpa kehidupan yang membalut luka terbakar. "Ya Rabb. sang akar rumput pun bercucuran dan berlinang air mata kesyukuran. bukan pada dirimu.

dan air mata itu adalah kesyukuran atas amanah yang ditunaikannya. Dan suami wanita itu adalah lelaki pendek yang sedang berjalan bersamanya. karena Allah telah menyediakan rizki yang tak terkira baginya. "Kejar wanita itu dan minta maaf padanya. "Huh. Kehidupan di padang itu menjadi hidup dan lebih hidup lagi. Tiba-tiba si istri yang melihat berkata.com) Apakah Kita Tak Pernah Sombong? Publikasi 16/09/2002 08:59 WIB eramuslim . Namun ada satu yang tak terlupa dari mulut sang rumput. demikian panas terik matahari meratapi kepergian sebuah pengabdian." Seketika itu suaminya berkata. Kemudian hewan-hewanpun berhijrah meninggalkan padang untuk bertahan ke tempat yang lebih baik. semuanya mempunyai keberakhiran. Syahdan. Dia berdandan agar dirinya tampak lebih tanpa memperhatikan orang lain. dan dengan keikhlasan dan keridhoaan dari Sang Rabb ajalnya dilabuhkan ke sisi keridhoaan-Nya. semuanya mesti dipergantikan. mengabarkan bagi seluruh kehidupan untuk bergerak ataupun bertahan. angin kemarau yang tandus dan kering menggulung. bukan karena kesedihan. Ketika semua telah mengungsi maka berlahan-lahan. generasi pengganti kami yang lebih baik dari kami". Dengan keikhlasan dan keridhoan Rabbnya. . menguatkan dan menggemukkan.yang sungguh tak terkira sebelumnya. namun karena Allah telah menghamparkan amanah baginya." Setelah mereka bertemu dan istri itu minta maaf. wanita itu menjelaskan bahwa dia berdandan dengan indah untuk membahagiakan suaminya agar suaminya bisa 'bangga' dengan dirinya. Seakan mereka sudah kenyang walau hanya memandangnya saja.Dahulu kala diceritakan pernah ada seorang suami dan istri yang ketika sedang duduk di depan rumahnya. jiwa itu akan berlabuh di keridhoan itu. melintas sepasang laki-laki dan wanita di depan mereka. Rumput-rumput ranum hijau yang menyegarkan pandangan. "Ya Tuhanku ijinkanlah hamba-Mu untuk memanjatkan doa. Dengan cucuran linang air mata sang rumput menuntaskan doanya. Namun semua mempunyai penuntas. wanita itu sungguh sombong. tubuh sang rumput mengering disapu oleh angin kemarau yang menyedot air dalam tubuh-tubuh renta yang berlumuran pengabdian yang tak akan ternilai oleh apapun. Jadikanlah generasi penggantiku adalah generasi yang mencintai dan Engkau cintai ya Rabb. Angin berhembus kehilangan. Cerita ini adalah salah satu dari sekian banyak peristiwa yang kita jalani yang menunjukkan betapa mudahnya kita menilai manusia dari apa yang tampak diluarnya. Wallahu'alam bishshowab (Warsito Suwadi warsuwadi@yahoo. Sang rumput berlinang air mata. Mata-mata berbinar penuh kesyukuran. sementara yang lakilaki berpostur pendek dan sederhana. Sang wanita tinggi ramping dan mengenakan baju indah.

Takutlah kita jika buruk sangka itu kemudian kita sebar-sebarkan. "Berhati-hatilah kalian dari prasangka-prasangka (yang buruk). Bagi saudara-saudaraku yang terzhalimi dengan diperlakukan sebagai orang sombong. Ingatkah kita bahwa hanya Allah yang bisa melihat apa yang tersembunyi di balik hati manusia? Kepada kawan itu pun kita juga berdosa karena telah berburuk sangka. Apa yang kalian lakukan biarlah dinilai Allah. Serta maafkan dan doakan kami agar Allah mengampuni dosa-dosa kami yang memang suka mendewakan perasaan sendiri dan menilai segala sesuatu dari yang kasat mata ini. padahal bisa jadi dia begitu ingin hanya bergantung pada Allah dengan tidak merepotkan kita. Luruskanlah niat dan sempurnakan amal. Kemudian kita membenci mereka dengan berlindungkan hadist "Tidak akan masuk surga orang yang dalam lubuk hatinya terdapat perasaan sombong (arogan) walaupun cuma sebesar atom. Hadi Susanto (susanto@math. Saudaraku. sementara kawan yang kita sakiti menangis di tengah malam mengadukan kita kepada Allah. Jangan-jangan kita pernah mengatakan orang lain sombong karena ia tidak pernah mau berkumpul dengan kita padahal ia ingin menjaga diri dari kesia-siaan waktu atau bahkan karena harus mengerjakan pekerjaan lain yang tidak bisa menunggu. Kita dengan mudah mengatakan arogan kepada mereka yang sikapnya menurut kita tidak menyenangkan. Jika seperti ini yang sudah kita kerjakan. Jangan-jangan kita pernah mengatakan kawan kita sombong hanya karena ia tidak pernah mau menegur sapa kita terlebih dahulu padahal pada dasarnya ia memang pemalu.utwente. tidak usah kalian berkecil hati." (Muttafaqun 'alaih). Juga ketahuilah bahwa dengan mencapnya sombong kita sebenarnya telah menghina mereka yang justru bisa jadi sedang berusaha menjadi hamba Allah. padahal memang Allah yang menciptakan tubuhnya seperti itu.Kita begitu mudah menjatuhkan hukuman predikat sombong kepada orang yang tampak tidak simpatik bagi kita. Karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya perkataan. Jangan-jangan kita pernah membenci orang karena penampilannya. Rasulullah Saw sendiri pernah berkata." (HR Bukhari Muslim) atau bahkan dengan ayat Allah "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri" (Luqman:18) tanpa kita pernah tahu kenapa mereka bersikap seperti itu. maka kita harus waspada bahwa jangan-jangan kita yang sesungguhnya sombong. karena hanya Ia yang bisa memuliakan dan menghinakan kita. Saudaraku. Takutlah akan balasan perbuatan kita. Kita bisa jadi telah berdosa kepada Allah karena kita sesungguhnya telah mengambil alih kekuasaan-Nya dalam menilai hati manusia. Jangan-jangan kita pernah mengatakan teman kita sombong karena tidak mau menerima uluran tangan kita.nl) Fujuurohaa Wataqwaaha .

Dalam diri menusia unsur baik dan jahat seringkali ‘berebut’ untuk tampil lebih dominan. Jekyll yang baik hati. Ada penyesalan. Hipokrit yang berkepribadian ganda (split personality) yang digambarkan dalam awal-awal surat Al Baqarah dengan jumlah ayat yang lebih banyak ketimbang ayat tentang orang beriman dan kafir. tetapi sebaliknya. Hyde yang membenci setiap orang yang dijumpainya. khilaf. Seperti halnya Allah menciptakan semuanya berpasangan. dan kita mengenalnya sebagai orang munafik. yakni Mr. Dalam terminologi Islam ada yang disebut potensi fujuuroha wataqwaaha. menyenangkan dan sangat bersahabat dengan semua orang setelah minum formula kimia tertentu sehingga menjadi orang lain dengan karakter yang berlawanan. bahwa ia merasa berdosa. orang munafik jauh lebih berbahaya ketimbang orang kafir. sekali lagi. ada orang-orang yang senang berbuat jahat. harus diakui bahwa setiap kita memilikinya. tidak ada yang mau disebut penjahat. bathil karena karakter setan dan hewan menguasai jiwanya. ada maaf dan dendam. malaikat yang senantiasa tarik menarik untuk menguasai jiwa manusia. menyenangkan.Sebuah film lawas Amerika berjudul Jekyll and Hyde yang diambil dari novel karya Robert Louis Stevenson dengan judul yang sama yang diterbitkan pada April 1982. Jika lebih besar kecenderungan ketaqwaannya maka jadilah ia orang baik. ada pelit dan pemurah. sejahat-jahatnya manusia. dan saat itulah potensi baik manusia muncul. Tinggal bagaimana seorang manusia mampu mengendalikan diri dan jiwanya sehingga karakter jahat (karena kita memberi celah kepada setan untuk masuk dan menguasai jiwa) tidak muncul dalam setiap gerak dan langkah kita. Sebenarnya film tersebut menggambarkan perubahan seorang pria bernama Dr. maka juga ada sabar dan emosi dalam diri manusia. Kembali ke soal potensi baik dan jahat dalam diri manusia. setan dan hewan yang bersemayam di diri manusia dan hanya satu karakter positif. pagar makan tanaman. kecenderungan untuk berbuat fasik dan juga taqwa. Entah anak istri lapar. bergantian atau bahkan bisa muncul dalam waktu yang hampir bersamaan. Padahal hakikatnya. karena ia bagaikan musuh dalam selimut. Bahkan Kahlil Gibran menyebutkan dua karakter negatif. Profesi jahat apapun yang dilakoninya biasanya ada ‘alasan baik’ yang menjadi motivasinya.Publikasi 13/09/2002 08:33 WIB eramuslim . Ini tentu masih lebih baik karena ada manusia yang sudah sama sekali terkubur unsur baiknya sehingga tak bosannya berbuat maksiat dan dosa tanpa merasa bersalah. yang biasanya baru disadari sesaat setelah sebuah perbuatan jahat dilakukan. menggambarkan tentang adanya unsur baik dan unsur jahat pada diri seorang manusia. sombong (takabbur) dan rendah hati (tawadhu’) dan sebagainya. . Kemudian ada orang yang memiliki sekaligus dua karakter baik dan jahat itu. Karena seringkali manusia tidak menyadari bahwa setan telah mempengaruhinya untuk berbuat suatu kejahatan. ada cinta dan benci. jiwa manusia memiliki kecenderungan fasik dan taqwa. demi membela harga diri atau minimal sebuah alasan umum. Namun setidaknya itu menjadi bukti adanya potensi baik dan jahat itu. Misalnya saja. Itu artinya. dan menggunting dalam lipatan.

Semuanya dikembalikan kepada kita. Tetapi pada kenyataannya energinya seringkali habis hanya untuk menelorkan dan membahas wacana-wacana besar itu dan tidak sampai pada aktualisasi ide. bahwa ia harus melakukan gebrakan besar ini. Dengan mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Kuasa atas semua jiwa manusia. Untuk bisa menguasai (memimpin) orang lain. Maka bukan tak mungkin kita mampu mengubur potensi jahat (setani dan hewani) dalam diri ini dan membiarkan karakter kebaikkan memenuhi setiap relung jiwa ini. Kalimat “sabar kan ada batasnya” yang sering kita dengar seolah juga memberi bukti bahwa ada dorongan untuk memenuhi kecenderungan fujur kita. Wallahu a’lam bishshowaab. apa yang dikatakanya Rasulullah. sudah bisa dipastikan ketidakmaksimalannya. selanjutnya terserah. mau berlari atau melakukan lompatan sejauh apapun. Di sisi seberangnya. seharusnya kita sudah menggenggam segalanya yang ada didiri ini. tetapi melulu dan berkutat disitu. Semua itu berlaku secara alami. sehingga pada saat umurnya sudah menua barulah ia menyadari bahwa yang dilakukannya selama ini adalah hal kecil yang tidak membuatnya besar. Termasuk memilih komunitas yang baik dan menghindari tempat dimana kejahatan bersemi. tidak jarang kita terjebak atau terdorong untuk memperturutkan kecenderungan jahat itu. setelah itu kemudian baru terucap. Atau seketika marah terhadap perlakuan orang yang mungkin tidak disengaja. ingin berperan menjadi orang baik atau orang jahat.Masalahnya kemudian. sebaiknya dipastikan kaki ini sudah mampu berdiri menapak dengan kuat. sudah sepantasnya kita tak lagi bingung mengendalikan diri. semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan jahat besar maupun kecil. (bayu gautama) Jagalah Keseimbangan Publikasi 10/09/2002 11:37 WIB eramuslim . Misalnya saja. “siapa dulu … gue …”. Maka jadilah apa yang dikerjakannya hanya sebatas menghabiskan waktu. terobosan besar itu. untuk bisa menjangkau hal-hal diluar. Jika kita mau mengambil pelajaran. Tak sadar mungkin kita terlebih dulu menepuk dada seraya berujar. Kalimat itu juga bisa mengajarkan kepada kita bahwa sesuatu yang baik harus dimulai dari dalam baru kemudian keluar. Anda bisa saja melompat namun mungkin kaki anda akan terkilir . ada orang-orang yang justru aktif melakukan hal-hal kecil. dan mencontoh tauladan kita Nabi Muhammad Saw yang segala kebaikkannya membaikkan ummatnya. “alhamdulillaah”. untuk dapat berbicara dengan baik kepada orang lain berarti juga sebelumnya kita lebih dulu mengerti apa yang sebenarnya hendak kita sampaikan. dan jika ada yang mencoba melanggar aturan alami itu. Na’udzubillah summa na’udzu billah. ada kejahatan-kejahatan kecil yang kerap kita lakukan tanpa kita sadari dan bahkan kita menganggapnya bukan suatu kesalahan. mulailah dari diri sendiri sebenarnya tidak hanya bermakna keteladanan agar bisa dicontoh oleh orang lain. Hanya saja yang perlu diingat. untuk melangkah ke depan. Tidak ada hal-hal besar dan ideal yang menjadi tujuannya. Padahal sabar dan memberi maaf jauh lebih terhormat untuk kita lakukan. seketika ada rasa sombong yang mencuat ketika meraih prestasi ditempat kita beraktifitas.Orang-orang yang tinggi idealismenya tidak jarang hanya beraksi pada tataran wacana.

