You are on page 1of 532

Apridar, SE, M.

Si

EKONOMI
INTERNASIONAL
Sejarah, Teori, Konsep dan
Permasalahan dalam Aplikasinya

Universitas Malikussaleh Press
Desember 2007 .
Ekonomi Internasional
2

Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Apridar, SE, M.Si
Ekonomi Internasional; Sejarah, Teori, Konsep
dan Permasalahan dalam Aplikasinya, Jakarta:
Unimal Press, 2007
448 hal.; 21 x 15 cm
1. Ekonomi, 2. Internasional, 3. Sejarah
Ekonomi, 4. Teori Ekonomi

Judul:Ekonomi Internasional
Sejarah, Teori, Konsep dan Permasalahan
dalam Aplikasinya
Penulis: Apridar, SE, M.Si
Cover: SMK Sura Menggala Putra
Editor: M. Muntasir Alwy, SIP, Hermandar
Puteh,SE, Dedet Fogerty, SIP, Pandu
Irawan
ISBN: 978-979-1372-04-6
Cetakan: Pertama, Desember 2007
Penerbit: All Rights Reserved
© 2007 Unimal Press
Universitas Malikussaleh Lhokseumawe -
NAD
Setting, Layout, Cetak Offset:
Penerbit Unimal Press
Kantor Jakarta;
Jl. Garuda Blok CC No. 2
Perum Bojong Depok Baru II
Sukahati – Cibinong Bogor
Ekonomi Internasional
3

Pengantar Penerbit
Buku Ekonomi Internasional ini mencoba
menambah khazanah pemikiran tentang dunia
bisnis internasional dan perdagangan internasional
yang dibahas secara detail tetapi mudah dipahami
oleh kalangan civitas akademis, khususnya
mahasiswa fakultas ekonomi dan kalangan praktisi
ekonomi.
Berisikan beberapa penjelasan secara umum
dan gamblang tentang sejarah ekonomi
internasional, perusahaan multinasional dan
hubungannya dengan dunia ekonomi Islam, teori-
teori perdagangan internasional, nilai tukar (terms
of trade), neraca pembayaran (balance of payment),
peranannya dan blok-blok perdagangan serta
organisasi perdagangan dunia, yang mencakup
pemikiran globalisasi ekonomi serta pengaruhnya
terhadap ideologi ekonomi masa kini (kontemporer).
Yang tak kalah menariknya, adalah kesimpulan
(resume) dan refleksi teoritis akhir dari buku ini.
Semoga buku ini membuka wacana dan
perspektif baru bagi pemerhati studi ekonomi
internasional yang semakin digandrungi oleh
kalangan ekonom dan civitas akademis, baik
mahasiswa, sarjana dan praktisi ekonomi masa kini.

Penerbit
Ekonomi Internasional
4

Universitas Malikussaleh Press

“Didedikasikan bagi setiap individu
melalui ilmu pengetahuan menuju
manusia yang memiliki keadaban tinggi”
Ekonomi Internasional
5

Pengantar Penulis
Banyak ahli ekonomi mainstream merasa
bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada
sudah cukup untuk membuat kita lebih mengerti
fenomena yang ada di dunia. Namun, sisi lain, ilmu
ekonomi mengalami perubahan besar dalam ide,
konsep, dan metodenya; walaupun menurut
pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan
tersebut malah merusak konsep yang benar
sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
Hal ini menimbulkan pertanyaan "apa seharusnya
dilakukan para ahli ekonomi?" The traditional
Chicago School, with its emphasis on economics
being an empirical science aimed at explaining real-
world phenomena, has insisted on the powerfulness
of price theory as the tool of analysis. On the other
hand, some economic theorists have formed the
view that a consistent economic theory may be
useful even if at present no real world economy
bears out its prediction.
Adam Smith, tokoh yang sering disebut sebagai
orang yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi
pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam
Ekonomi Internasional
6

ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of
Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah
perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai
seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar
moralitasnya terutama yang tertuang dalam The
Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah
pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan
menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall,
J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel
bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran
pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa
yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang
terutama dipelopori oleh Adam Smith ini
menekankan adanya “invisible hand” dalam
mengatur pembagian sumber daya, dan oleh
karenanya peran pemerintah menjadi sangat
dibatasi karena akan mengganggu proses ini.
Konsep invisble hand ini kemudian
direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui
harga sebagai instrumen utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah
terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang
menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi
terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai
penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori
dalam bukunya General Theory of Employment,
Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar
tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan,
dan karena itu intervensi pemerintah harus
dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai
sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling
"bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan
menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti:
Ekonomi Internasional
7

new classical, neo klasik, new keynesian,
monetarist, dan lain sebagainya.
Dan, tidak kalah menariknya juga dengan
sumbangsih tokoh-tokoh pemikir Islam juga
memberikan sumbangsih pada pemahaman di
bidang ekonomi. Seperti, Ibn Khaldun dari Tunis
(1332–1406) dengan banyak menulis masalah teori
ekonomi dan politik dalam karyanya Prolegomena,
yang menunjukkan bagaimana kepadatan populasi
adalah terkait dengan pembagian tenaga kerja yang
dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang
sebaliknya mengakibatkan pada penambahan
populasi dalam sebuah lingkaran. Dia juga
memperkenalkan konsep yang biasa disebut dengan
Khaldun-Laffer Curve (keterkaitan antara tingkat
pajak dan pendapatan pajak dalam kurva berbentuk
huruf U).
Perintis pemikiran barat lainnya dibidang
ekonomi terkait dengan debat ‘scholastic
theological’ selama periode Middle Ages. Masalah
yang penting adalah tentang penentuan harga
barang. Penganut Katolik dan Protestan terlibat
dalam perdebatan tentang apa itu yang disebut
“harga yang adil” di dalam ekonomi pasar. Kaum
skolastik Spanyol di abad 16 mengatakan bahwa
harga yang adil tak lain adalah harga pasar umum
dan mereka umumnya mendukung filsafat laissez
faire.
Selanjutnya pada era Reformation pada 16th
century, ide tentang perdagangan bebas muncul
yang kemudian diadopsi secara hukum oleh Hugo de
Groot atau Grotius. Kebijakan ekonomi di Europe
selama akhir Middle Ages dan awal Renaissance
adalah memberlakukan aktivitas ekonomi sebagai
barang yang ditarik pajak untuk para bangsawan
Ekonomi Internasional
8

dan gereja. Pertukaran ekonomi diatur dengan
hukum feoudal seperti hak untuk mengumpulkan
pajak jalan, begitu juga pengaturan asosiasi pekerja
(guild) dan pengaturan religious dalam masalah
penyewaan. Kebijakan ekonomi seperti itu didesain
untuk mendorong perdagangan pada wilayah
tertentu. Karena pentingnya kedudukan sosial,
aturan-aturan terkait kemewahan dijalankan,
pengaturan pakaian dan perumahan meliputi gaya
yang diperbolehkan, material yang digunakan dan
frekuensi pembelian bagi masing-masing kelas yang
berbeda.
Demikian juga dengan, Niccolò Machiavelli
dalam karyanya The Prince juga adalah penulis
pertama yang menyusun teori kebijakan ekonomi
dalam bentuk nasihat. Dia melakukannya dengan
menyatakan bahwa para bangsawan dan republik
harus membatasi pengeluarannya, dan mencegah
penjarahan oleh kaum yang punya maupun oleh
kaum kebanyakan. Dengan cara itu maka negara
akan dilihat sebagai “murah hati” karena tidak
menjadi beban berat bagi warganya. Selama masa
Early Modern periode, mercantilists hampir dapat
merumuskan suatu teori ekonomi tersendiri.
Perbedaan ini tercermin dari munculnya negara
bangsa di kawasan Eropa Barat yang menekankan
pada balance of payments.
Di sisi lain, munculnya konsep Predatory
pricing sebagai salah satu bentuk strategi yang
dilakukan oleh pelaku usaha dalam menjual produk
dengan harga yang sangat rendah, yang tujuan
utamanya untuk menyingkirkan pelaku usaha
pesaing dari pasar dan juga mencegah pelaku usaha
yang berpotensi menjadi pesaing untuk masuk ke
dalam pasar yang sama. Segera setelah berhasil
Ekonomi Internasional
9

mengusir pelaku usaha pesaing dan menunda
masuknya pelaku usaha pendatang baru,
selanjutnya dia dapat menaikkan harga kembali dan
memaksimalkan keuntungan yang mungkin
didapatkannya kembali.
Hingga, munculnya globalisasi politik yang
berawal dari dicetuskannya ‘Teori globalisasi’ oleh
Cochranre dan Pain. Cochrane dan Pain menegaskan
bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat
tiga posisi teroritis yang dapat dilihat, yaitu: (1) Para
globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah
kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata
terhadap bagaimana orang dan lembaga di seluruh
dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-
negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa
oleh budaya dan ekonomi global yang homogen.
Meskipun demikian, para globalis tidak memiliki
pendapat sama mengenai konsekuensi terhadap
proses tersebut; (2) Para globalis positif dan
optimistis menanggapi dengan baik perkembangan
semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi
akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran
dan bertanggung jawab; (3) Para globalis pesimis
berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah
fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya
adalah bentuk penjajahan barat (terutama Amerika
Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya
dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai
sesuatu yang benar dipermukaan. Beberapa dari
mereka kemudian membentuk kelompok untuk
menentang globalisasi (antiglobalisasi); (4) Para
tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah
terjadi. Mereka berpendapat bahwa fenomena ini
adalah sebuah mitos sematau atau, jika memang
ada, terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk
Ekonomi Internasional
10

bahwa kapitalisme telah menjadi sebuah fenomena
internasional selama ratusan tahun. Apa yang
tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan
tahap lanjutan, atau evolusi, dari produksi dan
perdagangan kapital; (5) Para transformasionalis
berada di antara para globalis dan tradisionalis.
Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah
sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis.
Munculnya organisasi ekonomi internasional
adalah suatu bentuk dari gabungan beberapa
negara atau bentuk unit fungsi yang memiliki tujuan
bersama mencapai persetujuan yg juga merupakan
isi dari perjanjian atau charter. PBB juga merupakan
organisasi internasional yg memiliki tujuan utama
dalam perjanjian Atlantic Charter. Organisasi
Perdagangan Dunia (bahasa Inggris: WTO, World
Trade Organization) adalah organisasi internasional
yang mengawasi banyak persetujuan yang
mendefinisikan "aturan perdagangan" di antara
anggotanya (WTO, 2004a). Didirikan pada 1 Januari
1995 untuk menggantikan GATT, persetujuan
setelah Perang Dunia II untuk meniadakan
hambatan perdagangan internasional. Prinsip dan
persetujuan GATT diambil oleh WTO, yang bertugas
untuk mendaftar dan memperluasnya. WTO
merupakan pelanjut Organisasi Perdagangan
Internasional (ITO, International Trade Organization).
ITO disetujui oleh PBB dalam Konferensi Dagang dan
Karyawan di Havana pada Maret 1948, namun
ditutup oleh Senat AS (WTO, 2004).
Perkembangan selanjutnya terbentuknya
United Nations Conference on Trade and
Development (UNCTAD) dibentuk pada tahun 1964
melalui Resolusi SMU PBB No. 1995 (XIX), dalam
upaya membantu dan mengembangkan
Ekonomi Internasional
11

perekonomian negara-negara dunia ketiga, namun
dalam perkembangannya juga belum memberikan
pencerahan yang baru dan mantap. Banyak
kebijakan-kebijakan masih menguntungkan dan
menambah beban dunia ketiga, karena kebijakan
ekonominya tidak selamanya dapat diterapkan
dinegaranya.
Dalam menyongsong abad ke-21, sangat
relevan membangun hubungan yang erat antara
tiga pusat pertumbuhan ekonomi di dunia yaitu:
Amerika Utara, Eropa dan Asia. Hubungan Amerika
Utara dengan Eropa sangat erat, melalui sejarah dan
jaringan kerja sama Trans Atlantik. Asia dan Amerika
Utara dihubungkan oleh Asia-Pasific Economic
Cooperation (APEC) dan pertumbuhan yang kuat
dari kerja sama negara-negara Asia Pasifik.
Sedangkan hubungan yang selama ini kurang erat
adalah hubungan antara Asia dengan Eropa.
Untuk menjembatani hubungan yang kurang
erat antara Asia dengan Eropa tersebut maka
dibentuklah Asia-Europe Meeting (ASEM). ASEM
adalah inisiatif yang penting untuk memperkuat
dialog dan kerja sama di atara kedua benua dengan
latar belakang dimana hubungan intemasional
mengalami perubahan yang besar dan dunia
bergerak menuju persaingan yang semakin ketat.
Pertemuan mempunyai peranan penting sebagai
jembatan dalam pertukaran pandangan dan kerja
sama antara kedua benua serta meningkatkan
persepsi yang sama antara pemimpin negara Asia
dan Eropa dimana sebenamya lebih banyak
kesempatan daripada tantangan dalam menghadapi
kerja sama tersebut.
Sama halnya dengan Indonesia sebagai negara
dunia ketiga, sangat perlu memikirkan kembali
Ekonomi Internasional
12

kerangka teoritis yang implementatif dalam
memformat kembali kepijakan-kebijakan yang
menyentuh kepada kegiatan-kegiatan ekonomi
kerakyatan dan berkesinambungan (progresif) ke
depan nantinya. Semua dapat diwujudkan kembali
dengan paradigma baru ekonomi internasional yang
lebih kompetitif,efektif dan efesiensi (berdaya
guna). Dimana, pembangunan ekonomi Indonesia
harus benar-benar bisa menciptkan kembali sistem
ekonomi berbasis kerakyatan, berbasis sumberdaya
domestik dan agribisnis, dengan memfaatkan
potensi maha kaya dari kelautan dan sumber daya
alam lainnya, dalam meraih peluang dan
kesempatan dari pengaruh-pengaruh kebijakan
lembaga-lembaga ekonomi internasional, yang
sudah pasti harus ditopang juga dengan
kelembagaan internal yang kuat dan tepat
(appropriate institutions).
Insya Allah, kedepannya nanti Indonesia akan
mendapat ‘pencerahan baru’ kembali apabila semua
ketentuan umum di atas diterapkan, menuju
Indonesia baru, Indonesia bangkit.

Penulis, Desember 2007

Apridar, SE, MS.i
Ekonomi Internasional
13

Daftar Isi
Pengantar Penerbit..............................................3
Kata Pengantar Penulis.......................................4
Daftar Isi ..........................................................11
Daftar Tabel, Grafik, Bagan..............................18

BAGIAN SATU
Bab 1 SEJARAH EKONOMI INTERNASIONAL
................................................21
Sejarah Ekonomi Internasional (Jalur
Sutra)......................................21
Sejarah Ilmu Ekonomi........................22
Sejarah Merkantilisme.......................37
Sejarah Kapitalisme...........................38
Sejarah Liberalisme dan Pasar Bebas....
40
Sejarah Neo-Liberalisme....................41
Para Tokoh Neo-Liberalisme..............48
Monopoli, Oligopoli, Monopsoni,
Oligopsoni................................49..........
Bab 2 SEJARAH PERUSAHAAN MULTINASI-
ONAL........................................53
Sejarah VOC......................................53
Sejarah Perusahaan Britania Raya.........
69
Ekonomi Internasional
14

Perusahaan-Perusahaan Mutinasional
Eropa.......................................70
Perusahaan-Perusahaan Multinasional
Amerika
....................................................71
Perusahaan-Perusahaan Mutinasional
Asia..........................................72
Perusahaan-Perusahaan Mutinasional
Afrika.......................................77

Bab 3 SEJARAH EKONOMI INTERNASIONAL
DI DUNIA ISLAM.........................78
Ekonomi Internasional Arab (Sistem
Mata-Uang Dinar)..............................78
Ekonomi Internasional Timur Tengah....
81
Ekonomi Internasional Asia Tenggara....
82
Bank Islam ........................................84
Islam dan Pasar Bebas......................87

BAGIAN DUA
Bab 4 GAMBARAN UMUM EKONOMI
INTER-NASIONAL.......................90
Pengertian Ekonomi Internasional ........
90
Variabel Ekonomi Internasional.........93
Model Ekonomi Internasional.............95
Perlunya Perdagangan antar Negara.....
98
Faktor Pendorong Perdagangan Inter-
nasional.............................................99
Pasar Bebas.....................................100
Ekspor sebagai Pendorong Aktivitas
Ekonomi Internasional.....................105
Ekonomi Internasional
15

The Bretton Woods Project..............110

Bab 5 TEORI-TEORI PERDAGANGAN
INTER-NASIONAL......................111
Teori Klasik, Keunggulan Mutlak
(Absolute Advantage/Absolute Cost:
Adam Smith)..........................112
Biaya Relatif (Comparative Cost: David
Ricardo)...........................................119
Teori Modern, Keunggulan Komparatif
(Com-parative Advantage: dari Model
Hechsher & Ohlin)...........................125
Ongkos Oppurtunity (opportunity cost)
126
Keunggulan Kompetitif (Competitive
Advantage: Michael E. Porter)........129
Teori Permainan (Game Theory) .....131
Robert J. Auman (Israel) ..........135

Bab 6 KEBIJAKAN EKONOMI & PERDA-
GANGAN INTERNASIONAL.........137
Pengertian Kebijaksanaan Ekonomi
Internasi-onal..................................137
Instrumen Kebijaksanaan Ekonomi
Internasi-onal..................................138
Tujuan Kebijaksanaan Ekonomi
Internasional....................................145
Macam-Macam Rektriksi (Ketetapan)
dalam Perdagangan Internasional........I
146
Hambatan-Hambatan dalam
Perdagangan Internasional..............148
GATT (General Agreement on Trade and
Tariffs).............................................150
Ekonomi Internasional
16

Daya Saing Sumber Daya Indonesia di
Tingkat Internasional.......................151

Bab 7 PERHITUNGAN NILAI TUKAR
(TERMS OF TRADE)..................153
Net Barter Terms of Trade...............153
Income Terms of Trade....................155
Gross Barter Terms of Trade...........156
Income/ Capacity Terms of Trade ....157
Factorial Terms of Trade..................158
Double Factorial Terms of Trade. ....158
Term Of Trade dan Kebijakan
Perdagangan...............................
..................................................159

Bab 8 NERACA PEMBAYARAN (BALANCE
OF PAYMENT) .........................161
Neraca Pembayaran........................161
Pencatatan Neraca Pembayaran (The
Accounting Balance of Payment). ....162
Cadangan Devisa.............................164
Neraca Perdagangan.......................165
Pendapatan Nasional.......................168

Bab 9 NERACA TRANSAKSI BERJALAN. 174
Neraca Transaksi Berjalan (Neraca
Perdagangan dan Jasa)....................174
Kebijakan Devaluasi........................179
Kebijakan Valuta Asing/ Foreign
Currency/ Foreign Exchange............188
Pengawasan Devisa (Exchange Control)
193

Bab 10 LIBERALISASI PERDAGANGAN DAN
FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI.....196
Ekonomi Internasional
17

Libralisasi Perdagangan dan Proteksi....
198
Faktor-faktor Produksi.....................200
Tenaga Kerja.............................204
Modal.........................................207
Teknologi...................................209
Perpindahan Faktor Produksi antar Dua
Negara.............................................212
Perdagangan Bebas.........................213
Daftar Negara Menurut PDB (PPP).........
214
Ekonomi Internasional
18

Bab 11 PERANAN PERDAGANGAN
INTERNASI-ONAL DALAM
PERTUMBUHAN EKO-NOMI.........217
Efek Terhadap Konsumsi.................217
Efek Terhadap Produksi...................220
Efek Terhadap Neraca Perdagangan.....
222

Bab 12 BLOK PERDAGANGAN...............232
ASEAN Free Trade Area (AFTA)........232
North America Free Trade Agreement
(NAFTA)...........................................234
Asia Pacific Economic Coorporation
(APEC).........................................
..................................................234
Komunitas Eropa (EFTA)..................237

Bab 13 ORGANISASI PERDAGANGAN DUNIA
...............................................238
WTO (World Trade Organization).....238
IMF (International Monetary Fund).........
240
UNCTAD (United Nations Commission
on Trade and Development)............242
ASEM (Asia-Europe Meeting)...........260
Asian Development Bank (ADB). .....276
IBRD (International Bank for
Reconstrustion and Development) atau
World Bank......................................281
OPEC (Organization of Petroleum
Exporting Countries)........................283
IDB (Islamic Development Bank). ....285
OECD (Organization for Econimic
Cooperation and Development).......289
Ekonomi Internasional
19

UN-ECOSOC (United Nations Economic
and Social Council)..........................290
General Agreement on Tariffs in
Services (GATT)...............................291

BAGIAN TIGA
Bab 14 GLOBALISASI EKONOMI............294
Globalisasi.......................................294
Globalisasi Politik dan Pinjaman Luar
Negeri....................................................
........................................299
Globalisasi Ekonomi.........................301
Kemenangan Kapitalisme atas
Komunisme............................306
Kebangkitan Liberalisme.................306
Munculnya Neo-Liberalisme.............309
Perusahaan Multinasional................313
Anti-Globalisasi................................313

Bab 15 EKONOMI ISLAM SEBAGAI ANTI-
TESIS EKONOMI KAPITALISME
GLOBAL...................................317
Ekonomi Islam versus Ekonomi
Kapitalisme............................317
Ekonomi Islam versus Ekonomi
Liberalisme............................319
Ekonomi Islam versus Ekonomi Neo-
Liberal....................................................
........................................321
Perkembangan Ekonomi Internasional. .
325

BAGIAN EMPAT
Bab 16 KESIMPULAN............................329
Refleksi Teoritis...............................329
Ekonomi Internasional
20

Perlunya Paradigma Baru Ekonomi
Internasional....................................335
Prospek Perubahan..........................345

Lampiran-Lampiran...................................350
Lampiran 1 KOVENAN INTERNASIONAL
HAK-HAK EKONOMI........350
Lampiran 2 KOVENAN INTERNASIONAL
HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK
......................................365
Lampiran 3 RATIFIKASI KOVENAN IN-
TERNASIONAL................392

Bibliografi ........................................................408
Daftar Istilah Ekonomi Internasional............411
Riwayat Penulis................................................444


Ekonomi Internasional
21

Daftar Tabel,
Grafik, Bagan

Daft Keterangan Hala
ar man
Tabel
1. Konversi Berat Dinar 78
2. Perkembangan Ekonomi ASEAN 81
3. Perubahan Struktur Ekonomi di Pasifik 82
Barat, 1965-1985
(Dalam % dari PDB)
4. Lembaga-Lembaga Keuangan Islam 85
Berdasarkan Data “Arabia, Middle Eastern
Financial Directory 1985; The Middle East”
5. Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Dunia, 96
1997 - 1998
6. Keuntungan Mutlak (jam kerja persatuan 113
output)
7. Keuntungan Mutlak (output per jam kerja) 114
8. Data Hipotesa Teori Absolute Advantage 114
dari Adam Smith
9. Produk Persatuan Tenaga Kerja/Hari 116
10. Data Hipotesis Cost Comperative 119
11. Data Perhitungan Cost Comperative 120
(Labor Efficiency)
12. Keuntungan Komperatif (output per jam 121
kerja)
13. Ongkos komperatif 123
14. Comperatif cost 123
15. Neraca Perdagangan (Ekspor-Impor) 165
Indonesia dengan Negara-negara Anggota
UNCTAD
16. Nilai Ekspor Indonesia kenegara-negara 166
UNCTAD
Ekonomi Internasional
22

17. Nilai Impor Indonesia kenegara-negara 167
UNCTAD
18. Nilai Tukar Untuk Produksi Komoditi (1974 177
= 100)
19. Tingkat Devaluasi Rupiah terhadap USD 178
20. Harga-Harga Relatif dari Faktor-Faktor 200
Produksi
21. Tingkat partisifasi angkatan kerja 204
Indonesia menurut kelompok umur tahun
1990
22. Pertambahan Penduduk di Negara-negara 211
underdeveloped
23. Daftar Negara Menurut PDB (PPP) 213
24. Effek Terhadap Perdagangan Luar Negeri 221
dari Berbagai Faktor Yang merupakan
Syarat Bagi Perkembangan Ekonomi
Nasional
25. Hutang Resmi pada Luar Negeri di 86 222
Negara Berkembang
26. Negara-negara ASEAN Free Trade Area 231
(AFTA)
27. Negara-negara Asia Pacific Economic 233
Coorporation (APEC)
28. Perdagangan Minyak Bumi 283
29. Negara-Negara Produsen Minyak OPEC 284
30. Perbedaan Ekonomi Islam vs Ekonomi 319
Liberal
31. Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Dunia, 326
1997 - 1998

Grafik/ Bagan/ Diagram
1. Perdagangan Mitsui Group Trade - The 72
Keiretsu
2. Perdagangan Nissan Motor Co, Ltd. 73
3. Sistem Bisnis Terintegrasi Jepang 75
4. Teori Absolute Advantage dari Adam 117
Smith
5. Kurve PPC dengan ongkos tetap 124
6. Grafik Teori Heckscher - Ohlin 127
7. Gambar Skema M. Porter – Diamond 129
Skema M. Porter – Diamond
Ekonomi Internasional
23

8. Grafik Analisis TOT 158
9. Bagan Mekanisme Adjusment BOP dengan 175
sistem kurs tetap
10. Efektisifitas Devaluasi 185
11. Efek Kurva J dari Devaluasi 186
12. Siklus Mekanisme Bursa Valas 191
13. Exchange control 192
14. Excess demand 193
15. Skema Mekanisme Pengaruh Liberalisasi 235
Perdagangan dan Investasi terhadap
Pembangunan/ Pertumbuhan Ekonomi
dalam Kerangka AFTA dan APEC
Ekonomi Internasional
24
Ekonomi Internasional
25

Bagian Satu.

BAB 1

Sejarah Ekonomi
Internasional
Sejarah Ekonomi Internasional (Jalur Sutra)
Jalur Sutra adalah sebuah jalur berseri melalui
Asia Selatan yang dilalui oleh karavan dan kapal
laut, dan menghubungkan Chang'an, Tiongkok,
dengan Antiokia, Suriah, dan juga tempat lainnya.
Pengaruhnya menggaung hingga ke Korea dan
Jepang. Pertukaran ini sangat penting tak hanya
untuk pengembangan kebudayaan Tiongkok, India
dan Roma namun juga merupakan dasar dari dunia
modern. Istilah 'jalur sutra' pertama kali digunakan
oleh geografer Jerman Ferdinand von Richthofen
pada abad ke-19.
Jalur Sutra benua membagi menjadi jalur utara
dan selatan begitu dia meluas dari pusat
perdagangan Tiongkok Utara dan Tiongkok Selatan,
rute utara melewati Bulgar-Kypchak ke Eropa Timur
dan Semenanjung Crimea, dan dari sana menuju ke
Laut Hitam, Laut Marmara, dan Balkan ke Venezia;
rute selatan melewati Turkestan-Khurasan menuju
Mesopotamia dan Anatolia, dan kemudian ke
Ekonomi Internasional
26

Antiokia di Selatan Anatolia menuju ke Laut Tengah
atau melalui Levant ke Mesir dan Afrika Utara.
Hubungan jalan rel yang hilang dalam Jalur Sutra
diselesaikan pada 1992, ketika jalan rel
internasional Almaty - Urumqi dibuka.1

Sejarah Ilmu Ekonomi
Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari
perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan
kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya
ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang
tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang
jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian
menyebabkan timbulnya kelangkaan. Kata
"ekonomi" secara etimologi berasal dari bahasa
Yunani: (oikos) yang berarti "keluarga, rumah
tangga" dan (nomos), atau "peraturan, aturan,
hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai
"aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah
tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli
ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan
konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat
digolongkan dalam beberapa cara, yang paling
terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi.
Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi
positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs
heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan
sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga,
bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat
digunakan dalam bidang-bidang selain bidang
moneter, seperti misalnya penelitian perilaku
kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik,
kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini
1
http://id.wikipedia.org/wiki/Jalursutra
Ekonomi Internasional
27

dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi —
seperti yang telah disebutkan di atas — adalah ilmu
yang mempelajari pilihan manusia.
Sistem ekonomi dalam masyarakat di suatu
negara pada hakekatnya tercipta sebagai
konsekuensi logis dalam pemenuhan kebutuhan
dimensi material yang ada di dalam tiap-tiap diri
individu, khususnya kebutuhan primer yang meliputi
kebutuhan sandang, pangan dan papan. Dalam
memenuhi kebutuhan material tiap-tiap individu,
maka diciptakan sistem sosial yaitu sistem ekonomi
yang berada di bawah regulasi suatu pemerintahan
negara. Sistem ekonomi berfungsi memanajemen
barang dan jasa dengan tujuan menciptakan
kemakmuran dalam masyarakat, khususnya dalam
pemenuhan kebutuhan primer. Manajemen barang
lebih terkait dengan sumber daya alam (natural
resources) baik yang bisa maupun tidak bisa
diperbaharui, sedangkan manajemen jasa lebih
terkait dengan faktor sumber daya manusia (human
resources) tentang sejauh mana kapabilitas dan
intelektualitas manusia (human power) dalam
memanajemen sub-sub sistem ekonomi.
Ada sebuah peningkatan trend untuk
mengimplementasikan ide dan metode ekonomi
dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisa
ekonomi adalah "pembuatan keputusan" dalam
berbagai bidang dimana orang dihadapi pada
pilihan-pilihan. misalnya bidang pendidikan,
pernikahan, kesehatan, hukum, kriminal, perang,
dan agama. Gary Becker dari University of Chicago
adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-
artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi
seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok
persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai
Ekonomi Internasional
28

pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia.
Pendapatnya ini terkadang digambarkan sebagai
ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.
Banyak ahli ekonomi mainstream merasa
bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada
sudah cukup untuk membuat kita mengerti
fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan
mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan
metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus,
kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak
konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan
kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan
pertanyaan "apa seharusnya dilakukan para ahli
ekonomi?"
The traditional Chicago School, with its emphasis on
economics being an empirical science aimed at
explaining real-world phenomena, has insisted on the
powerfulness of price theory as the tool of analysis. On
the other hand, some economic theorists have formed
the view that a consistent economic theory may be
useful even if at present no real world economy bears
out its prediction.

Adam Smith sering disebut sebagai yang
pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad
18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu
pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of
Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah
perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai
seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar
moralitasnya terutama yang tertuang dalam The
Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah
pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan
menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall,
J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel
bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps. Secara
Ekonomi Internasional
29

garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam
ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai
aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh
Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand
dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh
karenanya peran pemerintah menjadi sangat
dibatasi karena akan mengganggu proses ini.
Konsep invisble hand ini kemudian
direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui
harga sebagai instrumen utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah
terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang
menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi
terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai
penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori
dalam bukunya General Theory of Employment,
Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar
tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan,
dan karena itu intervensi pemerintah harus
dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai
sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling
"bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan
menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti:
new classical, neo klasik, new keynesian,
monetarist, dan lain sebagainya. Namun
perkembangan dalam pemikiran ini juga
berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan
kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta
aliran institusional yang pertama dikembangkan
oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih
nobel Douglass C. North.
Sering disebut sebagai The queen of social
sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan
serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis
fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa
Ekonomi Internasional
30

setelah Perang Dunia II merupakan salah satu
pelopor utama ilmu ekonometri, yang
mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori
ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam
ilmu ekonomi adalah model General equilibrium
(keseimbangan umum), yang menggunakan konsep
aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen
ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif
ini kemudian berkembang pesat hingga hampir
semua makalah ekonomi sekarang menggunakan
salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain
pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya
terutama didorong oleh keterbatasan metode
kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang
berubah-ubah.
Sejarah Perkembangan Teori Ekonomi adalah
suatu pemikiran kapitalisme yang terlebih dahulu
yang harus dilacak melalui sejarah perkembangan
pemikiran ekonomi dari era Yunani kuno sampai era
sekarang. Aristoteles adalah yang pertama kali
memikirkan tentang transaksi ekonomi dan
membedakan diantaranya antara yang bersifat
"natural" atau "unnatural". Transaksi natural terkait
dengan pemuasan kebutuhan dan pengumpulan
kekayaan yang terbatasi jumlahnya oleh tujuan
yang dikehendakinya. Transaksi un-natural
bertujuan pada pengumpulan kekayaan yang secara
potensial tak terbatas. Dia menjelaskan bahwa
kekayaan un-natural tak berbatas karena dia
menjadi akhir dari dirinya sendiri ketimbang sebagai
sarana menuju akhir yang lain yaitu pemenuhan
kebutuhan. Contoh dati transaksi ini disebutkan
adalah perdagangan moneter dan retail yang dia
ejek sebagai "unnatural" dan bahkan tidak bermoral.
Ekonomi Internasional
31

Pandangannya ini kelak akan banyak dipuji oleh
para penulis Kristen di Abad Pertengahan.
Aristotle juga membela kepemilikan pribadi
yang menurutnya akan dapat memberi peluang
seseorang untuk melakukan kebajikan dan
memberikan derma dan cinta sesama yang
merupakan bagian dari “jalan emas” dan
“kehidupan yang baik ala Aristotle.
Chanakya (c. 350-275 BC) adalah tokoh
berikutnya. Dia sering mendapat julukan sebagai
Indian Machiavelli. Dia adalah professor ilmu politik
pada Takshashila University dari India kuno dan
kemudian menjadi Prime Minister dari kerajaan
Mauryan yang dipimpin oleh Chandragupta Maurya.
Dia menulis karya yang berjudul Arthashastra (Ilmu
mendapatkan materi) yang dapat dianggap sebagai
pendahulu dari Machiavelli's The Prince. Banyak
masalah yang dibahas dalam karya itu masih
relevan sampai sekarang, termasuk diskusi tentang
bagaiamana konsep manajemen yang efisien dan
solid, dan juga masalah etika di bidang ekonomi.
Chanakya juga berfokus pada isu kesejahteraan
seperti redistribusi kekayaan pada kaum papa dan
etika kolektif yang dapat mengikat kebersamaan
masyarakat.
Tokoh pemikir Islam juga memberikan
sumbangsih pada pemahaman di bidang ekonomi.
ibn Khaldun dari Tunis (1332–1406) menulis
masalah teori ekonomi dan politik dalam karyanya
Prolegomena, menunjukkan bagaimana kepadatan
populasi adalah terkait dengan pembagian tenaga
kerja yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi
yang sebaliknya mengakibatkan pada penambahan
populasi dalam sebuah lingkaran. Dia juga
memperkenalkan konsep yang biasa disebut dengan
Ekonomi Internasional
32

Khaldun-Laffer Curve (keterkaitan antara tingkat
pajak dan pendapatan pajak dalam kurva berbentuk
huruf U).
Perintis pemikiran barat di bidang ekonomi
terkait dengan debat scholastic theological selama
Middle Ages. Masalah yang penting adalah tentang
penentuan harga barang. Penganut Katolik dan
Protestan terlibat dalam perdebatan tentang apa itu
yang disebut “harga yang adil” di dalam ekonomi
pasar. Kaum skolastik Spanyol di abad 16
mengatakan bahwa harga yang adil tak lain adalah
harga pasar umum dan mereka umumnya
mendukung filsafat laissez faire.
Selanjutnya pada era Reformation pada 16th
century, ide tentang perdagangan bebas muncul
yang kemudian diadopsi secara hukum oleh Hugo de
Groot atau Grotius. Kebijakan ekonomi di Europe
selama akhir Middle Ages dan awal Renaissance
adalah memberlakukan aktivitas ekonomi sebagai
barang yang ditarik pajak untuk para bangsawan
dan gereja. Pertukaran ekonomi diatur dengan
hukum feudal seperti hak untuk mengumpulkan
pajak jalan begitu juga pengaturan asosiasi pekerja
(guild) dan pengaturan religious dalam masalah
penyewaan. Kebijakan ekonomi seperti itu didesain
untuk mendorong perdagangan pada wilayah
tertentu. Karena pentingnya kedudukan sosial,
aturan-aturan terkait kemewahan dijalankan,
pengaturan pakaian dan perumahan meliputi gaya
yang diperbolehkan, material yang digunakan dan
frekuensi pembelian bagi masing-masing kelas yang
berbeda.
Niccolò Machiavelli dalam karyanya The
Prince adalah penulis pertama yang menyusun teori
kebijakan ekonomi dalam bentuk nasihat. Dia
Ekonomi Internasional
33

melakukannya dengan menyatakan bahwa para
bangsawan dan republik harus membatasi
pengeluarannya, dan mencegah penjarahan oleh
kaum yang punya maupun oleh kaum kebanyakan.
Dengan cara itu maka negara akan dilihat sebagai
“murah hati” karena tidak menjadi beban berat bagi
warganya. Selama masa Early Modern period,
mercantilists hampir dapat merumuskan suatu teori
ekonomi tersendiri. Perbedaan ini tercermin dari
munculnya negara bangsa di kawasan Eropa Barat
yang menekankan pada balance of payments.
Tahap ini kerapkali disebut sebagai tahap
paling awal dari perkembangan modern capitalism
yang berlangsung pada periode antara abad 16th
dan 18th, kerap disebut sebagai merchant
capitalism dan mercantilism. Babakan ini terkait
dengan geographic discoveries oleh merchant
overseas traders, terutama dari England dan Low
Countries; European colonization of the Americas;
dan pertumbuhan yang cepat dari perdagangan luar
negeri. Hal ini memunculkan kelas bourgeoisie dan
menenggelamkan feudal system yang sebelumnya.
Mercantilism adalah sebuah sistem
perdagangan untuk profit, meskipun produksi masih
dikerjakan dengan non-capitalist production
methods. Karl Polanyi berpendapat bahwa
capitalism belum muncul sampai berdirinya free
trade di Britain pada 1830s. Di bawah mercantilism,
European merchants, diperkuat oleh sistem kontrol
dari negara, subsidies, and monopolies,
menghasilkan kebanyakan profits dari jual-beli
bermacam barang. Dibawah mercantilism, guilds
adalah pengatur utama dari ekonomi. Dalam kalimat
Francis Bacon, tujuan dari mercantilism adalah:
Ekonomi Internasional
34

"the opening and well-balancing of trade; the
cherishing of manufacturers; the banishing of
idleness; the repressing of waste and excess by
sumptuary laws; the improvement and
husbanding of the soil; the regulation of
prices…"

Di antara berbagai mercantilist theory salah
satunya adalah bullionism, doktrin yang
menekankan pada pentingnya akumulasi precious
metals. Mercantilists berpendapat bahwa negara
seharusnya mengekspor barang lebih banyak
dibandingkan jumlah yang diimport sehingga luar
negeri akan membayar selisihnya dalam bentuk
precious metals. Mercantilists juga berpendapat
bahwa bahan mentah yang tidak dapat ditambang
dari dalam negeri maka harus diimport, dan
mempromosikan subsidi, seperti penjaminan
monopoli protective tariffs, untuk meningkatkan
produksi dalam negeri dari manufactured goods.
Para perintis mercantilism menekankan
pentingnya kekuatan negara dan penaklukan luar
negeri sebagai kebijakan utama dari economic
policy. Jika sebuah negara tidak mempunyai supply
dari bahan mentahnnya maka mereka harus
mendapatkan koloni darimana mereka dapat
mengambil bahan mentah yang dibutuhkan. Koloni
berperan bukan hanya sebagai penyedia bahan
mentah tapi juga sebagai pasar bagi barang jadi.
Agar tidak terjadi suatu kompetisi maka koloni harus
dicegah untuk melaksanakan produksi dan
berdagang dengan pihak asing lainnya.
Selama the Enlightenment, physiocrats
Perancis adalah yang pertama kali memahami
ekonomi berdiri sendiri. Salah satu tokoh yang
terpenting adalah Francois Quesnay. Diagram
Ekonomi Internasional
35

ciptaannya yang terkenal, tableau economique, oleh
kawan-kawannya dianggap sebagai salah satu
temuan ekonomi terbesar setelah tulisan dan uang.
Diagram zig-zag ini dipuji sebagai rintisan awal bagi
pengembangan banyak tabel dalam ekonomi
modern, ekonometrik, multiplier Keynes, analisis
input-output, diagram aliran sirkular dan model
keseimbangan umum Walras.
Tokoh lain dalam periode ini adalah Richard
Cantillon, Jaques Turgot, dan Etienne Bonnot de
Condillac. Richard Cantillon (1680-1734) oleh
beberapa sejarawan ekonomi dianggap sebagai
bapak ekonomi yang sebenarnya. Bukunya Essay on
the Naturof Commerce ini General (1755, terbit
setelah dia wafat) menekankan pada mekanisme
otomatis dalam pasar yakni penawaran dan
permintaan, peran vital dari kewirausahaan, dan
analisis inflasi moneter “pra-Austrian” yang canggih
yakni tentang bagaimana inflasi bukan hanya
menaikkan harga tetapi juga mengubah pola
pengeluaran.
Jaques Turgot (1727-81) adalah pendukung
laissez faire, pernah menjadi menteri keuangan
dalam pemerintahan Louis XVI dan membubarkan
serikat kerja (guild), menghapus semua larangan
perdagangan gandum dan mempertahankan
anggaran berimbang. Dia terkenal dekat dengan
raja meskipun akhirnya dipecat pada 1776.
Karyanya Reflection on the Formation and
Distribution of Wealth menunjukkan pemahaman
yang mendalam tentang perekonomian. Sebagai
seorang physiocrats, Turgot membela pertanian
sebagai sektor paling produktif dalam ekonomi.
Karyanya yang terang ini memberikan pemahaman
yang baik tentang preferensi waktu, kapital dan
Ekonomi Internasional
36

suku bunga, dan peran enterpreneur-kapitalis dalam
ekonomi kompetetitif.
Etienne Bonnot de Condillac (1714-80) adalah
orang yang membela Turgot di saat-saat sulit tahun
1775 ketika dia menghadapi kerusuhan pangan saat
menjabat sebagai menteri keuangan. Codillac juga
merupakan seorang pendukung perdagangan bebas.
Karyanya Commerce and Government (terbit
sebulan sebelum The Wealth of Nation, 1776)
mencakup gagasan ekonomi yang sangat maju. Dia
mengakui manufaktur sebagai sektor produktif,
perdagangan sebagai representasi nilai yang tak
seimbang dimana kedua belah pihak bisa mendapat
keuntungan, dan mengakui bahwa harga ditentukan
oelh nilai guna, bukan nilai kerja.
Tokoh lainnya, Anders Chydenius (1729–1803)
menulis buku The National Gain pada 1765 yang
menerangkan ide tentang kemerdekaan dalam
perdagangan dan industri dan menyelidiki hubungan
antara ekonomi dan masyarakat dan meletakkan
dasar liberalism, sebelas tahun sebelum Adam
Smith menulis hal yang sama namun lebih
komprehensif dalamThe Wealth of Nations. Menurut
Chydenius, democracy, kesetaraan dan
penghormatan pada hak asasi manusia adalah jalan
satu-satunya untuk kemajuan dan kebahagiaan bagi
seluruh anggota masyarakat.
Mercantilism mulai menurun di Great Britain
pada pertengahan 18th, ketika sekelompok
economic theorists, dipimpin oleh Adam Smith,
menantang dasar-dasar mercantilist doctrines yang
berkeyakinan bahwa jumlah keseluruhan dari
kekayaan dunia ini adalah tetap sehingga suatu
negara hanya dapat meningkatkan kekayaannya
dari pengeluaran negara lainnya. Meskipun begitu,
Ekonomi Internasional
37

di negara-negara yang baru berkembang seperti
Prussia dan Russia, dengan pertumbuhan
manufacturing yang masih baru, mercantilism masih
berlanjut sebagai paham utama meskipun negara-
negara lain sudah beralih ke paham yang lebih baru.
Pemikiran ekonomi modern biasanya
dinyatakan dimulai dari terbitnya Adam Smith's The
Wealth of Nations, pada 1776, walaupun pemikir
lainnya yang lebih dulu juga memberikan kontribusi
yang tidak sedikit. Ide utama yang diajukan oleh
Smith adalah kompetisi antara berbagai penyedia
barang dan pembeli akan menghasilkan
kemungkinan terbaik dalam distribusi barang dan
jasa karena hal itu akan mendorong setiap orang
untuk melakukan spesialisasi dan peningkatan
modalnya sehingga akan menghasilkan nilai lebih
dengan tenaga kerja yang tetap. Smith's thesis
berkeyakinan bahwa sebuah sistem besar akan
mengatur dirinya sendiri dengan menjalankan
aktivits-aktivitas masing-masing bagiannya sendiri-
sendiri tanpa harus mendapatkan arahan tertentu.
Hal ini yang biasa disebut sebagai "invisible hand"
dan masih menjadi pusat gagasan dari ekonomi
pasar dan capitalism itu sendiri.
Smith adalah salah satu tokoh dalam era
Classical Economics dengan kontributor utama John
Stuart Mill and David Ricardo. John Stuart Mill, pada
awal hingga pertengahan abad 19th, berfokus pada
"wealth" yang didefinisikannya secara khusus dalam
kaitannya dengan nilai tukar obyek atau yang
sekarang disebut dengan price.
Pertengahan abad 18th menunjukkan
peningkatan pada industrial capitalism, memberi
kemungkinan bagi akumulasi modal yang luas di
bawah fase perdagangan dan investasi pada mesin-
Ekonomi Internasional
38

mesin produksi. Industrial capitalism, yang dicatat
oleh Marx mulai dari pertigaan akhir abad 18th,
menandai perkembangan dari the factory system of
manufacturing, dengan ciri utama complex division
of labor dan routinization of work tasks; dan
akhirnya memantapkan dominasi global dari
capitalist mode of production.
Hasil dari proses tersebut adalah Industrial
Revolution, dimana industrialist menggantikan posisi
penting dari merchant dalam capitalist system dan
mengakibatkan penurunan traditional handicraft
skills dari artisans, guilds, dan journeymen. Juga
selam masa ini, capitalism menandai perubahan
hubungan antara British landowning gentry dan
peasants, meningkatkan produksi dari cash crops
untuk pasar lebih daripada yang digunakan untuk
feudal manor. Surplus ini dihasilkan dengan
peningkatan commercial agriculture sehingga
mendorong peningkatan mechanization of
agriculture.
Peningakatan industrial capitalism juga terkait
dengan penurunan mercantilism. Pertengahan
hingga akhir abad sembilan belas Britain dianggap
sebagai contoh klasik dari laissez-faire capitalism.
Laissez-faire mendapatkan momentum oleh
mercantilism di Britain pada 1840s dengan
persetujuan Corn Laws dan Navigation Acts. Sejalan
dengan ajaran classical political economists,
dipimpin oleh Adam Smith dan David Ricardo,
Britain memunculkan liberalism, mendorong
kompetisi dan perkembangan market economy.
Pada abad 19th, Karl Marx menggabungkan
berbagai aliran pemikiran meliputi distribusi sosial
dari sumber daya, mencakup karya Adam Smith,
juga pemikiran socialism dan egalitarianism, dengan
Ekonomi Internasional
39

menggunakan pendekatan sistematis pada logika
yang diambil dari Georg Wilhelm Friedrich Hegel
untuk menghasilkan Das Kapital. Ajarannya banyak
dianut oleh mereka yang mengkritik ekonomi pasar
selama abad 19th dan 20th. Ekonomi Marxist
berlandaskan pada labor theory of value yang
dasarnya ditanamkan oleh classical economists
(termasuk Adam Smith) dan kemudian
dikembangkan oleh Marx. Pemikiran Marxist
beranggapan bahwa capitalism adalah berlandaskan
pada exploitation kelas pekerja: pendapatan yang
diterima mereka selalu lebih rendah dari nilai
pekerjaan yang dihasilkannya, dan selisih itu diambil
oleh capitalist dalam bentuk profit.
Pada akhir abad 19th, kontrol dan arah dari
industri skala besar berada di tangan financiers.
Masa ini biasa disebut sebagai "finance capitalism,"
dicirikan dengan subordination proses produksi ke
dalam accumulation of money profits dalam
financial system. Penampakan utama capitalism
pada masa ini mencakup establishment of huge
industrial cartels atau monopolies; kepemilikan dan
management dari industry oleh financiers berpisah
dari production process; dan pertumbuhan dari
complex system banking, sebuah equity market,
dan corporate memegang capital melalui
kepemilikan stock. Tampak meningkat juga industri
besar dan tanah menjadi subject of profit dan loss
oleh financial speculators. Akhir abad 19th juga
muncul "marginal revolution" yang meningkatkan
dasar pemahaman ekonomi mencakup konsep-
konsep seperti marginalism dan opportunity cost.
Lebih lanjut, Carl Menger menyebarkan gagasan
tentang kerangka kerja ekonomi sebagai
Ekonomi Internasional
40

opportunity cost dari keputusan yang dibuat pada
margins of economic activity.
Akhir 19th dan awal 20th capitalism juga
disebutkan segagai era "monopoly capitalism,"
ditandai oleh pergerakan dari laissez-faire phase of
capitalism menjadi the concentration of capital
hingga mencapai large monopolistic atau
oligopolistic holdings oleh banks and financiers, dan
dicirikan oleh pertumbuhan corporations dan
pembagian labor terpisah dari shareholders, owners,
dan managers.
Perkembangan selanjutnya ekonomi menjadi
lebih bersifat statistical, dan studi tentang
econometrics menjadi penting. Statistik
memperlakukan price, unemployment, money
supply dan variabel lainnya serta perbandingan
antar variabel-variabel ini, menjadi sentral dari
penulisan ekonomi dan menjadi bahan diskusi
utama dalam lapangan ekonomi. Pada quarter
terakhir abad 19th, kemunculan dari large industrial
trusts mendorong legislation di U.S. untuk
mengurangi monopolistic tendencies dari masa ini.
Secara berangsur-angsur, U.S. federal government
memainkan peranan yang lebih besar dalam
menghasilkan antitrust laws dan regulation of
industrial standards untuk key industries of special
public concern. Pada akhir abad 19th, economic
depressions dan boom and bust business cycles
menjadi masalah yang tak terselesaikan. Long
Depression dari 1870s dan 1880s dan Great
Depression dari 1930s berakibat pada nyaris
keseluruhan capitalist world, dan menghasilkan
pembahasan tentang prospek jangka panjang
capitalism. Selama masa 1930s, Marxist
commentators seringkali meyakinkan kemungkinan
Ekonomi Internasional
41

penurunan atau kegagalan capitalism, dengan
merujuk pada kemampuan Soviet Union untuk
menghindari akibat dari global depression.
Macroeconomics mulai dipisahkan dari
microeconomics oleh John Maynard Keynes pada
1920s, dan menjadi kesepakatan bersama pada
1930s oleh Keynes dan lainnya, terutama John
Hicks. Mereka mendapat ketenaran karena
gagasannya dalam mengatasi Great Depression.
Keynes adalah tokoh penting dalam gagasan
pentingnya keberadaaan central banking dan
campur tangan pemerintah dalam hubungan
ekonomi. Karyanya "General Theory of Employment,
Interest and Money" menyampaikan kritik terhadap
ekonomi klasik dan juga mengusulkan metode untuk
management of aggregate demand. Pada masa
sesudah global depression pada 1930s, negara
memainkan peranan yang penting pada capitalistic
system di hampir sebagian besar kawasan dunia.
Pada 1929, sebagai contoh, total pengeluaran U.S.
government (federal, state, and local) berjumlah
kurang dari sepersepuluh dari GNP; pada 1970s
mereka berjumlah mencapai sepertiga. Peningkatan
yang sama tampak pada industrialized capitalist
economies, sepreti France misalnya, telah mencapai
ratios of government expenditures dari GNP yang
lebih tinggi dibandingkan United States. Sistem
economies ini seringkali disebut dengan "mixed
economies."
Selama periode postwar boom, penampakan
yang luasa dari new analytical tools dalam social
sciences dikembangkan untuk menjelaskan social
dan economic trends dari masa ini, mencakup
konsep post-industrial society dan welfare statism.
Phase dari capitalism sejak awal masa postwar
Ekonomi Internasional
42

hingga 1970s memiliki sesuatu yang kerap disebut
sebagai “state capitalism”, terutama oleh Marxian
thinkers.
Banyak economists menggunakan kombinasi
dari Neoclassical microeconomics dan Keynesian
macroeconomics. Kombinasi ini, yang sering disebut
sebagai Neoclassical synthesis, dominan pada
pengajaran dan kebijakan publik pada masa
sesudah World War II hingga akhir 1970s. pemikiran
neoclassical mendapat bantahan dari monetarism,
dibentuk pada akhir 1940s dan awal 1950s oleh
Milton Friedman yang dikaitkan dengan University of
Chicago dan juga supply-side economics.
Pada akhir abad 20th terdapat pergeseran
wilayah kajian dari yang semula berbasis price
menjadi berbasis risk, keberadaan pelaku ekonomi
yang tidak sempurna dan perlakuan terhadap
ekonomi seperti biological science, lebih menyerupai
norma evolutionary dibandingkan pertukaran yang
abstract. Pemahaman akan risk menjadi signifikan
dipandang sebagai variasi price over time yang
ternyata lebih penting dibanding actual price. Hal ini
berlaku pada financial economics dimana risk-return
tradeoffs menjadi keputusan penting yang harus
dibuat.
Masa postwar boom yang lama berakhir pada
1970s dengan adanya economic crises experienced
mengikuti 1973 oil crisis. “stagflation” dari 1970s
mendorong banyak economic commentators
politicians untuk memunculkan neoliberal policy
diilhami oleh laissez-faire capitalism dan classical
liberalism dari abad 19th, terutama dalam pengaruh
Friedrich Hayek dan Milton Friedman. Terutama,
monetarism, sebuah theoretical alternative dari
Keynesianism yang lebih compatible dengan laissez-
Ekonomi Internasional
43

faire, mendapat dukungan yang meningkat
increasing dalam capitalist world, terutama dibawah
kepemimpinan Ronald Reagan di U.S. dan Margaret
Thatcher di UK pada 1980s.
Area perkembangan yang paling pesat
kemudian adalah studi tentang informasi dan
keputusan. Contoh pemikiran ini seperti yang
dikemukakan oleh Joseph Stiglitz. Masalah-masalah
ketidakseimbangan informasi dan kejahatan moral
dibahas disini seperti karena mempengaruhi
modern economic dan menghasilkan dilema-dilema
seperti executive stock options, insurance markets,
dan Third-World debt relief.

Sejarah Merkantilisme
Merkantilis periode awal menganggap bahwa
banyaknya jumlah emas dan perak yang dimiliki
merupakan ukuran kemakmuran suatu negara.
Merkantilisme adalah suatu teori ekonomi yang
menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara
hanya ditentukan oleh banyaknya aset atau modal
yang disimpan oleh negara yang bersangkutan, dan
bahwa besarnya volume perdagangan global
teramat sangat penting. Aset ekonomi atau modal
negara dapat digambarkan secara nyata dengan
jumlah kapital (mineral berharga, terutama emas
maupun komoditas lainnya) yang dimiliki oleh
negara dan modal ini bisa diperbesar jumlahnya
dengan meningkatkan ekspor dan mencegah
(sebisanya) impor sehingga neraca perdagangan
dengan negara lain akan selalu positif.
Merkantilisme mengajarkan bahwa pemerintahan
suatu negara harus mencapai tujuan ini dengan
melakukan perlindungan terhadap
perekonomiannya, dengan mendorong eksport
Ekonomi Internasional
44

(dengan banyak insentif) dan mengurangi import
(biasanya dengan pemberlakuan tarif yang besar).
Kebijakan ekonomi yang bekerja dengan mekanisme
seperti inilah yang dinamakan dengan sistem
ekonomi merkantilisme.
Ajaran merkantilisme dominan sekali
diajarkan di seluruh sekolah Eropa pada awal
periode modern (dari abad ke-16 sampai ke-18, era
dimana kesadaran bernegara sudah mulai timbul).
Peristiwa ini memicu, untuk pertama kalinya,
intervensi suatu negara dalam mengatur
perekonomiannya yang akhirnya pada jaman ini
pula sistem kapitalisme mulai lahir. Kebutuhan akan
pasar yang diajarkan oleh teori merkantilisme
akhirnya mendorong terjadinya banyak peperangan
dikalangan negara Eropa dan era imperialisme
Eropa akhirnya dimulai. Sistem ekonomi
merkantilisme mulai menghilang pada akhir abad
ke-18, seiring dengan munculnya teori ekonomi baru
yang diajukan oleh Adam Smith dalam bukunya The
Wealth of Nations, ketika sistem ekonomi baru
diadopsi oleh Inggris, yang notabene saat itu adalah
negara industri terbesar di dunia.
Merkantilis periode awal menganggap bahwa
banyaknya jumlah emas dan perak yang dimiliki
merupakan ukuran kemakmuran suatu negara.
Merkantilis periode awal menganggap bahwa
banyaknya jumlah emas dan perak yang dimiliki
merupakan ukuran kemakmuran suatu negara.
Saat ini, semua ahli ekonomi Eropa antara
tahun 1500 sampai tahun 1750 dianggap sebagai
merkantilis meskipun ketika itu istilah 'merkantilis'
belum dikenal. Istilah ini pertama kali diperkenalkan
oleh Victor de Riqueti, marquis de Mirabeau pada
tahun [1763], dan kemudian dipopulerkan oleh
Ekonomi Internasional
45

Adam Smith pada tahun 1776. Pada kenyataannya,
Adam Smith menjadi orang pertama kali
menyebutkan kontribusi merkantilis terhadap ilmu
ekonomi dalam bukunya yang berjudul The Wealth
of Nations. Istilah merkantilis sendiri berasal dari
bahasa Latin mercari, yang berarti "untuk
mengadakan pertukaran," yang berakar dari kata
merx, berarti "komoditas." Kata merkantilis pada
awalnya digunakan oleh para kritikus seperti
Mirabeau dan Smith saja, namun kemudian kata ini
juga digunakan dan diadopsi oleh para sejarawan.2

Sejarah Kapitalisme
Kapitalisme tidak memiliki suatu definisi
universal yang bisa diterima secara luas, namun
secara umum merujuk pada satu atau beberapa hal
berikut: (1) sebuah sistem yang mulai terinstitusi
di Eropa pada masa abad ke-16 hingga abad ke-19 -
yaitu di masa perkembangan perbankan komersial
Eropa, di mana sekelompok individu maupun
kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan
tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan
perdagangan benda milik pribadi, terutama barang
modal seperti tanah dan tenaga manusia, pada
sebuah pasar bebas di mana harga ditentukan oleh
permintaan dan penawaran, demi menghasilkan
keuntungan di mana statusnya dilindungi oleh
negara melalui hak pemilikan serta tunduk kepada
hukum negara atau kepada pihak yang sudah
terikat kontrak yang telah disusun secara jelas
kewajibannya baik eksplisit maupun implisit serta
tidak semata-mata tergantung pada kewajiban dan
perlindungan yang diberikan oleh kepenguasaan

2
Jürg Niehans, A History of Economic Theory, pg. 6
Ekonomi Internasional
46

feodal; (2) teori yang saling bersaing yang
berkembang pada abad ke-19 dalam konteks
Revolusi Industri, dan abad ke-20 dalam konteks
Perang Dingin, yang berkeinginan untuk
membenarkan kepemilikan modal, untuk
menjelaskan pengoperasian pasar semacam itu, dan
untuk membimbing penggunaan atau penghapusan
peraturan pemerintah mengenai hak milik dan
pasaran; (3) suatu keyakinan mengenai keuntungan
dari menjalankan hal-hal semacam itu.
Pengertian Lain dari Kapitalisme, khususnya
dalam ilmu ekonomi berkaitan dengan produksi dan
distribusi, dua hal yang membangkitkan munculnya
ekonomi internasional. Kapitalisme adalah suatu
sistem ekonomi yang mengatur proses produksi dan
pendistribusian barang dan jasa. Ciri-ciri Kapitalisme
dalam lingkup ini adalah:
1. Sebagian besar sarana produksi dan distribusi
dimiliki oleh individu.
2. Barang dan jasa diperdagangkan di pasar bebas
(free market) yang bersifat kompetitif.
3. modal kapital (baik uang maupun kekayaan lain)
diinvestasikan ke dalam berbagai usaha untuk
menghasilkan laba (profit).
Ekonomi Internasional
47

Sejarah Liberalisme dan Pasar Bebas
Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan
filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada
pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik
yang utama.3 Secara umum, liberalisme
mengusahakan suatu masyarakat yang dicirikan
oleh kebebasan berpikir bagi para individu,
pembatasan kekuasaan, khususnya dari pemerintah
dan agama, penegakan hukum, pertukaran gagasan
yang bebas, ekonomi pasar yang mendukung usaha
pribadi (private enterprise) yang relatif bebas, dan
suatu sistem pemerintahan yang transparan, yang
di dalamnya hak-hak kaum minoritas dijamin.
Dalam masyarakat modern, kaum liberal lebih
menyukai demokrasi liberal dengan pemilihan
umum yang terbuka dan adil, di mana semua warga
negara mempunyai hak yang sederajat oleh hukum
dan mempunyai kesempatan yang sama untuk
berhasil.4 Pasar bebas adalah pasar ideal, di mana
seluruh keputusan ekonomi dan aksi oleh individu
3
"'Liberalisme' didefinisikan sebagai suatu etika sosial yang
menganjurkan kebebasan dan kesetaraan secara umum." Lihat
(ed), Coady, C. A. J. Distributive Justice, A Companion to
Contemporary Political Philosophy, editors Goodin, Robert E. and
Pettit, Philip. Blackwell Publishing, 1995, p.440. Selanjutnya,
menurut Lord Acton, "Kebebasan itu sendiri bukanlah sarana
untuk mencapai tujuan politik yang lebih tinggi. Ia sendiri
adalah tujuan politik yang tertinggi."- Lord Acton.
4
Bandingkan Oxford Manifesto dari Liberal International:
"Hak-hak dan kondisi ini hanya dapat diperoleh melalui
demokrasi yang sejati. Demokrasi sejati tidak terpisahkan dari
kebebasan politik dan didasarkan pada persetujuan yang
dilakukan dengan sadar, bebas, dan yang diketahui benar
(enlightened) dari kelompok mayoritas, yang diungkapkan
melalui surat suara yang bebas dan rahasia, dengan
menghargai kebebasan dan pandangan-pandangan kaum
minoritas."
Ekonomi Internasional
48

yang berhubungan dengan uang, barang, dan jasa
adalah sukarela, dan oleh karena itu tanpa
maling.Ekonomi pasar bebas adalah ekonomi di
mana pasar relatif bebas. Pasar bebas
diadvokasikan oleh pengusul ekonomi liberalisme.5

Sejarah Neo-Liberalisme
Neoliberalisme yang juga dikenal sebagai
paham ekonomi neoliberal mengacu pada filosofi
ekonomi-politik yang mengurangi atau menolak
campur tangan pemerintah dalam ekonomi
domestik. Paham ini memfokuskan pada metode
pasar bebas, pembatasan yang sedikit terhadap
perilaku bisnis dan hak-hak milik pribadi.Dalam
kebijakan luar negeri, neoliberalisme erat kaitannya
dengan pembukaan pasar luar negeri melalui cara-
cara politis, menggunakan tekanan ekonomi,
diplomasi, dan/atau intervensi militer. Pembukaan
pasar merujuk pada perdagangan bebas.
Neoliberalisme secara umum berkaitan dengan
tekanan politik multilateral, melalui berbagai kartel
pengelolaan perdagangan seperti WTO dan Bank
Dunia. Ini mengakibatkan berkurangnya wewenang
pemerintahan sampai titik minimum. Neoliberalisme
melalui ekonomi pasar bebas berhasil menekan
intervensi pemerintah (seperti paham
Keynesianisme), dan melangkah sukses dalam
pertumbuhan ekonomi keseluruhan. Untuk
meningkatkan efisiensi korporasi, neoliberalisme
berusaha keras untuk menolak atau mengurangi
kebijakan hak-hak buruh seperti upah minimum, dan
hak-hak daya tawar kolektif lainnya.
Neoliberalisme bertolakbelakang dengan
sosialisme, proteksionisme, dan environmentalisme.
5
http://id.wikipedia.org/wiki/Liberalisme
Ekonomi Internasional
49

Secara domestik, ini tidak langsung berlawanan
secara prinsip dengan poteksionisme, tetapi
terkadang menggunakan ini sebagai alat tawar
untuk membujuk negara lain untuk membuka
pasarnya. Neoliberalisme sering menjadi rintangan
bagi perdagangan adil dan gerakan lainnya yang
mendukung hak-hak buruh dan keadilan sosial yang
seharusnya menjadi prioritas terbesar dalam
hubungan internasional dan ekonomi.Bagi kaum
liberal, pada awalnya kapitalisme dianggap
menyimbolkan kemajuan pesat eksistensi
masyarakat berdasarkan seluruh capaian yg telah
berhasil diraih. Bagi mereka, masyarakat pra-
kapitalis adalah masyarakat feodal yang
penduduknya ditindas.Bagi John Locke, filsuf abad
18, kaum liberal ini adalah orang-orang yg memiliki
hak untuk 'hidup, merdeka, dan sejahtera'. Orang-
rang yang bebas bekerja, bebas mengambil
kesempatan apapun, bebas mengambil keuntungan
apapun, termasuk dalam kebebasan untuk 'hancur',
bebas hidup tanpa tempat tinggal, bebas hidup
tanpa pekerjaan.
Kapitalisme membanggakan kebebasan seperti
ini sebagai hakikat dari penciptaannya. dan dalam
perjalanannya, kapitalisme selalu menyesuaikan dan
menjaga kebebasan tersebut. Misalnya masalah
upah pekerja, menurut konsepsi kapitalis, semua
keputusan pemerintah atau tuntutan publik adalah
tidak relevan.Kemudian paham yang terbentuk bagi
kaum liberal adalah kebebasan, berarti: ada
sejumlah orang yang akan menang dan sejumlah
orang yg akan kalah. Kemenangan dan kekalahan
ini terjadi karena persaingan. Apakah anda bernilai
bagi orang lain, ataukah orang lain akan dengan
senang hati memberi sesuatu kepada anda.
Ekonomi Internasional
50

Sehingga kebebasan akan diartikan sebagai
memiliki hak-hak dan mampu menggunakan hak-
hak tsb dengan memperkecil turut campur nya
aturan pihak lain. "kita berhak menjalankan
kehidupan sendiri"
Saat ini, ekonom seperti Hayek dan Milton
Friedman kembali mengulangi argumentasi klasik
Adam Smith dan JS Milton, menyatakan bahwa:
masyarakat pasar kapitalis adalah masyarakat yg
bebas dan masyarakat yang produktif. Kapitalisme
bekerja menghasilkan kedinamisan, kesempatan,
dan kompetisi. Kepentingan dan keuntungan pribadi
adalah motor yang mendorong masyarakat bergerak
dinamis.
Sejak masa kehancuran Wall Street (dikenal
dengan masa Depresi Hebat atau Great Depression)
hingga awal 1970-an, wacana negeri industri maju
masih 'dikuasai' wacana politik sosial demokrat
dengan argumen kesejahteraan.Kaum elit politik
dan pengusaha memegang teguh pemahaman
bahwa salah satu bagian penting dari tugas
pemerintah adalah menjamin kesejahteraan warga
negara dari bayi sampai meninggal dunia. Rakyat
berhak mendapat tempat tinggal layak,
mendapatkan pendidikan, mendapatkan
pengobatan, dan berhak mendapatkan fasilitas-
fasilitas sosial lainnya.
Perubahan kemudian terjadi seiring krisis
minyak dunia tahun 1973, akibat reaksi terhadap
dukungan Amerika Serikat terhadap Israel dalam
perang Yom Kippur, dimana mayoritas negara-
negara penghasil minyak di Timur Tengah
melakukan embargo terhadap AS dan sekutu-
sekutunya, serta melipatgandakan harga minyak
dunia, yang kemudian membuat para elit politik di
Ekonomi Internasional
51

negara-negara sekutu Amerika Serikat berselisih
paham sehubungan dengan angka pertumbuhan
ekonomi, beban bisnis, dan beban biaya-biaya sosial
demokrat (biaya-biaya fasilitas negara untuk
rakyatnya). Pada situasi inilah ide-ide libertarian
sebagai wacana dominan, tidak hanya di tingkat
nasional dalam negeri tapi juga di tingkat global di
IMF dan World Bank.
Pada 1975, di Amerika Serikat, Robert Nozick
mengeluarkan tulisan berjudul "Anarchy, State, and
Utopia", yang dengan cerdas menyatakan kembali
posisi kaum ultra minimalis, ultra libertarian sebagai
retorika dari lembaga pengkajian universitas, yang
kemudian disebut dengan istilah "Reaganomics". Di
Inggris, Keith Joseph menjadi arsitek
"Thatcherisme". Reaganomics atau Reaganisme
menyebarkan retorika kebebasan yang dikaitkan
dengan pemikiran Locke, sedangkan Thatcherisme
mengaitkan dengan pemikiran liberal klasik Mill dan
Smith. Walaupun sedikit berbeda, tetapi kesimpulan
akhirnya sama: Intervensi negara harus berkurang
dan semakin banyak berkurang sehingga individu
akan lebih bebas berusaha. Pemahaman inilah yang
akhirnya disebut sebagai "Neoliberalisme". Paham
ekonomi neoliberal ini yang kemudian
dikembangkan oleh teori gagasan ekonomi
neoliberal yang telah disempurnakan oleh Mazhab
Chicago yang dipelopori oleh Milton Friedman.
Neoliberalisme bertujuan mengembalikan
kepercayaan pada kekuasaan pasar, dengan
pembenaran mengacu pada kebebasan. Seperti
pada contoh kasus upah pekerja, dalam
pemahaman neoliberalisme pemerintah tidak
berhak ikut campur dalam penentuan gaji pekerja
atau dalam masalah-masalah tenaga kerja
Ekonomi Internasional
52

sepenuhnya ini urusan antara si pengusaha pemilik
modal dan si pekerja. Pendorong utama kembalinya
kekuatan kekuasaan pasar adalah privatisasi
aktivitas-aktivitas ekonomi, terlebih pada usaha-
usaha industri yang dimiliki-dikelola pemerintah.
Tapi privatisasi ini tidak terjadi pada negara-negara
kapitalis besar, justru terjadi pada negara-negara
Amerika Selatan dan negara-negara miskin
berkembang lainnya. Privatisasi ini telah
mengalahkan proses panjang nasionalisasi yang
menjadi kunci negara berbasis kesejahteraan.
Nasionalisasi yang menghambat aktivitas
pengusaha harus dihapuskan.
Revolusi neoliberalisme ini bermakna
bergantinya sebuah manajemen ekonomi yang
berbasiskan persediaan menjadi berbasis
permintaan. Sehingga menurut kaum Neoliberal,
sebuah perekonomian dengan inflasi rendah dan
pengangguran tinggi, tetap lebih baik dibanding
inflasi tinggi dengan pengangguran rendah. Tugas
pemerintah hanya menciptakan lingkungan
sehingga modal dapat bergerak bebas dengan baik.
Dalam titik ini pemerintah menjalankan kebijakan-
kebijakan memotong pengeluaran, memotong
biaya-biaya publik seperti subsidi, sehingga fasilitas-
fasilitas untuk kesejahteraan publik harus dikurangi.
Akhirnya logika pasarlah yang berjaya diatas
kehidupan publik. Ini menjadi pondasi dasar
neoliberalism, menundukan kehidupan publik ke
dalam logika pasar. Semua pelayanan publik yang
diselenggarakan negara harusnya menggunakan
prinsip untung-rugi bagi penyelenggara bisnis publik
tersebut, dalam hal ini untung rugi ekonomi bagi
pemerintah. Pelayanan publik semata, seperti
subsidi dianggap akan menjadi pemborosan dan
Ekonomi Internasional
53

inefisiensi. Neoliberalisme tidak mengistimewakan
kualitas kesejahteraan umum.
Tidak ada wilayah kehidupan yang tidak bisa
dijadikan komoditi barang jualan. Semangat
neoliberalisme adalah melihat seluruh kehidupan
sebagai sumber laba korporasi. Misalnya dengan
sektor sumber daya air, program liberalisasi sektor
sumber daya air yang implementasinya dikaitkan
oleh Bank Dunia dengan skema watsal atau water
resources sector adjustment loan. Air dinilai sebagai
barang ekonomis yang pengelolaannya pun harus
dilakukan sebagaimana layaknya mengelola barang
ekonomis. Dimensi sosial dalam sumberdaya public
goods direduksi hanya sebatas sebagai komoditas
ekonomi semata. Hak penguasaan atau konsesi atas
sumber daya air ini dapat dipindah tangankan dari
pemilik satu ke pemilik lainnya, dari satu korporasi
ke korporasi lainnya, melalui mekanisme transaksi
jual beli. Selanjutnya sistem pengaturan beserta hak
pengaturan penguasaan sumber air ini lambat laun
akan dialihkan ke suatu badan berbentuk korporasi
bisnis atau konsursium korporasi bisnis yang dimiliki
oleh pemerintah atau perusahaan swasta nasional
atau perusahaan swasta atau bahkan perusahaan
multinasional dan perusahaan transnasional.
Satu kelebihan neoliberalisme adalah
menawarkan pemikiran politik yang sederhana,
menawarkan penyederhanaan politik sehingga pada
titik tertentu politik tidak lagi mempunyai makna
selain apa yang ditentukan oleh pasar dan
pengusaha. Dalam pemikiran neoliberalisme, politik
adalah keputusan-keputusan yang menawarkan
nilai-nilai, sedangkan secara bersamaan
neoliberalisme menganggap hanya satu cara
rasional untuk mengukur nilai, yaitu pasar. Semua
Ekonomi Internasional
54

pemikiran diluar rel pasar dianggap salah.
Kapitalisme neoliberal menganggap wilayah politik
adalah tempat dimana pasar berkuasa, ditambah
dengan konsep globalisasi dengan perdagangan
bebas sebagai cara untuk perluasan pasar melalui
WTO, akhirnya kerap dianggap sebagai
Neoimperialisme.
Penerapan agenda-agenda ekonomi neoliberal
secara mencolok dimotori oleh Inggris melalui
pelaksanaan privatisasi seluruh Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) mereka. Penyebarluasan agenda-
agenda ekonomi neoliberal ke seluruh penjuru
dunia, menemukan momentum setelah dialaminya
krisis moneter oleh beberapa Negara Amerika Latin
pada penghujung 1980-an. Sebagaimana
dikemukakan Stiglitz, dalam rangka menanggulangi
krisis moneter yang dialami oleh beberapa negara
Amerika Latin, bekerja sama dengan Departemen
keuangan AS dan Bank Dunia, IMF sepakat
meluncurkan sebuah paket kebijakan ekonomi yang
dikenal sebagai paket kebijakan Konsensus
Washington. Agenda pokok paket kebijakan
Konsensus Washington yang menjadi menu dasar
program penyesuaian struktural IMF tersebut dalam
garis besarnya meliputi: (1) pelaksanan kebijakan
anggaran ketat, termasuk penghapusan subsidi
negara dalam berbagai bentuknya, (2) pelaksanaan
liberalisasi sektor keuangan, (3) pelaksanaan
liberalisasi sektor perdagangan, dan (4)
pelaksanaan privatisasi BUMN.
Di Indonesia, walaupun sebenarnya
pelaksanaan agenda-agenda ekonomi neoliberal
telah dimulai sejak pertengahan 1980-an, antara
lain melalui paket kebijakan deregulasi dan
debirokratisasi, pelaksanaannya secara massif
Ekonomi Internasional
55

menemukan momentumnya setelah Indonesia
dilanda krisis moneter pada pertengahan 1997.
Menyusul kemerosotan nilai rupiah, Pemerintah
Indonesia kemudian secara resmi mengundang IMF
untuk memulihkan perekonomian Indonesia.
Sebagai syarat untuk mencairkan dana talangan
yang disediakan IMF, pemerintah Indonesia wajib
melaksanakan paket kebijakan Konsensus
Washington melalui penanda-tanganan Letter Of
Intent (LOI), yang salah satu butir kesepakatannya
adalah penghapusan subsidi untuk bahan bakar
minyak, yang sekaligus memberi peluang masuknya
perusahaan multinasional seperti Shell. Begitu juga
dengan kebijakan privatisasi beberapa BUMN,
diantaranya Indosat, Telkom, BNI, PT. Tambang
Timah dan Aneka Tambang.
Dalam penggunaan di Amerika Serikat, istilah
neoliberalisme dihubungkan dengan dukungan
untuk perdagangan bebas dan welfare reform, tapi
tidak dengan tentangan terhadap Keynesianism
atau environmentalism. Dalam konteks AS,
misalnya, ekonom Brad DeLong adalah seorang
neoliberal, walaupun ia mendukung Keynesi, income
redistribution, dan pengritik pemerintahan George
W. Bush. Dalam penggunaan AS, neoliberalisme
("liberalisme baru") biasanya dihubungkan dengan
the Third Way, atau sosial-demokrasi di bawah
gerakan New Public Management. Pendukung versi
AS menganggap bahwa posisi mereka adalah
pragmatis, berfokus pada apa yang dapat berhasil
dan melebihi debat antara kiri dan kanan, walaupun
liberalisme baru mirip dengan kebijakan ekonomi
center-of-left (seperti halnya di Kanada di abad ke-
20). Kedua penggunaan ini dapat menimbulkan
kebingungan. The overlapping of these usages can
Ekonomi Internasional
56

create considerable confusion. Dalam penggunaan
internasional, presiden Ronald Reagan dan United
States Republican Party dipandang sebagai
pendukung neoliberalisme. Tapi Reagan tidak
pernah digambarkan demikian dalam diskusi politik
di AS, di mana istilah ini biasanya diterapkan pada
Democrats seperti Democratic Leadership Council.
Kritik terhadap neoliberalisme terutama sekali
berkaitan dengan negara-negara berkembang yang
aset-asetnya telah dimiliki oleh pihak asing. Negara-
negara berkembang yang institusi ekonomi dan
politiknya belum terbangun tetapi telah dikuras
sebagai akibat tidak terlindungi dari arus deras
perdagangan dan modal. Bahkan dalam gerakan
neoliberal sendiri terdapat kritik terhadap
banyaknya negara maju telah menuntut negara lain
untuk meliberalisasi pasar mereka bagi barang-
barang hasil industri mereka, sementara mereka
sendiri melakukan proteksi terhadap pasar
pertanian domestik mereka. Pendukung
antiglobalisasi adalah pihak yang paling lantang
menentang neoliberalisme, terutama sekali dalam
implementasi "pembebasan arus modal" tetapi tidak
ada pembebasan arus tenaga kerja. Salah satu
pendapat mereka, kebijakan neoliberal hanya
mendorong sebuah "perlombaan menuju dasar"
dalam arus modal menuju titik terendah untuk
standar lingkungan dan buruh6.

Para Tokoh Neo-Liberalisme
Milton Friedman (31 Juli 1912 – 16 November
2006) adalah ekonom Amerika dan intelektual
publik. Ia meninggal di San Francisco (California),
karena gagal jantung. Lahir di New York, ia adalah
6
http://id.wikipedia.org/wiki/Neoliberalisme.
Ekonomi Internasional
57

bungsu empat bersaudara dari anak keluarga
imigran Yahudi asal Ukraina. Ia telah
menyumbangkan sejumlah pemikirannya dalam
makro-ekonomi, mikro-ekonomi, sejarah ekonomi,
dan statistik kepengacaraan kapitalisme laissez-
faire. Pada 1976, dia mendapat Penghargaan Hadiah
Nobel "untuk pencapaiannya di bidang analisis
konsumsi, teori dan sejarah moneter, dan
demonstrasi kompleksitas dari kebijakan tentang
stabilisasi".7 Sebagai ahli ekonomi yang legendaris
dan memperjuangkan kebebasan individu, ia telah
mempengaruhi kebijakan ekonomi tiga Presiden
Amerika Serikat, yaitu Richard Nixon, Gerald Ford,
dan Ronald Reagan serta Perdana Menteri Inggris
Margaret Thatcher. Dalam buku-bukunya, kolom
Majalah Newsweek, dan sebuah show televisi publik,
ia memperjuangkan kebebasan individu dalam
ekonomi dan politik. Pejabat-pejabat Amerika
Serikat memuji sumbangannya yang telah
menyampaikan kepada jutaan orang sebuah
pengertian manfaat ekonomi dari pasar bebas yang
kompetitif. Ia sempat melihat pembaharuan pasar
bebas menyebar ke bekas dunia komunis dan
Amerika Latin.

Monopoli, Oligopoli, Monopsoni, Oligopsoni
Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos,
satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar
di mana hanya terdapat satu penjual yang
menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini
adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai
"monopolis". Sebagai penentu harga (price-maker),
seorang monopolis dapat menaikan atau
mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah
7
http://id.wikipedia.org/wiki/Milton_Friedman.
Ekonomi Internasional
58

barang yang akan diproduksi; semakin sedikit
barang yang diproduksi, semakin mahal harga
barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun
demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan
dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga
terlalu mahal, maka orang akan menunda
pembelian atau berusaha mencari atau membuat
barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —
lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black
market).
Ada beberapa ciri dan sifat dasar pasar
monopoli. Ciri utama pasar ini adalah adanya
seorang penjual yang menguasai pasar dengan
jumlah pembeli yang sangat banyak. Ciri lainnya
adalah tidak terdapatnya barang pengganti yang
memiliki persamaan dengan produk monopolis; dan
adanya hambatan yang besar untuk dapat masuk ke
dalam pasar. Hambatan itu sendiri, secara langsung
maupun tidak langsung, diciptakan oleh perusahaan
yang mempunyai kemampuan untuk memonopoli
pasar. Perusahaan monopolis akan berusaha
menyulitkan pendatang baru yang ingin masuk ke
pasar tersebut dengan dengan beberapa cara; salah
satu di antaranya adalah dengan cara menetapkan
harga serendah mungkin.
Dengan menetapkan harga ke tingkat yang
paling rendah, perusahaan monopoli menekan
kehadiran perusahaan baru yang memiliki modal
kecil. Perusahaan baru tersebut tidak akan mampu
bersaing dengan perusahaan monopolis yang
memiliki kekuatan pasar, image produk, dan harga
murah, sehingga lama kelamaan perusahaan
tersebut akan mati dengan sendirinya. Cara lainnya
adalah dengan menetapkan hak paten atau hak
cipta dan hak eksklusif pada suatu barang, yang
Ekonomi Internasional
59

biasanya diperoleh melalui peraturan pemerintah.
Tanpa kepemilikan hak paten, perusahaan lain tidak
berhak menciptakan produk sejenis sehingga
menjadikan perusahaan monopolis sebagai satu-
satunya produsen di pasar.8
Pasar oligopoli adalah adalah pasar di mana
penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa
perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih
dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Dalam pasar
oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya
sebagai bagian yang terikat dengan permainan
pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan
tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka.
Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan
produk baru, perubahan harga, dan sebagainya
dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan
konsumen dari pesaing mereka. Praktek oligopoli
umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk
menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk
masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-
perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu
usaha untuk menikmati laba normal di bawah
tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual
terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga
diantara pelaku usaha yang melakukan praktek
oligopoli menjadi tidak ada. Struktur pasar oligopoli
umumnya terbentuk pada industri-industri yang
memiliki capital intensive yang tinggi, seperti,
industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1999,
oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori
perjanjian yang dilarang, padahal umumnya
oligopoli terjadi melalui keterkaitan reaksi,
khususnya pada barang-barang yang bersifat
8
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_monopoli"
Ekonomi Internasional
60

homogen atau identik dengan kartel, sehingga
ketentuan yang mengatur mengenai oligopoli ini
sebagiknya digabung dengan ketentuan yang
mengatur mengenai kartel. Ologopsoni, adalah
keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha
menguasai penerimaan pasokan atau menjadi
pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam
suatu pasar komoditas.
Monopsoni, adalah keadaan dimana satu
pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau
menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa
dalam suatu pasar komoditas.Kondisi Monopsoni
sering terjadi didaerah-daerah Perkebunan dan
industri hewan potong (ayam), sehingga posisi
tawar menawar dalam harga bagi petani adalah
nonsen. Perlu diteliti lebih jauh dampak fenomena
ini, apakah ada faktor-faktor lain yang menyebabkan
Monopsoni sehingga tingkat kesejahteraan petani
berpengaruh. Salah satu contoh monopsoni juga
adalah penjualan perangkat kereta api di Indonesia.
Perusahaan Kereta Api di Indonesia hanya ada satu
yakni KAI, oleh karena itu, semua hasil produksi
hanya akan dibeli oleh KAI.


Ekonomi Internasional
61

BAB 2

Sejarah Perusahaan
Multinasional
Sejarah VOC
Kapitalisme, liberalisme dan kolonialisme
diaduk dalam satu bentuk ekspansi yang sangat
eksploitatif, yang salah satu contohnya adalah VOC
(Verenigde Oost-Indische Compagnie). Datangnya
orang Eropa melalui jalur laut diawali oleh Vasco da
Gama, yang pada tahun 1497-1498 berhasil
berlayar dari Eropa ke India melalui Semenanjung
Harapan (Cape of Good Hope) di ujung selatan
Afrika, sehingga mereka tidak perlu lagi bersaing
dengan pedagang-pedagang Timur Tengah untuk
memperoleh akses ke Asia Timur, yang selama ini
ditempuh melalui jalur darat yang sangat
berbahaya.
Pada awalnya, tujuan utama bangsa-bangsa
Eropa ke Asia Timur dan Tenggara termasuk ke
Nusantara adalah untuk perdagangan, demikian
juga dengan bangsa Belanda. Misi dagang yang
Ekonomi Internasional
62

kemudian dilanjutkan dengan politik pemukiman –
kolonisasi- dilakukan oleh Belanda dengan kerajaan-
kerajaan di Jawa, Sumatera dan Maluku, sedangkan
di Suriname dan Curaçao, tujuan Belanda sejak awal
adalah murni kolonisasi (pemukiman). Bangsa
Portugis, yang terlebih dahulu datang ke Indonesia
sebelum Belanda, selain di Malakka, memusatkan
perhatian mereka di kepulauan Maluku, yang kaya
akan rempah-rempah –komoditi langka dan sangat
mahal di Eropa. Setelah dapat mematahkan
perlawanan rakyat Maluku tahun 1511, Portugis
menguasai perdagangan rempah-rempah di
kepulauan Maluku selama sekitar 100 tahun.
Pada akhir abad 16, Inggris dan Belanda mulai
menunjukkan minatnya di wilayah Asia Tenggara
dan melakukan beberapa pelayaran ke wilayah ini,
antara lain dilakukan oleh James Lancaster tahun
1591, dua bersaudara Frederik dan adiknya, Cornelis
de Houtman tahun 1595 dan kemudian tahun 1599,
Jacob van Neck tahun 1598. Lancaster datang lagi
tahun 1601. Ketika de Houtman bersaudara tahun
1596 pertama kali tiba di Banten, mereka disambut
dengan sangat ramah, demikian juga dengan para
pedagang lain, yang setelah itu makin banyak
datang ke Jawa, Sumatera dan Maluku. Sebelum
Belanda membuat Jayakarta/Sunda Kalapa (setelah
menduduki Jayakarta, Belanda kemudian
menamakannya Batavia) menjadi pelabuhan yang
merupakan basis perdagangan dan kubu militernya,
pelabuhan Banten adalah pelabuhan internasional
yang terbesar di Asia Tenggara dan menjadi pusat
perdagangan antar benua.
Ketika kembali ke Asia Tenggara tahun 1599,
Houtman bersaudara terlibat pertempuran melawan
kerajaan Aceh, di mana Cornelis tewas dan Frederik
Ekonomi Internasional
63

ditawan, dan setelah dibebaskan tahun 1602, ia
kembali ke Amsterdam. Selama di penjara, ia
sempat belajar bahasa Melayu dan menerbitkan
kamus Melayu pertama pada tahun 1603.
Adalah para pedagang Inggris yang memulai
mendirikan perusahaan dagang di Asia pada 31
Desember 1600 yang dinamakan The Britisch East
India Company dan berpusat di Calcutta. Kemudian
Belanda menyusul tahun 1602 dan Prancis pun tak
mau ketinggalan dan mendirikan French East India
Company tahun 1604.
Pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda
mendirikan Verenigde Oost-Indische Compagnie -
VOC (Perkumpulan Dagang India Timur). Di masa
itu, terjadi persaingan sengit di antara negara-
negara Eropa, yaitu Portugis, Spanyol kemudian
juga Inggris, Perancis dan Belanda, untuk
memperebutkan hegemoni perdagangan di Asia
Timur. Untuk menghadapai masalah ini, oleh
Staaten Generaal di Belanda VOC diberi wewenang
memiliki tentara yang harus mereka biayai sendiri.
Selain itu, VOC juga mempunyai hak, atas nama
Pemerintah Belanda –yang waktu itu masih
berbentuk Republik- untuk membuat perjanjian
kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu
negara. Wewenang ini yang mengakibatkan, bahwa
suatu perkumpulan dagang seperti VOC, dapat
bertindak seperti layaknya satu negara.
Hak-hak istimewa yang tercantum dalam
Oktrooi (Piagam/Charta) tanggal 20 Maret 1602
meliputi:
a. Hak monopoli untuk berdagang dan berlayar di
wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan
sebelah barat Selat Magelhaens serta menguasai
perdagangan untuk kepentingan sendiri;
Ekonomi Internasional
64

b. Hak kedaulatan (soevereiniteit) sehingga dapat
bertindak layaknya suatu negara untuk:
1. memelihara angkatan perang,
2. memaklumkan perang dan mengadakan
perdamaian,
3. merebut dan menduduki daerah-daerah asing
di luar Belanda,
4. memerintah daerah-daerah tersebut,
5. menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri,
dan
6. memungut pajak.
Tahun 1603 VOC memperoleh izin di Banten
untuk mendirikan kantor perwakilan, dan pada 1610
Pieter Both diangkat menjadi Gubernur Jenderal VOC
pertama (1610-1614). Sementara itu, Frederik de
Houtman menjadi Gubernur VOC di Ambon (1605 –
1611) dan setelah itu menjadi Gubernur untuk
Maluku (1621 – 1623).
Belanda konsisten menggunakan kekuatan
bersenjata untuk memuluskan perdagangannya dan
menjalankan taktik divide et impera (memecah-
belah dan kemudian menguasai). Apabila ada konflik
internal di satu kerajaan, atau ada pertikaian antara
satu kerajaan dengan kerajaan tetangganya,
Belanda membantu salah satu pihak untuk
mengalahkan lawannya, dengan imbalan yang
sangat menguntungkan bagi Belanda, termasuk
antara lain memperoleh sebagian wilayah yang
bersama-sama dikalahkan. Dengan tipu muslihat
dan bantuan penguasa setempat, Belanda berhasil
mengusir Portugis dari wilayah yang mereka kuasai
di Maluku, yang sangat kaya akan rempah-rempah,
yang mahal harganya di Eropa.
Jayakarta, adalah Jajahan VOC Pertama,
menunjukkan bahwa perusahaan multinasional
Ekonomi Internasional
65

memegang peranan penting dalam kolonialisme.
Bukti tertua mengenai eksistensi pemukiman
penduduk yang sekarang bernama Jakarta adalah
Prasasti Tugu yang tertanam di desa Batu Tumbuh,
Jakarta Utara. Prasasti terebut berkaitan dengan 4
prasasti lain yang berasal dari zaman kerajaan
Hindu, Tarumanegara ketika diperintah oleh Raja
Purnawarman. Berdasarkan Prasasti Kebon Kopi,
nama Sunda Kalapa (Sunda Kelapa) sendiri
diperkirakan baru muncul abad sepuluh.
Pemukiman tersebut berkembang menjadi
pelabuhan, yang kemudian juga dikunjungi oleh
kapal-kapal dari mancanegara. Hingga kedatangan
orang Portugis, Sunda Kalapa masih di bawah
kekuasaan kerajaan Hindu lain, Pakuan Pajajaran.
Sementara itu, Portugis telah berhasil menguasai
Malakka, dan tahun 1522 Gubernur Portugis
d’Albuquerque mengirim utusannya, Enrique Leme
yang didampingi oleh Tome Pires untuk menemui
Raja Sangiang Surawisesa. Pada 21 Agustus 1522
ditandatangani perjanjian persahabatan antara
Pajajaran dan Portugis. Diperkirakan, langkah ini
diambil oleh Raja Pakuan Pajajaran guna
memperoleh bantuan dari Portugis dalam
menghadapi ancaman kerajaan Islam Demak, yang
telah menghancurkan beberapa kerajaan Hindu,
termasuk Majapahit. Namun ternyata perjanjian ini
sia-sia saja, karena ketika diserang oleh Kerajaan
Islam Demak, Portugis tidak membantu
mempertahankan Sunda Kalapa.
Sebagaimana telah dikemukakan di atas,
pelabuhan Sunda Kalapa diserang oleh tentara
Demak yang dipimpin oleh Fatahillah, Panglima
Perang asal Gujarat, India, dan jatuh pada 22 Juni
1527, dan setelah berhasil direbut, namanyapun
Ekonomi Internasional
66

diganti menjadi Jayakarta. Setelah Fatahillah
berhasil mengalahkan dan mengislamkan Banten,
Jayakarta berada di bawah kekuasaan Banten, yang
kini menjadi kesultanan. Ironisnya, kini tanggal 22
Juni ditetapkan sebagai hari “kelahiran” Jakarta.
Jelas tanggal ini tidak mencerminkan berdirinya kota
Jakarta, karena dari berbagai prasasti, telah terbukti
bahwa Sunda Kalapa telah ada sejak abad 10. Ironis,
karena hari penaklukkan Jakarta yang dipimpin oleh
seorang asing, ditetapkan sebagai hari “kelahiran”
Jakarta.
Pieter Both yang menjadi Gubernur Jenderal
VOC pertama, lebih memilih Jayakarta sebagai basis
administrasi dan perdagangan VOC daripada
pelabuhan Banten, karena pada waktu itu di Banten
telah banyak kantor pusat perdagangan orang-orang
Eropa lain seperti Portugis, Spanyol kemudian juga
Inggris, sedangkan Jayakarta/Sunda Kalapa masih
merupakan pelabuhan kecil. Pada tahun 1611 VOC
mendapat izin untuk membangun satu rumah kayu
dengan fondasi batu di Jayakarta, sebagai kantor
dagang. Kemudian mereka menyewa lahan sekitar
1,5 hektar di dekat muara di tepi bagian timur
Sungai Ciliwung, yang menjadi kompleks
perkantoran, gudang dan tempat tinggal orang
Belanda, dan bangunan utamanya dinamakan
Nassau Huis.
Ketika Jan Pieterszoon Coen menjadi Gubernur
Jenderal (1618 – 1623), ia mendirikan lagi bangunan
serupa Nassau Huis yang dinamakan Mauritius Huis,
dan membangun tembok batu yang tinggi, di mana
ditempatkan beberapa meriam. Tak lama kemudian,
ia membangun lagi tembok setinggi 7 meter yang
mengelilingi areal yang mereka sewa, sehingga kini
benar-benar merupakan satu benteng yang kokoh,
Ekonomi Internasional
67

dan mulai mempersiapkan untuk menguasai
Jayakarta. Dari basis benteng ini pada 30 Mei 1619
Belanda menyerang tuan rumah, yang memberi
mereka izin untuk berdagang, dan
membumihanguskan keraton serta hampir seluruh
pemukiman penduduk. Berawal hanya dari
bangunan separuh kayu, akhirnya Belanda
menguasai seluruh kota, dan kemudian seluruh
Nusantara. Semula Coen ingin menamakan kota ini
sebagai Nieuwe Hollandia, namun de Heeren
Seventien di Belanda memutuskan untuk
menamakan kota ini menjadi Batavia, untuk
mengenang bangsa Batavir, yaitu bangsa Germania
yang bermukim di tepi Sungai Rhein yang kini dihuni
oleh orang Belanda. Dan nama Batavia ini
digunakan oleh Belanda selama lebih dari 300
tahun.
Dengan demikian, Batavia (Sunda Kelapa,
Jayakarta, Jakarta) adalah jajahan Belanda pertama
di Nusantara. Entah sejak kapan, penduduk di kota
Batavia dinamakan –atau menamakan diri- orang
Betawi, yang mengambil nama dari Batavia
tersebut. Dilihat dari sejarah dan asal-usulnya, jelas
penamaan ini keliru. Tanggal 30 Mei 1619 dapat
ditetapkan sebagai awal penjajahan Belanda di bumi
Nusantara, yang berakhir tanggal 9 Maret 1942,
yaitu dengan resmi menyerahnya Pemerintah India
Belanda kepada Jepang di Kalijati, Subang, Jawa
Barat.
Legalisasi perbudakan dimulai oleh VOC,
menunjukkan bahwa perusahaan multinasional
adalah pelopor perbudakan setelah kehadiran
banyak agama untuk membebaskannya.
Perbudakan memang telah ada sebelum orang-
orang Eropa datang ke Asia Tenggara, namun di
Ekonomi Internasional
68

masa VOC, berdasarkan Bataviase Statuten
(Undang-Undang Batavia) tahun 1642, perbudak
diresmikan dengan adanya Undang-Undang
Perbudakan. Sebagian besar perbudakan terjadi di
Jawa, namun budak-budak tersebut berasal dari luar
Jawa, yaitu para tawanan dari daerah-daerah yang
ditaklukkan Belanda, seperti dari pulau Banda tahun
1621, di mana 883 orang (176 orang mati dalam
perjalanan) dibawa ke pulau Jawa dan dijual sebagai
budak. Perdagangan budak di seluruh dunia
memang telah terjadi sejak ribuan tahun lalu,
terutama di zaman Romawi. Yang diperdagangkan
di pasar budak adalah rakyat, serdadu, perwira dan
bahkan bangsawan dari negara-negara yang kalah
perang dan kemudian dijual sebagai budak. Selama
Perang Salib/Sabil yang berlangsung sekitar 200
tahun, ratusan ribu orang dari berbagai etnis yang
ditawan, dijual sebagai budak sehingga membanjiri
pasar budak, dan mengakibatkan anjloknya harga
budak waktu itu.
Dari abad 15 sampai akhir abad 19, seiring
dengan kolonialisme negara-negara Eropa terhadap
negara-negara atau wilayah yang mereka duduki di
Asia, Afrika dan Amerika, perdagangan budak
menjadi sangat marak, juga terutama untuk benua
Amerika, di mana para penjajah memerlukan tenaga
kerja untuk menggarap lahan pertanian dan
perkebunan. Di Amerika Serikat –negara yang
mengklaim sebagai sokoguru demokrasi-
perbudakan secara resmi baru dihapus tahun 1865,
namun warga kulit hitam masih harus menunggu
seratus tahun lagi, sampai mereka memperoleh hak
memilih dan dipilih. Di Afrika, Belanda memiliki 2
portal perdagangan budak. Satu di St. George
d’Elmina, Gold Coast (sekarang Ghana) dan satu lagi
Ekonomi Internasional
69

di Pulau Goree, Senegal. Melalui kedua portal
tersebut Belanda membawa budak-budak yang
mereka beli dari orang-orang Arab pedagang budak.
Pedagang-pedagang budak orang Arab bekerjasama
dengan orang-orang Afrika menculik warga Afrika
dari desa-desa di pedalaman Afrika -tak pandang
bulu, laki-laki, perempuan dan anak-anak- dan
kemudian menjual mereka sebagai budak.
Selama kurun waktu lebih dari 300 tahun,
berjuta-juta orang Afrika diculik dan kemudian dijual
sebagai budak. Sebelum dibawa dengan kapal ke
negara-negara tujuan pembeli, mereka disekap
secara tidak manusiawi dan berjejal-jejal –termasuk
anak-anak dan perempuan- di penjara-penjara,
tanpa adanya sinar matahari, udara dan air bersih.
Biasanya sekitar 20% dari budak-budak tersebut
mati di tengah jalan, karena penyakit, mogok
makan, siksaan atau bunuh diri, namun yang dibawa
ke benua Amerika, jumlah yang mati dalam
perjalanan mencapai 40-50%. Selain mengontrak
orang-orang Eropa dan pribumi untuk menjadi
serdadu di dinas ketentaraan India-Belanda, juga
terdapat pasukan yang terdiri dari yang dinamakan
Belanda Hitam (zwarte Nederlander), yaitu mantan
budak yang dibeli dari Afrika.
Mulai tahun 1830, di Gold Coast (Ghana) Afrika
Barat, Belanda membeli budak-budak, dan melalui
St George d’Elmina dibawa ke India Belanda untuk
dijadikan serdadu. Untuk setiap kepala, Belanda
membayar f 100,- kepada Raja Ashanti. Sampai
tahun 1872, jumlah mereka mencapai 3.000 orang
dan dikontrak untuk 12 tahun atau lebih.
Berdasarkan Nationaliteitsregelingen (Peraturan
Kewarganegaraan), mereka masuk kategori
berkebangsaan Belanda, sehingga mereka
Ekonomi Internasional
70

dinamakan Belanda Hitam (zwarte Nederlander).
Karena mereka tidak mendapat kesulitan dengan
iklim di Indonesia, mereka menjadi tentara yang
tangguh dan berharga bagi Belanda, dan mereka
menerima bayaran sama dengan tentara Belanda.
Namun dari gaji yang diterima, mereka harus
mencicil uang tebusan sebesar f 100,-. Memang
orang Belanda tidak mau rugi, walaupun orang-
orang ini telah berjasa bagi Belanda dalam
mempertahankan kekuasaan mereka di India
Belanda. Sebagian besar dari mereka ditempatkan
di Purworejo. Tahun 1950, tersisa sekitar 60
keluarga Indo-Afrika yang dibawa ke Belanda dalam
rangka “repatriasi.”
Walaupun kekuasaan dari VOC berpindah
kepada Pemerintah India-Belanda, perdagangan
budak berlangsung terus, dan hanya terhenti
selama beberapa tahun ketika Inggris berkuasa di
India-Belanda (The British inter-regnum). Perang
koalisi di Eropa juga berpengaruh terhadap masalah
perbudakan di India-Belanda. Ketika Inggris
menaklukkan Belanda dan mengambil alih
kekuasaan di India Belanda tahun 1811, pada tahun
1813 Letnan Gubernur Jenderal Thomas Stamford
Raffles melarang perdagangan budak. Namun
dengan adanya perjanjian perdamaian di Eropa,
kembali membawa perubahan di India Belanda di
mana Belanda “menerima kembali” India-Belanda
dari tangan Inggris pada tahun 1816. Pada tahun itu
juga Pemerintah India Belanda memberlakukan
kembali perdagangan budak. Tahun 1789 tercatat
36.942 budak di Batavia dan sekitarnya. Tahun 1815
tercatat 23.239 budak, ketika di bawah kekuasaan
Inggris. Tahun 1828 tercatat 6.170 budak. Tahun
1844 masih terdapat 1.365 budak di Batavia. Dari
Ekonomi Internasional
71

data/tabel di bawah ini terlihat, bahwa antara tahun
1679 – 1699, lebih dari 50% penduduk Batavia
adalah budak.
Barulah pada 7 Mei 1859 dibuat Undang-
Undang untuk menghapus perbudakan, yang mulai
berlaku pada 1 Januari 1860. Namun ini tidak segera
diberlakukan di seluruh wilayah India-Belanda. Di
Bali pembebasan budak baru berlangsung tahun
1877, dan di beberapa daerah lain masih lebih
belakang dari ini. Di Belanda sendiri, perbudakan
baru secara resmi dihapus pada 1 Juli 1863. Pada
bulan Agustus 2001, dalam Konferensi internasional
di Durban, Afrika Selatan, baru beberapa negara
Eropa secara resmi menyampaikan permintaan
maaf atas perbudakan tersebut, namun belum ada
satupun negara bekas penjajah yang memberi
kompensasi.
Pembantaian oleh Belanda di Pulau Banda.
Hongi Tochten. Tidak lama setelah kedatangan
mereka di Maluku, para pedagang Belanda
melakukan cara-cara yang kejam untuk menguasai
wilayah yang sangat banyak memberi kenguntung
bagi mereka, seperti yang dilakukan oleh Gubernur
Jenderal Jan Pieterszoon Coen terhadap pulau Banda
pada tahun 1621,9 Dari Batavia, dia membawa
armada yang terdiri dari 13 kapal besar, tiga kapal
pengangkut perlengkapan serta 36 kapal kecil.
Pasukannya terdiri dari 1.655 orang Eropa (150
meninggal dalam perjalanan) dan diperkuat dengan
250 orang dari garnisun di Banda. Ini adalah
kekuatan terbesar yang dikerahkan Belanda pada
waktu itu ke wilayah Maluku, sehingga tidak
9
lihat: Willard A. Hanna (ed), Indonesian Banda: Colonialism
and its Altermath in the Nutmeg Islands, (Maluku: Yayasan
Warisan dan Budaya Banda Neira, 1991.)
Ekonomi Internasional
72

diragukan lagi keberhasilannya. 286 orang Jawa
dijadikan pengayuh kapal. Selain itu terdapat 80 –
100 pedagang Jepang; beberapa diantaranya adalah
pendekar Samurai yang kemudian berfungsi sebagai
algojo pemenggal kepala. Ini merupakan kerjasama
pertama antara Belanda dan Jepang dalam
penjajahan di Indonesia.
Dalam waktu singkat, perlawanan rakyat Banda
dapat dipatahkan oleh tentara Belanda. Penduduk
kepulauan Banda yang tidak tewas, ditangkap dan
mereka yang tidak mau menyerah kepada Belanda,
melompat dari tebing yang curam di pantai
sehingga tewas. Semua pimpinan rakyat Banda
yang tidak mau bekerjasama dengan Belanda
dijatuhi hukuman mati yang segera dilaksanakan.
Mengenai pelaksanaan eksekusi terhadap pimpinan
rakyat Banda pada 8 Mei 1621, Letnan (Laut)
Nicholas van Waert menulis antara lain:

“… Keempatpuluh empat tawanan dibawa ke Benteng
Nassau, delapan Orang Kaya (pemuka adat di Banda)
dipisahkan dari lainnya, yang dikumpulkan seperti
domba. Dengan tangan terikat, mereka dimasukkan ke
dalam kerangkeng dari bambu dan dijaga ketat. Mereka
dituduh telah berkonspirasi melawan Tuan Jenderal dan
telah melanggar perjanjian perdamaian. Enam serdadu
Jepang melaksanakan eksekusi dengan samurai mereka
yang tajam. Para pemimpin Banda dipenggal kepalanya
kemudian tubuh mereka dibelah empat. Setelah itu
menyusul 36 orang lainnya, yang juga dipenggal
kepalanya dan tubuhnya dibelah empat. Eksekusi ini
sangat mengerikan untuk dilihat. Semua tewas tanpa
mengeluarkan suara apa pun, kecuali satu orang yang
berkata dalam bahasa Belanda “Tuan-tuan, apakah
kalian tidak mengenal belas kasihan”, yang ternyata
tidak ada gunanya. Kejadian yang sangat menakutkan
itu membuat kami menjadi bisu. Kepala dan bagian-
bagian tubuh orang-orang Banda yang telah dipotong,
Ekonomi Internasional
73

ditancapkan di ujung bambu dan dipertontonkan.
Demikianlah kejadiannya: Hanya Tuhan yang
mengetahui siapa yang benar. Kita semua, sebagai
yang menyatakan beragama Kristen, dipenuhi rasa
kecemasan melihat bagaimana peristiwa ini berakhir,
dan kami merasa tidak sejahtera dengan hal ini ..”.10

Para pengikut tokoh-tokoh Banda beserta
seluruh keluarga mereka dibawa dengan kapal ke
Batavia untuk kemudian dijual sebagai budak.
Jumlah seluruh warga Banda yang dibawa ke
Batavia adalah 883 orang terdiri dari 287 pria, 356
perempuan dan 240 anak-anak. 176 orang
meninggal dalam perjalanan. Banyak di antara
mereka yang meninggal karena siksaan, kelaparan
atau penyakit. Demikianlah pembantaian massal
pertama yang dilakukan oleh Belanda di Bumi
Nusantara. Kekejaman Belanda tidak terbatas
terhadap pribumi di Maluku, melainkan juga
terhadap para pesaing mereka, dalam hal ini orang-
orang Inggris. Persaingan antara Belanda dan
Inggris untuk menguasai rempah-rempah di Maluku
mencapai puncaknya pada tahun 1623, dua tahun
setelah pembantaian rakyat Banda, di mana para
pedagang Inggris juga dibantai oleh serdadu
bayaran VOC. Para pedagang Inggris tersebut
dibunuh secara kejam oleh Belanda; leher mereka
disembelih seperti anjing.