kemampuan motoriknya juga lebih sempurna. semestinya kita berlari menuju dimana batu terjatuh dan kemudian melemparkannya kembali ke depan. kemudian tumbuh sebagai anak lincah yang baru bisa berjalan satu-dua langkah. sebelum mencicipi kenikmatan dari hasil kerja berat. Berpikir besar tentang semua idealisme tanpa memulainya dengan hal-hal yang kecil. Ketika besar. Anda bisa juga berbicara dengan bebasnya meski anda sendiri pun tidak jelas apakah memahaminya atau tidak. Oleh karenanya. Jangan pula hanya melengkapi diri dengan kompas tanpa jam penunjuk waktu. sebelum memaksakan sesuatu yang diluar cakrawala kita. mengangkat yang ringan terlebih dulu sebelum yang berat. Ini mengajarkan kita untuk senantiasa bergerak dan tidak puas berhenti disatu tempat mengulangi rutinitas yang sama. Bertambahlah pengetahuannya dari yang sudah ada sebelumnya. bisa berupa angin kencang yang menghambat laju batu. Ia dimulai dari seorang bayi merah tanpa daya apapun. Sehingga di medan lemparan berikutnya bukan tidak mungkin kita menemui hambatan yang berbeda. bahwa tidak ada manusia yang langsung terlahir besar. Jangan puas dengan pekerjaan yang ringan-ringan saja. Sesuai dengan proses kejadian manusia. Tidak ada sesuatu yang baru. Bahwa manusia harus menjaga keseimbangan dalam segala hal. dan meminta temannya mengambilkannya. Arti kata 'mulai' berarti melakukan sesuatu yang tidak berhenti disitu. jelas membuat kita menjadi kerdil. Padahal setelah melempar batu. Beberapa tahun kemudian. Juga tidak mengalami tantangan baru. melakukan hal yang kecil terlebih dulu sebelum mencoba sesuatu yang besar. Demikian halnya dengan pekerjaan. Jangan hanya memiliki jam tangan karena kita akan terjebak pada rutinitas yang melelahkan tanpa tujuan (cita-cita) yang jelas namun waktu yang ada habis tanpa hasil yang signifikan.atau patah. Karena kita hanya akan sibuk menentukan tujuan tanpa melakukan apaapa karena kita tidak pernah tahu kapan harus memulai. Namun yang perlu diingat. Orang lain sudah sampai di tujuan kita masih tertinggal di landasan. itu suatu keniscayaan terhadap signifikansi hasil yang bakal diraih. dan jelas tidak berkembang. Berada pada posisi aman dan tidak berani mencoba tantangan baru. . selain pengetahuan. kerjakan dulu yang terjangkau tangan. Menikmati pekerjaan rutin yang kecil dan cukup puas dengan hasil yang didapat ternyata juga terkadang membuat hati mendengki terhadap orang-orang yang berhasil karena hidup dinamis dan berani bergerak (maju). Dan melangkahlah keluar menembus cakrawala agar menghabiskan waktu hidupnya dari perkembangan ke perkembangan berikutnya. bekalilah diri ini dengan jam penunjuk waktu dan kompas sebagai penunjuk arah (tujuan). cobalah sesuatu yang lebih besar. Dan seterusnya seperti itu. Sebaiknya kita tidak seperti seorang anak kecil yang melempar batu jauh ke depan. pesan mulailah dari diri sendiri bermakna bergerak. atau pohon besar yang menghalangi. tapi jangan salahkan kalau orang lain hanya akan mengangguk didepan anda sebelum kemudian perlahan meninggalkan anda. tentu ibarat calo di terminal bis kota. ia mulai sekolah. Jadi ketika sudah melakukan hal yang kecil.

Api yang kehilangan panasnya sehingga tak membakar tubuh Ibrahim kecil. atau bahkan lama sekali kita tak mendengarnya. bahwa ada saat-saat Allah begitu cintanya kepada hamba-hamba yang mencintai-Nya sehingga keadaan sesulit apapun bisa menjadi mudah atas pertolongan Allah. sekian tahu sudah kami memperjuangkan agama-Mu. Dan masih banyak contoh lain yang membuktikan janji Allah. Sementara bekal makanan pun sudah menipis. tak ada lagi yang sanggup menolong mereka kecuali Allah semata. berakhir pulalah kesempatan untuk menambah amal shaleh di dunia. Mereka pun sedih. Kisah diatas mungkin sudah sangat sering kita mendengarnya. beberapa celah batu itu bergeser. tetapi juga tetap menjaga jarak untuk tidak merasa sejajar dengan Yang Maha Tinggi agar tidak menjadi takabur. Satu persatu dari mereka berdo’a seraya ‘mempertaruhkan’ semua amal dakwah dan perjuangannya bagi agama Allah selama ini. insya Allah berawal dari kesabarannya memilih penjara demi menghindari maksiat. “Ya Allah. bila mereka harus mati terperangkap didalam gua tersebut maka berakhirlah langkah dakwah yang sudah sekian tahun dijalani. insya Allah karena keberanian dari Ibrahim menentang praktek syirik kaumnya. Tidak jatuh terpuruk dan terus menerus berkubang dengan kesulitan. Namun jika yang Engkau ridha terhadap amal kami yang masih sedikit itu Ya Allah. tubuh semakin lemah. Dalam kondisi demikian.Padahal jelas-jelas Allah memerintahkan kita untuk menjadi ummatan wasathan. Lihatlah pelajaran bagaimana para nabi Allah yang sangat dekat pertolongan Allah karena amal sholeh mereka yang membuat Allah tersenyum. semakin kehabisan akal bagaimana caranya keluar dari gua yang tertutup batu besar yang secara logika tak mungkin digeser meski dengan mengumpulkan seluruh kekuatan mereka bertiga. Cerita yang sangat sederhana yang memberikan satu pelajaran bagi kita. atas izin Engkau. bahwa untuk meminta sesuatu yang lebih dari Allah.Tiga orang pemuda yang terperangkap dalam sebuah gua. Kemudian satu do’a terucap. Wallahu’a’lam. seharusnya pula ada nilai lebih yang sebelumnya kita persembahkan kepada-Nya alias tidak meminta dengan tangan kosong. agar diri ini senantiasa menyeimbangkan posisi dan keadaan. Allah yang Maha Kuasa tempat manusia meminta pertolongan. Diangkatnya Yusuf sampai derajat yang mulia. termasuk ayahnya sendiri. biarkanlah kami keluar dari gua ini …”. Maka tak ada jalan lain mereka pun berdo’a dan meminta kepada Allah agar diberikan kesempatan untuk bisa keluar dari dalam gua. selain juga satu hikmah lain. . mengajak orang-orang mencintai-Mu. Tapi kami merasa belum cukup sebagai bekal menghadap-Mu. dan seterusnya sampai permintaan yang sama dari orang ketiga hingga mereka akhirnya bisa keluar dari perangkap gua tersebut. Wallahu a’lam bishshsowaab (Bayu Gautama) Etika Meminta Publikasi 06/09/2002 08:40 WIB eramuslim .

Semakin dekat diri ini kepada-Nya semakin Ia melihat dan memperhatikan segala urusan kita. tidak banyak keringat yang mengucur. adakah sekian waktu. apalagi memperhatikan kita. baru kemudian meminta bantuan Allah untuk menyempurnakan hasil yang sebenarnya dari usaha sendiri.barangsiapa menolong agama Allah. maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya (QS. ketika do’a tak lagi terkabul. . Tentu karena Nusaibah bukan wanita sembarangan. Banyak berdo’a (meminta) tanpa ada usaha yang sungguh-sungguh juga rasanya tidak lebih baik ketimbang mereka yang menyeimbangkan keduanya. bisa jadi ada yang perlu kita perbaiki dari sikap mental diri ini. bersama suaminya Zaid bin Ashim dan dua anak lelakinya mereka bertempur habis-habisan bersama Rasulullah di medan perang Uhud. Sudah berapa banyak amal shaleh yang kita perbuat. harta dan kemampuan yang kita miliki ini bernilai dimata Allah karena atas dasar cinta kepadaNya kita penuh semangat menolong agama Allah. “Bekerjalah kamu. sudahkah nilai lebih tertoreh didiri ini sehingga Allah pun dengan bangga menjadikan kita bagian yang dikasihi-Nya. karena ia bersama Mush'ab bin Umair -yang kemudian menemui syahid setelah mendapatkan puluhan tusukan di tubuhnyamenghadang Qam'ah. "Tidaklah aku menoleh ke kanan dan ke kiri pada peperangan Uhud melainkan aku melihat Nusaibah berperang membelaku. mungkin hampir tidak ada alasan bagi orangtua untuk tidak memberinya. Nusaibah sendiri harus menderita dengan dua belas tusukan yang salah satunya mengenai lehernya. Muhammad:7). orang yang dipersiapkan membunuh Rasulullah dalam perang tersebut. mungkin kita perlu menengok ke dalam diri ini. Hal lain yang perlu diperhatikan tak bukan adalah kedekatan diri ini kepada Sang Maha Pemberi. Rasulullah menghadiahi sebuah do’a kepada Nusaibah binti Ka’ab al Maziniay dan keluarganya agar dijadikan orang-orang yang menemani beliau di surga. sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melihat kamu bekerja”. hal berat terasa ringan dan segala harapan insya Allah terwujud. Tapi jika lidah ini pelit mengeluarkan pujian. Bahkan tidak meminta pun akan ditawarinya sesuatu yang lebih. tenaga. Bagaimanapun Dia akan semakin cinta kepada siapa yang semakin mencintai-Nya. Sebaiknya. tunjukkan terlebih dulu kesungguhan berusaha. jangan pernah membayangkan Allah mendekat. karena dengan begitu Allah akan senang dicintai hamba-Nya. ketika permintaan-demi permintaan seperti tak didengar oleh Allah. Jika anak itu baik. menjadi anak yang menyenangkan lagi dibanggakan. Mungkin kita terlalu lemah sehingga terlalu cepat mengeluh dan meminta. dan tatkala airmata tak juga membuat Allah tergerak untuk menghulurkan kasih-Nya. Selain itu. Bahkan Nusaibah tak gentar meski suami dan dua anaknya sudah gugur di tengan pertempuran. berbakti kepada orangtua. Padahal apa yang kita kerjakan belumlah maksimal." Kini kembali kepada diri kita. Menjelang perang Uhud dimulai. Pujilah Allah dengan sesering mungkin menyebut nama-Nya dan mengingati-Nya dalam keadaan apapun. Contoh paling sederhana adalah seorang anak kecil yang meminta uang jajan kepada orangtuanya. Dan karena itulah segala kesulitan menjadi mudah.

Oleh karenanya. Di dalam sejarah tersebutlah nama-nama seperti: Abu Bakar Shiddiq. karena setiap orang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk menunjukkan akhlak mulianya. Abu Bakar misalnya. mereka yang tidak mendekat kepada Allah akan semakin jauh terseret kepada kejahatan dunia yang itu jelas-jelas semakin menjauhkan dirinya dari perhatian Allah. Setiap detik waktunya tidak akan terbuang sia-sia. Abu Darda ra. Mereka sangat disegani lawan maupun kawan. Laa Ilaha Illallah. Penampilan manusia terbaik ini telah ditujukkan oleh para generasi awal sahabat (assabiqunal awwalun). Ahmad. Usman bin Affan. Sehingga terkenallah ia dengan julukan asshiddiq (benar). adalah orang yang pertama mempercayai Rasulullah Saw melakukan perjalanan Isra’ dan mi’raj. Bukhari. Hanya dengan amalan terbaiklah kita akan bertemu dengan Allah Swt. jernih dan baik terhadap syahadatain. Wallahu a’lam bishshowaab (Bayu Gautama) Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak Publikasi 20/08/2002 09:31 WIB eramuslim . akan digunakan untuk meraih amalan terbaik sehingga sahamnya diakhirat menjadi besar.Manusia yang terbaik adalah manusia yang bernilai manfaat bagi manusia lainnya. Sehingga perjalanan dakwah Rasulullah Saw betul-betul ditopang oleh pondasi yang kokoh dari para sahabat. Umar bin Khattab. Mengenai hal ini. . kuat. Kekuatan aqidah yang bersumber dari pemahaman yang jelas. Problem kemiskinan yang terus mendera bangsa ini juga bakal bisa di atasi. kata Abu Bakar. “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya”. Sehingga setiap gerak langkah yang dilakukannya itu betul-betul diperuntukkan demi tegaknya kalimat Allah. Kenapa. dan masih banyak lagi.Hukum Allah selalu bermain. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh para sahabat itu dapat muncul karena mereka mempunyai kekuatan aqidah yang kokoh. Disamping itu. Sehingga kelak Dia dengan segala kekuasaannya akan menggantikan yang demikian itu dengan generasi baru yang mencintai Allah dan Allah pun mencintainya. tahan banting. Ali bin Abi Thalib. terlebih pertolongan-Nya. bagi kita yang hidup hari ini sangat bagus untuk mampu mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuat Rasullah Saw dan para sahabatnya. Abu Daud. Bilal bin Rabah. dipuji makhluk baik yang ada di langit (malaikat) maupun di muka bumi. insya Allah kalimatullah akan tegak. ia berkata. “Nabi Saw bersabda: “Carilah Aku (Allah) pada golongan orang-orang lemah karena sesungguhnya kamu diberi rizki dan pertolongan melalui golongan orang-orang lemah itu. Jika saja setiap umat Islam yang ada di bumi nusantara ini berakhlak seperti Rasulullah dan para sahabatnya. Abu Bakar adalah termasuk sahabat yang rela mengorbankan hartanya 100 persen untuk Islam. bahwa orang-orang yang tidak sungguh-sungguh berusaha akan tertinggal dan tertindas. Namun.” (HR.