10
Laporan ini dikutip oleh Willard A. Hanna dari “De
Verovering der Banda-Eilanden,” Bijdragen van het Koninklijke
Institut voor de Taal-, Land-, en Volkenkunde van Nederlandsch-
Indie, Vol. II (1854), hlm. 173. Laporan ini semula beredar
secara anonim di Belanda, namun cendekiawan Belanda yang
terkenal, H.T. Colenbrander menghubungkan ini dengan salah
seorang perwira dari Gubernur Jenderal Coen, yaitu Nicholas
van Waert tersebut.
Ekonomi Internasional
74

“… It was on Ambon in 1623 that the Dutch
slaughtered the English traders they found there,
cutting their throats like dogs …”11

Secara perlahan-lahan, Belanda menyingkirkan
pesaing-pesaing perdagangan mereka dari Eropa,
yaitu Portugis, Spanyol dan Inggris, dan dengan
demikian berhasil memegang monopoli atas
perdagangan rempah-rempah dari wilayah Maluku
ke Eropa. Para penguasa setempat yang tidak
bersedia memenuhi keinginan VOC disingkirkan
dengan segala cara, dan kemudian diganti dengan
Raja, Sultan atau penguasa lain yang patuh kepada
Belanda. Dengan cara ini VOC dapat memaksa
penguasa setempat untuk membuat kebijakan dan
peraturan yang sangat menguntungkan VOC, namun
merugikan rakyat setempat. Para penguasa boneka
Belanda, disamping memperoleh “kekuasaan”, juga
mendapat keuntungan materi. Dengan mereka, VOC
membuat perjanjian yang dinamakan “kontrak
extirpatie”, yaitu menebang dan memusnahkan
semua pohon cengkeh dan pala di wilayahnya, dan
tidak mengizinkan rakyat mereka untuk menanam
kembali dan memelihara pohon rempah-rempah
tersebut. Sebagai imbalannya, para penguasa
memperoleh uang sebagai pengganti kerugian yang
dinamakan recognitie-penningen.
Di bawah Gubernur Jenderal Mattheus de Haan
(1725 – 1729) dan kemudian dilanjutkan oleh
Diederik Durven (1729 – dipecat tahun 1732)
dilakukan extirpartie secara besar-besaran, guna
menjaga agar harga rempah-rempah tetap tinggi.
11
lihat: Laurens van der Post: “The Admiral's Baby”, John
Murray, London, 1996.
Ekonomi Internasional
75

Untuk melaksanakan extirpatie tersebut, setiap
tahun VOC melakukan pelayaran hongi atau “Hongi
tochten”, yaitu armada yang terdiri dari sejumlah
kora-kora, kapal tradisional Ternate-Tidore.
Menurut catatan statistik Kompeni, sebagai
hasil extirpatie dari Hongi tochten yang hanya
berlangsung satu tahun, yaitu dari 10 Desember
1728 sampai 17 Desember 1729 telah dimusnahkan
lebih dari 96.000 pohon dan dari 14 Juli 1731 sampai
27 Juli 1732 telah habis dimusnahkan 117.000
pohon rempah-rempah di Pulau-Pulau Makian, Moti,
Weda, Maba dan Ternate.
Kekejaman bangsa Belanda tidak hanya
dirasakan oleh rakyat jajahannya atau pesaing-
pesaing mereka dari Eropa saja, melainkan juga
dirasakan oleh etnis Tionghoa yang ada di Batavia,
sebagaimana dilakukan oleh Adriaen Valckenier,
yang menjadi Gubernur Jenderal India Belanda dari
tahun 1737 - 1741. Selain melanjutkan budaya
korupsi dan penindasan serta eksploitasi rakyat
jajahannya, Valckenier juga menilai, peningkatan
yang sangat pesat jumlah orang Tionghoa yang ada
di Batavia telah menjadi ancaman bagi orang
Belanda. Sebenarnya pada mulanya Belanda
mendatangkan orang-orang Tionghoa dari Tiongkok
ke India Belanda terutama untuk menjadi kuli di
perkebunan. Namun banyak dari mereka yang
berhasil menjadi pedagang, pengusaha dan rentenir
uang, dengan kedudukan sebagai lapisan menengah
yang berfungsi sebagai perantara antara orang
Eropa dan pribumi.
Sekitar tahun 1690, penguasa VOC mencoba
mulai membatasi masuknya orang Tionghoa ke
Batavia/Jawa, namun tidak berhasil, karena adanya
kolusi antara para pengusaha yang terus
Ekonomi Internasional
76

mendatangkan kuli dari Tiongkok dan pejabat
administrasi VOC yang menerima suap. Para
pengusaha Belanda juga memperoleh manfaat
dengan adanya kuli murah, rajin dan patuh,
dibandingkan dengan pribumi yang sering
membangkang, melawan dan bahkan melakukan
pemberontakan. Namun, lama kelamaan jumlah
mereka semakin meningkat dan mencapai puluhan
ribu orang, dan menjelang tahun 1740, separuh
penduduk di Batavia dan sekitarnya adalah orang
Tionghoa. Mereka juga telah menguasai berbagai
bidang ekonomi dan usaha, yang menjadi ancaman
bagi orang-orang Belanda dan Eropa lainnya, karena
dengan adanya pesaing etnis Tionghoa, keuntungan
mereka menjadi sangat berkurang. Salah satu
bidang usaha yang dikuasai oleh etnis Tionghoa
adalah perkebunan tebu di sekitar Batavia.
Tahun 1740, pasar gula mengalami
kemerosotan karena selain adanya persaingan dari
Brasilia yang menjual gula lebih murah, juga pasar
di Eropa telah jenuh. Puluhan pedagang gula
mengalami kebangkrutan dan harus
memberhentikan kuli-kuli mereka dari Tiongkok.
Pengangguran besar-besaran yang mendadak ini
memunculkan kelompok-kelompok yang menjurus
kepada gang (komplotan) kriminal. Gang-gang
tersebut juga tidak segan-segan untuk melakukan
tindak kekerasan, sehingga menimbulkan keresahan
di kalangan orang-orang Belanda dan Eropa lainnya.
Para penguasa VOC kemudian mulai mengambil
langkah-langkah untuk mengatasi hal ini, dengan
mendeportasi kuli-kuli dari Tiongkok tersebut ke
Ceylon dan Afrika Selatan, yang juga koloni VOC
waktu itu. Deportasi dengan kapal laut ini dimulai
pada bulan Juli 1740. Tak lama setelah dimulainya
Ekonomi Internasional
77

deportasi kuli-kuli Tionghoa ke Ceylon, muncul
desas-desus, bahwa kuli-kuli itu dibunuh dan
kemudian dilemparkan ke laut. Terpancing dengan
isu tersebut, banyak kuli Tionghoa mempersenjatai
diri mereka dan mulai mengadakan perlawanan, dan
bahkan merencanakan akan menyerang Batavia.
Tanggal 8 Oktober malam, suasana di Batavia
sangat mencekam, karena diberitakan, bahwa
orang-orang Tionghoa di dalam kota Batavia akan
bergabung dengan warga Tionghoa dari sekitar
Batavia.
Pada 9 Oktober 1740 Gubernur Jenderal
Valckenier mengeluarkan perintah untuk
menggeledah 5.000 keluarga Tionghoa yang tinggal
di lingkungan benteng Batavia dan sekitarnya.
Namun yang terjadi dalam 3 hari kemudian adalah
pembantaian terhadap semua orang Tionghoa di
Batavia. Setiap orang Tionghoa yang ditemui
langsung dibunuh, dan bahkan yang berada di
rumah sakit juga dibantai (lihat: Vermeulen, J.Th.,
De Chineezen Turbulenten te Batavia, 1938).
Georg Bernhard Schwarz, seorang Jerman yang
berasal dari Remstal, dekat Stuttgart, Jerman, pada
1751 dalam tulisan yang diterbitkan di Heilbronn,
Jerman, dengan judul “Merkwürdigkeiten”
menuturkan pengalama-nnya ketika ia ikut dalam
pembantaian etnis Tionghoa di Batavia. Ia
menuliskan, bahwa ia membunuh orang Tionghoa
beserta seluruh keluarganya di Batavia, yang adalah
tetangganya sendiri, walaupun mereka sebenarnya
adalah kenalan baik dan tidak mempunyai masalah
pribadi satu dengan lainnya.12 Diperkirakan sekitar
12
Lihat: Seemann, Heinrich, Spuren einer Freundschaft.
Deutsch – Indonesische Beziehungen Jahrhundert, (Jakarta:
Cipta Loka Caraka, 2000), vom 16. bis 19.
Ekonomi Internasional
78

24.000 orang etnis Tionghoa yang tewas dibantai
oleh orang-orang Belanda dan Eropa lainnya pada
bulan Oktober 1740. Dari sisa yang hidup, banyak
yang melarikan diri ke Jawa Tengah dan bergabung
dengan kelompok pemberontak di bawah pimpinan
Raden Mas Said. Mereka kemudian menyerang pos
pertahanan Belanda di Semarang dan Rembang.
Sebagian lagi melarikan diri ke Kalimantan Barat. Ini
merupakan pembantaian etnis (genocide) terbesar
pada waktu itu, dan ketika berita ini sampai di
Eropa, hal ini sangat memalukan bangsa Belanda
yang bertepuk dada sebagai penganut ajaran
Kristen yang taat, namun bukan saja melakukan
perbudakan, melainkan juga pembantaian etnis
secara massal.
Gubernur Jenderal Valckenier dan Wakil
Gubernur Jenderal Baron von Imhoff saling
menyalahkan atas terjadinya genocide tersebut.
Valckenier sendiri kemudian dipanggil pulang dan
meninggal ketika dalam tahanan. Setelah Valckenier
dipanggil pulang tahun 1741, jabatan Gubernur
Jendral untuk sementara dipegang oleh Johannes
Thedens, sebelum diganti oleh Gustaf Wilhelm Baron
van Imhoff (1743 – 1750), yang adalah orang
Jerman. Masalah pembantaian etnis Tionghoa yang
sangat mencoreng wajah Belanda, berhasil ditutup-
tutupi dan kemudian hilang begitu saja. Tak ada
satu orang pun dari pelaku pembantaian yang
dimajukan ke pengadilan.
Di Den Haag, Belanda, sejak Januari 2003
International Criminal Court - ICC (Pengadilan
Kejahatan Internasional) memulai kegiatannya, dan
Menlu Belanda waktu itu, van Aartsen menyatakan,
bahwa dengan demikian “Den Haag is the capital of
international justice.” (Den Haag adalah pusat
Ekonomi Internasional
79

keadilan dunia), karena sebelumnya di Den Haag
juga terdapat Intenational Court of Justice. Dalam
Statuta Roma yang menjadi landasan dari ICC
disebutkan, bahwa kejahatan tertinggi adalah
pembantaian etnis (genocide), dan setelah itu,
kejahatan terbesar kedua adalah Kejahatan Atas
Kemanusiaan (crimes against humanity).
Sejak tahun 1780-an terjadi peningkatan biaya
dan menurunnya hasil penjualan, yang
menyebabkan kerugian perusahaan dagang
tersebut. Hal ini disebabkan oleh korupsi, kolusi dan
nepotisme yang dilakukan oleh para pegawai VOC di
Asia Tenggara, dari pejabat rendah hingga pejabat
tinggi, termasuk para residen. Misalnya beberapa
residen Belanda memaksa rakyat untuk
menyerahkan hasil produksi kepada mereka dengan
harga yang sangat rendah, dan kemudian dijual lagi
kepada VOC melalui kenalan atau kerabatnya yang
menjadi pejabat VOC dengan harga yang sangat
tinggi.
Karena korupsi, lemahnya pengawasan
administrasi dan kemudian konflik dengan
pemerintah Belanda sehubungan dengan makin
berkurangnya keuntungan yang ditransfer ke
Belanda karena dikorupsi oleh para pegawai VOC di
berbagai wilayah, maka kontrak VOC yang jatuh
tempo pada 31 Desember 1979 tidak diperpanjang
lagi dan secara resmi dibubarkan tahun 1799.
Setelah dibubarkan, plesetan VOC menjadi Vergaan
Onder Corruptie (Hancur karena korupsi). Setelah
VOC dibubarkan, daerah-daerah yang telah menjadi
kekuasaan VOC, diambil alih –termasuk utang VOC
sebesar 134 juta gulden- oleh Pemerintah Belanda,
sehingga dengan demikian politik kolonial resmi
ditangani sendiri oleh Pemerintah Belanda. Yang
Ekonomi Internasional
80

menjalankan politik imperialisme secara sistematis,
dengan tujuan menguasai seluruh wilayah, yang
kemudian dijadikan sebagai daerah otonomi yang
dinamakan India-Belanda (Nederlands-Indië) di
bawah pimpinan seorang Gubernur Jenderal.
Gubernur Jenderal VOC terakhir, Pieter Gerardus van
Overstraten (1797 – 1799), menjadi Gubernur
Jenderal Pemerintah India-Belanda pertama (1800 –
1801).

Sejarah Perusahaan Britania Raya
Perusahaan Hindia Timur Britania, kadangkala
disebut sebagai John Company, merupakan sebuah
perusahaan saham-gabungan dari para investor,
yang diberikan Royal Charter oleh Elizabeth I pada
31 Desember 1600, dengan tujuan untuk menolong
hak perdagangan di India. Royal Charter (Piagam
Kerajaan) secara efektif memberikan perusahaan
yang baru berdiri ini sebuah monopoli dalam seluruh
perdagangan di Hindia Timur. Perusahaan berubah
dari sebuah gabungan perdagangan komersial ke
salah satu yang memerintah India ketika
perusahaan ini mengambil fungsi pemerintahan dan
militer tambahan, sampai pembubarannya pada
1858.13
Adam Smith menulis, "Perbedaan antara
konstitusi Britania yang jenius yang melindungi dan
memerintah Amerika Utara, dan dari yang
perusahaan perdagangan menekan dan
mendominasi Hindia Timur, tidak dapat mungkin
dapat digambarkan dari perbedaan "state" dari
negara-negara tersebut."14

13
"http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_Hindia_Timur_Brit
ani"
Ekonomi Internasional
81

Perusahaan-Perusahaan Mutinasional Eropa
Beberapa perusahaan dagang besar dari
Inggris seperti perusahaan Merchants Adventurers
mendahului Negara kebangsaan moderen. Kerajaan-
kerajaan besar abad ke-19 seperti Inggris, Perancis,
Belanda dan bahkan Denmark masing-masing
bertindak sebagai pelindung organisasi-organisasi
dagang swasta yang berkeliaran di bumi ini untuk
mencari pasar dan sumber bahan mentah.Di antara
perusahaan multinasional yang paling tua di Eropa
antara lain: Unilever (Inggris-Belanda) dan Shell
(Inggris).15 Perusahaan MNC Eropa lainnya seperti BP
(British Petroleum) dari Inggris menguasai sekitar
50% cadangan minyak yang diketahui terdapat pada
Lekuk Utara Alaska.
Kompetisi oligopolistik antara MNC AS dengan
MNC Eropa pada akhir Tahun 1960-an, ditanggapi
pemerintah-pemerintah Eropa dengan membendung
tantangan Amerika Serikat seperti di Inggris dengan
menciptakan dua proyek raksasa terbesar yaitu
British Leyland Motor Company dan International
Computers Ltd. Di Perancis, pada tahun 1970 dua
perusahaan, Usinor dan Wendel-Sidelor
menghasilkan duapertiga produksi baja kasar
Perancis.16 Dewasa ini MNC-MNC Eropa yang
terkenal dalam bursa perdagangan internasional, di
antaranya: Mercedez, BMW, Fiat, Ferarri, Ducatti,
Renault, Volkswagen, Siemens, Ericsson, Philips,
British Petroleum, Shell, Vodafone, Nokia dan lain-

14
Lihat, Nick Robins (ed), The world's first multinational:
New Statesman, 13 Desember 2004.
15
Richard J. Barnet dan Ronald E. Muller, Menjangkau Dunia:
Menguak Kekuasaan Perusahaan Multinasional, (Jakarta: LP3ES,
1984), h.8,20.
16
Ibid, h.36.
Ekonomi Internasional
82

lain. MNC-MNC Eropa saling berkompetisi dengan
MNC-MNC Jepang, Korea Selatan dan Amerika
Serikat.

Perusahaan-Perusahaan Mutinasional Amerika
Sejumlah 298 MNC terkenal yang berbasis di
Amerika Serikat, memperoleh 40% dari seluruh
keuntungan bersihnya di luar AS. Pada tahun 1972
misalnya, United Brands melaporkan keuntungan
sebesar 72,1% dari modal bersih, Parker Pen
sebesar 51,2% dan Exxon sebesar 52,5%. Pada
tahun 1973, tujuh bank terbesar di AS memperoleh
40% keuntungan total dari luar negeri, meningkat
dari 23% pada tahun 1971.17
Kekuatan pendorong di balik kompetisi
oligopolistik adalah keharusan bertumbuh dan
perluasan korporasi. IBM menguasai kira-kira 40%
pasar komputer dunia. Tujuh perusahaan minyak
raksasa yang terkenal sebagai “tujuh bersaudara”
menguasai lebih dari duapertiga minyak dan gas
alam dunia; ketiga perusahaan pembuat mobil
terkenal yang berbasis di Amerika Serikat18
menguasai lebih dari 50% pasar dunia pada tahun
1960-an.19 Beberapa MNC Amerika Serikat yang
terkenal saat ini, di antaranya: Motorola, Alcatel,
Ford, General Motor, Chrysler, Mc. Donalds, KFC,
Coca Cola, Caltex, Chevron, Freeport, Nike,
American Express, IBM, Abbott dan sebagainya.

Perusahaan-Perusahaan Mutinasional Asia

17
Ibid, h.6.
18
Ketiga perusahaan otomotif terbesar di AS, yaitu: General
Motors, Ford dan Chrysler.
19
Op.cit, h.29.
Ekonomi Internasional
83

Dewasa ini MNC-MNC di Asia dipelopori oleh
Jepang dan Negara-negara NICs (Newly
Industrialized Countries) seperti: Hongkong, Korea
Selatan, Taiwan dan Singapura. Dalam hal ini MNC-
MNC Jepang lebih unggul di segala bidang dibanding
dengan MNC-MNC Negara Asia lainnya karena
memiliki strategi dan system yang lebih
menguntungkan.20 Di antara MNC-MNC Jepang yang
terkenal, yaitu: Mitsui Group, Nissan Motor, Honda,
Toyota, Mitsubishi, Mazda, Suzuki, Kawasaki,
Toshiba, Sony, Fujitec dan sebagainya. Sedangkan
tetangga terdekatnya, Korea Selatan, memiliki MNC-
MNC terkenal seperti: KIA Motor, Hyundai, Samsung,
LG, Daewoo dan sebagainya.

20
Jusuf Panglaykim, Bisnis Internasional dalam Lingkungan
yang sedang Berubah, (Jakarta: Sinar Harapan, 1985), h. 183.
Ekonomi Internasional
84

Diagram
Diagram Perdagangan Mitsui Group Trade - The
Keiretsu
Ekonomi Internasional
85

Diagram
Diagram Perdagangan Nissan Motor Co, Ltd.

Kelompok Nissan Motor terdiri dari 35 supplier
komponen motor dan termasuk urutan pertama di
antara 11 pabrik otomobil menurut besarnya jumlah
anak perusahaan yang ada di bawah naungannya.
Pada mulanya, sebagian besar perusahaan yang ada
dalam kelompok Nissan Motor merupakan
perusahaan-perusahaan yang berdiri sendin. Mereka
datang untuk mendapat periindungan di bawah
Nissan Motor sebagai akibat dari pertumbuhannya
dan selanjutnya menggantungkan nasibnya kepada
Nissan Motor. Hal ini agak berbeda dengan
kelompok Toyota Motor, di mana anak-anak
perusahaan didirikan dengan maksud membentuk
kelompok. Kenyataan lain dari kelompok Nissan
Motor adalah bahwa kelompok ini mempunyai
jumlah besar cabang dan anak cabang supplier,
yang membagi 34% dari seluruh perusahaan dalam
kelompok itu.
Supplier komponen motor dalam Nissan Motor
terbagi dalam dua asosiasi, yakni Takara-kai Nissan
Ekonomi Internasional
86

Motor dan Schoho-kai Nissan Motor. Takara-kai
Nissan Motor terdiri dari 109 pabrik komponen
motor, yang sebagian besar mengkhusus-kan diri
dalam pabrik-pabrik komponen motor menengah
dan kecil. Mereka tergantung pada Nissan Motor
sebagai "pasar" untuk barang-barang produksi
mereka. Schoho-kai Nissan Motor terdiri dari 48
pabrik komponen motor, tetapi sebagian besar dari
mereka merupakan perusahaan besar dalam
industri dan dicantumkan dalam bursa stok (stock
exchange). Usaha mereka tidak perlu dibatasi pada
pabrik komponen motor; maka ketergantungan
mereka kepada Nissan Motor tidaklah terlalu besar.
Ekonomi Internasional
87

Sumber: Asian Business, September 1982, h. 85.
Ekonomi Internasional
88

Perusahaan-Perusahaan Mutinasional Afrika
Di Benua Afrika, tidak banyak memiliki MNC-
MNC yang terkenal. Dewasa ini MNC Afrika yang
diketahui, yaitu seperti Tamoil berasal dari Negara
Libya. Kendati demikian, khususnya di Afrika Selatan
banyak terdapat MNC-MNC Amerika Serikat yang
beroperasional seperti General Motor, Ford dan
Chrysler yang mempunyai investasi besar di negeri
itu. Dalam bulan Juni 1966 bahwa “pada masa
darurat atau perang”, pabrik-pabrik GM akan diubah
dengan cepat untuk memproduksi senjata dan
kebutuhan-kebutuhan strategis lainnya bagi
pertahanan Afrika Selatan.21

21
Op.cit, Barnet dan Muller, h.98.
Ekonomi Internasional
89

Bagian Dua.

Bab 3

Sejarah Ekonomi
Internasional
di Dunia Islam
Ekonomi Internasional Arab (Sistem Mata-
Uang Dinar)
Dunia Islam mengenal dua jenis mata uang
utama, yaitu: pertama, mata uang dinar emas,
secara etimologi berasal dari kata denarius, dan
kedua, mata uang dirham perak yang secara
etimologi berasal dari bahasa Yunani drachmos. Di
samping kedua mata uang tersebut terdapat jenis
pecahan yang dinamakan qitha dan mitsqal. Era
abad keempat hijriyah, dunia Islam mengalami krisis
mata uang emas dan perak, sebagai gantinya
dibuatlah mata uang dari bahan tembaga atau
campuran tembaga dan perak yang disebut fulus
yang berasal dari bahasa Latin follies, yaitu mata
uang tembaga tipis. Mata tersebut juga dikenal
dengan nama al-qarathis karena mirip dengan
lembaran kertas.
Ekonomi Internasional
90

Sejarah di masa lalu, standar nilai mata uang
ditetapkan oleh khalifah. Sebagai antisipasi dalam
mencegah penipuan maka digunakan sebuah
standar timbangan. Khusus bagi mereka yang telah
memiliki, yaitu: auqiyah, nasy, nuwah, mitsqal,
dirham, daniq, qirath dan habbah. Mata uang
mitsqal merupakan berat pokok yang telah diakui
secara umum yaitu setara dengan 22 qirath kurang
satu habbah. Sedangkan berat 10 dirham sama
dengan 7 mitsqal. Berat timbangan 4,25 gram emas
sama dengan 1 dinar, yaitu setara dengan 1
mitsqal.22

Tabel Konversi Berat Dinar
Standar Berat
Berat Perhitungan Emas Keterangan
Syar’i (gram)
1 mtsqal (1 - 4,25 Standar berat
dinar) dinar
1 daniq 1/8 x 4,25 gr 0,53125 1 mitsqal = 8
emas emas daniq
1 qirath 1/20 x 4,25 gr 0,2125 1 mitsqal = 20
emas qirath
1 habbah 1/72 x 4,25 gr 0,059 1 mitsqal = 72
sya’ir emas habbah
1 dirham 7/10 x 4,25 gr 2,975 1 dirham = 7/10
emas mitsqal
10 dirham 10 x 2,975 gr 29,75 10 dirham = 7
perak mitsqal
1 nasy 20 x 2,975 gr 59,5 1 nasy = 20
perak dirham
1 nuwah gr 5 x 2,975 gr 14,875 1 dirham = 8
perak perak daniq
1 daniq 1/6 x 2,975 gr 0,495 1 dirham = 6
perak perak daniq

22
Heri Sudarsono, Konsep Ekonomi Islam: Suatu Pengantar,
(Yogyakarta: Ekonisia, Fakultas Ekonomi UII, 2004), h. 144-145.
Ekonomi Internasional
91

1 auqiyah 40 x 2,975 gr 119 1 auqiyah = 40
perak dirham

Catatan: - Habbah sya’ir = biji gandum
- 10 dirham = 7 mitsqal.

Menurut standar rujukan WITO (World Islamic
Trading Organization), dinar adalah koin emas
(kemurnian 91,7%) seberat 4,25 gram, sedang
dirham adalah perak murni seberat 3 gram
(kemurnian 95%), masing-masing berdiameter 23
dan 25 mm. Kendatipun terdapat hambatan teknis
seperti kerepotan bertransaksi dengan sistem mata
uang nyata ini, namun masih dapat diatasi dengan
sistem digital gold currency (e-Dinar.com). Sistem
transaksi pembayaran elektronik via internet
berbasis dinar ini dikelola oleh e-Dinar Ltd, sebuah
lembaga swasta berbadan hukum yang berdomisili
di Malaysia. Eksistensi e-Dinar dalam prakteknya
berfungsi sebagai ‘rekening’. Sistem penyimpanan
mata uang dinar baik dalam versi digital maupun
fisik pada prinsipnya berbeda dengan sistem
perbankan konvensional, terutama dalam dua hal.
Pertama, uang dinar yang disimpan di sana tidak
berstatus sebagai utang, tetapi hanya sebagai
titipan yang kapan saja diinginkan dapat diambil
dalam bentuk dinar emas. Kedua, sebagai harta
titipan, uang deposit tersebut tidak akan
dipinjamkan lagi kepada pihak ketiga serta tidak
dikenakan sistem bunga.23
Pada Desember 2002, nilai tukar dinar emas
melonjak dari 43,72 dolar AS setara dengan Rp.
393.393 dan seminggu menjelang Lebaran, naik ke
23
M. Luthfi Hamidi, Jejak-Jejak Ekonomi Syariah, (Jakarta:
Senayan Abadi Publishing, 2003), h. 381-382.
Ekonomi Internasional
92

tingkat 46,64 dolar AS setara dengan Rp. 414.536
pada akhir desember 2002. Dalam hal ini terjadi
kenaikan sebesar 2,92 dolarAS per dinar, setara
dalam rupiah Rp. 21.143 atau 5,4%. Diferensiasi
tingkat kenaikan kurs mata uang dinar dalam dolar
dan rupiah ini dipengaruhi oleh kurs rupiah terhadap
dolar. Sementara mata uang dirham relatif stabil,
kenaikannya tidak terlalu signifikan, yaitu beranjak
dari 1,24 dolar AS setara dengan Rp. 11.158
menjadi 1,26 dolar AS setara dengan Rp. 11.199.
Peredaran mata uang dinar di Indonesia masih
untuk komunitas terbatas. Dinar mulai beredar
tahun 2000 dan jumlahnya baru sekitar 3000
keping.24

24
Ibid, 379, 385-386.
Ekonomi Internasional
93

Ekonomi Internasional Timur Tengah
Dalam perspektif general, negara-negara
Arab di Timur Tengah memiliki kondisi ekonomi
yang saling berbeda satu sama lain, termasuk latar
belakang historis yang pernah mengalami masa
penjajahan bangsa-bangsa asing yang berbeda,
serta demikian pula halnya dengan perbedaan
dalam sistem politik, letak geografi, iklim dan
persoalan kependudukan. Bidang ekonomi memiliki
peran determinasi terhadap situasi dan lingkungan
politik regional di Timur Tengah. Pada umumnya
negara-negara Arab di Timur Tengah
menitikberatkan perhatiannya pada pembangunan
ekonomi, sosial dan kebijakan pemerintah diarahkan
untuk mencapai sasaran pembangunan yang
sedang dilakukan. Minyak bumi merupakan salah
satu faktor barometer yang dapat menjelaskan
disparitas tersebut, sebagai contoh Arab Saudi,
Kuwait, Irak dan Libya sebagai negara-negara
pengekspor minyak dikategorikan sebagai negara-
nagara Arab kaya berkoeksistensi dengan negara-
negara Arab menengah dan miskin seperti Yaman,
Sudan, Oman, Yordania, Suriah, Mesir dan Libanon.
Konsekuensi dari disparitas antar negara-negara
Arab di Timur Tengah diindikasikan dalam komposisi
dan kualitas penduduk, pendidikan, sumber daya
manusia dan kapabilitas suatu negara dalam
menggerakkan kebijakan modernisasi ekonominya.25
Pemberlakuan embargo ekonomi PBB atas
Irak (pasca Perang Teluk II) menjadikan posisi Irak
yang pada awalnya memiliki kuota ekspor minyak
sejumlah 3,14 juta barel per hari (sama dengan
kuota Iran), digantikan oleh Arab Saudi. Sebelum
25
A. Rahman Zainuddin, et.al, Ekonomi-Politik Timur Tengah:
Dinamika Internal, (Jakarta: PPW-LIPI, 1995), h. 44.
Ekonomi Internasional
94

peristiwa Perang Teluk II kuota produksi minyak
Arab Saudi sebesar 5,38 juta barel per hari dan
setelah itu meningkat hingga mencapai 8 juta barel
per hari. Kebijakan Arab Saudi tersebut
mengakibatkan kuota OPEC mencapai 24,52 juta
barel per hari, sementara kebutuhan minyak dunia
mengalami degradasi pada April-Juni 1994.26 Praktek
sistem ekonomi yang ada di negara-negara Timur
Tengah pada kenyatannya cenderung didominasi
oleh kondisi social budaya negara setempat. Jadi
sistem yang berlaku bukan Islam par execelent
namun lebih dominan merupakan hasil interpretasi
nilai-nilai sosial budaya terhadap berbagai
fenomena kemasyarakatan.27

Ekonomi Internasional Asia Tenggara
Negara-negara ASEAN menerapkan sistem
ekonomi terbuka sehingga dapat dipengaruhi oleh
perkembangan internasional. Perkembangan
internasional sangat besar implikasinya terhadap
negara-negara ASEAN yang menerapkan strategi
pembangunan ekonomi dan industri yang
berorientasi ekspor.28

Perkembangan Ekonomi ASEAN
Negar Pertumbuh Nilai Pertumbuhan
a an Perdagan Ekspor Manufaktur
Ekonomi gan Antara 1971-1981 &
% Sebagi % 1984-1986
PDB (%, rata-rata per

26
Ibid, h. 55.
27
Op. cit, Heri Sudarsono, h. 87.
28
Hadi Susastro, Lingkungan Ekonomi Iternasional bagi
Indonesia dalam Tahun 1990-an, (Jakarta: CSIS, Jurnal Analisa
Tahun XVII No.4, April 1988), h.226.
Ekonomi Internasional
95

198 198
1985 tahun)
5 7
Indone 1, 3,7 35 35,5
sia 9
Malays -1, 4,7 88 15,5
ia 0
Philipin -3, 5,1 31 5,0
a 8
Singap -1, 8,6 281 8,0
ura 8
Thailan 4, 6,6 43 14,0
d 0

Sumber: World Bank, World Development Report 1987; GATT,
International Trade 1986/1987; dan, statistik
nasional untuk tingkat pertumbuhan ekonomi tahun
1987.

Situasi ketidakpastian dalam perkembangan
ekonomi internasional sangat berdampak terhadap
negara-negara ASEAN, sebagaimana ditunjukkan
selama beberapa tahun terakhir. Merosotnya harga
bahan-bahan komoditi primer, telah mempengaruhi
perkembangan di negara-negara produsen barang
primer tersebut, seperti Malaysia, Indonesia dan
Thailand. Sejak tahun 1981, pada umumnya negara-
negara ASEAN mengalami keterpurukan dalam
neraca pembayarannya. Namun dalam dasawarsa
1990-an, sejalan dengan perubahan spesialisasi
kerja internasional, khususnya di kawasan Pasifik,
pertumbuhan ekonomi Negara-negara ASEAN
mengalami peningkatan yang signifikan.

Perubahan Struktur Ekonomi di Pasifik Barat, 1965-
1985
(Dalam % dari PDB)
Negara Pertania Industri Manufa Jasa –
n ktur Jasa
Ekonomi Internasional
96

19 19 19 19 19 19 19 19
65 85 65 85 65 85 65 85
Korea 39 14 26 41 19 28 35 45
Selatan
Taiwan 28 7 30 51 22 41 44 43
Hongkong 2 1 40 31 24 2 58 68
4
RRC 39 33 38 47 30 3 23 20
7
Indonesia 56 24 13 36 8 14 31 41
Malaysia 28 21 25 35 9 19 47 44
Philipina 26 27 28 32 20 2 46 41
5
Singapura 3 1 24 37 15 2 73 62
4
Thailand 35 17 23 30 14 2 42 53
0
Sumber: World Bank, World Development Report 1987; dan
Statistical Abstract of National Income in Taiwan
Area, ROC, 1951-1984, untuk Taiwan.
Ekonomi Internasional
97

Bank Islam
Gagasan tentang bank yang menggunakan
sistem bagi hasil telah bergulir sejak lama,
sebagaimana dalam tulisan pemikir-pemikir muslim
berkaitan dengan bank syariah seperti Anwar
Qureshi (1946), Naiem Siddiqi (1948), dan Mahmud
Ahmad (1952) dan ide-ide tentang bank syariah
selanjutnya diuraikan lebih terperinci oleh Maududi
(1961). Secara kolektif gagasan berdirinya bank
syariah di tingkat internasional, muncul dalam
konferensi negara-negara Islam sedunia, di Kuala
Lumpur, Malaysia pada tanggal 21-27 April 1969,
yang diikuti oleh 19 negara peserta. Konferensi
tersebut memutuskan beberapa hal, di antaranya
yaitu:29
• Tiap keuntungan haruslah tunduk kepada
hukum untung dan rugi, jika tidak ia termasuk
riba dan riba itu sedikit atau banyak
hukumnya haram.
• Diusulkan agar dibentuk sebuah bank syariah
yang bersih dari sistem riba dalam waktu
secepat mungkin.
• Sementara sampai menunggu berdirinya bank
syariah, bank-bank yang menerapkan bunga
diperbolehkan beroperasi, namun jika kondisi
benar-benar dalam keadaan darurat.
Gagasan untuk mendirikan bank syariah sudah ada
sejak tahun 1970-an, sebagaimana dibicarakan
dalam sebuah seminar nasional Hubungan
Internasional Indonesia – Timur Tengah pada tahun
1974 dan 1976 yang diselenggarakan oleh Lembaga

29
Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah,
(Yogyakarta: Ekonisia, Fakultas Ekonomi UII, 2005), h. 28.
Ekonomi Internasional
98

Studi Ilmu-Ilmu Kemasyarakatan (LSIK) dan Yayasan
Bhineka Tunggal Ika.
Fungsi dan peran bank syariah seperti
tercantum dalam pembukaan standar akuntansi
yang dikeluarkan oleh AAOIFI (Accounting and
Auditing Organization for Islamic Financial
30
Institution), adalah sebagai berikut:
• Manajer investasi, bank syariah dapat
mengelola investasi dana nasabah.
• Investor, bank syariah dapat
menginvestasikan dana yang dimilikinya
maupun dana nasabah yang dipercayakan
kepadanya.
• Penyedia jasa keuangan dan lalu lintas
pembayaran, bank syariah dapat melakukan
kegiatan jasa-jasa layanan perbankan
sebagaimana biasanya.
• Pelaksanaan kegiatan sosial, sebagai ciri yang
melekat pada entitas keuangan syariah, bank
Islam juga memiliki kewajiban untuk
mengeluarkan dan mengelola zakat serta
dana-dana sosial lainnya.

Mayoritas umat Islam yang berpandangan
bahwa membuka rekening pada bank Islam adalah
suatu kewajiban, dan oleh sebab itu bank-bank
Islam tidak perlu bersaing dengan institusi lainnya
dalam memperoleh deposito. Sebagian besar orang
memandang bank-bank Islam sebagai
komplementer bank-bank konvensional dan bukan
sebagai substitusi. Hai ini bukan merupakan tujuan
pihak pemrakarsa gerakan bank-bank Islam, karena
maksud yang sebenarnya adalah untuk membina

30
Ibid, h. 39-40.
Ekonomi Internasional
99

institusi-institusi yang dapat menyediakan berbagai
jasa bank sebagai pengganti jasa yang disediakan
oleh bank-bank konvensional.31

31
Rodney Wilson, Bisnis Menurut Islam: Teori dan Praktek,
(Jakarta: PT Intermasa, 1988), h. 56.
Ekonomi Internasional
100

Lembaga-Lembaga Keuangan Islam Berdasarkan Data “Arabia,
Middle Eastern Financial Directory 1985; The Middle East”32
Modal
Tahun
yang
Nama Negara Didiri
Disetor
kan
(juta $)
Al Baraka Bank Sudan 1982 2,0
Al Baraka Islamic
Investment Bank Bahrain 1984 50,0
Al Baraka International Inggris 1984 7,0
PLC
Al Baraka Investment
and Arab 1982 58,4
Development Company Saudi
Al Baraka Turkish Turki 1984 …
Finance House
Al Rajhi Company for
Currency Arab 1978 180,0
Exchange and Saudi
Commerce
Al Rajhi Company for
Islamic Inggris 1980 …
Investments
Bahrain Islamic Bank Bahrain 1979 15,5
Bahrain Islamic
Investment Bahrain 1981 13,5
Company
Bank Islam Malaysia Malaysi 1983 42,0
a
Beit Ettamouil Saudi Tunisia 1984 50,0
Tounsi
Dar al-Mal al-Islami Swiss 1981 315,0
Dubai Islamic Bank UAE 1875 13,6
Faisal Islamic Bank of Mesir 1977 40,0
Egypt
Faisal Islamic Bank of Sudan 1977 7,7
Sudan
Faisal Islamic Bank of Turki 1985 400,0
Turkey
International Islamic Banglad 1983 …

32
Ibid, h. 68.
Ekonomi Internasional
101

Bank esh
Islamic Bank Denmar 1983 5,0
International k
Islamic Banking System
International Holding Luxemb 1978 34,8
urg
Islamic Development Arab 1975 2000,0
Bank Saudi
Islamic International
Bank for Mesir 1981 1,8
Investment and
Development
Islamic International
Company for Mesir 1981 1,8
Real Estate
Development
Islamic Investment
Company Mesir 1982 …
of the Gulf
Islamic Investment Yordani 1981 11,1
House a
Jordan Islamic Bank for
Finance and Investment Yordani 1978 10,5
a
Kuwait Finance House Kuwait 1977 62,3
Kuwait Finance House Turki 1983 20,0
(Turkey)
Nasser Social Bank Mesir 1972 18,0
Qatar Islamic Bank Qatar 1983 54,9
Saudi-Philippine Islamic
Development Bank Arab 1982 5,0
Saudi
Tadamon Islamic Bank Sudan 1983 50,0
West Sudan Islamic Sudan 1984 …
Bank

Catatan:
• Kelompok Al Barka didirikan oleh Syeikh Saleh
Kamal.
Ekonomi Internasional
102

• Al Rajhi Company for Currency Exchange and
Commerce sejak tahun 1985 diberi izin
perbankan penuh dan disebut Al Rajhi
Banking Investment Corporation. Modal
disetornya meningkat sampai dengan $ 205,5
juta, di mana 45% diharapkan modal dari
masyarakat.
• Faisal Islamic Bank Group, Dar al-Mal al-Islami
dan Bahrain Islamic Bank meruapakan
kelompok yang didirikan Pangeran
Mohammad bin Faisal.
• Islamic Bank International dan Islamic
Banking System International Holding adalah
Holding Company (perusahaan induk) yang
dikelola oleh Dr. Gamal Attia.
• Cabang Kuwait Finance House di Turki,
sepenuhnya dimiliki oleh Kuwait Finance
House.
• Al Baraka International PLC menerima lisensi
dari Bank of England sebagai penerima
deposito yang sah.

Islam dan Pasar Bebas
Perdagangan bebas (free trade) merupakan
sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada
penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-
impor atau hambatan perdagangan lainnya (trade
barrier). Perdagangan bebas dapat juga
didefinisikan bebas dari rekayasa hambatan
(hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam
perdagangan antar individual-individual dan
perusahaan-perusahaan yang berada di negara
yang berbeda. Perdagangan internasional sering
dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya
Ekonomi Internasional
103

tambahan yang diterapkan pada barang ekspor
impor, dan juga regulasi non-tarif pada barang
impor. Secara teori, semua hambatan-hambatan
inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun
dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian
perdagangan yang didukung oleh penganut
perdagangan bebas ini justru sebenarnya
menciptakan hambatan baru dalam menciptakan
pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut sering
dikritik karena melindungi kepentingan perusahaan-
perusahaan besar. Banyak ekonom yang
berpendapat bahwa perdagangan bebas dapat
meningkatkan standar hidup melalui teori
keunggulan komparatif dan ekonomi skala besar.
Sebagian lain berpendapat bahwa perdagangan
bebas memungkinkan negara maju untuk
mengeksploitasi negara berkembang dan merusak
industri lokal, dan juga membatasi standar kerja dan
standar sosial. Sebaliknya pula, perdagangan bebas
juga dianggap merugikan negara maju karena ia
menyebabkan pekerjaan dari negara maju
berpindah ke negara lain dan juga meminimalisir
ajang kompetisi yang menyebabkan standar hidup
dan keamanan jadi lebih rendah. Perdagangan
bebas dianggap menciptakan interdependensi
negara satu dengan negara lainnya, yang berarti
memperkecil kemungkinan terjadinya perang.33
Islam memandang bahwa sistem pasar dan
persaingan bebas yang dipraktekkan oleh sistem
kapitalis akan dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat karena fitrah manusia sebagai makhluk
bebas mendukung daya kreatif dalam mengelola
sumber daya ekonomi. Kebebasan merupakan faktor
yang menjadikan kapitalisme lebih survive
33
http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_bebas
Ekonomi Internasional
104

dibanding sistem sosialisme. Namun persaingan
bebas cenderung menimbulkan setiap orang untuk
lebih mementingkan diri sendiri. Pasar bebas tanpa
terkontrol akan memberikan keuntungan besar bagi
negara atau pihak yang memiliki kapabilitas unggul
dibandingkan dengan negara atau pihak-pihak yang
kapabilitasnya minim. Hal ini dapat menimbulkan
terjadinya penindasan pihak yang kuat terhadap
pihak yang lemah dan mengakibatkan tingkat
dependensi negara atau pihak yang lemah semakin
besar dan cenderung didikte dan dipaksa untuk
mematuhi keinginan negara atau pihak yang kuat
dengan kompensasi yang cenderung memberatkan.


Ekonomi Internasional
105

Bab 4

Gambaran Umum
Ekonomi Internasional
Pengertian Ekonomi Internasional
Ekonomi internasional adalah ilmu ekonomi
yang membahas akibat saling ketergantungan
antara negara-negara di dunia, baik dari segi
perdagangan internasional maupun pasar kredit
internasional.34 Sumber energi Amerika Serikat,
misalnya, sangat bergantung pada produsen luar
negeri, sedangkan Jepang mengimpor hampir
setengah dari makanan yang di konsumsi oleh
penduduknya. Sebaliknya, negara-negara
berkembang sangat membutukan teknologi yang
dikembangkan dan dihasilkan oleh negara-negara
industri. Dalam jangka panjang, pola perdagangan
internasional ditentukan oleh prinsip-prinsip
keunggulan komparatif. Ekonomi internasional
membahas:

34
Dominick Salvatore, Ekonomi Internasional, Edisi Ketiga:
Seri Buku Sekaum, (Jakarta: Erlangga, 1994), h.1.
Ekonomi Internasional
106

1. Teori murni perdagangan (The Pure
Theory of Trade). Teori ini membahas dasar
terjadinya perdagangan dan keuntungan-
keuntungan dari perdagangan.
2. Teori kebijakan perdagangan (The
Theory of Commercial Policy). Teori ini
mempelajari alasan serta akibat timbulnya
pembatasan-pembatasan terhadap arus bebas
perdagangan.
3. Neraca pembayaran (The Balance of
Payment). Neraca pembayaran mencatat
pembayaran total suatu Negara ke Negara lain
dan penerimaan total dari Negara lain di dunia.
Proses ini mencakup pertukaran satu mata uang
ke mata uang lainnya.
4. Penyesuaian dalam neraca
pembayaran (Adjustment in the Balance of
Payment). Di sini dibahas mekanisme
penyesuaian terhadap ketidakseimbangan
neraca pembayaran di bawah system moneter
internasional yang berbeda.35

Pasca Perang Dunia Kedua, banyak para pakar
Hubungan Internasional memfokuskan perhatiannya
pada persoalan Ekonomi Internasional, khususnya
perdagangan internasional. Pokok kajian para pakar
Hubungan Internasional mengenai Ekonomi
Internasional, berkisar tentang:
1. Analisa perdagangan internasional.
2. Sejarah perdagangan internasional.
3. Aliran-aliran pemikiran.
4. Teori-teori perdagangan.

35
Ibid, h.1-2.
Ekonomi Internasional
107

5. Politik perdagangan dan sebagainya.36

Ekonomi internasional, termasuk juga politik
internasional, komunikasi internasional maupun
hukum internasional, merupakan bagian dari
hubungan internasional, Ekonomi internasional
merupakan implementasi dari kebijakan ekonomi
domestik antara berbagai aktor dalam suatu negara
dengan negara lain dalam lingkup bilateral maupun
multilateral. Pola hubungan internasional bisa
berbentuk kooperatif, kompetitif maupun konfliktif.
Sedangkan sifat hubungan internasional bisa
berbentuk interdependensi, independensi maupun
dependensi. Demikian halnya dengan ekonomi
internasional bahwa terciptanya perdagangan
internasional dan kerjasama internasional di bidang
pembangunan infrastruktur antar negara karena
dilandasi hubungan yang bersifat interdependensi
dan hubungan yang berpola kooperatif.
Pengaruh perdagangan internasional terasa
pada harga, pendapatan nasional, dan tingkat
kesempatan kerja negara-negara yang terlibat
dalam perdagangan internasional tersebut. Ekspor
akan meningkatkan permintaan masyarakat, yaitu
jumlah barang dan jasa yang diinginkan masyarakat
didalam negeri. Sebaliknya, impor akan menurunkan
permintaan masyarakat didalam negeri. Permintaan
masyarakat akan mempengaruhi kesempatan kerja
dan pendapatan nasional, dan diantara lain akan
tergantung pada besarnya ekspor neto, yaitu selisih
antara ekspor dan impor. Bila ekspor neto positif,
berarti ekspor lebih besar daripada impor,
kesempatan kerja dan pendapatan nasional
36
Umar Suryadi Bakry, Pengantar Hubungan Internasional,
(Jakarta: PT. Probisi Mitra Buana, 1994), h.63-64.
Ekonomi Internasional
108

cenderung akan naik. Besarnya ekspor neto sangat
ditentukan oleh nilai kurs mata uang negara yang
bersangkutan. Misalnya, nilai rupiah turun
dibandingkan dengan dolar AS, harga barang ekspor
dari Indonesia relatif akan lebih murah di AS,
sehingga ekspor akan cenderung meningkat.
Sebaliknya, harga barang-barang dari AS relatif
menjadi mahal sehingga impor akan akan
cenderung menurun. Dengan demikian, penurunan
nilai kurs mata uang sendiri akan cenderung
meningkatkan ekspor neto, demikian pula
sebaliknya. Jadi, kegiatan serta kejadian
internasional akan mempengaruhi ekonomi dalam
negeri, melalui pengaruh nilai kurs mata uang pada
impor, ekspor, dan akhirnya permintaan
masyarakat.
Pengaruh pasar kredit internasional juga
sangat penting dalam ekonomi internasional.
Pengaruh ini terasa pada ekonomi dalam negeri.
Bank-bank serta perusahaan-perusahaan besar dan
perorangan dapat meminjamkan uangnya didalam
negeri maupun luar negeri, tergantung mana yang
lebih menguntungkan. Keuntungan ini tergantung
dari tingginya tingkat bunga yang ditawarkan oleh
masing-masing negara. Bila di AS lebih tinggi tingkat
bunganya, misalnya, maka dana akan mengalir
banyak ke AS, begitu pula sebaliknya. Tetapi,
mengalirnya banyak dana ke AS akan
mengakibatkan penawaran kredit menjadi
meningkat, dan hal ini akan menurunkan kembali
tingkat bunga disana. Demikian seterusnya
sehingga dicapai suau tingkat bunga yang dapat
mempertahankan keseimbangan.
Ekonomi Internasional juga merupakan bagian
dari proses internasionalisasi yang sulit dicegah oleh
Ekonomi Internasional
109

negara-negara nasional. Internasionalisasi adalah
istilah yang menggambarkan dibawanya suatu
permasalahan lokal atau regional menjadi urusan
dunia internasional atau antarbangsa. Meski sering
dipertukarkan dengan globalisasi, istilah
internasionalisasi sebenarnya lebih banyak merujuk
pada urusan politik dibanding ekonomi atau
perdagangan. Sementara globalisasi lebih merujuk
pada tidak adanya lagi batas-batas negara dalam
hubungan perdagangan, investasi, budaya populer,
dan lainnya.

Variabel Ekonomi Internasional
Ekonomi Makro menjadi tujuan utama
perdagangan internasional. Hal ini dapat kita lihat
dari kasus kemampuan inti dari IMF dalam hal
kebijakan ekonomi makro, dan melihat peran
sentral dalam hal menghindari krisis, ketika hal
tersebut gagal dilaksanakan, disarankan untuk
melaksanakan pemulihan yang cepat dari krisis.
Ekonomi makro atau makroekonomi adalah bidang
ilmu yang mempelajari keseluruhan ekonomi dalam
bentuk jumlah barang dan jasa yang diproduksi,
total pendapatan yang dihasilkan, tingkat
pengangguran, serta sifat-sifat umum harga barang.
Ekonomi makro dapat digunakan untuk
menganalisis cara terbaik untuk mempengaruhi
target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan
ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan
pencapaian keseimbangan neraca yang
berkesinambungan.
Asal mula konsep-konsep ekonomi makro
sangat mempengaruhi ekonomi internasional.
Hingga 1930 sebagian besar analissi ekonomi
terfokus pada industri dan perusahaan. Ketika
Ekonomi Internasional
110

terjadi Depresi Besar pada tahun 1930-an, dan
dengan perkembangan konsep pendapatan nasional
dan statistik produk, bidang ekonomi makro mulai
berkembang. Saat itu, gagasan-gagasan yang
terutama berasal dari John Maynard Keynes, yang
menggunakan konsep aggregate demand untuk
menjelaskan fluktuasi antara hasil produksi dan
tingkat pengangguran, sangat berpengaruh dalam
perkembangan bidang ini. Ekonomi Keynesian
didasarkan pada gagasan-gagasannya.
Pendekatan analitik adalah pendekatan utama
dalam memahami ekonomi makro. Pembedaan
tradisional adalah antara dua pendekatan berbeda
ke ekonomi: ekonomi Keynesian, memusatkan pada
permintaan; dan ekonomi sisi-penyediaan (atau neo-
klasik) yang memusatkan pada persediaan.
Keduanya tidak bisa berjalan sendiri, namun ini
hanya permasalahan penekanan.37

Model Ekonomi Internasional
Krisis ekonomi Asia yang berkepanjangan telah
mengubah perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia
tahun 1998 ketingkat yang lebih rendah dari
perkiraan sebelumnya. Misalnya IMF, dalam World
Economic Outlook edisi Mei 1998, merevisi kembali
perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia menjadi
sekitar 3 persen dari perkiraan 3,5 persen pada
bulan Desember 1998 dan 4,25 persen pada bulan
Oktober 1998.
Pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah akan
terjadi pada negara-negara yang tahun ini masih
mengalami krisis ekonomi, yaitu Indonesia, Korea,
dan Thailand. Negara-negara ini akan mengalami

37
Diperoleh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_makro.
Ekonomi Internasional
111

penurunan yang tajam pada sisi permintaan
domestik dan impornya. Pada skala yang lebih kecil,
penurunan pertumbuhan juga akan terjadi pada
Malaysia, Filipina, dan beberapa negara Asia Timur
lainnya. Di antara negara maju, prospek jangka
pendek Jepang nampak memburuk. Terkait dengan
berbagai kesulitan ekonomi yang sedang dihadapi
negara-negara Asia yang merupakan mitra dagang
utamanya, pemulihan ekonomi Jepang terhambat
karena berbagai persoalan ekonomi domestik,
seperti sektor keuangan yang lemah dan berbagai
kesulitan yang ditimbulkan oleh hutang yang macet,
keterlambatan penerapan reformasi struktural, serta
berkurangnya rangsangan fiskal dalam tahun 1997
seperti peningkatan pajak konsumsi.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi negara-
negara di Amerika Utara dan Eropa Barat tetap pada
tingkat yang terjaga. Kondisi permintaan domestik
yang kuat di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggeris
serta beberapa negara Eropa Barat lainnya
diharapkan dapat mendorong perbaikan posisi
neraca pembayaran yang diperlukan negara-negara
Asia sehubungan dengan menurunnya aliran modal
asing masuk ke kawasan tersebut. Negara-negara
Asia yang sedang mengalami proses restrukturisasi
berpeluang untuk meningkatkan ekspor ke negara-
negara maju tersebut.
Meskipun sejauh ini krisis negara-negara Asia
masih terbatas pengaruhnya pada pertumbuhan
dunia, namun demikian kondisi krisis ini bersama-
sama dengan penurunan harga minyak bumi dapat
menyebabkan perubahan yang cukup luas terhadap
perkembangan perdagangan dunia. Beberapa
negara mungkin mengalami akibat yang
menyakitkan. Negara-negara tersebut diharapkan
Ekonomi Internasional
112

tidak mengadakan hambatan perdagangan ataupun
depresiasi nilai tukar yang berlebihan untuk
meningkatkan daya saingnya. Reaksi defensif ini
akan berakibat ‘counterproduktif’, memperlambat
proses keluar dari krisis, dan mengurangi potensi
pertumbuhan ekonomi dunia.
Krisis ekonomi di beberapa negara Asia (Korea
Selatan, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Thailand)
memberikan efek pada pasar komoditi dunia melalui
beberapa saluran, seperti yang disampaikan dalam
buletin Commodity Markets and The Developing
Countries edisi Februari 1998 dari Bank Dunia.
Pertama, harga-harga komoditi ekspor ke lima
negara yang mengalami krisis akan turun dalam
dollar AS karena adanya devaluasi. Kedua,
pertumbuhan ekonomi yang melambat dan harga
komoditi impor yang naik akan mengurangi
permintaan akan impor. Ketiga, dua efek terdahulu
akan memberikan pengaruh pula pada pertumbuhan
ekonomi negara lain dengan besaran yang berbeda-
beda. Keempat, harga komoditi yang turun pada
pasaran dunia akan mengurangi pula pendapatan
ekspor negara-negara lain.
Ekonomi Internasional
113

Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Dunia, 1997 - 1998
Tinjauan 1997 1998
Output Dunia 4,1 3,1
Kelompok Negara Maju 3,0 2,4
Amerika Serikat 3,8 2,9
Jepang 0,9 0,0
Jerman 2,2 2,5
Perancis 2,4 2,9
Itali 1,5 2,3
Inggeris 3,3 2,3
Kanada 3,8 3,2
Kelompok Negara Berkembang (Asia) 6,7 4,4
Bangladesh 5,5 5,2
China 8,8 7,0
India 5,6 5,2
Indonesia 5,0 -5,0
Malaysia 7,8 2,5
Pakistan 3,5 5,5
Filipina 5,1 2,5
Thailand -0,4 -3,1
Vietnam 7,5 5,0

Sumber : World Economic Outlook, May 1998, IMF

Komoditi pertanian merupakan komoditi yang
banyak terpengaruh krisis ekonomi seperti karet
alam, kayu tropis, dan padi. Indonesia, Thailand,
Malaysia merupakan negara penghasil dan eksportir
sebagian besar komoditi tersebut. Sebagai contoh
adalah meningkatnya ekspor beras Thailand sekitar
100 persen dalam bulan Januari 1998 dibanding
bulan yang sama pada tahun 1997 sebagai akibat
dari menurunnya harga beras ekspor sekitar 18
persen. Peningkatan ekspor beras Thailand ini
Ekonomi Internasional
114

mungkin akan mengurangi peluang pasar ekspor
Pakistan dan India.
Ekonomi Internasional
115

Perlunya Perdagangan antar Negara
Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut barang
antarnegara menunjukkan keterkaitan antarmanusia
di seluruh dunia Hilir mudiknya kapal-kapal
pengangkut barang antarnegara menunjukkan
keterkaitan antarmanusia di seluruh dunia.
Perdagangan internasional adalah perdagangan
yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan
penduduk negara lain atas dasar kesepakatan
bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa
antarperorangan (individu dengan individu), antara
individu dengan pemerintah suatu negara atau
pemerintah suatu negara dengan pemerintah
negara lain. Di banyak negara, perdagangan
internasional menjadi salah satu faktor utama untuk
meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan
internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat
Jalur Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap
kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru
dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan
internasional pun turut mendorong Industrialisasi,
kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran
perusahaan multinasional.38
Menurut Amir M.S., bila dibandingkan dengan
pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, maka
perdagangan internasional sangatlah rumit dan
kompleks. Kerumitan tersebut antara lain
disebabkan karena adanya batas-batas politik dan
kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan,
misalnya dengan adanya bea, tarif, atau quota
barang impor. Selain itu, kesulitan lainnya timbul
karena adanya perbedaan budaya, bahasa, mata

38
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/ wiki/ Perdagangan_
internasional"
Ekonomi Internasional
116

uang, taksiran dan timbangan, dan hukum dalam
perdagangan.
Manfaat perdagangan internasional, menurut
Sadono Sukirno, manfaat perdagangan internasional
adalah sebagai berikut: (1) Memperoleh barang
yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri.
Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi
perbedaan hasil produksi di setiap negara. Faktor-
faktor tersebut diantaranya : Kondisi geografi, iklim,
tingkat penguasaan iptek dan lain-lain. Dengan
adanya perdagangan internasional, setiap negara
mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi
sendiri; (2) Memperoleh keuntungan dari
spesialisasi. Sebab utama kegiatan perdagangan
luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan
yang diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu
negara dapat memproduksi suatu barang yang
sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara
lain, tapi ada kalanya lebih baik apabila negara
tersebut mengimpor barang tersebut dari luar
negeri; (3) Memperluas pasar dan menambah
keuntungan. Terkadang, para pengusaha tidak
menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya)
dengan maksimal karena mereka khawatir akan
terjadi kelebihan produksi, yang mengakibatkan
turunnya harga produk mereka. Dengan adanya
perdagangan internasional, pengusaha dapat
menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan
menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri; (4)
Transfer teknologi modern. Perdagangan luar negeri
memungkinkan suatu negara untuk mempelajari
teknik produksi yang lebih efesien dan cara-cara
manajemen yang lebih modern.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional
Ekonomi Internasional
117

Banyak faktor yang mendorong suatu negara
melakukan perdagangan internasional, di antaranya
sebagai berikut : (1) Untuk memenuhi kebutuhan
barang dan jasa dalam negeri; (2) Keinginan
memperoleh keuntungan dan meningkatkan
pendapatan negara; (3) Adanya perbedaan
kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan
teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi;
(4) Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga
perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut; (5)
Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya
alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah
penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan
hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi;
(6) Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang;
(7) Keinginan membuka kerja sama, hubungan
politik dan dukungan dari negara lain; (8)
Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu
negara pun di dunia dapat hidup sendiri.

Pasar Bebas
Perdagangan bebas adalah sebuah konsep
ekonomi yang mengacu kepada penjualan produk
antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau
hambatan perdagangan lainnya.Perdagangan bebas
dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya
hambatan buatan (hambatan yang diterapkan
pemerintah) dalam perdagangan antar individual-
individual dan perusahaan-perusahaan yang berada
di negara yang berbeda. Perdagangan internasional
sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya
tambahan yang diterapkan pada barang ekspor
impor, dan juga regulasi non tarif pada barang
impor. Secara teori, semuha hambatan-hambatan
inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun
Ekonomi Internasional
118

dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian
perdagangan yang didukung oleh penganut
perdagangan bebas ini justru sebenarnya
menciptakan hambatan baru kepada terciptanya
pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut sering
dikritik karena melindungi kepentingan perusahaan-
perusahaan besar.
Banyak ekonom yang berpendapat bahwa
perdagangan bebas meningkatkan standar hidup
melalui teori keuntungan komparatif dan ekonomi
skala besar. Sebagian lain berpendapat bahwa
perdagangan bebas memungkinkan negara maju
untuk mengeksploitasi negara berkembang dan
merusak industri lokal, dan juga membatasi standar
kerja dan standar sosial. Sebaliknya pula,
perdagangan bebas juga dianggap merugikan
negara maju karena ia menyebabkan pekerjaan dari
negara maju berpindah ke negara lain dan juga
menimbulkan perlombaan serendah mungkin yang
menyebabkan standar hidup dan keamanan yang
lebih rendah. Perdagangan bebas dianggap
mendorong negara-negara untuk bergantung satu
sama lain, yang berarti memperkecil kemungkinan
perang.
Neoliberalisme sebagai perwujudan baru
paham liberalisme saat ini dapat dikatakan telah
menguasai sistem perekonomian dunia. Paham
liberalisme dipelopori oleh ekonom asal Inggris
Adam Smith dalam karyanya The Wealth of Nations
(1776). Sistem ini sempat menjadi dasar bagi
ekonomi negara-negara maju seperti Amerika
Serikat dari periode 1800-an hingga masa
kejatuhannya pada periode krisis besar (Great
Depression) di tahun 1930. Sistem ekonomi yang
menekankan pada penghapusan intervensi
Ekonomi Internasional
119

pemerintah ini mengalami kegagalan untuk
mengatasi krisis ekonomi besar-besaran yang terjadi
saat itu.
Selanjutnya sistem liberal digantikan oleh
gagasan-gagasan dari John Maynard Keynes yang
digunakan oleh Presiden Roosevelt dalam kebijakan
New Deal. Kebijakan itu ternyata terbukti sukses
karena mampu membawa negara selamat dari
bencana krisis ekonomi. Inti dari gagasannya
menyebutkan tentang penggunaan full employment
yang dijabarkan sebagai besarnya peranan buruh
dalam pengembangan kapitalisme dan pentingnya
peran serta pemerintah dan bank sentral dalam
menciptakan lapangan kerja. Kebijakan ini mampu
menggeser paham liberalisme untuk beberapa saat
sampai munculnya kembali krisis kapitalisme yang
berakibat semakin berkurangnya tingkat profit dan
menguatnya perusahaan-perusahaan transnasional
atau Trans Nasional Corporation/Multi Nasional
Corporation (TNC/MNC). Menguatnya kekuatan
modal dan politik perusahaan-perusahaan
transnasional (TNC/MNC) yang banyak muncul di
negara-negara maju makin meningkatkan tekanan
untuk mengurangi berbagai bentuk intervensi
pemerintah dalam perekonomian karena hal itu
akan berpengaruh pada berkurangnya keuntungan
yang mereka terima. Melalui kebijakan politik
negara-negara maju dan institusi moneter seperti
IMF, Bank Dunia dan WTO, mereka mampu
memaksakan penggunaan kembali paham
liberalisme gaya baru atau yang lebih dikenal
dengan sebutan paham neo-liberalisme.
Secara garis besar Mansour Fakih (2003)
menjelaskan pendirian paham neoliberalisme:
Ekonomi Internasional
120

1. Biarkan pasar bekerja tanpa distorsi
(unregulated market is the best way to
increase economic growth), keyakinan ini
berakibat bahwa perusahaan swasta harus
bebas dari intervensi pemerintah, apapun
akibat sosial yang dihasilkan.
2. Kurangi pemborosan dengan memangkas
semua anggaran negara yang tidak perlu
seperti subsidi untuk pelayanan sosial seperti
anggaran pendidikan, kesehatan dan jaminan
sosial lainnya.
3. Perlu diterapkan deregulasi ekonomi, mereka
percaya bahwa regulasi selalu mengurangi
keuntungan, termasuk regulasi mengenai
AMDAL, keselamatan kerja dan sebagainya.
4. Privatisasikan semua badan usaha negara.
Privatisasi ini termasuk juga perusahaan-
perusahaan strategis yang melayaani
kepentignan rakyat banyak seperti PLN,
Sekolah dan Rumah Sakit. Hal ini akan
mengakibatkan konsentrasi kapital di tangan
sedikit orang dan memaksa rakyat kecil
membayar lebih mahal atas kebutuhan dasar
mereka.
5. Masukkan gagasan seperti “barang-barang
publik”, “gotong-royong” serta berbagai
keyakinan solidaritas sosial yang hidup di
masyarakat ke dalam peti es dan selanjutnya
digantikan dengan gagasan “tanggung jawab
individual”. Masing-masing orang akan
bertanggung jawab terhadap kebutuhan
mereka sendiri-sendiri. Golongan paling miskin
di masyarakat akan menjadi korban gagasan ini
karena merekalah yang paling kesulitan untuk
memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
Ekonomi Internasional
121

Dalam rangka memantapkan kebijakan neo-
liberalisme, para pendukungnya secara gencar
mengampanyekan mitos-mitos berkaitan dengan
neo-liberalisme dan lebih lanjut tentang pasar
bebas. Lebih lanjut dijelaskan oleh Mansour Fakih
(2003) bahwa mitos-mitos itu diantaranya adalah :
1. Perdagangan bebas akan menjamin pangan
murah dan kelaparan tidak akan terjadi.
Kenyataan yang terjadi bahwa perdagangan
bebas justru meningkatkan harga pangan.
2. WTO dan TNC akan memproduksi pangan yang
aman. Kenyataannya dengan penggunaan
pestisida secara berlebih dan pangan hasil
rekayasa genetik justru membahayakan
kesehatan manusia dan juga keseimbangan
ekologis.
3. Kaum permpuan akan diuntungkan dengan
pasar bebas pangan. Kenyataannya,
perempuan petani semakin tersingkir baik
sebagai produsen maupun konsumen.
4. Bahwa paten dan hak kekayaan intelektual
akan melindungi inovasi dan pengetahuan.
Kenyataannya, paten justru memperlambat alih
teknologi dan membuat teknologi menjadi
mahal.
5. Perdagangan bebas di bidang pangan akan
menguntungkan konsumen karena harga
murah dan banyak pilihan. Kenyataannya justru
hal itu mengancam ketahanan pangan di
negara-negara dunia ketiga.

Akibat dari gagasan-gagasan yang selanjutnya
diterapkan menjadi kebijakan ini dapat kita
perhatikan pada kehidupan di negeri ini. Bagaimana
Ekonomi Internasional
122

rakyat menjerit akibat kenaikan harga-harga seiring
dengan ketetapan pemerintah mencabut subsidi
BBM. PHK massal mewabah karena efisiensi
perusahaan akibat meningkatnya beban biaya
produksi. Mahalnya harga obat karena paten dan
hak cipta yang membuat rakyat makin sulit
mendapatkannya. Mahalnya biaya perawatan rumah
sakit karena swastanisasi. Makin tercekiknya
kesejahteraan petani akibat kebijakan impor beras
dan diperburuk dengan mahalnya harga pupuk dan
obat-obatan pembasmi hama. Masih banyak contoh
yang dapat kita perhatikan dalam kehidupan sehari-
hari di sekitar kita.Akibat dalam skala lebih luas
menurut Yanuar Nugroho (2005) ternyata
perekonomian dunia saat ini hanya mampu
memenuhi kebutuhan hidup 800 juta dari 6.5 miliar
manusia. Itupun ia sudah mengonsumsi 80 persen
dari semua sumber daya bumi yang tersedia. Jika
cara ini diteruskan, sumber daya bumi ini akan
segera terkuras habis.
Globalisasi dan pasar bebas memang
membawa kesejahteraan dan pertumbuhan, namun
hanya bagi segelintir orang karena sebagian besar
dunia ini tetap menderita. Ketika budaya lokal makin
hilang akibat gaya hidup global, tiga perempat
penghuni bumi ini harus hidup dengan kurang dari
dua dollar sehari. Satu miliar orang harus tidur
sembari kelaparan setiap malam. Satu setengah
miliar penduduk bola dunia ini tidak bisa
mendapatkan segelas air bersih setiap hari. Satu ibu
mati saat melahirkan setiap menit.
Perlawanan di seluruh dunia sudah mulai
berlangsung. Ketiga institusi keuangan dunia yang
dianggap sebagai alat kaum neo-liberal terus
menerus ditekan. Ketiganya yaitu WTO, IMF dan
Ekonomi Internasional
123

Bank Dunia selalu mendapat demonstrasai besar-
besaran di setiap pertemuan yang dilakukan.
Perlawanan dalam skala besar pertama berlangsung
pada pertemua WTO di Seattle, AS. Berbagai
gerakan sosial dari penjuru dunia berbondong-
bondong memadati kota Seattle. Mereka melakukan
demo besar-besaran untuk menghentikan
pertemuan tersebut. Mereka berasal dari berbagai
kalangan seperti kelompok lingkungan, kelompok
perempuan, aktivis buruh, petani dan berbagai
kelompok sosialis. Maraknya aksi yang mereka
lakukan membuat pertemuan itu gagal
menyelesaikan agenda yang seharusnya dibahas.
Perlawanan selanjutnya terus menerus berlangsung
mengiringi setiap pertemuan WTO. Demo juga kerap
kali berlangsung di depan kantor Bank Dunia dan
IMF. Bahkan yang paling fenomenal adalah
tewasnya seorang petani asal Korea Selatan yang
menghunjamkan tubuhnya pada barikade pasukan
anti huru-hara pada pertemuan WTO di Cancun,
Meksiko (Jhamtani,2005). Pertemuan WTO di
Hongkong baru-baru ini juga mengundang aksi
demonstrasi yang tak kalah besarnya.
Pada akhirnya karena situasi ekonomi global
yang dikuasai paham neo-liberalisme saat ini
ternyata penuh dengan mitos-mitos palsu, kita
harus lebih bisa bersikap kritis terhadapnya. Dengan
penguasaan teknologi informasi dan jaringan media
global oleh perusahaan perusahaan raksasa
internasional, akan mudah sekali bagi mereka untuk
menyusupkan kembali mitos-mitos tersebut di
benak kita. Untuk itu diperlukan kewaspadaan lebih
dan sikap kritis yang didukung dengan informasi
yang kaya.
Ekonomi Internasional
124

Ekspor sebagai Pendorong Aktivitas Ekonomi
Internasional
Ekspor adalah proses transportasi barang atau
komoditas dari suatu negara ke negara lain secara
legal, umumnya dalam proses perdagangan. Ekspor
barang secara besar umumnya membutuhkan
campur tangan dari bea cukai di negara pengirim
maupun penerima. Ekspor adalah bagian penting
dari perdagangan internasional, lawannya adalah
impor.Sektor ekspor yang pulih merupakan
pendorong pertumbuhan ekonomi bagi sebagian
besar negara di Asia Tenggara. Demikian Bank
Pembangunan Asia (ADB) dalam laporannya belum
lama ini. Hanya saja ditegaskan juga bahwa
masalah keamanan tetap memprihatinkan, terutama
di beberapa negara tertentu, termasuk Indonesia.
Kawasan Asia Tenggara diperkirakan akan
mencatat pertumbuhan ekonomi (produk domestik
kotor/PDB) sekitar 5,7 persen pada tahun 2004 ini.
Tahun 2005, diperkirakan sedikit menurun menjadi
5,4 persen. Catatan pertumbuhan ini jelas suatu
peningkatan yang sangat berarti dibandingkan
dengan 4,6 persen pertumbuhan pada tahun 2003
lalu.39
Secara bernegara, Thailand tetap mencatat
momentum pertumbuhan yang meyakinkan, yakni
7,2 persen tahun 2004. Tahun depan, pertumbuhan
ini sedikit melemah menjadi 6,2 persen. Kunci dari
pertumbuhan ekonomi yang cukup meyakinkan ini
adalah ekspor yang meningkat dan belanja
pemerintah yang meningkat, termasuk pemilihan
umum tahun depan yang meminta anggaran cukup
besar.Hanya saja, suatu hal yang memprihatinkan,
bahkan bisa menahan laju pertumbuhan ekonomi
39
Kompas, 17 Mei 2004.
Ekonomi Internasional
125

ini, adalah keadaan keamanan yang memburuk di
Thailand selatan. ADB mencatat, adanya upaya
separatis di kawasan yang berbatasan dengan
Malaysia ini merupakan faktor risiko yang cukup
besar, terutama berkaitan dengan citra Thailand
sebagai salah satu tujuan wisata dunia yang selama
ini cukup aman.
Sementara Indonesia diperkirakan mencatat
pertumbuhan ekonomi 4,5 persen tahun 2004 ini.
Pertumbuhan ekonomi yang sama juga akan dicatat
tahun 2005. Sekalipun angka ini tetap masih kurang
meyakinkan, terutama dalam upaya menciptakan
lapangan pekerjaan yang memadai bagi sekitar 10
juta pengangguran terbuka di negeri ini, angka
pertumbuhan ini tetap lebih baik daripada 4,1
persen tahun 2003.
ADB yang bermarkas di Manila, Filipina, ini
mencatat faktor stabilitas makro-ekonomi dan
pertumbuhan konsumsi swasta serta pemerintah
berada di balik tingkat pertumbuhan yang membaik
itu. Tidak dirinci soal konsumsi swasta dan
pemerintah, namun boleh jadi dikaitkan dengan
belanja selama kampanye dan pemilu yang
berlangsung selama tahun 2004 ini. Tidak
disinggung soal sektor ekspor ataupun investasi
asing punya peran dalam pertumbuhan ekonomi
Indonesia ini. Suatu hal yang sebenarnya lebih
signifikan dalam mendorong penciptaan lapangan
kerja dan perolehan devisa. Suatu hal yang
ditekankan secara khusus oleh ADB adalah masalah
keamanan di Indonesia. "Ini merupakan tantangan
kunci yang dihadapi Indonesia," tegas ADB
sebagaimana dikutip kantor berita AFP. Dikatakan,
kalangan investor asing tetap melihat masalah
keamanan masih kurang mendapat perhatian
Ekonomi Internasional
126

utama. Masalah keamanan ini berkenaan dengan
ketakutan aksi terorisme. Sejumlah problem sensitif
secara politik di sejumlah provinsi juga menjadi
bagian dari kekhawatiran investor asing. Selain itu,
ADB juga mencatat, tata laksana yang buruk (poor
governance) dan penerapan otonomi daerah yang
berlebihan merupakan problem tersendiri bagi para
investor yang kemudian memutuskan untuk
"enggan" datang ke Indonesia. Tidak dirinci apakah
tata laksana yang buruk ini juga berkaitan dengan
pejabat atau aparat yang korup yang menyebabkan
ekonomi biaya tinggi, suatu hal yang menurut survei
membuat investor enggan datang.
Vietnam menjadi negara di Asia Tenggara yang
mencatat pertumbuhan ekonomi cukup spektakuler,
yakni 7,5 persen tahun 2004 dan menjadi 7,6 persen
tahun 2005. Permintaan domestik dan ekspor yang
tumbuh meyakinkan merupakan mesin pendorong
pertumbuhan. Hanya saja, ADB mengingatkan,
peningkatan defisit perdagangan dan fiskal,
ketidakpastian dalam akses pasar, serta
kemungkinan wabah penyakit seperti sindrom
pernapasan akut parah (SARS), flu burung, dan
ancaman AIDS merupakan suatu hal yang bisa
mengganggu pertumbuhan ekonomi di negara ini.
Negeri jiran Malaysia juga mencatat
pertumbuhan ekonomi yang cukup meyakinkan,
yakni 5,8 persen tahun 2004 dan 5,6 persen tahun
2005. Sebagaimana yang lainnya, permintaan
ekspor yang tinggi dan konsumsi masyarakat
sebagai mesin penarik utama. Sebagaimana
Thailand, Vietnam, dan Malaysia, ADB tidak
menyebutkan secara rinci apa yang menjadi
pendorong ekspor, namun sebagaimana disebutkan
bahwa pertumbuhan ekonomi China yang cukup
Ekonomi Internasional
127

tinggi menjadi penarik bagi lokomotif perekonomian
di kawasan.
Catatan Bank Dunia menyebutkan, ekspor
manufaktur ke China tahun 2003 tumbuh dengan 40
persen. Pertumbuhan ini masih terus terlihat pada
kuartal pertama tahun 2004. Perdagangan intra-Asia
juga meningkat dan memberikan sumbangsih
hingga 70 persen dari pertumbuhan di Asia,
terutama dalam tiga tahun terakhir. Itu sebabnya,
ketika China mengambil kebijakan mendinginkan
ekonomi yang mulai kepanasan (overheating), maka
harga saham di seluruh Asia berjatuhan.
Ketergantungan pertumbuhan ekonomi negara-
negara Asia kepada China-lah yang menyebabkan
mengapa pasar saham berjatuhan.
Kembali soal Malaysia, ADB mengatakan,
ancaman utama kemungkinan besar akibat
penurunan ekonomi di AS dan China yang juga akan
mempengaruhi sebagian perekonomian Malaysia.
Jadi, apa yang sedang terjadi di China belakangan
ini jelas akan mengurangi ekspor Malaysia, dan
selanjutnya juga mempengaruhi laju pertumbuhan
ekonomi negara itu.
Soal Filipina, pertumbuhan ekonomi tahun
2004 dan 2005 diperkirakan sekitar 5,0 persen.
Penyebabnya adalah belanja konsumsi yang tinggi,
membaiknya kondisi dan permintaan dari luar
negeri, terutama untuk produk elektronik yang
merupakan ekspor utama negara ini. Kondisi fiskal
tetap merupakan suatu hal yang mengganggu,
bahkan menjadi tugas yang sulit bagi pemerintah
untuk menjaga defisit anggaran sekitar 4,2 persen
dari PDB tahun ini.
Sementara Kamboja bakal mendapat dorongan
dari ekspor dan produk manufaktur, serta
Ekonomi Internasional
128

pertumbuhan dalam turisme dan konstruksi. Kondisi
ini membuat pertumbuhan negara ini mencapai 5,4
persen tahun 2004 dan 2005. Sedangkan Laos bakal
mencatat pertumbuhan 6,0 persen tahun 2004 dan
6,2 persen tahun 2005, dan ini karena ekspor,
terutama akibat pertumbuhan yang tinggi di negara-
negara mitra dagang utama seperti Thailand,
Vietnam, dan China. Sistem fiskal yang buruk
merupakan kendala bagi Laos. ADB tidak membuat
prediksi untuk Myanmar karena minimnya data.
Dari apa yang dikemukakan ADB soal
pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara, nyata bahwa
ekspor tetap memainkan peran utama sebagai
motor. Hanya saja harus diakui, kebijakan China
menurunkan pertumbuhan ekonomi jelas akan
memukul ekspor dan tentunya juga pertumbuhan
ekonomi. Lebih lanjut mempengaruhi penciptaan
lapangan kerja dan pengurangan angka kemiskinan.
Jika dikaitkan lagi dengan adanya gangguan
keamanan seperti teroris di Indonesia, tentu saja
kondisi perekonomian ke depan akan semakin
kelabu. Karena itu, suatu pesan jelas bahwa semua
unsur di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia,
harus benar-benar bersiap menentang gangguan
keamanan, memberantas setiap ancaman
terorisme.
Ekonomi Internasional
129

The Bretton Woods Project
Dalam sebuah konferensi moneter dan
keuangan internasional yang diselenggarakan oleh
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Bretton Woods
pada 1944, setelah Perang Dunia II. Konferensi yang
dikenal sebagai konferensi Bretton Woods ini
bertujuan mencari solusi untuk mencegah
terulangnya depresi ekonomi di masa sesudah
perang. Negara-negara anggota PBB lebih condong
pada konsep negara kesejahteraan sebagaimana
digagas oleh John Maynard Keynes. Dalam konsep
negara kesejahteraan, peranan negara dalam
bidang ekonomi tidak dibatasi hanya sebagai
pembuat peraturan, tetapi diperluas sehingga
meliputi pula kewenangan untuk melakukan
intervensi fiskal, khususnya untuk menggerakkan
sektor riil dan menciptakan lapangan kerja.Pada
kondisi dan suasana seperti ini, tulisan Hayek pada
tahun 1944, The Road Of Serdom, yg menolak pasal-
pasal tentang kesejahteraan dinilai janggal. Tulisan
Hayek ini menghubungkan antara pasal-pasal
kesejahteraan dan kekalahan liberal, kekalahan
kebebasan individualisme.

Ekonomi Internasional
130

BAB 5

Teori-Teori
Perdagangan
Internasional
Teori perdagangan internasional yang sampai
saat ini masih berkembang secara umumnya dapat
dibagi 3 bagian, yaitu; 1. Teori Klasik, 2. Teori
Modern dan 3. Teori Keunggulan Kompetitif Secara
Umum. Dan sebelumnya teori-teori tersebut ada,
sudah berkembang paham kaum merkantilisme
terutama di negara-negara Eropa pada abad enam
belas dan tujuh belas. Para penganjurnya antara
lain, Sir Josih Child, Thomas Mun, Jean Bodin.
Mereka beranggapan bahwa:
1. Logam Mulia (specie) adalah ukuran kemakmuran
suatu negara, semakin banyak memiliki logam
mulia maka negara tersebut semakin kaya.
Ekonomi Internasional
131

Logam mulia diperoleh dari surplus ekspor dari
impor. Apabila ekspor lebih besar dari impor
maka logam mulia akan mengalir ke dalam negeri
lebih banyak.
2. Peranan pemerintah sangat penting dalam
perdagangan internasional, dengan
kebijaksanaan (policy) pemerintah maka akan
diperoleh ekspor lebih besar dari impor misalnya
tarif quota dan subsidi dan sebagainya, dipihak
lain impor dapat ditekan.
Teori klasik ini mulai berkembang pada abad
ke-18. Para pelopornya antara lain: Adam Smith,
David Hume dan John Locke dan lain sebagainya,
sangat menetang teori tersebut. Logam mulia tak
mungkin ditumpuk dengan suplus ekspor karena
penumpukan tersebut akan sia-sia. Logam mulia
akan mengalir dengan sendirinya melalui
perdagangan internasional (price specie flow
merchanism). Ekspor naik berati logam mulia masuk
ke dalam negeri akibatnya uang yang beredar
bertambah, pertambahan tersebut menyebabkan
harga dalam negeri naik dan akhirnya logam mulia
akan kembali lagi keluar sebagai akibat masuknya
barang impor.
Adam Smith mengingginkan perdagangan
bebas tanpa ada campur tangan pemerintah.
Perdagangan bebas akan membuat orang berkerja
keras untuk kepentingan negaranya sendiri dan
sekaligus menciptkan spesialisasi. Doktrin laissez-
faire (campur tangan pemerintah yang minim dan
perdagangan bebas dengan negara lain). Jadi
dengan adanya spesialisasi, maka negara akan
menghasilkan suatu produk yang mempunyai
keuntungan mutlak (absolute advantage) atau
keuntungan komperatif (comperative advantage).
Ekonomi Internasional
132

Kita akan membahas sedikit tentang pembagian
tersebut.

Teori Klasik Keunggulan Mutlak (Absolute
Advantage/ Absolute Cost: Adam Smith)
Pandangan Teori Klasik berkembang pada abad
ke-18. Pelopor teori ini di antaranya adalah Adam
Smith. Pandangan ini berpendapat bahwa logam
mulia tidak mungkin ditumpuk dengan surplus
ekspor karena logam mulia akan mengalir dengan
sendirinya melalui perdagangan internasional (price
specie flow mechanism). Adam Smith menginginkan
tidak adanya campur tangan pemerintah dalam
perdagangan bebas, karena perdagangan bebas
akan membuat orang bekerja keras untuk
kepentingan negaranya sendiri dan sekaligus
mendorong terciptanya spesialisasi. Dengan
terciptanya spesialisasi maka negara akan
menghasilkan suatu produk yang memiliki
keunggulan mutlak (absolute advantage).40
Dalam padangan kritisnya, Adam Smith
mengemukan teori absolute advantage (keunggulan
mutlak) tersebut, di mana negara akan memperoleh
manfaat perdagangan inetrnasional (gain from
trade) karena melakukan spesialisasi produksi dan
mengekspor barang jika negera ini memiliki
keunggulan mutlak tersebut dan akan mengimpor
barang bila tidak memiliki ketidakunggulan mutlak.
Walaupun negara yang satu dengan negara lainnya
(misalnya Amerika Serikat dengan Kanada) sama-
sama dapat menghasilkan dua jenis barang yang
berbeda, tetapi salah satu dari kedua jenis barang
tersebut harus dipilih oleh Amerika Serikat atau
40
Syamsurijal Tan, Esensi Ekonomi Internasional, (Jakarta:
Ghalia Indonesia, 1990), h.16-17.
Ekonomi Internasional
133

Kanada, barang mana yang lebih menguntungkan
baginya untuk menghasilkan sendiri yang
didasarkan atas keuntungan mutlak (absolute
advantage). Mungkin Amerika mempunya
keuntungan mutlak dalam menghasilkan barang B,
sehingga apabila mereka berdagang akan
menguntungkan kedua belah pihak. Keuntungan
koperatif harus dilihat dari output dan jumlah jam
kerja.
Contohnya, kalau Amerika Serikat dapat
menghasilkan produk A 1000 unit dalam sehari,
sedangkan Kanada hanya 800 unit, maka dikatakan
Amerika Serikat mempunya keuntungan mutlak
dalam menghasilkan produk A. dilihat dari jam kerja
kalau untuk barang B, Kanada dapat menghasilkan
20 unit dalam 1 jam sedangkan Amerika Serika
hanya 15 unit, maka Kanada mempunyai
keuntungan mutlak dalam produksi produk B.

Tabel
Keuntungan Mutlak (jam kerja persatuan output).
Ang
Pakai g
Nega an u
DTD
ra (yard r
) (barr
el)
Portu 30 120 1 brl = 4
gis yard
Inggri 100 20 1 brl = 1/5
s yard

Portugis dapat menghasilkan 1 yard kain
pakaian dalam 30 jam, sedangkan Inggris hanya
hampu dalam 100 jam menghasilkan I yard kain
pakaian. Di pihak lain Portugis menghasilkan 120
jam untuk menghasilkan 1 barrel anggur sedangkan
Ekonomi Internasional
134

Inggris hanya 20 jam. Berarti Portugis mempunyai
absolut advantage dalam menghasilkan kain
pakaian dan Inggris dalam menghasilkan anggur.

Dengan dasar tukar Internasional 1:1 sebagai
yang dikemukan oleh Adam Smith, maka kedua
negara akan memperoleh keuntungan apabila
dilakukan perdagangan karena, Pertama bagi
Portugis, dengan menyerahkan 1 yard pakaian telah
dapat dimiliki 1 barrel anggur sedangkan dalam
negeri 4 yard kain baru didapat 1 barrel anggur.
Demikian pula dengan Inggris dengan mengekspor 1
barrel anggur ke ke Portugis telah didapat 1 yard
kain pakaian. Kalau dalam negeri 1 barrel anggur
didapat ½ yard.
Ekonomi Internasional
135

Contoh 2,
Tabel
Keuntungan Mutlak (output per jam kerja)
Nega Pup Jagu DTD
ra ng
Ameri 2 20 1 unit pupuk = 10
ka unit jagung
Kana 5 4 1 unit pupuk = 4/5
da unit jagung

Amerika dapat menghasilkan pupuk 2 unit per
jam, sedangkan Kanada dapat menghasilkan 5 unit
dalam satu jam. Kemudian dalam menghasilkan
jagung, Amerika mampu menghasilkannya sebesar
20 unit per jam sedangkan Kanada hanya 4 unit per
jam, berarti Kanada mempunyai absolute advantage
dalam menghasilkan pupuk, sedangkan Amerika
dalam menghasilkan jagung. Jika dasar tukar
internasional 1:1, maka dalam perdagangan
internasional kedua negara akan mendapat
keuntungan. Bagi Kanada dengan mengekpor 1 unit
pupuk telah dapat diganti dengan 1 unit jagung,
sedangkan dalam negeri 1 unit impor pupuk sama
dengan 4/5 unit jagung. Demikian pula dengan
Amerika dengan mengekspor 1 unit jagung baru
akan didapat 1 unit pupuk.
Secara matematis, teori absolute advantage
dari Adam Smith dapat diilustrasikan dengan
gampang lagi, yaitu:

Data Hipotesa Teori Absolute Advantage dari
Adam Smith:41
Produk per satuan Teh Sut DTDN

41
Dr. Hamdy Hady, Ekonomi Internasional, (Jakarta: Ghalia
Indonesia, 2001), hlm. 29.
Ekonomi Internasional
136

tenaga kerja/hari ra
Indonesia 12 3m 4 Kg =
Kg 1m
1 Kg =
¼m
China 4 8m ½ Kg =
Kg 1m
1 Kg =
2m
Keterangan: DTDN = Dasar Tukar
Dalam Negeri

Teori Keunggulan Mutlak didasarkan
pada asumsi pokok antara lain adalah
sebagai berikut:
1. Faktor produksi yang digunakan hanya tenaga
kerja.
2. Kualitas barang yang diproduksi kedua
negara sama.
3. Pertukaran dilakukan secara barter atau
tanpa uang.
4. Biaya tanspor diabaikan.42

Berdasarkan DTDN (Dasar Tukar Dalam Negeri)
dapat kita lihat, sebagai berikut:
1. Harga 1 kg the di Indonesia lebih murah (hanya ¼
sutra) dibandingkan dengan China yang lebih
mahal (yaitu 2 m sutra).
2. Sebaliknya, harga 1 m sutra di China lebih murah
(hanya ½ kg the) dibandingkan dengan di
Indonesia yang lebih mahal (yaitu 4 kg teh).
Sehinga kita dapat menyimpulkan bahwa,
Indonesia memiliki keunggulan absolut dalam

42
Hamdy Hady, Ekonomi Internasional: Teori dan Kebijakan
Perdagangan Internasional, (Jakarta: Ghalia Indonesia , 2001),
h.30.
Ekonomi Internasional
137

produksi the sehingga akan melakukan spesialisasi
produksi dan ekspor the ke China. Sebaliknya
Indonesia akan mengimpor sutra dari China. Bagi
China memiliki keunggulan absolute dalam
produksi sutra, sehingga akan melakukan
spesialisasi produksi dan ekspor sutra ke
Indoensia, dan sudah pasti sebaliknya juga, China
akan mengimpor the dari Indonesia.

Manfaat langsung yang dirasakan dari spesialisasi
produksi (gain from trade) ialah:
1. Dengan spesialisasi dan menekspor 1 kg the ke
China, Indonesia akan mendapat 2 m sutra,
sedangkan di dalam negeri hanya dinilai atau
dapat ditukar dengan ¼ m sutra. Dengan
demikian melalui spesialisasi produksi dan
perdagangan Internasional Indonesia akan
mendapat keuntungan (gain from trade) sebesar
2m-1/4m = 1.3/4m sutra.
2. Sebaliknya, dengan spesialisasi dan mengekspor 1
m sutra ke Indonesia, China akan mendapat 4 kg
teh, sedangkan di dalam negeri hanya dinilai atau
dapat ditukar dengan ½ kg teh. Dengan demikian
melalui spesialisasi produksi dan perdagangan
internasional, China akan mendapat keuntungan
(gain from trade) sebesar 4 kg-1/2kg = 3.1/2 kg
teh.

Dari hipotesa untuk gain from trade berdasarkan teori
absolute advantage dari Adam Smith.

Produk Persatuan Teh Sutra
Tenaga Kerja/Hari TS DS TS DS
Indonesia 12 kg 24 kg 3m 0m
China 4 kg 0 kg 8m 16 m
Produk dua negara 16 kg 24 kg 11 m 16 m
Keterangan: TS = Tanpa Spesialisasi.
DS = Dengan Spesialisasi.
Ekonomi Internasional
138

Melalui grafik teori absolute advantage dari Adam
Smith dapat dianalis dengan mengunakan kurva PPC
(Production Posibility Curve) sebagai berikut.
Ekonomi Internasional
139

Grafik
Teori Absolute Advantage dari Adam Smith
Teh
5kg

4kg Loses Indonesia

3kg PPC-Indonesia

2 kg Gain From Trade Area

1 kg PCC China
0,5 kg
1 M sutra

Loses China

Berdasarkan analisis matematika dan grafik di atas
dapat diketahui bahwa DTI atau Dasar Tukar Internasional
akan memberikan manfaat perdagangan internasional
atau gain from trade bagi kedua negara. Dengan kata
lain, akan menguntungkan satu negara tanpa merugikan
negara lain dengan perhitungan sebagai berikut:

-Untuk teh: 1/4m < DTI the < 2m
-Untuk sutra: ½ kg < DTI sutra < 4 kg.

Dari gambaran di atas, bahwa teori Adam Smith ini
juga memiliki kelemahannya juga, dikarenakan dalam
perdagangan internasional akan terjadi keuanggulan
absolute yang berbeda, dimana hanya ada satu negara
yang memiliki keunggulan absolute untuk kedua jenis
produk (the dan sutra), maka tidak akan terjadi
perdagangan internasional yang menguntungkan. Inilah
kelemahan teori absolute advantage Adam Smith.
Namun, teori ini kemudian diperbaiki dan disempurkan
lagi oleh David Ricardo dengan teori comperative
Ekonomi Internasional
140

advantage (keunggulan komperatif) mapun production
comperative (labor productivity).

Biaya Relatif (Comparative Cost: David
Ricardo)
Teori David Ricardo didasarkan pada nilai
tenaga kerja atau theory of labor value yang
menyatakan bahwa nilai atau harga suatu cost
comparative produk ditentukan oleh jumlah waktu
atau jam kerja yang diperlukan untuk
memproduksinya. Menurut teori cost comparative
advantage (labor efficiency), suatu negara akan
memperoleh manfaat dari perdagangan
intemasional jika melakukan spesialisasi produksi
dan mengekspor barang di mana negara tersebut
dapat berproduksi relatif lebih efisien serta
mengimpor barang di mana negara tersebut
berproduksi relatif kurang/tidak efisien. Berdasarkan
contoh hipotetis di bawah ini maka dapat dikatakan
bahwa teori comparative advantage dari David
Ricardo adalah cost comparative advantage43.
Teori ini dikemukan oleh Ricardo. Konsep
perdagangan yang semakindisukai masyarakat
Internasional, pertama sekali dikemukan oleh David
Ricardo (1772-1823) ini dikenal juga dengan teori
“comperative cost” atau “comperative advantage”.
Dalam teori ini, setiap negara mengkhususkan
produksinya dalam bidang-bidang yang
diunggulinya secara komparatif dan semua negara
melakukan perdagangan secara bebas tanpa
hambatan, maka akan tercapainya efesiensi dalam
penggunaan faktor-faktor produksi dan pada
43
Ibid, h.32-33.
Ekonomi Internasional
141

gilirannya produksi dunia secera keseluruhannya
akan mencapai maksimum, sehingga makin tinggi
kemakmurannya.
Teori David Ricardo ini didasarkan pada nilai
kerja atau teory of labor value, yang menyatakan
bahwa nilai atau harga suatu produk ditentukan oleh
jumlah waktu atau jam kerja yang diperlukan untuk
memproduksikannya.
Menurut teori cost comperative advantage
(labor efficiency), suatu negara akan memperoleh
manfaat dari peragangan internasional jika
melakukan spesialisasi produksi dan mengekpor
barang di mana negara tersebut dapat berproduksi
relatif lebih efisiensi serta mengimpor barang di
mana negara tersebut berproduksi relatif
kurang/tidak efektif.
Di bawah ini contoh hipotesis teori comperative
advantage dari David Ricardo, adalah cost
comperative advantage.

Data Hipotesis Cost Comperative.
Produksi
Negara
1 kg gula 1 m kain
Indonesia 3 hari kerja 4 hari kerja
China 6 hari kerja 5 hari kerja

Berdasarkan contoh hipotesis di atas, jika
ditinjau dari keunggulan mutlak atau absolute
advantage Adam Smith maka Indonesia unggul
mutlak karena labor cost-nya lebih efisien
dibandingkan dengan Cina, baik dalam produksi 1
kg gula maupun 1 m kain. Dengan demikian tentu
tidak akan terjadi perdagangan antara kedua negara
jika didasarkan pada teori Adam Smith.
Ekonomi Internasional
142

Akan tetapi, berdasarkan teori David Ricardo,
walaupun Indonesia memiliki keunggulan absolute
dibandingkan China, untuk kedua produk di atas,
maka akan tetap dapat terjadi perdagangan
internasional yang menguntungkan kedua negara
melalui spesialisasi jika negara-negara tersebut
memiliki cost comperative advantage atau labor
effeciency.
Ekonomi Internasional
143

Tabel.
Data Perhitungan Cost Comperative (Labor
Efficiency).
Perhitungan Cost Comperative Advantage
(Labor Efficiency)
Perbandingan Cost 1 kg gula 1 m kain
Indonesia ¾ HK 4/5 HK
China
China 6/3 HK 5/4 HK
Indonesia

Berdasarkan perbandingan cost comperative
advantage atau labor effeciency di atas, dapat
dilihat bahwa tenaga kerja Indonesia lebih efesien
dibandingkan tenaga kerja Cina dalam reproduksi 1
kg gula (3/6 atau ½ hari kerja China dalam produksi
1 meter kain (4/5 hari kerja). Hal ini akan
mendorong Indonesia melakukan spesialisasi
produksi dan ekspor gula.
Sebaliknya, tenaga kerja China ternyat lebih
efisien dibandingkan tenaga kerja Indonesia dalam
produksi 1 meter kain (5/4 hari kerja) daripada
produksi 1 kg gula (6/3 atau 2/1 hari kerja). Hal ini
mendorong China melakukan spesialisasi produksi
dan ekspor kain.
Manfaat Perdagangan Internasional (Gain From
Trade)
Berdasarkan matrik di atas, dapatdisusun
perbandingan kemampuan produksi setiap tenaga
kerja per hari kerja pada masing-masing negara
sebagai berikut,

Tabel
Data Hipotesa Gain From Trade Berdasarkan Teori
Comperative Advantage dari David Ricardo.
Ekonomi Internasional
144

Perbandingan Produksi/TK?HK Dasar Tukar Dalam
Negara Gula Kain Negeri (DTDN)
Indonesia 1/3 kg ¼m 4 kg = 3 m <
1kg=3/4
¾ kg = 1
m
China 1/6 kg 1/5 m 5 kg = 6 < 1 kg = 6/5
m
5/6 kg = 1
m.

Berdasarkan tabel di atas suatu negara
adakalanya dapat menghasilkan dua jenis produk
dan mempunyai keuntungan mutlak untuk kedua
barang tersebut. Kalau menurut teori absolute
advantage maka perdagangan tak mungkin akan
terjadi, tetapi secara comperative advantage
perdagangan tersebut dapat terjadi. Yang dilihat di
sini adalah keuntungan komperatif yang diperoleh
oleh suatu negara dibandingkan dengan negara
lainnya.

Tabel
Keuntungan Komperatif (output per jam kerja)
Negara Gandum Jagung DTD
Indonesia 10 20 1 unit
gandum= 2
ton jagung
Singapura 8 12 1 ton gandum
= 1,5 ton
jagung

Kalau secara teori absolute advantage, maka
perdagangan tak akan mungkin terjadi antara
Indonesia dan Singapura karena Indonesia mutlak
unggul dalam menghasilkan jagung dan gandum
dibandingkan dengan Singapura. Indonesia dapat
mengahsilkan gandum 10 ton per jam, sedangkan
Ekonomi Internasional
145

Singapura hanya 8 ton per jam demikian juga
dengan jagung Indonesia dapat menghasilkan 20
ton per jam sedangkan Singapura hanya 12 ton per
jam. Tetapi secara comperative advantage
perdagangan antara Indonesia dengan Singapura
dapat terjadi. Dengan dasar tukar internasional yang
berada pada ruang gerak masing-masing negara
tersebut (salah satu perbedaan Adam Smith) : 1,5
ton <DTI<2 ton. Di sini jelas Indonesia mempunyai
keuntungan komperatif dalam menghasilkan jagung
dan Singapura mempunyai comperative advantage
dalam menghasilkan gandum.
Teori perdagangan bebas ini kemudian
berkembang menjadi 3 aliran, yaitu: 1).
Merkantilisme44, 2). Liberalisme45 dan 3). Neo-
merkantilisme46. Akibat langsung dari diterapkannya
ketiga aliran ini adalah negara-negara industri
berusaha untuk meningkatkan ekspornya secara
besar-besaran dan mengurangi impornya melelui
proteksionisme yang tinggi, seperti halnya negara
Amerika sekarang yang menerapkan proteksionisme
yang tinggi dengan menaikkan tarif impor sebesar
53 persen, yang pada intinya juga diikuti oleh
negara-negara lain. Pada akhirnya terjadilah perang
tarif berkepanjangan, yang inilah akhirnya

44
Aliran Merkantilisme ialah kebijakan perdagangan
ditujukan pada peningkatan ekspor sebanyak-banyaknya dan
penekanan impor sekecil-kecilnya.
45
Liberalisme ialah setiap negara bebas untuk menetapkan
kebijakan perdagangnya sesuai dengan keunggulan komperatif
yang dimilikinya.
46
Aliran yang menutamakan perekonomian nasional
daripada perdagangan internasional, bahkan kalau perlu
dengan membatasi dan mengorbankannya.
Ekonomi Internasional
146

menjadikan salah satu penyebab utama meletusnya
perang Dunia ke-2.47
Apakah suatu negara mempunyai keuntungan
komperatif dibandingkan dengan negara lain dilihat
dari segi ongkos tenaga kerja (wage of labor).
Apabila ongkos tenaga kerja rendah, maka harga
output akan rendah pula. Suatu negara akan
memproduksi suatu produk yang harga relatif lebih
rendah dari negara lain. Ini berarti mereka
mendapat keuntungan komperatif dalam produksi
produknya.

47
Asvi Warman Adam (et.al), Strategi Pemerintah Dan
Swasta Menghadapi AFTA, (Jakarta: LIPI), hlm. 40.
Ekonomi Internasional
147

Tabel
Ongkos komperatif
Input of Output
Negara
labor Mesin Pakaian
Amerika 1 hari 5 20
India 1 hari 1 10

Secara absolute advantage, Amerika
mempunyai keuntungan mutlak dalam
menghasilkan kedua jenis produk mesin dan
pakaian. Dalam 1 hari, tenaga kerja dapat
menghasilkan 5 unit mesin di Amerika sedangkan di
India hanya 1 unit mesin. Untuk pakaian dalam 1
hari, tenaga kerja di Amerika dapat menghasilkan
20 unit pakaian sedangkan di India hanya 10 unit.
Jika ini yang terjadi maka perdagangan tidak akan
terjadi antara Amerika dengan India. Tapi kalau
dilihat secara comperative advantage maka
perdagangan tetap terjadi karena Amerika secara
komperatif akan lebih menguntungkan kalau
menspesialisasikan dalam produksi mesin,
sedangkan India dalam memproduksi pakaian (dasar
tukar internasional) berada di antara dasar tukar
dalam negeri kedua negara tersebut). Keadaan
inimbelum menggambarkan comperative cost.
Untuk menentukan harga output yang paling
murah kita anggap upah tenaga kerja per hari untuk
menghasilkan mesin dan pakaian di Amerika $20.
sedangkan di India $5, maka akan terlihat:
Tabel
Comperatif cost
Inpu Wag Mesin Kain
Negar
t of e Outpu Outpu
a Price Price
labor Rate t t
Amerik 1 hari $20 5 $4,00 20 $1.00
Ekonomi Internasional
148

a
India 1 hari $5 1 $5,00 10 $0,50

Dengan tingkat upah per hari $20 di Amerika,
maka harga mesin $4,00 dan kain $1,00. Tapi di
India dengan tingkat upah $5,00 per hari maka
harga kain dalam negeri $0,50 sedangkan mesin
$5,00. berarti harga mesin relatif lebih rendah di
Amerika dibandingkan dengan India, dan sebaliknya
kain lebih murah di India daripada di Amerika. Untuk
itu akan menguntungkan apabila Amerika
mengekspor mesin ke India dan mengimpor kain
dari India, demikian pula sebaliknya India akan lebih
menguntungkan mengekspor kain dan mengimpor
mesin dari Amerika. Perdagangan antara Amerika
dengan India akan saling menguntungkan.

Teori Modern Keunggulan Komparatif
(Comparative Advantage: dari Model Hechsher
& Ohlin);
Banyak para ahli menganggap teori ini hanya
merupakan kelanjutan dari Teori Klasik, karena
essensinya sama yaitu melihat kenapa terjadinya
perdagangan antar-dua negara. Bergagai
pendekatan yang digunakan, kalau teori klasik
melihat dari supply saja, tetapi teori modern melihat
dari suppley dan demand.
1. Teori Haberler
2. Teori Hecksher-Ohlin (H-O)
Teori Haberler
Ada beberapa perbedaan penting antara teori
klasik dengan Heberler. Kalau Klasik melihat
perbedaan cost of production untuk barang yang
sama di dua negara hanya disebabkan oleh
pemakaian tenaga kerja, semakin banyak tenaga
Ekonomi Internasional
149

kerja dipergunakan, maka akan semakin banyak
upah yang diberikan, sehingga onglos produksi (cost
of production) meningkat dan setrusnya harga
barang di pasar akan meningkat pula, tetapi
Heberler mengatakan bahwa harga barang di pasar
bukan hanya sisebabkan pemakaian tenaga kerja,
tetapi merupakan kombinasi pemakaian faktor
produksi (tanah, labor, dan capital). Untuk itu
Haberler memakai konsep opportunity cost atau
ongkos alternatif, yang dapat dijelaskan dengan
kurve possibility curve dan digabungkan dengan
kurve indeference curve untuk melihat terjadinya
perdagangan antar-dua negara, dan sekaligus dapat
memperlihatkan keuntungan dari perdagangan
internasional tersebut.

Ongkos Oppurtunity (opportunity cost)
Opportunity cost adalah ongkos yang
dikorbankan dari memproduksi satu barang untuk
memproduksi barang lain atau dapat juga
dikatakan berapa pergorbanan faktor produksi yang
dapat dipergunakan untuk memproduksi satu
barang, dialihkan kepada barang lain yang dianggap
mempunyai keuntungan komperative. Secara kurve
dapat digambarkan dengan kurve possibility curve.
Production possibility curve adalah kurva yang
memperlihatkan berbagai kombinasi barang yang
dapat kita hasilkan dan sekaligus menggambrkan
produksi atau kombinasi yang paling baik.
Apabila semua input digunakan untuk
menghasilkan kain, maka dihasilkan 100 unit, mesin
= nol, tapi sebaliknya semua faktor produksi
digunakan untuk menghasilkan mesin, maka didapat
mesin 100 unit, kain = nol. Atau kedua-duanya,
maka faktor produksi harus diatur sedemikian rupa.
Ekonomi Internasional
150

Misalnya pada titik produksi mesin 60 unit, kain 70
unit. Kemudian bila inggin menambah produksi
mesin menjadi 80 unit maka kain harus dikurangi
menjadi 60 unit, jadi di sini ada faktor produksi yang
harus dikorbankan dari produksi kain dialihkan ke
produksi mesin, inilah yang sering disebut
opportunity cost atau ongkos alternatif. Bentuk
kurve PPC ini cekung ke origin yang berarti
increasing cost, kalau constant cost, maka PPC akan
berbentuk garis lurus.
Esensinya sama saja dengan increasing cost,
dimana apabila persen dengan sejumlah faktor
produksi kain sama dengan nol. Tapi sebaliknya
kalau inggin menghasilkan kain OB3, maka produksi
mesin nol. Kominasi di titik C dan D
menggambarkan keadaan yang sama, demikian
dengan titik lainnya sepanjang kurve producyion
curve yang sama.

Gambar
Kurve PPC dengan ongkos tetap
Kain
B3

PPC (Production Possibility curve)
B2 C
B1 D

O A1 A2 A3 Mesin

Menurut teori Heckscher - Ohin atau teori H - O,
perbedaan opportunity cost suatu produk antara
satu negara dengan negara lain dapat terjadi karena
Ekonomi Internasional
151

adanya perbedaan jumlah atau proporsi faktor
produksi yang dimiliki (endowment factors) masing-
masing negara. Perbedaan opportunity cost tersebut
dapat menimbulkan terjadinya perdagangan
internasional. Negara-negara yang memiliki faktor
produksi relatif banyak/murah dalam mem-
produksinya akan melakukan spesialisasi produksi
dan mengekspor barangnya. Sebaliknya, masing-
masing negara akan mengimpor barang tertentu jika
negara tersebut memiliki faktor produksi yang relatif
langka/mahal dalam memproduksinya.
Dalam analisisnya, teori modern H - O
menggunakan dua kurva. Pertama adalah kurva
"Isocost", yaitu kurva yang menggambarkan total
biaya produksi yang sama dan kurva "Isocfuant",
yaitu kurva yang menggambarkan total kuantitas
produk yang sama. Menurut teori ekonomi mikro,
kurva Isocost akan bersinggungan dengan kurva
Isocfuant pada suatu titik optimal. Jadi;
denganbiaya/cost tertentu akan diperoleh produk
yang maksimal; atau dengan biaya/cost minimal
akan diperoleh sejumlah produk tertentu.48
Grafik Teori Heckscher - Ohlin

48
Ibid, h.39.
Ekonomi Internasional
152

Pada grafik 39 terlihat sebagai berikut. Titik A, B,
dan C berada pada Jsocost yang sama, vaitu $600
dengan kombinasi input/faktor produksi yang
berbeda, yaitu A (25 TK, 10 M), B (15 TK, 12 M), dan
C (40 TK, 5 M), sedangkan titik D (20 TK, 5 M)
berada pada Isocost $400. Titik-titik B, C, dan D
berada pada Isoquant yang menunjukkan jumlah
produksi yang sama, yaitu sebanyak 100 unit
pakaian. Sesuai teori mikro ekonomi, titik singgung
antara Isocost dan Isoquant merupakan posisi
optimal. Jadi, dengan kombinasi biaya faktor
produksi minimal akan dapat diproduksi sejumlah
produk tertentu. Titik D dengan kombinasi 20
tenaga kerja dan 5 mesin adalah titik optimal karena
dengan Isocost $400 dapat memproduksi 100 unit
pakaian. Adapun titik B dan C, untuk memproduksi
100 unit pakaian (Isocjuant yang sama) diperlukan
biaya yang lebih mahal, yaitu Isocost $600.
Sebaliknya, titik A dapat memproduksi 150 unit
pakaian, tetapi dengan biaya yang lebih tinggi, yaitu
Isocost $600.
Sesuai konsep titik singgung antara Isocost dan
Isocfuant ini, maka masing-masing negara tentu
cenderung memproduksi barang tertentu dengan
kombinasi faktor produksi yang paling optimal
sesuai struktur/proporsi faktor produksi yang
dimilikinya. Selanjutnya, teori H - O menggunakan
asumsi 2 x 2x 2 dalam arti sebagai berikut.
Perdagangan internasional terjadi antara dua negara
(misalnya antara Indonesia dan Jepang). ". Masing-
masing negara memproduksi dua macam barang
Ekonomi Internasional
153

yang sama (misalnya 100 unit pakaian dan 20 unit
radio). 3. Masing-masing negara menggunakan dua
macam factor produksi, yaitu tenaga kerja dan
mesin, tetapi dengan jumlah/ proporsi yang
berbeda. Secara grafis perbedaan proporsi/jumlah
faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara
dapat ditunjukkan dengan grafik berikut.

Keunggulan Kompetitif (Competitive
Advantage: Michael E. Porter);
Menurut M. Porter, dalam era persaingan global
saat ini, suatu bangsa atau negara yang memiliki
competitive advantage of nation dapat bersaing di
pasar intemasional bila memiliki empat faktor
penentu (W. J. Keegan & M. C Green, 1997; 268)
yang digambarkan sebagai suatu diamond berikut.49

49
Ibid, h.58.
Ekonomi Internasional
154

Competitive Advantage Of Nation
Gambar Skema M. Porter - Diamond
Skema M. Porter – Diamond
FACTOR STRATEGY
STRUCTURE &
RIVALRY

FACTOR DAMAND
CONDITIONS CONDITIONS

RELATED &
SUPPORTING
INDUSTRY

Factor conditions adalah sumber daya
(resources) yang dimiliki oleh suatu negara yang
terdiri atas lima kategori berikut mi.
1. Human resources (SDM)
2. Physical resources (SDA)
3. Knowledge resources (IPTEK) atau (SDT)
4. Capital resources (Permodalan) atau (SDC)
5. Infrastructure resources (Prasarana) atau (SDI)
Permintaan merupakan salah satu faktor penting
dalam menentukan keunggulan daya saing atau
competitive advantage suatu bangsa / perusahaan
produk atau jasa yang dihasilkannya. Adapun yang
dimaksud dengan "demand conditions" tersebut
terdiri atas:
1. Composition of home demand
2. Size and pattern of growth of home demand
3. Rapid home market growth
4. Trend of international demand

Untuk menjaga dan memelihara kelangsungan
keunggulan daya saing, maka perlu selalu dijaga
Ekonomi Internasional
155

kontak dan koordinasi dengan pemasok (supplier),
terutama dalam menjaga dan memelihara value
chain. Strategi perusahaan, struktur organisasi dan
modal perusahaan, serta kondisi persaingan di
dalam negeri merupakan faktor-faktor yang akan
menentukan dan mempengaruhi competitive
advantage perusahaan. Rivalry yangberat di dalam
negeri biasanya justru akan lebih mendorong
perusahaan untuk melakukan pengembangan
produk dan teknologi, peningkatan produktivitas,
efisiensi dan efektifitas, serta peningkatan kualitas
produk dan pelayanan.

Teori Permainan (Game Theory)
Teori permainan adalah bagian dari ilmu
matematika yang mempelajari interaksi antar agen,
di mana tiap strategi yang dipilih akan memiliki
payoff yang berbeda bagi tiap agen. Pertama kali
dikembangkan sebagai cabang tersendiri dari ilmu
matematika oleh Oskar Morgenstern dan John von
Neumann, cabang ilmu ini telah berkembang
sedemikian pesat hingga melahirkan banyak tokoh
peraih nobel, seperti John Nash (AS), Reinhard
Selten (Jerman), dan John Harsanyi (AS) pada tahun
1999 dan Thomas Schelling (AS) dan Robert J.
Aumann (Israel) pada tahun 2005.
Analisis Fundamental adalah metode analisis
yang menggunakan data ekonomi, seperti data
produksi, konsumsi dan pendapatan rumah tangga
masing-masing negara untuk meramalkan
pergerakan harga. Setiap berita yang baik yang
berhubungan langsung maupun tidak langsung
dengan ekonomi dapat merupakan suatu faktor
Ekonomi Internasional
156

fundamental yang penting untuk dicermati. Berita-
berita tersebut dapat berupa berita yang
menyangkut perubahan ekonomi, perubahan tingkat
suku bunga, pemilihan presiden, bencana alam dan
lain-lain. Faktor-faktor fundamental yang sifatnya
luas dan kompleks tersebut dapat dikelompokkan
menjadi 4 kategori besar, yaitu : dalam
menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
kondisi fundamental perekonomian suatu negara,
indikator ekonomi adalah salah satu faktor yang
tidak dapat dipisahkan dan merupakan bagian
penting dari keseluruhan faktor fundamental itu
sendiri. Seiring dengan kemajuan di bidang ilmu
pengetahuan dan tekhnologi, untuk mendapatkan
sumber informasi terkini, seorang trader juga sering
menggunakan informasi yang berasal dari monitor
komputer, misalnya melaui Dow Jones Telerate,
Reuters, Knight Rider maupun Bloomberg.
Indikator-indikator ekonomi yang sering
digunakan dalam Analisis Fundamental, yaitu :

1. Gross Domestic Product
Gross Domestic Product adalah penjumlahan
seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu
negara baik oleh perusahaan dalam negeri maupun
oleh perusahaan asing yang beroperasi di dalam
negara tersebut pada suatu waktu / periode
tertentu.

2. Inflasi
Seorang Trader akan selalu memperhatikan
dengan seksama perkembangan tingkat inflasi.
Salah satu cara pemerintah dalam menanggulangi
inflasi adalah dengan melakukan kebijakan
menaikkan tingkat suku bunga . Kebijakan
Ekonomi Internasional
157

peningkatan tingkat suku bunga ini diharapkan
dapat memperkuat nilai tukar dan mengendalikan
tingkat inflasi. Penggunaan tingkat inflasi sebagai
salah satu indikator fundamental ekonomi adalah
untuk mencerminkan tingkat GDP dan GNP ke dalam
nilai sebenarnya. Nilai GDP dan GNP ini merupakan
indikator sangat penting bagi seorang Trader dalam
membandingkan peluang dan resiko investasinya di
mancanegara. Umumnya seorang Trader akan
menggunakan indikator-indikator inflasi sebagai
berikut:
a) Producer Price Index (PPI) PPI adalah indeks yang
mengukur rata-rata perubahan harga yang diterima
oleh produsen domestik untuk setiap output yang
dihasilkan dalam setiap tingkat proses produksi.
Data PPI dikumpulkan dari berbagai sektor ekonomi
terutama dari sektor manufaktur, pertambangan
dan pertanian.
b) Consumer Price Index (CPI) CPI digunakan untuk
mengukur rata-rata perubahan harga eceran dan
sekelompok barang dan jasa tertentu. Kedua indeks
tersebut, CPI dan PPI, digunakan oleh seorang
Trader sebagai indikator untuk mengukur tingkat
inflasi yang terjadi. Seorang Trader tidak dapat
berharap bahwa Bank Sentral akan menaikkan
tingkat suku bunga setiap salah satu indikator
memberikan sinyal kuat tentang adanya inflasi
maupun menurunkan suku bunga untuk keadaan
sebaliknya. Contoh : dampak Perang Teluk (1991)
adalah naiknya harga minyak bumi dan ini membuat
indeks CPI di Amerika Serikat juga naik. Namun
karena peningkatan indeks CPI itu tidak berlangsung
lama, maka Bank Sentral Amerika Serikat tidak
mengambil tindakan apa pun.
3. Balance of Payment
Ekonomi Internasional
158

Balance of Payment adalah suatu neraca yang
terdiri dari keseluruhan aktivitas transaksi
perekonomian internasional suatu negara, baik yang
bersifat komersial maupun finansial, dengan negara
lain pada suatu periode tertentu. Balance of
Payment ini mencerminkan seluruh transaksi antara
penduduk, pemerintah dan pengusaha dalam negeri
dan pihak luar negeri, seperti transaksi ekspor dan
impor, investasi portofolio, transaksi antar Bank
Sentral dan lain-lain. Indikator umum yang sering
digunakan adalah neraca perdagangan / current
account. Faktor lain yang mempengaruhi neraca
pembayaran adalah adanya aliran investasi asing
yang masuk ke dalam negeri dalam bentuk Foreign
Direct Investment maupun Portofolio Investment .
Contoh : surplus neraca perdagangan Jepang
terhadap Amerika Serikat pada tahun 1998
memberikan gambaran / indikasi yang jelas
terhadap meningkatnya volume permintaan Yen
dalam aktifitas perdagangan. Akibatnya nilai tukar
Yen terhadap Dollar AS menguat.
4. Employment
Employment adalah suatu indikator yang dapat
memberikan gambaran tentang kondisi riil berbagai
sektor ekonomi. Indikator mengenai tingkat
kesempatan kerja ini dapat dijadikan sebagai alat
untuk menganalisis sehat / tidaknya perekonomian
suatu negara. Apabila perekonomian berada dalam
keadaan full capacity/ kapasitas penuh maka akan
tercapai full employment . Jika keadaan sebaliknya,
maka tingkat pengangguran pun akan meningkat.
Tingkat employment adalah indikator ekonomi yang
sangat penting bagi pasar keuangan pada umumnya
dan pasar valuta asing khususnya.
Ekonomi Internasional
159

Faktor Politik, sebagai salah satu indikator
untuk memprediksi pergerakan nilai tukar, sangat
sulit untuk diketahui timing / waktu terjadinya
secara pasti dan untuk ditentukan dampaknya
terhadap fluktuasi nilai tukar. Ada kalanya suatu
perkembangan politik berdampak pada pergerakan
nilai tukar, namun ada kalanya tidak membawa
dampak apapun terhadap pergerakan nilai tukar.
Contoh : gejolak politik yang terjadi di Indonesia
pada pasca pergantian kepemimpinan nasional dari
masa pemerintah Orde Baru (1966 - 1998) sampai
ke Orde Reformasi menimbulkan gejolak fluktuasi
nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang sangat
signifikan. Namun ada kalanya isu politik tidak
mempengaruhi fluktuasi nilai tukar, seperti dalam
kasus Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, dan
Monica Lewinsky pada tahun 1998 yang tidak serta
merta membawa dampak terhadap perubahan nilai
tukar Dollar AS.
Peranan Faktor Keuangan sangat penting
dalam melakukan Analisis Fundamental. Adanya
perubahan dalam kebijaksanaan moneter dan fiskal
yang diterapkan oleh pemerintah, terutama dalam
hal kebijakan yang menyangkut perubahan tingkat
suku bunga, akan membawa dampak signifikan
terhadap perubahan dalam fundamental ekonomi.
Perubahan kebijakan ini juga akan mempengaruhi
nilai tukar mata uang. Para pengamat pasar valuta
asing menyatakan bahwa tingkat suku bunga adalah
penentu utama nilai tukar suatu mata uang, selain
indikator keuangan lainnya, seperti jumlah uang
yang beredar. Aturan umum mengenai kebijakan
tingkat suku bunga ini adalah semakin tinggi tingkat
suku bunga semakin kuat nilai tukar suatu mata
uang.Tingkat suku bunga disini dimaksudkan adalah
Ekonomi Internasional
160

tingkat suku bunga riil bukan yang nominal. Seorang
Trader akan bereaksi terhadap perubahan selisih
tingkat suku bunga, bukan pada perubahan tingkat
suku bunga secara individual.
Faktor Eksternal dapat membawa perubahan
yang signifikan terhadap nilai tukar suatu negara.
Perubahan ekonomi yang terjadi dalam suatu
negara dapat membawa dampak regional bagi
perekonomian negara-negara lain yang terdapat
dalam kawasan yang sama. Dalam era alokasi
global asset, arus portofolio modal tidak lagi
mengenal batas-batas wilayah negara. Para Fund
Manager, Investor dan Hedge Fund yang melakukan
investasi secara global, sangat mencermati
perubahan ekonomi, bukan hanya dalam lingkup
satu negara, melainkan juga meluas hingga ke
dalam lingkup satu kawasan/ regional tertentu.

Robert J Auman (Israel)
Israel Robert John Aumann (lahir pada 8 Juni
1930 di Frankfurt, Jerman) adalah seorang
matematikawan Israel. Beserta keluarganya, ia lari
ke Amerika Serikat pada tahun 1938 untuk
menghindari kekejaman Nazi. Ia adalah doktor
matematika murni dari Massachusetts Institute of
Technology (MIT) pada tahun 1955. Pada tahun
2005, ia dianugerahi Penghargaan Bank Swedia
dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel
bersama dengan Thomas Schelling karena "telah
meningkatkan pengetahuan kita mengenai konflik
dan kerjasama melalui analisis game-theory."

Ekonomi Internasional
161

BAB 6

Kebijakan Ekonomi
& Perdagangan
Internasional

Pengertian Kebijaksanaan Ekonomi
Internasional
Kebijakan ekonomi internasional diartikan
sebagai berbagai tindakan dan peraturan yang
dijalankan suatu negara, baik secara langsung
maupun tidak langsung, yang akan mempengaruhi
struktur, komposisi, dan arah perdagangan
internasional dari/ke negara tersebut.50 Dalam
implementasinya, perdagangan antara dua Negara
sering merugikan Negara yang lemah ( less
developing countries). Negara maju (developing
countries) mendominasi perdagangan internasional.
50
Hamdy Hady, Ekonomi Internasional: Teori dan Kebijakan
Perdagangan Internasional, Buku 1, (Jakarta: Ghalia Indonesia,
2001), h.62.
Ekonomi Internasional
162

Tingkat harga lebih banyak ditentukan oleh Negara
maju, hal ini disebabkan tingkat ketergantungan
Negara berkembang relative lebih besar kepada
Negara maju daripada sebaliknya.51

Instrumen Kebijaksanaan Ekonomi
Internasional
Instumen kebijakan perdagangan internasional
di bidang ekspor diartikan sebagai berbagai
tindakan dan peraturan yang dikeluarkan
pemerintah, baik secara langsung maupun tidak
langsung, yang akan mempengaruhi struktur,
komposisi, dan arah transaksi serta kelancaran
usaha untuk peningkatan devisa ekspor suatu
negara. Kebijakan perdagangan internasional di
bidang ekspor dikelompokkan menjadi dua macam
kebijakan sebagai berikut:52

A. Kebijakan Ekspor di dalam Negeri
1. Kebijakan perpajakan dalam bentuk
pembebasan, keringanan, pengembalian
pajak ataupun pengenaan pajak ekspor/PET
untuk barang-barang ekspor tertentu. Contoh:
Pajak ekspor atas CPO.
2. Fasilitas kredit perbankan yang murah untuk
mendorong peningkatan ekspor barang-
barang tertentu.
3. Penetapan prosedur/tata laksana ekspor yang
relatif mudah.
4. Pemberian subsidi ekspor, seperti pemberian
51
Syamsurijal Tan, Esensi Ekonomi internasional, (Jakarta:
Ghalia Indonesia, 1988), h.47.
52
Op.cit, h.63.
Ekonomi Internasional
163

sertifikat ekspor.
5. Pembentukan asosiasi eksportir.
6. Pembentukan kelembagaan seperti bounded
warehouse (Kawasan Berikat Nusantara),
bounded island Batam, export processing
zone, dan lain-lain.
7. Larangan/pembatasan ekspor, misalnya
larangan ekspor CPO (Crude Palm Oil) oleh
Menperindag.

B. Kebijakan Ekspor di luar Negeri
1. Pembentukan International Trade Promotion
Centre (ITPC) di berbagai negara, seperti di
Jepang (Tokyo), Eropa, AS, dan lain-lain.
2. Pemanfaatan General System of Preferency
atau GSP, yaitu fasilitas keringanan bea
masuk yang diberikan negara-negara industri
untuk barang manufaktur yang berasal dari
negara yang sedang berkembang seperti
Indonesia sebagai salah satu hasil UNCTAD
(United Nation Conference on Trade and
Development).
3. Menjadi anggota Commodity Association of
Producer, seperti OPEC dan lain-lain.
4. Menjadi anggota Commodity Agreement
between Producer and Comsumer, seperti ICO
(International Coffee Organization), MFA
(Multifibre Agreement), dan lain-lain.

Instrumen kebijakan perdagangan intemasional
di bidang impor diartikan sebagai berbagai tindakan
dan peraturan yang dikeluarkan pemerintah, baik
secara langsung maupun tidak langsung, yang akan
mempengaruhi struktur, komposisi, dan kelancaran
Ekonomi Internasional
164

usaha untuk melindungi/mendorong pertumbuhan
industri dalam negeri dan penghematan devisa.
Kebijakan perdagangan intemasional di bidang
impor dapat dikelompokkan menjadi dua macam
kebijakan sebagai berikut:53

53
Ibid, h.65.
Ekonomi Internasional
165

A. Kebijakan Tariff Barrier
Kebijakan Tariff Barrier atau TB dalam bentuk
bea masuk adalah sebagai berikut.
1. Pembebasan bea masuk/tariff rendah adalah
antara O% s/d 5%: dikenakan untuk bahan
kebutuhan pokok dan vital, seperti beras,
mesin-mesin vital, alat-alat
militer/pertahanan/ keamanan, dan lain-lain.
2. Tarif sedang antara > 5% s.d. 20%: dikenakan
untuk barang setengah jadi dan barang-
barang lain yang belum cukup diproduksi di
dalam negeri.
3. Tarif tinggi di atas 20%: dikenakan untuk
barang-barang mewah dan barang-barang
lain yang sudah cukup diproduksi di dalam
negeri dan bukan barang kebutuhan pokok.

1. Kebijakan Tariff dan Efek-efek Tariff
Tarif adalah pungutan bea masuk yang
dikenakan atas barang impor yang masuk untuk
dipakai/dikonsumsi habis di dalam negeri. Dalam
pelaksanaannya, sistem/cara pemungutan tarif bea
masuk ini dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Bea Harga (Ad Valorem Tariff)
Besamya pungutan bea masuk atasbarang impor
ditentukan oleh tingkat prosentase tarif dikalikan
harga CIF dari barang tersebut (BM = % tarif x
Harga CIF). Misalnya, harga CIF suatu barang X =
$100 dan tarif bea masuknya 10 %, sedangkan kurs
atau nilai tukar = Rp5.000,00/USD. Maka pungutan
bea masuknya = 10 % x $100 x Rp5.000,00 =
Rp50.000,00.
b. Bea Spesifik (Specific Tariff)
Ekonomi Internasional
166

Pungutan bea masuk ini didasarkan pada ukuran
atau satuan tertentu dari barang impor. Di
Indonesia sistem tarif ini digunakan sebelum
tahun 1991.
c. Bea Campuran (Compound Tariff)
Pungutan bea masuk ini merupakan kombinasi
antara sistem a, dan sistem b.
Sifat dan Keuntungan/ Kelemahan masing-masing
Sistem Tarif
a. Bea harga (Ad Valorem Tariff) bersifat
proporsional.
Keuntungannya:
1) Dapat mengikuti perkembangan tingkat
harga/inflasi.
2) Terdapat diferensiasi harga produk sesuai
kualitasnya.
Kerugiannya:
1) Memberikan beban yang cukup berat bagi
administrasi pemerintahan, khususnya bea cukai
karena memerlukan data dan perincian harga
barang yang lengkap.
2) Sering menimbulkan perselisihan dalam
penetapan harga untuk perhitungan bea masuk
antara importir dan bea cukai, sehingga dapat
menimbulkan stagnasi/kemacetan arus barang di
pelabuhan.
b. Bea Spesifik (Specific Tariff) bersifat regresif.
Keuntungannya:
1) Mudah dilaksanakan karena tidak memerlukan
perincian harga barang sesuai kualitasnya.
2) Dapat digunakan sebagai alat kontrol proteksi
industri dalam negeri.
Ekonomi Internasional
167

Kerugiannya:
1) Pengenaan tarif dirasakan kurang/tidak adil
karena tidak membedakan harga/kualitas barang.
2) Hanya dapat digunakan sebagai alat kontrol
proteksi yang bersifat statis.
Tujuan dan Fungsi Tarif Bea Masuk
1. Menurut tujuannya, kebijakan tarif bea masuk
dapat diklasifikasikan sebagai berikut. a. Tarif
Proteksi/ yaitu pengenaan tarif bea masuk
yang tinggi untuk mencegah/membatasi
impor barang tertentu. b. Tarif Revenue, yaitu
pengenaan tarif bea masuk yang bertujuan
untuk meningkatkan penerimaan negara.
2. Berdasarkan tujuan tersebut maka fungsi tarif
bea masuk adalah sebagai berikut. a. Fungsi
mengatur (regulerend), yaitu untuk mengatur
perlindungan kepentingan ekonomi/industri
dalam negeri. b. Fungsi budgeter, yaitu
sebagai salah satu sumber penerimaan
negara. c. Fungsi demokrasi, yaitu penetapan
besarnya tarif bea masuk melalui persetujuan
DPR. d. Fungsi pemerataan, yaitu untuk
pemerataan distribusi pendapatan nasional,
misalnya dengan pengenaan tarif bea masuk
yang tinggi untuk barang mewah.
2. Tarif Nominal dan Tarif Proteksi Efektif
a. Tarif Nominal
Tarif nominal adalah besarnya prosentase tarif suatu
barang tertentu yang tercantum dalam Buku Tarif
Bea Masuk Indonesia (BTBMI). Buku Tarif Bea Masuk
Indonesia yang digunakan saat ini adalah buku tarif
berdasarkan ketentuan harmonized system atau HS
Ekonomi Internasional
168

yang menggunakan penggolongan barang dengan
sistem 9 digit Penggolongan barang dengan sistem
digit ini akan memper-mudah danmemperlancararus
perdagangan internasional karena adanya kesatuan
kode barang untuk seluruh negara, terutama yang
telah menjadi anggota World Customs Organization
(WCO) yang bermarkas di Brussel.
b. TarifProteksiEfektif
Tarif proteksi efektif ini disebut juga sebagai
Effective Rate of Protection (ERP), yaitu kenaikan
Value Added Manufacturing (VAM) yang terjadi
karena perbedaan antara prosentase tarif nominal
untuk barang jadi atau CBU (Completely Built-up)
dengan tarif nominal untuk bahan baku/komponen
input impomya atau CKD (Completely Knock Down).
3. Infant Industry Argument
Pelaksanaan pembangunan ekonomi di negara-
negara yang sedang berkembang seperti halnya
Indonesia banyak ber-landaskan pada infant
industry argument. Infant industy argument adalah
suatu kebijaksanaan untuk melindungi industri-
industri dalam negeri yang barulahir/tumbuh dengan
"proteksiedukatif', sehingga dapat bersaing baik di
pasar dalam negeri maupun luar negeri.
4. Proteksi Edukatif
Agar tujuan infant industry argument tersebut
dapat dicapai, maka periu dijalankan suatu
kebijakan "proteksi edukatif'/ yaitu kebijakan untuk
melindungi infant industry.
B. Kebijakan Nontariff Barrier
1. Instrumen Kebijakan Nontariff
Kebijakan Nontariff Barrier (NTB) adalah
berbagai kebijakan perdagangan selain bea masuk
Ekonomi Internasional
169

yang dapat menimbulkan distorsi, sehingga
mengurangi potensi manfaat perdagangan
internasional. Secara garis besar NTB dapat
dikelompokkan sebagai berikut (A.M. Rugman &
RJM. Hodgetts, 1995; 165).
a. Pembatasan spesifik (specific limitation):
1) Larangan impor secara mutlak.
2) Pembatasan impor atau quota system.
3. Peraturan atauketentuan teknis untuk impor
produk tertentu.
4) Peraturan kesehatan/karantina.
5) Peraturan pertahanan dan keamanan negara.
6) Peraturan kebudayaan.
7) Perizinan impor Iimport licenses.
8) Embargo.
9) Hambatan pemasaran/marketing seperti:
* VER (Voluntary Export Restraint), yaitu
pembatasan ekspor secara sukarela oleh negara
eksportir.
* OMA (Orderly Marketing Agreement), yaitu
pembatasan pemasaran produk tertentu atas
permintaan negara importir.
b. Peraturan bea cukai {customs administration
rules)
1) Tatalaksana impor tertentu (procedure).
2) Penetapan harga pabean (customs value).
3) Penetapan forex rate (kurs valas) dan
pengawasan devisa (forex control).
4) Consulat formalities.
5) Packiging/labelling regulation.
6) Documentation needed.
7) Quality and testing standccnili.
8) Pungutan administrsi (fees).
9) Tariff classification.
Ekonomi Internasional
170

c. Government participation
1) Kebijakan pengadaan pemerintah.
2) Subsidi dan insentif ekspor.
3) CountervaQmg duties.
4) Domestic assistance pro-ams.
5) Trade-diverting.
d. Import charges
1) Import-deposits
2) Supplementary duties
3) Variable lasses
2. Sistem Kuota dan Efek-Efek Kuota
Kuota adalah pembatasam fisik secara
kuantitatif yang dilakukanataspemasukan barang
(kuota impor) dan pengeluaran barang (kuota
ekspor) dari/ke suatu negara untuk melindungi
kepentingan industri dan konsumen. Menurut
ketentuan GATT/WTO, sistem kuota mi hanya -dapat
digunakan dalam hal sebagai berikut:
a. Untuk melindungi hasil pertanian.
b. Untuk menjaga keseimbangan balance of
payment.
c. Untuk melindungi kepentingan ekonomi
nasional.
3. Subsidi
Subsidi adalah kebijakan pemerintah untuk
ineiiberi&an perlindungan atau bantuan kepada
industri dalam negeri dalam bentuk keringanan
pajak, pengembalian pajak, fasilitas kredit, subsidi
harga, dan lain-lain yang bertujuan sebagai berifait.
a. Menambah produksi dalam negeri. b.
Mempertahankan jumlah konsumsi dalam negeri-c.
MenJual dengan harga yang lebih murah daripada
produk impor.
Ekonomi Internasional
171

Tujuan Kebijaksanaan Ekonomi Internasional
Tujuan kebijakan perdagangan internasional
yang dijalankan oleh suatu negara dapat
dirumuskan sebagai berikut:54
1. Melindungi kepentingan ekonomi nasional dari
pengaruh buruk atau negatif dan dari
situasi/kondisi ekonomi/perdagangan
internasional yang tidak baik atau tidak
menguntungkan.
2. Melindungi kepentingan industri di dalam negeri.
3. Melindungi lapangan kerja (employment).
4. Menjaga keseimbangan dan stabilitas balance of
payment (BOP) atau neraca pembayaran
internasional.
5. Menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi yang
cukup tinggi dan stabil.
6. Menjaga stabilitas nilai tukar/kurs valas.

Macam-Macam Restriksi (Ketetapan) dalam
Perdagangan Internasional
Organisasi multilateral intemasional adalah
organisasi kerja sama perdagangan intemasional
yang anggotanya terdiri dari hampir seluruh negara
di dunia. Contohnya GATT-WTO, UNCTAD, WCO/CCC,
dan lain-lain. GATT (General Agreement on Trade
and Tariff) adalah organisasi intemasional mengenai
persetujuan umum tentang tarif dan perdagangan
yang didirikan berdasarkan Havana Charter pada
tahun 1948. Tujuannya adalah meningkatkan arus
perdagangan intemasional dengan prinsip-prinsip

54
Ibid, h.62.
Ekonomi Internasional
172

pokok/dasar ya,rig disebut GATT Clause. Prinsip-
prinsip pokok dalam GATT Clftuse adalah sebagai
berikut:55
a. Prinsip free trade, yaitu prinsip perdagangan
bebas dengan menghilangkan/mengurangi
berbagai hambatari perdagangan intemasional,
baik yang bersifat Tariff Barrier i(TB) maupun
Nontariff Barrier (NTB).
b. Prinsip resiprositas (timbal balik) dan
nondiskriminasi yang dikenal sebagai Most
Favorised Nation Clause (MFNC), yaitu prinsip
multilateralisasi (ekstensifikasi/instittisionalisasi)
dalam perlakuan (treatment) hubungan
ekonomi/keuangan/ perdagangan intemasional
dengan pengecualian sebagai berikut.
• Hubungan preferential history, seperti
Commonwealth dan France Union.
• Kesatuan ekonomi regional, seperti Free
Trade Area dan Customs Union.
c. Prinsip nondiskriminasi atau dikenal sebagai
Nation Treatment Clause (NTC), yaitu prinsip
memberi perlakuan yang sama terhadap produk
luar negeri maupun produk dalarn negeri.
Misalnya dengan mengenakan tarif PPN yang
sama terhadap produk irnpor maupun produk
lokal.
Beberapa perundingan yang telah dilakukan
GATT untuk mengurangi/menghilangkan berbagai
hambatan perdagangan, baik TB maupun NTB, di
antaranya adalah:
1. Jenewa, Swiss tahun 1947.
2. Annecy, Francis tahun 1949.
3- Torquay. Inggris tahun 1950.

55
Ibid, h.94.
Ekonomi Internasional
173

4. Jenewa, tahun 1956.
5- PutaranDillon, Jenewa tahun 1960 -1961.
6. Putaran Kenendy, Jenewa tahun 1962 - 1967.
7. Putaran Tokyo, tahun 1973 - 1979.
8. Putaran Uruguay, tahun 1986 -1993.
Putaran Uruguay adalah perundingan
multilateral yang dimulai dari Punta de 1'Este di
Uruguay pada tahun 1986-1993. Tujuannya adalah
naemperlancar arus perdagangan dan investasi
internasional dengan menghilangkan/mengurangi
berbagai hambatan TB dan NTB. Hasil substansi dari
putaran Uruguay (H.S. Kartadjoemena, 1997 : 37)
adalah sebagai berikut:
1. Masalah akses pasar (market access), yaitu
bidang yang selama ini ditangani secara tradisional
oleh GATT, seperti:
a. Tariff Barrier (TB).
b. NontariffBarrier (NTB).
c. Perdagangan tropical product.
d. Perdagangan natural resource-based products.
e. Perdagangan textiles and clothing.
f. Perdagangan agriculture product.
2. Masalah penyempurnaan aturan main GATT yang
berlaku,
sehingga sesuai dengan kepentingan yang berbeda,
yaitu:
a. Penyempurnaan GATT articles.
b. Peraturan tentang safeguards.
c. Penyempurnaan MTN agreements and
arrangements.
d. Penyempurnaan peraturan tentang subsidies
and countervailing measures.
e. Penyempurnaan peraturan dispute
settlement. Contohnya penyelesaian masalah
tunrutan Jepang, AS dan Uni Eropa tentang
Ekonomi Internasional
174

peraturan/ketentuan MOBNAS di Indonesia.
3. Penyempurnaan kelembagaan GATT dengan
penyempurnaan the functioning of the GATT system
dengan membentuk World Trade Organization
(WTO) yang mulai berfungsi sejak 1 Januari 1995.
4. Masalah-masalah baru (New Issues) yang
sebelumnya tidak pernah tersentuh oleh GATT,
berkat desakan negara maju telah menjadi bagian
dari perundingan di Uruguay, yaitu:
a. Masalah penetapan ketentuan Trade Related
Intelectual Property Right (TRIP'S) atau hak atas
kekayaan intelektual (HAKI), yaitu ketentuan
perdagangan yang berhubungan dengan
pedindungan atas kekayaan intelektual
berupa pembayaran royaltilfee.
b. Masalah penetapan ketentuan Trade Related
Investment Measures (TRIM'S) yaitu ketentuan
perdagangan yang berhubungan
denganperaturan-peraturan tentang investasi.
c. Masalah penetapan ketentuan General
Agreement on Trade Service (GATS), yaitu
ketentuan tentang perdagangan produk jasa.

Hambatan-Hambatan dalam Perdagangan
Interna-sional
Hambatan perdagangan adalah regulasi atau
peraturan pemerintah yang membatasi
perdagangan bebas. Bentuk-bentuk hambatan
perdangangan antara lain:
• Tarif atau bea cukai. Tarif adalah pajak
produk impor.
• Kuota. Kuota membatasi banyak unit yang
dapat diimpor untuk membatasi jumlah
barang tersebut di pasar dan menaikkan
harga.
Ekonomi Internasional
175

• Subsidi. Subsidi adalah bantuan pemerintah
untuk produsen lokal. Subsidi dihasilkan dari
pajak. Bentuk-bentuk subsidi antara lain
bantuan keuangan, pinjaman dengan bunga
rendah dan lain-lain.
• Muatan lokal.
• Peraturan administrasi.
• Peraturan antidumping.56
Hambatan perdagangan mengurangi efisiensi
ekonomi, karena masyarakat tidak dapat mengambil
keuntungan dari produktivitas negara lain. Pihak
yang diuntungkan dari adanya hambatan perdangan
adalah produsen dan pemerintah. Produsen
mendapatkan proteksi dari hambatan perdagangan,
sementara pemerintah mendapatkan penghasilan
dari bea-bea.
Argumen untuk hambatan perdangan antara
lain perlindungan terhadap industri dan tenaga kerja
lokal. Dengan tiadanya hambatan perdangan, harga
produk dan jasa dari luar negeri akan menurun dan
permintaan untuk produk dan jasa lokal akan
berkurang. Hal ini akan menyebabkan matinya
industri lokal perlahan-lahan. Alasan lain yaitu untuk
melindungi konsumen dari produk-produk yang
dirasa tidak patut dikonsumsi, contoh: produk-
produk yang telah diubah secara genetika. Di
Indonesia, hambatan perdagangan banyak
digunakan untuk membatasi impor pertanian dari
luar negeri untuk melindungi petani dari anjloknya
harga lokal.
Para penentang globalisasi acap kali mengacu

56
Diperoleh dari "http:// id.wikipedia.org/ wiki/ Hambatan_
perdagangan"
Ekonomi Internasional
176

pada persoalan moral tatkala mereka meyerang
perdagangan bebas. Julian Morris justru menunjukan
bahwa tak ada sesuatu yang sangat salah daripada:
suatu pembatasan terhadap perdagangan adalah
sesuatu yang sangat tidak bermoral, karena
tindakan ini akan merusak keberlangsungan
pembangunan akibat meningkatnya biaya barang-
barang, menyengsarakan kaum miskin, dan menjadi
penghalang terhadap lapangan pekerjaan dan
kewirausahaan. Pada sisi yang lain, pertukaran
sukarela yang terjadi diantara masing-masing
individu adalah sesuatu yang pada dasarnya sebuah
tindakan yang baik. Setiap perdagangan secara
langsung semakin memperkokoh tingkat
kemakmuran yang dimiliki setiap pelaku. Secara
komulatif, perdagangan yang terjadi dengan cara itu
akan mendorong proses kewirausahaan yang akan
semakin baik dan tersedianya barang-barang yang
lebih murah, serta mendorong produktivitas.
Kombinasi dari kesemuanya akan berujung pada
pembangunan yang berkelanjutan, dan perbaikan
yang terus menerus terhadap kesejahteraan
masyarakat.
Julian Morris menghitung bahwa dengan
melakukan penghapusan terhadap berbagai tariff
dan kuota, yang diberlakukan dalam perdagangan
barang dan jasa, akan mendorong pertumbuhan
GDP (Gross Domestic Product) Dunia hingga lebih
dari satu trilliun Dollar US setiap tahun dan para
kaum miskin di Afrika dan Asia lah yang akan
mendapat keuntungan dari kebijakan seperti itu, jika
dilakukan.

GATT (General Agreement on Trade and
Tariffs)
Ekonomi Internasional
177

General Agreement on Tariffs and Trade
(GATT) atau "Persetujuan Umum tentang Tarif dan
Perdagangan" yang ditandatangani pada 1947
adalah suatu kesepakatan multilateral yang
mewajibkan negara anggotanya untuk melakukan
kerjasamaekonomi intemasional. GATT menuntut
anggotanya untuk mengorganisasikan perdagangan
luar negeri mereka sesuai dengan prinsip perlakuan
bangsa yang paling menguntungkan (most-favoured
nation treatment). Yaitu, yang bertujuan untuk
membuat perdagangan luar negeri sebebas
mungkin melalui penurunan tingkat tarif dan
penghapusan hambatan kuota impor, dan untuk
memberikan pengarahan tertentu terhadap
kebijakan perdagangan luar negeri negara-negara
tersebut.
Dalam pembukaan GATT dinyatakan bahwa
perdagangan dan hubungan ekonomi intemasional
harus bertujuan untuk meningkatkan standar-
standar kehidupan global, yang mengusahakan
tercapainya suatu tingkat penyerapan tenaga kerja
sepenuhnya (full-employment), menjamin
pertumbuhan pendapatan riil yang tinggi dan terus-
menerus, mengamankan permintaan efektif,
mengeksploitasi sepenuhnya sumber-sumber daya
dunia, meningkatkan produksi, dan menukarkan
komoditas-komiditas dan barang-barang, dan
berhasrat untuk mendukung pelaksanaan tujuan-
tujuan ini sebagai akibat dari penandatanganan
persetujuan yang bertujuan untuk menghilangkan
tarif dan hambatan-hambatan perdagangan lainnya
Ekonomi Internasional
178

di dalam perdagangan intemasional.57

Daya Saing Sumber Daya Indonesia di Tingkat
Internasional
Bersamaan dengan era otonomi daerah yang
sedang digairahkan, pemerinth kini memiliki visi
yang menginginkan agar Indonesia menjadi Negara
industri baru yang sejajar dengan bangsa-bangsa
lain di kawasan Asia – Pasifik. Sementara misi yang
diemban sektor industri dan perdagangan adalah
sebagai penggerak utama dan pendobrak hambatan
perdagangan di luar negeri dengan mematuhi
aturan main (rule of game) tata perdagangan dunia
di bawah koordinasi WTO (World Trade
Organization), serta mengamankan kebijakan
industri dan perdagangan nasional melalui penataan
ulang strategi pemasaran internasional dan
diplomasi perdagangan yang unggul. Ditinjau dari
indeks peringkat daya saing dunia, Indonesia secara
terus menerus mengalami penurunan hingga
peringkat 41 di tahun 1998 versi World
Competitiveness Year Book. Padahal, menurut World
Economic Forum – Genewa, dalam Global
Competitiveness Report Mei 1997, Indonesia
menduduki peringkat 15.58
Secara umum sejak tahun 2000 kinerja
ekspor dan impor Indonesia selalu meningkat.
Namun laju pertumbuhan ekspor non migas berjalan
cukup lambat. Pertumbuhan ekspor non migas

57
Heinz Lempert, Ekonomi Pasar Sosial: Tatanan Ekonomi
dan Sosial Republik Federasi Jerman, (Jakarta: PUSPA SWARA,
1994), h. 142.
58
Martani Huseini, Menata Ulang Strategi Pemasaran
Internasional Indonesia, (Jakarta: Lspeu Indonesia, Jurnal
Reformasi Ekonomi Vol.1, No.1, Januari-Maret 2000), h.21.
Ekonomi Internasional
179

mencapai 4,41% (YoY) pada dua kuartal tahun 2003.
Pertumbuhan ini hanya selisih sedikit dengan
pertumbuhan impor non migas yang mencapai
4,34% (YoY) pada pada periode yang sama. Apabila
dikaji lebih mendalam, pertumbuhan sektor
pertanian justru negatif, sektor industri tumbuh
3,66%. Sedangkan sektor yang mengalami
pertumbuhan pesat adalah pertambangan yang
mencapai angka 16,71%.59

59
Didik J. Rachbini, Masalah dan Kecenderungan Kebijakan
Ekonomi Indonesia, (Jakarta: LSPEU Indonesia, Jurnal Reformasi
Ekonomi Vol.5, No.1, Januari-Juli 2004), h.74-75.
Ekonomi Internasional
180

Bab 7

Perhitungan
Nilai Tukar
(Terms of Trade)
Term of trade60 adalah besaran statistik
yang mencerminkan daya tukar suatu barang
lain antar dua negara baik dalam bentuk harga
maupun velome. Ada juga yang mendifinisikan
sebagai elastisitas suatu barang dengan barang
lainnya. Difinisi lain, Term of Trade atau TOT
adalah perbandingan kuantitatif (jumlah atau
nilai) antara ekspor dan impor yang
mencerminkan perkembangan posisi
perdagangan suatu negara untuk periode waktu
tertentu.61
60
Syamsurijal Tan, Essensi Ekonomi Internasional, (Jakarta:
Ghalia Indonesia, 1988), h. 58.
61
Dr. Hamdy Hady, Ekonomi Internasional: Teori dan
Kebijakan Perdagangan Internasional, (Jakarta: Ghalia Indonesia,
Ekonomi Internasional
181

Konsep TOT atau term of trade secara
matematis dapat kita rumuskan dalam
beberapa konsep, yaitu:

Net Barter Terms of Trade
Net Barter Terms of Trade adalah
perbandingan antara indeks harga rata-rata
barang ekspor dengan barang impor.
Pxi ‫׃‬Pm1
N = Px0 : Pmo
N = Net Barter Term of Trade
Px1 = Harga rata-rata satuan ekspor waktu sekarang
Pxo = Harga rata-rata satuan ekspor waktu tahun dasar
Pm1 = Harga rata-rata satuan impor waktu sekarang
Pmo = Harga rata-rata satuan waktu tahun dasar

Harga rata-rata satuan ekspor dan impor
selalu dinyatakan persentase. Oleh karenanya
perumusan di atas dapat disederhanakan
menjadi:
Pxi ‫׃‬Pm1
N = Px0 : Pmo

Pxi ….1
N = Pm1

Konsep Barter term of trade dapat juga
disebut dengan konsep “elastisitas Harga”.
Contoh:
Jika pada tahun 2005 harga indeks ekpor
Indonesia 100 dan tahun 2007 naik 10 persen
atau 110. kemudian harga indeks impor turun
2001), h. 76.
Ekonomi Internasional
182

10 persen dari tahun dasar atau menjadi 95,
maka kita dapat menghitung term of trade
Indonesia.
TOT = Pxi . 100
Pm1
= 110 . 100 = 15,8%
95
Ini berarti term of trade negara Indonesia
naik 15,8 persen, naik dari tahun 2005.
Atau dapat dicontoh lainnya sebagai verikut:

N = Px X 100
Pm

Px = Indeks harga ekspor
Pm = Indeks harga impor
100 = Indeks tahun dasar

Bila N lebih besar dari 100 atau kenaikan net barter
TOT berarti terjadi perkembangan perdagangan luar
negeri yang positif/baik karena dengan nilai ekspor
tertentu diperoleh nilai impor yang lebih besar.

Contoh:
N -1950 = 100 (tahun dasar) Px 1990 = 95 (angka
indeks) Pm 1990 = 110 (angka indeks) Berdasarkan
data di atas maka dapat dihitung:
N-1990= ^XIQO= 86,36%,
Berarti untuk periode 1950 / 90 harga atau nilai
ekspor (Px) turun sebanyak 13,64 % dibandingkan
nilai impornya (Pm).

Income Terms of Trade
Ekonomi Internasional
183

l=NxQx=Px X Qx
Px
Konsep income TOT ini lebih penting bagi
negara yang sedang berkembang (NSB), karena
mencerminkan kemampuan NSB untuk mengimpor
barang-barang modal pembangunan dari hasil
ekspornya.

Contoh:
Qx 1990 = 120
Px 1990 = 95
Pm 1990 = 110
1 =
Pm X Qx =
95 X 120 =
103,63
Pm 110

Berarti untuk periode 1950/1990, kemampuan
mengimpor didasarkan pada penerimaan ekspor
naik sebesar 3,63%, meskipun Px - menurun.
Pm
Perubahan income TOT ini penting bagi NSB karena
berkaitan dengan kemampuannya untuk mengimpor
barang-barang modal pembangunan.

Gross Barter Terms of Trade
Gross Barter Terms of Trade yaitu
perbandingan angka indeks volume ekspor
dengan angka indeks volume impor.

G = Qx1 : Qm1 atau dapat disederhanakan
menjadi;
Qx0 Qm0
G = Qx1 …..2
Ekonomi Internasional
184

Qx0

Q = gross barter term of trade
Qx1 = didapat dari nilai ekspor (jumlah dikalikan dengan harga)
dibagi dengan harga rata-rata satuan ekspor.
Qm1 = didapat dari nilai impor (jumlah dikalikan dengan harga)
dibagi dengan harga rata-rata satuan impor.

Contoh:
Bila Qx1 = 150 dan Qm1 = 125, maka kita dapat
hitung

G = ( 150 : 125 ). 100 = 120%
100 100

Atau contoh sederhana lainnya adalah:
QX
G x 100
= Qm

QX= Indeks kuantitas ekspor
Qm = Indeks kuantitas impor
100 = Indeks tahun dasar

Bila G lebih besar dari 100 atau terjadi
kenaikan gross barter TOT, berarti perkembangan
posisi perdagangan luar negeri negara tersebut
kurang baik atau kurang menguntungkan karena
diperlukan ekspor yang lebih besar untuk
mendapatkan sejumlah impor tertentu.

Income/Capacity Terms of Trade
Capacity Terms of Trade, yaitu
perbandingan antara indeks harga rata-rata
Ekonomi Internasional
185

ekspor dengan impor yang dikalikan dengan
volume ekspor.

S = Px .Qx = N . Qx …..5
Pm
Konsep ini sering disebut dengan
“elastisitas Income”.

Factorial Terms of Trade
Factorial Terms of Trade yaitu
perbandingan harga indeks rata-rata barang
ekspor dengan indeks harga rata-rata barang
impor yang dikaitkan dengan produktifitas.
a. Single Factorial Term of Trade
S = Px1 . Zx …..3
Pm
Zx = Produktifitas barang ekspor
S = Single Factorial Term of Trade
Double Factorial Terms of Trade

D = Px . Zx …..4
Pm Zm
Zm = Produktifitas barang-barang impor
D = Double Factorial Term of Trade
Px = Rata-rata indeks harga barang impor dan ekspor
Pm

Pada rumus 3, kita hanya mengaitkan rasio
dari ekspor dan impor dengan produktifitas
ekspor atau produktifitas domestik, tanpa
melihat produktifitas sektor luar negeri.
Ekonomi Internasional
186

Kemudian pada rumus 4, telah dimasukkan
produktifitas impor atau sektor luar negeri di
samping sektor domestik. Konsep factorial of
trade ini sering juga disebut dengan “elastisitas
produk”.

Term Of Trade dan Kebijakan Perdagangan
Analisis Grafik Pengaruh Kebijakan Proteksi
terhadap TOT dan Perkembangan Perdagangan
Intemasional.

Grafik Analisis TOT62
Cloth M-USA/X-UK

USA = United Statesof America
UK = United Kingdom

Keterangan
a. Sumbu X menunjukkan eksporfood oleh USA atau
impor food olehUK.
b. Sumbu Y menunjukkan ekspor cloth oleh UK atau
impor cloth oleh USA.

62
Dr.Hamday Hady, loc.cit, 78.
Ekonomi Internasional
187

c. Pada keadaan awal, offer-curve USA (OC - USA)
berpotongan dengan offer-curve UK (OC - UK)
pada titik E, sehingga terbentuk garis TOT.
d. Bila UK melakukan kebijakan pembatasan impor
pakaian dari USA, maka OC akan bergeser
menjadi OC' - USA dan memotong OC - UK pada
titik H.
e. Pada pertukaran di titik H dengan TOTy terjadi:
* Penurunan ekspor food USA (X - USA) besarnya
sama dengan penurunan impor food UK (M -
UK), yaitu dari OFg menjadi OF1.
* Penurunan ekspor cloth UK (X - UK) besamya
akan sama dengan penurunan impor cloth
USA (M - USA), yaitu dari OCg menjadi OC.
f. Pada titik H atau TOT2, karena penurunan ekspor
food USA atau impor food UK lebih besar daripada
penurunan ekspor cloth UK atau impor cloth USA
UK atau impor cloth USA. FoF1> C0C1 ini berarti
TOT- USA menjadi memburuk, sedangkan TOT -
UK membaik.
g. Jika USA melakukan pembalasan dengan
mengadakan kebijakan pembatasan impor cloth
dari UK sehingga ekspor cloth dari UK menurun,
maka pertukaran akan terjadi pada titik G dengan
TOT1 tetapi dengan volume perdagangan yang
lebih kecil.
h. Dengan tindakan pembalasan ini, TOT-USA akah
membaik dan TOT-UK akan memburuk. Akan
tetapi, kebijakan proteksi yang dijalankan oleh
USA dan UK ini bukan hanya berpengaruh
terhadap TOT masing-masing negara. Lebih
penting lagi adalah dampak negatifnya terhadap
perkembangan/pertumbuhan perdagangan
intemasional yang semakin menurun.
Ekonomi Internasional
188


Ekonomi Internasional
189

BAB 8

Neraca Pembayaran
(Balance of Payment)
Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran (balance of payment)
merupakan dokumen sistematis dari semua
transaksi ekonomi antara penduduk satu negara
dengan penduduk negara lain dalam jangka waktu
tertentu, biasanya satu tahun. Penduduk di sini
adalah individu, badan hukum dan pemerintah.
Individu dimaksudkan orang yang bertepat tinggal
dan mempunyai mata pencaharian di negara
tersebut. Wisatawan, mahasiswa yang belajar di luar
negeri, korp diplomatik adalah penduduk dari
negara yang diwakilinya (negara asalnya), demikian
pula dengan badan hukum merupakan penduduk
dari negara yang memberi izin usaha badan hukum
tersebut, cabang-cabangnya yang ada diluar negeri
dianggap penduduk luar negeri. Pemerintah jelas
penduduk negara yang diwakilinya, misalnya; para
duta besar, para atase, dan sebagainya.
Ekonomi Internasional
190

Transaksi yang dicatat dalam neraca
pembayaran hanyalah transasksi ekonomi
internasional, transaksi bantuan militer tidak
termasuk ke dalamnya, karena bantuan tersebut
hanyalah merupakan bantuan yang sifatnya tidak
imbal beli.
Banyak tujuan dari neraca pembayaran, tapi
yang lebih penting adalah:
a. Untuk memberikan informasi kepada pemerintah
tentang posisi internasional dari negara yang
bersangkutan, sehingga dapat membantu
pemerintah dalam mengambil kebijakan (policy)
dalam bidang moneter fiscal dan bidang
perdagangan.
b. Dapat pula berguna bagi pihak-pihak tertentu,
karena dalam neraca pembayaran tercakup
bidang pembayaran, pariwisata, tingkat bunga,
deviden, dan perdagangan barang-barang dan
jasa-jasa serta transaksi-transaksi financial.

Pencatatan Neraca Pembayaran (The
Accounting Balance of Payment)
Secara teoritis neraca pembayaran selalu
seimbang, karena ia dicatat menurut buku
berpasangan. Setiap transasksi yang terjadi kredit
mencakup semua transasksi yang menyebabkan
bertambahnya tagihan kepada negara lain, atau
segala transasksi yang menyebabkan masuknya
dana (fund inflow). Transaksi debet adalah transaksi
yang menimbulkan kewajiban untuk melakukan
pembayaran kepada negara lain atau funds outflow.
Contoh: Suatu perusahaan di Amerika
mengekspor barang X seharga $100 kepada
langganannya di Inggris, dan hasilnya semua
digunakan untuk membeli mobil.
Ekonomi Internasional
191

Balance of Payment adalah suatu neraca yang
terdiri atas keseluruhan aktivitas transaksi
perekonomian internasional suatu negara, baik yang
bersifat komersial maupun finansial, dengan negara
lain pada suatu periode tertentu. Balance of
Payment ini mencerminkan seluruh transaksi antara
penduduk, pemerintah dan pengusaha dalam negeri
dan pihak luar negeri, seperti transaksi ekspor dan
impor, investasi portofolio, transaksi antar Bank
Sentral dan lain-lain. Indikator umum yang sering
digunakan adalah neraca perdagangan/ current
account. Faktor lain yang mempengaruhi neraca
pembayaran adalah adanya aliran investasi asing
yang masuk ke dalam negeri dalam bentuk Foreign
Direct Investment maupun Portofolio Investment.
Contoh: surplus neraca perdagangan Jepang
terhadap Amerika Serikat pada tahun 1998
memberikan gambaran/ indikasi yang jelas terhadap
meningkatnya volume permintaan Yen dalam
aktifitas perdagangan. Akibatnya nilai tukar Yen
terhadap Dollar AS menguat.
Dalam ekonomi, keseimbangan kemampuan
berbelanja (bahasa Inggris: purchasing power parity,
PPP) adalah sebuah metode yang digunakan untuk
menghitung sebuah alternatif nilai tukar antar mata
uang dari dua negara. PPP mengukur berapa banyak
sebuah mata uang dapat membeli dalam
pengukuran internasional (biasanya dolar), karena
barang dan jasa memiliki harga berbeda di
beberapa negara. Nilai tukar PPP digunakan dalam
perbandingan internasional dari standar hidup. PDB
sebuah negara awalnya dihitung dalam mata uang
lokal, jadi perbandingan antara dua negara
membutuhkan konversi mata uang. Perbandingan
menggunakan nilai tukar nyata dianggap tidak
Ekonomi Internasional
192

nyata, karena mereka tidak merefleksikan
perbedaan harga antar negara. Perbedaan antara
PPP dan nilai tukar nyata bisa berbeda banyak.
Misalnya, PDB per kapita di RRT sekitar AS$1.400,
sedangkan berdasarkan PPP adalah sekitar
AS$6.200. Sedangkan PDB nominal per kapitanya
adalah sekitar AS$37.600, tetapi PPP-nya hanya
AS$31.400.
Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar
yang meringkas transaksi-transaksi antara
penduduk suatu negara dengan penduduk negara
lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu
tahun). Neraca pembayaran mencakup pembelian
dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu
dan pemerintah asing, dan transaksi finansial.
Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca
transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal dan
finansial, dan item-item finansial.
Transaksi dalam neraca pembayaran dapat
dibedakan dalam dua macam transaksi.
1. Transaksi debit, yaitu transaksi yang
menyebabkan mengalirnya arus uang
(devisa) dari dalam negeri ke luar negeri.
Transaksi ini disebut transaksi negatif, yaitu
transaksi yang menyebabkan berkurangnya
posisi cadangan devisa.
2. Transaksi kredit adalah transaksi yang
menyebabkan mengalirnya arus uang
(devisa) dari luar negeri ke dalam negeri.
Transaksi ini disebut juga transaksi positif,
yaitu transaksi yang menyebabkan
bertambahnya posisi cadangan devisa
negara.

Cadangan Devisa
Ekonomi Internasional
193

Setelah Perang Dunia I, banyak negara mulai
meninggalkan standar emas sebagai alat tukar dan
beralih kepada standar kertas. Standar kertas
berarti bahwa uang kertas yang dipegang
masyarakat tidak dapat ditukarkan dengan emas
pada bank sentral. Namun emas masih tetap
dipergunakan sebagai alat pembayaran bagi
transasksi internasional. Emas berperan sebagai
devisa. Dalam masa standar kertas seperti sekarang
ini, yang dimaksud dengan sistem kurs devisa tetap
adalah suatu sistem devisa di mana pemerintah
menetapkan tingkat kurs mata uang negara
tersebut dengan mata uang-mata uang negara lain
dan berusaha untuk mempertahankannya dengan
berbagai kebijakan secara sadar. Bila kurs satu
mata uang dengan mata uang lain dibiarkan untuk
ditentukan secara bebas oleh tarik-menarik
kekuatan pasar, maka kita katakan bahwa negara
tersebut menganut sistem devisa mengambang
(floating atau flexible exchange rate). Keuntungan
dari sistem devisa mengambang adalah bahwa
tingkat kurs yang berlaku selalu sama dengan
tingkat kurs keseimbangan. Jadi tidak ada masalah
pasar gelap dan efek negatifnya.63

Neraca Perdagangan
Total transaksi perdagangan (ekspor + impor)
Indonesia dengan negara-negara UNCTAD pada
tahun 2003 tercatat sebesar US$ 88.949.114.544
yang terdiri dari nilai ekspor sebesar US$
57.546.700.928 dan nilai impor sebesar US$
31.402.413.616. Selama kurun waktu 5 (lima) tahun
( 1999 s/d 2003 ) nilai perdagangan Indonesia
63
Boediono, Ekonomi Internasional: Seri Sinopsis Pengantar
Ilmu Ekonomi No.3, (Yogyakarta: BPFE, 1993), h.94,100-101.
Ekonomi Internasional
194

dengan negara-negara partner dagang dalam
lingkup UNCTAD, baik ekspor maupun impor
mengalami pasang surut/fluktuasi khususnya dari
tahun 2000 sampai dengan tahun 2001 mengalami
penurunan tetapi tahun 2000 sampai dengan 2003
mengalami kenaikan. Pada tahun 2003 jika
dibandingkan antara total nilai ekspor dan impor,
terlihat adanya surplus di pihak Indonesia, dimana
total ekspor sebesar US$ 57.546.700.928 sementara
total Impor sebesar US$ 31.402.413.616, sehingga
terdapat surplus sebesar US$ 26.144.287.312.
Secara lengkap perkembangan neraca
perdagangan selama lima tahun terakhir dapat
dilihat dalam tabel berikut:
Ekonomi Internasional
195

Tabel
Neraca Perdagangan (Ekspor-Impor) Indonesia dengan
Negara-negara Anggota UNCTAD
Surplus/D
N Tah Ekspor Impor
efisit
o. un (US$) (US$)
(US$)
1 199 45.499.33 22.965.53 22.533.794
9 2.930 8.224 .706
2 200 58.094.43 31.860.27 26.234.160
0 2.065 1.264 .801
3 200 52.732.24 29.596.01 23.136.232
1 4.771 2.206 .565
4 200 53.750.30 29.976.10 23.774.202
2 4.708 1.869 .839
5 200 57.546.70 31.402.41 26.144.287
3 0.928 3.616 .312

Pada tahun 2003, nilai total ekspor Indonesia
ke negara-negara UNCTAD tercatat sebesar US$
57.546.700.928, hal ini menunjukkan adanya
kenaikan sebesar US$ 3.796.396.220 atau 0,94%
dibanding tahun sebelumnya/tahun 2002 sebesar
US$ 53.750.304.708. Sementara itu dilihat dari
volume ekspor, tercatat total volume ekspor
Indonesia ke negara-negara UNCTAD sebesar
247.373.307.831 kg, dimana hal ini menunjukkan
adanya kenaikan sebesar 49.194.361.150 kg. dari
total volume ekspor tahun 2002.
Jika dilihat data secara series selama lima
tahun terakhir (1999 s/d 2003), tercatat adanya
kenaikan rata-rata per tahun sebesar 6,05% untuk
nilai ekspor dan kenaikan sebesar 4,10% untuk
volume ekspornya.
Secara lengkap perkembangan ekspor selama
lima tahun terakhir dapat dilihat dalam tabel 2 di
bawah ini.
Ekonomi Internasional
196

Dibandingkan dengan total nilai ekspor
Indonesia ke seluruh dunia pada tahun 2003 yaitu
sebesar US$ 61.058.246.995, maka total nilai ekspor
ke negara-negara UNCTAD yaitu sebesar US$
57.546.700.928, hanya merupakan 0,94% nya.
Sementara dari volume ekspor, merupakan 0,75%
dari total volume ekspor dunia. Melihat kecilnya
prosentase nilai tersebut disatu sisi, sementara
dilihat dari jumlah negara-negara anggota UNCTAD
yang besar, kiranya peningkatan ekspor ke negara-
negara UNCTAD ini harus diupayakan seintensif
mungkin. Peningkatan ekspor ke negara-negara
UNCTAD ini sangat potensial untuk meningkatkan
perdagangan Indonesia secara total ke seluruh
dunia.
Dilihat dari negara tujuan ekspor, yang
termasuk dalam peringkat lima besar secara
berturut-turut adalah Jepang, United States,
Singapura, Korea dan China.
Secara lengkap perkembangan ekspor selama
lima tahun terakhir dapat dilihat dalam tabel berikut
:

Tabel
Nilai Ekspor Indonesia kenegara-negara UNCTAD
N Tah Nilai Volume
o. un (US$) (kg)
1 199 45.499.33 210.639.35
9 2.930 7.023
2 200 58.094.43 201.446.25
0 2.065 9.010
3 200 52.732.24 245.949.18
1 4.771 0.119
4 200 53.750.30 198.178.94
2 4.708 6.681
5 200 57.546.70 247.373.30
Ekonomi Internasional
197

3 0.928 7.831

Pada tahun 2003, nilai total impor Indonesia ke
negara-negara UNCTAD tercatat sebesar US$
31.402.413.616, hal ini menunjukkan adanya
kenaikan sebesar US$ 1.426.311.747 atau 0,95%
dibanding tahun sebelumnya/tahun 2002 sebesar
US$ 29.976.101.869. Sementara itu dilihat dari
volume impor, tercatat total volume impor Indonesia
ke negara-negara UNCTAD sebesar 68.589.957.297
kg, dimana hal ini menunjukkan adanya penurunan
sebesar 2.954.504.726 kg. dari tahun
sebelumnya/tahun 2002 yaitu sebesar
71.544.462.023 kg.
Dibandingkan dengan total nilai impor
Indonesia keseluruh dunia pada tahun 2003 yaitu
sebesar US$ 32.550.684.286, maka total nilai impor
ke negara-negara UNCTAD yaitu sebesar
31.402.413.616, hanya merupakan 0,97% nya.
Jika dilihat data secara series selama lima
tahun terakhir ( 1999 s/d 2003), tercatat adanya
kenaikan rata-rata per tahun sebesar 8,13% untuk
nilai impor. dan kenaikan sebesar 2,79% untuk
volume impornya. Sementara dari volume impor
tahun 2003 sebesar 68.589.957,297 merupakan
0,98% dari total volume impor dunia tahun 2003
sebesar 69.705.137,458.
Dilihat dari negara tujuan impor, yang
termasuk dalam peringkat lima besar secara
berturut-turut adalah Jepang, Singapura, China,
United States dan Thailand.
Secara lengkap perkembangan impor selama
lima tahun terakhir dapat dilihat dalam tabel
berikut:
Ekonomi Internasional
198

Tabel
Nilai Impor Indonesia kenegara-negara UNCTAD
N Tah Nilai Volume
o. un (US$) (kg)
1 199 22.965.53 61.433.998
9 8.224 .035
2 200 31.860.27 66.189.032
0 1.264 .205
3 200 29.596.01 64.470.548
1 2.206 .725
4 200 29.976.10 71.544.462
2 1.869 .023
5 200 31.402.41 68.589.957
3 3.616 .297

Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah
pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah
tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari
penyerahan faktor-faktor produksi selama satu
tahun.64 Konsep pendapatan nasional pertama kali
dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris [1],
yang berusaha menaksir pendapatan nasional
Inggris pada tahun 1665.65 Dalam perhitungannya,
ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan
nasional merupakan penjumlahan biaya hidup
(konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat
tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi
modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi
modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur
dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut
64
Diperolehdari"http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasio
na"
65
Sukwiaty, Sudirman Jamal,dan Slamet Sukamto, Ekonomi
Kelas 2 SMA, (Bandung: Yudhistira 2004.)
Ekonomi Internasional
199

mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan
perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross
National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang
dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara
yang bersangkutan diukur menurut harga pasar.
Berikut adalah beberapa konsep pendapatan
nasional:
• Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic
Product) merupakan jumlah produk berupa barang
dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di
dalam batas wilayah suatu negara (domestik)
selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini,
termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang
dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang
beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan.
Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang
modal yang belum diperhitungkan penyusutannya,
karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP
dianggap bersifat bruto/kotor.
Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran
pertumbuhan ekonomi suatu negara
Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran
pertumbuhan ekonomi suatu negara.
• Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National
Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa
barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk
suatu negara (nasional) selama satu tahun;
termasuk hasil produksi barang dan jasa yang
dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar
negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi
perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara
tersebut.
• Produk Nasional Neto (NNP)
Ekonomi Internasional
200

Produk Nasional Neto (Net National Product)
adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan
barang modal (sering pula disebut replacement).
Replacement penggantian barang
modal/penyusutan bagi peralatan produski yang
dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat
taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan
dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif
kecil.
• Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National
Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut
jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat
sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat
diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung.
Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak
yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain
seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
• Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal
Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima
oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk
pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan
kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga
menghitung pembayaran transfer (transfer
payment). Transfer payment adalah penerimaan-
penerimaan yang bukan merupakan balas jasa
produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian
pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran
dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para
pengangguran, bekas pejuang, bunga utang
pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan
jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus
dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak
yang dibayar setiap badan usaha kepada
Ekonomi Internasional
201

pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba
yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk
beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan
perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran
yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan
setiap perusahaan dengan maksud untuk
dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut
tidak lagi bekerja).
• Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan
(Disposable Income) adalah pendapatan yang siap
untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa
konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang
disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini
diperoleh dari personal income (PI) dikurangi
dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax)
adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan
kepada pihak lain, artinya harus langsung
ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak
pendapatan.
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga
pendekatan, yaitu:
• Pendekatan pendapatan, dengan cara
menjumlahkan seluruh pendapatan (upah,
sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah
tangga konsumsi dalam suatu negara selama
satu periode tertentu sebagai imbalan atas
faktor-faktor produksi yang diberikan kepada
perusahaan.
• Pendekatan produksi, dengan cara
menjumlahkan nilai seluruh produk yang
dihasilkan suatu negara dari bidang industri,
agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama
satu periode tertentu. Nilai produk yang
dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai
Ekonomi Internasional
202

jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah
atau barang setengah jadi).
• Pendekatan pengeluaran, dengan cara
menghitung jumlah seluruh pengeluaran
untuk membeli barang dan jasa yang
diproduksi dalam suatu negara selama satu
periode tertentu. Perhitungan dengan
pendekatan ini dilakukan dengan menghitung
pengeluaran yang dilakukan oleh empat
pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu:
Rumah tangga (Consumption), pemerintah
(Goverment), pengeluaran investasi
(Investment), dan selisih antara nilai ekspor
dikurangi impor (X - M)

Selain bertujuan untuk mengukur tingkat
kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan
data-data terperinci mengenai seluruh barang dan
jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu
periode, perhitungan pendapatan nasional juga
memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk
mengetahui dan menelaah struktur perekonomian
nasional. Data pendapatan nasional dapat
digunakan untuk menggolongkan suatu negara
menjadi negara industri, pertanian, atau negara
jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan
pendapatan nasional dapat diketahui bahwa
Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris,
Jepang merupakan negara industri, Singapura
termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan
sebagainya.
Di samping itu, data pendapatan nasional juga
dapat digunakan untuk menentukan besarnya
kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap
pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian,
Ekonomi Internasional
203

pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan
sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk
membandingkan kemajuan perekonomian dari
waktu ke waktu, membandingkan perekonomian
antarnegara atau antardaerah, dan sebagai
landasan perumusan kebijakan pemerintah.
Faktor yang mempengaruhi:
• Permintaan dan penawaran agregat
Permintaan agregat menunjukkan hubungan
antara keseluruhan permintaan terhadap barang-
barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga.
Permintaan agregat adalah suatu daftar dari
keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh
sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga,
sedangkan penawaran agregat menunjukkan
hubungan antara keseluruhan penawaran barang-
barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-
perusahaan dengan tingkat harga tertentu. Jika
terjadi perubahan permintaan atau penawaran
agregat, maka perubahan tersebut akan
menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat
harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan
ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada
permintaan agregat cenderung mengakibatkan
kenaikan tingkat harga dan output nasional
(pendapatan nasional), yang selanjutnya akan
mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada
tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan
harga, tetapi akan menurunkan output nasional
(pendapatan nasional) dan menambah
pengangguran.
• Konsumsi dan tabungan
Konsumsi adalah pengeluaran total untuk
memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu
perekonomian dalam jangka waktu tertentu
Ekonomi Internasional
204

(biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving)
adalah bagian dari pendapatan yang tidak
dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi,
pendapatan, dan tabungan sangat erat
hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat
Keynes yang dikenal dengan psychological
consumption yang membahas tingkah laku
masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan
dengan pendapatan.
• Investasi
Pengeluaran untuk investasi merupakan salah
satu komponen penting dari pengeluaran agregat.


Ekonomi Internasional
205

Bab 9

Neraca
Transaksi Berjalan
Neraca Transaksi Berjalan (Neraca
Perdagangan dan Jasa)
Pada posisi BOP (Balance of Payment) yang
ideal untuk suatu negara adalah bila berada pada
posisi surplus atau equailibrium yang nilai valasnya
relatif tinggi, sedangkan posisi yang dianggap
kurang baik dan selalu diusahakan untuk perbaikan
melalui mekanisme adjustment BOP adalah posisi
BOP yang defesit dan nilai valas yang relatif rendah.
Mekanisme adjusment atau penyesuaian BOP
yang defisit dapat dilakukan melalui beberapa cara
yang secara teoritis akan tergantung pada sistem
kurs valas yang digunakan oleh masing-masing
negara.
Dengan sistem kurs tetap, nilai suatu mata
uang ditentuakan berdasarkan goal exchange
standard sesuai dengan Bretton Wood System.
Dalam hal ini, mekanisme adjusmant posisi BOP
Ekonomi Internasional
206

dapat terjadi melalui mekanisme otomatis
66
berdasarkan teori David Hume tentang ‘price-
specie-flow’ mechanism sebagai berikut;
1. Bila BOP defisit berarti x < M atau M > X.
2. Karena masih berlaku nilai kurs tetap atau gold
exchange standard, maka akibatnya jumlah emas
atau logam mulia (LM) akan makin menurun
karena banyak dukirim ke luar negeri.
3. Karena emas masih digunakan sebagai likuiditas
atau alat pebayaran, sedangkan jumlahnya makin
menurun (emas/LM), maka money supply (Ms) di
dalam negeri makin berkurang.
4. Karena Money supply makin berkurang, maka
harga-harga di dalam negeri akan menurun pula.
5. Menurunnya harga (price) di dalam negeri ,
khususnya terhadap harga barang ekspor (Px),
akan menyebabkan jumlah ekspor (Px)akan
menyebabkan jumlah ekspor (Qx) akan naik).
6. Di lain pihak, berkurangnya money supply di
dalam negeri akan menyebabkan harga barang
impor (Pm) di mata konsumen dalam negeri akan
menjadi lebih mahal sehingga jumlah impor (Qm)
akan turun.
7. Karena jumlah ekspor (Qx) naik dan di lain pihak
jumlah impor (Qm) turun, maka melalui
mekanisme ini akhirnya jumlah ekspor (Qx) akan
menjadi sama atau bahkan lebih besar daripada
jumlah impor (Qm) atau Qx>=Qm.

Secara skematis, mekanisme tersebut dapat
digambarkan sebagai berikut.

66
Hamdy Hady, op.cit. hlm. 90-93.
Ekonomi Internasional
207

Gambar
Mekanisme Adjusment BOP dengan sistem kurs
tetap

BOP Defisit = X < M Emas (Logam Mulia) turun

Harga DN turun
Px turun Money Supply
turun

Pm naik

Qm turun Qx ≥ Qm Qx=Qm (BOP Equilibrium)
Qq
Qx naik
Qx > Qm (BOP Surplus)

Akan tetapi, mekanisme otomatis untuk
penyeimbangan (adjustment) BOP ini tidak dapat
terjadi lagi karena pada umumnya sistem kurs tetap
yang menggunakan standar emas ini tidak berlaku
lagi sejak Dekrit Nixon pada tanggal 15 Agustus
1971.
Proses penyeimbangan disequilibrium atau
defisit/surplus BOP, khususnya BOT di negara yang
menganut sistem kurs mengambang dengan
pengendalian pemerintah (managed float), dapat
dilakukan dengan menjalankan kebijakan
perubahan kurs yang disebut devaluasi atau
revaluasi/upvaluasi.
Devaluasi diartikan sebagai suatu tindakan
pemerintah untuk menurunkan nilai mata uangnya
(domestik currency) terhadap nilai mata uang asing
(foreign currency) yang bertujuan (dalam jangka
waktu relatif pendek) untuk hal-hal sebagai berikut:
1. Mendorong ekspor dan membatasi impor
sehingga diharapkan dapat memperbaiki posisi
Ekonomi Internasional
208

BOP atau BOT menjadi equilibrium atau
mendekati equilibrium.
2. Mendorong penggunaan produksi dalam negeri.
3. Dengan BOP yang equilibrium, diharapkan kurs
valas diharapkan dapat menjadi relatif stabil.

Revaluasi atau upvaluasi diartikan sebagai
suatu tindakan pemerintah untuk menaikkan nilai
mata uangnya (domestic currency) terhadap nilai
mata uang asing (foreign currency ) yang dilakukan
karena perekonomiannya sudah mencapai atau
mendekati full employed atau terjadi
kecenderungan inflasi. Kebijakan ini dalam jangka
pendek bertujuan untuk mengurangi agregat
demand dan infalasi.
Selama berlakunyan bretton woods system,
kebijakan devaluasi dan revaluasi ini sangat jarang
dilakukan oleh negara anggota IMF karena
merupakan tindakan yang tidak populer. Di satu
pihak, negara yang defisit biasanya menolak
melakukan devaluasi karena akan menunjukkan
kelemahannya, sedangkan di lain pihak, negara
yang surplus ingin terus mengakumulasi
internasional reservenya.
Oleh karen itu, selama berlakunya Bretton
Woods System (1950 – 1971) hanya terctat
beberapa negara industri yang melakukannya, yaitu
sebagai berikut.
1. Devaluasi
a. Inggris, tahun 1967
b. Prancis, tahun1957 dan 1969
2. Revaluasi
a. Jerman (Barat), tahun 1961 dan 1969
Ekonomi Internasional
209

Masalah neraca pembayaran dari Negara-
negara dunia ketiga sering mengekalkan diri sendiri
karena mereka mengembangkan suatu struktur
ekonomi dalam negeri yang tergantung pada
peningkatan impor untuk kelanjutan pertumbuhan.
Jadi ada bahaya bahwa ekspor barang primer yang
mandek, ketidakmampuan untuk mengekspor
barang-barang jadi dan beban pelunasan hutang
yang berat akan menggagalkan usaha
pembangunan dalamnegeri mereka. Pemerintah
Negara-negara beerkembang ini akan tergoda untuk
menerima lebih banyak bantuan, pinjaman dan arus
modal swasta.67
Tabel
Nilai Tukar Untuk Produksi Komoditi (1974 = 100)
34 komoditi
Logam Galian
Tahun Pertanian kecuali
dan Biji Besi
minyak bumi
1950 - 1954 108 85 103
1955 - 1964 95 88 93
1960 - 1965 81 78 80
1965 - 1969 78 100 83
1970 - 1974 83 85 83
Sumber: Commodities and Export Projections Division, World
Bank.

Dirumuskan sebagai indeks harga-harga
komoditi dalam US$, pada harga yang berbeda,
ditimbang menurut harga-harga ekspor dari negara-
negara berkembang (1967-1969), dibagi dengan
67
Laporan tahunan, Commodities and Export Projections
Division, World Bank, 1974.
Ekonomi Internasional
210

indeks harga-harga US$ untuk ekspor barang jadi
dari negara-negara maju ke semua tujuan.
Untuk menutupi defisit neraca pembayaran dan
dengan demikian menjadi semakin terikat pada
kebijaksanaan-kebijaksanaan yang memenuhi
kepentingan-kepentingan pemerintah dan
perusahaan-perusahaaan Barat serta mencegah
setiap pergeseran ke arah pembangunan yang
berdikari. Terjadi polarisasi dalam struktur kelas
dalam neegri antara suatu oligarki pengusaha-
birokrasi-militer, yang mendapat keuntungan dari
hubungan ekonomi luar negeri dan masa di
pedesaan dan perkotaan yang menjadi miskin
karena hubungan ini.

Kebijakan Devaluasi
Pada umumnya kebijakan devaluasi relatif lebih
banyak digunakan oleh negara-negara sedang
berkembang dengan terlebih dahulu mendapat
persetujuan dari IMF. Salah satu contohnya adalah
devaluasi yang dilakukan oleh pemerintah indonesia
sebanyak empat kali yang dapat dilihat pada tabel
berikut.
Tabel
Tingkat Devaluasi Rupiah terhadap USD
Tgl/Ta Kurs Kurs Tk.
hun Lama Baru Devaluas
i
23/8- Rp.378/US Rp.415/US 10%
1971 D D
15/11- Rp.415/US Rp.625/US 50%
1978 D D
30/3- Rp.720,50/ Rp.970/US 35%
Ekonomi Internasional
211

1983 USD D
12/9- Rp.1.134/U Rp.1.644/ 45%
1986 SD USD

IMF biasanya akan memberikan persetujuan
kepada negara anggotanya yang menggalami
defesit BOP68 yang berat untuk melakukan kebijakan
devaluasi guna memperbaiki posisi BOP dan
menjaga stabilitas nilai tukar mata uangnya.
Secara teoritis, efektifitas kebijakan devaluasi
akan tergantung kepada hal-hal sebagai berikut:
1. Elastisitas permintaan barang ekspor (ED)
2. Elastisitas permintaan barang impor (ES).

Menurut Marshall-Lerner condition, suatu
kebijakan devaluasi akan dapat memperbaiki posisi
BOP bila dipenuhi syarat sebagai berikut:
1. Devaluasi akan dapat memperbaiki BOP bila
ed + Es > 1.
2. Devaluasi tidak akan dapat memperbaiki BOP
bila Ed + Es = 1
3. Devaluasi justru akan memperburuk posisi
BOP bila Ed + Es < 1.

Sebagai ilustrasi tentang efektifitas kebijakan
devaluasi terhadap posisi BOP dengan memperbaiki
Marshall Learner condition dapat dilihat pada contoh
tiga perhitungan hipotesis di bawah ini.

1. Hipotesis I (Ed + Es > 1)
Misalkan Indonesia diketahui data dan
informasinya perdaganganya dan keuangan
internasional sebagai berikut.
Kurs USD 1 = Rp. 1000,-
68
Ibid
Ekonomi Internasional
212

Elastisitas permintaan barang ekspor = Ed =
2.
Elastisitas permintaan barang impor = Es = 0.
Ed + Es = 2 + 0 = 2 > 1.
Pemerintah melakukan devaluasi sebesar
20% yang berarti kurs USD berubah menjadi
USD 1 = Rp. 1.200,-

a. Posisi BOP sebelum devaluasi adalah
sebagai berikut:
Ekspor Karet Impor Radio
1.000 kg X $ 1 = $ 1.000 100 unit X $ 11 = $ 1.100
atau Rp. 1.000.000,- atau Rp.1.100.000,-

X = $ 1.000 < $ 1.100 = M
Posisi BOT defisit = $ 100.

b. Posisi BOT sesudah devaluasi 20%
adalah sebagai berikut. Sesuai dengan
rumus elastisitas, maka akan terjadi hal
berikut:

Ed = % dQx = 2, maka % dQx = 2.dPx
% dPx
%dQx = Persentase perubahan kuantitas ekspor.
%dPx = Persentase perubahan harga ekspor =
Tingkat devaluasi, yaitu sebesar 20%. Dengan
demikian, % dQx = 2 x 20% = 40%.
Kuantitas ekspor naik dengan % dQx = 40 %
sehingga menjadi sebesar 1.400kg karet.
Sesuai dengan rumusan elastisitas, maka
Es = % dQm = 0
% dPm
Dan % dQm = 0.d Pm.
% dQm = Persentase perubahan kuantitas impor
% dPm = Persentase perubahan harga impor =
tingkat devaluasi, yaitu sebesar 20%.

Dengan demikian, % dQm = 0 x 20% = 0.
Ekonomi Internasional
213

Ini berarti kuantitas impor radio setelah devaluasi
tetap atau tidak berubah = 100 unit radio.
Kurs setelah devaluasi 20% menjadi USD 1 = Rp.
1.200.
Sebelum devaluasi USD 1 = Rp. 1000 = 1 kg karet
Setelah devaluasi USD 1 = Rp. 1.200 = 1,2 kg karet.
Ini berarti setelah devaluasi harga 1 kg karet = USD
1/1,2 = USD 0,83.

Ekspor Karet Impor Radio
1.400 kg x $ 0,83 = $ 100 unit x $ 11 = $ 1.100
1.162 atau Rp. 1.394.400,- atau Rp.1.320.000,-

X = $ 1.162 > $ 1.100 = M
Atau X = Rp. 1.394.400,-> Rp 1.320.000,-= M
Posisi BOT surplus = $ 62.

2. Hipotesa II (Ed + Es = 1)
Misalkan di Indonesia diketahui data dan informasi
perdagangan dan keuangan internasional sebagai
berikut.
Kurs USD 1 = Rp.1000,-
Elastisitas permintaan barang ekspor = Ed = ¾
Elastisitas permintaan barang impor = Es = ¼.

Ed + Es = ¾ + ¼ = 1.

Pemerintah melakukan devaluasi sebesar 20% yang
berarti kurs USD berubah menjadi USD 1 = Rp. 1.200,-
a. Posisi BOT sebelum devaluasi adalah
sebagai berikut.

Ekspor Karet Impor Radio
1000 kg x $1 = $ 1000 100 unit x $ 11 = $ 1.100
atau Rp.1000.000,- atau Rp.1.100.000,-

X = $ 1000 kg < $ 1.100 = M
Posisi BOT defisit = $ 100.
Ekonomi Internasional
214

b. Posisi BOT sesuadah devaluasi 20% adalah
sebagai berikut. Sesuai dengan rumusan elastisitas,
Karena Ed = % dQx = ¾, maka % dQx = ¾ d Px.
% dPx
% dQx = Persentase perubahan kuantitas ekspor
% dPx= Persentase perubahan harga ekspor = Tk. Devaluasi,
yaitu sebesar 20%.
Dengan demikian, % dQx = ¾ x 20% = 15%
Kuantitas ekspor naik dengan % dQx = 15% sehingga menjadi
sebesar 1.150 kg karet. Disesuaikan dengan rumus elastisitas,

Karena Es = % dQm = ¼, maka % dQm = ¼% dPm
% dPm

% dQm = Persentase perubahan kuantitas impor
% dPm = Presentase perubahan harga impor = Tk.
Devaluasi, yaitu sebesar 20%.
Dengan demikian, % dQm = ¼ X 20% = 5%.

Kuantitas impor naik dengan % dQm = 5% sehingga menjadi
105 unit radio.
Kurs setelah devaluasi 20% menjadi USD 1 = Rp. 1.200.
Kuantitas ekspor menjadi % dQ = 15% sehingga menjadi
sebasar 1.150 kg.
Sebelum devaluasi USD 1 = Rp 1000,- = 1 kg karet.
Setelah devaluasi USD 1 = Rp 1200, = 1,2 kg karet.
Ini berarti stelah devaluasi harga 1 kg karet = USD 1/1,2 = USD
0,83.
Ekonomi Internasional
215

Ekpor Karet Impor Radio
1.150kg x $ 0,83 = $ 954,50 105 unit x $ 11 = $ 1.155
atau Rp.1.145.400,- atau Rp.1.386.000,-

X = $ 954, 50 < $ 1.155 = M
Atau X = Rp.1.145.400, -< Rp.1.386.000,-=M.
Pada Posisi BOT tetap defisit.

3. Hipotetis III (Ed + Es < 1)
Misalnya di Indonesia diketahui data atau informasi
perdagangan dan keuangan internasional seagai
berikut:

Kurs USD 1 = Rp 1000,
Elastisitas permintaan barang ekspor = Ed = ½.
Elastisitas permintaan barang impor = Es = ¼.

Ed + Es = ½ + ¼ = ¾ < 1.

Pemerintah melakukan devaluasi sebesar 20% yang berarti kurs
USD berubah menjadi USD 1 = Rp.1.200,-

a. Posisi BOT sebelum devaluasi adalah sebagai
berikut

Ekspor Karet Impor Radio
1000 kg x $1 =$1000 atau 100 unit x $ 11 = $ 1.100 atau
Rp. 1000.000,- Rp.1.100.000,-

X = $ 1000 < $ 1.100 = M
Posisi BOT defisit = $ 100.

b. Posisi BOT sesuadah devaluasi 20% adalah
sebagai berikut, yang disesuaikan dengan
rumus elastisitas,

Karena Ed = % dQx = ½, maka % dQx = ½ dPx
Ekonomi Internasional
216

% dPx

% dPx = Persentase perubahan kuntitas ekspor.
% dPx = Persentase perubahan harga ekspor Tk.devaluasi,
yakni sebesar 20%.
Dengan demikian, % dQx = ½ x 20% = 10%.
Kuantitas ekspor naik dengan % dQx = dQx = 10% sehingga
menjadi sebesar 1.100 kg karet. Sesuai dengan rumus elastis,

Karena Es = % dQm = 1/4 , maka % dQm = 1/4% dPm.
% dPm
% dQm = Persentase perubahan kuantitas impor.
% dPm = Persentase perubahan harga impor = Tk. Devaluasi,
yaitu sebesar 20%.

Dengan demikian, % dQm = ¼ x 20% = 5%.

Kuantitas impor naik dengan % dQm = dQm = 5% sehingga
menjadi 105 unit radio.
Kurs setelah devaluasi 20% menjadi USD 1 = Rp. 1200,-
Kuantitas ekspor menjadi % dQ = 10%, sehingga menjadi
sebesar 1.100kg.
Sebelum devaluasi USD 1 = Rp.1000, = 1kg karet.
Setelah devaluasi USD 1 = Rp.1.200,- = 1,2 kg karet.
Ini berarti setelah devaluasi harga 1kg karet = USD 1/1,2 = USD
0,83.

Ekspor Karet Impor Radio
1.100 kg x $ 0,83 = $ 913 105 unit x $ 11 = $ 1.155 atau
atau Rp. 1.096.600,- Rp. 1.386.000,-

X = $ 913 < $ 1.155 = M
Atau X = Rp.1.145.400,- < Rp.1.386.000,-M
Posisi BOT makin devisit = $ 242.

Secara rimgkas pengaruh devaluasi terhadap posisi
BOT berdasarkan Marshall-Lerner condition di atas
dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Hipotetis I (Ed + Es > 1 )
Ekonomi Internasional
217

Ed + Es = 2 + 0 = 2 > 1.
Ekonomi Internasional
218

% dP (Rp) % dQ Hasil
Ekspor Tetap +40% Penerimaan +
Impor + 20% Tetap 40%
Posisi BOT Perbaikan +
20%

2. Hipotetis II (Ed + Es = 1)
Ed + Es = ¾ + ¼ = 1.

% dP (Rp) % dQ Hasil
Ekspor Tetap +15% Penerimaan +
impor + 20% -5% 15%
Pengelauaran+
5%
Posisi BOT Perbaikan 0%

3. Hipotesis III (Ed + Es < 1)
Ed + Es = ½ + ¼ = ¾ <1.

% dP (Rp) % dQ Hasil
Ekspor Tetap +10% Penerimaan +
impor + 20% -5% 10%
Pengelauaran+
5%
Posisi BOT Perbaikan 5%

Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa
efektisifitas kebijakan devaluasi akan sangat
tergantung pada elastisitas69 permintaan barang
ekspor dan impor. Hal ini dapat dibuktikan dengan
grafik, sebagai erikut:

69
Ibid.
Ekonomi Internasional
219

Grafik
Efektisifitas Devaluasi

Grafik A
Rp D S

P1

Po

$

O F G

Grafik B
Rp D S

E1

Eo

$

O M N

Keterangan:
Posisi defisit pada grafik A dan Grafik B adalah
sama, yakitu sebesar FG = MN. Pada grafik A di
mana kurva demand dan supply bersifat elastis,
ternyata posisi defisit sebesar FG dapat ditutup
dengan devaluasi sebesar POP1. Pada grafik B di
mana kurva demand dan supply inelastis, ternyata
posisi defisit sebesar M dapat ditutup dengan
devaluasi sebesar EoE1.
Sebagaimana kesimpulan dari kedua grafik di
atas dapat dikemukankan catatan berikut:
Ekonomi Internasional
220

a. Sejalan dengan Marshall-Lerner condition,
ternayata devaluasi akan efektif bila
permintaan ekspor dan impor bersifat elastis.
b. Dengan kata lain, pada grafik A yang elastis,
ternyata hanya diperlukan devaluasi pada
grafik B yang inelastis, ternyata diperlukan
devaluasi yang lebih besar, yaitu EoE1.

Grafik
Efek Kurva J dari Devaluasi
(+)

Current
Account
Surplus
T3
Current
Account Time
Defisit
T11 T2 T1 = Posisi defisit
1 T2 = Posisi defisit berkurang
T3 = Posisi Surplus

Keterangan:
1. Kebijakan devaluasi biasanya dalam jangka pendek
justru akan lebih
memperberat defisit current account.
2. Hal ini dapat terjadi karena perubahan kuantitas ekspor
dan impor sebagai akibat perubahan harga yang
disebabkan oleh devaluasi memerlukan waktu untuk
penyesuaian.
3. Biasanya dalam waktu singkat justru penerimaan devisa
ekspor relatif akan lebih cepat menurun karena adanya
penyesuaian-penyusuaian harga barang ekspor di dalam
negeri sehingga ekspor menjadi tertunda dan diperlukan
kontrak baru, sedangkan pengeluaran devisa untuk
impor menurun lebih lambat karena harga barang impor
di luar negeri dalam valas tidak akan berubah.
4. Biasanya setelah periode tertentu (satu hingga tiga
bulan penyesuaian harga ekspor dan impor), kurva J
Ekonomi Internasional
221

akan memulai menaikan dan ini berarti devaluasi akan
memperbaikan posisi current account.

Kebijakan Valuta Asing/ Foreign
Currency/Foreign
Exchange
Krisis ekonomi Asia yang berkepanjangan telah
mengubah perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia
tahun 1998 ketingkat yang lebih rendah dari
perkiraan sebelumnya. Misalnya IMF, dalam World
Economic Outlook edisi Mei 1998, merevisi kembali
perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia menjadi
sekitar 3 persen dari perkiraan 3,5 persen pada
bulan Desember 1998 dan 4,25 persen pada bulan
Oktober 1998.
Pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah akan
terjadi pada negara-negara yang tahun ini masih
mengalami krisis ekonomi, yaitu Indonesia, Korea,
dan Thailand. Negara-negara ini akan mengalami
penurunan yang tajam pada sisi permintaan
domestik dan impornya. Pada skala yang lebih kecil,
penurunan pertumbuhan juga akan terjadi pada
Malaysia, Filipina, dan beberapa negara Asia Timur
lainnya. Di antara negara maju, prospek jangka
pendek Jepang nampak memburuk. Terkait dengan
berbagai kesulitan ekonomi yang sedang dihadapi
negara-negara Asia yang merupakan mitra dagang
utamanya, pemulihan ekonomi Jepang terhambat
karena berbagai persoalan ekonomi domestik,
seperti sektor keuangan yang lemah dan berbagai
kesulitan yang ditimbulkan oleh hutang yang macet,
keterlambatan penerapan reformasi struktural, serta
berkurangnya rangsangan fiskal dalam tahun 1997
seperti peningkatan pajak konsumsi.
Ekonomi Internasional
222

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi negara-
negara di Amerika Utara dan Eropa Barat tetap pada
tingkat yang terjaga. Kondisi permintaan domestik
yang kuat di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggeris
serta beberapa negara Eropa Barat lainnya
diharapkan dapat mendorong perbaikan posisi
neraca pembayaran yang diperlukan negara-negara
Asia sehubungan dengan menurunnya aliran modal
asing masuk ke kawasan tersebut. Negara-negara
Asia yang sedang mengalami proses restrukturisasi
berpeluang untuk meningkatkan ekspor ke negara-
negara maju tersebut.
Meskipun sejauh ini krisis negara-negara Asia
masih terbatas pengaruhnya pada pertumbuhan
dunia, namun demikian kondisi krisis ini bersama-
sama dengan penurunan harga minyak bumi dapat
menyebabkan perubahan yang cukup luas terhadap
perkembangan perdagangan dunia. Beberapa
negara mungkin mengalami akibat yang
menyakitkan. Negara-negara tersebut diharapkan
tidak mengadakan hambatan perdagangan ataupun
depresiasi nilai tukar yang berlebihan untuk
meningkatkan daya saingnya. Reaksi defensif ini
akan berakibat ‘counterproduktif’, memperlambat
proses keluar dari krisis, dan mengurangi potensi
pertumbuhan ekonomi dunia. Krisis ekonomi di
beberapa negara Asia (Korea Selatan, Malaysia,
Indonesia, Filipina, dan Thailand) memberikan efek
pada pasar komoditi dunia melalui beberapa
salurannya,70 yaitu:
Pertama, harga-harga komoditi ekspor ke lima
negara yang mengalami krisis akan turun dalam
dollar AS karena adanya devaluasi.
70
Buletin Commodity Markets and The Developing Countries
edisi Februari 1998 dari Bank Dunia.
Ekonomi Internasional
223

Kedua, pertumbuhan ekonomi yang melambat
dan harga komoditi impor yang naik akan
mengurangi permintaan akan impor.
Ketiga, dua efek terdahulu akan memberikan
pengaruh pula pada pertumbuhan ekonomi negara
lain dengan besaran yang berbeda-beda.
Keempat, harga komoditi yang turun pada
pasaran dunia akan mengurangi pula pendapatan
ekspor negara-negara lain.71
Konstelasi moneter dunia sangat dipengaruhi
oleh nilai valas (foreign exchange atau forex) yang
diartikan sebagai mata uang asing dan alat
pembayaran lainnya yang digunakan untuk
melakukan atau membiayai transaksi ekonomi dan
keuangan internasional, yang biasanya melalui kurs
resmi pada Bank Sentral atau Bank Indonesia. Mata
uang yang sering digunakan seagai alat
pembayaran dan kesatuan hitung dalam transasksi
ekonomi dan keuangan internasional disebut
sebagai hard currency, yaitu mata uang yang
nilainya relatif stabil dan kadang-kadang mengalami
apreasisi atau kenaikan nilai terhadap mata uang
lainnya. Hard currency pada umumnya berasal dari
negara-negara industri maju, seperti USD, JPY, DEM,
GBP, FRF, AUD dan SFR. Sedangkan soft currency

71
Komoditi pertanian merupakan komoditi yang banyak
terpengaruh krisis ekonomi seperti karet alam, kayu tropis, dan
padi. Indonesia, Thailand, Malaysia merupakan negara penghasil
dan eksportir sebagian besar komoditi tersebut. Sebagai contoh
adalah meningkatnya ekspor beras Thailand sekitar 100 persen
dalam bulan Januari 1998 dibanding bulan yang sama pada
tahun 1997 sebagai akibat dari menurunnya harga beras ekspor
sekitar 18 persen. Peningkatan ekspor beras Thailand ini
mungkin akan mengurangi peluang pasar ekspor Pakistan dan
India.
Ekonomi Internasional
224

adalah mata uang lemah yang jarang digunakan
sebagai alat pembayaran, biasanya seperti negara
berkembang, seperti rupiah-Indonesia, peso-
Filiphina, bath-Thailand dan rupee-India.
Total valas yang dimiliki oleh pemerintah dan
swasta dari suatu negara disebut juga sebagai
cadangan devisa, yang diketahui dari balance of
payment (BOP) atau sering disebut juga nereca
pembayaran internasional. Dimana makin banyak
devisa yang dimiliki pemerintah atau penduduk
suatu negara , makin berarti besar kemampuan
negera tersebut dalam transasksi ekonomi dan
keuangan internasional, dan sudah pasti makin kuat
juga nilai mata uang negara tersebut.
Cadangan devisa suatu negara biasanya
dikelompokkan atas:
1. Cadangan devisa resmi (official forex reserve)
atau cadangan devisa negara yang dikelola,
dikuasai, diurus dan ditatausahakan oleh
Bank Sentral Indonesia.
2. Cadangan devisa nasional(country forex
reserve) yaitu seluruh devisa yang dimiliki
oleh perorangan, badan atau lembaga,
terutama perbankan yang secara moneter
merupakan kekayaan nasional (termasuk
milik bank umum nasional).

Bursa atau pasar valas diartikan sebagai
suatu tempat atau sistem dimana perorangan,
perusahaan dan bank dapat melakukan transaksi
keunagan internasional dengan pembelian atau
permintaan (demand) dan penjualan atau
penawaran (supply) atas valas (forex).
Ekonomi Internasional
225

Siklus Mekanisme Bursa Valas

Mesin
M-A X–B
JKT N.Y
USD 110.000.00
E F
(Kurs beli USD (Kurs Jual Bank) Bursa/Pasar
Bank) USD Rp.8000 Valas
0,000125/r Bank USD
BI BANK
p BNI (BS) BCA
RP RP
(Kurs beli Bank)
USD
H 0,0001428/rp G
USD 110.000.00
M–C X–D
N.Y JKT
Garmen

Keterangan:
M – A = Importir mesin di jakarta.
X – B = Eksportir mesin di New York.
M – C = Importir garmen di New York
X – D = Eksportir garmen di Jakarta
B.I = Bank Indonesia.
B.S = Bank Sentral
EFGH = Bursa/Pasar valas.