cara memberdayakan golongan lemah dapat ditempuh dengan berbagai macam jalan. adalah orang yang pertama mempercayai Rasulullah Saw melakukan perjalanan Isra’ dan mi’raj. Sehingga perjalanan dakwah Rasulullah Saw betul-betul ditopang oleh pondasi yang kokoh dari para sahabat. antara lain. Ali bin Abi Thalib. dan hakim). Yang penting adalah bantuan itu diniatkan semata-mata karena Allah bukan karena ada faktor yang lain. Berikanlah bantuan kepada orang-orang lemah dengan semata-mata ikhlas karena-Nya. Laa Ilaha Illallah. Umar bin Khattab. Kebangkitan dan kekuatan mereka akan berkelanjutan bila ditopang dan dilandasi oleh aqidah (keyakinan) yang kuat. Sedangkan modal kerja adalah dana yang akan digunakan untuk keperluan rutin (operasional usaha). bagi kita yang hidup hari ini sangat bagus untuk mampu mengambil hikmah dari apa yang telah diperbuat Rasullah Saw dan para sahabatnya. bahwa semua yang telah dan akan terjadi itu sematamata kehendak Allah Swt. Modal investasi berupa alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang usaha. Abu Bakar adalah termasuk sahabat yang rela . Disamping itu. Apalagi godaan jabatan di pentas politik yang selalu menggoda. Ketiga. Dengan harapan akan dapat berkarya produktif setelah pendidikannya selesai. Keempat. Dengan keempat perbekalan di atas diharapkan golongan lemah menjadi bangkit dan kuat.com) Atasi Problem Ummat Dengan Akhlak Publikasi 20/08/2002 09:31 WIB eramuslim . memberikan beastudi (beasiswa) kepada salah satu anggota keluarganya (anak). Mereka sangat disegani lawan maupun kawan. Modal usaha dapat berupa modal investasi dan modal kerja. Abu Bakar misalnya. Bilal bin Rabah. (Efri S Bahri/efrisb@yahoo.Ibnu Hibban. Tugas kita adalah berusaha semaksimal potensi yang telah diberikan-Nya. Jangan sampai ada udang dibalik batu.Manusia yang terbaik adalah manusia yang bernilai manfaat bagi manusia lainnya. Kedua. banyak cara yang bisa diterapkan dalam membantu orang-orang lemah. memberikan bekal keterampilan melalui training (pelatihan). Dari sisi ekonomi. Penampilan manusia terbaik ini telah ditujukkan oleh para generasi awal sahabat (assabiqunal awwalun). Oleh karenanya. Pertama. Melalui pelatihan diharapkan mereka menjadi paham dan mampu untuk bekerja secara mandiri. Sehingga terkenallah ia dengan julukan asshiddiq (benar). dipuji makhluk baik yang ada di langit (malaikat) maupun di muka bumi. Dalam konteks era sekarang ini. berusaha dan menegakkan kalimatullah. Dengan membantu orang-orang lemah sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya tentu nilai amalan akan meningkat. merekrut mereka menjadi tenaga kerja pada usaha yang sedang dijalankan sendiri. dan masih banyak lagi. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat. Di dalam sejarah tersebutlah nama-nama seperti: Abu Bakar Shiddiq. yang tidak putus asa di dalam berjuang. memberikan bantuan modal untuk usaha yang produktif. Usman bin Affan.

karena setiap orang akan berusaha dan berlomba-lomba untuk menunjukkan akhlak mulianya. Berikanlah bantuan kepada orang-orang lemah dengan semata-mata ikhlas karena-Nya. Tugas kita adalah berusaha semaksimal potensi yang telah diberikan-Nya. kuat. memberikan bantuan modal untuk usaha yang produktif. insya Allah kalimatullah akan tegak. Hanya dengan amalan terbaiklah kita akan bertemu dengan Allah Swt. Sehingga setiap gerak langkah yang dilakukannya itu betul-betul diperuntukkan demi tegaknya kalimat Allah. banyak cara yang bisa diterapkan dalam membantu orang-orang lemah. Dari sisi ekonomi. Abu Daud. Kedua. Problem kemiskinan yang terus mendera bangsa ini juga bakal bisa di atasi. memberikan bekal keterampilan melalui training (pelatihan). dan hakim). Mengenai hal ini. tahan banting. Laa Ilaha Illallah. Namun. Abu Darda ra. bahwa semua yang telah dan akan terjadi itu sematamata kehendak Allah Swt. Modal investasi berupa alat-alat atau perlengkapan yang akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang usaha. Ahmad. Pertama. Melalui pelatihan diharapkan mereka menjadi paham dan mampu untuk bekerja secara mandiri. “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya”. kata Abu Bakar. ia berkata. Keempat. Ibnu Hibban. antara lain. Dengan membantu orang-orang lemah sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya tentu nilai amalan akan meningkat. Apalagi godaan jabatan di pentas politik yang selalu menggoda. Dengan harapan akan dapat berkarya produktif setelah pendidikannya selesai. cara memberdayakan golongan lemah dapat ditempuh dengan berbagai macam jalan. Dengan keempat perbekalan di atas diharapkan golongan lemah menjadi bangkit dan kuat. . Kenapa. Setiap detik waktunya tidak akan terbuang sia-sia. Jangan sampai ada udang dibalik batu. merekrut mereka menjadi tenaga kerja pada usaha yang sedang dijalankan sendiri. Bukhari. Modal usaha dapat berupa modal investasi dan modal kerja. Sedangkan modal kerja adalah dana yang akan digunakan untuk keperluan rutin (operasional usaha). Kekuatan aqidah yang bersumber dari pemahaman yang jelas. Sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat. Jika saja setiap umat Islam yang ada di bumi nusantara ini berakhlak seperti Rasulullah dan para sahabatnya.mengorbankan hartanya 100 persen untuk Islam. akan digunakan untuk meraih amalan terbaik sehingga sahamnya diakhirat menjadi besar. Ketiga. Yang penting adalah bantuan itu diniatkan semata-mata karena Allah bukan karena ada faktor yang lain. jernih dan baik terhadap syahadatain. Akhlak mulia yang ditunjukkan oleh para sahabat itu dapat muncul karena mereka mempunyai kekuatan aqidah yang kokoh. “Nabi Saw bersabda: “Carilah Aku (Allah) pada golongan orang-orang lemah karena sesungguhnya kamu diberi rizki dan pertolongan melalui golongan orang-orang lemah itu. Kebangkitan dan kekuatan mereka akan berkelanjutan bila ditopang dan dilandasi oleh aqidah (keyakinan) yang kuat. Dalam konteks era sekarang ini.” (HR. memberikan beastudi (beasiswa) kepada salah satu anggota keluarganya (anak).

bukan tidak mungkin daya imun-nya habis dan lama-kelamaan tergerogoti hingga akhirnya ikut sakit. menghormati hak orang lain disaat menjalankan haknya. atau wanitawanita yang berpakaian seminim-minimnya dengan menampilkan lekuk tubuhnya yang sejujurnya tidak sedikitpun mengundang simpati. (Efri S Bahri/efrisb@yahoo.Anda yang pernah mengunjungi beberapa pesantren di Indonesia. tentu sudah sangat hapal dengan kalimat “Sesuaikan pakaian anda dengan lingkungan pesantren” yang tertera di papan peringatan. Laa Ilaha Illallah. mengingat semua tempat dimanapun dimuka bumi ini sebenarnya sangatlah tidak layak untuk diwarnai dengan tampilan-tampilan yang tidak mengenal norma agama. kalau bermaksiat jangan ambil nikmat dari Allah. Artinya. sakit. melainkan birahi. tidak bermaksiat dibumi Allah. Tidak seperti orang-orang di dalam kendaraan yang asyik merokok tanpa peduli kesehatan orang lain. menjadi orang beriman dan bertaqwa saja tidaklah cukup. bertaqwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (QS. Karena. tentu karena masih ada orang-orang yang ‘tak tahu diri’ dan merasa innocent dengan penampilannya yang tidak sesuai pada tempatnya. berusaha dan menegakkan kalimatullah. Kita tentu sangat merindukan satu lingkungan yang kondusif bagi perlindungan keshalehan dan menjaga pertumbuhan keshalihan anak-anak. Lingkungan dimana orang-orang didalamnya mengkedepankan kewajiban. Ada yang pernah bertanya kepada seorang alim perihal diizinkannya ia berbuat dosa. orangpun seharusnya sadar bahwa tidak mungkin mengenakan pakaian yang tidak sopan (tidak menutup aurat) di lingkungan seperti pesantren atau masjid. Di beberapa masjid besar seperti di Al Azhar Kebayoran Baru. At Taubah:119). lebih dari itu. Kenapa begitu pentingnya Allah memperingatkan hamba-Nya untuk menciptakan lingkungan yang Islami? Tentu kita bisa mengambil pelajaran dari orang-orang shaleh terdahulu yang tetap istiqomah dalam keshalihannya karena mereka senantiasa bersama . dan masih banyak lagi. Ini seperti diingatkan Allah dalam firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman.yang tidak putus asa di dalam berjuang. Tapi kenapa ada peringatan itu. rusak. dan si alim mempersilahkannya dengan beberapa syarat. cucu dan seluruh generasi ke depan.com) Ciptakan Lingkungan Islami Publikasi 19/08/2002 08:31 WIB eramuslim . orang beriman dan bertaqwa tetapi ketika berada di lingkungan yang rusak. Maka kemudian seharusnya ada gerakan untuk memasang peringatan-peringatan yang tidak sekedar urusan penyesuaian penampilan. Jakarta. satu peringatan untuk senantiasa berada pada lingkungan yang baik. dan perbuatannya tidak dilihat Allah. anda juga akan temui himbauan dengan kelimat yang hampir serupa. Sebenarnya tanpa harus dibuat papan himbauan seperti itu. Nampaknya himbauan semacam itu baik jika dipasang di lebih banyak tempat.

Karena disamping itu. Karena menjalani hidup itu juga berarti perjuangan melewati seluruh fasenya hingga sampai waktunya kita berhenti dan berakhir. Perasaan yang hampir sama meski tidak terlalu persis juga menggelayuti para pelajar dan mahasiswa yang tengah menghadapi ujian akhir guna membuktikan apakah mereka berhasil atau gagal setelah sekian tahun berkutat dengan buku. setiap kesempatan selalu mengintai menunggu saat-saat lengah kita. untuk menopang terwujudnya himbauan Allah agar keluarga kita terhindar dari api neraka. Begitu juga antara imajinasi keceriaan dunia baru dan bayang-bayang orang-orang asing yang bakal mengelilinginya. Seperti dingatkan Fathi Yakan. bahkan setiap saat.saudaranya seiman. lingkungan tempat beraktifitas. Bahwa cobaan orangorang beriman itu ada dua hal. bahwa ujian itu bisa datang dari mana saja. “Allah bersama orang-orang yang sabar” Seharusnyalah kita mulai menciptakan lingkungan itu dari diri dan keluarga sendiri. dan menetap. Oleh karena itulah anjuran untuk menjadikan kriteria shalihah sebagai kriteria utama dalam memilih pasangan begitu penting. konsistensi terhadap kebenaran dan kedua. tidak sedikit pula Allah berikan pelajaran dari tergelincirnya orang-orang yang awalnya begitu shaleh karena terpisahnya mereka dari jama’ah. misalnya). agar nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran. dari wanita (istri.Ibarat seorang anak yang baru pertama kali memasuki dunia sekolah. pertama. berbagai perasaan bergelut dibenak dan di setiap rongga dadanya. dan masyarakat sekitar. masjid-masjid memasang himbauan seperti diatas. Itulah hidup. eksekutif yang harus melewati ujian kenaikan jabatan atau para profesional yang mempersiapkan presentasi hasil karya mereka. cobaan yang kerap bahkan senantiasa datang. Konsistensi dan kesabaran akan kebenaran yang tercipta dari dalam rumah kita. Menjaga konsistensi itu bukan perkara mudah. godaan untuk melewati batas-betas kebenaran itu sangat banyak. Allah mengingatkan kita untuk tetap bersabar dalam menetapi kebenaran itu. resistensi atau tetap bersabar dalam mentaati kebenaran itu. antara semangat berprestasi dengan phobia ketidakmampuan mengikuti sistem. Inilah juga mungkin hikmah yang bisa kita petik dari ayat terakhir surat Al Ashr. Mau tidak mau. Wallahu a’lam bishshowaab (Abinya Hufha) Jangan Takut Cobaan! Publikasi 15/08/2002 10:46 WIB eramuslim . insya Allah akan berbekas kepada tetangga. penuh dengan segala macam ujian. Antara cita-cita yang menggebu dengan kecemasan seperti bertarung memposisikan diri untuk bersemayam mendominasi perasaannya. suka tidak suka setiap yang hidup pasti melewatinya. Oleh karena itulah kemudian. dihari pertamanya. tidak perlu lagi pesantren. jabatan dan lainlain. Hingga akhirnya bukan tidak mungkin suatu saat mimpi kita untuk mendapatkan masyarakat Islami menjadi satu kenyataan. dalam pergaulan. Ada yang mengakhirinya secara alami ada juga yang . karena sudah pasti cobaan. peraturan dan persaingan di dalam kelas. Dan tentunya. Juga tidak berbeda yang dialami oleh para pelamar kerja yang menjalani test penerimaan calon pegawai. harta.

Jangan pernah menganggap kekayaan yang berlimpah yang dimiliki Sulaiman as bukan suatu ujian.‘mendahului’ waktu sebenarnya dengan mengakhiri hidup ditangan sendiri yang tak berdaya meregang keputusasaan. dan bisa jadi Sang Maha Adil itu ingin menjadikan mereka manusia-manusia pilihan sehingga (dengan derita itu) diakhir hayatnya tetap ingat dan dekat kepada Rabbnya. intimidasi dan ancaman pembunuhan berkali-kali. Tapi cobalah. Lihatlah Adam as yang harus menerima hukuman Allah terlempar ke bumi atas kelalaiannya. Bahkan sebagian mereka sangat tahu. harakiri adalah jalan mulia bagi mereka ketimbang menanggung malu. ada yang tetap tegar meski waktunya hidup di dunia sudah bisa diprediksikan. Anda tidak akan menganggap aneh ketika mendapati orang-orang berdasi. Bagaimana pedihnya penderitaan Ayub as atas penyakit dan kemiskinan yang melandanya. Kelengahan. cemoohan dan hinaan yang diterima Nuh as atas keteguhannya. mungkin juga Allah menjanjikan kehidupan yang jauh lebih istimewa di kemudian hari. anda akan menemui orang yang meraung-raung tak ingin segera mati. Untuk mudah mengetahui berbagai tipikal orang menghadapi cobaan. Mungkin ada yang mengira ini terlalu menyederhanakan definisi cobaan hidup. Di negara-negara Eropa yang menjadikan kesuksesan bisnis dan profesionalisme sebagai ukuran keberhasilan seseorang. Bukankah para Nabi Allah selalu mendapatkan cobaan yang teramat berat sehingga mereka menjadi manusia-manusia pilihan. hingga kini masih mencatatkan rekor terbesar bunuh diri dan sudah lazim diketahui bahwa sebagian besarnya adalah orang-orang muda yang penuh energik menjadikan prestasi dan kesuksesan diatas segalanya. Sehingga ketika wajah mereka harus tercoreng oleh satu kegagalan yang dianggap biasa di negara kita. ketidaksigapan serta keteledoran yang terkadang menjadi sifat dasar manusia sering kali menyebabkan mereka kalah. ada juga yang terus tersenyum meski virus ganas kanker terus menggerogoti satu persatu anggota tubuhnya hingga tak bedanya ia dengan tengkorak hidup. kekasih Allah Muhammad saw pun tak hentinya menerima cercaan. datanglah ke rumah sakit. menangis tak henti akibat penyakit yang tak membaik meski sudah habis semua harta. Dunia dengan segala keindahannya juga menyimpan tidak sedikit lubang dan celah ujian dimana manusia akan melewatinya. mereka sabar. Jepang. mereka yang pernah sukses atau karirnya menjulang. Namun di ruang lain. sehingga menjadikan negeri Sakura itu Macan Asia saat ini. ikhlas menerima dan menjalani cobaan. menanggung kekalahan hidup yang memalukan. Bahkan manusia agung. juga keikhlasan Ismail as atas perintah Allah kepada ayahnya. atau menilai keelokan wajah Yusuf as sebagai kenikmatan yang tidak akan dimintai pertanggungjawabannya. kesabaran Ibrahim as untuk menyembelih Ismail sebagai bukti cintanya kepada Allah setelah bertahun-tahun menunggu hadirnya sang buah hati. harus mengakhiri hidup dengan terjun bebas dari lantai tertinggi apartemen atau gedung tempat mereka bekerja. atau Dia sedang menguji cinta dan kesabaran hamba-Nya dengan cobaan yang tiada henti. negeri yang terkenal dengan semangat hidup pantang menyerah dari masyarakatnya. hinaan. atau merasa menjadi makhluk yang dihinakan Tuhan dengan penyakit itu. inilah cara Tuhan memperhatikan makhluk-Nya. Mereka berteriak. hancur . meringis menahan perihnya luka. mencaci Tuhan atas dalih ketidakadilan.

Lalu memasuki jenjang pernikahan. Bahwa ada yang terlahir. namun kebersamaan. tumbuh.Mari lewati lorong waktu. maka seluas mata memandang betapa satu fase hidup bisa kita jalani dengan ceria dan semangat berprestasi. ujian dan cobaan itu tetap menghadang. Lalu mengapa sekarang banyak manusia yang takut menghadapi cobaan. sepanas api membara dan sebesar gunung menjulang. Di dunia ini. tapi selangkah kaki ini memasuki halaman sekolah. Padahal tidak! Selain karena Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hamba-Nya. dewasa. manusia datang dengan tubuh yang kecil memerah. menikah. Lalu mengapa harus takut dengan cobaan.dan tenggelam oleh kehidupan. dengan kebersamaan. sejak Dia menciptakan manusia pertama dan menghadirkannya ke dunia. kita pasti sanggup melewatinya meski ia sering terlihat sekokoh batu karang dilautan. Tapaki perguliran pagi. kita harus saling berpegangan . bayang-bayang menjadi pecundang dan kalah bersaing seolah sirna bila profesionalisme dan modal kecerdasan di kedepankan. kekuatan dua jiwa yang bersatu. kebulatan tekad dan visi yang sama menjadikan perjalanan rumahtangga sebagai satu fase yang begitu indah. tanpa daya sehingga membutuhkan bantuan orang lain dalam menjalani hidupnya. Coba ingat ketika pertama kali masuk sekolah. bahkan berusaha menghindar dari ujian yang seharusnya mereka lalui. mencari nafkah. Kedepan. Jadi. Wallahu’alam bishshowaab (Abinya Hufha) Bersahabatlah Sampai ke Surga Publikasi 14/08/2002 09:11 WIB eramuslim . saat seorang pria harus keluar dari ketiak orangtuanya dan berpisah untuk bersatu dengan pasangannya. Begitu juga saat pertama memasuki dunia sesungguhnya menjadi orang dewasa. agar dapat diambil hikmahnya oleh manusia. kebanyakan manusia mungkin lupa (ini juga sifat dasar manusia) bahwa ketika terlahir kedunia tanpa sehelai pakaianpun. Tangisan pertamanya didunia seolah memberitahu bahwa ia makhluk lemah. Kepolosannya menandai keiklasan dan kesiapannya mengarungi riak gelombang dunia fana. meski awalnya dihantui kecemasan. jangan gentar melawan cobaan. kalau sampai hari ini kita masih bisa menjalani hidup berarti kita telah mampu melewati semua fase sebelumnya yang entah disadari atau tidak penuh dengan cobaan. Mungkin inilah rahasia dari siklus hidup yang mesti dijalani yang telah diatur oleh Sang Khalik semenjak ia menjadikan alam dan seisinya. Namun tak satupun bayi-bayi mungil itu merasa cemas dan menolak terlahir kedunia yang penuh dengan cobaan ini. menyusuri jalan-jalan dunia yang penuh tipu daya. Awalnya akan merasa canggung. waktunya tersita untuk meratapi betapa dirinya merasa menjadi orang yang paling menderita. atau saat seorang wanita berpindah dari pelukan hangat ayah bunda kepada satu kerelaan berjalan mengiringi seorang pria pilihannya. yangpenuh liku. tapi dengan segenap keyakinan yang teguh menempati seluruh sisi benak dan dada ini. siang. dengan persahabatan dalam keimanan. terus menerus siklusnya tak berubah. Tidak jarang ada manusia yang hari-harinya habis untuk mengeluh. petang dan malam. untuk menjadikan diri ini manusiamanusia pilihan. tua dan mati.

Kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah lah yang akan mengantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Siapa orang yang kita cintai? Siapa orang-orang yang paling dekat dengan kita dalam menusuri hidup ini? Siapa orang yang paling menghiasi ingatan kita? Siapa yang menemani langkah. “Saling memujilah kalian kepada sahabat kalian. “dDia adalah sebaik-baik teman. “Ada dua orang mukmin yang bersahabat dan berteman akrab. Merenungklah. Kita tak mungkin selamat mengarungi bahtera kehidupan yang sangat luas dengan ancaman badai fitnah ini. Salah seorang dari keduanya meninggal lebih dahulu dan ia mendapat berita gembira dari surga.” (QS. Persaudaraan..” (QS. Ketika itu ia mengingat teman akrabnya di kala di dunia lalu ia berdo’a : “Ya Allah. sebaik-baik saudara. “Seluruh pertemanan dan persahabatan yang tidak dilandasi karena Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan. Dia yang mengajakku melakukan kebaikan dan mencegahku melakukan kemungkaran. Pertemuan yang sangat mengesankan dan penuh kegembiraan.” Begitu juga pesan Rasul SAW dalam haditsnya . Mari kita mulai dari sekarang. “Pergilah. Bersahabat dengan orang-orang yang mendekatkan kita pada ridhaNya… .tangan. Seandainya engkau tahu yang Aku berikan kepadanya. sesungguhnya fulan adalah teman akrabku.langkah hidup kita? Orang shalehkah dia? Mengajak pada kebaikan dan keridhaan Allah kah dia? Bayangkanlah persahabatan orang beriman di dunia yang kisahnya berlanjut hingga di akhirat. kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh kelemahan dan mudah terpedaya. dia yang menganjurkanku berlaku taat kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu.” Sampai kemudian teman akrabnya itu meninggal dunia dan ruh mereka bertemu. Ya Allah jangan Engkau sesatkan dia sepeninggalku sampai Engkau perlihatkan padanya kenikmatan yang Engku berikan padaku dan sampai Engkau meridhainya sebagaimana Engkau ridha kepadaku. kebersamaan dan persahabatan di jalan Allah lah yang juga akan mengiringi kita pada kebahagiaan akhirat Allah SWT memberitakan bahwa hanya pertemanan atas dasra iman dan takwalah yang abadi. seorang diri. Karena. Dia juga yang menyadarkanku akan pertemuan dengan-Mu. “Dan diciptakan manusia itu dalam keadaan lemah. Kita tak dapat lolos dari ancaman fitnahnya dengan hanya mengandalkan kemampuan sendiri. Ibnu Kasir mengatakan. Dikatakan kepada mereka. “Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. Saudaraku. sebaik-baik sahabat…” Duhai indahnya.” Maka Allah berkata padanya. yang menyebutkan bahwa kita akan dibangkitkan di hari kiamat bersama orang yang kita cintai. An Nisa : 28) Saudaraku.” Maka masing-masing mereka mengatakan. niscaya engkau akan banyak tertawa dan sedikit menangis. Az Zukhruf : 67). Harus. sebagaimana digambarkan oleh Ali bin Abi Thalib RA.