Tiga prinsip pokok dalam bursa valas adalah
sebagai berikut:
1. Pengertian kurs jual dan beli selalu dilihat dari
sisi atau pihak bank atau money changer atau
pedagang valas.
2. Kurs jual selalu lebih tinggi dari kurs beli atau
sebaliknya kurs beli selalu lebih rendah dari
kurs jual.
Ekonomi Internasional
226

3. Kurs jual/beli suatu mata uang (valas) adalah
sama dengan kurs beli/jual dari mata uang
(valas) lawannya. Dengan kata lain, kurs
jual/beli USD adalah sama dengan kurs
beli/jual IDR.

Pengawasan Devisa (Exchange Control)
Exchange control adalah bentuk pengwasan
atau pengontrolan aliran asing masuk ke dalam
negeri dengan jalan membuat semua transaksi
ekspor dan inpor harus melalui pemerintah.

pemerintah

Eksportir Importir

Transasksi antara eksportir dengan inportir
harus melalui pemerintah terlebih dahulu, tdk boleh
melakukan hubungan dagang langsung.

Ada juga sistem lain yang dipakai pemerintah
atau negara apabila supply valuta asing dalam
negerinya relatif sedikit dibandingkan dengan
permintaannya.
Ekonomi Internasional
227

RP/$
RP/$
SS

1.1
1.100
00
900
900
ED
ED

0 A B
0 A B

Penawaran sebesar OA, sedangkan permintaan
OB, berarti terjadinya excess demand72 sebesar AB.
Dalam hal ini pemerintah tak mampu untuk
memenuhi permintaan akan valuta asing tersebut.
Maka untuk mengatur pemakaian valuta asing yang
tersedia relatif sedikit tersebut, pemerintah
melakukan dua sistem, sistem prioritas dan sistem
distribusi, yaitu:
1. Sistem prioritas adalah pemerintah
akan menyeleksi permintaan dan penawaran
valuta asing dari importir dan eksportir, mana
yang harus diprioritas terlebih dahulu, dan
mana pula yang harus ditunda buat sementara
serta yang benar-benar tidak diizinkan.
2. Sistem distribusi adalah pemerintah
membagi-bagikan valuta asing yang tersedia
kepada eksportir dan importir secara adil,
sesuai dengan kebutuhannya.

72
Syamsurizal Tan, loc.cit. hlm. 72.
Ekonomi Internasional
228

Pada sistem exchange control, kurs selalu
berada di bawah kurs normal (kurs di pasar). Pada
gambar di atas terlihat bahwa kurs normal adalah
$1 = Rp.1.100,00. tetapi kenyataannya kurs yang
berlaku adalah $1 = 900. akibatnya sering terjadi
pasar gelap (black market), dengan kata lain
transaksi jual-beli valuta asing terjadi tanpa
sepengetahuan pemerintah dengan sistem kurs
yang berada antara kurs normal dengan kurs yang
berlaku.


Ekonomi Internasional
229

Bab 10

Liberalisasi
Perdagangan dan
Faktor-Faktor Produksi
Konsep perdagangan dunia Internasional
secara umum dibangun berdasarkan pemikiran
keunggulan komparatif dan daya saing yang
berbeda antara negara. Jika negara-negara di dunia
Internasional dapat berproduksi dan berdagang
dengan mengacu pada ketentuan nialai keunggulan
komparatif dan persaingan, maka diyakini akan
dapat meningkatkan efisiensi penggunaan
sumberdaya yang langka sehingga bisa
mewujudkan tercapainya tingkat kesejahteraan
dunia yang lebih baik.
Keunggulan komparatif merupakan konsep
yang telah berusia 250 tahun dan tidak tergoyahkan
hingga saat ini. Bagaimana kita bisa
memperlihatkan bahwa konsep keunggulan
kooperatif dalam hubungan internasional akan
Ekonomi Internasional
230

memberikan dampak yang jauh lebih menjanjikan
dan mempunyai harapan besar, yang secara
matematika juga memperlihatkan bahwa sikap
kooperatif dalam hubungan negara-negara akan
memberikan lebih banyak manfaat terutama dalam
menciptakan efisiensi dunia, distribusi pendapatan,
kesejahteraan yang lebih tinggi dan kedamaian
dunia. Kata kunci utama dalam dunia perdagangan
internasional, keunggulan komparatif, keunggulan
daya saing, keunggulan kooperatif yang indah dan
harmonis.
Mungkin, apabila kita mencoba mengkaji
kembali situasi sistem poltik ekonomi dari awal
mulainya PD (Perang Dunia) II 1944 yang
diakibatkan oleh keinginan berekspansi teritorial
suatu negara yang dilakukan melalui adu kekuatan
fisik dan senjata, maka dalam abad 20 – 21 ini
beralih ke perang dagang melalui liberalisasi
ekonomi atau boleh juga disebut perdagangan
dalam kancah “global trade war”. Struktur
perekonomian global secara fundamental telah
berubah sejak awal 1980-an.
Sistem ekonomi global dicirikan oleh 2 (dua)
kekuatan yang selalu kontradiktif, yaitu: 1).
Konsolidasi ekonomi global dengan tenaga kerja
murah di satu sisi dan, 2). Menciptakan pasar-pasar
konsumen baru disisi lain. Ekspansi pasar dari
perusahaan global (Trans National Corporation)
memerlukan pelemahan perekonomian domestik
dari negara yang akan dimasukinya. Hambatan
(barriers) pergerakan uang dan barang cenderung
dihapuskan, sistem kredit dideregulasi, sebagian
lahan dan aset-aset pemerintah beralih ke kapital
internasional.
Ekonomi Internasional
231

Kelihayan dan permainan perdagangan
internasional memang sangat kompleks dan rumit
sekali, apabila kita tidak hati-hati dalam
mencermatinya semua peta politik ekonomi. Sistem
dan aturan mainnya umumnya selalu menjatuhkan
negara-negara dunia ketiga sebagai negara yang
umumnya produsen bahan baku dunia. Salah satu
strategi yang sedang menjadikan patokan mereka
sekarang adalah predatory pricing.
Predatory pricing adalah salah satu bentuk
strategi yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam
menjual produk dengan harga yang sangat rendah,
yang tujuan utamanya untuk menyingkirkan pelaku
usaha pesaing dari pasar dan juga mencegah pelaku
usaha yang berpotensi menjadi pesaing untuk
masuk ke dalam pasar yang sama. Segera setelah
berhasil mengusir pelaku usaha pesaing dan
menunda masuknya pelaku usaha pendatang baru,
selanjutnya dia dapat menaikkan harga kembali dan
memaksimalkan keuntungan yang mungkin
didapatkan.

Libralisasi Perdagangan dan Proteksi
Perdagangan internasional adalah
perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu
negara dengan penduduk negara lain atas dasar
kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud
dapat berupa antarperorangan (individu dengan
individu), antara individu dengan pemerintah suatu
negara atau pemerintah suatu negara dengan
pemerintah negara lain. Di banyak negara,
perdagangan internasional menjadi salah satu faktor
utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun
Ekonomi Internasional
232

perdagangan internasional telah terjadi selama
ribuan tahun. 73
Dampaknya terhadap kepentingan ekonomi,
sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad
belakangan. Perdagangan internasional pun turut
mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi,
globalisasi, dan kehadiran perusahaan
multinasional.
Menurut Amir M.S.,74 bila dibandingkan dengan
pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, maka
perdagangan internasional sangatlah rumit dan
kompleks. Kerumitan tersebut antara lain
disebabkan karena adanya batas-batas politik dan
kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan,
misalnya dengan adanya bea, tarif, atau quota
barang impor. Selain itu, kesulitan lainnya timbul
karena adanya perbedaan budaya, bahasa, mata
uang, taksiran dan timbangan, dan hukum dalam
perdagangan.
Menurut Sadono Sukirno, manfaat
perdagangan internasional adalah sebagai berikut.
1). Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi
di negeri sendiri. Banyak faktor-faktor yang
mempengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap
negara. Faktor-faktor tersebut di antaranya: Kondisi
geografi, iklim, tingkat penguasaan iptek dan lain-
lain. Dengan adanya perdagangan internasional,
setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang
tidak diproduksi sendiri.
2). Memperoleh keuntungan dari spesialisasi. Sebab
utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah
untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan
73
Lihat Amber Road, Jalur Sutra....
74
Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa
Indonesia
Ekonomi Internasional
233

oleh spesialisasi. Walaupun suatu negara dapat
memproduksi suatu barang yang sama jenisnya
dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada
kalanya lebih baik apabila negara tersebut
mengimpor barang tersebut dari luar negeri.

3). Memperluas pasar dan menambah keuntungan.
Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan
mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan
maksimal karena mereka khawatir akan terjadi
kelebihan produksi, yang mengakibatkan turunnya
harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan
internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-
mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan
produk tersebut keluar negeri.
4). Transfer teknologi modern. Perdagangan luar
negeri memungkinkan suatu negara untuk
mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan
cara-cara manajemen yang lebih modern.
Banyak faktor yang mendorong suatu negara
melakukan perdagangan internasional, di antaranya
sebagai berikut:
1) Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa
dalam negeri
2) Keinginan memperoleh keuntungan dan
meningkatkan pendapatan negara
3) Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam mengolah
sumber daya ekonomi
4) Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga
perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
5) Adanya perbedaan keadaan seperti sumber
daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan
jumlah penduduk yang menyebabkan adanya
Ekonomi Internasional
234

perbedaan hasil produksi dan adanya
keterbatasan produksi.
6). Adanya kesamaan selera terhadap suatu
barang.
7). Keinginan membuka kerja sama, hubungan
politik dan dukungan dari negara lain.
8). Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu
negara pun di dunia dapat hidup sendiri.

Faktor-faktor Produksi
Untuk keperluan diskusi di bidang perdagangan
internasional, perhatian sebahagian besar
dicurahkan kepada proporsi faktor-faktor produksi
dari negara-negara yang belum berkembang dan
negara-negara yang telah maju. Bila kita mengambil
3 faktor produksi:75 tanah, tenaga kerja, dan modal;
hanya dua ukuran untuk masing-masing yaitu relatif
berlimpah-limpah atau murah dan relatif jarang atau
mahal maka akan kita peroleh suatu sistem tujuh
kelompok seperti yang terlihat pada tabel 21.1
dibawah ini. Suatu negara dapat digolongkan dalam
salah satu kelompok tersebut.

Tabel
Harga-Harga Relatif dari Faktor-Faktor Produksi
No. Tenaga Kerja Tanah Modal
1. Murah Mahal Mahal
2. Murah Mahal Murah
3. Mahal Murah Mahal
4. Mahal Murah Murah
5. Murah Murah Mahal
6. Mahal Mahal Murah
7. Murah Murah Murah
8. Mahal Mahal Mahal

75
Charles P. Kindleberger, Ekonomi Internasional (ter.J.
Bunardhi, Drs.Ec),(Jakarta: Aksara Baru, 1986), hlm.52-54.
Ekonomi Internasional
235

Karena tabel tersebut di atas berdasarkan
harga faktor-faktor produksi relatif dan tidak mutlak
maka kelompok mahal, mahal, mahal adalah sama
dengan kelompok murah, murah, murah.
Kelompok ke-tujuh dimana tanah, tenaga kerja
dan modal adalah sama berlimpah-limpahnya
(jarangnya) menekankan bahwa perkembangan
ekonomi untuk sebagian besar ditujukan kepada
proses pembentukan modal menjadi berlimpah-
limpah dan lebih murah sehingga dengan demikian
akan menaikkan daya guna dari tenaga kerja. Suatu
negara yang terlalu padat penduduknya akan
menambah tanah dapat dimasukkan dalam
kelompok 1. termasuk dalam kelompok 1 ini adalah
India, Cina, Indonesia, Haiti dan Puerto Rico.
Tingkat penduduk akan lebih tinggi bila tanah
berlimpah-limpah dan jumlah penduduknya jarang.
Kelompok ke 3 dalam perkembangan ekonomi
dibituhkan kenaikan intensity modal. Kelompok ke 4
terjadi apabila pertambahan penduduk telah
memenuhi tanah tercapai. Kelompok ke 5 dapat
digambarkan dalam berbagai tingkatan hidup.
Kelompok ke 6 ialah kelompok dimana tenaga kerja
produktif, tanah jarang dan modal berlimpah-limpah,
seperti Inggris, Belanda, Perancis dan Jerman.
Pertumbuhan produksi pada dasarnya
dipengaruhi oleh perkembangan (pertumbuhan)
faktor-faktor produksinya (modal, tenaga kerja,
tanah dan teknologi). Analisis terhadap
pertumbuhan ekonomi yang menghubungkan
pertumbuhan faktor produksi dengan pertumbuhan
ekonomi bisa dilihat dari Incremental Capital Output
Ekonomi Internasional
236

Ratio (ICOR).76 ICOR menghubungkan besarnya
pembentukan modal tetap domestik bruto dengan
pertambahan PDB. Dan, penggunaan faktor produksi
secara tunggal juga dengan pertumbuhan ekonomi
jelas mengandung kelemahan.77
Secara umum dapat dikatan bahwa proses
perkembangan ekonomi sebagian besar ditujukan
untuk memperlebar (widening) dan memperdalam
(deepening) penggunaan dari modal untuk
menaikkan daya guna dari tenaga kerja. Faktor
tanah hanya dapat berubah dengan lambat, itu juga
bila tidak terjadi keguguran; tenaga kerja dapat
bertambah dengan lebih cepat memalui immigrasi
dan pertambahan penduduk, tetapi modal
merupakan faktor yang relatif dapat ditingkatkan.
Dengan melalui pembentukan modal yang relatif
lebih banyak dibandingkan daripada tanah dan
tenaga kerja akan tercapainya tujuan untuk
meniakkan material secara berlimpah-limpah.
Analisa-analisa tersebut di atas terlalu
sederhana. Dalam usaha memperkecil kejarangan
dan memeprbesar keberlimpahan dari kedua
kelompok, diabaikan kelompok yang tidak bersaing
dan alasan-alasan lain mengapa harga faktor-faktor
76
Hera Susanti, et.al, Indikator-indikator Makroekonomi,
(Jakarta: UI-Press, 1995), hlm. 33.
77
Ada beberapa indikator lainnya yang mempengaruhinya,
yang pertama, indikator ini tidak mampu menunjukkan apakah
sumber ini berasal dari pertumbuhan faktor produksinya atau
pertumbuhan produktifitas. Kedua, indikator ini tidak mampu
menjelaskan seberapa besar peranan faktor produksi tersebut
dalam pertumbuhan produksi tersebut. Ketiga, seringkali
sebetulnya pertumbuhan produksi disebabkan oleh
pertumbuhan faktor produksi lain, tetapi karena dalam
formasinya hanya memasukkan faktor produksi tersebut.,
seolah-olah pertumbuhan produksi tersebut berasal dari faktor
produksi itu.
Ekonomi Internasional
237

produksi tidak dapat disamakan. Namun peranan
penting yang dimainkan oleh proporsi faktor-faktor
produksi dalam hukum keuntungan dan
perdagangan luar negeri, membuat persoalan
proporsi faktor-faktor produksi suatu unsur pokok
dalam proses perkembangan.
Di samping itu, banyak studi menujukkan
bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara erat
kaitannya dengan tingkat produktifitas penggunaan
modal, sehingga melalui ICOR78 dapat
menghubungkan pertumbuhan ekonomi
pertumbuhan ekonomi dengan penggunaan faktor-
faktor produksi yang dapat dipertanggung
jawabkan. ICOR juga dapat menunjukkan efesiensi
suatu perekonomian dalam penggunaan barang
modal, menujukkan kecendrungan penggunaan
metode produksi (padat karya atau padat modal)
dalam perekonomian, dalam perencanaan makro,
ICOR dapat juga untuk menafsir besarnya
kebutuhan modal yang diperlukan untuk
menghasilkan tingkat pertumbuhan ekonomi,
dengan cara menghitung besarnya ICOR, sebagai
berikut:

ICORtl-t2 = PMTDB
PDBt2 – PDBtl – 1

PMTDB = Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto
PDB = Produk Domestik Bruto
T = Menunjukkan waktu (periode)
l = Masa tenggang, biasanya diasumsikan 1 tahun.

78
Ibid, hlm. 34.
Ekonomi Internasional
238

1. Tenaga Kerja
Menurut Chenery dan Syrquin,79 proses
pembangunan ekonomi biasanya tidak hanya
ditandai dengan terjadinya perubahan atau
pergeseran pada struktur permintaan dan
penawaran barang atau jasa yang diproduksi,
namun juga ditandai oleh terjadinya perubahan
struktur penduduk dan ketenagakerjaan. Tingkat
pertumbuhan penduduk dan jumlah penduduk yang
menjadi tanggungang penduduk usia kerja
(dependency ratio) sangat tinggi di
Indonesia.Indikator yang digunakan untuk
menghitung tingkatan partisipasi angkatan kerja
adalah rasio antara junlah angkatan kerja dengan
penduduk usia kerja, atau secara lebih formal TPAK
(Tingkatan Partisipasi Angkatan Kerja) dapat
dirumuskan sebagai:

TPAK = Jumlah angkatan kerja x 100%
Jumlah penduduk usia kerja

Dalam wacana ketenaga kerjaan, umumnya
tenaga kerja kita dapat dikelompokkan dalam
beberapa lapangan kerja, jenis pekerjaan dan status
pekerjaan. Berdasarkan lapangan pekerjaan, tenaga
kerja dikelompokkan atas tenaga kerja yang bekerja
di sektor:
1. Pertanian, kehutanan, perburuan, perikanan
2. Pertambangan dan penggalian
3. Industri manufaktur
4. Listrik, gas dan air minum
79
Chenery, Hollis dan Moises Syrquin, Patterns of
Development 1950-1970, (London: Oxford University Press,
1975.)
Ekonomi Internasional
239

5. Bangunan
6. Perdagangan besar, eceran dan rumah makan
7. Angkutan, pergudangan dan komunikasi
8. Keuangan, asuransi, usaha persewaan
bangunan, tanah dan jasa perusahaan.
9. Jasa kemasyarakatan
10. Lainnya

Berdasarkan jenis pekerjaan, tenaga kerja dibagi
atas:
1. Tenaga profesional, teknisi dan sejenianya
2. Tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan
3. Tenaga tata usaha dan tenaga sejenisnya.
4. Tenaga usaha penjualan.
5. Tenaga usaha jasa.
6. Tenaga usaha pertanian, kehutanan, perburuan
dan perikanan
7. Tenaga produksi, operator alat angkuatan dan
tenaga kasar
8. dan lainnya

Sedangkan berdasarkan status pekerjaan, tenaga
kerja dibagi atas:
1. Bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain
2. Bekerja dengan dibantu anggota rumah tangga/
buruh tidak tetap
3. Berusaha dengan buruh tetap
4. Buruh/ karyawan
5. Pekerja keluarga

Lebih lengkapnya dapat kita lihat salah satu
contoh table tingkat partisifasi angkatan kerja
Indonesia menurut kelompok umur tahun 1990,
sebagai bahan perbandingan.
Ekonomi Internasional
240

Kelompok Jumlah Jumlah TPA
Umur Angkatan Kerja Tenaga Kerja K
10 – 14 2,450,641 21,436,513 11.4
3
15 – 19 7,899,256 18,919,438 41.7
5
20 – 24 9,478,009 16,148,005 58.6
9
25 – 29 10.493,666 15,540,812 67.5
2
30 – 34 9,767,942 13,191,023 74.0
5
35 – 39 9,415,119 11,252,545 83.6
7
40 – 44 7,019,439 8.000,254 97.7
4
45 – 49 6,708,613 7,623,793 88.0
0
50 – 54 5,450,314 6,696,137 81.3
9
55 – 59 3,824,396 4,912,665 77.8
5
60 – 64 2,760,031 4,589,398 60.1
4
65 + 2,534,838 6,962,295 36.4
1
Tak 7,688 0.00
Terjawab
Sumber: BPS, Statistik Indonesia 1991

Secara umum, pendekatan angkatan kerja
dapat digolongkan dalam tiga kelompok, yaitu (1)
Mengganggur (Unemployed) keadaaan dimana
orang dsebut sama sekali tidak berkerja atau
sedang mencari pekerjaan, atau disebut juga
pengganguran terbuka (open unemployment). (2),
Ekonomi Internasional
241

setengah menganggur (Underemployed), dimana
orang bekerja tetapi belum dimanfaatkan secara
penuh. Keadaan setengah menganggur ini dapat
digolongkan lebih lanjut dalam setengah kentara
(visible underemployed), yaitu orang yang bekerja
kurang dari 35 jam perminggu dan setengah
menganggur tidak kentara (invisible
underemployed) yaitu orang yang produktifitas dan
pendapatannya rendah. (3), Bekerja Penuh
(Employed) yaitu orang yang cukup dimanfaatkan.
Pembahasan masalah kependudukan yang
lebih mendesak adalah ketenagakerjaan. Beberapa
studi yang ada sudah mulai mengarah pada
pencairan dan penggunaan model yang sesuai
dengan ekonomi perdagangan internasional di
Indonesia, yang sesuai dengan kondisi Indonesia
yang suplus tenaga kerja, besarnya peranan sektor
informal, masalah-masalah setengah pengangguran
dan sebagainya. Dan, model ini harus terus dikaji
dan disempurkan lebih lanjut. Lebih-lebih usaha
yang sungguh-sungguh dan konsisten untuk
menurunkan fertilitas, perbaikan kesehatan dan
pemukiman kembali penduduk dan segera
mengubah nilai-nilai peubah kependudukan dalam
waktu yang singkat, karena itu sangat diperlukan
untuk mengatasi permasalahan Sumberdaya
Manusia Indonesia yang masih sangat lemah dan
miskin ilmu pengetahuan. Secara geopolitik ekonomi
aja kita masih jauh tertinggal dengan negara-negara
yang baru merdeka, khsususnya di kawasan Asia
Tenggara.

2. Modal
Pada umumnya, yang dimaksud dengan modal
adalah barang-barang atau peralatan yang dapat
Ekonomi Internasional
242

digunakan untuk melakukan proses produksi. Modal
dapat digolongkan berdasarkan sumbernya,
bentuknya, berdasarkan pemilikan, serta
berdasarkan sifatnya. Berdasarkan sumbernya,
modal dapat dibagi menjadi dua: modal sendiri dan
modal asing. Modal sendiri adalah modal yang
berasal dari dalam perusahaan sendiri. Misalnya
setoran dari pemilik perusahaan. Sementara itu,
modal asing adalah modal yang bersumber dari luar
perusahaan. Misalnya modal yang berupa pinjaman
bank.
Berdasarkan bentuknya, modal dibagi
menjadi modal konkret dan modal abstrak. Modal
konkret adalah modal yang dapat dilihat secara
nyata dalam proses produksi. Misalnya mesin,
gedung, mobil, dan peralatan. Sedangkan yang
dimaksud dengan modal abstrak adalah modal yang
tidak memiliki bentuk nyata, tetapi mempunyai nilai
bagi perusahaan. Misalnya hak paten, nama baik,
dan hak merek. Berdasarkan pemilikannya, modal
dibagi menjadi modal individu dan modal
masyarakat. Modal individu adalah modal yang
sumbernya dari perorangan dan hasilnya menjadi
sumber pendapatan bagi pemiliknya. Contohnya
adalah rumah pribadi yang disewakan atau bunga
tabungan di bank. Sedangkan yang dimaksud
dengan modal masyarakat adalah modal yang
dimiliki oeleh pemerintah dan digunakan untuk
kepentingan umum dalam proses produksi.
Contohnya adalah rumah sakit umum milik
pemerintah, jalan, jembatan, atau pelabuhan.
Terakhir, modal dibagi berdasarkan sifatnya:
modal tetap dan modal lancar. Modal tetap adalah
jenis modal yang dapat digunakan secara berulang-
ulang. Misalnya mesin-mesin dan bangunan pabrik.
Ekonomi Internasional
243

Sementara itu, yang dimaksud dengan modal lancar
adalah modal yang habus digunakan dalam satu kali
proses produksi. Misalnya, bahan-bahan baku.
Permasalah utama negara dunia ketiga adalah
minimnya permodalan, khususnya menyangkut arus
modal, agar kita dapat memahami dalam
melakukan transksi perdagangan barang
internasional disatu pihak juga diperlukan modal
modal internasional dalam transasksi yang
menguntungkan yang akhinya terakumulasi menjadi
modal baru yang akan diinvestasikan lagi untuk
meningkatkan keuntungan kembali.
Hubungan kausal antara transaksi
perdagangan barang internasional dan modal
sebagai salah satu faktor produksi tentu akan
menimbulkan arus modal secara internasional
karena adanya negara atau wilayah yang memiliki
banyak modal (Capital abundant) dan ada pula yang
mengalami kelangkaan modal (capital scarce). Juga
faktor produksi, modal tentu memiliki marginal
product. Dalam arti makin banyak modal, maka
makin kecil remunerasi (returd) yang diperoleh.
Secara umum arus modal internasional ini
dapat bersifat, sebagai berikut:
1. Poftfolio investment, yaitu arus modak
internasional dalam bentuk investasi aset-
aset finasial, seperti saham (stock), obligasi
(bond), dan Commercial papers lainnya. Arus
portfolio investment inilah yang saat ini paling
banyak dan cepat mengalir ke suluruh
penjuru dunia melalui pasar uang dan pasar
modal di pusat-pusat keuangan internasional,
seperti New York, London, Paris, Frankfurt,
Tokyo, Hongkong dan singapura.
Ekonomi Internasional
244

2. Direct investment, yaitu investasi riil dalam
bentuk pendirian perusahaan, pembangunan
pabrik, pemeblian barang modal, tanah,
bahan baku, dan persedian di mana investor
terlibat langsung dalam manajemen
perusahaan dan mengontrol penanaman
modal tersebut. Direct investment ini
biasanya dimulai dengan pendirian subsidiary
atau pembelian saham mayoritas dari suatu
perusahaan. Dalam konteks internasional,
bentuk investasi ini biasanya dilakukan oleh
perusahaan multinasional (MNC) dengan
operasi di bidang manafaktur, industri
pengolahan, ekstraksi sumber alam, industri
jasa dan sebagainya.

3. Teknologi
Kemajuan teknologi bisa dianalogikan dalam
analisis faktor-faktor produksi yang tersedian (factor
endowmwnt), dimana kita bisa menempatkan
teknologi sebagai salah satu faktor produksi juga.
Namun, kita akan membahas faktor teknologi dalam
bagian tersendiri, yaitu sebagai:
1. Teknologi adalah faktor produksi yang
bersifat unik, dikarenakan biasanya
mempengaruhi hampir seluruh faktor
produksi yang lain, baik terhadap
kuantitas maupun kualitasnya. Kemajuan
teknologi bisa meningkatkan kuantitas
sumber alam yang tersedia dengan
kemungkinannya penemuan-penemuan
sumber baru. Kemajuan teknologi juga
meningkatkan kualitas tenaga kerja
ataupun barang modal dengan
meningkatnya produktifitasnya.
Ekonomi Internasional
245

2. Kemajuan teknologi juga dalam
kenyataannya merupakan faktor yang
sangat penting yang menetukan pola
perdagangan internasional maupun
perkembangan ekonomi negara-negara di
dunia. Sudah banyak penelitian sudah
membuktikan bahwa sumber utama dari
peningkatan GDP di negara-negara barat
selama dua abad ini berasal bukan dari
semakin banyaknya barang kapital yang
digunakan, tetapi kemajuan teknologi
berupa peningkatan kualitas dari faktor-
faktor produksi yang ada.

Dan dari sudut pandang diatas tersebut, bisa
dibedakan 3 (tiga) macam kemajuan teknologi,
yaitu:
1. Kemajuan teknologi yang menghemat kapital
(capital saving), menghemat juga faktor
produksi tidakbedanya dengan meningkatkan
produktifitas dari sektor tersebut. Atau
menambahnya kuantitas faktor produksi juga
jika dilihat dari satuan efesiensinya (diukur
dalam ‘efficiency unit). Ini jelas menunjukkan,
bagaiman ‘capital saving’ berarti bahwa
setiap unit output memerlukan lebih sedikit
penggunaan kapital.
2. Kemajuan teknologi yang menghemat tenaga
kerja (labour saving). Dimana setiap output
memerlukan lebih sedikit tenaga kerja.
3. Kemajuan teknologi juga dapat menghemat
bahan mentah (natural resources saving).
Setiap unit output memerlukan lebih sedikit
bahan mentah.
Ekonomi Internasional
246

Ini sangat menjelaskan bahwa kemajuan
teknologi sangat diperlukan dalam bisnis
perdagangan dunia internasional, mulai dari
proses input sampai ke proses output dan
menghasilkan produk yang siap
didistribusikan kepada konsumen manca
negara.
4. SD; Peranan manusia dalam produksi dan
pembangunan ditentukan oleh jumlah dan
mutu tenaga kerja yang tersedia untuk
pelaksanaan berbagai usaha bisnis
dilapangan-lapangan yang bersangkutan. Kita
harus dapat memilah secara langsung
golongan-golongan tenaga kerja dengan
cukup cerdas untuk melaksanakan berbagai
rupa usaha pembangunan, baik berhubungan
dengan pelaksanakan produksi agraris
maupun dengan pengembangan industri atau
perusahaan-perusahaan lainnya.

Di negara-negara underdevelped berbeda cara
secara fundamentil daripada negara-negara
developed, makanya teknik produksi disitu
verpangkal pada cara usaha untuk menghemat
ongkos tenaga kerja dalam proses produksi (labour-
saving). Dan, pertambahan penduduk sering
dipandang sebagai faktor yang menyebabkan
stagnan, bukannya yang akan mencegah stagnasi
tersebut. Diukur dengan jumlah penduduk, maka
negara kita hanya dilampaui oleh Tiongkok, India,
Soviet Rusia, Amerika Serikat dan Jepang.
Ekonomi Internasional
247

Tabel
Pertambahan Penduduk di Negara-negara
underdeveloped
Persentase
Persentase
Jumlah tingkat
tingkat
pendudu pertambahan
Negara pertambahan
k 1949 (x taip tahun yang
taip tahun
I juta) diduga (1940-
(1940-1960)
1950-1960)
Amerika 158 1.89 2.25
Serikat
Afrika, 178 1.20 1.25
kecuali
Mesir
Asia 436 1.02 1.50
Tenggara1
)
Timur 94 1.25 1.50
Tenggah
(termasuk
Mesir)
Timur 661 0,48 0,75
Jauh2
(kecuali
Jepang)

1). India, Pakistan, Sailan, Kepeluan Malediven,
Nepal, Bhutan
2). Birma, Tiongkok, Taiwan, Korea, Mongolia,
Filiphina, Thailand, British Borneo, Malaya,
Hongkong, Indonesia, Indo-China, Macau, Timor
Portugal, Singapura, Irian Timur.80

Perpindahan Faktor Produksi antar Dua
Negara

80
Measures for the Economic Development of
Underdeveloped Countries, U.N., 1951, II, B. 2, hlm. 45.
Ekonomi Internasional
248

Perpindahan (barter) produksi antar dua
negara, biasa berdasar faktor kebutuhan yang saling
menguntungkan antar kedua negara tersebut.
Biasanya dengan mekanisme kerja sama vang
bersifat bilateral atau kerja sama perdagangan
antara dua negara, misalnya kerja sama dalam
hidang perdagangan antara: Indonesia dengan
Malaysia, atau Indonesia dengan Singapura, atau
juga Indonesia dengan Amerika Serikat.

Perdagangan Bebas
Perdagangan bebas adalah sebuah konsep
ekonomi yang mengacu kepada penjualan produk
antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau
hambatan perdagangan lainnya. Perdagangan
bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya
hambatan buatan (hambatan yang diterapkan
pemerintah) dalam perdagangan antar individual-
individual dan perusahaan-perusahaan yang berada
di negara yang berbeda.
Perdagangan internasional sering dibatasi oleh
berbagai pajak negara, biaya tambahan yang
diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga
regulasi non tarif pada barang impor. Secara teori,
semua hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh
perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya,
perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung
oleh penganut perdagangan bebas ini justru
sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada
terciptanya pasar bebas. Perjanjian-perjanjian
tersebut sering dikritik karena melindungi
kepentingan perusahaan-perusahaan besar.
Pasar bebas ini dipelopori oleh kaum
liberalisme, dimana mereka memiliki sebuah
ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang
Ekonomi Internasional
249

didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan
adalah nilai politik yang utama. Secara umum,
liberalisme mengusahakan suatu masyarakat yang
dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu,
pembatasan kekuasaan, khususnya dari pemerintah
dan agama, penegakan hukum, pertukaran gagasan
yang bebas, ekonomi pasar yang mendukung usaha
pribadi (private enterprise) yang relatif bebas, dan
suatu sistem pemerintahan yang transparan, yang
di dalamnya hak-hak kaum minoritas dijamin. Dalam
masyarakat modern, kaum liberal lebih menyukai
demokrasi liberal dengan pemilihan umum yang
terbuka dan adil, di mana semua warga negara
mempunyai hak yang sederajat oleh hukum dan
mempunyai kesempatan yang sama untuk berhasil
dalam segala bidang usaha bisnisnya.

Daftar Negara Menurut PDB (PPP)
Berikut adalah daftar negara-negara di dunia
berdasarkan produk domestik bruto (PDB), nilai
seluruh produk dan jasa yang dihasilkan di sebuah
negara dalam suatu tahun. Perkiraan PDB di sini
(dalam dolar AS) diperoleh dari perhitungan paritas
kemampuan membeli (PPP; bahasa Inggris:
purchasing power parity). Data ini adalah data tahun
2006.

PDB PDB
2005 2005
(PPP) (PPP)
Pe Pe
Negara Dunia juta Negara Dunia juta
r. r.
dolar AS dolar AS
63.419.7 63.419.7
38 38
Amerika 12.332.29
1 91 Uruguay 32.885
Serikat 6
2 Uni Eropa 12.329.11 92 El Salvador 31.171
Ekonomi Internasional
250

0
Republik
3 Rakyat 8.091.851 93 Luxemburg 30.674
Tiongkok
4 Jepang 4.009.327 94 Kamboja 30.579
5 India 3.602.894 95 Latvia 30.227
6 Jerman 2.498.471 96 Paraguay 29.014
7 Britania Raya 1.825.837 97 Pantai Gading 28.460
8 Perancis 1.811.561 98 Zimbabwe 28.304
9 Italia 1.694.706 99 Tanzania 27.006
10
10 Rusia 1.585.478 Yordania 26.741
0
10
11 Brasil 1.552.542 Mozambik 25.974
1
10
12 Kanada 1.111.846 Bolivia 25.892
2
10 Guinea
13 Korea Selatan 1.099.066 25.439
3 Ekuatorial
10
14 Meksiko 1.064.889 Lebanon 23.638
4
10
15 Spanyol 1.026.340 Qatar 23.584
5
10 Bosnia-
16 Indonesia 863.654 22.840
6 Herzegovina
10
17 Australia 638.713 Panama 22.706
7
Taiwan
10
18 (Republik 629.858 Estonia 22.239
8
China)
10
19 Turki 570.748 Honduras 20.549
9
11
20 Iran 560.348 Senegal 20.482
0
11
21 Thailand 559.489 Yaman 19.324
1
11
22 Afrika Selatan 532.011 Guinea 18.945
2
11
23 Argentina 516.951 Albania 18.933
3
11 Trinidad dan
24 Polandia 512.890 17.966
4 Tobago
Ekonomi Internasional
251

11
25 Belanda 498.703 Botswana 17.207
5
11
26 Filipina 409.445 Burkina Faso 16.916
6
11
27 Pakistan 392.526 Siprus 16.745
7
11
28 Ukraina 339.676 Madagaskar 16.323
8
11
29 Arab Saudi 337.268 Mauritius 16.054
9
12
30 Kolombia 336.808 Nikaragua 16.052
0
12 Republik
31 Belgia 324.299 15.996
1 Makedonia
12
32 Bangladesh 303.655 Bahrain 15.796
2
12
33 Mesir 302.803 Georgia 15.522
3
12
34 Malaysia 289.606 Chad 14.756
4
12
35 Swedia 267.427 Papua Nugini 14.343
5
12
36 Austria 267.053 Namibia 14.198
6
12
37 Swiss 241.265 Haiti 14.118
7
12
38 Yunani 236.311 Mali 13.532
8
12
39 Aljazair 232.692 Armenia 13.432
9
13
40 Vietnam 231.644 Rwanda 12.620
0
13
41 Hong Kong 226.766 Jamaika 12.141
1
13
42 Portugal 203.947 Laos 12.101
2
13
43 Ceko 198.976 Niger 11.260
3
13
44 Norwegia 193.660 Kirgizia 10.626
4
13
45 Denmark 187.721 Zambia 10.568
5
Ekonomi Internasional
252

13
46 Chili 186.733 Islandia 10,548
6
13
47 Romania 183.162 Gabon 9.514
7
13
48 Nigeria 173.704 Brunei 9.009
8
13
49 Irlandia 164.190 Togo 8.945
9
14
50 Peru 164.110 Tajikistan 8.711
0
14
51 Hungaria 162.289 Benin 8.534
1
14
52 Finlandia 161.099 Moldova 8.157
2
14
53 Israel 154.174 Malta 7.909
3
14
54 Venezuela 153.331 Malawi 7.507
4
14
55 Maroko 138.006 Mauritania 6.876
5
14
56 Singapura 124.001 Bahama 6.085
6
14
57 Kazakstan 123.992 Swaziland 5.646
7
Uni Emirat 14
58 111.027 Burundi 5.642
Arab 8
14
59 Selandia Baru 101.582 Fiji 5.368
9
15
60 Slowakia 87.129 Mongolia 5.230
0
15
61 Sudan 85.461 Lesotho 5.113
1
15
62 Sri Lanka 85.155 Sierra Leone 4.910
2
15 Republik Afrika
63 Tunisia 83.353 4.773
3 Tengah
15
64 Myanmar 78.564 Barbados 4.735
4
Ekonomi Internasional
253

15
65 Suriah 72.174 Republik Kongo 4.621
5
15
66 Bulgaria 71.381 Eritrea 4.250
6
15 Antilles
67 Belarus 70.524 4.175
7 Belanda
15
68 Libya 65.647 Guyana 3.541
8
15
69 Afganistan 63.857 Gambia 3.017
9
Republik 16
70 63.594 Tanjung Verde 2.992
Dominika 0
16
71 Ethiopia 62.744 Bhutan 2.913
1
16
72 Ekuador 56.779 Suriname 2.812
2
16
73 Guatemala 56.736 Maladewa 2.557
3
16
74 Kroasia 55.638 Belize 2.046
4
16
75 Ghana 54.330 Djibouti 1.686
5
16
76 Lithuania 49.106 Guinea-Bissau 1.182
6
16
77 Uganda 48.620 Samoa 1.172
7
16
78 Uzbekistan 48.137 Komoro 1.114
8
16
79 Kuwait 44.675 Seychelles 1.017
9
17
80 Kosta Rika 44.579 Saint Lucia 985
0
17 Kepulauan
81 Angola 43.599 925
1 Solomon
Serbia- 17
82 43.462 Grenada 883
Montenegro 2
17 Antigua dan
83 Slovenia 43.260 835
3 Barbuda
Ekonomi Internasional
254

17
84 Kamerun 40.744 Tonga 785
4
Republik
17 Saint Vincent
85 Demokratik 40.585 751
5 dan Grenadines
Kongo
17
86 Nepal 39.815 Vanuatu 741
6
17 Saint Kitts dan
87 Oman 39.559 626
7 Nevis
17
88 Turkmenistan 39.458 Dominika 448
8
17 São Tomé dan
89 Azerbaijan 37.841 268
9 Príncipe
18
90 Kenya 37.065 Kiribati 243
0
Sumber: Dana Moneter Internasional, World Economic Outlook
Database, April 2005


Ekonomi Internasional
255

Bab 11

Peranan
Perdagangan
Internasional dalam
Pertumbuhan
Ekonomi

Efek Terhadap Konsumsi
Akibat langsung dari perdagangan
internasional, terbukanya pasar besas dan
menimbulkan tatanan dunia baru ekonomi
internasional, dengan produk-produk baru yang
mengarah pada pola-pola paradigma neo-liberalisem
yang mengakibatkan negara-negara yang sedang
berkembang secara tidak langsung tidak dapat
memperluas ekspor mereka, malah mereka
sebaliknya memerlukan impor barang-barang
Ekonomi Internasional
256

investasi dan menanggung resiko untuk
penghamburan sumber-sumber valuta asing mereka
melalui impor karena penggunaan kenaikan money
income81 mereka. Negara-negara tersebut bahkan
harus meminjam dari luar negeri.
Tetapi, sangat disayangkan dana yang
tersedia dana adalah terbatas, lagi pula tidaklah
tepat bila pinjaman itu digunakan untuk
pembiayaaan konsumsi, maka itu, demikian
menurut Dr. Rault Prebisch, bahwa perkembangan
ekonomi yang sebaik-baiknya harus disertai dengan
rencana pengganti impor, berupa pembagunan
industri-industri domestik untuk menghasilkan
barang-barang konsumsi yang biasanya diimpor,
dan melakukan perlindungan melalui pengawasan
impor selam industri-industrinya belum dewasa.
Ternayata banyak persoalan-persoalan lain
yangnya disamping penggantian impor. Perencanan-
perencana ekonomi diharapkan pada sumber-
sumber yang terbatas, terutama untuk investasi.
Apakah sumber-sumber modal sebaiknya
dialokasikan pada industri-industri ekspor, atau
kepada proyek-proyek soaial seperti jalan-jalan
kereta api, pembangkitan tenaga, irigasi yang akan
memajukan ekspor? Atau terms of trade jangka
panjang akan merugikan hasil-hasil produksi primer
sehingga penting sekali untuk membatasi investasi
di sektor tersebut mengguntungkan.
Prebisch dan lain-lain ahli ekonomi seperti
Myrdal lebih menyetujui perkembangan ekonomi
secara berencana dimana dicurahkan perhatian
yang terbatas pada hukum keuntungan komperatif.
81
Dr. Rault Prebisch, Direktur Eksekutif dari Komisi Ekonomi
Amerika Latin,
Ekonomi Internasional
257

Sedang, Viner berpendapat bahwa negara-negara
tersebut harus memperluas hal-hal yang oleh sistem
harga ditunjukkan sebagai kesempatan-kesempatan
yang menguntungkan, seperti di sektor agraria,
pertambangan, manufaktur, ataupun di sektor
industeri jasa-jasa.
Alasan tidak disetujuinya perdagangan yang
relatif bebas oleh negara-negara yang belum
berkembang sebagian didasarkan pada argumen
perlindungan industri-industri muda. Di samping itu
ada pendapat-pendapat bahwa perdagangan bebas
hanyalah untuk negara-negara yang sudah maju
yaitu negara-negara yang menemukan pendapatan-
pendapatan baru untuk mengendalikan persaingan.
Meskipun hukum keuntungan komparatif dalam
ukuran yang statis memberikan dasar yang kuat
untuk memberikan dasar yang kuat untuk
spesialisasi dalam hasil produksi primer dan
perdagangan bebas. Negara-negara yang belum
maju harus memperhatikan dua hal berikut:
1. Kemungkinan perubahan teknologi yang mungkin
dapat menggantikan produksinya sepertti: karet
sintetis, wol, sutra dan lain-lain.
2. Instabilitas jangka pendek dari harga-harga bahan
mentah.

Dan pengaruh penting pada dengan adanya
perdagangan masyarakat dapat berkonsumsi
masyarakat jauh lebih besar, dan bergesernya garis
Consumption Possibility Frontier (CPF). Ini
mempunyai arti bahwa masyarakat bisa
berkomsumsi dalam jumlah lebih besar daripada
sebelumnya ada perdagangan. Dan, Ini sama saja
dengan mengatakan bahwa pendapatan real
masyarakat yaitu pendapatan yang diukur dari
Ekonomi Internasional
258

beberapa jumlah barang yang bisa dibeli oleh
jumlah uang tersebut, meningkat dengan adanya
perdagangan.
Mengenai makna pergeseran CPF ini kita bisa
melihatnya dari segi lain, dengan diperkenalkannya
konsep yang sering disebut dengan adanya
transformasi.82 Terjadinya proses pengubahan
sumber-sumber ekonomi atau barang-barang dalam
negeri menjadi barang-barang lain yang bisa
memenuhi kebutuhan (konsumsi) masyarakat.
Konsep ini mencakup, transpormasi melalui produksi
dan transfornasi melalui perdagangan.

Efek Terhadap Produksi
Perdagangan luar negeri mempunyai pengaruh
yang kompleks terhadap sektor produksi di dalam
negeri. Secara umum kita bisa menyebutkan empat
macam pengaruh yang bekerja melalui adanya:83
1. Spesialisasi produksi
2. Kenaikan ‘investasi surplus’
3. ‘Vent for Surplus’.
4. Kenaikan produktifitas

1. Spesialisasi
Kita telah melihat bahwa perdagangan
internasional mendorong masing-masing negara ke
arah spesialisasi dalam produksi barang di mana
negara tersebut memiliki keunggulan komparatif
yang penuh , sedangkan dalam kasus increasing-
cost terjadi spesialisasi yang tidak penuh. Yang
perlu diingat adalah bahwa spesialisasi itu sendiri
tidak membawa manfaat kepada masyarakat
82
Dr. Boediono, Ekonomi Internasional, (Yogyakarta: BPFE-
UGM, 1993), hlm. 138.
83
Ibid.
Ekonomi Internasional
259

kecuali apabila disertai kemungkinan hasil
produksinya dengan barang-barang lain yang
dibutuhkan. Spesialisasi plus perdagangan bisa
meningkatkan penda[patan real masyarakat, tetapi
spesialisasi tanpa perdagangan mungkin justri
menurunkan pendapatan real dan kesejahteraan
masyarakat.
2. Investasi Surplus
Investasi surplus ialah adanya perdagangan
yang meningkatnya pendapatan real masyarakat,
dengan pendapatanyanyang real yang lebih tinggi
bearti negara tersebut mampu untuk menyisihkan
dana sumber-sumber ekonomi yang lebih besar bagi
investasi. Dengan adanya investasi yang lebih tinggi
berarti laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi
juga.
3. Vent for Surplus
Konsep ini adalah buah pikir dari Adam Smith,
dimana perdagangan luar negeri membuka daerah
pasar baru yang lebih luas bagi hasil-hasil dalam
negeri. Produksi dalam negeri yang semula terbatas
karena terbatasnya pasar di dalam negeri, sekarang
bisa diperbesar lagi. Sumber-sumber ekonomi yang
semula menganggur (surplus) sekarang
memperoleh saluran (event) untuk bisa
dimanfaatkan, karena adanya daerah pasar yang
baru. Inti dari konsep ‘vent for surplus’ adalah
bahwa pertumbuhan ekonomi terangsang oleh
terbukanya daerah pasar baru.
4. Kenaikan produktifitas ialah pengaruh yang
diraskan sangat penting dari perdagangan luar
negeri terhadap sektor produksi berupa
peningkatan produktifitas dan efesiesnsi pada
umumnya.
Ekonomi Internasional
260

Tabel
Effek Terhadap Perdagangan Luar Negeri dari
Berbagai Faktor Yang merupakan Syarat Bagi
Perkembangan Ekonomi Nasional
Fakto
r Strukt Transfor
Prod ur masih Kapas
Tahap Perub
uksi Sosial (Kapasit itas
Perkemb Modal ahan
Sumb (Tena as untuk Produ
angan Tehnik
er2 ga realokasi ksi
(Tana Kerja) )
h)
1 2 3 4 5 6
Tetap Statis Id=s Statis Tidak ada : Kecil
(kedua- elastisitas
Stagnasi 2nya penawaran a
(a) rendah) rendah: t of t
X=M untung-
(kedua- untungan
2nya
rendah
Revolusi Ekspans Permulaa Id=S Perubaha Perluasan Perluasa
Komersial i n (kedua-2 n besar. elastisitas n
(b) (karena mobilitas nya X. tetapi rendah didalam
memas sosial- rendah) Mc(effe negeri;
uki money X=M k produksi
pasar) one (kedua- demonstr untuk
X economi 2nya)  asi) pasardun
ia
Pertumbuhan Penemu Perkemba id. Id Perubaha Mobilitas Integrasi
ekonomi an dan ngan >S n tehnik sumber-2 pasar
(take-off) perubah golongan Mp . M (imitasi) X M dalam
© an pengusah >S Mp Pendapatan negeri
tehnik aan S. Pinjama meningkatan dan
memper pendapat n dari M pasar
luas an Mc luar dunia
sumber- negeri XM
sumber Pertumb
X uhan M
competin
g industri
M
Kedewasaan Penemu Pendapat S > id Penemua Elastisitas
(d) an baru an tinggi X > M n barang- tinggi, Diferensi
X S Pinjama barang pendapatan asi hasil
Kegugu n X M menaikkan produksi
san X Luar Cara-cara permintaan X M
M negeri baru jasa-jasa M
X untuk mutlak M
produksi relatif
barang-
barang
lama X
M
Kegugur Pembagia Id > S Kelambat Elastisitas Kapasita
Kemunduran an n secara M>X an dalam turun, alokasi s
(e) X M adil S Aktiva pengubah di bawah titik produksi
Ekonomi Internasional
261
Mobilitas diluar an tehnik, optimum t of menurun
sosial negeri tiruan di t karena
berkuran habis luar pasar-
g, effek dipergun negeri pasar
demonstr akan X, berkuran
asi C tiruan g dengan
penemua adanya
n baru di perlindun
luar gan
negeri (proteksi)
M .

Efek Terhadap Neraca Perdagangan
Tantangan Terhadap Tata Internasional yang
ada khususnya menyakut pengkotan-pengkotan
negara berdasar geoekonomi dan geopolitik
masyarakat dunia. Persekutuan Negara-negara “non
blok” yang berharap untuk menantang hubungan
neo-kolonialis sesudah perang secaara berangsur-
angsur diperluas dan diperkuat anatara konprensi
Bandung pada tahun 1955 dan konprensi Aljazair
pada tahun 1973. Konperensi-konperensi dan
pertemuan-pertemuan yang banyak diadakan itu
hanya memberikan hasil langsung yang kecil,
sedang blok sosialis tak pernah mampu untuk
membantu dunia ketiga dalam memperoleh suatu
kekuatan berunding kolektif yang efektif. Namun
suatu forum untuk perundingan diadakan dengan
teerciptanya konprensi PBB untuk perdagangan dan
pembangunan (UNCTAD) pada tahun 1964 sebagai
suatu “serikat buruh” untuk Negara-negara dunia
ketiga. Tuntutan-tuntutan yang dirumuskan.

Tabel
Hutang Resmi pada Luar Negeri di 86 Negara
Berkembang
Ekonomi Internasional
262

Sumber Sumber
Resmi Swasta
Jumlah
(milyar (milyar
Kelompok Negara
US$) US$)
19 19 197 197 197 197
76 74 6 4 6 4
OPEC 4 18 3 11 1 7
Negara yang 22 66 13 33 9 33
berpendapatan
menengah/ tinggi
Negara yang 10 22 9 20 1 2
berpendapatan rendah
Jumlah 36 10 25 64 11 42
6
Sumber: World Bank, World Debi Table, vol.I (31 Oktober 1976),
EC-167/76, hlm. 31.

Hutang resmi pada luar negeri ditentukan
sedemikian rupa sehingga mencakup hutang-hutang
yang diadakan oleh sector pemerintah, maupun
hutang-hutang yang diadakan oleh sector swasta,
yang dijamin oleh badan pemerintah.84
Pertemuan UNCTAD yang pertama sudah
meliputi sebagian besar dari masalah-masalah yang
84
Definisi ini tidak mencakup: (i) transaksi-transaksi dengan
IMF (Dana Moneter Internasionaal); (ii) hutang swasta yang
tidaak dijamin oleh suasana badan pemerintah (termasuk
pinjaman-pinjaman kepada cabang-cabang oleh kantor-kantor
pusat dari perusahaan-perusahaan multi nasional). Bagi Negara-
negara yang sector swastanya mempunyai hubungan dekat
dengan pasar keuangan internasional, maka perkiraan hutang
resmi pada luar negeri akan merupakan perkiraan yang
terlampau rendah mengenai seluruh jumlah hutangnya,
misalnya Brazil pada akhir tahun 1974, “hutang resmi pada luar
negeri” berjumlah US$9,3 milyar; Seluruh jumlah hutang US$
18,01 milyar. Karena ada kecenderungan ini maka pertambahan
jumlah hutang Negara-negara berkembang akan juga
diperkirakan lebih rendah untuk kurun waktu 11967-1974.
Ekonomi Internasional
263

ingin dirundingkan dan didasarkan atas asas-asas
umum yang termuat dalam piagam UNCTAD yang
mewajibkan setiap Negara untuk memberikan
sumbangan-sumbangan kepada suatu tata ekonomi
internasional yang diperbaiki yang mencakup
“kemajuan ekonomi dan sosial di seluruh dunia” dan
“perbaikan dalam kesejaahteraan dan tingkat hidup
semua orang.
Tindakan kelompok organisasi Negara-negara
pengekspor minyak bumi (OPEC), yang
meningkatkan harga minyak dunia dengan empat
kali lipat, terjadi dengan latar belakang erosi
perlahan-lahan dalam hegemoni politik dan militer
Amerika Serikat di Seluruh dunia. ruh dunia,
seperti misalnya kekalahannya yang bergema di
Asia Tenggara.
Tindakan OPEC tersebut di atas mencapai
suatu pergeseran yang nyata dalam perimbangan
kekuasaan dengan tiga konsekuensi penting:
a. Tindakan tersebut memperlihatkan keuntungan-
keuntungan yang potensial bagi ketiga
kelompok negara-negara pengekspor komoditi
primer yang dapat menguasai pasaran dunia
untuk suatu komoditi yang penting, di mana
negara-negara Barat tidak dapat memenuhi
kebutuhannya sendiri.
b, Tindakan OPEC memperlemah negara-negara
Barat dengan amat mengacaukan neraca
pembayaran mereka serta mematahkan
monopoli mereka dalam cadangan internasional.
c. Karena OPEC bersedia untuk menggunakan
kekuatan berundingnya untuk menunjang
tuntutan-tuntutan lain dari dunia ketiga, maka
Ekonomi Internasional
264

OPEC pun secara substansial memperkuat posisi
berunding dunia ketiga secara keseluruhan.

Tantangan itu, setidak-tidaknya untuk, waktu
ini, adalah suatu tantangan yang nyata, dan
perundingan-perundingan antara negara-negara
kaya dan miskin menjadi lebih terarah. Pada Sidang
UNCTAD IV tercapai persetujuan mengenai dua hal-
pembentukan suatu dana stabilisasi multi-komoditi
dan suatu kode untuk pengalihan teknologi. Bidang
perundingan lain yang penting ialah Konperensi PBB
untuk Hukum Laut, di mana negara-negara dunia
ketiga sedang mendesakkan pengaturan
internasional baru untuk memastikan hak atas
sumber daya; sumber daya laut dan dasar laut.
Tetapi kekuatan berunding dunia ketiga masih
belum kokoh. Masih harus dilihat apakah produsen-
produsen komoditi primer lain, yang diilhami oleh
keberhasilan OPEC, dapat merigorganisir kartel-
kartel yang efektif. Juga masih harus dilihat apakah
Negara-negara Barat dapat memperbaiki kerusakan
perekonomian mereka sendiri, dan apakah anggota-
anggota OPEC yang lebih kaya akan terus berpihak
pada dunia ketiga atau, sebaliknya, lambat laun
akan ditarik ke dalam "klub orang-orang, kaya"
Sistem harga "dua-tingkat" dari OPEC sudah
menunjukkan adanya suatu perpecahan.
Adalah penting untuk dicatat bahwa sistem
sesudah perang, yang mendorong pertumbuhan
yang pesat di Eropa dan Jepang selama lebih dari
Ekonomi Internasional
265

dua dasawarsa, sudah memperlihatkan gejala-
geja1a ketidak-stabilan yang gawat sebelum
terjadinya krisis minyak. Dalam hal ini perlu
disebut tiga kelemahan pokok, yaitu laju inflasi
yang makin pesat; tidak stabilnya kurs mata
uang dan lalu lintas mata uang, dan
perkembangan industri yang berbeda-beda dari
berbagai negara yang bersaingan satu sama
lain. Kelemahan-kelemahan ini pada akhirnya
dapat merenggangkan persekutuan negara-
negara Barat dan melemahkan keterikatan dari
sedikit-dikitnya beberapa negara terhadap
pengaturan ekonomi dunia yang berlaku.
Bidang-bidang Perundingan Utama sangat
ditentukan oleh Topik-topik diskusi yang pada waktu
ini dibahas secara aktif dapat dikelompokkan dalam
tiga kategori: komoditi-komoditi primer,
perkembangan industri dan sumber pembiayaan
luar negeri. Hingga kini yang terutama ditekankan
adalah topik pertama yaitu komoditi primer.85
Usul-usul khusus yang diajukan mencakup
suatu "rencana komoditi terpadu" untuk komoditi-
komoditi yang merupakan 80 persen dari seluruh

85
Tujuan umum komoditi primer adalah untuk menstabilkan
dan memperbesar penghasilan para eksportir komoditi primer,
yang akan menguntungkan negara-negara dunia ketiga, karena
mereka semua mempunyai surplus exspor netto untuk komoditi
primer. Harga-harga yang stabil dan pasaran yang bertambah
besar akan memungkinkan mereka untuk memperbesar
persediaan, meningkatkan penghasilan ekspor mereka, dan
dengan demihian meningkatkan kemampuan impor mereka.
Ekonomi Internasional
266

perdagangan komoditi,86 tidak termasuk minyak
bumi, indeksasi harga komoditi2 dan pembentukan
asosiasi-asosiasi produsen.
Rencana komoditi terpadu mencakup
persediaan golongan penyangga internasional yang
dibiayai dengan suatu dana umum yang berjumlah
beberapa milyar dollar Amerika Serikat, tekanan
pada kontrak-kontrak persediaan besar yang
berjangka panjang, pembiayaan kompensasi untuk
kehilangan penghasilan yang disebabkan oleh
jatuhnya harga, dan peningkatan pengolahan dan
distribusi bahan-bahan mentah oleh negara-negara
penghasil komoditi.
Usul-usul yang lebih kontroversial adalah
indeksasi (kaitan) harga-harga komoditi yang
diekspor oleh negara-negara dunia ketiga dengan
harga-harga yang mereka bayar untuk impor dan
pembentukan asosiasi-asosiasi produsen. Usul-usul
ini dapat menguntungkan baik produsen maupun
konsumen dengan menyediakan pasaran yang
stabil, dan memungkinkan pertumbuhan yang lebih
pesat. " Tetapi mereka menghadapi perlawanan dari
banyak negara Barat, yang menganggap usul
terakhir ini sebagai suatu keinginan untuk meniru
OPEC dengan menetapkan harga-harga yang tinggi
dan membatasi persediaan. Bahkan usul pertama

86
Kaitan indeks harga komoditi dengan indeks harga barang
jadi untuk menghindarkan diri dari merosotnya daya beli
pendapatan ekspor komoditi primer sebagai akibat
meningkatnya harga barang jadi.
Ekonomi Internasional
267

dianggap sebagai saran yang lebih buruk bahwa
kelebihan persediaan harus disubsidi atas beban
mereka. Usul indeksasi akan meliputi suatu
perluasan kebijaksanaan dukungan harga yang
dijalankan di negara-negara Barat.87
Usul balasan, yang terutama diajukan oleh
Amerika Serikat, adalah pengembangan komoditi-
komoditi primer melalui penanaman modal swasta
dalam produksi terpadu, pengolahan dan jaringan
distribusi. Hal ini tidak dapat diterima oleh banyak
negara dimia ketiga, karena akan berarti perluasan
penguasaan atas sumber daya-sumber daya alam
mereka oleh perusahaan-perusahaan multinasional,
yang sudah terjadi dalam bahan-bahan mineral, dan
yang mereka sudah sejak lama menganggap
sebagai contoh utama dari eksploitasi neo-kolonialis.
Tujuan-tujuan dunia yang ketiga dalam hal
pembangunan industri adalah persyaratan yang
lebih baik untuk memperoleh teknologi, peluang
yang lebih baik untuk menjual barang-barang jadi di
pasaran negara-negara Barat dan pengawasan yang
lebih besar terhadap kegiatan-kegiatan perusahaan-
perusahaan multinasional. Meskipun terdapat kode
tentang pengalihan teknologi, namun kemungkinan
terjadinya perubahan yang berarti hanya kecil
sekali. Negara-negara Barat yang sudah terlibat
dalam saling persaingan yang hebat, tidak berhasrat

87
seperti Kebijaksanaan pertanian dari Pasar Bersama Eropa,
sampai meliputi seluruh dunia dan suatu jumlah komoditi yang
jauh lebih besar.
Ekonomi Internasional
268

untuk membantu negara-negara dunia ketiga dalam
merebut pasaran dari tangan mereka. Selama
tahun-tahun terakhir ini wahana utama bagi
pengembangan ekspor barang-barang jadi dari
dunia ketiga adalah perusahaan-perusahaan
multinasional, yang tertarik oleh tenaga kerja yang
murah di negara-negara dunia ketiga. Dalam bidang
barang-barang padat karya perusahaan-perusahaan
ini mendatangkan perdagangan ke dunia ketiga
yang merugikan para pekerja di industri-industri
yang sama di Barat.
Pemerintah-pemerintah Barat tidak menentang
proses ini, meskipun hal ini mempemgaruhi
kesempatan kerja di negara-negara mereka sendiri,
dan pemerintah-pemerintah dunia ketiga sering
menyambut balk penghasilan devisa yang diperoleh
dari ekspor barang-barang jadi. Kekuatan komersial
dari perusahaan-perusahaan multi-nasional
merupakan sebab mengapa perundingan-
perundingan yang serius mengenai pembangunan
industri sangat tidak mungkin, karena pemerintah di
banyak negara kaya dan miskin terlampau
tergantung pada mereka untuk bersedia melakukan
banyak campur tangan dalam kegiatan-kegiatan
mereka. Tetapi bahkan jika suatu kelompok negara-
negara dunia ketiga yang lebih besar dapat
kesempatan yang lebih baik unluk memasuki
pasaran industri dunia, maka hal ini hanya akan
mengakibatkan persaingan yang lebih hebat antara
mereka tanpa membawa pertambahan netto yang
Ekonomi Internasional
269

berarti negara Barat berarti bahwa sistem keuangan
internasional dalam bentuknya yang sekarang
banyak keku-rangannya menurut pandangan
kebanyakan negara yang ikut serta dalam sistem
ini.
Tujuan dari setiap kelompok terutama
tergantung pada hal apakah mereka adalah negara
debitor atau kreditor. Dunia ketiga menghendaki
kredit murah tanpa ikatan; negara-negara dan lem-
baga-lembaga kreditor OPEC dan Barat
menghendaki keuntungan dan keamanan.
Pemerintah kreditor juga menghargai pengaruh
politis yang mereka peroleh, yaitu "ikatan-ikatan"
yang ditentang oleh negara-negara debitor dari
dunia ketiga dalam pendapatan bagi dunia ketiga
sebagai keseluruhan.
Keterbatasan anggaran dalam membangun
dan menumbuh kembangakan iklim industrialisasi di
negara dunia ketiga, memancing mereka untuk
mendapat pembiayaan dari luar negeri, khususnya
negara maju. Dan, akhirnya banyak menjadi
masalah hutang yang gawat dari banyak negara
dunia ketiga itu sendiri, dan itu juga kesulitan bagi
negara-negara OPEC untuk menemukan suatu ben-
tuk investasi yang aman bagi penghasilan surplus
dari penjualan minyak bumi, dan ketidak-stabilan
mata-uang yang diderita banyak.88

88
Sangat diperlukan pembaharuan sistem moneter
internasional tidak perlu meliputi pembagian likuiditas dan
kredit internasional yang lebih merata. Negara-negara dunia
Ekonomi Internasional
270

Tetapi jika negara-negara Barat dapat
menetapkan untuk mereka sendiri peraturan--
peraturan yang dapat dikerjakan dengan baik
mengenai penyesuaian neraca pembayaran, maka
mereka akan mampu menyelesaikan masalah-
masalah spekulatif tanpa perlu memberikan konsesi-
konsesi besar kepada negara-negara dunia ketiga.
Pada waktu ini memang dunia ketiga
mempunyai hutang besar, terutama sesudah terjadi
pertumbuhan yang pesat dalam pinjaman dari pasar
modal swasta internasional. Negara-negara kaya
akan terpaksa untuk menunda masa pembayaran
kembali hutang-hutang ini untuk menghindari hantu
kebangkrutan massal dari dunia ketiga, tetapi hal ini
tidak mungkin akan menghasilkan persyaratan yang
diperlunak. Bahkan harapan bahwa OPEC akan
merupakan suatu sumber kredit baru mungkin akan
ternyata suatu ilusi belaka; negara-negara OPEC
nampaknya mempunyai pandangan yang sama se-
perti negara-negara Barat mengenai keamanan dan
keuntungan dari dana-dana yang mereka tanamkan,
dan nampaknya mereka juga akan berusaha untuk
menggunakan setiap kredit yang mereka berikan
sebagai suatu cara untuk memperoleh pengaruh
politik.

ketiga menuntut partisipasi yang lebih besar dalanm
pengelolaan lembaga-lembaga kredit internasional, seperti IWF,
dan kekuatan finansial OPEC dapat merupakan suatu kekuatan
berunding untuk mencapai tujuan MI.
Ekonomi Internasional
271


Ekonomi Internasional
272

Bab 12

Blok Perdagangan

ASEAN Free Trade Area (AFTA)
AFTA (Asean Free Trade Area) adalah
organisasi kerja sama ekonomi regional yang
anggotanya terdiri atas sepuluh negara Asean,
yaitu:

N N Negar
Negara
o 0 a
1 Brunei 6 Malaysi
Darusslam a
2 Myanmar 7 Filipina
3 Kamboja 8 Singap
ora
4 Indonesia 9 Thailan
d
5 Laos 1 Vietna
0 m

ASEAN didirikan tanggal 8 Agustus 1967
berdasrkan Bangkok Declaration atas prakarsa lima
negara, yaitu Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand,
Ekonomi Internasional
273

dan Singapura. Tujuan ASEAN adalah meningkatkan
kerja sama ekonomi, perdagangan, dan sosial-
budaya antar-negara di kawasan Asia Tenggara.
Adanya tingkat perkembangan
pembangunan/ pertumbuhan ekonomi yang cukup
berbeda dan banyaknya produk yang lebih bersifat
competitive (bersaing) ketimbangan complementray
(saling melengkapi), menyebabkan kerja sama di
antara negara-negara ASEAN, khususnya dalam
bidang perdagangan agak sulit dan lambat
berkembang.
Pada KTTIV ASEAN tanggal 27-28 Januari 1992
di Singapura, telah ditandatangani Agreement on
Common Effective Preferential Tariff (CEPT) Scheme
for The ASEAN Free Trade Area (skema CEPT untuk
AFTA oleh para Menteri Ekonomi ASEAN.
Tujuan skema CEPT untuk AFTA adalah untuk
meningkatkan arus/kegiatan perdagangan dan
investasi di wilayah ASEAN secara lebih cepat dan
adil melalui pemberian preferensi tarif untuk produk-
produk orisinil (minimum 40% kandungan lokal)
yang sama sehingga mempunyai tarif efektif yang
sama di pasar ASEAN. Dalam waktu 10 tahun
diharapkan akan dapat diwujudkan kawasan Bebas
ASEAN atau AFTA melalui pelaksanaan skema CEPT
sebagai mekanisme utama melalui 1 Januari 1993
dengan sasaran penurunan tarif menjadi 0-5%.
Produk-produk yang dimasukkan ke dalam
skema CEPT didasarkan pada pendekatan sektoral
tingkat 6 digit Harmonized System (HS) serta
dibebaskan dari pembatasan kuantitatif dan
larangan penggunaan valuta asing. Sebagai langkah
awal dari pelaksanaan CEPT maka disepakati 15
produk industri yang harus dipercepat penuerunan
tarifnya menjadi 0-5%, yaitu 1. Semen, 2). Pupuk,
Ekonomi Internasional
274

3). Pulp, 4). Tektil, 5). Perhiasan dan permata, 6).
Perabotan dari kayu dan rotan, 7). Barang-barang
kulit, 8). Plastik, 9). Obat-obatan, 10). Elektronika,
11). Kimia, 12). Produk karet, 13). Minyak nabati,
14). Gelas keramik dan15). Katoda tembaga.
Ekonomi Internasional
275

North America Free Trade Agreement (NAFTA)
North America Free Trade Agreement (NAFTA)
adalah organisasi multilateral regional adalah
organisasi kerja sama ekonomi perdagangan yang
anggotanya terdiri dari beberapa negara di
kawasan/wilayah tertentu, yaitu wilayah Amerika.
Suatu bentuk kerja sama ekonomi regional yang
perdagangan produk-produk orisinal negara-negara
anggotanya tidak dipunggut bea masuk atau bebas
bea masuk. Dengan kata lain, ‘ineternal tariff antara
negara anggota menjadi 0%, sedangkan masing-
masing negara memiliki ‘external tariff’ sendiri-
sendiri.

Asia Pacific Economic Coorporation (APEC)
APEC (Asian Pacific Economic Coorporation)
adalah organisasi kerja sama ekonomi regional di
kawasan Asia-Pasific yang saat ini anggotanya
berjumlah 18 negara, yaitu:

N Negara N Negara
o o
1 Australia 1 Malaysia
0
2 Brunai 1 Meksiko
1
3 Kanada 1 Selandia
2 Baru
4 Cile 1 Papua
3 Nugini
5 Cina 1 Filipina
4
6 Hong 1 Singapura
Kong 5
7 Indonesia 1 Taiwan
6
8 Jepang 1 Thailand
7
Ekonomi Internasional
276

9 Korea 1 Amerika
Selatan 8 Serikat

APEC didirikan pada tahun 1989 dan hingga
kini telah melaksanakan beberapa kali bersidang.
Pada Sidangnya yangdilaksanakan di Vancouver,
Kanada pada bulan November 1997, yang
menghasilkan deklarasi tentang proses perecepatan
liberalisasi secara sukarela untuk sembilan sektor
industri yang dikenal dengan ESVL (Early Sectoral
Valuntary Liberalization), yaitu 1. Mainan, 2. ikan
dan hasil perikanan, 3. Hasil hutan, 4. Produk kimia,
5. Telekomunikasi, 6. Perhiasan, 7. Energi, 8.
Perlengkapan kesehatan dan 9. Barang/ jasa untuk
pemelihara lingkungan.
Tujuan pokok APEC adalah melakukan
liberalisasi perdagangan dan investasi, serta
meningkatkan pemanfaatan SDA dan kualitas SDM
untuk meningkatkan pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.
Agenda APEC ialah menyusun agenda
liberalisasi secara bertahap sebagai berikut:
1. Tahun 2010 : Liberalisasi perdagangan dan
investasi di antara negara industri maju
dikawasan Asia-Pasifik.
2. Tahun2020 : Liberalisasi perdagangan dan
investasi dianatara seluruh negara kawasan Asia-
Pasifik.

Analisa tentang mekanisme pengaruh
liberalisasi perdagangan dan investasi di kawasan
Asia-Pasifik terhadap pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi dalam kerangka AFTA dan
APEC dapat dilihat dari skema berikut.
Ekonomi Internasional
277

Gambar
Skema Mekanisme Pengaruh Liberalisasi
Perdagangan dan Investasi terhadap Pembangunan/
Pertumbuhan Ekonomi dalam Kerangka AFTA dan
APEC

Liberalisasi Perdagangan

Persaingan Meningkat

Mendorong Masing-masing Negara Anggota
untuk Melakukan Spesialisasi Dinamis
(Comperative Advantange Dinamis)

Peningkatan Produktifitas dan Efesiensi

Perbaikan Rasio Input/Outpun

Rentabilitas Meningkat

Mendorong Peningkatan Investasi untuk Peningkatan
Kualitas SDM dan Pemanfaatan SDA.

Peningkatan Employment

Peningkatan Income (Y)

Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi (GNP)
Ekonomi Internasional
278

Komunitas Eropa (EFTA)
Komunitas Eropa (EFTA) ialah Suatu bentuk
kerja sama ekonomi regional, khsusunya bagi
negara komunitas Eropa yang perdagangan produk-
produk orisinal negara-negara anggotanya tidak
dipunggut bea masuk atau bebas bea masuk.
Dengan kata lain, ‘ineternal tariff antara negara
anggota menjadi 0%, sedangkan masing-masing
negara memiliki ‘external tariff’ sendiri-sendiri.


Ekonomi Internasional
279

BAB 13

Organisasi
Perdagangan Dunia
Organisasi internasional adalah suatu bentuk
dari gabungan beberapa negara atau bentuk unit
fungsi yang memiliki tujuan bersama mencapai
persetujuan yg juga merupakan isi dari perjanjian
atau charter. PBB juga merupakan organisasi
internasional yg memiliki tujuan utama dalam
perjanjian Atlantic Charter.

WTO (World Trade Organization)
Organisasi Perdagangan Dunia (bahasa Inggris:
WTO, World Trade Organization) adalah organisasi
internasional yang mengawasi banyak persetujuan
yang mendefinisikan "aturan perdagangan" di
antara anggotanya (WTO, 2004). Didirikan pada 1
Januari 1995 untuk menggantikan GATT,
persetujuan setelah Perang Dunia II untuk
meniadakan hambatan perdagangan internasional.
Prinsip dan persetujuan GATT diambil oleh WTO,
Ekonomi Internasional
280

yang bertugas untuk mendaftar dan
89
memperluasnya. WTO merupakan pelanjut
Organisasi Perdagangan Internasional (ITO,
International Trade Organization). ITO disetujui oleh
PBB dalam Konferensi Dagang dan Karyawan di
Havana pada Maret 1948, namun ditutup oleh Senat
AS (WTO, 2004).
WTO bermarkas di Jenewa, Swiss. Direktur
Jendral sekarang ini adalah Pascal Lamy (sejak 1
September 2005). Pada tahun 2005 organisasi ini
memiliki 149 negara anggota. Seluruh anggota WTO
diharuskan memberikan satu sama lain status
negara paling disukai, sehingga pemberian
keuntungan yang diberikan kepada sebuah anggota
WTO kepada negara lain harus diberikan ke seluruh
anggota WTO (WTO, 2004).
Pada akhir 1990-an, WTO menjadi target protes
oleh gerakan anti-globalisasi. WTO memiliki
berbagai kesepakatan perdagangan yang telah
dibuat, namun kesepakatan tersebut sebenarnya
bukanlah kesepakatan yang sebenarnya. Karena
kesepakatan tersebut adalah pemaksaan kehendak
oleh WTO kepada negara-negara untuk tunduk
kepada keputusan-keputusan yang WTO buat.
Privatisasi pada prinsip WTO memegang peranan
sungguh penting. Privatisasi berada di top list dalam
tujuan WTO. Privatisasi yang didukung oleh WTO
akan membuat peraturan-peraturan pemerintah
sulit untuk mengaturnya. WTO membuat sebuah
peraturan secara global sehingga penerapan
peraturan-peraturan tersebut di setiap negara
belum tentulah cocok. Namun, meskipun peraturan
tersebut dirasa tidak cocok bagi negara tersebut,
89
Diperoleh dari "http:// id.wikipedia.org/ wiki/ Organisasi_
Perdagangan_ Dunia"
Ekonomi Internasional
281

negara itu harus tetap mematuhinya, jika tidak,
negara tersebut dapat terkena sangsi ekonomi oleh
WTO. Negara-negara yang tidak menginginkan
keputusan-keputusan yang dirasa tidak fair, tetap
tidak dapat memberikan suaranya. Karena
pencapaian suatu keputusan dalam WTO tidak
berdasarkan konsensus dari seluruh anggota.
Merupakan sebuah rahasia umum bahwa
empat kubu besar dalam WTO (Amerika Serikat,
Jepang, Kanada, dan Uni Eropa) lah yang memegang
peranan untuk pengambilan keputusan. Pertemuan-
pertemuan besar antara seluruh anggota hanya
dilakukan untuk mendengarkan pendapat-pendapat
yang ada tanpa menghasilkan keputusan.
Pengambilan keputusan dilakukan di sebuah tempat
yang diberi nama “Green Room.” Green Room ini
adalah kumpulan negara-negara yang biasa
bertemu dalam Ministerial Conference (selama 2
tahun sekali), negara-negara besar yang umumnya
negara maju dan memiliki kepentingan pribadi
untuk memperbesar cakupan perdagangannya.
Negara-negara berkembang tidak dapat
mengeluarkan suara untuk pengambilan keputusan.

IMF (International Monetary Fund)
International Monetary Fund (IMF)-didirikan
pada 1949 di Bretton Woods, AS pada 1952. Negara
anggota IMF sepakat untuk bekerja sama secara
erat di dalam masalah-masalah kebijakan mata
uang sehingga menjamin pertumbuhan
perdagangan internasional yang kontinyu dan bebas
dari kesulitan.
Tujuan utama IMF, antara lain, adalah:
1. Memajukan kerjasama internasional di bidang
kebijakan moneter dengan bantuan dari
Ekonomi Internasional
282

kehadiran suatu organsiasi yang secara
berkesinambungan bersedia untuk memberi
saran dan promosi kerja sama di dalam upaya
memecahkan masalah-masalah internasional;
2. Memudahkan perluasan dan memajukan
pertumbuhan perdagangan dunia yang
seimbang dan, dengan demikian, mendorong
dan mempertahankan tingkat penyerapan
tenaga kerja yang tinggi dan perolehan
pendapatan riil di antara negara-negara
anggotanya;
3. Mendukung stabilitas mata-mata uang dan
memelihara suatu hubungan yang tertata baik di
antara mata uang negara anggota;
4. Bekerja sama dalam upaya penghapusan
hambatan-hambatan terhadap mata uang asing
dan dalam pelembagaan sistem pembayaran
multilateral demi kepentingan hubungan bisnis
sehari-hari antarnegara anggota; dan
5. Bekerja sama dalam upaya menghilangkan
ketidakseimbangan perdagangan luar negeri
melalui medium pinjaman90.

Hingga 1971, IMF membuat suatu usaha yang
kontinu dan sangat berhasil dalam melaksanakan
tujuan-tujuannya melalui: Pertama, penetapan nilai
tukar; kedua, konvertibilitas mata uang yang bebas
di antara negara anggota; dan ketiga, bantuan
kredit multilateral. Setelah 1973, jumlah nilai tukar
yang meningkat di antara negara anggota IMF

90
Heinz Lampert, Ekonomi Pasar Sosial, (Jakarta: PT Puspa
Swara, 1994), h.143.
Ekonomi Internasional
283

menajdi fleksibel. Itu berarti bahwa nilai mata uang
tersebut pada saat ini diatur melalui permintaan dan
penawaran.
Menurut pasal IV Piagam IMF, negara-negara
anggota diberi hak untuk memilih sistem nilai
tukarapa pun yang paling layak menurut mereka.
Sejak diberlakukannya Sistem Moneter Eropa
{European Monetary System, EMS) pada 13 Maret
1979, mata uang negara anggota ME telah dikaitkan
dengan suatu unit mata uang baru, yaitu European
Currency Unit(EW}. Bank-bank yang mengeluarkan
mata uang dari seluruh negara anggota EMS
berkewajiban untuk mencegah mata uang mereka
melewati ambang batas penyimpangan sekitar
2,25% dari nilai tukar yang telah ditentukan
terhadap ECU. Ini dilakukan melalui intervensi yang
dapat dianggap layak terhadap pasar mata uang
asing. EMS bertujuan untuk menciptakan suatu zone
stabilitas di dalam kebijakan mata uang di Eropa.
Meskipun demikian, mata-mata uang Masyarakat
Eropa tetap bersifat fleksibel vis a vis mata uang
negara ketiga

UNCTAD (United Nations Commission on Trade
and Development)
United Nations Conference on Trade and
Development (UNCTAD) dibentuk pada tahun 1964
melalui Resolusi SMU PBB No. 1995 (XIX), dengan
tujuan:
1. Memajukan perdagangan internasional,
khususnya diantara Negara-negara yang
berbeda tingkat pembangunannya, dengan
Ekonomi Internasional
284

maksud untuk mempercepat pertumbuhan
ekonomi di negara-negara bekembang;
2. Memformulasikan dan melaksanakan prinsip-
prinsip dan kebijakan-kebijakan perdagangan
internasional dan masalah-masalah
pembangunan ekonomi yang terkait;
3. Melakukan pengkajian dan memberikan
kemudahan bagi pelaksanaan koordinasi
kegiatan-kegiatan dari lembaga-lembaga lain di
dalam sistem PBB dibidang perdagangan
internasional dan masalah-masalah
pembangunan ekonomi yang terkait, serta
bekerjasama dengan Majelis Umum dan Dewan
Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) PBB sesuai
dengan Piagam PBB;
4. Memprakarsai sikap untuk melakukan
negosiasi dan penerimaan (adoption)
instrumen-instrumen hukum internasional
dibidang perdagangan internasional;
5. Bertindak sebagai pusat harmonisasi
perdagangan kebijakan pembangunan yang
terkait dari Negara-negara dan kelompok-
kelompok ekonomi regional.

Dewasa ini, anggota UNCTAD sebanyak 192
negara. Banyak organisasi antar pemerintah dan
non pemerintah berpartisipasi dalam aktivitasnya
sebagai peninjau. Sekretariat UNCTAD adalah
bagian dari Sekretariat PBB Konperensi adalah
badan tertinggi pembuat kebijakan dari UNCTAD
yang biasanya bersidang setiap 4 tahun sekali pada
tingkat Menteri untuk memformulasikan garis-garis
besar kebijakan dan memutuskan program kerja.
Badan dibawah UNCTAD adalah Trade and
Development Board (TDB) yang melaporkan
Ekonomi Internasional
285

kegiatannya pada Sidang Majelis Umum PBB. Di
bawah TDB dibentuk Komisi atau Komite serta
beberapa Kelompok Kerja sesuai dengan keputusan
Konperensi UNCTAD.
UNCTAD melaksanakan mandatnya melalui:
policy analysis: inter-governmental deliberations,
concensus-building dan negotiation; monitoring
implementation dan follow-up; serta technical co-
operation. Fungsi-fungsi ini saling berhubungan dan
membutuhkan cross-fertilization yang konstan antar
aktivitas yang relevan. Negara-negara anggota
UNCTAD mencita-citakan untuk mencapai
pertumbuhan berkelanjutan dan mempercepat
pembangunan Negara-negara berkembang sehingga
dapat menikmati kesejahteraan ekonomi dan sosial.
Sampai saat ini UNCTAD telah mengadakan 11
kali konperensi, yaitu:
1. Konperensi I UNCTAD, Jenewa, 1964
2. Konperensi II UNCTAD, New Delhi, India, 1968
3. Konperensi III UNCTAD, Santiago, Chili, 1972
4. Konperensi IV UNCTAD, Nairobi, Kenya, 1976
5. Konperensi V UNCTAD, Manila, Philipina, 1979
6. Konperensi VI UNCTAD, Beograd, Yugoslavia,
1983
7. Konperensi VII UNCTAD, Jenewa, Swiss, 1987
8. Konperensi VIII UNCTAD, Cartagena, Colombia,
1992
9. Konperensi IX UNCTAD, Midrand, Afrika
Selatan, 1996
10. Konperensi X UNCTAD, Bangkok, Thailand,
2000
11. Konperensi XI UNCTAD, Sao Paolo, Brazil, 2004

Selama lebih dari 30 tahun, UNCTAD telah
banyak menghasilkan produk aktivitas kerjasama
Ekonomi Internasional
286

antar pemerintah, diantaranya adalah diterimanya
Generalized System of Preferences (GSP), Resolusi
untuk peningkatan Official Development Assistance
bagi Negara berkembang berpenghasilan rendah
(1978), panduan bagi aksi internasional untuk
penjadwalan kembali hutang Negara berkembang
(1980) dan persetujuan Global System of Trade
Preferences (GSTP).
UNCTAD mengalami perubahan dan
pergeseran orientasi arah kebijaksanaannya
terutama semenjak UNCTAD VIII di Cartagena de
Indias, Colombia tahun 1992. UNCTAD yang semula
sebagai forum negosiasi bagi Negara berkembang
dan bersifat political-action oriented melalui
resolusi-resolusi yang dihasilkannya, telah menjadi
suatu forum yang lebih bersifat pengkajian
kebijaksanaan dan bantuan teknik bagi Negara-
negara berkembang yang membutuhkan.
Pada Konperensi UNCTAD VIII tersebut, telah
menetapkan kebijakan dan kegiatan untuk
memperkuat landasan UNCTAD, antara lain:
1. Kemitraan baru bagi pembangunan
2. Saling keterkaitan global
3. Arah pembangunan
4. Pembangunan berkelanjutan.

Kebijakan tersebut pada dasarnya merupakan
perubahan strategi dari pola pendekatan lama yang
cenderung bersifat konfrontatif dalam upaya
memperjuangkan kepentingan Negara-negara
berkembang vix-a-vis Negara-negara maju menjadi
pola pendekatan baru yang diarahkan terhadap
upaya peningkatan kerjasama multilateral melalui
kemitraan bersama yang adil, bermanfaat dan
saling bertanggung jawab.
Ekonomi Internasional
287

Sebagaimana yang dirumuskan dalam
Komitmen Cartagena, kebijakan dan kegiatan
UNCTAD pasca UNCTAD VIII meskipun tetap
memperhatikan masalah-masalah tradisional yang
belum terselesaikan, menitikberatkan orientasinya
pada:
a. Revitalisasi pembangunan, pertumbuhan dan
perdagangan internasional melalui kerjasama
multilateral;
b. Tantangan menghadapi kecenderungan
perubahan struktural perekonomian
mengupayakan penyelesaian masalah struktural
dibidang komoditi;
c. Meningkatkan perdagangan internasional
melalui pembukaan akses pasar yang lebih
besar di Negara-negara maju;
d. Upaya meningkatkan pembangunan di Negara-
negara berkembang yang terbelakang (least
developed countries-LDCs).

Untuk mengupayakan terlaksananya orientasi
kebijakan-kebijakan tersebut, UNCTAD VIII
melakukan perubahan struktur dan membentuk 4
Komite Tetap (Standing Committee) dan 8 Kelompok
Kerja Ad-Hoc (KKA) sebagai badan-badan subsider di
bawah Dewan Perdagangan dan Pembangunan
(TDB) UNCTAD. Dalam Konperensi UNCTAD IX di
Midrand, Afrika Selatan, tahun 1996, telah disetujui
dokumen akhir Konferensi yang berjudul “A
Partnership for Growth and Development” dan
sebuah deklarasi berjudul “Midrand Declaration”.
Dokumen “A Partnership for Growth and
Development” yang memuat tiga isu pokok yaitu:
Ekonomi Internasional
288

a. Memajukan pertumbuhan dan
pembangunan berkelanjutan dalam globalisasi
dan liberalisasi ekonomi dunia;
b. Sumbangan UNCTAD terhadap pembangunan
berkelanjutan;
c. Program kerja UNCTAD di masa datang serta
dampak kelembagaannya.

Sementara “Midrand Declaration”
menekankan perlu dilanjutkannya semangat
kemitraan bagi pembangunan dan diperkuatnya
peranan UNCTAD di bidang perdagangan dan isu-isu
yang terkait seperti investasi, teknologi, jasa-jasa
dan pembangunan. Konperensi UNCTAD IX
memutuskan bahwa struktur kelembagaan UNCTAD
terdiri dari Trade and Development Board/TDB, yang
bertanggung jawab terhadap keseluruhan aktivitas
UNCTAD sesuai dengan prioritas yang telah disetujui
dan mengkaji kegiatan kerjasama teknik UNCTAD.
TDB diadakan secara regular setiap tahun dimana
terdapat pula segmen tingkat tinggi (High-Level-
Segment), disamping pertemuan tahunan TDB yang
diadakan tiga kali setahun untuk masing-masing
selama satu hari.
Di bawah TDB dibentuk tiga Komisi yaitu:
a. Komisi mengenai Perdagangan di Bidang
Barang, Jasa-Jasa dan Komoditi;
b. Komisi tentang Investasi, Teknologi dan Isu-isu
Keuangan terkait;
c. Komisi tentang Perusahaan, Fasilitasi Usaha dan
Pembangunan.

Komisi-komisi akan melaksanakan
pekerjaannya secara terpadu terhadap bidang-
Ekonomi Internasional
289

bidang yang menjadi kompetensinya. Masing-
masing Komisi mengadakan pertemuan satu kali
dalam setahun kecuali diputuskan lain oleh TDB.
Komisi-komisi membentuk Pertemuan Para Ahli
(PPA) sebagai forum pengkajian dan tukar menukar
informasi serta pengalaman antar Negara
mengenai berbagai masalah spesifik. Peserta PPA
bertindak dalam kapasitas pribadi berasal dari
kalangan akademisi, sektor pemerintah, swasta dan
NGO serta diusulkan oleh pemerintah.
Negara-negara berkembang berusaha keras
agar usaha-usaha untuk memperlemah pelaksanaan
fungsi badan ini tidak sampai mengurangi
relevansinya sebagai wadah yang memperjuangkan
kepentingan Negara-negara berkembang,
khususnya di bidang perdagangan dan
pembangunan. Berbagai hasil kerja UNCTAD telah
disebarluaskan ke seluruh dunia, diantaranya
publikasi laporan tahunan UNCTAD yaitu: Trade and
Development Report (TDR), World Investment
Report (WIR) dan Least Developing Countries (LDCs)
Report.
Pada Konperensi UNCTAD X di Bangkok,
Thailand pada tahun 2000, tema substansinya
dilatarbelakangi oleh isu globalisasi dan liberalisasi
yang telah dibahas sejak UNCTAD IX. Kedua isu
tersebut dianggap menimbulkan perbedaan yang
semakin besar antar Negara maju dan berkembang
dalam memanfaatkan kemajuan teknologi,
keuangan dan sumber daya dalam
pembangunannya, khususnya dalam bidang
keuangan dan investasi.
Tingkat interdependensi yang tinggi
menyebabkan ketidakseimbangan yang sangat
mendasar, yang tercermin dalam krisis ekonomi di
Ekonomi Internasional
290

Asia Tenggara dan Amerika Latin. Krisis ini menjadi
pelajaran dalam mengembangkan strategi
pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan
gejala yang timbul dan langkah mengatasinya.
Diharapkan agar dalam persiapan substansi perlu
dipusatkan perhatian pada pendekatan holistiK
dalam memecahkan masalah-masalah
pembangunan.
Substansi Agenda untuk pertemuan UNCTAD X
ini adalah:
Development Strategies in an Increasingly
Interdependent World: Applying The Lessons of
the past to make Globalization an Effective
Instrument for the Development of All People.

Negara-negara maju memasukkan
kepentingan mereka yang dicakup dalam program
kerja UNCTAD yaitu Partisipasi masyarakat madani
dan sektor swasta, serta meningkatkan efisiensi
UNCTAD.
Usulan Negara maju tersebut akan mendapat
tantangan dari Negara-negara berkembang karena
tidak dapat diterimanya perlakuan yang sama
antara pemerintah sebagai anggota UNCTAD
dengan masyarakat madani dan sektor swasta.
Negara berkembang cenderung untuk melakukan
kerjasama dengan masyarakat madani dan sektor
swasta dalam melaksanakan program UNCTAD.
Sedang usulan tentang efisiensi UNCTAD, selama
ini selalu ditentang Negara berkembang. Hal ini
mengingat selama ini Negara maju dianggap telah
melakukan langkah sistematis untuk membatasi
ruang gerak UNCTAD.
Ekonomi Internasional
291

Produk Konperensi UNCTAD X yang
diharapkan akan menghasilkan dua produk yaitu:
a. Political Declaration
Political Declaration ini merupakan visi dalam
menghadapi abad ke-21 yang akan mencakup
komitmen politik yang menekankan rasa
keadilan dalam melaksanakan dan mengelola
perekonomian dunia dalam kerangka globalisasi.
b. Rencana Aksi (Plan of Action)
Rencana aksi merupakan kebijakan dan strategi
untuk membantu dan menjamin keberhasilan
integrasi Negara berkembang dalam
perekonomian dunia. Tiga kelompok isu yang
berkaitan dengan perdagangan, keuangan dan
investasi serta pembangunan yang telah
dirumuskan sebagai berikut:
1. Perdagangan: mencakup isu yang berkaitan
dengan negosiasi perdagangan multilateral
(termasuk the development of a positive
agenda for developing countries); trade in
goods and services: commodities; trade and
environment; and trade preferences.
2. Keuangan dan Investasi: meliputi isu-isu yang
berkaitan dengan investment and competition
issues; development finance; debt relief and
ODA; the stability of international financial
flows; and reform of the international financial
system.
3. Pembangunan: mencakup isu-isu mengenai
new information-based and serviced-based
forms of economic activity and other
emerging trends in trade, finance and
development: trade facilitation and trade
efficiency: enterprise development and
competitiveness: and transfer of technology.
Ekonomi Internasional
292

UNCTAD X telah berlangsung di Bangkok,
Thailand pada tanggal 12 – 19 Pebruari 2000. Tema
dari Konperensi UNCTAD X adalah “Strategi
Pembangunan di tengah-tengah dunia yang semakin
bergantung satu sama lain; Memetik pelajaran dari
masa lalu untuk menjadikan globalisasi sebagai
media yang efektif bagi pembangunan Negara dan
masyarakat”. Konperensi dihadiri oleh para delegasi
dari hampir semua anggota UNCTAD, dan telah
berlangsung dengan cukup tertib dan lancar. Hasil
utama dari Konperensi adalah disepakatinya Plan of
Action, yang akan menjadi dasar bagi pelaksanaan
program kerja (mandat) UNCTAD untuk empat tahun
mendatang. Plan of Action ini terdiri dari dua bagian,
pertama, mengenai inisiatif internasional dalam
pembangunan dan rumusan mengenai beberapa
langkah inisiatif yang perlu dilakukan masyarakat
internasional untuk menjamin berhasilnya integrasi
Negara berkembang ke dalam perekonomian dunia.
Bagian kedua rencana aksi adalah, UNCTAD ‘s
Engagement yang tetap memberikan fokus pada
empat bidang isu, yaitu: globalisasi dan
pembangunan, investasi, pengembangan
perusahaan dan teknologi, perdagangan di sektor
jasa serta komoditi, infrastruktur jasa-jasa bagi
pembangunan, dan efisiensi perdagangan.
Globalisasi sebagai isu utama Konperensi
mendapat porsi tersendiri dalam persidangan.
Selama sepuluh hari persidangan, muncul suatu
debat yang intensif mengenai tidak kuasanya kita
membendung arus globalisasi. Debat ini
mengemuka dan sentral ketika dihubungkan dengan
isu pembangunan di tengah dunia yang saling
bergantung satu sama lain. Di dalam Plan of Action,
Ekonomi Internasional
293

terutama dalam pasal 107, sidang secara khusus
membahas globalisasi yang dihubungkan dengan isu
perdagangan, keuangan, investasi, dan teknologi
yang mempengaruhi prospek pembangunan di
Negara berkembang.
Rubens Ricupero, Sekretaris Jenderal UNCTAD
menyatakan bahwa globalisasi sebagai suatu yang
tidak dapat dielakkan, bukan lagi sebuah isu. Yang
menjadi isu sekarang adalah bagaimana menjadikan
tantangan globalisasi itu sebagai sebuah
kesempatan terutama bagi Negara berkembang
dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan
dan berakar pada azas yang saling menguntungkan.
Isu ini berakar pada kenyataan, adanya situasi
dimana dunia terbagi-bagi menjadi Negara maju,
berkembang dan terbelakang, yang secara tidak
langsung adalah merupakan konsekuensi logis dari
proses globalisasi selama ini.
Dalam Konperensi UNCTAD X, tumbuh suatu
kesadaran akan pentingnya sebuah paradigma baru
dalam pembangunan. Pada saat yang sama
kesadaran tersebut membawa beberapa tuntutan,
yang oleh Rubens Ricupero dikategorikan menjadi
tiga bagian yaitu:
1. Tuntutan untuk dihapuskannya hambatan-
hambatan perdagangan terutama dalam
pertanian, tekstil dan pakaian jadi;
2. Tuntutan untuk diakuinya usaha-usaha
untuk meningkatkan solidaritas ekonomi asalkan
hal tersebut dilakukan dalam kerangka “open
regionalisme”;
3. Tuntutan akan adanya suatu institusi
ekonomi yang mampu menjembatani
kepentingan Negara-negara maju dan Negara-
negara berkembang.
Ekonomi Internasional
294

Dari uraian tersebut diatas, UNCTAD sangat
berperan untuk memainkan peran strategisnya di
tengah keinginan akan adanya organisasi
internasional yang efektif bagi pembangunan,
mengingat UNCTAD memiliki tiga hal yang tidak
dimiliki oleh organisasi lainnya, yaitu: riset, advokasi
kebijakan (policy advocacy), dan bantuan teknis.
Sekretaris Jenderal UNCTAD sangat menghargai
jalannya Konperensi yang dianggap telah
menunjukkan sebagai forum tukar pikiran antara
negara-negara maju dengan negara-negara
berkembang dan terbelakang, dalam mencapai
saling pengertian mengenai kondisi masing-masing.
Konperensi ini nantinya diharapkan dapat
memberikan jalan keluar dari masalah-masalah
kompleks sebagai hasil dari proses globalisasi, yang
dihadapi negara-negara anggotanya.
Hasil dari UNCTAD X ini, ada hal yang perlu
dicatat yaitu telah disepakatinya untuk pertama kali
isu-isu sensitif seperti demokratisasi, good
governance, termasuk masalah korupsi, dan hak
azasi, sebagai mandat UNCTAD. Walaupun
sebelumnya diawali oleh perdebatan yang cukup
sengit, akhirnya UNCTAD sepakat memasukkan hal
tersebut ke dalam Plan of Action. Hal ini berangkat
dari pemikiran bahwa keempat faktor diatas adalah
elemen-elemen penting yang harus diperhatikan
dalam pelaksanaan pembangunan di suatu negara.
Oleh karenanya, dengan dimasukkannya keemat isu
tersebut dalam Plan of Action, diharapkan negara-
negara yang tergabung dalam UNCTAD akan
menjalankan pembangunan mereka dengan wajah
yang berbeda, yaitu wajah pembangunan yang lebih
humanis (globalisation with human face).
Ekonomi Internasional
295

Hasil Sidang UNCTAD X ini dapat diambil
kesimpulan penting sebagai berikut:
Globalization adalah sebuah kenyataan yang
tidak bisa dihindari keberadaannya, namun bukan
hal yang tidak dapat dihentikan perkembangannya,
terutama ketika proses tersebut membawa lebih
banyak dampak negatif dari pada dampak positif.
Negara-negara berkembang dan negara-negara
terbelakang telah lama merasakan dampak negatif
globalisasi ini, namun baru pada UNCTAD X ini hal
tersebut terkristalisasi dalam bentuk kesadaran
akan perlunya pengaturan perkembangan arus
globalisasi, dengan memberikan tekanan pada
"quality, timing, sequencing dan scope" dari
globalisasi bagi proses pembangunan masing-
masing negara.
Ada suatu keistimewaan dari UNCTAD X yaitu
dimana terlihat adanya upaya negara maju untuk
lebih memberikan perhatiannya terhadap hal-hal
yang menjadi concerns negara berkembang dan
negara terbelakang, misalnya tentang isu akses
pasar dan hutang luar negeri. Hal ini merupakan
suatu kemajuan, yang walaupun belum final,
setidaknya telah menunjukkan adanya bargaining
position yang lebih tinggi dari negara berkembang
dan terbelakang di depan negara-negara maju.
Disamping itu, terlihat juga adanya itikad baik
negara maju untuk membantu negara berkembang
menghadapi berbagai masalah pembangunan.
Keistimewaan lain yang terdapat dalam
Konperensi UNCTAD X adalah dimasukkannya isu
demokratisasi, good governance, korupsi, dan hak
azasi sebagai mandat UNCTAD. Hal ini berarti bahwa
isu-isu tersebut kini merupakan konsensus
multilateral yang menjadi bagian dari ekonomi
Ekonomi Internasional
296

internasional. Konsekuensi logis bagi Indonesia
dalam dataran internasional adalah Indonesia dapat
menunjukkan menunjukkan kepada dunia luar
bahwa Pemerintah Republik Indonesia sekarang
adalah berbeda dari sebelumnya, dimana kini
keempat unsur tersebut dijunjung tinggi sebagai
bagian dari pembangunan. Sebaliknya, pada tingkat
domestik, dimasukkannya keempat program
tersebut ke dalam program UNCTAD akan menjadi
sebuah "moral enforcement" bagi Indonesia untuk
senantiasa melandaskan pembangunannya pada
masyarakat (people's centered). Pola pembangunan
ini meletakkan nilai-nilai demokrasi, pemerintahan
yang bersih dan berwibawa dan hak azasi manusia
pada tempat yang tinggi dalam proses
pembangunan. Disamping itu, dimasukkannya isu-
isu tersebut dapat menjadi pemicu dan memperkuat
komitmen Indonesia dalam memberantas praktek-
praktek KKN yang selama ini telah dikenal sebagai
faktor negatif bagi pertumbuhan pembangunan di
Indonesia.
Pada tahun 2004, Sidang UNCTAD ke XI
diselenggarakan di Sao Paolo, Brazil pada tanggal
13-18 Juni 2004. Salah satu materi pembahasan
yang disampaikan dalam Sidang tersebut
diantaranya adalah mengenai Program Kemitraan
untuk Pembangunan.
Dalam Program Kemitraan UNCTAD XI, dapat
disampaikan hal-hal sebagai berikut:
a. Di bidang Information and Communication
Technology (ICT) for Development, khususnya
untuk pelatihan mengenai free software,
UNCTAD telah melakukan pembicaraan dengan
HP, IBM, Novell/Suse dan Microsystem. Beberapa
Negara berkembang telah mengindikasikan
Ekonomi Internasional
297

minat sektor swastanya untuk ikut serta dalam
kemitraan di bidang ini. Program pelatihan
nantinya akan diselenggarakan langsung oleh
pihak HP, IBM dan sejenisnya.
Prakarsa dibidang e-tourism akan dikembangkan
dalam lima fase, yaitu:
• Pertama, upaya mendapatkan
dukungan politis dari Negara-negara yang
memandang potensi dampak ICT pada
pengembangan sector pariwisata.
• Kedua, penerbitan peralatan
presentasi.
• Ketiga, Identifikasi mitra dan donor
yang berpotensi
• Keempat, pemilihan mitra
• Kelima, peluncuran pelaksanaan
kemitraan.

Fase 1 dan 2 telah selesai dan mendapat
dukungan penuh dari Negara-negara peserta
Konperensi Selatan-Selatan di Maroko,
Desember 2003, dan peserta High Level
International Meeting of Expert on Sustainable
Tourism for Development di Lisabon bulan Maret
2004. Untuk fase 3, beberapa Negara yang telah
menyatakan berminat dalam kemitraan sector
ini antara lain adalah Thailand dan Mauritius.
Di bidang pengembangan e-strategies dan e-
policies para mitra terkait telah menyetujui
cakupan jasa dan expertise yang akan
disediakan bagi Negara berkembang. UNCTAD
akan menyumbangkan keahlian dibidang ICT
dan pembangunan ekonomi melalui penerapan
ICT oleh UKM dengan memberikan masukan
Ekonomi Internasional
298

kebijakan, riset dan analisis, serta pelatihan
yang menyangkut desain dan implementasi e-
strategies di tingkat nasional.
b. Di bidang komoditi, beberapa mitra usaha
melihat pentingnya kerjasama lebih erat dengan
pemerintah dan NGO dalam aspek-aspek
kemitraan tertentu yang diusulkan, misalnya,
dalam upaya pembangunan berkelanjutan di
lokasi-lokasi yang memproduksi pertambangan.
Para mitra yang terlibat dalam konsultasi akan
menunjukkan persetujuannya jika sebagian
besar stakeholders setuju untuk mewujudkan
kemitraan yang lebih jauh.
c. Di bidang investasi, Investment for Development
Network akan berkisar pada dua kegiatan yang
bertujuan untuk menarik investasi asing (FDI) ke
Negara berkembang, yaitu meningkatkan
pemahaman akan peranan FDI dalam
pembangunan dan memperkuat kapasitas
Negara berkembang untuk ikut secara efektif
dalam perundingan bidang investasi di tingkat
internasional. Beberapa mitra potensial dalam
program kegiatan ini antara lain adalah: ICC,
ICFTU, NGOs, UN Global Compact, WAIPA, MIGA,
FIAS, UNIDO, ITC, perusahaan-perusahaan
internasional, serta kalangan akademik.
d. Mengenai pengembangan kapasitas dan
pelatihan, Sekretariat UNCTAD terus melakukan
diskusi internal membahas pelaksanaan
kemitraan dengan lembaga pendidikan.
Universitas Campinas, Sao Paulo, yang menjadi
mitra UNCTAD, telah melaksanakan kerangka
kemitraan melalui penyesuaian dokumen-
dokumen UNCTAD sebagai materi ajaran pada
jurusan Diplomasi Ekonomi Internasional.
Ekonomi Internasional
299

Universitas Mauritius dan Universitas Dar-es-
Salaam telah menyatakan minat mereka untuk
bergabung dalam kemitraan dimaksud.
Dalam hal ini, diharapkan para Delegasi RI
dapat mengikuti program kemitraan tersebut
untuk pembangunan, terutama pada bidang-
bidang yang berpotensi.