seolah hal seperti itu saat ini menjadi barang langka yang jarang ditemui.Seorang pemuda serta merta berdiri dan mempersilahkan seorang ibu setengah baya untuk menempati tempat duduknya di sebuah bis kota. Semangat kerelaan berkorban merupakan wujud dari kecintaan kepada Allah. misalnya lagi. misalnya. wanita atau penyandang cacat. pemandangan seperti itu bukanlah hal mengagumkan yang dilakukan orang muda terhadap orang-orang yang lebih tua. cukuplah Allah dan Rasul-Nya untuk menjawab pertanyaan Rasulullah tentang apa yang ditinggalkan untuk keluarganya. Hilangnya semangat kerelaan berkorban misalnya.Dikutip dari rubrik Ruhaniyat Majalah Tarbawi Edisi 40/Th. yakni kecintaan terhadap Rasulullah. seseorang akan jauh lebih marah ketika ditegor orang lain yang merasa terganggu oleh asap rokoknya di dalam kendaraan umum. Kerelaan berkorban (asketisme) yang dilakukan oleh Ali bin Abi Thalib. Kejadian diatas hanyalah satu dari sekian banyak contoh pergeseran nilai yang semakin terasa nampak sebagai hal yang lumrah di masyarakat kita. rasa kebersamaan. Kita tentu merindukan orang-orang yang memiliki jiwa dan semangat rela berkorban (asketis) seperti yang pernah diajarkan sekaligus dicontohkan Rasulullah. Namun seiring pergeseran budaya dan perubahan tatanan nilai dalam masyarakat kita. lihat saja bahwa ternyata masih banyak pelajar. bisa karena hilangnya kepekaan sosial. terutama di perkotaan. Atau keberanian Asma binti Abu bakar mengantar makanan untuk Rasulullah dan ayahandanya di tempat persembunyian di gua Tsur. Intanshurullaaha yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum. budaya saling tolong atau bahkan memudarnya sifat-sifat humanis di kalangan masyarakat. mahasiwa atau orang-orang yang sebenarnya masih sanggup untuk berdiri tetap tenang meski seorang jompo atau ibu hamil berdiri menahan beban tubuh disampingnya. Maka tidaklah aneh. Sepuluh tahun yang lalu. Pada saat itu. Namun tentu bergesernya budaya dan nilai seperti itu jelas ada penyebabnya. saat menggantikan Rasul tidur di ranjangnya pada malam ketika Rasulullah ditemani Abu Bakar hendak melakukan hijrah. Abu Bakar menyerahkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan Islam. yang karena itu mereka mau melakukan apapun untuk menolong agama Allah. sehingga sikapsikap itu pun tercermin dalam diri sahabat-sahabat rasul. . Dari kecintaan terhadap Sang Khalik itu berlanjut pada kecintaan yang begitu mendalam terhadap sosok manusia yang dimuliakan Allah. Sikap-sikap serupa juga dicontohkan sahabat lainnya seperti Abu Bakar yang dengan lantang mengatakan. 4 Miliki Semangat Kerelaan Berkorban Publikasi 07/08/2002 11:47 WIB eramuslim . tidak peduli sebelumnya ia pun harus berlari dan berdesakkan untuk mendapatkan tempat duduk tersebut. Bentuk kecintaaan inilah yang ditunjukkan oleh Ali bin Abi Thalib dan juga para sahabat lainnya. barang siapa menolong agama Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

dimana kelebihan dari kekuatan yang kita miliki akan sangat berharga bagi mereka. Hanya saja. Sesungguhnya. serta tidak egois dan semena-mena menggunakan hak tanpa mempedulikan hak orang lainnya. Wallahu a’lam bishshowaab (Abi Hufha) Tetaplah Berdaya Disaat Krisis Publikasi 02/08/2002 10:16 WIB eramuslim . sikap-sikap seperti itu akan lebih terasa jika menjadi sebuah kesadaran kolektif dalam menerapkannya. dan juga mereka yang sangat membutuhkan sekedar sandaran atau penyangga berdiri. Rasul-Nya. bahwa kecintaan terhadap Allah. dan seluruh mukmin sebagai wujud persaudaraan diatas segala kecintaan dan kepentingan terhadap diri sendiri. meski bukan menjadi alasan untuk tidak melakukannya mulai dari diri sendiri. Hal ini ditunjukkan dengan masih signifikannya jumlah penduduk yang miskin. Rasulullah mampu menurunkan perasaan cinta Allah dan Rasul-Nya itu menjadi sebuah cinta yang bertebaran menyentuh seluruh ummat. Tentu saja. Karena bisa jadi kedepan. Jika demikian. dan mulai dari sekarang! Satu wujud yang cukup membuat kita tersenyum misalnya. adakah besarnya cinta yang bersemayam didalam diri ini masih lebih menguasai rasa akan pemenuhan kepentingan diri sendiri.Krisis ekonomi yang mendera negeri Zamrud khatulistiwa ini telah mewariskan penderitaan pada masyarakat. sesama mukmin bahkan menjadi rahmat seluruh alam. menyisihkan waktu dan tenaga untuk kepentingan banyak orang sebagai wujud dari Islam rahmat bagi seluruh alam. bukan sekedar kecerdasan intelektual tapi juga kecerdasan emosi berupa sikap kerelaan berkorban inilah yang jauh lebih dibutuhkan. para wakil rakyat pengemban amanah ummat selain prinsip-prinsip berkeadilan yang juga mesti dihasung. bahwa ada orang-orang lemah yang perlu huluran tangan. tak perlu menunggu waktu lama untuk memperbaiki sisi-sisi cinta itu dengan membetulkannya kearah yang pernah diajarkan Rasulullah. Kesadaran kolektif yang dimiliki itu tentu menjadi contoh bahwa semangat kerelaan berkorban jika dilakukan secara kolektif akan memberikan hasil yang luar biasa bagi sebuah perubahan bahkan peradaban. ketika sekelompok mahasiswa yang insya Allah terjaga kemurnian perjuangannya merasa terusik saat orangorang yang dipercaya rakyat untuk memimpin dan mengelola negeri ini justru mengkhianati rakyat. saat ini kita tidak kehilangan momentum-momentum untuk kembali memiliki atau memperbaiki jiwa dan semangat asketis yang pernah dicontohkan oleh orang-orang mukmin terdahulu itu.Dengan segenap cintanya. Maka patutlah sesegera mungkin kita melongok kedalam diri ini. bahwa masih banyak para fakir miskin yang memerlukan sisihan sebagian dari harta kita. Ruang publik kita masih cukup terbuka untuk melakukannya. kerelaan berkorban itu tercermin dalam sikap-sikap saling bantu. jauh lebih penting dimiliki oleh setiap calon pemimpin. Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Jemaluddin Kassum . Bahkan pada November 2001.

Kedua. Orang yang sungguh-sungguhlah yang akan mendapatkan nilai terbaik baik dihadapan manusia maupun dihadapan Allah SWT.5 persen (2005). jumlah penduduk miskin diperkirakan turun dari 65. sebaliknya ada manusia yang tidak sadar bahwa potensi yang . Disamping itu. ada manusia yang sadar bahwa ia punya potensi. ada manusia yang sadar bahwa potensi yang dimilikinya terbatas. Kempat. Pertama. 15. yakni tahun 1996 yang sebesar 50. niat juga akan melahirkan keyakinan bahwa apapun yang telah. dalam arti substansial antara lain. Di dalam Al-Qur’an. Allah SWT telah memberikan tuntutanan bagaimana cara menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan ini.5 persen (2004). Jika definisi garis kemiskinan yang dipakai adalah pendapatan 2 dollar per hari. khususnya yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Secara individu.9 persen (tahun 2000). baik bersifat individual maupun institusional. sementara 10-20 persen hidup dalam kemiskinan absolut (extreme poverty). Kendati kenyataannya ingkat kesadaran setiap insan juga terdapat perbedaan. 14. “Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan beban yang tidak sanggup kamu memikulnya”. Potensi dan kekuatan itu akan muncul apabila setiap insan sadar akan eksistensi dirinya.1 persen. dan 10.7 persen (tahun 2001). 53. Sebagai bekal menghadapi tantangan dunia. mesti menggali dan merumuskan prinsip-prinsip institusi yang terdiri dari visi. Angka kemiskinan berdasarkan definisi yang dipakai pemerintah (Badan Pusat Statistik/BPS) sendiri lebih kecil. Ketiga. Kedua. sedang dan akan terjadi adalah kehendak Allah semata. kurang lebih tiga per lima (60 persen) penduduk Indonesia saat ini hidup di bawah garis kemiskinan. 56. 8 November 2001) Menghadapi problem kemiskinan tersebut. harus diarahkan untuk mengeluarkan masyarakat dari jeratan kemiskinan. berniat bahwa bekerja (beraktivitas) semata-mata hanya bertujuan untuk mengabdi kepada Allah SWT. Sungguh-sungguh.5 persen tahun 2005 ini kira-kira sama dengan level sebelum krisis.3 persen (2003). program dan kegiatan serta strategi pencapaiannya.1 persen tahun 1999 menjadi 57.1 persen (2002).9 persen (2005).2 persen (2000). Dengan energi itulah akan lahir solusi-solusi kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan. 12. 51. Angka kemiskinan 49. setiap insan negeri ini mesti mendayagunakan seluruh potensi dirinya. ada manusia yang tidak sadar bahwa ia mempunyai potensi.4 persen (2003). 55.6 persen (2002). percaya bahwa Allah memberikan potensi dan kekuatan kepada setiap insan. Sehingga energi institutional dengan kelengkapan sumberdaya yang dimilikinya.7 persen (2001). Niat yang dilandasi dengan keikhlasan akan meningkatkan energi dan motivasi diri untuk selalu berusaha. 13. Sedangkan secara institusional.mengingatkan. 15. misi. Pertama.1 persen (2004). yakni 27 persen tahun 1999. dan 49. setiap lembaga baik yang berbasis bisnis maupun kemasyarakatan. Oleh karenanya apabila kita ‘bedah’ terdapat empat tipologi manusia. “Sesungguhnya apabila kamu sungguh-sungguh pasti akan berhasil”. (Lihat Kompas. diperlukan solusi yang efektif dan adaptif dengan kondisi masyarakat.

Pertama. kemiskinan karena tidak mampu mendayagunakan potensi diri dan alam yang ada. Solusi Kemiskinan Kemiskinan bukan hanya terjadi sekarang. Bahkan orang yang sadar akan dirinya pula yang akan kenal dengan penciptaNya. Dengan keterampilan perencaan menjadi rasional. penyebab kemiskinan juga beragam. Dengan ketiga potensi tersebut setiap insan mestinya mampu ‘memeras akalnya’ serta mengolah apa yang ada di alam ini menjadi produk yang bermanfaat. berbagai upayapun ditempuh. Sehingga mampu untuk berpikir jernih dan berkarya. Kedua. diperlukan strategi sebagai solusinya. Penguasa negeri yang bijak tidak akan membuat kebijakan yang merugikan masyarakat. Padahal di dalam diri setiap insan terdapat potensi akal. Sehingga keputusan yang diambil betul-betul berada pada koridor penegakan keadilan. Namun akibat dominasi hawa nafsu dan keserakahan serta keinginan untuk meraup kekayaan. Pemberian bantuan hidup ini bisa bersifat charity (amal) dengan tujuan untuk memulihkan kondisi fisiknya. memberikan layanan kesehatan. tenaga fisik. Disamping itu. Allah SWT. baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Tujuan yang hendak dicapai adalah bagaimana supaya terjadi peningkatan keterampilan dan keilmuan. supaya tidak terjadi ketergantungan yang berkelanjutan. mengembangkan potensi ekonomi. insting dan lain-lain. Setiap manusia yang ingin tetap sehat membutuhkan layanan kesehatan. maka tidak semua lapisan masyarakat dapat menjangkaunya. Bagi masyarakat yang tergolong fakir dan miskin diperlukan adanya bantuan layanan kesehatan sehingga mereka tetap tegar dan kuat untuk bekerja. Kebutuhan hidup menyangkut kebutuhan darurat seperti makanan pokok. Pengolahan sumebrdaya alam yang tidak baik serta merusak . Sehingga tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Dengan pikiran jernih banyak hal yang bisa direncanakan. Hanya saja. adanya hegemoni penguasa. Semua yang disediakan alam tersebut mestilah diolah sebaik-baiknya. Oleh karenanya kesadaran akan diri menjadi sangat penting guna mengembangkan diri. karena biaya pengadaan obat-obatan dan perawatan relatif mahal. memenuhi kebutuhan untuk bertahan hidup. Dengan adanya dua penyebab terjadinya problem kemiskinan tersebut. Oleh karenanya personal yang terlibat di dalam proses pengambilan kebijakan mestilah orang-orang yang bijak. kebenaran dan kejujuran. Ketiga. Beberapa strategi yang ditawarkan antara lain. Sejarah peradaban manusia juga menunjukkan bahwa hanya orangorang yang sadar akan dirinyalah yang mampu eksis menghadapi tantangan dinamika dunia ini. Bahkan problem kemiskinan telah mendera sepanjang masa. salah satunya melalui kebijakan. Keempat. Dengan demikian pekerjaan yang dilakukan betul-betul berdasarkan kapasitas dan kafaah keilmuan dan keterampilan yang jelas. Namun. Kedua.dimilikinya terbatas. pemberian charity ini hanya bersifat jangka pendek. meningkatkan kualitas pendidikan. Pertama. Allah SWT telah menganugerahkan sumberdaya alam yang berlimpah.

keseimbangan alam dan lingkungan tentu akan berakibat akan terganggunya ekosistem alam. pangkat.Orang bijak mengatakan. Doa adalah permohonan." (QS Faathir: 15). tulus. Sehingga potensi alam yang ada betul-betul dapat dikembangkan secara maksimal. "Hai manusia. doa adalah obat. Tidak ada tempat kita meminta bantuan karena seluruh alat komunikasi terputus. Karena hanya dengan kekuatan aqidahlah masyarakat akan terbebas dari kemiskinan yang membelitnya. Doa dan usaha adalah dua aktifitas yang tidak bisa dipisahkan. kedudukan. efrisb@yahoo. untuk itu kita perlu meminta kepada Allah SWT. namun dibalik kelebihan itu manusia juga memiliki segudang kelemahan. harta kekayaan yang melimpah. Bayangkan jika kita sedang berada ditengah lautan. Oleh karenanya kehendak untuk mengolah sumberdaya alam mesti dilakukan uji kelayakan. kalau bukan kepada Allah SWT kita meminta? Dibalik kelebihan-kelebihan yang kita miliki. doa adalah pintu segala kebaikan. berdoa dengan penuh kekhusuan. (Efri S. doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong. Kita berharap dengan makin maraknya bermunculan institusi pemberdayaan masyarakat. doa adalah senjata. Seluruh hamba sangat bergantung kepada penciptanya. problem kemiskinan dapat ditasi dengan baik. Kita juga tidak bisa hanya berusaha saja. serta kecantikan? Tentu tidak. Nahkoda memberi peringatan tanda bahaya. tanpa berdoa dan mengabaikan Allah sebagai penentu berhasil atau tidaknya tujuan kita. Doa itu intinya adalah ibadah. jabatan. pengharapan seorang hamba kepada Sang Khaliq. Dengan keempat layanan di atas akan menunjukkan keberhasilan apabila diikat dengan aqidah yang mantap. Bahri. . Contoh: peternakan. Manusia memang ditakdirkan sebagai makhluk yang paling sempurna dengan segala kelebihan-kelebihannya. Tiba-tiba kapal yang kita tumpangi oleng ke kanan dan ke kiri karena badai yang tiba-tiba saja datang menghantam. jangan sampai kemiskinan tersebut menyebabkan imat meninggalkan dienul Islam-nya. Kita tidak bisa hanya berdoa saja tanpa melakukan usaha semaksimal mungkin untuk mengapai tujuan kita. Apakah yang akan kita lakukan pada saat itu? Masih pentingkah gelar. dan Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) Yang Maha Terpuji. sebab kita diciptakan dalam keadaan penuh dengan keterbatasanketerbatasan. Namun siapakah yang dapat memberikan keselamatan kala itu. kamulah yang memerlukan Allah. pasrah dan ikhlas.com) Jangan Pernah Berhenti Berdoa Publikasi 30/07/2002 10:16 WIB eramuslim . seperti yang difirmankan Allah. kita menyimpan kelemahan-kelemahan yang tidak dapat kita tutupi. pertanian dan perikanan. penuh harapan. Sehingga. Setiap hamba memang harus berdoa. bagi kita keselamatan menjadi puncak harapan.