Hal-hal penting yang dapat disimpulkan dari
Konperensi UNCTAD XI, adalah sebagai berikut:
a. Sidang UNCTAD XI dibuka secara resmi oleh
Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula Da Silva pada
tanggal 14 Juni 2004. Pembukaan Sidang
didahului dengan sambutan dari Perdana
Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, selaku
Presiden UNCTAD X dilanjutkan oleh Sekjen PBB,
Kofi Annan; Presiden Brazil dan Presiden SMU
PBB ke-58, Julian Hunte. Sidang dihadiri oleh
wakil dari 192 negara anggota diantaranya
terdapat 8 Kepala Negara/Pemerintahan dan
sekitar 40 Menteri.
b. Tema utama Sidang adalah "Enhancing
Coherence Between National Development
Strategies and Global Economic Processes
Towards Economic Growth and Development"
dan membahas 4 (empat) sub-tema substantif,
yaitu:
i. Development Strategies in a
Globalizing World Economy;
ii. Building Productive Capacities and
International Competitiveness;
iii. Assuring Development Gains from the
International Trading System and Trade
Negotiations;
iv. Partnership for Development.
Ekonomi Internasional
300

c. Delegasi RI dipimpin oleh Direktur Jenderal
Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Deplu
dengan anggota dari unsur Departemen Luar
Negeri (Direktorat PPM, PTRI Jenewa, PTRI New
York dan KBRI Brazilia), Departemen
Perindustrian dan Perdagangan, kantor Menko
Perekonomian, kantor Bappenas dan Kantor
BKPM.
d. Ketua Delri dalam statementnya menekankan
bahwa globalisasi dan liberalisasi perdagangan
hanya menguntungkan sebagian kecil negara-
negara yang lebih maju. Oleh karena itu,
tantangan utama yang dihadapi masyarakat
internasional adalah membuat proses tersebut
menguntungkan semua pihak terutama negara
berkembang. Dalam konteks ini, masyarakat
internasional, khususnya negara maju dan
lembaga internasional yang strategis harus lebih
sensitif kepada kebutuhan pembangunan
negara-negara berkembang.
e. Selain itu diadakan juga pertemuan-pertemuan:
1). High Level Segment on "New Geography of
Trade: South-South Cooperation in an
Incrasingly Interdependence World".
Pertemuan ini merupakan wahana bagi para
Kepala Negara/Pemerintahan untuk
memberikan pandangan mereka mengenai
kerjasama Selatan-Selatan.
2). High Level Panel on Innovative Sources of
Financing for Development.
Panel tersebut bertujuan membahas sumber
pendanaan inovatif bagi pembangunan
dalam upaya pencapaian MDGs.
3). Pertemuan Tematik, yang terdiri dari:
Ekonomi Internasional
301

a) Development Strategies in a Globalizing
World Economy
Pertemuan ini antara lain membahas
sistem pencatatan dan pelaporan
investasi/akumulasi modal di negara
berkembang,
b) Building Competitive Export Capacity of
Developing Countries Firm (SMEs).
Pertemuan membahas berbagai isu yang
terkait dengan upaya pengembangan
SMEs.
c) Assuring Development Gains from the
International Trading System and Trade
Negotiations.
Pertemuan ini membahas antara lain
mengenai Trade and Poverty yang
menyoroti keterkaitan antara
perdagangan dan pengentasan
kemiskinan; partisipasi negara
berkembang dalam perdagangan
internasional dan berbagai
hambatannya;
d) Partnership for Development
Antara lain membahas pembentukan Virtual
Institute on Trade and Development
serta mendiskusikan pentingnya negara
berkembang meningkatan dan
mengembangkan fasilitas transportasi
dan perdagangan.
e) Roundtable
Terdiri dari Diskusi Panel mengenai
penggunaan teknologi bagi
pembangunan dan pengembangan
industri dan Panel yang membahas
mengenai tanggung-jawab masyarakat
Ekonomi Internasional
302

internasional dalam memanfaatkan
teknologi bagi pencapaian MDGs.
f) Side Event
Dalam pertemuan tersebut diadakan
diskusi yang membahas antara lain
kesepakatan untuk melanjutkan program
berupa perlindungan dan promosi
perdagangan barang dan jasa.
f. Konferensi berhasil mengesahkan 2 (dua)
dokumen utama yaitu:
1). Deklarasi Sao Paolo, berjudul "Spirit of Sao
Paolo", yang berisi pernyataan dukungan
politik tentang perlunya memperkuat peran
UNCTAD dalam membantu negara
berkembang berintegrasi dengan ekonomi
global.
2). Konsensus Sao Paolo, yang berisi
kesepakatan negara anggota mengenai:
Penilaian terhadap globalisasi dan ekonomi
global dan dampaknya terhadap negara
berkembang; pentingnya policy space
bagi negara berkembang dan good
governance pada tingkat nasional dan
internasional; serta meningkatkan program
kerjasama dan bantuan teknik UNCTAD bagi
negara berkembang.
g. Konperensi juga telah memfasilitasi peluncuran
kesepakatan negara-negara GSTP untuk
memulai Putaran Ketiga Negosiasi guna
meningkatkan arus dan volume perdagangan
antar negara berkembang. Kesepakatan
tersebut dituangkan dalam Deklarasi Sao Paolo
mengenai GSTP.
Ekonomi Internasional
303

UNCTAD sebagai badan PBB sangat berperan
penting bagi negara-negara berkembang, oleh
karenanya Indonesia sebagai salah satu anggotanya
perlu lebih meningkatkan kerjasamanya untuk
mempercepat peningkatan pembangunan
ekonominya.
UNCTAD sangat berperan untuk memainkan
peran strategisnya di tengah keinginan akan adanya
organisasi internasional yang efektif bagi
pembangunan, mengingat UNCTAD memiliki tiga hal
yang tidak dimiliki oleh organisasi lainnya, yaitu:
riset, advokasi kebijakan dan bantuan teknis yang
sangat dibutuhkan oleh negara-negara berkembang.
Dalam rangka kerjasama dengan negara-
negara anggota UNCTAD, diharapkan segala prinsip
dan kebijakan-kebijakan dalam perdagangan
internasional dapat memecahkan permasalahan-
permasalahan dibidang perdagangan khususnya
dan peningkatan pembangunan ekonomi Indonesia
secara umum untuk kesejahteraan ekonomi dan
sosial.
Banyak yang telah dihasilkan dari kerjasama ini
diantaranya adanya pengkajian strategi kebijakan-
kebijakan dan bantuan teknik, serta pola kemitraan
bersama yang adil, bermanfaat dan saling
bertanggung jawab, selain peningkatan
pembangunan di negara-negara berkembang yang
terbelakang, juga membahas akses pasar yang lebih
besar di negara-negara maju dalam rangka
memajukan pertumbuhan dan pembangunan yang
berkelanjutan dalam globalisasi dan liberalisasi
ekonomi dunia.
Proses globalisasi dan liberalisasi
menyebabkan tantangan semakin besar bagi
negara-negara berkembang. Karenanya UNCTAD
Ekonomi Internasional
304

perlu menegaskan kembali fungsi dan perannya
dalam menghadapi perubahan-perubahan yang
terjadi di dunia di masa-masa yang akan datang
yang hasil-hasilnya dapat dinikmati secara merata
oleh negara dan masyarakat. Proses globalisasi juga
perlu memperhatikan masalah-masalah
kemanusiaan dan sosial yaitu dengan telah
disepakatinya isu-isu sensitif seperti demokratisasi,
good governance, termasuk masalah korupsi dan
hak-hak asasi, sebagai mandat UNCTAD yang
dimasukkan dalam Plan of Action.
Dalam rangka kerjasama UNCTAD ini, negara-
negara anggota menyadari perlunya pengaturan
perkembangan arus globalisasi dalam proses
pembangunan di masing-masing negaranya. Dalam
hal ini UNCTAD perlu memperkuat programnya
dibidang kerjasama teknis untuk membantu negara-
negara berkembang dalam peraturan kebijakan
pembangunan agar dapat memenuhi tantangan dan
mengambil manfaat dari globalisasi dan liberalisasi.

ASEM (Asia-Europe Meeting)
Dalam menyongsong abad ke-21, sangat
relevan membangun hubungan yang erat antara
tiga pusat pertumbuhan ekonomi di dunia yaitu:
Amerika Utara, Eropa dan Asia. Hubungan Amerika
Utara dengan Eropa sangat erat, melalui sejarah dan
jaringan kerja sama Trans Atlantik. Asia dan Amerika
Utara dihubungkan oleh Asia-Pasific Economic
Cooperation (APEC) dan pertumbuhan yang kuat
dari kerja sama negara-negara Asia Pasifik.
Sedangkan hubungan yang selama ini kurang erat
adalah hubungan antara Asia dengan Eropa.
Untuk menjembatani hubungan yang kurang
erat antara Asia dengan Eropa tersebut maka
Ekonomi Internasional
305

dibentuklah Asia-Europe Meeting (ASEM). ASEM
adalah inisiatif yang penting untuk memperkuat
dialog dan kerja sama di atara kedua benua dengan
latar belakang dimana hubungan intemasional
mengalami perubahan yang besar dan dunia
bergerak menuju persaingan yang semakin ketat.
Pertemuan mempunyai peranan penting sebagai
jembatan dalam pertukaran pandangan dan kerja
sama antara kedua benua serta meningkatkan
persepsi yang sama antara pemimpin negara Asia
dan Eropa dimana sebenamya lebih banyak
kesempatan daripada tantangan dalam menghadapi
kerja sama tersebut.
Dunia akan memperoleh banyak manfaat dari
ditingkatkannya kerja sama antara Asia dan Eropa,
di antaranya adalah: (1) Dalam hal ini akan
mendorong terciptanya hubungan segitiga yang luas
di antara tiga pusat-pusat utama kekuatan ekonomi,
sehingga akan mendorong terciptanya sistem
ekonomi global yang stabil; (2) Diharapkan akan
memberikan potensi yang besar dalam sinergi
antara Asia dan Eropa. Kedua benua mempunyai
peradaban yang telah mapan. Perekonomian Eropa
telah mencapai pembangunan yang maju.
Perekonomian Asia Timur baru menunjukan
kemajuan, namun pertumbuhan ekonominya adalah
yang tercepat di dunia. Hubungan yang dekat
antara kedua benua tersebut mengambil
keuntungan dengan saling mengisi dan
mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan
pembangunan yang berkelanjutan di Asia dan
Eropa; (3) Asia dan Eropa memainkan peranan
politik dan ekonomi yang penting di dunia. Dalam
situasi global, pasca perang dingin, kepala
pemerintahan dari 25 negara-negara Asia dan Eropa
Ekonomi Internasional
306

secara bersama-sama dapat memberikan
sumbangan yang besar terhadap perdamaian dan
stabilitas dunia dengan mengemukakan
pandangannya masing-masing, memunculkan
berbagai persepsi dan menghasilkan sesuatu yang
dapat memperkuat hubungan dan keria sama.
ASEM merupakan sebuah proses dialog dan
kerja sama informal diantara negara-negara
anggota. Sampai saat ini terdapat 25 negara di Asia
dan Eropa yang menjadi anggota ASEM yaitu 10
negara Asia (Brunei Darussalam, China, Indonesia,
Jepang, Korea, Malaysia, Philipina, Singapura,
Thailand dan Vietnam) serta 15 negara Eropa
(Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Perancis,
Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Luxemburg,
Netherland, Portugal, Spanyol, Swedia dan Inggris).
Di samping itu terdapat wakil representative dari
Komisi Eropa (European Commission).
Dalam dialog dan kerja sama ASEM, terdapat
tiga pilar utama yaitu:91
1. Politik. Masalah-masalah yang termasuk dalam
bidang politik antara lain (i) masalah hak asasi
manusia, perlindungan anak-anak dan dampak
globalisasi (ii) bidang baru yang merupakan
kepentingan bersama yang muncul dalam
pertemuan terkini meliputi memerangi
terorisme dan penanganan perpindahan
penduduk (migrasi).
2. Ekonomi dan keuangan. Masalah-masalah yang
termasuk dalam bidang dimaksud adalah (i)

91
Karti Sutjiati, S.IP dan Dalyono, SE., Asia-Europe Meeting
(ASEM); Bureau of International Cooperation, (Jakarta:
Departemen Keuangan RI, 2002.)
Ekonomi Internasional
307

kerja sama untuk mengurangi hambatan-
hambatan dalam perdagangan dan investasi
dan reformasi kebijakan sosial dan keuangn (ii)
bidang baru yang merupakan kepentingan
bersama yang muncul dalam pertemuan terkini
yaitu memperkuat dialog yang berkaitan
dengan masalah World Trade Organization
(WTO).
3. Kultural dan intelektual. Masalah dalam bidang
dimaksud adalah memperkuat kontak dan
dialog antara kedua wilayah dan kerja sama
dalam melindungi tradisi kebudayaan.

Untuk memfasilitasi pembicaraan mengenai
tiga pilar dimaksud maka diadakanlah ASEM Summit
Meeting (Konferensi Tingkat Tinggi ASEM). Sampai
dengan tahun 2002, telah diadakan empat kali KTT
ASEM, yaitu:
1. KTT ASEM ke-1 di Bangkok, Thailand pada
bulan Maret 1996.
Dalam pertemuan tersebut diusulkan untuk
membentuk kemitraan yang baru antara Asia
dan Eropa, memperkuat kemitraan antara
kedua wilayah untuk memperkuat dialog
politik, memperkuat kerja sama ekonomi serta
kerja sama di bidang yang lain yaitu sosial,
kebudayaan dan intelektual.
2. KTT ASEM ke-2 di London, Inggris pada bulan
April 1998.
Tujuan pertemuan dimaksud adalah untuk
memperkuat kemajuan yang telah dicapai
dalam dua tahun berjalan serta mendiskusikan
hal-hal yang berkaitan dengan krisis keuangan
yang melanda Asia.
Ekonomi Internasional
308

3. KTT ASEM ke-3 di Seoul, Korea pada bulan
Oktober 2000.
Pertemuan ini ditujukan untuk kelanjutan
proses ASEM di masa yang akan datang dalam
menyongsong abad baru.
4. KTT ASEM ke-4 di Kopenhagen, Denmark pada
tanggal 22-24 September 2002.

Di samping itu, terdapat beberapa pertemuan
tingkat menteri (ministeral meeting) yang terbagi
dalam masing-masing bidang, antara lain:

A. ASEM Foreign Ministers Meeting
Forum ini merupakan pertemuan menteri luar
negeri dari masing-masing negara anggota. Hal-hal
yang dibahas dalam forum dimaksud adalah
masalah politik dan kerja sama dalam bidang yang
lain. Sebagai persiapan, diadakan pertemuan tingkat
senior official (senior official meeting/SOM). Hasil
dari pertemuan tingkat Menlu ini tertuang dalam
main conclusion dan tidak terdapat Chairman’s
Statement. Sampai dengan tahun 2002 telah
dilakukan empat kali pertemuan yaitu:
1. Pertemuan Menlu ASEM ke-1 tanggal 15 Februari
1997 di Singapura.
2. Pertemuan Menlu ASEM ke-2 tanggal 28-29 Maret
1999 di Berlin, Jerman.
3. Pertemuan Menlu ASEM ke-3 tanggal 24-25 Mei
2001 di Beijing, China.
4. Pertemuan Menlu ASEM ke-4 tanggal 6-7 Juni
2002 di Madrid, Spanyol.

B. ASEM Economic Ministers Meeting (ASEM EMM)
Forum ini merupakan pertemuan para menteri
ekonomi dengan bidang pembahasan masalah
Ekonomi Internasional
309

perkonomian di negara-negara anggota serta dunia
secara global. Hasil dari pertemuan ini adalah
berupa Chairman’s Statement. Sampai dengan
tahun 2002 telah dilakukan empat kali ASEM EMM
yaitu:
1. ASEM EMM ke-1 tanggal 27-28 September 1997 di
Makuhari, Jepang.
2. ASEM EMM ke-2 tanggal 9-10 Oktober 1999 di
Berlin, Jerman.
3. ASEM EMM ke-3 tanggal 10-11 September 2001 di
Hanoi, Vietnam.
4. ASEM EMM ke-4 bulan September 2002 di
Kopenhagen, Denmark.

C. ASEM Senior Official Meeting on Trade and
Investment (ASEM SOMTI)
ASEM SOMTI merupakan pertemuan yang
berada di bawah ASEM EMM. Hasil dari ASEM SOMTI
yang berupa Chairman’s Statement dilaporkan
kepada ASEM EMM. Sampai saat ini telah diadakan
delapan kali ASEM SOMTI, yaitu:
1. ASEM SOMTI ke -1 pada tanggal 24-25 Juli 1996
di Brussels, Belgia.
2. ASEM SOMTI ke -2 pada tanggal 6 Juni 1997 di
Tokyo, Jepang.
3. ASEM SOMTI ke -3 pada tanggal 5-6 Februari
1998 di Brussels, Belgia.
4. ASEM SOMTI ke -4 pada tanggal 12-13 Februari
1999 di Singapura.
5. ASEM SOMTI ke -5 pada tanggal 7-8 Juli1999 di
Brussels, Belgia.
6. ASEM SOMTI ke -6 pada tanggal 12-13 Mei 2000
di Seoul, Korea.
7. ASEM SOMTI ke -7 pada tanggal 4-5 Juli 2001 di
Brussels, Belgia.
Ekonomi Internasional
310

8. ASEM SOMTI ke -8 pada tanggal 17 Juli 2002 di
Bali, Indonesia.

D. ASEM Finance Ministers Meeting (ASEM FMM)
Forum ini merupakan pertemuan para menteri
keuangan. Pada awalnya, ASEM FMM dimaksud
diadakan dua tahun sekali dengan tuan rumah yang
bergantian antara Asia dan Eropa. Namun setelah
ASEM FMM ke-3, pertemuan diselenggarakan setiap
tahun karena dua tahun dirasakan terlalu lama
untuk mengupdate masalah-masalah atau inisiatif
yang muncul dalam pertemuan sebelumnya. Jadwal
penyelenggaraan ASEM FMM tidak ditentukan
(fleksibel). Hasil dari ASEM FMM adalah berupa
Chairman’s Statement.
Sebagai persiapan untuk ASEM FMM diadakan
pertemuan tingkat deputies (ASEM Deputies
Meeting) dan working group (ASEM Core Group
Meeting). Untuk kedua pertemuan persiapan
dimaksud, biasanya frekuensinya dua kali dalam
setahun. Khusus untuk ASEM Core Group Meeting,
penyelenggaraannya biasanya back to back dengan
IMF/World Bank Annual Meeting pada sekitar bulan
April dan September.
Pertemuan lain yang berada di bawah ASEM
FMM adalah ASEM Director General Commisioner
Meeting yang membicarakan masalah prosedur
kepabeanan, penanggulangan penyelundupan dan
kejahatan lintas batas. Pertemuan ini merupakan
tingkatan yang lebih tinggi dari ASEM Custom
Procedure Working Group dan Custom Enforcement
Working Group.
Untuk ASEM FMM yang akan datang (ke-5),
direncanakan akan diselenggarakan di Bali,
Indonesia pada tanggal 5-6 Juli 2003. Sebagai
Ekonomi Internasional
311

persiapan untuk pertemuan dimaksud, sebelumnya
akan diselenggarakan ASEM Core Group Meeting
pada sekitar bulan April 2003 (back to back dengan
IMF/WB Spring Meeting) di Washington, D.C. dan
ASEM Deputies Meeting pada tanggal 7-8 Juni 2003
di Bali, Indonesia.
Pertemuan-pertemuan ASEM FMM yang telah
berlangsung yaitu:
1. ASEM FMM ke-1 di Bangkok, Thailand tanggal 18-
19 September 1997
Pertemuan ini dihadiri oleh para Menteri
Keuangan dari 10 negara Asia dan 15 negara Eropa
serta Komisi Eropa. Disamping itu dihadiri juga oleh
Managing Director IMF sebagai tamu.
Agenda yang dibahas adalah:
• Exchange of Views on Macroeconomic
Outlook and Development in Foreign
Exchange Market and the EMU
• Development and Co-operation in the
Financial Sector
• Customs Co-operation

Dalam pertemuan ini ditekankan mengenai
pentingnya peranan para Menteri Keuangan ASEM
dalam memenuhi visi para pemimpin ASEM
berkenaan dengan "Kemitraan baru Asia Eropa yang
lebih komprehensif untuk pertumbuhan yang lebih
besar" yang bertujuan untuk memperkokoh
keterkaitan antara Asia dan Eropa.
Hasil-hasil yang penting dicatat pada
pertemuan ini antara lain:
• Para Menteri Keuangan mengakui
pentingnya peranan pasar uang dan modal
domestik negara-negara maju dalam
memobilisasi dan menyediakan modal
Ekonomi Internasional
312

jangka panjang bagi investasi di bidang
infrastruktur .
• Para Menteri Keuangan menyetujui
perlunya para penyelia keuangan
(financial supervisor) negara-negara ASEM
melakukan konsultasi secara reguler
berkenaan dengan isu-isu keuangan yang
sedang dibicarakan di tingkat
internasional.
• Masalah pencucian uang (money
laundering) merupakan masalah bersama
Asia-Eropa dan oleh karena itu perlu
diadakan kerja sama yang lebih erat
dalam membasmi kejahatan tersebut.
• Pertemuan menerima (endorsed) kegiatan-
kegiatan yang telah dijalankan oleh para
Direktur Jenderal dan Komisioner bidang
Kepabeanan ASEM dalam bidang prosedur
dan pemberlakuan (enforcement) bea dan
setuju untuk mendukung program-
program kerja mereka yang akan datang.

Gagasan-gagasan yang disepakati pada saat
itu adalah:
• Diskusi ASEM mengenai “Euro dan
Dampaknya terhadap Pasar Uang Global
dan Asia” (ASEM Discussion on the Euro
and its implications on Global dan Asian
Financial Market)
• Memperkokoh Kerja Sama di bidang
Pengawasan dan Pengaturan di bidang
Keuangan (Strenghtening Co-operation in
Financial Supervision and Regulation)
Ekonomi Internasional
313

• Meningkatkan Konsultasi di bidang
Kebijakan Makroekonomi (Enhancing
Macroeconomic Policy Consultation)
• Memperkokoh Kerja Sama di bidang
Kepabeanan(Stenghtening ASEM Custom
Co-operation)92

2. ASEM FMM ke-2 di Frankfurt, Jerman tanggal 15-
16 Januari 1999
Pertemuan ini dihadiri oleh menteri-menteri
keuangan dari 10 negara-negara Asia (Menteri
Keuangan Indonesia diwakili oleh Sekretaris Jenderal
Departemen Keuangan) dan 15 negara-negara
Eropa, wakil Komisi Eropa, Presiden dari Bank
Sentral Eropa, wakil IMF, dan Manajer Umum BIS
(Bank for International Settlements). Pertemuan ini
dipimpin oleh Menteri Keuangan Jerman, Mr. Oskar
Lafontaine. Sedangkan Mr. Michel Camdessus yang
sedianya akan menghadiri pertemuan, berhalangan
hadir, dan diwakili oleh Mr. Hubert Neiss.
Sesuai agenda yang telah disetujui bersama,
pertemuan ini dibagi kedalam tiga sesi, dimana
dalam setiap sesi terdapat seorang lead speaker
dan dua co-speaker. Sesi pertama bertemakan
European Economic and Monetary Union: latest
development, sesi kedua bertemakan Economic and
Financial Situation in Asia: latest developments, dan
sesi ketiga bertemakan Financial Sector
Restructuring and Supervision.
• Dengan diperkenalkannya mata uang Euro
pada perekonomian negara-negara dalam
lingkungan Uni Eropa sejak tanggal 1 Januari

92
Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat Chairman’s
Statement AFMM 1.
Ekonomi Internasional
314

1999, maka ini berarti sebelas dari negara-
negara Uni Eropa telah menggantikan mata
uang negara masing-masing dengan mata uang
bersama (common currency), Euro, dan dengan
demikian mengalihkan tanggung jawab
keputusan kebijakan moneter kepada suatu
lembaga supranasional yang baru dibentuk yaitu
European System of Central Banks (ESCB).
• ESCB didasarkan pada konsep dua lapis
(two layers) sistem bank sentral yakni yang
terdiri dari ECB dan 15 NCBs (National Central
Banks) dari Negara-negara Anggota Uni Eropa.
ECB memiliki Dewan Pengatur (Governing
Council) yang bertanggung jawab atas kebijakan
moneter dalam daerah sistem Euro dan oleh
karena itu merupakan badan pengambil
keputusan tertinggi (the highest decision-
making body) dari ECB. Governing Council ini
terdiri dari 6 anggota Executive Boards ECB dan
Para Gubernur dari NCBs yang berpartisipasi
dalam sistem Euro dan akan bertemu setiap dua
minggu sekali.
• Para menteri keuangan sangat prihatin
atas konsekuensi sosial dari krisis finansial, yang
sangat dirasakan akibatnya oleh kelompok
masyarakat miskin di negara-negara
bersangkutan. Mereka setuju bahwa aspek sosial
dari bantuan internasional harus mendapat
perhatian yang lebih besar. Dalam kaitan ini,
mereka menyambut baik bantuan yang
diberikan oleh World Bank, ADB, dan bantuan
bilateral lainnya yang sudah memberikan
perhatian lebih besar pada aspek sosial di dalam
program-programnya yang disetujui IMF.
Ekonomi Internasional
315

• Dalam kaitan dengan stabilitas mata uang
negara-negara Asia, terdapat pandangan, untuk
mengkaitkan antara dolar AS, Yen, dan Euro
melalui trading zones, namun tidak semua
peserta pertemuan sepakat dengan pandangan
ini. Dalam hubungan ini, Mr. Wim Duisenberg,
Presiden Bank Sentral Eropa, menyatakan
bahwa ia meragukan apakah target zones dapat
diterapkan di dalam lingkungan dunia yang
ditandai oleh pasar modal internasional yang
kini sudah semakin terintegrasi dan canggih.
• Menteri Keuangan Jerman, Mr. Oskar
Lafontaine, mengusulkan untuk melakukan
reformasi sistem finansial dunia yang dapat
menciptakan suatu sistem nilai tukar
internasional yang stabil tapi fleksibel (flexible
stability). Menurut pandangannya bahwa sistem
ini bukanlah suatu sistem nilai tukar tetap
melainkan suatu sistem yang membolehkan
adanya margin tertentu dari nilai tukar yang
tetap dan margin tersebut harus disetujui
bersama.
• Menteri Keuangan Jepang, Mr. Miyazawa,
mengingatkan bahwa negara-negara Asia harus
mengurangi keterkaitan mata uangnya dengan
dolar Amerika dan menggunakan sekumpulan
mata uang asing (termasuk euro) sebagai dasar
penetapan nilai tukar mata uang domestiknya.
Penetapan tersebut harus disesuaikan secara
periodik sehingga mencerminkan perkembangan
nilai tukar riil dan keseimbangan pada neraca
transaksi berjalan dan transaksi modal.
• Para menteri keuangan menegaskan
bahwa supervisi terhadap pasar finansial
Ekonomi Internasional
316

memainkan peranan sentral di dalam
meningkatkan stabilitas sistem finansial. Mereka
sepakat untuk mengambil langkah-Iangkah yang
diperlukan bagi pelaksanaan prinsip- prinsip
utama dari Basle Committee on Banking
Supervision. Dalam kaitan ini, mereka sepakat
bahwa bantuan teknis perlu diberikan dalam
rangka menyelaraskan sistem hukum di masing-
masing negara dengan standar supervisi yang
diakui secara internasional.
• Para menteri keuangan sepakat bahwa
perlu dilakukan pertukaran informasi antar
otoritas-otoritas supervisi pada tingkatan
nasional maupun internasional.

Dalam pertemuan tersebut para Menteri
Keuangan menyambut baik upaya pengembangan
jaringan komunikasi melalui komputer antar sesama
Menteri Keuangan ASEM dan pembentukan ASEM
Finance Ministers' homepage. Para menteri
keuangan juga sepakat untuk mengadakan
Pertemuan yang ketiga pada tahun 2001 di Asia
(Jepang telah menyatakan kesediaannya untuk
menjadi host).93

3. ASEM FMM ke-3 di Kobe, Jepang tanggal 13-14
Januari 2001
Pertemuan Para Menteri Keuangan ASEM ke-3
di Kobe dihadiri oleh para Menteri Keuangan dari
negara-negara ASEAN, Jepang, China, Korea, Inggris,
Jerman, Perancis, Komisi Eropa, dan negara Eropa
lainnya, serta wakil dari lembaga keuangan seperti

93
Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat Chairman’s
Statement AFMM 2.
Ekonomi Internasional
317

Dana Moneter Internasional, Bank Dunia, Bank
Pembangunan Asia, dan Bank Sentral Eropa.
Pertemuan dipimpin langsung oleh Menteri
Keuangan Jepang, Kiichi Miyazawa. Selain
menghadiri Sidang Ke-3 Menteri Keuangan ASEM
tersebut, Delri juga mengadakan serangkaian
pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan
Jepang, Inggris, dan Malaysia, untuk membicarakan
perkembangan ekonomi masing-masing negara dan
hal-hal strategis dalam rangka meningkatkan kerja
sama secara bilateral.
Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri
Keuangan Jepang dibicarakan beberapa hal pokok
seperti perkembangan perubahan Letter of Intent
dan beberapa hal yang terkait dengan
restrukturisasi sektor perbankan dan korporasi.
Selain itu dibicarakan pula tentang implementasi
desentralisasi fiskal yang sudah harus dimulai per
Januari 2001, serta perkembangan tentang
perubahan Undang-Undang Bank Indonesia. Mereka
menyarankan agar pemerintah Indonesia dapat
segera mengambil langkah-langkah penting untuk
mengembalikan kepercayaan investor.
Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri
Keuangan Inggris dibicarakan perkembangan
ekonomi kedua negara, hambatan-hambatan dalam
restrukturisasi utang, implementasi otonomi daerah,
serta hal-hal lain yang terkait dengan program
percepatan pemulihan ekonomi Indonesia.
Dibicarakan pula dalam pertemuan tersebut hal-hal
seperti exchange rate, fiskal dan privatisasi. Dalam
pertemuan dengan Menteri Keuangan Malaysia
dibicarakan masalah Regional Financing
Arrangement.
Ekonomi Internasional
318

Beberapa agenda pokok yang dibahas dalam
Pertemuan Para Menteri Keuangan ASEM di Kobe
antara lain:
• Perkembangan Ekonomi dan Keuangan di
Asia dan Eropa (Economic and Financial
Developments in Asia and Europe);
• Exchange Rate Regimes;
• Kerja sama Regional di Asia dan Eropa
(Regional Cooperation in Asia and Europe);
• Upaya memperkuat sistem keuangan
internasional termasuk tindak lanjut pertemuan
Frankfurt (Strengthening the International
Financial System); dan
• Hal-hal lain yang meliputi perkembangan
ASEM Trust Fund dan disetujuinya inisiatif
Jepang untuk memprakarsai Kobe Research
Project dalam kerangka ASEM.

Hal-hal pokok yang dapat disimpulkan dari
pertemuan dimaksud adalah:
• Para menteri mendorong aktivitas kerja
sama di bidang ekonomi dan keuangan seperti
saling bertukar pandangan dalam memupuk
kerja sama ekonomi dan moneter di Asia-Eropa.
Berkaitan dengan hal ini para menteri
menyambut usulan Jepang tentang Kobe
Research Project yang bertujuan memfasilitasi
kerja sama inter-regional di bidang research dan
study activities dalam kerangka kerja sama Asia-
Eropa, seperti regional monetary cooperation,
exchange rate regimes, public debt
management.
• Para menteri mencatat hasil the Third
Custom’s Director General Commissioners
Ekonomi Internasional
319

Meeting, 23 Januari 1999, khususnya tentang
kemajuan kerja sama di dalam upaya
pencegahan perdagangan gelap narkotika dan
berbagai bentuk pelanggaran pabean. Selain itu
menteri mencatat hasil-hasil Working Group on
Customs Enforcement dan Working Group on
Customs Procedures pada bulan Februari dan
April tahun 2000 yang mencakup beberapa
bidang antara lain peran administrasi pabean
dalam memberikan kemudahan di dalam
perdagangan (Trade Facilitation Action Plan). .
• Pada dasarnya para menteri sepakat dan
menyadari bahwa perekonomian di Asia sudah
membaik, namun di sisi lain mereka dihadapkan
pada dilema mengenai memburuknya
perekonomian di Amerika.

Para menteri saling bertukar pandangan
tentang pengalaman masing-masing, terutama
pengalaman yang telah dirasakan bangsa-bangsa
Eropa diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi
bangsa-bangsa Asia. Negara-negara Asia dan Eropa
saling mendukung dalam upaya meningkatkan
suatu kerja sama antara negara-negara di dua
kawasan tersebut.94

4. ASEM FMM ke-4 di Kopenhagen, Denmark tanggal
5-6 Juli 2002
Pertemuan dipimpin oleh Menteri Keuangan
Denmark dan dihadiri oleh 25 negara yang mewakili
negara-negara Asia dan Eropa, serta perwakilan dari
Asian Development Bank (ADB), European Central

94
Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat Chairman’s
Statement AFMM 3.
Ekonomi Internasional
320

Bank (ECB), dan International Monetary Fund (IMF).
Delegasi Indonesia adalah Menteri Keuangan, Staf
Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara
dan Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri.
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai
topik agenda yang antara lain mengenai: (1).
Perkembangan kondisi ekonomi di Asia, Eropa dan
dunia dengan menekankan pada kemajuan
reformasi struktural di Asia dan Uni Eropa; (2).
Penanggulangan terhadap pembiayaan bagi
gerakan terorisme, pencucian uang dan
penyalahgunaan sistem keuangan global; (3).
Proyek Penelitian Kobe (Kobe Research Project); (4).
Memperkuat sistem keuangan internasional; dan (5).
Kerja sama di bidang keuangan dan moneter.
Pada kesempatan tersebut, Delri juga bertindak
sebagai lead speaker untuk topik “Strengthening
the Framework for Crisis Prevention, including PSI
and Sovereign Debt Restructuring Mechanism”.
Para Menteri ASEM telah sepakat dalam
menanggulangi berbagai hal, seperti pembangunan
ekonomi global, dimana para menteri saling
bertukar pandangan dan informasi dalam
menghadapi perkembangan ekonomi regional dan
global terkini, pemberantasan financing of terrorism,
pencucian uang dan penyalahgunaan sistem
ekonomi global, integrasi ekonomi dan
perdagangan, kerja sama kepabeanan serta tindak
lanjut ASEM Trust Fund.
Para menteri juga sepakat bahwa Pertemuan
Para Menteri Keuangan Asia-Eropa yang ke-5 akan
diselenggarakan tahun 2003 di Indonesia.
Sementara itu apa yang dihasilkan dalam ASEM
Finance Ministers’ Meeting tersebut akan menjadi
masukan untuk ASEM Summit Meeting yang
Ekonomi Internasional
321

dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 22-
24 September 2002, di Kopenhagen, Denmark dan
akan dihadiri oleh para Kepala Negara anggota
ASEM.
Pada kesempatan tersebut, Delri juga
mendapat kesempatan mengadakan pertemuan
bilateral dengan Presiden ADB, Tadao Chino untuk
lebih mempererat kerja sama ekonomi Indonesia
dengan ADB dalam rangka mempercepat proses
pemulihan ekonomi Indonesia.95
Di samping pertemuan-pertemuan seperti
tersebut di atas, dalam kerangka kerja sama ASEM
juga terdapat forum bagi para pelaku swasta di
kedua wilayah yaitu Asia-Europe Business Forum
(AEBF). Hasil dari pertemuan dimaksud berupa
Chairman’s Statement.
Sampai dengan tahun 2002, telah diadakan
tujuh kali pertemuan AEBF yaitu:
1. AEBF ke-1 di Paris, Perancis pada tanggal 14-15
Oktober 1996
2. AEBF ke-2 di Bangkok, Thailand pada tanggal
13-14 November 1997
3. AEBF ke-3 di London, Inggris pada tanggal 2-3
April 1998
4. AEBF ke-4 di Seoul. Korea pada tanggal 29
September-1 Oktober 1999
5. AEBF ke-5 di Vienna, Austria pada tanggal 29-
30 September 2000
6. AEBF ke-6 di Singapura pada tanggal 8-9
Oktober 2001
7. AEBF ke-7 di Kopenhagen, Denmark pada
tanggal 18-19 September 2002

95
Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat Chairman’s
Statement AFMM 4.
Ekonomi Internasional
322

Asian Development Bank (ADB)
Asian Development Bank (ADB) didirikan pada
tanggal 19 Desember 1966 di Manila dan
ditandatangani oleh 31 negara. Lembaga ini
dibentuk sebagai tindak lanjut atas prakarsa yang
dicetuskan pada konfrensi tingkat menteri negara-
negara ECAFE (Economic Commission for Asia and
the Far East) bulan Desember 1963 di kota yang
sama.96 Sebagai salah satu lembaga keuangan
internasional, ADB menunjukkan perhatian yang
cukup besar dalam membantu pembangunan
negara-negara berkembang di Asia. Pemberian
bantuan ADB tersebut dilatar belakangi oleh
pertimbangan adanya himbauan dan permintaan
dari badan-badan internasional kepada negara-
negara maju untuk ikut serta di dalam membantu
negara-negara yang sedang berkembang di Asia
(Development Member Countries/DMCS).
Tujuan didirikannya ADB adalah untuk
membantu mendorong pertumbuhan ekonomi dan
kerja sama di kawasan Asia Timur Jauh, serta
memperlancar proses pembangunan ekonomi di
negara-negara berkembang yang menjadi
anggotanya. Dalam rangka mencapai tujuannya,
ADB melaksanakan fungsi-fungsi berikut:
memberikan pinjaman dan melakukan investasi
(equity investment) untuk mempercepat
pembangunan ekonomi dan sosial negara di Asia,
memberikan bantuan teknis dalam rangka persiapan
dan pelaksanaan proyek pembangunan di negara
anggota, mempromosikan investasi untuk sektor
publik dan swasta untuk tujuan pembangunan dan
membuat tanggapan terhadap permintaan tenaga

96
Imran Rosjadi SE, Asian Development Bank, 2000
Ekonomi Internasional
323

teknik dari negara anggota dalam rangka koordinasi
perencanaan dan penyusunan kebijakan.
Keanggotaan ADB terbuka bagi negara-
negara anggota Economic and Social for Asia and
the Pacific (ESCAP), negara-negara dari kawasan
regional lainnya dan negara-negara maju (bukan di
wilayah Asia) yang menjadi anggota PBB (United
Nations), serta lembaga khusus (Special Agencies)
PBB.
Sampai dengan 31 Desember 2001 anggota ADB
berjumlah 59 negara yang terdiri atas 43 negara
regional (Asia) dan 16 negara non regional (di luar
Asia). Komposisi dari negara anggota tersebut
adalah sebagai berikut, 41 merupakan tergolong
negara berkembang dan 18 negara merupakan
negara maju.
Indonesia menjadi anggota ADB sejak tahun 1968
dengan jumlah kekuatan suara sebesar 104.887
suara atau 5,2% dari keseluruhan jumlah suara.
Sedangkan Voting Power Indonesia per Desember
2001 adalah sebesar 207.423 suara yang
merupakan 4,776% dari Regional Votes, jumlah
kekuatan suara negara anggota di wilayah Asia yang
berjumlah 43 negara.
Keorganisasian ADB disusun berdasarkan
hirarkhi umum. Pemegang kekuasaan tertinggi
dalam organisasi ADB adalah Dewan Gubernur yang
terdiri dari para Gubernur negara anggota. Setiap
negara anggota diwakili oleh seorang Gubernur dan
seorang Gubernur Pengganti. Gubernur ADB untuk
informasi dijabat oleh Menteri Keuangan, sedangkan
Gubernur Pengganti dijabat oleh Gubernur Bank
Indonesia. Para Gubernur bertemu dan bersidang
satu kali dalam satu tahun, namun demikian dapat
Ekonomi Internasional
324

bersidang di luar itu apabila diusulkan oleh lima
negara melalui Direksi.
Untuk melaksanakan tugas sehari-hari
Gubernur dapat mendelegasikan sebagian atau
seluruh wewenangnya kepada Direktur Eksekutif
yang tergabung di dalam Dewan Direksi. Dewan
Direksi terdiri atas 12 orang Direktur Eksekutif,
dengan perincian 8 orang dipilih Gubernur yang
mewakili anggota non regional Asia, sedangkan
sisanya Para Direktur Eksekutif ditunjuk oleh Dewan
Gubernur dan secara umum tugasnya adalah
melaksanakan tugas operasional ADB. Direktur
Eksekutif ADB untuk Indonesia adalah Jusuf Anwar,
yang juga mewakili negara-negara Cook Islands, Fiji
Island, Kyrgyz Republic, New Zealand, Samoa, dan
Tonga. Sedangkan wakilnya adalah John Austin dari
New Zealand.
ADB diketuai oleh seorang Presiden (Chairman
of the Board of Director) yang berasal dari negara
anggora regional Asia dan dipilih oleh Dewan
Gubernur untuk jangka waktu 5 tahun dan dapat
dipilih kembali. Presiden menunjuk dan
memberhentikan pegawai sesuai dengan peraturan
yang ditetapkan Direksi. Presiden disamping dibantu
oleh 12 direktur, juga oleh tiga Wakil Presiden yang
diangkat oleh Direksi atas rekomendasi Presiden.
Wakil Presiden bertugas mengatur serta
melaksanakan tugas-tugas Bank yang ditetapkan
oleh Direksi dan menggantikan Presiden apabila
yang bersangkutan berhalangan. Presiden ADB saat
ini adalah Tadao Chino dari Jepang. Wakil-Wakil
Presiden ADB adalah Joseph B. Eichenberger yang
mewakili Regional Timur, Myong Ho Shin yang
mewakili Regional Barat dan John Lintjer yang
menangani masalah Administrasi dan Keuangan.
Ekonomi Internasional
325

Sumber Pembiayaan ADB berasal dari dua
sumber. Pertama, pembiayaan ADB bersumber dari
OCR (Ordinary Capital Resources) dan, kedua, ADF
(Asian Development Fund). OCR adalah subscribed
capital negara-negara anggota, cadangan dan dana
dihimpun melalui pinjaman di pasar internasional.
Syarat pinjaman dari sumber ini antara lain lending
rate 6,46%, commitment fee 0,75%, maturity period
rata-rata 23 tahun dan grace period rata-rata 5
tahun.
ADF adalah sumbangan suka rela negara-
negara anggota dan penghasilan bersih operasi
ADB. Syarat pinjaman dari sumber ini antara lain
grace period rata-rata 8 tahun, maturity period
untuk program rata-rata 24 tahun, administrative
charge selama grace period 1%, administrative
charge selama amortization 1,5%. Tidak ada
commitment fee dan equal amortization.
Bantuan ADB untuk Indonesia, sampai dengan
tanggal 30 Juni 2002, jumlah komitmen pinjaman
ADB kepada Indonesia mencapai US$
18.256.511.000, dengan perincian pinjaman biasa
(Ordinary Loan) sebesar US$ 17.054.871.000 dan
pinjaman lunak (Asian Development Fund) sebesar
US$ 1.201.640.000. Dari jumlah komitment
tersebut, total pinjaman yang sudah ditarik adalah
sebesar US$ 12.171.215.000 dengan perincian
pinjaman biasa adalah sebesar US$ 11.384.568.000
dan pinjaman lunak sebesar US$ 786.647.000.
Dalam perkembangannya, bantuan ADB yang
diterima dirasakan mengandung persyaratan yang
semakin berat. Bantuan ADB dengan persyaratan
lunak telah berubah menjadi semakin berat suku
bunganya karena saat ini pinjaman biasa dalam OCR
dikenakan front end fee yang pada saat sebelum
Ekonomi Internasional
326

krisis hal ini tidak ada. Dengan adanya front end fee,
jumlah pinjamn yang diterima tidak sebesar total
pinjaman yang disepakati.
Perubahan ini terutama disebabkan oleh:
1. Perkembangan pasar kredit internasional dan
terbatasnya dana murah ADB yang tersedia.
Bantuan ADB hanya diprioritaskan kepada
negara-negara anggota baru ADB yang
digolongkan sebagai negara peminjam
(borrowing members) yang benar-benar
sangat membutuhkan dana tersebut untuk
memulihkan kembali perekonomian di
negaranya.
2. Sementara itu, seiring dengan keadaan
ekonomi Indonesia yang dianggap semakin
baik telah menimbulkan perubahan sikap
negara atau badan pemberi bantuan
termasuk ADB terhadap Indonesia dianggap
tidak layak lagi untuk memperoleh bantuan
ADB dengan persyaratan lunak. Hal inilah
yang mendorong Pemerintah Indonesia untuk
menempuh kebijaksanaan dan strategi
penerimaan bantuan ADB dengan sangat hati-
hati.

Pinjaman ADB berperan sebagai salah satu
alternatif sumber pembiayaan pembangunan,
disamping sumber lainnya berupa tabungan
pemerintah, tabungan masyarakat dan investasi
modal asing serta sumber di dalam negeri lainnya.
Pinjaman ADB tersebut digunakan sebagai
pelengkap dari keseluruhan pembiayaan
pembangunan nasional yang pemanfaatannya
sebagian besar untuk membiayai pembangunan
proyek-proyek prasarana, sarana dan proyek lain
Ekonomi Internasional
327

yang produktif dan sesuai dengan pentahapan
pembangunan dalam Pembangunan Lima Tahun
(Pelita) baik yang bersifat proyek fisik maupun non
fisik.
Pelaksanaan bantuan yang bersumber dari
ADB diarahkan pada penciptaan pelayanan umum
dan sarana penunjang termasuk modernisasi bidang
komunikasi dan serta peningkatan pendidikan dan
jasa angkutan. Pinjaman tersebut juga diarahkan
pada pengembangan dan perluasan usaha industri
yang telah ada yakni sektor perkebunan, pertanian,
perhubungan dan industri untuk pemeliharaan
prasarana dan sarana seperti pabrik semen dan besi
baja. Selain itu bantuan juga diarahkan pada
pengembangan berbagai industri yang menunjang
pertanian seperti pabrik pupuk dan peralatan
pertanian, pengembangan industri dasar dan
pembentukan industri baru guna menunjang sektor
pertanian, peternakan, perkebunan, pertambahan,
perdagangan dan perluasan pemanfaatan symber-
sumber daya alam lainnya.
Pinjaman ADB juga disalurkan melalui
perbankan untuk membangun perumahan,
pengembangan dan pembinaan usaha-usaha kecil
dan menengah yang bersifat padat karya.
Keberadaan kantor perwakilan ADB di Indonesia
atau yang biasa disebut Indonesian Residen Mission
(IRM) berperan untuk menjembatani hubungan
antara pihak penerima proyek di Indonesia dengan
pihak ADB. Rekruitmen pegawai lokal di IRM Jakarta
menjadi wewenang pihak IRM. Sedangkan untuk
rekruitmen proffesional staff di kantor pusat ADB
Manila, Philipina, dilaksanakan oleh ADB sendiri
dengan cara mempublikasikannya ke media massa
Ekonomi Internasional
328

baik cetak maupun elektronik (internet) ke seluruh
negara anggota.

IBRD (International Bank for Reconstrustion
and De-velopment)
International Bank for Reconstruction and
Development (IBRD) atau Bank Internasional untuk
Pembangunan Kembali dan Perkembangan, lebih
dikenal sebagai Bank Dunia, adalah sebuah
organisasi internasional yang didirikan untuk
melawan kemiskinan dengan cara membantu
membiayai negara-negara. Pengoperasian Bank
Dunia dijaga melalui pembayaran sebagaima diatur
oleh negara-negara anggota. Aktivitas Bank Dunia
saat ini difokuskan pada negara-negara
berkembang, dalam bidang seperti pendidikan,
agrikultur dan industri. Bank Dunia memberi
pinjaman dengan tarif preferensial kepada negara-
negara anggota yang sedang dalam kesusahan.
Sebagai balasannya, pihak Bank juga meminta
bahwa langkah-langkah ekonomi perlu ditempuh
agar misalnya, tindak korupsi dapat dibatasi atau
demokrasi dikembangkan.
Bank Dunia didirikan pada 27 Desember 1945
setelah ratifikasi internasional mengenai perjanjian
yang dicapai pada Konferensi Bretton Woods yang
berlangsung pada 1 Juli–22 Juli 1944. Sebuah
demonstran dalam unjuk rasa terhadap Bank Dunia
di Jakarta, Indonesia. Sebuah demonstran dalam
unjuk rasa terhadap Bank Dunia di Jakarta,
Indonesia. Meski sering menjadi harapan negara
miskin sebagai sumber pinjaman dana
pembangunan, Bank Dunia sering dikritik oleh para
penentang "neo-kolonial" korporasi globalisasi. Para
penentang ini, yang sering disebut sebagai anti-
Ekonomi Internasional
329

globalisasi, menyalahkan Bank Dunia karena
melemahkan kedaulatan negara penerima pinjaman
melalui liberalisasi ekonomi.
Kritik yang paling umum adalah Bank Dunia
berada dalam pengaruh negara-negara tertentu
(terutama Amerika Serikat), yang mendapat
manfaat paling banyak dari aktivitas Bank Dunia.
Kritik lainnya antara lain bahwa Bank Dunia
beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip
neoliberalisme, berdasarkan keyakinan bahwa pasar
(bebas) dapat membawa kemakmuran kepada
negara-negara yang mempraktekkan kompetisi
bebas, tanpa campur tangan apa pun. Dalam
perspektif ini, reformasi yang berinspirasikan "neo-
liberal" tidak selalu tepat bagi negara-negara yang
mengalami konflik (perang etnis, konflik perbatasan,
dsb.) atau yang telah lama berada dalam kondisi
tertekan (diktator atau penjajahan) dan negara yang
tidak memiliki sistem politik demokratis yang stabil.
Dalam sudut pandang ini, Bank Dunia lebih memilih
masuknya perusahaan-perusahaan asing
dibandingkan pengembangan ekonomi lokal negara
yang bersangkutan.
Di sisi lain, kaum liberal mengkritik Bank
karena hanya berperan sebagai organisasi politik
murni. Dalam perspektif ini, Bank justru
merepresentasikan penolakan terhadap konsep
kemampuan pasar dalam mengatur ekonomi. Kaum
liberal melihatnya sebagai alat yang dimiliki negara,
untuk ekonomi internasional, yang bekerja untuk
menutupi borok-borok dari kebijakan yang sedang
dilakukan negara tersebut. Dalam sudut pandang
ini, Bank Dunia mengambil tanggungjawab ekonomi
liberal, dan tidak membiarkan kebijakan negara
pada tempatnya.
Ekonomi Internasional
330

Kritik lainnya berkaitan dengan lingkungan
sosial dan fisik. Selama periode 1972 hingga 1989,
Bank Dunia tidak melakukan pengujian lingkungan
dan tidak mensyaratkan uji lingkungan dalam setiap
proyek yang diajukan. Pengujian hanya dilakukan
pada sebagian kecil proyek, dimana staf bagian
lingkungan, pada awal 1970-an, mengirimkan
formulir ceklist kepada peminjam, dan si peminjam
kemudian mengirimkan dokumentasi detil dan
saran-saran untuk analisis.97
Juga dalam periode ini, Bank Dunia gagal
dalam memperhitungkan faktor lingkungan sosial,
yang paling jelas terlihat dalam program
Transmigrasi Indonesia tahun 1974 (Transmigrasi V).
Penting untuk diperhatikan bahwa hal ini terjadi
setelah pembentukan kantor lingkungan Bank Dunia
(OESA) pada tahun 1971. Menurut kritikus Bank
Dunia, Le Prestre, Transmigrasi V adalah program
pemindahan penduduk terbesar yang pernah
dicoba... dirancang untuk memindahkan 65 juta
penduduk dari negara berpenduduk 165 juta (pada
saat itu) dalam tempo 20 tahun. Tujuannya adalah
perbaikan kondisi ekonomi dan sosial dari pulau-
pulau berpenduduk padat, mengurangi tingkat
pengangguran di Jawa, relokasi tenaga kerja ke
daerah lain, dan "memperkuat kesatuan nasional
melalui integrasi etnis, dan peningkatan standar
hidup orang miskin. Proyek transmigrasi ini
dianggap gagal karena dalam beberapa kasus
terjadi bentrokan antara penduduk lokal dan
transmigran, dan beberapa hutan tropis menjadi
rusak karena dibuka menjadi ladang pertanian.

97
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Dunia"
Ekonomi Internasional
331

OPEC (Organization of Petroleum Exporting
Coun-tries)
Pada tahun 1970 harga minyak bumi
meningkat, eksplorasi minyak dan substitutnya baik
di interal maupun di eksternal negara-nagara OPEC
juga meningkat pesat. Produksi minyak negara-
negara OECD meningkat dari 13,8 juta barel per hari
dalam tahun 1973 menjadi 16,3 juta barel per hari
dalam tahun 1984. Terjadinya penurunan harga
minyak bumi pada akhir tahun 1983 mengakibatkan
negara-negara OPEC mengenakan embargo atau
menurunkan produksi agar pasar dunia tetap
mendapat surplus permintaan secara substansial
dan kemungkinan dapat mencegah penurunan
harga minyak dunia.

Tabel Perdagangan Minyak Bumi
(Dalam Juta Barel Per Hari)
Klasifikasi 19 19 19
73 80 84
Impor Negara Industri 25, 22, 16,
6 6 6
Impor Negara Berkembang di 4,1 6,0 4,8
luar OPEC
Ekspor Negara Berkembang di 0,5 2,4 3,6
luar OPEC
Ekspor Negara-Negara 1,2 1,8 2,2
Sosialis
Ekspor OPEC 29, 24, 15,
6 7 1
Sumber: World Economic Outlook (Washington, D.C.:
International Monetary Fund, April 1985)

Negara-negara pengekspor di luar OPEC
memiliki pengaruh dominan dalam pasar minyak
internasional. Kendati demikian, impor minyak dan
Ekonomi Internasional
332

gas OECD dari Norwegia dan Inggris meningkat
pesat dari 16,7 juta ton dalam tahun 1976 menjadi
26,6 juta ton dalam tahun 1984, sementara impor
dari negara-negara sosialis naik dari 30,7 juta ton
menjadi 63,9 juta ton dalam waktu yang sama.
Bagian OPEC dalam impor minyak dan gas OECD
masih setinggi 58% dalam tahun 1984.
Ekonomi Internasional
333

Tabel Negara-Negara Produsen Minyak OPEC (Tahun
1973)
Produksi Cadangan Jangka
Waktu
Klasifikas
Juta %Pasa Juta %Pasa Persedia
i
Ton ran Ton ran an
Tahun
Kelompok
I
Qatar 27 1,8 850 1,5 31
Abu Dhabi 63 4,2 2.850 5,1 45
Lybia 105 7,0 3.370 6,0 32
Kuwait 152 10,0 10.06 17,9 66
0
Arab Saudi 377 25,0 19.28 34,4 51
0
Kelompok
II
Aljazair 51 3,4 1.040 1,9 20
Irak 97 6,4 4.280 7,6 44
Venezuela 176 11,6 2.000 3,6 11
Iran 294 19,5 8.220 14,6 28
Kelompok
III
Indonesia 66 4,3 1.430 2,5 22-25
Nigeria 102 6,8 2.740 4,9 27
Total 1.51 100,0 56.12 100,0 37
OPEC 0 0
Total 2.359 71.900
Dunia
Sumber: IBRD-Report: Prospect for the Developing Countries, 9
Juli 1974.

Catatan:
• Kelompok I: diperkirakan akumulasi besar dalam
cadangan devisa, karena hanya sebagian kecil
Ekonomi Internasional
334

dari hasil minyak akan dapat dipergunakan untuk
pembangunan dalam negeri.
• Kelompok II: keadaan mengenai devisa dan
pembangunan dalam negeri antara I dan III.
• Kelompok III: seluruh hasil minyak dibutuhkan
untuk pembangunan.

IDB (Islamic Development Bank)
Organisasi dan Manajemen IDB terdiri dari98:
(1). Dewan Pengarah/Gubernur (the Board of
Governor); (2). Dewan Direksi Pelaksana/Dewan
Direktur Eksekutif (the Board of Executive
Directors); (3). Presiden. Dewan Pengarah/Dewan
Gubernur (the Board of Governor) Dalam pasal 28
the Article of Agreement of the IDB ditetapkan
bahwa dalam setiap Sidang Tahunan Dewan
Gubernur akan ditunjuk seorang Guberrnur sebagai
ketua yang mengkoordinir kebijakan operasional IDB
selama jangka waktu 1 tahun. Dalam melaksanakan
tugasnya Ketua akan dibantu oleh 2 orang Wakil
Ketua.
Tugas dan Fungsi Dewan Gubernur meliputi:
(1). Memberikan suara untuk masuknya suatu
negara menjadi anggota IDB; (2). Meningkatkan
atau menurunkan besarnya modal yang
ditempatkan; (3). Memberhentikan suatu negara
dari keanggotaan; (4). Memili dan mengangkat
Presiden, Direktur Eksekutif; (5). Menentukan
besarnya gaji dan honor bagi manajemen dan
Direktur eksekutif; (6). Mensyahkan laporan yang
telah diaudit.
Setiap negara anggota berhak menunjuk
wakilnya yang duduk di Dewan Gubernur IDB,

98
Nanang Zainal Arifin SE, Organisasi dan Operasional IDB.
Ekonomi Internasional
335

sebagian besar adalah Menteri Keuangan.
Pemerintah Indonesia menunjuk Menteri Keuanagan
sebagai the IDB Governor for Indonesia dan
Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan sebagai
the Alternate Governor. Dewan Direksi
Pelaksana/Dewan Direktur Eksekutif (the Board of
Executive Directors). Dewan Direksi
Pelaksana/Dewan Direktur Eksekutif dipilih atas
persetujuan minimal 2/3 dari anggota Dewan
Gubernur IDB untuk jangka waktu 3 tahun hijriyah
dan tidak boleh dirangkap oleh orang yang dalam
waktu bersamaan duduk sebagai Gubernur IDB.
Presiden adalah pelaksana utama Bank dan
dipilih oleh Dewan Gubernur untuk masa jabatan 5
tahun dan bisa dipilih kembali. Presiden
melaksanakan kegiatan bisnis Bank dibawah arahan
Dewan Direktur Eksekutif. Dalam kegiatan bisnisnya,
Presiden dibantu oleh tiga orang Wakil Presiden dan
dapat dipilih kembali dengan tugasnya menjalankan
wewenang dan melaksanakan fungsi-fungsi dalam
administrasi Bank, sesuai dengan ketentuan Dewan
Direktur Eksekutif.
Operasi kegiatan pembiayaan yang
dilaksanakan oleh Islamic Developmeng Bank (IDB)
dibagi kepada tiga kategori yaitu sebagai berikut:
(1). Pembiayaan Proyek dan Operasi Bantuan
Teknis. Berbagai bentuk pembiayaan proyek oleh
IDB seperti Pinjaman, Leasing, Installment Sale,
Penjualan Saham, Istisna’ dan Bagi Hasil. Sementara
itu operasi bantuan teknis (Technical Assistance -
TA) merujuk pada penyediaan keahlian teknis untuk
membantu penyiapan dan pelaksanaan proyek-
proyek atau pengembangan kapasitas gedung dan
sumberdaya manusia. Secara khusus TA disediakan
untuk kegiatan-kegiatan seperti persiapan studi
Ekonomi Internasional
336

kelayakan, perancangan detail, dokumen tender,
bangunan kelembagaan, promosi perdagangan dan
sebagainya. Kebanyakan operasi bantuan teknis
adalah mendukung operasi-operasi pembiayaan
proyek, khususnya di negara-negara anggota
terbelakang. Bantuan teknis juga disediakan
dibawah program kerjasama teknis (Technical
Cooperation Program) dan melalui Lembaga
Penelitian dan Pelatihan Islam (Islamic Research and
Training Institute) dalam bentuk On-the-job training,
bantuan tenaga ahli, seminar, simposium maupun
lokakarya-lokakarya; (2) Operasi Pembiayaan
Perdagangan. Operasi pembiayaan perdagangan
ditujukan sebagai operasi penempatan investasi IDB
atas dana-dana tidak segera diperlukan untuk
jangka pendek dalam pembiayaan suatu proyek.
Dengan operasi pembiayaan perdagangan ini, IDB
dapat memajukan kerjasama diantara negara-
negara anggota. IDB telah mengembangkan
sejumlah pola yang didisain untuk membiayai
perdagangan diantara negara-negara anggota,
sebagai berikut: (a). Operasi Pembiayaan
Perdagangan Impor (Import Trade Financing
Operations). Tujuannya yaitu membantu negara-
negara anggota dalam hal usaha pengembangan
agar dapat memenuhi syarat-syarat sifat
pembangunan impor. Disamping itu juga untuk
menggalakkan agar perdagangan sedapat mungkin
dilakukan diantara negara-negara anggota, serta
menjadikannya sebagai model penempatan bagi
dana-dana cair IDB dalam rangka menciptakan
pendapatan bagi IDB; (b). Unit Pembiayaan Ekspor
(Export Financing Scheme Operation). Export
Financing Scheme bertujuan untuk memperluas
kegiatan pembiayaan perdagangan IDB dalam
Ekonomi Internasional
337

rangka mempermudah eskpor barang-barang dari
negara-negara anggota. Pola ini dibuat sedemikian
rupa untuk membiayai eskpor barang-barang non-
tradisional yang mereka produksi kepada negara-
negara anggota OKI yang lain. Jangka waktu
pembayaran kembali untuk EFS ini bisa mencapai 10
tahun untuk barang-barang modal seperti kapal,
mesin-mesin, dan sebagainya; (c). Portfolio Investasi
dan Pembangunan Bank-Bank Islam (IBP).
Merupakan suatu dana mandiri yang diluncurkan
oleh IDB dalam hubungannya dengan bank-bank
dan lembaga-lembaga keuangan Islam lainnya. Baik
kekayaan dan hutangnya benar-benar terpisah dari
kekayaan dan hutang IDB. Dalam hal ini IDB
mengurus operasi IBP sebagai Mudharib. IBP
memberikan pembiayaan jangka-pendeknya dalam
bentuk murabahah bagi membelanjai operasi
perdagangan. IBP juga memberikan sejumlah
pembiayaan jangka-menengah maupun jangka
panjang seperti Penjualan Angsuran, Leasing, Ijarah
dan Istisna’ dengan masa jatuh tempo hingga 12
tahun. Klien yang menjadi target utama IBP adalah
sektor swasta di negara-negara anggota IDB
meskipun permohonan pembiayaan yang diterima
dari sektor pemerintah dari negara-negara tersebut
juga akan dipertimbangkan; (d). Unit Investasi Dana
IDB (UIF). Adalah sebuah seksi dana amanah IDB
yang mulai beroperasi tahun 1410 Hijriah (1990
Masehi). Seksi dana tersebut adalah sebuah jendela
sektor swasta IDB yang diurus sebagai sebuah seksi
atau organ yang mandiri dalam IDB. Organ itu
dibentuk dengan tujuan agar dapat berpartisipasi
dalam pembangunan ekonomi negara-negara
anggota melalui pengumpulan tabungan para
investor individual maupun institusional, dan
Ekonomi Internasional
338

menginvestasikannya kembali ke dalam proyek-
proyek yang produktif di negara-negara anggota.
Operasi Khusus (Dana Waqaf). IDB telah
memiliki Dana Waqaf yang didirikan pada tahun
1399 Hijriah (1979 Masehi). Dana tersebut dikelola
secara terpisah dari sumber-sumber keuangan
biasa, dengan tujuan sebagai berikut: ( 1).
Pemberian fasilitas penelitian dan pelatihan dalam
rangka membantu dan membimbing negara-negara
anggota untuk melakukan re-orientasi kegiatan-
kegiatan perekonomian, keuangan, dan perbankan
mereka sesuai kehendak syariah Islam; (2).
Penyediaan bantuan berupa barang-barang dan jasa
yang sesuai kepada negara-negara anggota dan
masyarakat Muslim lainnya yang ditimpa
malapetaka dan bencana alam; (3). Penyediaan
bantuan keuangan kepada negara-negara anggota
bagi kemajuan dan kelangsungan dakwah Islam. 4.
Penyediaan bantuan keuangan bagi peningkatan
kondisi sosio-ekonomi masyarakat Muslim di negara-
negara bukan anggota.

OECD (Organization for Econimic Cooperation
and Development)
Sebanyak 29 negara anggota OECD
(Organization for Economic Cooperation and
Development) dan lima negara lain yang bukan
anggota, sepakat untuk melawan para skeptic
dengan menendatangani hasil Konvensi Melawan
Suap terhadap Pejabat Publik Asing (The Convention
on Combating Bribery of Foreign Public Officials)
pada Desember 1997. Konvensi OECD telah
meletakkan dasar-dasar bagi terciptanya system
anti suap yang efektif di berbagai Negara dengan
system hokum yang berbeda-beda
Ekonomi Internasional
339

Kelompok kerja OECD telah diberi wewenang
untuk menjalankan suatu mekanisme pengawasan
atau pelaksanaan konvensi sambil melakukan
evaluasi terbatas yang hasilnya akan dijadikan
masukan bagi proses evaluasi kolektif. Kelompok
kerja OECD juga memperhatikan masalah-masalah
yang berhubungan dengan sector swasta dan
masyarakat, seperti mengenai akses mereka
terhadap sumber-sumber informasi dan
kemungkinan mereka terlibat dalam memberikan
input yang penting. Dala hal ini, Kamar Dagang
Internasional (International Chamber of Commerce)
telah menerapkan model yang disebut sebagai
“Aturan Pelaksanaan untuk Memerangi Tindakan
Penyuapan dan Pemerasan” yang secara tegas
melarang adanya tindakan suap.99

UN-ECOSOC (United Nations Economic and
Social Council)
UN-Ecosoc atau biasa disebut dengan Ecosoc
saja adalah Dewan Ekonomi dan Sosial yang terdiri
atas 27 anggota yang dipilih oleh Majelis Umum
untuk masa jabatan tiga tahun. Tugas Dewan
Ekonomi dan Sosial: (1) Mengadakan penyelidikan
dan menyusun laporan tentang soal-soal ekonomi,
sosial, pendidikan, dan kesehatan di seluruh dunia;
(2) Membuat rencana perjanjian tentang soal
tersebut dengan negara-negara anggota untuk
diajukan kepada Majelis Umum; (3) Mengadakan
pertemuan-pertemuan internasional tentang hal-hal
yang termasuk tugas dan wewenangnya; (4) Dalam
99

Nancy Zucker Boswell, Cara Baru Memberantas Korupsi,
(Jakarta: Lspeu Indonesia, Jurnal Reformasi Ekonomi Vol.1, No.1,
Januari-Maret 2000), h.66-67.
Ekonomi Internasional
340

menjalankan tugasnya, Dewan Ekonomi dan Sosial
ini dibantu oleh badan-badan khusus seperti:
• FAO (Food and Agriculture Organisation);
Organisasi Pangan dan Pertanian;
• WHO (World Health Organisation); Organisasi
Kesehatan Sedunia;
• ILO (International Labour Organisation);
Organisasi Buruh Internasional;
• IMF (Intrenational Monetary Fund); Dana
Moneter Internasional;
• IAEA (International Atomic Energi Agency);
Badan Tenaga Atom Internasional;
• IBRD (International Bank for Reconstrustion
and Development); Bank Internasional untuk
Pembangunan dan Rekonstruksi;
• UPU (Universal Postal Union) Perhimpunan Pos
Sedunia;
• ITU (International Telecommunication Union)
Persatuan Telekomunikasi Internasional;
• UNHCR (United Nation High Commissioner for
Refugees) Organisasi PBB yang mengurus para
pengungsi;
• UNESCO (United Nations Educational, Scientific
and Cultuural Organisation) Organisasi PBB
untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan
Kebudayaan;
• UNICEF (United Nations Children Fund) Badan
PBB yang mengurusi anak-anak;
• GATT Persetujuan tentang tarif dan
perdagangan.100

GATS (General Agreement on Tariffs in
Services)
100
Diperoleh dari
http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Ekonomi_ dan_Sosial_PBB.
Ekonomi Internasional
341

Liberalisasi akan membawa beberapa dampak
positif bagi pengguna jasa, baik untuk produk
penyedia jasanya, mendorong terjadinya flight to
quality, serta memacu ke persaingan usaha yang
lebih tertib dan good corporate governance.
Liberalisasi juga akan memperluas kesempatan
lapangan kerja bagi para professional dan skilled
labors, yang memungkinkan terjadinya arus masuk
modal luar serta memacu ke pengembangan
teknologi, informasi dan manajemen yang lebih baik
di tingkat global.
Prinsip GATS yang terkait dengan jasa
transportasi laut dibicarakan pada akhir Putaran
Uruguay tepatnya pada pertemuan tingkat menteri
di Marakesh pada 12 – 15 April 2004, Komite
negosiasi perdagangan mengadopsi keputusan pada
Negotiation Group on maritim Transport Services
(NGMTS) dan memberi mandat agar grup
melakukan negosiasi jasa maritim dan dijadwalkan
pada Juni 2006. Dalam pembicaraan tersebut
diharapkan adanya negosiasi komprehensif yang
meliputi pengapalan internasional, jasa-jasa
pendukung, dan akses untuk menggunakan fasilitas
pelabuhan. Indonesia turut dalam NGMTS tersebut
sebagai anggota penuh. Pada kenyataannya para
anggota gagal menyetujui paket komitmen yang
berkaitan dengan jasa transportasi laut dalam
NGMTS tersebut.
Baru-baru ini berdasarkan pembahasan APEC
disepakati mengenai tingkat kwalitas dan keamanan
jasa pelabuhan harus berstandar internasional.
Tampaknya hal ini akan menjadi masalah yang
menghadang bagi Indonesia dalam bersaing dengan
negara lain. Dalam perkembangan jasa transportasi
udara, Indonesia telah mengikuti prinsip dan teknik
Ekonomi Internasional
342

pemanduan angkutan udara internasional yang
disusun ICAO (International Civil Aviation
Organization). Implikasi pelaksanaan ketentuan
internasional terhadap aspek keselamatan
penerbangan adalah pengelola bandara harus
memenuhi persyaratan pembangunan dan
pengoperasian fasilitas bandar udara serta
pelayanan pemanduan navigasi penerbangan (Air
Traffic Services/ATS) yang meliputi Aeronautical
Flight Information Services (AFIS), Aerodrome
Control (ADC), Approoach Area (APP), dan Area
Control Centre (ACC).101
Prinsip-prinsip dasar GATS yaitu:102
1. GATS mencakup seluruh sektor jasa yang
diperdagangkan secara internasional.
2. Perlakuan most favoures nation (perlakuan
sama bagi semua) berlaku bagi seluruh sektor
jasa kecuali sektor-sektor yang masih
dinyatakan dikecualikan untuk sementara.
3. Peraturan perundangan seluruh negara
anggota harus transparan, yang mana
diperlukan inquiry points di setiap negara.
GATS mengharuskan negara-negara anggota
membuat seluruh peraturan perundangan
yang relevan terbuka utuk semua pihak.
4. Peraturan harus obyektif dan beralasan.
5. Pembayaran internasional secara umum tidak
terbatas.
6. Komitmen suatu negara (individual countries
commitment) harus sebagai hasil
perundingan dan diikat.
7. Liberalisasi progresif melalui perundingan

101
www.lukita@bappenas.go.id
102
Ibid.
Ekonomi Internasional
343

lebih lanjut.


1
Ekonomi Internasional
344

Bagian Tiga.

Bab 14

Globalisasi Ekonomi
Globalisasi
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki
hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan
ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di
seluruh dunia melalui perdagangan, investasi,
perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk
interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu
negara menjadi bias. Dalam banyak hal, globalisasi
mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan
internasionalisasi, dan istilah ini sering
dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan
istilah globalisasi yang dikaitkan dengan
berkurangnya peran negara atau batas-batas
negara.
Kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang
maknanya ialah universal. Globalisasi belum
Ekonomi Internasional
345

memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar
definisi kerja (working definition), sehingga
tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada
yang memandangnya sebagai suatu proses sosial,
atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan
membawa seluruh bangsa dan negara di dunia
makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu
tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi
dengan menyingkirkan batas-batas geografis,
ekonomi dan budaya masyarakat.
Mitos yang hidup selama ini tentang globalisasi
adalah bahwa proses globalisasi akan membuat
dunia seragam. Proses globalisasi akan menghapus
identitas dan jati diri. Kebudayaan lokal atau etnis
akan ditelan oleh kekuatan budaya besar atau
kekuatan budaya global. Anggapan atau jalan
pikiran di atas tersebut tidak sepenuhnya benar.
Kemajuan teknologi komunikasi memang telah
membuat batas-batas dan jarak menjadi hilang dan
tak berguna. John Naisbitt (1988), dalam bukunya
yang berjudul Global Paradox ini memperlihatkan
hal yang justru bersifat paradoks dari fenomena
globalisasi. Naisbitt (1988) mengemukakan pokok-
pokok pikiran lain yang paradoks, yaitu semakin kita
menjadi universal, tindakan kita semakin kesukuan,
dan berpikir lokal, bertindak global. Hal ini
dimaksudkan kita harus mengkonsentrasikan
kepada hal-hal yang bersifat etnis, yang hanya
dimiliki oleh kelompok atau masyarakat itu sendiri
sebagai modal pengembangan ke dunia
Internasional.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi
sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-
negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki
pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari
Ekonomi Internasional
346

sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah
kapitalisme dalam bentuknya yang paling mutakhir.
Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan
mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara
kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu
bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh
besar terhadap perekonomian dunia, bahkan
berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti
budaya dan agama.
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan
semakin berkembangnya fenomena globalisasi di
dunia. Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut
barang antarnegara menunjukkan keterkaitan
antarmanusia di seluruh dunia Hilir mudiknya kapal-
kapal pengangkut barang antarnegara menunjukkan
keterkaitan antarmanusia di seluruh dunia.
• Perubahan dalam konsep ruang dan waktu.
Perkembangan barang-barang seperti telepon
genggam, televisi satelit, dan internet
menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi
demikian cepatnya, sementara melalui
pergerakan massa semacam turisme
memungkinkan kita merasakan banyak hal dari
budaya yang berbeda.
• Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara
yang berbeda menjadi saling bergantung
sebagai akibat dari pertumbuhan eprdagangan
internasional, peningkatan pengaruh
perusahaan multinasional, dan dominasi
organisasi semacam World Trade Organization
(WTO).
• Peningkatan interaksi kultural melalui
perkembangan media massa (terutama televisi,
film, musik, dan transmisi berita dan olah raga
internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi
Ekonomi Internasional
347

dan mengalami gagasan dan pengalaman baru
mengenai hal-hal yang melintasi beraneka
ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion,
literatur, dan makanan.
• Meningkatnya masalah bersama, misalnya
pada bidang lingkungan hidup, krisis
multinasional, inflasi regional dan lain-lain.

Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa
transformasi ini telah membawa kita pada
globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman
baru bahwa dunia adalah satu. Giddens
menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar
bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam
sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali
yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan
akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta
kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu,
Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai
zaman transformasi sosial. Setiap beberapa ratus
tahun dalam sejarah manusia, transformasi hebat
terjadi. Dalam beberapa dekade saja, masyarakat
telah berubah kembali baik dalam pandangan
mengenai dunia, nilai-nilai dasar, struktur politik dan
sosial, maupun seni. Lima puluh tahun kemudian
muncullah sebuah dunia baru.
Pendukung globalisasi (sering juga disebut
dengan pro-globalisasi) menganggap bahwa
globalisasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan
kemakmuran ekonomi masyarakat dunia. Mereka
berpijak pada teori keunggulan komparatif yang
dicetuskan oleh David Ricardo. Teori ini menyatakan
bahwa suatu negara dengan negara lain saling
bergantung dan dapat saling menguntungkan satu
sama lainnya, dan salah satu bentuknya adalah
Ekonomi Internasional
348

ketergantungan dalam bidang ekonomi. Kedua
negara dapat melakukan transaksi pertukaran
sesuai dengan keunggulan komparatif yang
dimilikinya. Misalnya, Jepang memiliki keunggulan
komparatif pada produk kamera digital (mampu
mencetak lebih efesien dan bermutu tinggi)
sementara Indonesia memiliki keunggulan
komparatif pada produk kainnya. Dengan teori ini,
Jepang dianjurkan untuk menghentikan produksi
kainnya dan mengalihkan faktor-faktor produksinya
untuk memaksimalkan produksi kamera digital, lalu
menutupi kekurangan penawaran kain dengan
membelinya dari Indonesia, begitu juga sebaliknya.
Salah satu penghambat utama terjadinya
kerjasama diatas adalah adanya larangan-larangan
dan kebijakan proteksi dari pemerintah suatu
negara. Di satu sisi, kebijakan ini dapat melindungi
produksi dalam negeri, namun di sisi lain, hal ini
akan meningkatkan biaya produksi barang impor
sehingga sulit menembus pasar negara yang dituju.
Para pro-globalisme tidak setuju akan adanya
proteksi dan larangan tersebut, mereka
menginginkan dilakukannya kebijakan perdagangan
bebas sehingga harga barang-barang dapat ditekan,
akibatnya permintaan akan meningkat. Karena
permintaan meningkat, kemakmuran akan
meningkat dan begitu seterusnya.
Beberapa kelompok pro-globalisme juga
mengkritik Bank Dunia dan IMF, mereka
berpendapat bahwa kedua badan tersebut hanya
mengontrol dan mengalirkan dana kepada suatu
negara, bukan kepada suatu koperasi atau
perusahaan. Sebagai hasilnya, banyak pinjaman
yang mereka berikan jatuh ke tangan para diktator
yang kemudian menyelewengkan dan tidak
Ekonomi Internasional
349

menggunakan dana tersebut sebagaimana
mestinya, meninggalkan rakyatnya dalam lilitan
hutang negara, dan sebagai akibatnya, tingkat
kemakmuran akan menurun. Karena tingkat
kemakmuran menurun, akibatnya masyarakat
negara itu terpaksa mengurangi tingkat
konsumsinya; termasuk konsumsi barang impor,
sehingga laju globalisasi akan terhambat dan --
menurut mereka -- mengurangi tingkat
kesejahteraan penduduk dunia.
Antiglobalisasi adalah suatu istilah yang umum
digunakan untuk memaparkan sikap politis orang-
orang dan kelompok yang menentang perjanjian
dagang global dan lembaga-lembaga yang
mengatur perdagangan antar negara seperti
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
"Antiglobalisasi" dianggap oleh sebagian orang
sebagai gerakan sosial, sementara yang lainnya
menganggapnya sebagai istilah umum yang
mencakup sejumlah gerakan sosial yang berbeda-
beda. Apapun juga maksudnya, para peserta
dipersatukan dalam perlawanan terhadap ekonomi
dan sistem perdagangan global saat ini, yang
menurut mereka mengikis lingkungan hidup, hak-
hak buruh, kedaulatan nasional, dunia ketiga, dan
banyak lagi penyebab-penyebab lainnya. Namun,
orang-orang yang dicap "antiglobalisasi" sering
menolak istilah itu, dan mereka lebih suka
menyebut diri mereka sebagai Gerakan Keadilan
Global, Gerakan dari Semua Gerakan atau sejumlah
istilah lainnya.

Globalisasi Politik dan Pinjaman Luar Negeri
Globalisasi politik berawal dari dicetuskannya
Teori globalisasi oleh Cochranre dan Pain. Cochrane
Ekonomi Internasional
350

dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya
dengan globalisasi, terdapat tiga posisi teroritis
yang dapat dilihat, yaitu: (1) Para globalis percaya
bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang
memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana
orang dan lembaga di seluruh dunia berjalan.
Mereka percaya bahwa negara-negara dan
kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan
dan ekonomi global yang homogen. meskipun
demikian, para globalis tidak memiliki pendapat
sama mengenai konsekuensi terhadap proses
tersebut; (2) Para globalis positif dan optimistis
menanggapi dengan baik perkembangan semacam
itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan
menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan
bertanggung jawab; (3) Para globalis pesimis
berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah
fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya
adalah bentuk penjajahan barat (terutama Amerika
Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya
dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai
sesuatu yang benar dipermukaan. Beberapa dari
mereka kemudian membentuk kelompok untuk
menentang globalisasi (antiglobalisasi); (4) Para
tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah
terjadi. Mereka berpendapat bahwa fenomena ini
adalah sebuah mitos sematau atau, jika memang
ada, terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk
bahwa kapitalisme telah menjadi sebuah fenomena
internasional selama ratusan tahun. Apa yang
tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan
tahap lanjutan, atau evolusi, dari produksi dan
perdagangan kapital; (5) Para transformasionalis
berada di antara para globalis dan tradisionalis.
Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah
Ekonomi Internasional
351

sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. Namun,
mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika
kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi
teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi
seharusnya dipahami sebagai "seperangkat
hubungan yang saling berkaitan dengan murni
melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak
terjadi secara langsung". Mereka menyatakan
bahwa proses ini bisa dibalik, terutama ketika hal
tersebut negatif atau, setidaknya, dapat
dikendalikan.
Banyak sejarawan yang menyebut globalisasi
sebagai fenomena di abad ke-20 ini yang
dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi
internasional. Padahal interaksi dan globalisasi
dalam hubungan antarbangsa di dunia telah ada
sejak berabad-abad yang lalu. Bila ditelusuri, benih-
benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai
mengenal perdagangan antarnegeri sekitar tahun
1000 dan 1500 M. Saat itu, para pedagang dari Cina
dan India mulai menelusuri negeri lain baik melalui
jalan darat (seperti misalnya jalur sutera) maupun
jalan laut untuk berdagang.
Fenomena berkembangnya perusahaan
McDonald di seluroh pelosok dunia menunjukkan
telah terjadinya globalisasi Fase selanjutnya ditandai
dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia
dan Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan
perdagangan yang antara lain meliputi Jepang, Cina,
Vietnam, Indonesia, Malaka, India, Persia, pantai
Afrika Timur, Laut Tengah, Venesia, dan Genoa. Di
samping membentuk jaringan dagang, kaum
pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai
agamanya, nama-nama, abjad, arsitek, nilai sosial
dan budaya Arab ke warga dunia.
Ekonomi Internasional
352

Fase selanjutnya ditandai dengan eksplorasi
dunia secara besar-besaran oleh bangsa Eropa.
Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda adalah
pelopor-pelopor eksplorasi ini. Hal ini didukung pula
dengan terjadinya revolusi industri yang
meningkatkan keterkaitan antarbangsa dunia.
berbagai teknologi mulai ditemukan dan menjadi
dasar perkembangan teknologi saat ini, seperti
komputer dan internet. Pada saat itu, berkembang
pula kolonialisasi di dunia yang membawa pengaruh
besar terhadap difusi kebudayaan di dunia.
Semakin berkembangnya industri dan
kebutuhan akan bahan baku serta pasar juga
memunculkan berbagai perusahaan multinasional di
dunia. Di Indinesia misalnya, sejak politik pintu
terbuka, perusahaan-perusahaan Eropa membuka
berbagai cabangnya di Indonesia. Freeport dan
Exxon dari Amerika Serikat, Unilever dari Belanda,
British Petroleum dari Inggris adalah beberapa
contohnya. Perusahaan multinasional seperti ini
tetap menjadi ikon globalisasi hingga saat ini.
Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapat
momentumnya ketika perang dingin berakhir dan
komunisme di dunia runuh. Runtuhnya komunisme
seakan memberi pembenaran bahwa kapitalisme
adalah jalan terbaik dalam mewujudkan
kesejahteraan dunia. Implikasinya, negara negara di
dunia mulai menyediakan diri sebagai pasar yang
bebas. Hal ini didukung pula dengan perkembangan
teknologi komunikasi dan transportasi. Alhasil,
sekat-sekat antarnegara pun mulai kabur.

Globalisasi Ekonomi
Globalisasi perekonomian merupakan suatu
proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana
Ekonomi Internasional
353

negara-negara di seluruh dunia menjadi satu
kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan
tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi
perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh
batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang
dan jasa. Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-
batas suatu negara akan menjadi kabur dan
keterkaitan antara ekonomi nasional dengan
perekonomian internasional akan semakin erat.
Globalisasi perekonomian di satu pihak akan
membuka peluang pasar produk dari dalam negeri
ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya
juga membuka peluang masuknya produk-produk
global ke dalam pasar domestik.
Menurut Tanri Abeng, perwujudan nyata dari
globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam
bentuk-bentuk berikut: (1) Globalisasi produksi, di
mana perusahaan berproduksi di berbagai negara,
dengan sasaran agar biaya produksi menajdi lebih
rendah. Hal ini dilakukan baik karena upah buruh
yang rendah, tarif bea masuk yang murah,
infrastruktur yang memadai ataupun karena iklim
usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini
menjadi lokasi manufaktur global; (2) Kehadiran
tenaga kerja asing merupakan gejala terjadinya
globalisasi tenaga kerja Kehadiran tenaga kerja
asing merupakan gejala terjadinya globalisasi
tenaga kerja; (3) Globalisasi pembiayaan.
Perusahaan global mempunyai akses untuk
memperoleh pinjaman atau melakukan investasi
(baik dalam bentuk portofolio ataupun langsung) di
semua negara di dunia. Sebagai contoh, PT Telkom
dalam memperbanyak satuan sambungan telepon,
atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringan
jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan
Ekonomi Internasional
354

dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama
mitrausaha dari manca negara; (4) Globalisasi
tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu
memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia
sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf
profesional diambil dari tenaga kerja yang telah
memiliki pengalaman internasional atau buruh kasar
yang biasa diperoleh dari negara berkembang.
Dengan globalisasi maka human movement akan
semakin mudah dan bebas; (5) Globalisasi jaringan
informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah
dan cepat mendapatkan informasi dari negara-
negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara
lain melalui: TV,radio,media cetak dll. Dengan
jaringan komunikasi yang semakin maju telah
membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan
dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh :
KFC, celana jeans levi's, atau hamburger melanda
pasar dimana-mana. Akibatnya selera masyarakat
dunia -baik yang berdomisili di kota ataupun di
desa- menuju pada selera global; (6) Globalisasi
Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk
penurunan dan penyeragaman tarif serta
penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan
demikian kegiatan perdagangan dan persaingan
menjadi semakin cepat, ketat, dan fair.
Thompson mencatat bahwa kaum globalis
mengklaim saat ini telah terjadi sebuah intensifikasi
secara cepat dalam investasi dan perdagangan
internasional. Misalnya, secara nyata perekonomian
nasional telah menjadi bagian dari perekonomian
global yang ditengarai dengan adanya kekuatan
pasar dunia. Pandangan ini sesuai dengan teori
'Keuntungan Komparatif' dari David Ricardo. Melalui
spesialisasi dan perdagangan faktor-faktor produksi
Ekonomi Internasional
355

dunia dapat digunakan dengan lebih efesien, output
dunia bertambah dan masyarakat akan memperoleh
keuntungan dari spesialisasi dan perdagangan
dalam bentuk pendapatan yang meningkat, yang
selanjutnya dapat meningkatkan pembelanjaan dan
tabungan.
Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan
masyarakat dari berbagai negara mengimpor lebih
banyak barang dari luar negeri. Hal ini
menyebabkan konsumen mempunyai pilihan barang
yang lebih banyak. Selain itu, konsumen juga dapat
menikmati barang yang lebih baik dengan harga
yang lebih rendah. Perdagangan luar negeri yang
lebih bebas memungkinkan setiap negara
memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar
dalam negeri.
Modal dapat diperoleh dari investasi asing dan
terutama dinikmati oleh negara-negara berkembang
karena masalah kekurangan modal dan tenaga ahli
serta tenaga terdidik yang berpengalaman
kebanyakan dihadapi oleh negara-negara
berkembang. Pembangunan sektor industri dan
berbagai sektor lainnya bukan saja dikembangkan
oleh perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui
investasi yang dilakukan oleh perusahaan swasta
domestik. Perusahaan domestik ini seringkali
memerlukan modal dari bank atau pasar saham.
dana dari luar negeri terutama dari negara-negara
maju yang memasuki pasar uang dan pasar modal
di dalam negeri dapat membantu menyediakan
modal yang dibutuhkan tersebut.
Salah satu efek dari globalisasi adalah
perkembangan sistem perdagangan luar negeri
yang lebih bebas. Perkembangan ini menyebabkan
negara-negara berkembang tidak dapat lagi
Ekonomi Internasional
356

menggunakan tarif yang tingi untuk memberikan
proteksi kepada industri yang baru berkembang
(infant industry). Dengan demikian, perdagangan
luar negeri yang lebih bebas menimbulkan
hambatan kepada negara berkembang untuk
memajukan sektor industri domestik yang lebih
cepat. Selain itu, ketergantungan kepada industri-
industri yang dimiliki perusahaan multinasional
semakin meningkat.
Globalisasi cenderung menaikkan barang-
barang impor. Sebaliknya, apabila suatu negara
tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak
berkembang. Keadaan ini dapat memperburuk
kondisi neraca pembayaran. Efek buruk lain dari
globaliassi terhadap neraca pembayaran adalah
pembayaran neto pendapatan faktor produksi dari
luar negeri cenderung mengalami defisit. Investasi
asing yang bertambah banyak menyebabkan aliran
pembayaran keuntungan (pendapatan) investasi ke
luar negeri semakin meningkat. Tidak
berkembangnya ekspor dapat berakibat buruk
terhadap neraca pembayaran.
Salah satu efek penting dari globalisasi adalah
pengaliran investasi (modal) portofolio yang
semakin besar. Investasi ini terutama meliputi
partisipasi dana luar negeri ke pasar saham. Ketika
pasar saham sedang meningkat, dana ini akan
mengalir masuk, neraca pembayaran bertambah
bak dan nilai uang akan bertambah baik.
Sebaliknya, ketika harga-harga saham di pasar
saham menurun, dana dalam negeri akan mengalir
ke luar negeri, neraca pembayaran cenderung
menjadi bertambah buruk dan nilai mata uang
domestik merosot. Ketidakstabilan di sektor
Ekonomi Internasional
357

keuangan ini dapat menimbulkan efek buruk kepada
kestabilan kegiatan ekonomi secara keseluruhan.
Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku
dalam suatu negara, maka dlam jangka pendek
pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil.
Dalam jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini
akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi.
Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan
semakin lambat pertumbuhannya dan masalah
pengangguran tidak dapat diatasi atau malah
semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila
globalisasi menimbulkan efek buruk kepada prospek
pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu
negara, distribusi pendapatan menjadi semakin
tidak adil dan masalah sosial-ekonomi masyarakat
semakin bertambah buruk.
Globalisasi mempengaruhi hampir semua
aspek yang ada di masyarakat, termasuk
diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat
diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh
masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh
warga masyarakat terhadap berbagai hal. Baik nilai-
nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-
aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat
dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini
menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa
tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa
yang ada dalam alam pikiran orang yang
bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran
dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang
merupakan subsistem dari kebudayaan.
Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya
nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia
(sehingga menjadi budaya dunia atau world culture)
telah terlihat semenjak lama. Cikal bakal dari
Ekonomi Internasional
358

persebaran budaya dunia ini dapat ditelusuri dari
perjalanan para penjelajah Eropa Barat ke berbagai
tempat di dunia ini ( Lucian W. Pye, 1966 ). Namun,
perkembangan globalisasi kebudayaan secara
intensif terjadi pada awal ke-20 dengan
berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak
melalui media menggantikan kontak fisik sebagai
sarana utama komunikasi antarbangsa. Perubahan
tersebut menjadikan komunikasi antarbangsa lebih
mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin
cepatnya perkembangan globalisasi kebudayaan.103

Kemenangan Kapitalisme atas Komunisme
Kemenangan kapitalisme atas komunisme di
awal tahun 1990-an ditandai dengan runtuhnya
kekuatan Blok Timur dan bubarnya Uni Soviet. Hal
ini telah merubah konstalasi sistem politik
internasional dari bipolar ke unipolar (berakhirnya
sistem balance of power) dengan tampilnya Amerika
Serikat sebagai superpower tunggal dunia yang
menerapkan politik hegemoni. Jauh sebelum
jatuhnya kekuatan komunisme di Eropa Timur,
Mikhail Gorbachev sebagai Presiden Uni Soviet pada
masa itu mendengungkan ide “glasnost” dan
“perestroika” yang pada akhirnya ide ini berdampak
pada runtuhnya kekeuatan ideologi komunisme di
Eropa Timur.

Munculnya Liberalisme
Bagi kaum liberal, pada awalnya kapitalisme
dianggap menyimbolkan kemajuan pesat eksistensi
masyarakat berdasarkan seluruh capaian yg telah
berhasil diraih. Bagi mereka, masyarakat pra-

103
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi"
Ekonomi Internasional
359

kapitalis adalah masyarakat feodal yang
penduduknya ditindas. Bagi John Locke, filsuf abad
18, kaum liberal ini adalah orang-orang yg memiliki
hak untuk 'hidup, merdeka, dan sejahtera'. Orang-
rang yang bebas bekerja, bebas mengambil
kesempatan apapun, bebas mengambil keuntungan
apapun, termasuk dalam kebebasan untuk 'hancur',
bebas hidup tanpa tempat tinggal, bebas hidup
tanpa pekerjaan. Kapitalisme membanggakan
kebebasan seperti ini sebagai hakikat dari
penciptaannya. dan dalam perjalanannya,
kapitalisme selalu menyesuaikan dan menjaga
kebebasan tersebut. Misalnya masalah upah
pekerja, menurut konsepsi kapitalis, semua
keputusan pemerintah atau tuntutan publik adalah
tidak relevan.
Kemudian paham yang terbentuk bagi kaum
liberal adalah kebebasan, berarti: ada sejumlah
orang yang akan menang dan sejumlah orang yg
akan kalah. Kemenangan dan kekalahan ini terjadi
karena persaingan. Apakah anda bernilai bagi orang
lain, ataukah orang lain akan dengan senang hati
memberi sesuatu kepada anda. Sehingga kebebasan
akan diartikan sebagai memiliki hak-hak dan mampu
menggunakan hak-hak tsb dengan memperkecil
turut campur nya aturan pihak lain. "kita berhak
menjalankan kehidupan sendiri". Saat ini, ekonom
seperti Friedrich von Hayek dan Milton Friedman
kembali mengulangi argumentasi klasik Adam Smith
dan JS Milton, menyatakan bahwa: masyarakat
pasar kapitalis adalah masyarakat yg bebas dan
masyarakat yang produktif. Kapitalisme bekerja
menghasilkan kedinamisan, kesempatan, dan
kompetisi. Kepentingan dan keuntungan pribadi
adalah motor yang mendorong masyarakat bergerak
Ekonomi Internasional
360

dinamis.
Sejak masa kehancuran Wall Street (dikenal
dengan masa Depresi Hebat atau Great Depression)
hingga awal 1970-an, wacana negeri industri maju
masih 'dikuasai' wacana politik sosial demokrat
dengan argumen kesejahteraan. Kaum elit politik
dan pengusaha memegang teguh pemahaman
bahwa salah satu bagian penting dari tugas
pemerintah adalah menjamin kesejahteraan warga
negara dari bayi sampai meninggal dunia. Rakyat
berhak mendapat tempat tinggal layak,
mendapatkan pendidikan, mendapatkan
pengobatan, dan berhak mendapatkan fasilitas-
fasilitas sosial lainnya.
Dalam sebuah konferensi moneter dan
keuangan internasional yang diselenggarakan oleh
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Bretton Woods
pada 1944, setelah Perang Dunia II. Konferensi yang
dikenal sebagai konferensi Bretton Woods ini
bertujuan mencari solusi untuk mencegah
terulangnya depresi ekonomi di masa sesudah
perang. Negara-negara anggota PBB lebih condong
pada konsep negara kesejahteraan sebagaimana
digagas oleh John Maynard Keynes. Dalam konsep
negara kesejahteraan, peranan negara dalam
bidang ekonomi tidak dibatasi hanya sebagai
pembuat peraturan, tetapi diperluas sehingga
meliputi pula kewenangan untuk melakukan
intervensi fiskal, khususnya untuk menggerakkan
sektor riil dan menciptakan lapangan kerja. Pada
kondisi dan suasana seperti ini, tulisan Hayek pada
tahun 1944, The Road Of Serdom, yg menolak pasal-
pasal tentang kesejahteraan dinilai janggal. Tulisan
Hayek ini menghubungkan antara pasal-pasal
kesejahteraan dan kekalahan liberal, kekalahan
Ekonomi Internasional
361

kebebasan individualisme.104 Doktrin liberal lebih
mengutamakan kepentingan masyarakat daripada
Negara. Dalam doktrin liberal klasik, masyarakat
pada dasarnya dianggap mampu memenuhi
kebutuhannya sendiri, dan Negara baru ikut campur
tangan hanya jika usaha-usaha masyarakat yang
bersifat sukarela mengalami kegagalan.105

Kebangkitan Neo-Liberalisme
Neoliberalisme yang juga dikenal sebagai
paham ekonomi neoliberal mengacu pada filosofi
ekonomi-politik yang mengurangi atau menolak
campur tangan pemerintah dalam ekonomi
domestik. Paham ini memfokuskan pada metode
pasar bebas, pembatasan yang sedikit terhadap
perilaku bisnis dan hak-hak milik pribadi. Dalam
kebijakan luar negeri, neoliberalisme erat kaitannya
dengan pembukaan pasar luar negeri melalui cara-
cara politis, menggunakan tekanan ekonomi,
diplomasi, dan/atau intervensi militer. Pembukaan
pasar merujuk pada perdagangan bebas.
Neoliberalisme secara umum berkaitan dengan
tekanan politik multilateral, melalui berbagai kartel
pengelolaan perdagangan seperti WTO dan Bank
Dunia. Ini mengakibatkan berkurangnya wewenang
pemerintahan sampai titik minimum. Neoliberalisme
melalui ekonomi pasar bebas berhasil menekan
intervensi pemerintah (seperti paham
Keynesianisme), dan melangkah sukses dalam
pertumbuhan ekonomi keseluruhan. Untuk
meningkatkan efisiensi korporasi, neoliberalisme
berusaha keras untuk menolak atau mengurangi
104
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Liberalisme"
105
William Ebenstein dan Edwin Fogelman, Isme-Isme
Dewasa Ini, (Jakarta: Erlangga, 1987), h.190.
Ekonomi Internasional
362

kebijakan hak-hak buruh seperti upah minimum, dan
hak-hak daya tawar kolektif lainnya.
Neoliberalisme bertolakbelakang dengan
sosialisme, proteksionisme, dan environmentalisme.
Secara domestik, ini tidak langsung berlawanan
secara prinsip dengan poteksionisme, tetapi
terkadang menggunakan ini sebagai alat tawar
untuk membujuk negara lain untuk membuka
pasarnya. Neoliberalisme sering menjadi rintangan
bagi perdagangan adil dan gerakan lainnya yang
mendukung hak-hak buruh dan keadilan sosial yang
seharusnya menjadi prioritas terbesar dalam
hubungan internasional dan ekonomi.
Perubahan kemudian terjadi seiring krisis
minyak dunia tahun 1973, akibat reaksi terhadap
dukungan Amerika Serikat terhadap Israel dalam
perang Yom Kippur, dimana mayoritas negara-
negara penghasil minyak di Timur Tengah
melakukan embargo terhadap AS dan sekutu-
sekutunya, serta melipatgandakan harga minyak
dunia, yang kemudian membuat para elit politik di
negara-negara sekutu Amerika Serikat berselisih
paham sehubungan dengan angka pertumbuhan
ekonomi, beban bisnis, dan beban biaya-biaya sosial
demokrat (biaya-biaya fasilitas negara untuk
rakyatnya). Pada situasi inilah ide-ide libertarian
sebagai wacana dominan, tidak hanya di tingkat
nasional dalam negeri tapi juga di tingkat global di
IMF dan World Bank.
Pada 1975, di Amerika Serikat, Robert Nozick
mengeluarkan tulisan berjudul "Anarchy, State, and
Utopia", yang dengan cerdas menyatakan kembali
posisi kaum ultra minimalis, ultra libertarian sebagai
retorika dari lembaga pengkajian universitas, yang
kemudian disebut dengan istilah "Reaganomics". Di
Ekonomi Internasional
363

Inggris, Keith Joseph menjadi arsitek
"Thatcherisme". Reaganomics atau Reaganisme
menyebarkan retorika kebebasan yang dikaitkan
dengan pemikiran Locke, sedangkan Thatcherisme
mengaitkan dengan pemikiran liberal klasik Mill dan
Smith. Walaupun sedikit berbeda, tetapi kesimpulan
akhirnya sama: Intervensi negara harus berkurang
dan semakin banyak berkurang sehingga individu
akan lebih bebas berusaha. Pemahaman inilah yang
akhirnya disebut sebagai "Neoliberalisme".
Paham ekonomi neoliberal ini yang kemudian
dikembangkan oleh teori gagasan ekonomi
neoliberal yang telah disempurnakan oleh Mazhab
Chicago yang dipelopori oleh Milton Friedman.
Neoliberalisme bertujuan mengembalikan
kepercayaan pada kekuasaan pasar, dengan
pembenaran mengacu pada kebebasan. Seperti
pada contoh kasus upah pekerja, dalam
pemahaman neoliberalisme pemerintah tidak
berhak ikut campur dalam penentuan gaji pekerja
atau dalam masalah-masalah tenaga kerja
sepenuhnya ini urusan antara si pengusaha pemilik
modal dan si pekerja. Pendorong utama kembalinya
kekuatan kekuasaan pasar adalah privatisasi
aktivitas-aktivitas ekonomi, terlebih pada usaha-
usaha industri yang dimiliki-dikelola pemerintah.
Tapi privatisasi ini tidak terjadi pada negara-negara
kapitalis besar, justru terjadi pada negara-negara
Amerika Selatan dan negara-negara miskin
berkembang lainnya. Privatisasi ini telah
mengalahkan proses panjang nasionalisasi yang
menjadi kunci negara berbasis kesejahteraan.
Nasionalisasi yang menghambat aktivitas
pengusaha harus dihapuskan.
Revolusi neoliberalisme ini bermakna
Ekonomi Internasional
364

bergantinya sebuah manajemen ekonomi yang
berbasiskan persediaan menjadi berbasis
permintaan. Sehingga menurut kaum Neoliberal,
sebuah perekonomian dengan inflasi rendah dan
pengangguran tinggi, tetap lebih baik dibanding
inflasi tinggi dengan pengangguran rendah. Tugas
pemerintah hanya menciptakan lingkungan
sehingga modal dapat bergerak bebas dengan baik.
Dalam titik ini pemerintah menjalankan kebijakan-
kebijakan memotong pengeluaran, memotong
biaya-biaya publik seperti subsidi, sehingga fasilitas-
fasilitas untuk kesejahteraan publik harus dikurangi.
Akhirnya logika pasarlah yang berjaya diatas
kehidupan publik. Ini menjadi pondasi dasar
neoliberalism, menundukan kehidupan publik ke
dalam logika pasar. Semua pelayanan publik yang
diselenggarakan negara harusnya menggunakan
prinsip untung-rugi bagi penyelenggara bisnis publik
tersebut, dalam hal ini untung rugi ekonomi bagi
pemerintah. Pelayanan publik semata, seperti
subsidi dianggap akan menjadi pemborosan dan
inefisiensi. Neoliberalisme tidak mengistimewakan
kualitas kesejahteraan umum.
Tidak ada wilayah kehidupan yang tidak bisa
dijadikan komoditi barang jualan. Semangat
neoliberalisme adalah melihat seluruh kehidupan
sebagai sumber laba korporasi. Misalnya dengan
sektor sumber daya air, program liberalisasi sektor
sumber daya air yang implementasinya dikaitkan
oleh Bank Dunia dengan skema watsal atau water
resources sector adjustment loan. Air dinilai sebagai
barang ekonomis yang pengelolaannya pun harus
dilakukan sebagaimana layaknya mengelola barang
ekonomis. Dimensi sosial dalam sumberdaya public
goods direduksi hanya sebatas sebagai komoditas
Ekonomi Internasional
365

ekonomi semata. Hak penguasaan atau konsesi atas
sumber daya air ini dapat dipindah tangankan dari
pemilik satu ke pemilik lainnya, dari satu korporasi
ke korporasi lainnya, melalui mekanisme transaksi
jual beli. Selanjutnya sistem pengaturan beserta hak
pengaturan penguasaan sumber air ini lambat laun
akan dialihkan ke suatu badan berbentuk korporasi
bisnis atau konsursium korporasi bisnis yang dimiliki
oleh pemerintah atau perusahaan swasta nasional
atau perusahaan swasta atau bahkan perusahaan
multinasional dan perusahaan transnasional.
Satu kelebihan neoliberalisme adalah
menawarkan pemikiran politik yang sederhana,
menawarkan penyederhanaan politik sehingga pada
titik tertentu politik tidak lagi mempunyai makna
selain apa yang ditentukan oleh pasar dan
pengusaha. Dalam pemikiran neoliberalisme, politik
adalah keputusan-keputusan yang menawarkan
nilai-nilai, sedangkan secara bersamaan
neoliberalisme menganggap hanya satu cara
rasional untuk mengukur nilai, yaitu pasar. Semua
pemikiran diluar rel pasar dianggap salah.
Kapitalisme neoliberal menganggap wilayah politik
adalah tempat dimana pasar berkuasa, ditambah
dengan konsep globalisasi dengan perdagangan
bebas sebagai cara untuk perluasan pasar melalui
WTO, akhirnya kerap dianggap sebagai
Neoimperialisme.106

Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional atau PMN adalah
perusahaan yang berusaha di banyak negara;
perusahaan ini biasanya sangat besar. Perusahaan
106
Diperoleh dari
"http://id.wikipedia.org/wiki/Neoliberalisme"
Ekonomi Internasional
366

seperti ini memiliki kantor-kantor, pabrik atau kantor
cabang di banyak negara. Mereka biasanya memiliki
sebuah kantor pusat di mana mereka
mengkoordinasi manajemen global.107 Perusahaan
multinasional yang sangat besar memiliki dana yang
melewati dana banyak negara. Mereka dapat
memiliki pengaruh kuat dalam politik global, karena
pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar bagai
para politisi, dan juga sumber finansial yang sangat
berkecukupan untuk relasi masyarakat dan melobi
politik.
Karena jangkauan internasional dan mobilitas
PMN, wilayah dalam negara, dan negara sendiri,
harus berkompetisi agar perusahaan ini dapat
menempatkan fasilitas mereka (dengan begitu juga
pajak pendapatan, lapangan kerja, dan aktivitas
eknomi lainnya) di wilayah tersebut. Untuk dapat
berkompetisi, negara-negara dan distrik politik
regional seringkali menawarkan insentif kepada
PMN, seperti potongan pajak, bantuan pemerintah
atau infrastruktur yang lebih baik atau standar
pekerja dan lingkungan yang memadai.

Anti-Globalisasi
Antiglobalisasi adalah suatu istilah yang umum
digunakan untuk memaparkan sikap politis orang-
orang dan kelompok yang menentang perjanjian
dagang global dan lembaga-lembaga yang
mengatur perdagangan antar negara seperti
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).108
"Antiglobalisasi" dianggap oleh sebagian orang
107
Diperoleh dari "http:/ /id.wikipedia.org /wiki/ Perusahaan_
multinasional"
108
Diperoleh dari
"http://id.wikipedia.org/wiki/Antiglobalisasi"
Ekonomi Internasional
367

sebagai gerakan sosial, sementara yang lainnya
menganggapnya sebagai istilah umum yang
mencakup sejumlah gerakan sosial yang berbeda-
beda. Apapun juga maksudnya, para peserta
dipersatukan dalam perlawanan terhadap ekonomi
dan sistem perdagangan global saat ini, yang
menurut mereka mengikis lingkungan hidup, hak-
hak buruh, kedaulatan nasional, dunia ketiga, dan
banyak lagi penyebab-penyebab lainnya. Namun,
orang-orang yang dicap "antiglobalisasi" sering
menolak istilah itu, dan mereka lebih suka
menyebut diri mereka sebagai Gerakan Keadilan
Global, Gerakan dari Semua Gerakan atau sejumlah
istilah lainnya.
Ideologi dan tema perjuangan dalam gerakan
ini agak unik. Gerakan antiglobalisasi berkembang
pada akhir abad ke-20 untuk melawan globalisasi
aktivitas ekonomi korporasi dan perdagangan bebas
dengan negara-negara berkembang yang dapat
ditimbulkan oleh aktivitas tersebut. Para anggota
gerakan anti-globalisasi ini biasanya mendukung
alternatif-alternatif sosialis atau sosial demokrat
terhadap ekonomi kapitalis, dan berusaha
melindungi penduduk dunia dan lingkungan hidup
dari apa yang mereka yakini sebagai dampak
globalisasi yang merusak. Dukungan untuk LSM hak
asasi manusia adalah batu penjuru yang lain dari
agenda gerakan anti-globalisasi. Mereka mendukung
hak-hak buruh, gerakan untuk pelestarian
lingkungan hidup, feminisme, kebebasan untuk
migrasi, pelestarian budaya masyarakat adat,
keanekaragaman hayati, keanekaragaman budaya,
keamanan makanan, dan mengakhiri atau
memperbarui kapitalisme. Banyak dari para
penentang antiglobalisasi ini adalah veteran dalam
Ekonomi Internasional
368

kampanye-kampanye dengan tema tunggal,
termasuk aktivis anti penebangan liar, upah yang
layak, mengorganisasi serikat buruh, dan kampanye
anti-pabrik garmen biaya rendah. Meskipun
kebanyakan anggota gerakan menganggap
kebanyakan atau semua tujuan yang disebut di atas
saling melengkapi yang lainnya, sejumlah masalah
(dan kadang-kadang masalah yang kontradiktif)
telah membangkitkan kritik bahwa gerakan ini tidak
memiliki tema perjuangan yang konsisten, utuh,
atau realistik.
Meskipun para pendukung gerakan ini sering
bekerja bersama-sama, gerakan itu sendiri
heterogen. Ia mencakup pemahaman yang berbeda-
beda dan kadang-kadang malah saling berlawanan
tentang proses globalisas, dan memadukan visi-visi,
strategi, dan taktik alternatif. Banyak dari kelompok
dan organisasi ini yang dianggap sebagaib agian
dari gerakan ini tidak dibentuk sebagai antiglobalis,
tetapi mempunyai akar dalam berbagai gerakan-
gerakan sosial dan politk yang telah ada
sebelumnya (kecuali mungkin ATTAC). Pendahulu
gerakan antiglobalisasi ini adalah gerakan 1968 di
Eropa dan protes melawan Perang Vietnam di
Amerika Serikat. Gerakan antiglobalisasi seperti
yang dikenal sekarang berasal dari bertemunya
berbagai pengalaman politik ini ketika para
anggotanya mulai melakukan unjuk rasa bersama
pada pertemuan-pertemuan internasional seperti
pertemuan WTO 1999 di Seattle atau Pertemuan
Puncak Genoa G/8
Oposisi terhadap lembaga keuangan
internasional dan perusahaan transnasional. Pada
umumnya, para pengunjuk rasa percaya bahwa
lembaga-lembaga keuangan internasional dan
Ekonomi Internasional
369

perjanjian-perjanjian internasional merusakkan
metode-metode pengambilan keputusan lokal.
Banyak pemerintah dan lembaga-lembaga
perdagangan bebas yang dilihat bertindak untuk
kebaikan perusahaan-perusahaan transnasional
(atau multinasional) (misalnya Microsoft dan
Monsanto). Perusahaan-perusahaan ini dianggap
mempunyai hak-hak istimewa yang tidak dimiliki
oleh kebanyakan manusia: bergerak bebas melintasi
perbatasan, menggali sumber-sumber alam yang
diingini, dan memanfaatkan keanekaragaman
sumber-sumber manusia. Mereka dianggap mampu
bergerak terus setelah melakukan kerusakan yang
permanen terhadap modal alam dan
keanekaragaman hayati suatu negara, dalam cara
yang tidak mungkin dilakukan oleh warganegara di
tempat itu. Para aktivis juga mengklaim bahwa
perusahaan-perusahaan itu memaksakan suatu
"monokultur global". Karenanya, tujuan bersama
dari sebagian gerakan itu adalah mengakhiri status
hukum perusahaan-perusahaan itu sebagai subyek
hukum dan pembubaran atau pembaruan dramatis
atas Bank Dunia, IMF, dan WTO.


Ekonomi Internasional
370

BAB 15

Ekonomi Islam Sebagai
Anti-Tesa Ekonomi
Kapitalisme
Global

Ekonomi Islam versus Ekonomi Kapitalisme
Perbedaan antara sistem ekonomi Islam
dengan sistem ekonomi kapitalis sangat mendasar.
Di mana kapitalisme mengacu pada prinsip
mendapat keuntungan dengan semaksimal mungkin
dengan sumber daya terbatas. Sistem ekonomi ini
sangat materialistik, yang dibangun dan ditegakan
atas dasar pengkultusan terhadap kebebasan
individu dan terlepas dari semua ikatan nilai. Setiap
individu bebas memiliki, mengembangkan dan
menafkahkan dengan berbagai sarana yang dimiliki
Ekonomi Internasional
371

tanpa adanya aturan dan pembatasnya (frame of
game).109Adapun hak masyarakat atas hartanya dan
di dalam pengawasannya serta perhitungan atas
kepemilikannya, pengembangan dan
pendistribusiannya, adalah hak yang lemah. Bahkan
hampir tidak memiliki pengaruh apa-apa. Sementara
dari hati nurani (humanistik) mereka tidak lagi
memiliki rasa pengawasan dan tanggung jawab
yang menjadikannya menghormati kebenaran dan
memeliharanya. Bahkan setiap saat mereka
berusaha sedapat mungkin untuk lolos dari
pengawasan hukum, khususnya tentang pajak dan
permainan kotor lainnya (decoy of political).
Berbeda jelas dengan Islam, sungguh telah kita
lihat bahwa dia meletakkan batas-batas atas
pemilikan (hak milik) dan karya, juga batas-batas
dalam pengembangan, pengeluaran, pendistribusian
dan pembelajaannya. Islam jelas menghampus
bentuk kepemilikan yang mutlak secara individu,
juga mengharamkan riba, menimbun, menipu dan
lain sebagainya yang menafikan
(mengesampingkan) akhlaq dan bertentangan
dengan kemaslahatan umum. Sistem ekonomi Islam
mengacu pada prinsip kempemilikan itu, hanya
Allah dan manusia hanya dipercaya untuk
mengoptimalkan harta yang bersifat amanah itu
untuk kepentingan umum dan menjaga fitrahnya
manusia. 110
Islam juga dengan jelas memberi hak kepada
seorang hakim syar’i yang melaksanakan hukum
Allah untuk mencabut pemilikan seseorang, apabila
109
Heri Sudarsono, Konsep Ekonomi Islam: Suatu Pengantar,
(Yogyakarta: Ekonesia, 2004), h. 91.
110
Yusuf Qardhawi, Sistem Masyarakat Islam dalam Al-
Qur’an dan Sunnah, (Solo: Citra Islam Press, 1997), h. 250.
Ekonomi Internasional
372

bertentangan dengan kemaslahatan umat. Juga
melarang memberi wewenang kepada yang belum
sempurna akalnya, mengahmbur-hamburkannya
(Ria) dan menahan mereka untuk tidak
mempergunakan harta yang hakekatnya merupakan
harta masyarakat atau harta Allah SWT menurut
prinsip “Istikhlaf” (amanah).111 Sudah menjadi
rahasia umum, bahwa sistem ekonomi kapitalisme
dapat dikatakan mendominasi praktik ekonomi di
berbagai belahan bumi ini, karena “terbukti” bahwa
sistem ini lebih menjanjikan kemakmuran
masyarakat yang menjadi tujuan semua sistem
perekonomian. Sementara itu, aliran sosialisme
tampak menjadi semakin kurang populer, karena
terbukti dari beberapa negara yang
menerapkannya, tingkat kemakmuran yang dicapai,
kalah jauh dari negara-negara yang menerapkan
sistem ekonomi kapitalisme. Oleh karena itu, dapat
disaksikan akhir-akhir ini semakin banyak negara
yang mengalihkan sistem ekonominya menjadi
kapitalisme.
Sistem ekonomi kapitalis telah dianggap
berhasil dalam mencapai tujuannya, walaupun
dibeberapa negara lain masih terjadi ketimpangan.
Geliat kebangkitan Islam telah mendorong
mengemukanya sistem ekonomi yang lebih
menjanjikan, yakni sistem eknomi Islam. Terlepas
dari perbedaan pandangan di antara berbagai pihak
termasuk perbedaan pendapat di kalangan para
pakar Muslim sendiri yang ternyata masih ada
sebagian kalangan, yang mempertanyakan apakah
perlu dipakai istilah “sistem ekonomi Islam”.

Ekonomi Islam Versus Ekonomi Liberalisme
111
Ibid.
Ekonomi Internasional
373

Ekonomi liberalisme sangat kontras berbeda
dengan sistem ekonomi Islam, baik ditinjau secara
teoritis maupun praktis. Secara singkat perbedaan
antara ekonomi Islam dan ekonomi liberalisme
adalah sebagai berikut:
Ekonomi Internasional
374

Ekonomi
Tinjauan Ekonomi Islam
Liberalisme
Asas Filosofi Ilahiyah Materialisme
Asas Kepentingan Kolektivisme Individualisme
Sistem Perbankan Syariah Konvensional

Berdasarkan uraian singkat perbedaan antara
ekonomi Islam dan Liberalisme di atas, dapat
disimpulkan bahwa sistem ekonomi Islam
bersumber pada asas Ilahiyah yang memandang
bahwa materi hanya sebatas sarana hidup di dunia
dan bukan sebagai tujuan yang hakiki. Sedangkan
sistem ekonomi liberalisme yang bersumber pada
asas materialisme memandang bahwa materi
merupakan tujuan yang menentukan eksistensi
status seseorang di tengah masyarakat dan
memandang urusan agama terpisah dari urusan
dunia (sekulerisme). Ekonomi Islam didasari oleh
kepentingan kolektif sebagaimana diwujudkan
dalam sistem pengaturan zakat yang dapat
membantu kaum ekonomi lemah dan bertujuan
mengangkat harkat dan martabat manusia agar
sadar akan hak dan kewajibannya selama hidup di
dunia. Sedangkan ekonomi liberalisme yang didasari
oleh kepentingan individualisme memberikan
kebebasan bagi tiap-tiap individu untuk berkopetisi
secara bebas dalam memperoleh kekayaan
semaksimal mungkin yang berdampak bagi
timbulnya gap/ jurang pemisah antara golongan
kaya dan golongan miskin.
Dalam hal ini golongan kaya tidak bertanggung
jawab apalagi wajib membantu golongan miskin.
Ekonomi Islam menganut sistem perbankan syariah;
yaitu mengharamkan adanya riba untuk uang
nasabah yang disimpan di bank atau Baitul mal. Hal
Ekonomi Internasional
375

ini ditetapkan karena bunga bank dinilai sebagai
passive income, artinya tanpa bekerja seorang
nasabah dapat memperoleh keuntungan maksimal
dari persentase bunga tabungannya di bank,
sementara Islam mewajibkan seseorang bekerja
keras dengan cara yang halal untuk mendapatkan
penghasilan dan ini sudah menjadi karakter etika
bisnis dalam perekonomian Islam. Namun dalam
sistem perbankan syariah, keuntungan nasabah
diperoleh dari sistem bagi hasil. Sementara itu
ekonomi liberalisme yang menganut sistem
perbankan konvensional, menghalalkan bunga
sebagai imbalan jasa bagi nasabah.

Ekonomi Islam versus Ekonomi Neo-Liberal
Sistem ini disebut neo-liberal karena
menginginkan suatu sistem ekonomi yang sama
dengan kapitalisme abad-19, di mana kebebasan
individu berjalan seluruhnya dan intervensi sesedikit
mungkin dari pemerintah dalam kehidupan
ekonomi. Faktor determinan dalam kehidupan
ekonomi adalah mekanisme pasar, bukan
pemerintah. Neoliberalisme yang juga dikenal
sebagai paham ekonomi neoliberal mengacu pada
filosofi ekonomi-politik yang mengurangi atau
menolak intervensi pemerintah dalam ekonomi
domestik. Paham ini memfokuskan pada metode
pasar bebas, pembatasan yang sedikit terhadap
perilaku bisnis dan hak-hak milik pribadi. Dalam
kebijakan luar negeri, neoliberalisme erat kaitannya
dengan pembukaan pasar luar negeri melalui cara-
cara politis, menggunakan tekanan ekonomi,
diplomasi, dan/atau intervensi militer.
Ekonomi Islam berpandangan bahwa sistem
ekonomi neoliberal yang menolak intervensi
Ekonomi Internasional
376

pemerintah dalam pasar ekonomi domestik akan
memicu munculnya sistem monopoli dan oligopoli
oleh pihak-pihak swasta sehingga cabang-cabang
produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak
lebih terkonsentrasi di bawah kepemilikan segelintir
orang. Hal ini dapat merugikan kepentingan umum
dan menimbulkan penindasan golongan kaya
terhadap golongan masyarakat kelas bawah. Sistem
ekonomi Islam dengan tegas menentang praktek-
praktek monopoli yang dipandang bertentangan
dengan nilai-nilai etika fitrah kemanusiaan, karena
monopoli merupakan manifestasi dari dominasi sifat
keserakahan dan ketamakan faham materialisme.
Islam menganut asas kepentingan kolektif, dimana
roda perekonomian negara yang bertujuan untuk
memakmurkan hajat hidup orang banyak diatur
melalui mekanisme sistem zakat.
Demikian pula halnya dengan dukungan kaum
neoliberal terhadap kebijakan luar negeri
pemerintah yang menggunakan cara-cara politis
seperti tekanan ekonomi, diplomasi dan intervensi
militer dalam pembukaan pasar luar negeri, oleh
penganut sistem ekonomi Islam dipandang sebagai
bentuk hegemoni dan dominasi sistem imperialisme
moderen. Sistem imperialisme moderen pada
implementasinya tidak jauh berbeda dengan
imperialisme kuno yang dilandasi prinsip “Gold,
Glory dan Gospel”. Gold berarti mencari sumber
emas sebanyak-banyaknya sebagai simbol
kemakmuran sebuah negara bangsa (nation-state)
dengan melakukan ekspansi pasar dan eksplorasi
sumber daya alam di negara-negara koloni atau
jajahan. Glory berarti meraih kejayaan dengan
membangun kekuatan angkatan perang atau militer
untuk memperluas wilayah pengaruh (sphere of
Ekonomi Internasional
377

influence) dan wilayah kekuasaan melalui jalan
ekspansi dan invasi bahkan perang dengan negara-
negara yang sama-sama memiliki kekuatan militer
untuk mengokohkan eksistensi sebagai negara
adidaya dunia (super power). Gospel berarti
megobarkan misi penyebaran agama
(Kristen/Nasrani) yang pada awalnya berkamuflase
dalam bentuk misi perdagangan dan pada akhirnya
setelah berhasil menaklukkan negeri koloni atau
jajahan, misi gospel pun dilancarkan secara
transparan. Bahkan di masa lalu misi gospel secara
terang-terangan dilancarkan dengan mengobarkan
“Perang Salib” (Crussade War) terhadap negeri-
negeri Muslim di benua Asia maupun Afrika.
Kaum penganut neoliberal era kontemporer di
wakili oleh Amerika Serikat dan para sekutunya
telah menjadi pelopor dan aktor internasional
dalam implementasi kebijakan imperialisme
moderen dengan dalih untuk menciptakan Tata
Dunia Baru (New World Order). Kebijakan luar negeri
“gold” AS beserta para sekutunya pada zaman
imperialisme moderen sekarang ini ditandai dengan
dukungannya terhadap ekspansi MNC (Multi
National Coorporation) dan TNC (Trans National
Coorporation) ke negara-negara dunia ketiga. Kasus
invasi AS ke Irak tidak sepenuhnya bermuatan
politis, namun AS dan sekutunya mempunyai misi
terselubung untuk mengamankan kepentingan
investasi minyaknya di Timur Tengah yang dikelola
oleh MNC-MNC nya di Irak. Minyak bumi
sebagaimana diketahui memiliki eksistensi yang
sangat vital dalam roda perekonomian suatu
negara, khususnya dalam menopang industri-
industri berat seperti pabrik baja dan persenjataan
militer. Jadi keberadaan MNC-MNC AS dan para
Ekonomi Internasional
378

sekutunya yang beroperasional di Irak atau negera-
negara dunia ketiga lainnya mendapat dukungan
penuh secara politis khususnya apabila dalam
mengalami krisis ancaman. Jalan lain untuk
memperluas ekspansi dan memperkuat dominasi
MNC-MNC nya dalam mengeksplorasi kekayaan
sumber daya alam (natural source) dan menguasai
pasar perdagangan internasional, AS beserta para
sekutunya berupaya merekayasa aturan main (rule
of game) dalam sistem tata ekonomi dunia baru,
misalnya melalui organisasi GATT (General
Agreement on Tariff and Trade) dan WTO (World
Trade Organization) serta forum-forum internasional
lainnya untuk mendukung kepentingan ekonomi
internasionalnya seperti kebijakan pasar bebas,
standarisasi mutu produk dan sebagainya yang
sangat memberatkan bagi negara-negara
berkembang dan sebaliknya justru menguntungkan
MNC-MNC Asing, khususnya Barat sehingga
“membunuh” daya saing negara-negara
berkembang terhadap negara-negara maju dalam
tatanan ekonomi internasional. Tindakan AS dalam
bentuk tekanan ekonomi seperti besarnya bunga
pinjaman utang luar negeri terhadap negara-negara
berkembang serta kebijakan-kebijakan ekonomi
internasional yang menguntungkan MNC-MNC nya
dalam ekonomi Islam dipandang sebagai praktek
monopoli atau oligopoli yang pada dasarnya
merupakan bentuk penindasan kaum yang kuat
terhadap kaum yang lemah (political power).
Kebijakan luar negeri “glory” AS sebagai
negara super power dengan politik dominasi dan
hegemoninya pada zaman imperialisme moderen
sekarang ini, khususnya setelah bubarnya Uni Soviet
yang menandai berakhirnya perang dingin (cold-
Ekonomi Internasional
379

war) pada awal 1990-an, diimplementasikan melalui
pembangunan industri-industri persenjataan militer
dan invasi-invasi militer ke negeri-negeri Muslim
seperti Somalia, Irak dan Afghanistan dengan
melakukan politik “genocide” terhadap warga-warga
muslim. Bahkan George W. Bush sebelum memulai
invasinya ke Afghanistan menyatakan bahwa
perang melawan Thaliban Afghanistan dan
gerilyawan Osama Bin Laden sebagai “perang salib”
(crussade war) terhadap Islam. Hal ini merupakan
indikasi bahwa kebijakan “gospel” pula masih
mewarnai kebijakan politik luar negeri negara Barat,
khususnya AS. Sebagaimana yang telah diuraikan
sebelumnya bahwa invasi militer AS ke negeri-
negeri Muslim seperti Irak juga didasari oleh
kepentingan ekonomi, sebab menurut faham filsafat
materialisme, materi merupakan hakekat kebutuhan
dasar manusia sebagai infrastruktur utama yang
menjamin kelangsungan hidup suatu negara. Untuk
menjaga kelangsungan kepentingan ekonomi dan
misi “gospel” seperti kristenisasi di negara-negara
dunia ketiga harus ditopang oleh kekuatan politik
dan militer. Dalam pandangan ekonomi Islam,
mekanisme persaingan pasar diawasi oleh
pemerintah agar tidak terjadi praktek monopoli dan
oligopoli. Negara juga mengakui kekayaan milik
pribadi dan memberlakukan zakat maal bagi
golongan yang mampu. Islam mengharamkan
penindasan dengan kekuatan politik atau militer
yang mengintervensi mekanisme pasar
perdagangan internasional sebagaimana yang
difahami oleh penganut ekonomi neoliberalisme.
Tingkat dependensi negara-negara berkembang
terhadap negara maju seperti AS sangat tinggi,
khususnya dalam hal pinjaman utang luar negeri.
Ekonomi Internasional
380

Kondisi ini sering dijadikan alat pressure negara-
negara maju terhadap negara-negara berkembang
agar negara-negara berkembang mematuhi
kesepakatan kendatipun dengan terpaksa baik
bersifat politis atau ekonomis yang diajukan oleh
negara-negara maju seperti AS agar kepentingan
ekonomi internasionalnya dapat terpenuhi. Sistem
ekonomi Islam hanya menghalalkan persaingan
ekonomi secara sehat dan mengharamkan tindakan
penekanan pihak yang kuat terhadap pihak yang
lemah secara politis, ekonomis dan militeristik
dalam mengintervensi mekanisme pasar baik
domestik maupun internasional.

Perkembangan Ekonomi Internasional
Krisis ekonomi Asia yang berkepanjangan telah
mengubah perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia
tahun 1998 ketingkat yang lebih rendah dari
perkiraan sebelumnya. Misalnya IMF, dalam World
Economic Outlook edisi Mei 1998, merevisi kembali
perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia menjadi
sekitar 3 persen dari perkiraan 3,5 persen pada
bulan Desember 1998 dan 4,25 persen pada bulan
Oktober 1998. Pertumbuhan ekonomi yang lebih
rendah akan terjadi pada negara-negara yang tahun
ini masih mengalami krisis ekonomi, yaitu Indonesia,
Korea, dan Thailand. Negara-negara ini akan
mengalami penurunan yang tajam pada sisi
permintaan domestik dan impornya. Pada skala
yang lebih kecil, penurunan pertumbuhan juga akan
terjadi pada Malaysia, Filipina, dan beberapa negara
Asia Timur lainnya.
Di antara negara maju, prospek jangka pendek
Jepang nampak memburuk. Terkait dengan berbagai
kesulitan ekonomi yang sedang dihadapi negara-
Ekonomi Internasional
381

negara Asia yang merupakan mitra dagang
utamanya, pemulihan ekonomi Jepang terhambat
karena berbagai persoalan ekonomi domestik,
seperti sektor keuangan yang lemah dan berbagai
kesulitan yang ditimbulkan oleh hutang yang macet,
keterlambatan penerapan reformasi struktural, serta
berkurangnya rangsangan fiskal dalam tahun 1997
seperti peningkatan pajak konsumsi.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi negara-
negara di Amerika Utara dan Eropa Barat tetap pada
tingkat yang terjaga. Kondisi permintaan domestik
yang kuat di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggeris
serta beberapa negara Eropa Barat lainnya
diharapkan dapat mendorong perbaikan posisi
neraca pembayaran yang diperlukan negara-negara
Asia sehubungan dengan menurunnya aliran modal
asing masuk ke kawasan tersebut. Negara-negara
Asia yang sedang mengalami proses restrukturisasi
berpeluang untuk meningkatkan ekspor ke negara-
negara maju tersebut.
Meskipun sejauh ini krisis negara-negara Asia
masih terbatas pengaruhnya pada pertumbuhan
dunia, namun demikian kondisi krisis ini bersama-
sama dengan penurunan harga minyak bumi dapat
menyebabkan perubahan yang cukup luas terhadap
perkembangan perdagangan dunia. Beberapa
negara mungkin mengalami akibat yang
menyakitkan. Negara-negara tersebut diharapkan
tidak mengadakan hambatan perdagangan ataupun
depresiasi nilai tukar yang berlebihan untuk
meningkatkan daya saingnya. Reaksi defensif ini
akan berakibat ‘counterproduktif’, memperlambat
proses keluar dari krisis, dan mengurangi potensi
pertumbuhan ekonomi dunia.
Krisis ekonomi di beberapa negara Asia (Korea
Ekonomi Internasional
382

Selatan, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Thailand)
memberikan efek pada pasar komoditi dunia melalui
beberapa saluran, seperti yang disampaikan dalam
buletin Commodity Markets and The Developing
Countries edisi Februari 1998 dari Bank Dunia.
Pertama, harga-harga komoditi ekspor ke lima
negara yang mengalami krisis akan turun dalam
dollar AS karena adanya devaluasi. Kedua,
pertumbuhan ekonomi yang melambat dan harga
komoditi impor yang naik akan mengurangi
permintaan akan impor. Ketiga, dua efek terdahulu
akan memberikan pengaruh pula pada pertumbuhan
ekonomi negara lain dengan besaran yang berbeda-
beda. Keempat, harga komoditi yang turun pada
pasaran dunia akan mengurangi pula pendapatan
ekspor negara-negara lain.

Tabel
Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Dunia, 1997 - 1998
Kelompok Negara 1997 1998
Output Dunia 4,1 3,1
Kelompok Negara Maju 3,0 2,4
Amerika Serikat 3,8 2,9
Jepang 0,9 0,0
Jerman 2,2 2,5
Perancis 2,4 2,9
Itali 1,5 2,3
Inggeris 3,3 2,3
Kanada 3,8 3,2
Kelompok Negara Berkembang (Asia) 6,7 4,4
Bangladesh 5,5 5,2
Ekonomi Internasional
383

China 8,8 7,0
India 5,6 5,2
Indonesia 5,0 -5,0
Malaysia 7,8 2,5
Pakistan 3,5 5,5
Filipina 5,1 2,5
Thailand -0,4 -3,1
Vietnam 7,5 5,0

Sumber: World Economic Outlook, May 1998, IMF

Komoditi pertanian merupakan komoditi yang
banyak terpengaruh krisis ekonomi seperti karet
alam, kayu tropis, dan padi. Indonesia, Thailand,
Malaysia merupakan negara penghasil dan eksportir
sebagian besar komoditi tersebut. Sebagai contoh
adalah meningkatnya ekspor beras Thailand sekitar
100 persen dalam bulan Januari 1998 dibanding
bulan yang sama pada tahun 1997 sebagai akibat
dari menurunnya harga beras ekspor sekitar 18
persen. Peningkatan ekspor beras Thailand ini
mungkin akan mengurangi peluang pasar ekspor
Pakistan dan India.


Ekonomi Internasional
384

Bagian Empat.

Bab 16

Kesimpulan

Refleksi Teoritis
Berbicara mengenai ekonomi Internasional,
kita tidak lepas dari ekonomi globalisasi yang sangat
dipengaruhi oleh iklim ekonomi dan politik. Dua
mata ratai yang sangat berhubungan erat dalam
satu kesatuan integral dalam menciptakan satu
kebijakan ekonomi secara keseluruhan.
Dalam usaha mencari suatu kerangka bagi
hubungan politik dan ekonomi internasional yang
dapat tahan lama, maka dua dimensi yang kait-
mengait tersebut dapat diambil sebagai asumsi
dasar, yaitu:112

112
Catatan di bawah ini dijadikan sebagai dasar untuk
diskusi pada seminar di adakan di Centre d’Etude de Politique
Etrangere/CSIS di Paris pada tanggal 16 November 1976.
Perhatian lebih banyak ditujukan kepada kekuatan-kekuatan
dan arah perkembangan yang mendasarinya daripada masalah-
masalah khusus yang menjadi seperangkat pokok acara yang
standar pada konprensi-konprensi internasional mengenai
Ekonomi Internasional
385

1. Kebijaksanaan pemerintah nasional yang
ditempuh oleh pemerintah dari Negara-
negara berkembang terhadap dan di dalam
masyarakat mereka masing-masing dan
sekaligus.
2. Baru dimulainya suatu kerangka internasional
yang menunjang pelaksanaan yang konsisten
bagi kebijaksanaan nasional yang demikian.

Inti dari tujuan pokok dalam konteks di atas dari
meliputi:113
1. Penghapusan kemiskinan absolute yang
dialami dua pertiga atau lebih dari umat
manusia pada waktu ini.
2. Pengurangan ketimpangan relatif, yaitu
memperkecil jurang pemisah antara yang
kaya dan yang miskin, baik antara yang kaya
dan yang miskin, baik antara hubungan
antara bangsa yang kaya dan yang miskin,
maupun dalamhubungan perbedaan antara
lapisan tipis orang kaya dan rakyat banyak
yang terdapat dalam masyarakat di negara-
negara berkembang.
Hanya dalam hubungan tujuan-tujuan
tersebut, yang perlu diperinci lebih lanjut dalam
sasaran-sasaran operasional, baru ada artinya
polarisasi “Utara-Selatan”.
113
Thee Kian Wie, Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan:
Beberapa Pendekatan alternatif, (Jakarta: LP3ES, 1983), Sumitro
Djojohadikusumo, “Menuju Tata Ekonomi Internasional,” hlm.
253.
Ekonomi Internasional
386

untuk berbicara dan memikirkan tentang tata
“baru” ekonomi internasional.
Untuk itu, sangat diperlukan adanya pola-pola
pembangunan dan arah pertumbuhan yang jelas,
cermat dan berkesinambungan. Ini Suatu penilaian
kembali yang seksama tentang pola-pola
pembangunan dan arah pertumbuhan yang sedang
dilakukan pada saat ini. Hal ini meliputi suatu
reorientasi strategi dan tujuan dalam konteks social
yang lebih luas dan menyeluruh.
Yang sangat utama, suatu perbaikan dalam
tingkat hidup manusia di negara-negara
berkembang khususnya adalah melalui akselerasi
pertumbuhan dengan keadilan. Tekanan lingkungan
dan kerusakan ekologi di dunia yang sedang
berkembang tidak disebabkan oleh laju
pertumbuhan yang pesat tetapi oleh karena
stagnasi dan kemandegan. Kehidupan manusia juga
mengalami kerusakan karena terbawa oleh arus
kemiskinan absolute, kekurangn gizi, dan
ketimpangan yang besar dalam pembagian
kekayaan dan pendapatan. Dengan demikian
permasalahannya bukanlah laju pertumbuhan,
apalagi laju pertumbuhan setinggi nol yang
mengingat kenyataan yang ada, adalah sama
dengan pembekuan status-quo dengan segala
ketimpangan yang membuat orang putus asa.114

114
Ada keharusan akan suatu jalan keluar social dari
perangkap kemiskinan absolute.
Ekonomi Internasional
387

Secara logikanya, tetap selalu melaksanakan
bahwa jalan keluarnya sebagai suatu proses
pertumbuhan yang dipercepat dan oleh karena itu
penggunaan sumber-sumber daya yang terus
menerus dan mungkin lebih intensif, meskipun
melalui jalan yang berlainan dan pola yang
berlainan, yang harus menjamin tersedianya
sumber-sumber daya untuk masa yang tidak
terbatas. Untuk merusak proses kausal yang
berlingkaran dengan efek kumulatif 115 yang
menekan seluruh system social dan sekaligus untuk
menanggulangi kemerosotan lingkungan, maka
tidak ada jalan lain selain mempercepat
pembangunan dan menggunakan sumber-sumber
daya yang ada dengan pemborosan yang sesedikit
mungkin untuk manfaat sebanyak mungkin orang.
Ini tentu berarti reorientasi dalam strategi dan
tujuan pembangunan yang drastis, dimana gejala
social seperti kemiskinan dan pengangguran serta
penghapusannya dianggap sebagai prioritas
ekonomi yang utama. Dengan demikian proses
pertumbuhan dijadikan suatu fungsi dari
kebijaksanaan yang bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan, sandang,
permukiman, pendidikan, kesehatan dan

115
Gunnar Myrdal, Environment and Economic Growth
(Lingkungan dan Perkembangan Ekonomi), Commemorative
Lecture, Internasional Conference on Environment ( pada
ceramah untuk memperingati Konferensi Internasional tentang
Lingkungan), diselenggarakan oleh Nihon Keizai Shimbun,
Tokyo, 26-28 Mei 1976.
Ekonomi Internasional
388

kesempatan bekerja yang mendapat bayaran.
Dengan perkataan lain struktur produksi dan
penggunaan sumber-sumber daya produktif (sumber
daya manusia, sumber daya alam, modal teknologi)
harus diatur atau diatur kembali dengan
memperhitungkan tujuan dan prioritan
kebijaksanaan tersebutdi atas.
Yang dikemukakan di atas pada umumnya
telah diterima sebagai suatu konsep oleh Negara-
negara Dunia Ketiga serta wakil-wakil mereka.
Namun, dalam arti kata kebijaksanaan yang
efektif, kami hingga kini baru melihat gambaran
selayang pandang dari suatu permulaan yang segar.
Pergeseran dalam orientasi kebijaksanaan ini
memang menimbulkan masalah yang menjerakan
justru pada saat pelaksanaannya. Pergeseran ini
meliputi transformasi yang menyeluruh dari
hubungan structural dalam proses akumulasi dan
alokasi sumber-sumber daya maupun dalam aspek
distribusi.116 Tantangan tersebut berlipat ganda oleh
perlawanan dalam struktur social dari kebanyakan
Negara berkembang. Hal ini berhubungan dengan
adanya kepentingan yang bercokol (vested
interests) di antara lapisan atas maupun struktur
kekuasaan sosial dan ekonomi khususnya pada
tingkatan desa, sebagai tingkatan dasar.

116
Hollis Chenery dan Moises Syrquin, Patterns of
Development 1930-1970 (Pola Pembangunan 1950-1970),
dengan dibantu oleh Hazel Ellington, sebuah penerbitan
penelitian Bank Dunia, Oxford University Press, 1975, hlm. 6-10.
Ekonomi Internasional
389

Namun demikian pekerjaan itu harus dilakukan
seandainya lebih dari kata-kata saja ingin dicapai
dalam pengerahan pertumbuhan dan perubahan
dalam pola pembangunan. Hal ini tetap menjadi
tanggung jawab utama dari pemerintah-pemerintah
nasional di dalam masyarakat-masyarakat mereka
sendiri dan terhadap rakyat mereka sendiri.
Komitmen politik dalam hal ini dan kredibilitas
harus tercermin dalam sasaran yang ditetapkan
dengan baik yang harus dicapai dalam jangka waktu
tertentu. Sebagian besar dari masalah kemiskinan di
seluruh dunia mencerminkan tingkat pendapatan
perkapita yang rendah dan ketimpangan yang besar
dalam pembagian dalam pembagian pendapatan.
Antara lain, pendapatan per kapita yang tinggi tidak
berarti tidak ada ketimpangan yang besar. Memang
sasaran kebijaksanaan dan dimensi waktu
ditentukan oleh tersedianya dan terbatasnya
sumber-sumber daya, kiranya sebagai dalil umum
maka penghapusan kemiskinan absolute117 dan
Ketimpangan pembagian pendapatan yang relative
diukur oleh perbedaan antara bagian pendapatan

117
Kemiskinan absolute adalah usaha untuk memenuhi
kebutuhan dasar minimum rakyat banyak, yaitu pangan,
sandang, tempat pemukiman, kesehatan dan pendidikan, dalam
kurun waktu 15 tahun, di Negara-negara berkembang yang
dikaruniai sumber-sumber daya dan dalam kurun waktu satu
generasi (25 tahun) di Negara-negara miskin tanpa sumber-
sumber daya.
Ekonomi Internasional
390

dari golongan perorangan atau rumah tangga
dengan bagian golongan penduduk tersebut.118
Dalam hubungan ini maka tujuan dari
pemerintah Negara-negara berkembang, khususnya
Indonesia haruslah sedemikian rupa, sehingga
dalam waktu satu generasi 40% golongan penduduk
yang termiskin dari rakyat dapat memperoleh paling
sedikit 20% dari pendapatan nasional.
Selanjutnya, dalam sistem internasional sudah
jelas bagi negara-negara berkembang memerlukan
suatu kerangka internasional yang baik bagi dan
yang menunjang kebijaksanaan nasional tersebut.
Walaupun dapat dibenarkan untuk berpegang
kepada anggapan bahwa keberhasilan suatu negara
dalam menanggulangi masalah-masalah intern
menambah kemampuan negara tersebut untuk
mengurangi pengaruh sentuhan yang merugikan
disebabkan oleh kekuatan-kekuatan ekstern, namun
pengalaman yang lalu dan yang sekarang
menunjukkan bahwa kebijaksanaan nasional yang
ditujukan untuk menciptakan keadaan social yang
stabil melalui pertumbuhan dengan keadilan, terus
menerus dihalangi oleh gangguan ekstern.
Gangguan-gangguan tersebut juga cenderung untuk
melestarikan dan memperkuat perbedaan tingkat
hidup antara bangsa-bangsa, yaitu antara Negara-

118
Redistribution with Growth, suatu studi bersama oleh The
World Bank’s Development Center dan the Institute of
Development Studies di Universitas Sussex, Oxford University
Press, 1974, hlm. 6-10.
Ekonomi Internasional
391

negara berkembang dan sekelompok kecil negeri-
negeri industri yang maju.

Perlunya Paradigma Baru Ekonomi
Internasional
Usaha bersama Dunia Ketiga yang digalakkan
untuk mendirikan suatu tata ekonomi internasional
baru adalah dimensi internasional dari perubahan
structural yang dianggap sangat perlu dalam
pengarahan pertumbuhan dan pola-pola
pembangunan. Dunia dihadapkan dengan berbagai
masalah yang rumit dan kompliks, khususnya
menyangkut; bahan pangan bahan pangan untuk
penduduk yang makin bertambah, masalah
pengangguran dan hambatan-hambatan bagi
perkembangan industri dan pengaruh sentuhnya
atas lingkungan hidup manusia, peranan dan
perkembangan pendidikan, penelitian, ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam konteks
sosialnya; Kegiatan-kegiatan, keuntungan dan
kerugian dari perusahaan-perusahaan transnasional
dan sebagainya.
Banyak kalangan yang berpengaruh masih
cenderung menganggap masalah-masalah di atas
sebagai seperangkat krisis yang sementara
meskipun saling berhubungan. Namun krisis ini pada
dasarnya adalah gejala-gejala yang mencerminkan
kekuatan-kekuatan atau yang lebih dalam yang
lebih fundamental sifatnya. Kekuatan-kekuatan ini
telah bekerja selama beberapa waktu tetapi baru
Ekonomi Internasional
392

akhir-akhir ini tampil ke muka. Kekuatan ini
berhubungan dengan peranan dari dan hubungan
timbal balik antara sumber-sumber daya alam,
penduduk dan teknologi dan oleh karena itu dengan
pengaruh sentuh dari hubungan timbal balik itu atas
lingkungan hidup manusia.
Ilmu pengetahuan dan teknologi telah
dikembangkan dan diawasi oleh masyarakat dari
Negara-negara industri yang maju. Negara-negara
ini telah membukakan pintu bagi pengembangan
sumber-sumber daya alam di dunia, tetapi
penerapan sumber-sumber daya alam ini diarahkan
kepada kebutuhan yang makin meningkat dari
golongan yang berpendapatan tinggi dengan pola
konsumsi yang berlebih-lebihan yang sekarang
terdapat di Negara-negara maju dan di antara
lapisan tipis di kalangan atas di Negara-negara
berkembang.
Pembangunan telah mengakibatkan
kelangkaan relative dari bahan-bahan dasar, tetapi
sementara itu pada umumnya tidak dapat
memenuhi kebutuhan dasar dari penduduk dunia.
Dengan demikian pembangunan telah mempertajam
kontras dan perbedaan antara orang kaya dan
miskin, antara bangsa-bangsa dalam konteks
internasional, maupun di dalam masyarakat-
maasyaarakat darinegara-negara bangsa yang
bersangkutan.
Bahkan jika disetujui bahwa paham tentang
kelangkaan bahan-bahan dalam arti absolute adalah
Ekonomi Internasional
393

lebih banyak spekulatif daripada suatu fakta yang
nyata, kita sudah memasuki tahap dimana ada
ketidak seimbangan relative dari bahan-bahan, yaitu
dalam hubungan pengadaan permintaan dengan
aturan khusus kepada bahan bakar energi dan
mineral-mineral dasar tertentu. Keadaan ini sendiri
telah memperburuk keadaan buruh dari orang
miskin di dunia. Keadaan ini telah memperbesar
remifikasi dan ketimpangan dalam pembagian
pendapatan dunia yang merintangi bahwa
kebutuhan-kebutuhan dasar minimal dialihkan
menjadi permintaan efektif.
Adapun aspek-aspek jangka yang lebih panjang
tentang memadainya sumber-sumber daya, saya
menduga bahwa para pembuat kebijaksanaan, para
perencana dan para ilmuwan pada umumnya
mengandalkan pada kecerdikan manusia,119 dan
sementara itu juga terdapat dimensi waktu. Ketidak
seimbangan bahan-bahan yang disebut di atas
menunjukkan terdapatnya kelebihan permintaan
efektif dalam keadaan persediaan cadangan-
cadangan primer yang ada. Pada bagian dari
keseluruhan sumber-sumber daya yang secara
potensial tersedia dan telah dikemukan dan secara
ekonomis dapat diperoleh dengan harga-harga yang
berlaku dan teknologi yang diketahui.

119
yaitu pengetahuan ilmiah, tekhnik dan social yang baru
untuk kelangsungan hidup manusia, dengan harapan dalam
keadaan yang lebih baik.
Ekonomi Internasional
394

Perkiraan saya sendiri adalah bahwa keadaan
ini akan dapat berlangsung selama 15 tahun lagi
sebelum program-program korektif dapat
menghasilkan hasil-hasil yang berarti melalui
pengembangan sumber-sumber persediaan yang
alternatif. Semenjak timbulnya “krisis minyak” saya
mengemukakan bahwa dunia akan dipaksa untuk
bergerak menuju titik-titik keseimbangan baru pada
tingkat biaya dan harga yang lebih tinggi, dengan
tekanan pada bahan-bahan energi dan oleh karena
itu dengan remifikasi-remifikasi bagi banyak barang-
barang dan jasa-jasa.120
Pada segi permintaan, kenyataan pada masa
ini memperlihatkan suatu kekakuan yang dasar
khususnya di antara golongan yang berpendapatan
menengah dan yang berpendapatan tinggi terdapat
suatu konservatisme dasar dalam arah permintaan
maupun dalam kehidupan-kehidupan yang lain.121
Mereka akan terus mengajukan tuntutan-tuntutan
efektif atas sumber-sumber daya di dunia sesuai
dengan “gaya hidup” mereka.
Menurut Nathan Keyfitz122 dalam sebuah
tulisannya ia memaparkan sebuah tinjauan tentang
120
Lihat dan bandingkan juga tulisan pengarang Energy and
Raw Material: Present and Future (Energi dan bahan Baku: Masa
kini dan Masa Depan), 1974, The Political Economic of ASEAN
Resources (Ekonomi Politik dari Sumber-sumber-daya di Negara
ASEAN).
121
Gunnar Myrdal, op.cit.
122
Nathan Keyfitz, World Resources and the World Middle
Class, (Sumber-sumber-daya dunia dan Kelas Menengah di
Dunia), Scientific American, 1976.
Ekonomi Internasional
395

penggunaan bahan-bahan baku ini oleh manusia
pada umumnya menunjukkan bahwa kekayaan
relative lebih penting dari jumlah penduduk. Jika
pendapatan meningkat, maka konsumsi perkapita
juga naik. Bertambahnya kekayaan mempunyai efek
yang lebih besar dilihat dari segi pengaruh sentuh
terhadap landasan bahan-bahan daripada
pertambahan penduduk. Dengan demikian maka
gerakan manusia dari golongan yang lebih miskin ke
golongan menengah mempunyai efek yang lebih
besar atas bahan-bahan dan lingkungan daripada
pertambahan jumlah orang miskin.
Keyfitz menyarankan bahwa dilihat dari
pengaruh sentuh bahan-bahan, maka timbangan
seorang kelas menengah dalam banyak hal lebih
dari lima kali lebih berat dari seorang miskin yang
secara tipikal diwakili oleh petani di Jawa atau
Nigeria. Tanpa menghiraukan apakah timbangan
orang kelas menengah adalah lima kali lebih berat
atau kurang, maka saran Keyfitz tentang pengaruh
sentuh yang berlipat ganda daripada kekayaan
adalah sangat masuk akal. Dimensi permasalahan
ini harus ditambah pada tekanan-tekanan dari
jumlah besar yang diakibatkan oleh pertumbuhan
penduduk yang diperkirakan akan berlangsung terus
sampai akhir abad ini.
Suatu reorganisasi atau suatu “restrukturisasi”
dari pengaturan institusional dalam rangka
internasional telah menjadi penting. Hal ini meliputi
tidak kurang dari redistribusi dari kekuasaan dalam
Ekonomi Internasional
396

pengambilan keputusan dan memilih dalam
pengelolaan kebijaksanaan dari organisasi-
organisasi dan badan-badan nasional yang banyak
sekali berurusan deengan masalah-masalah
eksplosif yang dikemukakan di atas. Reorganisasi
structural dari pengelolaan kebijaksanaan harus
meliputi partisipasi aktif dari pola dasarnya tiga
unsur yang masing-masing akan mewakili:
1. Kelompok Negara-negara industri yang maju
yang memiliki modal dan teknologi, tetapi
yang tergantung kepada tersedianya bahan-
bahan dasar yang terus menerus yang
terdapat di Negara-negara berkembang.
2. Kelompoknegara-negara berkembang yang
mempunyai sumber-sumber daya alam tetapi
tidak mempunyai modal dan kemampuan
teknologi.
3. Kelompok Negara-negara miskin yang tidak
mempunyai sumber-sumber daya alam
maupun modal dan teknologi.
Kelompokketiga tersebut meliputi mayoritas
dari Negara-negara bangsa dan mayoritas
dari umat manusia. Oleh karena itu, walaupun
negara-negara ini tidak mempunyai sumber-
sumber daya alam, modal dan tekhnologi,
namun selama kelompok bangsa-bangsa ini
tidak berpartisipasi secara aktif dalam proses
pengambilan keputusan pada tingkat yang
sama dengan kedua unsur lainnya itu, maka
Ekonomi Internasional
397

keresahan pasti akan timbul di sebagian
terbesar dari
4. system global, mungkin pada waktu yang
berlainan tetapi namun demikian secara terus
menerus.

Dalam mencari sistem tata ekonomi
internasional baru, sangat menarik untuk
mencermati tulisan-tulisannya M. Abdel-fadel,
Francis Cripps, dan John Wells. Ia mencermati secara
global, bahwa Kekurangan-kekurangan pokok pada
tata ekonomi internasional yang sekarang ada
adalah kemiskinan dan ketimpangan yang
dilestarikannya, baik di antara negara-negara
maupun di dalam masing-masing Negara. Usul-usul
yang diajukan baru-baru ini ialah untuk melakukan
pembaharuan tertentu terhadap tata ini, bukan
untuk penyusunan kembali strukturnya secara
radikal. Usul-usul itu membahas aspek-aspek khusus
dari hubungan ekonomi antara Negara-negara Barat
yang kaya dan Negara-negara Dunia Ketiga yang
merupakan keprihatinan utama dari pemerintah
Negara-negara dunia ketiga.123
123
Perundingan-perundingan terus dilakukan, seperti dimulai
dengan dua resolusi utama tentang “Pembangunan tata
ekonomi internasional baru” yang diterima pada 1 Mei 1974,
pada puncak kemelut minyak, oleh suatu sidang khusus dari
sidang umum perserikatan bangsa-bangsa. Kedua resolusi ini
disusul dengan perundingan-perundingan di konprensi tentang
kerja sama ekonomi internasional (CIEC) atau dialog Utara
Selatan) di Paris dan di sidang IV konpensi PBB tentang
perdagangan dan pembangunan (UNCTAD) di Nairobi.
Ekonomi Internasional
398

Perundingan-perundingan tersebut mendapat
dorongan dari keberhasilan kartel organisasi
Negara-negara pengekspor minyak bumi (OPEC) dan
kesediaanya untuk mengkaitkan masalah minyak
bumi dengan hal-hal lain yang menyangkut Dunia
Ketiga. Tetapi beraneka ragamnya sistem politik dan
keadaan ekonomi Negara-negara Dunia Ketiga
menyebabkan bahwa persekutuan mereka rapuh
dan kekuatan berunding mereka lemah. Oleh karena
itu tuntutan-tuntutan yang bisa diharapkan dapat
mendorong tindakan dengan kemungkinan berhasil,
adalah tuntutan-tuntutan yang paling mudah dapat
mereka jadikan tujuan bersama.124
Tiga bagian pertama dari tinjauan ini membahas
latar belakang dari tuntutan-tuntutan sekarang-tata
internasional sesudah perang, masalah-masalah
yang ditimbulkan bagi Negara-negara dunia ketiga
dan munculnya suatu tantangan secara berangsur-
angsur terhadap tata internasional sesudah perang
yang mencapai puncaknya dalam tindakan-tindakan
kartel OPEC. Bagian-bagian kemudian akan meneliti
masalah-masalah utama yang sedang dirundingkan
pada waktu ini, prospek tercapainya kemajuan dan

124
Sebegitu jauh bahasa pembicaraan utamanya adalah
komoditi primer yang sesungguhnya merupakan sumber
penghasil devisa utama dari setiap Negara Dunia Ketiga.
Persyaratan untuk pengalihan teknologi, peluang untuk
memasuki pasaran Negara-negara Barat, dan tersedianya
keuangan internasional juga dimasukkan dalam agenda
perundingan.
Ekonomi Internasional
399

efek-efek dari kemajuan yang mungkin dapat di
laksanakan.
Sebegitu jauh bahasa pembicaraan utama
adalah komoditi primer yang sesungguhnya
merupakan sumber penghasil devisa utama dari
setiap Negara Dunia Ketiga. Persyaratan untuk
pengalihan teknologi dari setiap Negara Dunia
Ketiga. Persyaratan untuk pengalihan teknologi,
peluang untuk memasuki pasaran Negara-negara
Barat dan tersedianya keuangan internasional juga
dimasukkan dalam agenda perundingan.
Tiga bagian pertama dari tinjauan ini membahas
latar belakang dari tuntutan sekarang tata
internasional sesudah perang, masalah yang
ditimbulkan bagi Negara-negara dunia ketiga dan
munculnya suatu tantangan secara berangsur-
angsur terhadap tata internasional sesudah perang
yang mencapai puncaknya dalamtindakan-tindakan
kartel OPEC. Bagian-bagian kemudian akan meneliti
masalah-masalah utama yang sedang dirundingkan
pada waktu ini, prospek tercapainya kemajuan dan
efek-efek dari perubahan-perubahan yang mungkin
dapat dilaksanakan.
Bagi negara berkembang, tatanan
ekonominya sesudah perang yang hancur porak
poran, sngat mememrlukan kemerdekaannya dan
kedaulatannya dulu sepenuhnya tanpa interpensi
lagi negara-negar lainnya. Sekali hak untuk
kemerdekaan formal bagi daerah-daerah jajahan
secara umum diterima, maka Negara-negara Barat
Ekonomi Internasional
400

bertujuan untuk menjaga agar Negara-negara dunia
ketiga sejauh mungkin mempertahankan
perdagangan dan politik dengan mereka dan tidak
bergabung dengan blok Soviet. Pada waktu yang
bersamaan mereka harus menyesuaikan diri dengan
hasrat Negara-negara dunia ketiga untuk mencapai
pembangunan yang pesat, yang menjadi tujuan
utama dari penguasa Negara-negara yang baru
merdeka maupun Negara yang lain, kebanyakan di
Amerika Latin, yang memperoleh kemerdekaan
formal lebih dahulu.
Strategi Barat diungkapkan dengan baik dalam
suatu pamphlet dari Perhimpunan Perencanaan
Nasional Amerika.125 Usul ini menguasai cara
berpikir seluruh generasi ahli-ahli pembangunan
Barat yang menganjurkan bahwa bantuan
keuangan, bantuan teknis dan mengalirnya
penanaman modal swasta hendaaknya memainkan
suatu peranan yang utama dalam “dorongan besar”
untuk mematahkan “lingkaran setan kemiskinan dan
keterbelakangan”. Ahli-ahli ekonomi pembangunan
bahwa mengalirnya modal dan tekhnologi dari
Negara-negra Barat akan memainkan peranan
125
Tersedianya dana-dana asing, bantuan tekhnis
asing dan perlengkapan mesin asing akan mengubah
proses pembangunan nasional dari suatu proses yang
akan mengganggu hubungan ekonomi dan perdagangan
internasional menjadi suatu proses yang dapat
memberikan sumbangan berarti kepada peningkatan
pendapatan dunia dan reorganisasi perdagangan dunia.
(Internasional Development Loans, New York, 1942, hal
14).
Ekonomi Internasional
401

sebagai katalisator dalam menggiatkan sumber
daya-ssumber daya dari dunia ketiga sendiri.
Gagasan-gagasan seperti itu, yang digabung
dengan pertimbangan-pertimbangan perdagangan
dan strategis yang lebih mendesak, menentukan
kebijaksanaan pemerintah dari Negara-negara
metropolitan yang kaya maupun perwakilan-
perwakilan multi nasional, seperti IMF, Bank Dunia
dan organisasi-organisasi khusus PBB.
Di pihak lain, usul itu seringkali nampak agak
berlainan. Keuangan dan teknologi memang
disediakan, tetapi selalu dengan ikatan-ikatan.
Pertumbuhan pesat dicapai pada sedikit-sedikitnya
sebagian Negara dunia ketiga, tetapi mereka
ditekan untuk menerima lembaga-lembaga ekonomi
dalam negeri dan kebijaksanaan-kebijaksanaan
yang disukai oleh Negara-negara Barat dan
memberi konsensi-konsensi kepada kepentingan-
kepentingan strategi dan perdagangan para
“donor”.
Kritik yang lebih fundamental terhadap system
sesudah perang ialah bahwa system ini telah
membentuk struktur ekonomi dan politik dari
banyak Negara dunia ketiga yang dicirikan oleh
ketergantungan yang neo-colonial. Kekuatan politik
dipusatkan di tangan kaum elite yang berorientasi
Barat, yang mempertaahankan kekuasaan dan
kekayaan mereka dengan mengadakan persekutuan
dengan pemerintah-pemerintah dan perusahaan-
perusahaan Barat, yang merugikan bagian terbesar
Ekonomi Internasional
402

dari sesama Negara-negara mereka yang miskin.
Lembaga-lembaga dan kebijaksanaan-kebijaksanaan
ekonomi mencer-minkan persekutuan ini dan
membantu untuk mempertahankan hubungan
ketergantungan dengan dunia luar dengan
mengorbankan pola pembangunan yang lebih
berdikari.
Kemiskinan dan ketimpangan dalam pendapatan
antara Negara yang masih tetap berlangsung di
bawah system sesudah perang, dapat dilihat dari
perkiraan Bank Dunia bahwa pada tahun 1975
sekitaar 1,2 milyar orang hidup di Negara-negara
dengan pendapatan per kapita rata-rata di bawah
$200 setahun dan dimana pendapatan riil rata-rata
hanya meningkat dengan 15% dalam dasawarsa
sebelumnya. Di lain pihak, 700 juta orang hidup di
Negara-negara maju mempunyai pendapatan
perkapita rata-rata setinggi $3500 setahun ditahun
1975 dan pendapatan riil rata-rata mereka telah
meningkat dengan 30% dalam dasawaarsa yang
lalu. Kelompok Negara-negara berkembang yang
berpendapatan menengah, dengan jumlah
penduduk sebanyak 900 juta, telah mencapai
pertumbuhan pendapatan riil perjiwa yang lebih
pesat dengankenaikan sebanyak 50% sejak 1965,
tetapi dalamtahun 1975 masih mempunyai
pendapatan perkapita yang rata-rata masih di
bawah $1000 setahun.
Angka tersebut tidak memperlihatkan macam
ragamnya pengalaman masing-masing Negara dan
Ekonomi Internasional
403

sama sekali tidak mengungkapkan apapun juga
tentang ketimpaangan di dalam negara-negara itu
sendiri. Jelaslah bahwa kecaman neo-kolonialis lebih
berlaku untuk beberapa Negara daripada untuk
beberapa Negara lain. Di Negara-negara tertentu
pembangunan menurut modal Barat, dengan
bantuan keuangan dan tekhnik dari luar negri, telah
membawa Negara-negara ini ke suatu kurun waktu
yang dicirikan oleh laju pertumbuhan ekonomi yang
tinggi. Tetapi meskipun prestasi dalam
pertumbuhan ekonomi diiberbagai Negara tidak
sama, namun terdapat kecendrungan-kecendrungan
yang seragam, khususnya daalam hal perdagangan
luar negri dan keuangan, yang menghadapi
kebanyakan pemerintah dari Negara-negara dunia
ketiga dengan kesulitan-kesulitan yang sama.
Masalah-masalah yang sama ini merupakan suatu
landasan bagi kepentingan yang ada sekarang
antara mereka mengenai tuntutan-tuntutan untuk
mengadakan perubahan dalam system perdagangan
dan keuangan internasional.

Prospek Perubahan
Sasaran utama bagaimana menciptakan prospek
perubahan baru yang lebih menjamin dan
berkembangnya perekonomian dunia menjadi sehat
dan baik. Survai singkat mengenai masalah-masalah
yang dibahas menunjukkan betapa kecilnya
kemungkinan untuk mencapai kemajuan yang
berarti apalagi persetujuan yang cepat mengenai
Ekonomi Internasional
404

setiap masalah besar, kecuali barangkali mengenai
komoditi-komoditi primer. Alasan yang
mendasarinya, sama seperti yang telah mencegah
kemajuan yang berarti sejak konperensi UNCTAD I
12 tahun yang lalu126 –yaitu bahwa pengaturan-
pengaturan sekarang mencerminkan
keseimbaangan kekuatan dan bahwa pengaturan ini
memberikan sedikit peluang kepada dunia ketiga
sebagai satu blok untuk mengubah keseimbangan
kekuatan pada tingkat internasional. Kekuatan
berunding negara-negara dunia ketiga juga
tergantung pada kesatuan kepentingan bersama
yang belum tentu dapat diteruskan. Masing-
masing negara dalam banyak hal telah
memperbaiki kedudukan relatif mereka, dan
sebagai akibatnya cenderung untuk
meningkatkan persekutuan politis mereka dengan
negara-negara kaya. Negara-negara anggota
OPEC dapat diperkirakan akan mengikuti jalan
yang sama.
Namun dalam hal komoditi-komoditi primer ada
peluang untuk inovasi. Sebabnya adalah bahwa
setelah dua dasawarsa ada suatu kecenderungan
untuk kelebihan persediaan, "boom" ekonomi dunia
dari tahun 1972-1973 mengakibatkan kenaikan
harga yang tinggi bagi kebanyakan bahan mentah,
yang memberikan peringatan, yang keras kepada
negara-negara Barat mengenai resiko kekurangan
126
UNCTAD I (Komperensi PBB tentang Perdagangan dan
Pembangunan) diadakan di Jenewa pada tahun 1964.
Ekonomi Internasional
405

atau kelangkaan komoditi-komoditi yang merupakan
masukan127 pokok bagi perekonomian mereka.
Hantu "batas pertumbuhan" yang disebabkan oleh
kelangkaan bahan-bahan mentah dan yang bahkan
lebih mengerikan lagi bagi negara-negara maju
dalam jangka panjang, suatu dunia di mana para
produsen bahari mentah mampu untuk
memaksakan kehendak mereka, menimbulkan per-
tanyaan mengenai asumsi bahvva negara Barat
pada akhirnya akan mendapat keuntungan terus-
menerus dari pasaran "bebas" untuk komoditi-
komoditi ini.
Kepentingan negara-negara konsumen dalam
program komoditi berpangkal pada kesadaran
mereka bahwa pasaran bebas dapat menimbulkan
beberapa kejutan buruk bagi mereka di masa
depan. Amerika Serikat yang untung karena sumber
daya-sumber daya alam yang berlimpah-limpah,
tidak begitu khawatir seperti negara-negara Barat
lainnya dan sebagai pengekspor pangan utama di
dunia, dapat diperkirakan akan menghadapi
"senjata minyak" atau senjata komoditi lain dengan
"senjata pangan". Tetapi seperti juga negara-
negara, dunia ketiga tidak bisa beranggapan bahwa
senjata minyak akan selalu digunakan untuk pihak
mereka, demikian pula banyak negara Barat tidak
dapat mengandalkan dengan pasti pada senjata
pangan Amerika untuk melindungi kemakmuran
mereka di masa depan.
127
Inputs, yaitu sumber daya yang diapakai dalam produksi.
Ekonomi Internasional
406

Oleh karena itu mayoritas konsumen dan
produsen mempunyai kepentingan bersama dalam
pengaturan internasional untuk memperbaiki
kepastian pasaran dan persediaan komoditi-
komoditi primer, bahkan jika hal ini berarti harga-
harga yang lebih tinggi dan kesulitan-kesulitan yang
mungkin timbul mengenai penjualan kelebihan
persediaan dari masing-masing komoditi yang
kadang-kadang terjadi.
Dalam kejadian yang mungkin tidak bakal
terjadi, maka pengaturan tersebut akan merupakan
suatu perubahan besar dalam tatanan dunia.
Banyak negara dunia ketiga dengan sumber-sumber
daya alam akan mampu untuk merencanakan dan
melaksanakan pengembangan jangka panjang
sumber-sumber daya tersebut untuk pasaran yang
bertambah besar dan dengan demikian dapat
menjamin sumber penghasilan ekspor yang
bertambah besar. Hal ini juga dapat mendatangkan
pertumbuhan permintaan yang lebih pesat untuk
barang-barang jadi yang dibiayai dari penghasilan
produsen komoditi primer dan dapat mendatangkan
suatu masa kemakmuran dunia yang baru di mana
banyak negara dunia ketiga dapat ikut serta baik
sebagai pengekspor barang primer, maupun sebagai
pengekspor barang jadi.
Tetapi pemulihan ekonomi dunia seperti ini tidak
akan merombak secara fundamental hubungan
kekuasaan yang ada, ataupun mengubah secara
permanen lembaga-lembaga politik dan ekonomi di
Ekonomi Internasional
407

negara-negara dunia ketiga. Barangkali hal ini akan
berarti suatu lanjutan hubungan ketergantungan, di
mana perusahaan-perusahaan multi-nasional
memegang peranan yang lebih pokok daripada di
masa lampau. Oleh karena hal ini sangat tidak
mungkin bahwa kemakmuran yang lebih tinggi itu
dapat mendatangkan perbaikan yang berarti dalam
tingkat hidup sebagian terbesar penduduk dunia.
Ada beberapa resume penting yang harus terus
diperhatikan dalam serangkaian tuntutan-tuntutan
ad-hoc akhir-akhir ini yang diajukan oleh negara-
negara dunia ketiga meskipun penting tidak
merupakan suatu strategi untuk mencapai
perubahan-perubahan yang fundamental dalam tata
ekonomi internasional. Kemungkinannya adalah
bahwa beberapa perubahan kecil akan diadakan se-
bagai hasil perundingan-perundingan yang diadakan
sekarang, dan bahwa usul-usul tersebut tidak akan
mempunyai efek yang besar terhadap pembagian
kekuasaan dan kekayaan di antara bangsa-bangsa,
bahkan jika beberapa usul lain dari dunia ketiga
diterima.
Perubahan-perubahan besar dalam tatanan
dunia barangkali hanya dapat terjadi sebagai hasil
putusnya persekutuan antara negara-negara Barat
yang kaya, jika negara-negara dunia ketiga dalam
jangka panjang mampu untuk memperkuat
kedudukan mereka melalui perubahan sosial dan
politik yang radikal di dalam negeri Dan
pembangunan ekonomi yang lebih berdikari. Jika
Ekonomi Internasional
408

tatanan dunia dibiarkan tidak diperbaharui secara
luas, yang mungkin terjadi maka negara-negara
dunia ketiga yang terkaya, termasuk banyak negara
anggota OPEC, dapat diperkirakan lambat-laun akan
bergabung dengan negara Barat untuk menunjang
pengaturan-pengaturan keuangan dan perdagangan
yang ada yang menguntungkan mereka, sedangkan
negara-negara yang lebih miskin tidak dapat
mengharapkan perbaikan-perbaikan besar dalam
kekuatan berunding mereka atau dalam prospek
mereka mengenai pembangunan ekonomi dan sosial
dunia Internasional.


Ekonomi Internasional
409

Lampiran 1

Kovenan Internasional
Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya

Ditetapkan oleh Resolusi Majelis Umum 2200 A
(XXI)
tertanggal 16 Desember 1966, dan terbuka untuk
penandatangan,
ratifikasi, dan aksesi

MUKADIMAH

Negara-Negara Pihak dalam Kovenan ini,

Menimbang bahwa sesuai dengan asas-asas yang
diproklamasikan dalam Piagam Perserikatan Bangsa-
Bangsa, pengakuan terhadap martabat yang melekat dan
hak-hak yang sama dan tidak terpisahkan dari semua
anggota keluarga manusia merupakan landasan dari
kebebasan, keadilan dan perdamaian di dunia,

Mengakui bahwa hak-hak ini berasal dari martabat yang
melekat pada manusia,

Mengakui bahwa sesuai dengan Deklarasi Universal Hak
Asasi Manusia, keadaan ideal dari manusia yang bebas
dari penikmatan kebebasan dari ketakutan dan
kemelaratan, hanya dapat dicapai apabila diciptakan
kondisi di mana semua orang dapat menikmati hak-hak
ekonomi, sosial dan budayanya, juga hak-hak sipil dan
politiknya.

Menimbang kewajiban Negara-Negara dalam Perserikatan
Bangsa-Bangsa untuk memajukan penghormatan dan
Ekonomi Internasional
410

pentaatan secara universal pada hak-hak asasi manusia
dan kebebasan.

Menyadari bahwa individu, yang mempunyai kewajiban
terhadap individu lainnya dan pada masyarakat di mana
ia berada, berkewajiban untuk mengupayakan kemajuan
dan pentaatan dari hak-hak yang diakui dalam Kovenan
ini,

Menyetujui pasal-pasal berikut:

BAGIAN I

Pasal 1
1. Semua bangsa mempunyai hak untuk menentukan
nasib sendiri. Berdasarkan hak tersebut mereka dapat
secara bebas menentukan status politik mereka dan
secara bebas mengejar kemajuan ekonomi, sosial dan
budaya mereka.
2. Semua bangsa, uuntuk tujuan-tujuan mereka sendiri,
dapat secara bebas mengelola kekayaan dan sumber
daya alam mereka tanpa mengurangi kewajiban-
kewajiban yang timbul dari kerjasama ekonomi
internasional berdasarkan asas saling menguntungkan
dan hukum internasional. Dalam hal apapun tidak
dibenarkan untuk merampas hak-hak suatu bangsa
atas sumber-sumber penghidupannya sendiri.
3. Negara Pihak dalam Kovenan ini, termasuk mereka
yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan
Wilayah Tanpa Pemerintahan dan Wilayah Perwalian,
harus memajukan perwujudan hak untuk menentukan
nasib sendiri, dan harus menghormati hak tersebut
sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Piagam
Perserikatan Bangsa-Bangsa.

BAGIAN II
Ekonomi Internasional
411

Pasal 2
1. Setiap Negara Pihak pada Kovenan ini, berjanji untuk
mengambil langkah-langkah, baik secara individual
maupun melalui bantuan dan kerjasama internasional,
khususnya dibidang ekonomi dan teknis sepanjang
tersedia sumber dayanya, untuk secara progresif
mencapai perwujudan penuh dari hak-hak yang diakui
oleh Kovenan ini dengan cara-cara yang sesuai,
termasuk denagn pengambilan langkah-langkah
legislatif.
2. Negara Pihak pada kovenan ini berjanji untuk
menjamin bahwa hak-hak yang diatur dalam Kovenan
ini akan dilaksanakan tanpa diskriminasi apapun
sepertii ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa,
agama, politik atau pendapat lainnya, asal-usul
kebangsaan atau sosial, kekayaan, kelahiran atau
status lainnya.
3. Negara-negara berkembang, dengan memperhatikan
hak asasi manusia dan perekonomian nasionalnya,
dapat menentukan sampai seberapa jauh mereka
dapat menjamin hak-hak ekonomi yang diakui dalam
Kovenan ini kepada warga negara asing.

Pasal 3
Negara Pihak pada Kovenan ini berjanji untuk menjamin
hak yang sama antara laki-laki dan perempuan untuk
menikmati semua hak-hak ekonomi, sosial dan budaya
yang tercantum dalam Kovenan ini.

Pasal 4
Negara Pihak pada Kovenan ini mengakui bahwa dalam
hal pemenuhan hak-hak yang dijamin oleh Negara sesuai
dengan Kovenan ini, Negara hanya dapat mengenakan
pembatasan hak-hak tersebut sesuai dengan ketentuan
hukum, sepanjang hal ini sesuai dengan sifat hak-hak
tersebut, dan semata-mata dilakukan untuk
meningkatkan kesejahteraan umum dalam suatu
masyarakat demokratis.
Ekonomi Internasional
412

Pasal 5
1. Tidak ada satu hal pun dalam Kovenan ini yang dapat
ditafsirkan sebagai memberikan hak kepada suatu
Negara, perorangan atau kelompok, untuk terlibat
dalam suatu kegiatan atau melaksanakan tindakan
apapun, yang bertujuan untuk menghancurkan hak-
hak dan kebebasan-kebebasan yang diakui dalam
Kovenan ini, atau untuk membatasi hak-hak tersebut
dalam tingkat yang lebih besar daripada yang
diperbolehkan dalam Kovenan ini.
2. Tidak satupun pembatasan atau pengurangan hak
asasi manusia yang mendasar yang diakui atau
berada di negara manapun berdasarkan kekuatan
hukum, konvensi, peraturan atau kebiasaan, akan
dapat diterima, dengan alasan bahwa Kovenan ini
tidak mengakui hak-hak tersebut, atauu mengakuinya
pada tingkat yang lebih rendah.

BAGIAN III

Pasal 6
1. Negara Pihak dari Kovenan ini mengakui hak atas
pekerjaan, termasuk hak semua orang atas
kesempatan untuk mencari nafkah melalui pekerjaan
yang dipilih atau diterimanya secara bebas, dan akan
mengambil langkah-langkah yang memadai guna
melindungi hak ini.
2. Langkah-langkah yang akan diambil oleh Negara
Pihak pada Kovenan ini untuk mencapai perwujudan
hak ini sepenuhnya, harus meliputi juga bimbingan
teknis dan kejuruan serrta program-program
pelatihan, kebijakan, dan teknik-teknik untuk
mencapai perkembangan ekonomi, sosial dan budaya
yang mantap serta lapangan kerja yang penuh dan
produktif, dengan kondisi-kondisi yang menjamin
kebebasan politik dan ekonomi yang mendasar bagi
perorangan.
Ekonomi Internasional
413

Pasal 7
Negara Pihak pada Kovenan ini mengakui hak setiap
orang untuk menikmati kondisi kerja yang adil dan
menguntungkan, dan khususnya menjamin:
(a) Bayaran yang memberikan semua pekerja, sekurang-
kurangnya :
1. Upah yang adil dan imbalan yang sesuai dengan
pekerjaan yang senilai tanpa pembedaan dalam
bentuk apapun, khususnya bagi perempuan yang
harus dijamin kondisi kerja yang tidak lebih rendah
daripada yang dinikmati laki-laki dengan upah yang
sama untuk pekerjaan yang sama.
2. Kehidupan yang layak bagi mereka dan keluarga
mereka, sesuai dengan ketentuan-ketentuan Kovenan
ini;
(b) Kondisi kerja yang aman dan sehat;
(c) Kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk
dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi, tanpa
didasari pertimbangan apapun selain senioritas dan
kemampuan.
(d) Istirahat, liburan dan pembatasan jam kerja yang
wajar, dan liburan berkala dengan gaji maupun
imbalan-imbalan lain pada hari libur umum.

Pasal 8
1. Negara Pihak pada Kovenan ini berjanji untuk
menjamin:
a) Hak setiap orang untuk membentuk serikat
pekerja dan bergabung dalam serikat pekerja
pilihannya sendiri, berdasarkan peraturan
organisasi yang bersangkutan, demi memajukan
dan melindungi kepentingan ekonomi dan
sosialnya. Pembatasan dalam pelaksanaan hak ini
tidak diperbolehkan kecuali yang ditentukan
hukum, dan yang diperlukan dalam suatu
masyarakat demokratis demi kepentingan
keamanan nasional atau ketertiban umum, atau
Ekonomi Internasional
414

untuk perlindungan hak -hak dan kebebasan-
kebebasan orang lain;
b) Hak setiap pekerja untuk membentuk federasi-
federasi atau konfederasi-konfederasi nasional dan
hak konfederasi nasional untuk membentuk atau
bergabung dengan organisasi serikat pekerja
internasional;
c) Hak serikat pekerja untuk bertindak secara bebas,
yang tidak dapat dikenai pembatasan-pembatasan
apapun selain yang ditentukan oleh hukum, dan
yang diperlukan dalam suatu masyarakat
demokratis untuk kepentingan keamanan nasional
atau ketertiban umum, atau untuk perlindungan
hak-hak dan kebebasan-kebebasan orang lain;
d) Hak untuk melakukan pemogokan, asalkan
pelaksanaannya sesuai dengan hukum negara
yang bersangkutan;
2. Pasal ini tidak menghalangi dikenakannya
pembatasan-pembatasan yang sah dalam
pelaksanaan hak-hak tersebut di atas, oleh anggota-
anggota angkatan bersenjata atau kepolisian atau
penyelenggara suatu Negara.
3. Tidak ada satupun dalam Pasal ini yang memberi
kewenangan pada Negara-Negara Pihak dalam
"Konvensi Internasional Organisasi Perburuhan
Internasional tahun 1948 tentang Kebebasan
Berserikat dan Perlindungan Hak Berserikat" untuk
mengambil langkah legislatif atau menerapkan hukum
apapun sedemikian rupa yang akan mengurangi
jaminan-jaminan yang telah diberikan Konvensi itu.

Pasal 9
Negara Pihak dalam Kovenan ini mengakui hak setiap
orang atas jaminan sosial, termasuk asuransi sosial.

Pasal 10
Negara Pihak pada Kovenan ini mengakui bahwa:
Ekonomi Internasional
415

1. Perlindungan atas bantuan seluas mungkin harus
diberikan kepada keluarga yang merupakan kelompok
alamiah dan mendasar dari satuan masyarakat,
terutama terhadap pembentukannya, dan sementara
itu keluarga bertanggung jawab atas perawatan dan
pendidikan anak-anak yang masih dalam tanggungan.
Perkawinan harus dilangsungkan berdasarkan
persetujuan yang sukarela dari calon mempelai.
2. Perlindungan khusus harus diberikan kepada para ibu
selama jangka waktu yang wajar sebelum dan
sesudah melahirkan. Selama jangka waktu itu para
ibu yang bekerja harus diberrikan cuti dengan gaji
atau cuti dengan jaminan sosial yang memadai.
3. Langkah-langkah khusus untuk perlindungan dan
bantuan harus diberikan untuk kepentingan semua
anak dan remaja, tanpa diskriminasi apapun
berdasarkan keturunan atau keadaan-keadaan lain.
Anak-anak dan remaja harus dilindungi dari
eksploitasi ekonomi dan sosial. Pemanfaatan mereka
dalam pekerjaan yang merrugikan moral atau
kesehatan, atauu yang membahayakan kehidupan
mereka, atau yang sangat mungkin menghambat
perkembangan mereka secara wajar, harus dikenai
sanksi hukum. Negara-negara juga harus menetapkan
batas umur di mana mempekerjakan anak di bawah
umur tersebut dengan imbalan, harus dilarang dan
dikenai sanksi hukum.
Ekonomi Internasional
416

Pasal 11
1. Negara Pihak pada Kovenan ini mengakui hak
setiap orang atas standar kehidupan yang layak
baginya dan keluarganya, termasuk pangan, sandang
dan perumahan, dan atas perbaikan kondisi hidup
terus menerus. Negara Pihak akan mengambil
langkah-langkah yang memadai untuk menjamin
perwujudan hak ini dengan mengakui arti penting
kerjasama internasional yang berdasarkan
kesepakatan sukarela.
2. Negara Pihak pada Kovenan ini, dengan mengakui hak
mendasar dari setiap orang untuk bebas dari
kelaparan, baik secara individual maupun melalui
kerjasama internasional, harus mengambil langkah-
langkah termasuk program-program khusus yang
diperlukan untuk;
a) Meningkatkan cara-cara produksi, konservasi
dan distribusi pangan, dengan sepenuhnya
memanfaatkan pengetahuan teknik dan ilmu
pengetahuan, melalui penyebarluasan
pengetahuan tentang asas-asas ilmu gizi, dan
dengan mengembangkan atau memperbaiki
sistem pertanian sedemikian rupa, sehingga
mencapai suatu perkembangan dan pemanfaatan
sumber daya alam yang efisien;
b) Memastikan distribusi pasokan pangan dunia yang
adil yang sesuai kebutuhan, dengan
memperhitungkan masalah-masalah Negara-
negara pengimpor dan pengekspor pangan.

Pasal 12
1. Negara Pihak dalam Kovenan ini mengakui hak
setiap orang untuk menikmati standar tertinggi yang
dapat dicapai atas kesehatan fisik dan mental.
2. Langkah-langkah yang akan diambil oleh Negara
Pihak pada Kovenan ini guna mencapai perwujudan
Ekonomi Internasional
417

hak ini sepenuhnya, harus meliputi hal-hal yang
diperlukan untuk mengupayakan:
a) Ketentuan-ketentuan untuk pengurangan
tingkat kelahiran-mati dan kematian anak serta
perkembangan anak yang sehat;
b) Perbaikan semua aspek kesehatan lingkungan dan
industri;
c) Pencegahan, pengobatan dan pengendalian segala
penyakit menular, endemik, penyakit lainnya yang
berhubungan dengan pekerjaan;
d) Penciptaan kondisi-kondisi yang akan menjamin
semua pelayanan dan perhatian medis dalam hal
sakitnya seseorang.

Pasal 13
1. Negara-negara Pihak pada Kovenan ini mengakui
hak setiap orang atas pendidikan. Mereka menyetujui
bahwa pendidikan harus diarahkan pada
perkembangan kepribadian manusia seutuhnya dan
kesadaran akan harga dirinya, dan memperkuat
penghormatan atas hak-hak asasi dan kebebasan
manusia yang mendasar. Mereka selanjutnya setuju
bahwa pendidikan harus memungkinkan semua orang
untuk berpartisipasi secara efektif dalam suatu
masyarakat yang bebas, meningkatkan rasa
pengertian, toleransi serta persahabatan antar semua
bangsa dan semua kelompok, ras, etnis atau agama,
dan lebih memajukan kegiatan-kegiatan Perserikatan
Bangsa-Bangsa untuk memelihara perdamaian.
2. Negara Pihak dalam Kovenan ini mengakui bahwa
untuk mengupayakan hak tersebut secara penuh:
a) Pendidikan dasar harus diwajibkan dan
tersedia secara cuma-cuma bagi semua orang;
b) Pendidikan lanjutan dalam berbagai
bentuknya, termasuk pendidikan teknik dan
kejuruan tingkat lanjutan pada umumnya, harus
tersedia dan terbuka bagi semua orang dengan
Ekonomi Internasional
418

segala cara yang layak, dan khususnya melalui
pengadaan pendidikan cuma-cuma secara
bertahap;
c) Pendidikan tinggi juga harus tersedia bagi
semua orang secara merata atas dasar
kemampuan, dengan segala cara yang layak,
khususnya melalui pengadaan pendidikan cuma-
cuma secara bertahap;
d) Pendidikan mendasar harus sedapat
mungkin didorong atau ditingkatkan bagi orang-
orang yang belum mendapatkan atau belum
menyelesaikan pendidikan dasar mereka;
e) Pengembangan suatu sistem sekolah pada
semua tingkatan harus secara aktif diupayakan,
suatu sistem beasiswa yang memadai harus
dibentuk dan kondisi-kondisi materiil staf pengajar
harus terus menerus diperbaiki.
3. Negara Pihak pada Kovenan ini berjanji untuk
menghormati kebebasan orang tua dan wali yang sah,
bila ada, untuk memilih sekolah bagi anak-anak
mereka selain yang didirikan oleh lembaga
pemerintah, sepanjang memenuhi standar minimal
pendidkan sebagaimana ditetapkan atau disetujui
oleh negara yang bersangkutan, dan untuk
memastikan bahwa pendidikan agama dan moral
anak-anak mereka sesuai dengan keyakinan mereka.
4. Tidak satupun ketentuan dalam Pasal ini yang dapat
ditafsirkan sebagai pembenaran untuk mencampuri
kebebasan individu dan badan-badan untuk
mendirikan dan mengurus lembaga-lembaga
pendidikan sepanjang prinsip-prinsip yang
dikemukakan ayat 1 Pasal ini selalu diindahkan, dan
dengan syarat bahwa pendidikan yang diberikan
dalam lembaga-lembaga itu memenuhi standar
minimum yang ditetapkan oleh Negara.
Ekonomi Internasional
419

Pasal 14
Setiap Negara Pihak pada Kovenan ini yang pada saat
menjadi Pihak belum mampu menyelenggarakan wajib
belajar tingkat dasar secara cuma-cuma di wilayah
perkotaan atau wilayah lain di bawah yurisdiksinya, harus
berusaha dalam jangka waktu dua tahun, untuk
menyusun dan menetapkan rencana kegiatan rinci untuk
diterapkan secara progresif, dan dalam beberapa tahun
yang layak harus melaksanakan prinsip wajib belajar
dengan cuma-cuma bagi semua orang, yang harus
dimasukkan dalam rencana kegiatan tersebut.

Pasal 15
1. Negara-negara Pihak pada Kovenan ini mengakui
hak setiap orang:
a) Untuk berpartisipasi dalam kehidupan budaya;
b) Untuk menikmati manfaat dari kemajuan
ilmu pengetahuan dan penerapannya;
c) Untuk memperoleh manfaat dari perlindungan
atas kepentingan moral dan material yang timbul
dari karya ilmiah, sastra atau seni yang telah
diciptakannya.
2. Langkah-langkah yang harus diambil oleh Negara
Pihak pada Kovenan ini untuk mencapai perwujudan
sepenuhnya dari hak ini, harus meliputi pula langkah-
langkah yang diperlukan guna melestarikan,
mengembangkan dan menyebarkan ilmu
pengetahuan dan kebudayaan.
3. Negara Pihak pada Kovenan ini berjanji untuk
menghormati kebebasan yang mutlak diperlukan
untuk penelitian ilmiah dan kegiatan yang kreatif.
4. Negara Pihak pada Kovenan ini mengakui manfaat
yang akan diperoleh dari pemajuan dan
pengembangan hubungan dan kerjasama
internasional di bidang ilmu pengetahuan dan
kebudayaan.
Ekonomi Internasional
420

BAGIAN IV

Pasal 16
1. Negara Pihak pada Kovenan ini berjanji, sesuai
dengan bagian dari Kovenan ini, untuk menyampaikan
laporan mengenai langkah-langkah yang telah
diambil, dan kemajuan yang telah dicapai dalam
pematuhan hak-hak yang diakui dalam Kovenan ini.
a) Semua laporan harus disampaikan pada Sekretaris
Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa yang akan
menyampaikan salinan kepada Dewan Ekonomi
dan Sosial, untuk dipertimbangkan sesuai
ketentuan Kovenan ini;
b) Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa
juga harus menyampaikan salinan laporan atau
bagian laporan yang relevan dari Negara-negara
Pihak kovenan ini yang juga adalah anggota dari
Badan Khusus, kepada Badan-Badan Khusus
tersebut sepanjang laporan-laporan tersebut atau
bagian darinya berhubungan dengan masalah-
masalah yang menjadi kewenangan dari Badan
Khusus tersebut sesuai dengan instrumen
konstitusinya.

Pasal 17
1. Negara Pihak pada Kovenan ini harus memberikan
laporan mereka secara bertahap, sesuai dengan
program yang ditetapkan oleh Dewan Ekonomi dan
Sosial dalam jangka waktu satu tahun sejak Kovenan
ini mulai berlaku, setelah berkonsultasi dengan
Negara Pihak dan Badan Khusus yang bersangkutan.
2. Laporan demikian dapat menunjukkan faktor-faktor
dan kesulitan-kesulitan yang mempengaruhi tingkat
pemenuhan kewajiban-kewajiban dalam Kovenan ini.
3. Apabila sebelumnya telah diberikan informasi yang
relevan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa atau
pada suatu Badan Khusus oleh Negara Pihak pada
Kovenan ini, maka informasi tersebut tidak lagi perrlu
Ekonomi Internasional
421

diberikan, tetapi cukup dengan merujuk secara jelas
pada informasi yang pernah diberikannya tersebut.

Pasal 18
Sesuai dengan tanggung jawabnya menurut Piagam
Perserikatan Bangsa-Bangsa di bidang hak-hak asasi dan
kebebasan manusia yang mendasar, Dewan Ekonomi dan
Sosial bersama-sama dengan Badan-badan Khusus dapat
menyusun laporan tentang kemajuan yang dicapai dalam
mematuhi ketentuan-ketentuan dalam Kovenan ini dalam
hal-hal yang termasuk dalam ruang lingkup kegiatan
mereka. Laporan-laporan ini dapat mencakup hal-hal
khusus dari keputusan dan rekomendasi terhadap
penerapan tersebut yang telah disetujui oleh organ-organ
yang berwenang.

Pasal 19
Dewan Ekonomi dan Sosial dapat menyampaikan pada
Komisi Hak Asasi Manusia, laporan-laporan mengenai hak
asasi manusia yang disampaikan oleh Negara-negara
Pihak sesuai dengan Pasal 16 dan 17, dan laporan-
laporan mengenai hak asasi manusia yang disampaikan
oleh Badan-Badan Khusus sesuai dengan Pasal 18, untuk
dipelajari dan diberikan rekomendasi umum, atau
sekedar untuk informasi belaka.

Pasal 20
Negara Pihak pada Kovenan ini dan Badan-badan Khusus
yang terkait, dapat menyampaikan tanggapan-tanggapan
kepada Dewan Ekonomi dan Sosial tentang rekomendasi
sesuai dengan Pasal 19, atau mengenai rujukan terhadap
rekomendasi umum tersebut, dalam setiap laporan
Komisi Hak Asasi Manusia atau dokumen yang dirujuk di
dalamnya.

Pasal 21
Dewan Ekonomi dan Sosial dari waktu ke waktu dapat
menyampaikan kepada Majelis Umum Perserikatan
Ekonomi Internasional
422

bangsa-bangsa, dan ringkasan dari informasi yang
diterima dari Negara Pihak pada Kovenan ini dan Badan-
Badan Khusus, tentang langkah-langkah yang telah
diambil dan kemajuan yang dibuat yang telah dicapai
dalam mematuhi hak-hak yang diakui dalam Kovenan ini.

Pasal 22
Dewan Ekonomi dan Sosial dapat meminta perhatian
badan-bandan Perserikatan Bangsa-Bangsa lainnya,
badan perlengkapan dan Badan-badan Khusus yang
bersangkutan untuk memberikan bantuan teknis, tentang
hal-hal yang timbul dari laporan-laporan yang diatur
dalam bagian ini, yang dapat membantu badan-badan
tersebut dalam memutuskan kelayakan langkah-langkah
internasional yang dapat mendukung penerapan Kovenan
ini secara bertahap dan efektif, sesuai dengan
kewenangannya masing-masing.

Pasal 23
Negara Pihak pada Kovenan ini setuju bahwa tindakan
internasional untuk pemenuhan hak-hak yang diakui
dalam Kovenan ini mencakup metode-metode seperti
penandatanganan konvensi, penetapan rekomendasi,
pemberian bantuan teknis serta penyelenggaraan
pertemuan-pertemuan regional dan pertemuan teknis
untuk keperluan konsultasi dan pengkajian, yang
dilakukan bersama dengan Pemerintah-pemerintah yang
bersangkutan.

Pasal 24
Tidak ada satu hal pun ketentuan dalam Kovenan ini
dapat ditafsirkan sedemikian rupa sehingga mengurangi
ketentuan dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa
dan konstitusi dari Badan-badan Khusus yang
menetapkan atas tanggung jawab masing-masing badan
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Badan Khususnya,
berkenaan dengan masalah-masalah yang diatur dalam
Kovenan ini.
Ekonomi Internasional
423

Pasal 25
Tidak ada satu hal pun dalam Kovenan ini yang dapat
ditafsirkan sehingga mengurang hak-hak yang melekat
dari semua bangsa untuk menikmati dan memanfaatkan
kekayaan dan sumber daya alam mereka secara bebas
dan penuh.

BAGIAN V

Pasal 26
1. Kovenan ini terbuka untuk ditandatangani oleh
setiap Negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa
atau anggota dari Badan-badan Khususnya, oleh
Negara Pihak pada Statuta Mahkamah Internasional
dan oleh Negara lainnya yang telah diundang oleh
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk
menjadi Pihak pada Kovenan ini.
2. Kovenan ini harus diratifikasi. Semua instrumen
ratifikasi harus diserahkan pada Sekretaris Jenderal
Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk disimpan.
3. Kovenan ini terbuka untuk diaksesi oleh Negara
dengan merujuk pada ayat 1 Pasal ini.
4. Aksesi akan berlaku denagn diserahkannya instrumen
aksesi pada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-
Bangsa untuk disimpan.
5. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa harus
memberitahukan kepada semua Negara yang telah
menandatangani Kovenan ini atau yang telah
melakukan aksesi, mengenai penyimpanan setiap
instrumen ratifikasi atau aksesi.

Pasal 27
1. Kovenan ini mulai berlaku tiga bulan setelah
tanggal diserahkannya instrumen ratifikasi atau
instrumen aksesi yang ketiga puluh lima untuk
Ekonomi Internasional
424

disimpan pada Sekretaris Jenderal Perserikatan
Bangsa-Bangsa.
2. Untuk setiap Negara yang meratifikasi atau
melakukan aksesi atas Kovenan ini setelah
disimpannya instrumen ratifikasi atau aksesi yang
ketiga puluh lima, Kovenan ini akan mulai berlaku tiga
bulan setelah tanggal disimpannya instrumen
ratifikasi atau aksesi tersebut.

Pasal 28
Ketentuan-ketentuan dalam Kovenan ini berlaku bagi
semua bagian dari Negara-negara federal tanpa
pembatasan atau pengecualian.

Pasal 29
1. Negara Pihak pada Kovenan ini dapat
mengusulkan perubahan dan menyampaikannya pada
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sekretaris Jenderal harus memberitahukan setiap
usulan perubahan tersebut kepada semua negara
Pihak, dengan permintaan untuk memberitahukan
padanya apakah mereka setuju diadakan Konferensi
Negara-negara Pihak untuk membahas dan
melakukan pemungutan suara terhadap usulan
tersebut. Dalam hal sekurang-kurangnya sepertiga
dari Negara Pihak menyetujui diadakannya konferensi,
Sekretaris Jenderal akan menyelenggarakan
konferensi dibawah naungan Perserikatan Bangsa-
Bangsa. Perubahan yang ditetapkan oleh mayoritas
Negara Pihak yang hadir dan yang memberikan suara
pada konferensi, harus disampaikan pada Majelis
Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mendapat
persetujuan.
2. Perubahan-perubahan mulai berlaku apabila disetujui
oleh Majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan
diterima oleh dua pertiga mayoritas Negara-negara
Pihak Kovenan ini sesuai dengan prosedur konstitusi
masing-masing.
Ekonomi Internasional
425

3. Apabila perubahan-perubahan telah berlaku, maka
perubahan-perubahan tersebut akan mengikat
Negara-negara Pihak yang telah menerimanya,
sedang negara Pihak lainnya masih tetap terikat pada
ketentuan-ketentuan Kovenan ini dan perubahan-
perubahan terdahulu yang telah mereka terima.

Pasal 30
Tanpa mengindahkan pemberitahuan yang dibuat
menurut Pasal 26 ayat 5, Sekretaris Jenderal Perserikatan
Bangsa-Bangsa harus menyampaikan semua Negara
yang dimaksud dalam ayat 1 dari Pasal tersebut hal-hal
sebagai berikut;
a) Penandatangan, ratifikasi dan aksesi sesuai
dengan Pasal 26;
b) Tanggal mulai berlakunya Kovenan ini sesuai dengan
Pasal 27, dan tanggal mulai berlakunya perubahan-
perubahan sesuai dengan Pasal 29.

Pasal 31
1. Teks Kovenan ini yang dibuat dalam bahasa Cina,
Inggris, Perancis, Rusia dan Spanyol, mempunyai
kekuatan yang sama, akan disimpan pada arsip
Perserikatan Bangsa-Bangsa.
2. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa harus
menyampaikan salinan resmi dari Kovenan ini pada
semua Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal
26.
Ekonomi Internasional
426

Lampiran 2
Kovenan Internasional
Hak-Hak Sipil dan Politik
Ditetapkan oleh Resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI)
Tertanggal 16 Desember 1966, Terbuka untuk
penandatangan, Ratifikasi dan Aksesi

MUKADIMAH
Negara-negara Pihak pada Kovenan ini,

Menimbang, bahwa sesuai dengan prinsip-prinsip yang
diproklamirkan dalam Piagam Perserikatan Bangsa-
Bangsa, pengakuan atas harkat dan martabat serta hak-
hak yang sama dan tak terpisahkan dari seluruh anggota
umat manusia merupakan landasan dari kebebasan,
keadilan dan perdamaian di dunia.

Mengakui, bahwa hak-hak ini berasal dari harkat dan
martabat yang melekat pada setiap manusia.
Mengakui, bahwa sesuai dengan Deklarasi Universal Hak-
Hak Asasi Manusia, cita-cita manusia yang bebas untuk
menikmati kebebasan sipil dan politik dan kebebasan dari
ketakutan dan kemiskinan, hanya dapat dicapai apabila
diciptakan kondisi dimana setiap orang dapat menikmati
hak-hak sipil dan politik dan juga hak-hak ekonomi, sosial
dan budaya.

Menimbang, bahwa berdasarkan Piagam Perserikatan
Bangsa-bangsa Negara-negara wajib untuk memajukan
penghormatan universal dan pentaatan atas hak asasi
dan kebebasan manusia.
Ekonomi Internasional
427

Menyadari, bahwa setiap manusia yang mempunyai
kewajiban pada manusia lainnya dan terhadap
masyarakat di mana ia menjadi bagian, bertanggung
jawab untuk memajukan dan mematuhi hak-hak yang
diakui dalam Kovenan ini.

Menyepakati, pasal-pasal berikut ini:

BAGIAN I

Pasal 1
1. Semua bangsa berhak untuk menentukan nasib
sendiri. Berdasarkan hak tersebut mereka bebas
untuk menentukan status politik mereka dan bebas
untuk mengejar kemajuan ekonomi, sosial dan budaya
mereka.
2. Semua bangsa, untuk tujuan-tujuan mereka
sendiri, dapat mengelola kekayaan dan sumber daya
alam mereka tanpa mengurangi kewajiban-kewajiban
yang timbul dari kerjasama ekonomi internasional,
berdasarkan prinsip saling menguntungkan dan
hukum internasional. Dalam hal apapun tidak
dibenarkan untuk merampas hak-hak suatu bangsa
atas sumber-sumber penghidupannya sendiri.
3. Negara Pihak pada Kovenan ini, termasuk mereka
yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan
Wilayah Tanpa Pemerintahan Sendiri dan Wilayah
Perwalian, harus memajukan perwujudan hak untuk
menentukan nasib sendiri, dan harus menghormati
hak tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Piagam
Perserikatan Bangsa-Bangsa.

BAGIAN II

Pasal 2
1. Setiap Negara Pihak pada Kovenan ini berjanji
untuk menghormati dan menjamin hak-hak yang
Ekonomi Internasional
428

diakui dalam Kovenan ini bagi semua orang yang
berada dalam wilayahnya dan tunduk pada wilayah
hukumnya, tanpa pembedaan apapun seperti ras,
warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, politik atau
pendapat lain, asal-usul kebangsaan atau sosial,
kekayaan, kelahiran atau status lainnya.
2. Apabila belum diatur dalam ketentuan perundang-
undangan atau kebijakan lainnya yang ada, setiap
Negara Pihak dalam Kovenan ini berjanji untuk
mengambil langkah-langkah yang diperlukan, sesuai
dengan proses konstitusinya dan dengan ketentuan -
ketentuan dalam Kovenan ini, untuk menetapkan
ketentuan perundang-undangan atau kebijakan lain
yang diperlukan untuk memberlakuka hak-hak yang
diakui dalam Kovenan ini.
3. Setiap Negara Pihak pada Kovenan ini berjanji :
(a) Menjamin bahwa setiap orang yang hak-hak atau
kebebasannya diakui dalam Kovenan ini
dilanggar, akan memperoleh upaya pemulihan
yang efektif, walaupun pelanggaran tersebut
dilakukan oleh orang-orang yang bertindak
dalam kapasitas resmi;
(b) Menjamin, bahwa setiap orang yang menuntut
upaya pemulihan tersebut harus ditentukan hak-
haknya itu oleh lembaga peradilan, administratif,
atau legislatif yang berwenang, atau oleh
lembaga berwenang lainnya yang diatur oleh
sistem hukum Negara tersebut, dan untuk
mengembangkan segala kemungkinan upaya
penyelesaian peradilan;
(c) Menjamin, bahwa lembaga yang berwenang
tersebut akan melaksanakan penyelesaian
demikian apabila dikabulkan.

Pasal 3
Negara Pihak Kovenan ini berjanji untuk menjamin hak-
hak yang sederajat dari laki-laki dan perempuan untuk
Ekonomi Internasional
429

menikmati semua hak sipil dan politik yang diatur dalam
Kovenan ini.

Pasal 4
1. Dalam keadaan darurat yang mengancam
kehidupan bangsa dan keberadaannya, yang telah
diumumkan secara resmi, Negara-negara Pihak
Kovenan ini dapat mengambil langkah-langkah yang
mengurangi2 kewajiban-kewajiban mereka
berdasarkan Kovenan ini, sejauh memang sangat
diperlukan dalam situasi darurat tersebut, sepanjang
langkah-langkah tersebut tidak bertentangan dengan
kewajiban-kewajiban lainnya berdasarkan hukum
internasional dan tidak mengandung diskriminasi
semata-mata berdasarkan atas ras, warna kulit, jenis
kelamin, bahasa, agama atau asal-usul sosial.
2. Pengurangan kewajiban atas pasal-pasal 6, 7, 8 (ayat
1 dan 2), 11, 15, 16 dan 18 sama sekali tidak dapat
dibenarkan berdasarkan ketentuan ini.
3. Setiap Negara Pihak Kovenan ini yang menggunakan
hak untuk melakukan pengurangan tersebut harus
segera memberitahukannya kepada Negara-negara
Pihak lainnya melalui perantaraan Sekretaris Jenderal
Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengenai ketentuan-
ketentuan yang dikuranginya, dan mengenai alasan-
alasan pemberlakuannya. Pemberitahuan lebih lanjut,
harus dilakukan melalui perantara yang sama pada
saat berakhirnya pengurangan tersebut.

Pasal 5
1. Tidak satupun dalam Kovenan ini yang dapat
ditafsirkan sebagai memberi hak pada suatu Negara,
kelompok atau perorangan untuk melakukan kegiatan
yang ditujukan untuk menghancurkan hak-hak dan
kebebasan-kebebasan yang diakui dalam Kovenan ini,
Ekonomi Internasional
430

atau untuk membatasinya lebih daripada yang telah
ditetapkan dalam Kovenan ini.
2. Tidak diperkenankan adanya suatu pembatasan atau
pengurangan hak-hak asasi manusia yang mendasar
diakui atau yang ada di suatu Negara ysng menjadi
pihak dalam Kovenan ini menurut hukum, konvensi,
peraturan atau kebiasaan, dengan alasan bahwa
Kovenan ini tidak mengakui hak-hak tersebut, atau
mengakuinya sebagai hak yang lebih rendah sifatnya.

BAGIAN III

Pasal 6
1. Setiap manusia berhak atas hak untuk hidup yang
melekat pada dirinya. Hak ini wajib dilindungi oleh
hukum. Tidak seorang pun dapat dirampas hak
hidupnya secara sewenang-wenang.
2. Di negara-negara yang belum menghapuskan
hukuman mati, putusan hukuman mati hanya dapat
dijatuhkan terhadap beberapa kejahatan yang paling
serius sesuai dengan hukum yang berlaku pada saat
dilakukannya kejahatan tersebut, dan tidak
bertentangan dengan ketentuan Kovenan dan
Konvensi tentang Pencegahan dan Hukum Kejahatan
Genosida. Hukuman ini hanya dapat dilaksanakan
atas dasar keputusan akhir yang dijatuhkan oleh
suatu pengadilan yang berwenang.
3. Apabila suatu perampasan kehidupan merupakan
kejahatan Genosida, harus difahami, bahwa tidak satu
pun dalam Pasal ini yang memberikan kewenangan
pada Negara yang menjadi Pihak dalam Kovenan ini,
untuk mengurangi kewajiban apapun yang telah
dibebankan oleh ketentuan dalam Konvensi tentang
Pencegahan dan Hukuman bagi Kejahatan Genosida.
4. Setiap orang yang telah dijatuhi hukum mati berhak
untuk memohon pengampunan atau penggantian
hukuman. Amnesti, pengampunan atau penggantian
hukuman mati dapat diberikan dalam semua kasus.
Ekonomi Internasional
431

5. Hukuman mati tidak boleh dijatuhkan atas kejahatan
yang dilakukan oleh seseorang di bawah usia delapan
belas tahun dan tidak boleh dilaksanakan terhadap
perempuan yang tengah mengandung.
6. Tidak ada satu pun dalam Pasal ini yang boleh dipakai
untuk menunda atau mencegah penghapusan
hukuman mati oleh Negara yang menjadi Pihak dalam
Kovenan ini.

Pasal 7
Tidak seorang pun yang dapat dikenakan penyiksaan
atau perlakuan atau hukuman lain yang keji, tidak
manusiawi atau merendahkan martabat. Pada khususnya,
tidak seorang pun dapat dijadikan obyek eksperimen
medis atau ilmiah tanpa persetujuan yang diberikan
secara bebas.