Katanya kalian takut masuk neraka. apakah kita sedang bahagia atau sedih. berlindung kepada Allah dari setan yang kalian sebut sebagai musuhmu. tetapi kalian justru mencampakkan dirimu sendiri kedalamnya. tetapi kalian lupa mensyukurinya. Kebetulan mereka kedatangan ulama besar yang bernama Ibrahim bin Adham." Terakhir ia mengatakan. Bagaimana mungkin doa kalian akan dikabulkan Allah! Kalian mengakui kekuasaan Allah." Apapun persoalan hidup kita. "Wahai penduduk Basrah. Meski jasad telah mati. tetapi kenapa doa kami tidak dikabulkan Allah?" Ibrahim bin Adham menjawab.Hidup bukan sekedar perjalanan menuju kematian. karena kematian itu sendiri bukan tujuan akhir sebenarnya dari setiap makhluk yang hidup. tetapi kalian meninggaklan pola prilaku sunnah-sunnahnya. tetapi perbuatan kalian justru bertentangan dengan keinginan itu. tetapi kalian harus yakin akan dikabulkan. karena hati kalian telah mati dalam sepuluh perkara. Setiap saat kalian menikmati karunia Allah. Kalian sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. tetapi kalian tidak bisa mengambil pelajaran dari peristiwa itu.com) Menikmati Hidup Publikasi 29/07/2002 08:43 WIB eramuslim . Tidak berhenti hanya sampai disitu.Ada sebuah kisah tentang masyarakat Basrah yang waktu itu sedang dilanda kemelut sosial. Kami warga Basrah sudah bertahun-tahun berdoa. dan bersabarlah menunggu dikabulkan-Nya (elsandra/el-sandra@lycos. Masyarakat Basrah pun mengadukan nasibnya kepada Ibrahim bin Adham. Perhatikan ada-adab berdoa. tetaplah berdoa kepada Allah. Kalian mengakui bahwa maut adalah keniscayaan. Setiap hari kalian membaca ta’awudz. tetapi kalian tidak mengamalkan isinya. "Berdoalah kepada Allah. "Wahai Abu Ishak (panggilan Ibrahim bin Adham). tetapi kalian tidak memenuhi hak-hak-Nya. Kalian selalu mengaku cinta kepada rasul. doa adalah senjata kita. tetapi nyatanya kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. namun sesungguhnya tetap hidup sampai pada satu masa pengadilan Allah yang maha adil memutuskan ketentuannya. Setipa hari kalian membaca Al-Quran. Kalian selalu mengatakan ingin masuk syurga. ingatlah sabda nabi. tetapi setiap hari pula kalian memberi makan setan dan mengikuti langkahnya. Allah berfirman dalam Al-Quran agar kami berdoa. karena doa adalah masa depan kita. Jangan pernah berhenti memanjatkan doa kepada Allah. tetapi terhadap kesalahan sendiri kalian tidak mampu melihatnya. "Wahai penduduk Basrah. Kalian sering menguburkan jenazah saudaramu. Hanya saja kalian harus tahu bahwa Allah tidak berkenan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main. melainkan akan terus berlalu melalui salah satu fase berikutnya yakni saat harus mempertanggungjawabkan masa hidup mereka di dunia dan seterusnya. . Doa adalah kekuatan kita. Maka bukanlah kematian yang dinanti oleh yang hidup karena sejak dimulainya hembusan nafas pertama seseorang hingga detik inipun tengah berjalan sampai saatnya melewati satu fase yang bernama kematian itu.

Kepada Ayub. bukit. masih ada keraguan kita . melainkan juga diambil maknanya sehingga menyadarkan diri ini untuk bersyukur. Dia sertakan juga pesan bagaimana memanfaatkannya dengan baik. setiap jengkal tanah yang terlewati. atau hikmah dari perintah disembelihnya Ismail oleh ayahanda Ibrahim yang teramat cintanya. Dia berikan beragam kenikmatan untuk tidak sekedar dinikmati. Hanya saja terkadang ketidakmampuan menangkap makna luas kenikmatan yang diberikan-Nya itulah yang membuat pandangan ini begitu sempit dengan menggambarkan nikmat itu sebatas rupa dan bentuk. Sekedar mengingatkan. Ketidaksadaran akan singkatnya waktu. Padahal kita tak pernah tahu sampai sejauhmana perjalanan menuju akhirat itu. Namun demikian tidak sedikit manusia yang tidak menyadari bagaimana memanfaatkan waktu yang sebentar itu guna mengumpulkan bekal sebanyak dan sebaik-baiknya untuk menempuh perjalanan fase-fase berikutnya yang tak diketahui seberapa panjang lintasan kan ditempuh lengkap dengan terjalnya kerikil dan batu sandungan yang kerap menghadang. Allah sertakan nikmat kesabaran dan cinta mendalam dari Rahmah istrinya. Tak sedikit juga pengetahuan akan seberapa dalam dan luasnya lautan yang mesti diarungi.Hidup adalah satu fase dari sekian fase perjalanan yang dilewati manusia. benar dan tepat. begitu singkat. waktunya hanya sesaat. didaki. serta setinggi apa pegunungan. sigap mengumpulkan bekal. mungkin masih terlalu sedikit atau bahkan kosong sama sekali. lembah yang harus ditelusuri. Sesungguhnya bersamaan dengan turunnya anugerah tersebut. Allah pun tetap memberikan anugerah kenikmatan itu tanpa kecuali. Rasulullah mengingatkan bahwa menjalani hidup di dunia ini layaknya seperti orang asing atau orang yang sedang menyeberangi suatu jalan. setiap detik waktu yang terpakai dan setiap tenaga yang terkuras semata untuk urusan pemenuhan kebutuhan akan kepuasan yang singkat sesaat. Disaat yang sama kita semakin lupa membebani punggung ini dengan bekal perjalanan panjang selanjutnya. ketika cobaan penyakit berat menimpanya. Maka kemudian. dan ketidakmengertian akan seberapa berat perjalanan berikutnya itu ternyata masih tak membuat kita bergegas berbenah. Sebagian kita berpikir memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah hidup di dunia ini untuk dinikmati sepuasnya. Allah curahkan semua anugerah dan pemberiannya kepada segenap makhluk-Nya sebagai bentuk kasih sayang yang takkan pernah putus untuk dinikmati. termasuk hidup itu sendiri. Diwaktu yang sebentar itulah masih banyak kita yang salah dalam memanfaatkan hidup ini. ketika Allah menjanjikan surga dan ampunan serta terbebas dari azab-Nya sebagai imbalan dari jihad dengan harta dan jiwa ini. Cobalah tengok tas bekal yang kita miliki sekarang. Kini giliran manusia-manusia dimana kita berada dimasanya. belum tercapai titik klimaks kepuasan sampai kematian yang mengakhiri petualangan pencarian kepuasannya tersebut. Yusuf Nabi yang diberikan nikmat keelokan paras pun memberikan pelajaran bagaimana mensikapi hidup tidak berlebihan. Seperti pelajaran yang diberikan Allah kepada Sulaiman saat hendak memberi makan seluruh makhluk Allah dengan kekayaan yang dimilikinya.

akan janji itu, meski kita tahu Dialah Yang Maha menepati janji. Saat Allah menawarkan nikmat tambahan untuk rasa syukur kita atas nikmat sebelumnya, ternyata sedikit sekali bibir ini berucap dan memuji-Nya. Juga pertolongan dan peneguhan kedudukan yang sudah pasti diberikan jika kita mau berkorban untuk agama-Nya, namun dimana kita saat Islam membutuhkan uluran tangan dan tetesan darah ini, sedang apa diri ini disaat ummat Islam di belahan bumi lain menjerit menggantang nyawa. Menggelengkan kepala adalah jawaban untuk pertanyaan Allah bahwa nikmat manakah yang kita dustakan, tetapi betapa lebih sering kita justru melupakannya. Padahal ada cara yang diajarkan Rasulullah bagaimana menikmati hidup ini tanpa harus tergelincir kepada nafsu pemuasan yang tak berkesudahan. Bayangkan cara beliau menikmati hidup dengan prinisp secukupnya soal pemenuhan kebutuhan, tidak berlebihan dan bersikap qona’ah. Rasa syukur yang kian hari kian meningkat seiring dengan tak hentinya segala nikmat yang diberikan Allah, pun terlihat dari tak berkurangnya ibadah. Kita masih bisa menambah kenikmatan hidup ini dengan melahap bacaan ayat-ayat Allah serta melafazkan nama-Nya untuk mendapatkan satu nikmat yang tak ternilai, ketenangan jiwa. Istri yang sholeh nan menyenangkan, anak-anak yang membanggakan semakin bertambah nikmat hidup ini jika kita bisa membimbingnya, agar kelak bisa menikmati kebersamaan itu dalam fase kehidupan berikutnya. Bahkan bukan tidak mungkin kesulitan pun menjadi bagian dari kenikmatan hidup ketika kita ridha dan memandang semua ujian adalah cara-Nya untuk berdekatan dengan orangorang shaleh. Sungguh nikmat yang berketerusan, terlebih jika diri ini senantiasa terjaga untuk tetap berada pada jalur kebenaran hingga detik saat Izrail mengetuk pintu, bukankah kita juga merindukan kematian yang dapat dinikmati? Wallahu’a’lam bishshowaab (Hufha)

Bunga-Bunga Kehidupan
Publikasi 25/07/2002 09:19 WIB eramuslim - Salah satu keindahan yang Allah ciptakan untuk dapat dinikmati manusia adalah bertebarannya bunga-bunga cantik nan menyejukkan dengan aroma dan warnawarni yang tak membosankan. Apabila musim semi tiba, perlahan kelopak-kelopak bunga merekah seraya menyemai kecerahan hari. Kuning yang menghangatkan, kesejukkan yang ditawarkan dari warna putih, merah yang menyala-nyala membangkitkan gairah hidup, semua warna, semua aromanya mewarnai hidup menambah semerbak alam tempat berpijak. Tidak hanya bunga-bunga yang demikian yang memang diperuntukkan untuk manusia (juga kumbang sang penikmat bunga tentunya), namun ada banyak bunga yang juga hadir menyemangati hidup, mengiringi langkah ini dan menjadikan hari-hari yang kita lewati begitu indah dan menyenangkan. Dari sekian melati yang bertebaran di bumi ini, ada satu yang terindah yang telah kita petik untuk ditanam di taman hati. Dipupuk dengan segenap cinta tanpa akhir, disirami oleh kasih sayang yang takkan habis dan dipelihara dengan segala bentuk pengorbanan yang tak kenal lelah, maka ia pun senantiasa menjadi bunga