Pasal 8
1. Tidak seorang pun dapat diperbudak; perbudakan
dan perdagangan budak dalam segala bentuknya
harus dilarang;
2. Tidak seorang pun dapat diperhambakan.
3. (a) Tidak seorang pun dapat diwajibkan untuk
melakukan kerja paksa atau kerja wajib;
(b) Ayat 3 (a) tidak boleh menghalangi pelaksanaan
kerja paksa sebagai akibat hukuman yang
dijatuhkan suatu pengadilan yang berwenang, di
negara-negara di mana hukuman dengan kerja
paksa dapat dijatuhkan sebagai hukuman
terhadap kejahatan;
(c) Bagi keperluan ayat ini, pengertian "kerja paksa
atau kerja wajib" tidak boleh mencakup:
i) Setiap pekerjaan atau jasa yang tidak
disebutkan dalam sub ayat (b), yang
biasanya diwajibkan pada orang yang
ditahan atas perrintah yang sah dari
pengadilan, atau pada orang yang tengah
Ekonomi Internasional
432

menjalani pembebasan bersyarat dari
penahanan tersebut;
ii) Setiap kewajiban kemiliteran dan, di negara-
negara yang mangakui adanya keberatan
atas dasar keyakinan seseorang, setiap
kewajiban nasional yang ditetapkan
berdasarkan hukum mengenai keyakinan
tersebut;
iii) Setiap tugas yang dituntut untuk dilakukan
dalam keadaan darurat atau bencana yang
mengancam kehidupan atau kesejahteraan
masyarakat;
iv) Setiap pekerjaan atau jasa yang merupakan
bagian dari kewajiban-kewajiban umum
warga negara.

Pasal 9
1. Setiap orang berhak atas kebebasan dan
keamanan pribadi. Tidak seorang pun dapat ditangkap
atau ditahan secara sewenang-wenang. Tidak seorang
pun dapat dirampas kebebasannya kecuali
berdasarkan alasan-alasan yang sah, sesuai dengan
prosedur yang ditetapkan oleh hukum.
2. Setiap orang yang ditangkap wajib diberitahu pada
saat penangkapannya dan harus sesegera mungkin
diberitahu mengenai tuduhan yang dikenakan
terhadapnya.
3. Setiap orang yang ditahan atau ditahan berdasarkan
tuduhan pidana, wajib segera dihadapkan ke depan
pengadilan atau pejabat lain yang diberi kewenangan
oleh hukum untuk menjalankan kekuasaan peradilan,
dan berhak untuk diadili dalam jangka waktu yang
wajar, atau dibebaskan. Bukan merupakan suatu
ketentuan umum, bahwa orang yang menunggu
diadili harus ditahan, tetapi pembebasan dapat
diberikan atas dasar jaminan untuk hadir pada waktu
sidang, pada setiap tahap pengadilan dan pada
pelaksanaan putusan, apabila diputuskan demikian.
Ekonomi Internasional
433

4. Siapapun yang dirampas kebebasannya dengan cara
penangkapan atau penahanan, berhak untuk
disidangkan di depan pengadilan, yang bertujuan agar
pengadilan tanpa menunda-nunda dapat menentukan
keabsahan penangkapannya, dan memerintahkan
pembebasannya apabila penahanan tidak sah
menurut hukum.
5. Setiap orang yang telah menjadi korban penangkapan
atau penahanan yang tidak sah, berhak untuk
mendapat ganti kerugoan yang harus dilaksanakan.

Pasal 10
1. Setiap orang yang dirampas kebebasannya wajib
diperlakukan secara manusiawi dan dengan
menghormati martabat yang melekat pada diri
manusia.
2. Tersangka, kecuali dalam keadaan-keadaan yang
sangat khusus, harus dipisahkan dari orang yang
telah dipidana, dan diperlakukan secara berbeda
sesuai dengan statusnya sebagai orang yang belum
dipidana;
3. Terdakwa di bawah umur harus dipisahkan dari orang
dewasa dan secepat mungkin segera dihadapkan ke
sidang pengadilan.
4. Sistem pemasyarakatan harus memiliki tujuan utama
memperbaiki dan melakukan rehabilitasi dalam
memperlakukan narapidana. Terpidana di bawah
umur harus dipisahkan dari orang dewasa dan
diperlakukan sesuai dengan usia dan status hukum
mereka.

Pasal 11
Tidak seorang pun dapat dipenjara semata-mata atas
dasar ketidakmampuannya untuk memenuhi suatu
kewajiban yang muncul dari perjanjian.

Pasal 12
Ekonomi Internasional
434

1. Setiap orang yang secara sah berada dalam
wilayah suatu Negara, berhak atas kebebasan untuk
bergerak dan kebebasan untuk memilih tempat
tinggalnya dalam wilayah tersebut.
2. Setiap orang bebas untuk meninggalkan negara mana
pun, termasuk negaranya sendiri.
3. Hak-hak di atas tidak boleh dikenai pembatasan
apapun kecuali pembatasan yang ditentukan oleh
hukum guna melindungi keamanan nasional dan
ketertiban umum, kesehatan atau moral masyarakat,
atau hak-hak dan kebebasan dari orang lain, dan yang
sesuai dengan hak-hak lain yang diakui dalam
Kovenan ini.
4. Tidak seorang pun boleh secara sewenang-wenang
dirampas haknya untuk memasuki negaranya sendiri.

Pasal 13
Seorang asing yang secara sah berada dalam wilayah
suatu negara Pihak dalam Kovenan ini, hanya dapat diusir
dari wilayah tersebut sebagai akibat keputusan yang
diambil berdasarkan hukum, dan kecuali ada alasan-
alasan kuat mengenai keamanan nasional, harus
diberikan kesempatan untuk mengajukan alasan untuk
menolak pengusiran tersebut, dan berhak meminta agar
kasusnya ditinjau kembali dan diwakili untuk tujuan ini
oleh badan yang berwenang atau orang atau orang-orang
yang secara khusus ditunjuk oleh badan yang berwenang.

Pasal 14
1. Semua orang mempunyai kedudukan yang sama
di hadapan pengadilan dan badan peradilan. Dalam
menentukan tuduhan pidana terhadapnya, atau
dalam menentukan segala hak dan kewajibannya
dalam suatu gugatan, setiap orang berhak atas
pemeriksaan yang adil da terbuka untuk umum, oleh
suatu badan peradilan yang berwenang, bebas dan
tidak berpihak dan dibentuk menurut hukum. Media
dan masyarakat dapat dilarang untuk mengikuti
Ekonomi Internasional
435

seluruh atau sebagian sidang karena alasan moral ,
ketertiban umum atau keamanan nasional dalam
suatu masyarakat yang demokratis atau apabila
benar-benar diperlukan menurut pendapat pengadilan
dalam keadaan khusus, dimana publikasi justru akan
merugikan kepentingan keadilan sendiri; namun
setiap keputusan yang diambil dalam perkara pidana
maupun perdata harus diucapkan dalam sidang yang
terbuka, kecuali bilamana kepentingan anak-anak
menentukan sebaliknya, atau apabila persidangan
tersebut berkenaan dengan perselisihan perkawinan
atau perwalian anak-anak.
2. Setiap orang yang dituduh melakukan kejahatan
berhak dianggap tidak bersalah sampai kesalahannya
dibuktikan menurut hukum.
3. Dalam menentukan tindak pidana yang dituduhkan
padanya, setiap orang berhak atas jaminan-jaminan
minimal berikut ini, dalam persamaan yang penuh:
a) Untuk diberitahukan secepatnya dan secara rinci
dalam bahasa yang dapat dimengertinya, tentang
sifat dan alasan tuduhan yang dikenakan
terhadapnya;
b) Untuk diberi waktu dan fasilitas yang memadai
untuk mempersiapkan pembelaan dan
berhubungan dengan pengacara yang dipilihnya
sendiri;
c) Untuk diadili tanpa penundaan yang tidak
semestinya;
d) Untuk diadili dengan kehadirannya, dan untuk
membela diri secara langsung atau melalui
pembela yang dipilihnya sendiri, untuk
diberitahukan tentang hak ini bila ia tidak
mempunyai pembela; dan untuk mendapatkan
bantuan hukum demi kepentigan keadilan, dan
tanpa membayar jika ia tidak memiliki dana yang
cukup untuk membayarnya;
e) Untuk memeriksa atau meminta diperiksanya
saksi-saksi yang memberatkannya dan meminta
Ekonomi Internasional
436

dihadirkan dan diperiksanya saksi-saksi yang
meringankannya, dengan syarat-syarat yang sama
dengan saksi-saksi yang memberatkannya;
f) Untuk mendapatkan bantuan cuma-cuma dari
penerjemah apabila ia tidak mengerti atau tidak
dapat berbicara dalam bahasa yang digunakan di
pengadilan;
g) Untuk tidak dipaksa memberikan kesaksian yang
memberatkan dirinya, atau dipaksa mengaku
bersalah.
4. Dalam kasus orang di bawah umur, prosedur yang
dipakai harus mempertimbangkan usia mereka dan
keinginan untuk meningkatkan rehabilitasi bagi
mereka.
5. Setiap orang yang dijatuhi hukuman berhak atas
peninjauan kembali terhadap keputusannya atau
hukumannya oleh pengadilan yang lebih tinggi, sesuai
dengan hukum.
6. Apabila seseorang telah dijatuhi hukuman dengan
keputusan hukum yang telah mempunyai kekuatan
hukum yang tetap, dan apabila kemudian ternyata
diputuskan sebaliknya atau diampuni berdasarkan
suatu fakta baru, atau fakta yang baru saja ditemukan
menunjukkan secara meyakinkan bahwa telah terjadi
kesalahan dalam penegakan keadilan. Maka orang
yang telah menderita hukuman sebagai akibat dari
keputusan tersebut harus diberi ganti rugi menurut
hukum, kecuali jika dibuktikan bahwa tidak
terungkapnya fakta yang tidak diketahui itu,
sepenuhnya atau untuk sebagian disebabkan karena
dirinya sendiri.
7. Tidak seorang pun dapat diadili atau dihukum kembali
untuk tindak pidana yang pernah dilakukan, untuk
mana ia telah dihukum atau dibebaskan, sesuai
dengan hukum dan hukum acara pidana di masing-
masing negara.

Pasal 15
Ekonomi Internasional
437

1. Tidak seorang pun dapat dinyatakan bersalah atas
suatu tindak pidana karena melakukan atau tidak
melakukan tindakan yang bukan merupakan tindak
pidana pada saat dilakukannya, baik berdasarkan
hukum nasional maupun internasional. Tidak pula
diperbolehkan untuk menjatuhkan hukuman yang
lebih berat daripada hukuman yang berlaku pada saat
tindak pidana tersebut dilakukan. Apabila setelah
dilakukannya suatu tindak pidana muncul ketentuan
yang lebih ringan hukumannya, maka pelaku harus
mendapatkan keuntungan dari ketentuan tersebut.
2. Tidak ada satu hal pun dalam Pasal ini yang dapat
merugikan persidangan dan penghukuman terhadap
seseorang atas tindakan yang dilakukan atau yang
tidak dilakukan, yang pada saat hal itu terjadi masih
merupakan suatu kejahatan menurut asas-asas
hukum yang diakui oleh masyarakat bangsa-bangsa.

Pasal 16
Setiap orang berhak untuk diakui sebagai pribadi di
hadapan hukum di mana pun ia berada.

Pasal 17
1. Tidak boleh seorang pun yang dapat secara
sewenang-wenang atau secara tidak sah dicampuri
masalah-masalah pribadinya, keluarganya, rumah
atau hubungan surat-menyuratnya, atau secara tidak
sah diserang kehormatan dan nama baiknya.
2. Setiap orang berhak atas perlindungan hukum
terhadap campur tangan atau serangan seperti
tersebut di atas.

Pasal 18
1. Setiap orang berhak atas kebebasan berpikir,
keyakinan dan beragama. Hak ini mencakup
kebebasan untuk menetapkan agama atau
kepercayaan atas pilihannya sendiri, dan kebebasan,
Ekonomi Internasional
438

baik secara sendiri maupun bersama-sama dengan
orang lain, baik di tempat umum atau tertutup, untuk
menjalankan agama dan kepercayaannya dalam
kegiatan ibadah, pentaatan, pengamalan, dan
pengajaran.
2. Tidak seorang pun dapat dipaksa sehingga terganggu
kebebasannya untuk menganut atau menetapkan
agama atau kepercayaannya sesuai dengan
pilihannya.
3. Kebebasan menjalankan dan menentukan agama atau
kepercayaan seseorang hanya dapat dibatasi oleh
ketentuan berdasarkan hukum, dan yang diperlukan
untuk melindungi keamanan, ketertiban, kesehatan,
atau moral masyarakat, atau hak-hak dan kebebasan
mendasar orang lain.
4. Negara Pihak dalam Kovenan ini berjanji untuk
menghormati kebebasan orang tua dan apabila
diakui, wali hukum yang sah, untuk memastikan
bahwa pendidikan agama dan moral bagi anak-anak
mereka sesuai dengan keyakinan mereka sendiri.

Pasal 19
1. Setiap orang berhak untuk berpendapat tanpa
campur tangan.
2. Setiap orang berhak atas kebebasan untuk
menyatakan pendapat; hak ini termasuk kebebasan
untuk mencari, menerima dan memberikan informasi
dan pemikiran apapun, terlepas dari pembatasan-
pembatasan secara lisan, tertulis, atau dalam bentuk
cetakan, karya seni atau melalui media lain sesuai
dengan pilihannya.
3. Pelaksanaan hak-hak yang diicantumkan dalam ayat 2
pasal ini menimbulkan kewajiban dan tanggung jawab
khusus. Oleh karenanya dapat dikenai pembatasan
tertentu, tetapi hal ini hanya dapat dilakukan seesuai
dengan hukum dan sepanjang diperlukan untuk:
Ekonomi Internasional
439

a) Menghormati hak atau nama baik orang lain;
b) Melindungi keamanan nasional atau ketertiban
umum atau kesehatan atau moral umum.

Pasal 20
1. Segala propaganda untuk perang harus
dilarang oleh hukum
2. Segala tindakan yang menganjurkan kebencian atas
dasar kebangsaan, ras atau agama yang merupakan
hasutan untuk melakukan diskriminasi, permusuhan
atau kekerasan harus dilarang oleh hukum.

Pasal 21
Hak untuk berkumpul secara damai harus diakui. Tidak
ada pembatasan yang dapat dikenakan terhadap
pelaksanaan hak ini kecuali yang ditentukan sesuai
dengan hukum, dan yang diperlukan dalam suatu
masyarakat demokratis untuk kepentingan keamanan
nasional dan keselamatan publik, atau ketertiban umum,
perlindungan terhadap kesehatan atau moral umum, atau
perlindungan atas hak-hak dan kebebasan-kebebasan
orang lain.
Ekonomi Internasional
440

Pasal 22
1. Setiap orang berhak atas kebebebasan untuk
berserikat dengan orang lain, termasuk hak untuk
membentuk dan bergabung dalam serikat pekerja
untuk melindungi kepentingannya.
2. Tidak diperkenankan untuk membatasi pelaksanaan
hak ini, kecuali yang telah diatur oleh hukum, dan
yang diperlukan dalam masyarakat demokratis untuk
kepentingan keamanan nasional dan keselamatan
publik, ketertiban umum, perlindungan kesehatan dan
moral umum, atau perlindungan atas hak dan
kebebasan dari orang lain. Pasal ini tidak boleh
mencegah diberikannya pembatasan yang sah bagi
anggota angkatan bersenjata dan kepolisian dalam
melaksanakan hak ini.
3. Tidak ada satu hal pun dalam Pasal ini yang
memberikan kewenangan kepada Negara Pihak
Konvensi Organisasi Buruh Internasional tahun 1948
tentang Kebebasan Berserikat dan Perlindungan atas
Hak Berserikat untuk mengambil tindakan legislatif
atau menerapkan hukum sedemikian rupa, sehingga
dapat mengurangi jaminan-jaminan yang diberikan
dalam Konvensi tersebut.

Pasal 23
1. Keluarga adalah kesatuan kelompok masyarakat
yang alamiah serta mendasar dan berhak dilindung
oleh masyarakat dan Negara.
2. Hak laki-laki dan perempuan dalam usia perkawinan
untuk menikah dan membentuk keluarga harus
diakui.
3. Tidak ada satu pun perkawinan yang dapat dilakukan
tanpa persetujuan yang bebas dan penuh dari para
pihak yang hendak menikah.
4. Negara Pihak dalam Kovenan ini harus mengambil
langkah-langkah yang memadai untuk menjamin
persamaan hak dan tanggung jawab pasangan suami
istri tentang perkawinan, Dalam halnya berakhirnya
Ekonomi Internasional
441

perkawinan harus dibuat ketentuan yang diperlukan
untuk melindungi anak-anak.
Ekonomi Internasional
442

Pasal 24
1. Setiap anak berhak untuk mendapat hak atas
langkah-langkah perlindungan karena statusnya
sebagai anak di bawah umur, terhadap keluarga,
masyarakat dan Negara tanpa diskriminasi
berdasarkan ras, warna, jenis kelamin, bahasa,
agama, asal-usul kebangsaan atau sosial, kekayaan
atau kelahiran.
2. Setiap anak harus didaftarkan segera setelah
kelahirannya dan harus memperoleh suatu nama.
3. Setiap anak berhak untuk memperoleh
kewarganegaraan.

Pasal 25
Setiap warga negara harus mempunyai hak dan
kesempatan, tanpa pembedaan apapun sebagaimana
yang dimaksud dalam Pasal 2 dan tanpa pembatasan
yang tidak layak, untuk:
a) Ikut serta dalam pelaksanaan urusan
pemerintahan, baik secara langsung ataupun melalui
wakil-wakil yang dipilih secara bebas;
b) Memilih dan dipilih pada pemilihan umum berkala
yang murni, dan dengan hak pilih yang universal dan
sama, serta dilakukan melalui pemungutan suara
secara rahasia untuk menjamin kebebasan
menyatakan keinginan dari para pemilih;
c) Memperoleh akses pada pelayanan umum di
negaranya atas dasar persamaan dalam arti umum.

Pasal 26
Semua orang berkedudukan sama di hadapan hukum dan
berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa
diskriminasi apapun. Dalam hal ini hukum harus melarang
diskriminasi apapun, dan menjamin perlindungan yang
sama dan efektif bagi semua orang terhadap diskriminasi
atas dasar apapun seperti ras, warna, jenis kelamin,
bahasa, agama, politik atau pendapat lain, asal-usul
Ekonomi Internasional
443

kebangsaan atau sosial, kekayaan, kelahiran atau status
lain.

Pasal 27
Di negara-negara yang memiliki kelompok minoritas
berdasarkan suku bangsa, agama atau bahasa, orang-
orang yang tergolong dalam kelompok minoritas tersebut
tidak boleh diingkari haknya dalam masyarakat, bersama-
sama anggota kelompoknya yang lain, untuk menikmati
budaya mereka sendiri, untuk menjalankan dan
mengamalkan agamanya sendiri, atau menggunakan
bahasa mereka sendiri.

BAGIAN IV

Pasal 28
1. Harus dibentuk Komite Hak Asasi Manusia (dalam
Kovenan ini selanjutnya akan disebut sebagai
Komite). Komite harus terdiri dari delapan belas
anggota dan bertugas melaksanakan fungsi-fungsi
yang diatur di bawah ini.
2. Komite terdiri dari warga negara dari Negara Pihak
dalam Kovenan ini yang harus bermoral tinggi dan
diakui keahliannya di bidang hak-hak asasi manusia,
dengan mempertimbangkan manfaat dari
keikutsertaan sejumlah orang yang berpengalaman di
bidang hukum.
3. Para anggota Komite harus dipilih dan bertugas dalam
kapasitas pribadi mereka.

Pasal 29
1. Anggota Komite harus dipilih dengan pemungutan
suara secara rahasia dari daftar orang-orang yang
memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Pasal
28, dan dicalonkan untuk tujuan itu oleh Negara Pihak
dalam Kovenan ini.
Ekonomi Internasional
444

2. Setiap Negara Pihak dalam Kovenan ini dapat
mencalonkan tidak lebih dari dua orang. Orang-orang
ini merupakan warga negara dari negara yang
mencalonkan.
3. Seseorang dapat dicalonkan kembali.

Pasal 30
1. Pemilihan pertama akan diselenggarakan paling
lambat dari enam bulan setelah tanggal berlakunya
Kovenan ini.
2. Sekurang-kurangnya empat bulan sebelum tanggal
setiap pemilihan Komite, selain dari pemilihan untuk
mengisi kekosongan jabatan telah dinyatakan sesuai
dengan Pasal 34, Sekretaris Jenderal Perserikatan
Bangsa-Bangsa akan mengirimkan undangan tertulis
kepada Negara-negara Pihak dalam Kovenan ini untuk
menyampaikan calon mereka bagi Komite, dalam
waktu tiga bulan.
3. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa akan
menyiapkan daftar nama semua orang yang
dicalonkan berdasarkan abjad, dengan menyebutkan
Negara Pihak yang mencalonkan mereka, dan
menyampaikan daftar tersebut pada Negara-negara
Pihak dalam Kovenan ini, tidak kurang dari satu bulan
sebelum tanggal pemilihan.
4. Pemilihan anggota Komite harus diselenggarakan
pada sidang Negara-negara Pihak dalam Kovenan ini
yang dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan
Bangsa-Bangsa di Markas Besar dari Perserikatan
Bangsa-Bangsa. Pada persidangan tersebut, yang
setidaknya dihadiri oleh dua pertiga Negara-Negara
yang menjadi Pihak dalam Kovenan untuk mencapai
kuorum, orang yang dipilih untuk menjadi anggota
Komite haruslah calon-calon yang memperoleh suara
terbanyak dan merupakan mayoritas mutlak dari
wakil-wakil Negara Pihak yang hadir dan memberikan
suara.
Ekonomi Internasional
445

Pasal 31
1. Komite tidak boleh beranggotakan lebih dari satu
warga negara dari Negara yang sama.
2. Dalam pemilihan Komite, harus dipertimbangkan
pembagian geografis yang merata dalam
keanggotannya dan perwakilan dari berbagai bentuk
kebudayaan dan sistem-sistem hukum yang utama.

Pasal 32
1. Anggota Komite akan dipilih untuk masa jabatan
empat tahun. Mereka dapat dipilih kembali apabila
dicalonkan lagi. Namun demikian, masa jabatan
untuk sembilan anggota-anggota yang segera
setelah pemilihan pertama, nama-nama
kesembilan anggota ini akan dipilih melalui undian
oleh Ketua persidangan sesuai dengan ketentuan
dalam Pasal 30, ayat 4.
2. Pemilihan pada akhir masa jabatan akan
diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Pasal-pasal
sebelumnya dalam bagian ini dari Kovenan ini.

Pasal 33
1. Apabila berdasarkan pendapat bulat dari para
anggota seorang anggota Komite telah berhenti
melaksanakan fungsi-fungsinya berdasarkan suatu
sebab yang lain daripada ketidakhadiran yang bersifat
sementara, Ketua Komite akan memberitahukannya
pada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa,
yang kemudian akan menyatakan bahwa jabatan
anggota tersebut kosong.
2. Dalam hal seorang anggota Komite meninggal dunia
atau mengundurkan diri, maka Ketua harus segera
memberitahukannya kepada Sekretaris Jenderal
Perserikatan Bangsa-Bangsa yang kemudian harus
menyatakan bahwa jabatan tersebut kosong sejak
tanggal meninggalnya atau pada tanggal
pengunduran diri berlaku efektif.
Ekonomi Internasional
446

Pasal 34
1. Apabila suatu kekosongan jabatan telah diyatakan
sesuai dengan Pasal 33, dan apabila masa jabatan
anggota yang digantikan tidak akan berakhir dalam
jangka waktu enam bulan sejak dinyatakan
kekosongan tersebut, Sekretaris Jendral Perserikatan
Bangsa-Bangsa harus memberitahukannya kepada
setiap Negara pihak dalam Kovenan ini yang dalam
jangka waktu dua bulan dapat menyampaikan calon
sesuai dengan Pasal 29 untuk mengisi kekosongan
tersebut.
2. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa akan
menyiapkan daftar menurut abjad yang memuat
nama orang-orang yang dicalonkan dan akan
menyampaikannya kepada Negara Pihak dalam
Kovenan ini. Pemilihan untuk mengisi kekosongan
akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan terkait
dalam bagian ini dari Kovenan ini.
3. Seorang anggota Komite yang telah dipilih untuk
mengisi kekosongan yang telah dinyatakan sesuai
dengan Pasal 33 akan menduduki jabatan itu selama
sisa masa jabatan anggota yang telah mengosongkan
kursi pada Komite sesuai dengan ketentuan dalam
Pasal tersebut.

Pasal 35
Para anggota Komite, dengan persetujuan Majelis Umum
Perserikatan Bangsa-Bangsa akan menerima honorarium
dari sumber-sumber Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan
syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diputuskan
oleh Majelis Umum, dengan mempertimbangkan
pentingnya tanggung jawab Komite.

Pasal 36
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa akan
menyediakan staf dan fasilitas yang dibutuhkan agar
Komite dapat melaksanakan fungsinya secara efektif.
Ekonomi Internasional
447

Pasal 37
1. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa
akan menyelenggarakan persidangan pertama Komite
di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa.
2. Setelah persidangan pertama, Komite akan
mengadakan pertemuan pada waktu-waktu yang
ditentukan dalam peraturan tata kerjanya.
3. Komite umumnya akan mengadakan pertemuan di
Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa atau di
Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa.

Pasal 38
Setiap anggota Komite sebelum memulai tugasnya harus
membuat pernyataan dalam Komite terbuka bahwa ia
akan melaksanakan tugasnya tanpa memihak dan
dengan seksama.

Pasal 39
1. Komite akan memilih pejabat-pejabatnya untuk
masa jabatan dua tahun. Mereka dapat dipilih
kembali.
2. Komite akan membuat peraturan tata kerjanya
sendiri, akan tetapi peraturan itu harus menetapkan
antara lain bahwa:
a. Dua belas anggotanya merupakan kuorum;
b. Keputusan-keputusan Komite harus dibuat
berdasarkan suara terbanyak dari anggota yang
hadir.

Pasal 40
1. Negara-negara Pihak dalam Kovenan ini berjanji
untuk menyampaikan laporan tentang langkah-
langkah yang telah mereka ambil dalam
memberlakukan hak-hak yang diakui dalam Kovenan
ini dan mengenai perkembangan yang telah dicapai
dalam pemenuhan hak-hak tersebut :
Ekonomi Internasional
448

a) Dalam waktu satu tahun sejak berlakunya
Kovenan ini untuk Negara Pihak yang
bersangkutan.
b) Setelah itu, apabila diminta.
2. Semua laporan harus disampaikan pada Sekretaris
Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang akan
meneruskannya pada Komite untuk dipertimbangkan.
Laporan-laporan tersebut harus menyebutkan faktor-
faktor dan kesulitan-kesulitan, apabila ada yang
mempengaruhi penerapan Kovenan ini.
3. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa,
setelah berkonsultasi dengan Komite, dapat
meneruskan kepada badan-badan khusus yang
terkait, salinan dari bagian-bagian setiap laporan yang
dianggap masuk dalam kewenangan badan khusus
tersebut.
4. Komite akan mempelajari laporan-laporan yang
disampaikan oleh Negara-negara Pihak dalam
Kovenan ini. Komite akan meneruskan laporan-
laporannya beserta komentar umum apabila
dipandang perlu, kepada Negara-negara Pihak.
Komite dapat juga menyampaikan komentar-
komentar tersebut bersama dengan salinan laporan-
laporan yang diterima Komite dari Negara Pihak
Kovenan ini, kepada Dewan Ekonomi dan Sosial.
5. Negara Pihak dalam Kovenan ini dapat
menyampaikan pengamatan terhadap komentar
apapun yang dibuat sesuai dengan ayat 4 dari Pasal
ini kepada Komite.

Pasal 41
1. Suatu Negara Pihak dalam Kovenan ini, sewaktu-
waktu dapat menyatakan, berdasarkan pasal ini,
bahwa ia mengakui kewenangan Komite untuk
menerima dan membahas komunikasi yang
berhubungan dengan tuntutan suatu Negara Pihak
yang menyatakan bahwa Negara Pihak lainnya tidak
memenuhi kewajibannya berdasarkan Kovenan ini.
Ekonomi Internasional
449

Komunikasi yang dimaksud dalam Pasal ini hanya
dapat diterima dan dibahas apabila disampaikan oleh
Negara Pihak yang telah menyatakan bahwa dirinya
tunduk pada kewenangan Komite. Tidak satupun
komunikasi akan diterima oleh Komite apabila hal
tersebut berhubungan dengan Negara Pihak yang
belum membuat perrnyataan. Komunikasi yang
diterima berdasarkan Pasal ini akan ditangani sesuai
dengan prosedur sebagai berikut;
a) Apabila Negara Pihak dalam Kovenan ini
beranggapan bahwa Negara Pihak lain tidak
melaksanakan ketentuan-ketentuan Kovenan ini,
ia dapat secara tertulis meminta perhatian
tentang hal ini kepada Negara pihak yang
berkepentingan. Dalam waktu tiga bulan setelah
menerima komunikasi, Negara yang menerima
harus menyampaikan keterangan atau pernyataan
tertulis lainnya kepada Negara Pengirim, yang
menjelaskan masalah tersebut, penjelasan mana
harus mencakup, sepanjang dimungkinkan dan
sesuai, rujukan prosedur domestik dan
penyelesaian yang telah dan akan ditempuh, atau
tersedia tentang masalah tersebut.
b) Apabila masalah tersebut tidak dapat diselesaikan
secara memuaskan bagi kedua Negara Pihak
dalam jangka waktu enam bulan setelah
penerimaan oleh Negara yang menerima
komunikasi awal, maka masing-masing Negara
berhak untuk mengajukan masalah itu tersebut
kepada Komite, dengan memberitahukan kepada
Komite dan Negara Pihak lainnya.
c) Komite hanya akan menangani masalah yang
diajukan kepadanya setelah ia memastikan,
bahwa semua penyelesaian domestik yang ada
telah ditempuh dalam menangani masalah ini,
sesuai dengan asas-asas hukum internasional
yang diakui. Ketentuan ini tidak berlaku apabila
Ekonomi Internasional
450

pelaksanaan upaya penyelesaian telah diulur-ulur
secara tidak wajar.
d) Komite akan menyelenggarakan sidang tertutup
ketika memeriksa komunikasi-komunikasi
berdasarkan Pasal ini.
e) Dengan mengingat ketentuan pada sub ayat (c),
Komite akan menyediakan jasa-jasa baiknya pada
Negara Pihak yang bersangkutan, dengan maksud
agar ada penyelesaian yang bersahabat tentang
masalah ini, berdasarkan penghormatan terhadap
hak asasi manusia dan kebebasan yang mendasar
sebagaimana diakui pada Kovenan ini.
f) Dalam setiap masalah yang diajukan padanya,
Komite dapat meminta Negara Pihak yang
bersangkutan sebagaimana dimaksud dalam sub
ayat (b), untuk memberikan keterangan yang
relevan.
g) Negara pihak yang bersangkutan, sebagaimana
dimaksud dalam sub ayat (b), berhak untuk
diwakili apabila masalahnya dibahas di Komite,
dan untuk menyampaikan hal tersebut baik secara
tertulis maupun lisan.
h) Dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal
diterimanya pemberitahuan berdasarkan sub ayat
(b), Komite harus menyampaikan laporan:
I. Apabila penyelesaian telah dicapai sesuai dengan
ketentuan dalam sub ayat (e), maka Komite harus
membatasi laporannya menjadi suatu keterangan
singkat tentang fakta-faktanya saja dan
penyelesaian yang telah dicapai.
II. Apabila suatu penyelesaian yang diatur dalam
sub ayat (e) tidak tercapai, maka Komite harus
membatasi laporannya pada pernyataan singkat
tentang fakta-fakta, hal-hal yang diajukan secara
tertulis, dan catatan tentang hal-hal yang diajukan
secara lisan oleh Negara Pihak yang besangkutan
harus dilampirkan pada laporan tersebut. Dalam
segala masalah, laporan harus dikomunikasikan
Ekonomi Internasional
451

kepada Negara-negara Pihak yang
berkepentingan.
2. Ketentuan-ketentuan dalam Pasal ini mulai berlaku
pada saat sepuluh Negara Pihak dalam Kovenan ini
telah membuat deklarasi berdasarkan ayat 1 dari
Pasal ini. Pernyataan tersebut akan diserahkan oleh
Negara Pihak untuk disimpan Sekretaris Jenderal
Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang kemudian akan
meneruskan salinannya kepada Negara Pihak lainnya.
Pernyataan dapat ditarik setiap waktu dengan
memberitahukan Sekretaris Jenderal. Penarikan
tersebut tidak akan mempengaruhi pembahasan
terhadap masalah yang menjadi isu komunikasi yang
telah disampaikan berdasarkan Pasal ini; suatu
komunikasi lanjutan dari Negara Pihak tidak dapat
diterima setelah diterimanya pemberitahuan
penarikan pernyataan oleh Sekretaris Jenderal, kecuali
apabila Negara Pihak yang bersangkutan telah
membuat pernyataan baru.

Pasal 42
1. (a) Apabila suatu masalah yang telah diajukan
kepada Komite sesuai dengan Pasal 41 tidak
mencapai penyelesaian yang memuaskan
Negara-negara Pihak yang berkepentingan,
Komite dengan persetujuan terlebih dahulu dari
Negara-negara Pihak yang berkepentingan,
dapat membentuk Komisi Konsiliasi ad hoc
(selanjutnya disebut sebagai Komisi). Jasa-jasa
baik Komisi akan disediakan bagi Negara-negara
Pihak yang bersangkutan dengan tujuan untuk
mencapai penyelesaian secara damai dari
masalah tersebut berdasarkan penghormatan
terhadap Kovenan ini.
(b) Komisi ini terdiri dari lima orang yang dapat
diterima oleh Negara-Negara yang
bersangkutan. Apabila Negara-Negara Pihak
tersebut gagal untuk mencapai kesepakatan
Ekonomi Internasional
452

dalam waktu tiga bulan mengenai seluruh atau
sebagian komposisi Komisi, para anggota Komisi
yang gagal dipilih melalui kesepakatan, harus
dipilih dari antara anggota Komite melalui
pemungutan suara yang rahasia dengan dua
pertiga mayoritas suara dari anggota Komite.
2. Para anggota Komisi akan menjalankan tugasnya
dalam kapasitas pribadinya. Mereka tidak boleh
merupakan warga negara dari Negara-Negara Pihak
yang bersangkutan atau dari Negara yang bukan
Pihak dalam Kovenan ini, atau Negara Pihak yang
belum membuat pernyataan berdasarkan Pasal 41.
3. Komisi akan memilih Ketuanya sendiri dan
menetapkan peraturan tata kerjanya sendiri.
4. Persidangan Komisi umumnya akan diadakan di
Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa atau
Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa.
Namun, persidangan dapat diadakan di tempat-
tempat lain yang dianggap baik/ mudah sebagaimana
ditentukan oleh Komisi dengan berkonsultasi dengan
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan
Negara-Negara Pihak yang bersangkutan.
5. Sekretariat yang dibentuk berdasarkan Pasal 36 akan
juga melayani para anggota Komisi yang dibentuk
berdasarkan Pasal ini.
6. Keterangan yang diterima dan dikumpulkan oleh
Komite harus tersedia bagi Komisi, dan Komisi dapat
memanggil Negara-Negara Pihak yang bersangkutan
untuk memberikan keterangan lain yang relevan.
7. Apabila Komisi telah sepenuhnya membahas masalah
yang diajukan kepadanya, namun dalam hal apapun
tidak lebih dari dua belas bulan setelah diserahi
masalah, Komisi harus menyampaikan laporan kepada
Ketua Komite untuk dikomunikasikan kepada Negara-
Negara Pihak yang berkepentingan:
a) Apabila Komisi tidak dapat menyelesaikan
pembahasan atas masalah tersebut dalam waktu
dua belas bulan, Komisi harus membatasi
Ekonomi Internasional
453

laporannya pada pernyataan singkat tentang
status pembahasan masalah;
b) Apabila dicapai penyelesaian yang baik terhadap
masalah berdasarkan penghormatan atas hak
asasi manusia sebagaimana diakui dalam
Kovenan ini, Komisi akan membatasi laporannya
pada pernyataan singkat mengenai fakta-fakta
dan penyelesaian yang dicapai;
c) Apabila tidak tercapai suatu penyelesaian sesuai
dengan ketentuan sub ayat (b), laporan Komisi
harus memuat temuannya mengenai semua
masalah dari fakta yang relevan dengan
masalah antara Negara-Negara Pihak yang
berkepentingan, dan pandangannya terhadap
kemungkinan penyelesaian yang baik atas
masalah tersebut. Laporan ini juga harus
memuat pembelaan tertulis dan catatan tentang
pembelaan lisan yang dibuat oleh Negara-
Negara Pihak yang bersangkutan.
d) Apabila laporan Komisi disampaikan berdasarkan
sub ayat (c), Negara-negara Pihak yang
bersangkutan dalam waktu tiga bulan setelah
diterimanya laporan akan memberitahukan
kepada Ketua.
8. Ketentuan dari Pasal ini tidak mengurangi tanggung
jawab apapun dari Komite berdasarkan Pasal 41.
9. Negara-Negara Pihak yang bersangkutan harus
membagi rata seluruh biaya untuk anggota Komisi
sesuai dengan perkiraan yang diberikan oleh
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa.
10. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa diberi
wewenang untuk membayar biaya anggota Komisi,
apabila perlu, sebelum dilakukan pembayaran
kembali oleh Negara-Negara Pihak yang
bersangkutan, sesuai dengan ayat 9 Pasal ini.

Pasal 43
Ekonomi Internasional
454

Para anggota Komite dan komisi konsiliasi ad hoc yang
dapat dibentuk berdasarkan Pasal 42, berhak atas
fasilitas, keistimewaan dan kekebalan yang diberikan
pada para ahli yang melakukan misi bagi Perserikatan
Bangsa-Bangsa, sebagaimana diatur dalam bagian-
bagian yang relevan dari Konvensi tentang Keistimewaan
dan Kekebalan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pasal 44
Ketentuan-ketentuan mengenai pelaksanaan Kovenan ini
berlaku tanpa mengurangi prosedur di bidang hak asasi
manusia sebagaimana ditetapkan oleh atau berdasarkan
instrumen-instrumen pendirian dan konvensi-konvensi
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Badan-Badan
Khususnya, tidak dapat mencegah Negara Pihak dalam
Kovenan ini untuk menggunakan prosedur penyelesaian
sengketa lainnya, sesuai dengan perjanjian internasional
yang umum atau khusus yang berlaku di antara mereka.
Ekonomi Internasional
455

Pasal 45
Komite harus menyampaikan laporan tahunan tentang
kegiatan-kegiatannya pada Majelis Umum Perserikatan
Bangsa-Bangsa melalui Dewan Ekonomi dan Sosial.

BAGIAN V

Pasal 46
Tidak satu pun ketentuan dalam Kovenan ini yang dapat
ditafsirkan sebagai mengurangi ketentuan-ketentuan
yang ada dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan
konstitusi dari Badan Khusus, yang merumuskan
tanggung jawab msing-masing organ Perserikatan
Bangsa-Bangsa dan badan khusus, sehubungan dengan
masalah-masalah yang ditangani dengan Kovenan ini.

Pasal 47
Tidak satu pun ketentuan dalam Kovenan ini yang dapat
ditafsirkan sebagai mengurangi hak yang melekat pada
semua bangsa untuk menikmati dan memanfaatkan
secara sepenuhnya dan sebebas-bebasnya kekayaan dan
sumber daya alam mereka.

BAGIAN VI

Pasal 48
1. Kovenan ini terbuka untuk ditandatangani oleh
Negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa atau
anggota dari Badan Khususnya, oleh setiap Negara
Pihak pada Statuta Mahkamah Internasional, dan oleh
Negara-negara lainnya yang telah diundang oleh
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk
menjadi Pihak dalam Kovenan ini.
2. Kovenan ini harus diratifikasi. Instrumen ratifikasi
akan diserahkan pada Sekretaris Jenderal Perserikatan
Bangsa-Bangsa untuk disimpan.
Ekonomi Internasional
456

3. Kovenan ini terbuka untuk diakses oleh Negara
sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dari Pasal ini.
4. Aksesi akan berlaku efektif dengan disimpannya
instrumen aksesi pada Sekretaris Jenderal
Perserikatan Bangsa- Bangsa.
5. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa akan
memberitahukan kepada semua Negara yang telah
menandatangani Kovenan ini, tentang penyimpanan
instrumen ratifikasi dan aksesi.

Pasal 49
1. Kovenan ini mulai berlaku tiga bulan setelah
tanggal disimpannya instrumen ratifikasi atau aksesi
yang ketiga puluh lima pada Sekretaris Jenderal
Perserikatan Bangsa-Bangsa.
2. Untuk setiap Negara yang meratifikasi atau
melakukan aksesi pada Kovenan ini setelah
disimpannya instrumen ratifikasi atau aksesi yang
ketiga puluh lima, Kovenan ini berlaku tiga bulan
sejak tanggal disimpannya instrumen ratifikasi atau
aksesinya sendiri.

Pasal 50
Ketentuan-ketentuan dalam Kovenan ini akan berlaku
bagi semua bagian dari Negara-negara federal tanpa ada
pembatasan atau pengecualian.

Pasal 51
1. Setiap Negara Pihak dalam Kovenan ini dapat
mengusulkan perubahan dan menyampaikannya pada
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sekretaris Jenderal kemudian mengkomunikasikan
usul perubahan apapun dari Negara Pihak dalam
Kovenan ini, dengan permintaan untuk
memberitahukan padanya apakah mereka setuju
untuk diadakan konferensi Negara Pihak untuk
pembahasan dan pemungutan suara atas usulan
Ekonomi Internasional
457

tersebut. Dalam hal sekurang-kurangnya sepertiga
dari Negara pihak menyetujui diadakannya konferensi
di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Perubahan yang ditetapkan oleh mayoritas Negara
Pihak yang hadir dan pemungutan suara pada
konferensi, akan disampaikan pada Majelis Umum
Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mendapatkan
persetujuan.
2. Perubahan-perubahan akan berlaku apabila setelah
disetujui oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-
Bangsa dan diterima oleh dua pertiga mayoritas dari
Negara Pihak Kovenan ini sesuai dengan prosedur
konstitusi masing-masing.
3. Apabila perubahan-perubahan telah berlaku, maka
perubahan-perubahan tersebut akan mengikat Negara
Pihak yang telah menerimanya, sedang Negara Pihak
lainnya masih tetap terikat pada ketentuan-ketentuan
Kovenan ini dan perubahan-perubahan sebelumnya
yang telah mereka terima.

Pasal 52
Terlepas dari pemberitahuan yang dibuat berdasarkan
Pasal 48 ayat 5, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-
Bangsa wajib memberitahukan semua Negara yang
dimaksud dalam ayat 1 dari Pasal yang sama, hal-hal
sebagai berikut:
a. Penandatanganan, ratifikasi dan aksesi
berdasarkan Pasal 48;
b. Tanggal mulai berlakunya Kovenan ini berdasarkan
Pasal 49 dan tanggal berlakunya perubahan-
perubahan berdasarkan Pasal 51.

Pasal 53
1. Kovenan ini, dalam bahasa Cina, Inggris, Perancis,
Rusia dan Spanyol mempunyai kekuatan yang sama
Ekonomi Internasional
458

akan disimpan pada arsip Perserikatan Bangsa-
Bangsa.
2. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa wajib
mengirimkan salinan resmi dari Kovenan ini pada
semua Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal
48.
Ekonomi Internasional
459

Lampiran 3

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 11 TAHUN 2005
TENTANG
PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON
ECONOMIC, SOCIAL AND CULTURAL RIGHTS
(KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG
HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa hak asasi manusia
merupakan hak dasar yang
secara kodrati melekat pada diri
manusia, bersifat universal dan
langgeng, dan oleh karena itu,
harus dilindungi, dihormati,
dipertahankan, dan tidak boleh
diabaikan, dikurangi, atau
dirampas oleh siapapun;

b. bahwa bangsa Indonesia sebagai
bagian dari masyarakat
internasional, menghormati,
menghargai, dan menjunjung
tinggi prinsip dan tujuan Piagam
Ekonomi Internasional
460

Perserikatan Bangsa-Bangsa serta
Deklarasi Universal Hak-hak Asasi
Manusia;
c. bahwa Majelis Umum
Perserikatan Bangsa-Bangsa,
dalam sidangnya tanggal 16
Desember 1966 telah
mengesahkan International
Covenant on Economic, Social
and Cultural Rights (Kovenan
Internasional tentang Hak-hak
Ekonomi, Sosial dan Budaya);
d. bahwa instrumen internasional
sebagaimana dimaksud pada
huruf c pada dasarnya tidak
bertentangan dengan Pancasila
dan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun
1945, sesuai dengan sifat negara
Republik Indonesia sebagai
negara hukum yang menjunjung
tinggi harkat dan martabat
manusia dan yang menjamin
persamaan kedudukan semua
warga negara di dalam hukum,
dan keinginan bangsa Indonesia
untuk secara terus menerus
memajukan dan melindungi hak
asasi manusia dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara;
e. bahwa berdasarkan
pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a, huruf b,
huruf c, dan huruf d perlu
Ekonomi Internasional
461

membentuk Undang-Undang
tentang Pengesahan International
Covenant on Economic, Social
and Cultural Rights (Kovenan
Internasional tentang Hak-hak
Ekonomi, Sosial dan Budaya).

Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (1), Pasal 11, Pasal
20 ayat (2), Pasal 27 ayat (1),
Pasal 28, Pasal 28A, Pasal 28B,
Pasal 28C, Pasal 28D, Pasal 28E,
Pasal 28G, Pasal 28I, dan Pasal
28J Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 37 Tahun
1999 tentang Hubungan Luar
Negeri (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1999
Nomor 156; Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor
3882);
3. Undang-Undang Nomor 39 Tahun
1999 tentang Hak Asasi Manusia
(Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1999 Nomor
165; Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3886);
4. Undang-Undang Nomor 24 Tahun
2000 tentang Perjanjian
Internasional (Lembaran Negara
Ekonomi Internasional
462

Republik Indonesia Tahun 2000
Nomor 185; Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor
4012);
5. Undang-Undang Nomor 26 Tahun
2000 tentang Pengadilan Hak
Asasi Manusia (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2000
Nomor 208; Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor
4026);

Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
dan
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG
PENGESAHAN INTERNATIONAL
COVENANT ON ECONOMIC, SOCIAL
AND CULTURAL RIGHTS (KOVENAN
INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK
EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA).

Pasal 1
(1 ) Mengesahkan International Covenant on Economic,
Social and Cultural Rights (Kovenan Internasional
tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya)
dengan Declaration (Pernyataan) terhadap Pasal 1.
(2) Salinan naskah asli International Covenant on
Ekonomi Internasional
463

Economic, Social and Cultural Rights (Kovenan
Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan
Budaya) dan Declaration (Pernyataan) terhadap
Pasal 1 dalam bahasa Inggris dan terjemahannya
dalam bahasa Indonesia sebagaimana terlampir,
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Undang-Undang ini.

Pasal 2
Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya,
memerintahkan pengundangan Undang-Undang ini
dengan penempatannya dalam Lembaran Negara
Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta
pada tanggal 28 Oktober 2005

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
ttd
DR. H. SUSILO BAMBANG
YUDHOYONO
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 28 Oktober 2005

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
ttd
HAMID AWALUDIN

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2005
NOMOR 118

PENJELASAN
Ekonomi Internasional
464

ATAS
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 11 TAHUN 2005
TENTANG
PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON ECONOMIC,
SOCIAL AND CULTURAL RIGHTS (KOVENAN
INTERNASIONAL TENTANG
HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA)

I. UMUM

1. Sejarah Perkembangan Lahirnya Kovenan
Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan
Budaya Sipil dan Politik.
Pada tanggal 10 Desember 1948, Majelis Umum
(MU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
memproklamasikan Universal Declaration of Human
Rights (Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia,
untuk selanjutnya disingkat DUHAM), yang memuat
pokok-pokok hak asasi manusia dan kebebasan
dasar, dan yang dimaksudkan sebagai acuan umum
hasil pencapaian untuk semua rakyat dan bangsa
bagi terjaminnya pengakuan dan penghormatan
hak-hak dan kebebasan dasar secara universal dan
efektif, baik di kalangan rakyat negara-negara
anggota PBB sendiri maupun di kalangan rakyat di
wilayah-wilayah yang berada di bawah yurisdiksi
mereka.
Masyarakat internasional menyadari perlunya
penjabaran hak-hak dan kebebasan dasar yang
dinyatakan oleh DUHAM ke dalam instrumen
internasional yang bersifat mengikat secara hukum.
Ekonomi Internasional
465

Sehubungan dengan hal itu, pada tahun 1948,
Majelis Umum PBB meminta Komisi Hak Asasi
Manusia (KHAM) PBB yang sebelumnya telah
mempersiapkan rancangan DUHAM untuk
menyusun rancangan Kovenan tentang HAM
beserta rancangan tindakan pelaksanaannya.
Komisi tersebut mulai bekerja pada tahun 1949.
Pada tahun 1950, MU PBB mengesahkan sebuah
resolusi yang menyatakan bahwa pengenyaman
kebebasan sipil dan politik serta kebebasan dasar di
satu pihak dan hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya
di lain pihak bersifat saling terkait dan saling
tergantung. Setelah melalui perdebatan panjang,
dalam sidangnya tahun 1951, MU PBB meminta
kepada Komisi HAM PBB untuk merancang dua
Kovenan tentang hak asasi manusia: (1) Kovenan
mengenai hak sipil dan politik; dan (2) Kovenan
mengenai hak ekonomi, sosial dan budaya. MU PBB
juga menyatakan secara khusus bahwa kedua
Kovenan tersebut harus memuat sebanyak mungkin
ketentuan yang sama, dan harus memuat pasal
yang akan menetapkan bahwa semua rakyat
mempunyai hak untuk menentukan nasib sendiri.
Komisi HAM PBB berhasil menyelesaikan dua
rancangan Kovenan sesuai dengan keputusan MU
PBB pada 1951, masing-masing pada tahun 1953
dan 1954. Setelah membahas kedua rancangan
Kovenan tersebut, pada tahun 1954 MU PBB
memutuskan untuk memublikasikannya seluas
mungkin agar pemerintah negara-negara dapat
mempelajarinya secara mendalam dan khalayak
dapat menyatakan pandangannya secara bebas.
Untuk tujuan tersebut, MU PBB menyarankan agar
Komite III PBB membahas rancangan naskah
Kovenan itu pasal demi pasal mulai tahun 1955.
Ekonomi Internasional
466

Meskipun pembahasannya telah dimulai sesuai
dengan jadwal, naskah kedua Kovenan itu baru
dapat diselesaikan pada tahun 1966. Akhirnya, pada
tanggal 16 Desember 1966, dengan resolusi 2200A
(XXI), MU PBB mengesahkan Kovenan tentang Hak-
hak Sipil dan Politik bersama-sama dengan Protokol
Opsional pada Kovenan tentang Hak-hak Sipil dan
Politik dan Kovenan tentang Hak-hak Ekonomi,
Sosial dan Budaya. Kovenan Internasional tentang
Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mulai berlaku
pada tanggal 3 Januari 1976.
2. Pertimbangan Indonesia untuk menjadi Pihak pada
International Covenant on Economic, Social and
Cultural Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-
hak Ekonomi, Sosial dan Budaya) Indonesia adalah
negara hukum dan sejak kelahirannya pada tahun
1945 menjunjung tinggi HAM. Sikap Indonesia
tersebut dapat dilihat dari kenyataan bahwa
meskipun dibuat sebelum diproklamasikannya
DUHAM, Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 sudah memuat beberapa
ketentuan tentang penghormatan HAM yang sangat
penting. Hak-hak tersebut antara lain hak semua
bangsa atas kemerdekaan (alinea pertama
Pembukaan); hak atas kewarganegaraan (Pasal 26);
persamaan kedudukan semua warga negara
Indonesia di dalam hukum dan pemerintahan (Pasal
27 ayat (1)); hak warga negara Indonesia atas
pekerjaan (Pasal 27 ayat (2); hak setiap warga
negara Indonesia atas kehidupan yang layak bagi
kemanusiaan (Pasal 27 ayat (2); hak berserikat dan
berkumpul bagi setiap warga negara (Pasal 28);
kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk
agamanya masing-masing dan untuk beribadat
menurut agama dan kepercayaannya itu (Pasal 29
Ekonomi Internasional
467

ayat (2); dan hak setiap warga negara Indonesia
atas pendidikan (Pasal 31 ayat (1) ).
Sikap Indonesia dalam memajukan dan melindungi
HAM terus berlanjut meskipun Indonesia mengalami
perubahan susunan negara dari negara kesatuan
menjadi negara federal (27 Desember 1949 sampai
dengan 15 Agustus 1950). Konstitusi yang berlaku
pada waktu itu, yaitu Konstitusi Republik Indonesia
Serikat (Konstitusi RIS), memuat sebagian besar
pokok-pokok HAM yang tercantum dalam DUHAM
dan kewajiban Pemerintah untuk melindunginya
(Pasal 7 sampai dengan Pasal 33).
Indonesia yang kembali ke susunan negara
kesatuan sejak 15 Agustus 1950 terus melanjutkan
komitmen konstitusionalnya untuk menjunjung
tinggi HAM. Undang-Undang Dasar Sementara
Republik Indonesia (UUDS RI Tahun 1950) yang
berlaku sejak 15 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli
1959, sebagaimana Konstitusi RIS, juga memuat
sebagian besar pokok-pokok HAM yang tercantum
dalam DUHAM dan kewajiban Pemerintah untuk
melindunginya (Pasal 7 sampai dengan Pasal 33),
dan bahkan sebagian sama bunyinya kata demi
kata dengan ketentuan yang bersangkutan yang
tercantum dalam Konstitusi RIS. Di samping
komitmen nasional, pada masa berlakunya UUDS RI
Tahun 1950, Indonesia juga menegaskan komitmen
internasionalnya dalam pemajuan dan perlindungan
HAM, sebagaimana yang ditunjukkan dengan
keputusan Pemerintah untuk tetap memberlakukan
beberapa konvensi perburuhan yang dihasilkan oleh
International Labour Organization (Organisasi
Ekonomi Internasional
468

Perburuhan Internasional) yang dibuat sebelum
Perang Dunia II dan dinyatakan berlaku untuk
Hindia Belanda oleh Pemerintah Belanda, menjadi
pihak pada beberapa konvensi lain yang dibuat oleh
Organisasi Perburuhan Internasional setelah Perang
Dunia II, dan mengesahkan sebuah konvensi HAM
yang dibuat oleh PBB, yakni Convention on the
Political Rights of Women 1952 (Konvensi tentang
Hakhak Politik Perempuan 1952), melalui Undang-
Undang Nomor 68 Tahun 1958.
Dalam sejarah kehidupan bangsa Indonesia, upaya
penegakan dan perlindungan HAM telah mengalami
pasang surut. Pada suatu masa upaya tersebut
berhasil diperjuangkan, tetapi pada masa lain
dikalahkan oleh kepentingan kekuasaan.
Akhirnya, disadari bahwa kehidupan berbangsa dan
bernegara yang tidak mengindahkan
penghormatan, penegakan dan perlindungan HAM
akan selalu menimbulkan ketidakadilan bagi
masyarakat luas dan tidak memberikan landasan
yang sehat bagi pembangunan ekonomi, politik,
sosial dan budaya untuk jangka panjang.
Gerakan reformasi yang mencapai puncaknya pada
tahun 1998 telah membangkitkan semangat bangsa
Indonesia untuk melakukan koreksi terhadap sistem
dan praktik-praktik masa lalu, terutama untuk
menegakkan kembali pemajuan dan perlindungan
HAM.
Selanjutnya Indonesia mencanangkan Rencana Aksi
Nasional (RAN) HAM melalui Keputusan Presiden
Nomor 129 Tahun 1998 tentang Rencana Aksi
Nasional Hak Asasi Manusia 1998-2003 yang
kemudian dilanjutkan dengan RAN HAM kedua
melalui Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 2004
Ekonomi Internasional
469

tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia
2004-2009 dan ratifikasi atau pengesahan
Convention Against Torture and Other Cruel,
Inhuman or Degrading Treatment or Punishment,
1984 (Konvensi Menentang Penyiksaan dan
Perlakuan atau Penghukuman lain yang Kejam,
Tidak Manusiawi, atau Merendahkan Martabat
Manusia, 1984) pada 28 September 1998 (Undang-
Undang Nomor 5 Tahun 1998; Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 164;
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3783). Selain itu melalui Undang-Undang
Nomor 29 Tahun 1999, Indonesia juga telah
meratifikasi International Convention on the
Elimination of All Forms of Racial Discrimination
(Konvensi Internasional tentang Penghapusan
Segala Bentuk Diskriminasi Rasial).

Pada tanggal 13 November 1998, Majelis
Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengambil
keputusan yang sangat penting artinya bagi
pemajuan, penghormatan dan penegakan HAM,
yaitu dengan mengesahkan Ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor
XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia, yang
lampirannya memuat "Pandangan dan Sikap
Bangsa Indonesia terhadap Hak Asasi Manusia"
(Lampiran angka I) dan "Piagam Hak Asasi Manusia"
(Lampiran angka II).
Konsideran Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998
tersebut menyatakan, antara lain, "bahwa
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 telah
mengamanatkan pengakuan, penghormatan, dan
kehendak bagi pelaksanaan hak asasi manusia
dalam menyelenggarakan kehidupan
Ekonomi Internasional
470

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara" (huruf b)
dan "bahwa bangsa Indonesia sebagai bagian
masyarakat dunia patut menghormati hak asasi
manusia yang termaktub dalam Deklarasi Universal
Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa
serta instrumen internasional lainnya mengenai hak
asasi manusia" (huruf c). Selanjutnya, Ketetapan
MPR tersebut menyatakan bahwa Bangsa Indonesia
sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa
mempunyai tanggung jawab untuk menghormati
Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal
Declaration of Human Rights) dan berbagai
instrumen internasional lainnya mengenai hak asasi
manusia" (Lampiran IB angka 2). Sebagaimana
diketahui bahwa DUHAM 1948, Kovenan
Internasional tentang Hak Sipil dan Politik, Protokol
Opsional pada Kovenan Internasional tentang Hak-
hak Sipil dan Politik serta Kovenan Internasional
tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya
adalah instrumen-instrumen internasional utama
mengenai HAM dan yang lazim disebut sebagai
"International Bill of Human Rights" (Prasasti
Internasional tentang Hak Asasi Manusia), yang
merupakan instrumen-instrumen internasional inti
mengenai HAM.
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
telah mengesahkan perubahan Undang-Undang
Dasar 1945. Perubahan pertama disahkan dalam
Sidang Tahunan MPR RI Tahun 1999; perubahan
kedua disahkan dalam Sidang Tahunan MPR RI
Tahun 2000; perubahan ketiga disahkan dalam
Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2001; dan perubahan
keempat disahkan dalam Sidang Tahunan MPR RI
Tahun 2002. Perubahan kedua Undang-Undang
Dasar 1945 menyempurnakan komitmen Indonesia
Ekonomi Internasional
471

terhadap upaya pemajuan dan perlindungan HAM
dengan mengintegrasikan ketentuan-ke1entuan
penting dari instrumen-instrumen internasional
mengenai HAM, sebagaimana tercantum dalam BAB
XA tentang Hak Asasi Manusia. Perubahan tersebut
dipertahankan sampai dengan perubahan keempat
Undang-Undang Dasar 1945, yang kemudian
disebut dengan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945.
Sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 yang
mengamanatkan pemajuan dan perlindungan hak
asasi manusia dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara serta komitmen bangsa
Indonesia sebagai bagian dari masyarakat
internasional untuk memajukan dan melindungi
HAM, Indonesia perlu mengesahkan instrumen-
instrumen internasional utama mengenai HAM,
khususnya International Covenant on Economic,
Social and Cultural Rights (Kovenan Internasional
tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya) serta
International Covenant on Civil and Political Rights
(Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan
Politik).
3. Pokok-pokok Isi Kovenan Internasional tentang Hak-
hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.
Kovenan ini mengukuhkan dan menjabarkan pokok-
pokok HAM di bidang ekonomi, sosial dan budaya
dari DUHAM dalam ketentuan-ketentuan yang
mengikat secara hukum. Kovenan terdiri dari
pembukaan dan pasal-pasal yang mencakup 31
pasal.
Pembukaan Kovenan ini mengingatkan negara-
negara akan kewajibannya menurut Piagam PBB
untuk memajukan dan melindungi HAM,
Ekonomi Internasional
472

mengingatkan individu akan tanggung jawabnya
untuk bekerja keras bagi pemajuan dan penaatan
HAM yang diatur dalam Kovenan ini dalam
kaitannya dengan individu lain dan masyarakatnya,
dan mengakui bahwa, sesuai dengan DUHAM, cita-
cita umat manusia untuk menikmati kebebasan sipil
dan politik serta kebebasan dari rasa takut dan
kekurangan hanya dapat tercapai apabila telah
tercipta kondisi bagi setiap orang untuk dapat
menikmati hak-hak ekonomi, sosial dan budaya
serta hak-hak sipil dan politiknya.
Pasal 1 menyatakan bahwa semua rakyat
mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri
dan menyerukan kepada semua negara, termasuk
negara-negara yang bertanggung jawab atas
pemerintahan Wilayah yang Tidak Berpemerintahan
Sendiri dan Wilayah Perwalian, untuk memajukan
perwujudan hak tersebut. Pasal ini mempunyai arti
yang sangat penting pada waktu disahkannya
Kovenan ini pada tahun 1966 karena ketika itu
masih banyak wilayah jajahan.
Pasal 2 menetapkan kewajiban Negara Pihak untuk
mengambil langkah-Langkah bagi tercapainya
secara bertahap perwujudan hak-hak yang diakui
dalam Kovenan ini dan memastikan pelaksanaan
hak-hak tersebut tanpa pembedaan apa pun.
Negara-negara berkembang, dengan
memperhatikan HAM dan perekonomian
nasionalnya, dapat menentukan sampai seberapa
jauh negara-negara tersebut akan menjamin hak-
hak ekonomi yang diakui dalam Kovenan ini bagi
warga negara asing. Untuk ketentuan ini, diperlukan
pengaturan ekonomi nasional.
Pasal 3 menegaskan persamaan hak antara laki-laki
dan perempuan.
Ekonomi Internasional
473

Pasal 4 menetapkan bahwa negara pihak hanya
boleh mengenakan pembatasan atas hak-hak
melalui penetapan dalam hukum, sejauh hal itu
sesuai dengan sifat hak-hak tersebut dan semata-
mata untuk maksud memajukan kesejahteraan
umum dalam masyarakat demokratis.
Pasal 5 menyatakan bahwa tidak ada satu
ketentuan pun dalam Kovenan ini yang dapat
ditafsirkan sebagai memberi hak kepada negara,
kelompok, atau seseorang untuk melibatkan diri
dalam kegiatan atau melakukan tindakan yang
bertujuan menghancurkan hak atau kebebasan
mana pun yang diakui dalam Kovenan ini atau
membatasinya lebih daripada yang ditetapkan
dalam Kovenan ini. Pasal ini juga melarang
dilakukannya pembatasan atau penyimpangan HAM
mendasar yang diakui atau yang berlaku di negara
pihak berdasarkan hukum, konvensi, peraturan atau
kebiasaan, dengan dalih bahwa Kovenan ini tidak
mengakui hak tersebut atau mengakuinya tetapi
secara lebih sempit.
Pasal 6 sampai dengan pasal 15 mengakui hak asasi
setiap orang di bidang ekonomi, sosial, dan budaya,
yakni hak atas pekerjaan (Pasal 6), hak untuk
menikmati kondisi kerja yang adil dan
menyenangkan (Pasal 7), hak untuk membentuk
dan ikut serikat buruh (Pasal 8), hak atas jaminan
sosial, termasuk asuransi sosial (Pasal 9), hak atas
perlindungan dan bantuan yang seluas mungkin
bagi keluarga, ibu, anak, dan orang muda (Pasal
10), hak atas standar kehidupan yang memadai
(Pasal 11), hak untuk menikmati standar kesehatan
fisik dan mental yang tertinggi yang dapat dicapai
(Pasal 12), hak atas pendidikan (Pasal 13 dan 14),
dan hak untuk ikut serta dalam kehidupan budaya
Ekonomi Internasional
474

(PasaI1).
Selanjutnya Pasal 16 sampai dengan Pasal 25
mengatur hal-hal mengenai pelaksanaan Kovenan
ini, yakni kewajiban negara pihak untuk
menyampaikan laporan kepada Sekretaris Jenderal
PBB mengenai tindakan yang telah diambil dan
kemajuan yang telah dicapai dalam penaatan hak-
hak yang diakui dalam Kovenan ini (Pasal 16 dan
Pasal 17), penanganan laporan tersebut oleh
ECOSOC (Pasal 18 sampai dengan Pasal 22),
kesepakatan tentang lingkup aksi internasional
guna mencapai hak-hak yang diakui dalam
Kovenan (Pasal 23), penegasan bahwa tidak ada
satu ketentuan pun dalam Kovenan yang dapat
ditafsirkan sebagai mengurangi ketentuan Piagam
PBB dan konstitusi badan-badan khusus yang
berkenaan dengan masalah-masalah yang diatur
dalam Kovenan ini (Pasal 24), dan penegasan
bahwa tidak ada satu ketentuan pun dalam
Kovenan ini yang boleh ditafsirkan sebagai
mengurangi hak yang melekat pada semua rakyat
untuk menikmati secara penuh dan secara bebas
kekayaan dan sumber daya alam mereka (Pasal 25).
Kovenan diakhiri dengan ketentuan penutup yang
mengatur pokok-pokok yang bersifat prosedural
(Pasal 26 sampai dengan Pasal 31), dan yang
mencakup pengaturan penandatanganan,
pengesahan, aksesi, dan penyimpanan Kovenan ini,
serta tugas Sekretaris Jenderal PBB sebagai
penyimpan (depositary) (Pasal 26 dan Pasal 30),
mulai berlakunya Kovenan ini (Pasa! 27), lingkup
wilayah berlakunya Kovenan ini di negara pihak
yang berbentuk federal (Pasal 28), prosedur
perubahan (Pasal 29), dan bahasa yang digunakan
dalam naskah otentik Kovenan ini (Pasal 31).
Ekonomi Internasional
475

II. PASAL DEMI PASAL
Pasal 1
Ayat (1)
International Covenant on Economic,
Social and Cultural Rights (Kovenan
Internasional tentang Hak-hak
Ekonomi, Sosial dan Budaya) dan
International Covenant on Civil and
Political Rights (Kovenan Internasional
tentang Hak-hak Sipil dan Politik)
merupakan dua instrumen yang saling
tergantung dan saling terkait.
Sebagaimana dinyatakan oleh MU PBB
pada tahun 1977 (resolusi 32/130
Tanggal 16 Desember 1977), semua
hak asasi dan kebebasan dasar
manusia tidak dapat dibagi-bagi dan
saling tergantung (interdependent).
Pemajuan, perlindungan, dan
pemenuhan kedua kelompok hak asasi
ini harus mendapatkan perhatian yang
sama. Pelaksanaaan, pemajuan, dan
perlindungan semua hak-hak ekonomi,
sosial, dan pudaya tidak mungkin
dicapai tanpa adanya pengenyaman
hak-hak sipil dan politik.
(Ayat 2)
Apabila terjadi perbedaan penafsiran
terhadap terjemahannya dalam bahasa
Indonesia, naskah yang berlaku adalah
naskah asli dalam bahasa Inggris
Kovenan Internasional tentang Hak-hak
Ekonomi, Sosial dan Budaya serta
Declaration (Pernyataan) terhadap
Ekonomi Internasional
476

Pasal 1 Kovenan ini.

Pasal 2
Cukup jelas.

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 4557


Ekonomi Internasional
477

Bibliografi
Buku

Adam, Asvi Warman,et.al, Strategi Pemerintah Dan
Swasta Menghadapi AFTA, (Jakarta: PPW-LIPI,
1995.)
Bakry, Umar Suryadi, Pengantar Hubungan
Internasional, (Jakarta: PT. Probisi Mitra
Buana, 1994.)
Barnet, Richard J. dan Ronald E. Muller, Menjangkau
Dunia: Menguak Kekuasaan Perusahaan
Multinasional, (Jakarta: LP3ES, 1984.)
Boediono, Ekonomi Internasional: Seri Sinopsis
Pengantar Ilmu Ekonomi No.3, (Yogyakarta:
BPFE, 1993.)
Coady, C. A. J. ,Distributive Justice, A Companion to
Contemporary Political Philosophy, Editor
Robert E. Goodin and Philip Pettit, (Blackwell
Publishing, 1995.)
Djojohadikusumo, Sumitro, Indonesia dalam
Perkembangan Dunia: Kini dan Masa Datang,
(Jakarta: LP3ES, 1989.)
Ebenstein, William dan Edwin Fogelman, Isme-Isme
Dewasa Ini, (Jakarta: Erlangga, 1987.)
Hady, Hamdy, Ekonomi Internasional : Teori dan
Kebijakan Perdagangan Internasional (Buku I),
(Jakarta: Ghalia Indonesia , 2001.)
Ekonomi Internasional
478

Hamidi, M. Luthfi, Jejak-Jejak Ekonomi Syariah,
(Jakarta: Senayan Abadi Publishing, 2003.)
Hanna, Willard A., Indonesian Banda: Colonialism
and its Altermath in the Nutmeg Islands,
(Maluku: Yayasan Warisan dan Budaya Banda
Neira, 1991.)
Kindleberger, Charles P., Ekonomi Internasional,
(Jakarta: Aksara Baru, 1986.)
Lempert, Heinz, Ekonomi Pasar Sosial: Tatanan
Ekonomi dan Sosial Republik Federasi Jerman,
(Jakarta: PUSPA SWARA, 1994.)
Panglaykim, Jusuf, Bisnis Internasional dalam
Lingkungan yang Sedang Berubah, (Jakarta:
Sinar Harapan , 1985.)
Qardhawi, Yusuf, Sistem Masyarakat Islam dalam Al-
Qur’an dan Sunnah, (Solo: Citra Islam Press,
1997.)
Salvatore, Dominick, Ekonomi Internasional, Edisi
Ketiga: Seri Buku Sekaum, (Jakarta: Erlangga,
1994.)
Seemann, Heinrich, Spuren einer Freundschaft.
Deutsch – Indonesische Beziehungen, vom
16. bis 19. Jahrhundert, (Jakarta: Cipta Loka
Caraka, 2000.)
Sharp, Ansel M., et.al, Economics of Sosial Issues,
Fifteenth Edition, (McGraw-Hill / Irwin
Publisher, 2001.)
Sudarsono, Heri, Bank dan Lembaga Keuangan
Syariah, (Yogyakarta: Ekonisia, Fakultas
Ekonomi UII, 2005.)
Sudarsono, Heri, Konsep Ekonomi Islam: Suatu
Pengantar, (Yogyakarta: Ekonisia, Fakultas
Ekonomi UII, 2004.)
Sukwiaty, et.al, Ekonomi Kelas 2 SMA, (Bandung:
Yudhistira, 2004.)
Ekonomi Internasional
479

Sutjiati, Karti dan Dalyono, Asia-Europe Meeting
(ASEM), Bureau of International Cooperation,
(Jakarta: Departemen Perdagangan RI, 2002.)
Tan, Syamsurijal, Esensi Ekonomi Internasional,
(Jakarta: Ghalia Indonesia, 1990.)
Wie, Thee Kian, Pembangunan Ekonomi dan
Pemerataan: Beberapa Pendekatan alternatif’,
(Jakarta: LP3ES, 1983.)
Wilson, Rodney, Bisnis Menurut Islam: Teori dan
Praktek, (Jakarta: PT Intermasa, 1988.)
Zainuddin, A. Rahman, et.al, Ekonomi-Politik Timur
Tengah: Dinamika Internal, (Jakarta: PPW-LIPI,
1995.)

Jurnal
Analisa Tahun XV, No.7, Penerbit CSIS, Jakarta, Juli
1986.
Analisa Tahun XVII, No.4, Penerbit CSIS, Jakarta,
April 1988
Jurnal Reformasi Ekonomi, Lspeu Indonesia, Vol.1,
No.1, Jakarta, Januari-Maret 2000
Jurnal Reformasi Ekonomi, LSPEU Indonesia, Vol.5,
No.1, Jakarta, Januari-Juli 2004
Scientific American, 1976

Surat Kabar dan Buletin
Kompas, 17 Mei 2004.
Buletin Commodity Markets and The Developing
Countries edisi Februari 1998 dari Bank Dunia

Situs Internet
http://id.wikipedia.org
http://www.astaga.com

Laporan Penelitian
Ekonomi Internasional
480

Laporan Tahunan, Commodities and Export
Projections Division, World Bank, 1974.
Laporan Penelitian Bank Dunia, Oxford University
Press, 1975
Ekonomi Internasional
481

Daftar Istilah
Ekonomi Internasional
A Month Order Amanat beli dan atau amanat jual atau beli yang hanya berlaku
(Amanat Sebulan) sampai hari bursa yang terakhir di dalam bulan amanat diberikan
A Week Order Amanat beli dan atau amanat jual yang hanya berlaku dalam satu
(Amanat minggu (sampai hari jumat di dalam pekan amanat diberikan)
Mingguan)
Absolute Priority Peraturan tentang prioritas mutlak, bahwa si pemebri pinjaman
Rule (Peraturan harus didahulukan daripada yang lain atas segala tagihan hak
Prioritas Mutlak) milik. Peraturan tersebut memungkinkan perundingan jadwal
pembayaran, menyusun kembali utang, dan tetap mengakui
pinjaman kepada peminjam
Accountancy Profesi yang menggunakan teori tertentu, asumi mengenai cara
(Akuntansi) bertindak, peraturan cara mengukur dan prosedur untuk
mengumpulkan dan melaporkan informasi yang berguna tentang
kegiatan dan tujuan yang menyangkut keuanga suatu organisasi.
Akuntansi dibedakan antara Akuntansi untuk Perusahaan,
Akuntansi untuk Pemerintah dan Akuntansi Makro atau Akuntansi
Sosial
ccountant Seseorang yang mempunyai keahlian di dalam bidang akuntansi.
(Akuntan) Perannya dibedakan antara Akuntan Intern yang bekerja pada
suatu perusahaan, Akuntan Pemerintah yang bekerja pada
negara dan Akuntan Publik yang memberikan jasa profesinya
kepada masyarakat. Akuntan Negara dan Akuntan Publik baru
bias menajalankan profesinya setelah mendapat izin dari Menteri
Keuangan
Accounting Pencatatan mengenai kegiatan keuangan dan pelaporan
pencatatan tersebut. Akuntansi dan Akunting sering diartikan
sama
Accrued Interest Bunga yang dihimpun sejak pembayaran yang terakhir sampai
(Bunga yang penjualan suatu obligasi atau suatu penghasilan tetap suatu
Tumbuh) surat berharga. Pada saat pembelian, si pembeli membayar si
penjual harga obligasi ditambah bunga yang tumbuh, yang
dihitung berdasarkan perkalian tarif kupon bunga dikalikan
dengan jumlah hari yang telah berlaku sejak pembayaran
terakhir. Bunga yang tumbuh juga digunakan di dalam kerjasama
terbatas usaha pertanahan dan bangunan bila si penjual
bangunan mengambil sejumlah uang sekaligus tatkala menjual
dan memberikan obligasi hipotik kedua kepada pemegang
berikutnya. Jika pendapatan sewa dari bangunan tersebut tidak
dapat menutup pembayaran bunga obligasi hipotik, sipenjual
setuju memberikan bunganya tumbuh sampai bangunan tersebut
terjual kepada seseorang. Amerika Serikat membatasi perjanjian
bunga yang tumbuh dengan menggunakan Undang-undang pajak
tahun 1984
Accumulation Keuangan Perusahaan : laba yang tidak dibagikan kepada para
(Akumulasi pemegang saham, juga biasa disebut sebagai laba ditahan.
Penghimpun Penanaman Modal : pembelian sejumlah besar saham secara
Sejumlah Dana) terkendali untuk menghindari penaikkan harga. Dana bersama :
penanaman modal dalam jumlah yang tetap secara teratur untuk
ditanamkan kembali agar memperoleh dividen dan atau
keuntungan dari selisih harga jual surat berharga
Acquisition Akuisisi Istilah turunan dari pengambilalihan suatu perusahaan
oleh perusahaan lainnya
Actual Total Loss Obyek pertanggungan yang benar-benar hilang atau punah,
sehingga tidak terlihat lagi.
Adjusted Net Jumlah kas dan Bank, Aktiva lain-lain setara dengan kas, piutang
Working Capital kecuali piutang kepada komisaris, direktur, pegawai atau pihak
Ekonomi Internasional
482
(Modal Kerja terafiliasi, dan efek-efek yang dinilai atas dasar nilai pasar yang
Bersih wajar dikurangi dengan jumlah hutang.
Disesuaikan)
Administered Adalah inflasi yang diukur berdasarkan perubahan harga kategori
Inflation kelompok barang-barang yang dikendalikan oleh Pemerintah
(seperti BBM, beras, gula dll)
Afiliasi Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai
derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; hubungan
antara Pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari pihak
tersebut
Agen Sebutan bagi seseorang atau badan usaha yang bertindak untuk
dan atas nama perusahaan asuransi
Agen Pembayaran Agen pembayaran yang ditunjuk oleh agen utama pembayaran
Pembantu. untuk membantu melaksanakan pembayaran obligasi pokok
beserta bunganya.
Agen Penjualan Pihak yang menjual efek dalam suatu penawaran umum tanpa
kontrak dengan emiten dan tanpa kewajiban untuk membeli efek.
Agen Utama Wali amanat yang karena tugas dan fungsinya dalam mewakili
Pembayaran pemegang obligasi bertugas untuk melaksanakan pembayaran
obligasi beserta bunganya.
Agio Nilai yang dimasukkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari
selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang
berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam mata perkiraan
tersendiri yang juga bernama AGIO.
Agio Dividen (Dividen Agio) Adalah dividen yang dibayarkan atas beban
(berasal dari cadangan agio (Premium reserve).
bahasa Belanda)
Agreement In Persetujuan yang diberikan oleh Menteri untuk melakukan
Principle persiapan pendirian Bursa Efek, Lembaga Kliring Penyelesaian
(Persetujuan dan Penyimpanan, atau Reksa Dana.
Prinsip)
Air Pocket Stock Saham yang harganya turun secara tajam biasanya disebabkan
oleh berita-berita yang negatif mengenai perusahaan tersebut
seperti keuntungan yang sangat rendah yang tidak diperkirakan
sebelumnya. Pada saat pemegang saham ramai-ramai ingin
menjual hanya sedikit pemodal yang ingin membeli akibatnya
harga saham semakin merosot.
Aktuaria Prinsip-prinsip penghitungan secara matematis yang lazim
digunakan untuk menentukan besarnya kemampuan subyek dan
nilai obyek diasuransikan.
All Or None Order Amanat jual atau beli surat berharga yang harus dilakukan oleh
(Amanat Semua pialang sesuai amanat yakni harus dilaksanakan seluruhnya, jika
Atau Sama Sekali hanya sebagian yang dapat dipenuhi, maka amanat dibatalkan.
Tidak)
All risk Model Polis asuransi yang menanggung seluruh kerugian yang
terjadi. Kalau di Indonesia nilai pertanggungan yang dibayar
adalah sesuai dengan harga yang disepakati dalam kontrak.
Allotment Suatu jumlah yang disetujui untuk dipenuhi bagi setiap
(Penjatahan) permohonan pembelian surat berharga yang diajukan para
pemodal sebagai akibat tidak terpenuhinya seluruh permohonan
karena jumlah permohonan melebihi jumlah penawaran pada
masa pasar perdana. Penentuan jumlah yang disetujui
berdasarkan suatu cara pembagian yang dianggap yang paling
mendekati keadilan dan diharapkan dapat memuaskan semua
peserta.
Amanat Buka Amanat jual beli efek yang harus dilaksanakan pada saat
Bursa (At The pembukaan penawaran
Opening Order)
Amanat Tutup Amanat jual beli efek yang harus dilaksanakan sesaat menjelang
Bursa (At The penutupan bursa berbunyi
Close Order)
Amortisasi Prosedur akuntansi yang secara berangsur-angsur mengurangi
nilai biaya yang usianya terbatas atau harta tak berwujud melalui
pembebanan berkala terhadap pendapatan. Bagi harta tetap
Ekonomi Internasional
483
istilah yang digunakan adalah Penyusutan, bagi pertambangan
(sumber alam) adalah deflasi. Pada dasarnya arti kedua istilah
tersebut sama dengan amortasi. Pada umumnya perusahaan
melakukan penghapusan melalui amortasi untuk harta tak
berwujud seperti Goodwill. Juga lazim dilakukan amortasi
terhadap setiap nilai yang dibayar di atas nilai pari atas
pembelian saham istimewa (Preferen) atau obligasi. Tujuan
amortasi adalah untuk mencerminkan nilai penjualan kembali
atau penebusan
Amortization Fund Pengumpulan uang yang dilakukan secara berkala untuk
(Dana Utang) membayar utang.
Anchor Currency Suatu mata uang yang dipilih karena stabilitasnya yang
(Mata Uang Acuan) diharapkan dan diterima secara internasional. Bagi banyak
dewan mata uang, poundsterling Inggris dan dolar Amerika
Serikat telah menjadi suatu anchor currency . Meskipun, untuk
beberapa sistem yang mirip dewan mata uang yang ada sekarang
atau sedang diusul-kan menganggap mark Jerman sebagai anchor
currency . Mata uang acuan ini tidak harus dikeluarkan oleh
suatu bank sentral. Sedikit dewan mata uang yang telah
menggunakan emas sebagai anchor currency
Anggota Bursa Perantara Pedagang Efek yang telah memperoleh izin usaha dari
Efek Bapepam dan mempunyai hak untuk mempergunakan sistem dan
atau sarana Bursa Efek sesuai dengan peraturan Bursa Efek
Anggota Kliring Anggota bursa berjangka yang mendapat hak dari lembaga
Berjangka kliring berjangka untuk melakukan kliring dan mendapatkan
penjaminan dalam rangka penyelesaian transaksi kontrak
berjangka.
Anjak Piutang Badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam
bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang
atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi
perdagangan dalam atau luar negeri. (Lihat: Factoring Company)
Annual Meeting Rapat satu-tahunan para manajer perusahaan yang melaporkan
(Rapat tahunan) kepada pemegang saham tentang hasil kegiatan perseroan
selama tahun berjalan, di dalam rapat ini biasanya dibahas juga
tentang pemilihan Dewan Direksi untuk tahun yang akan datang.
Pejabat pimpinan pelaksana biasanya memberikan ulasan
pandangan untuk tahun yang akan dating bersama pejabat senior
menjawab pertanyaan para pemegang saham.
Annual Report Suatu laporan mengenai keadaan keuangan perusahaan dalam
(Laporan Tahunan) jangka waktu 1 tahun. Termasuk di dalam laporan ini antara lain
Neraca Perusahaan, Laporan Laba/Rugi dan Neraca Arus Kas.
Laporan ini harus disampaikan kepada para pemegang saham
untuk disetujui di dalam RUPS untuk selanjutnya disahkan
sebagai laporan tahunan resmi perusahan.
Annum (Pertahun) Jangka waktu yang dipakai sebagai dasar untuk menentukan
bunga, dividen dan diskonto.
Annutiy Bonds Obligasi yang dilunasi dalam jumlah yang sama setiap tahun
(Obligasi Anuiti) sampai batas waktur tertentu. Pelunasan setiap tahun ini terdiri
dari jumlah pokok dan bunga (pokok mengecil tiap tahun, bunga
membesar).
Application form Formulir permohonan atau surat permintaan pertanggungan yang
harus diisi lengkap dan ditandangani calon pemengang polis.
Appraisal Penaksiran nilai atau harga atas suatu harta kekayaan yang
berbentuk tanah, bangunan, mesin da harta kekayaan lain.
Appraisal Company Suatu badan usaha yang tugasnya adalah menilai atau menaksir
(Perusahaan aktiva, pada umumnya aktiva tetap seperti tanah, bangunan,
Penilai) peralatan, mesin-mesin atas permintaan perorangan atau
perusahaan. Tujuan penilaiaan antara lain adalah untuk
mengetahui nilai dari suatu jaminan dalam rangka pengajuan
permohonan kredit, mengetahui nilai aktiva yang akan dibeli oleh
pihak lain atau ingin mengetahui nilai aktiva dari satu
perusahaan penilaian dalam rangka go public
Appraisal Report Pendapat atas nilai aktiva, yang disusun berdasarkan
(Laporan Penilai) pemeriksaan menurut keahlian dari Penilai.
Ekonomi Internasional
484
Apreciation Kenaikan nilai dari suatu aktiva seperti saham, obligasi, komoditi
(Apresiasi) atau real estate.
Arbitrase Dalam konteks investasi, arbitrase merupakan transaksi yang
mencoba mengambil kesempatan (keuntungan) dari perbedaan
harga untuk suatu aset yang diperdagangkan di dua pasar yang
berbeda.
Articles Of Dokumen – dokumen yang diwajibkan oleh peraturan perusahaan
Association dan memperinci aturan bagi pengelolaan intern perusahaan
(Anggaran Dasar)
Articles Of Keterangan tertulis mengenai pendirian perseroan yang dibuat di
Incorporation hadapan notaris dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
(Akte Pendirian Indonesia serta memuat didalam (Lembaran) Berita Negara.
Perusahaan) Keterangan tersebut antara lain mencantumkan nama perseroan,
tujuan pendirian perseroan, jangka usia perusahaan, nama para
pendiri, modal dasar, modal ditempatkan dan disetor, nama para
pengurus dan pengawas perseroan.
Asset Segala sesuatu yang dimiliki dan menjadi hak seorang atau
(Aktiva/Harta) perusahaan, Kas, investasi, piutang, persediaan serta bahan
baku merupakan harta lancar: Gedung serta mesin-mesin
merupakan harta tetap; Paten-paten dan goodwill merupakan
harta immaterial. Sisa kelebihan antara harta dan utang
merupakan harta bersih.
Assignment Pengalihan kontrak oleh salah satu pihak pembuat kontrak,
(Pengalihan) termasuk pengalihan pengendalian atau pihak tersebut

Associated Person (Pihak Terasosiasi)
* Pihak-pihak yang mempunyai hubungan Afiliasi satu sama lain,
atau
* Dua pihak atau lebih yang salah satu darinya memiliki atau
merencanakan untuk secara formal maupun informal membuat
suatu perjanjian baik secara tertulis maupun tidak tertulis, atau
saling pengertian dengan pihak lainnya, untuk bertindak dengan
cara-cara tertentu, berdasarkan ketentuan dalam keputusan ini,
kecuali berkaitan tersebut terbatas pada pemberian jasa
konsultasi, hubungan dagang yang wajar atau hubungan profesi.
Asuransi Suatu sistem antara individu dan perusahaan yang berkaitan
dengan potensi resiko yang timbul dengan membayar premium
kepada perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi tersebut
akan membayarnya kembali dalam bentuk klaim apabila terjadi
sesuatu. Keuntungan yang diperoleh perusahaan asuransi adalah
dengan menanamkan dana-dana premium yang diterima. Jaminan
yang diberikan perusahaan asuransi antara lain asuransi
kebakaran, kendaraan dan jiwa
Asuransi Kapal Asuransi yang memberi jaminan kerugian kepada pemilik kapal
Laut laut, baik perorangan maupun perusahaan terhadap
kerugian/kerusakan yang diderita akibat kapal laut tersebut
hilang atau mengalami kecelakaan, baik yang bersifat kerusakan
keseluruhan (Total Loss) ataupun kerusakan sebagian (< i>).
Dalam kelompok Hull Insurance ini timbul risiko-risiko pembuatan
kapal laut (Buiders Risk)
Asuransi Asuransi yang Menjamin kerugian dan kerusakan atas
Kebakaran bangunan/harta benda, barang-barang lainnya akibat kebakaran,
petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, kerusuhan, gempa
bumi, kerusakan, pemogokan dan sebagainya
Asuransi Asuransi yang menjamin kerugian yang disebabkan oleh
Kecelakaan Diri kecelakaan yang diderita oleh Tertanggung, karena meninggal,
cacat tetap, termasuk jaminan biaya pengobatan karena
kecelakaan.
Asuransi Asuransi yang Menjamin kerugian/kerusakan atas kendaraan
Kendaraan bermotor akibat kendaraan bermotor tersebut hilang atau
Bermotor mengalami kecelakaan, baik yang bersifat kerusakan keseluruhan
(Total Loss), atau kerusakan sebagian (Partial Loss), hilang
ataupun tanggung jawab hukum pihak ketiga
Asuransi Asuransi yang menjamin kerugian akibat kerusakan fisik selama
Ekonomi Internasional
485
Konstruksi/Rekaya pelaksanaan dan pemeliharaan suatu proyek pekerjaan
sa konstruksi termasuk didalamnya pertanggungan atas tanggung
jawab hukum pada pihak tiga.
Asuransi Asuransi yang menjamin kerugian atas pengangkutan barang-
Pengangkutan barang terutama yang menggunakan kapal laut yang dapat
diperluas dengan alat pengangkut lain seperti truk, pesawat
terbang, kereta api sesuai dengan kelaziman perdagangan.
Asuransi Uang Asuransi yang menjamin kerugian atas hilang atau rusaknya uang
tunai / yang dapat disamakan dengan uang selama dalam
perjalanan pengangkutan.
Auction (Lelang) Tata cara perdagangan efek dengan penempatan atas dasar
diskonto untuk menentukan harga jadinya dari tawaran tertinggi
sampai dengan terendah, sehingga jumlah penjualan yang
dilayani oleh penjual tercapai.
Contoh : Penjual ingin mencapai 500 juta, tawaran tertinggi 96.68
– 100 juta, tawaran kedua 96.50 - 50 juta, tawaran ketiga 96.48 –
100 juta, tawaran keempat 96.25 – 250 juta
Audit 1. Pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan publik untuk
menyatakan apakah posisi keuangan dan hasil usaha
perusahaan/badan telah disajikan dengan wajar
2. Pemeriksaan akuntan publik atas laporan keuangan sesuai
dengan norma pemeriksaan akuntan dengan tujuan untuk
memberikan pendapat akuntan mengenai laporan keuangan
tersebut
Auditor Orang yang pekerjaannya memeriksa pembukuan perusahaan.
Termasuk di dalamnya penelitian dokumen transaksi, utang
piutang, nilai aktiva dan test lain untuk mencocokkan benar
tidaknya pencatatan.
Balance Selisih jumlah debet dan kredit pada neraca atau salah satu
jumlah kredit atau debet pada tanggal tertentu dengan jumlah
imbang
Balance of Neraca pembayaran merupakan suatu daftar transaksi-transaksi
Payments intemasional, yang menimbulkan pembayaran berupa uang,
antara negara-negara yang meliputi perkiraan transaksi berjalan,
termasuk di dalamnya perdagangan barang serta jasa-jasa,
perkiraan modal yang memuat pos-pos jangka panjang, lalu-lintas
mas dan perak, transfer unilateral, berupa hadiah-hadiah
pemerintah beberapa negara dan individu-individu
Balance of Perkiraan neraca pembayaran merupakan suatu daftar ringkasan
Payments tentang transaksi-transaksi suatu negara yang meliputi
Accounts pembayaran atau penerimaan dalam bentuk valuta asing
Balance Sheet Laporan keuangan perusahaan yang menunjukkan keadaan
(Neraca) kekayaan, utang dan modal sendiri pada suatu tanggal tertentu.
Kekayaan (aset) sama dengan kewajiban dan modal sendiri.
Neraca merupakan daftar dari item yang terdapat pada dua sisi
yang membuatnya menjadi seimbang
Bank Penerbit * Bank yang mengeluarkan uang kertas
* Bank yang mengeluarkan warkat niaga yang diberikan kepada
yang berhak dan yang setiap saat dapat diuangkan atau
diperdagangkan
Bank Penitipan Bank yang disetujui Bappebti untuk menyimpan dana yang
Sentra Dana dihimpun oleh Pengelola Sentra Dana Berjangka
Berjangka
Bank Syariah Suatu bank yang dalam operasi berdasarkan prinsip-prinsip
hukum Islam. Tiap bank yang menawarkan keuangan secara
Islam mempunyai suatu dewan, yang disebut Dewan Syariah,
yang pendapatnya dibutuhkan mengenai perjanjian keuangan
dan instrumen moneter yang rumit. Peran dewan ini adalah kalau
suatu masalah yang secara khusus tidak disebutkan dalam kitab
suci Al-Qur\'an atau dalam ajaran Nabi Muhammad, maka
penafsiran-penafsirannya dibuat oleh dewan tersebut
Bank Tabungan Bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima
(Saving Bank ) simpanan dengan bentuk tabungan dan dalam usahanya
terutama memperbungakan dananya dalam sekuritas.
Ekonomi Internasional
486
Bapepam Badan Pengawas Pasar Modal (Capital Market Supervisory
Agency), sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Presiden
Nomor 53 Tahun 1990
Bappebti Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, lembaga
pemerintah di bawah Departemen Perindustrian dan
Perdagangan yang berwenang melakukan pembinaan,
pengaturan, dan pengawasan di bidang perdagangan berjangka
Batas Maksimum Batas maksimum posisi terbuka Kontrak Berjangka yang dimiliki
secara langsung atau tidak langsung oleh Pihak di luar Pihak
yang melakukan lindung nilai
Batas Wajib Lapor Jumlah posisi terbuka Kontrak Berjangka yang dikuasai oleh
Pihak yang telah mencapai batas tertentu yang wajib dilaporkan
kepada Bursa Berjangka sesuai peraturan dan tata tertib Bursa
Berjangka
Bear Market (Pasar Harga saham, obligasi dan komoditi yang jatuh di dalam masa
Lesu) yang cukup lama. Di pasar modal harga saham, obligasi yang
jatuh biasanya berkaitan dengan kelesuan kegiatan ekonomi
pada umumnya
Bearer Pihak yang diakui sebagai pemilik sekuritas atas unjuk
(Pengunjuk)
Bearer Bond Obligasi yang pelunasannya dan bunganya dibayarkan kepada
(Obligasi Atas pembawa obligasi tersebut
Unjuk)
Bears (Spekulan Orang/Badan Usaha yang menarik keuntungan dari keadaan
Jual) pasar yang sedang menurun dengan menjual efek untuk
kemudian membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah
Belening (Berasal (Gadai) Kredit jangka pendek dengan jaminan sekuritas yang
dari bahasa lazimnya berlaku untuk 3 bulan dan setiap kali dapat
Belanda) diperpanjang bila tidak dihentikan oleh salah satu pihak yang
bersangkutan.
Benefical Owner (Pemilik Penerima Manfaat) Pihak yang mempunyai kemampuan
untuk mempengaruhi jalannya pengambilan keputusan,
penjualan efek, atau mengarahkan penggunaan hasil penjualan
efek.
Benefit Nilai pertanggungan secara maksimal yang harus dibayar
perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak
perjanjian
Best Effort (Penjamin Emisi Dengan Kesanggupan Terbaik) Perjanjian antara
Commitment emiten dan penjamin emisi dalam rangka penjualan efek dimana
penjamin emisi akan melaksanakan penjualan efek tersebut
sebaik-baiknya dan akan mengembalikan sisa efek yang tidak
terjual habis.
Bid (Penawaran) Harga penawaran yang diajukan oleh pembeli
Bid And Asked “Bid” adalah harga tertinggi yang Bersedia dibayar oleh pembeli
(Penawaran Dan pada waktu tertentu dari efek tertentu. “Asked” adalah harga
Permintaan) terendah yang diterima oleh penjual untuk efek yang sama.
Secara bersama kedua harga tersebut membentuk suatu
quotation (catatan harga). Perbedaan antara kedua harga
tersebut disebut Spread. Bid and Asked biasanya berkaitan
dengan efek-efek tidak terdaftar yang diperdagangkan di pasar
luar bursa
Bid Price (Harga Harga efek yang diajukan oleh calon pembeli/Harga tertinggi
Tawaran) yang diminta untuk membeli
Big Board (Papan Istilah populer untuk New York Stock Exchange. Berupa papan
Utama) pencatatan Kurs Sekuritas
Blank Stock (Blangko Saham) Saham yang syaratnya tidak dicantumkan
dalam anggaran dasar emiten tetapi ditetapkan oleh Dewan
Direksi pada saat dikeluarkan.
Block (Blok) Efek yang diperdagangkan dalam jumlah besar di Indonesia
berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku dalam transaksi
di Bursa.
Block Sale Jumlah besar saham, atau nilai besar obligasi, yang dikuasai atau
diperdagangkan di Bursa Efek atau pasar modal. Di Amerika
Serikat, ada pedoman umum, yaitu 10.000 saham atau lebih dan
Ekonomi Internasional
487
nilai US$ 200.000 atau lebih dari suatu obligasi biasanya disebut
sebagai block sale . Di Indonesia, perdagangan saham yang besar
ini juga ada dan dimasukkan ke dalam perdagangan yang tidak
reguler.
Blow Out (Jual Penjualan secara cepat dari semua saham-saham yang baru
Cepat) ditawarkan kepada masyarakat. Perusahaan-perusahaan sengaja
menjual saham-sahamnya di dalam situasi yang demikian karena
mereka ingin mendapatkan harga yang tinggi. Para pemodal
mungkin agak sulit untuk memperoleh sejumlah saham dalam
situasi yang demikian
Blue Chip Stock (Saham-Saham Unggulan) Saham biasa dari perusahaan yang
cukup dikenal dan punya kemampuan untuk mendapat
keuntungan dalam jangka panjang. Disamping itu reputasi
manajemennya cukup baik
Blue Sky Laws (Undang-undang Pengamanan Efek) Undang-undang yang
mengatur jual beli efek untuk melindungi masyarakat terhadap
penipuan (di Amerika Serikat).
Board Of Directors Orang-orang yang dipilih oleh pemegang saham perusahaan di
(Dewan Direksi) dalam RUPS untuk mengendalikan suatu perusahaan
sebagaimana disebutkan di dalam anggaran dasar perseroan
Board Room (Ruang Nasabah) Ruang di kantor broker untuk kepentingan
nasabah yang dilengkapi papan pengumuman harga padar efek.
Bond (Obligasi) Bukti hutang dari emiten yang dijamin oleh penanggung janji
pembayaran bunga atau janji lainnya serta pelunasan pokok
pinjaman yang dilakukan pada tanggal jatuh tempo, sekurang-
kurangnya 3 (tiga) tahun sejak tanggal emisi Pemilik dari obligasi
atas unjuk biasanya menyertakan kupon pada obligasi yang
diterbitkannya sebagai bukti untuk menerima pembayaran
bunga. Sedangkan pada obligasi atas nama biasanya nama si
pemilik sudah tercatat pada perusahaan yang menerbitkan
obligasi tersebut.
Bond Anticipation (Obligasi Antisipasi) Instrument hutang berjangka pendek yang
Note dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah dan akan
dibayar lunas bersamaan dengan penerbitan obligasi yang akan
dating. Jenis obligasi semacam ini sangat aman dan bebas pajak
di luar negeri.
Bond House (Kantor Obligasi) Badan usaha yang usaha pokoknya
memperdagangkan obligasi menjamin agar emisi obligasi dapat
terjual laris.
Bond Quotations (Pencatatan Harga Obligasi) Ini ditetapkan dalam % dari jumlah
atau 1000 dollar yang menggunakan fraksi-fraksi 1/8, ¼, 3/8, ½,
5/8, ¾ dan 7/8. Kadang-kadang sebagai pengganti jumlah, istilah
pari, nilai digunakan, karena jumlah yang ditetapkan pada face
dari bond. Karena face bond hampir selalu 1.000 dollar berikut ini
akan mengilustrasikan hubungan antara quotatiton dan harga
dollar Quotation Dollar 103 1/4 $ 1032.50 102 1/5 $ 1021.25 105
1/2 $ 1055.00 97 ½ $ 975.00 Suatu cara yang mudah untuk
menghitung harga dollar adalah memberikan nomor-nomor
kemudian meletakkan fraksi dari $10. Contoh sebuah tawaran
dari 103 ¼ untuk seribu dollar bond akan digambarkan $ 1030 +
¼ x $10 atau $2,50, menjadi $ 1032.50 Dalam masalah baru
(kasus baru) harga dollar sering ditetapkan alam desimal-desimal
dari pada fraksi-fraksi. Contoh akhir tahun 1959 The Florida
Power and Light Company menawarkan kepada umum 4 ¼ iuran
bond 1989 pada 101.519 atau $1.015,17 perbond.
Bond Swap (Pertukaran Obligasi) Menjual obligasi dan membeli obligasi yang
lain pada saat bersamaan. Tujuan pertukaran obligasi ini
bermacam-macam, seperti
a.Maturity Swaps yaitu pertukaran jatuh tempo antara satu
obligasi dengan obligasi lain yang dapat menciptakan
keuntungan karena harga yang menurun dari obligasi yang yang
jatuh temponya lebih lama
b.Yield Swaps yaitu perputaran obligasi yang tingkat bunganya
lebih baik
Ekonomi Internasional
488
c.Quality Swaps yaitu pertukaran obligasi yang tingkat
keamanannya lebih tinggi
Bond Yield (Hasil Bunga Obligasi) Ada tiga macam:
1. hasil nominal obligasi,
2. hasil dibanding dengan harga obligasi yang berlaku, dan
3. hasil sampai pokok obligasi dilunasi (hari jatuh tempo)
Bonds Dividen Dividen yang dibayarkan dalam bentuk obligasi.
Bonus Stock (Saham Bonus)
1.Saham yang dikeluarkan sebagai bonus dalam rangka
mengakapitalisasi laba yang ditahan. Dalam hal ini terjadi
peningkatan modal saham, yang penyetorannya berasal dari laba
yang ditahan
2.Saham yang dikeluarkan untuk membantu penempatan jenis
saham baru, lazimnya merupakan saham preferen
Book (Buku Amanat) Catatan amanat jual beli efek yang dimiliki
specialis dan semua amanat dibukukannya secara kronologis
dalam buku tersebut.
Book Closing Date (Tanggal Tutup Buku) Tanggal dimana sebuah perusahaan
menutup buku-bukunya untuk menentukan para pemegang
saham yang mana yang terdafar untuk menerima dividen,
pengeluaran dan lain-lain.
Book Value (Nilai Nilai buku perusahaan dihitung dari total asset dikurangi harta
Buku) tidak terwujud, dikurangi utang dan nilai nominal dari saham
preferen. Contoh Total asset Rp 5.000 juta Dikurangi : Harta tak
berwujud(Rp 1.000 juta) Dikurangi : Utang(Rp 1.000 juta)
Dikurangi : Saham Preferen (Rp1.000 juta) Nilai Buku Rp 2.000
juta Nilai buku perusahaan adalah jumlah nilai buka dibanding
dengan saham yang beredar
Boom Market (Pasar Menguntungkan) Suatu keadaan pasar dimana permintaan
jauh melampaui penawaran. Dalam keadaan-keadaan yang
demikian harga-harga meningkat.
Borrowing Fee (Biaya Pinjaman) Biaya atas pinjaman yang diperlukan untuk
membeli efek.
Bottom Fisher Perusahaan yang mencari saham yang harganya jatuh pada titik
yang paling rendah sebelum harganya naik kembali. Dalam kasus
yang ekstrim pemodal semacam ini mencari efek dari
perusahaan-perusahaan yang bangkrut atau hampir bangkrut.
Bottom Up Meneliti prestasi dari saham perusahaan tertentu sebelum
Approach To mempertimbangkan pengaruh kecenderungan ekonomi yang
Investing berlaku pada saat itu. Prestasi perusahaan tersebut dapat dilihat
dari laporan perusahaan, fluktuasi harga saham, perkembangan
produk yang dihasilkan. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa
suatu perusahan dapat berjalan dengan baik sekalipun dalam
situasi industri kurang menguntungkan.
Box (Kotak Efek) Tempat penyimpanan efek, lazimnya disediakan oleh lembaga
Keuangan Bank atau Kustodian dengan meyewakan kepada
pemilik efek untuk menyimpannya
Breadth Of The (Indikator Pasar) Prosentase dari saham yang berpartisipasi di
Market pasar. Para analis mengatakan bahwa suatu bursa efek disebut
baik bila dua pertiga dari saham tercatat aktif di dalam transaksi.
Pasar dengan situasi semacam ini akan membuat lebih banyak
pemodal yang ikut berpartisipasi. Breadth of market merupakan
salah satu indikator naik turunnya suatu bursa efek.
Broker (Asuransi) Biasanya dalam bentuk badan usaha, berperan menjual jasa
dalam bentuk fasilitas mediasi antara perusahaan asuransi
dengan pemegang polis.
Broker (Pialang) * Individu atau perusahaan yang bertindak sebagai perantara jual
dan beli atas efek-efek yang diterbitkan oleh perusahaan(emiten)
dengan memperoleh imbalan jasa
* (Pihak yang melaksanakan/eksekusi baik pembelian maupun
penjualan saham. Pialang bekerja berdasarkan amanat investor
baik untuk kegiatan beli maupun jual. Pialang mendapat komisi
dari aktivitasnya berdasarkan negosiasi dengan investor)
Broker Dealer Individu atau perusahaan yang bertindak sebagai perantara jual
Ekonomi Internasional
489
(Perantara dan beli atas efek-efek yang diterbitkan oleh perusahaan
Pedagang efek) (emiten) dengan memperoleh imbalan jasa dan pihak yang
melakukan kegiatan atas efek hanya untuk kepentingan pihak
lain
Bursa Berjangka Badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem
dan/atau sarana untuk kegiatan jual beli komoditi berdasarkan
Kontrak Berjangka dan Opsi atas Kontrak Berjangka
Bursa Efek Pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau
sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek
Pihak-Pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara
mereka
Buy on weakness Harga diharapkan terkoreksi dalam jangka pendek tetapi masih
positif untuk jangka panjang. Untuk itu pertimbangkan beli saat
harga jatuh mendekati level support
Call Hak untuk melunasi obligasi yang sedang beredar sebelum jatuh
tempo. Kapan pelunasan tersebut dapat dilakukan biasanya
dijelaskan pada prospektus yang dikeluarkan bersamaan dengan
penerbitan obligasi tersebut kepada masyarakat. Pengertian lain
dari Call adalah hak untuk membeli sejumlah saham pada harga
tertentu dan pada tanggal yang sudah ditentukan.
Call Loan Pinjaman yang harus dibayar kembali setelah diminta dilunasi
oleh si peminjam dengan memperlihatkan jangka waktu yang
telah disepakati.
Call Money Pinjaman uang untuk jangka waktu sangat pendek (maksimal 8
hari) untuk mengatasi kesulitan likuiditas sementara suatu
perusahaan.
Call Of Bond Pemberitahuan bahwa obligasi oleh emiten akan dilunasi baik
sebelum atau pada hari tunai.
Call Option Hak untuk membeli sejumlah tertentu saham dari pemegang
saham pada harga atau indeks yang sudah ditentukan. Bagi si
pembeli yang berpikir harga akan naik, Call Option akan
memberikan keuntungan dengan investasi yang lebih sedikit
daripada harus membeli langsung saham tersebut. Pemegang
(pembeli) option akan membayar fee kepada penjual option.
Call Premium  Premi yang diberikan oleh emiten apabila dilakukan penebusan
sebelum hari tunai
 Premi yang dibayar pada Open Call.
Calleable Obligasi yang dapat dilunasi oleh penerbitnya sebelum jatuh
tempo. Perusahaan harus membayar kepada pemegang harga
premi bila suatu efek dilunasi sebelum waktunya. Obligasi
disebut Call bila suku bunganya turun cukup tajam, sehingga
penerbit akan lebih untung bila ia menerbitkan obligasi baru
dengan bunga yang lebih rendah.
Called Away  Suatu istilah yang digunakan untuk obligasi yang dilunasi
sebelum jatuh tempo
 Call Option atau Put Option yang dilakukan dengan pemegang
saham
 Suatu penyerahan yang dikehendaki dalam suatu short sale
Cancel Order Amanat harus segera dilakukan pada harga yang ditentukan atau
jika tidak, langsung dibatalkan (Fill or Kill/Immediate).
Capital (Modal) Uang atau benda yang ditanamkan dalam suatu usaha untuk
dikelola lebih lanjut secara produktif.
Capital Adequacy Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) atau Rasio
Ratio (CAR) Kecukupan Modal. Yaitu kewajiban bank umum untuk
menyediakan modal minimum sebesar persentase tertentu dari
aktiva tertimbang menurut resiko sebagaimana ditetapkan oleh
Bank Indonesia.
Capital Asset (Modal Aktiva) Aktiva jangka panjang yang tidak akan
dijual/dibeli di dalam situasi bisnis yang normal. Di dalam
pengertian umum istilah ini termasuk aktiva tetap seperti tanah,
bangunan, mesin.
Capital (Biaya Aktiva Tetap) Pengeluaran uang yang digunakan untuk
Expenditure penambahan atau perbaikan aktiva tetap perusahaan seperti
mesin dan bangunan.
Ekonomi Internasional
490
Capital Flight Pergerakan sejumlah besar uang dari satu negara ke negara lain
(Pelarian Modal ) untuk melarikan diri dari kekacauan politik atau ekonomi, atau
juga untuk mendapatkan tingkat hasil yang lebih tinggi
Capital Gain (Keuntungan Modal) Keuntungan yang diperoleh karena
perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila
perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) hal ini disebut capital
loss.
Capital Market (Lembaga Penunjang Pasar Modal) Tempat Penitipan Harta, Biro
Suppoting Administrasi Efek, Wali Amanat, atau penanggung yang
Institution menyediakan jasanya sesuai denga ketentuan dalam keputusan
ini.
Capital Market (Profesi Penujang Pasar Mdal). Akuntan, Notaris, Penilai dan
Suppoting Konsultan Hukum yang menyediakan jasanya sesuai dengan
Professionals ketentuan dalam keputusan ini.
Capital Markets Pasar Modal Pasar Modal atau Bursa Efek merupakan pasar di
mana dana-dana, baik utang (debt ) maupun modal sendiri
(equity), diperdagangkan. Di Indonesia, saat ini, ada dua bursa,
yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES).
Capital Structure (Struktur Modal) Komposisi permodalan perusahaan yang pada
umumnya terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman.
Capitalization (Kapitalisasi) Di dalam peristilahan bursa saham, kapitalisasi
merupakan nilai dari pada suatu perusahaan, yaitu harga saham
dikalikan dengan jumlah saham yang diedarkan.
Capsule (Keterangan Lengkap) Keterangan singkat mengenai kegiatan
Information terakhir perusahaan yang belum diperiksa akuntan publik dan
biasanya dilampirkan pada perhitungan rugi laba.
Cash Account (Rekening Tunai) Transaksi yang dilakukan antara broker/dealer
secara tunai.
Cash Book (Buku Kas) Buku catatan penerimaan dan pengeluaran uang
tunai.
Cash (Dagang Tunai) Cara transaksi jual beli sekuritas yang
Contract/Cash mengharuskan penyerahan dan pembayaran pada saat yang
Trade bersamaan.
Cash Dividen (Dividen Tunai) Pembayaran dividen secara tunai (cash) kepada
pemegang saham yang berasal dari keuntungan pada tahun
tersebut atau akumulasi dari keuntungan pada tahun
sebelumnya. Cash dividen harus dibedakan dengan stock dividen
yaitu dividen yang dibayar dalam bentuk saham. Cash dividen
dari investment company (perusahaan investasi) biasanya terdiri
dari dividen, bunga, capital gain yang diperoleh investasi
porfolionya.
Cash Earning (Hasil Tunai) Penerimaan tunai dikurangi pengeluaran tunai
tetapi tidak termasuk pengeluaran non cash seperti depresiasi.
Cash Flow (Arus uang) Pencatatan perubahan modal kerja sehubungan
dengan kegiatan usaha perusahaan yang dilaporkan. Catatan
memperlihatkan perincian sumber uang kas dan penggunaannya.
Cash Market (Pasar Tunai) Transaksi yang dilaksanakan secara tunai atau
biasa disebut spot market. Dalam hal ini komoditi yang dikirim
oleh penjual kepada pembeli dibayar tunai pada saat pengiriman
tersebut dilaksanakan.
Cash Offering Tawaran Tunai Penawaran sekuritas dengan pembayaran tunai.
Cash Sale (Jual Tunai) Penjualan sekuritas dengan tunai yang
mengharuskan penjual menyerahkan sekuritas tersebut kepada
pembeli pada hari ini juga.
Cashier (Kasir) Orang yang bertugas menerima dan membayar uang atas
perintah yang berwenang.
Cat And Dogs Saham spekulatif yang mempunyai sejarah singkat mengenai
penjualan, keuntangan dan pembayaran dividen. Didalam pasar
yang membaik (naik) para analis kurang memperdulikan saham
jenis ini sekalipun harga saham sedang naik.
Central Bank (Bank Sentral) Di Indonesia Bank Sentral diberi nama Bank
Indonesia : Tugas Pokoknya ialah membantu pemerintah :
a. Mengatur, menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah
b. Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta
Ekonomi Internasional
491
memperluas kesempatan kerja
Certifacate Of (Sertifikat Deposito). Surat bukti simpanan uang dalam bank
Deposit (CD) dengan jangka waktu dan bunga yang dapat dijual belikan.
Certifacate Of (Sertifikat Saham/Surat Saham) Bukti pemilikan atas jumlah
Stock saham dalam perseroan yang dimiliki oleh pihak tertentu.
Certifacates (Sertifikat) Didalam perdagangan efek yang dimaksud dengan
sertifikat adalah :
1. Suatu surat berharga sebagai pengganti dari suatu tagihan
2.Suatu surat dikeluarkan sebagai pengganti dari suatu tagihan
3. Juga sebagai surat berharga
Certificate Of Serupa dengan bukti keuntungan adalah bukti amortisasi yang
Amortization juga diberikan oleh perseroan yang mengadakan reorganisasi.
(Bukti Amortisasi) Bukti amortisasi pada umumnya hapus setelah pembayaran
jumlah tertentu
Chartist (Peramal Pasar Modal) Orang yang meramalkan keadaan pasar
saham dengan membuat grafik harga-harga saham dan
berspekulasi berdasarkan ramalan tersebut.
Cidera Janji Adalah tindakan yang menyesatkan, penyalahgunaan
kepercayaan, kelalaian, dan tindakan atau pelanggaran hukum
yang dilakukan oleh Pialang Berjangka sehingga mengakibatkan
kerugian nasabah.
Claim (Tuntutan Hak)
1. Hak untuk memperoleh bunga atau pembagian keuntungan
2. Hak untuk mendapatkan, membeli saham terkebih dahulu, jika
perusahaan menerbitkan saham baru
Clearing (Kliring) Pertukaran efek antar loker/dealer dan sekaligus
perhitungan rekening masing-masing.
Clearing (Lembaga Kliring Penyelesaian dan Penyimpanan) Suatu lembaga
Settlement And yang menyelenggarakan kliring dan penyelesaian transaksi yang
Custodian terjadi di Bursa Efek, serta penyimpanan efek dalam penitipan
Institution untuk kepentingan pihak lain.

Client Bonds (Obligasi Pemilik Sertifikat) Contoh dari obligasi pemilik sertifikat
(Client Bonds) adalah pinjaman obligasi yang dikeluarkan oleh
perseroan Albert Heyn dari Negeri Belanda, dalam rangka
mengembangkan pemilik efek oleh masyarakat disamping untuk
menarik pemilik sertifikat. Sistemnya sangat sederhana yakni
kepada setiap pemilik sertifikat yang berbelanja diberikan
materai obligasi sebesar 10% dari uang yang dibelanjakannya.
Materai-materai tersebut kemudian ditempelkan dalam buku
yang telah disediakan. Apabila pemilik sertifikat telah memiliki
materai obligasi berjumlah F.50 ia akan memperoleh obligasi.
Closed-End (Reksa Dana Tertutup). Reksa Dana yang melakukan Emisi Saham
Investmen Fund yang tidak dapat dijual kepada atau dibeli kembali oleh Reksa
Dana yang bersangkutan.
Closed-End (Perusahaan Pengelola Dana Dengan Sistem Tertutupnya) Suatu
Managament Perusahaan investasi yang mengeluarkan mutual fund dari saham
Company beredar dalam jumlah terbatas. Saham-sahanm dengan Closed
End Management Company akan didaftarkan di Bursa Efek.
Closed End Management Company tidak mempunyai kewajiban
untuk membeli kembali saham-sahamnya dari investor
Collable (Penuaian Sebelum Tempo) Sifat sekuritas yang pada saat
sebelum hari tunai dapat diajukan untuk ditunaikan atau
ditukarkan.
Collateral Trust (Obligasi Koleteral) Apabila perusahaan memiliki saham dan
Bonds obligasi dari perusahaan lain dalam jumlah besar, maka dalam
hal perseroan membutuhkan pinjaman lagi, ia dapat
menggadaikan efek tersebut kepada suatu Trustee, dan untuk itu
dikeluarkan pinjaman obligasi yang dinamakan Collateral Trust
Bonds
Collective Order (Pesanan Kolektif) Pesanan sekuritas secara kumulatif menurut
kurs yang diminta/ditawarkan dalam perdagangan sebelum
pertemuan bursa dimulai.
Comfort Letter Surat yang dibuat oleh Akuntan yang menyatakan ada atau
Ekonomi Internasional
492
tidaknya fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan
keuangan terakhir sampai dengan menjelang tanggal efektifnya
Pernyataan Pendaftaran yang dapat mengakibatkan perubahan
signifikan atau membahayakan posisi keuangan atau hasil usaha
sebagaimana disajikan dalam laporan keuangan yang dilampirkan
sebagai bagian dokumen Pernyataan Pendaftaran dan dimuat
dalam Prospektus
Commercial Paper (Warkat Niaga) Surat dagangan yang dapat dijual belikan,
misalnya promes, wesel dan dokumen jangka pendek lain yang
diterbitkan oleh badan usaha.
Commission (Komisi). Imbalan yang diterima oleh perantara sehubungan
dengan transaksi efek yang dilakukannya untuk kepentingan
nasabahnya.
Common Share (Saham Biasa) Saham biasa : dengan ciri-cirinya - Yang paling
pertama diterbitkan oleh perusahaan dan paling akhir dilunasi
saat likuidasi - Pemilik utama (secara kolektif) dari perusahaan.
Common Stock (Saham Biasa) Saham yang memberikan hak berupa dividen
kepada pemiliknya kalau perusahaan bersangkutan mendapatkan
keuntungan pada tahun tertentu. Disamping itu saham ini juga
memberikan hak kepada pemiliknya untuk megeluarkan surat
dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Rapat ini
diperlukan untuk memutuskan hal-hal yang mendasar bagi
perusahaan misalnya perubahan anggaran dasar, pengangkatan
dan pemberhentian direksi/dewan komisaris, pengesahan neraca
dan laba/rugi perusahaan serta likuidasi (lihat common share).
Company (Perusahaan) Badan usaha sebagaimana dimaksud dalam Kitab
Undang-Undang Hukum Dagang atau Badan Hukum lain yang
didirikan berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang
berlaku sepanjang tidak ditentukan lain dalam keputusan ini.
Company Listing (Pencatatan Perusahaan) Perusahaan mencatatkan di Bursa
semua modal saham yang telah disetor, meskipun yang go public
melalui penawaran umum kurang dari itu. Misalnya modal disetor
terdiri dari 8 juta saham. Dijual kepada masyarakat melalui
penawaran umum 2 juta saham. Pada waktu mencatatkan seluruh
saham yang telah disetor (8 juta saham). Selisih antara jumlah
saham yang telah disetor dengan jumlah saham yang dijual
melalui penawaran umum, sewaktu-waktu dapat dijual melalui
bursa oleh pemilikannya
Comparative (Laporan Keuangan Perbandingan) Daftar yang memuat laporan
Financial keuangan dari beberapa periode yang berbeda yang dicantukan
Statement sebelah menyebelah untuk tujuan perbandingan dan penilaian.

Competitive Bid (Penawaran Bersaing) Penawaran sekuritas atas dasar jumlah
dan mendapat dividen yang belum dibayarkan pada tahun-tahun
yang lalu secar kumulatif.
Compounded (Bunga Majemuk/Bunga Berbunga) Bunga yang diperhitungkan
Interest atas dana pinjaman dan bunga yang belum dibayar.

Confirmation (Konfirmasi) Pernyataan tertulis yang dibuat oleh perusahaan
efek setelah terlaksananya transaksi dan disampaikan kepada
nasabah, berisikan perincian yang lengkap mengenai transaksi
tersebut dan penjelasan tentang kedudukannya sebagai
perantara atau pedagang efek dalam transaksi dimaksud.
Confirmation, (Konfirmasi) Pernyataan tertulis yang dibuat oleh perusahaan
Customer efek setelah terlaksananya transaksi dan disampaikan kepada
nasabah, berisikan perincian lengkap mengenai transaksi
tersebut dan penjelasan tentang kedudukan sebagai perantara
atau sebagai pedagang efek dalam transaksi dimaksud.
Conflict of Interest (Benturan Kepentingan) Perbedaan antara kepentingan ekonomis
Perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur,
komisaris, atau pemegang saham utama Perusahaan
Conglomerate (Konglomerasi) Perusahaan yang menanam modalnya dalam
berbagai bidang industri, untuk mengurangi resiko.
Connvertible (Obligasi Tukar) Obligasi yang selin memiliki sifat obligasi biasa
Ekonomi Internasional
493
Bonds seperti bunga tetap, pelunasan setelah jangka waktu tertentu,
juga mempunyai hak untuk ditukar dengan saham pada waktu
dan syarat-syarat yang ditentukan.
Connvertible Stock (Saham Tukar) Suatu jenis saham yang dapat ditukarkan,
biasanya saham preferen mempunyai hak untuk ditukar dengan
saham biasa.
Consiolidated (Laporan Keuangan Gabungan). Neraca dan perhitungan rugi dan
Financial laba beserta penjelasannya pos demi pos yang meliputi
Statement perusahaan induk dan semua anak perusahaannya.

Consiolidated (Obligasi Konsolidasi) Obligasi yang diterbitkan karena adanya
Mortgage Bonds reorganisasi perseroan dan sebagai jaminan pada pemegang
obligasi perseroan memberikan sebagian dari aktiva perseroan
yang dikonsolidasi.
Consolidation (Konsolidasi) Penggabungan dua perusahaan atau lebih menjadi
satu perusahaan baru untuk meneruskan usahanya.
Constructive (dividen Konstruktif) Dividen yang dibayarkan kepada pemegang
Dividen saham yang besarnya ditentukan atas dasar perbandingan antara
saham yang dimiliki dan aktiva perusahaan. Biasanya dividen
tersebut tidak diumumkan dan terjadi pada perusahaan tertutup.
Constructive Total Obyek pertanggungan yang mengalami kerusakan sehingga tidak
Loss berbentuk dan tidak berfungsi lagi, toleransi kerusakannya disini
biasanya mencapai tak kurang dari 75%
Consultant (Konsultan) Orang yang memberikan nasehat/jasa-jasa sesuai
dengan keahliannya seperti ahli perbankan, ahli hokum, ahli
pasar modal dan lain-lain.
Consumer Finance (Perusahaan Pembiayaan Konsumen) Perusahaan Pembiayaan
Company Konsumen adalah badan usaha yang melakukan kegiatan
pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan
konsumen dengan system pembayaran angsuran atau berkala
oleh konsumen.
Consumer Price Indeks harga konsumen (IHK) Indeks yang mengukur rata-rata
Index perubahan harga antarwaktu dari suatu paket jenis barang dan
jasa yang dikonsumsi oleh penduduk/rumah tangga di daerah
perkotaan dengan dasar suatu periode tertentu
Contingency (Bergantung) Keadaan yang mungkin timbul dimasa dating
karena tergantung pada hal-hal yang tak dapat diketahui
sekarang.
Contingent (Kewajiban Gantung) Kewajiban yang tergantung pada peristiwa
Obligation lain.
Contingent Order (Amanat Ganda) Amanat beli efek hanya dilaksanakan bila
amanat jual efek lain juga dapat dilaksanakan, jadi menjual efek
yang satu untuk membeli efek yang lain (Switch Order)
Contingent Profit (Keuntangan Gantung Atau Tidak Pasti). Keuntungan yang
bergantung pada keadaan yang belum pasti dimasa datang.
Contra Broker (Makelar Pengganti) Broker yang menerima amanat nasabah
melalui broker lain atau pedagang luar bursa.
Contract (Kontrak). Perjanjian tertulis antara dua pihak atau lebih untuk
melakukan atau tidak melakukan perbuatan hokum tertentu yang
didalamnya mengatur tugas, hak dan kewajiban pihak yang
bersangkutan.
Contract Slip (Nota Penutup) Suatu perjanjian jual-beli sekuritas antar anggota
bursa yang dibuat segera setelah terjadi transaksi.
Contractor (Kontraktor) Pihak yang bertindak sebagai Manager Investasi,
Pinjaman Utama Emisi Efek, tempat penitipan harga, Konsultan
Hukum, atau Akuntan untuk suatu Reksa Dana berdasarkan
kontrak yang dibuat dengan Reksa Dana tersebut.
Contrarian (Kontrarian). Pemodal yang tindakannya selalu berlawanan
dengan sebagian besar pemodal lain. Sesuai dengan pendapat
contrarian bila setiap orang mengharapkan sesuatu akan terjadi,
hal ini tidak akan terjadi. Hal ini disebabkan bila sebagian
pemodal memperkirakan pasar akan naik, maka mereka akan
investasi secara penuh yang mengakibatkan tidak adanya lagi
daya beli, yang berarti pasar sudah mencapai puncaknya.
Ekonomi Internasional
494
Sebaliknya bila pasar diperkirakan turun mereka akan menjual
seluruh saham yang dimiliki sehingga pasar akan turun pada titik
terendah dan kemudian akan naik lagi.
Control (Pengendalian) Kekuasaan untuk mempengaruhi jalannya
perusahaan, kecuali dalam hal kekuasaan tersebut semata-mata
akibat kedudukan resmi di dalam perusahaan tersebut. Dalam hal
Perseroan terbatas, pihak yang memiliki kepentingan dalam efek
yang besarnya lebih dari 25% (dua pulu lima per seratus) dari
jumlah hak suara pada perseroan terbatas dianggap
mengendalikan Perseroan Terbatas tersebut, kecuali yang
bersangkutan dapat membuktikan tidak melakukan
pengendalian, sedangkan pihak yang memiliki kepentingan dalam
efek kurang dari 25% (dua puluh lima per seratus) dari jumlah
hak suara pada Perseroan Terbatas dianggap tidak
mengendalikan Perseroan terabatas tersebut, Kecuali yang
bersangkutan dapat membuktikan melakukan pengendalian.
Convertibility Suatu dewan mata uang mempertahankan secara penuh dan
(Konvertibilitas) tidak terbatas konvertibilitas uang kertas dan uang koinnya
terhadap mata uang acuan pada suatu nilai tukar tetap ( fixed
rate of exchange ). Meskipun suatu dewan mata uang yang
ortodoks biasanya tidak mengkonversikan deposito dalam mata
uang lokal ke dalam mata uang acuan, bank-bank akan
menawarkannya juga dengan diberi fee yang kecil.
Konvertibilitas yang tak terbatas ke dalam mata uang acuan
berarti bahwa dalam suatu sistem dewan mata uang yang
ortodoks, tidak ada pembatasan terhadap current-account
transactions (membeli dan menjual barang dan jasa) atau capital-
account trans-actions (membeli dan menjual aset keuangan
seperti obligasi asing).
Convertible (Tukar Saham Prioritas) Saham preferen yang mempunyai hak
Prefered Stocks untuk ditukarkan dengan saham biasa dengan memperhitungkan
harga konversi . (lihat Covertible Stock)
Corner (Korner) Usaha membeli sekuritas besar-besaran dengan tujuan
menguasai harga pasaran. Misalnya :
1. Pada bursa di luar negeri perantara pedagang efek atau
pedagang efek mengadakan spesialisasi dalam perdagangan satu
jenis efek, atau beberapa jenis efek. Mereka mengambil suatu
tempat di bursa yang disebut korner ( Hoek di Amsterdam)
2. Karena proses perdagangan di bursa, pada suatu perusahaan
jatuh kedalam satu tangan, yang kemudian bias dipergunakan
untuk menguasai atau mengatur harga saham yang bersangkutan
di bursa (Amerika)
Corporate Action Setiap tindakan Perusahaan Tercatat yang memberikan hak
kepada seluruh pemegang saham dari jenis dan kelas yang sama
seperti hak untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham,
hak untuk memperoleh dividen tunai, saham dividen, saham
bonus, Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, Waran atau hak-hak
lainnya
Corporate Bonds (Obligasi Swasta) Obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan
swasta. Bila obligasi diterbitkan oleh pemerintah disebut
government bond atau municipal bond
Corporate Tax (Pajak Perseroan) Pajak yang dipungut atas laba yang diperoleh
perseroan terbatas, perseroan komanditer atas saham-saham
perseroan atau perkumpualan lain yang modal keseluruhannya
atau sebagian terbagi atas saham-saham, perkumpulan koperasi
dan perkumupulan koperasi gotong-royong (Undang-Undang
Pajak Perseroan 1925) yang berkedudukan di Indonesia.
Corporation (Perusahaan) Badan Usaha sebagaimana dimaksud dalam Kitab
Undang-undang Hukum Dagang atau Badan Hukum lain yang
didirikan berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang
berlaku sepanjang tidak ditentukan lain dalam keputusan ini.
Correspondent (Koresponden) Perusahaan, bank atau lembaga keuangan lain,
yang secara teratur memberikan jasa kepada pihak lain atau
bertindak atas namanya.
Ekonomi Internasional
495
Cost Of Good Sold (Pokok Penjualan) Suatu angka yang menggambarkan biaya
untuk membeli bahan baku dan untuk memproduksi barang jadi.
Penyusutan juga merupakan bagian dari biaya ini, tetapi
biasanya dicatat secara terpisah.
Cost, Insurance (Biaya, asuransi, dan biaya angkutan)Cara penilaian barang yang
and Freight /C.I.F dijual dalam perdagangan internasional di mana seluruh biaya
angkutan, biaya pemuatan, dan biaya asuransi sampai pelabuhan
bongkar ditanggung penjual
Coupon (Kupon) Tanda bukti untuk menagih bunga atau dividen efek.
Dalam hal ini dapat dijelaskan bahwa surat efek terdiri dari 3
bagian yakni : -Surat efek sendiri yang disebut : mantel
-Lembaran kupon, dan -Talon (ini jika efek yang bersangkutan
atas unjuk tetapi efek atas nama tidak memerlukan kupon atau
talon). Pada surat obligasi dicantumkan : -Nama debitur -Jumlah
nominal obligasi -Besarnya pinjaman obligasi yang dikeluarkan
-Besarnya bunga -Tanggal pengeluaran pinjaman dan tanda
tangan dari Direksi perusahaan dan lain sebagainya. -Dibelakang
mantel dicantumkan syarat pinjaman obligasi yang
bersangkutan, rencana pelunasannya dan lain sebagainya.
Lembaran kupon terdiri dari beberap kupon, yang masing-masing
diberi nomor urut, jumlah bunga yang akan dibayar kupon dan
tanggal penguangannya. Pembayaran bunga dilakukan atas
penyerahan salah satu kupon yang ditunjuk.
Coupon Bond (Obligasi Kupon) Kupon bunga yang biasanya menyertai
lembaran obligasi atas unjuk. Bunga obligasi dapat diambil
dengan menunjukkan kupon bunga.
Credit Card (Perusahaan Kartu Kredit) Perusahaan kartu kredit adalah badan
Company usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan untuk membeli
barang dan jasa dengan menggunakan kartu kredit yang
diterbitkannya.
Credit Crunch Suatu fenomena dimana bank-bank enggan untuk memberikan
pinjaman ke sektor swasta. Penurunan kredit perbankan karena
credit crunch disebabkan oleh faktor-faktor suplai, seperti
lemahnya kemampuan bank untuk memberikan kredit karena
masalah permodalan bank atau menurunnya kualitas kredit dari
debitor yang menyebabkan bank-bank enggan untuk
mengucurkan kredit.
Credit Insurance (Kredit Asuransi) Pada umumnya berarti asuransi yang
dipergunakan untuk menjamin resiko insolvensi peminjam kredit.
Dalam hal PT Askrindo adalah asuransi yang meminjam kredit
yang tidak memenuhi persyaratan perbankan (non bank able),
sehingga menjadi memenuhi syarat (bank able).
Credit Risk Resiko yang ditanggung pihak-pihak yang terkait dalam transaksi
bilamana dananya tidak di-kredit (tidak dibayar).
Credit Securities (Sekuritas Kredit) Bukti hutang dari suatu emiten yang dijamin
oleh harta atau kekayaan dengan janji untuk melakukan
pembayaran pinjaman pokok dan imbalan yang jumlahnya
ditentukan terlebih dahulu, dalam waktu antara 1(satu) sampai 3
(tiga) tahun terhitung sejak tanggal Emisi.
Credit/Loan (Kredit) Penyediaan uang atau tagihan-tagihan yang dapat
disamakan dengan itu berdasarkan persetujuan pinjam-miminjam
antara bank dengan pihak lain dalam hal mana pihak peminjam
berkewajiban melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu
dengan jumlah bunga yang telah ditentukan. (UU No.14/1967 psl
Ic).
Cross (Silang) Transaksi efek dimana pialang yang sama bertindak
sebagai perantara pada dua sisi dari perdagangan. Dalam
prakteknya hal ini adalah sah jika pialang tersebut mengajukan
penawaran kepada masyarakat pada harga yang lebih tinggi dari
yang diminta.
Cross Sale (Jual Silang) Pindah tangan sekuritas pada hari bursa tertentu
yang dilakukan oleh perantara dalam rangka pelaksanaan amanat
jual dan beli dengan syarat yang sama dari dua nasabah yang
berdekatan.
Ekonomi Internasional
496
Crossed Trade (Perdagangan Silang) Praktek Manipulasi yang dilarang pada
berbagai bursa efek dimana amanat jual dan beli ditutup sendiri
tanpa dicatatkan di bursa. Hal ini bias merugikan pemodal lain
karena menghilangkan kesempatan untuk melakukan transaksi
pada harga yang menguntungkan.
Crossing Order (Amanat Silang) Amanat yang diberikan kepada broker untuk
menjual dan membeli efek yang sama. Terjemahan dari istilah
Belanda “insluiten” yaitu seorang pialang yang menerima order
beli di satu pihak dan menerima order jual di lain pihak. Kedua
order berasal dari nasabah pialang dan transaksi terjadi pada
pialang yang bersangkutan; istilah lain untuk tekhnik transaksi
semacam ini, adalah “kompensasi order”, pialang hanya
menyeberangkan order dari nasabah satu ke nasabah lain. Di
Bursa Efek Jakarta (BEJ) tutup sendiri ini biasanya dilakukan
menjelang penutupan perdagangan dilantai bursa. Tutup sendiri
sebenarnya mengakibatkan pengecilan partisipasi dalam busa
dan dapat mempengaruhi tingkat harga. Jika peserta bursa lebih
banyak, lebih bias menjamin kurs yang lebih baik. Dibursa-bursa
tertentu ada ketentuan khusus mengenai “kompensasi order”
atau “tutup sendiri”. Ada ketentuan yang mengharuskan seorang
pialang untuk secara umum menawarkan dahulu saham yang
bersangkutan pada harga yang paling tidak satu point diatas
harga yang akan digunakan sebagai kurs transaksi. Maksudnya
agar si penjual (pemodal) mendapat harga yang lebih baik. Baru
jika sudah tidak ada peminat lain (pialang lain), ia boleh tutup
sendiri. Ketentuan lain ialah bahwa pialang tidak boleh tutup
sendiri untuk dirinya sendiri sebagai pedagang efek selama
masih ada pemodal lain yang berminat pada harga yang
bersangkutan. Beberapa alasan lain untuk ketentuan itu adalah,
agar tercipta harga yang terbaik; juga agar transaksi yang
bersangkutan terjadi di pasar yang terbuka (umum), dan bukan
sekedar pemberitahuan.
Cum (Dengan/Disertai) Arti cum ialah atau disertai, misalnya, cum
dividen berarti bahwa saham-saham diperdagangkan dengan
dividen, yaitu pembeli menerima dividen yang diumumkan.
Cum rights Tanggal terakhir perdagangan saham yang mengandung hak
rights
Cummulative (Hak Suara Kumulatif) Pengumpulan suara pemegang saham
Voting minoritas, untuk memilih direktur, sedangkan menurut peraturan
hak suara, masing-masing tidak berhak memilih anggota direksi
Cumulative (Saham Gabungan Prioritas) Saham yang memberikan prioritas
Prefered Stocks untuk mendapatkan dividen kepada pemiliknya sebelum
diberikan kepada pemegang saham biasa dengan ketentuan
apabila pada satu tahun dividen yang dibagikan kurang dari
jumlah yang telah ditentukan maka kekurangannya itu
diperhitungkan pada tahun berikutnya.
Cumulative (Dividen Kumulatif) Timbunan dividen yang belum dibayar dan
Dividend pelunasannya dilaksanakan lebih dahulu dari dividen-dividen
saham biasa. Biasanya pada saham preferens kumulatif.
Cumulative Income (Obligasi Pendapatan Kumulatif) Obligasi pendapatan yang
Bond mempunyai hak bunga kumulatif atas laba bersih perusahaan
yang belum dibayarkan pada tahun-tahun lalu.
Currency Board Suatu otoritas moneter yang menerbitkan uang kertas dan koin
(Dewan Mata Uang yang bisa ditukarkan ( convertible ) terhadap suatu mata uang
) asing atau komoditas acuannya (yang juga disebut sebagai
reserve currency atau mata uang cadangan) berdasarkan pada
suatu nilai tukar yang benar-benar pasti dan berdasarkan pada
permintaan
Current Account (Rekening Koran) Daftar utang piutang antara dua orang/badan
usaha yang diperhitungkan secara terus-menerus. Bentuk
skontro adalah bentuk yang lazim dipergunakan, yakni jumlah
piutang dan utang ditulis dalm lajur debet dan kredit.
Current Assets (Aktiva Lancar) Aktiva yang dapat dicairkan dalam waktu paling
lama satu tahun. Terdiri dari kas, bank dan aktiva lainya yang
Ekonomi Internasional
497
mudah ditukarkan seperti tagihan lancar, surat berharga, dan
lain-lain.
Current/Short (Utang Lancar) Kewajiban perusahaan yang harus dilunasi dalam
Term Liabilities waktu kurang dari satu tahun (paling lama satu tahun).
Custody (Penitipan) Penyimpanan harta berdasarkan kontrak yang di
dalamnya mengatur bahwa Tempat Penitipan Harta melakukan
penyimpanan harta tanpa mempunyai hak kepemilikan atas harta
tersebut.
Customer (Konfirmasi Nasabah) Penegasan resmi kepada nasabah tentang
Confirmation pelaksanaan amanatnya serta perhitungan yang harus dibayar
atau diterima.
Customer’s (Kartu Nasabah) Kartu yang disediakan broker untuk diisi dan
Reference Card ditanda tangani nasabah pada saat pembukaan rekening.
Keterangan yang diisikan dalam kartu tersebut antara lain :
Nama nasabah, kebangsaan dan lain-lainnya.
Cyclical Stock (Saham Adaptasi) Saham yang cenderung naik secara cepat pada
saat ekonomi membaik dan turun secara cepat pada saat
ekonomi memburuk. Contoh dari cyclical stock adalah saham
yang berasal dari perusahaan yang bergerak di perumahan,
kendaraan dan kertas. Sedangkan saham yang sifatnya now
clyclical adalah saham makanan, asuransi, farmasi yang tidak
langsung dipengaruhi oleh perubahan ekonomi
Daftar Bursa Daftar Bursa Berjangka luar negeri dan Kontrak Berjangkanya
Berjangka dan yang ditetapkan Bappebti, yang dapat digunakan untuk
Kontrak Berjangka penyaluran amanat dari Nasabah dalam negeri
Luar Negeri
Dana Jaminan Dana yang harus disetorkan Pialang Berjangka kepada Bappebti
sebagai salah satu syarat untuk menjadi Pialang Berjangka yang
berhak menyalurkan amanat Nasabah ke Bursa Berjangka luar
Negeri, yang digunakan untuk membayar ganti rugi Nasabah
akibat cidera janji yang dilakukan Pialang Berjangka yang
bersangkutan
Dana Kompensasi Dana yang dihimpun Bursa Berjangka dari Pialang Berjangka
yang digunakan untuk membayar ganti rugi kepada Nasabah
bukan Anggota Bursa Berjangka karena cidera janji dan/atau
kesalahan yang dilakukan oleh Anggota Bursa Berjangka dalah
kedudukannya sebagai Pialang Berjangka
Date Of Tanggal pengalihan hak milik sertifikat, saham dan stock (efek).
Assigmment
(Tanggal Alih Hak)
Date Of Issuance Tanggal emisi sekuritas baru, baik yang dikeluarkan untuk
(Hari Emisi) penawaran umum maupun untuk penawaran waran terbatas
(Lihat penawaran terbatas dan penawaran umum)
Date of record Tanggal terakhir dimana seorang investor harus mencatatkan
kepemilikan sahamnya dalam Daftar Pemegang Saham (DPS)
Day Order (Amanat Amanat jual beli sekuritas yang hanya berlaku pada hari amanat
Sehari) diberikan. Kalau tidak terlaksana pada hari itu berarti batal

Dead Cat Bounce Istilah dalam analisa perdagangan saham yang secara langsung
dapat diterjemahkan sebagai \"mentalnya kucing yang mati\". Ini
menggambarkan pemulihan harga sementara dari pasar atau
suatu saham ditengah penurunan yang berkepanjangan atau
bear market. Artinya, rebound yang dialami oleh pasar atau
suatu saham setelah mengalami kejatuhan harga, sebenarnya
hanya sementara karena pasar atau saham tersebut masih akan
terus jatuh.
Dealer Orang atau badan hukum yang berjual beli sekuritas untuk orang
lain, dengan menutup persetujuan atas namanya atau firmanya
sendiri, atas imbalan
Dealing In Pembelian, Penjualan atau Penawaran untuk membeli atau
Seurities menjual efek untuk kepentingan sendiri atau pihak lain.
(Melakukan
kegiatan Atas
Efek)
Ekonomi Internasional
498
Debenture Bonds Debenture Bonds menurut pengertian di Amerika Serikat adalah
(Obligasi Tanpa pinjaman obligasi tanpa adanya suatu jaminan (asked debenture)
Jaminan) tetapi di Inggris harus ada jaminannya
Debitor (Debitur) Orang atau badan yang berhutang kepada orang atau badan lain
Declaration Date Tanggal pembayaran dividen yang diumumkan melalui surat
(Hari Dividen) kabar atau surat kepada pemegang saham
Declaration Of (Pernyataan Tentang Dividen) Pengumuman resmi direksi
Dividend perusahaan kepada para pemegang saham tentang besarnya
dividen yang dapat dibayarkan.
Default (Kelalaian) Kegagalan untuk memenuhi kewajiban berdasarkan perjanjian,
seperti lalai membayar pada saat yang diperjanjiakan.
Deferred Bond Obligasi yang ditunda pembayaran bunganya atas persetujuan
(Obligasi Tunda) debitur dan kreditur, dapat pula dalam arti seperti Dividen yang
sudah diumumkan dan dicatat sebagai utang tetapi
pembayarannya baru dapat dilakukan setelah jangka waktu yang
ditentukan
Deferred Income Pendapatan usaha yang pada penutupan buku masih berupa
(Pendapatan tagihan seperti hasil penjualan yang masih akan diterima
Tertunda) kemudian
Deficiency Letter Pemberitahuan tidak resmi dari pihak yang berwenang kepada
(Memo Pelengkap) pendaftar agar melengkapi beberapa syarat pendaftaran
Deficit (Defisit) Kekurangan anggaran belanja suatu badan usaha, atau
pengeluaran biaya besar disbanding penerimaan pendapatan
Delayed Opening (Perdagangan Tertunda)Waktu perdagangan di bursa yang
tertunda
Delisting Penghapusan Efek dari daftar Efek yang tercatat di Bursa
(Penghapusan sehingga Efek tersebut tidak dapat diperdagangkan di Bursa
Pencatatan)
Delivery Bill (Bukti Serah) Pemberitahuan kepada bagian kas untuk
menyerahkan sekuritas kepada makelar lain.
Demand Seposit (Giro) Simpanan pada bank yang penarikannya dapat dilakukan
setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah
pembayaran lain, atau dengan cara pemindah bukuan.
Denomination (kopur/Denominasi) Lembaran sekuritas yang bernilai nominal
tertentu seperti nilai Rp 10.000,--, Rp15.000,- dan seterusnya.
Deposite Premium Premi pertama atau pendahuluan, lazim disebut premi
sementara, yakni jumlah premi yang harus dibayar pemegang
polis
Deposito Simpanan pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan
Berjangka (Time setelah jangka waktu yang diperjanjikan atau setelah
Deposit ) pemberitahuan sebelumnya. Penarikan sebelum jatuh tempo
dikenai denda.
Depreciation (Penyusutan Atau Penghapusan) Pengurangan atas nilai aktivva
tetap karena pemakaian, kemerosotan dan lain-lain; seperti
jumlah yang dibebankan untuk sebagian dari biaya atau nilai
buku dari suatu harta tetap yang tidak dapat diterima kembali
pada waktu harta tetap tersebut tidak dipergunakan lagi.
Depreciation Fund (Dana Penyusutan) Uang atau sekuritas lancar yang disisihkan
untuk tujuan penyusutan harta tetap.
Development Bank (Bank Pembangunan) Bank yang dalam pengumpulan dananya
terutama menerima simpanan dalam bentuk deposito dan/atau
mengeluarkan kertas berharga jangka menengah dan panjang
dan yang dalam usahanya terutama memberikan kredit jangka
menengah dan panjang di bidang pembangunan. (Undang-
Undang Pokok-Pokok Perbankan.
Development (Lembaga Pembiayaan Pembangunan) Lembaga keuangan yang
Finance (usaha utamanya) memberikan kredit jangka menengah dan
Corporation panjang serta penyertaan modal di dalam perusahaan.

Dilution (Dilusi) Pengurangan hasil/hak sekuritas karena jumlah yang
dikeluarkan melebihi semestinya, atau karena adanya pembelian
hak opsi untuk memperoleh sekuritas tersebut.
Directors (Para Direktur) Orang-orang yang dipilih oleh para pemegang
saham dan bertanggung jawab atas pelaksanaan tujuan dari
Ekonomi Internasional
499
perusahaan.
Direktur Adalah anggota direksi Bank atau anggota pimpinan Kantor
Kepatuhan cabang bank asing yang ditugaskan untuk menetapkan langkah-
(Compliance langkah yang diperlukan guna memastikan kepatuhan Bank
Director) terhadap peraturan Bank Indonesia, peraturan perundang-
undangan lain yang berlaku dan perjanjian serta komitmen
dengan Bank Indonesia.
Dis Agio (Dis Agio) Selisih harga dibawah nilai nominal sekuritas.
Disclaimer Opinion (Pernyataan Penolakan Akuntan) Akuntan publik menolak
memberikan pendapat atas laporan keuangan yang diperiksanya
karena banyak menemukan pembatasan dalam pemeriksaan.
Discount (Diskonto) Jumlah yang dikurangkan dari pada nilai nominal
sekuritas, karena diperjual belikan sebelum hari tunainya.
Discount Fleet Potongan harga yang diberikan kepada calon pemegang polis
yang sekaligus menyepakati 10 kontrak.
Diversification Cara menanam modal dengan membeli sekuritas yang terbagi-
(Diversifikasi) bagi perusahan untuk menyebar risiko yang mungkin terjadi
Divestment Divestasi tindakan penarikan kembali penyertaan modal yang
(Divestasi) dilakukan oleh Perusahaan Pasangan Usahanya atau lawan dari
investasi, misalnya penjualan atau pelepasan saham oleh
pemegang saham lama. Apabila pemilik lama saham menjual
sahamnya kepada masyarakat atau pulik. Hasil penjualannya
tidak dimasukkan sebagai pendapatan perusahaan, akan tetapi
ke dalam kekayaan kontan pemilik yang menjual sahamnya.
Dikatakan juga bahwa divestasi adalah membuat tunai, untuk
merealisasikan nilai tunai bursa hasil penjualan sahamnya. Yang
dijual bukan saham cetakan baru akan tetapi saham lama
sebelum perusahaannya go public. Hasilnya berupa capital gain
dikenakan pajak 15% sesuau UU Pajak yang berlaku
Dividen Bagian laba atau pendapatan perusahan yang ditetapkan oleh
direksi (dan disahkan oleh rapat pemegang saham) untuk
dibagikan kepada pemegang saham. Pembayarannya diatur
berdasarkan ketentuan yang berlaku pada jenis saham yang ada
Dividen Akhir (Final Divident) Dividen yang pembayarannya harus dilakukan
pada akhir tahun.
Dividen Semu Dividen yang diputuskan oleh RUPS tetapi tidak dibayarkan
Dividend Yield Hasil dividen yang dalam bahasa asingnya disebut “Dividen
(Hasil Dividen) Yield” tergantung pada tingkat dividen serta harga yang anda
bayar untuk saham. Misalkan anda membeli 100 saham PT.
Makmur @ Rp.150,- jika perusahaan membayar dividen Rp 9,- per
saham, maka hasil dividen yang ada terima adalah 6%. (Rp 9 : Rp
150)
Dividend Bank atau badan yang bertugas membayar dividen kepada
Disbursing Agent pemegang saham
(Badan
Pembayaran
Dividen)
Dividend Payment Amanat kepada emiten untuk membayarkan dividen kepada
(Pembayaran pihak lain yang ditanda tangani oleh pemegang saham
Dividen)
Dividend Payout Persentase tertentu dari laba perusahaan yang dibayarkan
Ratio (Rasio sebagai dividen kas kepada pemegang saham
Pembayaran
Dividen)
Dividend Record Catatan jumlah dividen yang dibyarkan selam lima tahun
(Catatan Dividen) berturut-turut. Dalam catatan tersebut termasuk tunggakan,
kalau ada, serta cara pembayaran
Divisia M2 Merupakan suatu alternatif indikator uang beredar yang
mencerminkan likuiditas perekonomian. Indeks Divisia dibentuk
dari penjumlahan tertimbang komponen aset uang beredar,
dimana timbangan ditentukan oleh likuiditas dari suatu aset.
Semakin tinggi suku bunga yang ditawarkan suatu aset, semakin
besar kemungkinan aset tersebut digunakan untuk tujuan
menabung daripada digunakan untuk tujuan transaksi sehingga
Ekonomi Internasional
500
semakin rendah bobotnya dalam difinisi uang beredar.
Dokumen Dokumen yang disampaikan oleh Pialang Berjangka kepada
Keterangan Nasabah, oleh Penasehat Berjangka kepada klien, dan oleh
Perusahaan Pengelola Sentra Dana Berjangka kepada calon peserta Sentra
Dana Berjangka, yang antara lain memuat keterangan mengenai
organisasi dan kepengurusan perusahaan tersebut
Dokumen Dokumen yang disampaikan oleh Pialang Berjangka kepada
Pemberitahuan Nasabah, oleh Penasehat Berjangka kepada klien, dan oleh
Adanya Resiko Pengelola Sentra Dana Berjangka kepada calon perserta Sentra
Dana Berjangka, yang menjelaskan segala resiko yang mungkin
dihadapi Nasabah, klien, atau calon peserta Sentra Dana
Berjangka
Earning Power Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dan
(Kemampuan dapat dipakai juga untuk penilaiaan sekuritas
Laba)
Efek Surat-surat berharga yaitu setiap surat pengakuan utang, surat
berharga komersial, saham, obligasi, sekuritas kredit, tanda
bukti utang, setiap rights, warrants, opsi atau setiap derivatif
dari efek, atau setiap instrumen yang ditetapkan oleh Bapepam
sebagai efek. Di samping itu terdapat efek terkecuali adalah
surat berharga pasar uang, termasuk sertifikat BI, Surat
Berharga Pasar Uang (SBPU), surat berharga komersial, surat
pengakuan utang dan sertifikat deposito yang diterbitkan atau
diterima oleh bank atau Lembaga Bukan Bank, polis asuransi,
efek yang dijamin Pemerintah Indonesia, atau efek lain yang
secara khusus dikecualikan oleh Menteri Keuangan
Efek Bersifat Saham atau Efek yang dapat ditukar dengan saham atau Efek
Ekuitas yang mengandung hak untuk memperoleh saham
Effective (Efektif) Terpenuhinya seluruh tata cara dan persyaratan pernyataan
pendaftaran yang ditetapkan dalam keputusan ini
Emiten Pihak atau perusahaan yang menawarkan Efeknya kepada
masyarakat investor melalui Penawaran Umum
Employee Dengan melalui rencana saham pegawai beberapa perusahaan
Stockplan (Saham besar di luar negeri memberikan kesempatan kepada beberapa
Pegawai) pegawainya untuk memiliki saham perusahaan
Endorsement Pengesahan pemindahan hak milik asset dengan membubuhi
(Pengalihan Hak) tanda tangan dan cap dibalik efek. Seseorang dapat
mengendorse cek untuk menerima pembayaran atau
mengendorse saham/obligasi untuk mengalihkan pemilikannya
EPS Earning Per Share (Laba Bersih Per Saham). Keuntungan bersih
perusahaan dibagi dengan seluruh jumlah saham perusahaan.
Rasio ini sering kali disebut pula sebagai jumlah kali dari
pembelian hasil lancar dengan harga pasar.
Equipment Bonds Obligasi yang dikeluarkan oleh perseroan untuk membiayai
(Obligasi pembelian alat-alat utama perusahaan. Biasanya diterbitkan oleh
Peralatan) perusahaan angkutan untuk membiayai pembelian armadanya.
Pemegang obligasi mempunyai hak klaim senior atas peralatan
tersebut
Equipment Trust Surat jaminan yang biasanya dikeluarkan oleh perusahaan kereta
Certificate api untuk membiayai pembelian peralatan baru. Pemilikan
(Sertifikat Trust) perlatan baru tersebut dipegang oleh trustee sampai dilunasinya
surat jaminan tersebut
Ex (Tanpa) Kata ex berati tanpa, misalnya : Ex dividen menunjukkan bahwa
saham-saham diperdagangkan tanpa dividen. Jadi penjual
menahan dividen yang dikeluarkan. Perdagangan saham-saham
tanpa bonus issues yang berupa hak atau milik juga dinyatakan
dengan “Ex”
Ex Date (Waktu Tanggal pada waktu mana saham-saham berubah disebut dari
Peralihan) “Cum” ke “Ex”. Umumnya tanggal tersebut jatuh pada hari kerja
kelima sebelum dan termasuk tanggal penutupan buku
Ex Dividend Dividen yang sudah dapat dicapai, tetapi tidak diperhitungkan
(Tanpa Dividen) dalam penjualan saham (lihat ex)

Ex rights Tanggal dimulainya perdagangan saham yang tidak lagi
Ekonomi Internasional
501
mengandung hak rights
Expenditure Jumlah uang tunai yang dikeluarkan selama masa tertentu
(Pengeluaran
Tunai)
Export (Ekspor)Pengiriman barang dan jasa yang dijual oleh penduduk
suatu negara kepada penduduk negara lain untuk mendapatkan
mata uang asing dari negara pembeli
Extended Bond Obligasi yang ditunda hari tunainya atas persetujuan
(Obligasi Tunda) pemegangnya

Extra Dividend Tambahan dividen yang diterima pemegang saham disamping
(Dividen Ekstra) dividen tahunan
Factoring (Perusahaan Anjak Piutang) Badan usaha yang melakukan
Company kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau
pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka
pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau
luar negeri.
Falling Knife Istilah dalam analisa perdagangan pasar modal yang secara
langsung dapat diterjemahkan sebagai “pisau yang jatuh”. Ini
menggambarkan suatu saham yang berada di tengah-tengah
kejatuhan harga yang sangat dalam. Artinya meskipun harga
turun jauh, penurunan ini belum selesai. Sebagaimana istilahnya,
investor diminta untuk "tidak menangkap pisau yang jatuh,
karena akan terluka."
Fill Or Kill Amanat penjualan sekuritas dengan harga yang tak dapat
ditawar
Financial (Laporan Keuangan) Laporan yang terdiri dari neraca,
Statement perhitungan rugi-laba, perhitungan dana atau perhitungan
tambahan atau penyajian data keuangan lainnya yang berasal
dari pembukuan.
First Mortgage (Obligasi Jaminan Hipotik). Obligasi dengan jaminan hipotik ke-1
Bonds atas semua atau sebagian aktiva dari perseroan. Dalam
hubungan ini dibedakan closed mortgage, open mortgage dan
after acquired property clause. Closed mortgage adalah bond
yang aktiva yang dijaminkannya tidak diperkenankan untuk
dibebani dengan hipotik lain. Open mortgage adalah bond yang
aktiva jaminannya diperuntukkan bagi beberapa seri pengeluaran
bond.
Fiscal Year (Tahun Fiskal) Jangka waktu dua belas bulan yang dipergunakan
oleh dunia usaha atau pemerintah untuk tujuan pembukuan.
Masa tersebut tidak perlu sama dengan tahun takwim.
Fit and Proper Test (Uji/Penilaian Kemampuan dan Kepatutan) Hasil proses evaluasi
secara berkala atau setiap waktu apabila dianggap perlu oleh
Bank Indonesia terhadap integritas pemegang saham pengendali,
serta integritas dan kompetensi dari pengurus dan pejabat
ekskutif dalam mengelola kegiatan operasional bank.
Flag Istilah dalam perdagangan saham. Ini adalah salah satu bentuk
dari pattern. Pattern ini disebut flag karena memiliki bendera
beserta tiang bendera (flag pole)-nya. Target harga dari flag
pattern ini adalah setinggi flag pole-nya.
Float (Apungan) Bagian emisi sekuritas yang belum terjual.
Fluktuasi Saham Harga saham yang berubah secara umum, ada pergerakan jangka
pendek yang naik turun, serta kecenderungan-kecenderungan
jangka panjang yang secara teratur meningkat. Harga-harga
berubah oleh karena pasar untuk surat-surat berharga bursa efek
adalah terbuka bagi semua orang. Jika terdapat lebih banyak
pembeli daripada penjual, maka harga cenderung naik, karena
para pembeli yang saling bersaing untuk mendapatkan apa yang
ditawarkan, saling menawar dengan harga lebih tinggi. Jika
terjadi lebih banyak penjual dari pada pembeli, harga cenderung
turun.
Food Inflation Inflasi diukur berdasarkan perubahan harga kategori kelompok
makanan
Force Majeure Peristiwa dan atau keadaan yang terjadi karena diluar kehendak
Ekonomi Internasional
502
dan kemampuan Bursa dan atau KPEI yang mengakibatkan JATS
dan atau sistem pengendalian resiko (risk management system)
KPEI tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan atau
terhentinya perdagangan di Bursa, atau terjadi peristiwa dan
atau keadaan dimana termasuk tetapi tidak terbatas pada perang
baik yang dinyatakan secara resmi maupun tidak resmi,
pemberontakan, kebakaran, banjir, gempa bumi, huru-hara,
sabotase, pemogokan, kegagalan teknis (baik perangkat keras
dan atau perangkat lunak Bursa dan atau sistem pengendalian
resiko KPEI) dan peristiwa atau keadaan lainnya yang sejenis
Foreign Exchange (Devisa) Alat pembayaran luar negeri, atau yang dapat diuangkan
dengan uang luar negeri.
Formula Investing (Investasi Ganti) Cara investasi untuk mengganti penanaman
modal dari saham biasa ke saham preferen atau obligasi dengan
syarat tertentu, menggunakan formula-formula tertentu, seperti
dolar.
Forward Sale (Penjualan Di Muka) Penjualan sekuritas yang penyerahannya
dilakukan kemudian.
Free And Open (Pasar Bebas Terbuka) Pasar sekuritas yang secara terbuka
Market mencantumkan harga dan syaratnya.

Free on (Bebas Setelah Dimuat)Cara penilaian barang yang dijual dalam
Board/F.O.B. perdagangan internasional di mana biaya angkutan dan biaya
asuransi dari pelabuhan muat sampai gudang pembeli
ditanggung pembeli
Free Rider (Pedagang Pra Tunai) Orang yang memesan sejumlah obligasi
atau emisi saham, emisi baru pada waktu ditawarkan dan
menjualnya dengan laba sebelum tanggal pembayaran pesanan.
Full Disclosure (Ungkapan Data Lengkap/Keterbukaan)Pengungkapan data
perusahaan selengkapnya yang menyangkut keuangan,
kepengurusan dan lain-lain agar dapat diberikan gambaran
kepada umum untuk penilaian sekuritas yang akan diterbitkan.
Fully Paid Stock (Saham Lunas) Saham yang sudah lunas dibayar oleh pemiliknya.
Pada kesempatan memperoleh tentime atau bonus kepada para
pegawai dengan syarat tertentu dapat membeli saham
perusahaan dengan kurs di bawah kurs bursa
General Trade (Sistem perdagangan umum) Sistem perdagangan internasional
yang dilakukan penduduk suatu negara, termasuk penduduk
yang tinggal di kawasan berikat (bonded zone) karena kawasan
berikat dianggap sebagai dalam negeri
Giro Wajib Simpanan minimum yang harus dipelihara oleh Bank dalam
Minimum (GWM) bentuk saldo giro pada Bank Indonesia yang besarnya ditetapkan
oleh Bank Indonesia sebesar persentase tertentu dari dana pihak
ketiga Bank
Go Public * Setiap usaha untuk menjual, menawarkan untuk melepaskan
(Penawaran Umum hak atas saham dengan pembayaran. Perusahaan dapat go public
Saham) dengan menjual saham baru yang berasal dari modal dasar,
maupun saham lama yang berasal dari modal yang disetor. Di
Indonesia perusahaan yang menjual obligasi termasuk go public
* Suatu perusahaan yang baru pertama kali menawarkan saham-
sahamnya kepada masyarakat pemodal
Gold Bonds Pinjaman obligasi yang diikat dengan klausal emas, menetapkan
(Obligasi Dengan bahwa dalam hal nilai uang pada saat pembayaran bunga
Klausal Emas) pinjaman ternyata lebih rendah dari nilai pada saat pinjaman
dilakukan, maka pemegang obligasi mempunyai hak untuk
meminta pembayaran dalam bentuk emas atau sejumlah uang
yang nilainya sama dengan emas
Grace Period Tenggang waktu penggantian klaim asuransi, lazimnya
berlangsung selama 30 hari.
Grace Period Waktu penangguhan pengembalian pokok pinjaman dan/atau
(Masa Tanggung) bunga selama jangka waktu yang kira-kira diperlukan guna
mencapai akselerasi penanaman modal
Gross Domestic Produk Domestik Bruto/PDB Total pendapatan yang diterima oleh
Product faktor-faktor produksi dalam kegiatan proses produksi di suatu
Ekonomi Internasional
503
negara selama satu periode (setahun)
Gross Domestic Laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga
Product Growth konstan diperoleh dengan mengurangi nilai pada tahun ke n
Rate dengan nilai pada tahun ke (n-1) dibagi dengan nilai pada tahun
ke (n-1) dikalikan dengan 100 persen. Laju pertumbuhan PDB
menunjukkan tingkat perkembangan riil dari agregat pendapatan
untuk masing-masing tahun dibandingkan dengan tahun
sebelumnya
Gross National Produk nasional bruto merupakan produk domestik bruto
Product ditambah dengan pendapatan faktor neto dari luar negeri.
Pendapatan faktor neto itu sendiri merupakan pendapatan atas
faktor produksi (tenaga kerja dan modal) milik penduduk suatu
negara yang diterima dari luar negeri dikurangi dengan
pendapatan yang sama milik penduduk asing yang diperoleh dari
negara tersebut yang harus dibayarkan ke luar negeri
Growth Fund Saham Reksa Dana yang ditanamkan pada Growth Stock.
(Dana Tumbuh) Tujuannya adalah untuk memberikan apresiasi modal bagi
pemegangnya untuk jangka panjang. Dana tumbuh ini biasanya
lebih mudah berubah (volatiles) dibandingkan dengan fund
(dana) yang lain seperti Reksa Dana pasar uang (money market
fund), Reksa Dana dengan pendapatan konservatif (conservative
income fund). Dan ini naik lebih cepat pada saat pasar sedang
naik dan turun lebih cepat pada saat pasar sedang merosot.
Saham-saham bertumbuh menunjukkan kemungkinan
memperoleh hasil yang lebih baik, ditambah keuntungan
tambahan modal yang bebas pajak melalui saham bonus atau
pengeluaran tunai yang baru dengan harga jauh dibawah harga
pasar
Growth Stock Saham yang memberikan dividen yang tidak terlalu besar tetapi
(Saham Tumbuh) apresiasi Kapital lebih cepat dari pada perusahaan lain pada
umumnya. Disamping itu nilainya meningkat lebih pesat dari
pada saham-saham sejenis, atau berkembang lebih pesat dari
pada rata-rata industri
Guarantee Pihak yang menanggung pembayaran kembali jumlah pokok
(Penanggung) dan/atau bunga emisi obligasi, atau sekuritas kredit dalam hal
emiten cidera janji
Hammering The Keinginan untuk menjual saham karena diperkirakan akan terjadi
Market (Prediksi inflasi. Spekulator yang memperkirakan pasar akan melorot dan
Pasar Saham kemudian menjual saham yang mereka miliki biar disebut
Turun) hammering the market

Hard Money (Uang Mata uang yang diterima secara luas di berbagai negara di dunia.
Unggul) Mata uang ini biasanya dari negara yang ekonomi dan politiknya
stabil seperti US.$. Negara-negara yang mengambil pinjaman di
dalam hard money pada umumnya harus membayar kembali di
dalam hard money
Harga “strike” Atau strike price atau exercise price, adalah harga dimana
pemegang call (put) dapat memilih untuk melaksanakan
(meng”exrcise”) haknya untuk membeli (menjual) Kontrak
Berjangka yang menjadi subjek kontrak Opsinya.
Harga Jual Harga Penawaran terendah yang ditawarkan oleh penjual dan
Beli permintaan tertinggi yang diajukan oleh pembeli, yang dicatat
petugas Bursa Berjangka pada setiap hari perdagangan
Harga Nominal Harga yang diberikan dan tertulis pada suatu saham atau obligasi
Harga Pembukaan Harga jual dan harga beli Kontrak Berjangka yang dicatat selama
dan Penutupan periode pembukaan dan penutupan pasar pada setiap hari
perdagangan di Bursa Berjangka
Harga Harga yang ditetapkan bersama oleh Bursa Berjangka dan
Penyelesaian/settl Lembaga Kliring Berjangka berdasarkan suatu sistem atau
ement price formula tertentu, yang menjadi dasar perhitungan Lembaga
Kliring Berjangka dalam menentukan besarnya selisih harga yang
harus diterima atau dibayar oleh Anggota Kliring Berjangka atas
setiap posisi Kontrak Berjangka yang didaftarkan ke Lembaga
Kliring Berjangka
Ekonomi Internasional
504
Harga Perdana Harga pada waktu pertama kali suatu Efek dikeluarkan/
ditawarkan kepada masyarakat
Harga Harga suatu surat berharga yang ditawarkan untuk dijual di
Permintaan/Harga bursa efek pada saat pasar perdana berlangsung atau di pasar
Penawaran luar bursa.
Harga Teoritis Adalah harga yang ditetapkan oleh Bursa sebagai pedoman tawar
Saham menawar atas saham pada saat dimulainya perdagangan pertama
di Pasar Reguler apabila Harga Pembukaan tidak terbentuk
Harga Tertinggi Harga transaksi Kontrak Berjangka tertinggi dan terendah selama
dan Terendah hari perdagangan di Bursa Berjangka
Harmonized Sistem klasifikasi dan pengkodean suatu komoditas berdasarkan
System (HS) bahan mentah, jenis produk, dan kualitas barang

Hearing (Dengar Dengar pendapat akhir antara Bapepam di satu pihak dengan
Pendapat) Emiten dan lembaga-lembaga penunjang yang terlibat di pihak
lain, tentang hal-hal yang menyangkut Emiten dan Lembaga
Penunjang emisinya sebelum suatu perusahaan mendapat izin
untuk menawarkan efeknya kepada masyarakat
Heavy Market Keadaan pasar efek dimana cenderung efek-efeknya sebagian
(Pasar Merosot besar turun
Tajam)
Hedging (Siap Tindakan untuk membatasi atau mengurangi kemungkinan
Siaga) kerugian akibat berubahnya harga efek dengan menutup kontrak
terlebih dahulu. Di dalam hedging dikenal put option dan call
option. Put option merupakan hak untuk menjual sejumlah saham
yang dimilikinya pada harga tertentu. Pembeli (pemegang) hak
opsi akan membayar sejumlah fee (premium) kepada penjual
opsi. Call option merupakan hak untuk membeli sejumlah saham
pada harga tertentu beberapa bulan mendatang
High Flyer (Saham Saham yang nilainya tinggi dan sangat spekulatif tetapi harganya
Resiko Tinggi) sangat mudah berubah secara tajam di dalam waktu singkat
High Premium Obligasi jangka panjang dengan premi yang tinggi, bisa ditukar
Convertible dengan saham biasa dan juga memberikan suku bunga yang
Dibenture cukup tinggi. Premi dalam hal ini dikaitkan dengan perbedaan
antara nilai pasar dari efek yang konvertible dengan nilai dimana
efek tersebut dapat ditukarkan (konvertible) dengan saham
biasa. Obligasi jenis ini sengaja di disain untuk porfolio yang
berorientasi pada obligasi
High-Tech Stock Saham dari perusahaan yang bergerak pada bidang yang
(Saham Teknologi menggunakan teknologi canggih misalnya komputer, semi
Tinggi) konduktor dan elektronik. Saham dari perusahaan teknologi
tinggi biasanya memiliki pertumbuhan di atas rata-rata
perusahaan lainnya tetapi harga sahamnya sangat mudah
berubah
Highs (Saham Saham yang mampu mempertahankan harga yang tinggi di dalam
Berdaya Tahan) perdagangan saham selama satu tahun terakhir
Hit The Bid Menerima harga tertinggi yang diminta untuk suatu saham,
misalnya bila penawaran harga untuk suatu saham adalah
Rp.10.500,- dan permintaan tertinggi adalah Rp.10.000,-. Penjual
yang menerima harga Rp.10.000,- disebut sebagai hit the bid
Hold Tak ada rekomendasi. Jangan lakukan apapun
Holding Company Perusahaan yang memiliki saham dengan hak suara yang cukup
di dalam perusahaan lain untuk mempengaruhi Dewan Direksi
sehingga ia dapat mengendalikan kebijaksanaan dan manajemen
perusahaan tersebut. Suatu holding company tidak Perlu
memiliki mayoritas saham dari anak perusahaannya. Namun
untuk mendapatkan keuntungan dari pihak konsolidasi dan
kemampuan untuk membagi kerugian operasi, holding company
harus memiliki 80% atau lebih saham dengan hak suara dari anak
peerusahaannya. Di antara keuntungan holding company di
dalam melakukan merger adalah kemampuannya untuk
mengendalikan operasi suatu perusahaan dengan investasi kecil
Holding The Memasuski pasar dengan amanat beli yang cukup dengan tujuan
Market untuk mencegah kecenderungan harga yang semakin menurun
Ekonomi Internasional
505
dari suatu saham
Horizontal Price Suatu gerakan harga yang berada di dalam batas-batas yang
Movement sempit di dalam masa yang cukup lama misalnya 6 bulan atau
(Pergerakan Haga lebih. Suatu saham bisa diangap berada dalam gerakan yang
Horizontal) horizontal apabila harganya berkisar antara Rp 10.000,- s/d
11.000,- selama lebih dari 6 bulan
Hospital Reveneu Suatu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah atau
Bond badan pemerintah tertentu dengan tujuan untuk membiayai
pembangunan suatu rumah sakit. Apabila pembangunan rumah
sakit tersebut telah selesai pengelolaannya diserahkan kepada
organinsasi non profit seperti yayasan misalnya
Hot Issue Penerbitan saham baru yang banyak diminati masyarakat. Saham
ini biasanya harganya melonjak pada saat pertama kali
ditawarkan kepada masyarakat karena pemintaannya lebih tinggi
dari penawaran
Housing Bond Obligasi jangka pendek atau jangka panjang yang diterbitkan
oleh badan perumahan setempat. Obligasi jangka pendek
digunakan untuk membiayai pembangunan jangka pendek proyek
perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan
menengah. Sedang obligasi jangka panjang digunakan untuk
membiayai proyek-proyek jangka panjang di bidang perumahan,
gedung, proyek lainnya yang berkaitan dengan perumahan. Di
Amerika Serikat obligasi ini bebas pajak baik pajak yang
dikenakan pemerintah pusat maupun pemerintah setempat
Hung Up Suatu istilah yang digunakan untuk menjelaskan posisi dari
seorang pemodal yang memiliki saham atau obligasi yang
nilainya jatuh dibawah harga belinya sehingga apabila efek
tersebut dijual dia akan mengalami kerugian
Hypothecation Of Menggadaikan efek kepada broker sebagai pinjaman yang
Securities digunakan untuk membeli efek atau menutup short sales. Bila
(Sekuritas jaminan yang sama dijaminkan kepada bank untuk memperoleh
Tergadai) pinjaman kepada broker yang bersangkutan disebut
rehypothecation
Import Pemasukan barang dan jasa yang dibeli oleh penduduk suatu
negara dari penduduk negara lain yang berakibat timbulnya arus
keluar mata uang asing dari dalam negeri
Import Duties (Bea masuk) Pajak yang diterapkan pemerintah pada barang-
barang impor sebagai suatu cara melindungi industri domestik
dari kompetisi asing, yang tujuannya membantu menghemat
devisa suatu negara dan untuk meningkatkan pendapatan
pemerintah
Income Bond Obligasi yang pembayaran bunga pelunasannya tergantung pada
(Obligasi kecukupan pendapatan perusahaan
Pendapatan)
Inflasi Perubahan harga barang dan jasa dalam satu periode. Umumnya
inflasi diukur dengan perubahan harga kelompok barang dan jasa
yang dikonsumsi sebagian besar masyarakat, seperti tercermin
pada perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK). Dari faktor
yang mempengaruhinya, inflasi total disebabkan oleh perubahan
harga dari sisi permintaan (inflasi inti) dan dari sisi penawaran
(inflasi non inti). Inflasi total sering disebut pula dengan head
line inflation
Inflasi Inti Inflasi yang konsisten dengan kondisi fundamental ekonomi
secara langsung dapat dipengaruhi oleh kebijakan moneter.
Inflasi Inti sering disebut pula dengan core inflation atau
underlying inflation
Inflasi non Inti Inflasi yang disebabkan oleh gangguan dari sisi penawaran dan
berada diluar Kendali otoritas moneter. Inflasi non inti sering
disebut pula dengan inflasi sesaat atau noises inflation
Inflow Uang yang diedarkan aliran masuk uang kartal ke Bank Indonesia
Inside Information Informasi penting dan relevan yang dapat mempengaruhi harga
(Informasi Orang efek, yang dimiliki orang dalam (insider) dan informasi tersebut
Dalam) belum terbuka untuk umum
Insider (Orang a. Seorang Komisaris, Direktur, Pegawai Perusahaan atau
Ekonomi Internasional
506
Dalam) Perusahaan Afiliasinya
b. Pemegang Saham Utama di dalam Perusahaan atau
Perusahaan Afiliasi
c. Orang yang oleh kedudukannya atau hubungan pada
Perusahaan atau Perusahaan Afiliasi mengetahui Informasi Orang
Dalam; atau
d. Orang yang dalam waktu 6 bulan sejak tidak lagi merupakan
orang sebagai dimaksud dalam huruf a,b, atau c
Insolvency (Ingkar Tidak mampu membayar atau memenuhi kewajiban keuangan
Bayar) pada saat jatuh tempo
Integritas Kemampuan keuangan dari perusahaan atau orang perseorangan
Keuangan diukur dari modal dan/atau kekayaan yang dimiliki sesuai dengan
persyaratan yang ditetapkan serta ketaatan yang bersangkutan
dalam membayar semua kewajiban di bidang keuangan, terutama
pembayaran pajak.
Interest Bond Obligasi yang diterbitkan karena kurangnya uang tunai untuk
(Obligasi Bunga) membayar bunga obligasi lain
Interest Rate and Suatu dewan mata uang yang ortodoks tidak berusaha mempen-
Inflation (Suku garuhi suku bunga dengan cara menetapkan suatu suku bunga
Bunga dan Inflasi) diskon-to, sebagaimana biasanya dilakukan suatu bank sentral.
Nilai tukar yang tetap dengan mata uang acuan mendorong
kecenderungan untuk mempertahankan suku bunga dan inflasi
pada negara dewan mata uang tersebut kurang lebih sama
dengan negara yang menjadi acuan mata uangnya.
Interim Bond Sertifikat sementara yang dikeluarkan sebagai pengganti obligasi
(Sertifikat yang asli yang akan dikeluarkan. Sertifikat tersebut dapat
Pengganti ditukarkan pada saat obligasi diterbitkan
Sementara)
Interim Dividend Dividen yang dibayarkan terlebih dahulu kepada pemegang
(Dividen saham, sebelum rapat umum pemegang saham memutuskan
Sementara) besar dividen untuk tahun yang bersangkutan
International (Perdagangan internasional) Perdagangan barang dan jasa yang
Trade dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara
lain. Perdagangan internasional terdiri dari ekspor dan impor
Investment Penggunaan modal untuk memperoleh tambahan pendapatan
(Investasi) baik melalui investasi yang menghasilkan barang dan jasa
maupun melalui penanaman modal tidak langsung yang
menghasilkan capital gain
Investment Fund Emiten yang kegiatan utamanya melakukan investasi, investasi
(Reksa Dana) kembali atau perdagangan efek

Investment Stock Saham yang diterbitkan atas dasar perjanjian investasi; pada
(Sekuritas sahamnya tersebut biasanya dicantumkan larangan untuk
Investasi) menjual/memindah tangankan
Investor (Pemodal) Perorangan atau lembaga yang menanamkan dananya dalam efek
perusahaan tertentu
Issue (Penerbitan) Penerbitan saham/obligasi suatu perusahaan pada waktu
tertentu; misalnya kalau perusahaan yang bersangkutan “go
public” ataupun kalau perusahaan memerlukan tambahan modal
Issuer (Penerbitan Badan usaha/pemerintah yang menerbitkan efek melalui pasar
Efek) modal untuk memenuhi kebutuhan dananya

Izin Izin yang diberikan Bappebti kepada perseorangan untuk menjadi
Wakil Pialang Berjangka, Wakil Penasehat Berjangka, dan Wakil
Pengelola Sentra Dana Berjangka
Izin Usaha Izin usaha yang diberikan Bappebti kepada Bursa Berjangka,
Lembaga Kliring Berjangka, Pialang Berjangka, Penasehat
Berjangka, dan Pengelolan Sentra Dana Berjangka
JATS (Jakarta Sistem perdagangan Efek yang berlaku di Bursa untuk
Automated Trading perdagangan yang dilakukan secara otomasi dengan
System) menggunakan sarana komputer
JATS Trader Direktur atau pegawai Anggota Bursa Efek yang telah memiliki
izin orang perseorangan dari Bapepam sebagai Wakil Perantara
Pedagang Efek dan telah memperoleh Surat Persetujuan JATS
Ekonomi Internasional
507
Trader (SP-JATS) dari Bursa untuk mewakili Anggota Bursa Efek
dalam melaksanakan perdagangan Efek di Bursa melalui JATS
sesuai dengan Peraturan Bursa
Jobber (Pembentuk Pedagang besar yang membeli barang-barang dalam jumlah kecil
Pasar) dari produsen, importir atau pedagang besar lainnya, dan
selanjutnya dijual kepada pengecer. Di London Stock Exchange
jobber disebut pembentuk pasar (market maker)
Joint Bond Obligasi yang mempunyai lebih dari satu perusahaan untuk
(Obligasi Jaminan menjamin pelunasannya. Obligasi semacam ini sudah lumrah di
Induk) luar negeri dimana perusahaan induk menjamin pelunasan
obligasi yang diterbitkan anak perusahaannya
Joint Ventura Persetujuan diantara dua pihak atau lebih untuk melakukan
(Usaha Patungan) kerjasama di dalam suatu proyek, seringkali suatu joint venture
dilakukan apabila perusahaan-perusahaan dengan teknologi yang
saling melengkapi ingin menciptakan barang atau jasa yang akan
saling memperkuat posisi masing-masing perusahaan. Suatu joint
venture biasanya dibatasi pada suatu proyek
Jumlah Ganti Rugi Jumlah uang yang harus dibayarkan oleh pialang berjangka
berdasarkan keputusan badan peradilan yang telah mempunyai
kekuatan hukum yang mengikat
Junk Bond Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan tanpa catatan yang
(Obligasi Berisiko) jelas tentang penjualan dan keuntungan atau reputasinya masih
dipertanyakan
Kaffirs Istilah yang digunakan di Inggris yang berhubungan dengan
saham dari perusahaan tambang emas di Afrika Selatan. Saham
ini diperdagangkan di pasar luar bursa di Amerika Serikat di
dalam bentuk American Depository Receipt (ADR) yang memiliki
hak terhadap surat saham yang disimpan disuatu bank asing.
Dibawah peraturan yang berlaku di Afrika Selatan kaffirs harus
membayar sebagian besar dari keuntungannya kepada pemegang
saham dalam dividen
Kecakapan Profesi Keahlian manajemen perusahaan dan/atau kemampuan untuk
membuat analisis tentang perkembangan serta prospek ekonomi
dan politik yang berpengaruh terhadap perdagangan komoditi
Kicker Menambah daya tarik obligasi dengan menawarkan kemungkinan
partisipasi di dalam modal sendiri (equity partipation). Misalnya
suatu obligasi bisa ditukar (convertible) dengan saham bila
mencapai harga tertentu. Ini akan membuat lebih menarik bagi
pemodal karena pemegang obligasi punya potensi untuk
mendapat keuntungan dari saham disamping mendapat
pembayaran bunga. Contoh lain dari equity kickers adalah right
dan warrant. Kicker sering disebut juga, pemanis (sweeteners)
Killer Bees Mereka yang membantu suatu perusahaan untuk menghindari
tawaran pengambilan alihan. Killer Bees biasanya adalah
lembaga keuangan bukan bank yang menggunakan cara agar
perusahaan yang diambil alih (target company) tidak menarik
dan lebih sulit untuk diambil alih
Kitting Usaha untuk mendorong kenaikan harga saham melalui
manipulasi perdagangan seperti menciptakan aktivitas
perdagangan yang dibuat-buat oleh pembeli dan penjual yang
bekerja sama dengan menggunakan dana yang sama
Klaim/ Claim Tuntutan yang diajukan pemegang polis atas kerugian yang
(Asuransi) dideritanya.
Klien Pihak yang mendapatkan nasihat dari Penasihat Berjangka
mengenai jual beli komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka,
dengan membayar imbalan atas jasa (nasihat) yang diterimanya
Kliring Proses penentuan hak dan kewajiban yang timbul dari Transaksi
Bursa
Komite Audit Suatu komite utama dari dewan direksi suatu perusahaan.
Komite ini biasanya terdiri atas orang-orang luar yang
mencalonkan para auditor independen dan menanggapi laporan
dan penemuan auditor. Hal-hal yang oleh para auditor dianggap
seharusnya menjadi perhatian para pemegang saham harus
segera dibawa ke komite audit
Ekonomi Internasional
508
Komite Audit Komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris Perusahaan Tercatat
yang anggotanya diangkat dan diberhentikan oleh Dewan
Komisaris Perusahaan Tercatat untuk membantu Dewan
Komisaris Perusahaan Tercatat melakukan pemeriksaan atau
penelitian yang dianggap perlu terhadap pelaksanaan fungsi
direksi dalam pengelolaan Perusahaan Tercatat
Komite Pencatatan Komite yang dibentuk oleh Bursa yang anggotanya ditunjuk oleh
Efek Bursa berdasarkan keahliannya, yang bertugas untuk
memberikan pendapat kepada Bursa baik diminta maupun tidak
diminta yang berkaitan dengan pencatatan Efek Perusahaan
Tercatat di Bursa
Komite Pencatatan Komite yang dibentuk oleh Bursa yang anggotanya ditunjuk oleh
Efek Bursa berdasarkan keahliannya, yang bertugas untuk
memberikan pendapat kepada Bursa baik diminta maupun tidak
diminta yang berkaitan dengan pencatatan Efek Perusahaan
Tercatat di Bursa
Komoditi Barang dagangan yang menjadi subjek Kontrak Berjangka yang
diperdagangkan di Bursa Berjangka
Konsolidasi (istilah pasar modal) penguatan trend yang tertahan akibat
adanya aksi profit taking, namun pada umumnya harga saham
akan bergerak naik (atau sebaliknya)
Kontrak Berjangka Suatu bentuk kontrak standar untuk membeli atau menjual
komoditi dalam jumlah, mutu, jenis, tempat, dan waktu
penyerahan di kemudian hari yang telah ditetapkan, dan
termasuk dalam pengertian Kontrak Berjangka ini adalah Opsi
atas Kontrak Berjangka
Kontrak Investasi Kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang
Kolektif mengikat pemegang Unit Penyertaan dimana Manajer Investasi
diberi wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif
dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan
Penitipan Kolektif
KPEI (PT Kliring Perseroan yang telah memperoleh izin usaha dari Bapepam
Penjaminan Efek sebagai Lembaga Kliring dan Penjaminan dan bertujuan
Indonesia) memberikan jasa Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi
Bursa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 9 Undang-
undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995
KSEI (PT Kustodian Perseroan yang telah memperoleh izin usaha dari Bapepam
Sentral Efek sebagai Lembaga yang menyelenggarakan kegiatan Kustodian
Indonesia) Sentral bagi Bank Kustodian, Perusahaan Efek dan Pihak Lain
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 10 Undang-undang
Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995
Kustodian Pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang
berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima
dividen, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek,
dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya
Lands Grant Bonds Obligasi yang dikeluarkan oleh badan pemerintah dengan
(Obligasi Jaminan jaminan hipotik atas tanah (estates) yang diserahkan guna
Hipotik) kelangsungan pembayaran bunga dan atau pokok pinjaman

Laporan Akuntan Suatu dokumen dari seorang akuntan publik yang bebas, yang
Publik telah mendapat izin usaha dari menteri keuangan. Dalam laporan
tersebut dinyatakan luasnya pemeriksaan yang telah
dilakukannya dan pendapatnya mengenai laporan keuangan
secara keseluruhan. Laporan Akuntan dapat juga memuat suatu
pernyataan bahwa pendapat secara keseluruhan tidak dapat
diberikan. Dalam hal pendapatnya tidak dapat diberikan,
alasannya harus dicantumkan.
Laporan Audit Pernyataan resmi pemeriksa buku berdasarkan fakta yang
ditemukannnya dalam penelitian pembukuan perusahaan
Lease Kontrak sewa menggunakan real estate, peralatan atau aktiva
tetap untuk jangka waktu tertentu. Pemilik barang modal disebut
lessor dan pengguna disebut lessee
Leasing Company Badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam
(Perusahaan Sewa bentuk penyediaan barang modal baik secara Finance Lease
Ekonomi Internasional
509
Guna Usaha) mapun Operating Lease untuk digunakan oleh Penyewa Guna
Usaha selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran
secara berkala
Legal Consultant Ahli hukum yang memberikan dan menandatangani Pendapat
(Konsultan Hukum) Hukum mengenai Emisi atau Emiten
Legal Opinion Suatu pernyataan mengenai aspek hukum tentang Emisi atau
(Pendapat Hukum) Emiten, yang dibuat berdasarkan tinjauan dan pemeriksaan yang
telah dilakukan oleh konsultan
Lembaga Kliring Badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem
Berjangka dan /atau sarana untuk pelaksanaan kliring dan penjaminan
transaksi Kontrak Berjangka yang terjadi di Bursa Berjangka dan
didaftarkan padanya
Lembaga Kliring Pihak yang menyelenggarakan kegiatan Kustodian sentral bagi
dan Penjamin Bank Kustodian, Perusahaan Efek, dan Pihak Lain.
Leverage Kemampuan untuk memungkinkan membuat keuntungan yang
besar atau menderita kerugian yang besar dengan penempatan
uang (margin) dalam jumlah yang kecil
Leverage Buyout Pengambilalihan suatu perusahaan yang menggunakan uang
pinjaman. Seringkali asset dari perusahaan yang akan diambil
alih dijadikan jaminan untuk pinjaman tersebut dan pinjaman
tersebut dibayar dari pendapatan perusahaan yang akan diambil
alih (target company)
Leverage Company Perusahaan dengan utang yang berlebihan dibandingkan dengan
jumlah modal sendiri di dalam komposisi modalnya
Leveraged Stock Saham yang dibiayai dengan pinjaman sebagaimana halnya
Margin account
Liabilities (Utang- Sesuatu yang merupakan utang atau kewajiban perorangan atau
Utang) perusahaan
Licensi (Izin Izin untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang efek yang
Usaha) dikeluarkan berdasarkan keputusan
Likuidasi Tindakan yang dilakukan untuk “menutup” atau menghapus
posisi terbuka Kontrak Berjangka dengan cara melakukan
transaksi sejumlah posisi yang sama namun pada posisi yang
berlawanan dengan posisi yang dimiliki sebelumnya, sebelum
Kontrak Berjangka jatuh tempo
Limit Order Amanat jual/beli efek tertentu dari suatu perusahaan yang
(Amanat Terbatas) dilaksanakan pada batas harga yang ditetapkan atau Amanat jual
beli sekuritas pada batas harga tertentu
Lindung Nilai Tindakan mengambil posisi di pasar berjangka yang berlawanan
dengan posisi yang dimilikinya di pasar fisik, dengan tujuan
untuk mengurangi hingga sekecil-kecilnya resiko kerugian yang
mungkin dihadapinya karena perubahan harga di pasar fisik yang
tidak menguntungkannya
Liquidator Seseorang yang ditugaskan untuk menyelesaikan hal-hal yang
(Likwidator) berhubungan dengan likuidasi suatu perusahaan

Liquidity Karakteristik suatu efek atau komoditi yang jumlahnya cukup
(Likwiditas) banyak di dalam peredaran, sehingga memungkinkan untuk
dilakukan transaksi dalam jumlah besar tanpa harus
menyebabkan turunnya harga efek
Liquidity Ratio Ukuran kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-
(Rasio Likwitditas) kewajiban jangka pendek
Liquidity Risk Risiko yang muncul apabila counter party tidak dapat memenuhi
kewajiban bayar-membayar yang menyebabkan pihak penerima
data mengalami kesulitan likuiditas.
Liquit Asset (Aset Aset yang berbentuk uang kas atau yang mudah ditukar menjadi
Likwid) uang kas
Listed Option (Hak Put atau Call Option yang telah mendapat izin untuk
Terdaftar) diperdagangkan di Bursa Efek
Listed Security Saham atau obligasi yang telah tercatat di Bursa Efek dan siap
(Sekuritas untuk diperdagangkan
Tercatat)
Listed Stock/Share Saham yang telah mendapat persetujuan SEC atau Bapepam di
(Saham Tercatat) Indonesia untuk diperdagangkan pada Bursa Efek
Ekonomi Internasional
510
Listing Pencatatan efek di bursa efek agar efek tersebut dapat
(Pencatatan) diperdagangkan. Pencatatan efek dapat dilakukan apabila
perusahaan yang menerbitkan efek tersebut memperoleh izin
untuk go public
Long Bond (Obligasi Jangka Panjang) Obligasi yang jatuh temponya lebih
dari 10 tahun
Long Term Loan (Pinjaman Jangka Panjang) Kredit yang diberikan dengan jangka
waktu lebih dari tiga tahun
M1 Merupakan kewajiban sistem moneter yang terdiri atas uang
kartal dan uang giral. M1 sering disebut sebagai uang beredar
dalam arti sempit (narrow money)
M2 Merupakan kewajiban sistem moneter yang terdiri atas uang
kartal, uang giral dan uang kuasi. M2 sering disebut sebagai
uang beredar dalam arti luas (broad money) atau likuiditas
perekonomian
Manager (Manajer Investasi) Pihak yang kegiatan usahanya mengelola
Investment Portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio
investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan
asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri
kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan
yang berlaku
Managing Lead (Penjamin Utama Emisi Efek) Penjamin emisi efek baik sendiri-
Underwriter sendiri atau bersama-sama bertanggung jawab atas
penyelenggaraan suatu penawaran umum
Manipulasi Tindakan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam
waktu bersamaan menguasai sebagian besar persedian komoditi
secara fisik dan Kontrak Berjangka pada posisi beli. Tindakan
tersebut dapat menyebabkan situasi pasar dimana jumlah
pasokan komoditi secara fisik menjadi langka sehingga harga
komoditi tersebut melonjak dan mempengaruhi harga yang
terjadi di Bursa Berjangka, yang juga akan meningkat di atas
normal yang tidak mencerminkan keadaan pasokan dan
permintaan yang sebenarnya
Manipulation Tindakan yang melanggar tata tertib perdagangan di Bursa.
(Manipulasi) Antara lain dengan menaikkan atau menurunkan harga sekuritas
agar pihak lain terdorong untuk menjual atau membeli
Margin Sejumlah uang dan/atau surat berharga tertentu yang harus
disetorkan oleh Nasabah kepada Pialang Berjangka, oleh Pialang
Berjangka kepada Anggota Kliring Berjangka, atas setiap
Nasabah yang ditempatkan kepada Pialang Berjangka, dan
sebagai jaminan pelaksanaan transaksi Kontrak Berjangka yang
dibuat berdasarkan amanat tersebut
Margin Buying Pembelian efek yang sebagian atau seluruh harga pembeliannya
(Pembelian Marjin) dibayar dengan uang pinjaman yang dijamin dengan efek
termaksud
Margin Call (Beli Permintaan broker pada nasabahnya untuk menyetor uang atau
Dengan Jaminan) sekuritas sampai dengan jumlah tertentu. Tujuannya adalah
apabila nasabah cidera janji, maka simpanannya bisa dicairkan
Market Maker Pembentuk pasar adalah pedagang Efek di Bursa yang
(Pembentuk Pasar) memelihara likwiditas efek dengan cara membeli dan menjual
efek tertentu di pasar sekunder
Market Price Nilai pasaran sekuritas yang ditentukan berdasarkan kurs resmi
(Harga Pasaran) yang terakhir
Market Risk Resiko efek atau harta lainnya karena tak dapat dijual atau
(Resiko Pasar) digadaikan dengan harga yang wajar pada saat pemiliknya
membutuhkan uang
Market Value (Nilai Pasar Yang Wajar) Nilai suatu efek dengan harga jual yang
wajar sesuai kriteria dan ditentukan oleh Ketua Bapepam
Marketable Parcel Harga yang berlaku untuk membeli atau menjual sebuah surat
berharga di pasar bebas
Maturity Date Saat dimana jumlah pokok pinjaman sudah jatuh tempo
(Tanggal Jatuh pelunasannya. Misalnya Wesel (note), cerukan (draft) obligasi
Tempo) atau instrumen utang lainnya
Menggoreng Mempermainkan dengan sengaja untuk mempengaruhi
Ekonomi Internasional
511
Saham permintaan dan penawaran saham guna mendongkrak harga
yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang (sering
disebut sebagai bandar). (Lihat juga Saham Gorengan)
Merger Suatu penyatuan dua perusahaan atau lebih, di mana unit yang
dominan menyedot unit yang pasif, dan unit yang dominan ini
meneruskan kegiatan bisnisnya di bawah nama yang sama.
Berlawanan dengan merger, dalam suatu konsolidasi (atau
peleburan usaha), dua unit bergabung dan diganti dengan suatu
perusahaan baru, biasanya dengan nama yang baru pula
Modal Bersih Adalah jumlah harta lancar setelah dikurangi dengan seluruh
Disesuaikan jumlah hutang, dan dikurangi pengurangan terhadap modal

Monetary Policy Sengaja dirancang suatu dewan mata uang tidak mempunyai
(Kebijakan kekuatan untuk memilih. Cara kerjanya secara keseluruhan pasif
Moneter) dan otomatis. Fungsi utama suatu dewan mata uang adalah
menukarkan mata uang kertas dan koin dengan mata uang acuan
pada tingkat tetap. Suatu dewan mata uang yang ortodoks tidak
meminjamkan kepada pemerintah negaranya, perusahaan, atau
bank domestik. Dalam suatu sistem dewan mata uang,
pemerintah membiayai anggarannya hanya dengan pajak atau
pinjaman -- tidak dengan mencetak uang, yang bisa
menyebabkan inflasi
Mortgage Instrument utang yang dijamin dengan real estate dan nilainya
(Hipotek) lebih tinggi dari nilai obligasi yang diterbitkan

Mutual Funds * Sertifikat yang menjelaskan bahwa pemiliknya menitipkan
(Reksa Dana) sejumlah uang kepada pengelola reksa dana (disebut manajer
investasi), untuk digunakan sebagai modal berinvestasi di pasar
uang atau pasar modal disesuai dengan kebijaksanaan investasi
yang ditetapkan
* Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari
masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam
Portofolio Efek oleh Manajer Investasi
National Income Pendapatan nasional merupakan produk nasional neto atas dasar
biaya faktor produksi
Negotiated Market (Pasar Bernegosiasi)Pasar tempat transaksi jual-beli efek secara
langsung antara pembeli dan penjual sehingga terbentuk harga
Neraca Daftar yang menyajikan secara singkat posisi harta benda dan
utang suatu perusahaan/unit ekonomi pada suatu saat tertentu
Neraca Modal dan Bagian dari neraca pembayaran yang meliputi transfer modal dan
Finansial (Capital transaksi aset dan kewajiban. Transaksi pada neraca ini untuk
and Financial membiayai neraca transaksi berjalan.
Accounts)
Neraca Suatu ihtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara
Pembayaran penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama
(Balance of jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. Neraca pembayaran
Payments, BOP) mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari
individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya
neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan
neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item-item finansial.
Neraca Nilai yang dihasilkan dengan cara mengurangkan impor barang
Perdagangan dari ekspornya. Neraca perdagangan dapat menunjukkan hasil
(Trade Balance) defisit (impor lebih besar daripada ekspor) atau surplus (ekspor
lebih besar daripada impor).
Nilai Tukar Nilai tukar pada hari terakhir dari suatu periode waktu, misalnya
(Exchange Rate) setahun atau kuartalan.
pada Akhir Periode
(End of Period)
Nilai Tukar Sejumlah unit satuan mata uang yang dibutuhkan untuk membeli
Nominal (Exchange dalam satuan mata uang lain. Nilai tukar mungkin dinyatakan
rate, Nominal) dalam mata uang domestik terhadap mata uang asing, atau
sebaliknya.
Net Asset Value (Nilai Aktiva Bersih Dari Reksa Dana) Nilai pasar yang wajar dan
(NAV) kekayaan lain dari Reksa Dana dikurangi seluruh kewajibannya
Ekonomi Internasional
512

Net Domestic Tagihan bersih otoritas moneter atau sektor moneter kepada
Asset (NDA) sektor swasta domestik. NDA otoritas moneter terdiri dari
tagihan bersih kepada pemerintah (NCG), kredit likuiditas Bank
Indonesia (KLBI), bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI),
tagihan lainnya, operasi pasar terbuka (OPT), dan lainnya bersih
(Net other items/NOI). Sementara itu, NDA sistem moneter terdiri
dari tagihan bersih kepada pemerintah (Net claim on
Government/NCC), tagihan kepada sektor usaha, dan lainnya
bersih (NOI)
Net Inflow Uang yang diedarkan inflow lebih besar dari outflow
Net Interest Selisih nominal antara pendapatan bunga dengan biaya bunga
Margin (NIM)
Net International Tagihan bersih otoritas moneter kepada sektor luar negeri yang
Reserve (NIR) terdiri dari liquit reserve (seperti securities, foreign deposit,
gold, bank notes), dan other reserve (seperti export drafts). NIR
sering disebut sebagai cadangan devisa bersih Pemerintah
Net National Produk nasional neto merupakan produk nasional bruto dikurangi
Product dengan seluruh penyusutan atas barang-barang modal tetap
yang digunakan dalam proses produksi selama satu periode
(setahun)
Net National Produk nasional neto atas dasar biaya faktor produksi adalah
Product at Factor produk nasional neto atas dasar harga pasar dikurangi dengan
Cost pajak tidak langsung neto. Pajak tidak langsung neto merupakan
pajak tidak langsung yang dipungut pemerintah dikurangi
dengan subsidi pemerintah. Baik pajak tidak langsung maupun
subsidi, kedua-duanya dikenakan terhadap barang dan jasa yang
diproduksi atau dijual
Net Worth Merupakan jumlah dari modal disetor, cadangan modal, laba
tahun lalu dan laba tahun berjalan
Netting Kegiatan Kliring yang menimbulkan hak dan kewajiban bagi
setiap anggota Kliring untuk menyerahkan atau menerima saldo
Efek tertentu untuk setiap jenis Efek yang ditransaksikan dan
untuk menerima atau membayar sejumlah uang untuk seluruh
Efek yang ditransaksikan
New Share (Saham Saham yang berasal dari modal yang belum ditempatkan dan
Baru) disetor penuh atau saham dalam portepel

Nilai Kapitalisasi Hasil perkalian antara jumlah Efek dengan harga Efek tersebut
Efek
Nilai Kerugian Nilai kerugian secara yang seharusnya diterima Nasabah
termasuk bunga bila ada, dikurangi dengan biaya yang
dikeluarkan Nasabah dalam rangka proses pengaduan dan
penyelidikan tuntutan ganti rugi
Nominal Capital Jumlah modal saham dengan nama perusahaan terdapat dan
(Modal Nominal) dinyatakan dalam akta pendirian, (juga dikenal dengan Modal
terdaftar atau Dasar)
Non Cumulative Saham preferen yang tidak memberikan hak untuk mendapatkan
Preferred Stock dividen yang belum dibayar pada tahun-tahun yang lalu secara
kumulatif
Non Performing Kredit-kredit yang tergolong non lancar dengan likuiditas Kurang
Loans (NPLs) Lancar, Diragukan atau Macet berdasarkan ketentuan Bank
Indonesia tentang Kualitas Aktiva Produktif
Notary (Notaris) Pejabat Umum yang berwenang membuat akta otentik
sebagaimana dimaksud dalam staatblad 1860 No.3 Tentang
Peraturan Jabatan Notaris
Obligasi Bunga Obligasi yang bunganya mengikuti tingkat bunga di pasar modal.
Variable Dalam hal tingkat bunga dipasar modal menaik, maka bunga
kupon yang dibayarkan turut meningkat. Dalam hal tingkat
bunga menurun, maka debitur mengizinkan pelunasan dipercepat
atau melakukan konversi dengan pinjaman obligasi baru dengan
bunga yang telah disesuaikan
Obligasi Dengan Obligasi yang memberikan bunga tetap kepada pemiliknya yang
Bunga Tetap dibayarkan setiap periode tertentu. Pada waktu jatuh tempo,
Ekonomi Internasional
513
pokok pinjaman dibayarkan kepada pemegang obligasi sekaligus
Obligasi Dengan Obligasi yang memberikan bunga yang besarnya dapat
Bunga Tidak Tetap ditetapkan dengan berbagai cara misalnya dikaitkan dengan
Atau Mengambang index atau dengan tingkat bunga deposito atau tingkat bunga
yang berlaku di pasaran luar negeri seperti Sibor atau Libor
Obligasi Dengan Tidak saja pinjaman obligasi dapat dijamin dengan jaminan
Garansi khusus akan tetapi disamping itu dapat juga diberikan garansi
oleh pihak ketiga, yang pada umumnya diberikan oleh Negara
Obligasi Dengan Obligasi yang dijamin dengana aktiva perusahaan yang
Jaminan Aktiva menerbitkan obligasi tersebut yang tujuannya apabila pada saat
jatuh tempo obligasi tersebut tidak dapat dilunasi, maka jaminan
yang bersangkutan dapat dipergunakan untuk membayarkan
kembali bunga yang terhutang termasuk jumlah pinjamannya
Obligasi Dengan Obligasi yang menetapkan lebih dulu pelunasannya dalam
Klausal beberapa macam valuta (Dolar, Pound Sterling dll). Pada saat
Pilihan/Opsi Valuta pelunasan, bunga dan cicilannya dibayar dalam valuta yang
Asing diinginkan oleh pemegang didasarkan pada kurs paritas yang
telah ditetapkan terlebih dalulu
Obligasi Dengan Obligasi yang memberikan bunga yang lebih rendah dari obligasi
Premi biasa
Obligasi Index Obligasi yang bunga dan cicilannya dikaitkan pada indeks biaya
(Obligasi Indekasi) hidup yang bertujuan untuk melindungi obligasi dari penurunan
daya beli
Obligasi Preferen / Obligasi yang haknya melebihi obligasi biasa
Obligasi Prioritas
Odd Lot Perdagangan saham di pasar modal atau bursa efek yang
jumlahnya kurang dari satuan perdagangan normal (normal
trading unit). Sedangkan perdagangan saham dengan satuan
perdagangan normal disebut round lot. Otoritas pasar modal di
tiap negara mempunyai kebijakan sendiri mengenai jumlah
saham dalam round lot. Di Indonesia, satu lot berarti 500 saham
untuk non bank dan untuk bank l lotnya 5.000 saham, baik itu di
Bursa Efek Jakarta (BEJ) maupun Bursa Efek Surabaya (BES)
Offer Price Harga terendah yang ditawarkan untuk menjual
Opsi atas Kontrak Suatu kontrak yang memberikan hak, bukan kewajiban, kepada
Berjangka pembeli untuk membeli atau menjual Kontrak Berjangka atas
komodidi tertentu pada tingkat harga, jumlah, dan jangka waktu
tertentu yang telah ditetapkan terlebih dahulu dengan membayar
sejumlah premi
Opsi “call” Suatu Opsi yang memberikan hak kepada pembeli Opsi untuk
membeli Kontrak Berjangka yang menjadi subjeknya pada harga
strike, pada atau sebelum tanggal jatuh waktu dari Opsi yang
bersangkutan
Opsi “put” Suatu Opsi yang memberikan hak kepada pembelinya untuk
menjual Kontrak Berjangka yang menjadi subjeknya pada harga
strike, pada atau sebelum tanggal jatuh waktu dari Opsi yang
bersangkutan
Outflow Uang yang diedarkan aliran keluar uang kartal dari Bank
Indonesia.
Overbought minat beli sudah mulai mengecil, minat jual mulai muncul
(indikasi harga akan turun)
Overnite Transaksi dengan jangka waktu satu hari mulai tanggal transaksi
sampai satu hari setelahnya
Paid In Capital Jumlah dari modal yang ditempatkan dan telah disetor pada saat
(Modal Disetor) pendirian perusahaan. Paid paling sedikit 10% dari modal yang
ditempatkan. (sesuai dengan peraturan yang berlaku)
Par Value (Nilai Nilai nominal saham pada saat diterbitkan
Pari)
Partial Listing (Pencatatan Listing Sebagian Saham Yang Telah Disetor)
Pencatatan di Bursa Efek, dari sebagian modal saham yang telah
disetor. Misalnya modal disetor suatu perusahaan terdiri dari 2
juta saham, termasuk 500 saham yang go public melalui
penawaran umum. Pada Waktu perusahaan mencatatkan
sahamnya di Bursa, jumlah saham yang dicatatkan boleh 500
Ekonomi Internasional
514
saham atau lebih, tetapi kurang dari 2 juta. Selisih dari jumlah
saham yang dicatat dengan jumlah saham yang go public melalui
penawaran umum, sewaktu-waktu dapat dijual memalui Bursa
oleh pemiliknya
Participating (Saham Partisipasi Prioritas) Saham yang disamping hak
Prefered Stock prioritasnya atas dividen tetap masih dapat turut serta dalam
pembagian dividen saham biasa
Partlypaid Shares Saham perusahaan yang baru disetor sebagian oleh pemiliknya
(Saham Belum mengingat perseroan tidak memerlukan modal yang besar. Modal
Lunas) pertama hanya diperlukan untuk pembelian barang yang
bergerak, biaya pemeliharaan dan sebagainya, sedangkan sisa
yang belum disetor dianggap sebagai jaminan bagi para kreditur
Pasar Tempat atau sarana tertentu di bursa efek atau bursa berjangka
di mana perdagangan atau transaksi tertentu diselenggarakan
Pasar Modal Kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan
Perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan
Efek yang diterbitkannya, serta lembaga profesi yang berkaitan
dengan Efek
Pasar Perdana Penjualan Efek pertama kali kepada publik atau pada saat
(Primary Market) IPO(Initial Public Offering)

Pasar Sekunder (Secondary Market) Suatu transaksi yang berlangsung pada
setiap hari bursa bertempat di bursa efek terhadap saham-saham
yang terdaftar di bursa efek. Proses transaksi ini berlangsung
antara para broker baik atas nama sendiri maupun atas nama
orang lain. Di dalam melaksanakan transaksi broker memperoleh
imbalan tertentu (di Indonesia 1%) baik amanat jual maupun
amanat beli
Passed Dividends Kelalaian direksi perusahaan untuk melakukan pembayaran
dividen pada waktunya
Pattern Istilah yang dipakai dalam perdagangan saham yang
menunjukkan suatu formasi dari pergerakan harga saham yang
dapat dilihat dari grafik harga saham. Formasi ini secara historis
terbukti memiliki kemungkinan (probabilitas) besar untuk
mencapai target harga dari pattern tersebut.
Pay Out Ratio Perbandingan antara dividen yang dibayarkan terhadap
(Rasio Dividen) pendapatan perseroan pada waktu tertentu
Payable Date Tanggal Pelaksanaan pembayaran dividen bagi para pemegang
(Tanggal saham terdaftar
Pembayaran)
Payment Systems Suatu kumpulan peraturan, lembaga, serta prosedur dalam
transfer dana (uang) merupakan bagian integral dari sistem
moneter dalam suatu perekonomian
Pedagang Anggota Bursa Berjangka yang hanya berhak melakukan
Berjangka transaksi Kontrak Berjangka untuk rekeningnya atau kelompok
usahanya
Pejabat Eksekutif Pejabat yang mempunyai pengaruh terhadap kebijakan dan
operasional bank serta bertanggung jawab langsung kepada
direksi
Pemegang Saham Pemegang saham yang memiliki 20% (dua puluh perseratus) atau
Pengendali lebih saham perusahaan, atau pemegang saham yang memiliki
kemampuan untuk menentukan baik langsung maupun tidak
langsung, dengan cara apapun pengelolaan dan atau