yang menyenangkan hanya dengan memandangnya, membasuh peluh, menghapus lelah ketika disentuh dan menyegarkan seluruh rongga dada ketika mengecupnya sehingga tercipta kedamaian dan ketenangan. Ya, istri atau suami yang sekarang menjadi pasangan jiwa kita adalah bunga kehidupan. Dari melati yang telah dipetik itu, mungkin kan datang Lily, Tulips, Mawar atau bungabunga lain yang semakin meramaikan taman hati ini dengan aroma khas dan warna yang membuat hidup terasa lebih indah. Keceriaan yang dihadirkan anak-anak selaku bungabunga kecil mampu menghiasharumi hati. Mereka, bunga-bunga kecil yang dengan keindahannya membuat kita selalu tersenyum, menjadi pelepas dahaga kedamaian dan pengobat rindu akan kehangatan. Dengan curahan kasih sayang yang tiada henti, sentuhan pendidikan yang tidak memenjarakan kebebasan berpikir dan memasung kreativitasnya, semoga tetap menjadikan mereka bunga-bunga yang dapat dibanggakan, bukan malah menjadi bunga-bunga liar yang berserakan di trotoar dan pinggir jalan. Dengan menghiasi hati mereka akan keagungan nama penciptanya, dan kemuliaan nama Rasulnya, akan menjadikan mereka bunga-bunga yang tak pernah kusut, layu atau bahkan hancur oleh terjangan angin, panas, hujan ataupun buasnya unggas. Ketika beranjak keluar melewati pagar, kita akan menemukan bunga-bunga lain yang tak kalah indahnya, mereka tersenyum dan menyapa dengan hangatnya. Seperti kita yang juga menjadi bunga kehidupan bagi mereka, bunga-bunga diluar pagar itupun hadir memberikan makna kebersamaan dan saling mencintai, memberi juga mengasihi sebagai saudara karena Allah. Jagalah kedekatan, binalah kebersamaan dengan bunga-bunga itu, karena mereka jugalah yang mungkin akan membantu, menolong dan meringankan beban berat ataupun terpaan badai kehidupan. Sebanyak apapun bunga yang kita miliki, jangan juga melupakan bunga-bunga yang telah melahirkan dan membesarkan kita menjadi bunga saat ini. Mungkin bunga-bunga itu sudah mulai layu, atau tangkainya sudah terkulai lemah. Jangan biarkan mereka semakin layu, sirami dengan air cinta meski yang kita miliki tak sebanding dengan air cinta yang pernah mereka curahkan. Jadilah kaki penyangga tangkainya agar kita tetap bisa melihatnya berdiri, segar dan melangkah berdampingan hingga Sang pencipta segala bunga menentukan kehendaknya. Namun ada satu bunga, yang bersemayam paling dalam di lubuk hati ini, yang tak boleh kita biarkan tak tersirami oleh air yang tercipta dari rangkaian indah nama-nama Sang Pencipta segala bunga, dari berdiri, duduk dan sujud yang kita tegakkan, dari senandungsenandung yang menyuarakan ayat-ayat-Nya dan dari rasa berserahdiri akan segala kehendak dan ketentuan-Nya. Ialah bunga kehidupan utama yang tanpanya takkan berarti, takkan terasa indah, takkan menyejukkan aroma bunga lainnya, seindah dan seharum apapun bunga-bunga yang lain itu. Hingga jika bunga utama itu kuat, ia pun akan menguatkan diri ini sehingga teramat tegar menepis duri-duri kemaksiatan yang menyakitkan, atau unggas-unggas kejahatan agar menjauh dari taman hati ini. Dengan keindahan dan kedamaian yang kita tawarkan selaku bunga, kita dapat memperbanyak bunga-bunga baru untuk hadir dan bersama-sama saling menjadi bunga kehidupan di

taman hati masing-masing. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna, teruntuk bungabunga di taman hatiku)

Hidup Penuh Arti
Publikasi 24/07/2002 16:51 WIB eramuslim - Selasa (23/7) dini hari waktu setempat, sebuah serangan udara menghancurkan beberapa bangunan dan menewaskan 12 orang termasuk anak-anak dan wanita, serta melukai 150 orang lainnya. Diantara yang syahid ialah Shalah Syahada, Komandan Izzudin Al Qassam, salah satu tokoh pendiri Hamas. Pria berusia 50 tahun itu menjemput syahid bersama istri dan ketiga anaknya dalam insiden membabi buta militer Israel. Syahidnya tokoh besar Hamas tersebut menimbulkan kemarahan para pejuang Hamas tidak terkecuali anak-anak dan kaum wanita. Hari ini, prosesi pemakaman Shalah Syahada dan sebelas syuhada Palestina lainnya dipadati tidak kurang dari 300 ribu pendukung Palestina. Dilaporkan, puluhan ribu pejuang antri di depan rumah sakit dimana para pejuang yang syahid tersebut disemayamkan untuk ‘berebut’ menggotong jenazah sang syahid. 6 Februari 1993, hujan air mata mengguyur tanah Indonesia. Dalam usia 84 tahun, seorang tokoh besar ummat Islam menghembuskan nafas terakhirnya. Pak Natsir telah pergi, begitu bunyi headline beberapa harian besar di ibukota. Sebagian kita mungkin masih belum bisa melupakan betapa membludaknya iring-iringan massa yang menghantarkan jenazah Mohammad Natsir (Allahuyarham Pak Natsir) ke tempat peristirahatannya. Air mata ini pastilah kan mengalir tatkala mengingat kembali kisah detik-detik menjelang wafatnya Rasulullah Muhammad saw, manusia mulia nan agung yang dicintai segenap ummatnya. Betapa tidak, sampai detik terakhir hidupnya, ketika Izrail, Jibril dan seluruh malaikat berkumpul mengelilingi Rasulullah yang terkulai lemas di pembaringan, beliau masih khawatir akan keadaan ummatnya sepeninggalnya. Pancaran ketenangan pun menyemburat memancar dari wajahnya saat Jibril mengkhabarkan bahwa tidak ada ummat yang akan menginjakkan surga sebelum ummat Muhammad. Meski pada saat bersamaan derasnya sungai airmata mengalir membasahi pipi Fatimah Az Zahra. “Orang besar adalah mereka yang hidupnya untuk (kepentingan) orang banyak, dan ketika mati, ia akan senantiasa dikenang juga sebagai orang besar. Orang kerdil adalah yang hidupnya untuk dirinya sendiri, maka ketika mati ia pun tetap sebagai orang kerdil”. Nasihat yang begitu bermakna yang terlontar dari mulut seorang pejuang muslim pendiri Gerakan Ikhwanul Muslimin, Imam Hasan Al Banna. Setidaknya sang Imam pun membuktikan kata-katanya, puluhan tahun setelah kepergiannya pada tahun 1948 dalam usianya yang masih relatif muda, 42 tahun, oleh terjangan sebutir peluru, hingga kini ia masih tetap dikenang sebagai orang besar yang tidak bisa lepas dari wacana pergerakan dan perjuangan Islam di Mesir dan di seluruh penjuru dunia Islam.

setelah sebelumnya unggas lainnya berlomba saling bersahut memecahkan keheningan fajar. pastilah dia orang-orang yang merugi bahkan kesuksesan pun makin menjauh. pastilah Dia akan menambahkan nikmat-nikmat itu. satu bentuk Kemahasempurnaan hasil kreasi Allah dari jumlah yang tak terhingga kemahasempurnaan lainnya yang semuanya diperuntukkan bagi hamba-Nya tanpa mengharap imbalan apapun. masih terdapat antrian panjang calon-calon pengukir sejarah perjuangan kaum muslim. pembunuh demotivasi. sementara sang betina dengan sabar menggiring anak-anak mereka mencari makan. Adakah diri ini dalam antrian panjang tersebut? Wallahu’alam bishshowaab (Abi Iqna). DR. sebaiknya cukup dalam hati saja mengucapkannya. Selamat Datang Pagi Publikasi 23/07/2002 09:01 WIB eramuslim . Patutlah kita mensyukuri nikmat Allah yang satu ini. dari Cat Stevens sampai si imut Tasya pun bersenandung pagi. termasuk bagi manusia yang bercita-cita meraih sukses dan kemenangan. mungkin sudah jutaan kata terangkai menjadi puisi-puisi indah tentang pagi. semuanya bermula di pagi hari. Juga. Allah menjadikan mereka sebagai penyemangat perjuangan. Selamat Datang Pagi. Maka. mereka teramat tahu . ayam-ayam jantan sudah menyambut awal kemenangannya dengan lantang di waktu fajar. pembangkit ghirah. menjadi orang besar dan senantiasa dikenang sepanjang hayat manusia di bumi Islam karena mereka telah mendedikasikan seluruh hidup mereka untuk ummat. Maha Suci Allah atas nikmat pagi dengan segala keajaibannya. Ayatullah Khomeini. dengan segala kekuatan dan izin Allah. Bahkan jika hamba-hamba itu bersyukur dan memuji. Syamil Basayev sang tokoh pejuang Chechnya. untuk Islam dan untuk Allah. Abdullah Azzam. Mereka. siapapun yang tetap terlena berselimut tebal.Masih banyak nama-nama besar yang terukir bersamaan dengan gejolak perjuangan ini. karena pagi begitu memberikan harapan bagi segenap makhluk. Meski tidak harus memanggul senjata. Jika saja. sehingga kematianpun akan sangat berkesan bagi siapapun yang ditinggalkan. dan juga sebagai inspirasi bagi deretan panjang calon-calon mujahid di seluruh pelosok bumi. Dengarlah kicau burung-burung bernyanyi. pemimpin Revolusi Iran dan masih banyak nama-nama lainnya. kicaunya yang tak henti mengiringi kepakan sayap mereka mencari dahan-dahan tempat berpijak untuk kemudian terbang kembali ke sangkar mereka dengan setumpuk makanan di paruhnya untuk diberikan kepada anakanak mereka. namun mereka telah memberi makna bagaimana hidup penuh arti. Titik-titik embun di dahan berjatuhan membasahi tanah seiring bergulirnya sang mentari menatap bumi.Entah sudah berapa ratus syair tergubah yang terinspirasi oleh indahnya pagi. memberi isyarat kepada manusia untuk segera memulai hari yang teramat cerah. Binatang-binatang melata ditanah pun menggeliat. ahli bom pejuang Mujahidin Afghanistan pada masa perang melawan Uni Soviet. Burung-burung hilir mudik terbang kesana kemari mengitari alam. Insya Allah.

Cinta tidak dapat digambarkan tanpa iman. datangnya pagi hari ini juga wajib kita syukuri karena belum tentu esok kita kan menikmati keindahannya. dan sentuhan hangat mentari pagi ini juga yang terakhir bagi kita. meski waktunya pun tinggal sehari. semburat cahaya kemerahan yang terlukis di langit menghantarkan kita merenda lelah. . dan menyuruhnya untuk keluar bekerja mencari nafkah. Itu berarti. Jika memang ini pagi terakhir. masih adakah manusia yang tetap bermalas dengan badan lurus terlentang merapat di ranjang hangat? Tentu mereka orang-orang yang jauh dari rizki dan kesuksesan.bahwa tanpa geliat itu mereka takkan mendapatkan rizki untuk bisa bertahan hidup. Selain itu. jikalau dengan iman dan cinta. maka mukmin yang lain pun merasakan hal yang sama. cinta dan keimanan adalah ibarat dua sisi mata uang. Antara yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna) Indahnya Cinta karena Allah Publikasi 22/07/2002 10:47 WIB eramuslim . Ada keseimbangan yang patut dipertahankan dalam hidup ini. Bekerjalah seolah akan hidup selamanya dan beribadahlah seakan esok ajal kan datang. tak berlebihan bila seorang ulama Mesir yang telah syahid. bangkitlah segera dan mulailah hari ini dengan penuh semangat karena mungkin saja semangat kita tak berguna lagi di esok hari. mengadu dan memohon dikuatkan hati dalam menggapai segala harapan. tentu bukan menjadi alasan untuk menghabiskan hari dengan berpangku tangan tanpa berbuat satu apapun. Raihlah prestasi sebaik-baiknya hari ini. Bagaimana tidak. Karenanya. atau bahkan mungkin esok mentari terbit dari arah yang berlawanan dari arah yang biasanya. Dan malam pun tiba menawarkan kesejukannya seiring terpejamnya mata. bisa jadi ini adalah pagi terakhir yang dapat kita rasa. baik prestasi dunia maupun prestasi sebagai bekal di akhirat.Sesungguhnya dalam Islam. Dan iman pun tidak dapat dibayangkan tanpa cinta. Al Ustadz Imam Hasan Al-Banna mengatakan bahwa dengan dua sayap inilah Islam diterbangkan setinggi-tingginya ke langit kemuliaan. mengumpulkan tenaga untuk kembali menyambut pagi yang senantiasa menjanjikan harapan. satu nasihat yang bagus untuk didengarkan. Bila mukmin yang satu sakit. Dengan cinta dan keimanan inilah hati setiap mukmin yang satu dengan lainnya terikat kuat. merapatkan kening diatas bentangan sajadah. Hingga senja pun hadir. persatuan ummat akan terbentuk dan permasalah pun akan terpecahkan. Oleh karena itu. Kemudian bersegera kembali meneruskan pekerjaan sambil tak hentinya hati dan bibir ini menyebut nama Allah sebagai sumber kekuatan. karena boleh jadi kecemerlangan amal dan prestasi hari ini yang tercatat sebagai amal yang menyelematkan kita dari azab-Nya. Mencari rizki maupun mencari ilmu terus menerus tanpa kenal patah semangat untuk memacu prestasi. Rasulullah pernah menegur salah seorang dari pengikutnya yang selalu berada di masjid sepanjang hari. Sungguh. dan pada saat-saat yang sudah ditentukan kita duduk bersimpuh.

" Maka Alloh swt berfirman: . dan saling berempat di antara sesama mereka adalah laksana satu tubuh. ketika orang Anshor ini datang kepada Rasululloh saw. orang Anshor ini mengatakan kepada istrinya. merasakan demam. maka seluruh anggota tubuh akan ikut merintih. At Taubah : 71). Sesungguhnya tanah ini adalah milik kalian". ketika ia pergi enemui keluarganya." (Qs." Dalam kisah lain juga disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw menawarkan kepada para sahabat. sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. tidak apa-apa kita tidak makan pada malam ini. Ketika Rasulullah saw menanyakan pada beliau. misalnya. Dan kemarilah kamu. Rasulullah menjawab."Dan orang-orang yang beriman. bila anak-anak hendak makan malam. Abu Bakar as Shiddiq. Sebaliknya. Maka kaum Ansor berkata. Bagian yang satu akan mengokohkan bagian yang lain. matikan lampu. jika bagian yang satu hancur. menunaikan zakat. beliau rela menginfaqkan seluruh hartanya demi kejayaan Islam. Hal itu juga tidak lain karena orang mukmin itu laksana sebuah bangunan. mempunyai rasa empati yang tinggi. laki-laki dan perempuan." Pagi-pagi sekali. maka Rasulullah saw bersabda: "Tidak ada harta seorang pun yang memberikan manfaat kepadaku melebihi harta Abu bakar. jika ada sebagian dari anggota tubuh yang sakit. maka yang lain pun akan merasakan kehancurannya. Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. saling mengasihi. "Harta apakah yang kamu tinggalkan untuk anak-anakmu?" Beliau menjawab. dan mereka ta’at kepada Allah dan Rosul-Nya. sepenanggungan dalam suka dan duka. teryata istrinya mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai makanan. maka salah seorang dari kaum Anshor berdiri dan menyatakan kesediaannya." Kaum Anshor pun tak kalah tingginya memiliki sifat itsar. betapa para generasi pendahulu kita mempunyai kehidupan yang sangat mulia dan jarang kita temui dalam kehidupan kita saat ini. "Kalau begitu." Karena kedermawanan dan keikhlasan Abu Bakar inilah. mendirikan sholat. "Allah kagum atas perbuatan si fulan dan fulanah. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf. "kami ridho atas keputusan engkau wahai Rasulullah. bersabdalah beliau. mencegah dari yang munkar. Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa suatu hari kaum Anshor datang menemui Rasulullah saw mengutarakan pendapatnya. "Saya tinggalkan Allah dan Rasul-Nya untuk mereka. Maka. dan tak bisa tidur. Mereka selalu saling tolong menolong." Sejarah Islam telah menggoreskan pena emasnya. Karena itu. Padahal. tidurkanlah mereka. "Wahai Rosulullah bagilah menjadi dua tanah yang kami miliki untuk kami dan saudara kami muhajirin". siapakah di antara mereka yang bersedia menjamu tamu Rasulullah saw. tapi cukupilah kebutuhan mereka dan bagilah hasil panen kepada mereka. hadits Rasulullah saw juga menegaskan: "Gambaran orang-orang beriman dalam hal saling mencintai. dan selalu mengutamakan kepentingan saudara seimannya daripada kepentingannya sendiri (itsar). "Jangan lakukan itu. kecuali untuk anak-anaknya.

"Saudaraku. Di depan mereka terlihat pasukan musuh sudah siap siaga untuk menghunuskan pedang mereka.. atas diri mereka sendiri. "Carilah dulu Qab milik saudara kalian yang hilang". tapi murni dari hati yang salim (bersih)." (Qs. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apaapa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin). Sementara." Komandan ini pun berkata. lalu bagaimana jika kalian membunuh salah seorang saja dari mereka? Pasukan. Ketika komandan pasukan musuh itu melihat perilaku pasukan muslim. Ia tidak berteriak atau mengaduh karena sakit. seorang mukmin terkena pukulan pedang musuh di tengkuknya.. sementara mereka bisa memperoleh perbekalan dan air tanpa harus susah payah? Bagaimana pendapat kalian?" Salah seorang dari mereka kemudian menjawab. dan mereka pun sibuk mencarinya. lalu kita perangi mereka di tempat mereka berada. "Apa-apaan mereka itu?" Bawahannya menjawab. Tetapi yang menakjubkan ketika mukmin itu terpukul pedang tersebut. Mereka pun sibuk mencarinya. "Jika karena masalah Qab saja mereka sudah seperti itu.Al Hasyr :9). dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin). "Salah seorang dari mereka kehilangan Qab-nya. Posisi antara pasukan kaum muslimin dengan musuh terbatasi oleh sebuah sungai.. Kedua pasukan tersebut saling berhadapan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya. mereka itulah orang-orang yang beruntung.! Berdamai sajalah dengan mareka sesuai dengan apa yang mereka inginkan!" . Dalam hadits disebutkan bahwa kaum Anshor berkata kepada kaum Muhajirin agar mereka memilih salah satu dari dua istrinya yang mereka senangi. "Qab (Kantung air bejana yang terbuat dari kayu) – ku……… Qab-ku…jatuh ke air". Komandan pasukan muslim berkata. Dan ucapan yang terlontar dari mulut mukmin yang mengaduh tersebut adalah. salah seorang di antara pasukan kaum muslimin ada yang berteriak. Sifat itsar juga melahirkan refleks-refleks yang tidak dibuat-buat. seakan-akan pukulan itu mengenai dirinya. Kisah lain yang tak kalah mengesankan indahnya ukhuwah adalah suatu ketika sepasukan dari kaum muslimin keluar untuk berperang."Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin). engkau mendahuluiku menuju surga!" Ucapan itu merupakan refleksi kebahagiaan dari seorang mukmin melihat indahnya ‘masa depan’ yang akan dialami oleh mukmin lainnya. mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. justru mukmin lain yang melihatnya lah yang mengaduh kesakitan dan merasakan perihnya ketajaman pedang menembus tubuhnya. pasukan musuh sedang menanti mereka dan kematian pun mengitari kepala mereka. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). tapi ia langsung jatuh tersungkur dan pada akhirnya syahidnya menjemputkan . Sang komandan pun berkata. "Kita seberangi saja sungai ini. ia berkata..." Mereka pun akhirnya menceburkan diri bersama kuda-kuda mereka melintasi sungai agar dapat bertempur dengan musuh.. "Bagaimana pendapat kalian menghadapi musuhmusuh kalian. Akhlaq mulia kaum Anshor dalam mengutamakan kepentingan kaum muhajirin tidak hanya sampai di situ. dalam satu peperangan dikisahkan. Tiba-tiba. Kemudian kaum Anshor akan menceraikan istri tersebut lalu menikahkannya dengan istri yang telah diceraikannya itu.

Ceramah-ceramah Hasan Al-Banna. Majalah Tarbawi. "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah. Itulah buah dari persaudaraan dan kesatuan yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Gema Insani. Ia akan panjang usia dan kekal hingga hari akhirat kelak. Setelah dua proses itu berjalan barulah terbentuk sikap takaful yang darinya lahir sifat itsar. Edisi 2 Th I. kadar keseriusan taqarruf (kedekatan) pada Allah. Bila wilayah ta’aruf telah terbentang. Februari 2000 2. ketika keterpautan hati telah terjalin maka timbul sikap saling toleransi. kesenangannya. Hadits Tsulatsa. 'pancaran ukhuwah' yang demikian tingginya dimiliki oleh mereka. dan saling kunjung karena Allah". karakter. saling bersahabat karena Allah. Intermedia. Wallahu’alam bishshowaab. sikap takaful (saling membantu) yang mereka lakukan terbentuk karena ada proses lain yang sebelumnya mereka jalin. Dengan demikian. latar belakang keluarga. Germany. kemesraan 'pancaran ukhuwah' yang telah dicontohkan oleh generasi dahulu adalah ukhuwah Islamiyah yang tak lapuk oleh waktu dan musim. e-mail: nurulha@t-online. (HR.de) Sumber : 1. serta merasakan perasaan yang sama. Dari mulai fisik. Kemesraan ukhuwah tersebut mereka mulai melalui proses ta’aruf atau saling mengenal. walau pun dalam kondisi yang teramat sulit. melakukan aktivitas yang satu. Kemesraan ukhuwah seperti itu tidaklah terbentuk begitu saja. Ia juga dapat membuat hati menjadi lembut serta mampu melenyapkan bibit perpecahan. maka akan tumbuh sifat tafahum (saling memahami). Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4. Insya Allah. Schleidener Strasse 58 52076 Aachen. Puncak tafahum adalah ketika seorang mukmin dengan mukmin lainnya dapat berbicara dan berpikir dengan pola yang sama. (Nurul Huriah Astuti. Sungguh. Karena. Tirmidzi). sekaligus menaklukkan kota itu. tidaklah sekedar menjadi kisah yang sering kita dengar dan kita baca. "Ketika ditanya oleh para sahabat. tetapi para Nabi dan Syuhada’ iri pada mereka.Subhanallah. patutlah kita bercermin pada generasi awal Islam dan para salafussalih dalam berukhuwah. demikianlah sejarah kaum salaf telah memperlihatkan kepada kita bahwa kumpulan manusia itu seluruhnya adalah laksana satu tubuh. Mereka bukan para Nabi dan syuhada’. Oleh karenanya. Dan Betapa 'pancaran ukhuwah' saja telah mampu mengalahkan musuh dan memenangkan kaum mukminin. dan saling kompromi pada hal-hal yang mubah (boleh) sehingga akan membuat hubungan satu sama lain menjadi lebih harmonis. Rosulullah saw menjawab. Ta’aruf yang baik akan meminimalisir kekeringan dan keretakan hubungan sesama muslim. dan sebagainya. Jakarta 2000 . Di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah-wajah mereka bercahaya. "Di sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya. Sikap tafahum akan menjaga kesegaran dalam berukhuwah. Muhammad Nasib Ar-Rifa’I. puncak amal ukhuwah Islamiyah. tetapi juga menjadi bagian dari hidup kita. 20 Juli 1999 M / 7 Robi’ul Akhir 1420 H 3.

“Saya akan menjadi presiden AS kelak” saat dirinya ditanya sang Presiden tentang cita-cita yang ingin dicapainya. Inamoto dan sederet anggota tim nasional Negeri Sakura dalam Putaran Final Piala Dunia 2002 yang baru saja berlalu. Kemudian yang terpenting adalah visi yang jelas terbentang kedepan yang tapaktapaknya bisa dilalui hingga mencapai apa yang kita cita-citakan. Masih banyak cerita orang-orang besar lainnya baik itu kejadian nyata maupun hanya cerita-cerita dari film. Misaki dan Wakabayashi menjadi pemain profesional dalam film kartun buatan Jepang tahun 1982. Di awal tahun 1990-an pernah beredar satu film yang berjudul First Knight. yang paling mungkin untuk dikerjakan. Bahkan jika tak berlebihan. Terlepas dari benar tidaknya cerita diatas. ini berkisar tentang seorang anak di Amerika Serikat yang saat masih duduk di bangku sekolah dasar terpilih menjadi Golden Boy atau anak bangsa negeri Paman Sam itu. Dari gambar tersebut rasul menarik garis lurus keatas seraya menjelaskan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan garis keatas itu menunjukkan agar manusia tidak berpanjang angan . yakni tentang Tsubasa si pemilik tendangan gledek yang bersama kawan-kawannya. anda pasti masih ingat pesan klasik yang sering kita dengar keluar dari mulut guru-guru saat di Taman Kanak-Kanak atau sekolah Dasar. masyarakat Jepang seperti mewujudkan mimpi mereka ketika Tsubasa dan kawan-kawannya menjelma menjadi Hidetoshi Nakata. dan bukan pula yang tidak mungkin bahkan dengan mimpi sekalipun. Saat upacara pemberian penghargaan oleh Presiden AS saat itu. Orang-orang besar yang kita kenal yang mungkin memulai segalanya dari sebuah mimpi (catatan: mimpi tidak selalu hadir dalam tidur) senantiasa memulai dengan menapaki satu persatu langkah didepan yang paling mudah dilakukan. kalimat lama yang mungkin tidak asing lagi ditelinga kita. sang anak menjawab dengan enteng. mereka tahu betul bahwa kita bisa mencitakan diri ini setinggi apapun kita mau. dialah William Jefferson Clinton atau yang biasa dikenal dengan Bill Clinton. Justru ada satu cerita lagi yang patut disimak.Ada satu cerita yang boleh diragukan kebenarannya. "Gantungkan cita-citamu setinggi langit".Bergegaslah Bangun Dari Mimpi Publikasi 19/07/2002 09:07 WIB eramuslim . mimpinya terwujud dan dia menjadi presiden ke 42 negara adidaya tersebut setelah sebelumnya menjadi Walikota di negara bagian Arkansas. yang intinya bercerita tentang seorang jagoan kampung yang akhirnya masuk dalam jajaran Ksatria Utama sebuah kerajaan. Dua puluh tahun kemudian. tidaklah penting untuk diselidiki. Para guru kita itu tidak salah. Bukan sesuatu yang jauh dari pandangan. Beberapa puluh tahun kemudian. yang terjangkau untuk diraih. Rasulullah pernah mengingatkan para sahabat dengan menggambar seorang manusia ditanah. Namun ada syaratnya. Think Globally Act Locally. Nabi Allah Yusuf alaihi salam pun memulai segalanya dari mimpi saat ia masih kecil maupun ketika menta’wilkan mimpi seseorang dipenjara. kemudian beliau membuat garis persegi sehingga membingkai gambar tersebut.

atau engkau akan kehilangan keindahan yang tengah engkau genggam … (salah satu kalimat dari syair lagu Ebiet G Ade). karena itu berarti anda masih terus bermimpi. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Abi Iqna) . Jelas.melewati keterbatasan yang dimilikinya. Bergegaslah bangun dari mimpi. bertekad untuk mewujudkan cita-cita (mimpi) dengan mengerahkan segenap kesungguhan dan melakukannya secara bertahap sangat berbeda dengan berangan-angan tanpa melakukan satu apapun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful